PemadamanBergilir,KapankahAkanBerakhir?
Akhir-akhir ini kita seringkali mendengar masalah pemadaman listrik di sejumlah daerah di Indonesia. Berulangkali berita tersebut menghiasi media massa meskipun masih kalah bersaing dengan berita mengenai kasus penegakan hukum di negara ini yang ternyata bermasalah.
Untuk wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan, pemadaman listrik adalah hal yang mungkin sudah menjadi santapan sehari-hari bagi mereka. Bagaimana setiap harinya, selama beberapa jam dalam sehari, mereka harus merasakan kehidupan kembali ke zaman purba akibat adanya pemadaman listrik yang bergilir, bahkan sudah terjadwal dan terencana setiap harinya. Adalah kelalaian pemerintah yang terlalu memusatkan pembangunan hanya di Pulau Jawa dan mengabaikan pemerataan untuk wilayah lainnya.
Tapi dalam hari-hari terakhir, beberapa wilayah di Pulau Jawa, khususnya Jabotabek ternyata juga mengalami hal serupa. Berawal dari kurangnya pasokan daya yang ada, ditambah lagi dengan permasalahan pada beberapa gardu dan perawatan rutin, beberapa daerah di Jabotabek juga harus mengalami pemadaman listrik secara bergilir.
Pemadamannya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai sekian jam per hari. Sekalipun PLN sebelumnya telah menginformasikan adanya pemadaman, namun realitanya pemadaman yang terjadi seringkali tidak sesuai, bahkan terkadang melebihi waktu yang telah dijadwalkan.
Siapa yang dirugikan dengan pemadaman seperti ini? Jelas, konsumen lah yang dirugikan, dalam hal ini adalah masyarakat umum. Bermacam protes mengalir, khususnya dari kalangan usaha dan industri, yang kesehariannya terganggu akibat pemadaman ini.
Industri tekstil, mereka terpaksa mengeluarkan anggaran lebih untuk biaya operasional genset. Industri palstik, pemadaman yang tiba-tiba membuat proses pembuatan plastik menjadi rusak dan tidak sempurna, serta tidak dapat digunakan lagi. Bahkan sampai jasa usaha laundry sekalipun, pemadaman listrik membuat mereka tidak dapat menyelesaikan cuciannya dengan tepat waktu. Tentunya hal ini berimbas pada kerugian materil dan tentu saja, kepercayaan pelanggan.
Namun apa daya, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain mengeluhkan pemadaman yang rencananya baru dapat diatasi oleh PLN pada pertengahan Desember, namun diralat dan kemudian dimajukan menjadi awal Deember. Sementara kompensasi yang dapat diberikan PLN hanyalah potongan 10% bagi mereka yang terkena imbas pemadaman ini. Nilai yang tidak sebanding dengan kerugian yang diterima.
Sebenarnya, apa inti permasalahan yang membuat PLN harus melakukan pemadaman bergilir? Terlepas dari kinerja dan operasional dari PLN itu sendiri, ada satu hal yang sangat mendesak, yaitu: kurangnya pasokan daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit yang ada.
Pasokan daya yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan daya yang diperlukan, sehingga perlu dilakukan pemadaman bergilir untuk menjamin semua konsumen sempat menikmati listrik (meskipun hanya seadanya). Ditambah lagi dengan perawatan rutin pada pembangkit yang membuat unit-unit pembangkit tersebut harus di-non aktif-kan, semakin mengurangi pasokan daya yang ada dan semakin sering terjadi pemadaman bergilir.
Lalu adakah solusi untuk mengatasi itu semua? Sampai detik ini, pemerintah sedang dalam proses pembangunan pembangkit 10.000 MW. Hal itu merupakan suatu tindakan yang patut diapresiasi. Namun sangat disayangkan, sebagian besar pembangkit yang dibangun masih berorientasi pada pembangkit berbahan bakar fosil, khususnya batu bara.
Kita semua tahu bahwa bahan bakar fosil dalam waktu yang tidak lama lagi jumlahnya akan segera habis. Lalu tidakkah terpikirkan di benak para pembuat kebijakan di negara ini, untuk beralih menggunakan pembangkit non fosil, dalam hal ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir?
Sebagian besar negara maju, secara perlahan telah mulai meninggalkan ketergantungannya terhadap bahan bakar fosil. Bahkan beberapa negara telah menggunakan PLTN sebagai pembangkit utama di negara tersebut. Kapankah kita akan segera menyusul langkah-langkah mereka?
Beberapa studi terkait pembanguan PLTN di Indonesia telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Bahkan para ahli di bidang nuklir juga telah dihasilkan sejak lama. Kini semuanya tergantung kepada mereka yang membuat kebijakan, kapankah negara ini akan mulai membangun PLTN pertamanya di bumi pertiwi. Sementara kita semua disini hanya bisa menunggu tanpa kepastian yang pasti.
1 comment November 13, 2009
KekayaanMereka
(Sebenernya niat untuk nulis tulisan ini tuh udah lama banget, di awal bulan Juni 2009. Tapi apa daya, waktu itu lagi sibuk dan moodnya baru muncul lagi hari ini, jadi baru sekarang deh sempet nulisnya, awal November 2009)
Di awal Juni 2009, ketika lagi hangat-hangatnya berita tentang Pemilu Presiden 2009, saat itu hal yang cukup menarik untuk diliput para kuli tinta adalah terkait kekayaan dari pasangan Capres-Cawapres. Tanpa banyak omong lagi, berikut ini aku tulis ulang data-data mengenai kekayaan masing-masing Capres dan Cawapres.
Kekayaan Capres dan Cawapres (update awal Juni 2009)
Jusuf Kalla : Rp 314,53 miliar dan USD 25.668
Wiranto : Rp 81.748 miliar dan USD 378.625
Megawati : Rp 256,447 miliar
Prabowo : Rp 1,579 triliun dan USD 7,57 juta
Susilo Bambang Yudhoyono` : Rp 6,848 miliar dan USD 246.489
Boediono : Rp 22,067 miliar dan USD 15.000
Nah kira-kira begitu. Cukup jelas kan? Terlihat bahwa Prabowo adalah yang terkaya, sementara SBY adalah yang “termiskin”.
Lalu, apa yang akan jadi pembahasan kita hari ini?
Coba kita lihat, kekayaan seluruh orang diatas. Mereka semua memiliki kekayaan dengan orde miliaran rupiah. Bahkan sampai menyentuh angka triliun. Sementara yang paling “miskin”, masih memiliki kekayaan mendekati 10 miliyar. Yah wajar sih, kan mereka semua adalah petinggi-petinggi di negara ini, jadi wajar aja kalo kekayaan mereka mencapai angka sebagaimana tertera diatas.
Sekarang, buang jauh-jauh wajah-wajah mereka dari bayangan kita. Coba bersama-sama, kita pejamkan mata kita. Siap? Satu… Dua… Tiga… Semuanya merem!
…
…
…
…
Udah wuoy, meremnya jangan lama-lama. Kalo merem terus, ntar gimana caranya tulisan in bisa kebaca?
Setelah memejamkan mata barusan, sekarang mari kita lihat orang-orang disekeliling kita. Sekali lagi, ayo kita lihat. Tidakkah kita lihat, ada tukang becak disana? Ada pedagang cimol, ada tukang sapu jalanan, ada aa’ burjo, ada mas-mas angkringan, ada sopir kereta mini, ada kuli bangunan, ada pekerja kasar, ada tukang kredit, dan semua profesi lainnya yang bertebaran di sekitar kita.
Taukah kita, bahwa mas-mas angkringan di depan kosan ku, uang yang bisa dibawa pulang per-hari-nya berkisar antara 50ribu sampai 70ribu? Taukah kita, bahwa sopir kereta mini di Kecamatan Gantiwarno, Klaten, setiap harinya memperoleh uang sebesar 120ribu dimana 30ribunya harus disetor ke majikan? Taukah kita berapa penghasilan tukang sapu jalanan per bulannya? Taukah kita berapa upah kuli bangunan setiap harinya?
Di satu sisi, ada mereka yang kekayaannya berorde miliaran rupiah, dengan penghasilan per bulannya sekian puluh juta atau bahkan sekian ratus juta. Sementara di sisi lain, jauh lebih banyak mereka yang setiap detiknya bekerja membanting tulang hanya demi memperoleh beberapa ribu rupiah, untuk menyambung hidupnya, mengisi perutnya dan menafkahi anak-istrinya.
Mungkin, tulisan ini cukup aku akhiri disini aja. Silahkan simpulkan sendiri apa inti dari tulisan ini, dan biarkan akal dan hati nurani kita yang menjawabnya. Semoga secuil tulisan diatas mampu membuka kesadaran dan menggugah pola pikir kita semua.
Add comment November 13, 2009
NousNousSouvenons
Juste pour le plaisir!
#1
Vous aimez chercher quelqu’e chose? Vous aimez decouvrir nouvelles places? Vous voulez partir et voyager? Quand vous les aimez, je les aime aussi!
Je suis Indonessien et j’ai 21 ans. J’adore faire de l’aventure pour chercher de nouvelles choses. J’ai envie ma vie est plus colore.
Je suis dynamique, simple et chaleureux.
Je vous cherche et je vous invite pour faire de l’aventure ensemble. Nous pouvons aller dans tout les places. Nous pouvons trouver tous les choses. Alors, notre vie sera plus colore!
#2
C-Kink : Qu’est la personne adulte la plus importante dans votre enfate?
Zalvika : Mon frere.
C-Kink : Comment il s’appelle?
Zalvika : Il s’appelle Toni.
C-Kink : Pourquoi?
Zalvika : Parceque il pouvait me donner de bon example. Il etait independant. Il aimait la famille. Il pouvait avoir bourse d’etudes de sont entreprise. J’adorais mon frere.
C-Kink : Oui, c’est magnifique!
Zalvika : Et toi?
C-Kink : Il est mon oncle.
Zalvika : Comment il s’appelle?
C-Kink : Il s’appelle Edi.
Zalvika : Pourquoi?
C-Kink : Parceque j’aime faire un voyage et il m’invitait pour faire un voyage et traverser l’est de Java.
Zalvika : C’est interressant. Demain, tu dois m’inviter!
C-Kink : Oui, s’il te plait. Mais, ce n’est pas gratuit!
Zalvika : C’est jancuk…
#3
Bonjour Jalu
Je vous remercie pour ton invitation. Ton mariage, c’est magnifique! Mais je regrette. Je suis desolee, je ne peux pas venir a ton mariage. Parceque je vais fair un mariage aussi!
Ma femme, elle est Asmirandah. Tu est surprise, toi? Je suis surprise aussi…
Je les felicite pour ton mariage et mon mariage. J’esper qu’on va se voir bientot, avec ta femme et ma femme. Alors nous allons nous promener ensemble.
#4
Rohali : Bonjour Juminten!
Jumi : Bonjour Rohali!
Rohali : J’ai une surprise pour toi!
Jumi : Tu es sure?
Rohali : Totalement!
Jumi : Qu’est-ce que c’est?
Rohali : Voila! Une cadeau pour ton anniversaire!
Jumi : Oui, merci! Cup cup mmmmuuuuuaaaaachhh… Smoooooochhhh…
Rohali : Cup cup mmmuuuuaacchh… Un moment! Il y a une autres cadeau!
Jumi : Oui, c’est super!
Rohali : Ici, c’est pour la naissance de ton chien qui s’appelle Ido!
Jumi : Wuaouw, je l’adore!
Rohali : Alors, je peux prendre une photo. Fromaaaageeee…!!!
Jumi : =)
Rohali : (Ckriiiik…!!!)
#5
C-Kink : Regardez! J’ai trouve une photo!
Dyah : Voyons!
Xenia : Ah, c’est a moi!
C-Kink : Comment ca?
Xenia : Oui, il y a moi la bas sur cette photo.
C-Kink : Qui est il, a ta gauche?
Dyah : Oui, qui est il? Il est beau!
Xenia : Il est mon chauffeur.
Dyah : C’est impossible! Il est tres beau pour ton etre chauffeur!
Xenia : Mais, je ne ments pas!
C-Kink : Comment il s’appelle?
Xenia : Il s’appelle Nicholas.
C-Kink : Le peauvre! Il est beau mais il est chauffeur…
#6
J’ai eu ma premiere voiture a dix-huit ans quand j’habitais a Jogja. C’etait une vieille Toyota Soluna 2001 verte. Je me promene souvent dans la ville de Jogja avec elle. Elle avait 50000 km. J’avais traverser l’ile de Java avec elle. Les filles ne l’adoraient pas!
#7
C-Kink : Excuse me monsieur!
Rudy : Oui, je peux vous aider?
C-Kink : Vous ne pouvez pas entrer. C’est interdit.
Rudy : Pourquoi?
C-Kink : Vous voyez ici?
Rudy : Qu’est-ce que c’est?
C-Kink : Ici il y a une panneau. Lisez, s’il vous plait!
Rudy : Oui. “Le mercredi, cette piscine est juste pour les femmes et les enfants sous sept-ans.”
C-Kink : Vous comprenez? Il y a beaucoup de fammes dans la piscine.
Rudy : Oui, bien sur. Mais je doit entrer a la piscine!
C-Kink : Puorquoi?
Rudy : Parceque, je doit laver la piscine!
C-Kink : Oui, vous pouvez entrer. Mais, je doit vous accompagner.
Rudy : Pourquoi?
C-Kink : Parceque, je doit vous garde!
Rudy : D’accord! Allons-y.
C-Kink : Oui! Gardons notre vu.
#8
Zalvika : Bonjour monsieur. Je voudrais sortir.
C-Kink : A quel nom?
Zalvika : Au nom de Zalvika.
C-Kink : Vous avez dit Zalvika? Z-A-L-V-I-K-A?
Zalvika : C’est ca.
C-Kink : A quelle chambre?
Zalvika : Chambre 13 – 666.
C-Kink : Oui, attendez s’il vous plait. Pour deux jeurs?
Zalvika : Oui. Combien ca coute?
C-Kink : 600 euro.
Zalvika : Mais, je n’ai pas 600 euro…
C-Kink : Ah… Bon! Alors, vous pouvez paier 400 euro.
Zalvika : Excuse-moi? Pourquoi?
C-Kink : Parceque j’adore votre fille. Elle est tres belle.
Zalvika : Merci beaucoup. Mais elle a un petit amie.
C-Kink : Ah… Quel dommage…
Zalvika : Ne sois pas stresse!
C-Kink : Oui, bien sur.
Zalvika : Alors, voici ma carte bancaire.
C-Kink : Oui, merci. Tenez.
Zalvika : Merci et au revoir!
C-Kink : Je vous en prie et au revoir. Passe un bonjour pour votre fille!
2 comments November 4, 2009
SecuilSMS #2
“Ada yang bisa jawab nggak? Kenapa ada bayi yang dilahirkan di keluarga yang kaya dan miskin, padahal kan mereka itu masih sama-sama nggak berdosa, apa itu takdir?”
“1. Karena kehidupan itu nggak cuma di dunia, tapi juga di akhirat. Di dunia ini ada yang kaya, miskin, cantik, jelek, dll. Dan diantara itu semua, sebaik-baiknya mereka adalah mereka yang bertakwa.
2. Karena Allah Maha Mengetahui apa-apa yang nggak manusia ketahui.”
“Terus apa yang menjadi pilihan Allah untuk menakdirkan bayi itu akan dilahirkan di keluarga miskin atau kaya?”
“Rezeki Allah ada pada setiap mahkluknya. Dari sisi duniawi, sepintas terlihat bahwa kaya adalah suatu anugerah, sementara miskin adalah suatu musibah. Padahal sejatinya kaya ataupun miskin, dua-duanya adalah cobaan. Apakah kita mengaku bahwa kita telah beriman, sementara kita nggak diuji? Dan Allah nggak memberikan suatu cobaan kepada manusia, melainkan untuk mengangkat derajatnya. Supaya mereka mengetahui, siapakah mukmin sebenarnya, yaitu mereka yang bersabar jika diberi cobaan dan bersyukur jika diberi rezeki.”
“Mas aku nanya gini karena setiap aku berangkat-pulang kuliah selalu liat anak kecil yang mengemis di tunggu ibunya di perempatan MM, aku masih bingung apa itu takdir?”
“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada mereka, itu bukan takdir. Tapi mereka sendiri yang kurang berusaha untuk mengubah nasibnya. Allah nggak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri nggak berusaha untuk mengubahnya.”
“Tapi Mas kenapa anak balita itu dipilih untuk dilahirkan dari rahim ibu seperti itu? Apa yang menjadi pilihan Tuhan?”
“Karena Allah Maha Mengetahui apa-apa yang nggak manusia ketahui. Kalo anak itu bisa menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran, ikhlas dan tawakkal, Insya Allah di akhirat nanti mereka punya posisi yang lebih istimewa daripada kita-kita yang terlahir di keluarga kaya.”
“Makasih ya Mas buat jawabannya, Insya Allah bisa buat referensi ku ^^.”
“Insya Allah demikian. Yang bener datengnya dari Allah, yang salah itu dari aku sendiri.”
Yogyakarta, Minggu 25 Oktober 2009
2 comments November 2, 2009
NaskahDramaPemilu
PEMENTASAN DRAMA KKN PPM UGM
BABAK I
LOKASI : WARGA YANG SEDANG BERKUMPUL
PAPAN DPT DI KELURAHAN
BAPAK-BAPAK MAIN CATUR SAMA SIMBAH KAKUNG. SIMBAH PUTRI DULANG SIMBAH KAKUNG. PEMUDA MAIN GITAR. IBU-IBU BERDUA DAN PEMUDI NGOBROL TENTANG MANOHARA..
Pada suatu ketika, di sebuah pedesaan yang nyaman dan asri di negeri antah berantah, berkumpul ibu-ibu, para remaja dan bapak-bapak yang sedang asyik berbincang. Bapak-bapak berbincang masalah pertanian, masalah keuangan yang morat-marit, sambil bersenda gurau bermain catur. Sayup-sayup terdengar ibu-ibu dan para pemudi berbincang membahas berita infotainment terpanas tentang Manohara.
Tampak samar dari kejauhan seorang gadis Jawa melenggang sambil membawa tas dan belanjaan yang bejibun. Yah, maklum saja gadis itu adalah anak dari seorang pengusaha jamu yang sukses.
Pemuda : “Jamune yu!! Hahahaha.” (dengan genit menggoda si gadis, warga yang berkumpul turut menoleh dan tersenyum sembari menyapa gadis itu. Gadis itu menoleh, kemudian menghampiri warga yang sedang berkumpul tersebut).
Gadis : “ Duh Gustiiii… Ono opo to iki??? Ada apa, whats going on je? Kok kumpul-kumpul gini?”
Ibu-ibu: “Ngegosip donk jenk… Biar mung masak ke suami, tapi berita Manohara tetep kenceng dong!”
Gadis: “ Ealah budhe…budhe… Eh,mbakyu-mbakyu, budhe, pakhe… Hari gini mboten jaman ngegosip. Tahu nggak, berita paling sip sekarang ini tentang pemilu presiden!”
Bapak-bapak: “ Lha nek iku aku juga ngerti! Besok tanggal 8 Juli kita nyoblos presiden to?!”
Pemuda: “ Aduh pakne..Pakne,..nyoblos wae. Nyontreng pak! Nyentang gambar yo! Gambarnya yang dicentang, bukan presidennya dicoblos!”( spontan semua tertawa)
Simbah: “Lha nek kaya aku iki iso milih ora ngger??”
Pemudi: “Saget mbah,..asal sudah lebih dari tujuh belas tahun, dan terdaftar di DPT”
Simbah: “Ealah ngger.. DPT ki pabrik opo to???” (seloroh simbah membuat semua warga yang berkumpul tertawa.
Gadis: ”Gini lho mbah.. DPT iku daftar pemilih tetap. Semua warga yang berhak memilih pada pemilu presiden besok, nama-namanipun sampun terdaftar wonten DPT . Lha,..simbah iki sampun ningali DPT dereng? (menoleh ke warga yang lainnya) Aduh, aduuh…. Jangan-jangan mbakyu kangmas pakdhe budhe juga belum ngecek DPT ya?”
(Riuh rendah terdengar warga berbicara menandakan belum mengecek nama mereka pada DPT…)
Pemuda: “ Lha sampeyan udah po jenk?” (tanyanya kepada si gadis)
(Si gadis malu-malu seraya menjawab perlahan-lahan..)
Gadis: “Heheheeee…belum..” (spontan warga berteriak, wuuuu)
(Dengan kelabakan si gadis berusaha menahan malu sambil menenangkan warga)
Gadis: “ Lho..lho ..lho.. Lha gimana kalo kita rame-rame ke kelurahan saja, secara..kulo niki kan apikan.. Jadinya ngajakin sederek-sederek… hehehhee. “
Riuh rendah : “Yok..
Mari..
Monggo..
(Warga mengiyakan, dan bersama-sama mereka beranjak ke kelurahan untuk mengecek nama mereka di DPT. Sesampai di DPT, terlihat beberapa warga yang juga sedang mengecek nama-nama mereka. Seketika, warga yang datang menambah keramaian di DPT. Mereka menelusuri satu persatu nama-nama yang tertera pada papan DPT.)
Gadis : (gusar) “Duh Gustiiiii….masa nama ku nggak ada.. Padahal kan aku terkenal kembang desa…huhuhu.. Piye iki ????”
Simbah : “Walah..iyo to ngger?? Lha jenengku ono ki, jarene pak Karyo.”
Fernando : “Aku sik wong cilik, buruh tani we yo ono ne kene.lho..dibaca : Fernando Ngadimin! Whahahha”
Bapak: “Jenengku yo ono, tapi tanggal lahire kok salah yo..” (terdiam sebentar…) “ Mbah-mbah!!! Lha asmanipun jenengan malah ketulis dobel…niki loh mangpersani”
Pemuda: “Wah..ra jelas iki!! Harus digenahke iki!!! Piye iki lek?!!”
Pemudi: “Kita nemuin Pak Kades aja kalau gitu..mumpung masih di kelurahan. Setuju?”..(bareng2: setuju…ho’o!!)
Tanpa dinyana-nyana pak Lurah keluar menemui warga karena mendengar rebut-ribut warga di luar kantor desa. Sebagian warga yang melihat kedatangan Pak Lurah berbisik kepada warga lainnya “Pak Lurah, pak lurah rawuh!”
Pak Lurah: “Wonten nopo njih, sederek-sederek?”
(Si gadis langsung nyelonong maju dan memberondong)
Gadis : “Duh pak..masa namaku nggak ada di DPT. Aku kan jadi gimana gitu Pak.. Padahal itu namane Mbah Soma malah ditulis dobel.. Aku kan juga warga sini yang punya hak.. Aku pengin ikut serta pemilu dong Pak…”
Pemuda: “Iya Pak,..malah ada yang namanya salah,..ada yang tanggal lahirnya salah.. lha nek ngenteniku cobi pak??!!”
(Warga bertambah ribut..”Injih,,…injih..Pripun niku??bla..bla..bla..)
Pak Lurah: “Tenang..tenang sedoyo. Dados ngenten.. Kesalahan dalam DPT masih bisa diperbaiki. Mboten sah khawatir.” (warga terdiam, pelan-pelan tenang)
Pemuda: “Caranipun pripun pak?”
Kemudian dijelaskan tentang cara-cara untuk melakukan pembenaran dan daftar bagi yang namanya belum tercantum pada DPT.
Pak Lurah : “Caranya dalah… “
SEMUA MEMATUNG.MODERATOR KELUAR DAN MENJELASKAN CARANYA.
BABAK II :
BAPAK-BAPAK SEDANG MENGOBROL DITEMANI GORENGAN DAN GELAS KOPI. SIMBAH YANG SATU SEDANG MENYAPU DAN SIMBAH YANG LAIN SEDANG MEMBERI MAKAN AYAM. PEMUDANYA SEDANG MENGOTAK-ATIK HP…
Moderator:
Keseharian di desa. Di salah satu sudut desa, terlihat beberapa warga sedang berkumpul mengisi hari-hari mereka. Ada:
1. Bapak-bapak sedang main catur
2. Manula/mbah-mbah sedang ngobrol-ngobrol
3. Pemuda/murid SMA sedang berkumpul
Lalu ada seorang ibu-ibu datang memperingatkan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa
(Si ibu lewat depan kerumunan dan disapa oleh bapak-bapak)
Bapak 1: “Bade tindak pundi?”
Ibu: “Niki pak, bade dateng sosialisasi”
Bapak 2: “Sosialisasi napa jeng?”
Ibu: “Sosialisasi pemilu,itu loh yang diadain sama mahasiswa2 KKN”
Pemuda 1: “Oh iya aku inget, kemarin aku liat pengumumannya”
Bapak 1: “Emang acaranya kapan jeng?”
Ibu: “Ya sekarang ini Pak, di pendopo desa”
Bapak 2: “Saiki?lah..nek ngono aku melu”
Bapak 1: “Sik,sik…sedilut……aku melu…!”
Ibu: “Yo hayoo…”
(Si ibu meninggalkan panggung. Bapak-bapak segera bergegegas mengemasi caturnya dan beranjak mengikuti si ibu meninggalkan panggung)
Pemuda 1: (nanya ke temennya) “Eh elu arep melu ora bro?”
Pemuda 2: “Melu sosialisasi kae?”
Pemuda 1: “Yoh..meluk yoh..sapa ngerti akeh panganane..”
Pemuda 2: “Ho’oo..ho’oo sapa ngerti mahasiswane sing ayu nyantol karo aku..hehehe…. ”
Pemuda 1: “Sing liyane di sms yo!Oke broow!!”
Pemuda 2: “Haio siap!!” (sambil mengutak-atik handphonenya)
Pemuda 1: (berbicara kepada mbah-mbah) “Mbah, nggak ikutan Mbah?”
Mbah 1: “Melu nendi le!?”
Pemuda 1: “Itu Mbah, sosialisasi pemilu! Di pendopo desa Mbah, sekarang!”
Mbah 2: “Ooo..sing nyontreng-nyontreng kae?Piye to kuwi, aku yo bingung! ”
Pemuda 1: “Ya makane teko wae mbah..Mengkeh diterangke cah mahasiswa kok. Nom-noman mbah.. ”
Mbah 2: “Iyo to?!? Mangkat saiki wae nek ngono!”
Mbah 1: “Aku yo melu!” (wos wes wos wos wes wos0
Pemuda 1: “Ayo Mbah, berangkat!”
Mbah 2: “Ayo ayo ayo!”
(kedua pemuda dan kedua manula beranjak pergi meninggalkan panggung. Lalu setting segera berganti menjadi setting rapat kecil-kecilan)
Moderator:
Akhirnya seluruh warga desa berkumpul di pendopo desa untuk menghadiri acara sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda dan manula. Lalu mahasiswa mulai menjelaskan tentang sosialisasi pemilu.
Semua: “Was wes wos was wes wos… …”
Mahasiswa: “Assalamualaikum wr wb. Terima kasih kepada Bapak-Bapak Ibu-Ibu … … … …”
(selanjutnya pemeran mahasiswa silahkan berimprovisasi dan berkreasi menjelaskan segala sesuatu tentang pemilu kepada forum (yang singkat-singkat aja). Terakhir, dibuka kesempatan untuk tanya jawab kepada peserta forum. Untuk peserta forum silahkan berimprovisasi juga, khususnya pada saat kesempatan tanya jawab.
Jadi pada forum sosialisasi ini, lakukanlah apa yang biasa kita lakukan di event-event sosialisasi yang telah kita jalani)
Babak III
Setting: Lokasi TPS. Ada KPPS dan mahasiswa sebagai petugas dan seluruh warga di tempat tunggu.
Pagi hari di tempat pemungutan suara, warga berkumpul untuk melaksanakan pemilu presiden Negara antah berantah. Tepat jam delapan, Ketua KPPS membuka rapat pemungutan suara. Setelah dilakukan sumpah KPPS, dilakukan pengecekan kotak suara.
KPPS : “Ini masih di segel loh..ibu-ibu…bapak-bapak…sah…sah….
Mari kita buka segelnya…
KPPS MEMBUKA SEGEL (di lucu-lucuin adegannya). SATU PERSATU MEMBUKA ISI KOTAK SUARA. TERDAPAT SURAT SUARA YANG MASIH DI SEGEL, FORMULIR YANG MASIH DISEGEL….Kemudian KPPS memperlihatkan kepada para warga.
KPPS : “ Pemungutan suara dimulai”
Warga : “Horeee”
KPPS : “Nomor satu! Fernando Ngadimin!”
(Pemuda itu berdiri dan menerima surat suara,maju ke bilik suara, nyontreng,keluar dari bilik surat suaranya disakuin dan hendak meninggalkan TPS. Warga dan panitia pemilu spontan menegur)
(Fernando balik dan memasukkan surat suara ke kotak suara)
KPPS : “Soma Pawiro Dimejo.”
(Kakek-kakek berjalan tertatih dan dipapah oleh cucunya. Sampai dibilik suara, dihentikan oleh panitia)
Panitia : “Maaf mbah.. Mboten angsal dikancani..”
Cucu : “Aku cucunya kok. Saya sudah membuat surat kuasa di kelurahan. Ini Pak..”
(surat suara diambil oleh panitia PPS)
Panitia : “Monggo-monggo mbah..) mempersilahkan kakek dan cucunya untuk masuk ke bilik.dst. (ga perlu nunggu orang selesai, langsung dipanggil)
KPPS : “Cinta Flora..”
Gadis : “Saya Pak…” (adegan dst..sampai di bilik gadis tersebut menjerit tertahan, dan keluar melapor kepada panitia PPS karena surat suaranya salah)
Panitia : “Ada apa mbak..ada apa?”
Gadis : ”Aduh aduh aduhh,….surat suaranya nggak beres niki Pak…” “ Kok, nggak ada foto saya ya Pak…ehh..eh..maksud saya ini rusak..fotonya sobek.. Gitu lho Pak…”
Panitia : ”Ini..ini saya tuker..” (sambil menerima kertas yang rusak, mendata, dan mengganti dengan surat suara yang baru.
Gadis: “Ini ada foto saya ya Pak?! Apa nanti saya pasang sendiri, terus..terus..nanti kulo tulis nama saya ya Pak…”
Warga : “Wuu…” (Panitia menenangkan. Dan langsung menegur .
Panitia : “Jangan.. Jangan dek..Nanti tidak sah..”
Gadis : “iya deh Pakkkk..” sambil melenggang. Dst.
Tiba-tiba datang seorang pejabat yang menyelonong minta untuk didahulukan. Dengan grusa-grusu dan memegang hp banyak, seolah sedang sibuk, dia menuju meja KPPS.
Pejabat : “Pak..saya duluan ya pak..ada meeting nih! Anda kan tahu saya orang sibuk..”
Warga : “Wos wes wos..wos wes wos..”
Panitia : “Nggak bisa Pak..sesuai prosedur. Harus antri. Jika bapak berkenan, nanti kami tunggu bapak kembali lagi kesini sampai jam satu. Atau bapak sudi antri sesuai urutan.”
(Pejabat berpikir sebentar..)
Pejabat : “ Demi masa depan bangsa, dan menghormati pejuang yang telah tiada.. Saya rela untuk meninggalkan kepentingan pribadi saya. Saya putuskan untuk antri saja.”
(mengumpulkan undangan ke panitia, dan duduk. Lalu KPPS melanjutkan proses pemilihan suara).
KPPS: “Luna Maya!”
Ibu-Ibu : “Saya”
(dst, berjalan seperti biasa)
KPPS: “Antonio Sugiono..”
Pemuda: “Inggih Pak, kulo!”
(pemuda itu berjalan dst dst dst. Tapi jalannya pelan2, dan berhenti agak lama di bilik suara)
KPPS: “Sugimin bin Sugiwati”
Pejabat: “Iya iya, saya!” (dengan langkah tergesa-tergesa)
(pejabat berjalan seperti biasa. Sampai di bilik suara…)
Pemuda: (berbicara kepada si pejabat) “Ssttt sttt Pak, Pak!”
Pejabat: “Opo le?”
Pemuda: “Contreng yang ini ya Pak, yang ini bagus Pak! Orangnya gini gini gini (memprovokasi)”
KPPS: “Priiiiiiiit…!!! Mas Mas nggak boleh provokasi Mas! Melanggar undang-undang pasal sekian ayat sekian!”
Pemuda: “Oh iya, iya, maaf Pak”
Panitia: “Jangan diulangi lagi ya!”
(Semua peserta sudah selesai. Tiba-tiba ada yang datang maju dan mengacungkan jari. Pemuda itu adalah pencoblos pertama)
Fernando : “Pak! Saya belum mencontreng pak!” (sambil maju ke depan. Warga yang lain melihat sebentar kemudian ada yang berteriak…
Warga: “Pak..pak..dia sudah pak..”
Fernando: “Belum..belum..”
Warga: “Lihat tangannya aja Pak…”
(Panitia menghampiri Fernando dan mengecek tangannya. Fernando ngeles “ga ada kan..gag ada..”. warga menghampiri.ternyata diplester jarinya. Dibuka, dan terlihat tanda tinta di kelingking.)
Panitia : “Ini apa ini…?!!”
Fernando: “Ini luka kena pisau pak.. Darahnya mongering..’
Panitia: “Darah kok biru…!”
Fernando: “Saya kan keturunan bangsawan. Jadi darahnya biru pak..”
Warga : ”Woo..lha iki… Mau curang ya..wos wes wos wos wes wos..”
Warga : ”Gebuki wae yo…“ (Serentak warga terlihat menghampiri ingin mengeroyok sang Fernando.)
(Warga (minus KPPS) berputar2 mengelilingi panggung mengejar2 Fernando dengan adegan slow motion. Setelah lama berputar2, lalu ada Rhoma Irama datang menghentikan adegan yang sedang berlangsung)
Rhoma: “Stop!”
(Semua berhenti dan menoleh ke sumber suara)
Rhoma: “Saudara2, jangan anarkis! Kita bangsa Indonesia harus bersatu! Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, tapi istri boleh dua!”
Kaum lelaki: “Sepakat!!!!!”
Kaum perempuan: “Wuoooooooooooo!!!!”
Rhoma: “Jadi, warga sekalian, kesatuan dan persatuan bangsa ini harus dijaga. Bla bla bla bla bla bla “ (Rhoma menjelaskan tentang persatuan, pemilu damai, dll kepada warga)
(setelah Rhoma menyelesaikan kalimatnya, lalu KPPS maju ke depan dan mengambil peran)
KPPS: “Iya, demikianlah pemilu pilpres kita hari ini. Mari kita sukseskan pemilu bla bla bla bla bla” (KPPS menghimbau dan mengajak untuk menyukseskan pemilu kali ini)
(seluruh peserta pemilu naik ke atas panggung, berbaris berjejer sambil menunjukkan jarinya yang telah tercelup tinta. Berbaris rapi, mengucapkan salam dan rame2 berteriak:
“Sukseskan pemilu 2009. Satu suara kita menentukan masa depan bangsa. Jadi, nyontreng yooook….!!!!!” (sambil bergaya sesuka hati)
(lalu tiba2 ada setan2an naik ke atas panggung)
Setan: “Wuoooooy… saya juga boleh ikutan nyontreng nggak..???”
Semua: (menjerit) “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” (lalu semua lari meninggalkan panggung)
Setan: “Loh kok pada kabur, saya kan juga pengen nyontreng…”
(moderator masuk dan menutup drama. Selesai. Horeeeeeeeeeee!!!!!!)
Created by:
C-Kink, Poy, Nura, Nike and all creative team from KKN-PPM UGM Prambanan
Add comment October 18, 2009
LPJjinglePemilu
Laporan Pertanggung Jawaban
Seksi Acara Re-Launching Jingle Pilpres
Refleksi Pemilu
Pendahuluan
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Refleksi Pilpres 2009” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Kamis 30 Juli 2009 yang lalu.
Kami dari seksi acara re-launching jingle pilpres, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional serta rasa cinta tanah air yang tinggi, maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.
Semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Silahkan dinikmati. Lebih nikmat lagi jika ditemani dengan secangkir teh manis hangat plus gorengan.
Menindaklanjuti pemilu presiden yang dilaksanakan pada hari Rabu Pahing 8 Juli 2009 yang lalu, sekali lagi 2 unit tim KKN yang beroperasi di kecamatan Prambanan diberikan amanah untuk melaksanakan seminar dengan tema “Refleksi Pilpres 2009 dan Makna Kemerdekaan”. Sama seperti sebelumnya, 2 unit ini kembali berkolaborasi untuk mempersiapkan acara tersebut, mengingat acara seminar ini dilaksanakan pada tingkat kecamatan.
Secara keseluruhan, konsep acara dari seminar ini tidak jauh berbeda dengan acara sosialisasi pemilu yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Inti acara ini adalah talkshow yang menghadirkan 3 orang pembicara: perwakilan KPU, perwakilan panwas dan akademisi dari UGM. Lalu disertai dengan hiburan-hiburan, seperti pemutaran video tentang sosialisasi dan refleksi pemilu, penampilan dari kaum difabel dan musisi lokal, serta re-launching jingle pilpres yang diciptakan oleh salah satu mahasiswa KKN UGM di kecamatan Prambanan ini.
Namun tidak seperti acara sebelumnya yang hanya melibatkan beberapa orang perwakilan dari setiap unit untuk terlibat dalam kepanitiaan, acara talkshow kali ini mengikutsertakan seluruh individu yang tergabung dalam 2 unit tim KKN menjadi 1 kepanitiaan besar. Karena itu kepanitiaan ini terbagi menjadi banyak seksi untuk mengakomodir jumlah panitia yang terdiri dari +- 51 orang. Dan salah satu seksi itu bernama “seksi acara re-launching jingle pilpres”, yang LPJ-nya telah tersedia di hadapan kita semua.
Idealita
Dari konsep acara, khususnya sesi re-launching jingle pilpres, panitia menginginkan kehadiran para musisi lokal sebagai pengisi acara untuk membawakan jingle tersebut. Musisi lokal ini diutamakan adalah musisi dari kecamatan Prambanan. Lebih diutamakan lagi adalah kaum difabel yang memiliki kemampuan dalam bermusik. Hal ini didasari pada tema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang diharapkan muncul pada setiap kegiatan Kuliah Kerja Nyata.
Selain itu juga, pada acara sosialisasi pemilu tanggal 4 Juli yang lalu, seluruh pengisi acara hiburan adalah kami sendiri, dari rekan-rekan tim KKN UGM. Untuk acara hiburan pada talkshow kali ini, panitia mengharapkan supaya bukan kami lagi yang menjadi pengisi acaranya, melainan mereka-mereka kaum difabel ataupun musisi lokal. Selain sebagai pemberdayaan masyarakat, juga sebagai ajang pemberian kesempatan kepada mereka untuk menampilkan kemampuan yang mereka punya kepada khalayak umum.
Jadi, disini perlu ditekankan bahwa re-launching jingle pilpres ini akan dibawakan oleh musisi lokal atau kaum difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi nilai lebih bagi acara talkshow ini secara keseluruhan. Tapi, bagaimana realita yang terjadi? Mari kita lanjutkan setelah pesan-pesan berikut ini.
Realita
Niat awal kami semua adalah ingin mengikutsertakan para musisi lokal untuk terlibat secara langsung dalam sesi re-launching jingle pilpres ini. Kembali kepada tema KKN PPM yang menitikberatkan pada Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, disini kami ingin menampilkan para musisi lokal untuk membawakan jingle pilpres di hadapan para tamu undangan talkshow.
Untuk menindaklanjutinya, kemudian kami mulai berkelana dari Timur ke Barat dan Selatan ke Utara untuk mencari dimanakah kiranya gerangan musisi lokal itu berada. Timur ke Barat, Selatan ke Utara, tak juga aku temukan, tak juga aku dapatkan, oh Tuhan inikah cobaan..
Dimulai dari salah satu SLB di daerah Klaten. Disana kami berhasil menemukan difabel dengan keahlian di bidang pantomim, yang selanjutnya menjadi salah satu pengisi acara. Selain itu kami juga menemukan difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik, khususnya band. Bahkan mereka juga telah mengantongi rekor MURI.
Namun keinginan kami untuk mengajak mereka menjadi pengisi acara talkshow tidak dapat terlaksana. Pertama, karena mereka hanya bisa tampil dengan alat musik full band dan tidak bisa secara akustik. Karena mereka tidak memiliki alat sendiri, jadi otomatis kami harus menyediakan anggaran dana lebih untuk menyewa alat musik yang akan mereka gunakan nantinya. Kedua adalah karena pada tanggal dan jam yang sama, mereka harus mengisi acara di tempat lain. Jadilah kami batalkan niat mulia kami untuk menampilkan mereka.
Pencarian tetap dilanjutkan untuk mencari musisi lokal kecamatan Prambanan. Sepanjang jalan Solo di wilayah kecamatan Prambanan telah kami telusuri, tapi ternyata sangat jarang bahkan tidak ada musisi lokal yang dapat kami temukan. Demikian juga dengan kawasan candi Prambanan, hampir tidak ada musisi lokal yang beroperasi.
Kami hanya bisa menemukan seorang ketua asosiasi pedagang asongan di kawasan parkiran candi Prambanan yang bernama Pak Sunarwan. Dari obrolan kami dengan beliau, ternyata musisi lokal di wilayah kecamatan Prambanan memang dapat dikatakan tidak ada. Yang mungkin ada hanyalah kesenian jatilan. Tapi kami memutuskan untuk tidak menampilkan jatilan mengingat ukuran indoor pendopo kantor kecamatan Prambanan yang tidak memungkinkan.
Sampai pada akhirnya, kami berhasil mendapatkan koneksi dengan musisi lokal dari kota Klaten. Di pertigaan menuju ringroad Klaten, persis di seberang rumah makan Bakso Nuklir, berkumpullah sekumpulan pemuda yang menamakan diri mereka L.A Country. Dikomandani oleh Mas Bowo, kami ber-say hello untuk mengutarakan maksud dan tujuan kami menemui mereka. Bla bla bla bla bla… dan mereka pun memahami apa yang kami rasakan. Kami pun sepakat untuk menampilkan mereka pada acara talkshow ini. Keinginan kami ternyata tidak bertepuk sebelah kaki, karena mereka juga bersedia menjadi pengisi acara.
Akhirnya 1 hari sebelum hari-H, kami melakukan latihan perdana untuk mencoba jingle pilpres yang diciptakan oleh mahasiswa paling imut di tim KKN UGM kecamatan Prambanan, C-Kink. Bertempat di pendopo kantor kecamatan Prambanan, kami mulai mencoba memperkenalkan jingle tersebut. Jreng jreng jreng… “Tahun ini bangsa kita berpesta… Setelah lima tahun kita tidak bersua…”
Niat awal kami adalah mempersilahkan mereka dari L.A Country untuk membawakan jingle ini sendiri. Tapi mereka merasa sebaiknya jingle ini dibawakan secara kolaborasi antara mahasiswa dan mereka, karena jingle ini sebenarnya sudah jadi dan hanya tinggal dibawakan saja. Setelah berdiskusi singkat, kami pun menyepakatinya. Jadilah, jingle ini akan dinyanyikan oleh mahasiswa KKN dengan iringan musik dari L.A Country.
Latihan perdana ini berjalan cukup normal. Mengingat jingle tersebut tidak terlalu sulit dan kemampuan musikalitas para personel L.A Country yang tidak bisa disepelekan, dalam waktu singkat jingle pilpres ini telah dapat dipahami dan dipelajari. Sisanya tinggal melihat improvisasi masing-masing di keesokan hari ketika tampil nanti.
Kini tibalah kita pada hari-H. Pagi harinya, kami telah menyiapkan lirik jingle pilpres tersebut untuk dibagi-bagikan kepada peserta sebagai salah satu konten seminar kit. Tidak lupa kami juga merekam mentahan jingle tersebut dalam 5 keping CD. Dari 5 keping ini, 1 akan diberikan kepada musisi L.A Country dan 4 sisanya akan diberikan kepada perwakilan KPU, panwas atau kecamatan.
L.A Country datang beberapa saat sebelum memasuki sesi acara jingle. Sembari menunggu, kami semua berlatih kembali menyanyikan jingle tersebut secara bersama-sama. 3-4 kali latihan dirasa sudah cukup untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing individu. Latihan pun dicukupkan sekian dan kini tinggal menunggu waktu untuk tampil.
Akhirnya setelah sesi talkshow selesai, kami mendapatkan giliran untuk menaik ke atas panggung. Setelah mendapatkan arahan dan pendahuluan dari pembawa acara, kami mulai memainkan jingle tersebut di hadapan peserta, dengan berkolaborasi antara mahasiswa dan L.A Country. Komposisinya adalah ke-5 orang personel L.A Country memainkan alat musik: gitar, gitar bass, benjo, cuk dan bonggo, ditambah C-Kink yang memegang gitar, sementara sisanya yaitu Arya, Nura, Lies, Poy, Catur dan Eka menjadi vokalis. Plus kehadiran Wisnu di atas panggung yang mengenakan kostum badut Mr. Contreng.
1 lagu yaitu jingle tersebut telah selesai dibawakan dan kami pun turun dari panggung, menyisakan L.A Country yang masih tetap pada posisinya untuk mengisi sesi hiburan setelah ini. Semoga para peserta terpuaskan atas apa yang telah kami coba berikan.
Di akhir acara, setelah panitia mulai berkemas dan L.A Country beranjak pulang, tak lupa kami memberikan CD berisi jingle pemilu tersebut, lengkap dengan liriknya. Serta, kami dari seksi acara hiburan menuliskan dalam selembar kertas, testimoni dan segala pesan-kesan kami kepada rekan-rekan L.A Country, sebagai kenang-kenangan untuk mereka. Semoga silaturrahim diantara kita semua bisa tetap terjaga.
Evaluasi
Dari seksi acara re-launching jingle pemilu, secara umum tidak ada evaluasi secara mendalam dan mendetail yang perlu dilakukan. Keseluruhan anggota seksi telah bekerja dengan penuh semangat dan sebaik-baiknya. Ketika ada satu hambatan yang merintangi, hal itu tidak menyurutkan langkah kami. Justru kami mencoba melintasinya dengan sekuat tenaga dan kebersamaan yang kami miliki. Bahkan kebersamaan ini juga secara tidak langsung tertularkan kepada rekan-rekan dari L.A Country selaku pengisi acara sekaligus teman berkolaborasi.
Kritik dan Saran
Kepanitiaan acara refleksi pemilu ini telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman bagi kita semua. Meskipun begitu tetap ada beberapa hal yang kiranya perlu dikritisi terkait pelaksanaan acara ini. Plus beberapa saran yang harapannya bisa menjadi masukan bagi kita bersama dalam menjalani hari-hari dalam setiap detik kehidupan ini nantinya.
- Telah ditegaskan berulang kali bahwa komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
- Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
- Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
- Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.
- Kepanitiaan besar seperti ini tidak dapat dipungkiri akan mengakibatkan adanya beberapa individu yang tidak bekerja secara penuh, khususnya dalam beberapa hal. Ada beberapa individu yang bekerja lebih berat sementara ada individu lainnya yang mungkin kurang terberdayakan. Solusinya adalah dengan mengatur pembagian jumlah anggota, khususnya untuk seksi yang memang memerlukan banyak tenaga.
- Kepanitiaan besar juga memberikan pemandangan yang kurang enak dilihat pada saat pelaksanaan acara, terutama bagi panitia yang tidak terbedayakan ketika acara berlangsung. Hal ini dapat disiasai dengan memberikan ruangan khusus panitia dan mengumpulkan panitia yang tidak terberdayakan di dalam ruangan tersebut.
Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya.
Ucapan Terima Kasih
Penulis atas nama C-Kink dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
- Allah swt Al-Malik Al-Mu’min Al-Aziz Al-Khaliq. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami kembali di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.
- Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.
- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat serta memelihara anak laki-lakinya yang imut idan six pack ini.
- Ainur Rokhim, siluman kambing cap Mbantul yang makin hari makin ajaib aja. Sepertinya orang tuamu telah salah memberi nama untuk anak perempuannya… Hihihihihi.
- Catur, Eka, Wisnu, Arya, Fentra, Ilham, Poy dan Lies selaku keluarga seksi acara hiburan atas kerjasamanya mencari jejak musisi jalanan dan menemani mereka sepanjang acara.
- Mas Bowo, Mas Bayu, Pak Supri dan seluruh rekan-rekan L.A Country yang bersedia untuk berkolaborasi dan telah memberikan pelatihan singkat cara memainkan benjo dan cuk. Semoga silaturahim kita tetap terjaga.
- Pak Sunarwan selaku ketua asosiasi pedagan asongan parkiran candi Prambanan yang telah banyak memberikan informasi berharga. Semoga dimudahkan rezekinya dan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup ini.
- Nurfina Amini yang akrab dipanggil Bambang atas pinjaman laptop, printer dan nero nya.
- Nanda dan Kiki selaku MC yang hobi bercuap-cuap olala.
- Reza dan Yudis yang masih betah membimbing para anak asuhnya masing-masing.
- Rekan-rekan sekretaris atas kesediaannya menuliskan apa-apa yang perlu dtulis.
- Rekan-rekan bendahara atas keikhlasannya dipusingkan dengan nota-nota dan sebagainya.
- Rekan-rekan seksi acara seminar yang baik-baik saja.
- Rekan-rekan seksi pembuatan film dokumentasi yang ada apa-apanya.
- Rekan-rekan seksi dekorasi atas pembuatan backdrop dan spanduknya.
- Rekan-rekan seksi perlengkapan yang jumlah anggotanya paling sedikit.
- Rekan-rekan seksi humas yang rajin berkelana melintasi kecamatan Prambanan hanya untuk mengantarkan undangan.
- Rekan-rekan seksi konsumsi atas kesediaannya membagi makanan kepada kami semua.
- Rekan-rekan seksi publikasi yang telah mempublikasikan acara ini sekuat tenaga.
- Rekan-rekan seksi dokumentasi atas hasil jepretan-jepretn narsisnya.
- Rekan-rekan seksi penerima tamu yang setia duduk manis di meja registrasi.
- Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan luar biasa. Super sekali!
- Pak Heru dan Bu Martini yang dengan ikhlas telah hadir di acara ini mewakili warga Desa Cucukan lainnya.
- Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.
- Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.
- Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.
Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.
Cucukan, 1 Agustus 2009
Lampiran
Maret 2009
Pemilihan Umum
Versi Pilpres
C-Kink
Tahun ini bangsa kita berpesta
Setelah lima tahun kita tidak bersua
Untuk memilih calon pemimpin bangsa
Marilah kita merayakannya
Pemilihan Umum itulah namanya
Pelaksanaannya sudah di depan mata
Ayolah gunakan hak pilih kita
Karena masa depan milik kita semua
Marilah kawan ke tempat pemilihan
Di surat suara ada wajah yang terpampang
Dan jangan lupa lakukan pencontrengan
Nyontrengnya jangan asal-asalan
Sudahkah kita mengenal mereka
Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana
Dari tiang listrik sampai angkutan kota
Bermodal senyum manis mencoba menyapa kita
Sudahkah kita kenal visi misinya
Beraneka program menjadi jualannya
Juga bermacam jargon yang menjadi slogannya
Bermodal janji-janji mencoba menyapa kita
Marilah kawan jangan mau ditipu
Jangan mudah dibuai dengan janji palsu
Dan jangan lupa gunakan akalmu
Masa depan bangsa di tanganmu
Marilah kawan ke tempat pemilihan
Di surat suara ada wajah yang terpampang
Dan jangan lupa lakukan pencontrengan
Nyontrengnya jangan asal-asalan
Marilah kawan jangan mau ditipu
Jangan mudah dibuai dengan janji palsu
Dan jangan lupa gunakan akalmu
Masa depan bangsa di tanganmu
***
Add comment October 18, 2009
LPJacaraPemilu
Laporan Pertanggung Jawaban
Seksi Acara
Sosialisasi Pemilu
Pendahuluan
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Sosialisasi Pemilu” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Sabtu 4 Juli 2009 yang lalu.
Kami dari seksi acara, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.
Dan semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Monggo dikecake!
Awalnya pada hari Minggu, 28 Juni 2009, 2 unit tim KKN UGM yang ditugaskan di kecamatan Prambanan berkonsolidasi untuk mengadakan sebuah acara bersama dengan level kecamatan. Akhirnya setelah melalui berbagai negoisasi dan koordinasi yang tidak panjang dan tidak alot, diperolehlah kesepakatan untuk mengadakan acara “sosialisasi pemilu” di tingkat kecamatan, dengan kepanitiaan bersama dipegang oleh kedua unit.
Acara sosialisasi pemilu ini direncanakan akan diselenggarakan pada hari Minggu 5 Juli 2009, bertempat di kantor kecamatan prambanan. Isinya berkisar tentang segala sesuatu mengenai pemilu dan sosialisasinya. Dalam jangka waktu yang hanya 1 minggu, maka seluruh panitia dituntut untuk bekerja ekstra keras demi kesuksesan jalannya acara ini.
Event sosialisasi pemilu tersebut menitikberatkan pada acara drama parodi pemilu, sebagai salah satu metode yang dirasa menarik untuk melakukan sosialisasi dengan cara yang berbeda. Karena itulah kemudian dibentuk “tim skenario” untuk membahas segala sesuatu mengenai konsep drama tersebut.
Lalu berkumpullah tim skenario untuk menyusun naskah drama. Dengan berjuang sekuat tenaga dan dengan disertai gontok sana gontok sini, akhirnya naskah drama dapat terselesaikan dengan sehat wal afiat pada hari Selasa 30 Juni 2009. Plotting dan lobi-lobi pemeran drama dilakukan pada keesokan harinya, Rabu 1 Juli 2009. Dan naskah drama diterima oleh para pemeran pada hari Kamis 2 Juli 2009, sekaligus juga latihan perdana.
Masih di hari Selasa. Setelah naskah drama itu selesai, kami dari tim skenario mencoba untuk berpikir lebih ke depan terkait kepanitiaan ini. Pada saat itu, seksi-seksi yang ada dalam kepanitiaan adalah seksi skenario, seksi perlengkapan, seksi konsumsi dan seksi humas. Dari sini ditemukan sebuah kejanggalan yang tidak biasa. Kejanggalan apa itu? Yaitu tidak adanya satu seksi yang bernama “seksi acara!”. Padahal fungsi seksi acara adalah sangat penting dalam sebuah kepanitiaan, seperti untuk merumuskan rundown acara, memanggil pembicara, menunjuk pembawa acara, menyiapkan jalannya keseluruhan acara, dan sebagainya. Akhirnya dengan penuh inisiatif tinggi, tim skenario mencoba untuk mengusulkan sebuah rundown acara kepada keseluruhan panitia.
Semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena tim skenario berinisiatif mengusulkan rundown acara tersebut, akhirnya tim skenario diberikan amanah baru yang sudah diduga sebelumnya. Panitia sepakat mengetuk palu dan mengubah nama “tim skenario” menjadi “seksi acara”, yang artinya kini kami tidak lagi hanya membahas masalah drama, tapi juga keseluruhan acara dan hal-hal teknis dibelakangnya. Huiks huiks…
Idealita
Yang paling mendasar, sebagaimana telah tersebut dalam paragraf sebelum ini, idealita kami hanyalah sebagai sebuah tim skenario biasa. Tapi ternyata kondisi lingkungan memaksa kami untuk berubah fungsi menjadi seksi acara. Ya tidak apa-apa lah, kami percayakan semuanya kepada takdir. Tawakkal aja…
Kesepakatan awal panitia, acara akan dilaksanakan pada hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi setelah bernegoisasi dengan para perangkat kecamatan, mereka memberi saran bahwa jika acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, dikhawatirkan pengunjungnya tidak sebanyak yang diharapkan. Hal ini terjadi karena pada hari Minggu umumnya masyarakat disibukkan dengan acara-acara pernikahan atau agenda masyarakat lainnya. Perangkat kecamatan mengusulkan supaya acara ini diadakan keesokan harinya, Senin 6 Juli 2009, dan seluruh panitia pun menyepakati.
Lalu dari konsep acara secara keseluruhan, idealitanya acara akan dibuka oleh ketua panitia beserta wakil ketua untuk mewakili tim KKN unit Prambanan Utara dan Selatan, dan sambutan oleh Camat Prambanan. Lalu dilanjutkan oleh sosialisasi pemilu dari KPU, drama dan hiburan. Diluar itu semua, sepanjang acara akan ada seekor badut berkostum Mr. Contreng yang akan beroperasi di sekitar kecamatan, di pinggir jalan, dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat dan untuk membagi-bagikan brosur tentang sosialisasi pemilu.
Materi mengenai sosialisasi pemilu akan diisi oleh KPU sendiri. Kemudian drama yang menjadi inti acara, akan dimainkan oleh rekan-rekan KKN, dengan tema parodi mengenai pemilu. Terakhir, acara hiburan direncanakan akan diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan.
Kira-kira begitulah idealita yang kami punya terkait acara sosialisasi pemilu ini. Kini saatnya kita bersama-sama memasuki bagian realita.
Realita
Sebelumnya, mari kita siapkan fisik dan mental kita sebelum kita membaca bagian ini. Tarik nafas dalam-dalam, lalu buang. Hmmmmphhh… Fiiiiuuuuuh…
Pertama, dari tanggal pelaksanaan acara. Niat awal kami adalah hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi berdasarkan wejangan dari perangkat kecamatan, lalu diundur menjadi hari Senin 6 Juli 2009. Apakah pelaksanaannya seperti itu? Kita baca paragraf berikut ini!
Hari Kamis 2 Juli 2009, seluruh pemeran drama sedang berkumpul di Kastil Sengonisme untuk bersiap-siap melaksanakan latihan drama pertama kalinya. Semua pemeran telah memegang naskah. Dan beberapa detik sebelum latihan dilaksanakan, datanglah sebuah berita yang membuat kami semua terkejut dan terpana.
Fathi (bacanya bukan Fat-hi atau Fa-ti atau Ef-Ati, tapi Fath-‘i) selaku koordinator humas yang bertanggung jawab menghubungi semua pihak di luar panitia, memberi kabar terbaru hasil pertemuannya dengan KPU Klaten. Diriwayatkan dari Fathi bahwa KPU Klaten berkata bahwa: “Masa kampanye berlangsung hingga tanggal 4 Juli 2009. Kemudian selama tanggal 5 Juli hingga 7 Juli adalah masa tenang. Dan KPU tidak mau bertanggung jawab atas segala kegiatan terkait sosialisasi pemilu yang dilaksanakan pada masa tenang”.
Apa artinya? Secara tersirat, KPU mengatakan bahwa mereka enggan mengisi acara kita jika diadakan pada hari Senin 6 Juli. Batas terakhir pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan semacam itu adalah pada tanggal 4 Juli, dan jika diadakan pada tanggal tersebut, KPU bersedia untuk turut serta di dalamnya.
Melihat kenyataan tersebut, maka panitia mencoba untuk berembug menentukan nasib dan masa depan acara sosialisasi pemilu ini. Akhirnya, dengan diwarnai lisan yang beradu argumen dan otot plus urat yang tidak ditampakkan, panitia sepakat untuk menuruti keinginan KPU, yaitu memajukan acara menjadi hari Sabtu 4 Juli 2009. Tok tok tok… Palu telah diketuk, dan 4 Juli adalah 2 hari lagi!
Dua hari lagi acara dilaksanakan. Kurang dari 48 jam. Para pelakon drama baru memegang naskahnya pada saat itu, dan belum sekalipun latihan. Musisi jalanan belum dilobi untuk mengisi acara. Kostum Mr. Contreng juga belum dibuat. Lalu, apakah semua kendala tersebut akan menyurutkan langkah kita dalam menjalankan kepanitiaan ini?
Jangan sebut kami mahasiswa Universitas Gadjah Mada jika kami langsung berputus asa hanya karena hal-hal seperti ini. Apakah kami menyerah? Jawabannya jelas: TIDAK! Justru hal tersebut semakin memicu semangat kami dan membuat kami lebih terpacu untuk menjalankan acara ini.
Para pemain drama yang baru mendapatkan naskahnya pada hari Kamis siang, dengan semangat segera berlatih dan memanfaatkan setiap detik yang ada. Untuk masalah kostum, dengan penuh percaya diri kostum mulai dibuat pada hari Jumat pukul 1 siang, dan akhirnya bisa diselesaikan dengan sukses pada hari Sabtu 4 Juli 2009 pukul 08.00, atau 1 jam sebelum acara dimulai! Sementara untuk acara hiburan, rasanya tidak mungkin kami memanggil dan melobi musisi jalanan dalam waktu 1 hari. Akhirnya dengan inisiatif tinggi, kami dari tim acara sepakat untuk menghandle sendiri acara tersebut.
Kini sampailah kita pada hari yang ditunggu-tunggu, Sabtu 4 Juli 2009. Bertempat di halaman kantor kecamatan Prambanan, acara dimulai tidak terlalu jauh dari waktu yang diagendakan. Namun Camat Prambanan tidak bisa menghadiri acara ini karena pada waktu bersamaan juga ada agenda di tempat lain, sehingga sambutan diberikan oleh salah seorang staf kecamatan.
Acara dilanjutkan oleh materi tentang sosialisasi pemilu yang diisi oleh KPU Kabupaten Klaten. Terima kasih kami ucapkan kepada tim humas atas usahanya untuk melobi KPU sehingga mereka bersedia untuk mengisi materi pada acara ini.
Pada waktu yang bersamaan, badut Mr. Contreng juga melaksanakan tugasnya. Badut ini ditempatkan di pinggir jalan di depan kantor kecamatan, untuk membagi-bagikan brosur dan publikasi tentang sosialisasi pemilu. Tidak hanya di depan kantor kecamatan, untuk lebih menarik minat masyarakat maka badut juga bergerak menuju kantor pos, sembari membagi-bagkan brosur di sepanjang perjalanan menuju kantor pos.
Setelah materi dari KPU, acara masuk kepada intinya, yaitu drama parodi pemilu. Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari 48 jam dan latihan kurang dari 6 kali, acungan jempol patut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam drama ini, khususnya para pemainnya yang telah dengan senang hati membawakan perannya masing-masing.
Drama ini terbagi menjadi 3 babak. Babak pertama berkisar tentang DPT, kisruh yang terjadi seputar DPT, dan penjelasan singkat megenai DPT. Babak kedua menceritakan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN kepada masyarakat setempat, termasuk pembahasan mengenai teknis dan tata cara penyontrengan. Babak ketiga yang juga sebagai babak terakhir, menggambarkan tentang simulasi pemilu pada hari H. Disini diceritakan tentang hal-hal yang mungkin terjadi pada pelaksanaan pemilu, seperti masalah manula, pemilih yang curang, surat suara yang rusak, dan lain sebagainya.
Secara umum dapat dikatakan bahwa drama ini adalah bagian paling menarik dari keseluruhan acara. Mengingat singkatnya waktu yang ada untuk persiapan, namun ternyata hasil yang ditampilkan adalah sangat-sangat luar biasa. Demikian juga dengan masyarakat yang tampaknya juga cukup tertarik tehadap drama ini, terlihat dari antusiasme dan ekpresi mereka ketika menyaksikan adegan demi adegan dalam drama ini. Sekali lagi, angkat topi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang telah terlibat disini!
Drama ditutup dengan ajakan kepada masyarakat supaya jangan lupa menyontreng sekali saja pada Pilpres 8 Juli 2009. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi hiburan. Sesi hiburan ini awalnya ingin diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan. Namun karena adanya perubahan jadwal secara mendadak yang tidak memungkinkan untuk melobi musisi jalanan, tim acara berinisiatif untuk mengisinya sendiri.
Akhirnya tim acara pun menghandle sendiri sesi hiburan ini. Membawakan 2 buah lagu dengan tema terkait pemilu presiden. Yang pertama adalah lagu berjudul “Manusia Setengah Dewa” milik Iwan Fals, sementara lagu yang kedua bisa dikatakan cukup spesial. Kenapa? Karena lagu tersebut adalah lagu ciptaan sendiri!
Terkait dengan pemilu, salah seorang peserta KKN kecamatan Prambanan bernama C-Kink (Teknik Nuklir 2006) pernah menciptakan sebuah lagu bertema pemilu dengan judul “Pemilihan Umum”. Lagu inilah yang dibawakan sebagai lagu kedua pada acara tersebut. Isi lagu ini secara umum berisi tentang sosialisasi pemilu dan ajakan kepada seluruh pendengar untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih pilihan yang terbaik untuk semua. Respon masyarakat, khususnya undangan dari KPU, tampaknya cukup tertarik kepada lagu ini. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti lagu ini akan diminta oleh KPU untuk menjadi jingle pada pemilu-pemilu selanjutnya.
Dua lagu telah selesai dibawakan dan kini tibalah kita di penghujung acara. MC pun segera masuk dan menutup acara ini. Tidak lupa ucapan terima kasih disampaikan oleh MC mewakili panitia kepada seluruh undangan dan masyarakat yang hadir, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan acara ini. Semangaaaaaaatttt!!!
Evaluasi
Secara keseluruhan, apa yang terjadi pada hari Sabtu di kantor kecamatan tersebut adalah luar biasa. Mengapa kami berani mengatakan luar biasa, adalah karena dalam persiapan yang sangat-sangat singkat, ternyata hasil yang diberikan dapat dikatakan istimewa, tidak dipengaruhi oleh singkatnya waktu yang ada. Kerja keras dan semangat seluruh panitia, khususnya seksi acara dan para pemeran drama patut diberikan apresiasi tinggi. Demikian juga dengan inisiatif, improvisasi dan spontanitas-spontanitas lainnya yang terjadi selama jalannya acara.
Jadi mungkin secara umum tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara dan jalannya acara secara keseluruhan. Justru ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kami sampaikan khususnya kepada seluruh kepala yang terlibat di dalam acara ini. Ayo mari kita tepuk tangan untuk kita semua. Plok plok plok plok plok…
Kritik dan Saran
Sekalipun tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara, namun kritik dan saran harus tetap diberikan, demi me-review apa yang telah kita lakukan selama ini adan supaya kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi di hari kemarin tidak kita ulangi lagi di keesokan hari.
- Sekalipun sangat mendasar, namun komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
- Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
- Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
- Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan Alhamdulillah, hal itu terjadi pada kepatiaan ini.
Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya.
Ucapan Terima Kasih
Penulis atas nama C-Kink, mewakili Ainur Rokhim selaku koordinator seksi acara yang sesungguhnya, dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
- Allah swt Ar-Rahmaan Ar-Rahiim Ar-Razaaq As-Salaam. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami semua di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.
- Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah ada. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.
- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat anak laki-laki satu-satunya ini sehingga bisa menjadi seperti ini.
- Ainur Rokhimin yang akrab dipanggi Imin, eh Nura alias Cinta Flora, selaku rekan kerja di tim acara selama 1 minggu full. Koordinator acara dan otak dibalik suksesnya drama yang kami tampilkan. Pertahankan semangatmu anak muda, dan tetaplah tersenyum menghadapi semua rintangan yang ada. Semangaaaaat!!!
- Nike Octavianti Prasakti yang telah bergadang semalaman hanya untuk membuat kostum Mr. Contreng yang penulis kenakan pada saat acara berlangsung. Kostum itu menjadi saksi bisu kegigihanmu menjalankan hari-harimu.
- Yudithstiro Narendrasmoro dan Reza Putra Perdana atas kesediaannya membimbing seluruh anggota unit masing-masing.
- Lies yang dengan ikhlas bersedia untuk menjadi vokalis dalam sesi hiburan, dan bersedia untuk mempelajari lagu “Pemilihan Umum” dalam waktu kurang dari 1 hari.
- Seluruh pihak yang terlibat dalam pementasan drama: Wisnu, Tika, Arya, Fentra, Nanda, Ilham, Poy, Ucup, Wahyu, Muhaimin, Ichsan, Nawang, Mega, Juita. Kalian semua adalah manusia luar biasa.
- Kiki dan Catur yang cuap-cuap di memandu jalannya acara.
- Wurya, Dian, Hanif dan seluruh rekan-rekan seksi perlengkapan yang mampu bergerak dengan cepat dan tepat.
- Fathi atas usahanya bergerak kesana-kemari melobi instansi-instansi terkait.
- Riris, Rani, Oki dan Arul yang setia menunggu di meja registrasi.
- Fafa dan Dyah atas suguhan konsumsinya.
- Didi yang dengan semangat menemani Mr Contreng bergerak menelusuri jalan Solo untuk membagi-bagikan brosur.
- Danil, Banu, Nunu, Irfan dan seluruh tim dokumentasi yang telah mengabadikan momen-momen bahagia sepanjang jalannya acara.
- Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.
- Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.
- Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.
- Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.
Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.
Cucukan, 9 Juli 2009
Add comment October 18, 2009
100Truths #2
100 Truths
WHAT WAS YOUR:
1. Last beverage = Mineral water / Eau de mineral / Mizu desu.
2. Last phone call = Numpang misscall pake nomor Fren gue yang baru beli
3. Last text message = Oh gitu, emh… Day activity kamu menurut kamu penting semua nggak, kalo misal dari 5 kegiatan kamu 2 nggak gitu penting mendingan kamu pake buat istirahat minimal tidur 2 jam, tapi kalo bisa setengah jam sebelumnya kamu makan dulu, temenku ada yang sukses gemuk pas nyoba cara ini, tapi kalo penting semua, weekend kamu pake buat istirahat TOTAL kalo bisa sambil olahraga 15-30 menit cukup kok! Minum vitamin, juga terus night activitinya jangan gitu, kalo nggak penting-penting banget mending dikurangin jamnya, jadi tidur nggak diatas jam 12 (jangan bilang kamu ngopi malem-malem?) sangat nggak disarankan. Justru saranku ganti pake susu
Gitu deh. (buset dah, panjang banget?)
4. Last song you listened to = Flower – L’arc~en~ciel
5. Last time you cried = Has just forget / J’oublie / Wasuremasu
HAVE YOU EVER:
6. Dated someone twice = Siapa juga yang mau ngedate sama gue? Secara gitu gue makhluk hina dan rendahan
7. Been cheated on = Pernah
8. Kissed someone & regretted it = Mau lu gue cium?
9. Lost someone special = Mbah Surip? Soeharto? WS Rendra?
10. Been depressed = Sometimes but very very rare / Combien de temps, mais ce tres rare
11. Been drunk and threw up = Never lah yaw…
FIRST THREE FAVORITE COLOURS:
12. White
13. Black
14. Green
THIS YEAR HAVE YOU: (2009)
15. Made a new friend = A lot of. Jiheisho-Kuni no tomodachi et mes amies du lip and friends from BEM KMFT UGM
16. Fallen out of love = Sudah lupa tuh… Keseringan sih!
17. Laughed until you cried = Gue kalo ketawa mah cool kalee
18. Met someone who changed you = Ho oh. Lurah, Kadus dan seluruh warga Desa Cucukan
19. Found out who your true friends were = I don’t have any single true friends / Je n’ai pas un bon amie / Tomodachi ga imasen
20. Found out someone was talking about you = Bien sure! Gue gitu loch…
21. Kissed anyone on your friend’s list = Buset dah… Emang lu mau gue cium? Sini sini… Cup cup mmmuuuuaaaachhh… Hueeeek pait!
22. How many people on your friends list do you know in real life = Hope I have one / Je prie, j’ai un amie
23. How many kids do you want to have = Cukup 4 anak. Kebanyakan ya?
24. Do you have any pets = Ada. Cacing dan kelabang yang suka ngintipin gue di kamar mandi kosan
25. Do you want to change your name = Peut-etre. C-Kink? Syahid Syaifullah? Nicholas Saputra? Mawar (bukan nama sebenarnya)?
26. What did you do for your last birthday = Nongkrong di angkringan, bersilaturrahim sama sesama pelanggan angkringan, ngobrolon bermacam-macam hal dari jam 9 malem sampe jam 1 pagi, sampe angkringannya tutup!
27. What time did you wake up today = 09.13, soalnya gue baru tidur jam 04.39 abis Subuh
28. What were you doing at midnight last night = Ngenet di VidiNet, ngupload video di youtube sama ngupload blog
29. Name something you CANNOT wait for = Die / Shinai / Mon mort
30. Last time you saw your Mother = 29 September 2009. Mama how are you today?
31. What is one thing you wish you could change about your life? = Nothing. I love my live with what my live today / Je suis heureux avec ma vie maintenant
32. What are you listening to right now = Start – Depapepe
33. Have you ever talked to a person named Tom = Tom? Where are you, Tom?
34. What’s getting on your nerves right now = Apa ya? Besok gue jadi moderator diskusi sekolah kaderisasi. Tapi insya Allah nggak nervous kok
35. Most visited webpage = Yahoo et WordPress et Youtube et Facebook et Detiksport
36. Whats your real name = R***** A**** P*******
37. Nicknames = C-Kink
38. Relationship Status = Single dengan 0 anak / Celibataire sans enfant
39. Zodiac sign = Virgo
40. Male or female? = (Fe)Male
41. Elementary? = SD Negeri Beji VII Depok. Sekarang gimana kabarnya ya?
42i. Middle School = SMP Negeri 2 Depok. Masih berdiri kah bangunannya?
43. High School/College = SMA Negeri 1 Depok / Teknik Nuklir UGM
44. Hair colour = Green. Whoaaaaaa, alien! Black absolutely
45. Long or short = Tergantung musim
46. Height = 183 cm
47. Do you have a crush on someone? Nggak ngerti maksud pertanyaannya / Je ne comprends pas
48: What do you like about yourself? Everything. Je m’aime! I love myself full! Idih narsis…
49. Piercings= Ogah…
50. Tattoos = Mbahmu kui…
51. Righty or lefty = Bang stop kanan Bang, kanan!
FIRSTS :
52. First surgery = Nggak banget deh
53. First piercing = Ogaaaaaaah!
54. First best friend = Would you be the first?
55. First sport you joined = Walking / Me promene / Shanposuru
56. First vacation = Rumah tetangga. Gyaaaaaa…
58. First pair of trainers = Nggak ngerti…
RIGHT NOW
59. Eating = Nggak. Tadi sih makan nasi goreng sapi sama anak2 LIP. Gue mesen porsi 1 ½. Terus punya Ido nggak abis, gue makan. Chacha juga nggak abis, gue abisin. Wooaaah…
60. Drinking = Nggak juga
61. I’m about to = Sleep / Dormir / Nemasu
62. Listening to = Nature sound of Jangkrik, Kodok, Angin malam dan… Kuntilanak?
63. Waiting for = My funeral / mon mourir
YOUR FUTURE :
64. Want kids= 4. Kurang banyak apa kebanyakan?
65. Get Married= 13 – 13 – 2013. Tanggalnya keren khaaaaaan…
66. Career = Entrepreneur!
WHICH IS BETTER :
67. Lips or eyes? = Dua-duanya boleh
68. Hugs or kisses? = Pertama kita pelukan dulu, terus cipika-cipiki-cibibir dikit-dikit, terus… Terus… Terus… Ahhhhhhhh…
69. Shorter or taller? = Nggak masalah. Lebih kecil kayanya enak deh…
70. Older or Younger? = Yang muda yang memimpin! Yang tua yang berkarya! Yang mana aja yang banyak duitnya!
71. Romantic or spontaneous ? = Spontan aja deh, jijik gue sama yang romantis-romantis
72. Nice stomach or nice arms? = Both of them, also added with nice knowledge and nice personaliti
73. Sensitive or loud ? = Dua-duanya siap. Tarik maaaaang!!!
74. Hook-up or relationship? = Nggak ngerti deh
75. Trouble maker or hesitant? = Trouble solver and self-confidence
HAVE YOU EVER :
76. Kissed a stranger? = Siapa? Will you be the first?
77. Drank hard liquor? = Je n’ai jamais. Nggak banget dah
78. Lost glasses/contacts? = Bukan ngilangin, tapi ngerusakin…
79. Sex on first date? = Kali gitu ada yang mau sama gue yang kurus kerempeng begeng cacingan gini… Huehehehe
80. Broken someone’s heart? = Nah buat lu yang baca, pernah nggak gue bikin lu patah hati? Pasti sering banget deh. Iya khan? Akika gitchu loh bow…
81. Had your own heart broken? = Cukup 3 kali aja, di jaman gue muda dulu
82. Been arrested? = Pernah. Dasar polisi j***uk!
83. Turned someone down? = Nggak ngerti coy!
84. Cried when someone died? = Nggak lah. Kematiannya adalah kebahagiaannya karena dia akan segera bertemu Tuhannya
85. Lied to your bestfriend? = Bestfriend? Do i have?
DO YOU BELIEVE IN
86. Yourself? = Bien sure! Ya iyalah
87. Miracles? = Impossible is possible!
88. Love at first sight? = Itu bukan cinta, itu mah napsu. Kalo gitu sih sering, tiap ngeliat perempuan-perempuan bertanktop dan celana pendek di jalan-jalan. Hihihihi… Astagfirullah…
89. Heaven? = Jelas!
90. Santa Claus? = Ah cuma dongeng
91. Kiss on the first date? = Siapa sih yang mau gue cium dan mau nyium gue? Cape deh pertanyaannya gini melulu.
92. Angels? = Yup. Ada Jibril, Mikail, Malik, Izrail, Israfil, Munkar, Nakir, Ridwan, Rokib sama Atid, yang wajib diketahui
ANSWER TRUTHFULLY:
94. Had more than 1 girlfriend/boyfriend at a time? = 1 aja nggak pernah punya! Gile aje lu!
95. Did you sing today = Absolutely, in my bathroom. “Apa sih yang kau tunggu… Apa sih yang kau mau… Langsung saja…”
96. Ever cheated on somebody? = Lupa…
97. If you could go back in time, how far would you go? = Nggak mau. Apa yang terjadi, terjadilah. Masa lalu biarlah berlalu
98. If you could pick a day from last year and relive it, what would it be? = Ogaaaaaah… Yang telah terjadi adalah yang terbaik untuk kita semua
99. Are you afraid of falling in love? = Nggak. Justru gue takut kalo ada orang yang naksir sama gue. Susah nolaknya!
100. Posting this as 100 truths? = Hmmmm???
4 comments October 18, 2009
DiSuatuSore
Di suatu sore di awal bulan Oktober, gue lagi asik makan-makan di FoodFest dalam rangka ulang tahunnya Nanda yang ke-758. Udah sepuh banget dah ini orang. Kita makan-makan sepuasnya, gratis! All you can eat, all you can drink, all you can see, all you can order, dan all Nanda can pay.
Berdua sama Hasan yang sama-sama nggak tahan denger kata gratisan, kita mesen banyak menu. Ini dia nih menunya:
- Double beef steak
- Nasi kebuli kambing porsi extra
- Soto Konro
- Ayam goreng kremes 2 porsi
- Vanilla coffee 3 gelas
- B-smash 1 gelas
Yang kalo di total semua, haranya Rp 143.000,00. Wuaooouww…!!! Kapitalis…
Lagi asik suap-suapan sama Hasan, hp Nokia 6681 gue bergetar. Ada sms (pura-pura) nyasar isinya kaya gini, dengan bahasa yang udah disesuaikan :
“Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia, yang ada dia kali… Tapi kadang jadi eneg sendiri, tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia… Beuh, ogah lah ya… Hmmmm. Dah mentok aku, ilang kesabaran”
Dilanjutkan dengan sms singkat :
“Maaf, salah kirim Mas…”
Dari beberapa pendahuluan dan pengalaman sebelumnya yang kepanjangan kalo ditulis disini, ketauan banget kalo si pengirim sms itu, sebut saja “Juminten” (bukan nama sebenarnya) lagi curhat-curhatan sama “Rohali” (juga bukan nama sebenarnya). Mereka berdua temen gue. Si Juminten ini, kayanya lagi ngomongin tentang gue ke Rohali. Dan lazimnya sms-an yang isinya ngomongin orang, tanpa sadar kita suka salah milih send contact, bukan ngirim ke temen curhat kita tapi malah ke orang yang lagi kita omongin. Bukan gitu?
Itu pendahuluannya. Yang dimaksud “Dia” dalam sms si Juminten tersebut, nggak lain dan nggak bukan adalah gue sendiri, makhluk paling hina abad ini. Ayo kita baca sekali lagi sms tersebut :
“Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia, yang ada dia kali… Tapi kadang jadi eneg sendiri, tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia… Beuh, ogah lah ya… Hmmmm. Dah mentok aku, ilang kesabaran”
Sekarang, kita tafsirkan kalimat per kalimat :
Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia
yang ada dia kali…
Tapi kadang jadi eneg sendiri
tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia…
Beuh, ogah lah ya…
Udah dibaca? Oke, kita lanjut lagi. Jadi gini, mungkin, si Rohali lagi mancing-mancing Juminten tentang gue. Dan, itulah jawaban dari Juminten, bahwa di nggak pengen pedekate ke gue, malah gue yang pedekate ke dia, tapi dia eneg gara-gara gue malah nuduh dia yang pedekate ke gue.
…
Emang iya?
…
Beneran?
…
Masa sih?
…
MASA SIH GUE PEDEKATE SAMA ELO???
…
Buset dah… Pedekate? Huahahahaha… Mari kita tertawa bersama-sama
Huahahahahaha…
…
Kurang keras!
…
Huahahahahahahahahahaha…
…
Masih kurang keras!
…
HUAHAHAHAHAHAHAHA…!!!
…
Mantab gaaaaan!
…
Sebagaimana isi sms si Juminten tadi, dia nyangkanya gue lagi pedekate sama dia. Dan dia eneg dengan semua “pedekate” gue ke dia.
Idih, please deh? Emang elo siapa, sampe gue perlu bela-belain pedekate sama elo?
Iya, gue nggak bo’ong kalo gue emang lumayan “akrab” sama dia. Sengaja pake tanda kutip, soalnya mungkin maksud keakraban disini berbeda antara gue dan dia. Gue juga lumayan dapet “chemistry” sama dia. Tapi apa cuma dengan gitu doang, semua itu dianggap sebagai usaha gue buat pedekate ke dia?
Ya mohon maap. Beberapa anak muda jaman sekarang yang pola pikirnya udah teracuni, emang banyak yang menganggap bahwa hubungan antara pemuda dan pemudi haruslah dalam suatu ikatan yang mereka namakan “pacaran”. Keakraban yang terjadi di dalamnya, seringkali dikaitkan sebagai tahapan untuk menuju proses “pacaran” tersebut.
Tapi sekali lagi mohon maap, ogah banget kalo gue disangka sebagai bagian dari kaum-kaum tersebut. Ogah banget kalo kedekatan kita selama ini, dianggap sebagai sebuah proses pedekate. Tampar pipi gue kalo gue sampe mau pacaran sama elo! Bismillah, hal itu nggak akan terjadi, insya Allah.
Apakah semua hubungan antara pemuda dan pemudi selalu dikaitkan dengan pedekate? Apakah harus diakhiri dengan “pacaran”? Tidak bisakah kita berpikiran positif, tanpa perlu menggembar-gemborkan istilah “pedekate”, melainkan merupakan salah satu bentuk SILATURRAHIM? Dan kalau istilah tersebut terlalu berat, tidak bisakah kita menyebutnya sebagai sebuah RELATIONSHIP?
Sorry banget yah, gue sama sekali nggak ada niat buat pedekate sama elo. Apalagi buat mengangkat elo sebagai “pacar” gue. Maap, kewajiban kita jauh lebih banyak daripada sekedar ngurusin “pacar” ataupun pedekate, dan gue pun juga nggak berminat sama yang namanya pacaran.
Mungkin elo bisa ngedapetin sms dari gue. Mungkin elo bisa ngedapetin lirikan mata gue. Mungkin elo bisa ngedapetin ucapan lisan gue. Tapi yang jelas, JANGAN HARAP ELO BISA NGEDAPETIN HATI GUE. Kalo pun tenyata elo nggak mau menerimanya, justru itu lebih bagus, soalnya GUE JUGA OGAH NGASIH HATI GUE BUAT ELO.
Tapi sekalipun di sore itu gue dapet sms kaya gitu, tampilan luar gue tetep biasa aja seakan nggak terjadi apa-apa. Gue tetep berlaku seperti biasa, malah cengar-cengir cengengesan sama Hasan gara-gara di depan kita udah numpuk 6 buah piring dan 4 buah gelas.
Cuma dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, jari-jemari tangan kiri gue segera bergerak menggenggam hp nokia 6681 gue. Gue buka phonebook nya, jari gue mengarahkan ke contact name nya si Juminten. Lalu dengan penuh percaya diri dan dengan ucapan Bismillah, gue pilih tulisan DELETE. Aaaaaaaah… Legaaaa…
Astagfirullahaladzim… Sore ini, satu contact name telah terhapus dari phonebook gue. Satu silaturrahim telah terputus. Satu jaringan bisnis telah terputus. Dan satu pintu gerbang untuk membawa gue memasuki dunia baru dengan segudang wawasan dan pengalaman baru, juga telah tertutup. Ampuni aku ya Rabbi… Ternyata, mencari teman itu nggak gampang ya…
C-Kink
Di kamar kosku
5 Oktober 2009
00.12
Add comment October 8, 2009
IniDiaPelakunya
15 Rabiul Awal 1425
5 Mei 2004
Kisah Fiktif
Ini Dia Pelakunya!
Kertas-kertas tadi sudah hilang entah kemana. Lalu, Hepi segera menghubungi detektif terkenal di kelas, yang kejeniusannya sudah diakui oleh seluruh dunia binatang. Bahkan mampu melebihi kemampuannya Conan Edogawa, Hajime Kindaichi maupun Sherlock Holmes. Ya, detektif itu siapa lagi kalau bukan: C-Kink!
Hepi menceritakan kejadian itu kepada C-Kink. Kemudian C-Kink segera mengasingkan diri ke pinggir jendela untuk berpikir sejenak. Setelah berpikir sejenak, beliau mulai beraksi. Dengan indra penglihatannya yang buruk dan dengan indra penciumannya yang pas-pasan, beliau segera mencari tau siapa pelakunya.
C-Kink bertanya kepada para pelaku tadi. Ternyata alibi mereka semua sangat kuat. Tapi beliau sedikit curiga dengan alibi Susi’s Son. Dia berkata bahwa dia memberikan kertas itu kepada Rachel, padahal saat itu Susi’s Son dan Rachel duduk berjauhan.
C-Kink juga sedikit janggal dengan pernyataan Argo, karena sudah 3 hari Argo tidak masuk sekolah. Jadi bagaimana mungkin kertas itu ada di Argo? Selain itu, C-Kink juga sedikit curiga dengan seekor lebah. Kenapa? Karena lebah itu mondar-mandir melulu di dalem kelas. Tapi kecurigaan itu segera ditepis oleh beliau, karena lebah hanyalah seekor makhluk ciptaan Allah swt yang kecil kemungkinan berbuat maksiat.
Sedikit pusing, C-Kink beristirahat sebentar. Beliau keluar kelas dan melihat ada seekor kucing. Lalu beliau berbincang-bincang dengan kucing itu. Setelah perbincangan selesai, beliau kembali ke kelas dengan wajah sangat meyakinkan layaknya karyawan baru gajian.
C-Kink menghampiri meja Susi’s Son. Beliau memeriksa tasnya Susi’s Son dan mengambil buku PPKn terbitan Grafindo dari tas tersebut. Sret sret sret… Beliau membuka buku itu halaman per halaman. Dan, “jreeeeeng…!!!”, kertas-kertas yang tadi dicari Hepi terselip di dalam buku itu (Horeeee…!!! Plok plok plok plok plok plok…!!! Tepuk tangan buat C-Kink!).
C-Kink segera mendatango Hepi dan menyerahkan kertas itu. Belum sempat Hepi berterima kasih, C-Kink sudah pergi menghilang di balik awan mendung dan derasnya hujan serta petir yang menyambar-nyambar (Huueeek… Cuiiih… Sok keren banget dah ah!). Sedangkan kini Susi’s Son dijebloskan ke penjara oleh Mr. Culix akibat tindal pidana mencuri dan memfitnah. Padahal, ibunya Susi’s Son kan guru PPKn. Masa anaknya dipenjara? Makanya, kalo ibu lu lagi nerangin, jangan tidur melulu di kelas. Huahahahahahahaha…
Kasus Ditutup
C-Kink
Pertanyaan:
Apa yang dibicarakan C-Kink dan si kucing di luar kelas?
Add comment October 8, 2009
SiapaPelakunya
14 Rabiul Awal 1425
4 Mei 2004
Kisah Nyata
Siapa Pelakunya?
Pada suatu pagi yang mendung, seorang gadis terpelajar bernama Hepi datang ke sekolah dengan terburu-buru. Di kelas, hanya ada seorang pria bernama Badax yang tangan kanannya sedang sibuk mengorek-ngorek hidung sementara tangan kirinya sibuk menggaruk-garuk pantat. Karena sang waktu sudah tak mau menunggu, Hepi menitipkan berlembar-lembar kertas kepada Badax. Dengan sedikit penjelasan, Badax mengerti dan Hepi segera berlari untuk mengikuti pelajaran Biologi.
Selanjutnya datang seorang pemuda bernama Sebastian (baca: Malvin). Badax menitipkan kertas-kertas tadi kepada Sebastian. Sebastian yang tidak mengerti apa-apa, pasrah saja menerima kertas-kertas itu dari Badax.
Waktu terus berlalu. Siswa-siswi kelas 1-3 makin banyak yang berdatangan termasuk diantaranya adalah seorang pria tampan dan imut bernama C-Kink. Seperti biasa, C-Kink langsung mengambil tempat duduk favoritnya, yaitu di belakang Badax persis di sebelah jendela.
Singkat cerita, Sebastian hendak menyerahkan kertas-kertas tadi kepada salah seorang di kelompoknya Hepi. Kata saksi mata yang bernama Badax, Sebastian hendak memberikan kerta itu kepada Ine. Namun karena Sebastian dan Ine duduknya berjauhan, kertas itu dioper-oper secara estafet.
