JikaAkuAdalahPresiden #1

Bismillahirrahmanirrahim…

Beberapa waktu yang lalu gue pernah ngebaca blog temen gue yang disitu diceritain tentang wawancara dia dengan temen-temennya tentang apa aja yang bakalan mereka lakukan seandainya mereka jadi presiden. Bermacem-macem jawaban keluar di sana. Dan dari situ pun sedikit banyak wawasan gue jadi terbuka.

Terbuka tentang masalah-masalah negara. Terbuka tentang rencana-rencana negara kedepannya. Tapi terbuka juga bahwa suatu hari nanti, gue selaku warga negara Indonesia pun harus punya bakti yang nyata kepada negeri ini. Plus, gue juga bakalan menjadi pemimpin, itu adalah satu hal yang pasti. Minimal adalah pemimpin bagi diri sendiri. Minimal lagi, jadi pemimpin bagi keluarga.

Sekalipun sebenernya ini nggak pernah terpikirkan, tapi bagaimana jika di dalam Lauh Mahfudz tertulis bahwa gue akan menjadi pemimpin sebuah negara, dalam hal ini Indonesia? Gue nggak punya niat dan emang nggak minat buat jadi presiden Indonesia, atau jadi wapres sekalipun. Beda sama salah seorang temen gue yang udah bertitah untuk menjadi presiden Republik Indonesia taun 2014 nanti.

Jadi buat sekedar preparation aja, terpikirlah di dalam otak Einstein gue ini untuk mulai menulis hal2 apa aja yang bakal gue lakukan jika emang gue beneran jadi presiden nanti. Dan kalopun gue bukanlah terlahir sebagai seorang presiden, harapannya tulisan ini pun bisa membuka mata lu-lu semua atau sebagai bahan referensi dalam menentukan arah kedepannya.

Tapi sebelomnya, tulisan ini masih mentah, soalnya ditulis oleh seorang mahasiswa Teknik Nuklir yang sangat sangat awam dengan dunia ekonomi, politik, pemerintahan, psikologi, pertanian, perdagangan, administrasi birokrasi, dll. Bahkan untuk ilmu keteknikan pun juga masih awam. Satu-satunya hal yang bisa dipercaya adalah bahwa tulisan ini dibuat atas dasar keinginan untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik.

Tulisan ini pun masih abstrak dan belom real nyata dan konkrit. Kenapa, soalnya ntar bakalan ada menteri-menteri yang lebih paham urusannya masing dan yang akan atktif mengeksekusinya. Serta nggak menutup kemungkinan di masa depan nanti, seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya wawasan, maka tulisan ini akan mengalami perkembangan-perkembangan yang lebih baik lagi kedepannya.

Untuk memudahkan, maka disini bakalan gue bagi menjadi beberapa sektor, meskipun gue bingung juga beberapa diantaranya cocoknya di sektor mana dan banyak juga yang lintas sektor. Tapi ini juga masih nggak ngurut lho. Maksudnya, yang tertulis di nomor awal bukan berarti harus yang lebih dulu dilakukan, dan yang tertulis di nomor buncit bukan berarti nggak memiliki tingkat urgensi yang tinggi.

Tanpa banyak omong lagi, langsung baca aja deh ini, “Jika Aku Adalah Presiden”.

***

Gambaran umum:

Ekonomi

Bayar utang

Kembali ke standar uang emas

Optimalisasi sektor riil

Optimalisasi zakat dan pajak

Pemerintahan

Khalifah

Reformasi birokrasi

Departemen IT

Kesejahteraan masyarakat

Optimalisasi kurikulum pendidikan

Layanan kesehatan

Narsisme Nusantara

Revolusi akhlak moral dan akidah (Pejabat, pengusaha, artis, militer, dokter, pegawai pemerintah)

Penegakan hukum syar’i

Kedaulatan

Nasionalisasi

Usir penjajah sumber daya

Wajib miiter

Optimalisasi perbatasan

Politik luar negeri

Desak Israel dengan segala cara

Konferensi liga muslim kaffah sedunia

Aktif dalam politik luar negeri

Lain-lain

Pembangunan PLTN

Anti Amerika, anti kapitalisme, anti zionis

Bukan cuma agraris, tapi juga maritim

Unggul di segala bidang (IPTEK, olahraga, seni-budaya, keilmuan)

***

Oke, sekarang kita rinci satu persatu.

Ekonomi

Bayar dan Lunasin Utang

Sebelom membahas lebih jauh, gue pengen bilang dulu kalo gue nggak tau sejak kapan negara ini punya utang. Gue juga nggak tau berapa jumlah utang kita sekarang, kepada siapa aja kita ngutang, dan bagaimana isi dari perjanjian utang-utangan itu. Tapi yang jelas, bagaimanapun caranya, utang negara ini harus dilunasin, supaya kita nggak terus menerus terbelenggu dalam jeratan utang dan si pengutang yang dengan utangannya itu bisa seenaknya mendikte kita.

Satu hal yang sangat menyedihkan adalah bahwa penduduk negara ini di masa sekarang dan masa mendatang harus menanggung utang akibat dari ulah penduduk di masa lalu.

Gue juga nggak ngerti gimana hukumnya masalah utang-mengutang suatu negara. Kalo misalnya ada orang yang ngutang, maka sebelom ia meninggal utang itu harus segera dilunasin, atau ia harus membayar utangnya di akhirat nanti. Hal-hal yang bisa membatalkan utang itu adalah jika ahli warisnya bersedia melunasinya atau jika si pengutang bersedia menganggapnya lunas. Kalo nggak, ya udah biarkan hukum akhirat yang akan berbicara.

Tapi gimana kalo yang berutang itu adalah suatu negara? Lebih-lebih pemerintahannya adalah orang-orang yang setiap beberapa periode selalu berganti. Jadi, bisa aja pemerintahan yang sekarang ini yang berutang, sementara pemerintahan yang periode selanjutnya yang akan melunasi. Istilahnya, utang warisan. Bagaimanakah ini?

Namun demikian, intinya negara ini harus bebas dari utang dan bebas dari budaya ngutang. Ngutang bukan cuma masalah ketersediaan harta, tapi lebih kepada niat dan kesungguhan diri. Sesungguhnya jika jiwa itu kuat, maka fisik tidak akan mampu mengalahkannya.

Kembali ke Standar Uang Emas

Mau tau kenapa di negara ini sering terjadi inflasi? Mau tau kenapa harga minyak dunia dan komoditas lannya harganya berubah? Mau tau? Kalo mau tau, ya udah cari tau sana, gue juga belom begitu tau kok. Huohohohohoho…

Nggak gitu juga sih. Tapi, hari ini kita menyandarkan mata uang kita dan komoditi dunia kepada mata uang Dollar Amerika. Dan semua itu sejatinya hanya akan membuat mata uang kita menjadi hanyalah lembaran-lembaran kertas yang NGGAK ADA HARGANYA.

Sebenernya yang dijadikan sebagai alat tukat adalah emas dan perak. Tapi karena emas dan perak agak susah jika dibagi dalam bagian-bagian yang kecil, maka dicetaklah uang kertas yang nilai nominalnya bersandarkan pada nilai emas. 1 Dinar setara dengan 4.25 gram emas 22 karat, sementara 1 Dirham setara dengan 3 gram perak murni. Dan pecahan-pecahan lainnya pun mengikuti penyetaraan tersebut.

Bagaimana dengan Dollar Amerika? Dulu setelah perang dunia kedua, Amerika mengakui dirinya sebagai negara pemenang perang, dan memiliki ketersediaan emas paling banyak di dunia. Akhirya Amerika mendesak negara-negara di dunia untuk menyandarkan mata uang mereka terhadap Dollar Amerika. Sampe sini sepertinya belom ada masalah.

Tapi di jaman itu, yang namanya bunga, riba dan sektor non ril udah mulai mewabah, yang mengakibatkan uang yang tercatat di atas kertas jumlahnya jauh lebih banyak daripada uang yang tersedia secara fisik. Menyadari hal itu, Prancis diikuti Spanyol memutuskan untuk menukarkan Dollar yang mereka punya dengan emas yang dimiliki Amerika. Hal ini membuat Amerika panik karena setelah itu, Amerika sadar bahwa jumlah emas yang tersedia udah nggak seimbang lagi dengan jumlah uang yang tercatat di atas kertas, akibat sektor non ril itu tadi.

Jadilah sejak taun 1971, Richard Nixon memutuskan untuk nggak lagi menyandarkan Dollar nya kepada ketersediaan emas, dan mengizinkan untuk mencetak lembaran uang Dollar sebanyak-banyaknya tanpa peduli dengan nilai emas yang mereka punya. Dan kita pun dengan bodohnya masih mau menyandarkan mata uang dan komoditi kita kepada Dollar tersebut.

Plus, dalam salah satu butir perjanjian bantuan IMF kepada Indonesia waktu krisis 1998 dulu, disebutkan bahwa Indonesia nggak boleh menyandarkan mata uangnya kepada standar emas. Kenapa? Karena IMF tau, bakalan bahaya kalo Indonesia menggunakan emas sebagai standar mata uang mereka.

Nah jadi, nggak bisa nggak, gimanapun caranya, kita harus kembali kepada fitrah uang yang sesungguhnya, yaitu dengan menetapkan standar emas. Marilah kita berinvestasi emas, dan janganlah uang kertas itu dicetak selama persediaan emas di negara ini belom bertambah. Apa tujuannya? Yaitu supaya uang itu terus berputar dan nggak disimpen oleh sekelompok orang tertentu, yang ujung-ujungnya akan mengakibatkan ketimpangan ekonomi.

Optimalisasi Sektor Ril

Optimalisasi sektor ril, maksudnya adalah lebih peduli dan lebih memanfaatkan sektor2 ril. Atau dengan kata lain, cobalah untuk mulai melepas ketergantungan kepada sektor non ril. Ini masih ada kaitannya dengan poin sebelom ini, yaitu bahwa sektor non ril akan mengakibatkan jumlah uang yang tercatat di atas kertas menjadi lebih besar dari jumlah uang yang tersedia.

Optimalisasi Zakat dan Pajak

Dua hal ini sejatinya merupakan salah satu hal penting yang bisa mendukung perekonomian, sekalipun keduanya bukanlah yang paling urgent.  Zakat dan pajak bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan bersama dan mengedarkan uang kepada masyarakat supaya uang itu nggak cuma dimiliki oleh sekelompok orang tertentu.

Sebenernya ini bukan cuma optimalisasi doank, tapi juga harus disertai dengan layanan serta petugas yang kompeten. Hari ini pun gue masih bingung, kenapa orang yang kerja di perpajakan umumnya banyak duit ya?

Tapi emang bener, kalo 2 hal ini dioptimalkan dan dieksekusi dalam koridor kebenaran, maka sedikit banyak ekonomi rakyar bisa meningkat. Kalo misalnya penduduk miskin Indonesia adalah 80 jutaan, masa iya yang 120 juta sisanya nggak bisa (atau nggak mau?) berbagi rezekinya kepada yang 80 juta itu?

Apakah batas minimal seseorang menjadi peminta2? “Lima puluh dirham atau nilai yang setara dengannya jika dihitung dengan emas (HR Ahmad),” gitu kata Rasulullah. Kalo 1 dirham setara dengan sekitar 35000 rupiah, maka 50 dirham kira-kira 1.750.000 rupiah.

Khusus untuk zakat, pelaksanaannya pun nggak cuma sekedar perintah aja, tapi juga berpahala bagi mereka yang berzakat. Sementara untuk pajak, harus ada ketegasan lebih tegas lagi terhadap hal-hal yang perlu ditegaskan, supaya uang bisa beredar lebih merata di masyarakat. Jangan sampe ada pengusaha-pengusaha kaya yang bayar pajaknya nggak sebanding dengan kekayaannya.

Bersambung ke sektor selanjutnya…

1 comment January 31, 2010

AlittlePieceOfMe #1

AlittlePieceOfMe #1 : TK Indria

Minggu sore ketika gue dan kakak gue, Gomiiko, lagi iseng-iseng nongkrong di depan laptop, sesosok makhluk yang sudah nggak asing lagi muncul dari pintu samping rumah gue, melintas ngelewatin dapur, ngagetin emak gue yang lagi nongkrong di dapur. Siapa dia? Jelas, bukan maling ayam apalagi maling jemuran. Tapi nggak salah kalo jawab bahwa dia adalah maling. Iya, dia adalah maling hati emak gue, alias bokap gue.

Datang nggak diantar pulang nggak dijemput, beliau baru saja tiba dari perjalanan dinasnya ke Samarinda sejak Jumat kemarin. Dengan senyum di wajah dan rambut yang telah memutih, beliau ber say hello dan tersenyum kepada kita semua. Lalu beliau membawa masuk barang-barang ghanimah-nya dari Samarinda. Ada lepok, amplang, kerupuk ikan, kepiting tepung, dll.

Emak gue dibawain batik Samarinda khas Pekalongan (????), dan kakak gue dibawain gelang-gelangan. Sementara gue sendiri cukup dibawain senyuman paling ganteng dari bokap gue. Ya nggak apa-apa kok. Sebenernya sih gue pengen nitip oleh-oleh juga kalo beliau mampir ke Tenggarong. Tapi beliau nggak mampir, jadi gue nggak jadi nitip. Emang mau oleh-oleh apa? Itu loh, gue mau nitip tolong dibawain juara Mpok Kutai Kertanegara 2007, eh 2008. Ups…

Selain itu, bokap gue juga bawa makanan yang didapet di pesawat, sekotak kecil bihun plus ayam teriyaki. Beliau taro bihun itu di meja dan beliau melaksanakan shalat Asharnya yang sempat tertunda akibat di perjalanan.

***

Malemnya, emak gue nawarin gue makan.

“Kink, itu kalo mau makan pake kepiting tepung, tak taro di lemari ya!”

Dan gue baru nyadar kalo ternyata kepiting tepung bisa dibuat makan bareng nasi. Kirain cuma cemilan biasa, kaya ceker ayam gitu. Emak gue kembali nawarin makanan.

“Ini bihunnya kalo mau!”

Cring… Bihun! Gue lupa kalo tadi bokap gue bawa bihun dari pesawat. Dan mengingat rasanya udah lama banget gue nggak makan bihun, mungkin udah sekian abad, akhirnya gue meng-iya-kan.

“Iya, malem ini aku makan bihun aja ya!”

Akhirnya sekarang gue udah duduk di sofa panjang ruang tengah dengan sekotak bihun plus ayam teriyaki di tangan. Di sofa yang sama, emak gue ikutan duduk.

Makan bihun ini bikin gue bring back memories. Gue jadi inget jaman sekolah dulu, entah TK atau SD, waktu emak gue sering bawa bihun kotakan yang dibeli di pasar.

“Mah, makan bihun gini jadi inget jaman TK dulu…”

TK. Ternyata dulu gue pernah TK… Ya iyalah, masa ya iya dong… Cristiano Ronaldo kan pemain sepak bolah, bukan pemain sepak bodong…

Gue jadi je me souviens tentang masa-masa gue TK dulu. Ketika itu gue masih kecil dan lagi imut-imutnya (sampe sekarang juga masih imut kok!). Gue bersekolah di TK Indria, berlokasi di Jalan Jawa, sebelah Timurnya Lapangan Jawa. Apa kabar TK Indria sekarang?

Bu Mayang, Bu Ina, Bu Tati, ibu guru baik hati yang dulu pernah membimbing dan mendidik gue yang masih lugu dan polosan ini. Dengan penuh kasih sabar, dengan penuh kasih sayang, tanpa kenal lelah mereka setia ngajarin gue banyak hal. Jelasin gue ini-itu. Dan membuat gue kenal dunia lebih jauh lagi. Apa kabarnya mereka semua, wahai guru-guru TK ku?

“Dulu kamu tiap Sabtu suka bolos ya?” Suara emak gue berbisik lembut di telinga gue.

Iya, dulu gue emang sering banget bolos. Apalagi hari Sabtu. Kenapa? Soalnya kalo hari Sabtu, kita anak-anak TK dibawa muter-muter, jalan-jalan keliling Jalan Jawa dan sekitarnya. Buat sebagian anak, hal tersebut jelas menyenangkan. Tapi buat gue yang dulu totally autis dan cacingan, gue agak males kalo mesti jalan-jalan. Soalnya jalannya siang-siang, pas lagi panas-panasnya. Dan karena gue nggak punya banyak temen waktu TK, jadi kalo jalan ya barengan gue itu-itu aja, nggak bisa membaur sama anak-anak lain.

“Iya, uhehe… Nggak cuma Sabtu doang, tiap Senin juga!” Gue menimpali omongan emak gue.

Gue kembali menginget, ternyata tiap Senin gue juga hobi bolos. Alasannya pun nggak jauh beda, yaitu karena tiap Senin itu ada upacara bendera dan gue males ikut upacara. Duh anak bangsa macam mana gue ini… Karena jarang ikut upacara, ketika SD, temen-temen gue semua udah pada apal Pancasila, Pembukaan UUD, dll. Tapi gue cuma cengo’ aja denger yang kaya begituan.

Jadilah, semasa TK dulu, gue hobi bolos tiap hari Senin sama Sabtu. Dan emak gue tersayang pun melegalkan pembolosan gue ini. Hingga akhirnya gue inget banget apa yang tertera waktu pembagian rapor caturwulan (waktu itu kan masih pake caturwulan yah, 4 bulan sekali). Di rapor gue tertulis jelas:

Bolos: 45 hari

Wuaoouw…!!! Dalam 1 cawu, bolosnya 45 hari!!! Ayo coba kita itung-itung!

1 cawu ada 4 bulan. 4 x 25 hari sekolah = 100 hari. Minus libur dan segala macem, anggaplah cuma ada 90 hari sekolah dalam 1 cawu. Dan dari 90 hari sekolah itu, gue bolos 45 hari! Artinya, absensi gue di kelas cuma 50%! Huahahahahaha… Ampuni muridmu yang cacingan ini, wahai guru-guru TK ku…

“Itu si Chandra gimana kabarnya?” Emak gue juga mengingat masa kecil gue.

“Chandra yang suka ngabisin minuman kamu. Lagian, dia itu badannya gede tapi bawa air minumnya yang kecil, yang gajah-gajahan itu…” Emak gue melanjutkan, dengan senyuman manis melintas di wajahnya.

Chandra. Dia sohib gue waktu TK. Waktu jaman TK, gue yang pendiem-pemalu-pengecut-penakut-pecundang-autis-cacingan ini emang nggak punya banyak temen, soalnya gue suka malu bergaul sama anak-anak lain. Di saat istirahat mereka pada asik main-main di ayunan, perosotan, jungle jim dll, gue seorang diri cuma nempel nyerosot-nyerosot di tembok kelas, sendirian. Ngobrol sama tembok.

Guru gue bukannya nggak nyadar. Mereka pun sempet ngajakin gue main bareng yang lain, tapi guenya nolak dan lebih memilik untuk senderan nyerosot-nyerosot di tembok. Jadilah mulai detik itu sampe sekarang, tembok telah menjadi sohib gue. Selain tembok dan Chandra, temen gue jaman TK lainnya diantaranya Sigit, Agung, dan lainnya gue lupa. Apa kabarnya mereka sekarang?

Balik lagi ke pertanyaan emak gue, Chandra, sohib gue jaman TK yang hobi ngabisin minuman gue. Waktu TK kita sering barengan, tapi semuanya berakhir di jaman SD. Gue masuk di SD Beji VII, dia SD Beji VI. Padahal SD kita ini berlokasi di 1 komplek yang sama, didalem 1 pager, berhadap-hadapan. Tapi kompetisi diantara 2 SD ini cukup tinggi, khususnya waktu main galaksin.

Selama SD, gue jarang ketemu lagi sama Chandra. Secara gitu gue jarang gaul dan jalan-jalan kemana, lebih sering duduk manis di dalem kelas, ngobrol sama tembok. Satu-satunya yang gue inget dari Chandra di jaman SD adalah, waktu itu Beji VII sama Beji VI ngadu main galaksin di lapangan milik kita bersama. Seperti biasa, situasinya panas. Gue yang merupakan langganan tim inti galaksin Beji VII angkatan gue, ikutan main juga.

Gue lupa kronologisnya gimana, kenapa bisa jadi panas. Soalnya tiap kita ngadu emang bakalan selalu panas. Tapi yang jelas, waktu itu emang lagi panas kaya biasanya. Dan satu-satunya hal yang gue inget dari Chandra adalah, di tengah situasi panas itu, dia dateng nyamperin gue dan langsung marah-marah ke gue, sedikit bernada ngajakin ribut. Dia juga ikutan main galaksin, ngebela Beji VI. Tantangan dia waktu itu nggak gue tanggepin, gue diemin aja. Bukan karena gue cool, tapi karena gue penakut. Uhehehe…

Itulah kenangan jaman SD yang gue inget tentang Chandra. Daalam hati gue berbisik pelan: “Oh jadi gini ya… Ini kan Chandra yang dulu akrab sama gue waktu jaman TK… Sekarang dia malah ngajakin gue ribut cuma gara-gara ngadu galaksin…”

Dan entah dimana sekarang Chandra berada, selepas SD gue udah nggak  tau lagi gimana kabarnya.

Kita kembali ke bihun yang ngigetin gue sama jaman TK. Gue inget sering dibawain bihun sama emak gue dari pasar. Dan lagi-lagi gue jadi inget, waktu TK dulu kan kita harus bawa makanan ke sekolah buat makan siang. Waktu istirahat, kita dipersilahkan ngebuka makanan kita masing-masing. Menu makan gue nggak pernah jauh-jauh dari bolu kukus, lemper dan kue mangkok, makanan favorit gue waktu itu. Khususnya bolu kukus, emak gue juga tau anak laki-lakinya ini hobi makan bolu kukus. Sampe-sampe beliau pernah nyoba bikin bolu kukus sendiri, pake mocca, pengembang, baking soda dll, khusus buat gue. Love u Mom…

Tapi di tengah segala keautisan gue jaman TK, nggak bisa dipungkiri kalo gue punya kualitas otak yang nggak kalah sama otak udang. Biarpun appearance gue cacingan, tapi isi kepala gue kaya ilmuwan. Hal ini terbukti dari psikotes-psikotes yang pernah diadain TK gue. Secara umum, gue bisa ngerjain psikotes dengan hasil yang memuaskan dan dalam waktu yang nggak lama-lama banget. Guru-guru gue pun mengakuinya.

Akhirnya, 2 tahun sudah gue lewatin di TK Indria. Gue nggak tau kenapa bisa lulus TK, mungkin karena gue imut kali ya… Padahal kalo ngeliat track record gue yang hobi bolos, jarang bergaul dan cacingan ini, mereka punya hak untuk nggak ngelulusin gue dulu. Tapi ya semuanya sudah tertulis di Lauh Mahfudz, bahwa pada akhirnya gue harus meninggalkan TK Indria, tempat pertama gue mengenyam pendidikan.

Terima kasih TK Indria. Terima kasih Ibu Mayang, Ibu Ina, Ibu Tati, dan semua guru-guru lainnya. Terima kasih juga kepada temen-temen seperjuangan gue di TK Indria 1992-1994. Menjadi apapun kita di hari ini, jangan pernah lupa bahwa dulu kita pernah menghabiskan waktu bersama di TK Indria, dengan Jalan Jawanya dan sejuta kenangannya…

Gue kembali menikmati bihun plus ayam teriyaki gue. Ini udah suapan terakhir. Bokap gue keluar dari kamar dan langsung ngomongin masalah keuangan sama gue. Sementara emak gue telah kembali berkutat di dapur, nyiapin makan malem untuk suami tercintanya. Dan kakak gue? Nggak tau dah, dia mah keberatan kalo cerita dirinya dipublish untuk umum kaya apa yang gue tulis ini. Padahal, setiap individu dari kita adalah inspirasi bagi yang lainnya. Bukan begitu?

Depok, 31 Januari 2010, 21:06

Add comment January 31, 2010

SMSmimpi

Senin 9 Februari 2009

C-Kink, 08:01

“Hadoh Asmirandah… Ms gw br aja abis mimpiin elu… Hohoho”

Asmirandah, 08:07

“Hah sampe segitunya! Emg mimpi apa lw? Jgn yg jelek2 y..”

C-Kink, 08:11

“Critain ga yaaa?Rahasia ah… Huehehe.

Ms kn qta ktmuan, trus mau jln naik mbl gw. Trs lu gw tggl bntr di mbl, eh balik2 mbl’a ud ga ada, lu bw kbur. Pdhl kunci’a gw yg megang.

Ntar kl qta ktmuan beneran, mbl gw jgn diembat jg y.”

Asmirandah, 08:15

“Astagfirullah, parah banget dah! Enak aja gw dmimpiin yg jelek2.. Makanya ayo ktmuan beneran, ms ud di Depok tp ga ktemu gw c”

C-Kink, 08:19

“Yah liat aja ntar, kl mbl gw ilang berarti lu yg msti tggung jwb y. Hohoho… Lg jg dr pd ngembat mbl’a mnding lu embat aja nich sopir’a.”

Asmirandah, 08:22

“Haduh.. Kalo gw embat supirnyah rugi gak yah,?? Emang laku di jual yah?? Hehe.. Ngawur lu ah!! Mangkan nya bgn jgn siang2..”

C-Kink, 08:24

“Wuah jelas laku duonk, makhluk langka tuh. Td pagi c ud bngun tp trus tdur lg. Eh ga tau’a mlh dpt mimpi yg ky gni. Ntar gw mau tdr lg & mimpi lg. Di mimpi gw yang kdua nanti mbl gw tlg dibalikin y.”

Asmirandah, 08:47

“Ogah ktemu d mimpi lw lg ah! Abis d mimpiin yg jelek2..

Dasar lw tkng tdr ya!? Okeh d.. Puas2in d tdr. Smoga mbl lw ktemu yah..”

2 jam kemudian…

C-Kink, 10:47

“Mn qo mobil gw ga dibalikin? Hadoh dasar maling dah ah…”

Asmirandah, 11:01

“Kurang ajar lw!!! Yee cari ajah sana sndiri..”

Add comment January 30, 2010

Wirausaha

Hari ini, kita seringkali melihat ribuan bahkan jutaan orang berlomba-lomba mencari pekerjaan. Tanpa peduli tingkat pendidikan, entah sekedar tamatan sekolah atau sarjana, mereka berjalan kaki kesana-kemari bermodalkan lembaran map di tangan. Berharap ada perusahaan yang tertarik untuk merekrutnya menjadi salah satu pegawainya.

Bukan hal yang salah memang. Tapi pernahkah tepikir di benak mereka, daripada mencari pekerjaan, kenapa tidak menciptakan pekerjaan sendiri?

Berdasarkan data statistik, saat ini di Indonesia hanya ada sekitar 300 ribu orang yang menerjunkan diri menjadi wirausaha. Hanya sekitar 0.18% dari jumlah seluruh penduduknya. Padahal, suatu negara dikatakan ideal jika minimal 2% dari penduduknya adalah wirausaha. Dalam kasus ini, minimal harus ada 4 juta orang Indonesia yang berprofesi sebagai wirausaha. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang pada tahun 2007, 11.5% penduduknya adalah wirausaha. Atau Singapura yang memiliki 7.2% wirausaha pada tahun 2005.

Wirausaha atau entrepreneur, memang suatu hal yang setidaknya harus ada dalam diri setiap manusia, sama halnya dengan leadership dan manajemen. Menurut kamus encarta, entrepreneur diartikan sebagai “risk-taking businessperson: somebody who initiates or finances new commercial enterprises”. Silahkan terjemahkan sendiri apa arti entrepreneur menurut pemahaman kita masing-masing.

Kenapa kita harus berwirausaha, atau setidaknya memiliki jiwa wirausaha? Jelas, karena dengan wirausaha, kita memiliki otoritas penuh untuk mengatur segala sesuatunya. Tidak perlu terikat jam kerja. Tidak perlu takut dimarahi atasan. Bebas mengatur kapan kita kemana dan kapan kita akan melakukan apa. Serta membangun jaringan dengan banyak kolega.

Wirausaha tidak digaji oleh atasan, ia digaji oleh dirinya sendiri. Wirausaha juga tidak perlu takut dipecat, karena hanya dia yang berhak memecat dirinya sendiri. Dan yang paling penting, tak perlu khawatir dengan ancaman krisis global atau apalah krisis ekonomi lainnya, karena wirausaha mampu berdikari, BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI.

Jangan pernah lupa, wirausaha berarti telah membantu Ibu Pertiwi bangkit dari keterpurukannya.  Dengan wirausaha, otomatis kita perlu merekrut tenaga kerja. Dan ini berarti, membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran.

Dengan wirausaha, otomatis kita telah memutar roda perekonomian, memutar uang. Menarik uang dari masyarakat, memutarnya untuk modal, mengembalikannya kepada masyarakat. Karena sebaik-baik uang adalah uang yang beredar di masyarakat, bukan uang yang didiamkan dan disimpan untuk waktu lama.

Dengan wirausaha, berarti kita telah meniru sunnah rasul kita, Muhammad saw. Bukankah 9 dari 10 pintu rezeki, adalah dengan berdagang? Bukankah wirausaha berarti kita telah menolong saudara kita untuk memenuhi kebutuhannya? Dan bukankah dengan wirausaha, maka harta itu berada pada tempatnya, karena sebaik-baiknya harta adalah harta yang dipegang oleh umat Muslim?

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, ketika kita berwirausaha, jangan langsung berpikir bahwa uang jutaan rupiah akan hadir di hadapan kita. Oke, hari ini kita telah banyak melihat para wirausahawan yang berpenghasilan ratusan juta rupiah per bulan. Tapi kalau kita menilik kembali ke langkah awal perjalanan mereka, bukankah dulunya mereka juga hanya berpenghasilan puluhan ribu atau bahkan hanya ribuan rupiah? Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang merugi pada awalnya? Ingatlah, segala sesuatu ada tahapannya, laksana kaki gunung yang kita naiki sedikit demi sedikit, hingga kita akan mendapatkan pemandangan indah pada puncaknya.

Hal lain yang perlu diperhatikan, ketika mendengar kata wirausaha, tidak perlu berpikir tentang usaha yang muluk-muluk. Membuat perusahaan, jelas itu yang konvensional. Tapi dengan menjadi konsultan, freelance, distributor, pedagang atau apapun yang mampu menghasilkan rezeki, itu sudah termasuk wirausaha. Dan yang terpenting, sekali lagi, semua ada tahapannya.

Kembali ke bahasan awal, negara ini kekurangan wirausaha. Jadi, apakah kita bersedia untuk menambah jumlah wirausaha di negara ini?

Ada satu hal lagi yang patut disampaikan. Yaitu adalah hegemoni Indonesia di kancah dunia Internasional, yang sampai hari ini mungkin masih dipandang sebelah mata. Kita tahu, perusahaan-perusahaan besar dunia semuanya berada di tangan bangsa asing. Sementara bangsa Indonesia hanya mampu berlomba-lomba menjadi salah satu pegawainya.

Apakah itu salah? Tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Tapi akan lebih baik lagi jika situasi berbalik: Perusahaan tersebut dipimpin oleh orang Indonesia, mempekerjakan sebagian besar orang Indonesia, dan menjual produk-produknya di luar negeri!

Danone. Salah satu pemilik perusahaan air minum. Mata air itu, berada di bumi Indonesia. Tapi mengapa, sebagian besar keuntungannya lari ke sana?

Exxon. Bergerak di bidang pertambangan. Kilang minyaknya, berada di tanah air Indonesia. Tapi mengapa, keuntungannya juga lari ke sana?

Negara ini sudah banyak dijajah. Negara ini sudah banyak dibodohi. Ditambah lagi dengan penduduknya yang merasa bagga jika mampu menjadi pegawai untuk perusahaan asing. Tidak terpikir niat untuk membangun perusahaan sendiri dan mampu mengalahkan perusahaan asing.

Berterima kasihlah kepada mereka, anak-anak pribumi yang telah berwirausaha. Yang tidak terpengaruh ekonomi global dalam menjalankan bisnisnya. Yang telah berjasa memutar roda perekonomian masyarakat. Yang tetap tegar berdiri dihantam badai krisis. Yang telah berbuat sesuatu bagi Ibu Pertiwi.

Wirausaha itu bagaikan hidayah. Ia ada di dalam diri setiap manusia, hanya seringkali masih tertutupi oleh selubung-selubung yang mebuatnya merasa nyaman dengan situasi yang ada. Ia bisa hadir dengan sendirinya, atau hadir ketika dipicu oleh suatu pemantik untuk membuka selubungnya.

Dan pada akhirnya, apakah kita bersedia untuk menambah jumlah wirausahawan di negara ini? Ibu Pertiwi tentu akan tersenyum melihat anak-anaknya mampu berdiri di atas kaki sendiri, tidak lagi bermanja-manja dan tidak lagi merengek di ketiak bangsa asing.

Jadi, ucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Dengan niat mulia, Insya Allah wirausaha akan menjadi masa depan kita.

Add comment January 29, 2010

SabtuPagiIni

Depok, Sabtu 30 Januari 2010

Pagi ini, aku terbangun untuk melaksakan Shalat Subuh. Suasana rumah mungilku di pagi ini tidak seramai biasanya. Kita kehilangan 2 orang yang biasa meramaikan pagi di rumah ini.

Yang pertama adalah makhluk paling ganteng sedunia-akhirat, papa ku. Beliau saat ini sedang berada di Samarinda untuk urusan pekerjaannya, sampai hari Minggu nanti. Sejatinya aku ingin ikut beliau terbang ke sana, untuk mengetahui seperti apa keadaan kota-kota di luar Pulau Jawa. Serta untuk berkunjung ke Tenggarong, sebuah kota kecil sekitar 4 jam dari Samarinda. Emangnya ada apa di Tenggarong? Mmmmm… Kasitau nggak yaaaaa…???

Dan yang kedua adalah seorang perempuan yang biasa kita panggil “Idah”. Beliau adalah secret service di rumah ini. Datang pagi-pagi setelah Subuh, dan dengan rutinitas yang sama beliau segera bergerak untuk membersihkan seisi rumah sampai sebersih-bersihnya, dilanjutkan dengan mencuci dan menyetrika. Setelah semuanya beres, beliau pulang kembali ke peraduannya. Tapi pagi ini beliau tidak dapat hadir dikarenakan sejak seminggu lalu beliau sedang pulang kampung ke Cilacap untuk menjenguk keluarganya.

Eksistensi Idah ternyata memang sangat diperlukan. Terbukti, Ivan Gunawan pun pernah menciptakan sebuah lagu tentang Idah. Judulnya “Idah, Jangan Gila Doooonk!!!”.

Selepas Subuh, aku segera membuka laptopku, laptop yang setia menemani langkahku. Aku buka program Microsoft Word. Ingin rasanya aku menulis sesuatu di pagi ini, supaya pagi yang telah diberikan Allah swt ini tidak kulewati dengan sia-sia.

Ketika aku sedang merenung di kamar dengan laptop di pangkuan, suara kakak ku mengejutkanku.

“Maen Sorority dulu ah…!!!”

Ya Sorority, sebuah game online di Facebook. Kakak perempuan ku yang gendut-gendut nggak jelas itu, beberapa waktu lalu baru saja berlangganan Speedy untuk komputer di rumah ini, Jadilah kini beliau keranjingan main Sororiy untuk mengisi hari-harinya yang penuh pengangguran.

Ketagihan beliau akan Sororiy semakin bertambah ketika kemarin beliau membuat account Sorority baru menggunakan Facebook ku. Player ku di Sorority, ternyata memiliki skill yang lebih tinggi dari playernya, padahal player ku baru saja dibuat. Ini tak lain karena banyaknya friendlist di tempatku yang juga sama-sama bermain Sorority. Jadilah kini dia memiliki 2 Player di Sorority.

Kakak ku kini telah duduk manis di depan komputer. Aku yang tadinya berada di dalam kamar, berpindah ke ruangan dimana kakak ku berada. Sembari beliau bermain Sorority melalui player ku, aku merequest beberapa lagu untuk di download.

Haven’t Met You Yet – Michael Buble

Sang Pemimpi – Gigi

September – Earth, Wind and Fire

Open Happiness – Butchwalker

Dan sembari menunggu lagu-lagu tersebut di download, aku duduk berpangku laptop untuk menulis sebuah cerita di pagi ini. Lagu-lagu tersebut telah sukses di download dan segera diputar oleh kakak ku. Sementara tulisan yang aku tulis di pagi ini, sudah bisa kalian baca saat ini!

Selamat pagi dunia!

Eh ada yang ketinggalan. Terus pagi ini mama ku dimana? Oh iya lupa. Kan kamarku adanya diatas. Ruangan komputer tempat kakak ku main Sorority juga adanya di atas, di sebelah kamar ku. Sementara mama ku sedang berada di bawah, tepatnya di dapur. Apa yang beliau lakukan? Sebagai seorang ibu yang luar biasa, jelas saat ini beliau sedang menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya yang manis dan imut ini. I love you mom. Cup cup mmmuuuaaaccchhh…

Add comment January 29, 2010

SecuilChatting

1 Februari 2009

Galih    : lok kok ngilang?

Ratna : td batrenya abis

Ratna : mw bli d pasar…pasarnya uda tutup

Galih    : ini sekarang pake apa?

Ratna : YM

Galih    : pake hp?

Ratna : g pke laptop

Ratna : apa ni??

Galih    : aku juga gag ngerti

Galih    : itu apaan yah?

Ratna : doodle

Ratna : jd komunikasi lewat gambar

Galih    : kishishishishishishi….

Galih    : ih kaya balik lagi ke jaman tk

Galih    : besok ke stasiunnya naek apah?

Ratna : kak..aq dari kecil g bs gambar tau…

Ratna : mw ngejek y

Ratna : taxi

Galih    : ya sama2, aku juga gag bisa

Galih    : mau taksi yang sopirnya imut gag? tapi bayarannya agak mahal

Ratna : mang ada??? ngaruh gitu muka ma tarif??

Galih    : ada duonks…

Galih    : taksinya soluna, plat nya b 1283 uw

Ratna : itu mobil kk

Galih    : iya. sopirnya imut khan?

Ratna : kagak da sopirnya

Galih    : ada, yang kurus begeng kerempeng autis cacingan & kacamataab

Galih    : kacamataan

Ratna : autis bisa nyetir??? nyawa taruhannya

Ratna : ogah ah

Galih    : hohohohoho

Ratna : bsok pulanggggggggg

Galih    : iyaaaaaaaaaaaa

Galih    : jangan lupa oleh2

Ratna : jiah???

Ratna : mw apa??

Ratna : rumput UI mw?

Galih    : ah itu mah udah bosen, kakak ku juga kuliah di ui

Ratna : ce atw co??

Ratna : jur apa?

Ratna : namanya sapa??

Ratna : dah punya pacar??

Ratna : hehe

Galih    : wadoooooh….

Galih    : perempuan, ekstensi administrasi niaga

Ratna : ah g jd

Galih    : gag jadi apah?

Ratna : hahahaha

Ratna : aq g bs berhenti ketawa ni

Galih    : waaaah awas pegangan

Ratna : menang

Galih    : kagak sah. melanggar konstitusi

Ratna : wooooooooooooooo

Ratna : kita kyk nak autis d

Galih    : kita? kamu aja kaleeeee….

Galih    : hihihihihihihi

Ratna : aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhrese

Galih    : ngasemik…

Galih    : ini dari tadi aku cengengesan sendirian di warnet, diliatin orang2

Ratna : ngasemik itu apa??

Galih    : ada dueh… hohohohoho

Ratna : sama

Galih    : eh suka ngeblog gax?

Ratna : aq tw blog kk

Ratna : kadang2 jg ngeblog c

Galih    : tau dari manah?

Galih    : punya kamu alamatnya dimana?

Ratna : ada dech

Ratna : tdk d publish kan

Galih    : alamtnya dimana? kasih tau duoonks….

Ratna : g ah…

Galih    : kasi tau….

Ratna : g mau

Galih    : kasi taaaaaaaauuuuuu

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Ratna : :-q

Galih    : wah ntar masuk film hidayah lhoooo

Galih    : perempuan meninggal dalam tabrakan kereta dengan perut membuncit akibat nggak mau ngasitau alamat blognya

Galih    : hihihihihihihihi

Ratna : (smileys)

Galih    : waduh kok malah guling2an

Galih    : awas pegangan

Ratna : (smileys)

Galih    : (smileys)

Galih    :  B-) <- “cool banget gak sih gaya gue?”

Ratna : (smileys)

Galih    : loh kok chat fbnya juga eksis

Ratna : iya dunk kan aq pke axis

Ratna : baik kan?

Galih    : gag juga

Galih    : gag juga

Galih    : gag juga

Galih    : mau?

Galih    : mau?

Galih    : mau?

Ratna : enggak

Ratna : enggak

Ratna : enggak

Galih    : sekali aja udah cukup kale…

Galih    : sekali aja udah cukup kale…

Galih    : sekali aja udah cukup kale…

Ratna : ok ok

Ratna : (smileys)

Galih    : hihihihi

Ratna : knp kk g d UI aja??

Ratna : (smileys)

Galih    : apanya yang di UI?

Ratna : kuliahnya

Galih    : (smileys)

Galih    : ya gag lah

Ratna : (smileys)

Ratna : knp?? alasannya??

Galih    : ntar kalo kuliah di Ui, kita belom tentu bisa kenal

Galih    : kalo kamu kenapa gag di Universitas cendrawasih aja?

Ratna : (smileys)

Ratna : masa k UGM gara2aq??

Ratna : cendrawasih dmn??

Galih    : cendrawasih irian jaya. huehehehehe…

Galih    : gag kok, di ui kan ga ada teknik nuklir, adanya cuma di ugm doanks

Ratna : (smileys)

Galih    : aduh aku dicakar

Galih    : (smileys)

Galih    : kamu kenapa gag ke UI aja, kan deket

Ratna : kan wktu itu dah ku ksh alasannya

Ratna : (smileys)

Galih    : *….lupa….*

Galih    : (smileys)

Ratna : krn dah k terima d ugm dluan

Galih    : mah, sekarang baru inget

Galih    : kalo misalnya dulu keterimanya di universitas cendrawasih duluan gimana?

Ratna : (smileys)

Ratna : ga mungkin

Ratna : org g daftar kok

Galih    : kan dapet pmdk dari sana

Galih    : ntar kamu bakalan kinclong sendiri di sana

Ratna : (smileys)

Ratna : aha…

Ratna : kasian mama ku

Ratna : (smileys)

Galih    : mama kamu perempuan bukan?

Ratna : ya sama gtu d kyk mama nya kk

Ratna : kucing2nya lucu

Ratna : zoro noa zoro

Ratna : yg d pilm one piece kan??

Galih    : iyah lucu2. kaya aku gitu, lucu….

Galih    : iyah tuh tau one piece. roronoa zoro. suka juga?

Ratna : (smileys)

Galih    : dih kok manyun

Ratna : suka…dulu wktu masih libur film itu g pernah kelewatan

Galih    : sekarang?

Ratna : mang masih ada??

Galih    : gag tau….

Ratna : dah g da

Galih    : kalo aku punya vcd nya, buanyak

Ratna : dah dganti ma kartun g jelas

Galih    : komiknya juga komplit dari awal

Ratna : wahhhhhhh

Ratna : vcdnya bahasa apa??

Galih    : bahasa jawa-cilacap, jadi ngapak2 gitu

Ratna : apaan tuh ngapak2??

Ratna : (smileys)

Galih    : panjenengan iki pripun to je, ngapak2 wae mboten ngartos

Galih    : hohohoho.. ya udah tar coba tanya mama atu papa gitu, ngapak2 tuh kaya gimana

Ratna : alhamdulilah sehat…gmn pak anaknya peyempun apa laki2??

Galih    : wah anak nya laki2 tuh… tapi kok kumisan ya? loh kok kakinya empat? waduh kok ada ekornya? ooooh  ini mah anak kucing…

Ratna : (smileys)

Galih    : loh kok nangis?

Galih    : cup cup cup cup cup cup…

Galih    : ini papa beliin balon dueh… tapi balonnya yang udah meletus aja ya

Ratna : (smileys)

Galih    : wah udah tidur… kalo lagi tidur keliatan manis ya… mirip anak lumba2…

Ratna : (smileys)

Ratna : gpp d aq suka lumba2 kok

Ratna : (smileys)

Galih    : hihihihihi

Galih    : eh kosan kamu yang di gang jeruk bukan?

Ratna : iya

Galih    : yang gangnya buntu ya

Ratna : iya knp??

Galih    : gapapa. kemaren abis dari jogja chicken aku nyasar masuk situ

Ratna : oalah…

Ratna : ngapain nyasar??

Ratna : knp d jogchik

Ratna : knp g d amazy

Ratna : lbh bersih dan lbh enak

Galih    : nyasar mau ke arah pogung baru tapi salah jalan

Galih    : amazy dimana tuh?

Galih    : mau donk nyoba disana, tapi bayarin yah

Ratna : dkt toko merah

Ratna : (smileys)

Galih    : di sebelah mana nya?

Galih    : yang baru buka itu ya

Ratna : iya…depan bengkel honda

Galih    : gag tau…

Galih    : yuk bayarin aku makan disana ya

Ratna : (smileys)

Ratna : kabuuuuuuuuuuurrrrrrrr

Galih    : aaaaaaah peeliiiiit

Galih    : huiks huiks… udah 3 hari belom makan nih…

Ratna : katanya kmrn bis makan d jogcik

Galih    : maksudnya udah 3 hari belom makan di iga bakar…

Ratna : saya aja blm pernah makan disitu

Ratna : utk k2 xnya

Ratna : rumah kk d mananya??

Galih    : ya udah yuk besok kita makan bareng disana

Galih    : rumah yang manaa?

Ratna : bsok kan aq pulang

Ratna : rumah d jkt

Galih    : di depok nya

Galih    : ntar kalo kamu ke depok bilang2 aja

Ratna : nama jlnnya?

Ratna : aq blgnya kmn??

Galih    : di perumahan

Galih    : bilang ke aku

Ratna : caranya??

Galih    : telpon aja ke nomor 0856*****40

Ratna : itu kan no ku….

Ratna : taw dari mana???

Galih    : hihihihi… tau doooonk… dari mana yaaaaa?

Ratna : dari bem

Galih    : bukan

Galih    : search di google sama nyari di wikipedia

Ratna : iya kk tw dari situ

Ratna : brarti aq terkenal dunk

Ratna : serasa artis ni

Galih    : wuuuaaaah… iya kok, artis discovery channel ya

Galih    : apa artis uka2?

Ratna : MTV x

Galih    : mtv ethiopia

Galih    : loh kok ga bisa di miscol, malah dialihkan

Ratna : org lg g aktiv

Ratna : pan HP nya rusak

Galih    : aduuuuuh kok dirusakin

Ratna : kk c banting2 HP ku

Ratna : ganti rugi

Galih    : iya. habisnya di hp kamu banyak foto2 kamu, aku jadi kasian sama hpnya…

Receiving IMVironment from Ratna…

Ratna : ah kk mah..

Ratna : kan itu kk yg votoin

Galih    : nah makanya… gag ada fotoku disana

Ratna : aduuuuuuuuhhhhhhh makin rusak d hape ku

Ratna : ni no ku

Ratna : tp jgn d sebar lg y

Galih    : gag donk, justru foto ku bakal jadi anti virusnya

Ratna : 0838*****1 atw 0812*****01

Ratna : antivir HP c iya tp itu jg jd virus flu burung

Galih    : iyah. ntar nomornya aku tulis di facebook ya

Ratna : iyah…promosiin y

Ratna : ce cantik lugu soleh sayang mama papa dan rajin nabung

Galih    : gag ah…

Ratna : (smileys)

Galih    : nanti tagnya: “anda kesepian? mau curhat? butuh teman ngobrol? telpon sekarang juga ke nomor 0838*****1!”

Galih    : sama: “sedot wc, badut sirkus, bor sumur, servis ac, hubungi 0812*****01″

Ratna : emangnya aq apaan??

Galih    : emang apa hwayo?

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Galih    : huahahahaha

Ratna : (smileys)

Galih    : jualan pulsa yah?

Ratna : iyahh

Ratna : tapi g pake ngutang

Galih    : aduh baru mau diutangin

Ratna : klo utang bunganya 50%

Galih    : “… orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti orang gila…”

Galih    : hwayo lhoooo….

Galih    : mau ngutang donk…

Ratna : nanti hasil bunga nya aq sedekahin

Galih    : sedekahinnya ke kaum kurus kering kelaparan kaya aku aja ya

Ratna : ogah

Ratna : salah sasaran

Ratna : masih banyak yg lbh susah dari kk

Galih    : tapi yang lebih kurus?

Ratna : atw aku kasih k org yatim piatu

Ratna : seperti papa dan mama ku

Galih    : bapak ku yatim, soalnya kakekku udah meninggal

Ratna : heheheheh

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Galih    : duh anak industri pelit yah… hehehe

Ratna : bukan pelid

Ratna : tapi cerdik

Ratna : (smileys)

Galih    : bukan cerdik

Galih    : tapi cacingan

Galih    : (smileys)

Ratna : itu nuklir

Galih    : itu sma 87

Galih    : (smileys)

Galih    : poto apah?

Galih    : ????

Ratna : g tw org kk cancel

Galih    : itu maksudnya apa?

Ratna : kirim2 poto d kyknya

Ratna : ada potonya g d samping??

Galih    : ada, tapi jadi lemot

Galih    : foto kamu baru bangun tidur kan?

Ratna : yg lemot yg megang komp nya

Ratna : ah..terlalu besar kapasitasnya

Galih    : tes tes tes

Galih    : ada foto artis tuch

Ratna : nge tes alat duank y??

Galih    : kagak, itu lagi bawain lagu belah duren

Ratna : hah??

Ratna : mang gmn laguny??

Galih    : huehehehe… gag ko, itu kan kemaren waktu techfest

Ratna : bang durenya tolong d belah dunk

Galih    : nah itu tau

Galih    : kemaren techfest nonton ?

Ratna : nonton kok

Ratna : knp??

Ratna : tp yg malem duank

Galih    : yang industri nampil ya

Galih    : bawain lagunya kerispatih

Ratna : iya

Ratna : iya

Ratna : bagus kan

Galih    : gag ah, bagusan teknik nuklir tuh… apalagi bassisnya

Ratna : kk nonton??

Galih    : wuah narsis

Galih    : iya aku juga nonton mpe malem

Ratna : kk kenal MC nya g??

Ratna : yg co namanya agung bkn??

Galih    : oh iya agung teknik mesin

Ratna : MC malem

Galih    : kenapa tuh? cieee cieeee…

Ratna : trus yg ce nya tw g??

Galih    : sapa ya? aduh lupa…

Ratna : oh lupa y…

Ratna : yawda d gpp

Galih    : yang orangnya kaya gimana? mestinya sih kenal

Ratna : pasangan nya agung d

Galih    : *……lupa…..*

Ratna : wktu jd MC techfest

Ratna : menurut kk bgs g nge MC nya??

Ratna : kata ku g loh

Ratna : jayus MCnya

Ratna : garing

Ratna : g profesional

Galih    : hmmmm…???

Galih    : terkesan dadakan ya

Galih    : duh tapi aku lupa yang mana

Ratna : yeee

Ratna : kita kan lg bicarain aksi mereka

Ratna : biarin aja d orgnya

Galih    : iya… tapi lupa… hohohoho

Galih    : aku juga lupa mereka ngapain aja

Ratna : intinya bagus atw jelek??

Galih    : intinya: gak bagus

Ratna : owgh..

Galih    : kemaren aku gak interest sama mc-nya, lebih interest sama bassisnya teknik nuklir

Ratna : makasih y ka

Galih    : apah?

Ratna : makasih atas pendapatnya

Galih    : pendapat ku gak gratis loh

Galih    : kamu hobi ngemsi juga ya

Ratna : g terlalu

Ratna : yg kurang dr mrk apa y kak??

Galih    : kurang bisa  menarik simpati

Galih    : bahasa kerenya: kurang karismatik

Galih    : kalo menurut kamu apa

Ratna : trus apa lg kak??

Ratna : menurutku c ngomongnya krg becus

Galih    : becus gmana

Ratna : krg bawel,,ya g c??

Galih    : kurang dapet chemistry?

Ratna : maybe

Galih    : kurang good looking?

Ratna : maksudnya jelek??

Galih    : bukan aku yang ngomong lho

Ratna : tp maksud kk gtu kan

Ratna : ktnya g merhatiin MC kok bs kasih pendapat??

Galih    : gag tau dah…

Galih    : soalnya yang taun lalu mc-nya dewi sama diffy, lebih interest

Galih    : taun ini kamu jadi mc-nya ya

Ratna : hah??

Ratna : bukan..

Galih    : iya, kamu aja

Ratna : enggak ah

Galih    : iya ah

Ratna : kan kt kk saya not good looking,kurang chemist dan kurang karismatik, terkesan dadakan

Ratna : jd i hope that is d last

Galih    : horeeeeeeee….

Ratna : apa yg d rayakan?

Galih    : aku jadi malu

Galih    : bentar ya, aku mau nangis dulu

Ratna : (smileys)

Ratna : santai ja kak

Ratna : itu pelajaran buat aq

Galih    : gag bisa… aku mau nangis dulu ah

Ratna : cup cup cup

Ratna : knp kk yg nangis??

Ratna : kan harusnya aq

Ratna : (smileys)

Ratna : kak…

Galih    : huiks huiks…

Galih    : duh aku malu jadi orang blo’on

Ratna : knp gtu??

Galih    : gapapah, malu aja

Ratna : malu knp??

Galih    : aku malu aja jadi orang blo’on

Ratna : masa blo’on ip nya3,9 c??

Ratna : blo’on dmn nya dah??

Galih    : aku malu udah ngomong kasar sama mc nya techfest kemaren

Ratna : kpn??

Galih    : kalo nanti ketemu mc nya, bilang aku minta maaf yaaa

Ratna : mang MC nya sapa??

Galih    : siapapun itu ya gak masalah

Ratna : kk ja d yg blg mav sendiri

Ratna : kan aq ikut2an ngatain mrk

Galih    : gag berani, malu

Galih    : sakin malunya mpe mau nangis

Ratna : knp c kak nangis??

Ratna : byasa aja x..

Ratna : kan MC nya g tw ini

Galih    : tapi kan ntar di akhirat bakalan diliatin

Galih    : terus ntar aku juga mesti tanggung jawab

Galih    : huaaaaaaaaaaaaaaaaa…

Ratna : ktnya uda d maapin ma MC nya

Galih    : iyah

Ratna : (smileys)

Galih    : (smileys)

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Galih    : hah apa tuh

Ratna : apanya??

Galih    : gag apa-apah

Galih    : udah buka email belom?

Ratna : blum

Ratna : mang ada apa??

Galih    : rahasiaaa…

Galih    : buka ajah

Ratna : email??

Galih    : iya

Galih    : yang ******_********** bukan *****_******_****

Ratna : ******_***********

Ratna : g da papa kok

Galih    : waduh? jangan2 aku salah kirim

Ratna : knp g d FB aja?

Galih    : emang bisa?

Ratna : kk mw kirim apa??

Ratna : gambar??

Galih    : ada file word

Ratna : atw tulisan?

Galih    : udah 3 hari yang lalu kok

Ratna : kirain kirim duit

Ratna : g da kak

Galih    : duitnya juga udah, tapi nyasar ke jakal km 5 karangwuni

Ratna : email kk apa??

Galih    : alamatnya ******_**********@yahoo.com kan?

Ratna : iya

Galih    : aku c_kink_noa_zoro bla bla bka

Galih    : bentar coba aku kirim lagi

Galih    : udah coba diliat

Ratna : udah

Ratna : maksih y kak

Galih    : nyampe?

Ratna : nyampe kok

Ratna : dgn selamat

Add comment January 29, 2010

AntartikaSebagaiTempatPenyimpananLestariLimbahNuklir

Antartika Sebagai Tempat Penyimpanan Lestari Limbah Nuklir
(C-Kink, Mahasiswa Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada)

Pendahuluan

Dalam pembangkitan energi menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), salah satu permasalahan yang masih terus dicari penyelesaiannya sampai saat ini adalah mengenai masalah limbah nuklir, yang umumnya merupakan bahan bakar bekas. Limbah nuklir memiliki karakteristik sendiri dibanding limbah-limbah pembangkit atau limbah industri lainnya, karena limbah nuklir bersifat radioaktif, dan memiliki waktu paruh yang tinggi.

Penelitian-penelitian yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut umumnya berkutat di antara 2 hal, yaitu usaha untuk meminimalisir jumlah limbah, atau manajemen dalam penempatan limbah nuklir pada penyimpanan lestari. Untuk meminimalisir jumlah limbah, digunakan prinsip 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Sementara untuk tempat penyimpanan lestari, sejauh ini limbah nuklir pada akhirnya disimpan pada penyimpanan lestari yang terletak di Yucca Mountain, Amerika Serikat. Namun tidak menutup kemungkinan, suatu hari nanti akan ditemukan tempat baru yang lebih tepat sebagai tempat penyimpanan lestari limbah nuklir.

Antartika

Antartika atau kutub selatan adalah sebuah benua yang dilapisi es sepanjang tahun. Berada di ujung bumi paling selatan dengan luas +- 14 juta km2, suhu di antartika sangat dingin sepanjang tahun. Di pesisir antartika, suhu musim panas hanya mencapai 1oC. Hujan hampir tidak pernah turun dan lapisan salju hanya setebal 10-15 cm per tahun.

Secara umum, dengan kondisi seperti tersebut diatas, tidak banyak flora dan fauna yang hidup di antartika. Berbeda dengan arktik atau kutub utara yang dipenuhi dengan flora dan fauna kutub. Hanya ada sedikit kehidupan di antartika, seperti lumut, lumut kerak dan hewan kecil seperti tungau. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 4000 manusia yang tinggal di sana, sebagian besar adalah peneliti.

Antartika Sebagai Tempat Penyimpanan Lestari Limbah Nuklir

Selama ini, tempat penyimpanan lestari limbah nuklir terletak di Yucca Mountain, Amerika Serikat. Metodenya adalah dengan membuat bunker besar yang berada puluhan meter di bawah permukaan tanah. Pemilihan tempat tersebut karena Yucca Mountain merupakan sebuah gurun yang tidak banyak kehidupan disana. Serta pembuatan bunker di bawah tanah bertujuan untuk meminimalisir radiasi yang keluar ke lingkungan.

Secara umum, antartika atau lebih dikenal dengan kutub selatan memiliki syarat tersebut, yaitu tidak banyak kehidupan yang ada disana, sehingga radiasi yang ke luar ke lingkungan tidak akan banyak mengenai makhluk biologis. Sehingga, antartika bisa menjadi salah satu usulan sebagai tempat penyimpanan lestari limbah nuklir.

Metode Penyimpanan

Seperti diketahui, antartika adalah sebuah benua yang dilapisi es sepanjang tahun. Daratan di sana hanyalah merupakan air yang membeku karena suhu udara yang sangat dingin. Suhu terendah yang pernah tercatat adalah -89oC dan suhu pada musim panas hanya sekitar 1oC.

Dengan daratan yang hanya berupa lapisan es, jelas tidak mungkin membangun bangunan permanen di atasnya. Sehingga opsi yang di usulkan adalah dengan membuat kontainer terapung dalam ukuran besar. Jadi dibuat sebuah kapal tanpa pengendali (seperti gerbong barang pada kereta api) dalam ukuran yang sangat besar. Kapal ini tidak memiliki motor penggerak, hanya dibiarkan terapung begitu saja. Di atasnya, diletakkan kontainer-kontainer yang telah didesain khusus untuk menghadapi cuaca di kutub utara. Di kontainer inilah terdapat kontainer-kontainer yang berukuran lebih kecil yang di dalamnya diletakkan limbah nuklir bekas.

Mengenai desain kapal kontainer, shielding hanya digunakan di bagian bawah kapal saja, yaitu untuk mencegah radioaktif keluar menuju ke bawah dan menembus ke laut, mengenai makhluk-makhluk biologis yang hidup di laut. Sementara untuk safety secara keseluruhan, lebih ditekankan kepada desain kontainernya. Sistem ini menggunakan kontainer berlapis, yaitu kontainer besar dan kontainer yang lebih kecil yang berada di dalam kontainer besar. Kedua kontainer inilah yang memiliki fungsi utama dalam hal safety, yaitu meminimalisir radiasi yang keluar ke lingkungan.

Karena kapal kontainer tidak memiliki penggerak seperti gerbong barang pada rangkaian kereta api, maka kapal tersebut dalam mobilitasnya akan ditarik oleh kapal-kapal pemandu. Kapal pemandu ini memiliki dua fungsi, yang pertama adalah sebagai lokomotif bagi kapal kontainer, dan yang kedua adalah sebagai kapal pemecah es, yang berfungsi untuk membelah daratan antartika yang membeku. Jadi, mobilitas kapal kontainer ini digerakkan oleh kapal pemandu.

Selanjutnya, kapal pemandu akan membawa kapal kontainer menuju tengah daratan antartika. Tengah disini bukan berarti tepat di ujung titik kutub bumi, melainkan masuk ke wilayah antartika yang lebih dalam lagi, menjauhi daerah pesisir. Kapal pemandu akan memecah es dan membuka jalan. Selanjtunya setelah sampai di posisi yang disepakati sebagai tempat penyimpanan lestari, maka kapal pemandu akan melepaskan sambungannya dengan kapal kontainer, sehingga kapal kontainer akan terapung begitu saja di tengah daratan es. Kemudian kapal pemandu dapat meninggalkan kapal kontainer tersebut dan kembali ke pelabuhannya semula.

Sekalipun kapal kontainer dibiarkan terapung di tengah daratan es antartika, tetapi kapal kontainer tidak dapat bergerak kemana-mana. Hal ini terjadi karena kapal kontainer akan segera dikelilingi oleh air yang membeku kembali, akibat suhu antartika yang sangat dingin. Sehingga kapal kontainer akan terapung dan terjepit di tengah daratan es antartika. Es tersebut tidak akan pecah, karena kapal kontainer tidak dilengkapi dengan pemecah es sebagaimana pada kapal pemandu.

Akhirnya, kapal kontainer akan terapung di tengah-tengah daratan es antartika tanpa dapat bergerak kemana-mana. Karena tidak banyak kehidupan yang ada di antartika, maka radiasi yang keluar ke lingkungan pun tidak akan mengenai makhluk hidup. Satu-satunya kemungkinan adanya kehidupan adalah di bawah laut. Tetapi hal ini pun telah disiasati yaitu selain dengan kontainer berlapis, juga dengan mendesain bagian bawah kapal kontainer sebagai shielding untuk mencegah radiasi keluar ke arah bawah.

Metode Pengangkutan

Meskipun pada akhirnya kapal kontainer akan diletakkan terapung di tengah daratan es antartika, namun ada satu hal yang patut diperhatikan juga yaitu mengenai masalah mobilitas kapal kontainer tersebut. Sebelum mencapai tengah daratan, kapal kontainer harus dibawa dulu dari pesisir pantai terdekat.

Salah satu hal yang harus diingat adaah bahwa kutub selatan (dan kutub utara) memiliki peran penting dalam kehidupan global di bumi. Sehingga sekalipun tidak ada kehidupan di antartika, bukan berarti manusia bisa bebas untuk mengeksploitasi luas wilayahnya dengan semena-mena. Karena itulah, wilayah untuk tempat penyimpanan limbah lestari dipusatkan pada satu titik tertentu. Begitupun dengan jalur pengangkutannya, hanya disepakati menggunakan 1 rute saja.

Melihat dari geografis antartika, negara yang memiliki jarak terdekat dengan antartika adalah negara Chili di Amerika Selatan, yaitu berjarak +- 1000 km (Afrika Selatan memiliki jarak +-4000 km, sementara Australia berjarak +- 2500 km). Sehingga, pengangkutan kapal kontainer akan dimulai dari Chili, atau dari Argentina yang berbatasan langsung dengan Chili.

Jadi, di salah satu negara tesebut akan dibangun pos penyimpanan sementara limbah nuklir, yang sudah disimpan dalam kontainer-kontainer kecil. Serta dibangun juga pelabuhan sebagai tempat berlabuhnya kapal kontainer dan kapal pemandu yang akan membawa kontainer-kontainer limbah tersebut menuju daratan es antartika. Kapal pemandu yang telah selesai membawa kapal kontainer ke antartika, selanjutnya akan kembali lagi ke sini untuk membawa kapal kontainer berikutnya.

Untuk mencegah kerusakan pada daratan es antartika secara menyeluruh, maka disepakati bahwa hanya ada 1 rute saja yang mengubungkan antara pelabuhan tersebut dengan wilayah penyimpanan akhir di daratan antartika. Sehingga hanya rute itu saja yang akan terkena radiasi akibat mobilitas dari kapal kontainer. Sedangkan daratan antartika lainnya tidak akan terkena radiasi dan tidak akan dilintasi oleh kapal kontainer dan kapal pemandu.

Kesimpulan

Melihat pentingnya penentuan tempat penyimpanan lestari limbah nuklir, maka antartika bisa menjadi salah satu alternatif. Hal ini dikarenakan tidak banyak kehidupan yang ada di antartika, sehingga radiasi yang keluar ke lingkungan tidak akan mengenai makhluk biologis. Meskipun begitu, desain dari kontainer dan kapal kontainer itu sendiri juga perlu diperhatikan, untuk alasan keamanan. Serta mengingat pentingnya fungsi antartika dalam kehidupan di bumi, maka disepati bahwa hanya bagian tertentu dari antartika saja yang akan dilintasi kapal-kapal kontainer pengangkut limbah nuklir, dan tempat penyimpanan lestari nya juga hanya akan dipusatkan di satu wilayah saja.

Referensi

- Ensiklopedia Populer Anak, PT Ichtiar Baru Van Hoeve
- Microsoft Encarta Office Student 2007

Add comment January 29, 2010

(Bukan)DongengGreenSeries#2

Masih di tepian Pantai Sambamba. Antonio melihat sebuah kerang teronggok tak jauh dari tempatnya. Ia mendekati kerang tersebut yang tampak berbeda dibanding kerang-kerang yang pernah ia temui saat ini. Kerang itu bercahaya, menarik perhatian setiap orang yang melihatnya.

Antonio melangkah semakin dekat. Hingga akhirnya ujung jemarinya mampu untuk menyentuh kerang itu. Ia angkat kerang tersebut dan diamatinya dengan seksama dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Kerang yang unik!” gumam Antonio.

Ia masih memperhatikan kerang itu. Tangannya mengetuk-ngetuk kerang tersebut. Tuk tuk tuk… Perlahan-lahan, kerang itu mulai membuka. Kedua katupnya mulai bergerak menjauh, mengeluarkan cahaya silau dari dalamnya. Perlahan demi perlahan, masih di dalam genggaman tangan Antonio.

Samar-samar terdengar alunan musik merdu nan syahdu. Suaranya semakin bertambah keras seiring dengan semakin lebarnya kerang itu membuka. Hingga akhirnya kerang tersebut terbuka seutuhnya, Antonio dapat mendengar dengan jelas lantunan syair yang ternyata berasal dari dalam kerang.

“Wo de ku ai li…

Qing xi fe de yi…

Wo ce lau sin pai…

Gong xi fa cai…”

Entah apa arti dari lirik barusan, Antonio pun tidak mengerti. Yang jelas, ia tau bahwa syair tersebut bukanlah syair cap Banyumasan yang khas dengan ngapak-ngapaknya. (Lha kaya kiyek? Iki wes jam woluk, aja kelalen!)

Karena tidak mengerti apa maksud syair tersebut, Antonio menutup kembali kerang di hadapannya. Seiring dengan menutupnya kerang, lantunan musik juga mulai menghilang perlahan. Kini kerang di genggamannya telah menutup dan suara musik juga telah hilang sama sekali.

Masih dengan kerang di tangan, Antonio kembali melangkah. Ia hendak mencari botol yang bisa digunakan untuk menitipkan surat wasiatnya. Tapi belum sedetik ia bergerak, langkahnya terhenti. Ia melihat ada sesosok makhluk ajaib di depannya. Kalo kata buku-buku biologi jaman sekolah dulu, makhluk itu bernama “perempuan”.

Antonio mengamati sesosok perempuan di hadapannya yang entah datang dari mana, kapan dan sama siapa. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Perempuan itu berkulit kuning bangsat, matanya hanya segaris, lengannya kendor dan perutnya yang berlapis-lapis. Berapa lapis? Ratusan! Lebih!

Perempuan itu tersenyum, kemudian ia berucap pelan, “Haiya, telima kasih, Antonio!”

Antonio bingung. Darimana ia tau namanya? Perempuan ini benar-benar misterius, batin Antonio.

“D… D… Darimana kau tau nama ku?” tanya Antonio tergagap, memberanikan diri untuk bertanya.

“Bukan owe namanya, kalo owe tidak tau lu punya nama!” jawab perempuan itu penuh misteri, dengan logat yang khas.

Antonio bergidik ngeri. Bulu kuduknya merinding. Bulu matanya juga ikutan merinding. Bulu kakinya apalagi, ikut-ikutan merinding. Bulu keteknya pun tidak mau kalah. Kalau bulu itunya, ikutan merinding juga nggak? Mmmmm kasi tau nggak yaaaa…???

“Karena lu telah membebaskan owe dari kelang itu, maka owe akan membeli lu kenang-kenangan sebagai hadiah” Perempuan itu berbicara kepada Antonio.

“Hadiah, hadiah apa?” tanya Antonio. Ia berpikir, melihat tampilan perempuan misterius itu, kenang-kenangan yang diberikannya mungkin berkisar antara peniti, alat tulis, jarum, buku, benang atau apapun yang diimpor grosiran dari China. Mentok-mentok, motor Jia Ling atau makanan. Itu pun makanannya berkisar antara kwetiaw, fu yung hai, atau bebek peking.

“Haiya, terlmalah ini, sebagai tanda telima kasih owe untuk lu olang!”

Perempuan itu memberikan sebuah bungkusan kepada Antonio.

“Owe halus jaga baik-baik ya!” sambung perempuan itu lagi.

Antonio menerima bungkusan tersebut. Belum sempat ia mengucapkan terima kasih, perempuan di hadapannya tiba-tiba telah menghilang lagi entah kemana. Hanya desiran pasir pantai yang kini ada di hadapannya. Di tangannya, tergenggam bungkusan dari perempuan itu. Sementara kerang yang tadi digenggamnya, kini juga menghilang entah kemana.

Antonio mulai membuka bungkusan tersebut, yang dihiasi dengan pita berwarna merah muda. Ia buka bungkusan itu dengan hati-hati sembari berpikir apa isi di dalamnya. Fu yung hai? Jarum pentul? Pensil? Atau malah foto-foto Mao Zedong?

Akhrirnya bungkusan tersebut terbuka seluruhnya. Antonio mengangkat benda berbentuk kotak tips panjang yang ada di dalamnya. Ia angat keudara, dan dengan penuh terima kasih ia berteriak, “Handphone Beyond!”

Teryata perkiraan Antonio tidak meleset jauh. Ia mendapatkan kenang-kenangan berupa handphone murah meriah tapi multifungsi, made in China. Kualitas mungkin tidak kalah dengan buatan Eropa, tapi harganya jelas, China juaranya!

Kini di tangan Antonio tergenggam handphone Beyond pemberian perempuan misterius tersebut. Ia masukkan handphone itu ke saku celananya dan ia kembali kepada tujuannya semula: mencari botol!

Antonio-si-pencari-botol kembali berjalan menyusuri tepi Pantai Sambamba. Ia terus berjalan, berjalan dan berjalan. Langkahnya tertata rapi, kaki kanan lalu kaki kiri, lalu kaki kanan lagi, lalu kaki kiri lagi. Pantatnya bergerak goyang-goyang mengikuti alunan langkah kakinya. Buat lu, buat gue… Buat lu, buat gue… Buat lu, buat gue… Astagfirullah…

Dan langkahnya terhenti, setelah ia menyadari bahwa ada yang aneh dengan hamparan pasir di hadapannya…

Bersambung

Add comment January 29, 2010

(Bukan)DongengGreenSeries#1

Ujung pasir tepi Pantai Sambamba. Angin malam berhembus kencang, mengantar para nelayan melaut mencari buruan. Langit malam cerah tak berawan, dihiasi dengan bulan purnama. Jutaan bintang bersinar berkilauan di atas sana, menemani Antonio yang berbaring seorang diri di tepi pantai.

Antonio termenung. Matanya menatap kosong ke angkasa, menerawang menembus ribuan galaksi di atas sana. Sekalipun jutaan bintang bersedia hadir menemaninya, namun tak mampu mengobati rasa sepi yang ia rasakan malam ini.

“Hmpppppphhh…” Antonio menghirup nafas panjang. “ Fiiiiuuuuuuhhh…” Ia hembuskan di antara bibirnya. “Duuuuutttt… Preettt preeettttt…” Angin juga keluar dari bawah punggungnya, memancarkan semerbak wangi bunga melati yang sudah 5 tahun tidak disiram.

“Uh, bau!” Antonio menutup hidungnya dengan tangan kirinya.

Setelah wangi tersebut menghilang, Antonio kembali pada renungan malamnya. Ia merenungi hari-harinya belakangan ini yang membuatnya seolah-seolah tidak lagi menjadi dirinya sendiri, melainkan menjadi seorang Iron Man. Iron = setrika; Man = manusia. Iron Man = tukang setrika panggilan (Kamus Besar Anak Cacingan, Penerbit: C2C, 2012 SM)

Beberapa hari belakangan ini konsentrasinya terganggu oleh sesosok makhluk yang senantiasa hadir di mimpinya. Antonio merasa gundah dan gelisah. Gundah, gundul tapi indah. Gelisah, geli-geli basah. Ia tak tau apa lagi yang harus dilakukan. Hingga akhirnya malam ini ia memutuskan untuk merenung di tempat ini, Pantai Sambamba.

Jutaan bintang di langit, tetap tak mampu mengobati kegelisahan hatinya. Demikian juga dengan milyaran butiran pasir yang berbisik halus di telinganya, atau dengan bulir air laut dengan kandungan garamnya.

Antonio bangkit dan terduduk. Ia melihat ke sekeliling, menikmati pemandangan Pantai Sambamba malam ini. Di ujung sana, terlihat mercusuar dengan lampu sorotnya. Lampu sorot itu tidak menyorot ke tengah laut, melainkan ke salah satu sudut parkiran mobil, menyorot mobil Nissan SX4 Crossover pelat AD yang sedang bergoyang-goyang. Apa yang terjadi di sana? Ban serep itu yang tau jawabannya.

Di sisi lain, matanya menangkap seorang perempuan berusia 30-an sedang duduk manis diatas tikar rotan. Di sebelahnya, terlihat seorang lelaki bertubuh tinggi besar yang mengenakan kemeja, celana setan, eh celana jin dan sepatu bot. Ia sedang bermain dengan seorang anak berusia kira-kira 8 tahunan. Sebuah keluarga yang bahagia, batin Antonio dalam hati.

“Kapan ya aku bisa kaya gitu?” Antonio berujar lemah sembari menatap mupeng ke arah mereka, dengan mata melotot, mulut menganga dan air liur yang menetes. Tes tes tes…

Antonio berdiri dari duduknya. Ingin rasanya ia pergi dari segala permasalahannya di dunia ini, menghilang bersama gelapnya langit malam, ditiup hembusan angin, atau hanyut bersama butiran air laut. Toh tak akan ada lagi yang memperdulikanku, kecuali tetangga sebelah rumah yang sendoknya belum aku kembalikan, gumam Antonio.

Tekad Antonio sudah bulat. Malam ini, ia memutuskan untuk melangkah menuju dalamnya laut biru. Melintasi Samudera Hihihaha yang membentang di hadapannya. Tak peduli apa yang akan terjadi di dalam sana, apakah tubuhnya mampu bertahan atau tidak. Yang ia inginkan hanya satu: pergi dari daratan tempat ia hinggap saat ini dan menuju ke daratan di ujung sana, Benua Ortisal. Benua dimana Kyle Minogue berasal, dan Nicole Kidman pernah bermain film tentangnya.

Antonio mengambil secarik kertas dari saku kemeja safarinya yang mirip dengan yang sering digunakan oleh mantan-calon-wakil-presiden-RI.  Ia hendak menulis surat wasiat untuk siapapun yang ada di Pantai Sambamba ini. Tapi bodohnya, ia lupa membawa alat tulis.

Namun ia teringat akan jerawat yang setia menempel di wajahnya. Akhirnya ia pencet jerawat itu dengan kedua jarinya secara perlahan dan, “Croooottt…!!!”. Darah segar muncrat keluar dari jerawat tersebut. Ia basahi telunjuknya dengan darah itu dan ia mulai menulis:

“Kepada siapapun kamu yang membaca tulisan ini. Saat kamu membaca tulisan ini, ketahuilah bahwa aku telah…”

Darah di telunjuknya mengering, padahal ia belum selesai menulis. Ia pencet kembali jerawatnya, dan darah segar kembali mengalir. Ia melanjutkan menulis.

“…aku telah pergi dari tempat ku berada saat ini. Tak usah pedulikan dimana aku berada, karena…”

Lagi-lagi, darahnya telah mengering. Dan Antonio kembali memencet jerawatnya. Tapi kali ini tak ada darah yang keluar dari sana, sekalipun ia telah memencetnya berkali-kali.

Antonio tidak kehabisan akal. Segera ia mengepalkan tangan kanannya. Diangkatnya ke udara kosong, dan dengan sekuat tenaga ia hantamkan tangan kanannya itu ke jerawatnya.

“DUUUUAAAAAAGGG….!!!”

Antonio memukul jerawatnya sendiri. Usahanya tidak sia-sia, jerawatnya kini kembali mengucurkan darah. Bahkan bukan hanya jerawatnya, melainkan dari mulutnya pun juga keluar darah segar!

Antonio tersenyum, kini ia merasa sedikit lega karena telah memiliki stok tinta (baca: darah) yang mencukupi. Dengan meringis menahan sakit, ia kembali menulis.

“…karena aku tak akan kembali lagi. Aku ingin melupakan semua masa lalu ku di tempat ini. Selamat tinggal semuanya.

Tertanda, Antonio.

PS: Untuk tetangga sebelah rumahku, sendokmu aku letakkan di atas wajan. Mohon maaf karena belum sempat aku cuci, silahkan kamu cuci sendiri.”

Fiiiuuuuuhhh… Antonio menghela nafas panjang. Ia baca tulisan itu sekali lagi. Ia masih belum puas. Dua kali lagi. Masih belum cukup. Tiga kali lagi. Dan ia berkesimpulan, tulisannya sempurna! Mirip sama lagunya Andra & The Backbone!

Kini ia tinggal mencari botol untuk mengamankan surat wasiat tersebut. Matanya mencari-cari ke hamparan pasir di sekitarnya. Kakinya melangkah dan bergerak mengoyak-ngoyak pasir Pantai Sambamba. Sampai akhirnya ia melihat ada sebuah botol tergeletak di hadapannya.

Botol itu masih utuh. Tutupnya masih berada pada tempatnya. Dilihat dari label di sisinya, diketahui bahwa botol tersebut adalah bekas botol kecap. Antonio segera menggulung surat wasiatnya. Ia ambil botol itu, kemudian ia buka tutupnya.

Bersamaan dengan dibukanya tutup botol tersebut, tiba-tiba keluar asap putih pekat dari dalam botol. Antonio tersentak. Spontan ia buang botol yang masih mengeluarkan asap itu ke hamparan pasir. Kepulan asap itu semakin pekat dan menggumpal, seakan hendak membentuk sesuatu. Antonio mundur perlahan, dengan gulungan surat masih di tangannya. Ia menyaksikan asap-asap itu semakin mennunjukkan bentuk aslinya.

Akhirnya, asap itu menggumpal dan mendadak muncul seorang perempuan, entah dari mana. Sepertinya jelmaan dari asap itu tadi. Antonio bertahan pada posisinya untuk mengetahui yang terjadi selanjutnya.

“HUAHAHAHAHAHAHAHAHA…”

Perempuan-dari-asap itu tertawa keras sekali. Tinggi perempuannya tidak terpaut jauh dari Antonio, sementara lebar badannya, wah jangan ditanya… Mengenakan baju bertuliskan “Aku nggak gendut kok, cuma kurang tinggi!”, perempuan itu kembali tertawa.

“HUAHAHAHAHAHA…”

Antonio tidak beranjak. Ia penasaran dengan sesosok perempuan-botol-kecap di hadapannya. Perempuan itu mulai bersuara kembali.

“Huahahahahaha… Horas! Aku adalah jin dari Timur Tengah, Bah!”

Dziiiiiiingg… Antonio merasakan ada suatu kejanggalan dari ucapan perempuan-nggak-gendut-cuma-kurang-tinggi barusan. Ia memberanikan diri untuk maju selangkah demi selangkah mendekati perempuan itu, yang kembali bersuara.

“Horas! Aku adalah jin dari Timur Tengah, Bah!”

Kini ia mulai menyadari apa yang salah. Antonio segera mengambil sendal dari kaki kananya, ia angkat dan ia lemparkan tepat ke kepala perempuan-botol-kecap itu, yang memiliki model rambut mirip tokoh kartun perempuan yang suka berpetualang.

“BLETAAAAAK…!!!”

Lemparan Antonio tepat mengenai sasaran. Perempuan-nggak-gendut itu meringis kesakitan sembari memegangi kepalanya. Merasa berada di atas angin Antonio berujar, “Hei, nggak ada jin dari Timur Tengah yang bicara dengan logat Sumatera Utara!”

Perempuan-logat-Sumatera-Utara itu pun menyadari kekeliruannya. Ia tersenyum tersipu malu-malu, mirip Luna Maya keselek gerobak angkringan. Tiba-tiba asap putih kembali muncul dan dalam waktu singkat, perempuan-Timur-Tengah-palsu itu menghilang dari pandangan Antonio, menyisakan kepulan asap yang bergerak masuk menuju botol kecap.

Antonio segera mengambil botol-kecap-ajaib tersebut, menutupnya kembali, dan melemparnya ke laut sejauh yang ia mampu. Dalam waktu sekejap pandangan mata, botol kecap tersebut pun hanyut ditelan ombak.

Merasa tertipu oleh botol kecap barusan, Antonio kembali berjalan menyusuri tepian Pantai Sambamba. Ia masih mencari botol yang akan digunakan untuk menyimpan surat wasiatnya. Ia masih terus mencari dan mencari.

Tiba-tiba, ia melihat ada sebuah kerang tak jauh dari tempatnya. Ia mendekati kerang tersebut yang tampak berbeda dibanding kerang-kerang yang pernah ia temui saat ini. Kerang itu bercahaya, menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Kerang itu…

Bersambung

Add comment January 29, 2010

Hmmmmpppppphhhh

Bismillahirrahmanirrahim

Aku baru saja membaca sebuah blog yang beralamat di www.beritamuslim.wordpress.com . Sebelom baca tulisan ini, sebaiknya silahkan baca dulu blog tersebut.

Lagi lagi dan lagi. Selalu saja ada pihak yang tidak senang dan mendiskreditkan umat Islam. Dunia ini memang sangat luas. 6 milyar lebih manusia tinggal di dalamnya. Lintas benua, lintas geografis, lintas budaya dan lintas samudera.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perbedaan itu akan selalu ada. Perbedaan tampilan fisik, perbedaan pola pikir, perbedaan gaya hidup ataupun perbedaan kepribadian diri. Dan perbedaan adalah sesuatu yang mutlak ada.

Namun bukan berarti perbedaan itu menjadi alasan untuk saling menjelek-jelekkan. Biarkanlah perbedaan ini berjalan demikian adanya. Karena setiap manusia memiliki pilihan dalam hidupnya masing-masing. Dan yang lebih penting, setiap manusia HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN apa yang telah dipilihnya.

Adalah sebuah pilihan, jika si admin blog tersebut memilih untuk menghiasi blognya dengan tulisan-tulisan yang isinya mengina umat Islam melalui sudut pandangnya sendiri. Adalah sebuah pilihan, jika dia memilih untuk menghina 2 pokok penting dalam syahadat umat Islam, yaitu ke-esa-an Allah swt dan ke-rasul-an Muhammad saw. Namun yang juga harus disadari adalah, jangan pernah lupa bahwa dia, si penulis blog itu, juga harus MEMPERTANGGUNG JAWABKAN apa-apa yang telah menjadi pilihannya itu. Kalaupun dia tidak mampu mempertanggung jawabkannya di dunia, ya silahkan bertanggung jawab di akhirat nanti.

Penulis blog tersebut, sama seperti manusia lainnya, juga memiliki akal, pikiran, hati, perasaan dan tentu saja: nafsu. Dan sekali lagi, adalah sebuah pilihan jika penulis blog tersebut akan membawa akal, pikiran, hati, perasaan dan nafsunya ke arah mana. Intinya tetap sama: beranikah dia MEMPERTANGGUNG JAWABKAN apa-apa yang telah dia lakukan?

Tulisan-tulisan di blog tersebut, untuk sebagian orang, memang mampu memancing emosi. Untuk sebagian yang lain, tulisan tersebut dapat semakin meningkatkan kecintaan terhadap Islam, terhadap Allah Al-Kabir, dan terhadap Muhammad Rasulullah saw. Sementara sebagian yang lain, membaca tulisan tersebut akan membuat berpikir dan mengevaluasi bahwa ternyata beginilah keadaan umat Islam saat ini: tertinggal dalam teknologi dan lebih sering ribut dengan saudara sendiri. Dan, sisanya akan menyadari bahwa sampai kapanpun, kita tidak akan pernah membuat every single person di muka bumi ini setuju dengan apa yang kita lakukan. Rasulullah saw selaku manusia terbaik di muka bumi pun mendapat tentangan dari kaum kafir Quraisy.

Adalah kewajiban kita untuk terusik setelah membaca blog tersebut, sebagai bukti bahwa masih ada syahadat di hati kita. Hendaklah kita mendebatnya dengan cara yang baik dan santun. Dengan ilmu. Karena seringkali aku menemukan saudara-saudara kita yang terpancing emosinya, tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang tidak semestinya, semisal:

“Penulisnya a****g!”

“Emak lo pasti p****k murahan!”

Dan sebagainya, dan sebagainya, yang seringkali aku temukan di forum-forum layar komputer yang membahas tentang sesuatu yang mendiskreditkan umat Islam.

Iya, adalah kewajiban kita untuk membela diri ketika Allah swt dan Rasulullah saw kita dihina. Tapi, bukan berarti hal tersebut melegalkan kita untuk mengucap kata-kata yang tidak semestinya seperti contoh tersebut diatas, bahkan menujukannya kepada orang tertentu. Debatlah materinya, debatlah apa yang dia tulis, tanpa perlu menghina dirinya dan keluarganya.

Islam adalah rahmatan lil alamin. Buktikanlah hal tersebut dalam setiap hembusan nafas kita. Kalau kita dihina, cukuplah membela dan menahan diri untuk tidak balas menghina. Debatlah apa yang mereka hinakan kepada kita. Dengan ilmu dan dengan etika.

Dakwah, tetap harus dilakukan. Kepada keluarga kita, kepada tetangga kita, kepada teman kita, bahkan kepada penulis blog itu sendiri. Dalam berdakwah, kita tidak perlu menjelek-jelekkan pihak lain. Yang perlu kita lakukan hanyalah menunjukkan kebenaran dalam dakwah yang kita jalankan. Tebarkan hal-hal yang positif. Buktikan kebenaran dalam ajaran Islam, bahwa Al-Quran adalah kalamullah, bahwa Muhammad saw adalah Rasulullah.

Dan yang lebih penting, sebagian besar orang hanya merasa emosi ketika melihat Tuhannya dan Rasulnya dihina, tetapi tidak melakukan perubahan dan perbaikan untuk membuktikan kepada para penghina bahwa tuduhan mereka adalah salah.

Tulisan ini tidak bertujuan untuk membela penulis blog tersebut, karena aku sendiri sampai akhir zaman akan selalu percaya bahwa agama Islam adalah agama kebenaran, bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dan aku sendiri pun mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh penulis tersebut adalah suatu “kesombongan” dari seorang manusia yang merasa mengetahui apa-apa yang sebenarnya tidak dia ketahui.

Tulisan ini sebagai sebuah refleksi bagi kita semua, umat Islam, ketika kita menghadapi bagaimana agama kita, Tuhan kita dan Rasul kita dihina dengan begitu jelasnya oleh mereka yang tidak senang kepada kita. Debatlah mereka dengan ilmu dan etika. Dengan dakwah. Dan buktikan pada mereka dengan amal perbuatan bahwa apa yang mereka tuduhkan adalah salah.

Namun jangan lupa, pada akhirnya, hanyalah Allah Yang Maha Berkehendak, Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, Allah Yang Maha Mengetahui, Allah Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Kalaupun ternyata mereka masih tetap pada pilihannya untuk menghina Allah swt dan Rasul-Nya, maka silahkan mereka MEMPERTANGGUNG JAWABKAN pilihan mereka tersebut di akhirat nanti. Berani?

Add comment January 29, 2010

ReuniDinasty

Rabu, 30 Desember 2009. Suatu malam di Solaria, Margo City Depok, terlihat 2 ekor makhluk manis sedang berbincang-bincang. Yang pertama, pemuda hitam manis bau amis, diketahui bernama Maryo. Yang kedua, pemuda imut nan semrawut, diketahui bernama C-Kink. Mereka terlibat diskusi seru mengenai hobi dan pengalaman mereka nungging-nungging bareng cowo-cowo bule yang kekar nan perkasa… Kyaaaaaa… Ups, Astagfirullah…

Sampai kemudian Maryo berujar, “Eh Kink, coba liat orang yang disana deh!” ujarnya sembari tangannya menunjuk ke arah orang yang dimaksud.

“Yang mana, yang pake jaket item itu?” C-Kink menoleh.

“Iya yang itu. Mirip banget ya sama Gesa!” Kata Maryo lagi.

“Eh iya mirip banget! Cuma orang ini lebih gendutan!” C-Kink menimpali.

Lama mereka berdua menatapi orang yang mirip Gesa dengan ukuran tubuh lebih jumbo. C-Kink segera mengalihkan pandangan untuk fokus kembali ke obrolannya dengan Maryo, namun Maryo masih terus menatapi si Gesa-wannabe itu.

Tiba-tiba, Gesa-wannabe menoleh ke arah Maryo. Ia tersenyum. Maryo yang ketangkap basah lagi ngeliatin si Gesa-wannabe, mau nggak mau juga harus tersenyum. Kemudian si Gesa-wannabe itu pun berteriak keras, “WUOY MARYO!”

Maryo pun tersadar. Ternyata orang gemuk yang mirip Gesa itu bukan Gesa-wannabe, melainkan Gesa beneran! Maryo pun membalas sapaannya, “WUOY GESA!”

Lalu Gesa menghampiri meja tempat Maryo dan C-Kink berada. Mereka saling melepas kerinduan, saling cipika-cipiki-cibibir. Gesa mengambil kursi dan mereka bertiga segera terlibat obrolan seru mengenang masa lalu dan apa pengalaman mereka setelah mereka berpisah dari SMA.

Gesa dengan bangga menceritakan pengalamannya diboking tante-tante. Sementara Maryo tidak mau kalah, membanggakan kesehariannya yang sering dihabiskan bersama om-om. Sementara C-Kink hanya bisa bersedih karena kalah pengalaman, karena selama ini C-Kink hanya bermain dengan sesama mahasiswi… (Heh heh heh, ini ngomongin apa sih!!!)

Obrolan beralih tentang Dinasty, sebuah kelas dimana mereka bertiga dulu pernah menghabiskan waktu bersama.

“Eh itu bocah-bocah pada ngajakin reuni! Setiap gue ketemu, selalu ditagihin buat reunian melulu!” Gesa membuka suara.

“Iya? Emang siapa aja Ges?” Maryo menimpali.

“Tuh si… Si… Siapa ya, gue lupa namanya?” Jawab Gesa.

“Siapa Ges? Si Fitri Tropica ya?” C-Kink mencoba membantu Gesa mengingat.

“Nah iya bener banget, si Eliana! Sama si Heppi juga!” Akhirnya Gesa bisa mengingat mereka.

Obrolan pun mulai mengalir mengenai masalah reuni. Bahwa betapa banyaknya orang yang menginginkan reuni, tapi tidak pernah sekalipun terlaksana. Bahwa betapa banyaknya orang yang menagih reuni, tapi tidak seorangpun yang mau mengkordinirnya.

“Ya udah Ges, kita reuni aja yuk!” Ajak C-Kink.

“Iya Ges! Gue kangen nich udah lama nggak ngeliat Ratna!” Maryo mendukung ajakan C-Kink sembari curhat colongan.

“Boleh boleh… Tapi Tria kan udah mau nikah, kira-kira dia bakal dateng nggak ya?” Tanya Gesa, nggak mau kalah sekalian curhat juga.

“Insya Allah dateng kok. Ayo kita reuni nyok, gue pengen nagih utangnya Badak nich!” C-Kink kembali mengompori.

Akhirnya 3 ekor mahluk cacingan tersebut memutuskan secara sepihak bahwa mau nggak mau, reuni ini harus diadakan. Lalu mereka pun berembuk untuk merumuskan acara reuni ini dan akhirnya diperoleh lah kesepakatan secara sepihak bahwa:

REUNI DINASTY

Kepada seluruh makhluk penghuni kebun binatang Dinasty, diumumkan bahwa kita-kita selaku Dinasty Mania akan mengadakan reuni yang insya Allah diadakan pada:

Hari               : Jumat, Sabtu, Minggu

Tanggal        : 22, 23, 24 Januari 2010

Tempat         : Villa Cisarua Bogor (sama kaya yang dulu loh, tempat dimana Ahmad dan Iwan  nungging bareng-bareng)

HTM              : rp 100.000,00 (kan udah bukan anak sekolah lagi…)

Jadi kepada kalian yang merasa pernah melihat Gesa diomelin sama Ibu Tri Maryatun karena salah jadwal, atau kalian yang pernah melihat Iwan pedekate sama Royto, atau kalian yang pernah melihar original version dari Asrining Tyas, ayo kosongkan jadwal kalian di tanggal segitu. Dan jangan lupa nabung dari sekarang! Oke oke oke!

