Alkisah di suatu pagi ketika gue sedang termenung sembari duduk manis, ummm maksud gue jongkok manis di kamar mandi (you know what I did there…), entah mengapa gue terpikirkan untuk mengklasifikasikan kaum jomblo, termasuk gue sendiri, ke dalam beberapa tipe berdasarkan karakteristik tertentu. Bahwa di dunia ini kaum jomblo itu, termasuk gue sendiri, ada banyak jumlahnya, adalah benar adanya. Namun dari sekian banyak kaum jomblo itu, termasuk gue sendiri, ternyata bisa digolongkan menjadi beberapa tipe. Tapi sebelumnya gue mau protes dulu karena dari tadi gue nge-mention diri gue sendiri sebanyak tiga kali, seakan-akan memberikan penekanan bahwa gue adalah makhluk jomblo. Cuih…
Kita kembali lagi ke laptop. Jadi, berdasarkan pengamatan sepintas terhadap jomblo-jomblo di sekitar gue, termasuk gue sendiri, dan tanpa dilandasi oleh penelitian yang tepat akurat tajam aktual dan terpercaya, berikut ini gue mengklasifikasikan beberapa tipe jomblo sesuai karakteristik mereka masing-masing:
1. Jomblo Susah Move On
Jomblo tipe pertama ini adalah jomblo yang masih menyimpan rasa dengan mantannya yang terakhir, atau yang kedua sebelum terakhir, atau yang ketiga sebelum terakhir, atau entah yang ke berapa lah. Tapi umumnya sih sama yang terakhir. Jadi, mereka-mereka yang masih ada rasa sama si mantan (padahal mungkin si mantan sendiri udah punya gandengan baru), dan rasa itu membuat mereka terjebak dalam kejombloannya, adalah definisi dari Jomblo Susah Move On. Ya, mereka susah untuk move on dari yang lama, sehingga pintu hati mereka tertutup untuk mencari yang baru.
Bagaimana cara untuk lepas dari status Jomblo Susah Move On ini? Kalo kata Om Mario Teguh, obat dari putus cinta adalah dengan cara jatuh cinta lagi. Jadi kalo situ susah move on, gih sana cari pelampiasan supaya bisa beralih dari yang lama. Asal, pelampiasannya jangan sama sabun ya, apalagi sama timun…
*astagfirullahaladzim…*
2. Jomblo Terjebak Masa Lalu
Kita berlanjut ke tipe kedua, yaitu Jomblo Terjebak Masa Lalu. Hah, apaan nih? Secara umum, Jomblo Terjebak Masa Lalu hampir mirip dengan Jomblo Susah Move On. Jomblo Terjebak Masa Lalu adalah mereka-mereka yang sering melamun dan mengenang hal-hal indah yang pernah mereka alami di masa lalu, entah itu dengan mantan ataupun non-mantan tapi merupakan orang-orang yang pernah mendapat tempat spesial di hatinya. Mereka selalu mengenang bahwa dulu pernah begini, pernah begitu, atau pernah romantis-romantisan dengan si ini, si itu, atau si nganu. Akhirnya kenangan masa lalu itu menghalangi mereka untuk menerima apa yang ada di masa kini, karena ekspektasi mereka yang terlalu tinggi membuat mereka mudah kecewa jika apa yang mereka hadapi di masa kini tidaklah se-romantis apa yang pernah mereka rasakan dulu.
Lalu, bagaimana caranya untuk melepas status Jomblo Terjebak Masa Lalu? Yah, realistislah, wahai anak muda. Kalau kata dosen-dosen strategi di kampus gue, Indonesia ini lemah karena semuanya terjebak dengan istilah “kejayaan masa lalu”, yaitu ketika Sriwijaya dan Majapahit menguasai Asia Tenggara. Padahal dari sisi strategi, mereka yang sukses bukanlah mereka yang mengenang masa lalu, melainkan mereka yang mampu memprediksi masa depan dan selanjutnya MENCIPTAKAN masa depan mereka sendiri. Jadi, jangan terjebak dengan kejayaan masa lalu, segeralah beralih untuk menciptakan kejayaan di masa kini dan masa depan. Super sekali!
3. Jomblo Ngenes
Ummm sebelumnya gue tegaskan dulu bahwa tipe jomblo yang ketiga ini bukanlah sedang membicarakan gue sendiri. Sekali lagi, ini bukan lagi ngomongin gue. Bukan kok, ini bukan gue. Tenang aja, bukan ngomongin gue. BUKAN GUE WUOY, BUKAN…!!!
#kemudianstroke
*inhale, exhale*
Jadi, tipe jomblo yang ketiga ini kita sebut dengan Jomblo Ngenes. Sebenernya gue males juga sih nulisnya, karena gue tau pasti lu semua bakal langsung membayangkan bahwa gue adalah sosok yang tepat untuk menjadi model jomblo tipe ini. Tapi… …Ah, sudahlah…
Jomblo ngenes adalah mereka-mereka yang menjadi jomblo karena -mohon maaf- selalu ditolak setiap kali menyatakan perasaannya. Atau dengan kata lain: nggak laku (backsound: JLEB!). Ya, mereka ditolak karena berbagai penyebab. Apa saja sebab-sebab itu? Sepertinya terlalu frontal jika gue tulis disini, tapi intinya adalah bahwa para jomblo ngenes ini adalah mereka yang menjomblo karena ditolak melulu.
Adakah cara untuk melepaskan diri dari status jomblo ngenes? Seharusnya sih ada, dan kalaupun ada, seharusnya gue udah bisa terlepas dari status ini. Eh, maksudnya ada kok, ada cara untuk lepas dari status ini… *panik*. Gimana caranya?
Kalo dari teori ekonomi, kan ada supply dan demand alias penawaran dan permintaan. Selain itu ada juga istilah consumer surplus, producer surplus, serta willingness to pay. Nah, gue nggak mau menjelaskan apa arti dari istilah-istilah tersebut, karena gue juga nggak tau apakah istilah-istilah itu ada hubungannya sama cara untuk lepas dari status jomblo ngenes. Tapi intinya, percayalah bahwa se-ngenes-ngenes-nya suatu makhluk, pasti mereka memiliki pasangannya masing-masing. Mereka hanya perlu memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang pantas bagi pasangannya itu. Jadi kalau selama ini ditolak terus, itu karena dua alasan: bisa jadi karena dia belum pantas bagi yang menolaknya, atau justru yang menolak lah yang memang tidak pantas untuk dia. Semoga alasan yang kedua adalah yang mendekati kebenaran… #ngeles
- Jomblo Sombong
Wow, keren juga nih ada istilah Jomblo Sombong. Siapakah mereka? Jomblo Sombong, secara definisi, adalah jomblo-jomblo yang sombong. Udah, titik. Gitu aja.
*kriiiiikkk.. kriiiiiikkk…*
“Jomblo itu nasib, single itu prinsip.” Pernah denger tagline semacam itu? Ya, itulah salah satu tipikal dari Jomblo Sombong. Secara de facto mereka adalah jomblo. Tapi mereka enggan mengakui ke-jomblo-annya dengan beralibi menggunakan tagline sebagaimana tersebut di atas. Jomblo itu nasib, single itu prinsip. Mau jomblo ataupun single, intinya kan sama: sama-sama nggak punya pasangan!
“Saya tidak single, karena sesungguhnya saya telah terikat relationship dengan seseorang di masa depan.” Nah, kalau tagline yang ini juga udah pernah denger? Ini juga salah satu tipikal dari Jomblo Sombong. Secara logika otak gue yang beranjak lemot ini, gimana ceritanya ada orang yang terikat relationship dengan seseorang di masa depan? Kecuali menggunakan alatnya Doraemon, rasanya tidak mungkin. Karena jika anggaplah kita punya pasangan di masa depan, maka ketika kita telah tiba di masa depan tersebut, sesungguhnya si pasangan di masa depan itu telah berada di masa depan yang lebih depan lagi. Sehingga sampai kapanpun kita tidak akan pernah bertemu dengan si pasangan masa depan itu. Bukan begitu? CMIIW!
Intinya adalah, Jomblo Sombong adalah mereka-mereka yang enggan mengakui ke-jomblo-annya, baik secara langsung atau tidak langsung. Bagaimana cara lepas dari status Jomblo Sombong ini? Mirip dengan Jomblo Ngenes, yaitu bahwa setiap orang memiliki pasangannya masing-masing. Orang sombong pun, insya Allah juga memiliki pasangannya sendiri. Hanya saja, ya mohon jangan bersedih jika ternyata pasangannya pun sama sombongnya.
- Jomblo Prinsipil
Dan tipe terakhir, adalah Jomblo Prinsipil. Gue nggak tau apakah ada istilah “Jomblo Prinsipil”, terutama pada kata “Prinsipil” yang memiliki kata dasar “Prinsip”. Tapi kalaupun nggak ada istilah seperti itu, ya udahlah kita ada-adain aja, gapapa kan ya?
Apakah Jomblo Prinsipil itu? Jomblo Prinsipil adalah mereka-mereka yang memutuskan untuk menjadi jomblo dan tetap menjadi jomblo dikarenakan sebuah prinsip. Prinsip yang tentunya hanya mereka sendiri yang memahaminya. Prinsip yang sejauh apapun kita memaksanya, mereka tetap akan terus menjomblo. Hanya satu alasan yang membuat mereka memutuskan untuk melepas satus jomblonya, dan alasan itu bernama: PERNIKAHAN!
Lalu, apa bedanya Jomblo Prinsipil dengan Jomblo Sombong? Ouw, jelas beda jauh, sobat. Jomblo Sombong, sebagaimana disebut diatas, enggan mengakui ke-jomblo-annya. Padahal dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak lepas dari seputar percintaan dan asmara, termasuk galau-galaunya juga. Sementara, Jomblo Prinsipil TIDAK PERNAH dan TIDAK TERTARIK membahas dan mempermasalahkan hal-hal seperti itu. Bagi mereka, romansa dan asmara hanyalah bagi pasangan sah mereka, setelah mereka mendaftar ke KUA. Jadi, Jomblo Prinsipil tidak pernah mempermasalahkan status orang lain, apalagi status dirinya sendiri, dan tidak tertarik dengan dunia per-galau-an sebagaimana banyak dialami oleh pemuda-pemudi jaman sekarang.
Bagaimana cara untuk melepaskan diri dari status Jomblo Prinsipil? Sebagaimana telah disebut sebelumnya, hanya ada satu cara, yaitu pernikahan. Jadi, wahai para anak muda, tinggalkanlah sabun dan timun, kemudian datangi KUA segera. Huahahahaha…
***
Iyes, itu tadi adalah tipe-tipe jomblo yang berhasil gue definisikan ketika gue sedang ngejongkrok di kamar mandi rumah. Tanpa bermaksud menusuk dan menyindir, bagi kita semua yang jomblo, kita termasuk jomblo tipe yang mana? Apakah kita adalah jomblo yang susah move on? Apakah kita adalah jomblo yang sombong? Atau apakah kita adalah jomblo ngenes? Kalau gue sih udah jelas jawabannya: Iya, gue jomblo ngenes!
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak tipe-tipe jomblo yang bisa jadi belum terdefinisikan disini. Gue hanya memberi contoh lima aja, mungkin sisanya bisa lu tambahin sendiri. Misal, ada Jomblo Playboy, yaitu jomblo-jomblo yang tidak niat berkomitmen karena hanya ingin have fun doang. Atau mungkin, Jomblo Alay. Udah jomblo, alay lagi. Kasian banget dah…
Pada akhirnya hanya ini yang bisa gue berikan untuk kalian semua. Semoga ada manfaat dan pelajaran yang bisa kita ambil dari sini. Dan terakhir, gue ingin mengutip sebuah kalimat bijak dari seorang sohib yang juga pernah gue posting di twitter gue.
“Karena sesungguhnya cinta itu tidak hanya memberi, tetapi juga harus menerima. Menerima kenyataan bahwa kamu ditolak berkali-kali.”
Salam Jomblo Ngenes!
Depok, 25 April 2012, 01:09
*lagi nungguin Chelsea tanding di semifinal Liga Champions lawan Barcelona-
TinggalinCommentDonk