25ThingsAperfectGuyWouldDo

 

Suatu waktu ketika gue membuka recent updates di contact blackberry messenger, salah seorang kenalan gue, sebut saja “Jennifer Love Hewitt” (bukan nama sebenarnya) mengganti display picture bbm nya dengan gambar seperti ini:

 

25 Things a Perfect Guy Would Do

 

“25 Things a Perfect Guy Would Do”, atau “25 Hal yang Mau Dilakukan oleh Seorang Laki-laki Sempurna (kepada pasangan perempuannya)”. Kalo foto diatas kurang jelas, berikut ini gue tulis ulang deh.

 

25 Things a Perfect Guy Would Do.

 

  1. Make you smile when you are down.
  2. Try to secretly smell your hair, but you always notice.
  3. Stick up for you, but still respect your independence.
  4. Give you the remote control during the game.
  5. Come up behind you and put his arms around you.
  6. Play with your hair.
  7. His hand would always find your hand.
  8. Be cute when he really wants something.
  9. Offer you plenty of massages.
  10. Dance with you, even if he feels like a dork.
  11. Never run out of love.
  12. Be funny, but know when to be serious.
  13. Realize he’s being funny when he needs to be serious.
  14. Be patient when you take forever to get ready.
  15. React so cutely when you hit him, though it actually hurts.
  16. Smile a lot.
  17. Plan a romantic date full of things he wouldn’t normally do because he knows it means a lot to you.
  18. Appreciate you.
  19. Help others out.
  20. Drive five hours just to see you.
  21. Always give you a kiss when you leave, even when his friends are watching.
  22. Sing even if he can’t.
  23. Have a creative sense of humor.
  24. Stare at you.
  25. Call for no reason.

 

25 Things a Perfect Guy Would Do. Tentu saja, hal-hal tersebut adalah idaman (mungkin) sebagian besar perempuan di muka bumi ini. Silahkan mengelak, silahkan mengakui, yang jelas gue sebagai  seorang (insya Allah) laki-laki pun tertarik untuk memberi komentar lebih lanjut tentang ke-25 hal tersebut.

 

  1. 1.      Make you smile when you are down.

 

Ah ini sih sudah umum. Nggak perlu laki-laki sempurna, pak polisi pun kalau melihat anak kecil menangis pasti dihibur.

 

  1. 2.      Try to secretly smell your hair, but you always notice.

 

Cowo : *nyium rambut si cewe* Hmmm rambut kamu wangi deh… Habis dari salon ya?

Cewe : Ah nggak kok, cuma pake shampoo… *niruin iklan*

Cowo : *masih nyiumin rambut si cewe* Oh ya? Shampoo apa?

Cewe : Shampoo Clear for Men, yang bintang iklannya Cristiano Ronaldo.

Cowo : Kok kamu pake shampoo cowo sih? Kan ada Clear yang untuk perempuan?

Cewe : Nggak kok sayang, aku kan dulu emang terlahir sebagai laki-laki…

Cowo : … … … …

 

#kemudianhening

 

  1. 3.      Stick up for you, but still respect your independence.

 

Sumpah ini gue nggak ngerti maksudnya apa. Yang gue tau, stick itu artinya “batang” dan independence itu artinya “kemerdekaan”. Jadi, kalimat di atas ada hubungannya dengan “batang kemerdekaan” ?

 

  1. 4.      Give you the remote control during the game.

 

Ini gue juga nggak tau maksudnya apa, yang gue tau perempuan itu nggak suka main video game. Kecuali kalo lu adalah seorang perempuan barbar yang doyan main Mortal Kombat. FINISH HIM!

 

  1. 5.      Come up behind you and put his arms around you.

 

Cowo : *tiba-tiba meluk si cewe dari belakang*

Cewe : Ah sayang… *menggelinjang, antara kaget tapi seneng*

Cowo : *masih meluk dari belakang* Punggung kamu halus deh…

Cewe : Ah sayang bisa aja…

Cowo : Tapi… Tapi punggung kamu… Punggung kamu kok… *mulai merasakan ada keanehan*

Cewe : Punggung aku kenapa sayang?

Cowo : Punggung kamu… Kok… BOLONG???

Cewe : Aaaah, ketauan deh… *balik badan* *ternyata mukanya rata*

Cowo : KYAAAAAAA SEEETAAAAANNNN…!!!

 

  1. 6.      Play with your hair.

 

Cowo : Genap atau ganjil?

Cewe : *bingung* Hah, maksudnya?

Cowo : Jawab aja, genap atau ganjil?

Cewe : Genap!

Cowo : Oke, kita coba. Sretttt… *jambak rambut si cewe*

Cewe : Aw!

Cowo : *memamerkan rambut yang berhasil dijambak* 3 helai! Ternyata ganjil yeee…

Cewe : Ih apaan sih, sakit tau! Mulai sekarang kita PUTUS!!!

Cowo : … … …

 

#kemudianhening

 

  1. 7.      His hand would always find your hand.

 

Entah kenapa gue jadi membayangkan sepotong tangan tanpa lengan yang penuh darah sedang berjalan di koridor lantai tempat lu berada sekarang ini…. Hiiii… Udah ah, nggak usah dilanjutin.

 

  1. 8.      Be cute when he really wants something.

 

Mendengar kata “cute” tentunya lu-lu semua udah familiar dengan diri gue yang emang identik dengan istilah “cute” tersebut. Jadi kalo mau tau bagaimana seorang laki-laki ketika tampak “cute”, ya silahkan lirik gue aja.

 

  1. 9.      Offer you plenty of massages.

 

Ummm semua laki-laki pasti ingin memberikan pijatan untuk pasangannya. Dan juga dipijat, tentunya.

 

  1. 10.  Dance with you, even if he feels like a dork.

 

Ah sepertinya kasus ini nggak berlaku untuk para personel Seven Maho As Seven Homo yang memang terkenal jago ngedance. Justru mungkin malah si perempuannya yang akan terlihat seperti dork. You know me so weeeeell…

 

  1. 11.  Never run out of love.

 

Nggak pernah kehabisan cinta? Yah wajar sih, namanya juga laki-laki. Sesungguhnya cinta yang diberikan seorang laki-laki kepada pasangannya hanyalah sebagian kecil dari stok cinta yang dia punya. Sebagian lainnya diberikan kepada perempuan simpanannya, kepada janda kampung sebelah, kepada Ijah si pembokat, kepada rekan kerjanya dan kepada jutaan perempuan lainnya.

 

  1. 12.  Be funny, but know when to be serious.

 

Oke cukup tulisan becandanya, sekarang gue mau nulis serius! Apaan sih lu ketawa-ketawa melulu, bau tau…

 

  1. 13.  Realize he’s being funny when he needs to be serious.

 

Sejatinya di tulisan nomor 12 di atas gue mencoba untuk serius, tapi kok kayanya malah jadi konyol yah… #bukankode

 

  1. 14.  Be patient when you take forever to get ready.

 

Ah, hanya laki-laki bodoh yang mau menunggu pasangannya dandan berjam-jam hanya untuk suatu acara di luar. Cukup beri batasan waktu (misal) 15 menit. Lebih lambat dari itu, tinggalkan! Masih banyak perempuan lain yang udah dandan cantik dan stay di pinggir jalan, siap untuk berangkat. Khususnya di pinggir jalan raya Parung, Bogor atau di sekitaran Pasar Kembang, Jogja. Astagfirullahaladzim…

 

  1. 15.  React so cutely when you hit him, though it actually hurts.

 

Cewe : Ih kamu jahat! PLAK! *mukul si cowo*

Cowo : Aduh, aw… *teriak imut*

Cewe : Kamu kurang ajar! BLETAK! *nendang si cowo*

Cowo : A… A… Aduh… *kesakitan tapi tetep sok imut*

Cewe : *ambil palu* Dasar cowo kurang ajar! DUAGGG!!! *mukul kepala si cowo pake palu*

Cowo : AAAAAAAAAWWWWWW… !!!  SAKIT GUOOBLOOOGGG!!!

 

  1. 16.  Smile a lot.

 

Tersenyum adalah sedekah. Tapi kalau keseringan tersenyum kepada semua orang yang ditemui, apalagi kalau tetap tersenyum padahal sedang tidak ada siapa-siapa, ya sepertinya laki-laki tersebut harus segera dibawa ke dokter jiwa terdekat…

 

  1. 17.  Plan a romantic date full of things he wouldn’t normally do because he knows it means a lot to you.

 

Romantic date full of things boy wouldn’t normally do? Mari kita bayangkan hal-hal apa saja yang tidak mungkin dilakukan oleh laki-laki normal dan bagaimana itu bisa menjadi means a lot untuk pasangannya:

 

  1. Mengenakan bikini two pieces. Sehingga pasangannya tau, siapa yang lebih gemuk dan lebih banyak lipetan perutnya.
  2. Mengenakan beha alias bra. Sehingga pasangannya tau, apakah ukuran 32 cup B terlalu kecil atau terlalu besar untuk dirinya.
  3. Mengenakan sepatu hak tinggi. Sehingga pasangannya tau, bahwa ternyata kita nggak bisa main sepakbola dengan sepatu stiletto.
  4. Dan hal-hal lainnya yang nggak bisa gue bayangkan disini.

 

  1. 18.  Appreciate you.

 

*suatu hari setelah lebaran, setelah lama nggak bertemu karena si cowo dan si cewe mudik ke kampung halamannya masin-masing*

 

Cowo : Sayang, minal aidzin wal faidzin yaaa… *nyodorin tangan*

Cewe : Iya sayang, mohon maaf lahir dan batin… *nyium tangan si cowo ke kening*

Cowo : Betewe sayang, setelah lebaran kayanya kamu tambah gemukan ya? *niatnya sih memuji, tapi…*

Cewe : APAAAA??? KAMU NGATAIN AKU GEMUK!!! OKE MULAI SEKARANG KITA PUTUSSS!!!

Cowo : … … …

 

#kemudianhening

 

  1. 19.  Help others out.

 

Sejujurnya gue nggak ngerti yang dimaksud kalmat “help others out” disini maksudnya gimana. Tapi jika maknanya adalah bahwa seorang laki-laki sejati (dimata pasangannya) harus menolong orang lain, maka:

 

Cowo : Yang, kamu kenal si Nadya nggak, temen kantor aku?

Cewe : Kenal kok. Kenapa?

Cowo : Dia kan targetnya tahun ini mau nikah, tapi masih belom punya calon suaminya. Ummm aku mau nolong dia dengan jadi suaminya, boleh nggak Yang?

 

Untuk adegan yang terjadi selanjutnya, sepertinya terlalu barbar jika gue tulis disini.

 

  1. 20.  Drive five hours just to see you.

 

Entah gue juga nggak ngerti apa maksudnya, untuk apa nyetir selama 5 jam hanya untuk bertemu pasangannya. Padahal 5 jam perjalanan mobil itu udah bisa dapet jarak dari Depok sampe ke Garut loh… Apalagi kalo di Nascar Racing, 5 jam itu bisa buat selesai 1 balapan…

 

  1. 21.  Always give you a kiss when you leave, even when his friends are watching.

 

Kalo beneran ada laki-laki yang hobi mencium pasangannya saat hendak pergi, sekalipun itu di tempat umum atau di depan teman-temannya, gue melihatnya bukan sebagai suatu hal yang romantis, melainkan… … bahwa si laki-laki adalah orang mesum atau birahinya tinggi.

 

  1. 22.  Sing even if he can’t.

 

Sekali lagi, kasus ini nggak berlaku untuk para personel Seven Maho As Seven Homo yang emang berprofrsi sebagai penyanyi. Betewe kenapa dari tadi yang gue mention selalu SM*SH yah? Padahal kan masih banyak yang lain, macem Triji, NSG Star, ataupun XO-IX. Ih gila gue apal boyband-boyband lokal!

 

  1. 23.  Have a creative sense of humor.

 

Ummm kalo lu, khususnya yang perempuan merasa bahwa tulisan gue ini mampu membuat lu tertawa atau minimal tersenyum, berarti gue minimal punya 1 syarat untuk menjadi perfect guy lah. Kalo ternyata nggak, ya sudahlah… *nenggak baygon*

 

  1. 24.  Stare at you.

 

Entah kenapa, mendengar kata “stare” yang artinya “melotot” (atau menatap?), gue jadi membayangkan hantu-hantu Indonesia yang biasa nampil di film-film hantu lokal, yang biasanya melotot-melotot. Emang melototnya kaya gimana? Ya untuk lebih jelasnya, silahkan liat ke arah kaca jendela deh, ada yang diem-diem melototin lu dari tadi loh…

 

  1. 25.  Call for no reason.

 

*riiiiiing… riiiiiiiing…* *hape si cewe berdering*

Cewe : Halo?

Cowo : Halo sayang…

Cewe : Iya, ada apa yang?

Cowo : Nggak apa-apa kok, cuma mau nelpon aja. Dadaaahhh… *nutup telpon*

Cewe : …

 

1 menit kemudian.

 

*riiiiiing… riiiiiiiing…* *hape si cewe berdering lagi*

Cewe : Iya halo?

Cowo : Hai sayang…

Cewe : Ada apa yang?

Cowo : Nggak ada apa-apa kok, hehehe. Daaaahhh… *nutup telpon*

Cewe : … *mulai dongkol*

 

1 menit kemudian.

 

*riiiiiing… riiiiiiiing…* *hape si cewe berdering lagi dan lagi*

Cewe : WUOY BERISIK!!! TAU NGGAK SIH LOE, INI TUH JAM 2 PAGI, GUE MAU TIDUR!!!

Cowo : … … …

 

#kemudianhening

 

***

            Oke pemirsah, semoga apa yang gue tulis ini bisa bermanfaat bagi kalian semua. Yuk yah yuuukkk…

 

 

Depok, 11 September 2011 17:56

C2CpressRelease

“Diumumkan kepada seluruh stakeholder C2C (C-Kink Cute Cell) bahwa terhitung mulai tanggal 8 September 2011 pukul 00.01, C2C akan berhenti beroperasi dan tidak lagi melayani layanan penjualan pulsa. Bagi pelanggan yang masih memiliki tagihan harap segera melunasi tagihannya sebelum dilunasi di akhirat nanti. Dan bagi yang memiliki deposit akan segera dicairkan dalam bentuk pulsa.

 

Best regards,

CEO C2C”

Yes, sobat. Mungkin beberapa diantara lu semua sempat menerima email atau sms atau broadcast messenger yang isinya sama persis dengan apa yang gue tulis di atas. Yah, begitulah…

Setelah 2 tahun…

Setelah 2 tahun melayani kalian semua…

Setelah 2 tahun menjadi penyedia kebutuhan pulsa…

Setelah 2 tahun…

Akhirnya kini tiba saatnya untuk membuat sebuah keputusan besar, bahwa salah satu anak perusahaan C2C (C-Kink Cute Company) yang bergerak di sektor jasa layanan penjualan pulsa yaitu C2C (C-Kink Cute Cell), terhitung mulai tanggal 8 September akan berhenti beroperasi untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Atau dengan kata lain, C2C (C-Kink Cute Cell) tutup!

Sebuah keputusan yang tentunya tidak mudah, mengingat banyak sekali kenangan yang telah gue alami selama menjalani hari-hari sebagai pedagang pulsa. Entah itu terbangun di tengah malam untuk mengirim pulsa, berkunjung ke kediaman customer untuk menagih pembayaran, atau bahkan penolakan pembelian dikarenakan saldo sedang tidak ada.

Berat, memang. Namun apa mau dikata. Inilah realitanya. Pertanyaan selanjutnya adalah, hal apa yang melatarbelakangi keputusan ini?

Hanya ada satu alasan mengapa pada akhirnya gue menutup C2C (C-Kink Cute Cell) ini, dan alasan itu berbunyi: “Karena C2C (C-Kink Cute Cell) tidak mampu untuk memberikan PROCESS EXCELLENCE kepada para customernya.”

Process excellence? Apa yang dimaksud dengan process excellence? Silahkan kita semua mendefiniskannya dengan kalimat masing-masing, namun beberapa contoh dibawah ini semoga cukup mewakili.

  1. 1.      Pending

Senin, pukul 21.30.

Customer       : Kink mau beli pulsa im3 25 kenomor gue dong!

Selasa, pukul 04.30.

C-Kink             : Oke siap dikirim, ditunggu ya!

  1. 2.      No deposit

Customer       : Kink pulsa simpati 10 ke nomor gue ya!

C-Kink             : Eh maap lagi ga ada saldo, nanti malem baru ada.

  1. 3.      Unanswered question

Customer       : Kink tagihan gue berapa? Mau gue transfer nih.

C-Kink             : Ntar dulu ya datanya ada di laptop.

  1. 4.      Difficult to pay

Customer       : Kink nanti ada di rumah ga? Gue mau bayar nih, ga enak ngutang melulu.

C-Kink             : Wah nanti gue kayanya ga dirumah, lagi diluar.

Beberapa contoh diatas merupakan bukti nyata bahwa akhir-akhir ini C2C (C-Kink Cute Cell) gue rasa sudah nggak mampu lagi untuk memberikan process excellence sebagaimana kemunculannya di awal dulu. Gue nggak tau apakah para customer sejatinya mempermasalahkan hal tersebut atau nggak, namun buat gue pribadi, adalah sebuah beban mental ketika sebuah perusahaan yang bergerak di sektor jasa ternyata tidak mampu melayani customer dengan sebaik-baiknya.

Apakah tidak ada usaha untuk memberikan layanan yang mengarah kepada process excellence? Usaha itu jelas ada, namun yang harus dipahami adalah bahwa untuk mewujudkan process excellence di C2C (C-Kink Cute Cell), diperlukan energi dan effort yang ekstra keras.

Jadi, sebelum keadaan menjadi semakin buruk, akhirnya pada detik ini sampailah gue pada keputusan untuk menutup operasional C2C (C-Kink Cute Cell) sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Dan for your info, tanggal 8 September 2009 adalah hari pertama C2C (C-Kink Cute Cell) beroperasi. Kini usia C2C (C-Kink Cute Cell) pun harus diakhiri tepat di hari ulang tahunnya yang ke-2.

Sekian informasi ini gue sampaikan. Gue dan seluruh team dari C2C (C-Kink Cute Cell) mengucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan yang telah diberikan customer selama ini. Untuk selanjutnya, dengan sangat menyesal gue katakan, “Selamat mencari pedagang pulsa yang baru.”

Best regards,

C-Kink

Chief Executive Officer of C2C

Depok, 27 Agustus 2011, 13:36

Follow me @ckinkcute

 

Publikasi C2C Cell. Kini hanya tinggal kenangan...

MysteriousXgirl#2

Sobat, ini adalah lanjutan dari tulisan “MysteriousXgirl” yang sebelumnya pernah gue tulis di blog gue. Jadi sebelum baca tulisan ini, diwajibkan untuk membaca tulisan “MysteriousXgirl” terlebih dahulu (bisa di klik disini: http://ckinknoazoro.wordpress.com/2010/09/22/mysteriousxgirl/ ). Okeh?

1 tahun telah berlalu. Selidik punya selidik, ternyata si X pernah menulis sebuah surat untuk gue sekitar sebulan sebelum kepulangannya. Dan tanpa perlu tau gimana caranya surat itu bisa sampai ke tangan gue, silahkan langsung aja baca pesan terakhir dari si X ini…

Dari              : X

Untuk         : c-kink

 

                     13 juli 2010

       Ckink ..

Apa kabar ?? aku harap km baik2 aja ya.. gmn kuliahnya?? Udh lulus blm? You know what? I miss u much.. X kangen sm ckink.. maaf sering nyusahin km ya. Sedih deh, ga tau kapan surat ini nyampe ke kamu.. kayanya ga pernah nyampe deh. I have a lyric from a song to describe what I feel now.. hope you like it .

It’s a little bit funny this feeling inside
I’m not one of those who can easily hide
I don’t have much money but boy if I did
I’d buy a big house where we both could live

If I was a sculptor, but then again, no
Or a man who makes potions in a travelling show
I know it’s not much but it’s the best I can do
My gift is my song and this one’s for you

And you can tell everybody this is your song
It may be quite simple but now that it’s done
I hope you don’t mind

I hope you don’t mind that I put down in words
How wonderful life is while you’re in the world

I sat on the roof and kicked off the moss
Well a few of the verses well they’ve got me quite cross
But the sun’s been quite kind while I wrote this song
It’s for people like you that keep it turned on

So excuse me forgetting but these things I do
You see I’ve forgotten if they’re green or they’re blue
Anyway the thing is what I really mean

Yours are the sweetest eyes I’ve ever seen

 

 

Yes.. you are the sweetest eyes I’ve ever seen . bahkan aku kenal kamu dr aku kelas 1 smu .. sampai sekarang aku kuliah bahkan berhenti karena aq punya gift dr tuhan . penyakit ini selalu aku anggap gift karena tuhan sayang sm aku .. tuhan percaya bahwa aku bisa melawan penyakit ini ., tp ternyata aku gabisa , aku sudah lelah berjuang , aku selalu pgn ketemu seorg ckink. Aq nyari km ke jogja , aq ke kampus km . aku ga megang nomor km . ga ada yg kenal sm km . aq kangen sm km .. maaf selama ini aku nyusahin km ya.. kalo suatu saat aku sudah duluan kerumah tuhan, jgn pernah mengenangku yaa. Jgn sedih klo aq ga ada,..mmmmm gimana mau sedih ya, ketemu aja ga pernah hehe J doain aku ya.. semoga aku masuk surga . nanti kita ketemu dsna J kita cerita2 hehe.. aq lelah ckink L , sangat lelah . aq selalu berdoa , tuhan sebelum aku menghadapmu, pertemukan aku dengannya. Tp sampe skrg blm bisa ketemu km L..

Pokoknya kamu baik2 ya disana .. cari pacar dan istri yg bener, kerja yg bener.. jgn pernah mengeluh ttg kehidupan.. selalu berdoa sm Allah yaa J iloveu…

 

“Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini… pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang”

“Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya”

“Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku… sebengis kematian… Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara…, di dalam pikiran malam. Hari ini… aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan… sekecup ciuman”

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…”

“…pabila cinta memanggilmu… ikutilah dia walau jalannya berliku-liku… Dan, pabila sayapnya merangkummu… pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu…”

“…kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang”

“Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta… terus hidup… sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan…”

“Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan”

 

Jika suatu hari nanti semua keluarga X nyalahin km, atau membenci km, jgn berkomentar apapun.. karena mereka gatau apapun ttg kita, km atau aku.

 

 

       `                                                                                                                                                                    sincerely, X

Oke, cukup, sobat. Air mata ini telah menetes membasahi tuts keyboard. Dan, tidak ada lagi yang bisa gue ucapkan…

See you soon...

*ini link untuk lagu Your Song – Elton John http://www.youtube.com/watch?v=13GD78Bmo8s&feature=related

Banci

 

 

Ah, sobat… Sepertinya kita hidup di negara banci. Banci, ya, banci. Sekali lagi: banci!

 

Berawal dari salah seorang bendahara partai yang diduga melakukan korupsi. Kemudian dia segera kabur dan melarikan diri ke luar negeri. Banci. Memilih kabur ke luar negeri.

 

Di luar negeri, lisannya berkoar-koar. Berkata bahwa dalam proyek tender A, si anu mendapat jatah sekian ratus juta rupiah. Dalam proyek tender B, si anu yang lain mendapat jatah sekian miliar rupiah. Lisannya semakin berkoar, semakin banyak nama-nama anu yang lainnya yang dia bawa-bawa. Namun sayangnya, hanya sebatas tuduhan. Belum ada bukti yang menguatkan ucapannya. Banci.

 

Pada akhirnya dia tertangkap ketika sedang berada di belahan lain dunia. Untuk memulangkannya butuh biaya sekitar 4 miliar rupiah yang semuanya diambil dari kocek negara. Banci. Korupsi mau, tapi untuk membiayai ongkos kepulangannya sendiri tidak mau.

 

Kini mendekamlah dia di tahanan. Menjalani pemeriksaan dan penyidikan. Mendadak dia lupa akan semua koarannya ketika berada di luar negeri. Bahkan mengaku salah dan mempersilahkan dirinya segera dihukum saja. Banci.

 

Tak lupa dia menyurati petinggi negara yang juga merupakan petinggi partainya. Mencari dukungan, menyelamatkan diri, atau sekadar pesanan? Entah apa alasannya, yang jelas itu adalah banci: beraninya berkoar ketika sedang bersembunyi.

 

Itu tentang si buronan yang telah tertangkap. Lalu bagaimana dengan si anu dan anu-anu lainnya yang namanya dulu sempat disebut-sebut oleh si buronan? Ya, secara formalitas mereka segera membantah. Namun sekali lagi, hanya membantah dan beradu opini, tanpa bisa membuktikan bahwa tuduhan yang dilayangkan kepada mereka adalah tidak benar. Banci.

 

Bagaimana dengan lembaga penegak hukum? Yah, tidak kalah bancinya. Sudah jelas yang menangkap si buronan adalah lembaga penegak hukum dari negara lain yang atas kejeliannya -melihat daftar buron di interpol dan mencocokkan paspor dengan aktual- serta keintegritasannya -menolak mentah-mentah suap dari si buronan- berhasil meringkus si buronan. Namun, lembaga penegak hukum negara ini mengklaim bahwa tertangkapnya si buronan adalah hasil jerih payahya. Banci!

 

Ditambah lagi, kesediaan lembaga penegak hukum lainnya untuk mengeluarkan uang rakyat sebesar +- 4 miliar rupiah hanya untuk memulangkan buronan ke negara asalnya. Hey banci, uang yang  -kalau benar- dikorupsi si buronan dan kroco-kroconya itu jumlahnya lebih besar dari sekadar 4 miliar,suruh dia membiayai ongkos kepulangannya sendiri!

 

Dan terakhir, si petinggi negara yang selama ini hanya bisa prihatin. Si buronan adalah salah seorang kader partainya, namun dia tidak berani bertindak apa-apa. Sembunyi di balik tangan, mencuci tangan dan mencari aman. Banci.

 

Setelah buronan diproses pun, dia bersikeras tidak mau ikut campur. Tidak mau mengintervensi dan menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga penegak hukum. Padahal dia sendiri tidak menciptakan suatu sistem penegakan hukum yang clear dan jelas. Banci.

 

Cerita di atas masih terus berlanjut. Meskipun tensi nya tidak seperti dahulu ketika si buronan masih berani berkoar-koar. Sekarang tangan telah di borgol, dan lisannya telah di “bungkam”. Bahkan pura-pura lupa atas apa yang dulu pernah diucapkannya. Banci.

 

Pada akhirnya seperti inilah, sobat. Kita hidup di negara banci. Dipenuhi individu-individu banci. Bahkan pemimpinnya pun juga banci. Tak lupa, orang-orang yang hanya bisa mengkritik dari luar pun juga bisa dikatakan banci, termasuk orang yang menulis tulisan ini. Lalu apakah mereka yang hanya geram dan menggerutu atas kejadian diatas, namun tak berubat apa-apa, juga termasuk kategori banci?

 

 

Depok, 19 Agustus 2011, 22:55

 

 

Random

 

 

I write it down, early morning. In the middle of the dawn, alone in my bed. Write what I feel, feel what I write. Without any reason, just write and write.

 

Then the sun comes up. Shine the whole country, accompany me. I don’t feel so blue but my fingers said so. Because the keyboard never lies, you know.

 

You might laugh, you might make a joke on me. But this is a true story, I won’t tell to anybody except if you are my somebody.

 

I go out, looking for some fresh air. Morning time is the best time ever. Many tasks should be started in early morning, like a wise man said, “If you win the morning, you will win the whole day.”

 

Drive. Sing. Joke. Sport. Eat. Story tell. Laugh. Make fun. We are going to rock this morning.

 

And then the miracle has come. The eyes. I do remember those eyes. The smile. An everlasting smile that all angels would envy. Oh damn.

 

The hand waves. The lip smiles. The eyes shine. Feels like the clock stops its tick and the time stops its run.

 

Serendipity. Or a miracle? I don’t even care, this is not the first time, but this is fun. Yeah, maybe.

 

Because I was just wrote about you and then you suddenly come. Without any sign, without any invitation. Just come.

 

Enough. I said it once again: enough. Serendipity. Don’t you agree?

 

Then the night finally comes. The moon is so damn beauty, like your smile. Beauty.

 

My little friend shows its light. Red in blink. And your name is there. Another miracle?

 

Maybe, I don’t do this on purpose, and so does you. You don’t mean to do this, and so do I.

 

But, this is live. I repeat: this is live. C’est la vie, like the French said. This is not a story, neither a fairy. This is what I like to called: RANDOM.

 

 

Depok, June 29th 2011, 21:00

 

Random

AkuPernahMencintaimu

Aku pernah mecintaimu. Sejak awal aku menyadari kehadiranmu, aku tau bahwa kamu adalah sesuatu. Sesuatu yang akan mewarnai hari-hariku.

Aku pernah mencintaimu. Walau kita belum pernah bertemu, namun aku tau kamu mampu menggetarkan hatiku. Kamu mampu membuatku tersipu malu.

Aku pernah mencintaimu. Berbulan-bulan aku menunggu. Menunggu kamu menyadari kehadiranku. Menunggu kamu tau bahwa ada aku yang berharap padamu.

Aku pernah mencintaimu. Waktu terus berlalu. Aku tak tau kemana lagi aku harus menuju. Aku tersendiri dan terbelenggu.

Aku pernah mencintaimu. Hingga akhirnya kita bertemu. Ku tatap hatimu dan aku tau kamu pun sedang menatapku. Ada aku disini, tepat di hadapanmu.

Aku pernah mencintaimu. Berdua kita menyusuri lorong waktu. Menggali tentang dirimu, menggali tentang diriku. Seakan kita adalah satu.

Aku pernah mencintaimu. Kemudian semua berubah menjadi kelabu. Aku masih berdiri disini untukmu, sementara kamu telah pergi menghilang lebih dulu.

Aku pernah mencintaimu. Hari demi hari tanpa kehadiranmu. Kini kau pergi meninggalkanku. Kembali dengan duniamu dan kehidupanmu.

Aku pernah mencintaimu. Walau aku hanya bisa melihatmu, namun semua sudah cukup bagiku. Aku pun akan kembali dengan duniaku.

Aku pernah mencintaimu. Aku tinggalkan warna abu-abu. Dengan tegas kukatakan kepadamu dan kepada siapapun itu, bahwa aku dan kamu bukanlah satu.

Aku pernah mencintaimu. Tak ada lagi senyumanmu yang menghiasi hari-hariku. Tak ada lagi tarian indah tingkah lakumu. Semua kembali kosong seperti dulu.

Aku pernah mencintaimu. Meskipun aku tak tau siapa dirimu dan dimana dirimu. Yang aku tau hanyalah, bahwa aku pernah mencintaimu.

Depok, 29 Juni 2011, 6:30

 

The wind can erase the trail in the sand

LifePlanning#2

Beberapa waktu lalu, seorang sohib yang sedang galau memikirkan pasangan hidup dan galau merencanakan masa depannya pernah bertanya seperti apa life planning gue. Sebagai perwujudan janji kepada sohib tersebut, maka bersama ini gue tuliskan life planning seekor C-Kink yang gue tulis pada acara Outbound Puninar Management Trainee Program di Gunung Pangrango, 14 April 2011 yang lalu.

Life planning ini mengacu kepada karir gue saat ini yang (sementara) keluar jalur dari basic gue sebagai seorang sarjana di bidang nuklir. Dimulai dari usia gue saat ini yang beranjak 23 tahun, berikut planning gue per 5 tahun. Cekibrot gan.

23 – 30 tahun (2011 -  2018)

-          Menjadi seorang Department Head

-          Bermain saham

-          Kuliah S2

-          Beli rumah sendiri

-          Beli mobil sendiri

-          Pernah ke luar negeri

30 – 35 tahun (2018 -  2023)

-          Kuliah S3

-          Aktif menjadi penulis buku

-          Aktif menjadi pencipta lagu

-          Naik haji

35 – 40 tahun (2023 -  2028)

-          Menjadi seorang Division Head

-          Aktif menjadi pembicara tingkat nasional

-          Melanglang buana ke luar negeri

40 – 45 tahun (2028 -  2033)

-          Menjadi seorang Direktur

45 – 50 tahun (2028 -  2033)

-          Menjadi seorang CEO

-          Mendirikan yayasan pendidikan

50 – 55 tahun (2033 -  2038)

-          Mendirikan perusahaan sendiri

-          Menjadi komisaris

55 – 60 tahun (2038 -  2043)

-          Off dari dunia kerja

-          Mengembangkan dan melebarkan yayasan

-          Mengabdi di dunia pendidikan

Ya kira-kira seperti itulah. Melenceng jauh dari life planning gue yang gue buat ketika umur 17 tahun. Tapi it is oke it is allright, sebaik-baik rencana adalah apa yang direncanakan Tuhanmu kepadamu. Yuk yah yuuuuukkkk…

Depok, 20 Mei 2011, 18:45

LaranganTrukMasukTol

Baru-baru ini pemerintah mengusulkan kebijakan yang melarang truk melintasi tol dalam kota Jakarta. Mereka mengatakan bahwa sumber kemacetan ataupun lambatnya laju kendaraan di tol dalam kota Jakarta dikarenakan banyaknya truk-truk berjalan lambat yang melintasi ruas tol ini.

Awalnya kebijakan ini sempat diujicobakan selama 1 minggu terkait pelaksanaan KTT Asia-Afrika. Truk dilarang masuk jalan tol dalam kota pada jam 05.00 sampai 22.00. Selama 1 minggu itu, laju kendaraan di jalan tol dalam kota meningkat dari kisaran 13-18 km/jam menjadi 30-40 km/jam. Para pengguna jalan tol dalam kota juga merasa terpuaskan dengan hal tersebut.

Atas dasar itu, pemerintah berencana untuk mempermanenkan kebijakan ini. Para pengguna jalan tol yang umumnya adalah kendaraan pribadi juga sepakat dan mendukung penuh kebijakan larangan truk masuk tol dalam kota pada jam 05.00 sampai jam 22.00 tersebut.

Macet jalan tol dalam kota Jakarta, gara-gara truk?

Sepintas, kebijakan ini memang pro rakyat. Menguntungkan bagi kedua belah pihak: pemerintah selaku pemegang kebijakan, dan masyarakat selaku pengguna jalan tol. Jalan tol pun menjadi terbebas dari macet. Namun jika ditilik lebih jauh lagi, ternyata kebijakan ini hanya menguntungkan beberapa pihak saja, bersifat sementara dan bukanlah solusi terbaik.

Mengapa demikian? Di satu sisi, pengguna kendaraan pribadi senang dengan kebijakan ini karena waktu mereka tidak terbuang sia-sia saat melintasi jalan tol. Di sisi lain, para pengemudi truk dan industri yang terkait dibelakangnya tentunya tidak senang karena mereka perlu memutar jalan yag memakan jarak yang hampir 2 sampai 3 kali lipat lebih jauh.

Ya dari situ terlihat jelas bahwa ini sebatas pertentangan kepentingan antara pengguna kendaraan pribadi dengan para pengusaha truk. Tapi apakah hanya sebatas di situ saja? Ternyata tidak hanya sebatas itu.

Melarang truk melintasi tol dalam kota sepanjang jam 05.00 sampai 22.00 ternyata justru menimbulkan banyak permasalahan baru. Tidak hanya dari keluhan pengemudi truk yang mesti memutar jalan, tapi juga merambat ke hal-hal lainnya. Mari kita bahas satu-persatu.

 1. Dari sisi pengusaha truk.


Disini bukan bermaksud untuk membela para pengusaha truk. Tapi mari kita lihat apa yang terjadi berdasarkan analisis berikut ini.

Ketika truk diminta untuk memutar jalan yang jaraknya lebih jauh, otomatis cost dari truk tersebut akan meningkat, termasuk direct cost maupun indirect cost nya. Tidak hanya dari bahan bakar dan penggunaan ban tapi juga dari maintenance truk itu sendiri. Karena dengan memutar jalan, 1 ritase truk yang normalnya dapat ditempuh dengan jarak x km dan waktu tempuh a jam, meningkat menjadi x+y km dan waktu tempuh a+b jam. Mau tidak mau, hal ini mempengaruhi cost yang dihasilkan dari truk itu sendiri. Biaya untuk 1 ritase sebuah unit truk menjadi lebih besar.

Kita selaku masyarakat umum bisa berkata, “Ya itu lah resiko yang harus dihadapi oleh mereka para pengusaha truk”. Tapi ternyata, tidak sesimpel itu. Iya, kenaikan cost per ritase adalah resiko dari para pengusaha truk. Namun yang perlu disadari adalah bahwa para pengusaha truk tidak mau menanggung beban cost itu sendirian: mereka akan membebankannya ke customer dengan cara menaikkan biaya.

2. Dari sisi industri pengguna jasa truk


Siapa customer dari para pengusaha truk? Bermacam-macam. Mereka adalah industri yang menggunakan jasa truk untuk mengantar atau mendistribusikan produk-produk mereka. Karena biaya distribusi menjadi semakin besar, sekali lagi mereka juga tidak mau menanggung beban itu sendirian. Mereka akan membebankannya kepada customer produk-produk mereka dengan cara menaikkan harga jual.

Selain dari biaya industri, kebijakan ini juga mempengaruhi lead time dari suatu industri, khususnya untuk industri manufaktur. Sejatinya mereka telah memiliki schedule sendiri terkait kapan komponen yang dibawa truk datang sehingga mereka bisa mulai memproduksi, atau kapan truk datang untuk membawa produk mereka ke konsumen. Akibat larangan truk masuk tol dalam kota yang membuat truk mesti memutar jauh, otomatis lead time mereka akan meningkat dan perlu ada re-schedule terkait perubahan ini. Jika ada biaya yang keluar akibat meningkatnya lead time, tentunya mereka akan membebankan itu semua kepada customer dengan cara menaikkan harga jual.

 3. Dari sisi konsumen atau masyarakat umum.


Siapa customer dari industri pengguna jasa truk? Masyarakat pada umumnya, termasuk kita semua. Sebagaimana diutarakan sebelumnya, melarang truk masuk tol dalam kota mengakibatkan meningkatnya biaya ritase per unit truk. Meningkatnya biaya ritase mengakibatkan meningkatnya biaya yang mesti dikeluarkan perusahaan pengguna jasa truk untuk mendistribusikan produknya. Meningkatnya biaya distribusi mengakiatkan meningkatnya harga jual dari produk itu sendiri. Meningkatnya harga jual produk mengakibatkan masyarakat atau konsumen perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli produk tersebut.

Analoginya seperti ini. Kita adalah konsumen dari produk X. Produk X menggunakan perusahaan logistik Y untuk mengantar dan mendistribusikan produk-produknya. Ketika larangan truk masuk tol dalam kota diberlaksanakan, perusahaan logistik Y membebankan biaya tambahan yang keluar akibat kebijakan ini kepada perusahaan produk X. Karena harga yang diberikan perusahaan logistik Y menjadi besar, mau tak mau harga produk X pun mengalami peningkatan. Dan ujung-ujungnya, kita selaku konsumen produk X perlu mengeluarkan uang yang lebih besar untuk membeli produk X tersebut.

Jadi sekalipun truk-truk yang melintasi jalan tol dalam kota itu tidak memiliki hubungan langsung dengan masyarakat, disadari ataupun tidak disadari kebijakan larangan truk masuk tol dalam kota memiliki kaitan dengan masyarakat pada umumnya.

4. Dari sisi masyarakat umum yang bukan pengguna tol.


Disini terlihat jelas bahwa kebijakan larangan truk masuk tol dalam kota memiliki efek besar bagi mereka, masyarakat umum yang tidak menggunakan jalan tol. Dengan melarang truk masuk tol dalam kota, otomatis truk memutar lewat tol lingkar luar atau menggunakan jalan non-tol.

Ketika truk melintasi jalan non-tol, jelas muncul banyak permasalahan yang terjadi. Pertama, ini hanya sekedar pengalihan kapasitas kendaraan: truk yang biasa melintas di jalan tol beralih melintasi jalan non-tol, sehingga volume kendaraan yang melintasi jalan tol berkurang dan jalan non-tol menjadi meningkat. Akibatnya kemacetan muncul di jalan non-tol.

Kedua, pengguna jalan non-tol adalah masyarakat yang majemuk dan beragam, Berbeda dengan jalan tol yang hanya milik kendaraan pribadi roda 4, jalan non tol adalah milik semuanya: pengendara motor, sepeda, angkot, bus, kendaraan umum, bahkan termasuk pedagang yang membawa gerobak ataupun pejalan kaki. Hal-hal yang tidak bisa ditemui di jalan tol.

Ketika truk melintasi jalan non-tol, mereka lah yang mengalami efeknya, Dan sejatinya merekalah mayoritas pengguna jalan, bukan kendaraan pribadi roda 4 yang melintas di jalan tol. Bukan hanya dari kemacetan saja, tapi juga dari polusi yang mereka terima akibat berhadapan face to face dengan truk ataupun kerusakan jalan raya akibat meningkatnya volume kendaraan yang melintas.

***

Melihat hal-hal tersebut, sepintas terbersit pikiran bahwa truk berada di pihak yang salah dan sebaiknya memang jumlah truk dibatasi saja. Tapi sekali lagi, tidak sesimpel itu. Kenapa? Karena truk termasuk salah satu garda depan kemajuan perekonomian Indonesia.

Truk tidak berjalan tanpa tujuan. Umumnya mereka membawa komoditas ekonomi. Fungsi truk di dalam supply chain adalah untuk mengantar produk dari pabrik ke gudang, atau mengantar produk dari gudang ke konsumen. Semakin banyak truk yang beredar di jalanan, artinya semakin banyak komoditas yang sedang dalam perjalanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, artinya perekonomian sedang berkembang. Membatasi atau menghalangi laju truk sama artinya dengan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Truk, garda depan pembangunan bangsa

Jadi dapat disimpulkan bahwa kebijakan pemerintah melarang truk masuk tol dalam kota dirasa perlu ditinjau kembali. Kebijakan tersebut hanya menguntungkan para orang kaya pengguna mobil pribadi yang melintasi jalan tol saja. Sejauh ini, fungsi truk untuk membawa komoditas ekonomi belum dapat digantikan oleh tools apapun. Sementara fungsi mobil pribadi untuk membawa individu ke tempat kerja (atau untuk rekreasi/non-kerja) masih dapat digantikan oleh transportasi umum.

Kalaupun memang itu sudah menjadi cara terakhir, maka yang perlu diperhatikan adalah pembatasan jam: tidak perlu sepanjang jam 05:00 sampai 22:00. Jika tujuannya adalah mengatasi macet di jam kerja, maka cukuplah truk dilarang masuk tol dalam kota selama 3 jam di pagi hari dan 3 jam di sore hari, sehingga para pengusaha truk dan industri pengguna jasa truk bisa memutar otak untuk tetap produktif di 6 jam itu.

Meskipun sejatinya, solusi untuk mengurangi kemacetan di Jakarta adalah: dengan cara memindahkan pusat pemerintahan keluar jauh dari Jakarta. Masalahnya bukanlah bisa atau tidak bisa, tetapi hanyalah mau atau tidak mau. Mau mau mau?

Depok, 20 Mei 2011, 14:18

KCB

Ya, sobat, gue baru saja menyaksikan sebuah film berdurasi 1 jam yang meskipun singkat tapi mampu menerjemahkan ribuan bahkan jutaan jam yang mungkin tak akan pernah gue lupakan. Sebuah film berjudul “KCB”. Bukan, bukan Ketika Cinta Bertasbih. Juga bukan Ketika C-Kink Bertobat, apalagi Kutukan C-Kink Beranak. KCB disini adalah kependekan dari Kisah Cupu BEM, sebuah film yang dibuat oleh Fauzi Ingah-Ingih di penghujung tahun 2009 yang merekam segala kegiatan rekan-rekan BEM KMFT UGM di tahun itu.

Di tengah-tengah menonton film tersebut, spontan jari jemari gue yang cute ini segera mengambil Blackberry Gemini yang dibeli secara kredit, membuka aplikasi UberSocial serta Facebook from Blackberry dan langsung menuliskan kalimat seperti ini:

“Menyaksikan kembali video KCB (Kisah Cupu BEM) dan oh my God I do miss BEM KMFT UGM so much! #nangis”

Ya mungkin tulisan itu terlalu lebay. Tapi jiwa ini tidak bisa berbohong: menonton video itu membuat gue merindukan sejuta kenangan yang telah gue lalui bersama BEM KMFT UGM.

Kembali gue merefleksi diri yang kurus kering cacingan namun cute ini. Jika hari ini gue bisa berdiri dan menjadi seperti ini, sebagian besar karena tentulah jasa BEM KMFT di dalamnya. Segala pengalaman dan proses yang terjadi di sana mampu membuat gue menjadi seperti hari ini. Siapa yang pernah menyangka, seorang pemuda cupu yang semasa sekolah hobi duduk manis melamun di pinggit jendela, kini mampu berbicara di depan umum?

Gue mengawali karir di BEM benar-benar dari seorang mahasiswa yang dateng dan pulang teng-go (teng langsung go) menjadi mahasiswa yang lupa kalau punya kosan. Dari 5 orang pemuda Kastrat di awal berdirinya sampai menjadi seorang Menko Eksternal. Dari gugup untuk berbicara sampai menjadi ingin selalu berbagi cerita.

Kastrat: Kajian Strategis. Di tempat inilah gue dididik dan ditempa. Berbagi ilmu dan cerita mengenai permasalahan yang ada. Di sini juga gue mendapatkan amanah menjadi seorang Ketua Departemen hingga berlanjut sebagai seorang Menteri Koordinator.

Hari ini, tepat detik ini, ternyata satu setengah tahun telah berlalu sejak gue terakhir kali bertugas di BEM KMFT UGM. Dan video ini, video Kisah Cupu BEM, menjadi saksi bisu atas segala hal yang pernah gue dan rekan-rekan BEM KMFT UGM lakukan di sepanjang tahun 2009.

Kembali, gue merindukan kebersamaan bersama mereka. Bagaimana kita semua tidur bersama di bawah satu atap, bagaimana kita makan rame-rame di wadah yang sama, bagaimana kita bersusah-payah menjalani kepanitiaan serta bagaimana kita saling berbagi dalam setiap games, acara dan permainan.

Satu persatu wajah mereka terpampang di video ini. Semuanya membuka kembali kisah lama. Dua setengah tahun di BEM KMFT UGM bukanlah waktu yang sebentar, sobat. Tentunya kita semua punya sejuta kisah yang tak akan pernah lekang sepanjang masa.

Ingin rasanya datang kembali ke rumah mungil itu, sebuah bangunan di pojokan yang berfungsi sebagai sekretariar BEM KMFT UGM, tempat dimana kita selalu menghabiskan masa muda kita. Ingin rasanya mendatangi mereka dan memeluk mereka satu-persatu, menanyakan bagaimana kabar mereka hari ini. Bahagia rasanya jika ada dari mereka yang berhasil meraih impiannya.

Video itu segera berakhir, menampilkan foto-foto keceriaan rekan-rekan BEM KMFT UGM yang selalu tertawa dalam suka maupun duka. Lagu “Laskar Pelangi” mengalun lembut. Dan sepenggal lirik lagu itu menjadi penutup tulisan ini.

“Bersyukurlah pada Yang Kuasa. Cinta kita di dunia, selamanya…”

 

 

Depok, 19 Mei 2011, 18:56

BEM KMFT UGM: semangatmu selalu membara di jiwaku

PerjalananDiAtasBus

Jalan raya. Kendaraan yang berlalu-lalang. Lampu-lampu jalanan. Pepohonan. Aku suka melihat pemandangan selama perjalanan. Aku suka duduk manis di dekat jendela bus dan memandangi segala hal yang bisa aku lihat dari balik tempat duduk ku. Aku bisa duduk diam selama berjam-jam dengan kepala menoleh ke luar jendela, hanya untuk melihat pemandangan apa saja yang bisa aku temui disana.

Melihat pemandangan ketika sedang dalam perjalanan, mungkin untuk kalian adalah hal yang biasa. Tapi hal itu tidak berlaku bagiku. Ya, itu tidak berlaku bagiku yang telah menghabiskan sebagian umurku untuk duduk diam di belakang setir, memegang kendali laju kendaraan.

Kamu tau seperti apa rasanya menjadi pengemudi: seluruh anggota tubuhmu difokuskan untuk membawa dirimu, kendaraanmu dan penumpangmu untuk sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Tidak ada waktu untuk melihat pemandangan, kecuali yang berhubungan dengan apa yang ada di hadapan kendaraanmu.

Karena itulah aku selalu menikmati saat-saat seperti ini, saat-saat dimana aku bisa duduk manis di dalam bus tanpa perlu tanganku memegang setir atau kakiku menginjak pedal gas. Aku bisa bebas menekuk atau meluruskan kakiku. Aku bisa bebas merenggangkan tanganku dan mataku tidak melulu harus menatap ke depan.

Aku suka naik bus

Masih kuarahkan pandanganku ke luar jendela. Mobil Innova hitam sedang berhenti di pinggir jalan. Camry silver membalap bus ku tanpa ragu. Di belakangnya ada Avanza biru dengan pria berkumis di balik kemudinya.

Kutengadahkan kepalaku agak keatas. Kutatap langit biru. Ia masih tetap biru seperti saat itu, saat pertama kali aku memulai hobiku memandangi langit ini. Aku selalu merasa kedamaian setiap melihat langit. Dengan latar biru dihiasi ornamen awan putih, ada kesejukan tersendiri yang tidak dapat kamu temukan dimanapun, yang membuatmu betah untuk terus-menerus memandangi langit itu.

Kupandangi langit dengan tatapan kosong. Tanganku menopang pipiku. Mataku terus menerawang menembus langit biru. Kemudian aku lusiskan wajah indahmu di sana, sedang tersenyum manis kepadaku. Aku tak tau apa yang sedang kamu lakukan saat ini, semoga kamupun sedang tersenyum sebagaimana wajah yang kulukiskan di langit itu.

Mungkin kamu tidak menyadari bahwa kamulah pemilik senyuman terindah di muka bumi. Bunga yang layu akan mekar melihat senyumanmu. Siapa Monalisa jika ia tau seperti apa senyumanmu. Bidadari surga pun mungkin akan iri kepadamu.

Sementara aku hanya bisa berharap. Berharap supaya aku dapat memiliki senyum itu. Bukan hanya memiliki senyum itu, tetapi juga memiliki pemilik senyuman itu. Memilikimu. Sehingga aku dapat memandangi senyumanmu kapanpun aku mau, tanpa khawatir senyuman itu akan terbagi ke orang lain, karena kamu tau tiada yang memuja senyumanmu sebagaimana diriku.

Tak ada hentinya aku memandangi langit. Tak ada hentinya aku lukiskan wajahmu disana. Aku tau, hari ini aku memiliki duniaku dan kamu memiliki duniamu. Tapi aku percaya bahwa suatu saat nanti kita berdua akan disatukan dalam dunia yang sama: duniaku dan duniamu: dunia kita. Dunia kita berdua.

Lamunanku buyar ketika tiba-tiba aku mendengar bunyi rem berdecit dengan sangat kerasnya. Penumpang bus berteriak ramai. Kemudian terdengar bunyi benturan keras. Hal terakhir yang aku lihat adalah kepala truk bertuliskan “Fuso” berada persis di depan mataku, dan setelah itu semuanya berubah menjadi gelap…

Depok, 16 April 2011, 00:47

NuFoNoNE:NuclearRain

“BBC FLASHNEWS:

Japan government confirms radiation leak at Fukushima nuclear plants. Asian countries should take necessary precautions. If rain comes, remain indoors first 24 hours. Close doors & windows. Swab neck skin with betadine where thyroid area is, radiation hits thyroid first. Take extra precautions. Radiation may hit Philippines at starting 4pm today. Please send to your loved ones.”

 

Entah siapa makhluk yang memulai menyebarkan berita sebagaimana tercantum di atas. Tapi terima kasih atas pesan berantainya, dengan ini kita dapat mengambil bahan untuk dijadikan sebuah pembelajaran.

 

Hujan nuklir? Hujan yang mengandung radiasi? Entah darimana istilah tersebut berasal, tetapi rasanya janggal. Kalau di luar angkasa, istilah tersebut memang ada dan bisa terjadi, tapi di bumi? Mari kita coba bahas satu persatu. Namun sebelumnya disarankan untuk membaca tulisan yang “NuFoNoNE:Radiasi” sebagai referensi awal.

 

  1. Radiasi terbawa oleh udara.

 

Mari kita luruskan pikiran dulu. Wujud radiasi adalah berupa peluruhan yang memancarkan partikel alfa, beta atau gamma. Partikel ini jika berada di udara akan berinteraksi. Alfa yang daya ionisasinya paling besar akan banyak berinteraksi, konsekuensinya jangkauannya paling kecil. Sementara gamma yang daya ionisasinya paling kecil akan sedikit berinteraksi, sehingga jangkauannya paling jauh. Tapi kalau sampai terbawa di udara, sepertinya tidak sampai segitunya.

 

Radiasi partikel bukanlah seperti bubuk atau debu yang ketika dilempar ke udara akan terbawa kemana angin bergerak. Di udara, radiasi akan berinteraksi dengan materi-materi yang ada di udara dan interaksi ini akan mengurangi jangkauannya. Jadi kalau radiasi di Jepang akan mencapai Asia, itu dapat dikatakan tidak mungkin.

 

Yang mungkin terjadi adalah jika SUMBER RADIASI terbawa di udara. Ini lebih mungkin. Seperti kita tahu, radiasi muncul karena adanya sumber radiasi, yaitu unsur-unsur yang radioaktif. Radiasi ini akan menyertai sumber radiasi yang sedang meluruh tersebut. Kalau sumber radiasi ini terbawa di udara, itu mungkin. Namun dengan syarat: sumber radiasi ini memang bisa terbawa di udara.

 

  1. Sumber radiasi terbawa oleh udara.

 

Ya, ini mungkin terjadi tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Untuk kasus reaktor Fukushima di Jepang, diberitakan bahwa bagian yang mengalami kebocoran mengakibatkan lepasnya gas hidrogen ke udara. Gas hidrogen (H2) ini berasal dari reaksi antara uap air (H2O) dengan zirkonium (Zr) pada suhu tinggi (Zirkonium adalah paduan logam penyusun selongsong, sementara selongsong adalah material yang membungkus bahan bakar). Hidrogen disini berwujud gas, sehingga memungkinkan untuk terbawa di udara.

 

  1. Radiasi dari hidrogen

 

Disini kita asumsikan bahwa sumber radiasi yang terbawa di udara adalah gas hidrogen.  Meskipun sejatinya sumber radiasi utama dari reaktor nuklir adalah bahan bakar nuklir itu sendiri, tapi bahan bakar nuklir tersebut berbentuk padatan dan kita asumsikan tidak sampai terbawa keluar akibat ledakan.

 

Apakah hidrogen merupakan unsur radioaktif? Jawabannya adalah: IYA. Loh, padahal hidrogen merupakan komponen penyusun air (H2O) yang sangat dekat dengan kehidupan manusia?

 

Dalam dunia atom, ada namanya “isotop”, yaitu atom yang memiliki nomor atom sama tetapi nomor massa beda. Untuk hidrogen, di alam memiliki 3 isotop yaitu H1 (isotop mayor dari hidrogen), H2 (deuterium) dan H3 (tritium). Setiap unsur hidrogen terdiri dari 3 isotop tersebut, kecuali hidrogen yang sudah direkayasa, dengan komposisi H1 99.985%, H2 0.015% dan H3 0.0001%.

 

Dari ketiga isotop tersebut, hanya H3 atau tritium yang radioaktif, memancarkan radiasi beta.  Apakah ini berarti air merupakan senyawa radioaktif? Sekali lagi, jawabannya adalah IYA. Tapi jangan takut dulu, karena aktivitas tritium disini adalah sangat-sangat kecil. Selain sangat kecil, komposisinya sebagai isotop penyusun hidrogen juga sangat kecil, sehingga aktivitasnya pun dapat dikatakan sama sekali tidak membahayakan bagi tubuh manusia.

 

Namun secara keseluruhan, bahaya dari sumber radiasi skala besar yang terbawa di udara tidak akan sampai sebegitunya, umumnya hanya bersifat lokal dan tidak mengkontaminasi dalam skala global. Kalaupun misalkan memang terbawa di udara, perlu diperhatikan arah angin dunia, lama perjalanan dan waktu paruh dari sumber radioaktif itu sendiri.

 

 

Depok, 15 Maret 2011, 18:24

 

*Penulis juga masih belajar tentang ilmu nuklir. CMIIW: Correct Me If I Wrong.

 

Sumber:

-          Berbagai referensi yang penulis dapat selama masa kuliah, artikel-artikel dan buku-buku seputar nuklir.

 

NuFoNoNE:PendinginReaktorDenganAirLaut

“Bagaimana pendapat C-Kink cute dkk tentang upaya pemerintah Jepang mendinginkan reaktor dengan air laut? Bukannya belum lazim ya? Aman tidak?”

 

Sistem pendingin. Terkait pertanyaan diatas, sebelumnya mari kita pisahkan dulu sistem pendingin reaktor dengan sistem pendingin siklus uap air yang menggunakan cooling tower. Kedua hal tersebut adalah dua hal yang berbeda.

 

Pertanyaan yang dimaksud diatas merupakan sistem pendingin reaktor, bukan pendingin yang cooling tower. Jadi, ketika sistem di teras reaktor telah di shutdown, sekalipun produk fisi dari bahan bakar sudah tidak ada tapi masih ada sisa-sisa kalor yang melekat di produk fisi tersebut. Untuk itu perlu dilakukan pendinginan reaktor dari kalor sisa setelah shutdown.

 

Dalam reaktor nuklir ada istilah RHRS, yaitu Residual Heat Removal System. Ini adalah sebuah sistem untuk mendinginkan kalor sisa setelah shutdown. Proses pendinginannya adalah mengalirkan air dengan sistem RHRS tersebut.

 

Untuk reaktor di Fukushima, sistem pendinginnya masih merupakan sistem aktif. Sementara reaktor-reaktor yang baru semuanya telah menggunakan sistem pasif. Maksudnya sistem aktif adalah, pengoperasiannya membutuhkan input daya listrik dari luar (misal: generator). Sementara sistem pasif adalah, pengoperasiannya mampu bekerja sendiri dengan memanfaatkan fenomena-fenomena fisika. Sistem pasif ini dapat tetap bekerja meskipun tidak ada pasokan listrik atau ketika generator cadangan tidak berfungsi.

 

Terkait pendinginan dengan air laut, hal tersebut sejatinya bisa dilakukan jika memang merupakan pilihan terakhir. Sejatinya pendinginan adalah menggunakan purified water atau air yang telah dimurnikan. Simpelnya, sebut saja akuades. Jika menggunakan air laut, maka reaktor dengan sangat terpaksa harus di dekomisining: reaktor sudah tidak boleh digunakan untuk beroperasi lagi. Alasannya adalah karena di dalam air laut terkandung banyak mineral dan apa jadinya bila mineral-mineral tersebut disiramkan ke dalam reaktor.

 

Kenapa Jepang menggunakan air laut untuk pendingin reaktor tersebut adalah seperti ini. Ketika terjadi gempa, reaktor akan ter-shutdown secara otomatis. Disini tidak terjadi masalah apa-apa. Seperti disebutkan diatas, sistem RHRS reaktor Fukushima yang menggunakan sistem aktif segera bekerja untuk mendinginkan kalor sisa setelah shutdown.

 

Masalah baru muncul ketika sekitar 1 jam kemudian terjadi tsunami yang diberitakan mencapai 10 meter. Tsunami ini membuat jaringan supply listrik dari generator terendam dan tidak berfungsi. Tenaga pendingin cadangan juga gagal. Sehingga sebagai upaya terakhir karena sistem RHRS aktif yang tidak bekerja, disedotlah air laut ke dalam reaktor untuk mendinginkan kalor sisa shutdown tersebut.

 

 

Depok, 15 Maret 2011, 14:48

 

*Penulis juga masih belajar tentang ilmu nuklir. CMIIW: Correct Me If I Wrong.

 

Sumber:

-          Dialog via twitter dengan Adji Ahmad Jaka Bramantya, mahasiswa S2 di KAIST, Korea Selatan.

-          Notes Pak Alexander Agung, dosen di Teknik Fisika UGM

NuFoNoNE:Radiasi

Bicara tentang radiasi, sejatinya radiasi itu ada banyak macemnya, tapi disini kita hanya akan membahas radiasi yang berhubungan dengan dunia nuklir. Radiasi pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Untuk radiasi nuklir disini, maka yang aka kita bahas adalah radiasi yang berasal dari proses fisika yang terjadi di dalam inti atom

 

Radiasi sendiri berasal dari proses peluruhan, yaitu proses perubahan inti atom yang tidak stabil menjadi inti yang lebih stabil. Peluruhan ini memancarkan radiasi. Ada 3 jenis radiasi disini, yaitu:

  1. Radiasi Alfa. Daya ionisasi paling besar, jarak jangkauan paling pendek. Hanya beberapa mm di udara, tergantung besar energinya.
  2. Radiasi Beta.
  3. Radiasi Gamma. Daya ionisasi paling lemah, jarak jangkauan paling jauh.

 

Setiap radiasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ketika bicara tentang bahaya radiasi, harap di definisikan dulu radiasinya merupakan radiasi apa: alfa, beta atau gamma. Karena setiap jenis radiasi memiliki cara penanganannya sendiri.

 

Selain dari jenis radiasi, yang juga perlu diperhatikan adalah aktivitasnya. Aktivitas radiasi didefinisikan sebagai jumlah peluruhan yang terjadi dalam satu detik. Makin besar aktivitasnya, radiasi yang dipancarkan juga semakin banyak.

 

Efek dari radiasi kalau mengenai tubuh manusia, bergantung dari jenis radiasi dan aktivitasnya. Secara umum efeknya bersifat tidak langsung. Maksudnya: ketika terpapar radiasi, tubuh kita tidak akan merasakan apa-apa, sama seperti biasa. Abnormality akibat terpapar radiasi baru akan terasa beberapa waktu kemudian, itupun dengan syarat kalau tubuh kita terpapar radiasi dalam jumlah besar dan secara terus-menerus.

 

Abnormality yang mungkin terjadi umumnya adalah kelainan pada sel, mutasi gen atau kanker.  Sekali lagi, hal itu mungkin terjadi dengan syarat: kita terpapar radiasi dalam jumlah besar dan secara terus-menerus. Jika aktivitasnya adalah kecil, terpaparnya jarang-jarang (tidak terus-menerus), dan masih dibawah batas dosis yang ditentukan, maka kecil kemungkinan abnormality tersebut akan terjadi.

 

Ya, radiasi di bidang nuklir memang memiliki potensi bahaya. Tapi dengan mengetahui ilmunya, kita bisa mencegah hal itu terjadi. 3 hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari dampak negatif radiasi adalah:

 

  1. Activity. Hindari bersentuhan langsung dengan sumber radiasi yang aktivitasnya tinggi.
  2. Time. Jangan berlama-lama bersentuhan dengan radiasi.
  3. Shielding. Gunakan pelindung (dari bahan tertentu untuk jenis radiasi tertentu) untuk meminimalisir paparan radiasi dan mengurangi jangkauan radiasi.

 

Dengan mengetahui ilmunya, maka sejatinya radiasi bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Jadi, lupakan cerita fiksi mengenai Spiderman, Hulk ataupun Fantastic Four yang memiliki kekuatan super akibat terpapar radiasi.

 

Di sisi lain, radiasi sendiri lazim dipakai dalam keseharian. Pengobatan kanker bisa menggunakan radiasi, karena radiasi dapat diarahkan sehingga dapat menembak sel yang terkena kanker dengan tepat sasaran, tanpa mengenai sel lainnya yang sehat. Juga di dunia biologi, produk makanan diradiasi untuk merekayasa bakteri sehingga makanan tersebut dapat lebih tahan lama. Dan yang perlu diperhatikan adalah meskipun terkena radiasi, tubuh kita atau makanan itu tidak akan menjadi radioaktif (tidak akan teraktivasi untuk memancarkan radiasi lainnya).

 

 

Depok, 15 Maret 2011, 14:31

 

*Penulis juga masih belajar tentang ilmu nuklir. CMIIW: Correct Me If I Wrong.

 

Sumber:

-          Berbagai referensi yang penulis dapat selama masa kuliah, artikel-artikel dan buku-buku seputar nuklir.

NuFoNoNE:Opening

Hei jangan bingung dulu baca judul diatas yang seolah-olah nggak ada artinya. Masalah judul tersebut kita bahas belakangan ya.

Terkait insiden yang terjadi di reaktor nuklir Fukushima di Jepang yang diakibatkan oleh bencana gempa di pertengahan bulan Maret 2011 ini, akhir-akhir ini media dan masyarakat sering membahas tentang dunia nuklir. Media massa, televisi bahkan jejaring sosial ramai memberitakan maupun bertanya-tanya terkait hal tersebut.

Begitupun dengan gue. Alhamdulillah beberapa hari belakangan ada beberapa temen gue yang bertanya seputar dunia nuklir ke gue. Contoh-contoh pertanyaan itu diantaranya adalah:

“Kink kalo reaktor Fukushima meledak efeknya gimana?

Radioaktif bentuknya kayak apa, cair atau gas?

Kalo terpapar ke manusia dampaknya gimana?”

“Kink tolong ceritain tentang bahaya radioaktif nuklir.”

“Nuklir itu kalo dampaknya ke tubuh manusia apa sih kalo boleh tau, C-Kink ganteng.”

“Bagaimana pendapat C-Kink cute dkk tentang upaya pemerintah Jepang mendinginkan reaktor dengan air laut? Bukannya belum lazim ya? Aman tidak?”

“Andai saja terjadi kebocoran masal, laju radiasi dari nuklir di Fukushima bisa merambah berapa mil?”

“Apa konsekuensi terburuk atas kebocoran reaktor nuklir yang terjadi di Jepang?”

Selain itu, kemarin masyarakat juga sempat direpotkan dengan isu hujan nuklir. Gue pun dapet messenger yang bunyinya begini:

“BBC FLASHNEWS:

Japan government confirms radiation leak at Fukushima nuclear plants. Asian countries should take necessary precautions. If rain comes, remain indoors first 24 hours. Close doors & windows. Swab neck skin with betadine where thyroid area is, radiation hits thyroid first. Take extra precautions. Radiation may hit Philippines at starting 4pm today. Please send to your loved ones.”

Terkait pertanyaan-pertanyaan dan informasi seputar nuklir sebagaimana tersebut di atas, maka gue selaku anak manusia yang pernah mengenyam pendidikan di bidang nuklir merasa terpanggil untuk menjawab dan menginformasikan mengenai nuklir itu sendiri kepada masyarakat. Tantangannya adalah bahwa belum semuanya paham tentang nuklir, bahkan beberapa telah cenderung berpikir negatif mengenai nuklir imbas dari propaganda negatif kaum anti nuklir yang sedang gencar-gencarnya, contohnya bom atom Hiroshima-Nagasaki dan peristiwa Chernoby.

Maka dari itulah, tulisan ini gue beri judul NuFoNoNE. Hah apaan tuh? Jadi begini bro, kalau di dunia finansial, ada pembelajaran mengenai materi dasar finansial yang ditujukan kepada orang-orang yang berasal atau berkutat di luar bidang finansial. Materi itu disebutnya “Finance For Non Financial,” atau “Keuangan untuk orang-orang yang tidak berkutat dengan dunia keuangan”.