Oiya, secara sepihak disepakati juga bahwa yang akan menjadi panitia dalam reuni ini adalah:

Ketua                       : Poppy Dea Bertha

Dana Usaha           : Rindiantika Arsanty

Publikasi       : C-Kink Cute

Acara                      : Asrining Tyas, Martha Delika

Konsumsi      : Marchianne Sofrin, Elsha Surya Respita

Transportasi : Rizky Haryadi, Ferryanto Cahyo

Buat kamu-kamu yang namanya tersebut diatas, tolong segera di eksekusi ya! Kalo kurang jelas, bisa tanya:

C-Kink di 085691013852 / 081317135161 / c_kink_noa_zoro@yahoo.com / www.ckinknoazoro.wordpress.com / www.twitter.com/Ckinknoazoro (idih malah promosi!)

atau Gesa di 085691604748 / 08996022058 / gesafalugongesa@yahoo.com

atau Maryo di rumahnya di Sawangan. Eh, maksudnya Maryo di 085697834661 / 02193225040.

Sekian info dari kami. Dimohon kerjasamanya yaaaa…

ATTENTION PLEASE!

Untuk memudahkan dan memperbarui database, buat kamu yang udah baca tulisan ini, tolong segera kirim sms ke C-Kink 085691013852 dengan format REG<spasi>NAMA<spasi>NOMOR HP<spasi>ALAMAT EMAIL/FACEBOOK<spasi>ADUH C-KINK KAMU IMUT BANGET SICH!

Contoh:

REG DAJJAL 085608130818 DAJJAL_BUKAN_IBLIS@YAHOO.COM ADUH C-KINK KAMU IMUT BANGET SICH!

Kamu juga bisa daftarin temen kita yang lain. Misalnya, Chiponk mau daftarin peliharaannya yang bernama Elsha, bisa juga kok. Jadi, tolong segera dikrim ya, untuk mempermudah database. Tenang aja, sms balasan yang kamu dapet, langsung dari hape aku loh!

Add comment January 29, 2010

KepribadianYangCacat #1

Perkenalkan. Dia. Seorang pecundang. Seekor kampret. Seonggok jancuk.

Orang yang melihatnya, sepintas akan menyangka bahwa dia adalah pribadi yang ekstrovert. Ramah. Punya banyak teman. Lingkungannya luas. Kepribadiannya menyenangkan. Banyak pergaulan. Dll. Tapi sejatinya, itu hanya tampilan luarnya saja. Karena pada dasarnya dia diberi rezeki berupa pribadi yang introvert.

Banyak yang tidak tau bahwa sebenarnya dia cacat. Apa yang cacat? Yaitu kemampuannya untuk berkomunikasi secara lisan. Ada sedikit sambungan yang mungkin terputus antara apa yang dia dengar, apa yang ada di pikirannya, dan apa yang keluar melalui lisannya. Ya, kemampuan komunikasi lisannya di bawah kemampuan manusia pada umumnya. Namun dia diberikan rezeki lain, yaitu kemampuan komunikasi nya secara tertulis, sedikit lebih baik daripada kemampuan komunikasi lisan.

Namun tak selamanya dia selalu bersama kertas dan pulpen, atau sedia mesin ketik bersamanya. Komunikasi lisan adalah hal yang paling mendasar dalam kehidupan sosial. Dan karena kekurangannya, dia tidak dapat menyampaikan dengan baik apa yang benar-benar ada di pikirannya.

Dia tertutup. Dia pendiam. Dia penyendiri. Dia pecundang.

Dia merupakan penyendiri, meskipun dia sendiri sering menangisi kesendiriannya. Dia bosan sendirian. Dia ingin memiliki teman. Tapi, kemampuan komunikasi lisannya kurang dapat menyampaikan keinginannya yang ingin memiliki teman.

Sejatinya dia memiliki banyak teman dan banyak pergaulan. Sejak jaman sekolah hingga saat ini, mestinya tak terhitung berapa banyak teman yang pernah ia jumpai.

Tapi dari sekian banyak teman itu, berapa banyak teman yang benar-benar bisa saling menyentuh ke dalamnya? Maksudnya, bukan hanya teman di permukaan. Bukan karena menjadi teman karena ada kepentingan. Bukan hanya sebatas sebagai “kenalan”.

Apa parameternya?

Jika dihitung, lebih dari sekitar 30 kali dia bepergian bolak-balik keluar kota menggunakan kereta api. Dari 30 lebih perjalanan itu, hanya kurang dari 5 kali dia duduk dengan seorang teman di sebelahnya. Sisanya, dia selalu berangkat sendiri. Menunggu kereta sendiri. Alhamdulillah masih ada temannya yang mau bersedia mengantarnya ke stasiun.

Ketika menunggu kereta datang, dia selalu iri melihat penumpang yang lain selalu bergerak dalam rombongan. Ya, mereka tidak seorang diri, mereka ramai-ramai bersama teman-temannya. Penuh canda, penuh tawa, penuh ceria, dan sebelum keberangkatan selalu diakhiri dengan pelepasan bersama. Serta lambaian tangan saat kereta berjalan.

Sementara dia, duduk manis di peron seorang diri. Melangkah menuju kereta tanpa ada yang menemani. Menatap keluar kaca jendela tanpa ada yang menanti. Hanya menatap iri kepada mereka yang saling berpamitan, atau mereka yang duduk manis di gerbong bersama teman-teman.

Dia sering bepergian seorang diri, menuju bank, pusat pertokoan, supermarket, dll. Dan sekali lagi, di tempat-tempat tersebut, dia selalu merasa iri melihat pengunjung yang lain yang datang tidak sendirian. Bersama teman, atau bersama keluarga. Sementara dia, hanya sepasang sendal yang setia menemani langkahnya.

Satu-satunya alasan yang menghibur kesendiriannya adalah, bahwa dia sendirian karena sebuah kemandirian. Tapi, bagaimana jika ternyata dia bukanlah seorang yang mandiri, melainkan seorang yang AUTIS?

Dia, introvert. Dia bukan tipe orang yang dengan gampangnya akan bercerita kepada seseorang di hadapannya. Dia bukan tipe orang yang tanpa basa-basi akan menyampaikan apa yang dia rasakan. Dia lebih memilih untuk menyimpan semuanya sendiri, untuk menutup rapat-rapat mulutnya. Meskipun sejatinya dia sendiri pun butuh tempat untuk menyampaikan, tapi entah mengapa dia malu untuk mengungkapkan dan lebih senang menyimpan.

Kapan terakhir kali dia merayakan ulang tahunnya? Tidak, dia tidak pernah merayakannya, selain saat-saat masa kecilnya.

Ketika usianya 17 tahun, jam 4 pagi keluarganya mengetuk pintu kamarnya dan datang dengan sebuah kue tart. Ketika usianya 19 tahun, 5 orang teman kampusnya datang berjalan kaki menempuh jarak 2.5 km dari kampus untuk mendatangi kos-kosannya, hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Ketika usianya 20 tahun, 4 orang teman kampusnya mengajaknya berkunjung ke yayasan tempat menampung anak cacat dan anak tanpa orang tua. Ketika usianya 21 tahun, dia hanya menghabiskan 4 jam bersama pedagang angkringan. Sudah itu saja, tak ada perayaan yang sengaja dia buat atau yang dibuat oleh temannya.

Tahun baru? Lupakan tahun baru, cukuplah kasur, bantal dan guling yang menjadi temannya, berbanding terbalik dengan sebagian besar orang yang merayakannya di keramaian. Pada tahun baru 2007, dia melewati malam pergantian tahun hanya seorang diri di kereta. Dari kaca jendela menatap iri ke luar, melihat manusia tumpah ruah menikmati pergantian tahun bersama teman-temannya. Bahkan pada tahun baru 2010, di saat semua orang berlomba merayakannya, dia hanya duduk seorang diri di depan laptopnya menulis sebuah kisah autis. Mengabaikan bunyi kembang api dan suara tawa di luar sana.

Laptop dan gitar. Dua benda itu yang menjadi teman setianya. Serta sebuah kendaraan yang setia mengantar kemana kakinya hendak melangkah. Atau buku-buku yang selalu menemani di saat sepi. Dia sendiri. Dia tersiksa dalam kesendiriannya. Dia tersiksa dalam sepi.

Tidak muluk-muluk yang dia inginkan. Jujur, dia ingin memiliki teman. Bukan sebatas kenalan. Bukan hanya teman atas dasar kepentingan pekerjaan. Tapi teman yang mau menemaninya tanpa alasan.

Dia mencoba untuk membuka diri dengan menjadi seorang “Yes Man”. Kapanpun ada yang memintanya untuk hadir atau minta ditemani, dia selalu mencoba meng-iya-kan. Tanpa mereka perlu tau bahwa mungkin dia sendiri ada kesibukan. Tanpa mereka perlu tau bahwa saat itu mungkin dia sedang tidak berkenan.

Dia mencoba untuk mengingat ulang tahun mereka. Dulu dia sempat terkenal akan kalender di handphonenya yang entrinya penuh dengan ulang tahun mereka yang pernah dia kenal. Dia pun selalu berusaha mengucapkan doa yang terbaik untuk mereka. Meskipun pada saat dia sendiri berulang tahun, hanya sedikit sms yang masuk ke inbox-nya.

Dia sangat senang jika ternyata ada yang welcome padanya. Jika ternyata ada yang memperhatikan dirinya. Jika ternyata ada yang menghubunginya tanpa kepentingan. Karena dia tau seperti apa rasanya sendirian, maka sebisa mungkin dia akan mencoba untuk tidak mengabaikan mereka.

Dia senang kepada mereka yang seperti itu. Meskipun pada akhirnya, rasa senangnya akan menjadi berlebihan. Itu semua hanya karena dia tidak ingin kehilangan. Karena sudah banyak, mereka yang hanya menghubunginya di saat ada kepentingan, tetapi setelah itu pergi menghilang dan melupakan.

Dia ingin memiliki teman. Tapi dia tidak tau bagaimana caranya. Dia ingin memiliki teman. Tapi dia sendiri tidak tau apa definisi dari kata teman. Dia ingin memiliki teman. Tap kepribadiannya lebih memilih untuk menutup diri dari memiliki teman.

Dia itu pecundang. Dia itu kampret. Dia hanya ingin memiliki teman, tapi dia tidak tau bagaimana cara memperlakukan teman. Mana yang disebut teman, bukan teman, atau lebih dari teman. Alasannya hanya satu, yaitu karena dia tidak ingin kehilangan. Karena dia bosan dengan kesendirian.

Sempat ada beberapa yang dia ingin menjadikannya teman. Tapi memang dia kampret, dia tidak tau bagaimana cara memperlakukan teman. Sehingga pada akhirnya mereka lebih memilih untuk menghilang perlahan. Tanpa pernah tau apa yang sebenarnya dia inginkan. Karena kecacatannya, dia tidak mampu menyampaikan apa yang dia inginkan dan membuat orang lain mengerti apa dia maksudkan. Karena memang, cara yang dia gunakan tidak mencerminkan apa yang dia pikirkan.

Dan sekali lagi, pada akhirnya dia hanya menangis seorang diri. Dia memang terlahir dengan kepribadian introvert. Introvert yang penyendiri, meskipun dia bosan seorang diri. Introvert yang pendiam, meskipun banyak yang ingin dia utarakan. Introvert yang pecundang.

Ternyata dunia yang penuh dengan euforia ini memang bukan tempat untuknya. Sudah saatnya dia kembali ke dunianya sendiri. Dunia satu dimensi, berteman laptop, buku-buku, video game, gitar ataupun alam khayalnya. Dan untuk dunia kita miliki hari ini, masihkah ada tempat untuk dia, untuk orang-orang dengan kepribadian yang cacat?

1 Januari 2010, 00:33

Add comment January 29, 2010

MobilDinas #2

Oke, kita kembali lagi untuk membahas masalah pengadaan mobil dinas pemerintah. Sebelom baca tulisan ini, ada baiknya kalian baca dulu tulisan sebelomnya yang berjudul “MobilDinas #1”. Toyota Crown Royal Saloon, 1 unitnya seharga 1.2 miliar rupiah, dianggarkan untuk sekitar +- 37 unit sehingga totalnya sekitar 44.4 miliar rupiah.

Sebenernya 1.2 miliar rupiah itu angka yang kecil atau besar sih? Untuk mereka yang terbiasa dengan dunia Bank Century yang ditalangi dana 6.5 triliun rupiah atau bagi mereka yang penghasilan minimal per bulannya puluhan juta rupiah, mungkin angka 1.2 miliar rupiah adalah hal yang biasa. Cukup nabung selama 1 tahun, terkumpul deh uang sebanyak itu.

Tapi, bagaimana dengan pemulung sampah Monas yang berpenghasilan +- rp 10.000,00 per hari? Atau dengan mas-mas pedagang angkringan depan kosan C-19 yang memperoleh rezeki +- rp 70.000,00 per hari? Atau dengan petani Desa Cucukan, Prambanan, Klaten yang berpenghasilan +- rp 2.000.000,00 per 3 bulan? Atau dengan mas-mas penarik kereta mini Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang berpenghasilan +- rp 80.000,00 per hari? Atau dengan General Manager C2C yang berpenghasilan +- rp 650.000,00 per bulan? Idih, curhat colongan…

Oke, angka 1.2 miliar rupiah memang bisa dikatakan murah untuk sebuah negara yang memilik APBN lebih dari 1.000 triliun rupiah. Tapi…

Apakah itu wajar jika disaat yang bersamaan, ribuan bahkan mungkin jutaan orang di negara tersebut, harus bekerja sekuat tenaga demi mencari sesuap nasi?

Apakah itu wajar jika disaat yang bersamaan, anak-anak harus bekerja membantu orangtuanya karena para orang tua tidak mampu membiayai pendidikan anaknya?

Apakah itu wajar jika disaat yang bersamaan, guru-guru menangis karena segala usahanya untuk mendidik calon pemimpin bangsa, tidak dihargai sama sekali oleh para pemimpin bangsa yang notabene dulunya adalah hasil didikan mereka?

Apakah itu wajar jika disaat yang bersamaan, rakyat kecil hanya bisa menidurkan keluarganya yang sakit di rumah karena tidak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit?

Sadarlah wahai manusia… Sadarlah… WUOOOOY SADAR WUOOOOOOYYYY…!!!

Dalam waktu 1 hari, uang sebesar 1.2 miliar rupiah keluar dari kas negara untuk membiayai mobil dinas seorang pejabat negara. Tapi, berapa lama waktu yang diperlukan mas-mas pedagang angkringan untuk memperoleh uang sebanyak itu? Dengan penghasilan rp 70.000,00 per hari, maka dia harus membuka angkringannya selama 17.142 hari, alias selama +- 50 tahun!!! Alamakjan…

Dari pemberitaan di Jawa Pos Selasa 29 Desember 2009, dijelaskan bahwa sejatinya harga Toyota Crown Royal Saloon tersebut tidak mencapai 1.2 miliar rupiah, melainkan hanya 600 juta rupiah saja, tidak jauh berbeda dengan Toyota Camry. Yang membuatnya mahal adalah karena mobil tersebut terkena pajak barang mewah. Namun pajak tersebut pada akhirnya akan kembali lagi ke kas pemerintah. Sehingga, harga “bersih” untuk 1 unit mobil dinas ini adalah sekitar rp 600 juta.

Ya ya ya, ternyata hanya sekitar 600 juta. Kalo gitu, kenapa tidak menggunakan Toyota Camry saja? Ups, salah pertanyaan. Kenapa lebih memilih untuk membeli mobil baru, kenapa tidak menggunakan mobil dinas yang kemarin saja? Kan usianya baru 5 tahun?

Dijelaskan lagi di harian tersebut bahwa usia mobil normalnya memang hanya sekitar 5 tahun. Mobil normal? Berarti mobil Daihatsu Taruna dan Toyota Soluna ku yang berumur lebih dari 8 tahun, termasuk kategori tidak normal donk? Ya, mungkin kita bisa menjawab, “Ah mobil kamu kan cuma dipake jalan-jalan ke tempat yang deket-deket aja!”

Kalo patokannya adalah kilometer jarak tempuh, kedua mobil tersebut memang baru menempuh jarak +- 65000 kilometer selama +- 8 tahun. Tapi Toyota Avanza milik saudara ku di Bojonegoro yang sering digunakan keliling Jawa Timur dan Jawa Tengah, sudah menempuh jarak lebih dari 70000 kilometer selama 5 tahun, dan masih terus digunakan sebelum diganti dengan yang baru.

Memangnya, mobil dinas itu mau digunakan kemana saja sih? Karena pejabat pemerintah kantornya berdomisili di Jakarta, mungkin mentok-mentok mobil tersebut hanya digunakan untuk mobilitas dalam kota. Kalau pun ke luar kota, mungkin sejauh-jauhnya ya ke Bandung. Kalo mau ke Surabaya atau Yogyakarta, dengan kesibukan para pejabat yang begitu padat, bukankah lebih baik naik pesawat? Lalu bagaimana kalau dinas ke luar pulau, apa mobilnya mau dibawa juga?

Jadi, sampai hari ini aku masih bertanya dalam hati, apa alasan pemerintah menganggarkan kas negara sebesar 1.2 miliar rupiah (atau +- 600 juta rupiah kalau pajaknya kembali ke kas negara) hanya untuk sebuah mobil dinas? Padahal di saat yang bersamaan, jutaan rakyat mereka tanpa kenal menyerah dan mengeluh masih harus bekerja keras demi kelangsungan hidup dirinya dan keluarganya.

Sebaiknya, pemerintah bisa lebih berhemat lagi dengan memilih menggunakan kendaraan yang lebih murah meriah. Tidak perlu bergaya yang mahal-mahal, yang lebih penting adalah fungsinya yaitu bisa mengantar sampai ke tujuan. Mengenai fasilitas di dalam mobil itu sendiri, memangnya apa saja sih yang ingin mereka lakukan di dalam mobil tersebut?

Atau kalau mau lebih efisien lagi, ya silahkan gunakan saja Toyota Camry sisa periode sebelumnya. Karena sampai hari ini aku selalu bertanya, setiap kali pemerintah melakukan pengadaan mobil dinas baru, lalu mobil dinas yang lama dikemanakan?

Mungkin cukup sekian saja tulisan dari ku kali ini. Silahkan kalian memberikan kesimpulan sesuai pendapat masing-masing. Dan sebagai bonus, berikut ini aku berikan tanggapan dari beberapa menteri terkait pengadaan mobil Toyota Crown Royal Saloon yang baru ini. Disarikan dari harian Jawa Pos dan Kompas Selasa 29 Desember 2009.

“Yang kemarin kelasnya Camry. Saya merasakan sering ke bengkel. Saya kira (mobil baru) tidak berlebihan. Mobilnya juga bukan mobil mewah, Toyota juga. Pokoknya, satu grade di atasnya lah.” Sudi Silalahi, Menteri Sekretaris Negara.

“Saya rasa masih lebih enak pakai Mercedes saya. Tetapi kalau acara resmi, saya pakai mobil dinaslah.” M.S Hidayat, Menteri Perindustrian.

“Mobilnya lebh kecil, lebih sempit dari yang dulu.“ Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

“Enggak penting mobil barunya. Yang penting tugasnya.” Darwin Z. Saleh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Lebih sunyi, lebih senyap. Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa meningkatkan semangat saya dalam bekeja.” Gusti Muhammad Hatta, Menteri Negara Lingkungan Hidup.

“Saya lebih memilih untuk setia dengan mobil Toyota Soluna saya. Harganya jauh lebih murah, tidak sampai 75 juta rupiah. Fasilitasnya pun sudah cukup memadai, minimal untuk tidur, menikmati pemandangan, mendengarkan musik, membaca buku, membuka laptop atau menyimpan barang di bagasi. Daya tahannya juga terjamin. Terbukti, saya sudah berulang kali menyerempet sana-sini dan menggeber pedal gas rem dan kopling tanpa belas kasihan, tapi Alhamdulillah masih hidup sampai hari ini. Usianya sudah 8 tahun loh! Kalaupun nanti sudah tidak saya gunakan lagi, bisa saya jual ke perusahaan-perusahaan taksi. Kalau ada yang lebih murah, buat apa cari yang mahal”. C-Kink, Mantan Menteri Koordinator Lini Eksternal BEM KMFT UGM.

Hohohohoho… Sekian dan terima kasih.

2 comments January 7, 2010

MobilDinas #1

Hei, kamu semua yang lagi baca tulisan ini, apa ada yang belom tau, bahwa pejabat pemerintahan kabinet kali ini kembali melakukan pengadaan mobil dinas? Kalo udah tau ya bagus, tapi kalo belom tau, ini sekarang aku kasih tau,

Ya, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kali ini juga melakukan pengadaan mobil dinas untuk kepentingan kerja mereka, mobil dinas dengan pelat nomor RI XX. Sebenernya sih sah-sah aja kalo mereka mau memiliki mobil dinas, dan mungkin kalian juga menganggap wajar lah pejabat punya mobil dinas. Tapi kalo semuanya itu wajar, kenapa hari ini aku kembali menyisihkan sebagian umur dalam hidupku untuk menulis tulisan ini?

Pertanyaannya simpel aja. Taukah kalian, mobil apa yang digunakan sebagai kendaraan dinas itu? Ayo coba tebak! Daihatsu Ceria? Toyota Soluna? Honda Jazz? Truk Hino? Suzuki Colt? Volvo? Yamaha Mio? Oke, ayo kita telaah satu-satu.

Daihatsu Ceria? Hei, ini mobil ukurannya kecil, mana nyaman pejabat kita naik mobil ini!

Toyota Soluna? Mobil dinas apa taksi nih?

Honda Jazz? Emangnya pejabat kita mau nongkrong di mall-mall…

Truk Hino? Buset dah, ini mah buat ngangkut logistik!

Suzuki Colt? Mau berdagang ya Pak?

Volvo? Mobil buatan Swedia ini udah basi, sekarang nggak dipake lagi gara-gara spare partnya susah dan kemahalan.

Yamaha Mio? Et dah, ini mah motor kaleeee…

Oke, semua jawaban di atas adalah nggak mungkin. Dan kamu semua pasti dengan cerdas akan segera menjawab:

TOYOTA CAMRY!!!

Hohohohoho…

Horeeeee… Selamat, karena ternyata jawaban tersebut juga masih salah!

Loh kalo bukan Toyota Camry terus apa dong?

Iya, untuk periode pemerintahan sebelom ini, mereka emang menggunakan Toyota Camry sebagai mobil dinas. Tapi sekarang udah nggak make Toyota Camry lagi loh. Terus pake apa donk?

Jawaban yang benar adalah…

Adalah…

Adalah…

TOYOTA CROWN ROYAL SALOON!!!

Kriiiik… Kriiiik…

*Nggak nyambung… Lagi ngomongin mobil dinas kok tiba-tiba ngomongin salon? Emangnya akika cowo apaan bo, mainnya di salon-salon… Gimandang sich yey…

Hei, ini beneran! Hari ini pemerintah sedang melakukan pengadaan mobil Toyota Crown Royal Saloon sebagai mobil dinas mereka!

Ih, biasa aja kaleeee… Secara gitu, pejabat pemerintah kan punya mobilitas tinggi, jadi wajar kalo mereka pake Toyota Crown Royal Saloon. Terus kalo masih wajar, kenapa aku masih tetep nulis tulisan ini?

Ya, karena kalau kalian boleh tau, berapa sih harga 1 unit Toyota Crown Royal Saloon itu? Dari berita di media-media, harga 1 unit mobil tersebut adalah senilai +- rp 1.200.000.000,00.

Sebentar, ada berapa digit tuh angkanya? Coba kita itung: satu, dua, tiga, empat, … Wuaow 1.2 MILIAR RUPIAH!!! Sekali lagi, 1.2 MILIAR RUPIAH!!! Dua kali lagi, 1.2 MILIAR RUPIAH, 1.2 MILIAR RUPIAH!!! Tiga kali lagi, 1.2 MILIAR RUPIAH, 1.2 MILIAR RUPIAH, 1.2 MILIAR RUPIAH!!! Empat kali lagi… Eh udah udah, stop!

Iya, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, harga 1 unit Toyota Crown Royal Saloon adalah senilai 1.2 miliar rupiah. Seandainya pejabat negara tersebut anggaplah ada sekitar 37 orang (aku nggak tau persisnya siapa aja, tapi menteri-menteri dan pejabat setingkat menteri dapet mobil dinas ini), berarti total dana yang keluar untuk pengadaan mobil dinas ini adalah 37 X 1.2 miliar = 44.4 MILIAR RUPIAH!!! Alamakjan…

Emang ada yang aneh ya? Nggak tau deh buat kamu gimana. Tapi buatku, ini terasa aneh! 44.4 miliar rupiah hanya untuk pengadaan mobil dinas! Terus, anehnya dimana?

Simpam semua pertanyaan kamu, karena jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita temukan di tulisan selanjutnya yang berjudul “MobilDinas #2”. Uhehehehe…

Add comment January 7, 2010

LPJmenkoEksternal

(BUKAN)

Laporan Pertanggung Jawaban

Menteri Koordinator lini eksternal

BEM KMFT UGM

Audzubillaahiminassyaithonnirrajiim…

Bismillahirrahmaanirrahiim…

“Ehem ehem… Tes tes… Uhuk uhuk…”

“Oke, semua siap? Audio siap? Pencahayaan siap?”

“Siiiaaaaaaappp…!!!”

“Kita mulai sekarang. Tiga… Dua… Satu… Kamera rolling, action!”

            “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Introduction alias Mukaddimah alias Pendahuluan

Alhamdulillahirabbilalamiin… Wahai seluruh manusia dimanapun kalian berada, entah itu di depan komputer, di atas kasur, di balik bantal, di atas toilet ataupun di pojokan tempat sampah, segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam, hari ini aku atas nama C-Kink Cute masih diberikan kesempatan dan rezeki untuk menulis Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita semua, Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi.

Semua manusia tau bahwa bula terakhir dalam 1 tahun adalah bulan Desember, kecuali mereka yang tidak tau. Semua orang juga mengerti bahwa di bulan Desember LPJ harus dikumpulkan, kecuali mereka yang tidak mengerti.  Dan semua anak juga tau kalo C-Kink itu imutnya Subhanallah, kecuali yang tidak mau ngaku.

Jadi disini, di akhir kepengurusan kabinet BEM KMFT UGM periode 2009, izinkanlah aku yang imut manis lucu kurus kering begeng kerempeng serta cacingan ini untuk menuliskan sebuah LPJ terkait kepengurusanku selama 1 tahun menjabat sebagai Menteri Koordinator Lini Eksternal (Menko Eksternal) BEM KMFT UGM.

Idealita

Kepengurusan BEM KMFT UGM periode ini tidak menyertakan posisi “Sekretaris Jenderal” dalam kabinetnya, melainkan diisi oleh 2 pos yang bernama “Menko Internal” dan “Menko Eksternal”. Menko Internal diamanahi oleh Fauzi Muharram alias Fauzi Cabul, Calon Bupati Bantul. Membawahi 4 Departemen yaitu TD, Advokasi, OASE dan Medpro. Sementara Menko Eksternal membawahi 3 Departemen yaitu Kastrat, Sosmas dan Humas. Menko Internal dapat diibaratkan sebagai tangan kanannya Ketua BEM, sedangkan Menko Eksternal bukan sebagai tangan kirinya, melainkan sebagai ujung-kuku-jempol-kaki-kirinya Ketua BEM.

Sekarang, mari kita bahas dengan lebih detail lagi, apa saja tugas dan fungsi Menko Eksternal yag imut ini.

  1. 1.      Baca = satu

 

Secara umum, Menko berfungsi sebagai perpanjangan tangan, eh, perpanjangan kuku jempol kaki Ketua BEM di dalam melaksanakan visi misinya. Ada 6 misi dari Ketua BEM periode ini yang diamanahi oleh Dede Miftahul Anwar, mahasiswa asal kota Tasikmalaya yang tidak bisa mengucakan huruf “f”.

“Eeeeeh, kata siapa orang Tasik nggak bisa ngomong hurup ‘f’? Pitnah itu mah… Pitnah!”

 

Kita kembali lagi ke studio. Jadi, pisi misi, eh visi misi Ketua BEM periode ini adalah”

VISI

 

Mewujudkan fakultas teknik yang INTEGRAL,bergerak bersama secara sinergi agar mampu berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia

MISI

 

  1. Membuat sistem kaderisasi yang optimal melahirkan pemimpin bangsa.
  2. Menciptakan kultur disiplin, produktif, ilmiyah (“membaca,riset,diskusi,menulis,aksi”), dan tangguh agar mampu berkontribusi secara nyata bagi perbaikan bangsa indonesia.
  3. Penerapan organisasi yang efisien, tatalaksana yang efektif dan terpadu dengan prinsip kepemerintahan yang baik (good govermance), yang didukung oleh penelitian, pengembangan dan pengelolaan informasi yang efektif.
  4. Pengokohan jaringan dan keterlibatan seluruh masyarakat teknik dalam setiap program maupun kebijakan agar terwujudnya sinergitas kerja menuju ternik yang INTEGRAL.
  5. Mandiri dalam finansial, tepat dalam alokasi, profesional dalam pengelolaan.
  6. Memimpin dengan melayani dan memaksimalkan advokasi.

 

Dari 6 misi tersebut, poin 2 dan 4 diampu oleh Menko Eksternal untuk selanjutnya akan dieksekusi di lapangan oleh Departemen-Departemen yang berada di Lini Eksternal, yaitu Kastrat, Sosmas dan Humas.

  1. 2.      Baca = dua

 

Menko memiliki fungsi sebagai perwakilan Ketua BEM jika beliau sedang berhalangan (baca: datang bulan). Serta sebagai asisten dan tempat curhat Ketua BEM jika beliau ingin mengeluarkan suatu kebijakan atau menghadapi situasi-situasi tertentu.

  1. 3.      Baca = tiga

 

Sejatinya, fungsi pokok dari Menko adalah seperti tersebut dalam 2 poin di atas. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan seiring dengan memutihnya rambut, dalam pelaksanaannya muncul amanah-amanah baru lainnya yang muncul belakangan. Hal ini terjadi karena pada situasi tertentu, Menko perlu turun tangan langsung untuk menghandle hal-hal yang mungkin belum sempat terampu di Departemen. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

  1. Koordinator PaLeLu (Pasukan Peduli Pemilu)

 

Bagi bangsa Indonesia, tahun 2009 ini dapat dikatakan tahun yang istimewa. Bukan karena Jenson Button menjadi juara dunia F1. Bukan karena film KCB, Ketika C-Kink Bertasbih meledak di pasaran. Melainkan karena pada tahun ini dihelat pesta demokrasi nasional yang hanya diadakan setiap 5 tahun sekali. Apa itu? Iya, apalagi kalau bukan Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut: Pemilihan Umum!

Untuk mendukung suksesnya pemilu, khususnya dari kesadaran para pemilih, maka BEM KMFT UGM memiliki fungsi untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat Teknik terkait pemilu itu sendiri. Atas dasar itulah, Menko Eksterna diamanahi job untuk membentuk sebuah tim yang bertugas mensosialisasikan pemilu. Tim yang pada akhirnya diberi nama “PaLeLu” (Pasukan Peduli Pemilu) ini memiliki posko sebagai tempat bertanya, media2 publikasi sebagai sarana sosialisasi dan contoh surat suara sebagai sarana simulasi.

  1. Koordinator Tim Filantropi

 

Setiap saat, bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja kepada siapa saja. Seringkali, banyaknya korban dalam suatu bencana bukan karena dampak langsung dari bencana tersebut, melainkan akibat terlambatnya pertolongan yang diberikan. Karena itulah, sekali lagi Menko Eksternal bersama dengan Menko Internal diberi amanah untuk membentuk Tim Publikasi-Filantropi serta membentuk sistem yang lebih efektif dan efisien.

Tim ini awalnya terdiri dari angkatan 2008 saja. Namun setelah beberapa waktu, kemudian dibentuk juga tim publikasi 2 yang terdiri dari angkatan 2009. Secara umum fungsi tim ini adalah bergerak sampai ke level kelas-kelas di setiap Jurusan dan masing-masing angkatan, untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan BEM atau selalu siap sedia melakukan pengumpulan dana filantropi untuk bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  1. 4.      Baca = empat

 

Selain fungsi dan tugas diatas, secara pribadi Menko Eksternal juga diamanahi untuk menjadi pembicara atau pemberi materi dalam acara-acara tertentu.

Kira-kira seperti itulah gambaran kasar dari apa siapa mengapa dan bagaimana Menko Eksternal itu. Setelah kita membaca idealita, mari kini saatnya kita masuk ke bagian realita… Mari siapkan fisik dan mental kita semua…

Tarik nafas dalam-dalam…

(hhhhmmmmmppppphhhh…)

 

Lalu buang anginnya dari belakang…’

(Duuuuuuuuutttt… Prettt… Prettt…)

 

Astagfirullah… Bauuuu!!!

Realita

Realita, terdiri dari 2 unsur kata, yaitu Rea dan Lita. Rea dan Lita adalah sepasang sahabat baik. Mereka berteman sejak kecil. Hari ini, mereka berdua… Stop stop stop!!! Kok nggak nyambung?

Kita kembali lagi ke jalan yang lurus. Kalau kata Mbahh Encarta, makna dari kata Realita adalah sebagai berikut ini:

1. real existence: actual being or existence, as opposed to an imaginary, idealized, or false nature
2. all that exists or happens: everything that actually does or could exist or happen in real life
3. something that exists or happens: something that has real existence and must be dealt with in real life

  • a vision that ignores the realities of the business world
4. type of existence: an existence or universe, either connected with or independent from other kinds

  • fantastic notions of alternative realities

Microsoft® Encarta® 2007. © 1993-2006 Microsoft Corporation. All rights reserved.

 

 

Nah lho kok pake Bahasa Inggris? Ayo silahkan diterjemahin sendiri yaaa…

Tanpa banyak cing-cong lagi, berikut ini kira-kira realita dari apa yang terjadi selama 1 tahun kepengurusan.

  1. 1.      Baca = satu

 

Fungsi sebagai perpanjangan tangan dari Ketua BEM, silahkan kalian sendiri yang menilainya, apakah hal tersebut berjalan dengan baik ataukah sebaliknya. Namun bila dilihat di akhir periode secara keseluruhan, dapat dikatakan misi-misi yang diampu oleh Lini Eksternal, telah cukup terlaksana, meskipun sejatinya masih banyak hal-hal yang bisa dioptimalkan lebih jauh lagi dari apa yang sudah ada hari ini.

Kastrat telah menjalankan fungsinya untuk mencerdaskan masyarakat Teknik, terlihat dari intensitas diskusi dan kajian yang rutin hampir seminggu sekali. Serta terbitnya buletin Kastrat dan beberapa acara besar yang diadakan oleh Kastrat.

Begitupun dengan Sosmas dan Humas. Sosmas yang memang lebih difokuskan untuk pemberdayaan di luar lingkungan Fakultas Teknik, rutin melanjutkan pengajaran dan pendidikan di panti asuhan serta telah membuka satu desa binaan baru di dusun Ngampon, Bantul.

Sementara Humas yang baru mengawali karirnya di periode ini, merupaka garda terdepan BEM KMFT dalam menjalin dan membina silaturrahim dengan instansi atau individu di luar lingkungan BEM KMFT. Plus telah membuka jalan bagi masyarakat Teknik untuk melanjutkan studi di luar negeri, khususnya Jepang dan Inggris melalui acara bincang-bincang beasiswa.

Namun secara umum, hal tersebut dapat dikatakan terlaksana bukan karena arahan dari Menko Eksternal sendiri, melainkan karena setiap Departemen telah sadar akan fungsi dan tugasnya masing-masing, serta memiliki improvisasi dan inovasi tinggi dalam pelaksanaannya di lapangan.

  1. 2.      Baca = dua

 

Fungsi ini terlihat lebih menonjol di banding fungsi yang pertama. Ketua BEM seringkali berdiskusi terlebih dahulu dengan kedua Menteri Imutnya terkait suatu masalah tertentu. Begitupun dari Departemen, khususnya PSDM, seringkali meminta saran dari para Menko mengenai hal-hal yang berkaitan denga BEM itu sendiri.

Sementara untuk perwakilan Ketua BEM di lingkungan luar Teknik mungkin kurang dapat terampu, kecuali kegiatan-kegiatan yang memang mengundang atas nama Sekjen atau perwakilannya. Hal ini terjadi karena undangan memang hanya ditujukan untuk Ketua BEM itu sendiri.

  1. 3.      Baca = tiga

 

PaLeLu (Pasukan Peduli Pemilu)

PaLeLu merupakan sebuah kepanitiaan dadakan yang dibentuk hanya 2 minggu sebelum pemilu dilaksanakan, serta bertabrakan dengan UTS (Ujian Tidak Serius) semester genap. Dalam pelaksanaannya, media-media publikasi pemilu memang telah tersebar secara merata, baik itu yang diperoleh dari KPU maupun yang dibuat sendiri. Begitupun dengan posko yang standby di KPTU. Namun sendainya parameter keberhasilan ditentukan dari persentase jumlah pemilih, maka hal itu sulit diukur karena sebagian besar mahasiswa Teknik harus pulang ke kampung halamannya, dan sebagian yang lain gagal memilih karena dipersulit oleh birokrasi surat mutasi.

Tim Filantropi

Tim Publikasi-Filantropi mulai dibentuk pada awal Oktober 2009, untuk menindaklanjuti keterlambatan tim filantropi Sosmas yang kurang cepat bergerak dalam menanggapi gempa Tasikmalaya, serta menindaklanjuti kekurangan tenaga Medpro dalam mempublikasikan kegiatan-kegiatan BEM.

Secara umum, tim publikasi sampai detik ini cukup baik dalam menjalankan tugasnya. Yang mereka lakukan adalah mengambil media publikasi (poster, leaflet, brosur dll) yang sudah disiapkan di loker Menko untuk selanjutnya diputar dan disebar di kelas-kelas. Sedangkan tim filantropi yang orang-orangnya sama dengan tim publikasi, sejak awal dibentuknya Alhamdulillah baru bekerja 1 kali, yaitu ketika terjadi gempa di Sumatera Barat dan dapat dikatakan cukup berhasil menggalang dana dari masyarakat Teknik.

  1. 4.      Baca = empat

 

Fungsi yang keempat ini, yaitu sebagai pengisi materi atau pembicara dalam diskusi, merupakan salah satu konsekuensi yang harus ditanggung dan sebaiknya tidak ditolak. Hal ini karena kedua Menko merupakan sesepuh yang di-tua-kan dalam BEM periode kali ini.

Dengan pengalaman Fauzi 2.5 tahun di BEM dimana 1.5 tahunnya dihabiskan sebagai Kadep TD dan pengalamanku selama 1.5 tahun di EM dengan 0.5 tahun sebagai Kadep Kastrat, kami berdua dianggap “lebih berpengalaman” untuk berbagi ilmu dengan rekan-rekan 2007, 2008 dan 2009. Sehingga kapanpun anak-anak BEM meminta kesempatan untuk diskusi, kami harus siap sedia mengapresiasikannya.

Beberapa acara yang aku diminta untuk mengisi, diantaranya adalah:

-          Diskusi Sekolah Kaderisasi Limited Edition

-          Sekolah Kaderisasi Limited Edition: Life Planning

-          Kunjungan Akademi Teknologi Kulit: Struktur Organisasi

-          Sekolah Kaderisasi 2009: Moderator Diskusi

-          Sekolah Kaderisasi 2009: Etika Organisasi

-          Diskusi Sekolah Kaderisasi 2009

-          Kunjungan Universiti Teknologi Malaysia

-          Dll

Naaaaaah itu dia… Udah ya, bacanya jangan lama-lama. Langsung lanjut aja ke bagian selanjutnya.

Evaluasi

Secara umum, tidak ada yang salah dengan posisi Menko. Mengapa? Karena pada kenyataannya, sehebat dan seeksis apapun seorang Ketua BEM, beliau tetaplah sama-sama terlahir dari rahim seorang ibu (kecuali yang nggak lahir melainkan hadiah dari Chiki Balls) yang tentunya butuh bantuan dari sesamanya. Seorang Presiden Indonesia pun memerlukan juru bicara, menteri-menteri dan staf khusus dalam pelaksanaan kesehariannya.

Begitupun dengan fungsi Menko itu sendiri. Menko tidak hanya sebagai perpanjangan tangan dari Ketua BEM semata, tetapi lebih dari itu. Beberapa fungsi Menko lainnya diantaranya adalah:

  1. Sebagai juru bicara Ketua BEM

 

Karena pengangkatan Menko adalah hak Ketua BEM, maka Menko memiliki fungsi untuk mengadopsi visi misi Ketua BEM terpilih untuk selanjutnya menjelaskan kepada masyarakat Teknik tentang visi misi dan langkah kerja BEM pada periode tersebut.

  1. Sebagai perwakilan Ketua BEM

 

Ketua BEM seringkali diminta untuk hadir di suatu acara, entah sebagai undangan atau untuk membuka suatu acara. Disini Menko memiliki fungsi untuk mewakili Ketua BEM jika ternyata beliau sedang berhalangan (baca: datang bulan), entah itu karena sedang tidak ada di tempat atau karena pada saat yag bersamaan juga harus hadir di acara lain.

  1. Sebagai tempat diskusi Ketua BEM

 

Seorang pemimpin dituntut untuk mengeluarkan kebijakan yang efektif efisien dan tepat guna. Terlebih dalam kehidupan hari ini yang menjunjung demokrasi. Untuk itu dalam menghadapi kasus-kasus tertentu, Menko memiliki fungsi sebagai tempat diskusi Ketua BEM sebelum mengeluarkan kebijakan atau dalam menghadapi situasi-situasi tertentu.

  1. Sebagai tempat bertanya anak-anak BEM

 

Karena Menko hari ini termasuk golongan orang-orang yang “dituakan”, maka Menko juga memiliki fungsi untuk berbagi pengalaman dan ilmunya kepada anak-anak BEM yang ingin mengeksploitasi ilmu-ilmu para Menko lebih dalam lagi.

  1. Sebagai tempat membeli pulsa dan makanan ringan. Ups…

 

Hmmmm… Kalau yang ini sih fungsi pribadi. Jadi, dimanapun kalian berada, kapanpun kalian butuh pulsa, tinggal hubungi C-Kink Cute Cell segera! Dan jangan lupa untuk selalu mewarnai lidah kalian dengan makanan-makanan dari warung C-Kink Cute Cookies! Betul betul betul?

Ucapan Matur Nuwun

“Pernah ada… Rasa cinta…

Antara kita… Kini tinggal kenangan…”

Itu tadi sebait lagu dari Gaby berjudul “Tinggal Kenangan” yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan LPJ ini. Tapi karena nanggung, nyanyinya kita lanjutin lagi deh, reffnya aja…

“Jauh kau pergi meninggalkan diriku… Disini aku merindukan dirimu…

Ingin kucoba mencari penggantimu… Namun tak lagi yang seperti dirimu oh kekasih…”

Oke, cukup. Kita kembali lagi ke laptop.

Setelah menjalani 1 tahun sebagai Menko Eksternal, kini izinkanlah aku yang imutnya Subhanallah ini untuk menuliskan ucapan terima kasih kepada semua makhluk yang telah menemaniku menjalani kehidupan di BEM KMFT UGM. Dengan ini, C-Kink Cute mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt. Yang Maha Pengasih, Maha Memberi, Maha Menguasai Segala Kerajaan dan Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan. Tiada Tuhan selain Engkau Ya Allah, yang atas kehendak-Mu lah aku telah dipertemukan dengan semua ciptaan-Mu dalam hari-hari kudi  BEM KMFT UGM ini.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Semoga aku dapat berjumpa denganmu suatu hari nanti.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang telah membimbing dan merawat anak laki-lakinya hingga menjadi besar seperti ini dan telah menurunkan gen yang berkualitas, Insya Allah.

-          MyLovelySolBro, Toyota Soluna B 1283 UW, teman seperjuangan yang tidak pernah mengeluh menemani setiap langkahku di bumi Ngayogyakarta Hadiningrat.

-          Laptop Hewlett Packard entah seri berapa yang hari ini sempet koma selama beberapa minggu. Terima kasih telah bersedia dieksploitasi selama 3.5 tahun terakhir.

-          Buku Pesan BEM KMFT UGM yang hari ini telah menghilang entah kemana! Ayo ngaku, siapa yang ngumpetin?

-          Dede Miftahul Anwar selaku Ketua Badan Eksekutip (pake “p”) Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Pakultas (pake “p”) Teknik periode 2009 yang telah mengajakku bersama-sama membangun lembaga ini sampai ke titik darah penghabisan. Nikmat sampai tetes terakhir…

-          Fauzi Muharram alias Fauzi Cabul alias Fauzi Ingah-Ingih, calon Bupati Bantul dunia-akhirat selaku rekan duet yang saling tik-tok untuk mengisi kekosongan masing-masing. Sampai kapanpun Insya Allah Depok dan Bojonegoro akan selalu lebih berjaya dibandingkan Bantul, serta Persikad dan Persibo akan menjadi juara ligina mengalahkan Persiba. Huohohoho…

-          Martyas Listyaningrum selaku vokalis gratisan yang setia menemani aku dan gitarku naik ke atas panggung. Insya Allah suaramu akan bermanfaat di bidang industri, khususnya untuk mengusir serangga dan hama penggangu tanaman atau membersihkan dapur dari tikus, kecoak dan sejenis Tyaz-Tyaz lainnya.

-          Rindi Fidriantika yang tanpa ragu seringkali meminta saran masukan dan nasihat dari sesepuhnya yang sudah tua dan bau tanah ini. Mohon maaf sebesar-besarnya jika lahan penjualan pulsa kini telah ikut aku geluti. Uhehehehe…

-          Gunawan Saputro, Pakdhe dari ujung Sragen yang jago nyinden dan bersahaja. Walaupun setelah ini aku telah tiada, tapi warung C2C akan selalu berjaya, Insya Allah.

-          Dwi Ulfa Nur Izzati selau Sekretaris Eksekutif yang sebenar-benarnya, yang seringkali dieksploitasi oleh Tyaz dalam menjalankan tugasnya.

-          Penalar Arif Budiman, arek paling juuuaaaaan*tiiiiiiiiiit*cuk sak Indonesia. Tampang mirip Afgan, tapi perut mirip buntelan. Jangan lupa untuk sering2 beli pulsa di C2C aja. Tapi juga jangan lupa bayarnya yaaaaa.

-          Dimas Agil Marendra yang seringkali kehabisan staff karena sering diminta untuk menjadi kepanitiaan dadakan.

-          Ikhsanuddin yang telah meneruskan lembar sejarah perjuangan Departemen Kajian Strategis. Selera boleh beda, tapi Kastrat juaranya!

-          Fajri Adhi Nugroho yang hari ini udah terlihat lebih sering mandi dibandingkan sebelum-sebelumnya. Alhamdulillah…

-          Djunianto Dwi Setiawan yang telah mengizinkan aku untuk mengambil alih warung makanan di BEM. Mulut kekeringan? Dateng aja ke warung C2C!

-          Iqbal Muharram Ruhiyanto selaku tukang cukur pribadi kementrian. Dunia dan kehidupan seorang C-Kink boleh terus berubah, tapi Insya Allah tukang cukurnya akan tetap sama.

-          Anindita Wikansari yang telah menghibur masyarakat Teknik dengan Techfestnya. Tapi sedihnya, tahun ini aku nggak bisa ikut ambil bagian untuk menunjukkan atraksi bassku yang nggak kalah sama Cristiano Ronaldo (????). Huiks huiks…

Fiiuuuh, itu baru PH-nya aja. Istirahat dulu ah…

Kriiiik… Kriiiik…

Oke, kita lanjut lagi.

-          Ahmad Nasikun, salah seorang kader BEM yang hari ini melanglang buana di negeri gingseng. Kalau pulang nanti, jangan lupa bawakan oleh-oleh berupa satu perempuan asli Korea!

Nasikun says, “Kalo nenek-nenek mau Mas?”

-          Rekan-rekan Teknik Nuklir 2008 yang makin hari makin eksis di BEM: Dion Bagus Nugraha, Deni Aminuddin, Eko Galih Pradikta, Fitratun Aliyah, Nur Khanan Mas’ud, Gun Nanda Tian Purnama, Ahmad Pramudi, Aziz Saputra, Ryan Satriawan, dll. Serta rekan-rekan Teknik Nuklir 2009 yang mulai eksis di BEM: Destiana Tunggal Pramesti, Daniel Sahat M. Pardede, Dwi Berlianti Siwi, Anisza Okselia, Ahmad Azam Hisaballah, Dian Novianti, Dwi Sukma Pratiwi, dll. Teruskanlah menghiasi BEM dengan radiasi-radiasi yang kita miliki, dan jangan lupa untuk selalu mensosialisasikan nuklir dan PLTN dimanapun kita berada.

-          Rekan-rekan Jiheishoo kuni: Andhika Pranayudha, Wangi Pandan Sari, Rara Galuh Acinthya, Dendy Catur Setiawan dan R. Gilang Aditya Permana yang telah bersedia untuk diracuni, dan bersedia lagi untuk meracuni sensei kita yang setiap 3 hari seminggu selalu mengurut dada menyesali nasibnya.

-          Rekan-rekan tim publikasi-filantropi 2008: Ahmad Baihaqqi, Muhammad Kurniawan Subitz, Ratih Monika, Nur Latifah Fajri Ramdhani, Wari Mutantri, Hatta Effendi, Arfen Tri Yuniarto, Nadya Octaviani, Vallery, Ahmad Yusuf Kurniawan, Taufik Hidayat dll. Serta rekan-rekan tim publikasi-filantropi 2009: Alfredo, Zahro, Wisnu, Sartino, Damar, Intan, Fanny Purwati, Tantia, Fianny, Ria, Zeindha, Emmy, Dian, Rayna, Riva, Masbudi, Habib dll. Walaupun seekor C-Kink telah pergi, tapi silaturrahim kita tidak akan berhenti sampai disini.

-          Rekan-rekan Technovaganza: Septyan Bayu Anggara, Ahmad Tohani, Mountasudli Febri Alam, Abdul Harits Mahmudin, Taufik Hidayat, Tegar Christianty, Dwi Novitasari dll, yang telah menguras tenaga, keringat, waktu, KANTONG, emosi dan air mata. Hari ini kita telah membawa nama Teknik ke panggung Indonesia. Insya Allah tahun selanjutya nama Teknik akan membahana di seluruh penjuru dunia! (dunia ghaib apa dunia binatang?)

-           Anak-anak PSDM: Teruslah memperdayakan anak-anak BEM KMFT untuk menjadi penerus bangsa.

-          Anak-anak Kastrat: Jangan pernah ragu untuk mengisi nutrisi bagi pola pikir kita dan sebarkanlah nutrisi tersebut ke seluruh penjuru dunia.

-          Anak-anak Sosmas: Ayo berbakti kepada masyrakat, karena pendidikan adalah dasar dari kehidupan.

-          Anak-anak Humas: Jalin terus silaturrahim dengan berbagai pihak, entah itu instansi, aktivis, penulis, pedagang, bahkan pencopet sekalipun!

-          Anak-anak TD: Negara ini kekurangan entrepreneur. Bersedia untuk menambah jumlahnya?

-          Anak-anak Medpro: Menulis, menulis dan menulis, karena dengan menulislah gagasan kita akan terkenang dan abadi sepanjang masa.

-          Anak-anak Advokasi: Hukum dan keadilan milik seluruh masyarakat. Berjuang dalam kebenaran, menegakkan kebatilan, demi masa depan Indonesia yang berjaya!!

-          Anak-anak OASE: Asah terus otak kanan kita. Dengan kreatifitas, berkarya demi kemajuan bangsa.

-          Para pelanggan C2C (C-Kink Cute Cell): Dewa, Febrina, Melisa, Deo, Gita, Prille dan semuanya. Jangan lupa ajak temen-temen kalian yang lain untuk selalu ngisi pulsa di C2C aja!

-          Para penikmat C2C (C-Kink Cute Cookies). Jangan lupa, opsinya hanya ada dua: mau bayar di dunia atau di akhirat?

-          Dan seluruh makhluk lainnya yang aku kenal maupun yang nggak aku kenal, dan yang kenal aku maupun nggak kenal aku. Terima kasih banyak atas kebersamaannya selama ini. Kalau ada rezeki, Insya Allah kita semua akan dipertemukan di Padang Mahsyar nanti.

Ending alias Penutup

Alhamdulillahirabbilalamiin… Akhirnya sampai juga kita di penghujung acara. Tanpa banyak bacot lagi, marilah segera kita akhiri LPJ ini dengan membaca doa penutup majelis.

“Subhanaka Allahumma Wabihamdika Asyhadu alla ilaa ha illa anta Astaghfiruka wa atubu Ilaih”

 

Otreh, sekarang mari kita akhiri bersama-sama. C-Kink dan seluruh kerabat kerja yang bertugas mengucapkan terima kasih banyak atas perhatiannya, dan…

… Wasssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

TOMAT, eh, TAMAT

 

(LPJ ini dibuat dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, kecuali oleh Martyaz Listyaningrum yang menyuruh ku untuk segera menyelesaikan LPJ ini sebelum tanggal 15 Desember 2009)

Yogyakarta,

15 Desember 2009

Atas nama aku sendiri,

C-Kink Sahid Syaifullah

2 comments December 27, 2009

ResolusiTahunIni

 

Bismillahirrahmanirrahim…

Subhanallah Alhamdulillah, nggak terasa waktu telah semakin berlalu. Kalo pake hitungan Masehi, tulisan ini ditulis pada tanggal 25 Desember 2009 yang artinya 1 minggu lagi kita bakalan masuk tahun 2009. Tapi kalo pake hitungan Hijriah, hari ini adalah tanggal 8 Muharram 1431 Hijriah. 1 Muharram adalah tahun baru Hijriah, sementara aku sendiri dilahirkan pada tanggal 22 Muharram 1409 Hijriah. Jadi resolusi ini merupakan resolusi dari tahun baru 1431 H, tahun baru 2010 M dan usia ku yang memasuki angka 22 tahun (versi kalender Masehi).

Lalu, apa aja resolusi seekor C-Kink untuk tahun ini? Kalo taun lalu resolusinya 256 x 512 pixel, maka sekarang diupgrade jadi 1024 x 2048 pixel. Dih itu mah resolusi apaan, resolusi grafis komputer kalee…

Resolusi yang kita bahas disini bukan masalah pixel-pixelan, tapi resolusi yang kata kamus di laptop ku, artinya adalah “ketetapan hati”. Kalo kata kamus encarta, ini nih arti resolusi yang berkaitan dengan ketetapan hati:

decision: a firm decision to do something

determination: firmness of mind or purpose

Microsoft® Encarta® 2007. © 1993-2006 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Naaaaah itu dia… Nggak tau dah artinya apaan, asal comot aja biar keliatan keren dan ada daftar pustakanya gitu…

Kembali lagi ke bahasan awal. Intinya, apa resolusi seekor C-Kink untuk taun ini? Tanpa banyak bacot lagi, silahkan langsung aja nih dibaca. Yuk monggo…

  1. Insya Allah, di bulan Mei, mentok-mentok Agustus, atau semoga masih sempet di bulan November, dibelakang nama C-Kink akan muncul tambahan 2 huruf “ST.”, singkatan dari Sarjana Teknik. Amiiiiin Ya Allah… Kakak ku si Astrid Pahleviana Paramitha udah dapet gelar Amd. Par dari 3 tahun lalu, dan Juli 2009 kemaren gelarnya nambah jadi S.Sos, dengan judul skripsi “Pengaruh Mall Awareness dan Mall Image terhadap Mall Loyalty”. Insya Allah tahun ini aku bakalan nyusul! Temanya apa? Kalo nggak tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, ya tentang Thin Layer Activation atau tema-tema lainnya yang berkaitan dengan radiasi dan radioisotop.

Tapi sedikit khawatir juga nich. Sampai detik ini, IPK seekor C-Kink hanya mencapai angka 2.99. Sedangkan aku baru akan mengambil tugas akhir jika IPK ku telah kembali ke angka diatas 3.00. Semoga KKN kemaren bisa dapet A dan semoga semester 7 ini IP diatas 3, jadi semester 8 nggak perlu ngambil kuliah lagi. Kabulkanlah Ya Allah, Ya Muhaimin…

  1. Karena terhitung mulai Desember 2009 aku udah lengser dari BEM KMFT UGM yang telah menemaniku sejak September 2007, Insya Allah tahun ini aku sedikit mengurangi waktuku di organisasi dan lebih eksis mengembangkan bakat-bakat lain yang selama ini terpendam. Tapi aku masih punya posisi sebagai Dewan Penasihat Partai Pemersatu Mahasiswa (PPM) Fakulas Teknik UGM, partai yang dulu aku bentuk bulan Juni 2009 bersama 9 rekan seperjuangan. Plus, Insya Allah bakalan ada yang namanya Ikatan Alumni BEM KMFT UGM, forum yang ditujukan untuk para alumni BEM KMFT UGM.

Mungkin di kedua organisasi tersebut, aku mencoba untuk sedikit mengambil peran. Karena sekarang aku udah termasuk golongan “tua”, aku lebih tertarik kepada organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bukan lagi organisasi yang sifatnya “mencari ilmu”, tapi lebih ke organisasi yang “membagi ilmu”. Ada yang tertarik mengajak gabung?

  1. Insya Allah tahun ini aku akan melanglang buana ke luar negeri! Seumur-umur, mobilitas ku hanya mentok di Pulau Jawa aja. Pernah 2 kali ke Bali dan 1 kali ke Madura. Padahal, dunia ini kan bukan cuma pulau Jawa. Negara di dunia juga bukan cuma Indonesia. Jadi, sudah saatnya bagi seekor C-Kink untuk menjelajah lebih jauh lagi, ke luar negeri! Sementara sih targetnya ke Jepang atau Eropa. Timur Tengah juga bisa, kalo ada rezeki buat naik haji bareng orangtua. Ya mentok-mentok Singapura deh. Tapi dimanapun itu, insya Allah di akhir tahun 2010 nanti, aku udah bakalan punya foto aku berpose di luar negeri!

Kalopun belom rezekinya, ya minimal keluar pulau aja… Kan Indonesia luas gitu loh!

  1. Bisnis? Jelas harus terus dikembangkan! Jika semuanya normal, mestinya tahun ini aku udah nggak lagi menjalani perkuliahan di kelas. Sehingga aku punya banyak waktu untuk lebih banyak berkreasi, khususnya untuk menjalankan bisnis yang telah coba aku geluti sejak paruh kedua tahun 2009 ini. Sementara fokus dulu sebagai pedagang pulsa dan distributor makanan level kos-kosan, mungkin bertambah ke pengumpul barang bekas dan musisi atau penulis bayaran. Dan aku menargetkan, sebelum lulus nanti, aku sudah harus punya penghasilan minimal 1 juta rupiah per bulan. Insya Allah…

 

  1. Kemampuan berbahasa juga harus ditingkatkan. Insya Allah tahun ini Les Prancis di LIP bisa selesai sampe level 6. Selanjutnya di-improve dengan ngambil kelas conversation atau sering-sering berbahasa Prancis dengan temen-temen LIP yang cacingan semua. Sementara untuk Les Jepang, mungkin hanya cukup untuk level 5 dulu. Tapi tetep bisa dikembangin dengan dengerin lagu-lagu Jepang atau dari kartun-kartunnya. Sedangkan bahasa Inggris ku yang nilai TOEFL-nya cuma 487 di bulan Juli 2006, bisa diasah sendiri dengan banyak nulis artikel dalam bahasa Inggris, dengerin lagu-lagu luar atau latihan ngobrol/chatting sama orang luar.

Nambah 1 bahasa lagi? Waduh, ntar dulu deh ya…

  1. Dakwah harus tetep jalan donk. Karena aku bukan tipe orang yang pandai mengompori lewat lisan, jadi biarkan jari-jari ini bergerak di atas keyboard untuk menuliskan ilmu dan informasi lewat tulisan. Tulisan yang insya Allah bisa membentuk pola pikir mereka yang membacanya. Bukan begitu?

 

  1. Tahun kemaren, udah puluhan buku yang aku baca dimana sebagian besar berfokus tentang dunia politik dan agama. Tahun ini harus lebih banyak lagi, namun fokusnya mungkin sedikit diubah, yaitu tentang ilmu-ilmu kenukliran, bisnis dan agama.

 

  1. Nah kan insya Allah tahun ini udah lulus, terus mau kerja dimana? Sejatinya aku lebih tertarik untuk mencari uang dengan caraku sendiri. Yang pertama bisa dengan berdagang, karena kalo kata Rasulullah, 9 dari 10 pintu rezeki kan adalah dengan berdagang. Yang kedua yaitu dengan menjual diri. Eits, jangan keburu berprasangka positif dulu! Bukan menjual diri dalam arti melacurkan diri kaya mereka yang di Sarkem, Saritem, Parung, Dollywood, atau Hayam Wuruk (weits, apal banget!). Tapi menjual diri dalam arti menjual keahlian yang ada pada diri seekor C-Kink. Apa aja itu? Insya Allah itu adalah menulis dan bermusik. Jadi kalo kamu butuh seorang penulis atau butuh seorang gitaris plus bassis yang bisa nyiptain lagu sendiri, silahkan hubungi 085691013852 atau c_kink_noa_zoro@yahoo.com . Huehehehe langsung promosi!

Tapi kalaupun ternyata harus bekerja, ya nggak ada pos yang aku incar selain Pegawai BUMN. Dan, PLN adalah salah satunya, demi mewujudkan cita-cita PLTN untuk Indonesia!

  1. Nikah? Haduuuuh nampaknya mesti ditunda lagi nich. Niat sih udah ada dari lulus SMA, tapi kata mama: “Pokoknya sebelom kamu lulus, sebelom mapan dan punya penghasilan sendiri, jangan nikah dulu yaaaa…” . Oke Ma, siap laksanakan!

 

10.  Jangan lupa, kehidupan yang sebenernya itu ada di akhirat nanti. Jadi tahun ini harus lebih “aware” lagi dengan hari-hari yang kita disunnahkan untuk puasa. Bisa puasa Daud, puasa Senin-Kamis, puasa 3 hari tiap awal bulan atau puasa di hari-hari istimewa. Oke oke oke?

Serta jangan lupa, harta yang kita miliki sesungguhnya bukanlah harta yang ada di dompet atau di rekening tabungan kita, melainkan adalah harta yang kita sedekahkan kepada mereka yang membutuhkan. Dan karena sekarang aku udah punya penghasilan sendiri biarpun masih se-iprit, targetnya setiap hari harus bersedekah. Tancap gan!

11.  Hadoooooh apalagi yah? Ada yang bisa bantu kasih masukan?

Okelah kalo beg beg beg beg begitu… Mungkin segini dulu aja yah. Buat temen-temen yang pengen kasih masukan, hal-hal apa aja yang harus dilakukan C-Kink di tahun ini, silahkan segera disampaikan. Terima kasih atas perhatiannya, kita ketemu lagi entah kapan dan dimana. Dadaaaaaah…

Add comment December 27, 2009

AlittlePieceOfVenezuela

 

Berikut ini sedikit laporan pandangan telinga, secuil kisah tentang Venezuela, sebuah negeri di ujung sana. Tekan tutsnya dan mainkan!

Aku punya seorang temen yang Insya Allah asli brojolnya di Venezuela, sekitar ¼ abad yang lalu. Demi keamanan dan keselamatan yang bersangkutan, kita sebut saja orang itu dengan panggilan “She-Who-Must-Not-Be-Named”. Loh kok mirip sama namanya Lord Voldermort? Ups, jangan sebut nama itu, nanti pelahap maut akan datang!

Perempuan ini asalnya dari Venezuela, tapi ketika tulisan ini ditulis, beliau sedang berada di sini untuk menekuni hobinya di bidang fotografi. Dari beliau lah aku dapet secuil informasi tentang sebuah negara yang bernama Venezuela.

Venezuela. Apa yang pertama kali teringat ketika mendengar kata Venezuela?

Buat yang suka geografi, pasti terbayang sebuah negara yang terletak di ujung pantai Utara benua Amerika Latin, berbatasan dengan Kolombia di Barat, Brazil di Selatan, Guyana di Timur dan Laut Karibia di Utara..

Buat yang suka politik, pasti terbayang nama Hugo Chavez, presiden Venezuela yang terkenal karena aliran sosialisnya. Khususnya di Amerika Latin, sosialis emang lagi merajalela. Nggak cuma di Venezuela, tapi juga ada Evo Morales di Bolivia, Daniel Ortega di Nikaragua, Cristina Fernandez de Kirchner di Argentina, Luis Inacio Pia da Silva di Brazil, dan lain-lainnya.

Buat yang suka sepakbola, pasti terbayang sebuah tim nasional yang selalu menjadi bulan-bulanan di setiap laga kualifikasi piala dunia grup Amerika Latin. Tapi itu dulu. Sekarang Venezuela udah mulai menunjukkan kemajuan dalam sepakbolanya, dimana mereka udah nggak melulu jadi juru kunci.

Dan buat yang matanya suka jelalatan, pasti terbayang tentang ajang bernama “Miss Universe”, sebuah kontes semu ratu kecantikan, dimana para juaranya kebanyakan berasal dari Venezuela.

Semuanya jadi lebih jelas lagi ketika She-Who-Must-Not-Be-Named bercerita tentang Venezuela. Dulu aku sempat mendengar beliau berdiskusi dengan seorang laki-laki yang bernama, kita sebut saja “You-Know-He”. You-Know-He mengakui bahwa dirinya adalah penganut sosialis, dan dia bercerita kepada She-Who-Must-Not-Be-Named akan kekagumannya pada Hugo Chavez dan sosialisnya.

Tapi apa reaksi She-Who-Must-Not-Be-Named mendengar pernyataan You-Know-He? Beliau membantahnya, dan berbalik menceritakan realita yang sebenernya terjadi di negaranya!

Di mata dunia, Venezuela dianggap negara yang “berani”. Di saat negara-negara lain hanya bisa patuh dan tunduk mengiyakan Amerika Serikat, di tangan Hugo Chavez, Venezuela berani untuk mengambil posisi yang berseberangan. Dan jangan pernah lupa bahwa Venezuela merupakan salah satu negara penghasil minyak!

Itu pandangan dari kita selaku masyarakat luar. Tapi bagaimana pandangan She-Who-Must-Not-Be-Named itu sendiri?

Beliau bercerita, di Indonesia, seorang perempuan bisa dengan tenangnya mengendarai motor berkeliling kota dengan penuh rasa aman (nggak 100% aman juga sih, secara gitu banyak laki-laki suka jelalatan kalo liat perempuan naik motor pake celana pendek, apalagi sama tank top. Wuih, nggak masuk angin Mbak?).

Namun di Venezuela, hal terebut bisa dikatakan sangat langka. Kenapa? Karena tingkat kriminalitas disana dalah sangat-sangat tinggi! Setiap minggunya, 70-80 orang terbunuh di Venezuela! Luar biasa…

Kenapa hal itu bisa terjadi? Nggak tau deh, tapi mungkin karena harga-harga barang di sana bisa dibilang emang tergolong mahal, khususnya barang impor, sehingga mereka perlu membunuh demi tuntutan ekonomi. She-Who-Must-Not-Be-Named melanjutkan lagi, beliau merasa bahwa harga barang impor di Indonesia tergolong murah dibandingkan di negaranya.

Sebagai perbandingan, harga paket standar McDonald (burger, kentang, softdrink) yang di Indonesia seharga 25 ribuan, di Venezuela mencapai 20 dollar atau sekitar 180 ribu rupiah! Demikian juga harga Blackberry. Di Indonesia berkisar antara 3.8 sampai 6 jutaan, tergantung tipe Blackberry-nya. Artinya, harganya berkisar antara 400 – 650 dollar. Sementara di Venezuela, harganya  mencapai 1000 dollar atau sekitar 10 juta rupiah! Itulah alasan kenapa She-Who-Must-Not-Be-Named akhirnya membeli Blackberry nya disini, yang bagi sebagian penduduk lokal mungkin masih termasuk barang mahal.

Namun jangan salah, masih ada barang di Venezuela yang harganya murah luar biasa. Apa itu? Ya, kalian salah jika menjawab itu adalah nasi kucing, atau bubur kacang ijo. Karena jawabannya adalah: fuel alias bensin!

Ketika aku dan beliau berbicara tentang kendaraan-kendaraan di Venezuela, beliau berkata bahwa hanya perlu 2 dollar untuk mengisi bensin full tank sebuah mobil standar. Sebagai patokan, rata-rata mobil memiliki kapasitas tangki 35 sampai 40 liter. Karena hanya perlu 2 dollar atau +- 18 ribu rupiah untuk 40 liter, jadi dapat disimpulkan bahwa harga bensin di Venezuela adalah 450 rupiah/liter!

Wuaouw, fantastis, 450 rupiah/liter! 10 kali lebih murah dibandingkan harga bensin di Indonesia! Angka yang di Indonesia hanya sempat diperoleh ketika zaman Soeharto dulu. Sekarang, 2 dollar hanya bisa untuk mengisi bensin full tank sebuah motor bebek!

Dan sedihnya, sembari tersenyum, She-Who-Must-Not-Be-Named berkata bahwa itu (bensin) adalah satu-satunya barang yang paling murah di Venezuela! Hohohohoho…

Obrolan beralih mengenai sebuah kota bernama Caracas, ibukota Venezuela. Di Indonesia, kita punya Jakarta yang metropolitan dengan segala bangunan bertingkatnya, jalanan macetnya plus pemukiman penduduknya, dari yang elit sampai merakyat.

Bagaimana dengan Caracas? Secara umum, geografis Caracas mirip dengan kota Bandung. Caracas yang terletak di bagian Utara Venezuela, dikelilingi oleh perbukitan dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. She-Who-Must-Not-Be-Named menunjukkan foto-foto Caracas dari Blackberry-nya, dan memang, Caracas memiliki pemandangan perbukitan yang luar biasa! Sebuah kota yang penuh bangunan, dikelilingi oleh bukit-bukit di sekitarnya.

Terlihat ada gedung bertingkat disana, dengan latar belakang perbukitan. Namun disisi lain juga ada foto-foto tentang pemukiman kumuh. Yah mirip lah dengan Jakarta. Dimana ada gedung bertingkat, akan ada juga pemukiman untuk rakyat menengah.

Kenapa She-Who-Must-Not-Be-Named meninggalkan tanah kelahirannya? Secara umum, beliau datang kesini untuk menggeluti hobinya di bidang fotografi. Tapi…

She-Who-Must-Not-Be-Named adalah lulusan dari Hubungan Internasional. Selayaknya orang-orang HI, salah satu impian mereka adalah bekerja di Departemen Luar Negeri. Begitu juga dengan beliau. Tapi, di Venezuela dengan keadaan politik saat ini, pemerintah kurang berkenan merekrut orang-orang yang memiliki “perbedaan pandangan politik” untuk menjadi bagian dari sistem pemerintahannya.

Pun dengan She-Who-Must-Not-Be-Named yang sejatinya memiliki perbedaan sikap dengan pemerintah saat ini. Sehingga konsekuensi dari pernyataan sikapnya tersebut adalah, sampai saat ini beliau tidak akan pernah diizinkan pemerintah untuk bekerja di Departemen Luar Negeri! Sebuah cita-cita yang harus kandas hanya karena kepentingan politis!

Namun, beliau dengan bangga menyatakan bahwa hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan rasa cintanya kepada tanah airnya, Venezuela. Sekalipun dia pergi dari Venezuela, tapi cintanya pada Venezuela akan tetap setia. Itulah yang beliau ucapkan berulang-ulang ketika berdiskusi dengan You-Know-He.

Hari ini, She-Who-Must-Not-Be-Named telah berkelana meninggalkan Venezuela, pergi ke seluruh penjuru dunia. Bukan hanya untuk menggeluti hobinya di di bidang fotografi, tapi juga membawa satu misi tersendiri, yaitu untuk memperkenalkan Venezuela kepada masyarakat dunia.

Dan sepertinya, misi itu mulai membawa hasil. Terbukti, bahwa pada hari ini, seorang penduduk Indonesia bersedia meluangkan waktunya untuk menulis secuil kisah tentang Venezuela. Huehehehehe…

***

English free-translate:

I have a friend from Venezuela, born about 25 years ago. For her safety, let we just call her with a nickname “She-Who-Must-Not-Be-Named”. Looks like Lord Voldermort, isn’t it? Hey don’t say that name or Death Eater will come!

This girl is from Venezuela, but when I write this note, she was here for doing her hobby about photography. I got a little information about Venezuela from her.

Venezuela. What are we thinking first when we hear the world “Venezuela”?

For those who love Geography, they will imagine about a country located on the North-end coast of South America, bordered with Colombia in West, Brazil in South, and Guyana in West and Caribbean Sea in North.

For those who love politic, they will imagine about Hugo Chavez, the president of Venezuela which is famous of his socialism. Especially in South America, socialism is spread fast. Not only in Venezuela, but also Evo Morales in Bolivia, Daniel Ortega in Nicaragua, Cristina Fernandez de Kirchner in Argentina in Argentina, Luis Inacio Pia da Silva in Brazil, and others.

For those who love football, they will imagine a football team which is always loses in South America World Cup qualification match. But that was the past. Now, Venezuela’s football team has developed and not always in the lowest position anymore.

 And for they whose eyes like to stare at the women, they will imagine a contest called “Miss Universe”, a beauty contest which Venezuelan girls are always the winner.

Everything is clearer when She-Who-Must-Not-Be-Named tells about Venezuela. I heard when she discusses with a man called “You-Know-He”. You-Know-He admit that he is a socialist and he tells her that he adore Hugo Chavez and his socialism.

But what did She-Who-Must-Not-Be-Named reaction when she hears what You-Know-He said? She disagreement him and tells the truth happened in her country!

In the world opinion, Venezuela is known as a “brave” country. When other country are obedient and bow down to United States of America, in Hugo Chavez’ hand, Venezuela bravery takes the opposite place. And don’t we ever forget that Venezuela is one of the oil-production-country!

That is our opinion as a foreign. But how is She-Who-Must-Not-Be-Name’s opinion?

She tells that, in Indonesia, a woman can calmly drive a motorcycle across the city safely (actually it isn’t 100% safe, because there were many man who love to stare at the women who drive a motorcycle using only a short pants and a tank top. Don’t they get a cold, do they?)

But in Venezuela, that can be very rare. Why? Because the criminality there is very-very high! Every week, about 70-80 people are murdered in Venezuela! Fantastic!

Why that can be happen? I don’t really know, but maybe because the good’s price there are very expensive, especially imported goods, so they need to kill for fulfill their economics. She-Who-Must-Not-Be-Named continued, she thinks that imported goods in Indonesia are counted cheap compare to in her country.

As a comparison, the price of standard McDonald package (burger, French fries and soft drink) that only cost 25000 rupiahs in Indonesia, in Venezuela can reach 20 US dollar or about 180000 rupiahs! So does the Blackberry in Indonesia, the price is about 3.8 – 6 million rupiahs, according to its type. But in Venezuela, the price reaches 1000 US dollar or about 10 million rupiahs! That’s why She-Who-Must-Not-Be-Named finally bought her Blackberry here, which maybe still expensive goods for local person.

But don’t get it wrong, there are cheap goods in Venezuela that the price is extremely cheap. What is that? Yes, you are wrong if your answer is cat-rice (nasi kucing, well known as angkringan) or green-bean-porridge (burjo or bubur kacang ijo). Because the answer is: fuel!

When we talk about the vehicle in Venezuela, she said that she only need 2 US dollar for fill a full tank fuel of a car. Average car has a fuel tank capacity about 35 – 40 liters. Because they only need 2 US dollar or +- 18000 rupiahs for 40 litres fuel, so it means that the fuel price in Venezuela is only 450 rupiahs/liters!

Wuaouw, fantastic, 450 rupiahs/liters! 10 times cheaper than the price in Indonesia! In Indonesia, that was happen in the past, when Soeharto was the president. Now, 2 US dollar is only capable to fill a full tank fuel of a motorcycle!

And sadly, while smiling, She-Who-Must-Not-Be-Named said that, that fuel is the only cheapest thing in Venezuela! Hohohohoho…

The conversation move to a city named Caracas, the capital city of Venezuela. In Indonesia, we have Jakarta, a metropolitan city with its skyscraper, traffic and also its district, elite district or poor district.

How about Caracas? Generally, Caracas is like Bandung. Caracas is located in the North of Venezuela, surrounded by mountain with the height about 800 meters above the sea surface. She-Who-Must-Not-Be-Named show me the pictures of Caracas from her Blackberry, and indeed, Caracas has a fantastic mountain view! A city full of building, surround by the mountain.

We can see a skyscraper there, with mountain background. But on the other side there is also picture about slum. Just like Jakarta. Wherever there are the skyscrapers, there will be a slum too.

Why did She-Who-Must-Not-Be-Named leave her country?  In general, she comes here to doing her hobby about photography. But…

She-Who-Must-Not-Be-Named was graduated from International Relationship. As an International Relationship person, one of their dreams is to work at ministry of international affair. And so does her. But in Venezuela with today political situation, the government doesn’t allow to hire a person with “different view” to become a part of their government system.

And so does She-Who-Must-Not-Be-Named that has a different view with today government. So the consequence is, until today, she will never have chance by the government to work at ministry of international affairs! Her dream is falling just because the political interest!

But she proudly says that, that will never decrease her love to her country, Venezuela. Even though she went out from Venezuela, her love to Venezuela will be lasting forever. That was what she repeatedly said when she had a discussion with You-Know-He.

Today, She-Who-Must-Not-Be-Named has left Venezuela, moving across the world. Not only for doing her hobby about photography, but also bring another mission: introduce Venezuela to all the people in the world.

And it seems that her mission is starting to have a result. The proof is that today, an Indonesian people willing to make his time to write a little piece of Venezuela! Huehehehehe…

Add comment December 27, 2009

PemadamanBergilir,KapankahAkanBerakhir?

 

Akhir-akhir ini kita seringkali mendengar masalah pemadaman listrik di sejumlah daerah di Indonesia. Berulangkali berita tersebut menghiasi media massa meskipun masih kalah bersaing dengan berita mengenai kasus penegakan hukum di negara ini yang ternyata bermasalah.

Untuk wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan, pemadaman listrik adalah hal yang mungkin sudah menjadi santapan sehari-hari bagi mereka. Bagaimana setiap harinya, selama beberapa jam dalam sehari, mereka harus merasakan kehidupan kembali ke zaman purba akibat adanya pemadaman listrik yang bergilir, bahkan sudah terjadwal dan terencana setiap harinya. Adalah kelalaian pemerintah yang terlalu memusatkan pembangunan hanya di Pulau Jawa dan mengabaikan pemerataan untuk wilayah lainnya.

Tapi dalam hari-hari terakhir, beberapa wilayah di Pulau Jawa, khususnya Jabotabek ternyata juga mengalami hal serupa. Berawal dari kurangnya pasokan daya yang ada, ditambah lagi dengan permasalahan pada beberapa gardu dan perawatan rutin, beberapa daerah di Jabotabek juga harus mengalami pemadaman listrik secara bergilir.

Pemadamannya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai sekian jam per hari. Sekalipun PLN sebelumnya telah menginformasikan adanya pemadaman, namun realitanya pemadaman yang terjadi seringkali tidak sesuai, bahkan terkadang melebihi waktu yang telah dijadwalkan.

Siapa yang dirugikan dengan pemadaman seperti ini? Jelas, konsumen lah yang dirugikan, dalam hal ini adalah masyarakat umum. Bermacam protes mengalir, khususnya dari kalangan usaha dan industri, yang kesehariannya terganggu akibat pemadaman ini.

Industri tekstil, mereka terpaksa mengeluarkan anggaran lebih untuk biaya operasional genset. Industri palstik, pemadaman yang tiba-tiba membuat proses pembuatan plastik menjadi rusak dan tidak sempurna, serta tidak dapat digunakan lagi. Bahkan sampai jasa usaha laundry sekalipun, pemadaman listrik membuat mereka tidak dapat menyelesaikan cuciannya dengan tepat waktu. Tentunya hal ini berimbas pada kerugian materil dan tentu saja, kepercayaan pelanggan.

Namun apa daya, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain mengeluhkan pemadaman yang rencananya baru dapat diatasi oleh PLN pada pertengahan Desember, namun diralat dan kemudian dimajukan menjadi awal Deember. Sementara kompensasi yang dapat diberikan PLN hanyalah potongan 10% bagi mereka yang terkena imbas pemadaman ini. Nilai yang tidak sebanding dengan kerugian yang diterima.

Sebenarnya, apa inti permasalahan yang membuat PLN harus melakukan pemadaman bergilir? Terlepas dari kinerja dan operasional dari PLN itu sendiri, ada satu hal yang sangat mendesak, yaitu: kurangnya pasokan daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit yang ada.

Pasokan daya yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan daya yang diperlukan, sehingga perlu dilakukan pemadaman bergilir untuk menjamin semua konsumen sempat menikmati listrik (meskipun hanya seadanya). Ditambah lagi dengan perawatan rutin pada pembangkit yang membuat unit-unit pembangkit tersebut harus di-non aktif-kan, semakin mengurangi pasokan daya yang ada dan semakin sering terjadi pemadaman bergilir.

Lalu adakah solusi untuk mengatasi itu semua? Sampai detik ini, pemerintah sedang dalam proses pembangunan pembangkit 10.000 MW. Hal itu merupakan suatu tindakan yang patut diapresiasi. Namun sangat disayangkan, sebagian besar pembangkit yang dibangun masih berorientasi pada pembangkit berbahan bakar fosil, khususnya batu bara.

Kita semua tahu bahwa bahan bakar fosil dalam waktu yang tidak lama lagi jumlahnya akan segera habis. Lalu tidakkah terpikirkan di benak para pembuat kebijakan di negara ini, untuk beralih menggunakan pembangkit non fosil, dalam hal ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir?

Sebagian besar negara maju, secara perlahan telah mulai meninggalkan ketergantungannya terhadap bahan bakar fosil. Bahkan beberapa negara telah menggunakan PLTN sebagai pembangkit utama di negara tersebut. Kapankah kita akan segera menyusul langkah-langkah mereka?

Beberapa studi terkait pembanguan PLTN di Indonesia telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Bahkan para ahli di bidang nuklir juga telah dihasilkan sejak lama. Kini semuanya tergantung kepada mereka yang membuat kebijakan, kapankah negara ini akan mulai membangun PLTN pertamanya di bumi pertiwi. Sementara kita semua disini hanya bisa menunggu tanpa kepastian yang pasti.

 

 

2 comments November 13, 2009

KekayaanMereka

 

(Sebenernya niat untuk nulis tulisan ini tuh udah lama banget, di awal bulan Juni 2009. Tapi apa daya, waktu itu lagi sibuk dan moodnya baru muncul lagi hari ini, jadi baru sekarang deh sempet nulisnya, awal November 2009)

 

Di awal Juni 2009, ketika lagi hangat-hangatnya berita tentang Pemilu Presiden 2009, saat itu hal yang cukup menarik untuk diliput para kuli tinta adalah terkait kekayaan dari pasangan Capres-Cawapres. Tanpa banyak omong lagi, berikut ini aku tulis ulang data-data mengenai kekayaan masing-masing Capres dan Cawapres.

 

Kekayaan Capres dan Cawapres (update awal Juni 2009)

 

Jusuf Kalla                                        : Rp 314,53 miliar dan USD 25.668

Wiranto                                             : Rp 81.748 miliar dan USD 378.625

Megawati                                         : Rp 256,447 miliar

Prabowo                                           : Rp 1,579 triliun dan USD 7,57 juta

Susilo Bambang Yudhoyono`    : Rp 6,848 miliar dan USD 246.489

Boediono                                         :  Rp 22,067 miliar dan USD 15.000

 

Nah kira-kira begitu. Cukup jelas kan? Terlihat bahwa Prabowo adalah yang terkaya, sementara SBY adalah yang “termiskin”.

Lalu, apa yang akan jadi pembahasan kita hari ini?

Coba kita lihat, kekayaan seluruh orang diatas. Mereka semua memiliki kekayaan dengan orde miliaran rupiah. Bahkan sampai menyentuh angka triliun. Sementara yang paling “miskin”, masih memiliki kekayaan mendekati 10 miliyar. Yah wajar sih, kan mereka semua adalah petinggi-petinggi di negara ini, jadi wajar aja kalo kekayaan mereka mencapai angka sebagaimana tertera diatas.

Sekarang, buang jauh-jauh wajah-wajah mereka dari bayangan kita. Coba bersama-sama, kita pejamkan mata kita. Siap? Satu… Dua… Tiga… Semuanya merem!

Udah wuoy, meremnya jangan lama-lama. Kalo merem terus, ntar gimana caranya tulisan in bisa kebaca?

Setelah memejamkan mata barusan, sekarang mari kita lihat orang-orang disekeliling kita. Sekali lagi, ayo kita lihat. Tidakkah kita lihat, ada tukang becak disana? Ada pedagang cimol, ada tukang sapu jalanan, ada aa’ burjo, ada mas-mas angkringan, ada sopir kereta mini, ada kuli bangunan, ada pekerja kasar, ada tukang kredit, dan semua profesi lainnya yang bertebaran di sekitar kita.

Taukah kita, bahwa mas-mas angkringan di depan kosan ku, uang yang bisa dibawa pulang per-hari-nya berkisar antara 50ribu sampai 70ribu? Taukah kita, bahwa sopir kereta mini di Kecamatan Gantiwarno, Klaten, setiap harinya memperoleh uang sebesar 120ribu dimana 30ribunya harus disetor ke majikan? Taukah kita berapa penghasilan tukang sapu jalanan per bulannya? Taukah kita berapa upah kuli bangunan setiap harinya?

Di satu sisi, ada mereka yang kekayaannya berorde miliaran rupiah, dengan penghasilan per bulannya sekian puluh juta atau bahkan sekian ratus juta. Sementara di sisi lain, jauh lebih banyak mereka yang setiap detiknya bekerja membanting tulang hanya demi memperoleh beberapa ribu rupiah, untuk menyambung hidupnya, mengisi perutnya dan menafkahi anak-istrinya.

Mungkin, tulisan ini cukup aku akhiri disini aja. Silahkan simpulkan sendiri apa inti dari tulisan ini, dan biarkan akal dan hati nurani kita yang menjawabnya. Semoga secuil tulisan diatas mampu membuka kesadaran dan menggugah pola pikir kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Add comment November 13, 2009

NousNousSouvenons

 

Juste pour le plaisir!

 

#1

 

Vous aimez chercher quelqu’e chose? Vous aimez decouvrir nouvelles places? Vous voulez partir et voyager? Quand vous les aimez, je les aime aussi!

Je suis Indonessien et j’ai 21 ans. J’adore faire de l’aventure pour chercher de nouvelles choses. J’ai envie ma vie est plus colore.

Je suis dynamique, simple et chaleureux.

Je vous cherche et je vous invite pour faire de l’aventure ensemble. Nous pouvons aller dans tout les places. Nous pouvons trouver tous les choses. Alors, notre vie sera plus colore!

 

#2

 

C-Kink                   : Qu’est la personne adulte la plus importante dans votre enfate?

Zalvika                  : Mon frere.

C-Kink                   : Comment il s’appelle?

Zalvika                  : Il s’appelle Toni.

C-Kink                   : Pourquoi?

Zalvika                  : Parceque il pouvait me donner de bon example. Il etait independant. Il aimait la famille. Il pouvait avoir bourse d’etudes de sont entreprise. J’adorais mon frere.

C-Kink                   : Oui, c’est magnifique!

Zalvika                  : Et toi?

C-Kink                   : Il est mon oncle.

Zalvika                  : Comment il s’appelle?

C-Kink                   : Il s’appelle Edi.

Zalvika                  : Pourquoi?

C-Kink                   : Parceque j’aime faire un voyage et il m’invitait pour faire un voyage et traverser l’est de Java.

Zalvika                  : C’est interressant. Demain, tu dois m’inviter!

C-Kink                   : Oui, s’il te plait. Mais, ce n’est pas gratuit!

Zalvika                  : C’est jancuk…

 

#3

 

Bonjour Jalu

Je vous remercie pour ton invitation. Ton mariage, c’est magnifique! Mais je regrette. Je suis desolee, je ne peux pas venir a ton mariage. Parceque je vais fair un mariage aussi!

Ma femme, elle est Asmirandah. Tu est surprise, toi? Je suis surprise aussi…

Je les felicite pour ton mariage et mon mariage. J’esper qu’on va se voir bientot, avec ta femme et ma femme. Alors nous allons nous promener ensemble.

 

#4

 

Rohali                    : Bonjour Juminten!

Jumi                       : Bonjour Rohali!

Rohali                    : J’ai une surprise pour toi!

Jumi                       : Tu es sure?

Rohali                    : Totalement!

Jumi                       : Qu’est-ce que c’est?

Rohali                    : Voila! Une cadeau pour ton anniversaire!

Jumi                       : Oui, merci! Cup cup mmmmuuuuuaaaaachhh… Smoooooochhhh…

Rohali                    : Cup cup mmmuuuuaacchh… Un moment! Il y a une autres cadeau!

Jumi                       : Oui, c’est super!

Rohali                    : Ici, c’est pour la naissance de ton chien qui s’appelle Ido!

Jumi                       : Wuaouw, je l’adore!

Rohali                    : Alors, je peux prendre une photo. Fromaaaageeee…!!!

Jumi                       : =)

Rohali                    : (Ckriiiik…!!!)

 

#5

 

C-Kink                   : Regardez! J’ai trouve une photo!

Dyah                      : Voyons!

Xenia                     : Ah, c’est a moi!

C-Kink                   : Comment ca?

Xenia                     : Oui, il y a moi la bas sur cette photo.

C-Kink                   : Qui est il, a ta gauche?

Dyah                      : Oui, qui est il? Il est beau!

Xenia                     : Il est mon chauffeur.

Dyah                      : C’est impossible! Il est tres beau pour ton etre chauffeur!

Xenia                     : Mais, je ne ments pas!

C-Kink                   : Comment il s’appelle?

Xenia                     : Il s’appelle Nicholas.

C-Kink                   : Le peauvre! Il est beau mais il est chauffeur…

 

#6

 

J’ai eu ma premiere voiture a dix-huit ans quand j’habitais a Jogja. C’etait une vieille Toyota Soluna 2001 verte. Je me promene souvent dans la ville de Jogja avec elle. Elle avait 50000 km. J’avais traverser l’ile de Java avec elle. Les filles ne l’adoraient pas!

 

#7

 

C-Kink                   : Excuse me monsieur!

Rudy                      : Oui, je peux vous aider?

C-Kink                   : Vous ne pouvez pas entrer. C’est interdit.

Rudy                      : Pourquoi?

C-Kink                   : Vous voyez ici?

Rudy                      : Qu’est-ce que c’est?

C-Kink                   : Ici il y a une panneau. Lisez, s’il vous plait!

Rudy                      : Oui. “Le mercredi, cette piscine est juste pour les femmes et les enfants sous sept-ans.”

C-Kink                   : Vous comprenez? Il y a beaucoup de fammes dans la piscine.

Rudy                      : Oui, bien sur. Mais je doit entrer a la piscine!

C-Kink                   : Puorquoi?

Rudy                      : Parceque, je doit laver la piscine!

C-Kink                   : Oui, vous pouvez entrer. Mais, je doit vous accompagner.

Rudy                      : Pourquoi?

C-Kink                   : Parceque, je doit vous garde!

Rudy                      : D’accord! Allons-y.

C-Kink                   : Oui! Gardons notre vu.

 

#8

 

Zalvika                  : Bonjour monsieur. Je voudrais sortir.

C-Kink                   : A quel nom?

Zalvika                  : Au nom de Zalvika.

C-Kink                   : Vous avez dit Zalvika? Z-A-L-V-I-K-A?

Zalvika                  : C’est ca.

C-Kink                   : A quelle chambre?

Zalvika                  : Chambre 13 – 666.

C-Kink                   : Oui, attendez s’il vous plait. Pour deux jeurs?

Zalvika                  : Oui. Combien ca coute?

C-Kink                   : 600 euro.

Zalvika                  : Mais, je n’ai pas 600 euro…

C-Kink                   : Ah… Bon! Alors, vous pouvez paier 400 euro.

Zalvika                  : Excuse-moi? Pourquoi?

C-Kink                   : Parceque j’adore votre fille. Elle est tres belle.

Zalvika                  : Merci beaucoup. Mais elle a un petit amie.

C-Kink                   : Ah… Quel dommage…

Zalvika                  : Ne sois pas stresse!

C-Kink                   : Oui, bien sur.

Zalvika                  : Alors, voici ma carte bancaire.

C-Kink                   : Oui, merci. Tenez.

Zalvika                  : Merci et au revoir!

C-Kink                   : Je vous en prie et au revoir. Passe un bonjour pour votre fille!

 

 

2 comments November 4, 2009

SecuilSMS #2

 

“Ada yang bisa jawab nggak? Kenapa ada bayi yang dilahirkan di keluarga yang kaya dan miskin, padahal kan mereka itu masih sama-sama nggak berdosa, apa itu takdir?”

 

“1. Karena kehidupan itu nggak cuma di dunia, tapi juga di akhirat. Di dunia ini ada yang kaya, miskin, cantik, jelek, dll. Dan diantara itu semua, sebaik-baiknya mereka adalah mereka yang bertakwa.