Kata Sebastian, dia sudah memberikan kertas itu kepada Bertha. Dan kata Bertha, dia juga sudah mengoper kertas itu kepada Susi’s Son (anaknya Ibu Susi). Sedangkan kata Susi’s Son, dia sudah menyerahkan kertas itu kepada seseorang, cuma dia lupa. Kalo nggak salah, dia udah ngasih ke Rachel (baca: Eliana. Kenapa dikasih nama Rachel? Soalnya dalam film Eliana-Eliana, tokoh Eliana diperankan oleh Rachel Maryam. Maksa deh lu!).
Ketika adzan Dzuhur telah berkumandang, Hepi datang kembali dari perantauannya. Dia bertanya kepada Badax tentang kertas-kertas tadi dan Badax menunjuk Sebastian. Hepi bertanya kepada Sebastian dan Sebastian mengacungkan jarinya ke arah Bertha. Hepi bertanya pada Bertha dan Bertha menjawab bahwa kertas itu ada di Susi’ Son. Hepi bertanya kepada Susi’s Son dan Susi’s Son menuduh Rachel sebagai pemegang kertas. Hepi dengan ngos-ngosan bertanya kepada Rachel, namun Rachel tidak tahu-tempe dengan kertas itu. Kata Rachel, dia belum menerima kertas itu.
Loh, masa kertasnya ilang? Kok bisa? Siapa pelakunya? Papan tulis di depan kelas yang tau jawabannya.
Siapa pelakunya?
- Badax, karena dia yang pertama dititipkan:
- Sebastian, karena dia yang megang kedua:
- Bertha, karena dia yang megang ketiga:
- Susi’s Son, karena dia yang terakhir megang:
- Rachel, karena dia yang dimaksud oleh Susi’s Son:
- Hepi, karena dia yang bawa:
- C-Kink, karena dia terlalu ganteng:
- Argo, karena dia nggak masuk sekolah:
Add comment October 8, 2009
SecuilGoresan #2
Wawancara antara Deden dan Ferry
Deden : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Ferry : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”
Deden : “Ada yang bisa saya bantu?”
Ferry : “Iya, gantian. Anda dapat bertanya ke saya sekarang. Tanyakanlah tentang Dinasty (Dimensi Anak Satu Tiga, SMAN 1 Depok 2003/2004)!”
Deden : “Oh iya. Baiklah. Menurut Anda, siapa lelaki paling favorit di Dinasty?”
Ferry : “Berdasarkan survey yang telah saya lakukan di kebun binatang, lelaki paling favorit di Dinasty tak lain dan tak bukan adalah Iwan. Dia mempunyai semua syarat untuk menjadi idola. Sekedar informasi, dia juga mempunya banyak fans di Gotun.”
Deden : “Lalu, siapa lelaki paling ganteng di DInasty?”
Ferry : “Apa ada pertanyaan lain?”
Deden : “Jawab dulu yang ini!”
Ferry : “Yah, sebenarnya kalau Anda bertanya begitu kepada semua orang, pasti semuanya akan menjawab bahwa C-Kink lah orang paling ganteng di Dinasty. Hal ini tidak perlu diragukan lagi. Untuk membuktikannya, Anda bisa melihatnya di TPI setiap Kamis malam pukul 21.00.”
Deden : “Baik, baik. Saya percaya. Selanjutnya, siapa guru favorit Anda?”
Ferry : “Hmmmm… Guru favorit? Itu pertanyaan sederhana. Semua orang tau jawabannya. Ya siapa lagi kalau bukan Ibu Susilowati, guru PPKn terbaik abad ini!”
Deden : “Alasannya?”
Ferry : “Karena Bu Susi adalah seorang ibu yang awet muda, berjiwa besar, bertenggang rasa, percaya diri, sabar, pemaaf, berjiwa nasionalisme, bertanggung jawab dan tentu saja berkharisma!”
Deden : “Apa Anda tidak berlebihan?”
Ferry : “Kenapa? Anda nggak suka?”
Deden : “Iya! Anda kan harus bersikap netral!”
Ferry : “Jadi mau Anda apa?”
Deden : “Anda sendiri maunya apa?”
Ferry : “Eh malah ngelawan! Makan nih!”
(PLAK!!!)
Deden : “Kurang ajar!”
(BLETAK!!!)
Ferry : “Sialan!”
(DUAG!!!)
(TAK!!! DUG!!! JEDERRR!!! PRAANG!!! BLEDUG!!! CEPROT!!!)
(Tulilulilulilulilulilulilulilulilut…) *sirene ambulan
Wawancara selesai
19 Mei 2004
C-Kink
=========
Add comment October 8, 2009
SecuilGoresan
Wawancara antara Ferry dan Deden
Ferry : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Deden : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”
Ferry : “Langsung saja kita ke pertanyaan pertama. Anda sudah siap?”
Deden : “Ya, tentu saja.”
Ferry : “Baiklah. Sekarang pertanyaan kedua. Menurut Anda, bagaimana peluang para calon presiden pada pemiu 2004 ini?”
Deden : “Yah menurut saya, Iwan Fals bisa saja menjadi presiden bila ia mencalonkan diri. Namun saya menjagokan Amien Rais, karena dia adalah orang yang ber-amanat seperti nama partainya.”
Ferry : “Tapi bagaimana dengan gosip yang menimpa C-Kink dengan Dian Sastro?”
Deden : “ Saya rasa, gosip itu benar adanya. Dian Sastro adalah seorang gadis manis dan dia sangat beruntung karena ia digosipkan dengan C-Kink. Setau saya, C-Kink adalah pemuda tampan lagi imut. Mereka berdua benar-benar beruntung!”
Ferry : “Lalu, bagaimana dengan konser AFI minggu kemarin? (Sabtu, 1 Mei 2004)”
Deden : “Apa boleh buat. Rindu sudah berusaha semaksimal mungkin, namun dia kalah suara, sehingga dia harus tereliminasi. Tapi saya rasa, Djalu akan berbahagia, karena dengan tereliminasinya Rindu, maka dia akan dapat menghabiskan waktu bersama Rindu seperti dulu lagi.”
Ferry : “Loh, bukankah Parma berpeluang meraih scudetto?”
Deden : “Ya, itu benar sekali. Parma saat ini adalah kandidat kuat peraih scudetto. Juventus, AC Milan, Inter Milan, Lazio maupun AS Roma semuanya masih nggal ada apa-apanya dibandingkan Parma.”
Ferry : “Tapi, Fisichella kan saat ini sedang berjaya?”
Deden : “Tepat sekali! Fisichella adalah pembalap F1 terbaik abad ini. Semua orang mengakuinya. Bahkan, Schumacher juga sanggup dikalahkannya!”
Ferry : “Oh, terima kasih banyak. Saya rasa pertanyaan saya cukup segini saja. Terima kasih banyak ya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Deden : “Ya ya ya. Waalaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh.”
Wawancara selesai
4 Mei 2004
C-Kink
=========
Wawancara belum selesai
Ferry : “Ehm, permisi… Recordernya ketinggalan.”
Deden : “Oh iya. Ini silahkan!”
Ferry : “Terima kasih.”
Deden : “Sama-sama.”
Wawancara selesai
2 comments October 8, 2009
CerpenAjaib
CerpenAjaib
Introduction – Pendahuluan
Cerpen ini dutujukan untuk semua orang, namun lebih khususnya kepada anak-anak yang berusia 10 tahun ke bawah. Sebaiknya Anda tidak membaca cerpen ini jika:
- Bulu kaki Anda sudah panjang dan lebat.
- Rambut Anda sudah banyak beruban.
- Wajah Anda sudah penuh dengan keriput.
Sebaliknya, sebaiknya Anda membacca cerpen ini jika:
- Anda masih berjiwa muda.
- Rambut Anda belum beruban.
- Tampang Anda masih imut-imut.
- Anda adalah fans beratnya C-Kink.
- Anda sedang tidak ada kerjaan.
Ya, terima kasih atas perhatiannya. Mari kita bersama-sama membaca cerpen in dengan bacaan basmalah. Bismillahirrahmanirrahim.
Nanang dan Uang-Uang
Hari ini, di rumah Nanang lagi rame. Bukan rame karena bunyi kereta, tapi rame karena sodara-sodaranya Nanang (sejenisnya monyet, gorilla, lutung dll) sedang berkumpul di rumah Nanang. Sodara-sodaranya Nanang berangkat naik kereta. Mereka mencarter kereta dari Solo sampai ke stasiun Pondok Cina.
Nanang sangat senang bila ada sodaranya yang datang berkunjung, karena sebelum pulang, sodara-sodaranya selalu memberikan uang jajan untuk Nanang.
Malam hari, setelah sodara-sodaranya sudah pulang, Nanang menghitung uang yang diperolehnya layaknya sopir angkot megnhitung uang setoran. Selembar, dua lembar, tiga lembar, …, …, wah, lumayan, dapet banyak. Sebagaimana layaknya manusia yang ingin pamer, Nanang langsung mengangkat gagang telpon dan menekan tombol 085691012852.
Nanang : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
C-Kink : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
Nanang : “Eh Nyet! Gue dapet rp 500.000,00 dong dari sodara gue!”
C-Kink : “Apaan Njing? Gue hari ini dapet rp 650.000,00 dari ngamen di Pondok Indah!”
Nanang : “Sialan! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
C-Kink : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”
Hohohoho. Rupanya uang Nanang masih belum seberapa. Tapi dia sudah cukup senang. Malam semakin larut. Nanang menghitung uangnya lagi dan akhirnya dia tertidur dengan uang itu sebagai bantalnya. Zzzzz….. Zzzzzz….. Zzzzzz…..
Keesokan harinya, Nanang bingung, uang sebanyak itu mau diapakan. Ada banyak keinginannya, diantaranya: pengen mentraktir Marshanda, pengen beli mobil-mobilan remote control, pengen beli PS one dan pengen beli permen sekarung. Lalu dia bertanya kepada ayahnya.
Nanang : “Pak uang Nanang kemaren mendingan dipake buat apa?”
Sihono : “Mendingan uang itu kamu tabung. Kan lumayan”
Kemudian Nanang bertanya kepada Nining, kakaknya.
Nanang : “Kak, uang yang kemaren gue dapet mendingan gue apain?”
Nining : “Mendingan lu kasih ke gue. Gue lagi bangkrut nih! Padahal gue kan mau nonton konsernya C-Kink di Tanah Kusir!”
BLETAK!!! Sebuah pulpen mendarat dengan mulus di wajah Nining. Nanag segera berlari meninggalkan Nining. Dia bertanya lagi kepada ibunya yang bernama Sihini.
Nanang : “Ibu, uang yang kemaren Nanang dapet mendingan diapain?”
Sihini : “Oh mendingan kamu tabung di bank. Atau kamu tabung aja di celengan”
Nanang : “Celengan, emang kita punya?”
Sihini : “Ada kok. Kamu ambil aja ayam-ayaman di gudang”
Dengan langkah meyakinkan, Nanang beranjak menuju gudang. Namun dia tidak menemukan ayam-ayamannya. Dia malah menemukan ayam betulan yang lagi jalan-jalan cari angin. Nanag bertanya kepada si ayam, “Eh ayam! Ayam-ayaman gue lu kemanain Yam?”
Si ayam yang terusik oleh pertanyaan itu, langsung melompat dan mematok Nanag. Petok! Spontan saja Nanang kesakitan. DIa mendengus, “Huh ayam sialan! Gue kepret jadi ayam lu!”
Seteah mencari-cari, akhirnya ayam-ayaman itu berhasil ditemukan. Rupanya ayam-ayaman itu ada di bak mandi, lagi berenang, Nanang segera membersihkan dan menjemurnya. Sambil menunggu ayam-ayaman itu kering, Nanang jalan-jalan dulu ke stasiun. Siapa tau bakalan enmu uang logam yang jatoh di peron-peron stasiun. Bukannya uang logam, dia malah nemuin fotonya C-Kink yang berserakan.
Akhirnya ayam-ayamannya kering. Lalu Nanang memasukkan uangnya ke celengan ayam itu, sambil dihitungin uangnya satu-satu. Tapi kok jumlahnya berkurang? Oh iya, tadi kan udah dipake buat beli koran Lampu Merah sama majalah FHM di stasiun.
Keesokan harinya, Nanang menelpon C-Kink lagi untuk pamer.
Nanang : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
C-Kink : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
Nanang : “Oi Kunyuk! Gue udah nabung di celengan dong!”
C-Kink : “Apaan Kuya? Kuno lu! Gue sih nabungnya udah di bank!”
Nanang : “Brengsek lu! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
C-Kink : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”
Nanang dongkol kaya ikan tongkol nelen jengkol. Kemudian Nanang mengambil celengannya. DIa keluarkan semua uang yang ada di celengannya itu Lalu dia menghampiri ibunya, dan meminta untuk membuka tabungan di bank. Ibunya manggut-manggut saja.
Siang harinya, Nanang udah rapi jali dan cakep layaknya Jojon. DIa dan Sihono pergi ke Bank Syariah Mandiri di jalan Margonda. Di sana, Nanang membuka tabungan baru atas namanya sendiri, Monang Nanang Bonang Unang bin Sihono. Setelah proses registrasi dan penyetoran selesai, Nanang pulang kembali ke rumahnya. DI perjalanan dia bertanya kepada ayahnya.
Nanang : “Pak, kenapa sih nabungnya mesti di bank syariah?”
Sihono : “Hahahahaha. Kamu masih terlalu muda 15 tahun untuk mengetahui hal itu”
15 tahun kemudian…
Nanang : “Pak kenapa nabungnya mesti di bank syariah?”
Sihono : “Loh, udah 15 tahun lewat ya? Padahal baru longkap 3 baris! Penulisnya goblok nih! Waktunya kecepetan! Yah soalnya kalo nabungnya di bank konvensional, bunganya haram karena tergolong riba”
Nanang : “Cuma itu doang?”
Sihono : “Iya, kenapa?”
Nanang : “Nanang udah capek nunggu 15 tahun, tapi jawabannya cuma gitu doang…”
Ya, sekarang Nanang sudah berumur 30 tahun. Dia sudah beristri. Istrinya, siapa lagi kalau bukan Marshanda. Mereka berdua hidup berbahagia di Pondok Cina. Saat ini, Marshanda sedang mengandung 7 bulan. Untuk membeli perlengkapan bayi, Nanang mengambil uangnya yang selama ini dia tabung di Bank Syariah Mandiri.
Nanang mengambil uangnya dan ternyata jumlahnya sudah menjadi jauh lebih besar. Dengan uang itu, dia bisa membeli peralatan untuk bayinya dan membeli perabotan rumah tangga lainnya.
Nanang langsung menelpon C-Kink, teman lamanya yang kini entah dimana.
Nanang : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
C-Kink : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
Nanang : “Hahahaha. Sekarang gue udah kawin, punya rumah bagus, dan pengen punya anak. Hahahahahahaha”
C-Kink : “Sialan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
Nanang : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”
TAMAT
Ending – Penutup
Cerpen ini hanyalah fiktif belaka. Terima kasih atas kesediaan Anda untuk membacanya. Kita jumpa lagi kapan-kapan. Hahahahahahahahahahaha.
Ucapan Terima Kasih
Atas selesainya cerpen ajaib ini, C-Kink bersedia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
- Allah swt, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah.
- Muhammad Rasulullah saw, manusia yang tiada tandingannya.
- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, pasangan paling berbahagia di muka bumi.
- Yanuar Galih Nugroho alias Nanang beserta keluara yang menjadi tokoh utama dalam tulisan yang nggak jelas ini.
- Marshanda dan Bank Syariah Mandiri yang menjadi figuran di cerita ini.
- Bank Mandiri yang memproduksi buku tulis bertema “Aku Anak Mandiri” yang menjadi inspirasi dalam menulis cerpen ajaib ini.
- Dan kamu-kamu semua yang udah rela membuang-buang waktu cuma untuk baca coretan aneh ini.
Add comment October 8, 2009
MyFirstRomanNovel
Pendahuluan untuk Mendahulukan yang Perlu Didahulukan oleh Si Pendahulu
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Inilah dia, novel yang pertama kali aku bikin, yang penuh dengan ke-jayus-an. Novel ini bercerita tentang Rizky, seorang pemuda yang masih polos dan lugu, dan Nirina, seorang gadis yang orangnya begini dan begitu. Sebenernya, novel ini aku buat di akhir bulan April tahun 2004 di bindernya Dicky “Baba” Firmansyah bin Bambang Vespa. Namun karena membludaknya permintaan pembaca, novel ini aku cetak ulang di bulan Agustus 2004, tentunya dengan beberapa perubahan. Dan hari ini di bulan September 2009 pun aku mencetak ulang kembali novel ini untuk dimuat dalam blog. Kalo udah penasaran, silahkan baca aja nih novel. Kalo pengen liat versi aslinya, baca aja yang di bindernya Dicky.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Rizky dan Nirina
“Ada cerita tentang aku dan dia
Saat kita bersama saat dulu kala”
Itulah tadi sebait potongan lagu “Semua Tentang Kita” yang diciptakan oleh Peter Pan. Ya, saat ini Rizky sedang gundah gulana gegap gempita, karena dia merasa begitu jauh dengan Nirina, meskipun mereka berua tinggal di satu kota.
Lalu Rizky mengenang masa lalunya yang dihabiskan bersama Nirina di SMP 2 dulu. Terkadang ia tertawa, merenung, bersedih, menangis dan berteriak-teriak bagaikan orang gila saat mengenang masa lalunya. Dia mengenang saat-saat mereka berdua bermesraan di bawah pohon toge di depan kelas. Saat SMP dulu, Rizky dan Nirina memang selalu berdua bersama, tidak pernah bertiga, karena memang hanya ada mereka berdua. Di saat-saat berdua seperti itu, Rizky merasa sangat bahagia, seakan-akan dunia ini hanya milik mereka berdua, orang lain hanya numpang ngontrak, udah gitu bayarannya suka nunggak.
Rizky mengenang kembali saat-saat indah itu. Layaknya orang pacaran, mereka berdua lirik-lirikan, cubit-cubitan, tonjok-tonjokan, tampol-tampolan dan tendang-tendangan (pacaran apa berantem?). Di kejauhan, orang-orang hanya mampu memandang dengan iri kedua sejoli yang sedang dimabuk alkohol, eh maksudnya dimabuk cinta ini.
Tapi itu dulu. Sekarang, Nirina sudah tidak dapat berada di sisi Rizky lagi. Ya, apa boleh buat. Itu semua terjadi karena otak Rizky tidak sebanding dengan otak Nirina, sehingga Rizky sekolah di SMAN 1 Depok, sedangkan Nirina sekolah di sekolahnya di sana entah dimana.
Bosan dengan lagu “Semua Tentang Kita”, Rizky lalu mengganti kasetnya. Kini dia mendengarkan lagu “Tak Bisa Memiliki” ciptaan Dygta.
“Aku tak bisa memiliki menjaga cintamu
Walau sesungguhnya hatiku mencintaimu memilikimu”
Rizky menghayati lagu itu sepenuh hati. Uh, betapa menyedihkan kisah cintanya. Kemudian HP Rizky berdering. Di situ tertulis nama “Lovely Nirina”. Wah, panjang umur nih orang. Baru diomongin kok langsung nelpon. Tanpa menunggu dering HP lebih lama lagi, Rizky segera mengangkatnya, dan suara di ujung sana adalah suara Nirina.
Nirina : “Richard!”
Rizky : “Buset dah keren amat! Nama gue Rizky, bukan Richard”
Nirina : “Eh, Rizky!”
Rizky : “Weits, salam dulu dong! Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
Nirina : “Oh iya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
Rizky : “Ada apa, Nirina?”
Nirina : “Huhuhu….. Huhuhu…. Huhuhu….. (nangis)”
Rizky : “Loh Nirina, jangan nangis!”
Nirina : “Hahaha….. Hahaha….. Hahaha….. (ketawa)”
Rizky : “Eh, kok malah ketawa?”
Nirina : “Huhu….. Huek….. Huek….. Cuih….. (muntah)”
Rizky : “Oi, yang bener dong!”
Nirina : “Rizky, kita ketemuan sekarang! Penting!”
Rizky : “Dimana? Di hotel?”
Nirina : “Kurang ajar! Di tempat mangkal, Cafe Mawar!”
Rizky : “ Sip! Kapan?”
Nirina : “Sekarang. Udah ya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
Rizky : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”
Suara di sana terputus. Walaupun mereka berdua cukup dekat, tapi mereka sangat hemat dalam bertelepon. Mereka hanya bicara seperlunya saja, sedangkan yang tidak perlu ya tidak mereka bicarakan.
Kini hati Rizky menjadi berbunga-bunga sampai tumbuh jadi buah. Akhirnya, ia dapat melampiaskan rasa rindunya. Segera saja ia berganti baju. Ia mengenakan celana setan (temennya celana jin) ukuran triple XL dan atasannya adalah baju sepakbola klub Juventus dengan nama punggungnya “Rizky”.
Lalu ia menuju cermin, menyisir rambutnya dan menyemprotnya dengan hair spray. Tapi dia salah ambil. Dia malah menyemprotkan Baygon ke rambutnya. Untung Baygon itu rasa strawberry, jadi rambutnya malah menjadi wangi dan kutu-kutu di rambutnya jadi mati semua.
Setelah semuanya siap, tanpa basa-basi lagi karena emang udah basi, dia segera pergi menuju Cafe Mawar naik angkot D04. Di perjalanan, dia melihat C-Kink yang sedang dikerubuti fansnya. Ya, C-Kink adalah seorang pria tampan temannya Rizky di SMAN 1 Depok.
Setelah perjalanan di dalam angkot yang terasa sangat lama, akhirnya Rizky sampai di Cafe Mawar. Di cafe itu, Nirina belum datang. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky memesan sebotol Teh Botol Sosro untuk melepas dahaga. Rizky memang punya pendapat, yaitu: “Siapapun ceweknya, minumnya tetap Teh Botol Sosro!”. Tak lupa, dia juga meminta struk pembeliannya. Siapa tau bisa dapet hadiah (promosi banget deh!).
20 menit telah berlalu, tapi Nirina masih belum memperlihatkan batang hidungnya yang nggak mancung. Rizky menjadi gelisah geli-geli basah. Berkali-kali ia melirik jam tangannya yang harganya selangit. Keringatnya bercururan deras, sampai-sampai membanjiri kota Jakarta. Tapi Rizky tetap sabar dan setia menunggu kedatangan Nirina. Karena Rizky tau, Nirina tidak berbohong.
Tiba-tiba, sepasang kaki melangkah ke meja Rizky. Rizky menjadi tersentak. Namun setelah melihat bahwa sepasasang kaki itu sangat dekil dan tidak ada mulus-mulusnya, Rizky menjadi santai lagi. Dia menyapa orang itu, “Hai. Iwan!”
Iwan, yang memiliki sepasang kaki butut itu, membalas sapaan Rizky dengan senyumannya yang cool abis. Lalu dia duduk di sebelah Rizky sambil mengangkat kakinya ke atas meja layaknya seorang bos.
Rizky tidak keberatan Iwan duduk di sebelahnya. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky berbincang-bincang dengan Iwan. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:
- Peluang kesebelasan AC Parma meraih scudetto,
- Giancarlo Fisichella si juara dunia F1, dan
- Cinta segitiga antara C-Kink, Asmirandah dan Nia Ramadhani.
Mereka berdua terlibat perbincangan yang cukup alot. Sudah 20 menitan mereka berbincang-bincang, tapi Nirina masih belum nongol juga. Dan mereka melanjutkan perbincangan itu.
Tak lama kemudian, Iwan hendak pamitan. Dia masih harus pergi ke tempat lain karena dia adalah tipe orang yang sangat sibuk yang punya banyak kerjaan. Sebelum pergi, Iwan minta mau minjem duit ke Rizky.
“Rizky, gue minjem duit dong. Nggak usah banyak-banyak, goceng aja buat ongkos!”
“Kagak ah, gue juga lagi bangkrut nih!”
“Yah, pelit lu! Cuma goceng doang!”
“Ogah amat! Minta aja sama Bapak lu!”
Rizky dengan tegas menolaknya. Tapi Iwan tetap saja meminta dan merayu-rayu Rizky dengan bermacam-macam fitnahan, seperti: Rizky ganteng, Rizky langsing, Rizky pinter dan lain-lainnya. Tapi Rizky tetap menolak permintaan Iwan.
Lalu Iwan mulai meluncurkan jurus tangan. Tangannya meraba-raba, memeluk-meluk dan memegang-megang tubuh Rizky sambi merayunya. Pokoknya, udah mirip banget sama orang lagi homoan. Namun Rizky tetap pada pendiriannya. Dia menolak permintaan Iwan dengan tegas.
Tiba-tiba Nirina datang. Dia langsung menuju ke mejanya Rizky. DIa sangat terkejut melihat Rizky sedang berdua-duaan dengan seorang lelaki, udah gitu pake peluk-pelukan segala. Dia kira Rizky itu… … … … … . Nirina berteriak, “Rizky! Ternyata selama ini aku telah salah menilaimu!”. Lalu Nirina berlari keluar meninggalkan Cafe Mawar.
Rizky yang melihat Nirina, langsung salah tingkah. Rizky beranjak dari kursinya, meninggalkan Iwan. Dia keluar cafe mengejar Nirina untuk memberikan penjelasan. Setelah mencari kesana-kemari, akhirnya dia menemukan Nirina sedang menangis tersedu-sedu di sebelah tong sampah. Rizky menghampirinya.
“Nirina… Dengar dulu penjelasanku”
“Uhuhuhu… Tak usah, aku benci padamu!”
“Itu salah paham Nirina. Dengar dulu… “
Tiba-tiba Iwan datang. Rupanya Iwan juga mengejar Rizky. Dia berkata, “Rizky, lu jadi minjemin gue duit nggak?”
Mendengar perkataan Iwan barusan, Nirina mulai mengerti. Otak Nirina memang nggak kalah sama otaknya Om Einstein. Baru denger satu kalimat aja, dia langsung mengerti bahwa Iwan sedang berusaha untuk meminjam duit Rizky. Tangis Nirina mulai mereda. Dia tersenyum dan segera memeluk tubuh Rizky. Pluk… Aaaaaah…
Rizky yang tidak menyangka akan dipeluk Nirina, langsung bersemangat. Jakunnya naik turun. Tegangannya naik mencapai 200 kilovolt. Celananya menjadi sempit (?????). Lalu dibelai dan diusap-usapnya rambut Nirina yang kalo keramas pake Clear anti ketombe.
“Nirina, kamu mengerti kan?”
“Ya, maafkan aku…”
Mereka berdua bermesra-mesraan kembali seperti saat SMP dulu. Iwan yang merasa dicuekin, langsung berjalan gontai meninggalkan kedua sejoli itu. Kemudian mereka berjalan-jalan di jalan Mawar, jalan kenangan mereka saat SMP dulu. Mereka bernyanyi-nyanyi:
“Sepanjang jalan kenangan kita s’lalu bergandeng tangan
Sepanjang jalan kenangan kau peluk diriku mesra”
Mereka berdua berpelukan, persis kaya di film-film India. Gerimis mulai turun namun mereka telah larut dalam kebahagiaannya.
“Hujan yang rintik-rintik di awal bulan itu
Menambah nikmatnya malam syahdu”
Kedua sejoli ini semakin bertambah mesra. Dinginnya hujan tidak terasa, telah tertutupi oleh kehangatan yang mereka rasakan, yang hangatnya lebih hangat daripada kompor gas maupun knalpot mobil. Bahkan, David Beckham dan Victoria Adams juga masih kalah mesranya (tapi RIzky masih kalah gantengnya).
Tiba-tiba agak jauh di depan mereka, berdiri seorang lelaki yang gagah dan tampan yang bermana Baja. Baja adalah teman SMP-nya Rizky dan Nirina. Dia sudah lama tidak bertemu dengan Rizky, sehinga dia merasa kangen. Kal ini mereka bertemu lagi dan Baja berlari menghampiri Rizky sambil berteriak, “SEEETAAAAAAAAANN…!!!”
Eh salah, maksudnya berteriak, “RIZKYYYYYYYYYY…!!!”
Rizky yang juga sudah lama tidak bertemu Baja, membalas perbuatannya. Dia merentangkan tangannya dan berteriak, “BAJAAAAAAAAAAAA…!!!”
Baja berlari menghampiri Rizky. Dan mereka berpelukan layaknya dua orang pejuang yang bertemu kembali setelah bertempur di medan perang. Mereka bertiga berbincang-bincang tentang masa SMP dulu. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:
- Kesebelasan Chelsea yang tak terkalahkan di Eropa,
- Band J-Rock yang meraih MTV Music Award, dan
- C-Kink yang pernah menolak Nikita Willy, Revalina dan Gita Gutawa dalam satu waktu (bukan menolak cintanya, tapi menolak untuk dijadikan pembantu oleh mereka).
Lama kemudian, akhirnya Baja melanjutkan kembali perjalanannya. DIa meninggalkan Rizky dan Nirina. Dan, Rizky dan Nirina melanjutkan kembali perjalanan cinta mereka.
(hampir) TAMAT
Catatan:
Sebenernya novel ini masih ada lanjutannya. Tapi karena naskah aslinya ada di bindernya Dicky dan aku nggak tau dimana sekarang beliau (baca: naskahnya, bukan Dicky) berada, jadi hanya sejauh ini-lah arsip yang aku punya. Mohon maaf atas segala ketidaknyamanannya. Ayo rame-rame kita cari dimana beliau (baca: Dicky, bukan naskahnya) berada untuk kita palakin naskah aslinya!
Ucapan Terima Kasih
Atas (hampir) selesainya novel roman pertama ini, C-Kink bersedia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
- Allah swt, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah.
- Muhammad Rasulullah saw, manusia yang tiada tandingannya.
- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, pasangan paling berbahagia di muka bumi.
- Rizky Haryadi dan Konita Sabrina selaku sumber inspirasi dalam membuat cerita yang nggak jelas ini.
- Iwan Argosusilo dan Raja Tomala yang menjadi figuran di cerita ini.
- Dicky FIrmansyah yang bindernya rela dicoret-coret tulisan aneh kaya gini.
- Seluruh anak-anak Dinasty SMAN 1 Depok angkatan 2003/2004 atas jasanya mendukung dan menyukseskan serta mempopulerkan cerita ini.
- Dan kamu-kamu semua yang udah rela membuang-buang waktu cuma untuk baca coretan ajaib ini.
Add comment October 8, 2009
DinastyDariBalikKacamataku
PuisiDinasty
Waktu aku lagi iseng-iseng buka binder-binder ku jaman SMA dulu, ini aku nemuin secuil puisi tentang kelas 1-3 SMA Negeri 1 Depok angkatan 2003/2004, tempat dimana dulu aku menimba ilmu disana. Rasanya sayang kalo puisi ini cuma jadi konsumsi pribadi aku dan binder ku sendiri. Jadi demi kemaslahatan seluruh umat manusia, berikut ini aku tulis ulang puisi tersebut dan mari kita baca bersama-sama.
Dinasty Dari Balik Kacamataku
Abdurrahman Hafidz alias Apit
Satu-satunya pria 1-3 yang ikut OSIS
Ilmu agamanya, jangan ditanya
Bacaan Al-Qur’annya, apalagi
Hafidz gitu loh!
Soal pelajaran juga rajin dikerjakan
Tapi yang disayangkan
Dimanakah akan dia temukan sang gadis idaman?
Ahmad Syah
Pendiri ringtone fans club di 1-3
Yang hobinya dengerin ringtone HP orang-orang
Yang sukanya main ceng-cengan
Tapi nggak kalah kalo kebut-kebutan di jalanan’
Arni Novita
Seorang akhwat yang senantiasa menutup aurat
Dan jauh dari maksiat
Walaupun kita nggak kenal dekat
Tapi tetaplah semangat
Asrining Tyas
Gadis yang mendekati sempurna
Yang juga adalah aktivis di OSIS
Yang setiap ada kegiatan selalu saja mengemis
Walau matanya sudah menurun keakuratannya
Tapi isi otaknya nggak perlu ditanya
Ada Biologi Akuntansi Sejarah Matematika Fisika sampai Kimia
Rumahnya? Wah itu sih istana!
Mari kita bersama nyanyikan lagu untuknya
“Jagalah Ferry jangan kau nodai
Jagalah Ferry anaknya Ibu Susi
Jagalah Ferry jangan kau sakit
Jagalah Ferry simpanlah dalam hati”
Bahri Kurniawan alias Bahar
Gayanya, mempesona
Senyumnya, menawan
Tampangnya, nggak nahan
Daerah kekuasaannya, jelas di Kukusan
Banyak gadis mengharapkan cintanya
Tapi entah mengapa dia tetap santai-santai saja
Betty One William
Gadis yang mendapat pencerahan di 1-3
Yang suka ngingetin orang untuk piket
Yang rajin ngerjain tugas-tugas sekolah
Yang bertanggung jawab menyampaikan amanah
Yang selalu berjuang dan tak kenal lelah
Cherlinda Els Cassandra alias Che-Che
Suaranya melas
Jalannya lemas
Tapi dia ahli taekwondo tingkat atas
Kalo tenaga lu terkuras
Pake salon pas! (?????)
Deasy … (sory, gue lupa nama lu)
Gadis yang rada-rada pendiam
Tapi dapat diandalkan saat diperlukan
Kodok-kodok yang sering digambarnya
Semoga bisa menemani saat-saat sepinya
Deden Fachruddin
Pria imut yang kecil mungil
Yang suka minta maaf 3 kali sehari kaya minum obat
Yang suka mengeluh tentang segala kesusahannya
Santai aja, Den!
Percayalah pada diri sendiri
Dan bersemangatlah
Anggap saja hidup ini ibadah
Dendri Umbiyar
Anaknya guru PPKN yang nggak banyak omong
Yang suka memberi informasi yang berguna
Meskipun kita jarang berbicara
Ya udahlah, santai aja
Dicky Firmansyah alias Baba
Prek tek tek tek tek… Rrrruuuung… Rrrrruuung… (sound effect)
Setiap pagi, sebuah Vespa setia mengantarnya
Dari jalan Palakali sampai pintu gerbang SMANSA
Orangnya nggak banyak gaya
Menulis adalah hal yang disenanginya
Tapi, keras juga hidup lu, Ba!
Eliana Eka Kurniawati
Salam akademia!
Gadis gila yang ikut-ikutan trend AFI
Yang suka nari-nari nggak jelas
Yang katanya punya kemiripan sama Missy Elliot (apanya tuh?)
Yang katanya punya penyakit kebotakan
Pokoknya, Cing Cay Lah!
Elsha Surya Respita alias Embicks
Mbeeeek… Mbeeeeek…
Gadis yang masih diragukan wujud aslinya
Yang perlu penerjemah ketika bicara
Yang suka ngaku-ngaku imut meskipun sebenrnya amit-amit
Yang selalu bersemangat setiap saat
Yang mulutnya tak pernah berhenti bersuara
Yang terkadang suka malu-malu kambing
Tak usah dengarkan orang lain bicara
Kalo perut laper, rumput di depan kelas dimakan aja
Cadas juga!
(emang cadas apaan?
Itu tuh, temennya curap dan cutu air)
Ferryanto Cahyo Nugroho
Anaknya Ibu Susilowati si guru PPKn
Yang nggak banyak bicara
Yang enak buat diajak kemana-mana
Yang HP-nya itu tiada duanya
Janganlah jadi anak durhaka
Dan jangan tidur kalo lagi pelajaran PPKn
Gesa Falugon alias Culix
Si ketua kelas yang memimpin kelas
Yang marah-marah kalo tempat duduknya direbut
Jadilah pemimpin jangan jadi penguasa
Pemimpin adalah yang memimpin, membimbing dan memandu menuju kebenaran
Sedangkan penguasa adalah yang menguasai dan mengatur seenaknya sendiri
Pemimpin hidup untuk rakyatnya
Penguasa hidup untuk diri sendiri
Pemimpin mau mengalah
Sedangkan penguasa nggak mau kalah
Jadi, mau jadi pemimpin apa penguasa?
Irine Kristiana
Gadis yang banyak bicara
Yang ikutan ekskul paduan suara
Karena suaranya memang tiada duanya
Tapi jangan lupakan kewajiban sebagai pelajar
Inilah dia yang ditunggu-tunggu
Yang menjadi maskot di 1-3
Berikan sambitan yang meriah untuk…
(Jreng jreng jreng pak dung dung pak dung cess…)
… IWAN ARGOSUSILO
Pria imut yang tiada duanya
Yang benar-benar berkharisma
Yang senyumannya sungguh mempesona
Yang gayanya membuat orang tertawa
Yang lawakannya mampu mendamaikan dunia
Yang ringtone HP-nya ada banyak jumlahnya
Yang motornya termasuk barang langka
Yang jelas, lu emang lain dari yang lain
Karena emang nggak ada yang bisa nyamain
Tapi, Royto mau lu kemanain?
Kurnia … (sory, gue lupa nama lu) alias Uni
Gadis manis yang murah senyum
Yang taat menjalankan perintah agama
Yang rada-rada pendiam
Tapi kalo dah mulai bicara
Sifat gokilnya keluar juga
Laire Siwi Mentari alias Iye
Si sekretaris yang hitam manis
Yang juga adalah seorang novelis
Yang suka bergaya di depan kamera
Yang suka cerita-cerita
Kalo lu dah jadi penulis terkenal
Tolong ajarin gue gimana cara bikin novel
Lisydah Naim
Seorang akhwat yang berjilbab
Yang kalo lagi ceramah penyakitnya suka kumat
Ilmu agamanya jangan ditanya
Dari tajwd sampai hadis dia hapal semua
Teria kasih banyak gue ucapkan untuk lu
Karena selalu ngingetin gue kali gue ana Rohis
Tapi guenya aja yang masih tambeng juga
Malvin Sebastian Halomoan Napitupulu
Panjang banget sih nama lu?
Pria yang sederhana
Yang rumahnya sangat istimewa
Playstation, ada
Komputer, ada
Makanan, tersedia
Dan tentu saja billiard pasti ada
Tapi hati-hati, ada anjingnya
Marchianne Sofrin Fauziah alias Chiponk
Gadis yang rada-rada manja
Yang suka merajuk dimana-mana
Cobalah untuk membuka mata
Bahwa lelaki itu bukan hanya Kak Bintang
Tapi juga ada Maryo (?????)
Martha Safitri alias Hepi
Gadis yang bercita-cita tinggi
Yang ingin jadi orang pintar
Yang ingin jadi orang terpelajar
Dan tentu saja jadi istrinya Kak Radon
Waduh, kasian juga Kak Radon
Tak usah dengarkan orang bicara
Jalani saja hidup apa adanya
Maryo alias Eric
Si hitam dari Sawangan
Yang punya banyak kemampuan
Yang selalu mencari gadis idaman
Kalo udah nggak ada lagi harapan
Inget aja Fortune Enam Delapan
Muhammad Helmi Farid Rahman alias Imleh
Pria tampan yang senyumnya menawan
Yang akhlaknya bertetangan dengan namanya
Yang motornya merah warnanya
Yang jago main tenis meja
Tapi jangn bawa-bawa sabun ke sekolah
Niko Adyo Kusumo alias Ayam
Anak orang yang nyasar ke SMANSA
Yang juga suka bawa sabun ke sekolah
Yang jelas, santai aja lah!
Okky Kurniawan Arief
Pria pintar yang juga terpelajar
Yang otaknya cemerlang
Yang suka make semprot-semprotan
Yang tai lalatnya bikin nggak nahan
Tetap teruskanlahg perjuangan
Poppy Dea Bertha
Gadis yang serba bisa
Yang suka bikin tulisan-tulisan
Yang suka mukul-mukulin gendang
Yang poninya nggak nahan
Yang ide-idenya sangat cemerlang
Kok berani tinggal di deket kuburan?
Rani … (sory gue lupa nama lu)
Anak baru yang nggak baru-baru banget
Yang sekolahnya negeri tapi seragamnya swasta
Yang juga hobi ngaca
Ingatlah kalo lu sekarang sekolah di SMANSA
Ratna Hapsari alias Nana
Bendahara yang hitam tapi nggak manis
Yang rada-rada kolokan
Yang terlalu perhatian
Yang hobi nagih uang bayaran
Sebagai orang kepercayaan
Mestinya lu yang bayarin uangnya teman-teman
R***** A**** alias C-Kink
Pria aneh yang rada-rada pendiam
Eh salah, bukan pendiam tapi pecundang
Yang hobinya melamun dan berdiam diro
Eh salah, bukan berdam diri tapi mempecundangi diri
Yang hidupnya nggak punya tujuan
Yang hidupnya selalu kesepian
Kok masih idup sih lu sampe sekarang?
Rika Agustiana alias Teu-Teu
Satu-satunya almunus Gotun yang serba bisa
Yang bisa ngapain aja
Yang punya kemampuan untuk jadi orang besar
Yang rajin mengerjakan segala pekerjaan
Buktikanlah kepada semua orang
Bahwa Gotun bukanlah sekolah murahan
Rindiantika Arsanti alias Dee-Dee
Gadis gila yang emang gila
Yang suka berbuat gila
Yang gayanya juga gila
Yang bikin kucing-kucing ikutan gila
Yang seragamnya juga… Ih, gila
Pokoknya, sekali gila tetep gila!
Rizky Haryadi Saputro alias Badax
Anak caleg yang banyak duit
Yang sorot matanya tajam layaknya pencopet
Yang gampang buat diajak jalan-jalan
Yang hobi baca buku hiburan
Yang punya 1001 alasan untuk menghindari musholla
Yang ilmu taekwondo-nya tak terkalahkan
Sangat disayangkan, kisah cintanya selalu berantakan
Rohmat Agus Alim
Pria aneh dari Sukoharjo
Yang gerak-geriknya juga aneh
Yang suka mencium buku orang-orang
Emangnya buku gue bau?
Ya udah, santai aja Gus
Royto Andriyani
Gadis yang lain dari yang lain
Yang selalu menjadi bahan tertawaan
Yang selalu menjadi bahan ejekan
Tenanglah dan jangan takut
Karena Iwan akan selalu menjaga lu
Satriawan Wiguna alias Iyan
Pemusik yang ahli bermusik
Yang ilmu musiknya udah taraf internasional
Yang juga rada-rada emosional
Sayang, cintanya bertepuk sebelah kaki
Theresia
Pendek amat nama lu?
Gadis yang suaranya nyaring
Yang ketawanya juga nyaring
Untunglah otaknya nggak miring
Tria Novita
Gadis yang mendapat pencerahan di 1-3
Yang rendah hati dan bersahaja
Yang rajin bekerja
Yang juga tekun berusaha
Yang ideal untuk menjadi ibu rumah tanga
Ibu Siti Sun Aisyah
Wali kelas yang sangat baik
Yang sangat ramah
Yang sangat rendah hati
Yang tidak pernah memperlihatkan wajah marah
Yang dengan ikhlas membagi ilmunya
Yang dengan rajin memberi nasihatnya
Hanya surga-lah tempat yang pantas untuknya
Itulah Dinasty
Maafin gue kalo gue punya salah
Maafin gue kalo gue punya dosa
Maafin gue kalo gue orangnya ngenekin
Dan terima kasih banyak
Karena telah menemani gue selama 1 tahun
Akhirnya, hanya doa yang bisa gue persembahkan untuk lu semua
Wassalamualaikum wr wb
Salam OI!
C-Kink
10 Juli 2004
==========
2 comments October 8, 2009
2-2DariBalikKacamataku
Puisi2-2
Waktu aku lagi iseng-iseng buka binder-binder ku jaman SMA dulu, ini aku nemuin secuil puisi tentang kelas 2-2 SMA Negeri 1 Depok angkatan 2004/2005, tempat dimana dulu aku menimba ilmu disana. Rasanya sayang kalo puisi ini cuma jadi konsumsi pribadi aku dan binder ku sendiri. Jadi demi kemaslahatan seluruh umat manusia, berikut ini aku tulis ulang puisi tersebut dan mari kita baca bersama-sama.
2-2 Dari Balik Kacamataku
Ambaryana Nahdi
Gadis kecil yang sederhana
Yang suka ketuker sama kembarannya
Yang ikut ekskul krida kirana
Tetaplah budayakan tarian Indonesia
Andhika Trisna Putra alias Cepot
Seorang kakek yang luar biasa
Yang dituakan karena kebijaksanaannya
Yang isi otaknya tiada duanya
Yang lawakannya mendamaikan dunia
Yang gerak-gerikna dapat membuat tertawa
Yang juga suka ngelawak kalo maen bola
Jangan mati dulu ya!
Anindya Adhi Wardhana alias Emon
Pemuda imut yang sederhana
Yang kepintarannya jangan ditanya
Yang gaya berjalannya mempesona
Yang suka main kartu dimana-mana
Jagalah kamping peliharaan lu sebaik-baiknya
Annisa Asfa alias Cassey
Gadis yang imut dan agak manis
Yang suka jawab kalo ada kuis
Yang suka bicara dengan logat British
Yang kadang-kadang suka narsis
Yang juga suka bergaya selebritis
Jangan lupa untuk sealu mencukur kumis (?????)
Arriyadhul Qolbi
Seorang ikhwan yang luar biasa
Yang menjabat sebagai ketua MPK
Yang kalo ditanya suka balik nanya
Yang suka dizhalimi temen sebangkunya
Yang punya rompi anti peluru di bajunya
Kalo nanti lu jadi ke Amerika
Gue nitip oleh-olehnya ya!
Arum Hapsari
Anak baru yang rendah hati
Yang suka nyanyi-nyanyi
Yang juga hobi nari
Yang pernah berperan sebagai Syamsul Bakeri
Bersyukurlah bisa masuk SMA terbaik di Depok ini
Asrining Tyas
Gadis yang menjabat sebagai ketua kelas
Yang betah ikut organisasi kelas atas
Yang suka negur anak yang malas
Yang menjalani hidupnya dengan keras
Yang isi otaknya sudah melebihi kapasitas
Yang udah ada jaminan kuliah di universitas
Sesibuk apapun, jangan lupa untuk bernapas (?????)
Damar Aji Irawan
Pemuda yang bisa-bisa aja
Yang rumahnya banyak yang suka
Yang keliatannya alim tapi sebenarnya …
Ya udahlah, santai aja ya
Dendri Umbiyar
Gadis pendiam yang lugu
Yang otaknya berilmu
Yang agak pemalu
Tolong dong bilang sama ibu lu
Kalo ngajar tuh harus inget waktu
Elsha Surya Respita alias Mbicks
Mbeeeeek… Mbeeeeek…’Seorang gadis yang masih diragukan wujud aslinya
Yang suka banyak bicara
Yang suka nyerocos seenaknya
Yang urat malunya sepertinya sudah tak punya
Yang suka aneh sendiri sambil ketawa-ketawa
Yang udah sadar untuk menutup auratnya
Ingatlah bahwa Emon akan selalu setia
Frizda Prima Brian alias Slank
Seorang perempuan yang berwibawa
Yang isi otaknya jangan ditanya
Yang gayanya nggak mirip wanita
Yang hobinya menghina dan berbuat gila
Kalo dah gede nanti jangan jadi preman ya!
Giffar Izzany
Pemuda yang aneh tapi nyata
Yang jenggotnya tiada duanya
Yang suka aneh gerak-geriknya
Yang suka sotoy kalo bicara
Ingatlah bahwa Shinta masih setia menunggu di sana
Harry Muttaqin
Seorang pemuda yang baik dan bijak
Yang biasa dipanggil Bapak
Yang suaranya besar dan serak’
Yang rambutnya cepak
Untung aja kepala lu nggak pitak
Hendy Kusumo Nugroho
Laki-laki yang serba bisa
Yang motornya berwibawa
Yang lawakannya menyegarkan mata
Yang jago ngomong bahasa Jawa
Yang suka kangen kalo jauh dari keluarga
Tetep semangat ya!
Hendro Priyo Dwi Utomo
Seorang pemuda yang aneh dan langka
Yang jago main bola
Yang lesnya di Sigma
Yang hobi menghina dan dihina
Ingatlah bahwa Alonso masih kalah dari Fisichella
Irine Krsitiana
Gadis yang sederhana
Yang suka banyak gaya
Yang jadi ketua paduan suara
Yang udah malang melintang di dunia tarik suara
Hati-hati sama Hendro ya!
Iswahyuni
Seorang perempun yang jantan (?????)
Yang suaranya menawan
Yang rumahnya jauh di ujung jalan
Yang berat badannya nggak nahan
Ingatlah bahwa kita adalah seksi kebersihan
Kartika Puspa Ningrum
Gadis yang lugu layaknya gadis desa
Yang pelan dan lembut bicaranya
Yang kepintarannya jangan ditanya
Pokokny, santai aja ya!
Laire Siwi Mentari
Gadis hitam manis yang senang bergaya
Yang suka bikin cerita-cerita
Yang suka gonta-ganti gaya rambutnya
Yang bercita-cita jadi sutradara
Kalo mau launching novel lagi, ajak-ajak gue ya!
Marchianne Sofrin Fauziah alias Chiponk
Gadis kecil yang imut dan amit-amit
Yang pipinya enak buat dicubit
Yang kadang-kadang suka pelit
Tunggulah suatu hari nanti Kak Bintang akan jatuh dari langit
Maryo
Seorang laki-laki yang tak tau diri
Yang otaknya sangat berisi
Yang handphonenya sering mati
Yang suka garuk-garuk punyanya sendiri
Simpanlah Tyas selalu di dalam hati
Merlyn Priwayuningsih
Si hitam manis dari bambu kuning
Yang seneng banget sama kucing
Yang kalo teriak suaranya nyaring
Yang ibunya ngajar bimbingan konseling
Kalo lagi marah, bangku-bangku jangan dibanting
Muhammad Anshori
Seorang pemuda yang ancur dan gila
Yang jenggotnya sangat langka
Yang gerak-geriknya bikin tertawa
Yang lawakannya aneh tapi nyata
Jangan takut sama Giffar ya!
Muhammad Sidik Edi Wicaksono
Pemuda gokil yang nggak punya malu
Yang tiap pagi hobi ke toilet melulu
Yang gayanya selalu ngikutin model terbaru
Tetaplah mendukung Dendri selalu
Mulia Idznillah alias Cinet
Gadis kecil yang sederhana
Yang tingginya tak seberapa
Yang suka sotoy dan rada manja
Yang lemotnya tidak terkira
Yang kerjanya di Medisina
Yang mau sekolah di Rusia
Jangan marah ya kalo dihina
Nisa Falastina
Seorang akhwat yang diimpor dari Palestina
Yang hidupnya sederhana
Yang manis banget senyumannya
Yang cemerlang otaknya
Marilah kita bersama-sama
Membantu saudara-saudara kita di Palestina
Nurtrianti Novianti Surono
Gadis yang selalu terutup auratnya
Yang nggak banyak bicara
Yang hidupnya sederhana
Tetaplah jalani hidupmu yang ceria
Putri Sidratul Muntaha
Gadis manis yang nggak ada pait-paitnya
Yang kurus badannya
Yang nyaring suaranya
Yang panjang dan berkilau rambutnya
Sabar aja ya kalo ada yang menghina
Rani Andhika Lestari
Seorang perempuan yang aneh tapi nyata
Yang seragamnya mirip sekolah swasta
Yang suka dandan dan juga ngaca
Ya udah, santai aja ya
R***** A**** alias C-Kink
Seorang pemuda yang aneh
Yang gayanya aneh
Yang otaknya aneh
Yang gerak-geriknya aneh
Yang hobinya juga aneh
Pokoknya sekali aneh tetep aneh
Riana Anom Sari
Gadis yang lugu dan rendah hati
Yang suka mengulang ucapannya 3 kali
Yang kadang-kadang suka lemot sendiri
Yang pantes buat jadi istrinya Bajuri
Ingatlah bahwa Fisichella tuh lebih baik daripada Kimi
Riandy Laksono alias Bajuri
… … … …
… … … … (ceritanya lagi karibe)
Si bos yang aneh dan langka
Yang suka menghina dan dihina
Yang suka berdebat dimana-mana
Yang nyengirnya kaya kuda
Ingatlah selalu kenangan indah bersama Sintia
Risca Fleureta Yudhoyono
Seorang perempuan yang sopan
Yang suaranya menawan
Yang wajahnya menyilaukan
Yang rambutnya nggak nahan
Jangan lupa untuk selalu nagihin uang bayaran
Rizki Lestari Amelia
Gadis yang suka ngaku-ngaku imut
Yang nggak mau dibilang gendut
Yang kalo dihina langsung cemberut
Bilang-bilang dong kalo lu yang ngentut (?????)
Senna Gumilar
Pemuda yang aneh tapi nyata
Yang kumisnya juga aneh tapi nyata
Yang motornya juga aneh tapi nyata
Yang gerak-geriknya juga aneh tapi nyata
Ih anak yang aneh… … … tapi nyata (?????)
Shinta Astrio
Gadis yang sederhana
Yang duduknya bareng Frizda
Yang ketawanya nggak biasa
Masih adakah Giffar di hatinya?
Sintia Ade Pertiwi
Si hitam manis dari ujung Sumatera
Yang rendah hati dan bersahaja
Yang aktingnya luar biasa
Yang pendiem tapi banyak bicara
Tetaplah menjadi sekretaris yang suka menolong sesama
Sri Yantih
Seorang gadis yang sedikit misteri
Yang otaknya pintar namun tidak diakui
Yang jago akting namun tidak diketahui
Yang mau ke Amerika namun tidak disadari
Apapan kata orang, tetaplah menjadi diri sendiri
Syukron Ma’mun
Ketua Rohis yang aneh dan langka
Yang isi otaknya jangan ditanya
Yang suka menghina dan berbuat gila
Yang suka diam dan bersahaja
Yang suka menzhalimi temen sebangkunya
Marilah bersama-sama kita selamatkan Palestina
Witta Kartika Restu
Gadis yang riang dan berkacamata
Yang selalu menyebut nama saat berbicara
Yang isi otaknya luar biasa
Yang suka nyengir kalo dihina
Tunggulah saat dimana Fisichella menjadi juara dunia
Yul Kautsar Hakim
Pemuda hitam yang baik namun keras
Yang suka ngelawak nggak jelas
Yang ototnya cadas-cadas
Yang suka menghina dengan pedas
Yang suka ngelucu di kelas
Belajar yang rajin ya, jangan malas
Ibu Theresia Sitepu
Guru Fisika yang bersahaja
Yang menjabat sebagai wali kelas 2-2
Yang ilmu Fisikaya luar biasa
Yang suka menghina Riandy dan Senna
Yang suka membuat anak-anak tertawa
Engkaulah pahlawan bagi umat manusia
Itulah 2-2
Sebuah kelas di SMANSA
Angkatan 2004/2005
Setelah setahun kita bersama
Marilah kita akhiri semuanya
Maafkan bila ada salah dan dosa
Sampai jumpa
Wassalamualaikum wr wb
C-Kink
17 Juli 2005
==========
2 comments October 8, 2009
Motivation
“Cep cep cep… Iya iya aku ngerti… *berusaha ngerti soalnya aku nggak tau masalahnya apa* Btw secara keseluruhan anak KKN atau yang 1 rumah sama kamu? Ya udah kamu tularin aja yang positif-positif di diri kamu ke mereka biar yang negatif-negatif bisa berkurang gitu… Mungkin kalo kamu kurang suka sama perilaku atau apa lah aku nggak tau… Ya dibilang langsung aja… Diberaniin… Atau adain sharing apa gitu kek… Kamu kan koordinator tim kamu kan? Oiya kalo Nanda nggak kan? Konsultasi aja sama dia enaknya gimana… Atau kamu curhat gitu kek sama ketuanya. Daripada stress gitu kan nanti sia-sia juga dah lama-lama KKN tinggal di tempat yang sama, ngerjain apa-apa kemaren bareng-bareng bukannya makin akrab malah jadi gini… Inget lho kalo kamu liat/ngerasa ada sesuatu yang negatif ya sebisa mungkin wajib dihentikan… Pake cara alus dulu… Baru kalo lama-lama nggak berubah-berubah ya ditegasin. Anggap aja mereka semua itu sodara kamu yang mesti kamu jaga…”
“Emangnya kamu lagi mainan apa kok lawan-lawanan? Heee… Yaaa… Ibaratnya kamu orang baik di lingkungan yang kurang baik… Aku sih percaya banget kamu nggak bakal terpengaruh mereka, ya kan? Ya kan? Kamu pasti bisa… Malah seharusnya kamu itu bersyukur karena dikasih situasi kaya gini yang bisa bikin kamu makin tambah sabar, tambah dewasa dll… Udah ya nggak usah terlalu dipikirin masah ini… Kasian kamu nanti makin tambah sakit kalo kebanyakan pikiran.”
Add comment October 8, 2009
DariSeorangSahabat
Alkisah di dalam kehidupan seekor anak kambing yang bernama C-Kink, tersebutlah seorang anak manusia berjenis kelamin laki-laki yang bernama, kita sebut saja “Mawar”, bukan nama sebenarnya. Mawar ini adalah seorang ustad plus takmir masjid yang punya kerjaan sampingan sebagai mahasiswa (nggak kebalik yah?). Beliau sangat senang menuntut ilmu dan berdakwah, sama senangnya dengan Chelsea Olivia main sinetron Melati untuk Marvell… Idih nggak nyambung!
Si Mawar ini dengan semangat jihadnya yang tetap terjaga, selalu istiqomah mengirimkan sms nasehat ke dalem inbox handphoneku. Kadang sehari bisa lebih dari sekali. Kadang sekali juga bisa lebih dari sehari.
Apa aja isi sms-sms itu? Yang jelas, bukan sms-sms menjijikkan sebagaimana tersebut dalam contoh berikut ini:
“C-Kink lagi apa, udah makan belom? Jangan lupa makan ya biar six pack…”
Atau yang seperti ini:
“C-Kink bobonya jangan kemaleman ya, nanti masuk angin loh!”
Juga bukan yang seperti ini:
“C-Kink kalo abis boker jangan lupa cebok dulu yaaaa…”
Buang jauh-jauh semua pikiran menjijikkan semacam itu. Kenapa, karena sms-sms nasehat yang dikirimkan oleh si Mawar ini bukan sekedar nasehat biasa, tapi nasehat yang efeknya Insya Allah bakal terasa di dunia akhirat.
Nah, karena sms itu punya makna duniawi dan ukhrowi, jadi rasanya sia-sia kalo sms tersebut cuma ngendon di dalem inboxnya si C-Kink aja. Karena itulah pada kesempatan kali ini C-Kink berkenan untuk membagi secara cuma-cuma sms-sms nasehat yang dikirimkan oleh si Mawar ke dalam inboxnya C-Kink. Nyoh, monggo dibaca… Semoga bermanfaat yuaaaa…!
Kriiiiik… Kriiiiik…
“Barangsiapa yang niatnya adalah menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Allah akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan AKAN TUNDUK PADANYA.
Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah menjadikannya tidak pernah merasa cukup, Allah pun akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.”
(HR. Tirmidzi no. 2456, shahih)
“Janganlah engkau berputus asa terhadap sesuatu yang luput darimu dan janganlah engkau berlagak sombong terhadap nikmat yang datang padamu, namun bersyukurlah pada Allah dengan nikmat itu.”
(Faedah dari Tafsir Al-Jalalai surat Al-Hadid)
“Doa agar mendapatkan kemudahan (hadits yang shahih riwayat Ibnu Hibban):
Allahumma laa sahlaa illa maa ja’altahu sahlaa. Wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.
Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau mudahkan. Dan jika Engkau kehendaki kesedihan/kesusahan dapat Engkau jadikan kemudahan.”
“Pelajaran dari Imam Asy-Syafi’i:
- Waktu itu bagaikan pedang. Jika engkau tidak memotongnya (tidak memanfaatkannya), maka dia malah yang akan memotongmu.
- Jika dirimu tidak sibuk dengan hal-hal yang baik, pasti engkau akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.”
(Al-Jawabul Kafi, 109)
“Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya kepada orang lain, maka Allah akan memperdengarkan semua keburukannya di depan semua makhluk. Allah juga akan menghinakan dan merendahkannya. Itulah bahaya amalan yang tidak IKHLAS.”
(Shahih At-Targib wa At-Tarhib)
“Doa memohon kekuatan iman dan berbagai kebaikan:
Allahumma inni as’aluka iimanan layartadu, wana’iiman layanfadu, wamurofaqota muhammadin shallallahu ‘alaihi wasalama fii a’la jannatilkhuldi.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak akan habis, dan menyertai Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam di surga yang paling tinggi selama-lamanya.”
(HR. Ibnu Hibban no. 2436)
“Ketahuilah bahwa banyak hutang adalah sebab datangnya kerugian di dunia sedangkan banyak dosa adalah kerugian di akhirat. Oleh karena itu, Nabi biasa berdoa meminta perlindungan dari dua hal tadi:
Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal magrom.
Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari banyak dosa dan banyak hutang.”
(Faedah dari Al-Fawa’id, Ibnul Qayyim)
“Ibnul Qayyim mengatakan, ‘Keselamatan tidaklah sempura melainkan dengan menyelamatkan diri dari 5 hal:
- Syirik yang meniadakan tauhid.
- Amalan yang tidak ada tuntunan yang dapat mematikan ajaran Nabi.
- Syahwat yang menggelora.
- Lalai dari dzikir.
- Hawa nafsu yang dapat menghancurkan ikhlas.”
(Al-Jawabul Kafi, 142)
“Di antara bentuk keimanan yang paling tinggi adalah jika seseorang DENGKI pada orang lain, lalu dia berusaha menghilangkannya, bahkan dia malah berbuat baik dengan orang yang dia dengki, dia pun mendoakannya, menyebarkan kebaikan saudaranya itu dan dia merasa saudaranya itu lebih baik dari dirinya.”
(Jami’ul Ulum wal Hikam, hadits 35)
“Inilah di balik dosa memakan riba. Nabi bersabda: ‘Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari hasil riba sedangkan dia mengetahuinya, lebih besar dosanya daripada melakukan perzinahan sebanyak 36 kali’.”
(HR. Ahmad, shahih)
“Yang namanya kaya (ghina) ukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina adalah hati yang selalu merasa cukup.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
“An-Nawawi dalam Al-Adzkar membawakan bab ‘doa yang dibaca ketika merasa sulit dalam suatu hal’. Doanya adalah:
Allahumma laa sahlaa illa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.
Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau mudahkan. Dan Engkau menjadikan segala kesedihan (kesusahan) menjadi mudah jika Engkau kehendaki.”
(Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan bahwa sanadnya shahih, dikeluarkan oleh Ibnu Sunni dan Ibnu Hibban)
“Para ulama terdahulu mengatakan, ‘Balasan dari amalan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’
(Lihat tafsir Ibnu Katsir, surat Al-Lail)
Oleh karena itu, tanda amalan seseorang diterima adalah dia kontinu dalam melakukan amalan.”
“Jika seseorang keluar rumah, lalu mengucapkan: Bismillah tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illa billah (dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: engkau akan diberi petunjuk, diberi kecukupan dab senantiasa mendapat penjagaan Allah.”
(HR. Abu Daud, shahih)
“Ibnul Qoyyim al-Jauziyah menuliskan dalam kitabnya:
Allah menjadikan mata sebagai cermin hati. Jika seseorang menahan pandangan matanya, berarti dia menahan syahwat dan keinginan hati. Jika dia mengumbar pandangan matanya, berarti dia mengumbar syahwat hatinya.”
(Raudhah al-Muhibbin wa nuzhah al-Musytaqin. Hal 71, bab 6)
“Hak Allah atas hamba, adalah hendaklah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya. Tahukah engkau apakah hak hamba atas Allah jika mereka berbuat yang demikian itu? Yaitu Dia tidak mengadzab mereka dengan api neraka.”
(Diriwayatkan Asy-Syaikhany, Ahmad, At-Tirmidzy, Ibnu Majah dan Ibnu Hiban)
“Sebaik-baik amalan adalah yang dilakukan ketika kebanyakan manusia lalai. Sebabnya adalah karena amalan seperti ini akan memberatkan jiwa. Amalan yang memberatkan jiwa inilah amalan yang dicintai Allah. Oleh karena itu, sangat utama mengenakan jilbab yang sempurna di saat para wanita berpakaian tapi hakikatnya telanjang.”
(Lihat Lathoif Al-Ma’arif)
“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
“Kata emas dari Ibnul Qayyim:
Barangsiapa mengenal keadaan dirinya tentu dia akan sibuk memperbaikinya daripada terus memikirkan kejelekan orang lain”
(Fawaidul Fawa’id, 83)
“Rasulullah bersabda:
Bulan Sya’ban yaitu antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan di mana manusia mulai lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.
(HR. Ahmad dan An-Nasa-i, dihasankan Al-Albani)
“Imam Ahmad mengatakan:
Dalam amalan puasa sulit terdapat riya’ (ingin dipuji oleh orang lain di dalamnya).
Karena yang mengetahui seseorang tidak makan dan tidak minum adalah Allah. Jadi puasa adalah rahasia seorang hamba dengan Allah. Oleh karena itu, amalan puasa khusus untuk Allah.”
(Lihat Lathoif Ma’arif, 275)
“Para ulama merindukan sekali bertemu Ramadhan. Sampai-sampai mereka pun selama 6 bulan berdoa agar dapat bertemu Ramadhan lagi dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalannya diterima. Itulah, karena Ramadhan adalah bulan saat dibukakan pintu surga, ditutup pintu neraka dan terbelenggunya setan-setan.”
(Lathoif Ma’arif, 264)
Sebenernya masih banyak. Tapi seperti kata kalimat bijak, “Diplomasi itu bagaikan bermain kartu. Jangan perlihatkan semua kartu yang kita punya, tapi keluarkan satu-persatu”. Jadi sms-sms nya cukup sampe disini dulu aja yah… Loh tapi emang apa hubungannya diplomasi sama sms-sms ini? Nggak tau deh… Huehehehe.
Add comment October 8, 2009
SecuilSMS
“Salah nggak kalo gue minta temenin cowo gue pas gue sakit? Lebih penting mana nemenin cewe lo sakit walaupun lewat telpon atau kumpul bareng temen-temen buat main kartu?”
“Main kartu di tempat cewe yang lagi sakit. Cup cup cup…”
“Kalo lo jauh sama cewe lo?”
“Mending main kartu. Kalo gue lagi sakit, gue pengennya istirahat aja. Kadang-kadang kalo ada yang nelpon malah ngeganggu istirahat gue. Huohohoho.”
“Terus kalo cewe lo sakitnya udah sampe muntah darah atau apa kek parah dan minta lo buat nemenin dia walaupun cuma by phone saat lo main kartu gimana?”
“Ya udah berarti emang bukan rezekinya kita. Berarti waktu tadi atau kemaren atau dulu kita telpon-telponan, itu jadi telpon-telponan kita yang terakhir. Banyak-banyak istirahat aja biar cepet sembuh terus bisa ketemuan lagi.”
“Salah orang…”
“Bener banget. Soalnya kalo kita lagi sakit parah, ada baiknya kita lebih sibuk mikirin tentang batu nisan yang ada tulisannya nama kita. Apa yang ada disana, gimana rasanya dan siapa yang bakal kita temuin disana. Karena sebaik apapun cowo/cewe kita, sedikitpun dia nggak bakal bisa ngebantuin kita ngelewatin sempitnya tanah kuburan. Maap yah kalo nggak nyambung”
Depok, Sabtu 19 September 2009, 00:22
Add comment October 8, 2009
TigaKata
Di tengah hening malam waktu lagi asik ngelaptop, handphone Nokia 6681 ku yang berisi nomor Im3 berdering. Ada sms masuk didalamnya. Pengirimnya adalah seorang perempuan, salah seorang temen ku. Dia mengirimi aku sebuah puisi lewat sms tersebut. Begini bunyinya:
“Tiga kata
Terus bermain-main di otakku
Tak pernah hengkang barang sedetik
Tiga kata itu membentuk rupa
Yang jua tak lekas pergi
Tiga kata itu
R***** A**** P******”
(note: tiga kata R***** A**** P****** adalah inisial nama lengkap ku. Tapi aku sengaja nggak nulis nama asli ku disini, karena nggak ada R***** di dunia maya, yang ada hanyalah C-Kink!)
Hmmm… Bingung juga nih kok tiba-tiba dapet puisi kaya gini. Karena bingung mau ngebales gimana, akhirnya aku cuma bisa nulis:
“Iya thank q. Tapi Alhamdulillah, aku nggak pernah melakukan hal yang sama untuk 3 kata yang bernama **** ********** ********”
(note: 3 kata yang dibintang-bintang tersebut adalah nama lengkap si pengirim sms. Nggak etis kalo aku publish disini, jadi silahkan terka sendiri)
Dan aku hanya bisa minta tolong kepada kalian semua yang membaca tulisan ini. Seandainya kalian mendapatkan puisi sebagaimana yang aku dapatkan, maka balasan/jawaban apa yang akan kalian berikan kepada si penulis puisi tersebut? Ditunggu jawabannya yaaaa…
Add comment October 8, 2009
KataMutiara #2
Di lobi lantai 2 Jurusan Teknik Fisika UGM, disaat baru selesai kuliah dan menunggu kuliah selanjutnya, sekumpulan anak-anak nuklir lagi asik kongkow-kongkow menunggu dosen masuk. Di sebelah kiri ku ada seekor anak manusia bernama Muhammad Sultan Iskandarsyah yang akrab dipanggil “Richard”. Idih nggak mungkin banget… Maksudnya, “Nanda”.
Beliau lagi asik nerima telepon dari salah seorang kerabat perempuan yang bernama Roberta Purnamasari, akrab dipanggil “Robert”. Loh perempuan kok namanya Robert, supaya lebih feminim, selanjutnya kita panggil “Riris” aja yah…
Kedua ekor makhluk ini asik berbagi kejayusan yang penuh dengan hinaan, ledekan dan cacian lewat telepon. Bla bla bla bla, saling ngeles, saling ngeledek, saling ngebales, dll. Sampe tiba-tiba waktu lagi ngeles dari serangannya Riris, mulut Nanda berucap:
“… Mobilitas seseorang menentukan kualitas hidupnya…”
Tuing tuing… Kita puter sekali lagi:
“… Mobilitas seseorang menentukan kualitas hidupnya…”
Yaaaa begitulah. Aku tertegun mendengar ucapan Nanda. Nggak tau apakah dia ngomongny serius, atau cuma becanda karena lagi ngeles dari ledekannya Riris. Tapi hidayah itu bisa dateng kapan aja. Nasihat itu bisa dateng dari siapa aja. Pelajaran itu bisa dateng dari mana aja. Dan hari ini, Insya Allah aku telah mendapatkan itu semua.
Selama 24 jam dalam sehari, dimana aja kita berada? Apakah cuma di kasur, beranjak ke depan tivi, lalu ke kamar mandi, keluar bentar cari makan, dan kembali ke kasur lagi? Dengan keseharian yang seperti itu, maka pengalaman apa aja yang kita dapet selain berita-berita infotainment nggak penting yang ditayangkan di layar kaca?
Mari sekarang kita pertanyakan kembali kepada diri kita sendiri. Seberapa banyak tempat yang kita kunjungi. Seberapa banyak orang yang kita temui. Seberapa banyak langkah yang kita lalui. Dan seberapa banyak pengalaman yang kita alami. Lalu, masihkah kita tetap tertinggal, duduk terdiam dan termangu seperti saat ini?
Add comment October 8, 2009
AkuSenang
AkuSenang
(note: tulisan ini adalah kejadian beberapa jam sebelum tulisan ku yang judulnya “DiaMasihBerlari”)
Minggu, 30 Agustus 2009, Yogyakarta
Sekitar jam 12 siang, setelah aku pulang dari rumah Pak Baha’udin selaku DPL KKN Unit 183 untuk minta tanda tangan, aku bergegas menuju kantor Tiki yang berada di jalan veteran. Nunu yang udah mangkat ke Jakarta mengirimkan LPK-nya lewat Tiki, dan aku harus segera mengambilnya langsung disana.
Sebelomnya jam 10-an aku ditelpon sama orang Tiki Jogja yang mengatakan bahwa kiriman untuk saudara C-Kink sudah sampai. Tapi karena di kiriman itu nggak ada alamat konkrit kosanku dan juga nggak ada tenaga pengantar yang masuk (karena pas hari libur), akhirnya aku disuruh supaya dateng sendiri kesana buat ngambil kirimannya. Di telepon pun kita sempet gontok-gontokan ngebahas dimana itu Umbulharjo, Jalan Taman Siswa dan Jalan Veteran. Ya maklum lah Mas, akika kan orang perantauan bow…
Sampe Tiki, akhirnya semua beres. LPK Nunu udah di tangan. Sementara di kosan udah menunggu LPK-LPK anak Cucukan lainnya, yang pengumpulannya molor jauh dari tanggal yang udah aku tetapkan. Huh dasar bangsa Indonesia sukanya telatan dan mepet-mepet deadline. Dan betapa peranku sebagai Kormasit sangat-sangat tidak dihargai… Huiks huiks… Udah ah, kok malah jadi curhat colongan?
Finally aku pulang ke kosan dengan selamat. Segera aku kumpulkan semua LPK yang berserakan kemudian menyusunnya menjadi 1 bundel. Jadinya lumayan tebel juga nich. Kalo dipake buat nimpuk maling kayanya enak deh…
Sekitar jam 1-an, aku segera berangkat lagi membawa bundelan LPK itu untuk dijilid. Aku memacu MyLovelySolBro menuju pusat fotokopi Prima yang letaknya berseberangan dengan Mirota. Sampai disana, ternyata Prima tutup! Ya maklum lah, namanya juga hari Minggu. Untung tadi aku sempet ngeliat fotokopian yang di sebelah utaranya Gading Mas buka. Aku lupa nama tempat fotokopian itu apa, jadi sementara kita sebut aja fotokopian itu dengan nama “Mawar” (bukan nama sebenarnya). Aku pun memutar arah MyLovelySolBro menuju fotokopi Mawar.
Sampailah di tempat fotokopi Mawar. Segera aku tenteng bundelan LPK dan aku serahkan kepada pegawai disana. Beginilah percakapan antara makhluk imut tersebut dengan pegawai fotokopi Mawar. C untuk C-Kink dan B untuk Bunga (juga bukan nama sebenarnya).
C :“Mas, ini tolong difotokopi 3 kali. Terus semuanya djilid ya!”
B :“Oh iya Mas, siap! Yang asli juga dijilid?”
C :“Iya Mas”
B :“Oke!”
C :“Jilidnya pake warna biru muda ya Mas, kaya warna ini (menunjuk ke sampel warna yang ada di tempat fotokopian tersebut)”
B :“Siap Mas!”
C :“Kalo nanti malem diambil bisa nggak Mas?”
B :“Nanti malem jam berapa Mas?”
C :“Jam 7 ya Mas. Bisa kan?”
B : “Bisa donk Mas. Apa sih yang nggak bisa buat Mas yang ganteng ini… (sambil berkedip *triiing)”
C : “Aaaaaah, Mas bisa aja deeeech… (sambil menjawil dagu si Mas Bunga)”
B : “Aduh geli Mas… Mau lagi dong dijawil-jawil… (sambil menggesek-gesekan tangan ke lehernya sendiri)”
C : “Yuuuk sini yuuuuk… (sambil menjulurkan lidahnya melet-melet keluar-masuk. Slruuuup…)”
STOP!!!!
Kita kembali lagi ke bahasan awal. Lupakan semua dialog menjijikkan di atas!
Akhirnya disepakati bahwa bundel tersebut bisa aku ambil jam 7 malem nanti. Sementara sekarang masih sekitar jam setengah 2 siang. Akhirnya aku pun pamit pulang sama si Mas Bunga tersebut. Dadaaaaah…
5 jam kemudian…
Jarum jam di kamar kosanku yang berukuran 5 x 3 meter menunjukkan angka 18.30. Sementara layar televisi yang aku putar ke chanel Global TV masih menampilkan 2 orang komentator sedang beradu mulut membahas preview balapan di GP Belgia, Spa-Franchorchamps malam ini. Aku pun segera bergegas dan berkemas dan masuk ke dalam MyLovelySolBro untuk menuju fotokopi Mawar, mengambil LPK yang aku jilid tadi siang.
Sampai disana, ternyata penjilidan masih belom selesai seutuhnya. Aku pun nongkrong disana sembari menunggu prosesi penjilidan berakhir. Sambil nongkrong, aku memperhatikan kertas-kertas yang sedang digarap oleh para pegawai fotokopi mawar lainnya. Dan you know what, hampir semua kertas yang ada disana merupakan LPK! Sama seperti tujuan aku ada disini malam ini!
Disana bertebaran LPK-LPK entah milik unit dan subunit mana aja. Demikian juga dengan konsumen yang datang, sebagian besar dari mereka datang untuk memfotokopi LPK, menjilidnya, atau bahkan mengambil LPK yang sudah dijilid. Plus ada beberapa yang memfotokopi RPK yang ukurannya segede gaban, kira-kira seukuran kertas A2.
Tiba-tiba ada sebuah mobil Daihatsu Taruna datang dan parkir disana. Kucluk kucluk, aku memperhatikan Taruna itu dengan saksama, mengingat Taruna adalah mobil milik keluargaku di Depok dan Taruna juga adalah mobil yang pertama kali aku coba mengendarainya.
Dari dalam mobil turun 2 ekor perempuan, yang satu berjilbab dan yang satu lagi hitam tapi manis, dengan rambut bekas rebonding salon, kaos hijau ketat dan celana pensil. Mereka membawa kantong plastik putih bertuliskan “KKN PPM UGM”, sebagai bukti bahwa malam ini dia datang kesini dengan tujuan yang nggak jauh beda dengan tujuan ku.
Dengan harap-harap cemas, aku berharap supaya dia melangkah kesini dan berhenti di dekatku untuk bertansaksi dengan pegawai fotokopi Mawar. Tapi ternyata hal itu nggak terjadi, malah mereka ngambil posisi yang jauh dari aku. Huh payah banget dah ah…
Padahal kalo mereka posisinya deketan, kan aku jadi bisa punya temen ngobrol buat nungguin LPK ku selesai dijilid.
“Halo Mbak…! Malem ini Mbak pake celana dalem warna apa?”
BLETAAAAK…!!! Dan sebuah sendal jepit mendarat mulus di jidatku.
Oke, buang semua imajinasi nggak jelas tersebut. Akhirnya aku hanya bisa menuggu LPK ku sambil menatap mbak-mbak itu dari kejauhan, tanpa sanggup bertegur sapa. Huiks huiks… Sroootttt…
Finally jam 7 lewat belasan menit, LPK ku selesai juga. 4 bundel LPK semuanya sudah terjilid rapi dengan cover warna biru muda.
C : “Berapa Mas?”
P : “Ini semuanya… (ngitung)
Mmmmm… (masih ngitung)
… (tetep ngitung)
…
…
…
Kriiiik… Kriiik…
…
…
Oh iya, bentar ya Mas!”
C : “??????”
Dan si Mas Putri (bukan nama sebenarnya) itu pun ngeloyor pergi meninggalkan aku sendiri. Dia menemui salah seorang pegawai lainnya di belakang. Mengeluarkan kertas, menulis sesuatu, lalu datang kembali ke hadapanku.
P : “Semuanya 12 ribu Mas!”
C : “Oke. Ini Mas!”
P : “Iya, terima kasih Mas!”
(untuk mempersingkat waktu, jangan harap ada adegan homoisme di dialog yang kedua ini!)
Aku ambil 4 jilid bundelan LPK ku yang ditaro di dalem kantong plastik item plus kertas kuitansi di dalemnya. Kok banyak banget sampe 4 bundel? Ya iya duonks, 1 buat dikumpul ke LPPM, 1 buat DPL, 1 buat Kecamatan dan 1 lagi buat arsip ku sendiri. Tanpa perlu berlama-lama, aku segera melangkah pergi dan bersama MyLovelySolBro bergerak menuju Sate Padang Chaniago untuk membeli 2 porsi sate padang dibungkus dibawa pulang.
Di sepanjang perjalanan, otak ku yang ber-IQ 128 ini bertanya-tanya, perasaan tadi aku fotokopi LPK 3 kali dan ngejilid 4 LPK, tapi kok biayanya murah banget ya, cuma 12 ribu? Padahal 1 bundel LPK aja udah tebel banget sampe 300 halaman lebih. Jadi fotokopi 1 bundel minimal kenanya 300 x 100 = 30 ribu rupiah, tapi kok aku cuma bayar 12 ribu?
Akhirnya aku cek kembali kuitansi yang udah aku geletakin gitu aja di dalem kantong plastik item. Mataku yang minus 3.5 kanan-kiri mencoba memperhatikan angka demi angka dan huruf demi huruf dengan saksama. Tik… Tik… Tik… Tik… Nah ini dia!
Aku menemukan adanya kejanggalan dalam kuitansi tersebut. Dari pengamatan ku, ternyata biaya 12 ribu yang aku bayar tadi hanya untuk biaya jilid 4 kali! Artinya apa? Artinya, biaya fotokopi bundelan LPK sebanyak 3 kali nggak ikut kehitung! Whoaaaaaa…!!!
Padahal, mestinya biaya fotokopi 3 x 300 halaman itu lebih mahal daripada sekedar 4 kali jilid. Ini nggak bisa dibiarkan, aku harus segera bertindak untuk menumpas kedzhaliman ini! Akhirnya selepas membungkus 2 porsi Sate Padang Chaniago, aku melangkah kembali ke tempat fotokopi Mawar.
Sesampainya disana, aku memarkir MyLovelySolBro. Turun dari mobil, tukang parkir yang hari ini kayanya udah sering banget ngeliat tampangku yang imut ini segera menyapa ramah,
“Dateng lagi Mas? Ada yang ketinggalan?”
Dan spontan aku pun menjawab,
“Iya Pak, kunci mobil saya ketinggalan!”
(lah terus barusan naik mobil pake apa?)
Aku segera standby di meja penerimaan dan menunggu ada salah seorang pegawai yang datang menghampiri ku. Lumayan lama aku menunggu. Meskipun banyak pegawai yang terlihat lagi nggak sibuk, tapi nggak ada seorangpun yang sadar akan keberadaan ku. Mungkin sebenernya mereka sadar, tapi karena wajahku beberapa menit yang lalu udah muncul disini dan takut aku komplain macem-macem, jadinya nggak ada yang berani nyamperin aku. Sampai akhirnya si Mas Putri yang tadi dengan penuh leadership dan softskill yang tinggi datang menuju ke arahku.
P : “Iya, ada apa Mas?”
C : “Ini Mas. Tadi kan saya fotokopi ini semua 3 kali, terus empat-empatnya dijilid. Tapi kok biayanya cuma 12 ribu ya Mas? (sambil menunjukkan kuitansi)?”
P : “Mana Mas? (sambil melihat kuitansi)”
C : “Tuh Mas coba diliat”
P : “Liat… Liat… Liat…”
C : “Kayanya biaya fotokopi nya belom keitung ya Mas?”
P : “Mmmm… (berpikir sebentar) Wah iya, bener banget Mas!”
C : “Nah khaaaan…”
P : “Tunggu sebentar ya Mas!”
Sama seperti sebelomnya, Mas Putri beranjak ke belakang, diskusi sama temennya, nyoret-nyoret kertas, lalu balik lagi menghampiri aku.
P : “Ini Mas, jadi semuanya 112 ribu Mas”
C : “Tadi kan saya udah bayar 12 ribu, berarti ini saya tinggal nambahin 100 ribu lagi kan?
P : “Bener banget, Mas pinter deh!”
C : “Ya iyalah, C-Kink Cute geeetoo looooch…!!! Ini Mas uangnya!”
P : “Oke. Makasih banyak ya Mas!”
C : “Iya nggak apa-apa kok, sama-sama ya Mas”
Transaksi selesai dan aku masuk kembali ke dalam MyLovelySolBro. Tak lupa, sebelumnya aku serahkan dulu uang 1000 rupiah ke tukang parkirnya, tukang parkir yang sama dengan beberapa menit yang lalu dan tadi siang. Wah Pak, hari ini emang rejekinya Bapak, bisa dapet 3 ribu rupiah dari tangan 1 orang!
Di perjalanan pulang, aku merasa bahagia. Aku senang, hari ini telah berbuat jujur. Aku senang, LPK yang bikin naik darah ini akhirnya beres juga. Sepanjang perjalanan, aku menyetel musik J-Rocks keras-keras sembari mulutku komat-kamit ikut menyanyikan syairnya. Dan jika aku tau apa yang telah menantiku di kosan nanti, mungkin kebahagiaan ku hari ini bakalan lebih bertambah lagi. Huahahahaha…
Tamat
(note: idih, berbuat baik kok pamer sih! Udah ditulis di blog terus dipublikasiin ke khalayak umum lagi. Dasar manusia jaman sekarang, susah nyari orang-orang yang hatinya ikhlas!)
Add comment October 8, 2009
Berwarna
“Seharusnya hidup ini penuh dengan warna-warni. Kalaupun ternyata dia tidak berwarna, maka akulah yang akan mewarnainya!”
Kalimat tersebut aku jadikan status di facebook ku pada hari Sabtu 29 Agustus dini hari yang lalu. Dan sampai detik ini, Senin 31 Agustus 2009, sudah ada 8 orang yang menyukai kalimat tersebut dan 7 comment yang masuk, yang sebagian besar lebih banyak becandanya.
Ya, seharusnya hidup ini penuh dengan warna-warni. Apa jadinya jika layar televisi hanya menampilkan warna hitam dan putih? Apa jadinya jika menu makanan hanya nasi dan air putih? Apa jadinya jika pelangi tidak memiliki 7 warna?
Aku ingin melakukan banyak hal baru.
Aku ingin pergi ke tempat-tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya.
Aku ingin melakukan hal-hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.
Aku ingin memainkan apa yang belum pernah aku mainkan sebelumnya.
Aku ingin mempelajari semua yang belum pernah aku pelajari sebelumnya.
Aku ingin mendapatkan sesuatu yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya.
Aku ingin menikmati apa yang belum pernah aku nikmati sebelumnya.
Aku ingin menemukan apa yang belum pernah aku temukan sebelumnya.
Karena aku hanya ingin hidupku ini penuh dengan warna. Dan aku sendirilah yang akan memberinya warna!
Warnailah aku dengan celupan cahaya-Mu, Ya Rabbul Alamin…
5 comments September 14, 2009
KataMutiara
Selasa, 1 September 2009. Di tengah-tengah kuliah Penerapan Radiasi di Industri, dosen ku yang cool dan kalem yang bernama Ir. Anung Muharini MT. mengeluarkan sebuah kalimat bijak:
“Tidak ada kegagalan di dalam melakukan penelitian. Satu-satunya kegagalan adalah ketika kita memutuskan untuk mundur dari penelitian tersebut”
Luar biasa…!!! Bener-bener engineer sejati! I love you full dah pokoknya…
Terus, apa arti kalimat tersebut? Biarkan otak kanan kalian sendiri yang menjawabnya… Huohohohohohoho.
Add comment September 14, 2009
BirokrasiGantiPerban
28 April 2009
Beberapa waktu lalu, salah seekor temen kosan gue yang bernama Aryo (anggap aja nama sebenarnya) minta tolong ditemenin buat ganti pembalut, gara2 darahnya nggak berhenti ngalir. Oh kok ganti pembalut, maksudnya ganti perban!
Kenapa mesti ganti perban? Jadi begini ceritanya anak2. Beberapa hari sebelomnya, jempol tangan kiri si Aryo sobek dan berdarah2 gara kegores dan kemasukan kaca. Waktu itu dia lagi naik motor. Terus dia ngerasa posisi spion kirinya nggak beres, jadilah dia ngebetulin posisi kaca spion kiri itu dengan tangan kirinya. Tapi pas spionnya dibenerin, kayanya si Aryo megangnya kekencengan sehingga kaca spionnya pecah hancur dan berantakan. Salah satu pecahannya itu kena ke jempolnya Aryo.
Jempol kiri Aryo sobek dan berdarah. Kirain cume berdarah biasa, tapi ternyata darahnya nggak berhenti2, persis kaya mbak2 yang lagi dateng bulan (sok tau deh, emang pernah ngerasain?). Lalu untuk tindakan preventif, Aryo segera periksa ke dokter hewan terdekat, dan diputuskan untuk menjahit serta mem-perban jempol kirinya itu.
3 hari telah berlalu sejak jempol kiri Aryo dijahit, yang mengakibatkan Aryo nggak leluasa ngetik sms dan ngupil pake jempolnya itu. Kini tiba waktunya untuk mengganti perban tersebut. Dan Aryo minta tolong gue buat nemenin dia ganti perban.
Jam 7.20 pagi kita berangkat dari kosan menuju sebuah rumah sakit negeri di kota Jogja. Mohon maap, demi menjaga nama baik, maka disini gue nggak mau ngasih tau nama rumah sakit tersebut. Kita sebut saja rumah sakit ini dengan nama “RS X”. Yang jelas, rumah sakit itu berada di Jalan RS Dr Sardjito, nggak jauh dari kosan gue (duh ini mah sama aja bo’ong, tuh ketauan deh nama rumah sakitnya…).
Dulu si Aryo juga ngejahit jempolnya di RS X ini, dan prosedurnya lumayan cepet. Melihat pertimbangan tersebut, kali ini Aryo juga memutuskan untuk mengganti perbannya di sana. Sekalipun mungkin rumah sakit swasta lebih terjamin, tapi kalo di RS X ini Aryo nggak perlu bayar soalnya dapet ganti dari PT Telkom.
Sesampai di RS X, kita langsung menuju ke poliklinik bedah, yang kiranya ranah kerja mereka sesuai dengan permasalahan yang dihadapi Aryo. Kucluk kucluk kucluk… Langkah kaki kita menuju kesana. Sampe di meja administrasinya, nggak ada siapa2 selain seorang bapak2 yang posisinya memunggungi kita berdua. Ditunggu beberapa saat, bapak ini nggak respon terhadap eksistensi kita di sana. Lalu Aryo langsung curhat ke bapak itu,
“Misi Pak, mau ganti perban!”
Dan si Bapak itu menjawab dengan ketus tanpa menoleh,
“SURAT PENDAFTARANNYA MANA!”
(backsound: bunyi petir menggelegar. DUUUAAAAR….!!!)