Berlandaskan dari situ maka kali ini gue akan mencoba berbagi ilmu mengenai dunia nuklir, untuk temen-temen semua yang sebagian besar berasal dari bidang non-nuklir. Gue menyebutnya NuFoNoNE, atau “Nuclear For Non Nuclear Engineering.” Hohoho… Agak maksa sih, tapi ya begitulah.

Jadi, selamat menikmati NuFoNoNE ini. Semoga dapat menjawab kebingungan temen-temen seputar dunia nuklir. Yuk yah yuuuuuk.

Depok, 15 Maret 2011, 13:39

*Gue juga masih belajar tentang ilmu nuklir. CMIIW: Correct Me If I Wrong.

 

Link:

- NuFoNoNE: Radiasi

http://ckinknoazoro.wordpress.com/2011/03/15/nufononeradiasi/

- NuFoNoNE: PendinginReaktorDenganAirLaut

http://ckinknoazoro.wordpress.com/2011/03/15/nufononependinginreaktordenganairlaut/

- NuFoNoNE: NuclearRain

http://ckinknoazoro.wordpress.com/2011/03/15/nufononenuclearrain/

 

 

CurhatDulu

 

Sepertinya sudah sekitar 2 bulanan gue nggak mengupdate blog gue. Maka dari itu gue mau minta maap sebesar-besarnya kepada lu semua para pembaca setia, yang selama ini selalu menantikan tulisan-tulisan gue yang terbaru dan gue kecewakan dalam 2 bulan ini karena gue nggak mengupdate blog ini.

 

*Emang ada ya orang yang baca blog gue ini? Yah kalau nggak ada, anggap aja paragraf di atas adalah obrolan gue sama tembok. Uhehe…*

 

Bukannya gue nggak cinta nih bro + sis, sejatinya selama 2 bulan ini ada banyak gagasan yang ingin gue sampaikan dalam bentuk tulisan. Namun apa daya, waktu dan tenaga adalah sesuatu yang mahal harganya. Selama 2 bulan terakhir ini sepertinya gue lebih banyak menghabiskan waktu di balik kemudi mobil dibandingkan dengan di depan laptop, sehingga menguaplah apa-apa yang ingin gue tulis itu. Meskipun secuil demi secuil udah gue catet di notes BB gue.

 

Alhamdulillah hari ini gue diberi waktu dan tenaga untuk melakukan apa yang selama 2 bulan ini belom dapat gue lakukan. Imbas dari keluyuran Depok – Jakarta Timur sebelah-Utara – Depok setiap hari, ditambah sedikit bonus Depok – Cimahi – Depok selama 2 hari dan diakhiri dengan jackpot Depok – Jakarta Timur sebelah utara – Puncak – Bogor – Jakarta Timur sebelah Utara – Depok lagi selama 16 jam, akhirnya hari ini gue bisa duduk manis di depan laptop. Alhamdulillah…

 

Jadi marilah kita mulai menulis lagi. Apa yang terbaru di hari ini? Terakhir, dunia sedang ramai oleh berita gempa & tsunami di Jepang. Kemudian dilanjutkan dengan masalah reaktor nuklir Fukushima akibat bencana alam tersebut.

 

Untuk hal yang satu itu, yaitu reaktor nuklir Fukushima, Alhamdulillah gue jadi sering mendapat sms dari orang-orang yang menanyakan perihal seputar nuklir dan radiasi. Daripada menjawab satu-satu, lebih baik gue kumpulin aja dan jawabannya gue rangkum dalam sebuah tulisan, supaya semua orang bisa membacanya. Jadi sekarang ini tulisan gue akan lebih banyak mengulas tentang hal-hal tersebut.

 

Oke tanpa usah banyak cingcong lagi, sesi curhat ini gue akhiri sampe disini dulu. Sekarang gue mau nulis seputar dunia nuklir itu tadi. Yuk yah yuuuuuk…

 

 

 

Depok, 15 Maret 2011, 11:06

 

FaktorMotivasi

Dalam suatu kesempatan seseorang pernah bertanya begini kepada gue dan teman-teman, “Hal-hal apa saja yang dapat memotivasi diri kamu?”. Gue yang pemalu imut lucu unyu dan rendah hati ini segera memutar dan memeras otak gue yang selama ini hanya dipenuhi oleh pikiran-pikiran kotor doank (baca: piring kotor, baju kotor, lantai kotor, ya semua yang kotor-kotor lah. Namanya juga mental pembantu).

 

Ting ting ting ting ting. Layaknya memori komputer yang sedang memproses data, dalam waktu sepersekian menit plus detik akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Dan karena sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang diamalkan dan diwariskan kepada orang banyak, maka berikut ini dengan senang hati gue berikan kepada kalian semua, 6 hal yang mampu menjadi motivasi di dalam kehidupan gue yang singkat ini.

 

6 Faktor Pemicu Motivasi Diri (C-Kink, 2011):

 

1. Agama

 

Sebelomnya mohon maaf kepada yang atheis, gue jelaskan dulu bahwa gue adalah orang yang ber-Tuhan dan beragama, dan gue bangga dengan agama yang gue anut saat ini. Mengenai detail lebih lanjut, tentunya semua orang juga mengerti kenapa agama merupakan salah satu hal yang bisa memotivasi hidup kita. Jadi untuk mempersingkat tulisan, gue anggap aja kalian semua udah pada ngerti. Kalaupun ada yang belom ngerti, semoga dibuka pintu hatinya supaya bisa ngerti. #maksa

 

2. Orang tua

 

Hampir semua diantara kita pasti punya orang tua atau minimal “pernah” punya orang tua, kecuali lu-lu yang dulu asalnya dari hadiah Chiki atau di-bundling sama produk shampo. Sama seperti sebelomnya, asumsi gue lu semua udah pada ngerti jadi nggak usah gue bahas aja yaaaaa…

 

3. Anak dan istri

 

What, anak dan istri? Wow, jadi ternyata C-Kink udah nikah? Eits tenang bro, jangan pada patah hati dulu donk. Hari ini emang gue belom punya istri apalagi anak (kalo anak kucing sih iya), tapi visi jangka panjang gue telah mengatakan bahwa mereka adalah salah satu motivasi gue. Kenapa bisa begitu? Begini ceritanya…

 

Suatu hari nanti insya Allah gue akan menjadi seorang suami dan seorang bapak, kecuali kalo mendadak tiba-tiba gue operasi ganti kelamin (jangan sampe Ya Allah. naudzubillahimindzalik!). Nah layaknya seorang kepala keluarga gue punya kewajiban memenuhi kebutuhan hidup anak dan istri gue nantinya, meskipun lebih cenderung ke arah materi.

 

Kalo anak laki-laki gue si Muhammad Syahid Syaifullah atau anak perempuan gue si Siti Aisyah Asmirandah butuh uang buat beli seragam atau buku pelajaran di sekolah, gue selaku bapaknya bertanggung jawab menyediakannya. Kalo istri gue nanti (belom tau siapa namanya, mungkin ada yang bisa bantu?) yang biasanya makan tahu tempe tiba-tiba pengen makan rendang, gue harus mampu menyediakannya. Pun demikian jika keluarga gue butuh waktu untuk rekreasi bersama bapaknya ini, gue harus punya waktu (dan uang) untuk menyediakannya.

 

Jadi gue mencoba memulai semuanya dari hari ini. Emak gue tersayang pernah menganjurkan, “Anak laki-laki ku yang gantengnya Subhanallah, nanti sebelom mapan jangan nikah dulu ya.” Okelah kalo begitu, jadi sebelom nikah gue harus beli papan dulu. #eh?

 

4. Teman

 

Apa hubungannya teman dan motivasi? Hmmmm begini bro, mungkin beberapa diantara kalian juga pernah mengalaminya hanya saja kalian nggak terlalu menyadarinya. Kalo dari gue sendiri, gue punya cerita yang entah ini serius apa nggak, tapi punya cukup makna di dalam kehidupan gue setelahnya.

 

Alkisah pada waktu kelas 3 SMA di sebuah sekolah paling top di muka bumi yang bernama SMA Negeri 1 Depok, gue bersama salah seorang sohib gue yang bernama, sebut saja Karnanim (memang nama sebenarnya), iseng ngeliat Tabel Periodik Unsur yang ada di buku kimia. Ketika itu gue dan dia termasuk pecinta pelajaran kimia, sampe-sampe muka kita berdua jadi mirip labu erlenmeyer sama pipet tetes.

 

 

Ini lho yang namanya Tabel Periodik Unsur

 

 

Gue anggap aja lu semua udah ngerti dengan yang namanya Tabel Periodik Unsur jadi gue nggak perlu menjelaskannya disini. Tabel Periodik Unsur ini totalnya ada 118 kotak yang setiap kotak diisi oleh nama unsur yang disusun dengan nomor atom dan susunan elektron tertentu. Waktu itu kalo nggak salah di akhir 2005-awal 2006, dari 118 kotak yang ada baru 112 kotak yang terisi, alias masih tersisa 6 kotak lagi yang kosong. Dengan kata lain, ada kemungkinan 6 unsur di muka bumi ini yang belom ditemukan eksistensinya.

 

Sebagaimana layaknya anak muda yang penuh semangat dan impian tinggi, melihat 6 kotak kosong tersebut gue dan Karnanim langsung berujar penuh tawa, “Hei bro liat 6 kotak kosong di Tabel Periodik Unsur ini? Suatu hari, kitalah yang akan mengisi dua diantara 6 kotak kosong ini!” *backsound: cling cling cling…

 

Oke mungkin redaksional dialognya nggak kaya gitu, tapi ya begitulah intinya. Disadari ataupun nggak disadari, hal tersebut telah memotivasi kita berdua di dalam kehidupan kita setelah itu. Terbukti setelah lulus SMA gue melanjutkan studi di Teknik Nuklir UGM dan Karnanim di Teknik Gas dan Petrokimia UI. Alhamdulillah… Apa yang terjadi selanjutnya, kita belom tau. Tapi mungkin telah mengarah kepada hal tersebut.

 

*Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini bisa diliat di tulisan gue yang berjudul “IdoHaveApromise”

 

Selain itu, bergaul dengan teman-teman yang positif juga tanpa sadar bisa memotivasi kita untuk menjadi positif juga. Temen ngebanyol ngejayus dan ngegembel gue semasa kuliah di UGM Jogja beberapa diantaranya punya cita-cita tinggi: menjadi Bupati Bantul, menjadi Presiden RI, menjadi arsitek peradaban, menjadi Bupati Karanganyar, menjadi istrinya C-Kink (eh?) dan lain-lainnya. Nah mereka yang mudanya aja sama gilanya kaya gue, di masa depan udah punya target yang besar. Masa iya gue bakalan diem aja? Jadilah tanpa sadar mereka juga memotivasi gue supaya punya cita-cita besar seperti mereka.

 

5. Perasaan sakit hati

 

Ahahahaha mungkin yang satu ini terdengar agak konyol, tapi buat gue pribadi, sesuatu yang gue sebut “perasaan sakit hati “ bisa memotivasi gue untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ya namanya sakit hati emang meresahkan, tapi kalo kita bisa keluar dari itu semua, kita bisa memanfaatkan perasaan sakit hati menjadi sebuah energi yang luar biasa besarnya, sebesar punyanya Ariel: 19 cm. #Astaghfirullahaladzim

 

Ada yang tau serial “How I Met Your Mother?” Di serial itu, tokoh Barney Stinson yang diperankan Neil Patrick Haris memnganut nilai “Awesomeness” yang dipajang dalam lukisan di ruang kerjanya. Definisi dari awesomeness itu sendiri adalah, “When I get sad, I can stop being sad and be awesome insetad”. Terjemahannya kira-kira gini, “Ketika saya bersedih, saya bisa berhenti bersedih dan sebaliknya menjadi pribadi yang mengagumkan”. Nilai awesomeness ini yang juga gue terapkan di dalam kehidupan gue.

 

 

Awesomeness!

 

 

Kalo masih bingung, ini gue kasih sebuah contoh. Karena lagi nggak ada ide jadi mohon maf jika contohnya agak konyol. Anggaplah kita lagi falling in love sama seseorang. Kita begitu memujanya, memikirkannya setiap hari, mengharapkan sesuatu yang lebih sampe2 kita galau dan labil di malam hari (curcol). Tapi ternyata eh ternyata, seseorang itu pada akhirnya menolak kita atau lebih memilih orang lain daripada kita. Terbayang seperti apa hancurnya hati kita ini… Sedih oh, sedih… *backsound: kretek kretek kretek… Praaanggg…!!!

 

Stop! Sedih dan galau karena hal seperti tersebut diatas adalah boleh, tapi please, jangan lama-lama. Cukup 1 hari atau mungkin beberapa belas jam aja. Setelah itu, sebagaimana nilai awesomeness tadi, berhentilah bersedih dan jadilah pribadi yang mengagumkan! Gimana caranya? Baca paragraf setelah ini.

 

Ya mungkin hari ini si seseorang yang kita kagumi itu telah sukses membuat kita galau. Hari ini kita menangis gara-gara dia. Tapi cukup. Berjanjilah bahwa suatu hari nanti, dialah yang akan menangis karena kita. Dia akan merasakan apa yang hari ini kita rasakan. Katakan, “Oke hari ini lu boleh bikin gue nangis. Tapi liat aja besok, gue lah yang bakal bikin lu nangis!” Nggak cuma sekedar di ucapan aja. Untuk mewujudkan hal tersebut, otomatis kita sendiri harus menjadi seseorang yang luar biasa, seseorang yang mengesankan, seseorang yang asewome. Dan ke-galau-an tersebut adalah pemicunya.

 

Inilah yang disebut dengan motivasi dari “perasaan sakit hati”. Semoga ngerti ya.

 

6. <span> </span>Cita-cita

 

Poin yang terakhir alias yang ke-6 adalah cita-cita. Tentunya insya Allah kita semua punya cita-cita kan ya. Tapi mungkin perlu sedikit gue jelasin cita-cita gue disini yang harapannya semoga bisa menjadi inspirasi bagi lu semua.

 

Jika ditanya apa cita-cita atau apa visi dari seorang C-Kink, maka dengan ucapan basmalah gue akan menjawab, “Menjadi profesor di bidang nuklir yang mencerdaskan masyarakat.” Kabulkanlah Ya Allah…

 

Sejatinya hal tersebut adalah satu langkah doang., karena ada lagi langkah selanjutnya yang lebih besar. Mungkin hal ini terdengar konyol, naif, narsis bahkan cenderung sombong. Gue katakan bahwa selain menjadi profesor di bidang nuklir, selanjutnya adalah, “Membuat nama gue tercantum di dalam buku sejarah.” Yeah! *backsound: diobok-obok airnya diobok-obok… #nggaknyambung

 

 

Akankah nantinya nama gue berada di dalam daftar ini?

 

 

*Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini bisa diliat di tulisan gue yang berjudul “LifePlanning”

 

Nah karena gue punya cita-cita kaya gitu, otomatis itu pula yang menjadi motivasi gue di dalam menjalani kehidupan ini. Untuk mewujudkannya, nggak mungkin gue cuma berdiam duduk diri di atas kasur dan menghabiskan waktu dengan ngobrol sama tembok. Gue harus melakukan sesuatu yang positif dan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Itulah yang menjadi motivasi gue dan menjadi pengingat ketika semangat gue lagi turun.

 

***

 

Sampailah kita di penghujung acara. Itu tadi adalah 6 Faktor Pemicu Motivasi Diri yang kalo kita reviem lagi terdiri dari: agama, orang tua, anak dan istri, teman, perasaan sakit hati dan cita-cita. Harapannya semoga tulisan yang singkat ini bisa menjadi pemantik teman-teman semua untuk setidaknya melakukan hal yang hampir sama.

 

Keenam faktor disini adalah pendapat pribadi gue sendiri. Nggak menutup kemungkinan jumlah itu akan berubah. Juga sangat nggak menutup kemungkinan jika teman-teman memiliki faktor-faktor pemicu motivasi versi teman-teman sendiri. Segeralah temukan faktor apa saja yang dapat memotivasi diri kita di dalam setiap detik napas yang kita habiskan di dunia ini.

 

Selamat mencari!!!

 

 

 

Mall Depok, 5 Februari 2011, 21:51

 

ChizzallengeAzzeccepted

 

Guys, jangan bingung dulu baca judul tulisan diatas yang seakan-akan tanpa arti.  Lupakan judul itu sejenak dan mari kita mulai menulis dengan tokoh “kamu” sebagai subjeknya.

 

***

 

Ya kita tau, kamu pasti punya keinginan. Ya akui saja, kamu memang punya keinginan. Ingin begini, ingin begitu, ingin ini itu banyak sekali. Semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib. Eits, kok malah nyanyi?

 

Keinginan. Wish. Desire. Kamu pasti punya. Tapi apa yang kamu inginkan itu, itu bukan urusan kita.

 

Namun bagaimana jika keinginan kamu itu terancam gagal? Atau lebih tepatnya digagalkan? Hmmmm frase “digagalkan” mungkin kurang tepat karena cenderung menunjuk sesuatu sebagai kambing hitam.  Padahal, terancam gagal karena kamu sendiri yang tidak memiliki kapabilitas untuk meraih apa yang kamu inginkan.

 

Dari sisi internal atau huruf S dan W dari teorema SWOT, kamu merasa kamu mampu untuk melakukannya. Tetapi dari sisi eksternal atau huruf O dan T, ternyata datang T dari arah yang tidak terduga. Sama seperti rezeki yang datangnya tidak disangka-sangka, T atau lengkapnya adalah Threat (ancaman) juga bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

 

Kamu tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa Threat itu ternyata akan datang dari sekitarmu sendiri. Your own worst friends are your own closest enemies. Gitu kira-kira kata abang Billy Joe Armstrong di album Dookie (kalo nggak salah). Tidak perlu meilhat jauh, ternyata pintu gerbang itu telah terbuka dan sangat-sangat vulnerable.

 

Here comes the threat. Berat rasanya setelah mengetahuinya. Tapi girlband asal Irlandia tahun akhir 1990an, B-Witched, berkata dengan riang, “C’EST LA VIE!”. Yes, inilah hidup. Hal-hal seperti inilah yang membuat hidup kamu akan menjadi lebih berwarna.

 

Semua orang pasti pernah merasakan hal yang sama. Ancaman datang silih berganti. Yang terantisipasi maupun yang tersembunyi. Betul betul betul?

 

Namun cukup satu hal yang membedakannya. Apa yang mereka lakukan ketika mengetahui datangnya ancaman dari arah yang tidak disangka-sangka? Mundur teratur atau maju menerjang?

 

Kamu, ya kamu. Kita ulang sekali lagi: kamu. Kita menunjuk dirimu, mengarah tegas ke batang hidungmu. Kamu, apa yang akan kamu lakukan pada saat kamu berada dalam posisi itu?

 

Kita tau bahwa kamu pasti tau apa jawabannya. Kamu adalah seorang pecundang. Ya, seorang pecundang di masa lalu. Itu kamu, hai pecundang. Kamu yang pernah menjadi pecundang.

 

But life goes on, Bro! Sebagaimana kata The Beatles, “Obladi oblada life goes on Bro!” Apakah kamu akan duduk di tepi menunggu mati, atau berlari kemudian terbang meraih mimpi?

 

Tidak perlu banyak bicara. Kepalkan kedua tanganmu ke udara. Angkat yang tinggi, setinggi-tingginya. Eits sebelumnya jangan lupa pake Rexona supaya tidak ada hidung yang terluka. Kemudian, tengadahkan kepalamu ke atas. Lihat langit yang luas seakan tanpa batas. Buka mulutmu. Ambil napas panjang dan berteriaklah,

 

“CHALLENGE ACCEPTED!!!”

 

Super sekali! Teriakkan sekali lagi:

 

“CHALLENGE ACCEPTED!!!”

 

Dan lagi:

 

“CHALLENGE ACCEPTED!!!”

 

Dan lagi:

 

“CHALLENGE ACCEPTED!!!”

 

Kamu tau apa yang harus kamu lakukan: Tantangan diterima! Ingat sobat, ini bukan waktunya kamu lari dari kenyataan. Ini adalah kehidupan yang harus kamu jalani! Kamu bukan lagi seekor anak kucing. Hari ini kamu adalah seekor singa, penguasa hutan belantara! Hauuuuummmm…

 

*kok backsoundnya jadi kaya iklan Biskuat Laskar Fabregas ya?

 

Untuk itu, tegaskan sekali lagi bahwa kamu telah memilih untuk menerima tantangan itu. Dan kamu tau apa konsekuensinya? Ya, apapun yang terjadi nanti, kamu harus tetap tegar, tetap sabar dan tetap berkobar untuk menghadapinya. Bisa? Katakan, “YES WE CAN!!!”

 

You are not a joke. Kamu bukan bahan lelucon. Kamu adalah kamu hari ini, bukan lagi kamu yang dulu. Jalan ini masih teramat panjang. Namun kita tau, kamu pasti bisa melaluinya. Karena kamu, luar biasa…

 

***

 

 

Loser is my old name. Today, it is AWESOME.

Awesomeness is “when I get sad, I can stop being sad and can be awesome instead”.

It is a true story, you know…

 

 

 

Depok, 23 Januari 2011, 00:56

 

 

 

AFF

 

 

Rabu 29 Desember 2010, tanggal itu mungkin akan diingat oleh sebagian besar mastarakat Indonesia. Karena pada malam harinya, kesebelasan tim nasional Indonesia gagal menjuarai piala AFF yang berhasil direbut Malaysia, sekalipun malam itu timnas Indonesia menang dengan skor 2-1 melalui gol M. Nasuha dan M. Ridwan. Skor tersebut secara agregat masih belum cukup untuk membalas kemenangan Malaysia di 3 hari sebelumnya di stadion Bukit Jalil dengan skor 3-0.

Sebagaimana para masyarakat Indonesia yang latah, yang  mendadak menjadi suka dengan sepakbola dan mendadak mulai sok jago berkomentar tentang sepakbola, maka izinkan gue yang kurus imut dan cacingan ini untuk ikut-ikutan urun rembug mengomentari dunia persepakbolaan nasional kita. Meskipun sejatinya gue nggak se-latah itu, karena gue telah turut serta mengamati dunia sepakbola Indonesia mulai tahun 1998, dari jaman pemain timnas masih Ronny Wabia, Robby Darwis, Bima Sakti, Aji Santoso, Widodo Cahyono Putro dll, jamannya Jacksen F. Tiago jadi top skorer, jamannya Rusdi Bahlawan jadi pelatih timnas, termasuk jaman sepakbola gajahnya Mursyid Effendi.

Piala AFF. Mendadak ajang turnamen sepakbola 2 tahunan Asia Tenggara ini membuat masyarakat kita sukses mengamalkan sila ke-3 Pancasila. Apa bunyinya? Benar, “Persatuan Indonesia”. Manusia dari berbagai daerah bersatu padu mendukung perjuangan timnas. Mulai dari geliat pernak-pernik timnas, acara nonton bareng dimana-mana, bahkan animo masyarakat untuk menonton pertandingan langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Dan sebagai organisasi yang berkewajiban mengurusi dunia persepakbolaan nasional, PSSI yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, ternyata memiliki kapabilitas yang nggak jauh beda dengan adek-adek kita yang masih sekolah di Sekolah Dasar.

Pertama, politisasi timnas. Semua orang tau, siapa itu Nurdin Halid. Ya, Ketua Umum PSSI. Tapi jangan lupakan nama Wakil Ketua Umum PSSI: Nirwan Bakrie. Terasa familiar? Ya, tentu saja.

Timnas yang mendadak menjadi popular karena ke-latah-an masyarakat kita, sukses menjadi ajang pencitraan “mereka” yang sejatinya sama sekali nggak ada hubungannya dengan perjuangan timnas. Dan, terlalu dini, hanya sebatas memanfaatkan momentum. Mulai dari acara makan “pejabat” dengan pemain timnas, pemberian “bonus”, dan acara istighosah.

Bukannya melarang. Tapi kalau tau ceritanya, sejatinya mereka bukanlah the right person in the right time untuk melakukan hal-hal tersebut. Jadi bukan simpati yang didapat, tetapi malah cemoohan dan kebodohan karena mengganggu fokus timnas kita yang sedang berjuang di Piala AFF.

Kedua, masalah tiket. Harga tiket semakin mahal. Sejatinya wajar kalau harganya mahal, tetapi jadi nggak wajar kalau tau harganya. Timnas kita yang Alhamdulillah lolos ke final, segera dimanfaatkan PSSI via panitia lokal untuk menaikkan harga tiket. Kursi VVIP dilepas seharga 1 juta rupiah. Sepintas terlihat wajar, tapi kalau dibandingkan dengan harga tiket VVIP untuk pertandingan final di Malaysia yang setara 150 ribu rupiah, jelas ada oportunisme disini.

Jangan lupakan masalah penjualan tiket yang amburadul. Bahkan para mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan, mampu melakukan jauh lebih baik dari apa yang PSSI via panitia lokal lakukan. Cukup untuk pembahasan tiket ini, nggak ada kata-kata lagi yang lebih hina untuk menggambarkan seperti apa kebodohan PSSI via panitia lokal dalam urusan penjualan tiket.

Dan terakhir, PSSI itu sendiri. Berapa puluh juta rakyat kita yang membenci makhluk bernama Nurdin Halid. Berapa kali sudah seruan supaya Nurdin Halid lengser dari jabatannya terucap dari mulut masyarakat. Bahkan segala jenis umpatan telah ditujukan kepada Nurdin Halid. Namun itu semua masih belum cukup untuk menggeser Nurdin Halid (dan kroni-kroninya) dari kursi kepemimpinan PSSI. Selama PSSI ditangani oleh Nurdin Halid, persepakbolaan negara ini tidak pernah memperoleh prestasi. Bahkan, semakin carut marut dan terpuruk.

Cukup sudah. Malam ini gue menangis menyaksikan kegagalan timnas kita meraih Piala AFF untuk pertama kalinya. Menangis bahagia: bahagia karena para pemain di lapangan telah memberikan yang terbaik yang mereka bisa. Menangis bahagia: bahagia karena masyarakat kita tak kenal lelah mendukung mereka yang berjuang di atas lapangan. Tapi juga menangis sedih: sedih karena timnas (beserta sang pelatih, Alfred Riedl) yang hebat ini harus berada di bawah manajemen yang bernama PSSI dengan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie nya. Dan menangis marah: marah karena Nurdin Halid dan kroni-kroninya nggak menjalankan amanah sebagaimama seharusnya seorang pemimpin, nggak tau diri, dan memanfaatkan PSSI untuk kepentingan perutnya sendiri.

Sekian tulisan ini dibuat. Hidup persepakbolaan Indonesia. Nggak hidup Nurdin Halid.

 

 

AntriTiket

 

 

Pada hari Kamis 23 Desember 2010 yang lalu, terkait dengan final Piala AFF 2010, panitia lokal menjual tiket kategori 1 seharga 200 ribu rupiah di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Itu adalah hari pertama panitia penjualan, dimana 1 hari diperuntukkan untuk menjual 1 kategori tiket.

 

Sebagaimana yang kita ketahui kemudian dari media, penjualan tiket tersebut sangat-sangat kacau balau dan tidak professional. Sejak hari pertama, panitia yang bekerja dalam skala nasional melakukan pekerjaannya lebih buruk dari apa yang dapat dilakukan oleh organisasi mahasiswa. Dan puncaknya adalah kerusuhan di dalam stadion pada hari terakhir penjualan tiket.

 

Salah seorang sohib gue yang bernama, sebut saja “Mawar” (kira-kira nama sebenarnya apa bukan, hayo?), termasuk orang yang ikut berada di dalam antrian pada hari pertama tersebut. Secara sukarela, beliau berbagi cerita kepada kita-kita semua melalui akun twitternya mengenai apa yang terjadi di antrian tiket hari pertama tersebut.

 

Tanpa banyak basa-basi lagi, berikut ini gue tampilin cuap-cuap beliau, dengan format huruf dan tanda baca yang sesuai aslinya. Cekidot gan!

“cerita antri tiket final aff ah : gw dateng ke loket deket mesjid albina senayan tepat jam 12.10wib. Asik antrian belom panjang, sekitar 50m”

“antrian gw ga jalan2 selama 1 jam, stuck, orang2 di barisan depan udah teriak2. Ditanya knapa “masuk tipi mbak, mangkanya pada teriak2.” Hmm”

“kita yang antri tiket emang mengalami pergerakan, tapi cuma selangkah. 50m berasa 5000km”

“dan hujan deras turun. Untung jaket gw waterproof yekaaan. Tapi… Lama2 jaket gw bocor, mau nangis, tiba2 dpn gw Bapak2 ngeluarin jas ujan”

“3 jam kemudian suasana memanas, karena antrian ga jalan2… Sampai akhirnya mas2 depan gw ngecek loket…”

“kata mas2nya “anjin* ga ada org di loket, udah cape2 antri ga dilayanin. Bilang kek ga ada tiket. Udah ayo kita ke pssi” eng ing eng…”

“gokil… Ajakan ke kantor pssi disambit hangat oleh 985632596juta pengantri tiket di loket mesjid albina, dan mereka pun menyambangi pssi”

“gw pengen tau suasana rusuh gimana sih, akhirnya gw ngekor ke kantor pssi. Dan… Sumpaaah di sana udah rame pada orang demo. Lempar botol.”

”mereka menyerukan, nh doggy, nh turun dan kata2 yg perlu disensor lainnya.”

“yg rusuh itu rata2 org yg kesel ga dikasi tau kalo tiket udah abis. Kl emang abis knp ga dikasi tau, jd kita bs cabs, ga kaya kambing conge”

“iya juga sih, eek bgd, antri 4 jam, ga ada confirm tiket abis. Udah ujan2an, pegel, laper. Ini demi INDONESIA bukan demi PSSI!”

“menurut ane, mereka ga bakalan rusuh kalo ada confirm tiket abis, ga dibiarin kaya kambing conge.”

“mereka yg antri ada yg dari bandung, malang, jogja, bahkaaan dari papua. Papua kan jauuuh.. Ga ada busnya di blok m”

”euforia aff membuat mereka yg datang dr luar kota jekarda rela menyambagi stadion demi menyaksikan lgsg pertandingan final”

“lama2 di depan kantor pssi makin ramai orang2 yg meluapkan amarah mereka. Masih meneriakan, nh doggy, turunkan nh. Masih ada yg lempar botol”

“yg rusuh makin panas, stasiun tv makin banyak yg ngeliput, gw melipir makan pecel sama mendoan”

“tadinya gw mo ikut2an rusuh, lempar bata ke kantor pssi. Tapi gw inget. ISO gw masi rendah, ga bs lempar bata *ngek*”

”tp rusuh ga dapetin apa2, emang kalo rusuh dapet tiket ga kan. Emosi sesaat. Karena lelah, lapar, dan kecewa. Senggol bacok!”

“kalo tiket abis ya udah gpp, nntn final kan ga mesti di gbk, di luar gbk jg nnt ada big screen”

“-tamat-“

“hahaha… Bodo ah bikin cerita di twitter. Abisan perasaan gw masi campur aduk xp”

Yow, itu tadi ceritanya. Silahkan kalian simpulkan sendiri, seperti apa integritas dan kemampuan panitia lokal dalam mengurusi penjualan tiket. Lebih khususnya lagi, seperti apa kapabilitas PSSI di dalam mengurusi dunia persepakbolaan di negara ini.

Dan jika kita harus mengarahkan telunjuk kita kepada hidung seseorang yang harus bertanggung jawab atas ini semua, kita tau siapa orangnya: NURDIN HALID!!!

 

KataPengantar

Alhamdulillahrabbilalamin, segala puji hanya untuk Allah swt, Zat Yang Maha Memberi Rezeki, yang telah memberikan berjuta kemikmatan yang tiada duanya sehingga penulis diizinkan untuk menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Penggunaan Isotop Alam Untuk Menentukan Penentuan Pola Aliran Air Tanah di Mata Air Umbul Pelem, Klaten”. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada sebaik-baik manusia yang pernah ada, Muhammad saw, beserta para pengikutnya hingga akhir zaman.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pelaksanaan penelitian dan penyusunan skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari banyak pihak. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan baik secara fisik, materiil maupun spiritual kepada penulis selama melakukan penelitian dan penyusunan skripsi, khususnya kepada:

  1. Ir. Agus Budhie Wijatna, M.Si selaku dosen pembimbing utama. Terima kasih atas segala bimbingan dan motivasi serta segala informasi yang diberikan kepada penulis selama melakukan penelitian ini.
  2. Bungkus Pratikno ST. selaku dosen pembimbing pendamping. Terima kasih atas segala bimbingan dan bantuan yang diberikan kepada penulis  selama melakukan analisis sampel di laboratorium.
  3. Ir. Ester Wijayanti, MT selaku dosen pembimbing akademik yang telah mendampingi dan memotivasi penulis selama menempuh perkuliahan.
  4. Dr. Wahyu Wilopo ST. M.Eng, Ir. Anung Muharini MT. dan Ir. Mondjo M.Si selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan terkait skripsi ini dan nasihat-nasihat kepada penulis.
  5. Seluruh staf pengajar dan karyawan Jurusan Teknik Fisika, tempat dimana penulis menghabiskan hari-harinya sebagai seorang mahasiswa.
  6. Mama, Papa, Astrid dan seluruh keluarga besar penulis yang dengan kasih sayang dan doanya telah memudahkan penulis menyelesaikan studinya di Kota Gudeg.
  7. Asep, Leo, Reza, Nanda, Ajeb, Hasan, Faisal, Ashar dan teman-teman Teknik Nuklir seta Teknik Fisika yang telah membuat hari-hari perkuliahan menjadi semakin berwarna.
  8. Bayu, Aryo, Chandra, Daru dan teman-teman C-19 yang selalu memberi hiburan dan semangat di saat kejenuhan penyusunan skripsi.
  9. Mas Ayi, Mega, Ayu, Hayu, Karnanim dan Tyaz. Terima kasih atas ketanggapannya untuk memberikan informasi berharga kepada penulis.
  10. Zeni, Maryo, Mastur, Riandy, Cheche, Tamia dan teman-teman di Depok yang senantiasa memotivasi penulis untuk menjadi seorang ahli nuklir.
  11. Fauzi, Ida, Andhika, Yadhi, Miftah, Gilang, Rindi, Iwan, Nadia, Iqbal, Dion dan seluruh keluarga besar BEM KMFT UGM yang telah menagajarkan nilai moral, pengabdian, ketulusan dan keikhlasan kepada penulis.
  12. Serta seluruh pihak yang tidak mungkin disebutkan satu-persatu disini. Terima kasih atas segala bantuannya selama penyusunan dan penulisan skripsi ini.

Skripsi ini merupakan sebuah studi awal yang tentunya masih ada kekurangan dan perlu disempurnakan. Sangat penulis pahami bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca untuk kesempurnaan skripsi ini.

Yogyakarta, 18 Oktober 2010

Penulis

 

MysteriousXgirl

“Aq cinta sama C-Kink, banget, X bakal tinggal di Jerman. Malam ini X berangkat. Makasih buat semuanya. I’m gonna miss u. Bye.”

 

 

“Tar lagi take off, kamu jaga diri ya. X tetep simpen hati X buat kamu. I love u. Bye.”

Oke, gue tau lu pasti bakalan ketawa atau mengernyitkan dahi membaca 2 sms diatas, karena lu berpikir bahwa sms tersebut hanyalah fiktif belaka, sekedar khayalan dari seorang jomblo-nggak laku-kesepian macem gue. Tapi gue berkata jujur sebenar-benarnya bahwa sms tersebut adalah nyata dan benar adanya, real, 100% asli dan dikirim oleh seorang perempuan (bukan laki-laki apalagi maho).

Masih nggak percaya? Kita flashback dulu supaya lu pada percaya.

***

Alkisah pada zaman dahulu kala, gue lupa kapan pastinya: apakah itu di penghujung masa SMA atau ketika baru awal-awal kuliah, yang jelas waktu itu gue lagi di Depok. Hape Nokia 6230 gue (yang sekarang udah diambil oleh maling laknatullah) menerima telepon masuk dari nomor asing. Gue angkat telepon itu dan diujung sana terdengar suara perempuan lagi marah-marah. Marah karena telah lama nungguin “gue” tapi gue nggak dateng-dateng, padahal udah janjian.

Gue kaget donk, di umur gue yang masih muda dan polos itu, mana pernah gue janjian ketemuan sama perempuan?  Ya, di masa-masa itu, gue emang masih lugu banget dan belom mengerti tentang dunia kewanitaan. Bahkan kencing  gue pun masih belom lurus! Jadi rasanya aneh aja mendengar ada perempuan marah-marah ke gue karena gue ngaret ketemuan.

Setelah mendengar ocehannya, gue menjelaskan kepadanya siapa gue sebenarnya. Bukan, bukan Spiderman atau Iron Man, apalagi Saras 008. Gue bilang bahwa gue ini C-Kink, gue nggak pernah janjian ketemuan dengan dia dan gue pun juga nggak kenal dia. Lalu dia menyadari bahwa ternyata dia salah sambung serta meminta maaf bahwa itu benar-benar kekeliruan, bukan kesengajaan apalagi bagian dari skenario Ups Salah!-nya Vincent. Gue pun memaklumi, karena emang kadang-kadang banyak orang keliru membedakan gue dan Nicholas Saputra yang kemiripannya bagai pinang dibelah samurai.

Pasca kejadian ups-salah itu, gue masih nyimpen nomor hapenya. Dan karena gue tergolong tipe laki-laki berkualitas yang nggak laku-laku, akhirnya di kemudian hari gue mulai memberanikan diri untuk sms-an sama dia. Kita anggap aja sebagai silaturahim, menyambung tali persaudaraan.

Sms gue sama dia emang nggak pernah panjang-panjang, Singkat-singkat dan pendek-pendek, kaya orang lagi mencret. Rasanya nggak pernah kita sms-an lebih dari 2 halaman. Selalu 1-2 kalimat, bahkan sering hanya beberapa kata.  Dan sms-annya juga nggak sering, mungkin hanya seminggu 1 kali atau bahkan 1 bulan sekali.

Dari sms-sms tersebut, hanya 2 hal yang bisa gue tau dari dia: pertama, nama perempuan itu, kita sebut saja X. Kedua, dimana dia bersekolah, sebut saja Al-Izhar Pondok Labu. Sempet kaget juga awalnya, secara Al-Izhar kan sekolah yang tergolong bonafid, beda sama sekolah gue yang statusnya “negeri”.

Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari, minggu berganti minggu. Sampai beberapa bulan selanjutnya, gue kadang-kadang masih sms-an sama dia. Dengan isi sms yang nggak jauh berubah, singkat dan pendek. Satu hal yang gue coba sadari, setiap dia sms itu auranya selalu murung, muram dan sedih. Gue nggak tau gimana dia yang sebenarnya, tapi aura itulah yang selalu ditunjukin setiap dia sms gue.

Semakin hari gue mencoba memberanikan diri untuk mengetahui siapa dirinya. Gue minta friendsternya (waktu itu masih jaman friendster, belom facebook) tapi dia nggak ngasih. Dia mengaku nggak punya. Ya udah gue tanya aja dimana rumahnya. Dia menjawab di Villa Cinere Mas, tapi setiap gue tanya alamat konkritnya, dia nggak pernah mau ngasih tau.

Suatu hari gue pernah iseng-iseng jalan-jalan survey lokasi ke Villa Cinere Mas menggunakan MyLovelySolBro. Kalo yang nggak tau itu dimana, jadi dari Mal Cinere lurus aja ke arah Jakarta, arah Utara. Nanti setelah Obonk ada belokan ke kiri (Barat) yang ada pohonnya besar. Ikutin jalan itu, menyebrangi Kali Pesanggrahan dan sampailah kita di Villa Cinere Mas.

Gue berani berkata bahwa Vila Cinere Mas merupakan salah satu perumahan elit.  Untuk ukuran Cinere yang emang kawasan elit, mungkin biasa aja. Tapi buat gue yang tinggal di perumnas murah meriah, Villa Cinere Mas tergolong level tinggi. Selanjutnya gue berjalan-jalan mengitari perumahan tersebut, meskipun nggak sampe masuk ke dalem-dalem karena banyak jalannya yang diportal dan dijaga satpam.

Ada 1 hal yang gue inget banget ketika gue jalan-jalan disana. Yaitu  ketika MyLovelySolBro melintas di jalan utama di sana, gue mendengar bunyi “Brrrmmm…. Brrrmmm…” yang menderu-deru persis dibelakang gue. Gue kira bunyi knalpot motornya ababil, abege labil. Tapi begitu gue melihat kaca spion, gue menganga lebar dan hampir nggak mempercayai apa yang gue lihat: mobil Mazda RX-8 dua pintu!

Apa yang aneh? Secara pribadi gue tergolong makhluk yang fanatik dengan mobil 2 pintu. Fanatik? Please deh, masa fanatik sama mobil pick-up atau truk pengangkut sayuran? Bukan mobil 2 pintu yang kaya gitu, tapi mobil sedan sport 2 pintu, ya semacam Mazda RX, Toyota Celica, Hyundai Coupe dan sejenisnya.

Gue pun terhenyak terkesima menyaksikan Mazda RX-8 itu berjalan persis di belakang MyLovelySolBro. Bagai langit dan bumi. Dengan penuh kesadaran, secara tau diri gue berjalan melambat dan mengalah kepada Mazda tersebut. Lalu Mazda itu pun menyalip gue dari sebelah kanan, dan sekali lagi gue terkenyut-kenyut ketika melihat makhluk di dalam Mazda RX-8 itu: 2 perempuan cantik-kinclong-maknyus yang bisa bikin laki-laki kesepian macem gue meleleh…

Kita kembali lagi ke laptop. Pada akhirnya gue nggak pernah bertemu dengan perempuan tersebut. Bukan, bukan dengan perempuan di balik Mazda RX-8, tapi perempuan yang rumahnya di Villa Cinere Mas yang jadi bahasan kita dari awal tulisan ini.

Hari terus berganti, gue sama dia kadang-kadang masih sms-an. Tapi sms kita umumnya selalu dimulai secara sepihak: selalu dia duluan yang sms gue. Soalnya tiap gue yang sms duluan, dia jarang banget bales. Dan misalnya hari ini dia sms, besoknya dia menghilang. Lalu beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian dia tiba-tiba sms lagi. Nggak banyak info yang gue dapet kecuali dia keterima kuliah di Sastra Inggris UI.

Sampe akhirnya gue tau alasan kenapa dia selalu murung dan nggak melulu bisa sms-an setiap saat. Akhirnya dia bilang, bahwa dia adalah seorang penderita leukemia. Wiiii…. Agak kaget juga gue waktu pertama kali denger. Jadi murungnya dia adalah karena leukemianya itu, dan hilangnya dia secara mendadak dari dunia sms-an adalah karena dia harus berobat ke luar negeri.

Mungkin ada di antara lu semua yang belom tau leukemia? Oke, gue akan menjelaskannya dari sudut pandang anak Teknik, karena gue bukan anak Kedokteran. Jadi begini anak-anak, leukemia atau kanker darah adalah penyakit kelebihan sel darah putih, dimana sel darah putih itu menjadi bersifat ganas dan memakan sel-sel darah merah. Umumnya penderita leukemia nggak berumur panjang dan yang paling menyedihkan: sisa umur penderita leukemia dapat diprediksi!

Mengetahui realita itu, gue nggak bisa berbuat apa-apa selain menemani dia setiap kali dia sms. Sementara keinginan gue untuk bertemu dengannya atau mengetahui friendster dan facebooknya, nggak pernah mendapat tanggapan memuaskan.

Suatu hari di salah satu smsnya, dia pernah berkata jujur bahwa dia sayang sama gue. Ya, dia sayang sama gue. Gue meleleh dan nggak mampu berkata apa-apa. Apalagi ketika itu gue masih lugu untuk mengenal dunia percintaan, jadi yang bisa gue ucapkan hanyalah ucapan terima kasih karena telah bersedia menyisihkan hatinya untuk menyayangi makhluk kurus-kering-kerempeng-begeng-cacingan macem gue ini.

Hari terus berganti. Di penghujung studi gue dimana gue udah nggak ngambil kuliah dan hanya berkutat dengan skripsi, gue lebih banyak menghabiskan hari di Depok. Sering gue sms dia untuk ngajak ketemuan, tapi dia menolak. Dan di suatu malam di bulan Juni, tiba-tiba dia sms gue untuk terakhir kalinya, sebagaimana sms pada pembuka tulisan ini. Nih gue tampilin lagi:

“Aq cinta sama C-Kink, banget, X bakal tinggal di Jerman. Malam ini X berangkat. Makasih buat semuanya. I’m gonna miss u. Bye.”

 

“Tar lagi take off, kamu jaga diri ya. X tetep simpen hati X buat kamu. I love u. Bye.”

Nggak ada lagi yang bisa gue lakuin selain mengucapkan terima kasih dan memyemangatinya, semoga diberi kekuatan dan ketabahan serta semangat. Itu tadi 2 sms terakhir dia dari gue yang sampe detik ini masih tersimpan rapi di inbox folder hape gue. Semoga nggak ada lagi maling laknatullah yang ngambil hape gue yang Nokia 6681 ini!

***

September 2010, di suatu hari yang nggak ada kerjaan di kosan, gue iseng miss-call nomor hape si X. Perlu menunggu keesokan harinya untuk mengetahui respon dari si X tersebut. Namun kali ini ternyata hape dia lagi dipegang kakaknya. Begini percakapannya:

Kakaknya X      : “?”

Gue                    : “Met pagee. Ini X?”

Kakaknya X      : “Bukan, ini siapa? Kok tau adek gue?”

Gue                    : “Gue C-Kink. Dulu X pernah sms gue pake nomor ini. Sekarang dia gimana, masih di Jerman?”

Nggak begitu kaget sih waktu tau kalo hape dia dipegang kakaknya. Kan yang bersangkutan lagi di Jerman. Yang bikin gue kaget adalah sms setelahnya.

Kakaknya X      : “Adek gue udah nggak ada, sakit.”

Gue                    : “Nggak ada? Maksud lu?”

Kakaknya X      : “Udah meninggal tanggal 9 Agustus kemaren.”

Innalillahi wa inna illaihi rajiuun…

Gue                    : “Inna lillahi… Dia sempet bilang kalo dia leukemia. Terakhir dia sms Juni kemaren, pamitan katanya mau berobat di Jerman. Itu bener nggak? Terakhir dia di Jerman atau disini?”

Kakaknya X      : “Disini, kan dia dari Jerman ke Jogja, ketemu temennya kata dia, nggak taunya dia malah kumat, bokap gue mau bawa dia ke Singapura, dia nggak mau, Akhirnya dia meninggal di Jakarta.”

Oke, cukup sampe disini tulisan gue. Pada akhirnya dia pergi duluan tanpa gue sempet tau siapa dia, dimana rumahnya, bahkan orangnya yang mana pun gue belom tau. Dan apa yang terjadi, terjadilah.  Semoga almarhumah dilapangkan kuburnya, diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan ditingkatkan derajatnya atas penyakit yang dideritanya.

Sekian tulisan kita kali ini. Dan sesungguhnya gue nggak mengerti apa-apa, kecuali bahwa “di akhirat nanti, seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya”.

Jogjakarta, 23 September 2010

C-Kink

Untuk saudariku,

X

VideoDepapepeKimidoriCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=LYqg09lNDeg

VideoUtadaHikaruFirstLoveAccoustic

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=VpK6L29HnSk

VideoCintaSatuMalamAccoustic

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=N6GR_Qhcda4

DownloadPetaTopografi

Hei, buat temen-temen yang butuh peta topografi, silahkan bisa di-link disini.

Gue dapet ini waktu lagi nyari referensi buat bahan skripsi. Rasanya sayang kalo cuma buat jadi konsumsi gue pribadi, jadi demi menolong sesama manusia, ini link-nya gue bagi-bagi. Semoga bermanfaat

Topografi Indonesia bisa dicari di sini:

http://www.lib.utexas.edu/maps/ams/indonesia/index.html

Sementara topografi lainnya bisa dicari di sini:

http://ardyprasetyo.wordpress.com/category/peta-topografi/

Oke, selamat menikmati.

Jaya terus Indonesiaku ! ! !

KepribadianSepakbola

Oke, selamat datang dunia. Kita berjumpa lagi di tulisan-tulisan gue yang makin hari makin nggak jelas aja.

Catenaccio. Total Football. Kick and Rush. Jogo Bonito. Itu semua istilah-istilah di dunia persepakbolaan yang menggambarkan tentang strategi yang digunakan oleh suatu tim. Gue mendadak kepikiran tentang hal-hal tersebut waktu baca koran Indo Pos bagian Sport, yang beberapa hari terakhir mengulas tentang pertandingan persahabatan, misalnya Italia yang kalah 1-2 dari Pantai Gading atau Spanyol yang ditahan Meksiko 1-1 lewat gol si Chicarito.

Di satu sisi, pada saat yang hampir bersamaan gue sedang mengalami pergulatan melawan sebuah konspirasi. Penuh debat. Penuh diskusi. Penuh diplomasi. Penuh intrik. Penuh pembelaan. Penuh permainan.

Nah nggak tau dapet bisikan setan darimana, tiba-tiba gue kepikiran untuk mengkaitkan antara kepribadian seseorang dalam berdebat dengan strategi sepakbola. Dalam perdebatan, khususnya saat diserang (dicerca, dikritik, ditanya, dll), setiap orang memiliki berbagai karakter dalam menyikapi serangan tersebut. Sementara dalam dunia sepakbola, setiap tim memiliki strateginya masing-masing.

Jadi disini gue mau mengkaitkan antara kepribadian seseorang saat diserang dalam perdebatan, dengan strategi sepakbola. Makanya judul tulisan ini adalah “KepribadianSepakbola”, sebuah frase yang (semoga) menyalahi susunan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Tanpa banyak omong lagi, silahkan nikmati jenis-jenis kepribadian seseorang berdasarkan strategi sepakbola berikut ini.

  1. Kepribadian Catenaccio.

Orang yang memiliki kepribadian Catenaccio, biasanya setiap kali diserang dia akan memilih untuk bertahan habis-habisan. Ya, dia akan tutup mulut dan diam seribu bahasa. Atau sekadar memberi jawaban yang sangat singkat dan seperlunya aja. Setiap serangan yang ditujukan padanya, nggak membuatnya goyah, dia tetap memilih untuk bersikap defensif. Ini persis dengan strategi Catenaccio yang diperkenalkan kesebelasan Italia, yaitu strategi pertahanan grendel.

  1. Kepribadian Total Football.

Berkebalikan dengan kepribadian Catenaccio, orang yang memiliki kepribadian Total Football akan selalu menyerang balik setiap kali diserang. Serangannya pun nggak tanggung-tanggung, habis-habisan. Kalo dia didesak, dia justru balik mendesak si penanya. Jadi dia akan selalu berbalik menanya setiap kali ditanya. Pertahanan terbaik adalah menyerang, begitu prinsipnya. Mirip dengan gaya Total Football yang dipopulerkan timnas Belanda di tahun 1970-an.

  1. Kepribadian Kick and Rush.

Kepribadian Kick dan Rush diadaptasi dari gaya bermain kesebelasan Inggris, yaitu pemain belakang menendang bola sejauh-jauhnya ke kotak  penalti lawan. Selanjutnya akan terjadi kemelut di kotak penalti antara pemain penyerang dengan pertahanan tim lawan, dan berharap gol akan terjadi di tengah-tengah kemelut ini.

Orang dengan kepribadian Kick and Rush merupakan tipe orang yang suka lempar tangan dan melepas tanggung jawab. Sama seperti pemain belakang, yaitu setiap kali diserang, mereka akan mengelak dan menyalahkan orang lain atas permasalahan tersebut. Dia lepas tangan dan menuduh orang lain, sehingga akan timbul konflik dan kemelut baru pada orang yang dituduhnya itu. Sementara dia yang telah melemparkan masalah, duduk manis di daerahnya sendiri sembari berharap kemelut tersebut menghasilkan gol. Kalau ternyata bola direbut lawan dan kembali ke daerahnya sendiri, ya gampang, tinggal tendang lagi bola ke kotak penalti lawan dan biarkan kemelut terjadi lagi.

  1. Kepribadian Jogo Bonito

Orang dengan kepribadian Jogo Bonito umumnya terlahir dengan lidah yang memiliki kemampuan untuk berkata-kata indah. Dia mampu merangkai kata-kata. Sehingga ketika dia diserang, dia nggak menjawab tapi juga nggak menyerang balik, melainkan menggunakan permainan kata-kata untuk memberikan jawaban yang ambigu dan berputar-putar. Ini persis dengan Jogo Bonito, yaitu sepakbola indah yang identik dengan timnas Brazil.

  1. Kepribadian PSSI

Wow, luar biasa. Kenapa nama PSSI bisa bersanding dengan nama-nama kesebelasan top dunia diatas? Santai dulu. Orang dengan kepribadian PSSI memiliki karakter yang khas. Ketika diserang, mereka nggak langsung menjawab. Tapi mereka juga nggak menyerang balik, atau mengelak. Yang mereka lakukan hanyalah mengangkat tangan dan melayangkan bogem mentah kepada si penanya. Ya dengan kata lain, orang dengan kepribadian PSSI lebih suka untuk menyelesaikan masalah secara fisik, dengan cara baku hantam. Sama persis dengan kondisi persepakbolaan Indonesia yang dipenuhi dengan tawuran, baik itu dari pemainnya, ofisial, maupun suporternya.

Fiiiuuuuhhh… Itu tadi secuil opini gue mengenai korelasi antara kepribadian seseorang dengan sepakbola. Tulisan ini dibuat tanpa referensi dan daftar pustaka yang ilmiah, jadi tolong jangan langsung 100% percaya dengan teori-teori yang gue paparkan diatas. Terlebih lagi gue basicnya Teknik Nuklir, nggak ada hubungan apa-apa sama Psikologi (selain temen nuklir gue si Fariz yang nikah sama anak psikologi, si Dhani).

Mungkin ini aja yang bisa gue sampaikan dari tulisan gue yang makin hari makin nggak jelas ini. Nggak menutup kemungkinan kalo lu punya kepribadian-kepribadian lainnya yang belom gue paparkan disini, semisal kepribadian ginseng yang mengacu kepada semangat timnas Korea Selatan, atau kepribadian pansernya Jerman, dan lain-lain.

Akhir kata, jaya terus sepakbola Indonesia!

Hidup PSSI!

Nggak hidup Nurdin Halid!

C-Kink

Depok, 11 Agustus 2010

PertanyaanSeputarKedokteran

Jumat siang, dari sebelom Sholat Jumat kepala gue mendadak pusing sebelah. Persisnya di deket pelipis kiri. Sampe abis Jumatan juga masih terasa pusing. Cenut-cenut gimana gitu. Sepanjang perjalanan pulang dari masjid, gue bertanya-tanya dalam hati, kenapa gue bisa pusing kaya gini? Apa karena salah tidur, salah makan, atau salah hidup?

Pertanyaan gue nggak berhenti sampe disitu. Selanjutnya gue bertanya lagi, sebenernya definisi dari pusing/sakit kepala itu apa? Maksudnya, apa yang terjadi di dalem kepala kita sampe kita bisa merasa cenut-cenut disana?

Rasanya nanggung kalo pertanyaan-pertanyaan ini menguap gitu aja. Gue harus mencari tau jawabannya. Sebaik-baik jawaban adalah yang ditanyakan kepada ahlinya. Dalam hal ini, sakit kepala kan ada hubungannya dengan dunia kesehatan dan kedokteran, jadi gue harus bertanya kepada dokter. Bukan dokter hewan tentunya, apalagi dokter cinta.

Dokter? Waduh, gue nggak punya dokter pribadi nih. Oh tapi kan gue punya temen-temen yang berkutat di dunia kedokteran dan insya Allah dalam beberapa tahun mendatang bakalan jadi dokter. Kalo boleh sebut nama, para calon dokter tersebut beserta spesifikasinya adalah dokter anak (Mbut), dokter kelamin (Tandow), dokter idola (Danar), dokter cabul (Badax), dan masih banyak lagi.

Jadilah gue kepikiran untuk menanyakan pertanyaan pada paragraf 1 dan 2 tersebut ke temen-temen gue yang bergulat di dunia kedokteran. Tapi nanggung rasanya kalo cuma nanya 1-2 pertanyaan doang. Jadi melalui tulisan ini, gue pengen nanya beberapa hal seputar dunia kesehatan dan kedokteran.

Ini dia pertanyaannya, tolong dijawab semampunya ya.

  1. Apa definisi dari pusing/sakit kepala? Organ tubuh mana yang “error” ketika sakit kepala? Darimana cenut-cenut waktu sakit kepala itu berasal?
  1. Bagaimana cara mengobati sakit kepala? Bagaimana prinsip kerja “obat” itu sehingga bisa menyembuhkan sakit kepala?
  1. Gue pernah denger kalo kita dilarang meletakkan handphone di deket kepala atau di kantong celana, karena radiasinya bisa mengganggu kesehatan. Pertanyaannya, apakah statement itu betul?
  1. Nyambung sama nomor 3. Kalo betul, radiasinya itu termasuk radiasi apa? Radiasi pengion, radiasi gelombang, atau radiasi apa? Terus organ tubuh yang diserang sama radiasi itu organ apa?
  1. Kolesterol. Bisa tolong jelasin tentang definisi kolesterol? Kenapa kolesterol itu nggak bagus? Hal-hal apa aja yang mempengaruhi banyak-sedikitnya kolesterol?
  1. Setiap orang punya karakter tubuh yang beda-beda, ada yang tinggi, pendek, kurus, gemuk dll. Kita bisa menyebut hal tersebut sebagai Sunatullah, bahwa setiap orang terlahir dengan rezekinya masing-masing. Tapi kalo dari sisi kedokteran, hal-hal apa aja yang membuat orang bisa punya bentuk badan kaya gitu?
  1. Nyanbung sama nomor 6. Setau gue yang awam, hal tersebut salah satunya dipengaruhi hormon. Misal, orang pendek karena kekurangan hormon-X. Nah untuk kasus-kasus kaya gitu, apakah hormon-X pada orang tersebut emang hanya segitu, ataukah ada metode/terapi/obat yang bisa meningkatkan hormon-X pada orang tersebut sehingga orang tersebut jadi tinggi?

Oke, sementara segitu dulu aja ya. Gue berterima kasih banget jika temen-temen bersedia membantu gue untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas. Kalopun ternyata temen-temen belom punya jawabannya, minimal bisa tolong bantu cari link yang kiranya berkolerasi dengan pertanyaan-pertanyaan diatas. Sekaligus, disini juga bisa sebagai bahan diskusi terkait dunia kedokteran dan kesehatan.

Sekian dulu pertanyaannya. Ditunggu responnya.

C-Kink

Depok, 13 Agustus 2010

VideoCintaLauraYouSayAkuAccoustic

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=qguvbakm_VA

VideoAirBintangAccoustic

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=LXnjSj_sNJY

LaguDesakuCucukan

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=QRXROTszcJY

VideoJustinBieberBabyAccoustic

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=JJB_PjvK71E

VideoL’arc~en~cielHitomiNoJuuninAccoustic

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=ToMBHU7IGiY

TipsDanTrikKhattamQuranDiBulanRamadhan

Ramadhan telah tiba. Bukan, bukan si Aryanti Ramadhani istrinya Fariz, apalagi Nia Ramadhani yang artis itu, tapi bulan suci Ramadhan, bulan dimana lu-lu yang komitmen bersyahadat punya kewajiban untuk menjalankan ibadah puasa.

Ya, ketika Ramadhan, ibadah yang paling utama adalah puasa karena termasuk ke dalam salah satu rukun iman. Eh, maksudnya rukun Islam. Eh rukun iman kaleee… Eh rukun Islam tau! Eh rukun iman apa rukun Islam ya? Hwayooo..

Namun disini kita nggak membahas tentang ibadah puasa itu sendiri. Kita membahas tentang ibadah lain yang nggak kalah pentingnya tapi jarang dibahas. Apa itu? Ya, lu salah banget kalo menjawab munakahat alias nikah. Meskipun nikah berarti menjalankan setengah dari perintah agama, tapi bukan itu yang kita bahas disini.

Kita akan membahas tentang Al-Qur’an, lebih tepatnya lagi ibadah yang berwujud membaca Al-Qur’an. Jadi siapkan Al-Qur’an lu segera. Kalo selama ini cuma numpuk di rak buku paling atas atau di lemari paling dalem, segera keluarkan, bersihkan dan siapkan niat untuk bergaul dengannya. Lalu langsung aja kita menuju ke TKP.

Intinya, di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, sangat nggak ada salahnya kalo kita mengisi detik demi detik dengan membaca Al-Qur’an. Banyak orang yang telah mengamalkannya, bahkan beberapa memiliki target untuk khattam Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Bagaimana dengan lu sendiri?

Bulan Ramadhan ini tentunya bukan Ramadhan yang pertama di dalam hidup kita, kecuali kalo lu baru baligh, baru lahir ke dunia ini, atau baru jadi muallaf.  Tahun lalu kita juga udah pernah menikmati indahnya bulan Ramadhan. Pertanyaannya, di bulan Ramadhan tahun lalu berapa banyak lembaran Al-Qur’an yang kita baca? Berapa kali kita khattam? Atau kalo belom sampe kesana, udah berapa juz yang kita baca?

Lalu untuk tahun ini, bagaimana target kita? Tentunya harus lebih baik dari tahun lalu. Nggak cuma dari kuantitas aja, tapi lebih kepada kualitasnya.

Nah disini gue mau sedikit berbagi tips dan trik buat lu-lu semua, yaitu gimana caranya mengkhattamkan Al-Qur’an yang setebel itu dalam waktu 1 bulan. Sulit? Jelas nggak, kalo punya niat dan ilmu. Kalo yang udah pernah ya mungkin biasa. Tapi buat yang belom pernah, ini nih strateginya.

  1. Udah disepakati bersama bahwa Al-Qur’an itu terbagi ke dalam 30 juz dan udah  jadi Sunatullah juga bahwa bulan Ramadhan itu berkisar antara 29 atau 30 hari, kecuali kalo lu termasuk manusia yang bergelut dalam aliran sempalan. Nah kalo mau khattam Al-Qur’an selama bulan Ramadhan, strateginya jelas, 30 juz dibagi 29 atau 30 hari, yaitu rata-rata 1 juz per hari. Jadi kalo mau khattam, setiap hari baca sedikitnya 1 juz.
  1. Rata-rata Al-Qur’an itu total memiliki +- 600 halaman, tergantung pencetak Al-Qur’annya. Karena Al-Qur’an itu terdiri dari 30 juz, jadi rata-rata 1 juz terdiri dari +- 600 halaman dibagi 30, yaitu 20 halaman.  Kita mengacu ke pasal 1 diatas bawa dalam 1 hari sedikitnya baca 1 juz alias 20 halaman. Jadi, baca minimal 20 halaman per hari.
  1. Kita udah tau kalo targetnya 1 hari baca minimal 20 halaman. Terus gimana supaya target itu terpenuhi? Begini sodara-sodara, kewajiban kita sebagai seorang yang bersyahadat adalah menjalankan sholat wajib 5 kali sehari, kecuali buat lu-lu yang kena bisikan sesat. Supaya enak, 20 halaman itu kita bagi ke dalam 5 waktu sholat wajib, hasilnya adalah 4 halaman. Jadi, selalu luangkan waktu untuk membaca 4 halaman setiap habis sholat, atau sebelom masuk waktu sholat, atau gimana terserah.
  1. Untuk melengkapi pasal 3 diatas, jangan lupa juga bahwa selain sholat wajib 5 waktu sehari, masih ada sholat sunnah, misalnya sholat dhuha dan qiyamul lail atau dalam hal ini tarawih. Jadi kalo mau enak, luangkan waktu untuk baca Al-Qur’an setelah sholat sunnah tersebut.
  1. Selalu sedia Al-Qur’an dimanapun lu berada, kecuali di toilet atau di kuburan. Buat lu-lu yang ngantor atau kuliah, masukin Al-Qur’an ke dalem tas. Lalu gunakan waku-waktu nanggung alias senggang untuk menyicil bacaan Al-Qur’an. Gue sangat nggak menyarankan lu-lu semua untuk mengeluarkan handphone dan membuka facebook atau twitter di waktu-waktu senggang tersebut. Misal lagi di dalem bis on the way ke kantor, baca Al-Qur’an. Lagi ngantri nungguin bayar pajak, baca Al-Qur’an. Lagi nunggu bioskop diputer, baca  Al-Qur’an. Lagi nunggu waktu sholat, baca Al-Qur’an. Lagi janjian nugguin orang, dan seterusnya. Asal jangan baca Al-Qur’an waktu nunggu giliran mau buang air besar aja.
  1. Visioner. Sebernya lebay juga sih pake istilah visioner. Maksudnya, kita harus punya planning terhadap hari ini dan hari esok. Dari pasal 1 dan 2 kan udah dijelaskan bahwa dalam 1 hari minimal baca 20 halaman. Kemudian kita bayangkan, mungkin ada 1 hari dimana kita bakalan sibuk banget nget nget sampe-sampe kita nggak sempet baca 20 halaman dalam 1 hari. Kalo udah gitu, sekarang kita atur strategi utang-piutang. Anggaplah besok kita sibuk dan cuma bisa baca sekitar 10 halaman, jadi mau nggak mau hari ini kita harus baca 30 halaman untuk menutupi kekurangan di esok hari itu. Atau kalo pas kita lagi ada waktu senggang, segera manfaatkan untuk baca Al-Qur’an melebihi target harian, misal sampe 35 atau 40 halaman, jadi besok-besok ketika kita lagi sibuk, kita masih punya tabungan halaman, sehingga target masih tetep terpenuhi.
  1. Bergaul dengan orang-orang soleh. Bukan dengan si Soleh anak Pak Solihin, tapi dengan orang soleh alias salih. Kita bisa studi banding sama mereka. Jadi anggaplah di hari ke-10 kita udah dapet 10 juz. Lalu ketika kita melihat si soleh sedang membaca Al-Qur’an, ternyata dia sudah dapet 14 juz. Wow, berarti kita ketinggalan 4 juz! Ya sebenernya nggak apa-apa, kan ilmunya beda-beda. Tapi ada baiknya kalo hal-hal tersebut bisa kita gunakan sebagai pemicu. Oke oke oke?

(note: padahal si Soleh mulai start bacanya nggak dari juz 1 (Al-Fatihah), tapi langsung dari juz 8! Uhehehe…)

  1. Lebih eksis di rumah-rumah Allah, alias masjid. Selain karena Lailatul Qadar turun di malam-malam ganjil 10 hari terakhir, juga karena kemuliaan itikaf. Buat yang sibuk ngantor, kuliah atau sekolah, itikaf bisa dilakukan di weekend. Weekend di bulan Ramadhan ini kan cuma ada 3 atau 4 kali dalam setahun, jadi hobi reguler weekend semisal nonton, kongkow, pacaran atau karokean dimohon dengan amat sangat untuk distop dulu, diganti dengan eksis di masjid. Serta biasanya pemerintah kan mewajibkan cuti bersama di hari-hari akhir bulan Ramadhan, jadi itu bisa dimanfaatkan juga. Nah ketika di masjid ini, karena banyak malaikatnya otomatis alam bawah sadar kita akan menstimulus kita untuk melakukan ibadah-ibadah yang mulia, salah satunya ya membaca Al-Qur’an itu tadi.
  1. Yang terakhir, jangan lupa untuk juga selalu membaca artinya alias terjemahannya. Rasanya sungguh sangat amat sia-sia kalo kita udah sukses mengkhattamkan Al-Qur’an dalam tempo 1 bulan tapi ketika ditanya apa yang kita baca, kita nggak punya jawabannya. Karena Al-Qur’an nggak cuma untuk dibaca, tapi juga dihayati dan kemudian diamalkan. Kan sekarang udah banyak tuh Al-Qur’an plus-plus, plus terjemahan, plus tajwid, dan lainnya. Jadi selalu luangkan waktu untuk membaca terjemahan dari apa yang udah kita baca. Kalo mau enak, misal abis Subuh kita sukses baca 6 halaman. Setelah itu langsung baca terjemahan dari 6 halaman yang udah kita baca itu tadi.