2. Karena Allah Maha Mengetahui apa-apa yang nggak manusia ketahui.”

 

“Terus apa yang menjadi pilihan Allah untuk menakdirkan bayi itu akan dilahirkan di keluarga miskin atau kaya?”

 

“Rezeki Allah ada pada setiap mahkluknya. Dari sisi duniawi, sepintas terlihat bahwa kaya adalah suatu anugerah, sementara miskin adalah suatu musibah. Padahal sejatinya kaya ataupun miskin, dua-duanya adalah cobaan. Apakah kita mengaku bahwa kita telah beriman, sementara kita nggak diuji? Dan Allah nggak memberikan suatu cobaan kepada manusia, melainkan untuk mengangkat derajatnya. Supaya mereka mengetahui, siapakah mukmin sebenarnya, yaitu mereka yang bersabar jika diberi cobaan dan bersyukur jika diberi rezeki.”

 

“Mas aku nanya gini karena setiap aku berangkat-pulang kuliah selalu liat anak kecil yang mengemis di tunggu ibunya di perempatan MM, aku masih bingung apa itu takdir?”

 

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada mereka, itu bukan takdir. Tapi mereka sendiri yang kurang berusaha untuk mengubah nasibnya. Allah nggak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri nggak berusaha untuk mengubahnya.”

 

“Tapi Mas kenapa anak balita itu dipilih untuk dilahirkan dari rahim ibu seperti itu? Apa yang menjadi pilihan Tuhan?”

 

“Karena Allah Maha Mengetahui apa-apa yang nggak manusia ketahui. Kalo anak itu bisa menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran, ikhlas dan tawakkal, Insya Allah di akhirat nanti mereka punya posisi yang lebih istimewa daripada kita-kita yang terlahir di keluarga kaya.”

 

“Makasih ya Mas buat jawabannya, Insya Allah bisa buat referensi ku ^^.”

 

“Insya Allah demikian. Yang bener datengnya dari Allah, yang salah itu dari aku sendiri.”

 

Yogyakarta, Minggu 25 Oktober 2009

2 comments November 2, 2009

NaskahDramaPemilu

PEMENTASAN DRAMA KKN PPM UGM

BABAK I
LOKASI : WARGA YANG SEDANG BERKUMPUL
PAPAN DPT DI KELURAHAN
BAPAK-BAPAK MAIN CATUR SAMA SIMBAH KAKUNG. SIMBAH PUTRI DULANG SIMBAH KAKUNG. PEMUDA MAIN GITAR. IBU-IBU BERDUA DAN PEMUDI NGOBROL TENTANG MANOHARA..

Pada suatu ketika, di sebuah pedesaan yang nyaman dan asri di negeri antah berantah, berkumpul ibu-ibu, para remaja dan bapak-bapak yang sedang asyik berbincang. Bapak-bapak berbincang masalah pertanian, masalah keuangan yang morat-marit, sambil bersenda gurau bermain catur. Sayup-sayup terdengar ibu-ibu dan para pemudi berbincang membahas berita infotainment terpanas tentang Manohara.
Tampak samar dari kejauhan seorang gadis Jawa melenggang sambil membawa tas dan belanjaan yang bejibun. Yah, maklum saja gadis itu adalah anak dari seorang pengusaha jamu yang sukses.

Pemuda : “Jamune yu!! Hahahaha.” (dengan genit menggoda si gadis, warga yang berkumpul turut menoleh dan tersenyum sembari menyapa gadis itu. Gadis itu menoleh, kemudian menghampiri warga yang sedang berkumpul tersebut).
Gadis : “ Duh Gustiiii… Ono opo to iki??? Ada apa, whats going on je? Kok kumpul-kumpul gini?”
Ibu-ibu: “Ngegosip donk jenk… Biar mung masak ke suami, tapi berita Manohara tetep kenceng dong!”
Gadis: “ Ealah budhe…budhe… Eh,mbakyu-mbakyu, budhe, pakhe… Hari gini mboten jaman ngegosip. Tahu nggak, berita paling sip sekarang ini tentang pemilu presiden!”
Bapak-bapak: “ Lha nek iku aku juga ngerti! Besok tanggal 8 Juli kita nyoblos presiden to?!”
Pemuda: “ Aduh pakne..Pakne,..nyoblos wae. Nyontreng pak! Nyentang gambar yo! Gambarnya yang dicentang, bukan presidennya dicoblos!”( spontan semua tertawa)
Simbah: “Lha nek kaya aku iki iso milih ora ngger??”
Pemudi: “Saget mbah,..asal sudah lebih dari tujuh belas tahun, dan terdaftar di DPT”
Simbah: “Ealah ngger.. DPT ki pabrik opo to???” (seloroh simbah membuat semua warga yang berkumpul tertawa.
Gadis: ”Gini lho mbah.. DPT iku daftar pemilih tetap. Semua warga yang berhak memilih pada pemilu presiden besok, nama-namanipun sampun terdaftar wonten DPT . Lha,..simbah iki sampun ningali DPT dereng? (menoleh ke warga yang lainnya) Aduh, aduuh…. Jangan-jangan mbakyu kangmas pakdhe budhe juga belum ngecek DPT ya?”

(Riuh rendah terdengar warga berbicara menandakan belum mengecek nama mereka pada DPT…)

Pemuda: “ Lha sampeyan udah po jenk?” (tanyanya kepada si gadis)
(Si gadis malu-malu seraya menjawab perlahan-lahan..)
Gadis: “Heheheeee…belum..” (spontan warga berteriak, wuuuu)
(Dengan kelabakan si gadis berusaha menahan malu sambil menenangkan warga)
Gadis: “ Lho..lho ..lho.. Lha gimana kalo kita rame-rame ke kelurahan saja, secara..kulo niki kan apikan.. Jadinya ngajakin sederek-sederek… hehehhee. “
Riuh rendah : “Yok..
Mari..
Monggo..

(Warga mengiyakan, dan bersama-sama mereka beranjak ke kelurahan untuk mengecek nama mereka di DPT. Sesampai di DPT, terlihat beberapa warga yang juga sedang mengecek nama-nama mereka. Seketika, warga yang datang menambah keramaian di DPT. Mereka menelusuri satu persatu nama-nama yang tertera pada papan DPT.)

Gadis : (gusar) “Duh Gustiiiii….masa nama ku nggak ada.. Padahal kan aku terkenal kembang desa…huhuhu.. Piye iki ????”
Simbah : “Walah..iyo to ngger?? Lha jenengku ono ki, jarene pak Karyo.”
Fernando : “Aku sik wong cilik, buruh tani we yo ono ne kene.lho..dibaca : Fernando Ngadimin! Whahahha”
Bapak: “Jenengku yo ono, tapi tanggal lahire kok salah yo..” (terdiam sebentar…) “ Mbah-mbah!!! Lha asmanipun jenengan malah ketulis dobel…niki loh mangpersani”
Pemuda: “Wah..ra jelas iki!! Harus digenahke iki!!! Piye iki lek?!!”
Pemudi: “Kita nemuin Pak Kades aja kalau gitu..mumpung masih di kelurahan. Setuju?”..(bareng2: setuju…ho’o!!)

Tanpa dinyana-nyana pak Lurah keluar menemui warga karena mendengar rebut-ribut warga di luar kantor desa. Sebagian warga yang melihat kedatangan Pak Lurah berbisik kepada warga lainnya “Pak Lurah, pak lurah rawuh!”

Pak Lurah: “Wonten nopo njih, sederek-sederek?”
(Si gadis langsung nyelonong maju dan memberondong)
Gadis : “Duh pak..masa namaku nggak ada di DPT. Aku kan jadi gimana gitu Pak.. Padahal itu namane Mbah Soma malah ditulis dobel.. Aku kan juga warga sini yang punya hak.. Aku pengin ikut serta pemilu dong Pak…”
Pemuda: “Iya Pak,..malah ada yang namanya salah,..ada yang tanggal lahirnya salah.. lha nek ngenteniku cobi pak??!!”

(Warga bertambah ribut..”Injih,,…injih..Pripun niku??bla..bla..bla..)

Pak Lurah: “Tenang..tenang sedoyo. Dados ngenten.. Kesalahan dalam DPT masih bisa diperbaiki. Mboten sah khawatir.” (warga terdiam, pelan-pelan tenang)
Pemuda: “Caranipun pripun pak?”
Kemudian dijelaskan tentang cara-cara untuk melakukan pembenaran dan daftar bagi yang namanya belum tercantum pada DPT.
Pak Lurah : “Caranya dalah… “

SEMUA MEMATUNG.MODERATOR KELUAR DAN MENJELASKAN CARANYA.

BABAK II :

BAPAK-BAPAK SEDANG MENGOBROL DITEMANI GORENGAN DAN GELAS KOPI. SIMBAH YANG SATU SEDANG MENYAPU DAN SIMBAH YANG LAIN SEDANG MEMBERI MAKAN AYAM. PEMUDANYA SEDANG MENGOTAK-ATIK HP…

Moderator:
Keseharian di desa. Di salah satu sudut desa, terlihat beberapa warga sedang berkumpul mengisi hari-hari mereka. Ada:
1. Bapak-bapak sedang main catur
2. Manula/mbah-mbah sedang ngobrol-ngobrol
3. Pemuda/murid SMA sedang berkumpul
Lalu ada seorang ibu-ibu datang memperingatkan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa
(Si ibu lewat depan kerumunan dan disapa oleh bapak-bapak)

Bapak 1: “Bade tindak pundi?”
Ibu: “Niki pak, bade dateng sosialisasi”
Bapak 2: “Sosialisasi napa jeng?”
Ibu: “Sosialisasi pemilu,itu loh yang diadain sama mahasiswa2 KKN”
Pemuda 1: “Oh iya aku inget, kemarin aku liat pengumumannya”
Bapak 1: “Emang acaranya kapan jeng?”
Ibu: “Ya sekarang ini Pak, di pendopo desa”
Bapak 2: “Saiki?lah..nek ngono aku melu”
Bapak 1: “Sik,sik…sedilut……aku melu…!”
Ibu: “Yo hayoo…”

(Si ibu meninggalkan panggung. Bapak-bapak segera bergegegas mengemasi caturnya dan beranjak mengikuti si ibu meninggalkan panggung)

Pemuda 1: (nanya ke temennya) “Eh elu arep melu ora bro?”
Pemuda 2: “Melu sosialisasi kae?”
Pemuda 1: “Yoh..meluk yoh..sapa ngerti akeh panganane..”
Pemuda 2: “Ho’oo..ho’oo sapa ngerti mahasiswane sing ayu nyantol karo aku..hehehe…. ”
Pemuda 1: “Sing liyane di sms yo!Oke broow!!”
Pemuda 2: “Haio siap!!” (sambil mengutak-atik handphonenya)
Pemuda 1: (berbicara kepada mbah-mbah) “Mbah, nggak ikutan Mbah?”
Mbah 1: “Melu nendi le!?”
Pemuda 1: “Itu Mbah, sosialisasi pemilu! Di pendopo desa Mbah, sekarang!”
Mbah 2: “Ooo..sing nyontreng-nyontreng kae?Piye to kuwi, aku yo bingung! ”
Pemuda 1: “Ya makane teko wae mbah..Mengkeh diterangke cah mahasiswa kok. Nom-noman mbah.. ”
Mbah 2: “Iyo to?!? Mangkat saiki wae nek ngono!”
Mbah 1: “Aku yo melu!” (wos wes wos wos wes wos0
Pemuda 1: “Ayo Mbah, berangkat!”
Mbah 2: “Ayo ayo ayo!”

(kedua pemuda dan kedua manula beranjak pergi meninggalkan panggung. Lalu setting segera berganti menjadi setting rapat kecil-kecilan)

Moderator:
Akhirnya seluruh warga desa berkumpul di pendopo desa untuk menghadiri acara sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda dan manula. Lalu mahasiswa mulai menjelaskan tentang sosialisasi pemilu.

Semua: “Was wes wos was wes wos… …”
Mahasiswa: “Assalamualaikum wr wb. Terima kasih kepada Bapak-Bapak Ibu-Ibu … … … …”

(selanjutnya pemeran mahasiswa silahkan berimprovisasi dan berkreasi menjelaskan segala sesuatu tentang pemilu kepada forum (yang singkat-singkat aja). Terakhir, dibuka kesempatan untuk tanya jawab kepada peserta forum. Untuk peserta forum silahkan berimprovisasi juga, khususnya pada saat kesempatan tanya jawab.
Jadi pada forum sosialisasi ini, lakukanlah apa yang biasa kita lakukan di event-event sosialisasi yang telah kita jalani)

Babak III
Setting: Lokasi TPS. Ada KPPS dan mahasiswa sebagai petugas dan seluruh warga di tempat tunggu.
Pagi hari di tempat pemungutan suara, warga berkumpul untuk melaksanakan pemilu presiden Negara antah berantah. Tepat jam delapan, Ketua KPPS membuka rapat pemungutan suara. Setelah dilakukan sumpah KPPS, dilakukan pengecekan kotak suara.

KPPS : “Ini masih di segel loh..ibu-ibu…bapak-bapak…sah…sah….
Mari kita buka segelnya…

KPPS MEMBUKA SEGEL (di lucu-lucuin adegannya). SATU PERSATU MEMBUKA ISI KOTAK SUARA. TERDAPAT SURAT SUARA YANG MASIH DI SEGEL, FORMULIR YANG MASIH DISEGEL….Kemudian KPPS memperlihatkan kepada para warga.

KPPS : “ Pemungutan suara dimulai”
Warga : “Horeee”
KPPS : “Nomor satu! Fernando Ngadimin!”

(Pemuda itu berdiri dan menerima surat suara,maju ke bilik suara, nyontreng,keluar dari bilik surat suaranya disakuin dan hendak meninggalkan TPS. Warga dan panitia pemilu spontan menegur)
(Fernando balik dan memasukkan surat suara ke kotak suara)

KPPS : “Soma Pawiro Dimejo.”
(Kakek-kakek berjalan tertatih dan dipapah oleh cucunya. Sampai dibilik suara, dihentikan oleh panitia)
Panitia : “Maaf mbah.. Mboten angsal dikancani..”
Cucu : “Aku cucunya kok. Saya sudah membuat surat kuasa di kelurahan. Ini Pak..”
(surat suara diambil oleh panitia PPS)
Panitia : “Monggo-monggo mbah..) mempersilahkan kakek dan cucunya untuk masuk ke bilik.dst. (ga perlu nunggu orang selesai, langsung dipanggil)
KPPS : “Cinta Flora..”
Gadis : “Saya Pak…” (adegan dst..sampai di bilik gadis tersebut menjerit tertahan, dan keluar melapor kepada panitia PPS karena surat suaranya salah)
Panitia : “Ada apa mbak..ada apa?”
Gadis : ”Aduh aduh aduhh,….surat suaranya nggak beres niki Pak…” “ Kok, nggak ada foto saya ya Pak…ehh..eh..maksud saya ini rusak..fotonya sobek.. Gitu lho Pak…”
Panitia : ”Ini..ini saya tuker..” (sambil menerima kertas yang rusak, mendata, dan mengganti dengan surat suara yang baru.
Gadis: “Ini ada foto saya ya Pak?! Apa nanti saya pasang sendiri, terus..terus..nanti kulo tulis nama saya ya Pak…”
Warga : “Wuu…” (Panitia menenangkan. Dan langsung menegur .
Panitia : “Jangan.. Jangan dek..Nanti tidak sah..”
Gadis : “iya deh Pakkkk..” sambil melenggang. Dst.
Tiba-tiba datang seorang pejabat yang menyelonong minta untuk didahulukan. Dengan grusa-grusu dan memegang hp banyak, seolah sedang sibuk, dia menuju meja KPPS.

Pejabat : “Pak..saya duluan ya pak..ada meeting nih! Anda kan tahu saya orang sibuk..”
Warga : “Wos wes wos..wos wes wos..”
Panitia : “Nggak bisa Pak..sesuai prosedur. Harus antri. Jika bapak berkenan, nanti kami tunggu bapak kembali lagi kesini sampai jam satu. Atau bapak sudi antri sesuai urutan.”
(Pejabat berpikir sebentar..)

Pejabat : “ Demi masa depan bangsa, dan menghormati pejuang yang telah tiada.. Saya rela untuk meninggalkan kepentingan pribadi saya. Saya putuskan untuk antri saja.”

(mengumpulkan undangan ke panitia, dan duduk. Lalu KPPS melanjutkan proses pemilihan suara).

KPPS: “Luna Maya!”
Ibu-Ibu : “Saya”

(dst, berjalan seperti biasa)

KPPS: “Antonio Sugiono..”
Pemuda: “Inggih Pak, kulo!”

(pemuda itu berjalan dst dst dst. Tapi jalannya pelan2, dan berhenti agak lama di bilik suara)

KPPS: “Sugimin bin Sugiwati”
Pejabat: “Iya iya, saya!” (dengan langkah tergesa-tergesa)
(pejabat berjalan seperti biasa. Sampai di bilik suara…)

Pemuda: (berbicara kepada si pejabat) “Ssttt sttt Pak, Pak!”
Pejabat: “Opo le?”
Pemuda: “Contreng yang ini ya Pak, yang ini bagus Pak! Orangnya gini gini gini (memprovokasi)”
KPPS: “Priiiiiiiit…!!! Mas Mas nggak boleh provokasi Mas! Melanggar undang-undang pasal sekian ayat sekian!”
Pemuda: “Oh iya, iya, maaf Pak”
Panitia: “Jangan diulangi lagi ya!”

(Semua peserta sudah selesai. Tiba-tiba ada yang datang maju dan mengacungkan jari. Pemuda itu adalah pencoblos pertama)

Fernando : “Pak! Saya belum mencontreng pak!” (sambil maju ke depan. Warga yang lain melihat sebentar kemudian ada yang berteriak…
Warga: “Pak..pak..dia sudah pak..”
Fernando: “Belum..belum..”
Warga: “Lihat tangannya aja Pak…”

(Panitia menghampiri Fernando dan mengecek tangannya. Fernando ngeles “ga ada kan..gag ada..”. warga menghampiri.ternyata diplester jarinya. Dibuka, dan terlihat tanda tinta di kelingking.)

Panitia : “Ini apa ini…?!!”
Fernando: “Ini luka kena pisau pak.. Darahnya mongering..’
Panitia: “Darah kok biru…!”
Fernando: “Saya kan keturunan bangsawan. Jadi darahnya biru pak..”
Warga : ”Woo..lha iki… Mau curang ya..wos wes wos wos wes wos..”
Warga : ”Gebuki wae yo…“ (Serentak warga terlihat menghampiri ingin mengeroyok sang Fernando.)
(Warga (minus KPPS) berputar2 mengelilingi panggung mengejar2 Fernando dengan adegan slow motion. Setelah lama berputar2, lalu ada Rhoma Irama datang menghentikan adegan yang sedang berlangsung)

Rhoma: “Stop!”
(Semua berhenti dan menoleh ke sumber suara)

Rhoma: “Saudara2, jangan anarkis! Kita bangsa Indonesia harus bersatu! Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, tapi istri boleh dua!”
Kaum lelaki: “Sepakat!!!!!”
Kaum perempuan: “Wuoooooooooooo!!!!”
Rhoma: “Jadi, warga sekalian, kesatuan dan persatuan bangsa ini harus dijaga. Bla bla bla bla bla bla “ (Rhoma menjelaskan tentang persatuan, pemilu damai, dll kepada warga)

(setelah Rhoma menyelesaikan kalimatnya, lalu KPPS maju ke depan dan mengambil peran)

KPPS: “Iya, demikianlah pemilu pilpres kita hari ini. Mari kita sukseskan pemilu bla bla bla bla bla” (KPPS menghimbau dan mengajak untuk menyukseskan pemilu kali ini)

(seluruh peserta pemilu naik ke atas panggung, berbaris berjejer sambil menunjukkan jarinya yang telah tercelup tinta. Berbaris rapi, mengucapkan salam dan rame2 berteriak:

“Sukseskan pemilu 2009. Satu suara kita menentukan masa depan bangsa. Jadi, nyontreng yooook….!!!!!” (sambil bergaya sesuka hati)

(lalu tiba2 ada setan2an naik ke atas panggung)

Setan: “Wuoooooy… saya juga boleh ikutan nyontreng nggak..???”
Semua: (menjerit) “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” (lalu semua lari meninggalkan panggung)
Setan: “Loh kok pada kabur, saya kan juga pengen nyontreng…”

(moderator masuk dan menutup drama. Selesai. Horeeeeeeeeeee!!!!!!)

Created by:
C-Kink, Poy, Nura, Nike and all creative team from KKN-PPM UGM Prambanan

Add comment October 18, 2009

LPJjinglePemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara Re-Launching Jingle Pilpres

Refleksi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Refleksi Pilpres 2009” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Kamis  30 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara re-launching jingle pilpres, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional serta rasa cinta tanah air yang tinggi, maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Silahkan dinikmati. Lebih nikmat lagi jika ditemani dengan secangkir teh manis hangat plus gorengan.

 

Menindaklanjuti pemilu presiden yang dilaksanakan pada hari Rabu Pahing 8 Juli 2009 yang lalu, sekali lagi 2 unit tim KKN yang beroperasi di kecamatan Prambanan diberikan amanah untuk melaksanakan seminar dengan tema “Refleksi Pilpres 2009 dan Makna Kemerdekaan”. Sama seperti sebelumnya, 2 unit ini kembali berkolaborasi untuk mempersiapkan acara tersebut, mengingat acara seminar ini dilaksanakan pada tingkat kecamatan.

Secara keseluruhan, konsep acara dari seminar ini tidak jauh berbeda dengan acara sosialisasi pemilu yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Inti acara ini adalah talkshow yang menghadirkan 3 orang pembicara: perwakilan KPU, perwakilan panwas dan akademisi dari UGM. Lalu disertai dengan hiburan-hiburan, seperti pemutaran video tentang sosialisasi dan refleksi pemilu, penampilan dari kaum difabel dan musisi lokal, serta re-launching jingle pilpres yang diciptakan oleh salah satu mahasiswa KKN UGM di kecamatan Prambanan ini.

Namun tidak seperti acara sebelumnya yang hanya melibatkan beberapa orang perwakilan dari setiap unit untuk terlibat dalam kepanitiaan, acara talkshow kali ini mengikutsertakan seluruh individu yang tergabung dalam 2 unit tim KKN menjadi 1 kepanitiaan besar. Karena itu kepanitiaan ini terbagi menjadi banyak seksi untuk mengakomodir jumlah panitia yang terdiri dari +- 51 orang. Dan salah satu seksi itu bernama “seksi acara re-launching jingle pilpres”, yang LPJ-nya telah tersedia di hadapan kita semua.

 

Idealita

 

Dari konsep acara, khususnya sesi re-launching jingle pilpres, panitia menginginkan kehadiran para musisi lokal sebagai pengisi acara untuk membawakan jingle tersebut. Musisi lokal ini diutamakan adalah musisi dari kecamatan Prambanan. Lebih diutamakan lagi adalah kaum difabel yang memiliki kemampuan dalam bermusik. Hal ini didasari pada tema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang diharapkan muncul pada setiap kegiatan Kuliah Kerja Nyata.

Selain itu juga, pada acara sosialisasi pemilu tanggal 4 Juli yang lalu, seluruh pengisi acara hiburan adalah kami sendiri, dari rekan-rekan tim KKN UGM. Untuk acara hiburan pada talkshow kali ini, panitia mengharapkan supaya bukan kami lagi yang menjadi pengisi acaranya, melainan mereka-mereka kaum difabel ataupun musisi lokal. Selain sebagai pemberdayaan masyarakat, juga sebagai ajang pemberian kesempatan kepada mereka untuk menampilkan kemampuan yang mereka punya kepada khalayak umum.

Jadi, disini perlu ditekankan bahwa re-launching jingle pilpres ini akan dibawakan oleh musisi lokal atau kaum difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi nilai lebih bagi acara talkshow ini secara keseluruhan. Tapi, bagaimana realita yang terjadi? Mari kita lanjutkan setelah pesan-pesan berikut ini.

 

Realita

 

Niat awal kami semua adalah ingin mengikutsertakan para musisi lokal untuk terlibat secara langsung dalam sesi re-launching jingle pilpres ini. Kembali kepada tema KKN PPM yang menitikberatkan pada Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, disini kami ingin menampilkan para musisi lokal untuk membawakan jingle pilpres di hadapan para tamu undangan talkshow.

Untuk menindaklanjutinya, kemudian kami mulai berkelana dari Timur ke Barat dan Selatan ke Utara untuk mencari dimanakah kiranya gerangan musisi lokal itu berada. Timur ke Barat, Selatan ke Utara, tak juga aku temukan, tak juga aku dapatkan, oh Tuhan inikah cobaan..

Dimulai dari salah satu SLB di daerah Klaten. Disana kami berhasil menemukan difabel dengan keahlian di bidang pantomim, yang selanjutnya menjadi salah satu pengisi acara. Selain itu kami juga menemukan difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik, khususnya band. Bahkan mereka juga telah mengantongi rekor MURI.

Namun keinginan kami untuk mengajak mereka menjadi pengisi acara talkshow tidak dapat terlaksana. Pertama, karena mereka hanya bisa tampil dengan alat musik full band dan tidak bisa secara akustik. Karena mereka tidak memiliki alat sendiri, jadi otomatis kami harus menyediakan anggaran dana lebih untuk menyewa alat musik yang akan mereka gunakan nantinya. Kedua adalah karena pada tanggal dan jam yang sama, mereka harus mengisi acara di tempat lain. Jadilah kami batalkan niat mulia kami untuk menampilkan mereka.

Pencarian tetap dilanjutkan untuk mencari musisi lokal kecamatan Prambanan. Sepanjang jalan Solo di wilayah kecamatan Prambanan telah kami telusuri, tapi ternyata sangat jarang bahkan tidak ada musisi lokal yang dapat kami temukan. Demikian juga dengan kawasan candi Prambanan, hampir tidak ada musisi lokal yang beroperasi.

Kami hanya bisa menemukan seorang ketua asosiasi pedagang asongan di kawasan parkiran candi Prambanan yang bernama Pak Sunarwan. Dari obrolan kami dengan beliau, ternyata musisi lokal di wilayah kecamatan Prambanan memang dapat dikatakan tidak ada. Yang mungkin ada hanyalah kesenian jatilan. Tapi kami memutuskan untuk tidak menampilkan jatilan mengingat ukuran indoor pendopo kantor kecamatan Prambanan yang tidak memungkinkan.

Sampai pada akhirnya, kami berhasil mendapatkan koneksi dengan musisi lokal dari kota Klaten. Di pertigaan menuju ringroad Klaten, persis di seberang rumah makan Bakso Nuklir, berkumpullah sekumpulan pemuda yang menamakan diri mereka L.A Country. Dikomandani oleh Mas Bowo, kami ber-say hello untuk mengutarakan maksud dan tujuan kami menemui mereka. Bla bla bla bla bla… dan mereka pun memahami apa yang kami rasakan. Kami pun sepakat untuk menampilkan mereka pada acara talkshow ini. Keinginan kami ternyata tidak bertepuk sebelah kaki, karena mereka juga bersedia menjadi pengisi acara.

Akhirnya 1 hari sebelum hari-H, kami melakukan latihan perdana untuk mencoba jingle pilpres yang diciptakan oleh mahasiswa paling imut di tim KKN UGM kecamatan Prambanan, C-Kink. Bertempat di pendopo kantor kecamatan Prambanan, kami mulai mencoba memperkenalkan jingle tersebut. Jreng jreng jreng… “Tahun ini bangsa kita berpesta… Setelah lima tahun kita tidak bersua…”

Niat awal kami adalah mempersilahkan mereka dari L.A Country untuk membawakan jingle ini sendiri. Tapi mereka merasa sebaiknya jingle ini dibawakan secara kolaborasi antara mahasiswa dan mereka, karena jingle ini sebenarnya sudah jadi dan hanya tinggal dibawakan saja. Setelah berdiskusi singkat, kami pun menyepakatinya. Jadilah, jingle ini akan dinyanyikan oleh mahasiswa KKN dengan iringan musik dari L.A Country.

Latihan perdana ini berjalan cukup normal. Mengingat jingle tersebut tidak terlalu sulit dan kemampuan musikalitas para personel L.A Country yang tidak bisa disepelekan, dalam waktu singkat jingle pilpres ini telah dapat dipahami dan dipelajari. Sisanya tinggal melihat improvisasi masing-masing di keesokan hari ketika tampil nanti.

Kini tibalah kita pada hari-H. Pagi harinya, kami telah menyiapkan lirik jingle pilpres tersebut untuk dibagi-bagikan kepada peserta sebagai salah satu konten seminar kit. Tidak lupa kami juga merekam mentahan jingle tersebut dalam 5 keping CD. Dari 5 keping ini, 1 akan diberikan kepada musisi L.A Country dan 4 sisanya akan diberikan kepada perwakilan KPU, panwas atau kecamatan.

L.A Country datang beberapa saat sebelum memasuki sesi acara jingle. Sembari menunggu, kami semua berlatih kembali menyanyikan jingle tersebut secara bersama-sama. 3-4 kali latihan dirasa sudah cukup untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing individu. Latihan pun dicukupkan sekian dan kini tinggal menunggu waktu untuk tampil.

Akhirnya setelah sesi talkshow selesai, kami mendapatkan giliran untuk menaik ke atas panggung. Setelah mendapatkan arahan dan pendahuluan dari pembawa acara, kami mulai memainkan jingle tersebut di hadapan peserta, dengan berkolaborasi antara mahasiswa dan L.A Country. Komposisinya adalah ke-5 orang personel L.A Country memainkan alat musik: gitar, gitar bass, benjo, cuk dan bonggo, ditambah C-Kink yang memegang gitar, sementara sisanya yaitu Arya, Nura, Lies, Poy, Catur dan Eka menjadi vokalis. Plus kehadiran Wisnu di atas panggung yang mengenakan kostum badut Mr. Contreng.

1 lagu yaitu jingle tersebut telah selesai dibawakan dan kami pun turun dari panggung, menyisakan L.A Country yang masih tetap pada posisinya untuk mengisi sesi hiburan setelah ini. Semoga para peserta terpuaskan atas apa yang telah kami coba berikan.

Di akhir acara, setelah panitia mulai berkemas dan L.A Country beranjak pulang, tak lupa kami memberikan CD berisi jingle pemilu tersebut, lengkap dengan liriknya. Serta, kami dari seksi acara hiburan menuliskan dalam selembar kertas, testimoni dan segala pesan-kesan kami kepada rekan-rekan L.A Country, sebagai kenang-kenangan untuk mereka. Semoga silaturrahim diantara kita semua bisa tetap terjaga.

 

Evaluasi

 

Dari seksi acara re-launching jingle pemilu, secara umum tidak ada evaluasi secara mendalam dan mendetail yang perlu dilakukan. Keseluruhan anggota seksi telah bekerja dengan penuh semangat dan sebaik-baiknya. Ketika ada satu hambatan yang merintangi, hal itu tidak menyurutkan langkah kami. Justru kami mencoba melintasinya dengan sekuat tenaga dan kebersamaan yang kami miliki. Bahkan kebersamaan ini juga secara tidak langsung tertularkan kepada rekan-rekan dari L.A Country selaku pengisi acara sekaligus teman berkolaborasi.

 

Kritik dan Saran

 

Kepanitiaan acara refleksi pemilu ini telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman bagi kita semua. Meskipun begitu tetap ada beberapa hal yang kiranya perlu dikritisi terkait pelaksanaan acara ini. Plus beberapa saran yang harapannya bisa menjadi masukan bagi kita bersama dalam menjalani hari-hari dalam setiap detik kehidupan ini nantinya.

  1. Telah ditegaskan berulang kali bahwa komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.
  5. Kepanitiaan besar seperti ini tidak dapat dipungkiri akan mengakibatkan adanya beberapa individu yang tidak bekerja secara penuh, khususnya dalam beberapa hal. Ada beberapa individu yang bekerja lebih berat sementara ada individu lainnya yang mungkin kurang terberdayakan. Solusinya adalah dengan mengatur pembagian jumlah anggota, khususnya untuk seksi yang memang memerlukan banyak tenaga.
  6. Kepanitiaan besar juga memberikan pemandangan yang kurang enak dilihat pada saat pelaksanaan acara, terutama bagi panitia yang tidak terbedayakan ketika acara berlangsung. Hal ini dapat disiasai dengan memberikan ruangan khusus panitia dan mengumpulkan panitia yang tidak terberdayakan di dalam ruangan tersebut.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt Al-Malik Al-Mu’min Al-Aziz Al-Khaliq. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami kembali di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat serta memelihara anak laki-lakinya yang imut idan six pack ini.

-          Ainur Rokhim, siluman kambing cap Mbantul yang makin hari makin ajaib aja. Sepertinya orang tuamu telah salah memberi nama untuk anak perempuannya… Hihihihihi.

-          Catur, Eka, Wisnu, Arya, Fentra, Ilham, Poy dan Lies selaku keluarga seksi acara hiburan atas kerjasamanya mencari jejak musisi jalanan dan menemani mereka sepanjang acara.

-          Mas Bowo, Mas Bayu, Pak Supri dan seluruh rekan-rekan L.A Country yang bersedia untuk berkolaborasi dan telah memberikan pelatihan singkat cara memainkan benjo dan cuk. Semoga silaturahim kita tetap terjaga.

-          Pak Sunarwan selaku ketua asosiasi pedagan asongan parkiran candi Prambanan yang telah banyak memberikan informasi berharga. Semoga dimudahkan rezekinya dan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup ini.

-          Nurfina Amini yang akrab dipanggil Bambang atas pinjaman laptop, printer dan nero nya.

-          Nanda dan Kiki selaku MC yang hobi bercuap-cuap olala.

-          Reza dan Yudis yang masih betah membimbing para anak asuhnya masing-masing.

-          Rekan-rekan sekretaris atas kesediaannya menuliskan apa-apa yang perlu dtulis.

-          Rekan-rekan bendahara atas keikhlasannya dipusingkan dengan nota-nota dan sebagainya.

-          Rekan-rekan seksi acara seminar yang baik-baik saja.

-          Rekan-rekan seksi pembuatan film dokumentasi yang ada apa-apanya.

-          Rekan-rekan seksi dekorasi atas pembuatan backdrop dan spanduknya.

-          Rekan-rekan seksi perlengkapan yang jumlah anggotanya paling sedikit.

-          Rekan-rekan seksi humas yang rajin berkelana melintasi kecamatan Prambanan hanya untuk mengantarkan undangan.

-          Rekan-rekan seksi konsumsi atas kesediaannya membagi makanan kepada kami semua.

-          Rekan-rekan seksi publikasi yang telah mempublikasikan acara ini sekuat tenaga.

-          Rekan-rekan seksi dokumentasi atas hasil jepretan-jepretn narsisnya.

-          Rekan-rekan seksi penerima tamu yang setia duduk manis di meja registrasi.

-          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan luar biasa. Super sekali!

-          Pak Heru dan Bu Martini yang dengan ikhlas telah hadir di acara ini  mewakili warga Desa Cucukan lainnya.

-          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

-          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

-          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 1 Agustus 2009

 

Lampiran

Maret 2009

Pemilihan Umum

Versi Pilpres

C-Kink

Tahun ini bangsa kita berpesta

Setelah lima tahun kita tidak bersua

Untuk memilih calon pemimpin bangsa

Marilah kita merayakannya

 

Pemilihan Umum itulah namanya

Pelaksanaannya sudah di depan mata

Ayolah gunakan hak pilih kita

Karena masa depan milik kita semua

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Sudahkah kita mengenal mereka

Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana

Dari tiang listrik sampai angkutan kota

Bermodal senyum manis mencoba menyapa kita

 

Sudahkah kita kenal visi misinya

Beraneka program menjadi jualannya

Juga bermacam jargon yang menjadi slogannya

Bermodal janji-janji mencoba menyapa kita

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

***

Add comment October 18, 2009

LPJacaraPemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara

Sosialisasi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Sosialisasi Pemilu” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Sabtu 4 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Dan semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Monggo dikecake!

 

Awalnya pada hari Minggu, 28 Juni 2009, 2 unit tim KKN UGM yang ditugaskan di kecamatan Prambanan berkonsolidasi untuk mengadakan sebuah acara bersama dengan level kecamatan. Akhirnya setelah melalui berbagai negoisasi dan koordinasi yang tidak panjang dan tidak alot, diperolehlah kesepakatan untuk mengadakan acara “sosialisasi pemilu” di tingkat kecamatan, dengan kepanitiaan bersama dipegang oleh kedua unit.

Acara sosialisasi pemilu ini direncanakan akan diselenggarakan pada hari Minggu 5 Juli 2009, bertempat di kantor kecamatan prambanan. Isinya berkisar tentang segala sesuatu mengenai pemilu dan sosialisasinya. Dalam jangka waktu yang hanya 1 minggu, maka seluruh panitia dituntut untuk bekerja ekstra keras demi kesuksesan jalannya acara ini.

Event sosialisasi pemilu tersebut menitikberatkan pada acara drama parodi pemilu, sebagai salah satu metode yang dirasa menarik untuk melakukan sosialisasi dengan cara yang berbeda. Karena itulah kemudian dibentuk “tim skenario” untuk membahas segala sesuatu mengenai konsep drama tersebut.

Lalu berkumpullah tim skenario untuk menyusun naskah drama. Dengan berjuang sekuat tenaga dan dengan disertai gontok sana gontok sini, akhirnya naskah drama dapat terselesaikan dengan sehat wal afiat pada hari Selasa 30 Juni 2009. Plotting dan lobi-lobi pemeran drama dilakukan pada keesokan harinya, Rabu 1 Juli 2009. Dan naskah drama diterima oleh para pemeran pada hari Kamis 2 Juli 2009, sekaligus juga latihan perdana.

Masih di hari Selasa. Setelah naskah drama itu selesai, kami dari tim skenario mencoba untuk berpikir lebih ke depan terkait kepanitiaan ini. Pada saat itu, seksi-seksi yang ada dalam kepanitiaan adalah seksi skenario, seksi perlengkapan, seksi konsumsi dan seksi humas. Dari sini ditemukan sebuah kejanggalan yang tidak biasa. Kejanggalan apa itu? Yaitu tidak adanya satu seksi yang bernama “seksi acara!”. Padahal fungsi seksi acara adalah sangat penting dalam sebuah kepanitiaan, seperti untuk merumuskan rundown acara, memanggil pembicara, menunjuk pembawa acara, menyiapkan jalannya keseluruhan acara, dan sebagainya. Akhirnya dengan penuh inisiatif tinggi, tim skenario mencoba untuk mengusulkan sebuah rundown acara kepada keseluruhan panitia.

Semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena tim skenario berinisiatif mengusulkan rundown acara tersebut, akhirnya tim skenario diberikan amanah baru yang sudah diduga sebelumnya. Panitia sepakat mengetuk palu dan mengubah nama “tim skenario” menjadi “seksi acara”, yang artinya kini kami tidak lagi hanya membahas masalah drama, tapi juga keseluruhan acara dan hal-hal teknis dibelakangnya. Huiks huiks…

 

Idealita

 

Yang paling mendasar, sebagaimana telah tersebut dalam paragraf sebelum ini, idealita kami hanyalah sebagai sebuah tim skenario biasa. Tapi ternyata kondisi lingkungan memaksa kami untuk berubah fungsi menjadi seksi acara. Ya tidak apa-apa lah, kami percayakan semuanya kepada takdir. Tawakkal aja…

Kesepakatan awal panitia, acara akan dilaksanakan pada hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi setelah bernegoisasi dengan para perangkat kecamatan, mereka memberi saran bahwa jika acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, dikhawatirkan pengunjungnya tidak sebanyak yang diharapkan. Hal ini terjadi karena pada hari Minggu umumnya masyarakat disibukkan dengan acara-acara pernikahan atau agenda masyarakat lainnya. Perangkat kecamatan mengusulkan supaya acara ini diadakan keesokan harinya, Senin 6 Juli 2009, dan seluruh panitia pun menyepakati.

Lalu dari konsep acara secara keseluruhan, idealitanya acara akan dibuka oleh ketua panitia beserta wakil ketua untuk mewakili tim KKN unit Prambanan Utara dan Selatan, dan sambutan oleh Camat Prambanan. Lalu dilanjutkan oleh sosialisasi pemilu dari KPU, drama dan hiburan. Diluar itu semua, sepanjang acara akan ada seekor badut berkostum Mr. Contreng yang akan beroperasi di sekitar kecamatan, di pinggir jalan, dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat dan untuk membagi-bagikan brosur tentang sosialisasi pemilu.

Materi mengenai sosialisasi pemilu akan diisi oleh KPU sendiri. Kemudian drama yang menjadi inti acara, akan dimainkan oleh rekan-rekan KKN, dengan tema parodi mengenai pemilu. Terakhir, acara hiburan direncanakan akan diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan.

Kira-kira begitulah idealita yang kami punya terkait acara sosialisasi pemilu ini. Kini saatnya kita bersama-sama memasuki bagian realita.

 

Realita

 

Sebelumnya, mari kita siapkan fisik dan mental kita sebelum kita membaca bagian ini. Tarik nafas dalam-dalam, lalu buang. Hmmmmphhh… Fiiiiuuuuuh…

Pertama, dari tanggal pelaksanaan acara. Niat awal kami adalah hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi berdasarkan wejangan dari perangkat kecamatan, lalu diundur menjadi hari Senin 6 Juli 2009. Apakah pelaksanaannya seperti itu? Kita baca paragraf berikut ini!

Hari Kamis 2 Juli 2009, seluruh pemeran drama sedang berkumpul di Kastil Sengonisme untuk bersiap-siap melaksanakan latihan drama pertama kalinya. Semua pemeran telah memegang naskah. Dan beberapa detik sebelum latihan dilaksanakan, datanglah sebuah berita yang membuat kami semua terkejut dan terpana.

Fathi (bacanya bukan Fat-hi atau Fa-ti atau Ef-Ati, tapi Fath-‘i) selaku koordinator humas yang bertanggung jawab menghubungi semua pihak di luar panitia, memberi kabar terbaru hasil pertemuannya dengan KPU Klaten. Diriwayatkan dari Fathi bahwa KPU Klaten berkata bahwa: “Masa kampanye berlangsung hingga tanggal 4 Juli 2009. Kemudian selama tanggal 5 Juli hingga 7 Juli adalah masa tenang. Dan KPU tidak mau bertanggung jawab atas segala kegiatan terkait sosialisasi pemilu yang dilaksanakan pada masa tenang”.

Apa artinya? Secara tersirat, KPU mengatakan bahwa mereka enggan mengisi acara kita jika diadakan pada hari Senin 6 Juli. Batas terakhir pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan semacam itu adalah pada tanggal 4 Juli, dan jika diadakan pada tanggal tersebut, KPU bersedia untuk turut serta di dalamnya.

Melihat kenyataan tersebut, maka panitia mencoba untuk berembug menentukan nasib dan masa depan acara sosialisasi pemilu ini. Akhirnya, dengan diwarnai lisan yang beradu argumen dan otot plus urat yang tidak ditampakkan, panitia sepakat untuk menuruti keinginan KPU, yaitu memajukan acara menjadi hari Sabtu 4 Juli 2009. Tok tok tok… Palu telah diketuk, dan 4 Juli adalah 2 hari lagi!

Dua hari lagi acara dilaksanakan. Kurang dari 48 jam. Para pelakon drama baru memegang naskahnya pada saat itu, dan belum sekalipun latihan. Musisi jalanan belum dilobi untuk mengisi acara. Kostum Mr. Contreng juga belum dibuat. Lalu, apakah semua kendala tersebut akan menyurutkan langkah kita dalam menjalankan kepanitiaan ini?

Jangan sebut kami mahasiswa Universitas Gadjah Mada jika kami langsung berputus asa hanya karena hal-hal seperti ini. Apakah kami menyerah? Jawabannya jelas: TIDAK! Justru hal tersebut semakin memicu semangat kami dan membuat kami lebih terpacu untuk menjalankan acara ini.

Para pemain drama yang baru mendapatkan naskahnya pada hari Kamis siang, dengan semangat segera berlatih dan memanfaatkan setiap detik yang ada. Untuk masalah kostum, dengan penuh percaya diri kostum mulai dibuat pada hari Jumat pukul 1 siang, dan akhirnya bisa diselesaikan dengan sukses pada hari Sabtu 4 Juli 2009 pukul 08.00, atau 1 jam sebelum acara dimulai! Sementara untuk acara hiburan, rasanya tidak mungkin kami memanggil dan melobi musisi jalanan dalam waktu 1 hari. Akhirnya dengan inisiatif tinggi, kami dari tim acara sepakat untuk menghandle sendiri acara tersebut.

Kini sampailah kita pada hari yang ditunggu-tunggu, Sabtu 4 Juli 2009. Bertempat di halaman kantor kecamatan Prambanan, acara dimulai tidak terlalu jauh dari waktu yang diagendakan. Namun Camat Prambanan tidak bisa menghadiri acara ini karena pada waktu bersamaan juga ada agenda di tempat lain, sehingga sambutan diberikan oleh salah seorang staf kecamatan.

Acara dilanjutkan oleh materi tentang sosialisasi pemilu yang diisi oleh KPU Kabupaten Klaten. Terima kasih kami ucapkan kepada tim humas atas usahanya untuk melobi KPU sehingga mereka bersedia untuk mengisi materi pada acara ini.

Pada waktu yang bersamaan, badut Mr. Contreng juga melaksanakan tugasnya. Badut ini ditempatkan di pinggir jalan di depan kantor kecamatan, untuk membagi-bagikan brosur dan publikasi tentang sosialisasi pemilu. Tidak hanya di depan kantor kecamatan, untuk lebih menarik minat masyarakat maka badut juga bergerak menuju kantor pos, sembari membagi-bagkan brosur di sepanjang perjalanan menuju kantor pos.

Setelah materi dari KPU, acara masuk kepada intinya, yaitu drama parodi pemilu. Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari 48 jam dan latihan kurang dari 6 kali, acungan jempol patut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam drama ini, khususnya para pemainnya yang telah dengan senang hati membawakan perannya masing-masing.

Drama ini terbagi menjadi 3 babak. Babak pertama berkisar tentang DPT, kisruh yang terjadi seputar DPT, dan penjelasan singkat megenai DPT. Babak kedua menceritakan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN kepada masyarakat setempat, termasuk pembahasan mengenai teknis dan tata cara penyontrengan. Babak ketiga yang juga sebagai babak terakhir, menggambarkan tentang simulasi pemilu pada hari H. Disini diceritakan tentang hal-hal yang mungkin terjadi pada pelaksanaan pemilu, seperti masalah manula, pemilih yang curang, surat suara yang rusak, dan lain sebagainya.

Secara umum dapat dikatakan bahwa drama ini adalah bagian paling menarik dari keseluruhan acara. Mengingat singkatnya waktu yang ada untuk persiapan, namun ternyata hasil yang ditampilkan adalah sangat-sangat luar biasa. Demikian juga dengan masyarakat yang tampaknya juga cukup tertarik tehadap drama ini, terlihat dari antusiasme dan ekpresi mereka ketika menyaksikan adegan demi adegan dalam drama ini. Sekali lagi, angkat topi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang telah terlibat disini!

Drama ditutup dengan ajakan kepada masyarakat supaya jangan lupa menyontreng sekali saja pada Pilpres 8 Juli 2009. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi hiburan. Sesi hiburan ini awalnya ingin diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan. Namun karena adanya perubahan jadwal secara mendadak yang tidak memungkinkan untuk melobi musisi jalanan, tim acara berinisiatif untuk mengisinya sendiri.

Akhirnya tim acara pun menghandle sendiri sesi hiburan ini. Membawakan 2 buah lagu dengan tema terkait pemilu presiden. Yang pertama adalah lagu berjudul “Manusia Setengah Dewa” milik Iwan Fals, sementara lagu yang kedua bisa dikatakan cukup spesial. Kenapa? Karena lagu tersebut adalah lagu ciptaan sendiri!

Terkait dengan pemilu, salah seorang peserta KKN kecamatan Prambanan bernama C-Kink (Teknik Nuklir 2006) pernah menciptakan sebuah lagu bertema pemilu dengan judul “Pemilihan Umum”. Lagu inilah yang dibawakan sebagai lagu kedua pada acara tersebut. Isi lagu ini secara umum berisi tentang sosialisasi pemilu dan ajakan kepada seluruh pendengar untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih pilihan yang terbaik untuk semua. Respon masyarakat, khususnya undangan dari KPU, tampaknya cukup tertarik kepada lagu ini. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti lagu ini akan diminta oleh KPU untuk menjadi jingle pada pemilu-pemilu selanjutnya.

Dua lagu telah selesai dibawakan dan kini tibalah kita di penghujung acara. MC pun segera masuk dan menutup acara ini. Tidak lupa ucapan terima kasih disampaikan oleh MC mewakili panitia kepada seluruh undangan dan masyarakat yang hadir, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan acara ini. Semangaaaaaaatttt!!!

 

Evaluasi

 

Secara keseluruhan, apa yang terjadi pada hari Sabtu di kantor kecamatan tersebut adalah luar biasa. Mengapa kami berani mengatakan luar biasa, adalah karena dalam persiapan yang sangat-sangat singkat, ternyata hasil yang diberikan dapat dikatakan istimewa, tidak dipengaruhi oleh singkatnya waktu yang ada. Kerja keras dan semangat seluruh panitia, khususnya seksi acara dan para pemeran drama patut diberikan apresiasi tinggi. Demikian juga dengan inisiatif, improvisasi dan spontanitas-spontanitas lainnya yang terjadi selama jalannya acara.

Jadi mungkin secara umum tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara dan jalannya acara secara keseluruhan. Justru ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kami sampaikan khususnya kepada seluruh kepala yang terlibat di dalam acara ini. Ayo mari kita tepuk tangan untuk kita semua. Plok plok plok plok plok…

 

Kritik dan Saran

 

Sekalipun tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara, namun kritik dan saran harus tetap diberikan, demi me-review apa yang telah kita lakukan selama ini adan supaya kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi di hari kemarin tidak kita ulangi lagi di keesokan hari.

  1. Sekalipun sangat mendasar, namun komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan Alhamdulillah, hal itu terjadi pada kepatiaan ini.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink, mewakili Ainur Rokhim selaku koordinator seksi acara yang sesungguhnya, dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt Ar-Rahmaan Ar-Rahiim Ar-Razaaq As-Salaam. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami semua di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah ada. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat anak laki-laki satu-satunya ini sehingga bisa menjadi seperti ini.

-          Ainur Rokhimin yang akrab dipanggi Imin, eh Nura alias Cinta Flora, selaku rekan kerja di tim acara selama 1 minggu full. Koordinator acara dan otak dibalik suksesnya drama yang kami tampilkan. Pertahankan semangatmu anak muda, dan tetaplah tersenyum menghadapi semua rintangan yang ada. Semangaaaaat!!!

-          Nike Octavianti Prasakti yang telah bergadang semalaman hanya untuk membuat kostum Mr. Contreng yang penulis kenakan pada saat acara berlangsung. Kostum itu menjadi saksi bisu kegigihanmu menjalankan hari-harimu.

-          Yudithstiro Narendrasmoro dan Reza Putra Perdana atas kesediaannya membimbing seluruh anggota unit masing-masing.

-          Lies yang dengan ikhlas bersedia untuk menjadi vokalis dalam sesi hiburan, dan bersedia untuk mempelajari lagu “Pemilihan Umum” dalam waktu kurang dari 1 hari.

-          Seluruh pihak yang terlibat dalam pementasan drama: Wisnu, Tika, Arya, Fentra, Nanda, Ilham, Poy, Ucup, Wahyu, Muhaimin, Ichsan, Nawang, Mega, Juita. Kalian semua adalah manusia luar biasa.

-          Kiki dan Catur yang cuap-cuap di memandu jalannya acara.

-          Wurya, Dian, Hanif dan seluruh rekan-rekan seksi perlengkapan yang mampu bergerak dengan cepat dan tepat.

-          Fathi atas usahanya bergerak kesana-kemari melobi instansi-instansi terkait.

-          Riris, Rani, Oki dan Arul yang setia menunggu di meja registrasi.

-          Fafa dan Dyah atas suguhan konsumsinya.

-          Didi yang dengan semangat menemani Mr Contreng bergerak menelusuri jalan Solo untuk membagi-bagikan brosur.

-          Danil, Banu, Nunu, Irfan dan seluruh tim dokumentasi yang telah mengabadikan momen-momen bahagia sepanjang jalannya acara.

-          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.

-          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

-          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

-          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 9 Juli 2009

Add comment October 18, 2009

100Truths #2

100 Truths
WHAT WAS YOUR:
1. Last beverage = Mineral water / Eau de mineral / Mizu desu.
2. Last phone call = Numpang misscall pake nomor Fren gue yang baru beli
3. Last text message = Oh gitu, emh… Day activity kamu menurut kamu penting semua nggak, kalo misal dari 5 kegiatan kamu 2 nggak gitu penting mendingan kamu pake buat istirahat minimal tidur 2 jam, tapi kalo bisa setengah jam sebelumnya kamu makan dulu, temenku ada yang sukses gemuk pas nyoba cara ini, tapi kalo penting semua, weekend kamu pake buat istirahat TOTAL kalo bisa sambil olahraga 15-30 menit cukup kok! Minum vitamin, juga terus night activitinya jangan gitu, kalo nggak penting-penting banget mending dikurangin jamnya, jadi tidur nggak diatas jam 12 (jangan bilang kamu ngopi malem-malem?) sangat nggak disarankan. Justru saranku ganti pake susu :-) Gitu deh. (buset dah, panjang banget?)
4. Last song you listened to = Flower – L’arc~en~ciel
5. Last time you cried = Has just forget / J’oublie / Wasuremasu
HAVE YOU EVER:
6. Dated someone twice = Siapa juga yang mau ngedate sama gue? Secara gitu gue makhluk hina dan rendahan
7. Been cheated on = Pernah
8. Kissed someone & regretted it = Mau lu gue cium?
9. Lost someone special = Mbah Surip? Soeharto? WS Rendra?
10. Been depressed = Sometimes but very very rare / Combien de temps, mais ce tres rare
11. Been drunk and threw up = Never lah yaw…
FIRST THREE FAVORITE COLOURS:
12. White
13. Black
14. Green
THIS YEAR HAVE YOU: (2009)
15. Made a new friend = A lot of. Jiheisho-Kuni no tomodachi et mes amies du lip and friends from BEM KMFT UGM
16. Fallen out of love = Sudah lupa tuh… Keseringan sih!
17. Laughed until you cried = Gue kalo ketawa mah cool kalee
18. Met someone who changed you = Ho oh. Lurah, Kadus dan seluruh warga Desa Cucukan
19. Found out who your true friends were = I don’t have any single true friends / Je n’ai pas un bon amie / Tomodachi ga imasen
20. Found out someone was talking about you = Bien sure! Gue gitu loch…
21. Kissed anyone on your friend’s list = Buset dah… Emang lu mau gue cium? Sini sini… Cup cup mmmuuuuaaaachhh… Hueeeek pait!
22. How many people on your friends list do you know in real life = Hope I have one / Je prie, j’ai un amie
23. How many kids do you want to have = Cukup 4 anak. Kebanyakan ya?
24. Do you have any pets = Ada. Cacing dan kelabang yang suka ngintipin gue di kamar mandi kosan
25. Do you want to change your name = Peut-etre. C-Kink? Syahid Syaifullah? Nicholas Saputra? Mawar (bukan nama sebenarnya)?
26. What did you do for your last birthday = Nongkrong di angkringan, bersilaturrahim sama sesama pelanggan angkringan, ngobrolon bermacam-macam hal dari jam 9 malem sampe jam 1 pagi, sampe angkringannya tutup!
27. What time did you wake up today = 09.13, soalnya gue baru tidur jam 04.39 abis Subuh
28. What were you doing at midnight last night = Ngenet di VidiNet, ngupload video di youtube sama ngupload blog
29. Name something you CANNOT wait for = Die / Shinai / Mon mort
30. Last time you saw your Mother = 29 September 2009. Mama how are you today?
31. What is one thing you wish you could change about your life? = Nothing. I love my live with what my live today / Je suis heureux avec ma vie maintenant
32. What are you listening to right now = Start – Depapepe
33. Have you ever talked to a person named Tom = Tom? Where are you, Tom?
34. What’s getting on your nerves right now = Apa ya? Besok gue jadi moderator diskusi sekolah kaderisasi. Tapi insya Allah nggak nervous kok
35. Most visited webpage = Yahoo et WordPress et Youtube et Facebook et Detiksport
36. Whats your real name = R***** A**** P*******
37. Nicknames = C-Kink
38. Relationship Status = Single dengan 0 anak / Celibataire sans enfant
39. Zodiac sign = Virgo
40. Male or female? = (Fe)Male
41. Elementary? = SD Negeri Beji VII Depok. Sekarang gimana kabarnya ya?
42i. Middle School = SMP Negeri 2 Depok. Masih berdiri kah bangunannya?
43. High School/College = SMA Negeri 1 Depok / Teknik Nuklir UGM
44. Hair colour = Green. Whoaaaaaa, alien! Black absolutely
45. Long or short = Tergantung musim
46. Height = 183 cm
47. Do you have a crush on someone? Nggak ngerti maksud pertanyaannya / Je ne comprends pas
48: What do you like about yourself? Everything. Je m’aime! I love myself full! Idih narsis…
49. Piercings= Ogah…
50. Tattoos = Mbahmu kui…
51. Righty or lefty = Bang stop kanan Bang, kanan!
FIRSTS :
52. First surgery = Nggak banget deh
53. First piercing = Ogaaaaaaah!
54. First best friend = Would you be the first?
55. First sport you joined = Walking / Me promene / Shanposuru
56. First vacation = Rumah tetangga. Gyaaaaaa…
58. First pair of trainers = Nggak ngerti…
RIGHT NOW
59. Eating = Nggak. Tadi sih makan nasi goreng sapi sama anak2 LIP. Gue mesen porsi 1 ½. Terus punya Ido nggak abis, gue makan. Chacha juga nggak abis, gue abisin. Wooaaah…
60. Drinking = Nggak juga
61. I’m about to = Sleep / Dormir / Nemasu
62. Listening to = Nature sound of Jangkrik, Kodok, Angin malam dan… Kuntilanak?
63. Waiting for = My funeral / mon mourir
YOUR FUTURE :
64. Want kids= 4. Kurang banyak apa kebanyakan?
65. Get Married= 13 – 13 – 2013. Tanggalnya keren khaaaaaan…
66. Career = Entrepreneur!
WHICH IS BETTER :
67. Lips or eyes? = Dua-duanya boleh
68. Hugs or kisses? = Pertama kita pelukan dulu, terus cipika-cipiki-cibibir dikit-dikit, terus… Terus… Terus… Ahhhhhhhh…
69. Shorter or taller? = Nggak masalah. Lebih kecil kayanya enak deh…
70. Older or Younger? = Yang muda yang memimpin! Yang tua yang berkarya! Yang mana aja yang banyak duitnya!
71. Romantic or spontaneous ? = Spontan aja deh, jijik gue sama yang romantis-romantis
72. Nice stomach or nice arms? = Both of them, also added with nice knowledge and nice personaliti
73. Sensitive or loud ? = Dua-duanya siap. Tarik maaaaang!!!
74. Hook-up or relationship? = Nggak ngerti deh
75. Trouble maker or hesitant? = Trouble solver and self-confidence
HAVE YOU EVER :
76. Kissed a stranger? = Siapa? Will you be the first?
77. Drank hard liquor? = Je n’ai jamais. Nggak banget dah
78. Lost glasses/contacts? = Bukan ngilangin, tapi ngerusakin…
79. Sex on first date? = Kali gitu ada yang mau sama gue yang kurus kerempeng begeng cacingan gini… Huehehehe
80. Broken someone’s heart? = Nah buat lu yang baca, pernah nggak gue bikin lu patah hati? Pasti sering banget deh. Iya khan? Akika gitchu loh bow…
81. Had your own heart broken? = Cukup 3 kali aja, di jaman gue muda dulu
82. Been arrested? = Pernah. Dasar polisi j***uk!
83. Turned someone down? = Nggak ngerti coy!
84. Cried when someone died? = Nggak lah. Kematiannya adalah kebahagiaannya karena dia akan segera bertemu Tuhannya
85. Lied to your bestfriend? = Bestfriend? Do i have?
DO YOU BELIEVE IN
86. Yourself? = Bien sure! Ya iyalah
87. Miracles? = Impossible is possible!
88. Love at first sight? = Itu bukan cinta, itu mah napsu. Kalo gitu sih sering, tiap ngeliat perempuan-perempuan bertanktop dan celana pendek di jalan-jalan. Hihihihi… Astagfirullah…
89. Heaven? = Jelas!
90. Santa Claus? = Ah cuma dongeng
91. Kiss on the first date? = Siapa sih yang mau gue cium dan mau nyium gue? Cape deh pertanyaannya gini melulu.
92. Angels? = Yup. Ada Jibril, Mikail, Malik, Izrail, Israfil, Munkar, Nakir, Ridwan, Rokib sama Atid, yang wajib diketahui
ANSWER TRUTHFULLY:
94. Had more than 1 girlfriend/boyfriend at a time? = 1 aja nggak pernah punya! Gile aje lu!
95. Did you sing today = Absolutely, in my bathroom. “Apa sih yang kau tunggu… Apa sih yang kau mau… Langsung saja…”
96. Ever cheated on somebody? = Lupa…
97. If you could go back in time, how far would you go? = Nggak mau. Apa yang terjadi, terjadilah. Masa lalu biarlah berlalu
98. If you could pick a day from last year and relive it, what would it be? = Ogaaaaaah… Yang telah terjadi adalah yang terbaik untuk kita semua
99. Are you afraid of falling in love? = Nggak. Justru gue takut kalo ada orang yang naksir sama gue. Susah nolaknya!
100. Posting this as 100 truths? = Hmmmm???

5 comments October 18, 2009

DiSuatuSore

Di suatu sore di awal bulan Oktober, gue lagi asik makan-makan di FoodFest dalam rangka ulang tahunnya Nanda yang ke-758. Udah sepuh banget dah ini orang. Kita makan-makan sepuasnya, gratis! All you can eat, all you can drink, all you can see, all you can order, dan all Nanda can pay.

Berdua sama Hasan yang sama-sama nggak tahan denger kata gratisan, kita mesen banyak menu. Ini dia nih menunya:

-          Double beef steak

-          Nasi kebuli kambing porsi extra

-          Soto Konro

-          Ayam goreng kremes 2 porsi

-          Vanilla coffee 3 gelas

-          B-smash 1 gelas

Yang kalo di total semua, haranya Rp 143.000,00. Wuaooouww…!!! Kapitalis…

Lagi asik suap-suapan sama Hasan, hp Nokia 6681 gue bergetar. Ada sms (pura-pura) nyasar isinya kaya gini, dengan bahasa yang udah disesuaikan :

Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia, yang ada dia kali… Tapi kadang jadi eneg sendiri, tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia… Beuh, ogah lah ya… Hmmmm. Dah mentok aku, ilang kesabaran”

Dilanjutkan dengan sms singkat :

“Maaf, salah kirim Mas…”

Dari beberapa pendahuluan dan pengalaman sebelumnya yang kepanjangan kalo ditulis disini, ketauan banget kalo si pengirim sms itu, sebut saja “Juminten” (bukan nama sebenarnya) lagi curhat-curhatan sama “Rohali” (juga bukan nama sebenarnya). Mereka berdua temen gue. Si Juminten ini, kayanya lagi ngomongin tentang gue ke Rohali. Dan lazimnya sms-an yang isinya ngomongin orang, tanpa sadar kita suka salah milih send contact, bukan ngirim ke temen curhat kita tapi malah ke orang yang lagi kita omongin. Bukan gitu?

Itu pendahuluannya. Yang dimaksud “Dia” dalam sms si Juminten tersebut, nggak lain dan nggak bukan adalah gue sendiri, makhluk paling hina abad ini. Ayo kita baca sekali lagi sms tersebut :

Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia, yang ada dia kali… Tapi kadang jadi eneg sendiri, tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia… Beuh, ogah lah ya… Hmmmm. Dah mentok aku, ilang kesabaran”

Sekarang, kita tafsirkan kalimat per kalimat :

Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia

yang ada dia kali…

Tapi kadang jadi eneg sendiri

tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia…

Beuh, ogah lah ya…

Udah dibaca? Oke, kita lanjut lagi. Jadi gini, mungkin, si Rohali lagi mancing-mancing Juminten tentang gue. Dan, itulah jawaban dari Juminten, bahwa di nggak pengen pedekate ke gue, malah gue yang pedekate ke dia, tapi dia eneg gara-gara gue malah nuduh dia yang pedekate ke gue.

Emang iya?

Beneran?

Masa sih?

MASA SIH GUE PEDEKATE SAMA ELO???

Buset dah… Pedekate? Huahahahaha… Mari kita tertawa bersama-sama

Huahahahahaha…

Kurang keras!

Huahahahahahahahahahaha…

Masih kurang keras!

HUAHAHAHAHAHAHAHA…!!!

Mantab gaaaaan!

Sebagaimana isi sms si Juminten tadi, dia nyangkanya gue lagi pedekate sama dia. Dan dia eneg dengan semua “pedekate” gue ke dia.

Idih, please deh? Emang elo siapa, sampe gue perlu bela-belain pedekate sama elo?

Iya, gue nggak bo’ong kalo gue emang lumayan “akrab” sama dia. Sengaja pake tanda kutip, soalnya mungkin maksud keakraban disini berbeda antara gue dan dia. Gue juga lumayan dapet “chemistry” sama dia. Tapi apa cuma dengan gitu doang, semua itu dianggap sebagai usaha gue buat pedekate ke dia?

Ya mohon maap. Beberapa anak muda jaman sekarang yang pola pikirnya udah teracuni, emang banyak yang menganggap bahwa hubungan antara pemuda dan pemudi haruslah dalam suatu ikatan yang mereka namakan “pacaran”. Keakraban yang terjadi di dalamnya, seringkali dikaitkan sebagai tahapan untuk menuju proses “pacaran” tersebut.

Tapi sekali lagi mohon maap, ogah banget kalo gue disangka sebagai bagian dari kaum-kaum tersebut. Ogah banget kalo kedekatan kita selama ini, dianggap sebagai sebuah proses pedekate. Tampar pipi gue kalo gue sampe mau pacaran sama elo! Bismillah, hal itu nggak akan terjadi, insya Allah.

Apakah semua hubungan antara pemuda dan pemudi selalu dikaitkan dengan pedekate? Apakah harus diakhiri dengan “pacaran”? Tidak bisakah kita berpikiran positif, tanpa perlu menggembar-gemborkan istilah “pedekate”, melainkan merupakan salah satu bentuk SILATURRAHIM? Dan kalau istilah tersebut terlalu berat, tidak bisakah kita menyebutnya sebagai sebuah RELATIONSHIP?

Sorry banget yah, gue sama sekali nggak ada niat buat pedekate sama elo. Apalagi buat mengangkat elo sebagai “pacar” gue. Maap, kewajiban kita jauh lebih banyak daripada sekedar ngurusin “pacar” ataupun pedekate, dan gue pun juga nggak berminat sama yang namanya pacaran.

Mungkin elo bisa ngedapetin sms dari gue. Mungkin elo bisa ngedapetin lirikan mata gue. Mungkin elo bisa ngedapetin ucapan lisan gue. Tapi yang jelas, JANGAN HARAP ELO BISA NGEDAPETIN HATI GUE. Kalo pun tenyata elo nggak mau menerimanya, justru itu lebih bagus, soalnya GUE JUGA OGAH NGASIH HATI GUE BUAT ELO.

Tapi sekalipun di sore itu gue dapet sms kaya gitu, tampilan luar gue tetep biasa aja seakan nggak terjadi apa-apa. Gue tetep berlaku seperti biasa, malah cengar-cengir cengengesan sama Hasan gara-gara di depan kita udah numpuk 6 buah piring dan 4 buah gelas.

Cuma dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, jari-jemari tangan kiri gue segera bergerak menggenggam hp nokia 6681 gue. Gue buka phonebook nya, jari gue mengarahkan ke contact name nya si Juminten. Lalu dengan penuh percaya diri dan dengan ucapan Bismillah, gue pilih tulisan DELETE.  Aaaaaaaah… Legaaaa…

Astagfirullahaladzim… Sore ini, satu contact name telah terhapus dari phonebook gue. Satu silaturrahim telah terputus. Satu jaringan bisnis telah terputus. Dan satu pintu gerbang untuk membawa gue memasuki dunia baru dengan segudang wawasan dan pengalaman baru, juga telah tertutup. Ampuni aku ya Rabbi… Ternyata, mencari teman itu nggak gampang ya…

C-Kink

Di kamar kosku

5 Oktober 2009

00.12

Add comment October 8, 2009

IniDiaPelakunya

15 Rabiul Awal 1425

5 Mei 2004

Kisah Fiktif

Ini Dia Pelakunya!

Kertas-kertas tadi sudah hilang entah kemana. Lalu, Hepi segera menghubungi detektif terkenal di kelas, yang kejeniusannya sudah diakui oleh seluruh dunia binatang. Bahkan mampu melebihi kemampuannya Conan Edogawa, Hajime Kindaichi maupun Sherlock Holmes. Ya, detektif itu siapa lagi kalau bukan: C-Kink!

Hepi menceritakan kejadian itu kepada C-Kink. Kemudian C-Kink segera mengasingkan diri ke pinggir jendela untuk berpikir sejenak. Setelah berpikir sejenak, beliau mulai beraksi. Dengan indra penglihatannya yang buruk dan dengan indra penciumannya yang pas-pasan, beliau segera mencari tau siapa pelakunya.

C-Kink bertanya kepada para pelaku tadi. Ternyata alibi mereka semua sangat kuat. Tapi beliau sedikit curiga dengan alibi Susi’s Son. Dia berkata bahwa dia memberikan kertas itu kepada Rachel, padahal saat itu Susi’s Son dan Rachel duduk berjauhan.

C-Kink juga sedikit janggal dengan pernyataan Argo, karena sudah 3 hari Argo tidak masuk sekolah. Jadi bagaimana mungkin kertas itu ada di Argo? Selain itu, C-Kink juga sedikit curiga dengan seekor lebah. Kenapa? Karena lebah itu mondar-mandir melulu di dalem kelas. Tapi kecurigaan itu segera ditepis oleh beliau, karena lebah hanyalah seekor makhluk ciptaan Allah swt yang kecil kemungkinan berbuat maksiat.

Sedikit pusing, C-Kink beristirahat sebentar. Beliau keluar kelas dan melihat ada seekor kucing. Lalu beliau berbincang-bincang dengan kucing itu. Setelah perbincangan selesai, beliau kembali ke kelas dengan wajah sangat meyakinkan layaknya karyawan baru gajian.

C-Kink menghampiri meja Susi’s Son. Beliau memeriksa tasnya Susi’s Son dan mengambil buku PPKn terbitan Grafindo dari tas tersebut. Sret sret sret… Beliau membuka buku itu halaman per halaman. Dan, “jreeeeeng…!!!”, kertas-kertas yang tadi dicari Hepi terselip di dalam buku itu (Horeeee…!!! Plok plok plok plok plok plok…!!! Tepuk tangan buat C-Kink!).

C-Kink segera mendatango Hepi dan menyerahkan kertas itu. Belum sempat Hepi berterima kasih, C-Kink sudah pergi menghilang di balik awan mendung dan derasnya hujan serta petir yang menyambar-nyambar (Huueeek… Cuiiih… Sok keren banget dah ah!). Sedangkan kini Susi’s Son dijebloskan ke penjara oleh Mr. Culix akibat tindal pidana mencuri dan memfitnah. Padahal, ibunya Susi’s Son kan guru PPKn. Masa anaknya dipenjara? Makanya, kalo ibu lu lagi nerangin, jangan tidur melulu di kelas. Huahahahahahahaha…

Kasus Ditutup

C-Kink

Pertanyaan:

Apa yang dibicarakan C-Kink dan si kucing di luar kelas?

Add comment October 8, 2009

SiapaPelakunya

14 Rabiul Awal 1425

4 Mei 2004

Kisah Nyata

Siapa Pelakunya?

Pada suatu pagi yang mendung, seorang gadis terpelajar bernama Hepi datang ke sekolah dengan terburu-buru. Di kelas, hanya ada seorang pria bernama Badax yang tangan kanannya sedang sibuk mengorek-ngorek hidung sementara tangan kirinya sibuk menggaruk-garuk pantat. Karena sang waktu sudah tak mau menunggu, Hepi menitipkan berlembar-lembar kertas kepada Badax. Dengan sedikit penjelasan, Badax mengerti dan Hepi segera berlari untuk mengikuti pelajaran Biologi.

Selanjutnya datang seorang pemuda bernama Sebastian (baca: Malvin). Badax menitipkan kertas-kertas tadi kepada Sebastian. Sebastian yang tidak mengerti apa-apa, pasrah saja menerima kertas-kertas itu dari Badax.

Waktu terus berlalu. Siswa-siswi kelas 1-3 makin banyak yang berdatangan termasuk diantaranya adalah seorang pria tampan dan imut bernama C-Kink. Seperti biasa, C-Kink langsung mengambil tempat duduk favoritnya, yaitu di belakang Badax persis di sebelah jendela.

Singkat cerita, Sebastian hendak menyerahkan kertas-kertas tadi kepada salah seorang di kelompoknya Hepi. Kata saksi mata yang bernama Badax, Sebastian hendak memberikan kerta itu kepada Ine. Namun karena Sebastian dan Ine duduknya berjauhan, kertas itu dioper-oper secara estafet.

Kata Sebastian, dia sudah memberikan kertas itu kepada Bertha. Dan kata Bertha, dia juga sudah mengoper kertas itu kepada Susi’s Son (anaknya Ibu Susi). Sedangkan kata Susi’s Son, dia sudah menyerahkan kertas itu kepada seseorang, cuma dia lupa. Kalo nggak salah, dia udah ngasih ke Rachel (baca: Eliana. Kenapa dikasih nama Rachel? Soalnya dalam film Eliana-Eliana, tokoh Eliana diperankan oleh Rachel Maryam. Maksa deh lu!).

Ketika adzan Dzuhur telah berkumandang, Hepi datang kembali dari perantauannya. Dia bertanya kepada Badax tentang kertas-kertas tadi dan Badax menunjuk Sebastian. Hepi bertanya kepada Sebastian dan Sebastian mengacungkan jarinya ke arah Bertha. Hepi bertanya pada Bertha dan Bertha menjawab bahwa kertas itu ada di Susi’ Son. Hepi bertanya kepada Susi’s Son dan Susi’s Son menuduh Rachel sebagai pemegang kertas. Hepi dengan ngos-ngosan bertanya kepada Rachel, namun Rachel tidak tahu-tempe dengan kertas itu. Kata Rachel, dia belum menerima kertas itu.

Loh, masa kertasnya ilang? Kok bisa? Siapa pelakunya? Papan tulis di depan kelas yang tau jawabannya.

Siapa pelakunya?

-          Badax, karena dia yang pertama dititipkan:

-          Sebastian, karena dia yang megang kedua:

-          Bertha, karena dia yang megang ketiga:

-          Susi’s Son, karena dia yang terakhir megang:

-          Rachel, karena dia yang dimaksud oleh Susi’s Son:

-          Hepi, karena dia yang bawa:

-          C-Kink, karena dia terlalu ganteng:

-          Argo, karena dia nggak masuk sekolah:

Add comment October 8, 2009

SecuilGoresan #2

Wawancara antara Deden dan Ferry

Deden                                  : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Ferry                     : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Ada yang bisa saya bantu?”

Ferry                     : “Iya, gantian. Anda dapat bertanya ke saya sekarang. Tanyakanlah tentang Dinasty (Dimensi Anak Satu Tiga, SMAN 1 Depok 2003/2004)!”

Deden                  : “Oh iya. Baiklah. Menurut Anda, siapa lelaki paling favorit di Dinasty?”

Ferry                     : “Berdasarkan survey yang telah saya lakukan di kebun binatang, lelaki paling favorit di Dinasty tak lain dan tak bukan adalah Iwan. Dia mempunyai semua syarat untuk menjadi idola. Sekedar informasi, dia juga mempunya banyak fans di Gotun.”

Deden                  : “Lalu, siapa lelaki paling ganteng di DInasty?”

Ferry                     : “Apa ada pertanyaan lain?”

Deden                  : “Jawab dulu yang ini!”

Ferry                     : “Yah, sebenarnya kalau Anda bertanya begitu kepada semua orang, pasti semuanya akan menjawab bahwa C-Kink lah orang paling ganteng di Dinasty. Hal ini tidak perlu diragukan lagi. Untuk membuktikannya, Anda bisa melihatnya di TPI setiap Kamis malam pukul 21.00.”

Deden                  : “Baik, baik. Saya percaya. Selanjutnya, siapa guru favorit Anda?”

Ferry                     : “Hmmmm… Guru favorit? Itu pertanyaan sederhana. Semua orang tau jawabannya. Ya siapa lagi kalau bukan Ibu Susilowati, guru PPKn terbaik abad ini!”

Deden                  : “Alasannya?”

Ferry                     : “Karena Bu Susi adalah seorang ibu yang awet muda, berjiwa besar, bertenggang rasa, percaya diri, sabar, pemaaf, berjiwa nasionalisme, bertanggung jawab dan tentu saja berkharisma!”

Deden                  : “Apa Anda tidak berlebihan?”

Ferry                     : “Kenapa? Anda nggak suka?”

Deden                  : “Iya! Anda kan harus bersikap netral!”

Ferry                     : “Jadi mau Anda apa?”

Deden                  : “Anda sendiri maunya apa?”

Ferry                     : “Eh malah ngelawan! Makan nih!”

(PLAK!!!)

Deden                  : “Kurang ajar!”

(BLETAK!!!)

Ferry                     : “Sialan!”

(DUAG!!!)

(TAK!!! DUG!!! JEDERRR!!! PRAANG!!! BLEDUG!!! CEPROT!!!)

(Tulilulilulilulilulilulilulilulilut…) *sirene ambulan

Wawancara selesai

19 Mei 2004

C-Kink

=========

Add comment October 8, 2009

SecuilGoresan

Wawancara antara Ferry dan Deden

Ferry                                     : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Ferry                     : “Langsung saja kita ke pertanyaan pertama. Anda sudah siap?”

Deden                  : “Ya, tentu saja.”

Ferry                     : “Baiklah. Sekarang pertanyaan kedua. Menurut Anda, bagaimana peluang para calon presiden pada pemiu 2004 ini?”

Deden                  : “Yah menurut saya, Iwan Fals bisa saja menjadi presiden bila ia mencalonkan diri. Namun saya menjagokan Amien Rais, karena dia adalah orang yang ber-amanat seperti nama partainya.”

Ferry                     : “Tapi bagaimana dengan gosip yang menimpa C-Kink dengan Dian Sastro?”

Deden                  : “ Saya rasa, gosip itu benar adanya. Dian Sastro adalah seorang gadis manis dan dia sangat beruntung karena ia digosipkan dengan C-Kink. Setau saya, C-Kink adalah pemuda tampan lagi imut. Mereka berdua benar-benar beruntung!”

Ferry                     : “Lalu, bagaimana dengan konser AFI minggu kemarin? (Sabtu, 1 Mei 2004)”

Deden                  : “Apa boleh buat. Rindu sudah berusaha semaksimal mungkin, namun dia kalah suara, sehingga dia harus tereliminasi.  Tapi saya rasa, Djalu akan berbahagia, karena dengan tereliminasinya Rindu, maka dia akan dapat menghabiskan waktu bersama Rindu seperti dulu lagi.”

Ferry                     : “Loh, bukankah Parma berpeluang meraih scudetto?”

Deden                  : “Ya, itu benar sekali. Parma saat ini adalah kandidat kuat peraih scudetto. Juventus, AC Milan, Inter Milan, Lazio maupun AS Roma semuanya masih nggal ada apa-apanya dibandingkan Parma.”

Ferry                     : “Tapi, Fisichella kan saat ini sedang berjaya?”

Deden                  : “Tepat sekali! Fisichella adalah pembalap F1 terbaik abad ini. Semua orang mengakuinya. Bahkan, Schumacher juga sanggup dikalahkannya!”

Ferry                     : “Oh, terima kasih banyak. Saya rasa pertanyaan saya cukup segini saja. Terima kasih banyak ya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Ya ya ya. Waalaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Wawancara selesai

4 Mei 2004

C-Kink

=========

Wawancara belum selesai

Ferry                     : “Ehm, permisi… Recordernya ketinggalan.”

Deden                  : “Oh iya. Ini silahkan!”

Ferry                     : “Terima kasih.”

Deden                  : “Sama-sama.”

Wawancara selesai

2 comments October 8, 2009

CerpenAjaib

CerpenAjaib

Introduction – Pendahuluan

Cerpen ini dutujukan untuk semua orang, namun lebih khususnya kepada anak-anak yang berusia 10 tahun ke bawah. Sebaiknya Anda tidak membaca cerpen ini jika:

-          Bulu kaki Anda sudah panjang dan lebat.

-          Rambut Anda sudah banyak beruban.

-          Wajah Anda sudah penuh dengan keriput.

Sebaliknya, sebaiknya Anda membacca cerpen ini jika:

-          Anda masih berjiwa muda.

-          Rambut Anda belum beruban.

-          Tampang Anda masih imut-imut.

-          Anda adalah fans beratnya C-Kink.

-          Anda sedang tidak ada kerjaan.

Ya, terima kasih atas perhatiannya. Mari kita bersama-sama membaca cerpen in dengan bacaan basmalah. Bismillahirrahmanirrahim.

Nanang dan Uang-Uang

Hari ini, di rumah Nanang lagi rame. Bukan rame karena bunyi kereta, tapi rame karena sodara-sodaranya Nanang (sejenisnya monyet, gorilla, lutung dll) sedang berkumpul di rumah Nanang. Sodara-sodaranya Nanang berangkat naik kereta. Mereka mencarter kereta dari Solo sampai ke stasiun Pondok Cina.

Nanang sangat senang bila ada sodaranya yang datang berkunjung, karena sebelum pulang, sodara-sodaranya selalu memberikan uang jajan untuk Nanang.

Malam hari, setelah sodara-sodaranya sudah pulang, Nanang menghitung uang yang diperolehnya layaknya sopir angkot megnhitung uang setoran. Selembar, dua lembar, tiga lembar, …, …, wah, lumayan, dapet banyak. Sebagaimana layaknya manusia yang ingin pamer, Nanang langsung mengangkat gagang telpon dan menekan tombol 085691012852.

Nanang             : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang             : “Eh Nyet! Gue dapet rp 500.000,00 dong dari sodara gue!”

C-Kink                                : “Apaan Njing? Gue hari ini dapet rp 650.000,00 dari ngamen di Pondok Indah!”

Nanang             : “Sialan! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Hohohoho. Rupanya uang Nanang masih belum seberapa. Tapi dia sudah cukup senang. Malam semakin larut. Nanang menghitung uangnya lagi dan akhirnya dia tertidur dengan uang itu sebagai bantalnya. Zzzzz….. Zzzzzz….. Zzzzzz…..

Keesokan harinya, Nanang bingung, uang sebanyak itu mau diapakan. Ada banyak keinginannya, diantaranya: pengen mentraktir Marshanda, pengen beli mobil-mobilan remote control, pengen beli PS one dan pengen beli permen sekarung. Lalu dia bertanya kepada ayahnya.

Nanang             : “Pak uang Nanang kemaren mendingan dipake buat apa?”

Sihono               : “Mendingan uang itu kamu tabung. Kan lumayan”

Kemudian Nanang bertanya kepada Nining, kakaknya.

Nanang             : “Kak, uang yang kemaren gue dapet mendingan gue apain?”

Nining                  : “Mendingan lu kasih ke gue. Gue lagi bangkrut nih! Padahal gue kan mau  nonton konsernya C-Kink di Tanah Kusir!”

BLETAK!!! Sebuah pulpen mendarat dengan mulus di wajah Nining. Nanag segera berlari meninggalkan Nining. Dia bertanya lagi kepada ibunya yang bernama Sihini.

Nanang             : “Ibu, uang yang kemaren Nanang dapet mendingan diapain?”

Sihini                 : “Oh mendingan kamu tabung di bank. Atau kamu tabung aja di celengan”

Nanang             : “Celengan, emang kita punya?”

Sihini                 : “Ada kok. Kamu ambil aja ayam-ayaman di gudang”

Dengan langkah meyakinkan, Nanang beranjak menuju gudang. Namun dia tidak menemukan ayam-ayamannya. Dia malah menemukan ayam betulan yang lagi jalan-jalan cari angin. Nanag bertanya kepada si ayam, “Eh ayam! Ayam-ayaman gue lu kemanain Yam?”

Si ayam yang terusik oleh pertanyaan itu, langsung melompat dan mematok Nanag. Petok! Spontan saja Nanang kesakitan. DIa mendengus, “Huh ayam sialan! Gue kepret jadi ayam lu!”

Seteah mencari-cari, akhirnya ayam-ayaman itu berhasil ditemukan. Rupanya ayam-ayaman itu ada di bak mandi, lagi berenang, Nanang segera membersihkan dan menjemurnya. Sambil menunggu ayam-ayaman itu kering, Nanang jalan-jalan dulu ke stasiun. Siapa tau bakalan enmu uang logam yang jatoh di peron-peron stasiun. Bukannya uang logam, dia malah nemuin fotonya C-Kink yang berserakan.

Akhirnya ayam-ayamannya kering. Lalu Nanang memasukkan uangnya ke celengan ayam itu, sambil dihitungin uangnya satu-satu. Tapi kok jumlahnya berkurang? Oh iya, tadi kan udah dipake buat beli koran Lampu Merah sama majalah FHM di stasiun.

Keesokan harinya, Nanang menelpon C-Kink lagi untuk pamer.

Nanang             : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang             : “Oi Kunyuk! Gue udah nabung di celengan dong!”

C-Kink                                : “Apaan Kuya? Kuno lu! Gue sih nabungnya udah di bank!”

Nanang             : “Brengsek lu! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang dongkol kaya ikan tongkol nelen jengkol. Kemudian Nanang mengambil celengannya. DIa keluarkan semua uang yang ada di celengannya itu Lalu dia menghampiri ibunya, dan meminta untuk membuka tabungan di bank. Ibunya manggut-manggut saja.

Siang harinya, Nanang udah rapi jali dan cakep layaknya Jojon. DIa dan Sihono pergi ke Bank Syariah Mandiri di jalan Margonda. Di sana, Nanang membuka tabungan baru atas namanya sendiri, Monang Nanang Bonang Unang bin Sihono. Setelah proses registrasi dan penyetoran selesai, Nanang pulang kembali ke rumahnya. DI perjalanan dia bertanya kepada ayahnya.

Nanang             : “Pak, kenapa sih nabungnya mesti di bank syariah?”

Sihono               : “Hahahahaha. Kamu masih terlalu muda 15 tahun untuk mengetahui hal itu”

15 tahun kemudian…

Nanang             : “Pak kenapa nabungnya mesti di bank syariah?”

Sihono                 : “Loh, udah 15 tahun lewat ya? Padahal baru longkap 3 baris! Penulisnya goblok nih! Waktunya kecepetan! Yah soalnya kalo nabungnya di bank konvensional, bunganya haram karena tergolong riba”

Nanang             : “Cuma itu doang?”

Sihono               : “Iya, kenapa?”

Nanang             : “Nanang udah capek nunggu 15 tahun, tapi jawabannya cuma gitu doang…”

Ya, sekarang Nanang sudah berumur 30 tahun. Dia sudah beristri. Istrinya, siapa lagi kalau bukan Marshanda. Mereka berdua hidup berbahagia di Pondok Cina. Saat ini, Marshanda sedang mengandung 7 bulan. Untuk membeli perlengkapan bayi, Nanang mengambil uangnya yang selama ini dia tabung di Bank Syariah Mandiri.

Nanang mengambil uangnya dan ternyata jumlahnya sudah menjadi jauh lebih besar. Dengan uang itu, dia bisa membeli peralatan untuk bayinya dan membeli perabotan rumah tangga lainnya.

Nanang langsung menelpon C-Kink, teman lamanya yang kini entah dimana.

Nanang             : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang                : “Hahahaha. Sekarang gue udah kawin, punya rumah bagus, dan pengen punya anak. Hahahahahahaha”

C-Kink                                : “Sialan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang             : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

TAMAT

Ending – Penutup

Cerpen ini hanyalah fiktif belaka. Terima kasih atas kesediaan Anda untuk membacanya. Kita jumpa lagi kapan-kapan. Hahahahahahahahahahaha.

Ucapan Terima Kasih

Atas selesainya cerpen ajaib ini, C-Kink bersedia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah.

-          Muhammad Rasulullah saw, manusia yang tiada tandingannya.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, pasangan paling berbahagia di muka bumi.

-          Yanuar Galih Nugroho alias Nanang beserta keluara yang menjadi tokoh utama dalam tulisan yang nggak jelas ini.

-          Marshanda dan Bank Syariah Mandiri yang menjadi figuran di cerita ini.

-          Bank Mandiri yang memproduksi buku tulis bertema “Aku Anak Mandiri” yang menjadi inspirasi dalam menulis cerpen ajaib ini.

-          Dan kamu-kamu semua yang udah rela membuang-buang waktu cuma untuk baca coretan aneh ini.

Add comment October 8, 2009

MyFirstRomanNovel

Pendahuluan untuk Mendahulukan yang Perlu Didahulukan oleh Si Pendahulu

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Inilah dia, novel yang pertama kali aku bikin, yang penuh dengan ke-jayus-an. Novel ini bercerita tentang Rizky, seorang pemuda yang masih polos dan lugu, dan Nirina, seorang gadis yang orangnya begini dan begitu. Sebenernya, novel ini aku buat di akhir bulan April tahun 2004 di bindernya Dicky “Baba” Firmansyah bin Bambang Vespa. Namun karena membludaknya permintaan pembaca, novel ini aku cetak ulang di bulan Agustus 2004, tentunya dengan beberapa perubahan. Dan hari ini di bulan September 2009 pun aku mencetak ulang kembali novel ini untuk dimuat dalam blog. Kalo udah penasaran, silahkan baca aja nih novel. Kalo pengen liat versi aslinya, baca aja yang di bindernya Dicky.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rizky dan Nirina

“Ada cerita tentang aku dan dia

Saat kita bersama saat dulu kala”

Itulah tadi sebait potongan lagu “Semua Tentang Kita” yang diciptakan oleh Peter Pan. Ya, saat ini Rizky sedang gundah gulana gegap gempita, karena dia merasa begitu jauh dengan Nirina, meskipun mereka berua tinggal di satu kota.

Lalu Rizky mengenang masa lalunya yang dihabiskan bersama Nirina di SMP 2 dulu. Terkadang ia tertawa, merenung, bersedih, menangis dan berteriak-teriak bagaikan orang gila saat mengenang masa lalunya. Dia mengenang saat-saat mereka berdua bermesraan di bawah pohon toge di depan kelas. Saat SMP dulu, Rizky dan Nirina memang selalu berdua bersama, tidak pernah bertiga, karena memang hanya ada mereka berdua. Di saat-saat berdua seperti itu, Rizky merasa sangat bahagia, seakan-akan dunia ini hanya milik mereka berdua, orang lain hanya numpang ngontrak, udah gitu bayarannya suka nunggak.

Rizky mengenang kembali saat-saat indah itu. Layaknya orang pacaran, mereka berdua lirik-lirikan, cubit-cubitan, tonjok-tonjokan, tampol-tampolan dan tendang-tendangan (pacaran apa berantem?). Di kejauhan, orang-orang hanya mampu memandang dengan iri kedua sejoli yang sedang dimabuk alkohol, eh maksudnya dimabuk cinta ini.

Tapi itu dulu. Sekarang, Nirina sudah tidak dapat berada di sisi Rizky lagi. Ya, apa boleh buat. Itu semua terjadi karena otak Rizky tidak sebanding dengan otak Nirina, sehingga Rizky sekolah di SMAN 1 Depok, sedangkan Nirina sekolah di sekolahnya di sana entah dimana.

Bosan dengan lagu “Semua Tentang Kita”, Rizky lalu mengganti kasetnya. Kini dia mendengarkan lagu “Tak Bisa Memiliki” ciptaan Dygta.

“Aku tak bisa memiliki menjaga cintamu

Walau sesungguhnya hatiku mencintaimu memilikimu”

Rizky menghayati lagu itu sepenuh hati. Uh, betapa menyedihkan kisah cintanya. Kemudian HP Rizky berdering. Di situ tertulis nama “Lovely Nirina”. Wah, panjang umur nih orang. Baru diomongin kok langsung nelpon. Tanpa menunggu dering HP lebih lama lagi, Rizky segera mengangkatnya, dan suara di ujung sana adalah suara Nirina.

Nirina : “Richard!”

Rizky : “Buset dah keren amat! Nama gue Rizky, bukan Richard”

Nirina : “Eh, Rizky!”

Rizky : “Weits, salam dulu dong! Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nirina : “Oh iya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Rizky : “Ada apa, Nirina?”

Nirina : “Huhuhu….. Huhuhu…. Huhuhu….. (nangis)”

Rizky : “Loh Nirina, jangan nangis!”

Nirina : “Hahaha….. Hahaha….. Hahaha….. (ketawa)”

Rizky : “Eh, kok malah ketawa?”

Nirina : “Huhu….. Huek….. Huek….. Cuih….. (muntah)”

Rizky : “Oi, yang bener dong!”

Nirina : “Rizky, kita ketemuan sekarang! Penting!”

Rizky : “Dimana? Di hotel?”

Nirina : “Kurang ajar! Di tempat mangkal, Cafe Mawar!”

Rizky : “ Sip! Kapan?”