Aryo yang terlindungi oleh sesosok malaikat bernama C-Kink disisinya (hueek… puiiih…) balas menyahut,
“Surat pendaftaran? Oh ini Pak!”
Lalu si Bapak menghampiri kami.
“Mana?”
Aryo menunjukkan kartu pasien RS X nya. Bapak itu kembali buka suara.
“Bukan ini! Tapi surat pendaftaran!”
“Oh bukan ini Pak? Ngambilnya dimana?”
“Udah sekarang kamu ke depan dulu, ke gedung yang di sebelah sana! Kamu ngambil surat pendaftarannya dulu disana!”
“Yang di sebelah mana Pak?”
“YANG DISANA ITU LHO!”
“???”
“Gedung yang di depan, diantara 2 gedung yang bertingkat, gedung yang ini sama yang sebelah sana!”
“Siap Pak! *tapi ludahnya nggak usah muncrat gitu dong Pak!*”
Lalu gue dan Aryo segera meninggalkan bapak-muka-jahat itu. Kita segera melangkah ke lokasi yang dimaksud. Loket pendaftaran dan poliklinik bedah itu posisinya lumayan jauh, kira2 sejauh jarak bumi dan matahari. Dari poliklinik, kita ke luar gedung dulu, terus jalan ngelewatin 1 gedung, baru deh nyampe ke gedung yang ada loket pendaftarannya. Ngos ngos ngos… Napas kita tersengal2 kaya suami-istri abis begituan. Abis joging bareng maksudnya…
Sampe di gedung itu, kita buka pintunya dan kita masuk ke dalem. Wuuuuushhhh… Semerbak angin AC menghembus menyejukkan. Tapi begitu ngeliat ke dalem, alamak!!! Loket nya udah penuh dengan orang2 yang lagi duduk di ruang tunggu. Nunggu giliran antrian. Padahal loket ini buka jam 07.30 pagi, dan kita dateng belom jam 8. Tapi ruang tunggunya udah sepenuh ini. Ya nggak apa2 lah, tawakkal ajah…
Bersambung…
(Mohon maap, karena udah males ngelanjutin ceritanya, jadi dibikin bersambung aja yaaaaa… Jangan pada marah loh!)
2 comments September 14, 2009
NaikDarah
Graaaaawwllll…Gyaaaaaaaa…Grrrrrr…Auuuuuum…!!!
Sebelomnya gue mau intermezzo dulu. Sebagaimana judul tulisan ini, ini merupakan salah satu momen langka di dalam hidup gue yang menyedihkan ini. Momen apa itu? Sebuah momen yang bernama: NAIK DARAH!
Sejujurnya gue sendiri udah lupa kapan terakhir kali gue naik darah. Mungkin waktu dulu, waktu gue nulis tulisan yang judulnya “NyolotLagi”. Itupun udah sekitar beberapa bulan yang lalu. Kalo selama ini muka imut gue ini sering dicap jutek, itu mah emang udah rezekinya dari sono, dari pabrik udah kaya gitu. Itu juga cuma tampilan luarnya doang, dalemnya nggak gitu.
Kenapa? Karena selama ini gue selalu berusaha mencoba memposisikan diri gue sebagai makhluk hina yang sabar dan ikhlas dalam menjalani dinamika kehidupan ini. Bukan cuma sabar dan ikhlas, bahkan sangat sangat sangat sangat penyabar. Saking penyabarnya, sampe-sampe bukan sifat penyabar lagi yang gue punya, tapi: GOBLOK!
Dan entah kenapa, hari ini ke-goblok-an gue ini telah mampu membuat gue berada dalam situasi naik darah yang langka ini. Nggak ada asap kalo nggak ada api, nggak ada semut kalo nggak ada gula. Nggak ada Anang kalo ngak ada Krisdayanti, dan nggak ada Adly Fairuz kalo nggak ada Shireen Sungkar. Idih nggak nyambung!
Sedihnya, yang menjadi api, gula, Krisdayanti ataupun Shireen Sungkar dalam kasus ini adalah makhluk-makhluk yang seharusnya gue anggap sebagai keluarga kecil gue sendiri, yaitu mereka-mereka yang tergabung di dalam tim KKN.
Cobaan terberat gue tahun ini mungkin adalah ketika gue ditunjuk sebagai kormasit. Seharusnya kormasit dan KKN adalah dua hal yang menyenangkan. Seharusnya kormasit dan KKN adalah dua hal yang bisa memberikan sejuta kenangan. Dan semua itu bisa terjadi jika semua komponen di dalamnya saling mendukung, saling membantu, dan saling toleransi antara satu sama lain. Namun sangat disayangkan, komponen-komponen yang gue punya ternyata nggak punya pemahaman yang sama. Jadilah kini terjadi apa yang kita namakan dengan istilah: NAIK DARAH.
Rasanya nggak etis kalo gue menceritakan kepada khalayak umum secara terbuka tentang hal-hal apa aja yang bikin gue jadi naik darah malem ini. Sebelom emosi semakin membuncah dan sebelom ada darah yang tertumpah, mendingan tulisan ini diakhiri sampe disini aja yah. Dadaaaaaahhh…!!!
Jumat 28 Agustus 2009 malem
Kosan tercinta, Karangwuni C-19
2 comments September 13, 2009
RenunganPojokKPTU
Hari ini aku duduk seorang diri di Plaza KPTU. Meninggalkan kuliah Penerapan Radiasi di Industri yang hari ini dibatalkan karena hanya dihadiri oleh 3 dari 15 mahasiswa, dimana 12 orang sisanya masih menjalani KKN di lokasinya masing-masing. Berteman laptop dihadapanku yang dari tadi nggak selesai-selesai donwload update-an AVG. Dan handphone nokia 6681 yang sengaja kugeletakkan di sebelahnya, berharap ia akan berdering dengan memunculkan tulisan “1 new message” di layarnya.
Aku melihat sekeliling. Di hari terakhir bulan Agustus ini, mahasiswa baru sedang menjalani minggu-minggu pertama perkuliahannya. Eksistensi mereka di kampus teknik ini dapat terlihat dengan sangat jelas. Bukan karena rambutnya yang sebagian besar masih cepak sisa Ospek kemarin, tapi lebih karena mereka yang selalu bergerak secara BERGEROMBOL dalam rombongan-rombongan tertentu. Grombol… Grombol… Grombol…
Adalah hal yang wajar bagi para mahasiswa baru untuk bergerak dalam rombongan, khususnya rombongan teman-teman dari 1 jurusan. Kenapa? Karena dengan umur mereka yang baru seumur jagung di kampus Teknik ini, jumlah teman yang mereka miliki baru segelintir aja. Kalo bukan temen Jurusan, temen Ospek, ya temen kosan atau temen SMA yang sama-sama kuliah disini. Demikian juga dengan kampus Teknik ini yang merupakan lingkungan baru bagi mereka. Jadi kemanapun mereka melangkah, sangat jarang mereka bergerak sendiri-sendiri. Kecuali kalo mau ke toilet.
Dulu, aku pun demikian. Bersama anak-anak nuklir 2006, kita selalu bergerak secara bersama-sama. Mau ke bagian pengajaran, bergerak bareng-bareng. Mau daftar praktikum di MIPA, jalan kesana bareng-bareng. Mau daftar kuliah umum di Fakultas, naik ke atas bareng-bareng. Mau makan di burjo juga bareng-bareng. Cuma sayang aja kita nggak diizinin untuk nemenin Ayu Hayu dan Mega ke kamar mandi bareng-bareng…
Betapa di masa-masa awal perkuliahan dulu, kebersamaan dan kekeluargaan antar temen-temen seangkatan masih terasa sedemikian besarnya. Tak pernah kaki kita melangkah sendiri, pasti ada saudara kita yang menemani. So sweet banget dah ah…
Kini aku telah memasuki tahun ke-4 perkuliahanku. Sudah 3 kali aku melihat mahasiswa-mahasiswa baru datang ke kampus ini. Aku sudah tidak muda lagi. Umurku telah menua, dan kini aku telah memasuki tahun-tahun terakhir perkuliahanku. Bagaimana anak-anak angkatan 2009 melihatku saat ini, adalah sama dengan bagaimana aku melihat kakak-kakak angkatan 2003 di waktu dulu.
Dan apa yang terjadi dengan anak-anak nuklir 2006? Sebagaimana manusia pada umumnya, setelah menjalani tahun-tahun yang penuh pengalaman, kini kita telah menemukan dunia kita masing-masing dan telah bergerak dengan caranya masing-masing. Sudah jarang lagi kita bergerombol bersama-sama, kecuali beberapa perkuliahan di kampus atau untuk momen-momen tertentu yang memang kita rencanakan sebelumnya.
C-Kink yang di semester 1 dulu meraih IP paling tinggi seangkatan (woooooo pamer!), kini telah disibukkan dengan BEM dan dunia tulis-menulisnya.
Hasan yang dulu kosannya dijadikan basecamp, kini telah disibukkan dengan usaha bisnisnya dan niatnya memperdalam ilmu agama.
Herlambang si ketua angkatan, kini telah menikah dan berkeluarga dengan 1 orang anak perempuan yang baru brojol bulan Agustus lalu.
Aji Kurniadi yang hanya menjalani 1 tahun di Teknik Nuklir, kini telah berbahagia menjalan kuliah di Fisipol yang dipenuhi dengan pemandangan-pemandangan penyejukk mata.
Nanda yang dulu hobi keramas (sampe sekarang pun masih hobi), kini disibukkan dengan bisnis konveksi dan permainan sahamnya.
Ayu Hayu dan Mega yang dari dulu sibuk ngecengin C-Kink, sampe sekarang masih tetap sibuk dan nggak kenal menyerah untuk selalu ngecengin C-Kink…
Ichsan yang dulu paling eksis sendiri di kampus, kini kita semua nggak ada yang tau dia lagi sibuk ngapain.
Fariz yang dulu giat menjadi seorang ahli nuklir, kini telah menjalani kehidupannya yang baru sebagai seorang Disc Jockey dengan penghasilan jutaan rupiah per manggung.
Prima yang dari dulu sibuk belajar, sampe sekarang juga masih tetep sibuk belajar (sekali-kali main wuoy, jangan belajar melulu).
Begitupun juga dengan anak-anak nuklir 2006 sisanya, Rully, Aji, Hanung, Leo, Mariano, Taufik, Sekar (loh?), Widi, Ari, Sazar, Saga dll. Yang namanya nggak kesebut jangan marah ya…
Kini, telah lebih dari 3 tahun aku menjalani perkuliahan di Teknik Nuklir ini. Apa kabar mereka semua? Masihkah kita memiliki semangat untuk menyukseskan nuklir di Indonesia, sebagaimana semangat kita sewaktu kita masuk Teknik Nuklir dulu? Masihkah kita berikrar untuk menegakkan kedaulatan PLTN di bumi Ibu Pertiwi?
Dan sebelom semua itu terjadi, mari kita selesaikan perkuliahan kita di Teknik Nuklir ini untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik, bersama-sama!
Add comment September 13, 2009
DiaMasihBerlari
Jogjakarta, Minggu 30 Agustus 2009
Malem-malem, pulang dari ngurusin Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) KKN Sub Unit Cuk-Cuk-an yang bener-bener juuuaancuk, serta setelah mampir di Sate Padang Chaniago buat ngebungkus 2 porsi sate padang, akhirnya aku tiba di kos-kosan paling kueeerrrreeeen sak dunyo-akhirat, Karangwuni C-19, dengan selamat sehat wal-afiat. Plus dipenuhi aura-aura bahagia karena LPK itu akhirnya selesai juga.
Aku lihat jam dinding, waktu menunjukkan pukul 19.30 lebih sekian menit. Tanganku yang kekar dan berotot ini dengan tangkas langung menyalakan televisi di kosan dan memindahkan channelnya ke Global TV yang sedang menyiarkan olahraga paling makjrot abad ini: Balap mobil Grand Prix Formula 1!
Brrruuuummm… Brrrruuuummm… Ngueeeeengggg… Deru mesin F1 berpacu membahana dan menggema di kamar kosku. Di layar, mobil-mobil F1 yang terlihat seperti mainan tampak saling berlomba beradu cepat. Sayang aja Global TV ku warnanya item putih, jadi mobil-mobil di layar warnanya kelihatan sama semua, nggak ketauan mana yang Ferrari, mana yang Mclaren, Brawn GP, Renault, dll. Sementara aku segera membuka porsi pertama sate padangku untuk aku nikmati dengan sebungkus keripik pedes. Sruuupuut… Nyam nyam…
Selang beberapa saat, layar televisi menampikan urutan posisi sementara pada balapan yang berlangsung di Spa-Franchorchamps, Belgia ini. Posisi pertama dipegang si iceman dari Finlandia, Kimi Raikkonen. Ah itu mah udah biasa, secara gitu dia naik Ferrari, walaupun tahun ini sinarnya agak-agak redup gara-gara ketutupan sama cahaya dari Brawn GP dan Red-Bull.
Pas baca siapa yang di posisi kedua, aku sedikit terkejut. Kenapa? Karena ada nama Giancarlo Fisichella disana! Wuaouw, surprise!
Kenapa bisa kaget? Ya wajar aja lah, sejak pindah ke tim debutan Force-India dari tahun 2008 kemaren, Fisichella dan Force-India nya kan langganan papan bawah. Tahun lalu di tahun pertamanya mengikuti F1, Force-India mengakhiri musim dengan 0 poin. Begitupun dengan tahun ini, telor itu masih belom pecah. Jadi ketika melihat ada nama Fisichella di belakang Raikkonen, benar-benar suatu karunia yang luar biasa! Meskipun aku nggak ngerti tadinya Fisichella start dari posisi berapa dan gimana ceritanya kok dia bisa nyasar di posisi 2. Harusnya kan di posisi 1 ya! Huohohohoho…
(catatan: 1 hari setelah tulisan ini selesai ditulis, akhirnya aku baru tau kalo ternyata Fisichella dapet pole position di balapan ini! Luar biasa!)
Balapan masih menyisakan 22 lap lagi dari total 44 lap. Jarak antara Fisichella dan Raikkonen pun sangat deket, nggak sampe 1.1 detik. Dan jarak antara Fisichella dengan Fernando Alonso di posisi ke-3 ada sekitar 2.7 detik. Artinya masih ada peluang buat Fisichella naik podium di balapan kali ini. Aku sendiri pun sudah berharap besar supaya itu terjadi, mengingat terakhir kali Fisichella naik podium adalah di tahun 2006 kemaren waktu masih di Renault.
Bapalan terus berlangsung. Lap demi lap telah terlampaui dan Fisichella serta Raikkonen masih saling kuntit-menguntit dengan jarak nggak pernah lebih dari 1.4 detik. Sementara di belakangnya Alonso udah mesti out gara-gara bannya bermasalah, dan kini ada Sebastian Vettel di posisi ke-3 dengan terpisah jarak sekitar 5 detik.
Sampai pada akhirnya balapan tinggal menyisakan beberapa lap lagi. Fisichella masih terus menguntit Raikkonen. 4 lap lagi. Posisi masih sama. 3 lap lagi. Posisi masih tetep sama. Sementara jauh di belakang, mesin mobil Rubens Barichello terlihat mengeluarkan asap, pertanda mesin akan jebol dan terjadi kebocoran oli. Tapi Barichello masih bisa melanjutkan balapan dengan kecepatan yang agak dikurangi. Aku pun khawatir dengan keadaan Fisichella, jangan sampe terjadi sesuatu yang bisa menggagalkan podium pertamanya bersama Force-India ini.
2 lap lagi. Posisi masih juga sama. Final lap. Nggak ada perubahan posisi. Mobil Fisichella pun baik-baik saja. Dan akhirnya, bendera finis dikibarkan, dengan Raikkonen yang pertama kali melintasinya. Di belakangnya, Fisichella mengikuti dengan penuh percaya diri. Yes…!!! Finish…!!! Fisichella juara 2! Alhamdulillah… Allahu akbar…
Dengan penuh kebahagiaan, aku teriak-teriak sendirian di kamar. Nggak lupa juga ditambah dengan loncat-loncatan di kasur sembari mengepalkan tangan ke udara. Dan diakhiri dengan bersujud syukur di lantai kamarku yang hari ini belom disapu. Alhamdulillah, malam ini Fisichella dapet juara 2…
Sekalipun hanya juara ke-2, tapi itu sudah sangat membahagiakan. Ini adalah suatu penantian yang panjang, bukan hanya bagi aku sendiri, tapi juga bagi Fisichella dan bagi Force-India. Mengingat sejak pertama terjun ke balapan F1, Force-India belom pernah sekalipun memperoleh poin. Dan hari ini, akhirnya telor itu terpecahkan oleh tangan Fisichella di balapannya yang ke-224. Bukan hanya memperoleh poin, tapi juga podium pertama. Sekaligus juga ini menjadi podium pertama bagi Fisichella sejak tahun 2006 lalu ketika dia masih berjaya bersama Renault dan Alonso.
Ini adalah sebuah bukti, bahwa meskipun Fisichella berada di tim kecil, namun semangatnya untuk tetap berlari masih tetap ada. Bahwa meskipun Fisichella sudah termasuk pembalap senior, namun kemampuannya untuk terus berlari masih tetap mumpuni. Dan Fisichella, dengan segala pengalaman yang dimilikinya, tetaplah salah satu pembalap hebat yang pernah ada di muka bumi ini. Wooooo narsis!
Aku jadi teringat bahwa dulu aku pernah menciptakan sebuah lagu untuk Fisichella. Ketika itu di awal musim balap 2005, ketika Fisichella baru pindah dari Jordan menjalani balapan perdananya bersama Renault. Di seri pembuka musim 2005 di GP Australia, Fisichella berhasil meraih kemenangan kedua dalam karirnya dengan sangat meyakinkan. Hal ini membuatku terinspirasi untuk membuat sebuah lagu untuk Fisichella. Sebuah lagu berjudul: “Ketika Dia Mulai Berlari”
Maret 2005
Ketika Dia Mulai Berlari
C-Kink
Reff:
Teruslah kau berlari raih semua mimpimu
Tak usah peduli apa yang kan terjadi
Tetaplah kau berlari lanjutkan langkahmu
Bahaga telah menantimu disana
Kulihat dirimu meraih inginmu
Kulihat dirimu mengejar mimpimu
Kulihat dirimu menggapai cintamu
Tak perlu kau ragu-ragu
Ku kan s’lalu mendukungmu
Balik ke reff
Kulihat dirimu mulai berdiri
Kulihat dirimu mencoba berlari
Kulihat dirimu menyatukan hati
Kau tak kan pernah sendiri
Ku kan s’lalu menemani
Mereka tak mengerti
Dan tak mau mengerti
Semua tentang dirimu
Andai mereka tahu
Yang ada di hatimu
Semua tak kan menyangka
Balik ke reff
Aku disini kan s’lali menanti
Suatu saat nanti kau akan menjadi
Yang terbaik bagiku terbaik baginya
Yang terbaik bagi mereka
Terbaik bagi kita semua
***
Teruslah berlari, Fisichella. Berlari untuk hari ini. Berlari untuk esok hari. Berlari untuk lusa nanti. Berlari untuk 1000 tahun lagi…
GO FISICHELLA GO!!!
Add comment September 13, 2009
MataItu
Mata itu,
Mata yang bercahaya,
Dan penuh kasih sayang
Huek hueeeeeek…
Cuiiiihh…
Huehehehehehehe…
Add comment September 10, 2009
DiTengahHeningMalam #2
Sedikit cerita. Masih bertempat di Dusun Butuh, Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Waktu di layar handphone Nokia 6681 menunjukkan pukul 00.07, hari Selasa, 4 Agustus 2009. Masih dengan handphone yang sama, salah satu inboxnya berbunyi sedemikian:
Juminten:
“Kink, maaf ya, tapi sebaiknya kamu pulang. Diantara temen-temen, cuma kamu yang akhir-akhir ini jarang ikut andil dalam program subunit. Jadi tolong, kamu evaluasi diri sendiri, sebelum temen-temen mengevaluasi kamu.”
C-Kink Cute:
“Iya thank q. Sebenernya aku juga punya hak buat ngomong yang sama, tapi selama ini aku lebih milih buat tutup mulut.”
Juminten:
“Terserah kamu, Kink. Aku bisa bicara seperti ini, pasti ada alasannya, bukan cuma dari pendapat pribadiku. Ya udah, yang penting aku dah bilangin kamu, gimanapun aku yang paling tua disini.”
C-Kink Cute:
“Iya nggak apa-apa, thank q. Aku minta maaf kalo terlalu lalai. Keunggulan kamu ber-6 adalah kamu bisa saling cerita 1 sama lain dan kelemahanku terbesar adalah aku selalu lebih memilih untuk tutup mulut. Jangan lupa bahwa aku paling muda disini, jadi mohon bimbingannya.”
Dan tulisan ini aku akhiri pada pukul 00.21 tanpa penjelasanlebih lanjut lagi. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya…
1 comment September 10, 2009
DiTengahHeningMalam
Sedikit intermezzo. Tulisan ini mulai diketik pada hari Jumat 17 Juli 2009 di sebuah rumah di Dusun Butuh, Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada pukul 01:30 dini hari. Tanpa maksud dan tanpa tujuan, hanya sekedar intermezzo menikmati dinamika KKN yang terjadi. Ditemani oleh bunyi jangkrik yang saling bersahut-sahutan dan bunyi ngorok orang-orang. Groooook… Zzzzzz… Groooook…
Inbox di handphone ku malam tadi kemasukan sms yang bunyinya kaya gini:
“Pak, kami makan tempat lain aja. Habis itu langsung pulang Cucukan. Kalian tadi nentuin tempat makan lama. Belom lagi waktu kami di basement kalian juga lama. Tolong dimengerti 2 hal. Satu, aku lagi sakit batuk, parah lagi. Tapi untuk pergi-pergi 1 unit aku selalu usahain, seperti kemarin malam dan malam ini. Dua, besok pagi aku nyetir motor 4 jam, aku juga harus jaga badanku sendiri.”
Dan aku balas dengan seperti ini:
“Iya aku atas nama pribadi mohon maap sebesar-besarnya. Terima kasih banget atas segala pengertiannya. Maap kalo hari ini udah bikin nggak enak. Hati-hati di jalan.”
Betapa bahagianya menjadi orang yang emosional. Kapanpun kita merasakan sesuatu, maka dengan mudahnya kita bisa menyampaikan apa yang kita rasakan kepada orang lain pada saat itu juga. Apapun yang kita rasakan, dengan mudahnya bisa kita tunjukkan ke orang lain
Sejatinya aku pun ingin seperti itu. Dengan gamblang mampu menunjukkan kepada orang lain, apa yang kita rasakan pada saat ini. Tapi aku menyadari bahwa kepalaku di desain dengan 2 telinga dan hanya 1 mulut. Telingaku di desain untuk pasrah mendengar keluhan-keluhan orang lain. Mulutku di desain untuk menyembunyikan apa-apa yang sedang aku rasakan. Hanya jariku yang didesain untuk lebih banyak bergerak di atas tuts keyboard.
Semua orang punya hak untuk berbicara. Semua orang punya hak untuk menyampaikan pendapatnya. Semua orang punya hak untuk mengutarakan perasaannya. Semua orang juga punya hak untuk mengeluh, meskipun sebaiknya hal ini dihindari. Karena manusia itu diciptakan dengan desain banyak berkeluh kesah dan juga kikir.
Dan karena aku melarang lisanku untuk mengeluh, maka biarlah jari-jemari ini yang mewakilinya.
- Satu unit tim KKN tidak hanya terdiri dari 1 atau 2 orang, atau 3 orang. Tapi jauh lebih banyak dari itu. Dalam kelompok besar seperti ini, maka kesendirian adalah hal yang sebaiknya dihindari, jika tidak ada urgensi di dalamnya. Dan janganlah kita bercerai-berai, berpeganglah!
- Berdasarkan perhitungan kalender, aku mulai batuk-batuk pada tanggal 16 Juni 2009, yaitu ketika menghadapi UAS. Sampai detik ini, 17 Juli 2009, batuk ini belum juga ilang. Padahal udah 3 kali gonta-ganti obat, mulai dari Nelco Spesial, Vicks 44 sampai Activet (ups nyebut merk!).
Lalu, pernahkah ada yang mendengar aku mengeluh akan batukku ini? Apakah batuk ini menghambat gerak-gerik kehidupan ku? Dan aku mencoba untuk tetap tersenyum, meskipun batuk ini secara perlahan mulai menggerogoti tubuhku dari dalam. Plus ditambah dengan radang tenggorokan, demam, pilek dan bersin-bersin sejak 2 hari terakhir yang Alhamdulillah bisa dilalui dengan F.G Troches dan Enervon-C, serta kadang-kadang Neozep atau Decolgen (wah nyebut merk lagi!).
Tapi itu nggak penting. Ketika orang lain sakit, adalah tugas kita untuk merawatnya dan menjaganya. Namun ketika aku sendiri yang sakit, maka sebisa mungkin jangan sampe orang lain tau bahwa aku lagi sakit. Cukuplah Allah dan diri ini menjadi saksi atas kesakitan yang aku alami. Karena aku nggak mau menjadi sampah hanya karena sakit seperti ini.
Apakah definisi dari sakit? Silahkan menjawab sesuai persepsi masing-masing.
Namun bagiku, sakit adalah salah satu media ujian yang digunakan Allah untuk mengangkat derajat keimanan seorang hamba-Nya. Apakah kita mengaku bahwa kita telah beriman, namun kita tidak diuji?
Serta sakit adalah salah satu media yang digunakan Allah untuk membersihkan dosa-dosa hamba-Nya. Tidakkah Allah menurunkan suatu penyakit pada seseorang, melainkan hal tersebut akan menghapus dosa-dosa kecil pada dirinya. Sekalipun penyakit tersebut hanyalah berupa demam.
- Manajemen diri, manajemen pribadi, manajemen waktu, manajemen fisik. Janganlah memaksakan melakukan sesuatu yang emang itu nggak memungkinkan dan justru akan membahayakan. Dan, 1 hari ada 24 jam. Coba kita review kembali, apa aja yang telah kita lakukan selama 24 jam itu? Dapatkah kita membagi porsi dan prioritas, kapan kita harus bekerja, kapan kita harus refreshing, kapan kita harus beristirahat dan kapan kita harus bertindak?
- Sekumpulan mahasiswa mengeluh dan mendemo Rektorat, dengan satu tuntutan yaitu “turunkan harga BBM”. Apakah nyambung, antara wewenang Rektorat dengan naik-turunnya harga BBM? Padahal mungkin Rektorat juga sedang dipusingkan oleh harga BBM yang melambung tinggi. Tapi anak didiknya nggak mau mengerti, malah ikut-ikutan menuntut dirinya yang sebenernya juga pengen ikutan nuntut.
- Sekali lagi, betapa bahagianya menjadi orang yang emosional. Yang dengan gampangnya bisa menyampaikan kepada orang lain tentang apa yang ia rasakan. Dan betapa sedihnya menjadi orang yang pendiam. Yang hanya bisa diam melihat sesuatu berjalan tidak sesuai keinginannya. Serta hanya bisa diam dan minta maaf mendengar segala keluhan yang dialamatkan kepadanya.
Karena pendiam selalu berada pada posisi lemah. Karena pendiam selalu berada pada posisi kalah.
Udah selesai? Eits jangan salah. Nih masih ada sms lagi.
“Pak, plan b. Kami pulang nunggu kalian. Ngatiyem (bukan nama sebenarnya) nggak mau pulang tanpa kalian. Sebelomnya maaf, Ngatiyem selalu sms ke Watijo (juga bukan nama sebenarnya) karena nggak mau sms kamu sendiri karena alasan pribadi.”
Ah, sedihnya aku. Pendiem, blo’on, lemah, kalah dan cacingan. Betapa hinanya aku ini, bahkan orang lain sekedar mengirim sms ke aku yang hina ini pun enggan.
Setelah itu, tak ada dialog. Tak ada tatapan mata. Dan tak ada suara. Yang ada hanyalah hati yang menangis. Mata yang merintih. Lisan yang membisu. Tenggorokan yang batuk-batuk dan bengek-bengek. Serta hidung yang meler dan penuh ingus. Srooott… Sroott… Dan, laptop ini menjadi saksi atas itu semua.
Di tengah hening malam, Cucukan, 17 Juli 2009, 02:23.
1 comment September 10, 2009
TidakAdaYangAsli
Ternyata, hari ini semuanya palsu. Hampir tiada ada lagi yang masih asli. Semuanya penuh dengan rahasianya masing-masing. Bukan, bukan rahasia. Namun lebih dari sekedar rahasia yang sengaja ditutupi demi melindungi hati yang tinggi.
Terlihat sempurna di luar. Tampak istimewa dari tampilannya. Sepintas luar biasa. Sekilas tiada duanya. Tapi ada apa di dalamnya? Ada apa di balik itu semua? Ternyata lebih busuk dari yang terkira. Sangat tidak terduga. Sangat-sangat mengejutkan!
Apa arti senyuman itu? Tidak lebih dari sebuah senyum palsu. Apa arti jati diri itu? Hanya sekali kedip maka musnahlah segalanya. Apa arti lisan dan ucapan itu? Bicara tak kan ada artinya tanpa disertai langkah nyata. Dan apa arti semua yang terbayangkan pada hari ini? Tidak lebih dari sebuah identitas palsu. Palsu, palsu dan palsu. Sekali lagi, palsu…
Ribuan orang tertipu. Ribuan orang dibohongi. Ribuan orang terpana. Ribuan orang tidak menyadarinya.
Ternyata, hari ini semuanya sama. Hampir tiada lagi yang bertahan dalam integritas diri. Semuanya penuh dengan kemunafikannya masing-masing. Bukan, bukan munafik. Namun lebih dari sekedar munafik.
Dan tak ada yang bisa dilakukan. Hanya dapat membiarkan semuanya berjalan. Tanpa daya, tanpa upaya. Secuil harapan pun tampak sia-sia. Kini saatnya semua orang untuk berkata, “PERGI KAU KE UJUNG DUNIA!”
Add comment September 10, 2009
MasihTentangPBA
Cerita ini masih ada hubungannya sama KKN PBA, alias Pemberantasan Buta Aksara yang dicancel tempo hari, yang membuat hari ini aku menulis tulisan ini di salah satu sudut rumah di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Kalo masih belom pada ngerti tentang PBA, silahkan baca tulisan ku yang dulu-dulu yang judulnya “Farewell Lombok” atau “11 Juni 2009”.
Ini cerita pasca itu semua. Sekalipun kejadiannya udah lama banget, tapi aku masih berniat untuk menuliskan sebagian diantaranya di tulisan ini. Supaya cerita-cerita tentang PBA itu nggak hangus dan menguap seiring dengan berjalannya waktu.
***
Hari Minggu sore, biasanya anak-anak PBA selalu rutin rapat di pelataran KPTU Fakultas Teknik. Tapi, nggak demikian dengan hari ini, 14 Juni 2009. Karena pada tanggal 11 Juni yang lalu tim “KKN Lombok almarhum” telah resmi dibubarkan, maka sejatinya hari ini nggak ada rapat rutin kaya dulu lagi. Bukan cuma hari ini, tapi hari-hari selanjutnya pun insya Allah juga nggak bakalan ada lagi.
Pasti akan terasa aneh, jika ada sesuatu yang selama ini rutin kita lakukan, lalu tiba-tiba rutinitas itu tidak kita lakukan lagi. Begitupun dengan hal ini. Beberapa orang terlihat belom bisa menerima kenyataan yang ada. Dan sudah pasti, salah satu orang tersebut adalah aku sendiri! Hohohohoho… Hal ini dibuktikan dengan sms yang aku kirim pagi-pagi ke beberapa koordinator KKN PBA Lombok almarhum.
“PBA’s info:
Aku atas nama C-Kink Cute izin nanti sore agak telat dateng rapat, atau mungkin malah nggak dateng sama sekali.
Eh tapi ntar sore kan emang udah nggak ada rapat lagi ya? Huehehehe… Huiks huiks…”
Sumpah, bener-bener cacingan deh orang yang ngirim sms kaya diatas…
Soreya, aku berniat mejeng di KPTU untuk mengecek, adakah kiranya anak-anak lainnya yang bakal tetep dateng ke KPTU meskipun nggak ada rapat. Kan kalo kaya di film-film, biasanya si tokoh-tokoh dalam film tersebut kalo lagi kangen pada momen-momen tertentu, pasti akan mendatangi tempat kenangan yang bisa membawanya kembali ke memori tentang momen tersebut. Jadi sore ini aku pun udah nongkrong duduk manis di KPTU seperti minggu-minggu sebelomnya, seakan nggak pernah terjadi apa-apa tentang pembatalan KKN PBA Lombok ini.
Hasilnya, berapa orang yang tetep dateng ke KPTU? Alhamdulillah, hanya ada 2 orang! Siapa aja? Yang pertama jelas aku sendiri. Dan orang kedua yang beruntung di sore hari ini adalah seekor gadis eh janda perawan asal kota Oslo, eh Solo, yang bernama Mega Agustina. Horeeee…!!!
Weits jangan pada seneng dulu. Apakah Mega dateng ke KPTU karena dia juga merasakan apa yang aku rasakan? Bisa dibilang jawabannya adalah: NGGAK! Soalnya kita berdua mejeng di KPTU karena lagi ngerjain tugas-tugas buat UAS besok, bareng-bareng sama anak nuklir yang lain Hohohohoho…
Sepintas aku mencoba berharap akan muncul wajah-wajah lain selain wajahnya Mega yang busuk bopeng dan korengan itu. Tapi ternyata tetep nggak muncul wakjah-wajah lainnya. Hanya ada sebuah sms stress dari salah satu rekan KKN PBA Lombok yang masuk ke inbox ku pada sekitar pukul 16:50-an.
“Kink, kamu kok belom dateng? Ayo cepetan ikut nggak? Nek iya cepetan kesini ya… Anak-anak dah pada mau cabut lho… Sore ini kan kita mau survey ke Lombok… Huiks… :’-( “
Iyaaaaa, ini aku udah di KPTU dari tadi. Kamu yang dimana? Ayo kita jalan-jalan ke Lombok yo! Huiks huiks… Uhuhuhuhu…
Sampe Maghrib, nggak ada lagi yang dateng. Akhirnya aku pun pulang ke kosan tercinta. Ya nggak apa-apa lah, mungkin yang lain lagi pada belajar menghadapi UAS besok. Eh nggak juga sih, padahal UAS kan masih 1 minggu lagi.
Apakah udah selesai? Masih belom. Di malem harinya ketika aku lagi asik leyeh-leyeh di kosan, dateng lagi sms stress yang lain:
“Hadirilah launching Maskapai Penerbangan KKN Airlines… Dengan rute khusus, satu-satunya di dunia: Jogja-Gorontalo-Lombok-Purworejo-Prambanan…”
Hoooaaaaah… Alhamdulillah, rupanya bukan aku doank yang stress! Huehehehe… Terima kasih banyak atas kesediaan 2 orang di atas menemaniku menjadi makhluk stress. Emang anak psikologi bener-bener ngerti kondisi psikis orang lain dah ah!
Rutenya Jogja-Gorontalo-Lombok-Purworejo-Prambanan. Jogja adalah starting point tempat kita semua berasal. Gorontalo adalah destinasi awal kita, KKN PBA di Gorontalo. Lalu di cancel, dan dipindah ke Lombok yang menjadi harapan kita semua. Yang di Lombok ini pun di cancel, dan si pengirim sms diatas oleh LPPM diplotting untuk masuk di tim KKN di Purworejo. Dan karena nggak punya temen di sana, akhirnya dia pindah tim ke tim KKN di Prambanan bareng temennya.
Kalo misalnya aku disuruh menulis rute kaya gitu, mungkin hasilnya bakalan jadi kaya gini:
Jogja-Bantul(*1) – Gunung Kidul(*2) – Gorontalo – Lombok – Laut Jawa(*3) – Rumah sakit(4) – Kuburan(5) – Alam barzah(6)
*Keterangan:
(1) Dulu aku pernah ditawarin Sarah buat gabung di tim KKNnya, bareng Sazar sama Leo. Kita pun udah survey tempat ke daerah Bantul, dan sempet makan-makan bareng. Tapi karena ternyata jumlah anggotanya overload, akhirnya aku, Sazar dan Leo ditendang dari tim KKN ini. Huiks huiks…
(2) Setelah ditendang, akhirnya Sarah ngoper aku ke temennya anak elektro yang mau KKN di Gunung Kidul. Tapi sekali lagi, karena anggotanya overload, aku berinisiatif memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim tersebut. Lebih baik mengundurkan diri sekarang, daripada nanti aku ditendang lagi.
(3) Pesawat yang aku tumpangin yang berangkat dari Lombok mengalami gangguan, terus kecelakaan dan jatoh di Laut Jawa. Plung!
(4) Setelah jatoh di Laut Jawa, tim Sar berhasil mencari tubuhku yang terapung-apung tanpa busana. Waw, tanpa busana? Six packnya keliatan donks…??? Dan setelah itu aku dibawa ke rumah sakit untuk memenuhi keinginan para suster yang ingin melihatku yang six pack ini dalam keadaan tanpa busana.
(5) Karena akibat kecelakaan pesawat tersebut ternyata nyawaku udah nggak bisa diselamatkan lagi, akhirnya jasadku harus berakhir di kuburan deh.
(6) Dan nyawaku dibangkitkan untuk menghadapi hari penghitungan. Allahu Akbar!
Hiiii… Serem banget sih rutenya? Nggak serem kok, asal kita mau siap-siap menghadapi itu semua.
Kita balik lagi ke bahasan awal. Ya kira-kira begitulah secuil cerita tentang perilaku anak-anak KKN PBA Lombok amarhum pasca pembubaran. Ternyata yang stress nggak aku sendirian. Dan selain beberapa contoh di atas, mungkin ada banyak perilaku-perilaku stress lainnya yang nggak terekspos oleh mata ku yang minus 3.5 ini.
Ceritanya udah selesai? Belom donk, lanjut lagi yah! Lanjutkan! Lebih cepat lebih baik!
In the end, aku terdampar di tim KKN Unit 183 dengan tema reguler “Pendidikan Pemilih dan Pemantauan Pemilu (P4)” yang ditempatkan di Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Dan aku ditunjuk paksa untuk menjadi Kormasit yang bertugas mengepalai 1 sub unit. Kormasit, biasa dipelesetkan menjadi Korma-SHIT!
Ada 2 hal yang membuat tim KKN ini memiliki kaitan dengan tim KKN PBA Lombok almarhum. Pertama, karena aku 1 unit sama anak nuklir bernama Muhammad Sultan Iskandarsyah, yang akrab dipanggil Ngadimin. Eh maksudnya Nanda, yang perilakunya sehari-hari sangat jauh berbeda dengan nama lengkapnya. Di tim KKN PBA Lombok almarhum aku juga barengan sama dia, dan setelah tim itu dibubarkan, Alhamdulillah aku sama Nanda di plotting di tim yang sama oleh LPPM.
Kedua, adalah kehadiran Pak Baha’udin sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) untuk unit KKN ini. Terus kenapa? For your info, Pak Baha atau Pak Udin ini juga merupakan DPL tim KKN PBA Lombok almarhum! Jadi sekalipun aku sama Nanda udah dipindah dari tim yang lama, tapi DPL nya tetep sama. Dan untuk mengadvokasi semua keluhan rekan-rekan tim KKN PBA Lombok almarhum lainnya, aku sama Nanda berinisiatif untuk usil meneror Pak Udin dengan terus menerus membisikkan kata “Lombok” pada telinga beliau.
“Pak Lombok Pak… Lombok… Loooombooooook… Lombooook Paaaak… Paaaaak Loooomboooook Paaaaak… Loooomboooook… Hihihihihihihi…”
Dengan harapan, semoga Pak Udin menjadi nggak tenang setiap kali denger kata Lombok. Lalu beliau menjadi nggak tenang, resah dan gelisah, hingga hari-harinya selalu dibayang-bayangi oleh kegagalan memberangkatkan 20 ekor makhluk imut untuk KKN di Lombok. Hihihihi…
Tapi Alhamdulillah, semua inisiatif yang kita usulkan itu sampe hari ini belom pernah terlaksana. Ya iya lah, masa ya iya dong! Cristiano Ronaldo kan pemain sepak bolah, bukan pemain sepak bodong!
Sampe pada akhirnya, ketika Pak Udin sedang berkunjung kesini untuk rapat unit, setelah selesai rapat aku dan Nanda diberi kesempatan untuk sedikit ber-say hello sama Pak Udin. Kita ngobrol ngalor-ngidul ngetan-ngulon. Dengan segala usaha dan jerih payah, akhirnya kita berhasil mengarahkan bahan obrolan untuk membahas tentang PBA! Huahahaha…
Pak Udin bercerita tentang PBA, dimana dia termasuk salah satu anggota disana. Tentang PBA tahun ini, PBA-PBA tahun sebelomnya, dan segala sesuatu terkait PBA. Lalu tema semakin mengerucut hingga membahas tentang PBA Lombok. Kriiiik… Kriiiik…
Setelah Pak Udin memberikan gambaran umum tentang PBA Lombok tahun ini yang nggak jadi diadakan, aku dan Nanda pun membuka kedok kami berdua yang sebenernya kepada Pak Udin.
Ternyata…
Kami berdua…
Selama ini…
Adalah…
…
…
…
WONDER WOMAN!
…
…
Kriiiik… Kriiiik…
Idih nggak nyambung!
Karena ceritanya udah mulai nggak nyambung dan penulisnya juga mulai ikutan nggak nyambung, jadi tulisan ini sampe disini dulu aja yah… Jangan protes loh, yang nulis kan aku! Kalo mau protes, protes aja sana ke toko material terdekat. Eh kurang ajar, emangnya aku adukan semen!
Bersambung…
Add comment September 10, 2009
MariMenanamKacang
Cucukan, Sabtu sore, 18 Juli 2009.
Sore-sore menjelang Ashar, aku lagi mejeng di teras depan pondokan KKN. Sendirian menatap langit biru dan awan putih diangkasa, dengan jari kelingking kanan menggaruk-garuk hidung serta jari jempol kiri mengorek-ngorek kuping. Persis kaya orang cacingan.
Nggak gitu juga sih, tapi sore itu aku lagi asik nerima telpon, dengerin orang curhat. Karena di dalem rumah nggak ada sinyal, ya udah aku nongkrong aja di teras sambil cengar-cengir setiap ada warga desa yang melintas di depan rumah.
Sampe tiba-tiba aku melihat wajah yang aku kenal. Wajah itu punya Supri, salah satu pemuda desa yang aku kenal dari pertemuan Karang Taruna. Supri, laki-laki, 17 tahun, SMAN 1 Prambanan kelas 2 jurusan IPS, dengan rekor 22 kali bertanding, 19 kali menang dan 7 kali kalah serta 4 kali seri. Panjang umur juga ini orang, baru tadi siang aku sms dia supaya minta ditemenin ke rumah Pak RT, eh sore ini dia nongol. Masih dengan handphone di telinga, aku ber-say hello sama Supri.
“Mau kemana?”
“Mau nanem kacang. Mau ikut?”
Ikut nanem kacang? Wah tawaran menarik nih.
“Dimana?”
“Di sana, di sawah”
(Ya iyalah di sawah, masa di bioskop?)
Supri mengakhiri kalimatnya dengan tangan dan telunjuk menunjuk ke arah sawah yang dimaksud. Tanpa perlu berpikir 5 kali apalagi 10 kali, aku segera menyanggupi ajakannya.
“Wah boleh, boleh. Tunggu sebentar ya!”
Segera aku tancap gas, menutup telpon secara sepihak dengan alasan mau main-main di sawah bareng warga setempat. Meninggalkan orang diujung telpon yang misuh-misuh gara-gara curhatanya dipotong mendadak. Lalu aku mengambil sendal dan segera melangkah keluar. Prok prok prok… Kira-kira gitu bunyi langkah sendalku, mirip gaya berjalannya Pak Kapiten.
Dengan segenap semangat yang ada, aku berjalan menemani Supri menuju ke sawah. Meskipun Supri mau nyawah, tapi jangan samakan baju yang dipake Supri pada hari ini dengan baju-baju petani yang biasa kita lihat di buku-buku jaman sekolah dulu. Nggak ada kaos oblong putih, celana kain digulung selutut dan caping di atas kepala. Yang ada hanya celana jins selutut sama kaos warna biru. Anak muda banget dah pokoknya.
Sawahnya sendiri terletak nggak jauh dari pondokan tempat aku tinggal. Persis di sebelah selatan pondokan itu udah area persawahan. Tinggal jalan dikit, melewati pematang, melintasi parit, mendaki gunung, lewati lembah dan sungai mengalir indah ke samudra, akhirnya sampailah kita di petakan sawah yang masih kosong yang siap untuk ditanemin kacang.
Ternyata aku dan Supri bukan yang pertama nyampe disana. Udah ada pemuda-pemudi desa lainnya yang udah eksis duluan di sawah tersebut. Mereka bersiaga dengan propertinya masing-masing. Ada cangkul, bajak, serta kayu panjang yang ujungnya dibuat lancip, buat ngelobangin tanah. Sedangkan yang perempuan membawa kacang tanah untuk ditaburin. Dan aku sendiri nggak bawa apa-apa, cuma bawa niat dan semangat. Semangaaaaattt…!!!
Dengan kucluk-kucluk, aku pun ikutan mejeng disana. Jreeeeng… Semua orang mulai sibuk dengan kerjaannya masing-masing meninggalkan aku yang mati gaya ngejongkrok di pematang. Mereka mulai ngebajak dan nyangkulin tanah, dilanjutin dengan ngelobangin tanah pake kayu yang ujungnya lancip. Lobangnya pun dibuat teratur dengan jarak tertentu. Kemudian yang perempuannya naburin kacang ke lobang-lobang tadi. Setelah itu lobang yang udah terisi kacang tadi ditutup lagi pake tanah.
Supaya nggak mati gaya, aku pun memperhatikan perempuan yang lagi menabur kacang dan membuka pembicaraan yang agak provokatif, supaya aku diajak juga.
“Ini cara nanem kacangnya gimana Mbak?”
Dari semua perempuan disini nggak ada seorangpun yang langsung jawab. Mungkin mereka malu membuka dialog dengan orang asing sepertiku, atau mungkin mereka begitu terpesona dan terpana dengan kehadiranku sampe-sampe bingung mau jawab apa. Gyaaaaaa…!!!
Untungnya salah seorang pemuda di ujung sana yang punya inisiatif tinggi langsung mengajak aku ikut serta terlibat dalam proses penanaman kacang.
“Ayo Mas, sini ikut nutupin lobangnya aja”
Aku pun berdiri dari posisi jongkokku dan segera menghampiri dia.
“Oh nutupin lobang ini ya?”
Seperti udah disebut di beberapa paragraf sebelom ini, lobang yang udah ditaburin kacang mesti ditutup lagi pake tanah. Si pemuda yang ngajak aku ikut nutup lobang pun memberi contoh cara penutupan lobang yang baik dan benar serta sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan dan disertifikasi ISO. Aku pun mengikutinya dan menutup lobang-lobang lainnya yang udah ditaburin kacang.
Kosrek… Kosrek… Akhirnya aku nggak jadi mati gaya, malah asik berkutat dengan tanah untuk menutup lobang-lobang berisi kacang. Selama hampir 1 jam aku nutupin lobang di petak sawah seluas kira-kira sekian kali sekian meter. Ya anggaplah 5×20 meter, mungkin segitu. Tapi karena kita ngerjainnya rame-rame, jadi nggak terasa capek. Malah kerasanya asik, seru dan menyenangkan. Maknyus dah.
Tanpa terasa, 1 petak udah selesai ditanemin. Masih ada 1 petak lagi yang perlu digarap. Petak yang kedua ini ukurannya lebih besar, kira-kira 2 kalinya petak yang pertama atau bahkan lebih. Kita masih harus melakukan hal yang sama, mulai dari membajak dan nyangkul sampe nutupin lobang. Tapi karena tadi adzan Ashar udah berkumandang, aku memutuskan untuk pamit dulu bentar, mau numpang sholat.
Selesai sholat, niatnya mau langsung ke sawah lagi. Mengabaikan makan siang yang udah disiapin sejak tadi aku baru berangkat. Tapi handphoneku berdering dan sekali lagi aku mesti dengerin orang curhat dulu. Setelah itu baru deh aku bisa balik nyawah lagi.
Sama seperti sebelumnya, di petak yang kedua ini aku kebagian jatah nutupin lobang. Satu demi satu lobang aku tutupin pake tanah yang aku tendang-tendangin. 1/6 bagian petak yang kedua ini kira-kira telah terselesaikan, dan semua orang memutuskan untuk istirahat dulu. Akhirnya kita pun ngaso bentar di pematang sawah.
Bekal yang udah disiapin sama Supri dkk pun dibuka. Rame-rame kita ngejongkrok sambil minum teh anget. Nggak lupa ngemil makanan-makanan yang udah disedian Sruput sruput… Nyam nyam… Maknyus banget dah ah, nongkrong di tengah sawah ditemenin teh anget dan cemilan, plus kebersamaan antar sesama warga. Serta, pemandangan sawah yang luar biasa ditambah latar belakang perbukitan Gunung Kidul yang menjulang tinggi. Subhanallah… Super sekali…
Segelas teh udaah aku teguk habis. Setelah bersantai, lalu kita semua pun kembali nyawah lagi. Masih ada sisa petak sawah yang belom kita garap. Dengan energi penuh yang baru kita charge, kita lanjutkan lagi prosesi penanaman kacang di sawah ini. Lebih cepat lebih baik.
Kita mulai ngebaja dan nyangkulin tanah. Terus si Supri dan temennya mulai ngelobangin tanah yang udah dicangkul pake kayu yang ujungnya dibuat lancip. Yang perempuan masukin 2-3 butir kacang ke tanah yang udah dilobangin. Dan terakhir aku menutupi lobang-lobang itu dengan tanah.
Untuk mempersingkat cerita, nggak terasa petak yang kedua ini udah selesai juga. Persis bertepatan dengan berakhirnya adzan Maghrib. Hooaaaahh… Cuma ngegarap 2 petak ini aja kita makan waktu mulai dari menjelang Ashar sampe persis Magrhib. Biarpun badan agak sedikit pegel, tapi capeknya nggak terasa. Soalnya disini kita ngerjainnya rame-rame, sekian banyak orang ngegarap 1 sawah sekaligus. Bener-bener luar biasa! Ajiiiiib…
Setelah lobang terakhir aku tutup, kita pun mulai bergegas meninggalkan sawah. Hari juga udah mulai gelap, serangga-serangga mulai keliaran, dan para ayam mulai keluar mencari mangsa. Ups, ini maksudnya apa?
Akhirnya kita pun berpamitan dan melangkah pulang ke kediaman masing-masing dengan penuh rasa senang dan bahagia karena telah selesai menanam kacang di 2 petak sawah. Terbenamnya matahari sore ini nggak menyurutkan kebersamaan di antara kita, karena insya Allah di keesokan hari pun matahari akan terbit kembali dari arah Timur. Dan aku pun menawarkan diri, kalo besok-besok mau ke sawah lagi, jangan ragu untuk mengajak aku ya. Mau mau mau?
Add comment September 10, 2009
AkibatLedakanItu
Tulisan ini masih ada kaitannya dengan ledakan yang terjadi pada hari Jumat pagi 17 Juli 2009 di Mega Kuningan, Jakarta, tepatnya di hotel JW Marriot dan hotel Ritz-Charlton. Tapi sebelom membaca tulisan ini, mari kita bersama-sama mengutuk para pelaku dan phak-pihak yang berada di balik bom tersebut.
Akibat ledakan itu, belasan bahkan puluhan orang terluka, dan beberapa diantaranya meninggal. Kematian memang pasti akan datang, kapanpun dimanapun dan pada siapapun. Namun harus disadari bahwa nyawa seseorang berada di tangan Allah, bukan di tangan sesama manusia. Lalu mengapa para pelaku peledakan itu membunuh sesama manusia? Pernahkah terbayangkan jika yang menjadi korban tersebut adalah keluarga mereka sendiri? Semoga akhirat akan mengungkapkan cerita yang sebenarnya dan menjadi saksi atas segala yang terjadi.
Akibat ledakan itu, bangunan fisik hancur. Tidak hanya fisik, tapi mungkin juga mental dan psikologis. Bayangkan bagaimana rasanya ketika kita sedang melakukan kegiatan sehari-hari, tiba-tiba ada ledakan terjadi di dekat kita. Bayangkan bagaimana rasanya ketika di pagi hari keluarga kita pamit untuk bekerja, namun ketika pulang yang kita dapati hanyalah tubuh yang telah dipenuhi darah. Bayangkan cacat-cacat lainnya yang mungkin terjadi akibat ledakan ini. Tidakkah para pelaku menyadarinya?
Akibat ledakan itu, citra Indonesia kembali tercoreng. Sudah kesekian kalinya terjadi ledakan bom di Indonesia. Dan entah apa maksud dan tujuan mereka untuk melakukan ini semua. Bukankah kita ingin melihat bangsa ini maju? Bukankah kita ingin melihat bendera merah putih berkibar tinggi mengangkasa? Bukankah kita ingin melihat sang Garuda terbang mewarnai langit dunia? Bangsa ini sudah terpuruk, tolong jangan dibuat semakin terpuruk! Lakukan sesuatu yang positif, jangan hanya menjadi sampah bagi negara ini!
Akibat ledakan itu, kesebelasan Manchester United tidak jadi tampil bertanding di Indonesia. Citra Indonesia sekali lagi telah tercoreng, dan tentunya MU tak akan mengorbankan keselamatan para pemainnya hanya demi mengejar bayaran semata. Dalam hal ini, Malaysia boleh bergembira karena kedatangan MU ke Malaysia sama sekali tidak terganggu dan mereka boleh berbangga menjadi sorotan dunia karena kedatangan tim sekelas MU. Sementara Indonesia hanya mampu menangis dan meratap akibat ulah bodoh para pelaku peledakan.
Akibat ledakan itu, ribuan bahkan mungkin jutaan penggemar MU kecewa. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka membeli tiket. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka mempersiapkan segalanya untuk pertandingan ini. Namun sekali lagi, kebodohan para pelaku menghancurkan segalanya. Tidak hanya menghancurkan jiwa dan raga para korban serta fisik hotel tersebut, tapi juga menghancurkan mimpi dan harapan para penggemar MU untuk bertatap muka langsung dengan tim kesayangannya. Dan sedihnya, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain mengutuk sekeras-kerasnya para pelaku peledakan ini.
Akibat ledakan itu, salah satu provider telepon seluler mengalami kerugian besar. Kita patut berterima kasih karena akhir-akhir ini media massa dan televisi telah diwarnai dengan wajah-wajah pemain MU yang menjadi bintang iklan provider tersebut. Setelah ledakan ini terjadi dan pertandingan itu dibatalkan, adalah hal yang wajar jika provider ini mengutuk mereka yang berada di balik ledakan tersebut.
Akibat ledakan itu, jajaran pemerintah Indonesia dibuat repot. Presiden, menteri, gubernur, TNI, kepolisian, badan intelijen, PSSI dan semuanya kini memiliki 1 beban tambahan lagi, melengkapi beban mereka yang sejatinya tidak sedikit. Perlu berapa kali kita katakan bahwa bangsa ini sudah memiliki sangat banyak permasalahan yang harus dihadapi. Lalu mengapa kita masih harus menambah 1 permasalahan lagi? Pelaku peledakan tidak pernah memikirkan bahwa yang mereka lakukan adalah sangat tidak solutif, dan hanya menambah beban baru bagi bangsa ini.
Akibat ledakan itu, semoga Allah Yang Maha Mengetahui memberikan petunjuk kepada kita semua yang akan menuntun kita kepada kebenaran. Kebenaran akan datang dan kejahatan akan musnah. Sungguh, kejahatan pasti akan musnah. Dan semoga Allah Yang Maha Adil memberikan keadilan bagi kehidupan di dunia ini dan di akhirat nanti.
Akibat ledakan itu, aku menjadi terpancing untuk menuliskan tulisan ini. Aku bermimpi, suatu hari nanti Indonesia akan menjadi negara yang aman, tentram, damai, adil dan sejahtera tanpa perlu ada rasa takut dan cemas di hati seluruh penduduknya. Lalu, kapankah mimpiku ini akan tercapai?
Cucukan 18 Juli 2009
Add comment September 10, 2009
LagiLagiAdaLedakan
Pagi ini, Jumat 17 Juli 2009, lagi-lagi ada ledakan terjadi di salah satu sudut kota Jakarta, tepatnya di kawasan Mega Kuningan. Tidak hanya 1 ledakan, tapi 2 ledakan. Ledakan pertama pada pukul 07.40an di hotel JW Marriot, persisnya di lobi sebelah kiri. Sementara ledakan kedua pada pukul 07.50an, terjadi di hotel Ritz-Charlton. Meskipun sampai detik ini (Jumat 17 Juli 2009 pkul 09.13) belom bisa dipastikan apakah ledakan tersebut berasal dari bom atau dari apa.
Lagi-lagi Indonesia meledak. Lagi-lagi Indonesia berdarah. Dan lagi-lagi Indonesia tidak aman. Siapa yang berani bertanggung jawab atas ini semua?
Entah, siapa pelaku peledakan ini. Teroris kah? Pihak asing kah? Agen intelijen kah? Orang iseng kah? Anak setan kah? Makhluk busuk kah? Kampret kah?
Juga, entah apa motif dibalik peledakan ini. Pemilu sudah dilangsungkan 8 Juli lalu, dengan pemenang yang sudah hampir pasti. PRJ pun berlangsung di daerah Kemayoran, jauh dari Kuningan. Dan, insya Allah pada hari Senin 20 Juli besok, kesebelasan Manchester United dari Inggris akan mengadakan pertandingan ekshibisi di Gelora Bung Karno. Inikah yang menjadi motif utama? Mengingat hotel Ritz-Charlton adalah hotel yang sedianya akan dijadikan sebagai tempat penginapan pemain-pemain MU.
Kalau memang hal itulah yang menjadi motif, jelas ada konspirasi besar dibalik ini semua. Konspirasi yang tentunya, mungkin dilatarbelakangi oleh motif bisnis dan ekonomi. Karena MU adalah sebuah tim besar dan bergelimang uang, setiap hal berkaitan dengannya tentu memiliki nilai komersial yang tinggi. Contohnya, kita bisa melihat bagaimana salah satu provider telepon seluler menggunakan pemain-pemain MU sebagai bintang iklannya.
“Ini Budi
Budi meracik bom”
Serta, bagaimana kehadiran MU di Indonesia mampu menyedot sejumlah besar fans MU yang tersebar di Indonesia dan Asia Tenggara, meskipun sebelum tanding di Indonesia, pada tanggal 18 Juli MU akan bertanding dahulu di Malaysia. Bisa jadi, hal ini juga menjadi salah satu motif utama.
Mungkin ada pihak yang tidak senang jika MU hadir dan tampil di Indonesia. Mungkin ada pihak yang tidak senang jika eksistensi MU di Indonesia diliput oleh media massa dunia. Mungkin ada pihak yang tidak senang melihat hajatan besar Indonesia. Mungkin ada yang tidak senang melihat Indonesia aman dan damai. Mungkin ada yang tidak senang melihat Indonesia maju.
Mungkin ada yang ingin menghancurkan Indonesia. Mungkin ada yang ingin menggerogoti Indonesia. Mungkin ada yang ingin memperburuk citra Indonesia di mata dunia. Mungkin ada yang ingin membawa Indonesia menuju kehancuran.
Dan memang mungkin, akan ada selalu ada orang-orang yang seperti itu. Adalah tanggung jawab kita semua untuk mencarinya sampai ke akar-akarnya. Dan bila sampai kita mengetahui siapa pelakunya, maka janganlah berikan kata maaf baginya. Serta cukuplah neraka menjadi saksi dan pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan.
Cucukan 17 Juli 2009
Add comment September 10, 2009
AkuIniBodoh
Pagi-pagi, disaat orang-orang telah sibuk dengan kesibukannya masing-masing, 7 ekor makhluk KKN desa Cucukan masih terlelap dengan angan-angannya sendiri. 2 orang masih ngorok, 2 orang lagi berkutat di dapur bikin sarapan, 2 orang baru pulang belanja dan langsung ikut sibuk di dapur, sementara 1 orang sisanya dari tadi pagi jam 6 sedang asik nyampah nggak jelas sambil ngelaptop, nulis sebuah tulisan yang hasil tulisannya itu bisa kita baca saat ini. Huehehehe…
Sarapan udah hampir siap. Tapi tiba-tiba salah seekor makhluk terlihat mengenakan jaket dan membawa tas, segera melangkah keluar dan berpamitan padaku.
“Nicholas Saputra, aku pulang ke Jogja dulu ya!”
*Catatan: Nicholas Saputra??? Fakta atau fiksi, hayoooo???
Aku yang lagi ngetik nggak jelas sejenak tersentak. Dalam waktu sepersekian juta detik, sel-sel di otakku yang lemot ini segera berpikir,
Hei, kan itu orang-orang lagi pada masak buat sarapan kita. Bentar lagi juga selesai kok. Kamu pulangnya nanti aja, ayo kita sarapan dulu bareng-bareng. Pulangnya ntar aja abis makan.
Sejatinya otak ini telah merespon seperti itu. Tapi apa daya, lisan ini terlalu lemah untuk bersuara. Akhirnya aku hanya bisa menjawab,
“Pulang sekarang? Nggak sarapan dulu aja?”
Jeder! Lisanku ini nggak mampu mengeluarkan kalimat yang sesuai dengan apa yang aku inginkan. Dan makhluk itu pun menolak permintaan yang aku berikan. Akhirnya aku hanya bisa berkata,
“Hati-hati di jalan ya!”
…. … … Kriiik… Kriiiiik… … Dziiiiiing…
Kadang kala aku sering merasa sedih sendiri. Karena kebodohanku, aku tak mampu melarang apa-apa permintaan orang lain. Dan aku juga tak mampu untuk mengutarakan permintaan ku yang sesungguhnya. Padahal bisa aja kalimat dialog tadi aku ubah jadi kaya gini:
“Nicholas Saputra, aku pulang ke Jogja dulu ya!”
“Pulang sekarang? Kalo aku nggak ngasih izin gimana?”
“Nggak ngasih izin kenapa?”
“Kamu sarapan dulu disini, abis itu baru kamu boleh pulang.”
Contoh dialog kedua ini mungkin lebih tepat sasaran daripada dialog yang pertama. Tapi ya udah lah, nasi udah menjadi bubur. Tinggal ditambahin ayam, usus, telor, kecap sama kerupuk aja biar jadi bubur ayam. Pun demikian, setiap orang punya kesibukan dan hak nya masing-masing yang tidak sepatutnya kita interupsi. Bukan begitu?
Add comment September 10, 2009
IklanPositif
Akhir-akhir ini mataku yang minus 3,5 kanan-kiri disibukkan oleh secuil iklan yang menghiasi layar kaca. Iklan sebuah produk minuman, tepatnya produk teh hijau. Nggak perlu disebut merknya ya, kita sebut saja produknya dengan nama produk “X” (bukan nama sebenarnya). Kenapa mataku yang beautiful ini disibukkan dengan iklan tersebut? Kita cari jawabannya pada paragraf seelah ini.
Dari sekian ribu atau mungkin jutaan iklan produk komersial yang ada, entah mengapa sebagian besar itu lebih menitikberatkan pada unsur “menarik” dan “komersil”, sehingga secara umum mengabaikan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. Nggak peduli gimanapun caranya dan apapun kemasannya, yang penting produknya laris terjual. Bukan begitu, wahai Bapak-Bapak kapitalisme? Ups…
Hal itulah yang tidak aku temukan pada iklan produk X ini. Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak-Bapak tim kreatif produk X yang masih memiliki ide positif dalam iklan tersebut. Kalo cuma 1 iklan mungkin masih wajar dan nggak perlu dibahas. Tapi ini udah ada 2 iklan yang membawa nilai positif, jadi niat baik dan konsistensi itu udah mulai terllihat. Emang iklannya kaya gimana? Yuk kita bahas yuk…
Iklan pertama. Mau tau tentang iklan pertama ini? Tekan tutsnya dan mainkan!
Iklan pertama, ceritanya begini. Settingannya adalah ruang kelas. Ada seorang murid (atau mahasiswa) yang hendak melakukan ujian. Layaknya anak Indonesia pada umumnya, bukan hal yang aneh jika persiapan sebelum ujian bukanlah belajar atau latihan mengerjakan soal, melainkan menyiapkan segala properti yang dapat digunakan untuk nge-bet (bahasa Jawanya: ngerpek, atau menyiapkan contekan). Bener gitu kan? Hayooooo ngaku! Hal itu juga terjadi pada si tokoh di iklan ini.
Sebelum ujian dimulai, dia meminum sebotol minuman produk X ini. Setelah minum, dia pun langsung bertindak di luar kewajaran anak Indonesia pada umumnya. Apa itu? Secara spontan, dia langsung mengeluarkan segala properti contekan yang dia punya! Bahkan digambarkan ada juga tuyul yang ngumpet samibil membawa laptop!
Iklan berakhir disitu. Menceritakan tentang seorang murid yang awalnya berniat nge-bet pada waktu ujian, lalu dia minum minuman X itu, dan kemudian dia mendapat “ilham” untuk berlaku jujur dalam ujian, dengan cara mengeluarkan semua ke-bet-an yang telah dia siapkan untuk ujian tersebut.
Secara tidak langsung, produsen minuman X ini ingin menggambarkan bahwa dengan meminum produk X tersebut, maka otak dan hati kita akan segera bersih dari hal-hal yang kotor. Sesuai dengan slogannya, “Bersihkan Hati dan Pikiranmu!”
Dapatkah kita menangkap maksud dan pesan positif dari iklan tersebut? Kalo masih belum, kita lanjut ke iklan yang kedua. Tarik Maaaang!!!
Iklan kedua. Setting suasana di pedestrian. Seorang pemuda sedang duduk di bangku taman seorang diri. Lalu dari kejauhan datang seorang perempuan yang digambarkan sebagai perempuan yang cantik dan seksi, terlihat dari tampilannya, baju putih ketatnya dan rok pendek seatas lutut yang berwarna pink. Dia berdiri di pinggir jalan menunggu kendaraan. Mata laki-laki mana yang nggak menoleh melihat rezeki kaya begitu, termasuk mata si pemuda yang lagi duduk di bangku taman ini.
Kemudian masih dengan mata terpaku pada perempuan tersebut, si pemuda meminum produk X ini. Saat meminumnya, si pemuda melihat ke arah perempuan tadi dan tiba-tiba rok pendek perempuan tersebut berubah menjadi panjang hingga menutupi betisnya!
Si pemuda menghentikan minumnya, dan rok perempuan itu kembali pendek seperti sedia kala. Lalu dia minum produk X miliknya, dan sekali lagi, rok si perempuan menjadi panjang kembali. Super sekali! Si pemuda tersenyum melihat apa yang dialaminya.
Itu kira-kira gambaran mengenai iklan yang kedua. Sekali lagi, secara tersirat ingin mengatakan bahwa dengan meminum produk X ini, maka otak dan pikiran kita yang terbiasa dengan hal-hal yang kotor akan dimurnikan dan menjadi bersih kembali. “Bersihkan Hati dan Pikiranmu!”
Setelah membaca 2 contoh iklan diatas, mungkin banyak yang sudah bisa menerka kira-kira produk apakah yang dimaksud. Tapi disini aku nggak mau menyebut merknya, ntar itu sama aja jadi promosi gratisan. Enak aja gratisan, emangnya akika cowo gratisan bo? Gag banget deh yey…
Cuma sekedar intermezzo aja, Alhamdulillah di tengah kehidupan yang semakin komersial dan kapitalis ini, masih ada produk komersial yang memberikan nilai positif di dalamnya. Saat iklan produk minuman lainnya berlomba-lomba meng-imej-kan dirinya sebagai minuman yang menyegarkan atau untuk mengembalikan kondisi tubuh, produk X ini telah mampu berpikir lebih maju dengan cara: tidak hanya menyegarkan dan mengembalikan kondisi tubuh, tapi juga membersihkan hati dan pikiran. “Bersihkan Hati dan Pikiranmu!”
Intinya, atas nama pribadi aku ingin mengucapkan terima kasih kepada tim kreatif produk X ini yang telah membuat iklan bernuansa positif. Semoga iklan kaya gini bisa memicu penjualan produknya. Dan semoga ke depannya produk-produk lain bakalan ikutan membuat iklan positif, sehingga dunia televisi yang hari-hari ini lebih banyak diisi dengan SAMPAH, secara perlahan tapi pasti mulai beranjak menuju kotak ajaib dengan konten yang penuh manfaat. Semoga…
Satu lagi, aku merasa iklan positif kaya gitu udah mulai punya efek bagi para konsumennya. Apa buktinya? Buktinya adalah, kalo besok aku kehausan dan mampir ke warung atau toko kelontong, mungkin produk itulah yang bakalan aku beli! Huohohohoho…
2 comments August 30, 2009
SuratCuti
PT C-KINK LOSER PRODUCTION
Jalan Kaliurang Km 5.2 Karangwuni C-19 Sleman-Yogyakarta
081317135161/085691013852/02749118631
www.ckinknoazoro.wordpress.com
===========================================================================
20 Jumadil Akhir 1429 H / 13 Juni 2009
Kepada,
Ketua Umum BEM KMFT UGM
yth Dede Miftahul Anwar
di manapun dirimu berada
Assalamualaikum wr wb
Berdasarkan pelajaran yang pernah saya dapatkan selama masa-masa sekolah dulu, sebuah surat yang baik pada setiap paragrafnya haruslah terdiri dari :
- Pendahuluan, yang biasanya berisi kata sapaan.
- Isi, yang menjadi poin penting dari sebuah surat.
- Penutup, yang biasanya diakhiri dengan harapan semoga surat ini dibalas.
Karena Insya Allah saya adalah seekor murid yang baik dan taat pada guru serta tentu saja IMUT, jadi ada baiknya kalau kita awali surat ini dengan pendahuluan sepeti tersebut di atas.
Halo Miftah sayang (hueeeek… cuiiih…), apa kabar? Wah udah lama kita gak ketemu nih, atau kalo dalam bahasa Tasik-nya “Long time no see”. Masih idup kah dirimu disana? Aduh kok masih idup aja sih… Gimana kabarnya? Insya Allah baik-baik aja kan? Akika disini juga baik-baik aja kok bo… Kutunggu jandamu…
Melalui surat ini, saya atas nama C-Kink noa Zoro Syahid Syaifullah bin Astoto Slamet bin Siti Cholimah binti Said Hidayat bin Sastro bin bapaknya Sastro bin kakeknya Sastro, berkeinginan untuk mengajukan cuti kerja sebagai Menteri Koordinator Lini Eksternal BEM KMFT UGM. Terhitung mulai tanggal 22 Juni 2009 sampai 1 September 2009, dikarenakan pada tanggal tersebut saya harus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Klaten.
Demikianlah surat pengajuan cuti kerja ini saya buat dengan sebaik-baiknya, dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya ketik di laptop saya sembari mendengarkan lagu-lagu Gita Gutawa semacam “Parasit” atau “Aku Jatuh Cinta”.
Kembali ke paragraf awal dari surat ini, sebuah surat yang baik haruslah diakhiri dengan penutup. Kiranya demikianlah surat ini saya buat. Terima kasih atas segala perhatiannya, besar harapan kami supaya Miftah dan para Pengurus Harian BEM KMFT UGM bersedia untuk merespon surat pengunduran diri saya ini. Dan seperti biasa, kita punya pantun klasik yang selalu jayus setiap saat.
Empat kali empat
Sama dengan enam belas
Sempat tidak sempat
Tidak sama dengan enam belas
Ya mungkin seperti itulah kiranya pantun yang entah dari mana asalnya. Tapi tak peduli seperti apapun bunyi pantun itu, cukuplah kau balas surat ini dengan hatimu, karena dimana ada hatimu disana ada hatiku. Hatimu adalah hatiku, hatiku ya hatiku. Akan selalu ada hati-hati lain yang menyertai hati kita. Dan hati-hati di jalan ya….
Wassalamualaikum wr wb.
Di kamar kosku,
(Bukan) Nicholas Saputra,
tapi C-Kink
3 comments June 13, 2009
11Juni2009
00.01– 04.30
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Tidur
Zzzzzz… Groooook… Zzzzzz… Mmmmm malam ini aku mimpiin siapa ya? Mimpi Asmirandah? Mimpi Cincyah Laurah? Nia Ramadhani? Apa mimpiin Dude Herlino? Ah whatever, yang jelas paginya aku nggak harus keramas loh… Ups, Astagfirullah.
04.30 – 06.45
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Get prepared!
Je me reveille et je me leve. Apres prier, je me prepare pour mes activites d’aujourd hui. Je me lave, puis je m’habiller. Ce matin, je prends mon petit dejeuner. Parceque il y a une chocolat dans ma maison, alors je mange une chocolat pour mon petit dejeuner. Juste une chocolat. Puis, je prepare ma voiture et je vais au BEM. Bonjour et bon voyage!
06.45 – 07.50
Lokasi: Sekretariat BEM KMFT UGM
Aktivitas: Rendez-vous
Aku bukan PH pertama yang dateng di BEM buat menghadiri forga PH BEM pagi ini. Si Fauzi alias Bejo Suro dan si Ikhsan udah eksis duluan. Dan sampe beberapa menit setelah jam 7, PH yang udah dateng baru ada kita ber-3 tambah pak Bos Miftah. Akhirnya jam 07.30 setelah makhluk2 lainnya dateng, barulah forum ini dibuka, yang intinya menyatakan bahwa acara kita yang sedianya berangkat dari sini jam 07.00, harus diundur jadi setelah jam 10.00 karena jam 09.00 kita mau ketemuan dulu sama pihak Dekanat.
Karena masih ada beberapa puluh menit sebelom acara bareng Dekanat, akhirnya kita mejeng dulu di Kansera, tempat makan paling “…” di Pogung Kidul. Paling apa ya? Silahkan isi sendiri aja deh…
07.50 – 08.40
Lokasi: Warung makan Kansera
Aktivitas: Ya makan lah, masa dugem?
Setelah tadi pagi di kosan cuma sempet sarapan dengan sebatang coklat Silver Queen Chunky Bar, akhirnya pagi ini aku sempet sarapan dalam makna sebenernya. Sepiring nasi plus sayur dan telor dadar serta 2 buah tempe, semoga cukup untuk mengganjal perutku yang six pack di pagi ini.
08.40 – 10.20
Lokasi: Ruang sidang 2.2 KPTU FT UGM
Aktivitas: Forum bareng Dekanat
Jam 09.00 kita semua pada naik ke ruang sidang 2.2 buat ketemuan sama Dekanat. Disini dipertemukan antara perwakilan elemen mahasiswa dari BEM dan KM/HM, sementara Dekanat menghadirkan orang2nya terkait ranah kemahasiswaa, yaitu Pak Jamasri selaku Wadek Kemahasiswaan, Riset dan Kerja Sama, Pak Indra selaku Kepala Seksi Kemahasiswaan yang baru, menggantikan Ibu Eny yang dimutasi ke Fakultas Hukum 2 minggu lalu dan Pak Wawan selaku asisten Pak Jamasri untuk urusan kemahasiswaan.
Acara yang diselenggarakan oleh pihak Dekanat emang beda dengan acara mahasiswa. Forum ini yang aku rasa mestinya bisa cukup simpel, dilangsungkan di ruangan yang paling bagus di KPTU sini. Plus, nggak lupa Dekanat juga menyediakan snack buat kita2. Padahal nggak ada snack pun nggak apa2 kok, itu kan belinya pake dana Fakultas. Tapi ujung2nya snack itu nggak aku makan, aku kasih ke Lia dan Eva serta rekan2 Departemen Advokasi lainnya yang lagi sibuk ngurusin wawancara BOP.
10.20 – 11.30
Lokasi: Bulaksumur – Seturan – Maguwoharjo
Aktivitas: Looking for place for fishing
Akhirnya, keberangkatan acara forga PH yang sedianya pengen dimulai jam 7, baru bisa terlaksana jam setengah 11 gara2 mesti ketemuan dulu sama Dekanat. Rencananya kita pada mau mancing, terus hasil pancingannya dimakan rame2. Jadilah kita bergerak ke arah Seturan untuk mencari dimana gerangan tempat pemancingan. Sesampainya di Seturan, ternyata empang yang ada nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya kita berangkat lagi ke arah Maguwoharjo atas instruksi Nalar Sujancuk yang tau tempat pemancingan disana. Dan setelah menempuh perjalanan selama +- 1 jam, kita pun sampe deh di tempat pemancingan.
11.30 – 15.00
Lokasi: Tempat pemancingan di Maguwoharjo
Aktivitas: Mancing. Mancing ikan apa mancing emosi?
Setibanya di tempat pemancingan dan setelah Dzuhur, kita langsung segera sewa pancingan, pasang umpan, dan let’s go fishing! Inilah pertama kalinya aku mancing from the whole life! Pertama kali ngerasain gimana megang dan motong cacing, pertama kali ngerasain gimana menusuk cacing itu ke kail pancingan kita, pertama kali ngerasain ngelempar pancingan ke empang, dan pertama kali ngerasain gimana geregetannya kalo tau cacing kita udah dimakan ikan tapi ikannya nggak nyangkut di kail!
Iya, di acara mancing ini, aku dapet gelar sebagai “makhluk paling blo’on”. Coba silahkan bayangin aja, dari 17 kali aku ngelempar umpan, belom satu ekor ikan pun aku dapet! Cacingnya sih udah kemakan, tapi ikannya itu lho nggak mau nyangkut. Betapa susahnya membuat ikan itu tersangkut di kail kita.
Sebenernya sih waktu si ikan makan cacing kita, itu terasa banget, pancingan kita terasa ketarik gimana gitu. Dan ketika terasa gitu, aku langsung segera menarik pancinganku ke atas. Tapi sesampainya di atas, terlihat bahwa cacing yang ditaro di ujung kail udah tiada, sementara ikannya nggak ikut kesangkut. Dan ini terjadi sampe 17 kali! Duh masa iya sih aku digoblokin sama ikan? Ini sih sama aja aku bersedekah cacing buat ikan2 itu…
Tapi Allah Maha Tau bisikan hati hambanya. Akhirnya di umpan yang ke-18, pancinganku terasa ditarik dan aku segera balas menariknya. Ketika kail itu terangkat, voila! Ada seekor ikan tersangkut disana! Tapi sedihnya, ikan itu adalah sekecil2nya ikan di empang ini, bukan ikan yang layak untuk dikonsumsi. Akhirnya setelah aku pamerin ikan ku itu ke orang2, dengan berat hati aku lepasin lagi ikan itu ke empang. Dadah ikan…
Apakah aku puas dengan ikan sekecil itu? Jelas nggak! Segera aku ambil cacing lagi, aku sangkutin dan aku mulai mancing lagi. Tapi ternyata keberuntungan nggak datang 2 kali. Mulai dari umpan ke-19 sampe umpan ke-25-an, sampe cacingnya udah abis, aku nggak berhasil ngedapetin seekor ikan pun. Ya udahlah, emang nasibnya gini… Padahal si Rindi cuma perlu 13 umpan untuk mendapatkan ikan pertamanya. Dan setelah itu dia berhasil mendapatkan ikannya yang kedua dan ketiga dan seterusnya. Sementara orang yang paling banyak dapet ikan hari ini adalah si Fauzi alias Bejo Suro, yang dulu emang lahirnya di kolam ikan, makanya dia jago banget mancing.
Setelah umpannya habis semua, akhirnya kita minta ikan hasil tangkepan kita buat dimasakin, plus beli 2 ekor ikan lagi. Dan kita pun makan siang dengan 2 piring penuh berisi ikan. Ditambah tuker2an kado di akhir acara, yang pada akhirnya aku mendapatkan sebuah organizer dari Rindi.
15.00 – 15.30
Lokasi: On the way we’re back
Aktivitas: Balik ke kampus Teknik
Sedianya kita masih pengen nongkrong di tempat pemancingan lebih lama lagi. Tapi karena jam 4 aku udah janjian mau nonton perdana film KCB, Ketika C-Kink Bertasbih, bareng sama anak2 Nuklir, maka jam 3 kita buru2 cabut dari tempat, setelah sebelomnya nggak lupa bayar dulu. 135 ribu rupiah untuk 10 orang.
Akhirnya dengan segenap ilmu Formula 1 warisan Giancarlo Fisichella yang aku punya, aku geber mobilku dari Maguwoharjo balik ke kampus Teknik sekuat tenaga. Jam setengah 4-an aku nyampe di Teknik lagi, melintasin Ayu dan Hayu yang lagi mejeng di Tugu Teknik buat nungguin taksi. Dan sedihnya, taksi yang mereka tunggu adalah mobil Toyota Soluna ku!
Setelah Ashar, aku langsung tancap ke Tugu Teknik buat memingit 2 ekor anak manusia itu. Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, menyisakan aku sendirian di kursi depan. Asli mirip banget kaya sopir taksi. Setelah argo disetel ke nominal awal, taksi pun melaju menuju Amplas. Tarik Mang!
15.30 – 16.00
Lokasi: Perjalanan menuju Amplas
Aktivitas: Doing what taxi driver does
Aku bertiga sama Ayu dan Hayu di dalem mobil yang menuju Amplas. Sempet takut juga sih, mengingat mereka berdua adalah perempuan dan aku adalah satu2nya setengah laki2 yang ada di mobil. Rasanya ngeri2 gimana gitu… Ntar kalo tiba2 di tengah jalan, Ayu mengeluarkan sebilah pisau dari tasnya dan diarahin ke leherku gimana? Atau tiba2 Hayu memukulku dari belakang dengan sepatu, dan aku pingsan, lalu aku dibuang di tengah jalan dengan keadaan tanpa busana, gimana? Atau Ayu dan Hayu bersekongkol menculik aku dan Toyota Soluna ku untuk dimintain tebusan, gimana? Atau mereka berdua minta supaya mobilnya dibawa ke tempat sepi, terus ngajakin main “mobil goyang”, gimana? Ah kalo itu sih nggak apa2, aku ladenin kok… Ups, Astagfirullah…
16.00 – 18.20
Lokasi: Amplaz
Aktivitas: Nonton Ketika C-Kink Bertasbih
Persis jam 4, aku nyampe di depan 21 Amplaz, dengan menenteng Ayu sama Hayu dibelakang. Seakan2 aku adalah Fahri di film Ayat-Ayat C-Kink. Lalu apakah Ayu dan Hayu berperan sebagai Maria dan Aisya? Ya nggak lah, biarpun aku jadi Fahri, mereka cuma jadi pemeran pembantu aja kok. Pemeran pembantu sebagai pembantu. Pembantu dalam arti sebenarnya. Gitu lho…
Dan akhirnya aku berhasil duduk manis di dalam bioskop beberapa detik sebelom filmnya dimulai. Di sebelah kiri ku ada Asep Budi Lestiyono, calon Bupati Karanganyar yang dari dulu ngebet banget pengen cepet2 nikah. Sementara di sebelah kanan ku adalah koridor. Di seberang koridor, ada Ayu dan Hayu lagi mojok berduaan. Di sebelah kirinya Ayu ada 1 kursi kosong, tempatnya si Apriadi.
Melihat ada kursi kosong, aku sempet nawarin gini ke Ayu, “Yu, nggak usah aku temenin kan?” ujar ku sambil menunjuk ke kursi kosong disebelahnya. Dan Ayu hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman. Nggak tau senyum malu2, senyum mupeng, senyum girang apa senyum pengen muntah. Tapi kayanya opsi terakhir yang lebih mendekati deh. Gyaaaaa….
Kemudian selama 2 jam aku nonton film Ketika C-Kink Bertasbih sambil sesekali bermesraan sama Asep kalo lagi ada adegan2 yang bisa bikin mupeng. Tapi mohon maap, disini aku nggak mau nyeritain filmnya ya…
2 jam telah berlalu dengan penuh rasa puas akibat melihat banyak wajah cantik bertebaran di film tersebut. Pengen rasanya buru2 keramas, tapi nggak lah, aku masih punya harga diri donk… Lalu kita pun segera Magrhib. Sejatinya aku masih pengen di Amplaz sini, nongkrong rame2 sama anak2 Nuklir. Tapi karena setelah ini aku ada farewell party sama anak2 tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, akhirnya aku buru2 cabut dari Amplaz, meninggalkan yang lainnya yang pada pengen makan bareng. Nggak lupa, 2 ekor piaraanku yang bernama Ayu dan Hayu juga aku bawa pulang. Padalah si Hayu ngajakin mampir dulu ke Caesar, mau dugem. Besok2 aja Yu ya…
18.20 – 19.10
Lokasi: Amplaz – Pogung – Karangwuni – Pizza Hut
Aktivitas: Our taxi is moving
Sebenernya temen2 tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” awalnya janjian jam 5 sore di KPTU. Tapi aku udah izin bakalan dateng telat gara2 mau nonton Ketika C-Kink Bertasbih dulu. Dan karena sekarang udah lewat Maghrib sementara aku masih di Amplaz, segera aku sms Bram dan Mega untuk nanyain posisi mereka dimana. Ternyata mereka pada mau jalan ke Pizza Hut, mau makan2 ditraktir sama Dhani.
Dengan seluruh energi yang tersisa aku geber Toyota Soluna ku secepatnya utuk mulangin Ayu dan Hayu ke kandang mereka masing2. Kemudian aku pulang dulu ke kosan buat Isya, karena tadi udah adzan waktu lagi di jalan. Dan setelah Isya plus dandan plus get prepared, aku segera tancap gas ke Pizza Hut. American Favourite, Vegetable Lovers, Garlic Bread, I’m coming!
19.10 – 21.30
Lokasi: Pizza Hut tugu
Aktivitas: Farewell party tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”
Jam 7 aku nyampe di Pizza Hut. Cuma ada 12 orang disana: Bram, Hasan, Nana, Didi, Karin, Vella, Nanda, Mega, Ponti, Fariz, Dhani, Apri. Plus Putri yang dateng belakangan. Segera saja kita pesen makanan, beberapa loyang pizza ukuran large, beberapa spaghetti, garlic bread dan teman2nya, plus beberapa gelas minuman dan beberapa pitcher coca cola. Duh kenapa mesti coca cola ya, kan coca cola termasuk salah satu perusahaan yang ikut menyumbang untuk Israel?
Namanya juga farewell party, mungkin ini terakhir kalinya kita bisa ngumpul bareng2 lagi. Ke-20 ekor makhluk yang sedianya tergabung dalam tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, kini harus berpisah dan melaksanakan KKN dengan timnya masing2, terpisah satu sama lain. Jadilah kita puas2in acara makan2 ini. Dipuas2in nya bukan karena ini acara farewell party, tapi karena ini makannya dibayarin! Ohohohoho… Dan terhitung malam ini aku udah makan 4 slice pizza, 6 slice garlic bread dan sekian gelas coca cola.
Di penghujung acara, akhirnya Dhani buka suara kenapa dia mau bayarin kita semua ini. Ini karena pada tanggal 8 Juni kemaren, dia baru aja jadian sama Fariz si anak onta. Wuaouw… Ini dia salah satu manfaat tim KKN. Selain untuk nambah temen, ngejar sks dan nyari nilai, juga bisa buat cari jodoh! Felicitation!
Jam 9-an semua makanan udah abis disantap. Dan kita juga udah berkali2 dipelototin orang2 gara sepanjang makan mulutnya nggak berhenti bersuara, ditambah lagi ketawanya Ponti yang bisa bikin anak kecil nangis. Dengan sangat tau diri, kita pun izin pamitan sama pegawai2 Pizza Hut. Nggak lupa kita foto2 dulu rame2 di depan Pizza Hut. Foto2 yang mungkin bakalan jadi foto terakhir kita. Uhuuhuhuhu… Huiks huiks…
Niatnya, abis makan kita pada pengen karaokean. Apri, Mega sama Nanda udah pada setuju. Apalagi Nana, yang paling semangat goyang kalo lagi karaoekean. Plus Hasan, dengan bermodalkan sebuah tiang, maka Hasan udah persis banget kaya penari striptease profesional! Tapi karena yang lain udah pada kecapekan, dan Fariz selaku donatur utama juga nggak berkenan, akhirnya kita nggak jadi karaokean deh.
Dan seiring dengan malam yang semakin larut, kita pun pulang kerumah masing2. Hasan sama Nanda nebeng di mobil ku. Sementara meja dan kursi Pizza Hut itu menjadi saksi bisu farewell party kita malam ini, karena di esok hari belom tentu kita semua bisa berkumpul kaya gini lagi.
21.30 – 21.50
Lokasi: Pizza Hut tugu – Pogung Kidul – Karangwuni
Aktivitas: Pulang
Hoaaaahmm… Ngantuk… Selepas dari Pizza Hut, aku mulangin Nanda dan Hasan ke kosan masing2. Dan kemudian aku beranjak pulang ke kosan ku sendiri, berteman radiotape mobil yang lagi nyetel lagu J-Rocks dari kaset. “Kini ku ingin… Pergi darimu… Tak kan ada yang bisa menahanku lagi…”
21.50 – 00.00
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Istirahat? Belom waktunya!
Biarpun raga ini telah letih, biarpun mata ini telah ngantuk, biarpun kaki ini telah lelah, biarpun badan ini telah kurus dan biarpun otak ini telah cacingan, tapi malem ini aku nggak boleh langsung tidur. Sejujurnya malam ini aku merasa bahagia karena telah dipertemukan dengan ke-20 ekor anak manusia di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, sekalipun ujungnya harus berpisah juga. Dan perasaan bahagia itulah yang membuat aku masih terjaga sampai detik ini.
Tapi bukan itu yang bikin aku nggak boleh tidur, melainkan karena aku belom ngerjain laporan paktikum radiokimia! Batas akhir pengumpulan laporan masih 15 jam lagi, dan sampai detik ini aku masih belom selesai ngerjain.