Oke itu tadi 9 tips dan trik mudah untuk mengkhattamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Selain hal-hal tersebut, tentunya harus disertai dengan niat, niat yang nggak cuma di lisan tapi juga merasuk ke seluruh perbuatan.

Sangat nggak menutup kemungkinan buat temen-temen semua untuk ikut serta menambahkan lagi daftar tips dan trik diatas. Mungkin ada temen-temen yang juga punya metode tersendiri untuk mengkhattamkan Al-Qur’an, sangat nggak ada salahnya untuk berbagi cerita disini.

Ya udah, pada akhirnya C-Kink Cute beserta seluruh kerabat kerja yang bertugas mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Jangan lupa untuk selalu berteman dengan Al-Qur’an karena beliau bisa menjadi penolong kita di hari akhir nanti.

Dan ingat selalu pesan sponsor:

“Kalo mau beli pulsa, beli di C-Kink Cute Cell aja yaaaaaa….!!!”

C-Kink

Depok, 11 Agustus 2010

…..

How many times I have to say love?

How long I have to wait for you?

In the end of this restless, now I

Do not never remember you

But you always be like that

Ignoring me, don’t wanna know about me

Pain, all the pain that I feel

Repeatedly, you give it all to me

My love, the one that you never responses

But I replied with a beautiful smile

I’m holding out with this one love

I’m holding out with this one love

Have you ever thinking about me, even for a moment?

Have you ever remember, even just like a wind blows?

Every night, now I

Do not never remember you

But you always be like that

Ignoring me, don’t wanna know about me

I’m holding out with this one love

I’m holding out with this one love

======================================

*

This poetry was not made by me.

It was made by D’BAGINDAZ

“Bertahan satu ciiiiinta…

Bertahan satu C.I.N.T.A…”

Uhehehehehe…

Tolong setelah ini jangan paksa gue untuk membuat versi Inggris dari lagu “KEONG RACUN”!

VideoD’BagindazC.I.N.T.Aaccoustic

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=dL9F7Soq5VI

VideoHunterXhunterOhayouAccoustic

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=u3BRoP31E-w

VideoDepapepeCanonCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=NwkZH4IkOxg

VideoDepapepeSakuraMauCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=R3DX5Vpk1e8

VideoDepapepeOverTheSeaCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=zmE73aq2THo

VideoDepapepeSnowDanceCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=jcc0vEm-FJw

VideoDepapepeKimidoriCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=LYqg09lNDeg

VideoDepapepeNightAndDayCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=e9D_FU2nhdc

VideoDepapepeKiMoreYouNoNakadeCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=76dYKGfQtvs

VideoDepapepeMorningSmileCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=tkdFfuA9NUw

VideoDepapepeSunshineSurfCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=tQIzyTy3Tmc

VideoDepapepeKazeCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=iHZPewARqEs

VideoDepapepeStartCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=8EPs0J3r4qs

IIMS


Minggu-minggu ini, tanggal 23 Juli sampe 1 Agustus di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, dilangsungkan sebuah ekshibisi yang bernama Indonesia International Motor Show, selanjutnya kita sebut IIMS. IIMS adalah acara rutin tahunan yang memamerkan mobil-mobil dari berbagai produsen mobil dunia, sebut saja Toshiba, Nokia, Samsung, Panasonic, HSBC, atau AIG. Eh kok kayanya ada yang salah ya?

Sebenernya dari dulu gue udah ngincer banget untuk dateng di IIMS.  Selama ini gue cuma bisa melihat IIMS dari layar koran, menatap gambar mobil-mobil kinclong yang dipamerkan disana. Sekali-kali gue pengen menatap langsung dengan mata kepala sendiri, bukan melalui perantara koran atau televisi. Bukan, bukan mobil-mobil itu yang pengen gue liat, tapi SPG-SPG cantik yang berkeliaran di sekitar mobil-mobil tersebut…

Tapi apa daya, tahun ini gue belom dikasih rezeki untuk menuliskan nama gue di buku tamu IIMS. Jadilah gue mesti menunggu 1 tahun lagi.

Pagi ini ketika gue membaca salah satu liputan tentang IIMS di koran nasional, sebut saja Kampos, otak gue yang jaman SMA dulu ber-IQ 128 ini mendadak berpikir dan tersadar. Sadar, bahwa pengguna mobil di Indonesia dapat dikatakan cukup banyak. Sadar bahwa kemacetan di Jabotabek dan kota besar lainnya adalah karena jumlah mobil yang terlalu banyak. Sadar bahwa dari semua mobil yang melintas di jalan-jalan Indonesia, TIDAK ADA SATUPUN MOBIL CIPTAAN ANAK BANGSA SENDIRI.

Iya, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini memang belom mampu menciptakan produk mobil dengan merk lokal. Jalan raya dihiasi dengan tulisan Toyota, Honda, Suzuki yang berasal dari Jepang, atau BMW, Mercedes dari Eropa, atau Ford dari Amerika.

Apa yang membuat bangsa ini belom mampu?  Gue pribadi juga nggak tau jawabannya, tapi dari pengamatan sekilas gue, gue rasa anak bangsa ini mampu untuk menciptakan mobil merk lokal, JIKA DIBERI KESEMPATAN. Gue percaya itu.

Apa alasannya?

Di pelajaran jaman SMA dulu, kita mengenal istilah “transfer teknologi” untuk mengantisipasi kemajuan dan perkembangan zaman. Awalnya, mobil-mobil yang masuk ke Indonesia adalah buatan Amerika atau Eropa. Lalu Jepang masuk belakangan dengan konsep yang lebih simpel dan lebih hemat bahan bakar.

Gue merupakan salah satu pengguna mobil Jepang. Ketika mobil gue ini bermasalah, gue selalu membawanya ke bengkel resmi. Disana, para teknisi mengerti betul segala detail komponen mobil gue. Ada keluhan apa, mereka tau darimana sumbernya dan bagaimana cara mengatasinya. Bahkan ada ancaman apa, mereka bisa memprediksinya.

Ratusan bengkel resmi dengan teknisi handal tersebar di seluruh penjuru nusantara. Pusatnya ada di daerah Sunter, Jakarta. Kemampuan para teknisi tersebut jelas tidak perlu diragukan lagi. Nah, mereka inilah yang seharusnya diberdayakan untuk menciptakan mobil buatan sendiri.

Melalui proses transfer teknologi, awalnya kita memang hanya pengguna mobil-mobil tersebut. Lalu sebagai layanan purna jual, perlu adanya teknisi handal yang mampu mengatasi masalah pada mobil. Jika mereka diberi kepercayaan dan kesempatan lebih, bukan nggak mungkin mereka mampu menciptakan sebuah mobil.

Memang, komponen yang berperan di sini bukan hanya para teknisi aja. Diperlukan juga industri perakitan dan produksi mesin-mesin mobil. Dan sekali lagi, itu bukan hal yang mungkin jika mereka mau. Bukankah PT Dirgantara Indonesia telah berhasil melakukannya?

Dari obrolan gue dengan salah seorang teknisi ketika mobil gue di uji test drive, beliau curhat. Beliau hanya lulusan STM, lalu melamar sebagai teknisi, dan diterima dengan gaji sekian. Lalu beliau bertanya tentang perkuliahan, gimana rasanya, cara mendapatkan beasiswa, dan sebagainya.

Kemudian gue tanya balik, apakah instansi tempat beliau bekerja nggak menyediakan beasiswa studi? Kata beliau, instansi nggak peduli masalah kaya gitu. Yang penting beliau digaji sekian, dan kerjaan harus beres. Jadi nggak ada waktu buat melanjutkan studi, hanya melulu berkutat di bengkel.

Mereka, para teknisi-teknisi handal, ada baiknya diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmunya. Mereka lah garda depan industri mobil, karena mereka benar-benar mengerti seluk-beluk komponen-komponen mobil, mulai dari yang urgen seperti radiator, oli, aki, yang nggak terlihat langsung seperti tie rod, boljuin, elektronik, atau bahkan komponen pendukung seperti kabel speedometer.

Ini bukan sekedar omongan kosong. Segelintir anak bangsa sejatinya telah mampu menciptakan mobil sendiri, meskipun belom mencapai skala komersial. LIPI pernah menciptakan mobil yang ramah lingkungan. Bahkan sekelompok mahasiswa dari UGM telah mampu menciptakan mobil bernama Semar yang diikutkan dalam lomba hemat bensin yang digagas Shell. Begitu juga dengan ITB dan lain-lainnya,

Nah mereka yang masih dalam tahap studi aja udah bisa, tentunya mereka yang berada dalam dunia kerja juga jauh lebih bisa.

Yang paling menyedihkan adalah, sekalipun Indonesia belom mampu membuat mobil sendiri, ternyata negara (yang katanya) tetangga kita telah mampu. Ya, siapa lagi kalo bukan Malaysia dengan Proton nya!

Dulu katanya mahasiswa mereka banyak yang studi ke negara kita. Tapi hari ini, kita bukan siapa-siapa di mata mereka, selain (mohon maaf) tenaga kerja kasar di Malaysia (baca: TKI).

Bukan bermaksud narsis, tapi gue kecewa dengan beberapa orang Indonesia yang memutuskan untuk menggunakan Proton sebagai mobil mereka. Industri mobil Malaysia sedang bergeliat. Dan kalo kita ikut-ikutan membeli Proton, mereka akan semakin terbang tinggi meninggalkan kita yang masih diributkan urusan kursi kekuasaan.

Jadi mau nggak mau, kita harus sadar dan berpikir. Mau sampe kapan IIMS ini dihuni oleh mobil-mobil buatan asing? Mau sampe kapan jalanan di bumi pertiwi dipadati mobil produk luar? Gue mengidamkan ada mobil buatan sendiri yang ditampilkan di IIMS (nanti namanya bukan jadi International lagi). Gue mengidamkan mobil buatan anak bangsa menghiasi jalan raya ibukota.  Dan gue lebih mengidamkan lagi, salah satu dari mobil itu nantinya parkir di depan rumah gue.

Sejatinya, teknologi industri mobil termasuk ke dalam ranah engineering, dan gue merupakan orang yang juga bergulat di dunia engineering. Tapi mohon maaf sebesar-besarnya, gue sama sekali nggak bisa berperan aktif dan teknis untuk membantu negara ini menciptakan sendiri mobil buatannya, selain memprovokasi lu-lu semua untuk memiliki keinginan yang sama kaya gue.

Hal ini karena basic gue adalah Teknik Nuklir, bukan Teknik Mesin, Teknik Otomotif, Teknik Elektro atau semacamnya yang bergulat langsung dengan dunia perakitan mobil. Kecuali, kalo lu mau menciptakan mobil bertenaga nuklir. Itu pun juga pasti udah ditentang duluan sama orang-orang yang keburu phobia mendengar istilah nuklir dan menganggap nuklir sebagai sesuatu yang berbahaya.

Inilah konsekuensi hidup di negara yang menyepelekan masalah pengembangan teknologi. Mereka terlalu sibuk berkutat dengan kekuasaan. Mereka yang berpenampilan menarik menjadi pusat perhatian. Sementara mereka yang berotak cemerlang, khususnya di bidang sains dan IPTEK, hidup penuh kemirisan.

Depok, 28 Juli 2010

C-Kink

Innova

Salah satu mobil buatan Jepang

Travelling #2


Di chapter 1, kita membahas tentang perjalanan jalan-jalan gue di masa lampau. Di sini, gue mau berbagi cerita lagi tentang kesukaan gue terhadap jalan-jalan.

Sekali lagi gue jelaskan, gue suka jalan-jalan. Beberapa alasan kenapa gue suka jalan-jalan adalah karena jalan-jalan berguna untuk menambah pengalaman, memperluas khazanah dan membuka wawasan baru. Jalan-jalan nggak cuma untuk me-refresh pikiran, tapi lebih dari itu, untuk memperkenalkan kita dengan dunia yang belom pernah kita kenal sebelomnya.

Temen gue pernah berkata, ada baiknya kita menjadi “manusia Indonesia” bukan sebatas “manusia lokal”. Maksudnya, setiap jengkal bumi Nusantara ini adalah karunia yang wajib disyukuri. Rasanya rugi kalo kita menghabiskan umur kita hanya di satu tempat doank, jadi jelajahilah sebanyak mungkin tempat yang ingin kita kunjungi. Gitu kata temen gue yang punya keinginan untuk travelling keliling Indonesia.

Salah seorang dosen gue, kita menyebutnya dosen terbang, skala Internasional. Bertemu dengan beliau bukanlah suatu perkara mudah. Hari ini dia ngajar di kampus. Besok dia menengok anaknya di Amerika. Besoknya lagi dia mengurusi bisnisnya di Taiwan. Sementara temen gue yang lain berkata bahwa “kualitas hidup seseorang ditentukan oleh mobilitasnya”.

Di masa-masa tanggung kaya sekarang gini, gimana gue udah nggak ngambil kuliah dan hanya berkutat dengan skripsi, keinginan gue buat jalan-jalan justru lebih memuncak.  Bukan berarti gue mengabaikan skripsi, tapi untuk mencegah stress dan depresi tingkat tinggi (seperti yang dialamin oleh seseorang yang gue kenal), gue perlu menyelinginya dengan jalan-jalan. Atau minimal perencanaannya dimulai dari sekarang tapi jalan-jalannya nanti aja setelah skripsi beres.

Sejujurnya gue pengen banget jalan-jalan kemana gitu. Nah untuk memenuhi keinginan jalan-jalan gue yang memuncak ini, gue sering ngajak temen-temen gue. Jalan-jalan emang menyenangkan, tapi kalo gue cuma sendirian doank, nggak ada bedanya gue sama orang cacingan. Jelas gue butuh temen seperjalanan untuk melengkapi cerita perjalanan ini.

Keluarga gue, jelas prioritas pertama. Tapi karena babe dan kakak gue kerja Senin-Jumat, jadi kita cuma bisa jalan-jalan di weekend, itu pun nggak jauh-jauh. Ya karena mereka nggak bisa, otomatis gue nawarin ke temen-temen deket gue buat jalan-jalan kemana gitu.

Seringkali gue ngajakinnya suka seenak perut six pack gue sendiri. Maksudnya, gue cuma spontan ngajak aja, tanpa melihat kondisi mereka sebenarnya. Ada yang lagi kerja, gue ajak keluyuran. Ada yang sibuk skripsi, gue ajak dolan. Bahkan (maaf) ada yang lagi bokek, gue ajak ngabuburit. Hasrat buat jalan-jalan ini udah begitu memuncak, soalnya kalo nggak sekarang-sekarang ini, bisa jadi besok gue udah kerja dan kehilangan kesempatan buat keluyuran.

(Padahal bisa aja kerja sambil jalan-jalan. Misal, kerja di PT Badak di Bontang, atau ditempatin sama PLN di Indonesia Timur, bahkan direkrut sama Areva, perusahaan nuklir Prancis! Atau mungkin NASA ingin mengirim seekor monyer ke Saturnus? Kurang ajar, emangnya gue monyet!)

Untuk jalan-jalan ini juga, gue lebih tertarik untuk nginep di tempat tujuan, daripada 1 hari bolak-balik. Alasannya simpel aja: yang pertama supaya bisa lebih leluasa menjelajahi tempat tujuan, yang kedua karena gue capek nyetir!

Ya, gue emang hobi nyetir, tapi sumpah gue sejujurnya agak males kalo seharian bolak-balik.  Misal, pagi berangkat, gue nyetir. Siang sampe di tempat tujuan. Sore udah selesai, pulang lagi, gue nyetir lagi. Sepintas, hal itu terlihat simpel dan menyenangkan. Tapi sori, HAL ITU NGGAK BERLAKU BUAT SOPIR!

Sopir (biasanya sekaligus si pemilik mobil) adalah pihak yang paling dirugikan dalam setiap perjalanan yang menggunakan kendaraan pribadi. Pertama, karena dia harus bersiap-siap lebih awal dibanding yang lain, untuk menyiapkan kendaraannya. Kalo lagi sial, dia juga harus jemputin orang-orang. Jadi orang lain enak tinggal duduk manis di rumah nunggu di jemput, sementara sopir harus bangun lebih pagi plus menjemput orang-orang yang cuma duduk manis di depan rumah. Itu juga udah dijemput tapi masih suka ngaret.

Kedua, sopir sekaligus pemilik mobil, bertanggung jawab terhadap mobilnya. Dalam artian, biaya bensin, jalan tol, parkir dll adalah tanggung jawab sopir. Jadi kasian banget tuh, udah bangunnya paling pagi, eh masih harus ngeluarin uang lebih banyak dibanding yang lain. Alhamdulillah kalo temen-temennya punya kepedulian untuk patungan buat ganti ongkos transportasi ini. Kalo temen-temennya berhati busuk kaya lu-lu yang lagi baca tulisan ini gimana?

Ketiga dan yang paling menyedihkan, sopir harus menyediakan tenaga ekstra untuk menjamin keselamatan para penumpangnya. Di saat sopir berkonsentrasi menyetir, penumpang bisa leluasa memejamkan mata dan ngorok sepuasnya. Tapi seandainya sopir ikut-ikutan ngorok, bisa jadi mereka semua akan memejamkan mata selama-lamanya.

Setelah kunjungan wisata selesai, orang-orang beranggapan bahwa hari mereka telah selesai dan kini waktunya beristirahat. Tapi nggak demikian dengan sopir. Dia masih punya tanggung jawab untuk mengantar para penumpang dengan selamat sampe ke tempat tujuan, sekalipun para penumpang hanya menemaninya dengan suara dengkuran keras. Untung sopir adalah pribadi yang toleran. Kalo emosional, bisa-bisa kendaraannya dibawa berlabuh ke sungai terdekat!

Jadi dengan pertimbangan tersebut dan untuk menghormati hak asasi para sopir, gue lebih memilih untuk jalan-jalan yang ada nginepnya, kalo jalan-jalan itu emang agak jauh dan ada beberapa tempat yang mesti dikunjungin. Kalo ada rezeki lebih, mending istirahat dulu semalem, terus besok siang atau sorenya baru pulang. Sebenernya bisa aja sih sehari bolak-balik. Cuma nggak tau ntar pulangnya bakalan ke rumah masing-masing atau ke alam baka sana.

Itu tawaran yang sering gue tawarin ke temen-temen gue kalo mau jalan-jalan. Intinya, kalo mau jalan jangan nanggung-nanggung & jangan buru-buru, dipuas-puasin yang lama sekalian. Plus, jangan berlaku dzalim terhadap sopir yang menjadi tumbal kenikmatan acara jalan-jalan ini.

Jujur, sumpah gue agak gedeg sama orang-orang yang kegeeran dan berpikiran macem-macem sama gue. Iya sebelomnya gue minta maap karena keinginan gue untuk jalan-jalan ini seringkali membuat gue lupa daratan: apapun prosesnya yang penting bisa jalan-jalan. Jadi, ajakan gue buat nginep dulu bukan berati apa-apa.

Kan gue yang ngajakin jalan-jalan. Terus karena gue dikasi rezeki dalam wujud mobil dan bisa nyetir, otomatis pasti gue yang disuruh nyetir. Ya udah gue minta pengertiannya, karena basic gue adalah Teknik Nuklir, bukan Pendidikan Sopir. Gue nggak punya stamina layaknya sopir bis malem yang gagah perkasa menembus pekat malam atau sopir truk yang dengan sabarnya berjalan 30 km/jam di jalan tol. Gue juga manusia, sama kaya lu-lu yang butuh makan, minum dan istirahat.

Ajakan buat nginep ini terutama untuk menjaga stamina. Bahkan lebih jauh lagi, untuk menjaga kelangsungan hidup lu-lu juga. Karena misalnya kita nekat sehari bolak-balik, bisa jadi di perjalanan pulangnya fokus dan konsentrasi gue udah nggak stabil. Jadilah pohon pisang di pinggir jalan gue kira jalan bebas hambatan.

Aduh, kok malah jadi curhat colongan. Ya nggak apa-apa sih, tapi lu-lu emang belom pernah ngerasain gimana rasanya duduk berjam-jam di belakang setir kan? Lu cuma ngerti duduk manis di kursi penumpang sambil menikmati cemilan, terus tidur, dan bangun-bangun udah sampe di rumah kan? Makanya jangan sok tau! Nggak ngerti apa-apa kok berani-beraninya ngasi pendapat negatif. Udah gitu  dipamer-pamerin ke orang lain lagi. Nggak banget deh! Cuih!

Ups, kita kembali ke laptop. Ya, gue pengen jalan-jalan. Cuma nggak tau siapa yang bisa diajak jalan dan mau jalan-jalan kemana. Bandung? Solo? Pulau Seribu? Karimunjawa? Lombok? Bunaken? Singapura? Thailand? Prancis? Venus? Pluto? Alam Barzah?

Gue jadi inget, di awal tahun 2010 gue pernah menuliskan salah satu target gue di tahun 2010 di tulisan berjudul “Resolusi Tahun Ini”. Salah satunya berbunyi:

“Insya Allah tahun ini aku akan melanglang buana ke luar negeri! Seumur-umur, mobilitas ku hanya mentok di Pulau Jawa aja. Pernah 2 kali ke Bali dan 1 kali ke Madura. Padahal, dunia ini kan bukan cuma pulau Jawa. Negara di dunia juga bukan cuma Indonesia. Jadi, sudah saatnya bagi seekor C-Kink untuk menjelajah lebih jauh lagi, ke luar negeri! Sementara sih targetnya ke Jepang atau Eropa. Timur Tengah juga bisa, kalo ada rezeki buat naik haji bareng orangtua. Ya mentok-mentok Singapura deh. Tapi dimanapun itu, insya Allah di akhir tahun 2010 nanti, aku udah bakalan punya foto aku berpose di luar negeri!

Kalopun belom rezekinya, ya minimal keluar pulau aja… Kan Indonesia luas gitu loh!”

Ya, ke luar negeri! Alhadmulillah gue udah punya passport sejak Maret 2010. Tawaran itu dateng di pertengahan April, ketika gue diajak tur ke Jepang selama 1 minggu. Tapi apa daya ternyata pendaftar udah penuh, jadi gue tersisih. Dan di pertengahan Juni, tawaran untuk ke Eropa gue tolak karena alasan klise: nggak ada duit. Jadilah passport gue sampe detik ini masih perawan.

Tapi tahun 2010 masih ada 5 bulan lagi, semoga minimal Singapura bisa dikunjungi via maskapai penerbangan Jalu Air. Lebih bagus lagi kalo bisa mampir dulu ke Jepang, Prancis, Italia, terus sekalian naik haji di Las Vegas. Eh, maksudnya di Mekah.

Oke, pada akhirnya mungkin setelah baca tulisan ini, ada salah seorang di antara lu yang bersimpati dan kemudian bersedia mengajak gue jalan-jalan serta menanggung semua ongkosnya. Eh, maksudnya, setelah baca tulisan ini, ada salah seorang di antara lu yang ternyata punya ketertarikan yang sama untuk jalan-jalan tapi juga nggak punya temen. Mari, bersama-sama kita bertafakkur alam, menjelajahi setiap jengkal permukaan bumi, mensyukuri karunia Illahi.

Mau mau mau?

Depok, 27 Juli 2010

C-Kink

Menara Eiffel

J'ai envie voir le tour eiffel

Travelling #1

Bali

Somewhere in Bali

Hell yeah, kali ini gue mau sedikit berbagi cerita mengenai salah satu hobi gue yang jarang gue ungkit-ungkit. Selama ini mungkin gue sering bilang kalo hobi gue adalah membaca, menulis, bermusik, tidur dan melamun. Tapi ada satu hobi yang suka lupa gue sebutin, yaitu; travelling!

Sebelom membahas lebih lanjut, mungkin istilah travelling di sini terlalu lebay. Gue bukan tipe traveller yang suka backpacker-an, naik gunung dan menjelajah alam, traveller yang doyan poto narsis atau yang passportnya penuh dengan cap dari berbagai negara. Gue cuma suka travelling menjelajah tempat yang belom pernah gue datengin sebelomnya, meskipun tempat itu hanyalah berupa laboratorium, rumah lu atau bahkan tempat jin buang anak.

Jadi untuk mempersempit pembahasan, kita ganti istilah travelling disini dengan kata “jalan-jalan”. Oke, sepakat? Harus sepakat donk, kalo nggak sepakat silahkan berhenti membaca tulisan ini.

Sejak kecil, gue emang udah sering dikondisikan dengan situasi jalan-jalan. Sampe hari ini, beberapa orang yang gue temuin mengaku bahwa mereka belom pernah bepergian jauh seumur hidupnya. Paling cuma lintas kota aja, atau paling jauh ke rumah nenek. Itu juga kalo rumah neneknya nggak persis di depan atau di belakang rumah, sebagaimana yang dialami oleh temen gue yang rumahnya di Kukusan.

Nah gue Alhamdulillah dari kecil udah sering dibawa muter-muter. Rumah gue kan di Depok. Nenek dari emak gue tinggal di Bojonegoro, sementara nenek dari babe gue tinggal di Lawang, Malang. Jadilah masa kecil gue udah menempuh jalur mudik melalui kereta api Jakarta – Bojonegoro, dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Malang, melewati Surabaya. Setiap tahun.

Alhamdulillah lagi, gue punya om yang juga suka ngajakin gue jalan-jalan. Mulai dari Cepu, Blora, Tuban dan daerah Jawa Timur sebelah Utara udah gue jelajahin dari kecil. Padahal waktu itu kita nggak berkunjung ke tempat apapun, cuma jalan aja pake mobil, muter-muter, terus udah pulang lagi.

Plus orang tua gue juga sering mengikutsertakan anak laki-lakinya yang imut ini untuk berkelana menjelajah dunia. KRL ekonomi dan taksi jadi temen setia. Kisaran Jabotabek tahun 1990-an udah pernah gue cicipin, dari tempat wisata macem Ragunan, TMII, Kebon Raya, atau rumah sodara di Bintaro, Bekasi, Mampang. Yang paling gue inget banget, waktu NKRI merayakan ulang tahun emas, babe gue ngajakin gue muter-muter Jakarta naik taksi, cuma buat ngeliat lampu-lampu jalanan yang penuh pesona!

Itu kisaran Jabotabek. Untuk daerah Jawa Timur juga nggak jauh beda. Gue diajak nyekar Ke Ngawi, sama Pasuruan. Dibawa ke Gunung Bromo dan muter-muter Surabaya. Serta mencicipi udara dingin di Batu, Malang, tempat Azhari terlibat baku tembak dan tempat Krisdayanti dibesarkan.

Setelah itu, gue jadi punya kesenengan untuk jalan-jalan. Meskipun sempet ada masa-masa dimana gue lebih suka nongkrong di depan Playstation dan komputer daripada jalan-jalan, tapi setiap emak atau babe gue ngajakin jalan-jalan ke tempat yang belom pernah gue datengin sebelomnya, gue tertarik buat ikutan.

SMA, akhirnya gue dapet kesempatan buat ke luar pulau. Setelah 16 tahun ngendon di Pulau Jawa, akhirnya berkesempatan juga mampir ke pulau tetangga: Bali. Lalu pendaftaran ITB membuat gue sempet mampir ke Bandung.

Masa kuliah lebih wah lagi. Karena gue memutuskan untuk melanjutkan studi di Jogja, akhirnya gue dapet rezeki untuk berkeliling Jogja dan sekitarnya. Selama ini gue cuma bisa mengimpikan Jogja dari jauh. Kini gue leluasa untuk menjelajahi tanah Sultan, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, kapan pun gue mau.

Selain itu, tuntutan Kerja Praktek dan KKN juga memperluas wawasan cakrawala gue. KP membawa gue ke Garut melintasi lintas Selatan Pulau Jawa dan memperkenalkan gue dengan bumi Priangan Barat. KKN membawa gue menyusuri persawahan Klaten, dan sebuah accident membuat gue melaksanakan Isra Miraj: perjalanan Klaten – Cilacap – Klaten menggunakan mobil pribadi hanya dalam waktu 1 malam, lebih tepatnya +- 12 jam!

Disamping itu semua, gue juga nggak lupa mengucapkan terima kasih kepada instansi tempat babe gue bekerja, yang seringkali mengutus beliau untuk dinas ke luar kota. Dalam kesempatan itu, seringkali gue ikut serta menjadi body guard beliau. Jadilah gue dapet rezeki untuk mencicipi Anyer, Cirebon, Sumedang, Tasik, dan lainnya.

Itu secuil kisah mengenai sejarah singkat cerita jalan-jalan gue. Mari kita lanjutkan tulisan ini di chapter 2.

Gedung Pedundingan Linggarjati

Selama ini cuma tau dari buku pelajaran, sekarang bisa liat langsung

InfrequentlyAskedQuestion

Senin 7 Juni yang lalu IIS mengadakan seminar dengan judul “Politik Nuklir Indonesia” bertempat di Fisipol UGM. Pembicaranya adalah Sulfikar Amir, seorang Ph.D dari Nanyang Technological University, Singapura.

Sepanjang seminar yang lebih tepatnya disebut kuliah umum ini, beliau memaparkan tentang beberapa perbedaan karakter antara teknologi dan politik serta kaitan teknologi dan politik, disebutnya “politik teknologi”. Beliau (sepertinya) bukan orang yang pro PLTN dan juga bukan anti PLTN, tapi sebagai pengamat.

Di akhir pemaparannya, beliau memberikan 10 infrequently asked question (biasanya kan FAQ, frequently asked question alias pertanyaan yang sering muncul. Nah kalo ini berarti pertanyaan yang jarang muncul) terkait persiapan dan pelaksanaan pembangunan PLTN di Indonesia.

Memang nggak semuanya infrequently, tapi kiranya 10 pertanyaan ini bisa menjadi rujukan kita dalam rangka men-sosialisasikan PLTN ke seluruh penjuru nusantara. Jadi melalui notes ini juga, aku mau mohon bantuannya dari temen-temen yang namanya di tag disini untuk membantu menjawab 10 infrequently asked question ini, sekaligus sebagai media untuk kita diskusi bersama.

Apa aja 10 pertanyaan itu? Ini dia, tekan tutsnya dan mainkan!

1. Apakah nuklir sebuah keharusan yang tak terelakkan?

2. Apakah manfaat dan biaya terdistribusi secara merata?

3. Apakah seluruh resiko telah dipahami dan diseminasi di masyarakat?

4. Siapa yang berhak melakukan pengawasan? Bagaimana transparansinya?

5. Apa konsekuensi paling serius terhadap lingkungan? Bagaimana car mengatasinya?

6. Apakah penanganan bencana telah dibangyn dengan memperhatikan faktor sosial dan budaya masyarakat lokal?

7. Siapa yang berhak mengambil keputusan teknis? Bagaimana masyarakat terlibat di dalamnya?

8. Apakah pengetahuan tentang iptek nuklir telah tersosialisasi dengan baik?

9. Sistem keselamatan seperti apa yang efektif? Siapa yang bertanggung jawab?

10. Apakah nuklir mampu membangun ketahanan energi secara adil?

Kira-kira itu pertanyaannya. Silahkan kepada temen-temen untuk mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Silahkan juga jika ada temen-temen lain yang ingin mencoba menambahkan dan melengkapi jawaban yang sudah ada. Ditunggu responnya.

NggakCerdas

Tahun 2010-2011 ini adalah tahun-tahunnya pilkada. Lebih dari 200 pilkada tingkat kabupaten dan propinsi akan segera digelar di seluruh penjuru nusantara. Di setiap daerah, spanduk dan baliho kampanye sudah beredar dimana-mana, saling menjajakan diri bahwa kecapnya adalah kecap nomor satu.

Berbagai cara dan metode dalam berkampanye pun telah dilakukan. Salah satunya adalah sms berantai seperti contoh berikut ini:

“xxx (nama orang) bagi-bagi pulsa agar tanggal 23 Mei terpilih sebagai bupati & wakil bupati yyy (nama kabupaten) 2010. Beliau bekerja sama dengan semua operator. Sebarkan ke 10 orang, pulsa Anda akan terisi 50ribu. Serius kirim 10 sms langsung cek hp Anda pulsa otomatis nambah 50ribu”

Dan sampai detik ini, gue udah nerima 2 kali sms sejenis seperti diatas, dengan nama calon yang berbeda serta daerah pemilihan yang berbeda pula. Mungkin salah seorang diantara kalian juga pernah menerimanya?

Satu hal yang ingin gue sampaikan hanyalah, metode seperti diatas adalah penipuan tingkat rendah. Bagaimana mungkin hanya dengan mengirim 10 sms, pulsa kita otomatis bertambah? Darimana si calon tau kalau kita telah mengirim 10 sms? Dan memangnya se-tajir apa si calon, sampai mereka berani-beraninya bekerjasama dengan operator seluler yang jumlahnya belasan itu?

Sms-sms seperti dicontohkan diatas, meskipun termasuk metode kampanye (terselubung), ternyata mampu menarik minat orang-orang yang terbuai dengan iming-iming di belakangnya, yaitu pulsa 50 ribu setelah mengirim 10 sms. Terbukti dari masih beredarnya sms berantai semacam itu.

Selama +-7 tahun gue megang handphone, belum ada dalam sejarahnya operator dengan begitu mudahnya membagi-bagi pulsa kepada pelanggannya. Kalaupun ada promo, pasti itu berupa potongan tarif atau gimmick lainnya, bukan berupa gratisan pulsa. Kecuali pernah waktu itu 1 kali Telkomsel memberi pelanggannya gratisan pulsa karena pelanggan telah menggunakan Telkomsel selama beberapa tahun gitu.

Jadi, kalau menerima sms-sms seperti tersebut diatas, tidak perlu sampai di forward segala. Cukup dengan me-reply kepada si pengirim, bahwa sms tersebut hanya sebatas sms berantai belaka, hanya untuk mengkampanyekan calon tertentu.

Kecuali, mungkin, sms tersebut bisa menjadi kenyataan jika isinya adalah sebagai berikut:

“Fauzi Muharram bagi-bagi pulsa agar tahun 2030 terpilih sebagai bupati Bantul 2030. Beliau bekerja sama dengan semua operator. Sebarkan ke 10 orang, pulsa Anda akan berkurang rp 1500. Serius kirim 10 sms langsung cek hp Anda pulsa otomatis berkurang 1500, tergantung operator yang Anda gunakan”

C-Kink

13 Mei 2010

SecuilSMS #4

9 Mei 2010

“Assalamualaikum, Mas saya mau tanya, usaha apa yang Mas lakukan hingga wawasan dan  kepemimpinan Mas luar biasa, terlebih-lebih eks Menko Eksternal. Kalo Mas M****h kan udah jelas  di bina di asrama, nah kalo Mas gimana, saya butuh motivasi nih.”

“Wasw wr wb. Ouw…  Ya nggak sampe segitunya juga kok. Sebagian besar  Insya Allah karena rezeki-Nya. Tapi kalo kamu mau, kamu bisa coba motivasi diri kamu dari banyak hal.

  1. Fokus.

Maksudnya, kamu fokus + konsen ke sesuatu yang menurut kamu itu bakal berguna buat kamu. Kadang-kadang kita lebih sering melakukan hal-hal yang sekedar ‘ingin’ kita lakukan, bukan hal-hal yang emang ‘harus’ kita lakukan.

Kalo kamu udah fokus, ntar otomatis Insya Allah alam semesta akan mendukung & mempermudah jalan kamu.

  1. Ada permasalahan.

Kalo di kuliah, kita ngerjain soal atau baca-baca buku cuma kalo dikasih tugas sama dosen. Kalo nggak dikasih tugas, kita nggak ngerjain soal atau nggak baca buku. Jadi harus ada pemantiknya dulu supaya kita bisa jadi lebih terpacu.

  1. Goalnya apa.

Semua yang kamu lakuin, harus ada gambaran kira-kira kamu ngelakuin itu buat apa. Ada tujuannya nggak, baik itu untuk jangka pendek atau investasi jangka panjang. Hal-hal yang bersifat refreshing bukan berarti nggak boleh, tapi disesuaikan porsinya.

  1. Cari saingan.

Liat orang-orang di sekitar kita yang bisa bikin kita minder akan ‘kehebatan’nya. Buatlah tekad di dalam hati bahwa suatu hari nanti, mereka lah yang bakalan minder sama kita.

  1. Tambah wawasan.

Banyak-banyak baca buku, diskusi, jalan-jalan, dan ambil semua informasi sebanyak yang kita mau, supaya kita sadar bahwa ternyata dunia ini sedemikian luasnya dan masih banyak sisi lain dunia ini yang belom kita jelajahi.

  1. Santai.

Jangan kemaruk pengen membangun 1000 candi dalam 1 malem. Inget limit diri kita sendiri. Jalanin aja dengan santai, pelan-pelan, kontinu, konsisten dan semangatnya dijaga. Ntar tanpa sadar ternyata 2000 candi udah kita bikin.

  1. Jangan lupa akhirat.

Insya Allah demikian.  Semoga bermanfaat.”

“Makasih banyak ya Mas, semoga saya menjadi ke arah yang  lebih baik lagi.”

“Yuk yah, semoga sukses & dimudahkan rezekinya ya.”

Roronoa Zoro. Punya spirit, semangat, cita-cita, impian, tujuan dan tentu saja: saingan.

PLN

25 April 2010

Hari ini hari minggu. Karena gue sekarang statusnya pengangguran dengan usaha sampingan, jadi hari minggu yang tenang ini gue manfaatin buat baca buku yang secara-hampir-nggak-sengaja gue pinjem dari kamar Aryo. Seharian gue ngejogrok di atas kasur, membaca halaman demi halaman buku yang judulnya “Cosmopolitan Career Book”, yang ngebahas tentang persiapan kaum perempuan dalam menghadapi dunia kerja. Padahal akika kan laki-laki ya bow, kok bacanya buku buat perempuan?

Setelah ngebaca buku yang penuh informasi mengenai dunia kerja itu, gue jadi tertarik untuk mencoba satu langkah baru dalam hidup gue. Apa itu? Adalah: melamar kerja!

Ya, sejatinya gue emang lebih tertarik buat berwirausaha. Tapi gue punya tanggung jawab moral selaku anak Teknik Nuklir, bahwa ilmu nuklir gue yang tergolong langka di Indonesia, harus dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa Indonesia. Dan untuk mewujudkannya, maka target gue adalah PT PLN.

Kenapa bukan BATAN? Jawabannya sederhana: karena pegawai BATAN statusnya PNS! Dan yang gue pengen adalah pegawai BUMN. Jadi PLN lah opsi yang gue pilih.

Sebenernya ada BUMN di bidang kenukliran, namanya PT Batan Teknologi (BanTek). Tapi kata senior-senior gue di BATAN, Bantek ini kurang berkembang dan kurang jelas nasibnya bakalan dibawa kemana. Kaya  lagunya Armada, “Mau dibawa kemana… BUMN ini…”

Dan kenapa nggak milih BATAN, karena senior-senior gue pun juga menyarankan demikian (meskipun hanya 2 orang yang ngasih saran). Semuanya terjadi waktu diklat Deteksi dan Spektroskpi waktu diklat di Pusdiklat BATAN Pasar Jumat awal Maret kemaren.

Seorang pegawai senior berusia +-53 tahun di unit PTAPB BATAN Jogja berkata, “Dek, nanti kalo kamu mau cari kerja, jangan masuk BATAN.” “Loh emangnya kenapa Pak?” “Hidupnya nggak sejahtera!”

Seorang pegawai berusia +- 31 tahun di unit PPR BATAN Serpong ketika ditanya “Pak kalo jadi PNS di BATAN gitu enak nggak sih Pak?”, menjawab “Yaaaah enak sih, tapi gajinya ya segitu-segitu aja”. Beliau melanjutkan, “Tapi mungkin nanti kalo BATAN udah ada remunerasi, bisa jadi gajinya naik lah, lumayan!”. Kalimat terakhir beliau diamini oleh pegawai BATAn yang lain.

Dan lu semua tau, hari ini istilah REMUNERASI menjadi isu yang negatif. Semua gara-gara si jancuk Gayus Tambunan dan kroco-kroconya, manusia yang nggak tau bersyukur. Padahal, pegawai BATAN sangat-sangat mengharapkan adanya REMUNERASI ini. Dan kini mereka yang nggak berdosa ikut kena getahnya, padahal selama ini mereka telah setia mengabdi pada ilmu pengetahuan.

Jadi, sementara lupakan BATAN dan kita beralih ke BUMN bernama PLN.

Lanjut lagi. Malemnya, setelah gue agak jenuh ngebaca buku Cosmopolitan Career Handbook, gue langsung menjajah kamar Aryo yang emang lagi kosong dan mengokupansi internetnya. Gue search “lowongan kerja PLN”. Dari semua hasil, ada 1 hasil yang dirasa signifikan, tentang lowongan kerja PLN Februari 2010 kemaren. Gue klik dah tuh.

Dan setelah gue buka, ternyata emang ada lowongan kerjaan, biarpun sekarang udah ditutup. Gue liat baik-baik, ada posisi yang ditawarkan, diiringi dengan kualifikasi lulusan dan asal jurusannya. Twiiiiiinnnggg… Gue screening daftar lowongan tersebut. Setelah gue screening berkali-kali sampe mata gue jadi minus 3.5, langsung gue beralih ke halaman facebook dan nulis status:

“Niatnya sih mau masuk PT PLN. Tapi gue hampir nangis setelah tau bahwa ternyata PLN nggak nyediain lowongan untuk lulusan Teknik Nuklir… Huuaaaaaa…”

Huaaaaaaaa… Iya, gue kan niat banget masuk PLN. Gue udah janjian sama sohib buluk gue si Maryo bahwa gue bakalan jadi atasannya di PLN. Dan gue juga udah janjian sama temen diklat yang namanya Marsya bahwa setelah diklat ini, kita bakalan ketemu lagi November 2010 di PLN. Tapi apa daya, PLN nggak menyediakan tempat bagi lulusan Teknik Nuklir.

Tapi perjuangan belom berakhir. Masih dengan bermodalkan buku Cosmopolitan Career Book, gue mau coba membuang malu dengan nyari info mengenai peluang untuk lulusan Teknik Nuklir di PLN. Langsung gue ketik “alamat email PLN” dan gue search.

Tring tring tring… Banyak hasil yang ditampilkan. Gue buka satu-satu, dan Alhamdulillah ada salah satu result yang nampilin alamat email beberapa unit PLN. Langsung dah dengan muka tebel gue kirim email ke alamat yang didapet di situ. Isi emailnya gue tujuin buat HRD (biarpun email yang gue tuju kayanya nggak spesifik nyampe ke HRD) unit setempat. Gue curhat, bahwa gue adalah mahasiswa tingkat akhir Teknik Nuklir UGM. Di info lowongan PLN, nggak ada pos untuk lulusan Teknik Nuklir, kebanyakan Teknik Elektro. Terus gue nanya deh, ada nggak posisi yang mungkin secara general atau spesifik bisa diisi oleh lulusan Teknik Nuklir.

Gue kirim email ke beberapa alamat yang ada disitu. Beberapa detik setiap abis ngirim email, muncul notifikasi bahwa alamat email yang gue tuju salah atau udah nggak berlaku lagi. Wadooooohhh, berarti result search gue tadi keluaran jaman kapan ya? Tapi ada juga beberapa yang nyampe, kayanya… Dan status facebook gue pun berubah jadi:

“Berjudi dengan mengirim email ke semua unit PT PLN yang alamat emailnya diketahui”

Sementara di status gue sebelomnya terjadi diskusi sengit dan kemelut di depan gawang. Banyak yang komen, ngasih saran dan dukungan tentang ilmu nuklir gue yang berharga ini dan gimana baiknya masa depan gue nanti.

Intinya sih, gue pengen masuk PLN adalah karena:

  1. BUMN, jadi statusnya pegawai BUMN. Ngikutin jejak bokap gue.
  2. PLN punya tugas di bidang pembangkitan dan pendistribusian.
    1. Pembangkitan. Bisa jadi, kalo nanti PLTN jadi dibangun di Indonesia (dan Insya Allah jadi, harus jadi!), PLN lah yang bakal diamanahin untuk mengelolanya. Dan ilmu mengenai radiasi, khususnya proteksi radiasi, nggak semua orang punya.
    2. Pendistribusian. Hari ini kita sering denger masyarakat protes karena rumahnya sering mati lampu. Dan ini berefek negatif dan berdampak sistemik secara holistik dan jangka panjang, baik kepada konsumen maupun PLN sendiri. Nah, gue punya kewajiban untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia, yaitu bagaimana seluruh wilayah Indonesia bisa teraliri listrik, dan nggak ada lagi keluhan mengenai masalah byar-pet yang sumpah bikin kesel (byar-pet nya loh yang ngeselin, bukan keluhannya)
    3. PLN, BUMN skala nasional. Lebih baik hujan gudeg di negeri sendiri daripada hujan sashimi di negeri orang. Anak bangsa seperti gue sebaiknya bekerja untuk memajukan negaranyam, bukan untuk perusahaan asing apalagi yang malah menguntungkan bangsa lain. Tapi idealisme ini bisa luntur jika dan hanya jika lulusan Teknik Nuklir kaya gue gini ternyata emang nggak punya tempat untuk berkreasi di negeri sendiri. (gaya banget, padahal lulus aja belom)
    4. Mungkin segitu dulu aja ya alasannya. Sisanya menyusul.

Jadi kalo bukan di PLN, dimana lagi? Intinya, jangan sampe gue, C-Kink Cute yang imut ini, suatu hari nanti diklaim oleh bangsa Malaysia bahwa gue adalah milik mereka… Nehi nehi! No way!

Sekian untuk hari ini.

26 April 2010

Siang-siang setelah gantian sama Bayu buat menjajah komputernya Aryo, gue ngenet lagi. Langsung buka email, siapa tau ada balesan dari PLN. Dan, jreeeennngg… Alhamdulillah nggak ada. Yang ada malah email dari orang PATIR BATAN, ngebahas lebih lanjut tentang tugas akhir gue yang berurusan dengan LSC alias Liquid Scintillation Counter. Ya udah deh, otomatis status facebook gue sekarang”

“Email gue ke PLN kok nggak ada yang dibales yaaaaa…”

Selang beberapa saat, internet gue tinggal dulu. Gue balik ke kamar buat baca buku tentang PLTN-Terapung dan nyalin tulisan dari sana, tentang komentar Patrick Moore, pendiri Greenpeace yang dulu menolak PLTN namun kini telah mendapat hidayah bahwa sesungguhnya PLTN adalah opsi yang paling masuk akal, mengenai mitos-mitos negatif seputar PLTN.

Abis nyalin, gue langsung balik ke kamar Aryo lagi buat ngenet, buat ngupload komen Patrick Moore tadi di blog dan notes facebook gue. Nah lagi asik-asik ngenet, plus baca dan mau ngasih komen di detiknews tentang aktivis yang demo di depan gedung DPR/MPR buat nolak PLTN di Indonesia, tiba-tiba layar komputer di depan gue mendadak menjadi gelap. Lampu kamar Aryo mati. Speaker dan stabilizer juga mati. Ada apa gerangan?

Setelah merenung sejenak, akhirnya gue tau bencana apa yang menimpa gue yang lagi asik ngenet: MATI LAMPU! Buajigur… Ngasemik… Niat mulia gue mengupload komentar Patrick Moore terpaksa ditunda dulu. Gue pun balik lagi ke kamar gue.

Dan di tengah rasa kekecewaan yang membuncah akibat mati lampu ini, gue langsung ngambil handphone gue, buka facebook dan update status:

“Dasar PLN! Lagi asik ngenet, eh mati lampu! Berarti emang gue harus masuk PLN supaya nggak ada lagi rakyat Indonesia yang mengalami kekecewaan seperti apa yang gue rasain saat ini…”

C-Kink

26 April 2010

MitosNuklir

Apa kata Patrick Moore (pakar lingkungan dan pendiri Greenpeace) mengenai mitos seputar PLTN.

Mitos 1: Energi nuklir itu mahal

Fakta: Energi nuklir adalah salah satu sumber energi yang tidak mahal.

Pada tahun 2004, rata-rata ongkos produksi listrik di Amerika Serikat adalah kurang dari 2 sen per kilowatt-jam, setingkat dengan ongkos batubara dan listrik-hidro. Kemajuan dalam teknologi akan menurunkan lagi ongkos itu di masa mendatang.

Mitos 2: PLTN itu tidak aman

Fakta: Kecelakaan Three Mile Island dapat dikatakan suatu kisah sukses, tetapi kecelakaan Chernobyl tidak dapat dikatakan demikian. Kecelakaan Chernobyl seakan-akan menuggu akan terjadi. Model awal dari reaktor Uni Soviet itu tidak menggunakan bejana sungkup (containment vessel), dalam hal desain disebut ‘tidak-aman-melekat’, sedang operatornya kemudian meledakkannya.

Forum multi-lembaga PBB untuk Chernobyl tahun lalu melaporkan bahwa hanya 56 kematian dapat dikaitkan dengan kecelakaan itu, sebagian besar korban adalah akibat radiasi atau luka bakar sewaktu memadamkan api. Memang tragis sekali korban kematian itu, namun angka itu sangat kecil jika dibandingkan dengan kecelakaan di tambang batubara sebanyak 5000 jiwa di seluruh dunia setiap tahun. Atau jika dibandingkan dengan 1,2 juta jiwa yang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan mobil. Tidak seorangpun meninggal dalam sejarah program nuklir untuk sipil di Amerika Serikat. (Disayangkan, ratusan pekerja tambang uranium meninggal pada tahun-tahun awal industri ini. Hal ini telah sejak lama diperbaiki.)

Mitos 3: Sampah nuklir itu akan berbahaya selama ribuan tahun

Fakta: Dalam 40 tahun, bahan bakar yang telah digunakan hanya akan memancarkan seperseribu radioaktivitas dibandingkan pada waktu bahan bakar itu dikeluarkan dari reaktor. Dan sebenarnya sangatlah tidak benar jika dikatakan itu sebagai sampah (atau limbah), karena 95% potensi energinya masih tersimpan di dalam bahan bakar bekas pada siklus pertama.

Sekarang Amerika Serikat telah mencabut larangan daur-ulang bahan bakar bekas, dengan demikian akan dimungkinkan pemanfaatan energi itu serta akan banyak mengurangi jumlah sampha yang harus diolah atau disimpan. Bulan lalu, Jepang telah bergabung dengan Prancis, Inggris, dan Rusia dalam kegiatan daur-ulang bahan bakar nuklir ini.

Mitos 4: Reaktor nuklir itu rawan serangan teroris

Fakta: Beton bertulang yang tebalnya 1,5 meter melindungi isi bangunan kontainmen dari luar maupun dalam. Bahkan kalau sebuah jumbo jet menabrak reaktor dan merusak kontainmen, reaktor tidak akan meledak. Ada banyak jenis fasilitas yang lebih rawan termasuk pabrik pencairan gas alam, pabrik kimia dan sejumlah sasaran politik.

Mitos 5: Bahan bakar nuklir dapat dialihkan untuk membuat senjata nuklir

Fakta: Senjata nuklir sudah tidak lagi harus tak-terpisahkan dengan PLTN. Teknologi centrifuge (teknologi pengkayaan uranium-235) kini memungkinkan suatu negara memperkaya uranium tanpa harus membangun reaktor nuklir. Iran misalnya, tidak memiliki raktor yang menghasilkan listrik, padahal negara itu telah memiliki kemampuan membuat bom nuklir.

Selama 20 tahun, satu diantara alat yang paling sederhana, yakni parang, telah dipakai untuk membunuh jutaan manusia di Afrika, jauh lebih banyak daripada korban meninggal di Hiroshima dan Nagasaki digabungkan. Tetapi toh tidak seorangpun yang mengusulkan melarang parang, karena parang adalah alat yang sangat berharga di negara berkembang.

Sumber:

Patrick Moore, “Nuclear Re-think”, IAEA Bulletin, Volume 48/1, September 2006, www.iaea.org

Mursid Djokolelono, “PLTN-Terapung untuk Produksi Listrik dan Air Bersih”, Suara Bebas, Juli 2008

Pengungkung reaktor

Three Mile Island

NabrakBencong

Jakal, malem 21 April 2010

Bank Mandiri Sekip. Gue baru aja nransfer sejumlah uang untuk deposit pulsa. Beres dengan itu semua, gue kembali ke MyLovelySolBro. Setelah ngirim sms konfirmasi ke upline operator pulsa gue, mesin mobil pun gue nyalain dan gue melaju meninggalkan tempat ini.

Jakal GSP malem ini rame seperti biasanya. Gue melajukan kecepatan mobil gue pada kecepatan normal. Sampe ketika dihadapan gue ada mobil Avanza putih yang jalannya sumpah lambat banget. Dan dengan nggak tau dirinya, di ngambil posisi di bagian tengah jalan, bukannya di pinggir.

Selama beberapa waktu lamanya gue ngekor di belakang Avanza ini. Asumsi awal gue, di depan Avanza ini emang lagi rame, makanya si Avanza ini jalannya lelet banget. Tapi di kiri-kanan gue, motor-motor pada ngebalap dengan gampangnya dan segera menghilang dari pandangan, yang artinya di depan Avanza ini kosong nggak ada apa-apa.

Karena mobil gue sedan, kan dudukan sopirnya rendah. Sementara Avanza kan semi-kijang. Jadi gue nggak bisa ngeliat apakah ada sesuatu di depan Avanza ini yang membuatnya berjalan sedemikian lambat. Lalu ketika jalur kanan dari arah berlawanan agak kosong, gue ngambil agak ke kanan dan ngintip ada apa di depan Avanza ini. Dan ternyata emang bener-bener kosong plong plong.

Salah satu hal yang paling gue benci dalam berkendara adalah kalo ada kendaraan yang berjalan lambat di tengah jalan tanpa ada alasan yang syar’i. Alasan syar’i maksudnya, silahkan kalo mau jalan pelan-pelan, mungkin lagi nyari alamat, lagi mau nyari belokan ke kanan, di depannya ada kendaraan besar yang ngalangin jalan, atau gimana. Tapi Avanza ini udah depannya kosong banget, jalanan juga agak luas, eh tanpa alasan yang syar’i dia jalan lelet banget di tengah jalan. Padahal depannya nggak ada apa-apa.

Akhirnya bagai buaya menunggu mangsa, gue nyari timing yang pas buat ngebalap si annoying Avanza ini. Lalu ketika gue ngeliat jalur kanan dari arah berlawanan bener-bener kosong, segera gue ambil kanan dan pedal gas gue injek lebih dalem lagi. Bruuuummm…

Moncong MyLovelySolBro udah sejajar sama ban belakang annoying Avanza ini. Dan ketika kira-kira moncng gue sejajar sama pintu depannya, tiba-tiba Avanza itu mendadak melambat. Dan nggak jauh di depan dia, kira-kira 5 meter, terlihat ada 2 orang bencong lagi nyebrang! Dan dia udah nggak nengok ke kanan lagi (ke arah gue), tapi lagi nengok ke sebelah kiri! Alamakjan!

Jadi saat itu posisinya adalah, annoying Avanza berada di jalur yang bener, cuma jalannya sumpah-lelet-banget dan dalam posisi mengurangi kecepatan. 5 meter di depannya ada 2 orang bencong lagi nyebrang. Di sebelah kanan Avanza itu, alias di jalur yang berlawanan arah, ada MyLovelySolBro yang sedang dalam akselerasi tinggi karena mau ngebalap si annoying Avanza ini.

Si bencong bergerak dari Barat ke Timur. Gue bergerak dari Selatan ke Utara.

Otak Fisichella gue mulai beraksi cepat. Ada 3 kemungkinan yang terjadi disini:

  1. Gue segera mengerem pol dan mengalah membiarkan si bencong itu lewat. Dan gue kembali ke jalur kiri persis di belakang Avanza.
  2. Gue tetep berjalan seperti biasa, jadi momennya bakalan pas, yaitu pas si bencong lewat depan gue, pas moncong mobil gue nabrak mereka berdua.
  3. Gue segera menekan pedal gas lebih dalem lagi, sehingga gue bisa ngelewatin si bencong itu lebih dulu daripada dia nyebrang di jalur gue.

Kemungkinan pertama, agak susah. Secara gitu posisi mobil gue lagi akselerasi tinggi, kaki kanan gue lagi bergerak nginjek pedal gas pol. Ada waktu sepersekian detik untuk memindahkan kaki kanan gue ke pedal rem, dan butuh waktu sekian detik lagi untuk memperlambat laju mobil gue yang udah nggak tertahankan ini.

Kemungkinan kedua, jelas bukan opsi yang pas. Apa kata dunia kalo besok gue muncul di koran Merapi dengan headline “seorang mahasiswa babak belur dikeroyok bencong karena ‘mencolek’ pantat bencong dengan moncong mobilnya”.

Kemungkinan ketiga, cuma ini yang gue pikir yang terbaik menurut ijtihad sepersekian detik gue. Akhirnya begitu sudut mata gue ngeliat bencong itu masih terus berjalan tanpa tau gue juga lagi mengarah kepadanya, gue tekan pedal gas gue lebih dalem lagi sambil banting setir lebih ke kanan, untuk menghindari kedua bencong itu. Brrrrrmmmm… MyLovelySolBro melaju kencang.

Bencong yang pertama, yang posisinya lebih deket sama gue, cepet tanggap dan dia segera berhenti mendadak. Selamatlah dia dari kemungkinan bertemu malaikat Munkar dan Nakir. Tapi bencong yang kedua, dia tetep menoleh ke kiri, nggak sadar kalo ada gue mau lewat. Akhirnya, terjadilah bunyi yang sudah nggak asing lagi…

“GUBRAAAAAAAKKK….!!!”

Astagfirullahaladzim…

Alhamdulillahirabblialamin…

MOBIL GUE DITABRAK SI BENCONG YANG KEDUA!!!

Dalam waktu sepersekian detik itu, moncong mobil gue berhasil melaju lebih cepat dari laju si bencong itu tadi. Tapi si bencong tetep nggak sadar. Jadi pas 1/8 badan mobil gue udah ngelewatin dia, dia tetep aja jalan. Jadilah dia nabrak bagian samping kiri mobil gue, tepatnya di pintu depan. Dan terdengarlah bunyi gubrak yang keras itu.

Dag dig dug… Bunyi gubrak itu bukan bunyi yang bisa disepelein. Dan makhluk yang gue tabrak, eh maksudnya yang nabrak gue, juga bukan sembarang makhluk. Dengan dipenuhi perasaan berdosa dan rasa tanggung jawab, mobil gue yang tadinya berada pada akselerasi tinggi di jalur kanan, segera gue belokin ke jalur kiri dan langsung gue cari posisi yang pas buat berhenti. Akhirnya gue parkikr mobil gue kira-kira 20 meter dari lokasi penyebrangan bencong.

Gue segera membuka pintu dan memberanikan diri untuk turun. Di dalam benak gue udah terbayang segala hal. Mobil gue nabrak, eh ditabrak bencong. Dan kita semua tau bencong itu tipikalnya kaya gimana. Apa yang bakal terjadi kemudian? Apakah si bencong akan menghisap gue sampe gue sekarat?

Gue pun turun dari mobil dan dengan langkah cepat, tegap, pasti dan penuh percaya diri segera mendekat menuju lokasi kejadian untuk meminta maaf kepada si bencong tersebut. Gue berjalan cepat sembari mata gue memandang lokasi kejadian. Beberapa orang di warung kaki lima juga terlihat keluar dari warungnya dan mengecek darimanakah bunyi gubrak tadi berasal.

Lalu gue pun melihat bahwa kedua bencong yang tadi nyebrang kini udah berada dengan selamat di sisi jalan. Bahkan mereka terus berjalan memunggungi lokasi kejadian, menyusuri warung kaki lima yang ada di sisi jalan, seakan barusan nggak terjadi apa-apa. Orang-orang yang dari warung juga memberikan dukungan moral buat gue dengan berujar, “Oh nggak kok Mas, nggak apa-apa!”

Akhirnya gue pun bisa menghela napas lega. Tapi gue masih ngeliatin kedua bencong tadi. Setelah gue bener-bener yakin bahwa mereka tetep melangkah menjauh dan nggak menganggap kejadian tadi adalah kejadian yang luar biasa, gue pun tersenyum kepada si orang dari warung. Gue membales supportnya dengan berkata, “Oh iya, makasih banyak Mas!” dengan tangan kanan gue mengacungkan jempol ke arahnya.

Setelah dirasa semuanya beres, kemudian gue kembali ke MyLovelySolBro yang gue parkir serampangan di sebelah kiri jalan. Mesin mulai gue nyalain, dan gue kembali berjalan menyusuri Jalan Kaliurang untuk pulang ke kosan.

Alhamdulillah…

Melalui tulisan ini juga, gue ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada kedua bencong tadi, terutama bencong yang kedua yang nabrak mobil gue. Kalo ada diantara lu yang baca tulisan ini ada yang kenal sama mereka, tokong sampein permintaan maaf gue yah. Atau jangan-jangan, lu adalah bencong yang gue maksud?

20April2010

04.00     Melek diatas kasur. Ngeliat jam di handphone, ternyata masih jam 4. Tidur lagi dah…

05.00     Melek lagi. Ngulet-ngulet bentar terus bangkit dari tidur.

05.30     Sms Cinthya, nanyain udah bisa nuker wadung sekarang belom. Ternyata dia baru bangun, minta datengnya jam setengah 7 aja. Ya udah lanjut glimbang-glimbung di kasur lagi.

06.30     Cinthya sms, bilang kalo gue udah bisa kesana. Berangkatlah gue dengan membawa sekardus barang dagangan C2C.

07.00     Udah nyampe kosan lagi. Baca koran sambil makan sozzis sama bikin bubur instan.

08.00     Mandi. Nggak lupa sekalian nyuci dan nyukur kumis+jambang

09.00     Niatnya mau nabung di Bank Syariah Mandiri. Tapi lebih tertarik buat bikin tulisan lewat laptop gue, mumpung lagi mood. Ya udah nongktong di depan laptop deh.

10.30     Selesai nulis, langsung caw Vidinet. Mampir dulu di Raduga buat deposit pulsa.

11.30     Pulang ngenet, ngemil kentang pedes di kosan sambil nungguin adzan.

12.00     Berangkat ke kampus, janjian mau bikin dokumen deskripsi penelitian.

13.00     Bareng Asep sama Leo, ketemuan Pak Agus Budi buat ngebahas perkembangan skripsi.

14.00     Ketemuan sama Bu Anung, curhat tentang perkembangan skripsi.

15.00     Pulang ke kosan, mejeng di angkirngan ditemenin mi goreng telor+es teh 2.

15.30     Caw lagi ke warnet.

16.30     Pulang dari warnet, ngerjain PR bahasa Jepang.

18.30     Berangkat les bahasa Jepang.

20.30     Udah  balik ke kosan. Mejeng lagi di angkringan bareng mi rebus telor+teh anget.

21.00     Ajeb dateng ke kosan. Tinggal nunggu Leo sama Rio.

21.30     Leo sama Rio udah dateng, langsung berangkat buat jemput Nanda, Satria sama Reza di Pogung.

22.00     Gerebek kosan Irwan. Irwan yang lagi serius belajar buat sidang pendadaran besok, kita culik secara paksa terus kita masukin ke dalem Innova-nya Aji.

22.30     House of Raminten, menikmati minuman yang ajaib-ajaib.

23.30     Mulangin Irwan ke kosan demi alasan keamanan dan masa depan. Terus langsung cabut ke Happy Puppy Ringroad. Meng-alay bersama.

01.30     Pulang dari Happy Puppy, nyetel RCTI nonton Inter Milan vs Barcelona.

02.30     Setengah babak, mata udah susah dibuka. Ya udah tidur deh. Zzzz…. Groooookkk… Zzzzz…

Fiiiiuuuuhhh

Oke, terima kasih banyak kepada temen-temen yang telah bersedia meluangkan sebagian umur dalam hidupnya hanya untuk mampir dan membaca tulisan ini.

Sebelomnya, dengan ini aku atas nama C-Kink Cute mengucapkan minta maaf sebesarn-besarnya kepada seluruh pihak yang mungkin merasa kurang sreg atas tulisan seekor C-Kink di tempo hari (yang sekarang udah diapus karena nggak memenuhi standar ilmiah penulisan).

Tulisan itu nggak bermaksud untuk menyerang atau menyudutkan siapapun, itu cuman keluaran dari apa yang ada di pikiran ku waktu ngeliat tulisan di blog nya Mrs X (nama sengaja disamarkan, karena yang baca tulisan ini bukan cuma mereka yang tau permasalahannya aja, tapi juga mungkin semua orang yang numpag lewat disini). Dan kalo temen-temen mungkin sering melampiasakan pendapatnya terhadap sesuatu  dengan cara berbagi cerita sama temen-temen yang lain, maka aku cuma punya keyboard dan layar laptop sebagai media pelampiasan uneg-uneg tersebut.

Setelah baca notes klarifikasi itu, maka aku baru nyadar kalo ternyata ada yang salah dari apa yang aku tulis, yang membuat aku memutuskan untuk menghapus tulisanku itu. Kalo kita baca blognya Mrs X, mungkin semua orang bakal berpikiran bahwa: Mrs X menanyakan pertanyaan “what would you do if bla bla bla” kepada temen-temennya, dan jawaban dari temen-temennya itulah yang ditulis Fina di blognya.

Tapi ternyata nggak gitu. Realitanya adalah: pertanyaan itu ditanyakan ke Mrs X, yang bunyinya “what would Z do if bla bla bla”. Jadi jawaban yang keluar disitu adalah jawaban yang diberikan Mrs X tentang Z, bukan jawaban langsung dari si Z.

Nah karena dari persepsi awal ku aja udah salah, maka selanjutnya juga semakin memperlebar kesalahan. Karena itulah aku memutuskan untuk men-delete tulisan ku itu, karena nggak memenuhi standar ilmiah penulisan, yaitu kesalahan dalam perumusan dan identifikasi masalah.

Jadi dengan ini, sekali lagi aku atas nama C-Kink Cute meminta maaf sebesar-besarnya kepada temen-temen yang mungkin emosi dan energinya telah terkuras hanya untuk membahas tulisan ku yang kemaren itu. Mohon izinnya untuk memberi maaf kepada diriku yang hina dan rendahan ini.

Semoga di keesokan hari nanti kesalahan interpretasi seperti ini nggak terulang lagi. Dan semoga, apapun yang terjadi, penjualan pulsa C-Kink Cute Cell nggak mendadak turun secara drastis. Uhehehehe…

C-Kink

20 April 2010

YaBeginilah

Beberapa waktu lalu, temen gue mengadakan survey secara nggak acak kepada temen-temen deketnya. Dia nanya, apa yang bakal dilakuin oleh temen-temenya itu jika mereka dapet rezeki berupa uang 1 juta dolar.

1 juta dolar, atau sekitar 9 milyar rupiah. Tentunya itu jumlah yang nggak sedikit, biarpun masih kalah sama rekeningnya Gayus Marayus. Tapi untuk kita yang biasa hidup dengan nasi telor seharga 4000 rupiah, uang sebesar itu jelas bisa membeli sebanyak 2.250.000 piring nasi telor. Kalo sehari kita makan nasi telor 3x, maka kebutuhan nasi telor kita selama 750.000 hari atau 2054 tahun bisa tercukupi. Waouw!!!