Nirina : “Sekarang. Udah ya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Rizky : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Suara di sana terputus. Walaupun mereka berdua cukup dekat, tapi mereka sangat hemat dalam bertelepon. Mereka hanya bicara seperlunya saja, sedangkan yang tidak perlu ya tidak mereka bicarakan.

Kini hati Rizky menjadi berbunga-bunga sampai tumbuh jadi buah. Akhirnya, ia dapat melampiaskan rasa rindunya. Segera saja ia berganti baju. Ia mengenakan celana setan (temennya celana jin) ukuran triple XL dan atasannya adalah baju sepakbola klub Juventus dengan nama punggungnya “Rizky”.

Lalu ia menuju cermin, menyisir rambutnya dan menyemprotnya dengan hair spray. Tapi dia salah ambil. Dia malah menyemprotkan Baygon ke rambutnya. Untung Baygon itu rasa strawberry, jadi rambutnya malah menjadi wangi dan kutu-kutu di rambutnya jadi mati semua.

Setelah semuanya siap, tanpa basa-basi lagi karena emang udah basi, dia segera pergi menuju Cafe Mawar naik angkot D04. Di perjalanan, dia melihat C-Kink yang sedang dikerubuti fansnya. Ya, C-Kink adalah seorang pria tampan temannya Rizky di SMAN 1 Depok.

Setelah perjalanan di dalam angkot yang terasa sangat lama, akhirnya Rizky sampai di Cafe Mawar. Di cafe itu, Nirina belum datang. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky memesan sebotol Teh Botol Sosro untuk melepas dahaga. Rizky memang punya pendapat, yaitu: “Siapapun ceweknya, minumnya tetap Teh Botol Sosro!”. Tak lupa, dia juga meminta struk pembeliannya. Siapa tau bisa dapet hadiah (promosi banget deh!).

20 menit telah berlalu, tapi Nirina masih belum memperlihatkan batang hidungnya yang nggak mancung. Rizky menjadi gelisah geli-geli basah. Berkali-kali ia melirik jam tangannya yang harganya selangit. Keringatnya bercururan deras, sampai-sampai membanjiri kota Jakarta. Tapi Rizky tetap sabar dan setia menunggu kedatangan Nirina. Karena Rizky tau, Nirina tidak berbohong.

Tiba-tiba, sepasang kaki melangkah ke meja Rizky. Rizky menjadi tersentak. Namun setelah melihat bahwa sepasasang kaki itu sangat dekil dan tidak ada mulus-mulusnya, Rizky menjadi santai lagi. Dia menyapa orang itu, “Hai. Iwan!”

Iwan, yang memiliki sepasang kaki butut itu, membalas sapaan Rizky dengan senyumannya yang cool abis. Lalu dia duduk di sebelah Rizky sambil mengangkat kakinya ke atas meja layaknya seorang bos.

Rizky tidak keberatan Iwan duduk di sebelahnya. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky berbincang-bincang dengan Iwan. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:

- Peluang kesebelasan AC Parma meraih scudetto,

- Giancarlo Fisichella si juara dunia F1, dan

- Cinta segitiga antara C-Kink, Asmirandah dan Nia Ramadhani.

Mereka berdua terlibat perbincangan yang cukup alot. Sudah 20 menitan mereka berbincang-bincang, tapi Nirina masih belum nongol juga. Dan mereka melanjutkan perbincangan itu.

Tak lama kemudian, Iwan hendak pamitan. Dia masih harus pergi ke tempat lain karena dia adalah tipe orang yang sangat sibuk yang punya banyak kerjaan. Sebelum pergi, Iwan minta mau minjem duit ke Rizky.

“Rizky, gue minjem duit dong. Nggak usah banyak-banyak, goceng aja buat ongkos!”

“Kagak ah, gue juga lagi bangkrut nih!”

“Yah, pelit lu! Cuma goceng doang!”

“Ogah amat! Minta aja sama Bapak lu!”

Rizky dengan tegas menolaknya. Tapi Iwan tetap saja meminta dan merayu-rayu Rizky dengan bermacam-macam fitnahan, seperti: Rizky ganteng, Rizky langsing, Rizky pinter dan lain-lainnya. Tapi Rizky tetap menolak permintaan Iwan.

Lalu Iwan mulai meluncurkan jurus tangan. Tangannya meraba-raba, memeluk-meluk dan memegang-megang tubuh Rizky sambi merayunya. Pokoknya, udah mirip banget sama orang lagi homoan. Namun Rizky tetap pada pendiriannya. Dia menolak permintaan Iwan dengan tegas.

Tiba-tiba Nirina datang. Dia langsung menuju ke mejanya Rizky. DIa sangat terkejut melihat Rizky sedang berdua-duaan dengan seorang lelaki, udah gitu pake peluk-pelukan segala. Dia kira Rizky itu… … … … … . Nirina berteriak, “Rizky! Ternyata selama ini aku telah salah menilaimu!”. Lalu Nirina berlari keluar meninggalkan Cafe Mawar.

Rizky yang melihat Nirina, langsung salah tingkah. Rizky beranjak dari kursinya, meninggalkan Iwan. Dia keluar cafe mengejar Nirina untuk memberikan penjelasan. Setelah mencari kesana-kemari, akhirnya dia menemukan Nirina sedang menangis tersedu-sedu di sebelah tong sampah. Rizky menghampirinya.

“Nirina… Dengar dulu penjelasanku”

“Uhuhuhu… Tak usah, aku benci padamu!”

“Itu salah paham Nirina. Dengar dulu… “

Tiba-tiba Iwan datang. Rupanya Iwan juga mengejar Rizky. Dia berkata, “Rizky, lu jadi minjemin gue duit nggak?”

Mendengar perkataan Iwan barusan, Nirina mulai mengerti. Otak Nirina memang nggak kalah sama otaknya Om Einstein. Baru denger satu kalimat aja, dia langsung mengerti bahwa Iwan sedang berusaha untuk meminjam duit Rizky. Tangis Nirina mulai mereda. Dia tersenyum dan segera memeluk tubuh Rizky. Pluk… Aaaaaah…

Rizky yang tidak menyangka akan dipeluk Nirina, langsung bersemangat. Jakunnya naik turun. Tegangannya naik mencapai 200 kilovolt. Celananya menjadi sempit (?????). Lalu dibelai dan diusap-usapnya rambut Nirina yang kalo keramas pake Clear anti ketombe.

“Nirina, kamu mengerti kan?”

“Ya, maafkan aku…”

Mereka berdua bermesra-mesraan kembali seperti saat SMP dulu. Iwan yang merasa dicuekin, langsung berjalan gontai meninggalkan kedua sejoli itu. Kemudian mereka berjalan-jalan di jalan Mawar, jalan kenangan mereka saat SMP dulu. Mereka bernyanyi-nyanyi:

“Sepanjang jalan kenangan kita s’lalu bergandeng tangan

Sepanjang jalan kenangan kau peluk diriku mesra”

Mereka berdua berpelukan, persis kaya di film-film India. Gerimis mulai turun namun mereka telah larut dalam kebahagiaannya.

“Hujan yang rintik-rintik di awal bulan itu

Menambah nikmatnya malam syahdu”

Kedua sejoli ini semakin bertambah mesra. Dinginnya hujan tidak terasa, telah tertutupi oleh kehangatan yang mereka rasakan, yang hangatnya lebih hangat daripada kompor gas maupun knalpot mobil. Bahkan, David Beckham dan Victoria Adams juga masih kalah mesranya (tapi RIzky masih kalah gantengnya).

Tiba-tiba agak jauh di depan mereka, berdiri seorang lelaki yang gagah dan tampan yang bermana Baja. Baja adalah teman SMP-nya Rizky dan Nirina. Dia sudah lama tidak bertemu dengan Rizky, sehinga dia merasa kangen. Kal ini mereka bertemu lagi dan Baja berlari menghampiri Rizky sambil berteriak, “SEEETAAAAAAAAANN…!!!”

Eh salah, maksudnya berteriak, “RIZKYYYYYYYYYY…!!!”

Rizky yang juga sudah lama tidak bertemu Baja, membalas perbuatannya. Dia merentangkan tangannya dan berteriak, “BAJAAAAAAAAAAAA…!!!”

Baja berlari menghampiri Rizky. Dan mereka berpelukan layaknya dua orang pejuang yang bertemu kembali setelah bertempur di medan perang. Mereka bertiga berbincang-bincang tentang masa SMP dulu. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:

- Kesebelasan Chelsea yang tak terkalahkan di Eropa,

- Band J-Rock yang meraih MTV Music Award, dan

- C-Kink yang pernah menolak Nikita Willy, Revalina dan Gita Gutawa dalam satu waktu (bukan menolak cintanya, tapi menolak untuk dijadikan pembantu oleh mereka).

Lama kemudian, akhirnya Baja melanjutkan kembali perjalanannya. DIa meninggalkan Rizky dan Nirina. Dan, Rizky dan Nirina melanjutkan kembali perjalanan cinta mereka.

(hampir) TAMAT

Catatan:

Sebenernya novel ini masih ada lanjutannya. Tapi karena naskah aslinya ada di bindernya Dicky dan aku nggak tau dimana sekarang beliau (baca: naskahnya, bukan Dicky) berada, jadi hanya sejauh ini-lah arsip yang aku punya. Mohon maaf atas segala ketidaknyamanannya. Ayo rame-rame kita cari dimana beliau (baca: Dicky, bukan naskahnya) berada untuk kita palakin naskah aslinya!

Ucapan Terima Kasih

Atas (hampir) selesainya novel roman pertama ini, C-Kink bersedia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

- Allah swt, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah.

- Muhammad Rasulullah saw, manusia yang tiada tandingannya.

- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, pasangan paling berbahagia di muka bumi.

- Rizky Haryadi dan Konita Sabrina selaku sumber inspirasi dalam membuat cerita yang nggak jelas ini.

- Iwan Argosusilo dan Raja Tomala yang menjadi figuran di cerita ini.

- Dicky FIrmansyah yang bindernya rela dicoret-coret tulisan aneh kaya gini.

- Seluruh anak-anak Dinasty SMAN 1 Depok angkatan 2003/2004 atas jasanya mendukung dan menyukseskan serta mempopulerkan cerita ini.

- Dan kamu-kamu semua yang udah rela membuang-buang waktu cuma untuk baca coretan ajaib ini.

Add comment October 8, 2009

DinastyDariBalikKacamataku

PuisiDinasty

Waktu aku lagi iseng-iseng buka binder-binder ku jaman SMA dulu, ini aku nemuin secuil puisi tentang kelas 1-3 SMA Negeri 1 Depok angkatan 2003/2004, tempat dimana dulu aku menimba ilmu disana. Rasanya sayang kalo puisi ini cuma jadi konsumsi pribadi aku dan binder ku sendiri. Jadi demi kemaslahatan seluruh umat manusia, berikut ini aku tulis ulang puisi tersebut dan mari kita baca bersama-sama.

Dinasty Dari Balik Kacamataku

Abdurrahman Hafidz alias Apit

Satu-satunya pria 1-3 yang ikut OSIS

Ilmu agamanya, jangan ditanya

Bacaan Al-Qur’annya, apalagi

Hafidz gitu loh!

Soal pelajaran juga rajin dikerjakan

Tapi yang disayangkan

Dimanakah akan dia temukan sang gadis idaman?

Ahmad Syah

Pendiri ringtone fans club di 1-3

Yang hobinya dengerin ringtone HP orang-orang

Yang sukanya main ceng-cengan

Tapi nggak kalah kalo kebut-kebutan di jalanan’

Arni Novita

Seorang akhwat yang senantiasa menutup aurat

Dan jauh dari maksiat

Walaupun kita nggak kenal dekat

Tapi tetaplah semangat

Asrining Tyas

Gadis yang mendekati sempurna

Yang juga adalah aktivis di OSIS

Yang setiap ada kegiatan selalu saja mengemis

Walau matanya sudah menurun keakuratannya

Tapi isi otaknya nggak perlu ditanya

Ada Biologi Akuntansi Sejarah Matematika Fisika sampai Kimia

Rumahnya? Wah itu sih istana!

Mari kita bersama nyanyikan lagu untuknya

“Jagalah Ferry jangan kau nodai

Jagalah Ferry anaknya Ibu Susi

Jagalah Ferry jangan kau sakit

Jagalah Ferry simpanlah dalam hati”

Bahri Kurniawan alias Bahar

Gayanya, mempesona

Senyumnya, menawan

Tampangnya, nggak nahan

Daerah kekuasaannya, jelas di Kukusan

Banyak gadis mengharapkan cintanya

Tapi entah mengapa dia tetap santai-santai saja

Betty One William

Gadis yang mendapat pencerahan di 1-3

Yang suka ngingetin orang untuk piket

Yang rajin ngerjain tugas-tugas sekolah

Yang bertanggung jawab menyampaikan amanah

Yang selalu berjuang dan tak kenal lelah

Cherlinda Els Cassandra alias Che-Che

Suaranya melas

Jalannya lemas

Tapi dia ahli taekwondo tingkat atas

Kalo tenaga lu terkuras

Pake salon pas! (?????)

Deasy … (sory, gue lupa nama lu)

Gadis yang rada-rada pendiam

Tapi dapat diandalkan saat diperlukan

Kodok-kodok yang sering digambarnya

Semoga bisa menemani saat-saat sepinya

Deden Fachruddin

Pria imut yang kecil mungil

Yang suka minta maaf 3 kali sehari kaya minum obat

Yang suka mengeluh tentang segala kesusahannya

Santai aja, Den!

Percayalah pada diri sendiri

Dan bersemangatlah

Anggap saja hidup ini ibadah

Dendri Umbiyar

Anaknya guru PPKN yang nggak banyak omong

Yang suka memberi informasi yang berguna

Meskipun kita jarang berbicara

Ya udahlah, santai aja

Dicky Firmansyah alias Baba

Prek tek tek tek tek… Rrrruuuung… Rrrrruuung… (sound effect)

Setiap pagi, sebuah Vespa setia mengantarnya

Dari jalan Palakali sampai pintu gerbang SMANSA

Orangnya nggak banyak gaya

Menulis adalah hal yang disenanginya

Tapi, keras juga hidup lu, Ba!

Eliana Eka Kurniawati

Salam akademia!

Gadis gila yang ikut-ikutan trend AFI

Yang suka nari-nari nggak jelas

Yang katanya punya kemiripan sama Missy Elliot (apanya tuh?)

Yang katanya punya penyakit kebotakan

Pokoknya, Cing Cay Lah!

Elsha Surya Respita alias Embicks

Mbeeeek… Mbeeeeek…

Gadis yang masih diragukan wujud aslinya

Yang perlu penerjemah ketika bicara

Yang suka ngaku-ngaku imut meskipun sebenrnya amit-amit

Yang selalu bersemangat setiap saat

Yang mulutnya tak pernah berhenti bersuara

Yang terkadang suka malu-malu kambing

Tak usah dengarkan orang lain bicara

Kalo perut laper, rumput di depan kelas dimakan aja

Cadas juga!

(emang cadas apaan?

Itu tuh, temennya curap dan cutu air)

Ferryanto Cahyo Nugroho

Anaknya Ibu Susilowati si guru PPKn

Yang nggak banyak bicara

Yang enak buat diajak kemana-mana

Yang HP-nya itu tiada duanya

Janganlah jadi anak durhaka

Dan jangan tidur kalo lagi pelajaran PPKn

Gesa Falugon alias Culix

Si ketua kelas yang memimpin kelas

Yang marah-marah kalo tempat duduknya direbut

Jadilah pemimpin jangan jadi penguasa

Pemimpin adalah yang memimpin, membimbing dan memandu menuju kebenaran

Sedangkan penguasa adalah yang menguasai dan mengatur seenaknya sendiri

Pemimpin hidup untuk rakyatnya

Penguasa hidup untuk diri sendiri

Pemimpin mau mengalah

Sedangkan penguasa nggak mau kalah

Jadi, mau jadi pemimpin apa penguasa?

Irine Kristiana

Gadis yang banyak bicara

Yang ikutan ekskul paduan suara

Karena suaranya memang tiada duanya

Tapi jangan lupakan kewajiban sebagai pelajar

Inilah dia yang ditunggu-tunggu

Yang menjadi maskot di 1-3

Berikan sambitan yang meriah untuk…

(Jreng jreng jreng pak dung dung pak dung cess…)

IWAN ARGOSUSILO

Pria imut yang tiada duanya

Yang benar-benar berkharisma

Yang senyumannya sungguh mempesona

Yang gayanya membuat orang tertawa

Yang lawakannya mampu mendamaikan dunia

Yang ringtone HP-nya ada banyak jumlahnya

Yang motornya termasuk barang langka

Yang jelas, lu emang lain dari yang lain

Karena emang nggak ada yang bisa nyamain

Tapi, Royto mau lu kemanain?

Kurnia … (sory, gue lupa nama lu) alias Uni

Gadis manis yang murah senyum

Yang taat menjalankan perintah agama

Yang rada-rada pendiam

Tapi kalo dah mulai bicara

Sifat gokilnya keluar juga

Laire Siwi Mentari alias Iye

Si sekretaris yang hitam manis

Yang juga adalah seorang novelis

Yang suka bergaya di depan kamera

Yang suka cerita-cerita

Kalo lu dah jadi penulis terkenal

Tolong ajarin gue gimana cara bikin novel

Lisydah Naim

Seorang akhwat yang berjilbab

Yang kalo lagi ceramah penyakitnya suka kumat

Ilmu agamanya jangan ditanya

Dari tajwd sampai hadis dia hapal semua

Teria kasih banyak gue ucapkan untuk lu

Karena selalu ngingetin gue kali gue ana Rohis

Tapi guenya aja yang masih tambeng juga

Malvin Sebastian Halomoan Napitupulu

Panjang banget sih nama lu?

Pria yang sederhana

Yang rumahnya sangat istimewa

Playstation, ada

Komputer, ada

Makanan, tersedia

Dan tentu saja billiard pasti ada

Tapi hati-hati, ada anjingnya

Marchianne Sofrin Fauziah alias Chiponk

Gadis yang rada-rada manja

Yang suka merajuk dimana-mana

Cobalah untuk membuka mata

Bahwa lelaki itu bukan hanya Kak Bintang

Tapi juga ada Maryo (?????)

Martha Safitri alias Hepi

Gadis yang bercita-cita tinggi

Yang ingin jadi orang pintar

Yang ingin jadi orang terpelajar

Dan tentu saja jadi istrinya Kak Radon

Waduh, kasian juga Kak Radon

Tak usah dengarkan orang bicara

Jalani saja hidup apa adanya

Maryo alias Eric

Si hitam dari Sawangan

Yang punya banyak kemampuan

Yang selalu mencari gadis idaman

Kalo udah nggak ada lagi harapan

Inget aja Fortune Enam Delapan

Muhammad Helmi Farid Rahman alias Imleh

Pria tampan yang senyumnya menawan

Yang akhlaknya bertetangan dengan namanya

Yang motornya merah warnanya

Yang jago main tenis meja

Tapi jangn bawa-bawa sabun ke sekolah

Niko Adyo Kusumo alias Ayam

Anak orang yang nyasar ke SMANSA

Yang juga suka bawa sabun ke sekolah

Yang jelas, santai aja lah!

Okky Kurniawan Arief

Pria pintar yang juga terpelajar

Yang otaknya cemerlang

Yang suka make semprot-semprotan

Yang tai lalatnya bikin nggak nahan

Tetap teruskanlahg perjuangan

Poppy Dea Bertha

Gadis yang serba bisa

Yang suka bikin tulisan-tulisan

Yang suka mukul-mukulin gendang

Yang poninya nggak nahan

Yang ide-idenya sangat cemerlang

Kok berani tinggal di deket kuburan?

Rani … (sory gue lupa nama lu)

Anak baru yang nggak baru-baru banget

Yang sekolahnya negeri tapi seragamnya swasta

Yang juga hobi ngaca

Ingatlah kalo lu sekarang sekolah di SMANSA

Ratna Hapsari alias Nana

Bendahara yang hitam tapi nggak manis

Yang rada-rada kolokan

Yang terlalu perhatian

Yang hobi nagih uang bayaran

Sebagai orang kepercayaan

Mestinya lu yang bayarin uangnya teman-teman

R***** A**** alias C-Kink

Pria aneh yang rada-rada pendiam

Eh salah, bukan pendiam tapi pecundang

Yang hobinya melamun dan berdiam diro

Eh salah, bukan berdam diri tapi mempecundangi diri

Yang hidupnya nggak punya tujuan

Yang hidupnya selalu kesepian

Kok masih idup sih lu sampe sekarang?

Rika Agustiana alias Teu-Teu

Satu-satunya almunus Gotun yang serba bisa

Yang bisa ngapain aja

Yang punya kemampuan untuk jadi orang besar

Yang rajin mengerjakan segala pekerjaan

Buktikanlah kepada semua orang

Bahwa Gotun bukanlah sekolah murahan

Rindiantika Arsanti alias Dee-Dee

Gadis gila yang emang gila

Yang suka berbuat gila

Yang gayanya juga gila

Yang bikin kucing-kucing ikutan gila

Yang seragamnya juga… Ih, gila

Pokoknya, sekali gila tetep gila!

Rizky Haryadi Saputro alias Badax

Anak caleg yang banyak duit

Yang sorot matanya tajam layaknya pencopet

Yang gampang buat diajak jalan-jalan

Yang hobi baca buku hiburan

Yang punya 1001 alasan untuk menghindari musholla

Yang ilmu taekwondo-nya tak terkalahkan

Sangat disayangkan, kisah cintanya selalu berantakan

Rohmat Agus Alim

Pria aneh dari Sukoharjo

Yang gerak-geriknya juga aneh

Yang suka mencium buku orang-orang

Emangnya buku gue bau?

Ya udah, santai aja Gus

Royto Andriyani

Gadis yang lain dari yang lain

Yang selalu menjadi bahan tertawaan

Yang selalu menjadi bahan ejekan

Tenanglah dan jangan takut

Karena Iwan akan selalu menjaga lu

Satriawan Wiguna alias Iyan

Pemusik yang ahli bermusik

Yang ilmu musiknya udah taraf internasional

Yang juga rada-rada emosional

Sayang, cintanya bertepuk sebelah kaki

Theresia

Pendek amat nama lu?

Gadis yang suaranya nyaring

Yang ketawanya juga nyaring

Untunglah otaknya nggak miring

Tria Novita

Gadis yang mendapat pencerahan di 1-3

Yang rendah hati dan bersahaja

Yang rajin bekerja

Yang juga tekun berusaha

Yang ideal untuk menjadi ibu rumah tanga

Ibu Siti Sun Aisyah

Wali kelas yang sangat baik

Yang sangat ramah

Yang sangat rendah hati

Yang tidak pernah memperlihatkan wajah marah

Yang dengan ikhlas membagi ilmunya

Yang dengan rajin memberi nasihatnya

Hanya surga-lah tempat yang pantas untuknya

Itulah Dinasty

Maafin gue kalo gue punya salah

Maafin gue kalo gue punya dosa

Maafin gue kalo gue orangnya ngenekin

Dan terima kasih banyak

Karena telah menemani gue selama 1 tahun

Akhirnya, hanya doa yang bisa gue persembahkan untuk lu semua

Wassalamualaikum wr wb

Salam OI!

C-Kink

10 Juli 2004

==========

3 comments October 8, 2009

2-2DariBalikKacamataku

Puisi2-2

Waktu aku lagi iseng-iseng buka binder-binder ku jaman SMA dulu, ini aku nemuin secuil puisi tentang kelas 2-2 SMA Negeri 1 Depok angkatan 2004/2005, tempat dimana dulu aku menimba ilmu disana. Rasanya sayang kalo puisi ini cuma jadi konsumsi pribadi aku dan binder ku sendiri. Jadi demi kemaslahatan seluruh umat manusia, berikut ini aku tulis ulang puisi tersebut dan mari kita baca bersama-sama.

2-2 Dari Balik Kacamataku

Ambaryana Nahdi

Gadis kecil yang sederhana

Yang suka ketuker sama kembarannya

Yang ikut ekskul krida kirana

Tetaplah budayakan tarian Indonesia

Andhika Trisna Putra alias Cepot

Seorang kakek yang luar biasa

Yang dituakan karena kebijaksanaannya

Yang isi otaknya tiada duanya

Yang lawakannya mendamaikan dunia

Yang gerak-gerikna dapat membuat tertawa

Yang juga suka ngelawak kalo maen bola

Jangan mati dulu ya!

Anindya Adhi Wardhana alias Emon

Pemuda imut yang sederhana

Yang kepintarannya jangan ditanya

Yang gaya berjalannya mempesona

Yang suka main kartu dimana-mana

Jagalah kamping peliharaan lu sebaik-baiknya

Annisa Asfa alias Cassey

Gadis yang imut dan agak manis

Yang suka jawab kalo ada kuis

Yang suka bicara dengan logat British

Yang kadang-kadang suka narsis

Yang juga suka bergaya selebritis

Jangan lupa untuk sealu mencukur kumis (?????)

Arriyadhul Qolbi

Seorang ikhwan yang luar biasa

Yang menjabat sebagai ketua MPK

Yang kalo ditanya suka balik nanya

Yang suka dizhalimi temen sebangkunya

Yang punya rompi anti peluru di bajunya

Kalo nanti lu jadi ke Amerika

Gue nitip oleh-olehnya ya!

Arum Hapsari

Anak baru yang rendah hati

Yang suka nyanyi-nyanyi

Yang juga hobi nari

Yang pernah berperan sebagai Syamsul Bakeri

Bersyukurlah  bisa masuk SMA terbaik di Depok ini

Asrining Tyas

Gadis yang menjabat sebagai ketua kelas

Yang betah ikut organisasi kelas atas

Yang suka negur anak yang malas

Yang menjalani hidupnya dengan keras

Yang isi otaknya sudah melebihi kapasitas

Yang udah ada jaminan kuliah di universitas

Sesibuk apapun, jangan lupa untuk bernapas (?????)

Damar Aji Irawan

Pemuda yang bisa-bisa aja

Yang rumahnya banyak yang suka

Yang keliatannya alim tapi sebenarnya …

Ya udahlah, santai aja ya

Dendri Umbiyar

Gadis pendiam yang lugu

Yang otaknya berilmu

Yang agak pemalu

Tolong dong bilang sama ibu lu

Kalo ngajar tuh harus inget waktu

Elsha Surya Respita alias Mbicks

Mbeeeeek… Mbeeeeek…’Seorang gadis yang masih diragukan wujud aslinya

Yang suka banyak bicara

Yang suka nyerocos seenaknya

Yang urat malunya sepertinya sudah tak punya

Yang suka aneh sendiri sambil ketawa-ketawa

Yang udah sadar untuk menutup auratnya

Ingatlah bahwa Emon akan selalu setia

Frizda Prima Brian alias Slank

Seorang perempuan yang berwibawa

Yang isi otaknya jangan ditanya

Yang gayanya nggak mirip wanita

Yang hobinya menghina dan berbuat gila

Kalo dah gede nanti jangan jadi preman ya!

Giffar Izzany

Pemuda yang aneh tapi nyata

Yang jenggotnya tiada duanya

Yang suka aneh gerak-geriknya

Yang suka sotoy kalo bicara

Ingatlah bahwa Shinta masih setia menunggu di sana

Harry Muttaqin

Seorang pemuda yang baik dan bijak

Yang biasa dipanggil Bapak

Yang suaranya besar dan serak’

Yang rambutnya cepak

Untung aja kepala lu nggak pitak

Hendy Kusumo Nugroho

Laki-laki yang serba bisa

Yang motornya berwibawa

Yang lawakannya menyegarkan mata

Yang jago ngomong bahasa Jawa

Yang suka kangen kalo jauh dari keluarga

Tetep semangat ya!

Hendro Priyo Dwi Utomo

Seorang pemuda yang aneh dan langka

Yang jago main bola

Yang lesnya di Sigma

Yang hobi menghina dan dihina

Ingatlah bahwa Alonso masih kalah dari Fisichella

Irine Krsitiana

Gadis yang sederhana

Yang suka banyak gaya

Yang jadi ketua paduan suara

Yang udah malang melintang di dunia tarik suara

Hati-hati sama Hendro ya!

Iswahyuni

Seorang perempun yang jantan (?????)

Yang suaranya menawan

Yang rumahnya jauh di ujung jalan

Yang berat badannya nggak nahan

Ingatlah bahwa kita adalah seksi kebersihan

Kartika Puspa Ningrum

Gadis yang lugu layaknya gadis desa

Yang pelan dan lembut bicaranya

Yang kepintarannya jangan ditanya

Pokokny, santai aja ya!

Laire Siwi Mentari

Gadis hitam manis yang senang bergaya

Yang suka bikin cerita-cerita

Yang suka gonta-ganti gaya rambutnya

Yang bercita-cita jadi sutradara

Kalo mau launching novel lagi, ajak-ajak gue ya!

Marchianne Sofrin Fauziah alias Chiponk

Gadis kecil yang imut dan amit-amit

Yang pipinya enak buat dicubit

Yang kadang-kadang suka pelit

Tunggulah suatu hari nanti Kak Bintang akan jatuh dari langit

Maryo

Seorang laki-laki yang tak tau diri

Yang otaknya sangat berisi

Yang handphonenya sering mati

Yang suka garuk-garuk punyanya sendiri

Simpanlah Tyas selalu di dalam hati

Merlyn Priwayuningsih

Si hitam manis dari bambu kuning

Yang seneng banget sama kucing

Yang kalo teriak suaranya nyaring

Yang ibunya ngajar bimbingan konseling

Kalo lagi marah, bangku-bangku jangan dibanting

Muhammad Anshori

Seorang pemuda yang ancur dan gila

Yang jenggotnya sangat langka

Yang gerak-geriknya bikin tertawa

Yang lawakannya aneh tapi nyata

Jangan takut sama Giffar ya!

Muhammad Sidik Edi Wicaksono

Pemuda gokil yang nggak punya malu

Yang tiap pagi hobi ke toilet melulu

Yang gayanya selalu ngikutin model terbaru

Tetaplah mendukung Dendri selalu

Mulia Idznillah alias Cinet

Gadis kecil yang sederhana

Yang tingginya tak seberapa

Yang suka sotoy dan rada manja

Yang lemotnya tidak terkira

Yang kerjanya di Medisina

Yang mau sekolah di Rusia

Jangan marah ya kalo dihina

Nisa Falastina

Seorang akhwat yang diimpor dari Palestina

Yang hidupnya sederhana

Yang manis banget senyumannya

Yang cemerlang otaknya

Marilah kita bersama-sama

Membantu saudara-saudara kita di Palestina

Nurtrianti Novianti Surono

Gadis yang selalu terutup auratnya

Yang nggak banyak bicara

Yang hidupnya sederhana

Tetaplah jalani hidupmu yang ceria

Putri Sidratul Muntaha

Gadis manis yang nggak ada pait-paitnya

Yang kurus badannya

Yang nyaring suaranya

Yang panjang dan berkilau rambutnya

Sabar aja ya kalo ada yang menghina

Rani Andhika Lestari

Seorang perempuan yang aneh tapi nyata

Yang seragamnya mirip sekolah swasta

Yang suka dandan dan juga ngaca

Ya udah, santai aja ya

R***** A**** alias C-Kink

Seorang pemuda yang aneh

Yang gayanya aneh

Yang otaknya aneh

Yang gerak-geriknya aneh

Yang hobinya juga aneh

Pokoknya sekali aneh tetep aneh

Riana Anom Sari

Gadis yang lugu dan rendah hati

Yang suka mengulang ucapannya 3 kali

Yang kadang-kadang suka lemot sendiri

Yang pantes buat jadi istrinya Bajuri

Ingatlah bahwa Fisichella tuh lebih baik daripada Kimi

Riandy Laksono alias Bajuri

… … … …

… … … … (ceritanya lagi karibe)

Si bos yang aneh dan langka

Yang suka menghina dan dihina

Yang suka berdebat dimana-mana

Yang nyengirnya kaya kuda

Ingatlah selalu kenangan indah bersama Sintia

Risca Fleureta Yudhoyono

Seorang perempuan yang sopan

Yang suaranya menawan

Yang wajahnya menyilaukan

Yang rambutnya nggak nahan

Jangan lupa untuk selalu nagihin uang bayaran

Rizki Lestari Amelia

Gadis yang suka ngaku-ngaku imut

Yang nggak mau dibilang gendut

Yang kalo dihina langsung cemberut

Bilang-bilang dong kalo lu yang ngentut (?????)

Senna Gumilar

Pemuda yang aneh tapi nyata

Yang kumisnya juga aneh tapi nyata

Yang motornya juga aneh tapi nyata

Yang gerak-geriknya juga aneh tapi nyata

Ih anak yang aneh… … … tapi nyata (?????)

Shinta Astrio

Gadis yang sederhana

Yang duduknya bareng Frizda

Yang ketawanya nggak biasa

Masih adakah Giffar di hatinya?

Sintia Ade Pertiwi

Si hitam manis dari ujung Sumatera

Yang rendah hati dan bersahaja

Yang aktingnya luar biasa

Yang pendiem tapi banyak bicara

Tetaplah menjadi sekretaris yang suka menolong sesama

Sri Yantih

Seorang gadis yang sedikit misteri

Yang otaknya pintar namun tidak diakui

Yang jago akting namun tidak diketahui

Yang mau ke Amerika namun tidak disadari

Apapan kata orang, tetaplah menjadi diri sendiri

Syukron Ma’mun

Ketua Rohis yang aneh dan langka

Yang isi otaknya jangan ditanya

Yang suka menghina dan berbuat gila

Yang suka diam dan bersahaja

Yang suka menzhalimi temen sebangkunya

Marilah bersama-sama kita selamatkan Palestina

Witta Kartika Restu

Gadis yang riang dan berkacamata

Yang selalu menyebut nama saat berbicara

Yang isi otaknya luar biasa

Yang suka nyengir kalo dihina

Tunggulah saat dimana Fisichella menjadi juara dunia

Yul Kautsar Hakim

Pemuda hitam yang baik namun keras

Yang suka ngelawak nggak jelas

Yang ototnya cadas-cadas

Yang suka menghina dengan pedas

Yang suka ngelucu di kelas

Belajar yang rajin ya, jangan malas

Ibu Theresia Sitepu

Guru Fisika yang bersahaja

Yang menjabat sebagai wali kelas 2-2

Yang ilmu Fisikaya luar biasa

Yang suka menghina Riandy dan Senna

Yang suka membuat anak-anak tertawa

Engkaulah pahlawan bagi umat manusia

Itulah 2-2

Sebuah kelas di SMANSA

Angkatan 2004/2005

Setelah setahun kita bersama

Marilah kita akhiri semuanya

Maafkan bila ada salah dan dosa

Sampai jumpa

Wassalamualaikum wr wb

C-Kink

17 Juli 2005

==========

3 comments October 8, 2009

Motivation

“Cep cep cep… Iya iya aku ngerti… *berusaha ngerti soalnya aku nggak tau masalahnya apa* Btw secara keseluruhan anak KKN atau yang 1 rumah sama kamu? Ya udah kamu tularin aja yang positif-positif di diri kamu ke mereka biar yang negatif-negatif bisa berkurang gitu… Mungkin kalo kamu kurang suka sama perilaku atau apa lah aku nggak tau… Ya dibilang langsung aja… Diberaniin… Atau adain sharing apa gitu kek… Kamu kan koordinator tim kamu kan? Oiya kalo Nanda nggak kan? Konsultasi aja sama dia enaknya gimana… Atau kamu curhat gitu kek sama ketuanya. Daripada stress gitu kan nanti sia-sia juga dah lama-lama KKN tinggal di tempat yang sama, ngerjain apa-apa kemaren bareng-bareng bukannya makin akrab malah jadi gini… Inget lho kalo kamu liat/ngerasa ada sesuatu yang negatif ya sebisa mungkin wajib dihentikan… Pake cara alus dulu… Baru kalo lama-lama nggak berubah-berubah ya ditegasin. Anggap aja mereka semua itu sodara kamu yang mesti kamu jaga…”

“Emangnya kamu lagi mainan apa kok lawan-lawanan?  Heee… Yaaa… Ibaratnya kamu orang baik di lingkungan yang kurang baik… Aku sih percaya banget kamu nggak bakal terpengaruh mereka, ya kan? Ya kan? Kamu pasti bisa… Malah seharusnya kamu itu bersyukur karena dikasih situasi kaya gini yang bisa bikin kamu makin tambah sabar, tambah dewasa dll… Udah ya nggak usah terlalu dipikirin masah ini… Kasian kamu nanti makin tambah sakit kalo kebanyakan pikiran.”

Add comment October 8, 2009

DariSeorangSahabat

Alkisah di dalam kehidupan seekor anak kambing yang bernama C-Kink, tersebutlah seorang anak manusia berjenis kelamin laki-laki yang bernama, kita sebut saja “Mawar”, bukan nama sebenarnya. Mawar ini adalah seorang ustad plus takmir masjid yang punya kerjaan sampingan sebagai mahasiswa (nggak kebalik yah?). Beliau sangat senang menuntut ilmu dan berdakwah, sama senangnya dengan Chelsea Olivia main sinetron Melati untuk Marvell… Idih nggak nyambung!

Si Mawar ini dengan semangat jihadnya yang tetap terjaga, selalu istiqomah mengirimkan sms nasehat ke dalem inbox handphoneku. Kadang sehari bisa lebih dari sekali. Kadang sekali juga bisa lebih dari sehari.

Apa aja isi sms-sms itu? Yang jelas, bukan sms-sms menjijikkan sebagaimana tersebut dalam contoh berikut ini:

“C-Kink lagi apa, udah makan belom? Jangan lupa makan ya biar six pack…”

Atau yang seperti ini:

“C-Kink bobonya jangan kemaleman ya, nanti masuk angin loh!”

Juga bukan yang seperti ini:

“C-Kink kalo abis boker jangan lupa cebok dulu yaaaa…”

Buang jauh-jauh semua pikiran menjijikkan semacam itu. Kenapa, karena sms-sms nasehat yang dikirimkan oleh si Mawar ini bukan sekedar nasehat biasa, tapi nasehat yang efeknya Insya Allah bakal terasa di dunia akhirat.

Nah, karena sms itu punya makna duniawi dan ukhrowi, jadi rasanya sia-sia kalo sms tersebut cuma ngendon di dalem inboxnya si C-Kink aja. Karena itulah pada kesempatan kali ini C-Kink berkenan untuk membagi secara cuma-cuma sms-sms nasehat yang dikirimkan oleh si Mawar ke dalam inboxnya C-Kink. Nyoh, monggo dibaca… Semoga bermanfaat yuaaaa…!

Kriiiiik… Kriiiiik…

“Barangsiapa yang niatnya adalah menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Allah akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan AKAN TUNDUK PADANYA.

Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah menjadikannya tidak pernah merasa cukup, Allah pun akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.”

(HR. Tirmidzi no. 2456, shahih)

“Janganlah engkau berputus asa terhadap sesuatu yang luput darimu dan janganlah engkau berlagak sombong terhadap nikmat yang datang padamu, namun bersyukurlah pada Allah dengan nikmat itu.”

(Faedah dari Tafsir Al-Jalalai surat Al-Hadid)

“Doa agar mendapatkan kemudahan (hadits yang shahih riwayat Ibnu Hibban):

Allahumma laa sahlaa illa maa ja’altahu sahlaa. Wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau mudahkan. Dan jika Engkau kehendaki kesedihan/kesusahan dapat Engkau jadikan kemudahan.”

“Pelajaran dari Imam Asy-Syafi’i:

  1. Waktu itu bagaikan pedang. Jika engkau tidak memotongnya (tidak memanfaatkannya), maka dia malah yang akan memotongmu.
  2. Jika dirimu tidak sibuk dengan hal-hal yang baik, pasti engkau akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.”

(Al-Jawabul Kafi, 109)

“Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya kepada orang lain, maka Allah akan memperdengarkan semua keburukannya di depan semua makhluk. Allah juga akan menghinakan dan merendahkannya. Itulah bahaya amalan yang tidak IKHLAS.”

(Shahih At-Targib wa At-Tarhib)

“Doa memohon kekuatan iman dan berbagai kebaikan:

Allahumma inni as’aluka iimanan layartadu, wana’iiman layanfadu, wamurofaqota muhammadin shallallahu ‘alaihi wasalama fii a’la jannatilkhuldi.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak akan habis, dan menyertai Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam di surga yang paling tinggi selama-lamanya.”

(HR. Ibnu Hibban no. 2436)

“Ketahuilah bahwa banyak hutang adalah sebab datangnya kerugian di dunia sedangkan banyak dosa adalah kerugian di akhirat. Oleh karena itu, Nabi biasa berdoa meminta perlindungan dari dua hal tadi:

Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal magrom.

Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari banyak dosa dan banyak hutang.”

(Faedah dari Al-Fawa’id, Ibnul Qayyim)

“Ibnul Qayyim mengatakan, ‘Keselamatan tidaklah sempura melainkan dengan menyelamatkan diri dari 5 hal:

  1. Syirik yang meniadakan tauhid.
  2. Amalan yang tidak ada tuntunan yang dapat mematikan ajaran Nabi.
  3. Syahwat yang menggelora.
  4. Lalai dari dzikir.
  5. Hawa nafsu yang dapat menghancurkan ikhlas.”

(Al-Jawabul Kafi, 142)

“Di antara bentuk keimanan yang paling tinggi adalah jika seseorang DENGKI pada orang lain, lalu dia berusaha menghilangkannya, bahkan dia malah berbuat baik dengan orang yang dia dengki, dia pun mendoakannya, menyebarkan kebaikan saudaranya itu dan dia merasa saudaranya itu lebih baik dari dirinya.”

(Jami’ul Ulum wal Hikam, hadits 35)

“Inilah di balik dosa memakan riba. Nabi bersabda: ‘Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari hasil riba sedangkan dia mengetahuinya, lebih besar dosanya daripada melakukan perzinahan sebanyak 36 kali’.”

(HR. Ahmad, shahih)

“Yang namanya kaya (ghina) ukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina adalah hati yang selalu merasa cukup.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

“An-Nawawi dalam Al-Adzkar membawakan bab ‘doa yang dibaca ketika merasa sulit dalam suatu hal’. Doanya adalah:

Allahumma laa sahlaa illa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau mudahkan. Dan Engkau menjadikan segala kesedihan (kesusahan) menjadi mudah jika Engkau kehendaki.”

(Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan bahwa sanadnya shahih, dikeluarkan oleh Ibnu Sunni dan Ibnu Hibban)

“Para ulama terdahulu mengatakan, ‘Balasan dari amalan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’

(Lihat tafsir Ibnu Katsir, surat Al-Lail)

Oleh karena itu, tanda amalan seseorang diterima adalah dia kontinu dalam melakukan amalan.”

“Jika seseorang keluar rumah, lalu mengucapkan: Bismillah tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illa billah (dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: engkau akan diberi petunjuk, diberi kecukupan dab senantiasa mendapat penjagaan Allah.”

(HR. Abu Daud, shahih)

“Ibnul Qoyyim al-Jauziyah menuliskan dalam kitabnya:

Allah menjadikan mata sebagai cermin hati. Jika seseorang menahan pandangan matanya, berarti dia menahan syahwat dan keinginan hati. Jika dia mengumbar pandangan matanya, berarti dia mengumbar syahwat hatinya.”

(Raudhah al-Muhibbin wa nuzhah al-Musytaqin. Hal 71, bab 6)

“Hak Allah atas hamba, adalah hendaklah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya. Tahukah engkau apakah hak hamba atas Allah jika mereka berbuat yang demikian itu? Yaitu Dia tidak mengadzab mereka dengan api neraka.”

(Diriwayatkan Asy-Syaikhany, Ahmad, At-Tirmidzy, Ibnu Majah dan Ibnu Hiban)

“Sebaik-baik amalan adalah yang dilakukan ketika kebanyakan manusia lalai. Sebabnya adalah karena amalan seperti ini akan memberatkan jiwa. Amalan yang memberatkan jiwa inilah amalan yang dicintai Allah. Oleh karena itu, sangat utama mengenakan jilbab yang sempurna di saat para wanita berpakaian tapi hakikatnya telanjang.”

(Lihat Lathoif Al-Ma’arif)

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

“Kata emas dari Ibnul Qayyim:

Barangsiapa mengenal keadaan dirinya tentu dia akan sibuk memperbaikinya daripada terus memikirkan kejelekan orang lain”

(Fawaidul Fawa’id, 83)

“Rasulullah bersabda:

Bulan Sya’ban yaitu antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan di mana manusia mulai lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.

(HR. Ahmad dan An-Nasa-i, dihasankan Al-Albani)

“Imam Ahmad mengatakan:

Dalam amalan puasa sulit terdapat riya’ (ingin dipuji oleh orang lain di dalamnya).

Karena yang mengetahui seseorang tidak makan dan tidak minum adalah Allah. Jadi puasa adalah rahasia seorang hamba dengan Allah. Oleh karena itu, amalan puasa khusus untuk Allah.”

(Lihat Lathoif Ma’arif, 275)

“Para ulama merindukan sekali bertemu Ramadhan. Sampai-sampai mereka pun selama 6 bulan berdoa agar dapat bertemu Ramadhan lagi dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalannya diterima. Itulah, karena Ramadhan adalah bulan saat dibukakan pintu surga, ditutup pintu neraka dan terbelenggunya setan-setan.”

(Lathoif Ma’arif, 264)

Sebenernya masih banyak. Tapi seperti kata kalimat bijak, “Diplomasi itu bagaikan bermain kartu. Jangan perlihatkan semua kartu yang kita punya, tapi keluarkan satu-persatu”. Jadi sms-sms nya cukup sampe disini dulu aja yah… Loh tapi emang apa hubungannya diplomasi sama sms-sms ini? Nggak tau deh… Huehehehe.

Add comment October 8, 2009

SecuilSMS

“Salah nggak kalo gue minta temenin cowo gue pas gue sakit? Lebih penting mana nemenin cewe lo sakit walaupun lewat telpon atau kumpul bareng temen-temen buat main kartu?”

“Main kartu di tempat cewe yang lagi sakit. Cup cup cup…”

“Kalo lo jauh sama cewe lo?”

“Mending main kartu. Kalo gue lagi sakit, gue pengennya istirahat aja. Kadang-kadang kalo ada yang nelpon malah ngeganggu istirahat gue. Huohohoho.”

“Terus kalo cewe lo sakitnya udah sampe muntah darah atau apa kek parah dan minta lo buat nemenin dia walaupun cuma by phone saat lo main kartu gimana?”

“Ya udah berarti emang bukan rezekinya kita. Berarti waktu tadi atau kemaren atau dulu kita telpon-telponan, itu jadi telpon-telponan kita yang terakhir. Banyak-banyak istirahat aja biar cepet sembuh terus bisa ketemuan lagi.”

“Salah orang…”

“Bener banget. Soalnya kalo kita lagi sakit parah, ada baiknya kita lebih sibuk mikirin tentang batu nisan yang ada tulisannya nama kita. Apa yang ada disana, gimana rasanya dan siapa yang bakal kita temuin disana. Karena sebaik apapun cowo/cewe kita, sedikitpun dia nggak bakal bisa ngebantuin kita ngelewatin sempitnya tanah kuburan. Maap yah kalo nggak nyambung”

Depok, Sabtu 19 September 2009, 00:22

Add comment October 8, 2009

TigaKata

Di tengah hening malam waktu lagi asik ngelaptop, handphone Nokia 6681 ku yang berisi nomor Im3 berdering. Ada sms masuk didalamnya. Pengirimnya adalah seorang perempuan, salah seorang temen ku. Dia mengirimi aku sebuah puisi lewat sms tersebut. Begini bunyinya:

“Tiga kata

Terus bermain-main di otakku

Tak pernah hengkang barang sedetik

Tiga kata itu membentuk rupa

Yang jua tak lekas pergi

Tiga kata itu

R***** A**** P******”

(note: tiga kata R***** A**** P****** adalah inisial nama lengkap ku. Tapi aku sengaja nggak nulis nama asli ku disini, karena nggak ada R***** di dunia maya, yang ada hanyalah C-Kink!)

Hmmm… Bingung juga nih kok tiba-tiba dapet puisi kaya gini. Karena bingung mau ngebales gimana, akhirnya aku cuma bisa nulis:

“Iya thank q. Tapi Alhamdulillah, aku nggak pernah melakukan hal yang sama untuk 3 kata yang bernama **** ********** ********”

(note: 3 kata yang dibintang-bintang tersebut adalah nama lengkap si pengirim sms. Nggak etis kalo aku publish disini, jadi silahkan terka sendiri)

Dan aku hanya bisa minta tolong kepada kalian semua yang membaca tulisan ini. Seandainya kalian mendapatkan puisi sebagaimana yang aku dapatkan, maka balasan/jawaban apa yang akan kalian berikan kepada si penulis puisi tersebut? Ditunggu jawabannya yaaaa…

Add comment October 8, 2009

KataMutiara #2

Di lobi lantai 2 Jurusan Teknik Fisika UGM, disaat baru selesai kuliah dan menunggu kuliah selanjutnya, sekumpulan anak-anak nuklir lagi asik kongkow-kongkow menunggu dosen masuk. Di sebelah kiri ku ada seekor anak manusia bernama Muhammad Sultan Iskandarsyah yang akrab dipanggil “Richard”. Idih nggak mungkin banget… Maksudnya, “Nanda”.

Beliau lagi asik nerima telepon dari salah seorang kerabat perempuan yang bernama Roberta Purnamasari, akrab dipanggil “Robert”. Loh perempuan kok namanya Robert, supaya lebih feminim, selanjutnya kita panggil “Riris” aja yah…

Kedua ekor makhluk ini asik berbagi kejayusan yang penuh dengan hinaan, ledekan dan cacian lewat telepon. Bla bla bla bla, saling ngeles, saling ngeledek, saling ngebales, dll. Sampe tiba-tiba waktu lagi ngeles dari serangannya Riris, mulut Nanda berucap:

“… Mobilitas seseorang menentukan kualitas hidupnya…”

Tuing tuing… Kita puter sekali lagi:

“… Mobilitas seseorang menentukan kualitas hidupnya…”

Yaaaa begitulah. Aku tertegun mendengar ucapan Nanda. Nggak tau apakah dia ngomongny serius, atau cuma becanda karena lagi ngeles dari ledekannya Riris. Tapi hidayah itu bisa dateng kapan aja. Nasihat itu bisa dateng dari siapa aja. Pelajaran itu bisa dateng dari mana aja. Dan hari ini, Insya Allah aku telah mendapatkan itu semua.

Selama 24 jam dalam sehari, dimana aja kita berada? Apakah cuma di kasur, beranjak ke depan tivi, lalu ke kamar mandi, keluar bentar cari makan, dan kembali ke kasur lagi? Dengan keseharian yang seperti itu, maka pengalaman apa aja yang kita dapet selain berita-berita infotainment nggak penting yang ditayangkan di layar kaca?

Mari sekarang kita pertanyakan kembali kepada diri kita sendiri. Seberapa banyak tempat yang kita kunjungi. Seberapa banyak orang yang kita temui. Seberapa banyak langkah yang kita lalui. Dan seberapa banyak pengalaman yang kita alami. Lalu, masihkah kita tetap tertinggal, duduk terdiam dan termangu seperti saat ini?

Add comment October 8, 2009

AkuSenang

AkuSenang

(note: tulisan ini adalah kejadian beberapa jam sebelum tulisan ku yang judulnya “DiaMasihBerlari”)

Minggu, 30 Agustus 2009, Yogyakarta

Sekitar jam 12 siang, setelah aku pulang dari rumah Pak Baha’udin selaku DPL KKN Unit 183 untuk minta tanda tangan, aku bergegas menuju kantor Tiki yang berada di jalan veteran. Nunu yang udah mangkat ke Jakarta mengirimkan LPK-nya lewat Tiki, dan aku harus segera mengambilnya langsung disana.

Sebelomnya jam 10-an aku ditelpon sama orang Tiki Jogja yang mengatakan bahwa kiriman untuk saudara C-Kink sudah sampai. Tapi karena di kiriman itu nggak ada alamat konkrit kosanku dan juga nggak ada tenaga pengantar yang masuk (karena pas hari libur), akhirnya aku disuruh supaya dateng sendiri kesana buat ngambil kirimannya. Di telepon pun kita sempet gontok-gontokan ngebahas dimana itu Umbulharjo, Jalan Taman Siswa dan Jalan Veteran. Ya maklum lah Mas, akika kan orang perantauan bow…

Sampe Tiki, akhirnya semua beres. LPK Nunu udah di tangan. Sementara di kosan udah menunggu LPK-LPK anak Cucukan lainnya, yang pengumpulannya molor jauh dari tanggal yang udah aku tetapkan. Huh dasar bangsa Indonesia sukanya telatan dan mepet-mepet deadline. Dan betapa peranku sebagai Kormasit sangat-sangat tidak dihargai… Huiks huiks… Udah ah, kok malah jadi curhat colongan?

Finally aku pulang ke kosan dengan selamat. Segera aku kumpulkan semua LPK yang berserakan kemudian menyusunnya menjadi 1 bundel. Jadinya lumayan tebel juga nich. Kalo dipake buat nimpuk maling kayanya enak deh…

Sekitar jam 1-an, aku segera berangkat lagi membawa bundelan LPK itu untuk dijilid. Aku memacu MyLovelySolBro menuju pusat fotokopi Prima yang letaknya berseberangan dengan Mirota. Sampai disana, ternyata Prima tutup! Ya maklum lah, namanya juga hari Minggu. Untung tadi aku sempet ngeliat fotokopian yang di sebelah utaranya Gading Mas buka. Aku lupa nama tempat fotokopian itu apa, jadi sementara kita sebut aja fotokopian itu dengan nama “Mawar” (bukan nama sebenarnya). Aku pun memutar arah MyLovelySolBro menuju fotokopi Mawar.

Sampailah di tempat fotokopi Mawar. Segera aku tenteng bundelan LPK dan aku serahkan kepada pegawai disana. Beginilah percakapan antara makhluk imut tersebut dengan pegawai fotokopi Mawar. C untuk C-Kink dan B untuk Bunga (juga bukan nama sebenarnya).

C          :“Mas, ini tolong difotokopi 3 kali. Terus semuanya djilid ya!”

B          :“Oh iya Mas, siap! Yang asli juga dijilid?”

C          :“Iya Mas”

B          :“Oke!”

C          :“Jilidnya pake warna biru muda ya Mas, kaya warna ini (menunjuk ke sampel warna yang ada di tempat fotokopian tersebut)”

B          :“Siap Mas!”

C          :“Kalo nanti malem diambil bisa nggak Mas?”

B          :“Nanti malem jam berapa Mas?”

C          :“Jam 7 ya Mas. Bisa kan?”

B          : “Bisa donk Mas. Apa sih yang nggak bisa buat Mas yang ganteng ini… (sambil berkedip *triiing)”

C          : “Aaaaaah, Mas bisa aja deeeech… (sambil menjawil dagu si Mas Bunga)”

B          : “Aduh geli Mas… Mau lagi dong dijawil-jawil… (sambil menggesek-gesekan tangan ke lehernya sendiri)”

C          : “Yuuuk sini yuuuuk… (sambil menjulurkan lidahnya melet-melet keluar-masuk. Slruuuup…)”

STOP!!!!

Kita kembali lagi ke bahasan awal. Lupakan semua dialog menjijikkan di atas!

Akhirnya disepakati bahwa bundel tersebut bisa aku ambil jam 7 malem nanti. Sementara sekarang masih sekitar jam setengah 2 siang. Akhirnya aku pun pamit pulang sama si Mas Bunga tersebut. Dadaaaaah…

5 jam kemudian…

Jarum jam di kamar kosanku yang berukuran 5 x 3 meter menunjukkan angka 18.30. Sementara layar televisi yang aku putar ke chanel Global TV masih menampilkan 2 orang komentator sedang beradu mulut membahas preview balapan di GP Belgia, Spa-Franchorchamps malam ini. Aku pun segera bergegas dan berkemas dan masuk ke dalam MyLovelySolBro untuk menuju fotokopi Mawar, mengambil LPK yang aku jilid tadi siang.

Sampai disana, ternyata penjilidan masih belom selesai seutuhnya. Aku pun nongkrong disana sembari menunggu prosesi penjilidan berakhir. Sambil nongkrong, aku memperhatikan kertas-kertas yang sedang digarap oleh para pegawai fotokopi mawar lainnya. Dan you know what, hampir semua kertas yang ada disana merupakan LPK! Sama seperti tujuan aku ada disini malam ini!

Disana bertebaran LPK-LPK entah milik unit dan subunit mana aja. Demikian juga dengan konsumen yang datang, sebagian besar dari mereka datang untuk memfotokopi LPK, menjilidnya, atau bahkan mengambil LPK yang sudah dijilid. Plus ada beberapa yang memfotokopi RPK yang ukurannya segede gaban, kira-kira seukuran kertas A2.

Tiba-tiba ada sebuah mobil Daihatsu Taruna datang dan parkir disana. Kucluk kucluk, aku memperhatikan Taruna itu dengan saksama, mengingat Taruna adalah mobil milik keluargaku di Depok dan Taruna juga adalah mobil yang pertama kali aku coba mengendarainya.

Dari dalam mobil turun 2  ekor perempuan, yang satu berjilbab dan yang satu lagi hitam tapi manis, dengan rambut bekas rebonding salon, kaos hijau ketat dan celana pensil. Mereka membawa kantong plastik putih bertuliskan “KKN PPM UGM”, sebagai bukti bahwa malam ini dia datang kesini dengan tujuan yang nggak jauh beda dengan tujuan ku.

Dengan harap-harap cemas, aku berharap supaya dia melangkah kesini dan berhenti di dekatku untuk bertansaksi dengan pegawai fotokopi Mawar. Tapi ternyata hal itu nggak terjadi, malah mereka ngambil posisi yang jauh dari aku. Huh payah banget dah ah…

Padahal kalo mereka posisinya deketan, kan aku jadi bisa punya temen ngobrol buat nungguin LPK ku selesai dijilid.

“Halo Mbak…! Malem ini Mbak pake celana dalem warna apa?”

BLETAAAAK…!!! Dan sebuah sendal jepit mendarat mulus di jidatku.

Oke, buang semua imajinasi nggak jelas tersebut. Akhirnya aku hanya bisa menuggu LPK ku sambil menatap mbak-mbak itu dari kejauhan, tanpa sanggup bertegur sapa. Huiks huiks… Sroootttt…

Finally jam 7 lewat belasan menit, LPK ku selesai juga. 4 bundel LPK semuanya sudah terjilid rapi dengan cover warna biru muda.

C          : “Berapa Mas?”

P          : “Ini semuanya… (ngitung)

Mmmmm… (masih ngitung)

… (tetep ngitung)

Kriiiik… Kriiik…

Oh iya, bentar ya Mas!”

C          : “??????”

Dan si Mas Putri (bukan nama sebenarnya) itu pun ngeloyor pergi meninggalkan aku sendiri. Dia menemui salah seorang pegawai lainnya di belakang. Mengeluarkan kertas, menulis sesuatu, lalu datang kembali ke hadapanku.

P          : “Semuanya 12 ribu Mas!”

C          : “Oke. Ini Mas!”

P          : “Iya, terima kasih Mas!”

(untuk mempersingkat waktu, jangan harap ada adegan homoisme di dialog yang kedua ini!)

Aku ambil 4 jilid bundelan LPK ku yang ditaro di dalem kantong plastik item plus kertas kuitansi di dalemnya. Kok banyak banget sampe 4 bundel? Ya iya duonks, 1 buat dikumpul ke LPPM, 1 buat DPL, 1 buat Kecamatan dan 1 lagi buat arsip ku sendiri. Tanpa perlu berlama-lama, aku segera melangkah pergi dan bersama MyLovelySolBro bergerak menuju Sate Padang Chaniago untuk membeli 2 porsi sate padang dibungkus dibawa pulang.

Di sepanjang perjalanan, otak ku yang ber-IQ 128 ini bertanya-tanya, perasaan tadi aku fotokopi LPK 3 kali dan ngejilid 4 LPK, tapi kok biayanya murah banget ya, cuma 12 ribu? Padahal 1 bundel LPK aja udah tebel banget sampe 300 halaman lebih. Jadi fotokopi 1 bundel minimal kenanya 300 x 100 = 30 ribu rupiah, tapi kok aku cuma bayar 12 ribu?

Akhirnya aku cek kembali kuitansi yang udah aku geletakin gitu aja di dalem kantong plastik item. Mataku yang minus 3.5 kanan-kiri mencoba memperhatikan angka demi angka dan huruf demi huruf dengan saksama. Tik… Tik… Tik… Tik… Nah ini dia!

Aku menemukan adanya kejanggalan dalam kuitansi tersebut. Dari pengamatan ku, ternyata biaya 12 ribu yang aku bayar tadi hanya untuk biaya jilid 4 kali! Artinya apa? Artinya, biaya fotokopi bundelan LPK sebanyak 3 kali nggak ikut kehitung! Whoaaaaaa…!!!

Padahal, mestinya biaya fotokopi 3 x 300 halaman itu lebih mahal daripada sekedar 4 kali jilid. Ini nggak bisa dibiarkan, aku harus segera bertindak untuk menumpas kedzhaliman ini! Akhirnya selepas membungkus 2 porsi Sate Padang Chaniago, aku melangkah kembali ke tempat fotokopi Mawar.

Sesampainya disana, aku memarkir MyLovelySolBro. Turun dari mobil, tukang parkir yang hari ini kayanya udah sering banget ngeliat tampangku yang imut ini segera menyapa ramah,

“Dateng lagi Mas? Ada yang ketinggalan?”

Dan spontan aku pun menjawab,

“Iya Pak, kunci mobil saya ketinggalan!”

(lah terus barusan naik mobil pake apa?)

Aku segera standby di meja penerimaan dan menunggu ada salah seorang pegawai yang datang menghampiri ku. Lumayan lama aku menunggu. Meskipun banyak pegawai yang terlihat lagi nggak sibuk, tapi nggak ada seorangpun yang sadar akan keberadaan ku. Mungkin sebenernya mereka sadar, tapi karena wajahku beberapa menit yang lalu udah muncul disini dan takut aku komplain macem-macem, jadinya nggak ada yang berani nyamperin aku. Sampai akhirnya si Mas Putri yang tadi dengan penuh leadership dan softskill yang tinggi datang menuju ke arahku.

P          : “Iya, ada apa Mas?”

C          : “Ini Mas. Tadi kan saya fotokopi ini semua 3 kali, terus empat-empatnya dijilid. Tapi kok biayanya cuma 12 ribu ya Mas? (sambil menunjukkan kuitansi)?”

P          : “Mana Mas? (sambil melihat kuitansi)”

C          : “Tuh Mas coba diliat”

P          : “Liat… Liat… Liat…”

C          : “Kayanya biaya fotokopi nya belom keitung ya Mas?”

P          : “Mmmm… (berpikir sebentar) Wah iya, bener banget Mas!”

C          : “Nah khaaaan…”

P          : “Tunggu sebentar ya Mas!”

Sama seperti sebelomnya, Mas Putri beranjak ke belakang, diskusi sama temennya, nyoret-nyoret kertas, lalu balik lagi menghampiri aku.

P          : “Ini Mas, jadi semuanya 112 ribu Mas”

C          : “Tadi kan saya udah bayar 12 ribu, berarti ini saya tinggal nambahin 100 ribu lagi kan?

P          : “Bener banget, Mas pinter deh!”

C          : “Ya iyalah, C-Kink Cute geeetoo looooch…!!! Ini Mas uangnya!”

P          : “Oke. Makasih banyak ya Mas!”

C          : “Iya nggak apa-apa kok, sama-sama ya Mas”

Transaksi selesai dan aku masuk kembali ke dalam MyLovelySolBro. Tak lupa, sebelumnya aku serahkan dulu uang 1000 rupiah ke tukang parkirnya, tukang parkir yang sama dengan beberapa menit yang lalu dan tadi siang. Wah Pak, hari ini emang rejekinya Bapak, bisa dapet 3 ribu rupiah dari tangan 1 orang!

Di perjalanan pulang, aku merasa bahagia. Aku senang, hari ini telah berbuat jujur. Aku senang, LPK yang bikin naik darah ini akhirnya beres juga. Sepanjang perjalanan, aku menyetel musik J-Rocks keras-keras sembari mulutku komat-kamit ikut menyanyikan syairnya. Dan jika aku tau apa yang telah menantiku di kosan nanti, mungkin kebahagiaan ku hari ini bakalan lebih bertambah lagi. Huahahahaha…

Tamat

(note: idih, berbuat baik kok pamer sih! Udah ditulis di blog terus dipublikasiin ke khalayak umum lagi. Dasar manusia jaman sekarang, susah nyari orang-orang yang hatinya ikhlas!)

Add comment October 8, 2009

C-KinkCuteContainer

Publikasi C2C Container

Add comment September 14, 2009

C-KinkCuteCell

Publikasi C2C Cell

Add comment September 14, 2009

Berwarna

“Seharusnya hidup ini penuh dengan warna-warni. Kalaupun ternyata dia tidak berwarna, maka akulah yang akan mewarnainya!”

Kalimat tersebut aku jadikan status di facebook ku pada hari Sabtu 29 Agustus dini hari yang lalu. Dan sampai detik ini, Senin 31 Agustus 2009, sudah ada 8 orang yang menyukai kalimat tersebut dan 7 comment yang masuk, yang sebagian besar lebih banyak becandanya.

Ya, seharusnya hidup ini penuh dengan warna-warni. Apa jadinya jika layar televisi hanya menampilkan warna hitam dan putih? Apa jadinya jika menu makanan hanya nasi dan air putih? Apa jadinya jika pelangi tidak memiliki 7 warna?

Aku ingin melakukan banyak hal baru.

Aku ingin pergi ke tempat-tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya.

Aku ingin melakukan hal-hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.

Aku ingin memainkan apa yang belum pernah aku mainkan sebelumnya.

Aku ingin mempelajari semua yang belum pernah aku pelajari sebelumnya.

Aku ingin mendapatkan sesuatu yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya.

Aku ingin menikmati apa yang belum pernah aku nikmati sebelumnya.

Aku ingin menemukan apa yang belum pernah aku temukan sebelumnya.

Karena aku hanya ingin hidupku ini penuh dengan warna. Dan aku sendirilah yang akan memberinya warna!

Warnailah aku dengan celupan cahaya-Mu, Ya Rabbul Alamin…

5 comments September 14, 2009

KataMutiara

Selasa, 1 September 2009. Di tengah-tengah kuliah Penerapan Radiasi di Industri, dosen ku yang cool dan kalem yang bernama Ir. Anung Muharini MT. mengeluarkan sebuah kalimat bijak:

“Tidak ada kegagalan di dalam melakukan penelitian. Satu-satunya kegagalan adalah ketika kita memutuskan untuk mundur dari penelitian tersebut”

Luar biasa…!!! Bener-bener engineer sejati! I love you full dah pokoknya…

Terus, apa arti kalimat tersebut? Biarkan otak kanan kalian sendiri yang menjawabnya… Huohohohohohoho.

Add comment September 14, 2009

BirokrasiGantiPerban

28 April 2009

Beberapa waktu lalu, salah seekor temen kosan gue yang bernama Aryo (anggap aja nama sebenarnya) minta tolong ditemenin buat ganti pembalut, gara2 darahnya nggak berhenti ngalir. Oh kok ganti pembalut, maksudnya ganti perban!
Kenapa mesti ganti perban? Jadi begini ceritanya anak2. Beberapa hari sebelomnya, jempol tangan kiri si Aryo sobek dan berdarah2 gara kegores dan kemasukan kaca. Waktu itu dia lagi naik motor. Terus dia ngerasa posisi spion kirinya nggak beres, jadilah dia ngebetulin posisi kaca spion kiri itu dengan tangan kirinya. Tapi pas spionnya dibenerin, kayanya si Aryo megangnya kekencengan sehingga kaca spionnya pecah hancur dan berantakan. Salah satu pecahannya itu kena ke jempolnya Aryo.
Jempol kiri Aryo sobek dan berdarah. Kirain cume berdarah biasa, tapi ternyata darahnya nggak berhenti2, persis kaya mbak2 yang lagi dateng bulan (sok tau deh, emang pernah ngerasain?). Lalu untuk tindakan preventif, Aryo segera periksa ke dokter hewan terdekat, dan diputuskan untuk menjahit serta mem-perban jempol kirinya itu.
3 hari telah berlalu sejak jempol kiri Aryo dijahit, yang mengakibatkan Aryo nggak leluasa ngetik sms dan ngupil pake jempolnya itu. Kini tiba waktunya untuk mengganti perban tersebut. Dan Aryo minta tolong gue buat nemenin dia ganti perban.
Jam 7.20 pagi kita berangkat dari kosan menuju sebuah rumah sakit negeri di kota Jogja. Mohon maap, demi menjaga nama baik, maka disini gue nggak mau ngasih tau nama rumah sakit tersebut. Kita sebut saja rumah sakit ini dengan nama “RS X”. Yang jelas, rumah sakit itu berada di Jalan RS Dr Sardjito, nggak jauh dari kosan gue (duh ini mah sama aja bo’ong, tuh ketauan deh nama rumah sakitnya…).
Dulu si Aryo juga ngejahit jempolnya di RS X ini, dan prosedurnya lumayan cepet. Melihat pertimbangan tersebut, kali ini Aryo juga memutuskan untuk mengganti perbannya di sana. Sekalipun mungkin rumah sakit swasta lebih terjamin, tapi kalo di RS X ini Aryo nggak perlu bayar soalnya dapet ganti dari PT Telkom.
Sesampai di RS X, kita langsung menuju ke poliklinik bedah, yang kiranya ranah kerja mereka sesuai dengan permasalahan yang dihadapi Aryo. Kucluk kucluk kucluk… Langkah kaki kita menuju kesana. Sampe di meja administrasinya, nggak ada siapa2 selain seorang bapak2 yang posisinya memunggungi kita berdua. Ditunggu beberapa saat, bapak ini nggak respon terhadap eksistensi kita di sana. Lalu Aryo langsung curhat ke bapak itu,
“Misi Pak, mau ganti perban!”
Dan si Bapak itu menjawab dengan ketus tanpa menoleh,
“SURAT PENDAFTARANNYA MANA!”
(backsound: bunyi petir menggelegar. DUUUAAAAR….!!!)
Aryo yang terlindungi oleh sesosok malaikat bernama C-Kink disisinya (hueek… puiiih…) balas menyahut,
“Surat pendaftaran? Oh ini Pak!”
Lalu si Bapak menghampiri kami.
“Mana?”
Aryo menunjukkan kartu pasien RS X nya. Bapak itu kembali buka suara.
“Bukan ini! Tapi surat pendaftaran!”
“Oh bukan ini Pak? Ngambilnya dimana?”
“Udah sekarang kamu ke depan dulu, ke gedung yang di sebelah sana! Kamu ngambil surat pendaftarannya dulu disana!”
“Yang di sebelah mana Pak?”
“YANG DISANA ITU LHO!”
“???”
“Gedung yang di depan, diantara 2 gedung yang bertingkat, gedung yang ini sama yang sebelah sana!”
“Siap Pak! *tapi ludahnya nggak usah muncrat gitu dong Pak!*”
Lalu gue dan Aryo segera meninggalkan bapak-muka-jahat itu. Kita segera melangkah ke lokasi yang dimaksud. Loket pendaftaran dan poliklinik bedah itu posisinya lumayan jauh, kira2 sejauh jarak bumi dan matahari. Dari poliklinik, kita ke luar gedung dulu, terus jalan ngelewatin 1 gedung, baru deh nyampe ke gedung yang ada loket pendaftarannya. Ngos ngos ngos… Napas kita tersengal2 kaya suami-istri abis begituan. Abis joging bareng maksudnya…
Sampe di gedung itu, kita buka pintunya dan kita masuk ke dalem. Wuuuuushhhh… Semerbak angin AC menghembus menyejukkan. Tapi begitu ngeliat ke dalem, alamak!!! Loket nya udah penuh dengan orang2 yang lagi duduk di ruang tunggu. Nunggu giliran antrian. Padahal loket ini buka jam 07.30 pagi, dan kita dateng belom jam 8. Tapi ruang tunggunya udah sepenuh ini. Ya nggak apa2 lah, tawakkal ajah…

Bersambung…

(Mohon maap, karena udah males ngelanjutin ceritanya, jadi dibikin bersambung aja yaaaaa… Jangan pada marah loh!)

2 comments September 14, 2009

NaikDarah

Graaaaawwllll…Gyaaaaaaaa…Grrrrrr…Auuuuuum…!!!

Sebelomnya gue mau intermezzo dulu. Sebagaimana judul tulisan ini, ini merupakan salah satu momen langka di dalam hidup gue yang menyedihkan ini. Momen apa itu? Sebuah momen yang bernama: NAIK DARAH!

Sejujurnya gue sendiri udah lupa kapan terakhir kali gue naik darah. Mungkin waktu dulu, waktu gue nulis tulisan yang judulnya “NyolotLagi”. Itupun udah sekitar beberapa bulan yang lalu. Kalo selama ini muka imut gue ini sering dicap jutek, itu mah emang udah rezekinya dari sono, dari pabrik udah kaya gitu. Itu juga cuma tampilan luarnya doang, dalemnya nggak gitu.

Kenapa? Karena selama ini gue selalu berusaha mencoba memposisikan diri gue sebagai makhluk hina yang sabar dan ikhlas dalam menjalani dinamika kehidupan ini. Bukan cuma sabar dan ikhlas, bahkan sangat sangat sangat sangat penyabar. Saking penyabarnya, sampe-sampe bukan sifat penyabar lagi yang gue punya, tapi: GOBLOK!

Dan entah kenapa, hari ini ke-goblok-an gue ini telah mampu membuat gue berada dalam situasi naik darah yang langka ini. Nggak ada asap kalo nggak ada api, nggak ada semut kalo nggak ada gula. Nggak ada Anang kalo ngak ada Krisdayanti, dan nggak ada Adly Fairuz kalo nggak ada Shireen Sungkar. Idih nggak nyambung!

Sedihnya, yang menjadi api, gula, Krisdayanti ataupun Shireen Sungkar dalam kasus ini adalah makhluk-makhluk yang seharusnya gue anggap sebagai keluarga kecil gue sendiri, yaitu mereka-mereka yang tergabung di dalam tim KKN.

Cobaan terberat gue tahun ini mungkin adalah ketika gue ditunjuk sebagai kormasit. Seharusnya kormasit dan KKN adalah dua hal yang menyenangkan. Seharusnya kormasit dan KKN adalah dua hal yang bisa memberikan sejuta kenangan. Dan semua itu bisa terjadi jika semua komponen di dalamnya saling mendukung, saling membantu, dan saling toleransi antara satu sama lain. Namun sangat disayangkan, komponen-komponen yang gue punya ternyata nggak punya pemahaman yang sama. Jadilah kini terjadi apa yang kita namakan dengan istilah: NAIK DARAH.

Rasanya nggak etis kalo gue menceritakan kepada khalayak umum secara terbuka tentang hal-hal apa aja yang bikin gue jadi naik darah malem ini. Sebelom emosi semakin membuncah dan sebelom ada darah yang tertumpah, mendingan tulisan ini diakhiri sampe disini aja yah. Dadaaaaaahhh…!!!

Jumat 28 Agustus 2009 malem

Kosan tercinta, Karangwuni C-19

2 comments September 13, 2009

RenunganPojokKPTU

Hari ini aku duduk seorang diri di Plaza KPTU. Meninggalkan kuliah Penerapan Radiasi di Industri yang hari ini dibatalkan karena hanya dihadiri oleh 3 dari 15 mahasiswa, dimana 12 orang sisanya masih menjalani KKN di lokasinya masing-masing. Berteman laptop dihadapanku yang dari tadi nggak selesai-selesai donwload update-an AVG. Dan handphone nokia 6681 yang sengaja kugeletakkan di sebelahnya, berharap ia akan berdering dengan memunculkan tulisan “1 new message” di layarnya.

Aku melihat sekeliling. Di hari terakhir bulan Agustus ini, mahasiswa baru sedang menjalani minggu-minggu pertama perkuliahannya. Eksistensi mereka di kampus teknik ini dapat terlihat dengan sangat jelas. Bukan karena rambutnya yang sebagian besar masih cepak sisa Ospek kemarin, tapi lebih karena mereka yang selalu bergerak secara BERGEROMBOL dalam rombongan-rombongan tertentu. Grombol… Grombol… Grombol…

Adalah hal yang wajar bagi para mahasiswa baru untuk bergerak dalam rombongan, khususnya rombongan teman-teman dari 1 jurusan. Kenapa? Karena dengan umur mereka yang baru seumur jagung di kampus Teknik ini, jumlah teman yang mereka miliki baru segelintir aja. Kalo bukan temen Jurusan, temen Ospek, ya temen kosan atau temen SMA yang sama-sama kuliah disini. Demikian juga dengan kampus Teknik ini yang merupakan lingkungan baru bagi mereka. Jadi kemanapun mereka melangkah, sangat jarang mereka bergerak sendiri-sendiri. Kecuali kalo mau ke toilet.

Dulu, aku pun demikian. Bersama anak-anak nuklir 2006, kita selalu bergerak secara bersama-sama. Mau ke bagian pengajaran, bergerak bareng-bareng. Mau daftar praktikum di MIPA, jalan kesana bareng-bareng. Mau daftar kuliah umum di Fakultas, naik ke atas bareng-bareng. Mau makan di burjo juga bareng-bareng. Cuma sayang aja kita nggak diizinin untuk nemenin Ayu Hayu dan Mega ke kamar mandi bareng-bareng…

Betapa di masa-masa awal perkuliahan dulu, kebersamaan dan kekeluargaan antar temen-temen seangkatan masih terasa sedemikian besarnya. Tak pernah kaki kita melangkah sendiri, pasti ada saudara kita yang menemani. So sweet banget dah ah…

Kini aku telah memasuki tahun ke-4 perkuliahanku. Sudah 3 kali aku melihat mahasiswa-mahasiswa baru datang ke kampus ini. Aku sudah tidak muda lagi. Umurku telah menua, dan kini aku telah memasuki tahun-tahun terakhir perkuliahanku. Bagaimana anak-anak angkatan 2009 melihatku saat ini, adalah sama dengan bagaimana aku melihat kakak-kakak angkatan 2003 di waktu dulu.

Dan apa yang terjadi dengan anak-anak nuklir 2006? Sebagaimana manusia pada umumnya, setelah menjalani tahun-tahun yang penuh pengalaman, kini kita telah menemukan dunia kita masing-masing dan telah bergerak dengan caranya masing-masing. Sudah jarang lagi kita bergerombol bersama-sama, kecuali beberapa perkuliahan di kampus atau untuk momen-momen tertentu yang memang kita rencanakan sebelumnya.

C-Kink yang di semester 1 dulu meraih IP paling tinggi seangkatan (woooooo pamer!), kini telah disibukkan dengan BEM dan dunia tulis-menulisnya.

Hasan yang dulu kosannya dijadikan basecamp, kini telah disibukkan dengan usaha bisnisnya dan niatnya memperdalam ilmu agama.

Herlambang si ketua angkatan, kini telah menikah dan berkeluarga dengan 1 orang anak perempuan yang baru brojol bulan Agustus lalu.

Aji Kurniadi yang hanya menjalani 1 tahun di Teknik Nuklir, kini telah berbahagia menjalan kuliah di Fisipol yang dipenuhi dengan pemandangan-pemandangan penyejukk mata.

Nanda yang dulu hobi keramas (sampe sekarang pun masih hobi), kini disibukkan dengan bisnis konveksi dan permainan sahamnya.

Ayu Hayu dan Mega yang dari dulu sibuk ngecengin C-Kink, sampe sekarang masih tetap sibuk dan nggak kenal menyerah untuk selalu ngecengin C-Kink…

Ichsan yang dulu paling eksis sendiri di kampus, kini kita semua nggak ada yang tau dia lagi sibuk ngapain.

Fariz yang dulu giat menjadi seorang ahli nuklir, kini telah menjalani kehidupannya yang baru sebagai seorang Disc Jockey dengan penghasilan jutaan rupiah per manggung.

Prima yang dari dulu sibuk belajar, sampe sekarang juga masih tetep sibuk belajar (sekali-kali main wuoy, jangan belajar melulu).

Begitupun juga dengan anak-anak nuklir 2006 sisanya, Rully, Aji, Hanung, Leo, Mariano, Taufik, Sekar (loh?), Widi, Ari, Sazar, Saga dll. Yang namanya nggak kesebut jangan marah ya…

Kini, telah lebih dari 3 tahun aku menjalani perkuliahan di Teknik Nuklir ini. Apa kabar mereka semua? Masihkah kita memiliki semangat untuk menyukseskan nuklir di Indonesia, sebagaimana semangat kita sewaktu kita masuk Teknik Nuklir dulu? Masihkah kita berikrar untuk menegakkan kedaulatan PLTN di bumi Ibu Pertiwi?

Dan sebelom semua itu terjadi, mari kita selesaikan perkuliahan kita di Teknik Nuklir ini untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik, bersama-sama!

Add comment September 13, 2009

DiaMasihBerlari

Jogjakarta, Minggu 30 Agustus 2009

Malem-malem, pulang dari ngurusin Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) KKN Sub Unit Cuk-Cuk-an yang bener-bener juuuaancuk, serta setelah mampir di Sate Padang Chaniago buat ngebungkus 2 porsi sate padang, akhirnya aku tiba di kos-kosan paling kueeerrrreeeen sak dunyo-akhirat, Karangwuni C-19, dengan selamat sehat wal-afiat. Plus dipenuhi aura-aura bahagia karena LPK itu akhirnya selesai juga.

Aku lihat jam dinding, waktu menunjukkan pukul 19.30 lebih sekian menit. Tanganku yang kekar dan berotot ini dengan tangkas langung menyalakan televisi di kosan dan memindahkan channelnya ke Global TV yang sedang menyiarkan olahraga paling makjrot abad ini: Balap mobil Grand Prix Formula 1!

Brrruuuummm… Brrrruuuummm… Ngueeeeengggg… Deru mesin F1 berpacu membahana dan menggema di kamar kosku. Di layar, mobil-mobil F1 yang terlihat seperti mainan tampak saling berlomba beradu cepat. Sayang aja Global TV ku warnanya item putih, jadi mobil-mobil di layar warnanya kelihatan sama semua, nggak ketauan mana yang Ferrari, mana yang Mclaren, Brawn GP, Renault, dll. Sementara aku segera membuka porsi pertama sate padangku untuk aku nikmati dengan sebungkus keripik pedes. Sruuupuut… Nyam nyam…

Selang beberapa saat, layar televisi menampikan urutan posisi sementara pada balapan yang berlangsung di Spa-Franchorchamps, Belgia ini. Posisi pertama dipegang si iceman dari Finlandia, Kimi Raikkonen. Ah itu mah udah biasa, secara gitu dia naik Ferrari, walaupun tahun ini sinarnya agak-agak redup gara-gara ketutupan sama cahaya dari Brawn GP dan Red-Bull.

Pas baca siapa yang di posisi kedua, aku sedikit terkejut. Kenapa? Karena ada nama Giancarlo Fisichella disana! Wuaouw, surprise!

Kenapa bisa kaget? Ya wajar aja lah, sejak pindah ke tim debutan Force-India dari tahun 2008 kemaren, Fisichella dan Force-India nya kan langganan papan bawah. Tahun lalu di tahun pertamanya mengikuti F1, Force-India mengakhiri musim dengan 0 poin. Begitupun dengan tahun ini, telor itu masih belom pecah. Jadi ketika melihat ada nama Fisichella di belakang Raikkonen, benar-benar suatu karunia yang luar biasa! Meskipun aku nggak ngerti tadinya Fisichella start dari posisi berapa dan gimana ceritanya kok dia bisa nyasar di posisi 2. Harusnya kan di posisi 1 ya! Huohohohoho…

(catatan: 1 hari setelah tulisan ini selesai ditulis, akhirnya aku baru tau kalo ternyata Fisichella dapet pole position di balapan ini! Luar biasa!)

Balapan masih menyisakan 22 lap lagi dari total 44 lap. Jarak antara Fisichella dan Raikkonen pun sangat deket, nggak sampe 1.1 detik. Dan jarak antara Fisichella dengan Fernando Alonso di posisi ke-3 ada sekitar 2.7 detik. Artinya masih ada peluang buat Fisichella naik podium di balapan kali ini. Aku sendiri pun sudah berharap besar supaya itu terjadi, mengingat terakhir kali Fisichella naik podium adalah di tahun 2006 kemaren waktu masih di Renault.

Bapalan terus berlangsung. Lap demi lap telah terlampaui dan Fisichella serta Raikkonen masih saling kuntit-menguntit dengan jarak nggak pernah lebih dari 1.4 detik. Sementara di belakangnya Alonso udah mesti out gara-gara bannya bermasalah, dan kini ada Sebastian Vettel di posisi ke-3 dengan terpisah jarak sekitar 5 detik.

Sampai pada akhirnya balapan tinggal menyisakan beberapa lap lagi. Fisichella masih terus menguntit Raikkonen. 4 lap lagi. Posisi masih sama. 3 lap lagi. Posisi masih tetep sama. Sementara jauh di belakang, mesin mobil Rubens Barichello terlihat mengeluarkan asap, pertanda mesin akan jebol dan terjadi kebocoran oli. Tapi Barichello masih bisa melanjutkan balapan dengan kecepatan yang agak dikurangi. Aku pun khawatir dengan keadaan Fisichella, jangan sampe terjadi sesuatu yang bisa menggagalkan podium pertamanya bersama Force-India ini.

2 lap lagi. Posisi masih juga sama. Final lap. Nggak ada perubahan posisi. Mobil Fisichella pun baik-baik saja. Dan akhirnya, bendera finis dikibarkan, dengan Raikkonen yang pertama kali melintasinya. Di belakangnya, Fisichella mengikuti dengan penuh percaya diri. Yes…!!! Finish…!!! Fisichella juara 2! Alhamdulillah… Allahu akbar…

Dengan penuh kebahagiaan, aku teriak-teriak sendirian di kamar. Nggak lupa juga ditambah dengan loncat-loncatan di kasur sembari mengepalkan tangan ke udara. Dan diakhiri dengan bersujud syukur di lantai kamarku yang hari ini belom disapu. Alhamdulillah, malam ini Fisichella dapet juara 2…

Sekalipun hanya juara ke-2, tapi itu sudah sangat membahagiakan. Ini adalah suatu penantian yang panjang, bukan hanya bagi aku sendiri, tapi juga bagi Fisichella dan bagi Force-India. Mengingat sejak pertama terjun ke balapan F1, Force-India belom pernah sekalipun memperoleh poin. Dan hari ini, akhirnya telor itu terpecahkan oleh tangan Fisichella di balapannya yang ke-224. Bukan hanya memperoleh poin, tapi juga podium pertama. Sekaligus juga ini menjadi podium pertama bagi Fisichella sejak tahun 2006 lalu ketika dia masih berjaya bersama Renault dan Alonso.

Ini adalah sebuah bukti, bahwa meskipun Fisichella berada di tim kecil, namun semangatnya untuk tetap berlari masih tetap ada. Bahwa meskipun Fisichella sudah termasuk pembalap senior, namun kemampuannya untuk terus berlari masih tetap mumpuni. Dan Fisichella, dengan segala pengalaman yang dimilikinya, tetaplah salah satu pembalap hebat yang pernah ada di muka bumi ini. Wooooo narsis!

Aku jadi teringat bahwa dulu aku pernah menciptakan sebuah lagu untuk Fisichella. Ketika itu di awal musim balap 2005, ketika Fisichella baru pindah dari Jordan menjalani balapan perdananya bersama Renault. Di seri pembuka musim 2005 di GP Australia, Fisichella berhasil meraih kemenangan kedua dalam karirnya dengan sangat meyakinkan. Hal ini membuatku terinspirasi untuk membuat sebuah lagu untuk Fisichella. Sebuah lagu berjudul: “Ketika Dia Mulai Berlari”

Maret 2005

Ketika Dia Mulai Berlari

C-Kink

Reff:

Teruslah kau berlari raih semua mimpimu

Tak usah peduli apa yang kan terjadi

Tetaplah kau berlari lanjutkan langkahmu

Bahaga telah menantimu disana

Kulihat dirimu meraih inginmu

Kulihat dirimu mengejar mimpimu

Kulihat dirimu menggapai cintamu

Tak perlu kau ragu-ragu

Ku kan s’lalu mendukungmu

Balik ke reff

Kulihat dirimu mulai berdiri

Kulihat dirimu mencoba berlari

Kulihat dirimu menyatukan hati

Kau tak kan pernah sendiri

Ku kan s’lalu menemani

Mereka tak mengerti

Dan tak mau mengerti

Semua tentang dirimu

Andai mereka tahu

Yang ada di hatimu

Semua tak kan menyangka

Balik ke reff

Aku disini kan s’lali menanti

Suatu saat nanti kau akan menjadi

Yang terbaik bagiku terbaik baginya

Yang terbaik bagi mereka

Terbaik bagi kita semua

***

Teruslah berlari, Fisichella. Berlari untuk hari ini. Berlari untuk esok hari. Berlari untuk lusa nanti. Berlari untuk 1000 tahun lagi…

GO FISICHELLA GO!!!

Add comment September 13, 2009

MataItu

Mata itu,

Mata yang bercahaya,

Dan penuh kasih sayang

Huek hueeeeeek…

Cuiiiihh…

Huehehehehehehe…

Add comment September 10, 2009

DiTengahHeningMalam #2

Sedikit cerita. Masih bertempat di Dusun Butuh, Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Waktu di layar handphone Nokia 6681 menunjukkan pukul 00.07, hari Selasa, 4 Agustus 2009. Masih dengan handphone yang sama, salah satu inboxnya berbunyi sedemikian:

Juminten:

“Kink, maaf ya, tapi sebaiknya kamu pulang. Diantara temen-temen, cuma kamu yang akhir-akhir ini jarang ikut andil dalam program subunit. Jadi tolong, kamu evaluasi diri sendiri, sebelum temen-temen mengevaluasi kamu.”

C-Kink Cute:

“Iya thank q. Sebenernya aku juga punya hak buat ngomong yang sama, tapi selama ini aku lebih milih buat tutup mulut.”

Juminten:

“Terserah kamu, Kink. Aku bisa bicara seperti ini, pasti ada alasannya, bukan cuma dari pendapat pribadiku. Ya udah, yang penting aku dah bilangin kamu, gimanapun aku yang paling tua disini.”

C-Kink Cute:

“Iya nggak apa-apa, thank q. Aku minta maaf kalo terlalu lalai. Keunggulan kamu ber-6 adalah kamu bisa saling cerita 1 sama lain dan kelemahanku terbesar adalah aku selalu lebih memilih untuk tutup mulut. Jangan lupa bahwa aku paling muda disini, jadi mohon bimbingannya.”

Dan tulisan ini aku akhiri pada pukul 00.21 tanpa penjelasanlebih lanjut lagi. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya…

1 comment September 10, 2009

DiTengahHeningMalam

Sedikit intermezzo. Tulisan ini mulai diketik pada hari Jumat 17 Juli 2009 di sebuah rumah di Dusun Butuh, Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada pukul 01:30 dini hari. Tanpa maksud dan tanpa tujuan, hanya sekedar intermezzo menikmati dinamika KKN yang terjadi. Ditemani oleh bunyi jangkrik yang saling bersahut-sahutan dan bunyi ngorok orang-orang. Groooook… Zzzzzz… Groooook…

Inbox di handphone ku malam tadi kemasukan sms yang bunyinya kaya gini:

“Pak, kami makan tempat lain aja. Habis itu langsung pulang Cucukan. Kalian tadi nentuin tempat makan lama. Belom lagi waktu kami di basement kalian juga lama. Tolong dimengerti 2 hal. Satu, aku lagi sakit batuk, parah lagi. Tapi untuk pergi-pergi 1 unit aku selalu usahain, seperti kemarin malam dan malam ini. Dua, besok pagi aku nyetir motor 4 jam, aku juga harus jaga badanku sendiri.”

Dan aku balas dengan seperti ini:

“Iya aku atas nama pribadi mohon maap sebesar-besarnya. Terima kasih banget atas segala pengertiannya. Maap kalo hari ini udah bikin nggak enak. Hati-hati di jalan.”

Betapa bahagianya menjadi orang yang emosional. Kapanpun kita merasakan sesuatu, maka dengan mudahnya kita bisa menyampaikan apa yang kita rasakan kepada orang lain pada saat itu juga. Apapun yang kita rasakan, dengan mudahnya bisa kita tunjukkan ke orang lain

Sejatinya aku pun ingin seperti itu. Dengan gamblang mampu menunjukkan kepada orang lain, apa yang kita rasakan pada saat ini. Tapi aku menyadari bahwa kepalaku di desain dengan 2 telinga dan hanya 1 mulut. Telingaku di desain untuk pasrah mendengar keluhan-keluhan orang lain. Mulutku di desain untuk menyembunyikan apa-apa yang sedang aku rasakan. Hanya jariku yang didesain untuk lebih banyak bergerak di atas tuts keyboard.

Semua orang punya hak untuk berbicara. Semua orang punya hak untuk menyampaikan pendapatnya. Semua orang punya hak untuk mengutarakan perasaannya. Semua orang juga punya hak untuk mengeluh, meskipun sebaiknya hal ini dihindari. Karena manusia itu diciptakan dengan desain banyak berkeluh kesah dan juga kikir.

Dan karena aku melarang lisanku untuk mengeluh, maka biarlah jari-jemari ini yang mewakilinya.