Dari tadi seharian Rio sms aku, nanya kapan aku bakalan ngerjain laporannya, soalnya dia mau minjem yang itung2annya. Dengan jujur aku jawab bahwa aku baru bisa ngerjain ntar malem banget, soalnya hari ini aku banyak kegiatan. Dan memenuhi janji ku pada Rio, akhirnya aku emang baru bisa ngerjain laporan itu malem ini, disaat semua orang mungkin udah pada mimpi indah dalam kasurnya masing2. Malemnya mimpi, besok paginya keramas deh. Ups, Astagfirullah…
Bermodal pulpen, aku segera mengerjakan laporan itu. Ngerjainnya bener atau salah itu nggak penting, yang penting laporannya selesai!
Di tengah2 ngerjain laporan, perasaan bahagia campur sedih gara2 mesti berpisah sama tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” masih tetep ada. Akhirnya sejenak aku istirahat dari ngerjain laporan, aku ambil handphone Nokia 6680 ku dan segera mengetik sebuah sms,
“Temen2 tim KKN Lombok almarhum, terima kasih banyak atas segala kebersamaan kita selama ini. C-Kink Cute mohon maaf sebesar2nya kalo pernah berbuat salah. Jika selama ini ada kekurangan mohon dimaafkan dan jika ada kelebihan mohon dikembalikan. Semoga suatu hari nanti kira semua bisa dipertemukan kembali di resepsi pernikahannya Fariz dan Dhani. Insya Allah”
Lalu aku kirim ke temen2 KKN ku. Dan aku kembali berkutat dengan laporan praktikum radiokimia. Nggak berapa lama handphone ku kembali berdering, dapet balesan dari temen2 atas sms barusan. Tapi karena aku udah nggak punya banyak energi lagi (baca: pulsa) jadi aku hanya bisa membacanya dan kembali sibuk mengutak-atik angka2 dalam laporan praktikum.
00.00 – 00.50
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Hooooaaaaaahmm… J’ai sommeil! Je veux dormir maintenant!
Lepas tengah malem, laporan masih belom beres juga. Padahal besok pagi, eh nanti pagi mau dipinjem sama Rio. Malem ini baru itung2annya doang yang udah selesai. Akhirnya daripada besok eh nanti aku kesiangan, akhirnya aku memutuskan untuk tidur dulu sejenak dan ngerjainnya dilanjutin lagi abis Subuh nanti.
Segera aku kemasin berkas2 laporan ku dan beranjak tidur. Sebelomnya aku ngeliat buku les bahasa Prancis ku yang tergeletak, dan aku ingat bahwa nanti malem aku ujian les Prancis level 2, sementara aku belom belajar sedikitpun! Yah nggak apa2 lah, Allah tau apa yang terbaik bagi hamba2Nya. Aku tinggalkan laporan praktikum ku dengan azzam bakalan ngerjain besok pagi, serta aku tinggalkan buku les bahasa Prancis ku dengan niat bakalan belajar entah kapan, kalo masih ada umur.
Dan sejurus kemudian aku pun terlelap. Zzzzzz…. Groooook… Zzzzzz…
2 comments June 13, 2009
Aku Tau
Aku tau aku ini blo’on
Lebih blo’on dari yang mereka bayangkan
Lebih blo’on dari yang terblo’on
Aku tau aku ini lembek
Lebih lembek dari yang mereka lihat
Lebih lembek dari apa yang ada di telapak kakimu
Aku tau aku ini pecundang
Yang sudah sangat pecundang
Bahkan lebih pecundang daripada pecundang itu sendiri
Dan aku juga tau
Bahwa aku tak pantas untuk hidup lebih lama lagi
Segeralah bawa aku pergi
Meninggalkan dunia ini
Secepatnya
C-Kink
Yogyakarta, Juni 2009
Add comment June 13, 2009
FarewellLombok
Minggu sore, 7 Juni 2009, seperti biasa 20 ekor anak manusia yang tergabung dalam tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” mengadakan rapat rutin di pelataran KPTU. Sekalipun nggak semua 20 ekor yang hadir di rapat ini. Rapat yang mungkin, menjadi rapat untuk terakhir kalinya. Kalo pun bukan yang terakhir, ya berarti jadi rapat yang kedua sebelom terakhir. Kalo pun bukan juga, berarti rapat ketiga sebelom terakhir. Atau keempat sebelom terakhir. Atau kelima sebelom terakhir. Dan seterusnya dan seterusnya…
Kenapa rapat terakhir? Karena ke-20 ekor makhluk cacingan yang tergabung dalam tim tersebut, hampir 99.99% dipastikan harus bercerai dari bahtera rumah tangga yang telah dijalaninya selama ini. Uhuhuhuhu… Huiks huiks…Sroooot…
Pada akhirnya, semua harapan dan impian kita untuk menjalani liburan bermutu selama 2 bulan di Lombok harus dibatalkan. Bukan cuma dibatalkan, tapi ke-20 ekor makhluk yang namanya telah terdaftar di sini juga harus dipecah dan disebar ke tim2 KKN lainnya. Artinya, udah kita nggak jadi berangkat ke Lombok, kita pun harus menjalani KKN sendiri2 dengan tim yang terpisah. Buajigur tenan…
Perkembangan terakhir dari Bramantya Utami Rahmasari selaku “Ketua Unit KKN PBA Lombok (Insya Allah)” menyatakan bahwa sampai detik ini, 1 bulan sebelom keberangkatan, belom ada izin dari Pemda Lombok bahwa kita boleh melaksanakan KKN PBA di sana. Nggak tau kenapa bisa gitu. Ya emang beginilah birokrasi di Indonesia, lebih ribet dan lebih kusut serta lebih keriting daripada rambutnya Budi Anduk sekalipun.
Terus, dulu waktu kita registrasi KKN, tema “KKN PBA Lombok” belom masuk ke LPPM. Jadi waktu disuruh masukin tema, kita milihnya “belum menentukan tema”. Dan Bu Wiwin, dosen FIB yang juga orang dari Komisi Pemberantasan Buta Aksara, menjajikan bahwa setelah tema itu terdaftar, beliau bakal segera memasukkan nama kita ke tema tersebut.
Tapi sampai hari ini, tema itu masih belom terdaftar juga. Dan LPPM telah terlanjur memplotting orang2 yang “belem menentukan tema” secara acak ke tema2 lain yang masih kekurangan orang. Jadi pada rilis daftar terbaru dari LPPM, ke-20 orang di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” telah diplotting secara acak di tim2 KKN lain. Sebagai contoh, aku atas nama C-Kink Cute barengan sama M. Sultan Iskandarsyah alias Nanda si Anak Setan, terdaftar di KKN Pemilu, daerah Klaten 3. Bram selaku Ketua Unit tim ini, terdaftar di tim KKN di Pekalongan. Dan Fariz si Anak Onta, terdaftar di tim dengan tema “Sosialisasi Peningkatan Kualitas Susu Sapi Perah” di Boyolali. Masa iya onta minum susu sapi? Baru liat kaaan, susu kaya gini…
Beberapa orang di antara kita malah udah pernah dihubungin sama timnya masing2. Nana udah berkali2 di sms sama tim KKN Gunung Kidulnya, dan sebagai orang baru yang udah terima jadi dan nggak ikut kerja dari awal (survey tempat, bikin proposal, nyari dana dll), seakan2 ada resistansi dari orang2 di tim KKN tersebut terhadap Nana selaku orang baru. Hal ini membuat Nana 100% nggak betah sehingga ingin rasanya dia segera mengakhiri hidup ini dengan menenggak sebotol Baygon sampe habis. Jangan lupa Baygonnya dikasih gula, biar rasanya manis!
Dan yang paling menyedihkan adalah, Bu Wiwin yang awalnya “menjajikan” bahwa nama2 kita akan ditarik dari plottingan LPPM untuk dimasukkan ke dalam tim tersendiri, ternyata hari ini dia “tidak berkuasa” untuk “menarik” nama kita dari daftar yang udah dibuat oleh LPPM. Dalam artian, ke-20 ekor makhluk di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” telah tertutup kemungkinannya untuk melaksanakan KKN bareng2. Bu Wiwin tak punya daya dan upaya untuk melakukannya. Membuat kita sakit hati dibuatnya, mengingat beberapa bulan lalu beliaulah yang mengatakan bahwa “Silahkan kalian daftar dulu, tanpa tema. Nanti kalo kalian udah diplotting ke tema tertentu, biar saya yang narik nama2 kalian untuk dimasukkin ke KKN PBA!”
Tapi apapun yang terjadi, nasi telah menjadi bubur. Sementara bubur ayam depan gang harganya 4000 rupiah semangkok. Terus apa hubungannya?
Ya intinya, impian kita semua untuk melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara di Lombok akhirnya pupus sudah. Plus, kini kita pun harus menjalani hari2 kita dengan tim KKN kita masing2. Nggak akan ada lagi tampang sangar Fariz. Nggak akan ada lagi tawa nyablak Ponti. Nggak akan ada lagi jempol cantengan Bram. Nggak akan ada lagi denda2an Putri. Nggak akan ada lagi senyum manis Didi (Hueeeek…). Nggak akan ada lagi wajah imut C-Kink. Nggak akan ada lagi rapat di KPTU. Dan nggak akan ada lagi…
Kini kita semua harus mempersiapkan diri menjalani 2 bulan kedepan dengan orang2 baru. Orang2 yang mungkin belom kita kenal sama sekali. Orang2 yang mungkin akan bersikap sinis terhadap kita selaku pendatang, yang udah tinggal terima jadi. Orang2 yang mungkin nggak lebih imut dari C-Kink dan nggak lebih melas daripada Hasan, serta nggak lebih lebar daripada Ponti. Ups…
Dan sebelom tim “KKN PBA Lombok Insya Allah” resmi dibubarkan, maka izinkanlah aku atas nama C-Kink Cute yang hina dina kurus begeng kerempeng serta cacingan ini untuk mengucapkan kata2 terakhir kepada kalian semua…
- Nicky, ajarkan aku ilmu2 untuk mempersiapkan diri menghadapi pegunungan yang terjal itu, saudara!
- Jafar, jangan lupa tentang semua harapan dan impian kita untuk makan siang bareng di Bu Siti! Gyaaaaa…
- Didi, suaranya kalo nyanyi serak2 basah gitu loh, mirip suaranya Rhoma Irama keselek sendal jepit! Hihihihihihi.
- Bram, pak Ketua yang jempol kakinya cantengan… Selaku anak buah, maafkan kami semua yang susah diatur ini. Dan mohon maaf juga jika selama ini kami ada salah dan lupa. Semoga amal ibadah jempol kakimu diterima di sisi-Nya…
- Dani, acara Djarum yang sering kamu ikutin itu apa ya? Aku juga mau ikutan duonks… Dan kita tunggu undangan resepsi pernikahannya ya! Fariz oh Fariz…
- Ponti, walaupun mungkin tim kita nggak lagi bersama, tapi jagalah Fariz selalu di dalam hatimu… Eh tapi Fariz mah udah diambil Dani sekarang.
- Naga, selaku anak Geodesi tolong siapin pemetaan tanah kuburan yang cocok buat aku. 2 x 3 meter aja juga udah cukup kok.
- Nana, kalo goyang hot juga loh! Ayo kapan mau ngebor lagi? “Datanglaaaah… Aku menunggumu disini…”
- Vella, apa kabar Vella? Baik2 aja kah?
- Karin, minta senyumnya dooooonk… Huehehehe.
- Daru, biarpun kita nggak lagi berada di tim KKN yang sama, tapi kosan kita tetep di Karangwuni C-19 kan? Ya iya lah, masa ya iya donk…
- Dedi, kemana aja nih kok jarang keliatan ya?
- Vita, nyok karaokean nyoooook! Kalo kamu sempet baca CV-ku, itu aku punya +- 40 lagu ciptaan, silahkan kalo mau kamu nyanyiin. Siapa tau ada produser yang ngelirik. Ngelirik aku lho, bukan ngelirik kamu. Ohohohoho.
- Putri, terima kasih atas segala ketulusannya untuk berujar “Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus lho!” +- 20 tahun aku hidup akhirnya ada juga yang memuji suaraku. Gyaaaaaa…
- C-Kink, loh C-Kink kan aku sendiri? Ya nggak apa2, tetep imut selalu ya!
- Hasan, Mega, Nanda, Fariz, Apri, nggak usah comment apa2 ya, udah bosen setiap hari ketemu melulu di jurusan.
- Ibu Wiwin, semoga jangan sampe anak perempuan saya nanti kelakuannya mirip sama Ibu. Astagfirullah…
Terima kasih atas segala kebersamaan kita selama ini. Semoga suatu hari nanti, kita bisa dipertemukan kembali, entah dimana. Dan jika suatu hari nanti kita telah menjadi orang besar, ingatlah bahwa dulu kita pernah saling mengenal, pernah berada dalam satu hati yang sama. Dan kalaupun ternyata kalian telah lupa, maka sesungguhnya aku akan selalu mengingatnya, Insya Allah.
Yogyakarta, Juni 2009
Karangwuni C-19, kosan yang sama kaya kosannya Daru, cuma beda kamar
2 comments June 13, 2009
KekonyolanAkhirPeriode
Kekonyolan Akhir Periode: Cincin Emas DPR!
Konyol! Lagi-lagi konyol! 100% konyol! Sumpah konyol! Astagfirullah, konyol!
Seperti biasa, salah satu lembaga paling konyol di negara kita, sebut saja Dewan Perwakilan Rakyat alias DPR (memang nama sebenarnya), semakin hari bertindak semakin konyol dan lebih konyol lagi.
Menjelang akhir masa kepengurusan 5 tahunan mereka sejak tahun 2004 lalu, para anggota dewan yang terhormat mengusulkan untuk memberikan diri mereka sebuah cenderamata atas jerih payah mereka duduk di kursi DPR selama 5 tahun ini. Mereka menginginkan sebuah kenang-kenangan untuk itu. Dan, cenderamata yang mereka usulkan pun tidak tanggung-tanggung, yaitu cincin emas 24 karat sebesar 10 gram untuk setiap orang!
Diperkirakan, total anggaran yang akan dikeluarkan untuk cincin tersebut berjumlah Rp 1,9 miliar untuk ke-550 anggota DPR! Lalu dari mana anggaran tersebut berasal? Tentunya dari anggaran negara. Wuaouw, benar-benar pemborosan yang luar biasa!
Entah apa lagi yang ada di benak para anggota DPR saat ini, apakah mereka tidak pernah cukup dengan semua yang telah mereka terima selama 5 tahun menjabat sebagai wakil rakyat di DPR? Dengan perkiraan alokasi dana sebesar itu, diperkirakan setiap orang akan mendapat cincin seharga Rp 3,45 juta rupiah.
Mungkin, bagi mereka yang sehari-hari berpergian dengan Mercedes-Benz, angka sebesar itu tidaklah begitu berarti. Tapi taukah mereka bahwa dengan dana sebesar itu bisa untuk membiayai kuliah 1 semester untuk +- 2 orang mahasiswa UGM? Dan dengan keseluruhan dana sebesar Rp 1,9 miliar, maka angka sebesar itu dapat digunakan untuk membiayai perkuliahan 1 semester +- 1100 orang mahasiswa UGM! Bayangkan, 1100 mahasiswa, 1100 calon pemimpin bangsa!
Tapi sekali lagi, entah angin apa yang merasuki pikiran para anggota DPR sehingga mereka tidak peduli dan tidak mau peduli tentang nasib sebagian besar rakyat yang kelaparan. Tentang nasib rakyat yang sekedar membeli kebutuhan sehari-hari pun kesulitan. Lalu, masihkah mereka pantas disebut sebagai wakil rakyat?
Alhamdulillah, di tengah kontroversi seputar pemberian cincin emas tersebut, masih ada berita positif yang kita dapatkan dari beberapa anggota DPR yang insya Allah masih terbuka mata hatinya. Ketua DPR, Agung Laksono menilai kebiasaan pemberian cenderamata di di setiap akhir jabatan masa anggota dewan sudah tidak tepat lagi (Republika, 10 Juni 2009). Begitupun dengan salah satu anggota DPR, Mahfudz Shiddiq, dengan tegas menolak rencana pemberian cincin emas tersebut dan akan mengusulkan kepada Badan Usaha Rumah Tangga (BURT) untuk mengganti cincin tersebut dengan sesuatu yang lebih sederhana dan jauh lebih murah, misalnya plakat atau piagam penghargaan (Republika, 10 Juni 2009).
Ya Allah, kami bingung… Usaha apa lagi yang harus kami lakukan untuk menyadari para pemimpin negeri ini bahwa mereka tidak hidup sendirian. Bahwa di sekitar mereka masih banyak manusia yang membutuhkan. Bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti…
Add comment June 13, 2009
AnakNuklir
1 minggu sebelom makrab nuklir 2006 yang bertempat di villa Green Apple, Kaliurang, 29-30 Mei 2009, sebuah sms dari seekor makhluk nuklir 2006 masuk ke inbox handphone ku.
“Kink bikin mars nuklir 2006 dunk…
Hweheheh
-Mega-”
12:43
20 Mei 2009
Mega Sucipto Santoso, salah satu dari 3 ekor “bunga bangkai” yang tumbuh di Teknik Nuklir 2006, meminta aku yang imut dan six pack ini untuk membuat sebuah lagu tentang nuklir 2006. Ternyata kartu nama ku akhirnya membawa manfaat juga, dimana di kartu nama itu aku menuliskan skill “Loser, Writer, Bassis & Song writer” sebagai kemampuan yang aku punya. Dan kata2 “Song writer” itu akhirnya kini harus dibuktikan untuk memuaskan keinginan syahwat si Mega. Ups, Astagfirullah…
Tapi karena aku bukan cowo gratisan, aku nanya balik ke Mega, berapa dia berani bayar untuk lagu mars nuklir 2006 ini. Dan dia pun menjawab,
“Mega bayar pake senyuman dey!
Kyahahahahahahaha…
-Mega-“
Senyuman? Emang kalo dirupiahin, senyuman Mega harganya berapa? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, perutku bisa kenyang? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, aku bisa membeli kebutuhan hidup sehari2? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, anak-istriku bisa makan? Lebay mode: on!
“Gyahahaha…
Makrab uda jadi yah…
Dinyanyiin disana gituh…
Oke2!
Seep!
-Mega-“
Waduh, dasar manusia jaman sekarang udah berjiwa kapitalis semua, antek2 dari neoliberalisme. Maunya menuntut banyak, tapi nggak mau memberi. Mau menerima, tapi enggan bersedekah. Apa kata dunia? (Kalimat tersebut seharusnya diucapin buat Mega apa buat aku sendiri yah?)
Tapi profesionalisme harus tetap dijaga. Apalah arti sebuah materi duniawi dibandingkan surga dan ridha Allah yang tiada bandingannya. Akhirnya dengan segenap keikhlasan serta ketulusan hati yang tersisa, aku pun langsung mengkonsep dan merumuskan lagu untuk nuklir 2006 beberapa menit setelah sms Mega tersebut, mengingat kebetulan siang itu jam 1 aku juga lagi nggak ada kerjaan.
Aku ambil gitar, kertas, pulpen dan aku mulai bersenandung. Tes tes tes… Satu dua tiga… Pap cuap pap pap cuap… Pap cuap pap pap cuap… Jreeeng… Jreeeeng…
2 jam kemudian…
Lagu yang diminta Mega itu akhirnya jadi juga. Setelah mengalami perombakan nada serta perapihan lirik disana-sini, lagu itu bisa tercipta dengan sukses sekitar jam 3-an. Dan selaku komposer yang profesional, aku langsung menghubungi si pe-request lagu dan memberikan laporan bahwa lagu yang dia minta sudah jadi. Mendengar laporan tersebut, Mega selaku pe-request lagu memberikan respon,
“Kyaaaa
Cepat banget bikinnya,
-Mega-“
15:57
20 Mei 2009
Iya, terima kasih atas apresiasinya. Tapi kembali lagi ke bahasan awal, berani bayar berapa untuk lagu ini? Kalo si DewiQ kan 1 lagu ciptaannya bisa berharga sampe 1 milyar rupiah. Nah kalo aku, silahkan perkirakan sendiri berapa harga yang pantas untuk lagu ciptaan seekor C-Kink. Hohohohoho…
Dan seperti tujuan semula, akhirnya lagu ini bisa dibawakan dengan sangat tidak sukses pada acara makrab nuklir 2006 di villa Green Apple, Kaliurang. Karena waktu itu lagu ini belom sempet aku rekam dan aku publish kepada khalayak umum, jadilah di acara makrab itu aku harus perform sendirian, dalam artian aku sendiri yang main gitar dan aku juga yang nyanyi. Dan hasilnya, akibat mendengar suaraku yang mirip banget sama suaranya Jason Mraz keselek gerobak angkringan, sebagian peserta makrab harus menderita gangguan lambung dan pencernaan, plus muntah!
Ya udah, itulah kira2 sejarah tentang terciptanya sebuah lagu tentang nuklir 2006, yang aku kasih judul “Anak Nuklir”. Mau tau liriknya kaya gimana? Ini ada kok dibawah. Silahkan dibaca…
Mei 2009
Anak Nuklir
C-Kink
Kawan semua cobalah kau dengarkan
Sebuah nyanyian yang tak terlupakan
Tentang sekumpulan anak manusia
Anak Teknik Nuklir itu adalah kita
Teknik Nuklir adalah ilmu kita
Reaksi fisi neutron biasa untuk kita
Dan uranium jadi santapan kita
Serta Geiger-Muller dia teman kita
Walaupun banyak yang ketakutan
Katanya anak nuklir harus nikah duluan
Ayolah hiraukan dan berpegangan
Nuklir bersatu tak terkalahkan
Reff:
Kita adalah anak Teknik Nuklir
Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada
Walau kita dihina walau kita dicerca
Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya
Bidang ilmu kita ada banyak macamnya
Mulai gambar teknik dan kalkulus dua
Serta komputasi dan radiokimia
Material nuklir juga mekanika fluida
Walaupun bayak yang tidak percaya
PLTN kan ada di Indonesia
Ayolah kawan kita bersama
Membuat PLTN menjadi nyata
Reff:
Kita adalah anak Teknik Nuklir
Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada
Walau kita dihina walau kita dicerca
Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya
Jangan pernah lupa
Nuklir adalah anugrah Yang Kuasa
Marilah bersama
Menguasainya
Memanfaatkannya
Nuklir untuk Indonesia
Reff:
Kita adalah anak Teknik Nuklir
Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada
Walau kita dihina walau kita dicerca
Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya
***
Oiya, buat kamu2 semua yang mau dapetin lagu diatas, silahkan kirim email ke c_kink_noa_zoro@yahoo.com dengan judul “minta lagu anak nuklir”. Nanti Insya Allah bakalan dapet reply dari aku plus lagu “Anak Nuklir” di dalemnya. Tapi lagu ini jangan dibajak dan jangan dikomersialkan lho ya…
Ya udah deh segini aja. Terus apa inti dari tulisan ini? Nggak lain dan nggak bukan adalah untuk numpang promosi lagu. Ohohohoho… Nggak cuma promosi aja, tapi juga sekalian jual diri, bahwa aku punya rezeki lebih untuk bikin lagu. Jadi silahkan aja kalo ada yang mau minta dibikinin lagu, ntar Insya Allah bakalan dibuatin deh! Mau mau mau?
Add comment June 13, 2009
MenkoEksternal#5
Udah jadi tanggung jawab gue buat nulis tulisan tentang Menko Eksternal tiap bulannya. Dan hari ini, sambil dengerin lagu2nya Depapepe, inilah yang bisa gue ceritain tentang bulan ke-5 dimana gue menjalani hari2 selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM.
Dari sisi perkuliahan dan akademik, bulan Mei ini gue disibukkin dengan laporan yang kejar tayang, kaya sinetron2. Di penghujung semester pekuliahan, seperti biasa banyak tugas2 yang dikashi para dosen untuk kejar setoran. Serta tugas2 berbentuk presentasi yang juga nggak boleh dilupakan. Jadi dengan segala kesibukan itu semua, eksistensi gue di acara2 BEM agak berkurang di bulan Mei ini. Plus, selama 1 minggu di awal Mei gue juga menyempatkan diri untuk pulang kampung ke Depok tercinta, bertemu sanak saudara dan handai taulan. Soalnya kalo nggak pulang sekarang, mungkin besok2 gue nggak bakalan sempet pulang lagi. Kan akika mau KKN boo…
Oke, sekarang mari kita beralih apa aja yang terjadi di bulan Mei. Diawali dari tanggal 2 dan 3 Mei. Makrab, makrab dan makrab. Lagi2 makrab. Kali ini yang makrab adalah Departemen Medpro yang digabung sama Biro Humas, mengingat sedikitnya sumber daya manusia yang mereka punya. Sekalian juga makrab ini digabung sama acara pembubaran panitia HPTT 63. Seperti biasa, diadain di Pantai Parangkusumo. Dan meskipun gue sering banget makrab di pantai, tapi nggak pernah sekalipun gue ngeliat ada temen2 gue yang pake bikini! Kenapa ya? Astagfirullah…
Kemudian gue menyempatkan diri untuk pulang kampung ke Depok selama 1 minggu, untuk mencicipi masakan2 buatan Pudji Indrawati alias nyokap gue yang enakna tak tertandingi. Setelah gue balik dari Depok, gue langsung disambut dengan acara BEM Athlon yang diampu oleh Bejo Suro selaku Menko Internal. BEM Athlon ini adalah serangkaian acara yang mempertandingkan Departemen2 di BEM. Ada lomba masak, voli, futsal dan cerdas cermat.
Yang pertama adalah lomba masak. Gue, Miftah dan Bejo Suro kebagian jatah buat jadi juri. Sementara pesertanya adalah Departemen2 yang berlomba2 menyajikan masakan paling enak yang mereka bisa untuk dinilai oleh para juri. Gue sempet khawatir juga jadi juri lomba masak, yang harus menilai masakan peserta dengan cara mencicipinya. Gue takut, setelah mencicipi masakan peserta, hidup gue harus berakhir di rumah sakit akibat keracunan makanan!
Tapi ternyata itu nggak terjadi. Nggak terjadi atau belom terjadi ya? Alhamdulillah racun dari para peserta nggak mempan di tubuh gue. Dan pada akhirnya Technopreneurship Department meraih juara di lomba masak ini. Gara2 ada si Ana Yunita Masura selaku kokinya.
Besok paginya, masih dalam rangkaian acara BEM Athlon, adalah pertandingan futsal antara PH (Pengurus Harian) lawan Departemen Kastrat. Disini gue tergabung selaku tim PH, ngelawan mantan rekan2 gue di Kastrat. Sekalipun gue masih punya ikatan emosional dengan Kastrat, tapi profesionalitas harus tetep dijunjung tinggi. Dan pada akhirnya, pertandingan dimenangkan oleh tim PH dengan skor 5-4, dimana gue selaku striker yang duet dengan Nalar Sujancuk mencetak 2 gol dan sisanya diborong oleh Nalar sendiri.
Setelah itu, udah nggak ada lagi acara yang gue ikutin, kecuali Teleskop. Itu pun gue cuma nyampah doang, cuma numpang minta sarapan gratisan. Dan di minggu2 terakhir bulan Mei, gue bertiga bareng Miftah dan Bejo Suro kebagian jatah buat ngewawancarain anak2 BEM dalam rangkaian agenda kaderisasi.
Ya udah deh, kira2 cuma itu kegiatan gue selaku Menko Eksternal di bulan Mei ini. Ke depannya masih ada bulan Juni yang mungkin bakalan jadi bulan terakhir gue memangku jabatan sebagai Menko Eksternal BEM KMFT UGM. Kenapa? Soalnya Insya Allah bulan Juli dan Agustus nanti, gue harus melaksanakan KKN di Klaten (KKN nya nggak jadi di Lombok loh! Uhuhuhuhu… Huiks huiks…).
Jadi, selama 2 bulan gue bakalan vakum dari sega macem kegiatan BEM2an. Dan setelah 2 bulan itu, apakah di bulan September ketika gue kembali nanti, nama gue masih akan tercantum di struktur organisasi BEM KMFT UGM? Biarlah waktu yang akan menjawabnya…
Add comment June 13, 2009
SemangatKebangkitanNasional
Semangat Kebangkitan Nasional Menuju Indonesia Yang Lebih Baik
Semangat Kebangkitan Nasional, Semangat yang Kini Telah Terlupakan
C-Kink, Teknik Nuklir 2006, 085691013852
Mungkin tidak banyak yang tahu, tidak banyak yang menyadari, dan mungkin tidak banyak yang memperhatikan. Bahwa sesungguhnya pada tanggal 20 Mei kemarin, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini merayakan apa yang dinamakan “Hari Kebangkitan Nasional”, mengacu kepada sejarah panjang bangsa ini ketika Budi Utomo mempelopori berdirinya organisasi-organisasi pergerakan nasional untuk kemerdekaan negara ini.
Entah apakah kita lupa atau memang kita sengaja melupakannya. Dan entah apakah kita tidak tahu atau memang tidak mau tahu. Momentum hari kebangkitan nasional yang sejatinya bisa kita manfaatkan, kini telah berlalu begitu saja. Tanpa makna. Tanpa arti. Seakan-akan tiada bedanya dengan hari-hari lainnya, hari-hari dimana tidak pernah sedikitpun kita memikirkan nasib negara ini, walau hanya seujung genggaman.
Bila kita melihat kembali pada masa 101 tahun lalu, dimana saat itu negara ini sedang berada dalam genggaman penjajah Belanda, semangat kebangkitan nasional adalah sesuatu yang sangat tinggi nilainya. Bagaimana ketika itu organisasi-organisasi pergerakan nasional dengan gagah berani memproklamirkan tekadnya untuk memerdekakan negara ini dari cengkraman Belanda. Suatu hal yang ketika itu mungkin tidak semua orang mampu berpikir sedemikian besarnya.
Ketika sebagian rakyat bingung dan berputus asa bagaimana cara menghadapi kedzhaliman Belanda, dan ketika sebagian rakyat lainnya merasa nyaman menjadi sekutu dekat Belanda, para pejuang negara ini telah mampu berpikir besar. Berpikir untuk tidak lagi menjadi budak penjajah. Berpikir untuk tidak lagi bersembunyi di balik ketiak penjajah. Dan berpikir, bagaimana caranya supaya bangsa ini bisa merdeka, berdaulat, mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri!
Lalu mereka membulatkan tekad tersebut dalam suatu momentum yang hari ini kita kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Dan pada akhirnya, atas berkat izin Allah swt, negara ini mampu memperolkeh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Suatu anugerah yang sangat-sangat tidak ternilai harganya.
Semua itu berawal dari semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dipelopori oleh para pemuda dan pejuang yang berani berpikir besar untuk masa depan bangsa ini. Sekalipun pada akhirnya perlu waktu 37 tahun untuk mewujudkannya.
Dan sekarang, mari kita beralih ke hari ini. Hari dimana negara ini telah mendekati 64 tahun kemerdekaannya. Masih adakah semangat kebangkitan nasional itu di dalam dada kita? Masihkah itu tersisa, walaupun hanya sedikit?
Seandainya saja para pejuang kebangkitan nasional itu masih hidup dan melihat keadaan kita hari ini, mungkin mereka akan menangis. Menangisi keadaan negara ini yang semakin jauh dari nilai-nilai dan semangat kebangsaan. Menangisi negara ini yang meskipun secara fisik telah merdeka, tapi secara kasat mata negara ini masih belum merdeka dalam makna sebenarnya. Mungkin mereka pun juga ingin marah, tapi apa daya raga telah terlalu lemah.
Negara ini akan segera memperingati 64 tahun hari kemerdekaannya, kemerdekaan yang dipelopori oleh semangat kebangkitan nasional para pendahulu kita untuk berpikir global, meninggalkan baju-baju kedaerahan. Tapi, apa saja yang telah kita peroleh selama 64 tahun ini?
Sudahkah kita mampu berdiri sendiri? Sudahkah anak-anak sekolah mendapatkan pendidikan secara layak? Sudahkah para petani dan nelayan terjamin masa depannya? Sudahkah guru dan pendidik mendapat apresiasi atas niat tulusnya? Sudahkah kesejahteraan hidup tersebar secara merata? Sudahkah anak-anak negeri menikmati hasil kekayaan tanahnya sendiri? Sudahkah?
“Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” Sebuah pertanyaan yang sangat wajar untuk kita tanyakan hari ini. Mengapa? Karena jika kita sadari, keadaan kita hari ini tidak lebih baik dibanding apa yang terjadi 100 tahun lalu!
Siapa yang tidak kenal Freeport? Perusahaan multinasional yang sejak lama telah mengambil kekayaan alam negara ini, namun entah mengapa pemerintah tetap saja membiarkannya. Indosat, aset penting negara yang sahamnya kini telah jatuh ke tangan asing. Begitupun dengan BUMN-BUMN lain yang terancam diobral kepada para korporat-korporat asing. Jangan lupa juga dengan utang-utang negara yang entah mengapa seakan-akan tidak pernah ada habisnya.
Semua itu diperparah dengan tingkah laku para pemimpin negara ini. Para anggota legislatif yang seharusnya duduk di sana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, lebih memilih untuk mengenyangkan perutnya sendiri daripada perut mereka yang memilihnya pada pemilu. Para korporat antek-antek kapitalisme yang dengan sadar membunuh bangsa ini secara perlahan. Serta media massa yang dengan bangganya menonjolkan budaya asing yang bisa merusak keutuhan negara kita.
Dengan melihat hal itu semua, maka sekali lagi rasanya sangatlah pantas jika pertanyaan ini ditujukan kepada kita semua, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?”
Ada yang hilang dari bangsa ini. Sesuatu yang kini telah dilupakan oleh banyak orang. Sesuatu yang dulu menjadi modal kita untuk merdeka, tapi kini telah terkubur bersama jasad para pahlawan. Sesuatu yang bernama: “Semangat!” Ya, semangat! Semangat kebangkitan nasional!
Bangsa ini telah kehilangan semangatnya. Lebih khususnya lagi, semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dulu mampu menyatukan tekad seluruh pemuda untuk merumuskan harapan akan Indonesia yang bebas dari cengkraman penjajah. Semangat yang mampu menepiskan ego-ego pribadi dan kedaerahan demi satu tujan, Indonesia merdeka. Semangat yang setelah 37 tahun lamanya akhirnya mampu membawa negara ini meraih kemerdekaannya!
Itu semua adalah aplikasi dari semangat kebangkitan nasional di masa lalu. Lalu, apa relevansinya antara semangat kebangkitan nasional dengan hari ini?
Secara fisik, bangsa kita telah merdeka. Itu jelas, bahkan PBB pun mengakuinya. Tapi apakah kita telah merdeka dari aspek-aspek lainnya? Dari aspek kemandirian ekonomi? Dari aspek merdeka akan rasa takut? Dari aspek merdeka terhadap rasa cemas akan masa depan yang semakin tidak jelas?
Disinilah, salah satu peran penting bagi semangat kebangkitan nasional untuk membangun kembali bangsa ini. Sekalipun kita telah merdeka, tapi harapannya hal itu tidak sedikitpun mampu menyurutkan semangat kita untuk meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu. Justru dengan kemerdekaan yang telah kita raih ini, semestinya kita bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa kita lakukan ketika kita masih dalam cengkraman penjajah.
Zamrud khatulistiwa yang indah ini, dengan ribuan gunungnya, hamparan pantainya, biru lautnya dan segala kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya, adalah milik kita sendiri. Lalu mengapa dengan bodohnya kita rela melepaskan itu semua ke tangan korporat-korporat asing?
Pemerintah, dalam hal ini eksekutif dan legislatif serta komponen-komponen lainnya, adalah orang-orang terpilih yang mendapat amanah untuk meniptakan tatanan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh penduduknya. Serta, memberikan jaminan kepada rakyat terhadap kebebasan dari rasa takut dan rasa cemas akan masalah kesejahteraan dalam kehidupan. Tapi mengapa, pemerintah justru semakin membuat rakyat yang memang sudah susah menjadi semakin susah?
Kita perlu membangkitkan kembali sesuatu yang hilang itu. Ya, kita perlu untuk memunculkan kembali semangat kebangkitan nasional yang selama ini telah hilang dari diri kita. Semangat untuk maju. Semangat untuk bangkit. Semangat untuk berdiri di atas kaki sendiri. Semangat untuk memberikan yang terbaik yang kita punya, untuk Indonesia!
Nyalakan lagi api semangat itu! Terangi setiap jengkal tanah air Indonesia dengan semangat yang menyala! Bakar kembali rasa kebangkitan nasional di dalam dada kita! Sinarilah sanubari kita dengan perasaan bangga, bangga bahwa kita terlahir sebagai bangsa Indonesia!
Dan tidak ada salahnya untuk memanfaatkan momentum hari kebangkitan nasional ini untuk men-charging kembali semangat kita. Semangat yang dulu mampu membuat para pendahulu kita membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Dengan semangat ini, akan kita buktikan bahwa kita mampu. Akan kita buktikan bahwa Indonesia mampu. Mampu untuk berdiri di atas kaki sendiri. Mampu untuk berkata “tidak” kepada korporat-korporat kapitalis asing. Mampu untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh penduduknya. Dan mampu untuk membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia masih ada!
Hari ini, kita tahu seperti apa realita yang terjadi di negara ini. Tapi sekali lagi, tidak pernah ada kata terlambat. Mari bersama-sama, kita tumbuh suburkan kembali semangat kebangkitan nasional di dalam dada kita. Kita bawa semangat itu dalam setiap langkah dan setiap sendi denyut nadi kehidupan kita. Sehingga jika suatu hari nanti pertanyaan itu muncul lagi, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” maka dengan tegas kita akan menjawab, “MASIH ADA!” Insya Allah.
Add comment June 13, 2009
AkuDalamSepi
Aku Dalam Sepi
Malam kelam tanpa bintang
Indah pesona ratu kegelapan
Desir angin menerkam mencekam
Sembunyi di balik hitam bayangan
Dalam aku sendiri sepi
Membuka hati menjerit mati
Dalam aku diam bermimpi
Lepas belenggu jiwa nan suci
Apakah aku
Apakah malam menjadi teman
Dimanakah aku
Dimanakah ada cahaya keabadian
Siapakah aku
Siapakah pagi mengusik mimpi
Kemanakah aku
Kemanakah pergi bintang malam ini
Bukan jiwa kan terluka
Bukan hati kan menangis
Namun cinta kan bahagia
Namun diri kan bersuka
Dan aku
Masihkah ada bunga mekar mengangkasa
Dan aku
Masihkah ada langit biru bergelora
Dan aku
Masih bermimpi menyuci hati
Dan aku
Masih disini di dalam sepi
C-Kink
Yogyakarta,Mei 2009
Add comment May 24, 2009
1ooTruths
BASIC
001. Real name → C-Kink Ardya or C-Kink noa Zoro
002. Like it? → I hope Sahid Syaifullah is better
003. Nickname(s)→ C-Kink. But I do allow you to call me “Nicholas Saputra” ![]()
004. Status → Une etudiant du Gadjah Mada Universitaire/ Gadjah Mada daigaku no gakusei desu/ student at Gadjah Mada University
005. Zodiac sign → Virgo, symbolic by a girl
006. Male or female → Male, Insya Allah…
007. Elementary→ SDN Beji VII Depok
008. Middle School → SLTPN 2 Depok
009. High School → SMUN 1 Depok
010. Hair color → Black. Will it be white or grey?
011. Long or short → Now is middle. I used to be bald, and used to be long-ioning hair.
012. Eye color → Black and white
013. Weight → 59 kg
014. Height → 183 cm
015. Righty or lefty → Righty
016. Loud or Quiet → Totemo shizuka desu/ very very quiet
017. Sweats or Jeans → Jeans
018. Phone or Camera → Phone
019. Health freak → No
020. Piercings?→ Never
021. Do you have a crush on someone? → Maybe, but I don’t mind
022. Eat or Drink → Like to eat and also like to drink
023. Purse or Backpack → Purse, but empty-handed is better
024. Tattoos → Never
025. Do You Like Yourself? → Oui, d’accord/ Hai, so desu/ Yes I do
026. Current worry? → Always feel free
THIS OR THAT:
027. Orange or Apple Juice? → Jus d’orange/ orenji juusu/ orange juice
028. Night or Day? → Soir/ yoru/ night
029. Sun or Moon? → Both of them are gift
030. TV or Internet? → Internet
031.PlayStation or XBox? → Playstation. I did never play an X-Box
032. Kiss or Hug? → Both of them aren’t problem. Would you give me some? Hohoho…
033. Iguana or Turtle? → I had ever raise a turtle once
034. Spider or Bee? → Bee, they were on Al’Qur’an
035. Fall or Spring? → I hope I had them
036. Limewire or iTunes? → Don’t know both of them
037. Soccer or Baseball? → Love soccer so much
FIRSTS:
038. First surgery → Circumcision, maybe?
039. First piercing → Never
040. First best friend → I hope I have one…
041. First Sport → Faire du randonee/ shanposuru/ Walk
042. First award → 1st rank on class, when I was on 4th grade elementary
043. First crush → I don’t mind
044. First pet → Bird and fish. They was there on my home
045. First big vacation → Bali at high school. First time I went out from Java Island!
046. First big birthday → My little was full of big birthday party. Thanks to my parents, the purpose is to give me a lot of my friend. But I’m sorry now I don’t have any.
CURRENTLY:
047. Eating → Roasted rice with roasted chicken, 2 hours ago with my jiheishoo-kuni friends
048. Drinking → Ice coffeemix
049. I’m about to → Writing this post
050. Listening to →Winamp who plays l’arc~en~ciel
051. Singing → Just in my heart
052. Typing → This post
053. Waiting for → My funeral
YOUR FUTURE:
054. Want kids → Yes, their name are Muhammad Sahid Syaifullah, Muhammad Sulaima Ibrahim, Siti Aisya Asmiranda or Siti Fatimah Khumaira
055. When → Later after married
056. Want to get married → ABSOLUTELY!!!
057. When → My first plan is when I’m on my 3rd year college. But my Mom doesn’t agree, so let the time answer it
058. Where Do You Want To Live → Indonesia, especially Depok or Jogja
059. Careers in mind → Writer, musician and also statesman
060. What Did You Want To Be When You Were Little → Train driver
061. Mellow Future Or Wild → Must get ready for both of them
062. Something You Would Never Try → Everything thing that is said forbidden on Al-Qur’an
WHICH IS BETTER WITH GIRL? (OR BOY IF YOU’RE A GIRL)
063. Lips or eyes → Both of them. The way she stares and the way she talks
064. Shorter or taller → Shorter, easy to hug
065. Romantic or spontaneous → Spontaneous, because romantic is DISGUISTING!!!
066. Nice stomach or nice arms → Both. Also nice personality and nice knowledge
067. Sensitive or loud → I don’t mind
068. Hook-up or relationship → Doesn’t matter, because I don’t understand
069. Trouble maker or hesitant → Problem solver and self-believer
070. Hugging or Kissing? → Give me each and I will answer. Huehehehe…
071. Tan Skinned or Light? → Not a matter, but not green please. That is an alien!!!
072. Dark or Light Hair? → Doesn’t matter, the most important thing is that she has a hair
073. Muscular or Normal? → Muscular? Wow, I will be the one who get knocked-out first!!!
HAVE YOU EVER:
074. Lost glasses/contacts → Never lost glasses, but always damaged it
075. Ran away from home → Never. J’aime mon famille/ Watashi no kazoku wa totemo omoshiroi desu/ My family is so lovely
076. Held a gun/knife for self defense?→ Never. But I hope I can use a sword well, like Roronoa Zoro
077. Killed somebody → Physically not, but maybe yes in their spirit
078. Broken someone’s heart → So many times! Ahahahaha…
079. Been arrested → Yes in a little case: Ride 3 persons on a motorcycle, drive on a wrong way and move through the red traffic light
080. Cried when someone died →Never. Their dead is their happiness
081. Kissed A Stranger? → Wow, is there anyone who will do this to me?
082. Climbed Up A Tree? → Yes but not that high
083. Liked A Friend As More Than A Friend? → Always!!! Hohohoho…
DO YOU BELIEVE IN:
084. Yourself → Sure. This is my body, my mind, my personality, my competence, that all are gift
085. Miracles → Yes. Impossible is possible, you know?
086. Love at first sight → No. That was just a passion, not a thing that we should called love
087. Heaven → Yes, absolutely sure. That is my homeland, Insya Allah…
088. Santa Claus → No, just a fairy tale
089. Kiss on the first date → Like someone would do this to me
ANSWER TRUTHFULLY:
090. Is there one person you want to be with right now → Yes. I’m sick of being alone
091. Do You Like Someone? → Yes, because I’m still normal
092. Are you seriously happy with where you are in life → Sure. Whatever will be happen, it was the best for us and we should pass it happily
093. Do you believe in God → ABSOLUTELY!!!
LASTS
094. Recieved/Sent Text Message → “Ah payah, silahkan cari sendiri artinya. Ya udah, met makan buat semua ya,”
095. Received Call → Gomiiko, my big sister
096. Call Made → Check my balance
097. Comment On MySpace → Je n’ai pas/ arimasen/ I don’t have any
098. Missed Call → Adji Ahmad Jaka Bramantya, since I was riving so I can’t answer his call
099. Person You Hung out With? → My jiheishoo-kuni friends, had dinner on Nasi Bakar
100. Post as 100 truths and tag people!
I tag all of you who read this article!
4 comments May 24, 2009
SambutanNggakJadi
Tanggal 9 Mei 2009 yang lalu sedianya gue diminta Rindi buat ngasih sambutan di acara Sekolah Madya BEM KMFT UGM. Acara ini merupakan salah satu training buat anak2 BEM khususnya yang angkatan 2008 dalam rangka persiapan menghadapi adek2 angkatan 2009 yang bakalan segera brojol.
Aslinya sih sambutan2 kayak gini kan jatahnya si Miftah selaku Ketua BEM. Tapi karena beliau harus pergi ke Kota Jancuk, jadi harus diwakilin. Pun demikian dengan si Bejo Suro alias Fauzi Cabul selaku Menko Internal yang sedianya mengantikan Miftah, ternyata dia juga berhalangan akibat lagi datang bulan. Jadilah gue yang ditunjuk untuk ngasih sambutan.
Gue udah mantep pengen ngasih sambutan, soalnya udah lama banget gue nggak ngomong di depan podium kaya gini. Terakhir kali gue ngasih sambutan adalah ketika gue ditunjuk jadi ketua panitia acara BKST (Bedah Kasus Sosial Teknik) nya Kastrat di bulan November 2007, yang merupakan pertama kalinya gue ngasih sambutan, dan juga terakhir kalinya. The one and only.
Jadilah gue mempersiapkan diri nyari bahan apa yang mau diomongin nanti.
Tapi ternyata takdir berkata lain. Pada tanggal tersebut, gue ditakdirkan untuk berada di kota Depok untuk bertemu kembali dengan keluarga tercinta sekaligus ngeliat rumah yang baru selesai di renovasi. Jadinya kemaren gue nggak jadi ngasih sambutan deh.
Tapi, sejatinya gue udah ada gambaran kira2 hal2 apa aja yang bakal gue omongin. Dan daripada gambaran ini menguap gitu aja, mendingan gue abadikan dalam bentuk tulisan. Jadi inilah dia, gambaran dari materi sambutan yang sedianya bakal gue omongin di waktu itu. Silahkan dinikmati…
Sambutan dari C-Kink selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM pada acara Sekolah Kaderisasi, KPTU Fakultas Teknik UGM, 9 Mei 2009
Bismillahirrahmanirrahiim…
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dalam kehidupan yang indah ini. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad saw.
Sebelumnya saya minta maaf dulu, mungkin teman2 disini kecewa karena bukan sosok Miftah yang berdiri di podium ini, melainkan seekor makhluk yang katanya mirip dengan Nicholas Saputra. Hari ini Miftah berhalangan hadir karena beliau harus menjalani kegiatan asrama di Surabaya sana, jadi saya yang ketiban sial menggantikan perannya untuk memberi sambutan disini. Mohon teman2 disini untuk tidak kecewa dan tidak bersedih hati, karena kapan lagi bisa melihat Nicholas Saputra memberi sambutan di depan umum?
Plus, juga sudah lama sekali sejak terakhir kali saya berdiri seperti ini untuk memberi sambutan. Yaitu pada acara BKST nya Kastrat di bulan November 2007 dimana saya dizhalimi dengan ditunjuk sebagai ketua panitianya. Jadi disini teman2, jika nanti sudah setengah jam tapi saya masih belom berhenti bicara memberi sambutan, saya persilahkan kepada teman2 untuk memanggil satpam dan menyeret saya untuk turun dari podium ini.
Iya, tanpa terasa hari ini kita sudah memasuki bulan Mei, yang artinya beberapa bulan lagi kita akan segera kedatangan adek2 baru kita. Mungkin teman2 masih ingat kenangan 1 tahun lalu ketika bagaimana teman2 menjalani hari2 baru sebagai anak Teknik, bagaimana teman2 mendaftar ke BEM, bagaimana teman2 menjalani proses wawancara, sekolah ke-BEM-an, dan sebagainya. Tapi kali ini posisi teman2 sudah berubah, dan mereka yang angkatan 2009 nanti lah yang akan merasakannya.
Dalam rangka persiapan menyambut adek2 kita itulah, kita selaku kakak disini punya sebuah kewajiban untuk membimbing adek2 kita nantinya. Meskipun mungkin dari segi kualitas dan kapasitas, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Namun dengan status kita sebagai kakak, ada satu nilai lebih yang kita miliki disini, yaitu sesuatu yang bernama pengalaman. Karena kita menjalani kehidupan di Teknik ini satu tahun lebih awal dari mereka, sehingga sedikit banyak kita telah memiliki pengalaman dalam menjalani hari2 selaku mahasiswa Fakultas Teknik UGM pada umumnya dan BEM KMFT UGM pada khususnya.
Demikian juga dengan keadaan di BEM itu sendiri. Kita akan segera kedatangan adek2 baru. Lalu budaya dan imej seperti apa yang akan kita bawa kepada mereka?
Budaya dan imej itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh keseharian kita selaku anak2 BEM. Tentunya kita tidak ingin memberikan kesan negatif kepada adek2 kita. Karena itulah, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk mencoba membangun suatu budaya positif di BEM ini. Dan Sekolah Madya ini adalah salah satu langkah menuju kesana.
Akhir2 ini BEM telah kehilangan produktivitasnya. Kita dapat melihat bagaimana ruang BEM sehari2 yang meskipun selalu ramai, tapi diisi dengan kegiatan yang kurang produktif seperti nge-net, facebook-an, nge-game, dan lain sebagainya. Budaya2 positif seperti diskusi, membaca, menulis atau belajar, kini terasa sudah kehilangan gregetnya. Hal ini membuat BEM tidak ada bedanya dengan yang lainnya.
Begitupun juga mungkin dengan kepribadian kita sendiri. Ketika kita kedatangan adek baru nanti, apakah kita telah siap untuk menjadi seorang kakak? Apakah kita memang pantas untuk dipanggil dengan sebutan kakak?
Hal itulah yang coba kita bangun disini, yaitu bagaimana kita menciptakan suatu budaya yang positif di BEM itu sendiri. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa suatu hari nanti kita akan segera meninggalkan BEM, dan mereka lah yang akan meneruskannya. Saya, Miftah dan Fauzi tidak akan selamanya berada di BEM ini. Begitupun dengan para PH. Suatu hari nanti, kalian lah yang akan meneruskannya bersama adek2 kita nanti.
Jadi, sudah seharusnya bagi kita di masa bakti kita yang singkat ini, kita memberikan dan meninggalkan suatu budaya postif bagi BEM itu sendiri. Karena meskipun mungkin nanti kita telah tiada, BEM KMFT UGM akan tetap berdiri.
Sebagaimana bunyi hadist yang kita ketahui, bahwa ketika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya melainkan 3 perkara, yaitu: ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan anak yang soleh yang selalu mendoakan.
Anak yang soleh, jelas mungkin hari ini kita belum punya anak, kecuali teman2 yang memang udah menikah atau sudah menjanda. Tapi meskipun kita tidak punya anak, jangan lupa bahwa kita punya adek2. Adek2 kita itulah yang nantinya akan menjadi penerus kita, dan merekalah yang akan kita bimbing untuk menjadi adek2 yang soleh.
Sedekah jariyah, mungkin tidak selamanya harus dengan materi. Kalau teman2 punya rezeki lebih, silahkan bersedekah. Atau kalaupun tidak, ya bersedekahlah semampu kita, sekecil apapun, sekalipun sedekah yang bisa kita berikan hanyalah sebatas memberikan senyuman kepada teman kita atau memungut sampah dan membuang pada tempatnya.
Dan ilmu yang bermanfaat, tebarkanlah ilmu kebaikan dan budaya positif yang bisa kita berikan kepada teman2 di sekitar kita. Tunjukkanlah kebenaran dan ingatkanlah akan keburukan. Karena barangsiapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka ia mendapat bagian pahala atas kebaikan yang dilakukannya.
Mungkin cukup sekian sambutan dari saya ini. Jangan pernah lupa bahwa suatu hari nanti kita pasti akan pergi. Tinggal bagaimana kita bisa memberikan suatu kebaikan pada apa yang akan kita tinggalkan itu.
Terima kasih banyak atas perhatian teman2 semua disini untuk menyimak secuil sambutan dari sesosok Nicholas Saputra yang berdiri di podium ini. Terima kasih juga buat rekan2 panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Serta terima kasih untuk teman2 atas kesediannya telah memutuskan untuk meluangkan waktu dalam mengikuti Sekolah Madya ini, karena kedepannya nanti disini teman2 akan mendapatkan hal2 baru yang mungkin nggak akan teman2 dapatkan selain disini, dimana hal itu nantinya tanpa disadari akan meningkatkan kompetensi diri dari teman2 sendiri.
Akhir kata, sekian saja sambutan saya kali ini. Terima kasih banyak atas perhatiannya, dan jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan, karena TEKNIK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5 comments May 18, 2009
PeribahasaJayus
Otreh, di tulisan kali ini kita akan sedikit bermain kata untuk sedikit mengutak-atik sedikit peribahasa yang telah sedikit kita kenal di dalam kehidupan kita yang sedikit waktunya ini.
Ada 2 peribahasa yang akan kita utak-atik. Tanpa banyak omong lagi, silahkan langsung masuk ke materinya aja yaaaa…
- Sambil Menyelam Minum Air
Udah pada tau kan peribahasa ini? Secara tersirat menggambarkan tentang kegiatan yang dilakukan sekaligus, atau melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Kalo ada yang punya definisi sendiri ya silahkan terjemahkan peribahasa tersebut menurut bahasa kalian masing2.
Tapi sekarang coba kita utak-atik sedikit kalimat tersebut. Kalo kita sadari, menyelam biasa dilakukan di laut, soalnya kalo di kolam renang mah jadinya bukan menyelam tapi tenggelam. Di lautan itu, isinya bermacem2. Nggak cuma ada air doang, tapi juga ada banyak ikan, ada terumbu karang, ada tanaman laut, ada mutiara, dan kalo beruntung mungkin bisa ketemu putri duyung. Mengingat banyaknya potensi yang ada di sektor kelautan tersebut, maka mungkin nggak ada salahnya kalo peribahasa di atas sedikit kita ubah konteksnya menjadi,
“Sambil menyelam sekalian nangkep ikan, ngambil mutirara, mungutin rumput laut dan alga serta kenalan sama putri duyung”.
Apa arti dari peribahasa tersebut? Silahkan kembangkan otak kanan kalian untuk mencari tau jawabannya sesuai persepsi kalian sendiri!
- Sekali Mendayung, Dua-Tiga Pulau Terlampaui
Yang ini juga udah pada kenal kan? Maknanya secara tersirat nggak jauh beda dengan peribahasa yang sebelomnya, yaitu melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.
Konteksnya masih sama. Mendayung yang melampaui pulau itu biasa dilakukan di lautan, soalnya kalo cuma mendayung di sungai, yang dilampaui bukanlah pulau melainkan tinja alias kotoran manusia yang mengapung mengikuti aliran air. Nah karena mendayungnya di lautan, mari kita ingat bahwa setiap harinya banyak kapal2 yang berlayar di lautan. Entah itu kapal tanker, kapal pesiar, kapal induk, kapal ferry maupun kapal-an kudisan panuan, bahkan kapal api sekalipun (kok kayak merek kopi ya?).
Nah, sekarang mari kita edit peribahasa tersebut menjadi,
“Sekali mendayung, dua-tiga kapal kita rampok”
Untuk gambaran, mungkin perlu dijelasin sedikit definisi tentang peribahasa barusan yang agak berbau2 One Piece dengan bajak lautnya. Kalo 2-3 pulau terlampaui, itu kan lebih berorientasi kepada kecepatan kerja. Sedangkan kalo 2-3 kapal kita rampok, ini nggak cuma sebatas kecepatan kerja tapi juga kualitas dan kekuatan serta hasil pekerjaan. Kok bisa? Ya bisa doooonk…
Kualitas dan kekuatan: hanya dengan bermodalkan kapal dayung, kita bisa merampok kapal2 lainnya. Mungkin bisa kapal tanker yang membawa minyak sekian kilo liter senilai milyaran rupiah atau kapal pesiar yang mewah yang dihuni oleh penumpang2 tajir, berduit dan borjuis. Lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal induk yang lengkap dengan sistem radar teknologi tinggi serta persenjataan mutakhir. Dan sangat lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal selam!
Hasil pekerjaan: dengan keberhasilan merampok kapal tanker dan kapal pesiar, coba bayangkan berapa total nilai keuntungan yang bakalan kita peroleh? Wuuaaaah… Cring cring…
Ya, begitulah kiranya pembahasan kita kali ini. Sebagaimana judulnya, tulisan ini hanyalah sebuah kejayusan belaka yang kiranya mampu membuat otak kanan kita terlatih untuk berkreasi dan berkembang lebih jauh lagi. Semoga dinas pendidikan dan kebudayaan atau dinas tata bahasa atau dinas apalah namanya yang mengurusi masalah kebahasaan tidak memperkarakan tulisan ini ke pengadilan. Hohohoho…
Add comment May 18, 2009
Ahahahahaha
Minggu 17 Mei 2009, sore hari di salah satu sudut KPTU sayap Selatan Fakultas Teknik UGM . Gue lagi rapat sama anak2 KKN. Sebenernya istilah rapat juga kurang cocok sih, soalnya kita cuma nongkrong2 doank mempererat kekeluargaan. Ngobrol ngalor-ngidul nggak jelas. Yang penting hari ini semuanya bisa saling ketemu dan bertatap muka.
Ketika lagi ngobrol2 nggak jelas, topik pembicaraan mengarah ke kegiatan abis rapat 2 minggu lalu. Waktu itu abis rapat di GSP kita makan2 di Pondok Cabe terus karaokean di Happy Puppy (baca tulisan gue yang judulnya “3Mei2009”). Si Bram waktu itu nggak ikut karaokean gara2 pengen nonton AC Milan tanding. Dia membuka pertanyaan,
“Eh gimana waktu itu karaokeannya, rame nggak?”
Beberapa orang menimpali pertanyaan tersebut. Sementara gue tertawa lebar mengingat gimana waktu itu si Hasan betah banget ndangdutan ditemenin Nana yang hobi ngebor. Lalu spontan Bram nanya ke gue yang terkenal cool, kalem, tenang, tentram dan damai kalo lagi rapat, eh lagi nongkrong,
“Kamu gimana kemaren Kink, ikut nyanyi juga nggak?”
Ditanya gitu gue pun tersenyum dan membalas,
“Weiits, jelaaaas…! Ikutan nyanyi juga donk…!”
Dan si Bram setengah nggak percaya berujar,
“Ah masa?”
Tapi tiba2 salah seekor makhluk disitu yang bernama Putri ikutan ngasih komentar untuk memperkuat jawaban gue,
“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”
…
…
…
…
Kriiiiik…
Kriiiiik…
…
…
…
Kita replay sekali lagi ucapan Putri barusan:
“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”
Replay sekali lagi,
“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”
Sekaliiiii lagi,
“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”
Sekarang kita teliti lebih jauh lagi, khususnya pada kalimat “C-Kink SUARANYA BAGUS loh”…
…
…
…
HAAAAAAAAAAAH??? C-KINK SUARANYA BAGUS???
Di dalam hidup gue yang udah menyentuh usia 20 tahun ini, mungkin inilah pertama kalinya ada orang yang bilang di depan gue langsung bahwa “suara gue bagus”. Huiks huiks… Srooooot…
Nggak bisa dipungkiri, gue emang nggak punya bakat nyanyi. Lidah gue cadel dan artikulasi kata2 yang keluar dari mulut gue juga nggak jelas. Plus, rentang jangkauan nada suara gue lain dengan orang2 kebanyakan, yaitu beberapa nada lebih rendah dari umumnya. Hal ini ngebuat suara gue nggak nyampe buat nyayiin lagu2 pada umumnya, karena nada suara gue kerendahan. Pun demikian, hal ini juga yang ngebuat gue nggak bisa teriak2. Kalo pun ada nada2 tinggi, itu semua gue akalin dengan suara falchetto. Tapi jadinya malah lebih mirip suara kambing nahan mencret. Bener2 rezeki gue emang bukan di bidang tarik suara, sekalipun gue hobi bermusik dan bisa nyiptain lagu.
Tapi sore itu, akhirnya ada juga orang yang secara spontan berujar bahwa “C-Kink suaranya bagus loh…!”. Nggak tau juga sih, mungkin selama ini ada yang salah dengan pendengarannya si Putri. Huehehehehe…
Ya nggak masalah kok. Intinya, gue mengucapkan terima kasih banyak buat Putri yang lidahnya telah kepleset untuk memuji suara gue yang nggak ada enak2nya ini. Hohohohoho… Apa yang diucapkan Putri itu semoga nggak sia2 dan bisa memotivasi gue untuk mempelajari dunia tarik suara dengan lebih semangat lagi. Serta karena gue punya banyak kekurangan dalam hal ini, tinggal bagaimana gue mengakalinya, soalnya nggak ada yang namanya kekurangan jika kita bisa mengubahnya menjadi suatu kekuatan.
Dan sejak sore itu, semoga gue diberi pintu rezeki untuk memudahkan jalan gue di dunia tarik suara. Sehingga suatu hari nanti ketika gue bernyanyi, maka suara gue akan mampu membuat anak kecil menjadi menangis, membuat pasangan yang bertengkar menjadi bunuh2an, membuat orang stress menjadi semakin stress, membuat pengunjung restoran jadi nggak napsu makan, membuat ibu hamil langsung keguguran dan membuat tokek2 kabur ketakutan. Semoga…
Add comment May 18, 2009
DhaniaChairunnisa #3
(Sekali lagi, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1” sama “DhaniaChairunnisa #2”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)
Entah sudah berapa kali matahari terbit dari arah Timur. Dan entah sudah berapa kali burung2 pulang ke sarangnya. 8 tahun telah berlalu sejak C merasakan bagaimana bahagianya ia yang seorang pecundang menjalani ujian caturwulan satu meja bersama D yang istimewa. Kini C dan D sedang menjalani tahun ketiga perkuliahannya di kampus masing2, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Paramadina.
Bulan ini, tepatnya tanggal 15 Mei, D berulang tahun. Bukan C namanya jika ia tidak tau tanggal ulang tahun D. Dan sekali lagi, bukan C namanya jika ia berani untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada D secara terang2an, meskipun hati kecilnya sangat menginginkannya, sekalipun hanya 1 kali dalam seumur hidupnya.
Ratusan bahkan ribuan orang mungkin telah mengucapkan ucapan selamat ulang tahun pada D. Dan mungkin ia tidak begitu peduli jika ada salah seekor penghuni kota Yogyakarta yang turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun padanya. Apalah artinya seonggok pecundang seperti C dibandingkan seorang ratu seperti D.
Beberapa waktu sebelumnya, C yang merupakan seorang pemusik yang diberikan rezeki berupa kemampuan untuk menciptakan lagu, telah mampu membuat sebuah lagu yang ia tujukan untuk D. Lagu itu terinspirasi dari sosok D yang pernah hadir dalam kehidupan C. Meskipun mungkin lirik dan nada nya sangat jauh dari nilai2 estetika dan keindahan, tapi memang hanya itulah yang mampu dilakukan untuk C dalam menanggapi perasaannya terhadap D.
Lagu itu selama berbulan2 hanya menjadi konsumsi pribadi C seorang diri. Karena kepecundangannya, C tidak berani untuk mempopulerkan lagi tersebut. Setiap ada waktu, C memetik gitarnya dan memainkan lagu itu seorang diri. Hanya seorang diri. Jadilah mungkin tidak banyak yang tau akan lagu tersebut, apalagi si D, yang merupakan sumberi inspirasi C di dalam menulis lagu itu. Meskipun sejatinya, C berharap suatu hari nanti D akan mendengarkan lagu ciptaannya tersebut.
Dan kini, di hari ulang tahun D, sekali lagi tetap tidak ada yang mampu C lakukan. Kecuali sekedar me-launching lagu yang pernah ia ciptakan itu. Lagu yang terinspirasi dari keindahan seorang D. Lagu yang setia menemani C di malam sepinya. Sebuah lagu yang berjudul “Dhania (Selalu Selamanya)”.
Juni 2008
Dhania (Selalu Selamanya)
C-Kink
Kubuka lembaran masa lalu
Kubaca cerita dalam hidupku
Dan ku teringat tentang dirimu
Yang pernah temaniku
#
Ku teringat semua tentang kita
Ku teringat semua cerita kita
Cerita saat kita bersama
Nikmati suka dan duka
*
Meski kini kita tak lagi bersama
Namun rasa ini akan selalu ada
Membayang menyelimuti diri
Walau dirimu kini telah pergi
(Dan tak akan pernah terobati)
Reff:
Dhania kau kan selalu ada di hatiku
Walaupun dirimu t’lah jauh dariku
Dhania kau s’lalu ada di mimpiku
Karena cintaku untukmu
Selalu s’lamanya
Meski kini ku tak tau
Dimanakah dirimu oh berada
Namun rasaku ini
Takkan pernah berakhir
Selalu untukmu selamanya
(CATATAN:
Bagi yang ingin mendapatkan lagu tersebut, silahkan kirim email ke alamat c_kink_noa_zoro@yahoo.com dengan subject: “minta kirim lagu”. Insya Allah nanti bakalan dikirim email balesan plus lagu tersebut dan liriknya. Jangan lupa juga untuk mencantumkan identitas diri, soalnya lagu ini masih sangat belum populer dan ada kemungkinan dibajak serta dikomersilkan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab.)
Itulah sebuah lagu yang C ciptakan dengan si D sebagai sumber inspirasinya. Dan itulah kiranya sekelumit cerita yang pernah C alami. Cerita tentang cinta pertama C.
Butuh keberanian tersendiri bagi C untuk menceritakan kisahnya yang bodoh ini. Namun C sadar, bahwa cepat atau lambat, suatu hari nanti ia pasti akan segera pergi meninggalkan dunia ini. Meninggalkan dunia dengan segala isinya, dengan segala kehidupannya, dengan segala lika-likunya, dan dengan segala cerita cintanya.
Dan C hanya tak ingin jika tiba waktunya ia pergi nanti, semua ceritanya akan terbawa ke dalam tanah kuburan bersamanya. Kini adalah saatnya bagi C untuk membuat dunia tau tentang cerita2 yang pernah terjadi di dalam kehidupannya. Sehingga meskipun jika suatu hari nanti C telah pergi, semoga semangat C akan tetap selalu menyala di muka bumi ini.
Tidak ada harapan C terhadap D atas apapun yang ia ceritakan disini. C hanya ingin, jika suatu hari nanti C diberi rezeki untuk bertemu dengan D lagi, D masih ingat dan akan selalu ingat tentang hari2 ujian caturwulan yang pernah dilalui bersama. C hanya ingin D ingat bahwa di dunia ini, pernah hidup seorang pecundang yang bernama C itu sendiri. C hanya ingin bahwa D ingat bahwa mereka berdua pernah saling mengenal. Dan kalaupun ternyata D lupa akan itu semua, maka sesungguhnya C akan selalu mengingat D di dalam hatinya. Insya Allah…
Yogyakarta, 16 Mei 2009
Tamat
Add comment May 18, 2009
DhaniaChairunnisa #2
(Oiya, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)
Hari telah berganti. Kini C telah duduk di salah satu sekolah menengah atas negeri di kota tersebut. Sementara D berada di sekolah yang berbeda dengannya. Namun perasaan itu akan selalu sama, meskipun kini sangat kecil kemungkinan C akan mampu melihat sosok D lagi.
Tapi selalu ada kesempatan di setiap kesempitan. Meskipun mereka sekolah di tempat yang berbeda, seringkali selama beberapa waktu C masih diberikan kesempatan untuk melihat keindahan seorang D. Beberapa teman D bersekolah di tempat C berada. Dan kadang2 setelah pulang sekolah, C sering meilhat D berada tak jauh di depan pintu gerbang sekolah, menunggu kepulangan temannya. C melirik ke arah D, dan D pun melirik ke arah C. Mereka berdua saling lirik2an layaknya film India. Bo le cu ri yaaa… Bo le ja ne pyaaaa…
Kali ini, tak ada lagi nama C yang disebut dari bibir D. Demikian juga dengan C. Meskipun kini usianya telah bertambah, namun kedewasaan C masih sangat kekanak2an, lebih kanak2 daripada anak bayi sekalipun. C sangat ingin sekedar menyapa D, tapi apa daya nyali tak sampai. Dasar cemen lu C!
Dan itu terjadi tidak hanya sekali. Mereka seringkali diberikan kesempatan untuk saling bertatap muka. Tapi karena emang si C ini idiotnya udah stadium tingkat tinggi yang mungkin tidak bisa disembuhkan lagi, ia masih tetep tidak berani sekedar menggerakkan bibirnya untuk memanggil nama si D. Begitupun dengan kesempatan lainnya, seperti ketika D yang sedang naik becak hendak pulang ke rumahnya. Becak yang ditumpangi D seringkali berjalan melintasi C yang kebetulan lewat. Meskipun mereka berdua saling tau sama tau, tapi mari sama2 kita gebukin si C, karena si C masih belom berani untuk menyapa D!
Selang beberapa waktu mereka tidak bertemu lagi. Hingga suatu hari, C yang merupakan seekor anak band mendapatkan kesempatan untuk manggung dalam acara pentas seni yang diadakan oleh sekolahnya D. Berlima, C lolos audisi dan berhak untuk naik panggung.
Akhrnya tibalah hari yang dinantikan. C naik ke atas panggung dengan 4 orang temen bandnya. Dan dari atas panggung ia melihat sosok D sedang menonton di salah satu sudut. C tidak tau apakah D sadar akan kehadiran C di atas panggung, namun C hanya bisa berusaha untuk memberikan performance yang terbaik yang ia bisa, sembari hati kecilnya berharap semoga D menyaksikan aksi panggungnya itu.
Tahun telah berganti, kini D telah melanjutkan ke pintu gerbang perkuliahan. Ia melanjutkan studinya di kampus STEKPI, Jakarta Selatan. Sementara C masih sibuk berkutat dengan tahun terakhirnya menjalani kehidupan sekolah. Dan sejak saat itu, C pun tidak pernah melihat keindahan sosok D lagi.
Dan kini, waktu telah semakin berlalu. Hari ini C sedang sibuk menyelesaikan studinya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan D yang awalnya kuliah di STEKPI, setelah 1 tahun ia memutuskan untuk berpindah studi. Jadilah kini D berada di Universitas Paramadina, Jakarta, yang diketuai oleh rektor bernama Anies Baswedan.
Namun, dimanapun mereka berada, C akan selalu berharap akan kehadiran seorang D, meskipun mereka berada dalam ruang dan waktu yang berbeda. Sementara layar komputer hanya diam membisu menyaksikan mereka berdua.
Bersambung…
Add comment May 18, 2009
DhaniaChairunnisa #1
(Sebelomnya gue mau nanya dulu ah. Ini kenapa judul tulisannya kok kaya nama perempuan ya?)
Alkisah pada jaman dahulu kala ketika penduduk bumi sedang menikmati euforia milenium, tersebutlah 2 ekor anak manusia yang masih imut2 plus amit yang berada di sekolah yang sama. Kita sebut saja si “C”, pemuda cacingan berumur 13 tahun dan kakak kelasnya yang bernama si “D”, gadis anggun yang 1 tahun lebih tua dari si C.
C, seorang lelaki yang sangat tidak populer di sekolahnya dan tidak memiliki seekor temanpun, yang bahkan untuk berbicara dengan orang lain pun ia sangat2 malu dan nggak berani melakukannya. Sementara D, seorang perempuan laksana ratu sekolah, yang kemanapun ia melangkah mata semua orang akan tertuju padanya dan mencoba menyapanya. Kehidupan mereka berdua sangat bertolak belakang, laksana tukang siomay dan tukang copet. Tukang siomay kalo dipanggil akan segera mendekat, sementara tukang copet kalo dipanggil akan segera berlari menjauh. Wuuuuuush…
Pada suatu hari, ketika sekolah tersebut mengadakan ujian caturwulan (dulu kan masih pake nama caturwulan/cawu, bukan semester kaya sekarang), anak2 kelas dimana C berada akan dipasangkan dengan anak2 dari kelas dimana D berada. Semua anak kelas C berlomba2 mencari tau siapa pasangan duduknya, dengan harapan bisa numpang nanya2 jawaban atau sekedar menjadi pelindung kalo mau nyontek atau ngebet.
Disaat orang2 mencari tau pasangan duduknya, nggak demikian dengan C. Dia tetap menjalani hari2nya seperti biasa, merenung seorang diri di pojokan kelas berteman bayangannya sendiri.
Sampai akhirnya, tiba2 kelas tersebut didatangi oleh beberapa ekor perempuan kakak kelas. Salah seorang diantara mereka bertanya, “Eh yang namanya C orangnya yang mana?”. Lalu salah seorang anak kelas tersebut menunjuk sosok C yang sedang berbicara dengan tembok di pojokan kelas. C yang merasa ditunjuk2, segera menoleh sekilas. Tapi dia tau, tidak akan pernah ada orang yang mau membagi perhatian dengannya. Ia menyangka bahwa bukan dirinyalah yang sedang ditunjuk, melainkan tembok yang ada di hadapannya. Akhirnya C kembali kepada kesibukannya semula, berbicara dengan tembok. Sementara beberapa perempuan kakak kelas tadi tersenyum cekikikan seakan2 baru melihat Vidi Aldiano keselek jam tangan.
Akhirnya tibalah hari ujian. Dengan langkah tanpa semangat, C masuk ke kelas dan mencari tempat duduk sesuai nomornya. Ia duduk manis disana, menatap meja kayu dihadapannya. Dan tiba2 seorang perempuan datang dan duduk di sebelahnya. Mata C sekilas melirik ke arah perempuan tersebut dan… C hampir tidak mempercayai penglihatannya…
Perempuan itu bukan kakak kelasnya.
Perempuan itu bukan manusia.
Perempuan itu bukan perempuan.
Karena perempuan itu adalah BIDADARI!!!
Dag dig dug… Jantung C yang lemah dan cacingan berdetak. Ia berpikir dalam hati, kenapa ada bidadari di sekolah ini? Bukankah tempatnya bidadari seharusnya adalah di khayangan sana?
Bidadari eh perempuan itu tersenyum manis menyapa C. Sementara C tidak siap menerima senyuman semanis itu. Ia benar2 gugup, sampai2 ia merasakan ada cairan yang menetes dari balik celananya. Ih ngompol… Dan C hanya mampu membalas senyuman itu dengan senyuman ala kadarnya, yang kalo diperhatikan baik2 lebih mirip seorang anak kecil nahan mencret. Crett… Crettt… Ih bau!
C mencoba mencari tau siapa nama bidadari eh perempuan itu. Dan diperolehlah bahwa perempuan itu bernama D. D juga termasuk salah seorang perempuan yang ketika itu main2 ke kelas C dan bertanya yang manakah orang yang bernama C.
Akhirnya, hari2 ujian caturwulan C berikutnya dihabiskan dengan 1 meja bersama D. Ternyata D tidak hanya menarik, tetapi juga ramah. Seringkali D mencoba mengajak berbicara C dengan hal2 yang kecil. Tapi dasar C orangnya blo’on dan idiot serta goblok plus tolol. Dengan kemampuan komunikasi yang jauuuuuuuuh dibawah manusia normal pada umumnya, C bingung harus berkata apa setiap kali D mengajaknya bicara. Jadilah C terlihat sebagai sosok yang diam dan kaku, sangat bertentangan dengan kata hatinya yang ingin berbicara dengan D.
Seminggu lamanya C melangsungkan ujian disisi D. Seminggu lamanya D mencoba menyapa C. Dan seminggu lamanya pula C bingung tidak tau harus berkata apa. Dasar goblok lu C, mati aja sono!
Akhirnya hari Sabtu pun tiba, yang artinya ujian caturwulan akan berakhir hari ini. Artinya juga, setelah ini C akan kehilangan kesempatan untuk bertemu D. Karena mereka akan kembali ke kelasnya masing pada tahun ajaran baru. Tidak ada yang dapat C lakukan selain merenung seorang diri, berterima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bidadari seperti D.
Dan, cinta pertama C pun terkubur bersamaan dengan dimulainya libur tahun ajaran. Huiks huiks… Srrooooott…
***
Tahun ajaran telah berganti. Ini tahun terakhir D bersekolah di tempat ini, kalo dia lulus nanti. C masih berharap suatu hari nanti ia dapat bertemu kembali dengan D. Tapi emang dasar si C ini blo’onnya udah kebangetan, dia pun nggak tau apa yang harus dilakukan kalo emang beneran ketemu sama si D.
Dan karena masih berada di satu sekolah yang sama, probabilitas bertemunya mereka berdua masih cukup tinggi. Dan tibalah pada suatu hari dimana dalam beberapa kesempatan, D dan teman2nya berjalan berpapasan dengan C. Dengan penuh keramahan dan kehangatan, D selalu menyapa C setiap kali mereka berpapasan. Dan bodohnya, C tidak pernah membalas sapaan tersebut. Hanya senyum yang mampu ia berikan, entah apakah D akan melihat senyuman itu atau tidak.
Betapa ini adalah suatu kehormatan besar bagi seorang C yang setiap harinya menghabiskan waktu bersama bayangannya sendiri tanpa seorang pun teman. Seumur hidupnya, baru kali ini ada orang yang mau menyapanya ketika sedang berpapasan. C memang sangat2 pecundang dan cacingan, yang membuatnya tidak punya banyak teman. Ketika di jalan ada yang ingat dengan sosok C, itu sudah sangat bagus untuknya. Apalagi sampai ada orang yang mau menyapa C, ini benar2 suatu kebahagiaan baginya. Betapa C terharu melihat inilah pertama kalinya ada orang yang mau menyapa dia. Saking terharunya, sampe jadi pengen nangis. Nangis dulu yuk… Huhuhuhuhu… Huiks huiks…
D selalu menyapa C disetiap papasan, dan C, sekali lagi, dengan idiotnya nggak pernah mampu membalas sapaan tersebut, meskipun sebenernya hati C sangat menginginkannya. Sampai selang beberapa waktu, mungkin D lelah dengan C yang tidak pernah membalas sapaannya. Dan akhirnya D tidak pernah lagi menyapa C di setiap papasan. Sementara C sangat merindukan namanya disebut oleh bibir D yang manis itu.
Hari berganti hari, tak ada lagi sapaan dari D untuk C. Dan C pun tidak pernah berani untuk mulai menyapa D duluan. Dasar C emang goblok banget dah ah… Dan akhirnya hari kelulusan pun tiba. D dinyatakan lulus dan diterima di salah satu sekolah swasta di kota itu. D pun beranjak pergi meninggalkan masa mudanya. Sementara C hanya bisa menyesali kebodohannya yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik terhadap orang2 di sekitarnya.
Dan ikan lou-han itu pun tersenyum… Menertawakan kegoblokan C dan cinta pertamanya itu…
Bersambung…
Add comment May 18, 2009
IPkelimaku
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.
Ya ayyuhan naas…
Aduh… Nggak terasa sekarang udah bulan Mei 2009, udah menjelang UAS semester 6. Padahal gue belom mem-publish pogress IP gue di semester 5 kemaren. Udah jadi kewajiban buat gue untuk mem-publish IP yang gue peroleh di tiap semesternya. Hal itu bisa lu liat di blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com. Jadi silahkan aja kalo lu mau tau IP gue dari sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jogja ini sampe sekarang.
Dan karena sekarang pun semester 6 udah mau berakhir tapi gue belom sempet mem-publish IP gue semester 5 kemaren. Tanpa banyak omong lagi, ini dah IP gue di semester 5 gue kasih liat. Jangan diketawai yaaaa…
Semester 5
| Mata Kuliah | SKS | Nilai | Nilai | Bobot |
| Kerja Praktek/Studi Mandiri | 2 | A | 4 | 8 |
| Kontrol Otomatis | 2 | B+ | 3.5 | 7 |
| Praktikum Elektronika Nuklir | 1 | B | 3 | 3 |
| Proteksi Radiasi | 3 | B | 3 | 9 |
| Material Nuklir | 2 | C | 2 | 4 |
| Analisis Reaktor Nuklir | 2 | D | 1 | 2 |
| Operasi Unit | 2 | A | 4 | 8 |
| Kimia Radiasi | 2 | B+ | 3.5 | 7 |
| Teknologi Uji Tak Merusak | 2 | C | 2 | 4 |
| Metode Monte Carlo | 2 | B | 3 | 6 |
| Regulasi Nuklir dan SSAC | 2 | B | 3 | 6 |
Jumlah bobot = 64
IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 64 /22 = 2.91
Begitulah… Jangan diketawain lho, diledekin aja… Huehehehe…
Dari hari ke hari, rasanya IP gue makin rusak aja. Dan hari ini pun nggak tau kenapa rasanya susah banget buat IP gue untuk menyentuh angka 3. Mungkin gue perlu mengunci diri dari dunia luar dan ber-uzlah dulu untuk mengembalikan kapasitas otak gue yang dulu sempet memberikan hasil positif berupa IP sebesar 3.5. Tapi sekarang? Membaca saja sulit…
Ya pokoknya itulah intinya. Gue berterima kasih kalo setelah ngebaca tulisan ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gue gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar sana yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, tararengkyu banget ya karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca tulisan gue ini.
Oiya… Sekali lagi, kita masih punya pantun dari Olga.
“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUCI…
CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KACI…”
Yuk yah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.
Add comment May 18, 2009
FilmYouMustSee
Selama seminggu kemaren, gue melarikan diri dari kota Jogja untuk pulang kampung ke Depok, dengan alasan mau cuti hamil. Dih, masa iya sih bo akika hamil? Bukan, bukan gue yang hamil. Terus siapa dong yang hamil? Nggak tau ya, mungkin si ikan di kolam gue, mungkin si keluarga cicak, atau mungkin si tikus yang suka ngendap2 di dapur tiap malem. Jadilah akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, gue sempet2in untuk pulang ke Depok ditengah kesibukan gue yang gue isi dengan tidur, tidur dan tidur.
Mumpung lagi di Depok, gue nyempetin diri untuk nonton film. Udah lama sejak terakhir kali nangkring di bioskop. Dan Alhamdulillah, kedua biji film yang gue tonton itu bisa dikatakan nggak mengecewakan untuk ukurannya. Jadilah uang yang gue keluarin buat beli tiket bioskop yang kapitalis itu sebanding dengan kepuasan terhadap film yang ditonton. Eh nggak puas juga sih, tiketnya kemahalan bo…
Emangnya film apa aja sih yang gue tonton? Mau tau jawabannya? Tekan tutsnya dan mainkan!
Janda Kembang
Janda Kembang, disingkat “Jambang” (idih bikin singkatan kok seenaknya) adalah film lokal karya sutradara Hanung Bramantyo. Waktu lagi mau nonton di Margo City, pilihannya ada Bukan Cinta Biasa, Jambang, film action-Asia yang gue lupa judulnya, sama Knowing. Akhirnya gue tertarik untuk menjatuhkan pilihan pada film Jambang, soalnya dari referensi yang gue baca, disini Luna Maya menyumbangkan suaranya untuk menyayikan beberapa lagu pop lokal. Titi Kamal sama Nirina kan udah pernah, sekarang gilirannya Luna Maya. Terus gilirannya Asmirandah kapan? Kalo si Cincyah Laurah mah udah pernah juga… I don’t wanna lose you… Yes I wanna hold you… I dont wanna make you… Make you sad and make you cry… Oh baby baby baby…
Dan kemudian gue duduk manis di bioskop nonton film ini. Bla bla bla bla bla bla bla bla… Satu setengah jam kemudian filmnya kelar dan gue pun keluar dari bioskop dengan menarik napas panjang. Fiuuuuuh…
Terus kenapa tulisan ini dikasih judul “FilmYouMustSee”? Soalnya, film ini beda sama film2 Indonesia kebanyakan yang umumnya cuma punya 2 genre: komedi mesum atau horor. Yah mentok2 film drama romantis, meskipun romantismenya terkesan murahan.
Basic dari film Jambang ini emang kesannya komedi, tapi semakin filmnya berjalan, semakin kita sadar kalo film ini nggak cuma bermodalkan kocokan perut doang. Ada bagian ketika kita dibuat tertawa, ada bagian ketika kita dibuat berpikir dan tersenyum satir, ada bagian ketika kita dibuat naik darah, ada bagian ketika kita dibuat terharu dan ada bagian ketika kita dibuat tidur. Zzzzz…. Grrooook… Zzzzzz… Heh jangan ngorok!
Bagian yang paling keren adalah ketika Sarah Sechan yang berperan sebagai Yuli selaku suami dari Dodi yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, saling beradu mulut. Disini, dalam satu scene yang lumayan panjang (tanpa pemotongan), Yuli dan Dodi gontok2an dengan gaya khasnya masing2 yang sangat menarik. Apresiasi khusus buat Sarah Sechan yang sepanjang scene mampu berteriak marah2 tanpa jeda dengan logat Sunda yang khas.
Gue nggak tau sih si Sarah Sechan ini aslinya orang mana, emang asli orang Sunda apa bukan. Sekalipun berbicara ceplas-ceplos udah identik dengan keseharian dia, tapi tetep aja gue takjub ngeliat dia bengak-bengok dengan logat Sundanya. Maknyus banget dah ah…
Nggak cuma itu doang, banyak adegan2 lainnya yang juga kiranya patut untuk diberi acungan jempol kaki. Tapi kalo mau tau adegannya kaya gimana, ya mendingan lu nonton aja dah sono. Nggak seru dong kalo semuanya gue ceritain disini. Hohohohoho.
Dan, dari referensi yang gue baca, inti film ini adalah ingin menyampaikan sebuah pesan yang udah sering kita denger tapi jarang kita aplikasikan. Sebuah pesan yang berbunyi, “Fitnah itu lebih kejam daripada tidak memfitnah”! Eh salah, maksudnya “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Gitu intinya. Atau kalo mengutip ucapan salah satu tokoh politik nasional, bunyinya “Fitnah adalah perbuatan…”
Wolverine: The Origins
Cerita2 dengan alur feedback emang selalu menarik buat disimak. Di film Star Wars, gimana ceritanya si tokoh jagoan di 3 film awal bisa jadi penjahat di 3 film terakhir. Di komik One Piece, gimana Chopper bisa jadi dokter hebat kaya sekarang. Pun demikian dengan film X-Men yang satu ini, yang menceritakan tentang awal mula munculnya mutan2 ajaib dan kenapa si Gabe Logan minta dipanggil dengan nama Wolverine.
Khas film Barat, film2 superhero yang mengadopsi dari komik emang selalu menarik buat ditonton. Batman, Spiderman, Fantastic Four, Iron Man, siapa yang nggak kenal? X-Men ini juga sama, kira2 nggak jauh beda lah isinya, ada drama, aksi baku hantam, tembak2an, dll.
Terus, kenapa film ini juga gue sebut sebagai “FilmYouMustSee”? Jawabannya simpel aja kok. Simpel dan sedikit narsis, soalnya ini terkait dengan status gue sebagai mahasiswa Teknik Nuklir.
Ceritanya gini. Di film itu, ada sebuah markas penelitian tempat para mutan disimpen buat diteliti gennya. Si Logan alias Wolverine penasaran dimana markas penelitian tersebut berada, soalnya dia pengen ketemu face to face sama si jenderal yang punya proyek penelitian tersebut. Kemudian diperoleh info dari temennya Will.I.Am Black Eyed Peas bahwa markas tersebut berada di sebuah pulau entah dimana.
Denger kata2 “sebuah pulau entah dimana”, gue langsung terbayang sebuah pulau di Afrika sana, yang emang identik dengan hal2 kaya gini. Atau mungkin pulau2 di kepulauan Karibia, kaya di film Pirates of Caribbean nya Johny Depp. Bahkan bisa juga pulau2 di Asia Tenggara termasuk Indonesia, mengacu pada film KingKong.
Akhirnya si Wolverine dipertemukan dengan Gambit yang jago main kartu. Lalu si Gambit yang tau letak pulau tersebut bersedia nganterin Wolverine kesana. Dan dengan menggunakan helikopter, mereka berdua segera tancap gas dan melaju.
Gue penasaran, pulau kaya gimana yang bakalan muncul? Gue kira mereka bakalan terbang ke hutan2 atau ke laut, eh ternyata nggak. Mereka malah terbang ke daerah perkotaan dengan gedung2 betingkat. Kemudian tibalah mereka di pulau tersebut, pulau yang bikin gue nyengi2 sendiri.
Pulau apakah itu?
Pulau itu bernama…
…THREE MILES ISLAND!!!
…
…
…
Kriiiiik… Kriiiiik…
…
…
Emang ada apa dengan Three Mile Island? Buat lu yang awam emang pasti nganggep ini biasa aja. Tapi buat gue yang anak Teknik Nuklir, pulau ini punya kenangan tersendiri. Ah so sweet…
Three Miles Island adalah sebuah tempat reaktor nuklir PLTN di Amerika sana. Dia berada di sebuah pulau kecil di tengah sungai, berada di wilayah perkotaan. Dulu Three Miles Island sempet populer gara2 pernah terjadi kebocoran di dalemnya. Tapi kebocoran itu bisa teratasi, nggak sampe menimbulkan korban jiwa dan nggak sampe mengakibatkan ledakan kaya reaktor Chernobyl di UniSovyet.
Three Miles Island adalah salah satu bukti keberhasilan sistem safety pada PLTN. Tapi nggak tau kenapa, info kesuksesan safety Three Miles Island ini nggak pernah tersebar luas di kalangan masyarakat umum. Orang2 cuma taunya tentang Chernobyl doang, dan ini dijadikan salah satu senjata bagi mereka yang anti PLTN. Padahal selain Chernobyl kan masih ada Three Miles Island yang sistem keamanannya berfungsi baik dalam situasi kebocoran kaya gini. Huh, ada penyesatan opini disini!
Kita balik lagi ke Wolverine. Ternyata markas penelitian mutan itu bersembunyi dibalik kemegahan reaktor Three Miles Island itu. Mungkin karena mutan identik dengan mutasi gen dan mutasi gen identik dengan paparan radioaktif, jadilah pulau Three Miles Island yang dipilih jadi markasnya.
Dan di penghujung film, digambarin adegan baku hantam yang dilakukan di atas salah satu Cooling Tower. Ini juga maknyus, kapan lagi bisa liat Cooling Tower dengan pemandangan kaya gini? Tapi disini Cooling Towernya lagi nggak beroperasi, terlihat dari nggak adanya uap yang nongol. Dan pada akhirnya, Cooling Tower tersebut runtuh dan hancur kena lasernya si musuh yang ilmunya ngambil dari gennya si Scott alias Cyclops.
Akhirnya selesai lah sudah film tersebut dan gue diberikan pemandangan tentang Three Miles Island lengkap dengan Cooling Towernya. Kalo lebih diteliti lagi secara keilmuan, ada beberapa kejanggalan di film ini. Tapi itu nggak masalah, toh film ini lebih menitikberatkan pada drama dan baku hantamnya, bukan pada unsur2 keilmuannya.
Udah deh… Segini dulu aja yaaaa…!!!
2 comments May 18, 2009
AngkringanTonight #3
Another side story of angkringan!
Malem ini gue ujian lisan bahasa Jepang. Ujian lisan yang dimulai dengan watashi wa C-Kink desu, Depok kara kimashita, Karangwuni ni sundaimasu, hatachi desu, Gadjah Mada daigaku no gakusei desu, dozo yoroshiku onegashimasu dan diakhiri dengan owarimashoo ja mata itsuka. Plus, dipenghujung acara kita ditunjukin nilai hasil ujian tulis kemaren, dimana gue dapet nilai perfect: 100! Sssssttt nggak usah pada tepok tangan gitu dong, biasa aja kaleee! Sementara si Wangi Wan-Wan* dapet nilai 94 dan AndhiBaka* San dapet nilai 95.
Sepulang dari tempat les, gue ngeliat angkringan di depan kosan gue lagi sepi, cuma ada seonggok gerobak yang dijaga oleh Mr X (sebut saja demikian) selaku pedagang angrkingan. Karena gue nggak tega ngeliat Mr X mejeng sendirian disana, akhirnya gue memutuskan untuk makan malem di angkringan ini sambil mesra2an berdua sama Mr X. “Mas ngamar yuk Mas, 2 ribu bolak-balik!”
Menu gue di angkringan ini selalu sama: mi rebus telor dobel! Cuma minumnya aja yang ganti2, sesuai kebutuhan. Kadang es jeruk, kadang coffeemix anget, kadang es teh, kadang darah gadis muda di kosan sebelah, kadang kuah mi rebus, dll. Malem ini gue putuskan untuk minum segelas es jeruk nggak pake kulitnya.
Seperti biasa, jiwa ke-Kastrat-an gue sering muncul di saat2 berkhalwat kaya gini. Nggak tau kenapa malem ini gue penasaran, sebenernya berapa penghasilan makhluk di depan gue ini dari berdagang angkringan per harinya? Kalo kata orang2, pedagang burjo itu sehari bisa dapet sampe 700ribuan. Nah kalo pedagang angkringan?
Sembari menunggu mi rebus telor dobel gue mateng, iseng2 gue nanya sama si Mr X ini,
“Mmmm… Mas, dari angkringan ini seharinya dapet untung berapa Mas?”
“Ya Alhamdulillah lumayan banyak lah…”
Lumayan banyak? Alhamdulillah… Mendengar kata “lumayan banyak”, yang terbayang di otak gue adalah nominal uang dengan besaran antara 200ribu sampe 300ribu per harinya.
“Emang rata2 sehari dapet berapa Mas?”
“Biasanya sih dapet 50ribu”
50ribu per hari? Untuk bekerja dari jam 2 siang sampe jam 12 malem, dapetnya 50ribu per hari? Alhamdulillah…
Gue pun berpikir, betapa makhluk di hadapan gue ini dengan sabarnya bekerja hampir 10 jam perhari demi selembar uang 50ribuan. Padahal di saat yang bersamaan, mungkin nominal segitu biasa kita hambur2kan dalam waktu singkat. Padahal tadi sore, gue baru aja membelanjakan angka sebesar itu untuk beli pulsa Im3.
“Biasanya paling banyak sehari dapet berapa Mas?”
“Kemaren saya pernah dapet sampe 70ribu seharinya…”
“Kalo paling dikit Mas?”
“Yaaaa sekitar 20 ribu waktu itu pernah”
Begitulah neraca keuangan hariannya Mr X ini. Rata2nya 50 ribu per hari. Kalo kita kaliin perbulan, jadi 50000 x 30 = 1500000, alias satu juta lima ratus ribu rupiah. Alhamdulillah… Masih lebih tinggi dari bates UMR kota Jogja. Tapi itu pun kalo Mr X bedagang setiap hari dengan penghasilan rerata 50ribu. Kalo lagi nggak jualan? Kalo lagi nggak begitu laku?
Mr X melanjutkan curhatnya,
“Biasanya saya paling sepi itu hari Sabtu!”
“Oh iya Mas, pada malem mingguan semua ya?”
Ya wajar lah, malem Minggu kan pada ngeluyur semua. Mending kalo malem minggu buka gerobaknya jangan di sini Mas, tapi di Ambarukmo Plaza aja! Atau di Hugo’s, Boshe, Empire dll. Tapi kalo malem Jumat gantian buka gerobaknya di Al-Ittihaad, Mardiyah, Baiturrahman, dll.
“Ini makanannya titipan kan Mas? Yang modal dari Mas sendiri apa aja?”
“Ya ini, gula, teh, coffeemix…”
“Gerobaknya punya Mas kan?”
“Iya, punya saya sendiri”
“Kalo piring sama sendoknya ini Mas?”
“Ini juga punya saya semua. Cuma makanannya aja yang titipan”
Sebagaimana yang udah gue ceritain di “AngkringanTonight #1”, makanan2 ini diambil oleh Mr X dari istilahnya “Majikan”. Abis nggak abis, makanannya bakal dibalikin lagi ke “Majikan” itu.
“Ini kalo nggak abis dibalikin ke juragannya kan Mas?”
“Iya”
“Juragannya itu nitipin makanannya cuma kesini doang apa ke tempat lain juga?”
“Seinget saya, kalo nggak salah dia punya 6 gerobak”
Wah, 6 gerobak? Kayanya asik juga tuh bisnis kaya gini. Ayo, ada yang mau jadi juragan angkringan?
Selepas itu, mi rebus telor dobel gue udah mateng dan gue sibuk dengan mangkok di hadapan gue yang menunggu untuk disantap. Mi nya lho yang disantap, bukan mangkoknya! Srupuuut… Srupuuut… Aaaaahh…
Yogyakarta, 5 Mei 2009
Add comment May 18, 2009
3Mei2009
00.01– 00.35
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Gitaran
Malem ini, eh pagi ini gue lagi ngikut makrab sekaligus pembubaran panita HPTT 63 bareng anak2 Teknik. Yang namanya makrab, setiap detiknya itu harus dimanfaatin, termasuk tengah malem kaya gini.
Sebelomnya sampe jam 11 malem, kita nongkrong di pantai Parangkusumo sambil nyalain api unggun dan bakar jagung. Plus, kita juga main “truth or truth”, plesetannya “truth or dare”. Nggak semua orang kebagian jatah truth or truth ini, cuma mereka yang namanya keluar dari undian aja yang dapet giliran. Dan sedihnya, gue yang berangkatnya nyusul justru kebagian giliran persis setelah gue dateng. Jadilah gue yang baru menginjakkan kaki di pantai, leyeh2 bentar, eh tiba2 nama gue keluar dari undian dan gue kebagian giliran jadi korban truth or truth ini. Duh, ini pasti konspirasi Yahudi!
Ada 5 pertanyaan yang harus gue jawab secara jujur dan apa adanya. Cinthya Laura selaku MC mempersilahkan semua orang untuk ngasih pertanyaan2 yang menusuk dan mengulik macem2 hal. Tapi dibatesin, pertanyaannya nggak boleh menghasilkan jawaban yang berupa nama orang. Dan pertanyaan yang gue dapet adalah sebagai berikut, plus jawabannya:
- Pernah suka sama temen 1 jurusan nggak?
Jawab: PERNAH!
Gue jawab aja jujur apa adanya. Ohohohoho…
- Kapan sukanya?
(maksudnya, kapan suka sama temen 1 jurusan itu?)
Jawab: SEMESTER 5!
Sebelom ngejawab, sebenernya gue bingung sama maksud pertanyaan ini. Tadinya mau gue jawab aja, “SAMPE SEKARANG!”. Tapi melihat suasana yang kayaknya bakal semakin ancur kalo gue jawab gitu, akhirnya gue nggak jadi jawab gitu deh. Yah ini mah nggak truth lagi.
- Apakah kamu berencana menikahi orang yang kamu suka itu?
Jawab: NGGAK!
Ya iyalah, cuma sebatas suka doang gitu loh… Kalo pertanyaannya diganti, “Apakah kamu berencana menikahi Asmirandah”, maka dengan lantang gue ngejawab, “HARAPAN ITU MASIH ADA, INSYA ALLAH!”
(emang Asmirandahnya mau?)
- Di BEM ini betah nggak sama kepemimpinannya Miftah?
Jawab: BETAH!
Kan sebelomnya gue udah pernah ngerasain yang kaya gini di Kastrat, jadi biasa aja tuh.
- Pernah suka sama sesama anak BEM nggak?
Jawab: PERNAH!
Sama kaya nomor 2, sebenernya bukan kata “pernah” yang pengen gue ucapkan. Awalnya gue bakalan jawab, “SERING!”. Tapi sekali lagi, kayanya gue bakalan jadi bulan2an kalo jawab gitu.
Untung cuma dibatesin 5 pertanyaan doang. Kalo lebih, bisa tambah ancur aja dah…
Kita balik lagi ke jam 00.01 di tanggal 3 Mei. Kita semua udah pada ngumpul lagi di balai dukuh, udah pulang dari pantai. Beberapa orang memilih untuk tidur dan istirahat, sementara gue memilih untuk genjrang-genjreng klentang-klenting bareng Nalar, Reza dan Abdul menyayikan lagu2nya Bang Iwan Fals.
“Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana… Di gedung DPR”
00.35 – 01.25
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Main UNO
Ini dia hobi favorit gue kalo lagi makrab, MAIN UNO! Uno itu semacem permainan kartu gitu loh. Permainan kartu yang menyenangkan yang bisa dimainkan oleh sekian banyak orang sekaligus, dan kalo stock kartunya udah abis, permainan tetep berlanjut dengan cara mengocok ulang kartu2 yang nggak kepake. Segala strategi dipake disini, mulai dari intrik, kolusi, koalisi, bahkan sampe politik uang sekalipun…
Plus, kartu Uno ini juga punya nilai historis buat gue. Dulu, gue pertama kali kenal Uno gara2 diajakin sama Triyas Sukmawati, temen SMP gue. Waktu lagi liburan kuliah, waktu semua pada pulang ke Depok, gue barengan sama Mastur, Adis, Prisman dan Ega rame2 main Uno di rumah Triyas. Triyas juga yang ngajarin cara main Uno dan segala macem kejahatan di dalemnya, termasuk bahwa kita mesti ngomong “Uno” kalo kartu kita tinggal 1.
Terus kenapa kartu Uno ini punya nilai historis? Jawabannya simpel aja, karena terhitung sejak tanggal 23 Juni 2008, sosok bernama Triyas Sukmawati udah nggak ada lagi di dunia ini. Beliau telah pergi lebih dulu, dikarenakan penyakit apa gitu gue lupa, tapi intinya ada semacem cairan di otaknya. Jadilah kini guru yang mengajarkan gue main Uno telah tiada. Dan Uno itu adalah salah satu warisan yang Triyas tinggalin buat gue. Semoga gue bisa mengamalkannya dan memberikan sedekah jariyah ini untuk beliau.
Kalo di kartun One Piece, waktu kecil Roronoa Zoro selalu kalah adu pedang lawan Kuina. Dan selamanya Zoro nggak akan pernah ngalahin Kuina, gara2 Kuina udah meninggal akibat jatoh dari tangga. Lalu Zoro bertekad untuk menjadi pendekar pedang terbaik di dunia, sebagaimana janjinya pada Kuina. Sedangkan gue, karena ilmu ke-Uno-an gue ini gue dapet dari Triyas, maka gue pun bertekad untuk memberikan yang terbaik dan mengerahkan segenap kemampuan yang gue punya kalo lagi main Uno…
Dan, yang memperkenalkan kartu Uno ini di BEM adalah si kembar-cacingan Gilang dan Rara-Galuh. Pertanyaannya, apakah mereka berdua, yang ngenalin Uno ke gue di BEM, juga bakalan menyusul jejak Triyas untuk meninggalkan dunia ini lebih dulu? Biarlah waktu yang akan menjawabnya. Ihihihi…
01.25 – 02.00
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Leyeh-leyeh menjelang bobo
Game Uno kita udah selesai. Tyaz, Anton, Ari, Rara-Galuh, Takur dan Biebah selaku peserta Uno memutuskan untuk mengakhiri permainan ini dan beranjak tidur. Pun demikian dengan Wangi, yang nggak ikutan main Uno soalnya kebagian job buat ngeberesin kartu2 yang berantakan sekaligus ngocok kartu2nya. Kocok kocok kocok… Crott crott crott ah ah… Astagfirullah, apaan tuh?
Gue yang sejatinya masih pengen maen, akhirnya ikutan udahan juga. Niat gue mau langsung tidur, tapi karena efek 2 gelas good day yang gue minum hari ini, akhirnya gue baru bisa tidur sekitar jam 01.40–an.
02.00 – 04.00
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Tidur
Zzzzz… Zzzzz… Grooook… Zzzzz…
Sssssttt, jangan berisik! Gue lagi tidur nich! Zzzzz… Zzzzz… Grooook… Zzzzz…
04.00 – 05.00
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Ibadah pagi
Tau lah ya, jam segini tuh jam2nya apa. Ho oh bener banget, yaitu jamnya para dugemers pulang kembali ke kosan akibat kepanasan denger adzan Subuh berkumandang.
05.00 – 05.30
Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis
Aktivitas: Muhasabah
Sejatinya abis subuh ini gue pengen langsung pulang, soalnya jam 8 nanti ada pembekalan KKN. Tapi ternyata rencana berubah, dikarenakan pagi ini akan ada muhasabah yang istimewa. Apa istimewanya? Istimewa karena yang didaulat untuk menjadi pemantik pada muhasabah ini adalah gue sendiri! WUAAAAA…!!!
Ini pertama kalinya gue ngisi muhasabah. Dan gue pun nggak bisa menolak soalnya disini gue termasuk orang yang di-tua-kan, meskipun padahal aslinya masih muda. Thanks buat Abdul dan Tifa yang telah melobi gue buat jadi pemantik. Dan lidah gue pun komat-kamit mengucapkan kata2 yang kiranya bisa bermanfaat buat muhasabah ini.
Setelah sekitar setengah jam gue komat-kamit, akhirnya muhasabah ini selesai juga. Dan sepanjang acara muhasabah, sepintas2 gue liatin wajah2 para pesertanya. Dan Alhamdulillah, sepertinya muhasabah gue ini cukup sukses. Terlihat dari banyaknya peserta yang tertidur daripada yang menangis! Horeeee!!!
Lalu gue pun pamitan sama orang2 dan pulang ke Jogja naik mobil titipan yang disetirin Miftah.
05.30 – 06.30
Lokasi: Mobil Avanza plat B yang melaju dari Jalan Parangtritis sampe kosan
Aktivitas: Tidur
Waktu berangkat, mobil beranggotakan 7 ekor makhluk ini rame oleh celoteh makhluk2 di dalamnya. Mereka adalah Miftah, Ade, Izzat, Franky, Riva, Reza dan gue sendiri. Banyak tema yang kita bahas, mulai dari strategi dakwah Mas Maulana, keunikan sepeda panjang dan permasalahannya di lampu merah, posko registrasi UM UGM, sampe pantai Parangkusumo yang kalo malem banyak ayamnya. “Mas ngamar yuk Mas, dua ribu bolak-balik!”.
Tapi di perjalanan pulang, cuma ada bunyi mesin mobil dan radio yang terdengar. Penumpangnya pada tidur semua, kecuali Miftah yang kebagian job jadi supir. Termasuk gue yang juga ikutan tidur, soalnya jam 8 nanti mau ada pembekalan KKN dan gue nggak mau ketiduran di tengah2 acara. Jadilah sekarang gue nyicil tidur di mobil dan baru bangun beberapa saat sebelom mobil itu nyampe ke kosan paling keren abad ini, Karangwuni C-19.
06.30 – 08.00
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Get prepared
Demi mengejar pembekalan KKN jam 8, sampe kosan gue langsung mandi dan prepare buat berangkat nanti. Semua persiapan beres jam 07.15-an. Gue dan Nanda udah janjian berangkat bareng, dia bakal jemput gue di kosan jam setengah 8. Karena masih ada beberapa menit sebelom Nanda jemput gue, akhirnya gue memutuskan untuk tidur lagi, itung2 menghemat energi. Kan sekarang dunia ini lagi krisis energi!
Waktu menunjukkan pukul 07.30. Beberapa menit kemudian akhirnya dateng juga. Bukan Nanda yang dateng, tapi smsnya Nanda. Isinya mengatakan bahwa dia baru aja bangun tidur. Gubrak…!!! Ya udah, sambil nungguin Nanda prepare, gue tidur lagi dengan dandanan yang udah siap untuk berangkat. Sampe akhirnya jam 8 gue dibangunkan oleh bunyi motornya Nanda yang mejeng di depan kosan gue.
08.00 – 08.15
Lokasi: Antara kosan dan Fakutas Filsafat
Aktivitas: Cuci mata
Pembekalan KKN ini bakal diadain di Fakultas Filsafat UGM. Motor Nanda melaju kesana, melintasi pasar Sunday Morning yang akrab diebut “sanmor”. Dan sanmor adalah salah satu tempat yang efektif untuk cuci mata, dimana disini kita bisa ngeliat paha, betis, lengan dan bentuk tubuh perempuan2 punuk unta lainnya yang dijual gratisan di pinggir jalan. Astagfirullah… Kalo gini terus bisa2 apalan surat An-Naas sama Al-Falaq gue bakalan ilang nih…
08.15 – 12.00
Lokasi: Fakutas Filsafat
Aktivitas: Pembekalan KKN
Seperti udah diduga, gue dateng telat. Sebagai konsekuensi, gue sama Nanda dan beberapa orang yang telat lainnya nggak kebagian kursi di ruangan. Sampe pada akhirnya panitia ngebawain kursi dan kita pun bisa duduk di pojok ruangan paling belakang.
Ada 4 materi yang dikasih di pembekalan KKN ini, plus 1 General Test di penghujung acara.
- GMC, asuransi, dan bla bla bla tentang kesehatan.
Materi ini dibawain oleh ibu2 berjilbab panjang yang gayanya cool. Meskipun cool, tapi omongan2nya sangat unik bin ajaib yang seringkali bisa bikin kita tersenyum. Plus banyak info2 seputar dunia kesehatan yang beliau berikan disini. Tapi nggak sampe ngebahas tentang kesehatan reproduksi lho, belom cukup umur.
- Latar belakang dan filosofi KKN PPM UGM.
Materi yang kedua ini diawali dengan menyanyikan Hymne UGM. Baru kali ini gue denger Hymne UGM Setelah 3 taun kuliah disini. Dan untuk materi ini, gue nggak ngerasa lagi berada di ruang kuliah mendengarkan dosen ngasih materi, tapi rasanya lebih mirip nonton pertunjukan Srimulat! Si pemateri yang ibu2 ini emang 100% mbanyol, khas orang Jawa. Mbanyolannya pun Srimulat banget. Udah Bu ntar kalo pensiun jadi dosen, bikin grup lawak aja!
- Prosedur pelaporan.
Materi ini diisi oleh seorang bapak yang sukses ngebuat gue tertidur selama beberapa detik.
- Etika mahasiswa.
Materi terakhir ini mengingatkan gue akan pelajaran PPKn jaman dulu. Tapi yang ini lebih aplikatif dan real, dimana si ibu pemateri menceritakan pengalaman2 konyol yang pernah terjadi di tim2 KKN yang lalu yang terkait dengan persoalan etika.
- General test.
Ujian, pilihan ganda, 45 soal. Mau nyontek silahkan, mau ngebet buka buku juga silahkan. Tapi gue nggak melakukan keduanya, cukup membiarkan tangan ini mau nyoret jawaban yang mana. Sisanya, tawakkal ajah…
12.00 – 13.30
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19 dan burjo
Aktivitas: Makan sambil istirahat
Pulang dari pembekalan KKN dan selepas Dzuhur, gue nyempetin diri buat mampir ke burjo terdekat. 1 piring nasi telor, 2 biji tahu goreng dan 1 gelas good day moccacino es jadi temen santap gue untuk sarapan siang ini. Duh parah juga nih, masa sarapan jam 12 siang?
Sebelom pulang, nggak lupa gue minta 1 moccacino es lagi buat dibungkus. Gara2 banyak kerjaan, akhir2 ini good day jadi akrab banget sama gue buat membantu menghilangkan rasa kantuk. Yang ada bukannya ngantuk gue ilang, tapi dompet gue makin tipis gara2 keluar biaya ekstra.
Sejatinya gue ada janji sama Mega, Ryo dan Leo untuk ngerjain tugas Komputasi Nuklir jam 1 di KPTU. Tapi karena mata gue terasa berat banget plus perut yang penuh nasi telor, akhirnya gue leyeh2 dulu di kosan sambil baca koran. Dan beberapa menit kemudian, gue udah sukses terlelap dengan berselimutkan koran Republika yang lagi gue baca. Zzzzzz…
Belom sampe 10 menit gue ngorok, gue dibangunkan oleh sebuah sms dari Mega. Isinya,
“Dimana?”
Dan gue bales aja,
“Di KPTU. Tapi aku masih di kosan.”
Lalu gue segera bangkit dari alam mimpi, segera cuci muka, ganti baju plus dandan dan dengan kecepatan tinggi segera gue geber MyLovelySolBro menuju KPTU.
13.30 – 15.30
Lokasi: KPTU Sayap Utara
Aktivitas: Ngerjain tugas kelompok
Sesampainya di KPTU, udah ada Mega, Ryo dan Leo plus Mas Arstyo selaku asisten dosen untuk mata kuliah Komputasi Nuklir. Selama sekitar 1 setengah jam, dengan tabah nya beliau mengajarkan kita2 yang tambeng dan blo’on ini tentang pemrograman Delphi. Integer, variable, radio button click, begin, syntac error dll jadi santap siang kita di KPTU.
Sekitar jam 3-an kerja kelompok ini harus diakhiri karena Mas Arstyo mesti meninggalkan kita untuk pergi ke alam sana. Dan sambil nungguin Mega yang ada janji mau ngedate sama Irwan, kita pada nongkrong dulu di KPTU, curhat2an. Curhatnya Ryo selaku asisten praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi, curhatnya Leo yang hobi keramas setiap pagi dan malem, serta curhatnya Mega yang bulu keteknya nggak pernah dicukur. Lama kemudian datenglah Irwan dan kita pun beranjak meninggalkan tempat itu.
15.30 – 16.50
Lokasi: Sekretariat BEM KMFT UGM
Aktivitas: Istirahat sore
Setelah Ashar, sedianya gue mau berangkat ke GSP untuk rapat KKN. Tapi sekali lagi, badan yang kurus kering begeng kerempeng cacingan dan six pack ini terasa sangat lelah dan letih untuk diajak bekerja. Akhirnya daripada memaksakan diri dan berujung di rumah sakit Sarjito atau kuburan Pogung, gue memutuskan untuk nangkring di BEM dulu. Segera gue rebahkan badan, dan nggak perlu nunggu waktu lama untuk mata gue ini bisa terpejam.
Di sebelah gue juga ada si Ade, yang semalem ikut ke Parangtritis dan tadi pagi ikut pembekalan KKN serta siangnya juga terlihat lagi kerja kelompok di KPTU. Sama kaya gue, Ade juga menjadikan BEM ini sebagai tempat peristirahatannya. Jadilah sore ini kita berdua lomba ngorok2an di BEM. Gue jadi vokalis utama, si Ade jadi backing vokalnya.
Jam setengah 5-an akhirnya gue bangun. Karena nyawa gue masih belom terkumpul seluruhnya, gue nggak langsung berangkat ke GSP. Iseng2 gue baca Buku Pesan jaman dulu yang kegeletak nggak jauh disana. Buku Pesan yang menjadi saksi kegagalan gue menapaki karir sebagai Kadep Kastrat. Buku Pesan yang menjadi saksi perpisahan gue kepada orang2 BEM di penghujung 2008. Buku Pesan yang gue pake untuk pamitan kepada kabinet BEM 2009. Tapi nggak tau kenapa, kok ternyata periode sekarang gue masih eksis di BEM ya?
Setelah nyawa gue komplit, barulah gue berangkat menuju GSP. Tarik Maaaang…!!!
16.50 – 18.20
Lokasi: GSP Sayap Timur
Aktivitas: Rapat KKN
Sampe GSP anak2 udah pada ngumpul. Ada Bram, Putri, Hasan, Nanda, Fita, Vela, Nana, Jafar, Didi, Dani dan Naga. Ternyata, rapatnya belom dimulai. Rapat baru dimulai persis beberapa detik sebelom gue dateng. Tapi tetep aja gue mesti bayar denda. 3000 rupiah gara2 telat, plus 5000 rupiah gara2 minggu lalu nggak dateng pake izin, soalnya gue lagi di Pantai Depok lagi main air bareng anak2 PSDM. Di tengah acara, nongol Fariz, Nicky dan Ponti. Sementara Naga harus pergi gara2 ada rapat diklat pepala.
Sebenernya rapat ini nggak bisa dibilang rapat sih. Ini cuma forum rutin mingguan yang kita adain untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri lebih lanjut, mengingat kedepannya Insya Allah kita bakalan ditempa selama 2 bulan full di sebuah desa di Lombok sana. Jadilah kita ngobrol2 aja sampe Magrib, plus Magrib berjamaah di GSP.
Biasanya, abis rapat kita langsung pulang dan sibuk dengan urusan masing2. Tapi sore ini kita sepakat untuk makan malem bersama. Setelah negoisasi sana-sini, akhirnya kita sepakat restoran Pondok Cabe lah yang akan menjadi tempat kita mengisi perut malem ini.
18.20 – 20.20
Lokasi: Restoran Pondok Cabe
Aktivitas: Makan malem
Ini pertama kalinya gue makan di Pondok Cabe. Dari namanya, ketauan bahwa menu utama dari restoran ini adalah sambel2nya yang hot dan sexy itu. Tapi sedihnya, gue adalah orang yang nggak kuat makan makanan pedes. Setiap makan pasti gue nggak pernah pake cabe atau sambel. Jadilah di lidah gue, mau itu Pondok Cabe, Spesial Sambal atau Extra Hot, semuanya sama aja kayak restoran2 lainnya yang nggak menspesialkan menu sambel2an.
Semua orang yang tadi dateng rapat pada ngikut makan disini, kecuali Naga sama Ponti. Sepiring nasi goreng udah cukup untuk menu gue malem ini. Dari namanya, Pondok Cabe, pasti nasi goreng ini pun bakalan pedes juga. Jadilah gue berinisiatif untuk nyingkirin dulu potongan2 cabe yang ngumpet di balik nasi supaya nggak ikut kebawa masuk ke mulut gue.
Selepas makan, Fita yang paling muda sendiri ngerasa mupeng ngeliat home band yang dari tadi menghibur para pengunjung Pondok Cabe dengan lagu2 yang mereka bawain. Dia pengen ikutan nyanyi disana. Tapi malu gara2 nggak ada temennya. Lalu si Fariz yang punya wajah mirip bintang bokep papan atas segera memberanikan diri untuk ngomong sama mas2 home band tersebut, bahwa si Fita pengen ikutan nyanyi.
Sempet malu2 kucing selama beberapa saat, akhirnya setelah dipaksa oleh kita semua, Fita memberanikan diri untuk maju ke depan, ikutan nyanyi bareng home band. Dan di salah satu lagu dia duet bareng Fariz. Duet Fita-Fariz ini mengingatkan gue akan sebuah film jaman dulu yang berjudul “Beauty and The Beast”. Hohohohoho…
Sementara si Hasan, paling nggak bisa diem kalo denger musik2 kaya gini. Bawaannya pengen goyang terus. Apalagi kalo ngeliat ada tiang nganggur, wah udah deh semakin menjadi2. Keinginannya untuk bergoyang sambil gesek2 di tiang udah nggak tertahankan lagi. Jadilah gue dan Nanda harus bekerja keras untuk menahan hasrat Hasan tersebut. “Jangan disini San, kamu lagi nggak bawa shampoo kan?”
Selesai nyanyiin 3 lagu, Fita balik lagi ke meja. Dia mengaku kalo sebenernya dia belom puas dan masih pengen nyanyi lagi. Tapi kalo dia nyanyi disitu terus, bisa2 Pondok Cabe bakalan kehilangan pengunjungnya. Akhirnya Nana dkk pun ngajakin untuk karaokean aja. Ajakan yang nggak bertepuk sebelah tangan. Lebih maknyusnya lagi, Fariz yang udah punya penghasilan sendiri dari aksi2 kriminalnya, bersedia untuk ngebayarin kita karaokean! Di ruangan yang gede, 2 jam! Jadilah Heppy Puppy menjadi destinasi kita setelah Pondok Cabe ini.
Tapi ternyata nggak semuanya ikutan. Bram dan Jafar pengen pulang gara2 pengen nonton Milan vs Catania, yang berujung dengan skor 2-0 untuk Milan. Pun demikian dengan Dani. Dengan segenap makhluk tersisa, kita segera melangkah menuju Heppy Puppy.
20.20 – 22.40
Lokasi: Heppy Puppy
Aktivitas: Karaokean
Wuaaaaah… Udah lama gue nggak karaokean! Terakhir karaokean adalah waktu Tam-Tam ngadain farewell party akan kelulusannya dari S1 Fakultas Hukum UGM yang diadain di tempat yang sama dan ruangan yang sama dengan malem ini, bareng anak kos2an. Kini setelah 2 bulan berlalu, akhirnya gue bisa menyalurkan bakat terpendam gue ini, yang saking terpendamnya sampe gue sendiri nggak tau gimana cara ngeluarinnya!
Bintang di malem ini jelas si Fita, yang emang hobi nyanyi. Plus Nanda, yang juga merupakan vokalis di band Teknik Nuklir yang ada gue sebagai bassisnya. Juga Didi, yang kalo nyanyi hobinya teriak2 persis kaya vokalisnya Aerosmith keselek jagung bakar! Jangan lupa Nana, yang paling semangat buat goyang, lagu genre apapun bisa dibuat untuk goyang. Serta Hasan, yang tadi udah gue bilang paling nggak tahan untuk goyang. Apalagi kalo denger lagu dangdutan, wuaaaah jangan tanya… Untung aja di ruangan ini nggak ada tiang. Kalo pun ada pasti Hasan bertiga sama Fariz dan Nanda udah langsung beratraksi. Huehehehe…
2 jam telah berlalu dan sesuai janjinya, Fariz lah yang ngebayarin semuanya. Sekitar 207ribu rupiah harus keluar dari kocek Fariz. Nggak lupa, kita sempetin diri untuk foto2 dulu di Heppy Puppy, minta tolong mbak2 resepsionis buat motoin. Dan setelah semua selesai, akhirnya kita pulang kembali ke kandang masing2.
22.40 – 23.50
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Capek deeeeh…
Jam 11 kurang akhirnya gue kembali ke kosan gue tercinta, setelah sebelomnya nganterin Hasan pulang dulu. Sejatinya badan gue yang berotot dan six pack ini udah capek banget, tapi mengingat masih banyak kerjaan untuk esok hari, jadi gue nggak bisa langsung tidur.
Sampe di kosan, gue ngerasa lantai kosan gue penuh dengan debu2 yang entah darimana datangnya. Karena gue cinta kebersihan dan si kebersihan pun juga cinta sama gue, akhirnya gue ambil sapu dan gue bersihin kosan gue. Dimana2 orang mah nyapu pagi2 atau sore2, ini malah malem2. Sambil nyapu juga sekalian gue beresin kamar gue yang sedikit berantakan. Biarpun kesannya berantakan, tapi untuk ukuran laki2, kamar gue termasuk bersih dan rapi lho! Nggak percaya kan? Ya sama, gue juga nggak percaya…
Abis beres2, tugas lain masih menanti. Gue belom bikin draft praktikum buat besok. Jadilah gue kerjain draft parktikum itu. Karena belom ada kepastian besok dapet praktikum yang mana, sekalian aja gue bikin draft buat 2 praktikum, biar besok nggak ribet. Sementara laporan praktikum yang sedianya mau gue kerjain hari ini, masih tetap tergeletak dan terbengkalai seperti sedia kala.
Selesai bikin draft, gue beres2 tas dan ngisi tas gue dengan properti yang bakal gue bawa kuliah besok pagi, supaya besok pagi gue nggak perlu repot preparasi lagi tapi tinggal ambil tas dan langsung berangkat. Setelah tas gue beres, barulah gue rebahan di karpet. Gue kalo tidur emang nggak pernah di kasur, lebih milih untuk tidur di karpet. Kasurnya gue berdiriin dan gue senderin ke tembok. Emang apa enaknya tidur di karpet? Ya nggak tau sih, sama aja kok. Tapi mau itu karpet atau kasur, bakal lebih enak lagi kalo ada seorang istri yang nemenin tidur gue malem ini. Wuuuuaaaaaaah…!!! Istrinya siapa hwayooo???
Koran Republika hari ini belom selesai gue baca semua. Sambil rebahan di karpet, sambil gue baca tuh koran. Dan sekali lagi, nggak perlu waktu lama buat gue sukses terlelap berselimutkan koran tersebut. Zzzzz… Grooook… Zzzzz…
SELESAI
Ending:
Subhanallah Alhamdulillah, benar2 hari yang membahagiakan, bertemu banyak orang, melakukan banyak kegiatan, terus bergerak selama 24 jam, dll. Sangat kontras dengan keseharian gue yang biasa gue habiskan seorang diri berteman laptop dengan microsoft wordnya, atau dengan buku2 yang setia menemani hari2 gue. Seandainya setiap hari adalah penuh warna seperti ini…
Tapi kalo setiap hari kaya hari ini,
TERUS GUE BELAJARNYA KAPAN?
Tugas kuliah yang terbengkalai…
Laporan praktikum yang tergeletak…
Makalah yang menunggu ditulis…
Tugas presentasi yang terlupakan…
Nuklir oh Nuklir…
3 comments May 5, 2009
MenkoEksternal #4
Another month has passed. That was April, the month when we had something called UTS, known as “Ujian Tidak Serius” (while UAS is known as “Ujian Agak Serius”). Those UAS were held for 2 weeks, and Bem’s activities are stopped for a while during the UAS.
Now, lets go review what I had done on April. Check this one out!
1st April
There is another university who comes visit our college. In January, that was Widyagama University, Malang. In February, Skin-Tehcnology Academy was the one. There were no university came to Engineering Faculty on March. And on April, there was a university who came here. The biggest university in Banten Province. It was Untirta, Sultan Ageng Tirtayasa University.
We were welcoming them on KPTU. About 60 Untirta’s students were come. It was so lovely to saw our friends from far away. Because, university students are the persons who will be this country next leader, so it was an important thing to make a relationship with those next leaders.
1st April
Another event also held on this day. An installation for all BEM newcomers (note: installation here means “pelantikan”, not “instalasi” like what we use on computer program). But sadly, not all newcomers were came.
1st – 6th April
I was pointed to be a coordinator for a little committee called Palelu. Palelu is a committee built to socialization about Pemilu, also known as general elections. The Pemilu itself will be held on 9th April. Due to the low-respect from engineering student, as a BEM we had a duty to socialize it to them. While Palelu is a simple-call for “Pasukan Peduli Pemilu”.
There were 3 divisions on Palelu. First is media, second is stand, and the last is simulation. They were work about a week. Even though the target person wasn’t that much, but I did appreciated to they who had been participated on Palelu. Salute!
4th April
There was a little conflict on internal BEM’s situation. It started because a single memo wrote on BEM’s Message Book. And together with Fauzi, both we were initiative to hold a little family forum called Forga, Forum Keluarga. About 13 persons were come. I don’t really know are they felt free and satisfied about the summary of this Forga. But I hope it can make our relationship getting better dan more even better.
19th April
I had invited by Ganendra, the vice president of BEM KM UGM. He wanted to invite all of BEM-Faculty’s vice president and organized a forum called “vice president’s forum”. Because our BEM doesn’t has a vice president, so I was the one whose been selected to be a representative from Engineering Faculty, due to my position as a Menko Eksternal.
26th April
This was the last week on April. And I had 2 events were held on this day. First is Sambatan, Sambil Kerja Bakti Pererat Persahabatan. It was KRT’s program, a monthly event with purpose to clean-out BEM’s office. And then, I was invited by PSDM to participate on their Forga at Depok beach, Bantul. It was so lovely to having my body burn by sunshine, all day long in Depok beach, together with its soft sand and blue sea. Also, we didn’t forget to eat seafood there. I choose squid with oyster sauce for my breakfast-lunch. Mmmm… Yummy…
That is our review on April. There aren’t so many events, because people were busy with UAS, and so many committees were built and start to work this month. It means that the events will be happen more on May. So, let’s go welcoming May!
Add comment May 5, 2009
BingungNgasihJudul
“Kuesioner.
Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?
Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”
Mungkin ada beberapa diantara lu semua yang ngerasa familiar dengan susunan kalimat diatas. Familiar karena kalimat tersebut pernah nangkring selama beberapa waktu di inbox lu. Bukan begitu? Bukaaaaan… Meskipun mungkin nggak semuanya yang me-reply kalimat tersebut. Uhehehe..
Mirip dengan kasus pemilu 9 April kemaren, baru2 ini gue buka kuesioner terbuka kepada temen2 gue. Kali ini temanya bukan tentang pemilu lagi, tapi tentang sifat/kepribadian C-Kink yang nggak disukai oleh makhluk2 di sekitarnya.
Kuesioner ini disebar melalui handphone dengan menggunakan operator yang memberikan 100 sms gratisan di pagi hari. Jadilah sms2 itu gue sebar selalu sebelom jam 12 siang. Plus, karena cuma bisa maksimal 100 sms per hari, jadi waktu penyebarannya pun gue bagi jadi 3 hari, yaitu selama Selasa sampe Kamis 28 – 30 April 2009.
Yang menjadi responden, sekali lagi adalah orang2 yang namanya terdaftar di phone book gue. Selama 3 hari itu ada kira2 159 sms yang disebar. Dan sampe tulisan ini ditulis, cuma ada sekitar 58 orang yang ngasih balesan. Jauh lebih sedikit dibanding kuesioner pemilu kemaren yang jumlah responden yang nge-reply nya mendekati angka 100 ekor.
Tapi karena jawaban yang diberikan disini sifatnya abstrak, dalam arti nggak ada pilihan2 yang gue tawarkan untuk dipilih, jadi gue nggak bisa buat diagram/tabel tentang sifat/kepribadian apa yang ada di diri gue yang dominan nggak disukai oleh sebagian besar makhluk. Jawabannya pun bervariasi, mulai dari yang kritis, yang galak, yang malu2, yang cari aman, yang jawabnya ngaco, dan yang nggak mau jawab.
“Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya.”
Kenapa harus sejahat2nya dan sekejam2nya? Karena sadarlah wahai manusia, betapa manusia itu diciptakan dengan sifat kikir lagi berkeluh kesah. Dan kecenderungan manusia adalah menuruti hawa nafsunya. Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan terhadap harta, jabatan, wanita dan pujian. PUJIAN! Itu kata kuncinya. Bukan Pudji Indrawati lho, itu mah nama nyokap gue…
Manusia adalah makhluk yang haus akan pujian. Seringkali manusia tidak bisa lepas dari kehidupan tanpa mengharapkan pujian. Seringkali muncul riya2 kecil akibat terlalu berorientasi pada pujian.
Namun tak selamanya pujian itu menyenangkan. Sesungguhnya, ketika kita menerima pujian, maka diibaratkan kita sedang menusukkan sebilah pisau ke leher kita, karena pujian itu ada kalanya bisa lebih tajam dari mata pisau itu sendiri. Mampu menusuk dan membunuh dari dalam tanpa kita sadari.
Pujian seringkali membuat kita lupa diri.Pujian membuat kita terlena dan terbuai karenanya. Pujian membuat kita terbang ke langit2. Semakin banyak pujian, semakin tinggi kita terbang. Tapi karena kita terbangnya di dalem rumah, jadilah kita kepentok atap loteng. PLETOK…!!! Aduh sakit…
Intinya, pujian adalah salah satu sarana untuk mendekatkan diri kita kepada sesuatu yang bernama KESOMBONGAN!
(Kalo nggak sepakat ya nggak apa2, nggak maksa kok yeeeee… Intinya adalah bahwa timbangan itu harus selalu berada dalam posisi yang setimbang, jangan terlalu berat dan juga jangan terlalu ringan)
Jadilah, perlu ada semacam evaluasi untuk menghindari terjadinya hal2 sebagaimana tersebut dalam paragaf di atas. Dalam hidup ini kita berinteraksi dengan banyak makhluk, dan mungkin ada kalanya beberapa mahkluk tersebut merasa nggak nyaman dengan segala polah dan tingkah laku kita selama ini. Tapi sekali lagi, karena sebelomnya kita telah terlalu terbuai dengan segala puja-puji, jadilah kita terlena dan lupa bahwa sejatinya masih banyak makhluk2 yang tidak nyaman dengan sifat/kepribadian kita.
Atas dasar itulah gue membuat kuesioner kaya gini, kuesioner terbuka yang mempersilahkan seluruh responden untuk mengkritisi eksistensi dari seekor C-Kink selama hidup di dunia ini. Ini bukan masalah krisis identitias sebagaimana pertanyaan salah satu responden, tapi ini adalah masalah bagaimana menganalisis segala SWOT yang ada di diri kita untuk kehidupan bermasyarakat yang lebih baik lagi nantinya. Karena, harapan itu masih ada, Insya Allah. Mari kita dukung terus. LANJUTKAAAAAN!!!
Oh iya, melalui tulisan ini, gue juga mau ngucapin terima kasih banyak buat lu semua yang udah ikhlas untuk me-reply sms gue (kalo lu emang pada ikhlas). Segala masukan dari kalian amatlah berharga dan akan selalu gue simpan di tempat sampah. Ups… Maksudnya tersimpan selalu di dalam hati. Hatinya siapa, gue nggak tau deh… Hohohoho…
Mohon maaf juga kalo mungkin kuesionernya cuma 1 arah. Maksudnya, gue ngasi pertanyaan ke elu, lu jawab sms gue, tapi gue terus nggak ngasih feedback atas jawaban lu. Ya harap dimaklumi, karena persediaan pulsa adalah terbatas, jadi nggak semua jawaban bisa dikasih feedback balik. Huh, lagi2 terkendala di masalah dana. Dasar pemerintah kapitalis, nggak mau mengalokasikan dana lebih untuk kegiatan riset2 ilmiah! Jangan kita dukung terus. JANGAN LANJUTKAAAAAN!!!
Jadi sekalian aja deh disini mungkin bisa gue kasi feedback dikit2. Sebenernya sih bukan feedback, tapi komentar gue atas kritik-saran yang masuk. Itu pun dikemas dengan bahasa yang jauh dari kata serius. Huehe…
Mau tau beberapa jawaban mereka atas pertanyaan gue? Nih, silahkan dibaca. Sekali lagi, nama2 responden gue rahasiain. Dan komentar dari gue ditulis dalam kurung serta ditulis miring. Kalo tulisannya nggak miring, kepala lu sendiri aja yang dimiringin…
Monggo…
Pertanyaan:
“Kuesioner.
Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?
Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”
Jawaban:
Mahasiswi, 22, Depok
“Sok keren, kalo bercanda suka bablas, jadi nyakitin.”
(Maklum lah hobi nonton F1 yang pembalapnya keren2 dan suka bablas sana-bablas sini. Kalo sakit periksa ke dokter aja)
Mahasiswi, 19, Depok
“Jahat… Gue di katain terus! Pelit!! Semena2 kalo sama gue.”
(Wuaaah… Maapkan aku wahai saudariku…Ayo sini gue traktir di burjo. Air putih sama cabe rawit ya)
Mahasiswi, 21, Parung
“Songong.”
(Kenapa mesti nyolot2an… Nyenyenyenyenye… Biasa aja kaleee… Nggak usah pake otot…)
Mahasiswi, 20, Solo
“Nggilani.”
(Buajigur…)
Mahasiswi, 21, Jogja
“Pelit, pukil, pethakil. Hahaha.”
(Bahasa mana nih?)
Mahasiswa, 22, Depok
“Suka ngupil sembarangan.”
(Nggak sembarangan kalee. Gue mah kalo ngupil selalu di idung gue sendiri, nggak pernah di idung orang lain)
Mahasiswi, 21, Depok
- “Nggak mikir kalo ngomong sampe pernah bikin orang nangis. Huahaha.
- Gombal ah.
- Kaku
- Ceking.
- Sok imut.”
(Kalo nangis air matanya di lap donk pake gombal, tuh gombalnya ada kan? Laki2 kalo nggak kaku, ntar istrinya bakalan nggak bahagia donk… Ups ini ngomongin apaan sih?)
Karyawati, 24, Bekasi
“Cuek, nggak peka, nyebelin, nggak pernah kasih kabar sama temen2nya. Kadang2 dudul.”
(Dudul Depok apa dudul Garut? Eh itu mah dodol ya. Dasar dodol! Eh salah, dasar dudul! Dudul dasar…)
Mahasiswi, 21, Bogor
“Kenape lo? Sableng lo kambuh lagi? Aneh… Ada orang minta dihina-dina. Berhubung gue baik, gue nggak mau ikutan menghina lo. Hoho…”
(Ini sebenernya yang sableng siapa ya?)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Matre.”
(€… £… ¥… $… Rp… Cring… Cring…)
Mahsiswa, 20, Jogja
“Sombong dan baik hati, tidak suka menabung, tidak punya peri… … Minta maaf atas kelancangan saya.
”
(Seseorang bisa tolong panggil penerjemah?)
Mahasiswa, 21, Depok
“Sifat yang nggak disukai (mohon maaf kalo nggak sesuai dan ada kata2 yang nggak berkenan).
Suka terlalu cuek sama keadaan sekitar…
Kadang2 suka let everything flow naturally… Gitu aja kayaknya.”
(Sepakat!!! Jangankan keadaan sekitar, sama berat badan sendiri juga cuek kok…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Hahaha… Nyolot dah… Sama cupu.”
(Cupu? Cupu dida cupu didada… Cubida cubida cupu didada… Loh kok malah jadi Nikita Willy?)
Mahasiwi, 21, Jogja
C-Kink itu:
- Aneh (nggak jelas).
- Kadang pergi+dateng sesuka kentut (hahaha
) - Keliatan sombong (nggak tau bener apa nggak)
(Sekalian aja dateng nggak dijemput pulang nggak dianter. Terus gue muncul dari sumur, jalan mendekat, dan bisa nongol keluar dari tivi. Hiiii…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Lo tanya sama gue apa yang paling nyebelin dari diri lo?
Lo tu sekarang nyebelin, sombong banget…
Lupa ya sama temen sendiri?
Oiya jadi orang jangan terlalu pendiem, ntar disangka bisu lho… Hahaha.”
(… … … … … … … … … … … … … … … (ceritanya bisu. Huehe))
Mahasiswi, 21, Jogja
“Aslm, aku nggak tau sifat jeleknya Mas C-Kink, yang aku tau Mas C-Kink baik2 aja^^, aku kan belom terlalu kenal pribadi Mas C-Kink gimana^^.Hehe…”
(Ya makanya ayo kita saling mengenal pribadi kita lebih deket lagi. Istilahnya ta’aruf gitu… Hohohoho…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Mas C-Kink itu keras kepala. Kalo punya pendapat pasti kekeuh mempertahankan pendapat tapi kurang menerima pendapat orang… Itu kalo kata ku lho… Jangan marah ya Mas… Ampun. He…”
(Hei hei hei nanti kamu pulang lewat mana? Ntar aku cegat loh! Bakalan aku ajak traktir makan di Iga Bakar! Hehe…)
Mahasiswa, 21, Bogor
“Pendiem… Tapi cool kok…
”
(Kriiik… Kriiiik…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Sifat apa ya Kink? Suka nakut2in. Hehe… Kalo nggak, lebay dan sok lucu.”
(Please deh… Jangan lebay… Jangan paksa aku ‘tuk begitu-begini… Kyaaaaa Tika-Tiwi!!!)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Kadang2 meremehkan diri sendiri tapi bisa disaat yang lain, membunuh orang lain. Yang paling aku nggak suka, Mas unpredictable.”
(Hah masa? Udah berapa orang yang aku bunuh? Waaaa… Berapa banyak darah lagi yang harus tertumpah?)
Mahasiswi, 21, Depok
“Suka aneh… Hehe…”
(Biarin aja aneh, yang penting nggak jelas yeee…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Eh gila, buat apaan sih nanya2 begituan… Penting?”
(Nggak kok, buat lu mah nggak penting)
“Ya jangan nangis donk… Yang gue nggak suka, lu tuh belom jadi pejuang sejati seperti apa yang lu gembar-gemborkan selama ini. Lu pikir aja sendiri…”
(Pejuang, adalah PErempuan berbaJU panjANG… Wah gue mesti beli jilbab nih…)
Mahasiswi, 21, Depok
“C-Kink itu pendiem… That’s it… Kadang gue suka gemes aja sama lo. Kayaknya susah banget dah buat ngomong. Hahaha…”
(Kalo gemes dicubit aja sini… *cubit* Auw sakit! Masa gue dicubit pake tang?)
Karyawan, 21, Jakarta
“Kepribadian jeleknya C-Kink:
Jadi orang dibalik layar melulu alias ngumpet a.k.a jarang tampil…
Cuek banget, tapi Alhamdulillah nggak sampe apatis.
Kalo bisa lebih optimis dan agresif lagi…
Udah ah gitu aja… Mudah2an bermanfaat dan bisa jadi lebih baik… Piss bro…
.
Btw gantian ah giliran lu sekarang.”
(Kalo kata pepatah,”Dibalik layar masih ada layar…” Hohoho…)
Mahasiswi, 21, Bogor
“Kemisteriusan lo. Autis. Aneh aja lo mah. Dari luar tampak dingin dan pendiem sangaaaat. Taunya aslinya jauh dari kata pendiem… Hahaha.
Tapi nggak apa2. Jadikan kemisteriusan lo itu sebagai keunggulan komparatif lo yak.”
(Misterius? Aduh, gue harus tetep bertahan menyembunyikan jati diri gue sebagai sosok seorang vampir di film Twilight!)
Karyawati, 21, Depok
“Semuanya yang ada di C-Kink aku ngga suka… Hihi…
”
(Ah masa sih… Belom liat kan senjata rahasia gue… Huehehe…)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalo menurutku sifatnya nggak ada yang ku suka, baik kok orangnya…”
(Sekali lagi, tolong panggil penerjemah!)
Mahasiswi, 21, Bandung
“C-Kink itu sok cool.”
(Sepakat, cool & calm! Gue malah nggak bisa ngebayangin kalo gue berubah jadi pribadi yang hot & sexy!)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Nggak mau ngajarin aku klentingan gitar sampe bisa
”
(Sini aku ajarin. Setengah jamnya 20ribu rupiah. Mau mau mau?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Aneh…
Kayak anak kecil…
Nggak nyambungan…
Ke-PD-an…
Hahaha, nah lho… PUAS?? Pisss ^^v”
(Kaya anak kecil? Asiiik berarti gue imut donk!!! (Nggak nyambung))
Mahasiswi, 20, Jogja
“Terlalu kalem, kurang tegas, kurang supel, kurang berkarakter, bercandaannya kadang garing. Mmmm… Apalagi ya? Terlalu kurus po ya? Haha, pizz…
”
(Segini terlalu kurus ya? Oke deh ntar aku coba minum WRP Slim Shape biar jadi lebih langsing… Hihihi)
Siswi SMA, 17, Depok
“Menurut saya PRIA itu dewasa, beda dengan COWOK yang masih mencari jati diri.”
(Lah terus gue yang mana? Pasti jawabannya nggak ada diatas, kan akika betina bo…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Sifat C-Kink yang nggak pernah bales sms gue… Itu bisa dikategorikan sebagai sifat sombong tau… Padahal isi smsnya baik2… Itu aja… Sekian dan terima kasih.”
(Mungkin para operator seluler juga berkata yang sama… “Raih 88 Suzuki Swit setiap harinya selama 85 hari! Ketik KEJAR kirim ke bla bla bla bla bla…”)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Terlalu kritis, sampe kalo liat inget RS… Hehehehe… -kidding-“
(Berikanlah daging mu padaku… Uwoooo…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Mas C-Kink sukanya bawa2 kembaran… Padahal aku kan ngak kembar… T.T”
(Huiks… Ini gara2 si Nicholas Saputra sering dibilang kembaran sama aku…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Karena aku merasa belom tau kepribadian Mas C-Kink yang sesungguhnya, rasanya aneh kalo berkomentar tentang sifat jelek Mas C-Kink… Jadi aku bilang aja yang aku tau, menurut persepiku Mas C-Kink itu seperti apa…
Seseorang dengan gaya bicara teratur, bisa menahan emosi, banyak ide = kreatif, lebih banyak diem, bicara hanya bila diperlukan, lebih suka mengeluarkan aspirasi lewat tulisan… Tapi di sisi lain, ada kegilaan2 yang nggak terduga, yang bertolak belakang dari sikap lebih suka diemnya itu… Oh ya, ada lagi… Narsis… He…
Itu aja sepertinya…”
(Hmmm… Teruskan perjuangan mu, anak muda! Narsis is the music of my country!)
Mahasiswi, 21, Depok
“Aslm. Maaf sebelumnya… ^,^. Agak feminim dalam bertutur kata, cukup nyeleneh, nggak jelas. Makasih atas kesempatannya… Semoga bermanfaat
”
(Aiiih masa sih bo, emangnya akika terlalu feminim ya? Aduwh gimandang dong bow…)
Mahasiwi, 20, Jogja
“Kacrut, kupret, ketek.”
(Lagi2, tolong panggilin penerjemah khusus bahasa kucing ya!)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Aku belom menemukan kepribadian Mas yang aku nggak suka.”
(Ah, kamu terlalu jujur anak muda… Setelah baca tulisan ini, pasti langsung nemu banyak kan?)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Cuek, naif sama kurus. Lagi identity crisis ya?”
(Bukan kok, cuma lagi penelitian buat tugas akhir)
“Tai, emangnya lu anak psikologi! Udah ngambil TA lu ya? Lulusnya jangan buru2, bareng2 aja…”
(Iya, psikologi kenukliran insya Allah. Mau lulus lama kok ngajak2… Hohoho)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Bermuka judes. Eh itu sifat bukan ya… Piss…”
(Judes kaya lagunya The Beatles: Hey Judes… Don’t make it bad… Take a sad song… And make it better…)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Dingin, tak berperasaan, non ekspresi, keliatannya introvert dan tertutup. Hehe.”
(C-Kink: Dingin dingin… Empuk!)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Bingung, males mikir, hehe.”
(Kalo gitu pertanyaannya diganti deh: Parameter konstanta Taylor pada material air untuk energi neutron 1 MeV diketahui A=19.601, -α1=0.09037, – α2=-0.02522 dan μ=0.07066. Tentukan besarnya Faktor Build Up! Ayo dipikir!)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Mas C-Kink tidak pernah mentraktirku… Hahahaha. Piss.”
(Aduh, ini secara tersirat ngajakin supaya kita dinner berdua ya? Huehehe)
Mahasiswi, 21, Bandung
“Sifat dan kepribadian C-Kink yang nggak disuka: suka makan rumput, berjenggot dan bertanduk.”
(Tambahin: kalo digodain suka nyeruduk. Dan kalo diajak ngomong cuma bisa jawab “Mbeeeeek…!!!”. Kurang ajar emang gue gajah! Eh salah ya?)
Mahasiswi, 22, Jogja
“Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan, itu yang menjadikan seseorang itu unik… Jadi, buat kuesioner ini jawabannya nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini).”
(Terus besok2 aku nanya ke kamu: apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu suka? Jawabannya juga sama “Nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini)”)
“Suka maksa”
(Lagi donk, yang banyak)
“Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Suka maksa,
Iseng.
Udah cukup?”
(Cape dueh…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Suka ngupil.”
(Terus habis itu upilnya disentil ke sembarang arah. Tuuiiiing…)
Mahasiswa, 23, Jogja
“Apa ya, waduh kalo itu sulit. Ana akan merasa salut sama antum jika antum bisa mencari sendiri kejelekan antum. Kalo udah bisa kasih tau ana ya!
”
(Kalo nyari dari sudut pandang sendiri sih udah. Sekarang waktunya nyari dari sudut pandang orang lain)
“Biasanya mencari kejelekan sendiri itu lebih sulit daripada mencari kesalahan orang lain. Belum tentu pendapat orang lain itu bener, akan lebih akurat jika itu berasal dari diri sendiri.
Kalo dari ana sendiri, ana kurang begitu tau kepribadian antum yang tersembunyi, afwan ya ana nggak bisa bantu.”
(Kalo kata pepatah: “Bagaikan gajah di pelupuk mata, bagai membeli semut dalam karung di seberang lautan”)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Yang nggak aku suka? Nggak tau, Mas kepinteran kali yaa… Wkwkwkwkwk…”
(Ho oh. Pinter cari alasan…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Nggak tau bos, kamu jarang keliatan di jurusan… Mungkin itu sifat jelekmu…”
(Terus sifat baiknya apa? “Kamu sering banget keliatan di BEM”. Gubrak…!!!)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalo si xxxxx kan hobinya berburu bidadari, Mas kebalikannya: Mas yang diburu bidadari!”
(Sumpe loh! Dan semoga bidadari itu bernama Asmirandah…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Mungkin ya Kink, terlalu frontal langsung nanya… Tanpa kamu ngebuka diri dulu. Basa-basi kadang emang dibutuhin…”
(Misi Mas… Ayo mari masuk dulu! Ini tehnya silahkan diminum… Gimana kabar nenek, sehat? Masih suka salto di tengah jalan? (Basa-basi…))
Mahasiswa, 21, Jogja
“Afwan baru bales. Menyendiri, tapi di sisi lain juga bisa team work kok. Maap bila salah.”
(Ini pake majas apa ya namanya? Sendiri tapi bisa teamwork?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Mukanya sok innocent dan terlalu baik hati dan nggak sombong, tapi itu juga yang bikin Mas C-Kink menarik. Hehehe. So potensi plus masalah.”
(Gyaaa… Kamu terlalu jujur, anak muda! Ayo abis ini aku traktir di Hartz Chicken! Huehehe)
Yah begitulah kira2 gambaran dari jawaban yang masuk ke dalem inbox gue. Sekali lagi, gue ucapin terima kasih sebesar2nya atas segala bentuk perhatian yang telah diberikan, karena sejatinya perhatian itu nggak melulu dalam bentuk pujian tapi juga bisa dalam bentuk kritikan sebagaimana yang gue tulis di atas.
Dan yang mesti diinget, Insya Allah semua kritik dan saran tersebut nggak akan sia2, akan selalu terkenang di dalam hati. Meskipun keliatannya di atas tadi gue ngasih komennya terkesan asal2an, tapi aslinya nggak gitu kok. Aslinya jauh lebih ngasal lagi daripada yang gue tulis di sini. Hohoho…
Salah seorang responden ada yang ngirim tulisan kaya gini ke gue:
“Mas, jangan tanya tentang kepribadian pada orang yang belom begitu dekat dengan mu. Aku tadi asal jawab… First sight… Di dunia maya maksudnya. Akan sangat subjektif… Aku nggak tau kamu seperti apa… Kita aja baru kenal.
Maap yo jika tadi kata2nya aneh…
Pagi ini aku belom makan orang, jadi maklum aja… Hehe.”
Dan komentar gue adalah, ya nggak masalah! Kalo ternyata kritikan itu dateng dari orang2 yang emang udah lumayan deket sama gue, itu kan wajar, secara gitu mereka tau keseharian gue. Tapi kalo kritikan itu dateng dari orang2 yang ngak begitu deket atau yang baru kenal sekalipun, itu artinya adalah bahwa mereka mengomentari gue berdasarkan kesan2 awal yang mereka liat.
Jadi intinya, itu adalah kesan pertama yang diliat oleh orang lain ketika mereka ketemu sama kita. Emang sih mungkin nggak bakal lebih objektif daripada yang udah deket dan udah lama kenal, tapi seenggaknya itu bisa jadi feedback buat kita sendiri bahwa ternyata seperti itulah first impression kita di mata mereka. Gitu lho jeng…
Dan tanpa banyak basa-basi lagi, marilah kita akhiri tulisan ini segera, karena gue juga udah capek nulisnya. Yuk yah! Yuuuuuuuk…
Add comment May 5, 2009
BaladaAnakKos
Sebuah balada antara Mr M dan Mrs F.
Based on true stories.
Siang Hari
Sebuah mobil datang masuk ke parkiran sebuah kos2an. Dari balik kemudi terlihat sosok seorang perempuan. Ini bukan kali pertama mobil itu datang ke kosan tersebut. Dan mobil itu pun memiliki ritual yang khas, sebagaimana yang juga terjadi pada siang ini.
Mobil yang dikendarai seorang perempuan, kita sebut saja Mrs F (F untuk Feminin), berhenti dan parkir di salah satu sudut yang sudah menjadi langganannya. Meskipun sedang berhenti, namun mesin mobil tetap dalam keadaan menyala. Beberapa lama kiranya mobil itu berdiam disana. Sampai tiba2 dari salah satu kamar di kosan tersebut muncul sosok seorang laki2, kita sebut saja Mr M (M untuk Masculin).
Mr M segera melangkah keluar dari kamarnya, dan menghampiri mobil tersebut. Ia membuka pintu sopir, dan segera masuk ke dalam, mengambil posisi sebagai pengemudi. Sementara Mrs F telah berada di kursi penumpang depan. Jadilah kini Mr M yang berada di balik kemudi, sementara Mrs F berada di kursi sebelahnya.
Lalu mobil itu segera beranjak pergi meninggalkan parkiran kos2an. Hanya menyisakan debu2 yang beterbangan…
Beberapa Lama Kemudian
Mobil itu datang kembali ke parkiran kos2an. Terlihat Mr M berada di balik kemudi. Seperti biasa, mobil itu berhenti di tempat favoritnya. Lalu dari pintu depan, masih dengan mesin mobil yang menyala, Mr M keluar dan turun dari balik kemudi mobil, menyerahkan kendali kepada Mrs F. Kini mobil dipegang oleh Mrs F, dan tanpa berlama2, Mrs F bersama mobilnya melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut. Sepeninggal mobil itu, Mr M beranjak kembali ke kamarnya dan menghabiskan hari2nya di dalam sana.
Malam Hari
Hari telah cukup larut. Mobil yang sama dengan mobil di siang hari tadi, datang kembali ke parkiran sebuah kos2an. Kali ini Mr M telah berada di dalamnya, dengan Mrs F berada di kursi penumpang depan. Sekali lagi, mobil itu berhenti dan parkir di tempat biasanya. Namun kali ini terlihat bahwa mesin mobil itu dimatikan. Kedua pintu depan terbuka hampir bersamaan, memunculkan sosok Mr M dari balik kemudi dan Mrs F dari kursi penumpang.
Setelah mengunci mobil, mereka berdua melangkah menuju kamar Mr M, dengan Mr M berjalan di depan disusul Mrs F dibelakangnya. Sampailah mereka di kamar Mr M. Ia segera mengeluarkan kunci dari kantongnya, membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. Sementara Mrs F menunggu di depan kamar.
Kemudian, Mr M keluar kembali dari kamarnya. Ia menutup pintu dan menguncinya dari luar, lalu bersama Mrs F melangkah kembali ke mobil yang terparkir manis di salah satu sudut parkiran. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan Mr M di balik kemudi, dan segera melangkah menjauh meninggalkan kos2an tersebut. Brrrrmmm… Brrrrmmm…
Nggak Lama Kemudian
Untuk kesekian kalinya, mobil itu kembali lagi ke kosan. Dan untuk kesekian kalinya juga, mobil itu parkir di tempat favoritnya. Sama seperti sebelumnya, mesin mobil tersebut kemudian dimatikan dan terlihat Mr M serta Mrs F turun dari mobil melalui 2 pintu yang berbeda. Dan lagi2, Mr M segera melangkah menuju kamarnya, diikuti Mrs F nggak jauh di belakangnya.
Sampailah mereka di depan pintu kamar Mr M. Ia buka pintu kamarnya yang terkunci, dinyalakan lampu kamarnya, dan ia segera masuk ke dalam kamar. Sementara, kali ini berbeda dengan sebelumnya. Mrs F yang sebelumnya hanya menunggu di luar, kali ini terlihat ikut serta menyertai Mr M masuk ke dalam kamar.
Dan setelah dipastikan bahwa Mrs F telah berada di dalam kabar, terdengar bunyi pintu ditutup. “Brak…!!!” Terlihat Mr M menutup pintu kamarnya. Kemudian terdengar bunyi pintu dikunci. “Click!”. Pintu kamar Mr M yang telah tertutup tersebut, kini telah terkunci dari dalam. Menyisakan Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 22.40 malam…
Lama Kemudian
Malam telah berganti. Jarum jam telah berganti melewati angka 12. Namun, mobil itu masih tetap setia berdiam diri di parkiran. Begitupun dengan kamar Mr M, masih tertutup seperti sedia kala. Hanya menampakkan secercah cahaya lampu melalui jendela kecil yang terletak di atas pintu.
Larut larut dan melarut. Malam telah jauh lebih larut. Dan kini telah berganti menjadi dini hari. Hanya suara jangkrik yang memecah keheningan malam. Serta suara televisi yang menyiarkan pertandingan sepakbola. Dan sekali lagi, mobil itu masih tetap pada posisinya. Entah sampai kapan.
Pagi-Pagi
Matahari telah bersinar dengan penuh percaya diri. Makhluk bumi telah beranjak pergi menjalani hari2nya. Namun, di salah satu sudut parkiran kosan, mobil yang sama persis dengan hari sebelomnya masih tetap belom beranjak dari tempatnya.
Semua orang membuka pintu dan jendela kamarnya lebar2. Membiarkan udara pagi masuk menanungi seluruh ruangan. Membiarkan cahaya matahari yang malu2 datang menyinari. Tapi tidak demikian dengan kamar Mr M. Pintu masih tertutup rapat. Pun demikian dengan jendelanya.
Siang-Siang
Kali ini matahari telah bersinar terik di atas kepala. Barulah terlihat Mr M keluar dari kamarnya. Seorang diri. Segera ia menuju mobil. Lalu melaju pergi entah kemana. Sementara kamarnya masih tertutup rapat seperti sedia kala.
Nggak lama kemudian, mobil itu telah kembali. Mr M turun dari mobil dengan membawa sebongkah bungkusan. Setelah mengunci mobil, ia pun beranjak kembali ke kamarnya. Sampai di pintu kamar, ia langsung mendorong pintu dan pintu itu pun terbuka. Menandakan bahwa ketika tadi ia pergi, Mr M tidak mengunci kamarnya. Menandakan bahwa masih ada seorang lagi di dalam sana.
Hampir Sore
Terlihat Mr M keluar dari kamar. Lalu ia melangkah menuju mobil. Dibukanya pintu mobil, dan ia segera memasukkan kunci mobil ada lobangnya. Namun Mr M nggak turut serta masuk ke dalem mobil itu. Dinyalakan mesinnya, sementara Mr M masih berdiri di depan pintu mobil.
Masih dalam keadaan mesin mobil yang menyala, Mr M kembali lagi ke kamarnya. Ia tinggalkan mobil itu dengan pintu depan terbuka dan mesin yang menyala. Beberapa saat kemudian, Mr M muncul lagi dari balik kamarnya dan menuju ke mobil itu, lalu ia segera masuk ke dalamnya. Di Mengikuti langkahnya, terlihat sosok Mrs F. Dengan berjalan anggun, ia menggerakkan langkahnya menuju mobil. Kemudian ia masuk ke dalam mobil, mengambil posisi di kursi penumpang depan, menemani Mr M yang telah menunggu dari balik kemudi.
Dan akhirnya, mobil itu pun pergi meninggalkan parkiran kos2an, membawa serta Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 14.10 siang…
(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Nggak bermaksud apa2, cuma sekedar kegelisahan dan kebingungan hati seorang penulis yang begitu lemahnya dan nggak berdaya menghadapi realita yang ada… Yogyakarta, 2 Mei 2009)
Add comment May 5, 2009
WalkingALone
Walking Alone
You know it’s been so long
Since the last time I’m walking alone
I’m walking alone through this city
Just by myself with nobody
With my feet and my foot
I never feel this good
The night was so lovely
Doesn’t care that I’m lonely
Many cars moving anywhere
And the bikes are here and there
See so many people everywhere
But I am here going nowhere
Then I look at the sky
Its beauty makes me want to fly
Because the star shines so brightly
While the moon moves so slowly
But I realized and remember
That I will never fly like a flier
I always point me a finger
Then admit myself a loser
I’m still walking alone
And I’m still keep moving on
Is there any brilliant light
Who will guide me through this fight?
Hour by hour has gone
Day by day also has gone
So does my past, they had gone
And then, I will be the one who’s gone
C-Kink
Yogyakarta, 2 Mei 2009
Add comment May 5, 2009
TulisanNggakJelas
Ketika gue lagi khusyuk melamun sehabis Maghrib, sebuah sms masuk ke handphone gue. Sebuah sms dari nomor asing, yang isinya:
“Dikarenakan sesuatu dan lain hal, maka nomor saya yang sebelumnya:
085248xxxxxx
untuk sementara waktu berganti menjadi nomor ini, jika AS tidak aktif, maka Im3 yang aktif, harap maklum.
Suro Sujancuk”
Sender: +6285719xxxxxx
(Keterangan: Suro Sujancuk bukan nama sebenernya. Tapi demi menjaga kerahasiaan klien, kita sebut aja makhluk itu dengan nama Suro Sujancuk, dipanggilnya “Bambang”).
Si Bambang alias Suro Sujancuk adalah salah seekor temen gue yang dulu make kartu AS. Sekarang, dari angka 0857 di depannya, ketauan lah bahwa beliau kini telah berganti nomor jadi pake kartu Im3.
Gue juga pake Im3. Dan gue juga seneng Im3 soalnya iklannya dibintangin sama Asmirandah-quwh. Asmirandah oh Asmirandah…
Lalu mengingat adanya kaitan antara Im3 dan Asmirandah, spontan jari2 gue yang kekar dan berotot ini segera ngebales sms tersebut.
“0857 kan nomor Im3. Artinya pengguna Im3 bertambah 1 ekor lagi. Artinya iklan Im3 bakalan lebih banyak beredar. Artinya Asmirandah bakal dapet banyak orderan. Asiiiiiik…!!!”
Dan nggak perlu menunggu waktu lama untuk dapet balasan dari si Suro Sujancuk alias Joko itu.
“Semoga Im3 bosen sama mukanya Amirandah. Amin!”
Dan Suro Sujancuk alias Mince juga nggak perlu nunggu waktu lama untuk dapet balasan dari gue.
“Tapi aku belom bosen kok. Semoga nanti kalo aku bikin video klip, yang jadi modelnya si Asmirandah. Amin!”
Dan nggak perlu nunggu waktu lama buat ngeliat lu semua muntah2 setelah ngebaca tulisan ini!
Di iklannya Im3, Asmirandah berperan sebagai putri. Tapi gue lupa putri apaan, putri kerajaan neraka kali ya? Tapi nggak masalah mau itu putri ketek, putri buajigur atau putri guaplek’i sekalipun, Asmirandah tetaplah Asmirandah yang akan selalu menjadi Asmirandah. Asmirandah oh Asmirandah…
2 comments May 5, 2009
JanganBangunkanAku
Jangan Bangunkan Aku
Jangan bangunkan aku
Dari mimpiku malam ini
Jangan bangunkan aku
Dari mimpi yang indah ini
Jangan bangunkan aku
Karena aku masih ingin menikmati
Mimpi-mimpiku di malam ini
Aku tau
Mimpiku ini hanyalah sebuah mimpi
Tapi aku begitu menikmatinya
Aku tak ingin
Terbangunkan dari mimpi indah ini
Karena aku tau
Kenyataan dalam hidupku
Tak seindah mimpi ini
Aku hanya ingin
Melakukan hal-hal yang aku inginkan
Yang aku tau itu akan sulit dilakukan
Jika aku dihadapkan pada kenyataan
Aku ingin
Selamanya tetap seperti ini
Bergerak lincah kesana-kemari
Tanpa ada rasa ragu di dalam hati
Bagaikan di alam mimpi
Oh iya… Ini kan memang hanya mimpi…
Tapi aku
Masih ingin menikmatinya
Masih ingin merasakannya
Masih ingin berbahagia di alam ini
Jangan bangunkan aku
Dari mimpi ini
Ku tak ingin segera terbangun
Ku masih ingin ada di sini
Jangan bangunkan aku
Jangan bangunkan aku
Jangan bangunkan aku
Izinkanlah aku
Menikmati perasaan ini
Yang hanya dapat kunikmati
Dalam dunia mimpi
Jadi sekali lagi, kumohon
Jangan bangunkan aku
Dari mimpiku malam ini
Karena
Malam ini aku bermimpi
Bahwa aku…
…BISA NAIK SEPEDA!!!
HUAAAAAAAA…!!!
C-Kink
Yogyakarta, 25 April 2009
7 comments April 26, 2009
BaladaIsiPulsa
Sebuah balada antara Mr X dan Mrs Y.
Based on true stories.
Alkisah, di suatu hari entah kapan, di suatu tempat entah dimana, di suatu malam entah jam berapa, tersebutlah seekor anak manusia bernama Mrs Y (anggap aja bukan nama sebenernya). Di malam itu, Mrs Y yang lagi nggak ada kerjaan iseng memencet tombol *388# pada handphonenya. Dan ternyata, angka2 yang ditampilkan di layar handphonenya itu nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya malam itu Mrs Y memutuskan untuk membeli pulsa di toko material terdekat (?????).
Berangkatlah Mrs Y menuju tukang jual pulsa. Sesampainya disana, ia disambut oleh seekor mas-mas yang berjiwa entrepreneur tinggi. Apa buktinya? Buktinya adalah bahwa mas-mas itu telah membuka usaha untuk berjualan pulsa. Bener2 luar biasa! Bangsa ini butuh jiwa2 entrepreneur seperti itu…
Lalu Mrs Y segera membeli pulsa elektronik di tempat itu.
“Mas pulsa *tiiiiiit* (merek operator) nya yang 10ribu ya! Nomornya xxxxxxxxxxxx”
“Siap Mbak! Your wish is my command! Apa sih yang nggak buat Mbak. Jangankan 10ribu, 1juta pun saya kasih! Asal ada duitnya ya…”
Si mas-mas pengusaha itu segera memencet tombol2 di handphonenya yang jumlahnya lebih dari 1, tapi levelnya low-end semua (khas tukang2 penjual pulsa). Ctik ctik ctik… Anggap aja bunyinya kaya gitu.
Nggak lama kemudian, sebuah sms masuk ke handphone Mrs Y. Mrs Y segera membukanya dan terlihat tulisan disana.
“M-KIOS
Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)”
Mrs Y meneliti jumlah angka 0 pada nominal pulsa disitu. Satu dua tiga empat lima… Ada lima angka 0. Berarti pulsa yang masuk adalah 100ribu rupiah. Loh, padahal kan tadi dia mintanya yang 10ribu? Lalu Mrs Y komplain ke mas-mas entrepreneur dihadapannya.
“Loh Mas kok 100ribu? Aku kan bilang 10ribu!”
“Hah masa Mbak? Tadi saya masukinnya 10ribu kok!”
“Masa sih Mas? Ini coba liat sendiri nih!” (sambil menyodorkan sms tersebut persis di moncongnya mas-mas entrepreneur itu)
“Loh tapi tadi saya nulisnya 10ribu Mbak! Beneran, nggak bo’ong! Sumpah deh!”
“Aduh, tapi ini gimana Mas?”
“Yah saya juga nggak tau Mbak…”
“…”
“…”
Lalu mata mereka berdua saling pandang dan bertatapan lamaaaaa sekali. Terdiam, termangu… Seakan malam ini hanya milik mereka berdua… So sweet…
…
…
…
Kriiiiiiik… Kriiiiik…
***
Pada waktu yang bersamaan dengan balada Mrs Y diatas, tersebutlah seekor makhluk yang bernama Mr X (semoga ini emang nama sebenernya) yang sedang bersemedi di suatu tempat entah dimana. Kalo si Mrs Y memencet tombol *388# di handphonenya, maka malam ini Mr X menekan tombol *389# (aduh, mereka berdua pasti pake operator yang sama deh, yang bintang iklannya si Asmirandah itu loh…). Di layar handphone Mr X muncul sebuah tulisan, “Sisa SMS 0.1 : xx SMS jam 00-12 & yy SMS jam 12-24. Raih Swift/hari ketik Kejar ke 885”. Melihat konstanta variabel yy SMS disitu masih ada nilainya, maka Mr X pun berniat menghabiskan bonus sms sejumlah yy satuan itu.
Segera Mr X membuka inboxnya untuk mencari sms2 jayus yang kiranya bisa digunakan untuk menghabiskan jatah bonus sms nya. Sampailah ia pada seonggok sms yang berbunyi,
““M-KIOS
Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)
.
.
.
.
Tapi karena Anda kaget dan senyum duluan, maka pulsa kami batalkan. Terima kasih.
”
Segera ia gunakan sms itu dan ia forward. Ketika hendak memasukkan contact untuk dikirimin sms, listnya berhenti pada nama “Mrs Y”. Segeralah tangannya menekan tombol send, dan terkirimlah sms jayus itu kepada Mrs Y.
***
Beberapa menit kemudian, handphone Mr X berdering. Ada sebuah sms masuk disana. Ia buka sms tersebut, ternyata pengrimnya adalah Mrs Y. Isinya adalah sebagai berikut:
“Ahahaha sialan. Tau nggak, pas banget pas lo kirim sms pas gue lagi beli pulsa di tukang pulsa, dan dengan bodohnya gue membaca sms lo dan nanya yang jual “loh Mas kok 100ribu, aku kan bilang 10ribu”. Ahahahaha. Terus mas nya makin bingung… Jadi sms dari M-Tronik masuknya barengan sama sms lo… Ya ya Anda berhasil menjebak saya.”
Dan setelah membaca sms dari Mrs Y tersebut, Mr X senyam-senyum cekikikan sendirian dalam semedinya. Ihihiihihii…
TAMAT
(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Jika ada kesamaan kejadian dan lainnya, maka itu adalah suatu kesengajaan yang emang disengaja. Hohohoho…”
4 comments April 26, 2009
MalamIni
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Di bawah langit malam hari
Tanpa sinar rembulan menemani
Tanpa cahaya bintang menerangi
Hanya awan mendung yang menaungi
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Melangkahkan kaki
Mengitari Pogung malam hari
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Rully
Untuk mengembalikan
Buku berjudul “Confession of an Economic Hit Man”
Karya John Perkins dari seberang lautan
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Rully
Ternyata lampu kamarnya mati
Kuketuk pintunya
Tak ada jawaban disana
Berarti Rully sedang tidak ada
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Hasan
Yang letaknya berdekatan
Untuk menitipkan
Buku yang hendak ku kembalikan
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Hasan
Lampu kamarnya menyala berkilauan
Tapi tidak ada sendal Hasan di pintu depan
Kuketuk pintunya
Tak seorang pun membalasnya
Berarti Hasan juga tidak ada
Dan buku itu harus tetap ku jaga
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Reza
Untuk meminjam buku
Yang sudah lama kutunggu
“Melawan Iblis Mepisthopeles
Bunga Rampai Tinjauan Kritis
Anti PLTN Fisi”
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Reza
Ku menuju ke lantai dua
Dan kuhampiri kamarnya
Setelah mengetuk sekian lama
Ternyata Reza tidak berada di kamarnya
Sekali lagi, buku itu harus tertunda ku baca
Malam ini
Aku bingung mau kemana lagi
Jadi aku melangkahkan kaki
Menuju burjo untuk menambah energi
Malam ini
Aku telah sampai di burjo itu
Ku pesan nastel, tempe dan tahu
Serta minum milo disertai es batu
Enam ribu
Uang yang harus kukeluarkan dari kantongku
Malam ini
Aku baru menyadari
Bahwa aku harus ke kosan Andhika
Untuk menyerahkan
PR bahasa Jepang yang harus diselesaikan
Pada hari Senin depan
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju ke kosan Andhika
Yang letaknya terpencil di ujung sana
Terjepit antara dua rumah warga
Malam ini
Aku melewati kosan Sazar
Tempat aku biasa membeli pulsa
Serta meng-copy file kuliah dari komputernya
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Andhika
Ku telusuri gang menuju kamarnya
Ternyata lampu kamarnya tidak menyala
Kuketuk pintunya
Tak ada jawaban di sana
Malam ini
Aku tau persis kebiasaan Andhika
Dimana ia tidak pernah mengunci pintu kamarnya
Jadi ku dorong saja pintunya
Dan ternyata…
Terbuka!
Kuletakkan PR bahasa Jepang itu di mejanya
Semoga ia melihatnya
Malam ini
Aku tidak tau harus kemana lagi
Jadi kuputuskan untuk kembali
Balik ke BEM lagi
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Melintasi Selokan Mataram
Yang airnya bersinar temaram
Memantulkan keindahan cahaya malam
Malam ini
Aku melewati warung Bu Minah
Tempat dulu kita biasa tertawa bersama
Menikmati nasi goreng dengan pedasnya
Diiringi lelucon jayus tanpa makna
Dan obrolan yang membuka segala rahasia
Malam ini
Aku melewati warung Herlambang
Dengan tulisan Ejo yang terpampang
Warung ini butuh banyak kasih sayang
Tapi ingat, ini bukan warung remang-remang
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menikmati Pogung di malam hari
Yang penuh dengan warna-warni
Warna-warni dari para penghuni
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Dan ketika kulihat ke atas sana
Bintang bulan masih enggan untuk menyapa
Hanya rintik hujan yang telah mereda
Membasahi bumi dengan cintanya
Malam ini
Aku melintasi jurusan Teknik Sipil
Jurusan yang lebih besar dari seonggok upil
Tempat Primas, Dede, Friski dan Teguh menghabiskan waktu
Demi menuntut ilmu
Untuk mencampur semen, pasir dan batu
Malam ini
Aku telah kembali ke BEM lagi
Dan segera ku buka lemari
Tempat ku meletakkan tas dan kunci
Kunci mobil ku yang setia menanti
Di parkiran Arsi
Malam ini
Aku berkendara seorang diri
Di temani sebuah mobil Toyota Soluna
Yang setia mengantarku kemana-mana
Tanpa pernah lelah apa lagi curiga
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Karangwuni
Segera kubuka laptop Eight-Pi
Lalu kupaksa jari-jari ini
Untuk mengetik sebuah puisi
Dan puisi itu, saat ini,
Baru saja kalian nikmati
C-Kink
Yogyakarta, 19 April 2009
2 comments April 20, 2009
Evaluasi3Bulan
Hari itu, di awal bulan Februari, Hayu Miftah Utami selaku Ketua Umum BEM KMFT mewajibkan seluruh PH alias Pizza Hut, eh maksudnya Pengurus Harian untuk nulis harapan, impian, keinginan, target, rencana atau apapun yang ingin dicapai selama 3 bulan ke depan. 3 bulan dalam arti bulan Februari, Maret dan April. Kita semua nulis keinginan kita masing2 di selembar kertas. Terus kertasnya dikumpulin jadi satu, dan dimasukkin ke dalem botol.
Tadinya botol tersebut mau dikubur di dalem tanah biar kesannya lebih nampol. Tapi karena takut nanti lupa nguburnya dimana dan nggak bisa diambil lagi, jadilah botol tersebut dipegang sama Miftah sendiri. Dan botol itu baru boleh dibuka lagi 3 bulan kemudian. Botol yang berisi harapan2 kita semua selama 3 bulan kedepan.
3 bulan kemudian…
(kaya di film2)
3 bulan telah berlalu sejak hari itu. 3 bulan yang sangat singkat, nggak sampe 1 paragraf…
Akhirnya tibalah hari di mana kita bakalan ngebuka botol keramat itu. Di penghujung rapat PH, Miftah Nur Muslimah mengeluarkan botol itu untuk kita buka rame2. Karena botolnya disegel, jadi botol itu kita potong tengahnya pake cutter. Tau cutter kan? Itu loh yang biasa dipake perempuan buat warnain kuku…
Sreek sreeek… Cutter tesebut membelah bagian tengah botol. Dan setelah botolnya kebelah semua, tiba2, wuuuuuuuussssssh….!!! Muncul seonggok jin dari dalem botol tersebut!
Hah, masa iya ada jin nya? Ya nggak lah… Kalau pun ada ya nggak bakal keliatan, kan jin makhluk ghaib gitu loch.
Lanjut lagi. Botol itu dibuka dan kertas2 di dalemnya dikeluarin. Sampe pada gilirannya gue dapet kertas punya gue sendiri. Berisi harapan2 yang gue tulis di bulan Februari lalu Mau tau apa tulisan gue waktu itu? Ini dia…
Idealita
Individu:
- Harus ikut les bahasa Jepang atau Prancis
- Harus ada kejelasan mengenai nasib personal literatur yang udah dikirim ke penerbit
- Harus baca 10 buku dalam 3 bulan ini
- Harus ngeposting 20 tulisan dalam 3 bulan ini
- Harus nyiptain 3 lagu dalam 3 bulan ini
BEM KMFT UGM
- Udah punya koneksi face to face dengan 15 instansi internal UGM
- Udah punya koneksi face to face dengan 5 instansi eksternal UGM
- BEM KMFT UGM harus eksis dan aktif di tingkat eksternal, minimal universitas
- BEM KMFT UGM punya nama dan disegani di tingkat universitas
(catatan: tulisan idealita itu nggak ada di kertas lho, cuma gue tambahin di sini aja)
Kira2 itu hal2 yang gue tulis di kertas itu. Target2 yang ingin gue capai selama 3 bulan. Target nya pun dibagi 2, ada target untuk individu dan ada target untuk BEM dengan porsi gue selaku Menteri Koordinator Lini Eksternal.
Lalu, gimana kenyataan selama 3 bulan ini? Apakah target2 tersebut terpenuhi? Yuk mari kita saksikan realita yang terjadi…
Realita
Individu:
1. Harus ikut les bahasa Jepang atau Prancis
Realita: Sukses!
Nggak cuma les bahasa Jepang atau Prancis, tapi les bahasa Jepang dan Prancis. Les Prancis level 1 udah selesai, dengan status excellent dan nilai tertinggi sekelas. Sekarang lagi coba lanjut ke level 2.
2. Harus ada kejelasan mengenai nasib personal literatur yang udah dikirim ke penerbit
Realita: Gagal!
Terakhir kali ngirim email ke penebit, penerbit Resist Book nggak ngasih respon balik. Sementara Gradien Mediatama belom bisa ngasih jawaban pasti soalnya baru dinilai oleh 2 orang dari seharusnya 5 orang.
3. Harus baca 10 buku dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Baca 11 buku dalam bulan ini:
+ Jangan Berlebihan (Manshur bin Muhammad Al-Muqrim)
+ Perilaku-Perilaku Setan (Muswadi Ahmad, LC)
+ Hidup Setelah Mati (Jasim Muhammad Al-Muthawwi)
+ Metode Menjemput Kematian (Al-Ghazali)
+ Fatwa-Fatwa Rasulullah (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
+ Penyesatan Opini (Adian Husaini)
+ Confession of an Economic Hit Man (John Perkins)
+ Capita Selekta Aliran Sempalan di Indonesia (M. Amin Djamaluddin)
+ Indonesia Butuh Nuklir (Agus Mustofa)
+ Mossad Behind Every Conspiracy (Herry Nurdi)
+ Hypnotic Writing (Joe Vitale)
4. Harus ngeposting 20 tulisan dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Posting 21 tulisan di blog. Plus ngirimin 1 tulisan ke 5 media massa, tapi Alhamdulillah nggak ada 1 media massa pun yang mau nampilin tulisan itu.
5. Harus nyiptain 3 buah lagu dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Dalam rentang waktu 3 bulan ini berhasil nyiptain 6 buah lagu:
+ Kembalilah
+ Sendiri
+ Hidup Ini Indah
+ Lelah (lirik oleh Cinthya)
+ Pemilhan Umum
+ Di Ujung Lelah (lirik oleh Fina)
BEM KMFT UGM
1. Udah punya koneksi face to face dengan 15 instansi internal UGM
Realita: Belom tau?
Fungsi ini dipegang sama Humas. Tapi belom sempet dapet update-an terbaru dari Humas. Nggak cuma Humas yang punya forum Humas se-UGM, ternyata Advo juga punya forum Advokasi se-UGM. Dan Departemen2 lain juga punya, cuma belom terdata.
2. Udah punya koneksi face to face dengan 5 instansi eksternal UGM
Realita: Belom tau?
Fungsi ini utamanya juga dipegang Humas. Tapi yang udah konkrit dan dipegang langsung oleh Menko Eksternal adalah Universitas Widyagama Malang, Akademi Teknologi Kulit Bantul dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.
3. BEM KMFT UGM harus eksis dan aktif di tingkat eksternal, minimal universitas
Realita: Anggap aja sukses!
BEM KMFT UGM udah pernah dapet kunjungan dari UWM, ATK dan Untirta. Kita juga diminta ATK untuk jadi pembicara di acara LDK mereka. Untuk tingkat universitas, Humas sempet jadi tuan rumah forum Humas se-UGM. Advokasi juga sempet ngadain training Advokasi rumpun BGST. Sosmas ngasih pembelajaran intensif ke anak2 panti asuhan Aisyah dalam rangka menghadapi UAN. Kastrat ngadain workshop pemilu dengan pembicaranya antara lain adalah orang KPUD Jogja dan anggota DPR RI, serta pesertanya ada warga asing yang tertarik mempelajari sistem demokrasi di Indonesia.
4. BEM KMFT UGM punya nama dan disegani di tingkat universitas
Realita: Anggap aja sukses!
Fakultas Teknik gitu loh, siapa sih yang berani macem2 sama anak Teknik?
Nooooooh, kira2 begono evaluasi gue selama 3 bulan ini. Ayo buat yang lain, tertarik untuk bikin lembar perencanaan dan lembar evaluasi juga? Karena gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Dan lebih baik bersimbah keringat di saat latihan daripada bersimbah darah di medan perang. Serta sesungguhnya Allah adalah seperti prasangka hamba2-Nya, dan Allah lebih dekat kepada manusia daripada urat nadi manusia itu sendiri. Harapan itu masih ada, Insya Allah, LANJUTKAAAAN!!!!
Add comment April 17, 2009
MenkoEksternal#3
Once again, another month of my existence as Menko Eksternal BEM KMFT UGM has passed. That was the third. And now i’m facing my next month.
There are no many events were held in March. March was “Makrab Month”. Makrab, known as Malam Keakraban or Solidarity Night was an event held by ministry or BEM itself in purpose to strengthen the relationship between the persons on it. If it is held at night, we call it Makrab. But if it is day, we rename it Sikrab, as known as Siang Keakraban. The difference is only at its time, one is held with stay overnight and the other is held all day long.
There are about 3 Makrab were held in March. The first is Daily Board Makrab. But that wasn’t true Makrab, that was just a Sikrab and we call it Forga, known as Forum Keluarga or Family Forum. All Daily Board were came except Dita from OASE, because she hasn’t felt better since her last accident that cause her to stay overnight at hospital. And so did Sheila who has been pointed to replace Dita’s place, she didn’t came either.
That Forga was held in Prambanan, one of the most popular temple. We came there at about 9 o’clock and left there at 5. But even though we were there all day, we didn’t even touch the Prambanan Temple itself! All we did was just an heart to heart talk, games, exchange gift and absolutely photo sessions. We didn’t have any time to touch the temple. What we did is just took the picture of the temple. How sad…
Then one day after Forga, The Ministry of Sosmas also held a Makrab. It was held ini Parangkusumo Beach, Bantul, South Jogja. We did stay overnight at somewhat inn. We spent the night by playing a card game called “Uno”, the one whom I like to win. And in the next morning, we play at the beach. Playing beach football, play in the sea, had our clothes wet, and also photo sessions, the one that I won’t forget! Every old man here was thrown to the sea, including me. And it was fun that you felt the soft sea water flow through your body.
Next week, The Ministry of PSDM won’t be defeated. They also held a Makrab. If Sosmas did it in beach, then PSDM did it oppositely: the mountain! That was took place in Cangkringan, some place near Merapi. We didn’t stay overnight at inn, but we used citizen’s house for our base camp. But the men should not sleep there. We were sleep at the mosque near there. But I didn’t follow all of event. I came at late night and then left at early morning. Didn’t know what was happened after I left it.
In the middle of the month, there was a talk show that organized by Humas. It was a talk show whom talks anything about how to get the chance to continuing our study in Japan. The speaker were they who had been in Japan.
Talking about Japan, there was a member of BEM that had a chance to study exchange in South Korea. He was Ahmad Nasikun, former leader of The Ministry of PSDM. He was departed at 21st this month. At 20th, we did a little goodbye anniversary for him. Because he will left Indonesia for about 9 months until January 2010. And we did accompany him to Tugu rail station. He will left to Jakarta using a train, and then use an air plane to move to South Korea.
Recruitment limited edition also held this month. There were about 30 new members who registered. They had any task to be done to complete their status as new members of BEM KMFT UGM. One of their tasks is to discuss with one of 3 top boards: Miftah, Fauzi or me. With this, I had a duty to prepare my material of discussion that I was going to discuss with them. That was Motivational Organization, Time Management and Between Ideality and Reality.
Not only that. Another tasks is to stay overnight at BEM and then made a discussion in the morning. Once again, I had a duty to become a speaker at that time. So I had to stay overnight at BEM too and then gave a discussion in the next morning. I was talked about Integrity and Preparing for the Dead.
And then, the final task of limited edition recruitment is somewhat called “Sekolah Kaderisasi”. It was held 2 days full day, start since 8 o’clock morning and ended at about 5 o’clock. And in this event, at the first day I had a duty to give material about Life Planning for them. I spoke in front of the class with a power point slide to tell them anything about life planning. And in the last day, I was pointed to be a judge for the drama presentation.
That was happened in March. There wasn’t a lot of big event, only a little event to strengthen our relationship in BEM itself. And then, my first quarter as Menko Eksternal had passed. What will be happen next?
2 comments April 17, 2009
KoalisiPartaiIslam
Koalisi Partai Islam?
Headline harian Republika pada Selasa 18 Rabiul Akhir 1430 H yang lalu menceritakan tentang koalisi pasca pemilu legislatif yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh sejumlah partai politik. Bagaimana partai politik berlomba-lomba menggandeng mitra demi secuil kekuasaan yang tersedia. Dan dari koalisi-koalisi yang santer dibicarakan akhir-akhir ini, secara umum terdapat 2 kubu yang beseberangan yang telah siap untuk bertarung satu sama lain.
Kubu pertama dipimpin oleh Partai Demokrat dengan capres incumbentnya. Kubu yang sering dinamakan dengan Golden Bridge ini diperkirakan menguasai 42.32 % suara nasional, mengacu pada quick count sementara yang dilakukan oleh LSI. Prosentase suara tersebut diperoleh dari partai-partai yang tergabung di dalamnya, yaitu: Demokrat (20.34%), PKS (7.82%), PAN (6.07%), PKB (5.20%), PBB (1.65%), PKPI (0.99%), PDP (0.84%) dan Pelopor (0.40%).
Sementara kubu yang satu lagi santer diberitakan dengan nama Golden Triangle. Dipelopori oleh Partai Golkar dan PDIP, kubu ini diperkirakan mampu menguasai 41.90% suara nasional. Jumlah suara tersebut diperoleh dari Golkar (14.85%), PDIP (14.07%), PPP (5,29%), Gerindra (4.20%) dan Hanura (3.49%).
Jika pada akhirnya memang benar hanya ada dua kubu tersebut, maka dapat dipastikan bahwa capres yang akan maju pada pemilu presiden nanti adalah orang yang itu-itu lagi. Dari Golden Bridge tentunya akan mencalonkan capres incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan calon yang mungkin dicalonkan oleh Golden Triangle kalau bukan Megawati Soekarnoputri ya Jusuf Kalla.
Lalu, dimana peran partai Islam dalam ajang koalisi ini? Berdasarkan prosentase suara yang diperoleh, partai-partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam tidak begitu memiliki posisi tawar yang kuat dalam pembentukan koalisi-koalisi tersebut.
PKS yang selama ini digadang-gadang, ternyata perolehan suaranya tidak jauh berbeda dengan pemilu 5 tahun lalu. Demikian juga dengan PKB yang suaranya melorot drastis akibat konflik internal antara Muhaimin Iskandar dan Abdurrahman Wahid serta berdirinya partai baru yang bernama Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Kalau hal ini terus terjadi, maka kapankah negara ini akan memiliki pemimpin yang berakhlak dan berakidah serta berpola pikir Islami? Indonesia adalah negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Sejatinya rezeki ini bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi negara ini.
Melihat kembali ke jumlah suara yang diraih oleh partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam, seharusnya disadari bahwa partai-partai Islam pun memiliki nilai tawar yang hendaknya tidak dijual murah begitu saja.
Sejumlah partai Islam memilih untuk bergabung dalam Golden Bridge, sementara PPP bersedia dirangkul oleh Golden Triangle. Namun pernahkah terpikirkan jika seluruh partai Islam atau partai berbasis massa umat Islam berkoalisi dalam 1 kubu saja? Sebuah kubu yang penulis namakan dengan istilah Golden Gate atau gerbang emas, sebuah jalan masuk menuju jaman keemasan Indonesia.
Jika partai-partai Islam tersebut mau bersatu, maka cukuplah bagi mereka untuk mencalonkan capresnya sendiri. Kalau koalisi Golden Gate ini diisi oleh partai-partai seperti PKS, PAN, PKB, PPP dan PBB, maka berdasarkan quick count sementara LSI koalisi ini akan mampu meraih 26.03% suara nasional.
Belum lagi kalau ditambah dengan partai Islam lainnya seperti PKNU (1.39%), PBR (0.96%), dan PMB (0.42%), maka jumlah suaranya akan mencapai 28.8%. Plus dengan kekuatan seperti ini, tidak menutup kemungkinan beberapa partai kecil lainnya akan tertarik bergabung. Dan jumlah sebesar ini sudah lebih cukup untuk mencalonkan capresnya sendiri.
Tidak hanya itu, koalisi Golden Gate ini akan mampu mereduksi suara Golden Bridge menjadi hanya 22.57%. Meskipun suara Golden Triangle hanya akan berkurang menjadi 36.61%, namun selisih suara sebesar 8% tersebut dapat teratasi dengan sosok capres alternatif yang dicalonkan dari Golden Gate sendiri.
Masih teringat jelas dalam pemilu 5 tahun lalu, bagaimana Partai Demokrat yang hanya meraih suara sekitar 7.5% ternyata mampu mengajukan capres yang pada ahirnya keluar sebagai pilihan mayoritas rakyat Indonesia, mengalahkan Golkar dengan Wiranto nya serta PDIP dengan Megawati nya. Pun demikian dengan koalisi Golden Gate ini. Tidak menutup kemungkinan capres yang dicalonkan dari koalisi Golden Gate mampu merebut simpati dari mereka yang telah jenuh dengan wajah lama.
Hal ini sejatinya menjadi pertimbangan tersendiri bagi para petinggi partai Islam di negara ini. Terlalu banyaknya jumlah partai Islam ternyata mampu memecah kesatuan suara umat Islam. Demikian juga dengan fenomena perpecahan internal di partai Islam itu sendiri, sebagaimana PAN dan PMB atau PKB dan PKNU. Kini sudah waktunya bagi partai-partai Islam untuk bersatu mengutamakan kesejahteraan umat daripada golongannya masing-masing.
Karena seluruh umat muslim Indonesia menantikan Islam bangkit kembali di seluruh penjuru dunia. Dan bukan tidak mungkin kebangkitan tersebut dimulai dari negara ini. Namun hari ini nampaknya itu semua akan sulit terwujud jika partai Islamnya saja lebih mengutamakan golongannya masing-masing daripada Islam itu sendiri. Dan kalau hal tersebut terus terjadi, maka kapankah Islam akan bangkit di negara ini?
Add comment April 15, 2009
PemiluPertama
Pagi2 jam 9-an, gue udah mejeng di BEM. Gue janjian sama Iqbal dan Ratih Monika alias Ramon untuk nyoblos ke TPS bareng. Eh bukan nyoblos, tapi nyontreng. Kita bertiga selaku pemilih yang kena mutasi genetik kebagian jatah nyontreng di TPS 36, dusun Nandan, Sleman Yogyakarta. Dan karena kita bertiga sama2 nggak tau tempatnya, ya udah kita janjian berangkat bareng aja. Biar kalo kesasar malunya bareng2.
Pagi itu gue pake baju warna merah, biar disangka fansnya PDIP. Bawahannya pake celana jins biru, biar disangka konstituennya PAN. Terus atasannya gue dobel lagi pake jumper warna abu2. Partai apa ya yang warnanya abu2? Kalo yang warna biru muda dengan bintang warna putih di tengahnya sih ada, Partai Pemersatu Mahasiswa. Hohohoho…
Jam setengah 10-an si Iqbal dateng. Iqbal, pemuda asal Ciamis yang bau amis, usia 20 tahun, Ketua Departemen Advokasi BEM KMFT UGM, bertanding 23 kali dengan rekor 21 kali menang, 8 kali kalah dan 31 kali seri. Loh kalo ditotal berarti lebih dari 23 kali dong? Ah whatever.
Dan nggak lama kemudian si Ramon alias Ratu Monyet (ups… hihihihi) nongol. Ratih Monika, 20 tahun, gadis asal Tanjung Priok Jakarta Utara, hadiah pelabuhan dari kapal kargo yang baru dateng dari Mozambik. Huehehe…
Lalu setelah ngaca serta dandan biar lebih ganteng, kita bertiga berangkat menuju lokasi kejadian. Sebelomnya kita sama sekali nggak tau TPS 36 dusun Nandan itu lokasinya dimana. Kemaren2 kita nggak sempet survey. Gue dan Iqbal cuma sempet nanya ke beberapa ekor warga asli Jogja, dan jawabannya mengarah ke tempat yang sama.
Responden pertama gue, Heni Oktaviani, bilang kalo dusun Nandan itu letaknya di deket2 Jalan Monjali (MONumen Jogja bALIk maning). Responden kedua, Sigit Nugroho, nggak bales sms gue. (Terus kenapa disini gue tulis sebagai responden ya?) Responden ketiga, Dyah Anindita Wikansari Yudianto Pambudi yang akrab dipanggil dengan panggilan “Bambang”, ngasih info bahwa dusun Nandan di sebelah selatannya ringroad Utara antara Jakal dan Monjali. Responden keempat, Tyaz Busuk, nggak tau tempatnya. Malah dia balik nanya:
“Wah dusun Nandan aku nggak tau Mas. Ancer2nya dimana?”
Pertanyaan gue kok dibales dengan pertanyaan ya? Ya udah gue kasih aja ancer2nya:
“Ancer2nya, dari Jakarta ambil arah Timur, lurus aja terus. Sampe Semarang belok ke Selatan. Terus ngelewatin Magelang, terus sampe ke Jogja. Nah abis dari situ nggak tau lagi kemana.”
Dan Tyaz nggak ngebales sms gue. Mungkin dia lagi menangis dan bersedih, kenapa punya temen se-imut gue…
Ya udah, bermodal data yang kita peroleh, kita bertiga naik 2 motor berangkat menuju tempat kejadian perkara. Ancer2nya adalah perempatan Jalan Monjali. Iqbal selaku pengemudi motor, memimpin perjalanan ini. Sementara gue nebeng aja bareng Iqbal. Kalo gue yang bawa motornya, bisa dipastiin kalo kita nggak bakal sampe ke TPS tapi malah nyasar ke RS Sardjito atau Panti Rapih, mentok2 ke kuburan Pogung lah.
Ngelewatin lampu merah Monjali dari arah Selatan, kita belok Timur ke ringroad dan masuk ke jalan kecil ke arah Utara. Tapi di jalan kecil ini nggak ada tanda2 kehidupan, kecuali kehidupan makhluk halus dan sebangsanya. Lalu kita pun menepi dan nanya ke seekor makhluk yang kebetulan lagi ada disana. Nggak tau deh makhluk ini manusia apa bukan, yang penting tanya aja. Kan ada pepatah yang mengatakan: Bagai pungguk rindukan bulan. Eh nggak nyambung ya?
Karena gue adalah orang paling tua di rombongan ini, jadinya gue harus punya tanggung jawab lebih untuk memastikan keamanan dan keselamatan 2 orang lainnya yang masih muda dan ranum ini. Ya udah, gue pun turun dari motor dan nanya ke makhluk tersebut.
“Misi Mas, mau nanya. TPS 35 dusun Nandan itu disebelah mana ya Mas?”
Gitu kira2 pertanyaan yang gue ajuin ke makhluk tersebut. Spesial buat lu semua, berikut ini gue terjemahin pertanyaan gue ke bahasa2 asing yang mungkin lu ngerti. Mohon maaf kalo ada yang salah.
“Misi Mas, kulo arep takon. TPS 36 dusun Nandan kae ngendi to Mas?”
“Excuse me my Bro, I have a question to ask. Where does the 36th TPS in Nandan village takes place?”
“Excuse-moi Monseour, je suis interroger. Ou est le TPS trente-six a Nandan village?”
“Sumimasen aniki-san. Anoo… San juu roku no TePeSu de Nandan wa dochira desu ka?”
“Guk guk auuuuu… Kaing kaing guk guk kaing?”
“Uka uka wala wala ule ule holala wala uka uka?”
*Bahasa2 tersebut secara berurutan: bahasa Jawa, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jepang, bahasa lu semua dan bahasanya siapa tau dah…
Dan si makhluk yang gue tanya ngejawab,
“Wah kalo dusun Nandan di sebelah sana Mas, bukan disini.”
Si makhluk itu ngejawab sambil tangannya nunjuk ke arah yang berlawanan dengan arah yang gue tuju. Selaku makhluk cerdas yang hapal peta di luar kepala dengan wawasan geografi yang luas, gue ngerti maksud si makhluk itu. Lalu kita pun pamitan dan gue bertiga melenggang menuju arah yang dimaksud.
Waktu berangkat dari BEM tadi, di pinggir jalan Monjali (sebenernya sih namanya jalan A.M Sangaji, tapi nggak tau kenapa orang2 lebih suka nyebutnya Monjali. Padahal si A.M Sangaji ini kan pahlawan terkenal loh… Hwayoo pada kenal nggak?) gue sempet ngeliat ada TPS. Lalu gue nyuruh Iqbal melajukan motornya kesana buat nanya2.
Nggak lama kemudian kita sampe di TPS pinggir jalan A.M Sangaji tersebut. Ternyata itu TPS 35. Berarti udah deket sama TPS 36. Gue turun lagi buat nanya ke ibu satpam yang mejeng disana. Dan si ibu itu pun menjawab,
“Oh TPS 36 itu di gedung serba guna Mas. Ini lurus terus aja, ntar ada gapura, belok kiri!”
Gedung serba guna? Emang serba guna bisa buat apa aja? Bisa buat nongkrong, bisa buat olahraga, bisa buat buang jin, bisa buat mesum, bisa buat nginep, dan bisa buat kita gila. Bener2 serba guna…
Kita kembali melaju meninggalkan TPS 35 dan ibu satpam itu untuk menuju arah yang dimaksud. Nggak jauh berjalan, di sebelah kiri jalan ada gang kecil dengan gapura di kedua sisinya. Kita pun coba masuk ke sana. Tapi setelah agak jauh, ini kok malah masuk ke perkampungan gitu. Nggak ada tanda2 TPS. Di pertigaan, kita memutuskan untuk nanya ke warung disana.
Gue turun dari motor dan menghampiri warung tersebut. Gue ngelongok ke dalem, keliatannya nggak ada orang. Lalu gue mulai bersuara untuk memanggil si penjaga warung yang meninggalkan warungnya tanpa pengawalan,
“Permisi…”
Dan terdengar jawaban,
“Iya Mas?”
Ada suara perempuan yang ngejawab. Gue ngeliat sekeliling. Sejauh penglihatan gue, nggak ada orang di dalem warung tersebut. Pun demikian di belakang, kanan, kiri, atas atau bawah gue juga nggak ada orang selain Iqbal sama Ramon yang lagi sibuk muterin motornya. Berarti suara perempuan itu punya siapa? Wah hebat juga nih warung, udah punya mesin penjawab suara otomatis!
Rasanya nggak sopan kalo suara perempuan-penuh-misteri itu nggak gue jawab. Sambil tetep mencari dimana gerangan si pemilik suara, gue ngomong lagi.
“Misi Bu, mau nanya…”
“Iya?”
Gue masih nggak bisa nemuin dimana orangnya. Tapi gue tetep nanya,
“TPS 36 itu disebelah mana ya Bu?
“Oh itu di sebelah Selatan, di gedung serba guna.”
Berarti tadi gue salah belok. Mestinya masih lurus lagi aja.
Tanpa tau siapa gerangan si Ibu itu, gue pun pamit.
“Oh iya makasih ya Bu!”
Dan akhirnya gue pun meninggalkan warung tersebut tanpa pernah tau siapa pemilik suara itu sebenernya. Hiiiii…
Kemudian sampailah kita pada posisi yang dimaksud. Kita nggak nemu gedung serba gunanya dimana. Lalu kita pun nanya lagi ke salah satu warung yang ada di deket sana. Tapi warung ini ada penghuninya secara nyata, bukan warung fiktif sebagaimana warung sebelomnya. Mereka adalah ibu2 penjaga warung dan kakek2 yang lagi mejeng depan warung. Gue nggak sempet ngeliat kaki si ibu ini nyentuh tanah apa nggak, dan gue juga nggak tau si kakek ini punggungnya bolong apa nggak… Ih kok horor gini sih?
Biarpun horor, tapi mereka berdua langsung ngasih jawaban konkrit: Itu di sebelah sana ada TPS, coba kesana aja. Kita pun bergegas menuju TPS yang dimaksud dan: voila! Akhirnya nyampe juga kita di TPS 36! Alhamdulillah… Lalu kita segera masuk ke gedung serba guna tersebut dan disambut dengan senyuman manis oleh pak satpam yang lagi nahan pipis.
Untuk proses penyontrengan ini, kita nggak bisa asal2an. Ada prosedur2 yang harus dilakukan oleh para pemilih dalam proses penyontrengan di TPS. Dan sedikit banyak gue udah tau tentang prosedur ini. Soalnya di Fakultas gue dapet amanah jadi koordinator Palelu (Pasukan Peduli Pemilu) sebuah kepanitiaan yang dibentuk untuk mensosialisasikan pemilu 2009 ke temen2 di Fakultas. Gue juga punya video teknis pemungutan suara yang dapet dari KPUD Jogja.
Buat lebih jelasnya, berikut ini gue tulisin prosedur dalam proses penyontrengan tersebut:
1. Pemilih masuk ke TPS dan mendaftar.
2. Setelah mengisi catatan kehadiran, pemilih menunggu giliran untuk mendapatkan kertas suara.
3. Mengambil kertas suara di meja ketua KPPS dan anggotanya.
4. Memilih di tempat/bilik pemberian suara.
5. Memasukkan kertas suara yang telah dicontreng.
6. Mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda sudah memilih.
7. Pemilih meninggalkan TPS.
(Sumber: Harian Republika, Kamis 9 April 2009)
Karena gue adalah mahasiswa yang patuh pada peraturan, gue ngikutin prosedur tersebut. Begitu masuk TPS, gue langsung nyari dimana meja registrasinya. Si satpam pun dengan ramah nganterin gue bertiga kesana. Di meja registrasi itu ada bapak2 jenggotan yang lagi megang kertas apaan tau. Kita bertiga mejeng di depan meja si bapak itu, nunggu dapet pengarahan selanjutnya.
Tapi kok si bapak in cuek aja sama kehadiran kita bertiga, nggak kaya si satpam yang ramah dan langsung jemput bola. Plus lagi, gue kan pemilih mutasi, bukan warga sini. Jadi tanpa menunggu kiamat dateng, gue inisiatif buka suara untuk curhat ke bapak itu bahwa kita bertiga adalah pemilih mutasi yang mau registrasi. Mungkin prosedurnya beda atau gimana, jadi gue mau nanya.
“Misi Pak, kami…”
Belom sempet gue nyelesaiin kalimat gue, si bapak itu mulai buka suara dengan nada membentak,
“TUNGGU SEBENTAR! DUDUK DULU SANA!”
Buset deh Pak, Belanda masih jauh! Nadanya yang ngebentak itu mungkin ngebuat semua orang di TPS ngeliat ke arah gue. Tapi untung TPSnya lagi sepi. Dan dari pertemuan pertama ini, gue pribadi sepakat untuk menamai bapak ini dengan nama Mr. J, alias Mister JUTEK.
Lalu gue duduk di tempat yang ada tulisannya ”ruang tunggu”, diikutin sama Iqbal dan Ramon. Belom nyampe 1 menit kita duduk, salah seorang bapak di meja Ketua KPPS buka suara,
“Ada pemilih yang dari luar daerah?”
Pemilih dari luar daerah kan kita bertiga, alias pemilih yang kena mutasi genetik. Lalu kita bertiga melangkah ke meja bapak tersebut. Karena posisinya Ramon paling deket, dia yang dilayanin duluan.
“Ini dari luar daerah ya? Berapa orang? Tiga orang ya? Bukti mutasinya mana? Oh ini… Asalnya dari mana? Oh dari Jakarta… Karena mutasi berarti surat suaranya cuma 1 ya, yang untuk pusat aja”
*”Pusat” maksudnya surat suara DPR-RI. Jadi kita nggak kebagian milih DPD, DPRD tingkat 1 dan DPRD tingkat 2.
Si bapak ini ternyata friendly, nggak kaya Mr. J di meja registrasi. Akhirnya gue namain bapak ini dengan nama Mr. I, Mister IDOLA.
Kemudian Mr. I nanya ke Mr. J,
“Pak itu terakhir nomor berapa?”
“Nomor 133.”
Mr. I langsung nulis angka 134 di form mutasinya Ramon. Lalu dia memerintahkan Ramon untuk ngambil nomor urut 134 di meja registrasi yang ada Mr. J nya. Ramon pun mengambil nomor urut 134 dari tumpukan, dan dia bawa nomor itu ke Mr. I lagi. Mr. I segera menyerahkan surat suara DPR-RI yang ada warna kuningnya dan mempersilahkan Ramon untuk menuju bilik suara buat nyontreng.
Selesai Ramon, Mr. I ganti ngelayanin gue. Dia nulis angka 135 di form mutasi gue dan mempersilahkan gue ngambil nomor urut 135 di meja registrasi. Gue langsung melangkah menuju meja registrasi dan tangan gue menjulur untuk ngambil nomor 135 dari tumpukan. Belom sempet nomor tersebut gue pegang, lagi2 si Mr. J ngomong ke gue dengan suara kasar,
“SEBENTAR! TUNGGU DULU!”
Dan tangan gue segera menjauh dari nomor itu, sambil dalam hati gue mikir dosa apa yang telah gue perbuat sama si Mr. J sehingga dia jadi jutek banget sama gue. Ya mungkin dosa gue ke dia adalah karena dia gue namain Mr. J. Eh tapi gue ngasi namanya kan baru sekarang, bukan pas disana?
Lalu gue berdiri mematung di depan meja Mr. J, mematuhi perintahnya untuk tunggu dulu. Nggak tau mesti nunggu sampe kapan. Belom sampe 5 detik, si Mr. I yang ngeliat gue diem aja segera mempersilahkan gue dengan ramah untuk ngambil nomornya,
“Itu silahkan Mas nomornya diambil.”
Tangan gue menjulur sekali lagi dan gue ambil nomor itu. Sementara si Mr. J diem aja nggak bersuara. Dasar Je, Je…
Abis ngambil nomor, nomornya gue balikin ke Mr. I dan gue dikasih surat suara. Lalu gue menuju ke bilik setelah diperintahkan langsung oleh Mr. I lagi. Gue pun melangkah ke bilik suara. Dan gue nggak ngedenger ada teriakan yang sama yang diberikan oleh Mr. J kepada Iqbal yang dapet nomor 136. Mau lu apa sih Je?
Sampe di bilik suara, segera gue buka surat suaranya. Sejatinya gue udah nggak asing dengan surat suara yang segede gaban ini, soalnya di Palelu kita udah sering ngeliat ginian. Pas surat suaranya gue buka keseluruhan, ternyata bilik sekecil itu nggak cukup untuk menampung lebar kertas. Jadi ada sebagian kertas yang menonjol keluar bilik. Duh kalo gini apa gunanya bilik suara? Dasar KPU dan pemerintah sukanya aneh2 aja… Makanya, ngapain sih kita make sistem demokrasi dan pemilu segala?
Sebelom memastikan contrengan dengan bolpen merah yang tersedia, gue agak bingung milih pilihan diantara 2 partai yang selama ini selalu bersemayam di benak gue. Awalnya sih ada 3 partai, tapi 1 partai udah nggak lolos seleksi tahap awal dan menyisakan 2 ini. Akhirnya dengan bacaan basmalah dan inna lillahi, gue contreng salah satu dari kedua partai tersebut. Contreng… Soalnya kalo gue nyontreng dua2nya ya suara gue bakalan dianggap nggak sah donk…
Selesai nyontreng dan ngelipet surat suara sebagaimana sedia kala, gue melangkah ke kotak pengumpulan suara. Surat suara warna kuning untuk DPR-RI dimasukin ke kotak warna kuning. Hati2 loh, jangan sampe salah masukinnya. Soalnya Rasulullah kan melarang kita berhubungan lewat jalur belakang. Waaaaah ini ngomongin apa sih?
Lalu kita bertiga melangkah ke meja akhir untuk dikasih tinta. Gue memilih jari kelingking kiri gue buat dicelupin ke tinta, soalnya jari kelingking gue yang sebelah kanan biasa gue pake buat ngupil. Ih jorok…
Dan akhirnya kita melangkah keluar TPS lewat pintu keluar, dipandu oleh pak satpam yang jaga di pintu keluar. Nggak lupa kita juga dapet bonus senyuman manis dari satpam yang satu ini. Makasih pak, sama2…
Kemudian kita bertiga pun kembali ke parkiran untuk mengambil motor. Dan tanpa banyak buang waktu, gue Iqbal dan Ramon beranjak meninggalkan gedung serba guna yang di alih fungsikan sebagai TPS 36 itu. Selamat tinggal surat suara… Selamat tinggal TPS… Selamat tinggal bilik suara… Selamat tinggal bolpen merah… Selamat tinggal Mister Jutek… Kelaut aja lu sana!
TAMAT
Apakah cerita ini udah tamat? Oh ternyata belom sodara2! Begini lanjutannya:
Sekitar jam 12-an si Ramon sms gue. Dia bilang bahwa dia baru aja dapet sms dari Ketua Garda Pemilu BEM KM yang nggak lain adalah temen SMA nya. Temennya bilang bahwa mestinya tadi kita dapet 4 surat suara, nggak cuma 1 doang. Dengan kata lain, kita juga punya hak untuk milih DPD, DPRD tingkat 1 dan DPRD tingkat 2 untuk regional Sleman ini.
Setau gue, TPS udah tutup jam 12. Dan gue males kesana lagi. Gue nanya balik ke Ramon, dia maunya gimana. Kata temennya lagi, khusus untuk orang2 yang tadi nggak dapet ke-4 surat suara kaya gue, masih ada perpanjangan sampe jam 1. Udah disepakatin sama KPPS semuanya. Tapi gue udah terlanjur males. Jadilah gue nggak kesana lagi. Begitupun dengan Ramon, karena dia nggak tau tempatnya jadi dia juga nggak kesana lagi. Dia mau jalan kalo gue juga mau jalan, sebagai penuntun arah ke TPS 36 itu. Udahlah, daripada balik ke TPS, mending kita jalan aja nonton ke Amplaz atau karaokean di Happy Puppy gitu. Huehehehehe…
Lalu gue segera sms Iqbal terkait berita ini. Dan ternyata beliau udah tau, malahan udah balik lagi ke TPS dan udah nyontreng 3 surat suara sisanya. Wah hebat sekali kau anak muda, dapet info dari mana? Tadinya dia sempet nelpon ke simpati gue, tapi nggak nyambung2. Dan gue mengakui bahwa tadi emang sempet ada yang nelpon ke simpati gue yang gue taro di handphone Nokia 3510. Tapi di tengah jalan tiba2 telpon itu berhenti. Bukan karena Iqbal cuma miskol doank, tapi karena Nokia 3510 gue emang lowbat stadium 4 dan sering mati sendiri. Maklum lah handphone jadul, umurnya lebih tua dari masa jabatan SBY selaku presiden RI.
Dan akhirnya, siang itu gue memutuskan untuk nggak menyontreng 3 surat suara sisanya.
Udah deh, sekarang barulah cerita ini:
TOMAT
Eh maap salah tulis… Maksudnya yang bener adalah:
TAMAT
2 comments April 10, 2009
PemilihanUmum
Maret 2009
Pemilihan Umum
C-Kink
Tahun ini bangsa kita berpesta
Setelah lima tahun kita tidak bersua
Untuk memilih para pemimpin bangsa
Marilah kita merayakannya
Pemilihan Umum itulah namanya
Pelaksanaannya sudah di depan mata
Ayolah gunakan hak pilih kita
Karena masa depan milik kita semua
#
Marilah kawan ke tempat pemilihan
Di surat suara banyak nama berceceran
Dan jangan lupa lakukan pencontrengan
Nyontrengnya jangan asal-asalan
Sudahkah kita mengenal mereka
Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana
Dari tiang listrik sampai angkutan kota
Bermodal senyum palsu mencoba menyapa kita
Sudahkah kita kenal partai politiknya
Beraneka gambar yang menjadi logonya
Juga bermacam warna yang menjadi latarnya
Bermodal janji palsu mencoba menyapa kita
*
Marilah kawan jangan mau ditipu
Jangan mudah dibuai dengan jani palsu
Dan jangan lupa gunakan akalmu
Maa depan bangsa di tanganmu
***
Lirik diatas merupakan lirik salah satu lagu gue yang judulnya “Pemilihan Umum”, lagu yang gue buat dalam rangka menyambut pemilu 2009. Buat lu2 semua yang tertarik buat ngedengerin lagu diatas, gue bersedia ngasih kok. Silahkan lu kirim email apa aja ke alamat email gue di c_kink_noa_zoro@yahoo.com , Insya Allah ntar bakal gue kirimin rekaman lagunya. Tapi karena di rekaman itu gue sendiri yang nyanyi sambil maen gitar, jadi sebelomnya dimohon untuk nyiapin ember dan lap dulu, buat jaga2 kalo lu pada nggak kuat dengerin suara gue yang aduhai ini, mirip suaranya Ronan Keating keselek gerobak nasi kucing.
Add comment April 10, 2009
DLG
Di pagi hari ini, gue ngeliat kalender di handphone Nokia 6681 gue. Hari ini, tanggal 10 April, ada catetan yang gue tulis di kalender itu. Dan pas gue buka, ada gambar kado dengan tulisan “DLG” di sebelahnya. Yang artinya, pada tanggal ini DLG sedang merayakan anniversary-nya.
Apa itu DLG? DLG adalah sebuah kelompok ajaib yang aneh tapi nyata yang dibentuk pada taun 2008 tanpa dasar hukum yang jelas dan dibubarkan pada taun 2008 juga tanpa dalil yang menguatkan. DLG merupakan singkatan dari Dialog Lintas Gender, sekelompok 5 ekor anak manusia yang nggak kenapa2.
Dan pada hari ini, DLG merayakan ulang taunnya yang pertama. Dengan lincah tangan imut gue segera mengetik sms anniversary dan gue kirim ke 4 orang personel DLG lainnya.
“Asw.
‘..HAPPY BIRTHDAY DLG..!!’
Tepat tanggal ini, 1 taun yang lalu, pertemuan pertama DLG kita.”
Nggak perlu nunggu lama, nggak sampe setengah jam kemudian ke-4 ekor alien tersebut telah membalas sms gue, dengan jawaban yang berbeda2 tapi udah gue perkirakan bahwa intinya bakalan sama.
Orang pertama:
“Epy biday. Wah, nggak nyangka udah setahun yang lalu.”
Orang kedua:
“Huahaha… Ya Kink… Happy birth day…”
Orang ketiga:
“Wa’alaikumussalam warahmatullah…
Subhanallah…
1 tahun ya?
Aku lupa lho tanggal pertama kali DLG..
Hepy b’day… ^_^
Btw, DLG bakal ngapain lagi nih? Ada ide?
“DLG bakalan dugem di Hugo’s.
Dug jdag jdug jdag jdug jdag jdug… Hihihihihi…
Astagfirullah…”
“:D”
Orang keempat:
“Wa’alaikumussalam…
Hwaaa, aku nggak inget e Kink (C-Kink atau Dhita ni? Hehe) kalo kamu nggak ngasih tau, hehe…”
Gitulah intinya. Dan gue sendiri juga sebenernya nggak bakalan inget kapan pertemuan pertama DLG dilangsungkan, kalo gue ngga baca tulisan2 gue yang lama. Lebih tepatnya tulisan gue yang judulnya “KarenaSetiapHariAdalahBERARTI”. Kalo penasaran tulisannya kaya gimana, silahkan buka blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com dan dicari aja. Silahkan, nggak usah malu2…
Dan terakhir, tulisan singkat ini harus segera diakhiri sampe sini. Adakah yang tau, apa inti dari tulisan ini? Hanya bilik suara dan bolpen merah itu yang tau jawabannya. Dih emangnya pemilu…
Add comment April 10, 2009
PartaiApaYa
“Kuesioner.
Insya Allah pemilu akan diadakan tanggal 9 April besok. Kira2 partai manakah yang cocok dengan karakter dan kepribadian seekor C-Kink?
Ditunggu jawabannya ya.
(mau jawab golput juga boleh)”
Sebait tulisan di atas bukanlah sebuah kalimat bijak, bukan nyanyian lirik lagu, bukan pidato Pak RT, juga bukan tangisan anak kecil. Tulisan di atas adalah sebuah sms yang gue kirimin ke temen2 gue beberapa hari menjelang pemilu legislatif 2009.
Pemilu kali ini adalah pemilu nasional pertama yang gue ikutin. Kalo pemilu kecil2an mah udah sering, di UGM sini kan tiap taunnya ada pemilu: Pemilihan Raya BEM KM UGM, Pemilu Fakultas Teknik dan Pemilu Keluarga Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika. Tapi kalo untuk tingkat nasional yang terdaftar secara resmi di administrasi negara, belom pernah tuh.
Dulu waktu pemilu 2004, umur gue baru 15 taun, jadi gue belom punya hak suara. Waktu Nurmahmudi Ismail bersaing ngelawan Badrul Kamal buat jadi walikota Depok, umur gue juga cuma kurang beberapa bulan untuk terdaftar sebagai pemilih. Umur gue udah cukup waktu Fauzi Bowo saingan sama Adang Daradjatun buat jadi Gubernur DKI, tapi karena gue bukan orang Jakarta, ya gue nggak ikutan milih. Dan terakhir waktu PilGub Jawa Barat yang dimenangin Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, gue juga nggak ikutan milih soalnya gue berdomisili di luar Jawa Barat. Jadilah pemilu legslatif 2009 ini adalah yang pertama kalinya.
Di pemilu ini kita bakal dihadapin dengan puluhan partai. Beraneka gambar yang jadi logonya, bermacam warna yang jadi latarnya. Tiap partai punya karakteristiknya masing2, meskipun ada beberapa diantaranya yang sama aja dan nggak jauh beda dengan partai2 lainnya.
Menjelang pemilu, gue jadi kepikiran buat ngeliat tanggapan orang2. Menurut mereka, kira2 kepribadian dan karakteristik gue ini identik dengan partai apa ya? Jadilah H-2 sebelom pemilu gue ngetik sms yang isinya sebagaimana tertulis di awal tulisan ini. Dan sms itu gue kirimin ke hampir semua nama yang ada di phone book HP Nokia 6681 gue, yang make nomor Im3 di dalemnya.
Gue sengaja make yang Im3 ini, soalnya kalo pagi Im3 kan gratis 100 sms ke semua operator setelah kirim 10 sms. Kalo malem juga, gratis 10 sms setelah kirim 10 sms. Makanya ayo kita pake Im3, kan bintang iklannya Asmirandah gitu loh… (penting ya???)
Selama 2 hari itu, sebelom jam 12 siang gue ngirim sms tersebut ke hampir semua phone book gue. Phone book gue itu total isinya ada +-320 nama. Jadi kita anggap aja sms itu gue kirim ke lebih dari 250 orang responden. +-70 orang yang nggak gue kirimin sms adalah mereka2 yang gue rasa nggak begitu kenal sama gue, tapi nomornya ada di phone book gue. Contoh: Bapak2 Dosen, temen2 dari Universitas/Fakultas lain yang pernah main2 ke BEM KMFT, tukang kredit, para penagih utang, dll.
Akhirnya gue kirimlah sms dengan redaksi seperti tertulis di atas. Nggak lama kemudian, sms2 balesan dari para responden mulai berdatangan. Criiiing… Criiiiing… New message… New message…
Selama 2 hari tersebut, HP gue baterenya suka cepet abis, gara2 dipake buat ngirim puluhan sms dalam satu waktu dan juga buat nerima puluhan sms balesannya. Semua sms yang masuk langsung gue salin ulang di laptop, buat jadi arsip di masa depan nanti.
Kemudian setelah 2 hari yang melelahkan, sms2 balesan tersebut mulai berhenti. Setelah gue rekap dan gue utak-atik, ternyata total ada sekitar 89 orang yang bales sms gue. Diawali dari salah seorang mahasiswa Teknik Nuklir 2006 dan diakhiri oleh mahasiswa Teknik Nuklir 2005. Meskipun ada 89 orang responden, tapi ada beberapa responden yang ngasih jawaban lebih dari satu. Karena gue nggak tau harus mengeliminir jawaban yang mana, ya jawaban mereka yang lebih dari satu itu tetep gue masukin semua. Jadilah total ada sekitar 100 jawaban yang masuk.
Meskipun demikian, nggak semuanya ngasih jawaban. Dari 100 tersebut, ada beberapa yang dengan konkrit nyebut nama partai, ada beberapa yang nggak ngasih jawaban konkrit dengan nggak nyebut nama partai. Malah ada beberapa juga yang ceramah. Gue jadi dapet sms2 Tausiyah gitu. Ketik REG(spasi)TAUSIYAH kirim ke 9090. Sms yang kamu dapet langsung dari operatornya lho…!
Oke deh, tanpa banyak omong lagi, mungkin lu semua pada penasaran gimana hasil dari kuesioner tersebut. Jadi sebelom badan gue makin kurus, berikut ini gue sajikan hasil dari kuesioner tersebut. Monggo Mas…
Dari 100 tersebut, data responden yang ngasih jawaban dan nggak ngasih jawaban konkrit adalah:
|
Ngasih jawaban |
79 |
79.00% |
|
Nggak ngasih jawaban |
21 |
21.00% |
|
Total |
100 |
100.00% |
(Sebenernya sih gue pengen nampilin diagramnya juga biar keren kaya di koran2. Tapi karena gue nggak tau gimana cara nampilinnya di sini, jadi nggak usah aja ya… Aduh malu gue ketauan gapteknya…)
Dari 79 yang ngasih jawaban, data responden yang menjawab dengan nama partai dan yang menjawab dengan pilihan golput adalah:
|
Milih partai |
68 |
86.08% |
|
Golput |
11 |
13.92% |
|
Total |
79 |
100.00% |
Lalu dari 68 yang tersisa, berikut ini adalah hasil kuesioner mengenai partai2 yang dimaksud:
|
Partai Buruh |
1 |
1.47% |
|
PPM |
6 |
8.82% |
|
Gerindra |
3 |
4.41% |
|
PKS |
29 |
42.65% |
|
Demokrat |
4 |
5.88% |
|
PDIP |
2 |
2.94% |
|
Golkar |
5 |
7.35% |
|
PAN |
3 |
4.41% |
|
Hanura |
2 |
2.94% |
|
PPD |
1 |
1.47% |
|
PDS |
3 |
4.41% |
|
Partai Ngasal |
9 |
13.24% |
|
Total |
68 |
100.00% |
Dan kalo data diatas kita urutin dari yang terbesar, hasilnya adalah:
|
1 |
PKS (Partai Keadilan Sejahtera) |
29 |
42.65% |
|
2 |
PPM (Partai Pemersatu Mahasiswa) |
6 |
8.82% |
|
3 |
Golkar (Golongan Karya) |
5 |
7.35% |
|
4 |
Demokrat |
4 |
5.88% |
|
5 |
Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) |
3 |
4.41% |
|
6 |
PAN (Partai Amanat Nasional) |
3 |
4.41% |
|
7 |
PDS (Partai Damai Sejahtera) |
3 |
4.41% |
|
8 |
PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) |
2 |
2.94% |
|
9 |
Hanura (Hati Nurani Rakyat) |
2 |
2.94% |
|
10 |
Partai Buruh |
1 |
1.47% |
|
11 |
PPD (Partai Persatuan Daerah) |
1 |
1.47% |
|
12 |
Partai Ngasal |
9 |
13.24% |
|
|
Total |
68 |
100.00% |
Hohohohoho… Akhirnya ketauan deh… Gitu kira2 pendapat para responden tentang kepribadian dan karakteristik gue ini yang kiranya cocok dengan partai mana. Gue nggak membenarkan hasil tersebut dan juga nggak menyalahkannya, soalnya ini semua kan bebas nilai.
Terus berdasarkan hasil diatas, apakah artinya gue bakal memilih untuk nyoblos eh nyontreng Partai Kebanyakan Singkatan tersebut di pemilu nanti? Nggak tau yaaaaa, jangan ge-er dulu donk… Hanya bilik suara dan bolpen merah itu yang tau jawabannya. Ihihihihi…
Kalo diliat, posisi kedua ditempati oleh PPM alias Partai Pemersatu Mahasiswa. Mungkin banyak lu2 semua yang bingung, PPM itu di surat suara dapet nomor urut berapa?. Ya wajar lah kalo pada bingung, mau dicari sampe sudut mana pun juga nggak bakalan ketemu. Soalnya PPM bukanlah partai tingkat nasional, tapi cuma partai lokal. Loh berarti partai lokal yang ikut pemilu di Aceh? Nggak juga, lingkupnya masih terlalu luas. PPM hanyalah sebuah partai lokal di lingkup Fakultas Teknik UGM, sebuah partai dengan lambang segi lima warna biru muda serta ada bintang warna putih di tengahnya. Sebuah partai yang gue bikin di taun 2008 dan gue sendiri yang jadi Ketua Umumnya. Hohohohoho…
Terus juga, ada jawaban “Partai Ngasal” di pilihan di atas. Maksudnya Partai Ngasal adalah partai2 yang dijawab secara asal2an, alias partai yang sampe jaman Firaun main facebook pun nggak bakal ditemuin keberadaanya, kecuali kalo mereka2 sendiri emang pengen ngebikin partai tersebut.
Berikut ini adalah jawaban untuk partai2 ngasal:
|
Partai Sayang Akhwat |
1 |
11.11% |
|
Partai Menantu Idaman |
1 |
11.11% |
|
Partai MnG |
1 |
11.11% |
|
Partai Dendam Asmara |
1 |
11.11% |
|
Kalkulus |
1 |
11.11% |
|
Partai Gembel Tai |
2 |
22.22% |
|
Partai Saya Cantik |
1 |
11.11% |
|
P2GAB |
1 |
11.11% |
|
Total |
9 |
1 |
(*Partai Gembel Tai = Partai Gerakan Pembela Tanah Air Indonesia
*P2GAB = Partai Peduli Gizi Anak Bangsa
*Kalkulus = Nama mata kuliah)
Yah, begitulah kira2 hasil dari kuesioner selama 2 hari ini. Nggak ada kebenaran dan kesalahan disini, soalnya ini kan sifatnya bebas nilai. Semoga kuesioner ini bisa menginspirasi kita untuk membuat tulisan2 yang lebih kreatif dan inovatif lagi ke depannya. Amiiiin…
Sebagai bonus berikut ini gue sertakan juga jawaban beberapa dari para responden gue, yang kiranya cukup menarik untuk ditulis disini. Tapi mohon maap, namanya gue rahasiain, soalnya kerahasiaan klien adalah amanah yang harus dijaga. Cieh gaya gue kaya konsutan pipa ledeng aja… (eh nggak nyambung ya?)
Plus, gue tulisin juga komentar gue terhadap jawaban mereka, gue tulis di dalem kurung dan dimiringin, alias di-italic.
Here they are! Voila! Hon no kimochi!
Pertanyaan:
“Kuesioner.
Insya Allah pemilu akan diadakan tanggal 9 April besok. Kira2 partai manakah yang cocok dengan karakter dan kepribadian seekor C-Kink?
Ditunggu jawabannya ya.
(mau jawab golput juga boleh)”
Jawaban:
Mahasiswi, 23, Depok
“Geerrrrindraa (baca dengan nada suara yang misterius dan mistik)”
(Buajigur… mentang2 gue cadel…)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Pasti Kamu Suka Partai Kebal Sogokan ya kan?”
(Wah, korban iklan)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Fitrahnya laki2 itu suka PKS (Perempuan Kerudungan dan Sholehah). Perempuan suka PKS (Pria Kuat dan Soleh). Udah nikah harapannya PKS (Pastikan Keluarga Sakinah). Punya anak harapannya PKS (Pintar Kreatif dan Soleh). Udah tua inginnya PKS (Punya Keturunan Sukses). Di akhirat harapannya PKS (Pertemuan Kembali di Surga).
Tapi semuanya kembali ke C-Kink aja, partai mana yang kira2 bisa mewakili visi C-Kink. Yang mana orang yang visinya bukan sekedar cari uang, tapi untuk mengabdi… Allahu a’lam”
(Dasar Partai Kebanyakan Singkatan!)
Siswi SMA, 17, Depok
“Partai Dendam Asmara”
(Lu kali yang dendam gara2 asmara lu gue tolak mulu? Hohohoho…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Pemimpin yang memperjuangkan sistem Islam. Ingat saudaraku bahwa kau akan berakad wakalah perkara ushul (akidah), membuat hukum. Kita yakin bahwa setiap perbuatan ada hisabnya.
”
(Ketauan deh ini orang berafiliasi nya sama mahdzab apa… Tapi setiap kewajiban yang nggak kita perbuat juga ada hisabnya kan?
)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Waduh… Sayang sekarang udah hari tenang tuh, nggak boleh saling mempengaruhi
Kalo pernah denger Mas punya cita2 menyatukan negara2 Islam di dunia, berarti partai Islam. Terus partai Islam yang kaya gimana? Yang selama ini santun berpolitik, belom pernah denger ada anggota legislatifnya di DPR yang kena korupsi (insya Allah), yang nggak kampanye tolol pake goyang erotis, yang nggak didominasi muka2 lama dan orang2 sepuh yang harusnya udah gendong cucu di rumah, yang nggak asal comot jadiin caleg (ada kaderisasi yang rapi), kalopun yang kusebut di atas nggak ada, paling nggak ya mendekati lah… Walaupun menurutku ada, tapi lagi2 karena udah hari tenang nggak boleh sebut merk… =) (boleh nggak setuju)”
(Iya iya, kami tau maksud Anda)
Perawat, 24, Bekasi
“Begini ney kalo caleg stress… Hwahaha…”
(Lebih stress lagi kalo punya temen kaya elu…)
Mahasiswi, 20, Depok
“Aagghh… Berhubung C-Kink itu busung lapar… Dan yang mau memperjuangkan pangan buat C-Kink itu partai GOLKAR… Hahahaha…”
(Gue bukan busung lapar, gue cuma cacingan. Adakah partai yang misinya memberantas cacingan di bumi nusantara?)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Mungkin 8, tapi kayaknya 9, bisa juga 23, 31 juga cocok, 5 mungkin tepat, 1 kira2”
(Orang kaya gini ini yang bikin bangsa kita nggak maju2… Hohoho…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“31, LANJUTKAN!!!”
(Weits awas Mas, jigongnya muncrat!)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Partai Keren Sekali, Pojok Kanan ataS, Partai Kita Semua, Partai Keadilan, Sejahtera, bersih, peduli dan profesional. Jangan lupa! Contreng sekali aja!”
(Ih malah kampanye…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Kink mari kita buat DPR bersih… Pilih yang sesuai hati nuranimu demi terciptanya keadilan sejahtera untuk wonk cilik… Ingat ini salah satu amanat nasional… Kalo aku sih pilih pojok kanan atas yang warna putih polos tanpa warna lain gitu deh”
(Maksudnya apa nih?)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalkulus”
(Tabahkan hatimu Nak… UTS Kalkulus memang menyulitkan, tapi nggak perlu sampe berhalusinasi gitu donk, emang ada partai kalkulus?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“PPM Mas! Hidup PPM. Hehehehe”
(Ini baru kader PPM yang setia… Hihihi…)
Mahasiswi, 21, Bogor
“Partai yang cocok sama kepribadian lu itu PDIP, selain mirip sama simbolnya, lu juga sepertinya fans berat Megawati
”
(Muke gile… Gue fansnya Asmirandah bo…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Partai Persatuan Daerah namanya mirip Partai Persatuan Mahasiswa… ^^”
(Partai Pemersatu Mahasiswa kaleee…)
Mahasiswi, 21, Jogja
“Golkar (Golongan nggak karuan…) Hahahahahaha atau mungkin cari aja yang ketuanya mirip Nicholas Saputra! Hehe”
(Partai yang ketuanya mirip Nicholas Saputra berarti PPM donk, kan aku ketuanya? Heuheu…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Aku sendiri aja nggak tau 38 partai tuh apa aja… Terus kaya apa… Jadi… Hmm… Pilih sesuai feeling Mas aja… He…”
(Aduh Anak muda, betapa sia2 usaha Depkominfo dan KPU untuk menyoliasisasikan pemilu selama 1 taun ini… Padahal aku juga nggak apal semuanya. Hehehe)
Karyawati, 21, Depok
“Egp…”
(Ini pasti partainya Maia Ratu ya… Emang gue pikirin…)
Mahasiswi, 19, Depok
“Udah lu golput aja… Dodolipet lu… Telpon Esia gue donk cinta… Kangen nie”
(Eh buset, kok malah minta ditelpon? Astagfirullah…)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalo aku mending golput, males milih nggak ada yang tepat. He…”
(Kalo disuruh milih calon istri mau nggak?)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Menurut Hati Nurani Mahasiswa yang ingin mewujudkan Indonesia Raya demi masyarakat Adil dan Sejahtera maka jangan pilih partai yang jelas2 sudah gagal membangun negeri ini”
(Dasar mahasiswa jaman sekarang, kebanyakan retorika)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Berhubung aku nggak nyontreng karena nggak masuk DPT, jadi maap aku nggak bisa kasih sugesti…”
(Aku nggak butuh sugesti, aku cuma butuh kasih sayang. Hueeeek hueeeeek cuiiiih…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Sorry baru bales… Ah pake minta saran segala, nggak usah gue saranin lu paling milih yang “itu” kan… Mau lu gue saranin suruh pilih PDS… Hahahaha…”
(Ini mah maling teriak maling… Ayo ngaku! Hehehe…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“PPM Kink, lo banget. Kalo Nasikun gue nggak yakin kayanya sih PAN kali ya? Kalo gue apa?”
(Kamu pantesnya Partai Rujak aja, kalo diterjemahin ke bahasa Inggris: Rujak Party!)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Golput, tapi nggak terlalu radikal. Hoho… B-)”
(Berarti golput yang lemah lembut dan kemayu kaya putri Solo ya?)
Mahasiswa, 22, Jogja
“Menurutku kalo kamu masih nggak masalah sama namanya demokrasi Islam atau Islam Pancasila, pilihan buat partai yang pake embel2 Islam juga sama aja kok… Itu menurutku lho”
(Jadi intinya apa?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Maaf Mas baru bales soalnya baru isi pulsa setelah satu hari nggak terisi. Aku tebak ya Mas pilih partai apa? Kalo partai PKS bener nggak Mas? ^^”
(Jadi secara nggak langsung kamu pengen bilang: “Mas isiin aku pulsa donk…” Hohoho…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Jawaban kuesioner C-Kink: Aku nggak tau karakter dan kepribadianmu. Karena kamu punya kepribadian ganda (mungkin lebih). Jadi aku nggak tau partai mana yang cocok. Tapi kalo golput, nggak cocok buat setangkai C-Kink. ^_^v Piss…”
(Iya, nggak ada Partai Ganda Campuran sih ya…)
Mahasiswa, 21, Depok
“Eh tau nggak? SBY itu PKS: Presiden Keren Sekali. Megawati juga PKS lho: Putri Keluarga Soekarno. Gus Dur juga PKS: Priyayi Kalangan Santri. Jusuf Kalla juga PKS: Putra Kelahiran Sulawesi. Dan yang paling mengejutkan, Rasulullah juga PKS lho: Panutan Kita Semua… Kamu PKS juga kan?”
(Aduh, bener2 dah ini orang kadernya Partai Kebanyakan Singkatan ya? Hati2 jangan jajan sembarangan ntar kena PKS, Penyakit Kemaluan Sipilis)
Mahasiswa, 20, Depok
“PKS, secara kita sama2 di liqoin sama mereka. Secara mereka juga paling bersih diantara partai2 gajebo.”
(Whoooaaa… Ketauan deh… Hohoho… Eh tapi kenapa juga ini gue publikasiin ke umum ya?)
Karyawan, 20, Depok
“Wah Kink, gue aja nggak tau ada partai apa aja… Ada berapa partai pun nggak tau… Jadi menurut lu, mending gue ngapain pas pemilu? Hehehe…”
(Pemilu kan libur tuh, mending lu ke kosan gue aja sini, nyuciin mobil sama nguras bak mandi. Heuheu…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Partai Peduli Gizi Anak Bangsa (P2GAB)”
(Gue maunya Partai Peduli Anak Cacingan…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Maaf Mas baru bales. Esiaku tadi mati…Wah… Jangan golput Mas… Hehe… Kalo Mas bisa milih ya pilih aja, kalo bingung mending wakilin suaraku… Pilih PAN aja Mas… Hahaha…”
(Siap…! Hidup adalah perbuatan…)
Mahasiswa, 20, Jogja
Alangkah baiknya hal itu dikembalikan ke HAti NURAni Mas sendiri, seberapa tingkat ketahuan Mas dengan para partai. Kalo boleh saran pilihlah partai yang mampu bergerak tanpa harus adanya perintah dari pusat, mengedepankan nasionalisme dan mempunyai agenda yang real bagi negara ini, maka jangan tanggung2 dan bingung2, contreng partai HANURA nomor 1. Suara Anda sangat berarti bagi kelangsungan negara ini!
(Waaaaaah kampanye…!)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Ini nomernya C-Kink ya… Hee, nggak tau… Buat aku sendiri aja masih bingung milih apa… *tidak membantu*. Hehew…”
(Oh bukan Mbak, Anda salah sambung. Ini nomornya Nicholas Saputra)
Mahasiswi, 21, Jogja
“Tulis nama kamu di tempat yang tersedia, terus contreng deh…”
(Ini yang ngaco gue apa dia ya?)
Mahasiswa, 22, Jogja
“Hanya 2 yang tau apa isi hati… Dia sendiri dan Rabbnya yang lebih tau makhluk dari pada makhluk itu sendiri”
(Amiiiiin… Jadinya pilih partai apa?)
*Tambahan:
Sebagian besar orang bilang kalo gue identik dengan Pemuda Kurus dan Seksi itu. Ketika gue tanya, kenapa kok bisa mengidentikkan gue dengan pantai ParangKuSumo, salah satu responden ngejawab:
“Mas C-Kink kan seorang ikhwan, sepertinya identik sama PKS^^. Maaf lho Mas sama tebakan ku ini^^.”
Iya iya, dimaafin kok… Hehehehe…
2 comments April 9, 2009
DebatKusir
Beberapa waktu lalu, gue pernah nulis tulisan yang judulya “KampanyeTerselubung”, berisi tentang sms yang isinya berupa sosialisasi pemilu 2009 yang ada unsur2 kampanye terselubung di dalemnya. Terus tulisan gue itu gue posting ke blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com dan gue posting juga di notes facebook gue.
Ternyata, dari postigan gue di notes facebook itu ada banyak comment yang masuk. Awalnya cuma sekedar comment singkat belaka, tapi lama2 commentnya jadi lebih serius, temanya jadi ngebahas tentang pro-kontra demokrasi. Jadi kaya semacem debat lewat comment gitu. Pun para peserta debatnya adalah orang2 lintas disiplin ilmu. Ada dari Teknik Nuklir, Hukum, Hubungan Internasional, Fisipol dll.
Rasanya sayang kalo comment2 yang penuh perdebatan itu gue nikmatin sendiri. Jadi berikut ini bakal gue persembahkan comment2 tersebut hanya untuk lu semua. Silahkan dinikmati.
Oh iya sebelomnya supaya lu semua nggak pada bingung, mendingan baca dulu deh tulisan gue yang “KampanyeTerselubung” itu, biar connect.
Kalo udah baca tulisan itu, baru deh baca comment2nya berikut ini. Monggo Mas…
Asrining Tyas at 1:12pm March 22
udaaaaaaaah! 3 kata terakhir!!!!
Syukron Mamun at 7:49pm March 22
siapa sih yh sms itu ren??? kok gw ga dapet ya??
Muhammad Anshori at 9:58am March 23
gw juga dapet,tapi gw santai aja,,maklum jiwa baru. bwat tyas, tebakan lu kayaknya salah deh… =>
Asrining Tyas at 2:49pm March 23
Hah,gw salah?
Asrining tyas marsudi bs salah?
Tak mungkiiiiinnn….!
*lebay mode
C-Kink Ardya at 7:03am March 24
hohohoho… masa sih koy?
ya gak apa2 lah, yang penting semoga kita punya pemimpin yang beramanat di tingkat nasional yang akan membawa kebangkitan bagi bangsa ini, yang memimpin dengan gerakan dan hati nurani demi matahari bangsa yang peduli karya perjuangan
loh kok jadi ikut2an kampanye?
Kampret Gantenk at 9:17am March 24
hahahaha….kalian masih ngomongi partai yah, wealah di fsbuk masih ngomingin beginian..cape deh…yang penting tetep bersih, peduli dan profesional, bener gak koy?!!^_^
Syukron Mamun at 4:58pm March 24
apa sih den??? ga boleh kampanye disini !!!
Asrining Tyas at 7:28pm March 24
sudahlah, omongin yang uda berjasa nurunin harga BBM 2 x aja..
*tetep..
Devita Purnamisari at 9:26pm March 24
mas…bukankah notes ini secara tidak langsung menandakan anda ikut berkampanye???
C-Kink Ardya at 12:57am March 25
ya begitulah… tapi kita kan harus terus berkarya dan rapatkan barisan nasional, demi perjuangan dan persatuan pembangunan
tuh kan kampanye lagi…
Kampret Gantenk at 10:08am March 25
harga bbm turun 3 X..ya iyalah wong udah seharusnya…malah sekarang pemerintah masih untung kok…ndak salah tuh digembor2in sebagai prestasi…emang udah hal yang sunatuloh…ealah…maaf p presiden…afwan bin sory
Sultan Iskandarsyah at 11:18am March 25
Buat temen-temen yang masih peduli dengan Indonesia saya selaku manusia yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik, kita harus memBOIKOT PEMILU LEGISLATIF!
Indonesia tidak butuh DPR dan DEMOKRASI!!
Indonesia hanya butuh PEMIMPIN yang baik…
Front ANTI LEGISLATIF
Asrining Tyas at 11:28am March 25
mas, klo pemimpin (baca: presidennya) doank yang kepilih secara bener, bisa di-impeach sama legislatif yg ga bener lho..
Sultan Iskandarsyah at 11:42am March 25
Makanya..klo udah tau bakal ada legislatif yang gak bener,kenapa harus dipertahankan?
Kan lebih baik bubarkan legislatif…
Asrining Tyas at 11:48am March 25
mas sultan, cuma mau tanya..
bentuk kesadaran politik emg harus ekstrim ya?
mau ngajarin untuk milih orang2 yang bener emang harus ngebubarin ya?
kalo substansinya salah, knp hrs ngancurin seluruh konsepnya ya?
Kenapa ga proses seleksi n perekrutannya caleg2 itu aja yg dibenahi?
Sultan Iskandarsyah at 11:57am March 25
Apa kamu pernah nanya sama para “Badut Demokrasi” itu, seandainya partai mereka berhasil menguasai 100% bangku DPR, apa yang mau mereka perbuat?
Pasti jawaban mereka semua sama. “MENJADIKAN INDONESIA JADI LEBIH BAIK!”(seperti jawaban anak SD)
Tapi ketika ditanya “seperti apa sih lebih baik itu?,trus langkah apa aja yang bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik?”, gak ada satupun yang bisa menjawab dengan TEGAS…
So..intinya, SEMUA PARTAI ITU SAMA…
Asrining Tyas at 12:12pm March 25
mkanya kita yg muda ini harus menjadikan partai2 itu berbeda.. makanya kita harus belajar pakai otak, bukan duit seperti mereka.. makanya kita latihan janji pake hati, bukan pake lidah kayak mereka..
tapi, boikot pemilu legislatif, tetep bukan caranya lho..
emg klo ga legislatif keadaan akan tiba-tiba jd lebih baik? tiba2 semua orang jd jujur?
kan butuh proses mas.. proses ga bisa dilaksanain dgn menghancurkan yg uda dibangun sama2 selama ini,, Ga worth it lho..
Asrining Tyas at 12:13pm March 25
oia, komentar mas belum menjawab 4 pertanyaan pertama saya, dan,, 2 pertanyaan yang terakhir,,
Sultan Iskandarsyah at 12:22pm March 25
Apa harus menunggu yang tua2 itu pensiun dulu?
TIDAK,yang muda harus berjuang dari skarang. dan Inilah bentuk perjuangan saya,menyadarkan Indonesia bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI!
Mungkin klo kamu nonton video rapat BPUPKI tentang Pemilihan sistem untuk Indonesia, kamu akan tersadar hal apa yang di PERJUANGKAN PAHLAWAN KEMERDEKAAN.
Apa mereka meneriakkan “HIDUP DEMOKRASI!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP KOMUNIS!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP LIBERAL!” ?
Yang mereka teriakkan adalah “ALLAHUAKBAR!”
Jadi apa kita ingin mengingkari amanah dari mereka?
Asrining Tyas at 12:30pm March 25
nuwun sewu.. lagi2 belum dijawab mas pertanyaannya..
biar sederhana di-compile ya mas.. dr 6 ptanyaan blm terjawab jd cukup 2 saja: emang kalo kila boikot legislatif langsung jd baik? emang klo serta-merta dibubarin indonesia bisa tiba2 baik?
ah satu lagi deh..
emang klo ga ada legislatif, kita bs mewujudkan amanah penderitaan rakyat? lha wong rakyat ga jelas mau ngadu kemana.. bingung siapa yg mau bikin aturan.. nggak tau gimana cara check & balances klo presidennya nyeleweng.. ora ngerti klo APBN-nya ditilep.. ndak ada yg ngelarang klo kita mau nambah utang.. nggak ada yg mem-propose UU pornography.. dan lain lain yang panjaaaang ky choki2…..
mbok ya klo ada sebagian yg ga bener, yo ojo trus tau2 bubar, apa2 boikot..
Asrining Tyas at 12:31pm March 25
oia, maaf ya kink, jd malah diskusi disini.. ![]()
yah, itung2 pembelajaran politik, ya tho?
Sultan Iskandarsyah at 12:35pm March 25
1. Apapun bentuknya,ekstrim atau tidak ekstrim tergantung cara pandang tiap orang. Di Gaza,merakit Bom adalah hal biasa tapi di Indonesia itu adalah hal aneh.. Cara saya seperti ini mungkin bagi orang yang tidak biasa adalah hal ekstrim,tapi bila bergaul sesama teman yangmemiliki pandangan sama adalah hal biasa.
2. Bukan substansinya yang salah, tapi SISTEM/KONSEPnya sudah salah. Jadi,biar gak disebut REVOLUSI sebaiknya di ubah sedikit demi sedikit.
3. Dengan pembenahan calon tidak akan merubah SISTEM itu hanya akan menambal sulah kekeroposan bangsa….
4.Coba kamu pelajari seluruh sistem pemerintahan yang ada di dunia,menurut kamu mana yang paling baik??
Ada yang ketinggalan? Maaf klo pernyataan saya agak keras…
Asrining Tyas at 12:44pm March 25
ada mas, ada yang ketinggalan:
1. emang klo kita boikot maka tau2 legislatif jadi brubah/hancur?
2. emang klo legislatifnya (atau sistem demokrasinya) hancur tau2 indonesia jadi lebih baik?
nah, dari yg saya tau dan saya yakini, yah klo sy ini agak berbeda.. menurut saya, ga peduli apapun sistemnya, asal sumber daya manusianya baik, bener, jujur, dan berkualitas, pasti berhasil..
…
contoh ya:
1. jaman nabi muhammad jelaslah sumber daya manusianya baik : berhasil
2. di singapore, meski sistemnya otoriter, asal pemimpinnya baik : berhasil
3. negara skandinavia, biar liberal, tapi SDMnya cihuy punya: berhasil
4. dll..
klo indo skrg blm sukses, ya perlu proses mas, makanya sy belajar yg bener, biar punya kualitas, jadi dimasa depan sy bisa menggantikan bapak2/ibu2 itu..
) skrg caleg2 orientasinya kebanyakan jabatan/pride/money sih, coba orientasinya bener, hehe..
Sultan Iskandarsyah at 12:57pm March 25
1. Kalo gak salah aturan pemilu skarang bila suara tidak sah/tidak digunakan mencapai lbh dari 50% maka PEMILU dianggap tidak sah dan ini lah yang dinamakan kondisi chaos dan kemungkinan bisa terjadi masa transisi sistem pemerintahan yang bahkan dapat menyebabkan perubahan sistem.
2. dari yang 1 itu orang2 harus sadar sistem apa yang lebih baik digunakan untuk bangsa ini. Orang2 sekarang banyak yang tertipu bahwa demokrasi itu yang terbaik,sejak kecil kita diajarkan “Demokrasi Adalah Segalanya”, kita tidak diajarkan membuka mata ke dunia dan melihat fakta sejarah.
Baik, bener, jujur, dan berkualitas. kita sering terjebak kata2 itu tanpa bisa mendefinisikan. Menurut anda itu baik,tapi menurut say itu bukan yang terbaik. menurut saya bener,tapi belum tentu bener menurut anda. Brarti kita butuh landasan yang sama agar persepsi bisa disamakan.
Menurut saya landasan semua itu ada didalam Al-Quran dan Hadist. Anda setuju?
Sultan Iskandarsyah at 1:03pm March 25
Bukan karena saya seorang muslim. Tapi saya pernah membaca kitab suci agama resmi di Indonesia..
Asrining Tyas at 1:11pm March 25
tapi bgmn bisa keadaan chaos mlh bikin bener? itu yg drtd sy ga ngerti mas… menurut sy, cara itu mngorbankan terlalu banyak untuk mendapat sesuatu yg sangat sedikit dan tidak pasti..
yg dikorbankan: stabilitas keamanan, kondisi perekonomian, konflik horisontal di tingkat masyarakat yang rentan di budaya, suku, ato agama.. juga kemungkinan vacum of power yang bikin pemerintahan kita mudah dikooptasi oleh kekuatan eksternal atau oknum yang melihat ksempatan dalam kesempitan.. uda dipikir blum mas bahwa kekacauan 1998 terulang lagi, tapi lebih parah karena ga ada counter govt yg bisa nalangin?
yg didapatkan: KEMUNGKINAN pergantian. tapi ga necessarily pergantian sistem.. yg ada pemilu diulang, ngabisin tenaga, biaya, dan orang2 tetep gontok2an.. haduh, mikirnya aja ngeri mas…..
haha, coba, yang menurut mas ga baik, ga bener, ga jujur dan ga berkualitas yg kayak gimana? parameter2 itu sbnrnya ada dan jelas.. cuma karena mas-nya aja me-reject jd relativitas itu jd justifikasi…
Sultan Iskandarsyah at 1:25pm March 25
Sepanjang sejarah dunia,perubahan sistem selalu berkaitan dengan sebuah revolusi. Bagaimana cara mengurangi dampak dari chaos? Orang2 harus memahami dan setuju dengan sistem baru yang akan dibentuk. Kalo orang2 udah paham dijamin gak bakal ada kehancuran seperti yang diperkirakan banyak orang. Padahal yang bikin chaos kemungkinan hanya orang2 yang tidak setuju dengan aturan yang baru karena keuntungan mereka akan hilang dari sistem yang lama.
Saya yakin udah cukup banyak orang yang mengerti dan bisa menalangi pemerintahan sementara untuk sistem baru tersebut,namun mereka belum mendapatkan kesempatan bersuara. Dan kebetulan saya pernah terlibat dengan orang2 tersebut…
standar jujur, baik, bener dan berkualitas saya mencoba mengikuti Al-Quran dan Hadist,karena saya juga masih belajar…..
Kalo merurut anda seperti apa sih bener,baik,jujur dan berkualitas? Maaf ya ngerepotin..
Bwt c-king:Ren,kuliah jam3!! Dah ngerjain tugas blm?
Asrining Tyas at 1:38pm March 25
wah, sy setuju kok bahwa standar jujur, baik dan berkualitas memang ada di al-Quran..
bahkan klo mau lebih pragmatis, standar itu ada di buku manajemen sumber daya manusia di toko buku manapun.. asal penerapannya bener, hehe..
sekali lagi, yg sy ga setuju adalah cara perjuangannya.. menurut saya yg salah adalah kualitas SDMnya, jd perbaikilah calon calon itu, bukannya menghancurkan sistemnya..
Ga ada yg salah dengan sistem demokrasi di indonesia (selain bahwa sistem ini kurang efisien), hanya di tataran praktis perlu dibenahi.. ketika anda bertindak ekstrim tanpa memikirkan jangka panjangnya, itu yg bs jd fatal..
klo emang ingin mempergunakan abstainitas (is it the word?) sbg alat politik, edukasi dulu masyarakatnya.. jgn sampai terkirim pesan: “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”, walah, salah kaprah ntar jadinya..
n.b. emang mas bener2 mau dan sedang mengkampanyekan pemboikotan pemilu ya? ck ck ck.. bener uda dipikir untung ruginya?
Adji A J Bramantya at 3:04pm March 25
wah..si nanda abis dikomporin nehh kayaknya..heheheh
Adji A J Bramantya at 3:19pm March 25
@asri: demokrasi produk kapitalisme, sistemnya translasi dari perekonomian yg mengutamakan pemegang modal terbesar. padahal, mayoritas blom tentu yang paling benar.
saya stuju sama mbak asri klo cara perjuangan dengan meneriakkan golput bisa menimbulkan ketidakstabilan,, karena, MASYARAKAT KITA BELUM SIAP.
@nanda: setidaknya, kita berusaha untuk ga dipimpin oleh yang terburuk dari yang buruk2 nan(itu klo kita asumsikan smua calon legislatif itu buruk). ga mau kan, dipimpin oleh partai2 yang paling banyak bo’ong waktu kampanye? gw sih ogahh..
mending liat diri kita sendiri, udah kaffah belom menerapkan islam dlm hidup sehari2? klo kitanya blom apa2 trus maju ke ranah politik praktis, nantinya kita cuman jadi tong kosong.
pendidikan sejak dini ttg konsep2 islam itulah yang mestinya digalakkan oleh kita, supaya MASYARAKAT KITA SIAP. klo masyarakat kita msih kyk gini, cape dehhh…
Muhammad Anshori at 5:40pm March 25
Kalo menurut saya, kalo mau golput boleh2 aja, kan ada hak untuk memilih dan ada juga hak untuk tidak memilih.tapi kalo dah golput jangan protes ya kalo bbm naik, kalo bayaran sekolah atau kuliah naik dll. kan golput. terus kalo bbm turun ato ada beasiswa pemerintah, ato lokalisasi perjudian ditutup ga boleh komen (dan seharusnya sih g boleh dapat ngerasain bbm turun dst). kan golput. terus kalo mau ubah sistem, boleh2 aja, tapi harus punya konsep yang jelas dari sisi konsep maupun tataran praktis. ga cuma sekedar yang ideal2 aja. terus, sosialisasikan ke masyarakat jangan cuma mahasiswa aja, liat deh respon mereka. biar gak kayak menara gading, pintar diatas tapi ga manfaat buat rakyat di bawah. So, jadi mahasiswa tunjukin dong manfaat lu! =>
Sultan Iskandarsyah at 3:02pm March 26
Yup,tengkyu buat saran2nya.. Mungkin maksud hati benar tapi apa daya cara yang salah.
@aji: gw stuju akan sangat ruginya bila kita di pimpin oleh orang2 yang gak bener,tapi apa gak buang2 waktu untuk menyadarkan 200juta rakyat indonesia sehingga mereka siap? Padahal Rasulullah aja hijrah ke Madina dan membentuk negara disana,trus terciptalah “The Beauty of Islam” sehingga banyak suku2 di Mekkah iri dan ingin bergabung dengan Rasul. Mungkin gak ya kita pake cara gitu?
@asri: Yap bener,salah banget klo kita ngomong “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”.. Makanya,akan berbeda cara saya berbicara dengan orang yang “kurang intelek”. Alhamdulillah di FB orangnya intelek,jadi bisa diajak diskusi
Ada ide buat dakwah yang lebih baik n gak frontal kaya gini?
Mau golput atau gak, yang jelas saya ANTI DEMOKRASI…
Kampret Gantenk at 5:41pm March 26
ealah…mas ini aneh loh…kalo gak ada legislatif sapa yang mo kontrol presiden…emang mo balik ke orde b*ru lagi….jaman kegelapan dan horor di endonesa….mang enak tuh rasanya…”janganlah anda menjadi orang yang berlebihan”…analoginya gini loh buar orang yang kaya mas itu..
suatu hari ada pertandingan bola…nah tim yang kita jagoin dibantai…tim kita sebenernya gak jauh2 beda kualitasnya….nah kita liat tim kita dibantai….apa yang mas akan lakukan:
1. mengomentari saja..dengan mencaci maki. tanpa adanya bentuk riil bantuan.
2. ikut berusaha membangun tim yang kuat…baik dengan cara memasukan pemain jago dari masyarakat kita…biar tim gak dibantai lagi….
pastilah jawabannya cara ke 2…karena kita paling benci sama orng yang omdo tanpa adanya bentuk riil….apalagi mencaci…kalo di alam demokrasi kaya gini gimana caranya masukun “pemaen bola yang jago dan baik hati”..ya dengan adanya pemilu legislatif yang akan membantu pemimpin kita “sang pelatih” menjadi tim yang ..
Kampret Gantenk at 5:42pm March 26
menjadi tim yang handal…khan gak lucu…pemain sama pelatih gontok2an…enakan juga pelatih maenin caranya dia…dengan bantuan pemain2 yang sepaham dan jago2…tim ajb pasti tercipta…makasih
C-Kink Ardya at 11:09pm March 26
auwououououououwoooo… awas yang punya dateng!
asik, notes gue bisa jadi ajang diskusi kaya gini. diskusi lintas jurusan dan lintas propinsi antara teknik nukli, hubungan internasional, fisipol dan hukum. teruskan perjuangan kalian, anak muda!
ikutan ngomong ah… gue sebagai C-Kink cute dengan ini mengatakan bahwa gue pribadi juga anti sama yang namanya demokrasi dan pemilu.
kelemahan terbesar pemilu dan demokrasi adalah karena mereka mengandalkan suara terbanyak untuk menentukan keputusan. sedangkan kecenderungan manusia adalah untuk MENURUTI HAWA NAFSUNYA. jadi nggak heran ketika disurvey, sebagian besar masyarakat mengaku bahwa mereka ru menentukan pilihannya saat kertas suara sudah berada di hadapan mereka, alias di dalem bilik suara….
emang sejatinya, kebijakan2 yang menyangkut orang banyak nggak semestinya dibuka secara publik, lebih2 ke semua penduduk. cukup kita mengamanahkannya kepada orang2 berkompetensi dunia-akhirat untuk merumuskannya, bukan orang yang…
C-Kink Ardya at 11:11pm March 26
…senantiasa berkoar2 menuruti hawa nafsunya. namun sedihnya, hari ini bakalan susah nemuin orang2 kaya gitu. bisa jadi karena lingkungan, bisa jadi karena sistem itu sendiri emang nggak memungkinkan muncul orang2 kaya gitu.
kesimpulannya apa? kepanjanga kalo ditulis disini. mari kita berdiskusi secara lisan dan face to face, lintas jurusan dan lintas disiplin ilmu. pas banget nih, semua orang diatas masih berdomisili di jabotabek. mau? MAU?
Kampret Gantenk at 1:11pm March 27
kagak mau!!
Sultan Iskandarsyah at 12:38am March 29
Seandainya pemuda indonesia mau membuka diri untuk belajar seluruh sistem pemerintahan dunia dan melihat fakta sejarah bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI untuk memajukan bangsa pasti mereka akan meneriakkan perubahan untuk bangsa ini.
Kebanyakan dari kita sejak kecil sudah diajarkan menDEWAkan demokrasi yg nyatanya banyak mudharatnya.
bwt Kampret Gantenk: Saya cuma mau menyatakan bahwa DEMOKRASI adalah SISTEM YANG SALAH bila kita ingin memajukan Indonesia. Ada sistem lain yg lebih baik dari demokrasi. Apa itu? Pelajari sendiri sistem pemerintahan yang ada di dunia. Oiya,seinget saya jaman Orde Baru ada Legislatif kok. Kok bisa sih masih percaya padahal udah dirugikan berkali-kal??..
Kampret Gantenk at 9:15am March 29
mas sultan….saya tahu demokrasi itu bukanlah solusi terbaik untuk saat ini…tapi demokrasi adalah ssitem yang paling sedikit mempunyai mudharat dibangding dengan sistem lain yang ada…”menolak kemungkaran lebih baik daripada mendatangkan kebaikan”. Dan saya bukanlah pembela fanatik demokrasi, tapi bagi saya demokrasi adalah Hal yang PALING … Read MoreMASUK AKAL dibandingkan sistem yang ingin ditegakan…seandainya anda menginginkan KHILAFAH tegak berdiri…tapi anda hanya berkata tanpa ada aksi nyata…itu adalah hal mustahil…kami para pejuang di dalam sistem demokrasi sekuler…ingin merubah secara perlahan demokrasi itu sendiri menjadi khilafah…melalui perebutan kekuasaan dari dalam, melallui jalur legislatif….tapi seandainya anda hanya berteriak “tegakan khilafah..tegakan khilafa” anda terlihat seperti anak kecil…kaern menginginkan segala sesuatunya instan padahal perjuangan NAbi tidaklah instan….butuh waktu 23 tahun…bahkan setelah naabi meninggalpun….orang arab 2/3 murtad…
Kampret Gantenk at 9:19am March 29
kembali….butuh waktu hampir 10 tahun kemudian untuk benar2 meneguhkan kekuatan di tanh Arab….janganlah bersikap seperti anak kecil yang menginginkan mainan mobil2an secepatnya, menginginkan segalanya kembali secepatnya…menginginkan khilafah bukanlah seperti membalik telapak tangan…anda puya cara anda sendiri…kami juga punya cara kami sendiri…marilah kita berlomba dalam kebaikan…semoga Allah melihat perjuangan anda dan kami sebagai amal baik di akhirat nanti…sebagai jawaban atas tanggung jawab dalam da’wahnya…afwan kalo salah…
Sultan Iskandarsyah at 11:14pm March 29
Alhamdulillah akhirnya ada yang berani menyatakan bahwa masuk kedalam sistem adalah salah satu strategi untuk merubah keadaan. Yap,saya setuju masing2 dari kita punya FINISH yang sama namun caranya saja yang berbeda. Tolong pesen buat temen2 yang pejuang di dalam legilatif jangan sampai terbawa DEMOKRASI seperti orang2 tua kita.
Kalian orang2 hebat yang berani mempertaruhkan iman dengan terjun dalam kotornya demokrasi. Hati2 jangan sampai saudara menjadi lawan kalian. Karena didalam demokrasi tidak mengenal kebenaran mutlak sehingga kalian mudah diadu domba. Islam harus bersatu, bukan terpecah-belah.
bwt Kampret Gantenk: Apa benar bila “para pejuang” menguasai 100% bangku DPR kalian berniat mengubah Indonesia menjadi lebih baik? Dengan cara apa? Mungkinkah dengan mengubah Demokrasi menjadi Khilafah?
Kampret Gantenk at 11:06pm March 30
doakan kami saja saudaraku….dukung kami jika kami benar….ingatkan kami jika kami khilaf ataupun lupa…semoga saja niat mulia kami diberikan jalan yang indah olehNya…saudaraku sultan…munculnya khilafah adalah suatu keniscayaan…tapi hal itu memerlukan tenaga dan waktu yang tidak sedikit…seandainya pada giliran kami Allah belum mengabulkannya…maka kami berharap generasi anak dan cucu kami dapat merealisasikannya…setidaknya kami sudah dapat berbuat semampu dan sebaik yang kami dapat lakukan sekarang…setidaknya kami dapat memberikan jalan bagi tegaknya khalifah di negeri ini…semoga Indonesia adalah negeri yang dijanjikanoleh Nabi kita bahwasanya Islam akan bangkit dari timur,….bukan dari tanah Arab…bukan dari mana-mana…tapi dari sini…sesungguhnya kekuasaan dipergilirkan diantara bangsa-bangsa…dan semua bangsa yang memeluk Islam sudah pernah merasakan kemuliaan dan keindahannya…semoga kali ini giliran kita…ALLLAHU AKBAR !!!
Oke deh, begono kira2. Sebuah perdebatan tentang pro-kontra demokrasi, dan langkah2 apa yang kiranya perlu dilakukan untuk mengubah sistem demokrasi itu sendiri.
Apa kesimpulannya? Silahkan temen2 menyimpulkan sendiri, karena gue mengasumsikan otak temen2 kan udah pada cerdas semua, meskipun nggak lebih cerdas dari gue. Jangan pada protes ya, ini tulisan gue kok…
Tapi intinya, gue pribadi pun tergolong makhluk yang anti dengan demokrasi dan pemilu2an. Sekalipun begitu, apakah gue bakalan golput nantinya? Biarlah waktu yang menjawabnya… Ihihihihihihihi… (backsound: suara ketawa kuntilanak)
3 comments April 5, 2009
AngkringanTonight #2
Masih di tempat yang sama dengan hari2 sebelomnya, di salah satu sudut kamar kos beralaskan kasur yang spreinya udah +- 1 bulan lupa diganti (bukan lupa, tapi nggak sempet. Bukan nggak sempet, tapi males). Malem ini sepulang les bahasa Prancis gue ngegelepar nggak ada kerjaan. Niatnya mau ke kosan salah satu anak Nuklir yang bernama Edi Subowo, panggilannya Mawar (bukan nama sebenernya) untuk belajar mata kuliah Komputasi Nuklir, belajar pemrograman Delphi. Tapi karena sms gue ke si Mawar ini pending melulu dan nggak ada kepastian, akhirnya gue leyeh2 aja di atas kasur sambil merenungi nasib gue yang dikaruniai wajah imut ini.
Lagi asik2 merenung, tiba2 cacing di dalem perut gue gemerincing. Eh maksudnya keroncongan. Kenapa harus keroncongan ya, kenapa nggak dangdutan atau campur sari-an, kenapa harus keroncong? Ah whatever.
Cacing2 yang keroncongan di perut gue bukan menandakan bahwa gue ini cacingan, melainkan bahwa gue yang kurus kering begeng kerempeng idup lagi ini sedang dilanda kelaparan yang amat sangat. Kalo kata pepatah, keadaan laper kaya gini disebutnya “bagai mencari jarum di tumpukan jerami”. Korelasinya apa? Ya nggak ada lah!
Akhirnya dengan segenap cacing yang tersisa, gue melangkah menuju warung makan terdekat: angkringan depan kosan! This is the nearest restaurant, closest to my home. Jadilah malam ini, jam setengah 10, gue terdampar di angkringan langganan gue ini, cuma berduaan doank sama Mas2 pedagang angkringannya. Dan kita berdua cuma diterangin oleh sinar rembulan malam hari dan cahaya lampu teplok di gerobaknya. Aaaaah, so sweet…
Dagangan di angkringan ini udah mulai menipis. Nasi dan gorengan masih ada beberapa. Tapi jumlahnya nggak sebanyak yang dulu ketika gue nulis tulisan “AngkringanTonight #1”. Sekarang ini dagangannya bisa dibilang udah hampir mau abis. Alhamdulillah!
Lalu gue pun mulai membuka percakapan dengan kalimat demikian,
“Jeruk angetnya ya Mas!”
Mas2 pedagang angkringan itu, selanjutnya kita sebut aja dengan nama Mr. X (bukan nama sebenernya) langsung merespon ucapan gue. Bagaikan terhipnotis, beliau melakuka apa yang gue minta. Wah gue baru nyadar kalo ternyata gue punya ilmu hipnotis. Buktinya si Mr. X ini mau ngelakuin apa yang gue ucapkan!
Sambil nunggu jeruknya jadi, gue ngemil tempe goreng 2 biji. Nyam nyam nyam… Kalo di angkringan malem2 gini, ditemani semilir angin malem dan diterangi cahaya rembulan, makan tempe serasa makan Pizza. Ada Pizza di setiap gigitan tempe. Sumpah deh! Nggak percaya kan lu? Ya sama, gue juga nggak percaya…
Setelah jeruk angetnya jadi, gue mesen mi rebus dobel, dua bungkus dijadiin satu mangkok. Plus telor juga nggak lupa. Dan sekali lagi, bagaikan terhipnotis, Mr. X melakukan apa yang gue ucapkan dengan sangat patuhnya.
Karena prosesi masak mi ini agak lama, si Mr. X yang malem ini keliatan kesepian dan butuh kehangatan, mulai mencoba melenyapkan rasa sepinya dengan ngajak gue ngobrol.
“Pemilu tanggal 9 April nanti pulang Mas?”
Waouw keren juga nih orang, topiknya tentang pemilu!
“Oh kayaknya nggak Mas, saya nyoblos disini”
“Loh emang bisa? Gimana caranya Mas?”
“Kan ada kaya semacem surat mutasi gitu Mas dari daerah asal. Jadi nanti saya bisa nyoblos disini”
Lalu obrolan kita berlanjut seputar pemilu. Gue pun nanya,
“Udah ada pilihan Mas, kira2 mau milih siapa?”
Dengan santainya Mr. X menjawab,
“Wah belom tau Mas!”
Dia berargumen bahwa sekarang nasibnya bakalan sama aja, mau milih yang mana pun nggak ada bedanya.
“Tapi kalo pemilu 2004 kemaren ikutan nyoblos Mas?” tanya gue lagi.
“Iya Mas, waktu itu saya masih di Bogor”
Bogor? Di sebelah mananya Mas? Deket donk, gue kan orang Depok.
Dan si Mr. X ini ngelanjutin curhatnya tentang pemilu presiden putaran kedua taun 2004 kemaren. Dengan polos beliau bilang bahwa dulu beliau milih SBY, soalnya udah bosen dengan Megawati yang notabene merupakan muka lama. Beliau lebih tertarik dengan muka2 baru macem SBY.
Mt. X juga bilang kalo di kampungnya dulu semua orang pada jagoin Mega. Cuma dia dan segelintir orang yang jagoin SBY. Bahkan dia sampe diketawain sama temen2nya gara2 milih SBY. Tapi dia tetep istiqomah dan berkoar, liat aja siapa yang nanti bakalan menang. Dan akhirnya seperti udah bisa kita liat sekarang, ternyata SBY yang menang, dan si Mr. X ini adalah salah satu konstituennya.
Tapi sekarang karena SBY juga statusnya udah berubah jadi orang lama, makanya Mr. X belom nentuin mau milih siapa. Ya nggak apa2 lah Mas, biar enak pilih aja PPM, Partai Pemersatu Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Warnanya biru muda, lambangnya segi lima sama ada logo bintang warna putih di tengahnya. Pilih PPM di Pemilu Teknik nanti! Loh kok malah kampanye?
Terus gue pun iseng2 berkomentar,
“Tapi sekarang kan udah nggak nyoblos lagi ya Mas, sekarang udah nyontreng!”
Nggak disangka, ternyata si Mr. X ini pun tergolong orang yang melek berita. Beliau juga udah tau kalo sekarang teknisnya make nyontreng, bukan nyoblos lagi. Malah beliau khawatir dengan nasib orang2 tua yang selama ini terbiasa nyoblos.
“Yang bahaya itu yang udah tua2 Mas, agak repot,” kata Mr. X.
“Iya Mas, apalagi namanya kan kecil2, mereka mana ngerti”
Bla bla bla bla bla bla… Si Mr. X ngelanjutin curhatnya,
“Dulu di kampung saya, yang orangtuanya tuh sebelum nyoblos diginiin dulu sama orang2: ‘Mbah nanti kalo nyoblos, cari yang ada gambar moncong putihnya!’. Wah itu gimana, mereka juga kan emang nggak begitu ngerti!”
Obrolan kita masih terus berlanjut seputar pemilu. Sampe tiba2 dari kejauhan terdengar suara orang teriak2. Teriaknya make bahasa Inggris. Tapi logat dan lidahnya bukan khas orang bule. Nggak tau dah ini bule beneran apa bule siluman, bule “bubulen sikil’e”.
Dan setelah deket barulah keliatan, ternyata mereka adalah 5 orang berwajah Asia Timur yang naik 2 motor. Kayanya sih mahasiswa asing. Mereka teriak2 keras banget pake bahasa Inggris, mirip kaya bule keselek pohon pisang. Teriak2 nggak jelas gitu, nggak tau apa maksudnya. Mereka melintas ngelewatin angkringan tempat gue berkhalwat sama Mr. X malem ini. Masih dengan teriakan yang sama. Lalu mereka berlalu gitu aja, tanpa salam dan tanpa permisi, meninggalkan suara teriakan mereka yang masih membahana.
Mr. X pun berkomentar,
“Wuoooo… Orang *tiiiiiit*!” (sensor, menyebut nama salah satu negara)
Pun demikian dengan salah seorang ibu kos di depan angkringan yang tiba2 udah nongol dari balik pintu. Dia nanya ke Mr. X;
“Sopo seh kae?”
“Wong *tiiiiiit* Bu!”
“Lha kok ora nduwe toto kromo!”
Dan si ibu itu masuk lagi ke rumahnya. Sementara si Mr. X yang juga ngerasa nggak nyaman dengan tingkah laku 5 makhluk ajaib tadi ikutan komen,
“Tinggal di negeri orang kok nggak punya sopan santun!”
Sementara gue hanya bisa tersenyum menanggapi keresahan Mr. X terhadap para makhluk asing yang berlaku sewenang2 di tanah leluhurnya.
Lagi siap2 makan mi rebus, tiba2 dateng orang naik motor ke angkringan ini. Ia menghampiri Mr.X dan bertanya,
“Mas, kosan C-19 ini kos laki2 apa perempuan ya?”
Itu kan kosan gue. Tapi Mr. X agak bingung dengan pertanyaan Mas2 yang dateng nggak dijemput – pulang nggak dianter ini.
“C-19 yang mana Mas?”
“Itu yang catnya warna pink!”
Sebelom si Mr. X semakin bingung, langsung gue jawab aja,
“Oh itu kosan laki2 Mas. Tapi kalo suami-istri mau tinggal disitu juga boleh kok!:
Tadinya gue mau nambahin kaya gini, ‘atau kalo ada perempuan mau ngekos disana juga bisa, tapi ngekosnya di kamar saya aja Mas! Gratis juga nggak apa2, saya bayarin. Saya ikhlas deh!’
Si Mas-pencari-kamar-kos itu pun nanya lagi,
“Mas kos disana ya? Bayarnya sebulan berapa Mas?
“Iya. Bayarnya per 3 bulan atau per 6 bulan. Kalo 3 bulan bayarnya sekian, kalo 6 bulan bayarnya sekian” (nb: mohon maaf, tarifnya sengaja nggak gue tulis disini)
“Oh tapi itu luas ya Mas?”
“Iya, kira2 ukurannya 4×3 meter lebih. Kamar mandi dalem juga kok!”
“Ada yang kosong nggak Mas?”
“Wah biasanya pake waiting list tuh! Mending besok pagi coba Mas temuin ibu kosnya aja, terus tanyain mesti waiting list dulu apa gimana”
“Oh iya udah. Makasih Mas ya!”
Kriiiiiik… Kriiiiiik… Si Mas-pencari-kamar-kos ini akhirnya pergi, menyisakan gue berduaan lagi sama Mr. X.
Lalu si Mr. X mulai curhat tentang kosan gue yang keliatannya selalu penuh, Satu penghuni keluar, langsung ada penghuni lain yang ngisi. Rezekinya lancar. Beda sama kosan perempuan yang baru buka di deket sini, udah beberapa minggu tapi sampe sekarang masih belom ada yang ngisi. Ya kalo gitu gue aja deh yang ngisi. Tapi ntar kalo udah ada perempuannya, gue masih boleh disana ya… Lumayan tiap malem bisa keliling keluar masuk kamar tetangga. Astagfirullah…
Nggak lupa Mr. X juga curhat tentang kontrakan di depan yang penghuninya adalah angkatan tua tapi sampe sekanag belom lulus2. Dia heran, kenapa mereka udah kuliah dari jaman kapan tau tapi kok sampe sekarang masih belom kelar. Biasanya pada lama di skripsi dan tugas akhir, kemungkinan mereka pada males ngerjainnya. Gitu kira2 asumsi si Mr. X ini.
Akhirnya mi rebus dobel plus telor gue beres, masuk semua ke perut gue. Cuma sisa piring, garpu sama sendoknya aja. Sengaja nggak gue makan soalnya itu emang haknya si Mr. X ini. Ah alesan aja, bilang aja nggak bisa makan sendok! Ya iyalah, masa ya iya donk!
Sekarang di angkringan ini udah ada 2 orang lagi yang dateng. Jadi gue udah bisa pamit, karena selanjutnya Mr. X bakal ditemenin sama 2 orang yang baru dateng ini.
Sebelom pamit, gue minta 2 biji tempe dibakarin sama Mr. X. Plus teh anget dibungkus. Dan terakhir nggak lupa 3 bungkus kerupuk gue kantongin. Buset dah, ini laper apa nggragas?
Tapi persis sebelom pulang, lagi2 ada sebiji motor yang parkir dan pengendaranya mampir dulu di angkringan ini. Pengemudi motor itu ternyata adalah Mr. S (bukan nama sebenernya), salah seorang temen kosan gue. Lalu kita mulai say hello dan mulai ngobrol2 ringan.
Dan seinget gue, selama 1 taun Mr. S ini ngekos di tempat yang sama dengan gue, baru malem ini gue pernah ngobrol sama dia! Wuaooouwww… Emang selama 1 taun kemaren kemana aja? Ya nggak tau juga sih. Kalo cuma say hello sih udah sering, tapi kalo ngobrol, ya baru malem ini!
Sebenernya nggak ada yang salah sih diantara kita berdua. Gue selama ini emang jarang eksis di kosan, lebih sering eksis di kampus, lebih tepatnya di BEM. Begitupun dengan si Mr. S ini, dia juga oleh anak2 kosan yang lain sering dijuluki dengan istilah “Ansos”, alias “Anti Sosial”, yaitu orang yang jarang bersosialisasi sama temen2 kos yang lain. Tapi ya nggak apa2, malem ini kita udah satu langkah membuka dinding yang memisahkan kita berdua.
Akhirnya semua pesenan gue beres untuk dibawa pulang. Lalu gue pun minta Mr. X menghitung semua komoditas yang gue konsumsi malem ini. Mi rebus dobel plus telor, jeruk anget, teh anget, tempe 4, kerupuk 3. Totalnya adalah 10300 rupiah. Wah, malem ini gue memutar uang sebesa 10300 dari kantong gue ke kantong Mr. X. Ya bagus kan, daripada gue kasih ke para orang2 kaya nan kapitalis?
Setelah pembayaran dan transaksi ijab kabul selesai, gue pun pamit ke Mr. X dan Mr. S. Gue melangkah menjauh meninggaklan gerobak angkringan yang punya penutup warna biru – oranye ini. Gerobak angkringan yang penuh kenangan. Gerobak angkringan yang so sweet dengan ditemani cahaya bulan dan secercah cahaya dari lampu teplok. Gerobak angkringan tempat segala macam manusia berkumpul dan bercengkrama. Gerobak angkringan yang dirawat dengan penuh keringat darah dan air mata.
Dan sekarang, jam setengah 12 malem, gue duduk seorang diri di depan laptop, menulis sebuah tulisan tentang keadaan angkringan depan kosan gue di malam yang sunyi ini…
“Ya Allah Yang Maha Pemurah, jangan lah kau jadikan hati Mr. X condong kepada kesesatan. Berikanlah ia kekuatan dan ketabahan dalam menjalani hidup ini. Tanamkanlah selalu rasa syukur di dalam hatinya. Dan janganlah Kau hukum ia jika ia lalai atau terlupa. Sesungguhnya kebesaran hanyalah milik-Mu ya Allah, maka ampunilah segala dosanya.”
Yogyakarta, 30 Maret 2009
Add comment March 31, 2009
OurFavoriteSong
Yo yo yo yo yo… What’s up bro? Piye kabare dab? Apik2 wae to?
Then again, kali ini gue mau cerita dikit tentang salah satu lagu favorit gue. Eh nggak dikit sih, tapi banyak. Check this one out!
Band favorit gue adalah sebuah band asal negeri sakura sana yang bernama L’arc~en~ciel, selanjutnya cukup kita baca “Laruku” aja. Gue ngefans abis sama Laruku ini. Bahkan gaya ngebass gue pun sangat2 terinfluence dari Bang Tetsu, bassisnya Laruku.
Salah satu lagu Laruku yang paling gue demenin adalah lagunya yang berjudul “Flower”, kalo diterjemahin ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah “Bunga” (bukan nama sebenarnya). Loh kok kaya berita kriminal di koran2?
Lagu Flower ini merupakan lagu yang terdapat di album ke-4 mereka, “True”. Tapi awalnya gue denger lagu ini bukan di album ke-4 itu, melainkan di album the best of-nya Laruku yang dikasi nama “Clicked Single Best”. Di album the best itu, lagu Flower ada di tracklist kedua, diapit oleh Blurry Eyes dan Winter Fall.
Gue lupa persisnya gimana gue bisa suka lagu ini. Abisnya semua lagu Laruku emang enak2 sih. Kalo lagu yang lain mungkin sukanya cuma musiman aja. Contoh: Hitomi no Junin, Jiyuu e no Shotai, Ready Steady Go, dll. Gue suka lagu itu suma waktu video clipnya muncul aja. Setelah agak lama, rasa suka terhadap lagu2 itu pun berkurang dan statusnya jadi biasa aja.
Tapi nggak demikian dengan lagu Flower ini. Dari awal denger emang udah suka. Berbulan2 kemudian, gue dengerin lagi, masih tetep suka. Sekarang pun gue dengerin lagi juga masih suka. Seakan2 lagu ini punya aura magis yang mampu menghipnotis gue. Jadi, ketik REG(spasi)AURA kirim ke 9090. SMS yang kamu dapet langsung dari operatornya lho!
Ketika gue iseng2 buka situs lagu Jepang favorit gue, www.animelyrics.com (wah promosi), akhirnya gue dapet lirik lagu Flower. Lirik lagunya ini make bahasa Jepang. Tapi di sebelahnya ada translate nya ke bahasa Inggris. Jadilah gue baca liriknya sambil bersenandung pelan, dan ternyata… Wuaouw!!! Liriknya nggak sejelek lagunya! Emang udah khasnya orang Jepang untuk bikin lirik yang maknyus!
Nggak tau deh menurut lo gimana, tapi gue ngerasa keren aja ngeliat lirik lagu Flower ini. Lebih2 ketika lagunya gue setel di winamp terus gue ikutin liriknya sambil menghayati translate bahasa Inggrisnya, bener2 menghanyutkan! Seakan2 gue lagi berada di Warung Iga Bakar menikmati sepiring Sate Marangi ditambah segelas Capuccino Float, dengan candle light dinner ditemenin oleh seorang Asmirandah! Loh kok nggak nyambung?
Pun kemudian setelah gue liat video klipnya. Bisa dicari di youtube atau di animelyrics. Ini video klipnya jadul banget, taun 1990-an kayanya. Si Hyde dkk masih keliatan cupu. Tapi biarpun cupu ya tetep aja keren. Style musiknya nggak beda jauh sama yang sekarang. Jadi konsepnya mereka ngeband di balik teralis penjara. Manteb dah pokoknya, you have to see it!
Mungkin ini adalah salah satu lagu Laruku favorit gue. Gue bilang salah satu, soalnya emang masih banyak lagu Laruku lainnya yang gue suka juga, kaya Route 666, Link, My Heart Draws a Dream, Dive to Blue, dll. Dan buat lu2 semua yang belom tau lagunya, gue saranin untuk segera ngedownload di situs2 terdekat. Lebih bagus lagi kalo mau sekalian ngeliat video klipnya, ngeliat Tetsu dkk di jaman dulu.
Oh iya lupa. Lagu Flower ini kan lagu favorit gue, tapi kenapa judul tulisannya kok “OurFavoriteSong” ya? Ya nggak masalah sih, karena emang itu tujuannya. Jadi setelah baca tulisan ini, harapannya lu2 semua jadi penasaran untuk dengerin lagunya. Terus lu download deh, dan lu liat juga video klipnya. Plus nggak lupa juga lu baca liriknya. Akhirnya lu pun terhipnotis dan jadi terpengaruh buat ikut2an suka sama lagu ini. Hohohohoho…
Sebagai penutup, di bawah ini gue sertain juga lirik lagu Flower yang gue dapet dari animelyrics. Di situs itu ada bahasa Jepang sama translate bahasa Inggrisnya. Sekalian iseng2 juga gue tambahin translate untuk lagu ini versi bahasa Indonesianya. Dengan kemampuan bahasa Inggris gue yang pas2an dan dengan insting sastra gue yang nggak becus, gue mencoba menerjemahkan lagu Flower ini ke dalam bahasa sastra Indonesia. Kalo ternyata terjemahannya malah ngerusak trans yang udah kebentuk, mohon maaf yaaaa… Saya kan hanya mencoba, selanjutnya terserah Anda…
Dan supaya lebih enak lagi, mendingan lu baca lirik ini sambil ngedengerin lagunya langsung deh. Dijamin maknyus, menusuk langsung ke ulu hati yang paling dalem. Jleeeeb…!!! Akkh… Crott… Crooott…!!!
Oke tanpa banyak omong lagi, here they are, “Flower” only for you! Let’s check it out!
Flower
(L’arc~en~ciel)
Words & music: Hyde
Sou kizuiteita gogo no hikari ni mada
Boku wa nemutteru
Omoidoori ni naranai SCENARIO wa
Tomadoi bakari dakedo
Kyou mo aenai kara
BED no naka me wo tojite
Tsugi no tsugi no asa made mo
Kono yume no kimi ni mitoreteru yo
Itsudemo kimi no egao ni yurete
Taiyou no you ni tsuyoku saiteitai
Mune ga itakue itakute kowaresou dakara
Kanawanu omoi nara semete karetai
Mou waraenai yo yume no naka de sae mo
Onaji koto iun’da ne
Mado no mukou hontou no kimi wa ima
Nani wo shiterun’darou
Tooi hi no kinou ni
Karappo no torikago wo
Motte aruiteta boku wa
Kitto kimi wo sagashitetan’da ne
Azayaka na kaze ni sasowarete mo
Muchuu de kimi wo oikaketeiru yo
Sora wa ima ni mo ima ni mo furisosogu you na
Aosa de miageta boku wo tsutsunda
Like a flower
Like a flower
Like a flower
Like a flower
Flowers bloom in sunlight and I live close to you
Ikutsu mo no tane wo ano oka e ukabete
Kirei na hana wo shikitsumete ageru
Hayaku mitsukete mitsukete koko ni iru kara
Okosareru no wo matteru no ni
Itsudemo kimi no egao ni yurete
Taiyou no you ni tsuyoku saiteitai
Mune ga itakute itakute kowaresou dakara
Kanawanu omoi nara semete karetai
***
Flower
(L’arc~en~ciel)
Words & music: Hyde
Yes, I just noticed. In the afternoon sun
I am still here, sleeping
Wondering why the scenarios in my head
Aren’t going as planned. But
Because I can’t see you today
I’ll just lie in my bed, eyes closed
Even until tomorrow, and the day after that
I’ll just watch you in my dreams
I want to sway with your smile forever
Flowering as strong as the sun
My heart hurts, it hurts, because it’s about to break
If these wishes never come true, at least let me wither away
I can’t even laugh anymore
You say the same words even in my dreams
Out there, I wonder
What the real you are doing
Clutching a birdcage
In a long distant yesterday
I walked around,
Looking for you
Even if the beautiful winds tempt me away,
I’m still desperately chasing you
The sky is so blue, it looks like it’s about to fall down
As I look up, it wraps itself around me
Like a flower
Like a flower
Like a flower
Like a flower
Flowers bloom in sunlight and I live close to you
I’ll send countless seeds onto that hill
I’ll cover it with beautiful flowers for you
Please find me, find me quickly, because I’ll always be here
I’m still just waiting to be woken up
I want to sway with your smile forever
Flowering as strong as the sun
My heart hurts, it hurts, because it’s about to break
If there wishes never come true, at least please let me wither away
***
Flower
(L’arc~en~ciel)
Words & music: Hyde
Ya, aku tersadar
Pada matahari sore ini
Ku masih terdiam disini, tertidur
Merenungi mengapa semua
Berjalan tak sesuai inginku
Tapi
Karena aku tak dapat melihatmu hari ini
Ku hanya ingin berbaring disini
Memejamkan mata
Bahkan sampai hari esok
Dan hari-hari selanjutnya
Ku hanya mampu memandangmu
Hanya dalam mimpiku
Aku ingin
Melenggang dengan senyummu, selamanya
Dan berbunga, setegar matahari
Hatiku terasa perih
Perih dan perih
Seakan ingin hancur
Jika inginku itu tak mungkin terwujud
Maka biarkanlah aku layu sendiri, disini
Ku tak dapat tertawa lagi
Kau ucapkan kata-kata yang sama
Sekalipun hanya dalam mimpiku
Dan di luar sana
Aku ingin tau
Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan
Terkurung dan terpenjara
Dalam masa lalu yang jauh
Aku terus berjalan
Mencari dimana dirimu berada
Meskipun keindahan angin ini
Menarik diriku menjauh
Ku tetap berusaha mengejarmu tanpa lelah
Langit itu sangatlah biru
Seakan-akan hendak runtuh
Dan ketika aku melihatnya
Langit itu telah menyelimuti diriku
Seperti bunga
Seperti bunga
Seperti bunga
Seperti bunga
Yang tumbuh di bawah sinar mentari
Dan ku ingin berada dekat denganmu
Akan kutaburkan
Ribuan benih di bukit itu
Dan akan kututupi
Dengan bunga-bunga indah
Hanya untukmu seorang
Temui aku segera
Cepat temui aku
Karena ku kan selalu disini
Menunggu untuk terbangunkan
Aku ingin
Melenggang dengan senyummu, selamanya
Dan berbunga, setegar matahari
Hatiku terasa perih
Perih dan perih
Seakan ingin hancur
Jika inginku itu tak akan terwujud
Maka biarkanlah aku layu sendiri, disini
***
Reference: www.animelyrics.com
4 comments March 28, 2009
PenemuanRadioaktivitasAlami
Gue lagi iseng2 buka buku2 Fisika gue jaman SMA dulu. Dengan kompetensi gue saat ini sebagai mahasiswa Teknik Nuklir UGM semester 6, gue mau coba review dan flashbasck ke pelajaran2 Fisika di masa2 SMA. Kesannya dulu Fisika tuh pelajaran yang susah banget, padahal sekarang setiap harinya gue berkutat dengan segala sesuatu yang berbau2 Fisika. Teknik Nuklir sendiri merupakan program studi yang berada di bawah Jurusan Teknik Fisika. Fisika oh Fisika…
Sebenernya niat gue untuk buka buku2 Fisika jaman dulu ini juga terjadi karena suatu ketidaksengajaan. Loh, emang ada niat yang nggak sengaja? Jadi awalnya kan gara2 tugas penulisan laporan praktikum radiokimia, gue diharuskan untuk nyari dasar teori tentang kelarutan/solubility dan harga kali kelarutan (Ksp). Padahal materi ini sama sekali nggak gue dapetin semasa kuliah. Terakhir kali gue dapetnya waktu kelas 3 SMA dulu sama guru Kimia gue, Bu Desriningsih, yang punya anak perempuan manis yang namanya Monik (penting ya?).
Karena itulah, gue mesti bongkar2 buku Kimia gue jaman SMA dulu. Dan waktu lagi asik nginget2 masa lalu gue yang kimia-addict, gue jadi kepikiran buat sekalian buka buku2 Fisika SMA. Buat ngecek aja, jaman SMA dulu gue udah dapet pelajaran tentang ilmu2 nuklir sampe sejauh mana.
Dan setelah gue buka buku2 SMA itu, ternyata ada satu hal yang menyedihkan. Apa itu? Yaitu adalah bahwa ternyata sebagian besar pelajaran jaman SMA dulu adalah HAPALAN semua! Dengan status gue saat ini sebagai mahasiswa, gue cukup miris ngeliat buku2 SMA yang gue rasa isinya bener2 terlalu hapalan dan terlalu teoritis. Tapi lebih sedihnya lagi, kok dulu gue manut2 aja ya dapet materi kaya gitu? Sekarang barulah gue ngerasa kalo ada yang salah dengan kurikulum kita. Huiks huiks…
Eh tapi nggak gitu juga sih. Buat gue yang anak Teknik, mungkin materi2 kaya gitu terasa sangat kaku dan sangat nggak enjoyable. Tapi mungkin buat anak2 MIPA yang emang kesehariannya berkutat dengan hal2 kaya gitu, ya mungkin mereka bakalan fine2 aja. Nggak tau juga deh…
Oke cukup, bukan itu yang mau kita bahas disini. Udah jadi kebiasaan gue untuk melenceng dari judul yang udah ditetapkan, karena otak kanan gue terlalu hobi untuk berkreasi dan berinovasi serta berimajinasi suka hati. Mari kita kembali lagi ke jalan yang lurus, shirat-al-mustaqim.
Gue buka2 buku Fisika gue waktu kelas 2 semester 2 dulu. Di daftar isinya ada materi2 ini:
- Optika Geometrik
- Alat-Alat Optik
- Sinar Katode
- Struktur Atom Hidrogen
- Struktur Inti dan Radioaktivitas
- Reaksi Inti dan Teknologi Nuklir
Poin 1 dan 2 nggak gue pelajarin di kuliah. Kalo anak Fisika MIPA dan Fisika Teknik mungkin iya. Begitupun poin 3 dan 4, gue nggak terlalu diarahin kesana. Poin 4 gue pernah dapet, tapi cuma gambaran umumnya aja. Tapi untuk poin 5 dan 6, ranah itulah yang lagi gue pelajarin saat ini. Jadi poin 1 sampe 4 cuma gue baca2 sekilas aja. Sedangkan untuk poin 5 dan 6 juga sama, cuma gue liat2 sekilas. Loh?
Waktu lagi buka2 bab tentang Struktur Inti dan Radioaktivitas, gue nemuin sebuah tulisan menarik yang nyeritain tentang asal-usul penemuan radioaktivitas alami. Keren juga nih buku. Seinget gue selama gue kuliah di Teknik Nuklir, belom pernah gue diceritain tentang sejarah penemuan radioaktivitas alami. Tapi buku Fisika SMA ini punya ceritanya! Jadilah sekarang gue baru tau gimana asal-usulnya radioaktivitas itu ditemuin (aduuuuuh Mas… Emangnya dulu waktu SMA kemana aja???).
Rasanya rugi kalo sejarah penemuan radioaktifitas alami pertama kali ini cuma gue simpen sendiri aja. Selaku mahasiswa Teknik Nuklir yang setiap hari berkutat dengan radiasi, gue punya tanggung jawab untuk mencerdaskan lu semua tentang segala sesuatu mengenai kenukliran, dan sejarah penemuan ini merupakan salah satunya.
Jadilah sekarang kita masuk ke inti acara, alias inti tulisan ini yang udah gue cantumin sebagai judul tulisan ini: Penemuan Radioaktivitas Alami. Mau tau gimana ceritanyanya? Nanti aja yah, gue tulis di tulisan gue yang lain, biar lu semua pada penasaran. Hohohohoho… Baru mau masuk ke inti tulisan, eh tapi tulisan ini udah harus gue akhiri sampe disini. Jadi ceritanya di pending dulu yaaaa…
Add comment March 26, 2009
PagiPagi
Hari ini adalah hari libur nasional, dalam rangka memperingati meninggalnya kucing milk tetangga sebelah yang mangkat gara2 kelindes sepeda roda tiga yang dikendarain oleh seorang balita. Loh kok?
Hari ini bertepatan dengan hari raya Nyepi, merupakan hari libur nasional. Kalo nggak percaya, coba aja liat kalender, pasti hari ini warnanya merah. Kecuali kalo kalender lu adalah kalender fotokopian, warnanya cuma item-putih doang.
Mumpung libur, dari kemaren gue udah ber-azzam kalo pagi ini gue mau ngenet di VidiNet, tempat ngenet cowok cerdas (eh itu mah slogannya Kompak ya). Kenapa harus pagi ini? Soalnya mumpung lagi libur. Kenapa harus pagi2? Soalnya kalo pagi masih murah, masih dapet diskon dari tengah malem. Kenapa harus di VidiNet? Soalnya yang deket kosan gue cuma itu doang, dan koneksinya juga bisa dibilang cepet. Kenapa harus cepet? Banyak tanya gue kepret juga lu!
Kenapa harus ngenet? Duh masih nanya2 juga… Ya nggak apa2 deh, kali ini gue jawab. Urgensi gue ngenet pagi ini adalah karena ada banyak kerjaan yang mau gue kerjain. Diantaranya adalah ngecek email. Kalo ini sih udah jadi kewajiban, dimana setiap kali kita ngenet, pasti kita langsung ngecek email dulu. Setelah ngecek email, situs apa yang kita buka selanjutnya? Yup, lu semua adalah benar kalo ngejawab: facebook! Ayo ngaku, lu juga suka gitu kaaaaan???
Tapi nggak cuma itu doang. Berkaitan dengan kuliah ke-nuklir-an, ue juga mesti nyari nilai tetapan kelarutan Iodium pada larutan PbI2 dan nyari besarnya waktu paruh I131. Hufff… Serta nggak lupa gue pengen nyari lirik lagunya Remioromen yang judunya Konayuki.
Akhirnya pagi ini gue mempersiapkan diri. Setelah Subuhan, sikat gigi, dandan dan segala macem, gue panasin MyLovelySolBro yang setia nangkring di depan kosan. Lalu gue lajukan MyLovelySolBro ke tempat VidiNet berada, setelah sebelomnya nggak lupa gue buka dulu gerbang pager kosan gue.
Nggak lama kemudian gue nyampe di VidiNet. Dari dalem mobil, gue liat VidiNet pagi ini bisa dibilang sepi, malahan sepi banget. Hal ini terlihat dari jumlah motor yang parkir di sana, cuma ada sekitar 2 butir, eh 2 buah. Jumlah motor yang parkir secara nggak langsung memiliki korelasi linearitas dengan jumlah pengunjung di dalemnya.
VidiNet di pagi hari kaya gini emang biasanya tergolong sepi. Biasanya kalo gue ke sini pagi2, motor yang parkir nggak nyampe 10-an. Di dalemnya pun banyak komputer yang kosong, cuma sebagian aja yang kepake. Padahal kalo malem parkirannya penuh banget. Di dalemnya pun kita masih mesti ngantri dulu, namanya ditulis di waiting list.
Tapi pagi ini lain dari pagi2 biasanya. Motor yang parkir cuma ada 2 biji. Ya nggak apa2 lah, yang penting mobil gue kan nggak ganggu eksistensi motor mereka gitu loh.
Lalu gue pun turun dari MyLovelySolBro dan melangkah menuju pintu masuk VidiNet. Prok prok prok… Kira2 gitu bunyi langkah kaki gue, sama kaya jalannya Pak Kapiten. Dan kita pun sama2 punya pedang panjang, walaupun dalam makna yang berbeda. Hohohoho…
Dan akhirnya setelah gue persis nyampe di depan pintu masuk VidiNet, barulah gue ngerti kenapa cuma ada 2 motor yang parkir disana. Kenapa? Soalnya persis di pintu masuk VidiNet itu ada tulisan kaa gini:
“TUTUP / CLOSED”
Buajigur… Pentesan aja motor yang parkir cuma dikit, VidiNet nya tutup kok! Dan di sebelahnya juga ada pemberitahuan bahwa karena hari ini hari raya Nyepi, jadinya mereka meliburkan diri. Wah, warnet yang buka 24 jam ternyata bisa libur juga ya. Kalo burjo 24 jam pada libur juga nggak ya?
Akhirnya dengan langkah gontai, gue balik lagi ke tempat MyLovelySolBro parkir. Dan gue pun melaju pulang, balik lagi ke kosan. Gue nggak minat ngenet di tempat lain soalnya gue nggak berani jamin koneksinya bisa secepet di VidiNet ini.
Jadilah niat gue untuk ngenet pagi ini batal, sehingga sekarang gue lagi terdampar nongkrong di kosan, buka2 laptop. Sembari ditemenin lagu Konayuki nya Remioromen dan lagu Only Human nya Susumu Ueda, gue ketik deh sebuah tulisan yang sekarang tulisan yang gue ketik itu lagi lu baca. Hohohohohoho…
4 comments March 26, 2009
IdoHaveApromise
I’ve got a task to finish my radiochemistry practical work report. Radiochemistry practical work is my second radioactive-lab-work at Nuclear Engineering research program in Physics Engineering, while the first radioactive-lab-work is called “radiation measurement and detection”.
The theme of my radiochemistry practical work is about solubility. The objective is to find the solubility of PbI2. Before I work with my report, I have to study about solubility first to understand about the theory of solubility itself. But my biggest problem is that I never had any solubility lesson in college. And the last time I had studied solubility, it was in my past high school! It means that it was about 3 years ago!
So I have to re-open my old high school book and search for the solubility lesson. Fortunately, my old chemistry books are inside my filing cabinet in my room at Jogja. Then I go search for it, and finally I find those solubility’s theory in my third grade high school book. Ah, so lovely…
When I open the book, the inside cover attract me. There is a Periodic Table draws there. It brings back memories. The memories of my past in those lovely high school. The memories of my past about the chemistry lesson that I always loved it. The memories of my past when I used to think that I wanted to continued my study in Nuclear Engineering because I loved chemistry so much. Now I know that Nuclear Engineering is not only about chemistry, but it has a lot of physics on it!
And once again, those Periodic Table reminds me of the promise that I have been made. What promise is it?
Before I answer that question, let’s see the Periodic Table first. If you don’t have one, then just imagine it on your mind. Periodic Table has a lot of box, and every box is filled with different atomic numbers and different elements. For example, the box in the most top-left is filled with the world “H”, which is means Hydrogen with atomic number is one. The most right boxes are filled with noble gas and popular with its magic atomic number, such as He for Helium, Ne for Neon, etc. Now, you should have remembered about Periodic Table, haven’t you?
If you do so, then let’s take a look at the most down boxes in the Periodic Table, especially some boxes in the right. In my chemistry book, the boxes are ended at the atomic number 112, with Uub for Ununbium element is on it. The Periodic Table has a box-space up until atomic number 118, but the last element is Uub with atomic number 112. But maybe the new one already has been updated up to 113 or 114 atomic number elements.
But it is still doesn’t touch the number 118 itself. Then, what does it means? It means that, there are still some elements that has not been found yet! And the elements are those who have atomic numbers 118, 117, 116, 115 and maybe 114 and 113.
That was my promise. When I was in third grade high school, I had a very genius seatmate called “Karnanim”. We both loved chemistry so much. We were the person who was always enthusiasm to answer any chemistry question. And because of our loves to chemistry, we also made a promise at that time.
What promise?
See Periodic Table once again. Do you see the blank space after the box with atomic number 112, Uub? And can you find the box with atomic number 118 on it? That is our promise!
We both made a promise that we will be the person who found them! We made a promise that we will find the elements that has not been find today! We will! Sure we will, Insya Allah!
We made an agreement that Karnanim will find the element with atomic number 117. Then I will complete the Periodic Table by find the element with atomic number 118. The names of those elements are referred to our name. Element with atomic number 117 is called “Karnanimium”, and the last element with atomic number 118 is called “C-Kinkium”. That was our promise!
Now, 3 years has passed. Karnanim is studying in Chemical Engineering at University of Indonesia, while I am still confused to study in Nuclear Engineering at Gadjah Mada University. Both of our concentrations are still related with our past promise, even though it is only a little bit off.
Both of us still have an endless journey. Both of us still have a lot of unrevealed future. Will we fulfill our promise? Just let the time answered it. And if you ask me, I would like to say: “YES WE WILL, INSYA ALLAH!”
1 comment March 26, 2009
LinkMbanyol
Tes…Tes…Dor…!
Ini ada link, mbanyol juga nih link. Tapi konyol. Tapi autis. Tapi jayus. Tapi seru. Tapi buajigur. Tapi asik. Tapi yaaaa gitu deeeh…
Penasaran? Ya udah buka aja sono…
5 comments March 23, 2009
DontAskMeWhatIsThis
I walk alone tonight
Through a long, dark, and lonely road
Without any lights shining
Without any friends coming
Even my shadow won’t accompany me
Sometimes I like to feel
That I was so selfish myself
I always want everybody to knows me
But I know none of them
I always want everybody to knows my existence
But I never know that they are exist too
Sometimes I like to feel
That I was so loser myself
I can only see it
Without even touch it
I can only dreaming
Without any moving
This world is so lively
But why do I’m alone?
This world is so noisy
But why do I’m here?
If I got no one
And i had no place to go
Would it be alright?
Could it be alright?
I still walk alone tonight
Through a long, dark and lonely road
The one that I always lose myself
But I hope, next time I pass this road again
I WON’T BE ALONE ANYMORE!
Add comment March 23, 2009
TipeMahasiswaApakahKamu
Kemaren gue dapet pengalaman menarik. Dalam rangka sekolah kaderisasi BEM KMFT UGM yang merupakan rangkaian acara open recruitment limited edition, tiap anggota baru yang terbagi dalam kelompok2 diwajibkan untuk nampilin sebuah drama. Dan gue yang kebetulan adalah satu2nya angkatan 2006 yang nongol di acara itu, akhirnya didapuk oleh panitia untuk jadi juri di pementasan drama ini, ber-4 bareng 3 orang temen gue lainnya yang semuanya angkatan 2007. Gue doang yang tua sendiri. Tapi gue doang yang paling imut sendiri…
Di salah satu pementasan drama itu ada yang menarik, yaitu tentang debat antar bermacam tipe2 mahasiswa. Jadi, masing2 mahasiswa dengan karakteristiknya masing2 memperdebatkan keyakinannya bahwa tipe mahasiswa seperti mereka lah yang terbaik.
Ada 4 tipe mahasiswa yang diutarakan disitu, yaitu:
1. Mahasiswa Kupu2
Kalo yang ini paling udah pada tau kan ya. Mahasiswa Kupu2 alias mahasiswa yang kerjaannya cuma KUliah-PUlang KUliah-PUlang, makanya dinamain Kupu2. Sekalipun kadang2 suka gue plesetin, Kupu2 disini kepanjangannya adalah KUliah-PUsing KUliah-PUsing.
2. Mahasiswa Kura2
Nah yang ini agak baru nih. Kura2, apaan tuh? Mahasiswa Kura2 adalah mahasiswa yang hobinya rapat dan berorganisasi, sehngga dinamain Kura2, KUliah-RApat KUliah-RApat. Pilih kuliah apa rapat hwayoo?
3. Mahasiswa Kunang2
Mahasiswa Kunang2 bukanlah tipe mahasiswa yang kalo pagi kepalanya selalu berkunang2 gara2 begadang ngerjain soal, tapi adalah tipe mahasiswa yang selalu berkunang2 gara2 semaleman nggak tidur dan kelayapan kemana2. Nongkrong di mall, dugem, hang out, dll, Kunang2, artinya adalah mahasiswa yang KUliah sambil seNANG2, meskipun keliatannya lebih banyak porsi senang2nya.
4. Mahasiswa Kuda
Hah, kuda? Hieeeeeeek… Ini mahasiswa apa kuda? Jangan salah sangka dulu, definisi mahasiswa Kuda disini adalah KUliah sambil DAgang, alias mahasiswa yang punya jiwa entrepreneur yang tinggi. Sambil kuliah, sambil dagang. Apa yang diperdagangkan? Ya macem2, bisa makanan, aksesoris, alat tulis, bahkan contekan master laporan praktikum sekalipun. Jasa titip absen juga bisa diperdagangkan lho!
Itu tadi 4 tipe mahasiswa yang disebutin di salah satu pementasan drama di sekolah kaderisasi. Lumayan mbanyol juga sih, gimana kita disuguhi 4 tipe mahasiswa yang kesemuanya pada narsis dengan karakteristiknya masing2.
Pada akhirnya, gue selaku dewan juri diminta untuk ngasih komentar buat penampilan tim drama ini. Dari 4 tipe mahasiswa itu tadi, ternyata gue jadi terinspirasi untuk menambahkan tipe2 mahasiswa yang ada. Jadilah di sela2 komentar gue itu, gue sempilin tipe2 mahasiswa tambahan yang belom sempet disebut di pementasan tadi. Mereka adalah:
1. Mahasiswa Kuat
Definisi mahasiswa Kuat disini bukanlah mahasiswa yang bodinya berotot dan perutnya six pack kaya gue gini, tapi mahasiswa Kuat adalah mahasiswa yang KUliah tapi kepribadian dan kelakuannya kaya anak AuTis, suka petakilan nggak jelas. Kuat = KUliah-AuTis. Dan sedihnya, sebagian besar kader BEM KMFT UGM merupakan penganut aliran mahasiswa Kuat. Huiks huiks…
2. Mahasiswa Kultum
Mahasiswa Kultum. Apa kepanjangan dari Kultum? Kultum adalah KULiah Terserah antUM. Mau kuliah atau nggak kuliah, terserah antum. Jadi, hari ini mau masuk kuliah apa bolos aja nih? Ya terserah antum…
3. Mahasiswa Kuman
Mahasiswa Kuman, meskipun kedengerennya aneh, tapi harus diakui pasti ada tipe mahasiswa Kuman di sekitar kita. Emang kaya gimana sih tipe mahasiswa Kuman? Mahasiswa Kuman adalah mahasiswa yang dateng KUliah tapi belom MANdi. Jadi secara nggak langsung dia telah mendzhalimi temen2 sekelasnya dengan bau harum yang memancar semerbak dari tubuhnya itu.
4. Mahasiswa Kupret
Apa kepanjangan dari kata Kupret? Nggak ada kepanjangannya, kupret ya kupret. Jadi mahasiswa Kupret adalah mahasiswa yang Kupret. Kupret dasar!
Nah itu tambahan dari gue tentang tipe2 mahasiswa yang ada di sekitar kita. Pun setelah acara drama itu selesai dan ketika gue nulis tulisan ini, gue jadi kepikiran juga buat nambahin tipe2 mahasiswa lainnya.
1. Mahasiswa Kusen
Disadari atau nggak, mungkin ada banyak tipe mahasiswa Kusen disekitar kita. Mahasiswa Kusen adalah mahasiswa yang KUliahnya titip abSEN. Sebenernya mahasiswa kaya gini bisa dibilng makhluk ghaib, soalnya orangnya nggak nongol di kelas, tapi kok di absensi ada tanda tangannya ya?
2. Mahasiswa Kudis
Kudis, KUliah-DISiplin. Waouw, keliatannya keren juga nih tipe mahasiswa Kudis, mahasiswa yang kuliah dengan penuh kedisiplinan tinggi. Emangnya disiplin dalam hal apa? Ya nggak tau juga sih, mungkin disiplin nyontek tugas, disiplin nyalin laporan, atau disiplin titip absen. Bener2 disiplin!
3. Mahasiswa Kurus
Mau tau mahasiswa Kurus itu kaya gimana? Ya untuk tau contoh konkritnya, liat aja gue sendiri. Gue adalah tipe mahasiswa Kurus yang udah nggak perlu diragukan lagi. Emang mahasiswa Kurus maksudnya apa? Mahasiswa Kurus adalah mahasiswa yang memiliki berat badan dibawah garis kemiskinan, alias mahasiswa kurus kerempeng begeng jarang makan dan cacingan. Duh, melasnya nasibmu Nak…
Wokeh, itu tadi ada beberapa tipe mahasiswa yang gue tawarin disini. Kalo lu punya tipe mahasiswa versi lu sendiri ya silahkan ditambahin.
Mungkin ada tipe mahasiswa Kuburan, KUliah sambil liBURAN (kaya Nasikun di Korea). Mungkin ada tipe mahasiswa Kuntilanak, Kulah tapi udah punya anak. Mungkin ada tipe mahasiswa Kutu, KUliah dengan IP satU. Dan sebagainya.
Ayo sekarang kita coba bandingin, termasuk tipe mahasiswa yang manakah kita?
2 comments March 23, 2009
AngkringanTonight
Malem ini, gue baru pulang dari les Jepang di PBJ UNY. Les Jepang yang sarat makna, soalnya tadi akhirnya gue berhasil mendapatkan arti kata “autis” dalam bahasa Jepang, yaitu: “jiheishoo”. Sementara untuk orang yang bener2 autis, alias bos-nya autis, istilahnya adalah “jiheishoo-cho”. Duh ngapain juga nanya2 kata autis dalam bahasa Jepang. Dasar autis! Jiheishoo!
Balik lagi. Gue baru pulang dari les Jepang. Pas lewat angkringan yang letaknya di depan kosan agak sonoan dikit, gue ngeliat angkringan itu sepi nggak ada pengunjung. Cuma ada mas2 pedagang angkringan yang lagi selonjoran madesu ngejagain gerobaknya sambil nungguin datangnya pembeli. You know angkringan? Yes, angkringan also known as cat-rice, alias nasi kucing.
Ngeliat angkringan lagi sepi, gue jadi kepikiran buat mampir dulu ke situ bentar. Lumayan lah buat ngisi perut gue yang six pack dan berotot ini. Sekalian gue juga mau beli kopi buat nutrisi begadang malem ini.
Akhirnya setelah markirin MyLoveySolBro persis di depan kamar, gue beranjak melangkah ke angkringan. Ngeliat gue mau nongkorong di angkringan, si mas2 pedagang angkringan itu, sebut saja “mas X” (bukan nama sebenernya, soalnya gue lupa namanya siapa) langsung sumringah. Beliau yang tadinya leyeh2, langsung pasang posisi stand by, ready to serve.
Gue pun nongkrong di sana dan segera mesen coffeemix anget. Sementara mas X lagi ngeramu coffeemix angetnya, gue liatin makanan2 yang ada di gerobak angkringan itu. Loh kok tumben2an, makanannya masih banyak banget. Padahal sekarang udah jam setengah 9-an. Biasanya kalo gue nongkrong di angkringan jam segini, makanannya udah hampir abis. Tapi ini nggak, masih nyisa banyak banget. Ya nasi kucingnya, gorengannya, kerupuknya, kepala ayamnya, satenya, sedotannya dan kantong plastiknya. Dua poin terakhir kayanya nggak penting deh…
Biasanya sih, jam segini makanannya udah pada sekarat, udah tinggal penghabisan doang. Nasi, gorengan dan lauknya udah pada abis semua. Paling cuma cabenya doang yang masih nyisa. Itu juga gratisan. Tapi sekarang masih pada numpuk semua. Sampe gue sendiri juga kaget.
Terus gue mikir, kalo malem ini makanannya nggak abis, terus mau diapain ya? Apa mau diangetin buat besok? Apa mau dimakan sama mas X nya sendiri? Apa mau dikasih ke kucing (masa iya, kucing makan nasi kucing?)? Atau apa mau disedekahin ke tempat dugem yang buka sampe pagi?
Sejatina gue pengen nanya gitu ke mas X, tapi gue takut bakal dapet jawaban yang nggak mengenakkan. Mana ada pedagang mau rugi gara2 dagangannya nggak kejual. Dan juga sekarang kan lagi ngetren tuh, makanan kadaluarsa diawetin lagi, terus dikemas sedemikian rupa sehingga konsumen nggak tau kalo sebenernya makanan itu udah nggak layak makan. Hiiiii…
Daripada su’udzon yang nggak2, yang bisa gue lakuin sekarang hanyalah ngebantuin si mas X ini supaya dagangannya hari ini bisa ludes. Jadilah gue mesen 1 coffeemix anget. Terus gue minta 4 gorengan buat dibakar. Sambil nungguin gorengannya dibakar, gue makan 3 gorengan yang udah tersedia. Dan setelah gorengannya selesai dibakar, gue minta dibungkusin 1 coffeemix anget lagi. Plus 3 bungkus kerupuk juga gue kantongin. Jadilah malem ini gue beli gorengan 7, kerupuk 3 dan coffeemix 2, dengan total biaya 8500 rupiah. Pantesan aja gue nggak gemuk2, uang 8500 keluar cuma buat ngisi angin doang!
Itu gue lakuin nggak lain dan nggak bukan supaya dagangannya si mas X ini cepet abis, supaya nggak ada lagi makanan yang tersisa hari ini. Tapi karena rasa penasaran gue udah nggak tertahankan lagi, akhirnya sambil nungguin mas X ngebungkusin pesenan gue, gue memberanikan diri untuk nanya:
“Mas, ini makanannya kalo hari ini nggak abis terus dikemanain?”
Si mas X yang lagi asik ngutak-ngatik pesenan gue, ngejawab,
“Oh ini nanti dikembaliin ke juragannya”
Juragan?
“Loh, emangnya ini Mas bikin sendiri apa beli?”
“Ini saya ngambil dari juragannya. Kalo ada sisa nanti dikembaliin lagi”
Tuing2… Ternyata dalam dunia angkringan juga ada juragan2nya toh. Terus sii mas X ini nambahin lagi,
“Jadi saya nggak perlu khawatir bakalan rugi, Mas!”
Oh ternyata gitu ya… Sejatinya gue pengen nanya lebih jauh lagi, abis dikembaliin ke juragan, terus makanannya mau diapain. Tapi gue rasa itu bukan kompetensi mas X ini untuk ngejawab pertanyaan tersebut. Gue mesti nanya langsung ke juragannya supaya dapet jawaban yang memuaskan. Akhirnya gue nanya yang lain aja.
“Kalo gerobaknya ini punya juragan juga apa punya Mas sendiri?”
“Oh kalo gerobak ini punya saya sendiri Mas”
Akhirnya pesenan gue semua udah siap. Gue langsung ngeluarin 9 lembar uang seribuan yang dibales dengan sekeping uang 500an oleh mas X. Lalu gue pun berterima kasih dan berpamitan sama mas X ini.
Sekarang waktu menunjukkan sekitar jam setengah 9an lewat. Biasanya angkringan ini tutup jam 10 atau jam 11an. Masih ada beberapa jam lagi sebelom mas X ini pulang kembali ke kandangnya. Yang berarti masih ada beberapa jam lagi waktu yang dimiliki mas X untuk menunggu pembeli dateng dan menghabiskan dagangannya hari ini, supaya dia nggak mesti repot2 ngembaliin dagangannya ke juragan angkringan sebagaimana yang dia maksud.
Dan gue berjalan menembus pekatnya malam, melangkah menjauhi angkringan ini, memunggungi mas X yang masih setia dengan gerobaknya. Entah kehidupan seperti apa yang akan dia jalani di keesokan hari nanti…
“Ya Allah, mudahkanlah hidup mas2 pedagang angkringan ini. Lapangkanlah rezekinya. Sejahterakanlah hidupnya. Ampunilah dosanya. Jauhilah ia dari hal2 buruk. Lindungilah selalu dalam naungan-Mu. Wafatkanlah ia syahid di jalan-Mu. Dan tempatkanlah ia selalu di dalam surga-Mu.”
Yogyakarta, 19 Maret 2009
2 comments March 21, 2009
NggakNyolotLagi
(Sebelom mulai masuk pembahasan, gue mau nulis dulu bahwa sejatinya judul diatas kurang sreg dengan tulisan ini. Awaknya tulisan ini mau gue kasih judul “KestabilanEmosi”, tapi karena tulisan ini masih ada kaitannya sama tulisan gue sebelomnya yang berjudul “NyolotLagi”, ya udah deh akhirnya gue ngasih judul diatas buat tulisan ini.)
Di suatu pagi yang bukan malem2, gue lagi asik nongkrong di kelas buat ngedengerin Pak Agus Budhi Wijatna bercuap-cuap olala ngajar mata kuliah AMDAL, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Lagi asik2 konsentrasi dengerin Pak Agus ngejelasin tentang langkah2 perizinan proyek, tiba2 saku kiri celana gue bergetar. Drrrrtt… Drrrrtt… Wah awas ada gempa! Ayo ngumpet dibalik rok anak SMA!
Eh tapi masa gempa cuma di kantong sebelah kiri doank? Jelas bukan gempa lah, melainkan ada sms yang masuk ke handphone Nokia 6681 gue, dimana parameter bahwa telah masuknya sms itu ditandai dengan adanya getaran dari handphone gue.
Sms itu berasa; dari perempuan yang sama dengan perempuan yang gue maksud di tulisan gue yang berjudul “NyolotLagi”. Sms nya lumayan panjang, ada 3 halaman. Berarti dia mesti keluar pulsa +- 300 rupiah buat ngirim sms ini, soalnya kita sama2 pake Im3. Duh penting ya?
Bla bla bla bla… Gue baca sms itu di dalem hati. Read it. Undesrtand it. Remember it. Tapi belom masuk ke tahap destroy it, soalnya kalo pagi itu sms nya udah keburu gue destroy, ya sekarang gue nggak bisa nulis tulisan ini donk.
Sms itu juga masih ada kelanjutannya sama yang dulu. Dan dari 3 halaman sms itu, kalimat terakhirnya berbunyi kaya gini:
“Semua’a dah clear.. Afwan kalo kmaren gw trlalu meledak2.. Kumpulan emosi yg tertahan..”
Ting-tong! Dulu aja marah2 sama gue, sekarang minta maaf. Idih, emang akika cowo apaan bow…
Sekali lagi, karena gue dikaruniai rezeki sebagai makhluk yang nggak punya perasaan, abis baca sms itu gue nggak butuh waktu lama untuk balik lagi ngedengerin ceramahnya Pak Agus Budhi: “Jadi anak2, jika sel sperma berhasil menerobos masuk dan bertemu dengan sel telur, maka akan terjadi pembuahan. Selanjutnya sel hasil pembuahan ini akan berkembang dan berkembang selama +- 9 bulan, lalu brojol keluar, dan jadilah kalian semua yang jelek2 dan autis ini!”. Aduh, nggak mungkin banget di mata kuliah AMDAL ada materi kaya gini…
Dulu waktu si perempuan itu sms gue yang marah2, Alhamdulillah gue yang nggak punya perasaan ini bisa fine2 aja. Sekarang setelah si perempuan yang sama sms ke gue lagi untuk minta maaf, gue juga fine2 aja. Kalo pun ternyata suatu hari nanti perempuan itu meninggal, ya Insya Allah gue juga fine2 aja. Akika kan nggak punya perasaan gitchu bow..
“Afwan kalo kmaren gw tralu meledak2.. Kumpulan emosi yg tertahan..”
Don’t mention it. Ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki masih jauh lebih dahsyat. Hidup nuklir!
Tapi emang itulah salah satu karakteristik manusia yang sering kali kita lupain: terlalu cepet ngikutin emosi. Terlalu ekspresif. Atau kalo pake bahasa dakwah: menuruti hawa nafsu. Cieh, tumben2an gue bisa ngomong bener. Tepok tangan dulu ah… Plok plok plok…
Manusia memiliki kecenderungan untuk lebih menuruti hawa nafsunya, dalam hal ini adalah emosi. Emosi disini nggak berarti emosi marah2, tapi juga sedih, senang, bahagia, menangis, dll, semuanya bagian dari emosi.
Ketika kita ngerasa marah, seringkali tanpa sadar kita langsung seenaknya aja marah2 dan meledak2 kaya Gunung Krakatau. Padahal bisa jadi, kadar marah kita ngelebihin yang seharusnya, sehingga kita belebih2an dalam marah2. Bahasa dakwahnya: bid’ah, alias berlebih2an. Dan kita sama sekali nggak mau tau gimana rasanya orang yang dimarah2in itu, kita cuma pengen ngelampiasin semua kemarahan yang kita punya.
Demikian juga ketika kita lagi bahagia, kita langsung jadi ketawa2 sendiri dan girang2 jejingkrakan kaya makhluk autis. Padahal bisa jadi, orang2 di sekitar kita lagi berduka akan suatu hal.
Ataupun ketika kita lagi sedih, aura kita seharian murung, lesu, letih, lelah, nggak semangat dan lemah syahwat, sehingga nggak bisa membahagiakan pasangan. Ups maap, salah konteks. Kita terlalu bangga mengekspresikan kesedihan kita sampe2 kesedihan kita ini ngenganggu temen2 kita yang mungkin lagi butuh semangat.
Dalam Hukum Newton, ada prinsip keseimbangan gaya. Dalam mekanika, ada prinsip kestabilan gaya. Dalam termodinamika, ada prinsip kesetimbangan energi dan kestabilan sistem. Dalam ilmu ekonomi-akuntansi, ada prinsip keseimbangan dan kestabilan neraca. Dan dalam Al-Qur’an pun, ada prinsip mizan. Begitupun kaitannya dengan emosi, harus ada keseimbangan dan kestabilan. Inilah yang gue namain dengan “KESTABILAN EMOSI”, sebuah frase yang sedianya mau gue jadiin judul tulisan ini.
Iya, ini adalah apa yang gue sebut sebagai “KESTABILAN EMOSI”, bahasa Inggrisnya: “emotional stability” (bener nggak tuh?). Kestabilan emosi adalah gimana caranya kita bisa sedemikian rupa mengendalikan kestabilan emosi kita sehingga nggak mengganggu emosi orang2 di sekitar kita.
Contoh kasus di atas, alias kasus yang gue alamin sendiri, gimana ketika seseorang ngerasa sedemikian marahnya, dia sampe bisa ngomong gini ke gue:
“Lo tau sberapa besar kebencian gw dlu sama lo. Dan skarang seribu kali lipat jauh lbh benci!”
Itu gara2 dia udah sedemikian dongkolnya, sampe dia punya ilmu yang Einstein sendiri nggak tau, yaitu ilmu untuk me-multiplikasi-kan perasaan benci. Sementara sekarang setelah dongkolnya udah agak2 turun, omongannya berubah jadi:
“Afwan kalo kmaren gw tralu meledak2.. Kumpulan emosi yg tertahan..”
Gyahahahahahaha… Ketawa dulu ah… Gyahahahahaha… Awas ada lalet masuk!
Alhamdulillah, dia marah2 dan minta maafnya ke orang yang nggak punya perasaan, jadi keadaan antara sebelom dan sesudahnya, Insya Allah bakalan sama aja. Kalo dalam bahasa Fisika nya: steady state condition. Tapi pernah kah terbayangkan jika ketika dia marah2 ke seseorang, orang itu jadi ketularan naik darah juga dan jadi ikutan dongkol sama dia? Dan ketika dia mau minta maaf, orang itu telah menutup pintu maaf baginya? Whatever, that wasn’t my business!
Untuk itulah, mari kita coba untuk menanamkan istilah “KESTABILAN EMOSI” di dalam alam bawah syahwat kita. Eh Astagfirullah, maksudnya alam bawah sadar kita. Karena akan sangat berbahaya kalo kita menggunakan emosi ini nggak pada tempatnya. Ibaratnya, seorang Michael Schumacher mengendarai motor Yamaha 800 CC punya Valentino Rossi, maka hasilnya Cristiano Ronaldo bakalan kesulitan mencetak gol. Loh kok nggak nyambung?
Gue sering dikritik sama temen gue, kalo ekspresi gue terlalu datar untuk seekor makhluk imut sekaliber gue. Mereka bilang, mereka nggak bisa ngebedain kapan gue lagi marah dan nggak. Soalnya katanya tatapan mata gue terlalu cool untuk itu (kata gue sendiri). Dan mereka juga nggak bisa ngebedain kapan gue serius dan kapan gue ngejayus. Soalnya gue sering ngelontarin lelucon jayus dengan ekspresi datar. Dan gue nggak sedih, tapi gue malah berbangga dengan itu semua. Huahahahaha… Ih autis banget dah ah! Ini juga lu pasti lagi pada bingung kan, sebenernya tulisan gue ini lagi marah, serius, jayus atau biasa aja?
Intinya, mari kita coba menerapkan “KESTABILAN EMOSI” dalam keseharian kita. Nggak perlu ngalahin bom atom kalo lagi marah. Nggak perlu sebanjir Bengawan Solo kalo lagi sedih. Nggak perlu jingkrak2 penuh keautisan kalo lagi seneng. Dan nggak perlu keliling dunia adalah lagunya Gita Gutawa yang jadi soundtracknya Laskar Pelangi (%X&@#$!!!)
Dan terakhir, sekali lagi, kesimpulannya gimana?
Ya kali ini gue nggak bakal jawab “talk to my hand” lagi, tapi gue cuma pengen jawab:
“TALK TO MY PAST!”
*hey hey yang ngerasa namanya “past”, dicariin tuh…*
2 comments March 21, 2009
KampanyeTerselubung
Gue lagi buka inbox handphone Nokia 3510 gue yang umurnya udah 7 taun, yang gue isi nomor Simpati di dalemnya. Udah jadi kebiasaan gue untuk nge-refresh sms2 di inbox gue, supaya nggak kepenuhan. Sekaligus juga untuk nutupin jejak gue dari makhluk2 iseng yang hobinya buka2 inbox orang. Hohohoho…
Kalo kita kerja jadi agen (agen mata2 lho, bukan agen minyak tanah atau agen koran), secuil apapun barang bukti itu bisa menjadi senjata yang sangat berharga. Karena itulah kita harus memusnahkan segala barang bukti yang kita punya, sekecil apapun itu. Jadilah gue selalu ngapus2in sms di inbox gue beberapa menit setelah sms itu nyampe. Read it, understand it, remember it, then destroy it. So everybody won’t know what was happened.
Kalo gue lagi sibuk sampe nggak sempet ngapus sms, biasanya gue ngapusin nya malem2 sebelom tidur. Jadi inbox gue yang terakumulasi selama 1 hari itu gue musnahkan di malem harinya, supaya di keesokan hari muat untuk diisi sms2 lainnya. Tapi nggak semua sms gue apus2 sih. Sms2 yang bernilai, kaya sms informasi, sms motivasi atau sms jayus biasanya gue simpen dulu, buat arsip selama beberapa hari.
Kita balik lagi ke bahasan awal. Nah waktu gue lagi ngapus2in inbox gue itu, gue nemu salah satu sms kiriman salah seekor temen gue yang nggak perlu gue sebutin namanya disini, apalagi gue pajang fotonya. Temen gue ini ngingetin gue (dan semua orang yang dia sms-in) tentang pemilu legislatif yang akan berlangsung nggak nyampe 1 bulan lagi. Gini nih isi sms-nya, dengan penggunaan bahasa yang dah gue rapiin sesuai dengan EYD, Ejaan Yang Disempurnakan (kan gue patuh sama guru2 Bahasa Indonesia):
“Pemillu tinggal 25 hari lagi. Marilah kita berdoa semoga pemilu 2009 menjadi momen lahirnya pemimpin yang amanah dan semoga rakyat Indonesia terbuka hatinya untuk memilih wakil rakyat yang bersih, peduli dan profesional menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.”
Sender:
15-03-2009
12:37:08
Nah gitu isi sms-nya.
Apakah ada yang aneh dengan sms di atas?
Sepintas, keliatannya sms itu fine2 aja kok, berisi tentang sosialisasi pemilu dan harapan2 dari pemilu 2009 ini.
Tapi coba diliat sekali lagi. Adakah yang janggal dengan sms itu?
Kalo lu ngerasa nggak ada yang janggal, ya nggak apa2. Kalo pun ternyata lu ngerasa ada yang janggal, juga nggak apa2. Kalo lu nggak mau baca tulisan ini pun nggak apa2. Dan kalo lu bingung gue lagi nulis apa, ya nggak apa2 juga. Gue juga bingung kok gue ini lagi nulis apa…
Tapi yang jelas, kalo lu semua pada nyadar, sms di atas itu nggak cuma berisi tentang sosialisasi pemilu, tapi ada 1 hal lagi yang diberitakan secara tersirat di sana.
Apa itu?
Itu adalah 1 hal yang bernama…
…KAMPANYE!
Hohohoho… Iya, kampanye. Ada unsur kampanye di sms itu, kampanye yang tersirat dan terselubung. Ayo coba diliat sekali lagi, dimana unsur2 kampanyenya?
Gue nggak mau ngasih tau disini, mana unsur2 kampanye di dalem sms tersebut. Kalo iya, ya berarti sama aja gue ikutan kampanye donk. Jadi biarlah lu sendiri aja ya yang nyari, gampang kok.
Lalu, apakah sms kaya gitu adalah sesuatu yang salah? Nggak tau juga sih, tapi kita nggak bakalan ngebahas antara salah dan bener disini. Ini cuma salah satu metode kampanye yang nggak spesifik, tapi terselubung. Kalo kata elit politik: kampanye cerdas. Meskipun gue juga nggak ngerti kampanye cerdas tuh maksudnya apa…
Oke, jadi kita akhiri aja tulisan ini segera. Mari kita bersiap2 menghadapi pemilu 2009 dengan tetesan darah dan air mata, karena gue percaya, jika kita (baca: Indonesia) terus menerus bertahan dalam sistem demokrasi dan pemilu seperti sekarang ini, maka keinginan untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik hanyalah sebuah MIMPI BELAKA!
NB: ada yang udah berhasil nemuin unsur2 kampanye di dalem sms tersebut?
2 comments March 21, 2009
HanyaKhayalan
Bismillahirrahmanirrahim
Melalui tulisan ini, aku ingin menyampaikan secuil khayalan yang sempat terlintas di dalam pikiranku. Semoga khayalan ku ini tidaklah membuat diriku menjadi seseorang yang panjang angan2, melainkan semoga khayalan ini adalah suatu cita2 yang dengan izin Allah Al-Mujiib akan dapat terwujud di suatu hari nanti, insya Allah.
Katakalah suatu hari nanti aku telah menjadi salah seorang pemimpin di negara ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan katakanlah suatu hari nanti Obama2 masa depan atau Hillary2 masa depan selaku pemimpin negara laknatullah Amerika Serikat datang berkunjung mengunjungi negara penuh berkah yang kaya akan sumber daya alam ini.
Sebagimana lazimnya kunjungan kenegaraan, tentunya akan diisi dengan obrolan2 omong kosong yang berisi tentang pujian2 dan kesepakatan langkah2 kedua negara kedepannya. Dan tentunya, negara sekaliber Amerika Serikat akan memberikan pujian seperti ini bagi negara Indonesia:
“Kami bangga melihat Indonesia. Indonesia adalah negara yang hebat, karena mampu menerapkan sistem demokrasi di tengah keberagamannya. Tidak salah kalau Indonesia dinobatkan sebagai negara demokrasi terbesar ketiga* di dunia”
(*Setelah Amerika Serikat dan India, yang mana jumlah penduduknya melebihi Indonesia)
Lalu, bagaimana aku akan membalas ucapan tersebut? Semoga jawaban ini cukup untuk memuaskan kita semua:
“The great democracy country? I would like to say: fuck your democracy! Your fucking democracy gives me nothing but demolition!
Better than compliment my country with democracy, why don’t you take a look your own democracy?
Who is using democracy as its main reason to conquer other countries?
Who is using democracy to push poor countries?
Who is using democracy to take an advantage for itself?
Who is using democracy as its shield?
And still, do you proud with this fucking democracy, while democracy is a tool you made, use to conquer this whole world?”
Then, after they hear what I’ve said, I can’t imagine what will their face looks like. Confuse? Fury? Shame? High-tempered? Well, what the hell, whatever…
Itulah khayalanku. Khayalan seekor makhluk autis yang geram melihat segala kepongahan dan kedzhaliman yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Khayalan seekor anak manusia yang bingung memikirkan cara apa lagi yang harus dilakukan untuk menyadarkan para pemimpin negeri ini. Karena, pertemuan pemimpin2 negara selalu dihiasi dengan obrolan2 mulut manis. Sementara pada aksi nyata di lapangan, negara besar dengan kapitalismenya selalu saja berusaha untuk memperkaya diri sendiri dengan membodohi negara2 kecil di sekitarnya.
Jadi, sudah waktunya kita bangkit. Negara ini butuh pemimpin yang berani. Negara ini butuh pemimpin yang tegas. Negara ini butuh pemimpin yang tidak cinta dunia dan tidak takut mati. Ada yang bersedia?
3 comments March 15, 2009
NyolotLagi
Di suatu pagi yang berawan, ketika gue lagi asik goyang2 senam pagi dalam rangka Makrab Departemen PSDM BEM KMFT UGM di dusun Cangkringan, Sleman, handphone gue bergetar. Drrrrrt… Drrrrrt… Kira2 gitu bunyi getarannya. Segera gue buka handphone gue dan gue baca sebaris sms yang masuk disana:
“Knapa jadi marah sama gw? Hah gw SEBEEEELLL!!!
Lo tau sberapa besar kebencian gw dlu sama lo. Dan skarang seribu kali lipat jauh lbh benci!”
Gitu kira2 isi smsnya. Sebelomnya udah ada 2 sms panjang, yang isinya sebaiknya nggak perlu gue nongolin disini. Cukup sms ke-3 aja, yaitu adalah sms yang baru aja kita baca diatas.
Lagi asik2 senam, tiba2 gue dapet sms kaya gitu. Maksudnya apa? Alhamdulillah untung gue terlahir sebagai seorang manusia yang nggak punya perasaan, jadi sms kaya gitu nggak banyak mempengaruhi kestabilan mental serta emosi gue. Dengan gaya profesional kaya ajaran para trainer, gue masih tetep bisa ngelanjutin senam dan acara2 selanjutnya seperti biasa, penuh dengan keakraban dan canda tawa. Nggak ada seorang pun yang tau kalo di inbox gue ada sebiji sms autis kaya itu tadi.
Sms itu dikirim oleh seekor perempuan temen seangkatan gue yang lagi menempuh kuliah di Bogor. Nggak kaget sih baca sms kaya gitu, secara dia emang nggak punya saringan di otaknya. Dan dulu juga gue udah pernah dijajah sama dia selama 3 taun di SMA, jadi ya gitu deh.
Disini gue nggak mau berpanjang lebar cerita macem2, tapi cuma pengen ngapain ya gue juga nggak tau.
Tapi intinya… Gue juga nggak tau intinya apa…
*gubrak…!!!* Jatoh dulu ah…
Oke, jadi intinya adalah:
“Lo tau sberapa besar kebencian gw dlu sama lo.”
Iya gue tau, gue yang ngerasain kok. Dan gue juga tau kalo kebencian lu sama gue itu jauh lebih besar daripada seberapa besar gue tau kebencian lu sama gue.
“Dan skarang seribu kali lipat jauh lbh benci!”
Gue nggak tau ini orang pake perhitungan aljabar macem gimana, kok bisa2nya perasaan benci itu di-multiplikasi-in sampe 1000 kali besarnya. Apa dia pake deret Fourrier, transformasi Laplace, metode Eigen-Muller, perhitungan kekritisan, atau apalah whatever… Terus rasa benci itu satuannya apa ya? Elektron volt? Kilo Pascal? Becquerel? Meter per sekon kuadrat? Atau kilo Watt per jam? Ah I dunno…
Daripada bingung ya mendingan gue akhirin aja tulisan ini. Jadi, tulisannya sampe sini aja ya. Izinkan gue mengakhiri tulisan ini dengan sebuah doa:
“Ya Allah, jika aku menjadi temannya adalah suatu keburukan, maka pisahkanlah kami berdua.”
“Dan jika aku menjadi temannya adalah suatu kebaikan, maka buatlah agar ini menjadi buruk, supaya kami berdua akhirnya terpisahkan juga…”
Astagfirullah… Nggak tau deh doa kaya gini bakal dikabulin apa nggak, kan kita nggak boleh berdoa untuk keburukan. Tapi bisa jadi, kita memandang baik sesuatu padahal itu buruk bagi kita, dan bisa jadi kita memandang buruk sesuatu padahal itu baik bagi kita.
Jadi… Kesimpulannya gimana?
TALK TO MY HAND!
Add comment March 15, 2009
StartItAllOverAgain
“Sigh…”
It’s been a long time since the last time I did update my lovely blog. Maybe it was just about 2 weeks ago, when I posted “MenkoEksternal#2”. I should say sorry for leaving my blog alone. But I would like to say thank you very much for you whom always wait faithfully for my next post.
The reason why I didn’t update my blog is because I was so busy in the last 2 weeks. The college had started its existence, also with its never ending duty and homework. And the organization had having a lot of agenda.
Not only that, but I also took a course of French language class, 3 days a week, 2 hours each meeting. This one also stole my precious time a lot. So I needed to eliminate some of my activities, and this blog activity is the one which eliminated.
Honestly, now I still in such a busy situation, just like weeks before. And next, it will be more tiring than before, because there will be a lot of group-duty and presentation at the college. The organization will be more complex with its big events. The French class is still running, and I also take a course of Japanese language class. Monday, Wednesday and Friday are French class time, while Tuesday, Thursday and Saturday are Japanese class time. And I shouldn’t forget about my duty to prepare my KKN (Kuliah Kerja Nyata) in Gorontalo at July-August, insya Allah.
But now in my only 4 hours free time, I like to spend a little time of my life to write this article. Just to do writing as my hobby, because I need to update my blog before it comes rotten. Even though the result is only a short-meaningless article like this, but it’s okay, never mind.
If you want to look deeply, this short-meaningless article is very special for me. Why is it? Because this is my very first full-English blog article that is posted in my blog. Hihihihihi… Surprise, isn’t it? I myself also surprised with this: how could an autism person with TOEFL result only 487 can write a full-English blog article like this?
You don’t need to answer that, and so do I. The only thing you need to do is to read my blog completely, and the only thing I need to do is keep writing, so that I do promise to myself that I will conquer this world with my hand-made article. Does everyone agree?
Add comment March 15, 2009
MenkoEksternal#2
Okeh eperibodi, para penonton, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, semua yang ada disini…
Akhirnya masa jabatan gue selaku Menko Eksternal telah memasuki bulan ketiga. Yang berarti gue harus mereview langkah2 gue selama 1 bulan yang lalu, tepatnya sepanjang bulan Februari. Mau tau ceritanya? Yuk yaaah…
Bulan Februari adalah bulan HPTT, Hari Pendidikan Tinggi Teknik alias Dies Natalis alias ultahnya Fakultas Teknik UGM. Rangkaian acara HPTT ini dibuka tanggal 1 Februari, dengan acara pembukaan berupa opening ceremony, jalan sehat, makan2, lomba2, dll.
Untuk acara pembukaan ini, sejatinya yang diundang hanyalah para dosen dan karyawan Fakultas Teknik UGM beserta keluarganya. Namun mereka juga memberikan undangan untuk 5 orang perwakilan mahasiswa, dalam hal ini adalah BEM KMFT UGM. Jadilah gue yang berstatus mahasiswa dapet kesempatan untuk dateng di acara ini, ber-4 bareng sama Miftah si Ketua BEM, Fauzi Cabul si Menko Internal dan Nasikun si calon mantan Kadept PSDM. Sementara jatah 1 orang lagi tadinya mau dikasih buat Tyas Busuk si Sekretaris Eksekutif atau si Ade Autis si alumni BEM, tapi mereka nggak mau ikutan.
Lalu di pagi hari ketika acara siap2 mau mulai, gue ber-4 dateng ke meja registrasi buat daftar dan registrasi sekaligus nyetor nama. Pas daftar ternyata kita juga dapet baju HPTT. Normalnya kita semua dapet baju yang ukurannya L, tapi karena gue takut bajunya kegedean, gue inisiatif minta baju yang ukurannya S. Bukan S untuk Small, tapi S untuk Seksi. Soalnya pas gue coba, ternyata baju ukuran S ini emang ngepas banget sama body gue yang six pack dan berotot ini. Ngepas dan ngepress gitu. Bukannya jadi keren, gue malah keliatan kaya banci salon atau homo2 gitu…
Setelah ganti baju, kita langsung ngumpul di tempat acara, tepatnya di deket tiang bendera. Opening ceremony dilakukan di sana, yaitu Pak Tumiran selaku Dekan Fakultas Teknik memotong tali yang ada balonnya, yang mana di balon itu disertain juga sebuah kertas berhadiah. Tulisannya kalo nggak salah bunyinya gini. “siapa aja yang bisa nemuin kertas ini, silahkan menghubungi KPTU Fakultas Teknik UGM untuk ditukar dengan hadiah”. Gue agak lupa juga sih hadiahnya apa. Dan setelah Pak Dekan memotong talinya, balon itu pun terbang mengangkasa diiringi tepuk tangan dari seluruh perserta yang ada disana. Plok plok plok plok plok…
Kemudian acara dilanjutkan dengan jalan sehat. Jalan sehat muterin Fakultas Teknik, mulai dari KPTU, ke ringroad Teknik Selatan sampe ujung Teknik Kimia, terus turun tracking ke pinggiran Kali Code, terus tembus ke Pogung, terus ke Selokan Mataram sampe Jalan Grafika, terus masuk lewat pintu gerbang Fakultas Teknik, terus ke ringroad Teknik Utara, terus lewat Teknik Arsitektur, terus lewat Mustek alia Musholla Teknik dan akhirnya kembali ke KPTU. Di KPTU kita udah disambut dengan sajian makanan. Langsung aja gue comot segala macem kue basah yang ada serta soto ayamnya. Slruuuup nyam nyam… Jangan pada ngiler ya.
Setelah acara pembukaan HPTT 63 ini berakhir, gue izin ke Pak Bos Miftah untuk cuti hamil. Loh masa cuti hamil? Ya iya lah, masa ya iya donk…
Bukan cuti hamil sih, tapi gue pengen pulang dulu ke Depok tercinta untuk ngeliat kondisi rumah yang lagi direnovasi. Direnovasi gara2 Global Warming yang makin hari makin Warmer aja, yang ngebuat rumah gue jadi kebanjiran.
Akhirnya setelah 1 minggu cuti hamil, bayi di dalem perut gue brojol juga. Ternyata bayinya laki2, dan langsung gue kasih nama Siti Aisyah Asmiranda. Ya tentunya, 2 kalimat tersebut adalah imajiner belaka.
Maksudnya, setelah 1 minggu gue pulang ke Depok, gue balik lagi ke Jogja gara2 mesti ngisi KRS. Sekalian selama 1 minggu itu juga gue bergelut dengan raker nya BEM KMFT UGM. Raker yang tetep alot seperti biasa, gara2 pada nggak mau ngalah. Sampe tulisan ini ditulis pun raker itu juga masih belom finish.
Beberapa hari sebelom 14 Februari, hari dimana orang2 bodoh-tolol-blo’on-goblok-idiot ngerayain Fucklentine’s Days, Departemen Kajian Strategis alias Kastrat, yang dulu gue pernah memimpin disana, ngadain diskusi tentang asal-usul Fucklentine’s Days. Selaku mantan Kadept, gue pun ikut serta numpang eksis di acara diskusi itu.
Plus di pertengahan bulan Februari, gue kedapetan amanah untuk ngewakilin Fakultas Teknik UGM di lomba debat Rexona: “Rextreme Futur Protetion Challenge”. Nggak cuma gue doank, tapi ber-4 barengan sama Ikhsanudin, serta Fauzi Cabul dan Ade Autis yang namanya tadi udah gue sebut di awal.
Lomba debat yang diadain di Ambarukmo Plaza ini lebih sreg kalo gue namain lomba debat autis, soalnya lombanya kurang intelek2 gimana gitu. Lomba ini sebenernya merupakan rangkaian acara promosi produk ketek itu tadi. Mereka lagi ngadain acara di Amplaz, dan lomba debat autis ini merupakan salah satu rangkaian acaranya yang bertujuan untuk menarik massa dari kalangan mahasiswa, dalam hal ini adalah para suporter tim lomba debat universitas yang bersangkutan. Untungnya sepanjang lomba ini nggak banyak anak2 Teknik yang dateng nyuporterin gue. Padahal temen2 gue semuanya udah pada gue sms-in kalo gue bakaln nampil lomba debat ngewakilin Fakultas Teknik UGM di Amplaz ini. Tapi realitanya, hampir sama sekali nggak ada yang dateng kecuali Fina dan Dinda. Duh, gue mesti seneng apa sedih ya?
Lomba debat bin autis ini diikutin 8 Universitas yang semuanya diwakilin oleh Fakultas Tekniknya, dengan format sistem turnamen. Selain UGM ada Universitas Negeri Yogyakarta UNY, Univeritas Ahmad Dahlan UAD, Sekolah Tinggi Teknologi STTNas, Universitas Islam Indonesia UII, Univesitas Atmajaya Yogyakarta, Universitas Santa Dharma, dan Universitas Kristen Duta Wacana UKDW.
Waktu technical meeting dan setelah pembagian jadwal, gue udah janjian sama UAD untuk ketemuan di semifinal, janjian sama UII untuk ketemu di final, dan janjian sama uang 1.5 juta bahwa uang itu bakalan gue bawa pulang. Tapi ternyata manusia hanya bisa berencana sedangkan Allah Al-Jabbaar yang menentukan. Di lombanya sendiri, gue ber-4 emang berhasil lolos ke semifinal dengan ngalahin UNY. Tapi ternyata gue nggak ketemu sama UAD sebagaimana yang udah dijanjiin, tapi ketemu sama STTNas yang ngalahin UAD. Pun demikian dengan UII yang udah kalah duluan sama Universitas Sanata Dharma. Padahal anak UII yang turun di lomba debat autis ini tuh anak UKM Debat lho!
Tapi nggak masalah, gue masih punya janji sama uang 1.5 juta selaku hadiah untuk juara pertama. Di semifinal, gue berhadapan sama STTNas, dan gue pun optimis Insya Allah bisa lolos ke final. Soalnya jalannya debat emang condong ke arah gue. Tapi ketika hasil akhir diumumin, nggak tau kenapa yang lolos ke final malah si STTNas itu. Huiks huiks… Lenyap deh uang 1.5 juta itu…
Karena kalah di semifinal, lalu gue harus tanding sekali lagi untuk perebutan tempat ketiga, yang hadiahnya 750 ribu rupiah. Disini kita ngelawan Sanata Dharma. Dan dari jalannya debat pun, mestinya kemenangan ada di pihak gue. Tapi sekali lagi, tim juri yang terdiri dari orang2 produk ketek tersebut malah menangin si Sanata Dharma. Ya jadilah di lomba debat ini gue ber-4 ngeraih posisi ke-4 Hadiahnya cuma berupa souvenir tas dan kaos doank, nggak dapet uang tunai. Eh sebenernya sih dapet, uang makan dan transportasi yang dikasih panitia untuk tim yang lolos semifinal. Pun souvenir gue itu sempet ketinggalan di sana, lupa gue bawa pulang. Untung Tyas Busuk si Sekretaris Eksekutif kebetulan lagi ada di Amplaz juga, jadi gue minta tolong dia buat ngambilin.
Selepas dari lomba debat autis ini, gue dan Fauzi Cabul dikasi info bahwa beberapa hari kemudian bakalan ada talkshow tentang pengembangan potensi diri dalam nentuin pilihan. Gue sama Fauzi manut2 aja, dengan janji bahwa insya Allah bakalan dateng kalo sempet.
Di pertengahan bulan Februari juga, diadakan pidato Dies Natalis Fakultas Teknik UGM, acara yang masih termasuk dalam rangkaian acara HPTT. Pidato ini isinya ya semacem sambutan dan refleksi gitu, dari Pak Tumiran selaku Dekan dan Pak Sujarwadi selaku Rektor UGM yang berasal dari Jurusan Teknik Sipil. Plus ada 1 pembicara lagi yang namanya Pak Bondan. Beliau adalah alumnus Fakultas Teknik UGM yang dulu pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara. Tapi gue lupa itu waktu jaman kapan.
Sebenernya gue nggak tau acara pidato ini terbuka untuk umum apa nggak, soalnya mahasiswa yang dateng cuma sedikit, itupun statusnya undangan. Sedangkan yang lainnya adalah para dosen, pejabat dekanat dan karyawan Fakultas Teknik UGM. Selepa pidato yang juga disertai dengan penghargaan2 bagi pegawai2 tertentu itu, dilanjutin dengan makan2. Dan selaku anak kos yang selalu kelaperan, gue pun memberingas dengan melahap sebanyak mungkin makanan yang ada disitu. Ada sate, bakso, bubur, roti, buah2an, minuman bersoda, dll. Nyam nyam nyam… Sekali lagi, nyam nyam nyam…
Malemnya, gue diamanahin Woki Botak untuk ngejemput pembicara dari LIPI, Pak Bambang, yang bakalan jadi pemateri untuk seminar HPTT keesokan harinya. Lalu gue dan Arif pun menjemput beliau di stasiun Tugu sekaligus nganter ke penginapan.
Besoknya setelah paginya gue ngejemput Pak Bambang dari penginapan ka kampus, gue ikut jadi peserta di seminar HPTT itu. Tapi di tengah jalan gue udah harus pergi, soalnya gue sama Fauzi Cabul mau ikut talkshow yang dikasitau sama Mas2 panitia waktu lomba debat autis di Amplaz.
Gue dan Fauzi dan beberapa ekor anak Teknik lainnya dateng ke acara yang disponsori oleh salah satu produk rokok ini. Disini gue ketemu lagi sama beberapa orang yang dulu pernah gue temuin waktu lomba debat. Mulai dari panitianya, MC-nya, dan rekan2 dari UAD serta STTNas. Plus kita juga dapet gelang2an gaul warna putih, yang sekarang lagi ngetren itu loh. Jadilah gue punya 2 gelang yang ngelingker manis di lengan kanan gue, yaitu gelang merah “Bangkit Lawan Korupsi” dan gelang putih “Stay Ahead”. Tapi waktu tulisan ini dituis, gelang merah gue ilang entah kemana. Ada yang tau dimana?
Malemnya gue diamanahin Woki lagi untuk mulangin Pak Bambang ke stasiun Tugu lagi, dan amanah itu gue jalankan dengan sukses. Sepulangnya, gue pun mikir. Mestinya kan penginapan yang Pak Bambang ini check out nya baru jam 12 siang keesokan harinya. Tapi ini baru jam 8 malem beliau udah langsung pulang. Jadilah sekarang penginapan itu haknya masih ada di Pak Bambang, tapi nggak ada yang nempatin. Akhirnya dengan inisiatif anak kos yang hidup serba sengsara, gue pun berniat untuk nempatin penginapannya Pak Bambang yang udah ditinggal itu. Jadilah malem ini gue ber-3 sama Andhika si Hobi Keramas dan Pras si Bocah Klaten numpang bermalam di penginapan tersebut. Lumayan lah untuk ukuran anak kos yang biasa tidur di kosan yang menyengsarakan.
Penginapan ini ukurannya luas, kasurnya empuk, ada tivinya, kamar mandi dalem, shower, AC, plus ada kolam renang persis di depannya. Tapi sedihnya kolam renang ini nggak sempet gue nikamtin soalnya besok paginya gue udah mesti kuliah. Jadilah kita cuma sempet nikmatin sarapan gratis yang disediain disana, berupa 2 potong roti bakar dobel, 2 gelas teh anget, 2 butir telor rebus, dan 4 cup selai, yang harus dibagi rata ber-3. Plus ada sedikit accident, yaitu ketika Andhika si Hobi Keramas matahin kunci kamar ketika kita ber-3 lagi di dalem. Jadilah kita terpenjara di dalem kamar tanpa bisa keluar. Jadi serasa horror gini. Untung Mas2 Office Boy nya baik, mau ngambilin kunci baru dan ngebukain dari luar. Tapi ternyata di front desk gue tetep harus ganti rugi atas kunci yang patah itu. Ah dasar kapitalis.
Akhirnya HPTT sampe di acara penutupannya, yaitu malam inagurasi. Di malam inagurasi ini, gue nampil untuk nyanyiin 3 buah lagu. Jelasnya sih bukan gue yang nyanyi. Bisa muntah2 aja penontonnya kalo denger gue nyanyi. Jadilah gue mengajak Tyas Busuk selaku vokalis, yang punya suara emas layaknya piring pecah. Disini kita ngebawain 3 lagu, yaitu “Diam Tanpa Kata” nya D’Massive, “We Will Not Go Down” nya Michael Heart, sama 1 lagi lagu ciptaan gue sendiri, judulnya “Selamanya Teknik”. Lagu ini merupakan salah satu bukti eksistensi gue terhadap Fakultas Teknik, setelah taun lalu gue juga punya lagu tentang Teknik yang judulna “Teknik Bersatu”. Alhamdulillah respon orang2 cukup membahagiakan. Pasti itu karena gue selaku gitarisnya, bukan karena Tyas Busuk selaku vokalisnya. Hihihihihihi… Sayang aja nggak ada produser rekaman yang ngeliat.
Kemudian Gunawan Saputro si Sinden selaku Kerumahtanggaan (KRT) BEM KMFT UGM punya acara yang namanya “Sambatan”, artinya “sambil bersih2 pererat persahabatan”. Yaitu acara beres2 ruang BEM plus olahraga, untuk semakin mengakrabkan kekeluargaan diantara anak2 BEM itu sendiri. Di acara Sambatan ini gue cuma sempet ikut olahraganya doank, yang beres2nya nggak ikut. Soalnya sekali lagi gue mesti ngewakilin Fakultas Teknik UGM untuk ikut acara pelatihan Scud Memory, pelatihan tentang otak kanan-otak kiri, sekaligus promosi dari salah satu lembaga bimbingan yang mengajarkan metode Scud Memory itu.
Di pelatihan Scud Memory itu ternyata yang jadi trainernya adalah anak Fakultas Teknik sendiri, lengkapnya mahasiswa Program Studi Fisika Teknik angkata 2002 yang sampe sekarang belom lulus2 dan belom kawin2, sekaligus alumnus BEM KMFT UGM beberapa taun lalu. Mas2 yang sebelomnya pernah dateng main2 ke BEM bareng mantan Ketua Bem KMFT UGM taun 2004. Ya nggak apa2 lah, sekalian mempererat silaturrahim.
Setelah itu semua, akhrnya tibalah minggu terakhir bulan Februari, dimana raker juga masih belom selesai2. Lalu diputusin bahwa dana raker akan dipotong sepihak oleh gue ber-3, sama Miftah dan Fauzi Cabul. Setelah dana itu kita potong sepihak pun ternyata masih pada belom puas juga, malah sampe pada ngotot2an dan ngambek2an. Jadilah sekarang nyawa gue ber-3 terancam oleh mereka2 yang nggak puas dengan hasil raker ini. Huh dasar kapitalis semuanya!