Tapi itu kalo uang 1 juta dolar itu dipake buat beli nasi telor doank. Nah, temen gue yang ngadain survey-nggal-acak ini, pernah nanya ke temen-temennya. Berikut ini hasil surveuy kecil-kecilan yang dia peroleh.

If you had one million dollars, what would you do?

“ak sih mau shopping di amplas sampe gila, kalo perlu sampe mobilku ga muat”

“ak pasti bakal beli rumah di jogja, biar bebas pulang jam berapa aja”

keliling dunia dong, siapa tau nemu cowok baru”

“ikut program diet tanpa pantangan makan, tanpa olah raga, ya pokoknya yg ga pake ribet”

pergi ke paris, jadi model di sana..  itung-itung ngembangin bakat terpendam”

“pasti buat nyewa RAN buat diri pribadi selama setahun penuh, melebarkan sayap RANers jogja”

“jadi member fitness seumur hidup, biar otot tangan tetap terjamin”

Itu kira-kira hasil surveinya. Dikutip dari blog temen gue yang demi keamanan dan menjaga dampak sistemik,  namanya nggak gue tulis disini.

Nah kalo udah dibaca, sekarang coba dibaca lagi. Kita perhatikan baik-baik jawaban-jawaban tersebut.

Udah dibaca?

Jujur, kalo gue boleh ngomong, gue sangat-sangat MIRIS, SEDIH bahkan sampe pengen NANGIS waktu pertama kali baca blog temen gue itu. Gue ngerasa ada sebilah samurai bengkok yang menusuk tepat ke dalem jantung hati gue, begitu tau itulah jawaban mereka jika mereka diberi rezeki berupa uang 1 juta dolar.

Loh emangnya apakah ada yang aneh dengan jawaban mereka? Ya nggak tau juga sih, semuanya tergantung dari mata hati kita yang masih terbuka, udah mengalami rabun jauh atau mungkin tertutup oleh jelaga hitam nikmat dunia.

Gue ngerasa SEDIH karena jawaban yang ditampilin disana, mohon maaf, semuanya bersifat gue-sentris, atau kalo bahasa Jawanya: “SELFISH!”

Uang sebesar 1 juta dolar atau 9 milyar rupiah, jelas bukan angka yang sedikit. Di awal udah gue sebutin kalo uang segitu bisa memenuhi kebutuhan kita akan nasi telor selama 2054 taun! Dan uang sebanyak itu, oleh mereka mau diapain aja?

“ak sih mau shopping di amplas sampe gila, kalo perlu sampe mobilku ga muat”

Sigh… Nggak adakah hal lain yang lebih penting selain belanja? Apakah kita belanja menggunakan ilmu, atau hanya berlandaskan nafsu? Apakah kita membeli barang-barang karena kita PERLU atau hanya sekedar INGIN?

keliling dunia dong, siapa tau nemu cowok baru”

9 milyar hanya untuk nyari cowok? Mbak Amah, pembantu rumah tangga dengan gaji dibawah 1 juta rupiah per bulan telah menemukan pujaan hatinya walau tanpa bergelimang harta, dan kini mereka berdua hidup berbahagia, happily ever after.

“ikut program diet tanpa pantangan makan, tanpa olah raga, ya pokoknya yg ga pake ribet”

Khas produk-produk sinetron, mau yang serba instan. Dan 9 milyar hanya untuk kecantikan tubuh…

“pasti buat nyewa RAN buat diri pribadi selama setahun penuh, melebarkan sayap RANers jogja”

… … … … No comment dah… … …

“jadi member fitness seumur hidup, biar otot tangan tetap terjamin”

Fitnes di Zalaza, +- 150.000 rupiah per 3 bulan atau 600.000 rupiah per tahun.Atau kalo yang elitan dikit, fitness di Jogjakarta Plaza Hotel 2.600.000 rupiah per tahun. Dengan uang 9 milyar, kita bisa fitness di Jogjakarta Plaza Hotel selama 3460 tahun! Jadi biarpun kita udah jadi mayat, tengkorak kita masih boleh kalo mau treadmill disana.

Fiiiuuuuuhhhh… Gue nggak tau harus ngomong apa lagi. Kita tau, di dunia ini, ada kelompok orang yang dikaruniai rezeki lebih. DI sisi lain, ada kelompok orang yang bersusah payah mengais rezeki demi rezeki. Dan hendaknya, mereka yang kelebihan rezeki bersedia untuk membagi rezekinya dengan mereka yang kekurangan.

Jadi, sejatinya gue ngerasa gimanaaaa gitu ngebaca jawaban-jawaban di atas. Betapa mungkin, hari ini rasa simpati, empati dan kepedulian terhadap sesama makhluk ciptaan Allah swt, bisa jadi telah berkurang, menuju nggak ada sama sekali. Sekalipun mereka juga nggak bisa disalahkan sepenuhnya, karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang belom mengerti.

Hari ini lebih banyak  orang yang lebih mementingkan perutnya sendiri daripada perut orang banyak. Gayus, salah satu contohnya. Mungkin hari ini kita sedemikian geramnya melihat perbuatan Gayus selama ini. Tapi sejujurnya, apakah kita berani mengakui bahwa diri kita lebih baik daripada seorang Gayus?

Pertanyaan survey di atas, tanpa sadar telah membuka tabiat manusia yang sesunggunya. Tamak. Rakus. Kikir dan berkeluh kesah. Tapi sekali lagi, temen gue hanya mensurvey secara nggak acak kepada temen-temen deketnya. Jauh di lubuk hati gue, gue berharap masih ada orang-orang yang menjawab gini kalo ditanya pertanyaan yang sama.

“Mau buat bangun sekolah, supaya anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak”

“Berangkatin keluarga gue naik haji”

“Buat modal wirausaha, sekaligus buka lapangan pekerjaan dan memberdayakan orang-orang di sekitar”

“2.5 % buat zakat, sisanya buat diputer di masyarakat, soalnya sebaik-baik uang adalah uang yang diputar di masyarakat”

“Mau bangun kampung gue supaya nggak ketinggalan”

Mungkin jawaban kaya gitu hanya bisa muncul di dongeng-dongeng pengantar tidur anak kecil, sebelom dongeng itu digantika oleh cerita-cerita sinetron yang sama menyedihkannya.

Yaaaa… Beginilah…

C-Kink

18 April 2010

Tambahan: dan jangan coba tanya ke gue, apa yang bakal gue lakuin kalo gue dapet uang 1 juta dolar itu. Hohohoho…

Kita

Tanggal 13 April 2010 yang lalu, akhirnya telor itu pecah juga. Hah, telor apaan? Bukan, bukan telornya Nanda yang gedenya cuma sebesar kuku kelingking gajah. Juga bukan telornya Reza yang udah banyak sidik jarinya. Apalagi telornya Hayu yang tiap sebulan sekali selalu mateng. Terus, telor apa donk?

Ya, 13 April kemaren akhirnya ada juga anak Nuklir 2006 yang memecahkan rekor dengan mengadakan seminar pra-pendadaran lebih dulu dibanding anak Nuklir lainnya. Nggak tanggung-tanggung, 2 orang sekaligus! Mereka yang beruntung dan buru-buru pengen lulus (baca: pengen kawin) itu adalah, siapa lagi kalau bukan You-Know-Who dan He-Who-Must-Not-Be-Named, yaitu Irwan Halomoan Tambunan dan Mega Duadji.

Perasaan baru kemaren, Agustus 2006, kita semua dikumpulkan dalam satu keluarga besar bernama Teknik Nuklir 2006. Namun kini, April 2010, mulai detik ini dan nggak lama lagi satu-persatu dari kita akan segera pergi meninggalkan jurusan yang telah kita jajah selama 4 tahun terakhir ini. Kecuali tentunya, mereka yang pengen lulus di injury time atau mereka yang pengen meneruskan bakti akademiknya di jurusan ini.

Bisa jadi, tahun 2010 adalah tahun terakhir kita berada di kampus tercinta ini, tahun terakhir kita merasakan nikmatnya  menjadi anak kos di Jogja. Perlahan tapi pasti, kita akan segera meneruskan perjalanan hidup kita ke jenjang yang lebih tinggi, entah itu studi, kerja, wirausaha, menikah, nyangkul sawah ataupun meninggal.

Banyak hal yang telah terjadi dalam 4 tahun terakhiri. 2006 dan 2010 adalah suatu hal yang berbeda. Begitupun dengan anak-anak Nuklir 2006, yang hari ini telah bertransformasi menuju suatu kualitas baru di dalam hidupnya. Coba kita renungkan sejenak apa saja yang terjadi pada mereka.

-                     Ada yang membuka warung bakso (baca: Hasan)

-                     Ada yang lagi seneng-senengnya menggendong bayi (baca: Herlambang)

-                     Ada yang lagi ngidam nungguin si jabang bayi (baca: Fariz)

-                     Ada yang cuma bisa mupeng ngeliatin bayinya orang (baca: Ayu)

-                     Ada yang segera menyematkan toga di kepalanya (baca: Irwan sama Mega)

-                     Ada yang menikmati kesegaran suasana Fakultas Isipol (baca: Aji K)

-                     Ada yang murtad dan berbakti kepada Fakultas Psikologi (baca: Insan)

-                     Ada yang mengambil jalan hidupnya sebagai seorang  ninja dari klan Uchiha (Ichsan)

-                     Ada yang stress karena nggak laku-laku dan beralih profesi untuk mencintai sesama jenis (baca: Adjeb)

-                     Ada yang udah punya gandengan tapi juga tertarik pada sesama jenis (baca: Nanda)

-                     Ada yang dari dulu emang udah tertarik dan ditarik sama sesama jenis (baca: Reza)

-                     Ada yang mengabdikan dirinya pada dunia alay-alay (baca: Leo)

-                     Ada yang pindah dari Barcelona dan sekarang main di AC Milan (baca: Cahyo Mbantul)

-                     Ada yang selalu deg-degan setiap berhadapan dengan motor Kharisma putih plat H (baca: Hayu)

-                     Ada yang semakin akarab berinteraksi dengan dunia ghaib (baca: Ari)

-                     Ada yang ctrl+a, ctrl+c dan ctrl+v sama Pak Alex (baca: Ebo)

-                     Ada yang sukses jadi asisten pribadi Bupati Karanganyar (baca: Asep)

-                     Ada yang protes karena namanya nggak disebut disini (baca: Prima, Hanung, Sazar, Taufik, Apri, Satria, Rully, Rio, dll)

-                     Dan semuanya yang terlalu banyak untuk ditulis di sini.

Itulah mereka. Mereka yang selama ini hadir bersama kita selama 4 tahun terakhir. Mereka yang mungkin kosannya pernah kita kentutin. Mereka yang mungkin kasurnya pernah kita ilerin. Mereka yang mungkin air matanya pernah kita jatohin. Merekalah mereka.

Dalam beberapa bulan ke depan, satu-persatu dari kita akan segera pergi. Pergi meninggalkan jurusan, pergi meninggalkan Jogja, pergi meninggalkan keluarga besar Nuklir 2006. Dan di tahun-tahun terakhir kita bersama di Jogja ini, adakah kiranya hal-hal yang ingin kita lakukan bersama, tapi belom pernah kita lakukan?

Adakah yang belom pernah main ke Tamansari?

Adakah yang belom pernah mencoba mitos Alun-Alun Kidul?

Adakah yang belom tau dimana letak Masjid Syuhada?

Adakah yang belom pernah jajan di Pasar Kembang? (Astagfirullahaladzim…)

Adakah yang belom tau dimana letak kosan ijo Babarsari?

Adakah yang belom pernah foto di Tugu atau di Boulevard?

Adakah yang belom pernah makan di House of Raminten?

Adakah yang belom pernah masuk ke Taman Pintar?

Mungkin, tahun ini adalah tahun terakhir kita berada di Jogja. Atau mungkin tahun depan, jika masih betah berkutat dengan skripsi. Nah, sebelom kita pergi meninggalkan Jogja dan kebersamaan kita di keluarga besar Nuklir 2006 ini, semoga nggak ada salahnya kalau kita menikmati hari-hari terakhir kita ini, menikmati semua yang ingin kita lakukan bersama keluarga besar ini yang mungkin belom tentu bisa kita lihat lagi dalam beberapa bulan mendatang.

C-Kink

17-4-2010

OraMutu

• Orang – orang berkata kalo gw….
IMUT!!! *awas lu jangan pada protes!

• Kalo dapet 1 milyar gw pasti…
2.5 % buat sedekah, sisanya buat diputer di masyarakat. Sebaik-baiknya uang adalah uang yang beredar di masyarakat, bukan begitu?

• Klo kejebak macet gw…
Nyanyi-nyanyi di dalem mobil. “Semua oraaangg… Pasti suka belah dureeeen…”

• Indonesia adalah negara yang…
Akan gue bawa menuju kejayaan, Insya Allah

• Mantan gw…
Nggak punya mantan kaleee! *malu gara-gara ditinggal kawin sama Nia Ramadhani

• Klo berada di depan kuburan M.J…
Jalan aja terus. Apa bedanya M.J sama Mas Yunanto, pedagang angkringan depan kosan gue.

• Hidup ini penuh dengan…
Foto-foto narsis gue.

• Tak ada tempat yang indah selain…
Pangkuan dan pelukan dari emak gue. So cute…

• Ke mana pun gw pergi, pasti bawa…
Kacamata dan (minimal) celana dalem.

• Kalo divonis kanker…
Minjem uang ke temen atau nagihin orang-orang yang masih punya utang. Kanker kantong kering kan?

• Pagi-pagi enaknya makan…
Makanan yang bergizi tinggi, kaya chiki, lidi, chocolatos, dll.

• Pekerjaan yang paling membosankan di dunia adalah…
Dukun. Bosen banget kerjanya sama asep di tempat yang gelap-gelap.

• Hal yang paling mengerikan di dunia adalah…
Kalo Soeharto atau Idi Amin atau Mussolini atau Hitler hidup lagi. Astagfirullahaladzim…

• Bencana alam itu…
Bencana yang terjadi di alam. Kalo bencana yang terjadi pada hilangnya dompet, namanya kemalingan!

• Waktu SMA gw dikenal sebagai…
Pecundang.

• Saat yang paling tenang, saat…
Mandiin MyLovelySolBro.

• Paling males kalo ngelihat…
Perempuan yang pada pamer paha terus keluyuran. Males soalnya cuma bisa ngeliat doank, nggak bisa dieksekusi. Astagfirullah…

• Kalo orang ciuman di depan gw…
“Mbak, kalo udah gantian sama saya yah!”

• Gw pengen banget…
Elu yang baca tulisan ini bersedia berbagi rezekinya dengan gue… *baca: ngasih uang

• Hape gw bagus, tapi alangkah bagusnya lagi klo gw bisa beli…
Kesejahteraan untuk rakyat Indonesia. Belinya dimana yah?

• Wanita2 cantik dan seksi di dpan gw sambil ketawa2 keras2, dalem pikiran gw…
Ini perempuan tapi kok ada sisa kumis sama brewok yah? Loh kok kakinya berbulu? Jangan-jangan…

• Pria dengan jeans robek”, baju hitam gambar tengkorak, ngerokok, nongkrong depan circle-K, dalem pkiran gw…
Tersanjung, soalnya dia make gambar muka gue di bajunya!

• Orang yang sok imut dan sok childish…
Sok imut itu sih gue. Kalo sok childish?

• Lagi jalan, ada yang lewat pake motor bilang “fuck you”…
Oh yes, fuck me please… Ah ah ah… *Astagfirullahaladzim…

• Mama papa bilang “kapan nikah?”
Bentar lagi yah, Asmirandah nya masih sibuk syuting

• Afgan datang ke rumah…
Maap Mas, kalo mau minta sumbangan lapor ke Pak Lurah dulu yah!

• Kalo tengah malem ditelepon pacar…
Nggak punya pacar. Kalo yang nelponnya tengah malem mah biasanya bukan pacar, tapi… Tapi… Tapi… Hiiiiii…

• Kalo besok kiamat dateng…
Berarti lu nggak punya kesempatan buat mengcopy-paste tulisan ini dan lu isi sesuai jawaban lu sendiri!

SecuilSMS #3

Senin 9 Februari 2009

C-Kink, 08:01

“Hadoh Asmirandah… Ms gw br aja abis mimpiin elu… Hohoho”

Asmirandah, 08:07

“Hah sampe segitunya! Emg mimpi apa lw? Jgn yg jelek2 y..”

C-Kink, 08:11

“Critain ga yaaa?Rahasia ah… Huehehe.

Ms kn qta ktmuan, trus mau jln naik mbl gw. Trs lu gw tggl bntr di mbl, eh balik2 mbl’a ud ga ada, lu bw kbur. Pdhl kunci’a gw yg megang.

Ntar kl qta ktmuan beneran, mbl gw jgn diembat jg y.”

Asmirandah, 08:15

“Astagfirullah, parah banget dah! Enak aja gw dmimpiin yg jelek2.. Makanya ayo ktmuan beneran, ms ud di Depok tp ga ktemu gw c”

C-Kink, 08:19

“Yah liat aja ntar, kl mbl gw ilang berarti lu yg msti tggung jwb y. Hohoho… Lg jg dr pd ngembat mbl’a mnding lu embat aja nich sopir’a.”

Asmirandah, 08:22

“Haduh.. Kalo gw embat supirnyah rugi gak yah,?? Emang laku di jual yah?? Hehe.. Ngawur lu ah!! Mangkan nya bgn jgn siang2..”

C-Kink, 08:24

“Wuah jelas laku duonk, makhluk langka tuh. Td pagi c ud bngun tp trus tdur lg. Eh ga tau’a mlh dpt mimpi yg ky gni. Ntar gw mau tdr lg & mimpi lg. Di mimpi gw yang kdua nanti mbl gw tlg dibalikin y.”

Asmirandah, 08:47

“Ogah ktemu d mimpi lw lg ah! Abis d mimpiin yg jelek2..

Dasar lw tkng tdr ya!? Okeh d.. Puas2in d tdr. Smoga mbl lw ktemu yah..”

2 jam kemudian…

C-Kink, 10:47

“Mn qo mobil gw ga dibalikin? Hadoh dasar maling dah ah…”

Asmirandah, 11:01

“Kurang ajar lw!!! Yee cari ajah sana sndiri..”

TingTong

Marzuki Alie. Dia adalah ketua DPR RI periode 2009-2014. Menjelang kongres Partai Demokrat, dia diisukan akan maju jadi calon ketua umum, bersaing sama Andi Malarangeng dan Anas Urbaningrum. Selaku pimpinan DPR, dia menyikapi pencalonannya itu dengan mengatakan, “rangkap jabatan dalam politik adalah hal biasa”.

Puan Maharani. Dia adalah anggota DPR dari Fraksi PDIP. Karena eksistensinya di PDIP, dia diisukan akan menjadi penerus pimpinan PDIP jika suatu hari nanti Megawati lengser dari posisinya. Selaku putri sulung dari Megawati Soekarnoputri, dia menanggapi hal tersebut dengan mengatakan, “dinasti keluarga dalam politik adalah hal biasa”.

Seringkali, lisan kita berujar untuk membenarkan perbuatan yang kita lakukan. Pembelaan diri. Bukan, tapi pembenaran diri. Ini bukan masalah benar atau salah. Ini juga bukan masalah pantas atau tidak pantas. Serta bukan masalah biasa atau tidak biasa. Ini hanya secuil goresan yang ditulis untuk mengisi waktu luang di sore hari yang hujan dan perut keroncongan.

C-Kink, 10 April 2010

KataMotivasi

“Ketika kita punya 1 alasan untuk bersedih, maka kita masih punya 1000 alasan untuk tetap tertawa!”

Yogyakarta, 10 April 2010

Sebait kalimat diatas adalah status facebook gue yang gue tulis pada hari yang sama. Bukan apa-apa sih, hanya sekedar kata motivasi. Retoris. Cuma sekedar untuk membangkitkan semangat. Tapi, kita belom tentu bisa mengaplikasikannya.

Kenapa? Karena seringkali realita di lapangan berbeda dengan apa yang kita pelajari secara teoritis. Banyak faktor dan variabel lain yang perlu diperhatikan, beda dengan teoritis yang fokus pada objek tertentu, mengabaikan beberapa faktor dan menggunakan asumsi-asumsi.

Sekarang, disini gue nggak bermaksud mencampur-adukkan antara teori dan praktikum itu tadi. Gue cuma ingin kita, gue dan elu semua yang baca tulisan, ini bersama-sama memberikan penjelasan lebih detail mengenai kalimat di pembuka tulisan ini tadi.

Oke, mungkin ada suatu saat dimana kita mengalami down syndrom. Eh, maksudnya mood kita lagi down.  Ya, 1 atau 2 hal bisa menjadi penyebabnya. Bagaimana caranya supaya mood kita bisa naik lagi? Ya seperti itu tadi, jangan sampai 1 atau 2 hal penyebab kesedihan itu mendominasi diri kita. Buka mata lebar-lebar, buka telinga, buka mulut dan buka celana kita. Maka kita akan menyadari bahwa ada ratusan bahkan ribuan hal lainnya yang patut kita syukuri, yang mungkin selama ini sering kita abaikan.

Nah, jadi bersama-sama, ayo kita tulis disini, “1000 alasan” apa aja yangmampu membuat kita untuk tetap tertawa. Silahkan berekspresi dan tulis sebanyak-banyaknya!

Ketika kita punya 1 alasan untuk bersedih, maka kita masih punya 1000 alasan untuk tetap tertawa! Dan alasan-alasan itu adalah:

  1. Kita tertawa, menertawakan kesedihan kita
  1. Kita tertawa, menertawakan diri kita yang sedang menertawakan kesedihan kita
  1. Kita tertawa, menertawakan kesedihan yang sedang kita tertawakan
  1. Kita tertawa, melihat kata “bersedih” disandingkan dengan “tertawa”. Padahal kan seharusnya “tersenyum”
  1. Kita tertawa, melihat C-Kink yang mengoreksi sendiri kesalahannya
  1. Kita tertawa, membaca uraian poin-poin di atas
  1. Kita tertawa, melihat  C-Kink yang nggak ada kerjaan nulis kaya ginian
  1. Kita tertawa, melihat kalian yang juga nggak ada kerjaan jadinya ngebaca ginian
  1. ….
  1. ….

Sisanya silahkan dilanjutin sendiri ya. Tarik maaang!!!


C-Kink

BirthdayParty

Spam mode: on

Sabtu, 10 April 2010

Pagi hari. Untuk memenuhi perut gue yang keroncongan, gue melangkahkan kaki menuju burjo. Sampe disana, nasi goreng adalah jawaban yang keluar dari mulut gue ketika si teteh nanya mau mesen apa. Dan si aa’ burjo pun segera menyiapkan nasi goreng tersebut setelah sebelomnya bertanya, “pedes nggak a’?”.

Gue pun menunggu datangnya sang nasi goreng pujaan perut, ditemenin dengan segelas air es yang selanjutnya gue isi dengan Redoxon. Sembari menunggu, iseng gue baca koran Merapi langganan si aa’. Selesai dengan koran Merapi, gue ngeliat kalender yang tertempel di sana. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Dan mata minus gue ngeliat bulan dimana gue dulu dilahirkan.

Pandangan gue menerawang jauh menembus tempat fotokopian yang berada di seberang burjo. Semalem, gue baru aja ngeliat foto beberapa facebook orang. Beberapa diantara mereka memiliki sekumpulan foto yang diambil ketika mereka merayakan ulang tahun mereka masing-masing. Penuh tawa, riang dan canda.

Pesta ulang tahun. Birthday party. Itu bahasan topik kita kali ini, yang menjadi objek lamunan gue ketika lagi nungguin nasi goreng buatan aa’ siap untuk gue makan. Bahkan setelah nasi gorengnya jadi pun, lamunan gue masih nggak berubah, membuat nasi goreng dihadapan gue serasa nasi kuning.

Birthday party. Kapan terakhir kali gue ngerayainnya? Waduh nggak tau yah, gue udah lupa. Biarpun namanya pesta, tapi bukan pesta yang gimana-gimana. Cuma perayaan sederhana aja, dengan cara gue sendiri. Gue pun mulai mem-flashback hari-hari dimana gue berulang tahun selama beberapa tahun terakhir.

2005. Umur gue 17 tahun. Kalo kata orangorang, 17 tahun itu sweet seventeen. Tapi mungkin gue lebih suka menyebutnya cute seventeen, mengacu pada face gue yang cutenya Subhanallah.

Waktu itu gue masih SMA, masih tinggal di Depok dan masih hobi bangun sebelom Subuh untuk berkhalwat sama Zat Yang Maha Hidup. Ketika hgue masih setengah merem-setengah melek sambil terduduk di kasur, tiba0tiba pintu kamar gue diketok. Tok tok tok… Gitu bunyinya.

Nggak perlu nunggu gue bukain, pintu kamar gue udah kebuka sendiri. Muncullah emak gue dengan membawa kue tar black forest di kedua tangannya, disusul babe gue dibelakangnya yang memegang kamera. Dengan wajah yang tersenyum lebar, mereka berdua datang mendekat ke arah gue yang masih terduduk di kasur sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Lalu gue tiup lilin di kue tar tersebut. Fiiiiuuuuuhhhh…

Setelah itu, emak gue menyorongkan kedua kepala gue, mencium kening gue sembari mengucapkan beberapa doa dan harapan. Dan babe gue nggak mau kalah, beliau gantian melakukan hal yang sama setelah emak gue. Lengkap dengan mengucapkan beberapa doa dan harapan. Surprise pun diakhiri setelah mereka meninggalkan kamar gue dan kembali ke kesibukan pagi hari masing-masing.

Itu secuil cerita birthday party gue di tahun 2005, dimana orang tua gue tercinta ngasih surprise buat gue. Dan sepertinya itulah terakhir kalinya gue bisa menikmati hari bahagia dengan kedua orang tua gue, karena di tahun-tahun sesudahnya, hari itu selalu gue lewatin seorang diri di Jogja. Hanya berteman telpon di pagi hari dari mereka berdua yang menyadarkan bahwa hari ini umur gue udah bertambah. Uhuhuhuhuhuhu…

(for your info, gue nangis waktu nulis tulisan barusan. Huauauauauauaua… Huiks huiks…)

Kita berlanjut ke 2006. Akhirnya gue udah bergerak ke Jogja, menikmati hari-hari sebagai mahasiswa semester pertama Teknik Nuklir UGM. Karena belom ada 1 bulan sejak gue sampe di Jogja, belom kenal akrab sama temen kampus dan temen kos, akhirnya nggak ada apa-apa di ulang tahun gue yang ke-18 itu, selain inbox gue yang selalu berdering menerima sms happy birthday dari temen-temen SMA.

(info tambahan lagi. HP gue yang waktu itu, Nokia 6230, gue pake dari akhir 2004 sampe akhir 2008, waktu dicomot maling bangsat. Di HP gue itu gue punya folder yang isinya ucapan-ucapan ulang tahun dari orang-orang, dari tahun 2005 sampe 2008. Nggak pernah gue apus. Dan karena HP gue itu telah berpindah tangan ke si maling ngehe, akhirnya sms-sms itu nggak bisa gue abadiin lagi deh. Huh, dasar MALING JANCUK!!!)

2007. 1 tahun udah gue hidup di Jogja, udah punya beberapa temen dan udah dibekali dengan MyLovelySolBro, Toyota Soluna keluaran 2001 dengan nomor B 1283 UW (tapi waktu itu masih B 8076 SP). Yang gue inget dari hari itu adalah, pagi-pagi jam 7 gue berangkat ke kampus buat kuliah. Semua berjalan seperi biasa. Selesai kuliah, gue langsung pulang dan bersemedi seorang diri di kamar kosan.

Tiba-tiba di depan pintu kamar gue muncul 5 ekor makhluk bau radiasi yang entah dateng dari mana. Mereka ber-say hello dan kemudian masuk ke kamar gue. Kamar kosan gue yang termasuk kamar-di-C-19-yang-paling-jarang-didatengin-tamu dan kosannya-anak-nuklir-yang-paling-jarang-dikunjungin mendadak rame dengan kehadiran mereka.

Gue pun nanya, ada apaan nih kok tumben-tumbenan main ke kosan. Dan salah satu dari mereka yang sepertinya juga merupakan penggagas kunjungan ini berujar bahwa mereka dateng kesini mau ngucapin selamat ulang tahun buat gue. Huuaaaa… So sweeett… Eh salah, maksudnya so cuteeeee…

Kenapa so cute? Soalnya ya 2 alasan yang gue sebut di atas tadi. Untuk alasan kedua adalah karena kosan gue termasuk jauh untuk ukuran anak Teknik, tepatnya Teknik Nuklir.  Kosan mereka rata-rata berada di Pogung, sementara gue di Karangwuni, +-3 km dari kampus. Dan you know what, mereka semua dateng ke kosan gue dengan berjalan kaki! Wow!

Keliatannya lebay yah, padahal sih emang… Maksudnya, kan kosan gue tergolong jauh. Dulu waktu gue belom ad mobil, gue tiap hari jalan kaki pulang-pergi ke kampus, menempuh jarak +-3 km. Temen-temen gue yang kos di Pogung pada bersimpati, kok gue kosannya jauh banget, kenapa nggak pindah Pogung aja? Udah gitu gue juga nggak ada kendaraan dan nggak hobi naik bus. Jadilah mereka menganggap kosan gue yang di Karnagwuni ini tergolong jauh untuk ukuran akan Pogung.

Tapi hari ini, mereka ber-5 bela-belain menempuh jarak yang menurut mereka jauh itu, hanya demi mengucapkan happy birthday buat gue. Sebuah pengorbanan yang sayang untuk disia-siakan. Akhirnya demi mengapresiasi ketulusan mereka, gue nraktir mereka makan siang bareng di Kindai, warung nasi kuning dan soto banjar, meskipun sebenernya traktiran gue ini masih belom cukup untuk menghormati keikhlasan mereka yang berpeluh keringat jalan kaki ke kosan gue demi sebuah ucapan selamat ulang tahun. Nyam nyam nyam…

Sementara di malam harinya, gue nraktir temen-temen kosan gue nonton bareng di 21 Amplaz, satu-satunya bioskop yang ada di Jogja pada saat itu.

Sekarang 2008, dimana di tahun ini gue udah punya amanah sebagai Ketua Departemen Kajian Strategis BEM KMFT UGM. Gue mengawali hari dengan kuliah jam 7 pagi dan semua berjalan apa adanya. Selesai kuliah, seharusnya gue ada kuliah lagi jam setengah 10. Tapi kuliah ini gue korbankan karena gue punya amanah buat ngewawancarain orang-orang yang daftar open recruitment BEM. Jadilah mulai jam 9, gue standby di BEM, meninggalkan kuliah gue yang waktu itu emang agak terbengkalai.

Jam 11, sohib-sobih gue yang tergabung dalam DLG (Diskusi Lintas Gender) ngajakin gue jalan-jalan ke panti asuhan yang gue lupa namanya apa. Disana kita ber-say hello sama adek-adek yang masih kecil tapi harus ditaro di panti asuhan ini, bukan di pangkuan ibu kandungnya. Setelah puas menikmati kelucuan dan kepolosan mereka, gue pun balik lagi ke kampus.

Sampe di kampus, harusnya gue ada kuliah lagi jam 1. Tapi sekali lagi, kuliah gue ini harus gue lupakan sementara waktu gara-gara gue punya amanah di BEM untuk jadi pewawancara.  Jadilah dari siang sampe sore menjelang Maghrib, jam demi jam gue lewatin di BEM bersama adek-adek yang siap jadi penerus BEM selanjutnya.

Dan malemnya gue baru inget lagi, kalo ternyata hari itu gue ulang tahun! Di kemudian hari, ada salah seorang temen Teknik Nuklir gue ngirim sms dengan nada kecewa. Dia bilang, “Kink kamu kemana aja, kok nggak kuliah? Padahal kita niatnya mau ada surprise buat kamu loh…”

Tibalah kita di 2009, ulang tahun terakhir gue sebelom memasuki 2010 (kalo gue masih punya umur). Intinya sama aja, seperti tahun-tahun sebelomnya. Gue menjalani hari-hari seperti biasa, seperti hari sebelomnya atau sesudahnya. Keculai bagaimana gue menghabiskan malam gue di waktu itu.

Sepulang les Prancis, gue ngeliat angkringan di depan kosan lagi kosong. Cuma ada si mas-mas penjaga angkringan, kita sebut saja Mr X, dengan tampang madesu duduk termenung menunggu pelanggan. Karena perut gue emang keroncongan, setelah memarkir mobil dan naro bawaan, gue pun melangkahkan kaki menuju angkringan Mr X.

Disana gue mesen menu favorit gue, indomi rebus telor 2 bungkus. Lalu gue menikmati dialog ringan dengan Mr X. Beberapa temen kosan gue sempet dateng dan pergi ikut nongkrong di angkringan, tapi gue masih betah berkhalwat di sana. Jam demi jam berlalu, dialog dengan Mr X dan temen-temen kosan masih tetep berlanjut. Sampe akhirnya ternyata jam udah menunjukkan pukul 00.10. Gue pun melangkah ke kosan, setelah puas merayakan birthday party gue dengan nongkrong di angkringan selama 3 jam lebih.

Itu tadi secuil birthday party gue selama beberapa tahun terakhir. Kalo gue boleh mikir pake otak gue yang IQ-nya 128 ini, mungkin sejujurnya gue terlalu naif, untuk memperhalus istilah sombong. Secar umum, ulang tahun adalah sebuah rezeki bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk hidup sampai hari ini. Beberapa orang di sekitar kita selalu merayakan ulang tahun dengan berbagi rezeki dengan teman-temannya. Sebagian besar rezeki tersebut berupa uang yang kemudian ditransformasikan dalam bentuk makanan, tiket nonton, karaoke room, atau lainnya.

Tapi apa yang gue lakukan? Bersyukur secara pribadi mungkin udah. Tapi, mana porsi untuk bersyukur secara sosial? Sejatinya orang yang berulang tahun punya inisiatif untuk mengorganisir sendiri perayaan seperti apa yang dia inginkan, siapa aja yang mau dia ajak, dll. Apakah gue melakukan itu semua? Iya, untuk diri gue sendiri. Tap, nggak untuk orang lain.

Padahal betapa naifnya gue, ketika orang lain berulang tahun, selalu berharap ada traktiran disana. Sementara gue sendiri nggak pernah sekalipun nraktir mereka, kecuali kalo mereka yang dateng ke gue. Manja!

Jadi di sisa ulang tahun gue yang mungkin akan gue jalani, sudah seharusnya gue berbagi rezeki dengan mereka yang selama ini ada di sekeliling gue. Gue nggak akan bisa apa-apa tanpa mereka, tapi mereka masih punya banyak yang lainnya walau tanpa gue. Jadi, nggak ada salahnya, dan emang udah seharusnya untuk menikmati bersama rezeki yang telah diberikan kepada gue ini. Bukan untuk gue nikmatin sendiri, tapi untuk dinikmatin bersama mereka semua.

Nasi goreng dan Redoxon di hadapan gue kini telah habis. Gue segera beranjak dan berujar kepada si aa, “udah a’”. Si aa’ menanyakan apa aja yang gue pesen dan setelah gue jawab, uang sebesar rp 5500 berpindah dari kantong gue ke kantong si aa’. Dan gue pun beranjak meninggalkan burjo itu. Bukan karena nasi goreng dan Redoxon nya udah abis, tapi karena di situ baru aja dateng seorang lelaki dan seorang perempuan yang menikmati indahnya sarapan bersama. Bisa mupeng gue kalo tetep stay disitu…

1BulanTanpaLaptop #1

 

Ketika tulisan ini ditulis, mungkin udah lebih dari 1 bulan semenjak laptop gue satu-satunya, HP Pavilion bla bla bla, harus mengakhiri masa baktinya dan kini berstatus purnawirawan. Sehingga tulisan ini gue tulis bukan dengan laptop gue itu tadi, melainkan di sebuah komputer desktop milik salah seekor temen kosan gue, kita sebut saja Bayu Sakti Wibowo atau biasa dipanggil “Ratna”.

 

Laptop gue terkena penyakit komplikasi kronis dan stadium Santiago Bernabeu. Eh, maksudnya stadium tinggi, kalo kata dunia kedokteran mungkin udah sampe level 4, tinggal nunggu 1 level lagi buat ngelawan raja terakhir. Lu kira main game?

 

Pertama, laptop gue jadi lemot. Startingnya lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget, lebih lama dari kecepatan jari kelingking lu kalo lagi ngupil (tapi nggak tau deh kalo lu ngupilnya pake jempol kaki). Jadi setelah di turn on, muncul windows loading, terus masuk ke tampilan desktop. Tapi perlu nunggu lamaaaaaa sampe menu desktop icon dan google desktop nya muncul, dan masih nunggu lagi supaya pointer mousenya bisa berfungsi.

 

Kedua, kalo kita cek CPU performance nya pake del+alt+ctrl, kita bisa saksikan bersama-sama, dengan mata telanjang, dengan mata kepala sendiri (bukan dengan mata kepala orang lain), bahwa CPU usage nya bergerak statis di angka 100%. Padahal itu lagi nggak buka program apapun. Bener-bener ajaib, sodara-sodara!

 

Ketiga, Persatuan Indonesia.

 

Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan luhur dalam… Eh stop, stop! Kok malah jadi ngomongin Pancasila?  Mari kita kembali lagi ke jalan yang benar.

 

Ketiga, slot USB nya nggak berfungsi. Kalo dicolokin flashdisk atau sejenisnya, nggak ngerespon apa-apa. Malah kalo lagi beruntung, kadang-kadang laptop gue langsung ngehang begitu ada flashdisk nyolok ke slot USB. Demikian juga yang terjadi sama koneksi Bluetooth & wifi nya.

 

Keempat, kalo lagi di turn off, suka ada dialog box yang namipilin tulisan “this program is not responding. End now”. Padahal mata gue yang minus 3.5 kanan-kiri ini udah yakin banget kalo sebelom di turn off, semua program udah di close. Jadi, ada program ghaib yang belom di close. Hiiiiii…

 

Kelima, kadang kalo lagi nyetel winamp, suaranya suka nggak keluar terus muncul dialog box “system sound error, bla bla bla bla…”

 

Jadilah dengan semua hal tersebut, yang bisa gue lakukan dengan laptop gue hanyalah ngetik pake word atau excel, sekedar nulis tulisan atau nulis pembukuan C2C. Atau buka powerpoint sama pdf buat belajar. Cieeeeee belajar nih yeeee…!!!

 

Dan karena slot USB nya nggak respon, kalo mau mindahin data mesti pake memory card. Hadoooooh… Tapi Alhamdulillah tempat CD nya masih bisa berfungsi.

 

Bukan berarti gue diem aja ngeliat ada yang berubah pada kondisi kesehatan laptop gue. Pada suatu ketika, gue iseng ngebawa laptop gue ke salah satu toko komputer terkenal di wilayah Jogja. Untuk menghindari promosi gratisan, jadi gue nggak boleh bilang-bilang kalo toko komputer itu namanya Megatech.

 

Komputer gue nginep disana, dengan segala keluhannya udah gue tulis di selembar kertas yang gue selipin di dalem laptop gue. Besoknya si mas-mas teknisi nelpon gue.

 

Teknisi  : Selamat siang, dengan Mas C-Kink?

C-Kink   : Iya, tapi saya lebih dikenal dengan nama Nicholas Saputra. Ada apa Mas?

Teknisi  : Mmmm… Mas C-Kink, eh Mas Nicholas malem minggu besok kosong nggak?

C-Kink   : Malem minggu? Hmmmm… Iya kok, masih kosong. Ada apa Mas?

Teknisi  : Saya… Ummmm… Saya mau… Emmmm… Mau ngajak Mas C-Kink ke… Ke…?

C-Kink   : Mau ngajak kemana?

Teknisi  : Ke itu tuh… Ke situ loh… Ke…

 

STOP!

 

Hentikan semua dialog menjijikkan diatas! Mari kita kembali lagi ke jalan yang lurus!

 

Intinya, secara tersirat teknisi itu bilang kalo dia bingung apa yang harus dilakukan dengan laptop gue yang udah sepuh itu. Dan dia menawarkan, “Mas, gimana kalo ini laptopnya saya coba install ulang aja ya Mas?” Karena gue sami’na wa atha’na, ya udah gue mempersilahkan dia buat nge install ulang laptop gue.

 

Besoknya, laptop gue bisa diambil. Setelah gue ambil dan berpamitan dengan mbak-mbaknya yang nggak cantik tapi enak diliat (bodinya yang enak diliat, bukan tampangnya. Ups, Astagfirullahaladzim…), dengan perasaan dag dig dug der Daiaaa gue coba laptop gue di kosan. Ting tong!

 

Turn on. Windows loading. Windows desktop. Dan jreeeenggg… Ternyata nggak ada yang berubah, selain tampilan desktopnya aja yang balik ke original! Lemotnya, CPU usage nya, slot USB nya, dan semuanya masih sama. Kecuali program-programnya yang udah pada ilang, termasuk program ensiklopedi Encarta yang telah menolong gue menjawab keingintauan gue tentang dunia dan isinya. Huiks huiks…

 

Akhirnya gue bawalah laptop gue ini ke ahlinya. Ya, siapa lagi kalo bukan Mbah Maridjan, ahli dalam masalah pergunung merapian!

 

Ya jelas nggaklah, bukan ke Mbah Maridjan tapi ke Mak Erot, ahlinya membuat celana menjadi sempit. Ups, masih salah ya?

 

Maksudnya, gue bawa ke HP Center Jogja. Serahkan pada ahlinya, kalo kata Fauzi Bowo. Kalo kata Fauzi Muharam mah “Serahkan pada Bantul!”. Laptop gue kan merknya HP, jadi HP selaku pemroduksinya pasti lebih tau dengan apa yang terjadi pada produknya.

 

Singkat cerita, akhirnya laptop gue nginep di HP Center itu, melalui perantara mbak-mbak front office yang mukanya agak manis tapi berkarakter judes. Laptop udah gue serahkan dan tinggal menunggu kabar dari teknisinya.

 

Besoknya gue ditelpon sama HP Center. Dengan penuh keringat dan air mata, gue angkat henpon gue. Eh bukan diangkat, tapi mencet tombol ijo yang ada di hamper setiap henpon.

 

Suara di ujung sana menyapa gue, “Halo selamat siang…”

 

 

… Bersambung …

… To be tukinyut … Eh, continued …

SecuilWawancara

Seberapa siap Anda menghadapi karir dan masa depan?

Mau nggak mau, kita harus selalu bergerak dari suatu keadaan ke keadaan lainnya. Dan ini nggak bisa dihindari karena itu adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Dulu kita pernah bergerak dari SD ke SMP, SMP ke SMA, hingga hari ini kita berada di bangku kuliah. Apakah bangku kuliah merupakan puncaknya? Jelas bukan, karena setelah itu kita masih harus terus bergerak lagi.

Seberapa besar kesiapannya? Tanpa sadar, ketika kita menjalani masa-masa perkuliahan, perlahan-lahan kita telah dilepaskan dari kebiasaan kita semasa sekolah, dan dilatih untuk menjadi lulusan yang berkompeten. Jadi sesungguhnya kita ini telah dipersiapkan menuju kesana. Hanya saja karena kita merasa nyaman dan menikmati hari-hari kita sebagai mahasiswa, seringkali kita enggan melepaskan status tersebut dan memandang ngeri terhadap kelulusan dan dunia kerja.

Semua itu berjalan dengan sendirinya, dan bergerak ini adalah suatu kepastian. Kita nggak mungkin selamanya jadi anak SD, kita harus melangkah melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Kita nggak mungkin selamanya berusia 17 tahun, kita akan segera berkepala 2, menikah, berkeluarga dll.

Jadi, siap atau nggak siap, jawabannya hanya satu kata: siap! Karena pertanyaan ini ditujukan ke mahasiswa semester 8, jadi jawabannya jelas, harus siap. Kalo masih belum siap, berarti selama kuliahnya ngapain aja?

Hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan?

  1. Perencanaan

Semuanya harus direncanakan terlebih dahulu. Ketika kita SMA tentunya kita sudah mengincar perguruan tinggi mana yang akan kita tuju. Lebih bagus lagi kalo kita telah menyusun life planning kita sendiri. Jadi kita tau langkah-langkahnya, setelah ini kita mau kemana, selanjutnya kemana, dan kita tau goal settingnya seperti apa.

Dan yang terpenting dari sebuah perencanaan adalah pengeksekusiannya. Percuma merencanakan kalo nggak berani melaksanakan.

  1. Kompetensi

Semakin hari kita semakin melangkah maju dan bertemu dengan lingkungan yang lebih luas dari yang kita lihat sebelumnya. Di dunia yang seperti ini, hanya yang berkompeten yang sanggup bertahan.

Kompetensi silahkan disesuaikan dengan ranah dan bidang yang ingin dituju masing-masing. Seorang public relation tentu wajib memiliki skill berbicara di depan publik, kemampuan negoisasi, dll. Sementara seorang akuntan lebih dituntut memiliki ketekunan dan ketelitian untuk duduk manis berhadapan dengan komputer selama berjam-jam. Dan seorang geologis harus memiliki ilmu mengenai struktur tanah, pemetaan geologis dan fisik yang prima untuk menunjang kerja lapangan.

Demikian dengan wirausaha, mereka minimal memiliki kompetensi untuk menjadi seorang wirausaha, kemampuan manajemen, jeli menangkap peluang, dll.

  1. Ikhtiar dan tawakal

Jangan lupa bahwa di dunia ini ada Zat Yang Maha Besar, Maha Berkehendak. Apapun rencana kita, Dia lah yang menentukan hasil akhirnya. Dia lah Zat Yang Maha Memberi Rezeki, Maha Pengasih, Maha Peyayang. Nggak ada satu pun makhluk yang luput dari rezeki-Nya.

Apa saja rintangan dan solusi dalam menggapai hal-hal tersebut?

  1. Faktor internal

Faktor internal terkait kemampuan diri kita sendiri.

Apakah kita sebagai lulusan, telah memiliki kompetensi yang memadai sesuai status kita?

Apakah kita telah merencanakan langkah-langkah yang akan kita ambil kedepannya?

Apakah ternyata karakteristik kepribadian kita nggak sesuai dengan posisi yang kita lamar?

  1. Faktor eksternal

Meskipun ternyata kita telah memiliki kompetensi dan telah merencanakannya, tapi masih ada beberapa hal eksternal yang mungkin bisa jadi penghambat.

Setiap tahun, lulusan universitas ribuan orang jumlahnya. Namun lowongan kerja yang tersedia adalah sangat terbatas. Jadi mereka-mereka inilah yang mungkin menjadi kompetitor kita dalam usaha memasuki dunia kerja. Namun intinya, jika kita memiliki ilmu dan kompetensi, maka gunung setinggi apapun dapat kita daki.

Serta faktor-faktor lain seperti situasi politik dan ekonomi, perbedaan idealisme, dll.

Sehingga nggak ada salahnya kalo kita tertarik untuk menggeluti apa yang namanya WIRAUSAHA.

“Kenali dirimu, kenali musuhmu, maka pertarungan akan kamu menangkan”

“Jika kita takut terhadap persaingan, maka sesungguhnya kita takut terhadap inkompetensi diri kita sendiri”

Wisuda

Kamis 18 Februari 2010, gue nulis kaya gini di status Facebook gue:

“Ngeliat orang-orang keluyuran pake toga. Dikelilingi keluarganya. Penuh canda tawa. Sambil foto-foto bersama. Pertanyaannya: KAPAN GILIRAN GUA?”

Apa yang melatarbelakangi gue nulis status kaya gitu? Oke, itu yang jadi tujuan penulisan kita kali ini.

Nggak tau kenapa, sejak puluhan abad lalu, bahkan sebelom gue dilahirkan, gue udah ngidam banget sama yang namanya wisuda. Jelas, kalimat gue barusan 100% ngibul. Lebih tepatnya sejak beberapa bulan lalu, ketika gue memutuskan bahwa kuliah Penerapan Radioisotop tanggal 18 Desember 2009, adalah kuliah terakhir gue di Teknik Nuklir. Dan bahwa ujian Penerapan Radiasi di Industri tanggal 12 Januari 2010 adalah ujian terakhir gue di Teknik Nuklir.

Setelah itu, gue mulai mengidam-idamkan foto gue terpampang di setiap dinding di kantor pemerintah, berada di sebelah kanan Burung Garuda. Eits, salah… Maksudnya, gue mengidamkan body gue yang seksi dan six pack ini dibungkus oleh toga. Tanaman obat keluarga.

Dan entah kenapa, kalo kita pake prinsip Mestakung (semesta mendukung) nya Yohannes Surya, hari ini alam semesta seakan-akan mendukung gue untuk segera di wisuda. Uhuhuhuhuy.

Mau tau kenapa? Kita Tanya Galileo!

Jam setengah 6 pagi. Temen kosan gue, kita sebut saja “Anus” (bukan nama sebenarnya), bersiap-siap… Stop stop stop. Penggunaan kata Anus sepertinya kurang tepat kalo didenger oleh kakek-kakek di bawah umur, jadi kita sebut saja si Anus ini dengan sebutan “Unas”. Oke, lanjut…

Unas bersiap-siap untuk menghadiri wisudanya. Naik mobil, dia udah dandan rapi jali, ditemenin sama keluarganya. Wisuda emang momen yang penting, yang mengharuskan orang tua mahasiswa turut serta dateng menyaksikan tali toga anaknya digeser dari kanan ke kiri (bener nggak?). Sepagi ini, Unas telah berangkat menuju GSP, kepanjangan dari Sasana Budaya Ganesha. Eh salah itu mah punya ITB. Maksudnya Graha Sabha Pramana.

Mungkin dia sengaja dateng pagi-pagi supaya gampang nyari parkiran, karena kalo lagi wisuda biasanya GSP emang selalu rame. Atau mungkin dia mau dandan dulu, bisa jadi. Atau mungkin dia mau bantu-bantu ngepel dan nyapu-nyapu GSP, ya silahkan.

Kini Unas telah berangkat menyambut wisudanya. Jam setengah 9 gue ke kampus, janjian sama 2 orang temen gue, sebut saja “Asap” dan “Lea” (dua-duanya Insya Allah laki-laki, dua-duanya hampir bukan nama sebenarnya). Kita janjian mau ketemuan sama seorang dosen, sebut saja “Sagu Udib” untuk curhat mengenai masalah skripsi dan tugas akhir.

Singkat cerita, akhirnya kita bisa ketemu face to face, eye to eye, mouth to mouth dan body to body dengan Pak Sagu Udib. Gue langsung menembak beliau:

“DOR!”

Dan beliau terkapar:

“Akkhhhh… Tidaaakkkk…!!!”

Kriiik… Kriiik…

Maaf, salah konteks…

Gue langsung menembak beliau. Bukan dengan pistol tapi dengan pernyataan plus pertanyaan.

“Gini Pak. Kami tertarik untuk mengambil skripsi dengan tema tentang AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, red). Nah mungkin Bapak bisa memberi kami saran, terkait tema kami ini. Atau mungkin Bapak ada proyek atau penelitian terkait AMDAL yang kami bisa bantu mengerjakannya Pak?”

Singkat padat jelas. Efisien ekonomis ergonomis eksotis erotis.

Pak Sagu Udib tersenyum sekilas. Diam sejenak. Lalu ia membuka suara,

“Oh, iya, ada!”

Ada, maksudnya ada penelitian beliau yang kami bisa bantu mengerjakannya! Ting-tong!

Beliau melanjutkan,

“Iya jadi gini. Saya punya… … … … … *tuuuuuuuuuuuuuuuuuuut* (SENSOR)”

Oke, cukup sampai disini. Obrolan gue Asap dan Lea dengan Pak Sagu Udib sepertinya belom layak untuk dipublish di depan umum, jadi atas permintaan narasumber, konten diskusi tidak akan kami tampilkan.

Singkat kata, akhirnya gue dapet tema dan arahan mengenai skripsi gue terkait AMDAL. Jadi setelah luntang-lantung selama seminggu, dimana gue udah nulis “Skripsi” di KRS gue tapi belom dapet judul, dosen pembimbing dll, akhirnya pada hari ini dan jam ini, semuanya menjadi jelas dan cahaya menuju toga di kepala semakin terbuka lebar. Alhamdulillah…

Setelah itu, gue balik ke kosan karena bareng temen kosan gue yang lain yang namanya, kita sebut saja “Bayi” (mmmm… Nama sebenarnya apa bukan yaaaa???), kita mau ke Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) untuk daftar kursus nari balet. What? Nari balet? Ya jelas nggak mungkin lah… Maksudnya, kita mau daftar kelas persiapan TOEFL.

Pas mau berangkat, temen kosan gue yang lain lagi ternyata mau ikutan nebeng ke FEB. Dia adalah, kita sebut saja “Syekh Pujo” (jelas bukan nama sebenarnya, tapi nama bapaknya). Sedikit cerita, Syekh Pujo siang ini jam 1 mau sidang pendadaran, alias sidang skripsi. Jadilah dia bareng gue dan Bayi berangkat ke FEB. Syekh Pujo make kemeja putih panjang, dasi item, celana kain item dan sepatu pantovel. Kostum kaya gini emang merupakan syarat untuk mengikuti sidang di FEB.

Sesampainya di FEB yang sebelahan sama GSP, ternyata disana lagi rame-ramenya orang-orang wisuda. Parkirannya penuh dengan mobil-mobil keluarga wisudawan dan wisudawati. Jalanan rame dengan wisudawan yang bercipika-cipiki dengan temen-temennya, yang udah pada lulus duluan atau yang lulusnya entah kapan. Beberapa diantara mereka juga terlihat sedang berfoto-foto ria, entah dengan sesama koleganya atau dengan symbol-simbol ke-UGM-an yang ada disana. Kenang-kenangan untuk anak cucu mereka nanti, bahwa mereka pernah numpang buang air kecil di toilet UGM!

Diantara mereka yang wisuda hari ini, mungkin ada 2 orang yang cukup gue kenal. Yang pertama adalah si Unas tadi. Yang kedua adalah temennya Bayi yang bernama, kita sebut saja “Aprijalcuy”. Aprijalcuy ini seangkatan juga sama gue dan Bayi, tapi dia telah mendahului kita-kita untuk lulus duluan. Ya nggak apa-apa sih, semoga ntar kalo dipanggil malaikat maut juga dia yang duluan. Ups, Astagfirullah…

Masalah wisuda di GSP beres, gue dan Bayi pun telah kembali ke kosan setelah muter-muter keliling Bank Mandiri dan Raminten. Fiuuuuhhh…

Sorenya, temen kosan gue yang lain lagi yang bernama, sebut saja “Rayo”, ngajak makan di angkringan. Gue pun mengiyakan dan jadilah kita nongkrong di angkringan Mas Yunanto (kalo yang ini asli, beneran nama sebenarnya).

Lagi asik-asik nyomot gorengan dan ngomongin skripsi, tiba-tiba Syekh Pujo dating kucluk-kucluk jalan kaki. Kemejanya basah keringetan, dasinya pun udah dicopot. Dengan ekspresi senyum-senyum puas, gue Rayo dan Mas Yunanto segera menodongnya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar sidang yang baru aja dia jalanin.

Syekh Pujo pun menceritakan pengalamannya, 45 menit dihadapan dosen-dosen penguji. 45 menit yang bikin gue iri, karena katanya kalo di jurusan gue sidang itu full 2 jam dan harus 2 jam. Pun demikian dengan pertanyaan-pertanyaan dari para dosen yang sebatas minta penjelasan lebih lanjut, bukan berupa bantahan atau sanggahan terhadap skripsi Syekh Pujo ini.

Pada akhirnya, Syekh Pujo dinyatakan lulus. Kini dia tinggal menunggu waktu untuk diwisuda. Sementara gue Bayi dan Rayo juga menunggu waktu untuk ditraktir dia, ditraktir Aprijalcuy dan ditraktir Unas.

Dan hari ini, pertanyaan gue masih sama. Setelah melihat orang-orang di sekitar gue sukses mengerjakan skripsinya, sukses menghadapi sidangnya, dan bersiap menunggu hari wisuda, gue masih tetep bertanya-tanya:

“KAPAN GILIRAN GUE?”

Sehat

“Ketika muda, orang bekerja tanpa peduli kesehatannya, untuk mencapai kemakmuran.

Ketika tua, orang menjual kemakmuran yang diperolehnya dimasa muda, untuk mencapai kesehatannya”

Kalimat di atas aku dapet waktu ikut seminar (baca: promosi) tentang kesehatan yang diadakan oleh salah satu perusahaan produsen nutrisi untuk kesehatan. Dan disini, aku ingin sedikit berbagi cerita tentang secuil ilmu yang aku peroeh disana. Ilmu tentang kesehatan lho, bukan ilmu tentang promosi produk-produk nutrisi!

Sebagian besar isi seminar tersebut berkaitan tentang promosi produk. Sebagian lagi tentang pola makan yang sehat, karena sebagian besar penduduk di negara maju mengalami apa yang namaya kegemukan alias obesitas. Miris, melihat di satu sisi ada banyak juga orang-orang yang kekurangan gizi dan busung lapar!

Tapi ada satu hal yang aku ingat dan bela-belain aku catet di catetan ku ini. Apa itu? Yaitu tentang sebuah hormon, yang kita sebut saja:

Hormon Testosteron! Bukan, ini mah untuk pertumbuhan kelamin sekunder!

Hormon Feromon! Bukan juga, ini kan bau-bauan yang dikeluarin binatang untuk menarik lawan jenisnya!

Hormon Ghrelin! Nah ini baru bener!

Iya, hormon yang bernama hormon Ghrelin. Kalo kata si pembicara, hormon ini adalah hormon yang fungsinya mempengaruhi nafsu makan. Jadi kalo kadar hormon Ghrelin kita banyak, berarti kita laperan dan kalo kadar hormon Ghrelinnya kurang, ya kita jadi jarang laper.

Begitulah kata si pembicara. Aku sempet ngecek di ensiklopedia encarta, tapi nggak ada entri tentang hormon Ghrelin. Nggak tau deh apakah Mbah Google atau Pakdhe Wikipedia punya info yang sama.

Tapi intinya, hormon Ghrelin inilah yang mempengaruhi nafsu makan kita (kita? Lu aja kaleeee, gue mah nggak!). Dan ada beberapa tipe makanan yang juga tururt mempengaruhi kadar hormon Ghrelin di dalam tubuh kita. Tipe makanan itu secara umum bisa kita klasifikasikan menjadi 3, yaitu lemak, karbohidrat dan protein. Nggak tau deh istilah “tipe makanan” disini bener apa nggak, secara gitu ini anak Teknik Nuklir sok-sokan bikin tulisan tentang kesehatan.

Oke, kita lanjut lagi.

  1. Lemak

Lemak, membuat kadar hormon Ghrelin tetap tinggi. Itulah sebabnya kenapa orang yang makan-makanan berlemak bawaannya lapeeeeer melulu. Sebagai contoh, kalo kita makan kacang, pasti sekali ngemil nggak bisa berhenti. Sekali aja berhenti rasanya mulut ada yang kurang gimanaa gitu.

  1. Karbohidrat

Karbohidrat untuk masa-masa awal memang mampu menurunkan kadar hormon Ghrelin, sehingga kita merasa kenyang. Tapi beberapa saat kemudian, hormon Ghrelin akan meningkat lagi bahkan melebihi kandungan awalnya. Sehingga ujung-ujungnya laper lagi. Inilah alasan kenapa kita seringkali setiap abis makan merasa kenyang, terus nggak lama kemudian mendadak jadi laper lagi.

  1. Protein

Protein, menjaga kadar hormon Ghrelin tetap rendah. Jadi kalo kita banyak mengkomsumsi protein, kita bakalan jarang merasa laper karena hormon Ghrelin kita dijaga kadarnya untuk selalu rendah. Jadi buat yang pengen langsing, banyak-banyak makan protein yah!

Nah itu tadi kata si pembicara terkait tentang hormon Ghrelin. Jadi buat kamu-kamu yang pengen kurus langsing seksi dan six pack seperti diriku, sekarang udah tau kapan makanan kaya gimana aja yang mesti kita makan?

Ada satu hal lagi, yaitu terkait apa yang biasa kita sebut dengan sarapan (breakfast, petit-dejeuner, desayuno, fruhstuck, colazione, asa gohan). Orang-orang yang diet, seringkali mengabaikan apa yang namanya sarapan. Mereka sengaja nggak makan hanya untuk (katanya) mencoba menurunkan berat badan.

Apakah itu salah?

Kalo kata si pembicara sih, jawabannya jelas: SALAH!

Sarapan, harus disadari, adalah salah satu hal yang penting dan nggak boleh ditinggalkan. Kita bisa meninggalkan makan siang kita kalo mau, silahkan. Tapi kalo sarapan, jangan pernah berpikir untuk meninggalkannya, apalagi hanya karena urusan diet!

Sarapan memiliki banyak fungsi. Ada beberapa, tapi aku lupa apa aja. Beberapa diantaranya adalah sebagai bahan bakar dan energi untuk kita beraktivitas selama 1 hari. Serta untuk menjaga metabolisme tubuh. Itu fungsi utama sarapan yang sebaiknya jangan ditinggalkan. Karena kalo kita nggak sarapan, justru efeknya malah lebih buruk lagi. Diantaranya adalah:

-          Sering pusing-pusing

-          Lemas, untuk tahap tertentu menjadi pingsan

-          Siang dan malamnya malah jadi lebih banyak ngemil dan makan

-          Dan lain-lainnya yang lupa aku catet.

Jadi bapak-bapak ibu-ibu semua yang ada disini, sebaiknya jangan pernah lupa dengan apa yang namanya sarapan. Oke oke oke?

Terus, sarapan yang baik itu yang kaya gimana? Sarapan yang baik itu yang di meja makan, sambil duduk, makannya pake tangan kanan dan dikelilingi oleh bapak, ibu, kakak, adik, satu keluarga ngumpul semua. Aaaaahhhh so sweet… Kapankah terakhir kali aku bisa menikmati sarapan yang indah ini bersama keluargaku?

Eits stop, kok malah curhat colongan? Jadi intinya, sarapan yang baik adalah sarapan yang dilakukan di pagi hari. Karena kalo sarapan di siang hari namanya jadi makan siang dan kalo sarapan di malam hari namanya jadi makan malam. Iiiiiih lucu banget sich kamyuuuuu…!!!

Whatever whenever whoever, sarapan itu emang beneran harus dilakukan karena memiliki fungsi seperti tersebut di bawah ini:

-          Sebagai sumber nutrisi

-          Sebagai penghasilkan energi untuk kita beraktivitas seharian

-          Untuk menjaga kadar air dalam tubuh

-          Untuk menjaga kadar gula di dalam tubuh

Nah, nutrisi. Siapa yang mau kekurangan nutrisi dan jadi cacingan kaya gue?

Penghasil energi, jelas donk! Kalo kekurangan energi nanti jadinya byar-pet byar-pet kaya PLN akhir-akhir ini. Makanya, ayo dukung pembangunan PLTN di Indonesia! (idih malah promosi!)

Kadar air dalam tubuh. Syukuri baik-baik ginjal yang kita punya, dan kalo hari in ikita sering cuci laundry, semoga besok-besok kita nggak akan pernah cuci darah!

Kadar gula dalam tubuh, hati-hati lho ntar kalo kena asam urat, nggak enak deh rasanya…

Itu semua kira-kira secuil ilmu yang bisa aku berikan untuk kamu semua. Kalo kata si pembicara sih, solusi dari semua permasalahan tersebut (nutrisi, hormon Ghrelin, penurunan berat badan, sarapan dan pola makan sehat) ada pada produk mereka. Ya iyalah, secara gitu!

Tapi aku punya jawaban lain. Iya, kita memang perlu menerapkan pola hidup sehat, supaya kalimat bijak yang aku tulis di awal tulisan ini nggak terjadi pada salah satu dari kita. Jadi, apakah solusi dari ku untuk mengatasi permasalahan tersebut!

Jawaban ku hanya satu:

“GUNAKAN PRODUK MEREKA!”

Gyahahahahaha… Sama aja donk, promosi juga! Hueeeeeekkkk…

C-Kink

14 Februari 2009

Februari

Februari / February / Fevrier / Febrero / Februar / Febbraio / Ni Gatsu

Lagi dan lagi, hari ini gue telah sampai di bulan Februari. Bulan yang mungkin ditungg-tunggu oleh sebagian kelompok orang. Dan gue sendiri juga termasuk salah satu orang yang menunggunya.

Kenapa? Buat gue, Februari adalah istimewa karena emak gue tercinta lahir di bulan ini. Sementara buat sebagian kelompok orang, Februari terasa istimewa karena mereka beranggapan bahwa tanggal 14 Februari adalah hari yang pantas untuk diistimewakan. Hari yang mereka namakan dengan: valentine!

Bulan Februari. Warna pink ada dimana-mana, menghias mall-mall, jalan raya, televisi, majalah, dll. Coklat menjadi penyedap rasa, menyertai warna pink itu tadi. Semua berlomba-lomba memanfaatkan momentum ini, momentum yang mereka namakan dengan: hari kasih sayang.

Huuuuuffff… Bosan rasanya gue menulis tentang valentine yang nggak ada habis-habisnya. Setiap tahun, tulisan tentang valentine selalu gue tulis. Namun setiap tahun juga orang-orang masih dengan senangnya merayakan apa yang mereka namakan valentine.

Hei, emangnya kenapa dengan valentine, kok sampe gue jadi sebegini relanya menulis sesuatu hanya untuk valentine? Ya mohon maaf sebesar-besarnya, tapi harus disampaikan dengan jujur bahwa gue adalah salah satu makhluk yang nggak hobi ngerayain valentine, dan memiliki perbedaan pandangan dengan mereka-mereka yang merayakannya.

Maksud lu apa sih Kink? Ah gue, lu nggak suka valentine gara-gara:

  1. Lu nggak punya cewek yang bisa buat berbagi kasih sayang atau tuker-tukeran coklat kan?
  2. Oh gue tau, kan lu dilarang dokter buat makan coklat, jadi lu nggak suka valentine yah?
  3. Oke, gue nggak punya alasan kenapa lu nggak suka valentine selain 1 kata: kampungan!

Hmmm… Silahkan kita berpikir sendiri, kenapa gue nggak hobi valentine. Dan semua opsi jawaban di atas adalah benar, kalo lu boleh tau. Mau nambahin jawaban lagi juga silahkan, monggo… Dan tentunya gue juga mau nambahin 1 jawaban lagi donk.

Apa itu?

Adalah, bahwa valentine bukanlah merupakan bagian dari kebudayaan kita! Valentine itu berasal dari budayanya orang romawi-romawi sana, di sekitar abad ke-15 dulu (baca tulisan gue yang “AliitlePieceOfValentine” buat tau sejarah singkat valentine). Dan sampai detik ini, serta insya Allah sampai akhir zaman nanti, gue nggak menemukan dan nggak akan menemukan nilai positif dari diadakannya valentine.

Jadi simpel aja. Apa sih manfaatnya valentine? Kenapa bulan Februari mesti identik dengan coklat dan warna pink? Nggak bisakah bbulan Februari ini dilalui dengan biasa aja seperti hari-hari lainnya, karena sesungguhnya setiap hari adalah anugerah? Bukan cuma tanggal 14 Februari aja.