  1. Satu unit tim KKN tidak hanya terdiri dari 1 atau 2 orang, atau 3 orang. Tapi jauh lebih banyak dari itu. Dalam kelompok besar seperti ini, maka kesendirian adalah hal yang sebaiknya dihindari, jika tidak ada urgensi di dalamnya. Dan janganlah kita bercerai-berai, berpeganglah!
  2. Berdasarkan perhitungan kalender, aku mulai batuk-batuk pada tanggal 16 Juni 2009, yaitu ketika menghadapi UAS. Sampai detik ini, 17 Juli 2009, batuk ini belum juga ilang. Padahal udah 3 kali gonta-ganti obat, mulai dari Nelco Spesial, Vicks 44 sampai Activet (ups nyebut merk!).

Lalu, pernahkah ada yang mendengar aku mengeluh akan batukku ini? Apakah batuk ini menghambat gerak-gerik kehidupan ku? Dan aku mencoba untuk tetap tersenyum, meskipun batuk ini secara perlahan mulai menggerogoti tubuhku dari dalam. Plus ditambah dengan radang tenggorokan, demam, pilek dan bersin-bersin sejak 2 hari terakhir yang Alhamdulillah bisa dilalui dengan F.G Troches dan Enervon-C, serta kadang-kadang Neozep atau Decolgen (wah nyebut merk lagi!).

Tapi itu nggak penting. Ketika orang lain sakit, adalah tugas kita untuk merawatnya dan menjaganya. Namun ketika aku sendiri yang sakit, maka sebisa mungkin jangan sampe orang lain tau bahwa aku lagi sakit. Cukuplah Allah dan diri ini menjadi saksi atas kesakitan yang aku alami. Karena aku nggak mau menjadi sampah hanya karena sakit seperti ini.

Apakah definisi dari sakit? Silahkan menjawab sesuai persepsi masing-masing.

Namun bagiku, sakit adalah salah satu media ujian yang digunakan Allah untuk mengangkat derajat keimanan seorang hamba-Nya. Apakah kita mengaku bahwa kita telah beriman, namun kita tidak diuji?

Serta sakit adalah salah satu media yang digunakan Allah untuk membersihkan dosa-dosa hamba-Nya. Tidakkah Allah menurunkan suatu penyakit pada seseorang, melainkan hal tersebut akan menghapus dosa-dosa kecil pada dirinya. Sekalipun penyakit tersebut hanyalah berupa demam.

  1. Manajemen diri, manajemen pribadi, manajemen waktu, manajemen fisik. Janganlah memaksakan melakukan sesuatu yang emang itu nggak memungkinkan dan justru akan membahayakan. Dan, 1 hari ada 24 jam. Coba kita review kembali, apa aja yang telah kita lakukan selama 24 jam itu? Dapatkah kita membagi porsi dan prioritas, kapan kita harus bekerja, kapan kita harus refreshing, kapan kita harus beristirahat dan kapan kita harus bertindak?
  2. Sekumpulan mahasiswa mengeluh dan mendemo Rektorat, dengan satu tuntutan yaitu “turunkan harga BBM”. Apakah nyambung, antara wewenang Rektorat dengan naik-turunnya harga BBM? Padahal mungkin Rektorat juga sedang dipusingkan oleh harga BBM yang melambung tinggi. Tapi anak didiknya nggak mau mengerti, malah ikut-ikutan menuntut dirinya yang sebenernya juga pengen ikutan nuntut.
  3. Sekali lagi, betapa bahagianya menjadi orang yang emosional. Yang dengan gampangnya bisa menyampaikan kepada orang lain tentang apa yang ia rasakan. Dan betapa sedihnya menjadi orang yang pendiam. Yang hanya bisa diam melihat sesuatu berjalan tidak sesuai keinginannya. Serta hanya bisa diam dan minta maaf mendengar segala keluhan yang dialamatkan kepadanya.

Karena pendiam selalu berada pada posisi lemah. Karena pendiam selalu berada pada posisi kalah.

Udah selesai? Eits jangan salah. Nih masih ada sms lagi.

“Pak, plan b. Kami pulang nunggu kalian. Ngatiyem (bukan nama sebenarnya) nggak mau pulang tanpa kalian. Sebelomnya maaf, Ngatiyem selalu sms ke Watijo (juga bukan nama sebenarnya) karena nggak mau sms kamu sendiri karena alasan pribadi.”

Ah, sedihnya aku. Pendiem, blo’on, lemah, kalah dan cacingan. Betapa hinanya aku ini, bahkan orang lain sekedar mengirim sms ke aku yang hina ini pun enggan.

Setelah itu, tak ada dialog. Tak ada tatapan mata. Dan tak ada suara. Yang ada hanyalah hati yang menangis. Mata yang merintih. Lisan yang membisu. Tenggorokan yang batuk-batuk dan bengek-bengek. Serta hidung yang meler dan penuh ingus. Srooott… Sroott… Dan, laptop ini menjadi saksi atas itu semua.

Di tengah hening malam, Cucukan, 17 Juli 2009, 02:23.

1 comment September 10, 2009

TidakAdaYangAsli

Ternyata, hari ini semuanya palsu. Hampir tiada ada lagi yang masih asli. Semuanya penuh dengan rahasianya masing-masing. Bukan, bukan rahasia. Namun lebih dari sekedar rahasia yang sengaja ditutupi demi melindungi hati yang tinggi.

Terlihat sempurna di luar. Tampak istimewa dari tampilannya. Sepintas luar biasa. Sekilas tiada duanya. Tapi ada apa di dalamnya? Ada apa di balik itu semua? Ternyata lebih busuk dari yang terkira. Sangat tidak terduga. Sangat-sangat mengejutkan!

Apa arti senyuman itu? Tidak lebih dari sebuah senyum palsu. Apa arti jati diri itu? Hanya sekali kedip maka musnahlah segalanya. Apa arti lisan dan ucapan itu? Bicara tak kan ada artinya tanpa disertai langkah nyata. Dan apa arti semua yang terbayangkan pada hari ini? Tidak lebih dari sebuah identitas palsu. Palsu, palsu dan palsu. Sekali lagi, palsu…

Ribuan orang tertipu. Ribuan orang dibohongi. Ribuan orang terpana. Ribuan orang tidak menyadarinya.

Ternyata, hari ini semuanya sama. Hampir tiada lagi yang bertahan dalam integritas diri. Semuanya penuh dengan kemunafikannya masing-masing. Bukan, bukan munafik. Namun lebih dari sekedar munafik.

Dan tak ada yang bisa dilakukan. Hanya dapat membiarkan semuanya berjalan. Tanpa daya, tanpa upaya. Secuil harapan pun tampak sia-sia. Kini saatnya semua orang untuk berkata, “PERGI KAU KE UJUNG DUNIA!”

1 comment September 10, 2009

MasihTentangPBA

Cerita ini masih ada hubungannya sama KKN PBA, alias Pemberantasan Buta Aksara yang dicancel tempo hari, yang membuat hari ini aku menulis tulisan ini di salah satu sudut rumah di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Kalo masih belom pada ngerti tentang PBA, silahkan baca tulisan ku yang dulu-dulu yang judulnya “Farewell Lombok” atau “11 Juni 2009”.

Ini cerita pasca itu semua. Sekalipun kejadiannya udah lama banget, tapi aku masih berniat untuk menuliskan sebagian diantaranya di tulisan ini. Supaya cerita-cerita tentang PBA itu nggak hangus dan menguap seiring dengan berjalannya waktu.

***

Hari Minggu sore, biasanya anak-anak PBA selalu rutin rapat di pelataran KPTU Fakultas Teknik. Tapi, nggak demikian dengan hari ini, 14 Juni 2009. Karena pada tanggal 11 Juni yang lalu tim “KKN Lombok almarhum” telah resmi dibubarkan, maka sejatinya hari ini nggak ada rapat rutin kaya dulu lagi. Bukan cuma hari ini, tapi hari-hari selanjutnya pun insya Allah juga nggak bakalan ada lagi.

Pasti akan terasa aneh, jika ada sesuatu yang selama ini rutin kita lakukan, lalu tiba-tiba rutinitas itu tidak kita lakukan lagi. Begitupun dengan hal ini. Beberapa orang terlihat belom bisa menerima kenyataan yang ada. Dan sudah pasti, salah satu orang tersebut adalah aku sendiri! Hohohohoho… Hal ini dibuktikan dengan sms yang aku kirim pagi-pagi ke beberapa koordinator KKN PBA Lombok almarhum.

“PBA’s info:

Aku atas nama C-Kink Cute izin nanti sore agak telat dateng rapat, atau mungkin malah nggak dateng sama sekali.

Eh tapi ntar sore kan emang udah nggak ada rapat lagi ya? Huehehehe… Huiks huiks…”

Sumpah, bener-bener cacingan deh orang yang ngirim sms kaya diatas…

Soreya, aku berniat mejeng di KPTU untuk mengecek, adakah kiranya anak-anak lainnya yang bakal tetep dateng ke KPTU meskipun nggak ada rapat. Kan kalo kaya di film-film, biasanya si tokoh-tokoh dalam film tersebut kalo lagi kangen pada momen-momen tertentu, pasti akan mendatangi tempat kenangan yang bisa membawanya kembali ke memori tentang momen tersebut. Jadi sore ini aku pun udah nongkrong duduk manis di KPTU seperti minggu-minggu sebelomnya, seakan nggak pernah terjadi apa-apa tentang pembatalan KKN PBA Lombok ini.

Hasilnya, berapa orang yang tetep dateng ke KPTU? Alhamdulillah, hanya ada 2 orang! Siapa aja? Yang pertama jelas aku sendiri. Dan orang kedua yang beruntung di sore hari ini adalah seekor gadis eh janda perawan asal kota Oslo, eh Solo, yang bernama Mega Agustina. Horeeee…!!!

Weits jangan pada seneng dulu. Apakah Mega dateng ke KPTU karena dia juga merasakan apa yang aku rasakan? Bisa dibilang jawabannya adalah: NGGAK! Soalnya kita berdua mejeng di KPTU karena lagi ngerjain tugas-tugas buat UAS besok, bareng-bareng sama anak nuklir yang lain Hohohohoho…

Sepintas aku mencoba berharap akan muncul wajah-wajah lain selain wajahnya Mega yang busuk bopeng dan korengan itu. Tapi ternyata tetep nggak muncul wakjah-wajah lainnya. Hanya ada sebuah sms stress dari salah satu rekan KKN PBA Lombok yang masuk ke inbox ku pada sekitar pukul 16:50-an.

“Kink, kamu kok belom dateng? Ayo cepetan ikut nggak? Nek iya cepetan kesini ya… Anak-anak dah pada mau cabut lho… Sore ini kan kita mau survey ke Lombok… Huiks… :’-( “

Iyaaaaa, ini aku udah di KPTU dari tadi. Kamu yang dimana? Ayo kita jalan-jalan ke Lombok yo! Huiks huiks… Uhuhuhuhu…

Sampe Maghrib, nggak ada lagi yang dateng. Akhirnya aku pun pulang ke kosan tercinta. Ya nggak apa-apa lah, mungkin yang lain lagi pada belajar menghadapi UAS besok. Eh nggak juga sih, padahal UAS kan masih 1 minggu lagi.

Apakah udah selesai? Masih belom. Di malem harinya ketika aku lagi asik leyeh-leyeh di kosan, dateng lagi sms stress yang lain:

“Hadirilah launching Maskapai Penerbangan KKN Airlines… Dengan rute khusus, satu-satunya di dunia: Jogja-Gorontalo-Lombok-Purworejo-Prambanan…”

Hoooaaaaah… Alhamdulillah, rupanya bukan aku doank yang stress! Huehehehe… Terima kasih banyak atas kesediaan 2 orang di atas menemaniku menjadi makhluk stress. Emang anak psikologi bener-bener ngerti kondisi psikis orang lain dah ah!

Rutenya Jogja-Gorontalo-Lombok-Purworejo-Prambanan. Jogja adalah starting point tempat kita semua berasal. Gorontalo adalah destinasi awal kita, KKN PBA di Gorontalo. Lalu di cancel, dan dipindah ke Lombok yang menjadi harapan kita semua. Yang di Lombok ini pun di cancel, dan si pengirim sms diatas oleh LPPM diplotting untuk masuk di tim KKN di Purworejo. Dan karena nggak punya temen di sana, akhirnya dia pindah tim ke tim KKN di Prambanan bareng temennya.

Kalo misalnya aku disuruh menulis rute kaya gitu, mungkin hasilnya bakalan jadi kaya gini:

Jogja-Bantul(*1) – Gunung Kidul(*2) – Gorontalo – Lombok – Laut Jawa(*3) – Rumah sakit(4) – Kuburan(5) – Alam barzah(6)

*Keterangan:

(1)    Dulu aku pernah ditawarin Sarah buat gabung di tim KKNnya, bareng Sazar sama Leo. Kita pun udah survey tempat ke daerah Bantul, dan sempet makan-makan bareng. Tapi karena ternyata jumlah anggotanya overload, akhirnya aku, Sazar dan Leo ditendang dari tim KKN ini. Huiks huiks…

(2)    Setelah ditendang, akhirnya Sarah ngoper aku ke temennya anak elektro yang mau KKN di Gunung Kidul. Tapi sekali lagi, karena anggotanya overload, aku berinisiatif memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim tersebut. Lebih baik mengundurkan diri sekarang, daripada nanti aku ditendang lagi.

(3)    Pesawat yang aku tumpangin yang berangkat dari Lombok mengalami gangguan, terus kecelakaan dan jatoh di Laut Jawa. Plung!

(4)    Setelah jatoh di Laut Jawa, tim Sar berhasil mencari tubuhku yang terapung-apung tanpa busana. Waw, tanpa busana? Six packnya keliatan donks…??? Dan setelah itu aku dibawa ke rumah sakit untuk memenuhi keinginan para suster yang ingin melihatku yang six pack ini dalam keadaan tanpa busana.

(5)    Karena akibat kecelakaan pesawat tersebut ternyata nyawaku udah nggak bisa diselamatkan lagi, akhirnya jasadku harus berakhir di kuburan deh.

(6)    Dan nyawaku dibangkitkan untuk menghadapi hari penghitungan. Allahu Akbar!

Hiiii… Serem banget sih rutenya? Nggak serem kok, asal kita mau siap-siap menghadapi itu semua.

Kita balik lagi ke bahasan awal. Ya kira-kira begitulah secuil cerita tentang perilaku anak-anak KKN PBA Lombok amarhum pasca pembubaran. Ternyata yang stress nggak aku sendirian. Dan selain beberapa contoh di atas, mungkin ada banyak perilaku-perilaku stress lainnya yang nggak terekspos oleh mata ku yang minus 3.5 ini.

Ceritanya udah selesai? Belom donk, lanjut lagi yah! Lanjutkan! Lebih cepat lebih baik!

In the end, aku terdampar di tim KKN Unit 183 dengan tema reguler “Pendidikan Pemilih dan Pemantauan Pemilu (P4)” yang ditempatkan di Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Dan aku ditunjuk paksa untuk menjadi Kormasit yang bertugas mengepalai 1 sub unit. Kormasit, biasa dipelesetkan menjadi Korma-SHIT!

Ada 2 hal yang membuat tim KKN ini memiliki kaitan dengan tim KKN PBA Lombok almarhum. Pertama, karena aku 1 unit sama anak nuklir bernama Muhammad Sultan Iskandarsyah, yang akrab dipanggil Ngadimin. Eh maksudnya Nanda, yang perilakunya sehari-hari sangat jauh berbeda dengan nama lengkapnya. Di tim KKN PBA Lombok almarhum aku juga barengan sama dia, dan setelah tim itu dibubarkan, Alhamdulillah aku sama Nanda di plotting di tim yang sama oleh LPPM.

Kedua, adalah kehadiran Pak Baha’udin sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) untuk unit KKN ini. Terus kenapa? For your info, Pak Baha atau Pak Udin ini juga merupakan DPL tim KKN PBA Lombok almarhum! Jadi sekalipun aku sama Nanda udah dipindah dari tim yang lama, tapi DPL nya tetep sama. Dan untuk mengadvokasi semua keluhan rekan-rekan tim KKN PBA Lombok almarhum lainnya, aku sama Nanda berinisiatif untuk usil meneror Pak Udin dengan terus menerus membisikkan kata “Lombok” pada telinga beliau.

“Pak Lombok Pak… Lombok… Loooombooooook… Lombooook Paaaak… Paaaaak Loooomboooook Paaaaak… Loooomboooook… Hihihihihihihi…”

Dengan harapan, semoga Pak Udin menjadi nggak tenang setiap kali denger kata Lombok. Lalu beliau menjadi nggak tenang, resah dan gelisah, hingga hari-harinya selalu dibayang-bayangi oleh kegagalan memberangkatkan 20 ekor makhluk imut untuk KKN di Lombok. Hihihihi…

Tapi Alhamdulillah, semua inisiatif yang kita usulkan itu sampe hari ini belom pernah terlaksana. Ya iya lah, masa ya iya dong! Cristiano Ronaldo kan pemain sepak bolah, bukan pemain sepak bodong!

Sampe pada akhirnya, ketika Pak Udin sedang berkunjung kesini untuk rapat unit, setelah selesai rapat aku dan Nanda diberi kesempatan untuk sedikit ber-say hello sama Pak Udin. Kita ngobrol ngalor-ngidul ngetan-ngulon. Dengan segala usaha dan jerih payah, akhirnya kita berhasil mengarahkan bahan obrolan untuk membahas tentang PBA! Huahahaha…

Pak Udin bercerita tentang PBA, dimana dia termasuk salah satu anggota disana. Tentang PBA tahun ini, PBA-PBA tahun sebelomnya, dan segala sesuatu terkait PBA. Lalu tema semakin mengerucut hingga membahas tentang PBA Lombok. Kriiiik… Kriiiik…

Setelah Pak Udin memberikan gambaran umum tentang PBA Lombok tahun ini yang nggak jadi diadakan, aku dan Nanda pun membuka kedok kami berdua yang sebenernya kepada Pak Udin.

Ternyata…

Kami berdua…

Selama ini…

Adalah…

WONDER WOMAN!

Kriiiik… Kriiiik…

Idih nggak nyambung!

Karena ceritanya udah mulai nggak nyambung dan penulisnya juga mulai ikutan nggak nyambung, jadi tulisan ini sampe disini dulu aja yah… Jangan protes loh, yang nulis kan aku! Kalo mau protes, protes aja sana ke toko material terdekat. Eh kurang ajar, emangnya aku adukan semen!

Bersambung…

Add comment September 10, 2009

MariMenanamKacang

Cucukan, Sabtu sore, 18 Juli 2009.

Sore-sore menjelang Ashar, aku lagi mejeng di teras depan pondokan KKN. Sendirian menatap langit biru dan awan putih diangkasa, dengan jari kelingking kanan menggaruk-garuk hidung serta jari jempol kiri mengorek-ngorek kuping. Persis kaya orang cacingan.

Nggak gitu juga sih, tapi sore itu aku lagi asik nerima telpon, dengerin orang curhat. Karena di dalem rumah nggak ada sinyal, ya udah aku nongkrong aja di teras sambil cengar-cengir setiap ada warga desa yang melintas di depan rumah.

Sampe tiba-tiba aku melihat wajah yang aku kenal. Wajah itu punya Supri, salah satu pemuda desa yang aku kenal dari pertemuan Karang Taruna. Supri, laki-laki, 17 tahun, SMAN 1 Prambanan kelas 2 jurusan IPS, dengan rekor 22 kali bertanding, 19 kali menang dan 7 kali kalah serta 4 kali seri. Panjang umur juga ini orang, baru tadi siang aku sms dia supaya minta ditemenin ke rumah Pak RT, eh sore ini dia nongol. Masih dengan handphone di telinga, aku ber-say hello sama Supri.

“Mau kemana?”

“Mau nanem kacang. Mau ikut?”

Ikut nanem kacang? Wah tawaran menarik nih.

“Dimana?”

“Di sana, di sawah”

(Ya iyalah di sawah, masa di bioskop?)

Supri mengakhiri kalimatnya dengan tangan dan telunjuk menunjuk ke arah sawah yang dimaksud. Tanpa perlu berpikir 5 kali apalagi 10 kali, aku segera menyanggupi ajakannya.

“Wah boleh, boleh. Tunggu sebentar ya!”

Segera aku tancap gas, menutup telpon secara sepihak dengan alasan mau main-main di sawah bareng warga setempat. Meninggalkan orang diujung telpon yang misuh-misuh gara-gara curhatanya dipotong mendadak. Lalu aku mengambil sendal dan segera melangkah keluar. Prok prok prok… Kira-kira gitu bunyi langkah sendalku, mirip gaya berjalannya Pak Kapiten.

Dengan segenap semangat yang ada, aku berjalan menemani Supri menuju ke sawah. Meskipun Supri mau nyawah, tapi jangan samakan baju yang dipake Supri pada hari ini dengan baju-baju petani yang biasa kita lihat di buku-buku jaman sekolah dulu. Nggak ada kaos oblong putih, celana kain digulung selutut dan caping di atas kepala. Yang ada hanya celana jins selutut sama kaos warna biru. Anak muda banget dah pokoknya.

Sawahnya sendiri terletak nggak jauh dari pondokan tempat aku tinggal. Persis di sebelah selatan pondokan itu udah area persawahan. Tinggal jalan dikit, melewati pematang, melintasi parit, mendaki gunung, lewati lembah dan sungai mengalir indah ke samudra, akhirnya sampailah kita di petakan sawah yang masih kosong yang siap untuk ditanemin kacang.

Ternyata aku dan Supri bukan yang pertama nyampe disana. Udah ada pemuda-pemudi desa lainnya yang udah eksis duluan di sawah tersebut. Mereka bersiaga dengan propertinya masing-masing. Ada cangkul, bajak, serta kayu panjang yang ujungnya dibuat lancip, buat ngelobangin tanah. Sedangkan yang perempuan membawa kacang tanah untuk ditaburin. Dan aku sendiri nggak bawa apa-apa, cuma bawa niat dan semangat. Semangaaaaattt…!!!

Dengan kucluk-kucluk, aku pun ikutan mejeng disana. Jreeeeng… Semua orang mulai sibuk dengan kerjaannya masing-masing meninggalkan aku yang mati gaya ngejongkrok di pematang. Mereka mulai ngebajak dan nyangkulin tanah, dilanjutin dengan ngelobangin tanah pake kayu yang ujungnya lancip. Lobangnya pun dibuat teratur dengan jarak tertentu. Kemudian yang perempuannya naburin kacang ke lobang-lobang tadi. Setelah itu lobang yang udah terisi kacang tadi ditutup lagi pake tanah.

Supaya nggak mati gaya, aku pun memperhatikan perempuan yang lagi menabur kacang dan membuka pembicaraan yang agak provokatif, supaya aku diajak juga.

“Ini cara nanem kacangnya gimana Mbak?”

Dari semua perempuan disini nggak ada seorangpun yang langsung jawab. Mungkin mereka malu membuka dialog dengan orang asing sepertiku, atau mungkin mereka begitu terpesona dan terpana dengan kehadiranku sampe-sampe bingung mau jawab apa. Gyaaaaaa…!!!

Untungnya salah seorang pemuda di ujung sana yang punya inisiatif tinggi langsung mengajak aku ikut serta terlibat dalam proses penanaman kacang.

“Ayo Mas, sini ikut nutupin lobangnya aja”

Aku pun berdiri dari posisi jongkokku dan segera menghampiri dia.

“Oh nutupin lobang ini ya?”

Seperti udah disebut di beberapa paragraf sebelom ini, lobang yang udah ditaburin kacang mesti ditutup lagi pake tanah. Si pemuda yang ngajak aku ikut nutup lobang pun memberi contoh cara penutupan lobang yang baik dan benar serta sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan dan disertifikasi ISO. Aku pun mengikutinya dan menutup lobang-lobang lainnya yang udah ditaburin kacang.

Kosrek… Kosrek… Akhirnya aku nggak jadi mati gaya, malah asik berkutat dengan tanah untuk menutup lobang-lobang berisi kacang. Selama hampir 1 jam aku nutupin lobang di petak sawah seluas kira-kira sekian kali sekian meter. Ya anggaplah 5×20 meter, mungkin segitu. Tapi karena kita ngerjainnya rame-rame, jadi nggak terasa capek. Malah kerasanya asik, seru dan menyenangkan. Maknyus dah.

Tanpa terasa, 1 petak udah selesai ditanemin. Masih ada 1 petak lagi yang perlu digarap. Petak yang kedua ini ukurannya lebih besar, kira-kira 2 kalinya petak yang pertama atau bahkan lebih. Kita masih harus melakukan hal yang sama, mulai dari membajak dan nyangkul sampe nutupin lobang. Tapi karena tadi adzan Ashar udah berkumandang, aku memutuskan untuk pamit dulu bentar, mau numpang sholat.

Selesai sholat, niatnya mau langsung ke sawah lagi. Mengabaikan makan siang yang udah disiapin sejak tadi aku baru berangkat. Tapi handphoneku berdering dan sekali lagi aku mesti dengerin orang curhat dulu. Setelah itu baru deh aku bisa balik nyawah lagi.

Sama seperti sebelumnya, di petak yang kedua ini aku kebagian jatah nutupin lobang. Satu demi satu lobang aku tutupin pake tanah yang aku tendang-tendangin. 1/6 bagian petak yang kedua ini kira-kira telah terselesaikan, dan semua orang memutuskan untuk istirahat dulu. Akhirnya kita pun ngaso bentar di pematang sawah.

Bekal yang udah disiapin sama Supri dkk pun dibuka. Rame-rame kita ngejongkrok sambil minum teh anget. Nggak lupa ngemil makanan-makanan yang udah disedian Sruput sruput… Nyam nyam… Maknyus banget dah ah, nongkrong di tengah sawah ditemenin teh anget dan cemilan, plus kebersamaan antar sesama warga. Serta, pemandangan sawah yang luar biasa ditambah latar belakang perbukitan Gunung Kidul yang menjulang tinggi. Subhanallah… Super sekali…

Segelas teh udaah aku teguk habis. Setelah bersantai, lalu kita semua pun kembali nyawah lagi. Masih ada sisa petak sawah yang belom kita garap. Dengan energi penuh yang baru kita charge, kita lanjutkan lagi prosesi penanaman kacang di sawah ini. Lebih cepat lebih baik.

Kita mulai ngebaja dan nyangkulin tanah. Terus si Supri dan temennya mulai ngelobangin tanah yang udah dicangkul pake kayu yang ujungnya dibuat lancip. Yang perempuan masukin 2-3 butir kacang ke tanah yang udah dilobangin. Dan terakhir aku menutupi lobang-lobang itu dengan tanah.

Untuk mempersingkat cerita, nggak terasa petak yang kedua ini udah selesai juga. Persis bertepatan dengan berakhirnya adzan Maghrib. Hooaaaahh… Cuma ngegarap 2 petak ini aja kita makan waktu mulai dari menjelang Ashar sampe persis Magrhib. Biarpun badan agak sedikit pegel, tapi capeknya nggak terasa. Soalnya disini kita ngerjainnya rame-rame, sekian banyak orang ngegarap 1 sawah sekaligus. Bener-bener luar biasa! Ajiiiiib…

Setelah lobang terakhir aku tutup, kita pun mulai bergegas meninggalkan sawah. Hari juga udah mulai gelap, serangga-serangga mulai keliaran, dan para ayam mulai keluar mencari mangsa. Ups, ini maksudnya apa?

Akhirnya kita pun berpamitan dan melangkah pulang ke kediaman masing-masing dengan penuh rasa senang dan bahagia karena telah selesai menanam kacang di 2 petak sawah. Terbenamnya matahari sore ini nggak menyurutkan kebersamaan di antara kita, karena insya Allah di keesokan hari pun matahari akan terbit kembali dari arah Timur. Dan aku pun menawarkan diri, kalo besok-besok mau ke sawah lagi, jangan ragu untuk mengajak aku ya. Mau mau mau?

Add comment September 10, 2009

AkibatLedakanItu

Tulisan ini masih ada kaitannya dengan ledakan yang terjadi pada hari Jumat pagi 17 Juli 2009 di Mega Kuningan, Jakarta, tepatnya di hotel JW Marriot dan hotel Ritz-Charlton. Tapi sebelom membaca tulisan ini, mari kita bersama-sama mengutuk para pelaku dan phak-pihak yang berada di balik bom tersebut.
Akibat ledakan itu, belasan bahkan puluhan orang terluka, dan beberapa diantaranya meninggal. Kematian memang pasti akan datang, kapanpun dimanapun dan pada siapapun. Namun harus disadari bahwa nyawa seseorang berada di tangan Allah, bukan di tangan sesama manusia. Lalu mengapa para pelaku peledakan itu membunuh sesama manusia? Pernahkah terbayangkan jika yang menjadi korban tersebut adalah keluarga mereka sendiri? Semoga akhirat akan mengungkapkan cerita yang sebenarnya dan menjadi saksi atas segala yang terjadi.
Akibat ledakan itu, bangunan fisik hancur. Tidak hanya fisik, tapi mungkin juga mental dan psikologis. Bayangkan bagaimana rasanya ketika kita sedang melakukan kegiatan sehari-hari, tiba-tiba ada ledakan terjadi di dekat kita. Bayangkan bagaimana rasanya ketika di pagi hari keluarga kita pamit untuk bekerja, namun ketika pulang yang kita dapati hanyalah tubuh yang telah dipenuhi darah. Bayangkan cacat-cacat lainnya yang mungkin terjadi akibat ledakan ini. Tidakkah para pelaku menyadarinya?
Akibat ledakan itu, citra Indonesia kembali tercoreng. Sudah kesekian kalinya terjadi ledakan bom di Indonesia. Dan entah apa maksud dan tujuan mereka untuk melakukan ini semua. Bukankah kita ingin melihat bangsa ini maju? Bukankah kita ingin melihat bendera merah putih berkibar tinggi mengangkasa? Bukankah kita ingin melihat sang Garuda terbang mewarnai langit dunia? Bangsa ini sudah terpuruk, tolong jangan dibuat semakin terpuruk! Lakukan sesuatu yang positif, jangan hanya menjadi sampah bagi negara ini!
Akibat ledakan itu, kesebelasan Manchester United tidak jadi tampil bertanding di Indonesia. Citra Indonesia sekali lagi telah tercoreng, dan tentunya MU tak akan mengorbankan keselamatan para pemainnya hanya demi mengejar bayaran semata. Dalam hal ini, Malaysia boleh bergembira karena kedatangan MU ke Malaysia sama sekali tidak terganggu dan mereka boleh berbangga menjadi sorotan dunia karena kedatangan tim sekelas MU. Sementara Indonesia hanya mampu menangis dan meratap akibat ulah bodoh para pelaku peledakan.
Akibat ledakan itu, ribuan bahkan mungkin jutaan penggemar MU kecewa. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka membeli tiket. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka mempersiapkan segalanya untuk pertandingan ini. Namun sekali lagi, kebodohan para pelaku menghancurkan segalanya. Tidak hanya menghancurkan jiwa dan raga para korban serta fisik hotel tersebut, tapi juga menghancurkan mimpi dan harapan para penggemar MU untuk bertatap muka langsung dengan tim kesayangannya. Dan sedihnya, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain mengutuk sekeras-kerasnya para pelaku peledakan ini.
Akibat ledakan itu, salah satu provider telepon seluler mengalami kerugian besar. Kita patut berterima kasih karena akhir-akhir ini media massa dan televisi telah diwarnai dengan wajah-wajah pemain MU yang menjadi bintang iklan provider tersebut. Setelah ledakan ini terjadi dan pertandingan itu dibatalkan, adalah hal yang wajar jika provider ini mengutuk mereka yang berada di balik ledakan tersebut.
Akibat ledakan itu, jajaran pemerintah Indonesia dibuat repot. Presiden, menteri, gubernur, TNI, kepolisian, badan intelijen, PSSI dan semuanya kini memiliki 1 beban tambahan lagi, melengkapi beban mereka yang sejatinya tidak sedikit. Perlu berapa kali kita katakan bahwa bangsa ini sudah memiliki sangat banyak permasalahan yang harus dihadapi. Lalu mengapa kita masih harus menambah 1 permasalahan lagi? Pelaku peledakan tidak pernah memikirkan bahwa yang mereka lakukan adalah sangat tidak solutif, dan hanya menambah beban baru bagi bangsa ini.
Akibat ledakan itu, semoga Allah Yang Maha Mengetahui memberikan petunjuk kepada kita semua yang akan menuntun kita kepada kebenaran. Kebenaran akan datang dan kejahatan akan musnah. Sungguh, kejahatan pasti akan musnah. Dan semoga Allah Yang Maha Adil memberikan keadilan bagi kehidupan di dunia ini dan di akhirat nanti.
Akibat ledakan itu, aku menjadi terpancing untuk menuliskan tulisan ini. Aku bermimpi, suatu hari nanti Indonesia akan menjadi negara yang aman, tentram, damai, adil dan sejahtera tanpa perlu ada rasa takut dan cemas di hati seluruh penduduknya. Lalu, kapankah mimpiku ini akan tercapai?

Cucukan 18 Juli 2009

Add comment September 10, 2009

LagiLagiAdaLedakan

Pagi ini, Jumat 17 Juli 2009, lagi-lagi ada ledakan terjadi di salah satu sudut kota Jakarta, tepatnya di kawasan Mega Kuningan. Tidak hanya 1 ledakan, tapi 2 ledakan. Ledakan pertama pada pukul 07.40an di hotel JW Marriot, persisnya di lobi sebelah kiri. Sementara ledakan kedua pada pukul 07.50an, terjadi di hotel Ritz-Charlton. Meskipun sampai detik ini (Jumat 17 Juli 2009 pkul 09.13) belom bisa dipastikan apakah ledakan tersebut berasal dari bom atau dari apa.
Lagi-lagi Indonesia meledak. Lagi-lagi Indonesia berdarah. Dan lagi-lagi Indonesia tidak aman. Siapa yang berani bertanggung jawab atas ini semua?
Entah, siapa pelaku peledakan ini. Teroris kah? Pihak asing kah? Agen intelijen kah? Orang iseng kah? Anak setan kah? Makhluk busuk kah? Kampret kah?
Juga, entah apa motif dibalik peledakan ini. Pemilu sudah dilangsungkan 8 Juli lalu, dengan pemenang yang sudah hampir pasti. PRJ pun berlangsung di daerah Kemayoran, jauh dari Kuningan. Dan, insya Allah pada hari Senin 20 Juli besok, kesebelasan Manchester United dari Inggris akan mengadakan pertandingan ekshibisi di Gelora Bung Karno. Inikah yang menjadi motif utama? Mengingat hotel Ritz-Charlton adalah hotel yang sedianya akan dijadikan sebagai tempat penginapan pemain-pemain MU.
Kalau memang hal itulah yang menjadi motif, jelas ada konspirasi besar dibalik ini semua. Konspirasi yang tentunya, mungkin dilatarbelakangi oleh motif bisnis dan ekonomi. Karena MU adalah sebuah tim besar dan bergelimang uang, setiap hal berkaitan dengannya tentu memiliki nilai komersial yang tinggi. Contohnya, kita bisa melihat bagaimana salah satu provider telepon seluler menggunakan pemain-pemain MU sebagai bintang iklannya.
“Ini Budi
Budi meracik bom”
Serta, bagaimana kehadiran MU di Indonesia mampu menyedot sejumlah besar fans MU yang tersebar di Indonesia dan Asia Tenggara, meskipun sebelum tanding di Indonesia, pada tanggal 18 Juli MU akan bertanding dahulu di Malaysia. Bisa jadi, hal ini juga menjadi salah satu motif utama.
Mungkin ada pihak yang tidak senang jika MU hadir dan tampil di Indonesia. Mungkin ada pihak yang tidak senang jika eksistensi MU di Indonesia diliput oleh media massa dunia. Mungkin ada pihak yang tidak senang melihat hajatan besar Indonesia. Mungkin ada yang tidak senang melihat Indonesia aman dan damai. Mungkin ada yang tidak senang melihat Indonesia maju.
Mungkin ada yang ingin menghancurkan Indonesia. Mungkin ada yang ingin menggerogoti Indonesia. Mungkin ada yang ingin memperburuk citra Indonesia di mata dunia. Mungkin ada yang ingin membawa Indonesia menuju kehancuran.
Dan memang mungkin, akan ada selalu ada orang-orang yang seperti itu. Adalah tanggung jawab kita semua untuk mencarinya sampai ke akar-akarnya. Dan bila sampai kita mengetahui siapa pelakunya, maka janganlah berikan kata maaf baginya. Serta cukuplah neraka menjadi saksi dan pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan.

Cucukan 17 Juli 2009

Add comment September 10, 2009

AkuIniBodoh

Pagi-pagi, disaat orang-orang telah sibuk dengan kesibukannya masing-masing, 7 ekor makhluk KKN desa Cucukan masih terlelap dengan angan-angannya sendiri. 2 orang masih ngorok, 2 orang lagi berkutat di dapur bikin sarapan, 2 orang baru pulang belanja dan langsung ikut sibuk di dapur, sementara 1 orang sisanya dari tadi pagi jam 6 sedang asik nyampah nggak jelas sambil ngelaptop, nulis sebuah tulisan yang hasil tulisannya itu bisa kita baca saat ini. Huehehehe…
Sarapan udah hampir siap. Tapi tiba-tiba salah seekor makhluk terlihat mengenakan jaket dan membawa tas, segera melangkah keluar dan berpamitan padaku.

“Nicholas Saputra, aku pulang ke Jogja dulu ya!”

*Catatan: Nicholas Saputra??? Fakta atau fiksi, hayoooo???
Aku yang lagi ngetik nggak jelas sejenak tersentak. Dalam waktu sepersekian juta detik, sel-sel di otakku yang lemot ini segera berpikir,
Hei, kan itu orang-orang lagi pada masak buat sarapan kita. Bentar lagi juga selesai kok. Kamu pulangnya nanti aja, ayo kita sarapan dulu bareng-bareng. Pulangnya ntar aja abis makan.
Sejatinya otak ini telah merespon seperti itu. Tapi apa daya, lisan ini terlalu lemah untuk bersuara. Akhirnya aku hanya bisa menjawab,

“Pulang sekarang? Nggak sarapan dulu aja?”

Jeder! Lisanku ini nggak mampu mengeluarkan kalimat yang sesuai dengan apa yang aku inginkan. Dan makhluk itu pun menolak permintaan yang aku berikan. Akhirnya aku hanya bisa berkata,

“Hati-hati di jalan ya!”

…. … … Kriiik… Kriiiiik… … Dziiiiiing…
Kadang kala aku sering merasa sedih sendiri. Karena kebodohanku, aku tak mampu melarang apa-apa permintaan orang lain. Dan aku juga tak mampu untuk mengutarakan permintaan ku yang sesungguhnya. Padahal bisa aja kalimat dialog tadi aku ubah jadi kaya gini:

“Nicholas Saputra, aku pulang ke Jogja dulu ya!”
“Pulang sekarang? Kalo aku nggak ngasih izin gimana?”
“Nggak ngasih izin kenapa?”
“Kamu sarapan dulu disini, abis itu baru kamu boleh pulang.”

Contoh dialog kedua ini mungkin lebih tepat sasaran daripada dialog yang pertama. Tapi ya udah lah, nasi udah menjadi bubur. Tinggal ditambahin ayam, usus, telor, kecap sama kerupuk aja biar jadi bubur ayam. Pun demikian, setiap orang punya kesibukan dan hak nya masing-masing yang tidak sepatutnya kita interupsi. Bukan begitu?

Add comment September 10, 2009

IklanPositif

Akhir-akhir ini mataku yang minus 3,5 kanan-kiri disibukkan oleh secuil iklan yang menghiasi layar kaca. Iklan sebuah produk minuman, tepatnya produk teh hijau. Nggak perlu disebut merknya ya, kita sebut saja produknya dengan nama produk “X” (bukan nama sebenarnya). Kenapa mataku yang beautiful ini disibukkan dengan iklan tersebut? Kita cari jawabannya pada paragraf seelah ini.
Dari sekian ribu atau mungkin jutaan iklan produk komersial yang ada, entah mengapa sebagian besar itu lebih menitikberatkan pada unsur “menarik” dan “komersil”, sehingga secara umum mengabaikan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. Nggak peduli gimanapun caranya dan apapun kemasannya, yang penting produknya laris terjual. Bukan begitu, wahai Bapak-Bapak kapitalisme? Ups…
Hal itulah yang tidak aku temukan pada iklan produk X ini. Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak-Bapak tim kreatif produk X yang masih memiliki ide positif dalam iklan tersebut. Kalo cuma 1 iklan mungkin masih wajar dan nggak perlu dibahas. Tapi ini udah ada 2 iklan yang membawa nilai positif, jadi niat baik dan konsistensi itu udah mulai terllihat. Emang iklannya kaya gimana? Yuk kita bahas yuk…

Iklan pertama. Mau tau tentang iklan pertama ini? Tekan tutsnya dan mainkan!

Iklan pertama, ceritanya begini. Settingannya adalah ruang kelas. Ada seorang murid (atau mahasiswa) yang hendak melakukan ujian. Layaknya anak Indonesia pada umumnya, bukan hal yang aneh jika persiapan sebelum ujian bukanlah belajar atau latihan mengerjakan soal, melainkan menyiapkan segala properti yang dapat digunakan untuk nge-bet (bahasa Jawanya: ngerpek, atau menyiapkan contekan). Bener gitu kan? Hayooooo ngaku! Hal itu juga terjadi pada si tokoh di iklan ini.
Sebelum ujian dimulai, dia meminum sebotol minuman produk X ini. Setelah minum, dia pun langsung bertindak di luar kewajaran anak Indonesia pada umumnya. Apa itu? Secara spontan, dia langsung mengeluarkan segala properti contekan yang dia punya! Bahkan digambarkan ada juga tuyul yang ngumpet samibil membawa laptop!
Iklan berakhir disitu. Menceritakan tentang seorang murid yang awalnya berniat nge-bet pada waktu ujian, lalu dia minum minuman X itu, dan kemudian dia mendapat “ilham” untuk berlaku jujur dalam ujian, dengan cara mengeluarkan semua ke-bet-an yang telah dia siapkan untuk ujian tersebut.
Secara tidak langsung, produsen minuman X ini ingin menggambarkan bahwa dengan meminum produk X tersebut, maka otak dan hati kita akan segera bersih dari hal-hal yang kotor. Sesuai dengan slogannya, “Bersihkan Hati dan Pikiranmu!”

Dapatkah kita menangkap maksud dan pesan positif dari iklan tersebut? Kalo masih belum, kita lanjut ke iklan yang kedua. Tarik Maaaang!!!

Iklan kedua. Setting suasana di pedestrian. Seorang pemuda sedang duduk di bangku taman seorang diri. Lalu dari kejauhan datang seorang perempuan yang digambarkan sebagai perempuan yang cantik dan seksi, terlihat dari tampilannya, baju putih ketatnya dan rok pendek seatas lutut yang berwarna pink. Dia berdiri di pinggir jalan menunggu kendaraan. Mata laki-laki mana yang nggak menoleh melihat rezeki kaya begitu, termasuk mata si pemuda yang lagi duduk di bangku taman ini.
Kemudian masih dengan mata terpaku pada perempuan tersebut, si pemuda meminum produk X ini. Saat meminumnya, si pemuda melihat ke arah perempuan tadi dan tiba-tiba rok pendek perempuan tersebut berubah menjadi panjang hingga menutupi betisnya!
Si pemuda menghentikan minumnya, dan rok perempuan itu kembali pendek seperti sedia kala. Lalu dia minum produk X miliknya, dan sekali lagi, rok si perempuan menjadi panjang kembali. Super sekali! Si pemuda tersenyum melihat apa yang dialaminya.
Itu kira-kira gambaran mengenai iklan yang kedua. Sekali lagi, secara tersirat ingin mengatakan bahwa dengan meminum produk X ini, maka otak dan pikiran kita yang terbiasa dengan hal-hal yang kotor akan dimurnikan dan menjadi bersih kembali. “Bersihkan Hati dan Pikiranmu!”

Setelah membaca 2 contoh iklan diatas, mungkin banyak yang sudah bisa menerka kira-kira produk apakah yang dimaksud. Tapi disini aku nggak mau menyebut merknya, ntar itu sama aja jadi promosi gratisan. Enak aja gratisan, emangnya akika cowo gratisan bo? Gag banget deh yey…
Cuma sekedar intermezzo aja, Alhamdulillah di tengah kehidupan yang semakin komersial dan kapitalis ini, masih ada produk komersial yang memberikan nilai positif di dalamnya. Saat iklan produk minuman lainnya berlomba-lomba meng-imej-kan dirinya sebagai minuman yang menyegarkan atau untuk mengembalikan kondisi tubuh, produk X ini telah mampu berpikir lebih maju dengan cara: tidak hanya menyegarkan dan mengembalikan kondisi tubuh, tapi juga membersihkan hati dan pikiran. “Bersihkan Hati dan Pikiranmu!”
Intinya, atas nama pribadi aku ingin mengucapkan terima kasih kepada tim kreatif produk X ini yang telah membuat iklan bernuansa positif. Semoga iklan kaya gini bisa memicu penjualan produknya. Dan semoga ke depannya produk-produk lain bakalan ikutan membuat iklan positif, sehingga dunia televisi yang hari-hari ini lebih banyak diisi dengan SAMPAH, secara perlahan tapi pasti mulai beranjak menuju kotak ajaib dengan konten yang penuh manfaat. Semoga…
Satu lagi, aku merasa iklan positif kaya gitu udah mulai punya efek bagi para konsumennya. Apa buktinya? Buktinya adalah, kalo besok aku kehausan dan mampir ke warung atau toko kelontong, mungkin produk itulah yang bakalan aku beli! Huohohohoho…

2 comments August 30, 2009

SuratCuti

PT C-KINK LOSER PRODUCTION

Jalan Kaliurang Km 5.2 Karangwuni C-19 Sleman-Yogyakarta

081317135161/085691013852/02749118631

www.ckinknoazoro.wordpress.com

===========================================================================

20 Jumadil Akhir 1429 H / 13 Juni 2009

Kepada,

Ketua Umum BEM KMFT UGM

yth Dede Miftahul Anwar

di manapun dirimu berada

Assalamualaikum wr wb

Berdasarkan pelajaran yang pernah saya dapatkan selama masa-masa sekolah dulu, sebuah surat yang baik pada setiap paragrafnya haruslah terdiri dari :

  1. Pendahuluan, yang biasanya berisi kata sapaan.
  2. Isi, yang menjadi poin penting dari sebuah surat.
  3. Penutup, yang biasanya diakhiri dengan harapan semoga surat ini dibalas.

Karena Insya Allah saya adalah seekor murid yang baik dan taat pada guru serta tentu saja IMUT, jadi ada baiknya kalau kita awali surat ini dengan pendahuluan sepeti tersebut di atas.

Halo Miftah sayang (hueeeek… cuiiih…), apa kabar? Wah udah lama kita gak ketemu nih, atau kalo dalam bahasa Tasik-nya “Long time no see”. Masih idup kah dirimu disana? Aduh kok masih idup aja sih… Gimana kabarnya? Insya Allah baik-baik aja kan? Akika disini juga baik-baik aja kok bo… Kutunggu jandamu…

Melalui surat ini, saya atas nama C-Kink noa Zoro Syahid Syaifullah bin Astoto Slamet bin Siti Cholimah binti Said Hidayat bin Sastro bin bapaknya Sastro bin kakeknya Sastro, berkeinginan untuk mengajukan cuti kerja sebagai Menteri Koordinator Lini Eksternal BEM KMFT UGM. Terhitung mulai tanggal 22 Juni 2009 sampai 1 September 2009, dikarenakan pada tanggal tersebut saya harus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Klaten.

Demikianlah surat pengajuan cuti kerja ini saya buat dengan sebaik-baiknya, dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya ketik di laptop saya sembari mendengarkan lagu-lagu Gita Gutawa semacam “Parasit” atau “Aku Jatuh Cinta”.

Kembali ke paragraf awal dari surat ini, sebuah surat yang baik haruslah diakhiri dengan penutup. Kiranya demikianlah surat ini saya buat. Terima kasih atas segala perhatiannya, besar harapan kami supaya Miftah dan para Pengurus Harian BEM KMFT UGM bersedia untuk merespon surat pengunduran diri saya ini. Dan seperti biasa, kita punya pantun klasik yang selalu jayus setiap saat.

Empat kali empat

Sama dengan enam belas

Sempat tidak sempat

Tidak sama dengan enam belas

Ya mungkin seperti itulah kiranya pantun yang entah dari mana asalnya. Tapi tak peduli seperti apapun bunyi pantun itu, cukuplah kau balas surat ini dengan hatimu, karena dimana ada hatimu disana ada hatiku. Hatimu adalah hatiku, hatiku ya hatiku. Akan selalu ada hati-hati lain yang menyertai hati kita. Dan hati-hati di jalan ya….

Wassalamualaikum wr wb.

Di kamar kosku,

(Bukan) Nicholas Saputra,

tapi C-Kink

3 comments June 13, 2009

11Juni2009

00.01– 04.30

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19

Aktivitas: Tidur

Zzzzzz… Groooook… Zzzzzz… Mmmmm malam ini aku mimpiin siapa ya? Mimpi Asmirandah? Mimpi Cincyah Laurah? Nia Ramadhani? Apa mimpiin Dude Herlino? Ah whatever, yang jelas paginya aku nggak harus keramas loh… Ups, Astagfirullah.

04.30 – 06.45

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19

Aktivitas: Get prepared!

Je me reveille et je me leve. Apres prier, je me prepare pour mes activites d’aujourd hui. Je me lave, puis je m’habiller. Ce matin, je prends mon petit dejeuner. Parceque il y a une chocolat dans ma maison, alors je mange une chocolat pour mon petit dejeuner. Juste une chocolat. Puis, je prepare ma voiture et je vais au BEM. Bonjour et bon voyage!

06.45 – 07.50

Lokasi: Sekretariat BEM KMFT UGM

Aktivitas: Rendez-vous

Aku bukan PH pertama yang dateng di BEM buat menghadiri forga PH BEM pagi ini. Si Fauzi alias Bejo Suro dan si Ikhsan udah eksis duluan. Dan sampe beberapa menit setelah jam 7, PH yang udah dateng baru ada kita ber-3 tambah pak Bos Miftah. Akhirnya jam 07.30 setelah makhluk2 lainnya dateng, barulah forum ini dibuka, yang intinya menyatakan bahwa acara kita yang sedianya berangkat dari sini jam 07.00, harus diundur jadi setelah jam 10.00 karena jam 09.00 kita mau ketemuan dulu sama pihak Dekanat.

Karena masih ada beberapa puluh menit sebelom acara bareng Dekanat, akhirnya kita mejeng dulu di Kansera, tempat makan paling “…” di Pogung Kidul. Paling apa ya? Silahkan isi sendiri aja deh…

07.50 – 08.40

Lokasi: Warung makan Kansera

Aktivitas: Ya makan lah, masa dugem?

Setelah tadi pagi di kosan cuma sempet sarapan dengan sebatang coklat Silver Queen Chunky Bar, akhirnya pagi ini aku sempet sarapan dalam makna sebenernya. Sepiring nasi plus sayur dan telor dadar serta 2 buah tempe, semoga cukup untuk mengganjal perutku yang six pack di pagi ini.

08.40 – 10.20

Lokasi: Ruang sidang 2.2 KPTU FT UGM

Aktivitas: Forum bareng Dekanat

Jam 09.00 kita semua pada naik ke ruang sidang 2.2 buat ketemuan sama Dekanat. Disini dipertemukan antara perwakilan elemen mahasiswa dari BEM dan KM/HM, sementara Dekanat menghadirkan orang2nya terkait ranah kemahasiswaa, yaitu Pak Jamasri selaku Wadek Kemahasiswaan, Riset dan Kerja Sama, Pak Indra selaku Kepala Seksi Kemahasiswaan yang baru, menggantikan Ibu Eny yang dimutasi ke Fakultas Hukum 2 minggu lalu dan Pak Wawan selaku asisten Pak Jamasri untuk urusan kemahasiswaan.

Acara yang diselenggarakan oleh pihak Dekanat emang beda dengan acara mahasiswa. Forum ini yang aku rasa mestinya bisa cukup simpel, dilangsungkan di ruangan yang paling bagus di KPTU sini. Plus, nggak lupa Dekanat juga menyediakan snack buat kita2. Padahal nggak ada snack pun nggak apa2 kok, itu kan belinya pake dana Fakultas. Tapi ujung2nya snack itu nggak aku makan, aku kasih ke Lia dan Eva serta rekan2 Departemen Advokasi lainnya yang lagi sibuk ngurusin wawancara BOP.

10.20 – 11.30

Lokasi: Bulaksumur – Seturan – Maguwoharjo

Aktivitas: Looking for place for fishing

Akhirnya, keberangkatan acara forga PH yang sedianya pengen dimulai jam 7, baru bisa terlaksana jam setengah 11 gara2 mesti ketemuan dulu sama Dekanat. Rencananya kita pada mau mancing, terus hasil pancingannya dimakan rame2. Jadilah kita bergerak ke arah Seturan untuk mencari dimana gerangan tempat pemancingan. Sesampainya di Seturan, ternyata empang yang ada nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya kita berangkat lagi ke arah Maguwoharjo atas instruksi Nalar Sujancuk yang tau tempat pemancingan disana. Dan setelah menempuh perjalanan selama +- 1 jam, kita pun sampe deh di tempat pemancingan.

11.30 – 15.00

Lokasi: Tempat pemancingan di Maguwoharjo

Aktivitas: Mancing. Mancing ikan apa mancing emosi?

Setibanya di tempat pemancingan dan setelah Dzuhur, kita langsung segera sewa pancingan, pasang umpan, dan let’s go fishing! Inilah pertama kalinya aku mancing from the whole life! Pertama kali ngerasain gimana megang dan motong cacing, pertama kali ngerasain gimana menusuk cacing itu ke kail pancingan kita, pertama kali ngerasain ngelempar pancingan ke empang, dan pertama kali ngerasain gimana geregetannya kalo tau cacing kita udah dimakan ikan tapi ikannya nggak nyangkut di kail!

Iya, di acara mancing ini, aku dapet gelar sebagai “makhluk paling blo’on”. Coba silahkan bayangin aja, dari 17 kali aku ngelempar umpan, belom satu ekor ikan pun aku dapet! Cacingnya sih udah kemakan, tapi ikannya itu lho nggak mau nyangkut. Betapa susahnya membuat ikan itu tersangkut di kail kita.

Sebenernya sih waktu si ikan makan cacing kita, itu terasa banget, pancingan kita terasa ketarik gimana gitu. Dan ketika terasa gitu, aku langsung segera menarik pancinganku ke atas. Tapi sesampainya di atas, terlihat bahwa cacing yang ditaro di ujung kail udah tiada, sementara ikannya nggak ikut kesangkut. Dan ini terjadi sampe 17 kali! Duh masa iya sih aku digoblokin sama ikan? Ini sih sama aja aku bersedekah cacing buat ikan2 itu…

Tapi Allah Maha Tau bisikan hati hambanya. Akhirnya di umpan yang ke-18, pancinganku terasa ditarik dan aku segera balas menariknya. Ketika kail itu terangkat, voila! Ada seekor ikan tersangkut disana! Tapi sedihnya, ikan itu adalah sekecil2nya ikan di empang ini, bukan ikan yang layak untuk dikonsumsi. Akhirnya setelah aku pamerin ikan ku itu ke orang2, dengan berat hati aku lepasin lagi ikan itu ke empang. Dadah ikan…

Apakah aku puas dengan ikan sekecil itu? Jelas nggak! Segera aku ambil cacing lagi, aku sangkutin dan aku mulai mancing lagi. Tapi ternyata keberuntungan nggak datang 2 kali. Mulai dari umpan ke-19 sampe umpan ke-25-an, sampe cacingnya udah abis, aku nggak berhasil ngedapetin seekor ikan pun. Ya udahlah, emang nasibnya gini… Padahal si Rindi cuma perlu 13 umpan untuk mendapatkan ikan pertamanya. Dan setelah itu dia berhasil mendapatkan ikannya yang kedua dan ketiga dan seterusnya. Sementara orang yang paling banyak dapet ikan hari ini adalah si Fauzi alias Bejo Suro, yang dulu emang lahirnya di kolam ikan, makanya dia jago banget mancing.

Setelah umpannya habis semua, akhirnya kita minta ikan hasil tangkepan kita buat dimasakin, plus beli 2 ekor ikan lagi. Dan kita pun makan siang dengan 2 piring penuh berisi ikan. Ditambah tuker2an kado di akhir acara, yang pada akhirnya aku mendapatkan sebuah organizer dari Rindi.

15.00 – 15.30

Lokasi: On the way we’re back

Aktivitas: Balik ke kampus Teknik

Sedianya kita masih pengen nongkrong di tempat pemancingan lebih lama lagi. Tapi karena jam 4 aku udah janjian mau nonton perdana film KCB, Ketika C-Kink Bertasbih, bareng sama anak2 Nuklir, maka jam 3 kita buru2 cabut dari tempat, setelah sebelomnya nggak lupa bayar dulu. 135 ribu rupiah untuk 10 orang.

Akhirnya dengan segenap ilmu Formula 1 warisan Giancarlo Fisichella yang aku punya, aku geber mobilku dari Maguwoharjo balik ke kampus Teknik sekuat tenaga. Jam setengah 4-an aku nyampe di Teknik lagi, melintasin Ayu dan Hayu yang lagi mejeng di Tugu Teknik buat nungguin taksi. Dan sedihnya, taksi yang mereka tunggu adalah mobil Toyota Soluna ku!

Setelah Ashar, aku langsung tancap ke Tugu Teknik buat memingit 2 ekor anak manusia itu. Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, menyisakan aku sendirian di kursi depan. Asli mirip banget kaya sopir taksi. Setelah argo disetel ke nominal awal, taksi pun melaju menuju Amplas. Tarik Mang!

15.30 – 16.00

Lokasi: Perjalanan menuju Amplas

Aktivitas: Doing what taxi driver does

Aku bertiga sama Ayu dan Hayu di dalem mobil yang menuju Amplas. Sempet takut juga sih, mengingat mereka berdua adalah perempuan dan aku adalah satu2nya setengah laki2 yang ada di mobil. Rasanya ngeri2 gimana gitu… Ntar kalo tiba2 di tengah jalan, Ayu mengeluarkan sebilah pisau dari tasnya dan diarahin ke leherku gimana? Atau tiba2 Hayu memukulku dari belakang dengan sepatu, dan aku pingsan, lalu aku dibuang di tengah jalan dengan keadaan tanpa busana, gimana? Atau Ayu dan Hayu bersekongkol menculik aku dan Toyota Soluna ku untuk dimintain tebusan, gimana? Atau mereka berdua minta supaya mobilnya dibawa ke tempat sepi, terus ngajakin main “mobil goyang”, gimana? Ah kalo itu sih nggak apa2, aku ladenin kok… Ups, Astagfirullah…

16.00 – 18.20

Lokasi: Amplaz

Aktivitas: Nonton Ketika C-Kink Bertasbih

Persis jam 4, aku nyampe di depan 21 Amplaz, dengan menenteng Ayu sama Hayu dibelakang. Seakan2 aku adalah Fahri di film Ayat-Ayat C-Kink. Lalu apakah Ayu dan Hayu berperan sebagai Maria dan Aisya? Ya nggak lah, biarpun aku jadi Fahri, mereka cuma jadi pemeran pembantu aja kok. Pemeran pembantu sebagai pembantu. Pembantu dalam arti sebenarnya. Gitu lho…

Dan akhirnya aku berhasil duduk manis di dalam bioskop beberapa detik sebelom filmnya dimulai. Di sebelah kiri ku ada Asep Budi Lestiyono, calon Bupati Karanganyar yang dari dulu ngebet banget pengen cepet2 nikah. Sementara di sebelah kanan ku adalah koridor. Di seberang koridor, ada Ayu dan Hayu lagi mojok berduaan. Di sebelah kirinya Ayu ada 1 kursi kosong, tempatnya si Apriadi.

Melihat ada kursi kosong, aku sempet nawarin gini ke Ayu, “Yu, nggak usah aku temenin kan?” ujar ku sambil menunjuk ke kursi kosong disebelahnya. Dan Ayu hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman. Nggak tau senyum malu2, senyum mupeng, senyum girang apa senyum pengen muntah. Tapi kayanya opsi terakhir yang lebih mendekati deh. Gyaaaaa….

Kemudian selama 2 jam aku nonton film Ketika C-Kink Bertasbih sambil sesekali  bermesraan sama Asep kalo lagi ada adegan2 yang bisa bikin mupeng. Tapi mohon maap, disini aku nggak mau nyeritain filmnya ya…

2 jam telah berlalu dengan penuh rasa puas akibat melihat banyak wajah cantik bertebaran di film tersebut. Pengen rasanya buru2 keramas, tapi nggak lah, aku masih punya harga diri donk… Lalu kita pun segera Magrhib. Sejatinya aku masih pengen di Amplaz sini, nongkrong rame2 sama anak2 Nuklir. Tapi karena setelah ini aku ada farewell party sama anak2 tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, akhirnya aku buru2 cabut dari Amplaz, meninggalkan yang lainnya yang pada pengen makan bareng. Nggak lupa, 2 ekor piaraanku yang bernama Ayu dan Hayu juga aku bawa pulang. Padalah si Hayu ngajakin mampir dulu ke Caesar, mau dugem. Besok2 aja Yu ya…

18.20 – 19.10

Lokasi: Amplaz – Pogung – Karangwuni – Pizza Hut

Aktivitas: Our taxi is moving

Sebenernya temen2 tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” awalnya janjian jam 5 sore di KPTU. Tapi aku udah izin bakalan dateng telat gara2 mau nonton Ketika C-Kink Bertasbih dulu. Dan karena sekarang udah lewat Maghrib sementara aku masih di Amplaz, segera aku sms Bram dan Mega untuk nanyain posisi mereka dimana. Ternyata mereka pada mau jalan ke Pizza Hut, mau makan2 ditraktir sama Dhani.

Dengan seluruh energi yang tersisa aku geber Toyota Soluna ku secepatnya utuk mulangin Ayu dan Hayu ke kandang mereka masing2. Kemudian aku pulang dulu ke kosan buat Isya, karena tadi udah adzan waktu lagi di jalan. Dan setelah Isya plus dandan plus get prepared, aku segera tancap gas ke Pizza Hut. American Favourite, Vegetable Lovers, Garlic Bread, I’m coming!

19.10 – 21.30

Lokasi: Pizza Hut tugu

Aktivitas: Farewell party tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”

Jam 7 aku nyampe di Pizza Hut. Cuma ada 12 orang disana: Bram, Hasan, Nana, Didi, Karin, Vella, Nanda, Mega, Ponti, Fariz, Dhani, Apri. Plus Putri yang dateng belakangan. Segera saja kita pesen makanan, beberapa loyang pizza ukuran large, beberapa spaghetti, garlic bread dan teman2nya, plus beberapa gelas minuman dan beberapa pitcher coca cola. Duh kenapa mesti coca cola ya, kan coca cola termasuk salah satu perusahaan yang ikut menyumbang untuk Israel?

Namanya juga farewell party, mungkin ini terakhir kalinya kita bisa ngumpul bareng2 lagi. Ke-20 ekor makhluk yang sedianya tergabung dalam tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, kini harus berpisah dan melaksanakan KKN dengan timnya masing2, terpisah satu sama lain. Jadilah kita puas2in acara makan2 ini. Dipuas2in nya bukan karena ini acara farewell party, tapi karena ini makannya dibayarin! Ohohohoho… Dan terhitung malam ini aku udah makan 4 slice pizza, 6 slice garlic bread dan sekian gelas coca cola.

Di penghujung acara, akhirnya Dhani buka suara kenapa dia mau bayarin kita semua ini. Ini karena pada tanggal 8 Juni kemaren, dia baru aja jadian sama Fariz si anak onta. Wuaouw… Ini dia salah satu manfaat tim KKN. Selain untuk nambah temen, ngejar sks dan nyari nilai, juga bisa buat cari jodoh! Felicitation!

Jam 9-an semua makanan udah abis disantap. Dan kita juga udah berkali2 dipelototin orang2 gara sepanjang makan mulutnya nggak berhenti bersuara, ditambah lagi ketawanya Ponti yang bisa bikin anak kecil nangis. Dengan sangat tau diri, kita pun izin pamitan sama pegawai2 Pizza Hut. Nggak lupa kita foto2 dulu rame2 di depan Pizza Hut. Foto2 yang mungkin bakalan jadi foto terakhir kita. Uhuuhuhuhu… Huiks huiks…

Niatnya, abis makan kita pada pengen karaokean. Apri, Mega sama Nanda udah pada setuju. Apalagi Nana, yang paling semangat goyang kalo lagi karaoekean. Plus Hasan, dengan bermodalkan sebuah tiang, maka Hasan udah persis banget kaya penari striptease profesional! Tapi karena yang lain udah pada kecapekan, dan Fariz selaku donatur utama juga nggak berkenan, akhirnya kita nggak jadi karaokean deh.

Dan seiring dengan malam yang semakin larut, kita pun pulang kerumah masing2. Hasan sama Nanda nebeng di mobil ku. Sementara meja dan kursi Pizza Hut itu menjadi saksi bisu farewell party kita malam ini, karena di esok hari belom tentu kita semua bisa berkumpul kaya gini lagi.

21.30 – 21.50

Lokasi: Pizza Hut tugu – Pogung Kidul – Karangwuni

Aktivitas: Pulang

Hoaaaahmm… Ngantuk… Selepas dari Pizza Hut, aku mulangin Nanda dan Hasan ke kosan masing2. Dan kemudian aku beranjak pulang ke kosan ku sendiri, berteman radiotape mobil yang lagi nyetel lagu J-Rocks dari kaset. “Kini ku ingin… Pergi darimu… Tak kan ada yang bisa menahanku lagi…”

21.50 – 00.00

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19

Aktivitas: Istirahat? Belom waktunya!

Biarpun raga ini telah letih, biarpun mata ini telah ngantuk, biarpun kaki ini telah lelah, biarpun badan ini telah kurus dan biarpun otak ini telah cacingan, tapi malem ini aku nggak boleh langsung tidur. Sejujurnya malam ini aku merasa bahagia karena telah dipertemukan dengan ke-20 ekor anak manusia di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, sekalipun ujungnya harus berpisah juga. Dan perasaan bahagia itulah yang membuat aku masih terjaga sampai detik ini.

Tapi bukan itu yang bikin aku nggak boleh tidur, melainkan karena aku belom ngerjain laporan paktikum radiokimia! Batas akhir pengumpulan laporan masih 15 jam lagi, dan sampai detik ini aku masih belom selesai ngerjain.

Dari tadi seharian Rio sms aku, nanya kapan aku bakalan ngerjain laporannya, soalnya dia mau minjem yang itung2annya. Dengan jujur aku jawab bahwa aku baru bisa ngerjain ntar malem banget, soalnya hari ini aku banyak kegiatan. Dan memenuhi janji ku pada Rio, akhirnya aku emang baru bisa ngerjain laporan itu malem ini, disaat semua orang mungkin udah pada mimpi indah dalam kasurnya masing2. Malemnya mimpi, besok paginya keramas deh. Ups, Astagfirullah…

Bermodal pulpen, aku segera mengerjakan laporan itu. Ngerjainnya bener atau salah itu nggak penting, yang penting laporannya selesai!

Di tengah2 ngerjain laporan, perasaan bahagia campur sedih gara2 mesti berpisah sama tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” masih tetep ada. Akhirnya sejenak aku istirahat dari ngerjain laporan, aku ambil handphone Nokia 6680 ku dan segera mengetik sebuah sms,

“Temen2 tim KKN Lombok almarhum, terima kasih banyak atas segala kebersamaan kita selama ini. C-Kink Cute mohon maaf sebesar2nya kalo pernah berbuat salah. Jika selama ini ada kekurangan mohon dimaafkan dan jika ada kelebihan mohon dikembalikan. Semoga suatu hari nanti kira semua bisa dipertemukan kembali di resepsi pernikahannya Fariz dan Dhani. Insya Allah”

Lalu aku kirim ke temen2 KKN ku. Dan aku kembali berkutat dengan laporan praktikum radiokimia. Nggak berapa lama handphone ku kembali berdering, dapet balesan dari temen2 atas sms barusan. Tapi karena aku udah nggak punya banyak energi lagi (baca: pulsa) jadi aku hanya bisa membacanya dan kembali sibuk mengutak-atik angka2 dalam laporan praktikum.

00.00 – 00.50

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19

Aktivitas: Hooooaaaaaahmm… J’ai sommeil! Je veux dormir maintenant!

Lepas tengah malem, laporan masih belom beres juga. Padahal besok pagi, eh nanti pagi mau dipinjem sama Rio. Malem ini baru itung2annya doang yang udah selesai. Akhirnya daripada besok eh nanti aku kesiangan, akhirnya aku memutuskan untuk tidur dulu sejenak dan ngerjainnya dilanjutin lagi abis Subuh nanti.

Segera aku kemasin berkas2 laporan ku dan beranjak tidur. Sebelomnya aku ngeliat buku les bahasa Prancis ku yang tergeletak, dan aku ingat bahwa nanti malem aku ujian les Prancis level 2, sementara aku belom belajar sedikitpun! Yah nggak apa2 lah, Allah tau apa yang terbaik bagi hamba2Nya. Aku tinggalkan laporan praktikum ku dengan azzam bakalan ngerjain besok pagi, serta aku tinggalkan buku les bahasa Prancis ku dengan niat bakalan belajar entah kapan, kalo masih ada umur.

Dan sejurus kemudian aku pun terlelap. Zzzzzz…. Groooook… Zzzzzz…

3 comments June 13, 2009

Aku Tau

Aku tau aku ini blo’on

Lebih blo’on dari yang mereka bayangkan

Lebih blo’on dari yang terblo’on

Aku tau aku ini lembek

Lebih lembek dari yang mereka lihat

Lebih lembek dari apa yang ada di telapak kakimu

Aku tau aku ini pecundang

Yang sudah sangat pecundang

Bahkan lebih pecundang daripada pecundang itu sendiri

Dan aku juga tau

Bahwa aku tak pantas untuk hidup lebih lama lagi

Segeralah bawa aku pergi

Meninggalkan dunia ini

Secepatnya

C-Kink

Yogyakarta, Juni 2009

1 comment June 13, 2009

FarewellLombok

Minggu sore, 7 Juni 2009, seperti biasa 20 ekor anak manusia yang tergabung dalam tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” mengadakan rapat rutin di pelataran KPTU. Sekalipun nggak semua 20 ekor yang hadir di rapat ini.  Rapat yang mungkin, menjadi rapat untuk terakhir kalinya. Kalo pun bukan yang terakhir, ya berarti jadi rapat yang kedua sebelom terakhir. Kalo pun bukan juga, berarti rapat ketiga sebelom terakhir. Atau keempat sebelom terakhir. Atau kelima sebelom terakhir. Dan seterusnya dan seterusnya…

Kenapa rapat terakhir? Karena ke-20 ekor makhluk cacingan yang tergabung dalam tim tersebut, hampir 99.99% dipastikan harus bercerai dari bahtera rumah tangga yang telah dijalaninya selama ini. Uhuhuhuhu… Huiks huiks…Sroooot…

Pada akhirnya, semua harapan dan impian kita untuk menjalani liburan bermutu selama 2 bulan di Lombok harus dibatalkan. Bukan cuma dibatalkan, tapi ke-20 ekor makhluk yang namanya telah terdaftar di sini juga harus dipecah dan disebar ke tim2 KKN lainnya. Artinya, udah kita nggak jadi berangkat ke Lombok, kita pun harus menjalani KKN sendiri2 dengan tim yang terpisah. Buajigur tenan…

Perkembangan terakhir dari Bramantya Utami Rahmasari selaku “Ketua Unit KKN PBA Lombok (Insya Allah)” menyatakan bahwa sampai detik ini, 1 bulan sebelom keberangkatan, belom ada izin dari Pemda Lombok bahwa kita boleh melaksanakan KKN PBA di sana. Nggak tau kenapa bisa gitu. Ya emang beginilah birokrasi di Indonesia, lebih ribet dan lebih kusut serta lebih keriting daripada rambutnya Budi Anduk sekalipun.

Terus, dulu waktu kita registrasi KKN, tema “KKN PBA Lombok” belom masuk ke LPPM. Jadi waktu disuruh masukin tema, kita milihnya “belum menentukan tema”. Dan Bu Wiwin, dosen FIB yang juga orang dari Komisi Pemberantasan Buta Aksara, menjajikan bahwa setelah tema itu terdaftar, beliau bakal segera memasukkan nama kita ke tema tersebut.

Tapi sampai hari ini, tema itu masih belom terdaftar juga. Dan LPPM telah terlanjur memplotting orang2 yang “belem menentukan tema” secara acak ke tema2 lain yang masih kekurangan orang. Jadi pada rilis daftar terbaru dari LPPM, ke-20 orang di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”  telah diplotting secara acak di tim2 KKN lain. Sebagai contoh, aku atas nama C-Kink Cute barengan sama M. Sultan Iskandarsyah alias Nanda si Anak Setan, terdaftar di KKN Pemilu, daerah Klaten 3. Bram selaku Ketua Unit tim ini, terdaftar di tim KKN di Pekalongan. Dan Fariz si Anak Onta, terdaftar di tim dengan tema “Sosialisasi Peningkatan Kualitas Susu Sapi Perah” di Boyolali. Masa iya onta minum susu sapi? Baru liat kaaan, susu kaya gini…

Beberapa orang di antara kita malah udah pernah dihubungin sama timnya masing2. Nana udah berkali2 di sms sama tim KKN Gunung Kidulnya, dan sebagai orang baru yang udah terima jadi dan nggak ikut kerja dari awal (survey tempat, bikin proposal, nyari dana dll), seakan2 ada resistansi dari orang2 di tim KKN tersebut terhadap Nana selaku orang baru. Hal ini membuat Nana 100% nggak betah sehingga ingin rasanya dia segera mengakhiri hidup ini dengan menenggak sebotol Baygon sampe habis. Jangan lupa Baygonnya dikasih gula, biar rasanya manis!

Dan yang paling menyedihkan adalah, Bu Wiwin yang awalnya “menjajikan” bahwa nama2 kita akan ditarik dari plottingan LPPM untuk dimasukkan ke dalam tim tersendiri, ternyata hari ini dia “tidak berkuasa” untuk “menarik” nama kita dari daftar yang udah dibuat oleh LPPM. Dalam artian, ke-20 ekor makhluk di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” telah tertutup kemungkinannya untuk melaksanakan KKN bareng2. Bu Wiwin tak punya daya dan upaya untuk melakukannya. Membuat kita sakit hati dibuatnya, mengingat beberapa bulan lalu beliaulah yang mengatakan bahwa “Silahkan kalian daftar dulu, tanpa tema. Nanti kalo kalian udah diplotting ke tema tertentu, biar saya yang narik nama2 kalian untuk dimasukkin ke KKN PBA!”

Tapi apapun yang terjadi, nasi telah menjadi bubur. Sementara bubur ayam depan gang harganya 4000 rupiah semangkok. Terus apa hubungannya?

Ya intinya, impian kita semua untuk melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara di Lombok akhirnya pupus sudah. Plus, kini kita pun harus menjalani hari2 kita dengan tim KKN kita masing2. Nggak akan ada lagi tampang sangar Fariz. Nggak akan ada lagi tawa nyablak Ponti. Nggak akan ada lagi jempol cantengan Bram. Nggak akan ada lagi denda2an Putri. Nggak akan ada lagi senyum manis Didi (Hueeeek…). Nggak akan ada lagi wajah imut C-Kink. Nggak akan ada lagi rapat di KPTU. Dan nggak akan ada lagi…

Kini kita semua harus mempersiapkan diri menjalani 2 bulan kedepan dengan orang2 baru. Orang2 yang mungkin belom kita kenal sama sekali. Orang2 yang mungkin akan bersikap sinis terhadap kita selaku pendatang, yang udah tinggal terima jadi. Orang2 yang mungkin nggak lebih imut dari C-Kink dan nggak lebih melas daripada Hasan, serta nggak lebih lebar daripada Ponti. Ups…

Dan sebelom tim “KKN PBA Lombok Insya Allah” resmi dibubarkan, maka izinkanlah aku atas nama C-Kink Cute yang hina dina kurus begeng kerempeng serta cacingan ini untuk mengucapkan kata2 terakhir kepada kalian semua…

-          Nicky, ajarkan aku ilmu2 untuk mempersiapkan diri menghadapi pegunungan yang terjal itu, saudara!

-          Jafar, jangan lupa tentang semua harapan dan impian kita untuk makan siang bareng di Bu Siti! Gyaaaaa…

-          Didi, suaranya kalo nyanyi serak2 basah gitu loh, mirip suaranya Rhoma Irama keselek sendal jepit! Hihihihihihi.

-          Bram, pak Ketua yang jempol kakinya cantengan… Selaku anak buah, maafkan kami semua yang susah diatur ini. Dan mohon maaf juga jika selama ini kami ada salah dan lupa. Semoga amal ibadah jempol kakimu diterima di sisi-Nya…

-          Dani, acara Djarum yang sering kamu ikutin itu apa ya? Aku juga mau ikutan duonks… Dan kita tunggu undangan resepsi pernikahannya ya! Fariz oh Fariz…

-          Ponti, walaupun mungkin tim kita nggak lagi bersama, tapi jagalah Fariz selalu di dalam hatimu… Eh tapi Fariz mah udah diambil Dani sekarang.

-          Naga, selaku anak Geodesi tolong siapin pemetaan tanah kuburan yang cocok buat aku. 2 x 3 meter aja juga udah cukup kok.

-          Nana, kalo goyang hot juga loh! Ayo kapan mau ngebor lagi? “Datanglaaaah… Aku menunggumu disini…”

-          Vella, apa kabar Vella? Baik2 aja kah?

-          Karin, minta senyumnya dooooonk… Huehehehe.

-          Daru, biarpun kita nggak lagi berada di tim KKN yang sama, tapi kosan kita tetep di Karangwuni C-19 kan? Ya iya lah, masa ya iya donk…

-          Dedi, kemana aja nih kok jarang keliatan ya?

-          Vita, nyok karaokean nyoooook! Kalo kamu sempet baca CV-ku, itu aku punya +- 40 lagu ciptaan, silahkan kalo mau kamu nyanyiin. Siapa tau ada produser yang ngelirik. Ngelirik aku lho, bukan ngelirik kamu. Ohohohoho.

-          Putri, terima kasih atas segala ketulusannya untuk berujar “Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus lho!” +- 20 tahun aku hidup akhirnya ada juga yang memuji suaraku. Gyaaaaaa…

-          C-Kink, loh C-Kink kan aku sendiri? Ya nggak apa2, tetep imut selalu ya!

-          Hasan, Mega, Nanda, Fariz, Apri, nggak usah comment apa2 ya, udah bosen setiap hari ketemu melulu di jurusan.

-          Ibu Wiwin, semoga jangan sampe anak perempuan saya nanti kelakuannya mirip sama Ibu. Astagfirullah…

Terima kasih atas segala kebersamaan kita selama ini. Semoga suatu hari nanti, kita bisa dipertemukan kembali, entah dimana. Dan jika suatu hari nanti kita telah menjadi orang besar, ingatlah bahwa dulu kita pernah saling mengenal, pernah berada dalam satu hati yang sama. Dan kalaupun ternyata kalian telah lupa, maka sesungguhnya aku akan selalu mengingatnya, Insya Allah.

Yogyakarta, Juni 2009

Karangwuni C-19, kosan yang sama kaya kosannya Daru, cuma beda kamar

2 comments June 13, 2009

KekonyolanAkhirPeriode

Kekonyolan Akhir Periode: Cincin Emas DPR!

Konyol! Lagi-lagi konyol! 100% konyol! Sumpah konyol! Astagfirullah, konyol!

Seperti biasa, salah satu lembaga paling konyol di negara kita, sebut saja Dewan Perwakilan Rakyat alias DPR (memang nama sebenarnya), semakin hari bertindak semakin konyol dan lebih konyol lagi.

Menjelang akhir masa kepengurusan 5 tahunan mereka sejak tahun 2004 lalu, para anggota dewan yang terhormat mengusulkan untuk memberikan diri mereka sebuah cenderamata atas jerih payah mereka duduk di kursi DPR selama 5 tahun ini. Mereka menginginkan sebuah kenang-kenangan untuk itu. Dan, cenderamata yang mereka usulkan pun tidak tanggung-tanggung, yaitu cincin emas 24 karat sebesar 10 gram untuk setiap orang!

Diperkirakan, total anggaran yang akan dikeluarkan untuk cincin tersebut berjumlah Rp 1,9 miliar untuk ke-550 anggota DPR! Lalu dari mana anggaran tersebut berasal? Tentunya dari anggaran negara. Wuaouw, benar-benar pemborosan yang luar biasa!

Entah apa lagi yang ada di benak para anggota DPR saat ini, apakah mereka tidak pernah cukup dengan semua yang telah mereka terima selama 5 tahun menjabat sebagai wakil rakyat di DPR?  Dengan perkiraan alokasi dana sebesar itu, diperkirakan setiap orang akan mendapat cincin seharga Rp 3,45 juta rupiah.

Mungkin, bagi mereka yang sehari-hari berpergian dengan Mercedes-Benz, angka sebesar itu tidaklah begitu berarti. Tapi taukah mereka bahwa dengan dana sebesar itu bisa untuk membiayai kuliah 1 semester untuk +- 2 orang mahasiswa UGM? Dan dengan keseluruhan dana sebesar Rp 1,9 miliar, maka angka sebesar itu dapat digunakan untuk membiayai perkuliahan 1 semester +- 1100 orang mahasiswa UGM! Bayangkan, 1100 mahasiswa, 1100 calon pemimpin bangsa!

Tapi sekali lagi, entah angin apa yang merasuki pikiran para anggota DPR sehingga mereka tidak peduli dan tidak mau peduli tentang nasib sebagian besar rakyat yang kelaparan. Tentang nasib rakyat yang sekedar membeli kebutuhan sehari-hari pun kesulitan. Lalu, masihkah mereka pantas disebut sebagai wakil rakyat?

Alhamdulillah, di tengah kontroversi seputar pemberian cincin emas tersebut, masih ada berita positif yang kita dapatkan dari beberapa anggota DPR yang insya Allah masih terbuka mata hatinya. Ketua DPR, Agung Laksono menilai kebiasaan pemberian cenderamata di di setiap akhir jabatan masa anggota dewan sudah tidak tepat lagi (Republika, 10 Juni 2009). Begitupun dengan salah satu anggota DPR, Mahfudz Shiddiq, dengan tegas menolak rencana pemberian cincin emas tersebut dan akan mengusulkan kepada Badan Usaha Rumah Tangga (BURT) untuk mengganti cincin tersebut dengan sesuatu yang lebih sederhana dan jauh lebih murah, misalnya plakat atau piagam penghargaan (Republika, 10 Juni 2009).

Ya Allah, kami bingung… Usaha apa lagi yang harus kami lakukan untuk menyadari para pemimpin negeri ini bahwa mereka tidak hidup sendirian. Bahwa di sekitar mereka masih banyak manusia yang membutuhkan. Bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti…

Add comment June 13, 2009

AnakNuklir

1 minggu sebelom makrab nuklir 2006 yang bertempat di villa Green Apple, Kaliurang, 29-30 Mei 2009, sebuah sms dari seekor makhluk nuklir 2006 masuk ke inbox handphone ku.

“Kink bikin mars nuklir 2006 dunk…

Hweheheh

-Mega-”

12:43

20 Mei 2009

Mega Sucipto Santoso, salah satu dari 3 ekor “bunga bangkai” yang tumbuh di Teknik Nuklir 2006, meminta aku yang imut dan six pack ini untuk membuat sebuah lagu tentang nuklir 2006. Ternyata kartu nama ku akhirnya membawa manfaat juga, dimana di kartu nama itu aku menuliskan skill “Loser, Writer, Bassis & Song writer” sebagai kemampuan yang aku punya. Dan kata2 “Song writer” itu akhirnya kini harus dibuktikan untuk memuaskan keinginan syahwat si Mega. Ups, Astagfirullah…

Tapi karena aku bukan cowo gratisan, aku nanya balik ke Mega, berapa dia berani bayar untuk lagu mars nuklir 2006 ini. Dan dia pun menjawab,

“Mega bayar pake senyuman dey!

Kyahahahahahahaha…

-Mega-“

Senyuman? Emang kalo dirupiahin, senyuman Mega harganya berapa? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, perutku bisa kenyang? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, aku bisa membeli kebutuhan hidup sehari2? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, anak-istriku bisa makan? Lebay mode: on!

“Gyahahaha…

Makrab uda jadi yah…

Dinyanyiin disana gituh…

Oke2!

Seep!

-Mega-“

Waduh, dasar manusia jaman sekarang udah berjiwa kapitalis semua, antek2 dari neoliberalisme. Maunya menuntut banyak, tapi nggak mau memberi. Mau menerima, tapi enggan bersedekah. Apa kata dunia? (Kalimat tersebut seharusnya diucapin buat Mega apa buat aku sendiri yah?)

Tapi profesionalisme harus tetap dijaga. Apalah arti sebuah materi duniawi dibandingkan surga dan ridha Allah yang tiada bandingannya. Akhirnya dengan segenap keikhlasan serta ketulusan hati yang tersisa, aku pun langsung mengkonsep dan merumuskan lagu untuk nuklir 2006 beberapa menit setelah sms Mega tersebut, mengingat kebetulan siang itu jam 1 aku juga lagi nggak ada kerjaan.

Aku ambil gitar, kertas, pulpen dan aku mulai bersenandung. Tes tes tes… Satu dua tiga… Pap cuap pap pap cuap… Pap cuap pap pap cuap… Jreeeng… Jreeeeng…

2 jam kemudian…

Lagu yang diminta Mega itu akhirnya jadi juga. Setelah mengalami perombakan nada serta perapihan lirik disana-sini, lagu itu bisa tercipta dengan sukses sekitar jam 3-an. Dan selaku komposer yang profesional, aku langsung menghubungi si pe-request lagu dan memberikan laporan bahwa lagu yang dia minta sudah jadi. Mendengar laporan tersebut, Mega selaku pe-request lagu memberikan respon,

“Kyaaaa

Cepat banget bikinnya,

-Mega-“

15:57

20 Mei 2009

Iya, terima kasih atas apresiasinya. Tapi kembali lagi ke bahasan awal, berani bayar berapa untuk lagu ini? Kalo si DewiQ kan 1 lagu ciptaannya bisa berharga sampe 1 milyar rupiah. Nah kalo aku, silahkan perkirakan sendiri berapa harga yang pantas untuk lagu ciptaan seekor C-Kink. Hohohohoho…

Dan seperti tujuan semula, akhirnya lagu ini bisa dibawakan dengan sangat tidak sukses pada acara makrab nuklir 2006 di villa Green Apple, Kaliurang. Karena waktu itu lagu ini belom sempet aku rekam dan aku publish kepada khalayak umum, jadilah di acara makrab itu aku harus perform sendirian, dalam artian aku sendiri yang main gitar dan aku juga yang nyanyi. Dan hasilnya, akibat mendengar suaraku yang mirip banget sama suaranya Jason Mraz keselek gerobak angkringan, sebagian peserta makrab harus menderita gangguan lambung dan pencernaan, plus muntah!

Ya udah, itulah kira2 sejarah tentang terciptanya sebuah lagu tentang nuklir 2006, yang aku kasih judul “Anak Nuklir”. Mau tau liriknya kaya gimana? Ini ada kok dibawah. Silahkan dibaca…

Mei 2009

Anak Nuklir

C-Kink

Kawan semua cobalah kau dengarkan

Sebuah nyanyian yang tak terlupakan

Tentang sekumpulan anak manusia

Anak Teknik Nuklir itu adalah kita

Teknik Nuklir adalah ilmu kita

Reaksi fisi neutron biasa untuk kita

Dan uranium jadi santapan kita

Serta Geiger-Muller dia teman kita

Walaupun banyak yang ketakutan

Katanya anak nuklir harus nikah duluan

Ayolah hiraukan dan berpegangan

Nuklir bersatu tak terkalahkan

Reff:

Kita adalah anak Teknik Nuklir

Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada

Walau kita dihina walau kita dicerca

Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya

Bidang ilmu kita ada banyak macamnya

Mulai gambar teknik dan kalkulus dua

Serta komputasi dan radiokimia

Material nuklir juga mekanika fluida

Walaupun bayak yang tidak percaya

PLTN kan ada di Indonesia

Ayolah kawan kita bersama

Membuat PLTN menjadi nyata

Reff:

Kita adalah anak Teknik Nuklir

Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada

Walau kita dihina walau kita dicerca

Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya

Jangan pernah lupa

Nuklir adalah anugrah Yang Kuasa

Marilah bersama

Menguasainya

Memanfaatkannya

Nuklir untuk Indonesia

Reff:

Kita adalah anak Teknik Nuklir

Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada

Walau kita dihina walau kita dicerca

Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya

***

Oiya, buat kamu2 semua yang mau dapetin lagu diatas, silahkan kirim email ke c_kink_noa_zoro@yahoo.com dengan judul “minta lagu anak nuklir”. Nanti Insya Allah bakalan dapet reply dari aku plus lagu “Anak Nuklir” di dalemnya. Tapi lagu ini jangan dibajak dan jangan dikomersialkan lho ya…

Ya udah deh segini aja. Terus apa inti dari tulisan ini? Nggak lain dan nggak bukan adalah untuk numpang promosi lagu. Ohohohoho… Nggak cuma promosi aja, tapi juga sekalian jual diri, bahwa aku punya rezeki lebih untuk bikin lagu. Jadi silahkan aja kalo ada yang mau minta dibikinin lagu, ntar Insya Allah bakalan dibuatin deh! Mau mau mau?

Add comment June 13, 2009

MenkoEksternal#5

Udah jadi tanggung jawab gue buat nulis tulisan tentang Menko Eksternal tiap bulannya. Dan hari ini, sambil dengerin lagu2nya Depapepe, inilah yang bisa gue ceritain tentang bulan ke-5 dimana gue menjalani hari2 selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM.

Dari sisi perkuliahan dan akademik, bulan Mei ini gue disibukkin dengan laporan yang kejar tayang, kaya sinetron2. Di penghujung semester pekuliahan, seperti biasa banyak tugas2 yang dikashi para dosen untuk kejar setoran. Serta tugas2 berbentuk presentasi yang juga nggak boleh dilupakan. Jadi dengan segala kesibukan itu semua, eksistensi gue di acara2 BEM agak berkurang di bulan Mei ini. Plus, selama 1 minggu di awal Mei gue juga menyempatkan diri untuk pulang kampung ke Depok tercinta, bertemu sanak saudara dan handai taulan. Soalnya kalo nggak pulang sekarang, mungkin besok2 gue nggak bakalan sempet pulang lagi. Kan akika mau KKN boo…

Oke, sekarang mari kita beralih apa aja yang terjadi di bulan Mei. Diawali dari tanggal 2 dan 3 Mei. Makrab, makrab dan makrab. Lagi2 makrab. Kali ini yang makrab adalah Departemen Medpro yang digabung sama Biro Humas, mengingat sedikitnya sumber daya manusia yang mereka punya. Sekalian juga makrab ini digabung sama acara pembubaran panitia HPTT 63. Seperti biasa, diadain di Pantai Parangkusumo. Dan meskipun gue sering banget makrab di pantai, tapi nggak pernah sekalipun gue ngeliat ada temen2 gue yang pake bikini! Kenapa ya? Astagfirullah…

Kemudian gue menyempatkan diri untuk pulang kampung ke Depok selama 1 minggu, untuk mencicipi masakan2 buatan Pudji Indrawati alias nyokap gue yang enakna tak tertandingi. Setelah gue balik dari Depok, gue langsung disambut dengan acara BEM Athlon yang diampu oleh Bejo Suro selaku Menko Internal. BEM Athlon ini adalah serangkaian acara yang mempertandingkan Departemen2 di BEM. Ada lomba masak, voli, futsal dan cerdas cermat.

Yang pertama adalah lomba masak. Gue, Miftah dan Bejo Suro kebagian jatah buat jadi juri. Sementara pesertanya adalah Departemen2 yang berlomba2 menyajikan masakan paling enak yang mereka bisa untuk dinilai oleh para juri. Gue sempet khawatir juga jadi juri lomba masak, yang harus menilai masakan peserta dengan cara mencicipinya. Gue takut, setelah mencicipi masakan peserta, hidup gue harus berakhir di rumah sakit akibat keracunan makanan!

Tapi ternyata itu nggak terjadi. Nggak terjadi atau belom terjadi ya? Alhamdulillah racun dari para peserta nggak mempan di tubuh gue. Dan pada akhirnya Technopreneurship Department meraih juara di lomba masak ini. Gara2 ada si Ana Yunita Masura selaku kokinya.

Besok paginya, masih dalam rangkaian acara BEM Athlon, adalah pertandingan futsal antara PH (Pengurus Harian) lawan Departemen Kastrat. Disini gue tergabung selaku tim PH, ngelawan mantan rekan2 gue di Kastrat. Sekalipun gue masih punya ikatan emosional dengan Kastrat, tapi profesionalitas harus tetep dijunjung tinggi. Dan pada akhirnya, pertandingan dimenangkan oleh tim PH dengan skor 5-4, dimana gue selaku striker yang duet dengan Nalar Sujancuk mencetak 2 gol dan sisanya diborong oleh Nalar sendiri.

Setelah itu, udah  nggak ada lagi acara yang gue ikutin, kecuali Teleskop. Itu pun gue cuma nyampah doang, cuma numpang minta sarapan gratisan. Dan di minggu2 terakhir bulan Mei, gue bertiga bareng Miftah dan Bejo Suro kebagian jatah buat ngewawancarain anak2 BEM dalam rangkaian agenda kaderisasi.