Nggak lupa, gue berdua sama Miftah juga nyempetin diri untuk ngejenguk Mas2 alumni yang lagi terbaring di rumah sakit gara2 kecelakaan motor. Korban tabrak lari. Tapi kita nggak sempet ketemu orangnya langsung, soalnya jam jenguk udah lewat. Lalu kita beralih jenguk Menteri Aksi dan Agitasi BEM KM UGM yang juga terbaring gara2 kecelakaan 1 minggu yang lalu. Kita ngadain doa bersama untuk beliau, soalnya sejak kecelakaan itu terjadi 1 minggu yang lalu, beliau masih dalam keadaan nggak sadarkan diri sampe sekarang. Dan 2 hari kemudian barulah gue dapet kabar kalo Pak Menteri yang bernama Bagus Aji itu akhirnya telah dipanggil oleh Allah Al-Azhiim. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun…
Emang sekarang kayanya lagi ngetren kecelakaan. Beberapa waktu sebelomnya gue juga ngejenguk Dyah Anindita Wikansari selaku Kadept Oase yang mengalami patah jati gara2 kecelakaan motor di kampus. Cepatlah sembuh wahai saudariku…
Akhirnya tibalah saatnya BEM KMFT UGM kedatengan tamu dari Dewan Mahasiswa (Dema) Akademi Teknologi Kulit alias ATK, salah satu universitas di Bantul sana. Mereka dateng dengan niat untuk belajar tentang seluk beluk organisasi kemahasiswaan, mengingat Dema ATK ini sempet vakum selama 2-3 taun ke belakang dan sekarang mencoba untuk eksis lagi.
Surat dari mereka udah Miftah terima dari bulan lalu, dan gue langsung diamanahin untuk mengeksekusi agenda ini, terkait dengan fungsi gue selaku Menko Eksternal. Lalu gue pun ngumpulin akan2 Humas dan PSDM untuk menjadi panitianya, ngebahas rundown, konsep acara, materi, dll. Akhirnya terpilihlah Dendy Catur Setiawan yang biasa dipanggil Maya (??????) ini untuk jadi penanggung jawabnya, dan peran gue cuma sebagai pembimbing dan penasehat aja.
Dema ATK yang dateng berjumlah sekitar 27 orang, dan langsung kita arahin ke ruangan yang udah kita siapin. Acara penyambutan ini bentuknya kaya seminar atau pelatihan gitu, dimana kita dari BEM KMFT UGM yang jadi pematerinya dan mereka selaku pesertanya. Di acara ini pun gue kebagian jatah sebagai pemateri, yaitu untuk ngejelasin tentang fungsional organisasi dan struktur organisasi BEM KMFT UGM periode 2009 ini. Nggak lupa gue juga berbagi ilmu tentang logika otak kanan-otak kiri dan gerakan2 simpel yang gue dapet waktu ikut pelatihan Scud Memory beberapa waktu lalu, yang ngebuat anak2 ATK jadi pada nyegir2 sendiri setelah gue kasih gerakan2 yang aneh bin autis binti ajaib ini.
Di tengah acara pun gue nyempetin ngobrol2 sama mereka, nanya2 kabar, nyari2 info, dll. Plus gue juga sempet2in ngasih kartu nama autis gue ke Ardiansyah, ketua Dema ATK. Harapannya semoga kartu nama autis gue itu mampu memotivasi mereka untuk jadi lebih autis lagi daripada gue. Huehehehe…
Dan akhirnya acara kunjungan ATK ini diakhiri sekitar jam 5-an, setelah sebelomnya gue kabgian jatah untuk sharing dalam forum melingkar tentang pengalaman gue berorganisasi. Kita juga sempet foto2 dulu, rame2 semuanya dari BEM KMFT UGM dan dari Dema ATK.
Nggak tau kenapa, sama orang2 gue dilarang foto di barisan paling depan. Katanya bisa nutupin yang di belakang. Duh rasis juga nih. Jadilah gue nangkring di barisan laki2 paling belakang, sementara persis di belakangnya ada barisan perempuan yang posisinya sedikit lebih tinggi. Ketika kamera mulai dijepret, terdengar perempuan di belakang gue pada kasak-kusuk bisik2 nggak tau ngomongin apa. Tapi yang gue tangkep sih, kayanya mereka pada seneng bisa foto persis deketan sama gue. Jadilah kepala mereka dideket2in ke kepala gue. Mungkin supaya nanti fotonya bisa dicrop sehingga hasilnya cuma kepala kita berdua doank aja yang bersebelahan dengan mesranya. Huahahahaha… Narsis banget dah ah.
Lalu Dema ATK pun pulang kembali ke kandangnya naik bus dinas, setelah sebelomnya sekali lagi kita foto2 di Tugu Teknik. Dan panitia dari BEM KMFT UGM juga pulang kembali ke sarangnya. Sementara gue sendiri pun harus pulang ke alam kubur, menuju surga yang abadi. Dan seperti itulah perjalanan hidup seekor Menko Eksternal di bulan kedua masa jabatannya.
4 comments March 1, 2009
PidatoCabup
Pidato Calon Bupati Bantul 2030
Assalamualaikum wr wb
Kalo untuk TD (Technopreneurship Department) sendiri sejak awal taun ditargetkan ada 4 poin yang dicapai di akhir kepengurusan:
1. Menjadi sumber dana bagi BEM
2. Tidak bergantung kepada dana dari dekanat
3. Menanamkan jiwa wirausaha di Teknik
4. Enterpereneurshipnya bergerak ke arah technopreneur
Tiap taun kita bisa begitu sukses, sementara untuk sumber dana alternatif bagi BEM bisa terlaksana. Dari acara TOBAT (Try Out Bareng Teknik) kita dapet untung 10 juta lebih. Dan kemaren ketika ospek juga sempet menyediakan kantong gandum juga, ada keuntungan yang diperoleh disitu.
TD sebagai departemen yang tidak bergantung dari dana dekanat yang tiap taun ada raker yang gontok2an, tiap taun Departemen dan BSO (Badan Semi Otonom) rebutan, kita berusaha mengurangi poin disitu. Kita menguasahakan bagaimana ke arah mencari dana sendiri. Acara Scientech.com (Science and Technologi Competition) dapet dana dari Dikti 7.5 juta. Porsi dana dari dekanat kita cuma minta 750 ribu dan itu nggak sempet diambil
Evaluasi poin ketiga menanamkan jiwa wirausaha di Teknik. Semester pertama sempat mendirikan EEC (Engineering Entrepreneur Community), yaitu komunitas enterepenur di Teknik bareng sama KM/HM (Keluarga Mahasiswa/Himpunan Mahasiswa). Untuk semeseter selanjutnya, komunitas ini nggak jalan. Sempat mengadakan outbound bareng sama Fosma (Forum Silaturrahmi Mahasiswa Alumni ESQ) tapi terbentur sama SDM di TD sendiri, karena Desember kemaren terbentur sama acara Scientech dan TOBAT. Ke depannya nggak pengen TD terkesan kaya taun kemaren yaitu, ngejar proker
Sementara untuk TD sendiri feeling kewirausahan sudah mulai berkembang.
Paling susah dilaksanakan adalah menggeser entrepereneur ke technopreneur, ini kendala internal. Sejak awal taun staffnya minim. Dari angkatan 2007 sendiri cuma beberapa orang, dibantu angkatan 2006. Dengan sumber daya terbatas mencoba menggeser paradigma tersebut. Untuk taun ini adalah gimana mempersiapkan anak2 angkatan 2007 untuk taun kedepannya menjadi technopreneurship. Membimbing angkatan 2007 utnuk ikut PKM dan sebagainya. Alhamdulillah anak2 punya visi itu untuk kedepannya, dan untuk Kadept TD selanjutnya kita punya calon 4 orang ditentukan saat makrab besok.
Trouble nya mirip kaya Sosmas, ketika awal2 angkatan 2006 masih aktif tetapi begitu selesai ospek dan angkatan 2008 masuk, mereka mulai menghilang. Salahnya adalah ketika angkatan 2008 masuk, kita berpikir bagaimana membina angkatan 2008, tapi yang angkatan 2007 terlepas. Harapannya angkatan 2007 bisa mandiri dan membimbing angkatan 2008. Tapi ternyata angkatan 2007 merasakan adanya kecemburuan sosial, jadi mereka memilih untuk melepaskan diri. Angkatan 2007 sekarang tinggal sekitar 10 orangan. Sedangkan angkatan 2008 dari 64 orang yang mendaftar yang bertahan samapi sekarag ada sekitar 30 orang.
PR ke depannya bagi TD ya tinggal 2 itu, bagaimana kewirausahaan lebih berkembang di Teknik dan technopreneurship benar2 menjadi techno.
Mungkin itu, assalamualaikum wr wb
Catatan:
(Tulisan ini merupakan ucapan seorang Fauzi Muharram pada saat rapat PH terakhir BEM KMFT UGM periode Mas Ayi, pertengahan bulan Desember 2008. Tulisan ini gue ketik secara langsung secara real time ketika Fauzi selaku Ketua Departemen TD mendapatkan kesempatan bericara untuk mengevaluasi segala dinamika di dalam TD selama masa kepemimpinannya. Nggak lupa dengan sedikit editan disana-sini supaya keliatan lebih rapi dan enak dipangan mata, kaya gue gitu…
Tambahan juga, si Fauzi yang asli produk Bantul ini puya cita2 untuk jadi Bupati Bantul di taun 2030 nanti. Karena itulah tulisan ini berjudul demikian. Kalo pada nggak percaya, ya kita buktiin aja nanti di taun segitu.)
Add comment February 16, 2009
TechnicalMeetingAutis
Di sela2 liburan gue di awal bulan Februari, ketika gua lagi di Depok, hp gue berdering. Datang seekor sms dari Fauzi Muharram alias Fauzi Ingah-Ingih alias Fauzi Cabul (Calon Bupati Bantul) yang isinya menyatakan bahwa tanggal 14-15 Februari bakalan ada lomba debat di Ambarukmo Plaza, biasa disingkat Amplaz. Lomba debat ini diadain oleh salah satu produk deodoran ketek yang bernama, sebut saja “Mbleketek” (bukan nama sebenarnya. Kalo nama sebenernya ntar disangka promosi. Huehehehe… Gue sih mau aja promosiin brand itu, asal ada kompensasinya lah…). Dan, gua bareng Fauzi Cabul diamanahin untuk ngewakilin Fakultas Teknik UGM dalam lomba debat itu, bareng 2 temen gue lainnya yang bernama Ade Autis dan Ikhsanudin.
Lomba debat ini temanya tentang “menghadapi perubahan iklim di masa mendatang”, nggak jauh2 beda sama produk deodoran keteknya si Mbeleketek ini. Si Mbleketek ini pada tanggal segitu emang ngadain event promosi di Amplaz, dan lomba debat ini adalah salah satu bagian dari event tersebut, untuk menarik massa tentunya.
Gue yang sama sekali nggak punya pengalaman debat, akhirnya menyetujui untuk ambil bagian di lomba debat ini. Soalnya anak2 Teknik yang lain lagi pada disibukkan dengan acara HPTT alias Hari Pendidikan Tinggi Teknik, jadi kita2 yang pengangguran ini lah yang bakal mewakili. Agak aneh juga sih, secara gitu gue nggak hobi debat sama sekali. Ngedebat pedagang atau sopir angkot dalam masalah harga juga nggak pernah. Paling dulu waktu mau beli handphone aja kita berdebat adu tawar harga. Atau ngedebat polisi waktu kena tilang. Atau dulu gue pernah jadi juri debat waktu Ospek Teknik taun 2008 kemaren.
Beberapa hari sebelom hari H, gue di sms sama si Fauzi Ingah-Ingih buat dateng di Technical Meeting alias TM. TM nya ini hari Jumat 13 Februari jam 19.30, bertempat di Jalan Imogiri. Karena gue nggak tau jalan Imogiri dimana, akhirnya gue minta ditemenin. Dan Fauzi Cabul pun bersedia nemenin, karena dia adalah makhluk asli produksi Bantul yang udah apal jalan2 di Jogja. Bahkan dengan menutup mata pun, dia masih bisa melintasi jalan2 di kota Jogja ini. Bisa nabrak, maksudnya…
Akhirnya selepas Maghrib, berkumpullah kita berdua di BEM. Menggunakan motor Astreanya Fauzi Ingah-Ingih, kita berangkat. Tapi tiba2 di tengah jalan hujan turun rintik2. Namun hujan ini nggak menghalangi langkah kita untuk tetap melanjutkan perjalanan, soalnya insya Allah kita adalah makhluk2 berintegritas tinggi yang selalu mengusahakan untuk menghargai waktu. Jadilah kita terobos hujan itu supaya bisa sampe tujuan sebelom jam 19.30 sebagaimana yang udah dijanjikan.
Di tengah jalan ternyata Adzan Isya berkumandang. Akhirnya mampirlah kita di masjid untuk sholat Isya dulu. Selesai sholat ternyata ujannya malah tambah deres. Deres banget malah. Tapi sekali lagi, hujan ini pun nggak mampu untuk menghalangi langkah laju motor kita. Fauzi Cabul langsung mengeluarkan jas hujannya dan menggulung celananya ke atas sampe memperlihatkan pahanya yang item dan nggak ada mulus2nya itu. Hohohoho… Nggak kok, ini mah bid’ah, nggak ada di cerita nyata.
Sementara gue cukup dengan make topi di bawah helm gue, untuk nutupin kacamata supaya nggak kebasahan. Dan kita pun menerobos hujan, menyerahkan sisanya dan segalanya kepada Allah semata. Atau dengan kata lainnya, “Tawakkal aja…”
Sampe jalan Imogiri, ternyata kita sempet kebingungan nyari tempatnya. Setelah ngelirik sana-ngelirik sini, akhirnya kita pun memutuskan untuk nanya orang. Gue pun turun dan nanya ke Bapak2 pedagang nasi goreng kaki lima yang ada di situ.
“Misi Pak numpang nanya. Jalan Imogiri nomer 162 sebelah mana Pak?”
Gue nanyanya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik namun belom tentu benar, alias bahasa sehari2. Tapi ternyata si Bapak itu ngejawabnya pake bahasa planet. Bukan bahasa planet sih, tapi bahasa Jogja asli yang levelnya masih asli banget.
“!#@?+x#$ *!@#+?xE %$#@!*& X^+#*@”
Gitu kira2 jawaban si Bapak itu. Nggak ngerti kan lu? Ya sama, gue juga nggak ngerti…
Tapi selaku mahasiswa Teknik Nuklir UGM dengan IPK 3.02 yang punya kapasitas otak nggak kalah dengan otaknya Habibie, gue bisa menarik kesimpulan bahwa lokasi yang gue tuju nggak jauh dari tempat gue sekarang.
“Oh jadi ini tinggal lurus aja ya Pak? Nanti tempatnya di sebelah kiri jalan?”
Dan si Bapak itu menjawab,
“Injih, ler wae!”
Hah apa tuh artinya gue nggak ngerti…
Mungkin “ler” artinya lurus aja, atau arah Utara (dari kata ngalor). Buat gue yang berdarah Jawa Timur, kalo mau ngomong “lurus aja” biasanya pake istilah “bablas wae”. Sementara kalo kedua pertanyaan gue ditraslate ke bahasa Jawa Timur, kira2 jadi gini terjemahannya:
“Kulo nuwun Pak, arep takon. Dalan Imogiri nomer 162 iku ngendi Pak?”
“Oh dadi iki bablas wae Pak? Engko’ tempat’e nang kiri dalan?
Oke cukup, sampe disini pelajaran Bahasa Jawa kita hari ini.
Kita kembali lagi. Setelah nanya ke Bapak itu, kita pun berhasil menemukan lokasi yang dimaksud, sebuah rumah yang kayanya merupakan kantor Event Organizer alias EO, telihat dari plang EO tersebut yang terpampang di atas. Kita sebut saja EO ini dengan nama “Mbahwek”, juga bukan nama sebenernya. Sekali lagi, kalo gue nulis nama aslinya, itu mah sama aja kaya promosi gratisan. Ogah ah, emangnya akika cowo gratisan bo…
Waktu menunjukkan pukul 19.40-an. Setelah memarkir motor, kita pun masuk ke dalem. Lirik sana-lirik sini, akhirnya gue nemu orang yang bisa gue tanya. Seorang Mas2 yang penampilannya agak gaul dan trendy gitu deh.
“Mas ini yang technical meeting Rexona itu ya?”
Si Mas2 yang gue tanya pun menjawab,
“Iya. Ini yang apa?”
“Kita yang debat Mas”
“Mmm… Dari mana?”
“Dari UGM”
“Oh ya udah, gabung aja. Silahkan duduk, bareng temen2 yang laen!”
Mas2 yang merupakan salah satu panitia EO itu pun menyuruh dan memaksa gue serta Fauzi Ingah-Ingih untuk duduk di ruangan yang udah penuh dengan manusia itu. Bukan duduk sih tepatnya, tapi lesehan.
Lalu gue pun ngeleseh di space yang kosong. Karena di situ udah lumayan rame, gue langsung ngajak salaman 2 orang yang posisinya ada persis di deket gue, sekalian kenalan. Laki2 dua2nya, Ternyata mereka dari UAD alias Universitas Ahmad Dahlan, peserta lomba debat juga. Mereka juga dari Fakultas Teknik, soalnya lomba debat ini ditujukan buat perwakilan dari Fakultas Tekniknya doank.
Setelah mendapatkan posisi lesehan yang enak, gue mulai ngeliat2 sekeliling ruangan yang ukurannya nggak seberapa itu. Di sebelah Barat berkumpul orang2 yang sebagian besar laki2, termasuk gue. Agak heran juga gue, ini peserta debat tapi kok tampang sama style nya kaya preman ya? Pada make baju warna2 gelap dan celana jins gitu. Padahal umumnya lomba debat kan diisi oleh aktivis2 yang identik dengan celana kain dan jaket khas aktivis. Tapi disini cuma Fauzi Cabul doank yang berdandan kaya gitu, lainnya nggak. Termasuk 2 anak UAD tadi, yang keliatan lebih “normal” dibanding yang lainnya.
Lalu gue ngeliat ke sebelah Timur dan… Subhanallah… Banyak pemandangan indah terpampang disana!
Di situ duduk berjejer beberapa ekor perempuan atau Mbak2 dengan dandanannya yang khas anak gaul, plus juga dengan bajunya yang nggak kalah gaulnya. Rambutnya, khas rambut yang akrab dengan salon-menyalon. Kulitnya, khas kulit yang akrab dengan perawatan tambal sulam dan ketok magic sana-sini. Bajunya, Subhanallah… Menampakkan keindahan2 ciptaan Allah yang ada pada tubuh seorang wanita. Alhamdulillah, eh Astagfirullah…
Sebenernya sih mungkin bagi mereka dandanan kaya gitu tergolong biasa aja. Tapi buat gue dan Fauzi Ingah-Ingih yang sehari2nya hidup di lingkungan yang insya Allah terjaga, dandanan kaya gitu udah tergolong luar biasa. Entah itu luar biasa menyejukkan mata, luar biasa menentramkan, luar biasa menggoda, luar biasa bejatnya atau luar biasa apanya lah terserah. Fauzi Cabul pun sependapat, dan kita saling bisik2,
“Ini apa sih, kok isinya kaya ginian semua…”
“Ji, nanti abis ini kita mesti langsung muroja’ah nih, ngecek apalan kita ada yang ilang nggak…”
Dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya.
Ajaib juga nih, masa iya peserta debat kok kinclong2 aya gitu? Masa iya anak Teknik yang kebanyakan laki2, ada yang menggairahkan kaya gitu?
Akhirnya gue dan Fauzi Ingah-Ingih pun kembali ngobrol2 ngalor-ngidul ngetan-ngulon sama anak2 UAD tadi, sambil nungguin Technical Meeting nya mulai. Sekarang udah masuk jam 8 dan TM ini masih belom mulai. Kata Mas2 tadi sih, nunggu peserta yang belom dateng. Sekalian juga orang dari Mbleketeknya yang terbang langsung dari Jakarta, mengalami penundaan penerbangan. Aduh payah juga nih, ngaret melulu. Dasar Indonesia… Tapi ya nggak apa2 lah, sambil nunggu acaranya mulai, gue bisa sedikit ngelirik ngeliatin Mbak2 kinclong yang ada di sebelah Timur itu. Huohohoho… Astagfirullah…
Setelah jarum jam menunjukkan pukul 20.30-an, akhirnya TM dimulai. Itu pun bukan dengan orang Mbleketeknya langsung yang masih di jalan, tapi oleh salah seorang panitia dari EO Mbahwek itu tadi. Ini juga kayanya gara2 si anak UAD nggak henti2nya memprotes kengaretan ini. Ya iyalah, kasian mereka. Udah datengnya on time jam 7, sambil ujan2an juga, eh acaranya ngaret. Udah gitu nggak dapet makanan dan minuman pula, selain makanan syahwat yang diberikan oleh Mbak2 itu tadi.
TM pun dimulai, dan TM ini ternyata ajaib juga. Ajaib, soalnya ternyata semua komponen pendukung event Mbleketek besok dikumpulin jadi 1 di TM ini. Jadi di sini isinya bukan cuma peserta lomba debat doang, tapi juga ada SPG, band, kru, MC, dll.
Oh ternyata Mbak2 kinclong penggoda iman yang ada di sebelah Timur itu rupanya adalah SPG buat event besok. Pantesan aja tampilannya pada good looking kaya gitu. Sementara laki2 yang agak2 preman yang gue sebut tadi ternyata perwakilan dari band pengisi event besok. Dan ada satu lagi Mbak2 yang manis dan mukanya mirip artis, yang ternyata dia kebagian jatah jadi MC. Halo Mbak, boleh kenalan nggak?
Konyol juga nih TM kaya gini. Semua komponen itu dikumpulin dalam 1 forum. Jadi ketika TM nya dibacain oleh Mas2 dari Mbleketek yang akhirnya datang juga, semua komponen tau seluk beluk komponen lainnya yang mestinya bukan urusannya.
Contohnya, TM dimulai dengan ngebahas masalah SPG. SPG itu harus gini dan gitu. Besok ada games, games nya itu gini dan gitu. Terus ada quiz dan doorprize, hadiahnya gini dan gitu. Dan hal2 lainnya yang mestinya itu jadi urusan internal Mbleketek dan Mbahwek itu sendiri, tapi pada akhirnya didenger juga sama gue dan lain2nya. Plus, mau nggak mau, ketika dia lagi ngebahas tentang SPG, kita2 yang bukan SPG jadi nggak ada minat sama pembicaraan ini. Satu2nya minat mungkin dari pandangan mata ini yang nggak henti2nya ngelirik ke SPG2 yang semuanya perempuan itu. Astagfirullah…
Ada yang lebih konyol lagi. Di situ ada 2 lembaran materi yang tergeletak gitu aja, seakan2 nunggu untuk diambil. Materi yang pertama adalah jalannya acara keseluruhan. Materi satu lagi tentang product knowledge buat pegangan SPG2 itu tadi. Nah karena forum ini dicampur, akhirnya ada beberapa orang yang kebagian materi product knowledge yang mestinya cuma buat SPG itu tadi. Di dalem materi itu, ada soal quiz yang bakal dikasi besok. Plus jawabannya juga ada disana.
Apa artinya? Ya artinya adalah, kalo emang buat quiz besok pertanyaannya adalah seperti yang tertera di situ, ya gue udah tau jawabannya. Jadi bisa curi start gitu. Langsung aja semua pertanyaan beserta jawaban yang ada disitu gue catet, kali aja besok gue dapet kesempatan buat jawab quiz. Kan lumayan, hadiahnya t-shirt sama travelling kit. Hohohohoho…
Berdua sama Fauzi Ingah-Ingih gue catet itu jawabannya. Sementara si anak UAD cuma gue bisikin aja, nggak tau dia bakal ngikutin juga apa nggak. Sedangkan anak UII di sebelah gue nggak gue kasih tau tentang ini, soalnya dia nggak kebagian materi yang ini. Aduh liciknya…
Akhirnya setelah bla bla bla bla bla, TM untuk SPG pun selesai. Dan Mas2 dari Mbleketek itu mempersilahkan para SPG untuk pulang karena urusan mereka udah beres, termasuk masalah seragam yang baru dateng besok pagi. Yah Mbak jangan pulang dulu, kita belom sempet kenalan dan tuker2an nomor handphone…
Lalu TM pun beralih ngebahas tentang lomba debat, yang ngebuat MC dan band jadi planga’-plongo’. Debatnya begini dan begitu, peraturannya begini dan begitu. Standar sih, kaya lomba debat pada umumnya, yaitu dikasi satu pernyataan, terus ada yang positif dan ada yang negatif alias ada yang pro dan kontra. Tapi tetep aja, gua nggak punya pengalaman sama sekali ikut lomba debat kaya beginian.
Pesertanya ada 8 tim, dibuat sistem turnamen. Kebetulan tim gue, Fakultas Teknik UGM yang oleh Fauzi Cabul dikasi nama “Fantastic Future”, kebagian nomor 5, yang berarti besok kita harus tanding lawan UNY alias Universitas Negeri Yogyakarta yang dapet nomor 6. Sodara serumpun nih, kan kampus kita sebelahan. Nanti kalo debatnya nggak selesai di Amplaz sini, kita lanjutin di belakang aja ya.
Hadiahnya adalah 1,5 juta untuk juara 1, 1 juta untuk juara 2 dan 750 ribu untuk juara 3. Sementara semua peserta bakalan dapet kenang2an atas keikutsertaannya. Nggak tau kenang2annya apa, palingan produk2nya Mbleketek. Ya iyalah, namanya juga promosi. Tapi kalo boleh milih sih, gue pengen kenang2annya si Mbak2 SPG itu aja, lumayan buat mainan di kosan. Aduh aduh, Astagfirullah…
Lama kemudian setelah segala seluk beluk lomba debat selesai dibahas, TM untuk lomba debat ini pun selesai. Sekali lagi, Mas2 Mbleketek itu pun mempersilahkan kita untuk meninggalkan ruangan. Terpaksalah gue melangkah sebelom sempet berkenalan dengan Mbak2 MC yang manis itu. Ya nggak apa2 lah, tawakkal aja. Kalo emang rezeki, pasti suatu hari nanti kita akan dipertemuka kembali. Huiks huiks…
Sesaat sebelom pergi, jiwa narsis gue mulai keluar. Sebelom pamitan, gue berujar sama anak2 UAD yang kebagian nomor 7.
“Eh nanti kita ketemu di semifinal ya!”
Dan anak UAD itu pun tersenyum lalu mengiyakan. Terus gue menghampiri anak2 UII yang kebagian nomor 2.
“Eh nanti kita ketemu di final ya, insya Allah!”
Anak UII itu juga tersenyum dan mengiyakan. Hohohoho… Semoga besok jadi kenyataan. Dan seandainya uang hadiah sebesar 1,5 juta itu ada di situ saat itu juga, gue juga bakalan ngomong gini ke dia.
“Eh, insya Allah nanti lu gue bawa pulang ya!”
Hehehehe… 1,5 juta, oh 1,5 juta…
Lalu gue dan Fauzi Ingah-Ingih dan semua peserta debat lainnya pun meninggalkan ruangan untuk bergegas pulang. Di luar, gue masih sempet ngeliat 2 orang Mbak2 SPG yang tadi ikut TM di dalem. Dan ternyata Mbak2 SPG ini lagi ngobrol2 sama Mas2 dari Mbahwek yang gue tanyain di waktu awal tadi. Huh, dasar buaya! Huahahahaha…
Lalu gue dan Fauzi Cabul pun melajukan motor menembus malam untuk kembali ke BEM, setelah sebelomnya sempet berhenti gara2 10 meter dari kantor Mbahwek itu tadi ada kecelakaan motor yang mengakibatkan pengemudinya pingsan. Motor Astreanya Fauzi Ingah-Ingih pun terus melaju dan melaju… Brrrrmmmm…. Brrrrmmmm….
5 comments February 13, 2009
LPJmediaOpini
Laporan Pertanggung Jawaban
Divisi Media dan Opini
Keluarga Muslim Adz-Dzarrah
Teknik Fisika UGM
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaa ha illallaah wallahu akbar
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”
Mukaddimah alias Pendahuluan
Hmmm… Nggak terasa 1 tahun telah berlalu. Dan Alhamdulillah hari ini aku atas nama C-Kink Sahid Syaifullah masih diberikan kesempatan untuk menulis lembar demi lembar LPJ ini. Lembaran LPJ yang nantinya harus aku pertanggungjawabkan di akhirat nanti.
Di suatu malam yang terang benderang, seorang anak manusia bernama Huda datang menghampiri diriku di tengah sunyinya ruang BEM. Beliau selaku Ketua Kamadz terpilih secara jujur dan terbuka langsung menawarkan posisi Ketua Divisi Media dan Opini di Keluarga Muslim Adz-Dzarrah (Kamadz) di periode 1429 Hijriah kepada ku yang autis dan nggak ngerti apa-apa ini.
Tawarannya nggak langsung aku terima. Setelah itu aku berdiskusi dengan seorang makhluk lainnya yang bernama D. Miftahul Anwar yang saat tulisan ini ditulis, beliau telah duduk sebagai Ketua Umum BEM KMFT UGM. Beliau menyarankan aku untuk menerima posisi sebagai Ketua Divisi Media dan Opini tersebut. Aku pun manggut-manggut aja, meskipun sejatinya juga masih belom yakin.
Akhirnya aku bersemedi selama beberapa menit di dalem kosan, dan akhirnya dibukakan pintu hatiku oleh Allah Al-Baasith, Allah Yang Maha Melapangkan, bahwa aku bersedia untuk menerima tawaran Huda sebagai Ketua Divisi Media dan Opini. Sebuah hal yang sesungguhnya amat berat, karena sekecil apapun amanah tetap akan dipertanggungjawabkan di akhirat nantinya.
Yang juga melatarbelakangi diriku untuk mengemban posisi ini adalah karena sejatinya media memiliki peran penting dalam menyebarkan cahaya Islam. Tidak bisa dipungkiri bahwa hari ini media massa telah dikuasai oleh Zionis Yahudi dan dimanfaatkan dengan optimal untuk memenuhi nafsu mereka. Kaum Muslimin pun banyak yang tidak sadar dengan propaganda mereka. Untuk itulah umat Islam harus bangkit, dan penguasaan di bidang media adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi dalam rangka menyiarkan keagungan Islam ke seluruh penjuru dunia.
Idealita
Setelah resmi mengemban amanah ini, aku langsung menyusun proker untuk Divisi Media dan Opini selama 1 tahun ke depan ini. Proker ini mengacu kepada proker Divisi Media nya Keluarga Muslim Teknik (KMT) yang aku peroleh dari ukhti Alviana Hanivatun Nisa serta proker Divisi Media nya SKI Teknik Sipil (Al-Hadiid) yang aku peroleh dari akhi Friski Cahya Nugraha. Kedua proker tersebut aku jadikan sebagai referensi dalam membuat proker Divisi Media dan Opini di Kamadz ini, yang hasilnya adalah sebagai berikut:
1. Mading (update setiap bulan)
Tujuan:
a. Meningkatkan ketertarikan untuk mempelajari Islam
b. Menambah wawasan tentang pengetahuan Islam dan umum
c. Memperbaiki sudut pandang membaca terhadap isu yang menyudutkan umat Islam
2. Buletin (terbit setiap 2 bulan
Tujuan:
a. Memperkenalkan Kamadz ke masyarakat umum
b. Menambah wawasan tentang pengetahuan Islam dan umum
3. Kamadz Dunia Maya
Tujuan:
a. Memperkenalkan Kamadz ke masyarakat umum melalui dunia maya
Itu kiranya proker dari Divisi Media dan Opini untuk 1 tahun ke depan.
Sementara dari staff, jumlah staff yang terdaftar ada 3 orang dengan komposisi sebagai berikut: Barra (Teknik Nuklir 2007), Bekti (Teknik Nuklir 2007), dan Apriadi (Teknik Nuklir 2006). Kemudian masuk seorang staff lagi yang bernama Andhika (Fisika Teknik 2007). Masuknya Andhika pun bisa dikatakan melalui jalur khusus, karena waktu itu aku secara lisan minta tolong Andhika buat bantu-bantu di Divisi Media dan Opini Kamadz, dan beliau pun mengiyakan. Alhamdulillah…
Realita
Akhirnya sampai lah kita di bagian paling menyedihkan di LPJ ini, yang aku pun merasa berat untuk menulisnya dan merasa malu saat menyadarinya. Realita. Realita yang memang nggak pernah seindah idealita.
Dari 3 proker di atas, ternyata nggak semuanya bisa terlaksana dengan sukses.
Untuk mading yang direncanakan untuk hadir setiap bulan, ternyata hanya muncul 1 kali dalam 1 tahun ini. Itupun bukan Divisi Media dan Opini yang mengerjakannya, melainkan atas inisiatif Dhanis, Andhika dan rekan2.
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Kamadz meluncurkan mading yang bernama Madz-Magz (alias Kamadz Magazine). Mading yang cukup eksis ketika itu, namun lama kelamaan mulai ditinggalkan oleh masyarakat Teknik Fisika karena nggak pernah di update lagi.
Dan sedihnya, aku yang semestinya bertanggung jawab disini malah nggak berperan apa-apa. Ampunilah hamba-Mu yang hina ini Ya Allah…
Bagaimana dengan buletin? Sami mawon… Nggak ada 1 buletin pun yang beredar selama 1 taun ini.
Sementara untuk Kamadz Dunia Maya, Alhamdulillah mulai akhir tahun lalu Kamadz udah punya email. Baru email doank, belom punya friendster dan facebook. Friendster sekarang udah mulai kehilangan penggemarnya karena banyak beralih ke facebook. Tapi hati-hati, facebook itu buatan orang Yahudi loh! Karena ke-Yahudi-annya itulah, sebaiknya Kamadz nggak mengeksiskan diri di dunia facebook. Sedangkan untuk blog nggak jadi diwujudkan karena khawatir blog itu cuma punya halaman utama doank, tapi isinya kosong sama sekali.
Evaluasi
Kenapa hal-hal yang menyedihkan itu bisa terjadi? Banyak jawaban yang bisa kita peroleh disini.
Pertama, jelas dari diriku sendiri. Nggak tau kenapa, aku merasa rasa kepemilikanku atas Kamadz makin hari makin berkurang. Di awal-awal aku sangat semangat, ditandai dengan adanya rapat PH dan rapat Divisi Media dan Opini. Itu semua terjadi sebelum bulan Juni, sebelum UAS semester genap yang kemudian dilanjutkan dengan libur panjang.
Ketika itu, aku udah punya tekad bahwa insya Allah Kamadz bisa eksis di Fakultas Teknik, baik itu lewat mading atau buletin. Selama ini nggak banya SKI yang pernah menerbitkan buletin, dan Kamadz harus jadi garda terdepan disana.
Tapi nggak tau kenapa, setelah bulan Agustus dan mulai masuk semester ganjil, semangat itu perlahan mulai luntur. Ditambah lagi, nggak ada seorang pun yang mencoba untuk men-charge nya kembali. Astagfirullah… Ampunilah hamba-Mu yang tidak mampu istiqomah ini Ya Allah…
Sejak setelah libur tahun ajaran, semua seakan futur. Aku baru tersadar bahwa sejak setelah bulan Agustus itu, nggak ada lagi yang namanya rapat PH. Nggak tau, apakah memang nggak ada, atau sebenernya ada tapi aku aja yang nggak tau. Sehingga forum PH yang seharusnya jadi ajang untuk mengisi kekosongan ini malah nggak berjalan dengan semestinya.
Pun demikian dengan keadaan internal Divisi Media dan Opini. Sejak setelah liburan tahun ajaran itu, ternyata ada beberapa staff yang (sepertinya) ganti nomor handphone. Pernah beberapa kali aku kirim sms, tapi nggak ada yag delivered. Jadilah komunikasi dengan para staff pun terputus. Pun kita jadi nggak pernah ada rapat lagi setelah itu.
Hal ini membuat aku bingung sendiri. Aku punya idealita agenda yang sejatinya harus aku kerjakan. Tapi semangatku telah terlanjur turun, dan lebih lagi nggak ada suatu forum yang mampu me-refresh semangat ini kembali. Sejatinya aku sangat mengharapkan rapat PH, karena itulah forum untuk kita saling mempererat ukhuwah kita.
Sampai hari ini, udah banyak klipingan-klipingan dari koran tentang artikel-artikel ke-Islam-an yang ingin aku sampaikan kepada khalayak umum, khususnya warga Teknik Fisika. Tapi ya itu tadi, aku kebingungan bagaimana caranya aku mengeksekusi keinginan ku ini? Sampai detik ini pun klipingan-klipingan itu tetep tersimpan di laci kamar kosan ku.
Plus, sejak bulan Agustus aku dapet amanah baru di BEM KMFT UGM. Aku yang tadinya sebagai Ketua Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia Departemen Kajian Strategis, mulai saat itu harus mengemban posisi sebagai Ketua Departemen Kajian Strategis, menggantikan posisi Miftah yang naik menjadi Menko Eksternal. Dan selama 1 semester terakhir, waktu ku emang lebih banyak tersita disana.
Dan sampai pada akhirnya, tibalah hari ini. Hari dimana aku harus mempertanggungjawabkan amanah ku ini selama 1 tahun dalam bentuk LPJ. Astagfirullah… Aku nggak tau harus berkata apa nanti jika ke-tidak-amanah-an ku selaku Ketua Divisi Media dan Opini ini harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Astagfirullah…
Kritik dan Saran
Sejatinya nggak pantes untuk makhluk hina dan rendahan seperti diriku ini mencoba memberikan kritik dan saran. Sejatinya kritik dan saran itu lebih pantas untuk ditujukan pada diriku sendiri. Semoga kritik dan saran ini bisa bermanfaat. Jika ada tulisan yang salah dan kurang berkenan, silahkan tinggalkan saja, karena itu berasal dari diriku selaku manusia biasa yang lebih cenderung mengikuti hawa nafsunya.
Rapat PH adalah satu hal yang penting, yang berguna untuk me refresh kembali semangat rekan-rekan yang mungkin sempat luntur akibat kuliah dan kegiatan lainnya. Jadi sebaiknya optimalkan rapat PH, karena para PH adalah garda terdepan dari organisasi itu sendiri.
Mengenai keadaan staff yang dirasa kurang eksis, hendaknya ada kejelasan mengenai sistem kaderisasi dan rekruitmen di Kamadz itu sendiri. Dari tahun ke tahun, staff Kamadz banyak yang ghaib, yaitu ada namanya tapi nggak ada orangnya. Pun banyak staff Kamadz yang ternyata berada di Divisi yang tidak sesuai dengan keinginannya. Serta, bagaimana nasib staff-staff dari periode sebelumnya, kurang ada kejelasan disana.
Pemilihan PH hendaknya disesuaikan dengan kondisi masing2 PH. Ternyata kemarin banyak PH yang lebih eksis di luar Kamadz daripada di Kamadz itu sendiri, yang mengakibatkan keadaan internal Kamadz sedikit terbengkalai.
Masalah pendanaan dan lainnya juga terasa kurang jelas. Pun demikian dengan nasib Kamadz itu sendiri, kurang memiliki gaung di mata masyarakat Teknik Fisika.
Namun apapun alasannya, Kamadz harus tetap hidup. Cahaya Islam harus selalu bersinar di jurusan Teknik Fisika. Nggak cuma di dalam diri individu-individunya saja, tapi juga secara sosial dan memasyarakat. Hendaklah ada sebagian diantara kita yang mengajak kepada yang ma’ruf, serta mencegah dari yang munkar.
Ucapan Syukron alias Terima Kasih
Akhir kata, aku atas nama C-Kink Sahid Syaifullah ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
- Allah Ar-Rahmaan Ar-Rahiim. Segala puji hanya bagi-Mu Ya Allah, Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana, yang telah memberiku nikmat Islam dan nikmat untuk bertemu dengan saudara-saudara ku di Kamadz ini.
- Nabi besar Muhammad Rasulullah saw, manusia terindah yang pernah terlahir ke muka bumi. Shalawat dan salam tercurah selalu pada mu Ya Rasul. Semoga suatu hari nanti kita bisa bertatap muka, insya Allah.
- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, selaku kedua orang tua ku yang telah merawat dan mendidik anak laki-laki satunya ini. Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhumma kama rabbayanii saghiiraa.
Selanjutnya, aku juga mau ngucapin terima kasih sekaligus permintaan maaf kepada:
- Huda selaku Ulil Amri alias Khalifah alias Amirul Mukminin di Kamadz periode 1429 Hijriah ini. Mohon maaf jika aku gagal melaksanakan tanggung jawab yang kamu amanahkan kepadaku ini dengan baik. Kamadz periode ini emang kurang eksis, dan ternyata aku turut berkontribusi disana. Semoga kedepannya kita bisa terus berpacu untuk lebih baik lagi.
- Dhanis dan rekan2 yang telah mengkoordinir Madz-Magz dengan sangat baiknya. Terima kasih atas segala teguran yang telah diberikan, dan mohon maaf jika dalam perjalanannya ternyata proker ku malah berantakan kaya gini.
- Barra, Bekti, Apriadi dan Andhika, kita pernah berada di bawah 1 atap yang sama, atap Divisi Media dan Opini. Mohon maaf jika selama ini silaturahim kita agak terputus.
- Faisal, Nasrul, Aulia, Hafiq dan semua Kamadz-er lainnya. Jangan pernah lelah untuk terus menebarkan cahaya Islam di muka bumi.
- Mas Boni selaku Amirul Mukminin Kamadz periode sebelumnya, yang telah memperkenalkan aku dengan dunia Kamadz dan telah mempromosikan diriku kepada Miftah untuk membantunya membangun Departemen Kajian Strategis BEM KMFT UGM.
- Mas Ayi selaku Ketua Divisi Sumber Daya Manusia periodenya Mas Boni, sekaligus sebagai atasanku waktu itu. Lauh Mahfudz menuliskan bahwa ternyata kita bertemu lagi di BEM KMFT UGM dan kita ternyata lebih eksis disana.
- Sungkowo dan Kholid selaku rekan2 di Divisi Sumber Daya Manusia periode Mas Boni dulu.
- Dan semua pihak lainnya yang aku kenal maupun yang nggak aku kenal, yang kenal aku maupun yang nggak kenal aku. Semoga suatu hari nanti kita semua bisa dipertemukan di Jannah-Nya.
Sekian kiranya LPJ ini dibuat dalam keadaan sadar, dengan usaha sebaik-baiknya, dengan tulus dan ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak manapun, kecuali atas perintah Huda supaya aku segera menyelesaikan LPJ ini secepatnya sebelum tanggal 15 Februari. Hohohoho…
Add comment February 13, 2009
KajianValentine
Kajian Valentine, 11 Februari 2009
Pembicara: Demi kemaslahatan umat, nama kita rahasiakan
Tempat: Sekretariat BEM KM FT UGM
Waktu: Pukul 16.00 – 17.00
Asal mula valentine muncul adalah terlampau sederhana. Ada semacam keresahan sosial di kalangan Katolik Roma dalam perayaan hari Natal. Ketika perayaan hari besar setiap tahunnya hanyalah berupa hari raya Natal, Katolik Roma merasakan kekurangan ruh jika hari raya itu hanya 1 kali dalam 1 tahun. Karena itu mereka berusaha membuat tradisi baru bernama valentine. Valentine bermula dari sebuah tulisan Santo Valentine, seorang Uskup Agung di 3 daerah di sekitar Roma.
Dalam rangka mencapai misi gold gospel dan glory, maka Valentine ini menjadi momentum bagi umat Katolik untuk menambah pundi2 kekayaan. Mereka meng-create sedemikian rupa supaya seolah2 niai historis dari perayaan valentine ini menjadi bagian dari agama mereka.
Paa abad ke-15 an awal, dalam tarikh Yunani kuno pada bulan Januari hingga Februari terjadi pernikahan antara Dewa Zeus dengan Dewa Her. Lalu dikaitkan supaya terkesan historis dengan agama mereka, sehingga timbul istilah Leparcus (kesuburan). Januari-Februari adalah masa2 dimana dewi kesuburan mampu bereproduksi. Leparcus atau Dewi Kesuburan menjadi bagian momentum adanya valentine.
Tradisi yang kemudian dilakukan oleh umat Katolik Roma waktu itu adalah dengan mempersembahkan sebuah sesaji berupa kambing bagi Dewi Kesuburan. Dan setelah itu, mereka melakukan upaya yang sifatnya hura2 seperti minum anggur, dan keluar dari rumah2 mereka menuju jalanan untuk menyentuh siapapun yang mereka temui. Sebagai bentuk ekspresi menginginkan kesuburan, para wanita muda melakukan perzinaan pada momentum tersebut. Itu terjadi pada tanggal 15 Februari pada awal abad ke-15.
Ini berkesesuaian dengan misi2 Katolik, gold glory dan gospel. Momentum valentine ini dikembangkan sedemikian rupa sampai abad ke-19. Mereka ramai2 mengirimkan ucapan valentine. Diawali dari Inggris yang mencetak beribu2 kartu ucapan (greeting card). Pada batas tertentu telah mencapai 1.5 milyar cetakan di seluruh dunia.
Sejak itu valentine selalu di show up ke publik, karena adanya keuntungan material yang diperoleh disitu, tanpa peduli apakah itu sesuai dengan agama mereka atau tidak. Terlihat adanya upaya sebuah materialisasi terhadap momentum ini.
Ternyata budaya valentine seperti itu sudah mulai merasuk ke dalam jati diri bangsa Indonesia. Survey yang dilakukan LSM di kota2 besar di Indonesia, pada momen itu tingkat hunian di hotel2 kelas marjinal meningkat drastis. Namun ternyata waktu check-in dan check-out nya tidaklah 1 hari sebagaimana lazimnya, tapi hanya beberapa jam saja, antara 2 sampai 5 jam. Dan berdasarkan hasil survey di apotek2, banyak alat kontrasepsi yang dijual di apotek2 terjual habis.
Fatwa untuk tidak merayakan valentine datang dari Timur Tengah. Pada 1420 Hijriah, ulama besar Saudi Arabia berfatwa, “Ketika valentine itu dikatakan sebagai hari raya, Islam tidak mengakui hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha. Ketika valentine itu dikatakan sebagai hari kasih sayang, Islam tidak mengartikan kasih sayang hanya pada momentum tertentu saja, melainkan pada setiap saat dan kepada siapapun”.
Dalih apapun yang digunakan untuk merayakan valentine, itu tidak diperbolehkan. Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, ia termasuk kaum tersebut. Hendaklah manusia saling tolong-menolong dalam kebaikan dan jangan ah tolong-menolong dalam hal yang buruk. Jadi, tidak semsetinya kita mengikuti perayaan valentine, dan tidak boleh sekalipun mendukung perayaan valentine tersebut.
(Insya Allah demikian. Mohon maap kalo tulisannya berantakan, tulisan ini dibuat secara real time ketika si pembicara sedang menyampaikan materi, dengan sedikit merapikan disana-sini)
Add comment February 13, 2009
MenkoEksternal
Huuuuaaaaah… Akhrnya mau nggak mau taun ini gue masih harus eksis lagi di BEM KMFT UGM yang ajaib ini…
Berdasarkan rencana gue di akhir taun 2008 kemaren, dealitanya gue pengen segera berhenti dari segala kegiatan ke-BEM-an. Udah cukup selama 3 semester gue ikut BEM dengan posisi sebagai Ketua Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia Departemen Kajian Strategis selama 2 semester dan Ketua Departemen Kajian Strategis selama 1 semester. Gue rasa udah cukup banyak pengalaman yang gue dapet disana. Meskipun sejatinya pengalaman itu nggak akan abis kalo mau terus kita cari, tapi gue juga harus membagi porsi antara organisasi dengan kuliah yang agak terbengkalai selama ini.
Ya begitulah. Ketika semester 1 gue nggak ikut organisasi apa2, IP gue masih bisa nyampe angka 3.5 dan itu adalah nilai tertinggi untuk 1 angkatan Teknik Nuklir 20006. Semester 2 cuma ikut di SKI Kamadz yang nggak begitu eksis, masih bisa dapet IP 3.13. Nah semester 3 pertama kalinya kenal Kastrat dan BEM, IP langsung terjun drastis jadi 2.73. Dan terakhir di semester 4 dan lebih eksis di BEM, IP juga masih tetep dapet 2.88, dengan bonus ada 1 mata kuliah 3 sks yang dapet nilai E. Nggak tau deh ni sekarang semester 5 bakalan dapet berapa.
Maka dari itulah resolusi gue di taun 2009 sejatinya adalah ingin kembali kepada fitrah gue selaku seorang engineer. Anak Teknik udah seharusnya bergerak di bidang keteknikan, jangan melulu berpolitik. Jadilah gue berencana di taun 2009 ini gue mau off total dari BEM dan organisasi lainnya untuk kembali berkutat dengan apa yang namanya Dosis Radiasi, Tampang Lintang Makroskopik, Paparan, Termoluminesensi, Burnup dan Konversi Bahan Bakar, Nilai Batas Dosis, dll. Nuklir oh nuklir…
Tapi ternyata semua berubah. Gara2nya adalah karena salah seekor sohib karib gue yang bernama Dede Miftahul Anwar pada akhirnya terpilih jadi ketua BEM KMFT UGM periode 2009. Dulu dia lah orang yang ngajak gue untuk masuk Kastrat (sehingga seharusnya dia lah orang yang paling bertanggung jawab atas merosotnya IP gue. Hohohoho…). Selama 1 taun kita eksis di Kastrat bareng2, dia sebagai Ketua Departemen dan gue sebagai Ketua Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusianya. Sampe akhirnya dia diangkat jadi Menteri Koordinator Lini Eksternal dan gue kebagian jatah gantiin posisi dia sebagai Ketua Departemen Kastrat.
Terus suatu ketika dia nyalon jadi ketua BEM, dan emang udah seharusnya dia nyalon. Gue pun termasuk salah seorang yang ngompor2in dia supaya mau jadi ketua BEM dan gue juga termasuk salah satu tim suksesnya. Dan sampai akhirnya dengan mudah dia kepilih jadi ketua BEM. Horeeee…!!!
Nah setelah dia jadi ketua BEM, otomatis dia harus milih orang2 buat mengisi susunan kabinetnya. Dan nggak tau atas alasan apa akhirnya dia minta gue supaya mau ngisi posisi Menteri Koordinator Lini Eksternal, posisi yang dulu pernah dia pegang.
Secara gitu gue udah niat buat mau kembali ke bangku kuliah dan menjadi mahasiswa studi oriented. Tapi karena gue orangnya sami’na wa watho’na, akhirnya dengan sedikit tolakan dan sedikit keengganan yang bisa dimentahkan, gue terima posisi itu.
Plus juga gue ngerasa ada perasaan nggak enak ketika telah menjerumuskan dia buat jadi ketua BEM. Buat sebagian orang, mungkin posisi ketua BEM adalah suatu targetan atau suatu prestise atau apalah yang menunjukkan kapabilitas seseorang. Tapi itu nggak berlaku buat kita, soalnya Insya Allah kita sadar bahwa jabatan adalah amanah, hendaknya jangan diberikan kepada seseorang yang memintanya. Dan di akhirat nanti kita bakalan diminta pertanggung jawaban atas amanah tersebut. Jadi, posisi sebagai ketua BEM bukanlah suatu kebanggaan, tapi suatu amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Nah terus masa iya gue yang udah menjerumuskan Miftah buat jadi ketua BEM, terus gue lepas tangan gitu aja setelah dia akhirnya terplih jadi ketua BEM? Jadilah mau nggak mau, gue nggak bisa dan nggak berdaya untuk nolak waktu Miftah minta gue buat tetep stand by nemenin dia disana. Meskipun sejatinya awalnya gue udah nggak begitu berminat ikut BEM lagi karena mau mengejar IP yang makin hari makin ajaib aja.
Jadilah kini pada akhirnya gue masih tetep bertahan di BEM, dengan sekarang menempati posisi Menteri Koordinator Lini Eksternal, selanjutnya disebut Menko Eksternal. Ternyata pemilihan gue di posisi ini pun bukan tanpa alasan, soalnya di posisi Menteri Koordinator Lini Internal diisi oleh Fauzi Muharram alias Fauzi Ingah-Ingih alias Fauzi Cabul (Calon Bupati Bantul) yang juga angkatan 2006 kaya gue dan Miftah. Dulu si Fauzi ini menjabat sebagai Ketua Technopreneurhip Departemen (wirausaha) selama 2 periode / 3 semester.
Jadilah kita bertiga selaku angkatan 2006 yang tersisa. Dan Miftah pun menyebutnya sebagai “Segitiga Bermuda” ( yang gue pelesetin jadi “Segitiga Ber-Muda”, soalnya kita bertiga paling tua sendiri di BEM sini, namun kita masih berjiwa muda loh…). Fauzi dapet amanah buat mewujudkan misi Miftah di bidang “advokasi” dan “kemandirian keuangan”, gue dapet amanah mengaplikasikan misi Miftah di bidang “pengokohan jaringan” dan “kultur ilmiah”, sementara kita berdua dapet amanah juga di bidang “media sebagai basis informasi”, mengingat kita berdua sama2 hobi ngeblog.
Dan sebagai Menko Eksternal ini, gue membawahi 2 Departemen plus 1 Biro, yaitu Departemen Sosmas (Sosial Kemasyaratan), Departemen Kastrat (Kajian Strategis) dan Biro Humas. Jadi disini gue bertugas untuk mengkoordinir mereka bertiga serta sebagai kepanjangan tangan dan lisan Miftah terhadap mereka.
Itu kira2 gambaran Menko Eksternal. Kini kita langsung beralih aja ke pengalaman gue selama 1 bulan menjabat sebagai Menko Eksternal.
Menko Eksternal itu nggak punya proker, karena emang nggak punya staaf dan proker2 itu jatahnya Departemen atau Biro. Jadi selama awal2 menjabat sebagai Menko Eksternal, yang gue lakukan hanyalah sebatas mendengarkan curhatannya anak2 2008 tentang segala seluk-beluk dunia ke-BEM-an. Plus juga selaku angkatan yang paling tua, gue bertugas untuk membagi pengalaman gue ke mereka dengan ikhlas dan dengan senang hati. Secara gitu gue bakalan lengser dan mereka lah yang bakalan jadi penerus selanjutnya.
Job pertama adalah ketika Miftah minta tolong anak2 2008 buat ngadain aksi advokasi terhadap masalah agresi Israel terhadap Jalur Gaza, Palestina. Aksi itu berupa orasi, shalat ghaib dan penggalangan dana. Panitianya adalah anak2 2008. Karena anak2 2008 masih agak awam, jadi disini gue bertugas untuk menjawab segala kebingungan anak2 2008 itu, terkait konsep aksi, persiapan, logistik, dan macem2.
Plus sebelom aksi itu berlangsung, gue usul supaya diadain dulu diskusi tentang sejarah negara Israel dan kedhzaliman2 mereka kepada bangsa Palestina. Alhamdulillah usul gue ini langsung dikabulkan. Dan gue pun secara sepihak langsung nunjuk Fahjri Adhi Nugroho si manusia geblek jarang mandi untuk jadi pemantiknya, yang dijawab dengan protes dan mencak2 dari dia gara2 dia kaget tiba2 disuruh jadi pemantik.
Dari situ terkumpul dana yang lumayan banyak buat beli es cendol, kira2 sekitar 3 juta lebih dikit. Kalo segelas es endol harganya 3 ribuan, dana sebesar 3 juta itu kira2 bisa beli 1000 gelas es cendol untuk bangsa Palestina yang kehausan. Duh masa iya sih…
Dana itu rencananya mau disalurkan ke lembaga kemanusiaan yang akan menyalurkannya langsung ke Palestina. Opsinya ada dua, yaitu PKPU (Posko Keadilan Peduli Umat) atau MER-C (Medical Emergency Rescue Committee). Setelah diskusi bla bla bla, akhirnya kita bakalan ngasih ke MER-C aja. Dan gue diamanahi untuk mengontak si MER-C itu.
Setelah gue mengontak si MER-C, kita pun janjian di sekretariat BEM. Lalu di siang hari yang terang benderang, salah seorang relawan MER-C bernama Muhammad Genta dateng ke BEM dan langsung gue sambut dengan se amplop uang berjumlah 3 jutaan. Lalu kita pun bertransaksi, ijab kabul, dan nggak lupa juga foto2 buat dokumentasi. Serta nanya2 lebih jauh lagi tentang MER-C itu sendiri, gimana awalnya Mas Genta bisa masuk MER-C dan gimana cerita relawan MER-C yang diberangkatkan ke Palestina sana. Setelah selesai itu semua, si Mas Genta ini ninggalin kartu nama dan dia pun pergi melenggang kangkung membawa serta uang 3 juta itu. Dari sini Insya Allah BEM KMFT UGM telah membuka satu link tersendiri dengan rekan2 MER-C. Semoga besok2 yang dateng kesini nggak melulu Mas Genta lagi, tapi Mbak2 good looking gitu, biar kita bersemangat buat gabung di MER-C juga. Huehehehehe…
Itulah job pertama gue selaku Menko Eksternal. Selanjutnya, yang gue lakukan adalah mengisi kekosongan kekuasaan di BEM gara2 Pak Bos Miftah harus pulang kampung dulu ke Tasik selama beberapa hari. Jadilah gue dan Fauzi diamanahi untuk menghandle segala dinamika BEM selama Miftah sedang cuti hamil itu.
Terus di penghujung bulan Januari, tiba2 kita kedatengan 2 ekor makhluk BEM KM, yaitu Guntoro selaku Menko Internal dan satu lagi gue lupa namanya selaku Menteri Advokasi. Kita pun ngobrol ngalor-ngidul ngulon-ngetan bla bla bla bla, yang intinya dia mengumumkan bahwa sore ini akan ada konsolidasi BEM se-UGM untuk menyambut kedatangan rekan2 dari Universitas Widyagama Malang.
Selaku Menko Eksternal, gue punya idealita bahwa suatu hari nanti BEM Teknik harus bisa eksis di mata dunia, untuk tahap awal minimal di UGM sendiri dulu. Karena Fakultas Teknik adalah Fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak, seharusnya ini bisa jadi kekuatan tersendiri. Dan sebagaimana bunyi lirik lagu ciptaan gue yang judulnya “Teknik Bersatu”, yang bunyinya gini: “Bersatulah mahasiswa Teknik/Bersatu dalam suka dan duka/Buktikan kepada dunia/Bahwa kita adalah juara”, jadi gue pengen membawa dan membuktikan bahwa anak2 Teknik adalah anak2 juara dan harus bisa membuktikan eksistensi serta kontribusi bagi dunia ini.
Untuk tahap awal, gue pengen mengeksiskan diri di lingkup UGM dulu. Jadilah gue dengan patuh memenuhi undangan untuk konsolidasi itu, meskipun datengnya agak telat gara2 nungguin Miftah yang pada akhirnya gue dateng kesana sama si Fahjri, manusia geblek jarang mandi yang tadi udah pernah gue sebut sebelomnya.
Konsolidasi ini diadain di BEM KM. Selain gue dan Fahjri, dateng juga perwakilan dari BEM Pertanian, Dema Hukum dan anak2 BEM KM sendiri. Dan itulah pertama kalinya gue bisa langsung berhadapan dan berdiskusi secara face to face dengan orang2 atas macem Qodaruddin si Ketua BEM KM, Ganendra si Sekjend BEM KM, Zulfan si Ketua BEM Pertanian dan lain2nya. Suatu forum yang Insya Allah memperkenalkan gue dengan para calon pemimpin bangsa ini nantinya.
Di forum konsolidasi itu intinya mengumumkan bahwa besok kita bakalan kedatengan temen2 BEM Universitas Widyagama Malang (UWM), dengan susunan rundown acara yang udah diatur oleh Mas Ganendra. Di UWM ini ada 4 Fakultas, yaitu Teknik, Ekonomi, Hukum dan Pertanian, dan dalam rundown tersebut direncananakan bahwa rekan2 UWM akan berdiskusi dengan BEM2 Fakultas sesuai dengan Fakultasnya masing2. Jadilah tiap Fakultas harus mempersiapkan diri untuk berbagi cerita dengan rekan2 UWM.
Lalu gue pun langsung mencoba menghubungi anak2 BEM Teknik untuk persiapan penyambutan. Akhirnya kita sepakat untuk ngajak anak2 UWM main2 ke sekretariat BEM Teknik sekaligus studi banding. Tapi sebelomnya kita mesti beres2 dulu, soalnya BEM ini tuh berantakan banget.
Sebenernya niat untuk beres2 sih udah ada dari dulu, tapi ya karena kecenderungan manusia adalah menuruti hawa nafsunya, akhirnya niat itu nggak terlaksana. Barulah sekarang mumpung ada momen yang tepat, yaitu kedatangan rekan2 UWM, akhirnya kita bisa menggerakkan massa untuk bantu beres2 BEM. Nggak lupa kita juga nyiapin struktur organisasi untuk dibawa rekan2 UWM dan snack kecil2an untuk pencuci mulut.
Akhirnya di sore hari kita nongkrong di BEM KM buat nyambut kedatangan rekan2 UWM. Tapi sebelomnya kita udah pada mandi dulu setelah sebelomnya badan kita bau asem semua gara2 beres2 BEM itu tadi. Akhirnya rekan2 UWM dipandu Mas Ganendra pun tiba di BEM KM dan langsung diarahkan untuk berdiskusi dengan Fakultas masing2. Untuk yang Fakultas Teknik UWM ada 3 orang, yang terdiri dari 2 orang laki2 dan 1 orang perempuan. Pas untuk gue angkut cukup dengan 1 mobil aja.
Sepanjang perjalanan, Miftah selaku tour guide nunjukin place2 yang interest di jalanan yang kita lewatin. Dan akhirnya kita pun sampe ke sekre BEM Teknik dengan selamat, yang disana dilanjutin dengan sesi diskusi. Namanya sih diskusi, tapi nggak tau kenapa ini kok malah jadi debat gitu. Padahal dari konsep awal tiap BEM aja udah beda. Tapi ya nggak apa2 lah, namanya juga anak muda…
Akhirnya setelah debat eh diskusi ini selesai, kita pun mengembalikan rekan2 UWM kembali ke pangkuan Mas Ganendar. Nggak lupa sebelomnya kita udah tuker2an link sama rekan2 Teknik UWM, supaya kedepannya silaturrahim kita bisa terjaga. Serta gue sempet ngasih kartu nama autis gue ke mereka. Nggak tau deh gimana respon mereka ntar kalo ngeliat kartu nama gue itu. Huohohoho…
Dan nggak lupa di tengah malem Mas Ganendra juga ngucapin terima kasih atas bantuan temen2 Fakultas Teknik. Iya sama2 Mas, makasih juga tadi kita udah kebagian jatah nasi bungkusnya.
Itu kira2 pengalaman 1 bulan pertama menjadi Menko Eksternal. Cuma ada 1 rencana yang belom kesampean, yaitu ngobrol2 dengan Pak Muslih selaku Sekjend Katgama alias Keluarga Alumni Teknik Gadjah Mada. Sebenernya sih kita udah punya nomor telponnya Pak Muslih, tapi nggak tau kenapa dia kayanya susah banget dihubungin. Kalo kata Mas2 ECC (Engineering Career Community) sih Pak Muslih itu adalah orang sibuk yang nggak mau nerima telpon atau bales sms dari orang2 yang nggak dikenal. Aduh sampe segitunya…
Dan kedepannya, masih ada 11 bulan lagi yang harus gue lalui sebagai Menko Eksternal. Idealitanya sih masih 11 bulan, tapi kan bisa aja kurang. Kaya misalnya gue dipecat atau lengser di tengah jalan, gue mengundurkan diri, atau mungkin gue meninggal selama masa jabatan. Ya nggak apa2 lah, tapi semoga ntar anak-istri gue dapet uang pensiun ya. Hehehehe…
3 comments February 10, 2009
HoreeeeDiaBangkrut
Beberapa taun lalu yang gue lupa tepatnya taun berapa, pemerintah mengizinkan perusahaan2 asing untuk membuka SPBU alias Sistem Pembelajaran Berbasis Ulama, eh maksudnya Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum di bumi Indonesia ini. Sejak itu SPBU (yang lebih kita kenal dengan nama pom bensin) yang biasanya didominasi oleh Pertamina kini mulai mendapat saingan, terutama dari Petronas dan Shell.
Setelah itu di sebuah jalanan di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tepatnya di jalanan satu arah pinggir rel kereta yang dari arah Depok ke Jakarta berdirilah sebuah pom bensin dengan label Petronas di depannya. For your info aja, Petronas tuh adalah Pertamina-nya Malaysia. SPBU itu tampilannya kinclong, rapi dan elegan serta ada semacem mini marketnya gitu. Beda banget deh sama SPBU Pertamina yang pada umumnya fasilitasnya cuma asal jadi.
Padahal nggak jauh dari situ juga ada SPBU Pertamina. Malah lebih lucu lagi, soalnya mereka berdua tuh berada di jalan yang sengaja dicabangin. Pasti pada bingung deh maksudnya apa.
Jadi gini lho jeng. Buat lu2 semua orang Depok yang mau ke arah Pasar Minggu pasti ngelewatin jalan ini, pasti udah agak ngerti. Sedangkan buat yang belom, ini deh gue jelasin. Jalanan di situ tuh dibikin satu arah dan dipisahin oleh rel kereta di tengah2nya. Untuk arah Depok-Jakarta di sebelah barat rel kereta, sedangkan arah Jakarta-Depok di sebelah timur rel. Ini kita sekarang ngomongin yang arah Depok-Jakarta aja ya, soalnya itu SPBU letaknya di sebelah sana.
Deket sebelom stasiun Tanjung Barat, jalanannya bercabang dua, sebelah kanan sama kiri. Jalanan yang asli tuh yang sebelah kiri, tapi karena di situ ada persimpangan, jadi kadang2 suka macet di persimpangan itu. Untuk itulah dibuat satu jalan lagi, yang sebelah kanan. Gunanya untuk memecah kemacetan, soalnya jalanan yang sebelah kanan itu cuma lurus doank, gak nemu persimpangan.
Nah, di jalanan yang asli yang sebelah kiri ini, disitu sejak jaman dulu udah berdiri sebongkah SPBU Pertamina dengan sangat manisnya. Dan kadang2 gue juga sering mampir disana, ngisi amunisi buat Daihatsu Taruna gue.
Sementara, di jalanan yang baru dibikin yang disebelah kanan, sejak beberapa taun yang lalu juga ikut2an berdiri sebutir SPBU Petronas dengan sangat autisnya. Meskipun gue sering lewat sana, tapi Alhamdulillah nggak sekalipun gue pernah mampir di situ, apalagi ngisi bensin disana. Kalo sampe gue ngisi bensin di sana tanpa alasan yang syar’i, betapa itu adalah suatu pengkhianatan yang besar bagi bangsa Indonesia, dan Malaysia malah akan tertawa melihatnya… Huahahahaha… Ih apa sih lebay buanget deh…
Oke, jalan di sebelah kiri ada Pertamina, jalan di sebelah kanan ada Petronas. Dan persis di percabangannya itu ada tanda penunjuk Pertamina dan Petronas yang posisinya persis bersebelahan, face to face, man to man, udah kaya nantangin mau berantem aja. Kalo mau Pertamina, ambil cabang yang kiri. Kalo mau Petronas, ambil cabang yang kanan. Kalo nggak mau dua2nya gimana? Ya nggak masalah, tetep jalan lurus terus aja, insya Allah bakalan nabrak dan berakhir di rumah sakit deh. Yaaa mentok2 langsung ketemu sama Munkar dan Nankir lah.
Itu adalah SPBU non Pertamina pertama yang gue liat. Sampe detik ini gue masih nggak begitu ngerti kenapa pemerintah ngizinin perusahaan asing untuk buka SPBU di Indonesia. Emang sih kita semua ngerti kalo Pertamina sendiri nggak seindah yang kita bayangkan, jadi kita perlu semacem “saingan” untuk memantik Pertamina meningkatkan kompetensi dirinya. Dan karena Pertamina adalah satu2nya BUMN yang diamanahi untuk ngurusin minyak, tambang, dll, nggak mungkin saingan itu datengnya dari dalam negeri. Akhirnya didatangkanlah perusahaan asing untuk menjadi saingan bagi Pertamina dalam meningkatkan layanannya kepada masyarakat.
Tapi sebenernya keputusan untuk ngizinin perusahaan asing buka SPBU di Indonesia bisa berbahaya dan dangerous juga. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun juga, nggak bisa dipungkiri kalo masyarakat kita suka “silau”, “latah” dan “norak” dengan semua2 yang berbau asing. Sekalipun tas-tas buatan cah asli Mbantul memiliki kualitas yang mumpuni dan nomor wahid, tapi mereka lebih suka beli tas bermerk “Esprit” demi gengsi dan prestise. Padahal, tas merk Sprite itu dibikinnya di Bantul loh, cuma di ekspor ke luar negeri, dilabelin “Sprite”, terus dijual lagi ke Indonesia.
Loh kok tas merknya Sprite? Bukannya itu nama salah satu produk minuman berkarbonasi yang perusahaan produsennya turut serta menyumbang untuk biaya perang tentara Israel Laknatullah? Duh, emang siapa yang nulis Sprite, kita nulisnya Esprit kok. Coba ucapin kata Esprit berulang2 dengan cepet. “EspritEspritEspritEspritEspritEspritEsprit…”. Terus sekarang coba ucapin kata Sprit berulang2 dengan cepet juga. “SpriteSpriteSpriteSpriteSpriteSprite…”.
Nah apa beda dari dua pengucapan di atas?
Dari pada kita ribet2 mikirin perbedaan kedua pengucapan diatas, mending kita balik ke topik awal aja deh…
Iya, dengan adanya SPBU asing di Indonesia, ditakutkan masyarakat Indonesia lebih tertarik untuk beli disitu daripada di SPBU Pertamina. Uang masyarakat yang mestinya masuk ke kas Pertamina, malah bakalan masuk ke kasnya perusahaan asing dan dibawa lari ke luar negeri. Pun demikian Pertamina juga bakal kehilangan pelanggan dan ini akan berpengaruh kepada profitnya. Kalo bener masyarakat lebih suka ngisi di SPBU asing, lama2 Pertamina bisa bangkrut nih.
Sejatinya gue juga masih belom tau apa kelebihan SPBU asing dibanding SPBU Pertamina. Mungkin fasilitasnya, mungkin kualitasnya, mungkin harganya, mungkin pelayanannya, atau mungkin apanya. Gue pun nggak bisa membandingkan, soalnya Alhamdulillah gue belom pernah ngisi di SPBU asing manapun, entah itu Petronas, Shell, Bata, Converse, Swallow, Ardilles ata Neckerman. Loh itu kenapa ada merk alas kaki ikutan nyempil?
Tapi Alhamdulillah, mungkin sampe hari ini kekhawatiran gue itu belom terbukti, atau malah semoga nggak akan terbukti. Coba kita liat lagi paragraf awal2 tulisan ini, tentang SPBU Petronas yang di Lenteng Agung.
Awalnya gue ngerasa gimana gitu ngeliat tuh SPBU. Berani2nya SPBU asing menginjakkan kakinya di bumi Indonesia ini, lebih2 di Lenteng Agung yang posisinya nggak jauh dari Depok. Plus dengan letaknya yang seakan2 menantang SPBU Pertamina yang udah berdiri lebih dulu di deket situ juga. Rasaya pengen banget tuh SPBU asing gue tendang2in. Tapi otak Einsten gue menghalangi gue untuk melakukan tindakan demikian, soalnya kaki gue bisa ancur kalo gue nekat nendangin bangunan beton kaya gitu. Hohohoho… Autis banget dah ah.
Gue khawatir, eksistensi SPBU itu akan mampu menarik minat masyarakat untuk ngisi bensin di sana dan mengabaikan SPBU Pertamina di deketnya, sehingga Pertamina-ku-sayang bakalan bangkrut. Huiks huiks…
Sekitar pertengahan akhir taun 2008 kemaren, gue ngelewatin jalan itu lagi setelah sekian lama bersemedi di Jogja. Dan ketika waktu itu gue ngeliat SPBU sialan itu:
…Nggak ada seorang petugas yang ngejagain pompanya…
…Nggak ada kendaraan yang mampir ngisi disana…
…Nggak ada orang yang beraktifitas di sekitarnya…
…Dan ada seutas tali yang melintang di pom bensin itu…
Yang menandakan bahwa…
…SPBU ITU UDAH NGGAK BEROPERASI LAGI!!!
(HOREEE…!!! MERDEKA…!!! ALLAHU AKBAR…!!! HIDUP INDONESIA…!!! GO C-KINK GO C-KINK GO…!!!)
Huehehehehe… Mari kita tertawa dulu bersama2.
Iya, dari pemandangan yang terlihat di sana dan dari gosip2 yang gue denger di keluarga gue, emang katanya SPBU itu udah nggak beroperasi lagi. Mungkin karena kekurangan pelanggan dan akhirnya bangkrut deh. Hohohoho… Meskipun gitu, mini market yang ada di sebelahnya masih tetep eksis. Nggak tau juga sih mini market ini punya asing juga apa gimana.
Nggak tau kenapa, gue ngerasa bahagia aja begitu ngeliat SPBU penjajah itu akhirnya nggak beroperasi. Seakan-akan ada perasaan kita berhasil mengusir penjajah dari bumi Lenteng Agung ini. Huehehehe…
Mungkin perlu gue ucapin terima kasih banyak buat seluruh masyarakat yang terlibat dalam berhentinya kegiatan operasional di SPBU itu, entah itu mereka yang nggak mau ngisi di SPBU asing dan tetep setia dengan SPBU Pertamina, entah itu mereka yang nggak ada rezeki untuk ngisi di SPBU asing, entah itu mereka yang nggak punya kendaraan jadi nggak perlu ngisi BBM, atau siapapun juga. Siapapun itu, terima kasih karena kita telah berhasil merunrtuhkan suatu kekuatan baru yang mencoba mengancam eksistensi bangsa Indonesia. Hehehe… Berlebihan ya?
Hari ini, gue baru ngeliat 1 SPBU asing yang rontok, ya SPBU Petronas di Lenteng Agung itu. Ke depannya, semoga akan semakin banyak SPBU asing yang juga ikut rontok. Petronas, Shell atau apapun itu, enyahlah kalian dari bumi Indonesia! Kejatuhan kalian hanya tinggal menunggu waktu, dan Pertamina lah yang akan kembali berjaya! Huahahaha…
Tapi Pertaminanya juga jangan diem aja donk… Kompetensi dan kualitas Pertamina juga harus ditingkatin lagi, jangan cuma kebanyakan beralasan dan berapologi. Ke depannya, Pertamina harus jadi pelopor kemajuan Indonesia, sehigga akan ada SPBU Pertamina di New York, akan ada SPBU Pertamina di London, akan ada SPBU Pertamina di Tokyo dan di kota besar lainnya di seluruh dunia. Bisa kan, Pertamina? Jawablah: “Bisa! Insya Allah…”
9 comments January 28, 2009
AdaKonfirmasi
Beberapa waktu yang lalu kan gue pernah nulis tulisan yang judulnya “KosKosAn”. Masih pada inget kan? Nah ternyata ada salah seorang tokoh dalam cerita tersebut yang baca tulisan gue itu. Merasa namanya telah dicemari oleh gue yang serampangan ini, akhirnya dia ngirim sms ke gue buat mengkonfirmasikan dirinya atas apa yang telah gue saksikan dan apa yang gue prasangkakan.
Karena gue adalah orang yang bertanggung jawab telah menulis tulisan itu, maka kini gue jadi terpanggil untuk menyebarluaskan konfirmasi itu ke lu2 semua. Adalah sangat merugi kalo konfirmasi itu cuma gue doank yang tau, sementara para pembaca lain yang otaknya udah terracuni oleh tulisan gue sebelomnya nggak tau apa2 tentang kejadian yang sebenernya yang dia sampein lewat sms ini.
Jadilah, gue ngerasa perlu untuk menulis ulang isi sms tersebut (dengan format yang udah dirapiin) dan mempublikasikannya di sini, supaya lu2 semua juga pada bisa tau kejadian yang sebenernya. Kira2 gini ceritanya:
Waktu itu suatu siang di hari Senin yang cerah, terlihat bulan dan bintang berkilauan di atas sana. Loh masa siang2 ada bulan sama bintang sih? Ya iya donk, tetep ada lah. Kan siang di Indonesia, tapi malem di Amerika. Lha terus ini di Indonesia apa di Amerika? Ah, whatever…
Siang itu, seekor pemuda imut bernama C-Kink sedang mendengarkan curhatan dari seekor anak manusia bernama Muhammad Sultan Iskandarsyah, biasa dipanggil Nanda. Sepintas, nama itu terlihat sangat bagus dan menawan, “Muhammad Sultan Iskandarsyah”. Tapi kalo lu ngeliat sendiri orangnya kaya gimana, beuuuh… Ancur pisan! Huehehehe… Peace bro!
Iya, si Nanda ini dari beberapa hari yang lalu udah niat pengen ketemuan sama gue buat berbagi cerita. Tapi karena waktu itu kita lagi UAS (Ujian Agak Serius) dan kita juga sibuk dengan kegiatan masing2 (for your info, Nanda adalah ketua KMTF (Keluarga Mahasiswa Teknik Fisika), sementara gue adalah tukang molor nomor wahid) akhirnya baru sekarang kita bisa ketemuan. Lokasinya di depan ruang BEM KMFT UGM, tempat dimana dulu kita pernah menghabiskan masa muda bersama, Nanda di Departemen PO (Pengembangan Organisasi) sementara gue di Kastrat (Kajian Strategis).
Intinya sih Nanda cuma pengen cerita tentang prospek PPM (Partai Pemersatu Mahasiswa), soalnya dia juga konstituen di sana. Terus juga tentang kabar KMTF, kabar BEM, perkuliahan, dll.
Di tengah2 curhatan itu, handphone Nokia 6681 gue bergetar. Karena gue lagi asik ngegosip sama Nanda, jadi gue diemin dulu. Terus bergetar sekali lagi. Masih gue diemin juga. Nggak tau kenapa, gue selalu ngerasa adalah suatu hal yang sangat nggak sopan kalo kita sibuk dengan handphone kita sendiri sementara di depan kita ada orang yang lagi serius ngobrol sama kita.
Jadilah beberapa lama kemudian setelah ada jeda sebentar, gue sempetin buat ngeiat handphone. Ada 2 sms masuk, dari si Bambang, salah satu tokoh dalam tulisan gue yang berjudul “KosKosAn”. Tapi karena waktu itu masih asik ngegosip sama Nanda, akhirnya sms itu cuma gue liat sekilas (soalnya isinya panjang) dan gue lanjut ber-kasak-kusuk-ria bareng Nanda.
Lama kemudian, gosipan kita masih belom selesai, sementara handphone gue bergetar lagi. Tetep gue biarin, dan gue tetep lanjut ngegosip lagi.
Akhirnya sekitar jam 3-an menjelang Ashar, gosip2an gue dan Nanda harus diakhiri, soalnya dia juga masih ada urusan lain. Fiiuuuh… Ini kita mulai ngegosip dari sekitar jam setengah 1-an lho, jadi total udah sekitar 2 jam kita nongkrong di depan BEM ini. Lalu Nanda beranjak pergi dan gue pun masuk ke dalem BEM.
Di dalem BEM baru deh gue baca secara keseluruhan isi sms dari si Bambang itu. Total ada 3 sms, kira2 gini bunyinya, eh isinya:
“Mau ngejelasin sesuatu. Kejadian si Bunga dan Bambang tuh gini. Daku lagi ngejar deadline ngumpulin tugas 1 jam lagi, padahal belom ngeprint (dan ngeprint A3 tuh langka dan lama banget dan ngantri dengaan temen2 *tuuuut* [nama jurusan, gue sensor] juga, jadi ku kirim bala bantuan untuk ngeprint. Kalo nggak daku bakal KO nggak dapet nilai. Secara tuh komputer yang di tempat dia tuh punyaku, jadi daku yang buka tuh komputer. Kan aku pernah bilang komputerku rusak, jadi kami tukeran komputer dll (punyaku di benerin sama dia). Masalah aku udah biasa ke tempat dia, karena kalo DIA LAGI NGGAK ADA di kos dia, aku biasa numpang make komputer dia (sebelom tukeran). Kami cuma transfer data kemaren, just itu. Toh aku juga langsung cabut”.
Date 19/01/2009
Time 12:57
“Itu juga alasan daku nggak bisa rajin2 di *tuuuut* [nama sebuah instansi, gue sensor juga], karena waktuku dipake buat mipil tugas [what is mipil??? Yang dikorek2 dari lobang idung ya? Eh itu mah upil]. Karena komputerku rusak, jadi numpang di komputer temen2 yang bisa dipake. Jangan berburuk sangka bro”.
Date 19/01/2009
Time 13:04
“Boleh *tuuuut* [nama aslinya si Bambang, harus gue sensor] tau? Apa *tuuuut* [nama asli gue, sengaja gue sensor] tuh adalah orang yang tidak berkata ‘terima kasih’ dan ‘maaf’? Hati2 *tuuuut* [nama asli gue lagi].. Jangan sering termakan prasangka. Hati2 *tuuuut* [lagi2 nama asli gue].. Lidah tidak bertulang..”
Date 19/01/2009
Time 14:20
Oh, ternyata itu konfirmasi dari si Bambang atas apa yang gue prasangkakan di tulisan gue itu. Buat lu2 semua para pembaca, tuh silahkan dibaca dan dipahami, supaya pada tau juga kejadian apa yang sebenernya terjadi.
Beberapa menit sebelom adzan Ashar berkumandang, barulah gue bales sms tersebut. Balesannya pun sangat2 singkat, soalnya gue nggak bermaksud membela diri dan gue menerima segala apa yang dia pikirin tentang tulisan gue itu.
“Asw. Iya thank you atas semua konfirmasinya. Aku minta maap kalo tulisanku udah bikin kamu jadi gimana2. Aku terima kalo kamu ada marah dan kesel sama aku”.
Date 19/01/2009
Time ??:?? (nggak ada waktunya. Maklum lah handphone bekas. Huehehehe…)
Lalu adzan berkumandang dan gue menegakkan ibadah Sholat Ashar di Mustek. Selesai Sholat, gue cek lagi handphone gue dan ada balesan lagi dari si Bambang.
“Iya. Terima kasih juga. Itu memacu *tuuuut* [nama aslinya si Bambang lagi] untuk lebih berhati2 dan baik dalam bersikap. Maaf kalo kata2 *tuuuut* [masih nama aslinya si Bambang] menyinggung atau tidak baik”.
Date 19/01/2009
Time 15:32
Tapi yang ini nggak gue bales, soalnya gue juga nggak tau mau ngomong apa lagi. Yang jelas sih intinya gue menerima kalo emang dia ngerasa gimana2 gitu sama gue.
Nah kira2 begitulah ceritanya. Para pembaca yang budiman dan budiwati, yang tentunya punya kapasitas dan kualitas otak yang jauh diatas otak seekor udang, harapannya bisa menafsirkan sendiri sms2 tersebut dan kaitannya dengan tulisan gue yang berjudul “KosKosAn” itu. Ayo silahkan ayo…
Sekali lagi, ini bukan kali pertama tulisan gue bermasalah. Dulu di bulan November, gue pernah bikin tulisan yang isinya mengkritik salah satu lembaga kemahasiswaan di kampus gue berada sekarang ini. Dan ternyata lembaga tersebut nggak terima dengan kritik yang gue berikan. Akhirnya di malam hari selama 1 setengah jam gue disidang oleh lembaga tersebut. Gue sendirian, sementara di depan gue ada 9 orang anggota lembaga tersebut yang semuanya melototin gue dengan sorotan mata antagonis kaya di sinetron2. Huehehehe…
Tapi nggak tau kenapa, gue malah ngerasa seneng disidang kaya gitu, gue jadi punya kesempatan untuk berbicara dan didengarkan oleh 9 orang di hadapan gue itu. Plus juga, adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi penulis jika ada feedback atas tulisannya. Feedbacknya pun nggak harus melulu yang bagus2 dan positif, tapi akan lebih menantang lagi kalo feedbacknya tuh yang kontra dan negatif. Hal ini nggak lain dan nggak bukan adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas diri si penulis itu sendiri.
Khusus untuk kasus yang bulan November itu, sebenernya gue berniat untuk ngeposting tulisan gue itu ke blog ini. Tapi lembaga dengan anggota2nya yang arogan itu melarang gue buat mempublikasikan tulisan gue. Jadilah ntar gue berinisiatif nunggu 1 taun dulu, baru gue posting deh itu tulisan. Huahahahahaha.
Kembali lagi ke bahasan awal. Emang tadi kita lagi ngebahas apa? Wah nggak tau ya, gue juga lupa. Daripada bingung nggak jelas gini, mending tulisan ini kita akhiri aja deh.
3 comments January 25, 2009
OneManOneDollar
Auwououououououwoooo…!!!
Terkait dengan agresi Israel Laknatullah kepada Palestina kemaren, masyarakat Indonesia yang bersimpati dan concern terhadap masalah ini mencoba memberikan sumbangsih dan bantuannya dalam bentuk program-program pengumpulan sumbangan. Salah satu diantara program pengumpulan sumbangan ini ada yang bernama “One Man One Dollar”, bacanya: “Wan Men Wan Dolar”.
Tulisan ini hanya bermaksud untuk sedikit mengkritisi mengenai judul program itu, One Man One Dollar yang kalo diterjemahin artinya kira2 “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Eh salah ya? Ya whatever lah, udah pada tau kan artinya apa.
One Man One Dollar. Satu orang satu dollar. NIatnya adalah supaya 1 orang menyumbang 1 dollar untuk disumbangkan ke Palestina. Kalo misalnya ada 500ribu orang yang nyumbang, maka akan terkumpul 500ribu dolar alias 5 milyar rupiah kalo dikurs 1 dollar adalah 10ribu rupiah.
Tapi kalo ditilik judulnya, berkesan ada yang janggal dengan istilah One Man One Dollar itu sendiri. Apa yang salah? Kenapa? Karena penggunaan standar dollar dalam masalah ini. Apakah ada yang salah dengan ini? Nggak tau juga sih, mungkin nggak ada.
Coba kita teliti lebih jauh lagi. Israel Laknatullah adalah penjajah dzhalim yang segala tindak-tanduknya selalu mendapatkan pembelaan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Dan, mata uang Amerika Serikat adalah dollar Amerika. Dollar-dollar kapitalis yang dipaksakan untuk diakui sebagai standar mata uang dunia.
Sejatinya, mata uang haruslah disandarkan pada standar emas. Namun Amerika Serikat dengan kepongahannya dan masyarakat dunia dengan kebodohannya sepakat untuk menjadikan dollar sebagai patokan mata uang mereka. Dan, secara tidak langsung program One Man One Dollar menyiratkan dukungan kita terhadap penggunaan mata uang dollar itu sendiri.
Nggak bisa dipungkiri kalo Amerika Serikat dengan sangat bodohnya mau mendukung segala tindakan keji Israel Lanatullah. Dan, penggunaan mata uang dollar adalah salah satu cara bagi Amerika Serikat untuk menguasai perekonomian dunia, supaya negara2 dunia mau tunduk di bawah keinginannya.
Kenapa program ini dinamakan One Man One Dollar? Alasannya mungkin simpel aja, yaitu adalah karena 1 dollar itu nilainya sekitar 10ribu rupiah, sehingga memungkinkan tiap orang untuk menyumbang sebesar 10ribu rupiah saja.
Usul yang gue tawarkan disini adalah, marilah bersama2 kita hentikan penggunaan istilah One Man One Dollar itu, karena dikhawatirkan itu menjadi semacam legalitas dalam menyepakati penggunaan mata uang dollar. Ada baiknya kalo kita mengganti program itu dengan satuan mata uang yang nilainya masih mengacu pada standar nilai emas dan perak, dalam hal ini adalah Dinar dan Dirham. Jadi, nama program ini selanjutnya adalah “One Man One Dinar” atau “One Man One Dirham”.
Mungkin ada sedikit kendala disini, yaitu besarnya nominal yang akan dikeluarkan. Kalo tadi 1 orang cukup dengan 10ribu rupiah, maka program ini membutuhkan nominal yang lebih besar dari itu. 1 dinar nilainya mengacu pada 4.25 gram emas 22 karat,yang kalo dirupiahkan harganya kira2 sekitar 1 jutaan lebih. Sedangkan 1 dirham nilainya mengacu pada 3 gram perak murni, yang kalo dirupiahkan menjadi kira2 35ribu an rupiah. Jadi, tiap orang harus mengeluarkan lebih dari 1 juta rupiah untuk One Man One Dinar atau sekitar 35 ribu an rupiah untuk One Man One Dirham.
Sejatinya udah ada salah satu ormas Islam di negeri ini yang menerapkan program One Man One Dirham. Ormas itu bernama Hidayatullah, ormas Islam terbesar ketiga setelah Nahdlatul Ummah dan Muhammadiyah. Sebuah langkah yang patut ditiru, sebagai bentuk untuk menyosialisasikan kembali penggunaan mata uang dinar dan dirham yang penetapannya mengacu pada standar emas.
Tapi kita kembali lagi ke esensinya. Buat lu2 semua yang nggak terlalu mempermasalahkan arti sebuah nama, ya silahkan gunakan nama apa aja. Yang terpenting adalah esensi dari kegiatan itu sendiri, yaitu sebagai wadah perwujudan apresiasi masyarakat Indonesia untuk berkontribusi terhadap masalah2 kemanusiaan yang menimpa warga Palestina. Intinya, marilah kita sisihkan sebagian rezeki yang kita miliki untuk berbagi kepada saudara2 kita di Palestina. Berapapun nominalnya, yang terpenting adalah kesungguhan dan niat ikhlas dari hati kita untuk menolong saudara2 kita di sana. Insya Allah demikian.
4 comments January 23, 2009