Cukup sudah gue menulis secuil tulisan tentang valentine (lagi). Setiap taun gue nulis dan setiap taun juga valentine masih tetap diadakan. Memelesetkan valentine menjadi fuck-lentine pun juga nggak akan menyelesaikan masalah. Karena pada akhirnya pilihan ada di tangan kita, apakah ingin ikutan terjun ke dalam dunia valentine, ataukah meninggalkannya dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati. Apapun itu, pilihan ada di tangan kita. Dan pilihan apapun yang kita pilih, tentu harus ada pertanggungjawabannya. Bukan begitu?

*Note: Selamat ulang tahun buat emak gue tercinta yang lahr di bulan Februari ini (tapi lahir di bulan Sya’ban kalo pake kalender Hijriah). Dan tentunya ucapan terima kasih yang sangat spesial buat orang tua gue yang Alhamdulillah sama sekali nggak pernah mengajarkan anak-anaknya untuk ikut-ikutan valentine.

AlittlePieceOfValentine

(Disarikan dari sebuah diskusi terbatas)

Asal mula valentine muncul adalah terlampau sederhana. Ada semacam keresahan sosial di kalangan Katolik Roma dalam perayaan hari Natal. Ketika perayaan hari besar setiap tahunnya hanyalah berupa hari raya Natal, Katolik Roma merasakan kekurangan ruh jika hari raya itu hanya 1 kali dalam 1 tahun. Karena itu mereka berusaha membuat tradisi baru bernama valentine. Valentine bermula dari sebuah tulisan Santo Valentine, seorang Uskup Agung di 3 daerah di sekitar Roma.

Dalam rangka mencapai misi gold gospel dan glory, maka Valentine ini menjadi momentum bagi umat Katolik untuk menambah pundi2 kekayaan. Mereka meng-create sedemikian rupa supaya seolah2 niai historis dari perayaan valentine ini menjadi bagian dari agama mereka.

Paa abad ke-15 an awal, dalam tarikh Yunani kuno pada bulan Januari hingga Februari terjadi pernikahan antara Dewa Zeus dengan Dewa Her. Lalu dikaitkan supaya terkesan historis dengan agama mereka, sehingga timbul istilah Leparcus (kesuburan). Januari-Februari adalah masa2 dimana dewi kesuburan mampu bereproduksi. Leparcus atau Dewi Kesuburan menjadi bagian momentum adanya valentine.

Tradisi yang kemudian dilakukan oleh umat Katolik Roma waktu itu adalah dengan mempersembahkan sebuah sesaji berupa kambing bagi Dewi Kesuburan. Dan setelah itu, mereka melakukan upaya yang sifatnya hura2 seperti minum anggur, dan keluar dari rumah2 mereka menuju jalanan untuk menyentuh siapapun yang mereka temui. Sebagai bentuk ekspresi menginginkan kesuburan, para wanita muda melakukan perzinaan pada momentum tersebut. Itu terjadi pada tanggal 15 Februari pada awal abad ke-15.

Ini berkesesuaian dengan misi2 Katolik, gold glory dan gospel. Momentum valentine ini dikembangkan sedemikian rupa sampai abad ke-19. Mereka ramai2 mengirimkan ucapan valentine. Diawali dari Inggris yang  mencetak beribu2 kartu ucapan (greeting card). Pada batas tertentu telah mencapai 1.5 milyar cetakan di seluruh dunia.

Sejak itu valentine selalu di show up ke publik, karena adanya keuntungan material yang diperoleh disitu, tanpa peduli apakah itu sesuai dengan agama mereka atau tidak. Terlihat adanya upaya sebuah materialisasi terhadap momentum ini.

Ternyata budaya valentine seperti itu sudah mulai merasuk ke dalam jati diri bangsa Indonesia. Survey yang dilakukan LSM di kota2 besar di Indonesia, pada momen itu tingkat hunian di hotel2 kelas marjinal meningkat drastis. Namun ternyata waktu check-in dan check-out nya tidaklah 1 hari sebagaimana lazimnya, tapi hanya beberapa jam saja, antara 2 sampai 5 jam. Dan berdasarkan hasil survey di apotek2, banyak alat kontrasepsi yang dijual di apotek2 terjual habis.

Fatwa untuk tidak merayakan valentine datang dari Timur Tengah. Pada 1420 Hijriah, ulama besar Saudi Arabia berfatwa, “Ketika valentine itu dikatakan sebagai hari raya, Islam tidak mengakui hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha. Ketika valentine itu dikatakan sebagai hari kasih sayang, Islam tidak mengartikan kasih sayang hanya pada momentum tertentu saja, melainkan pada setiap saat dan kepada siapapun”.

Dalih apapun yang digunakan untuk merayakan valentine, itu tidak diperbolehkan. Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, ia termasuk kaum tersebut. Hendaklah manusia saling tolong-menolong dalam kebaikan dan jangan ah tolong-menolong dalam hal yang buruk. Jadi, tidak semestinya kita mengikuti perayaan valentine, dan tidak boleh sekalipun mendukung perayaan valentine tersebut.

(Insya Allah demikian. Mohon maap kalo tulisannya berantakan, tulisan ini dibuat secara real time ketika si pembicara sedang menyampaikan materi, dengan sedikit merapikan disana-sini)

JikaAkuAdalahPresiden #1

Bismillahirrahmanirrahim…

Beberapa waktu yang lalu gue pernah ngebaca blog temen gue yang disitu diceritain tentang wawancara dia dengan temen-temennya tentang apa aja yang bakalan mereka lakukan seandainya mereka jadi presiden. Bermacem-macem jawaban keluar di sana. Dan dari situ pun sedikit banyak wawasan gue jadi terbuka.

Terbuka tentang masalah-masalah negara. Terbuka tentang rencana-rencana negara kedepannya. Tapi terbuka juga bahwa suatu hari nanti, gue selaku warga negara Indonesia pun harus punya bakti yang nyata kepada negeri ini. Plus, gue juga bakalan menjadi pemimpin, itu adalah satu hal yang pasti. Minimal adalah pemimpin bagi diri sendiri. Minimal lagi, jadi pemimpin bagi keluarga.

Sekalipun sebenernya ini nggak pernah terpikirkan, tapi bagaimana jika di dalam Lauh Mahfudz tertulis bahwa gue akan menjadi pemimpin sebuah negara, dalam hal ini Indonesia? Gue nggak punya niat dan emang nggak minat buat jadi presiden Indonesia, atau jadi wapres sekalipun. Beda sama salah seorang temen gue yang udah bertitah untuk menjadi presiden Republik Indonesia taun 2014 nanti.

Jadi buat sekedar preparation aja, terpikirlah di dalam otak Einstein gue ini untuk mulai menulis hal2 apa aja yang bakal gue lakukan jika emang gue beneran jadi presiden nanti. Dan kalopun gue bukanlah terlahir sebagai seorang presiden, harapannya tulisan ini pun bisa membuka mata lu-lu semua atau sebagai bahan referensi dalam menentukan arah kedepannya.

Tapi sebelomnya, tulisan ini masih mentah, soalnya ditulis oleh seorang mahasiswa Teknik Nuklir yang sangat sangat awam dengan dunia ekonomi, politik, pemerintahan, psikologi, pertanian, perdagangan, administrasi birokrasi, dll. Bahkan untuk ilmu keteknikan pun juga masih awam. Satu-satunya hal yang bisa dipercaya adalah bahwa tulisan ini dibuat atas dasar keinginan untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik dan menjadi yang terbaik.

Tulisan ini pun masih abstrak dan belom real nyata dan konkrit. Kenapa, soalnya ntar bakalan ada menteri-menteri yang lebih paham urusannya masing dan yang akan atktif mengeksekusinya. Serta nggak menutup kemungkinan di masa depan nanti, seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya wawasan, maka tulisan ini akan mengalami perkembangan-perkembangan yang lebih baik lagi kedepannya.

Untuk memudahkan, maka disini bakalan gue bagi menjadi beberapa sektor, meskipun gue bingung juga beberapa diantaranya cocoknya di sektor mana dan banyak juga yang lintas sektor. Tapi ini juga masih nggak ngurut lho. Maksudnya, yang tertulis di nomor awal bukan berarti harus yang lebih dulu dilakukan, dan yang tertulis di nomor buncit bukan berarti nggak memiliki tingkat urgensi yang tinggi.

Tanpa banyak omong lagi, langsung baca aja deh ini, “Jika Aku Adalah Presiden”.

***

Gambaran umum:

Ekonomi

Bayar utang

Kembali ke standar uang emas

Optimalisasi sektor riil

Optimalisasi zakat dan pajak

Pemerintahan

Khalifah

Reformasi birokrasi

Departemen IT

Kesejahteraan masyarakat

Optimalisasi kurikulum pendidikan

Layanan kesehatan

Narsisme Nusantara

Revolusi akhlak moral dan akidah (Pejabat, pengusaha, artis, militer, dokter, pegawai pemerintah)

Penegakan hukum syar’i

Kedaulatan

Nasionalisasi

Usir penjajah sumber daya

Wajib miiter

Optimalisasi perbatasan

Politik luar negeri

Desak Israel dengan segala cara

Konferensi liga muslim kaffah sedunia

Aktif dalam politik luar negeri

Lain-lain

Pembangunan PLTN

Anti Amerika, anti kapitalisme, anti zionis

Bukan cuma agraris, tapi juga maritim

Unggul di segala bidang (IPTEK, olahraga, seni-budaya, keilmuan)

***

Oke, sekarang kita rinci satu persatu.

Ekonomi

Bayar dan Lunasin Utang

Sebelom membahas lebih jauh, gue pengen bilang dulu kalo gue nggak tau sejak kapan negara ini punya utang. Gue juga nggak tau berapa jumlah utang kita sekarang, kepada siapa aja kita ngutang, dan bagaimana isi dari perjanjian utang-utangan itu. Tapi yang jelas, bagaimanapun caranya, utang negara ini harus dilunasin, supaya kita nggak terus menerus terbelenggu dalam jeratan utang dan si pengutang yang dengan utangannya itu bisa seenaknya mendikte kita.

Satu hal yang sangat menyedihkan adalah bahwa penduduk negara ini di masa sekarang dan masa mendatang harus menanggung utang akibat dari ulah penduduk di masa lalu.

Gue juga nggak ngerti gimana hukumnya masalah utang-mengutang suatu negara. Kalo misalnya ada orang yang ngutang, maka sebelom ia meninggal utang itu harus segera dilunasin, atau ia harus membayar utangnya di akhirat nanti. Hal-hal yang bisa membatalkan utang itu adalah jika ahli warisnya bersedia melunasinya atau jika si pengutang bersedia menganggapnya lunas. Kalo nggak, ya udah biarkan hukum akhirat yang akan berbicara.

Tapi gimana kalo yang berutang itu adalah suatu negara? Lebih-lebih pemerintahannya adalah orang-orang yang setiap beberapa periode selalu berganti. Jadi, bisa aja pemerintahan yang sekarang ini yang berutang, sementara pemerintahan yang periode selanjutnya yang akan melunasi. Istilahnya, utang warisan. Bagaimanakah ini?

Namun demikian, intinya negara ini harus bebas dari utang dan bebas dari budaya ngutang. Ngutang bukan cuma masalah ketersediaan harta, tapi lebih kepada niat dan kesungguhan diri. Sesungguhnya jika jiwa itu kuat, maka fisik tidak akan mampu mengalahkannya.

Kembali ke Standar Uang Emas

Mau tau kenapa di negara ini sering terjadi inflasi? Mau tau kenapa harga minyak dunia dan komoditas lannya harganya berubah? Mau tau? Kalo mau tau, ya udah cari tau sana, gue juga belom begitu tau kok. Huohohohohoho…

Nggak gitu juga sih. Tapi, hari ini kita menyandarkan mata uang kita dan komoditi dunia kepada mata uang Dollar Amerika. Dan semua itu sejatinya hanya akan membuat mata uang kita menjadi hanyalah lembaran-lembaran kertas yang NGGAK ADA HARGANYA.

Sebenernya yang dijadikan sebagai alat tukat adalah emas dan perak. Tapi karena emas dan perak agak susah jika dibagi dalam bagian-bagian yang kecil, maka dicetaklah uang kertas yang nilai nominalnya bersandarkan pada nilai emas. 1 Dinar setara dengan 4.25 gram emas 22 karat, sementara 1 Dirham setara dengan 3 gram perak murni. Dan pecahan-pecahan lainnya pun mengikuti penyetaraan tersebut.

Bagaimana dengan Dollar Amerika? Dulu setelah perang dunia kedua, Amerika mengakui dirinya sebagai negara pemenang perang, dan memiliki ketersediaan emas paling banyak di dunia. Akhirya Amerika mendesak negara-negara di dunia untuk menyandarkan mata uang mereka terhadap Dollar Amerika. Sampe sini sepertinya belom ada masalah.

Tapi di jaman itu, yang namanya bunga, riba dan sektor non ril udah mulai mewabah, yang mengakibatkan uang yang tercatat di atas kertas jumlahnya jauh lebih banyak daripada uang yang tersedia secara fisik. Menyadari hal itu, Prancis diikuti Spanyol memutuskan untuk menukarkan Dollar yang mereka punya dengan emas yang dimiliki Amerika. Hal ini membuat Amerika panik karena setelah itu, Amerika sadar bahwa jumlah emas yang tersedia udah nggak seimbang lagi dengan jumlah uang yang tercatat di atas kertas, akibat sektor non ril itu tadi.

Jadilah sejak taun 1971, Richard Nixon memutuskan untuk nggak lagi menyandarkan Dollar nya kepada ketersediaan emas, dan mengizinkan untuk mencetak lembaran uang Dollar sebanyak-banyaknya tanpa peduli dengan nilai emas yang mereka punya. Dan kita pun dengan bodohnya masih mau menyandarkan mata uang dan komoditi kita kepada Dollar tersebut.

Plus, dalam salah satu butir perjanjian bantuan IMF kepada Indonesia waktu krisis 1998 dulu, disebutkan bahwa Indonesia nggak boleh menyandarkan mata uangnya kepada standar emas. Kenapa? Karena IMF tau, bakalan bahaya kalo Indonesia menggunakan emas sebagai standar mata uang mereka.

Nah jadi, nggak bisa nggak, gimanapun caranya, kita harus kembali kepada fitrah uang yang sesungguhnya, yaitu dengan menetapkan standar emas. Marilah kita berinvestasi emas, dan janganlah uang kertas itu dicetak selama persediaan emas di negara ini belom bertambah. Apa tujuannya? Yaitu supaya uang itu terus berputar dan nggak disimpen oleh sekelompok orang tertentu, yang ujung-ujungnya akan mengakibatkan ketimpangan ekonomi.

Optimalisasi Sektor Ril

Optimalisasi sektor ril, maksudnya adalah lebih peduli dan lebih memanfaatkan sektor2 ril. Atau dengan kata lain, cobalah untuk mulai melepas ketergantungan kepada sektor non ril. Ini masih ada kaitannya dengan poin sebelom ini, yaitu bahwa sektor non ril akan mengakibatkan jumlah uang yang tercatat di atas kertas menjadi lebih besar dari jumlah uang yang tersedia.

Optimalisasi Zakat dan Pajak

Dua hal ini sejatinya merupakan salah satu hal penting yang bisa mendukung perekonomian, sekalipun keduanya bukanlah yang paling urgent.  Zakat dan pajak bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan bersama dan mengedarkan uang kepada masyarakat supaya uang itu nggak cuma dimiliki oleh sekelompok orang tertentu.

Sebenernya ini bukan cuma optimalisasi doank, tapi juga harus disertai dengan layanan serta petugas yang kompeten. Hari ini pun gue masih bingung, kenapa orang yang kerja di perpajakan umumnya banyak duit ya?

Tapi emang bener, kalo 2 hal ini dioptimalkan dan dieksekusi dalam koridor kebenaran, maka sedikit banyak ekonomi rakyar bisa meningkat. Kalo misalnya penduduk miskin Indonesia adalah 80 jutaan, masa iya yang 120 juta sisanya nggak bisa (atau nggak mau?) berbagi rezekinya kepada yang 80 juta itu?

Apakah batas minimal seseorang menjadi peminta2? “Lima puluh dirham atau nilai yang setara dengannya jika dihitung dengan emas (HR Ahmad),” gitu kata Rasulullah. Kalo 1 dirham setara dengan sekitar 35000 rupiah, maka 50 dirham kira-kira 1.750.000 rupiah.

Khusus untuk zakat, pelaksanaannya pun nggak cuma sekedar perintah aja, tapi juga berpahala bagi mereka yang berzakat. Sementara untuk pajak, harus ada ketegasan lebih tegas lagi terhadap hal-hal yang perlu ditegaskan, supaya uang bisa beredar lebih merata di masyarakat. Jangan sampe ada pengusaha-pengusaha kaya yang bayar pajaknya nggak sebanding dengan kekayaannya.

Bersambung ke sektor selanjutnya…

AlittlePieceOfMe #1

AlittlePieceOfMe #1 : TK Indria

Minggu sore ketika gue dan kakak gue, Gomiiko, lagi iseng-iseng nongkrong di depan laptop, sesosok makhluk yang sudah nggak asing lagi muncul dari pintu samping rumah gue, melintas ngelewatin dapur, ngagetin emak gue yang lagi nongkrong di dapur. Siapa dia? Jelas, bukan maling ayam apalagi maling jemuran. Tapi nggak salah kalo jawab bahwa dia adalah maling. Iya, dia adalah maling hati emak gue, alias bokap gue.

Datang nggak diantar pulang nggak dijemput, beliau baru saja tiba dari perjalanan dinasnya ke Samarinda sejak Jumat kemarin. Dengan senyum di wajah dan rambut yang telah memutih, beliau ber say hello dan tersenyum kepada kita semua. Lalu beliau membawa masuk barang-barang ghanimah-nya dari Samarinda. Ada lepok, amplang, kerupuk ikan, kepiting tepung, dll.

Emak gue dibawain batik Samarinda khas Pekalongan (????), dan kakak gue dibawain gelang-gelangan. Sementara gue sendiri cukup dibawain senyuman paling ganteng dari bokap gue. Ya nggak apa-apa kok. Sebenernya sih gue pengen nitip oleh-oleh juga kalo beliau mampir ke Tenggarong. Tapi beliau nggak mampir, jadi gue nggak jadi nitip. Emang mau oleh-oleh apa? Itu loh, gue mau nitip tolong dibawain juara Mpok Kutai Kertanegara 2007, eh 2008. Ups…

Selain itu, bokap gue juga bawa makanan yang didapet di pesawat, sekotak kecil bihun plus ayam teriyaki. Beliau taro bihun itu di meja dan beliau melaksanakan shalat Asharnya yang sempat tertunda akibat di perjalanan.

***

Malemnya, emak gue nawarin gue makan.

“Kink, itu kalo mau makan pake kepiting tepung, tak taro di lemari ya!”

Dan gue baru nyadar kalo ternyata kepiting tepung bisa dibuat makan bareng nasi. Kirain cuma cemilan biasa, kaya ceker ayam gitu. Emak gue kembali nawarin makanan.

“Ini bihunnya kalo mau!”

Cring… Bihun! Gue lupa kalo tadi bokap gue bawa bihun dari pesawat. Dan mengingat rasanya udah lama banget gue nggak makan bihun, mungkin udah sekian abad, akhirnya gue meng-iya-kan.

“Iya, malem ini aku makan bihun aja ya!”

Akhirnya sekarang gue udah duduk di sofa panjang ruang tengah dengan sekotak bihun plus ayam teriyaki di tangan. Di sofa yang sama, emak gue ikutan duduk.

Makan bihun ini bikin gue bring back memories. Gue jadi inget jaman sekolah dulu, entah TK atau SD, waktu emak gue sering bawa bihun kotakan yang dibeli di pasar.

“Mah, makan bihun gini jadi inget jaman TK dulu…”

TK. Ternyata dulu gue pernah TK… Ya iyalah, masa ya iya dong… Cristiano Ronaldo kan pemain sepak bolah, bukan pemain sepak bodong…

Gue jadi je me souviens tentang masa-masa gue TK dulu. Ketika itu gue masih kecil dan lagi imut-imutnya (sampe sekarang juga masih imut kok!). Gue bersekolah di TK Indria, berlokasi di Jalan Jawa, sebelah Timurnya Lapangan Jawa. Apa kabar TK Indria sekarang?

Bu Mayang, Bu Ina, Bu Tati, ibu guru baik hati yang dulu pernah membimbing dan mendidik gue yang masih lugu dan polosan ini. Dengan penuh kasih sabar, dengan penuh kasih sayang, tanpa kenal lelah mereka setia ngajarin gue banyak hal. Jelasin gue ini-itu. Dan membuat gue kenal dunia lebih jauh lagi. Apa kabarnya mereka semua, wahai guru-guru TK ku?

“Dulu kamu tiap Sabtu suka bolos ya?” Suara emak gue berbisik lembut di telinga gue.

Iya, dulu gue emang sering banget bolos. Apalagi hari Sabtu. Kenapa? Soalnya kalo hari Sabtu, kita anak-anak TK dibawa muter-muter, jalan-jalan keliling Jalan Jawa dan sekitarnya. Buat sebagian anak, hal tersebut jelas menyenangkan. Tapi buat gue yang dulu totally autis dan cacingan, gue agak males kalo mesti jalan-jalan. Soalnya jalannya siang-siang, pas lagi panas-panasnya. Dan karena gue nggak punya banyak temen waktu TK, jadi kalo jalan ya barengan gue itu-itu aja, nggak bisa membaur sama anak-anak lain.

“Iya, uhehe… Nggak cuma Sabtu doang, tiap Senin juga!” Gue menimpali omongan emak gue.

Gue kembali menginget, ternyata tiap Senin gue juga hobi bolos. Alasannya pun nggak jauh beda, yaitu karena tiap Senin itu ada upacara bendera dan gue males ikut upacara. Duh anak bangsa macam mana gue ini… Karena jarang ikut upacara, ketika SD, temen-temen gue semua udah pada apal Pancasila, Pembukaan UUD, dll. Tapi gue cuma cengo’ aja denger yang kaya begituan.

Jadilah, semasa TK dulu, gue hobi bolos tiap hari Senin sama Sabtu. Dan emak gue tersayang pun melegalkan pembolosan gue ini. Hingga akhirnya gue inget banget apa yang tertera waktu pembagian rapor caturwulan (waktu itu kan masih pake caturwulan yah, 4 bulan sekali). Di rapor gue tertulis jelas:

Bolos: 45 hari

Wuaoouw…!!! Dalam 1 cawu, bolosnya 45 hari!!! Ayo coba kita itung-itung!

1 cawu ada 4 bulan. 4 x 25 hari sekolah = 100 hari. Minus libur dan segala macem, anggaplah cuma ada 90 hari sekolah dalam 1 cawu. Dan dari 90 hari sekolah itu, gue bolos 45 hari! Artinya, absensi gue di kelas cuma 50%! Huahahahahaha… Ampuni muridmu yang cacingan ini, wahai guru-guru TK ku…

“Itu si Chandra gimana kabarnya?” Emak gue juga mengingat masa kecil gue.

“Chandra yang suka ngabisin minuman kamu. Lagian, dia itu badannya gede tapi bawa air minumnya yang kecil, yang gajah-gajahan itu…” Emak gue melanjutkan, dengan senyuman manis melintas di wajahnya.

Chandra. Dia sohib gue waktu TK. Waktu jaman TK, gue yang pendiem-pemalu-pengecut-penakut-pecundang-autis-cacingan ini emang nggak punya banyak temen, soalnya gue suka malu bergaul sama anak-anak lain. Di saat istirahat mereka pada asik main-main di ayunan, perosotan, jungle jim dll, gue seorang diri cuma nempel nyerosot-nyerosot di tembok kelas, sendirian. Ngobrol sama tembok.

Guru gue bukannya nggak nyadar. Mereka pun sempet ngajakin gue main bareng yang lain, tapi guenya nolak dan lebih memilik untuk senderan nyerosot-nyerosot di tembok. Jadilah mulai detik itu sampe sekarang, tembok telah menjadi sohib gue. Selain tembok dan Chandra, temen gue jaman TK lainnya diantaranya Sigit, Agung, dan lainnya gue lupa. Apa kabarnya mereka sekarang?

Balik lagi ke pertanyaan emak gue, Chandra, sohib gue jaman TK yang hobi ngabisin minuman gue. Waktu TK kita sering barengan, tapi semuanya berakhir di jaman SD. Gue masuk di SD Beji VII, dia SD Beji VI. Padahal SD kita ini berlokasi di 1 komplek yang sama, didalem 1 pager, berhadap-hadapan. Tapi kompetisi diantara 2 SD ini cukup tinggi, khususnya waktu main galaksin.

Selama SD, gue jarang ketemu lagi sama Chandra. Secara gitu gue jarang gaul dan jalan-jalan kemana, lebih sering duduk manis di dalem kelas, ngobrol sama tembok. Satu-satunya yang gue inget dari Chandra di jaman SD adalah, waktu itu Beji VII sama Beji VI ngadu main galaksin di lapangan milik kita bersama. Seperti biasa, situasinya panas. Gue yang merupakan langganan tim inti galaksin Beji VII angkatan gue, ikutan main juga.

Gue lupa kronologisnya gimana, kenapa bisa jadi panas. Soalnya tiap kita ngadu emang bakalan selalu panas. Tapi yang jelas, waktu itu emang lagi panas kaya biasanya. Dan satu-satunya hal yang gue inget dari Chandra adalah, di tengah situasi panas itu, dia dateng nyamperin gue dan langsung marah-marah ke gue, sedikit bernada ngajakin ribut. Dia juga ikutan main galaksin, ngebela Beji VI. Tantangan dia waktu itu nggak gue tanggepin, gue diemin aja. Bukan karena gue cool, tapi karena gue penakut. Uhehehe…

Itulah kenangan jaman SD yang gue inget tentang Chandra. Daalam hati gue berbisik pelan: “Oh jadi gini ya… Ini kan Chandra yang dulu akrab sama gue waktu jaman TK… Sekarang dia malah ngajakin gue ribut cuma gara-gara ngadu galaksin…”

Dan entah dimana sekarang Chandra berada, selepas SD gue udah nggak  tau lagi gimana kabarnya.

Kita kembali ke bihun yang ngigetin gue sama jaman TK. Gue inget sering dibawain bihun sama emak gue dari pasar. Dan lagi-lagi gue jadi inget, waktu TK dulu kan kita harus bawa makanan ke sekolah buat makan siang. Waktu istirahat, kita dipersilahkan ngebuka makanan kita masing-masing. Menu makan gue nggak pernah jauh-jauh dari bolu kukus, lemper dan kue mangkok, makanan favorit gue waktu itu. Khususnya bolu kukus, emak gue juga tau anak laki-lakinya ini hobi makan bolu kukus. Sampe-sampe beliau pernah nyoba bikin bolu kukus sendiri, pake mocca, pengembang, baking soda dll, khusus buat gue. Love u Mom…

Tapi di tengah segala keautisan gue jaman TK, nggak bisa dipungkiri kalo gue punya kualitas otak yang nggak kalah sama otak udang. Biarpun appearance gue cacingan, tapi isi kepala gue kaya ilmuwan. Hal ini terbukti dari psikotes-psikotes yang pernah diadain TK gue. Secara umum, gue bisa ngerjain psikotes dengan hasil yang memuaskan dan dalam waktu yang nggak lama-lama banget. Guru-guru gue pun mengakuinya.

Akhirnya, 2 tahun sudah gue lewatin di TK Indria. Gue nggak tau kenapa bisa lulus TK, mungkin karena gue imut kali ya… Padahal kalo ngeliat track record gue yang hobi bolos, jarang bergaul dan cacingan ini, mereka punya hak untuk nggak ngelulusin gue dulu. Tapi ya semuanya sudah tertulis di Lauh Mahfudz, bahwa pada akhirnya gue harus meninggalkan TK Indria, tempat pertama gue mengenyam pendidikan.

Terima kasih TK Indria. Terima kasih Ibu Mayang, Ibu Ina, Ibu Tati, dan semua guru-guru lainnya. Terima kasih juga kepada temen-temen seperjuangan gue di TK Indria 1992-1994. Menjadi apapun kita di hari ini, jangan pernah lupa bahwa dulu kita pernah menghabiskan waktu bersama di TK Indria, dengan Jalan Jawanya dan sejuta kenangannya…

Gue kembali menikmati bihun plus ayam teriyaki gue. Ini udah suapan terakhir. Bokap gue keluar dari kamar dan langsung ngomongin masalah keuangan sama gue. Sementara emak gue telah kembali berkutat di dapur, nyiapin makan malem untuk suami tercintanya. Dan kakak gue? Nggak tau dah, dia mah keberatan kalo cerita dirinya dipublish untuk umum kaya apa yang gue tulis ini. Padahal, setiap individu dari kita adalah inspirasi bagi yang lainnya. Bukan begitu?

Depok, 31 Januari 2010, 21:06

SMSmimpi

Senin 9 Februari 2009

C-Kink, 08:01

“Hadoh Asmirandah… Ms gw br aja abis mimpiin elu… Hohoho”

Asmirandah, 08:07

“Hah sampe segitunya! Emg mimpi apa lw? Jgn yg jelek2 y..”

C-Kink, 08:11

“Critain ga yaaa?Rahasia ah… Huehehe.

Ms kn qta ktmuan, trus mau jln naik mbl gw. Trs lu gw tggl bntr di mbl, eh balik2 mbl’a ud ga ada, lu bw kbur. Pdhl kunci’a gw yg megang.

Ntar kl qta ktmuan beneran, mbl gw jgn diembat jg y.”

Asmirandah, 08:15

“Astagfirullah, parah banget dah! Enak aja gw dmimpiin yg jelek2.. Makanya ayo ktmuan beneran, ms ud di Depok tp ga ktemu gw c”

C-Kink, 08:19

“Yah liat aja ntar, kl mbl gw ilang berarti lu yg msti tggung jwb y. Hohoho… Lg jg dr pd ngembat mbl’a mnding lu embat aja nich sopir’a.”

Asmirandah, 08:22

“Haduh.. Kalo gw embat supirnyah rugi gak yah,?? Emang laku di jual yah?? Hehe.. Ngawur lu ah!! Mangkan nya bgn jgn siang2..”

C-Kink, 08:24

“Wuah jelas laku duonk, makhluk langka tuh. Td pagi c ud bngun tp trus tdur lg. Eh ga tau’a mlh dpt mimpi yg ky gni. Ntar gw mau tdr lg & mimpi lg. Di mimpi gw yang kdua nanti mbl gw tlg dibalikin y.”

Asmirandah, 08:47

“Ogah ktemu d mimpi lw lg ah! Abis d mimpiin yg jelek2..

Dasar lw tkng tdr ya!? Okeh d.. Puas2in d tdr. Smoga mbl lw ktemu yah..”

2 jam kemudian…

C-Kink, 10:47

“Mn qo mobil gw ga dibalikin? Hadoh dasar maling dah ah…”

Asmirandah, 11:01

“Kurang ajar lw!!! Yee cari ajah sana sndiri..”

Wirausaha

Hari ini, kita seringkali melihat ribuan bahkan jutaan orang berlomba-lomba mencari pekerjaan. Tanpa peduli tingkat pendidikan, entah sekedar tamatan sekolah atau sarjana, mereka berjalan kaki kesana-kemari bermodalkan lembaran map di tangan. Berharap ada perusahaan yang tertarik untuk merekrutnya menjadi salah satu pegawainya.

Bukan hal yang salah memang. Tapi pernahkah tepikir di benak mereka, daripada mencari pekerjaan, kenapa tidak menciptakan pekerjaan sendiri?

Berdasarkan data statistik, saat ini di Indonesia hanya ada sekitar 300 ribu orang yang menerjunkan diri menjadi wirausaha. Hanya sekitar 0.18% dari jumlah seluruh penduduknya. Padahal, suatu negara dikatakan ideal jika minimal 2% dari penduduknya adalah wirausaha. Dalam kasus ini, minimal harus ada 4 juta orang Indonesia yang berprofesi sebagai wirausaha. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang pada tahun 2007, 11.5% penduduknya adalah wirausaha. Atau Singapura yang memiliki 7.2% wirausaha pada tahun 2005.

Wirausaha atau entrepreneur, memang suatu hal yang setidaknya harus ada dalam diri setiap manusia, sama halnya dengan leadership dan manajemen. Menurut kamus encarta, entrepreneur diartikan sebagai “risk-taking businessperson: somebody who initiates or finances new commercial enterprises”. Silahkan terjemahkan sendiri apa arti entrepreneur menurut pemahaman kita masing-masing.

Kenapa kita harus berwirausaha, atau setidaknya memiliki jiwa wirausaha? Jelas, karena dengan wirausaha, kita memiliki otoritas penuh untuk mengatur segala sesuatunya. Tidak perlu terikat jam kerja. Tidak perlu takut dimarahi atasan. Bebas mengatur kapan kita kemana dan kapan kita akan melakukan apa. Serta membangun jaringan dengan banyak kolega.

Wirausaha tidak digaji oleh atasan, ia digaji oleh dirinya sendiri. Wirausaha juga tidak perlu takut dipecat, karena hanya dia yang berhak memecat dirinya sendiri. Dan yang paling penting, tak perlu khawatir dengan ancaman krisis global atau apalah krisis ekonomi lainnya, karena wirausaha mampu berdikari, BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI.

Jangan pernah lupa, wirausaha berarti telah membantu Ibu Pertiwi bangkit dari keterpurukannya.  Dengan wirausaha, otomatis kita perlu merekrut tenaga kerja. Dan ini berarti, membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran.

Dengan wirausaha, otomatis kita telah memutar roda perekonomian, memutar uang. Menarik uang dari masyarakat, memutarnya untuk modal, mengembalikannya kepada masyarakat. Karena sebaik-baik uang adalah uang yang beredar di masyarakat, bukan uang yang didiamkan dan disimpan untuk waktu lama.

Dengan wirausaha, berarti kita telah meniru sunnah rasul kita, Muhammad saw. Bukankah 9 dari 10 pintu rezeki, adalah dengan berdagang? Bukankah wirausaha berarti kita telah menolong saudara kita untuk memenuhi kebutuhannya? Dan bukankah dengan wirausaha, maka harta itu berada pada tempatnya, karena sebaik-baiknya harta adalah harta yang dipegang oleh umat Muslim?

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, ketika kita berwirausaha, jangan langsung berpikir bahwa uang jutaan rupiah akan hadir di hadapan kita. Oke, hari ini kita telah banyak melihat para wirausahawan yang berpenghasilan ratusan juta rupiah per bulan. Tapi kalau kita menilik kembali ke langkah awal perjalanan mereka, bukankah dulunya mereka juga hanya berpenghasilan puluhan ribu atau bahkan hanya ribuan rupiah? Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang merugi pada awalnya? Ingatlah, segala sesuatu ada tahapannya, laksana kaki gunung yang kita naiki sedikit demi sedikit, hingga kita akan mendapatkan pemandangan indah pada puncaknya.

Hal lain yang perlu diperhatikan, ketika mendengar kata wirausaha, tidak perlu berpikir tentang usaha yang muluk-muluk. Membuat perusahaan, jelas itu yang konvensional. Tapi dengan menjadi konsultan, freelance, distributor, pedagang atau apapun yang mampu menghasilkan rezeki, itu sudah termasuk wirausaha. Dan yang terpenting, sekali lagi, semua ada tahapannya.

Kembali ke bahasan awal, negara ini kekurangan wirausaha. Jadi, apakah kita bersedia untuk menambah jumlah wirausaha di negara ini?

Ada satu hal lagi yang patut disampaikan. Yaitu adalah hegemoni Indonesia di kancah dunia Internasional, yang sampai hari ini mungkin masih dipandang sebelah mata. Kita tahu, perusahaan-perusahaan besar dunia semuanya berada di tangan bangsa asing. Sementara bangsa Indonesia hanya mampu berlomba-lomba menjadi salah satu pegawainya.

Apakah itu salah? Tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Tapi akan lebih baik lagi jika situasi berbalik: Perusahaan tersebut dipimpin oleh orang Indonesia, mempekerjakan sebagian besar orang Indonesia, dan menjual produk-produknya di luar negeri!

Danone. Salah satu pemilik perusahaan air minum. Mata air itu, berada di bumi Indonesia. Tapi mengapa, sebagian besar keuntungannya lari ke sana?

Exxon. Bergerak di bidang pertambangan. Kilang minyaknya, berada di tanah air Indonesia. Tapi mengapa, keuntungannya juga lari ke sana?

Negara ini sudah banyak dijajah. Negara ini sudah banyak dibodohi. Ditambah lagi dengan penduduknya yang merasa bagga jika mampu menjadi pegawai untuk perusahaan asing. Tidak terpikir niat untuk membangun perusahaan sendiri dan mampu mengalahkan perusahaan asing.

Berterima kasihlah kepada mereka, anak-anak pribumi yang telah berwirausaha. Yang tidak terpengaruh ekonomi global dalam menjalankan bisnisnya. Yang telah berjasa memutar roda perekonomian masyarakat. Yang tetap tegar berdiri dihantam badai krisis. Yang telah berbuat sesuatu bagi Ibu Pertiwi.

Wirausaha itu bagaikan hidayah. Ia ada di dalam diri setiap manusia, hanya seringkali masih tertutupi oleh selubung-selubung yang mebuatnya merasa nyaman dengan situasi yang ada. Ia bisa hadir dengan sendirinya, atau hadir ketika dipicu oleh suatu pemantik untuk membuka selubungnya.

Dan pada akhirnya, apakah kita bersedia untuk menambah jumlah wirausahawan di negara ini? Ibu Pertiwi tentu akan tersenyum melihat anak-anaknya mampu berdiri di atas kaki sendiri, tidak lagi bermanja-manja dan tidak lagi merengek di ketiak bangsa asing.

Jadi, ucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Dengan niat mulia, Insya Allah wirausaha akan menjadi masa depan kita.

SabtuPagiIni

Depok, Sabtu 30 Januari 2010

Pagi ini, aku terbangun untuk melaksakan Shalat Subuh. Suasana rumah mungilku di pagi ini tidak seramai biasanya. Kita kehilangan 2 orang yang biasa meramaikan pagi di rumah ini.

Yang pertama adalah makhluk paling ganteng sedunia-akhirat, papa ku. Beliau saat ini sedang berada di Samarinda untuk urusan pekerjaannya, sampai hari Minggu nanti. Sejatinya aku ingin ikut beliau terbang ke sana, untuk mengetahui seperti apa keadaan kota-kota di luar Pulau Jawa. Serta untuk berkunjung ke Tenggarong, sebuah kota kecil sekitar 4 jam dari Samarinda. Emangnya ada apa di Tenggarong? Mmmmm… Kasitau nggak yaaaaa…???

Dan yang kedua adalah seorang perempuan yang biasa kita panggil “Idah”. Beliau adalah secret service di rumah ini. Datang pagi-pagi setelah Subuh, dan dengan rutinitas yang sama beliau segera bergerak untuk membersihkan seisi rumah sampai sebersih-bersihnya, dilanjutkan dengan mencuci dan menyetrika. Setelah semuanya beres, beliau pulang kembali ke peraduannya. Tapi pagi ini beliau tidak dapat hadir dikarenakan sejak seminggu lalu beliau sedang pulang kampung ke Cilacap untuk menjenguk keluarganya.

Eksistensi Idah ternyata memang sangat diperlukan. Terbukti, Ivan Gunawan pun pernah menciptakan sebuah lagu tentang Idah. Judulnya “Idah, Jangan Gila Doooonk!!!”.

Selepas Subuh, aku segera membuka laptopku, laptop yang setia menemani langkahku. Aku buka program Microsoft Word. Ingin rasanya aku menulis sesuatu di pagi ini, supaya pagi yang telah diberikan Allah swt ini tidak kulewati dengan sia-sia.

Ketika aku sedang merenung di kamar dengan laptop di pangkuan, suara kakak ku mengejutkanku.

“Maen Sorority dulu ah…!!!”

Ya Sorority, sebuah game online di Facebook. Kakak perempuan ku yang gendut-gendut nggak jelas itu, beberapa waktu lalu baru saja berlangganan Speedy untuk komputer di rumah ini, Jadilah kini beliau keranjingan main Sororiy untuk mengisi hari-harinya yang penuh pengangguran.

Ketagihan beliau akan Sororiy semakin bertambah ketika kemarin beliau membuat account Sorority baru menggunakan Facebook ku. Player ku di Sorority, ternyata memiliki skill yang lebih tinggi dari playernya, padahal player ku baru saja dibuat. Ini tak lain karena banyaknya friendlist di tempatku yang juga sama-sama bermain Sorority. Jadilah kini dia memiliki 2 Player di Sorority.

Kakak ku kini telah duduk manis di depan komputer. Aku yang tadinya berada di dalam kamar, berpindah ke ruangan dimana kakak ku berada. Sembari beliau bermain Sorority melalui player ku, aku merequest beberapa lagu untuk di download.

Haven’t Met You Yet – Michael Buble

Sang Pemimpi – Gigi

September – Earth, Wind and Fire

Open Happiness – Butchwalker

Dan sembari menunggu lagu-lagu tersebut di download, aku duduk berpangku laptop untuk menulis sebuah cerita di pagi ini. Lagu-lagu tersebut telah sukses di download dan segera diputar oleh kakak ku. Sementara tulisan yang aku tulis di pagi ini, sudah bisa kalian baca saat ini!

Selamat pagi dunia!

Eh ada yang ketinggalan. Terus pagi ini mama ku dimana? Oh iya lupa. Kan kamarku adanya diatas. Ruangan komputer tempat kakak ku main Sorority juga adanya di atas, di sebelah kamar ku. Sementara mama ku sedang berada di bawah, tepatnya di dapur. Apa yang beliau lakukan? Sebagai seorang ibu yang luar biasa, jelas saat ini beliau sedang menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya yang manis dan imut ini. I love you mom. Cup cup mmmuuuaaaccchhh…

SecuilChatting

1 Februari 2009

Galih    : lok kok ngilang?

Ratna : td batrenya abis

Ratna : mw bli d pasar…pasarnya uda tutup

Galih    : ini sekarang pake apa?

Ratna : YM

Galih    : pake hp?

Ratna : g pke laptop

Ratna : apa ni??

Galih    : aku juga gag ngerti

Galih    : itu apaan yah?

Ratna : doodle

Ratna : jd komunikasi lewat gambar

Galih    : kishishishishishishi….

Galih    : ih kaya balik lagi ke jaman tk

Galih    : besok ke stasiunnya naek apah?

Ratna : kak..aq dari kecil g bs gambar tau…

Ratna : mw ngejek y

Ratna : taxi

Galih    : ya sama2, aku juga gag bisa

Galih    : mau taksi yang sopirnya imut gag? tapi bayarannya agak mahal

Ratna : mang ada??? ngaruh gitu muka ma tarif??

Galih    : ada duonks…

Galih    : taksinya soluna, plat nya b 1283 uw

Ratna : itu mobil kk

Galih    : iya. sopirnya imut khan?

Ratna : kagak da sopirnya

Galih    : ada, yang kurus begeng kerempeng autis cacingan & kacamataab

Galih    : kacamataan

Ratna : autis bisa nyetir??? nyawa taruhannya

Ratna : ogah ah

Galih    : hohohohoho

Ratna : bsok pulanggggggggg

Galih    : iyaaaaaaaaaaaa

Galih    : jangan lupa oleh2

Ratna : jiah???

Ratna : mw apa??

Ratna : rumput UI mw?

Galih    : ah itu mah udah bosen, kakak ku juga kuliah di ui

Ratna : ce atw co??

Ratna : jur apa?

Ratna : namanya sapa??

Ratna : dah punya pacar??

Ratna : hehe

Galih    : wadoooooh….

Galih    : perempuan, ekstensi administrasi niaga

Ratna : ah g jd

Galih    : gag jadi apah?

Ratna : hahahaha

Ratna : aq g bs berhenti ketawa ni

Galih    : waaaah awas pegangan

Ratna : menang

Galih    : kagak sah. melanggar konstitusi

Ratna : wooooooooooooooo

Ratna : kita kyk nak autis d

Galih    : kita? kamu aja kaleeeee….

Galih    : hihihihihihihi

Ratna : aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhrese

Galih    : ngasemik…

Galih    : ini dari tadi aku cengengesan sendirian di warnet, diliatin orang2

Ratna : ngasemik itu apa??

Galih    : ada dueh… hohohohoho

Ratna : sama

Galih    : eh suka ngeblog gax?

Ratna : aq tw blog kk

Ratna : kadang2 jg ngeblog c

Galih    : tau dari manah?

Galih    : punya kamu alamatnya dimana?

Ratna : ada dech

Ratna : tdk d publish kan

Galih    : alamtnya dimana? kasih tau duoonks….

Ratna : g ah…

Galih    : kasi tau….

Ratna : g mau

Galih    : kasi taaaaaaaauuuuuu

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Ratna : :-q

Galih    : wah ntar masuk film hidayah lhoooo

Galih    : perempuan meninggal dalam tabrakan kereta dengan perut membuncit akibat nggak mau ngasitau alamat blognya

Galih    : hihihihihihihihi

Ratna : (smileys)

Galih    : waduh kok malah guling2an

Galih    : awas pegangan

Ratna : (smileys)

Galih    : (smileys)

Galih    :  B-) <- “cool banget gak sih gaya gue?”

Ratna : (smileys)

Galih    : loh kok chat fbnya juga eksis

Ratna : iya dunk kan aq pke axis

Ratna : baik kan?

Galih    : gag juga

Galih    : gag juga

Galih    : gag juga

Galih    : mau?

Galih    : mau?

Galih    : mau?

Ratna : enggak

Ratna : enggak

Ratna : enggak

Galih    : sekali aja udah cukup kale…

Galih    : sekali aja udah cukup kale…

Galih    : sekali aja udah cukup kale…

Ratna : ok ok

Ratna : (smileys)

Galih    : hihihihi

Ratna : knp kk g d UI aja??

Ratna : (smileys)

Galih    : apanya yang di UI?

Ratna : kuliahnya

Galih    : (smileys)

Galih    : ya gag lah

Ratna : (smileys)

Ratna : knp?? alasannya??

Galih    : ntar kalo kuliah di Ui, kita belom tentu bisa kenal

Galih    : kalo kamu kenapa gag di Universitas cendrawasih aja?

Ratna : (smileys)

Ratna : masa k UGM gara2aq??

Ratna : cendrawasih dmn??

Galih    : cendrawasih irian jaya. huehehehehe…

Galih    : gag kok, di ui kan ga ada teknik nuklir, adanya cuma di ugm doanks

Ratna : (smileys)

Galih    : aduh aku dicakar

Galih    : (smileys)

Galih    : kamu kenapa gag ke UI aja, kan deket

Ratna : kan wktu itu dah ku ksh alasannya

Ratna : (smileys)

Galih    : *….lupa….*

Galih    : (smileys)

Ratna : krn dah k terima d ugm dluan

Galih    : mah, sekarang baru inget

Galih    : kalo misalnya dulu keterimanya di universitas cendrawasih duluan gimana?

Ratna : (smileys)

Ratna : ga mungkin

Ratna : org g daftar kok

Galih    : kan dapet pmdk dari sana

Galih    : ntar kamu bakalan kinclong sendiri di sana

Ratna : (smileys)

Ratna : aha…

Ratna : kasian mama ku

Ratna : (smileys)

Galih    : mama kamu perempuan bukan?

Ratna : ya sama gtu d kyk mama nya kk

Ratna : kucing2nya lucu

Ratna : zoro noa zoro

Ratna : yg d pilm one piece kan??

Galih    : iyah lucu2. kaya aku gitu, lucu….

Galih    : iyah tuh tau one piece. roronoa zoro. suka juga?

Ratna : (smileys)

Galih    : dih kok manyun

Ratna : suka…dulu wktu masih libur film itu g pernah kelewatan

Galih    : sekarang?

Ratna : mang masih ada??

Galih    : gag tau….

Ratna : dah g da

Galih    : kalo aku punya vcd nya, buanyak

Ratna : dah dganti ma kartun g jelas

Galih    : komiknya juga komplit dari awal

Ratna : wahhhhhhh

Ratna : vcdnya bahasa apa??

Galih    : bahasa jawa-cilacap, jadi ngapak2 gitu

Ratna : apaan tuh ngapak2??

Ratna : (smileys)

Galih    : panjenengan iki pripun to je, ngapak2 wae mboten ngartos

Galih    : hohohoho.. ya udah tar coba tanya mama atu papa gitu, ngapak2 tuh kaya gimana

Ratna : alhamdulilah sehat…gmn pak anaknya peyempun apa laki2??

Galih    : wah anak nya laki2 tuh… tapi kok kumisan ya? loh kok kakinya empat? waduh kok ada ekornya? ooooh  ini mah anak kucing…

Ratna : (smileys)

Galih    : loh kok nangis?

Galih    : cup cup cup cup cup cup…

Galih    : ini papa beliin balon dueh… tapi balonnya yang udah meletus aja ya

Ratna : (smileys)

Galih    : wah udah tidur… kalo lagi tidur keliatan manis ya… mirip anak lumba2…

Ratna : (smileys)

Ratna : gpp d aq suka lumba2 kok

Ratna : (smileys)

Galih    : hihihihihi

Galih    : eh kosan kamu yang di gang jeruk bukan?

Ratna : iya

Galih    : yang gangnya buntu ya

Ratna : iya knp??

Galih    : gapapa. kemaren abis dari jogja chicken aku nyasar masuk situ

Ratna : oalah…

Ratna : ngapain nyasar??

Ratna : knp d jogchik

Ratna : knp g d amazy

Ratna : lbh bersih dan lbh enak

Galih    : nyasar mau ke arah pogung baru tapi salah jalan

Galih    : amazy dimana tuh?

Galih    : mau donk nyoba disana, tapi bayarin yah

Ratna : dkt toko merah

Ratna : (smileys)

Galih    : di sebelah mana nya?

Galih    : yang baru buka itu ya

Ratna : iya…depan bengkel honda

Galih    : gag tau…

Galih    : yuk bayarin aku makan disana ya

Ratna : (smileys)

Ratna : kabuuuuuuuuuuurrrrrrrr

Galih    : aaaaaaah peeliiiiit

Galih    : huiks huiks… udah 3 hari belom makan nih…

Ratna : katanya kmrn bis makan d jogcik

Galih    : maksudnya udah 3 hari belom makan di iga bakar…

Ratna : saya aja blm pernah makan disitu

Ratna : utk k2 xnya

Ratna : rumah kk d mananya??

Galih    : ya udah yuk besok kita makan bareng disana

Galih    : rumah yang manaa?

Ratna : bsok kan aq pulang

Ratna : rumah d jkt

Galih    : di depok nya

Galih    : ntar kalo kamu ke depok bilang2 aja

Ratna : nama jlnnya?

Ratna : aq blgnya kmn??

Galih    : di perumahan

Galih    : bilang ke aku

Ratna : caranya??

Galih    : telpon aja ke nomor 0856*****40

Ratna : itu kan no ku….

Ratna : taw dari mana???

Galih    : hihihihi… tau doooonk… dari mana yaaaaa?

Ratna : dari bem

Galih    : bukan

Galih    : search di google sama nyari di wikipedia

Ratna : iya kk tw dari situ

Ratna : brarti aq terkenal dunk

Ratna : serasa artis ni

Galih    : wuuuaaaah… iya kok, artis discovery channel ya

Galih    : apa artis uka2?

Ratna : MTV x

Galih    : mtv ethiopia

Galih    : loh kok ga bisa di miscol, malah dialihkan

Ratna : org lg g aktiv

Ratna : pan HP nya rusak

Galih    : aduuuuuh kok dirusakin

Ratna : kk c banting2 HP ku

Ratna : ganti rugi

Galih    : iya. habisnya di hp kamu banyak foto2 kamu, aku jadi kasian sama hpnya…

Receiving IMVironment from Ratna…

Ratna : ah kk mah..

Ratna : kan itu kk yg votoin

Galih    : nah makanya… gag ada fotoku disana

Ratna : aduuuuuuuuhhhhhhh makin rusak d hape ku

Ratna : ni no ku

Ratna : tp jgn d sebar lg y

Galih    : gag donk, justru foto ku bakal jadi anti virusnya

Ratna : 0838*****1 atw 0812*****01

Ratna : antivir HP c iya tp itu jg jd virus flu burung

Galih    : iyah. ntar nomornya aku tulis di facebook ya

Ratna : iyah…promosiin y

Ratna : ce cantik lugu soleh sayang mama papa dan rajin nabung

Galih    : gag ah…

Ratna : (smileys)

Galih    : nanti tagnya: “anda kesepian? mau curhat? butuh teman ngobrol? telpon sekarang juga ke nomor 0838*****1!”

Galih    : sama: “sedot wc, badut sirkus, bor sumur, servis ac, hubungi 0812*****01″

Ratna : emangnya aq apaan??

Galih    : emang apa hwayo?

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Galih    : huahahahaha

Ratna : (smileys)

Galih    : jualan pulsa yah?

Ratna : iyahh

Ratna : tapi g pake ngutang

Galih    : aduh baru mau diutangin

Ratna : klo utang bunganya 50%

Galih    : “… orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti orang gila…”

Galih    : hwayo lhoooo….

Galih    : mau ngutang donk…

Ratna : nanti hasil bunga nya aq sedekahin

Galih    : sedekahinnya ke kaum kurus kering kelaparan kaya aku aja ya

Ratna : ogah

Ratna : salah sasaran

Ratna : masih banyak yg lbh susah dari kk

Galih    : tapi yang lebih kurus?

Ratna : atw aku kasih k org yatim piatu

Ratna : seperti papa dan mama ku

Galih    : bapak ku yatim, soalnya kakekku udah meninggal

Ratna : heheheheh

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Galih    : duh anak industri pelit yah… hehehe

Ratna : bukan pelid

Ratna : tapi cerdik

Ratna : (smileys)

Galih    : bukan cerdik

Galih    : tapi cacingan

Galih    : (smileys)

Ratna : itu nuklir

Galih    : itu sma 87

Galih    : (smileys)

Galih    : poto apah?

Galih    : ????

Ratna : g tw org kk cancel

Galih    : itu maksudnya apa?

Ratna : kirim2 poto d kyknya

Ratna : ada potonya g d samping??

Galih    : ada, tapi jadi lemot

Galih    : foto kamu baru bangun tidur kan?

Ratna : yg lemot yg megang komp nya

Ratna : ah..terlalu besar kapasitasnya

Galih    : tes tes tes

Galih    : ada foto artis tuch

Ratna : nge tes alat duank y??

Galih    : kagak, itu lagi bawain lagu belah duren

Ratna : hah??

Ratna : mang gmn laguny??

Galih    : huehehehe… gag ko, itu kan kemaren waktu techfest

Ratna : bang durenya tolong d belah dunk

Galih    : nah itu tau

Galih    : kemaren techfest nonton ?

Ratna : nonton kok

Ratna : knp??

Ratna : tp yg malem duank

Galih    : yang industri nampil ya

Galih    : bawain lagunya kerispatih

Ratna : iya

Ratna : iya

Ratna : bagus kan

Galih    : gag ah, bagusan teknik nuklir tuh… apalagi bassisnya

Ratna : kk nonton??

Galih    : wuah narsis

Galih    : iya aku juga nonton mpe malem

Ratna : kk kenal MC nya g??

Ratna : yg co namanya agung bkn??

Galih    : oh iya agung teknik mesin

Ratna : MC malem

Galih    : kenapa tuh? cieee cieeee…

Ratna : trus yg ce nya tw g??

Galih    : sapa ya? aduh lupa…

Ratna : oh lupa y…

Ratna : yawda d gpp

Galih    : yang orangnya kaya gimana? mestinya sih kenal

Ratna : pasangan nya agung d

Galih    : *……lupa…..*

Ratna : wktu jd MC techfest

Ratna : menurut kk bgs g nge MC nya??

Ratna : kata ku g loh

Ratna : jayus MCnya

Ratna : garing

Ratna : g profesional

Galih    : hmmmm…???

Galih    : terkesan dadakan ya

Galih    : duh tapi aku lupa yang mana

Ratna : yeee

Ratna : kita kan lg bicarain aksi mereka

Ratna : biarin aja d orgnya

Galih    : iya… tapi lupa… hohohoho

Galih    : aku juga lupa mereka ngapain aja

Ratna : intinya bagus atw jelek??

Galih    : intinya: gak bagus

Ratna : owgh..

Galih    : kemaren aku gak interest sama mc-nya, lebih interest sama bassisnya teknik nuklir

Ratna : makasih y ka

Galih    : apah?

Ratna : makasih atas pendapatnya

Galih    : pendapat ku gak gratis loh

Galih    : kamu hobi ngemsi juga ya

Ratna : g terlalu

Ratna : yg kurang dr mrk apa y kak??

Galih    : kurang bisa  menarik simpati

Galih    : bahasa kerenya: kurang karismatik

Galih    : kalo menurut kamu apa

Ratna : trus apa lg kak??

Ratna : menurutku c ngomongnya krg becus

Galih    : becus gmana

Ratna : krg bawel,,ya g c??

Galih    : kurang dapet chemistry?

Ratna : maybe

Galih    : kurang good looking?

Ratna : maksudnya jelek??

Galih    : bukan aku yang ngomong lho

Ratna : tp maksud kk gtu kan

Ratna : ktnya g merhatiin MC kok bs kasih pendapat??

Galih    : gag tau dah…

Galih    : soalnya yang taun lalu mc-nya dewi sama diffy, lebih interest

Galih    : taun ini kamu jadi mc-nya ya

Ratna : hah??

Ratna : bukan..

Galih    : iya, kamu aja

Ratna : enggak ah

Galih    : iya ah

Ratna : kan kt kk saya not good looking,kurang chemist dan kurang karismatik, terkesan dadakan

Ratna : jd i hope that is d last

Galih    : horeeeeeeee….

Ratna : apa yg d rayakan?

Galih    : aku jadi malu

Galih    : bentar ya, aku mau nangis dulu

Ratna : (smileys)

Ratna : santai ja kak

Ratna : itu pelajaran buat aq

Galih    : gag bisa… aku mau nangis dulu ah

Ratna : cup cup cup

Ratna : knp kk yg nangis??

Ratna : kan harusnya aq

Ratna : (smileys)

Ratna : kak…

Galih    : huiks huiks…

Galih    : duh aku malu jadi orang blo’on

Ratna : knp gtu??

Galih    : gapapah, malu aja

Ratna : malu knp??

Galih    : aku malu aja jadi orang blo’on

Ratna : masa blo’on ip nya3,9 c??

Ratna : blo’on dmn nya dah??

Galih    : aku malu udah ngomong kasar sama mc nya techfest kemaren

Ratna : kpn??

Galih    : kalo nanti ketemu mc nya, bilang aku minta maaf yaaa

Ratna : mang MC nya sapa??

Galih    : siapapun itu ya gak masalah

Ratna : kk ja d yg blg mav sendiri

Ratna : kan aq ikut2an ngatain mrk

Galih    : gag berani, malu

Galih    : sakin malunya mpe mau nangis

Ratna : knp c kak nangis??

Ratna : byasa aja x..

Ratna : kan MC nya g tw ini

Galih    : tapi kan ntar di akhirat bakalan diliatin

Galih    : terus ntar aku juga mesti tanggung jawab

Galih    : huaaaaaaaaaaaaaaaaa…

Ratna : ktnya uda d maapin ma MC nya

Galih    : iyah

Ratna : (smileys)

Galih    : (smileys)

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Galih    : hah apa tuh

Ratna : apanya??

Galih    : gag apa-apah

Galih    : udah buka email belom?

Ratna : blum

Ratna : mang ada apa??

Galih    : rahasiaaa…

Galih    : buka ajah

Ratna : email??

Galih    : iya

Galih    : yang ******_********** bukan *****_******_****

Ratna : ******_***********

Ratna : g da papa kok

Galih    : waduh? jangan2 aku salah kirim

Ratna : knp g d FB aja?

Galih    : emang bisa?

Ratna : kk mw kirim apa??

Ratna : gambar??

Galih    : ada file word

Ratna : atw tulisan?

Galih    : udah 3 hari yang lalu kok

Ratna : kirain kirim duit

Ratna : g da kak

Galih    : duitnya juga udah, tapi nyasar ke jakal km 5 karangwuni

Ratna : email kk apa??

Galih    : alamatnya ******_**********@yahoo.com kan?

Ratna : iya

Galih    : aku c_kink_noa_zoro bla bla bka

Galih    : bentar coba aku kirim lagi

Galih    : udah coba diliat

Ratna : udah

Ratna : maksih y kak

Galih    : nyampe?

Ratna : nyampe kok

Ratna : dgn selamat

AntartikaSebagaiTempatPenyimpananLestariLimbahNuklir

Antartika Sebagai Tempat Penyimpanan Lestari Limbah Nuklir
(C-Kink, Mahasiswa Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada)

Pendahuluan

Dalam pembangkitan energi menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), salah satu permasalahan yang masih terus dicari penyelesaiannya sampai saat ini adalah mengenai masalah limbah nuklir, yang umumnya merupakan bahan bakar bekas. Limbah nuklir memiliki karakteristik sendiri dibanding limbah-limbah pembangkit atau limbah industri lainnya, karena limbah nuklir bersifat radioaktif, dan memiliki waktu paruh yang tinggi.

Penelitian-penelitian yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut umumnya berkutat di antara 2 hal, yaitu usaha untuk meminimalisir jumlah limbah, atau manajemen dalam penempatan limbah nuklir pada penyimpanan lestari. Untuk meminimalisir jumlah limbah, digunakan prinsip 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Sementara untuk tempat penyimpanan lestari, sejauh ini limbah nuklir pada akhirnya disimpan pada penyimpanan lestari yang terletak di Yucca Mountain, Amerika Serikat. Namun tidak menutup kemungkinan, suatu hari nanti akan ditemukan tempat baru yang lebih tepat sebagai tempat penyimpanan lestari limbah nuklir.

Antartika

Antartika atau kutub selatan adalah sebuah benua yang dilapisi es sepanjang tahun. Berada di ujung bumi paling selatan dengan luas +- 14 juta km2, suhu di antartika sangat dingin sepanjang tahun. Di pesisir antartika, suhu musim panas hanya mencapai 1oC. Hujan hampir tidak pernah turun dan lapisan salju hanya setebal 10-15 cm per tahun.

Secara umum, dengan kondisi seperti tersebut diatas, tidak banyak flora dan fauna yang hidup di antartika. Berbeda dengan arktik atau kutub utara yang dipenuhi dengan flora dan fauna kutub. Hanya ada sedikit kehidupan di antartika, seperti lumut, lumut kerak dan hewan kecil seperti tungau. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 4000 manusia yang tinggal di sana, sebagian besar adalah peneliti.

Antartika Sebagai Tempat Penyimpanan Lestari Limbah Nuklir

Selama ini, tempat penyimpanan lestari limbah nuklir terletak di Yucca Mountain, Amerika Serikat. Metodenya adalah dengan membuat bunker besar yang berada puluhan meter di bawah permukaan tanah. Pemilihan tempat tersebut karena Yucca Mountain merupakan sebuah gurun yang tidak banyak kehidupan disana. Serta pembuatan bunker di bawah tanah bertujuan untuk meminimalisir radiasi yang keluar ke lingkungan.

Secara umum, antartika atau lebih dikenal dengan kutub selatan memiliki syarat tersebut, yaitu tidak banyak kehidupan yang ada disana, sehingga radiasi yang ke luar ke lingkungan tidak akan banyak mengenai makhluk biologis. Sehingga, antartika bisa menjadi salah satu usulan sebagai tempat penyimpanan lestari limbah nuklir.

Metode Penyimpanan

Seperti diketahui, antartika adalah sebuah benua yang dilapisi es sepanjang tahun. Daratan di sana hanyalah merupakan air yang membeku karena suhu udara yang sangat dingin. Suhu terendah yang pernah tercatat adalah -89oC dan suhu pada musim panas hanya sekitar 1oC.

Dengan daratan yang hanya berupa lapisan es, jelas tidak mungkin membangun bangunan permanen di atasnya. Sehingga opsi yang di usulkan adalah dengan membuat kontainer terapung dalam ukuran besar. Jadi dibuat sebuah kapal tanpa pengendali (seperti gerbong barang pada kereta api) dalam ukuran yang sangat besar. Kapal ini tidak memiliki motor penggerak, hanya dibiarkan terapung begitu saja. Di atasnya, diletakkan kontainer-kontainer yang telah didesain khusus untuk menghadapi cuaca di kutub utara. Di kontainer inilah terdapat kontainer-kontainer yang berukuran lebih kecil yang di dalamnya diletakkan limbah nuklir bekas.

Mengenai desain kapal kontainer, shielding hanya digunakan di bagian bawah kapal saja, yaitu untuk mencegah radioaktif keluar menuju ke bawah dan menembus ke laut, mengenai makhluk-makhluk biologis yang hidup di laut. Sementara untuk safety secara keseluruhan, lebih ditekankan kepada desain kontainernya. Sistem ini menggunakan kontainer berlapis, yaitu kontainer besar dan kontainer yang lebih kecil yang berada di dalam kontainer besar. Kedua kontainer inilah yang memiliki fungsi utama dalam hal safety, yaitu meminimalisir radiasi yang keluar ke lingkungan.

Karena kapal kontainer tidak memiliki penggerak seperti gerbong barang pada rangkaian kereta api, maka kapal tersebut dalam mobilitasnya akan ditarik oleh kapal-kapal pemandu. Kapal pemandu ini memiliki dua fungsi, yang pertama adalah sebagai lokomotif bagi kapal kontainer, dan yang kedua adalah sebagai kapal pemecah es, yang berfungsi untuk membelah daratan antartika yang membeku. Jadi, mobilitas kapal kontainer ini digerakkan oleh kapal pemandu.

Selanjutnya, kapal pemandu akan membawa kapal kontainer menuju tengah daratan antartika. Tengah disini bukan berarti tepat di ujung titik kutub bumi, melainkan masuk ke wilayah antartika yang lebih dalam lagi, menjauhi daerah pesisir. Kapal pemandu akan memecah es dan membuka jalan. Selanjtunya setelah sampai di posisi yang disepakati sebagai tempat penyimpanan lestari, maka kapal pemandu akan melepaskan sambungannya dengan kapal kontainer, sehingga kapal kontainer akan terapung begitu saja di tengah daratan es. Kemudian kapal pemandu dapat meninggalkan kapal kontainer tersebut dan kembali ke pelabuhannya semula.

Sekalipun kapal kontainer dibiarkan terapung di tengah daratan es antartika, tetapi kapal kontainer tidak dapat bergerak kemana-mana. Hal ini terjadi karena kapal kontainer akan segera dikelilingi oleh air yang membeku kembali, akibat suhu antartika yang sangat dingin. Sehingga kapal kontainer akan terapung dan terjepit di tengah daratan es antartika. Es tersebut tidak akan pecah, karena kapal kontainer tidak dilengkapi dengan pemecah es sebagaimana pada kapal pemandu.

Akhirnya, kapal kontainer akan terapung di tengah-tengah daratan es antartika tanpa dapat bergerak kemana-mana. Karena tidak banyak kehidupan yang ada di antartika, maka radiasi yang keluar ke lingkungan pun tidak akan mengenai makhluk hidup. Satu-satunya kemungkinan adanya kehidupan adalah di bawah laut. Tetapi hal ini pun telah disiasati yaitu selain dengan kontainer berlapis, juga dengan mendesain bagian bawah kapal kontainer sebagai shielding untuk mencegah radiasi keluar ke arah bawah.

Metode Pengangkutan

Meskipun pada akhirnya kapal kontainer akan diletakkan terapung di tengah daratan es antartika, namun ada satu hal yang patut diperhatikan juga yaitu mengenai masalah mobilitas kapal kontainer tersebut. Sebelum mencapai tengah daratan, kapal kontainer harus dibawa dulu dari pesisir pantai terdekat.

Salah satu hal yang harus diingat adaah bahwa kutub selatan (dan kutub utara) memiliki peran penting dalam kehidupan global di bumi. Sehingga sekalipun tidak ada kehidupan di antartika, bukan berarti manusia bisa bebas untuk mengeksploitasi luas wilayahnya dengan semena-mena. Karena itulah, wilayah untuk tempat penyimpanan limbah lestari dipusatkan pada satu titik tertentu. Begitupun dengan jalur pengangkutannya, hanya disepakati menggunakan 1 rute saja.

Melihat dari geografis antartika, negara yang memiliki jarak terdekat dengan antartika adalah negara Chili di Amerika Selatan, yaitu berjarak +- 1000 km (Afrika Selatan memiliki jarak +-4000 km, sementara Australia berjarak +- 2500 km). Sehingga, pengangkutan kapal kontainer akan dimulai dari Chili, atau dari Argentina yang berbatasan langsung dengan Chili.

Jadi, di salah satu negara tesebut akan dibangun pos penyimpanan sementara limbah nuklir, yang sudah disimpan dalam kontainer-kontainer kecil. Serta dibangun juga pelabuhan sebagai tempat berlabuhnya kapal kontainer dan kapal pemandu yang akan membawa kontainer-kontainer limbah tersebut menuju daratan es antartika. Kapal pemandu yang telah selesai membawa kapal kontainer ke antartika, selanjutnya akan kembali lagi ke sini untuk membawa kapal kontainer berikutnya.

Untuk mencegah kerusakan pada daratan es antartika secara menyeluruh, maka disepakati bahwa hanya ada 1 rute saja yang mengubungkan antara pelabuhan tersebut dengan wilayah penyimpanan akhir di daratan antartika. Sehingga hanya rute itu saja yang akan terkena radiasi akibat mobilitas dari kapal kontainer. Sedangkan daratan antartika lainnya tidak akan terkena radiasi dan tidak akan dilintasi oleh kapal kontainer dan kapal pemandu.

Kesimpulan

Melihat pentingnya penentuan tempat penyimpanan lestari limbah nuklir, maka antartika bisa menjadi salah satu alternatif. Hal ini dikarenakan tidak banyak kehidupan yang ada di antartika, sehingga radiasi yang keluar ke lingkungan tidak akan mengenai makhluk biologis. Meskipun begitu, desain dari kontainer dan kapal kontainer itu sendiri juga perlu diperhatikan, untuk alasan keamanan. Serta mengingat pentingnya fungsi antartika dalam kehidupan di bumi, maka disepati bahwa hanya bagian tertentu dari antartika saja yang akan dilintasi kapal-kapal kontainer pengangkut limbah nuklir, dan tempat penyimpanan lestari nya juga hanya akan dipusatkan di satu wilayah saja.

Referensi

- Ensiklopedia Populer Anak, PT Ichtiar Baru Van Hoeve
- Microsoft Encarta Office Student 2007

(Bukan)DongengGreenSeries#2

Masih di tepian Pantai Sambamba. Antonio melihat sebuah kerang teronggok tak jauh dari tempatnya. Ia mendekati kerang tersebut yang tampak berbeda dibanding kerang-kerang yang pernah ia temui saat ini. Kerang itu bercahaya, menarik perhatian setiap orang yang melihatnya.

Antonio melangkah semakin dekat. Hingga akhirnya ujung jemarinya mampu untuk menyentuh kerang itu. Ia angkat kerang tersebut dan diamatinya dengan seksama dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Kerang yang unik!” gumam Antonio.

Ia masih memperhatikan kerang itu. Tangannya mengetuk-ngetuk kerang tersebut. Tuk tuk tuk… Perlahan-lahan, kerang itu mulai membuka. Kedua katupnya mulai bergerak menjauh, mengeluarkan cahaya silau dari dalamnya. Perlahan demi perlahan, masih di dalam genggaman tangan Antonio.

Samar-samar terdengar alunan musik merdu nan syahdu. Suaranya semakin bertambah keras seiring dengan semakin lebarnya kerang itu membuka. Hingga akhirnya kerang tersebut terbuka seutuhnya, Antonio dapat mendengar dengan jelas lantunan syair yang ternyata berasal dari dalam kerang.

“Wo de ku ai li…

Qing xi fe de yi…

Wo ce lau sin pai…

Gong xi fa cai…”

Entah apa arti dari lirik barusan, Antonio pun tidak mengerti. Yang jelas, ia tau bahwa syair tersebut bukanlah syair cap Banyumasan yang khas dengan ngapak-ngapaknya. (Lha kaya kiyek? Iki wes jam woluk, aja kelalen!)

Karena tidak mengerti apa maksud syair tersebut, Antonio menutup kembali kerang di hadapannya. Seiring dengan menutupnya kerang, lantunan musik juga mulai menghilang perlahan. Kini kerang di genggamannya telah menutup dan suara musik juga telah hilang sama sekali.

Masih dengan kerang di tangan, Antonio kembali melangkah. Ia hendak mencari botol yang bisa digunakan untuk menitipkan surat wasiatnya. Tapi belum sedetik ia bergerak, langkahnya terhenti. Ia melihat ada sesosok makhluk ajaib di depannya. Kalo kata buku-buku biologi jaman sekolah dulu, makhluk itu bernama “perempuan”.

Antonio mengamati sesosok perempuan di hadapannya yang entah datang dari mana, kapan dan sama siapa. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Perempuan itu berkulit kuning bangsat, matanya hanya segaris, lengannya kendor dan perutnya yang berlapis-lapis. Berapa lapis? Ratusan! Lebih!

Perempuan itu tersenyum, kemudian ia berucap pelan, “Haiya, telima kasih, Antonio!”

Antonio bingung. Darimana ia tau namanya? Perempuan ini benar-benar misterius, batin Antonio.

“D… D… Darimana kau tau nama ku?” tanya Antonio tergagap, memberanikan diri untuk bertanya.

“Bukan owe namanya, kalo owe tidak tau lu punya nama!” jawab perempuan itu penuh misteri, dengan logat yang khas.

Antonio bergidik ngeri. Bulu kuduknya merinding. Bulu matanya juga ikutan merinding. Bulu kakinya apalagi, ikut-ikutan merinding. Bulu keteknya pun tidak mau kalah. Kalau bulu itunya, ikutan merinding juga nggak? Mmmmm kasi tau nggak yaaaa…???

“Karena lu telah membebaskan owe dari kelang itu, maka owe akan membeli lu kenang-kenangan sebagai hadiah” Perempuan itu berbicara kepada Antonio.

“Hadiah, hadiah apa?” tanya Antonio. Ia berpikir, melihat tampilan perempuan misterius itu, kenang-kenangan yang diberikannya mungkin berkisar antara peniti, alat tulis, jarum, buku, benang atau apapun yang diimpor grosiran dari China. Mentok-mentok, motor Jia Ling atau makanan. Itu pun makanannya berkisar antara kwetiaw, fu yung hai, atau bebek peking.

“Haiya, terlmalah ini, sebagai tanda telima kasih owe untuk lu olang!”

Perempuan itu memberikan sebuah bungkusan kepada Antonio.

“Owe halus jaga baik-baik ya!” sambung perempuan itu lagi.

Antonio menerima bungkusan tersebut. Belum sempat ia mengucapkan terima kasih, perempuan di hadapannya tiba-tiba telah menghilang lagi entah kemana. Hanya desiran pasir pantai yang kini ada di hadapannya. Di tangannya, tergenggam bungkusan dari perempuan itu. Sementara kerang yang tadi digenggamnya, kini juga menghilang entah kemana.

Antonio mulai membuka bungkusan tersebut, yang dihiasi dengan pita berwarna merah muda. Ia buka bungkusan itu dengan hati-hati sembari berpikir apa isi di dalamnya. Fu yung hai? Jarum pentul? Pensil? Atau malah foto-foto Mao Zedong?

Akhrirnya bungkusan tersebut terbuka seluruhnya. Antonio mengangkat benda berbentuk kotak tips panjang yang ada di dalamnya. Ia angat keudara, dan dengan penuh terima kasih ia berteriak, “Handphone Beyond!”

Teryata perkiraan Antonio tidak meleset jauh. Ia mendapatkan kenang-kenangan berupa handphone murah meriah tapi multifungsi, made in China. Kualitas mungkin tidak kalah dengan buatan Eropa, tapi harganya jelas, China juaranya!

Kini di tangan Antonio tergenggam handphone Beyond pemberian perempuan misterius tersebut. Ia masukkan handphone itu ke saku celananya dan ia kembali kepada tujuannya semula: mencari botol!

Antonio-si-pencari-botol kembali berjalan menyusuri tepi Pantai Sambamba. Ia terus berjalan, berjalan dan berjalan. Langkahnya tertata rapi, kaki kanan lalu kaki kiri, lalu kaki kanan lagi, lalu kaki kiri lagi. Pantatnya bergerak goyang-goyang mengikuti alunan langkah kakinya. Buat lu, buat gue… Buat lu, buat gue… Buat lu, buat gue… Astagfirullah…

Dan langkahnya terhenti, setelah ia menyadari bahwa ada yang aneh dengan hamparan pasir di hadapannya…

Bersambung

(Bukan)DongengGreenSeries#1

Ujung pasir tepi Pantai Sambamba. Angin malam berhembus kencang, mengantar para nelayan melaut mencari buruan. Langit malam cerah tak berawan, dihiasi dengan bulan purnama. Jutaan bintang bersinar berkilauan di atas sana, menemani Antonio yang berbaring seorang diri di tepi pantai.

Antonio termenung. Matanya menatap kosong ke angkasa, menerawang menembus ribuan galaksi di atas sana. Sekalipun jutaan bintang bersedia hadir menemaninya, namun tak mampu mengobati rasa sepi yang ia rasakan malam ini.

“Hmpppppphhh…” Antonio menghirup nafas panjang. “ Fiiiiuuuuuuhhh…” Ia hembuskan di antara bibirnya. “Duuuuutttt… Preettt preeettttt…” Angin juga keluar dari bawah punggungnya, memancarkan semerbak wangi bunga melati yang sudah 5 tahun tidak disiram.

“Uh, bau!” Antonio menutup hidungnya dengan tangan kirinya.

Setelah wangi tersebut menghilang, Antonio kembali pada renungan malamnya. Ia merenungi hari-harinya belakangan ini yang membuatnya seolah-seolah tidak lagi menjadi dirinya sendiri, melainkan menjadi seorang Iron Man. Iron = setrika; Man = manusia. Iron Man = tukang setrika panggilan (Kamus Besar Anak Cacingan, Penerbit: C2C, 2012 SM)

Beberapa hari belakangan ini konsentrasinya terganggu oleh sesosok makhluk yang senantiasa hadir di mimpinya. Antonio merasa gundah dan gelisah. Gundah, gundul tapi indah. Gelisah, geli-geli basah. Ia tak tau apa lagi yang harus dilakukan. Hingga akhirnya malam ini ia memutuskan untuk merenung di tempat ini, Pantai Sambamba.

Jutaan bintang di langit, tetap tak mampu mengobati kegelisahan hatinya. Demikian juga dengan milyaran butiran pasir yang berbisik halus di telinganya, atau dengan bulir air laut dengan kandungan garamnya.

Antonio bangkit dan terduduk. Ia melihat ke sekeliling, menikmati pemandangan Pantai Sambamba malam ini. Di ujung sana, terlihat mercusuar dengan lampu sorotnya. Lampu sorot itu tidak menyorot ke tengah laut, melainkan ke salah satu sudut parkiran mobil, menyorot mobil Nissan SX4 Crossover pelat AD yang sedang bergoyang-goyang. Apa yang terjadi di sana? Ban serep itu yang tau jawabannya.

Di sisi lain, matanya menangkap seorang perempuan berusia 30-an sedang duduk manis diatas tikar rotan. Di sebelahnya, terlihat seorang lelaki bertubuh tinggi besar yang mengenakan kemeja, celana setan, eh celana jin dan sepatu bot. Ia sedang bermain dengan seorang anak berusia kira-kira 8 tahunan. Sebuah keluarga yang bahagia, batin Antonio dalam hati.

“Kapan ya aku bisa kaya gitu?” Antonio berujar lemah sembari menatap mupeng ke arah mereka, dengan mata melotot, mulut menganga dan air liur yang menetes. Tes tes tes…

Antonio berdiri dari duduknya. Ingin rasanya ia pergi dari segala permasalahannya di dunia ini, menghilang bersama gelapnya langit malam, ditiup hembusan angin, atau hanyut bersama butiran air laut. Toh tak akan ada lagi yang memperdulikanku, kecuali tetangga sebelah rumah yang sendoknya belum aku kembalikan, gumam Antonio.

Tekad Antonio sudah bulat. Malam ini, ia memutuskan untuk melangkah menuju dalamnya laut biru. Melintasi Samudera Hihihaha yang membentang di hadapannya. Tak peduli apa yang akan terjadi di dalam sana, apakah tubuhnya mampu bertahan atau tidak. Yang ia inginkan hanya satu: pergi dari daratan tempat ia hinggap saat ini dan menuju ke daratan di ujung sana, Benua Ortisal. Benua dimana Kyle Minogue berasal, dan Nicole Kidman pernah bermain film tentangnya.

Antonio mengambil secarik kertas dari saku kemeja safarinya yang mirip dengan yang sering digunakan oleh mantan-calon-wakil-presiden-RI.  Ia hendak menulis surat wasiat untuk siapapun yang ada di Pantai Sambamba ini. Tapi bodohnya, ia lupa membawa alat tulis.

Namun ia teringat akan jerawat yang setia menempel di wajahnya. Akhirnya ia pencet jerawat itu dengan kedua jarinya secara perlahan dan, “Croooottt…!!!”. Darah segar muncrat keluar dari jerawat tersebut. Ia basahi telunjuknya dengan darah itu dan ia mulai menulis:

“Kepada siapapun kamu yang membaca tulisan ini. Saat kamu membaca tulisan ini, ketahuilah bahwa aku telah…”

Darah di telunjuknya mengering, padahal ia belum selesai menulis. Ia pencet kembali jerawatnya, dan darah segar kembali mengalir. Ia melanjutkan menulis.

“…aku telah pergi dari tempat ku berada saat ini. Tak usah pedulikan dimana aku berada, karena…”

Lagi-lagi, darahnya telah mengering. Dan Antonio kembali memencet jerawatnya. Tapi kali ini tak ada darah yang keluar dari sana, sekalipun ia telah memencetnya berkali-kali.

Antonio tidak kehabisan akal. Segera ia mengepalkan tangan kanannya. Diangkatnya ke udara kosong, dan dengan sekuat tenaga ia hantamkan tangan kanannya itu ke jerawatnya.

“DUUUUAAAAAAGGG….!!!”

Antonio memukul jerawatnya sendiri. Usahanya tidak sia-sia, jerawatnya kini kembali mengucurkan darah. Bahkan bukan hanya jerawatnya, melainkan dari mulutnya pun juga keluar darah segar!

Antonio tersenyum, kini ia merasa sedikit lega karena telah memiliki stok tinta (baca: darah) yang mencukupi. Dengan meringis menahan sakit, ia kembali menulis.

“…karena aku tak akan kembali lagi. Aku ingin melupakan semua masa lalu ku di tempat ini. Selamat tinggal semuanya.

Tertanda, Antonio.

PS: Untuk tetangga sebelah rumahku, sendokmu aku letakkan di atas wajan. Mohon maaf karena belum sempat aku cuci, silahkan kamu cuci sendiri.”

Fiiiuuuuuhhh… Antonio menghela nafas panjang. Ia baca tulisan itu sekali lagi. Ia masih belum puas. Dua kali lagi. Masih belum cukup. Tiga kali lagi. Dan ia berkesimpulan, tulisannya sempurna! Mirip sama lagunya Andra & The Backbone!

Kini ia tinggal mencari botol untuk mengamankan surat wasiat tersebut. Matanya mencari-cari ke hamparan pasir di sekitarnya. Kakinya melangkah dan bergerak mengoyak-ngoyak pasir Pantai Sambamba. Sampai akhirnya ia melihat ada sebuah botol tergeletak di hadapannya.

Botol itu masih utuh. Tutupnya masih berada pada tempatnya. Dilihat dari label di sisinya, diketahui bahwa botol tersebut adalah bekas botol kecap. Antonio segera menggulung surat wasiatnya. Ia ambil botol itu, kemudian ia buka tutupnya.

Bersamaan dengan dibukanya tutup botol tersebut, tiba-tiba keluar asap putih pekat dari dalam botol. Antonio tersentak. Spontan ia buang botol yang masih mengeluarkan asap itu ke hamparan pasir. Kepulan asap itu semakin pekat dan menggumpal, seakan hendak membentuk sesuatu. Antonio mundur perlahan, dengan gulungan surat masih di tangannya. Ia menyaksikan asap-asap itu semakin mennunjukkan bentuk aslinya.

Akhirnya, asap itu menggumpal dan mendadak muncul seorang perempuan, entah dari mana. Sepertinya jelmaan dari asap itu tadi. Antonio bertahan pada posisinya untuk mengetahui yang terjadi selanjutnya.

“HUAHAHAHAHAHAHAHAHA…”

Perempuan-dari-asap itu tertawa keras sekali. Tinggi perempuannya tidak terpaut jauh dari Antonio, sementara lebar badannya, wah jangan ditanya… Mengenakan baju bertuliskan “Aku nggak gendut kok, cuma kurang tinggi!”, perempuan itu kembali tertawa.

“HUAHAHAHAHAHA…”

Antonio tidak beranjak. Ia penasaran dengan sesosok perempuan-botol-kecap di hadapannya. Perempuan itu mulai bersuara kembali.

“Huahahahahaha… Horas! Aku adalah jin dari Timur Tengah, Bah!”

Dziiiiiiingg… Antonio merasakan ada suatu kejanggalan dari ucapan perempuan-nggak-gendut-cuma-kurang-tinggi barusan. Ia memberanikan diri untuk maju selangkah demi selangkah mendekati perempuan itu, yang kembali bersuara.

“Horas! Aku adalah jin dari Timur Tengah, Bah!”

Kini ia mulai menyadari apa yang salah. Antonio segera mengambil sendal dari kaki kananya, ia angkat dan ia lemparkan tepat ke kepala perempuan-botol-kecap itu, yang memiliki model rambut mirip tokoh kartun perempuan yang suka berpetualang.

“BLETAAAAAK…!!!”

Lemparan Antonio tepat mengenai sasaran. Perempuan-nggak-gendut itu meringis kesakitan sembari memegangi kepalanya. Merasa berada di atas angin Antonio berujar, “Hei, nggak ada jin dari Timur Tengah yang bicara dengan logat Sumatera Utara!”

Perempuan-logat-Sumatera-Utara itu pun menyadari kekeliruannya. Ia tersenyum tersipu malu-malu, mirip Luna Maya keselek gerobak angkringan. Tiba-tiba asap putih kembali muncul dan dalam waktu singkat, perempuan-Timur-Tengah-palsu itu menghilang dari pandangan Antonio, menyisakan kepulan asap yang bergerak masuk menuju botol kecap.

Antonio segera mengambil botol-kecap-ajaib tersebut, menutupnya kembali, dan melemparnya ke laut sejauh yang ia mampu. Dalam waktu sekejap pandangan mata, botol kecap tersebut pun hanyut ditelan ombak.

Merasa tertipu oleh botol kecap barusan, Antonio kembali berjalan menyusuri tepian Pantai Sambamba. Ia masih mencari botol yang akan digunakan untuk menyimpan surat wasiatnya. Ia masih terus mencari dan mencari.

Tiba-tiba, ia melihat ada sebuah kerang tak jauh dari tempatnya. Ia mendekati kerang tersebut yang tampak berbeda dibanding kerang-kerang yang pernah ia temui saat ini. Kerang itu bercahaya, menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Kerang itu…

Bersambung

Hmmmmpppppphhhh

Bismillahirrahmanirrahim

Aku baru saja membaca sebuah blog yang beralamat di www.beritamuslim.wordpress.com . Sebelom baca tulisan ini, sebaiknya silahkan baca dulu blog tersebut.

Lagi lagi dan lagi. Selalu saja ada pihak yang tidak senang dan mendiskreditkan umat Islam. Dunia ini memang sangat luas. 6 milyar lebih manusia tinggal di dalamnya. Lintas benua, lintas geografis, lintas budaya dan lintas samudera.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perbedaan itu akan selalu ada. Perbedaan tampilan fisik, perbedaan pola pikir, perbedaan gaya hidup ataupun perbedaan kepribadian diri. Dan perbedaan adalah sesuatu yang mutlak ada.

Namun bukan berarti perbedaan itu menjadi alasan untuk saling menjelek-jelekkan. Biarkanlah perbedaan ini berjalan demikian adanya. Karena setiap manusia memiliki pilihan dalam hidupnya masing-masing. Dan yang lebih penting, setiap manusia HARUS MEMPERTANGGUNG JAWABKAN apa yang telah dipilihnya.

Adalah sebuah pilihan, jika si admin blog tersebut memilih untuk menghiasi blognya dengan tulisan-tulisan yang isinya mengina umat Islam melalui sudut pandangnya sendiri. Adalah sebuah pilihan, jika dia memilih untuk menghina 2 pokok penting dalam syahadat umat Islam, yaitu ke-esa-an Allah swt dan ke-rasul-an Muhammad saw. Namun yang juga harus disadari adalah, jangan pernah lupa bahwa dia, si penulis blog itu, juga harus MEMPERTANGGUNG JAWABKAN apa-apa yang telah menjadi pilihannya itu. Kalaupun dia tidak mampu mempertanggung jawabkannya di dunia, ya silahkan bertanggung jawab di akhirat nanti.

Penulis blog tersebut, sama seperti manusia lainnya, juga memiliki akal, pikiran, hati, perasaan dan tentu saja: nafsu. Dan sekali lagi, adalah sebuah pilihan jika penulis blog tersebut akan membawa akal, pikiran, hati, perasaan dan nafsunya ke arah mana. Intinya tetap sama: beranikah dia MEMPERTANGGUNG JAWABKAN apa-apa yang telah dia lakukan?

Tulisan-tulisan di blog tersebut, untuk sebagian orang, memang mampu memancing emosi. Untuk sebagian yang lain, tulisan tersebut dapat semakin meningkatkan kecintaan terhadap Islam, terhadap Allah Al-Kabir, dan terhadap Muhammad Rasulullah saw. Sementara sebagian yang lain, membaca tulisan tersebut akan membuat berpikir dan mengevaluasi bahwa ternyata beginilah keadaan umat Islam saat ini: tertinggal dalam teknologi dan lebih sering ribut dengan saudara sendiri. Dan, sisanya akan menyadari bahwa sampai kapanpun, kita tidak akan pernah membuat every single person di muka bumi ini setuju dengan apa yang kita lakukan. Rasulullah saw selaku manusia terbaik di muka bumi pun mendapat tentangan dari kaum kafir Quraisy.

Adalah kewajiban kita untuk terusik setelah membaca blog tersebut, sebagai bukti bahwa masih ada syahadat di hati kita. Hendaklah kita mendebatnya dengan cara yang baik dan santun. Dengan ilmu. Karena seringkali aku menemukan saudara-saudara kita yang terpancing emosinya, tanpa sadar mengucapkan kata-kata yang tidak semestinya, semisal:

“Penulisnya a****g!”

“Emak lo pasti p****k murahan!”

Dan sebagainya, dan sebagainya, yang seringkali aku temukan di forum-forum layar komputer yang membahas tentang sesuatu yang mendiskreditkan umat Islam.

Iya, adalah kewajiban kita untuk membela diri ketika Allah swt dan Rasulullah saw kita dihina. Tapi, bukan berarti hal tersebut melegalkan kita untuk mengucap kata-kata yang tidak semestinya seperti contoh tersebut diatas, bahkan menujukannya kepada orang tertentu. Debatlah materinya, debatlah apa yang dia tulis, tanpa perlu menghina dirinya dan keluarganya.

Islam adalah rahmatan lil alamin. Buktikanlah hal tersebut dalam setiap hembusan nafas kita. Kalau kita dihina, cukuplah membela dan menahan diri untuk tidak balas menghina. Debatlah apa yang mereka hinakan kepada kita. Dengan ilmu dan dengan etika.

Dakwah, tetap harus dilakukan. Kepada keluarga kita, kepada tetangga kita, kepada teman kita, bahkan kepada penulis blog itu sendiri. Dalam berdakwah, kita tidak perlu menjelek-jelekkan pihak lain. Yang perlu kita lakukan hanyalah menunjukkan kebenaran dalam dakwah yang kita jalankan. Tebarkan hal-hal yang positif. Buktikan kebenaran dalam ajaran Islam, bahwa Al-Quran adalah kalamullah, bahwa Muhammad saw adalah Rasulullah.

Dan yang lebih penting, sebagian besar orang hanya merasa emosi ketika melihat Tuhannya dan Rasulnya dihina, tetapi tidak melakukan perubahan dan perbaikan untuk membuktikan kepada para penghina bahwa tuduhan mereka adalah salah.

Tulisan ini tidak bertujuan untuk membela penulis blog tersebut, karena aku sendiri sampai akhir zaman akan selalu percaya bahwa agama Islam adalah agama kebenaran, bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dan aku sendiri pun mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh penulis tersebut adalah suatu “kesombongan” dari seorang manusia yang merasa mengetahui apa-apa yang sebenarnya tidak dia ketahui.

Tulisan ini sebagai sebuah refleksi bagi kita semua, umat Islam, ketika kita menghadapi bagaimana agama kita, Tuhan kita dan Rasul kita dihina dengan begitu jelasnya oleh mereka yang tidak senang kepada kita. Debatlah mereka dengan ilmu dan etika. Dengan dakwah. Dan buktikan pada mereka dengan amal perbuatan bahwa apa yang mereka tuduhkan adalah salah.

Namun jangan lupa, pada akhirnya, hanyalah Allah Yang Maha Berkehendak, Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, Allah Yang Maha Mengetahui, Allah Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Kalaupun ternyata mereka masih tetap pada pilihannya untuk menghina Allah swt dan Rasul-Nya, maka silahkan mereka MEMPERTANGGUNG JAWABKAN pilihan mereka tersebut di akhirat nanti. Berani?

ReuniDinasty

Rabu, 30 Desember 2009. Suatu malam di Solaria, Margo City Depok, terlihat 2 ekor makhluk manis sedang berbincang-bincang. Yang pertama, pemuda hitam manis bau amis, diketahui bernama Maryo. Yang kedua, pemuda imut nan semrawut, diketahui bernama C-Kink. Mereka terlibat diskusi seru mengenai hobi dan pengalaman mereka nungging-nungging bareng cowo-cowo bule yang kekar nan perkasa… Kyaaaaaa… Ups, Astagfirullah…

Sampai kemudian Maryo berujar, “Eh Kink, coba liat orang yang disana deh!” ujarnya sembari tangannya menunjuk ke arah orang yang dimaksud.

“Yang mana, yang pake jaket item itu?” C-Kink menoleh.

“Iya yang itu. Mirip banget ya sama Gesa!” Kata Maryo lagi.

“Eh iya mirip banget! Cuma orang ini lebih gendutan!” C-Kink menimpali.

Lama mereka berdua menatapi orang yang mirip Gesa dengan ukuran tubuh lebih jumbo. C-Kink segera mengalihkan pandangan untuk fokus kembali ke obrolannya dengan Maryo, namun Maryo masih terus menatapi si Gesa-wannabe itu.

Tiba-tiba, Gesa-wannabe menoleh ke arah Maryo. Ia tersenyum. Maryo yang ketangkap basah lagi ngeliatin si Gesa-wannabe, mau nggak mau juga harus tersenyum. Kemudian si Gesa-wannabe itu pun berteriak keras, “WUOY MARYO!”

Maryo pun tersadar. Ternyata orang gemuk yang mirip Gesa itu bukan Gesa-wannabe, melainkan Gesa beneran! Maryo pun membalas sapaannya, “WUOY GESA!”

Lalu Gesa menghampiri meja tempat Maryo dan C-Kink berada. Mereka saling melepas kerinduan, saling cipika-cipiki-cibibir. Gesa mengambil kursi dan mereka bertiga segera terlibat obrolan seru mengenang masa lalu dan apa pengalaman mereka setelah mereka berpisah dari SMA.

Gesa dengan bangga menceritakan pengalamannya diboking tante-tante. Sementara Maryo tidak mau kalah, membanggakan kesehariannya yang sering dihabiskan bersama om-om. Sementara C-Kink hanya bisa bersedih karena kalah pengalaman, karena selama ini C-Kink hanya bermain dengan sesama mahasiswi… (Heh heh heh, ini ngomongin apa sih!!!)

Obrolan beralih tentang Dinasty, sebuah kelas dimana mereka bertiga dulu pernah menghabiskan waktu bersama.

“Eh itu bocah-bocah pada ngajakin reuni! Setiap gue ketemu, selalu ditagihin buat reunian melulu!” Gesa membuka suara.

“Iya? Emang siapa aja Ges?” Maryo menimpali.

“Tuh si… Si… Siapa ya, gue lupa namanya?” Jawab Gesa.

“Siapa Ges? Si Fitri Tropica ya?” C-Kink mencoba membantu Gesa mengingat.

“Nah iya bener banget, si Eliana! Sama si Heppi juga!” Akhirnya Gesa bisa mengingat mereka.

Obrolan pun mulai mengalir mengenai masalah reuni. Bahwa betapa banyaknya orang yang menginginkan reuni, tapi tidak pernah sekalipun terlaksana. Bahwa betapa banyaknya orang yang menagih reuni, tapi tidak seorangpun yang mau mengkordinirnya.

“Ya udah Ges, kita reuni aja yuk!” Ajak C-Kink.

“Iya Ges! Gue kangen nich udah lama nggak ngeliat Ratna!” Maryo mendukung ajakan C-Kink sembari curhat colongan.

“Boleh boleh… Tapi Tria kan udah mau nikah, kira-kira dia bakal dateng nggak ya?” Tanya Gesa, nggak mau kalah sekalian curhat juga.

“Insya Allah dateng kok. Ayo kita reuni nyok, gue pengen nagih utangnya Badak nich!” C-Kink kembali mengompori.

Akhirnya 3 ekor mahluk cacingan tersebut memutuskan secara sepihak bahwa mau nggak mau, reuni ini harus diadakan. Lalu mereka pun berembuk untuk merumuskan acara reuni ini dan akhirnya diperoleh lah kesepakatan secara sepihak bahwa:

REUNI DINASTY

Kepada seluruh makhluk penghuni kebun binatang Dinasty, diumumkan bahwa kita-kita selaku Dinasty Mania akan mengadakan reuni yang insya Allah diadakan pada:

Hari               : Jumat, Sabtu, Minggu

Tanggal        : 22, 23, 24 Januari 2010

Tempat         : Villa Cisarua Bogor (sama kaya yang dulu loh, tempat dimana Ahmad dan Iwan  nungging bareng-bareng)

HTM              : rp 100.000,00 (kan udah bukan anak sekolah lagi…)

Jadi kepada kalian yang merasa pernah melihat Gesa diomelin sama Ibu Tri Maryatun karena salah jadwal, atau kalian yang pernah melihat Iwan pedekate sama Royto, atau kalian yang pernah melihar original version dari Asrining Tyas, ayo kosongkan jadwal kalian di tanggal segitu. Dan jangan lupa nabung dari sekarang! Oke oke oke!

Oiya, secara sepihak disepakati juga bahwa yang akan menjadi panitia dalam reuni ini adalah:

Ketua                       : Poppy Dea Bertha

Dana Usaha           : Rindiantika Arsanty

Publikasi       : C-Kink Cute

Acara                      : Asrining Tyas, Martha Delika

Konsumsi      : Marchianne Sofrin, Elsha Surya Respita

Transportasi : Rizky Haryadi, Ferryanto Cahyo

Buat kamu-kamu yang namanya tersebut diatas, tolong segera di eksekusi ya! Kalo kurang jelas, bisa tanya:

C-Kink di 085691013852 / 081317135161 / c_kink_noa_zoro@yahoo.com / www.ckinknoazoro.wordpress.com / www.twitter.com/Ckinknoazoro (idih malah promosi!)

atau Gesa di 085691604748 / 08996022058 / gesafalugongesa@yahoo.com

atau Maryo di rumahnya di Sawangan. Eh, maksudnya Maryo di 085697834661 / 02193225040.

Sekian info dari kami. Dimohon kerjasamanya yaaaa…

ATTENTION PLEASE!

Untuk memudahkan dan memperbarui database, buat kamu yang udah baca tulisan ini, tolong segera kirim sms ke C-Kink 085691013852 dengan format REG<spasi>NAMA<spasi>NOMOR HP<spasi>ALAMAT EMAIL/FACEBOOK<spasi>ADUH C-KINK KAMU IMUT BANGET SICH!

Contoh:

REG DAJJAL 085608130818 DAJJAL_BUKAN_IBLIS@YAHOO.COM ADUH C-KINK KAMU IMUT BANGET SICH!

Kamu juga bisa daftarin temen kita yang lain. Misalnya, Chiponk mau daftarin peliharaannya yang bernama Elsha, bisa juga kok. Jadi, tolong segera dikrim ya, untuk mempermudah database. Tenang aja, sms balasan yang kamu dapet, langsung dari hape aku loh!

KepribadianYangCacat #1

Perkenalkan. Dia. Seorang pecundang. Seekor kampret. Seonggok jancuk.

Orang yang melihatnya, sepintas akan menyangka bahwa dia adalah pribadi yang ekstrovert. Ramah. Punya banyak teman. Lingkungannya luas. Kepribadiannya menyenangkan. Banyak pergaulan. Dll. Tapi sejatinya, itu hanya tampilan luarnya saja. Karena pada dasarnya dia diberi rezeki berupa pribadi yang introvert.

Banyak yang tidak tau bahwa sebenarnya dia cacat. Apa yang cacat? Yaitu kemampuannya untuk berkomunikasi secara lisan. Ada sedikit sambungan yang mungkin terputus antara apa yang dia dengar, apa yang ada di pikirannya, dan apa yang keluar melalui lisannya. Ya, kemampuan komunikasi lisannya di bawah kemampuan manusia pada umumnya. Namun dia diberikan rezeki lain, yaitu kemampuan komunikasi nya secara tertulis, sedikit lebih baik daripada kemampuan komunikasi lisan.

Namun tak selamanya dia selalu bersama kertas dan pulpen, atau sedia mesin ketik bersamanya. Komunikasi lisan adalah hal yang paling mendasar dalam kehidupan sosial. Dan karena kekurangannya, dia tidak dapat menyampaikan dengan baik apa yang benar-benar ada di pikirannya.

Dia tertutup. Dia pendiam. Dia penyendiri. Dia pecundang.

Dia merupakan penyendiri, meskipun dia sendiri sering menangisi kesendiriannya. Dia bosan sendirian. Dia ingin memiliki teman. Tapi, kemampuan komunikasi lisannya kurang dapat menyampaikan keinginannya yang ingin memiliki teman.

Sejatinya dia memiliki banyak teman dan banyak pergaulan. Sejak jaman sekolah hingga saat ini, mestinya tak terhitung berapa banyak teman yang pernah ia jumpai.

Tapi dari sekian banyak teman itu, berapa banyak teman yang benar-benar bisa saling menyentuh ke dalamnya? Maksudnya, bukan hanya teman di permukaan. Bukan karena menjadi teman karena ada kepentingan. Bukan hanya sebatas sebagai “kenalan”.

Apa parameternya?

Jika dihitung, lebih dari sekitar 30 kali dia bepergian bolak-balik keluar kota menggunakan kereta api. Dari 30 lebih perjalanan itu, hanya kurang dari 5 kali dia duduk dengan seorang teman di sebelahnya. Sisanya, dia selalu berangkat sendiri. Menunggu kereta sendiri. Alhamdulillah masih ada temannya yang mau bersedia mengantarnya ke stasiun.

Ketika menunggu kereta datang, dia selalu iri melihat penumpang yang lain selalu bergerak dalam rombongan. Ya, mereka tidak seorang diri, mereka ramai-ramai bersama teman-temannya. Penuh canda, penuh tawa, penuh ceria, dan sebelum keberangkatan selalu diakhiri dengan pelepasan bersama. Serta lambaian tangan saat kereta berjalan.

Sementara dia, duduk manis di peron seorang diri. Melangkah menuju kereta tanpa ada yang menemani. Menatap keluar kaca jendela tanpa ada yang menanti. Hanya menatap iri kepada mereka yang saling berpamitan, atau mereka yang duduk manis di gerbong bersama teman-teman.

Dia sering bepergian seorang diri, menuju bank, pusat pertokoan, supermarket, dll. Dan sekali lagi, di tempat-tempat tersebut, dia selalu merasa iri melihat pengunjung yang lain yang datang tidak sendirian. Bersama teman, atau bersama keluarga. Sementara dia, hanya sepasang sendal yang setia menemani langkahnya.

Satu-satunya alasan yang menghibur kesendiriannya adalah, bahwa dia sendirian karena sebuah kemandirian. Tapi, bagaimana jika ternyata dia bukanlah seorang yang mandiri, melainkan seorang yang AUTIS?

Dia, introvert. Dia bukan tipe orang yang dengan gampangnya akan bercerita kepada seseorang di hadapannya. Dia bukan tipe orang yang tanpa basa-basi akan menyampaikan apa yang dia rasakan. Dia lebih memilih untuk menyimpan semuanya sendiri, untuk menutup rapat-rapat mulutnya. Meskipun sejatinya dia sendiri pun butuh tempat untuk menyampaikan, tapi entah mengapa dia malu untuk mengungkapkan dan lebih senang menyimpan.

Kapan terakhir kali dia merayakan ulang tahunnya? Tidak, dia tidak pernah merayakannya, selain saat-saat masa kecilnya.

Ketika usianya 17 tahun, jam 4 pagi keluarganya mengetuk pintu kamarnya dan datang dengan sebuah kue tart. Ketika usianya 19 tahun, 5 orang teman kampusnya datang berjalan kaki menempuh jarak 2.5 km dari kampus untuk mendatangi kos-kosannya, hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Ketika usianya 20 tahun, 4 orang teman kampusnya mengajaknya berkunjung ke yayasan tempat menampung anak cacat dan anak tanpa orang tua. Ketika usianya 21 tahun, dia hanya menghabiskan 4 jam bersama pedagang angkringan. Sudah itu saja, tak ada perayaan yang sengaja dia buat atau yang dibuat oleh temannya.

Tahun baru? Lupakan tahun baru, cukuplah kasur, bantal dan guling yang menjadi temannya, berbanding terbalik dengan sebagian besar orang yang merayakannya di keramaian. Pada tahun baru 2007, dia melewati malam pergantian tahun hanya seorang diri di kereta. Dari kaca jendela menatap iri ke luar, melihat manusia tumpah ruah menikmati pergantian tahun bersama teman-temannya. Bahkan pada tahun baru 2010, di saat semua orang berlomba merayakannya, dia hanya duduk seorang diri di depan laptopnya menulis sebuah kisah autis. Mengabaikan bunyi kembang api dan suara tawa di luar sana.

Laptop dan gitar. Dua benda itu yang menjadi teman setianya. Serta sebuah kendaraan yang setia mengantar kemana kakinya hendak melangkah. Atau buku-buku yang selalu menemani di saat sepi. Dia sendiri. Dia tersiksa dalam kesendiriannya. Dia tersiksa dalam sepi.

Tidak muluk-muluk yang dia inginkan. Jujur, dia ingin memiliki teman. Bukan sebatas kenalan. Bukan hanya teman atas dasar kepentingan pekerjaan. Tapi teman yang mau menemaninya tanpa alasan.

Dia mencoba untuk membuka diri dengan menjadi seorang “Yes Man”. Kapanpun ada yang memintanya untuk hadir atau minta ditemani, dia selalu mencoba meng-iya-kan. Tanpa mereka perlu tau bahwa mungkin dia sendiri ada kesibukan. Tanpa mereka perlu tau bahwa saat itu mungkin dia sedang tidak berkenan.

Dia mencoba untuk mengingat ulang tahun mereka. Dulu dia sempat terkenal akan kalender di handphonenya yang entrinya penuh dengan ulang tahun mereka yang pernah dia kenal. Dia pun selalu berusaha mengucapkan doa yang terbaik untuk mereka. Meskipun pada saat dia sendiri berulang tahun, hanya sedikit sms yang masuk ke inbox-nya.

Dia sangat senang jika ternyata ada yang welcome padanya. Jika ternyata ada yang memperhatikan dirinya. Jika ternyata ada yang menghubunginya tanpa kepentingan. Karena dia tau seperti apa rasanya sendirian, maka sebisa mungkin dia akan mencoba untuk tidak mengabaikan mereka.

Dia senang kepada mereka yang seperti itu. Meskipun pada akhirnya, rasa senangnya akan menjadi berlebihan. Itu semua hanya karena dia tidak ingin kehilangan. Karena sudah banyak, mereka yang hanya menghubunginya di saat ada kepentingan, tetapi setelah itu pergi menghilang dan melupakan.

Dia ingin memiliki teman. Tapi dia tidak tau bagaimana caranya. Dia ingin memiliki teman. Tapi dia sendiri tidak tau apa definisi dari kata teman. Dia ingin memiliki teman. Tap kepribadiannya lebih memilih untuk menutup diri dari memiliki teman.

Dia itu pecundang. Dia itu kampret. Dia hanya ingin memiliki teman, tapi dia tidak tau bagaimana cara memperlakukan teman. Mana yang disebut teman, bukan teman, atau lebih dari teman. Alasannya hanya satu, yaitu karena dia tidak ingin kehilangan. Karena dia bosan dengan kesendirian.

Sempat ada beberapa yang dia ingin menjadikannya teman. Tapi memang dia kampret, dia tidak tau bagaimana cara memperlakukan teman. Sehingga pada akhirnya mereka lebih memilih untuk menghilang perlahan. Tanpa pernah tau apa yang sebenarnya dia inginkan. Karena kecacatannya, dia tidak mampu menyampaikan apa yang dia inginkan dan membuat orang lain mengerti apa dia maksudkan. Karena memang, cara yang dia gunakan tidak mencerminkan apa yang dia pikirkan.

Dan sekali lagi, pada akhirnya dia hanya menangis seorang diri. Dia memang terlahir dengan kepribadian introvert. Introvert yang penyendiri, meskipun dia bosan seorang diri. Introvert yang pendiam, meskipun banyak yang ingin dia utarakan. Introvert yang pecundang.

Ternyata dunia yang penuh dengan euforia ini memang bukan tempat untuknya. Sudah saatnya dia kembali ke dunianya sendiri. Dunia satu dimensi, berteman laptop, buku-buku, video game, gitar ataupun alam khayalnya. Dan untuk dunia kita miliki hari ini, masihkah ada tempat untuk dia, untuk orang-orang dengan kepribadian yang cacat?

1 Januari 2010, 00:33

MobilDinas #2

Oke, kita kembali lagi untuk membahas masalah pengadaan mobil dinas pemerintah. Sebelom baca tulisan ini, ada baiknya kalian baca dulu tulisan sebelomnya yang berjudul “MobilDinas #1”. Toyota Crown Royal Saloon, 1 unitnya seharga 1.2 miliar rupiah, dianggarkan untuk sekitar +- 37 unit sehingga totalnya sekitar 44.4 miliar rupiah.

Sebenernya 1.2 miliar rupiah itu angka yang kecil atau besar sih? Untuk mereka yang terbiasa dengan dunia Bank Century yang ditalangi dana 6.5 triliun rupiah atau bagi mereka yang penghasilan minimal per bulannya puluhan juta rupiah, mungkin angka 1.2 miliar rupiah adalah hal yang biasa. Cukup nabung selama 1 tahun, terkumpul deh uang sebanyak itu.

Tapi, bagaimana dengan pemulung sampah Monas yang berpenghasilan +- rp 10.000,00 per hari? Atau dengan mas-mas pedagang angkringan depan kosan C-19 yang memperoleh rezeki +- rp 70.000,00 per hari? Atau dengan petani Desa Cucukan, Prambanan, Klaten yang berpenghasilan +- rp 2.000.000,00 per 3 bulan? Atau dengan mas-mas penarik kereta mini Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang berpenghasilan +- rp 80.000,00 per hari? Atau dengan General Manager C2C yang berpenghasilan +- rp 650.000,00 per bulan? Idih, curhat colongan…

Oke, angka 1.2 miliar rupiah memang bisa dikatakan murah untuk sebuah negara yang memilik APBN lebih dari 1.000 triliun rupiah. Tapi…

Apakah itu wajar jika disaat yang bersamaan, ribuan bahkan mungkin jutaan orang di negara tersebut, harus bekerja sekuat tenaga demi mencari sesuap nasi?

Apakah itu wajar jika disaat yang bersamaan, anak-anak harus bekerja membantu orangtuanya karena para orang tua tidak mampu membiayai pendidikan anaknya?

Apakah itu wajar jika disaat yang bersamaan, guru-guru menangis karena segala usahanya untuk mendidik calon pemimpin bangsa, tidak dihargai sama sekali oleh para pemimpin bangsa yang notabene dulunya adalah hasil didikan mereka?

Apakah itu wajar jika disaat yang bersamaan, rakyat kecil hanya bisa menidurkan keluarganya yang sakit di rumah karena tidak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit?

Sadarlah wahai manusia… Sadarlah… WUOOOOY SADAR WUOOOOOOYYYY…!!!

Dalam waktu 1 hari, uang sebesar 1.2 miliar rupiah keluar dari kas negara untuk membiayai mobil dinas seorang pejabat negara. Tapi, berapa lama waktu yang diperlukan mas-mas pedagang angkringan untuk memperoleh uang sebanyak itu? Dengan penghasilan rp 70.000,00 per hari, maka dia harus membuka angkringannya selama 17.142 hari, alias selama +- 50 tahun!!! Alamakjan…

Dari pemberitaan di Jawa Pos Selasa 29 Desember 2009, dijelaskan bahwa sejatinya harga Toyota Crown Royal Saloon tersebut tidak mencapai 1.2 miliar rupiah, melainkan hanya 600 juta rupiah saja, tidak jauh berbeda dengan Toyota Camry. Yang membuatnya mahal adalah karena mobil tersebut terkena pajak barang mewah. Namun pajak tersebut pada akhirnya akan kembali lagi ke kas pemerintah. Sehingga, harga “bersih” untuk 1 unit mobil dinas ini adalah sekitar rp 600 juta.

Ya ya ya, ternyata hanya sekitar 600 juta. Kalo gitu, kenapa tidak menggunakan Toyota Camry saja? Ups, salah pertanyaan. Kenapa lebih memilih untuk membeli mobil baru, kenapa tidak menggunakan mobil dinas yang kemarin saja? Kan usianya baru 5 tahun?

Dijelaskan lagi di harian tersebut bahwa usia mobil normalnya memang hanya sekitar 5 tahun. Mobil normal? Berarti mobil Daihatsu Taruna dan Toyota Soluna ku yang berumur lebih dari 8 tahun, termasuk kategori tidak normal donk? Ya, mungkin kita bisa menjawab, “Ah mobil kamu kan cuma dipake jalan-jalan ke tempat yang deket-deket aja!”

Kalo patokannya adalah kilometer jarak tempuh, kedua mobil tersebut memang baru menempuh jarak +- 65000 kilometer selama +- 8 tahun. Tapi Toyota Avanza milik saudara ku di Bojonegoro yang sering digunakan keliling Jawa Timur dan Jawa Tengah, sudah menempuh jarak lebih dari 70000 kilometer selama 5 tahun, dan masih terus digunakan sebelum diganti dengan yang baru.

Memangnya, mobil dinas itu mau digunakan kemana saja sih? Karena pejabat pemerintah kantornya berdomisili di Jakarta, mungkin mentok-mentok mobil tersebut hanya digunakan untuk mobilitas dalam kota. Kalau pun ke luar kota, mungkin sejauh-jauhnya ya ke Bandung. Kalo mau ke Surabaya atau Yogyakarta, dengan kesibukan para pejabat yang begitu padat, bukankah lebih baik naik pesawat? Lalu bagaimana kalau dinas ke luar pulau, apa mobilnya mau dibawa juga?

Jadi, sampai hari ini aku masih bertanya dalam hati, apa alasan pemerintah menganggarkan kas negara sebesar 1.2 miliar rupiah (atau +- 600 juta rupiah kalau pajaknya kembali ke kas negara) hanya untuk sebuah mobil dinas? Padahal di saat yang bersamaan, jutaan rakyat mereka tanpa kenal menyerah dan mengeluh masih harus bekerja keras demi kelangsungan hidup dirinya dan keluarganya.

Sebaiknya, pemerintah bisa lebih berhemat lagi dengan memilih menggunakan kendaraan yang lebih murah meriah. Tidak perlu bergaya yang mahal-mahal, yang lebih penting adalah fungsinya yaitu bisa mengantar sampai ke tujuan. Mengenai fasilitas di dalam mobil itu sendiri, memangnya apa saja sih yang ingin mereka lakukan di dalam mobil tersebut?

Atau kalau mau lebih efisien lagi, ya silahkan gunakan saja Toyota Camry sisa periode sebelumnya. Karena sampai hari ini aku selalu bertanya, setiap kali pemerintah melakukan pengadaan mobil dinas baru, lalu mobil dinas yang lama dikemanakan?

Mungkin cukup sekian saja tulisan dari ku kali ini. Silahkan kalian memberikan kesimpulan sesuai pendapat masing-masing. Dan sebagai bonus, berikut ini aku berikan tanggapan dari beberapa menteri terkait pengadaan mobil Toyota Crown Royal Saloon yang baru ini. Disarikan dari harian Jawa Pos dan Kompas Selasa 29 Desember 2009.

“Yang kemarin kelasnya Camry. Saya merasakan sering ke bengkel. Saya kira (mobil baru) tidak berlebihan. Mobilnya juga bukan mobil mewah, Toyota juga. Pokoknya, satu grade di atasnya lah.” Sudi Silalahi, Menteri Sekretaris Negara.

“Saya rasa masih lebih enak pakai Mercedes saya. Tetapi kalau acara resmi, saya pakai mobil dinaslah.” M.S Hidayat, Menteri Perindustrian.

“Mobilnya lebh kecil, lebih sempit dari yang dulu.“ Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

“Enggak penting mobil barunya. Yang penting tugasnya.” Darwin Z. Saleh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Lebih sunyi, lebih senyap. Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa meningkatkan semangat saya dalam bekeja.” Gusti Muhammad Hatta, Menteri Negara Lingkungan Hidup.

“Saya lebih memilih untuk setia dengan mobil Toyota Soluna saya. Harganya jauh lebih murah, tidak sampai 75 juta rupiah. Fasilitasnya pun sudah cukup memadai, minimal untuk tidur, menikmati pemandangan, mendengarkan musik, membaca buku, membuka laptop atau menyimpan barang di bagasi. Daya tahannya juga terjamin. Terbukti, saya sudah berulang kali menyerempet sana-sini dan menggeber pedal gas rem dan kopling tanpa belas kasihan, tapi Alhamdulillah masih hidup sampai hari ini. Usianya sudah 8 tahun loh! Kalaupun nanti sudah tidak saya gunakan lagi, bisa saya jual ke perusahaan-perusahaan taksi. Kalau ada yang lebih murah, buat apa cari yang mahal”. C-Kink, Mantan Menteri Koordinator Lini Eksternal BEM KMFT UGM.

Hohohohoho… Sekian dan terima kasih.

MobilDinas #1

Hei, kamu semua yang lagi baca tulisan ini, apa ada yang belom tau, bahwa pejabat pemerintahan kabinet kali ini kembali melakukan pengadaan mobil dinas? Kalo udah tau ya bagus, tapi kalo belom tau, ini sekarang aku kasih tau,

Ya, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah kali ini juga melakukan pengadaan mobil dinas untuk kepentingan kerja mereka, mobil dinas dengan pelat nomor RI XX. Sebenernya sih sah-sah aja kalo mereka mau memiliki mobil dinas, dan mungkin kalian juga menganggap wajar lah pejabat punya mobil dinas. Tapi kalo semuanya itu wajar, kenapa hari ini aku kembali menyisihkan sebagian umur dalam hidupku untuk menulis tulisan ini?

Pertanyaannya simpel aja. Taukah kalian, mobil apa yang digunakan sebagai kendaraan dinas itu? Ayo coba tebak! Daihatsu Ceria? Toyota Soluna? Honda Jazz? Truk Hino? Suzuki Colt? Volvo? Yamaha Mio? Oke, ayo kita telaah satu-satu.

Daihatsu Ceria? Hei, ini mobil ukurannya kecil, mana nyaman pejabat kita naik mobil ini!

Toyota Soluna? Mobil dinas apa taksi nih?

Honda Jazz? Emangnya pejabat kita mau nongkrong di mall-mall…

Truk Hino? Buset dah, ini mah buat ngangkut logistik!

Suzuki Colt? Mau berdagang ya Pak?

Volvo? Mobil buatan Swedia ini udah basi, sekarang nggak dipake lagi gara-gara spare partnya susah dan kemahalan.

Yamaha Mio? Et dah, ini mah motor kaleeee…

Oke, semua jawaban di atas adalah nggak mungkin. Dan kamu semua pasti dengan cerdas akan segera menjawab:

TOYOTA CAMRY!!!

Hohohohoho…

Horeeeee… Selamat, karena ternyata jawaban tersebut juga masih salah!

Loh kalo bukan Toyota Camry terus apa dong?

Iya, untuk periode pemerintahan sebelom ini, mereka emang menggunakan Toyota Camry sebagai mobil dinas. Tapi sekarang udah nggak make Toyota Camry lagi loh. Terus pake apa donk?

Jawaban yang benar adalah…

Adalah…

Adalah…

TOYOTA CROWN ROYAL SALOON!!!

Kriiiik… Kriiiik…

*Nggak nyambung… Lagi ngomongin mobil dinas kok tiba-tiba ngomongin salon? Emangnya akika cowo apaan bo, mainnya di salon-salon… Gimandang sich yey…

Hei, ini beneran! Hari ini pemerintah sedang melakukan pengadaan mobil Toyota Crown Royal Saloon sebagai mobil dinas mereka!

Ih, biasa aja kaleeee… Secara gitu, pejabat pemerintah kan punya mobilitas tinggi, jadi wajar kalo mereka pake Toyota Crown Royal Saloon. Terus kalo masih wajar, kenapa aku masih tetep nulis tulisan ini?

Ya, karena kalau kalian boleh tau, berapa sih harga 1 unit Toyota Crown Royal Saloon itu? Dari berita di media-media, harga 1 unit mobil tersebut adalah senilai +- rp 1.200.000.000,00.

Sebentar, ada berapa digit tuh angkanya? Coba kita itung: satu, dua, tiga, empat, … Wuaow 1.2 MILIAR RUPIAH!!! Sekali lagi, 1.2 MILIAR RUPIAH!!! Dua kali lagi, 1.2 MILIAR RUPIAH, 1.2 MILIAR RUPIAH!!! Tiga kali lagi, 1.2 MILIAR RUPIAH, 1.2 MILIAR RUPIAH, 1.2 MILIAR RUPIAH!!! Empat kali lagi… Eh udah udah, stop!

Iya, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, harga 1 unit Toyota Crown Royal Saloon adalah senilai 1.2 miliar rupiah. Seandainya pejabat negara tersebut anggaplah ada sekitar 37 orang (aku nggak tau persisnya siapa aja, tapi menteri-menteri dan pejabat setingkat menteri dapet mobil dinas ini), berarti total dana yang keluar untuk pengadaan mobil dinas ini adalah 37 X 1.2 miliar = 44.4 MILIAR RUPIAH!!! Alamakjan…

Emang ada yang aneh ya? Nggak tau deh buat kamu gimana. Tapi buatku, ini terasa aneh! 44.4 miliar rupiah hanya untuk pengadaan mobil dinas! Terus, anehnya dimana?

Simpam semua pertanyaan kamu, karena jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita temukan di tulisan selanjutnya yang berjudul “MobilDinas #2”. Uhehehehe…

LPJmenkoEksternal

(BUKAN)

Laporan Pertanggung Jawaban

Menteri Koordinator lini eksternal

BEM KMFT UGM

Audzubillaahiminassyaithonnirrajiim…

Bismillahirrahmaanirrahiim…

“Ehem ehem… Tes tes… Uhuk uhuk…”

“Oke, semua siap? Audio siap? Pencahayaan siap?”

“Siiiaaaaaaappp…!!!”

“Kita mulai sekarang. Tiga… Dua… Satu… Kamera rolling, action!”

            “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Introduction alias Mukaddimah alias Pendahuluan

Alhamdulillahirabbilalamiin… Wahai seluruh manusia dimanapun kalian berada, entah itu di depan komputer, di atas kasur, di balik bantal, di atas toilet ataupun di pojokan tempat sampah, segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam, hari ini aku atas nama C-Kink Cute masih diberikan kesempatan dan rezeki untuk menulis Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita semua, Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi.

Semua manusia tau bahwa bula terakhir dalam 1 tahun adalah bulan Desember, kecuali mereka yang tidak tau. Semua orang juga mengerti bahwa di bulan Desember LPJ harus dikumpulkan, kecuali mereka yang tidak mengerti.  Dan semua anak juga tau kalo C-Kink itu imutnya Subhanallah, kecuali yang tidak mau ngaku.

Jadi disini, di akhir kepengurusan kabinet BEM KMFT UGM periode 2009, izinkanlah aku yang imut manis lucu kurus kering begeng kerempeng serta cacingan ini untuk menuliskan sebuah LPJ terkait kepengurusanku selama 1 tahun menjabat sebagai Menteri Koordinator Lini Eksternal (Menko Eksternal) BEM KMFT UGM.

Idealita

Kepengurusan BEM KMFT UGM periode ini tidak menyertakan posisi “Sekretaris Jenderal” dalam kabinetnya, melainkan diisi oleh 2 pos yang bernama “Menko Internal” dan “Menko Eksternal”. Menko Internal diamanahi oleh Fauzi Muharram alias Fauzi Cabul, Calon Bupati Bantul. Membawahi 4 Departemen yaitu TD, Advokasi, OASE dan Medpro. Sementara Menko Eksternal membawahi 3 Departemen yaitu Kastrat, Sosmas dan Humas. Menko Internal dapat diibaratkan sebagai tangan kanannya Ketua BEM, sedangkan Menko Eksternal bukan sebagai tangan kirinya, melainkan sebagai ujung-kuku-jempol-kaki-kirinya Ketua BEM.

Sekarang, mari kita bahas dengan lebih detail lagi, apa saja tugas dan fungsi Menko Eksternal yag imut ini.

  1. 1.      Baca = satu

 

Secara umum, Menko berfungsi sebagai perpanjangan tangan, eh, perpanjangan kuku jempol kaki Ketua BEM di dalam melaksanakan visi misinya. Ada 6 misi dari Ketua BEM periode ini yang diamanahi oleh Dede Miftahul Anwar, mahasiswa asal kota Tasikmalaya yang tidak bisa mengucakan huruf “f”.

“Eeeeeh, kata siapa orang Tasik nggak bisa ngomong hurup ‘f’? Pitnah itu mah… Pitnah!”

 

Kita kembali lagi ke studio. Jadi, pisi misi, eh visi misi Ketua BEM periode ini adalah”

VISI

 

Mewujudkan fakultas teknik yang INTEGRAL,bergerak bersama secara sinergi agar mampu berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia

MISI

 

  1. Membuat sistem kaderisasi yang optimal melahirkan pemimpin bangsa.
  2. Menciptakan kultur disiplin, produktif, ilmiyah (“membaca,riset,diskusi,menulis,aksi”), dan tangguh agar mampu berkontribusi secara nyata bagi perbaikan bangsa indonesia.
  3. Penerapan organisasi yang efisien, tatalaksana yang efektif dan terpadu dengan prinsip kepemerintahan yang baik (good govermance), yang didukung oleh penelitian, pengembangan dan pengelolaan informasi yang efektif.
  4. Pengokohan jaringan dan keterlibatan seluruh masyarakat teknik dalam setiap program maupun kebijakan agar terwujudnya sinergitas kerja menuju ternik yang INTEGRAL.
  5. Mandiri dalam finansial, tepat dalam alokasi, profesional dalam pengelolaan.
  6. Memimpin dengan melayani dan memaksimalkan advokasi.

 

Dari 6 misi tersebut, poin 2 dan 4 diampu oleh Menko Eksternal untuk selanjutnya akan dieksekusi di lapangan oleh Departemen-Departemen yang berada di Lini Eksternal, yaitu Kastrat, Sosmas dan Humas.

  1. 2.      Baca = dua

 

Menko memiliki fungsi sebagai perwakilan Ketua BEM jika beliau sedang berhalangan (baca: datang bulan). Serta sebagai asisten dan tempat curhat Ketua BEM jika beliau ingin mengeluarkan suatu kebijakan atau menghadapi situasi-situasi tertentu.

  1. 3.      Baca = tiga

 

Sejatinya, fungsi pokok dari Menko adalah seperti tersebut dalam 2 poin di atas. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan seiring dengan memutihnya rambut, dalam pelaksanaannya muncul amanah-amanah baru lainnya yang muncul belakangan. Hal ini terjadi karena pada situasi tertentu, Menko perlu turun tangan langsung untuk menghandle hal-hal yang mungkin belum sempat terampu di Departemen. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

  1. Koordinator PaLeLu (Pasukan Peduli Pemilu)

 

Bagi bangsa Indonesia, tahun 2009 ini dapat dikatakan tahun yang istimewa. Bukan karena Jenson Button menjadi juara dunia F1. Bukan karena film KCB, Ketika C-Kink Bertasbih meledak di pasaran. Melainkan karena pada tahun ini dihelat pesta demokrasi nasional yang hanya diadakan setiap 5 tahun sekali. Apa itu? Iya, apalagi kalau bukan Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut: Pemilihan Umum!

Untuk mendukung suksesnya pemilu, khususnya dari kesadaran para pemilih, maka BEM KMFT UGM memiliki fungsi untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat Teknik terkait pemilu itu sendiri. Atas dasar itulah, Menko Eksterna diamanahi job untuk membentuk sebuah tim yang bertugas mensosialisasikan pemilu. Tim yang pada akhirnya diberi nama “PaLeLu” (Pasukan Peduli Pemilu) ini memiliki posko sebagai tempat bertanya, media2 publikasi sebagai sarana sosialisasi dan contoh surat suara sebagai sarana simulasi.

  1. Koordinator Tim Filantropi

 

Setiap saat, bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja kepada siapa saja. Seringkali, banyaknya korban dalam suatu bencana bukan karena dampak langsung dari bencana tersebut, melainkan akibat terlambatnya pertolongan yang diberikan. Karena itulah, sekali lagi Menko Eksternal bersama dengan Menko Internal diberi amanah untuk membentuk Tim Publikasi-Filantropi serta membentuk sistem yang lebih efektif dan efisien.

Tim ini awalnya terdiri dari angkatan 2008 saja. Namun setelah beberapa waktu, kemudian dibentuk juga tim publikasi 2 yang terdiri dari angkatan 2009. Secara umum fungsi tim ini adalah bergerak sampai ke level kelas-kelas di setiap Jurusan dan masing-masing angkatan, untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan BEM atau selalu siap sedia melakukan pengumpulan dana filantropi untuk bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  1. 4.      Baca = empat

 

Selain fungsi dan tugas diatas, secara pribadi Menko Eksternal juga diamanahi untuk menjadi pembicara atau pemberi materi dalam acara-acara tertentu.

Kira-kira seperti itulah gambaran kasar dari apa siapa mengapa dan bagaimana Menko Eksternal itu. Setelah kita membaca idealita, mari kini saatnya kita masuk ke bagian realita… Mari siapkan fisik dan mental kita semua…

Tarik nafas dalam-dalam…

(hhhhmmmmmppppphhhh…)

 

Lalu buang anginnya dari belakang…’

(Duuuuuuuuutttt… Prettt… Prettt…)

 

Astagfirullah… Bauuuu!!!

Realita

Realita, terdiri dari 2 unsur kata, yaitu Rea dan Lita. Rea dan Lita adalah sepasang sahabat baik. Mereka berteman sejak kecil. Hari ini, mereka berdua… Stop stop stop!!! Kok nggak nyambung?

Kita kembali lagi ke jalan yang lurus. Kalau kata Mbahh Encarta, makna dari kata Realita adalah sebagai berikut ini:

1. real existence: actual being or existence, as opposed to an imaginary, idealized, or false nature
2. all that exists or happens: everything that actually does or could exist or happen in real life
3. something that exists or happens: something that has real existence and must be dealt with in real life

  • a vision that ignores the realities of the business world
4. type of existence: an existence or universe, either connected with or independent from other kinds

  • fantastic notions of alternative realities

Microsoft® Encarta® 2007. © 1993-2006 Microsoft Corporation. All rights reserved.

 

 

Nah lho kok pake Bahasa Inggris? Ayo silahkan diterjemahin sendiri yaaa…

Tanpa banyak cing-cong lagi, berikut ini kira-kira realita dari apa yang terjadi selama 1 tahun kepengurusan.

  1. 1.      Baca = satu

 

Fungsi sebagai perpanjangan tangan dari Ketua BEM, silahkan kalian sendiri yang menilainya, apakah hal tersebut berjalan dengan baik ataukah sebaliknya. Namun bila dilihat di akhir periode secara keseluruhan, dapat dikatakan misi-misi yang diampu oleh Lini Eksternal, telah cukup terlaksana, meskipun sejatinya masih banyak hal-hal yang bisa dioptimalkan lebih jauh lagi dari apa yang sudah ada hari ini.

Kastrat telah menjalankan fungsinya untuk mencerdaskan masyarakat Teknik, terlihat dari intensitas diskusi dan kajian yang rutin hampir seminggu sekali. Serta terbitnya buletin Kastrat dan beberapa acara besar yang diadakan oleh Kastrat.

Begitupun dengan Sosmas dan Humas. Sosmas yang memang lebih difokuskan untuk pemberdayaan di luar lingkungan Fakultas Teknik, rutin melanjutkan pengajaran dan pendidikan di panti asuhan serta telah membuka satu desa binaan baru di dusun Ngampon, Bantul.

Sementara Humas yang baru mengawali karirnya di periode ini, merupaka garda terdepan BEM KMFT dalam menjalin dan membina silaturrahim dengan instansi atau individu di luar lingkungan BEM KMFT. Plus telah membuka jalan bagi masyarakat Teknik untuk melanjutkan studi di luar negeri, khususnya Jepang dan Inggris melalui acara bincang-bincang beasiswa.

Namun secara umum, hal tersebut dapat dikatakan terlaksana bukan karena arahan dari Menko Eksternal sendiri, melainkan karena setiap Departemen telah sadar akan fungsi dan tugasnya masing-masing, serta memiliki improvisasi dan inovasi tinggi dalam pelaksanaannya di lapangan.

  1. 2.      Baca = dua

 

Fungsi ini terlihat lebih menonjol di banding fungsi yang pertama. Ketua BEM seringkali berdiskusi terlebih dahulu dengan kedua Menteri Imutnya terkait suatu masalah tertentu. Begitupun dari Departemen, khususnya PSDM, seringkali meminta saran dari para Menko mengenai hal-hal yang berkaitan denga BEM itu sendiri.