Ya udah deh, kira2 cuma itu kegiatan gue selaku Menko Eksternal di bulan Mei ini. Ke depannya masih ada bulan Juni yang mungkin bakalan jadi bulan terakhir gue memangku jabatan sebagai Menko Eksternal BEM KMFT UGM. Kenapa? Soalnya Insya Allah bulan Juli dan Agustus nanti, gue harus melaksanakan KKN di Klaten (KKN nya nggak jadi di Lombok loh! Uhuhuhuhu… Huiks huiks…).

Jadi, selama 2 bulan gue bakalan vakum dari sega macem kegiatan BEM2an. Dan setelah 2 bulan itu, apakah di bulan September ketika gue kembali nanti, nama gue masih akan tercantum di struktur organisasi BEM KMFT UGM? Biarlah waktu yang akan menjawabnya…

Add comment June 13, 2009

SemangatKebangkitanNasional

Semangat Kebangkitan Nasional Menuju Indonesia Yang Lebih Baik
Semangat Kebangkitan Nasional, Semangat yang Kini Telah Terlupakan
C-Kink, Teknik Nuklir 2006, 085691013852

Mungkin tidak banyak yang tahu, tidak banyak yang menyadari, dan mungkin tidak banyak yang memperhatikan. Bahwa sesungguhnya pada tanggal 20 Mei kemarin, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini merayakan apa yang dinamakan “Hari Kebangkitan Nasional”, mengacu kepada sejarah panjang bangsa ini ketika Budi Utomo mempelopori berdirinya organisasi-organisasi pergerakan nasional untuk kemerdekaan negara ini.
Entah apakah kita lupa atau memang kita sengaja melupakannya. Dan entah apakah kita tidak tahu atau memang tidak mau tahu. Momentum hari kebangkitan nasional yang sejatinya bisa kita manfaatkan, kini telah berlalu begitu saja. Tanpa makna. Tanpa arti. Seakan-akan tiada bedanya dengan hari-hari lainnya, hari-hari dimana tidak pernah sedikitpun kita memikirkan nasib negara ini, walau hanya seujung genggaman.
Bila kita melihat kembali pada masa 101 tahun lalu, dimana saat itu negara ini sedang berada dalam genggaman penjajah Belanda, semangat kebangkitan nasional adalah sesuatu yang sangat tinggi nilainya. Bagaimana ketika itu organisasi-organisasi pergerakan nasional dengan gagah berani memproklamirkan tekadnya untuk memerdekakan negara ini dari cengkraman Belanda. Suatu hal yang ketika itu mungkin tidak semua orang mampu berpikir sedemikian besarnya.
Ketika sebagian rakyat bingung dan berputus asa bagaimana cara menghadapi kedzhaliman Belanda, dan ketika sebagian rakyat lainnya merasa nyaman menjadi sekutu dekat Belanda, para pejuang negara ini telah mampu berpikir besar. Berpikir untuk tidak lagi menjadi budak penjajah. Berpikir untuk tidak lagi bersembunyi di balik ketiak penjajah. Dan berpikir, bagaimana caranya supaya bangsa ini bisa merdeka, berdaulat, mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri!
Lalu mereka membulatkan tekad tersebut dalam suatu momentum yang hari ini kita kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Dan pada akhirnya, atas berkat izin Allah swt, negara ini mampu memperolkeh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Suatu anugerah yang sangat-sangat tidak ternilai harganya.
Semua itu berawal dari semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dipelopori oleh para pemuda dan pejuang yang berani berpikir besar untuk masa depan bangsa ini. Sekalipun pada akhirnya perlu waktu 37 tahun untuk mewujudkannya.
Dan sekarang, mari kita beralih ke hari ini. Hari dimana negara ini telah mendekati 64 tahun kemerdekaannya. Masih adakah semangat kebangkitan nasional itu di dalam dada kita? Masihkah itu tersisa, walaupun hanya sedikit?
Seandainya saja para pejuang kebangkitan nasional itu masih hidup dan melihat keadaan kita hari ini, mungkin mereka akan menangis. Menangisi keadaan negara ini yang semakin jauh dari nilai-nilai dan semangat kebangsaan. Menangisi negara ini yang meskipun secara fisik telah merdeka, tapi secara kasat mata negara ini masih belum merdeka dalam makna sebenarnya. Mungkin mereka pun juga ingin marah, tapi apa daya raga telah terlalu lemah.
Negara ini akan segera memperingati 64 tahun hari kemerdekaannya, kemerdekaan yang dipelopori oleh semangat kebangkitan nasional para pendahulu kita untuk berpikir global, meninggalkan baju-baju kedaerahan. Tapi, apa saja yang telah kita peroleh selama 64 tahun ini?
Sudahkah kita mampu berdiri sendiri? Sudahkah anak-anak sekolah mendapatkan pendidikan secara layak? Sudahkah para petani dan nelayan terjamin masa depannya? Sudahkah guru dan pendidik mendapat apresiasi atas niat tulusnya? Sudahkah kesejahteraan hidup tersebar secara merata? Sudahkah anak-anak negeri menikmati hasil kekayaan tanahnya sendiri? Sudahkah?
“Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” Sebuah pertanyaan yang sangat wajar untuk kita tanyakan hari ini. Mengapa? Karena jika kita sadari, keadaan kita hari ini tidak lebih baik dibanding apa yang terjadi 100 tahun lalu!
Siapa yang tidak kenal Freeport? Perusahaan multinasional yang sejak lama telah mengambil kekayaan alam negara ini, namun entah mengapa pemerintah tetap saja membiarkannya. Indosat, aset penting negara yang sahamnya kini telah jatuh ke tangan asing. Begitupun dengan BUMN-BUMN lain yang terancam diobral kepada para korporat-korporat asing. Jangan lupa juga dengan utang-utang negara yang entah mengapa seakan-akan tidak pernah ada habisnya.
Semua itu diperparah dengan tingkah laku para pemimpin negara ini. Para anggota legislatif yang seharusnya duduk di sana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, lebih memilih untuk mengenyangkan perutnya sendiri daripada perut mereka yang memilihnya pada pemilu. Para korporat antek-antek kapitalisme yang dengan sadar membunuh bangsa ini secara perlahan. Serta media massa yang dengan bangganya menonjolkan budaya asing yang bisa merusak keutuhan negara kita.
Dengan melihat hal itu semua, maka sekali lagi rasanya sangatlah pantas jika pertanyaan ini ditujukan kepada kita semua, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?”
Ada yang hilang dari bangsa ini. Sesuatu yang kini telah dilupakan oleh banyak orang. Sesuatu yang dulu menjadi modal kita untuk merdeka, tapi kini telah terkubur bersama jasad para pahlawan. Sesuatu yang bernama: “Semangat!” Ya, semangat! Semangat kebangkitan nasional!
Bangsa ini telah kehilangan semangatnya. Lebih khususnya lagi, semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dulu mampu menyatukan tekad seluruh pemuda untuk merumuskan harapan akan Indonesia yang bebas dari cengkraman penjajah. Semangat yang mampu menepiskan ego-ego pribadi dan kedaerahan demi satu tujan, Indonesia merdeka. Semangat yang setelah 37 tahun lamanya akhirnya mampu membawa negara ini meraih kemerdekaannya!
Itu semua adalah aplikasi dari semangat kebangkitan nasional di masa lalu. Lalu, apa relevansinya antara semangat kebangkitan nasional dengan hari ini?
Secara fisik, bangsa kita telah merdeka. Itu jelas, bahkan PBB pun mengakuinya. Tapi apakah kita telah merdeka dari aspek-aspek lainnya? Dari aspek kemandirian ekonomi? Dari aspek merdeka akan rasa takut? Dari aspek merdeka terhadap rasa cemas akan masa depan yang semakin tidak jelas?
Disinilah, salah satu peran penting bagi semangat kebangkitan nasional untuk membangun kembali bangsa ini. Sekalipun kita telah merdeka, tapi harapannya hal itu tidak sedikitpun mampu menyurutkan semangat kita untuk meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu. Justru dengan kemerdekaan yang telah kita raih ini, semestinya kita bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa kita lakukan ketika kita masih dalam cengkraman penjajah.
Zamrud khatulistiwa yang indah ini, dengan ribuan gunungnya, hamparan pantainya, biru lautnya dan segala kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya, adalah milik kita sendiri. Lalu mengapa dengan bodohnya kita rela melepaskan itu semua ke tangan korporat-korporat asing?
Pemerintah, dalam hal ini eksekutif dan legislatif serta komponen-komponen lainnya, adalah orang-orang terpilih yang mendapat amanah untuk meniptakan tatanan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh penduduknya. Serta, memberikan jaminan kepada rakyat terhadap kebebasan dari rasa takut dan rasa cemas akan masalah kesejahteraan dalam kehidupan. Tapi mengapa, pemerintah justru semakin membuat rakyat yang memang sudah susah menjadi semakin susah?
Kita perlu membangkitkan kembali sesuatu yang hilang itu. Ya, kita perlu untuk memunculkan kembali semangat kebangkitan nasional yang selama ini telah hilang dari diri kita. Semangat untuk maju. Semangat untuk bangkit. Semangat untuk berdiri di atas kaki sendiri. Semangat untuk memberikan yang terbaik yang kita punya, untuk Indonesia!
Nyalakan lagi api semangat itu! Terangi setiap jengkal tanah air Indonesia dengan semangat yang menyala! Bakar kembali rasa kebangkitan nasional di dalam dada kita! Sinarilah sanubari kita dengan perasaan bangga, bangga bahwa kita terlahir sebagai bangsa Indonesia!
Dan tidak ada salahnya untuk memanfaatkan momentum hari kebangkitan nasional ini untuk men-charging kembali semangat kita. Semangat yang dulu mampu membuat para pendahulu kita membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Dengan semangat ini, akan kita buktikan bahwa kita mampu. Akan kita buktikan bahwa Indonesia mampu. Mampu untuk berdiri di atas kaki sendiri. Mampu untuk berkata “tidak” kepada korporat-korporat kapitalis asing. Mampu untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh penduduknya. Dan mampu untuk membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia masih ada!
Hari ini, kita tahu seperti apa realita yang terjadi di negara ini. Tapi sekali lagi, tidak pernah ada kata terlambat. Mari bersama-sama, kita tumbuh suburkan kembali semangat kebangkitan nasional di dalam dada kita. Kita bawa semangat itu dalam setiap langkah dan setiap sendi denyut nadi kehidupan kita. Sehingga jika suatu hari nanti pertanyaan itu muncul lagi, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” maka dengan tegas kita akan menjawab, “MASIH ADA!” Insya Allah.

Add comment June 13, 2009

AkuDalamSepi

Aku Dalam Sepi

Malam kelam tanpa bintang

Indah pesona ratu kegelapan

Desir angin menerkam mencekam

Sembunyi di balik hitam bayangan

Dalam aku sendiri sepi

Membuka hati menjerit mati

Dalam aku diam bermimpi

Lepas belenggu jiwa nan suci

Apakah aku

Apakah malam menjadi teman

Dimanakah aku

Dimanakah ada cahaya keabadian

Siapakah aku

Siapakah pagi mengusik mimpi

Kemanakah aku

Kemanakah pergi bintang malam ini

Bukan jiwa kan terluka

Bukan hati kan menangis

Namun cinta kan bahagia

Namun diri kan bersuka

Dan aku

Masihkah ada bunga mekar mengangkasa

Dan aku

Masihkah ada langit biru bergelora

Dan aku

Masih bermimpi menyuci hati

Dan aku

Masih disini di dalam sepi

C-Kink

Yogyakarta,Mei 2009

1 comment May 24, 2009

1ooTruths

BASIC
001. Real name → C-Kink Ardya or C-Kink noa Zoro
002. Like it? → I hope Sahid Syaifullah is better
003. Nickname(s)→ C-Kink. But I do allow you to call me “Nicholas Saputra” :-D
004. Status → Une etudiant du Gadjah Mada Universitaire/ Gadjah Mada daigaku no gakusei desu/ student at Gadjah Mada University
005. Zodiac sign → Virgo, symbolic by a girl
006. Male or female → Male, Insya Allah…
007. Elementary→ SDN Beji VII Depok
008. Middle School → SLTPN 2 Depok
009. High School → SMUN 1 Depok
010. Hair color → Black. Will it be white or grey?
011. Long or short → Now is middle. I used to be bald, and used to be long-ioning hair.
012. Eye color → Black and white
013. Weight → 59 kg
014. Height → 183 cm
015. Righty or lefty → Righty
016. Loud or Quiet → Totemo shizuka desu/ very very quiet
017. Sweats or Jeans → Jeans
018. Phone or Camera → Phone
019. Health freak → No
020. Piercings?→ Never
021. Do you have a crush on someone? → Maybe, but I don’t mind
022. Eat or Drink → Like to eat and also like to drink
023. Purse or Backpack → Purse, but empty-handed is better
024. Tattoos → Never
025. Do You Like Yourself? → Oui, d’accord/ Hai, so desu/ Yes I do
026. Current worry? → Always feel free

THIS OR THAT:
027. Orange or Apple Juice? → Jus d’orange/ orenji juusu/ orange juice
028. Night or Day? → Soir/ yoru/ night
029. Sun or Moon? → Both of them are gift
030. TV or Internet? → Internet
031.PlayStation or XBox? → Playstation. I did never play an X-Box
032. Kiss or Hug? → Both of them aren’t problem. Would you give me some? Hohoho…
033. Iguana or Turtle? → I had ever raise a turtle once
034. Spider or Bee? → Bee, they were on Al’Qur’an
035. Fall or Spring? → I hope I had them
036. Limewire or iTunes? → Don’t know both of them
037. Soccer or Baseball? → Love soccer so much

FIRSTS:
038. First surgery → Circumcision, maybe?
039. First piercing → Never
040. First best friend → I hope I have one…
041. First Sport → Faire du randonee/ shanposuru/ Walk
042. First award → 1st rank on class, when I was on 4th grade elementary
043. First crush → I don’t mind
044. First pet → Bird and fish. They was there on my home
045. First big vacation → Bali at high school. First time I went out from Java Island!
046. First big birthday → My little was full of big birthday party. Thanks to my parents, the purpose is to give me a lot of my friend. But I’m sorry now I don’t have any.

CURRENTLY:
047. Eating → Roasted rice with roasted chicken, 2 hours ago with my jiheishoo-kuni friends
048. Drinking → Ice coffeemix
049. I’m about to → Writing this post
050. Listening to →Winamp who plays l’arc~en~ciel
051. Singing → Just in my heart
052. Typing → This post
053. Waiting for → My funeral

YOUR FUTURE:
054. Want kids → Yes, their name are Muhammad Sahid Syaifullah, Muhammad Sulaima Ibrahim, Siti Aisya Asmiranda or Siti Fatimah Khumaira
055. When → Later after married
056. Want to get married → ABSOLUTELY!!!
057. When → My first plan is when I’m on my 3rd year college. But my Mom doesn’t agree, so let the time answer it
058. Where Do You Want To Live → Indonesia, especially Depok or Jogja
059. Careers in mind → Writer, musician and also statesman
060. What Did You Want To Be When You Were Little → Train driver
061. Mellow Future Or Wild → Must get ready for both of them
062. Something You Would Never Try → Everything thing that is said forbidden on Al-Qur’an

WHICH IS BETTER WITH GIRL? (OR BOY IF YOU’RE A GIRL)
063. Lips or eyes → Both of them. The way she stares and the way she talks
064. Shorter or taller → Shorter, easy to hug
065. Romantic or spontaneous → Spontaneous, because romantic is DISGUISTING!!!
066. Nice stomach or nice arms → Both. Also nice personality and nice knowledge
067. Sensitive or loud → I don’t mind
068. Hook-up or relationship → Doesn’t matter, because I don’t understand
069. Trouble maker or hesitant → Problem solver and self-believer
070. Hugging or Kissing? → Give me each and I will answer. Huehehehe…
071. Tan Skinned or Light? → Not a matter, but not green please. That is an alien!!!
072. Dark or Light Hair? → Doesn’t matter, the most important thing is that she has a hair
073. Muscular or Normal? → Muscular? Wow, I will be the one who get knocked-out first!!!

HAVE YOU EVER:
074. Lost glasses/contacts → Never lost glasses, but always damaged it
075. Ran away from home → Never. J’aime mon famille/ Watashi no kazoku wa totemo omoshiroi desu/ My family is so lovely
076. Held a gun/knife for self defense?→ Never. But I hope I can use a sword well, like Roronoa Zoro
077. Killed somebody → Physically not, but maybe yes in their spirit
078. Broken someone’s heart → So many times! Ahahahaha…
079. Been arrested → Yes in a little case: Ride 3 persons on a motorcycle, drive on a wrong way and move through the red traffic light
080. Cried when someone died →Never. Their dead is their happiness
081. Kissed A Stranger? → Wow, is there anyone who will do this to me?
082. Climbed Up A Tree? → Yes but not that high
083. Liked A Friend As More Than A Friend? → Always!!! Hohohoho…

DO YOU BELIEVE IN:
084. Yourself → Sure. This is my body, my mind, my personality, my competence, that all are gift
085. Miracles → Yes. Impossible is possible, you know?
086. Love at first sight → No. That was just a passion, not a thing that we should called love
087. Heaven → Yes, absolutely sure. That is my homeland, Insya Allah…
088. Santa Claus → No, just a fairy tale
089. Kiss on the first date → Like someone would do this to me

ANSWER TRUTHFULLY:
090. Is there one person you want to be with right now → Yes. I’m sick of being alone
091. Do You Like Someone? → Yes, because I’m still normal
092. Are you seriously happy with where you are in life → Sure. Whatever will be happen, it was the best for us and we should pass it happily
093. Do you believe in God → ABSOLUTELY!!!

LASTS
094. Recieved/Sent Text Message → “Ah payah, silahkan cari sendiri artinya. Ya udah, met makan buat semua ya,”
095. Received Call → Gomiiko, my big sister
096. Call Made → Check my balance
097. Comment On MySpace → Je n’ai pas/ arimasen/ I don’t have any
098. Missed Call → Adji Ahmad Jaka Bramantya, since I was riving so I can’t answer his call
099. Person You Hung out With? → My jiheishoo-kuni friends, had dinner on Nasi Bakar
100. Post as 100 truths and tag people!

I tag all of you who read this article!

4 comments May 24, 2009

SambutanNggakJadi

Tanggal 9 Mei 2009 yang lalu sedianya gue diminta Rindi buat ngasih sambutan di acara Sekolah Madya BEM KMFT UGM. Acara ini merupakan salah satu training buat anak2 BEM khususnya yang angkatan 2008 dalam rangka persiapan menghadapi adek2 angkatan 2009 yang bakalan segera brojol.

Aslinya sih sambutan2 kayak gini kan jatahnya si Miftah selaku Ketua BEM. Tapi karena beliau harus pergi ke Kota Jancuk, jadi harus diwakilin. Pun demikian dengan si Bejo Suro alias Fauzi Cabul selaku Menko Internal yang sedianya mengantikan Miftah, ternyata dia juga berhalangan akibat lagi datang bulan. Jadilah gue yang ditunjuk untuk ngasih sambutan.

Gue udah mantep pengen ngasih sambutan, soalnya udah lama banget gue nggak ngomong di depan podium kaya gini. Terakhir kali gue ngasih sambutan adalah ketika gue ditunjuk jadi ketua panitia acara BKST (Bedah Kasus Sosial Teknik) nya Kastrat di bulan November 2007, yang merupakan pertama kalinya gue ngasih sambutan, dan juga terakhir kalinya. The one and only.

Jadilah gue mempersiapkan diri nyari bahan apa yang mau diomongin nanti.

Tapi ternyata takdir berkata lain. Pada tanggal tersebut, gue ditakdirkan untuk berada di kota Depok untuk bertemu kembali dengan keluarga tercinta sekaligus ngeliat rumah yang baru selesai di renovasi. Jadinya kemaren gue nggak jadi ngasih sambutan deh.

Tapi, sejatinya gue udah ada gambaran kira2 hal2 apa aja yang bakal gue omongin. Dan daripada gambaran ini menguap gitu aja, mendingan gue abadikan dalam bentuk tulisan. Jadi inilah dia, gambaran dari materi sambutan yang sedianya bakal gue omongin di waktu itu. Silahkan dinikmati…

Sambutan dari C-Kink selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM pada acara Sekolah Kaderisasi, KPTU Fakultas Teknik UGM, 9 Mei 2009

Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dalam kehidupan yang indah ini. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad saw.

Sebelumnya saya minta maaf dulu, mungkin teman2 disini kecewa karena bukan sosok Miftah yang berdiri di podium ini, melainkan seekor makhluk yang katanya mirip dengan Nicholas Saputra. Hari ini Miftah berhalangan hadir karena beliau harus menjalani kegiatan asrama di Surabaya sana, jadi saya yang ketiban sial menggantikan perannya untuk memberi sambutan disini. Mohon teman2 disini untuk tidak kecewa dan tidak bersedih hati, karena kapan lagi bisa melihat Nicholas Saputra memberi sambutan di depan umum?

Plus, juga sudah lama sekali sejak terakhir kali saya berdiri seperti ini untuk memberi sambutan. Yaitu pada acara BKST nya Kastrat di bulan November 2007 dimana saya dizhalimi dengan ditunjuk sebagai ketua panitianya. Jadi disini teman2, jika nanti sudah setengah jam tapi saya masih belom berhenti bicara memberi sambutan, saya persilahkan kepada teman2 untuk memanggil satpam dan menyeret saya untuk turun dari podium ini.

Iya, tanpa terasa hari ini kita sudah memasuki bulan Mei, yang artinya beberapa bulan lagi kita akan segera kedatangan adek2 baru kita. Mungkin teman2 masih ingat kenangan 1 tahun lalu ketika bagaimana teman2 menjalani hari2 baru sebagai anak Teknik, bagaimana teman2 mendaftar ke BEM, bagaimana teman2 menjalani proses wawancara, sekolah ke-BEM-an, dan sebagainya. Tapi kali ini posisi teman2 sudah berubah, dan mereka yang angkatan 2009 nanti lah yang akan merasakannya.

Dalam rangka persiapan menyambut adek2 kita itulah, kita selaku kakak disini punya sebuah kewajiban untuk membimbing adek2 kita nantinya. Meskipun mungkin dari segi kualitas dan kapasitas, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Namun dengan status kita sebagai kakak, ada satu nilai lebih yang kita miliki disini, yaitu sesuatu yang bernama pengalaman. Karena kita menjalani kehidupan di Teknik ini satu tahun lebih awal dari mereka, sehingga sedikit banyak kita telah memiliki pengalaman dalam menjalani hari2 selaku mahasiswa Fakultas Teknik UGM pada umumnya dan BEM KMFT UGM pada khususnya.

Demikian juga dengan keadaan di BEM itu sendiri. Kita akan segera kedatangan adek2 baru. Lalu budaya dan imej seperti apa yang akan kita bawa kepada mereka?

Budaya dan imej itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh keseharian kita selaku anak2 BEM. Tentunya kita tidak ingin memberikan kesan negatif kepada adek2 kita. Karena itulah, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk mencoba membangun suatu budaya positif di BEM ini. Dan Sekolah Madya ini adalah salah satu langkah menuju kesana.

Akhir2 ini BEM telah kehilangan produktivitasnya. Kita dapat melihat bagaimana ruang BEM sehari2 yang meskipun selalu ramai, tapi diisi dengan kegiatan yang kurang produktif seperti nge-net, facebook-an, nge-game, dan lain sebagainya. Budaya2 positif seperti diskusi, membaca, menulis atau belajar, kini terasa sudah kehilangan gregetnya. Hal ini membuat BEM tidak ada bedanya dengan yang lainnya.

Begitupun juga mungkin dengan kepribadian kita sendiri. Ketika kita kedatangan adek baru nanti, apakah kita telah siap untuk menjadi seorang kakak? Apakah kita memang pantas untuk dipanggil dengan sebutan kakak?

Hal itulah yang coba kita bangun disini, yaitu bagaimana kita menciptakan suatu budaya yang positif di BEM itu sendiri. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa suatu hari nanti kita akan segera meninggalkan BEM, dan mereka lah yang akan meneruskannya. Saya, Miftah dan Fauzi tidak akan selamanya berada di BEM ini. Begitupun dengan para PH. Suatu hari nanti, kalian lah yang akan meneruskannya bersama adek2 kita nanti.

Jadi, sudah seharusnya bagi kita di masa bakti kita yang singkat ini, kita memberikan dan meninggalkan suatu budaya postif bagi BEM itu sendiri. Karena meskipun mungkin nanti kita telah tiada, BEM KMFT UGM akan tetap berdiri.

Sebagaimana bunyi hadist yang kita ketahui, bahwa ketika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya melainkan 3 perkara, yaitu:  ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan anak yang soleh yang selalu mendoakan.

Anak yang soleh, jelas mungkin hari ini kita belum punya anak, kecuali teman2 yang memang udah menikah atau sudah menjanda. Tapi meskipun kita tidak punya anak, jangan lupa bahwa kita punya adek2. Adek2 kita itulah yang nantinya akan menjadi penerus kita, dan merekalah yang akan kita bimbing untuk menjadi adek2 yang soleh.

Sedekah jariyah, mungkin tidak selamanya harus dengan materi. Kalau teman2 punya rezeki lebih, silahkan bersedekah. Atau kalaupun tidak, ya bersedekahlah semampu kita, sekecil apapun, sekalipun sedekah yang bisa kita berikan hanyalah sebatas memberikan senyuman kepada teman kita atau memungut sampah dan membuang pada tempatnya.

Dan ilmu yang bermanfaat, tebarkanlah ilmu kebaikan dan budaya positif yang bisa kita berikan kepada teman2 di sekitar kita. Tunjukkanlah kebenaran dan ingatkanlah akan keburukan. Karena barangsiapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka ia mendapat bagian pahala atas kebaikan yang dilakukannya.

Mungkin cukup sekian sambutan dari saya ini. Jangan pernah lupa bahwa suatu hari nanti kita pasti akan pergi. Tinggal bagaimana kita bisa memberikan suatu kebaikan pada apa yang akan kita tinggalkan itu.

Terima kasih banyak atas perhatian teman2 semua disini untuk menyimak secuil sambutan dari sesosok Nicholas Saputra yang berdiri di podium ini. Terima kasih juga buat rekan2 panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Serta terima kasih untuk teman2 atas kesediannya telah memutuskan untuk meluangkan waktu dalam mengikuti Sekolah Madya ini, karena kedepannya nanti disini teman2 akan mendapatkan hal2 baru yang mungkin nggak akan teman2 dapatkan selain disini, dimana hal itu nantinya tanpa disadari akan meningkatkan kompetensi diri dari teman2 sendiri.

Akhir kata, sekian saja sambutan saya kali ini. Terima kasih banyak atas perhatiannya, dan jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan, karena TEKNIK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5 comments May 18, 2009

PeribahasaJayus

Otreh, di tulisan kali ini kita akan sedikit bermain kata untuk sedikit mengutak-atik sedikit peribahasa yang telah sedikit kita kenal di dalam kehidupan kita yang sedikit waktunya ini.

Ada 2 peribahasa yang akan kita utak-atik. Tanpa banyak omong lagi, silahkan langsung masuk ke materinya aja yaaaa…

  1. Sambil Menyelam Minum Air

Udah pada tau kan peribahasa ini? Secara tersirat menggambarkan tentang kegiatan yang dilakukan sekaligus, atau melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Kalo ada yang punya definisi sendiri ya silahkan terjemahkan peribahasa tersebut menurut bahasa kalian masing2.

Tapi sekarang coba kita utak-atik sedikit kalimat tersebut. Kalo kita sadari, menyelam biasa dilakukan di laut, soalnya kalo di kolam renang mah jadinya bukan menyelam tapi tenggelam. Di lautan itu, isinya bermacem2. Nggak cuma ada air doang, tapi juga ada banyak ikan, ada terumbu karang, ada tanaman laut, ada mutiara, dan kalo beruntung mungkin bisa ketemu putri duyung. Mengingat banyaknya potensi yang ada di sektor kelautan tersebut, maka mungkin nggak ada salahnya kalo peribahasa di atas sedikit kita ubah konteksnya menjadi,

“Sambil menyelam sekalian nangkep ikan, ngambil mutirara, mungutin rumput laut dan alga serta kenalan sama putri duyung”.

Apa arti dari peribahasa tersebut? Silahkan kembangkan otak kanan kalian untuk mencari tau jawabannya sesuai persepsi kalian sendiri!

  1. Sekali Mendayung, Dua-Tiga Pulau Terlampaui

Yang ini juga udah pada kenal kan? Maknanya secara tersirat nggak jauh beda dengan peribahasa yang sebelomnya, yaitu melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Konteksnya masih sama. Mendayung yang melampaui pulau itu biasa dilakukan di lautan, soalnya kalo cuma mendayung di sungai, yang dilampaui bukanlah pulau melainkan tinja alias kotoran manusia yang mengapung mengikuti aliran air. Nah karena mendayungnya di lautan, mari kita ingat bahwa setiap harinya banyak kapal2 yang berlayar di lautan. Entah itu kapal tanker, kapal pesiar, kapal induk, kapal ferry maupun kapal-an kudisan panuan, bahkan kapal api sekalipun (kok kayak merek kopi ya?).

Nah, sekarang mari kita edit peribahasa tersebut menjadi,

“Sekali mendayung, dua-tiga kapal kita rampok”

Untuk gambaran, mungkin perlu dijelasin sedikit definisi tentang peribahasa barusan yang agak berbau2 One Piece dengan bajak lautnya. Kalo 2-3 pulau terlampaui, itu kan lebih berorientasi kepada kecepatan kerja. Sedangkan kalo 2-3 kapal kita rampok, ini nggak cuma sebatas kecepatan kerja tapi juga kualitas dan kekuatan serta hasil pekerjaan. Kok bisa? Ya bisa doooonk…

Kualitas dan kekuatan: hanya dengan bermodalkan kapal dayung, kita bisa merampok kapal2 lainnya. Mungkin bisa kapal tanker yang membawa minyak sekian kilo liter senilai milyaran rupiah atau kapal pesiar yang mewah yang dihuni oleh penumpang2 tajir, berduit dan borjuis. Lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal induk yang lengkap dengan sistem radar teknologi tinggi serta persenjataan mutakhir. Dan sangat lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal selam!

Hasil pekerjaan: dengan keberhasilan merampok kapal tanker dan kapal pesiar, coba bayangkan berapa total nilai keuntungan yang bakalan kita peroleh? Wuuaaaah… Cring cring…

Ya, begitulah kiranya pembahasan kita kali ini. Sebagaimana judulnya, tulisan ini hanyalah sebuah kejayusan belaka yang kiranya mampu membuat otak kanan kita terlatih untuk berkreasi dan berkembang lebih jauh lagi. Semoga dinas pendidikan dan kebudayaan atau dinas tata bahasa atau dinas apalah namanya yang mengurusi masalah kebahasaan tidak memperkarakan tulisan ini ke pengadilan. Hohohoho…

Add comment May 18, 2009

Ahahahahaha

Minggu 17 Mei 2009, sore hari di salah satu sudut KPTU sayap Selatan Fakultas Teknik UGM . Gue lagi rapat sama anak2 KKN. Sebenernya istilah rapat juga kurang cocok sih, soalnya kita cuma nongkrong2 doank mempererat kekeluargaan. Ngobrol ngalor-ngidul nggak jelas. Yang penting hari ini semuanya bisa saling ketemu dan bertatap muka.

Ketika lagi ngobrol2 nggak jelas, topik pembicaraan mengarah ke kegiatan abis rapat 2 minggu lalu. Waktu itu abis rapat di GSP kita makan2 di Pondok Cabe terus karaokean di Happy Puppy (baca tulisan gue yang judulnya “3Mei2009”). Si Bram waktu itu nggak ikut karaokean gara2 pengen nonton AC Milan tanding. Dia membuka pertanyaan,

“Eh gimana waktu itu karaokeannya, rame nggak?”

Beberapa orang menimpali pertanyaan tersebut. Sementara gue tertawa lebar mengingat gimana waktu itu si Hasan betah banget ndangdutan ditemenin Nana yang hobi ngebor. Lalu spontan Bram nanya ke gue yang terkenal cool, kalem, tenang, tentram dan damai kalo lagi rapat, eh lagi nongkrong,

“Kamu gimana kemaren Kink, ikut nyanyi juga nggak?”

Ditanya gitu gue pun tersenyum dan membalas,

“Weiits, jelaaaas…! Ikutan nyanyi juga donk…!”

Dan si Bram setengah nggak percaya berujar,

“Ah masa?”

Tapi tiba2 salah seekor makhluk disitu yang bernama Putri ikutan ngasih komentar untuk memperkuat jawaban gue,

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Kriiiiik…

Kriiiiik…

Kita replay sekali lagi ucapan Putri barusan:

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Replay sekali lagi,

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Sekaliiiii lagi,

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Sekarang kita teliti lebih jauh lagi, khususnya pada kalimat “C-Kink SUARANYA BAGUS loh”…

HAAAAAAAAAAAH??? C-KINK SUARANYA BAGUS???

Di dalam hidup gue yang udah menyentuh usia 20 tahun ini, mungkin inilah pertama kalinya ada orang yang bilang di depan gue langsung bahwa “suara gue bagus”. Huiks huiks… Srooooot…

Nggak bisa dipungkiri, gue emang nggak punya bakat nyanyi. Lidah gue cadel dan artikulasi kata2 yang keluar dari mulut gue juga nggak jelas. Plus, rentang jangkauan nada suara gue lain dengan orang2 kebanyakan, yaitu beberapa nada lebih rendah dari umumnya. Hal ini ngebuat suara gue nggak nyampe buat nyayiin lagu2 pada umumnya, karena nada suara gue kerendahan. Pun demikian, hal ini juga yang ngebuat gue nggak bisa teriak2. Kalo pun ada nada2 tinggi, itu semua gue akalin dengan suara falchetto. Tapi jadinya malah lebih mirip suara kambing nahan mencret. Bener2 rezeki gue emang bukan di bidang tarik suara, sekalipun gue hobi bermusik dan bisa nyiptain lagu.

Tapi sore itu, akhirnya ada juga orang yang secara spontan berujar bahwa “C-Kink suaranya bagus loh…!”. Nggak tau juga sih, mungkin selama ini ada yang salah dengan pendengarannya si Putri. Huehehehehe…

Ya nggak masalah kok. Intinya, gue mengucapkan terima kasih banyak buat Putri yang lidahnya telah kepleset untuk memuji suara gue yang nggak ada enak2nya ini. Hohohohoho… Apa yang diucapkan Putri itu semoga nggak sia2 dan bisa memotivasi gue untuk mempelajari dunia tarik suara dengan lebih semangat lagi. Serta karena gue punya banyak kekurangan dalam hal ini, tinggal bagaimana gue mengakalinya, soalnya nggak ada yang namanya kekurangan jika kita bisa mengubahnya menjadi suatu kekuatan.

Dan sejak sore itu, semoga gue diberi pintu rezeki untuk memudahkan jalan gue di dunia tarik suara. Sehingga suatu hari nanti ketika gue bernyanyi, maka suara gue akan mampu membuat anak kecil menjadi menangis, membuat pasangan yang bertengkar menjadi bunuh2an, membuat orang stress menjadi semakin stress, membuat pengunjung restoran jadi nggak napsu makan, membuat ibu hamil langsung keguguran dan membuat tokek2 kabur ketakutan. Semoga…

Add comment May 18, 2009

DhaniaChairunnisa #3

(Sekali lagi, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1” sama “DhaniaChairunnisa #2”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)

Entah sudah berapa kali matahari terbit dari arah Timur. Dan entah sudah berapa kali burung2 pulang ke sarangnya. 8 tahun telah berlalu sejak C merasakan bagaimana bahagianya ia yang seorang pecundang menjalani ujian caturwulan satu meja bersama D yang istimewa. Kini C dan D sedang menjalani tahun ketiga perkuliahannya di kampus masing2, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Paramadina.

Bulan ini, tepatnya tanggal 15 Mei, D berulang tahun. Bukan C namanya jika ia tidak tau tanggal ulang tahun D. Dan sekali lagi, bukan C namanya jika ia berani untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada D secara terang2an, meskipun hati kecilnya sangat menginginkannya, sekalipun hanya 1 kali dalam seumur hidupnya.

Ratusan bahkan ribuan orang mungkin telah mengucapkan ucapan selamat ulang tahun pada D. Dan mungkin ia tidak begitu peduli jika ada salah seekor penghuni kota Yogyakarta yang turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun padanya. Apalah artinya seonggok pecundang seperti C dibandingkan seorang ratu seperti D.

Beberapa waktu sebelumnya, C yang merupakan seorang pemusik yang diberikan rezeki berupa kemampuan untuk menciptakan lagu, telah mampu membuat sebuah lagu yang ia tujukan untuk D. Lagu itu terinspirasi dari sosok D yang pernah hadir dalam kehidupan C. Meskipun mungkin lirik dan nada nya sangat jauh dari nilai2 estetika dan keindahan, tapi memang hanya itulah yang mampu dilakukan untuk C dalam menanggapi perasaannya terhadap D.

Lagu itu selama berbulan2 hanya menjadi konsumsi pribadi C seorang diri. Karena kepecundangannya, C tidak berani untuk mempopulerkan lagi tersebut. Setiap ada waktu, C memetik gitarnya dan memainkan lagu itu seorang diri. Hanya seorang diri. Jadilah mungkin tidak banyak yang tau akan lagu tersebut, apalagi si D, yang merupakan sumberi inspirasi C di dalam menulis lagu itu. Meskipun sejatinya, C berharap suatu hari nanti D akan mendengarkan lagu ciptaannya tersebut.

Dan kini, di hari ulang tahun D, sekali lagi tetap tidak ada yang mampu C lakukan. Kecuali sekedar me-launching lagu yang pernah ia ciptakan itu. Lagu yang terinspirasi dari keindahan seorang D. Lagu yang setia menemani C di malam sepinya. Sebuah lagu yang berjudul “Dhania (Selalu Selamanya)”.

Juni 2008

Dhania (Selalu Selamanya)

C-Kink

Kubuka lembaran masa lalu

Kubaca cerita dalam hidupku

Dan ku teringat tentang dirimu

Yang pernah temaniku

#

Ku teringat semua tentang kita

Ku teringat semua cerita kita

Cerita saat kita bersama

Nikmati suka dan duka

*

Meski kini kita tak lagi bersama

Namun rasa ini akan selalu ada

Membayang menyelimuti diri

Walau dirimu kini telah pergi

(Dan tak akan pernah terobati)

Reff:

Dhania kau kan selalu ada di hatiku

Walaupun dirimu t’lah jauh dariku

Dhania kau s’lalu ada di mimpiku

Karena cintaku untukmu

Selalu s’lamanya

Meski kini ku tak tau

Dimanakah dirimu oh berada

Namun rasaku ini

Takkan pernah berakhir

Selalu untukmu selamanya

(CATATAN:

Bagi yang ingin mendapatkan lagu tersebut, silahkan kirim email ke alamat c_kink_noa_zoro@yahoo.com dengan subject: “minta kirim lagu”. Insya Allah nanti bakalan dikirim email balesan plus lagu tersebut dan liriknya. Jangan lupa juga untuk mencantumkan identitas diri, soalnya lagu ini masih sangat belum populer dan ada kemungkinan dibajak serta dikomersilkan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab.)

Itulah sebuah lagu yang C ciptakan dengan si D sebagai sumber inspirasinya. Dan itulah kiranya sekelumit cerita yang pernah C alami. Cerita tentang cinta pertama C.

Butuh keberanian tersendiri bagi C untuk menceritakan kisahnya yang bodoh ini. Namun C sadar, bahwa cepat atau lambat, suatu hari nanti ia pasti akan segera pergi meninggalkan dunia ini. Meninggalkan dunia dengan segala isinya, dengan segala kehidupannya, dengan segala lika-likunya, dan dengan segala cerita cintanya.

Dan C hanya tak ingin jika tiba waktunya ia pergi nanti, semua ceritanya akan terbawa ke dalam tanah kuburan bersamanya. Kini adalah saatnya bagi C untuk membuat dunia tau tentang cerita2 yang pernah terjadi di dalam kehidupannya. Sehingga meskipun jika suatu hari nanti C telah pergi, semoga semangat C akan tetap selalu menyala di muka bumi ini.

Tidak ada harapan C terhadap D atas apapun yang ia ceritakan disini. C hanya ingin, jika suatu hari nanti C diberi rezeki untuk bertemu dengan D lagi, D masih ingat dan akan selalu ingat tentang hari2 ujian caturwulan yang pernah dilalui bersama. C hanya ingin D ingat bahwa di dunia ini, pernah hidup seorang pecundang yang bernama C itu sendiri. C hanya ingin bahwa D ingat bahwa mereka berdua pernah saling mengenal. Dan kalaupun ternyata D lupa akan itu semua, maka sesungguhnya C akan selalu mengingat D di dalam hatinya. Insya Allah…

Yogyakarta, 16 Mei 2009

Tamat

Add comment May 18, 2009

DhaniaChairunnisa #2

(Oiya, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)

Hari telah berganti. Kini C telah duduk di salah satu sekolah menengah atas negeri di kota tersebut. Sementara D berada di sekolah yang berbeda dengannya. Namun perasaan itu akan selalu sama, meskipun kini sangat kecil kemungkinan C akan mampu melihat sosok D lagi.

Tapi selalu ada kesempatan di setiap kesempitan. Meskipun mereka sekolah di tempat yang berbeda, seringkali selama beberapa waktu C masih diberikan kesempatan untuk melihat keindahan seorang D. Beberapa teman D bersekolah di tempat C berada. Dan kadang2 setelah pulang sekolah, C sering meilhat D berada tak jauh di depan pintu gerbang sekolah, menunggu kepulangan temannya. C melirik ke arah D, dan D pun melirik ke arah C. Mereka berdua saling lirik2an layaknya film India. Bo le cu ri yaaa… Bo le ja ne pyaaaa…

Kali ini, tak ada lagi nama C yang disebut dari bibir D. Demikian juga dengan C. Meskipun kini usianya telah bertambah, namun kedewasaan C masih sangat kekanak2an, lebih kanak2 daripada anak bayi sekalipun. C sangat ingin sekedar menyapa D, tapi apa daya nyali tak sampai. Dasar cemen lu C!

Dan itu terjadi tidak hanya sekali. Mereka seringkali diberikan kesempatan untuk saling bertatap muka. Tapi karena emang si C ini idiotnya udah stadium tingkat tinggi yang mungkin tidak bisa disembuhkan lagi, ia masih tetep tidak berani sekedar menggerakkan bibirnya untuk memanggil nama si D. Begitupun dengan kesempatan lainnya, seperti ketika D yang sedang naik becak hendak pulang ke rumahnya. Becak yang ditumpangi D seringkali berjalan melintasi C yang kebetulan lewat. Meskipun mereka berdua saling tau sama tau, tapi mari sama2 kita gebukin si C, karena si C masih belom berani untuk menyapa D!

Selang beberapa waktu mereka tidak bertemu lagi. Hingga suatu hari, C yang merupakan seekor anak band mendapatkan kesempatan untuk manggung dalam acara pentas seni yang diadakan oleh sekolahnya D. Berlima, C lolos audisi dan berhak untuk naik panggung.

Akhrnya tibalah hari yang dinantikan. C naik ke atas panggung dengan 4 orang temen bandnya. Dan dari atas panggung ia melihat sosok D sedang menonton di salah satu sudut. C tidak tau apakah D sadar akan kehadiran C di atas panggung, namun C hanya bisa berusaha untuk memberikan performance yang terbaik yang ia bisa, sembari hati kecilnya berharap semoga D menyaksikan aksi panggungnya itu.

Tahun telah berganti, kini D telah melanjutkan ke pintu gerbang perkuliahan. Ia melanjutkan studinya di kampus STEKPI, Jakarta Selatan. Sementara C masih sibuk berkutat dengan tahun terakhirnya menjalani kehidupan sekolah. Dan sejak saat itu, C pun tidak pernah melihat keindahan sosok D lagi.

Dan kini, waktu telah semakin berlalu. Hari ini C sedang sibuk menyelesaikan studinya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan D yang awalnya kuliah di STEKPI, setelah 1 tahun ia memutuskan untuk berpindah studi. Jadilah kini D berada di Universitas Paramadina, Jakarta, yang diketuai oleh rektor bernama Anies Baswedan.

Namun, dimanapun mereka berada, C akan selalu berharap akan kehadiran seorang D, meskipun mereka berada dalam ruang dan waktu yang berbeda. Sementara layar komputer hanya diam membisu menyaksikan mereka berdua.

Bersambung…

Add comment May 18, 2009

DhaniaChairunnisa #1

(Sebelomnya gue mau nanya dulu ah. Ini kenapa judul tulisannya kok kaya nama perempuan ya?)

Alkisah pada jaman dahulu kala ketika penduduk bumi sedang menikmati euforia milenium, tersebutlah 2 ekor anak manusia yang masih imut2 plus amit yang berada di sekolah yang sama. Kita sebut saja si “C”, pemuda cacingan berumur 13 tahun dan kakak kelasnya yang bernama si “D”, gadis anggun yang 1 tahun lebih tua dari si C.

C, seorang lelaki yang sangat tidak populer di sekolahnya dan tidak memiliki seekor temanpun, yang bahkan untuk berbicara dengan orang lain pun ia sangat2 malu dan nggak berani melakukannya. Sementara D, seorang perempuan laksana ratu sekolah, yang kemanapun ia melangkah mata semua orang akan tertuju padanya dan mencoba menyapanya. Kehidupan mereka berdua sangat bertolak belakang, laksana tukang siomay dan tukang copet. Tukang siomay kalo dipanggil akan segera mendekat, sementara tukang copet kalo dipanggil akan segera berlari menjauh. Wuuuuuush…

Pada suatu hari, ketika sekolah tersebut mengadakan ujian caturwulan (dulu kan masih pake nama caturwulan/cawu, bukan semester kaya sekarang), anak2 kelas dimana C berada akan dipasangkan dengan anak2 dari kelas dimana D berada. Semua anak kelas C berlomba2 mencari tau siapa pasangan duduknya, dengan harapan bisa numpang nanya2 jawaban atau sekedar menjadi pelindung kalo mau nyontek atau ngebet.

Disaat orang2 mencari tau pasangan duduknya, nggak demikian dengan C. Dia tetap menjalani hari2nya seperti biasa, merenung seorang diri di pojokan kelas berteman bayangannya sendiri.

Sampai akhirnya, tiba2 kelas tersebut didatangi oleh beberapa ekor perempuan kakak kelas. Salah seorang diantara mereka bertanya, “Eh yang namanya C orangnya yang mana?”. Lalu salah seorang anak kelas tersebut menunjuk sosok C yang sedang berbicara dengan tembok di pojokan kelas. C yang merasa ditunjuk2, segera menoleh sekilas. Tapi dia tau, tidak akan pernah ada orang yang mau membagi perhatian dengannya. Ia menyangka bahwa bukan dirinyalah yang sedang ditunjuk, melainkan tembok yang ada di hadapannya. Akhirnya C kembali kepada kesibukannya semula, berbicara dengan tembok. Sementara beberapa perempuan kakak kelas tadi tersenyum cekikikan seakan2 baru melihat Vidi Aldiano keselek jam tangan.

Akhirnya tibalah hari ujian. Dengan langkah tanpa semangat, C masuk ke kelas dan mencari tempat duduk sesuai nomornya. Ia duduk manis disana, menatap meja kayu dihadapannya. Dan tiba2 seorang perempuan datang dan duduk di sebelahnya. Mata C sekilas melirik ke arah perempuan tersebut dan… C hampir tidak mempercayai penglihatannya…

Perempuan itu bukan kakak kelasnya.

Perempuan itu bukan manusia.

Perempuan itu bukan perempuan.

Karena perempuan itu adalah BIDADARI!!!

Dag dig dug… Jantung C yang lemah dan cacingan berdetak. Ia berpikir dalam hati, kenapa ada bidadari di sekolah ini? Bukankah tempatnya bidadari seharusnya adalah di khayangan sana?

Bidadari eh perempuan itu tersenyum manis menyapa C. Sementara C tidak siap menerima senyuman semanis itu. Ia benar2 gugup, sampai2 ia merasakan ada cairan yang menetes dari balik celananya. Ih ngompol… Dan C hanya mampu membalas senyuman itu dengan senyuman ala kadarnya, yang kalo diperhatikan baik2 lebih mirip seorang anak kecil nahan mencret. Crett… Crettt… Ih bau!

C mencoba mencari tau siapa nama bidadari eh perempuan itu. Dan diperolehlah bahwa perempuan itu bernama D. D juga termasuk salah seorang perempuan yang ketika itu main2 ke kelas C dan bertanya yang manakah orang yang bernama C.

Akhirnya, hari2 ujian caturwulan C berikutnya dihabiskan dengan 1 meja bersama D. Ternyata D tidak hanya menarik, tetapi juga ramah. Seringkali D mencoba mengajak berbicara C dengan hal2 yang kecil. Tapi dasar C orangnya blo’on dan idiot serta goblok plus tolol. Dengan kemampuan komunikasi yang jauuuuuuuuh dibawah manusia normal pada umumnya, C bingung harus berkata apa setiap kali D mengajaknya bicara. Jadilah C terlihat sebagai sosok yang diam dan kaku, sangat bertentangan dengan kata hatinya yang ingin berbicara dengan D.

Seminggu lamanya C melangsungkan ujian disisi D. Seminggu lamanya D mencoba menyapa C. Dan seminggu lamanya pula C bingung tidak tau harus berkata apa. Dasar goblok lu C, mati aja sono!

Akhirnya hari Sabtu pun tiba, yang artinya ujian caturwulan akan berakhir hari ini. Artinya juga, setelah ini C akan kehilangan kesempatan untuk bertemu D. Karena mereka akan kembali ke kelasnya masing pada tahun ajaran baru. Tidak ada yang dapat C lakukan selain merenung seorang diri, berterima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bidadari seperti D.

Dan, cinta pertama C pun terkubur bersamaan dengan dimulainya libur tahun ajaran. Huiks huiks… Srrooooott…

***

Tahun ajaran telah berganti. Ini tahun terakhir D bersekolah di tempat ini, kalo dia lulus nanti. C masih berharap suatu hari nanti ia dapat bertemu kembali dengan D. Tapi emang dasar si C ini blo’onnya udah kebangetan, dia pun nggak tau apa yang harus dilakukan kalo emang beneran ketemu sama si D.

Dan karena masih berada di satu sekolah yang sama, probabilitas bertemunya mereka berdua masih cukup tinggi. Dan tibalah pada suatu hari dimana dalam beberapa kesempatan, D dan teman2nya berjalan berpapasan dengan C. Dengan penuh keramahan dan kehangatan, D selalu menyapa C setiap kali mereka berpapasan. Dan bodohnya, C tidak pernah membalas sapaan tersebut. Hanya senyum yang mampu ia berikan, entah apakah D akan melihat senyuman itu atau tidak.

Betapa ini adalah suatu kehormatan besar bagi seorang C yang setiap harinya menghabiskan waktu bersama bayangannya sendiri tanpa seorang pun teman. Seumur hidupnya, baru kali ini ada orang yang mau menyapanya ketika sedang berpapasan. C memang sangat2 pecundang dan cacingan, yang membuatnya tidak punya banyak teman. Ketika di jalan ada yang ingat dengan sosok C, itu sudah sangat bagus untuknya. Apalagi sampai ada orang yang mau menyapa C, ini benar2 suatu kebahagiaan baginya. Betapa C terharu melihat inilah pertama kalinya ada orang yang mau menyapa dia. Saking terharunya, sampe jadi pengen nangis. Nangis dulu yuk… Huhuhuhuhu… Huiks huiks…

D selalu menyapa C disetiap papasan, dan C, sekali lagi, dengan idiotnya nggak pernah mampu membalas sapaan tersebut, meskipun sebenernya hati C sangat menginginkannya. Sampai selang beberapa waktu, mungkin D lelah dengan C yang tidak pernah membalas sapaannya. Dan akhirnya D tidak pernah lagi menyapa C di setiap papasan. Sementara C sangat merindukan namanya disebut oleh bibir D yang manis itu.

Hari berganti hari, tak ada lagi sapaan dari D untuk C. Dan C pun tidak pernah berani untuk mulai menyapa D duluan. Dasar C emang goblok banget dah ah… Dan akhirnya hari kelulusan pun tiba. D dinyatakan lulus dan diterima di salah satu sekolah swasta di kota itu. D pun beranjak pergi meninggalkan masa mudanya. Sementara C hanya bisa menyesali kebodohannya yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik terhadap orang2 di sekitarnya.

Dan ikan lou-han itu pun tersenyum… Menertawakan kegoblokan C dan cinta pertamanya itu…

Bersambung…

Add comment May 18, 2009

IPkelimaku

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Ya ayyuhan naas…

Aduh… Nggak terasa sekarang udah bulan Mei 2009, udah menjelang UAS semester 6. Padahal gue belom mem-publish pogress IP gue di semester 5 kemaren. Udah jadi kewajiban buat gue untuk mem-publish IP yang gue peroleh di tiap semesternya. Hal itu bisa lu liat di blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com. Jadi silahkan aja kalo lu mau tau IP gue dari sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jogja ini sampe sekarang.

Dan karena sekarang pun semester 6 udah mau berakhir tapi gue belom sempet mem-publish IP gue semester 5 kemaren. Tanpa banyak omong lagi, ini dah IP gue di semester 5 gue kasih liat. Jangan diketawai yaaaa…

Semester 5

Mata Kuliah SKS Nilai Nilai Bobot
Kerja Praktek/Studi Mandiri 2 A 4 8
Kontrol Otomatis 2 B+ 3.5 7
Praktikum Elektronika Nuklir 1 B 3 3
Proteksi Radiasi 3 B 3 9
Material Nuklir 2 C 2 4
Analisis Reaktor Nuklir 2 D 1 2
Operasi Unit 2 A 4 8
Kimia Radiasi 2 B+ 3.5 7
Teknologi Uji Tak Merusak 2 C 2 4
Metode Monte Carlo 2 B 3 6
Regulasi Nuklir dan SSAC 2 B 3 6

Jumlah bobot = 64

IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 64 /22 = 2.91

Begitulah… Jangan diketawain lho, diledekin aja… Huehehehe…

Dari hari ke hari, rasanya IP gue makin rusak aja. Dan hari ini pun nggak tau kenapa rasanya susah banget buat IP gue untuk menyentuh angka 3. Mungkin gue perlu mengunci diri dari dunia luar dan ber-uzlah dulu untuk mengembalikan kapasitas otak gue yang dulu sempet memberikan hasil positif berupa IP sebesar 3.5. Tapi sekarang? Membaca saja sulit…

Ya pokoknya itulah intinya. Gue berterima kasih kalo setelah ngebaca tulisan ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gue gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar sana yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, tararengkyu banget ya karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca tulisan gue ini.

Oiya… Sekali lagi, kita masih punya pantun dari Olga.

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUCI…

CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KACI…”

Yuk yah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Add comment May 18, 2009

FilmYouMustSee

Selama seminggu kemaren, gue melarikan diri dari kota Jogja untuk pulang kampung ke Depok, dengan alasan mau cuti hamil. Dih, masa iya sih bo akika hamil? Bukan, bukan gue yang hamil. Terus siapa dong yang hamil? Nggak tau ya, mungkin si ikan di kolam gue, mungkin si keluarga cicak, atau mungkin si tikus yang suka ngendap2 di dapur tiap malem. Jadilah akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, gue sempet2in untuk pulang ke Depok ditengah kesibukan gue yang gue isi dengan tidur, tidur dan tidur.

Mumpung lagi di Depok, gue nyempetin diri untuk nonton film. Udah lama sejak terakhir kali nangkring di bioskop. Dan Alhamdulillah, kedua biji film yang gue tonton itu bisa dikatakan nggak mengecewakan untuk ukurannya. Jadilah uang yang gue keluarin buat beli tiket bioskop yang kapitalis itu sebanding dengan kepuasan terhadap film yang ditonton. Eh nggak puas juga sih, tiketnya kemahalan bo…

Emangnya film apa aja sih yang gue tonton? Mau tau jawabannya? Tekan tutsnya dan mainkan!

Janda Kembang

Janda Kembang, disingkat “Jambang” (idih bikin singkatan kok seenaknya) adalah film lokal karya sutradara Hanung Bramantyo. Waktu lagi mau nonton di Margo City, pilihannya ada Bukan Cinta Biasa, Jambang, film action-Asia yang gue lupa judulnya, sama Knowing. Akhirnya gue tertarik untuk menjatuhkan pilihan pada film Jambang, soalnya dari referensi yang gue baca, disini Luna Maya menyumbangkan suaranya untuk menyayikan beberapa lagu pop lokal. Titi Kamal sama Nirina kan udah pernah, sekarang gilirannya Luna Maya. Terus gilirannya Asmirandah kapan? Kalo si Cincyah Laurah mah udah pernah juga…  I don’t wanna lose you… Yes I wanna hold you… I dont wanna make you… Make you sad and make you cry… Oh baby baby baby…

Dan kemudian gue duduk manis di bioskop nonton film ini. Bla bla bla bla bla bla bla bla… Satu setengah jam kemudian filmnya kelar dan gue pun keluar dari bioskop dengan menarik napas panjang. Fiuuuuuh…

Terus kenapa tulisan ini dikasih judul “FilmYouMustSee”? Soalnya, film ini beda sama film2 Indonesia kebanyakan yang umumnya cuma punya 2 genre: komedi mesum atau horor. Yah mentok2 film drama romantis, meskipun romantismenya terkesan murahan.

Basic dari film Jambang ini emang kesannya komedi, tapi semakin filmnya berjalan, semakin kita sadar kalo film ini nggak cuma bermodalkan kocokan perut doang. Ada bagian ketika kita dibuat tertawa, ada bagian ketika kita dibuat berpikir dan tersenyum satir, ada bagian ketika kita dibuat naik darah, ada bagian ketika kita dibuat terharu dan ada bagian ketika kita dibuat tidur. Zzzzz…. Grrooook… Zzzzzz… Heh jangan ngorok!

Bagian yang paling keren adalah ketika Sarah Sechan yang berperan sebagai Yuli selaku suami dari Dodi yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, saling beradu mulut. Disini, dalam satu scene yang lumayan panjang (tanpa pemotongan), Yuli dan Dodi gontok2an dengan gaya khasnya masing2 yang sangat menarik. Apresiasi khusus buat Sarah Sechan yang sepanjang scene mampu berteriak marah2 tanpa jeda dengan logat Sunda yang khas.

Gue nggak tau sih si Sarah Sechan ini aslinya orang mana, emang asli orang Sunda apa bukan. Sekalipun berbicara ceplas-ceplos udah identik dengan keseharian dia, tapi tetep aja gue takjub ngeliat dia bengak-bengok dengan logat Sundanya. Maknyus banget dah ah…

Nggak cuma itu doang, banyak adegan2 lainnya yang juga kiranya patut untuk diberi acungan jempol kaki. Tapi kalo mau tau adegannya kaya gimana, ya mendingan lu nonton aja dah sono. Nggak seru dong kalo semuanya gue ceritain disini. Hohohohoho.

Dan, dari referensi yang gue baca, inti film ini adalah ingin menyampaikan sebuah pesan yang udah sering kita denger tapi jarang kita aplikasikan. Sebuah pesan yang berbunyi, “Fitnah itu lebih kejam daripada tidak memfitnah”! Eh salah, maksudnya “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Gitu intinya. Atau kalo mengutip ucapan salah satu tokoh politik nasional, bunyinya “Fitnah adalah perbuatan…”

Wolverine: The Origins

Cerita2 dengan alur feedback emang selalu menarik buat disimak. Di film Star Wars, gimana ceritanya si tokoh jagoan di 3 film awal bisa jadi penjahat di 3 film terakhir. Di komik One Piece, gimana Chopper bisa jadi dokter hebat kaya sekarang. Pun demikian dengan film X-Men yang satu ini, yang menceritakan tentang awal mula munculnya mutan2 ajaib dan kenapa si Gabe Logan minta dipanggil dengan nama Wolverine.

Khas film Barat, film2 superhero yang mengadopsi dari komik emang selalu menarik buat ditonton. Batman, Spiderman, Fantastic Four, Iron Man, siapa yang nggak kenal? X-Men ini juga sama, kira2 nggak jauh beda lah isinya, ada drama, aksi baku hantam, tembak2an, dll.

Terus, kenapa film ini juga gue sebut sebagai “FilmYouMustSee”? Jawabannya simpel aja kok. Simpel dan sedikit narsis, soalnya ini terkait dengan status gue sebagai mahasiswa Teknik Nuklir.

Ceritanya gini. Di film itu, ada sebuah markas penelitian tempat para mutan disimpen buat diteliti gennya. Si Logan alias Wolverine penasaran dimana markas penelitian tersebut berada, soalnya dia pengen ketemu face to face sama si jenderal yang punya proyek penelitian tersebut. Kemudian diperoleh info dari temennya Will.I.Am Black Eyed Peas bahwa markas tersebut berada di sebuah pulau entah dimana.

Denger kata2 “sebuah pulau entah dimana”, gue langsung terbayang sebuah pulau di Afrika sana, yang emang identik dengan hal2 kaya gini. Atau mungkin pulau2 di kepulauan Karibia, kaya di film Pirates of Caribbean nya Johny Depp. Bahkan bisa juga pulau2 di Asia Tenggara termasuk Indonesia, mengacu pada film KingKong.

Akhirnya si Wolverine dipertemukan dengan Gambit yang jago main kartu. Lalu si Gambit yang tau letak pulau tersebut bersedia nganterin Wolverine kesana. Dan dengan menggunakan helikopter, mereka berdua segera tancap gas dan melaju.

Gue penasaran, pulau kaya gimana yang bakalan muncul? Gue kira mereka bakalan terbang ke hutan2 atau ke laut, eh ternyata nggak. Mereka malah terbang ke daerah perkotaan dengan gedung2 betingkat. Kemudian tibalah mereka di pulau tersebut, pulau yang bikin gue nyengi2 sendiri.

Pulau apakah itu?

Pulau itu bernama…

…THREE MILES ISLAND!!!

Kriiiiik… Kriiiiik…

Emang ada apa dengan Three Mile Island? Buat lu yang awam emang pasti nganggep ini biasa aja. Tapi buat gue yang anak Teknik Nuklir, pulau ini punya kenangan tersendiri. Ah so sweet…

Three Miles Island adalah sebuah tempat reaktor nuklir PLTN di Amerika sana. Dia berada di sebuah pulau kecil di tengah sungai, berada di wilayah perkotaan. Dulu Three Miles Island sempet populer gara2 pernah terjadi kebocoran di dalemnya. Tapi kebocoran itu bisa teratasi, nggak sampe menimbulkan korban jiwa dan nggak sampe mengakibatkan ledakan kaya reaktor Chernobyl di UniSovyet.

Three Miles Island adalah salah satu bukti keberhasilan sistem safety pada PLTN. Tapi nggak tau kenapa, info kesuksesan safety Three Miles Island ini nggak pernah tersebar luas di kalangan masyarakat umum. Orang2 cuma taunya tentang Chernobyl doang, dan ini dijadikan salah satu senjata bagi mereka yang anti PLTN. Padahal selain Chernobyl kan masih ada Three Miles Island yang sistem keamanannya berfungsi baik dalam situasi kebocoran kaya gini. Huh, ada penyesatan opini disini!

Kita balik lagi ke Wolverine. Ternyata markas penelitian mutan itu bersembunyi dibalik kemegahan reaktor Three Miles Island itu. Mungkin karena mutan identik dengan mutasi gen dan mutasi gen identik dengan paparan radioaktif, jadilah pulau Three Miles Island yang dipilih jadi markasnya.

Dan di penghujung film, digambarin adegan baku hantam yang dilakukan di atas salah satu Cooling Tower. Ini juga maknyus, kapan lagi bisa liat Cooling Tower dengan pemandangan kaya gini? Tapi disini Cooling Towernya lagi nggak beroperasi, terlihat dari nggak adanya uap yang nongol. Dan pada akhirnya, Cooling Tower tersebut runtuh dan hancur kena lasernya si musuh yang ilmunya ngambil dari gennya si Scott alias Cyclops.

Akhirnya selesai lah sudah film tersebut dan gue diberikan pemandangan tentang Three Miles Island lengkap dengan Cooling Towernya. Kalo lebih diteliti lagi secara keilmuan, ada beberapa kejanggalan di film ini. Tapi itu nggak masalah, toh film ini lebih menitikberatkan pada drama dan baku hantamnya, bukan pada unsur2 keilmuannya.

Udah deh… Segini dulu aja yaaaa…!!!

2 comments May 18, 2009

AngkringanTonight #3

Another side story of angkringan!

Malem ini gue ujian lisan bahasa Jepang. Ujian lisan yang dimulai dengan watashi wa C-Kink desu, Depok kara kimashita, Karangwuni ni sundaimasu, hatachi desu, Gadjah Mada daigaku no gakusei desu, dozo yoroshiku onegashimasu dan diakhiri dengan owarimashoo ja mata itsuka. Plus, dipenghujung acara kita ditunjukin nilai hasil ujian tulis kemaren, dimana gue dapet nilai perfect: 100! Sssssttt nggak usah pada tepok tangan gitu dong, biasa aja kaleee! Sementara si Wangi Wan-Wan* dapet nilai 94 dan AndhiBaka* San dapet nilai 95.

Sepulang dari tempat les, gue ngeliat angkringan di depan kosan gue lagi sepi, cuma ada seonggok gerobak yang dijaga oleh Mr X (sebut saja demikian) selaku pedagang angrkingan. Karena gue nggak tega ngeliat Mr X mejeng sendirian disana, akhirnya gue memutuskan untuk makan malem di angkringan ini sambil mesra2an berdua sama Mr X. “Mas ngamar yuk Mas, 2 ribu bolak-balik!”

Menu gue di angkringan ini selalu sama: mi rebus telor dobel! Cuma minumnya aja yang ganti2, sesuai kebutuhan. Kadang es jeruk, kadang coffeemix anget, kadang es teh, kadang darah gadis muda di kosan sebelah, kadang kuah mi rebus, dll. Malem ini gue putuskan untuk minum segelas es jeruk nggak pake kulitnya.

Seperti biasa, jiwa ke-Kastrat-an gue sering muncul di saat2 berkhalwat kaya gini. Nggak tau kenapa malem ini gue penasaran, sebenernya berapa penghasilan makhluk di depan gue ini dari berdagang angkringan per harinya? Kalo kata orang2, pedagang burjo itu sehari bisa dapet sampe 700ribuan. Nah kalo pedagang angkringan?

Sembari menunggu mi rebus telor dobel gue mateng, iseng2 gue nanya sama si Mr X ini,

“Mmmm… Mas, dari angkringan ini seharinya dapet untung berapa Mas?”

“Ya Alhamdulillah lumayan banyak lah…”

Lumayan banyak? Alhamdulillah… Mendengar kata “lumayan banyak”, yang terbayang di otak gue adalah nominal uang dengan besaran antara 200ribu sampe 300ribu per harinya.

“Emang rata2 sehari dapet berapa Mas?”

“Biasanya sih dapet 50ribu”

50ribu per hari? Untuk bekerja dari jam 2 siang sampe jam 12 malem, dapetnya 50ribu per hari? Alhamdulillah…

Gue pun berpikir, betapa makhluk di hadapan gue ini dengan sabarnya bekerja hampir 10 jam perhari demi selembar uang 50ribuan. Padahal di saat yang bersamaan, mungkin nominal segitu biasa kita hambur2kan dalam waktu singkat. Padahal tadi sore, gue baru aja membelanjakan angka sebesar itu untuk beli pulsa Im3.

“Biasanya paling banyak sehari dapet berapa Mas?”

“Kemaren saya pernah dapet sampe 70ribu seharinya…”

“Kalo paling dikit Mas?”

“Yaaaa sekitar 20 ribu waktu itu pernah”

Begitulah neraca keuangan hariannya Mr X ini. Rata2nya 50 ribu per hari. Kalo kita kaliin perbulan, jadi 50000 x 30 = 1500000, alias satu juta lima ratus ribu rupiah. Alhamdulillah… Masih lebih tinggi dari bates UMR kota Jogja. Tapi itu pun kalo Mr X bedagang setiap hari dengan penghasilan rerata 50ribu. Kalo lagi nggak jualan? Kalo lagi nggak begitu laku?

Mr X melanjutkan curhatnya,

“Biasanya saya paling sepi itu hari Sabtu!”

“Oh iya Mas, pada malem mingguan semua ya?”

Ya wajar lah, malem Minggu kan pada ngeluyur semua. Mending kalo malem minggu buka gerobaknya jangan di sini Mas, tapi di Ambarukmo Plaza aja! Atau di Hugo’s, Boshe, Empire dll. Tapi kalo malem Jumat gantian buka gerobaknya di Al-Ittihaad, Mardiyah, Baiturrahman, dll.

“Ini makanannya titipan kan Mas? Yang modal dari Mas sendiri apa aja?”

“Ya ini, gula, teh, coffeemix…”

“Gerobaknya punya Mas kan?”

“Iya, punya saya sendiri”

“Kalo piring sama sendoknya ini Mas?”

“Ini juga punya saya semua. Cuma makanannya aja yang titipan”

Sebagaimana yang udah gue ceritain di “AngkringanTonight #1”, makanan2 ini diambil oleh Mr X dari istilahnya “Majikan”. Abis nggak abis, makanannya bakal dibalikin lagi ke “Majikan” itu.

“Ini kalo nggak abis dibalikin ke juragannya kan Mas?”

“Iya”

“Juragannya itu nitipin makanannya cuma kesini doang apa ke tempat lain juga?”

“Seinget saya, kalo nggak salah dia punya 6 gerobak”

Wah, 6 gerobak? Kayanya asik juga tuh bisnis kaya gini. Ayo, ada yang mau jadi juragan angkringan?

Selepas itu, mi rebus telor dobel gue udah mateng dan gue sibuk dengan mangkok di hadapan gue yang menunggu untuk disantap. Mi nya lho yang disantap, bukan mangkoknya! Srupuuut… Srupuuut… Aaaaahh…

Yogyakarta, 5 Mei 2009

Add comment May 18, 2009

3Mei2009

00.01– 00.35

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Gitaran

Malem ini, eh pagi ini gue lagi ngikut makrab sekaligus pembubaran panita HPTT 63 bareng anak2 Teknik. Yang namanya makrab, setiap detiknya itu harus dimanfaatin, termasuk tengah malem kaya gini.

Sebelomnya sampe jam 11 malem, kita nongkrong di pantai Parangkusumo sambil nyalain api unggun dan bakar jagung. Plus, kita juga main “truth or truth”, plesetannya “truth or dare”. Nggak semua orang kebagian jatah truth or truth ini, cuma mereka yang namanya keluar dari undian aja yang dapet giliran. Dan sedihnya, gue yang berangkatnya nyusul justru kebagian giliran persis setelah gue dateng. Jadilah gue yang baru menginjakkan kaki di pantai, leyeh2 bentar, eh tiba2 nama gue keluar dari undian dan gue kebagian giliran jadi korban truth or truth ini. Duh, ini pasti konspirasi Yahudi!

Ada 5 pertanyaan yang harus gue jawab secara jujur dan apa adanya. Cinthya Laura selaku MC mempersilahkan semua orang untuk ngasih pertanyaan2 yang menusuk dan mengulik macem2 hal. Tapi dibatesin, pertanyaannya nggak boleh menghasilkan jawaban yang berupa nama orang. Dan pertanyaan yang gue dapet adalah sebagai berikut, plus jawabannya:

  1. Pernah suka sama temen 1 jurusan nggak?

Jawab: PERNAH!

Gue jawab aja jujur apa adanya. Ohohohoho…

  1. Kapan sukanya?

(maksudnya, kapan suka sama temen 1 jurusan itu?)

Jawab: SEMESTER 5!

Sebelom ngejawab, sebenernya gue bingung sama maksud pertanyaan ini. Tadinya mau gue jawab aja, “SAMPE SEKARANG!”. Tapi melihat suasana yang kayaknya bakal semakin ancur kalo gue jawab  gitu, akhirnya gue nggak jadi jawab gitu deh. Yah ini mah nggak truth lagi.

  1. Apakah kamu berencana menikahi orang yang kamu suka itu?

Jawab: NGGAK!

Ya iyalah, cuma sebatas suka doang gitu loh… Kalo pertanyaannya diganti, “Apakah kamu berencana menikahi Asmirandah”, maka dengan lantang gue ngejawab, “HARAPAN ITU MASIH ADA, INSYA ALLAH!”

(emang Asmirandahnya mau?)

  1. Di BEM ini betah nggak sama kepemimpinannya Miftah?

Jawab: BETAH!

Kan sebelomnya gue udah pernah ngerasain yang kaya gini di Kastrat, jadi biasa aja tuh.

  1. Pernah suka sama sesama anak BEM nggak?

Jawab: PERNAH!

Sama kaya nomor 2, sebenernya bukan kata “pernah” yang pengen gue ucapkan. Awalnya gue bakalan jawab, “SERING!”. Tapi sekali lagi, kayanya gue bakalan jadi bulan2an kalo jawab gitu.

Untung cuma dibatesin 5 pertanyaan doang. Kalo lebih, bisa tambah ancur aja dah…

Kita balik lagi ke jam 00.01 di tanggal 3 Mei. Kita semua udah pada ngumpul lagi di balai dukuh, udah pulang dari pantai. Beberapa orang memilih untuk tidur dan istirahat, sementara gue memilih untuk genjrang-genjreng klentang-klenting bareng Nalar, Reza dan Abdul menyayikan lagu2nya Bang Iwan Fals.

“Untukmu yang duduk sambil diskusi

Untukmu yang biasa bersafari

Di sana… Di gedung DPR”

00.35 – 01.25

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Main UNO

Ini dia hobi favorit gue kalo lagi makrab, MAIN UNO! Uno itu semacem permainan kartu gitu loh. Permainan kartu yang menyenangkan yang bisa dimainkan oleh sekian banyak orang sekaligus, dan kalo stock kartunya udah abis, permainan tetep berlanjut dengan cara mengocok ulang kartu2 yang nggak kepake. Segala strategi dipake disini, mulai dari intrik, kolusi, koalisi, bahkan sampe politik uang sekalipun…

Plus, kartu Uno ini juga punya nilai historis buat gue. Dulu, gue pertama kali kenal Uno gara2 diajakin sama Triyas Sukmawati, temen SMP gue. Waktu lagi liburan kuliah, waktu semua pada pulang ke Depok, gue barengan sama Mastur, Adis, Prisman dan Ega rame2 main Uno di rumah Triyas. Triyas juga yang ngajarin cara main Uno dan segala macem kejahatan di dalemnya, termasuk bahwa kita mesti ngomong “Uno” kalo kartu kita tinggal 1.

Terus kenapa kartu Uno ini punya nilai historis? Jawabannya simpel aja, karena terhitung sejak tanggal 23 Juni 2008, sosok bernama Triyas Sukmawati udah nggak ada lagi di dunia ini. Beliau telah pergi lebih dulu, dikarenakan penyakit apa gitu gue lupa, tapi intinya ada semacem cairan di otaknya. Jadilah kini guru yang mengajarkan gue main Uno telah tiada. Dan Uno itu adalah salah satu warisan yang Triyas tinggalin buat gue. Semoga gue bisa mengamalkannya dan memberikan sedekah jariyah ini untuk beliau.

Kalo di kartun One Piece, waktu kecil Roronoa Zoro selalu kalah adu pedang lawan Kuina. Dan selamanya Zoro nggak akan pernah ngalahin Kuina, gara2 Kuina udah meninggal akibat jatoh dari tangga. Lalu Zoro bertekad untuk menjadi pendekar pedang terbaik di dunia, sebagaimana janjinya pada Kuina. Sedangkan gue, karena ilmu ke-Uno-an gue ini gue dapet dari Triyas, maka gue pun bertekad untuk memberikan yang terbaik dan mengerahkan segenap kemampuan yang gue punya kalo lagi main Uno…

Dan, yang memperkenalkan kartu Uno ini di BEM adalah si kembar-cacingan Gilang dan Rara-Galuh. Pertanyaannya, apakah mereka berdua, yang ngenalin Uno ke gue di BEM, juga bakalan menyusul jejak Triyas untuk meninggalkan dunia ini lebih dulu? Biarlah waktu yang akan menjawabnya. Ihihihi…

01.25 – 02.00

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Leyeh-leyeh menjelang bobo

Game Uno kita udah selesai. Tyaz, Anton, Ari, Rara-Galuh, Takur dan Biebah selaku peserta Uno memutuskan untuk mengakhiri permainan ini dan beranjak tidur. Pun demikian dengan Wangi, yang nggak ikutan main Uno soalnya kebagian job buat ngeberesin kartu2 yang berantakan sekaligus ngocok kartu2nya. Kocok kocok kocok… Crott crott crott ah ah… Astagfirullah, apaan tuh?

Gue yang sejatinya masih pengen maen, akhirnya ikutan udahan juga. Niat gue mau langsung tidur, tapi karena efek 2 gelas good day yang gue minum hari ini, akhirnya gue baru bisa tidur sekitar jam 01.40–an.

02.00 – 04.00

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Tidur

Zzzzz… Zzzzz… Grooook… Zzzzz…

Sssssttt, jangan berisik! Gue lagi tidur nich! Zzzzz… Zzzzz… Grooook… Zzzzz…

04.00 – 05.00

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Ibadah pagi

Tau lah ya, jam segini tuh jam2nya apa. Ho oh bener banget, yaitu jamnya para dugemers pulang kembali ke kosan akibat kepanasan denger adzan Subuh berkumandang.

05.00 – 05.30

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Muhasabah

Sejatinya abis subuh ini gue pengen langsung pulang, soalnya jam 8 nanti ada pembekalan KKN. Tapi ternyata rencana berubah, dikarenakan pagi ini akan ada muhasabah yang istimewa. Apa istimewanya? Istimewa karena yang didaulat untuk menjadi pemantik pada muhasabah ini adalah gue sendiri! WUAAAAA…!!!

Ini pertama kalinya gue ngisi muhasabah. Dan gue pun nggak bisa menolak soalnya disini gue termasuk orang yang di-tua-kan, meskipun padahal aslinya masih muda. Thanks buat Abdul dan Tifa yang telah melobi gue buat jadi pemantik. Dan lidah gue pun komat-kamit mengucapkan kata2 yang kiranya bisa bermanfaat buat muhasabah ini.

Setelah sekitar setengah jam gue komat-kamit, akhirnya muhasabah ini selesai juga. Dan sepanjang acara muhasabah, sepintas2 gue liatin wajah2 para pesertanya. Dan Alhamdulillah, sepertinya muhasabah gue ini cukup sukses. Terlihat dari banyaknya peserta yang tertidur daripada yang menangis! Horeeee!!!

Lalu gue pun pamitan sama orang2 dan pulang ke Jogja naik mobil titipan yang disetirin Miftah.

05.30 – 06.30

Lokasi: Mobil Avanza plat B yang melaju dari Jalan Parangtritis sampe kosan

Aktivitas: Tidur

Waktu berangkat, mobil beranggotakan 7 ekor makhluk ini rame oleh celoteh makhluk2 di dalamnya. Mereka adalah Miftah, Ade, Izzat, Franky, Riva, Reza dan gue sendiri. Banyak tema yang kita bahas, mulai dari strategi dakwah Mas Maulana, keunikan sepeda panjang dan permasalahannya di lampu merah, posko registrasi UM UGM, sampe pantai Parangkusumo yang kalo malem banyak ayamnya. “Mas ngamar yuk Mas, dua ribu bolak-balik!”.

Tapi di perjalanan pulang, cuma ada bunyi mesin mobil dan radio yang terdengar. Penumpangnya pada tidur semua, kecuali Miftah yang kebagian job jadi supir. Termasuk gue yang juga ikutan tidur, soalnya jam 8 nanti mau ada pembekalan KKN dan gue nggak mau ketiduran di tengah2 acara. Jadilah sekarang gue nyicil tidur di mobil dan baru bangun beberapa saat sebelom mobil itu nyampe ke kosan paling keren abad ini, Karangwuni C-19.

06.30 – 08.00

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19

Aktivitas: Get prepared

Demi mengejar pembekalan KKN jam 8, sampe kosan gue langsung mandi dan prepare buat berangkat nanti. Semua persiapan beres jam 07.15-an. Gue dan Nanda udah janjian berangkat bareng, dia bakal jemput gue di kosan jam setengah 8. Karena masih ada beberapa menit sebelom Nanda jemput gue, akhirnya gue memutuskan untuk tidur lagi, itung2 menghemat energi. Kan sekarang dunia ini lagi krisis energi!

Waktu menunjukkan pukul 07.30. Beberapa menit kemudian akhirnya dateng juga. Bukan Nanda yang dateng, tapi smsnya Nanda. Isinya mengatakan bahwa dia baru aja bangun tidur. Gubrak…!!! Ya udah, sambil nungguin Nanda prepare, gue tidur lagi dengan dandanan yang udah siap untuk berangkat. Sampe akhirnya jam 8 gue dibangunkan oleh bunyi motornya Nanda yang mejeng di depan kosan gue.

08.00 – 08.15

Lokasi: Antara kosan dan Fakutas Filsafat

Aktivitas: Cuci mata

Pembekalan KKN ini bakal diadain di Fakultas Filsafat UGM. Motor Nanda melaju kesana, melintasi pasar Sunday Morning yang akrab diebut “sanmor”. Dan sanmor adalah salah satu tempat yang efektif untuk cuci mata, dimana disini kita bisa ngeliat paha, betis, lengan dan bentuk tubuh perempuan2 punuk unta lainnya yang dijual gratisan di pinggir jalan. Astagfirullah… Kalo gini terus bisa2 apalan surat An-Naas sama Al-Falaq gue bakalan ilang nih…

08.15 – 12.00

Lokasi: Fakutas Filsafat

Aktivitas: Pembekalan KKN

Seperti udah diduga, gue dateng telat. Sebagai konsekuensi, gue sama Nanda dan beberapa orang yang telat lainnya nggak kebagian kursi di ruangan. Sampe pada akhirnya panitia ngebawain kursi dan kita pun bisa duduk di pojok ruangan paling belakang.

Ada 4 materi yang dikasih di pembekalan KKN ini, plus 1 General Test di penghujung acara.

  1. GMC, asuransi, dan bla bla bla tentang kesehatan.

Materi ini dibawain oleh ibu2 berjilbab panjang yang gayanya cool. Meskipun cool, tapi omongan2nya sangat unik bin ajaib yang seringkali bisa bikin kita tersenyum. Plus banyak info2 seputar dunia kesehatan yang beliau berikan disini. Tapi nggak sampe ngebahas tentang kesehatan reproduksi lho, belom cukup umur.

  1. Latar belakang dan filosofi KKN PPM UGM.

Materi yang kedua ini diawali dengan menyanyikan Hymne UGM. Baru kali ini gue denger Hymne UGM Setelah 3 taun kuliah disini. Dan untuk materi ini, gue nggak ngerasa lagi berada di ruang kuliah mendengarkan dosen ngasih materi, tapi rasanya lebih mirip nonton pertunjukan Srimulat! Si pemateri yang ibu2 ini emang 100% mbanyol, khas orang Jawa. Mbanyolannya pun Srimulat banget. Udah Bu ntar kalo pensiun jadi dosen, bikin grup lawak aja!

  1. Prosedur pelaporan.

Materi ini diisi oleh seorang bapak yang sukses ngebuat gue tertidur selama beberapa detik.

  1. Etika mahasiswa.

Materi terakhir ini mengingatkan gue akan pelajaran PPKn jaman dulu. Tapi yang ini lebih aplikatif dan real, dimana si ibu pemateri menceritakan pengalaman2 konyol yang pernah terjadi di tim2 KKN yang lalu yang terkait dengan persoalan etika.

  1. General test.

Ujian, pilihan ganda, 45 soal. Mau nyontek silahkan, mau ngebet buka buku juga silahkan. Tapi gue nggak melakukan keduanya, cukup membiarkan tangan ini mau nyoret jawaban yang mana. Sisanya, tawakkal ajah…

12.00 – 13.30

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19 dan burjo

Aktivitas: Makan sambil istirahat

Pulang dari pembekalan KKN dan selepas Dzuhur, gue nyempetin diri buat mampir ke burjo terdekat. 1 piring nasi telor, 2 biji tahu goreng dan 1 gelas good day moccacino es jadi temen santap gue untuk sarapan siang ini. Duh parah juga nih, masa sarapan jam 12 siang?

Sebelom pulang, nggak lupa gue minta 1 moccacino es lagi buat dibungkus. Gara2 banyak kerjaan, akhir2 ini good day jadi akrab banget sama gue buat membantu menghilangkan rasa kantuk. Yang ada bukannya ngantuk gue ilang, tapi dompet gue makin tipis gara2 keluar biaya ekstra.

Sejatinya gue ada janji sama Mega, Ryo dan Leo untuk ngerjain tugas Komputasi Nuklir jam 1 di KPTU. Tapi karena mata gue terasa berat banget plus perut yang penuh nasi telor, akhirnya gue leyeh2 dulu di kosan sambil baca koran. Dan beberapa menit kemudian, gue udah sukses terlelap dengan berselimutkan koran Republika yang lagi gue baca. Zzzzzz…

Belom sampe 10 menit gue ngorok, gue dibangunkan oleh sebuah sms dari Mega. Isinya,

“Dimana?”

Dan gue bales aja,

“Di KPTU. Tapi aku masih di kosan.”

Lalu gue segera bangkit dari alam mimpi, segera cuci muka, ganti baju plus dandan dan dengan kecepatan tinggi segera gue geber MyLovelySolBro menuju KPTU.

13.30 – 15.30

Lokasi: KPTU Sayap Utara

Aktivitas: Ngerjain tugas kelompok

Sesampainya di KPTU, udah ada Mega, Ryo dan Leo plus Mas Arstyo selaku asisten dosen untuk mata kuliah Komputasi Nuklir. Selama sekitar 1 setengah jam, dengan tabah nya beliau mengajarkan kita2 yang tambeng dan blo’on ini tentang pemrograman Delphi. Integer, variable, radio button click, begin, syntac error dll jadi santap siang kita di KPTU.

Sekitar jam 3-an kerja kelompok ini harus diakhiri karena Mas Arstyo mesti meninggalkan kita untuk pergi ke alam sana. Dan sambil nungguin Mega yang ada janji mau ngedate sama Irwan, kita pada nongkrong dulu di KPTU, curhat2an. Curhatnya Ryo selaku asisten praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi, curhatnya Leo yang hobi keramas setiap pagi dan malem, serta curhatnya Mega yang bulu keteknya nggak pernah dicukur. Lama kemudian datenglah Irwan dan kita pun beranjak meninggalkan tempat itu.

15.30 – 16.50

Lokasi: Sekretariat BEM KMFT UGM

Aktivitas: Istirahat sore

Setelah Ashar, sedianya gue mau berangkat ke GSP untuk rapat KKN. Tapi sekali lagi, badan yang kurus kering begeng kerempeng cacingan dan six pack ini terasa sangat lelah dan letih untuk diajak bekerja. Akhirnya daripada memaksakan diri dan berujung di rumah sakit Sarjito atau kuburan Pogung, gue memutuskan untuk nangkring di BEM dulu. Segera gue rebahkan badan, dan nggak perlu nunggu waktu lama untuk mata gue ini bisa terpejam.

Di sebelah gue juga ada si Ade, yang semalem ikut ke Parangtritis dan tadi pagi ikut pembekalan KKN serta siangnya juga terlihat lagi kerja kelompok di KPTU. Sama kaya gue, Ade juga menjadikan BEM ini sebagai tempat peristirahatannya. Jadilah sore ini kita berdua lomba ngorok2an di BEM. Gue jadi vokalis utama, si Ade jadi backing vokalnya.

Jam setengah 5-an akhirnya gue bangun. Karena nyawa gue masih belom terkumpul seluruhnya, gue nggak langsung berangkat ke GSP. Iseng2 gue baca Buku Pesan jaman dulu yang kegeletak nggak jauh disana. Buku Pesan yang menjadi saksi kegagalan gue menapaki karir sebagai Kadep Kastrat. Buku Pesan yang menjadi saksi perpisahan gue kepada orang2 BEM di penghujung 2008. Buku Pesan yang gue pake untuk pamitan kepada kabinet BEM 2009. Tapi nggak tau kenapa, kok ternyata periode sekarang gue masih eksis di BEM ya?

Setelah nyawa gue komplit, barulah gue berangkat menuju GSP. Tarik Maaaang…!!!

16.50 – 18.20

Lokasi: GSP Sayap Timur

Aktivitas: Rapat KKN

Sampe GSP anak2 udah pada ngumpul. Ada Bram, Putri, Hasan, Nanda, Fita, Vela, Nana, Jafar, Didi, Dani dan Naga. Ternyata, rapatnya belom dimulai. Rapat baru dimulai persis beberapa detik sebelom gue dateng. Tapi tetep aja gue mesti bayar denda. 3000 rupiah gara2 telat, plus 5000 rupiah gara2 minggu lalu nggak dateng pake izin, soalnya gue lagi di Pantai Depok lagi main air bareng anak2 PSDM. Di tengah acara, nongol Fariz, Nicky dan Ponti. Sementara Naga harus pergi gara2 ada rapat diklat pepala.

Sebenernya rapat ini nggak bisa dibilang rapat sih. Ini cuma forum rutin mingguan yang kita adain untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri lebih lanjut, mengingat kedepannya Insya Allah kita bakalan ditempa selama 2 bulan full di sebuah desa di Lombok sana. Jadilah kita ngobrol2 aja sampe Magrib, plus Magrib berjamaah di GSP.

Biasanya, abis rapat kita langsung pulang dan sibuk dengan urusan masing2. Tapi sore ini kita sepakat untuk makan malem bersama. Setelah negoisasi sana-sini, akhirnya kita sepakat restoran Pondok Cabe lah yang akan menjadi tempat kita mengisi perut malem ini.

18.20 – 20.20

Lokasi: Restoran Pondok Cabe

Aktivitas: Makan malem

Ini pertama kalinya gue makan di Pondok Cabe. Dari namanya, ketauan bahwa menu utama dari restoran ini adalah sambel2nya yang hot dan sexy itu. Tapi sedihnya, gue adalah orang yang nggak kuat makan makanan pedes. Setiap makan pasti gue nggak pernah pake cabe atau sambel. Jadilah di lidah gue, mau itu Pondok Cabe, Spesial Sambal atau Extra Hot, semuanya sama aja kayak restoran2 lainnya yang nggak menspesialkan menu sambel2an.

Semua orang yang tadi dateng rapat pada ngikut makan disini, kecuali Naga sama Ponti. Sepiring nasi goreng udah cukup untuk menu gue malem ini. Dari namanya, Pondok Cabe, pasti nasi goreng ini pun bakalan pedes juga. Jadilah gue berinisiatif untuk nyingkirin dulu potongan2 cabe yang ngumpet di balik nasi supaya nggak ikut kebawa masuk ke mulut gue.

Selepas makan, Fita yang paling muda sendiri ngerasa mupeng ngeliat home band yang dari tadi menghibur para pengunjung Pondok Cabe dengan lagu2 yang mereka bawain. Dia pengen ikutan nyanyi disana. Tapi malu gara2 nggak ada temennya. Lalu si Fariz yang punya wajah mirip bintang bokep papan atas segera memberanikan diri untuk ngomong sama mas2 home band tersebut, bahwa si Fita pengen ikutan nyanyi.

Sempet malu2 kucing selama beberapa saat, akhirnya setelah dipaksa oleh kita semua, Fita memberanikan diri untuk maju ke depan, ikutan nyanyi bareng home band. Dan di salah satu lagu dia duet bareng Fariz. Duet Fita-Fariz ini mengingatkan gue akan sebuah film jaman dulu yang berjudul “Beauty and The Beast”. Hohohohoho…

Sementara si Hasan, paling nggak bisa diem kalo denger musik2 kaya gini. Bawaannya pengen goyang terus. Apalagi kalo ngeliat ada tiang nganggur, wah udah deh semakin menjadi2. Keinginannya untuk bergoyang sambil gesek2 di tiang udah nggak tertahankan lagi. Jadilah gue dan Nanda harus bekerja keras untuk menahan hasrat Hasan tersebut. “Jangan disini San, kamu lagi nggak bawa shampoo kan?”

Selesai nyanyiin 3 lagu, Fita balik lagi ke meja. Dia mengaku kalo sebenernya dia belom puas dan masih pengen nyanyi lagi. Tapi kalo dia nyanyi disitu terus, bisa2 Pondok Cabe bakalan kehilangan pengunjungnya. Akhirnya Nana dkk pun ngajakin untuk karaokean aja. Ajakan yang nggak bertepuk sebelah tangan. Lebih maknyusnya lagi, Fariz yang udah punya penghasilan sendiri dari aksi2 kriminalnya, bersedia untuk ngebayarin kita karaokean! Di ruangan yang gede, 2 jam! Jadilah Heppy Puppy menjadi destinasi kita setelah Pondok Cabe ini.

Tapi ternyata nggak semuanya ikutan. Bram dan Jafar pengen pulang gara2 pengen nonton Milan vs Catania, yang berujung dengan skor 2-0 untuk Milan. Pun demikian dengan Dani. Dengan segenap makhluk tersisa, kita segera melangkah menuju Heppy Puppy.

20.20 – 22.40

Lokasi: Heppy Puppy

Aktivitas: Karaokean

Wuaaaaah… Udah lama gue nggak karaokean! Terakhir karaokean adalah waktu Tam-Tam ngadain farewell party akan kelulusannya dari S1 Fakultas Hukum UGM yang diadain di tempat yang sama dan ruangan yang sama dengan malem ini, bareng anak kos2an. Kini setelah 2 bulan berlalu, akhirnya gue bisa menyalurkan bakat terpendam gue ini, yang saking terpendamnya sampe gue sendiri nggak tau gimana cara ngeluarinnya!

