SuratCuti
PT C-KINK LOSER PRODUCTION
Jalan Kaliurang Km 5.2 Karangwuni C-19 Sleman-Yogyakarta
081317135161/085691013852/02749118631
www.ckinknoazoro.wordpress.com
===========================================================================
20 Jumadil Akhir 1429 H / 13 Juni 2009
Kepada,
Ketua Umum BEM KMFT UGM
yth Dede Miftahul Anwar
di manapun dirimu berada
Assalamualaikum wr wb
Berdasarkan pelajaran yang pernah saya dapatkan selama masa-masa sekolah dulu, sebuah surat yang baik pada setiap paragrafnya haruslah terdiri dari :
- Pendahuluan, yang biasanya berisi kata sapaan.
- Isi, yang menjadi poin penting dari sebuah surat.
- Penutup, yang biasanya diakhiri dengan harapan semoga surat ini dibalas.
Karena Insya Allah saya adalah seekor murid yang baik dan taat pada guru serta tentu saja IMUT, jadi ada baiknya kalau kita awali surat ini dengan pendahuluan sepeti tersebut di atas.
Halo Miftah sayang (hueeeek… cuiiih…), apa kabar? Wah udah lama kita gak ketemu nih, atau kalo dalam bahasa Tasik-nya “Long time no see”. Masih idup kah dirimu disana? Aduh kok masih idup aja sih… Gimana kabarnya? Insya Allah baik-baik aja kan? Akika disini juga baik-baik aja kok bo… Kutunggu jandamu…
Melalui surat ini, saya atas nama C-Kink noa Zoro Syahid Syaifullah bin Astoto Slamet bin Siti Cholimah binti Said Hidayat bin Sastro bin bapaknya Sastro bin kakeknya Sastro, berkeinginan untuk mengajukan cuti kerja sebagai Menteri Koordinator Lini Eksternal BEM KMFT UGM. Terhitung mulai tanggal 22 Juni 2009 sampai 1 September 2009, dikarenakan pada tanggal tersebut saya harus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Klaten.
Demikianlah surat pengajuan cuti kerja ini saya buat dengan sebaik-baiknya, dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya ketik di laptop saya sembari mendengarkan lagu-lagu Gita Gutawa semacam “Parasit” atau “Aku Jatuh Cinta”.
Kembali ke paragraf awal dari surat ini, sebuah surat yang baik haruslah diakhiri dengan penutup. Kiranya demikianlah surat ini saya buat. Terima kasih atas segala perhatiannya, besar harapan kami supaya Miftah dan para Pengurus Harian BEM KMFT UGM bersedia untuk merespon surat pengunduran diri saya ini. Dan seperti biasa, kita punya pantun klasik yang selalu jayus setiap saat.
Empat kali empat
Sama dengan enam belas
Sempat tidak sempat
Tidak sama dengan enam belas
Ya mungkin seperti itulah kiranya pantun yang entah dari mana asalnya. Tapi tak peduli seperti apapun bunyi pantun itu, cukuplah kau balas surat ini dengan hatimu, karena dimana ada hatimu disana ada hatiku. Hatimu adalah hatiku, hatiku ya hatiku. Akan selalu ada hati-hati lain yang menyertai hati kita. Dan hati-hati di jalan ya….
Wassalamualaikum wr wb.
Di kamar kosku,
(Bukan) Nicholas Saputra,
tapi C-Kink
2 comments June 13, 2009
11Juni2009
00.01– 04.30
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Tidur
Zzzzzz… Groooook… Zzzzzz… Mmmmm malam ini aku mimpiin siapa ya? Mimpi Asmirandah? Mimpi Cincyah Laurah? Nia Ramadhani? Apa mimpiin Dude Herlino? Ah whatever, yang jelas paginya aku nggak harus keramas loh… Ups, Astagfirullah.
04.30 – 06.45
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Get prepared!
Je me reveille et je me leve. Apres prier, je me prepare pour mes activites d’aujourd hui. Je me lave, puis je m’habiller. Ce matin, je prends mon petit dejeuner. Parceque il y a une chocolat dans ma maison, alors je mange une chocolat pour mon petit dejeuner. Juste une chocolat. Puis, je prepare ma voiture et je vais au BEM. Bonjour et bon voyage!
06.45 – 07.50
Lokasi: Sekretariat BEM KMFT UGM
Aktivitas: Rendez-vous
Aku bukan PH pertama yang dateng di BEM buat menghadiri forga PH BEM pagi ini. Si Fauzi alias Bejo Suro dan si Ikhsan udah eksis duluan. Dan sampe beberapa menit setelah jam 7, PH yang udah dateng baru ada kita ber-3 tambah pak Bos Miftah. Akhirnya jam 07.30 setelah makhluk2 lainnya dateng, barulah forum ini dibuka, yang intinya menyatakan bahwa acara kita yang sedianya berangkat dari sini jam 07.00, harus diundur jadi setelah jam 10.00 karena jam 09.00 kita mau ketemuan dulu sama pihak Dekanat.
Karena masih ada beberapa puluh menit sebelom acara bareng Dekanat, akhirnya kita mejeng dulu di Kansera, tempat makan paling “…” di Pogung Kidul. Paling apa ya? Silahkan isi sendiri aja deh…
07.50 – 08.40
Lokasi: Warung makan Kansera
Aktivitas: Ya makan lah, masa dugem?
Setelah tadi pagi di kosan cuma sempet sarapan dengan sebatang coklat Silver Queen Chunky Bar, akhirnya pagi ini aku sempet sarapan dalam makna sebenernya. Sepiring nasi plus sayur dan telor dadar serta 2 buah tempe, semoga cukup untuk mengganjal perutku yang six pack di pagi ini.
08.40 – 10.20
Lokasi: Ruang sidang 2.2 KPTU FT UGM
Aktivitas: Forum bareng Dekanat
Jam 09.00 kita semua pada naik ke ruang sidang 2.2 buat ketemuan sama Dekanat. Disini dipertemukan antara perwakilan elemen mahasiswa dari BEM dan KM/HM, sementara Dekanat menghadirkan orang2nya terkait ranah kemahasiswaa, yaitu Pak Jamasri selaku Wadek Kemahasiswaan, Riset dan Kerja Sama, Pak Indra selaku Kepala Seksi Kemahasiswaan yang baru, menggantikan Ibu Eny yang dimutasi ke Fakultas Hukum 2 minggu lalu dan Pak Wawan selaku asisten Pak Jamasri untuk urusan kemahasiswaan.
Acara yang diselenggarakan oleh pihak Dekanat emang beda dengan acara mahasiswa. Forum ini yang aku rasa mestinya bisa cukup simpel, dilangsungkan di ruangan yang paling bagus di KPTU sini. Plus, nggak lupa Dekanat juga menyediakan snack buat kita2. Padahal nggak ada snack pun nggak apa2 kok, itu kan belinya pake dana Fakultas. Tapi ujung2nya snack itu nggak aku makan, aku kasih ke Lia dan Eva serta rekan2 Departemen Advokasi lainnya yang lagi sibuk ngurusin wawancara BOP.
10.20 – 11.30
Lokasi: Bulaksumur – Seturan – Maguwoharjo
Aktivitas: Looking for place for fishing
Akhirnya, keberangkatan acara forga PH yang sedianya pengen dimulai jam 7, baru bisa terlaksana jam setengah 11 gara2 mesti ketemuan dulu sama Dekanat. Rencananya kita pada mau mancing, terus hasil pancingannya dimakan rame2. Jadilah kita bergerak ke arah Seturan untuk mencari dimana gerangan tempat pemancingan. Sesampainya di Seturan, ternyata empang yang ada nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya kita berangkat lagi ke arah Maguwoharjo atas instruksi Nalar Sujancuk yang tau tempat pemancingan disana. Dan setelah menempuh perjalanan selama +- 1 jam, kita pun sampe deh di tempat pemancingan.
11.30 – 15.00
Lokasi: Tempat pemancingan di Maguwoharjo
Aktivitas: Mancing. Mancing ikan apa mancing emosi?
Setibanya di tempat pemancingan dan setelah Dzuhur, kita langsung segera sewa pancingan, pasang umpan, dan let’s go fishing! Inilah pertama kalinya aku mancing from the whole life! Pertama kali ngerasain gimana megang dan motong cacing, pertama kali ngerasain gimana menusuk cacing itu ke kail pancingan kita, pertama kali ngerasain ngelempar pancingan ke empang, dan pertama kali ngerasain gimana geregetannya kalo tau cacing kita udah dimakan ikan tapi ikannya nggak nyangkut di kail!
Iya, di acara mancing ini, aku dapet gelar sebagai “makhluk paling blo’on”. Coba silahkan bayangin aja, dari 17 kali aku ngelempar umpan, belom satu ekor ikan pun aku dapet! Cacingnya sih udah kemakan, tapi ikannya itu lho nggak mau nyangkut. Betapa susahnya membuat ikan itu tersangkut di kail kita.
Sebenernya sih waktu si ikan makan cacing kita, itu terasa banget, pancingan kita terasa ketarik gimana gitu. Dan ketika terasa gitu, aku langsung segera menarik pancinganku ke atas. Tapi sesampainya di atas, terlihat bahwa cacing yang ditaro di ujung kail udah tiada, sementara ikannya nggak ikut kesangkut. Dan ini terjadi sampe 17 kali! Duh masa iya sih aku digoblokin sama ikan? Ini sih sama aja aku bersedekah cacing buat ikan2 itu…
Tapi Allah Maha Tau bisikan hati hambanya. Akhirnya di umpan yang ke-18, pancinganku terasa ditarik dan aku segera balas menariknya. Ketika kail itu terangkat, voila! Ada seekor ikan tersangkut disana! Tapi sedihnya, ikan itu adalah sekecil2nya ikan di empang ini, bukan ikan yang layak untuk dikonsumsi. Akhirnya setelah aku pamerin ikan ku itu ke orang2, dengan berat hati aku lepasin lagi ikan itu ke empang. Dadah ikan…
Apakah aku puas dengan ikan sekecil itu? Jelas nggak! Segera aku ambil cacing lagi, aku sangkutin dan aku mulai mancing lagi. Tapi ternyata keberuntungan nggak datang 2 kali. Mulai dari umpan ke-19 sampe umpan ke-25-an, sampe cacingnya udah abis, aku nggak berhasil ngedapetin seekor ikan pun. Ya udahlah, emang nasibnya gini… Padahal si Rindi cuma perlu 13 umpan untuk mendapatkan ikan pertamanya. Dan setelah itu dia berhasil mendapatkan ikannya yang kedua dan ketiga dan seterusnya. Sementara orang yang paling banyak dapet ikan hari ini adalah si Fauzi alias Bejo Suro, yang dulu emang lahirnya di kolam ikan, makanya dia jago banget mancing.
Setelah umpannya habis semua, akhirnya kita minta ikan hasil tangkepan kita buat dimasakin, plus beli 2 ekor ikan lagi. Dan kita pun makan siang dengan 2 piring penuh berisi ikan. Ditambah tuker2an kado di akhir acara, yang pada akhirnya aku mendapatkan sebuah organizer dari Rindi.
15.00 – 15.30
Lokasi: On the way we’re back
Aktivitas: Balik ke kampus Teknik
Sedianya kita masih pengen nongkrong di tempat pemancingan lebih lama lagi. Tapi karena jam 4 aku udah janjian mau nonton perdana film KCB, Ketika C-Kink Bertasbih, bareng sama anak2 Nuklir, maka jam 3 kita buru2 cabut dari tempat, setelah sebelomnya nggak lupa bayar dulu. 135 ribu rupiah untuk 10 orang.
Akhirnya dengan segenap ilmu Formula 1 warisan Giancarlo Fisichella yang aku punya, aku geber mobilku dari Maguwoharjo balik ke kampus Teknik sekuat tenaga. Jam setengah 4-an aku nyampe di Teknik lagi, melintasin Ayu dan Hayu yang lagi mejeng di Tugu Teknik buat nungguin taksi. Dan sedihnya, taksi yang mereka tunggu adalah mobil Toyota Soluna ku!
Setelah Ashar, aku langsung tancap ke Tugu Teknik buat memingit 2 ekor anak manusia itu. Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, menyisakan aku sendirian di kursi depan. Asli mirip banget kaya sopir taksi. Setelah argo disetel ke nominal awal, taksi pun melaju menuju Amplas. Tarik Mang!
15.30 – 16.00
Lokasi: Perjalanan menuju Amplas
Aktivitas: Doing what taxi driver does
Aku bertiga sama Ayu dan Hayu di dalem mobil yang menuju Amplas. Sempet takut juga sih, mengingat mereka berdua adalah perempuan dan aku adalah satu2nya setengah laki2 yang ada di mobil. Rasanya ngeri2 gimana gitu… Ntar kalo tiba2 di tengah jalan, Ayu mengeluarkan sebilah pisau dari tasnya dan diarahin ke leherku gimana? Atau tiba2 Hayu memukulku dari belakang dengan sepatu, dan aku pingsan, lalu aku dibuang di tengah jalan dengan keadaan tanpa busana, gimana? Atau Ayu dan Hayu bersekongkol menculik aku dan Toyota Soluna ku untuk dimintain tebusan, gimana? Atau mereka berdua minta supaya mobilnya dibawa ke tempat sepi, terus ngajakin main “mobil goyang”, gimana? Ah kalo itu sih nggak apa2, aku ladenin kok… Ups, Astagfirullah…
16.00 – 18.20
Lokasi: Amplaz
Aktivitas: Nonton Ketika C-Kink Bertasbih
Persis jam 4, aku nyampe di depan 21 Amplaz, dengan menenteng Ayu sama Hayu dibelakang. Seakan2 aku adalah Fahri di film Ayat-Ayat C-Kink. Lalu apakah Ayu dan Hayu berperan sebagai Maria dan Aisya? Ya nggak lah, biarpun aku jadi Fahri, mereka cuma jadi pemeran pembantu aja kok. Pemeran pembantu sebagai pembantu. Pembantu dalam arti sebenarnya. Gitu lho…
Dan akhirnya aku berhasil duduk manis di dalam bioskop beberapa detik sebelom filmnya dimulai. Di sebelah kiri ku ada Asep Budi Lestiyono, calon Bupati Karanganyar yang dari dulu ngebet banget pengen cepet2 nikah. Sementara di sebelah kanan ku adalah koridor. Di seberang koridor, ada Ayu dan Hayu lagi mojok berduaan. Di sebelah kirinya Ayu ada 1 kursi kosong, tempatnya si Apriadi.
Melihat ada kursi kosong, aku sempet nawarin gini ke Ayu, “Yu, nggak usah aku temenin kan?” ujar ku sambil menunjuk ke kursi kosong disebelahnya. Dan Ayu hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman. Nggak tau senyum malu2, senyum mupeng, senyum girang apa senyum pengen muntah. Tapi kayanya opsi terakhir yang lebih mendekati deh. Gyaaaaa….
Kemudian selama 2 jam aku nonton film Ketika C-Kink Bertasbih sambil sesekali bermesraan sama Asep kalo lagi ada adegan2 yang bisa bikin mupeng. Tapi mohon maap, disini aku nggak mau nyeritain filmnya ya…
2 jam telah berlalu dengan penuh rasa puas akibat melihat banyak wajah cantik bertebaran di film tersebut. Pengen rasanya buru2 keramas, tapi nggak lah, aku masih punya harga diri donk… Lalu kita pun segera Magrhib. Sejatinya aku masih pengen di Amplaz sini, nongkrong rame2 sama anak2 Nuklir. Tapi karena setelah ini aku ada farewell party sama anak2 tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, akhirnya aku buru2 cabut dari Amplaz, meninggalkan yang lainnya yang pada pengen makan bareng. Nggak lupa, 2 ekor piaraanku yang bernama Ayu dan Hayu juga aku bawa pulang. Padalah si Hayu ngajakin mampir dulu ke Caesar, mau dugem. Besok2 aja Yu ya…
18.20 – 19.10
Lokasi: Amplaz – Pogung – Karangwuni – Pizza Hut
Aktivitas: Our taxi is moving
Sebenernya temen2 tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” awalnya janjian jam 5 sore di KPTU. Tapi aku udah izin bakalan dateng telat gara2 mau nonton Ketika C-Kink Bertasbih dulu. Dan karena sekarang udah lewat Maghrib sementara aku masih di Amplaz, segera aku sms Bram dan Mega untuk nanyain posisi mereka dimana. Ternyata mereka pada mau jalan ke Pizza Hut, mau makan2 ditraktir sama Dhani.
Dengan seluruh energi yang tersisa aku geber Toyota Soluna ku secepatnya utuk mulangin Ayu dan Hayu ke kandang mereka masing2. Kemudian aku pulang dulu ke kosan buat Isya, karena tadi udah adzan waktu lagi di jalan. Dan setelah Isya plus dandan plus get prepared, aku segera tancap gas ke Pizza Hut. American Favourite, Vegetable Lovers, Garlic Bread, I’m coming!
19.10 – 21.30
Lokasi: Pizza Hut tugu
Aktivitas: Farewell party tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”
Jam 7 aku nyampe di Pizza Hut. Cuma ada 12 orang disana: Bram, Hasan, Nana, Didi, Karin, Vella, Nanda, Mega, Ponti, Fariz, Dhani, Apri. Plus Putri yang dateng belakangan. Segera saja kita pesen makanan, beberapa loyang pizza ukuran large, beberapa spaghetti, garlic bread dan teman2nya, plus beberapa gelas minuman dan beberapa pitcher coca cola. Duh kenapa mesti coca cola ya, kan coca cola termasuk salah satu perusahaan yang ikut menyumbang untuk Israel?
Namanya juga farewell party, mungkin ini terakhir kalinya kita bisa ngumpul bareng2 lagi. Ke-20 ekor makhluk yang sedianya tergabung dalam tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, kini harus berpisah dan melaksanakan KKN dengan timnya masing2, terpisah satu sama lain. Jadilah kita puas2in acara makan2 ini. Dipuas2in nya bukan karena ini acara farewell party, tapi karena ini makannya dibayarin! Ohohohoho… Dan terhitung malam ini aku udah makan 4 slice pizza, 6 slice garlic bread dan sekian gelas coca cola.
Di penghujung acara, akhirnya Dhani buka suara kenapa dia mau bayarin kita semua ini. Ini karena pada tanggal 8 Juni kemaren, dia baru aja jadian sama Fariz si anak onta. Wuaouw… Ini dia salah satu manfaat tim KKN. Selain untuk nambah temen, ngejar sks dan nyari nilai, juga bisa buat cari jodoh! Felicitation!
Jam 9-an semua makanan udah abis disantap. Dan kita juga udah berkali2 dipelototin orang2 gara sepanjang makan mulutnya nggak berhenti bersuara, ditambah lagi ketawanya Ponti yang bisa bikin anak kecil nangis. Dengan sangat tau diri, kita pun izin pamitan sama pegawai2 Pizza Hut. Nggak lupa kita foto2 dulu rame2 di depan Pizza Hut. Foto2 yang mungkin bakalan jadi foto terakhir kita. Uhuuhuhuhu… Huiks huiks…
Niatnya, abis makan kita pada pengen karaokean. Apri, Mega sama Nanda udah pada setuju. Apalagi Nana, yang paling semangat goyang kalo lagi karaoekean. Plus Hasan, dengan bermodalkan sebuah tiang, maka Hasan udah persis banget kaya penari striptease profesional! Tapi karena yang lain udah pada kecapekan, dan Fariz selaku donatur utama juga nggak berkenan, akhirnya kita nggak jadi karaokean deh.
Dan seiring dengan malam yang semakin larut, kita pun pulang kerumah masing2. Hasan sama Nanda nebeng di mobil ku. Sementara meja dan kursi Pizza Hut itu menjadi saksi bisu farewell party kita malam ini, karena di esok hari belom tentu kita semua bisa berkumpul kaya gini lagi.
21.30 – 21.50
Lokasi: Pizza Hut tugu – Pogung Kidul – Karangwuni
Aktivitas: Pulang
Hoaaaahmm… Ngantuk… Selepas dari Pizza Hut, aku mulangin Nanda dan Hasan ke kosan masing2. Dan kemudian aku beranjak pulang ke kosan ku sendiri, berteman radiotape mobil yang lagi nyetel lagu J-Rocks dari kaset. “Kini ku ingin… Pergi darimu… Tak kan ada yang bisa menahanku lagi…”
21.50 – 00.00
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Istirahat? Belom waktunya!
Biarpun raga ini telah letih, biarpun mata ini telah ngantuk, biarpun kaki ini telah lelah, biarpun badan ini telah kurus dan biarpun otak ini telah cacingan, tapi malem ini aku nggak boleh langsung tidur. Sejujurnya malam ini aku merasa bahagia karena telah dipertemukan dengan ke-20 ekor anak manusia di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, sekalipun ujungnya harus berpisah juga. Dan perasaan bahagia itulah yang membuat aku masih terjaga sampai detik ini.
Tapi bukan itu yang bikin aku nggak boleh tidur, melainkan karena aku belom ngerjain laporan paktikum radiokimia! Batas akhir pengumpulan laporan masih 15 jam lagi, dan sampai detik ini aku masih belom selesai ngerjain.
Dari tadi seharian Rio sms aku, nanya kapan aku bakalan ngerjain laporannya, soalnya dia mau minjem yang itung2annya. Dengan jujur aku jawab bahwa aku baru bisa ngerjain ntar malem banget, soalnya hari ini aku banyak kegiatan. Dan memenuhi janji ku pada Rio, akhirnya aku emang baru bisa ngerjain laporan itu malem ini, disaat semua orang mungkin udah pada mimpi indah dalam kasurnya masing2. Malemnya mimpi, besok paginya keramas deh. Ups, Astagfirullah…
Bermodal pulpen, aku segera mengerjakan laporan itu. Ngerjainnya bener atau salah itu nggak penting, yang penting laporannya selesai!
Di tengah2 ngerjain laporan, perasaan bahagia campur sedih gara2 mesti berpisah sama tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” masih tetep ada. Akhirnya sejenak aku istirahat dari ngerjain laporan, aku ambil handphone Nokia 6680 ku dan segera mengetik sebuah sms,
“Temen2 tim KKN Lombok almarhum, terima kasih banyak atas segala kebersamaan kita selama ini. C-Kink Cute mohon maaf sebesar2nya kalo pernah berbuat salah. Jika selama ini ada kekurangan mohon dimaafkan dan jika ada kelebihan mohon dikembalikan. Semoga suatu hari nanti kira semua bisa dipertemukan kembali di resepsi pernikahannya Fariz dan Dhani. Insya Allah”
Lalu aku kirim ke temen2 KKN ku. Dan aku kembali berkutat dengan laporan praktikum radiokimia. Nggak berapa lama handphone ku kembali berdering, dapet balesan dari temen2 atas sms barusan. Tapi karena aku udah nggak punya banyak energi lagi (baca: pulsa) jadi aku hanya bisa membacanya dan kembali sibuk mengutak-atik angka2 dalam laporan praktikum.
00.00 – 00.50
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Hooooaaaaaahmm… J’ai sommeil! Je veux dormir maintenant!
Lepas tengah malem, laporan masih belom beres juga. Padahal besok pagi, eh nanti pagi mau dipinjem sama Rio. Malem ini baru itung2annya doang yang udah selesai. Akhirnya daripada besok eh nanti aku kesiangan, akhirnya aku memutuskan untuk tidur dulu sejenak dan ngerjainnya dilanjutin lagi abis Subuh nanti.
Segera aku kemasin berkas2 laporan ku dan beranjak tidur. Sebelomnya aku ngeliat buku les bahasa Prancis ku yang tergeletak, dan aku ingat bahwa nanti malem aku ujian les Prancis level 2, sementara aku belom belajar sedikitpun! Yah nggak apa2 lah, Allah tau apa yang terbaik bagi hamba2Nya. Aku tinggalkan laporan praktikum ku dengan azzam bakalan ngerjain besok pagi, serta aku tinggalkan buku les bahasa Prancis ku dengan niat bakalan belajar entah kapan, kalo masih ada umur.
Dan sejurus kemudian aku pun terlelap. Zzzzzz…. Groooook… Zzzzzz…
2 comments June 13, 2009
Aku Tau
Aku tau aku ini blo’on
Lebih blo’on dari yang mereka bayangkan
Lebih blo’on dari yang terblo’on
Aku tau aku ini lembek
Lebih lembek dari yang mereka lihat
Lebih lembek dari apa yang ada di telapak kakimu
Aku tau aku ini pecundang
Yang sudah sangat pecundang
Bahkan lebih pecundang daripada pecundang itu sendiri
Dan aku juga tau
Bahwa aku tak pantas untuk hidup lebih lama lagi
Segeralah bawa aku pergi
Meninggalkan dunia ini
Secepatnya
C-Kink
Yogyakarta, Juni 2009
Add comment June 13, 2009
FarewellLombok
Minggu sore, 7 Juni 2009, seperti biasa 20 ekor anak manusia yang tergabung dalam tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” mengadakan rapat rutin di pelataran KPTU. Sekalipun nggak semua 20 ekor yang hadir di rapat ini. Rapat yang mungkin, menjadi rapat untuk terakhir kalinya. Kalo pun bukan yang terakhir, ya berarti jadi rapat yang kedua sebelom terakhir. Kalo pun bukan juga, berarti rapat ketiga sebelom terakhir. Atau keempat sebelom terakhir. Atau kelima sebelom terakhir. Dan seterusnya dan seterusnya…
Kenapa rapat terakhir? Karena ke-20 ekor makhluk cacingan yang tergabung dalam tim tersebut, hampir 99.99% dipastikan harus bercerai dari bahtera rumah tangga yang telah dijalaninya selama ini. Uhuhuhuhu… Huiks huiks…Sroooot…
Pada akhirnya, semua harapan dan impian kita untuk menjalani liburan bermutu selama 2 bulan di Lombok harus dibatalkan. Bukan cuma dibatalkan, tapi ke-20 ekor makhluk yang namanya telah terdaftar di sini juga harus dipecah dan disebar ke tim2 KKN lainnya. Artinya, udah kita nggak jadi berangkat ke Lombok, kita pun harus menjalani KKN sendiri2 dengan tim yang terpisah. Buajigur tenan…
Perkembangan terakhir dari Bramantya Utami Rahmasari selaku “Ketua Unit KKN PBA Lombok (Insya Allah)” menyatakan bahwa sampai detik ini, 1 bulan sebelom keberangkatan, belom ada izin dari Pemda Lombok bahwa kita boleh melaksanakan KKN PBA di sana. Nggak tau kenapa bisa gitu. Ya emang beginilah birokrasi di Indonesia, lebih ribet dan lebih kusut serta lebih keriting daripada rambutnya Budi Anduk sekalipun.
Terus, dulu waktu kita registrasi KKN, tema “KKN PBA Lombok” belom masuk ke LPPM. Jadi waktu disuruh masukin tema, kita milihnya “belum menentukan tema”. Dan Bu Wiwin, dosen FIB yang juga orang dari Komisi Pemberantasan Buta Aksara, menjajikan bahwa setelah tema itu terdaftar, beliau bakal segera memasukkan nama kita ke tema tersebut.
Tapi sampai hari ini, tema itu masih belom terdaftar juga. Dan LPPM telah terlanjur memplotting orang2 yang “belem menentukan tema” secara acak ke tema2 lain yang masih kekurangan orang. Jadi pada rilis daftar terbaru dari LPPM, ke-20 orang di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” telah diplotting secara acak di tim2 KKN lain. Sebagai contoh, aku atas nama C-Kink Cute barengan sama M. Sultan Iskandarsyah alias Nanda si Anak Setan, terdaftar di KKN Pemilu, daerah Klaten 3. Bram selaku Ketua Unit tim ini, terdaftar di tim KKN di Pekalongan. Dan Fariz si Anak Onta, terdaftar di tim dengan tema “Sosialisasi Peningkatan Kualitas Susu Sapi Perah” di Boyolali. Masa iya onta minum susu sapi? Baru liat kaaan, susu kaya gini…
Beberapa orang di antara kita malah udah pernah dihubungin sama timnya masing2. Nana udah berkali2 di sms sama tim KKN Gunung Kidulnya, dan sebagai orang baru yang udah terima jadi dan nggak ikut kerja dari awal (survey tempat, bikin proposal, nyari dana dll), seakan2 ada resistansi dari orang2 di tim KKN tersebut terhadap Nana selaku orang baru. Hal ini membuat Nana 100% nggak betah sehingga ingin rasanya dia segera mengakhiri hidup ini dengan menenggak sebotol Baygon sampe habis. Jangan lupa Baygonnya dikasih gula, biar rasanya manis!
Dan yang paling menyedihkan adalah, Bu Wiwin yang awalnya “menjajikan” bahwa nama2 kita akan ditarik dari plottingan LPPM untuk dimasukkan ke dalam tim tersendiri, ternyata hari ini dia “tidak berkuasa” untuk “menarik” nama kita dari daftar yang udah dibuat oleh LPPM. Dalam artian, ke-20 ekor makhluk di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” telah tertutup kemungkinannya untuk melaksanakan KKN bareng2. Bu Wiwin tak punya daya dan upaya untuk melakukannya. Membuat kita sakit hati dibuatnya, mengingat beberapa bulan lalu beliaulah yang mengatakan bahwa “Silahkan kalian daftar dulu, tanpa tema. Nanti kalo kalian udah diplotting ke tema tertentu, biar saya yang narik nama2 kalian untuk dimasukkin ke KKN PBA!”
Tapi apapun yang terjadi, nasi telah menjadi bubur. Sementara bubur ayam depan gang harganya 4000 rupiah semangkok. Terus apa hubungannya?
Ya intinya, impian kita semua untuk melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara di Lombok akhirnya pupus sudah. Plus, kini kita pun harus menjalani hari2 kita dengan tim KKN kita masing2. Nggak akan ada lagi tampang sangar Fariz. Nggak akan ada lagi tawa nyablak Ponti. Nggak akan ada lagi jempol cantengan Bram. Nggak akan ada lagi denda2an Putri. Nggak akan ada lagi senyum manis Didi (Hueeeek…). Nggak akan ada lagi wajah imut C-Kink. Nggak akan ada lagi rapat di KPTU. Dan nggak akan ada lagi…
Kini kita semua harus mempersiapkan diri menjalani 2 bulan kedepan dengan orang2 baru. Orang2 yang mungkin belom kita kenal sama sekali. Orang2 yang mungkin akan bersikap sinis terhadap kita selaku pendatang, yang udah tinggal terima jadi. Orang2 yang mungkin nggak lebih imut dari C-Kink dan nggak lebih melas daripada Hasan, serta nggak lebih lebar daripada Ponti. Ups…
Dan sebelom tim “KKN PBA Lombok Insya Allah” resmi dibubarkan, maka izinkanlah aku atas nama C-Kink Cute yang hina dina kurus begeng kerempeng serta cacingan ini untuk mengucapkan kata2 terakhir kepada kalian semua…
- Nicky, ajarkan aku ilmu2 untuk mempersiapkan diri menghadapi pegunungan yang terjal itu, saudara!
- Jafar, jangan lupa tentang semua harapan dan impian kita untuk makan siang bareng di Bu Siti! Gyaaaaa…
- Didi, suaranya kalo nyanyi serak2 basah gitu loh, mirip suaranya Rhoma Irama keselek sendal jepit! Hihihihihihi.
- Bram, pak Ketua yang jempol kakinya cantengan… Selaku anak buah, maafkan kami semua yang susah diatur ini. Dan mohon maaf juga jika selama ini kami ada salah dan lupa. Semoga amal ibadah jempol kakimu diterima di sisi-Nya…
- Dani, acara Djarum yang sering kamu ikutin itu apa ya? Aku juga mau ikutan duonks… Dan kita tunggu undangan resepsi pernikahannya ya! Fariz oh Fariz…
- Ponti, walaupun mungkin tim kita nggak lagi bersama, tapi jagalah Fariz selalu di dalam hatimu… Eh tapi Fariz mah udah diambil Dani sekarang.
- Naga, selaku anak Geodesi tolong siapin pemetaan tanah kuburan yang cocok buat aku. 2 x 3 meter aja juga udah cukup kok.
- Nana, kalo goyang hot juga loh! Ayo kapan mau ngebor lagi? “Datanglaaaah… Aku menunggumu disini…”
- Vella, apa kabar Vella? Baik2 aja kah?
- Karin, minta senyumnya dooooonk… Huehehehe.
- Daru, biarpun kita nggak lagi berada di tim KKN yang sama, tapi kosan kita tetep di Karangwuni C-19 kan? Ya iya lah, masa ya iya donk…
- Dedi, kemana aja nih kok jarang keliatan ya?
- Vita, nyok karaokean nyoooook! Kalo kamu sempet baca CV-ku, itu aku punya +- 40 lagu ciptaan, silahkan kalo mau kamu nyanyiin. Siapa tau ada produser yang ngelirik. Ngelirik aku lho, bukan ngelirik kamu. Ohohohoho.
- Putri, terima kasih atas segala ketulusannya untuk berujar “Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus lho!” +- 20 tahun aku hidup akhirnya ada juga yang memuji suaraku. Gyaaaaaa…
- C-Kink, loh C-Kink kan aku sendiri? Ya nggak apa2, tetep imut selalu ya!
- Hasan, Mega, Nanda, Fariz, Apri, nggak usah comment apa2 ya, udah bosen setiap hari ketemu melulu di jurusan.
- Ibu Wiwin, semoga jangan sampe anak perempuan saya nanti kelakuannya mirip sama Ibu. Astagfirullah…
Terima kasih atas segala kebersamaan kita selama ini. Semoga suatu hari nanti, kita bisa dipertemukan kembali, entah dimana. Dan jika suatu hari nanti kita telah menjadi orang besar, ingatlah bahwa dulu kita pernah saling mengenal, pernah berada dalam satu hati yang sama. Dan kalaupun ternyata kalian telah lupa, maka sesungguhnya aku akan selalu mengingatnya, Insya Allah.
Yogyakarta, Juni 2009
Karangwuni C-19, kosan yang sama kaya kosannya Daru, cuma beda kamar
Add comment June 13, 2009
KekonyolanAkhirPeriode
Kekonyolan Akhir Periode: Cincin Emas DPR!
Konyol! Lagi-lagi konyol! 100% konyol! Sumpah konyol! Astagfirullah, konyol!
Seperti biasa, salah satu lembaga paling konyol di negara kita, sebut saja Dewan Perwakilan Rakyat alias DPR (memang nama sebenarnya), semakin hari bertindak semakin konyol dan lebih konyol lagi.
Menjelang akhir masa kepengurusan 5 tahunan mereka sejak tahun 2004 lalu, para anggota dewan yang terhormat mengusulkan untuk memberikan diri mereka sebuah cenderamata atas jerih payah mereka duduk di kursi DPR selama 5 tahun ini. Mereka menginginkan sebuah kenang-kenangan untuk itu. Dan, cenderamata yang mereka usulkan pun tidak tanggung-tanggung, yaitu cincin emas 24 karat sebesar 10 gram untuk setiap orang!
Diperkirakan, total anggaran yang akan dikeluarkan untuk cincin tersebut berjumlah Rp 1,9 miliar untuk ke-550 anggota DPR! Lalu dari mana anggaran tersebut berasal? Tentunya dari anggaran negara. Wuaouw, benar-benar pemborosan yang luar biasa!
Entah apa lagi yang ada di benak para anggota DPR saat ini, apakah mereka tidak pernah cukup dengan semua yang telah mereka terima selama 5 tahun menjabat sebagai wakil rakyat di DPR? Dengan perkiraan alokasi dana sebesar itu, diperkirakan setiap orang akan mendapat cincin seharga Rp 3,45 juta rupiah.
Mungkin, bagi mereka yang sehari-hari berpergian dengan Mercedes-Benz, angka sebesar itu tidaklah begitu berarti. Tapi taukah mereka bahwa dengan dana sebesar itu bisa untuk membiayai kuliah 1 semester untuk +- 2 orang mahasiswa UGM? Dan dengan keseluruhan dana sebesar Rp 1,9 miliar, maka angka sebesar itu dapat digunakan untuk membiayai perkuliahan 1 semester +- 1100 orang mahasiswa UGM! Bayangkan, 1100 mahasiswa, 1100 calon pemimpin bangsa!
Tapi sekali lagi, entah angin apa yang merasuki pikiran para anggota DPR sehingga mereka tidak peduli dan tidak mau peduli tentang nasib sebagian besar rakyat yang kelaparan. Tentang nasib rakyat yang sekedar membeli kebutuhan sehari-hari pun kesulitan. Lalu, masihkah mereka pantas disebut sebagai wakil rakyat?
Alhamdulillah, di tengah kontroversi seputar pemberian cincin emas tersebut, masih ada berita positif yang kita dapatkan dari beberapa anggota DPR yang insya Allah masih terbuka mata hatinya. Ketua DPR, Agung Laksono menilai kebiasaan pemberian cenderamata di di setiap akhir jabatan masa anggota dewan sudah tidak tepat lagi (Republika, 10 Juni 2009). Begitupun dengan salah satu anggota DPR, Mahfudz Shiddiq, dengan tegas menolak rencana pemberian cincin emas tersebut dan akan mengusulkan kepada Badan Usaha Rumah Tangga (BURT) untuk mengganti cincin tersebut dengan sesuatu yang lebih sederhana dan jauh lebih murah, misalnya plakat atau piagam penghargaan (Republika, 10 Juni 2009).
Ya Allah, kami bingung… Usaha apa lagi yang harus kami lakukan untuk menyadari para pemimpin negeri ini bahwa mereka tidak hidup sendirian. Bahwa di sekitar mereka masih banyak manusia yang membutuhkan. Bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti…
Add comment June 13, 2009
AnakNuklir
1 minggu sebelom makrab nuklir 2006 yang bertempat di villa Green Apple, Kaliurang, 29-30 Mei 2009, sebuah sms dari seekor makhluk nuklir 2006 masuk ke inbox handphone ku.
“Kink bikin mars nuklir 2006 dunk…
Hweheheh
-Mega-”
12:43
20 Mei 2009
Mega Sucipto Santoso, salah satu dari 3 ekor “bunga bangkai” yang tumbuh di Teknik Nuklir 2006, meminta aku yang imut dan six pack ini untuk membuat sebuah lagu tentang nuklir 2006. Ternyata kartu nama ku akhirnya membawa manfaat juga, dimana di kartu nama itu aku menuliskan skill “Loser, Writer, Bassis & Song writer” sebagai kemampuan yang aku punya. Dan kata2 “Song writer” itu akhirnya kini harus dibuktikan untuk memuaskan keinginan syahwat si Mega. Ups, Astagfirullah…
Tapi karena aku bukan cowo gratisan, aku nanya balik ke Mega, berapa dia berani bayar untuk lagu mars nuklir 2006 ini. Dan dia pun menjawab,
“Mega bayar pake senyuman dey!
Kyahahahahahahaha…
-Mega-“
Senyuman? Emang kalo dirupiahin, senyuman Mega harganya berapa? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, perutku bisa kenyang? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, aku bisa membeli kebutuhan hidup sehari2? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, anak-istriku bisa makan? Lebay mode: on!
“Gyahahaha…
Makrab uda jadi yah…
Dinyanyiin disana gituh…
Oke2!
Seep!
-Mega-“
Waduh, dasar manusia jaman sekarang udah berjiwa kapitalis semua, antek2 dari neoliberalisme. Maunya menuntut banyak, tapi nggak mau memberi. Mau menerima, tapi enggan bersedekah. Apa kata dunia? (Kalimat tersebut seharusnya diucapin buat Mega apa buat aku sendiri yah?)
Tapi profesionalisme harus tetap dijaga. Apalah arti sebuah materi duniawi dibandingkan surga dan ridha Allah yang tiada bandingannya. Akhirnya dengan segenap keikhlasan serta ketulusan hati yang tersisa, aku pun langsung mengkonsep dan merumuskan lagu untuk nuklir 2006 beberapa menit setelah sms Mega tersebut, mengingat kebetulan siang itu jam 1 aku juga lagi nggak ada kerjaan.
Aku ambil gitar, kertas, pulpen dan aku mulai bersenandung. Tes tes tes… Satu dua tiga… Pap cuap pap pap cuap… Pap cuap pap pap cuap… Jreeeng… Jreeeeng…
2 jam kemudian…
Lagu yang diminta Mega itu akhirnya jadi juga. Setelah mengalami perombakan nada serta perapihan lirik disana-sini, lagu itu bisa tercipta dengan sukses sekitar jam 3-an. Dan selaku komposer yang profesional, aku langsung menghubungi si pe-request lagu dan memberikan laporan bahwa lagu yang dia minta sudah jadi. Mendengar laporan tersebut, Mega selaku pe-request lagu memberikan respon,
“Kyaaaa
Cepat banget bikinnya,
-Mega-“
15:57
20 Mei 2009
Iya, terima kasih atas apresiasinya. Tapi kembali lagi ke bahasan awal, berani bayar berapa untuk lagu ini? Kalo si DewiQ kan 1 lagu ciptaannya bisa berharga sampe 1 milyar rupiah. Nah kalo aku, silahkan perkirakan sendiri berapa harga yang pantas untuk lagu ciptaan seekor C-Kink. Hohohohoho…
Dan seperti tujuan semula, akhirnya lagu ini bisa dibawakan dengan sangat tidak sukses pada acara makrab nuklir 2006 di villa Green Apple, Kaliurang. Karena waktu itu lagu ini belom sempet aku rekam dan aku publish kepada khalayak umum, jadilah di acara makrab itu aku harus perform sendirian, dalam artian aku sendiri yang main gitar dan aku juga yang nyanyi. Dan hasilnya, akibat mendengar suaraku yang mirip banget sama suaranya Jason Mraz keselek gerobak angkringan, sebagian peserta makrab harus menderita gangguan lambung dan pencernaan, plus muntah!
Ya udah, itulah kira2 sejarah tentang terciptanya sebuah lagu tentang nuklir 2006, yang aku kasih judul “Anak Nuklir”. Mau tau liriknya kaya gimana? Ini ada kok dibawah. Silahkan dibaca…
Mei 2009
Anak Nuklir
C-Kink
Kawan semua cobalah kau dengarkan
Sebuah nyanyian yang tak terlupakan
Tentang sekumpulan anak manusia
Anak Teknik Nuklir itu adalah kita
Teknik Nuklir adalah ilmu kita
Reaksi fisi neutron biasa untuk kita
Dan uranium jadi santapan kita
Serta Geiger-Muller dia teman kita
Walaupun banyak yang ketakutan
Katanya anak nuklir harus nikah duluan
Ayolah hiraukan dan berpegangan
Nuklir bersatu tak terkalahkan
Reff:
Kita adalah anak Teknik Nuklir
Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada
Walau kita dihina walau kita dicerca
Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya
Bidang ilmu kita ada banyak macamnya
Mulai gambar teknik dan kalkulus dua
Serta komputasi dan radiokimia
Material nuklir juga mekanika fluida
Walaupun bayak yang tidak percaya
PLTN kan ada di Indonesia
Ayolah kawan kita bersama
Membuat PLTN menjadi nyata
Reff:
Kita adalah anak Teknik Nuklir
Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada
Walau kita dihina walau kita dicerca
Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya
Jangan pernah lupa
Nuklir adalah anugrah Yang Kuasa
Marilah bersama
Menguasainya
Memanfaatkannya
Nuklir untuk Indonesia
Reff:
Kita adalah anak Teknik Nuklir
Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada
Walau kita dihina walau kita dicerca
Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya
***
Oiya, buat kamu2 semua yang mau dapetin lagu diatas, silahkan kirim email ke c_kink_noa_zoro@yahoo.com dengan judul “minta lagu anak nuklir”. Nanti Insya Allah bakalan dapet reply dari aku plus lagu “Anak Nuklir” di dalemnya. Tapi lagu ini jangan dibajak dan jangan dikomersialkan lho ya…
Ya udah deh segini aja. Terus apa inti dari tulisan ini? Nggak lain dan nggak bukan adalah untuk numpang promosi lagu. Ohohohoho… Nggak cuma promosi aja, tapi juga sekalian jual diri, bahwa aku punya rezeki lebih untuk bikin lagu. Jadi silahkan aja kalo ada yang mau minta dibikinin lagu, ntar Insya Allah bakalan dibuatin deh! Mau mau mau?
Add comment June 13, 2009
MenkoEksternal#5
Udah jadi tanggung jawab gue buat nulis tulisan tentang Menko Eksternal tiap bulannya. Dan hari ini, sambil dengerin lagu2nya Depapepe, inilah yang bisa gue ceritain tentang bulan ke-5 dimana gue menjalani hari2 selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM.
Dari sisi perkuliahan dan akademik, bulan Mei ini gue disibukkin dengan laporan yang kejar tayang, kaya sinetron2. Di penghujung semester pekuliahan, seperti biasa banyak tugas2 yang dikashi para dosen untuk kejar setoran. Serta tugas2 berbentuk presentasi yang juga nggak boleh dilupakan. Jadi dengan segala kesibukan itu semua, eksistensi gue di acara2 BEM agak berkurang di bulan Mei ini. Plus, selama 1 minggu di awal Mei gue juga menyempatkan diri untuk pulang kampung ke Depok tercinta, bertemu sanak saudara dan handai taulan. Soalnya kalo nggak pulang sekarang, mungkin besok2 gue nggak bakalan sempet pulang lagi. Kan akika mau KKN boo…
Oke, sekarang mari kita beralih apa aja yang terjadi di bulan Mei. Diawali dari tanggal 2 dan 3 Mei. Makrab, makrab dan makrab. Lagi2 makrab. Kali ini yang makrab adalah Departemen Medpro yang digabung sama Biro Humas, mengingat sedikitnya sumber daya manusia yang mereka punya. Sekalian juga makrab ini digabung sama acara pembubaran panitia HPTT 63. Seperti biasa, diadain di Pantai Parangkusumo. Dan meskipun gue sering banget makrab di pantai, tapi nggak pernah sekalipun gue ngeliat ada temen2 gue yang pake bikini! Kenapa ya? Astagfirullah…
Kemudian gue menyempatkan diri untuk pulang kampung ke Depok selama 1 minggu, untuk mencicipi masakan2 buatan Pudji Indrawati alias nyokap gue yang enakna tak tertandingi. Setelah gue balik dari Depok, gue langsung disambut dengan acara BEM Athlon yang diampu oleh Bejo Suro selaku Menko Internal. BEM Athlon ini adalah serangkaian acara yang mempertandingkan Departemen2 di BEM. Ada lomba masak, voli, futsal dan cerdas cermat.
Yang pertama adalah lomba masak. Gue, Miftah dan Bejo Suro kebagian jatah buat jadi juri. Sementara pesertanya adalah Departemen2 yang berlomba2 menyajikan masakan paling enak yang mereka bisa untuk dinilai oleh para juri. Gue sempet khawatir juga jadi juri lomba masak, yang harus menilai masakan peserta dengan cara mencicipinya. Gue takut, setelah mencicipi masakan peserta, hidup gue harus berakhir di rumah sakit akibat keracunan makanan!
Tapi ternyata itu nggak terjadi. Nggak terjadi atau belom terjadi ya? Alhamdulillah racun dari para peserta nggak mempan di tubuh gue. Dan pada akhirnya Technopreneurship Department meraih juara di lomba masak ini. Gara2 ada si Ana Yunita Masura selaku kokinya.
Besok paginya, masih dalam rangkaian acara BEM Athlon, adalah pertandingan futsal antara PH (Pengurus Harian) lawan Departemen Kastrat. Disini gue tergabung selaku tim PH, ngelawan mantan rekan2 gue di Kastrat. Sekalipun gue masih punya ikatan emosional dengan Kastrat, tapi profesionalitas harus tetep dijunjung tinggi. Dan pada akhirnya, pertandingan dimenangkan oleh tim PH dengan skor 5-4, dimana gue selaku striker yang duet dengan Nalar Sujancuk mencetak 2 gol dan sisanya diborong oleh Nalar sendiri.
Setelah itu, udah nggak ada lagi acara yang gue ikutin, kecuali Teleskop. Itu pun gue cuma nyampah doang, cuma numpang minta sarapan gratisan. Dan di minggu2 terakhir bulan Mei, gue bertiga bareng Miftah dan Bejo Suro kebagian jatah buat ngewawancarain anak2 BEM dalam rangkaian agenda kaderisasi.
Ya udah deh, kira2 cuma itu kegiatan gue selaku Menko Eksternal di bulan Mei ini. Ke depannya masih ada bulan Juni yang mungkin bakalan jadi bulan terakhir gue memangku jabatan sebagai Menko Eksternal BEM KMFT UGM. Kenapa? Soalnya Insya Allah bulan Juli dan Agustus nanti, gue harus melaksanakan KKN di Klaten (KKN nya nggak jadi di Lombok loh! Uhuhuhuhu… Huiks huiks…).
Jadi, selama 2 bulan gue bakalan vakum dari sega macem kegiatan BEM2an. Dan setelah 2 bulan itu, apakah di bulan September ketika gue kembali nanti, nama gue masih akan tercantum di struktur organisasi BEM KMFT UGM? Biarlah waktu yang akan menjawabnya…
Add comment June 13, 2009
SemangatKebangkitanNasional
Semangat Kebangkitan Nasional Menuju Indonesia Yang Lebih Baik
Semangat Kebangkitan Nasional, Semangat yang Kini Telah Terlupakan
C-Kink, Teknik Nuklir 2006, 085691013852
Mungkin tidak banyak yang tahu, tidak banyak yang menyadari, dan mungkin tidak banyak yang memperhatikan. Bahwa sesungguhnya pada tanggal 20 Mei kemarin, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini merayakan apa yang dinamakan “Hari Kebangkitan Nasional”, mengacu kepada sejarah panjang bangsa ini ketika Budi Utomo mempelopori berdirinya organisasi-organisasi pergerakan nasional untuk kemerdekaan negara ini.
Entah apakah kita lupa atau memang kita sengaja melupakannya. Dan entah apakah kita tidak tahu atau memang tidak mau tahu. Momentum hari kebangkitan nasional yang sejatinya bisa kita manfaatkan, kini telah berlalu begitu saja. Tanpa makna. Tanpa arti. Seakan-akan tiada bedanya dengan hari-hari lainnya, hari-hari dimana tidak pernah sedikitpun kita memikirkan nasib negara ini, walau hanya seujung genggaman.
Bila kita melihat kembali pada masa 101 tahun lalu, dimana saat itu negara ini sedang berada dalam genggaman penjajah Belanda, semangat kebangkitan nasional adalah sesuatu yang sangat tinggi nilainya. Bagaimana ketika itu organisasi-organisasi pergerakan nasional dengan gagah berani memproklamirkan tekadnya untuk memerdekakan negara ini dari cengkraman Belanda. Suatu hal yang ketika itu mungkin tidak semua orang mampu berpikir sedemikian besarnya.
Ketika sebagian rakyat bingung dan berputus asa bagaimana cara menghadapi kedzhaliman Belanda, dan ketika sebagian rakyat lainnya merasa nyaman menjadi sekutu dekat Belanda, para pejuang negara ini telah mampu berpikir besar. Berpikir untuk tidak lagi menjadi budak penjajah. Berpikir untuk tidak lagi bersembunyi di balik ketiak penjajah. Dan berpikir, bagaimana caranya supaya bangsa ini bisa merdeka, berdaulat, mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri!
Lalu mereka membulatkan tekad tersebut dalam suatu momentum yang hari ini kita kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Dan pada akhirnya, atas berkat izin Allah swt, negara ini mampu memperolkeh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Suatu anugerah yang sangat-sangat tidak ternilai harganya.
Semua itu berawal dari semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dipelopori oleh para pemuda dan pejuang yang berani berpikir besar untuk masa depan bangsa ini. Sekalipun pada akhirnya perlu waktu 37 tahun untuk mewujudkannya.
Dan sekarang, mari kita beralih ke hari ini. Hari dimana negara ini telah mendekati 64 tahun kemerdekaannya. Masih adakah semangat kebangkitan nasional itu di dalam dada kita? Masihkah itu tersisa, walaupun hanya sedikit?
Seandainya saja para pejuang kebangkitan nasional itu masih hidup dan melihat keadaan kita hari ini, mungkin mereka akan menangis. Menangisi keadaan negara ini yang semakin jauh dari nilai-nilai dan semangat kebangsaan. Menangisi negara ini yang meskipun secara fisik telah merdeka, tapi secara kasat mata negara ini masih belum merdeka dalam makna sebenarnya. Mungkin mereka pun juga ingin marah, tapi apa daya raga telah terlalu lemah.
Negara ini akan segera memperingati 64 tahun hari kemerdekaannya, kemerdekaan yang dipelopori oleh semangat kebangkitan nasional para pendahulu kita untuk berpikir global, meninggalkan baju-baju kedaerahan. Tapi, apa saja yang telah kita peroleh selama 64 tahun ini?
Sudahkah kita mampu berdiri sendiri? Sudahkah anak-anak sekolah mendapatkan pendidikan secara layak? Sudahkah para petani dan nelayan terjamin masa depannya? Sudahkah guru dan pendidik mendapat apresiasi atas niat tulusnya? Sudahkah kesejahteraan hidup tersebar secara merata? Sudahkah anak-anak negeri menikmati hasil kekayaan tanahnya sendiri? Sudahkah?
“Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” Sebuah pertanyaan yang sangat wajar untuk kita tanyakan hari ini. Mengapa? Karena jika kita sadari, keadaan kita hari ini tidak lebih baik dibanding apa yang terjadi 100 tahun lalu!
Siapa yang tidak kenal Freeport? Perusahaan multinasional yang sejak lama telah mengambil kekayaan alam negara ini, namun entah mengapa pemerintah tetap saja membiarkannya. Indosat, aset penting negara yang sahamnya kini telah jatuh ke tangan asing. Begitupun dengan BUMN-BUMN lain yang terancam diobral kepada para korporat-korporat asing. Jangan lupa juga dengan utang-utang negara yang entah mengapa seakan-akan tidak pernah ada habisnya.
Semua itu diperparah dengan tingkah laku para pemimpin negara ini. Para anggota legislatif yang seharusnya duduk di sana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, lebih memilih untuk mengenyangkan perutnya sendiri daripada perut mereka yang memilihnya pada pemilu. Para korporat antek-antek kapitalisme yang dengan sadar membunuh bangsa ini secara perlahan. Serta media massa yang dengan bangganya menonjolkan budaya asing yang bisa merusak keutuhan negara kita.
Dengan melihat hal itu semua, maka sekali lagi rasanya sangatlah pantas jika pertanyaan ini ditujukan kepada kita semua, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?”
Ada yang hilang dari bangsa ini. Sesuatu yang kini telah dilupakan oleh banyak orang. Sesuatu yang dulu menjadi modal kita untuk merdeka, tapi kini telah terkubur bersama jasad para pahlawan. Sesuatu yang bernama: “Semangat!” Ya, semangat! Semangat kebangkitan nasional!
Bangsa ini telah kehilangan semangatnya. Lebih khususnya lagi, semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dulu mampu menyatukan tekad seluruh pemuda untuk merumuskan harapan akan Indonesia yang bebas dari cengkraman penjajah. Semangat yang mampu menepiskan ego-ego pribadi dan kedaerahan demi satu tujan, Indonesia merdeka. Semangat yang setelah 37 tahun lamanya akhirnya mampu membawa negara ini meraih kemerdekaannya!
Itu semua adalah aplikasi dari semangat kebangkitan nasional di masa lalu. Lalu, apa relevansinya antara semangat kebangkitan nasional dengan hari ini?
Secara fisik, bangsa kita telah merdeka. Itu jelas, bahkan PBB pun mengakuinya. Tapi apakah kita telah merdeka dari aspek-aspek lainnya? Dari aspek kemandirian ekonomi? Dari aspek merdeka akan rasa takut? Dari aspek merdeka terhadap rasa cemas akan masa depan yang semakin tidak jelas?
Disinilah, salah satu peran penting bagi semangat kebangkitan nasional untuk membangun kembali bangsa ini. Sekalipun kita telah merdeka, tapi harapannya hal itu tidak sedikitpun mampu menyurutkan semangat kita untuk meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu. Justru dengan kemerdekaan yang telah kita raih ini, semestinya kita bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa kita lakukan ketika kita masih dalam cengkraman penjajah.
Zamrud khatulistiwa yang indah ini, dengan ribuan gunungnya, hamparan pantainya, biru lautnya dan segala kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya, adalah milik kita sendiri. Lalu mengapa dengan bodohnya kita rela melepaskan itu semua ke tangan korporat-korporat asing?
Pemerintah, dalam hal ini eksekutif dan legislatif serta komponen-komponen lainnya, adalah orang-orang terpilih yang mendapat amanah untuk meniptakan tatanan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh penduduknya. Serta, memberikan jaminan kepada rakyat terhadap kebebasan dari rasa takut dan rasa cemas akan masalah kesejahteraan dalam kehidupan. Tapi mengapa, pemerintah justru semakin membuat rakyat yang memang sudah susah menjadi semakin susah?
Kita perlu membangkitkan kembali sesuatu yang hilang itu. Ya, kita perlu untuk memunculkan kembali semangat kebangkitan nasional yang selama ini telah hilang dari diri kita. Semangat untuk maju. Semangat untuk bangkit. Semangat untuk berdiri di atas kaki sendiri. Semangat untuk memberikan yang terbaik yang kita punya, untuk Indonesia!
Nyalakan lagi api semangat itu! Terangi setiap jengkal tanah air Indonesia dengan semangat yang menyala! Bakar kembali rasa kebangkitan nasional di dalam dada kita! Sinarilah sanubari kita dengan perasaan bangga, bangga bahwa kita terlahir sebagai bangsa Indonesia!
Dan tidak ada salahnya untuk memanfaatkan momentum hari kebangkitan nasional ini untuk men-charging kembali semangat kita. Semangat yang dulu mampu membuat para pendahulu kita membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Dengan semangat ini, akan kita buktikan bahwa kita mampu. Akan kita buktikan bahwa Indonesia mampu. Mampu untuk berdiri di atas kaki sendiri. Mampu untuk berkata “tidak” kepada korporat-korporat kapitalis asing. Mampu untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh penduduknya. Dan mampu untuk membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia masih ada!
Hari ini, kita tahu seperti apa realita yang terjadi di negara ini. Tapi sekali lagi, tidak pernah ada kata terlambat. Mari bersama-sama, kita tumbuh suburkan kembali semangat kebangkitan nasional di dalam dada kita. Kita bawa semangat itu dalam setiap langkah dan setiap sendi denyut nadi kehidupan kita. Sehingga jika suatu hari nanti pertanyaan itu muncul lagi, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” maka dengan tegas kita akan menjawab, “MASIH ADA!” Insya Allah.
Add comment June 13, 2009
AkuDalamSepi
Aku Dalam Sepi
Malam kelam tanpa bintang
Indah pesona ratu kegelapan
Desir angin menerkam mencekam
Sembunyi di balik hitam bayangan
Dalam aku sendiri sepi
Membuka hati menjerit mati
Dalam aku diam bermimpi
Lepas belenggu jiwa nan suci
Apakah aku
Apakah malam menjadi teman
Dimanakah aku
Dimanakah ada cahaya keabadian
Siapakah aku
Siapakah pagi mengusik mimpi
Kemanakah aku
Kemanakah pergi bintang malam ini
Bukan jiwa kan terluka
Bukan hati kan menangis
Namun cinta kan bahagia
Namun diri kan bersuka
Dan aku
Masihkah ada bunga mekar mengangkasa
Dan aku
Masihkah ada langit biru bergelora
Dan aku
Masih bermimpi menyuci hati
Dan aku
Masih disini di dalam sepi
C-Kink
Yogyakarta,Mei 2009
Add comment May 24, 2009
1ooTruths
BASIC
001. Real name → C-Kink Ardya or C-Kink noa Zoro
002. Like it? → I hope Sahid Syaifullah is better
003. Nickname(s)→ C-Kink. But I do allow you to call me “Nicholas Saputra” 
004. Status → Une etudiant du Gadjah Mada Universitaire/ Gadjah Mada daigaku no gakusei desu/ student at Gadjah Mada University
005. Zodiac sign → Virgo, symbolic by a girl
006. Male or female → Male, Insya Allah…
007. Elementary→ SDN Beji VII Depok
008. Middle School → SLTPN 2 Depok
009. High School → SMUN 1 Depok
010. Hair color → Black. Will it be white or grey?
011. Long or short → Now is middle. I used to be bald, and used to be long-ioning hair.
012. Eye color → Black and white
013. Weight → 59 kg
014. Height → 183 cm
015. Righty or lefty → Righty
016. Loud or Quiet → Totemo shizuka desu/ very very quiet
017. Sweats or Jeans → Jeans
018. Phone or Camera → Phone
019. Health freak → No
020. Piercings?→ Never
021. Do you have a crush on someone? → Maybe, but I don’t mind
022. Eat or Drink → Like to eat and also like to drink
023. Purse or Backpack → Purse, but empty-handed is better
024. Tattoos → Never
025. Do You Like Yourself? → Oui, d’accord/ Hai, so desu/ Yes I do
026. Current worry? → Always feel free
THIS OR THAT:
027. Orange or Apple Juice? → Jus d’orange/ orenji juusu/ orange juice
028. Night or Day? → Soir/ yoru/ night
029. Sun or Moon? → Both of them are gift
030. TV or Internet? → Internet
031.PlayStation or XBox? → Playstation. I did never play an X-Box
032. Kiss or Hug? → Both of them aren’t problem. Would you give me some? Hohoho…
033. Iguana or Turtle? → I had ever raise a turtle once
034. Spider or Bee? → Bee, they were on Al’Qur’an
035. Fall or Spring? → I hope I had them
036. Limewire or iTunes? → Don’t know both of them
037. Soccer or Baseball? → Love soccer so much
FIRSTS:
038. First surgery → Circumcision, maybe?
039. First piercing → Never
040. First best friend → I hope I have one…
041. First Sport → Faire du randonee/ shanposuru/ Walk
042. First award → 1st rank on class, when I was on 4th grade elementary
043. First crush → I don’t mind
044. First pet → Bird and fish. They was there on my home
045. First big vacation → Bali at high school. First time I went out from Java Island!
046. First big birthday → My little was full of big birthday party. Thanks to my parents, the purpose is to give me a lot of my friend. But I’m sorry now I don’t have any.
CURRENTLY:
047. Eating → Roasted rice with roasted chicken, 2 hours ago with my jiheishoo-kuni friends
048. Drinking → Ice coffeemix
049. I’m about to → Writing this post
050. Listening to →Winamp who plays l’arc~en~ciel
051. Singing → Just in my heart
052. Typing → This post
053. Waiting for → My funeral
YOUR FUTURE:
054. Want kids → Yes, their name are Muhammad Sahid Syaifullah, Muhammad Sulaima Ibrahim, Siti Aisya Asmiranda or Siti Fatimah Khumaira
055. When → Later after married
056. Want to get married → ABSOLUTELY!!!
057. When → My first plan is when I’m on my 3rd year college. But my Mom doesn’t agree, so let the time answer it
058. Where Do You Want To Live → Indonesia, especially Depok or Jogja
059. Careers in mind → Writer, musician and also statesman
060. What Did You Want To Be When You Were Little → Train driver
061. Mellow Future Or Wild → Must get ready for both of them
062. Something You Would Never Try → Everything thing that is said forbidden on Al-Qur’an
WHICH IS BETTER WITH GIRL? (OR BOY IF YOU’RE A GIRL)
063. Lips or eyes → Both of them. The way she stares and the way she talks
064. Shorter or taller → Shorter, easy to hug
065. Romantic or spontaneous → Spontaneous, because romantic is DISGUISTING!!!
066. Nice stomach or nice arms → Both. Also nice personality and nice knowledge
067. Sensitive or loud → I don’t mind
068. Hook-up or relationship → Doesn’t matter, because I don’t understand
069. Trouble maker or hesitant → Problem solver and self-believer
070. Hugging or Kissing? → Give me each and I will answer. Huehehehe…
071. Tan Skinned or Light? → Not a matter, but not green please. That is an alien!!!
072. Dark or Light Hair? → Doesn’t matter, the most important thing is that she has a hair
073. Muscular or Normal? → Muscular? Wow, I will be the one who get knocked-out first!!!
HAVE YOU EVER:
074. Lost glasses/contacts → Never lost glasses, but always damaged it
075. Ran away from home → Never. J’aime mon famille/ Watashi no kazoku wa totemo omoshiroi desu/ My family is so lovely
076. Held a gun/knife for self defense?→ Never. But I hope I can use a sword well, like Roronoa Zoro
077. Killed somebody → Physically not, but maybe yes in their spirit
078. Broken someone’s heart → So many times! Ahahahaha…
079. Been arrested → Yes in a little case: Ride 3 persons on a motorcycle, drive on a wrong way and move through the red traffic light
080. Cried when someone died →Never. Their dead is their happiness
081. Kissed A Stranger? → Wow, is there anyone who will do this to me?
082. Climbed Up A Tree? → Yes but not that high
083. Liked A Friend As More Than A Friend? → Always!!! Hohohoho…
DO YOU BELIEVE IN:
084. Yourself → Sure. This is my body, my mind, my personality, my competence, that all are gift
085. Miracles → Yes. Impossible is possible, you know?
086. Love at first sight → No. That was just a passion, not a thing that we should called love
087. Heaven → Yes, absolutely sure. That is my homeland, Insya Allah…
088. Santa Claus → No, just a fairy tale
089. Kiss on the first date → Like someone would do this to me
ANSWER TRUTHFULLY:
090. Is there one person you want to be with right now → Yes. I’m sick of being alone
091. Do You Like Someone? → Yes, because I’m still normal
092. Are you seriously happy with where you are in life → Sure. Whatever will be happen, it was the best for us and we should pass it happily
093. Do you believe in God → ABSOLUTELY!!!
LASTS
094. Recieved/Sent Text Message → “Ah payah, silahkan cari sendiri artinya. Ya udah, met makan buat semua ya,”
095. Received Call → Gomiiko, my big sister
096. Call Made → Check my balance
097. Comment On MySpace → Je n’ai pas/ arimasen/ I don’t have any
098. Missed Call → Adji Ahmad Jaka Bramantya, since I was riving so I can’t answer his call
099. Person You Hung out With? → My jiheishoo-kuni friends, had dinner on Nasi Bakar
100. Post as 100 truths and tag people!
I tag all of you who read this article!
2 comments May 24, 2009
SambutanNggakJadi
Tanggal 9 Mei 2009 yang lalu sedianya gue diminta Rindi buat ngasih sambutan di acara Sekolah Madya BEM KMFT UGM. Acara ini merupakan salah satu training buat anak2 BEM khususnya yang angkatan 2008 dalam rangka persiapan menghadapi adek2 angkatan 2009 yang bakalan segera brojol.
Aslinya sih sambutan2 kayak gini kan jatahnya si Miftah selaku Ketua BEM. Tapi karena beliau harus pergi ke Kota Jancuk, jadi harus diwakilin. Pun demikian dengan si Bejo Suro alias Fauzi Cabul selaku Menko Internal yang sedianya mengantikan Miftah, ternyata dia juga berhalangan akibat lagi datang bulan. Jadilah gue yang ditunjuk untuk ngasih sambutan.
Gue udah mantep pengen ngasih sambutan, soalnya udah lama banget gue nggak ngomong di depan podium kaya gini. Terakhir kali gue ngasih sambutan adalah ketika gue ditunjuk jadi ketua panitia acara BKST (Bedah Kasus Sosial Teknik) nya Kastrat di bulan November 2007, yang merupakan pertama kalinya gue ngasih sambutan, dan juga terakhir kalinya. The one and only.
Jadilah gue mempersiapkan diri nyari bahan apa yang mau diomongin nanti.
Tapi ternyata takdir berkata lain. Pada tanggal tersebut, gue ditakdirkan untuk berada di kota Depok untuk bertemu kembali dengan keluarga tercinta sekaligus ngeliat rumah yang baru selesai di renovasi. Jadinya kemaren gue nggak jadi ngasih sambutan deh.
Tapi, sejatinya gue udah ada gambaran kira2 hal2 apa aja yang bakal gue omongin. Dan daripada gambaran ini menguap gitu aja, mendingan gue abadikan dalam bentuk tulisan. Jadi inilah dia, gambaran dari materi sambutan yang sedianya bakal gue omongin di waktu itu. Silahkan dinikmati…
Sambutan dari C-Kink selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM pada acara Sekolah Kaderisasi, KPTU Fakultas Teknik UGM, 9 Mei 2009
Bismillahirrahmanirrahiim…
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dalam kehidupan yang indah ini. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad saw.
Sebelumnya saya minta maaf dulu, mungkin teman2 disini kecewa karena bukan sosok Miftah yang berdiri di podium ini, melainkan seekor makhluk yang katanya mirip dengan Nicholas Saputra. Hari ini Miftah berhalangan hadir karena beliau harus menjalani kegiatan asrama di Surabaya sana, jadi saya yang ketiban sial menggantikan perannya untuk memberi sambutan disini. Mohon teman2 disini untuk tidak kecewa dan tidak bersedih hati, karena kapan lagi bisa melihat Nicholas Saputra memberi sambutan di depan umum?
Plus, juga sudah lama sekali sejak terakhir kali saya berdiri seperti ini untuk memberi sambutan. Yaitu pada acara BKST nya Kastrat di bulan November 2007 dimana saya dizhalimi dengan ditunjuk sebagai ketua panitianya. Jadi disini teman2, jika nanti sudah setengah jam tapi saya masih belom berhenti bicara memberi sambutan, saya persilahkan kepada teman2 untuk memanggil satpam dan menyeret saya untuk turun dari podium ini.
Iya, tanpa terasa hari ini kita sudah memasuki bulan Mei, yang artinya beberapa bulan lagi kita akan segera kedatangan adek2 baru kita. Mungkin teman2 masih ingat kenangan 1 tahun lalu ketika bagaimana teman2 menjalani hari2 baru sebagai anak Teknik, bagaimana teman2 mendaftar ke BEM, bagaimana teman2 menjalani proses wawancara, sekolah ke-BEM-an, dan sebagainya. Tapi kali ini posisi teman2 sudah berubah, dan mereka yang angkatan 2009 nanti lah yang akan merasakannya.
Dalam rangka persiapan menyambut adek2 kita itulah, kita selaku kakak disini punya sebuah kewajiban untuk membimbing adek2 kita nantinya. Meskipun mungkin dari segi kualitas dan kapasitas, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Namun dengan status kita sebagai kakak, ada satu nilai lebih yang kita miliki disini, yaitu sesuatu yang bernama pengalaman. Karena kita menjalani kehidupan di Teknik ini satu tahun lebih awal dari mereka, sehingga sedikit banyak kita telah memiliki pengalaman dalam menjalani hari2 selaku mahasiswa Fakultas Teknik UGM pada umumnya dan BEM KMFT UGM pada khususnya.
Demikian juga dengan keadaan di BEM itu sendiri. Kita akan segera kedatangan adek2 baru. Lalu budaya dan imej seperti apa yang akan kita bawa kepada mereka?
Budaya dan imej itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh keseharian kita selaku anak2 BEM. Tentunya kita tidak ingin memberikan kesan negatif kepada adek2 kita. Karena itulah, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk mencoba membangun suatu budaya positif di BEM ini. Dan Sekolah Madya ini adalah salah satu langkah menuju kesana.
Akhir2 ini BEM telah kehilangan produktivitasnya. Kita dapat melihat bagaimana ruang BEM sehari2 yang meskipun selalu ramai, tapi diisi dengan kegiatan yang kurang produktif seperti nge-net, facebook-an, nge-game, dan lain sebagainya. Budaya2 positif seperti diskusi, membaca, menulis atau belajar, kini terasa sudah kehilangan gregetnya. Hal ini membuat BEM tidak ada bedanya dengan yang lainnya.
Begitupun juga mungkin dengan kepribadian kita sendiri. Ketika kita kedatangan adek baru nanti, apakah kita telah siap untuk menjadi seorang kakak? Apakah kita memang pantas untuk dipanggil dengan sebutan kakak?
Hal itulah yang coba kita bangun disini, yaitu bagaimana kita menciptakan suatu budaya yang positif di BEM itu sendiri. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa suatu hari nanti kita akan segera meninggalkan BEM, dan mereka lah yang akan meneruskannya. Saya, Miftah dan Fauzi tidak akan selamanya berada di BEM ini. Begitupun dengan para PH. Suatu hari nanti, kalian lah yang akan meneruskannya bersama adek2 kita nanti.
Jadi, sudah seharusnya bagi kita di masa bakti kita yang singkat ini, kita memberikan dan meninggalkan suatu budaya postif bagi BEM itu sendiri. Karena meskipun mungkin nanti kita telah tiada, BEM KMFT UGM akan tetap berdiri.
Sebagaimana bunyi hadist yang kita ketahui, bahwa ketika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya melainkan 3 perkara, yaitu: ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan anak yang soleh yang selalu mendoakan.
Anak yang soleh, jelas mungkin hari ini kita belum punya anak, kecuali teman2 yang memang udah menikah atau sudah menjanda. Tapi meskipun kita tidak punya anak, jangan lupa bahwa kita punya adek2. Adek2 kita itulah yang nantinya akan menjadi penerus kita, dan merekalah yang akan kita bimbing untuk menjadi adek2 yang soleh.
Sedekah jariyah, mungkin tidak selamanya harus dengan materi. Kalau teman2 punya rezeki lebih, silahkan bersedekah. Atau kalaupun tidak, ya bersedekahlah semampu kita, sekecil apapun, sekalipun sedekah yang bisa kita berikan hanyalah sebatas memberikan senyuman kepada teman kita atau memungut sampah dan membuang pada tempatnya.
Dan ilmu yang bermanfaat, tebarkanlah ilmu kebaikan dan budaya positif yang bisa kita berikan kepada teman2 di sekitar kita. Tunjukkanlah kebenaran dan ingatkanlah akan keburukan. Karena barangsiapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka ia mendapat bagian pahala atas kebaikan yang dilakukannya.
Mungkin cukup sekian sambutan dari saya ini. Jangan pernah lupa bahwa suatu hari nanti kita pasti akan pergi. Tinggal bagaimana kita bisa memberikan suatu kebaikan pada apa yang akan kita tinggalkan itu.
Terima kasih banyak atas perhatian teman2 semua disini untuk menyimak secuil sambutan dari sesosok Nicholas Saputra yang berdiri di podium ini. Terima kasih juga buat rekan2 panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Serta terima kasih untuk teman2 atas kesediannya telah memutuskan untuk meluangkan waktu dalam mengikuti Sekolah Madya ini, karena kedepannya nanti disini teman2 akan mendapatkan hal2 baru yang mungkin nggak akan teman2 dapatkan selain disini, dimana hal itu nantinya tanpa disadari akan meningkatkan kompetensi diri dari teman2 sendiri.
Akhir kata, sekian saja sambutan saya kali ini. Terima kasih banyak atas perhatiannya, dan jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan, karena TEKNIK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3 comments May 18, 2009
PeribahasaJayus
Otreh, di tulisan kali ini kita akan sedikit bermain kata untuk sedikit mengutak-atik sedikit peribahasa yang telah sedikit kita kenal di dalam kehidupan kita yang sedikit waktunya ini.
Ada 2 peribahasa yang akan kita utak-atik. Tanpa banyak omong lagi, silahkan langsung masuk ke materinya aja yaaaa…
- Sambil Menyelam Minum Air
Udah pada tau kan peribahasa ini? Secara tersirat menggambarkan tentang kegiatan yang dilakukan sekaligus, atau melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Kalo ada yang punya definisi sendiri ya silahkan terjemahkan peribahasa tersebut menurut bahasa kalian masing2.
Tapi sekarang coba kita utak-atik sedikit kalimat tersebut. Kalo kita sadari, menyelam biasa dilakukan di laut, soalnya kalo di kolam renang mah jadinya bukan menyelam tapi tenggelam. Di lautan itu, isinya bermacem2. Nggak cuma ada air doang, tapi juga ada banyak ikan, ada terumbu karang, ada tanaman laut, ada mutiara, dan kalo beruntung mungkin bisa ketemu putri duyung. Mengingat banyaknya potensi yang ada di sektor kelautan tersebut, maka mungkin nggak ada salahnya kalo peribahasa di atas sedikit kita ubah konteksnya menjadi,
“Sambil menyelam sekalian nangkep ikan, ngambil mutirara, mungutin rumput laut dan alga serta kenalan sama putri duyung”.
Apa arti dari peribahasa tersebut? Silahkan kembangkan otak kanan kalian untuk mencari tau jawabannya sesuai persepsi kalian sendiri!
- Sekali Mendayung, Dua-Tiga Pulau Terlampaui
Yang ini juga udah pada kenal kan? Maknanya secara tersirat nggak jauh beda dengan peribahasa yang sebelomnya, yaitu melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.
Konteksnya masih sama. Mendayung yang melampaui pulau itu biasa dilakukan di lautan, soalnya kalo cuma mendayung di sungai, yang dilampaui bukanlah pulau melainkan tinja alias kotoran manusia yang mengapung mengikuti aliran air. Nah karena mendayungnya di lautan, mari kita ingat bahwa setiap harinya banyak kapal2 yang berlayar di lautan. Entah itu kapal tanker, kapal pesiar, kapal induk, kapal ferry maupun kapal-an kudisan panuan, bahkan kapal api sekalipun (kok kayak merek kopi ya?).
Nah, sekarang mari kita edit peribahasa tersebut menjadi,
“Sekali mendayung, dua-tiga kapal kita rampok”
Untuk gambaran, mungkin perlu dijelasin sedikit definisi tentang peribahasa barusan yang agak berbau2 One Piece dengan bajak lautnya. Kalo 2-3 pulau terlampaui, itu kan lebih berorientasi kepada kecepatan kerja. Sedangkan kalo 2-3 kapal kita rampok, ini nggak cuma sebatas kecepatan kerja tapi juga kualitas dan kekuatan serta hasil pekerjaan. Kok bisa? Ya bisa doooonk…
Kualitas dan kekuatan: hanya dengan bermodalkan kapal dayung, kita bisa merampok kapal2 lainnya. Mungkin bisa kapal tanker yang membawa minyak sekian kilo liter senilai milyaran rupiah atau kapal pesiar yang mewah yang dihuni oleh penumpang2 tajir, berduit dan borjuis. Lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal induk yang lengkap dengan sistem radar teknologi tinggi serta persenjataan mutakhir. Dan sangat lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal selam!
Hasil pekerjaan: dengan keberhasilan merampok kapal tanker dan kapal pesiar, coba bayangkan berapa total nilai keuntungan yang bakalan kita peroleh? Wuuaaaah… Cring cring…
Ya, begitulah kiranya pembahasan kita kali ini. Sebagaimana judulnya, tulisan ini hanyalah sebuah kejayusan belaka yang kiranya mampu membuat otak kanan kita terlatih untuk berkreasi dan berkembang lebih jauh lagi. Semoga dinas pendidikan dan kebudayaan atau dinas tata bahasa atau dinas apalah namanya yang mengurusi masalah kebahasaan tidak memperkarakan tulisan ini ke pengadilan. Hohohoho…
Add comment May 18, 2009
Ahahahahaha
Minggu 17 Mei 2009, sore hari di salah satu sudut KPTU sayap Selatan Fakultas Teknik UGM . Gue lagi rapat sama anak2 KKN. Sebenernya istilah rapat juga kurang cocok sih, soalnya kita cuma nongkrong2 doank mempererat kekeluargaan. Ngobrol ngalor-ngidul nggak jelas. Yang penting hari ini semuanya bisa saling ketemu dan bertatap muka.
Ketika lagi ngobrol2 nggak jelas, topik pembicaraan mengarah ke kegiatan abis rapat 2 minggu lalu. Waktu itu abis rapat di GSP kita makan2 di Pondok Cabe terus karaokean di Happy Puppy (baca tulisan gue yang judulnya “3Mei2009”). Si Bram waktu itu nggak ikut karaokean gara2 pengen nonton AC Milan tanding. Dia membuka pertanyaan,
“Eh gimana waktu itu karaokeannya, rame nggak?”
Beberapa orang menimpali pertanyaan tersebut. Sementara gue tertawa lebar mengingat gimana waktu itu si Hasan betah banget ndangdutan ditemenin Nana yang hobi ngebor. Lalu spontan Bram nanya ke gue yang terkenal cool, kalem, tenang, tentram dan damai kalo lagi rapat, eh lagi nongkrong,
“Kamu gimana kemaren Kink, ikut nyanyi juga nggak?”
Ditanya gitu gue pun tersenyum dan membalas,
“Weiits, jelaaaas…! Ikutan nyanyi juga donk…!”
Dan si Bram setengah nggak percaya berujar,
“Ah masa?”
Tapi tiba2 salah seekor makhluk disitu yang bernama Putri ikutan ngasih komentar untuk memperkuat jawaban gue,
“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”
…
…
…
…
Kriiiiik…
Kriiiiik…
…
…
…
Kita replay sekali lagi ucapan Putri barusan:
“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”
Replay sekali lagi,
“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”
Sekaliiiii lagi,
“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”
Sekarang kita teliti lebih jauh lagi, khususnya pada kalimat “C-Kink SUARANYA BAGUS loh”…
…
…
…
HAAAAAAAAAAAH??? C-KINK SUARANYA BAGUS???
Di dalam hidup gue yang udah menyentuh usia 20 tahun ini, mungkin inilah pertama kalinya ada orang yang bilang di depan gue langsung bahwa “suara gue bagus”. Huiks huiks… Srooooot…
Nggak bisa dipungkiri, gue emang nggak punya bakat nyanyi. Lidah gue cadel dan artikulasi kata2 yang keluar dari mulut gue juga nggak jelas. Plus, rentang jangkauan nada suara gue lain dengan orang2 kebanyakan, yaitu beberapa nada lebih rendah dari umumnya. Hal ini ngebuat suara gue nggak nyampe buat nyayiin lagu2 pada umumnya, karena nada suara gue kerendahan. Pun demikian, hal ini juga yang ngebuat gue nggak bisa teriak2. Kalo pun ada nada2 tinggi, itu semua gue akalin dengan suara falchetto. Tapi jadinya malah lebih mirip suara kambing nahan mencret. Bener2 rezeki gue emang bukan di bidang tarik suara, sekalipun gue hobi bermusik dan bisa nyiptain lagu.
Tapi sore itu, akhirnya ada juga orang yang secara spontan berujar bahwa “C-Kink suaranya bagus loh…!”. Nggak tau juga sih, mungkin selama ini ada yang salah dengan pendengarannya si Putri. Huehehehehe…
Ya nggak masalah kok. Intinya, gue mengucapkan terima kasih banyak buat Putri yang lidahnya telah kepleset untuk memuji suara gue yang nggak ada enak2nya ini. Hohohohoho… Apa yang diucapkan Putri itu semoga nggak sia2 dan bisa memotivasi gue untuk mempelajari dunia tarik suara dengan lebih semangat lagi. Serta karena gue punya banyak kekurangan dalam hal ini, tinggal bagaimana gue mengakalinya, soalnya nggak ada yang namanya kekurangan jika kita bisa mengubahnya menjadi suatu kekuatan.
Dan sejak sore itu, semoga gue diberi pintu rezeki untuk memudahkan jalan gue di dunia tarik suara. Sehingga suatu hari nanti ketika gue bernyanyi, maka suara gue akan mampu membuat anak kecil menjadi menangis, membuat pasangan yang bertengkar menjadi bunuh2an, membuat orang stress menjadi semakin stress, membuat pengunjung restoran jadi nggak napsu makan, membuat ibu hamil langsung keguguran dan membuat tokek2 kabur ketakutan. Semoga…
Add comment May 18, 2009
DhaniaChairunnisa #3
(Sekali lagi, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1” sama “DhaniaChairunnisa #2”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)
Entah sudah berapa kali matahari terbit dari arah Timur. Dan entah sudah berapa kali burung2 pulang ke sarangnya. 8 tahun telah berlalu sejak C merasakan bagaimana bahagianya ia yang seorang pecundang menjalani ujian caturwulan satu meja bersama D yang istimewa. Kini C dan D sedang menjalani tahun ketiga perkuliahannya di kampus masing2, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Paramadina.
Bulan ini, tepatnya tanggal 15 Mei, D berulang tahun. Bukan C namanya jika ia tidak tau tanggal ulang tahun D. Dan sekali lagi, bukan C namanya jika ia berani untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada D secara terang2an, meskipun hati kecilnya sangat menginginkannya, sekalipun hanya 1 kali dalam seumur hidupnya.
Ratusan bahkan ribuan orang mungkin telah mengucapkan ucapan selamat ulang tahun pada D. Dan mungkin ia tidak begitu peduli jika ada salah seekor penghuni kota Yogyakarta yang turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun padanya. Apalah artinya seonggok pecundang seperti C dibandingkan seorang ratu seperti D.
Beberapa waktu sebelumnya, C yang merupakan seorang pemusik yang diberikan rezeki berupa kemampuan untuk menciptakan lagu, telah mampu membuat sebuah lagu yang ia tujukan untuk D. Lagu itu terinspirasi dari sosok D yang pernah hadir dalam kehidupan C. Meskipun mungkin lirik dan nada nya sangat jauh dari nilai2 estetika dan keindahan, tapi memang hanya itulah yang mampu dilakukan untuk C dalam menanggapi perasaannya terhadap D.
Lagu itu selama berbulan2 hanya menjadi konsumsi pribadi C seorang diri. Karena kepecundangannya, C tidak berani untuk mempopulerkan lagi tersebut. Setiap ada waktu, C memetik gitarnya dan memainkan lagu itu seorang diri. Hanya seorang diri. Jadilah mungkin tidak banyak yang tau akan lagu tersebut, apalagi si D, yang merupakan sumberi inspirasi C di dalam menulis lagu itu. Meskipun sejatinya, C berharap suatu hari nanti D akan mendengarkan lagu ciptaannya tersebut.
Dan kini, di hari ulang tahun D, sekali lagi tetap tidak ada yang mampu C lakukan. Kecuali sekedar me-launching lagu yang pernah ia ciptakan itu. Lagu yang terinspirasi dari keindahan seorang D. Lagu yang setia menemani C di malam sepinya. Sebuah lagu yang berjudul “Dhania (Selalu Selamanya)”.
Juni 2008
Dhania (Selalu Selamanya)
C-Kink
Kubuka lembaran masa lalu
Kubaca cerita dalam hidupku
Dan ku teringat tentang dirimu
Yang pernah temaniku
#
Ku teringat semua tentang kita
Ku teringat semua cerita kita
Cerita saat kita bersama
Nikmati suka dan duka
*
Meski kini kita tak lagi bersama
Namun rasa ini akan selalu ada
Membayang menyelimuti diri
Walau dirimu kini telah pergi
(Dan tak akan pernah terobati)
Reff:
Dhania kau kan selalu ada di hatiku
Walaupun dirimu t’lah jauh dariku
Dhania kau s’lalu ada di mimpiku
Karena cintaku untukmu
Selalu s’lamanya
Meski kini ku tak tau
Dimanakah dirimu oh berada
Namun rasaku ini
Takkan pernah berakhir
Selalu untukmu selamanya
(CATATAN:
Bagi yang ingin mendapatkan lagu tersebut, silahkan kirim email ke alamat c_kink_noa_zoro@yahoo.com dengan subject: “minta kirim lagu”. Insya Allah nanti bakalan dikirim email balesan plus lagu tersebut dan liriknya. Jangan lupa juga untuk mencantumkan identitas diri, soalnya lagu ini masih sangat belum populer dan ada kemungkinan dibajak serta dikomersilkan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab.)
Itulah sebuah lagu yang C ciptakan dengan si D sebagai sumber inspirasinya. Dan itulah kiranya sekelumit cerita yang pernah C alami. Cerita tentang cinta pertama C.
Butuh keberanian tersendiri bagi C untuk menceritakan kisahnya yang bodoh ini. Namun C sadar, bahwa cepat atau lambat, suatu hari nanti ia pasti akan segera pergi meninggalkan dunia ini. Meninggalkan dunia dengan segala isinya, dengan segala kehidupannya, dengan segala lika-likunya, dan dengan segala cerita cintanya.
Dan C hanya tak ingin jika tiba waktunya ia pergi nanti, semua ceritanya akan terbawa ke dalam tanah kuburan bersamanya. Kini adalah saatnya bagi C untuk membuat dunia tau tentang cerita2 yang pernah terjadi di dalam kehidupannya. Sehingga meskipun jika suatu hari nanti C telah pergi, semoga semangat C akan tetap selalu menyala di muka bumi ini.
Tidak ada harapan C terhadap D atas apapun yang ia ceritakan disini. C hanya ingin, jika suatu hari nanti C diberi rezeki untuk bertemu dengan D lagi, D masih ingat dan akan selalu ingat tentang hari2 ujian caturwulan yang pernah dilalui bersama. C hanya ingin D ingat bahwa di dunia ini, pernah hidup seorang pecundang yang bernama C itu sendiri. C hanya ingin bahwa D ingat bahwa mereka berdua pernah saling mengenal. Dan kalaupun ternyata D lupa akan itu semua, maka sesungguhnya C akan selalu mengingat D di dalam hatinya. Insya Allah…
Yogyakarta, 16 Mei 2009
Tamat
Add comment May 18, 2009
DhaniaChairunnisa #2
(Oiya, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)
Hari telah berganti. Kini C telah duduk di salah satu sekolah menengah atas negeri di kota tersebut. Sementara D berada di sekolah yang berbeda dengannya. Namun perasaan itu akan selalu sama, meskipun kini sangat kecil kemungkinan C akan mampu melihat sosok D lagi.
Tapi selalu ada kesempatan di setiap kesempitan. Meskipun mereka sekolah di tempat yang berbeda, seringkali selama beberapa waktu C masih diberikan kesempatan untuk melihat keindahan seorang D. Beberapa teman D bersekolah di tempat C berada. Dan kadang2 setelah pulang sekolah, C sering meilhat D berada tak jauh di depan pintu gerbang sekolah, menunggu kepulangan temannya. C melirik ke arah D, dan D pun melirik ke arah C. Mereka berdua saling lirik2an layaknya film India. Bo le cu ri yaaa… Bo le ja ne pyaaaa…
Kali ini, tak ada lagi nama C yang disebut dari bibir D. Demikian juga dengan C. Meskipun kini usianya telah bertambah, namun kedewasaan C masih sangat kekanak2an, lebih kanak2 daripada anak bayi sekalipun. C sangat ingin sekedar menyapa D, tapi apa daya nyali tak sampai. Dasar cemen lu C!
Dan itu terjadi tidak hanya sekali. Mereka seringkali diberikan kesempatan untuk saling bertatap muka. Tapi karena emang si C ini idiotnya udah stadium tingkat tinggi yang mungkin tidak bisa disembuhkan lagi, ia masih tetep tidak berani sekedar menggerakkan bibirnya untuk memanggil nama si D. Begitupun dengan kesempatan lainnya, seperti ketika D yang sedang naik becak hendak pulang ke rumahnya. Becak yang ditumpangi D seringkali berjalan melintasi C yang kebetulan lewat. Meskipun mereka berdua saling tau sama tau, tapi mari sama2 kita gebukin si C, karena si C masih belom berani untuk menyapa D!
Selang beberapa waktu mereka tidak bertemu lagi. Hingga suatu hari, C yang merupakan seekor anak band mendapatkan kesempatan untuk manggung dalam acara pentas seni yang diadakan oleh sekolahnya D. Berlima, C lolos audisi dan berhak untuk naik panggung.
Akhrnya tibalah hari yang dinantikan. C naik ke atas panggung dengan 4 orang temen bandnya. Dan dari atas panggung ia melihat sosok D sedang menonton di salah satu sudut. C tidak tau apakah D sadar akan kehadiran C di atas panggung, namun C hanya bisa berusaha untuk memberikan performance yang terbaik yang ia bisa, sembari hati kecilnya berharap semoga D menyaksikan aksi panggungnya itu.
Tahun telah berganti, kini D telah melanjutkan ke pintu gerbang perkuliahan. Ia melanjutkan studinya di kampus STEKPI, Jakarta Selatan. Sementara C masih sibuk berkutat dengan tahun terakhirnya menjalani kehidupan sekolah. Dan sejak saat itu, C pun tidak pernah melihat keindahan sosok D lagi.
Dan kini, waktu telah semakin berlalu. Hari ini C sedang sibuk menyelesaikan studinya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan D yang awalnya kuliah di STEKPI, setelah 1 tahun ia memutuskan untuk berpindah studi. Jadilah kini D berada di Universitas Paramadina, Jakarta, yang diketuai oleh rektor bernama Anies Baswedan.
Namun, dimanapun mereka berada, C akan selalu berharap akan kehadiran seorang D, meskipun mereka berada dalam ruang dan waktu yang berbeda. Sementara layar komputer hanya diam membisu menyaksikan mereka berdua.
Bersambung…
Add comment May 18, 2009
DhaniaChairunnisa #1
(Sebelomnya gue mau nanya dulu ah. Ini kenapa judul tulisannya kok kaya nama perempuan ya?)
Alkisah pada jaman dahulu kala ketika penduduk bumi sedang menikmati euforia milenium, tersebutlah 2 ekor anak manusia yang masih imut2 plus amit yang berada di sekolah yang sama. Kita sebut saja si “C”, pemuda cacingan berumur 13 tahun dan kakak kelasnya yang bernama si “D”, gadis anggun yang 1 tahun lebih tua dari si C.
C, seorang lelaki yang sangat tidak populer di sekolahnya dan tidak memiliki seekor temanpun, yang bahkan untuk berbicara dengan orang lain pun ia sangat2 malu dan nggak berani melakukannya. Sementara D, seorang perempuan laksana ratu sekolah, yang kemanapun ia melangkah mata semua orang akan tertuju padanya dan mencoba menyapanya. Kehidupan mereka berdua sangat bertolak belakang, laksana tukang siomay dan tukang copet. Tukang siomay kalo dipanggil akan segera mendekat, sementara tukang copet kalo dipanggil akan segera berlari menjauh. Wuuuuuush…
Pada suatu hari, ketika sekolah tersebut mengadakan ujian caturwulan (dulu kan masih pake nama caturwulan/cawu, bukan semester kaya sekarang), anak2 kelas dimana C berada akan dipasangkan dengan anak2 dari kelas dimana D berada. Semua anak kelas C berlomba2 mencari tau siapa pasangan duduknya, dengan harapan bisa numpang nanya2 jawaban atau sekedar menjadi pelindung kalo mau nyontek atau ngebet.
Disaat orang2 mencari tau pasangan duduknya, nggak demikian dengan C. Dia tetap menjalani hari2nya seperti biasa, merenung seorang diri di pojokan kelas berteman bayangannya sendiri.
Sampai akhirnya, tiba2 kelas tersebut didatangi oleh beberapa ekor perempuan kakak kelas. Salah seorang diantara mereka bertanya, “Eh yang namanya C orangnya yang mana?”. Lalu salah seorang anak kelas tersebut menunjuk sosok C yang sedang berbicara dengan tembok di pojokan kelas. C yang merasa ditunjuk2, segera menoleh sekilas. Tapi dia tau, tidak akan pernah ada orang yang mau membagi perhatian dengannya. Ia menyangka bahwa bukan dirinyalah yang sedang ditunjuk, melainkan tembok yang ada di hadapannya. Akhirnya C kembali kepada kesibukannya semula, berbicara dengan tembok. Sementara beberapa perempuan kakak kelas tadi tersenyum cekikikan seakan2 baru melihat Vidi Aldiano keselek jam tangan.
Akhirnya tibalah hari ujian. Dengan langkah tanpa semangat, C masuk ke kelas dan mencari tempat duduk sesuai nomornya. Ia duduk manis disana, menatap meja kayu dihadapannya. Dan tiba2 seorang perempuan datang dan duduk di sebelahnya. Mata C sekilas melirik ke arah perempuan tersebut dan… C hampir tidak mempercayai penglihatannya…
Perempuan itu bukan kakak kelasnya.
Perempuan itu bukan manusia.
Perempuan itu bukan perempuan.
Karena perempuan itu adalah BIDADARI!!!
Dag dig dug… Jantung C yang lemah dan cacingan berdetak. Ia berpikir dalam hati, kenapa ada bidadari di sekolah ini? Bukankah tempatnya bidadari seharusnya adalah di khayangan sana?
Bidadari eh perempuan itu tersenyum manis menyapa C. Sementara C tidak siap menerima senyuman semanis itu. Ia benar2 gugup, sampai2 ia merasakan ada cairan yang menetes dari balik celananya. Ih ngompol… Dan C hanya mampu membalas senyuman itu dengan senyuman ala kadarnya, yang kalo diperhatikan baik2 lebih mirip seorang anak kecil nahan mencret. Crett… Crettt… Ih bau!
C mencoba mencari tau siapa nama bidadari eh perempuan itu. Dan diperolehlah bahwa perempuan itu bernama D. D juga termasuk salah seorang perempuan yang ketika itu main2 ke kelas C dan bertanya yang manakah orang yang bernama C.
Akhirnya, hari2 ujian caturwulan C berikutnya dihabiskan dengan 1 meja bersama D. Ternyata D tidak hanya menarik, tetapi juga ramah. Seringkali D mencoba mengajak berbicara C dengan hal2 yang kecil. Tapi dasar C orangnya blo’on dan idiot serta goblok plus tolol. Dengan kemampuan komunikasi yang jauuuuuuuuh dibawah manusia normal pada umumnya, C bingung harus berkata apa setiap kali D mengajaknya bicara. Jadilah C terlihat sebagai sosok yang diam dan kaku, sangat bertentangan dengan kata hatinya yang ingin berbicara dengan D.
Seminggu lamanya C melangsungkan ujian disisi D. Seminggu lamanya D mencoba menyapa C. Dan seminggu lamanya pula C bingung tidak tau harus berkata apa. Dasar goblok lu C, mati aja sono!
Akhirnya hari Sabtu pun tiba, yang artinya ujian caturwulan akan berakhir hari ini. Artinya juga, setelah ini C akan kehilangan kesempatan untuk bertemu D. Karena mereka akan kembali ke kelasnya masing pada tahun ajaran baru. Tidak ada yang dapat C lakukan selain merenung seorang diri, berterima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bidadari seperti D.
Dan, cinta pertama C pun terkubur bersamaan dengan dimulainya libur tahun ajaran. Huiks huiks… Srrooooott…
***
Tahun ajaran telah berganti. Ini tahun terakhir D bersekolah di tempat ini, kalo dia lulus nanti. C masih berharap suatu hari nanti ia dapat bertemu kembali dengan D. Tapi emang dasar si C ini blo’onnya udah kebangetan, dia pun nggak tau apa yang harus dilakukan kalo emang beneran ketemu sama si D.
Dan karena masih berada di satu sekolah yang sama, probabilitas bertemunya mereka berdua masih cukup tinggi. Dan tibalah pada suatu hari dimana dalam beberapa kesempatan, D dan teman2nya berjalan berpapasan dengan C. Dengan penuh keramahan dan kehangatan, D selalu menyapa C setiap kali mereka berpapasan. Dan bodohnya, C tidak pernah membalas sapaan tersebut. Hanya senyum yang mampu ia berikan, entah apakah D akan melihat senyuman itu atau tidak.
Betapa ini adalah suatu kehormatan besar bagi seorang C yang setiap harinya menghabiskan waktu bersama bayangannya sendiri tanpa seorang pun teman. Seumur hidupnya, baru kali ini ada orang yang mau menyapanya ketika sedang berpapasan. C memang sangat2 pecundang dan cacingan, yang membuatnya tidak punya banyak teman. Ketika di jalan ada yang ingat dengan sosok C, itu sudah sangat bagus untuknya. Apalagi sampai ada orang yang mau menyapa C, ini benar2 suatu kebahagiaan baginya. Betapa C terharu melihat inilah pertama kalinya ada orang yang mau menyapa dia. Saking terharunya, sampe jadi pengen nangis. Nangis dulu yuk… Huhuhuhuhu… Huiks huiks…
D selalu menyapa C disetiap papasan, dan C, sekali lagi, dengan idiotnya nggak pernah mampu membalas sapaan tersebut, meskipun sebenernya hati C sangat menginginkannya. Sampai selang beberapa waktu, mungkin D lelah dengan C yang tidak pernah membalas sapaannya. Dan akhirnya D tidak pernah lagi menyapa C di setiap papasan. Sementara C sangat merindukan namanya disebut oleh bibir D yang manis itu.
Hari berganti hari, tak ada lagi sapaan dari D untuk C. Dan C pun tidak pernah berani untuk mulai menyapa D duluan. Dasar C emang goblok banget dah ah… Dan akhirnya hari kelulusan pun tiba. D dinyatakan lulus dan diterima di salah satu sekolah swasta di kota itu. D pun beranjak pergi meninggalkan masa mudanya. Sementara C hanya bisa menyesali kebodohannya yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik terhadap orang2 di sekitarnya.
Dan ikan lou-han itu pun tersenyum… Menertawakan kegoblokan C dan cinta pertamanya itu…
Bersambung…
Add comment May 18, 2009
IPkelimaku
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.
Ya ayyuhan naas…
Aduh… Nggak terasa sekarang udah bulan Mei 2009, udah menjelang UAS semester 6. Padahal gue belom mem-publish pogress IP gue di semester 5 kemaren. Udah jadi kewajiban buat gue untuk mem-publish IP yang gue peroleh di tiap semesternya. Hal itu bisa lu liat di blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com. Jadi silahkan aja kalo lu mau tau IP gue dari sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jogja ini sampe sekarang.
Dan karena sekarang pun semester 6 udah mau berakhir tapi gue belom sempet mem-publish IP gue semester 5 kemaren. Tanpa banyak omong lagi, ini dah IP gue di semester 5 gue kasih liat. Jangan diketawai yaaaa…
Semester 5
| Mata Kuliah | SKS | Nilai | Nilai | Bobot |
| Kerja Praktek/Studi Mandiri | 2 | A | 4 | 8 |
| Kontrol Otomatis | 2 | B+ | 3.5 | 7 |
| Praktikum Elektronika Nuklir | 1 | B | 3 | 3 |
| Proteksi Radiasi | 3 | B | 3 | 9 |
| Material Nuklir | 2 | C | 2 | 4 |
| Analisis Reaktor Nuklir | 2 | D | 1 | 2 |
| Operasi Unit | 2 | A | 4 | 8 |
| Kimia Radiasi | 2 | B+ | 3.5 | 7 |
| Teknologi Uji Tak Merusak | 2 | C | 2 | 4 |
| Metode Monte Carlo | 2 | B | 3 | 6 |
| Regulasi Nuklir dan SSAC | 2 | B | 3 | 6 |
Jumlah bobot = 64
IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 64 /22 = 2.91
Begitulah… Jangan diketawain lho, diledekin aja… Huehehehe…
Dari hari ke hari, rasanya IP gue makin rusak aja. Dan hari ini pun nggak tau kenapa rasanya susah banget buat IP gue untuk menyentuh angka 3. Mungkin gue perlu mengunci diri dari dunia luar dan ber-uzlah dulu untuk mengembalikan kapasitas otak gue yang dulu sempet memberikan hasil positif berupa IP sebesar 3.5. Tapi sekarang? Membaca saja sulit…
Ya pokoknya itulah intinya. Gue berterima kasih kalo setelah ngebaca tulisan ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gue gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar sana yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, tararengkyu banget ya karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca tulisan gue ini.
Oiya… Sekali lagi, kita masih punya pantun dari Olga.
“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUCI…
CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KACI…”
Yuk yah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.
Add comment May 18, 2009
FilmYouMustSee
Selama seminggu kemaren, gue melarikan diri dari kota Jogja untuk pulang kampung ke Depok, dengan alasan mau cuti hamil. Dih, masa iya sih bo akika hamil? Bukan, bukan gue yang hamil. Terus siapa dong yang hamil? Nggak tau ya, mungkin si ikan di kolam gue, mungkin si keluarga cicak, atau mungkin si tikus yang suka ngendap2 di dapur tiap malem. Jadilah akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, gue sempet2in untuk pulang ke Depok ditengah kesibukan gue yang gue isi dengan tidur, tidur dan tidur.
Mumpung lagi di Depok, gue nyempetin diri untuk nonton film. Udah lama sejak terakhir kali nangkring di bioskop. Dan Alhamdulillah, kedua biji film yang gue tonton itu bisa dikatakan nggak mengecewakan untuk ukurannya. Jadilah uang yang gue keluarin buat beli tiket bioskop yang kapitalis itu sebanding dengan kepuasan terhadap film yang ditonton. Eh nggak puas juga sih, tiketnya kemahalan bo…
Emangnya film apa aja sih yang gue tonton? Mau tau jawabannya? Tekan tutsnya dan mainkan!
Janda Kembang
Janda Kembang, disingkat “Jambang” (idih bikin singkatan kok seenaknya) adalah film lokal karya sutradara Hanung Bramantyo. Waktu lagi mau nonton di Margo City, pilihannya ada Bukan Cinta Biasa, Jambang, film action-Asia yang gue lupa judulnya, sama Knowing. Akhirnya gue tertarik untuk menjatuhkan pilihan pada film Jambang, soalnya dari referensi yang gue baca, disini Luna Maya menyumbangkan suaranya untuk menyayikan beberapa lagu pop lokal. Titi Kamal sama Nirina kan udah pernah, sekarang gilirannya Luna Maya. Terus gilirannya Asmirandah kapan? Kalo si Cincyah Laurah mah udah pernah juga… I don’t wanna lose you… Yes I wanna hold you… I dont wanna make you… Make you sad and make you cry… Oh baby baby baby…
Dan kemudian gue duduk manis di bioskop nonton film ini. Bla bla bla bla bla bla bla bla… Satu setengah jam kemudian filmnya kelar dan gue pun keluar dari bioskop dengan menarik napas panjang. Fiuuuuuh…
Terus kenapa tulisan ini dikasih judul “FilmYouMustSee”? Soalnya, film ini beda sama film2 Indonesia kebanyakan yang umumnya cuma punya 2 genre: komedi mesum atau horor. Yah mentok2 film drama romantis, meskipun romantismenya terkesan murahan.
Basic dari film Jambang ini emang kesannya komedi, tapi semakin filmnya berjalan, semakin kita sadar kalo film ini nggak cuma bermodalkan kocokan perut doang. Ada bagian ketika kita dibuat tertawa, ada bagian ketika kita dibuat berpikir dan tersenyum satir, ada bagian ketika kita dibuat naik darah, ada bagian ketika kita dibuat terharu dan ada bagian ketika kita dibuat tidur. Zzzzz…. Grrooook… Zzzzzz… Heh jangan ngorok!
Bagian yang paling keren adalah ketika Sarah Sechan yang berperan sebagai Yuli selaku suami dari Dodi yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, saling beradu mulut. Disini, dalam satu scene yang lumayan panjang (tanpa pemotongan), Yuli dan Dodi gontok2an dengan gaya khasnya masing2 yang sangat menarik. Apresiasi khusus buat Sarah Sechan yang sepanjang scene mampu berteriak marah2 tanpa jeda dengan logat Sunda yang khas.
Gue nggak tau sih si Sarah Sechan ini aslinya orang mana, emang asli orang Sunda apa bukan. Sekalipun berbicara ceplas-ceplos udah identik dengan keseharian dia, tapi tetep aja gue takjub ngeliat dia bengak-bengok dengan logat Sundanya. Maknyus banget dah ah…
Nggak cuma itu doang, banyak adegan2 lainnya yang juga kiranya patut untuk diberi acungan jempol kaki. Tapi kalo mau tau adegannya kaya gimana, ya mendingan lu nonton aja dah sono. Nggak seru dong kalo semuanya gue ceritain disini. Hohohohoho.
Dan, dari referensi yang gue baca, inti film ini adalah ingin menyampaikan sebuah pesan yang udah sering kita denger tapi jarang kita aplikasikan. Sebuah pesan yang berbunyi, “Fitnah itu lebih kejam daripada tidak memfitnah”! Eh salah, maksudnya “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Gitu intinya. Atau kalo mengutip ucapan salah satu tokoh politik nasional, bunyinya “Fitnah adalah perbuatan…”
Wolverine: The Origins
Cerita2 dengan alur feedback emang selalu menarik buat disimak. Di film Star Wars, gimana ceritanya si tokoh jagoan di 3 film awal bisa jadi penjahat di 3 film terakhir. Di komik One Piece, gimana Chopper bisa jadi dokter hebat kaya sekarang. Pun demikian dengan film X-Men yang satu ini, yang menceritakan tentang awal mula munculnya mutan2 ajaib dan kenapa si Gabe Logan minta dipanggil dengan nama Wolverine.
Khas film Barat, film2 superhero yang mengadopsi dari komik emang selalu menarik buat ditonton. Batman, Spiderman, Fantastic Four, Iron Man, siapa yang nggak kenal? X-Men ini juga sama, kira2 nggak jauh beda lah isinya, ada drama, aksi baku hantam, tembak2an, dll.
Terus, kenapa film ini juga gue sebut sebagai “FilmYouMustSee”? Jawabannya simpel aja kok. Simpel dan sedikit narsis, soalnya ini terkait dengan status gue sebagai mahasiswa Teknik Nuklir.
Ceritanya gini. Di film itu, ada sebuah markas penelitian tempat para mutan disimpen buat diteliti gennya. Si Logan alias Wolverine penasaran dimana markas penelitian tersebut berada, soalnya dia pengen ketemu face to face sama si jenderal yang punya proyek penelitian tersebut. Kemudian diperoleh info dari temennya Will.I.Am Black Eyed Peas bahwa markas tersebut berada di sebuah pulau entah dimana.
Denger kata2 “sebuah pulau entah dimana”, gue langsung terbayang sebuah pulau di Afrika sana, yang emang identik dengan hal2 kaya gini. Atau mungkin pulau2 di kepulauan Karibia, kaya di film Pirates of Caribbean nya Johny Depp. Bahkan bisa juga pulau2 di Asia Tenggara termasuk Indonesia, mengacu pada film KingKong.
Akhirnya si Wolverine dipertemukan dengan Gambit yang jago main kartu. Lalu si Gambit yang tau letak pulau tersebut bersedia nganterin Wolverine kesana. Dan dengan menggunakan helikopter, mereka berdua segera tancap gas dan melaju.
Gue penasaran, pulau kaya gimana yang bakalan muncul? Gue kira mereka bakalan terbang ke hutan2 atau ke laut, eh ternyata nggak. Mereka malah terbang ke daerah perkotaan dengan gedung2 betingkat. Kemudian tibalah mereka di pulau tersebut, pulau yang bikin gue nyengi2 sendiri.
Pulau apakah itu?
Pulau itu bernama…
…THREE MILES ISLAND!!!
…
…
…
Kriiiiik… Kriiiiik…
…
…
Emang ada apa dengan Three Mile Island? Buat lu yang awam emang pasti nganggep ini biasa aja. Tapi buat gue yang anak Teknik Nuklir, pulau ini punya kenangan tersendiri. Ah so sweet…
Three Miles Island adalah sebuah tempat reaktor nuklir PLTN di Amerika sana. Dia berada di sebuah pulau kecil di tengah sungai, berada di wilayah perkotaan. Dulu Three Miles Island sempet populer gara2 pernah terjadi kebocoran di dalemnya. Tapi kebocoran itu bisa teratasi, nggak sampe menimbulkan korban jiwa dan nggak sampe mengakibatkan ledakan kaya reaktor Chernobyl di UniSovyet.
Three Miles Island adalah salah satu bukti keberhasilan sistem safety pada PLTN. Tapi nggak tau kenapa, info kesuksesan safety Three Miles Island ini nggak pernah tersebar luas di kalangan masyarakat umum. Orang2 cuma taunya tentang Chernobyl doang, dan ini dijadikan salah satu senjata bagi mereka yang anti PLTN. Padahal selain Chernobyl kan masih ada Three Miles Island yang sistem keamanannya berfungsi baik dalam situasi kebocoran kaya gini. Huh, ada penyesatan opini disini!
Kita balik lagi ke Wolverine. Ternyata markas penelitian mutan itu bersembunyi dibalik kemegahan reaktor Three Miles Island itu. Mungkin karena mutan identik dengan mutasi gen dan mutasi gen identik dengan paparan radioaktif, jadilah pulau Three Miles Island yang dipilih jadi markasnya.
Dan di penghujung film, digambarin adegan baku hantam yang dilakukan di atas salah satu Cooling Tower. Ini juga maknyus, kapan lagi bisa liat Cooling Tower dengan pemandangan kaya gini? Tapi disini Cooling Towernya lagi nggak beroperasi, terlihat dari nggak adanya uap yang nongol. Dan pada akhirnya, Cooling Tower tersebut runtuh dan hancur kena lasernya si musuh yang ilmunya ngambil dari gennya si Scott alias Cyclops.
Akhirnya selesai lah sudah film tersebut dan gue diberikan pemandangan tentang Three Miles Island lengkap dengan Cooling Towernya. Kalo lebih diteliti lagi secara keilmuan, ada beberapa kejanggalan di film ini. Tapi itu nggak masalah, toh film ini lebih menitikberatkan pada drama dan baku hantamnya, bukan pada unsur2 keilmuannya.
Udah deh… Segini dulu aja yaaaa…!!!
2 comments May 18, 2009
AngkringanTonight #3
Another side story of angkringan!
Malem ini gue ujian lisan bahasa Jepang. Ujian lisan yang dimulai dengan watashi wa C-Kink desu, Depok kara kimashita, Karangwuni ni sundaimasu, hatachi desu, Gadjah Mada daigaku no gakusei desu, dozo yoroshiku onegashimasu dan diakhiri dengan owarimashoo ja mata itsuka. Plus, dipenghujung acara kita ditunjukin nilai hasil ujian tulis kemaren, dimana gue dapet nilai perfect: 100! Sssssttt nggak usah pada tepok tangan gitu dong, biasa aja kaleee! Sementara si Wangi Wan-Wan* dapet nilai 94 dan AndhiBaka* San dapet nilai 95.
Sepulang dari tempat les, gue ngeliat angkringan di depan kosan gue lagi sepi, cuma ada seonggok gerobak yang dijaga oleh Mr X (sebut saja demikian) selaku pedagang angrkingan. Karena gue nggak tega ngeliat Mr X mejeng sendirian disana, akhirnya gue memutuskan untuk makan malem di angkringan ini sambil mesra2an berdua sama Mr X. “Mas ngamar yuk Mas, 2 ribu bolak-balik!”
Menu gue di angkringan ini selalu sama: mi rebus telor dobel! Cuma minumnya aja yang ganti2, sesuai kebutuhan. Kadang es jeruk, kadang coffeemix anget, kadang es teh, kadang darah gadis muda di kosan sebelah, kadang kuah mi rebus, dll. Malem ini gue putuskan untuk minum segelas es jeruk nggak pake kulitnya.
Seperti biasa, jiwa ke-Kastrat-an gue sering muncul di saat2 berkhalwat kaya gini. Nggak tau kenapa malem ini gue penasaran, sebenernya berapa penghasilan makhluk di depan gue ini dari berdagang angkringan per harinya? Kalo kata orang2, pedagang burjo itu sehari bisa dapet sampe 700ribuan. Nah kalo pedagang angkringan?
Sembari menunggu mi rebus telor dobel gue mateng, iseng2 gue nanya sama si Mr X ini,
“Mmmm… Mas, dari angkringan ini seharinya dapet untung berapa Mas?”
“Ya Alhamdulillah lumayan banyak lah…”
Lumayan banyak? Alhamdulillah… Mendengar kata “lumayan banyak”, yang terbayang di otak gue adalah nominal uang dengan besaran antara 200ribu sampe 300ribu per harinya.
“Emang rata2 sehari dapet berapa Mas?”
“Biasanya sih dapet 50ribu”
50ribu per hari? Untuk bekerja dari jam 2 siang sampe jam 12 malem, dapetnya 50ribu per hari? Alhamdulillah…
Gue pun berpikir, betapa makhluk di hadapan gue ini dengan sabarnya bekerja hampir 10 jam perhari demi selembar uang 50ribuan. Padahal di saat yang bersamaan, mungkin nominal segitu biasa kita hambur2kan dalam waktu singkat. Padahal tadi sore, gue baru aja membelanjakan angka sebesar itu untuk beli pulsa Im3.
“Biasanya paling banyak sehari dapet berapa Mas?”
“Kemaren saya pernah dapet sampe 70ribu seharinya…”
“Kalo paling dikit Mas?”
“Yaaaa sekitar 20 ribu waktu itu pernah”
Begitulah neraca keuangan hariannya Mr X ini. Rata2nya 50 ribu per hari. Kalo kita kaliin perbulan, jadi 50000 x 30 = 1500000, alias satu juta lima ratus ribu rupiah. Alhamdulillah… Masih lebih tinggi dari bates UMR kota Jogja. Tapi itu pun kalo Mr X bedagang setiap hari dengan penghasilan rerata 50ribu. Kalo lagi nggak jualan? Kalo lagi nggak begitu laku?
Mr X melanjutkan curhatnya,
“Biasanya saya paling sepi itu hari Sabtu!”
“Oh iya Mas, pada malem mingguan semua ya?”
Ya wajar lah, malem Minggu kan pada ngeluyur semua. Mending kalo malem minggu buka gerobaknya jangan di sini Mas, tapi di Ambarukmo Plaza aja! Atau di Hugo’s, Boshe, Empire dll. Tapi kalo malem Jumat gantian buka gerobaknya di Al-Ittihaad, Mardiyah, Baiturrahman, dll.
“Ini makanannya titipan kan Mas? Yang modal dari Mas sendiri apa aja?”
“Ya ini, gula, teh, coffeemix…”
“Gerobaknya punya Mas kan?”
“Iya, punya saya sendiri”
“Kalo piring sama sendoknya ini Mas?”
“Ini juga punya saya semua. Cuma makanannya aja yang titipan”
Sebagaimana yang udah gue ceritain di “AngkringanTonight #1”, makanan2 ini diambil oleh Mr X dari istilahnya “Majikan”. Abis nggak abis, makanannya bakal dibalikin lagi ke “Majikan” itu.
“Ini kalo nggak abis dibalikin ke juragannya kan Mas?”
“Iya”
“Juragannya itu nitipin makanannya cuma kesini doang apa ke tempat lain juga?”
“Seinget saya, kalo nggak salah dia punya 6 gerobak”
Wah, 6 gerobak? Kayanya asik juga tuh bisnis kaya gini. Ayo, ada yang mau jadi juragan angkringan?
Selepas itu, mi rebus telor dobel gue udah mateng dan gue sibuk dengan mangkok di hadapan gue yang menunggu untuk disantap. Mi nya lho yang disantap, bukan mangkoknya! Srupuuut… Srupuuut… Aaaaahh…
Yogyakarta, 5 Mei 2009
Add comment May 18, 2009
3Mei2009
00.01– 00.35
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Gitaran
Malem ini, eh pagi ini gue lagi ngikut makrab sekaligus pembubaran panita HPTT 63 bareng anak2 Teknik. Yang namanya makrab, setiap detiknya itu harus dimanfaatin, termasuk tengah malem kaya gini.
Sebelomnya sampe jam 11 malem, kita nongkrong di pantai Parangkusumo sambil nyalain api unggun dan bakar jagung. Plus, kita juga main “truth or truth”, plesetannya “truth or dare”. Nggak semua orang kebagian jatah truth or truth ini, cuma mereka yang namanya keluar dari undian aja yang dapet giliran. Dan sedihnya, gue yang berangkatnya nyusul justru kebagian giliran persis setelah gue dateng. Jadilah gue yang baru menginjakkan kaki di pantai, leyeh2 bentar, eh tiba2 nama gue keluar dari undian dan gue kebagian giliran jadi korban truth or truth ini. Duh, ini pasti konspirasi Yahudi!
Ada 5 pertanyaan yang harus gue jawab secara jujur dan apa adanya. Cinthya Laura selaku MC mempersilahkan semua orang untuk ngasih pertanyaan2 yang menusuk dan mengulik macem2 hal. Tapi dibatesin, pertanyaannya nggak boleh menghasilkan jawaban yang berupa nama orang. Dan pertanyaan yang gue dapet adalah sebagai berikut, plus jawabannya:
- Pernah suka sama temen 1 jurusan nggak?
Jawab: PERNAH!
Gue jawab aja jujur apa adanya. Ohohohoho…
- Kapan sukanya?
(maksudnya, kapan suka sama temen 1 jurusan itu?)
Jawab: SEMESTER 5!
Sebelom ngejawab, sebenernya gue bingung sama maksud pertanyaan ini. Tadinya mau gue jawab aja, “SAMPE SEKARANG!”. Tapi melihat suasana yang kayaknya bakal semakin ancur kalo gue jawab gitu, akhirnya gue nggak jadi jawab gitu deh. Yah ini mah nggak truth lagi.
- Apakah kamu berencana menikahi orang yang kamu suka itu?
Jawab: NGGAK!
Ya iyalah, cuma sebatas suka doang gitu loh… Kalo pertanyaannya diganti, “Apakah kamu berencana menikahi Asmirandah”, maka dengan lantang gue ngejawab, “HARAPAN ITU MASIH ADA, INSYA ALLAH!”
(emang Asmirandahnya mau?)
- Di BEM ini betah nggak sama kepemimpinannya Miftah?
Jawab: BETAH!
Kan sebelomnya gue udah pernah ngerasain yang kaya gini di Kastrat, jadi biasa aja tuh.
- Pernah suka sama sesama anak BEM nggak?
Jawab: PERNAH!
Sama kaya nomor 2, sebenernya bukan kata “pernah” yang pengen gue ucapkan. Awalnya gue bakalan jawab, “SERING!”. Tapi sekali lagi, kayanya gue bakalan jadi bulan2an kalo jawab gitu.
Untung cuma dibatesin 5 pertanyaan doang. Kalo lebih, bisa tambah ancur aja dah…
Kita balik lagi ke jam 00.01 di tanggal 3 Mei. Kita semua udah pada ngumpul lagi di balai dukuh, udah pulang dari pantai. Beberapa orang memilih untuk tidur dan istirahat, sementara gue memilih untuk genjrang-genjreng klentang-klenting bareng Nalar, Reza dan Abdul menyayikan lagu2nya Bang Iwan Fals.
“Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana… Di gedung DPR”
00.35 – 01.25
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Main UNO
Ini dia hobi favorit gue kalo lagi makrab, MAIN UNO! Uno itu semacem permainan kartu gitu loh. Permainan kartu yang menyenangkan yang bisa dimainkan oleh sekian banyak orang sekaligus, dan kalo stock kartunya udah abis, permainan tetep berlanjut dengan cara mengocok ulang kartu2 yang nggak kepake. Segala strategi dipake disini, mulai dari intrik, kolusi, koalisi, bahkan sampe politik uang sekalipun…
Plus, kartu Uno ini juga punya nilai historis buat gue. Dulu, gue pertama kali kenal Uno gara2 diajakin sama Triyas Sukmawati, temen SMP gue. Waktu lagi liburan kuliah, waktu semua pada pulang ke Depok, gue barengan sama Mastur, Adis, Prisman dan Ega rame2 main Uno di rumah Triyas. Triyas juga yang ngajarin cara main Uno dan segala macem kejahatan di dalemnya, termasuk bahwa kita mesti ngomong “Uno” kalo kartu kita tinggal 1.
Terus kenapa kartu Uno ini punya nilai historis? Jawabannya simpel aja, karena terhitung sejak tanggal 23 Juni 2008, sosok bernama Triyas Sukmawati udah nggak ada lagi di dunia ini. Beliau telah pergi lebih dulu, dikarenakan penyakit apa gitu gue lupa, tapi intinya ada semacem cairan di otaknya. Jadilah kini guru yang mengajarkan gue main Uno telah tiada. Dan Uno itu adalah salah satu warisan yang Triyas tinggalin buat gue. Semoga gue bisa mengamalkannya dan memberikan sedekah jariyah ini untuk beliau.
Kalo di kartun One Piece, waktu kecil Roronoa Zoro selalu kalah adu pedang lawan Kuina. Dan selamanya Zoro nggak akan pernah ngalahin Kuina, gara2 Kuina udah meninggal akibat jatoh dari tangga. Lalu Zoro bertekad untuk menjadi pendekar pedang terbaik di dunia, sebagaimana janjinya pada Kuina. Sedangkan gue, karena ilmu ke-Uno-an gue ini gue dapet dari Triyas, maka gue pun bertekad untuk memberikan yang terbaik dan mengerahkan segenap kemampuan yang gue punya kalo lagi main Uno…
Dan, yang memperkenalkan kartu Uno ini di BEM adalah si kembar-cacingan Gilang dan Rara-Galuh. Pertanyaannya, apakah mereka berdua, yang ngenalin Uno ke gue di BEM, juga bakalan menyusul jejak Triyas untuk meninggalkan dunia ini lebih dulu? Biarlah waktu yang akan menjawabnya. Ihihihi…
01.25 – 02.00
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Leyeh-leyeh menjelang bobo
Game Uno kita udah selesai. Tyaz, Anton, Ari, Rara-Galuh, Takur dan Biebah selaku peserta Uno memutuskan untuk mengakhiri permainan ini dan beranjak tidur. Pun demikian dengan Wangi, yang nggak ikutan main Uno soalnya kebagian job buat ngeberesin kartu2 yang berantakan sekaligus ngocok kartu2nya. Kocok kocok kocok… Crott crott crott ah ah… Astagfirullah, apaan tuh?
Gue yang sejatinya masih pengen maen, akhirnya ikutan udahan juga. Niat gue mau langsung tidur, tapi karena efek 2 gelas good day yang gue minum hari ini, akhirnya gue baru bisa tidur sekitar jam 01.40–an.
02.00 – 04.00
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Tidur
Zzzzz… Zzzzz… Grooook… Zzzzz…
Sssssttt, jangan berisik! Gue lagi tidur nich! Zzzzz… Zzzzz… Grooook… Zzzzz…
04.00 – 05.00
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Ibadah pagi
Tau lah ya, jam segini tuh jam2nya apa. Ho oh bener banget, yaitu jamnya para dugemers pulang kembali ke kosan akibat kepanasan denger adzan Subuh berkumandang.
05.00 – 05.30
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Muhasabah
Sejatinya abis subuh ini gue pengen langsung pulang, soalnya jam 8 nanti ada pembekalan KKN. Tapi ternyata rencana berubah, dikarenakan pagi ini akan ada muhasabah yang istimewa. Apa istimewanya? Istimewa karena yang didaulat untuk menjadi pemantik pada muhasabah ini adalah gue sendiri! WUAAAAA…!!!
Ini pertama kalinya gue ngisi muhasabah. Dan gue pun nggak bisa menolak soalnya disini gue termasuk orang yang di-tua-kan, meskipun padahal aslinya masih muda. Thanks buat Abdul dan Tifa yang telah melobi gue buat jadi pemantik. Dan lidah gue pun komat-kamit mengucapkan kata2 yang kiranya bisa bermanfaat buat muhasabah ini.
Setelah sekitar setengah jam gue komat-kamit, akhirnya muhasabah ini selesai juga. Dan sepanjang acara muhasabah, sepintas2 gue liatin wajah2 para pesertanya. Dan Alhamdulillah, sepertinya muhasabah gue ini cukup sukses. Terlihat dari banyaknya peserta yang tertidur daripada yang menangis! Horeeee!!!
Lalu gue pun pamitan sama orang2 dan pulang ke Jogja naik mobil titipan yang disetirin Miftah.
05.30 – 06.30
Lokasi: Mobil Avanza plat B yang melaju dari Jalan Parangtritis sampe kosan
Aktivitas: Tidur
Waktu berangkat, mobil beranggotakan 7 ekor makhluk ini rame oleh celoteh makhluk2 di dalamnya. Mereka adalah Miftah, Ade, Izzat, Franky, Riva, Reza dan gue sendiri. Banyak tema yang kita bahas, mulai dari strategi dakwah Mas Maulana, keunikan sepeda panjang dan permasalahannya di lampu merah, posko registrasi UM UGM, sampe pantai Parangkusumo yang kalo malem banyak ayamnya. “Mas ngamar yuk Mas, dua ribu bolak-balik!”.
Tapi di perjalanan pulang, cuma ada bunyi mesin mobil dan radio yang terdengar. Penumpangnya pada tidur semua, kecuali Miftah yang kebagian job jadi supir. Termasuk gue yang juga ikutan tidur, soalnya jam 8 nanti mau ada pembekalan KKN dan gue nggak mau ketiduran di tengah2 acara. Jadilah sekarang gue nyicil tidur di mobil dan baru bangun beberapa saat sebelom mobil itu nyampe ke kosan paling keren abad ini, Karangwuni C-19.
06.30 – 08.00
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Get prepared
Demi mengejar pembekalan KKN jam 8, sampe kosan gue langsung mandi dan prepare buat berangkat nanti. Semua persiapan beres jam 07.15-an. Gue dan Nanda udah janjian berangkat bareng, dia bakal jemput gue di kosan jam setengah 8. Karena masih ada beberapa menit sebelom Nanda jemput gue, akhirnya gue memutuskan untuk tidur lagi, itung2 menghemat energi. Kan sekarang dunia ini lagi krisis energi!
Waktu menunjukkan pukul 07.30. Beberapa menit kemudian akhirnya dateng juga. Bukan Nanda yang dateng, tapi smsnya Nanda. Isinya mengatakan bahwa dia baru aja bangun tidur. Gubrak…!!! Ya udah, sambil nungguin Nanda prepare, gue tidur lagi dengan dandanan yang udah siap untuk berangkat. Sampe akhirnya jam 8 gue dibangunkan oleh bunyi motornya Nanda yang mejeng di depan kosan gue.
08.00 – 08.15
Lokasi: Antara kosan dan Fakutas Filsafat
Aktivitas: Cuci mata
Pembekalan KKN ini bakal diadain di Fakultas Filsafat UGM. Motor Nanda melaju kesana, melintasi pasar Sunday Morning yang akrab diebut “sanmor”. Dan sanmor adalah salah satu tempat yang efektif untuk cuci mata, dimana disini kita bisa ngeliat paha, betis, lengan dan bentuk tubuh perempuan2 punuk unta lainnya yang dijual gratisan di pinggir jalan. Astagfirullah… Kalo gini terus bisa2 apalan surat An-Naas sama Al-Falaq gue bakalan ilang nih…
08.15 – 12.00
Lokasi: Fakutas Filsafat
Aktivitas: Pembekalan KKN
Seperti udah diduga, gue dateng telat. Sebagai konsekuensi, gue sama Nanda dan beberapa orang yang telat lainnya nggak kebagian kursi di ruangan. Sampe pada akhirnya panitia ngebawain kursi dan kita pun bisa duduk di pojok ruangan paling belakang.
Ada 4 materi yang dikasih di pembekalan KKN ini, plus 1 General Test di penghujung acara.
- GMC, asuransi, dan bla bla bla tentang kesehatan.
Materi ini dibawain oleh ibu2 berjilbab panjang yang gayanya cool. Meskipun cool, tapi omongan2nya sangat unik bin ajaib yang seringkali bisa bikin kita tersenyum. Plus banyak info2 seputar dunia kesehatan yang beliau berikan disini. Tapi nggak sampe ngebahas tentang kesehatan reproduksi lho, belom cukup umur.
- Latar belakang dan filosofi KKN PPM UGM.
Materi yang kedua ini diawali dengan menyanyikan Hymne UGM. Baru kali ini gue denger Hymne UGM Setelah 3 taun kuliah disini. Dan untuk materi ini, gue nggak ngerasa lagi berada di ruang kuliah mendengarkan dosen ngasih materi, tapi rasanya lebih mirip nonton pertunjukan Srimulat! Si pemateri yang ibu2 ini emang 100% mbanyol, khas orang Jawa. Mbanyolannya pun Srimulat banget. Udah Bu ntar kalo pensiun jadi dosen, bikin grup lawak aja!
- Prosedur pelaporan.
Materi ini diisi oleh seorang bapak yang sukses ngebuat gue tertidur selama beberapa detik.
- Etika mahasiswa.
Materi terakhir ini mengingatkan gue akan pelajaran PPKn jaman dulu. Tapi yang ini lebih aplikatif dan real, dimana si ibu pemateri menceritakan pengalaman2 konyol yang pernah terjadi di tim2 KKN yang lalu yang terkait dengan persoalan etika.
- General test.
Ujian, pilihan ganda, 45 soal. Mau nyontek silahkan, mau ngebet buka buku juga silahkan. Tapi gue nggak melakukan keduanya, cukup membiarkan tangan ini mau nyoret jawaban yang mana. Sisanya, tawakkal ajah…
12.00 – 13.30
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19 dan burjo
Aktivitas: Makan sambil istirahat
Pulang dari pembekalan KKN dan selepas Dzuhur, gue nyempetin diri buat mampir ke burjo terdekat. 1 piring nasi telor, 2 biji tahu goreng dan 1 gelas good day moccacino es jadi temen santap gue untuk sarapan siang ini. Duh parah juga nih, masa sarapan jam 12 siang?
Sebelom pulang, nggak lupa gue minta 1 moccacino es lagi buat dibungkus. Gara2 banyak kerjaan, akhir2 ini good day jadi akrab banget sama gue buat membantu menghilangkan rasa kantuk. Yang ada bukannya ngantuk gue ilang, tapi dompet gue makin tipis gara2 keluar biaya ekstra.
Sejatinya gue ada janji sama Mega, Ryo dan Leo untuk ngerjain tugas Komputasi Nuklir jam 1 di KPTU. Tapi karena mata gue terasa berat banget plus perut yang penuh nasi telor, akhirnya gue leyeh2 dulu di kosan sambil baca koran. Dan beberapa menit kemudian, gue udah sukses terlelap dengan berselimutkan koran Republika yang lagi gue baca. Zzzzzz…
Belom sampe 10 menit gue ngorok, gue dibangunkan oleh sebuah sms dari Mega. Isinya,
“Dimana?”
Dan gue bales aja,
“Di KPTU. Tapi aku masih di kosan.”
Lalu gue segera bangkit dari alam mimpi, segera cuci muka, ganti baju plus dandan dan dengan kecepatan tinggi segera gue geber MyLovelySolBro menuju KPTU.
13.30 – 15.30
Lokasi: KPTU Sayap Utara
Aktivitas: Ngerjain tugas kelompok
Sesampainya di KPTU, udah ada Mega, Ryo dan Leo plus Mas Arstyo selaku asisten dosen untuk mata kuliah Komputasi Nuklir. Selama sekitar 1 setengah jam, dengan tabah nya beliau mengajarkan kita2 yang tambeng dan blo’on ini tentang pemrograman Delphi. Integer, variable, radio button click, begin, syntac error dll jadi santap siang kita di KPTU.
Sekitar jam 3-an kerja kelompok ini harus diakhiri karena Mas Arstyo mesti meninggalkan kita untuk pergi ke alam sana. Dan sambil nungguin Mega yang ada janji mau ngedate sama Irwan, kita pada nongkrong dulu di KPTU, curhat2an. Curhatnya Ryo selaku asisten praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi, curhatnya Leo yang hobi keramas setiap pagi dan malem, serta curhatnya Mega yang bulu keteknya nggak pernah dicukur. Lama kemudian datenglah Irwan dan kita pun beranjak meninggalkan tempat itu.
15.30 – 16.50
Lokasi: Sekretariat BEM KMFT UGM
Aktivitas: Istirahat sore
Setelah Ashar, sedianya gue mau berangkat ke GSP untuk rapat KKN. Tapi sekali lagi, badan yang kurus kering begeng kerempeng cacingan dan six pack ini terasa sangat lelah dan letih untuk diajak bekerja. Akhirnya daripada memaksakan diri dan berujung di rumah sakit Sarjito atau kuburan Pogung, gue memutuskan untuk nangkring di BEM dulu. Segera gue rebahkan badan, dan nggak perlu nunggu waktu lama untuk mata gue ini bisa terpejam.
Di sebelah gue juga ada si Ade, yang semalem ikut ke Parangtritis dan tadi pagi ikut pembekalan KKN serta siangnya juga terlihat lagi kerja kelompok di KPTU. Sama kaya gue, Ade juga menjadikan BEM ini sebagai tempat peristirahatannya. Jadilah sore ini kita berdua lomba ngorok2an di BEM. Gue jadi vokalis utama, si Ade jadi backing vokalnya.
Jam setengah 5-an akhirnya gue bangun. Karena nyawa gue masih belom terkumpul seluruhnya, gue nggak langsung berangkat ke GSP. Iseng2 gue baca Buku Pesan jaman dulu yang kegeletak nggak jauh disana. Buku Pesan yang menjadi saksi kegagalan gue menapaki karir sebagai Kadep Kastrat. Buku Pesan yang menjadi saksi perpisahan gue kepada orang2 BEM di penghujung 2008. Buku Pesan yang gue pake untuk pamitan kepada kabinet BEM 2009. Tapi nggak tau kenapa, kok ternyata periode sekarang gue masih eksis di BEM ya?
Setelah nyawa gue komplit, barulah gue berangkat menuju GSP. Tarik Maaaang…!!!
16.50 – 18.20
Lokasi: GSP Sayap Timur
Aktivitas: Rapat KKN
Sampe GSP anak2 udah pada ngumpul. Ada Bram, Putri, Hasan, Nanda, Fita, Vela, Nana, Jafar, Didi, Dani dan Naga. Ternyata, rapatnya belom dimulai. Rapat baru dimulai persis beberapa detik sebelom gue dateng. Tapi tetep aja gue mesti bayar denda. 3000 rupiah gara2 telat, plus 5000 rupiah gara2 minggu lalu nggak dateng pake izin, soalnya gue lagi di Pantai Depok lagi main air bareng anak2 PSDM. Di tengah acara, nongol Fariz, Nicky dan Ponti. Sementara Naga harus pergi gara2 ada rapat diklat pepala.
Sebenernya rapat ini nggak bisa dibilang rapat sih. Ini cuma forum rutin mingguan yang kita adain untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri lebih lanjut, mengingat kedepannya Insya Allah kita bakalan ditempa selama 2 bulan full di sebuah desa di Lombok sana. Jadilah kita ngobrol2 aja sampe Magrib, plus Magrib berjamaah di GSP.
Biasanya, abis rapat kita langsung pulang dan sibuk dengan urusan masing2. Tapi sore ini kita sepakat untuk makan malem bersama. Setelah negoisasi sana-sini, akhirnya kita sepakat restoran Pondok Cabe lah yang akan menjadi tempat kita mengisi perut malem ini.
18.20 – 20.20
Lokasi: Restoran Pondok Cabe
Aktivitas: Makan malem
Ini pertama kalinya gue makan di Pondok Cabe. Dari namanya, ketauan bahwa menu utama dari restoran ini adalah sambel2nya yang hot dan sexy itu. Tapi sedihnya, gue adalah orang yang nggak kuat makan makanan pedes. Setiap makan pasti gue nggak pernah pake cabe atau sambel. Jadilah di lidah gue, mau itu Pondok Cabe, Spesial Sambal atau Extra Hot, semuanya sama aja kayak restoran2 lainnya yang nggak menspesialkan menu sambel2an.
Semua orang yang tadi dateng rapat pada ngikut makan disini, kecuali Naga sama Ponti. Sepiring nasi goreng udah cukup untuk menu gue malem ini. Dari namanya, Pondok Cabe, pasti nasi goreng ini pun bakalan pedes juga. Jadilah gue berinisiatif untuk nyingkirin dulu potongan2 cabe yang ngumpet di balik nasi supaya nggak ikut kebawa masuk ke mulut gue.
Selepas makan, Fita yang paling muda sendiri ngerasa mupeng ngeliat home band yang dari tadi menghibur para pengunjung Pondok Cabe dengan lagu2 yang mereka bawain. Dia pengen ikutan nyanyi disana. Tapi malu gara2 nggak ada temennya. Lalu si Fariz yang punya wajah mirip bintang bokep papan atas segera memberanikan diri untuk ngomong sama mas2 home band tersebut, bahwa si Fita pengen ikutan nyanyi.
Sempet malu2 kucing selama beberapa saat, akhirnya setelah dipaksa oleh kita semua, Fita memberanikan diri untuk maju ke depan, ikutan nyanyi bareng home band. Dan di salah satu lagu dia duet bareng Fariz. Duet Fita-Fariz ini mengingatkan gue akan sebuah film jaman dulu yang berjudul “Beauty and The Beast”. Hohohohoho…
Sementara si Hasan, paling nggak bisa diem kalo denger musik2 kaya gini. Bawaannya pengen goyang terus. Apalagi kalo ngeliat ada tiang nganggur, wah udah deh semakin menjadi2. Keinginannya untuk bergoyang sambil gesek2 di tiang udah nggak tertahankan lagi. Jadilah gue dan Nanda harus bekerja keras untuk menahan hasrat Hasan tersebut. “Jangan disini San, kamu lagi nggak bawa shampoo kan?”
Selesai nyanyiin 3 lagu, Fita balik lagi ke meja. Dia mengaku kalo sebenernya dia belom puas dan masih pengen nyanyi lagi. Tapi kalo dia nyanyi disitu terus, bisa2 Pondok Cabe bakalan kehilangan pengunjungnya. Akhirnya Nana dkk pun ngajakin untuk karaokean aja. Ajakan yang nggak bertepuk sebelah tangan. Lebih maknyusnya lagi, Fariz yang udah punya penghasilan sendiri dari aksi2 kriminalnya, bersedia untuk ngebayarin kita karaokean! Di ruangan yang gede, 2 jam! Jadilah Heppy Puppy menjadi destinasi kita setelah Pondok Cabe ini.
Tapi ternyata nggak semuanya ikutan. Bram dan Jafar pengen pulang gara2 pengen nonton Milan vs Catania, yang berujung dengan skor 2-0 untuk Milan. Pun demikian dengan Dani. Dengan segenap makhluk tersisa, kita segera melangkah menuju Heppy Puppy.
20.20 – 22.40
Lokasi: Heppy Puppy
Aktivitas: Karaokean
Wuaaaaah… Udah lama gue nggak karaokean! Terakhir karaokean adalah waktu Tam-Tam ngadain farewell party akan kelulusannya dari S1 Fakultas Hukum UGM yang diadain di tempat yang sama dan ruangan yang sama dengan malem ini, bareng anak kos2an. Kini setelah 2 bulan berlalu, akhirnya gue bisa menyalurkan bakat terpendam gue ini, yang saking terpendamnya sampe gue sendiri nggak tau gimana cara ngeluarinnya!
Bintang di malem ini jelas si Fita, yang emang hobi nyanyi. Plus Nanda, yang juga merupakan vokalis di band Teknik Nuklir yang ada gue sebagai bassisnya. Juga Didi, yang kalo nyanyi hobinya teriak2 persis kaya vokalisnya Aerosmith keselek jagung bakar! Jangan lupa Nana, yang paling semangat buat goyang, lagu genre apapun bisa dibuat untuk goyang. Serta Hasan, yang tadi udah gue bilang paling nggak tahan untuk goyang. Apalagi kalo denger lagu dangdutan, wuaaaah jangan tanya… Untung aja di ruangan ini nggak ada tiang. Kalo pun ada pasti Hasan bertiga sama Fariz dan Nanda udah langsung beratraksi. Huehehehe…
2 jam telah berlalu dan sesuai janjinya, Fariz lah yang ngebayarin semuanya. Sekitar 207ribu rupiah harus keluar dari kocek Fariz. Nggak lupa, kita sempetin diri untuk foto2 dulu di Heppy Puppy, minta tolong mbak2 resepsionis buat motoin. Dan setelah semua selesai, akhirnya kita pulang kembali ke kandang masing2.
22.40 – 23.50
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Capek deeeeh…
Jam 11 kurang akhirnya gue kembali ke kosan gue tercinta, setelah sebelomnya nganterin Hasan pulang dulu. Sejatinya badan gue yang berotot dan six pack ini udah capek banget, tapi mengingat masih banyak kerjaan untuk esok hari, jadi gue nggak bisa langsung tidur.
Sampe di kosan, gue ngerasa lantai kosan gue penuh dengan debu2 yang entah darimana datangnya. Karena gue cinta kebersihan dan si kebersihan pun juga cinta sama gue, akhirnya gue ambil sapu dan gue bersihin kosan gue. Dimana2 orang mah nyapu pagi2 atau sore2, ini malah malem2. Sambil nyapu juga sekalian gue beresin kamar gue yang sedikit berantakan. Biarpun kesannya berantakan, tapi untuk ukuran laki2, kamar gue termasuk bersih dan rapi lho! Nggak percaya kan? Ya sama, gue juga nggak percaya…
Abis beres2, tugas lain masih menanti. Gue belom bikin draft praktikum buat besok. Jadilah gue kerjain draft parktikum itu. Karena belom ada kepastian besok dapet praktikum yang mana, sekalian aja gue bikin draft buat 2 praktikum, biar besok nggak ribet. Sementara laporan praktikum yang sedianya mau gue kerjain hari ini, masih tetap tergeletak dan terbengkalai seperti sedia kala.
Selesai bikin draft, gue beres2 tas dan ngisi tas gue dengan properti yang bakal gue bawa kuliah besok pagi, supaya besok pagi gue nggak perlu repot preparasi lagi tapi tinggal ambil tas dan langsung berangkat. Setelah tas gue beres, barulah gue rebahan di karpet. Gue kalo tidur emang nggak pernah di kasur, lebih milih untuk tidur di karpet. Kasurnya gue berdiriin dan gue senderin ke tembok. Emang apa enaknya tidur di karpet? Ya nggak tau sih, sama aja kok. Tapi mau itu karpet atau kasur, bakal lebih enak lagi kalo ada seorang istri yang nemenin tidur gue malem ini. Wuuuuaaaaaaah…!!! Istrinya siapa hwayooo???
Koran Republika hari ini belom selesai gue baca semua. Sambil rebahan di karpet, sambil gue baca tuh koran. Dan sekali lagi, nggak perlu waktu lama buat gue sukses terlelap berselimutkan koran tersebut. Zzzzz… Grooook… Zzzzz…
SELESAI
Ending:
Subhanallah Alhamdulillah, benar2 hari yang membahagiakan, bertemu banyak orang, melakukan banyak kegiatan, terus bergerak selama 24 jam, dll. Sangat kontras dengan keseharian gue yang biasa gue habiskan seorang diri berteman laptop dengan microsoft wordnya, atau dengan buku2 yang setia menemani hari2 gue. Seandainya setiap hari adalah penuh warna seperti ini…
Tapi kalo setiap hari kaya hari ini,
TERUS GUE BELAJARNYA KAPAN?
Tugas kuliah yang terbengkalai…
Laporan praktikum yang tergeletak…
Makalah yang menunggu ditulis…
Tugas presentasi yang terlupakan…
Nuklir oh Nuklir…
3 comments May 5, 2009
MenkoEksternal #4
Another month has passed. That was April, the month when we had something called UTS, known as “Ujian Tidak Serius” (while UAS is known as “Ujian Agak Serius”). Those UAS were held for 2 weeks, and Bem’s activities are stopped for a while during the UAS.
Now, lets go review what I had done on April. Check this one out!
1st April
There is another university who comes visit our college. In January, that was Widyagama University, Malang. In February, Skin-Tehcnology Academy was the one. There were no university came to Engineering Faculty on March. And on April, there was a university who came here. The biggest university in Banten Province. It was Untirta, Sultan Ageng Tirtayasa University.
We were welcoming them on KPTU. About 60 Untirta’s students were come. It was so lovely to saw our friends from far away. Because, university students are the persons who will be this country next leader, so it was an important thing to make a relationship with those next leaders.
1st April
Another event also held on this day. An installation for all BEM newcomers (note: installation here means “pelantikan”, not “instalasi” like what we use on computer program). But sadly, not all newcomers were came.
1st – 6th April
I was pointed to be a coordinator for a little committee called Palelu. Palelu is a committee built to socialization about Pemilu, also known as general elections. The Pemilu itself will be held on 9th April. Due to the low-respect from engineering student, as a BEM we had a duty to socialize it to them. While Palelu is a simple-call for “Pasukan Peduli Pemilu”.
There were 3 divisions on Palelu. First is media, second is stand, and the last is simulation. They were work about a week. Even though the target person wasn’t that much, but I did appreciated to they who had been participated on Palelu. Salute!
4th April
There was a little conflict on internal BEM’s situation. It started because a single memo wrote on BEM’s Message Book. And together with Fauzi, both we were initiative to hold a little family forum called Forga, Forum Keluarga. About 13 persons were come. I don’t really know are they felt free and satisfied about the summary of this Forga. But I hope it can make our relationship getting better dan more even better.
19th April
I had invited by Ganendra, the vice president of BEM KM UGM. He wanted to invite all of BEM-Faculty’s vice president and organized a forum called “vice president’s forum”. Because our BEM doesn’t has a vice president, so I was the one whose been selected to be a representative from Engineering Faculty, due to my position as a Menko Eksternal.
26th April
This was the last week on April. And I had 2 events were held on this day. First is Sambatan, Sambil Kerja Bakti Pererat Persahabatan. It was KRT’s program, a monthly event with purpose to clean-out BEM’s office. And then, I was invited by PSDM to participate on their Forga at Depok beach, Bantul. It was so lovely to having my body burn by sunshine, all day long in Depok beach, together with its soft sand and blue sea. Also, we didn’t forget to eat seafood there. I choose squid with oyster sauce for my breakfast-lunch. Mmmm… Yummy…
That is our review on April. There aren’t so many events, because people were busy with UAS, and so many committees were built and start to work this month. It means that the events will be happen more on May. So, let’s go welcoming May!
Add comment May 5, 2009
BingungNgasihJudul
“Kuesioner.
Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?
Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”
Mungkin ada beberapa diantara lu semua yang ngerasa familiar dengan susunan kalimat diatas. Familiar karena kalimat tersebut pernah nangkring selama beberapa waktu di inbox lu. Bukan begitu? Bukaaaaan… Meskipun mungkin nggak semuanya yang me-reply kalimat tersebut. Uhehehe..
Mirip dengan kasus pemilu 9 April kemaren, baru2 ini gue buka kuesioner terbuka kepada temen2 gue. Kali ini temanya bukan tentang pemilu lagi, tapi tentang sifat/kepribadian C-Kink yang nggak disukai oleh makhluk2 di sekitarnya.
Kuesioner ini disebar melalui handphone dengan menggunakan operator yang memberikan 100 sms gratisan di pagi hari. Jadilah sms2 itu gue sebar selalu sebelom jam 12 siang. Plus, karena cuma bisa maksimal 100 sms per hari, jadi waktu penyebarannya pun gue bagi jadi 3 hari, yaitu selama Selasa sampe Kamis 28 – 30 April 2009.
Yang menjadi responden, sekali lagi adalah orang2 yang namanya terdaftar di phone book gue. Selama 3 hari itu ada kira2 159 sms yang disebar. Dan sampe tulisan ini ditulis, cuma ada sekitar 58 orang yang ngasih balesan. Jauh lebih sedikit dibanding kuesioner pemilu kemaren yang jumlah responden yang nge-reply nya mendekati angka 100 ekor.
Tapi karena jawaban yang diberikan disini sifatnya abstrak, dalam arti nggak ada pilihan2 yang gue tawarkan untuk dipilih, jadi gue nggak bisa buat diagram/tabel tentang sifat/kepribadian apa yang ada di diri gue yang dominan nggak disukai oleh sebagian besar makhluk. Jawabannya pun bervariasi, mulai dari yang kritis, yang galak, yang malu2, yang cari aman, yang jawabnya ngaco, dan yang nggak mau jawab.
“Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya.”
Kenapa harus sejahat2nya dan sekejam2nya? Karena sadarlah wahai manusia, betapa manusia itu diciptakan dengan sifat kikir lagi berkeluh kesah. Dan kecenderungan manusia adalah menuruti hawa nafsunya. Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan terhadap harta, jabatan, wanita dan pujian. PUJIAN! Itu kata kuncinya. Bukan Pudji Indrawati lho, itu mah nama nyokap gue…
Manusia adalah makhluk yang haus akan pujian. Seringkali manusia tidak bisa lepas dari kehidupan tanpa mengharapkan pujian. Seringkali muncul riya2 kecil akibat terlalu berorientasi pada pujian.
Namun tak selamanya pujian itu menyenangkan. Sesungguhnya, ketika kita menerima pujian, maka diibaratkan kita sedang menusukkan sebilah pisau ke leher kita, karena pujian itu ada kalanya bisa lebih tajam dari mata pisau itu sendiri. Mampu menusuk dan membunuh dari dalam tanpa kita sadari.
Pujian seringkali membuat kita lupa diri.Pujian membuat kita terlena dan terbuai karenanya. Pujian membuat kita terbang ke langit2. Semakin banyak pujian, semakin tinggi kita terbang. Tapi karena kita terbangnya di dalem rumah, jadilah kita kepentok atap loteng. PLETOK…!!! Aduh sakit…
Intinya, pujian adalah salah satu sarana untuk mendekatkan diri kita kepada sesuatu yang bernama KESOMBONGAN!
(Kalo nggak sepakat ya nggak apa2, nggak maksa kok yeeeee… Intinya adalah bahwa timbangan itu harus selalu berada dalam posisi yang setimbang, jangan terlalu berat dan juga jangan terlalu ringan)
Jadilah, perlu ada semacam evaluasi untuk menghindari terjadinya hal2 sebagaimana tersebut dalam paragaf di atas. Dalam hidup ini kita berinteraksi dengan banyak makhluk, dan mungkin ada kalanya beberapa mahkluk tersebut merasa nggak nyaman dengan segala polah dan tingkah laku kita selama ini. Tapi sekali lagi, karena sebelomnya kita telah terlalu terbuai dengan segala puja-puji, jadilah kita terlena dan lupa bahwa sejatinya masih banyak makhluk2 yang tidak nyaman dengan sifat/kepribadian kita.
Atas dasar itulah gue membuat kuesioner kaya gini, kuesioner terbuka yang mempersilahkan seluruh responden untuk mengkritisi eksistensi dari seekor C-Kink selama hidup di dunia ini. Ini bukan masalah krisis identitias sebagaimana pertanyaan salah satu responden, tapi ini adalah masalah bagaimana menganalisis segala SWOT yang ada di diri kita untuk kehidupan bermasyarakat yang lebih baik lagi nantinya. Karena, harapan itu masih ada, Insya Allah. Mari kita dukung terus. LANJUTKAAAAAN!!!
Oh iya, melalui tulisan ini, gue juga mau ngucapin terima kasih banyak buat lu semua yang udah ikhlas untuk me-reply sms gue (kalo lu emang pada ikhlas). Segala masukan dari kalian amatlah berharga dan akan selalu gue simpan di tempat sampah. Ups… Maksudnya tersimpan selalu di dalam hati. Hatinya siapa, gue nggak tau deh… Hohohoho…
Mohon maaf juga kalo mungkin kuesionernya cuma 1 arah. Maksudnya, gue ngasi pertanyaan ke elu, lu jawab sms gue, tapi gue terus nggak ngasih feedback atas jawaban lu. Ya harap dimaklumi, karena persediaan pulsa adalah terbatas, jadi nggak semua jawaban bisa dikasih feedback balik. Huh, lagi2 terkendala di masalah dana. Dasar pemerintah kapitalis, nggak mau mengalokasikan dana lebih untuk kegiatan riset2 ilmiah! Jangan kita dukung terus. JANGAN LANJUTKAAAAAN!!!
Jadi sekalian aja deh disini mungkin bisa gue kasi feedback dikit2. Sebenernya sih bukan feedback, tapi komentar gue atas kritik-saran yang masuk. Itu pun dikemas dengan bahasa yang jauh dari kata serius. Huehe…
Mau tau beberapa jawaban mereka atas pertanyaan gue? Nih, silahkan dibaca. Sekali lagi, nama2 responden gue rahasiain. Dan komentar dari gue ditulis dalam kurung serta ditulis miring. Kalo tulisannya nggak miring, kepala lu sendiri aja yang dimiringin…
Monggo…
Pertanyaan:
“Kuesioner.
Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?
Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”
Jawaban:
Mahasiswi, 22, Depok
“Sok keren, kalo bercanda suka bablas, jadi nyakitin.”
(Maklum lah hobi nonton F1 yang pembalapnya keren2 dan suka bablas sana-bablas sini. Kalo sakit periksa ke dokter aja)
Mahasiswi, 19, Depok
“Jahat… Gue di katain terus! Pelit!! Semena2 kalo sama gue.”
(Wuaaah… Maapkan aku wahai saudariku…Ayo sini gue traktir di burjo. Air putih sama cabe rawit ya)
Mahasiswi, 21, Parung
“Songong.”
(Kenapa mesti nyolot2an… Nyenyenyenyenye… Biasa aja kaleee… Nggak usah pake otot…)
Mahasiswi, 20, Solo
“Nggilani.”
(Buajigur…)
Mahasiswi, 21, Jogja
“Pelit, pukil, pethakil. Hahaha.”
(Bahasa mana nih?)
Mahasiswa, 22, Depok
“Suka ngupil sembarangan.”
(Nggak sembarangan kalee. Gue mah kalo ngupil selalu di idung gue sendiri, nggak pernah di idung orang lain)
Mahasiswi, 21, Depok
- “Nggak mikir kalo ngomong sampe pernah bikin orang nangis. Huahaha.
- Gombal ah.
- Kaku
- Ceking.
- Sok imut.”
(Kalo nangis air matanya di lap donk pake gombal, tuh gombalnya ada kan? Laki2 kalo nggak kaku, ntar istrinya bakalan nggak bahagia donk… Ups ini ngomongin apaan sih?)
Karyawati, 24, Bekasi
“Cuek, nggak peka, nyebelin, nggak pernah kasih kabar sama temen2nya. Kadang2 dudul.”
(Dudul Depok apa dudul Garut? Eh itu mah dodol ya. Dasar dodol! Eh salah, dasar dudul! Dudul dasar…)
Mahasiswi, 21, Bogor
“Kenape lo? Sableng lo kambuh lagi? Aneh… Ada orang minta dihina-dina. Berhubung gue baik, gue nggak mau ikutan menghina lo. Hoho…”
(Ini sebenernya yang sableng siapa ya?)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Matre.”
(€… £… ¥… $… Rp… Cring… Cring…)
Mahsiswa, 20, Jogja
“Sombong dan baik hati, tidak suka menabung, tidak punya peri… … Minta maaf atas kelancangan saya.
”
(Seseorang bisa tolong panggil penerjemah?)
Mahasiswa, 21, Depok
“Sifat yang nggak disukai (mohon maaf kalo nggak sesuai dan ada kata2 yang nggak berkenan).
Suka terlalu cuek sama keadaan sekitar…
Kadang2 suka let everything flow naturally… Gitu aja kayaknya.”
(Sepakat!!! Jangankan keadaan sekitar, sama berat badan sendiri juga cuek kok…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Hahaha… Nyolot dah… Sama cupu.”
(Cupu? Cupu dida cupu didada… Cubida cubida cupu didada… Loh kok malah jadi Nikita Willy?)
Mahasiwi, 21, Jogja
C-Kink itu:
- Aneh (nggak jelas).
- Kadang pergi+dateng sesuka kentut (hahaha
) - Keliatan sombong (nggak tau bener apa nggak)
(Sekalian aja dateng nggak dijemput pulang nggak dianter. Terus gue muncul dari sumur, jalan mendekat, dan bisa nongol keluar dari tivi. Hiiii…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Lo tanya sama gue apa yang paling nyebelin dari diri lo?
Lo tu sekarang nyebelin, sombong banget…
Lupa ya sama temen sendiri?
Oiya jadi orang jangan terlalu pendiem, ntar disangka bisu lho… Hahaha.”
(… … … … … … … … … … … … … … … (ceritanya bisu. Huehe))
Mahasiswi, 21, Jogja
“Aslm, aku nggak tau sifat jeleknya Mas C-Kink, yang aku tau Mas C-Kink baik2 aja^^, aku kan belom terlalu kenal pribadi Mas C-Kink gimana^^.Hehe…”
(Ya makanya ayo kita saling mengenal pribadi kita lebih deket lagi. Istilahnya ta’aruf gitu… Hohohoho…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Mas C-Kink itu keras kepala. Kalo punya pendapat pasti kekeuh mempertahankan pendapat tapi kurang menerima pendapat orang… Itu kalo kata ku lho… Jangan marah ya Mas… Ampun. He…”
(Hei hei hei nanti kamu pulang lewat mana? Ntar aku cegat loh! Bakalan aku ajak traktir makan di Iga Bakar! Hehe…)
Mahasiswa, 21, Bogor
“Pendiem… Tapi cool kok…
”
(Kriiik… Kriiiik…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Sifat apa ya Kink? Suka nakut2in. Hehe… Kalo nggak, lebay dan sok lucu.”
(Please deh… Jangan lebay… Jangan paksa aku ‘tuk begitu-begini… Kyaaaaa Tika-Tiwi!!!)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Kadang2 meremehkan diri sendiri tapi bisa disaat yang lain, membunuh orang lain. Yang paling aku nggak suka, Mas unpredictable.”
(Hah masa? Udah berapa orang yang aku bunuh? Waaaa… Berapa banyak darah lagi yang harus tertumpah?)
Mahasiswi, 21, Depok
“Suka aneh… Hehe…”
(Biarin aja aneh, yang penting nggak jelas yeee…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Eh gila, buat apaan sih nanya2 begituan… Penting?”
(Nggak kok, buat lu mah nggak penting)
“Ya jangan nangis donk… Yang gue nggak suka, lu tuh belom jadi pejuang sejati seperti apa yang lu gembar-gemborkan selama ini. Lu pikir aja sendiri…”
(Pejuang, adalah PErempuan berbaJU panjANG… Wah gue mesti beli jilbab nih…)
Mahasiswi, 21, Depok
“C-Kink itu pendiem… That’s it… Kadang gue suka gemes aja sama lo. Kayaknya susah banget dah buat ngomong. Hahaha…”
(Kalo gemes dicubit aja sini… *cubit* Auw sakit! Masa gue dicubit pake tang?)
Karyawan, 21, Jakarta
“Kepribadian jeleknya C-Kink:
Jadi orang dibalik layar melulu alias ngumpet a.k.a jarang tampil…
Cuek banget, tapi Alhamdulillah nggak sampe apatis.
Kalo bisa lebih optimis dan agresif lagi…
Udah ah gitu aja… Mudah2an bermanfaat dan bisa jadi lebih baik… Piss bro…
.
Btw gantian ah giliran lu sekarang.”
(Kalo kata pepatah,”Dibalik layar masih ada layar…” Hohoho…)
Mahasiswi, 21, Bogor
“Kemisteriusan lo. Autis. Aneh aja lo mah. Dari luar tampak dingin dan pendiem sangaaaat. Taunya aslinya jauh dari kata pendiem… Hahaha.
Tapi nggak apa2. Jadikan kemisteriusan lo itu sebagai keunggulan komparatif lo yak.”
(Misterius? Aduh, gue harus tetep bertahan menyembunyikan jati diri gue sebagai sosok seorang vampir di film Twilight!)
Karyawati, 21, Depok
“Semuanya yang ada di C-Kink aku ngga suka… Hihi…
”
(Ah masa sih… Belom liat kan senjata rahasia gue… Huehehe…)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalo menurutku sifatnya nggak ada yang ku suka, baik kok orangnya…”
(Sekali lagi, tolong panggil penerjemah!)
Mahasiswi, 21, Bandung
“C-Kink itu sok cool.”
(Sepakat, cool & calm! Gue malah nggak bisa ngebayangin kalo gue berubah jadi pribadi yang hot & sexy!)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Nggak mau ngajarin aku klentingan gitar sampe bisa
”
(Sini aku ajarin. Setengah jamnya 20ribu rupiah. Mau mau mau?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Aneh…
Kayak anak kecil…
Nggak nyambungan…
Ke-PD-an…
Hahaha, nah lho… PUAS?? Pisss ^^v”
(Kaya anak kecil? Asiiik berarti gue imut donk!!! (Nggak nyambung))
Mahasiswi, 20, Jogja
“Terlalu kalem, kurang tegas, kurang supel, kurang berkarakter, bercandaannya kadang garing. Mmmm… Apalagi ya? Terlalu kurus po ya? Haha, pizz…
”
(Segini terlalu kurus ya? Oke deh ntar aku coba minum WRP Slim Shape biar jadi lebih langsing… Hihihi)
Siswi SMA, 17, Depok
“Menurut saya PRIA itu dewasa, beda dengan COWOK yang masih mencari jati diri.”
(Lah terus gue yang mana? Pasti jawabannya nggak ada diatas, kan akika betina bo…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Sifat C-Kink yang nggak pernah bales sms gue… Itu bisa dikategorikan sebagai sifat sombong tau… Padahal isi smsnya baik2… Itu aja… Sekian dan terima kasih.”
(Mungkin para operator seluler juga berkata yang sama… “Raih 88 Suzuki Swit setiap harinya selama 85 hari! Ketik KEJAR kirim ke bla bla bla bla bla…”)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Terlalu kritis, sampe kalo liat inget RS… Hehehehe… -kidding-“
(Berikanlah daging mu padaku… Uwoooo…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Mas C-Kink sukanya bawa2 kembaran… Padahal aku kan ngak kembar… T.T”
(Huiks… Ini gara2 si Nicholas Saputra sering dibilang kembaran sama aku…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Karena aku merasa belom tau kepribadian Mas C-Kink yang sesungguhnya, rasanya aneh kalo berkomentar tentang sifat jelek Mas C-Kink… Jadi aku bilang aja yang aku tau, menurut persepiku Mas C-Kink itu seperti apa…
Seseorang dengan gaya bicara teratur, bisa menahan emosi, banyak ide = kreatif, lebih banyak diem, bicara hanya bila diperlukan, lebih suka mengeluarkan aspirasi lewat tulisan… Tapi di sisi lain, ada kegilaan2 yang nggak terduga, yang bertolak belakang dari sikap lebih suka diemnya itu… Oh ya, ada lagi… Narsis… He…
Itu aja sepertinya…”
(Hmmm… Teruskan perjuangan mu, anak muda! Narsis is the music of my country!)
Mahasiswi, 21, Depok
“Aslm. Maaf sebelumnya… ^,^. Agak feminim dalam bertutur kata, cukup nyeleneh, nggak jelas. Makasih atas kesempatannya… Semoga bermanfaat
”
(Aiiih masa sih bo, emangnya akika terlalu feminim ya? Aduwh gimandang dong bow…)
Mahasiwi, 20, Jogja
“Kacrut, kupret, ketek.”
(Lagi2, tolong panggilin penerjemah khusus bahasa kucing ya!)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Aku belom menemukan kepribadian Mas yang aku nggak suka.”
(Ah, kamu terlalu jujur anak muda… Setelah baca tulisan ini, pasti langsung nemu banyak kan?)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Cuek, naif sama kurus. Lagi identity crisis ya?”
(Bukan kok, cuma lagi penelitian buat tugas akhir)
“Tai, emangnya lu anak psikologi! Udah ngambil TA lu ya? Lulusnya jangan buru2, bareng2 aja…”
(Iya, psikologi kenukliran insya Allah. Mau lulus lama kok ngajak2… Hohoho)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Bermuka judes. Eh itu sifat bukan ya… Piss…”
(Judes kaya lagunya The Beatles: Hey Judes… Don’t make it bad… Take a sad song… And make it better…)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Dingin, tak berperasaan, non ekspresi, keliatannya introvert dan tertutup. Hehe.”
(C-Kink: Dingin dingin… Empuk!)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Bingung, males mikir, hehe.”
(Kalo gitu pertanyaannya diganti deh: Parameter konstanta Taylor pada material air untuk energi neutron 1 MeV diketahui A=19.601, -α1=0.09037, – α2=-0.02522 dan μ=0.07066. Tentukan besarnya Faktor Build Up! Ayo dipikir!)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Mas C-Kink tidak pernah mentraktirku… Hahahaha. Piss.”
(Aduh, ini secara tersirat ngajakin supaya kita dinner berdua ya? Huehehe)
Mahasiswi, 21, Bandung
“Sifat dan kepribadian C-Kink yang nggak disuka: suka makan rumput, berjenggot dan bertanduk.”
(Tambahin: kalo digodain suka nyeruduk. Dan kalo diajak ngomong cuma bisa jawab “Mbeeeeek…!!!”. Kurang ajar emang gue gajah! Eh salah ya?)
Mahasiswi, 22, Jogja
“Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan, itu yang menjadikan seseorang itu unik… Jadi, buat kuesioner ini jawabannya nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini).”
(Terus besok2 aku nanya ke kamu: apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu suka? Jawabannya juga sama “Nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini)”)
“Suka maksa”
(Lagi donk, yang banyak)
“Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Iseng.
Udah cukup?”
(Cape dueh…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Suka ngupil.”
(Terus habis itu upilnya disentil ke sembarang arah. Tuuiiiing…)
Mahasiswa, 23, Jogja
“Apa ya, waduh kalo itu sulit. Ana akan merasa salut sama antum jika antum bisa mencari sendiri kejelekan antum. Kalo udah bisa kasih tau ana ya!
”
(Kalo nyari dari sudut pandang sendiri sih udah. Sekarang waktunya nyari dari sudut pandang orang lain)
“Biasanya mencari kejelekan sendiri itu lebih sulit daripada mencari kesalahan orang lain. Belum tentu pendapat orang lain itu bener, akan lebih akurat jika itu berasal dari diri sendiri.
Kalo dari ana sendiri, ana kurang begitu tau kepribadian antum yang tersembunyi, afwan ya ana nggak bisa bantu.”
(Kalo kata pepatah: “Bagaikan gajah di pelupuk mata, bagai membeli semut dalam karung di seberang lautan”)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Yang nggak aku suka? Nggak tau, Mas kepinteran kali yaa… Wkwkwkwkwk…”
(Ho oh. Pinter cari alasan…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Nggak tau bos, kamu jarang keliatan di jurusan… Mungkin itu sifat jelekmu…”
(Terus sifat baiknya apa? “Kamu sering banget keliatan di BEM”. Gubrak…!!!)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalo si xxxxx kan hobinya berburu bidadari, Mas kebalikannya: Mas yang diburu bidadari!”
(Sumpe loh! Dan semoga bidadari itu bernama Asmirandah…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Mungkin ya Kink, terlalu frontal langsung nanya… Tanpa kamu ngebuka diri dulu. Basa-basi kadang emang dibutuhin…”
(Misi Mas… Ayo mari masuk dulu! Ini tehnya silahkan diminum… Gimana kabar nenek, sehat? Masih suka salto di tengah jalan? (Basa-basi…))
Mahasiswa, 21, Jogja
“Afwan baru bales. Menyendiri, tapi di sisi lain juga bisa team work kok. Maap bila salah.”
(Ini pake majas apa ya namanya? Sendiri tapi bisa teamwork?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Mukanya sok innocent dan terlalu baik hati dan nggak sombong, tapi itu juga yang bikin Mas C-Kink menarik. Hehehe. So potensi plus masalah.”
(Gyaaa… Kamu terlalu jujur, anak muda! Ayo abis ini aku traktir di Hartz Chicken! Huehehe)
Yah begitulah kira2 gambaran dari jawaban yang masuk ke dalem inbox gue. Sekali lagi, gue ucapin terima kasih sebesar2nya atas segala bentuk perhatian yang telah diberikan, karena sejatinya perhatian itu nggak melulu dalam bentuk pujian tapi juga bisa dalam bentuk kritikan sebagaimana yang gue tulis di atas.
Dan yang mesti diinget, Insya Allah semua kritik dan saran tersebut nggak akan sia2, akan selalu terkenang di dalam hati. Meskipun keliatannya di atas tadi gue ngasih komennya terkesan asal2an, tapi aslinya nggak gitu kok. Aslinya jauh lebih ngasal lagi daripada yang gue tulis di sini. Hohoho…
Salah seorang responden ada yang ngirim tulisan kaya gini ke gue:
“Mas, jangan tanya tentang kepribadian pada orang yang belom begitu dekat dengan mu. Aku tadi asal jawab… First sight… Di dunia maya maksudnya. Akan sangat subjektif… Aku nggak tau kamu seperti apa… Kita aja baru kenal.
Maap yo jika tadi kata2nya aneh…
Pagi ini aku belom makan orang, jadi maklum aja… Hehe.”
Dan komentar gue adalah, ya nggak masalah! Kalo ternyata kritikan itu dateng dari orang2 yang emang udah lumayan deket sama gue, itu kan wajar, secara gitu mereka tau keseharian gue. Tapi kalo kritikan itu dateng dari orang2 yang ngak begitu deket atau yang baru kenal sekalipun, itu artinya adalah bahwa mereka mengomentari gue berdasarkan kesan2 awal yang mereka liat.
Jadi intinya, itu adalah kesan pertama yang diliat oleh orang lain ketika mereka ketemu sama kita. Emang sih mungkin nggak bakal lebih objektif daripada yang udah deket dan udah lama kenal, tapi seenggaknya itu bisa jadi feedback buat kita sendiri bahwa ternyata seperti itulah first impression kita di mata mereka. Gitu lho jeng…
Dan tanpa banyak basa-basi lagi, marilah kita akhiri tulisan ini segera, karena gue juga udah capek nulisnya. Yuk yah! Yuuuuuuuk…
Add comment May 5, 2009
BaladaAnakKos
Sebuah balada antara Mr M dan Mrs F.
Based on true stories.
Siang Hari
Sebuah mobil datang masuk ke parkiran sebuah kos2an. Dari balik kemudi terlihat sosok seorang perempuan. Ini bukan kali pertama mobil itu datang ke kosan tersebut. Dan mobil itu pun memiliki ritual yang khas, sebagaimana yang juga terjadi pada siang ini.
Mobil yang dikendarai seorang perempuan, kita sebut saja Mrs F (F untuk Feminin), berhenti dan parkir di salah satu sudut yang sudah menjadi langganannya. Meskipun sedang berhenti, namun mesin mobil tetap dalam keadaan menyala. Beberapa lama kiranya mobil itu berdiam disana. Sampai tiba2 dari salah satu kamar di kosan tersebut muncul sosok seorang laki2, kita sebut saja Mr M (M untuk Masculin).
Mr M segera melangkah keluar dari kamarnya, dan menghampiri mobil tersebut. Ia membuka pintu sopir, dan segera masuk ke dalam, mengambil posisi sebagai pengemudi. Sementara Mrs F telah berada di kursi penumpang depan. Jadilah kini Mr M yang berada di balik kemudi, sementara Mrs F berada di kursi sebelahnya.
Lalu mobil itu segera beranjak pergi meninggalkan parkiran kos2an. Hanya menyisakan debu2 yang beterbangan…
Beberapa Lama Kemudian
Mobil itu datang kembali ke parkiran kos2an. Terlihat Mr M berada di balik kemudi. Seperti biasa, mobil itu berhenti di tempat favoritnya. Lalu dari pintu depan, masih dengan mesin mobil yang menyala, Mr M keluar dan turun dari balik kemudi mobil, menyerahkan kendali kepada Mrs F. Kini mobil dipegang oleh Mrs F, dan tanpa berlama2, Mrs F bersama mobilnya melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut. Sepeninggal mobil itu, Mr M beranjak kembali ke kamarnya dan menghabiskan hari2nya di dalam sana.
Malam Hari
Hari telah cukup larut. Mobil yang sama dengan mobil di siang hari tadi, datang kembali ke parkiran sebuah kos2an. Kali ini Mr M telah berada di dalamnya, dengan Mrs F berada di kursi penumpang depan. Sekali lagi, mobil itu berhenti dan parkir di tempat biasanya. Namun kali ini terlihat bahwa mesin mobil itu dimatikan. Kedua pintu depan terbuka hampir bersamaan, memunculkan sosok Mr M dari balik kemudi dan Mrs F dari kursi penumpang.
Setelah mengunci mobil, mereka berdua melangkah menuju kamar Mr M, dengan Mr M berjalan di depan disusul Mrs F dibelakangnya. Sampailah mereka di kamar Mr M. Ia segera mengeluarkan kunci dari kantongnya, membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. Sementara Mrs F menunggu di depan kamar.
Kemudian, Mr M keluar kembali dari kamarnya. Ia menutup pintu dan menguncinya dari luar, lalu bersama Mrs F melangkah kembali ke mobil yang terparkir manis di salah satu sudut parkiran. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan Mr M di balik kemudi, dan segera melangkah menjauh meninggalkan kos2an tersebut. Brrrrmmm… Brrrrmmm…
Nggak Lama Kemudian
Untuk kesekian kalinya, mobil itu kembali lagi ke kosan. Dan untuk kesekian kalinya juga, mobil itu parkir di tempat favoritnya. Sama seperti sebelumnya, mesin mobil tersebut kemudian dimatikan dan terlihat Mr M serta Mrs F turun dari mobil melalui 2 pintu yang berbeda. Dan lagi2, Mr M segera melangkah menuju kamarnya, diikuti Mrs F nggak jauh di belakangnya.
Sampailah mereka di depan pintu kamar Mr M. Ia buka pintu kamarnya yang terkunci, dinyalakan lampu kamarnya, dan ia segera masuk ke dalam kamar. Sementara, kali ini berbeda dengan sebelumnya. Mrs F yang sebelumnya hanya menunggu di luar, kali ini terlihat ikut serta menyertai Mr M masuk ke dalam kamar.
Dan setelah dipastikan bahwa Mrs F telah berada di dalam kabar, terdengar bunyi pintu ditutup. “Brak…!!!” Terlihat Mr M menutup pintu kamarnya. Kemudian terdengar bunyi pintu dikunci. “Click!”. Pintu kamar Mr M yang telah tertutup tersebut, kini telah terkunci dari dalam. Menyisakan Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 22.40 malam…
Lama Kemudian
Malam telah berganti. Jarum jam telah berganti melewati angka 12. Namun, mobil itu masih tetap setia berdiam diri di parkiran. Begitupun dengan kamar Mr M, masih tertutup seperti sedia kala. Hanya menampakkan secercah cahaya lampu melalui jendela kecil yang terletak di atas pintu.
Larut larut dan melarut. Malam telah jauh lebih larut. Dan kini telah berganti menjadi dini hari. Hanya suara jangkrik yang memecah keheningan malam. Serta suara televisi yang menyiarkan pertandingan sepakbola. Dan sekali lagi, mobil itu masih tetap pada posisinya. Entah sampai kapan.
Pagi-Pagi
Matahari telah bersinar dengan penuh percaya diri. Makhluk bumi telah beranjak pergi menjalani hari2nya. Namun, di salah satu sudut parkiran kosan, mobil yang sama persis dengan hari sebelomnya masih tetap belom beranjak dari tempatnya.
Semua orang membuka pintu dan jendela kamarnya lebar2. Membiarkan udara pagi masuk menanungi seluruh ruangan. Membiarkan cahaya matahari yang malu2 datang menyinari. Tapi tidak demikian dengan kamar Mr M. Pintu masih tertutup rapat. Pun demikian dengan jendelanya.
Siang-Siang
Kali ini matahari telah bersinar terik di atas kepala. Barulah terlihat Mr M keluar dari kamarnya. Seorang diri. Segera ia menuju mobil. Lalu melaju pergi entah kemana. Sementara kamarnya masih tertutup rapat seperti sedia kala.
Nggak lama kemudian, mobil itu telah kembali. Mr M turun dari mobil dengan membawa sebongkah bungkusan. Setelah mengunci mobil, ia pun beranjak kembali ke kamarnya. Sampai di pintu kamar, ia langsung mendorong pintu dan pintu itu pun terbuka. Menandakan bahwa ketika tadi ia pergi, Mr M tidak mengunci kamarnya. Menandakan bahwa masih ada seorang lagi di dalam sana.
Hampir Sore
Terlihat Mr M keluar dari kamar. Lalu ia melangkah menuju mobil. Dibukanya pintu mobil, dan ia segera memasukkan kunci mobil ada lobangnya. Namun Mr M nggak turut serta masuk ke dalem mobil itu. Dinyalakan mesinnya, sementara Mr M masih berdiri di depan pintu mobil.
Masih dalam keadaan mesin mobil yang menyala, Mr M kembali lagi ke kamarnya. Ia tinggalkan mobil itu dengan pintu depan terbuka dan mesin yang menyala. Beberapa saat kemudian, Mr M muncul lagi dari balik kamarnya dan menuju ke mobil itu, lalu ia segera masuk ke dalamnya. Di Mengikuti langkahnya, terlihat sosok Mrs F. Dengan berjalan anggun, ia menggerakkan langkahnya menuju mobil. Kemudian ia masuk ke dalam mobil, mengambil posisi di kursi penumpang depan, menemani Mr M yang telah menunggu dari balik kemudi.
Dan akhirnya, mobil itu pun pergi meninggalkan parkiran kos2an, membawa serta Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 14.10 siang…
(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Nggak bermaksud apa2, cuma sekedar kegelisahan dan kebingungan hati seorang penulis yang begitu lemahnya dan nggak berdaya menghadapi realita yang ada… Yogyakarta, 2 Mei 2009)
Add comment May 5, 2009
WalkingALone
Walking Alone
You know it’s been so long
Since the last time I’m walking alone
I’m walking alone through this city
Just by myself with nobody
With my feet and my foot
I never feel this good
The night was so lovely
Doesn’t care that I’m lonely
Many cars moving anywhere
And the bikes are here and there
See so many people everywhere
But I am here going nowhere
Then I look at the sky
Its beauty makes me want to fly
Because the star shines so brightly
While the moon moves so slowly
But I realized and remember
That I will never fly like a flier
I always point me a finger
Then admit myself a loser
I’m still walking alone
And I’m still keep moving on
Is there any brilliant light
Who will guide me through this fight?
Hour by hour has gone
Day by day also has gone
So does my past, they had gone
And then, I will be the one who’s gone
C-Kink
Yogyakarta, 2 Mei 2009
Add comment May 5, 2009
TulisanNggakJelas
Ketika gue lagi khusyuk melamun sehabis Maghrib, sebuah sms masuk ke handphone gue. Sebuah sms dari nomor asing, yang isinya:
“Dikarenakan sesuatu dan lain hal, maka nomor saya yang sebelumnya:
085248xxxxxx
untuk sementara waktu berganti menjadi nomor ini, jika AS tidak aktif, maka Im3 yang aktif, harap maklum.
Suro Sujancuk”
Sender: +6285719xxxxxx
(Keterangan: Suro Sujancuk bukan nama sebenernya. Tapi demi menjaga kerahasiaan klien, kita sebut aja makhluk itu dengan nama Suro Sujancuk, dipanggilnya “Bambang”).
Si Bambang alias Suro Sujancuk adalah salah seekor temen gue yang dulu make kartu AS. Sekarang, dari angka 0857 di depannya, ketauan lah bahwa beliau kini telah berganti nomor jadi pake kartu Im3.
Gue juga pake Im3. Dan gue juga seneng Im3 soalnya iklannya dibintangin sama Asmirandah-quwh. Asmirandah oh Asmirandah…
Lalu mengingat adanya kaitan antara Im3 dan Asmirandah, spontan jari2 gue yang kekar dan berotot ini segera ngebales sms tersebut.
“0857 kan nomor Im3. Artinya pengguna Im3 bertambah 1 ekor lagi. Artinya iklan Im3 bakalan lebih banyak beredar. Artinya Asmirandah bakal dapet banyak orderan. Asiiiiiik…!!!”
Dan nggak perlu menunggu waktu lama untuk dapet balasan dari si Suro Sujancuk alias Joko itu.
“Semoga Im3 bosen sama mukanya Amirandah. Amin!”
Dan Suro Sujancuk alias Mince juga nggak perlu nunggu waktu lama untuk dapet balasan dari gue.
“Tapi aku belom bosen kok. Semoga nanti kalo aku bikin video klip, yang jadi modelnya si Asmirandah. Amin!”
Dan nggak perlu nunggu waktu lama buat ngeliat lu semua muntah2 setelah ngebaca tulisan ini!
Di iklannya Im3, Asmirandah berperan sebagai putri. Tapi gue lupa putri apaan, putri kerajaan neraka kali ya? Tapi nggak masalah mau itu putri ketek, putri buajigur atau putri guaplek’i sekalipun, Asmirandah tetaplah Asmirandah yang akan selalu menjadi Asmirandah. Asmirandah oh Asmirandah…
2 comments May 5, 2009
JanganBangunkanAku
Jangan Bangunkan Aku
Jangan bangunkan aku
Dari mimpiku malam ini
Jangan bangunkan aku
Dari mimpi yang indah ini
Jangan bangunkan aku
Karena aku masih ingin menikmati
Mimpi-mimpiku di malam ini
Aku tau
Mimpiku ini hanyalah sebuah mimpi
Tapi aku begitu menikmatinya
Aku tak ingin
Terbangunkan dari mimpi indah ini
Karena aku tau
Kenyataan dalam hidupku
Tak seindah mimpi ini
Aku hanya ingin
Melakukan hal-hal yang aku inginkan
Yang aku tau itu akan sulit dilakukan
Jika aku dihadapkan pada kenyataan
Aku ingin
Selamanya tetap seperti ini
Bergerak lincah kesana-kemari
Tanpa ada rasa ragu di dalam hati
Bagaikan di alam mimpi
Oh iya… Ini kan memang hanya mimpi…
Tapi aku
Masih ingin menikmatinya
Masih ingin merasakannya
Masih ingin berbahagia di alam ini
Jangan bangunkan aku
Dari mimpi ini
Ku tak ingin segera terbangun
Ku masih ingin ada di sini
Jangan bangunkan aku
Jangan bangunkan aku
Jangan bangunkan aku
Izinkanlah aku
Menikmati perasaan ini
Yang hanya dapat kunikmati
Dalam dunia mimpi
Jadi sekali lagi, kumohon
Jangan bangunkan aku
Dari mimpiku malam ini
Karena
Malam ini aku bermimpi
Bahwa aku…
…BISA NAIK SEPEDA!!!
HUAAAAAAAA…!!!
C-Kink
Yogyakarta, 25 April 2009
7 comments April 26, 2009
BaladaIsiPulsa
Sebuah balada antara Mr X dan Mrs Y.
Based on true stories.
Alkisah, di suatu hari entah kapan, di suatu tempat entah dimana, di suatu malam entah jam berapa, tersebutlah seekor anak manusia bernama Mrs Y (anggap aja bukan nama sebenernya). Di malam itu, Mrs Y yang lagi nggak ada kerjaan iseng memencet tombol *388# pada handphonenya. Dan ternyata, angka2 yang ditampilkan di layar handphonenya itu nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya malam itu Mrs Y memutuskan untuk membeli pulsa di toko material terdekat (?????).
Berangkatlah Mrs Y menuju tukang jual pulsa. Sesampainya disana, ia disambut oleh seekor mas-mas yang berjiwa entrepreneur tinggi. Apa buktinya? Buktinya adalah bahwa mas-mas itu telah membuka usaha untuk berjualan pulsa. Bener2 luar biasa! Bangsa ini butuh jiwa2 entrepreneur seperti itu…
Lalu Mrs Y segera membeli pulsa elektronik di tempat itu.
“Mas pulsa *tiiiiiit* (merek operator) nya yang 10ribu ya! Nomornya xxxxxxxxxxxx”
“Siap Mbak! Your wish is my command! Apa sih yang nggak buat Mbak. Jangankan 10ribu, 1juta pun saya kasih! Asal ada duitnya ya…”
Si mas-mas pengusaha itu segera memencet tombol2 di handphonenya yang jumlahnya lebih dari 1, tapi levelnya low-end semua (khas tukang2 penjual pulsa). Ctik ctik ctik… Anggap aja bunyinya kaya gitu.
Nggak lama kemudian, sebuah sms masuk ke handphone Mrs Y. Mrs Y segera membukanya dan terlihat tulisan disana.
“M-KIOS
Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)”
Mrs Y meneliti jumlah angka 0 pada nominal pulsa disitu. Satu dua tiga empat lima… Ada lima angka 0. Berarti pulsa yang masuk adalah 100ribu rupiah. Loh, padahal kan tadi dia mintanya yang 10ribu? Lalu Mrs Y komplain ke mas-mas entrepreneur dihadapannya.
“Loh Mas kok 100ribu? Aku kan bilang 10ribu!”
“Hah masa Mbak? Tadi saya masukinnya 10ribu kok!”
“Masa sih Mas? Ini coba liat sendiri nih!” (sambil menyodorkan sms tersebut persis di moncongnya mas-mas entrepreneur itu)
“Loh tapi tadi saya nulisnya 10ribu Mbak! Beneran, nggak bo’ong! Sumpah deh!”
“Aduh, tapi ini gimana Mas?”
“Yah saya juga nggak tau Mbak…”
“…”
“…”
Lalu mata mereka berdua saling pandang dan bertatapan lamaaaaa sekali. Terdiam, termangu… Seakan malam ini hanya milik mereka berdua… So sweet…
…
…
…
Kriiiiiiik… Kriiiiik…
***
Pada waktu yang bersamaan dengan balada Mrs Y diatas, tersebutlah seekor makhluk yang bernama Mr X (semoga ini emang nama sebenernya) yang sedang bersemedi di suatu tempat entah dimana. Kalo si Mrs Y memencet tombol *388# di handphonenya, maka malam ini Mr X menekan tombol *389# (aduh, mereka berdua pasti pake operator yang sama deh, yang bintang iklannya si Asmirandah itu loh…). Di layar handphone Mr X muncul sebuah tulisan, “Sisa SMS 0.1 : xx SMS jam 00-12 & yy SMS jam 12-24. Raih Swift/hari ketik Kejar ke 885”. Melihat konstanta variabel yy SMS disitu masih ada nilainya, maka Mr X pun berniat menghabiskan bonus sms sejumlah yy satuan itu.
Segera Mr X membuka inboxnya untuk mencari sms2 jayus yang kiranya bisa digunakan untuk menghabiskan jatah bonus sms nya. Sampailah ia pada seonggok sms yang berbunyi,
““M-KIOS
Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)
.
.
.
.
Tapi karena Anda kaget dan senyum duluan, maka pulsa kami batalkan. Terima kasih.
”
Segera ia gunakan sms itu dan ia forward. Ketika hendak memasukkan contact untuk dikirimin sms, listnya berhenti pada nama “Mrs Y”. Segeralah tangannya menekan tombol send, dan terkirimlah sms jayus itu kepada Mrs Y.
***
Beberapa menit kemudian, handphone Mr X berdering. Ada sebuah sms masuk disana. Ia buka sms tersebut, ternyata pengrimnya adalah Mrs Y. Isinya adalah sebagai berikut:
“Ahahaha sialan. Tau nggak, pas banget pas lo kirim sms pas gue lagi beli pulsa di tukang pulsa, dan dengan bodohnya gue membaca sms lo dan nanya yang jual “loh Mas kok 100ribu, aku kan bilang 10ribu”. Ahahahaha. Terus mas nya makin bingung… Jadi sms dari M-Tronik masuknya barengan sama sms lo… Ya ya Anda berhasil menjebak saya.”
Dan setelah membaca sms dari Mrs Y tersebut, Mr X senyam-senyum cekikikan sendirian dalam semedinya. Ihihiihihii…
TAMAT
(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Jika ada kesamaan kejadian dan lainnya, maka itu adalah suatu kesengajaan yang emang disengaja. Hohohoho…”
4 comments April 26, 2009
MalamIni
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Di bawah langit malam hari
Tanpa sinar rembulan menemani
Tanpa cahaya bintang menerangi
Hanya awan mendung yang menaungi
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Melangkahkan kaki
Mengitari Pogung malam hari
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Rully
Untuk mengembalikan
Buku berjudul “Confession of an Economic Hit Man”
Karya John Perkins dari seberang lautan
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Rully
Ternyata lampu kamarnya mati
Kuketuk pintunya
Tak ada jawaban disana
Berarti Rully sedang tidak ada
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Hasan
Yang letaknya berdekatan
Untuk menitipkan
Buku yang hendak ku kembalikan
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Hasan
Lampu kamarnya menyala berkilauan
Tapi tidak ada sendal Hasan di pintu depan
Kuketuk pintunya
Tak seorang pun membalasnya
Berarti Hasan juga tidak ada
Dan buku itu harus tetap ku jaga
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Reza
Untuk meminjam buku
Yang sudah lama kutunggu
“Melawan Iblis Mepisthopeles
Bunga Rampai Tinjauan Kritis
Anti PLTN Fisi”
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Reza
Ku menuju ke lantai dua
Dan kuhampiri kamarnya
Setelah mengetuk sekian lama
Ternyata Reza tidak berada di kamarnya
Sekali lagi, buku itu harus tertunda ku baca
Malam ini
Aku bingung mau kemana lagi
Jadi aku melangkahkan kaki
Menuju burjo untuk menambah energi
Malam ini
Aku telah sampai di burjo itu
Ku pesan nastel, tempe dan tahu
Serta minum milo disertai es batu
Enam ribu
Uang yang harus kukeluarkan dari kantongku
Malam ini
Aku baru menyadari
Bahwa aku harus ke kosan Andhika
Untuk menyerahkan
PR bahasa Jepang yang harus diselesaikan
Pada hari Senin depan
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju ke kosan Andhika
Yang letaknya terpencil di ujung sana
Terjepit antara dua rumah warga
Malam ini
Aku melewati kosan Sazar
Tempat aku biasa membeli pulsa
Serta meng-copy file kuliah dari komputernya
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Andhika
Ku telusuri gang menuju kamarnya
Ternyata lampu kamarnya tidak menyala
Kuketuk pintunya
Tak ada jawaban di sana
Malam ini
Aku tau persis kebiasaan Andhika
Dimana ia tidak pernah mengunci pintu kamarnya
Jadi ku dorong saja pintunya
Dan ternyata…
Terbuka!
Kuletakkan PR bahasa Jepang itu di mejanya
Semoga ia melihatnya
Malam ini
Aku tidak tau harus kemana lagi
Jadi kuputuskan untuk kembali
Balik ke BEM lagi
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Melintasi Selokan Mataram
Yang airnya bersinar temaram
Memantulkan keindahan cahaya malam
Malam ini
Aku melewati warung Bu Minah
Tempat dulu kita biasa tertawa bersama
Menikmati nasi goreng dengan pedasnya
Diiringi lelucon jayus tanpa makna
Dan obrolan yang membuka segala rahasia
Malam ini
Aku melewati warung Herlambang
Dengan tulisan Ejo yang terpampang
Warung ini butuh banyak kasih sayang
Tapi ingat, ini bukan warung remang-remang
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menikmati Pogung di malam hari
Yang penuh dengan warna-warni
Warna-warni dari para penghuni
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Dan ketika kulihat ke atas sana
Bintang bulan masih enggan untuk menyapa
Hanya rintik hujan yang telah mereda
Membasahi bumi dengan cintanya
Malam ini
Aku melintasi jurusan Teknik Sipil
Jurusan yang lebih besar dari seonggok upil
Tempat Primas, Dede, Friski dan Teguh menghabiskan waktu
Demi menuntut ilmu
Untuk mencampur semen, pasir dan batu
Malam ini
Aku telah kembali ke BEM lagi
Dan segera ku buka lemari
Tempat ku meletakkan tas dan kunci
Kunci mobil ku yang setia menanti
Di parkiran Arsi
Malam ini
Aku berkendara seorang diri
Di temani sebuah mobil Toyota Soluna
Yang setia mengantarku kemana-mana
Tanpa pernah lelah apa lagi curiga
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Karangwuni
Segera kubuka laptop Eight-Pi
Lalu kupaksa jari-jari ini
Untuk mengetik sebuah puisi
Dan puisi itu, saat ini,
Baru saja kalian nikmati
C-Kink
Yogyakarta, 19 April 2009
2 comments April 20, 2009
Evaluasi3Bulan
Hari itu, di awal bulan Februari, Hayu Miftah Utami selaku Ketua Umum BEM KMFT mewajibkan seluruh PH alias Pizza Hut, eh maksudnya Pengurus Harian untuk nulis harapan, impian, keinginan, target, rencana atau apapun yang ingin dicapai selama 3 bulan ke depan. 3 bulan dalam arti bulan Februari, Maret dan April. Kita semua nulis keinginan kita masing2 di selembar kertas. Terus kertasnya dikumpulin jadi satu, dan dimasukkin ke dalem botol.
Tadinya botol tersebut mau dikubur di dalem tanah biar kesannya lebih nampol. Tapi karena takut nanti lupa nguburnya dimana dan nggak bisa diambil lagi, jadilah botol tersebut dipegang sama Miftah sendiri. Dan botol itu baru boleh dibuka lagi 3 bulan kemudian. Botol yang berisi harapan2 kita semua selama 3 bulan kedepan.
3 bulan kemudian…
(kaya di film2)
3 bulan telah berlalu sejak hari itu. 3 bulan yang sangat singkat, nggak sampe 1 paragraf…
Akhirnya tibalah hari di mana kita bakalan ngebuka botol keramat itu. Di penghujung rapat PH, Miftah Nur Muslimah mengeluarkan botol itu untuk kita buka rame2. Karena botolnya disegel, jadi botol itu kita potong tengahnya pake cutter. Tau cutter kan? Itu loh yang biasa dipake perempuan buat warnain kuku…
Sreek sreeek… Cutter tesebut membelah bagian tengah botol. Dan setelah botolnya kebelah semua, tiba2, wuuuuuuuussssssh….!!! Muncul seonggok jin dari dalem botol tersebut!
Hah, masa iya ada jin nya? Ya nggak lah… Kalau pun ada ya nggak bakal keliatan, kan jin makhluk ghaib gitu loch.
Lanjut lagi. Botol itu dibuka dan kertas2 di dalemnya dikeluarin. Sampe pada gilirannya gue dapet kertas punya gue sendiri. Berisi harapan2 yang gue tulis di bulan Februari lalu Mau tau apa tulisan gue waktu itu? Ini dia…
Idealita
Individu:
- Harus ikut les bahasa Jepang atau Prancis
- Harus ada kejelasan mengenai nasib personal literatur yang udah dikirim ke penerbit
- Harus baca 10 buku dalam 3 bulan ini
- Harus ngeposting 20 tulisan dalam 3 bulan ini
- Harus nyiptain 3 lagu dalam 3 bulan ini
BEM KMFT UGM
- Udah punya koneksi face to face dengan 15 instansi internal UGM
- Udah punya koneksi face to face dengan 5 instansi eksternal UGM
- BEM KMFT UGM harus eksis dan aktif di tingkat eksternal, minimal universitas
- BEM KMFT UGM punya nama dan disegani di tingkat universitas
(catatan: tulisan idealita itu nggak ada di kertas lho, cuma gue tambahin di sini aja)
Kira2 itu hal2 yang gue tulis di kertas itu. Target2 yang ingin gue capai selama 3 bulan. Target nya pun dibagi 2, ada target untuk individu dan ada target untuk BEM dengan porsi gue selaku Menteri Koordinator Lini Eksternal.
Lalu, gimana kenyataan selama 3 bulan ini? Apakah target2 tersebut terpenuhi? Yuk mari kita saksikan realita yang terjadi…
Realita
Individu:
1. Harus ikut les bahasa Jepang atau Prancis
Realita: Sukses!
Nggak cuma les bahasa Jepang atau Prancis, tapi les bahasa Jepang dan Prancis. Les Prancis level 1 udah selesai, dengan status excellent dan nilai tertinggi sekelas. Sekarang lagi coba lanjut ke level 2.
2. Harus ada kejelasan mengenai nasib personal literatur yang udah dikirim ke penerbit
Realita: Gagal!
Terakhir kali ngirim email ke penebit, penerbit Resist Book nggak ngasih respon balik. Sementara Gradien Mediatama belom bisa ngasih jawaban pasti soalnya baru dinilai oleh 2 orang dari seharusnya 5 orang.
3. Harus baca 10 buku dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Baca 11 buku dalam bulan ini:
+ Jangan Berlebihan (Manshur bin Muhammad Al-Muqrim)
+ Perilaku-Perilaku Setan (Muswadi Ahmad, LC)
+ Hidup Setelah Mati (Jasim Muhammad Al-Muthawwi)
+ Metode Menjemput Kematian (Al-Ghazali)
+ Fatwa-Fatwa Rasulullah (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
+ Penyesatan Opini (Adian Husaini)
+ Confession of an Economic Hit Man (John Perkins)
+ Capita Selekta Aliran Sempalan di Indonesia (M. Amin Djamaluddin)
+ Indonesia Butuh Nuklir (Agus Mustofa)
+ Mossad Behind Every Conspiracy (Herry Nurdi)
+ Hypnotic Writing (Joe Vitale)
4. Harus ngeposting 20 tulisan dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Posting 21 tulisan di blog. Plus ngirimin 1 tulisan ke 5 media massa, tapi Alhamdulillah nggak ada 1 media massa pun yang mau nampilin tulisan itu.
5. Harus nyiptain 3 buah lagu dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Dalam rentang waktu 3 bulan ini berhasil nyiptain 6 buah lagu:
+ Kembalilah
+ Sendiri
+ Hidup Ini Indah
+ Lelah (lirik oleh Cinthya)
+ Pemilhan Umum
+ Di Ujung Lelah (lirik oleh Fina)
BEM KMFT UGM
1. Udah punya koneksi face to face dengan 15 instansi internal UGM
Realita: Belom tau?
Fungsi ini dipegang sama Humas. Tapi belom sempet dapet update-an terbaru dari Humas. Nggak cuma Humas yang punya forum Humas se-UGM, ternyata Advo juga punya forum Advokasi se-UGM. Dan Departemen2 lain juga punya, cuma belom terdata.
2. Udah punya koneksi face to face dengan 5 instansi eksternal UGM
Realita: Belom tau?
Fungsi ini utamanya juga dipegang Humas. Tapi yang udah konkrit dan dipegang langsung oleh Menko Eksternal adalah Universitas Widyagama Malang, Akademi Teknologi Kulit Bantul dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.
3. BEM KMFT UGM harus eksis dan aktif di tingkat eksternal, minimal universitas
Realita: Anggap aja sukses!
BEM KMFT UGM udah pernah dapet kunjungan dari UWM, ATK dan Untirta. Kita juga diminta ATK untuk jadi pembicara di acara LDK mereka. Untuk tingkat universitas, Humas sempet jadi tuan rumah forum Humas se-UGM. Advokasi juga sempet ngadain training Advokasi rumpun BGST. Sosmas ngasih pembelajaran intensif ke anak2 panti asuhan Aisyah dalam rangka menghadapi UAN. Kastrat ngadain workshop pemilu dengan pembicaranya antara lain adalah orang KPUD Jogja dan anggota DPR RI, serta pesertanya ada warga asing yang tertarik mempelajari sistem demokrasi di Indonesia.
4. BEM KMFT UGM punya nama dan disegani di tingkat universitas
Realita: Anggap aja sukses!
Fakultas Teknik gitu loh, siapa sih yang berani macem2 sama anak Teknik?
Nooooooh, kira2 begono evaluasi gue selama 3 bulan ini. Ayo buat yang lain, tertarik untuk bikin lembar perencanaan dan lembar evaluasi juga? Karena gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Dan lebih baik bersimbah keringat di saat latihan daripada bersimbah darah di medan perang. Serta sesungguhnya Allah adalah seperti prasangka hamba2-Nya, dan Allah lebih dekat kepada manusia daripada urat nadi manusia itu sendiri. Harapan itu masih ada, Insya Allah, LANJUTKAAAAN!!!!
Add comment April 17, 2009
MenkoEksternal#3
Once again, another month of my existence as Menko Eksternal BEM KMFT UGM has passed. That was the third. And now i’m facing my next month.
There are no many events were held in March. March was “Makrab Month”. Makrab, known as Malam Keakraban or Solidarity Night was an event held by ministry or BEM itself in purpose to strengthen the relationship between the persons on it. If it is held at night, we call it Makrab. But if it is day, we rename it Sikrab, as known as Siang Keakraban. The difference is only at its time, one is held with stay overnight and the other is held all day long.
There are about 3 Makrab were held in March. The first is Daily Board Makrab. But that wasn’t true Makrab, that was just a Sikrab and we call it Forga, known as Forum Keluarga or Family Forum. All Daily Board were came except Dita from OASE, because she hasn’t felt better since her last accident that cause her to stay overnight at hospital. And so did Sheila who has been pointed to replace Dita’s place, she didn’t came either.
That Forga was held in Prambanan, one of the most popular temple. We came there at about 9 o’clock and left there at 5. But even though we were there all day, we didn’t even touch the Prambanan Temple itself! All we did was just an heart to heart talk, games, exchange gift and absolutely photo sessions. We didn’t have any time to touch the temple. What we did is just took the picture of the temple. How sad…
Then one day after Forga, The Ministry of Sosmas also held a Makrab. It was held ini Parangkusumo Beach, Bantul, South Jogja. We did stay overnight at somewhat inn. We spent the night by playing a card game called “Uno”, the one whom I like to win. And in the next morning, we play at the beach. Playing beach football, play in the sea, had our clothes wet, and also photo sessions, the one that I won’t forget! Every old man here was thrown to the sea, including me. And it was fun that you felt the soft sea water flow through your body.
Next week, The Ministry of PSDM won’t be defeated. They also held a Makrab. If Sosmas did it in beach, then PSDM did it oppositely: the mountain! That was took place in Cangkringan, some place near Merapi. We didn’t stay overnight at inn, but we used citizen’s house for our base camp. But the men should not sleep there. We were sleep at the mosque near there. But I didn’t follow all of event. I came at late night and then left at early morning. Didn’t know what was happened after I left it.
In the middle of the month, there was a talk show that organized by Humas. It was a talk show whom talks anything about how to get the chance to continuing our study in Japan. The speaker were they who had been in Japan.
Talking about Japan, there was a member of BEM that had a chance to study exchange in South Korea. He was Ahmad Nasikun, former leader of The Ministry of PSDM. He was departed at 21st this month. At 20th, we did a little goodbye anniversary for him. Because he will left Indonesia for about 9 months until January 2010. And we did accompany him to Tugu rail station. He will left to Jakarta using a train, and then use an air plane to move to South Korea.
Recruitment limited edition also held this month. There were about 30 new members who registered. They had any task to be done to complete their status as new members of BEM KMFT UGM. One of their tasks is to discuss with one of 3 top boards: Miftah, Fauzi or me. With this, I had a duty to prepare my material of discussion that I was going to discuss with them. That was Motivational Organization, Time Management and Between Ideality and Reality.
Not only that. Another tasks is to stay overnight at BEM and then made a discussion in the morning. Once again, I had a duty to become a speaker at that time. So I had to stay overnight at BEM too and then gave a discussion in the next morning. I was talked about Integrity and Preparing for the Dead.
And then, the final task of limited edition recruitment is somewhat called “Sekolah Kaderisasi”. It was held 2 days full day, start since 8 o’clock morning and ended at about 5 o’clock. And in this event, at the first day I had a duty to give material about Life Planning for them. I spoke in front of the class with a power point slide to tell them anything about life planning. And in the last day, I was pointed to be a judge for the drama presentation.
That was happened in March. There wasn’t a lot of big event, only a little event to strengthen our relationship in BEM itself. And then, my first quarter as Menko Eksternal had passed. What will be happen next?
2 comments April 17, 2009
KoalisiPartaiIslam
Koalisi Partai Islam?
Headline harian Republika pada Selasa 18 Rabiul Akhir 1430 H yang lalu menceritakan tentang koalisi pasca pemilu legislatif yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh sejumlah partai politik. Bagaimana partai politik berlomba-lomba menggandeng mitra demi secuil kekuasaan yang tersedia. Dan dari koalisi-koalisi yang santer dibicarakan akhir-akhir ini, secara umum terdapat 2 kubu yang beseberangan yang telah siap untuk bertarung satu sama lain.
Kubu pertama dipimpin oleh Partai Demokrat dengan capres incumbentnya. Kubu yang sering dinamakan dengan Golden Bridge ini diperkirakan menguasai 42.32 % suara nasional, mengacu pada quick count sementara yang dilakukan oleh LSI. Prosentase suara tersebut diperoleh dari partai-partai yang tergabung di dalamnya, yaitu: Demokrat (20.34%), PKS (7.82%), PAN (6.07%), PKB (5.20%), PBB (1.65%), PKPI (0.99%), PDP (0.84%) dan Pelopor (0.40%).
Sementara kubu yang satu lagi santer diberitakan dengan nama Golden Triangle. Dipelopori oleh Partai Golkar dan PDIP, kubu ini diperkirakan mampu menguasai 41.90% suara nasional. Jumlah suara tersebut diperoleh dari Golkar (14.85%), PDIP (14.07%), PPP (5,29%), Gerindra (4.20%) dan Hanura (3.49%).
Jika pada akhirnya memang benar hanya ada dua kubu tersebut, maka dapat dipastikan bahwa capres yang akan maju pada pemilu presiden nanti adalah orang yang itu-itu lagi. Dari Golden Bridge tentunya akan mencalonkan capres incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan calon yang mungkin dicalonkan oleh Golden Triangle kalau bukan Megawati Soekarnoputri ya Jusuf Kalla.
Lalu, dimana peran partai Islam dalam ajang koalisi ini? Berdasarkan prosentase suara yang diperoleh, partai-partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam tidak begitu memiliki posisi tawar yang kuat dalam pembentukan koalisi-koalisi tersebut.
PKS yang selama ini digadang-gadang, ternyata perolehan suaranya tidak jauh berbeda dengan pemilu 5 tahun lalu. Demikian juga dengan PKB yang suaranya melorot drastis akibat konflik internal antara Muhaimin Iskandar dan Abdurrahman Wahid serta berdirinya partai baru yang bernama Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Kalau hal ini terus terjadi, maka kapankah negara ini akan memiliki pemimpin yang berakhlak dan berakidah serta berpola pikir Islami? Indonesia adalah negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Sejatinya rezeki ini bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi negara ini.
Melihat kembali ke jumlah suara yang diraih oleh partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam, seharusnya disadari bahwa partai-partai Islam pun memiliki nilai tawar yang hendaknya tidak dijual murah begitu saja.
Sejumlah partai Islam memilih untuk bergabung dalam Golden Bridge, sementara PPP bersedia dirangkul oleh Golden Triangle. Namun pernahkah terpikirkan jika seluruh partai Islam atau partai berbasis massa umat Islam berkoalisi dalam 1 kubu saja? Sebuah kubu yang penulis namakan dengan istilah Golden Gate atau gerbang emas, sebuah jalan masuk menuju jaman keemasan Indonesia.
Jika partai-partai Islam tersebut mau bersatu, maka cukuplah bagi mereka untuk mencalonkan capresnya sendiri. Kalau koalisi Golden Gate ini diisi oleh partai-partai seperti PKS, PAN, PKB, PPP dan PBB, maka berdasarkan quick count sementara LSI koalisi ini akan mampu meraih 26.03% suara nasional.
Belum lagi kalau ditambah dengan partai Islam lainnya seperti PKNU (1.39%), PBR (0.96%), dan PMB (0.42%), maka jumlah suaranya akan mencapai 28.8%. Plus dengan kekuatan seperti ini, tidak menutup kemungkinan beberapa partai kecil lainnya akan tertarik bergabung. Dan jumlah sebesar ini sudah lebih cukup untuk mencalonkan capresnya sendiri.
Tidak hanya itu, koalisi Golden Gate ini akan mampu mereduksi suara Golden Bridge menjadi hanya 22.57%. Meskipun suara Golden Triangle hanya akan berkurang menjadi 36.61%, namun selisih suara sebesar 8% tersebut dapat teratasi dengan sosok capres alternatif yang dicalonkan dari Golden Gate sendiri.
Masih teringat jelas dalam pemilu 5 tahun lalu, bagaimana Partai Demokrat yang hanya meraih suara sekitar 7.5% ternyata mampu mengajukan capres yang pada ahirnya keluar sebagai pilihan mayoritas rakyat Indonesia, mengalahkan Golkar dengan Wiranto nya serta PDIP dengan Megawati nya. Pun demikian dengan koalisi Golden Gate ini. Tidak menutup kemungkinan capres yang dicalonkan dari koalisi Golden Gate mampu merebut simpati dari mereka yang telah jenuh dengan wajah lama.
Hal ini sejatinya menjadi pertimbangan tersendiri bagi para petinggi partai Islam di negara ini. Terlalu banyaknya jumlah partai Islam ternyata mampu memecah kesatuan suara umat Islam. Demikian juga dengan fenomena perpecahan internal di partai Islam itu sendiri, sebagaimana PAN dan PMB atau PKB dan PKNU. Kini sudah waktunya bagi partai-partai Islam untuk bersatu mengutamakan kesejahteraan umat daripada golongannya masing-masing.
Karena seluruh umat muslim Indonesia menantikan Islam bangkit kembali di seluruh penjuru dunia. Dan bukan tidak mungkin kebangkitan tersebut dimulai dari negara ini. Namun hari ini nampaknya itu semua akan sulit terwujud jika partai Islamnya saja lebih mengutamakan golongannya masing-masing daripada Islam itu sendiri. Dan kalau hal tersebut terus terjadi, maka kapankah Islam akan bangkit di negara ini?
Add comment April 15, 2009
PemiluPertama
Pagi2 jam 9-an, gue udah mejeng di BEM. Gue janjian sama Iqbal dan Ratih Monika alias Ramon untuk nyoblos ke TPS bareng. Eh bukan nyoblos, tapi nyontreng. Kita bertiga selaku pemilih yang kena mutasi genetik kebagian jatah nyontreng di TPS 36, dusun Nandan, Sleman Yogyakarta. Dan karena kita bertiga sama2 nggak tau tempatnya, ya udah kita janjian berangkat bareng aja. Biar kalo kesasar malunya bareng2.
Pagi itu gue pake baju warna merah, biar disangka fansnya PDIP. Bawahannya pake celana jins biru, biar disangka konstituennya PAN. Terus atasannya gue dobel lagi pake jumper warna abu2. Partai apa ya yang warnanya abu2? Kalo yang warna biru muda dengan bintang warna putih di tengahnya sih ada, Partai Pemersatu Mahasiswa. Hohohoho…
Jam setengah 10-an si Iqbal dateng. Iqbal, pemuda asal Ciamis yang bau amis, usia 20 tahun, Ketua Departemen Advokasi BEM KMFT UGM, bertanding 23 kali dengan rekor 21 kali menang, 8 kali kalah dan 31 kali seri. Loh kalo ditotal berarti lebih dari 23 kali dong? Ah whatever.
Dan nggak lama kemudian si Ramon alias Ratu Monyet (ups… hihihihi) nongol. Ratih Monika, 20 tahun, gadis asal Tanjung Priok Jakarta Utara, hadiah pelabuhan dari kapal kargo yang baru dateng dari Mozambik. Huehehe…
Lalu setelah ngaca serta dandan biar lebih ganteng, kita bertiga berangkat menuju lokasi kejadian. Sebelomnya kita sama sekali nggak tau TPS 36 dusun Nandan itu lokasinya dimana. Kemaren2 kita nggak sempet survey. Gue dan Iqbal cuma sempet nanya ke beberapa ekor warga asli Jogja, dan jawabannya mengarah ke tempat yang sama.
Responden pertama gue, Heni Oktaviani, bilang kalo dusun Nandan itu letaknya di deket2 Jalan Monjali (MONumen Jogja bALIk maning). Responden kedua, Sigit Nugroho, nggak bales sms gue. (Terus kenapa disini gue tulis sebagai responden ya?) Responden ketiga, Dyah Anindita Wikansari Yudianto Pambudi yang akrab dipanggil dengan panggilan “Bambang”, ngasih info bahwa dusun Nandan di sebelah selatannya ringroad Utara antara Jakal dan Monjali. Responden keempat, Tyaz Busuk, nggak tau tempatnya. Malah dia balik nanya:
“Wah dusun Nandan aku nggak tau Mas. Ancer2nya dimana?”
Pertanyaan gue kok dibales dengan pertanyaan ya? Ya udah gue kasih aja ancer2nya:
“Ancer2nya, dari Jakarta ambil arah Timur, lurus aja terus. Sampe Semarang belok ke Selatan. Terus ngelewatin Magelang, terus sampe ke Jogja. Nah abis dari situ nggak tau lagi kemana.”
Dan Tyaz nggak ngebales sms gue. Mungkin dia lagi menangis dan bersedih, kenapa punya temen se-imut gue…
Ya udah, bermodal data yang kita peroleh, kita bertiga naik 2 motor berangkat menuju tempat kejadian perkara. Ancer2nya adalah perempatan Jalan Monjali. Iqbal selaku pengemudi motor, memimpin perjalanan ini. Sementara gue nebeng aja bareng Iqbal. Kalo gue yang bawa motornya, bisa dipastiin kalo kita nggak bakal sampe ke TPS tapi malah nyasar ke RS Sardjito atau Panti Rapih, mentok2 ke kuburan Pogung lah.
Ngelewatin lampu merah Monjali dari arah Selatan, kita belok Timur ke ringroad dan masuk ke jalan kecil ke arah Utara. Tapi di jalan kecil ini nggak ada tanda2 kehidupan, kecuali kehidupan makhluk halus dan sebangsanya. Lalu kita pun menepi dan nanya ke seekor makhluk yang kebetulan lagi ada disana. Nggak tau deh makhluk ini manusia apa bukan, yang penting tanya aja. Kan ada pepatah yang mengatakan: Bagai pungguk rindukan bulan. Eh nggak nyambung ya?
Karena gue adalah orang paling tua di rombongan ini, jadinya gue harus punya tanggung jawab lebih untuk memastikan keamanan dan keselamatan 2 orang lainnya yang masih muda dan ranum ini. Ya udah, gue pun turun dari motor dan nanya ke makhluk tersebut.
“Misi Mas, mau nanya. TPS 35 dusun Nandan itu disebelah mana ya Mas?”
Gitu kira2 pertanyaan yang gue ajuin ke makhluk tersebut. Spesial buat lu semua, berikut ini gue terjemahin pertanyaan gue ke bahasa2 asing yang mungkin lu ngerti. Mohon maaf kalo ada yang salah.
“Misi Mas, kulo arep takon. TPS 36 dusun Nandan kae ngendi to Mas?”
“Excuse me my Bro, I have a question to ask. Where does the 36th TPS in Nandan village takes place?”
“Excuse-moi Monseour, je suis interroger. Ou est le TPS trente-six a Nandan village?”
“Sumimasen aniki-san. Anoo… San juu roku no TePeSu de Nandan wa dochira desu ka?”
“Guk guk auuuuu… Kaing kaing guk guk kaing?”
“Uka uka wala wala ule ule holala wala uka uka?”
*Bahasa2 tersebut secara berurutan: bahasa Jawa, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jepang, bahasa lu semua dan bahasanya siapa tau dah…
Dan si makhluk yang gue tanya ngejawab,
“Wah kalo dusun Nandan di sebelah sana Mas, bukan disini.”
Si makhluk itu ngejawab sambil tangannya nunjuk ke arah yang berlawanan dengan arah yang gue tuju. Selaku makhluk cerdas yang hapal peta di luar kepala dengan wawasan geografi yang luas, gue ngerti maksud si makhluk itu. Lalu kita pun pamitan dan gue bertiga melenggang menuju arah yang dimaksud.
Waktu berangkat dari BEM tadi, di pinggir jalan Monjali (sebenernya sih namanya jalan A.M Sangaji, tapi nggak tau kenapa orang2 lebih suka nyebutnya Monjali. Padahal si A.M Sangaji ini kan pahlawan terkenal loh… Hwayoo pada kenal nggak?) gue sempet ngeliat ada TPS. Lalu gue nyuruh Iqbal melajukan motornya kesana buat nanya2.
Nggak lama kemudian kita sampe di TPS pinggir jalan A.M Sangaji tersebut. Ternyata itu TPS 35. Berarti udah deket sama TPS 36. Gue turun lagi buat nanya ke ibu satpam yang mejeng disana. Dan si ibu itu pun menjawab,
“Oh TPS 36 itu di gedung serba guna Mas. Ini lurus terus aja, ntar ada gapura, belok kiri!”
Gedung serba guna? Emang serba guna bisa buat apa aja? Bisa buat nongkrong, bisa buat olahraga, bisa buat buang jin, bisa buat mesum, bisa buat nginep, dan bisa buat kita gila. Bener2 serba guna…
Kita kembali melaju meninggalkan TPS 35 dan ibu satpam itu untuk menuju arah yang dimaksud. Nggak jauh berjalan, di sebelah kiri jalan ada gang kecil dengan gapura di kedua sisinya. Kita pun coba masuk ke sana. Tapi setelah agak jauh, ini kok malah masuk ke perkampungan gitu. Nggak ada tanda2 TPS. Di pertigaan, kita memutuskan untuk nanya ke warung disana.
Gue turun dari motor dan menghampiri warung tersebut. Gue ngelongok ke dalem, keliatannya nggak ada orang. Lalu gue mulai bersuara untuk memanggil si penjaga warung yang meninggalkan warungnya tanpa pengawalan,
“Permisi…”
Dan terdengar jawaban,
“Iya Mas?”
Ada suara perempuan yang ngejawab. Gue ngeliat sekeliling. Sejauh penglihatan gue, nggak ada orang di dalem warung tersebut. Pun demikian di belakang, kanan, kiri, atas atau bawah gue juga nggak ada orang selain Iqbal sama Ramon yang lagi sibuk muterin motornya. Berarti suara perempuan itu punya siapa? Wah hebat juga nih warung, udah punya mesin penjawab suara otomatis!
Rasanya nggak sopan kalo suara perempuan-penuh-misteri itu nggak gue jawab. Sambil tetep mencari dimana gerangan si pemilik suara, gue ngomong lagi.
“Misi Bu, mau nanya…”
“Iya?”
Gue masih nggak bisa nemuin dimana orangnya. Tapi gue tetep nanya,
“TPS 36 itu disebelah mana ya Bu?
“Oh itu di sebelah Selatan, di gedung serba guna.”
Berarti tadi gue salah belok. Mestinya masih lurus lagi aja.
Tanpa tau siapa gerangan si Ibu itu, gue pun pamit.
“Oh iya makasih ya Bu!”
Dan akhirnya gue pun meninggalkan warung tersebut tanpa pernah tau siapa pemilik suara itu sebenernya. Hiiiii…
Kemudian sampailah kita pada posisi yang dimaksud. Kita nggak nemu gedung serba gunanya dimana. Lalu kita pun nanya lagi ke salah satu warung yang ada di deket sana. Tapi warung ini ada penghuninya secara nyata, bukan warung fiktif sebagaimana warung sebelomnya. Mereka adalah ibu2 penjaga warung dan kakek2 yang lagi mejeng depan warung. Gue nggak sempet ngeliat kaki si ibu ini nyentuh tanah apa nggak, dan gue juga nggak tau si kakek ini punggungnya bolong apa nggak… Ih kok horor gini sih?
Biarpun horor, tapi mereka berdua langsung ngasih jawaban konkrit: Itu di sebelah sana ada TPS, coba kesana aja. Kita pun bergegas menuju TPS yang dimaksud dan: voila! Akhirnya nyampe juga kita di TPS 36! Alhamdulillah… Lalu kita segera masuk ke gedung serba guna tersebut dan disambut dengan senyuman manis oleh pak satpam yang lagi nahan pipis.
Untuk proses penyontrengan ini, kita nggak bisa asal2an. Ada prosedur2 yang harus dilakukan oleh para pemilih dalam proses penyontrengan di TPS. Dan sedikit banyak gue udah tau tentang prosedur ini. Soalnya di Fakultas gue dapet amanah jadi koordinator Palelu (Pasukan Peduli Pemilu) sebuah kepanitiaan yang dibentuk untuk mensosialisasikan pemilu 2009 ke temen2 di Fakultas. Gue juga punya video teknis pemungutan suara yang dapet dari KPUD Jogja.
Buat lebih jelasnya, berikut ini gue tulisin prosedur dalam proses penyontrengan tersebut:
1. Pemilih masuk ke TPS dan mendaftar.
2. Setelah mengisi catatan kehadiran, pemilih menunggu giliran untuk mendapatkan kertas suara.
3. Mengambil kertas suara di meja ketua KPPS dan anggotanya.
4. Memilih di tempat/bilik pemberian suara.
5. Memasukkan kertas suara yang telah dicontreng.
6. Mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda sudah memilih.
7. Pemilih meninggalkan TPS.
(Sumber: Harian Republika, Kamis 9 April 2009)
Karena gue adalah mahasiswa yang patuh pada peraturan, gue ngikutin prosedur tersebut. Begitu masuk TPS, gue langsung nyari dimana meja registrasinya. Si satpam pun dengan ramah nganterin gue bertiga kesana. Di meja registrasi itu ada bapak2 jenggotan yang lagi megang kertas apaan tau. Kita bertiga mejeng di depan meja si bapak itu, nunggu dapet pengarahan selanjutnya.
Tapi kok si bapak in cuek aja sama kehadiran kita bertiga, nggak kaya si satpam yang ramah dan langsung jemput bola. Plus lagi, gue kan pemilih mutasi, bukan warga sini. Jadi tanpa menunggu kiamat dateng, gue inisiatif buka suara untuk curhat ke bapak itu bahwa kita bertiga adalah pemilih mutasi yang mau registrasi. Mungkin prosedurnya beda atau gimana, jadi gue mau nanya.
“Misi Pak, kami…”
Belom sempet gue nyelesaiin kalimat gue, si bapak itu mulai buka suara dengan nada membentak,
“TUNGGU SEBENTAR! DUDUK DULU SANA!”
Buset deh Pak, Belanda masih jauh! Nadanya yang ngebentak itu mungkin ngebuat semua orang di TPS ngeliat ke arah gue. Tapi untung TPSnya lagi sepi. Dan dari pertemuan pertama ini, gue pribadi sepakat untuk menamai bapak ini dengan nama Mr. J, alias Mister JUTEK.
Lalu gue duduk di tempat yang ada tulisannya ”ruang tunggu”, diikutin sama Iqbal dan Ramon. Belom nyampe 1 menit kita duduk, salah seorang bapak di meja Ketua KPPS buka suara,
“Ada pemilih yang dari luar daerah?”
Pemilih dari luar daerah kan kita bertiga, alias pemilih yang kena mutasi genetik. Lalu kita bertiga melangkah ke meja bapak tersebut. Karena posisinya Ramon paling deket, dia yang dilayanin duluan.
“Ini dari luar daerah ya? Berapa orang? Tiga orang ya? Bukti mutasinya mana? Oh ini… Asalnya dari mana? Oh dari Jakarta… Karena mutasi berarti surat suaranya cuma 1 ya, yang untuk pusat aja”
*”Pusat” maksudnya surat suara DPR-RI. Jadi kita nggak kebagian milih DPD, DPRD tingkat 1 dan DPRD tingkat 2.
Si bapak ini ternyata friendly, nggak kaya Mr. J di meja registrasi. Akhirnya gue namain bapak ini dengan nama Mr. I, Mister IDOLA.
Kemudian Mr. I nanya ke Mr. J,
“Pak itu terakhir nomor berapa?”
“Nomor 133.”
Mr. I langsung nulis angka 134 di form mutasinya Ramon. Lalu dia memerintahkan Ramon untuk ngambil nomor urut 134 di meja registrasi yang ada Mr. J nya. Ramon pun mengambil nomor urut 134 dari tumpukan, dan dia bawa nomor itu ke Mr. I lagi. Mr. I segera menyerahkan surat suara DPR-RI yang ada warna kuningnya dan mempersilahkan Ramon untuk menuju bilik suara buat nyontreng.
Selesai Ramon, Mr. I ganti ngelayanin gue. Dia nulis angka 135 di form mutasi gue dan mempersilahkan gue ngambil nomor urut 135 di meja registrasi. Gue langsung melangkah menuju meja registrasi dan tangan gue menjulur untuk ngambil nomor 135 dari tumpukan. Belom sempet nomor tersebut gue pegang, lagi2 si Mr. J ngomong ke gue dengan suara kasar,
“SEBENTAR! TUNGGU DULU!”
Dan tangan gue segera menjauh dari nomor itu, sambil dalam hati gue mikir dosa apa yang telah gue perbuat sama si Mr. J sehingga dia jadi jutek banget sama gue. Ya mungkin dosa gue ke dia adalah karena dia gue namain Mr. J. Eh tapi gue ngasi namanya kan baru sekarang, bukan pas disana?
Lalu gue berdiri mematung di depan meja Mr. J, mematuhi perintahnya untuk tunggu dulu. Nggak tau mesti nunggu sampe kapan. Belom sampe 5 detik, si Mr. I yang ngeliat gue diem aja segera mempersilahkan gue dengan ramah untuk ngambil nomornya,
“Itu silahkan Mas nomornya diambil.”
Tangan gue menjulur sekali lagi dan gue ambil nomor itu. Sementara si Mr. J diem aja nggak bersuara. Dasar Je, Je…
Abis ngambil nomor, nomornya gue balikin ke Mr. I dan gue dikasih surat suara. Lalu gue menuju ke bilik setelah diperintahkan langsung oleh Mr. I lagi. Gue pun melangkah ke bilik suara. Dan gue nggak ngedenger ada teriakan yang sama yang diberikan oleh Mr. J kepada Iqbal yang dapet nomor 136. Mau lu apa sih Je?
Sampe di bilik suara, segera gue buka surat suaranya. Sejatinya gue udah nggak asing dengan surat suara yang segede gaban ini, soalnya di Palelu kita udah sering ngeliat ginian. Pas surat suaranya gue buka keseluruhan, ternyata bilik sekecil itu nggak cukup untuk menampung lebar kertas. Jadi ada sebagian kertas yang menonjol keluar bilik. Duh kalo gini apa gunanya bilik suara? Dasar KPU dan pemerintah sukanya aneh2 aja… Makanya, ngapain sih kita make sistem demokrasi dan pemilu segala?
Sebelom memastikan contrengan dengan bolpen merah yang tersedia, gue agak bingung milih pilihan diantara 2 partai yang selama ini selalu bersemayam di benak gue. Awalnya sih ada 3 partai, tapi 1 partai udah nggak lolos seleksi tahap awal dan menyisakan 2 ini. Akhirnya dengan bacaan basmalah dan inna lillahi, gue contreng salah satu dari kedua partai tersebut. Contreng… Soalnya kalo gue nyontreng dua2nya ya suara gue bakalan dianggap nggak sah donk…
Selesai nyontreng dan ngelipet surat suara sebagaimana sedia kala, gue melangkah ke kotak pengumpulan suara. Surat suara warna kuning untuk DPR-RI dimasukin ke kotak warna kuning. Hati2 loh, jangan sampe salah masukinnya. Soalnya Rasulullah kan melarang kita berhubungan lewat jalur belakang. Waaaaah ini ngomongin apa sih?
Lalu kita bertiga melangkah ke meja akhir untuk dikasih tinta. Gue memilih jari kelingking kiri gue buat dicelupin ke tinta, soalnya jari kelingking gue yang sebelah kanan biasa gue pake buat ngupil. Ih jorok…
Dan akhirnya kita melangkah keluar TPS lewat pintu keluar, dipandu oleh pak satpam yang jaga di pintu keluar. Nggak lupa kita juga dapet bonus senyuman manis dari satpam yang satu ini. Makasih pak, sama2…
Kemudian kita bertiga pun kembali ke parkiran untuk mengambil motor. Dan tanpa banyak buang waktu, gue Iqbal dan Ramon beranjak meninggalkan gedung serba guna yang di alih fungsikan sebagai TPS 36 itu. Selamat tinggal surat suara… Selamat tinggal TPS… Selamat tinggal bilik suara… Selamat tinggal bolpen merah… Selamat tinggal Mister Jutek… Kelaut aja lu sana!
TAMAT
Apakah cerita ini udah tamat? Oh ternyata belom sodara2! Begini lanjutannya:
Sekitar jam 12-an si Ramon sms gue. Dia bilang bahwa dia baru aja dapet sms dari Ketua Garda Pemilu BEM KM yang nggak lain adalah temen SMA nya. Temennya bilang bahwa mestinya tadi kita dapet 4 surat suara, nggak cuma 1 doang. Dengan kata lain, kita juga punya hak untuk milih DPD, DPRD tingkat 1 dan DPRD tingkat 2 untuk regional Sleman ini.
Setau gue, TPS udah tutup jam 12. Dan gue males kesana lagi. Gue nanya balik ke Ramon, dia maunya gimana. Kata temennya lagi, khusus untuk orang2 yang tadi nggak dapet ke-4 surat suara kaya gue, masih ada perpanjangan sampe jam 1. Udah disepakatin sama KPPS semuanya. Tapi gue udah terlanjur males. Jadilah gue nggak kesana lagi. Begitupun dengan Ramon, karena dia nggak tau tempatnya jadi dia juga nggak kesana lagi. Dia mau jalan kalo gue juga mau jalan, sebagai penuntun arah ke TPS 36 itu. Udahlah, daripada balik ke TPS, mending kita jalan aja nonton ke Amplaz atau karaokean di Happy Puppy gitu. Huehehehehe…
Lalu gue segera sms Iqbal terkait berita ini. Dan ternyata beliau udah tau, malahan udah balik lagi ke TPS dan udah nyontreng 3 surat suara sisanya. Wah hebat sekali kau anak muda, dapet info dari mana? Tadinya dia sempet nelpon ke simpati gue, tapi nggak nyambung2. Dan gue mengakui bahwa tadi emang sempet ada yang nelpon ke simpati gue yang gue taro di handphone Nokia 3510. Tapi di tengah jalan tiba2 telpon itu berhenti. Bukan karena Iqbal cuma miskol doank, tapi karena Nokia 3510 gue emang lowbat stadium 4 dan sering mati sendiri. Maklum lah handphone jadul, umurnya lebih tua dari masa jabatan SBY selaku presiden RI.
Dan akhirnya, siang itu gue memutuskan untuk nggak menyontreng 3 surat suara sisanya.
Udah deh, sekarang barulah cerita ini:
TOMAT
Eh maap salah tulis… Maksudnya yang bener adalah:
TAMAT
2 comments April 10, 2009
PemilihanUmum
Maret 2009
Pemilihan Umum
C-Kink
Tahun ini bangsa kita berpesta
Setelah lima tahun kita tidak bersua
Untuk memilih para pemimpin bangsa
Marilah kita merayakannya
Pemilihan Umum itulah namanya
Pelaksanaannya sudah di depan mata
Ayolah gunakan hak pilih kita
Karena masa depan milik kita semua
#
Marilah kawan ke tempat pemilihan
Di surat suara banyak nama berceceran
Dan jangan lupa lakukan pencontrengan
Nyontrengnya jangan asal-asalan
Sudahkah kita mengenal mereka
Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana
Dari tiang listrik sampai angkutan kota
Bermodal senyum palsu mencoba menyapa kita
Sudahkah kita kenal partai politiknya
Beraneka gambar yang menjadi logonya
Juga bermacam warna yang menjadi latarnya
Bermodal janji palsu mencoba menyapa kita
*
Marilah kawan jangan mau ditipu
Jangan mudah dibuai dengan jani palsu
Dan jangan lupa gunakan akalmu
Maa depan bangsa di tanganmu
***
Lirik diatas merupakan lirik salah satu lagu gue yang judulnya “Pemilihan Umum”, lagu yang gue buat dalam rangka menyambut pemilu 2009. Buat lu2 semua yang tertarik buat ngedengerin lagu diatas, gue bersedia ngasih kok. Silahkan lu kirim email apa aja ke alamat email gue di c_kink_noa_zoro@yahoo.com , Insya Allah ntar bakal gue kirimin rekaman lagunya. Tapi karena di rekaman itu gue sendiri yang nyanyi sambil maen gitar, jadi sebelomnya dimohon untuk nyiapin ember dan lap dulu, buat jaga2 kalo lu pada nggak kuat dengerin suara gue yang aduhai ini, mirip suaranya Ronan Keating keselek gerobak nasi kucing.
Add comment April 10, 2009
DLG
Di pagi hari ini, gue ngeliat kalender di handphone Nokia 6681 gue. Hari ini, tanggal 10 April, ada catetan yang gue tulis di kalender itu. Dan pas gue buka, ada gambar kado dengan tulisan “DLG” di sebelahnya. Yang artinya, pada tanggal ini DLG sedang merayakan anniversary-nya.
Apa itu DLG? DLG adalah sebuah kelompok ajaib yang aneh tapi nyata yang dibentuk pada taun 2008 tanpa dasar hukum yang jelas dan dibubarkan pada taun 2008 juga tanpa dalil yang menguatkan. DLG merupakan singkatan dari Dialog Lintas Gender, sekelompok 5 ekor anak manusia yang nggak kenapa2.
Dan pada hari ini, DLG merayakan ulang taunnya yang pertama. Dengan lincah tangan imut gue segera mengetik sms anniversary dan gue kirim ke 4 orang personel DLG lainnya.
“Asw.
‘..HAPPY BIRTHDAY DLG..!!’
Tepat tanggal ini, 1 taun yang lalu, pertemuan pertama DLG kita.”
Nggak perlu nunggu lama, nggak sampe setengah jam kemudian ke-4 ekor alien tersebut telah membalas sms gue, dengan jawaban yang berbeda2 tapi udah gue perkirakan bahwa intinya bakalan sama.
Orang pertama:
“Epy biday. Wah, nggak nyangka udah setahun yang lalu.”
Orang kedua:
“Huahaha… Ya Kink… Happy birth day…”
Orang ketiga:
“Wa’alaikumussalam warahmatullah…
Subhanallah…
1 tahun ya?
Aku lupa lho tanggal pertama kali DLG..
Hepy b’day… ^_^
Btw, DLG bakal ngapain lagi nih? Ada ide?
“DLG bakalan dugem di Hugo’s.
Dug jdag jdug jdag jdug jdag jdug… Hihihihihi…
Astagfirullah…”
“:D”
Orang keempat:
“Wa’alaikumussalam…
Hwaaa, aku nggak inget e Kink (C-Kink atau Dhita ni? Hehe) kalo kamu nggak ngasih tau, hehe…”
Gitulah intinya. Dan gue sendiri juga sebenernya nggak bakalan inget kapan pertemuan pertama DLG dilangsungkan, kalo gue ngga baca tulisan2 gue yang lama. Lebih tepatnya tulisan gue yang judulnya “KarenaSetiapHariAdalahBERARTI”. Kalo penasaran tulisannya kaya gimana, silahkan buka blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com dan dicari aja. Silahkan, nggak usah malu2…
Dan terakhir, tulisan singkat ini harus segera diakhiri sampe sini. Adakah yang tau, apa inti dari tulisan ini? Hanya bilik suara dan bolpen merah itu yang tau jawabannya. Dih emangnya pemilu…
Add comment April 10, 2009
PartaiApaYa
“Kuesioner.
Insya Allah pemilu akan diadakan tanggal 9 April besok. Kira2 partai manakah yang cocok dengan karakter dan kepribadian seekor C-Kink?
Ditunggu jawabannya ya.
(mau jawab golput juga boleh)”
Sebait tulisan di atas bukanlah sebuah kalimat bijak, bukan nyanyian lirik lagu, bukan pidato Pak RT, juga bukan tangisan anak kecil. Tulisan di atas adalah sebuah sms yang gue kirimin ke temen2 gue beberapa hari menjelang pemilu legislatif 2009.
Pemilu kali ini adalah pemilu nasional pertama yang gue ikutin. Kalo pemilu kecil2an mah udah sering, di UGM sini kan tiap taunnya ada pemilu: Pemilihan Raya BEM KM UGM, Pemilu Fakultas Teknik dan Pemilu Keluarga Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika. Tapi kalo untuk tingkat nasional yang terdaftar secara resmi di administrasi negara, belom pernah tuh.
Dulu waktu pemilu 2004, umur gue baru 15 taun, jadi gue belom punya hak suara. Waktu Nurmahmudi Ismail bersaing ngelawan Badrul Kamal buat jadi walikota Depok, umur gue juga cuma kurang beberapa bulan untuk terdaftar sebagai pemilih. Umur gue udah cukup waktu Fauzi Bowo saingan sama Adang Daradjatun buat jadi Gubernur DKI, tapi karena gue bukan orang Jakarta, ya gue nggak ikutan milih. Dan terakhir waktu PilGub Jawa Barat yang dimenangin Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, gue juga nggak ikutan milih soalnya gue berdomisili di luar Jawa Barat. Jadilah pemilu legslatif 2009 ini adalah yang pertama kalinya.
Di pemilu ini kita bakal dihadapin dengan puluhan partai. Beraneka gambar yang jadi logonya, bermacam warna yang jadi latarnya. Tiap partai punya karakteristiknya masing2, meskipun ada beberapa diantaranya yang sama aja dan nggak jauh beda dengan partai2 lainnya.
Menjelang pemilu, gue jadi kepikiran buat ngeliat tanggapan orang2. Menurut mereka, kira2 kepribadian dan karakteristik gue ini identik dengan partai apa ya? Jadilah H-2 sebelom pemilu gue ngetik sms yang isinya sebagaimana tertulis di awal tulisan ini. Dan sms itu gue kirimin ke hampir semua nama yang ada di phone book HP Nokia 6681 gue, yang make nomor Im3 di dalemnya.
Gue sengaja make yang Im3 ini, soalnya kalo pagi Im3 kan gratis 100 sms ke semua operator setelah kirim 10 sms. Kalo malem juga, gratis 10 sms setelah kirim 10 sms. Makanya ayo kita pake Im3, kan bintang iklannya Asmirandah gitu loh… (penting ya???)
Selama 2 hari itu, sebelom jam 12 siang gue ngirim sms tersebut ke hampir semua phone book gue. Phone book gue itu total isinya ada +-320 nama. Jadi kita anggap aja sms itu gue kirim ke lebih dari 250 orang responden. +-70 orang yang nggak gue kirimin sms adalah mereka2 yang gue rasa nggak begitu kenal sama gue, tapi nomornya ada di phone book gue. Contoh: Bapak2 Dosen, temen2 dari Universitas/Fakultas lain yang pernah main2 ke BEM KMFT, tukang kredit, para penagih utang, dll.
Akhirnya gue kirimlah sms dengan redaksi seperti tertulis di atas. Nggak lama kemudian, sms2 balesan dari para responden mulai berdatangan. Criiiing… Criiiiing… New message… New message…
Selama 2 hari tersebut, HP gue baterenya suka cepet abis, gara2 dipake buat ngirim puluhan sms dalam satu waktu dan juga buat nerima puluhan sms balesannya. Semua sms yang masuk langsung gue salin ulang di laptop, buat jadi arsip di masa depan nanti.
Kemudian setelah 2 hari yang melelahkan, sms2 balesan tersebut mulai berhenti. Setelah gue rekap dan gue utak-atik, ternyata total ada sekitar 89 orang yang bales sms gue. Diawali dari salah seorang mahasiswa Teknik Nuklir 2006 dan diakhiri oleh mahasiswa Teknik Nuklir 2005. Meskipun ada 89 orang responden, tapi ada beberapa responden yang ngasih jawaban lebih dari satu. Karena gue nggak tau harus mengeliminir jawaban yang mana, ya jawaban mereka yang lebih dari satu itu tetep gue masukin semua. Jadilah total ada sekitar 100 jawaban yang masuk.
Meskipun demikian, nggak semuanya ngasih jawaban. Dari 100 tersebut, ada beberapa yang dengan konkrit nyebut nama partai, ada beberapa yang nggak ngasih jawaban konkrit dengan nggak nyebut nama partai. Malah ada beberapa juga yang ceramah. Gue jadi dapet sms2 Tausiyah gitu. Ketik REG(spasi)TAUSIYAH kirim ke 9090. Sms yang kamu dapet langsung dari operatornya lho…!
Oke deh, tanpa banyak omong lagi, mungkin lu semua pada penasaran gimana hasil dari kuesioner tersebut. Jadi sebelom badan gue makin kurus, berikut ini gue sajikan hasil dari kuesioner tersebut. Monggo Mas…
Dari 100 tersebut, data responden yang ngasih jawaban dan nggak ngasih jawaban konkrit adalah:
|
Ngasih jawaban |
79 |
79.00% |
|
Nggak ngasih jawaban |
21 |
21.00% |
|
Total |
100 |
100.00% |
(Sebenernya sih gue pengen nampilin diagramnya juga biar keren kaya di koran2. Tapi karena gue nggak tau gimana cara nampilinnya di sini, jadi nggak usah aja ya… Aduh malu gue ketauan gapteknya…)
Dari 79 yang ngasih jawaban, data responden yang menjawab dengan nama partai dan yang menjawab dengan pilihan golput adalah:
|
Milih partai |
68 |
86.08% |
|
Golput |
11 |
13.92% |
|
Total |
79 |
100.00% |
Lalu dari 68 yang tersisa, berikut ini adalah hasil kuesioner mengenai partai2 yang dimaksud:
|
Partai Buruh |
1 |
1.47% |
|
PPM |
6 |
8.82% |
|
Gerindra |
3 |
4.41% |
|
PKS |
29 |
42.65% |
|
Demokrat |
4 |
5.88% |
|
PDIP |
2 |
2.94% |
|
Golkar |
5 |
7.35% |
|
PAN |
3 |
4.41% |
|
Hanura |
2 |
2.94% |
|
PPD |
1 |
1.47% |
|
PDS |
3 |
4.41% |
|
Partai Ngasal |
9 |
13.24% |
|
Total |
68 |
100.00% |
Dan kalo data diatas kita urutin dari yang terbesar, hasilnya adalah:
|
1 |
PKS (Partai Keadilan Sejahtera) |
29 |
42.65% |
|
2 |
PPM (Partai Pemersatu Mahasiswa) |
6 |
8.82% |
|
3 |
Golkar (Golongan Karya) |
5 |
7.35% |
|
4 |
Demokrat |
4 |
5.88% |
|
5 |
Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) |
3 |
4.41% |
|
6 |
PAN (Partai Amanat Nasional) |
3 |
4.41% |
|
7 |
PDS (Partai Damai Sejahtera) |
3 |
4.41% |
|
8 |
PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) |
2 |
2.94% |
|
9 |
Hanura (Hati Nurani Rakyat) |
2 |
2.94% |
|
10 |
Partai Buruh |
1 |
1.47% |
|
11 |
PPD (Partai Persatuan Daerah) |
1 |
1.47% |
|
12 |
Partai Ngasal |
9 |
13.24% |
|
|
Total |
68 |
100.00% |
Hohohohoho… Akhirnya ketauan deh… Gitu kira2 pendapat para responden tentang kepribadian dan karakteristik gue ini yang kiranya cocok dengan partai mana. Gue nggak membenarkan hasil tersebut dan juga nggak menyalahkannya, soalnya ini semua kan bebas nilai.
Terus berdasarkan hasil diatas, apakah artinya gue bakal memilih untuk nyoblos eh nyontreng Partai Kebanyakan Singkatan tersebut di pemilu nanti? Nggak tau yaaaaa, jangan ge-er dulu donk… Hanya bilik suara dan bolpen merah itu yang tau jawabannya. Ihihihihi…
Kalo diliat, posisi kedua ditempati oleh PPM alias Partai Pemersatu Mahasiswa. Mungkin banyak lu2 semua yang bingung, PPM itu di surat suara dapet nomor urut berapa?. Ya wajar lah kalo pada bingung, mau dicari sampe sudut mana pun juga nggak bakalan ketemu. Soalnya PPM bukanlah partai tingkat nasional, tapi cuma partai lokal. Loh berarti partai lokal yang ikut pemilu di Aceh? Nggak juga, lingkupnya masih terlalu luas. PPM hanyalah sebuah partai lokal di lingkup Fakultas Teknik UGM, sebuah partai dengan lambang segi lima warna biru muda serta ada bintang warna putih di tengahnya. Sebuah partai yang gue bikin di taun 2008 dan gue sendiri yang jadi Ketua Umumnya. Hohohohoho…
Terus juga, ada jawaban “Partai Ngasal” di pilihan di atas. Maksudnya Partai Ngasal adalah partai2 yang dijawab secara asal2an, alias partai yang sampe jaman Firaun main facebook pun nggak bakal ditemuin keberadaanya, kecuali kalo mereka2 sendiri emang pengen ngebikin partai tersebut.
Berikut ini adalah jawaban untuk partai2 ngasal:
|
Partai Sayang Akhwat |
1 |
11.11% |
|
Partai Menantu Idaman |
1 |
11.11% |
|
Partai MnG |
1 |
11.11% |
|
Partai Dendam Asmara |
1 |
11.11% |
|
Kalkulus |
1 |
11.11% |
|
Partai Gembel Tai |
2 |
22.22% |
|
Partai Saya Cantik |
1 |
11.11% |
|
P2GAB |
1 |
11.11% |
|
Total |
9 |
1 |
(*Partai Gembel Tai = Partai Gerakan Pembela Tanah Air Indonesia
*P2GAB = Partai Peduli Gizi Anak Bangsa
*Kalkulus = Nama mata kuliah)
Yah, begitulah kira2 hasil dari kuesioner selama 2 hari ini. Nggak ada kebenaran dan kesalahan disini, soalnya ini kan sifatnya bebas nilai. Semoga kuesioner ini bisa menginspirasi kita untuk membuat tulisan2 yang lebih kreatif dan inovatif lagi ke depannya. Amiiiin…
Sebagai bonus berikut ini gue sertakan juga jawaban beberapa dari para responden gue, yang kiranya cukup menarik untuk ditulis disini. Tapi mohon maap, namanya gue rahasiain, soalnya kerahasiaan klien adalah amanah yang harus dijaga. Cieh gaya gue kaya konsutan pipa ledeng aja… (eh nggak nyambung ya?)
Plus, gue tulisin juga komentar gue terhadap jawaban mereka, gue tulis di dalem kurung dan dimiringin, alias di-italic.
Here they are! Voila! Hon no kimochi!
Pertanyaan:
“Kuesioner.
Insya Allah pemilu akan diadakan tanggal 9 April besok. Kira2 partai manakah yang cocok dengan karakter dan kepribadian seekor C-Kink?
Ditunggu jawabannya ya.
(mau jawab golput juga boleh)”
Jawaban:
Mahasiswi, 23, Depok
“Geerrrrindraa (baca dengan nada suara yang misterius dan mistik)”
(Buajigur… mentang2 gue cadel…)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Pasti Kamu Suka Partai Kebal Sogokan ya kan?”
(Wah, korban iklan)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Fitrahnya laki2 itu suka PKS (Perempuan Kerudungan dan Sholehah). Perempuan suka PKS (Pria Kuat dan Soleh). Udah nikah harapannya PKS (Pastikan Keluarga Sakinah). Punya anak harapannya PKS (Pintar Kreatif dan Soleh). Udah tua inginnya PKS (Punya Keturunan Sukses). Di akhirat harapannya PKS (Pertemuan Kembali di Surga).
Tapi semuanya kembali ke C-Kink aja, partai mana yang kira2 bisa mewakili visi C-Kink. Yang mana orang yang visinya bukan sekedar cari uang, tapi untuk mengabdi… Allahu a’lam”
(Dasar Partai Kebanyakan Singkatan!)
Siswi SMA, 17, Depok
“Partai Dendam Asmara”
(Lu kali yang dendam gara2 asmara lu gue tolak mulu? Hohohoho…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Pemimpin yang memperjuangkan sistem Islam. Ingat saudaraku bahwa kau akan berakad wakalah perkara ushul (akidah), membuat hukum. Kita yakin bahwa setiap perbuatan ada hisabnya.
”
(Ketauan deh ini orang berafiliasi nya sama mahdzab apa… Tapi setiap kewajiban yang nggak kita perbuat juga ada hisabnya kan?
)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Waduh… Sayang sekarang udah hari tenang tuh, nggak boleh saling mempengaruhi
Kalo pernah denger Mas punya cita2 menyatukan negara2 Islam di dunia, berarti partai Islam. Terus partai Islam yang kaya gimana? Yang selama ini santun berpolitik, belom pernah denger ada anggota legislatifnya di DPR yang kena korupsi (insya Allah), yang nggak kampanye tolol pake goyang erotis, yang nggak didominasi muka2 lama dan orang2 sepuh yang harusnya udah gendong cucu di rumah, yang nggak asal comot jadiin caleg (ada kaderisasi yang rapi), kalopun yang kusebut di atas nggak ada, paling nggak ya mendekati lah… Walaupun menurutku ada, tapi lagi2 karena udah hari tenang nggak boleh sebut merk… =) (boleh nggak setuju)”
(Iya iya, kami tau maksud Anda)
Perawat, 24, Bekasi
“Begini ney kalo caleg stress… Hwahaha…”
(Lebih stress lagi kalo punya temen kaya elu…)
Mahasiswi, 20, Depok
“Aagghh… Berhubung C-Kink itu busung lapar… Dan yang mau memperjuangkan pangan buat C-Kink itu partai GOLKAR… Hahahaha…”
(Gue bukan busung lapar, gue cuma cacingan. Adakah partai yang misinya memberantas cacingan di bumi nusantara?)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Mungkin 8, tapi kayaknya 9, bisa juga 23, 31 juga cocok, 5 mungkin tepat, 1 kira2”
(Orang kaya gini ini yang bikin bangsa kita nggak maju2… Hohoho…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“31, LANJUTKAN!!!”
(Weits awas Mas, jigongnya muncrat!)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Partai Keren Sekali, Pojok Kanan ataS, Partai Kita Semua, Partai Keadilan, Sejahtera, bersih, peduli dan profesional. Jangan lupa! Contreng sekali aja!”
(Ih malah kampanye…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Kink mari kita buat DPR bersih… Pilih yang sesuai hati nuranimu demi terciptanya keadilan sejahtera untuk wonk cilik… Ingat ini salah satu amanat nasional… Kalo aku sih pilih pojok kanan atas yang warna putih polos tanpa warna lain gitu deh”
(Maksudnya apa nih?)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalkulus”
(Tabahkan hatimu Nak… UTS Kalkulus memang menyulitkan, tapi nggak perlu sampe berhalusinasi gitu donk, emang ada partai kalkulus?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“PPM Mas! Hidup PPM. Hehehehe”
(Ini baru kader PPM yang setia… Hihihi…)
Mahasiswi, 21, Bogor
“Partai yang cocok sama kepribadian lu itu PDIP, selain mirip sama simbolnya, lu juga sepertinya fans berat Megawati
”
(Muke gile… Gue fansnya Asmirandah bo…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Partai Persatuan Daerah namanya mirip Partai Persatuan Mahasiswa… ^^”
(Partai Pemersatu Mahasiswa kaleee…)
Mahasiswi, 21, Jogja
“Golkar (Golongan nggak karuan…) Hahahahahaha atau mungkin cari aja yang ketuanya mirip Nicholas Saputra! Hehe”
(Partai yang ketuanya mirip Nicholas Saputra berarti PPM donk, kan aku ketuanya? Heuheu…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Aku sendiri aja nggak tau 38 partai tuh apa aja… Terus kaya apa… Jadi… Hmm… Pilih sesuai feeling Mas aja… He…”
(Aduh Anak muda, betapa sia2 usaha Depkominfo dan KPU untuk menyoliasisasikan pemilu selama 1 taun ini… Padahal aku juga nggak apal semuanya. Hehehe)
Karyawati, 21, Depok
“Egp…”
(Ini pasti partainya Maia Ratu ya… Emang gue pikirin…)
Mahasiswi, 19, Depok
“Udah lu golput aja… Dodolipet lu… Telpon Esia gue donk cinta… Kangen nie”
(Eh buset, kok malah minta ditelpon? Astagfirullah…)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalo aku mending golput, males milih nggak ada yang tepat. He…”
(Kalo disuruh milih calon istri mau nggak?)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Menurut Hati Nurani Mahasiswa yang ingin mewujudkan Indonesia Raya demi masyarakat Adil dan Sejahtera maka jangan pilih partai yang jelas2 sudah gagal membangun negeri ini”
(Dasar mahasiswa jaman sekarang, kebanyakan retorika)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Berhubung aku nggak nyontreng karena nggak masuk DPT, jadi maap aku nggak bisa kasih sugesti…”
(Aku nggak butuh sugesti, aku cuma butuh kasih sayang. Hueeeek hueeeeek cuiiiih…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Sorry baru bales… Ah pake minta saran segala, nggak usah gue saranin lu paling milih yang “itu” kan… Mau lu gue saranin suruh pilih PDS… Hahahaha…”
(Ini mah maling teriak maling… Ayo ngaku! Hehehe…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“PPM Kink, lo banget. Kalo Nasikun gue nggak yakin kayanya sih PAN kali ya? Kalo gue apa?”
(Kamu pantesnya Partai Rujak aja, kalo diterjemahin ke bahasa Inggris: Rujak Party!)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Golput, tapi nggak terlalu radikal. Hoho… B-)”
(Berarti golput yang lemah lembut dan kemayu kaya putri Solo ya?)
Mahasiswa, 22, Jogja
“Menurutku kalo kamu masih nggak masalah sama namanya demokrasi Islam atau Islam Pancasila, pilihan buat partai yang pake embel2 Islam juga sama aja kok… Itu menurutku lho”
(Jadi intinya apa?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Maaf Mas baru bales soalnya baru isi pulsa setelah satu hari nggak terisi. Aku tebak ya Mas pilih partai apa? Kalo partai PKS bener nggak Mas? ^^”
(Jadi secara nggak langsung kamu pengen bilang: “Mas isiin aku pulsa donk…” Hohoho…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Jawaban kuesioner C-Kink: Aku nggak tau karakter dan kepribadianmu. Karena kamu punya kepribadian ganda (mungkin lebih). Jadi aku nggak tau partai mana yang cocok. Tapi kalo golput, nggak cocok buat setangkai C-Kink. ^_^v Piss…”
(Iya, nggak ada Partai Ganda Campuran sih ya…)
Mahasiswa, 21, Depok
“Eh tau nggak? SBY itu PKS: Presiden Keren Sekali. Megawati juga PKS lho: Putri Keluarga Soekarno. Gus Dur juga PKS: Priyayi Kalangan Santri. Jusuf Kalla juga PKS: Putra Kelahiran Sulawesi. Dan yang paling mengejutkan, Rasulullah juga PKS lho: Panutan Kita Semua… Kamu PKS juga kan?”
(Aduh, bener2 dah ini orang kadernya Partai Kebanyakan Singkatan ya? Hati2 jangan jajan sembarangan ntar kena PKS, Penyakit Kemaluan Sipilis)
Mahasiswa, 20, Depok
“PKS, secara kita sama2 di liqoin sama mereka. Secara mereka juga paling bersih diantara partai2 gajebo.”
(Whoooaaa… Ketauan deh… Hohoho… Eh tapi kenapa juga ini gue publikasiin ke umum ya?)
Karyawan, 20, Depok
“Wah Kink, gue aja nggak tau ada partai apa aja… Ada berapa partai pun nggak tau… Jadi menurut lu, mending gue ngapain pas pemilu? Hehehe…”
(Pemilu kan libur tuh, mending lu ke kosan gue aja sini, nyuciin mobil sama nguras bak mandi. Heuheu…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Partai Peduli Gizi Anak Bangsa (P2GAB)”
(Gue maunya Partai Peduli Anak Cacingan…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Maaf Mas baru bales. Esiaku tadi mati…Wah… Jangan golput Mas… Hehe… Kalo Mas bisa milih ya pilih aja, kalo bingung mending wakilin suaraku… Pilih PAN aja Mas… Hahaha…”
(Siap…! Hidup adalah perbuatan…)
Mahasiswa, 20, Jogja
Alangkah baiknya hal itu dikembalikan ke HAti NURAni Mas sendiri, seberapa tingkat ketahuan Mas dengan para partai. Kalo boleh saran pilihlah partai yang mampu bergerak tanpa harus adanya perintah dari pusat, mengedepankan nasionalisme dan mempunyai agenda yang real bagi negara ini, maka jangan tanggung2 dan bingung2, contreng partai HANURA nomor 1. Suara Anda sangat berarti bagi kelangsungan negara ini!
(Waaaaaah kampanye…!)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Ini nomernya C-Kink ya… Hee, nggak tau… Buat aku sendiri aja masih bingung milih apa… *tidak membantu*. Hehew…”
(Oh bukan Mbak, Anda salah sambung. Ini nomornya Nicholas Saputra)
Mahasiswi, 21, Jogja
“Tulis nama kamu di tempat yang tersedia, terus contreng deh…”
(Ini yang ngaco gue apa dia ya?)
Mahasiswa, 22, Jogja
“Hanya 2 yang tau apa isi hati… Dia sendiri dan Rabbnya yang lebih tau makhluk dari pada makhluk itu sendiri”
(Amiiiiin… Jadinya pilih partai apa?)
*Tambahan:
Sebagian besar orang bilang kalo gue identik dengan Pemuda Kurus dan Seksi itu. Ketika gue tanya, kenapa kok bisa mengidentikkan gue dengan pantai ParangKuSumo, salah satu responden ngejawab:
“Mas C-Kink kan seorang ikhwan, sepertinya identik sama PKS^^. Maaf lho Mas sama tebakan ku ini^^.”
Iya iya, dimaafin kok… Hehehehe…
2 comments April 9, 2009
DebatKusir
Beberapa waktu lalu, gue pernah nulis tulisan yang judulya “KampanyeTerselubung”, berisi tentang sms yang isinya berupa sosialisasi pemilu 2009 yang ada unsur2 kampanye terselubung di dalemnya. Terus tulisan gue itu gue posting ke blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com dan gue posting juga di notes facebook gue.
Ternyata, dari postigan gue di notes facebook itu ada banyak comment yang masuk. Awalnya cuma sekedar comment singkat belaka, tapi lama2 commentnya jadi lebih serius, temanya jadi ngebahas tentang pro-kontra demokrasi. Jadi kaya semacem debat lewat comment gitu. Pun para peserta debatnya adalah orang2 lintas disiplin ilmu. Ada dari Teknik Nuklir, Hukum, Hubungan Internasional, Fisipol dll.
Rasanya sayang kalo comment2 yang penuh perdebatan itu gue nikmatin sendiri. Jadi berikut ini bakal gue persembahkan comment2 tersebut hanya untuk lu semua. Silahkan dinikmati.
Oh iya sebelomnya supaya lu semua nggak pada bingung, mendingan baca dulu deh tulisan gue yang “KampanyeTerselubung” itu, biar connect.
Kalo udah baca tulisan itu, baru deh baca comment2nya berikut ini. Monggo Mas…
Asrining Tyas at 1:12pm March 22
udaaaaaaaah! 3 kata terakhir!!!!
Syukron Mamun at 7:49pm March 22
siapa sih yh sms itu ren??? kok gw ga dapet ya??
Muhammad Anshori at 9:58am March 23
gw juga dapet,tapi gw santai aja,,maklum jiwa baru. bwat tyas, tebakan lu kayaknya salah deh… =>
Asrining Tyas at 2:49pm March 23
Hah,gw salah?
Asrining tyas marsudi bs salah?
Tak mungkiiiiinnn….!
*lebay mode
C-Kink Ardya at 7:03am March 24
hohohoho… masa sih koy?
ya gak apa2 lah, yang penting semoga kita punya pemimpin yang beramanat di tingkat nasional yang akan membawa kebangkitan bagi bangsa ini, yang memimpin dengan gerakan dan hati nurani demi matahari bangsa yang peduli karya perjuangan
loh kok jadi ikut2an kampanye?
Kampret Gantenk at 9:17am March 24
hahahaha….kalian masih ngomongi partai yah, wealah di fsbuk masih ngomingin beginian..cape deh…yang penting tetep bersih, peduli dan profesional, bener gak koy?!!^_^
Syukron Mamun at 4:58pm March 24
apa sih den??? ga boleh kampanye disini !!!
Asrining Tyas at 7:28pm March 24
sudahlah, omongin yang uda berjasa nurunin harga BBM 2 x aja..
*tetep..
Devita Purnamisari at 9:26pm March 24
mas…bukankah notes ini secara tidak langsung menandakan anda ikut berkampanye???
C-Kink Ardya at 12:57am March 25
ya begitulah… tapi kita kan harus terus berkarya dan rapatkan barisan nasional, demi perjuangan dan persatuan pembangunan
tuh kan kampanye lagi…
Kampret Gantenk at 10:08am March 25
harga bbm turun 3 X..ya iyalah wong udah seharusnya…malah sekarang pemerintah masih untung kok…ndak salah tuh digembor2in sebagai prestasi…emang udah hal yang sunatuloh…ealah…maaf p presiden…afwan bin sory
Sultan Iskandarsyah at 11:18am March 25
Buat temen-temen yang masih peduli dengan Indonesia saya selaku manusia yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik, kita harus memBOIKOT PEMILU LEGISLATIF!
Indonesia tidak butuh DPR dan DEMOKRASI!!
Indonesia hanya butuh PEMIMPIN yang baik…
Front ANTI LEGISLATIF
Asrining Tyas at 11:28am March 25
mas, klo pemimpin (baca: presidennya) doank yang kepilih secara bener, bisa di-impeach sama legislatif yg ga bener lho..
Sultan Iskandarsyah at 11:42am March 25
Makanya..klo udah tau bakal ada legislatif yang gak bener,kenapa harus dipertahankan?
Kan lebih baik bubarkan legislatif…
Asrining Tyas at 11:48am March 25
mas sultan, cuma mau tanya..
bentuk kesadaran politik emg harus ekstrim ya?
mau ngajarin untuk milih orang2 yang bener emang harus ngebubarin ya?
kalo substansinya salah, knp hrs ngancurin seluruh konsepnya ya?
Kenapa ga proses seleksi n perekrutannya caleg2 itu aja yg dibenahi?
Sultan Iskandarsyah at 11:57am March 25
Apa kamu pernah nanya sama para “Badut Demokrasi” itu, seandainya partai mereka berhasil menguasai 100% bangku DPR, apa yang mau mereka perbuat?
Pasti jawaban mereka semua sama. “MENJADIKAN INDONESIA JADI LEBIH BAIK!”(seperti jawaban anak SD)
Tapi ketika ditanya “seperti apa sih lebih baik itu?,trus langkah apa aja yang bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik?”, gak ada satupun yang bisa menjawab dengan TEGAS…
So..intinya, SEMUA PARTAI ITU SAMA…
Asrining Tyas at 12:12pm March 25
mkanya kita yg muda ini harus menjadikan partai2 itu berbeda.. makanya kita harus belajar pakai otak, bukan duit seperti mereka.. makanya kita latihan janji pake hati, bukan pake lidah kayak mereka..
tapi, boikot pemilu legislatif, tetep bukan caranya lho..
emg klo ga legislatif keadaan akan tiba-tiba jd lebih baik? tiba2 semua orang jd jujur?
kan butuh proses mas.. proses ga bisa dilaksanain dgn menghancurkan yg uda dibangun sama2 selama ini,, Ga worth it lho..
Asrining Tyas at 12:13pm March 25
oia, komentar mas belum menjawab 4 pertanyaan pertama saya, dan,, 2 pertanyaan yang terakhir,,
Sultan Iskandarsyah at 12:22pm March 25
Apa harus menunggu yang tua2 itu pensiun dulu?
TIDAK,yang muda harus berjuang dari skarang. dan Inilah bentuk perjuangan saya,menyadarkan Indonesia bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI!
Mungkin klo kamu nonton video rapat BPUPKI tentang Pemilihan sistem untuk Indonesia, kamu akan tersadar hal apa yang di PERJUANGKAN PAHLAWAN KEMERDEKAAN.
Apa mereka meneriakkan “HIDUP DEMOKRASI!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP KOMUNIS!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP LIBERAL!” ?
Yang mereka teriakkan adalah “ALLAHUAKBAR!”
Jadi apa kita ingin mengingkari amanah dari mereka?
Asrining Tyas at 12:30pm March 25
nuwun sewu.. lagi2 belum dijawab mas pertanyaannya..
biar sederhana di-compile ya mas.. dr 6 ptanyaan blm terjawab jd cukup 2 saja: emang kalo kila boikot legislatif langsung jd baik? emang klo serta-merta dibubarin indonesia bisa tiba2 baik?
ah satu lagi deh..
emang klo ga ada legislatif, kita bs mewujudkan amanah penderitaan rakyat? lha wong rakyat ga jelas mau ngadu kemana.. bingung siapa yg mau bikin aturan.. nggak tau gimana cara check & balances klo presidennya nyeleweng.. ora ngerti klo APBN-nya ditilep.. ndak ada yg ngelarang klo kita mau nambah utang.. nggak ada yg mem-propose UU pornography.. dan lain lain yang panjaaaang ky choki2…..
mbok ya klo ada sebagian yg ga bener, yo ojo trus tau2 bubar, apa2 boikot..
Asrining Tyas at 12:31pm March 25
oia, maaf ya kink, jd malah diskusi disini.. 
yah, itung2 pembelajaran politik, ya tho?
Sultan Iskandarsyah at 12:35pm March 25
1. Apapun bentuknya,ekstrim atau tidak ekstrim tergantung cara pandang tiap orang. Di Gaza,merakit Bom adalah hal biasa tapi di Indonesia itu adalah hal aneh.. Cara saya seperti ini mungkin bagi orang yang tidak biasa adalah hal ekstrim,tapi bila bergaul sesama teman yangmemiliki pandangan sama adalah hal biasa.
2. Bukan substansinya yang salah, tapi SISTEM/KONSEPnya sudah salah. Jadi,biar gak disebut REVOLUSI sebaiknya di ubah sedikit demi sedikit.
3. Dengan pembenahan calon tidak akan merubah SISTEM itu hanya akan menambal sulah kekeroposan bangsa….
4.Coba kamu pelajari seluruh sistem pemerintahan yang ada di dunia,menurut kamu mana yang paling baik??
Ada yang ketinggalan? Maaf klo pernyataan saya agak keras…
Asrining Tyas at 12:44pm March 25
ada mas, ada yang ketinggalan:
1. emang klo kita boikot maka tau2 legislatif jadi brubah/hancur?
2. emang klo legislatifnya (atau sistem demokrasinya) hancur tau2 indonesia jadi lebih baik?
nah, dari yg saya tau dan saya yakini, yah klo sy ini agak berbeda.. menurut saya, ga peduli apapun sistemnya, asal sumber daya manusianya baik, bener, jujur, dan berkualitas, pasti berhasil..
…
contoh ya:
1. jaman nabi muhammad jelaslah sumber daya manusianya baik : berhasil
2. di singapore, meski sistemnya otoriter, asal pemimpinnya baik : berhasil
3. negara skandinavia, biar liberal, tapi SDMnya cihuy punya: berhasil
4. dll..
klo indo skrg blm sukses, ya perlu proses mas, makanya sy belajar yg bener, biar punya kualitas, jadi dimasa depan sy bisa menggantikan bapak2/ibu2 itu..
) skrg caleg2 orientasinya kebanyakan jabatan/pride/money sih, coba orientasinya bener, hehe..
Sultan Iskandarsyah at 12:57pm March 25
1. Kalo gak salah aturan pemilu skarang bila suara tidak sah/tidak digunakan mencapai lbh dari 50% maka PEMILU dianggap tidak sah dan ini lah yang dinamakan kondisi chaos dan kemungkinan bisa terjadi masa transisi sistem pemerintahan yang bahkan dapat menyebabkan perubahan sistem.
2. dari yang 1 itu orang2 harus sadar sistem apa yang lebih baik digunakan untuk bangsa ini. Orang2 sekarang banyak yang tertipu bahwa demokrasi itu yang terbaik,sejak kecil kita diajarkan “Demokrasi Adalah Segalanya”, kita tidak diajarkan membuka mata ke dunia dan melihat fakta sejarah.
Baik, bener, jujur, dan berkualitas. kita sering terjebak kata2 itu tanpa bisa mendefinisikan. Menurut anda itu baik,tapi menurut say itu bukan yang terbaik. menurut saya bener,tapi belum tentu bener menurut anda. Brarti kita butuh landasan yang sama agar persepsi bisa disamakan.
Menurut saya landasan semua itu ada didalam Al-Quran dan Hadist. Anda setuju?
Sultan Iskandarsyah at 1:03pm March 25
Bukan karena saya seorang muslim. Tapi saya pernah membaca kitab suci agama resmi di Indonesia..
Asrining Tyas at 1:11pm March 25
tapi bgmn bisa keadaan chaos mlh bikin bener? itu yg drtd sy ga ngerti mas… menurut sy, cara itu mngorbankan terlalu banyak untuk mendapat sesuatu yg sangat sedikit dan tidak pasti..
yg dikorbankan: stabilitas keamanan, kondisi perekonomian, konflik horisontal di tingkat masyarakat yang rentan di budaya, suku, ato agama.. juga kemungkinan vacum of power yang bikin pemerintahan kita mudah dikooptasi oleh kekuatan eksternal atau oknum yang melihat ksempatan dalam kesempitan.. uda dipikir blum mas bahwa kekacauan 1998 terulang lagi, tapi lebih parah karena ga ada counter govt yg bisa nalangin?
yg didapatkan: KEMUNGKINAN pergantian. tapi ga necessarily pergantian sistem.. yg ada pemilu diulang, ngabisin tenaga, biaya, dan orang2 tetep gontok2an.. haduh, mikirnya aja ngeri mas…..
haha, coba, yang menurut mas ga baik, ga bener, ga jujur dan ga berkualitas yg kayak gimana? parameter2 itu sbnrnya ada dan jelas.. cuma karena mas-nya aja me-reject jd relativitas itu jd justifikasi…
Sultan Iskandarsyah at 1:25pm March 25
Sepanjang sejarah dunia,perubahan sistem selalu berkaitan dengan sebuah revolusi. Bagaimana cara mengurangi dampak dari chaos? Orang2 harus memahami dan setuju dengan sistem baru yang akan dibentuk. Kalo orang2 udah paham dijamin gak bakal ada kehancuran seperti yang diperkirakan banyak orang. Padahal yang bikin chaos kemungkinan hanya orang2 yang tidak setuju dengan aturan yang baru karena keuntungan mereka akan hilang dari sistem yang lama.
Saya yakin udah cukup banyak orang yang mengerti dan bisa menalangi pemerintahan sementara untuk sistem baru tersebut,namun mereka belum mendapatkan kesempatan bersuara. Dan kebetulan saya pernah terlibat dengan orang2 tersebut…
standar jujur, baik, bener dan berkualitas saya mencoba mengikuti Al-Quran dan Hadist,karena saya juga masih belajar…..
Kalo merurut anda seperti apa sih bener,baik,jujur dan berkualitas? Maaf ya ngerepotin..
Bwt c-king:Ren,kuliah jam3!! Dah ngerjain tugas blm?
Asrining Tyas at 1:38pm March 25
wah, sy setuju kok bahwa standar jujur, baik dan berkualitas memang ada di al-Quran..
bahkan klo mau lebih pragmatis, standar itu ada di buku manajemen sumber daya manusia di toko buku manapun.. asal penerapannya bener, hehe..
sekali lagi, yg sy ga setuju adalah cara perjuangannya.. menurut saya yg salah adalah kualitas SDMnya, jd perbaikilah calon calon itu, bukannya menghancurkan sistemnya..
Ga ada yg salah dengan sistem demokrasi di indonesia (selain bahwa sistem ini kurang efisien), hanya di tataran praktis perlu dibenahi.. ketika anda bertindak ekstrim tanpa memikirkan jangka panjangnya, itu yg bs jd fatal..
klo emang ingin mempergunakan abstainitas (is it the word?) sbg alat politik, edukasi dulu masyarakatnya.. jgn sampai terkirim pesan: “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”, walah, salah kaprah ntar jadinya..
n.b. emang mas bener2 mau dan sedang mengkampanyekan pemboikotan pemilu ya? ck ck ck.. bener uda dipikir untung ruginya?
Adji A J Bramantya at 3:04pm March 25
wah..si nanda abis dikomporin nehh kayaknya..heheheh
Adji A J Bramantya at 3:19pm March 25
@asri: demokrasi produk kapitalisme, sistemnya translasi dari perekonomian yg mengutamakan pemegang modal terbesar. padahal, mayoritas blom tentu yang paling benar.
saya stuju sama mbak asri klo cara perjuangan dengan meneriakkan golput bisa menimbulkan ketidakstabilan,, karena, MASYARAKAT KITA BELUM SIAP.
@nanda: setidaknya, kita berusaha untuk ga dipimpin oleh yang terburuk dari yang buruk2 nan(itu klo kita asumsikan smua calon legislatif itu buruk). ga mau kan, dipimpin oleh partai2 yang paling banyak bo’ong waktu kampanye? gw sih ogahh..
mending liat diri kita sendiri, udah kaffah belom menerapkan islam dlm hidup sehari2? klo kitanya blom apa2 trus maju ke ranah politik praktis, nantinya kita cuman jadi tong kosong.
pendidikan sejak dini ttg konsep2 islam itulah yang mestinya digalakkan oleh kita, supaya MASYARAKAT KITA SIAP. klo masyarakat kita msih kyk gini, cape dehhh…
Muhammad Anshori at 5:40pm March 25
Kalo menurut saya, kalo mau golput boleh2 aja, kan ada hak untuk memilih dan ada juga hak untuk tidak memilih.tapi kalo dah golput jangan protes ya kalo bbm naik, kalo bayaran sekolah atau kuliah naik dll. kan golput. terus kalo bbm turun ato ada beasiswa pemerintah, ato lokalisasi perjudian ditutup ga boleh komen (dan seharusnya sih g boleh dapat ngerasain bbm turun dst). kan golput. terus kalo mau ubah sistem, boleh2 aja, tapi harus punya konsep yang jelas dari sisi konsep maupun tataran praktis. ga cuma sekedar yang ideal2 aja. terus, sosialisasikan ke masyarakat jangan cuma mahasiswa aja, liat deh respon mereka. biar gak kayak menara gading, pintar diatas tapi ga manfaat buat rakyat di bawah. So, jadi mahasiswa tunjukin dong manfaat lu! =>
Sultan Iskandarsyah at 3:02pm March 26
Yup,tengkyu buat saran2nya.. Mungkin maksud hati benar tapi apa daya cara yang salah.
@aji: gw stuju akan sangat ruginya bila kita di pimpin oleh orang2 yang gak bener,tapi apa gak buang2 waktu untuk menyadarkan 200juta rakyat indonesia sehingga mereka siap? Padahal Rasulullah aja hijrah ke Madina dan membentuk negara disana,trus terciptalah “The Beauty of Islam” sehingga banyak suku2 di Mekkah iri dan ingin bergabung dengan Rasul. Mungkin gak ya kita pake cara gitu?
@asri: Yap bener,salah banget klo kita ngomong “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”.. Makanya,akan berbeda cara saya berbicara dengan orang yang “kurang intelek”. Alhamdulillah di FB orangnya intelek,jadi bisa diajak diskusi
Ada ide buat dakwah yang lebih baik n gak frontal kaya gini?
Mau golput atau gak, yang jelas saya ANTI DEMOKRASI…
Kampret Gantenk at 5:41pm March 26
ealah…mas ini aneh loh…kalo gak ada legislatif sapa yang mo kontrol presiden…emang mo balik ke orde b*ru lagi….jaman kegelapan dan horor di endonesa….mang enak tuh rasanya…”janganlah anda menjadi orang yang berlebihan”…analoginya gini loh buar orang yang kaya mas itu..
suatu hari ada pertandingan bola…nah tim yang kita jagoin dibantai…tim kita sebenernya gak jauh2 beda kualitasnya….nah kita liat tim kita dibantai….apa yang mas akan lakukan:
1. mengomentari saja..dengan mencaci maki. tanpa adanya bentuk riil bantuan.
2. ikut berusaha membangun tim yang kuat…baik dengan cara memasukan pemain jago dari masyarakat kita…biar tim gak dibantai lagi….
pastilah jawabannya cara ke 2…karena kita paling benci sama orng yang omdo tanpa adanya bentuk riil….apalagi mencaci…kalo di alam demokrasi kaya gini gimana caranya masukun “pemaen bola yang jago dan baik hati”..ya dengan adanya pemilu legislatif yang akan membantu pemimpin kita “sang pelatih” menjadi tim yang ..
Kampret Gantenk at 5:42pm March 26
menjadi tim yang handal…khan gak lucu…pemain sama pelatih gontok2an…enakan juga pelatih maenin caranya dia…dengan bantuan pemain2 yang sepaham dan jago2…tim ajb pasti tercipta…makasih
C-Kink Ardya at 11:09pm March 26
auwououououououwoooo… awas yang punya dateng!
asik, notes gue bisa jadi ajang diskusi kaya gini. diskusi lintas jurusan dan lintas propinsi antara teknik nukli, hubungan internasional, fisipol dan hukum. teruskan perjuangan kalian, anak muda!
ikutan ngomong ah… gue sebagai C-Kink cute dengan ini mengatakan bahwa gue pribadi juga anti sama yang namanya demokrasi dan pemilu.
kelemahan terbesar pemilu dan demokrasi adalah karena mereka mengandalkan suara terbanyak untuk menentukan keputusan. sedangkan kecenderungan manusia adalah untuk MENURUTI HAWA NAFSUNYA. jadi nggak heran ketika disurvey, sebagian besar masyarakat mengaku bahwa mereka ru menentukan pilihannya saat kertas suara sudah berada di hadapan mereka, alias di dalem bilik suara….
emang sejatinya, kebijakan2 yang menyangkut orang banyak nggak semestinya dibuka secara publik, lebih2 ke semua penduduk. cukup kita mengamanahkannya kepada orang2 berkompetensi dunia-akhirat untuk merumuskannya, bukan orang yang…
C-Kink Ardya at 11:11pm March 26
…senantiasa berkoar2 menuruti hawa nafsunya. namun sedihnya, hari ini bakalan susah nemuin orang2 kaya gitu. bisa jadi karena lingkungan, bisa jadi karena sistem itu sendiri emang nggak memungkinkan muncul orang2 kaya gitu.
kesimpulannya apa? kepanjanga kalo ditulis disini. mari kita berdiskusi secara lisan dan face to face, lintas jurusan dan lintas disiplin ilmu. pas banget nih, semua orang diatas masih berdomisili di jabotabek. mau? MAU?
Kampret Gantenk at 1:11pm March 27
kagak mau!!
Sultan Iskandarsyah at 12:38am March 29
Seandainya pemuda indonesia mau membuka diri untuk belajar seluruh sistem pemerintahan dunia dan melihat fakta sejarah bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI untuk memajukan bangsa pasti mereka akan meneriakkan perubahan untuk bangsa ini.
Kebanyakan dari kita sejak kecil sudah diajarkan menDEWAkan demokrasi yg nyatanya banyak mudharatnya.
bwt Kampret Gantenk: Saya cuma mau menyatakan bahwa DEMOKRASI adalah SISTEM YANG SALAH bila kita ingin memajukan Indonesia. Ada sistem lain yg lebih baik dari demokrasi. Apa itu? Pelajari sendiri sistem pemerintahan yang ada di dunia. Oiya,seinget saya jaman Orde Baru ada Legislatif kok. Kok bisa sih masih percaya padahal udah dirugikan berkali-kal??..
Kampret Gantenk at 9:15am March 29
mas sultan….saya tahu demokrasi itu bukanlah solusi terbaik untuk saat ini…tapi demokrasi adalah ssitem yang paling sedikit mempunyai mudharat dibangding dengan sistem lain yang ada…”menolak kemungkaran lebih baik daripada mendatangkan kebaikan”. Dan saya bukanlah pembela fanatik demokrasi, tapi bagi saya demokrasi adalah Hal yang PALING … Read MoreMASUK AKAL dibandingkan sistem yang ingin ditegakan…seandainya anda menginginkan KHILAFAH tegak berdiri…tapi anda hanya berkata tanpa ada aksi nyata…itu adalah hal mustahil…kami para pejuang di dalam sistem demokrasi sekuler…ingin merubah secara perlahan demokrasi itu sendiri menjadi khilafah…melalui perebutan kekuasaan dari dalam, melallui jalur legislatif….tapi seandainya anda hanya berteriak “tegakan khilafah..tegakan khilafa” anda terlihat seperti anak kecil…kaern menginginkan segala sesuatunya instan padahal perjuangan NAbi tidaklah instan….butuh waktu 23 tahun…bahkan setelah naabi meninggalpun….orang arab 2/3 murtad…
Kampret Gantenk at 9:19am March 29
kembali….butuh waktu hampir 10 tahun kemudian untuk benar2 meneguhkan kekuatan di tanh Arab….janganlah bersikap seperti anak kecil yang menginginkan mainan mobil2an secepatnya, menginginkan segalanya kembali secepatnya…menginginkan khilafah bukanlah seperti membalik telapak tangan…anda puya cara anda sendiri…kami juga punya cara kami sendiri…marilah kita berlomba dalam kebaikan…semoga Allah melihat perjuangan anda dan kami sebagai amal baik di akhirat nanti…sebagai jawaban atas tanggung jawab dalam da’wahnya…afwan kalo salah…
Sultan Iskandarsyah at 11:14pm March 29
Alhamdulillah akhirnya ada yang berani menyatakan bahwa masuk kedalam sistem adalah salah satu strategi untuk merubah keadaan. Yap,saya setuju masing2 dari kita punya FINISH yang sama namun caranya saja yang berbeda. Tolong pesen buat temen2 yang pejuang di dalam legilatif jangan sampai terbawa DEMOKRASI seperti orang2 tua kita.
Kalian orang2 hebat yang berani mempertaruhkan iman dengan terjun dalam kotornya demokrasi. Hati2 jangan sampai saudara menjadi lawan kalian. Karena didalam demokrasi tidak mengenal kebenaran mutlak sehingga kalian mudah diadu domba. Islam harus bersatu, bukan terpecah-belah.
bwt Kampret Gantenk: Apa benar bila “para pejuang” menguasai 100% bangku DPR kalian berniat mengubah Indonesia menjadi lebih baik? Dengan cara apa? Mungkinkah dengan mengubah Demokrasi menjadi Khilafah?
Kampret Gantenk at 11:06pm March 30
doakan kami saja saudaraku….dukung kami jika kami benar….ingatkan kami jika kami khilaf ataupun lupa…semoga saja niat mulia kami diberikan jalan yang indah olehNya…saudaraku sultan…munculnya khilafah adalah suatu keniscayaan…tapi hal itu memerlukan tenaga dan waktu yang tidak sedikit…seandainya pada giliran kami Allah belum mengabulkannya…maka kami berharap generasi anak dan cucu kami dapat merealisasikannya…setidaknya kami sudah dapat berbuat semampu dan sebaik yang kami dapat lakukan sekarang…setidaknya kami dapat memberikan jalan bagi tegaknya khalifah di negeri ini…semoga Indonesia adalah negeri yang dijanjikanoleh Nabi kita bahwasanya Islam akan bangkit dari timur,….bukan dari tanah Arab…bukan dari mana-mana…tapi dari sini…sesungguhnya kekuasaan dipergilirkan diantara bangsa-bangsa…dan semua bangsa yang memeluk Islam sudah pernah merasakan kemuliaan dan keindahannya…semoga kali ini giliran kita…ALLLAHU AKBAR !!!
Oke deh, begono kira2. Sebuah perdebatan tentang pro-kontra demokrasi, dan langkah2 apa yang kiranya perlu dilakukan untuk mengubah sistem demokrasi itu sendiri.
Apa kesimpulannya? Silahkan temen2 menyimpulkan sendiri, karena gue mengasumsikan otak temen2 kan udah pada cerdas semua, meskipun nggak lebih cerdas dari gue. Jangan pada protes ya, ini tulisan gue kok…
Tapi intinya, gue pribadi pun tergolong makhluk yang anti dengan demokrasi dan pemilu2an. Sekalipun begitu, apakah gue bakalan golput nantinya? Biarlah waktu yang menjawabnya… Ihihihihihihihi… (backsound: suara ketawa kuntilanak)
3 comments April 5, 2009
AngkringanTonight #2
Masih di tempat yang sama dengan hari2 sebelomnya, di salah satu sudut kamar kos beralaskan kasur yang spreinya udah +- 1 bulan lupa diganti (bukan lupa, tapi nggak sempet. Bukan nggak sempet, tapi males). Malem ini sepulang les bahasa Prancis gue ngegelepar nggak ada kerjaan. Niatnya mau ke kosan salah satu anak Nuklir yang bernama Edi Subowo, panggilannya Mawar (bukan nama sebenernya) untuk belajar mata kuliah Komputasi Nuklir, belajar pemrograman Delphi. Tapi karena sms gue ke si Mawar ini pending melulu dan nggak ada kepastian, akhirnya gue leyeh2 aja di atas kasur sambil merenungi nasib gue yang dikaruniai wajah imut ini.
Lagi asik2 merenung, tiba2 cacing di dalem perut gue gemerincing. Eh maksudnya keroncongan. Kenapa harus keroncongan ya, kenapa nggak dangdutan atau campur sari-an, kenapa harus keroncong? Ah whatever.
Cacing2 yang keroncongan di perut gue bukan menandakan bahwa gue ini cacingan, melainkan bahwa gue yang kurus kering begeng kerempeng idup lagi ini sedang dilanda kelaparan yang amat sangat. Kalo kata pepatah, keadaan laper kaya gini disebutnya “bagai mencari jarum di tumpukan jerami”. Korelasinya apa? Ya nggak ada lah!
Akhirnya dengan segenap cacing yang tersisa, gue melangkah menuju warung makan terdekat: angkringan depan kosan! This is the nearest restaurant, closest to my home. Jadilah malam ini, jam setengah 10, gue terdampar di angkringan langganan gue ini, cuma berduaan doank sama Mas2 pedagang angkringannya. Dan kita berdua cuma diterangin oleh sinar rembulan malam hari dan cahaya lampu teplok di gerobaknya. Aaaaah, so sweet…
Dagangan di angkringan ini udah mulai menipis. Nasi dan gorengan masih ada beberapa. Tapi jumlahnya nggak sebanyak yang dulu ketika gue nulis tulisan “AngkringanTonight #1”. Sekarang ini dagangannya bisa dibilang udah hampir mau abis. Alhamdulillah!
Lalu gue pun mulai membuka percakapan dengan kalimat demikian,
“Jeruk angetnya ya Mas!”
Mas2 pedagang angkringan itu, selanjutnya kita sebut aja dengan nama Mr. X (bukan nama sebenernya) langsung merespon ucapan gue. Bagaikan terhipnotis, beliau melakuka apa yang gue minta. Wah gue baru nyadar kalo ternyata gue punya ilmu hipnotis. Buktinya si Mr. X ini mau ngelakuin apa yang gue ucapkan!
Sambil nunggu jeruknya jadi, gue ngemil tempe goreng 2 biji. Nyam nyam nyam… Kalo di angkringan malem2 gini, ditemani semilir angin malem dan diterangi cahaya rembulan, makan tempe serasa makan Pizza. Ada Pizza di setiap gigitan tempe. Sumpah deh! Nggak percaya kan lu? Ya sama, gue juga nggak percaya…
Setelah jeruk angetnya jadi, gue mesen mi rebus dobel, dua bungkus dijadiin satu mangkok. Plus telor juga nggak lupa. Dan sekali lagi, bagaikan terhipnotis, Mr. X melakukan apa yang gue ucapkan dengan sangat patuhnya.
Karena prosesi masak mi ini agak lama, si Mr. X yang malem ini keliatan kesepian dan butuh kehangatan, mulai mencoba melenyapkan rasa sepinya dengan ngajak gue ngobrol.
“Pemilu tanggal 9 April nanti pulang Mas?”
Waouw keren juga nih orang, topiknya tentang pemilu!
“Oh kayaknya nggak Mas, saya nyoblos disini”
“Loh emang bisa? Gimana caranya Mas?”
“Kan ada kaya semacem surat mutasi gitu Mas dari daerah asal. Jadi nanti saya bisa nyoblos disini”
Lalu obrolan kita berlanjut seputar pemilu. Gue pun nanya,
“Udah ada pilihan Mas, kira2 mau milih siapa?”
Dengan santainya Mr. X menjawab,
“Wah belom tau Mas!”
Dia berargumen bahwa sekarang nasibnya bakalan sama aja, mau milih yang mana pun nggak ada bedanya.
“Tapi kalo pemilu 2004 kemaren ikutan nyoblos Mas?” tanya gue lagi.
“Iya Mas, waktu itu saya masih di Bogor”
Bogor? Di sebelah mananya Mas? Deket donk, gue kan orang Depok.
Dan si Mr. X ini ngelanjutin curhatnya tentang pemilu presiden putaran kedua taun 2004 kemaren. Dengan polos beliau bilang bahwa dulu beliau milih SBY, soalnya udah bosen dengan Megawati yang notabene merupakan muka lama. Beliau lebih tertarik dengan muka2 baru macem SBY.
Mt. X juga bilang kalo di kampungnya dulu semua orang pada jagoin Mega. Cuma dia dan segelintir orang yang jagoin SBY. Bahkan dia sampe diketawain sama temen2nya gara2 milih SBY. Tapi dia tetep istiqomah dan berkoar, liat aja siapa yang nanti bakalan menang. Dan akhirnya seperti udah bisa kita liat sekarang, ternyata SBY yang menang, dan si Mr. X ini adalah salah satu konstituennya.
Tapi sekarang karena SBY juga statusnya udah berubah jadi orang lama, makanya Mr. X belom nentuin mau milih siapa. Ya nggak apa2 lah Mas, biar enak pilih aja PPM, Partai Pemersatu Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Warnanya biru muda, lambangnya segi lima sama ada logo bintang warna putih di tengahnya. Pilih PPM di Pemilu Teknik nanti! Loh kok malah kampanye?
Terus gue pun iseng2 berkomentar,
“Tapi sekarang kan udah nggak nyoblos lagi ya Mas, sekarang udah nyontreng!”
Nggak disangka, ternyata si Mr. X ini pun tergolong orang yang melek berita. Beliau juga udah tau kalo sekarang teknisnya make nyontreng, bukan nyoblos lagi. Malah beliau khawatir dengan nasib orang2 tua yang selama ini terbiasa nyoblos.
“Yang bahaya itu yang udah tua2 Mas, agak repot,” kata Mr. X.
“Iya Mas, apalagi namanya kan kecil2, mereka mana ngerti”
Bla bla bla bla bla bla… Si Mr. X ngelanjutin curhatnya,
“Dulu di kampung saya, yang orangtuanya tuh sebelum nyoblos diginiin dulu sama orang2: ‘Mbah nanti kalo nyoblos, cari yang ada gambar moncong putihnya!’. Wah itu gimana, mereka juga kan emang nggak begitu ngerti!”
Obrolan kita masih terus berlanjut seputar pemilu. Sampe tiba2 dari kejauhan terdengar suara orang teriak2. Teriaknya make bahasa Inggris. Tapi logat dan lidahnya bukan khas orang bule. Nggak tau dah ini bule beneran apa bule siluman, bule “bubulen sikil’e”.
Dan setelah deket barulah keliatan, ternyata mereka adalah 5 orang berwajah Asia Timur yang naik 2 motor. Kayanya sih mahasiswa asing. Mereka teriak2 keras banget pake bahasa Inggris, mirip kaya bule keselek pohon pisang. Teriak2 nggak jelas gitu, nggak tau apa maksudnya. Mereka melintas ngelewatin angkringan tempat gue berkhalwat sama Mr. X malem ini. Masih dengan teriakan yang sama. Lalu mereka berlalu gitu aja, tanpa salam dan tanpa permisi, meninggalkan suara teriakan mereka yang masih membahana.
Mr. X pun berkomentar,
“Wuoooo… Orang *tiiiiiit*!” (sensor, menyebut nama salah satu negara)
Pun demikian dengan salah seorang ibu kos di depan angkringan yang tiba2 udah nongol dari balik pintu. Dia nanya ke Mr. X;
“Sopo seh kae?”
“Wong *tiiiiiit* Bu!”
“Lha kok ora nduwe toto kromo!”
Dan si ibu itu masuk lagi ke rumahnya. Sementara si Mr. X yang juga ngerasa nggak nyaman dengan tingkah laku 5 makhluk ajaib tadi ikutan komen,
“Tinggal di negeri orang kok nggak punya sopan santun!”
Sementara gue hanya bisa tersenyum menanggapi keresahan Mr. X terhadap para makhluk asing yang berlaku sewenang2 di tanah leluhurnya.
Lagi siap2 makan mi rebus, tiba2 dateng orang naik motor ke angkringan ini. Ia menghampiri Mr.X dan bertanya,
“Mas, kosan C-19 ini kos laki2 apa perempuan ya?”
Itu kan kosan gue. Tapi Mr. X agak bingung dengan pertanyaan Mas2 yang dateng nggak dijemput – pulang nggak dianter ini.
“C-19 yang mana Mas?”
“Itu yang catnya warna pink!”
Sebelom si Mr. X semakin bingung, langsung gue jawab aja,
“Oh itu kosan laki2 Mas. Tapi kalo suami-istri mau tinggal disitu juga boleh kok!:
Tadinya gue mau nambahin kaya gini, ‘atau kalo ada perempuan mau ngekos disana juga bisa, tapi ngekosnya di kamar saya aja Mas! Gratis juga nggak apa2, saya bayarin. Saya ikhlas deh!’
Si Mas-pencari-kamar-kos itu pun nanya lagi,
“Mas kos disana ya? Bayarnya sebulan berapa Mas?
“Iya. Bayarnya per 3 bulan atau per 6 bulan. Kalo 3 bulan bayarnya sekian, kalo 6 bulan bayarnya sekian” (nb: mohon maaf, tarifnya sengaja nggak gue tulis disini)
“Oh tapi itu luas ya Mas?”
“Iya, kira2 ukurannya 4×3 meter lebih. Kamar mandi dalem juga kok!”
“Ada yang kosong nggak Mas?”
“Wah biasanya pake waiting list tuh! Mending besok pagi coba Mas temuin ibu kosnya aja, terus tanyain mesti waiting list dulu apa gimana”
“Oh iya udah. Makasih Mas ya!”
Kriiiiiik… Kriiiiiik… Si Mas-pencari-kamar-kos ini akhirnya pergi, menyisakan gue berduaan lagi sama Mr. X.
Lalu si Mr. X mulai curhat tentang kosan gue yang keliatannya selalu penuh, Satu penghuni keluar, langsung ada penghuni lain yang ngisi. Rezekinya lancar. Beda sama kosan perempuan yang baru buka di deket sini, udah beberapa minggu tapi sampe sekarang masih belom ada yang ngisi. Ya kalo gitu gue aja deh yang ngisi. Tapi ntar kalo udah ada perempuannya, gue masih boleh disana ya… Lumayan tiap malem bisa keliling keluar masuk kamar tetangga. Astagfirullah…
Nggak lupa Mr. X juga curhat tentang kontrakan di depan yang penghuninya adalah angkatan tua tapi sampe sekanag belom lulus2. Dia heran, kenapa mereka udah kuliah dari jaman kapan tau tapi kok sampe sekarang masih belom kelar. Biasanya pada lama di skripsi dan tugas akhir, kemungkinan mereka pada males ngerjainnya. Gitu kira2 asumsi si Mr. X ini.
Akhirnya mi rebus dobel plus telor gue beres, masuk semua ke perut gue. Cuma sisa piring, garpu sama sendoknya aja. Sengaja nggak gue makan soalnya itu emang haknya si Mr. X ini. Ah alesan aja, bilang aja nggak bisa makan sendok! Ya iyalah, masa ya iya donk!
Sekarang di angkringan ini udah ada 2 orang lagi yang dateng. Jadi gue udah bisa pamit, karena selanjutnya Mr. X bakal ditemenin sama 2 orang yang baru dateng ini.
Sebelom pamit, gue minta 2 biji tempe dibakarin sama Mr. X. Plus teh anget dibungkus. Dan terakhir nggak lupa 3 bungkus kerupuk gue kantongin. Buset dah, ini laper apa nggragas?
Tapi persis sebelom pulang, lagi2 ada sebiji motor yang parkir dan pengendaranya mampir dulu di angkringan ini. Pengemudi motor itu ternyata adalah Mr. S (bukan nama sebenernya), salah seorang temen kosan gue. Lalu kita mulai say hello dan mulai ngobrol2 ringan.
Dan seinget gue, selama 1 taun Mr. S ini ngekos di tempat yang sama dengan gue, baru malem ini gue pernah ngobrol sama dia! Wuaooouwww… Emang selama 1 taun kemaren kemana aja? Ya nggak tau juga sih. Kalo cuma say hello sih udah sering, tapi kalo ngobrol, ya baru malem ini!
Sebenernya nggak ada yang salah sih diantara kita berdua. Gue selama ini emang jarang eksis di kosan, lebih sering eksis di kampus, lebih tepatnya di BEM. Begitupun dengan si Mr. S ini, dia juga oleh anak2 kosan yang lain sering dijuluki dengan istilah “Ansos”, alias “Anti Sosial”, yaitu orang yang jarang bersosialisasi sama temen2 kos yang lain. Tapi ya nggak apa2, malem ini kita udah satu langkah membuka dinding yang memisahkan kita berdua.
Akhirnya semua pesenan gue beres untuk dibawa pulang. Lalu gue pun minta Mr. X menghitung semua komoditas yang gue konsumsi malem ini. Mi rebus dobel plus telor, jeruk anget, teh anget, tempe 4, kerupuk 3. Totalnya adalah 10300 rupiah. Wah, malem ini gue memutar uang sebesa 10300 dari kantong gue ke kantong Mr. X. Ya bagus kan, daripada gue kasih ke para orang2 kaya nan kapitalis?
Setelah pembayaran dan transaksi ijab kabul selesai, gue pun pamit ke Mr. X dan Mr. S. Gue melangkah menjauh meninggaklan gerobak angkringan yang punya penutup warna biru – oranye ini. Gerobak angkringan yang penuh kenangan. Gerobak angkringan yang so sweet dengan ditemani cahaya bulan dan secercah cahaya dari lampu teplok. Gerobak angkringan tempat segala macam manusia berkumpul dan bercengkrama. Gerobak angkringan yang dirawat dengan penuh keringat darah dan air mata.
Dan sekarang, jam setengah 12 malem, gue duduk seorang diri di depan laptop, menulis sebuah tulisan tentang keadaan angkringan depan kosan gue di malam yang sunyi ini…
“Ya Allah Yang Maha Pemurah, jangan lah kau jadikan hati Mr. X condong kepada kesesatan. Berikanlah ia kekuatan dan ketabahan dalam menjalani hidup ini. Tanamkanlah selalu rasa syukur di dalam hatinya. Dan janganlah Kau hukum ia jika ia lalai atau terlupa. Sesungguhnya kebesaran hanyalah milik-Mu ya Allah, maka ampunilah segala dosanya.”
Yogyakarta, 30 Maret 2009
Add comment March 31, 2009
OurFavoriteSong
Yo yo yo yo yo… What’s up bro? Piye kabare dab? Apik2 wae to?
Then again, kali ini gue mau cerita dikit tentang salah satu lagu favorit gue. Eh nggak dikit sih, tapi banyak. Check this one out!
Band favorit gue adalah sebuah band asal negeri sakura sana yang bernama L’arc~en~ciel, selanjutnya cukup kita baca “Laruku” aja. Gue ngefans abis sama Laruku ini. Bahkan gaya ngebass gue pun sangat2 terinfluence dari Bang Tetsu, bassisnya Laruku.
Salah satu lagu Laruku yang paling gue demenin adalah lagunya yang berjudul “Flower”, kalo diterjemahin ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah “Bunga” (bukan nama sebenarnya). Loh kok kaya berita kriminal di koran2?
Lagu Flower ini merupakan lagu yang terdapat di album ke-4 mereka, “True”. Tapi awalnya gue denger lagu ini bukan di album ke-4 itu, melainkan di album the best of-nya Laruku yang dikasi nama “Clicked Single Best”. Di album the best itu, lagu Flower ada di tracklist kedua, diapit oleh Blurry Eyes dan Winter Fall.
Gue lupa persisnya gimana gue bisa suka lagu ini. Abisnya semua lagu Laruku emang enak2 sih. Kalo lagu yang lain mungkin sukanya cuma musiman aja. Contoh: Hitomi no Junin, Jiyuu e no Shotai, Ready Steady Go, dll. Gue suka lagu itu suma waktu video clipnya muncul aja. Setelah agak lama, rasa suka terhadap lagu2 itu pun berkurang dan statusnya jadi biasa aja.
Tapi nggak demikian dengan lagu Flower ini. Dari awal denger emang udah suka. Berbulan2 kemudian, gue dengerin lagi, masih tetep suka. Sekarang pun gue dengerin lagi juga masih suka. Seakan2 lagu ini punya aura magis yang mampu menghipnotis gue. Jadi, ketik REG(spasi)AURA kirim ke 9090. SMS yang kamu dapet langsung dari operatornya lho!
Ketika gue iseng2 buka situs lagu Jepang favorit gue, www.animelyrics.com (wah promosi), akhirnya gue dapet lirik lagu Flower. Lirik lagunya ini make bahasa Jepang. Tapi di sebelahnya ada translate nya ke bahasa Inggris. Jadilah gue baca liriknya sambil bersenandung pelan, dan ternyata… Wuaouw!!! Liriknya nggak sejelek lagunya! Emang udah khasnya orang Jepang untuk bikin lirik yang maknyus!
Nggak tau deh menurut lo gimana, tapi gue ngerasa keren aja ngeliat lirik lagu Flower ini. Lebih2 ketika lagunya gue setel di winamp terus gue ikutin liriknya sambil menghayati translate bahasa Inggrisnya, bener2 menghanyutkan! Seakan2 gue lagi berada di Warung Iga Bakar menikmati sepiring Sate Marangi ditambah segelas Capuccino Float, dengan candle light dinner ditemenin oleh seorang Asmirandah! Loh kok nggak nyambung?
Pun kemudian setelah gue liat video klipnya. Bisa dicari di youtube atau di animelyrics. Ini video klipnya jadul banget, taun 1990-an kayanya. Si Hyde dkk masih keliatan cupu. Tapi biarpun cupu ya tetep aja keren. Style musiknya nggak beda jauh sama yang sekarang. Jadi konsepnya mereka ngeband di balik teralis penjara. Manteb dah pokoknya, you have to see it!
Mungkin ini adalah salah satu lagu Laruku favorit gue. Gue bilang salah satu, soalnya emang masih banyak lagu Laruku lainnya yang gue suka juga, kaya Route 666, Link, My Heart Draws a Dream, Dive to Blue, dll. Dan buat lu2 semua yang belom tau lagunya, gue saranin untuk segera ngedownload di situs2 terdekat. Lebih bagus lagi kalo mau sekalian ngeliat video klipnya, ngeliat Tetsu dkk di jaman dulu.
Oh iya lupa. Lagu Flower ini kan lagu favorit gue, tapi kenapa judul tulisannya kok “OurFavoriteSong” ya? Ya nggak masalah sih, karena emang itu tujuannya. Jadi setelah baca tulisan ini, harapannya lu2 semua jadi penasaran untuk dengerin lagunya. Terus lu download deh, dan lu liat juga video klipnya. Plus nggak lupa juga lu baca liriknya. Akhirnya lu pun terhipnotis dan jadi terpengaruh buat ikut2an suka sama lagu ini. Hohohohoho…
Sebagai penutup, di bawah ini gue sertain juga lirik lagu Flower yang gue dapet dari animelyrics. Di situs itu ada bahasa Jepang sama translate bahasa Inggrisnya. Sekalian iseng2 juga gue tambahin translate untuk lagu ini versi bahasa Indonesianya. Dengan kemampuan bahasa Inggris gue yang pas2an dan dengan insting sastra gue yang nggak becus, gue mencoba menerjemahkan lagu Flower ini ke dalam bahasa sastra Indonesia. Kalo ternyata terjemahannya malah ngerusak trans yang udah kebentuk, mohon maaf yaaaa… Saya kan hanya mencoba, selanjutnya terserah Anda…
Dan supaya lebih enak lagi, mendingan lu baca lirik ini sambil ngedengerin lagunya langsung deh. Dijamin maknyus, menusuk langsung ke ulu hati yang paling dalem. Jleeeeb…!!! Akkh… Crott… Crooott…!!!
Oke tanpa banyak omong lagi, here they are, “Flower” only for you! Let’s check it out!
Flower
(L’arc~en~ciel)
Words & music: Hyde
Sou kizuiteita gogo no hikari ni mada
Boku wa nemutteru
Omoidoori ni naranai SCENARIO wa
Tomadoi bakari dakedo
Kyou mo aenai kara
BED no naka me wo tojite
Tsugi no tsugi no asa made mo
Kono yume no kimi ni mitoreteru yo
Itsudemo kimi no egao ni yurete
Taiyou no you ni tsuyoku saiteitai
Mune ga itakue itakute kowaresou dakara
Kanawanu omoi nara semete karetai
Mou waraenai yo yume no naka de sae mo
Onaji koto iun’da ne
Mado no mukou hontou no kimi wa ima
Nani wo shiterun’darou
Tooi hi no kinou ni
Karappo no torikago wo
Motte aruiteta boku wa
Kitto kimi wo sagashitetan’da ne
Azayaka na kaze ni sasowarete mo
Muchuu de kimi wo oikaketeiru yo
Sora wa ima ni mo ima ni mo furisosogu you na
Aosa de miageta boku wo tsutsunda
Like a flower
Like a flower
Like a flower
Like a flower
Flowers bloom in sunlight and I live close to you
Ikutsu mo no tane wo ano oka e ukabete
Kirei na hana wo shikitsumete ageru
Hayaku mitsukete mitsukete koko ni iru kara
Okosareru no wo matteru no ni
Itsudemo kimi no egao ni yurete
Taiyou no you ni tsuyoku saiteitai
Mune ga itakute itakute kowaresou dakara
Kanawanu omoi nara semete karetai
***
Flower
(L’arc~en~ciel)
Words & music: Hyde
Yes, I just noticed. In the afternoon sun
I am still here, sleeping
Wondering why the scenarios in my head
Aren’t going as planned. But
Because I can’t see you today
I’ll just lie in my bed, eyes closed
Even until tomorrow, and the day after that
I’ll just watch you in my dreams
I want to sway with your smile forever
Flowering as strong as the sun
My heart hurts, it hurts, because it’s about to break
If these wishes never come true, at least let me wither away
I can’t even laugh anymore
You say the same words even in my dreams
Out there, I wonder
What the real you are doing
Clutching a birdcage
In a long distant yesterday
I walked around,
Looking for you
Even if the beautiful winds tempt me away,
I’m still desperately chasing you
The sky is so blue, it looks like it’s about to fall down
As I look up, it wraps itself around me
Like a flower
Like a flower
Like a flower
Like a flower
Flowers bloom in sunlight and I live close to you
I’ll send countless seeds onto that hill
I’ll cover it with beautiful flowers for you