Sementara untuk perwakilan Ketua BEM di lingkungan luar Teknik mungkin kurang dapat terampu, kecuali kegiatan-kegiatan yang memang mengundang atas nama Sekjen atau perwakilannya. Hal ini terjadi karena undangan memang hanya ditujukan untuk Ketua BEM itu sendiri.

  1. 3.      Baca = tiga

 

PaLeLu (Pasukan Peduli Pemilu)

PaLeLu merupakan sebuah kepanitiaan dadakan yang dibentuk hanya 2 minggu sebelum pemilu dilaksanakan, serta bertabrakan dengan UTS (Ujian Tidak Serius) semester genap. Dalam pelaksanaannya, media-media publikasi pemilu memang telah tersebar secara merata, baik itu yang diperoleh dari KPU maupun yang dibuat sendiri. Begitupun dengan posko yang standby di KPTU. Namun sendainya parameter keberhasilan ditentukan dari persentase jumlah pemilih, maka hal itu sulit diukur karena sebagian besar mahasiswa Teknik harus pulang ke kampung halamannya, dan sebagian yang lain gagal memilih karena dipersulit oleh birokrasi surat mutasi.

Tim Filantropi

Tim Publikasi-Filantropi mulai dibentuk pada awal Oktober 2009, untuk menindaklanjuti keterlambatan tim filantropi Sosmas yang kurang cepat bergerak dalam menanggapi gempa Tasikmalaya, serta menindaklanjuti kekurangan tenaga Medpro dalam mempublikasikan kegiatan-kegiatan BEM.

Secara umum, tim publikasi sampai detik ini cukup baik dalam menjalankan tugasnya. Yang mereka lakukan adalah mengambil media publikasi (poster, leaflet, brosur dll) yang sudah disiapkan di loker Menko untuk selanjutnya diputar dan disebar di kelas-kelas. Sedangkan tim filantropi yang orang-orangnya sama dengan tim publikasi, sejak awal dibentuknya Alhamdulillah baru bekerja 1 kali, yaitu ketika terjadi gempa di Sumatera Barat dan dapat dikatakan cukup berhasil menggalang dana dari masyarakat Teknik.

  1. 4.      Baca = empat

 

Fungsi yang keempat ini, yaitu sebagai pengisi materi atau pembicara dalam diskusi, merupakan salah satu konsekuensi yang harus ditanggung dan sebaiknya tidak ditolak. Hal ini karena kedua Menko merupakan sesepuh yang di-tua-kan dalam BEM periode kali ini.

Dengan pengalaman Fauzi 2.5 tahun di BEM dimana 1.5 tahunnya dihabiskan sebagai Kadep TD dan pengalamanku selama 1.5 tahun di EM dengan 0.5 tahun sebagai Kadep Kastrat, kami berdua dianggap “lebih berpengalaman” untuk berbagi ilmu dengan rekan-rekan 2007, 2008 dan 2009. Sehingga kapanpun anak-anak BEM meminta kesempatan untuk diskusi, kami harus siap sedia mengapresiasikannya.

Beberapa acara yang aku diminta untuk mengisi, diantaranya adalah:

-          Diskusi Sekolah Kaderisasi Limited Edition

-          Sekolah Kaderisasi Limited Edition: Life Planning

-          Kunjungan Akademi Teknologi Kulit: Struktur Organisasi

-          Sekolah Kaderisasi 2009: Moderator Diskusi

-          Sekolah Kaderisasi 2009: Etika Organisasi

-          Diskusi Sekolah Kaderisasi 2009

-          Kunjungan Universiti Teknologi Malaysia

-          Dll

Naaaaaah itu dia… Udah ya, bacanya jangan lama-lama. Langsung lanjut aja ke bagian selanjutnya.

Evaluasi

Secara umum, tidak ada yang salah dengan posisi Menko. Mengapa? Karena pada kenyataannya, sehebat dan seeksis apapun seorang Ketua BEM, beliau tetaplah sama-sama terlahir dari rahim seorang ibu (kecuali yang nggak lahir melainkan hadiah dari Chiki Balls) yang tentunya butuh bantuan dari sesamanya. Seorang Presiden Indonesia pun memerlukan juru bicara, menteri-menteri dan staf khusus dalam pelaksanaan kesehariannya.

Begitupun dengan fungsi Menko itu sendiri. Menko tidak hanya sebagai perpanjangan tangan dari Ketua BEM semata, tetapi lebih dari itu. Beberapa fungsi Menko lainnya diantaranya adalah:

  1. Sebagai juru bicara Ketua BEM

 

Karena pengangkatan Menko adalah hak Ketua BEM, maka Menko memiliki fungsi untuk mengadopsi visi misi Ketua BEM terpilih untuk selanjutnya menjelaskan kepada masyarakat Teknik tentang visi misi dan langkah kerja BEM pada periode tersebut.

  1. Sebagai perwakilan Ketua BEM

 

Ketua BEM seringkali diminta untuk hadir di suatu acara, entah sebagai undangan atau untuk membuka suatu acara. Disini Menko memiliki fungsi untuk mewakili Ketua BEM jika ternyata beliau sedang berhalangan (baca: datang bulan), entah itu karena sedang tidak ada di tempat atau karena pada saat yag bersamaan juga harus hadir di acara lain.

  1. Sebagai tempat diskusi Ketua BEM

 

Seorang pemimpin dituntut untuk mengeluarkan kebijakan yang efektif efisien dan tepat guna. Terlebih dalam kehidupan hari ini yang menjunjung demokrasi. Untuk itu dalam menghadapi kasus-kasus tertentu, Menko memiliki fungsi sebagai tempat diskusi Ketua BEM sebelum mengeluarkan kebijakan atau dalam menghadapi situasi-situasi tertentu.

  1. Sebagai tempat bertanya anak-anak BEM

 

Karena Menko hari ini termasuk golongan orang-orang yang “dituakan”, maka Menko juga memiliki fungsi untuk berbagi pengalaman dan ilmunya kepada anak-anak BEM yang ingin mengeksploitasi ilmu-ilmu para Menko lebih dalam lagi.

  1. Sebagai tempat membeli pulsa dan makanan ringan. Ups…

 

Hmmmm… Kalau yang ini sih fungsi pribadi. Jadi, dimanapun kalian berada, kapanpun kalian butuh pulsa, tinggal hubungi C-Kink Cute Cell segera! Dan jangan lupa untuk selalu mewarnai lidah kalian dengan makanan-makanan dari warung C-Kink Cute Cookies! Betul betul betul?

Ucapan Matur Nuwun

“Pernah ada… Rasa cinta…

Antara kita… Kini tinggal kenangan…”

Itu tadi sebait lagu dari Gaby berjudul “Tinggal Kenangan” yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan LPJ ini. Tapi karena nanggung, nyanyinya kita lanjutin lagi deh, reffnya aja…

“Jauh kau pergi meninggalkan diriku… Disini aku merindukan dirimu…

Ingin kucoba mencari penggantimu… Namun tak lagi yang seperti dirimu oh kekasih…”

Oke, cukup. Kita kembali lagi ke laptop.

Setelah menjalani 1 tahun sebagai Menko Eksternal, kini izinkanlah aku yang imutnya Subhanallah ini untuk menuliskan ucapan terima kasih kepada semua makhluk yang telah menemaniku menjalani kehidupan di BEM KMFT UGM. Dengan ini, C-Kink Cute mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt. Yang Maha Pengasih, Maha Memberi, Maha Menguasai Segala Kerajaan dan Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan. Tiada Tuhan selain Engkau Ya Allah, yang atas kehendak-Mu lah aku telah dipertemukan dengan semua ciptaan-Mu dalam hari-hari kudi  BEM KMFT UGM ini.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Semoga aku dapat berjumpa denganmu suatu hari nanti.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang telah membimbing dan merawat anak laki-lakinya hingga menjadi besar seperti ini dan telah menurunkan gen yang berkualitas, Insya Allah.

-          MyLovelySolBro, Toyota Soluna B 1283 UW, teman seperjuangan yang tidak pernah mengeluh menemani setiap langkahku di bumi Ngayogyakarta Hadiningrat.

-          Laptop Hewlett Packard entah seri berapa yang hari ini sempet koma selama beberapa minggu. Terima kasih telah bersedia dieksploitasi selama 3.5 tahun terakhir.

-          Buku Pesan BEM KMFT UGM yang hari ini telah menghilang entah kemana! Ayo ngaku, siapa yang ngumpetin?

-          Dede Miftahul Anwar selaku Ketua Badan Eksekutip (pake “p”) Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Pakultas (pake “p”) Teknik periode 2009 yang telah mengajakku bersama-sama membangun lembaga ini sampai ke titik darah penghabisan. Nikmat sampai tetes terakhir…

-          Fauzi Muharram alias Fauzi Cabul alias Fauzi Ingah-Ingih, calon Bupati Bantul dunia-akhirat selaku rekan duet yang saling tik-tok untuk mengisi kekosongan masing-masing. Sampai kapanpun Insya Allah Depok dan Bojonegoro akan selalu lebih berjaya dibandingkan Bantul, serta Persikad dan Persibo akan menjadi juara ligina mengalahkan Persiba. Huohohoho…

-          Martyas Listyaningrum selaku vokalis gratisan yang setia menemani aku dan gitarku naik ke atas panggung. Insya Allah suaramu akan bermanfaat di bidang industri, khususnya untuk mengusir serangga dan hama penggangu tanaman atau membersihkan dapur dari tikus, kecoak dan sejenis Tyaz-Tyaz lainnya.

-          Rindi Fidriantika yang tanpa ragu seringkali meminta saran masukan dan nasihat dari sesepuhnya yang sudah tua dan bau tanah ini. Mohon maaf sebesar-besarnya jika lahan penjualan pulsa kini telah ikut aku geluti. Uhehehehe…

-          Gunawan Saputro, Pakdhe dari ujung Sragen yang jago nyinden dan bersahaja. Walaupun setelah ini aku telah tiada, tapi warung C2C akan selalu berjaya, Insya Allah.

-          Dwi Ulfa Nur Izzati selau Sekretaris Eksekutif yang sebenar-benarnya, yang seringkali dieksploitasi oleh Tyaz dalam menjalankan tugasnya.

-          Penalar Arif Budiman, arek paling juuuaaaaan*tiiiiiiiiiit*cuk sak Indonesia. Tampang mirip Afgan, tapi perut mirip buntelan. Jangan lupa untuk sering2 beli pulsa di C2C aja. Tapi juga jangan lupa bayarnya yaaaaa.

-          Dimas Agil Marendra yang seringkali kehabisan staff karena sering diminta untuk menjadi kepanitiaan dadakan.

-          Ikhsanuddin yang telah meneruskan lembar sejarah perjuangan Departemen Kajian Strategis. Selera boleh beda, tapi Kastrat juaranya!

-          Fajri Adhi Nugroho yang hari ini udah terlihat lebih sering mandi dibandingkan sebelum-sebelumnya. Alhamdulillah…

-          Djunianto Dwi Setiawan yang telah mengizinkan aku untuk mengambil alih warung makanan di BEM. Mulut kekeringan? Dateng aja ke warung C2C!

-          Iqbal Muharram Ruhiyanto selaku tukang cukur pribadi kementrian. Dunia dan kehidupan seorang C-Kink boleh terus berubah, tapi Insya Allah tukang cukurnya akan tetap sama.

-          Anindita Wikansari yang telah menghibur masyarakat Teknik dengan Techfestnya. Tapi sedihnya, tahun ini aku nggak bisa ikut ambil bagian untuk menunjukkan atraksi bassku yang nggak kalah sama Cristiano Ronaldo (????). Huiks huiks…

Fiiuuuh, itu baru PH-nya aja. Istirahat dulu ah…

Kriiiik… Kriiiik…

Oke, kita lanjut lagi.

-          Ahmad Nasikun, salah seorang kader BEM yang hari ini melanglang buana di negeri gingseng. Kalau pulang nanti, jangan lupa bawakan oleh-oleh berupa satu perempuan asli Korea!

Nasikun says, “Kalo nenek-nenek mau Mas?”

-          Rekan-rekan Teknik Nuklir 2008 yang makin hari makin eksis di BEM: Dion Bagus Nugraha, Deni Aminuddin, Eko Galih Pradikta, Fitratun Aliyah, Nur Khanan Mas’ud, Gun Nanda Tian Purnama, Ahmad Pramudi, Aziz Saputra, Ryan Satriawan, dll. Serta rekan-rekan Teknik Nuklir 2009 yang mulai eksis di BEM: Destiana Tunggal Pramesti, Daniel Sahat M. Pardede, Dwi Berlianti Siwi, Anisza Okselia, Ahmad Azam Hisaballah, Dian Novianti, Dwi Sukma Pratiwi, dll. Teruskanlah menghiasi BEM dengan radiasi-radiasi yang kita miliki, dan jangan lupa untuk selalu mensosialisasikan nuklir dan PLTN dimanapun kita berada.

-          Rekan-rekan Jiheishoo kuni: Andhika Pranayudha, Wangi Pandan Sari, Rara Galuh Acinthya, Dendy Catur Setiawan dan R. Gilang Aditya Permana yang telah bersedia untuk diracuni, dan bersedia lagi untuk meracuni sensei kita yang setiap 3 hari seminggu selalu mengurut dada menyesali nasibnya.

-          Rekan-rekan tim publikasi-filantropi 2008: Ahmad Baihaqqi, Muhammad Kurniawan Subitz, Ratih Monika, Nur Latifah Fajri Ramdhani, Wari Mutantri, Hatta Effendi, Arfen Tri Yuniarto, Nadya Octaviani, Vallery, Ahmad Yusuf Kurniawan, Taufik Hidayat dll. Serta rekan-rekan tim publikasi-filantropi 2009: Alfredo, Zahro, Wisnu, Sartino, Damar, Intan, Fanny Purwati, Tantia, Fianny, Ria, Zeindha, Emmy, Dian, Rayna, Riva, Masbudi, Habib dll. Walaupun seekor C-Kink telah pergi, tapi silaturrahim kita tidak akan berhenti sampai disini.

-          Rekan-rekan Technovaganza: Septyan Bayu Anggara, Ahmad Tohani, Mountasudli Febri Alam, Abdul Harits Mahmudin, Taufik Hidayat, Tegar Christianty, Dwi Novitasari dll, yang telah menguras tenaga, keringat, waktu, KANTONG, emosi dan air mata. Hari ini kita telah membawa nama Teknik ke panggung Indonesia. Insya Allah tahun selanjutya nama Teknik akan membahana di seluruh penjuru dunia! (dunia ghaib apa dunia binatang?)

-           Anak-anak PSDM: Teruslah memperdayakan anak-anak BEM KMFT untuk menjadi penerus bangsa.

-          Anak-anak Kastrat: Jangan pernah ragu untuk mengisi nutrisi bagi pola pikir kita dan sebarkanlah nutrisi tersebut ke seluruh penjuru dunia.

-          Anak-anak Sosmas: Ayo berbakti kepada masyrakat, karena pendidikan adalah dasar dari kehidupan.

-          Anak-anak Humas: Jalin terus silaturrahim dengan berbagai pihak, entah itu instansi, aktivis, penulis, pedagang, bahkan pencopet sekalipun!

-          Anak-anak TD: Negara ini kekurangan entrepreneur. Bersedia untuk menambah jumlahnya?

-          Anak-anak Medpro: Menulis, menulis dan menulis, karena dengan menulislah gagasan kita akan terkenang dan abadi sepanjang masa.

-          Anak-anak Advokasi: Hukum dan keadilan milik seluruh masyarakat. Berjuang dalam kebenaran, menegakkan kebatilan, demi masa depan Indonesia yang berjaya!!

-          Anak-anak OASE: Asah terus otak kanan kita. Dengan kreatifitas, berkarya demi kemajuan bangsa.

-          Para pelanggan C2C (C-Kink Cute Cell): Dewa, Febrina, Melisa, Deo, Gita, Prille dan semuanya. Jangan lupa ajak temen-temen kalian yang lain untuk selalu ngisi pulsa di C2C aja!

-          Para penikmat C2C (C-Kink Cute Cookies). Jangan lupa, opsinya hanya ada dua: mau bayar di dunia atau di akhirat?

-          Dan seluruh makhluk lainnya yang aku kenal maupun yang nggak aku kenal, dan yang kenal aku maupun nggak kenal aku. Terima kasih banyak atas kebersamaannya selama ini. Kalau ada rezeki, Insya Allah kita semua akan dipertemukan di Padang Mahsyar nanti.

Ending alias Penutup

Alhamdulillahirabbilalamiin… Akhirnya sampai juga kita di penghujung acara. Tanpa banyak bacot lagi, marilah segera kita akhiri LPJ ini dengan membaca doa penutup majelis.

“Subhanaka Allahumma Wabihamdika Asyhadu alla ilaa ha illa anta Astaghfiruka wa atubu Ilaih”

 

Otreh, sekarang mari kita akhiri bersama-sama. C-Kink dan seluruh kerabat kerja yang bertugas mengucapkan terima kasih banyak atas perhatiannya, dan…

… Wasssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

TOMAT, eh, TAMAT

 

(LPJ ini dibuat dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, kecuali oleh Martyaz Listyaningrum yang menyuruh ku untuk segera menyelesaikan LPJ ini sebelum tanggal 15 Desember 2009)

Yogyakarta,

15 Desember 2009

Atas nama aku sendiri,

C-Kink Sahid Syaifullah

ResolusiTahunIni

 

Bismillahirrahmanirrahim…

Subhanallah Alhamdulillah, nggak terasa waktu telah semakin berlalu. Kalo pake hitungan Masehi, tulisan ini ditulis pada tanggal 25 Desember 2009 yang artinya 1 minggu lagi kita bakalan masuk tahun 2009. Tapi kalo pake hitungan Hijriah, hari ini adalah tanggal 8 Muharram 1431 Hijriah. 1 Muharram adalah tahun baru Hijriah, sementara aku sendiri dilahirkan pada tanggal 22 Muharram 1409 Hijriah. Jadi resolusi ini merupakan resolusi dari tahun baru 1431 H, tahun baru 2010 M dan usia ku yang memasuki angka 22 tahun (versi kalender Masehi).

Lalu, apa aja resolusi seekor C-Kink untuk tahun ini? Kalo taun lalu resolusinya 256 x 512 pixel, maka sekarang diupgrade jadi 1024 x 2048 pixel. Dih itu mah resolusi apaan, resolusi grafis komputer kalee…

Resolusi yang kita bahas disini bukan masalah pixel-pixelan, tapi resolusi yang kata kamus di laptop ku, artinya adalah “ketetapan hati”. Kalo kata kamus encarta, ini nih arti resolusi yang berkaitan dengan ketetapan hati:

decision: a firm decision to do something

determination: firmness of mind or purpose

Microsoft® Encarta® 2007. © 1993-2006 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Naaaaah itu dia… Nggak tau dah artinya apaan, asal comot aja biar keliatan keren dan ada daftar pustakanya gitu…

Kembali lagi ke bahasan awal. Intinya, apa resolusi seekor C-Kink untuk taun ini? Tanpa banyak bacot lagi, silahkan langsung aja nih dibaca. Yuk monggo…

  1. Insya Allah, di bulan Mei, mentok-mentok Agustus, atau semoga masih sempet di bulan November, dibelakang nama C-Kink akan muncul tambahan 2 huruf “ST.”, singkatan dari Sarjana Teknik. Amiiiiin Ya Allah… Kakak ku si Astrid Pahleviana Paramitha udah dapet gelar Amd. Par dari 3 tahun lalu, dan Juli 2009 kemaren gelarnya nambah jadi S.Sos, dengan judul skripsi “Pengaruh Mall Awareness dan Mall Image terhadap Mall Loyalty”. Insya Allah tahun ini aku bakalan nyusul! Temanya apa? Kalo nggak tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, ya tentang Thin Layer Activation atau tema-tema lainnya yang berkaitan dengan radiasi dan radioisotop.

Tapi sedikit khawatir juga nich. Sampai detik ini, IPK seekor C-Kink hanya mencapai angka 2.99. Sedangkan aku baru akan mengambil tugas akhir jika IPK ku telah kembali ke angka diatas 3.00. Semoga KKN kemaren bisa dapet A dan semoga semester 7 ini IP diatas 3, jadi semester 8 nggak perlu ngambil kuliah lagi. Kabulkanlah Ya Allah, Ya Muhaimin…

  1. Karena terhitung mulai Desember 2009 aku udah lengser dari BEM KMFT UGM yang telah menemaniku sejak September 2007, Insya Allah tahun ini aku sedikit mengurangi waktuku di organisasi dan lebih eksis mengembangkan bakat-bakat lain yang selama ini terpendam. Tapi aku masih punya posisi sebagai Dewan Penasihat Partai Pemersatu Mahasiswa (PPM) Fakulas Teknik UGM, partai yang dulu aku bentuk bulan Juni 2009 bersama 9 rekan seperjuangan. Plus, Insya Allah bakalan ada yang namanya Ikatan Alumni BEM KMFT UGM, forum yang ditujukan untuk para alumni BEM KMFT UGM.

Mungkin di kedua organisasi tersebut, aku mencoba untuk sedikit mengambil peran. Karena sekarang aku udah termasuk golongan “tua”, aku lebih tertarik kepada organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bukan lagi organisasi yang sifatnya “mencari ilmu”, tapi lebih ke organisasi yang “membagi ilmu”. Ada yang tertarik mengajak gabung?

  1. Insya Allah tahun ini aku akan melanglang buana ke luar negeri! Seumur-umur, mobilitas ku hanya mentok di Pulau Jawa aja. Pernah 2 kali ke Bali dan 1 kali ke Madura. Padahal, dunia ini kan bukan cuma pulau Jawa. Negara di dunia juga bukan cuma Indonesia. Jadi, sudah saatnya bagi seekor C-Kink untuk menjelajah lebih jauh lagi, ke luar negeri! Sementara sih targetnya ke Jepang atau Eropa. Timur Tengah juga bisa, kalo ada rezeki buat naik haji bareng orangtua. Ya mentok-mentok Singapura deh. Tapi dimanapun itu, insya Allah di akhir tahun 2010 nanti, aku udah bakalan punya foto aku berpose di luar negeri!

Kalopun belom rezekinya, ya minimal keluar pulau aja… Kan Indonesia luas gitu loh!

  1. Bisnis? Jelas harus terus dikembangkan! Jika semuanya normal, mestinya tahun ini aku udah nggak lagi menjalani perkuliahan di kelas. Sehingga aku punya banyak waktu untuk lebih banyak berkreasi, khususnya untuk menjalankan bisnis yang telah coba aku geluti sejak paruh kedua tahun 2009 ini. Sementara fokus dulu sebagai pedagang pulsa dan distributor makanan level kos-kosan, mungkin bertambah ke pengumpul barang bekas dan musisi atau penulis bayaran. Dan aku menargetkan, sebelum lulus nanti, aku sudah harus punya penghasilan minimal 1 juta rupiah per bulan. Insya Allah…

 

  1. Kemampuan berbahasa juga harus ditingkatkan. Insya Allah tahun ini Les Prancis di LIP bisa selesai sampe level 6. Selanjutnya di-improve dengan ngambil kelas conversation atau sering-sering berbahasa Prancis dengan temen-temen LIP yang cacingan semua. Sementara untuk Les Jepang, mungkin hanya cukup untuk level 5 dulu. Tapi tetep bisa dikembangin dengan dengerin lagu-lagu Jepang atau dari kartun-kartunnya. Sedangkan bahasa Inggris ku yang nilai TOEFL-nya cuma 487 di bulan Juli 2006, bisa diasah sendiri dengan banyak nulis artikel dalam bahasa Inggris, dengerin lagu-lagu luar atau latihan ngobrol/chatting sama orang luar.

Nambah 1 bahasa lagi? Waduh, ntar dulu deh ya…

  1. Dakwah harus tetep jalan donk. Karena aku bukan tipe orang yang pandai mengompori lewat lisan, jadi biarkan jari-jari ini bergerak di atas keyboard untuk menuliskan ilmu dan informasi lewat tulisan. Tulisan yang insya Allah bisa membentuk pola pikir mereka yang membacanya. Bukan begitu?

 

  1. Tahun kemaren, udah puluhan buku yang aku baca dimana sebagian besar berfokus tentang dunia politik dan agama. Tahun ini harus lebih banyak lagi, namun fokusnya mungkin sedikit diubah, yaitu tentang ilmu-ilmu kenukliran, bisnis dan agama.

 

  1. Nah kan insya Allah tahun ini udah lulus, terus mau kerja dimana? Sejatinya aku lebih tertarik untuk mencari uang dengan caraku sendiri. Yang pertama bisa dengan berdagang, karena kalo kata Rasulullah, 9 dari 10 pintu rezeki kan adalah dengan berdagang. Yang kedua yaitu dengan menjual diri. Eits, jangan keburu berprasangka positif dulu! Bukan menjual diri dalam arti melacurkan diri kaya mereka yang di Sarkem, Saritem, Parung, Dollywood, atau Hayam Wuruk (weits, apal banget!). Tapi menjual diri dalam arti menjual keahlian yang ada pada diri seekor C-Kink. Apa aja itu? Insya Allah itu adalah menulis dan bermusik. Jadi kalo kamu butuh seorang penulis atau butuh seorang gitaris plus bassis yang bisa nyiptain lagu sendiri, silahkan hubungi 085691013852 atau c_kink_noa_zoro@yahoo.com . Huehehehe langsung promosi!

Tapi kalaupun ternyata harus bekerja, ya nggak ada pos yang aku incar selain Pegawai BUMN. Dan, PLN adalah salah satunya, demi mewujudkan cita-cita PLTN untuk Indonesia!

  1. Nikah? Haduuuuh nampaknya mesti ditunda lagi nich. Niat sih udah ada dari lulus SMA, tapi kata mama: “Pokoknya sebelom kamu lulus, sebelom mapan dan punya penghasilan sendiri, jangan nikah dulu yaaaa…” . Oke Ma, siap laksanakan!

 

10.  Jangan lupa, kehidupan yang sebenernya itu ada di akhirat nanti. Jadi tahun ini harus lebih “aware” lagi dengan hari-hari yang kita disunnahkan untuk puasa. Bisa puasa Daud, puasa Senin-Kamis, puasa 3 hari tiap awal bulan atau puasa di hari-hari istimewa. Oke oke oke?

Serta jangan lupa, harta yang kita miliki sesungguhnya bukanlah harta yang ada di dompet atau di rekening tabungan kita, melainkan adalah harta yang kita sedekahkan kepada mereka yang membutuhkan. Dan karena sekarang aku udah punya penghasilan sendiri biarpun masih se-iprit, targetnya setiap hari harus bersedekah. Tancap gan!

11.  Hadoooooh apalagi yah? Ada yang bisa bantu kasih masukan?

Okelah kalo beg beg beg beg begitu… Mungkin segini dulu aja yah. Buat temen-temen yang pengen kasih masukan, hal-hal apa aja yang harus dilakukan C-Kink di tahun ini, silahkan segera disampaikan. Terima kasih atas perhatiannya, kita ketemu lagi entah kapan dan dimana. Dadaaaaaah…

AlittlePieceOfVenezuela

 

Berikut ini sedikit laporan pandangan telinga, secuil kisah tentang Venezuela, sebuah negeri di ujung sana. Tekan tutsnya dan mainkan!

Aku punya seorang temen yang Insya Allah asli brojolnya di Venezuela, sekitar ¼ abad yang lalu. Demi keamanan dan keselamatan yang bersangkutan, kita sebut saja orang itu dengan panggilan “She-Who-Must-Not-Be-Named”. Loh kok mirip sama namanya Lord Voldermort? Ups, jangan sebut nama itu, nanti pelahap maut akan datang!

Perempuan ini asalnya dari Venezuela, tapi ketika tulisan ini ditulis, beliau sedang berada di sini untuk menekuni hobinya di bidang fotografi. Dari beliau lah aku dapet secuil informasi tentang sebuah negara yang bernama Venezuela.

Venezuela. Apa yang pertama kali teringat ketika mendengar kata Venezuela?

Buat yang suka geografi, pasti terbayang sebuah negara yang terletak di ujung pantai Utara benua Amerika Latin, berbatasan dengan Kolombia di Barat, Brazil di Selatan, Guyana di Timur dan Laut Karibia di Utara..

Buat yang suka politik, pasti terbayang nama Hugo Chavez, presiden Venezuela yang terkenal karena aliran sosialisnya. Khususnya di Amerika Latin, sosialis emang lagi merajalela. Nggak cuma di Venezuela, tapi juga ada Evo Morales di Bolivia, Daniel Ortega di Nikaragua, Cristina Fernandez de Kirchner di Argentina, Luis Inacio Pia da Silva di Brazil, dan lain-lainnya.

Buat yang suka sepakbola, pasti terbayang sebuah tim nasional yang selalu menjadi bulan-bulanan di setiap laga kualifikasi piala dunia grup Amerika Latin. Tapi itu dulu. Sekarang Venezuela udah mulai menunjukkan kemajuan dalam sepakbolanya, dimana mereka udah nggak melulu jadi juru kunci.

Dan buat yang matanya suka jelalatan, pasti terbayang tentang ajang bernama “Miss Universe”, sebuah kontes semu ratu kecantikan, dimana para juaranya kebanyakan berasal dari Venezuela.

Semuanya jadi lebih jelas lagi ketika She-Who-Must-Not-Be-Named bercerita tentang Venezuela. Dulu aku sempat mendengar beliau berdiskusi dengan seorang laki-laki yang bernama, kita sebut saja “You-Know-He”. You-Know-He mengakui bahwa dirinya adalah penganut sosialis, dan dia bercerita kepada She-Who-Must-Not-Be-Named akan kekagumannya pada Hugo Chavez dan sosialisnya.

Tapi apa reaksi She-Who-Must-Not-Be-Named mendengar pernyataan You-Know-He? Beliau membantahnya, dan berbalik menceritakan realita yang sebenernya terjadi di negaranya!

Di mata dunia, Venezuela dianggap negara yang “berani”. Di saat negara-negara lain hanya bisa patuh dan tunduk mengiyakan Amerika Serikat, di tangan Hugo Chavez, Venezuela berani untuk mengambil posisi yang berseberangan. Dan jangan pernah lupa bahwa Venezuela merupakan salah satu negara penghasil minyak!

Itu pandangan dari kita selaku masyarakat luar. Tapi bagaimana pandangan She-Who-Must-Not-Be-Named itu sendiri?

Beliau bercerita, di Indonesia, seorang perempuan bisa dengan tenangnya mengendarai motor berkeliling kota dengan penuh rasa aman (nggak 100% aman juga sih, secara gitu banyak laki-laki suka jelalatan kalo liat perempuan naik motor pake celana pendek, apalagi sama tank top. Wuih, nggak masuk angin Mbak?).

Namun di Venezuela, hal terebut bisa dikatakan sangat langka. Kenapa? Karena tingkat kriminalitas disana dalah sangat-sangat tinggi! Setiap minggunya, 70-80 orang terbunuh di Venezuela! Luar biasa…

Kenapa hal itu bisa terjadi? Nggak tau deh, tapi mungkin karena harga-harga barang di sana bisa dibilang emang tergolong mahal, khususnya barang impor, sehingga mereka perlu membunuh demi tuntutan ekonomi. She-Who-Must-Not-Be-Named melanjutkan lagi, beliau merasa bahwa harga barang impor di Indonesia tergolong murah dibandingkan di negaranya.

Sebagai perbandingan, harga paket standar McDonald (burger, kentang, softdrink) yang di Indonesia seharga 25 ribuan, di Venezuela mencapai 20 dollar atau sekitar 180 ribu rupiah! Demikian juga harga Blackberry. Di Indonesia berkisar antara 3.8 sampai 6 jutaan, tergantung tipe Blackberry-nya. Artinya, harganya berkisar antara 400 – 650 dollar. Sementara di Venezuela, harganya  mencapai 1000 dollar atau sekitar 10 juta rupiah! Itulah alasan kenapa She-Who-Must-Not-Be-Named akhirnya membeli Blackberry nya disini, yang bagi sebagian penduduk lokal mungkin masih termasuk barang mahal.

Namun jangan salah, masih ada barang di Venezuela yang harganya murah luar biasa. Apa itu? Ya, kalian salah jika menjawab itu adalah nasi kucing, atau bubur kacang ijo. Karena jawabannya adalah: fuel alias bensin!

Ketika aku dan beliau berbicara tentang kendaraan-kendaraan di Venezuela, beliau berkata bahwa hanya perlu 2 dollar untuk mengisi bensin full tank sebuah mobil standar. Sebagai patokan, rata-rata mobil memiliki kapasitas tangki 35 sampai 40 liter. Karena hanya perlu 2 dollar atau +- 18 ribu rupiah untuk 40 liter, jadi dapat disimpulkan bahwa harga bensin di Venezuela adalah 450 rupiah/liter!

Wuaouw, fantastis, 450 rupiah/liter! 10 kali lebih murah dibandingkan harga bensin di Indonesia! Angka yang di Indonesia hanya sempat diperoleh ketika zaman Soeharto dulu. Sekarang, 2 dollar hanya bisa untuk mengisi bensin full tank sebuah motor bebek!

Dan sedihnya, sembari tersenyum, She-Who-Must-Not-Be-Named berkata bahwa itu (bensin) adalah satu-satunya barang yang paling murah di Venezuela! Hohohohoho…

Obrolan beralih mengenai sebuah kota bernama Caracas, ibukota Venezuela. Di Indonesia, kita punya Jakarta yang metropolitan dengan segala bangunan bertingkatnya, jalanan macetnya plus pemukiman penduduknya, dari yang elit sampai merakyat.

Bagaimana dengan Caracas? Secara umum, geografis Caracas mirip dengan kota Bandung. Caracas yang terletak di bagian Utara Venezuela, dikelilingi oleh perbukitan dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. She-Who-Must-Not-Be-Named menunjukkan foto-foto Caracas dari Blackberry-nya, dan memang, Caracas memiliki pemandangan perbukitan yang luar biasa! Sebuah kota yang penuh bangunan, dikelilingi oleh bukit-bukit di sekitarnya.

Terlihat ada gedung bertingkat disana, dengan latar belakang perbukitan. Namun disisi lain juga ada foto-foto tentang pemukiman kumuh. Yah mirip lah dengan Jakarta. Dimana ada gedung bertingkat, akan ada juga pemukiman untuk rakyat menengah.

Kenapa She-Who-Must-Not-Be-Named meninggalkan tanah kelahirannya? Secara umum, beliau datang kesini untuk menggeluti hobinya di bidang fotografi. Tapi…

She-Who-Must-Not-Be-Named adalah lulusan dari Hubungan Internasional. Selayaknya orang-orang HI, salah satu impian mereka adalah bekerja di Departemen Luar Negeri. Begitu juga dengan beliau. Tapi, di Venezuela dengan keadaan politik saat ini, pemerintah kurang berkenan merekrut orang-orang yang memiliki “perbedaan pandangan politik” untuk menjadi bagian dari sistem pemerintahannya.

Pun dengan She-Who-Must-Not-Be-Named yang sejatinya memiliki perbedaan sikap dengan pemerintah saat ini. Sehingga konsekuensi dari pernyataan sikapnya tersebut adalah, sampai saat ini beliau tidak akan pernah diizinkan pemerintah untuk bekerja di Departemen Luar Negeri! Sebuah cita-cita yang harus kandas hanya karena kepentingan politis!

Namun, beliau dengan bangga menyatakan bahwa hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan rasa cintanya kepada tanah airnya, Venezuela. Sekalipun dia pergi dari Venezuela, tapi cintanya pada Venezuela akan tetap setia. Itulah yang beliau ucapkan berulang-ulang ketika berdiskusi dengan You-Know-He.

Hari ini, She-Who-Must-Not-Be-Named telah berkelana meninggalkan Venezuela, pergi ke seluruh penjuru dunia. Bukan hanya untuk menggeluti hobinya di di bidang fotografi, tapi juga membawa satu misi tersendiri, yaitu untuk memperkenalkan Venezuela kepada masyarakat dunia.

Dan sepertinya, misi itu mulai membawa hasil. Terbukti, bahwa pada hari ini, seorang penduduk Indonesia bersedia meluangkan waktunya untuk menulis secuil kisah tentang Venezuela. Huehehehehe…

***

English free-translate:

I have a friend from Venezuela, born about 25 years ago. For her safety, let we just call her with a nickname “She-Who-Must-Not-Be-Named”. Looks like Lord Voldermort, isn’t it? Hey don’t say that name or Death Eater will come!

This girl is from Venezuela, but when I write this note, she was here for doing her hobby about photography. I got a little information about Venezuela from her.

Venezuela. What are we thinking first when we hear the world “Venezuela”?

For those who love Geography, they will imagine about a country located on the North-end coast of South America, bordered with Colombia in West, Brazil in South, and Guyana in West and Caribbean Sea in North.

For those who love politic, they will imagine about Hugo Chavez, the president of Venezuela which is famous of his socialism. Especially in South America, socialism is spread fast. Not only in Venezuela, but also Evo Morales in Bolivia, Daniel Ortega in Nicaragua, Cristina Fernandez de Kirchner in Argentina in Argentina, Luis Inacio Pia da Silva in Brazil, and others.

For those who love football, they will imagine a football team which is always loses in South America World Cup qualification match. But that was the past. Now, Venezuela’s football team has developed and not always in the lowest position anymore.

 And for they whose eyes like to stare at the women, they will imagine a contest called “Miss Universe”, a beauty contest which Venezuelan girls are always the winner.

Everything is clearer when She-Who-Must-Not-Be-Named tells about Venezuela. I heard when she discusses with a man called “You-Know-He”. You-Know-He admit that he is a socialist and he tells her that he adore Hugo Chavez and his socialism.

But what did She-Who-Must-Not-Be-Named reaction when she hears what You-Know-He said? She disagreement him and tells the truth happened in her country!

In the world opinion, Venezuela is known as a “brave” country. When other country are obedient and bow down to United States of America, in Hugo Chavez’ hand, Venezuela bravery takes the opposite place. And don’t we ever forget that Venezuela is one of the oil-production-country!

That is our opinion as a foreign. But how is She-Who-Must-Not-Be-Name’s opinion?

She tells that, in Indonesia, a woman can calmly drive a motorcycle across the city safely (actually it isn’t 100% safe, because there were many man who love to stare at the women who drive a motorcycle using only a short pants and a tank top. Don’t they get a cold, do they?)

But in Venezuela, that can be very rare. Why? Because the criminality there is very-very high! Every week, about 70-80 people are murdered in Venezuela! Fantastic!

Why that can be happen? I don’t really know, but maybe because the good’s price there are very expensive, especially imported goods, so they need to kill for fulfill their economics. She-Who-Must-Not-Be-Named continued, she thinks that imported goods in Indonesia are counted cheap compare to in her country.

As a comparison, the price of standard McDonald package (burger, French fries and soft drink) that only cost 25000 rupiahs in Indonesia, in Venezuela can reach 20 US dollar or about 180000 rupiahs! So does the Blackberry in Indonesia, the price is about 3.8 – 6 million rupiahs, according to its type. But in Venezuela, the price reaches 1000 US dollar or about 10 million rupiahs! That’s why She-Who-Must-Not-Be-Named finally bought her Blackberry here, which maybe still expensive goods for local person.

But don’t get it wrong, there are cheap goods in Venezuela that the price is extremely cheap. What is that? Yes, you are wrong if your answer is cat-rice (nasi kucing, well known as angkringan) or green-bean-porridge (burjo or bubur kacang ijo). Because the answer is: fuel!

When we talk about the vehicle in Venezuela, she said that she only need 2 US dollar for fill a full tank fuel of a car. Average car has a fuel tank capacity about 35 – 40 liters. Because they only need 2 US dollar or +- 18000 rupiahs for 40 litres fuel, so it means that the fuel price in Venezuela is only 450 rupiahs/liters!

Wuaouw, fantastic, 450 rupiahs/liters! 10 times cheaper than the price in Indonesia! In Indonesia, that was happen in the past, when Soeharto was the president. Now, 2 US dollar is only capable to fill a full tank fuel of a motorcycle!

And sadly, while smiling, She-Who-Must-Not-Be-Named said that, that fuel is the only cheapest thing in Venezuela! Hohohohoho…

The conversation move to a city named Caracas, the capital city of Venezuela. In Indonesia, we have Jakarta, a metropolitan city with its skyscraper, traffic and also its district, elite district or poor district.

How about Caracas? Generally, Caracas is like Bandung. Caracas is located in the North of Venezuela, surrounded by mountain with the height about 800 meters above the sea surface. She-Who-Must-Not-Be-Named show me the pictures of Caracas from her Blackberry, and indeed, Caracas has a fantastic mountain view! A city full of building, surround by the mountain.

We can see a skyscraper there, with mountain background. But on the other side there is also picture about slum. Just like Jakarta. Wherever there are the skyscrapers, there will be a slum too.

Why did She-Who-Must-Not-Be-Named leave her country?  In general, she comes here to doing her hobby about photography. But…

She-Who-Must-Not-Be-Named was graduated from International Relationship. As an International Relationship person, one of their dreams is to work at ministry of international affair. And so does her. But in Venezuela with today political situation, the government doesn’t allow to hire a person with “different view” to become a part of their government system.

And so does She-Who-Must-Not-Be-Named that has a different view with today government. So the consequence is, until today, she will never have chance by the government to work at ministry of international affairs! Her dream is falling just because the political interest!

But she proudly says that, that will never decrease her love to her country, Venezuela. Even though she went out from Venezuela, her love to Venezuela will be lasting forever. That was what she repeatedly said when she had a discussion with You-Know-He.

Today, She-Who-Must-Not-Be-Named has left Venezuela, moving across the world. Not only for doing her hobby about photography, but also bring another mission: introduce Venezuela to all the people in the world.

And it seems that her mission is starting to have a result. The proof is that today, an Indonesian people willing to make his time to write a little piece of Venezuela! Huehehehehe…

PemadamanBergilir,KapankahAkanBerakhir?

 

Akhir-akhir ini kita seringkali mendengar masalah pemadaman listrik di sejumlah daerah di Indonesia. Berulangkali berita tersebut menghiasi media massa meskipun masih kalah bersaing dengan berita mengenai kasus penegakan hukum di negara ini yang ternyata bermasalah.

Untuk wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan, pemadaman listrik adalah hal yang mungkin sudah menjadi santapan sehari-hari bagi mereka. Bagaimana setiap harinya, selama beberapa jam dalam sehari, mereka harus merasakan kehidupan kembali ke zaman purba akibat adanya pemadaman listrik yang bergilir, bahkan sudah terjadwal dan terencana setiap harinya. Adalah kelalaian pemerintah yang terlalu memusatkan pembangunan hanya di Pulau Jawa dan mengabaikan pemerataan untuk wilayah lainnya.

Tapi dalam hari-hari terakhir, beberapa wilayah di Pulau Jawa, khususnya Jabotabek ternyata juga mengalami hal serupa. Berawal dari kurangnya pasokan daya yang ada, ditambah lagi dengan permasalahan pada beberapa gardu dan perawatan rutin, beberapa daerah di Jabotabek juga harus mengalami pemadaman listrik secara bergilir.

Pemadamannya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai sekian jam per hari. Sekalipun PLN sebelumnya telah menginformasikan adanya pemadaman, namun realitanya pemadaman yang terjadi seringkali tidak sesuai, bahkan terkadang melebihi waktu yang telah dijadwalkan.

Siapa yang dirugikan dengan pemadaman seperti ini? Jelas, konsumen lah yang dirugikan, dalam hal ini adalah masyarakat umum. Bermacam protes mengalir, khususnya dari kalangan usaha dan industri, yang kesehariannya terganggu akibat pemadaman ini.

Industri tekstil, mereka terpaksa mengeluarkan anggaran lebih untuk biaya operasional genset. Industri palstik, pemadaman yang tiba-tiba membuat proses pembuatan plastik menjadi rusak dan tidak sempurna, serta tidak dapat digunakan lagi. Bahkan sampai jasa usaha laundry sekalipun, pemadaman listrik membuat mereka tidak dapat menyelesaikan cuciannya dengan tepat waktu. Tentunya hal ini berimbas pada kerugian materil dan tentu saja, kepercayaan pelanggan.

Namun apa daya, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain mengeluhkan pemadaman yang rencananya baru dapat diatasi oleh PLN pada pertengahan Desember, namun diralat dan kemudian dimajukan menjadi awal Deember. Sementara kompensasi yang dapat diberikan PLN hanyalah potongan 10% bagi mereka yang terkena imbas pemadaman ini. Nilai yang tidak sebanding dengan kerugian yang diterima.

Sebenarnya, apa inti permasalahan yang membuat PLN harus melakukan pemadaman bergilir? Terlepas dari kinerja dan operasional dari PLN itu sendiri, ada satu hal yang sangat mendesak, yaitu: kurangnya pasokan daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit yang ada.

Pasokan daya yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan daya yang diperlukan, sehingga perlu dilakukan pemadaman bergilir untuk menjamin semua konsumen sempat menikmati listrik (meskipun hanya seadanya). Ditambah lagi dengan perawatan rutin pada pembangkit yang membuat unit-unit pembangkit tersebut harus di-non aktif-kan, semakin mengurangi pasokan daya yang ada dan semakin sering terjadi pemadaman bergilir.

Lalu adakah solusi untuk mengatasi itu semua? Sampai detik ini, pemerintah sedang dalam proses pembangunan pembangkit 10.000 MW. Hal itu merupakan suatu tindakan yang patut diapresiasi. Namun sangat disayangkan, sebagian besar pembangkit yang dibangun masih berorientasi pada pembangkit berbahan bakar fosil, khususnya batu bara.

Kita semua tahu bahwa bahan bakar fosil dalam waktu yang tidak lama lagi jumlahnya akan segera habis. Lalu tidakkah terpikirkan di benak para pembuat kebijakan di negara ini, untuk beralih menggunakan pembangkit non fosil, dalam hal ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir?

Sebagian besar negara maju, secara perlahan telah mulai meninggalkan ketergantungannya terhadap bahan bakar fosil. Bahkan beberapa negara telah menggunakan PLTN sebagai pembangkit utama di negara tersebut. Kapankah kita akan segera menyusul langkah-langkah mereka?

Beberapa studi terkait pembanguan PLTN di Indonesia telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Bahkan para ahli di bidang nuklir juga telah dihasilkan sejak lama. Kini semuanya tergantung kepada mereka yang membuat kebijakan, kapankah negara ini akan mulai membangun PLTN pertamanya di bumi pertiwi. Sementara kita semua disini hanya bisa menunggu tanpa kepastian yang pasti.

 

 

KekayaanMereka

 

(Sebenernya niat untuk nulis tulisan ini tuh udah lama banget, di awal bulan Juni 2009. Tapi apa daya, waktu itu lagi sibuk dan moodnya baru muncul lagi hari ini, jadi baru sekarang deh sempet nulisnya, awal November 2009)

 

Di awal Juni 2009, ketika lagi hangat-hangatnya berita tentang Pemilu Presiden 2009, saat itu hal yang cukup menarik untuk diliput para kuli tinta adalah terkait kekayaan dari pasangan Capres-Cawapres. Tanpa banyak omong lagi, berikut ini aku tulis ulang data-data mengenai kekayaan masing-masing Capres dan Cawapres.

 

Kekayaan Capres dan Cawapres (update awal Juni 2009)

 

Jusuf Kalla                                        : Rp 314,53 miliar dan USD 25.668

Wiranto                                             : Rp 81.748 miliar dan USD 378.625

Megawati                                         : Rp 256,447 miliar

Prabowo                                           : Rp 1,579 triliun dan USD 7,57 juta

Susilo Bambang Yudhoyono`    : Rp 6,848 miliar dan USD 246.489

Boediono                                         :  Rp 22,067 miliar dan USD 15.000

 

Nah kira-kira begitu. Cukup jelas kan? Terlihat bahwa Prabowo adalah yang terkaya, sementara SBY adalah yang “termiskin”.

Lalu, apa yang akan jadi pembahasan kita hari ini?

Coba kita lihat, kekayaan seluruh orang diatas. Mereka semua memiliki kekayaan dengan orde miliaran rupiah. Bahkan sampai menyentuh angka triliun. Sementara yang paling “miskin”, masih memiliki kekayaan mendekati 10 miliyar. Yah wajar sih, kan mereka semua adalah petinggi-petinggi di negara ini, jadi wajar aja kalo kekayaan mereka mencapai angka sebagaimana tertera diatas.

Sekarang, buang jauh-jauh wajah-wajah mereka dari bayangan kita. Coba bersama-sama, kita pejamkan mata kita. Siap? Satu… Dua… Tiga… Semuanya merem!

Udah wuoy, meremnya jangan lama-lama. Kalo merem terus, ntar gimana caranya tulisan in bisa kebaca?

Setelah memejamkan mata barusan, sekarang mari kita lihat orang-orang disekeliling kita. Sekali lagi, ayo kita lihat. Tidakkah kita lihat, ada tukang becak disana? Ada pedagang cimol, ada tukang sapu jalanan, ada aa’ burjo, ada mas-mas angkringan, ada sopir kereta mini, ada kuli bangunan, ada pekerja kasar, ada tukang kredit, dan semua profesi lainnya yang bertebaran di sekitar kita.

Taukah kita, bahwa mas-mas angkringan di depan kosan ku, uang yang bisa dibawa pulang per-hari-nya berkisar antara 50ribu sampai 70ribu? Taukah kita, bahwa sopir kereta mini di Kecamatan Gantiwarno, Klaten, setiap harinya memperoleh uang sebesar 120ribu dimana 30ribunya harus disetor ke majikan? Taukah kita berapa penghasilan tukang sapu jalanan per bulannya? Taukah kita berapa upah kuli bangunan setiap harinya?

Di satu sisi, ada mereka yang kekayaannya berorde miliaran rupiah, dengan penghasilan per bulannya sekian puluh juta atau bahkan sekian ratus juta. Sementara di sisi lain, jauh lebih banyak mereka yang setiap detiknya bekerja membanting tulang hanya demi memperoleh beberapa ribu rupiah, untuk menyambung hidupnya, mengisi perutnya dan menafkahi anak-istrinya.

Mungkin, tulisan ini cukup aku akhiri disini aja. Silahkan simpulkan sendiri apa inti dari tulisan ini, dan biarkan akal dan hati nurani kita yang menjawabnya. Semoga secuil tulisan diatas mampu membuka kesadaran dan menggugah pola pikir kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

NousNousSouvenons

 

Juste pour le plaisir!

 

#1

 

Vous aimez chercher quelqu’e chose? Vous aimez decouvrir nouvelles places? Vous voulez partir et voyager? Quand vous les aimez, je les aime aussi!

Je suis Indonessien et j’ai 21 ans. J’adore faire de l’aventure pour chercher de nouvelles choses. J’ai envie ma vie est plus colore.

Je suis dynamique, simple et chaleureux.

Je vous cherche et je vous invite pour faire de l’aventure ensemble. Nous pouvons aller dans tout les places. Nous pouvons trouver tous les choses. Alors, notre vie sera plus colore!

 

#2

 

C-Kink                   : Qu’est la personne adulte la plus importante dans votre enfate?

Zalvika                  : Mon frere.

C-Kink                   : Comment il s’appelle?

Zalvika                  : Il s’appelle Toni.

C-Kink                   : Pourquoi?

Zalvika                  : Parceque il pouvait me donner de bon example. Il etait independant. Il aimait la famille. Il pouvait avoir bourse d’etudes de sont entreprise. J’adorais mon frere.

C-Kink                   : Oui, c’est magnifique!

Zalvika                  : Et toi?

C-Kink                   : Il est mon oncle.

Zalvika                  : Comment il s’appelle?

C-Kink                   : Il s’appelle Edi.

Zalvika                  : Pourquoi?

C-Kink                   : Parceque j’aime faire un voyage et il m’invitait pour faire un voyage et traverser l’est de Java.

Zalvika                  : C’est interressant. Demain, tu dois m’inviter!

C-Kink                   : Oui, s’il te plait. Mais, ce n’est pas gratuit!

Zalvika                  : C’est jancuk…

 

#3

 

Bonjour Jalu

Je vous remercie pour ton invitation. Ton mariage, c’est magnifique! Mais je regrette. Je suis desolee, je ne peux pas venir a ton mariage. Parceque je vais fair un mariage aussi!

Ma femme, elle est Asmirandah. Tu est surprise, toi? Je suis surprise aussi…

Je les felicite pour ton mariage et mon mariage. J’esper qu’on va se voir bientot, avec ta femme et ma femme. Alors nous allons nous promener ensemble.

 

#4

 

Rohali                    : Bonjour Juminten!

Jumi                       : Bonjour Rohali!

Rohali                    : J’ai une surprise pour toi!

Jumi                       : Tu es sure?

Rohali                    : Totalement!

Jumi                       : Qu’est-ce que c’est?

Rohali                    : Voila! Une cadeau pour ton anniversaire!

Jumi                       : Oui, merci! Cup cup mmmmuuuuuaaaaachhh… Smoooooochhhh…

Rohali                    : Cup cup mmmuuuuaacchh… Un moment! Il y a une autres cadeau!

Jumi                       : Oui, c’est super!

Rohali                    : Ici, c’est pour la naissance de ton chien qui s’appelle Ido!

Jumi                       : Wuaouw, je l’adore!

Rohali                    : Alors, je peux prendre une photo. Fromaaaageeee…!!!

Jumi                       : =)

Rohali                    : (Ckriiiik…!!!)

 

#5

 

C-Kink                   : Regardez! J’ai trouve une photo!

Dyah                      : Voyons!

Xenia                     : Ah, c’est a moi!

C-Kink                   : Comment ca?

Xenia                     : Oui, il y a moi la bas sur cette photo.

C-Kink                   : Qui est il, a ta gauche?

Dyah                      : Oui, qui est il? Il est beau!

Xenia                     : Il est mon chauffeur.

Dyah                      : C’est impossible! Il est tres beau pour ton etre chauffeur!

Xenia                     : Mais, je ne ments pas!

C-Kink                   : Comment il s’appelle?

Xenia                     : Il s’appelle Nicholas.

C-Kink                   : Le peauvre! Il est beau mais il est chauffeur…

 

#6

 

J’ai eu ma premiere voiture a dix-huit ans quand j’habitais a Jogja. C’etait une vieille Toyota Soluna 2001 verte. Je me promene souvent dans la ville de Jogja avec elle. Elle avait 50000 km. J’avais traverser l’ile de Java avec elle. Les filles ne l’adoraient pas!

 

#7

 

C-Kink                   : Excuse me monsieur!

Rudy                      : Oui, je peux vous aider?

C-Kink                   : Vous ne pouvez pas entrer. C’est interdit.

Rudy                      : Pourquoi?

C-Kink                   : Vous voyez ici?

Rudy                      : Qu’est-ce que c’est?

C-Kink                   : Ici il y a une panneau. Lisez, s’il vous plait!

Rudy                      : Oui. “Le mercredi, cette piscine est juste pour les femmes et les enfants sous sept-ans.”

C-Kink                   : Vous comprenez? Il y a beaucoup de fammes dans la piscine.

Rudy                      : Oui, bien sur. Mais je doit entrer a la piscine!

C-Kink                   : Puorquoi?

Rudy                      : Parceque, je doit laver la piscine!

C-Kink                   : Oui, vous pouvez entrer. Mais, je doit vous accompagner.

Rudy                      : Pourquoi?

C-Kink                   : Parceque, je doit vous garde!

Rudy                      : D’accord! Allons-y.

C-Kink                   : Oui! Gardons notre vu.

 

#8

 

Zalvika                  : Bonjour monsieur. Je voudrais sortir.

C-Kink                   : A quel nom?

Zalvika                  : Au nom de Zalvika.

C-Kink                   : Vous avez dit Zalvika? Z-A-L-V-I-K-A?

Zalvika                  : C’est ca.

C-Kink                   : A quelle chambre?

Zalvika                  : Chambre 13 – 666.

C-Kink                   : Oui, attendez s’il vous plait. Pour deux jeurs?

Zalvika                  : Oui. Combien ca coute?

C-Kink                   : 600 euro.

Zalvika                  : Mais, je n’ai pas 600 euro…

C-Kink                   : Ah… Bon! Alors, vous pouvez paier 400 euro.

Zalvika                  : Excuse-moi? Pourquoi?

C-Kink                   : Parceque j’adore votre fille. Elle est tres belle.

Zalvika                  : Merci beaucoup. Mais elle a un petit amie.

C-Kink                   : Ah… Quel dommage…

Zalvika                  : Ne sois pas stresse!

C-Kink                   : Oui, bien sur.

Zalvika                  : Alors, voici ma carte bancaire.

C-Kink                   : Oui, merci. Tenez.

Zalvika                  : Merci et au revoir!

C-Kink                   : Je vous en prie et au revoir. Passe un bonjour pour votre fille!

 

 

SecuilSMS #2

 

“Ada yang bisa jawab nggak? Kenapa ada bayi yang dilahirkan di keluarga yang kaya dan miskin, padahal kan mereka itu masih sama-sama nggak berdosa, apa itu takdir?”

 

“1. Karena kehidupan itu nggak cuma di dunia, tapi juga di akhirat. Di dunia ini ada yang kaya, miskin, cantik, jelek, dll. Dan diantara itu semua, sebaik-baiknya mereka adalah mereka yang bertakwa.

2. Karena Allah Maha Mengetahui apa-apa yang nggak manusia ketahui.”

 

“Terus apa yang menjadi pilihan Allah untuk menakdirkan bayi itu akan dilahirkan di keluarga miskin atau kaya?”

 

“Rezeki Allah ada pada setiap mahkluknya. Dari sisi duniawi, sepintas terlihat bahwa kaya adalah suatu anugerah, sementara miskin adalah suatu musibah. Padahal sejatinya kaya ataupun miskin, dua-duanya adalah cobaan. Apakah kita mengaku bahwa kita telah beriman, sementara kita nggak diuji? Dan Allah nggak memberikan suatu cobaan kepada manusia, melainkan untuk mengangkat derajatnya. Supaya mereka mengetahui, siapakah mukmin sebenarnya, yaitu mereka yang bersabar jika diberi cobaan dan bersyukur jika diberi rezeki.”

 

“Mas aku nanya gini karena setiap aku berangkat-pulang kuliah selalu liat anak kecil yang mengemis di tunggu ibunya di perempatan MM, aku masih bingung apa itu takdir?”

 

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada mereka, itu bukan takdir. Tapi mereka sendiri yang kurang berusaha untuk mengubah nasibnya. Allah nggak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri nggak berusaha untuk mengubahnya.”

 

“Tapi Mas kenapa anak balita itu dipilih untuk dilahirkan dari rahim ibu seperti itu? Apa yang menjadi pilihan Tuhan?”

 

“Karena Allah Maha Mengetahui apa-apa yang nggak manusia ketahui. Kalo anak itu bisa menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran, ikhlas dan tawakkal, Insya Allah di akhirat nanti mereka punya posisi yang lebih istimewa daripada kita-kita yang terlahir di keluarga kaya.”

 

“Makasih ya Mas buat jawabannya, Insya Allah bisa buat referensi ku ^^.”

 

“Insya Allah demikian. Yang bener datengnya dari Allah, yang salah itu dari aku sendiri.”

 

Yogyakarta, Minggu 25 Oktober 2009

NaskahDramaPemilu

PEMENTASAN DRAMA KKN PPM UGM

BABAK I
LOKASI : WARGA YANG SEDANG BERKUMPUL
PAPAN DPT DI KELURAHAN
BAPAK-BAPAK MAIN CATUR SAMA SIMBAH KAKUNG. SIMBAH PUTRI DULANG SIMBAH KAKUNG. PEMUDA MAIN GITAR. IBU-IBU BERDUA DAN PEMUDI NGOBROL TENTANG MANOHARA..

Pada suatu ketika, di sebuah pedesaan yang nyaman dan asri di negeri antah berantah, berkumpul ibu-ibu, para remaja dan bapak-bapak yang sedang asyik berbincang. Bapak-bapak berbincang masalah pertanian, masalah keuangan yang morat-marit, sambil bersenda gurau bermain catur. Sayup-sayup terdengar ibu-ibu dan para pemudi berbincang membahas berita infotainment terpanas tentang Manohara.
Tampak samar dari kejauhan seorang gadis Jawa melenggang sambil membawa tas dan belanjaan yang bejibun. Yah, maklum saja gadis itu adalah anak dari seorang pengusaha jamu yang sukses.

Pemuda : “Jamune yu!! Hahahaha.” (dengan genit menggoda si gadis, warga yang berkumpul turut menoleh dan tersenyum sembari menyapa gadis itu. Gadis itu menoleh, kemudian menghampiri warga yang sedang berkumpul tersebut).
Gadis : “ Duh Gustiiii… Ono opo to iki??? Ada apa, whats going on je? Kok kumpul-kumpul gini?”
Ibu-ibu: “Ngegosip donk jenk… Biar mung masak ke suami, tapi berita Manohara tetep kenceng dong!”
Gadis: “ Ealah budhe…budhe… Eh,mbakyu-mbakyu, budhe, pakhe… Hari gini mboten jaman ngegosip. Tahu nggak, berita paling sip sekarang ini tentang pemilu presiden!”
Bapak-bapak: “ Lha nek iku aku juga ngerti! Besok tanggal 8 Juli kita nyoblos presiden to?!”
Pemuda: “ Aduh pakne..Pakne,..nyoblos wae. Nyontreng pak! Nyentang gambar yo! Gambarnya yang dicentang, bukan presidennya dicoblos!”( spontan semua tertawa)
Simbah: “Lha nek kaya aku iki iso milih ora ngger??”
Pemudi: “Saget mbah,..asal sudah lebih dari tujuh belas tahun, dan terdaftar di DPT”
Simbah: “Ealah ngger.. DPT ki pabrik opo to???” (seloroh simbah membuat semua warga yang berkumpul tertawa.
Gadis: ”Gini lho mbah.. DPT iku daftar pemilih tetap. Semua warga yang berhak memilih pada pemilu presiden besok, nama-namanipun sampun terdaftar wonten DPT . Lha,..simbah iki sampun ningali DPT dereng? (menoleh ke warga yang lainnya) Aduh, aduuh…. Jangan-jangan mbakyu kangmas pakdhe budhe juga belum ngecek DPT ya?”

(Riuh rendah terdengar warga berbicara menandakan belum mengecek nama mereka pada DPT…)

Pemuda: “ Lha sampeyan udah po jenk?” (tanyanya kepada si gadis)
(Si gadis malu-malu seraya menjawab perlahan-lahan..)
Gadis: “Heheheeee…belum..” (spontan warga berteriak, wuuuu)
(Dengan kelabakan si gadis berusaha menahan malu sambil menenangkan warga)
Gadis: “ Lho..lho ..lho.. Lha gimana kalo kita rame-rame ke kelurahan saja, secara..kulo niki kan apikan.. Jadinya ngajakin sederek-sederek… hehehhee. “
Riuh rendah : “Yok..
Mari..
Monggo..

(Warga mengiyakan, dan bersama-sama mereka beranjak ke kelurahan untuk mengecek nama mereka di DPT. Sesampai di DPT, terlihat beberapa warga yang juga sedang mengecek nama-nama mereka. Seketika, warga yang datang menambah keramaian di DPT. Mereka menelusuri satu persatu nama-nama yang tertera pada papan DPT.)

Gadis : (gusar) “Duh Gustiiiii….masa nama ku nggak ada.. Padahal kan aku terkenal kembang desa…huhuhu.. Piye iki ????”
Simbah : “Walah..iyo to ngger?? Lha jenengku ono ki, jarene pak Karyo.”
Fernando : “Aku sik wong cilik, buruh tani we yo ono ne kene.lho..dibaca : Fernando Ngadimin! Whahahha”
Bapak: “Jenengku yo ono, tapi tanggal lahire kok salah yo..” (terdiam sebentar…) “ Mbah-mbah!!! Lha asmanipun jenengan malah ketulis dobel…niki loh mangpersani”
Pemuda: “Wah..ra jelas iki!! Harus digenahke iki!!! Piye iki lek?!!”
Pemudi: “Kita nemuin Pak Kades aja kalau gitu..mumpung masih di kelurahan. Setuju?”..(bareng2: setuju…ho’o!!)

Tanpa dinyana-nyana pak Lurah keluar menemui warga karena mendengar rebut-ribut warga di luar kantor desa. Sebagian warga yang melihat kedatangan Pak Lurah berbisik kepada warga lainnya “Pak Lurah, pak lurah rawuh!”

Pak Lurah: “Wonten nopo njih, sederek-sederek?”
(Si gadis langsung nyelonong maju dan memberondong)
Gadis : “Duh pak..masa namaku nggak ada di DPT. Aku kan jadi gimana gitu Pak.. Padahal itu namane Mbah Soma malah ditulis dobel.. Aku kan juga warga sini yang punya hak.. Aku pengin ikut serta pemilu dong Pak…”
Pemuda: “Iya Pak,..malah ada yang namanya salah,..ada yang tanggal lahirnya salah.. lha nek ngenteniku cobi pak??!!”

(Warga bertambah ribut..”Injih,,…injih..Pripun niku??bla..bla..bla..)

Pak Lurah: “Tenang..tenang sedoyo. Dados ngenten.. Kesalahan dalam DPT masih bisa diperbaiki. Mboten sah khawatir.” (warga terdiam, pelan-pelan tenang)
Pemuda: “Caranipun pripun pak?”
Kemudian dijelaskan tentang cara-cara untuk melakukan pembenaran dan daftar bagi yang namanya belum tercantum pada DPT.
Pak Lurah : “Caranya dalah… “

SEMUA MEMATUNG.MODERATOR KELUAR DAN MENJELASKAN CARANYA.

BABAK II :

BAPAK-BAPAK SEDANG MENGOBROL DITEMANI GORENGAN DAN GELAS KOPI. SIMBAH YANG SATU SEDANG MENYAPU DAN SIMBAH YANG LAIN SEDANG MEMBERI MAKAN AYAM. PEMUDANYA SEDANG MENGOTAK-ATIK HP…

Moderator:
Keseharian di desa. Di salah satu sudut desa, terlihat beberapa warga sedang berkumpul mengisi hari-hari mereka. Ada:
1. Bapak-bapak sedang main catur
2. Manula/mbah-mbah sedang ngobrol-ngobrol
3. Pemuda/murid SMA sedang berkumpul
Lalu ada seorang ibu-ibu datang memperingatkan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa
(Si ibu lewat depan kerumunan dan disapa oleh bapak-bapak)

Bapak 1: “Bade tindak pundi?”
Ibu: “Niki pak, bade dateng sosialisasi”
Bapak 2: “Sosialisasi napa jeng?”
Ibu: “Sosialisasi pemilu,itu loh yang diadain sama mahasiswa2 KKN”
Pemuda 1: “Oh iya aku inget, kemarin aku liat pengumumannya”
Bapak 1: “Emang acaranya kapan jeng?”
Ibu: “Ya sekarang ini Pak, di pendopo desa”
Bapak 2: “Saiki?lah..nek ngono aku melu”
Bapak 1: “Sik,sik…sedilut……aku melu…!”
Ibu: “Yo hayoo…”

(Si ibu meninggalkan panggung. Bapak-bapak segera bergegegas mengemasi caturnya dan beranjak mengikuti si ibu meninggalkan panggung)

Pemuda 1: (nanya ke temennya) “Eh elu arep melu ora bro?”
Pemuda 2: “Melu sosialisasi kae?”
Pemuda 1: “Yoh..meluk yoh..sapa ngerti akeh panganane..”
Pemuda 2: “Ho’oo..ho’oo sapa ngerti mahasiswane sing ayu nyantol karo aku..hehehe…. ”
Pemuda 1: “Sing liyane di sms yo!Oke broow!!”
Pemuda 2: “Haio siap!!” (sambil mengutak-atik handphonenya)
Pemuda 1: (berbicara kepada mbah-mbah) “Mbah, nggak ikutan Mbah?”
Mbah 1: “Melu nendi le!?”
Pemuda 1: “Itu Mbah, sosialisasi pemilu! Di pendopo desa Mbah, sekarang!”
Mbah 2: “Ooo..sing nyontreng-nyontreng kae?Piye to kuwi, aku yo bingung! ”
Pemuda 1: “Ya makane teko wae mbah..Mengkeh diterangke cah mahasiswa kok. Nom-noman mbah.. ”
Mbah 2: “Iyo to?!? Mangkat saiki wae nek ngono!”
Mbah 1: “Aku yo melu!” (wos wes wos wos wes wos0
Pemuda 1: “Ayo Mbah, berangkat!”
Mbah 2: “Ayo ayo ayo!”

(kedua pemuda dan kedua manula beranjak pergi meninggalkan panggung. Lalu setting segera berganti menjadi setting rapat kecil-kecilan)

Moderator:
Akhirnya seluruh warga desa berkumpul di pendopo desa untuk menghadiri acara sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda dan manula. Lalu mahasiswa mulai menjelaskan tentang sosialisasi pemilu.

Semua: “Was wes wos was wes wos… …”
Mahasiswa: “Assalamualaikum wr wb. Terima kasih kepada Bapak-Bapak Ibu-Ibu … … … …”

(selanjutnya pemeran mahasiswa silahkan berimprovisasi dan berkreasi menjelaskan segala sesuatu tentang pemilu kepada forum (yang singkat-singkat aja). Terakhir, dibuka kesempatan untuk tanya jawab kepada peserta forum. Untuk peserta forum silahkan berimprovisasi juga, khususnya pada saat kesempatan tanya jawab.
Jadi pada forum sosialisasi ini, lakukanlah apa yang biasa kita lakukan di event-event sosialisasi yang telah kita jalani)

Babak III
Setting: Lokasi TPS. Ada KPPS dan mahasiswa sebagai petugas dan seluruh warga di tempat tunggu.
Pagi hari di tempat pemungutan suara, warga berkumpul untuk melaksanakan pemilu presiden Negara antah berantah. Tepat jam delapan, Ketua KPPS membuka rapat pemungutan suara. Setelah dilakukan sumpah KPPS, dilakukan pengecekan kotak suara.

KPPS : “Ini masih di segel loh..ibu-ibu…bapak-bapak…sah…sah….
Mari kita buka segelnya…

KPPS MEMBUKA SEGEL (di lucu-lucuin adegannya). SATU PERSATU MEMBUKA ISI KOTAK SUARA. TERDAPAT SURAT SUARA YANG MASIH DI SEGEL, FORMULIR YANG MASIH DISEGEL….Kemudian KPPS memperlihatkan kepada para warga.

KPPS : “ Pemungutan suara dimulai”
Warga : “Horeee”
KPPS : “Nomor satu! Fernando Ngadimin!”

(Pemuda itu berdiri dan menerima surat suara,maju ke bilik suara, nyontreng,keluar dari bilik surat suaranya disakuin dan hendak meninggalkan TPS. Warga dan panitia pemilu spontan menegur)
(Fernando balik dan memasukkan surat suara ke kotak suara)

KPPS : “Soma Pawiro Dimejo.”
(Kakek-kakek berjalan tertatih dan dipapah oleh cucunya. Sampai dibilik suara, dihentikan oleh panitia)
Panitia : “Maaf mbah.. Mboten angsal dikancani..”
Cucu : “Aku cucunya kok. Saya sudah membuat surat kuasa di kelurahan. Ini Pak..”
(surat suara diambil oleh panitia PPS)
Panitia : “Monggo-monggo mbah..) mempersilahkan kakek dan cucunya untuk masuk ke bilik.dst. (ga perlu nunggu orang selesai, langsung dipanggil)
KPPS : “Cinta Flora..”
Gadis : “Saya Pak…” (adegan dst..sampai di bilik gadis tersebut menjerit tertahan, dan keluar melapor kepada panitia PPS karena surat suaranya salah)
Panitia : “Ada apa mbak..ada apa?”
Gadis : ”Aduh aduh aduhh,….surat suaranya nggak beres niki Pak…” “ Kok, nggak ada foto saya ya Pak…ehh..eh..maksud saya ini rusak..fotonya sobek.. Gitu lho Pak…”
Panitia : ”Ini..ini saya tuker..” (sambil menerima kertas yang rusak, mendata, dan mengganti dengan surat suara yang baru.
Gadis: “Ini ada foto saya ya Pak?! Apa nanti saya pasang sendiri, terus..terus..nanti kulo tulis nama saya ya Pak…”
Warga : “Wuu…” (Panitia menenangkan. Dan langsung menegur .
Panitia : “Jangan.. Jangan dek..Nanti tidak sah..”
Gadis : “iya deh Pakkkk..” sambil melenggang. Dst.
Tiba-tiba datang seorang pejabat yang menyelonong minta untuk didahulukan. Dengan grusa-grusu dan memegang hp banyak, seolah sedang sibuk, dia menuju meja KPPS.

Pejabat : “Pak..saya duluan ya pak..ada meeting nih! Anda kan tahu saya orang sibuk..”
Warga : “Wos wes wos..wos wes wos..”
Panitia : “Nggak bisa Pak..sesuai prosedur. Harus antri. Jika bapak berkenan, nanti kami tunggu bapak kembali lagi kesini sampai jam satu. Atau bapak sudi antri sesuai urutan.”
(Pejabat berpikir sebentar..)

Pejabat : “ Demi masa depan bangsa, dan menghormati pejuang yang telah tiada.. Saya rela untuk meninggalkan kepentingan pribadi saya. Saya putuskan untuk antri saja.”

(mengumpulkan undangan ke panitia, dan duduk. Lalu KPPS melanjutkan proses pemilihan suara).

KPPS: “Luna Maya!”
Ibu-Ibu : “Saya”

(dst, berjalan seperti biasa)

KPPS: “Antonio Sugiono..”
Pemuda: “Inggih Pak, kulo!”

(pemuda itu berjalan dst dst dst. Tapi jalannya pelan2, dan berhenti agak lama di bilik suara)

KPPS: “Sugimin bin Sugiwati”
Pejabat: “Iya iya, saya!” (dengan langkah tergesa-tergesa)
(pejabat berjalan seperti biasa. Sampai di bilik suara…)

Pemuda: (berbicara kepada si pejabat) “Ssttt sttt Pak, Pak!”
Pejabat: “Opo le?”
Pemuda: “Contreng yang ini ya Pak, yang ini bagus Pak! Orangnya gini gini gini (memprovokasi)”
KPPS: “Priiiiiiiit…!!! Mas Mas nggak boleh provokasi Mas! Melanggar undang-undang pasal sekian ayat sekian!”
Pemuda: “Oh iya, iya, maaf Pak”
Panitia: “Jangan diulangi lagi ya!”

(Semua peserta sudah selesai. Tiba-tiba ada yang datang maju dan mengacungkan jari. Pemuda itu adalah pencoblos pertama)

Fernando : “Pak! Saya belum mencontreng pak!” (sambil maju ke depan. Warga yang lain melihat sebentar kemudian ada yang berteriak…
Warga: “Pak..pak..dia sudah pak..”
Fernando: “Belum..belum..”
Warga: “Lihat tangannya aja Pak…”

(Panitia menghampiri Fernando dan mengecek tangannya. Fernando ngeles “ga ada kan..gag ada..”. warga menghampiri.ternyata diplester jarinya. Dibuka, dan terlihat tanda tinta di kelingking.)

Panitia : “Ini apa ini…?!!”
Fernando: “Ini luka kena pisau pak.. Darahnya mongering..’
Panitia: “Darah kok biru…!”
Fernando: “Saya kan keturunan bangsawan. Jadi darahnya biru pak..”
Warga : ”Woo..lha iki… Mau curang ya..wos wes wos wos wes wos..”
Warga : ”Gebuki wae yo…“ (Serentak warga terlihat menghampiri ingin mengeroyok sang Fernando.)
(Warga (minus KPPS) berputar2 mengelilingi panggung mengejar2 Fernando dengan adegan slow motion. Setelah lama berputar2, lalu ada Rhoma Irama datang menghentikan adegan yang sedang berlangsung)

Rhoma: “Stop!”
(Semua berhenti dan menoleh ke sumber suara)

Rhoma: “Saudara2, jangan anarkis! Kita bangsa Indonesia harus bersatu! Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, tapi istri boleh dua!”
Kaum lelaki: “Sepakat!!!!!”
Kaum perempuan: “Wuoooooooooooo!!!!”
Rhoma: “Jadi, warga sekalian, kesatuan dan persatuan bangsa ini harus dijaga. Bla bla bla bla bla bla “ (Rhoma menjelaskan tentang persatuan, pemilu damai, dll kepada warga)

(setelah Rhoma menyelesaikan kalimatnya, lalu KPPS maju ke depan dan mengambil peran)

KPPS: “Iya, demikianlah pemilu pilpres kita hari ini. Mari kita sukseskan pemilu bla bla bla bla bla” (KPPS menghimbau dan mengajak untuk menyukseskan pemilu kali ini)

(seluruh peserta pemilu naik ke atas panggung, berbaris berjejer sambil menunjukkan jarinya yang telah tercelup tinta. Berbaris rapi, mengucapkan salam dan rame2 berteriak:

“Sukseskan pemilu 2009. Satu suara kita menentukan masa depan bangsa. Jadi, nyontreng yooook….!!!!!” (sambil bergaya sesuka hati)

(lalu tiba2 ada setan2an naik ke atas panggung)

Setan: “Wuoooooy… saya juga boleh ikutan nyontreng nggak..???”
Semua: (menjerit) “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” (lalu semua lari meninggalkan panggung)
Setan: “Loh kok pada kabur, saya kan juga pengen nyontreng…”

(moderator masuk dan menutup drama. Selesai. Horeeeeeeeeeee!!!!!!)

Created by:
C-Kink, Poy, Nura, Nike and all creative team from KKN-PPM UGM Prambanan

LPJjinglePemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara Re-Launching Jingle Pilpres

Refleksi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Refleksi Pilpres 2009” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Kamis  30 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara re-launching jingle pilpres, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional serta rasa cinta tanah air yang tinggi, maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Silahkan dinikmati. Lebih nikmat lagi jika ditemani dengan secangkir teh manis hangat plus gorengan.

 

Menindaklanjuti pemilu presiden yang dilaksanakan pada hari Rabu Pahing 8 Juli 2009 yang lalu, sekali lagi 2 unit tim KKN yang beroperasi di kecamatan Prambanan diberikan amanah untuk melaksanakan seminar dengan tema “Refleksi Pilpres 2009 dan Makna Kemerdekaan”. Sama seperti sebelumnya, 2 unit ini kembali berkolaborasi untuk mempersiapkan acara tersebut, mengingat acara seminar ini dilaksanakan pada tingkat kecamatan.

Secara keseluruhan, konsep acara dari seminar ini tidak jauh berbeda dengan acara sosialisasi pemilu yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Inti acara ini adalah talkshow yang menghadirkan 3 orang pembicara: perwakilan KPU, perwakilan panwas dan akademisi dari UGM. Lalu disertai dengan hiburan-hiburan, seperti pemutaran video tentang sosialisasi dan refleksi pemilu, penampilan dari kaum difabel dan musisi lokal, serta re-launching jingle pilpres yang diciptakan oleh salah satu mahasiswa KKN UGM di kecamatan Prambanan ini.

Namun tidak seperti acara sebelumnya yang hanya melibatkan beberapa orang perwakilan dari setiap unit untuk terlibat dalam kepanitiaan, acara talkshow kali ini mengikutsertakan seluruh individu yang tergabung dalam 2 unit tim KKN menjadi 1 kepanitiaan besar. Karena itu kepanitiaan ini terbagi menjadi banyak seksi untuk mengakomodir jumlah panitia yang terdiri dari +- 51 orang. Dan salah satu seksi itu bernama “seksi acara re-launching jingle pilpres”, yang LPJ-nya telah tersedia di hadapan kita semua.

 

Idealita

 

Dari konsep acara, khususnya sesi re-launching jingle pilpres, panitia menginginkan kehadiran para musisi lokal sebagai pengisi acara untuk membawakan jingle tersebut. Musisi lokal ini diutamakan adalah musisi dari kecamatan Prambanan. Lebih diutamakan lagi adalah kaum difabel yang memiliki kemampuan dalam bermusik. Hal ini didasari pada tema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang diharapkan muncul pada setiap kegiatan Kuliah Kerja Nyata.

Selain itu juga, pada acara sosialisasi pemilu tanggal 4 Juli yang lalu, seluruh pengisi acara hiburan adalah kami sendiri, dari rekan-rekan tim KKN UGM. Untuk acara hiburan pada talkshow kali ini, panitia mengharapkan supaya bukan kami lagi yang menjadi pengisi acaranya, melainan mereka-mereka kaum difabel ataupun musisi lokal. Selain sebagai pemberdayaan masyarakat, juga sebagai ajang pemberian kesempatan kepada mereka untuk menampilkan kemampuan yang mereka punya kepada khalayak umum.

Jadi, disini perlu ditekankan bahwa re-launching jingle pilpres ini akan dibawakan oleh musisi lokal atau kaum difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi nilai lebih bagi acara talkshow ini secara keseluruhan. Tapi, bagaimana realita yang terjadi? Mari kita lanjutkan setelah pesan-pesan berikut ini.

 

Realita

 

Niat awal kami semua adalah ingin mengikutsertakan para musisi lokal untuk terlibat secara langsung dalam sesi re-launching jingle pilpres ini. Kembali kepada tema KKN PPM yang menitikberatkan pada Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, disini kami ingin menampilkan para musisi lokal untuk membawakan jingle pilpres di hadapan para tamu undangan talkshow.

Untuk menindaklanjutinya, kemudian kami mulai berkelana dari Timur ke Barat dan Selatan ke Utara untuk mencari dimanakah kiranya gerangan musisi lokal itu berada. Timur ke Barat, Selatan ke Utara, tak juga aku temukan, tak juga aku dapatkan, oh Tuhan inikah cobaan..

Dimulai dari salah satu SLB di daerah Klaten. Disana kami berhasil menemukan difabel dengan keahlian di bidang pantomim, yang selanjutnya menjadi salah satu pengisi acara. Selain itu kami juga menemukan difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik, khususnya band. Bahkan mereka juga telah mengantongi rekor MURI.

Namun keinginan kami untuk mengajak mereka menjadi pengisi acara talkshow tidak dapat terlaksana. Pertama, karena mereka hanya bisa tampil dengan alat musik full band dan tidak bisa secara akustik. Karena mereka tidak memiliki alat sendiri, jadi otomatis kami harus menyediakan anggaran dana lebih untuk menyewa alat musik yang akan mereka gunakan nantinya. Kedua adalah karena pada tanggal dan jam yang sama, mereka harus mengisi acara di tempat lain. Jadilah kami batalkan niat mulia kami untuk menampilkan mereka.

Pencarian tetap dilanjutkan untuk mencari musisi lokal kecamatan Prambanan. Sepanjang jalan Solo di wilayah kecamatan Prambanan telah kami telusuri, tapi ternyata sangat jarang bahkan tidak ada musisi lokal yang dapat kami temukan. Demikian juga dengan kawasan candi Prambanan, hampir tidak ada musisi lokal yang beroperasi.

Kami hanya bisa menemukan seorang ketua asosiasi pedagang asongan di kawasan parkiran candi Prambanan yang bernama Pak Sunarwan. Dari obrolan kami dengan beliau, ternyata musisi lokal di wilayah kecamatan Prambanan memang dapat dikatakan tidak ada. Yang mungkin ada hanyalah kesenian jatilan. Tapi kami memutuskan untuk tidak menampilkan jatilan mengingat ukuran indoor pendopo kantor kecamatan Prambanan yang tidak memungkinkan.

Sampai pada akhirnya, kami berhasil mendapatkan koneksi dengan musisi lokal dari kota Klaten. Di pertigaan menuju ringroad Klaten, persis di seberang rumah makan Bakso Nuklir, berkumpullah sekumpulan pemuda yang menamakan diri mereka L.A Country. Dikomandani oleh Mas Bowo, kami ber-say hello untuk mengutarakan maksud dan tujuan kami menemui mereka. Bla bla bla bla bla… dan mereka pun memahami apa yang kami rasakan. Kami pun sepakat untuk menampilkan mereka pada acara talkshow ini. Keinginan kami ternyata tidak bertepuk sebelah kaki, karena mereka juga bersedia menjadi pengisi acara.

Akhirnya 1 hari sebelum hari-H, kami melakukan latihan perdana untuk mencoba jingle pilpres yang diciptakan oleh mahasiswa paling imut di tim KKN UGM kecamatan Prambanan, C-Kink. Bertempat di pendopo kantor kecamatan Prambanan, kami mulai mencoba memperkenalkan jingle tersebut. Jreng jreng jreng… “Tahun ini bangsa kita berpesta… Setelah lima tahun kita tidak bersua…”

Niat awal kami adalah mempersilahkan mereka dari L.A Country untuk membawakan jingle ini sendiri. Tapi mereka merasa sebaiknya jingle ini dibawakan secara kolaborasi antara mahasiswa dan mereka, karena jingle ini sebenarnya sudah jadi dan hanya tinggal dibawakan saja. Setelah berdiskusi singkat, kami pun menyepakatinya. Jadilah, jingle ini akan dinyanyikan oleh mahasiswa KKN dengan iringan musik dari L.A Country.

Latihan perdana ini berjalan cukup normal. Mengingat jingle tersebut tidak terlalu sulit dan kemampuan musikalitas para personel L.A Country yang tidak bisa disepelekan, dalam waktu singkat jingle pilpres ini telah dapat dipahami dan dipelajari. Sisanya tinggal melihat improvisasi masing-masing di keesokan hari ketika tampil nanti.

Kini tibalah kita pada hari-H. Pagi harinya, kami telah menyiapkan lirik jingle pilpres tersebut untuk dibagi-bagikan kepada peserta sebagai salah satu konten seminar kit. Tidak lupa kami juga merekam mentahan jingle tersebut dalam 5 keping CD. Dari 5 keping ini, 1 akan diberikan kepada musisi L.A Country dan 4 sisanya akan diberikan kepada perwakilan KPU, panwas atau kecamatan.

L.A Country datang beberapa saat sebelum memasuki sesi acara jingle. Sembari menunggu, kami semua berlatih kembali menyanyikan jingle tersebut secara bersama-sama. 3-4 kali latihan dirasa sudah cukup untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing individu. Latihan pun dicukupkan sekian dan kini tinggal menunggu waktu untuk tampil.

Akhirnya setelah sesi talkshow selesai, kami mendapatkan giliran untuk menaik ke atas panggung. Setelah mendapatkan arahan dan pendahuluan dari pembawa acara, kami mulai memainkan jingle tersebut di hadapan peserta, dengan berkolaborasi antara mahasiswa dan L.A Country. Komposisinya adalah ke-5 orang personel L.A Country memainkan alat musik: gitar, gitar bass, benjo, cuk dan bonggo, ditambah C-Kink yang memegang gitar, sementara sisanya yaitu Arya, Nura, Lies, Poy, Catur dan Eka menjadi vokalis. Plus kehadiran Wisnu di atas panggung yang mengenakan kostum badut Mr. Contreng.

1 lagu yaitu jingle tersebut telah selesai dibawakan dan kami pun turun dari panggung, menyisakan L.A Country yang masih tetap pada posisinya untuk mengisi sesi hiburan setelah ini. Semoga para peserta terpuaskan atas apa yang telah kami coba berikan.

Di akhir acara, setelah panitia mulai berkemas dan L.A Country beranjak pulang, tak lupa kami memberikan CD berisi jingle pemilu tersebut, lengkap dengan liriknya. Serta, kami dari seksi acara hiburan menuliskan dalam selembar kertas, testimoni dan segala pesan-kesan kami kepada rekan-rekan L.A Country, sebagai kenang-kenangan untuk mereka. Semoga silaturrahim diantara kita semua bisa tetap terjaga.

 

Evaluasi

 

Dari seksi acara re-launching jingle pemilu, secara umum tidak ada evaluasi secara mendalam dan mendetail yang perlu dilakukan. Keseluruhan anggota seksi telah bekerja dengan penuh semangat dan sebaik-baiknya. Ketika ada satu hambatan yang merintangi, hal itu tidak menyurutkan langkah kami. Justru kami mencoba melintasinya dengan sekuat tenaga dan kebersamaan yang kami miliki. Bahkan kebersamaan ini juga secara tidak langsung tertularkan kepada rekan-rekan dari L.A Country selaku pengisi acara sekaligus teman berkolaborasi.

 

Kritik dan Saran

 

Kepanitiaan acara refleksi pemilu ini telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman bagi kita semua. Meskipun begitu tetap ada beberapa hal yang kiranya perlu dikritisi terkait pelaksanaan acara ini. Plus beberapa saran yang harapannya bisa menjadi masukan bagi kita bersama dalam menjalani hari-hari dalam setiap detik kehidupan ini nantinya.

  1. Telah ditegaskan berulang kali bahwa komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.
  5. Kepanitiaan besar seperti ini tidak dapat dipungkiri akan mengakibatkan adanya beberapa individu yang tidak bekerja secara penuh, khususnya dalam beberapa hal. Ada beberapa individu yang bekerja lebih berat sementara ada individu lainnya yang mungkin kurang terberdayakan. Solusinya adalah dengan mengatur pembagian jumlah anggota, khususnya untuk seksi yang memang memerlukan banyak tenaga.
  6. Kepanitiaan besar juga memberikan pemandangan yang kurang enak dilihat pada saat pelaksanaan acara, terutama bagi panitia yang tidak terbedayakan ketika acara berlangsung. Hal ini dapat disiasai dengan memberikan ruangan khusus panitia dan mengumpulkan panitia yang tidak terberdayakan di dalam ruangan tersebut.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt Al-Malik Al-Mu’min Al-Aziz Al-Khaliq. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami kembali di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat serta memelihara anak laki-lakinya yang imut idan six pack ini.

-          Ainur Rokhim, siluman kambing cap Mbantul yang makin hari makin ajaib aja. Sepertinya orang tuamu telah salah memberi nama untuk anak perempuannya… Hihihihihi.

-          Catur, Eka, Wisnu, Arya, Fentra, Ilham, Poy dan Lies selaku keluarga seksi acara hiburan atas kerjasamanya mencari jejak musisi jalanan dan menemani mereka sepanjang acara.

-          Mas Bowo, Mas Bayu, Pak Supri dan seluruh rekan-rekan L.A Country yang bersedia untuk berkolaborasi dan telah memberikan pelatihan singkat cara memainkan benjo dan cuk. Semoga silaturahim kita tetap terjaga.

-          Pak Sunarwan selaku ketua asosiasi pedagan asongan parkiran candi Prambanan yang telah banyak memberikan informasi berharga. Semoga dimudahkan rezekinya dan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup ini.

-          Nurfina Amini yang akrab dipanggil Bambang atas pinjaman laptop, printer dan nero nya.

-          Nanda dan Kiki selaku MC yang hobi bercuap-cuap olala.

-          Reza dan Yudis yang masih betah membimbing para anak asuhnya masing-masing.

-          Rekan-rekan sekretaris atas kesediaannya menuliskan apa-apa yang perlu dtulis.

-          Rekan-rekan bendahara atas keikhlasannya dipusingkan dengan nota-nota dan sebagainya.

-          Rekan-rekan seksi acara seminar yang baik-baik saja.

-          Rekan-rekan seksi pembuatan film dokumentasi yang ada apa-apanya.

-          Rekan-rekan seksi dekorasi atas pembuatan backdrop dan spanduknya.

-          Rekan-rekan seksi perlengkapan yang jumlah anggotanya paling sedikit.

-          Rekan-rekan seksi humas yang rajin berkelana melintasi kecamatan Prambanan hanya untuk mengantarkan undangan.

-          Rekan-rekan seksi konsumsi atas kesediaannya membagi makanan kepada kami semua.

-          Rekan-rekan seksi publikasi yang telah mempublikasikan acara ini sekuat tenaga.

-          Rekan-rekan seksi dokumentasi atas hasil jepretan-jepretn narsisnya.

-          Rekan-rekan seksi penerima tamu yang setia duduk manis di meja registrasi.

-          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan luar biasa. Super sekali!

-          Pak Heru dan Bu Martini yang dengan ikhlas telah hadir di acara ini  mewakili warga Desa Cucukan lainnya.

-          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

-          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

-          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 1 Agustus 2009

 

Lampiran

Maret 2009

Pemilihan Umum

Versi Pilpres

C-Kink

Tahun ini bangsa kita berpesta

Setelah lima tahun kita tidak bersua

Untuk memilih calon pemimpin bangsa

Marilah kita merayakannya

 

Pemilihan Umum itulah namanya

Pelaksanaannya sudah di depan mata

Ayolah gunakan hak pilih kita

Karena masa depan milik kita semua

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Sudahkah kita mengenal mereka

Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana

Dari tiang listrik sampai angkutan kota

Bermodal senyum manis mencoba menyapa kita

 

Sudahkah kita kenal visi misinya

Beraneka program menjadi jualannya

Juga bermacam jargon yang menjadi slogannya

Bermodal janji-janji mencoba menyapa kita

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

***

LPJacaraPemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara

Sosialisasi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Sosialisasi Pemilu” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Sabtu 4 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Dan semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Monggo dikecake!

 

Awalnya pada hari Minggu, 28 Juni 2009, 2 unit tim KKN UGM yang ditugaskan di kecamatan Prambanan berkonsolidasi untuk mengadakan sebuah acara bersama dengan level kecamatan. Akhirnya setelah melalui berbagai negoisasi dan koordinasi yang tidak panjang dan tidak alot, diperolehlah kesepakatan untuk mengadakan acara “sosialisasi pemilu” di tingkat kecamatan, dengan kepanitiaan bersama dipegang oleh kedua unit.

Acara sosialisasi pemilu ini direncanakan akan diselenggarakan pada hari Minggu 5 Juli 2009, bertempat di kantor kecamatan prambanan. Isinya berkisar tentang segala sesuatu mengenai pemilu dan sosialisasinya. Dalam jangka waktu yang hanya 1 minggu, maka seluruh panitia dituntut untuk bekerja ekstra keras demi kesuksesan jalannya acara ini.

Event sosialisasi pemilu tersebut menitikberatkan pada acara drama parodi pemilu, sebagai salah satu metode yang dirasa menarik untuk melakukan sosialisasi dengan cara yang berbeda. Karena itulah kemudian dibentuk “tim skenario” untuk membahas segala sesuatu mengenai konsep drama tersebut.

Lalu berkumpullah tim skenario untuk menyusun naskah drama. Dengan berjuang sekuat tenaga dan dengan disertai gontok sana gontok sini, akhirnya naskah drama dapat terselesaikan dengan sehat wal afiat pada hari Selasa 30 Juni 2009. Plotting dan lobi-lobi pemeran drama dilakukan pada keesokan harinya, Rabu 1 Juli 2009. Dan naskah drama diterima oleh para pemeran pada hari Kamis 2 Juli 2009, sekaligus juga latihan perdana.

Masih di hari Selasa. Setelah naskah drama itu selesai, kami dari tim skenario mencoba untuk berpikir lebih ke depan terkait kepanitiaan ini. Pada saat itu, seksi-seksi yang ada dalam kepanitiaan adalah seksi skenario, seksi perlengkapan, seksi konsumsi dan seksi humas. Dari sini ditemukan sebuah kejanggalan yang tidak biasa. Kejanggalan apa itu? Yaitu tidak adanya satu seksi yang bernama “seksi acara!”. Padahal fungsi seksi acara adalah sangat penting dalam sebuah kepanitiaan, seperti untuk merumuskan rundown acara, memanggil pembicara, menunjuk pembawa acara, menyiapkan jalannya keseluruhan acara, dan sebagainya. Akhirnya dengan penuh inisiatif tinggi, tim skenario mencoba untuk mengusulkan sebuah rundown acara kepada keseluruhan panitia.

Semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena tim skenario berinisiatif mengusulkan rundown acara tersebut, akhirnya tim skenario diberikan amanah baru yang sudah diduga sebelumnya. Panitia sepakat mengetuk palu dan mengubah nama “tim skenario” menjadi “seksi acara”, yang artinya kini kami tidak lagi hanya membahas masalah drama, tapi juga keseluruhan acara dan hal-hal teknis dibelakangnya. Huiks huiks…

 

Idealita

 

Yang paling mendasar, sebagaimana telah tersebut dalam paragraf sebelum ini, idealita kami hanyalah sebagai sebuah tim skenario biasa. Tapi ternyata kondisi lingkungan memaksa kami untuk berubah fungsi menjadi seksi acara. Ya tidak apa-apa lah, kami percayakan semuanya kepada takdir. Tawakkal aja…

Kesepakatan awal panitia, acara akan dilaksanakan pada hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi setelah bernegoisasi dengan para perangkat kecamatan, mereka memberi saran bahwa jika acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, dikhawatirkan pengunjungnya tidak sebanyak yang diharapkan. Hal ini terjadi karena pada hari Minggu umumnya masyarakat disibukkan dengan acara-acara pernikahan atau agenda masyarakat lainnya. Perangkat kecamatan mengusulkan supaya acara ini diadakan keesokan harinya, Senin 6 Juli 2009, dan seluruh panitia pun menyepakati.

Lalu dari konsep acara secara keseluruhan, idealitanya acara akan dibuka oleh ketua panitia beserta wakil ketua untuk mewakili tim KKN unit Prambanan Utara dan Selatan, dan sambutan oleh Camat Prambanan. Lalu dilanjutkan oleh sosialisasi pemilu dari KPU, drama dan hiburan. Diluar itu semua, sepanjang acara akan ada seekor badut berkostum Mr. Contreng yang akan beroperasi di sekitar kecamatan, di pinggir jalan, dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat dan untuk membagi-bagikan brosur tentang sosialisasi pemilu.

Materi mengenai sosialisasi pemilu akan diisi oleh KPU sendiri. Kemudian drama yang menjadi inti acara, akan dimainkan oleh rekan-rekan KKN, dengan tema parodi mengenai pemilu. Terakhir, acara hiburan direncanakan akan diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan.

Kira-kira begitulah idealita yang kami punya terkait acara sosialisasi pemilu ini. Kini saatnya kita bersama-sama memasuki bagian realita.

 

Realita

 

Sebelumnya, mari kita siapkan fisik dan mental kita sebelum kita membaca bagian ini. Tarik nafas dalam-dalam, lalu buang. Hmmmmphhh… Fiiiiuuuuuh…

Pertama, dari tanggal pelaksanaan acara. Niat awal kami adalah hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi berdasarkan wejangan dari perangkat kecamatan, lalu diundur menjadi hari Senin 6 Juli 2009. Apakah pelaksanaannya seperti itu? Kita baca paragraf berikut ini!

Hari Kamis 2 Juli 2009, seluruh pemeran drama sedang berkumpul di Kastil Sengonisme untuk bersiap-siap melaksanakan latihan drama pertama kalinya. Semua pemeran telah memegang naskah. Dan beberapa detik sebelum latihan dilaksanakan, datanglah sebuah berita yang membuat kami semua terkejut dan terpana.

Fathi (bacanya bukan Fat-hi atau Fa-ti atau Ef-Ati, tapi Fath-‘i) selaku koordinator humas yang bertanggung jawab menghubungi semua pihak di luar panitia, memberi kabar terbaru hasil pertemuannya dengan KPU Klaten. Diriwayatkan dari Fathi bahwa KPU Klaten berkata bahwa: “Masa kampanye berlangsung hingga tanggal 4 Juli 2009. Kemudian selama tanggal 5 Juli hingga 7 Juli adalah masa tenang. Dan KPU tidak mau bertanggung jawab atas segala kegiatan terkait sosialisasi pemilu yang dilaksanakan pada masa tenang”.

Apa artinya? Secara tersirat, KPU mengatakan bahwa mereka enggan mengisi acara kita jika diadakan pada hari Senin 6 Juli. Batas terakhir pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan semacam itu adalah pada tanggal 4 Juli, dan jika diadakan pada tanggal tersebut, KPU bersedia untuk turut serta di dalamnya.

Melihat kenyataan tersebut, maka panitia mencoba untuk berembug menentukan nasib dan masa depan acara sosialisasi pemilu ini. Akhirnya, dengan diwarnai lisan yang beradu argumen dan otot plus urat yang tidak ditampakkan, panitia sepakat untuk menuruti keinginan KPU, yaitu memajukan acara menjadi hari Sabtu 4 Juli 2009. Tok tok tok… Palu telah diketuk, dan 4 Juli adalah 2 hari lagi!

Dua hari lagi acara dilaksanakan. Kurang dari 48 jam. Para pelakon drama baru memegang naskahnya pada saat itu, dan belum sekalipun latihan. Musisi jalanan belum dilobi untuk mengisi acara. Kostum Mr. Contreng juga belum dibuat. Lalu, apakah semua kendala tersebut akan menyurutkan langkah kita dalam menjalankan kepanitiaan ini?

Jangan sebut kami mahasiswa Universitas Gadjah Mada jika kami langsung berputus asa hanya karena hal-hal seperti ini. Apakah kami menyerah? Jawabannya jelas: TIDAK! Justru hal tersebut semakin memicu semangat kami dan membuat kami lebih terpacu untuk menjalankan acara ini.

Para pemain drama yang baru mendapatkan naskahnya pada hari Kamis siang, dengan semangat segera berlatih dan memanfaatkan setiap detik yang ada. Untuk masalah kostum, dengan penuh percaya diri kostum mulai dibuat pada hari Jumat pukul 1 siang, dan akhirnya bisa diselesaikan dengan sukses pada hari Sabtu 4 Juli 2009 pukul 08.00, atau 1 jam sebelum acara dimulai! Sementara untuk acara hiburan, rasanya tidak mungkin kami memanggil dan melobi musisi jalanan dalam waktu 1 hari. Akhirnya dengan inisiatif tinggi, kami dari tim acara sepakat untuk menghandle sendiri acara tersebut.

Kini sampailah kita pada hari yang ditunggu-tunggu, Sabtu 4 Juli 2009. Bertempat di halaman kantor kecamatan Prambanan, acara dimulai tidak terlalu jauh dari waktu yang diagendakan. Namun Camat Prambanan tidak bisa menghadiri acara ini karena pada waktu bersamaan juga ada agenda di tempat lain, sehingga sambutan diberikan oleh salah seorang staf kecamatan.

Acara dilanjutkan oleh materi tentang sosialisasi pemilu yang diisi oleh KPU Kabupaten Klaten. Terima kasih kami ucapkan kepada tim humas atas usahanya untuk melobi KPU sehingga mereka bersedia untuk mengisi materi pada acara ini.

Pada waktu yang bersamaan, badut Mr. Contreng juga melaksanakan tugasnya. Badut ini ditempatkan di pinggir jalan di depan kantor kecamatan, untuk membagi-bagikan brosur dan publikasi tentang sosialisasi pemilu. Tidak hanya di depan kantor kecamatan, untuk lebih menarik minat masyarakat maka badut juga bergerak menuju kantor pos, sembari membagi-bagkan brosur di sepanjang perjalanan menuju kantor pos.

Setelah materi dari KPU, acara masuk kepada intinya, yaitu drama parodi pemilu. Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari 48 jam dan latihan kurang dari 6 kali, acungan jempol patut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam drama ini, khususnya para pemainnya yang telah dengan senang hati membawakan perannya masing-masing.

Drama ini terbagi menjadi 3 babak. Babak pertama berkisar tentang DPT, kisruh yang terjadi seputar DPT, dan penjelasan singkat megenai DPT. Babak kedua menceritakan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN kepada masyarakat setempat, termasuk pembahasan mengenai teknis dan tata cara penyontrengan. Babak ketiga yang juga sebagai babak terakhir, menggambarkan tentang simulasi pemilu pada hari H. Disini diceritakan tentang hal-hal yang mungkin terjadi pada pelaksanaan pemilu, seperti masalah manula, pemilih yang curang, surat suara yang rusak, dan lain sebagainya.

Secara umum dapat dikatakan bahwa drama ini adalah bagian paling menarik dari keseluruhan acara. Mengingat singkatnya waktu yang ada untuk persiapan, namun ternyata hasil yang ditampilkan adalah sangat-sangat luar biasa. Demikian juga dengan masyarakat yang tampaknya juga cukup tertarik tehadap drama ini, terlihat dari antusiasme dan ekpresi mereka ketika menyaksikan adegan demi adegan dalam drama ini. Sekali lagi, angkat topi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang telah terlibat disini!

Drama ditutup dengan ajakan kepada masyarakat supaya jangan lupa menyontreng sekali saja pada Pilpres 8 Juli 2009. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi hiburan. Sesi hiburan ini awalnya ingin diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan. Namun karena adanya perubahan jadwal secara mendadak yang tidak memungkinkan untuk melobi musisi jalanan, tim acara berinisiatif untuk mengisinya sendiri.

Akhirnya tim acara pun menghandle sendiri sesi hiburan ini. Membawakan 2 buah lagu dengan tema terkait pemilu presiden. Yang pertama adalah lagu berjudul “Manusia Setengah Dewa” milik Iwan Fals, sementara lagu yang kedua bisa dikatakan cukup spesial. Kenapa? Karena lagu tersebut adalah lagu ciptaan sendiri!

Terkait dengan pemilu, salah seorang peserta KKN kecamatan Prambanan bernama C-Kink (Teknik Nuklir 2006) pernah menciptakan sebuah lagu bertema pemilu dengan judul “Pemilihan Umum”. Lagu inilah yang dibawakan sebagai lagu kedua pada acara tersebut. Isi lagu ini secara umum berisi tentang sosialisasi pemilu dan ajakan kepada seluruh pendengar untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih pilihan yang terbaik untuk semua. Respon masyarakat, khususnya undangan dari KPU, tampaknya cukup tertarik kepada lagu ini. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti lagu ini akan diminta oleh KPU untuk menjadi jingle pada pemilu-pemilu selanjutnya.

Dua lagu telah selesai dibawakan dan kini tibalah kita di penghujung acara. MC pun segera masuk dan menutup acara ini. Tidak lupa ucapan terima kasih disampaikan oleh MC mewakili panitia kepada seluruh undangan dan masyarakat yang hadir, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan acara ini. Semangaaaaaaatttt!!!

 

Evaluasi

 

Secara keseluruhan, apa yang terjadi pada hari Sabtu di kantor kecamatan tersebut adalah luar biasa. Mengapa kami berani mengatakan luar biasa, adalah karena dalam persiapan yang sangat-sangat singkat, ternyata hasil yang diberikan dapat dikatakan istimewa, tidak dipengaruhi oleh singkatnya waktu yang ada. Kerja keras dan semangat seluruh panitia, khususnya seksi acara dan para pemeran drama patut diberikan apresiasi tinggi. Demikian juga dengan inisiatif, improvisasi dan spontanitas-spontanitas lainnya yang terjadi selama jalannya acara.

Jadi mungkin secara umum tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara dan jalannya acara secara keseluruhan. Justru ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kami sampaikan khususnya kepada seluruh kepala yang terlibat di dalam acara ini. Ayo mari kita tepuk tangan untuk kita semua. Plok plok plok plok plok…

 

Kritik dan Saran

 

Sekalipun tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara, namun kritik dan saran harus tetap diberikan, demi me-review apa yang telah kita lakukan selama ini adan supaya kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi di hari kemarin tidak kita ulangi lagi di keesokan hari.

  1. Sekalipun sangat mendasar, namun komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan Alhamdulillah, hal itu terjadi pada kepatiaan ini.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink, mewakili Ainur Rokhim selaku koordinator seksi acara yang sesungguhnya, dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt Ar-Rahmaan Ar-Rahiim Ar-Razaaq As-Salaam. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami semua di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah ada. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat anak laki-laki satu-satunya ini sehingga bisa menjadi seperti ini.

-          Ainur Rokhimin yang akrab dipanggi Imin, eh Nura alias Cinta Flora, selaku rekan kerja di tim acara selama 1 minggu full. Koordinator acara dan otak dibalik suksesnya drama yang kami tampilkan. Pertahankan semangatmu anak muda, dan tetaplah tersenyum menghadapi semua rintangan yang ada. Semangaaaaat!!!

-          Nike Octavianti Prasakti yang telah bergadang semalaman hanya untuk membuat kostum Mr. Contreng yang penulis kenakan pada saat acara berlangsung. Kostum itu menjadi saksi bisu kegigihanmu menjalankan hari-harimu.

-          Yudithstiro Narendrasmoro dan Reza Putra Perdana atas kesediaannya membimbing seluruh anggota unit masing-masing.

-          Lies yang dengan ikhlas bersedia untuk menjadi vokalis dalam sesi hiburan, dan bersedia untuk mempelajari lagu “Pemilihan Umum” dalam waktu kurang dari 1 hari.

-          Seluruh pihak yang terlibat dalam pementasan drama: Wisnu, Tika, Arya, Fentra, Nanda, Ilham, Poy, Ucup, Wahyu, Muhaimin, Ichsan, Nawang, Mega, Juita. Kalian semua adalah manusia luar biasa.

-          Kiki dan Catur yang cuap-cuap di memandu jalannya acara.

-          Wurya, Dian, Hanif dan seluruh rekan-rekan seksi perlengkapan yang mampu bergerak dengan cepat dan tepat.

-          Fathi atas usahanya bergerak kesana-kemari melobi instansi-instansi terkait.

-          Riris, Rani, Oki dan Arul yang setia menunggu di meja registrasi.

-          Fafa dan Dyah atas suguhan konsumsinya.

-          Didi yang dengan semangat menemani Mr Contreng bergerak menelusuri jalan Solo untuk membagi-bagikan brosur.

-          Danil, Banu, Nunu, Irfan dan seluruh tim dokumentasi yang telah mengabadikan momen-momen bahagia sepanjang jalannya acara.

-          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.

-          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

-          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

-          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 9 Juli 2009

100Truths #2

100 Truths
WHAT WAS YOUR:
1. Last beverage = Mineral water / Eau de mineral / Mizu desu.
2. Last phone call = Numpang misscall pake nomor Fren gue yang baru beli
3. Last text message = Oh gitu, emh… Day activity kamu menurut kamu penting semua nggak, kalo misal dari 5 kegiatan kamu 2 nggak gitu penting mendingan kamu pake buat istirahat minimal tidur 2 jam, tapi kalo bisa setengah jam sebelumnya kamu makan dulu, temenku ada yang sukses gemuk pas nyoba cara ini, tapi kalo penting semua, weekend kamu pake buat istirahat TOTAL kalo bisa sambil olahraga 15-30 menit cukup kok! Minum vitamin, juga terus night activitinya jangan gitu, kalo nggak penting-penting banget mending dikurangin jamnya, jadi tidur nggak diatas jam 12 (jangan bilang kamu ngopi malem-malem?) sangat nggak disarankan. Justru saranku ganti pake susu :-) Gitu deh. (buset dah, panjang banget?)
4. Last song you listened to = Flower – L’arc~en~ciel
5. Last time you cried = Has just forget / J’oublie / Wasuremasu
HAVE YOU EVER:
6. Dated someone twice = Siapa juga yang mau ngedate sama gue? Secara gitu gue makhluk hina dan rendahan
7. Been cheated on = Pernah
8. Kissed someone & regretted it = Mau lu gue cium?
9. Lost someone special = Mbah Surip? Soeharto? WS Rendra?
10. Been depressed = Sometimes but very very rare / Combien de temps, mais ce tres rare
11. Been drunk and threw up = Never lah yaw…
FIRST THREE FAVORITE COLOURS:
12. White
13. Black
14. Green
THIS YEAR HAVE YOU: (2009)
15. Made a new friend = A lot of. Jiheisho-Kuni no tomodachi et mes amies du lip and friends from BEM KMFT UGM
16. Fallen out of love = Sudah lupa tuh… Keseringan sih!
17. Laughed until you cried = Gue kalo ketawa mah cool kalee
18. Met someone who changed you = Ho oh. Lurah, Kadus dan seluruh warga Desa Cucukan
19. Found out who your true friends were = I don’t have any single true friends / Je n’ai pas un bon amie / Tomodachi ga imasen
20. Found out someone was talking about you = Bien sure! Gue gitu loch…
21. Kissed anyone on your friend’s list = Buset dah… Emang lu mau gue cium? Sini sini… Cup cup mmmuuuuaaaachhh… Hueeeek pait!
22. How many people on your friends list do you know in real life = Hope I have one / Je prie, j’ai un amie
23. How many kids do you want to have = Cukup 4 anak. Kebanyakan ya?
24. Do you have any pets = Ada. Cacing dan kelabang yang suka ngintipin gue di kamar mandi kosan
25. Do you want to change your name = Peut-etre. C-Kink? Syahid Syaifullah? Nicholas Saputra? Mawar (bukan nama sebenarnya)?
26. What did you do for your last birthday = Nongkrong di angkringan, bersilaturrahim sama sesama pelanggan angkringan, ngobrolon bermacam-macam hal dari jam 9 malem sampe jam 1 pagi, sampe angkringannya tutup!
27. What time did you wake up today = 09.13, soalnya gue baru tidur jam 04.39 abis Subuh
28. What were you doing at midnight last night = Ngenet di VidiNet, ngupload video di youtube sama ngupload blog
29. Name something you CANNOT wait for = Die / Shinai / Mon mort
30. Last time you saw your Mother = 29 September 2009. Mama how are you today?
31. What is one thing you wish you could change about your life? = Nothing. I love my live with what my live today / Je suis heureux avec ma vie maintenant
32. What are you listening to right now = Start – Depapepe
33. Have you ever talked to a person named Tom = Tom? Where are you, Tom?
34. What’s getting on your nerves right now = Apa ya? Besok gue jadi moderator diskusi sekolah kaderisasi. Tapi insya Allah nggak nervous kok
35. Most visited webpage = Yahoo et WordPress et Youtube et Facebook et Detiksport
36. Whats your real name = R***** A**** P*******
37. Nicknames = C-Kink
38. Relationship Status = Single dengan 0 anak / Celibataire sans enfant
39. Zodiac sign = Virgo
40. Male or female? = (Fe)Male
41. Elementary? = SD Negeri Beji VII Depok. Sekarang gimana kabarnya ya?
42i. Middle School = SMP Negeri 2 Depok. Masih berdiri kah bangunannya?
43. High School/College = SMA Negeri 1 Depok / Teknik Nuklir UGM
44. Hair colour = Green. Whoaaaaaa, alien! Black absolutely
45. Long or short = Tergantung musim
46. Height = 183 cm
47. Do you have a crush on someone? Nggak ngerti maksud pertanyaannya / Je ne comprends pas
48: What do you like about yourself? Everything. Je m’aime! I love myself full! Idih narsis…
49. Piercings= Ogah…
50. Tattoos = Mbahmu kui…
51. Righty or lefty = Bang stop kanan Bang, kanan!
FIRSTS :
52. First surgery = Nggak banget deh
53. First piercing = Ogaaaaaaah!
54. First best friend = Would you be the first?
55. First sport you joined = Walking / Me promene / Shanposuru
56. First vacation = Rumah tetangga. Gyaaaaaa…
58. First pair of trainers = Nggak ngerti…
RIGHT NOW
59. Eating = Nggak. Tadi sih makan nasi goreng sapi sama anak2 LIP. Gue mesen porsi 1 ½. Terus punya Ido nggak abis, gue makan. Chacha juga nggak abis, gue abisin. Wooaaah…
60. Drinking = Nggak juga
61. I’m about to = Sleep / Dormir / Nemasu
62. Listening to = Nature sound of Jangkrik, Kodok, Angin malam dan… Kuntilanak?
63. Waiting for = My funeral / mon mourir
YOUR FUTURE :
64. Want kids= 4. Kurang banyak apa kebanyakan?
65. Get Married= 13 – 13 – 2013. Tanggalnya keren khaaaaaan…
66. Career = Entrepreneur!
WHICH IS BETTER :
67. Lips or eyes? = Dua-duanya boleh
68. Hugs or kisses? = Pertama kita pelukan dulu, terus cipika-cipiki-cibibir dikit-dikit, terus… Terus… Terus… Ahhhhhhhh…
69. Shorter or taller? = Nggak masalah. Lebih kecil kayanya enak deh…
70. Older or Younger? = Yang muda yang memimpin! Yang tua yang berkarya! Yang mana aja yang banyak duitnya!
71. Romantic or spontaneous ? = Spontan aja deh, jijik gue sama yang romantis-romantis
72. Nice stomach or nice arms? = Both of them, also added with nice knowledge and nice personaliti
73. Sensitive or loud ? = Dua-duanya siap. Tarik maaaaang!!!
74. Hook-up or relationship? = Nggak ngerti deh
75. Trouble maker or hesitant? = Trouble solver and self-confidence
HAVE YOU EVER :
76. Kissed a stranger? = Siapa? Will you be the first?
77. Drank hard liquor? = Je n’ai jamais. Nggak banget dah
78. Lost glasses/contacts? = Bukan ngilangin, tapi ngerusakin…
79. Sex on first date? = Kali gitu ada yang mau sama gue yang kurus kerempeng begeng cacingan gini… Huehehehe
80. Broken someone’s heart? = Nah buat lu yang baca, pernah nggak gue bikin lu patah hati? Pasti sering banget deh. Iya khan? Akika gitchu loh bow…
81. Had your own heart broken? = Cukup 3 kali aja, di jaman gue muda dulu
82. Been arrested? = Pernah. Dasar polisi j***uk!
83. Turned someone down? = Nggak ngerti coy!
84. Cried when someone died? = Nggak lah. Kematiannya adalah kebahagiaannya karena dia akan segera bertemu Tuhannya
85. Lied to your bestfriend? = Bestfriend? Do i have?
DO YOU BELIEVE IN
86. Yourself? = Bien sure! Ya iyalah
87. Miracles? = Impossible is possible!
88. Love at first sight? = Itu bukan cinta, itu mah napsu. Kalo gitu sih sering, tiap ngeliat perempuan-perempuan bertanktop dan celana pendek di jalan-jalan. Hihihihi… Astagfirullah…
89. Heaven? = Jelas!
90. Santa Claus? = Ah cuma dongeng
91. Kiss on the first date? = Siapa sih yang mau gue cium dan mau nyium gue? Cape deh pertanyaannya gini melulu.
92. Angels? = Yup. Ada Jibril, Mikail, Malik, Izrail, Israfil, Munkar, Nakir, Ridwan, Rokib sama Atid, yang wajib diketahui
ANSWER TRUTHFULLY:
94. Had more than 1 girlfriend/boyfriend at a time? = 1 aja nggak pernah punya! Gile aje lu!
95. Did you sing today = Absolutely, in my bathroom. “Apa sih yang kau tunggu… Apa sih yang kau mau… Langsung saja…”
96. Ever cheated on somebody? = Lupa…
97. If you could go back in time, how far would you go? = Nggak mau. Apa yang terjadi, terjadilah. Masa lalu biarlah berlalu
98. If you could pick a day from last year and relive it, what would it be? = Ogaaaaaah… Yang telah terjadi adalah yang terbaik untuk kita semua
99. Are you afraid of falling in love? = Nggak. Justru gue takut kalo ada orang yang naksir sama gue. Susah nolaknya!
100. Posting this as 100 truths? = Hmmmm???

DiSuatuSore

Di suatu sore di awal bulan Oktober, gue lagi asik makan-makan di FoodFest dalam rangka ulang tahunnya Nanda yang ke-758. Udah sepuh banget dah ini orang. Kita makan-makan sepuasnya, gratis! All you can eat, all you can drink, all you can see, all you can order, dan all Nanda can pay.

Berdua sama Hasan yang sama-sama nggak tahan denger kata gratisan, kita mesen banyak menu. Ini dia nih menunya:

-          Double beef steak

-          Nasi kebuli kambing porsi extra

-          Soto Konro

-          Ayam goreng kremes 2 porsi

-          Vanilla coffee 3 gelas

-          B-smash 1 gelas

Yang kalo di total semua, haranya Rp 143.000,00. Wuaooouww…!!! Kapitalis…

Lagi asik suap-suapan sama Hasan, hp Nokia 6681 gue bergetar. Ada sms (pura-pura) nyasar isinya kaya gini, dengan bahasa yang udah disesuaikan :

Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia, yang ada dia kali… Tapi kadang jadi eneg sendiri, tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia… Beuh, ogah lah ya… Hmmmm. Dah mentok aku, ilang kesabaran”

Dilanjutkan dengan sms singkat :

“Maaf, salah kirim Mas…”

Dari beberapa pendahuluan dan pengalaman sebelumnya yang kepanjangan kalo ditulis disini, ketauan banget kalo si pengirim sms itu, sebut saja “Juminten” (bukan nama sebenarnya) lagi curhat-curhatan sama “Rohali” (juga bukan nama sebenarnya). Mereka berdua temen gue. Si Juminten ini, kayanya lagi ngomongin tentang gue ke Rohali. Dan lazimnya sms-an yang isinya ngomongin orang, tanpa sadar kita suka salah milih send contact, bukan ngirim ke temen curhat kita tapi malah ke orang yang lagi kita omongin. Bukan gitu?

Itu pendahuluannya. Yang dimaksud “Dia” dalam sms si Juminten tersebut, nggak lain dan nggak bukan adalah gue sendiri, makhluk paling hina abad ini. Ayo kita baca sekali lagi sms tersebut :

Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia, yang ada dia kali… Tapi kadang jadi eneg sendiri, tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia… Beuh, ogah lah ya… Hmmmm. Dah mentok aku, ilang kesabaran”

Sekarang, kita tafsirkan kalimat per kalimat :

Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia

yang ada dia kali…

Tapi kadang jadi eneg sendiri

tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia…

Beuh, ogah lah ya…

Udah dibaca? Oke, kita lanjut lagi. Jadi gini, mungkin, si Rohali lagi mancing-mancing Juminten tentang gue. Dan, itulah jawaban dari Juminten, bahwa di nggak pengen pedekate ke gue, malah gue yang pedekate ke dia, tapi dia eneg gara-gara gue malah nuduh dia yang pedekate ke gue.

Emang iya?

Beneran?

Masa sih?

MASA SIH GUE PEDEKATE SAMA ELO???

Buset dah… Pedekate? Huahahahaha… Mari kita tertawa bersama-sama

Huahahahahaha…

Kurang keras!

Huahahahahahahahahahaha…

Masih kurang keras!

HUAHAHAHAHAHAHAHA…!!!

Mantab gaaaaan!

Sebagaimana isi sms si Juminten tadi, dia nyangkanya gue lagi pedekate sama dia. Dan dia eneg dengan semua “pedekate” gue ke dia.

Idih, please deh? Emang elo siapa, sampe gue perlu bela-belain pedekate sama elo?

Iya, gue nggak bo’ong kalo gue emang lumayan “akrab” sama dia. Sengaja pake tanda kutip, soalnya mungkin maksud keakraban disini berbeda antara gue dan dia. Gue juga lumayan dapet “chemistry” sama dia. Tapi apa cuma dengan gitu doang, semua itu dianggap sebagai usaha gue buat pedekate ke dia?

Ya mohon maap. Beberapa anak muda jaman sekarang yang pola pikirnya udah teracuni, emang banyak yang menganggap bahwa hubungan antara pemuda dan pemudi haruslah dalam suatu ikatan yang mereka namakan “pacaran”. Keakraban yang terjadi di dalamnya, seringkali dikaitkan sebagai tahapan untuk menuju proses “pacaran” tersebut.

Tapi sekali lagi mohon maap, ogah banget kalo gue disangka sebagai bagian dari kaum-kaum tersebut. Ogah banget kalo kedekatan kita selama ini, dianggap sebagai sebuah proses pedekate. Tampar pipi gue kalo gue sampe mau pacaran sama elo! Bismillah, hal itu nggak akan terjadi, insya Allah.

Apakah semua hubungan antara pemuda dan pemudi selalu dikaitkan dengan pedekate? Apakah harus diakhiri dengan “pacaran”? Tidak bisakah kita berpikiran positif, tanpa perlu menggembar-gemborkan istilah “pedekate”, melainkan merupakan salah satu bentuk SILATURRAHIM? Dan kalau istilah tersebut terlalu berat, tidak bisakah kita menyebutnya sebagai sebuah RELATIONSHIP?

Sorry banget yah, gue sama sekali nggak ada niat buat pedekate sama elo. Apalagi buat mengangkat elo sebagai “pacar” gue. Maap, kewajiban kita jauh lebih banyak daripada sekedar ngurusin “pacar” ataupun pedekate, dan gue pun juga nggak berminat sama yang namanya pacaran.

Mungkin elo bisa ngedapetin sms dari gue. Mungkin elo bisa ngedapetin lirikan mata gue. Mungkin elo bisa ngedapetin ucapan lisan gue. Tapi yang jelas, JANGAN HARAP ELO BISA NGEDAPETIN HATI GUE. Kalo pun tenyata elo nggak mau menerimanya, justru itu lebih bagus, soalnya GUE JUGA OGAH NGASIH HATI GUE BUAT ELO.

Tapi sekalipun di sore itu gue dapet sms kaya gitu, tampilan luar gue tetep biasa aja seakan nggak terjadi apa-apa. Gue tetep berlaku seperti biasa, malah cengar-cengir cengengesan sama Hasan gara-gara di depan kita udah numpuk 6 buah piring dan 4 buah gelas.

Cuma dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, jari-jemari tangan kiri gue segera bergerak menggenggam hp nokia 6681 gue. Gue buka phonebook nya, jari gue mengarahkan ke contact name nya si Juminten. Lalu dengan penuh percaya diri dan dengan ucapan Bismillah, gue pilih tulisan DELETE.  Aaaaaaaah… Legaaaa…

Astagfirullahaladzim… Sore ini, satu contact name telah terhapus dari phonebook gue. Satu silaturrahim telah terputus. Satu jaringan bisnis telah terputus. Dan satu pintu gerbang untuk membawa gue memasuki dunia baru dengan segudang wawasan dan pengalaman baru, juga telah tertutup. Ampuni aku ya Rabbi… Ternyata, mencari teman itu nggak gampang ya…

C-Kink

Di kamar kosku

5 Oktober 2009

00.12

IniDiaPelakunya

15 Rabiul Awal 1425

5 Mei 2004

Kisah Fiktif

Ini Dia Pelakunya!

Kertas-kertas tadi sudah hilang entah kemana. Lalu, Hepi segera menghubungi detektif terkenal di kelas, yang kejeniusannya sudah diakui oleh seluruh dunia binatang. Bahkan mampu melebihi kemampuannya Conan Edogawa, Hajime Kindaichi maupun Sherlock Holmes. Ya, detektif itu siapa lagi kalau bukan: C-Kink!

Hepi menceritakan kejadian itu kepada C-Kink. Kemudian C-Kink segera mengasingkan diri ke pinggir jendela untuk berpikir sejenak. Setelah berpikir sejenak, beliau mulai beraksi. Dengan indra penglihatannya yang buruk dan dengan indra penciumannya yang pas-pasan, beliau segera mencari tau siapa pelakunya.

C-Kink bertanya kepada para pelaku tadi. Ternyata alibi mereka semua sangat kuat. Tapi beliau sedikit curiga dengan alibi Susi’s Son. Dia berkata bahwa dia memberikan kertas itu kepada Rachel, padahal saat itu Susi’s Son dan Rachel duduk berjauhan.

C-Kink juga sedikit janggal dengan pernyataan Argo, karena sudah 3 hari Argo tidak masuk sekolah. Jadi bagaimana mungkin kertas itu ada di Argo? Selain itu, C-Kink juga sedikit curiga dengan seekor lebah. Kenapa? Karena lebah itu mondar-mandir melulu di dalem kelas. Tapi kecurigaan itu segera ditepis oleh beliau, karena lebah hanyalah seekor makhluk ciptaan Allah swt yang kecil kemungkinan berbuat maksiat.

Sedikit pusing, C-Kink beristirahat sebentar. Beliau keluar kelas dan melihat ada seekor kucing. Lalu beliau berbincang-bincang dengan kucing itu. Setelah perbincangan selesai, beliau kembali ke kelas dengan wajah sangat meyakinkan layaknya karyawan baru gajian.

C-Kink menghampiri meja Susi’s Son. Beliau memeriksa tasnya Susi’s Son dan mengambil buku PPKn terbitan Grafindo dari tas tersebut. Sret sret sret… Beliau membuka buku itu halaman per halaman. Dan, “jreeeeeng…!!!”, kertas-kertas yang tadi dicari Hepi terselip di dalam buku itu (Horeeee…!!! Plok plok plok plok plok plok…!!! Tepuk tangan buat C-Kink!).

C-Kink segera mendatango Hepi dan menyerahkan kertas itu. Belum sempat Hepi berterima kasih, C-Kink sudah pergi menghilang di balik awan mendung dan derasnya hujan serta petir yang menyambar-nyambar (Huueeek… Cuiiih… Sok keren banget dah ah!). Sedangkan kini Susi’s Son dijebloskan ke penjara oleh Mr. Culix akibat tindal pidana mencuri dan memfitnah. Padahal, ibunya Susi’s Son kan guru PPKn. Masa anaknya dipenjara? Makanya, kalo ibu lu lagi nerangin, jangan tidur melulu di kelas. Huahahahahahahaha…

Kasus Ditutup

C-Kink

Pertanyaan:

Apa yang dibicarakan C-Kink dan si kucing di luar kelas?

SiapaPelakunya

14 Rabiul Awal 1425

4 Mei 2004

Kisah Nyata

Siapa Pelakunya?

Pada suatu pagi yang mendung, seorang gadis terpelajar bernama Hepi datang ke sekolah dengan terburu-buru. Di kelas, hanya ada seorang pria bernama Badax yang tangan kanannya sedang sibuk mengorek-ngorek hidung sementara tangan kirinya sibuk menggaruk-garuk pantat. Karena sang waktu sudah tak mau menunggu, Hepi menitipkan berlembar-lembar kertas kepada Badax. Dengan sedikit penjelasan, Badax mengerti dan Hepi segera berlari untuk mengikuti pelajaran Biologi.

Selanjutnya datang seorang pemuda bernama Sebastian (baca: Malvin). Badax menitipkan kertas-kertas tadi kepada Sebastian. Sebastian yang tidak mengerti apa-apa, pasrah saja menerima kertas-kertas itu dari Badax.

Waktu terus berlalu. Siswa-siswi kelas 1-3 makin banyak yang berdatangan termasuk diantaranya adalah seorang pria tampan dan imut bernama C-Kink. Seperti biasa, C-Kink langsung mengambil tempat duduk favoritnya, yaitu di belakang Badax persis di sebelah jendela.

Singkat cerita, Sebastian hendak menyerahkan kertas-kertas tadi kepada salah seorang di kelompoknya Hepi. Kata saksi mata yang bernama Badax, Sebastian hendak memberikan kerta itu kepada Ine. Namun karena Sebastian dan Ine duduknya berjauhan, kertas itu dioper-oper secara estafet.

Kata Sebastian, dia sudah memberikan kertas itu kepada Bertha. Dan kata Bertha, dia juga sudah mengoper kertas itu kepada Susi’s Son (anaknya Ibu Susi). Sedangkan kata Susi’s Son, dia sudah menyerahkan kertas itu kepada seseorang, cuma dia lupa. Kalo nggak salah, dia udah ngasih ke Rachel (baca: Eliana. Kenapa dikasih nama Rachel? Soalnya dalam film Eliana-Eliana, tokoh Eliana diperankan oleh Rachel Maryam. Maksa deh lu!).

Ketika adzan Dzuhur telah berkumandang, Hepi datang kembali dari perantauannya. Dia bertanya kepada Badax tentang kertas-kertas tadi dan Badax menunjuk Sebastian. Hepi bertanya kepada Sebastian dan Sebastian mengacungkan jarinya ke arah Bertha. Hepi bertanya pada Bertha dan Bertha menjawab bahwa kertas itu ada di Susi’ Son. Hepi bertanya kepada Susi’s Son dan Susi’s Son menuduh Rachel sebagai pemegang kertas. Hepi dengan ngos-ngosan bertanya kepada Rachel, namun Rachel tidak tahu-tempe dengan kertas itu. Kata Rachel, dia belum menerima kertas itu.

Loh, masa kertasnya ilang? Kok bisa? Siapa pelakunya? Papan tulis di depan kelas yang tau jawabannya.

Siapa pelakunya?

-          Badax, karena dia yang pertama dititipkan:

-          Sebastian, karena dia yang megang kedua:

-          Bertha, karena dia yang megang ketiga:

-          Susi’s Son, karena dia yang terakhir megang:

-          Rachel, karena dia yang dimaksud oleh Susi’s Son:

-          Hepi, karena dia yang bawa:

-          C-Kink, karena dia terlalu ganteng:

-          Argo, karena dia nggak masuk sekolah:

SecuilGoresan #2

Wawancara antara Deden dan Ferry

Deden                                  : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Ferry                     : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Ada yang bisa saya bantu?”

Ferry                     : “Iya, gantian. Anda dapat bertanya ke saya sekarang. Tanyakanlah tentang Dinasty (Dimensi Anak Satu Tiga, SMAN 1 Depok 2003/2004)!”

Deden                  : “Oh iya. Baiklah. Menurut Anda, siapa lelaki paling favorit di Dinasty?”

Ferry                     : “Berdasarkan survey yang telah saya lakukan di kebun binatang, lelaki paling favorit di Dinasty tak lain dan tak bukan adalah Iwan. Dia mempunyai semua syarat untuk menjadi idola. Sekedar informasi, dia juga mempunya banyak fans di Gotun.”

Deden                  : “Lalu, siapa lelaki paling ganteng di DInasty?”

Ferry                     : “Apa ada pertanyaan lain?”

Deden                  : “Jawab dulu yang ini!”

Ferry                     : “Yah, sebenarnya kalau Anda bertanya begitu kepada semua orang, pasti semuanya akan menjawab bahwa C-Kink lah orang paling ganteng di Dinasty. Hal ini tidak perlu diragukan lagi. Untuk membuktikannya, Anda bisa melihatnya di TPI setiap Kamis malam pukul 21.00.”

Deden                  : “Baik, baik. Saya percaya. Selanjutnya, siapa guru favorit Anda?”

Ferry                     : “Hmmmm… Guru favorit? Itu pertanyaan sederhana. Semua orang tau jawabannya. Ya siapa lagi kalau bukan Ibu Susilowati, guru PPKn terbaik abad ini!”

Deden                  : “Alasannya?”

Ferry                     : “Karena Bu Susi adalah seorang ibu yang awet muda, berjiwa besar, bertenggang rasa, percaya diri, sabar, pemaaf, berjiwa nasionalisme, bertanggung jawab dan tentu saja berkharisma!”

Deden                  : “Apa Anda tidak berlebihan?”

Ferry                     : “Kenapa? Anda nggak suka?”

Deden                  : “Iya! Anda kan harus bersikap netral!”

Ferry                     : “Jadi mau Anda apa?”

Deden                  : “Anda sendiri maunya apa?”

Ferry                     : “Eh malah ngelawan! Makan nih!”

(PLAK!!!)

Deden                  : “Kurang ajar!”

(BLETAK!!!)

Ferry                     : “Sialan!”

(DUAG!!!)

(TAK!!! DUG!!! JEDERRR!!! PRAANG!!! BLEDUG!!! CEPROT!!!)

(Tulilulilulilulilulilulilulilulilut…) *sirene ambulan

Wawancara selesai

19 Mei 2004

C-Kink

=========

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.