Bintang di malem ini jelas si Fita, yang emang hobi nyanyi. Plus Nanda, yang juga merupakan vokalis di band Teknik Nuklir yang ada gue sebagai bassisnya. Juga Didi, yang kalo nyanyi hobinya teriak2 persis kaya vokalisnya Aerosmith keselek jagung bakar! Jangan lupa Nana, yang paling semangat buat goyang, lagu genre apapun bisa dibuat untuk goyang. Serta Hasan, yang tadi udah gue bilang paling nggak tahan untuk goyang. Apalagi kalo denger lagu dangdutan, wuaaaah jangan tanya… Untung aja di ruangan ini nggak ada tiang. Kalo pun ada pasti Hasan bertiga sama Fariz dan Nanda udah langsung beratraksi. Huehehehe…

2 jam telah berlalu dan sesuai janjinya, Fariz lah yang ngebayarin semuanya. Sekitar 207ribu rupiah harus keluar dari kocek Fariz. Nggak lupa, kita sempetin diri untuk foto2 dulu di Heppy Puppy, minta tolong mbak2 resepsionis buat motoin. Dan setelah semua selesai, akhirnya kita pulang kembali ke kandang masing2.

22.40 – 23.50

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19

Aktivitas: Capek deeeeh…

Jam 11 kurang akhirnya gue kembali ke kosan gue tercinta, setelah sebelomnya nganterin Hasan pulang dulu. Sejatinya badan gue yang berotot dan six pack ini udah capek banget, tapi mengingat masih banyak kerjaan untuk esok hari, jadi gue nggak bisa langsung tidur.

Sampe di kosan, gue ngerasa lantai kosan gue penuh dengan debu2 yang entah darimana datangnya. Karena gue cinta kebersihan dan si kebersihan pun juga cinta sama gue, akhirnya gue ambil sapu dan gue bersihin kosan gue. Dimana2 orang mah nyapu pagi2 atau sore2, ini malah malem2. Sambil nyapu juga sekalian gue beresin kamar gue yang sedikit berantakan. Biarpun kesannya berantakan, tapi untuk ukuran laki2, kamar gue termasuk bersih dan rapi lho! Nggak percaya kan? Ya sama, gue juga nggak percaya…

Abis beres2, tugas lain masih menanti. Gue belom bikin draft praktikum buat besok. Jadilah gue kerjain draft parktikum itu. Karena belom ada kepastian besok dapet praktikum yang mana, sekalian aja gue bikin draft buat 2 praktikum, biar besok nggak ribet. Sementara laporan praktikum yang sedianya mau gue kerjain hari ini, masih tetap tergeletak dan terbengkalai seperti sedia kala.

Selesai bikin draft, gue beres2 tas dan ngisi tas gue dengan properti yang bakal gue bawa kuliah besok pagi, supaya besok pagi gue nggak perlu repot preparasi lagi tapi tinggal ambil tas dan langsung berangkat. Setelah tas gue beres, barulah gue rebahan di karpet. Gue kalo tidur emang nggak pernah di kasur, lebih milih untuk tidur di karpet. Kasurnya gue berdiriin dan gue senderin ke tembok. Emang apa enaknya tidur di karpet? Ya nggak tau sih, sama aja kok. Tapi mau itu karpet atau kasur, bakal lebih enak lagi kalo ada seorang istri yang nemenin tidur gue malem ini. Wuuuuaaaaaaah…!!! Istrinya siapa hwayooo???

Koran Republika hari ini belom selesai gue baca semua. Sambil rebahan di karpet, sambil gue baca tuh koran. Dan sekali lagi, nggak perlu waktu lama buat gue sukses terlelap berselimutkan koran tersebut. Zzzzz… Grooook… Zzzzz…

SELESAI

Ending:

Subhanallah Alhamdulillah, benar2 hari yang membahagiakan, bertemu banyak orang, melakukan banyak kegiatan, terus bergerak selama 24 jam, dll. Sangat kontras dengan keseharian gue yang biasa gue habiskan seorang diri berteman laptop dengan microsoft wordnya, atau dengan buku2 yang setia menemani hari2 gue. Seandainya setiap hari adalah penuh warna seperti ini…

Tapi kalo setiap hari kaya hari ini,

TERUS GUE BELAJARNYA KAPAN?

Tugas kuliah yang terbengkalai…

Laporan praktikum yang tergeletak…

Makalah yang menunggu ditulis…

Tugas presentasi yang terlupakan…

Nuklir oh Nuklir…

3 comments May 5, 2009

MenkoEksternal #4

Another month has passed. That was April, the month when we had something called UTS, known as “Ujian Tidak Serius” (while UAS is known as “Ujian Agak Serius”). Those UAS were held for 2 weeks, and Bem’s activities are stopped for a while during the UAS.

Now, lets go review what I had done on April. Check this one out!

1st April

There is another university who comes visit our college. In January, that was Widyagama University, Malang. In February, Skin-Tehcnology Academy was the one. There were no university came to Engineering Faculty on March. And on April, there was a university who came here. The biggest university in Banten Province. It was Untirta, Sultan Ageng Tirtayasa University.

We were welcoming them on KPTU. About 60 Untirta’s students were come. It was so lovely to saw our friends from far away. Because, university students are the persons who will be this country next leader, so it was an important thing to make a relationship with those next leaders.

1st April

Another event also held on this day. An installation for all BEM newcomers (note: installation here means “pelantikan”, not “instalasi” like what we use on computer program). But sadly, not all newcomers were came.

1st – 6th April

I was pointed to be a coordinator for a little committee called Palelu. Palelu is a committee built to socialization about Pemilu, also known as general elections. The Pemilu itself will be held on 9th April. Due to the low-respect from engineering student, as a BEM we had a duty to socialize it to them. While Palelu is a simple-call for “Pasukan Peduli Pemilu”.

There were 3 divisions on Palelu. First is media, second is stand, and the last is simulation. They were work about a week. Even though the target person wasn’t that much, but I did appreciated to they who had been participated on Palelu. Salute!

4th April

There was a little conflict on internal BEM’s situation. It started because a single memo wrote on BEM’s Message Book. And together with Fauzi, both we were initiative to hold a little family forum called Forga, Forum Keluarga. About 13 persons were come. I don’t really know are they felt free and satisfied about the summary of this Forga. But I hope it can make our relationship getting better dan more even better.

19th April

I had invited by Ganendra, the vice president of BEM KM UGM. He wanted to invite all of BEM-Faculty’s vice president and organized a forum called “vice president’s forum”. Because our BEM doesn’t has a vice president, so I was the one whose been selected to be a representative from Engineering Faculty, due to my position as a Menko Eksternal.

26th April

This was the last week on April. And I had 2 events were held on this day. First is Sambatan, Sambil Kerja Bakti Pererat Persahabatan. It was KRT’s program, a monthly event with purpose to clean-out BEM’s office. And then, I was invited by PSDM to participate on their Forga at Depok beach, Bantul. It was so lovely to having my body burn by sunshine, all day long in Depok beach, together with its soft sand and blue sea. Also, we didn’t forget to eat seafood there. I choose squid with oyster sauce for my breakfast-lunch. Mmmm… Yummy…

That is our review on April. There aren’t so many events, because people were busy with UAS, and so many committees were built and start to work this month. It means that the events will be happen more on May. So, let’s go welcoming May!

Add comment May 5, 2009

BingungNgasihJudul

“Kuesioner.

Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?

Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”

Mungkin ada beberapa diantara lu semua yang ngerasa familiar dengan susunan kalimat diatas. Familiar karena kalimat tersebut pernah nangkring selama beberapa waktu di inbox lu. Bukan begitu? Bukaaaaan… Meskipun mungkin nggak semuanya yang me-reply kalimat tersebut. Uhehehe..

Mirip dengan kasus pemilu 9 April kemaren, baru2 ini gue buka kuesioner terbuka kepada temen2 gue. Kali ini temanya bukan tentang pemilu lagi, tapi tentang sifat/kepribadian C-Kink yang nggak disukai oleh makhluk2 di sekitarnya.

Kuesioner ini disebar melalui handphone dengan menggunakan operator yang memberikan 100 sms gratisan di pagi hari. Jadilah sms2 itu gue sebar selalu sebelom jam 12 siang. Plus, karena cuma bisa maksimal 100 sms per hari, jadi waktu penyebarannya pun gue bagi jadi 3 hari, yaitu selama Selasa sampe Kamis 28 – 30 April 2009.

Yang menjadi responden, sekali lagi adalah orang2 yang namanya terdaftar di phone book gue. Selama 3 hari itu ada kira2 159 sms yang disebar. Dan sampe tulisan ini ditulis, cuma ada sekitar 58 orang yang ngasih balesan. Jauh lebih sedikit dibanding kuesioner pemilu kemaren yang jumlah responden yang nge-reply nya mendekati angka 100 ekor.

Tapi karena jawaban yang diberikan disini sifatnya abstrak, dalam arti nggak ada pilihan2 yang gue tawarkan untuk dipilih, jadi gue nggak bisa buat diagram/tabel tentang sifat/kepribadian apa yang ada di diri gue yang dominan nggak disukai oleh sebagian besar makhluk. Jawabannya pun bervariasi, mulai dari yang kritis, yang galak, yang malu2, yang cari aman, yang jawabnya ngaco, dan yang nggak mau jawab.

“Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya.”

Kenapa harus sejahat2nya dan sekejam2nya? Karena sadarlah wahai manusia, betapa manusia itu diciptakan dengan sifat kikir lagi berkeluh kesah. Dan kecenderungan manusia adalah menuruti hawa nafsunya. Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan terhadap harta, jabatan, wanita dan pujian. PUJIAN! Itu kata kuncinya. Bukan Pudji Indrawati lho, itu mah nama nyokap gue…

Manusia adalah makhluk yang haus akan pujian. Seringkali manusia tidak bisa lepas dari kehidupan tanpa mengharapkan pujian. Seringkali muncul riya2 kecil akibat terlalu berorientasi pada pujian.

Namun tak selamanya pujian itu menyenangkan. Sesungguhnya, ketika kita menerima pujian, maka diibaratkan kita sedang menusukkan sebilah pisau ke leher kita, karena pujian itu ada kalanya bisa lebih tajam dari mata pisau itu sendiri. Mampu menusuk dan membunuh dari dalam tanpa kita sadari.

Pujian seringkali membuat kita lupa diri.Pujian membuat kita terlena dan terbuai karenanya. Pujian membuat kita terbang ke langit2. Semakin banyak pujian, semakin tinggi kita terbang. Tapi karena kita terbangnya di dalem rumah, jadilah kita kepentok atap loteng. PLETOK…!!! Aduh sakit…

Intinya, pujian adalah salah satu sarana untuk mendekatkan diri kita kepada sesuatu yang bernama KESOMBONGAN!

(Kalo nggak sepakat ya nggak apa2, nggak maksa kok yeeeee… Intinya adalah bahwa timbangan itu harus selalu berada dalam posisi yang setimbang, jangan terlalu berat dan juga jangan terlalu ringan)

Jadilah, perlu ada semacam evaluasi untuk menghindari terjadinya hal2 sebagaimana tersebut dalam paragaf di atas. Dalam hidup ini kita berinteraksi dengan banyak makhluk, dan mungkin ada kalanya beberapa mahkluk tersebut merasa nggak nyaman dengan segala polah dan tingkah laku kita selama ini. Tapi sekali lagi, karena sebelomnya kita telah terlalu terbuai dengan segala puja-puji, jadilah kita terlena dan lupa bahwa sejatinya masih banyak makhluk2 yang tidak nyaman dengan sifat/kepribadian kita.

Atas dasar itulah gue membuat kuesioner kaya gini, kuesioner terbuka yang mempersilahkan seluruh responden untuk mengkritisi eksistensi dari seekor C-Kink selama hidup di dunia ini. Ini bukan masalah krisis identitias sebagaimana pertanyaan salah satu responden, tapi ini adalah masalah bagaimana menganalisis segala SWOT yang ada di diri kita untuk kehidupan bermasyarakat yang lebih baik lagi nantinya. Karena, harapan itu masih ada, Insya Allah. Mari kita dukung terus. LANJUTKAAAAAN!!!

Oh iya, melalui tulisan ini, gue juga mau ngucapin terima kasih banyak buat lu semua yang udah ikhlas untuk me-reply sms gue (kalo lu emang pada ikhlas). Segala masukan dari kalian amatlah berharga dan akan selalu gue simpan di tempat sampah. Ups… Maksudnya tersimpan selalu di dalam hati. Hatinya siapa, gue nggak tau deh… Hohohoho…

Mohon maaf juga kalo mungkin kuesionernya cuma 1 arah. Maksudnya, gue ngasi pertanyaan ke elu, lu jawab sms gue, tapi gue terus nggak ngasih feedback atas jawaban lu. Ya harap dimaklumi, karena persediaan pulsa adalah terbatas, jadi nggak semua jawaban bisa dikasih feedback balik. Huh, lagi2 terkendala di masalah dana. Dasar pemerintah kapitalis, nggak mau mengalokasikan dana lebih untuk kegiatan riset2 ilmiah! Jangan kita dukung terus. JANGAN LANJUTKAAAAAN!!!

Jadi sekalian aja deh disini mungkin bisa gue kasi feedback dikit2. Sebenernya sih bukan feedback, tapi komentar gue atas kritik-saran yang masuk. Itu pun dikemas dengan bahasa yang jauh dari kata serius. Huehe…

Mau tau beberapa jawaban mereka atas pertanyaan gue? Nih, silahkan dibaca. Sekali lagi, nama2 responden gue rahasiain. Dan komentar dari gue ditulis dalam kurung serta ditulis miring. Kalo tulisannya nggak miring, kepala lu sendiri aja yang dimiringin…

Monggo…

Pertanyaan:

“Kuesioner.

Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?

Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”

Jawaban:

Mahasiswi, 22, Depok

“Sok keren, kalo bercanda suka bablas, jadi nyakitin.”

(Maklum lah hobi nonton F1 yang pembalapnya keren2 dan suka bablas sana-bablas sini. Kalo sakit periksa ke dokter aja)

Mahasiswi, 19, Depok

Jahat… Gue di katain terus! Pelit!! Semena2 kalo sama gue.”

(Wuaaah… Maapkan aku wahai saudariku…Ayo sini gue traktir di burjo. Air putih sama cabe rawit ya)

Mahasiswi, 21, Parung

“Songong.”

(Kenapa mesti nyolot2an… Nyenyenyenyenye… Biasa aja kaleee… Nggak usah pake otot…)

Mahasiswi, 20, Solo

Nggilani.”

(Buajigur…)

Mahasiswi, 21, Jogja

“Pelit, pukil, pethakil. Hahaha.”

(Bahasa mana nih?)

Mahasiswa, 22, Depok

“Suka ngupil sembarangan.”

(Nggak sembarangan kalee. Gue mah kalo ngupil selalu di idung gue sendiri, nggak pernah di idung orang lain)

Mahasiswi, 21, Depok

  1. “Nggak mikir kalo ngomong sampe pernah bikin orang nangis. Huahaha.
  2. Gombal ah.
  3. Kaku
  4. Ceking.
  5. Sok imut.”

(Kalo nangis air matanya di lap donk pake gombal, tuh gombalnya ada kan? Laki2 kalo nggak kaku, ntar istrinya bakalan nggak bahagia donk… Ups ini ngomongin apaan sih?)

Karyawati, 24, Bekasi

“Cuek, nggak peka, nyebelin, nggak pernah kasih kabar sama temen2nya. Kadang2 dudul.”

(Dudul Depok apa dudul Garut? Eh itu mah dodol ya. Dasar dodol! Eh salah, dasar dudul! Dudul dasar…)

Mahasiswi, 21, Bogor

“Kenape lo? Sableng lo kambuh lagi? Aneh… Ada orang minta dihina-dina. Berhubung gue baik, gue nggak mau ikutan menghina lo. Hoho…”

(Ini sebenernya yang sableng siapa ya?)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Matre.”

(€… £… ¥… $… Rp… Cring… Cring…)

Mahsiswa, 20, Jogja

“Sombong dan baik hati, tidak suka menabung, tidak punya peri… … Minta maaf atas kelancangan saya. :-D

(Seseorang bisa tolong panggil penerjemah?)

Mahasiswa, 21, Depok

“Sifat yang nggak disukai (mohon maaf kalo nggak sesuai dan ada kata2 yang nggak berkenan).

Suka terlalu cuek sama keadaan sekitar…

Kadang2 suka let everything flow naturally… Gitu aja kayaknya.”

(Sepakat!!! Jangankan keadaan sekitar, sama berat badan sendiri juga cuek kok…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Hahaha… Nyolot dah… Sama cupu.”

(Cupu? Cupu dida cupu didada… Cubida cubida cupu didada… Loh kok malah jadi Nikita Willy?)

Mahasiwi, 21, Jogja

C-Kink itu:

  1. Aneh (nggak jelas).
  2. Kadang pergi+dateng sesuka kentut (hahaha :-P )
  3. Keliatan sombong (nggak tau bener apa nggak)

(Sekalian aja dateng nggak dijemput pulang nggak dianter. Terus gue muncul dari sumur, jalan mendekat, dan bisa nongol keluar dari tivi. Hiiii…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Lo tanya sama gue apa yang paling nyebelin dari diri lo?

Lo tu sekarang nyebelin, sombong banget…

Lupa ya sama temen sendiri?

Oiya jadi orang jangan terlalu pendiem, ntar disangka bisu lho… Hahaha.”

(… … … … … … … … … … … … … … … (ceritanya bisu. Huehe))

Mahasiswi, 21, Jogja

“Aslm, aku nggak tau sifat jeleknya Mas C-Kink, yang aku tau Mas C-Kink baik2 aja^^, aku kan belom terlalu kenal pribadi Mas C-Kink gimana^^.Hehe…”

(Ya makanya ayo kita saling mengenal pribadi kita lebih deket lagi. Istilahnya ta’aruf gitu… Hohohoho…)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Mas C-Kink itu keras kepala. Kalo punya pendapat pasti kekeuh mempertahankan pendapat tapi kurang menerima pendapat orang… Itu kalo kata ku lho… Jangan marah ya Mas… Ampun. He…”

(Hei hei hei nanti kamu pulang lewat mana? Ntar aku cegat loh! Bakalan aku ajak traktir makan di Iga Bakar! Hehe…)

Mahasiswa, 21, Bogor

“Pendiem… Tapi cool kok… :)

(Kriiik… Kriiiik…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Sifat apa ya Kink? Suka nakut2in. Hehe… Kalo nggak, lebay dan sok lucu.”

(Please deh… Jangan lebay… Jangan paksa aku ‘tuk begitu-begini… Kyaaaaa Tika-Tiwi!!!)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Kadang2 meremehkan diri sendiri tapi bisa disaat yang lain, membunuh orang lain. Yang paling aku nggak suka, Mas unpredictable.”

(Hah masa? Udah berapa orang yang aku bunuh? Waaaa… Berapa banyak darah lagi yang harus tertumpah?)

Mahasiswi, 21, Depok

“Suka aneh… Hehe…”

(Biarin aja aneh, yang penting nggak jelas yeee…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Eh gila, buat apaan sih nanya2 begituan… Penting?”

(Nggak kok, buat lu mah nggak penting)

“Ya jangan nangis donk… Yang gue nggak suka, lu tuh belom jadi pejuang sejati seperti apa yang lu gembar-gemborkan selama ini. Lu pikir aja sendiri…”

(Pejuang, adalah PErempuan berbaJU panjANG… Wah gue mesti beli jilbab nih…)

Mahasiswi, 21, Depok

“C-Kink itu pendiem… That’s it… Kadang gue suka gemes aja sama lo. Kayaknya susah banget dah buat ngomong. Hahaha…”

(Kalo gemes dicubit aja sini… *cubit* Auw sakit! Masa gue dicubit pake tang?)

Karyawan, 21, Jakarta

“Kepribadian jeleknya C-Kink:

Jadi orang dibalik layar melulu alias ngumpet a.k.a jarang tampil…

Cuek banget, tapi Alhamdulillah nggak sampe apatis.

Kalo bisa lebih optimis dan agresif lagi…

Udah ah gitu aja… Mudah2an bermanfaat dan bisa jadi lebih baik… Piss bro… ;-) .

Btw gantian ah giliran lu sekarang.”

(Kalo kata pepatah,”Dibalik layar masih ada layar…” Hohoho…)

Mahasiswi, 21, Bogor

“Kemisteriusan lo. Autis. Aneh aja lo mah. Dari luar tampak dingin dan pendiem sangaaaat. Taunya aslinya jauh dari kata pendiem… Hahaha.

Tapi nggak apa2. Jadikan kemisteriusan lo itu sebagai keunggulan komparatif lo yak.”

(Misterius? Aduh, gue harus tetep bertahan menyembunyikan jati diri gue sebagai sosok seorang vampir di film Twilight!)

Karyawati, 21, Depok

“Semuanya yang ada di C-Kink aku ngga suka… Hihi… :-P :-P

(Ah masa sih… Belom liat kan senjata rahasia gue… Huehehe…)

Mahasiswa, 19, Jogja

“Kalo menurutku sifatnya nggak ada yang ku suka, baik kok orangnya…”

(Sekali lagi, tolong panggil penerjemah!)

Mahasiswi, 21, Bandung

C-Kink itu sok cool.”

(Sepakat, cool & calm! Gue malah nggak bisa ngebayangin kalo gue berubah jadi pribadi yang hot & sexy!)

Mahasiswa, 20, Jogja

“Nggak mau ngajarin aku klentingan gitar sampe bisa :-P

(Sini aku ajarin. Setengah jamnya 20ribu rupiah. Mau mau mau?)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Aneh…

Kayak anak kecil…

Nggak nyambungan…

Ke-PD-an…

Hahaha, nah lho… PUAS?? Pisss ^^v”

(Kaya anak kecil? Asiiik berarti gue imut donk!!! (Nggak nyambung))

Mahasiswi, 20, Jogja

“Terlalu kalem, kurang tegas, kurang supel, kurang berkarakter, bercandaannya kadang garing. Mmmm… Apalagi ya? Terlalu kurus po ya? Haha, pizz… ;-)

(Segini terlalu kurus ya? Oke deh ntar aku coba minum WRP Slim Shape biar jadi lebih langsing… Hihihi)

Siswi SMA, 17, Depok

“Menurut saya PRIA itu dewasa, beda dengan COWOK yang masih mencari jati diri.”

(Lah terus gue yang mana? Pasti jawabannya nggak ada diatas, kan akika betina bo…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Sifat C-Kink yang nggak pernah bales sms gue… Itu bisa dikategorikan sebagai sifat sombong tau… Padahal isi smsnya baik2… Itu aja… Sekian dan terima kasih.”

(Mungkin para operator seluler juga berkata yang sama… “Raih 88 Suzuki Swit setiap harinya selama 85 hari! Ketik KEJAR kirim ke bla bla bla bla bla…”)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Terlalu kritis, sampe kalo liat inget RS… Hehehehe… -kidding-“

(Berikanlah daging mu padaku… Uwoooo…)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Mas C-Kink sukanya bawa2 kembaran… Padahal aku kan ngak kembar… T.T”

(Huiks… Ini gara2 si Nicholas Saputra sering dibilang kembaran sama aku…)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Karena aku merasa belom tau kepribadian Mas C-Kink yang sesungguhnya, rasanya aneh kalo berkomentar tentang sifat jelek Mas C-Kink… Jadi aku bilang aja yang aku tau, menurut persepiku Mas C-Kink itu seperti apa…

Seseorang dengan gaya bicara teratur, bisa menahan emosi, banyak ide = kreatif, lebih banyak diem, bicara hanya bila diperlukan, lebih suka mengeluarkan aspirasi lewat tulisan… Tapi di sisi lain, ada kegilaan2 yang nggak terduga, yang bertolak belakang dari sikap lebih suka diemnya itu… Oh ya, ada lagi… Narsis… He…

Itu aja sepertinya…”

(Hmmm… Teruskan perjuangan mu, anak muda! Narsis is the music of my country!)

Mahasiswi, 21, Depok

“Aslm. Maaf sebelumnya… ^,^. Agak feminim dalam bertutur kata, cukup nyeleneh, nggak jelas. Makasih atas kesempatannya… Semoga bermanfaat ;)

(Aiiih masa sih bo, emangnya akika terlalu feminim ya? Aduwh gimandang dong bow…)

Mahasiwi, 20, Jogja

“Kacrut, kupret, ketek.”

(Lagi2, tolong panggilin penerjemah khusus bahasa kucing ya!)

Mahasiswa, 19, Jogja

“Aku belom menemukan kepribadian Mas yang aku nggak suka.”

(Ah, kamu terlalu jujur anak muda… Setelah baca tulisan ini, pasti langsung nemu banyak kan?)

Mahasiswa, 20, Jogja

“Cuek, naif sama kurus. Lagi identity crisis ya?”

(Bukan kok, cuma lagi penelitian buat tugas akhir)

“Tai, emangnya lu anak psikologi! Udah ngambil TA lu ya? Lulusnya jangan buru2, bareng2 aja…”

(Iya, psikologi kenukliran insya Allah. Mau lulus lama kok ngajak2… Hohoho)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Bermuka judes. Eh itu sifat bukan ya… Piss…”

(Judes kaya lagunya The Beatles: Hey Judes… Don’t make it bad… Take a sad song… And make it better…)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Dingin, tak berperasaan, non ekspresi, keliatannya introvert dan tertutup. Hehe.”

(C-Kink: Dingin dingin… Empuk!)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Bingung, males mikir, hehe.”

(Kalo gitu pertanyaannya diganti deh: Parameter konstanta Taylor pada material air untuk energi neutron 1 MeV diketahui A=19.601, -α1=0.09037, – α2=-0.02522 dan μ=0.07066. Tentukan besarnya Faktor Build Up! Ayo dipikir!)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Mas C-Kink tidak pernah mentraktirku… Hahahaha. Piss.”

(Aduh, ini secara tersirat ngajakin supaya kita dinner berdua ya? Huehehe)

Mahasiswi, 21, Bandung

“Sifat dan kepribadian C-Kink yang nggak disuka: suka makan rumput, berjenggot dan bertanduk.”

(Tambahin: kalo digodain suka nyeruduk. Dan kalo diajak ngomong cuma bisa jawab “Mbeeeeek…!!!”. Kurang ajar emang gue gajah! Eh salah ya?)

Mahasiswi, 22, Jogja

“Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan, itu yang menjadikan seseorang itu unik… Jadi, buat kuesioner ini jawabannya nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini).”

(Terus besok2 aku nanya ke kamu: apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu suka? Jawabannya juga sama “Nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini)”)

“Suka maksa”

(Lagi donk, yang banyak)

“Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Iseng.

Udah cukup?”

(Cape dueh…)

Mahasiswa, 21, Jogja

“Suka ngupil.”

(Terus habis itu upilnya disentil ke sembarang arah. Tuuiiiing…)

Mahasiswa, 23, Jogja

“Apa ya, waduh kalo itu sulit. Ana akan merasa salut sama antum jika antum bisa mencari sendiri kejelekan antum. Kalo udah bisa kasih tau ana ya! :-)

(Kalo nyari dari sudut pandang sendiri sih udah. Sekarang waktunya nyari dari sudut pandang orang lain)

“Biasanya mencari kejelekan sendiri itu lebih sulit daripada mencari kesalahan orang lain. Belum tentu pendapat orang lain itu bener, akan lebih akurat jika itu berasal dari diri sendiri.

Kalo dari ana sendiri, ana kurang begitu tau kepribadian antum yang tersembunyi, afwan ya ana nggak bisa bantu.”

(Kalo kata pepatah: “Bagaikan gajah di pelupuk mata, bagai membeli semut dalam karung di seberang lautan”)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Yang nggak aku suka? Nggak tau, Mas kepinteran kali yaa… Wkwkwkwkwk…”

(Ho oh. Pinter cari alasan…)

Mahasiswa, 21, Jogja

“Nggak tau bos, kamu jarang keliatan di jurusan… Mungkin itu sifat jelekmu…”

(Terus sifat baiknya apa? “Kamu sering banget keliatan di BEM”. Gubrak…!!!)

Mahasiswa, 19, Jogja

“Kalo si xxxxx kan hobinya berburu bidadari, Mas kebalikannya: Mas yang diburu bidadari!”

(Sumpe loh! Dan semoga bidadari itu bernama Asmirandah…)

Mahasiswa, 21, Jogja

“Mungkin ya Kink, terlalu frontal langsung nanya… Tanpa kamu ngebuka diri dulu. Basa-basi kadang emang dibutuhin…”

(Misi Mas… Ayo mari masuk dulu! Ini tehnya silahkan diminum… Gimana kabar nenek, sehat? Masih suka salto di tengah jalan? (Basa-basi…))

Mahasiswa, 21, Jogja

“Afwan baru bales. Menyendiri, tapi di sisi lain juga bisa team work kok. Maap bila salah.”

(Ini pake majas apa ya namanya? Sendiri tapi bisa teamwork?)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Mukanya sok innocent dan terlalu baik hati dan nggak sombong, tapi itu juga yang bikin Mas C-Kink menarik. Hehehe. So potensi plus masalah.”

(Gyaaa… Kamu terlalu jujur, anak muda! Ayo abis ini aku traktir di Hartz Chicken! Huehehe)

Yah begitulah kira2 gambaran dari jawaban yang masuk ke dalem inbox gue. Sekali lagi, gue ucapin terima kasih sebesar2nya atas segala bentuk perhatian yang telah diberikan, karena sejatinya perhatian itu nggak melulu dalam bentuk pujian tapi juga bisa dalam bentuk kritikan sebagaimana yang gue tulis di atas.

Dan yang mesti diinget, Insya Allah semua kritik dan saran tersebut nggak akan sia2, akan selalu terkenang di dalam hati. Meskipun keliatannya di atas tadi gue ngasih komennya terkesan asal2an, tapi aslinya nggak gitu kok. Aslinya jauh lebih ngasal lagi daripada yang gue tulis di sini. Hohoho…

Salah seorang responden ada yang ngirim tulisan kaya gini ke gue:

“Mas, jangan tanya tentang kepribadian pada orang yang belom begitu dekat dengan mu. Aku tadi asal jawab… First sight… Di dunia maya maksudnya. Akan sangat subjektif… Aku nggak tau kamu seperti apa… Kita aja baru kenal.

Maap yo jika tadi kata2nya aneh…

Pagi ini aku belom makan orang, jadi maklum aja… Hehe.”

Dan komentar gue adalah, ya nggak masalah! Kalo ternyata kritikan itu dateng dari orang2 yang emang udah lumayan deket sama gue, itu kan wajar, secara gitu mereka tau keseharian gue. Tapi kalo kritikan itu dateng dari orang2 yang ngak begitu deket atau yang baru kenal sekalipun, itu artinya adalah bahwa mereka mengomentari gue berdasarkan kesan2 awal yang mereka liat.

Jadi intinya, itu adalah kesan pertama yang diliat oleh orang lain ketika mereka ketemu sama kita. Emang sih mungkin nggak bakal lebih objektif daripada yang udah deket dan udah lama kenal, tapi seenggaknya itu bisa jadi feedback buat kita sendiri bahwa ternyata seperti itulah first impression kita di mata mereka. Gitu lho jeng…

Dan tanpa banyak basa-basi lagi, marilah kita akhiri tulisan ini segera, karena gue juga udah capek nulisnya. Yuk yah! Yuuuuuuuk…


Add comment May 5, 2009

BaladaAnakKos

Sebuah balada antara Mr M dan Mrs F.

Based on true stories.

Siang Hari

Sebuah mobil datang masuk ke parkiran sebuah kos2an. Dari balik kemudi terlihat sosok seorang perempuan. Ini bukan kali pertama mobil itu datang ke kosan tersebut. Dan mobil itu pun memiliki ritual yang khas, sebagaimana yang juga terjadi pada siang ini.

Mobil yang dikendarai seorang perempuan, kita sebut saja Mrs F (F untuk Feminin), berhenti dan parkir di salah satu sudut yang sudah menjadi langganannya. Meskipun sedang berhenti, namun mesin mobil tetap dalam keadaan menyala. Beberapa lama kiranya mobil itu berdiam disana. Sampai tiba2 dari salah satu kamar di kosan tersebut muncul sosok seorang laki2, kita sebut saja Mr M (M untuk Masculin).

Mr M segera melangkah keluar dari kamarnya, dan menghampiri mobil tersebut. Ia membuka pintu sopir, dan segera masuk ke dalam, mengambil posisi sebagai pengemudi. Sementara Mrs F telah berada di kursi penumpang depan. Jadilah kini Mr M yang berada di balik kemudi, sementara Mrs F berada di kursi sebelahnya.

Lalu mobil itu segera beranjak pergi meninggalkan parkiran kos2an. Hanya menyisakan debu2 yang beterbangan…

Beberapa Lama Kemudian

Mobil itu datang kembali ke parkiran kos2an. Terlihat Mr M berada di balik kemudi. Seperti biasa, mobil itu berhenti di tempat favoritnya. Lalu dari pintu depan, masih dengan mesin mobil yang menyala, Mr M keluar dan turun dari balik kemudi mobil, menyerahkan kendali kepada Mrs F. Kini mobil dipegang oleh Mrs F, dan tanpa berlama2, Mrs F bersama mobilnya melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut. Sepeninggal mobil itu, Mr M beranjak kembali ke kamarnya dan menghabiskan hari2nya di dalam sana.

Malam Hari

Hari telah cukup larut. Mobil yang sama dengan mobil di siang hari tadi, datang kembali ke parkiran sebuah kos2an. Kali ini Mr M telah berada di dalamnya, dengan Mrs F berada di kursi penumpang depan. Sekali lagi, mobil itu berhenti dan parkir di tempat biasanya. Namun kali ini terlihat bahwa mesin mobil itu dimatikan. Kedua pintu depan terbuka hampir bersamaan, memunculkan sosok Mr M dari balik kemudi dan Mrs F dari kursi penumpang.

Setelah mengunci mobil, mereka berdua melangkah menuju kamar Mr M, dengan Mr M berjalan di depan disusul Mrs F dibelakangnya. Sampailah mereka di kamar Mr M. Ia segera mengeluarkan kunci dari kantongnya, membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. Sementara Mrs F menunggu di depan kamar.

Kemudian, Mr M keluar kembali dari kamarnya. Ia menutup pintu dan menguncinya dari luar, lalu bersama Mrs F melangkah kembali ke mobil yang terparkir manis di salah satu sudut parkiran. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan Mr M di balik kemudi, dan segera melangkah menjauh meninggalkan kos2an tersebut. Brrrrmmm… Brrrrmmm…

Nggak Lama Kemudian

Untuk kesekian kalinya, mobil itu kembali lagi ke kosan. Dan untuk kesekian kalinya juga, mobil itu parkir di tempat favoritnya. Sama seperti sebelumnya, mesin mobil tersebut kemudian dimatikan dan terlihat Mr M serta Mrs F turun dari mobil melalui 2 pintu yang berbeda. Dan lagi2, Mr M segera melangkah menuju kamarnya, diikuti Mrs F nggak jauh di belakangnya.

Sampailah mereka di depan pintu kamar Mr M. Ia buka pintu kamarnya yang terkunci, dinyalakan lampu kamarnya, dan ia segera masuk ke dalam kamar. Sementara, kali ini berbeda dengan sebelumnya. Mrs F yang sebelumnya hanya menunggu di luar, kali ini terlihat ikut serta menyertai Mr M masuk ke dalam kamar.

Dan setelah dipastikan bahwa Mrs F telah berada di dalam kabar, terdengar bunyi pintu ditutup. “Brak…!!!” Terlihat Mr M menutup pintu kamarnya. Kemudian terdengar bunyi pintu dikunci. “Click!”. Pintu kamar Mr M yang telah tertutup tersebut, kini telah terkunci dari dalam. Menyisakan Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 22.40 malam…

Lama Kemudian

Malam telah berganti. Jarum jam telah berganti melewati angka 12. Namun, mobil itu masih tetap setia berdiam diri di parkiran. Begitupun dengan kamar Mr M, masih tertutup seperti sedia kala. Hanya menampakkan secercah cahaya lampu melalui jendela kecil yang terletak di atas pintu.

Larut larut dan melarut. Malam telah jauh lebih larut. Dan kini telah berganti menjadi dini hari. Hanya suara jangkrik yang memecah keheningan malam. Serta suara televisi yang menyiarkan pertandingan sepakbola. Dan sekali lagi, mobil itu masih tetap pada posisinya. Entah sampai kapan.

Pagi-Pagi

Matahari telah bersinar dengan penuh percaya diri. Makhluk bumi telah beranjak pergi menjalani hari2nya. Namun, di salah satu sudut parkiran kosan, mobil yang sama persis dengan hari sebelomnya masih tetap belom beranjak dari tempatnya.

Semua orang membuka pintu dan jendela kamarnya lebar2. Membiarkan udara pagi masuk menanungi seluruh ruangan. Membiarkan cahaya matahari yang malu2 datang menyinari. Tapi tidak demikian dengan kamar Mr M. Pintu masih tertutup rapat. Pun demikian dengan jendelanya.

Siang-Siang

Kali ini matahari telah bersinar terik di atas kepala. Barulah terlihat Mr M keluar dari kamarnya. Seorang diri. Segera ia menuju mobil. Lalu melaju pergi entah kemana. Sementara kamarnya masih tertutup rapat seperti sedia kala.

Nggak lama kemudian, mobil itu telah kembali. Mr M turun dari mobil dengan membawa sebongkah bungkusan. Setelah mengunci mobil, ia pun beranjak kembali ke kamarnya. Sampai di pintu kamar, ia langsung mendorong pintu dan pintu itu pun terbuka. Menandakan bahwa ketika tadi ia pergi, Mr M tidak mengunci kamarnya. Menandakan bahwa masih ada seorang lagi di dalam sana.

Hampir Sore

Terlihat Mr M keluar dari kamar. Lalu ia melangkah menuju mobil. Dibukanya pintu mobil, dan ia segera memasukkan kunci mobil ada lobangnya. Namun Mr M nggak turut serta masuk ke dalem mobil itu. Dinyalakan mesinnya, sementara Mr M masih berdiri di depan pintu mobil.

Masih dalam keadaan mesin mobil yang menyala, Mr M kembali lagi ke kamarnya. Ia tinggalkan mobil itu dengan pintu depan terbuka dan mesin yang menyala. Beberapa saat kemudian, Mr M muncul lagi dari balik kamarnya dan menuju ke mobil itu, lalu ia segera masuk ke dalamnya. Di Mengikuti langkahnya, terlihat sosok Mrs F. Dengan berjalan anggun, ia menggerakkan langkahnya menuju mobil. Kemudian ia masuk ke dalam mobil, mengambil  posisi di kursi penumpang depan, menemani Mr M yang telah menunggu dari balik kemudi.

Dan akhirnya, mobil itu pun pergi meninggalkan parkiran kos2an, membawa serta Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 14.10 siang…

(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Nggak bermaksud apa2, cuma sekedar kegelisahan dan kebingungan hati seorang penulis yang begitu lemahnya dan nggak berdaya menghadapi realita yang ada… Yogyakarta, 2 Mei 2009)

Add comment May 5, 2009

WalkingALone

Walking Alone

You know it’s been so long

Since the last time I’m walking alone

I’m walking alone through this city

Just by myself with nobody

With my feet and my foot

I never feel this good

The night was so lovely

Doesn’t care that I’m lonely

Many cars moving anywhere

And the bikes are here and there

See so many people everywhere

But I am here going nowhere

Then I look at the sky

Its beauty makes me want to fly

Because the star shines so brightly

While the moon moves so slowly

But I realized and remember

That I will never fly like a flier

I always point me a finger

Then admit myself a loser

I’m still walking alone

And I’m still keep moving on

Is there any brilliant light

Who will guide me through this fight?

Hour by hour has gone

Day by day also has gone

So does my past, they had gone

And then, I will be the one who’s gone

C-Kink

Yogyakarta, 2 Mei 2009

Add comment May 5, 2009

TulisanNggakJelas

Ketika gue lagi khusyuk melamun sehabis Maghrib, sebuah sms masuk ke handphone gue. Sebuah sms dari nomor asing, yang isinya:

“Dikarenakan sesuatu dan lain hal, maka nomor saya yang sebelumnya:

085248xxxxxx

untuk sementara waktu berganti menjadi nomor ini, jika AS tidak aktif, maka Im3 yang aktif, harap maklum.

Suro Sujancuk”

Sender: +6285719xxxxxx

(Keterangan: Suro Sujancuk bukan nama sebenernya. Tapi demi menjaga kerahasiaan klien, kita sebut aja makhluk itu dengan nama Suro Sujancuk, dipanggilnya “Bambang”).

Si Bambang alias Suro Sujancuk adalah salah seekor temen gue yang dulu make kartu AS. Sekarang, dari angka 0857 di depannya, ketauan lah bahwa beliau kini telah berganti nomor jadi pake kartu Im3.

Gue juga pake Im3. Dan gue juga seneng Im3 soalnya iklannya dibintangin sama Asmirandah-quwh. Asmirandah oh Asmirandah…

Lalu mengingat adanya kaitan antara Im3 dan Asmirandah, spontan jari2 gue yang kekar dan berotot ini segera ngebales sms tersebut.

“0857 kan nomor Im3. Artinya pengguna Im3 bertambah 1 ekor lagi. Artinya iklan Im3 bakalan lebih banyak beredar. Artinya Asmirandah bakal dapet banyak orderan. Asiiiiiik…!!!”

Dan nggak perlu menunggu waktu lama untuk dapet balasan dari si Suro Sujancuk alias Joko itu.

“Semoga Im3 bosen sama mukanya Amirandah. Amin!”

Dan Suro Sujancuk alias Mince juga nggak perlu nunggu waktu lama untuk dapet balasan dari gue.

“Tapi aku belom bosen kok. Semoga nanti kalo aku bikin video klip, yang jadi modelnya si Asmirandah. Amin!”

Dan nggak perlu nunggu waktu lama buat ngeliat lu semua muntah2 setelah ngebaca tulisan ini!

Di iklannya Im3, Asmirandah berperan sebagai putri. Tapi gue lupa putri apaan, putri kerajaan neraka kali ya? Tapi nggak masalah mau itu putri ketek, putri buajigur atau putri guaplek’i sekalipun, Asmirandah tetaplah Asmirandah yang akan selalu menjadi Asmirandah. Asmirandah oh Asmirandah…

2 comments May 5, 2009

JanganBangunkanAku

Jangan Bangunkan Aku

Jangan bangunkan aku

Dari mimpiku malam ini

Jangan bangunkan aku

Dari mimpi yang indah ini

Jangan bangunkan aku

Karena aku masih ingin menikmati

Mimpi-mimpiku di malam ini

Aku tau

Mimpiku ini hanyalah sebuah mimpi

Tapi aku begitu menikmatinya

Aku tak ingin

Terbangunkan dari mimpi indah ini

Karena aku tau

Kenyataan dalam hidupku

Tak seindah mimpi ini

Aku hanya ingin

Melakukan hal-hal yang aku inginkan

Yang aku tau itu akan sulit dilakukan

Jika aku dihadapkan pada kenyataan

Aku ingin

Selamanya tetap seperti ini

Bergerak lincah kesana-kemari

Tanpa ada rasa ragu di dalam hati

Bagaikan di alam mimpi

Oh iya… Ini kan memang hanya mimpi…

Tapi aku

Masih ingin menikmatinya

Masih ingin merasakannya

Masih ingin berbahagia di alam ini

Jangan bangunkan aku

Dari mimpi ini

Ku tak ingin segera terbangun

Ku masih ingin ada di sini

Jangan bangunkan aku

Jangan bangunkan aku

Jangan bangunkan aku

Izinkanlah aku

Menikmati perasaan ini

Yang hanya dapat kunikmati

Dalam dunia mimpi

Jadi sekali lagi, kumohon

Jangan bangunkan aku

Dari mimpiku malam ini

Karena

Malam ini aku bermimpi

Bahwa aku…

…BISA NAIK SEPEDA!!!

HUAAAAAAAA…!!!

C-Kink

Yogyakarta, 25 April 2009

7 comments April 26, 2009

BaladaIsiPulsa

Sebuah balada antara Mr X dan Mrs Y.

Based on true stories.

Alkisah, di suatu hari entah kapan, di suatu tempat entah dimana, di suatu malam entah jam berapa, tersebutlah seekor anak manusia bernama Mrs Y (anggap aja bukan nama sebenernya). Di malam itu, Mrs Y yang lagi nggak ada kerjaan iseng memencet tombol *388# pada handphonenya. Dan ternyata, angka2 yang ditampilkan di layar handphonenya itu nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya malam itu Mrs Y memutuskan untuk membeli pulsa di toko material terdekat (?????).

Berangkatlah Mrs Y menuju tukang jual pulsa. Sesampainya disana, ia disambut oleh seekor mas-mas yang berjiwa entrepreneur tinggi. Apa buktinya? Buktinya adalah bahwa mas-mas itu telah membuka usaha untuk berjualan pulsa. Bener2 luar biasa! Bangsa ini butuh jiwa2 entrepreneur seperti itu…

Lalu Mrs Y segera membeli pulsa elektronik di tempat itu.

“Mas pulsa *tiiiiiit* (merek operator) nya yang 10ribu ya! Nomornya xxxxxxxxxxxx”

“Siap Mbak! Your wish is my command! Apa sih yang nggak buat Mbak. Jangankan 10ribu, 1juta pun saya kasih! Asal ada duitnya ya…”

Si mas-mas pengusaha itu segera memencet tombol2 di handphonenya yang jumlahnya lebih dari 1, tapi levelnya low-end semua (khas tukang2 penjual pulsa). Ctik ctik ctik… Anggap aja bunyinya kaya gitu.

Nggak lama kemudian, sebuah sms masuk ke handphone Mrs Y. Mrs Y segera membukanya dan terlihat tulisan disana.

“M-KIOS

Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)”

Mrs Y meneliti jumlah angka 0 pada nominal pulsa disitu. Satu dua tiga empat lima… Ada lima angka 0. Berarti pulsa yang masuk adalah 100ribu rupiah. Loh, padahal kan tadi dia mintanya yang 10ribu? Lalu Mrs Y komplain ke mas-mas entrepreneur dihadapannya.

“Loh Mas kok 100ribu? Aku kan bilang 10ribu!”

“Hah masa Mbak? Tadi saya masukinnya 10ribu kok!”

“Masa sih Mas? Ini coba liat sendiri nih!” (sambil menyodorkan sms tersebut persis di moncongnya mas-mas entrepreneur itu)

“Loh tapi tadi saya nulisnya 10ribu Mbak! Beneran, nggak bo’ong! Sumpah deh!”

“Aduh, tapi ini gimana Mas?”

“Yah saya juga nggak tau Mbak…”

“…”

“…”

Lalu mata mereka berdua saling pandang dan bertatapan lamaaaaa sekali. Terdiam, termangu… Seakan malam ini hanya milik mereka berdua… So sweet…

Kriiiiiiik… Kriiiiik…

***

Pada waktu yang bersamaan dengan balada Mrs Y diatas, tersebutlah seekor makhluk yang bernama Mr X (semoga ini emang nama sebenernya) yang sedang bersemedi di suatu tempat entah dimana. Kalo si Mrs Y memencet tombol *388# di handphonenya, maka malam ini Mr X menekan tombol *389# (aduh, mereka berdua pasti pake operator yang sama deh, yang bintang iklannya si Asmirandah itu loh…). Di layar handphone Mr X muncul sebuah tulisan, “Sisa SMS 0.1 : xx SMS jam 00-12 & yy SMS jam 12-24. Raih Swift/hari ketik Kejar ke 885”. Melihat konstanta variabel yy SMS disitu masih ada nilainya, maka Mr X pun berniat menghabiskan bonus sms sejumlah yy satuan itu.

Segera Mr X membuka inboxnya untuk mencari sms2 jayus yang kiranya bisa digunakan untuk menghabiskan jatah bonus sms nya. Sampailah ia pada seonggok sms yang berbunyi,

“M-KIOS

Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)

.

.

.

.

Tapi karena Anda kaget dan senyum duluan, maka pulsa kami batalkan. Terima kasih. :-P

Segera ia gunakan sms itu dan ia forward. Ketika hendak memasukkan contact untuk dikirimin sms, listnya berhenti pada nama “Mrs Y”. Segeralah tangannya menekan tombol send, dan terkirimlah sms jayus itu kepada Mrs Y.

***

Beberapa menit kemudian, handphone Mr X berdering. Ada sebuah sms masuk disana. Ia buka sms tersebut, ternyata pengrimnya adalah Mrs Y. Isinya adalah sebagai berikut:

“Ahahaha sialan. Tau nggak, pas banget pas lo kirim sms pas gue lagi beli pulsa di tukang pulsa, dan dengan bodohnya gue membaca sms lo dan nanya yang jual “loh Mas kok 100ribu, aku kan bilang 10ribu”. Ahahahaha. Terus mas nya makin bingung… Jadi sms dari M-Tronik masuknya barengan sama sms lo… Ya ya Anda berhasil menjebak saya.”

Dan setelah membaca sms dari Mrs Y tersebut, Mr X senyam-senyum cekikikan sendirian dalam semedinya. Ihihiihihii…

TAMAT

(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Jika ada kesamaan kejadian dan lainnya, maka itu adalah suatu kesengajaan yang emang disengaja. Hohohoho…”

4 comments April 26, 2009

MalamIni

Malam ini
Aku berjalan sendiri
Di bawah langit malam hari
Tanpa sinar rembulan menemani
Tanpa cahaya bintang menerangi
Hanya awan mendung yang menaungi

Malam ini
Aku berjalan sendiri
Melangkahkan kaki
Mengitari Pogung malam hari

Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Rully
Untuk mengembalikan
Buku berjudul “Confession of an Economic Hit Man”
Karya John Perkins dari seberang lautan

Malam ini
Aku telah sampai di kosan Rully
Ternyata lampu kamarnya mati
Kuketuk pintunya
Tak ada jawaban disana
Berarti Rully sedang tidak ada

Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Hasan
Yang letaknya berdekatan
Untuk menitipkan
Buku yang hendak ku kembalikan

Malam ini
Aku telah sampai di kosan Hasan
Lampu kamarnya menyala berkilauan
Tapi tidak ada sendal Hasan di pintu depan
Kuketuk pintunya
Tak seorang pun membalasnya
Berarti Hasan juga tidak ada
Dan buku itu harus tetap ku jaga

Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Reza
Untuk meminjam buku
Yang sudah lama kutunggu
“Melawan Iblis Mepisthopeles
Bunga Rampai Tinjauan Kritis
Anti PLTN Fisi”

Malam ini
Aku telah sampai di kosan Reza
Ku menuju ke lantai dua
Dan kuhampiri kamarnya
Setelah mengetuk sekian lama
Ternyata Reza tidak berada di kamarnya
Sekali lagi, buku itu harus tertunda ku baca

Malam ini
Aku bingung mau kemana lagi
Jadi aku melangkahkan kaki
Menuju burjo untuk menambah energi

Malam ini
Aku telah sampai di burjo itu
Ku pesan nastel, tempe dan tahu
Serta minum milo disertai es batu
Enam ribu
Uang yang harus kukeluarkan dari kantongku

Malam ini
Aku baru menyadari
Bahwa aku harus ke kosan Andhika
Untuk menyerahkan
PR bahasa Jepang yang harus diselesaikan
Pada hari Senin depan

Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju ke kosan Andhika
Yang letaknya terpencil di ujung sana
Terjepit antara dua rumah warga

Malam ini
Aku melewati kosan Sazar
Tempat aku biasa membeli pulsa
Serta meng-copy file kuliah dari komputernya

Malam ini
Aku telah sampai di kosan Andhika
Ku telusuri gang menuju kamarnya
Ternyata lampu kamarnya tidak menyala
Kuketuk pintunya
Tak ada jawaban di sana

Malam ini
Aku tau persis kebiasaan Andhika
Dimana ia tidak pernah mengunci pintu kamarnya
Jadi ku dorong saja pintunya
Dan ternyata…
Terbuka!
Kuletakkan PR bahasa Jepang itu di mejanya
Semoga ia melihatnya

Malam ini
Aku tidak tau harus kemana lagi
Jadi kuputuskan untuk kembali
Balik ke BEM lagi

Malam ini
Aku berjalan sendiri
Melintasi Selokan Mataram
Yang airnya bersinar temaram
Memantulkan keindahan cahaya malam

Malam ini
Aku melewati warung Bu Minah
Tempat dulu kita biasa tertawa bersama
Menikmati nasi goreng dengan pedasnya
Diiringi lelucon jayus tanpa makna
Dan obrolan yang membuka segala rahasia

Malam ini
Aku melewati warung Herlambang
Dengan tulisan Ejo yang terpampang
Warung ini butuh banyak kasih sayang
Tapi ingat, ini bukan warung remang-remang

Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menikmati Pogung di malam hari
Yang penuh dengan warna-warni
Warna-warni dari para penghuni

Malam ini
Aku berjalan sendiri
Dan ketika kulihat ke atas sana
Bintang bulan masih enggan untuk menyapa
Hanya rintik hujan yang telah mereda
Membasahi bumi dengan cintanya

Malam ini
Aku melintasi jurusan Teknik Sipil
Jurusan yang lebih besar dari seonggok upil
Tempat Primas, Dede, Friski dan Teguh menghabiskan waktu
Demi menuntut ilmu
Untuk mencampur semen, pasir dan batu

Malam ini
Aku telah kembali ke BEM lagi
Dan segera ku buka lemari
Tempat ku meletakkan tas dan kunci
Kunci mobil ku yang setia menanti
Di parkiran Arsi

Malam ini
Aku berkendara seorang diri
Di temani sebuah mobil Toyota Soluna
Yang setia mengantarku kemana-mana
Tanpa pernah lelah apa lagi curiga

Malam ini
Aku telah sampai di kosan Karangwuni
Segera kubuka laptop Eight-Pi
Lalu kupaksa jari-jari ini
Untuk mengetik sebuah puisi
Dan puisi itu, saat ini,
Baru saja kalian nikmati

C-Kink
Yogyakarta, 19 April 2009

2 comments April 20, 2009

Evaluasi3Bulan

Hari itu, di awal bulan Februari, Hayu Miftah Utami selaku Ketua Umum BEM KMFT mewajibkan seluruh PH alias Pizza Hut, eh maksudnya Pengurus Harian untuk nulis harapan, impian, keinginan, target, rencana atau apapun yang ingin dicapai selama 3 bulan ke depan. 3 bulan dalam arti bulan Februari, Maret dan April. Kita semua nulis keinginan kita masing2 di selembar kertas. Terus kertasnya dikumpulin jadi satu, dan dimasukkin ke dalem botol.
Tadinya botol tersebut mau dikubur di dalem tanah biar kesannya lebih nampol. Tapi karena takut nanti lupa nguburnya dimana dan nggak bisa diambil lagi, jadilah botol tersebut dipegang sama Miftah sendiri. Dan botol itu baru boleh dibuka lagi 3 bulan kemudian. Botol yang berisi harapan2 kita semua selama 3 bulan kedepan.

3 bulan kemudian…
(kaya di film2)

3 bulan telah berlalu sejak hari itu. 3 bulan yang sangat singkat, nggak sampe 1 paragraf…
Akhirnya tibalah hari di mana kita bakalan ngebuka botol keramat itu. Di penghujung rapat PH, Miftah Nur Muslimah mengeluarkan botol itu untuk kita buka rame2. Karena botolnya disegel, jadi botol itu kita potong tengahnya pake cutter. Tau cutter kan? Itu loh yang biasa dipake perempuan buat warnain kuku…
Sreek sreeek… Cutter tesebut membelah bagian tengah botol. Dan setelah botolnya kebelah semua, tiba2, wuuuuuuuussssssh….!!! Muncul seonggok jin dari dalem botol tersebut!
Hah, masa iya ada jin nya? Ya nggak lah… Kalau pun ada ya nggak bakal keliatan, kan jin makhluk ghaib gitu loch.
Lanjut lagi. Botol itu dibuka dan kertas2 di dalemnya dikeluarin. Sampe pada gilirannya gue dapet kertas punya gue sendiri. Berisi harapan2 yang gue tulis di bulan Februari lalu Mau tau apa tulisan gue waktu itu? Ini dia…
Idealita

Individu:
- Harus ikut les bahasa Jepang atau Prancis
- Harus ada kejelasan mengenai nasib personal literatur yang udah dikirim ke penerbit
- Harus baca 10 buku dalam 3 bulan ini
- Harus ngeposting 20 tulisan dalam 3 bulan ini
- Harus nyiptain 3 lagu dalam 3 bulan ini

BEM KMFT UGM
- Udah punya koneksi face to face dengan 15 instansi internal UGM
- Udah punya koneksi face to face dengan 5 instansi eksternal UGM
- BEM KMFT UGM harus eksis dan aktif di tingkat eksternal, minimal universitas
- BEM KMFT UGM punya nama dan disegani di tingkat universitas

(catatan: tulisan idealita itu nggak ada di kertas lho, cuma gue tambahin di sini aja)
Kira2 itu hal2 yang gue tulis di kertas itu. Target2 yang ingin gue capai selama 3 bulan. Target nya pun dibagi 2, ada target untuk individu dan ada target untuk BEM dengan porsi gue selaku Menteri Koordinator Lini Eksternal.
Lalu, gimana kenyataan selama 3 bulan ini? Apakah target2 tersebut terpenuhi? Yuk mari kita saksikan realita yang terjadi…

Realita

Individu:

1. Harus ikut les bahasa Jepang atau Prancis
Realita: Sukses!
Nggak cuma les bahasa Jepang atau Prancis, tapi les bahasa Jepang dan Prancis. Les Prancis level 1 udah selesai, dengan status excellent dan nilai tertinggi sekelas. Sekarang lagi coba lanjut ke level 2.

2. Harus ada kejelasan mengenai nasib personal literatur yang udah dikirim ke penerbit
Realita: Gagal!
Terakhir kali ngirim email ke penebit, penerbit Resist Book nggak ngasih respon balik. Sementara Gradien Mediatama belom bisa ngasih jawaban pasti soalnya baru dinilai oleh 2 orang dari seharusnya 5 orang.

3. Harus baca 10 buku dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Baca 11 buku dalam bulan ini:
+ Jangan Berlebihan (Manshur bin Muhammad Al-Muqrim)
+ Perilaku-Perilaku Setan (Muswadi Ahmad, LC)
+ Hidup Setelah Mati (Jasim Muhammad Al-Muthawwi)
+ Metode Menjemput Kematian (Al-Ghazali)
+ Fatwa-Fatwa Rasulullah (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
+ Penyesatan Opini (Adian Husaini)
+ Confession of an Economic Hit Man (John Perkins)
+ Capita Selekta Aliran Sempalan di Indonesia (M. Amin Djamaluddin)
+ Indonesia Butuh Nuklir (Agus Mustofa)
+ Mossad Behind Every Conspiracy (Herry Nurdi)
+ Hypnotic Writing (Joe Vitale)

4. Harus ngeposting 20 tulisan dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Posting 21 tulisan di blog. Plus ngirimin 1 tulisan ke 5 media massa, tapi Alhamdulillah nggak ada 1 media massa pun yang mau nampilin tulisan itu.

5. Harus nyiptain 3 buah lagu dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Dalam rentang waktu 3 bulan ini berhasil nyiptain 6 buah lagu:
+ Kembalilah
+ Sendiri
+ Hidup Ini Indah
+ Lelah (lirik oleh Cinthya)
+ Pemilhan Umum
+ Di Ujung Lelah (lirik oleh Fina)

BEM KMFT UGM

1. Udah punya koneksi face to face dengan 15 instansi internal UGM
Realita: Belom tau?
Fungsi ini dipegang sama Humas. Tapi belom sempet dapet update-an terbaru dari Humas. Nggak cuma Humas yang punya forum Humas se-UGM, ternyata Advo juga punya forum Advokasi se-UGM. Dan Departemen2 lain juga punya, cuma belom terdata.

2. Udah punya koneksi face to face dengan 5 instansi eksternal UGM
Realita: Belom tau?
Fungsi ini utamanya juga dipegang Humas. Tapi yang udah konkrit dan dipegang langsung oleh Menko Eksternal adalah Universitas Widyagama Malang, Akademi Teknologi Kulit Bantul dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.

3. BEM KMFT UGM harus eksis dan aktif di tingkat eksternal, minimal universitas
Realita: Anggap aja sukses!
BEM KMFT UGM udah pernah dapet kunjungan dari UWM, ATK dan Untirta. Kita juga diminta ATK untuk jadi pembicara di acara LDK mereka. Untuk tingkat universitas, Humas sempet jadi tuan rumah forum Humas se-UGM. Advokasi juga sempet ngadain training Advokasi rumpun BGST. Sosmas ngasih pembelajaran intensif ke anak2 panti asuhan Aisyah dalam rangka menghadapi UAN. Kastrat ngadain workshop pemilu dengan pembicaranya antara lain adalah orang KPUD Jogja dan anggota DPR RI, serta pesertanya ada warga asing yang tertarik mempelajari sistem demokrasi di Indonesia.

4. BEM KMFT UGM punya nama dan disegani di tingkat universitas
Realita: Anggap aja sukses!
Fakultas Teknik gitu loh, siapa sih yang berani macem2 sama anak Teknik?

Nooooooh, kira2 begono evaluasi gue selama 3 bulan ini. Ayo buat yang lain, tertarik untuk bikin lembar perencanaan dan lembar evaluasi juga? Karena gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Dan lebih baik bersimbah keringat di saat latihan daripada bersimbah darah di medan perang. Serta sesungguhnya Allah adalah seperti prasangka hamba2-Nya, dan Allah lebih dekat kepada manusia daripada urat nadi manusia itu sendiri. Harapan itu masih ada, Insya Allah, LANJUTKAAAAN!!!!

Add comment April 17, 2009

MenkoEksternal#3

Once again, another month of my existence as Menko Eksternal BEM KMFT UGM has passed. That was the third. And now i’m facing my next month.

There are no many events were held in March. March was “Makrab Month”. Makrab, known as Malam Keakraban or Solidarity Night was an event held by ministry or BEM itself in purpose to strengthen the relationship between the persons on it. If it is held at night, we call it Makrab. But if it is day, we rename it Sikrab, as known as Siang Keakraban. The difference is only at its time, one is held with stay overnight and the other is held all day long.

There are about 3 Makrab were held in March. The first is Daily Board Makrab. But that wasn’t true Makrab, that was just a Sikrab and we call it Forga, known as Forum Keluarga or Family Forum. All Daily Board were came except Dita from OASE, because she hasn’t felt better since her last accident that cause her to stay overnight at hospital. And so did Sheila who has been pointed to replace Dita’s place, she didn’t came either.
That Forga was held in Prambanan, one of the most popular temple. We came there at about 9 o’clock and left there at 5. But even though we were there all day, we didn’t even touch the Prambanan Temple itself! All we did was just an heart to heart talk, games, exchange gift and absolutely photo sessions. We didn’t have any time to touch the temple. What we did is just took the picture of the temple. How sad…

Then one day after Forga, The Ministry of Sosmas also held a Makrab. It was held ini Parangkusumo Beach, Bantul, South Jogja. We did stay overnight at somewhat inn. We spent the night by playing a card game called “Uno”, the one whom I like to win. And in the next morning, we play at the beach. Playing beach football, play in the sea, had our clothes wet, and also photo sessions, the one that I won’t forget! Every old man here was thrown to the sea, including me. And it was fun that you felt the soft sea water flow through your body.

Next week, The Ministry of PSDM won’t be defeated. They also held a Makrab. If Sosmas did it in beach, then PSDM did it oppositely: the mountain! That was took place in Cangkringan, some place near Merapi. We didn’t stay overnight at inn, but we used citizen’s house for our base camp. But the men should not sleep there. We were sleep at the mosque near there. But I didn’t follow all of event. I came at late night and then left at early morning. Didn’t know what was happened after I left it.

In the middle of the month, there was a talk show that organized by Humas. It was a talk show whom talks anything about how to get the chance to continuing our study in Japan. The speaker were they who had been in Japan.

Talking about Japan, there was a member of BEM that had a chance to study exchange in South Korea. He was Ahmad Nasikun, former leader of The Ministry of PSDM. He was departed at 21st this month. At 20th, we did a little goodbye anniversary for him. Because he will left Indonesia for about 9 months until January 2010. And we did accompany him to Tugu rail station. He will left to Jakarta using a train, and then use an air plane to move to South Korea.

Recruitment limited edition also held this month. There were about 30 new members who registered. They had any task to be done to complete their status as new members of BEM KMFT UGM. One of their tasks is to discuss with one of 3 top boards: Miftah, Fauzi or me. With this, I had a duty to prepare my material of discussion that I was going to discuss with them. That was Motivational Organization, Time Management and Between Ideality and Reality.

Not only that. Another tasks is to stay overnight at BEM and then made a discussion in the morning. Once again, I had a duty to become a speaker at that time. So I had to stay overnight at BEM too and then gave a discussion in the next morning. I was talked about Integrity and Preparing for the Dead.

And then, the final task of limited edition recruitment is somewhat called “Sekolah Kaderisasi”. It was held 2 days full day, start since 8 o’clock morning and ended at about 5 o’clock. And in this event, at the first day I had a duty to give material about Life Planning for them. I spoke in front of the class with a power point slide to tell them anything about life planning. And in the last day, I was pointed to be a judge for the drama presentation.

That was happened in March. There wasn’t a lot of big event, only a little event to strengthen our relationship in BEM itself. And then, my first quarter as Menko Eksternal had passed. What will be happen next?

2 comments April 17, 2009

KoalisiPartaiIslam

Koalisi Partai Islam?

Headline harian Republika pada Selasa 18 Rabiul Akhir 1430 H yang lalu menceritakan tentang koalisi pasca pemilu legislatif yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh sejumlah partai politik. Bagaimana partai politik berlomba-lomba menggandeng mitra demi secuil kekuasaan yang tersedia. Dan dari koalisi-koalisi yang santer dibicarakan akhir-akhir ini, secara umum terdapat 2 kubu yang beseberangan yang telah siap untuk bertarung satu sama lain.

Kubu pertama dipimpin oleh Partai Demokrat dengan capres incumbentnya. Kubu yang sering dinamakan dengan Golden Bridge ini diperkirakan menguasai 42.32 % suara nasional, mengacu pada quick count sementara yang dilakukan oleh LSI. Prosentase suara tersebut diperoleh dari partai-partai yang tergabung di dalamnya, yaitu: Demokrat (20.34%), PKS (7.82%), PAN (6.07%), PKB (5.20%), PBB (1.65%), PKPI (0.99%), PDP (0.84%) dan Pelopor (0.40%).

Sementara kubu yang satu lagi santer diberitakan dengan nama Golden Triangle. Dipelopori oleh Partai Golkar dan PDIP, kubu ini diperkirakan mampu menguasai 41.90% suara nasional. Jumlah suara tersebut diperoleh dari Golkar (14.85%), PDIP (14.07%), PPP (5,29%), Gerindra (4.20%) dan Hanura (3.49%).

Jika pada akhirnya memang benar hanya ada dua kubu tersebut, maka dapat dipastikan bahwa capres yang akan maju pada pemilu presiden nanti adalah orang yang itu-itu lagi. Dari Golden Bridge tentunya akan mencalonkan capres incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan calon yang mungkin dicalonkan oleh Golden Triangle kalau bukan Megawati Soekarnoputri ya Jusuf Kalla.

Lalu, dimana peran partai Islam dalam ajang koalisi ini? Berdasarkan prosentase suara yang diperoleh, partai-partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam tidak begitu memiliki posisi tawar yang kuat dalam pembentukan koalisi-koalisi tersebut.

PKS yang selama ini digadang-gadang, ternyata perolehan suaranya tidak jauh berbeda dengan pemilu 5 tahun lalu. Demikian juga dengan PKB yang suaranya melorot drastis akibat konflik internal antara Muhaimin Iskandar dan Abdurrahman Wahid serta berdirinya partai baru yang bernama Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

Kalau hal ini terus terjadi, maka kapankah negara ini akan memiliki pemimpin yang berakhlak dan berakidah serta berpola pikir Islami? Indonesia adalah negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Sejatinya rezeki ini bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi negara ini.

Melihat kembali ke jumlah suara yang diraih oleh partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam, seharusnya disadari bahwa partai-partai Islam pun memiliki nilai tawar yang hendaknya tidak dijual murah begitu saja.

Sejumlah partai Islam memilih untuk bergabung dalam Golden Bridge, sementara PPP bersedia dirangkul oleh Golden Triangle. Namun pernahkah terpikirkan jika seluruh partai Islam atau partai berbasis massa umat Islam berkoalisi dalam 1 kubu saja? Sebuah kubu yang penulis namakan dengan istilah Golden Gate atau gerbang emas, sebuah jalan masuk menuju jaman keemasan Indonesia.

Jika partai-partai Islam tersebut mau bersatu, maka cukuplah bagi mereka untuk mencalonkan capresnya sendiri. Kalau koalisi Golden Gate ini diisi oleh partai-partai seperti PKS, PAN, PKB, PPP dan PBB, maka berdasarkan quick count sementara LSI koalisi ini akan mampu meraih 26.03% suara nasional.

Belum lagi kalau ditambah dengan partai Islam lainnya seperti PKNU (1.39%), PBR (0.96%), dan PMB (0.42%), maka jumlah suaranya akan mencapai 28.8%. Plus dengan kekuatan seperti ini, tidak menutup kemungkinan beberapa partai kecil lainnya akan tertarik bergabung. Dan jumlah sebesar ini sudah lebih cukup untuk mencalonkan capresnya sendiri.

Tidak hanya itu, koalisi Golden Gate ini akan mampu mereduksi suara Golden Bridge menjadi hanya 22.57%. Meskipun suara Golden Triangle hanya akan berkurang menjadi 36.61%, namun selisih suara sebesar 8% tersebut dapat teratasi dengan sosok capres alternatif yang dicalonkan dari Golden Gate sendiri.

Masih teringat jelas dalam pemilu 5 tahun lalu, bagaimana Partai Demokrat yang hanya meraih suara sekitar 7.5% ternyata mampu mengajukan capres yang pada ahirnya keluar sebagai pilihan mayoritas rakyat Indonesia, mengalahkan Golkar dengan Wiranto nya serta PDIP dengan Megawati nya. Pun demikian dengan koalisi Golden Gate ini. Tidak menutup kemungkinan capres yang dicalonkan dari koalisi Golden Gate mampu merebut simpati dari mereka yang telah jenuh dengan wajah lama.

Hal ini sejatinya menjadi pertimbangan tersendiri bagi para petinggi partai Islam di negara ini. Terlalu banyaknya jumlah partai Islam ternyata mampu memecah kesatuan suara umat Islam. Demikian juga dengan fenomena perpecahan internal di partai Islam itu sendiri, sebagaimana PAN dan PMB atau PKB dan PKNU. Kini sudah waktunya bagi partai-partai Islam untuk bersatu mengutamakan kesejahteraan umat daripada golongannya masing-masing.

Karena seluruh umat muslim Indonesia menantikan Islam bangkit kembali di seluruh penjuru dunia. Dan bukan tidak mungkin kebangkitan tersebut dimulai dari negara ini. Namun hari ini nampaknya itu semua akan sulit terwujud jika partai Islamnya saja lebih mengutamakan golongannya masing-masing daripada Islam itu sendiri. Dan kalau hal tersebut terus terjadi, maka kapankah Islam akan bangkit di negara ini?

Add comment April 15, 2009

PemiluPertama

 

 

Pagi2 jam 9-an, gue udah mejeng di BEM. Gue janjian sama Iqbal dan Ratih Monika alias Ramon untuk nyoblos ke TPS bareng. Eh bukan nyoblos, tapi nyontreng. Kita bertiga selaku pemilih yang kena mutasi genetik kebagian jatah nyontreng di TPS 36, dusun Nandan, Sleman Yogyakarta. Dan karena kita bertiga sama2 nggak tau tempatnya, ya udah kita janjian berangkat bareng aja. Biar kalo kesasar malunya bareng2.

Pagi itu gue pake baju warna merah, biar disangka fansnya PDIP. Bawahannya pake celana jins biru, biar disangka konstituennya PAN. Terus atasannya gue dobel lagi pake jumper warna abu2. Partai apa ya yang warnanya abu2? Kalo yang warna biru muda dengan bintang warna putih di tengahnya sih ada, Partai Pemersatu Mahasiswa. Hohohoho…

Jam setengah 10-an si Iqbal dateng. Iqbal, pemuda asal Ciamis yang bau amis, usia 20 tahun, Ketua Departemen Advokasi BEM KMFT UGM, bertanding 23 kali dengan rekor 21 kali menang, 8 kali kalah dan 31 kali seri. Loh kalo ditotal berarti lebih dari 23 kali dong? Ah whatever.

Dan nggak lama kemudian si Ramon alias Ratu Monyet (ups… hihihihi) nongol. Ratih Monika, 20 tahun, gadis asal Tanjung Priok Jakarta Utara, hadiah pelabuhan dari kapal kargo yang baru dateng dari Mozambik. Huehehe…

Lalu setelah ngaca serta dandan biar lebih ganteng, kita bertiga berangkat menuju lokasi kejadian. Sebelomnya kita sama sekali nggak tau TPS 36 dusun Nandan itu lokasinya dimana. Kemaren2 kita nggak sempet survey. Gue dan Iqbal cuma sempet nanya ke beberapa ekor warga asli Jogja, dan jawabannya mengarah ke tempat yang sama.

Responden pertama gue, Heni Oktaviani, bilang kalo dusun Nandan itu letaknya di deket2 Jalan Monjali (MONumen Jogja bALIk maning). Responden kedua, Sigit Nugroho, nggak bales sms gue. (Terus kenapa disini gue tulis sebagai responden ya?) Responden ketiga, Dyah Anindita Wikansari Yudianto Pambudi yang akrab dipanggil dengan panggilan “Bambang”, ngasih info bahwa dusun Nandan di sebelah selatannya ringroad Utara antara Jakal dan Monjali. Responden keempat, Tyaz Busuk, nggak tau tempatnya. Malah dia balik nanya:

 

“Wah dusun Nandan aku nggak tau Mas. Ancer2nya dimana?”

 

Pertanyaan gue kok dibales dengan pertanyaan ya? Ya udah gue kasih aja ancer2nya:

 

“Ancer2nya, dari Jakarta ambil arah Timur, lurus aja terus. Sampe Semarang belok ke Selatan. Terus ngelewatin Magelang, terus sampe ke Jogja. Nah abis dari situ nggak tau lagi kemana.”

 

Dan Tyaz nggak ngebales sms gue. Mungkin dia lagi menangis dan bersedih, kenapa punya temen se-imut gue…

Ya udah, bermodal data yang kita peroleh, kita bertiga naik 2 motor berangkat menuju tempat kejadian perkara. Ancer2nya adalah perempatan Jalan Monjali. Iqbal selaku pengemudi motor, memimpin perjalanan ini. Sementara gue nebeng aja bareng Iqbal. Kalo gue yang bawa motornya, bisa dipastiin kalo kita nggak bakal sampe ke TPS tapi malah nyasar ke RS Sardjito atau Panti Rapih, mentok2 ke kuburan Pogung lah.

Ngelewatin lampu merah Monjali dari arah Selatan, kita belok Timur ke ringroad dan masuk ke jalan kecil ke arah Utara. Tapi di jalan kecil ini nggak ada tanda2 kehidupan, kecuali kehidupan makhluk halus dan sebangsanya. Lalu  kita pun menepi dan nanya ke seekor makhluk yang kebetulan lagi ada disana. Nggak tau deh makhluk ini manusia apa bukan, yang penting tanya aja. Kan ada pepatah yang mengatakan: Bagai pungguk rindukan bulan. Eh nggak nyambung ya?

Karena gue adalah orang paling tua di rombongan ini, jadinya gue harus punya tanggung jawab lebih untuk memastikan keamanan dan keselamatan 2 orang lainnya yang masih muda dan ranum ini. Ya udah, gue pun turun dari motor dan nanya ke makhluk tersebut.

 

“Misi Mas, mau nanya. TPS 35 dusun Nandan itu disebelah mana ya Mas?”

 

Gitu kira2 pertanyaan yang gue ajuin ke makhluk tersebut. Spesial buat lu semua, berikut ini gue terjemahin pertanyaan gue ke bahasa2 asing yang mungkin lu ngerti. Mohon maaf kalo ada yang salah.

 

“Misi Mas, kulo arep takon. TPS 36 dusun Nandan kae ngendi to Mas?”

“Excuse me my Bro, I have a question to ask. Where does the 36th TPS in Nandan village takes place?”

“Excuse-moi Monseour, je suis interroger. Ou est le TPS trente-six a Nandan village?”

“Sumimasen aniki-san. Anoo… San juu roku no TePeSu de Nandan wa dochira desu ka?”

“Guk guk auuuuu… Kaing kaing guk guk kaing?”

“Uka uka wala wala ule ule holala wala uka uka?”

 

*Bahasa2 tersebut secara berurutan: bahasa Jawa, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jepang, bahasa lu semua dan bahasanya siapa tau dah…

 

Dan si makhluk yang gue tanya ngejawab,

 

“Wah kalo dusun Nandan di sebelah sana Mas, bukan disini.”

 

Si makhluk itu ngejawab sambil tangannya nunjuk ke arah yang berlawanan dengan arah yang gue tuju. Selaku makhluk cerdas yang hapal peta di luar kepala dengan wawasan geografi yang luas, gue ngerti maksud si makhluk itu. Lalu kita pun pamitan dan gue bertiga melenggang menuju arah yang dimaksud.

Waktu berangkat dari BEM tadi, di pinggir jalan Monjali (sebenernya sih namanya jalan A.M Sangaji, tapi nggak tau kenapa orang2 lebih suka nyebutnya Monjali. Padahal si A.M Sangaji ini kan pahlawan terkenal loh… Hwayoo pada kenal nggak?) gue sempet ngeliat ada TPS. Lalu gue nyuruh Iqbal melajukan motornya kesana buat nanya2.

Nggak lama kemudian kita sampe di TPS pinggir jalan A.M Sangaji tersebut. Ternyata itu TPS 35. Berarti udah deket sama TPS 36. Gue turun lagi buat nanya ke ibu satpam yang mejeng disana. Dan si ibu itu pun menjawab,

 

“Oh TPS 36 itu di gedung serba guna Mas. Ini lurus terus aja, ntar ada gapura, belok kiri!”

 

Gedung serba guna? Emang serba guna bisa buat apa aja? Bisa buat nongkrong, bisa buat olahraga, bisa buat buang jin, bisa buat mesum, bisa buat nginep, dan bisa buat kita gila. Bener2 serba guna…

Kita kembali melaju meninggalkan TPS 35 dan ibu satpam itu untuk menuju arah yang dimaksud. Nggak jauh berjalan, di sebelah kiri jalan ada gang kecil dengan gapura di kedua sisinya. Kita pun coba masuk ke sana. Tapi setelah agak jauh, ini kok malah masuk ke perkampungan gitu. Nggak ada tanda2 TPS. Di pertigaan, kita memutuskan untuk nanya ke warung disana.

Gue turun dari motor dan menghampiri warung tersebut. Gue ngelongok ke dalem, keliatannya nggak ada orang. Lalu gue mulai bersuara untuk memanggil si penjaga warung yang meninggalkan warungnya tanpa pengawalan,

 

“Permisi…”

 

Dan terdengar jawaban,

 

“Iya Mas?”

 

Ada suara perempuan yang ngejawab. Gue ngeliat sekeliling. Sejauh penglihatan gue, nggak ada orang di dalem warung tersebut. Pun demikian di belakang, kanan, kiri, atas atau bawah gue juga nggak ada orang selain Iqbal sama Ramon yang lagi sibuk muterin motornya. Berarti suara perempuan itu punya siapa? Wah hebat juga nih warung, udah punya mesin penjawab suara otomatis!

Rasanya nggak sopan kalo suara perempuan-penuh-misteri itu nggak gue jawab. Sambil tetep mencari dimana gerangan si pemilik suara, gue ngomong lagi.

 

“Misi Bu, mau nanya…”

 

“Iya?”

 

Gue masih nggak bisa nemuin dimana orangnya. Tapi gue tetep nanya,

 

“TPS 36 itu disebelah mana ya Bu?

 

“Oh itu di sebelah Selatan, di gedung serba guna.”

 

Berarti tadi gue salah belok. Mestinya masih lurus lagi aja.

Tanpa tau siapa gerangan si Ibu itu, gue pun pamit.

 

“Oh iya makasih ya Bu!”

 

Dan akhirnya gue pun meninggalkan warung tersebut tanpa pernah tau siapa pemilik suara itu sebenernya. Hiiiii…

Kemudian sampailah kita pada posisi yang dimaksud. Kita nggak nemu gedung serba gunanya dimana. Lalu kita pun nanya lagi ke salah satu warung yang ada di deket sana. Tapi warung ini ada penghuninya secara nyata, bukan warung fiktif sebagaimana warung sebelomnya. Mereka adalah ibu2 penjaga warung dan kakek2 yang lagi mejeng depan warung. Gue nggak sempet ngeliat kaki si ibu ini nyentuh tanah apa nggak, dan gue juga nggak tau si kakek ini punggungnya bolong apa nggak… Ih kok horor gini sih?

Biarpun horor, tapi mereka berdua langsung ngasih jawaban konkrit: Itu di sebelah sana ada TPS, coba kesana aja. Kita pun bergegas menuju TPS yang dimaksud dan: voila! Akhirnya nyampe juga kita di TPS 36! Alhamdulillah… Lalu kita segera masuk ke gedung serba guna tersebut dan disambut dengan senyuman manis oleh pak satpam yang lagi nahan pipis.

Untuk proses penyontrengan ini, kita nggak bisa asal2an. Ada prosedur2 yang harus dilakukan oleh para pemilih dalam proses penyontrengan di TPS. Dan sedikit banyak gue udah tau tentang prosedur ini. Soalnya di Fakultas gue dapet amanah jadi koordinator Palelu (Pasukan Peduli Pemilu) sebuah kepanitiaan yang dibentuk untuk mensosialisasikan pemilu 2009 ke temen2 di Fakultas. Gue juga punya video teknis pemungutan suara yang dapet dari KPUD Jogja.

Buat lebih jelasnya, berikut ini gue tulisin prosedur dalam proses penyontrengan tersebut:

 

1.       Pemilih masuk ke TPS dan mendaftar.

2.       Setelah mengisi catatan kehadiran, pemilih menunggu giliran untuk mendapatkan kertas suara.

3.       Mengambil kertas suara di meja ketua KPPS dan anggotanya.

4.       Memilih di tempat/bilik pemberian suara.

5.       Memasukkan kertas suara yang telah dicontreng.

6.       Mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda sudah memilih.

7.       Pemilih meninggalkan TPS.

(Sumber: Harian Republika, Kamis 9 April 2009)

 

Karena gue adalah mahasiswa yang patuh pada peraturan, gue ngikutin prosedur tersebut. Begitu masuk TPS, gue langsung nyari dimana meja registrasinya. Si satpam pun dengan ramah nganterin gue bertiga kesana. Di meja registrasi itu ada bapak2 jenggotan yang lagi megang kertas apaan tau. Kita bertiga mejeng di depan meja si bapak itu, nunggu dapet pengarahan selanjutnya.

Tapi kok si bapak in cuek aja sama kehadiran kita bertiga, nggak kaya si satpam yang ramah dan langsung jemput bola. Plus lagi, gue kan pemilih mutasi, bukan warga sini. Jadi tanpa menunggu kiamat dateng, gue inisiatif buka suara untuk curhat ke bapak itu bahwa kita bertiga adalah pemilih mutasi yang mau registrasi. Mungkin prosedurnya beda atau gimana, jadi gue mau nanya.

 

“Misi Pak, kami…”

 

Belom sempet gue nyelesaiin kalimat gue, si bapak itu mulai buka suara dengan nada membentak,

 

“TUNGGU SEBENTAR! DUDUK DULU SANA!”

 

Buset deh Pak, Belanda masih jauh! Nadanya yang ngebentak itu mungkin ngebuat semua orang di TPS ngeliat ke arah gue. Tapi untung TPSnya lagi sepi. Dan dari pertemuan pertama ini, gue pribadi sepakat untuk menamai bapak ini dengan nama Mr. J, alias Mister JUTEK.

Lalu gue duduk di tempat yang ada tulisannya ”ruang tunggu”, diikutin sama Iqbal dan Ramon. Belom nyampe 1 menit kita duduk, salah seorang bapak di meja Ketua KPPS buka suara,

 

“Ada pemilih yang dari luar daerah?”

 

Pemilih dari luar daerah kan kita bertiga, alias pemilih yang kena mutasi genetik. Lalu kita bertiga melangkah ke meja bapak tersebut. Karena posisinya Ramon paling deket, dia yang dilayanin duluan.

 

“Ini dari luar daerah ya? Berapa orang? Tiga orang ya? Bukti mutasinya mana? Oh ini… Asalnya dari mana? Oh dari Jakarta… Karena mutasi berarti surat suaranya cuma 1 ya, yang untuk pusat aja”

 

*”Pusat” maksudnya surat suara DPR-RI. Jadi kita nggak kebagian milih DPD, DPRD tingkat 1 dan DPRD tingkat 2.

Si bapak ini ternyata friendly, nggak kaya Mr. J di meja registrasi. Akhirnya gue namain bapak ini dengan nama Mr. I, Mister IDOLA.

Kemudian Mr. I nanya ke Mr. J,

 

“Pak itu terakhir nomor berapa?”

 

“Nomor 133.”

 

Mr. I langsung nulis angka 134 di form mutasinya Ramon. Lalu dia memerintahkan Ramon untuk ngambil nomor urut 134 di meja registrasi yang ada Mr. J nya. Ramon pun mengambil nomor urut 134 dari tumpukan, dan dia bawa nomor itu ke Mr. I lagi. Mr. I segera menyerahkan surat suara DPR-RI yang ada warna kuningnya dan mempersilahkan Ramon untuk menuju bilik suara buat nyontreng.

Selesai Ramon, Mr. I ganti ngelayanin gue. Dia nulis angka 135 di form mutasi gue dan mempersilahkan gue ngambil nomor urut 135 di meja registrasi. Gue langsung melangkah menuju meja registrasi dan tangan gue menjulur untuk ngambil nomor 135 dari tumpukan. Belom sempet nomor tersebut gue pegang, lagi2 si Mr. J ngomong ke gue dengan suara kasar,

 

“SEBENTAR! TUNGGU DULU!”

 

Dan tangan gue segera menjauh dari nomor itu, sambil dalam hati gue mikir dosa apa yang telah gue perbuat sama si Mr. J sehingga dia jadi jutek banget sama gue. Ya mungkin dosa gue ke dia adalah karena dia gue namain Mr. J. Eh tapi gue ngasi namanya kan baru sekarang, bukan pas disana?

Lalu gue berdiri mematung di depan meja Mr. J, mematuhi perintahnya untuk tunggu dulu. Nggak tau mesti nunggu sampe kapan. Belom sampe 5 detik, si Mr. I yang ngeliat gue diem aja segera mempersilahkan gue dengan ramah untuk ngambil nomornya,

 

“Itu silahkan Mas nomornya diambil.”

 

Tangan gue menjulur sekali lagi dan gue ambil nomor itu. Sementara si Mr. J diem aja nggak bersuara. Dasar Je, Je…

Abis ngambil nomor, nomornya gue balikin ke Mr. I dan gue dikasih surat suara. Lalu gue menuju ke bilik setelah diperintahkan langsung oleh Mr. I lagi. Gue pun melangkah ke bilik suara. Dan gue nggak ngedenger ada teriakan yang sama yang diberikan oleh Mr. J kepada Iqbal yang dapet nomor 136. Mau lu apa sih Je?

Sampe di bilik suara, segera gue buka surat suaranya. Sejatinya gue udah nggak asing dengan surat suara yang segede gaban ini, soalnya di Palelu kita udah sering ngeliat ginian. Pas surat suaranya gue buka keseluruhan, ternyata bilik sekecil itu nggak cukup untuk menampung lebar kertas. Jadi ada sebagian kertas yang menonjol keluar bilik. Duh kalo gini apa gunanya bilik suara? Dasar KPU dan pemerintah sukanya aneh2 aja… Makanya, ngapain sih kita make sistem demokrasi dan pemilu segala?

Sebelom memastikan contrengan dengan bolpen merah yang tersedia, gue agak bingung milih pilihan diantara 2 partai yang selama ini selalu bersemayam di benak gue. Awalnya sih ada 3 partai, tapi 1 partai udah nggak lolos seleksi tahap awal dan menyisakan 2 ini. Akhirnya dengan bacaan basmalah dan inna lillahi, gue contreng salah satu dari kedua partai tersebut. Contreng… Soalnya kalo gue nyontreng dua2nya ya suara gue bakalan dianggap nggak sah donk…

Selesai nyontreng dan ngelipet surat suara sebagaimana sedia kala, gue melangkah ke kotak pengumpulan suara. Surat suara warna kuning untuk DPR-RI dimasukin ke kotak warna kuning. Hati2 loh, jangan sampe salah masukinnya. Soalnya Rasulullah kan melarang kita berhubungan lewat jalur belakang. Waaaaah ini ngomongin apa sih?

Lalu kita bertiga melangkah ke meja akhir untuk dikasih tinta. Gue memilih jari kelingking kiri gue buat dicelupin ke tinta, soalnya jari kelingking gue yang sebelah kanan biasa gue pake buat ngupil. Ih jorok…

Dan akhirnya kita melangkah keluar TPS lewat pintu keluar, dipandu oleh pak satpam yang jaga di pintu keluar. Nggak lupa kita juga dapet bonus senyuman manis dari satpam yang satu ini. Makasih pak, sama2…

Kemudian kita bertiga pun kembali ke parkiran untuk mengambil motor. Dan tanpa banyak buang waktu, gue Iqbal dan Ramon beranjak meninggalkan gedung serba guna yang di alih fungsikan sebagai TPS 36 itu. Selamat tinggal surat suara… Selamat tinggal TPS… Selamat tinggal bilik suara… Selamat tinggal bolpen merah… Selamat tinggal Mister Jutek… Kelaut aja lu sana!

 

 

TAMAT

 

 

Apakah cerita ini udah tamat? Oh ternyata belom sodara2! Begini lanjutannya:

Sekitar jam 12-an si Ramon sms gue. Dia bilang bahwa dia baru aja dapet sms dari Ketua Garda Pemilu BEM KM yang nggak lain adalah temen SMA nya. Temennya bilang bahwa mestinya tadi kita dapet 4 surat suara, nggak cuma 1 doang. Dengan kata lain, kita juga punya hak untuk milih DPD, DPRD tingkat 1 dan DPRD tingkat 2 untuk regional Sleman ini.

Setau gue, TPS udah tutup jam 12. Dan gue males kesana lagi. Gue nanya balik ke Ramon, dia maunya gimana. Kata temennya lagi, khusus untuk orang2 yang tadi nggak dapet ke-4 surat suara kaya gue, masih ada perpanjangan sampe jam 1. Udah disepakatin sama KPPS semuanya. Tapi gue udah terlanjur males. Jadilah gue nggak kesana lagi. Begitupun dengan Ramon, karena dia nggak tau tempatnya jadi dia juga nggak kesana lagi. Dia mau jalan kalo gue juga mau jalan, sebagai penuntun arah ke TPS 36 itu. Udahlah, daripada balik ke TPS, mending kita jalan aja nonton ke Amplaz atau karaokean di Happy Puppy gitu. Huehehehehe…

Lalu gue segera sms Iqbal terkait berita ini. Dan ternyata beliau udah tau, malahan udah balik lagi ke TPS dan udah nyontreng 3 surat suara sisanya. Wah hebat sekali kau anak muda, dapet info dari mana? Tadinya dia sempet nelpon ke simpati gue, tapi nggak nyambung2. Dan gue mengakui bahwa tadi emang sempet ada yang nelpon ke simpati gue yang gue taro di handphone Nokia 3510. Tapi di tengah jalan tiba2 telpon itu berhenti. Bukan karena Iqbal cuma miskol doank, tapi karena Nokia 3510 gue emang lowbat stadium 4 dan sering mati sendiri. Maklum lah handphone jadul, umurnya lebih tua dari masa jabatan SBY selaku presiden RI.

Dan akhirnya, siang itu gue memutuskan untuk nggak menyontreng 3 surat suara sisanya.

Udah deh, sekarang barulah cerita ini:

 

 

TOMAT

 

 

Eh maap salah tulis… Maksudnya yang bener adalah:

 

 

TAMAT

 

 

 

2 comments April 10, 2009

PemilihanUmum

Maret 2009

Pemilihan Umum

C-Kink

 

Tahun ini bangsa kita berpesta

Setelah lima tahun kita tidak bersua

Untuk memilih para pemimpin bangsa

Marilah kita merayakannya

 

Pemilihan Umum itulah namanya

Pelaksanaannya sudah di depan mata

Ayolah gunakan hak pilih kita

Karena masa depan milik kita semua

 

#

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara banyak nama berceceran

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Sudahkah kita mengenal mereka

Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana

Dari tiang listrik sampai angkutan kota

Bermodal senyum palsu mencoba menyapa kita

 

Sudahkah kita kenal partai politiknya

Beraneka gambar yang menjadi logonya

Juga bermacam warna yang menjadi latarnya

Bermodal janji palsu mencoba menyapa kita

 

*

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan jani palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Maa depan bangsa di tanganmu

 

 

***

 

                Lirik diatas merupakan lirik salah satu lagu gue yang judulnya “Pemilihan Umum”, lagu yang gue buat dalam rangka menyambut pemilu 2009. Buat lu2 semua yang tertarik buat ngedengerin lagu diatas, gue bersedia ngasih kok. Silahkan lu kirim email apa aja ke alamat email gue di c_kink_noa_zoro@yahoo.com , Insya Allah ntar bakal gue kirimin rekaman lagunya. Tapi karena di rekaman itu gue sendiri yang nyanyi sambil maen gitar, jadi sebelomnya dimohon untuk nyiapin ember dan lap dulu, buat jaga2 kalo lu pada nggak kuat dengerin suara gue yang aduhai ini, mirip suaranya Ronan Keating keselek gerobak nasi kucing.

 

Add comment April 10, 2009

DLG

 

Di pagi hari ini, gue ngeliat kalender di handphone Nokia 6681 gue. Hari ini, tanggal 10 April, ada catetan yang gue tulis di kalender itu. Dan pas gue buka, ada gambar kado dengan tulisan “DLG” di sebelahnya. Yang artinya, pada tanggal ini DLG sedang merayakan anniversary-nya.

Apa itu DLG? DLG adalah sebuah kelompok ajaib yang aneh tapi nyata yang dibentuk pada taun 2008 tanpa dasar hukum yang jelas dan dibubarkan pada taun 2008 juga tanpa dalil yang menguatkan. DLG merupakan singkatan dari Dialog Lintas Gender, sekelompok 5 ekor anak manusia yang nggak kenapa2.

Dan pada hari ini, DLG merayakan ulang taunnya yang pertama. Dengan lincah tangan imut gue segera mengetik sms anniversary dan gue kirim ke 4 orang personel DLG lainnya.

 

“Asw.

‘..HAPPY BIRTHDAY DLG..!!’

Tepat tanggal ini, 1 taun yang lalu, pertemuan pertama DLG kita.”

 

Nggak perlu nunggu lama, nggak sampe setengah jam kemudian ke-4 ekor alien tersebut telah membalas sms gue, dengan jawaban yang berbeda2 tapi udah gue perkirakan bahwa intinya bakalan sama.

 

Orang pertama:

“Epy biday. Wah, nggak nyangka udah setahun yang lalu.”

 

Orang kedua:

“Huahaha… Ya Kink… Happy birth day…”

 

Orang ketiga:

“Wa’alaikumussalam warahmatullah…

Subhanallah…

1 tahun ya?

Aku lupa lho tanggal pertama kali DLG..

Hepy b’day… ^_^

Btw, DLG bakal ngapain lagi nih? Ada ide?

 

“DLG bakalan dugem di Hugo’s.

Dug jdag jdug jdag jdug jdag jdug… Hihihihihi…

Astagfirullah…”

 

“:D”

 

Orang keempat:

“Wa’alaikumussalam…

Hwaaa, aku nggak inget e Kink (C-Kink atau Dhita ni? Hehe) kalo kamu nggak ngasih tau, hehe…”

 

Gitulah intinya. Dan gue sendiri juga sebenernya nggak bakalan inget kapan pertemuan pertama DLG dilangsungkan, kalo gue ngga baca tulisan2 gue yang lama. Lebih tepatnya tulisan gue yang judulnya “KarenaSetiapHariAdalahBERARTI”. Kalo penasaran tulisannya kaya gimana, silahkan buka blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com dan dicari aja. Silahkan, nggak usah malu2…

Dan terakhir, tulisan singkat ini harus segera diakhiri sampe sini. Adakah yang tau, apa inti dari tulisan ini? Hanya bilik suara dan bolpen merah itu yang tau jawabannya. Dih emangnya pemilu…

Add comment April 10, 2009

PartaiApaYa

 

“Kuesioner.

Insya Allah pemilu akan diadakan tanggal 9 April besok. Kira2 partai manakah yang cocok dengan karakter dan kepribadian seekor C-Kink?

Ditunggu jawabannya ya.

(mau jawab golput juga boleh)”

 

Sebait tulisan di atas bukanlah sebuah kalimat bijak, bukan nyanyian lirik lagu, bukan pidato Pak RT, juga bukan tangisan anak kecil. Tulisan di atas adalah sebuah sms yang gue kirimin ke temen2 gue beberapa hari menjelang pemilu legislatif 2009.

Pemilu kali ini adalah pemilu nasional pertama yang gue ikutin. Kalo pemilu kecil2an mah udah sering, di UGM sini kan tiap taunnya ada pemilu: Pemilihan Raya BEM KM UGM, Pemilu Fakultas Teknik dan Pemilu Keluarga Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika. Tapi kalo untuk tingkat nasional yang terdaftar secara resmi di administrasi negara, belom pernah tuh.

Dulu waktu pemilu 2004, umur gue baru 15 taun, jadi gue belom punya hak suara. Waktu Nurmahmudi Ismail bersaing ngelawan Badrul Kamal buat jadi walikota Depok, umur gue juga cuma kurang beberapa bulan untuk terdaftar sebagai pemilih. Umur gue udah cukup waktu Fauzi Bowo saingan sama Adang Daradjatun buat jadi Gubernur DKI, tapi karena gue bukan orang Jakarta, ya gue nggak ikutan milih. Dan terakhir waktu PilGub Jawa Barat yang dimenangin Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, gue juga nggak ikutan milih soalnya gue berdomisili di luar Jawa Barat. Jadilah pemilu legslatif 2009 ini adalah yang pertama kalinya.

Di pemilu ini kita bakal dihadapin dengan puluhan partai. Beraneka gambar yang jadi logonya, bermacam warna yang jadi latarnya. Tiap partai punya karakteristiknya masing2, meskipun ada beberapa diantaranya yang sama aja dan nggak jauh beda dengan partai2 lainnya.

Menjelang pemilu, gue jadi kepikiran buat ngeliat tanggapan orang2. Menurut mereka, kira2 kepribadian dan karakteristik gue ini identik dengan partai apa ya? Jadilah H-2 sebelom pemilu gue ngetik sms yang isinya sebagaimana tertulis di awal tulisan ini. Dan sms itu gue kirimin ke hampir semua nama yang ada di phone book HP Nokia 6681 gue, yang make nomor Im3 di dalemnya.

Gue sengaja make yang Im3 ini, soalnya kalo pagi Im3 kan gratis 100 sms ke semua operator setelah kirim 10 sms. Kalo malem juga, gratis 10 sms setelah kirim 10 sms. Makanya ayo kita pake Im3, kan bintang iklannya Asmirandah gitu loh… (penting ya???)

Selama 2 hari itu, sebelom jam 12 siang gue ngirim sms tersebut ke hampir semua phone book gue. Phone book gue itu total isinya ada +-320 nama. Jadi kita anggap aja sms itu gue kirim ke lebih dari 250 orang responden. +-70 orang yang nggak gue kirimin sms adalah mereka2 yang gue rasa nggak begitu kenal sama gue, tapi nomornya ada di phone book gue. Contoh: Bapak2 Dosen, temen2 dari Universitas/Fakultas lain yang pernah main2 ke BEM KMFT, tukang kredit, para penagih utang, dll.

Akhirnya gue kirimlah sms dengan redaksi seperti tertulis di atas. Nggak lama kemudian, sms2 balesan dari para responden mulai berdatangan. Criiiing… Criiiiing… New message… New message…

Selama 2 hari tersebut, HP gue baterenya suka cepet abis, gara2 dipake buat ngirim puluhan sms dalam satu waktu dan juga buat nerima puluhan sms balesannya. Semua sms yang masuk langsung gue salin ulang di laptop, buat jadi arsip di masa depan nanti.

Kemudian setelah 2 hari yang melelahkan, sms2 balesan tersebut mulai berhenti. Setelah gue rekap dan gue utak-atik, ternyata total ada sekitar 89 orang yang bales sms gue. Diawali dari salah seorang mahasiswa Teknik Nuklir 2006 dan diakhiri oleh mahasiswa Teknik Nuklir 2005. Meskipun ada 89 orang responden, tapi ada beberapa responden yang ngasih jawaban lebih dari satu. Karena gue nggak tau harus mengeliminir jawaban yang mana, ya jawaban mereka yang lebih dari satu itu tetep gue masukin semua. Jadilah total ada sekitar 100 jawaban yang masuk.

Meskipun demikian, nggak semuanya ngasih jawaban. Dari 100 tersebut, ada beberapa yang dengan konkrit nyebut nama partai, ada beberapa yang nggak ngasih jawaban konkrit dengan nggak nyebut nama partai. Malah ada beberapa juga yang ceramah. Gue jadi dapet sms2 Tausiyah gitu. Ketik REG(spasi)TAUSIYAH kirim ke 9090. Sms yang kamu dapet langsung dari operatornya lho…!

Oke deh, tanpa banyak omong lagi, mungkin lu semua pada penasaran gimana hasil dari kuesioner tersebut. Jadi sebelom badan gue makin kurus, berikut ini gue sajikan hasil dari kuesioner tersebut. Monggo Mas…

 

Dari 100 tersebut, data responden yang ngasih jawaban dan nggak ngasih jawaban konkrit adalah:

 

Ngasih jawaban

79

79.00%

Nggak ngasih jawaban

21

21.00%

Total

100

100.00%

 

(Sebenernya sih gue pengen nampilin diagramnya juga biar keren kaya di koran2. Tapi karena gue nggak tau gimana cara nampilinnya di sini, jadi nggak usah aja ya… Aduh malu gue ketauan gapteknya…)

Dari 79 yang ngasih jawaban, data responden yang menjawab dengan nama partai dan yang menjawab dengan pilihan golput adalah:

 

Milih partai

68

86.08%

Golput

11

13.92%

Total

79

100.00%

 

Lalu dari 68 yang tersisa, berikut ini adalah hasil kuesioner mengenai partai2 yang dimaksud:

 

Partai Buruh

1

1.47%

PPM

6

8.82%

Gerindra

3

4.41%

PKS

29

42.65%

Demokrat

4

5.88%

PDIP

2

2.94%

Golkar

5

7.35%

PAN

3

4.41%

Hanura

2

2.94%

PPD

1

1.47%

PDS

3

4.41%

Partai Ngasal

9

13.24%

Total

68

100.00%

 

Dan kalo data diatas kita urutin dari yang terbesar, hasilnya adalah:

 

1

PKS (Partai Keadilan Sejahtera)

29

42.65%

2

PPM (Partai Pemersatu Mahasiswa)

6

8.82%

3

Golkar (Golongan Karya)

5

7.35%

4

Demokrat

4

5.88%

5

Gerindra (Gerakan Indonesia Raya)

3

4.41%

6

PAN (Partai Amanat Nasional)

3

4.41%

7

PDS (Partai Damai Sejahtera)

3

4.41%

8

PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)

2

2.94%

9

Hanura (Hati Nurani Rakyat)

2

2.94%

10

Partai Buruh

1

1.47%

11

PPD (Partai Persatuan Daerah)

1

1.47%

12

Partai Ngasal

9

13.24%

 

Total

68

100.00%

 

Hohohohoho… Akhirnya ketauan deh… Gitu kira2 pendapat para responden tentang kepribadian dan karakteristik gue ini yang kiranya cocok dengan partai mana. Gue nggak membenarkan hasil tersebut dan juga nggak menyalahkannya, soalnya ini semua kan bebas nilai.

Terus berdasarkan hasil diatas, apakah artinya gue bakal memilih untuk nyoblos eh nyontreng Partai Kebanyakan Singkatan tersebut di pemilu nanti? Nggak tau yaaaaa, jangan ge-er dulu donk… Hanya bilik suara dan bolpen merah itu yang tau jawabannya. Ihihihihi…

 

Kalo diliat, posisi kedua ditempati oleh PPM alias Partai Pemersatu Mahasiswa. Mungkin banyak lu2 semua yang bingung, PPM itu di surat suara dapet nomor urut berapa?. Ya wajar lah kalo pada bingung, mau dicari sampe sudut mana pun juga nggak bakalan ketemu. Soalnya PPM bukanlah partai tingkat nasional, tapi cuma partai lokal. Loh berarti partai lokal yang ikut pemilu di Aceh? Nggak juga, lingkupnya masih terlalu luas. PPM hanyalah sebuah partai lokal di lingkup Fakultas Teknik UGM, sebuah partai dengan lambang segi lima warna biru muda serta ada bintang warna putih di tengahnya. Sebuah partai yang gue bikin di taun 2008 dan gue sendiri yang jadi Ketua Umumnya. Hohohohoho…

Terus juga, ada jawaban “Partai Ngasal” di pilihan di atas. Maksudnya Partai Ngasal adalah partai2 yang dijawab secara asal2an, alias partai yang sampe jaman Firaun main facebook pun nggak bakal ditemuin keberadaanya, kecuali kalo mereka2 sendiri emang pengen ngebikin partai tersebut.

Berikut ini adalah jawaban untuk partai2 ngasal:

 

Partai Sayang Akhwat

1

11.11%

Partai Menantu Idaman

1

11.11%

Partai MnG

1

11.11%

Partai Dendam Asmara

1

11.11%

Kalkulus

1

11.11%

Partai Gembel Tai

2

22.22%

Partai Saya Cantik

1

11.11%

P2GAB

1

11.11%

Total

9

1

 

(*Partai Gembel Tai = Partai Gerakan Pembela Tanah Air Indonesia

*P2GAB = Partai Peduli Gizi Anak Bangsa

*Kalkulus = Nama mata kuliah)

 

Yah, begitulah kira2 hasil dari kuesioner selama 2 hari ini. Nggak ada kebenaran dan kesalahan disini, soalnya ini kan sifatnya bebas nilai. Semoga kuesioner ini bisa menginspirasi kita untuk membuat tulisan2 yang lebih kreatif dan inovatif lagi ke depannya. Amiiiin…

 

Sebagai bonus berikut ini gue sertakan juga jawaban beberapa dari para responden gue, yang kiranya cukup menarik untuk ditulis disini. Tapi mohon maap, namanya gue rahasiain, soalnya kerahasiaan klien adalah amanah yang harus dijaga. Cieh gaya gue kaya konsutan pipa ledeng aja… (eh nggak nyambung ya?)

Plus, gue tulisin juga komentar gue terhadap jawaban mereka, gue tulis di dalem kurung dan dimiringin, alias di-italic.

Here they are! Voila! Hon no kimochi!

 

Pertanyaan:

 

“Kuesioner.

Insya Allah pemilu akan diadakan tanggal 9 April besok. Kira2 partai manakah yang cocok dengan karakter dan kepribadian seekor C-Kink?

Ditunggu jawabannya ya.

(mau jawab golput juga boleh)”

 

Jawaban:

 

Mahasiswi, 23, Depok

“Geerrrrindraa (baca dengan nada suara yang misterius dan mistik)”

 

(Buajigur… mentang2 gue cadel…)

 

Mahasiswa, 19, Jogja

“Pasti Kamu Suka Partai Kebal Sogokan ya kan?”

 

(Wah, korban iklan)

 

Mahasiswa, 21, Jogja

“Fitrahnya laki2 itu suka PKS (Perempuan Kerudungan dan Sholehah). Perempuan suka PKS (Pria Kuat dan Soleh). Udah nikah harapannya PKS (Pastikan Keluarga Sakinah). Punya anak harapannya PKS (Pintar Kreatif dan Soleh). Udah tua inginnya PKS (Punya Keturunan Sukses). Di akhirat harapannya PKS (Pertemuan Kembali di Surga).

Tapi semuanya kembali ke C-Kink aja, partai mana yang kira2 bisa mewakili visi C-Kink. Yang mana orang yang visinya bukan sekedar cari uang, tapi untuk mengabdi… Allahu a’lam”

 

(Dasar Partai Kebanyakan Singkatan!)

 

Siswi SMA, 17, Depok

“Partai Dendam Asmara”

 

(Lu kali yang dendam gara2 asmara lu gue tolak mulu? Hohohoho…)

 

Mahasiswa, 21, Jogja

“Pemimpin yang memperjuangkan sistem Islam. Ingat saudaraku bahwa kau akan berakad wakalah perkara ushul (akidah), membuat hukum. Kita yakin bahwa setiap perbuatan ada hisabnya. :-)

 

(Ketauan deh ini orang berafiliasi nya sama mahdzab apa… Tapi setiap kewajiban yang nggak kita perbuat juga ada hisabnya kan? :-) )

 

Mahasiswi, 19, Jogja

“Waduh… Sayang sekarang udah hari tenang tuh, nggak boleh saling mempengaruhi :-D Kalo pernah denger Mas punya cita2 menyatukan negara2 Islam di dunia, berarti partai Islam. Terus partai Islam yang kaya gimana? Yang selama ini santun berpolitik, belom pernah denger ada anggota legislatifnya di DPR yang kena korupsi (insya Allah), yang nggak kampanye tolol pake goyang erotis, yang nggak didominasi muka2 lama dan orang2 sepuh yang harusnya udah gendong cucu di rumah, yang nggak asal comot jadiin caleg (ada kaderisasi yang rapi), kalopun yang kusebut di atas nggak ada, paling nggak ya mendekati lah… Walaupun menurutku ada, tapi lagi2 karena udah hari tenang nggak boleh sebut merk… =) (boleh nggak setuju)”

 

(Iya iya, kami tau maksud Anda)

 

Perawat, 24, Bekasi

“Begini ney kalo caleg stress… Hwahaha…”

 

(Lebih stress lagi kalo punya temen kaya elu…)

 

Mahasiswi, 20, Depok

“Aagghh… Berhubung C-Kink itu busung lapar… Dan yang mau memperjuangkan pangan buat C-Kink itu partai GOLKAR… Hahahaha…”

 

(Gue bukan busung lapar, gue cuma cacingan. Adakah partai yang misinya memberantas cacingan di bumi nusantara?)

 

Mahasiswa, 21, Jogja

“Mungkin 8, tapi kayaknya 9, bisa juga 23, 31 juga cocok, 5 mungkin tepat, 1 kira2”

 

(Orang kaya gini ini yang bikin bangsa kita nggak maju2… Hohoho…)

 

Mahasiswa, 21, Jogja

“31, LANJUTKAN!!!”

 

(Weits awas Mas, jigongnya muncrat!)

 

Mahasiswa, 21, Jogja

“Partai Keren Sekali, Pojok Kanan ataS, Partai Kita Semua,  Partai Keadilan, Sejahtera, bersih, peduli dan profesional. Jangan lupa! Contreng sekali aja!”

 

(Ih malah kampanye…)

 

Mahasiswa, 20, Jogja

“Kink mari kita buat DPR bersih… Pilih yang sesuai hati nuranimu demi terciptanya keadilan sejahtera untuk wonk cilik… Ingat ini salah satu amanat nasional… Kalo aku sih pilih pojok kanan atas yang warna putih polos tanpa warna lain gitu deh”

 

(Maksudnya apa nih?)

 

Mahasiswa, 19, Jogja

“Kalkulus”

 

(Tabahkan hatimu Nak… UTS Kalkulus memang menyulitkan, tapi nggak perlu sampe berhalusinasi gitu donk, emang ada partai kalkulus?)

 

Mahasiswi, 20, Jogja

“PPM Mas! Hidup PPM. Hehehehe”

 

(Ini baru kader PPM yang setia… Hihihi…)

 

Mahasiswi, 21, Bogor

“Partai yang cocok sama kepribadian lu itu PDIP, selain mirip sama simbolnya, lu juga sepertinya fans berat Megawati :-D

 

(Muke gile… Gue fansnya Asmirandah bo…)

 

Mahasiswa, 20, Jogja

“Partai Persatuan Daerah namanya mirip Partai Persatuan Mahasiswa… ^^”

 

(Partai Pemersatu Mahasiswa kaleee…)

 

Mahasiswi, 21, Jogja

“Golkar (Golongan nggak karuan…) Hahahahahaha atau mungkin cari aja yang ketuanya mirip Nicholas Saputra! Hehe”

 

(Partai yang ketuanya mirip Nicholas Saputra berarti PPM donk, kan aku ketuanya? Heuheu…)

 

Mahasiswi, 19, Jogja

“Aku sendiri aja nggak tau 38 partai tuh apa aja… Terus kaya apa… Jadi… Hmm… Pilih sesuai feeling Mas aja… He…”

 

(Aduh Anak muda, betapa sia2 usaha Depkominfo dan KPU untuk menyoliasisasikan pemilu selama 1 taun ini… Padahal aku juga nggak apal semuanya. Hehehe)

 

Karyawati, 21, Depok

“Egp…”

 

(Ini pasti partainya Maia Ratu ya… Emang gue pikirin…)

 

 

Mahasiswi, 19, Depok

“Udah lu golput aja… Dodolipet lu… Telpon Esia gue donk cinta… Kangen nie”

 

(Eh buset, kok malah minta ditelpon? Astagfirullah…)

 

Mahasiswa, 19, Jogja

“Kalo aku mending golput, males milih nggak ada yang tepat. He…”

 

(Kalo disuruh milih calon istri mau nggak?)

 

Mahasiswa, 20, Jogja

“Menurut Hati Nurani Mahasiswa yang ingin mewujudkan Indonesia Raya demi masyarakat Adil dan Sejahtera maka jangan pilih partai yang jelas2 sudah gagal membangun negeri ini”

 

(Dasar mahasiswa jaman sekarang, kebanyakan retorika)

 

Mahasiswi, 20, Jogja

“Berhubung aku nggak nyontreng karena nggak masuk DPT, jadi maap aku nggak bisa kasih sugesti…”

 

(Aku nggak butuh sugesti, aku cuma butuh kasih sayang. Hueeeek hueeeeek cuiiiih…)

 

Mahasiswa, 21, Jogja

“Sorry baru bales… Ah pake minta saran segala, nggak usah gue saranin lu paling milih yang “itu” kan… Mau lu gue saranin suruh pilih PDS… Hahahaha…”

 

(Ini mah maling teriak maling… Ayo ngaku! Hehehe…)

 

Mahasiswa, 20, Jogja

“PPM Kink, lo banget. Kalo Nasikun gue nggak yakin kayanya sih PAN kali ya? Kalo gue apa?”

 

(Kamu pantesnya Partai Rujak aja, kalo diterjemahin ke bahasa Inggris: Rujak Party!)

 

Mahasiswi, 20, Jogja

“Golput, tapi nggak terlalu radikal. Hoho… B-)”

 

(Berarti golput yang lemah lembut dan kemayu kaya putri Solo ya?)

 

Mahasiswa, 22, Jogja

“Menurutku kalo kamu masih nggak masalah sama namanya demokrasi Islam atau Islam Pancasila, pilihan buat partai yang pake embel2 Islam juga sama aja kok… Itu menurutku lho”

 

(Jadi intinya apa?)

 

Mahasiswi, 20, Jogja

“Maaf Mas baru bales soalnya baru isi pulsa setelah satu hari nggak terisi. Aku tebak ya Mas pilih partai apa? Kalo partai PKS bener nggak Mas? ^^”

 

(Jadi secara nggak langsung kamu pengen bilang: “Mas isiin aku pulsa donk…” Hohoho…)

 

Mahasiswa, 20, Jogja

“Jawaban kuesioner C-Kink: Aku nggak tau karakter dan kepribadianmu. Karena kamu punya kepribadian ganda (mungkin lebih). Jadi aku nggak tau partai mana yang cocok. Tapi kalo golput, nggak cocok buat setangkai C-Kink. ^_^v Piss…”

 

(Iya, nggak ada Partai Ganda Campuran sih ya…)

 

Mahasiswa, 21, Depok

“Eh tau nggak? SBY itu PKS: Presiden Keren Sekali. Megawati juga PKS lho: Putri Keluarga Soekarno. Gus Dur juga PKS: Priyayi Kalangan Santri. Jusuf Kalla juga PKS: Putra Kelahiran Sulawesi. Dan yang paling mengejutkan, Rasulullah juga PKS lho: Panutan Kita Semua… Kamu PKS juga kan?”

 

(Aduh, bener2 dah ini orang kadernya Partai Kebanyakan Singkatan ya? Hati2 jangan jajan sembarangan ntar kena PKS, Penyakit Kemaluan Sipilis)

 

Mahasiswa, 20, Depok

“PKS, secara kita sama2 di liqoin sama mereka. Secara mereka juga paling bersih diantara partai2 gajebo.”

 

(Whoooaaa… Ketauan deh… Hohoho… Eh tapi kenapa juga ini gue publikasiin ke umum ya?)

 

Karyawan, 20, Depok

“Wah Kink, gue aja nggak tau ada partai apa aja… Ada berapa partai pun nggak tau… Jadi menurut lu, mending gue ngapain pas pemilu? Hehehe…”

 

(Pemilu kan libur tuh, mending lu ke kosan gue aja sini, nyuciin mobil sama nguras bak mandi. Heuheu…)

 

Mahasiswi, 21, Depok

“Partai Peduli Gizi Anak Bangsa (P2GAB)”

 

(Gue maunya Partai Peduli Anak Cacingan…)

 

Mahasiswi, 19, Jogja

“Maaf Mas baru bales. Esiaku tadi mati…Wah… Jangan golput Mas… Hehe… Kalo Mas bisa milih ya pilih aja, kalo bingung mending wakilin suaraku… Pilih PAN aja Mas… Hahaha…”

 

(Siap…! Hidup adalah perbuatan…)

 

Mahasiswa, 20, Jogja

Alangkah baiknya hal itu dikembalikan ke HAti NURAni Mas sendiri, seberapa tingkat ketahuan Mas dengan para partai. Kalo boleh saran pilihlah partai yang mampu bergerak tanpa harus adanya perintah dari pusat, mengedepankan nasionalisme dan mempunyai agenda yang real bagi negara ini, maka jangan tanggung2 dan bingung2, contreng partai HANURA nomor 1. Suara Anda sangat berarti bagi kelangsungan negara ini!

 

(Waaaaaah kampanye…!)

 

Mahasiswi, 19, Jogja

“Ini nomernya C-Kink ya… Hee, nggak tau… Buat aku sendiri aja masih bingung milih apa… *tidak membantu*. Hehew…”

 

(Oh bukan Mbak, Anda salah sambung. Ini nomornya Nicholas Saputra)

 

Mahasiswi, 21, Jogja

“Tulis nama kamu di tempat yang tersedia, terus contreng deh…”

 

(Ini yang ngaco gue apa dia ya?)

 

Mahasiswa, 22, Jogja

“Hanya 2 yang tau apa isi hati… Dia sendiri dan Rabbnya yang lebih tau makhluk dari pada makhluk itu sendiri”

 

(Amiiiiin… Jadinya pilih partai apa?)

 

*Tambahan:

Sebagian besar orang bilang kalo gue identik dengan Pemuda Kurus dan Seksi itu. Ketika gue tanya, kenapa kok bisa mengidentikkan gue dengan pantai ParangKuSumo, salah satu responden ngejawab:

“Mas C-Kink kan seorang ikhwan, sepertinya identik sama PKS^^. Maaf lho Mas sama tebakan ku ini^^.”

Iya iya, dimaafin kok… Hehehehe…

  

 

2 comments April 9, 2009

DebatKusir

Beberapa waktu lalu, gue pernah nulis tulisan yang judulya “KampanyeTerselubung”, berisi tentang sms yang isinya berupa sosialisasi pemilu 2009 yang ada unsur2 kampanye terselubung di dalemnya. Terus tulisan gue itu gue posting ke blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com dan gue posting juga di notes facebook gue.

Ternyata, dari postigan gue di notes facebook itu ada banyak comment yang masuk. Awalnya cuma sekedar comment singkat belaka, tapi lama2 commentnya jadi lebih serius, temanya jadi ngebahas tentang pro-kontra demokrasi. Jadi kaya semacem debat lewat comment gitu. Pun para peserta debatnya adalah orang2 lintas disiplin ilmu. Ada dari Teknik Nuklir, Hukum, Hubungan Internasional, Fisipol dll.

Rasanya sayang kalo comment2 yang penuh perdebatan itu gue nikmatin sendiri. Jadi berikut ini bakal gue persembahkan comment2 tersebut hanya untuk lu semua. Silahkan dinikmati.

Oh iya sebelomnya supaya lu semua nggak pada bingung, mendingan baca dulu deh tulisan gue yang “KampanyeTerselubung” itu, biar connect.

Kalo udah baca tulisan itu, baru deh baca comment2nya berikut ini. Monggo Mas…

 

 Asrining Tyas at 1:12pm March 22

udaaaaaaaah! 3 kata terakhir!!!! :D

 

 Syukron Mamun at 7:49pm March 22

siapa sih yh sms itu ren??? kok gw ga dapet ya??

 

 Muhammad Anshori at 9:58am March 23

gw juga dapet,tapi gw santai aja,,maklum jiwa baru. bwat tyas, tebakan lu kayaknya salah deh… =>

 

 Asrining Tyas at 2:49pm March 23

Hah,gw salah?
Asrining tyas marsudi bs salah?
Tak mungkiiiiinnn….!
*lebay mode

 

 C-Kink Ardya at 7:03am March 24

hohohoho… masa sih koy?

ya gak apa2 lah, yang penting semoga kita punya pemimpin yang beramanat di tingkat nasional yang akan membawa kebangkitan bagi bangsa ini, yang memimpin dengan gerakan dan hati nurani demi matahari bangsa yang peduli karya perjuangan

loh kok jadi ikut2an kampanye?

 

 Kampret Gantenk at 9:17am March 24

hahahaha….kalian masih ngomongi partai yah, wealah di fsbuk masih ngomingin beginian..cape deh…yang penting tetep bersih, peduli dan profesional, bener gak koy?!!^_^

 

 Syukron Mamun at 4:58pm March 24

apa sih den??? ga boleh kampanye disini !!!

 

 Asrining Tyas at 7:28pm March 24

sudahlah, omongin yang uda berjasa nurunin harga BBM 2 x aja..
*tetep..

 

 Devita Purnamisari at 9:26pm March 24

mas…bukankah notes ini secara tidak langsung menandakan anda ikut berkampanye???

 

 C-Kink Ardya at 12:57am March 25

ya begitulah… tapi kita kan harus terus berkarya dan rapatkan barisan nasional, demi perjuangan dan persatuan pembangunan

tuh kan kampanye lagi…

 

 Kampret Gantenk at 10:08am March 25

harga bbm turun 3 X..ya iyalah wong udah seharusnya…malah sekarang pemerintah masih untung kok…ndak salah tuh digembor2in sebagai prestasi…emang udah hal yang sunatuloh…ealah…maaf p presiden…afwan bin sory

 

 Sultan Iskandarsyah at 11:18am March 25

Buat temen-temen yang masih peduli dengan Indonesia saya selaku manusia yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik, kita harus memBOIKOT PEMILU LEGISLATIF!
Indonesia tidak butuh DPR dan DEMOKRASI!!

Indonesia hanya butuh PEMIMPIN yang baik…

Front ANTI LEGISLATIF

 

 Asrining Tyas at 11:28am March 25

mas, klo pemimpin (baca: presidennya) doank yang kepilih secara bener, bisa di-impeach sama legislatif yg ga bener lho.. :)

 

 Sultan Iskandarsyah at 11:42am March 25

Makanya..klo udah tau bakal ada legislatif yang gak bener,kenapa harus dipertahankan?
Kan lebih baik bubarkan legislatif…

 

 Asrining Tyas at 11:48am March 25

mas sultan, cuma mau tanya..
bentuk kesadaran politik emg harus ekstrim ya?
mau ngajarin untuk milih orang2 yang bener emang harus ngebubarin ya?
kalo substansinya salah, knp hrs ngancurin seluruh konsepnya ya?
Kenapa ga proses seleksi n perekrutannya caleg2 itu aja yg dibenahi?

 

 Sultan Iskandarsyah at 11:57am March 25

Apa kamu pernah nanya sama para “Badut Demokrasi” itu, seandainya partai mereka berhasil menguasai 100% bangku DPR, apa yang mau mereka perbuat?
Pasti jawaban mereka semua sama. “MENJADIKAN INDONESIA JADI LEBIH BAIK!”(seperti jawaban anak SD)
Tapi ketika ditanya “seperti apa sih lebih baik itu?,trus langkah apa aja yang bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik?”, gak ada satupun yang bisa menjawab dengan TEGAS…
So..intinya, SEMUA PARTAI ITU SAMA…

 

 Asrining Tyas at 12:12pm March 25

mkanya kita yg muda ini harus menjadikan partai2 itu berbeda.. makanya kita harus belajar pakai otak, bukan duit seperti mereka.. makanya kita latihan janji pake hati, bukan pake lidah kayak mereka..

tapi, boikot pemilu legislatif, tetep bukan caranya lho..
emg klo ga legislatif keadaan akan tiba-tiba jd lebih baik? tiba2 semua orang jd jujur?
kan butuh proses mas.. proses ga bisa dilaksanain dgn menghancurkan yg uda dibangun sama2 selama ini,, Ga worth it lho.. :)

 

 Asrining Tyas at 12:13pm March 25

oia, komentar mas belum menjawab 4 pertanyaan pertama saya, dan,, 2 pertanyaan yang terakhir,, :)

 

 Sultan Iskandarsyah at 12:22pm March 25

Apa harus menunggu yang tua2 itu pensiun dulu?
TIDAK,yang muda harus berjuang dari skarang. dan Inilah bentuk perjuangan saya,menyadarkan Indonesia bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI!

Mungkin klo kamu nonton video rapat BPUPKI tentang Pemilihan sistem untuk Indonesia, kamu akan tersadar hal apa yang di PERJUANGKAN PAHLAWAN KEMERDEKAAN.
Apa mereka meneriakkan “HIDUP DEMOKRASI!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP KOMUNIS!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP LIBERAL!” ?

Yang mereka teriakkan adalah “ALLAHUAKBAR!”
Jadi apa kita ingin mengingkari amanah dari mereka?

 

 Asrining Tyas at 12:30pm March 25

nuwun sewu.. lagi2 belum dijawab mas pertanyaannya.. :) biar sederhana di-compile ya mas.. dr 6 ptanyaan blm terjawab jd cukup 2 saja: emang kalo kila boikot legislatif langsung jd baik? emang klo serta-merta dibubarin indonesia bisa tiba2 baik?

ah satu lagi deh..
emang klo ga ada legislatif, kita bs mewujudkan amanah penderitaan rakyat? lha wong rakyat ga jelas mau ngadu kemana.. bingung siapa yg mau bikin aturan.. nggak tau gimana cara check & balances klo presidennya nyeleweng.. ora ngerti klo APBN-nya ditilep.. ndak ada yg ngelarang klo kita mau nambah utang.. nggak ada yg mem-propose UU pornography.. dan lain lain yang panjaaaang ky choki2…..
mbok ya klo ada sebagian yg ga bener, yo ojo trus tau2 bubar, apa2 boikot..

 

 Asrining Tyas at 12:31pm March 25

oia, maaf ya kink, jd malah diskusi disini.. :)
yah, itung2 pembelajaran politik, ya tho?

 

 Sultan Iskandarsyah at 12:35pm March 25

1. Apapun bentuknya,ekstrim atau tidak ekstrim tergantung cara pandang tiap orang. Di Gaza,merakit Bom adalah hal biasa tapi di Indonesia itu adalah hal aneh.. Cara saya seperti ini mungkin bagi orang yang tidak biasa adalah hal ekstrim,tapi bila bergaul sesama teman yangmemiliki pandangan sama adalah hal biasa.

2. Bukan substansinya yang salah, tapi SISTEM/KONSEPnya sudah salah. Jadi,biar gak disebut REVOLUSI sebaiknya di ubah sedikit demi sedikit.

3. Dengan pembenahan calon tidak akan merubah SISTEM itu hanya akan menambal sulah kekeroposan bangsa…. 

4.Coba kamu pelajari seluruh sistem pemerintahan yang ada di dunia,menurut kamu mana yang paling baik??

Ada yang ketinggalan? Maaf klo pernyataan saya agak keras…

 

 Asrining Tyas at 12:44pm March 25

ada mas, ada yang ketinggalan:
1. emang klo kita boikot maka tau2 legislatif jadi brubah/hancur?
2. emang klo legislatifnya (atau sistem demokrasinya) hancur tau2 indonesia jadi lebih baik?

nah, dari yg saya tau dan saya yakini, yah klo sy ini agak berbeda.. menurut saya, ga peduli apapun sistemnya, asal sumber daya manusianya baik, bener, jujur, dan berkualitas, pasti berhasil.. :) … 

contoh ya:
1. jaman nabi muhammad jelaslah sumber daya manusianya baik : berhasil
2. di singapore, meski sistemnya otoriter, asal pemimpinnya baik : berhasil
3. negara skandinavia, biar liberal, tapi SDMnya cihuy punya: berhasil
4. dll..

klo indo skrg blm sukses, ya perlu proses mas, makanya sy belajar yg bener, biar punya kualitas, jadi dimasa depan sy bisa menggantikan bapak2/ibu2 itu.. :) ) skrg caleg2 orientasinya kebanyakan jabatan/pride/money sih, coba orientasinya bener, hehe..

 

 Sultan Iskandarsyah at 12:57pm March 25

1. Kalo gak salah aturan pemilu skarang bila suara tidak sah/tidak digunakan mencapai lbh dari 50% maka PEMILU dianggap tidak sah dan ini lah yang dinamakan kondisi chaos dan kemungkinan bisa terjadi masa transisi sistem pemerintahan yang bahkan dapat menyebabkan perubahan sistem.
2. dari yang 1 itu orang2 harus sadar sistem apa yang lebih baik digunakan untuk bangsa ini. Orang2 sekarang banyak yang tertipu bahwa demokrasi itu yang terbaik,sejak kecil kita diajarkan “Demokrasi Adalah Segalanya”, kita tidak diajarkan membuka mata ke dunia dan melihat fakta sejarah.

Baik, bener, jujur, dan berkualitas. kita sering terjebak kata2 itu tanpa bisa mendefinisikan. Menurut anda itu baik,tapi menurut say itu bukan yang terbaik. menurut saya bener,tapi belum tentu bener menurut anda. Brarti kita butuh landasan yang sama agar persepsi bisa disamakan.

Menurut saya landasan semua itu ada didalam Al-Quran dan Hadist. Anda setuju?

 

 Sultan Iskandarsyah at 1:03pm March 25

Bukan karena saya seorang muslim. Tapi saya pernah membaca kitab suci agama resmi di Indonesia..

 

 Asrining Tyas at 1:11pm March 25

tapi bgmn bisa keadaan chaos mlh bikin bener? itu yg drtd sy ga ngerti mas… menurut sy, cara itu mngorbankan terlalu banyak untuk mendapat sesuatu yg sangat sedikit dan tidak pasti..

yg dikorbankan: stabilitas keamanan, kondisi perekonomian, konflik horisontal di tingkat masyarakat yang rentan di budaya, suku, ato agama.. juga kemungkinan vacum of power yang bikin pemerintahan kita mudah dikooptasi oleh kekuatan eksternal atau oknum yang melihat ksempatan dalam kesempitan.. uda dipikir blum mas bahwa kekacauan 1998 terulang lagi, tapi lebih parah karena ga ada counter govt yg bisa nalangin?

yg didapatkan: KEMUNGKINAN pergantian. tapi ga necessarily pergantian sistem.. yg ada pemilu diulang, ngabisin tenaga, biaya, dan orang2 tetep gontok2an.. haduh, mikirnya aja ngeri mas….. 

haha, coba, yang menurut mas ga baik, ga bener, ga jujur dan ga berkualitas yg kayak gimana? parameter2 itu sbnrnya ada dan jelas.. cuma karena mas-nya aja me-reject jd relativitas itu jd justifikasi…

 

 Sultan Iskandarsyah at 1:25pm March 25

Sepanjang sejarah dunia,perubahan sistem selalu berkaitan dengan sebuah revolusi. Bagaimana cara mengurangi dampak dari chaos? Orang2 harus memahami dan setuju dengan sistem baru yang akan dibentuk. Kalo orang2 udah paham dijamin gak bakal ada kehancuran seperti yang diperkirakan banyak orang. Padahal yang bikin chaos kemungkinan hanya orang2 yang tidak setuju dengan aturan yang baru karena keuntungan mereka akan hilang dari sistem yang lama.

Saya yakin udah cukup banyak orang yang mengerti dan bisa menalangi pemerintahan sementara untuk sistem baru tersebut,namun mereka belum mendapatkan kesempatan bersuara. Dan kebetulan saya pernah terlibat dengan orang2 tersebut…

standar jujur, baik, bener dan berkualitas saya mencoba mengikuti Al-Quran dan Hadist,karena saya juga masih belajar…..
Kalo merurut anda seperti apa sih bener,baik,jujur dan berkualitas? Maaf ya ngerepotin..

Bwt c-king:Ren,kuliah jam3!! Dah ngerjain tugas blm?

 

 Asrining Tyas at 1:38pm March 25

wah, sy setuju kok bahwa standar jujur, baik dan berkualitas memang ada di al-Quran.. :) bahkan klo mau lebih pragmatis, standar itu ada di buku manajemen sumber daya manusia di toko buku manapun.. asal penerapannya bener, hehe..

sekali lagi, yg sy ga setuju adalah cara perjuangannya.. menurut saya yg salah adalah kualitas SDMnya, jd perbaikilah calon calon itu, bukannya menghancurkan sistemnya..
Ga ada yg salah dengan sistem demokrasi di indonesia (selain bahwa sistem ini kurang efisien), hanya di tataran praktis perlu dibenahi.. ketika anda bertindak ekstrim tanpa memikirkan jangka panjangnya, itu yg bs jd fatal..

klo emang ingin mempergunakan abstainitas (is it the word?) sbg alat politik, edukasi dulu masyarakatnya.. jgn sampai terkirim pesan: “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”, walah, salah kaprah ntar jadinya..

n.b. emang mas bener2 mau dan sedang mengkampanyekan pemboikotan pemilu ya? ck ck ck.. bener uda dipikir untung ruginya? :)

 

 Adji A J Bramantya at 3:04pm March 25

wah..si nanda abis dikomporin nehh kayaknya..heheheh

 

 Adji A J Bramantya at 3:19pm March 25

@asri: demokrasi produk kapitalisme, sistemnya translasi dari perekonomian yg mengutamakan pemegang modal terbesar. padahal, mayoritas blom tentu yang paling benar.
saya stuju sama mbak asri klo cara perjuangan dengan meneriakkan golput bisa menimbulkan ketidakstabilan,, karena, MASYARAKAT KITA BELUM SIAP.

@nanda: setidaknya, kita berusaha untuk ga dipimpin oleh yang terburuk dari yang buruk2 nan(itu klo kita asumsikan smua calon legislatif itu buruk). ga mau kan, dipimpin oleh partai2 yang paling banyak bo’ong waktu kampanye? gw sih ogahh..

mending liat diri kita sendiri, udah kaffah belom menerapkan islam dlm hidup sehari2? klo kitanya blom apa2 trus maju ke ranah politik praktis, nantinya kita cuman jadi tong kosong.

pendidikan sejak dini ttg konsep2 islam itulah yang mestinya digalakkan oleh kita, supaya MASYARAKAT KITA SIAP. klo masyarakat kita msih kyk gini, cape dehhh…

 

 Muhammad Anshori at 5:40pm March 25

Kalo menurut saya, kalo mau golput boleh2 aja, kan ada hak untuk memilih dan ada juga hak untuk tidak memilih.tapi kalo dah golput jangan protes ya kalo bbm naik, kalo bayaran sekolah atau kuliah naik dll. kan golput. terus kalo bbm turun ato ada beasiswa pemerintah, ato lokalisasi perjudian ditutup ga boleh komen (dan seharusnya sih g boleh dapat ngerasain bbm turun dst). kan golput. terus kalo mau ubah sistem, boleh2 aja, tapi harus punya konsep yang jelas dari sisi konsep maupun tataran praktis. ga cuma sekedar yang ideal2 aja. terus, sosialisasikan ke masyarakat jangan cuma mahasiswa aja, liat deh respon mereka. biar gak kayak menara gading, pintar diatas tapi ga manfaat buat rakyat di bawah. So, jadi mahasiswa tunjukin dong manfaat lu! =>

 

 Sultan Iskandarsyah at 3:02pm March 26

Yup,tengkyu buat saran2nya.. Mungkin maksud hati benar tapi apa daya cara yang salah.
@aji: gw stuju akan sangat ruginya bila kita di pimpin oleh orang2 yang gak bener,tapi apa gak buang2 waktu untuk menyadarkan 200juta rakyat indonesia sehingga mereka siap? Padahal Rasulullah aja hijrah ke Madina dan membentuk negara disana,trus terciptalah “The Beauty of Islam” sehingga banyak suku2 di Mekkah iri dan ingin bergabung dengan Rasul. Mungkin gak ya kita pake cara gitu?
@asri: Yap bener,salah banget klo kita ngomong “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”.. Makanya,akan berbeda cara saya berbicara dengan orang yang “kurang intelek”. Alhamdulillah di FB orangnya intelek,jadi bisa diajak diskusi :) Ada ide buat dakwah yang lebih baik n gak frontal kaya gini?

Mau golput atau gak, yang jelas saya ANTI DEMOKRASI…

 

 Kampret Gantenk at 5:41pm March 26

ealah…mas ini aneh loh…kalo gak ada legislatif sapa yang mo kontrol presiden…emang mo balik ke orde b*ru lagi….jaman kegelapan dan horor di endonesa….mang enak tuh rasanya…”janganlah anda menjadi orang yang berlebihan”…analoginya gini loh buar orang yang kaya mas itu..

suatu hari ada pertandingan bola…nah tim yang kita jagoin dibantai…tim kita sebenernya gak jauh2 beda kualitasnya….nah kita liat tim kita dibantai….apa yang mas akan lakukan:
1. mengomentari saja..dengan mencaci maki. tanpa adanya bentuk riil bantuan.
2. ikut berusaha membangun tim yang kuat…baik dengan cara memasukan pemain jago dari masyarakat kita…biar tim gak dibantai lagi…. 

pastilah jawabannya cara ke 2…karena kita paling benci sama orng yang omdo tanpa adanya bentuk riil….apalagi mencaci…kalo di alam demokrasi kaya gini gimana caranya masukun “pemaen bola yang jago dan baik hati”..ya dengan adanya pemilu legislatif yang akan membantu pemimpin kita “sang pelatih” menjadi tim yang ..

 

 Kampret Gantenk at 5:42pm March 26

menjadi tim yang handal…khan gak lucu…pemain sama pelatih gontok2an…enakan juga pelatih maenin caranya dia…dengan bantuan pemain2 yang sepaham dan jago2…tim ajb pasti tercipta…makasih

 

 C-Kink Ardya at 11:09pm March 26

auwououououououwoooo… awas yang punya dateng!
asik, notes gue bisa jadi ajang diskusi kaya gini. diskusi lintas jurusan dan lintas propinsi antara teknik nukli, hubungan internasional, fisipol dan hukum. teruskan perjuangan kalian, anak muda!

ikutan ngomong ah… gue sebagai C-Kink cute dengan ini mengatakan bahwa gue pribadi juga anti sama yang namanya demokrasi dan pemilu.
kelemahan terbesar pemilu dan demokrasi adalah karena mereka mengandalkan suara terbanyak untuk menentukan keputusan. sedangkan kecenderungan manusia adalah untuk MENURUTI HAWA NAFSUNYA. jadi nggak heran ketika disurvey, sebagian besar masyarakat mengaku bahwa mereka ru menentukan pilihannya saat kertas suara sudah berada di hadapan mereka, alias di dalem bilik suara…. 
emang sejatinya, kebijakan2 yang menyangkut orang banyak nggak semestinya dibuka secara publik, lebih2 ke semua penduduk. cukup kita mengamanahkannya kepada orang2 berkompetensi dunia-akhirat untuk merumuskannya, bukan orang yang…

 

 C-Kink Ardya at 11:11pm March 26

…senantiasa berkoar2 menuruti hawa nafsunya. namun sedihnya, hari ini bakalan susah nemuin orang2 kaya gitu. bisa jadi karena lingkungan, bisa jadi karena sistem itu sendiri emang nggak memungkinkan muncul orang2 kaya gitu.

kesimpulannya apa? kepanjanga kalo ditulis disini. mari kita berdiskusi secara lisan dan face to face, lintas jurusan dan lintas disiplin ilmu. pas banget nih, semua orang diatas masih berdomisili di jabotabek. mau? MAU?

 

 Kampret Gantenk at 1:11pm March 27

kagak mau!!

 

 Sultan Iskandarsyah at 12:38am March 29

Seandainya pemuda indonesia mau membuka diri untuk belajar seluruh sistem pemerintahan dunia dan melihat fakta sejarah bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI untuk memajukan bangsa pasti mereka akan meneriakkan perubahan untuk bangsa ini.
Kebanyakan dari kita sejak kecil sudah diajarkan menDEWAkan demokrasi yg nyatanya banyak mudharatnya.

bwt Kampret Gantenk: Saya cuma mau menyatakan bahwa DEMOKRASI adalah SISTEM YANG SALAH bila kita ingin memajukan Indonesia. Ada sistem lain yg lebih baik dari demokrasi. Apa itu? Pelajari sendiri sistem pemerintahan yang ada di dunia. Oiya,seinget saya jaman Orde Baru ada Legislatif kok. Kok bisa sih masih percaya padahal udah dirugikan berkali-kal??.. :)

 

 Kampret Gantenk at 9:15am March 29

mas sultan….saya tahu demokrasi itu bukanlah solusi terbaik untuk saat ini…tapi demokrasi adalah ssitem yang paling sedikit mempunyai mudharat dibangding dengan sistem lain yang ada…”menolak kemungkaran lebih baik daripada mendatangkan kebaikan”. Dan saya bukanlah pembela fanatik demokrasi, tapi bagi saya demokrasi adalah Hal yang PALING …  Read MoreMASUK AKAL dibandingkan sistem yang ingin ditegakan…seandainya anda menginginkan KHILAFAH tegak berdiri…tapi anda hanya berkata tanpa ada aksi nyata…itu adalah hal mustahil…kami para pejuang di dalam sistem demokrasi sekuler…ingin merubah secara perlahan demokrasi itu sendiri menjadi khilafah…melalui perebutan kekuasaan dari dalam, melallui jalur legislatif….tapi seandainya anda hanya berteriak “tegakan khilafah..tegakan khilafa” anda terlihat seperti anak kecil…kaern menginginkan segala sesuatunya instan padahal perjuangan NAbi tidaklah instan….butuh waktu 23 tahun…bahkan setelah naabi meninggalpun….orang arab 2/3 murtad…

 

 Kampret Gantenk at 9:19am March 29

kembali….butuh waktu hampir 10 tahun kemudian untuk benar2 meneguhkan kekuatan di tanh Arab….janganlah bersikap seperti anak kecil yang menginginkan mainan mobil2an secepatnya, menginginkan segalanya kembali secepatnya…menginginkan khilafah bukanlah seperti membalik telapak tangan…anda puya cara anda sendiri…kami juga punya cara kami sendiri…marilah kita berlomba dalam kebaikan…semoga Allah melihat perjuangan anda dan kami sebagai amal baik di akhirat nanti…sebagai jawaban atas tanggung jawab dalam da’wahnya…afwan kalo salah…

 

 Sultan Iskandarsyah at 11:14pm March 29

Alhamdulillah akhirnya ada yang berani menyatakan bahwa masuk kedalam sistem adalah salah satu strategi untuk merubah keadaan. Yap,saya setuju masing2 dari kita punya FINISH yang sama namun caranya saja yang berbeda. Tolong pesen buat temen2 yang pejuang di dalam legilatif jangan sampai terbawa DEMOKRASI seperti orang2 tua kita.

Kalian orang2 hebat yang berani mempertaruhkan iman dengan terjun dalam kotornya demokrasi. Hati2 jangan sampai saudara menjadi lawan kalian. Karena didalam demokrasi tidak mengenal kebenaran mutlak sehingga kalian mudah diadu domba. Islam harus bersatu, bukan terpecah-belah.

bwt Kampret Gantenk: Apa benar bila “para pejuang” menguasai 100% bangku DPR kalian berniat mengubah Indonesia menjadi lebih baik? Dengan cara apa? Mungkinkah dengan mengubah Demokrasi menjadi Khilafah?

 

 Kampret Gantenk at 11:06pm March 30

doakan kami saja saudaraku….dukung kami jika kami benar….ingatkan kami jika kami khilaf ataupun lupa…semoga saja niat mulia kami diberikan jalan yang indah olehNya…saudaraku sultan…munculnya khilafah adalah suatu keniscayaan…tapi hal itu memerlukan tenaga dan waktu yang tidak sedikit…seandainya pada giliran kami Allah belum mengabulkannya…maka kami berharap generasi anak dan cucu kami dapat merealisasikannya…setidaknya kami sudah dapat berbuat semampu dan sebaik yang kami dapat lakukan sekarang…setidaknya kami dapat memberikan jalan bagi tegaknya khalifah di negeri ini…semoga Indonesia adalah negeri yang dijanjikanoleh Nabi kita bahwasanya Islam akan bangkit dari timur,….bukan dari tanah Arab…bukan dari mana-mana…tapi dari sini…sesungguhnya kekuasaan dipergilirkan diantara bangsa-bangsa…dan semua bangsa yang memeluk Islam sudah pernah merasakan kemuliaan dan keindahannya…semoga kali ini giliran kita…ALLLAHU AKBAR !!!

 

Oke deh, begono kira2. Sebuah perdebatan tentang pro-kontra demokrasi, dan langkah2 apa yang kiranya perlu dilakukan untuk mengubah sistem demokrasi itu sendiri.

Apa kesimpulannya? Silahkan temen2 menyimpulkan sendiri, karena gue mengasumsikan otak temen2 kan udah pada cerdas semua, meskipun nggak lebih cerdas dari gue. Jangan pada protes ya, ini tulisan gue kok…

Tapi intinya, gue pribadi pun tergolong makhluk yang anti dengan demokrasi dan pemilu2an. Sekalipun begitu, apakah gue bakalan golput nantinya? Biarlah waktu yang menjawabnya… Ihihihihihihihi… (backsound: suara ketawa kuntilanak)

3 comments April 5, 2009

AngkringanTonight #2

Masih di tempat yang sama dengan hari2 sebelomnya, di salah satu sudut kamar kos beralaskan kasur yang spreinya udah +- 1 bulan lupa diganti (bukan lupa, tapi nggak sempet. Bukan nggak sempet, tapi males). Malem ini sepulang les bahasa Prancis gue ngegelepar nggak ada kerjaan. Niatnya mau ke kosan salah satu anak Nuklir yang bernama Edi Subowo, panggilannya Mawar (bukan nama sebenernya) untuk belajar mata kuliah Komputasi Nuklir, belajar pemrograman Delphi. Tapi karena sms gue ke si Mawar ini pending melulu dan nggak ada kepastian, akhirnya gue leyeh2 aja di atas kasur sambil merenungi nasib gue yang dikaruniai wajah imut ini.

Lagi asik2 merenung, tiba2 cacing di dalem perut gue gemerincing. Eh maksudnya keroncongan. Kenapa harus keroncongan ya, kenapa nggak dangdutan atau campur sari-an, kenapa harus keroncong? Ah whatever.

Cacing2 yang keroncongan di perut gue bukan menandakan bahwa gue ini cacingan, melainkan bahwa gue yang kurus kering begeng kerempeng idup lagi ini sedang dilanda kelaparan yang amat sangat. Kalo kata pepatah, keadaan laper kaya gini disebutnya “bagai mencari jarum di tumpukan jerami”. Korelasinya apa? Ya nggak ada lah!

Akhirnya dengan segenap cacing yang tersisa, gue melangkah menuju warung makan terdekat: angkringan depan kosan! This is the nearest restaurant, closest to my home. Jadilah malam ini, jam setengah 10, gue terdampar di angkringan langganan gue ini, cuma berduaan doank sama Mas2 pedagang angkringannya. Dan kita berdua cuma diterangin oleh sinar rembulan malam hari dan cahaya lampu teplok di gerobaknya. Aaaaah, so sweet…

Dagangan di angkringan ini udah mulai menipis. Nasi dan gorengan masih ada beberapa. Tapi jumlahnya nggak sebanyak yang dulu ketika gue nulis tulisan “AngkringanTonight #1”. Sekarang ini dagangannya bisa dibilang udah hampir mau abis. Alhamdulillah!

Lalu gue pun mulai membuka percakapan dengan kalimat demikian,

“Jeruk angetnya ya Mas!”

Mas2 pedagang angkringan itu, selanjutnya kita sebut aja dengan nama Mr. X (bukan nama sebenernya) langsung merespon ucapan gue. Bagaikan terhipnotis, beliau melakuka apa yang gue minta. Wah gue baru nyadar kalo ternyata gue punya ilmu hipnotis. Buktinya si Mr. X ini mau ngelakuin apa yang gue ucapkan!

Sambil nunggu jeruknya jadi, gue ngemil tempe goreng 2 biji. Nyam nyam nyam… Kalo di angkringan malem2 gini, ditemani semilir angin malem dan diterangi cahaya rembulan, makan tempe serasa makan Pizza. Ada Pizza di setiap gigitan tempe. Sumpah deh! Nggak percaya kan lu? Ya sama, gue juga nggak percaya…

Setelah jeruk angetnya jadi, gue mesen mi rebus dobel, dua bungkus dijadiin satu mangkok. Plus telor juga nggak lupa. Dan sekali lagi, bagaikan terhipnotis, Mr. X melakukan apa yang gue ucapkan dengan sangat patuhnya.

Karena prosesi masak mi ini agak lama, si Mr. X yang malem ini keliatan kesepian dan butuh kehangatan, mulai mencoba melenyapkan rasa sepinya dengan ngajak gue ngobrol.

“Pemilu tanggal 9 April nanti pulang Mas?”

Waouw keren juga nih orang, topiknya tentang pemilu!

“Oh kayaknya nggak Mas, saya nyoblos disini”

“Loh emang bisa? Gimana caranya Mas?”

“Kan ada kaya semacem surat mutasi gitu Mas dari daerah asal. Jadi nanti saya bisa nyoblos disini”

Lalu obrolan kita berlanjut seputar pemilu. Gue pun nanya,

“Udah ada pilihan Mas, kira2 mau milih siapa?”

Dengan santainya Mr. X menjawab,

“Wah belom tau Mas!”

Dia berargumen bahwa sekarang nasibnya bakalan sama aja, mau milih yang mana pun nggak ada bedanya.

“Tapi kalo pemilu 2004 kemaren ikutan nyoblos Mas?” tanya gue lagi.

“Iya Mas, waktu itu saya masih di Bogor”

Bogor? Di sebelah mananya Mas? Deket donk, gue kan orang Depok.

Dan si Mr. X ini ngelanjutin curhatnya tentang pemilu presiden putaran kedua taun 2004 kemaren. Dengan polos beliau bilang bahwa dulu beliau milih SBY, soalnya udah bosen dengan Megawati yang notabene merupakan muka lama. Beliau lebih tertarik dengan muka2 baru macem SBY.

Mt. X juga bilang kalo di kampungnya dulu semua orang pada jagoin Mega. Cuma dia dan segelintir orang yang jagoin SBY. Bahkan dia sampe diketawain sama temen2nya gara2 milih SBY. Tapi dia tetep istiqomah dan berkoar, liat aja siapa yang nanti bakalan menang. Dan akhirnya seperti udah bisa kita liat sekarang, ternyata SBY yang menang, dan si Mr. X ini adalah salah satu konstituennya.

Tapi sekarang karena SBY juga statusnya udah berubah jadi orang lama, makanya Mr. X belom nentuin mau milih siapa. Ya nggak apa2 lah Mas, biar enak pilih aja PPM, Partai Pemersatu Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Warnanya biru muda, lambangnya segi lima sama ada logo bintang warna putih di tengahnya. Pilih PPM di Pemilu Teknik nanti! Loh kok malah kampanye?

Terus gue pun iseng2 berkomentar,

“Tapi sekarang kan udah nggak nyoblos lagi ya Mas, sekarang udah nyontreng!”

Nggak disangka, ternyata si Mr. X ini pun tergolong orang yang melek berita. Beliau juga udah tau kalo sekarang teknisnya make nyontreng, bukan nyoblos lagi. Malah beliau khawatir dengan nasib orang2 tua yang selama ini terbiasa nyoblos.

“Yang bahaya itu yang udah tua2 Mas, agak repot,” kata Mr. X.

“Iya Mas, apalagi namanya kan kecil2, mereka mana ngerti”

Bla bla bla bla bla bla… Si Mr. X ngelanjutin curhatnya,

“Dulu di kampung saya, yang orangtuanya tuh sebelum nyoblos diginiin dulu sama orang2: ‘Mbah nanti kalo nyoblos, cari yang ada gambar moncong putihnya!’. Wah itu gimana, mereka juga kan emang nggak begitu ngerti!”

Obrolan kita masih terus berlanjut seputar pemilu. Sampe tiba2 dari kejauhan terdengar suara orang teriak2. Teriaknya make bahasa Inggris. Tapi logat dan lidahnya bukan khas orang bule. Nggak tau dah ini bule beneran apa bule siluman, bule “bubulen sikil’e”.

Dan setelah deket barulah keliatan, ternyata mereka adalah 5 orang berwajah Asia Timur yang naik 2 motor. Kayanya sih mahasiswa asing. Mereka teriak2 keras banget pake bahasa Inggris, mirip kaya bule keselek pohon pisang. Teriak2 nggak jelas gitu, nggak tau apa maksudnya. Mereka melintas ngelewatin angkringan tempat gue berkhalwat sama Mr. X malem ini. Masih dengan teriakan yang sama. Lalu mereka berlalu gitu aja, tanpa salam dan tanpa permisi, meninggalkan suara teriakan mereka yang masih membahana.

Mr. X pun berkomentar,

“Wuoooo… Orang *tiiiiiit*!” (sensor, menyebut nama salah satu negara)

Pun demikian dengan salah seorang ibu kos di depan angkringan yang tiba2 udah nongol dari balik pintu. Dia nanya ke Mr. X;

“Sopo seh kae?”

“Wong *tiiiiiit* Bu!”

“Lha kok ora nduwe toto kromo!”

Dan si ibu itu masuk lagi ke rumahnya. Sementara si Mr. X yang juga ngerasa nggak nyaman dengan tingkah laku 5 makhluk ajaib tadi ikutan komen,

“Tinggal di negeri orang kok nggak punya sopan santun!”

Sementara gue hanya bisa tersenyum menanggapi keresahan Mr. X terhadap para makhluk asing yang berlaku sewenang2 di tanah leluhurnya.

Lagi siap2 makan mi rebus, tiba2 dateng orang naik motor ke angkringan ini. Ia menghampiri Mr.X dan bertanya,

“Mas, kosan C-19 ini kos laki2 apa perempuan ya?”

Itu kan kosan gue. Tapi Mr. X agak bingung dengan pertanyaan Mas2 yang dateng nggak dijemput – pulang nggak dianter ini.

“C-19 yang mana Mas?”

“Itu yang catnya warna pink!”

Sebelom si Mr. X semakin bingung, langsung gue jawab aja,

“Oh itu kosan laki2 Mas. Tapi kalo suami-istri mau tinggal disitu juga boleh kok!:

Tadinya gue mau nambahin kaya gini, ‘atau kalo ada perempuan mau ngekos disana juga bisa, tapi ngekosnya di kamar saya aja Mas! Gratis juga nggak apa2, saya bayarin. Saya ikhlas deh!’

Si Mas-pencari-kamar-kos itu pun nanya lagi,

“Mas kos disana ya? Bayarnya sebulan berapa Mas?

“Iya. Bayarnya per 3 bulan atau per 6 bulan. Kalo 3 bulan bayarnya sekian, kalo 6 bulan bayarnya sekian” (nb: mohon maaf, tarifnya sengaja nggak gue tulis disini)

“Oh tapi itu luas ya Mas?”

“Iya, kira2 ukurannya 4×3 meter lebih. Kamar mandi dalem juga kok!”

“Ada yang kosong nggak Mas?”

“Wah biasanya pake waiting list tuh! Mending besok pagi coba Mas temuin ibu kosnya aja, terus tanyain mesti waiting list dulu apa gimana”

“Oh iya udah. Makasih Mas ya!”

Kriiiiiik… Kriiiiiik… Si Mas-pencari-kamar-kos ini akhirnya pergi, menyisakan gue berduaan lagi sama Mr. X.

Lalu si Mr. X mulai curhat tentang kosan gue yang keliatannya selalu penuh, Satu penghuni keluar, langsung ada penghuni lain yang ngisi. Rezekinya lancar. Beda sama kosan perempuan yang baru buka di deket sini, udah beberapa minggu tapi sampe sekarang masih belom ada yang ngisi. Ya kalo gitu gue aja deh yang ngisi. Tapi ntar kalo udah ada perempuannya, gue masih boleh disana ya… Lumayan tiap malem bisa keliling keluar masuk kamar tetangga. Astagfirullah…

Nggak lupa Mr. X juga curhat tentang kontrakan di depan yang penghuninya adalah angkatan tua tapi sampe sekanag belom lulus2. Dia heran, kenapa mereka udah kuliah dari jaman kapan tau tapi kok sampe sekarang masih belom kelar. Biasanya pada lama di skripsi dan tugas akhir, kemungkinan mereka pada males ngerjainnya. Gitu kira2 asumsi si Mr. X ini.

Akhirnya mi rebus dobel plus telor gue beres, masuk semua ke perut gue. Cuma sisa piring, garpu sama sendoknya aja. Sengaja nggak gue makan soalnya itu emang haknya si Mr. X ini. Ah alesan aja, bilang aja nggak bisa makan sendok! Ya iyalah, masa ya iya donk!

Sekarang di angkringan ini udah ada 2 orang lagi yang dateng. Jadi gue udah bisa pamit, karena selanjutnya Mr. X bakal ditemenin sama 2 orang yang baru dateng ini.

Sebelom pamit, gue minta 2 biji tempe dibakarin sama Mr. X. Plus teh anget dibungkus. Dan terakhir nggak lupa 3 bungkus kerupuk gue kantongin. Buset dah, ini laper apa nggragas?

Tapi persis sebelom pulang, lagi2 ada sebiji motor yang parkir dan pengendaranya mampir dulu di angkringan ini. Pengemudi motor itu ternyata adalah Mr. S (bukan nama sebenernya), salah seorang temen kosan gue. Lalu kita mulai say hello dan mulai ngobrol2 ringan.

Dan seinget gue, selama 1 taun Mr. S ini ngekos di tempat yang sama dengan gue, baru malem ini gue pernah ngobrol sama dia! Wuaooouwww… Emang selama 1 taun kemaren kemana aja? Ya nggak tau juga sih. Kalo cuma say hello sih udah sering, tapi kalo ngobrol, ya baru malem ini!

Sebenernya nggak ada yang salah sih diantara kita berdua. Gue selama ini emang jarang eksis di kosan, lebih sering eksis di kampus, lebih tepatnya di BEM. Begitupun dengan si Mr. S ini, dia juga oleh anak2 kosan yang lain sering dijuluki dengan istilah “Ansos”, alias “Anti Sosial”, yaitu orang yang jarang bersosialisasi sama temen2 kos yang lain. Tapi ya nggak apa2, malem ini kita udah satu langkah membuka dinding yang memisahkan kita berdua.

Akhirnya semua pesenan gue beres untuk dibawa pulang. Lalu gue pun minta Mr. X menghitung semua komoditas yang gue konsumsi malem ini. Mi rebus dobel plus telor, jeruk anget, teh anget, tempe 4, kerupuk 3. Totalnya adalah 10300 rupiah. Wah, malem ini gue memutar uang sebesa 10300 dari kantong gue ke kantong Mr. X. Ya bagus kan, daripada gue kasih ke para orang2 kaya nan kapitalis?

Setelah pembayaran dan transaksi ijab kabul selesai, gue pun pamit ke Mr. X dan Mr. S. Gue melangkah menjauh meninggaklan gerobak angkringan yang punya penutup warna biru – oranye ini. Gerobak angkringan yang penuh kenangan. Gerobak angkringan yang so sweet dengan ditemani cahaya bulan dan secercah cahaya dari lampu teplok. Gerobak angkringan tempat segala macam manusia berkumpul dan bercengkrama. Gerobak angkringan yang dirawat dengan penuh keringat darah dan air mata.

Dan sekarang, jam setengah 12 malem, gue duduk seorang diri di depan laptop, menulis sebuah tulisan tentang keadaan angkringan depan kosan gue di malam yang sunyi ini…

 

“Ya Allah Yang Maha Pemurah, jangan lah kau jadikan hati Mr. X condong kepada kesesatan. Berikanlah ia kekuatan dan ketabahan dalam menjalani hidup ini. Tanamkanlah selalu rasa syukur di dalam hatinya. Dan janganlah Kau hukum ia jika ia lalai atau terlupa. Sesungguhnya kebesaran hanyalah milik-Mu ya Allah, maka ampunilah segala dosanya.”

 

Yogyakarta, 30 Maret 2009

Add comment March 31, 2009

OurFavoriteSong

Yo yo yo yo yo… What’s up bro? Piye kabare dab? Apik2 wae to?

Then again, kali ini gue mau cerita dikit tentang salah satu lagu favorit gue. Eh nggak dikit sih, tapi banyak. Check this one out!

Band favorit gue adalah sebuah band asal negeri sakura sana yang bernama L’arc~en~ciel, selanjutnya cukup kita baca “Laruku” aja. Gue ngefans abis sama Laruku ini. Bahkan gaya ngebass gue pun sangat2 terinfluence dari Bang Tetsu, bassisnya Laruku.

Salah satu lagu Laruku yang paling gue demenin adalah lagunya yang berjudul “Flower”, kalo diterjemahin ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah “Bunga” (bukan nama sebenarnya). Loh kok kaya berita kriminal di koran2?

Lagu Flower ini merupakan lagu yang terdapat di album ke-4 mereka, “True”. Tapi awalnya gue denger lagu ini bukan di album ke-4 itu, melainkan di album the best of-nya Laruku yang dikasi nama “Clicked Single Best”. Di album the best itu, lagu Flower ada di tracklist kedua, diapit oleh Blurry Eyes dan Winter Fall.

Gue lupa persisnya gimana gue bisa suka lagu ini. Abisnya semua lagu Laruku emang enak2 sih. Kalo lagu yang lain mungkin sukanya cuma musiman aja. Contoh: Hitomi no Junin, Jiyuu e no Shotai, Ready Steady Go, dll. Gue suka lagu itu suma waktu video clipnya muncul aja. Setelah agak lama, rasa suka terhadap lagu2 itu pun berkurang dan statusnya jadi biasa aja.

Tapi nggak demikian dengan lagu Flower ini. Dari awal denger emang udah suka. Berbulan2 kemudian, gue dengerin lagi, masih tetep suka. Sekarang pun gue dengerin lagi juga masih suka. Seakan2 lagu ini punya aura magis yang mampu menghipnotis gue. Jadi, ketik REG(spasi)AURA kirim ke 9090. SMS yang kamu dapet langsung dari operatornya lho!

Ketika gue iseng2 buka situs lagu Jepang favorit gue, www.animelyrics.com (wah promosi), akhirnya gue dapet lirik lagu Flower. Lirik lagunya ini make bahasa Jepang. Tapi di sebelahnya ada translate nya ke bahasa Inggris. Jadilah gue baca liriknya sambil bersenandung pelan, dan ternyata… Wuaouw!!! Liriknya nggak sejelek lagunya! Emang udah khasnya orang Jepang untuk bikin lirik yang maknyus!

Nggak tau deh menurut lo gimana, tapi gue ngerasa keren aja ngeliat lirik lagu Flower ini. Lebih2 ketika lagunya gue setel di winamp terus gue ikutin liriknya sambil menghayati translate bahasa Inggrisnya, bener2 menghanyutkan! Seakan2 gue lagi berada di Warung Iga Bakar menikmati sepiring Sate Marangi ditambah segelas Capuccino Float, dengan candle light dinner ditemenin oleh seorang Asmirandah! Loh kok nggak nyambung?

Pun kemudian setelah gue liat video klipnya. Bisa dicari di youtube atau di animelyrics. Ini video klipnya jadul banget, taun 1990-an kayanya. Si Hyde dkk masih keliatan cupu. Tapi biarpun cupu ya tetep aja keren. Style musiknya nggak beda jauh sama yang sekarang. Jadi konsepnya mereka ngeband di balik teralis penjara. Manteb dah pokoknya, you have to see it!

Mungkin ini adalah salah satu lagu Laruku favorit gue. Gue bilang salah satu, soalnya emang masih banyak lagu Laruku lainnya yang gue suka juga, kaya Route 666, Link, My Heart Draws a Dream, Dive to Blue, dll. Dan buat lu2 semua yang belom tau lagunya, gue saranin untuk segera ngedownload di situs2 terdekat. Lebih bagus lagi kalo mau sekalian ngeliat video klipnya, ngeliat Tetsu dkk di jaman dulu.

Oh iya lupa. Lagu Flower ini kan lagu favorit gue, tapi kenapa judul tulisannya kok “OurFavoriteSong” ya? Ya nggak masalah sih, karena emang itu tujuannya. Jadi setelah baca tulisan ini, harapannya lu2 semua jadi penasaran untuk dengerin lagunya. Terus lu download deh, dan lu liat juga video klipnya. Plus nggak lupa juga lu baca liriknya. Akhirnya lu pun terhipnotis dan jadi terpengaruh buat ikut2an suka sama lagu ini. Hohohohoho…

Sebagai penutup, di bawah ini gue sertain juga lirik lagu Flower yang gue dapet dari animelyrics. Di situs itu ada bahasa Jepang sama translate bahasa Inggrisnya. Sekalian iseng2 juga gue tambahin translate untuk lagu ini versi bahasa Indonesianya. Dengan kemampuan bahasa Inggris gue yang pas2an dan dengan insting sastra gue yang nggak becus, gue mencoba menerjemahkan lagu Flower ini ke dalam bahasa sastra Indonesia. Kalo ternyata terjemahannya malah ngerusak trans yang udah kebentuk, mohon maaf yaaaa… Saya kan hanya mencoba, selanjutnya terserah Anda…

Dan supaya lebih enak lagi, mendingan lu baca lirik ini sambil ngedengerin lagunya langsung deh. Dijamin maknyus, menusuk langsung ke ulu hati yang paling dalem. Jleeeeb…!!! Akkh… Crott… Crooott…!!!

Oke tanpa banyak omong lagi, here they are, “Flower” only for you! Let’s check it out!

 

 

Flower

(L’arc~en~ciel)

Words & music: Hyde

 

Sou kizuiteita gogo no hikari ni mada

Boku wa nemutteru

Omoidoori ni naranai SCENARIO wa

Tomadoi bakari dakedo

 

Kyou mo aenai kara

BED no naka me wo tojite

Tsugi no tsugi no asa made mo

Kono yume no kimi ni mitoreteru yo

 

Itsudemo kimi no egao ni yurete

Taiyou no you ni tsuyoku saiteitai

Mune ga itakue itakute kowaresou dakara

Kanawanu omoi  nara semete karetai

 

Mou waraenai yo yume no naka de sae mo

Onaji koto iun’da ne

Mado no mukou hontou no kimi wa ima

Nani wo shiterun’darou

 

Tooi hi no kinou ni

Karappo no torikago wo

Motte aruiteta boku wa

Kitto kimi wo sagashitetan’da ne

 

Azayaka na kaze ni sasowarete mo

Muchuu de kimi wo oikaketeiru yo

Sora wa ima ni mo ima ni mo furisosogu you na

Aosa de miageta boku wo tsutsunda

 

Like a flower

Like a flower

Like a flower

Like a flower

Flowers bloom in sunlight and I live close to you

 

Ikutsu mo no tane wo ano oka e ukabete

Kirei na hana wo shikitsumete ageru

Hayaku mitsukete mitsukete koko ni iru kara

Okosareru no wo matteru no ni

 

Itsudemo kimi no egao ni yurete

Taiyou no you ni tsuyoku saiteitai

Mune ga itakute itakute kowaresou dakara

Kanawanu omoi nara semete karetai

 

***

 

 

 

Flower

(L’arc~en~ciel)

Words & music: Hyde

 

Yes, I just noticed. In the afternoon sun

I am still here, sleeping

Wondering why the scenarios in my head

Aren’t going as planned. But

 

Because I can’t see you today

I’ll just lie in my bed, eyes closed

Even until tomorrow, and the day after that

I’ll just watch you in my dreams

 

I want to sway with your smile forever

Flowering as strong as the sun

My heart hurts, it hurts, because it’s about to break

If these wishes never come true, at least let me wither away

 

I can’t even laugh anymore

You say the same words even in my dreams

Out there, I wonder

What the real you are doing

 

Clutching a birdcage

In a long distant yesterday

I walked around,

Looking for you

 

Even if the beautiful winds tempt me away,

I’m still desperately chasing you

The sky is so blue, it looks like it’s about to fall down

As I look up, it wraps itself around me

 

Like a flower

Like a flower

Like a flower

Like a flower

Flowers bloom in sunlight and I live close to you

 

I’ll send countless seeds onto that hill

I’ll cover it with beautiful flowers for you

Please find me, find me quickly, because I’ll always be here

I’m still just waiting to be woken up

 

I want to sway with your smile forever

Flowering as strong as the sun

My heart hurts, it hurts, because it’s about to break

If there wishes never come true, at least please let me wither away

 

***

 

 

 

Flower

(L’arc~en~ciel)

Words & music: Hyde

 

Ya, aku tersadar

Pada matahari sore ini

Ku masih terdiam disini, tertidur

Merenungi mengapa semua

Berjalan tak sesuai inginku

 

Tapi

Karena aku tak dapat melihatmu hari ini

Ku hanya ingin berbaring disini

Memejamkan mata

Bahkan sampai hari esok

Dan hari-hari selanjutnya

Ku hanya mampu memandangmu

Hanya dalam mimpiku

 

Aku ingin

Melenggang dengan senyummu, selamanya

Dan berbunga, setegar matahari

Hatiku terasa perih

Perih dan perih

Seakan ingin hancur

Jika inginku itu tak mungkin terwujud

Maka biarkanlah aku layu sendiri, disini

 

Ku tak dapat tertawa lagi

Kau ucapkan kata-kata yang sama

Sekalipun hanya dalam mimpiku

Dan di luar sana

Aku ingin tau

Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan

 

Terkurung dan terpenjara

Dalam masa lalu yang jauh

Aku terus berjalan

Mencari dimana dirimu berada

 

Meskipun keindahan angin ini

Menarik diriku menjauh

Ku tetap berusaha mengejarmu tanpa lelah

Langit itu sangatlah biru

Seakan-akan hendak runtuh

Dan ketika aku melihatnya

Langit itu telah menyelimuti diriku

 

Seperti bunga

Seperti bunga

Seperti bunga

Seperti bunga

Yang tumbuh di bawah sinar mentari

Dan ku ingin berada dekat denganmu

 

Akan kutaburkan

Ribuan benih di bukit itu

Dan akan kututupi

Dengan bunga-bunga indah

Hanya untukmu seorang

Temui aku segera

Cepat temui aku

Karena ku kan selalu disini

Menunggu untuk terbangunkan

 

Aku ingin

Melenggang dengan senyummu, selamanya

Dan berbunga, setegar matahari

Hatiku terasa perih

Perih dan perih

Seakan ingin hancur

Jika inginku itu tak akan terwujud

Maka biarkanlah aku layu sendiri, disini

 

***

 

Reference: www.animelyrics.com

4 comments March 28, 2009

PenemuanRadioaktivitasAlami

Gue lagi iseng2 buka buku2 Fisika gue jaman SMA dulu. Dengan kompetensi gue saat ini sebagai mahasiswa Teknik Nuklir UGM semester 6, gue mau coba review dan flashbasck ke pelajaran2 Fisika di masa2 SMA. Kesannya dulu Fisika tuh pelajaran yang susah banget, padahal sekarang setiap harinya gue berkutat dengan segala sesuatu yang berbau2 Fisika. Teknik Nuklir sendiri merupakan program studi yang berada di bawah Jurusan Teknik Fisika. Fisika oh Fisika…

Sebenernya niat gue untuk buka buku2 Fisika jaman dulu ini juga terjadi karena suatu ketidaksengajaan. Loh, emang ada niat yang nggak sengaja? Jadi awalnya kan gara2 tugas penulisan laporan praktikum radiokimia, gue diharuskan untuk nyari dasar teori tentang kelarutan/solubility dan harga kali kelarutan (Ksp). Padahal materi ini sama sekali nggak gue dapetin semasa kuliah. Terakhir kali gue dapetnya waktu kelas 3 SMA dulu sama guru Kimia gue, Bu Desriningsih, yang punya anak perempuan manis yang namanya Monik (penting ya?).

Karena itulah, gue mesti bongkar2 buku Kimia gue jaman SMA dulu. Dan waktu lagi asik nginget2 masa lalu gue yang kimia-addict, gue jadi kepikiran buat sekalian buka buku2 Fisika SMA. Buat ngecek aja, jaman SMA dulu gue udah dapet pelajaran tentang ilmu2 nuklir sampe sejauh mana.

Dan setelah gue buka buku2 SMA itu, ternyata ada satu hal yang menyedihkan. Apa itu? Yaitu adalah bahwa ternyata sebagian besar pelajaran jaman SMA dulu adalah HAPALAN semua! Dengan status gue saat ini sebagai mahasiswa, gue cukup miris ngeliat buku2 SMA yang gue rasa isinya bener2 terlalu hapalan dan terlalu teoritis. Tapi lebih sedihnya lagi, kok dulu gue manut2 aja ya dapet materi kaya gitu? Sekarang barulah gue ngerasa kalo ada yang salah dengan kurikulum kita. Huiks huiks…

Eh tapi nggak gitu juga sih. Buat gue yang anak Teknik, mungkin materi2 kaya gitu terasa sangat kaku dan sangat nggak enjoyable. Tapi mungkin buat anak2 MIPA yang emang kesehariannya berkutat dengan hal2 kaya gitu, ya mungkin mereka bakalan fine2 aja. Nggak tau juga deh…

Oke cukup, bukan itu yang mau kita bahas disini. Udah jadi kebiasaan gue untuk melenceng dari judul yang udah ditetapkan, karena otak kanan gue terlalu hobi untuk berkreasi dan berinovasi serta berimajinasi suka hati. Mari kita kembali lagi ke jalan yang lurus, shirat-al-mustaqim.

Gue buka2 buku Fisika gue waktu kelas 2 semester 2 dulu. Di daftar isinya ada materi2 ini:

-          Optika Geometrik

-          Alat-Alat Optik

-          Sinar Katode

-          Struktur Atom Hidrogen

-          Struktur Inti dan Radioaktivitas

-          Reaksi Inti dan Teknologi Nuklir

Poin 1 dan 2 nggak gue pelajarin di kuliah. Kalo anak Fisika MIPA dan Fisika Teknik mungkin iya. Begitupun poin 3 dan 4, gue nggak terlalu diarahin kesana. Poin 4 gue pernah dapet, tapi cuma gambaran umumnya aja. Tapi untuk poin 5 dan 6, ranah itulah yang lagi gue pelajarin saat ini. Jadi poin 1 sampe 4 cuma gue baca2 sekilas aja. Sedangkan untuk poin 5 dan 6 juga sama, cuma gue liat2 sekilas. Loh?

Waktu lagi buka2 bab tentang Struktur Inti dan Radioaktivitas, gue nemuin sebuah tulisan menarik yang nyeritain tentang asal-usul penemuan radioaktivitas alami. Keren juga nih buku. Seinget gue selama gue kuliah di Teknik Nuklir, belom pernah gue diceritain tentang sejarah penemuan radioaktivitas alami. Tapi buku Fisika SMA ini punya ceritanya! Jadilah sekarang gue baru tau gimana asal-usulnya radioaktivitas itu ditemuin (aduuuuuh Mas… Emangnya dulu waktu SMA kemana aja???).

Rasanya rugi kalo sejarah penemuan radioaktifitas alami pertama kali ini cuma gue simpen sendiri aja. Selaku mahasiswa Teknik Nuklir yang setiap hari berkutat dengan radiasi, gue punya tanggung jawab untuk mencerdaskan lu semua tentang segala sesuatu mengenai kenukliran, dan sejarah penemuan ini merupakan salah satunya.

Jadilah sekarang kita masuk ke inti acara, alias inti tulisan ini yang udah gue cantumin sebagai judul tulisan ini: Penemuan Radioaktivitas Alami. Mau tau gimana ceritanyanya? Nanti aja yah, gue tulis di tulisan gue yang lain, biar lu semua pada penasaran. Hohohohoho… Baru mau masuk ke inti tulisan, eh tapi tulisan ini udah harus gue akhiri sampe disini. Jadi ceritanya di pending dulu yaaaa…

Add comment March 26, 2009

PagiPagi

Hari ini adalah hari libur nasional, dalam rangka memperingati meninggalnya kucing milk tetangga sebelah yang mangkat gara2 kelindes sepeda roda tiga yang dikendarain oleh seorang balita. Loh kok?

Hari ini bertepatan dengan hari raya Nyepi, merupakan hari libur nasional. Kalo nggak percaya, coba aja liat kalender, pasti hari ini warnanya merah. Kecuali kalo kalender lu adalah kalender fotokopian, warnanya cuma item-putih doang.

Mumpung libur, dari kemaren gue udah ber-azzam kalo pagi ini gue mau ngenet di VidiNet, tempat ngenet cowok cerdas (eh itu mah slogannya Kompak ya). Kenapa harus pagi ini? Soalnya mumpung lagi libur. Kenapa harus pagi2? Soalnya kalo pagi masih murah, masih dapet diskon dari tengah malem. Kenapa harus di VidiNet? Soalnya yang deket kosan gue cuma itu doang, dan koneksinya juga bisa dibilang cepet. Kenapa harus cepet? Banyak tanya gue kepret juga lu!

Kenapa harus ngenet? Duh masih nanya2 juga… Ya nggak apa2 deh, kali ini gue jawab. Urgensi gue ngenet pagi ini adalah karena ada banyak kerjaan yang mau gue kerjain. Diantaranya adalah ngecek email. Kalo ini sih udah jadi kewajiban, dimana setiap kali kita ngenet, pasti kita langsung ngecek email dulu. Setelah ngecek email, situs apa yang kita buka selanjutnya? Yup, lu semua adalah benar kalo ngejawab: facebook! Ayo ngaku, lu juga suka gitu kaaaaan???

Tapi nggak cuma itu doang. Berkaitan dengan kuliah ke-nuklir-an, ue juga mesti nyari nilai tetapan kelarutan Iodium pada larutan PbI2 dan nyari besarnya waktu paruh I131. Hufff… Serta nggak lupa gue pengen nyari lirik lagunya Remioromen yang judunya Konayuki.

Akhirnya pagi ini gue mempersiapkan diri. Setelah Subuhan, sikat gigi, dandan dan segala macem, gue panasin MyLovelySolBro yang setia nangkring di depan kosan. Lalu gue lajukan MyLovelySolBro ke tempat VidiNet berada, setelah sebelomnya nggak lupa gue buka dulu gerbang pager kosan gue.

Nggak lama kemudian gue nyampe di VidiNet. Dari dalem mobil, gue liat VidiNet pagi ini bisa dibilang sepi, malahan sepi banget. Hal ini terlihat dari jumlah motor yang parkir di sana, cuma ada sekitar 2 butir, eh 2 buah. Jumlah motor yang parkir secara nggak langsung memiliki korelasi linearitas dengan jumlah pengunjung di dalemnya.

VidiNet di pagi hari kaya gini emang biasanya tergolong sepi. Biasanya kalo gue ke sini pagi2, motor yang parkir nggak nyampe 10-an. Di dalemnya pun banyak komputer yang kosong, cuma sebagian aja yang kepake. Padahal kalo malem parkirannya penuh banget. Di dalemnya pun kita masih mesti ngantri dulu, namanya ditulis di waiting list.

Tapi pagi ini lain dari pagi2 biasanya. Motor yang parkir cuma ada 2 biji. Ya nggak apa2 lah, yang penting mobil gue kan nggak ganggu eksistensi motor mereka gitu loh.

Lalu gue pun turun dari MyLovelySolBro dan melangkah menuju pintu masuk VidiNet. Prok prok prok… Kira2 gitu bunyi langkah kaki gue, sama kaya jalannya Pak Kapiten. Dan kita pun sama2 punya pedang panjang, walaupun dalam makna yang berbeda. Hohohoho…

Dan akhirnya setelah gue persis nyampe di depan pintu masuk VidiNet, barulah gue ngerti kenapa cuma ada 2 motor yang parkir disana. Kenapa? Soalnya persis di pintu masuk VidiNet itu ada tulisan kaa gini:

 

“TUTUP / CLOSED”

 

Buajigur… Pentesan aja motor yang parkir cuma dikit, VidiNet nya tutup kok! Dan di sebelahnya juga ada pemberitahuan bahwa karena hari ini hari raya Nyepi, jadinya mereka meliburkan diri. Wah, warnet yang buka 24 jam ternyata bisa libur juga ya. Kalo burjo 24 jam pada libur juga nggak ya?

Akhirnya dengan langkah gontai, gue balik lagi ke tempat MyLovelySolBro parkir. Dan gue pun melaju pulang, balik lagi ke kosan. Gue nggak minat ngenet di tempat lain soalnya gue nggak berani jamin koneksinya bisa secepet di VidiNet ini.

Jadilah niat gue untuk ngenet pagi ini batal, sehingga sekarang gue lagi terdampar nongkrong di kosan, buka2 laptop. Sembari ditemenin lagu Konayuki nya Remioromen dan lagu Only Human nya Susumu Ueda, gue ketik deh sebuah tulisan yang sekarang tulisan yang gue ketik itu lagi lu baca. Hohohohohoho…

4 comments March 26, 2009

IdoHaveApromise

I’ve got a task to finish my radiochemistry practical work report. Radiochemistry practical work is my second radioactive-lab-work at Nuclear Engineering research program in Physics Engineering, while the first radioactive-lab-work is called “radiation measurement and detection”.

The theme of my radiochemistry practical work is about solubility. The objective is to find the solubility of PbI2. Before I work with my report, I have to study about solubility first to understand about the theory of solubility itself. But my biggest problem is that I never had any solubility lesson in college. And the last time I had studied solubility, it was in my past high school! It means that it was about 3 years ago!

So I have to re-open my old high school book and search for the solubility lesson. Fortunately, my old chemistry books are inside my filing cabinet in my room at Jogja. Then I go search for it, and finally I find those solubility’s theory in my third grade high school book. Ah, so lovely…

When I open the book, the inside cover attract me. There is a Periodic Table draws there. It brings back memories. The memories of my past in those lovely high school. The memories of my past about the chemistry lesson that I always loved it. The memories of my past when I used to think that I wanted to continued my study in Nuclear Engineering because I loved chemistry so much. Now I know that Nuclear Engineering is not only about chemistry, but it has a lot of physics on it!

And once again, those Periodic Table reminds me of the promise that I have been made. What promise is it?

Before I answer that question, let’s see the Periodic Table first. If you don’t have one, then just imagine it on your mind. Periodic Table has a lot of box, and every box is filled with different atomic numbers and different elements. For example, the box in the most top-left is filled with the world “H”, which is means Hydrogen with atomic number is one. The most right boxes are filled with noble gas and popular with its magic atomic number, such as He for Helium, Ne for Neon, etc. Now, you should have remembered about Periodic Table, haven’t you?

If you do so, then let’s take a look at the most down boxes in the Periodic Table, especially some boxes in the right. In my chemistry book, the boxes are ended at the atomic number 112, with Uub for Ununbium element is on it. The Periodic Table has a box-space up until atomic number 118, but the last element is Uub with atomic number 112. But maybe the new one already has been updated up to 113 or 114 atomic number elements.

But it is still doesn’t touch the number 118 itself. Then, what does it means? It means that, there are still some elements that has not been found yet! And the elements are those who have atomic numbers 118, 117, 116, 115 and maybe 114 and 113.

That was my promise. When I was in third grade high school, I had a very genius seatmate called “Karnanim”. We both loved chemistry so much. We were the person who was always enthusiasm to answer any chemistry question. And because of our loves to chemistry, we also made a promise at that time.

What promise?

See Periodic Table once again. Do you see the blank space after the box with atomic number 112, Uub? And can you find the box with atomic number 118 on it? That is our promise!

We both made a promise that we will be the person who found them! We made a promise that we will find the elements that has not been find today! We will! Sure we will, Insya Allah!

We made an agreement that Karnanim will find the element with atomic number 117. Then I will complete the Periodic Table by find the element with atomic number 118. The names of those elements are referred to our name. Element with atomic number 117 is called “Karnanimium”, and the last element with atomic number 118 is called “C-Kinkium”. That was our promise!

Now, 3 years has passed. Karnanim is studying in Chemical Engineering at University of Indonesia, while I am still confused to study in Nuclear Engineering at Gadjah Mada University. Both of our concentrations are still related with our past promise, even though it is only a little bit off.

Both of us still have an endless journey. Both of us still have a lot of unrevealed future. Will we fulfill our promise? Just let the time answered it. And if you ask me, I would like to say: “YES WE WILL, INSYA ALLAH!”

2 comments March 26, 2009

LinkMbanyol

Tes…Tes…Dor…!

Ini ada link, mbanyol juga nih link. Tapi konyol. Tapi autis. Tapi jayus. Tapi seru. Tapi buajigur. Tapi asik. Tapi yaaaa gitu deeeh…

Penasaran? Ya udah buka aja sono…

http://www.gemintang.com/lovemeter/?o=1689650

5 comments March 23, 2009

Previous Posts


TanggalanAdaDiSIni

February 2010
S M T W T F S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

finarukawa on JikaAkuAdalahPresiden #1
Glulleyinfult on NamaPunyaku
miawruu on MobilDinas #2
ferry on LaporanKerjaPraktek
ferry on DinastyDariBalikKacamataku
Hikaru Yumeno on AkuDalamSepi
Hikaru Yumeno on Aku Tau
Hikaru Yumeno on TidakAdaYangAsli
Hikaru Yumeno on 100Truths #2
finarukawa on MobilDinas #2

StatistikBlogNya

  • 12,174 Belly

YangSeringDiKlik

  • None

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds