Archive for June, 2008

WhatMyNameMeans

Hei hei hei hei, mau tau apa arti setiap huruf dari nama gw? Nih dia monggo diliat. Tapi gw gak tau ini dapet dari software apa, gak tau namanya.

 

What C-Kink noa Zoro means :

 

C is for Caring             = Peduli
-
K is for Kind                = Ramah
I is for Important          = Berkedudukan penting
N is for Nice                = Menyenangkan
K is for Keen               = Tekun

N is for Naughty          = Nakal
O is for Organic           = ???
A is for Ambitious       = Ambisius

Z is for Zappy              = ???
O is for Orderly           = Rapi
R is for Relaxed           = Santai
O is for Optimistic       = Optimistis

 

Itu tadi kalo C-Kink noa Zoro. Sekarang kita coba kalo C-Kink Ardya Pradhita (gak nyambung yah?).

 

What C-Kink Ardya Pradhita means :

 

C is for Caring             = Peduli
-
K is for Kind               = Ramah
I is for Important         = Berkedudukan penting
N is for Nice                = Menyenangkan
K is for Keen               = Tekun

A is for Adaptable      = Dapat menyesuaikan diri
R is for Remarkable    = Luar biasa
D is for Dorky             = ?????
Y is for Young            = Muda
A is for Athletic          = Atletis

P is for Pretty              = Manis
R is for Relaxing         = Menenangkan
A is for Adventurous = Sangat berani/Berjiwa petualang
D is for Dashing          = Gagah/Bersemangat/Penuh aksi
H is for Heavenly        = Menyenangkan
I is for Industrious      = Rajin/Tekun
T is for Timeless          = Tanpa perhitungan waktu

A is for Autism           = Penderita autis

 

Nah gimana, keren kan? Sesuai banget gitu loh sama orangnya… Wuakakakakakakak… Tapi huruf A dari kata Pradhita yang terakhir, itu gw yang nambahin sendiri lho, buat jayus2an aja. Duh kayaknya pada seneng banget lu ngeliat gw dibilang autis. Coba deh ngaca, yang sebenernya autis tuh siapa. Tetep gw kan? Yohohohoho…

 

Mari kita jamah beberapa diantaranya…

 

I is for Important = Berkedudukan penting

Huehehehehe…. Kedudukan penting disini mungkin bukan masalah jabatan. Tapi tentang arti dari kehadiran seekor C-Kink di setiap pertemuan. Kalo di suatu pertemuan gak ada gw nya, pasti rasanya ada yang kurang. Bener gak? Bener kan? Loh kok malu2 jawabnya? Ah masih pada kaku aja lu sama gw…

 

N is for Nice = Menyenangkan

Yang ini sih gw juga udah tau. Akika kan nyenengin gitu bo… Hueeek…

 

N is for Naughty = Nakal

Buset dah Astagfirullah… Masa cowo baik2 kaya gw dibilang Naughty? Hmmmm…. Tapi kalo sama Asmirandah sih mungkin iya.

 

R is for Relaxed = Santai

Nah ini dia, santai banget. Saking santainya, sampe males nyuci mobil yang udah berdebu. Saking santainya, sampe males nyuci kamar mandi yang udah lumutan. Ah tapi gak juga kok, itu mah tampak luarnya aja. Biarpun dari luar keliatannya gw ini orang yang santai, tapi coba liat dalemnya, tetep santai juga.

 

O is for Optimistic = Optimis

Wohohohoho… Optimis disini mungkin bisa lebih diartikan sebagai bercita2 tinggi dan percaya diri akan cita2 tersebut. Salah satu kalimat yang sering gw ucapin adalah “Hari ini gw ikhlas dibilang aneh, Tapi lihatlah suatu hari nanti, biarlah waktu yang akan menjawabnya”. Jadi kalo sekarang ini gw bermimpi bisa ketemu Asmirandah, bisa jadi seorang ahli nuklir, bisa membawa INDONESIA MENGUASAI DUNIA dan lu semua menganggap bahwa mimpi2 gw ini aneh, ya kita biarkan aja waktu yang akan menjawabnya. 

 

R is for Remarkable = Luar biasa

Luar biasa? Kalimatnya masih gantung nih. Yang luar biasa tuh apanya? Luar biasa imutnya kah? Kalo ini sih gw juga udah tau…

 

A is for Athletic = Atletis

Wuakakakakakak… Akhirnya ada juga yang nyadar kalo perut gw yang six pack dan body gw yang langsing2 seksi ini emang pantes untuk bergelar atletis.

 

P is for Pretty = Manis

Mungkin kata manis disini lebih tepat kalo diartikan menjadi IMUT aja yah. Akika kan imut gitu bo…

 

A is for Adventurous = Berjiwa petualang

Wuidih, anak kalem kaya gw ternyata berjiwa petualang. Hohohoho… Gak percaya kan? Coba aja kita tes di Dufan, siapa yang paling hobi naik Kora2, Roller Coaster Halilintar, Niagara2 & Arung Jeram. Dulu waktu gw kelas 2 SMA waktu Dufan lagi sepi buanget, gw pernah naek Roller Coaster Halilintar 13 putaran.

 

A is for Autism = Penderita autis

Aduh aduh aduh, kalo yang ini sih gak usah ditanggepin. Autis disini tuh gw yang nulis sendiri lho, buat lucu2an aja. Eh tapi kok lu nanggepinnya malah pada serius sih? Gawat juga nich…

 

Udah yua segini dulu aja. Mengenai nama C-Kink Sahid Syaifullah, Insya Allah kapan2 akan segera menyusul. Dadaaaah….

 

(Sifat-sifat diatas hanyalah fiktif belaka. Bila ada yang menyerupai aslinya, maka itu hanyalah kebenaran belaka. Namun bila ada yang melenceng jauh dari aslinya, itu juga merupkan kebetulan belaka. Loh kok semuanya cuma kebetulan belaka? Ya iyalah, gw nulis ini juga cuma kebetulan belaka. Dan lu baca tulisan ini juga cuma sekedar kebetulan belaka. Bingung kan? Ya gak apa2 kalo bingung, bingung itu kan juga cuma kebetulan belaka…)

4 comments June 11, 2008

MasihAdaNasionalismeDiSana

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku

Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru, “INDONESIA BERSATU!”

Hiduplah tanahku hiduplah negeriku

Bangsaku rakyatku SEMUANYA

Bangunlah jiwanya bangunlah badannya

Untuk INDONESIA RAYA

INDONESIA RAYA merdeka merdeka

Tanahku negeriku yang kucinta

INDONESIA RAYA merdeka merdeka

Hiduplah INDONESIA RAYA

Itulah tadi lagu kebangsaan negara kita yang saban Senin dinyanyikan oleh puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan pelajar untuk mengiringi tegak dan berkibarnya bendera Merah Putih di tiang lapangan upacara…

Baru-baru ini berlangsung sebuah hajatan olahraga besar yang diadakan di Istora Senayan, yatu Piala Thomas dan Uber. Sebuah momentum yang secara umum bisa menggambarkan bahwa ternyata masih ada NASIONALISME di dalam dada bangsa Indonesia. Nasionalisme itu muncul bukan dari gedung DPR/MPR, bukan dari Istana Negara, bukan dari gedung-gedung tinggi bertingkat, tapi dari sebuah gelanggang olahraga, dari peluh dan keringat para pejuang bangsa yang bersadu padu meneriakkan gema “INDONESIA”. Demi menyaksikan berkibarnya bendera merah putih di podium panggung kehormatan, para suporter rela melakukan yel-yel yang mungkin dianggap “unik” bagi mereka yang tak terbiasa. Tapi justru di situ mereka bisa menunjukkan seberapa besar kadar kecintaan mereka kepada Indonesia ini.

Apa korelasinya dengan lagu Indonesia Raya diatas?

Iya, dalam gelaran piala Thomas dan Uber kemarin, lagu Indonesia Raya tidak berhasil berkumandang dan mengangkasa membahana meramaikan Istora Senayan. Kita menghargai dan menghormati segala usaha para pejuang bulutangkis kita yang telah berusaha sebaik-baiknya, meskipun pada akhirnya langkah tim Thomas kita terhenti di semifinal oleh negara pemroduksi sinetron Full House dan tim Ubernya digagalkan oleh negeri tirai bambu di final.

Seperti yang sudah-sudah, jikalau lagu Indonesia Raya berkumandang di panggung kehormatan, maka dapat dipastikan akan ada air mata yang menetes membasahi gelanggang, baik itu dari mata si atlet maupun dari mata para suporter yang setia menyemangati sepanjang pertandingan. Benar-benar suatu kebanggaan yang luar biasa melihat segala peluh dan keringat yang keluar selama ini telah terbayarkan dengan berkibarnya bendera Merah Putih dan berkumandangnya lagu Indonesia Raya. Sebuah eksistensi untuk membuktikan kepada dunia bahwa sebuah negara yang bernama INDONESIA itu MASIH ADA.

Setelah itu, mari kita refleksi terhadap diri kita masing-masing. Apa pendapat kita tentang lagu Indonesia Raya? Seberapa sering kita mendengarkan atau menyayikan lagu Indonesia Raya? Apa yang kita bayangkan saat lagu Indonesia Raya berkumandang? Seberapa besar kepedulian kita terhadap lagu Indonesia Raya? Sekumpulan pertanyaan yang tidak perlu dijawab secara lisan, tapi buktikan itu semua dengan LANGKAH NYATA.

Ingatlah bahwa Indonesia adalah negara besar. Besar, karena ada KITA sebagai warga negaranya. Besar, karena KITA-lah yang akan membawanya. Besar, karena KITA-lah yang akan membesarkan Indonesia. Indonesia adalah negara besar jika kita mau mengakui bahwa Indonesia memang negara besar dan kita pun berkeinginan untuk mewujudkan baik secara lisan maupun dengan perbuatan untuk membawa Indonesia menjadi negara besar. Sudah seharusnya kita bangga terlahir sebagai bangsa Indonesia dan sudah seharusnya kita bangga mendengarkan lagu Indonesia Raya berkumandang di langit biru.

Sekarang mari kita teriakkan kalimat ini dengan lantang :

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

Maaf, tapi tolong ulangi sekali lagi. Aku tidak melihat adanya kebanggaan di dalam hatimu saat meneriakkan kalimt tersebut. Tolong ulangi :

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

Sudah cukup? Belum. Sekali lagi, kepalkan tanganmu dan teriakkan dengan sekeras yang kau mampu sampai seluruh penjuru dunia mendengar bahwa kau berkata :

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

Sekian dan terima kasih. Berjanjilah bahwa suatu hari nanti, dengan ucapan Bismillah dan dengan izin Allah, kita akan membawa INDONESIA MENGUASAI DUNIA.

Sebagai penutup, dibawah ini aku sertakan lirik lagu favoritku yang berjudul “Bangunlah Putra-Putri Pertiwi” milik Bang Iwan Fals yang mungkin dapat kita jadikan sebagai bahan perenungan.

Sorot matamu tajam namun ragu

Kokoh paruhmu semua tahu

Tegak tubuhmu takkan tergoyahkan

Kuat jarimu kala mencengkram

Pulau-pulau yang berpencar

Bersatu dalam cengkrammu

Angin genit mengelus merah putihmu

Yang berkibar sedikit malu-malu

Merah darahmu tertanam di dada

Putihmu suci penuh kharisma

Bermacam suku yang berbeda

Bersatu dalam kibarmu

TERBANGLAH GARUDAKU

Singkirkan kutu-kutu di sayapmu

BERKIBARLAH BENDERAKU

Singkirkan benalu di tiangmu

Hei jangan malu dan jangan ragu

TUNJUKKAN PADA DUNIA

Bahwa sebenarnya kita MAMPU

Mentari pagi mulai membumbung tinggi

Bangunlah putra putri ibu pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita BERJANJI

Hari ini esok pagi atau lusa nanti

GARUDA BUKAN BURUNG PERKUTUT

SANGSAKA BUKAN SANDANG PEMBALUT

Dan coba kau dengarkan

PANCASILA itu BUKANLAH RUMUS KODE BUNTUT

Yang hanya berisi harapan

Yang hanya berisi khayalan

Add comment June 6, 2008

FavoritAh

Assalamualaikum wr wb.

Wooohaaa…. Setelah lama menunggu, kali ini kita kembali lagi dalam segmen lika-liku seorang laki-laki yang tak laku-laku di dunia yang penuh dengan luka-luka. Dulu kan kita dah ngebahas tentang asal-usul dari nama gw. Nah sekarang kita bakalan ngebahas tentang hal-hal favorit gw di dunia ini. Langsung aja deh kita tancap gas dan enjoy the show.

Makanan

Makanan favorit : Tempe goreng, semur &sosis & sop buatan mama, cumi-cumi, nasi goreng, sate

Minuman favorit : Air putih, susu, es blewah

Buah favorit : Blewah, jambu air

Cemilan favorit : Taro, popcorn rasa asin

Jajanan favorit : Bakpia, risoles, lemper, kue ape, pukis

Olahraga

Olahraga favorit (ditonton) : Formula 1 Racing, Moto GP, sepakbola

Olahraga favorit (dilakukan) : Jogging, balap mobil

Pesepakbola favorit : Gianfranco Zola (udah pensiun taun 2006)

Klub sepakbola favorit : AC Parma, Chelsea FC

Pembalap F1 favorit : Giancarlo Fisichella

Musik

Band favorit : L`arc~en~ciel, J-Rocks, semua band yang ada gw sebagai pemain bassnya

Musisi favorit : Iwan Fals

Bassis favorit : Tetsu L`arc~en~ciel, Wima J-Rocks, Mike Dirnt Green Day

Penyanyi favorit : Hyde L`arc~en~ciel

Lagu favorit : Lagu-lagu yang gw ciptain sendiri

Entertainment

Selebriti favorit : Asmirandah

Artis favorit : Sandra Bullock

Aktor favorit : Matt Damon, Nicholas Saputra

Film favorit : Apa aja suka

Acara TV favorit : F1 Racing, Sport7

Sineas favorit : Siapa aja

Kartun

Film kartun favorit : One Piece, Tom & Jerry

Tokoh kartun favorit : Roronoa Zoro

Bacaan

Buku favorit : Apa aja suka

Penulis favorit : Gw sendiri, Al-Ghazali, Ahmad Syafii Maarif, Harry Roesli, Krismansyah

Majalah favorit : Sabili

Koran favorit : Republika, Jawa Pos, Kompas

Komik favorit : One Piece, Kung Fu Komang

Tokoh favorit (selain Muhammad Rasulullah saw)

Presiden favorit : Mahmoud Ahmadinejad

Pemimpin favorit : Umar bin Khattab

Penulis sastra favorit : Taufik Ismail

Dosen favorit : Andang Widi Harto, Sunarno

Tokoh komik favorit : Roronoa Zoro

Lain-lain

Warna favorit : Biru muda, item, putih, ijo

Mobil favorit : Toyota Solluna, Mazda RX8

Negara favorit : Palestina, Iran, Jepang, Indonesia

Nah mungkin itu dulu yang bisa gw kasih tau. Tapi jangan lupa bahwa semua yang gw tulis disini tuh sifatnya subjektif dan sementara lho. Bisa jadi kalo suatu hari nanti gw nulis yang kaya gini lagi, hasilnya bakalan beda. Gak apa-apa lah, manusiawi kok. Huohohohhohohoho…. Ya udah coy, segini aja yah.

Wassalamualaikum wr wb.

2 comments June 6, 2008

SendalDanPemiliknya

Beberapa hari lalu tepatnya tanggal 22 April 2008 di malam hari yang terang benderang, aku ber-5 sama Ochan (ini laki-laki lho, nama aslinya Hasan), Andhika, Aniv & Cahyo seperti biasa mau berangkat buat les bahasa Jepang di Pusat Studi Jepang UGM. Sebelomnya, kita mau dinner dulu di Jogja Chicken. Aku pun melajukan MyLovelySolBro ke Jogja Chicken di Jalan Kaliurang.

Sesampainya di sana dan memarkirkan mobil pada tempatnya, aku turun dari mobil dan jalan ke Jogja Chicken sambil ngobral-ngobrol ngalor-ngidul. Tiba-tiba kaki kiri ku terantuk sesuatu dan sendal ku terlepas dari kaki kiri ku yang mulus dan seksi ini. Setelah meloncat sesaat, aku menolehkan kepalaku ke bawah, mencari2 apa gerangan yang nyangkut di kaki ku. Aku ngeliat ada ranting pohon yang ditaro di lubang got sebagai penanda. Oh rupanya tadi kaki ku nyangkut di ranting pohon itu. Dan pada saat bersamaan, aku ngeliat sendal ku yang tadi lepas, bergerak meloncat tuing-tuing dan akhirnya “Pluuuung….”, nyemplung ke got tersebut. Subhanallah….

Aku pun ngelirik ke dalem got tersebut dan ternyata gotnya dalem. Udah dalem, gelap, bau, banyak sampahnya juga. Dan aku juga gak tau ada makhluk apa aja yang bersembunyi di balik kegelapan got tersebut. Hiiiiiii……. Aku pun segera mengikhlaskan sendal itu. Jadilah kini aku hanya mengenakan sendal yang sebelah kanan doank. Lalu aku melangkah kembali ke mobil, aku lepas dan aku taro sendal ku yang tinggal satu itu di dalem mobil dan jadilah aku makan di Jogja Chicken tanpa beralaskan apa-apa (kaya iklan Mentos aja yah).

Kejadian ini disaksikan oleh ke-4 ekor temenku yang lain. Mereka bertanya-tanya,

“Eh itu sendalnya gimana?”

“Udah gak apa-apa lah, ikhlasin aja”

“Loh kok gitu?”

“Iyah. Sendal ini kan cuma titipan. Tawakkal aja lah.”

Ya mungkin itu gambaran percakapan yang terjadi waktu itu. Mungkin redaksinya beda, tapi itulah intinya. Apakah segampang itu kehilangan sendal? Realitanya emang gak demikian, tapi sadarlah bahwa ketika kita kehilangan sesuatu dalam bentuk materi, sesungguhnya Allah sedang menguji kita. Apakah kita akan ikhlas ataukah malah akan berkeluh kesah?

“Sendal ini kan cuma titipan”, itu kalimat yang aku ucapkan waktu itu. Iya, jangan pernah lupa bahwa semua yang kita miliki saat ini hanyalah titipan, terutama sendal. Titipan siapa? Siapa lagi kalo bukan Allah Yang Maha Kuasa. Sendal ini hanyalah titipan dari-Nya, yang apakah dengan dititipkannya sendal ini pada kita, kita akan memanfaatkannya untuk melangkah di jalan yang benar. Apakah kita akan menggunakan sendal ini untuk melangkah ke masjid, ataukah sendal ini akan kita bawa ke tempat dugem?

Bukan hanya sendal, tapi semuanya juga hanyalah titipan dari Allah, termasuk dunia dan seisinya. Bahkan mata ini, mulut ini, tangan ini, kaki ini dan jiwa ini pun adalah milik Allah. Tidak pantas bagi manusia untuk berlaku sombong dan semena-mena setelah mengetahui bahwa segala yang ada di dunia ini sesungguhnya adalah milik Allah. Allahu Akbar, Allah Maha Besar, hanya kepada-Nya lah kita menyembah dan hanya kepada-Nya lah kita memohon pertolongan.

Kembali ke bahasan awal, sendal ku itu kini telah berpulang kepada pemilik yang sesungguhnya. Ini adalah suatu teguran, apakah selama ini aku telah memanfaatkan sendal itu untuk hal-hal yang diridhoi-Nya? Dan dengan lepasnya sendal itu dari kakiku, aku pun sedang diuji. Hendaknya dari ujian ini kita bisa menjadi manusia yang luar biasa. Seperti apakah manusia yang luar biasa itu? Yaitu manusia yang apabila diberi cobaan mereka bersabar dan apabila diberi rezeki mereka bersyukur. Itulah luar biasanya seorang muslim.

Mungkin ada yang bertanya lagi, ah ini kan cuma sendal yang harganya gak seberapa, jadi kita bakalan dengan gampang mengikhlaskannya. Tapi seberapa kecil pun harganya, tetap saja semuanya adalah cobaan. Dan for your info, tepat seminggu kemudian yaitu pada tanggal 29 April 2008, aku kehilangan sepasang sepatu Ellese putih ku di BEM. Kronologisnya, hari itu aku naro sepatu di rak luar dan malemnya lupa aku masukin. Jadilah pagi harinya sendal itu raib dari tempatnya, barengan sama sepatunya Cahyo yang juga sama-sama raib. Asumsi kita adalah malem itu ada maling maen2 ke ruang BEM dan ngeliat ada sepatu nganggur trus langsung diembat deh.

Dan sekali lagi, yang bisa aku katakan dalam hati adalah “Ya udahlah ikhlasin aja, sepatu ini kan cuma titipan”. Mungkin sepatu itu saat ini telah berada di kaki orang lain, tapi aku pun sadar sesadar-sadarnya bahwa di sepatuku itu ada hak orang lain juga yang mungkin selama ini gak pernah aku penuhi. Tawakkal aja yah…

Add comment June 6, 2008

PLTNlagiDanLagi

Entah sudah berapa lama wacana tentang pendirian PLTN diutarakan. Dan entah sudah berapa lama juga wacana itu masih tetap bersifat wacana, bahkan sampai saat penulis menulis tulisan ini. Sebenarnya ada apa dengan PLTN? Kita tanya Galileo…

Sebelum membahas lebih lanjut, sebenarnya seberapa besar sih urgensi untuk membangun PLTN? Semua orang dan semua pihak memiliki kacamatanya sendiri untuk menjawab pertanyaan ini. Begitupun dengan perlunya didirikan PLTN di Indonesia. Banyak pihak yang menentang tapi juga tidak sedikit pihak yang mendukung, dan mungkin lebih banyak lagi pihak yang tidak mau mempermasalahkan, karena ada-tidaknya PLTN tidak membawa pengaruh apa-apa dalam hidup mereka. Gitu katanya.

Tak bisa dipungkiri kalau harga bahan bakar fossil semakin hari semakin mencekik. Naik, naik, naik, naik dan terus naik hingga membuat mata orang yang melihatnya menjadi mendelik. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya produksi pembangkit listrik, yang pada umumnya masih menggunakan bahan bakar fossil sebagai pemantik.

Terus apa hubungannya dengan PLTN? PLTN bisa menjadi salah satu solusi mengatasi tingginya harga bahan bakar fossil. Bukan hanya masalah harga, tapi juga efisiensi energi yang dihasilkan, gas buang yang tidak mengandung CO2, serta beberapa keuntungan lainnya yang dimiliki PLTN dibandingkan dengan pembangkit listrik sejenis. Beberapa sumber energi lain yang bisa dijadikan sebagai pembangkit listrk diantaranya adalah geothermal, matahari, angin, air dan sejenisnya, tapi secara umum PLTN memiliki kelebihan tersendiri. Beberapa dosen dari Jurusan Teknik Fisika UGM telah mengutak-atik perhitungan matematis untuk membandingkan PLTN dengan pembangkit listrik lainnya, dan memang secara umum PLTN bisa dijadikan sebagai salah satu solusi yang baik.

Di sini kita tidak akan membahas tentang perhitungan matematis itu, karena si penulis sendiri juga kurang menguasai. Kita akan coba melihat PLTN ini dari sisi lain yang tidak ada rumus dan hitungan-hitungannya yang mungkin hanya dimengerti oleh para ahli tingkat atas.

Apa sih yang ditakutkan dari PLTN? Salah satunya adalah adanya selentingan yang menyatakan bahwa nuklir itu berbahaya. Merujuk dari kasus PLTN Chernobyl di Ukraina dan bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang, terlihat bahwa nuklir mempunyai kekuatan yang luar biasa.

Kita tidak memungkiri kalau nuklir memiliki kekuatan yang benar-benar dahsyat. Tapi apakah nuklir hanya berfungsi seperti yang digambarkan pada kedua kasus diatas? Tentunya tidaklah Allah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Begitupun dengan nuklir, kekuatan yang dahsyat ini akan bermaslahat bagi umat manusia jika dimanfaatkan di jalan yang benar. Bom atom Hiroshima dan Nagasaki merupakan contoh penggunaan nuklir yang tidak seharusnya, dimanna nuklir digunakan sebagai alat untuk membunuh sesama manusia. Sedangkan PLTN Chernobyl bisa dikatakan sebagai “produk gagal” karena banyaknya kesalahan dalam desainnya. Perlu untuk diketahui, yang membuat Chernobyl meledak sebenarnya bukanlah dari nuklirnya itu sendiri, tapi dari reaksi yang terjadi antara grafit dan air yang digunakan bersamaan sebagai moderator. Seharusnya tidak semestinya suatu moderator menggunakan grafit dan air karena akan saling bereaksi dan bisa menimbulkan ledakan.

Selama ini kita hanya mengetahui tentang PLTN Chernobyl, yang memang banyak terjadi kesalahan di dalam desainnya dan sistem pengamanan yang tidak berfungsi dengan seharusnya. Tapi di seberang lautan tepatnya di Amerika Serikat juga pernah terjadi suatu kebocoran PLTN. PLTN Three Mile Island namanya. Tapi di PLTN Three Mile Island ini tidak mengakibatkan ledakan seperti di PLTN Chernobyl. Kenapa? Karena sistem pengamannya benar-benar bekerja dengan baik. Tidak ada ledakan dan tidak ada radiasi yang keluar ke lingkungan. Ini adalah salah satu bukti bahwa meskipun nuklir itu sekilas tampak berbahaya, tapi PLTN itu sendiri telah dilengkapi dengan safety system yang berguna untuk “memadamkan” bahaya yang mungkin terjadi.

Jangan lupa bahwa kasus PLTN Chernobyl merupakan kejadian yang terjadi pada tahun 1986. Sekarang teknologi sudah semakin berkembang dan tentunya sistem pengaman pada PLTN juga sudah semakin update. Dalam rentang waktu 1 tahun, produsen Handphone selalu memunculkan varian baru yang semakin banyak dan semakin lengkap fiturnya. Pun demikian dengan PLTN, para ilmuwan selalu berusaha untuk menciptakan teknologi terbaru pada PLTN yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Saat ini PLTN sudah berkembang memasuki generasi 4 yang tentunya memiliki safety sysetm dan efisiensi yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan adanya safety system seperti ini, tidak ada salahnya jika Indonesia mulai melirik kembali wacana pendirian PLTN. Namun hendaknya tidak hanya sebatas wacana, tapi juga diwujudkan dalam langkah konkit yang nyata berupa pembangunan PLTN secepatnya. PLTN memang sebuah proyek besar, dan buktikanlah bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa BESAR dengan memiliki proyek besar ini.

Mungkin masih banyak pertanyaan yang masih menggantung di dalam diri kita terkait masalah PLTN ini. Harapan penulis adalah supaya kita jangan pernah puas hanya dengan membaca tulisan ini saja. Marilah kita mencari referensi-referensi lain yang mungkin bisa menjawab segala tanda tanya yang ada di dalam pikiran kita. Teruslah bergerak untuk mencari dan memperdalam ilmu, supaya kita tahu kebenaran yang sebenarnya.

2 comments June 6, 2008

IniSumbernya

Ayat-Ayat Indoktrinasi Talmud

Ya ayyuhannaas…

Pernah denger istilah “Talmud”? Belom pernah denger ya? Ya gak apa2, gak salah kok. Talmud adalah sebuah kitab yang dianggap “suci” oleh Israel Laknatullah. Kitab ini mereka jadikan sebagai pedoman hidup. Sebgaian besar pola pikir mereka didoktrin oleh isi kitab ini.

Mungkin kita heran, kenapa tetara2 Israel bisa dengan bengisnya memperlakukan warga Palestina dengan seenak udel mereka sendiri. Itu semua gak lain adalah karena pengaruh doktrin dari kitab Talmud ini. Berikut ini adalah segelintir ayat-ayat Talmud yang dijadikan doktrin oleh Israel, khususnya para tentara perang mereka.

“Orang Yahudi diperbolehkan berdusta menipu Ghoyim (non-Yahudi)” (Baba Kamma 113a)

“Semua anak keturunan Ghoyim sama dengan binatang” (Yebamoth 98a)

“Seorang Ghoyim yang berbaik pada Yahudi harus dibunuh” (Soferim 15, Kaidah 10)

“Barangsiapa yang memukul dan menyakiti orang Israel, maka ia berarti telah menghinakan Tuhan” (Chulin, 19b)

“Orang Yahudi adalah orang2 yang shalih dan baik di mana pun mereka berada. Sekali pun mereka juga melakukan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka” (Sanhedrin, 58b)

“Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapa pun dan oleh apa pun di muka bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang berwujud manusia, yakni Ghoyim” (Chagigah 15b)

“Haram hukumnya berbuat baik kepada Ghoyim (non-Yahudi)” (Zhohar 25b)

Sumber : Eramuslim Digest, Edisi Koleksi 1, “Israeli Nuke : Kekuatan Gelap Nuklir Dunia” halaman 109

Nah itu tadi kiranya sebagian dari isi Talmud. Sekarang udah ngerti kan? Dan setelah mengerti, masihkah kita sepakat dengan penindasan Israel terhadap Palestina? Masihkah kita tunduk pada kesombongan Israel yang semakin merajalela? Masihkah ada alasan bagi kita untuk hanya termenung dan berdiam diri disaat saudara2 kita di Palestina dizhalimi oleh Israel Laknatullah? Warga Palestina butuh bantuan kita. Dan dengan ucapan Bismillah dan dengan Izin Allah, bersama kita bisa membebaskan Palestina dari belenggu penjajahan Israel dan meruntuhkan kesombongan Israel di muka bumi ini.

Berjanjilah bahwa suatu hari nanti, kita lah orang2 yang akan membebaskan Palestina. Kita lah orang2 yang akan menumbangkan Israel dan Amerika. Dan kita lah orang2 yang akan membawa Islam menguasai dunia, Insya Allah…

Add comment June 6, 2008

BukanSekedarMimpi

Akan jadi apa aku di masa mendatang nanti?

Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Insya Allah inilah yang akan terjadi pada diriku ini di masa-masa yang akan datang…

- Insya Allah aku akan jadi seorang ilmuwan ahli nuklir yang ilmu nuklir ku disegani di seluruh penjuru dunia

- Insya Allah aku akan jadi penulis ternama yang tulisan2ku mampu menginspirasikan orang banyak dan mampu mengubah dunia

- Insya Allah aku akan menjadi tokoh yang berpengaruh di dunia ini yang setiap ucapanku akan memotivasi seluruh penduduk dunia

- Insya Allah aku lah orang yang akan meruntuhkan hegemoni Amerika Serikat dan dunia Barat

- Insya Allah aku lah orang yang akan menghancurkan kesombongan Israel sehancur-hancurnya

- Insya Allah aku akan membawa Palestina kembali kepada kemerdekaanya

- Insya Allah akan aku buat Indonesia menjadi negara besar yang disegani di dunia

- Insya Allah aku adalah bagian dari orang2 yang akan membawa Islam kembali kepada masa kejayaan

- Insya Allah nama ku akan tercantum di dalam buku sejarah dan masuk dalam daftar “100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia”

- Insya Allah aku akan menikah dengan seorang istri yang berjilbab, berakhlak, bertauhid dan berbudi perkerti yang taat pada suaminya

- Insya Allah aku akan memiliki banyak anak yang akan meneruskan perjuangan ayahnya dalam membawa Islam kembali ke masa kejayaan

- Insya Allah aku akan memberi nama anak laki2ku Muhammad Syahid Syaifullah dan selanjutnya Muhammad Sulaiman Ibrahim, serta menamai anak perempuanku Siti Aisya Asmiranda dan selanjutnya Siti Fatima Khumaira

- Insya Allah aku akan menjadi orang yang kaya, tidak hanya kaya materi tapi juga kaya hati dan kaya ilmu serta kaya pengalaman dan kaya pergaulan

- Insya Allah aku akan mendermakan sebagian besar hartaku kepada mereka yang lebih berhak untuk menerimanya

- Insya Allah aku akan membagi perhatianku kepada sebanyak mungkin anak yatim yang kutemui

- Insya Allah akan aku utamakan kehidupan kaum fakir dan miskin serta mereka yang tidak lebih beruntung daripada aku

- Insya Allah akan kujaga lingkungan dan dunia titipan Allah ini dengan sebaik2nya demi kelangsungan hidup anak-cucuku nanti

- Insya Allah, semua yang aku tuliskan di atas akan menjadi KENYATAAN

Add comment June 6, 2008

Opiniku

Setelah sebelumnya kita membaca tentang ringkasan acara seminar bedah buku “Melawan Iblis Mephistopheles” maka kali ini izinkanlah diriku yang hina dan rendahan ini untuk menyampaikan argumentasi dan pendapatku terkait penyampaian ke-4 ekor pembicara serta 2 ekor pembicara tambahan lainnya yang nyusul belakangan.

Sebenernya di acara kemaren, aku pun juga punya banyak hal yang pingin aku sampaikan terkait “opini negatif” para pembicara yang mempermasalahkan PLTN. Namun karena moderator cuma memberikan kesempatan kepada 5 orang penanggap doank, jadinya aku gak mendapatkan lahan untuk menyampaikan aspirasiku. Dan untuk memfalisitasi aspirasi serta argumenku ini, izinkanlah aku menyampaikannya dalam bentuk tulisan.

Ada beberapa poin yang ingin aku sampaikan terkait opini mereka, diantaranya :

Mengapa Indonesia memilih PLTN sebagai sumber energi alternatif? Apakah ini cuma ikut2an tren dunia saja? Bukankah PLTN sudah ditinggalkan oleh negara2 maju?

Pembicara mengutarakan bahwa energi alternatif itu kan ada banyak, kenapa PLTN yang dipilih? PLTN kan udah banyak di dunia, apa ini cuma ikut2an tren aja? Kenapa gak mencoba mengembangkan energi alternatif lain, seperti SolarCell dan menjadi pelopor disana?

Bukan berarti menyepelekan energi alternatif lain, tapi gak salah kan kalo kita mengembangkan PLTN juga? Energi alternatif lain itu gak bisa menghasilkan daya sebesar PLTN, jadi secara umum PLTN adalah yang lebih efisien diantara yang lainnya. Untuk ngebandingin itung2an efisiensi PLTN dan energi alternatif lain, aku gak punya ilmunya. Tapi aku yakin Pak Andang dan dosen2 Teknik Fisika lainnya udah menguasai masalah ini sehingga mereka berkesimpulan kalo PLTN itu emang lebih efisien dibanding yang lainnya.

Begitupun dengan masalah SolarCell. Energi yang dihasilkannya gak sebanding dengan PLTN. Dan gak masalah kok kalo kita juga mau ngembangin SolarCell. Tapi jangan lupain PLTN, itu intinya.

Mengapa kita tidak menggunakan energi alternatif lainnya seperti panas bumi, matahari, angin dll yang merupakan anugerah Tuhan?

Pertanyaan “aneh” ini udah dijawab dengan memuaskan oleh Pak Fadhli dan mungkin hampir semua peserta menyetujuinya. Semua yang ada di dunia ini adalah anugerah Tuhan, termasuk nuklir dan uranium. Tidaklah Allah menciptakan semua ini dengan sia2. Jadi mau itu panas bumi, matahari, angin maupun nuklir sekalipun, semuanya adalah anugerah Allah dan sudah menjadi tugas kita untuk memanfaatkan potensi yang tersedia disana dengan penuh tanggung jawab dan sebaik2nya demi kemaslahatan orang banyak.

Api, bukanlah merupakan anugerah Tuhan? Allah menciptakan iblis dari api, namun manusia diberikan akal dan pikiran untuk menaklukkan api, bahkan memanfaatkannya untuk kepentingan orang banyak. Jadi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diberikan oleh Sang Pencipta, Insya Allah nuklir pun juga bisa kita taklukkan dan kita manfaatkan di jalan yang benar.

Sebenernya Indonesia tidak sedang mengalami krisis energi, hanya terjadi kesalahan pengelolaan saja terhadap energi.

Semua juga sepakat kalo hampir sebagian besar penduduk Indonesia, terutama yang berada di kursi kepemimpinan sedang mengalami krisis moral. Tapi aku rasa ini bukan jadi alasan untuk menoak berdirinya PLTN di Indonesia, karena masalahnya bukan di krisis energi tapi krisis di seluruh lapisan masyarakat yang gak akan cukup dibahas lewat tulisan ini.

Pemerintah, khususnya mereka yang mendukung PLTN bisa dikategorikan sebagai orang2 SINTING karena menggunakan logika yang salah.

Salah seorang pembicara mengatakan bahwa pemerintah, khususnya yang mendukung PLTN adalah orang2 yang “sinting”. Telah terjadi kesalahan pada logika mereka yang membuat mereka memutuskan untuk mendirikan PLTN di Indonesia, sehingga kita pantas untuk menyebut mereka sebagai orang2 yang “SINTING”.

Aku gak tau definisi sinting menurut dia tuh apa. Yang aku tau, istilah “sinting” adalah sesuatu yang bersifat relatif yang dipengaruhi oleh media, opini dan budaya setempat. Jadi sinting bagi seseorang, belom tentu sinting bagi orang lain. Itu menurutku.

Pada tahun 1960-an, presiden AS saat itu J.F Kennedy berujar bahwa pada akhir dasawarsa ini, ia akan menempatkan manusia di bulan. Saat itu ia dianggap “sinting” oleh masyarakat umum. Mana mungkin manusia bisa ke bulan? Itu cuma mimpi. Tapi coba liat sekarang, manusia pulang pergi ke bulan adalah hal biasa. Bahkan juga ada binatang yang pernah diterbangkan ke bulan. Ternyata ke”sinting”an J.F Kennedy membawa perubahan besar bagi dunia, dan membuat namanya masuk ke dalam daftar “100 tokoh paling berpengaruh di dunia” karya Michael H Hart.

Demikian dengan Tomas Alfa Edison, Alexander Graham Bell dan para penemu lainnya yang tetap bertahan dalam “kesintingannya” demi menciptakan suatu penemuan baru yang bermanfaat bagi khalayak umum. Bahkan bukankah junjungan kita nabi besar Muhammad Rasulullah saw juga pernah dianggap “sinting” oleh kaum Quraisy?

Ya mungkin saat ini kita masih bisa bebas ber-opini tentang “sinting2an”. Tapi liat aja nanti, biarlah waktu yang akan menjawabnya dan lihatlah perubahan besar yang akan dibawa PLTN pada kemajuan negara ini. Sehingga suatu hari nanti, kita bisa mengucapkan kalimat berikut ini dengan keras dan lantang, “SEBENERNYA YANG SINTING ITU SIAPA YA?”

Proyek pembangunan PLTN di Indonesia merupakan SAMPAH dari sisa2 produk Barat yang sebenernya sudah tak terpakai lagi di tempat asalnya.

Kalo ini sih jelas cuma letupan emosi dari si pembicara aja. Selama ini, apakah ada produk2 Indonesia yang bukan merupakan “sampah” dari negara lain? Tapi harapannya itu juga bukan jadi alasan untuk tidak mendirikan PLTN di Indonesia. Bukan bermaksud merendahkan negara Indonesia tercinta ini. Tapi kenyataannya emang kaya gitu. Dan aku rasa itu juga bukan masalah, karena boleh saja saat ini kita cuma bisa makan ”sampah2” negara lain, tapi kita adalah individu2 yang bertekad untuk maju. Kita bukan cuma makan sampah, tapi kita juga mempelajari sampah2 tersebut sehingga suatu hari nanti kita bisa menjadi produsen, bukan hanya konsumen. Bukankah proses alih transfer teknologi adalah hal yang biasa?

Banyak mahasiswa Teknik Fisika dan Teknik Nuklir yang menghadiri seminar ini karena menyangkut pekerjaan dan masa depan mereka.

Pendapat di atas muncul dari mulut seekor pembicara tambahan yang merupakan sarjana lulusan Teknik Fisika, tapi saat ini ia beralih ke bidang Ekonomi. Dia juga mengatakan supaya anak2 Teknik Nuklir gak perlu khawatir kalo PLTN gak didirikan di Indonesia, karena sebenernya mereka punya kompetensi lebih untuk bersaing di bidang lain, seperti di bidang ekonomi maupun politik. Sedangkan anak ekonomi dan politik belom tentu ngerti tentang nuklir. Jadi, anak2 nuklir adalah individu luar biasa yang bisa kerja di mana aja.

Itu pendapat si pembicara tersebut. Dan aku sendiri juga mengakui kalo anak2 nuklir emang punya kemampuan berlebih untuk berkembang di bidang lain, tapi orang2 dari bidang lain belom tentu bisa menguasai ilmu nuklir. Sebenernya ini bukan masalah pekerjaan, tapi lebih ke masalah TANGGUNG JAWAB. Telah dikatakan bahwa ilmu nuklir itu hanya dikuasai oleh anak2 nuklir saja, sedangkan orang2 dari bidang lain belom tentu menguasai. Jadi kalo anak2 nuklir beralih pekerjaan ke bidang lain, maka SIAPA LAGI ORANG2 YANG AKAN MENGEMBANGKAN ILMU NUKLIR DI INDONESIA? Sekali lagi, ini terkait masalah tanggung jawab. Dan selaku mahasiswa Teknik Nuklir, aku punya tanggung jawab untuk membuat Indonesia menjadi negara yang menguasai ilmu nuklir, dan salah satunya adalah dengan cara mendirikan PLTN di Indonesia.

Saat ini SDM Indonesia tidak mampu untuk mendirikan PLTN.

Membaca kalimat diatas, mungkin yang terlihat adalah sebuah pesimisme. Ya, salah satu alasan kenapa Indonesia gak maju2 adalah karena selalu berpikir pesimis, kurang memiliki motivasi. Menurut buku Total Motivation karya Sofian Hadi Lubis, beberapa hal penghambat motivasi diantaranya adalah :

- Kurangnya kepercayaan diri

- Cemas

- Opini negatif

Dimana ke-3 hal diatas-lah yang membuat SDM Indonesia kurang mampu berkembang an mengeksploitasi dirinya lebih jauh lagi. Jadi mungkin gak ada salahnya kalo kita berpikir optimis, kita yakinkan pada negeri ini bahwa anak bangsa juga mampu membuat teknologi sekelas PLTN. Tentu saja optimis di sini bukan semata optimisme buta, tapi optimisme yang juga disertai dengan ilmu dan usaha, salah satunya adalah dengan memotivasi SDM Indonesia bahwa mereka MAMPU mendirikan PLTN.

Selain itu, pembicara juga mengatakan “perbaiki dulu SDM Indonesia, baru kita bisa mampu membuat PLTN”. Usul yang bagus, dan tidak salah. Tapi masalahnya adalah, sampai kapan kita menunggu sampai SDM Indonesia benar2 baik? Gak ada parameter khusus yang menyatakan kesiapan suatu SDM, jadi sampai kapanpun, kita akan selalu mengatakan bahwa “kita belom siap, kita belom siap, kita belom siap” dan hal ini akan tertanam di dalam pikiran kita, sehingga pendirian PLTN pun akan terus-menerus mengalami kemunduran dan penundaan.

Untuk itu, usul yang aku tawarkan adalah kenapa gak dibangun dulu aja PLTNnya? Proses pembangunan dan pemeliharaan PLTN membutuhkan SDM yang benar2 mumpuni, sehingga hanya SDM unggul saja yang bisa terlibat disana. Dalam kasus ini, PLTN berperan sebagai suatu simbol atau inspirator atau pelopor untuk meningkatkan SDM di Indonesia. Dengan adanya PLTN, maka masyarakat akan termotivasi untung meningkatkan SDMnya. Jadi disini dengan didirikannya PLTN, maka SDM Indonesia pun akan meningkat seiring dan sejalan dengan berkembangnya PLTN di Indonesia ini.

Nuklir itu bahaya. Terbukti dari perlunya pekerja radiasi menggunakan baju pelindung dan peralatan khusus jika ingin berinteraksi dengan nuklir.

Orang yang mengatakan pendapat di atas masih sama dengan orang yang mengatakan pendapat sebelum ini. Itulah tanggapannya terkait pengalamannya yang dulu pernah terlibat dengan dunia nuklir. Dan sampai saat ini, aku masih belom bisa mengerti alasan apa yang mendasari dia berpendapat demikian. Bukanlah semua hal di dunia ini pada dasarnya adalah bahaya bila digunakan di jalan yang salah?

Bukan hanya pekerja nuklir aja yang make baju pelindung, tapi pekerja konstruksi bangunan juga perlu peralatan khusus seperti helm dan sepatu bot dalam pekerjaannya. Api juga berbahaya, sehingga pemadam kebakaran perlu peralatan khusus dalam melaksanakan tugasnya. Jadi, inilah yang disebut dengan KESELAMATAN KERJA, yang memang diperlukan untuk meningkatkan keselamatan para pekerja. Semua yang terjadi pasti memiliki dampak dan resiko, dan jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, pasti ada resiko yang besar juga dibaliknya. Seperti kata pepatah, “No Pain No Gain” atau mengutip ucapan kakeknya Spiderman, “with great power comes great responsibility”. Tinggal bagaimana KEBERANIAN kita untuk menghadapi resiko yang mungkin terjadi demi kekuatan besar yang tersembunyi dibelakangnya.

Bagaimana nasib limbah PLTN? Selama belum ada teknologi yang mampu mengolah limbah PLTN, maka PLTN jangan didirikan dulu.

Ini juga sebuah pernyataan yang “unik”. Kalo pernyataan ini kita turuti, bisa2 hidup kita bakalan stagnan dan diam di tempat. Suatu kalimat mengatakan, “sejarah selalu berulang”. Begitupun dengan yang terjadi saat ini adalah pengulangan dari kejadian2 yang pernah terjadi di masa lalu, hanya kasus dan konteksnya saja yang berbeda.

Coba kita lihat ke masa lalu, ketika mobil baru pertama kali dibuat. Untuk membuat mobil yang maksimal, diperlukan tenaga yang maksimal. Namun mengakibatkan produk buangan yang besar juga, melalui knalpot. Apakah dengan adanya produk buangan yang seperti itu, produsen mobil menghentikan produksinya? Jawabannya : TENTU TIDAK. Mereka justru tertantang untuk menciptakan mobil yang memiliki tenaga yang besar namun produk buangannya diminimalisir. Hasilnya pun bisa kita nikmati saat ini, dengan adanya mobil2 kualitas tinggi yang ramah lingkungan.

Pun demikian dengan PLTN. Apakah masalah limbah akan menghentikan langkah kita mengembangkan PLTN? Sekali lagi jawabannya : TENTU TIDAK. Justru seharusnya kita merasa tertantang untuk menciptakan proses pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Kalo kita gak punya PLTN, gimana kita bisa membuat teknologi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan? Sambil mengoperasikan PLTN, sambil kita mengembangkan PLTN yang limbahnya ramah lingkungan.

Kesimpulan

Dengan ini, aku mencoba untuk menyampaikan ke khalayak masyarakat umum bahwa pendirian PLTN di Indonesia sebaiknya didukung, karena efek yang diberikan PLTN baik secara langsung maupun tidak langsung Insya Allah mampu membangun dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Untuk menjadi negara yang besar, kita perlu SDM yang bersemangat, yang memiliki motivasi tinggi, yang tertantang untuk selalu belajar dan belajar serta belajar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Buanglah segala pikiran negatif dan rasa pesimisme kita. Jangan sampai kita terus terpuruk dalam keadaan seperti ini. Kita adalah bangsa besar, bangsa yang selalu bergerak maju dan akan terus bergerak maju. Terakhir, aku ingin menyampaikan sebuah kalimat yang mungkin agak provokatif dan mungkin dianggap “sinting”, tapi dengan jujur dan tegas aku berkata,

“Bismillaahirrahmaanirrahiim. Insya Allah dengan PLTN, akan kita bawa Indonesia MENJADI PEMIMPIN DUNIA”.

2 comments June 6, 2008

SeminarAntiPLTN

Tadi pagi di University Center (UC) UGM ada seminar bedah buku. Aku lupa judul bukunya apa, kalo gak salah “Melawan Iblis Mephistopheles” dengan jargon “Bunga Rampai Tinjuan Krisis Anti-PLTN-Fissi”, yang pada intinya menolak didirikannya PLTN di Indonesia. Karena ini berkaitan dengan nasib PLTN, maka jati diriku sebagai seekor mahasiswa Teknik Nuklir merasa tergugah untuk turut serta “meluruskan” pandangan mereka yang menentang PLTN dan mencoba menyebarluaskan faham mereka ke masyarakat awam.

Dari beberapa hari sebelumnya, rekan2ku di Teknik Nuklir 2006 udah janjian untuk “mengcounter” seminar bedah buku ini. Kita mencoba untuk mengerahkan massa, terutama orang2 yang mendukung PLTN untuk hadir. Alhamdulillah respon dari anak2 Teknik Nuklir angkatan atas dan bawah juga cukup baik, terbukti dari minat mereka untuk membela “harga diri” terkait PLTN ini. Bahkan beberapa dosen yang dihubungi juga bersedia menjadi front-liner. Eh tapi emang front-liner artinya apa yah?

Jam ½ 9-an aku dan rekan2 Teknik Nuklir udah stand by di UC buat “menjajah” sebanyak mungkin kursi yang tersedia. Awalnya kita berencana untuk duduk nyebar supaya gak ketauan kalo berasal dari komunitas yang sama. Tapi tetep aja realisasinya gak sesuai kenyataan, masih banyak yang ngegerombol. Gak apa2 lah, tawakkal aja…

Sebelom acaranya mulai, kita dipersilahkan untuk nikmatin coffee break dulu. Waktu lagi duduk2 sambil ngemil, aku ngeliat sosok seorang makhluk luar biasa yang baru turun dari motornya. Seorang manusia yang memiliki aura yang dahsyat yang mampu membuat anak kecil yang sedang menangis menjadi tertawa ketakutan (?????). Siapakah dia? Dialah You-Know-Who, atau kita sebut saja “Pak Andang”, seorang dosen idaman favorit para mahasiswa. Gak tau kenapa, waktu ngeliat beliau turun dari motor dan dengan tawadhu’ beliau berjalan memasuki ruangan, aku melihat adanya cahaya kemenangan terpancar dari wajahnya…. Pahlawan pembela PLTN telah datang. Dengan kekuatan bulan, akan menghukummu!!!

Alhamdulillah ternyata masih ada dosen yang peduli terhadap masalah ini. Kehadiran Pak Andang seakan menjadi ujung tombak bagi kaum pendukung PLTN. Selama ini, aku dan rekan2 Teknik Nuklir menyimpan suatu kekaguman tersendiri pada diri Pak Andang yang bener2 berilmu tinggi dan disegani di Jurusan Teknik Fisika. Dan dengan kesediaan beliau untuk hadir di acara ini, kekagumanku kepada beliau jadi makin bertambah. Gak salah deh waktu semester 1 dulu aku pernah mendeklarasikan komunitas AFC (Andang Fans Club) bareng temen2 Teknik Nuklir 2006.

Gak lama kemudian, salah seorang dosen Teknik Fisika lainnya yang bernama Pak Fadhli dateng dan dengan langkah meyakinkan beliau mengambil tempat duduk persis di sebelah mikrofon yang disediakan untuk peserta. Udah nyuri start duluan rupanya buat nanggepin uraian pembicara nantinya. Tapi bagus deh, dengan begini kita punya 2 orang “Petinggi” Teknik Nuklir yang akan memperjuangkan nasib PLTN ini nantinya. Lalu berurutan dateng juga anak2 Teknik Nuklir angkatan diatasku, kaya Mas Djarot mantan ketua Satu Bumi (Pepala-nya Fakultas Teknik), Mas Setiawan ketua angkatan Teknik Nuklir 2006, Mas Ayi ketua BEM Fakultas Teknik dan lain2nya, serta Pak Alex selaku dosen Teknik Fisika.

Akhirnya jam ½ 10 acara dimulai, ngaret sekitar ½ jam dari jadwal. Acara dibuka dengan sambutan dari 2 orang petinggi acara ini, yang dari isi sambutannya, mereka berdua condong untuk menolak PLTN. Selanjutnya dilanjutin dengan uraian dari 4 ekor pembicara yang bila diliat sekilas, mereka semua tidak punya latar belakang ilmu terkait dengan Nuklir dan PLTN. Masing2 dari mereka menyampaikan tanggapan mereka terhadap buku “Melawan Iblis Mepisthopheles” ini. Dan secara keseluruhan hampir semua dari mereka menolak berdirinya PLTN di Indonesia, baik itu secara tersirat maupun secara tersurat. Beberapa pernyataan yang mereka sampaikan diantaranya :

  1. Mengapa Indonesia memilih PLTN sebagai sumber energi alternatif? Apakah ini cuma ikut2an tren dunia saja? Bukankah PLTN sudah ditinggalkan oleh negara2 maju?
  2. Mengapa kita tidak menggunakan energi alternatif lainnya seperti panas bumi, matahari, angin dll yang merupakan anugerah Tuhan?
  3. Sebenernya Indonesia tidak sedang mengalami krisis energi, hanya terjadi kesalahan pengelolaan saja terhadap energi.
  4. Pemerintah, khususnya mereka yang mendukung PLTN bisa dikategorikan sebagai orang2 SINTING karena menggunakan logika yang salah.
  5. Proyek pembangunan PLTN di Indonesia merupakan SAMPAH dari sisa2 produk Barat yang sebenernya sudah tak terpakai lagi di tempat asalnya.

Dan selain 5 poin di atas, masih ada banyak lagi pernyataan2 mereka yang bisa memantik ghirah dan “semangat kenukliran” dari mereka2 yang mengerti tentang ilmu nuklir.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanggapan dari para peserta. Spontan banyak peserta yang mengacungkan tangannya. Tanpa menunggu aba2 dari moderator, berdiri seorang peserta yang langsung berlari menuju mikrofon yang telah disediakan oleh pantia. Aku gak menangkap jelas apa ucapannya, tapi intinya dia mendukung berdirinya PLTN di Indonesia. Tepuk tangan pun bergemuruh dari seluruh penjuru ruangan, menandakan bahwa masih banyak orang yang sebenernya menginginkan Indonesia memiliki PLTN.

Lalu moderator mempersilahkan peserta lainnya untuk ngasi tanggapan. Tanpa disuruh Pak Andang yang duduk di barisan depan langsung berdiri dan melangkah menuju mikrofon. Spontan, seluruh mahasiswa Teknik Nuklir yang ada di ruangan tersebut yang telah mengetahui kapabilitas dari seorang Andang Widi Harto, langsung bertepuk tangan semeriah2nya. Dengan gaya khasnya yang cool, beliau mengambil mikrofon dan mulai membela diri sekaligus menyerang balik serta meluruskan segala opini negatif para pembicara terkait dengan PLTN. Aku yang merupakan salah seorang dari AFC (Andang Fans Club) pun tak henti2nya bertepuk tangan atas setiap pernyataan yang disampaikan Pak Andang, yang membuatku makin nge-fans sama beliau.

Disini aku gak bisa menuliskan seperti apa tanggapan2 Pak Andang. Tapi beberapa “serangan” dari para pembicara yang anti PLTN bisa dicounter dengan sempurna oleh Pak Andang. Dan ketika beliau selesai memberikan tanggapan, sekali lagi seluruh penjuru ruangan bergemuruh memberikan aplaus atas apa yang disampaikan Pak Andang, termasuk aku sendiri yang masih diliputi rasa “bahagia” atas penjelasan beliau.

Selanjutnya moderator mempersilahkan peserta lainnya untuk memberi tanggapan. Pak Fadhli yang duduknya paling deket sama mikrofon yang sedari tadi udah ngacung2in tangan tapi selalu keduluan, kali ini langsung berdiri dan meraih mikrofon di deketnya. Sekali lagi, karena beliau adalah dosen Teknik Fisika yang pada umumnya Pro-PLTN, seluruh peserta seminar langsung memberikan applaus yang meriah. Dan sekali lagi, beliau juga mampu menanggapi opini negatif dari para pembicara dengan baik. Bahkan mungkin si moderator jadi agak “naik darah” mendengar pernyataan dari Pak Fadhli. Akhirnya tanggapan Pak Fadhli diputus oleh moderator karena kelamaan.

Intinya, kedua algojo Teknik Fisika di atas mengeluhkan kompetensi dari pembicara yang kurang mengerti tentang ilmu nuklir itu sendiri. Pak Andang mengutarakan bahwa dalam setiap seminar Kontra-PLTN seperti ini, peran engineer kurang dilibatkan sehingga bisa menyesatkan masyarakat umum. Termasuk cover buku “Melawan Iblis Mepisthopheles” yang provokatif yang menggambarkan Cooling Reactor PLTN dengan kuburan disekitarnya, seakan2 gambar itu berbicara bahwa “PLTN itu bisa membunuhmu”. Perlu diketahui bahwa Cooling Reactor gak cuma punya PLTN doank, tapi semua pembangkit listrik juga punya lho…. Dijelaskan juga bahwa renewable-nya suatu pembangkit listrik tidak hanya diliat dari sumbernya doank tapi juga dari siklus yang terjadi di dalemnya. Serta meskipun beliau merupakan dosen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, bukan beliau hanya concern ke PLTN, tapi juga concern ke energi alternatif, sehingga keputusan untuk mendukung PLTN adalah setelah dibandingkan dengan energi alternatif lainnya.

Sedangkan Pak Fadhli selain mempermasalahkan kompetensi pembicara juga menanggapi poin 1 dari pernyataan pembicara diatas bahwa bukan hanya panas bumi, matahari dan angin saja yang merupakan anugerah dari Tuhan, tapi nuklir (uranium) juga merupakan suatu anugerah yang bisa kita manfaatkan.

Penanggap selanjutnya adalah seorang perempuan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yang mempertanyakan kenapa negara2 seperti Iran tidak “diperbolehkan” untuk mengembangkan ilmu nuklirnya. Dan terakhir ada orang yang ngaku2 peselancar yang ngomongnya campur2 Indonesia-British (Cinta Laura donk…). Dia ngomong panjang lebar cepet kilat ngebut becek dan campur2, jadi cuma ada 1 pernyataan doank yang bisa aku tangkep yaitu :

“… … Kebetulan saya sendiri adalah seorang surfer, sehingga saya sedikit mengerti potensi angin di Indonesia. Di beberapa tempat, angin di Indonesia memang kencang. But hey, who lives there? … …”

Ya redaksinya mungkin beda, tapi intinya gitu lah….

Kalimat “Who lives there” yang langsung disambut dengan applaus dari para peserta lainnya, yang membuatku gak bisa mendengarkan the rest of his statement. The point is, si peselancar atau surfer tersebut menanggapi bahwa if we want to use wind energy, di beberapa tempat di Indonesia emang banyak anginnya, but umumnya di tempat2 yang anginnya kenceng itu gak ada penduduk yang tinggal, so ntar energi angin itu buat siapa? Loh kok jadi ikutan campur2 gini? Ya Insya Allah demikian…

Selanjutnya tanggapan2 peserta tadi ditanggapi kembali oleh pembicara dkk dengan menghadirkan 2 orang pengamat lagi, yang sedari tadi udah duduk manis di bangku undangan. Salah seoarng diantara mereka adalah seekor sarjana lulusan Teknik Fisika yang kemudian merambah dan bekerja di bidang lainnya di luar ilmu Fisika. Dengan tajam dia menyampaikan opininya tentang permasalahan ini. Diantaranya adalah:

  1. Banyak mahasiswa Teknik Fisika dan Teknik Nuklir yang menghadiri seminar ini karena menyangkut pekerjaan dan masa depan mereka.
  2. Saat ini SDM Indonesia tidak mampu untuk mendirikan PLTN.
  3. Nuklir itu bahaya. Terbukti dari perlunya pekerja radiasi menggunakan baju pelindung dan peralatan khusus jika ingin berinteraksi dengan nuklir.
  4. Bagaimana nasib limbah PLTN? Selama belum ada teknologi yang mampu mengolah limbah PLTN, maka PLTN jangan didirikan dulu.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa untuk anak2 Teknik Nuklir, gak perlu takut gak dapet kerja kalo PLTN gak jadi didirikan. Kenapa? Karena mahasiswa2 Teknik Nuklir itu adalah mahasiswa luar biasa yang dibekali skill gak cuma di bidang nuklir doank, tapi juga bisa merambah ke bidang poltik atau ekonomi kalo mau, seperti yang terjadi pada dia sendiri. Sedangkan anak2 Ekonomi dan Politik sendiri belom tentu ngerti tentang nuklir. Dia juga menegaskan bahwa 2 persoalan besar yang menghalangi terwujudnya PLTN di Indonesia ini adalah : SDM dan limbah PLTN.

Dan terakhir, hampir kesemua pembicara mengatakan bahwa mereka TIDAK ANTI NUKLIR, hanya mereka tidak setuju dengan PLTN, karena SDM Indonesia tidak mampu. “Tidak Anti Nuklir”, sebuah kalimat yang tidak dipermasalahkan oleh para penanggap tapi digunakan oleh para pembicara untuk membela diri.

Kemudian setelah kesemua pembicara selesai “membela diri”, acara pun ditutup dengan kuis dan doorprize. Peserta dipersilahkan untuk mengambil nasi box yang telah disediakan yang jumlahnya terbatas, dimana aku beruntung menjadi salah seorang yang kebagian nasi box tersebut. Huohohohohohoho….. Dan Pak Andang pun tersenyum…

Add comment June 6, 2008

HargaDiriMahasiswa

Hari masih pagi tapi aku udah ngalamin hal yang menarik. Pagi ini aku ada kuliah jam 7 pagi sama Pak Andang. Tapi setelah Sahur dan Subuh-an dan belajar, aku tidur lagi jam 6 dan baru bangun jam ½ 7. Akhirnya setelah berdandan dan segala macem lainnya, aku baru berangkat jam 07.05. Aku gak langsung ke jurusan tapi mampir ke BEM dulu, soalnya aku ninggalin sepatu Ellese-ku disana.

Setelah ngebut2 bang-jo bablas, aku nyampe kampus jam 07.14 dan langsung ke BEM. Sesampainya disana, ternyata ruang BEM KOSONG dan TERKUNCI. Wuaduh gawat nih, sepatuku kan ada di dalem. Langsung aku telpon Nasikun selaku KRT (KerumahTanggaan) BEM ini. Di jawab di ujung sana kalo dia lagi nge-net di KPTU dan dia gak bawa kunci karena kuncinya lagi di Andhika. Terus langsung aku telpon Andhika, gak ada jawaban. Aku telpon Mas Ayi, gak ada jawaban juga. Ketiga orang tersebut (bersama aku) merupakan Takmir BEM yang tiap malem suka nginep di BEM. Sebenernya masih ada Doni, tapi dia lagi pulang ke Sragen. Sedangkan aku kemaren gak nginep gara2 kecapekan abis ikut ESQ yang menguras darah, keringat dan air mata.

Aku masih berdiri sendirian di depan ruang BEM dengan keadaan pintu terkunci. Sempet kepikiran buat nelpon Nadia, Fauzi atau makhluk2 BEM lainnya yang punya kunci BEM. Tapi dengan keadaan yang udah telat masuk kuliah, gak ada yang menjamin bahwa mereka saat ini lagi ada di kampus dan bisa membantuku ngebukain pintu BEM ini dalam waktu kurang dari 5 menit. Sempet kepikiran juga buat dateng kuliah dengan make sendal aja. Tapi aku batalin niatku yang ini, soalnya aku telah “menodai” HARGA DIRIku sebagai mahasiswa dengan TELAT DATENG KULIAH, masihkah aku akan menodainya lagi dengan dateng kuliah menggunakan SENDAL?

Akhirnya aku langsung memutuskan untuk pulang dulu ngambil sepatu North Star-ku. Langsung kugeber MyLovelySolBro secepat mungkin untuk pulang ke kosan dulu. Entah udah berapa motor yang nyaris nabrak aku (atau aku yang nyaris nabrak mereka ya?). Dan setelah melaju dengan kecepatan yang nyaris mendekati kecepatan suara, akhirnya aku bisa nyampe di kampus lagi jam 07.29. Huohohohoho….

Apa yang dimaksud dengan HARGA DIRI pada 2 paragraf sebelum ini? Sadarlah kawan bahwa DATANG TEPAT WAKTU dan MENGGUNAKAN SEPATU pada saat kuliah merupakan BAGIAN DARI PERATURAN. Terus kenapa? Begini lho Jeung ceritanya…

Peraturan dibuat untuk mewujudkan terciptanya suatu keteraturan dan KEINDAHAN. Perlu diingatkan sekali lagi bahwa KEINDAHAN merupakan salah satu nama ASMAUL HUSNA. Jadi kalo kita melawan peraturan, sama artinya dengan kita mencoba merusak keindahan, dan sama artinya juga dengan MERUSAK ASMAUL HUSNA. Bukan begitu?

Mungkin paragraf di atas masih belom mampu menjelaskan secara jelas tentang masalah tersebut. Tapi semoga suatu saat nanti kita bisa mengerti tentang masalah ini. Sesungguhnya bukan mata yang buta, tapi hati yang buta. Setelah ini, masihkah kita berani untuk MELENGGAR PERATURAN?

2 comments June 6, 2008

BEMKMFTworkTogether

Wahai seluruh manusia di seluruh penjuru dunia binatang, izinkanlah aku menyampaikan suatu maklumat seperti berikut ini, sebuah maklumat yang mungkin bisa bermanfaat bagi rekan-rekan semua….

Buat rekan-rekan semua yang hendak melangsungkan pernikahan, maka izinkanlah kami dari BEM KMFT UGM untuk memfasilitasi segala persiapan pernikahan kalian. Maksudnya gimana? Ya gak gimana-gimana. Begini lho ceritanya, BEM KMFT kan terdiri dari 7 Departemen + PH. Tidak ada salahnya kalau kita manfaatkan mereka sesuai dengan fungsinya masing-masing untuk menjadi P3K. Apa itu P3K? P3K atau biasa disebut PPPK adalah Panitia Persiapan Pernikahan Kalian. Seperti sudah disebut pada kalimat pertama dari paragraf ini bahwa BEM KMFT bersedia untuk memfasilitasi kebutuhan teman-teman yang merasa sudah ingin, niat, mau dan mampu untuk menikah. Sekalipun belum ada calonnya, sekalipun belum ada biayanya, sekalipun belum ada persiapannya, Insya Allah hal tersebut tidak masalah karena kami disini siap membantu kalian untuk menjalankan perintah Agama dan Sunah Rasul, yaitu menikah, yang merupakan ½ dari agama.

Masih bingung juga ya gimana caranya? Yuk mari kita simak penuturan berikut ini….

“BEM KMFT Helps You to Do Munakahat”

- Tahap Persiapan

1. Mencari Jodoh

Tahap pertama dan yang terpenting sebelum dilangsungkannya pernikahan adalah mencari jodoh, yaitu berupa seekor suami/istri. Mengapa? Jelas, karena pernikahan tak akan berlangsung tanpa adanya calon suami/istri. Kalo nikah cuma sendirian doank apa enaknya? Kecuali kalo kamu berjenis kelamin Hermafrodit kaya cacing Platyhelminthes yang ada di Buku Biologi jaman kelas 1 SMA dulu.

Dan untuk mencari siapakah gerangan si calon yang pantas, mari kita serahkan kepada DEPARTEMEN KASTRAT (Kajian Strategis). Dengan fungsinya sebagai pengkaji masalah dan pencari solusi, Insya Allah dengan kemampuan mengkaji dan merisetnya, KASTRAT akan mampu untuk menyeleksi dan mengaudisi siapakah kiranya calon suami/istri yang pantas untuk kalian pinang nantinya.

2. Melamar

Setelah calon mempelainya ditetapkan, maka kini tibalah waktunya untuk melamar. Selama proses melamar, adalah hal yang mungkin terjadi bila si calon mertua akan bersikap “kolot” dan “keras kepala” untuk menerima lamaran kita, bahkan malah menolak kita untuk menjadi menantunya. Alasannya bisa bermacam-macam, mungkin kita terlalu imut untuk menjadi menantunya, mungkin kita terlalu tampan untuk meneruskan keturunannya, atau apalah whatever.

Untuk itulah mari kita kerahkan algojo-algojo dari DEPARTEMEN ADVRO (Advokasi dan Propaganda) untuk melancarkan aksi demonstrasi di depan rumah calon mertua dengan satu tuntutan “Izinkan kami melamar anak Anda!”. Serta menggunakan kemamupuan propagandanya untuk mengubah opini keluarga mempelai terhadap diri kita. Dengan ini diharapkan calon mertua akan “keder” dan menerima kita untuk menjadi menantunya.

3. Mas Kawin

Butuh biaya untuk membeli mas kawin/mahar? Takut kekurangan biaya untuk membelinya? Gak masalah, silahkan minta aja uangnya ke BENDAHARA UMUM, Insya Allah akan diberikan pinjaman. Tinggal tulis proposal dengan rincian anggaran dananya dan kontraprestasi, maka dalam sekejap uang cair ada dalam genggaman deh.

4. Menyebar Undangan

Setelah semua persiapan sudah fix, maka kita perlu untuk memberitahukan kerabat-kerabat kita tentang acara pernikahan ini. Dan untuk masalah pendesainan serta penyebaran undangan ini, kita tau bahwa DEPARTEMEN INFOTEK (Informasi Teknik) adalah ahlinya. Ditangan mereka, Insya Allah undangan akan tersebar dan berita tentang pernikahan ini akan terpublikasikan dengan sebaik-baiknya.

5. Mengurus Surat-Surat Pernikahan

Sebuah tebakan jayus dan gak lucu mengatakan,

“Apa bedanya nikah sama kawin?”

yang dijawab dengan jawaban yang gak kalah jayusnya,

“Kalo nikah pake surat, sedangkan kalo kawin pake urat”

(Astagfirullah….)

Disini kita gak akan mempermasalahkan tentang surat atau urat tersebut. Tapi dari tebakan aneh tersebut, kita jadi mengerti bahwa kalo mau nikah itu perlu menyiapkan surat-surat, yaitu surat buat ngurus ke KUA, surat buat ngurus akta nikah atau surat-surat lainnya. Gak usah bingung ngurusin surat-surat tersebut, kan ada KSK (Kesekretariatan) yang ahli dalam dunia surat menyurat. Bukan begitu? Bukaaaaaann……

6. Menjalin Silaturrahin antara Kedua Keluarga

Tidak hanya hubungan kita dan calon mempelai saja yang harus berjalan dengan baik. Tapi hubungan antara keluarga kita dengan keluarga mereka pun harus berjalan dengan baik dan harmonis juga. Kita gak mau donk punya mertua yang galak yang gak suka sama kita, yang matanya suka melotot dan mendelik-mendelik kaya di sinetron? Jadi masalah keharmonisan antara kedua keluarga hal yang penting dan sudah dapat dipastikan bahwa DEPARTEMEN PO (Pengembangan Organisasi) adalah ahlinya di bidang ini. Dengan games-gamesnya ataupun training dan workshopnya yang melibatkan kedua keluarga, maka diharapkan dapat tercipta keakraban dan kekeluargaan diantara mereka semua.

- Tahap Pelaksanaan

Konsep Acara

Bosenkah kalian dengan acara resepsi pernikahan yang itu-itu saja? Para undangan datang, ngabsen, masukin “amplop”, ngantri, salaman sama pengantinnya, makan-makan, terus udah deh langsung pulang. Bosen gak? Kalo gak bosen ya gak apa-apa, kita gak maksa kok….

Tapi dengan status kami sebagai BEM KMFT, maka kami mencoba menawarkan 3 konsep yang kesemuanya akan kami sajikan secara sekaligus di acara resepsi pernikahan ini. Apa aja, ini dia…

1. Profit Oriented

Denger istilah profit, pasti kita langsung keingetan sama uang. Denger kata uang, kita langsung inget sama wirausaha (entrepreneurship). Denger kata entrepreneurship, jelas kita langsung keingetan dengan TD (Technopreneurship Departement). Biasanya kan si pengantin selaku yang punya acara harus mengeluarkan biaya yang luar biasa besarnya untuk ngadain acara resepsi pernikahan kaya gini, terus setelah itu harus tambal sana-tambal sini, gali lobang sana-sini buat nutupin biaya pengeluarannya. Nah dengan jasa-jasa TD, diharapkan dari acara resepsinya sendiri pun kita sudah bisa menutupi pengeluaran-pengeluaran tersebut. Caranya gimana? Ya kita serahkan saja kepada TD selaku ahlinya menghasilkan uang. Mungkin suguhan prasmanan yang diberikan kepada undangan tidaklah gratis tapi harus bayar, atau bagi undangan yang mau foto-foto dengan pengantin pun harus bayar, atau ada batas minimal isi “amplop” yang diberikan, atau semacamnya lah.

2. Everybody Gets Happy

Pada umumnya, acara resepsi pernikahan yang menyuguhkan makanan-makanan lezat hanya dihadiri oleh kerabat dekat kita saja. Padahal makanan-makanan yang disajikan adalah makanan-makanan yang gak biasanya. Sadarkah kita bahwa diluar sana masih banyak manusia-manusia kelaparan yang untuk mencari sesuap nasi pun mereka kesulitan? Sadarkah kita bahwa diujung sana masih banyak anak-anak kecil tanpa oragtua yang membutuhkan kasih sayang dan kehangatan? Jadi sebaiknya acara resepsi ini tidak hanya menghadirkan kerabat saja, tapi juga mengundang mereka-mereka yang kurang mampu dalam kehidupannya. Para pemulung, fakir miskin, anak yatim dan semuanya dapat menikmati acara ini, dapat menikmati hidangan yang disediakan. Dan untuk masalah ini, DEPARTEMEN SOSMAS (Sosial Kemasyarakatan) adalah ahlinya. Jadi tinggal diatur aja gimana mereka mau menempatkannya.

Mungkin agak kontra ya dengan profit orientednya TD diatas? Ya gak masalah kok, semuanya bisa diatur. Tawakkal aja yah…

3. Don’t Forget the Entertainment

Seperti judulnya, “jangan lupakan hiburannya”, maka acara resepsi ini pun sebaiknya diadakan hiburan-hiburannya juga. Tujuannya apa? Tujuannya adalah supaya para undangan gak langsung pulang setelah makan. Jadi mereka bersedia untuk diam lebih lama di tempat sambil menikmati suguhan hiburan yang ada, dan sesama undanga bisa saling berinteraksi dan bersilaturrahim untuk menambah kenalan. Tentunya adalah hal yang mudah bagi DEPARTEMEN OASE (Olahraga, Apresiasi dan Seni) untuk mengurusi masalah hiburan ini. Mungkin dengan mengadakan panggung musik, tarian daerah, lomba foto bersama pengantin atau lainnya, maka undangan pun akan terpuaskan dengan acara resepsi ini.

- Tahap Sesudah Pelaksanaan

Nah acara pernikahannya udah beres. Sekarang waktunya untuk menjalani kehidupan kerumahtanggaan layaknya sepasang suami-istri, waktunya untuk menempati rumah baru, membeli perabotan, mengurus listrik dan air, menata taman, dan lain sebagainya. Untuk itulah kami menyediakan KRT (Kerumahtanggaan) untuk mempermudah mengurus segala properti rumah tangga. Kepada pengantin dipersilahkan untuk “bersenang-senang” dulu menikmati masa-masanya, sedangkan untuk urusan rumah tangga tinggal diserahkan saja kepada KRT. Dari mulai menyapu, ngepel, mencuci baju, masang listrik, masak dan semacamnya, KRT udah ahli kok mengurusi itu semua. (waduh ini KRT apa pembantu ya?)

Nah kiranya itulah semua yang dapat BEM KMFT lakukan untuk membantu rekan-rekan mempersiapkan pernikahan. Sudah cukup jelas kan? Inilah salah satu media yang dapat mempersatukan BEM KMFT kita….

Oiya mungkin masih ada yang bingung, kemana KETUM (Ketua Umum) dan SEKJEN (Sekretaris Jendral) nya? Hohohohoho….. Gak usah bingung. Disini kita bekerja sama untuk mempersiapkan pernikahan, dan kenapa gak ada nama KETUM dan SEKJEN dalam daftar diatas adalah karena YANG MENJADI PENGANTINNYA adalah KETUM dan SEKJEN itu sendiri. Huehehehehe…. Jadi kami ucapkan “SELAMAT MENIKAH” dan “SELAMAT MENJALANI HIDUP BARU” buat Ayi Wirawan dan Teguh Prasetyo. Semoga kalian berdua dilanggengkan hubungannya di dunia dan akhirat. Amiin…..

Add comment June 6, 2008

KarenaSetiapHariAdalahBERARTI

Senin 31 Maret 2008 / 23 Rabiul Awal 1429H

Hoooaaaahhmmmm….

Ku terbangun di pagi hari, tergeletak di ruang BEM bersama rekan-rekan sesama takmir BEM. Pagi ini ada ujian Elektronika Nuklir. Untungnya Pak Sunarno yang baik hati udah ngasi kisi-kisi soal yang bakal keluar, jadi aku manfaatkan Mas Ayi dan Nasikun untuk ngebantu ngejawabnya. Amplifier, MicroProcessor, Actuator, Transducer, I’m ready to beat you….

Wuahahahahahaha…. Ternyata ujiannya gak semudah yang diperkirakan. Ada beberapa soal yang gak keluar di kisi-kisi soal yang diberikan. Tapi itu mah gak masalah, C-Kink kan otaknya smart gitu loh, jadi dengan Bismillah, hasilnya gak akan mengecewakan, Insya Allah. Oiya masa waktu ujiannya 92 menit. Lah terus kenapa? Ya aneh aja, kok 92 menit. Biasanya kan dibuletin 90 menit atau 100 menit. Ini kenapa ada angka 2 nya ya?

Abis ujian, dimana aku bukanlah orang pertama yang keluar (thanks buat Herlambang sama Fariz), aku ada janji sama Mas Heri dari Asia Blogging Network buat ikutan workshop + sosialisasi lomba blog, jam 10.00 di rumah warnet Mirotta. Niat awalnya sih mau berangkat sama Andhika. Tapi karena sampe jam 09.49 Andhika belom nongol2 sedangkan aku udah di sms sama Mas Heri, ya udah akhirnya aku berangkat aja bareng Hasan yang “kebetulan” lagi ada di BEM. Dan akhirnya aku tau alasan kenapa Andhika gak nongol2 adalah karena dia ketiduran, dan baru bangun jam ½ 1-an.

Sampe sana jam 10.02 dan langsung disambut sama Mas Heri dkk, terus disuruh register dulu sama 2 ekor mbak2. Sempet foto2 dulu deh. Dan setelah aku masuk ke ruangan acara, ternyata acaranya masih belom dimulai. Wuaduh dasar budaya mahasiswa selalu ngaret…

Kirain aku bakalan diajarin cara ngedesain blog di workshop ini, ternyata cuma diajarin cara make WordPress doank. Tapi gak pa2 kok, buat aku yang gaptek, itu adalah suatu hal yang berharga. Dan yang lebih penting lagi, disitu aku bisa kenalan sama Mas Roy dari Amikom dan Mbak Tulus beserta rekannya dari YKPN. Mohon maap buat Mbak Tulus kalo waktu kenalan tadi aku nolak berjabat tangan dengan kamu. Kenapa? Silahkan cari tau sendiri jawabannya….

Di acara workshop itu sebenernya aku & Hasan dapet makanan. Makanannya juga termasuk “mewah” untuk ukuran anak kos kaya kami. Pertama dapet opening snack yang isinya roti2-an, terus siangnya dapet lunch yang isinya nasi+ayam. Tapi karena kami lagi Shaum jadinya makanannya kami bungkus aja, untung Mas Heri mau ngerti.

Sebenernya sempet terpikir di benak aku & Hasan kalo makanan ini sebaiknya disimpen aja buat buka puasa nanti. Tapi apalah artinya makanan seperti ini dengan surga yang nikmatnya tiada terkira. Akhirnya makanan ini kami bawa ke BEM dan kami sedekahkan bagi siapa aja yang saat itu sedang berada di sana. Dan orang-orang yang beruntung mendapatkan makanan tersebut adalah Dwinna, Iqbal, Dimas & Eko yang lagi rapat SosMas serta Ade yang lagi semedi di BEM.

Alhamdulillah di sore harinya ruang BEM telah kembali menjadi ramai. Biarpun cuma sebentar, tapi aku ngerasa seneng aja bisa ketemu sama rekan2 BEM lagi, setelah sekian lama mereka disibukkan dengan UTS. Thanks buat orang2 yang namanya disebut diatas, para takmir dan Slamet, Ida, Yuli, Alvi, Nadia, Miftah, Zawa & makhluk2 lainnya yang telah menyempatkan waktu untuk meramaikan kontrakan ku ini.

Tapi gak tau kenapa di sore itu juga aku ngerasa diri ini kosong banget. Dah lama aku gak ngerasain kekosongan kaya gini. Ada apa gerangan? Ya aku juga gak tau, kalo aku tau kan bisa aku cari sendiri solusinya. Mungkin ini karena aku udah terlalu jenuh sama UTS. Udah 1 minggu-an aku mengabdikan diriku untuk belajar, biarpun mungkin belajarnya gak sering2 banget.

Seharusnya aku belajar Sistem Digital buat UTS besok, tapi karena kekosongan ini, gak ada ilmu yang masuk ke otak ku yang kaya Einstein ini. Seharusnya aku mengobati kekosongan ini dengan Al-Qur’an, tapi lagi2 karena kekosongan ini, ayat-ayat yang kubaca cuma mampir di bibir doank, gak ikut masuk ke hati. Ya sudahlah mungkin ini emang waktunya aku beristirahat dulu. Akhirnya aku menghabiskan sore itu untuk main Worms World Party sampe malem. Udah lama gak main Worms ternyata mengurangi kehebatanku. Gara2 keseringan kuliah, skill Worms ku jadi menurun drastis. Untuk itu mari kita tinggalkan kuliah dan konsentrasi lah bermain Worms!!!! Astagfirullah, jangan ditiru ya anak2….

Aku masih tetep main Worms sampe jam 10 malem. Kalo aku ngikutin napsuku, mestinya aku bakalan tetep ngelanjutin main Worms. Tapi karena besok aku masih ada ujian UTS jam 10, jadi kutinggalkan Worms itu segera dan akupun terlelap, masih tetap di ruang BEM yang sama dengan saat aku terbangun.

Selasa 1 April 2008 / 24 Rabiul Awal 1429 H

Adzan Subuhnya Mas Ayi membangunkanku. Aku beranjak untuk memenuhi seruan itu. Sempet aku lihat langit di tanggal 24 ini yang segera mendekati ¼ bulan terakhir. Betapa cerahnya langit pagi ini, Bulan Sabit yang bersinar terang ditemani ribuan bintang yang berkelip sebagai wallpapernya. Akankah pemandangan indah ini bisa kunikmati lagi di esok hari?

Karena hari ini UTS-nya jam 10, jadi pagi ini aku manfaatkan buat Ajojing, eh maksudnya Jogging. Emang apa bedanya? Ya jelas beda dunk. Mungkin kita ngerasa kalo Ajojing dan Jogging memiliki arti yang sama, yaitu lari pagi. Tapi sebenernya gak gitu. Kalo Jogging sih iya artinya emang lari pagi. Tapi kalo Ajojing tuh artinya adalah dugem, tripping, ajep2 & hal2 yang mendekati demikian. Nah sekarang udah ngerti kan?

Kembali ke bahasan awal, aku Jogging berdua sama Mas Ayi. Niatnya sih mau lari2 kecil, tapi karena kami sepakat dengan kalimat yang mengatakan “olahraga yang paling sehat adalah berjalan kaki”, ya udah kami jalan kaki aja deh. Muter2 Fakultas Teknik, jelajah RingRoad Teknik, tracking, dan menyusuri sungai di belakang Fakultas Teknik yang akrab dengan nama kali Code (Code River). Dari jalan2 jelajah alam Teknik ini, banyak inspirasi yang aku dapetin. Apa aja? Nih dia :

- Aku baru tau kalo selain RingRoad Teknik, ternyata masih ada jalur lain lagi yang belom aku jelajahin, yaitu tracking. Letaknya agak tersembunyi, yaitu disebelah bawah deketnya Code River. Sebagian masih tanah, sebagian udah dikasi batu2an. Biarpun jalur trackingnya gak terawat yang ditandai dengan banyaknya rumput liar, tapi itu gak ngurangin semangatku buat menjelajahiya. Kalo hari ini aku cuma searching doank,Insya Allah kapan2 aku mau jelajahin jalur ini dari ujung ke ujung ah, tinggal nyari temen aja.

- Waktu ngelewatin jurusan Arsitektur, aku ngeliat ada banyak “sampah Arsitek” yang berceceran. Ada semacam bangku2an & sejenis papan mading yang dibuat dari bambu. Sebenernya benda2 tersebut masih layak pakai. Bahkan dimataku selaku anak Teknik Nuklir, benda2 tersebut masih memiliki nilai guna yang sangat tinggi & masih berada dalam kondisi yang 99% bagus. Tapi kenapa benda itu tergeletak di tempat pembuangan, seakan2 siap untuk diambil pemulung? Apa yang ada di benak mereka selaku para Arsitek? Kalopun mereka menganggap itu gak berguna, ya jangan dibuang gitu aja donk. Kalian kan bikinnya pake uang, keringat, darah, waktu, tenaga dan air mata. Daripada digeletakin gitu aja mending dimanfaatkan sesuai fungsinya. Dari sini aku mulai terpikir untuk menginventarisir “sampah-sampah Arsitek”. Mungkin benda2 itu adalah SAMPAH bagi mereka, tapi buat aku yang gak ngerti arsitektur, benda2 itu masih memiliki nilai guna yang tinggi di mataku.

- Aku baru nyadar kalo selama +- 1.5 taun di Fakultas Teknik UGM ini, aku belom pernah main2 ke Jurusan lain. Ketika aku tanya ke Mas Ayi, ternyata dia pun juga sama. Lalu aku kepikiran buat ngadain kunjungan + jalan2 ke Jurusan. Maksudnya yaitu aku bakalan masuk2 ke gedung Jurusan lain terus ngeliatin ruangan2nya, laboratoriumnya, dll. Meskipun aku tau kalo hal ini bakalan bikin aku minder soalnya Jurusan Teknik Fisika tempat aku bernaung merupakan Jurusan dengan gedung paling KECIL di Fakutas Teknik ini.

Ujian Sistem Digital dimulai jam 10 dan Alhamdulillah aku bisa menyelesaikannya tanpa ada masalah. Seperti biasa, Pak Sunarno menunjukkan keunikannya dengan memberikan waktu ujian selama 97 menit. Kenapa 97 menit, kenapa gak 100 menit aja? Dan seperti biasa juga, aku yang keluar pertama. Ada sesuatu yang aku rasa “plong” di dalam dadaku ini. Akhirnya UTS selesai juga. Akhirnya ada juga hari bebas  dari segala urusan kuliah sampe hari Senin depan. Akhirnya aku bisa mencharging diri ini lagi. Aku pun melajukan mobilku, Toyota Solluna B8076SP warna ijo tua yang akrab aku panggil “MyLovelySolBro (Solluna Brothers)” pulang ke kosanku. Dah 2 hari ini aku gak sempet baca koran sambil leyeh2, dan akhirnya aku bisa melakukan hal itu kembali.

Jam 4 sore HP Nokia 6230 ku berdering, “This is Mr. Tukul Speaking. You mau speaking sama who? … … … “. Ada SMS masuk dari Iqbal yang isinya minta tolong aku buat ke GMC jemput Andhika yang lagi sakit, namun sebelumnya disuruh mampir ke BEM dulu. Andhika? Sakit? GMC? Aku yang lagi leyeh2 sambil make kutang, mendengar 3 kata itu membuatku langsung segera bangkit dan berdandan. Kugeber mobilku secepat kilat ke BEM. Berkali2 aku nyaris diserempet sama motor2 yang lewat (atau aku yang nyaris nyerempet motor2 itu ya?), tapi itu bukan masalah besar karena pikiranku udah dibutakan tentang janjiku untuk ke GMC ngejemput Andhika. Bahkan aku sempet make gigi 3 di dalem Fakultas Teknik, sebuah hal yang belom pernah aku lakuin sebelumnya.

Sampe di BEM aku kira ada apa. Ternyata cuma ada Miftah yang ngomong, “Ren mau jemput Andhika kan? Tolong sekalian jemput Rindi juga ya” (mungkin redaksinya beda, tapi intinya gak gitu). Ada lagi? Gak, ternyata cuma itu doank. Gubrak, akupun jatuh kalo bisa jatuh. Omongan gitu doank kan seharusnya bisa lewat SMS. Saat ini ada Andhika yang lagi meregang nyawa yang butuh kehadiranku. Lagian juga mobilku tuh sedan 5 kursi, bukan Mazda E 2000, Toyota Innova ataupun Daihatsu GranMax yang kapasitasnya banyak. Mau ditaro mana Andhika sama Rindi? Ah mungkin pikiran Miftah pun sudah dibutakan oleh bayang2 Rindi sehingga beliau yang IPK-nya diatas 3 tidak mampu berpikir secara jernih. Ups…. Ketauan deh. Hohohohoho…. Tanpa banyak basa-basi langsung kugeber lagi mobilku menuju GMC dan entah sudah berapa motor yang nyaris nyerempet mobilku (atau mobilki yang nyaris nyerempet motor2 itu ya?)

Sesampainya di GMC ada Andhika lagi tergeletak lemah, ditemani Ade si Anak Autis dan Herlambang si Pengen Kawin disisinya. Andhika yang besar jasanya bagi para takmir BEM karena sering disuruh2 buat beli makanan, kini terbaring tak berdaya. Katanya sih kelelahan, pusing, pegel, dll. Gak ada yang bisa kulakukan selain mijetin lehernya, sesuai dengan yang dia mau. Eh tiba2 Herlambang keingetan suatu hal, yaitu terkait luka bakar di kakinya yang gak kunjung sembuh. Dia yang tadinya cuma jadi penganter, sekarang ikutan jadi pasien juga untuk ngobatin kakinya itu. Aku gak tau apa yang dilakukan si Dokter kepada Herlambang, tapi aku cuma denger Herlambang menjerit & mendesah2 kaya di film2 17+.

Setelah Andhika merasa mendingan, aku bertiga sama Ade & Herlambang ngangkut dia ke mobilku. Subhanallah berat banget. Aku pun tersadar dan aku bersukur memiliki body yang kurus, eh langsing, karena dengan body langsing, eh kurus ini akan memudahkan orang lain untuk ngangkat aku kalo suatu hari nanti aku kenapa2. Di mobil dia sempet muntah2. Alhamdulillah untung di mobilku ada kantong plastik, jadi mobilku gak ternodai. Sesampainya di BEM, aku langsung ngajak Miftah buat jemput Rindi a.k.a Nyonya Miftah (wuohohohoho) di Panti Rapih.

Malemnya aku les bahasa Jepang. Dari 5 ekor makhluk yang biasa barengan, malem ini cuma ada 2 ekor yang ikut les yaitu aku sama Aniv doank. Hasan udah pulang ke Situbondo, Cahyo pulang ke Bekasi dan Andhika masih tergeletak gak berdaya di BEM. Selesai les aku disuruh ngisi kuesioner tentang chatting dari Mas Hanif, tentor Bahasa Jepang ku. Terus dikasih bolpen deh sama beliau.

Pulangnya, aku sempet nawarin nganterin pulang 2 ekor perempuan temen les bahasa Jepang ku, soalnya di mobilku cuma ada aku sama Aniv doank dan aku kasian ngeliat mereka berdua jalan kaki. Dan Alhamdulillah lagi, mereka berdua sepakat untuk menolak tawaranku dan lebih memilih untuk tetep jalan kaki aja. Huiks huiks…

Rabu 2 April 2008 / 25 Rabiul Awal 1429 H

“Tokkeeeek…. Tokkeeeek….Mbeeeekk….”

Suara tokek bengek yang entah darimana asalnya membuatku terbangun. Kuliat jam di HP yang menunjukkan angka 02.14. Niatku sih mau nonton Liga Champions MU vs Roma, tapi mata ini gak mendukung. Begitupun temen2 yang pada nginep di BEM, gak ada yang bangun. Cuma Aniv doank yang bangun, ngomong “Masa kita dibangunin sama suara Tokek?”, terus dia ganti posisi dan langsung tidur lagi.

Niatnya pagi ini aku mau renang sama Miftah dkk. Janjiannya jam ½ 6 di ruang BEM. Sengaja mau renang pagi2 supaya kolamnya masih sepi, belom ada perempuannya. Kalo ada perempuannya, tar apalan Al-Qur’an ku yang gak sampe 1 juz bakalan makn tambah dikit. Tapi aku tunggu sampe jam ½ 7 dia masih belom nongol. Akhirnya Miftah baru nongol jam 06.41. Mau renang udah kesiangan, mau main bulutangkis raketnya rusak, ya udah akhirnya kami berdua Ajojing, eh Jogging aja, muter2in Fakultas Teknik. Sekalian aku juga nyoba nyusurin Code River arah Pogung, tapi mentok di jembatan yang mau dibangun, yang ngehubungin selokan Mataram sama jalan AM. Sangaji. Selesai Joging, aku sama Miftah gabung main bola sama anak2 Nuklir di lapangan Satu Bumi.

Selesai olahraga aku nongkrong sambil leyeh2 di ruang BEM. Aku utak-atik komputer BEM, mau mindahin foto sambil liat2 file yang mungkin bermanfaat. Lagi enak2 ngutak-ngatik komputer BEM tiba2 ada Alvi sama Yuli yang dengan zhalimnya mengusir aku dari komputer. Bersama 2 ekor anak Arsitektur lainnya, mereka make komputer BEM buat ngerjain tugas kampus. Bukannya mau sok suci nich, tapi apakah pantas, meggunakan komputer BEM yang notabene merupakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi? Tanyakanlah pada mouse yang kamu pegang itu….

Sekitar jam ½ 2 siang waktu aku lagi baca koran di kosan, HP-ku berdering. Ada telpon dari nomor Fren (ups nyebut merek…) yang gak aku kenal. Ternyata itu dari sohib SMA ku yang bernama Bahri Kurniawan a.k.a Bahar. Duh, seumur2 baru kali ini dia nelpon aku sejak kami gak sekelas lagi dari jaman 1 SMA. Ternyata dia cuma pengen ngabarin aku lagi ada di Jogja sama temen2 Antropologi UI-nya, sekalian minta contact personnya anak SMUNSA yang lain. Ya sudah, selamat berjalan2 menikmati keindahan kota Jogja. Satu pesen ku, jangan mampir ke Sarkem ya. Maksudnya, jangan mampir ke Sarkem kalo gak ngajak aku. Huohohohoho….

Sorenya aku main ke kontrakanku alias tempat kosku yang kedua, yaitu ruang BEM. Tiba2 ada tamu istimewa yang datang berkunjung kesini, yaitu Mas Budianto selaku Presiden BEM KM UGM. Aduh jadi malu deh sekretariat BEM KMFT ketauan berantakan. Lalu kami berdiskusi sama beliau tentang banyak hal, mulai dari nasib PKL, dana UGM, pemilihan Dekanat, kasus Universitas Haluleo (mohon maap kalo ejaannya salah), sampe peran mahasiswa terhadap Indonesia saat ini.

Sementara itu, Andhika yang kemarin terkapar tergeletak muntah2 gak berdaya, hari ini juga masih gak jauh beda. Mungkin kondisinya udah agak baikan, tapi masih tetep gak kuat banyang bergerak. Sebagai akibatnya, Andhka yang biasa kita suruh2 buat beli makanan kini gak bisa menjalankan tugasnya. Jadinya aku deh yang beli makanan, ke Jogja Chicken sama Mas Ayi. Paket A (nasi + ayam paha bawah + teh manis anget) yang dulu harganya 3000 perak sekarang udah naik jadi 4000. Huh dasar kapitalis….

Malemnya aku gitaran sambil nyanyi2 lagu Jepang. Terus dilanjutkan dengan ngobrol2 dan ngegosip bareng Reza sama Nasikun dan jam 10-an pun aku terlelap. Zzzzzzz……

Eh belom selesai. Jam 11 aku terbangun dengan kehadiran Nasikun beserta sebungkus nasi telor + milo anget disampingku. Langsung aja kusantap dengan nikmatnya sebagai santap sahurku.

Kamis 3 April 2008 / 26 Rabiul Awal 1429 H

Pagi ini agenda Jogging ku aku tiadain dulu. Jadinya aku isi pagi ini dengan nonton acara Sport 7-nya Trans7 yang menceritakan kekalahan Chelsea dari Fenerbahce dan hasil seri antara Arsenal dengan Liverpool. Karena gak ada kegiatan di pagi ini, aku pulang ke kosan dulu setelah semalem (dan malem2 sebelumnya) aku nginep di kosan ku yang kedua alias kontrakanku yaiu di ruang BEM.

Jam 11-an aku ke ruang BEM lagi. Sepi, cuma ada Nasikun lagi belajar buat ujian Kewarganegaraan jam 2 nanti. Aku pun merebahkan badanku di pojokan dan sejenak kemudian aku terlelap.

Panggilan Reza membangunkanku. Dia yang baru dari jurusan Teknik Fisika datang dengan membawa kabar yang entah ini kabar baik apa kabar buruk. Dia bilang kalo hari Rabu minggu depan tanggal 9 April bakalan ada Praktikum Deteksi & Pengukuran Radiasi bab 05-06. Aduh ini si praktikum ngerepotin aja. Padahal sesuai jadwal, praktikum ku selanjutnya adalah Praktikum bab 09-10 yang akan diadakan tanggal 26 April nanti yang berarti masih +- 3 minggu lagi dari sekarang. Karena ada jadwal baru ini, planning ku buat minggu ini jadi berantakan deh. Kenapa? Soalnya kalo mau ikut praktikum, syarat2nya adalah:

- Menulis draft praktikum. Kalo ini sih tinggal nyalin aja dari buku panduannya, meskipun bku panduannya itu sendiri gak 100% akurat.

- Mengikuti pre-test praktikum, yaitu ujian tanya jawab secara lisan dengan asisten praktikumnya. Bila saat pre-test ini kita dapet nilai dibawah 70, maka kita gak boleh ngikutin praktikum tersebut dan mesti inhal (ngulang) di lain waktu. Jadi mesti belajar bener2 nih.

- Mengumpulkan laporan praktikum sebelumnya, dimana laporan ini harus ditulis tangan. Capek deh….

Ya udah, akhirnya aku langsung bangkit deh ngerjain draft-nya. Sebelumnya, aku nyempetin buat ke tempat cuci mobil dulu, mau nyuci MyLovelySolBro yang dalemnya banyak pasirnya gara2 dulu bekas jalan2 dari Pantai Sundak. Mobilnya aku tinggal, aku dijemput Reza yang naik motor buat ke BEM lagi.

Lagi asik2nya bikin draft, ada sms masuk ke HP-ku. Dari tempat aku nyuci mobil (sebut saja “Tempat Cuci Mobil Koenig”) yang bilangin kalo mobil ku udah kinclong. Segera aku melesat kesana dianter lagi sama Reza mengabakan langit yang mendung gelap gempita, eh maksudnya gelap gulita. Pas aku nyampe disana, pas ujannya turun. Bukan cuma ujan doank, tapi ujannya deres banget disertai angin ang kecepatannya menyamai kecepatan cahaya (ngibul banget). Udah gitu agak macet juga. Pas banget sama omongannya Cinta Laura, “Udah ujan, macet, becek, ga da ojek…”

Nyampe ke BEM lagi, aku males ngelanjutin draftnya. Mumpung lagi ujan deres banget, akhirnya aku gitaran aja sambil nyanyi2 lagu Jepang.
“Daijoubu! Saa, mae ni susumou
Taiyou wo itsumo mune ni

Tsunaida te tsutawaru power

Negai wo tsukamaeyouyo…”

Nadia yang kebetulan mampir ke BEM waktu aku lagi gitaran, sempet melontarkan kata “keren” dari mulutnya. Wuaduh padahal ilmu ku kan standar banget, cuma nyetel lagu terus aku ikutin rythmnya. Tapi mungkin karena Nadia baru pertama kali ngeliat jadinya dianggap keren deh. Suatu hari nanti kalo dia udah kenal gitar lebih jauh, mungkin dia akan ngerti kalo sebenernya ilmu gitarku tuh masih dak ada apa2nya dan masih banyak musisi2 lain yang jauh lebih “keren” daripada aku ini. Tapi masih jauh lebih IMUTan aku lho daripada musisi2 lainnya.

Bosen nyanyi2, aku ngelanjutin bikin draft praktikum lagi sambil diselang-seling main Worms. Malemnya aku les bahasa Jepang lagi, duduknya sebelahan lagi sama Mbak, eh Ukhti Kesturi Pandanwangi yang sampe saat ini belom berhasil aku ajak ngobrol. Hohohohoho…

Jumat 4 April 2008 / 27 Rabiul Awal 1429 H

Jam 00.00 aku terbangun, gara2 ada suara ngorok yang bener2 Subhanallah. Seperti biasa, malem ini aku tidur di ruang BEM lagi dan aku dibangunkan oleh suara ngoroknya Mas Ayi yang bener2 dahsyat. Udah gitu ngoroknya lama banget, ada mungkin sekitar ½ jam-an aku gak bisa tidur gara2 menikmati nyanyian tidurnya beliau. Daripada nganggur gak bisa tidur, aku rekam aja ngoroknya pake HP-ku. Paginya aku tunjukin rekaman itu sama dia dan dia cuma bisa cengar-cengir aja ngeliat “aib”nya diabadikan dalam rekaman.

Seperti biasa, pagi ini aku Jogging lagi. Istilah Jogging juga mungkin selama ini kurang tepat dipake, soalnya aku gak lari2 kecil tapi cuma jalan kaki doank. Rutenya masih tetep sama yaitu ngelilingin Fakultas Teknik, bertiga sama Mas Ayi & Andhika. Eh bukan bertiga tapi berempat sama Allah Yang Maha Melihat.

Adhika muntah lagi!!!

Waktu aku lagi makan di warung makan Saerah berempat sama Mas Ayi, Miftah & Andhika, Andhika yang emang masih sakit ngerasa mual2 di perutnya. Padahal makanannya belom disentuh sama sekali. Terus tiba2 Eko lewat di depan Saerah dan alu manggil2 dia supaya mampir dulu. Ngeliat muka Eko yang rada2 aneh bin autis, mual Andhika jadi tambah parah. Dia langsung ngambil kantong plastik, ngumpet di tempat yang aman dan sejurus kemudian, “Huueeek…..” Andhika pun muntah. Untung dia udah ngumpet di tempat yang strategis yang gak keliatan sama pengunjung warung, jadi pengunjung warung tetep bisa menikmati makanannya tanpa harus melihat dan mendengar muntahannya Andhika.

Sebagai konsekuensinya, aku sama Mas Ayi & Herlambang sepakat untuk nganter Andhika berobat ke rumah sakit Dr. Sardjito. Tapi aku gak bisa nemenin mereka lama2 soalnya aku sama Helambang juga ada AAI bareng Mas Nurdin & Fauzi serta Hafiq yang lagi pulang kampung ke Solo. Selesai AAI baru aku jemput Andhika & Mas Ayi di Sardjito.

Selepas Jum’at-an di Musholla Teknik dengan khatibnya Pak Sartono dari Teknik Kimia, aku ngelanjutin bikin draft praktikum lagi, berdua bagi2 tugas sama Reza yang tiba2 dateng sambil cengengesan dan cerita2 tentang keinginannya ikut kursus nyetir mobil dan les bahasa Jepang. Terus abis Ashar aku ikutan AAI lagi, tapi yang ini sama Miftah & anak2 Teknik Fisika angkatan 2007. Agak malu juga sih soalnya disini aku tua sendiri dibanding yang lain, tapi demi mendapatkan ilmu, aku buang rasa malu ini.

Habis AAI, niatku sih mau ngelaptop lagi. Kalo lagi nganggur, aku biasanya buka2 laptop dan berkhalwat dengan laptopku, entah itu baca2, nulis2 atau sekedar main game dan denger musik. Tapi sore ini laptopku dipinjem sama Hafiq yang baru dateng dari Solo khusus buat rapat PH KMT. Ya udah akupun ngluntang-lantung gak jelas di ruang BEM. Ngeliat Mas Ayi juga lagi nganggur, aku ajakin aja dia Jogging, dan Alhamdulillah dia juga mau. Akhirnya kami berdua lari2 kecil di jalanan tempat parkirnya Fakultas Biologi. Aku itung waktunya dan ternyata aku cuma kuat lari2 kecil selama 8 menit 38 detik. Tapi lumayanlah buat aku yang berbody kurus & kerempeng serta imut & seksi ini. Aku punya prinsip, biarpun badanku kurus, begeng dan kerempeng serta cuma berisi kulit, tulang sama dosa plus kentut kaya gini, tapi jiwa dan ragaku harus tetap sehat dan kuat. Kan kasian kalo udah kurus, banyak dosa, penyakitan pula, idup lagi. Seperti kalimat yang mengatakan, “Mensana Incorporesano, Elu maen ke sana, gw maen ke sono”. Eh maksudnya “dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Lagipula kekuatan fisik kan juga bagian dari dakwah. Siapa coba yang gak kenal Umar bin Khattab yang punya body Six Pack?

Selesai Jogging sore2, aku pulang dulu ke kosan. Sambil nunggu keringetnya kering, aku leyeh2 di kasur sambil baca koran. Niatnya sih mau mandi buat ngilangin capek2 sehabis jogging. Tapi akhirnya malah ketiduran sehabis Isya. Jam 10 aku bangun. Dan setelah melakukan Qiyamul Lail di awal malam, aku berangkat lagi ke BEM, mau tidur disana aja. Dengan ini aku udah lupa kapan terakhir kali aku ngabisin malem ku di kosan, gara2 keseringan nginep di BEM.

Sabtu 5 April 2008 / 28 Rabiul Awal 1429 H

Tepat pada hari ini jam 00.00, aku masih belom tidur. Aku mengakhiri hari Jumat kemarin dengan ngelaptop sambil ngobrol2 di ruang BEM sama Nasikun yang baru pulang dari kulakan minuman, ngobrolin macem2 mulai dari pengalamannya kulakan, fiqih MLM, sampe acara makrab PO. Disini juga ada Mas Ayi sama Andhika yang udah terlelap dari kapan tau. Akhirnya jam 1-an aku terlelap meninggalkan Nasikun yang masih sibuk dengan tugasnya.

Pagi2 aku ngajakin Mas Ayi buat Jogging lagi. Tapi dia nolak soalnya pagi ini mau ada rapat PH BEM. Katanya sih rapatnya jam 6, tapi sampe jam segitu yang udah dateng cuma ada Mas Ay selaku Ketua Umum dan Nasikun selaku KRT. Itu juga gara2 mereka berdua nginep di BEM. Daripada nganggur, aku ngajakin Mas Ayi main lempar2an bola aja, make bola tenis. Akhirnya jam 7 rapat baru dimulai, minus Miftah selaku KaDept Kastrat, Yuli selaku Bendahara yang pelit dan Nurina selaku KSK.

Sekitar jam 12-an kakakku dateng beserta sodara2 dari Bojonegoro, sebagaimana udah dijanjiin kemaren. Ini adalah pertama kalinya keluargaku ngeliat aku yang sekarang udah berambut pendek, gak gondrong-smoothing lagi kaya dulu. Setelah kosanku di cek & ricek, aku jalan2 bareng mereka muter2 Jogja. Mulai dari makan di Soto Kadipiro, belanja di Malioboro, beli makanan di Patuk dan terakhir mampir bentar ke Pizza Hut. Jam 5-an mereka udah harus segera pulang ke Bojonegoro supaya sampe sana gak kemaleman, ninggalin kakakku sendirian dikosanku yang emang berencana masih pingin muter2 Jogja sama aku lagi esok harinya.

Abis Magrib aku ajak kakakku makan di Sate Padang Chaniago yang sebenernya tergolong agak “mahal” untuk ukuran anak kos kaya aku. Jam ½ 8, aku harus berangkat Les Bahasa Jepang. Tapi tiba2 beberapa menit sebelum aku berangkat, kosanku mati lampu. Dan kalo aku berangkat les, berarti aku ninggalin kakakku yang perempuan ini sedirian di tengah kosan laki2, udah gitu mati lampu pula. Tapi aku pun juga gak mungkin ngomong “ya udah aku gak jadi berangkat les deh, mau nemenin kamu aja”. Kenapa? Soalnya kalo aku terang2an ngomong gitu, kakakku bakalan ngerasa kalo dia disini cuma jadi beban buat aku, sampe ngerela2in gak les yang bayarnya rp 150.000 per level. Ya udah akhirnya aku memutar otak. Akhirnya aku tetap berangkat, tapi cuma kamuflase aja. Aku nyetir mobilku ngelewatin tempat lesnya, terus langsung pulang lagi ke kosan. Kakakku nanya kenapa kok aku udah pulang? Dan dengan polos aku jawab, “tempat lesnya mati lampu”. Padahal sih waktu aku lewat tadi, jelas banget tempat lesnya nyala. Akhirnya aku bisa tetep nemenin kakakku gelap2an di kosan tanpa membuatnya terbebani. Gak masalah kok buatku gak les 1x, apa artinya dibanding kakakku yang cuma satu2nya ini.

Jam 9-an lampunya udah nyala lagi. Aku sempetin buat ngerjain laporan praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi. Setelah bosen, aku matiin lampu sebagai perwujudan request dari kakaku dan aku tiduran di tiker, dimana kasurnya udah dipake sama kakakku.

Minggu 6 April 2008 / 29 Rabiul Awal 1429 H

Aku memulai hari ini dengan kejadian unik. Pertama2, kemaren HPku udah aku pasang alarm jam 04.01 supaya bisa bangun buat Tahajjud. Terus pagi ini alarm tersebut bunyi, dan karena aku masih ngantuk akhirnya aku tidur lagi. Aku baru bangun setelah jam di Hpku nunjukkin pukul 04.57, yang berarti udah masuk waktu Subuh yang hari ini jatuh pada pukul 04.26. Aku langsung bangkit dan Sholat Subuh dengan keadaan lampu yang sengaja gak aku nyalain, supaya gak ngeganggu kakakku yang masih tidur.

Abis Subuh-an, aku berkemas2 soalnya pagi ini udah janjian mau oahraga sama anak2 BEM. Untuk yang satu ini terpaksa aku harus nyalain lampu. Setelah lampunya nyala, aku liat jam di kamar. Sambil terbengong2, aku liat jam dinding ku nunjukkin pukul 04.11. Loh padahal kan aku bangunnya jam 04.57? Dan jam di Hpku sekarang nunjukkin pukul 05.13. Aku liat lagi, apa mungkin jam dindingku mati. Ternyata enggak, masih tetep jalan. Terus aku liat jam di HP kakakku. Ternyata juga nunjukkin angka yang sama kaya jam dinding, yaitu pukul 04.12. Akhirnya baru deh aku nyadar kalo ternyata jam di Hpku KECEPETAN SATU JAM. Jadi ketika alarmku bunyi pukul 04.01, sebenernya itu baru jam 3 dan ketika aku bangun jam 04.57, sebenernya itu masih jam 03.57 yang berarti belom masuk waktu Subuh

Setelah loading beberapa saat, akhirnya aku nyadar kalo berarti sekarang masih jam 04.13. Dengan wudhu yang masih ada, langsung aja aku Qiyamul Lail sampe masuk waktu Subuh. Dan setelah Subuh-an, aku pun tidur lagi. Huff… belom ada jam 5 tapi udah Sholat 9 rakaat…

Jam ½ 6 aku bangun lagi dan langsung bergegas berangkat ke BEM buat olahraga, ninggalin kakaku yang aku suruh main The Sims aja sambil nungguin aku pulang. Nyampe sana ternyata masih tetep gak ada siapa2 selain para takmir yang emang nginep di BEM. Aduh, padahal pengumuman tentang olahraga bareng ini kan udah dipublikasikan dari 2 minggu yang lalu. Setelah agak lama, yang dateng cuma 3 orang yaitu Fauzi, Zawa dan Mas Frisky. Mereka dateng juga dengan niat yang beda2. Zawa dateng mau ngambil sepedanya yang ketinggalan, Mas Frisky dateng mau ketemuan sama Mbak Kiky yang mau ngelunasin utang beli pulsa, dan Cuma Fauzi doank yang kayanya emang dateng pengen olahraga.

Karena orangnya cuma dikit, akhirnya aku Jogging lagi berdua sama Mas Ayi. Di tengah jalan2 tiba2 dia pengen boker. Ya udah terus balik ke BEM dulu, nungguin beliau menuntaskan hajatnya. Habis itu aku Jogging lagi, kali ini nambah bareng Andhika yang sedang dalam tahap penyembuhan dan Mas Frisky yang masih nungguin kehadiran Mbak Kiky.

Abis olahraga aku pulag ke kosanlagi, melanjutkan jadwal ku untuk nganterin kakaku jalan2 muter2 Jogja. Aku ajak kakakku sarapan di Nasi Kuning Kindai, terus dia minta dianterin ke Mirotta yang di Jakal atas, sama ke Malioboro lagi. Kakakku aku tinggalin di Malioboro sendirian soalnya aku harus Les Bass dulu.

Sesampainya di tempat les, ternyata lagi mati lampu. Daripada nganggur, akhirnya Mas Firdaus si guru les ku nawarin make gitar akustik aja untuk sementara. Setelah ngerasa kalo gitar akustik gak berperan efektif, akhirnya aku nawarin beliau buat maje bass elektrik aja tapi gak usah make speaker. Kan suaranya tetep keluar tuh biarpun kecil, dan beliaupun sepakat. Waktu ngambil bass, aku papasan sama 3 orang dancer perempuan dari ruang sebelah yang lagi latian ngedance di koridor, yang bikin aku jadi bingung sendiri. Mau diliat, ntar apalan Al-Qur’an ku bisa makin dikit aja. Tapi mau dibiarin, kok rasanya eman2 ya? Minimal say hello gitu, terus kenalan dan tukeran nomor HP deh. Hohohohoho… Astagfirullah… Untungnya aku terlahir sebagai seorang pemalu, jadi aku biarin aja dan hanya seulas senyum yang bisa aku kasi waktu aku ngelewatin mereka. Alhamdulillah aku gak diberikan keberanian dan gak diizinkan oleh Allah untuk melakukan hal yang lebih dari itu. Subhanallah sekali…

Pulang les aku ke Benteng Vredeburg buat ngejemput kakakku yang lagi Window Shopping di Malioboro. Gak lupa mampir dulu ke Gramedia sama ke Omah Mode. Setelah makan di Iga Bakar yang harganya bener2 bisa membunuh anak kos kaya aku secara perlahan, aku pulang ke kosan buat istirahat.

Jam 6-an ada acara favoritku di TV, yaitu Grand Prix Formula 1 Racing, dimana ada Giancarlo Fisichella sebagai jagoanku. Tapi aku harus ninggalin balapan ini di sekitar Lap 20-an, soalnya malem ini kakakku mau pulang ke Depok naik kereta, Taksaka Malam. Aku anterin dia ke Stasiun Tugu setelah sebelumnya mampir dulu buat Drive Thru di Mek-Di (sebut saja “McD” atau “McDonald”). Sekalian di stasiun, aku beli majalah Sabili edisi terbaru, sebagai perwujudan request dari Alvi.

Pulang dari stasiun, aku langsung memacu mobilku secepat kilat pulang ke kosan lagi, soalnya aku gak mau ketinggalan hasil dari balapan F1 yang lagi berlangsung di Bahrain. Saat ini gak cuma Fisichella doank yang lagi balapan sama lawan2nya, tapi aku juga lagi berpacu dengan waktu untuk nyampe ke kosan secepat mungkin supaya bisa nonton F1. Dan setelah aku nyampe kosan dan nyalain TV, pas banget sama Felipe Massa yang lagi nyentuh garis finish. Tapi ternyata Fisichella cuma ada di posisi 12. Gak pa2 lah, buat ukuran tim Force India, hasil ini udah bisa dibilang luar biasa.

Setelah beres2 kamar yang berantakan sepeninggal kakakku, aku ngutak-ngatik laptop lagi seperti biasanya. Rencananya besok mau ada presentasi buat kuliah Fisika Reaktor Nuklir, jadi sekarang aku baca2 materinya dulu. Weits jangan pada kagum dulu, ini cuma dibaca doank kok, gak dipelajari sama sekali. Jam 11-an HPku aku biarin mati sampe lowbat, dan kemudian aku pun bergegas tidur.

Senin 7 April 2008 / 30 Rabiul Awal 1429 H

Seharusnya hari ini aku kuliah Fisika Reaktor Nuklir jam 7 pagi, tapi aku baru bangun jam ½ 9 gara2 tadi pagi abis Sahur & Subuhan aku tidur lagi. Ya udah, tolong seseorang sampaikan permintaan maafku kepada Pak Andang yang pagi ini gak bisa melihat kehadiranku di kelasnya. Daripada nganggur mendingan aku ngutak-atik laptop aja sekalian ngerjain tugas laporan praktikum Deteksi & Pengukuran Radiasi buat hari Rabu nanti.

Siang jam ½ 2,akhirnya aku kuliah lagi untuk pertama kalinya setelah UTS, yaitu kuliah Sinyal dan Sistem dengan Pak Nazrul. Sebenernya sih aku kurang paham sama mata kuliah ini, gak tau deh ini salahku apa salah dosennya. Tapi gak pa2 kok, tawakkal aja yah…. Dunia gak akan kiamat meskipun aku gak bisa Sinyal dan Sistem.

Akhirnya Kastrat mulai eksis lagi, ditandai dengan adanya rapat Kastrat di sore ini. Biarpun cuma rapat PH, tapi ini tetep perlu soalnya selama ini kita emang jarang banget (kalo gak mau dibilang belom pernah) rapat PH, selalu rapat umum melulu.

Malemnya aku ngabuburit ke bioskop di Plaza Ambarukmo atau biasa disebut Amplas. Eh kalo ngabuburit mah sore2, berarti ini namanya JJM (jalan-jalan malem). Niat ku ke Amplas ini adalah pengen nonton film Drop Out yang dibintangin sama Ben Joshua, Titi Kamal, Dr. Boyke dkk. Untungnya Hasan, Andhika, Nanda & Doni mau nemenin, jadi aku gak sendirian deh. Si Reza yang tadinya mau ikut ternyata gak jadi gara2 dia ada les Bahasa Inggris. Niatnya dia sih mau nyusul jam 9-an. Padahal filmnya mulai main jam 7.55. Daripada telat 1 jam mendingan gak usah dateng aja dah, kecuali kalo dibolehin bayar ½ harga. Eh ½ harga juga masih kemahalan, 1/3 nya aja.

Dan malem ini aku sengaja gak nginep di BEM, soalnya besok pagi mau jalan2 ke BATAN Jogja sama anak2 Teknik Nuklir.

Selasa 8 April 2008 / 1 Rabiul Akhir 1429 H

Jam 7 pagi aku udah rapi jali mejeng di KPTU nungguin anak2 Teknik Nuklir lainnya buat berangkat ke BATAN Jogja. Aku make kemeja putih lengan panjang & celana kain warna item, udah mirip banget kaya sales2 Tianshi. Untung aku gak ikutan make sepatu pantovel juga. Setelah anak2nya pada ngumpul, jam ½ 8-an aku berangkat ke BATAN naik MyLovelySolBro dengan Ryo, Hayu, Mega & Ayu yang ikutan numpang di dalemnya.

Disana aku & anak2 Nuklir berkunjung ke lab analisis radiokimianya. Untungnya disana pake jas almamater UGM, jadi style sales ku gak keliatan deh. Ntar bisa diusir sama Satpam kalo ketauan ada sales nyasar ke BATAN. Kirain mau mampir juga ke reaktor nuklir utamanya, tapi ternyata enggak. Udah 2 kali aku kesana tapi belom pernah ngeliat reaktor utamanya. Ya gak pa2 lah lain kali aja, mungkin bulan Mei nanti. Meibe yes, miebe no…

Pulangnya dari BATAN aku sama anak2 Nuklir lainnya mampir dulu ke kantin FMIPA. Dah berapa lama ya aku gak makan disini? Tadinya sih mau makan di kantin BATAN, tapi masih belom buka. Jadinya aku makan di kantin FMIPA aja sekalian refreshing melihat “pemandangan” yang gak bisa aku temukan di Fakultas Teknik sambil menikmati Pempek & Jus Semangka. Alhamdulllah… Eh, Astagfirullah…

Jam 1 aku kuliah Perpindahan Panas & Massa sama Bu Ester yang kelasnya gabung sama anak2 Fisika Teknik. Bu Ester dengan santainya nunjukkin hasil UTS kemarin ke anak2. Berapa nilaiku? Gak usah banyak2, cukup 60 aja. Secara umum nilai segitu gak termasuk bagus soalnya banyak anak FisTek yang dapet diatas 80, bahkan ada senior yang ngulang yang dapet 90. Tapi nilai ku yang 60 itu ternyata merupakan yang PALING TINGGI di antara anak2 Teknik Nuklir lainnya. Hohohoho…. Ternyata standarnya Teknik Nuklir emang cuma segitu. Mestinya kita malu nih sama anak FisTek. Ayo donk, tunjukkan mana ekspresimu?

Selesai kuliah, aku mejeng di ruang BEM seperti biasa. Aku udah janji sama Nasikun buat jalan2 sore ke jalan Urip Sumoharjo atau lebih kerennya disebut dengan nama Jalan Solo. Pulang dari sana, aku ke BEM lagi buat ngerjain laporan praktikum yang masih belom selesai. Di ruang BEM lagi ada 3 Departemen yang lagi rapat dan aku dengan polosnya dan dengan imutnya nyempil diantara orang2 yang lagi rapat, berdua sama Nasikun yang lagi baca novelnya Habiburrahman yang berjudul “Di Atas Sajadah C-Kink”. Sekedar tau aja, novel2 Habiburrahman yang lain diantaranya “Ayat-Ayat C-Kink”, “ Ketika C-Kink Bertasbih”, “Di Atas Mihrab C-Kink”, dan lainnya. Jangan pada protes lho, kan C-Kink = Cinta. Hueeeekkkk…. Cuuiiiih….

Karena hari ini hari Selasa berarti aku harus les Bahasa Jepang. Aku berangkat bertiga sama Hasan & Andhika, setelah sebelomnya mampir dulu di Jogja Chicken. Seperti biasanya juga, di tempat les aku ketemu sama Mas Aniv selaku Sensei ku yang makin hari makin ajaib aja… Hontou desu ka? Kawaiso…

Aku gak pulang ke kosan tapi pulang ke ruang BEM buat nginep lagi. Dan sebelum tidur, gak lupa aku nyempet2in ngerjain laporan praktikum Deteksi & Pengukuran Radiasi yang juga makin hari makin ajaib aja…

Rabu 9 April 2008 / 2 Rabiul Akhir 1429

Pagi2 abis Subuhan, aku langsung ngelanjutin ngerjain laporan praktikum yang hari ini harus dikumpulin jam 10. Sempet kepotong gara2 jam 7 aku ada kuliah Elektronika Nuklir sama Pak Sunarno. Gara2 terlalu ngurusin laporan praktikum, pagi ini aku belom sempet sarapan & mandi. Tapi anak2nya juga gak nyadar kok kalo aku belom mandi, wajahku kan selalu bersinar setiap saat. Thanks buat Ponds Perfect Care Anti Bacterial Facial Scrub, yang warna ijo, yang telah membuatnya terlihat demikian (loh kok malah jadi promosi gini? Iklan layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh : Unilever Indonesia. Huohohohohoho…)

As usually, kuliahnya Pak Sunarno gak selalu melulu tentang materi kuliah, tapi juga ada selingan tentang training motivasinya. Dan untuk kuliah Elektronika Nuklir yang pertama setelah UTS ini, materi training motivasinya malah lebih banyak daripada materi kuliahnya itu sendiri. Pak Narno ngasih motivasi tentang “Berani Menerima Tantangan”, dengan redaksi beliau “Aku Bisa Karena Aku Nekad” (“nekat”nya pake D). Nekad, eh nekat disini juga bukan asal hajar, tapi nekat yang disertai dengan ilmu. Contoh yang beliau tunjukkan adalah, apabila kita ditawarkan untuk mengerjakan suatu penelitian yang belum kita kuasai sebelumnya, maka tidak ada salahnya kalo kita mencoba menerima tawarannya. Misal, terkait dengan mata kuliah Elektronika Nuklir, kita ditawari untuk membuat alat pendeteksi tingkat stress seseorang. Bagaimana caranya? Nih dia tips & triknya…

1. Cari referensi

Inilah langkah awalnya, yaitu cari referensi sebanyak2nya. Cari segala informasi yang bisa kita manfaatkan terkait dengan penelitan yang kita lakukan. Bisa dari membaca buku, download internet atau tanyakan pada ahlinya. Karena kita udah nerima tawaran tersebut, maka konsekuensinya adalah kita harus berusaha menguasai ilmu yang terkait dengannya.

2. Bentuk tim

Kita gak mungkin kerja sendirian. Event Organizer gak akan jalan kalo cuma ada Ketua Panitianya. Jadi disini kita perlu ngebentuk suatu tim ahli untuk ngebantu kita mengerjakan penelitian ini.

3. Buat konsepnya

Setelah kita punya ilmunya dan kita punya tim ahli, bisa kita buat konsep tentang langkah2 yang akan kita lakukan untuk menjalankan penelitian ini. Konsep ini bisa dalam bentuk algoritma/diagram alir, tapi sudah secara terperinci, dan disertai anggaran dananya.

4. Analogikan ilmu yang kita miliki dengan penelitian tersebut

Semua ilmu pada dasarnya memiliki konsep yang sama, hanya pengaplikasiannya aja yang beda2. Begitupun dengan kasus ini, kita bisa menganalogikan suatu hal yang belum kita ketahui dengan hal2 yang telah kita kuasai sebelumnya.

5. Aplikasikan dalam penelitian

Nah kini saatnya kita ujicobakan semua yang telah kita teliti dan kita kerjakan untuk diujicobakan dalam penelitian sesungguhnya. And the show begin…

6. Berikan kesimpulan

Penelitian dan percobaan udah dilakukan, kini saatnya kita memberikan kesimpulan atas hasil kerja kita. Mari kita puaskan masyarakat dengan hasil penelitian kita ini.

7. Kembangkan untuk penelitian lainnya

Setelah mendapatkan hasil penelitian, bisa kita kembangkan lagi untuk tema2 selanjutnya yang masih berkaitan dengan penelitian kita ini.

Abis kuliah Elektronika Nuklir, aku langsung buru2 pulang ke kosan buat nyelesein laporan praktikum, sekalian mandi. Malu donk kalo tar lagi praktikum tiba2 ada bau gak sedap yang menyebar. Aku kelura kuliah jam 9 dan praktikum dimulai jam 10. Cuma ada rentang waktu 1 jam buat aku ngerjain kedua hal diatas. Niatnya sih mau sarapan dulu, tapi gak bakalan sempet. Sempet bingung juga gara2 aku gak nemuin jas lab ku di lemari. Eh gak taunya masih ketinggalan di ruang BEM dari beberapa minggu yang lalu. Akhirnya aku bisa hadir ke ruang lab praktikum telat 23 menit dari jadwal. Maap ya Mas-Mas asisten…

Ternyata praktikumnya juga gak berjalan sesuai rencana, gara2 Detektor Sawar Permukaan yang dipake buat ngukur pencacahan partikel Alpha-nya rusak. Jadinya kita gak ngukur pencacahan secara real-time, tapi pake data pencacahan yang udah ada sebelumnya. Wuah nyapek2in aja…

Abis praktikum, aku ikutan dateng ke forum Temu Akrab antar angkatan Teknik Nuklir di KPTU. Forum ini sengaja diadain sama Herlambang selaku ketua angkatan Teknik Nuklir 2006 sebagai ajang perkenalan dan untuk semakin mempererat silaturahim antar angkatan. Selain itu juga untuk meyakinkan angakatan 2007 bahwa keputusan mereka untuk meneruskan studi di Teknik Nuklir adalah BENAR.

Selesai dari forum ini, aku masih ada jadwal buat rapat Kastrat. Rapat kali ini temanya mengkaji tentang keputusan pemerintah terhadap adanya tarif insentif dan disinsentif. Niatnya sih mau rapat di Boulevard UGM, tapi karena cuacanya gak mendukung jadinya dibatalin deh, yang bikin Alvi rada2 gondok gara2 dia pengen ikutan nebeng ke BEM KM tapi ternyata gak jadi.

Setelah hari ini jadwal ku full seharian dari jam 5 sampe jam 6 sore, akhirnya malem ini aku bisa agak leyeh2 dikit. Malem ini aku baru nyadar kalo hari ini AKU BELOM MAKAN APA2. Dari tadi sejak bangun tidur sampe sekarang, aku cuma makan cemilan yang ada di kosan & cuma minum Teh Gelas yang dijual di BEM. Di satu sisi, ini bagus buat penghematan. Tapi di sisi lain, ini gak bagus buat kesehatan. Aku sendiri sih gak bisa protes soalnya aku emang sama sekali gak ngerasain laper. Alhamdulillah aku dikasi kekuatan perut berupa kemampuan untuk menahan laper, yang berarti aku gak perlu terlalu membutuhkan banyak makanan. Kenapa? Karena semakin banyak makanan yang kita makan, maka akan semakin banyak yang harus kita pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Bukan begitu? Bukaaaan…..

Dan akhirnya malem ini aku bisa menikmati nasi goreng Bu Minah dengan nikmatnya, sambil nonton aksi2 mujahidku waktu jaman SMA dulu di laptopku.

Kamis 10 April 2008 / 3 Rabiul Akhir 1429 H

Aku terbangun di ruang BEM akibat ulah Doni yang mengumandangkan adzan Subuh dengan indahnya. Niatnya pagi ini mau Jogging, tapi lagi2 dibatalkan gara2 gak ada temen. Aku pun pulang ke kosan buat baca koran Jawa Pos & Republika yang numpuk di bawah pintu, yang udah sejak dari hari Selasa gak aku sentuh.

Jam 9 aku ke BEM lagi buat menuhin janjiku sama Yuli & Alvi yang ngajakin diskusi bareng. Ternyata disitu juga ada Daniyah, seekor makhluk yang selama ini cuma aku tau namanya doank tapi belom pernah tau orangnya. Bareng Hasan, kita diskusi berlima dengan tema “Dialog Lintas Gender”. Diskusi antara 5 ekor anak manusia ini yang pada akhirnya tinggal berempat gara2 ditinggal Daniyah, mampu membuat curiga mata2 orang yang memandangnya. Malah ada yang bilang katanya ini kaya lagi proses Ta’aruf aja, lagi training tentang membangun keluarga sakinah. Huohohohoho… Kenapa bisa demikian? Ya gak tau juga kenapa, tapi aku pun juga bakal ngerasain hal yang sama kaya mereka.

Abis Dzuhur, aku sempet2in buat tidur siang bentar di ruang BEM. Aku bangun pas jam 1 dan langsung bergegas buat kuliah Dinamika Sistem bareng Pak Sihana yang makin hari makin gak jelas aja sebenernya apa yang aku pelajari di kuliah ini.

Abis kuliah Dinamika Sistem, aku masih harus kuliah lagi setelah kepotong buat Ashar bentar. Kuliah Matematika Teknik 2 sore ini diajar sama Pak Andang, dosen paling “keren” di Teknik Nuklir sini. Sebenernya sih Pak Andang itu orangnya biasa aja dan tampak sederhana, tapi justru kesederhanaannya itulah yang membuatnya tampak “keren”. Dari luar keliatannya sederhana, padahal dalemnya bener2 luar biasa. Dan biarpun mungkin beliau ngajarnya agak ngebosenin, tapi beliau selalu bisa ngejawab semua pertanyaan anak2 dengan jawaban yang benar2 memuaskan disertai dengan analogi yang benar2 gak terpikirkan.

Di kuliah ini aku duduk sebelahan sama Astria. Loh emang penting ya? Gak tau juga sih, tapi sebenernya ini adalah pertama kalinya aku duduk sebelahan langsung sama perempuan selama kuliah di UGM sini. Biasanya aku duduknya selalu sebelahan sama laki2, atau kalopun sama perempuan, pasti ada rentang 1 bangku kosong antara aku dan orang tersebut. Jadi untuk kasus ini, Astria boleh berbangga dan bisa aja masuk rekor MURI sebagai perempuan pertama yang berkesempatan buat duduk persis di sebelahku. Heuheuheuheu…

Malemnya aku les Bahasa Jepang seperti biasa. Sebelum les, sempet mampir dulu ke Jogja Chicken dimana aku makannya sampe nambah, setelah seharian ini berpuasa. Tadi pagi sahurnya cuma minum Ale-Ale (minuman jeruk yang dibintangin sama Virnie Extravaganza), dan bukanya juga cuma minum The Gelas. Pulang les aku nginep lagi di BEM buat kongkow2 sambil ngejayus sama para Takmir BEM yang emang udah jayus dari sejak dalam kandungan ibunya masing2.

Add comment June 6, 2008

MadingBiofuel

Biofuel : Antara Perut Manusia dan Perut Mesin-Mesin Industri

Biofuel, sebuah alternatif energi yag kini sedang membooming dan menjadi perhatian para peneliti yang concern terhadap masalah energi alternatif. Apakah biofuel itu? Biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara lanhsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian (id.wikipedia.org). Yang akan kita bahas disini adalah lebid dikhususkan kepada biofuel yang berasal dari tanaman.

Biofuel yang dihasilkan dari tanaman secara umum memiliki harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan harga minyak yang semakin hari semakin merangkak naik. Begitupun dari sisi efisiensi energi, biiofuel termasuk efisien meskipun ada variasi yang cukup lebar. Serta dari sisi kemampuan teknologi, Indonesia dirasa sudah mampu untuk memproduksinya.

Sepintas terlihat bahwa biofuel benar-benar menguntugkan. Tapi coba kita lirik kembali sebelumnya, yaitu bahwa biofuel dihasilkan dari tanaman yang dalam hal ini adalah tanaman pertanian seperti tebu, jagung, kelapa sawit, dan lainnya. Dengan demikian bila biofuel semakin digalakkan, maka produk pertanian akan berada di persimpangan jalan, yaitu apakah produk pertanian tersebut hendak diproses menjadi makanan (food) atau bahan bakar (fuel).

Dalam hal ini, sektor pertanian akan mengalami peningkatan. Tapi produksinya akan tersegmentasi. Hasil pertanian yang diubah menjadi makanan akan dikonsumsi oleh manusia, sedangkan hasil pertanian yang digunakan untuk biofuel akan menjadi konsumsi oleh mesin-mesin industri. Manakah yang harus lebih diutamakan? Bila hasil pertanian digunakan seluruhnya untuk biofuel, maka hampir dapat dipastikan bahwa situasi ini akan mengakibatkan krisis ketahanan pangan, karena hasil pertanian yang seharusnya dikonsumsi perut manusia akan beralih menjadi biofuel yang ditujukan untuk perut mesin-mesin industri.

Selain itu dampak negatif dari biofuel yang digalakkan adalah adanya percepatan degradasi lahan, dimana hutan-hutan akan dibuka untuk ditanami dengan produk-produk biofuel. Indonesia yang sudah cukup banyak mengalami kerusakan hutan, akan semakin bertambah jumlahnya.

Pada dasarnya biofuel itu diciptakan sebagai energi alternatif yang efisien. Namun bila segala sesuatunya dilakukan secara berlebih-lebihan, maka itupun akan memberikan dampak yang negatif. Begitupun dengan biofuel ini. Harapannya adalah semoga kita semua, khususnya pemerintah bisa menetapkan kebijakan yang benar-benar bijak terkait masalah biofuel ini. Sebenarnya biofuel itu sendiri tidak salah, yang salah adalah manusia-manusia yang mengekploitasi biofuel secara berlebih-lebihan seperti telah disebutkan sebelumnya. Keseimbangan, itulah kuncinya. Dan hendaknya gunakanlah ilmu di dalam setiap langkah kita, jangan hanya mengikuti napsu semata.

Add comment June 6, 2008

LPJacara

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara

Seminar Hari Pendidikan Tinggi Teknik 62

Latar Belakang

Alhamdulillahirabbilalamin segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, hari ini saya (Hasan Al Mufarrid Drihim, calonPresiden

RI

) masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup saya sehingga saya selaku koordinator seksi acara diperkenankan untuk menulis LPJ ini. Saya ucapkan terima kasih yang teramat sedikit kepada Aa’ Widya Adi dan rekan-rekan SC karena saya telah diberi amanah untuk menjadi koordinator seksi acara untuk acara seminar HPTT ini. Saya tidak mengerti mengapa saya yang ditunjuk untuk mengemban amanah ini, apakah itu semua semata karena keTAMPANan dan keKERENan saya? Hanya mereka yang tau….

Idealita

Awal mulanya, saya dan rekan-rekan seksi acara memiliki rencana sebagai berikut :

- Mengundang 2 orang menteri sebagai pembicara.

Karena namanya adalah seminar nasional, jadi pembicaranya juga harus tingkat nasional donk. Karena itulah kami berencana untuk menghadirkan 2 orang menteri sebagai pembicara dalam seminar ini. Tentunya bukan Menteri Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang saat ini dijabat oleh Alvianto Hanivatun Nisa.

- Konsumsi diberikan secara prasmanan kepada peserta dan pembicara.

Urusan perut adalah urusan yang tidak bisa disepelekan. Bila kita menyepelekan masalah perut, maka hasilnya bisa dilihat pada diri C-Kink yang biarpun imut tapi gak pernah bisa gendut. Tapi kalau urusan perut terlalu diperhatikan nanti jadinya malah kaya Doni yang gendut dan gak imut. Untuk itu kami berencana memberikan konsumsi secara prasmanan supaya peserta dan pembicara bisa memilih sendiri sesuai selera perut dan lidah mereka.

- Adanya follow up dari acara seminar ini.

Apa itu follow up? Follow = mengikuti. Up = keatas. Jadi follow up = mengikuti keatas. Bukan begitu? Bukaaaaan….. Maksud saya, follow up disini adalah adanya tindak lanjut dari acara seminar ini. Tindak lanjut seperti apa? Ya saya juga belum tau tuh.

- Menghadirkan Mbah saya yang bernama B.J Habibie selaku keynote.

Saya punya niat untuk menghadirkan Mbah, eh Bapak Habibie selaku keynote speaker dikarenakan beliau memiliki kompetensi yang tinggi khususnya di bidang keteknikan, jadi mungkin hal ini bisa menjadi nilai lebih bagi acara ini.

- Dihadiri oleh buuuaaaanyak peserta.

Awalnya target peserta kami tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan akademisi saja, tapi kami juga ingin acara ini dihadiri oleh makhluk-makhluk lainnya. Tapi setelah kami pikir kembali, bakalan serem juga kalo makhluk-makhluk ghaib seperti Suster Ngesot, Kuntilanak, Pocong, Sadako dan teman-temannya ikut menghadiri acara ini. Nanti nama acara ini bukan lagi “Seminar Nasional HPTT” tapi berganti menjadi “Konferensi Makhluk Ghaib Sedunia”. Jadi kami batasi supaya peserta acara ini hanya dari kalangan manusia dan teman-temannya saja dengan target secukupnya. (padahal acara ini ditujukan buat manusia, tapi ketua panitianya kok seekor buaya?).

Realita

Itulah tadi rencana-rencana yang telah kami niatkan kepada acara ini. Namun pada kenyataannya rencana kami tersebut bagaikan peribahasa yang berbunyi “jauh panggang dari api, jauh di mata dekat di hati” (??????). Apa saja kenyataannya? Tekan tutsnya dan mainkan…..

- Niat untuk menghadirkan menteri sebagai pembicara Alhamdulillah tidak dapat terlaksana. Akhirnya kami hanya menghadirkan alumni-alumni Fakultas Teknik UGM lulusan jaman baheula untuk menjadi pembicara.

- Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa rencana awal kami adalah mendatangkan B.J Habibie langsung dari Jerman sebagai keynote speaker. Tapi beliau tidak dapat dihubungi, sehingga kami mengalihkannya kepada Pak Sudjarwadi selaku Rektor UGM. Dan sayangnya pada saat acara berlangsung beliau juga tidak dapat hadir dikarenakan harus mengikuti pelaksanaan wisuda UGM. Jadinya kemarin gak ada keynote speakernya deh. Huiks…. Huiks…. Kalo tau gini mendingan saya aja yang jadi keynote speakernya.

- Alhamdulillah pesertanya ternyata benar-benar banyak, bahkan TERLALU BANYAK sehingga kapasitasnya menjadi overloaded dan mengakibatkan peserta merasa kurang nyaman dalam penataan tempat duduknya.

- Alhamdulillah juga, niat kami untuk memberikan konsumsi secara prasmanan dapat terlaksana. Namun adanya sedikit campur tangan dari Dekanat membuat kami kurang leluasa mengatur masalah konsumsi ini. Tapi itu hanya masalah komunikasi saja antara pihak panitia dengan pihak Dekanat.

- Setelah saya kaji dan saya teliti serta saya amati dan saya perhatikan, saya rasa koordinasi masih belum berjalan dengan baik, khususnya pada saat pelaksanaan acara. Banyak panitia yang melupakan jobdesknya dan ngluntang-lantung gak jelas, termasuk saya sendiri.

- Sekali lagi saya ucapkan Alhamdulillah karena saya dan rekan-rekan seksi acara cukup kompak dalam menjalani kepanitiaan ini. Ini bukan narsis lho, ini cuma pengen pamer aja. Huahahahahahaha……

Saran dan Kritik

Sebelum saya akhiri LPJ saya yang ancur ini, ijinkanlah saya untuk memberikan beberapa saran dan kritik terhadap acara ini untuk menjadi pelajaran bagi kita semua nantinya.

- Lain kali kalo mau milih koordinator tiap seksi jangan hanya dilihat dari keTAMPANannya saja, seperti pada kasus saya. Saya tau dan saya sadar serta saya mengetahui bahwa saya ini memang sangat-sangat TAMPAN, tapi jangan jadikan itu alasan untuk menjadikan saya sebagai koordinator seksi acara, karena tampilan luar bukan jaminan. Selain pada diri saya, kasus ini juga terjadi pada C-Kink. Kita semua tau dan kita semua mengetahui serta mengakui bahwa C-Kink adalah manusia PALING IMUT di seluruh penjuru dunia binatang, tapi jangan hanya karena keimutannya tersebut lantas beliau dijadikan koordinator seksi humas dan transportasi. Mari kita ambil contoh pada diri Aa’ Widya Adi yang meskipun dia gak ada ganteng-gantengnya pisan, tapi dia memiliki kemampuan untuk menjadi ketua panitia acara ini (ini pujian apa hinaan ya?).

- Koordinasi antara sesama rekan-rekan panitia harapnya dijaga dengan sebaik-baiknya. Kerja kita bergantung pada keKOMPAKan kita, jadi bangunlah keKOMPAKan itu di dalam diri sesama rekan-rekan panitia. Untuk itu, marilah kita potong rambut di KOMPAK, tempat cukur cowok cerdas. Loh kok malah promosi?

- Pilihlah pemateri dan pembicara yang benar-benar kompeten, khususnya dalam hal kedisiplinan terhadap waktu, kesiapan materi dan penyampaian materi yang sesuai dengan TOR yang diajukan. Jangan sampi pemateri malah memanfaatkan acara seminar seperti ini untuk mempromosikan “jualannya”.

- Carilah back-up dari setiap pemateri (istilahnya : pemain cadangan), buat jaga-jaga kalo ada pemateri yang ternyata tidak bisa hadir.

- TEPAT WAKTU WUOOOOOOYYYYY!!!!!! Jangan hobi ngaret. Kenapa? Karena ngaret sama saja dengan pembunuhan secara halus. Tidak ada yang tau kapankah usia kita akan berakhir, jadi MANFAATKAN SETIAP DETIK yang telah diberikan-Nya.

Sekian dan mohon maaf bila banyak salah yang terjadi pada diri saya didalam menjalani kepanitiaan ini. Tetaplah semangat dan jalani hidup ini dengan ceria.

Ucapan Terima Kasih

Hasan Al Mufarrid Drihim would like to say thanks to :

- Allah swt yang Maha Pengasih serta Maha Pemurah. Betapa indah rezeki yang telah kau berikan pada hamba-Mu ini ya Allah….

- Widya Adi Nugraha selaku ketua panitia yang sifat buayanya Naudzubillahimindzalik.

- Dimas, Nadia, Asep, Eko dan satu orang lagi yang saya lupa namanya, selaku rekan-rekan seksi acara yang telah bekerja dengan sebaik-baiknya.

- Slamet Parmanto si pejabat yang dapet kaos panitia gratisan.

- Meidwinna Vania Michiani selaku bendahara yang sepertinya ada affair dengan Akhyar. Astagfirullah…

- Yuli Susanti yang mengingatkanku pada seekor model di uang kertas 500 rupiah.

- Semua rekan-rekan panitia yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu-persatu (karena saya gak apal) yang telah berusaha sekuat tenaga untuk menyukseskan acara seminar ini.

- Dan seluruh pihak yang telah turut serta berpartisipasi di dalam acara ini.

- Serta ucapan terima kasih yang sangat-sangat spesial kepada C-Kink Syahid Syaifullah, karena beliau-lah yang menulis LPJ ini. Huahahahaha….. Dikarenakan Hasan sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk menulis LPJ, maka ditugaskanlah seekor makhluk imut bernama C-Kink untuk mewakilinya menulis LPJ ini. Ya sudahlah, tawakkal aja…

Add comment June 6, 2008

LPJhumasTransportasi

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Humas dan Transportasi

Seminar Hari Pendidikan Tinggi Teknik 62

BIla Anda adalah seorang penakut, jangan baca LPJ ini sendirian.

Sedangkan bila tak ada yang mau menemani, bacalah dengan menutup salah satu mata Anda.

Jangan menutup kedua mata Anda karena tidak akan terlihat apa-apa.

Introduction Mukaddimah Pendahuluan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Subhanallah walhamdulillah, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, acara seminar yang sangat kita nanti-nantikan dan kita impi-impikan serta kita idam-idamkan juga kita ingin-inginkan dan tak lupa kita damba-dambakan ini, akhirnya dengan Izin Allah bisa terlaksana dengan cukup baik dan memuaskan. Meskipun tak dapat dipungkiri juga bahwa masih banyak kekurangan disana-sini, namun itu tidaklah mengapa karena memang tidak ada suatu pekerjaan yang benar-benar sempurna, seperti pepatah yang mengatakan “bagai anak ayam kehilangan induknya”. Eh gak nyambung ya? Maksud kami, pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak retak”. Gitu lho…

Kerja keras kita semua selama +-1.5 bulan akhirnya terbayarkan dengan sebuah kepuasan yang benar-benar indah dan tak ternilai harganya, yang kalaupun rasa kepuasan ini ditukar dengan uang senilai 1 milyar rupiah, maka saya akan lebih memilih uang 1 milyar rupiah tersebut (???????).

Latar Belakang

Kalau kita flashback ke awal mula pembentukan panitia, harus saya akui dari dalam lubuk hati saya yang paling luar bahwa adalah suatu amanah yang sangat berat yang harus dipikul oleh pundak saya yang kurus dan kerempeng serta begeng ini ketika seekor buaya bernama Wdya Adi Nugraha yang “kebetulan” menjadi ketua panitia seminar HPTT ini menunjuk saya untuk menjadi koordinator seksi transportasi. Tetapi karena seksi transportasi memiliki ranah kerja yang cukup ringan, akhirnya ditambahkan embel-embel “Humas” dibelakang kata transportasi. Jadilah amanah yang harus saya emban adalah koordinator seksi Transportasi dan Humas. Tapi karena pada prakteknya saya lebih banyak berfungsi sebagai Humas, maka untuk selanjutnya nama seksi ini akan dibalik, yaitu menjadi seksi Humas dan Transportasi. Bismillah, dengan izin Allah kuterima amanah tersebut.

Harus saya katakan dengan jujur bahwa inilah kedua kalinya saya mengikuti kepanitiaan suatu acara. Kepanitiaan yang pernah saya emban sebelumnya dan menjadi pengalaman pertama saya mengikuti kepanitiaan adalah acara Bedah Kasus Sosial Teknik (BKST), dimana saya dizhalimi oleh teman2 KASTRAT, eh KORSLET (Komando Resimen Strategis Fakultas Teknik) untuk menjadi ketua panitianya. Dan di kepanitiaan seminar HPTT ini, saya langsung diamanahkan untuk menjadi koordinator humas dan transportasi, sebuah pengalaman yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Namun hal ini bukanlah masalah karena Allah selalu menolong hamba-Nya yang kesulitan.

Yang harus saya lakukan kemudian adalah mencari staff yang nantinya akan mendampingi saya untuk menjalankan amanah ini. Untuk memperluas jaringan dan memperbanyak kenalan, maka saya ingin mencari staff yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Mungkin hal ini terlihat aneh karena memiliki banyak kerugian dikarenakan belum saling mengenal, tapi sekali lagi itu bukanlah masalah karena yang terpenting adalah dengan cara tersebut Insya Allah telah terjalin sebuah silaturrahim yang lagi-lagi tak ternilai harganya.

Orang pertama yang saya hubungi adalah seekor gadis asal Bangka Belitung yang mengambil prodi PWK, yang bernama, sebut saja “Rosita”. Saya kenal beliau dari acara BKST dan melihat adanya potensi dari dirinya untuk membantu kesuksesan seminar ini. Ternyata ajakan saya tidak bertepuk sebelah kaki. Dia menerima ajakan saya untuk menjadi panitia. Saya tidak tau mengapa dia menerima ajakan kepanitiaan ini, apakah karena dia ingin melatih softskillnya, apakah karena dia ingin cari pengalaman kepanitiaan, atau apakah karena yang ngajak dia adalah seorang makhluk yang imutnya Subhanallah. Lalu dia mengajak seekor temannya dari PWK yang bernama Ida, nama lengkapnya Sunarno Idayanto. Dan tiba-tiba seekor SC seminar ini yang bernama Slamet Parmanto, yang gak pernah kerja tapi tetap dapet kaos (Makan Kaos Buta) memasukkan anak buahnya di Advokasi untuk menjadi staff saya, yaitu seekor pemuda kribo bernama Fajar Budi Prasetyo. Lengkaplah sudah formasi kami, yaitu saya, Rosita, Ida dan Fajar.

Namun di tengah perjalanan, 2 ekor staff kami yang bernama Rosita dan Fajar mengundurkan diri dari kepanitiaan, dikarenakan mereka berdua memiliki banyak kesibukan terhadap kuliahnya. Jadilah tinggal saya dan Ida berdua harus menjalani hidup yang keras ini, menghadapi segala rintangan yang akan menghalangi yang mencoba menggoyahkan bahtera rumah tangga kami. Loh? Astagfirullah… Ya udah, akhirnya hanya kami berdua yang berjuang di seksi Humas dan Transportasi ini. Eh gak cuma berdua kok, tapi bertiga sama Allah Yang Maha Melihat.

Idealita

Berdasarkan titah dan perintah dari si ketua panitia yang tukang kawin, kami di Humas dan Transportasi mendapat job sebagai berikut :

1. Menyebarkan undangan

2. Menjalankan fungsi humas selain ke pembicara

3. Membantu dan mengurus transportasi

Untuk memenuhi permintaan penggemar saya di seluruh penjuru dunia, maka berikut ini akan saya jelaskan masing-masing job tersebut.

1. Menyebarkan undangan

Kami diberi amanah untuk mengurus dan menyebarkan undangan serta menyusun siapa saja mahkluk-mahkluk yang mau kita undang, apakah itu Dekanat, PPJ, alumni, SKK, Mamang burjo, tukang ngelap motor di lampu merah, tukang fotokopi, atau tukang jualan mayat gadis muda (hiiiiiii……..). Targetnya adalah ada sekitar 50 undangan yang akan kita undang untuk menghadiri acara ini, dimana sebelumnya para undangan harus memberikan konfirmasi kepastian kesediaannya untuk hadir dalam seminar ini.

2. Menjalankan fungsi humas selain ke pembicara

Selain itu kami juga ditugaskan untuk menjalankan fungsi humas kepada seluruh peserta dan undangan yang ingin menghadiri acara seminar ini.

3. Membantu dan mengurus transportasi.

Dari divisi transportasi, kami diamanahkan untuk membantu keperluan rekan-rekan panitia yang kiranya membutuhkan transportasi dalam menjalankan tugasnya. Serta bertanggung jawab atas kebutuhan transportasi para pembicara.

Selain tugas-tugas tersebut diatas, ada 2 tugas tambahan yang muncul belakangan, yaitu untuk mengurus press release dan menjalankan fungsi danus. Serta ada 1 tugas tambahan atas nama pribadi, yaitu membantu penjualan tiket.

Realita

Manusia bisa berencana sesukanya dan sekehendak hatinya (kalau dalam bahasa Rusia : “sak karep’e udel’e dewe”). Namun pada akhirnya tetaplah Allah Yang Maha Berkehendak yang menentukan hasilnya. Sesempurna apapun idealita yang dirancang, tetap saja realitanya tidak akan 100% sama.

1. Menyebarkan undangan

Proses penyebaran undangan sejujurnya mengalami kendala, yaitu ketika undangan untuk para alumni, dalam hal ini adalah KATGAMA, tidak tersampaikan dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Terjadinya komunikasi yang amat sangat buruk antara kami dengan KATGAMA, dikarenakan adanya salah persepsi oleh ECC, yang merupakan perantara penghubung kami dan KATGAMA. Yang kami minta dari ECC adalah supaya mereka menyebarkan undangan tersebut kepada para alumni dan MENYERAHKAN LANGSUNG ke orang-orangnya. Namun yang dilakukan oleh mereka adalah, mereka hanya mengumumkan kepada KATGAMA kira-kira begini, “ada acara seminar HPTT, bagi yang mau datang silahkan hadir”. Jadi yang mereka lakukan hanyalah sebatas publikasi, bukan sebagai penyampai undangan. Betapa hancur hati kami melihat 14 undangan yang kami amanahkan kepada ECC masih utuh tak tersentuh oleh mereka para alumni.

Selain itu, para undangan yang memberikan konfirmasi kehadiran sampai batas waktu yang kami berikan hanya 6 undangan saja, dimana 5 diantaranya memastikan akan hadir dan 1 lagi memastikan bahwa beliau tidak akan hadir.

Pada saat pelaksanaan acara, ada sekitar 13 undangan yang hadir. Hal ini sangat jauh dari rencana awal kami untuk menghadirkan 50 ekor undangan. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia atas kelalaian dan kekhilafan kami dalam hal ini. Mohon dimaafkan.

2. Menjalankan fungsi humas selain ke pembicara

Untuk tugas yang satu ini, sejujurnya kami katakan bahwa tidak ada masalah berarti dalam hal ini. Mengapa? Karena memang, untuk hal ini kami TIDAK MENGERJAKAN APA-APA. Yang dimaksud fungsi humas disini adalah menjadi semacam contact person bagi mereka yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang acara seminar ini. Namun sampai pelaksanaan acara dan setelah acara berakhir, tidak ada seorangpun yang menghubungi kami dan kami sendiri juga tidak tau apa yag harus kami lakukan. Sekali lagi kami mohon maaf atas hal ini.

3. Membantu dan mengurus transportasi

Dari divisi transportasi, kasusnya sama seperti diatas yaitu TIDAK ADA SESUATU YANG KAMI KERJAKAN yang terkait dengan transportasi ini. Sempat tercetus ide untuk membantu rekan-rekan panitia yang butuh transportasi, tapi pada kenyataannya mereka semua telah memiliki transportasinya masing-masing. Begitupun terkait masalah transportasi pembicara, ternyata mereka semua telah memiliki transportasinya sendiri-sendiri. Jadi secara umum tidak ada yang kami lakukan. Dan sekali lagi, kami sangat-sangat minta maaf atas hal tersebut.

4. Mengurus press release

Apa itu press release? Press = menekan, Release= melepaskan. Jadi press release= menekan dan melepaskan, yaitu suatu proses yang harus dilakukan ketika kita ingin memencet jerawat yang suka iseng nongol di kulit wajah kita. (sumber : Kamus Besar Anak Autis, karya C-Kink, penerbit : PT C-Kink Loser Production, 2008). Aduh apaan sih kok gak nyambung? Press release disini tuh semacam pemberitahuan untuk media massa gitu lho, yang intinya mengumumkan kepada media massa bahwa kita akan mengadakan suatu acara. Dalam hal ini, press release telah tersampaikan dengan baik ke Rektorat Universitas Gadjah Mada bidang Humas dan Kemasyarakatan. Namum pada saat acara berlangsung, tidak terlihat adanya media massa yang meliput acara ini. Untuk kesekian kalinya, kami mohon maaf lagi karena tidak mampu menarik minat media massa untuk meliput acara ini.

5. Menjalankan fungsi danus

Sempat terpikir di benak si ketua panitia yang ganjen dan buaya, untuk mencari sumber dana sendiri dan tidak 100% mengandalkan dana dari Dekanat. Namun karena waktunya yang terlalu mepet, yaitu 2 minggu sebelum pelaksanaan acara, maka kami putuskan untuk membatalkan niat kami mencari dana sendiri, terutama dari sponsorship. Sebenarnya kami sempat terpikir untuk meminta bantuan dana dari para alumni yang tergabung dalam KATGAMA. Tapi permintaan tersebut ditolak oleh ECC (lagi-lagi ECC) dikarenakan sudah terlalu banyak pihak-pihak yang meminta bantuan dana dari KATGAMA dan ECC malu jika harus meminta lagi. Huh dasar ECC gak banyak menolong….. Untuk masalah dana sebaiknya kita suruh saja si Iyul Santoso selaku sekretaris seminar ini dan selaku bendahara BEM untuk malak si ECC dan KATGAMA. Dengan tampang sangarnya dan ucapan khasnya : “bayar”, mungkin mereka akan bertekuk lutut karenanya.

Itulah tadi 5 tugas utama kami dalam kepanitiaan ini. Dan harus kami katakan dengan sejujurnya dan seikhlasnya bahwa kami TIDAK DAPAT MELAKSANAKAN TUGAS KAMI DENGAN BAIK. Betapa banyak kekurangan yang kami miliki selama menjalani kepanitiaan ini, sehingga membuat kami merasa seperti SAMPAH di dalam susunan kepanitiaan. Betapa kami sama sekali tidak memiliki manfaat bagi berlangsungnya seminar ini. Ketika acara telah selesai dan rekan-rekan panitia bergembira merayakan kesuksesan acara, itu adalah hal yang wajar karena mereka semua telah BEKERJA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH dan mereka memang PANTAS untuk menikmati hasilnya. Namun tidak demikian dengan kami. (bukan kami, tapi saya. Iya saya, atas nama C-Kink Sahid Syaifullah). Saya merasa malu atas semua kerja saya selama ini. Betapa rekan-rekan panitia telah bekerja dengan sebaik-baiknya demi suksesnya seminar ini. Sedangkan kami, eh saya merasa seperti seonggok SAMPAH yang sesungguhnya tidak pantas untuk menjadi panitia disini, tidak pantas untuk mendapatkan baju panitia, dan tidak pantas untuk mendapatkan name tag panitia. Dengan ini saya atas nama C-Kink pribadi mohon maaf dengan sebesar-besarnya.

Selain 5 tugas diatas, ada 1 job lagi yaitu sebagai agen penjual tiket. Untuk hal ini, Alhamdulillah saya diberi rezeki yang lebih oleh Allah Yang Maha Adil, dimana saya diizinkan untuk menjual +- 38 lembar tiket hanya dari menjaga stand saja. Kalau setiap lembar tiket yang terjual memberikan keuntungan sebesar rp 2000,00 kepada penjualnya, maka jumlah keuntungan yang saya dapatkan adalah sebesar 38 * 2000 = rp 76000,00. Subhanallah, betapa indah rezeki yang Engkau berikan pada hamba-Mu yang imut dan lucu serta manis ini Ya Allah…

Evaluasi

Manusia adalah makhluk yang selalu belajar. Ia diberi akal dan pikiran untuk berpikir dan bertindak sesuai apa yang ia pikirkan. Dan pengalaman adalah guru yang palng berharga. Dari pengalaman, diharapkan manusia mampu belajar dari kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya. Tidak ada seorangpun yang mau terjatuh ke lubang yang sama 2 kali, kecuali kalau orang tersebut adalah Dwinna dan dia tidak menggunakan kacamatanya ketika berjalan, jadinya dia nggak liat kalau ada lubang, terus dia jatuh deh. Pluuuuuung…….

Terkait tugas-tugas seksi humas dan transportasi yang TIDAK DAPAT TERLAKSANA DENGAN BAIK, maka semestinya ada sangat banyak hal-hal yang harus dievaluasi. Beberapa hal yang ingin saya sarankan adalah :

- Jalankan fungsi humas dan fungsi transportasi dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya, tidak perlu menunggu ada perintah terlebih dahulu. KREATIF dan INISIATIF, itu kuncinya.

- Handle sendiri masalah penyebaran undangan. Jangan mempercayakan kepada orang lain yang kira-kira kurang bisa dipercaya untuk menyebarkan undangan. Karena selain hal itu adalah merugikan, mempercayai orang lain juga merupakan suatu hal yang bisa mengarah kepada kemusyrikan, karena seharusnya hanya kepada Allah-lah kita percaya.

- Bila ingin diliput media massa, langsung datangi saja media massa yang diinginkan tersebut dan berikan tawaran sponsorship supaya mereka mau meliput acara kita.

- Luruskan niat dan mantapkan hati serta tegarkan langkah untuk mencari sumber dana. Bila kita berada di jalan yang benar, jangan mudah menyerah dan putus asa untuk mencari dana karena rezeki akan datang dari arah yang tak duga-duga.

Itulah tadi beberapa saran dari saya, yang seharusnya sangat tidak pantas diucapkan oleh mulut seekor makhluk rendahan seperti saya yang TIDAK BECUS memegang amanah sebagai koordinator seksi humas dan transportasi. Sebenarnya semua sistem dibuat dengan sebaik-baiknya demi mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya juga. Namun pada kenyataannya seringkali terjadi banyak kesalahan dan kekhilafan di dalam pelaksanaannya. Jadi dalam hal ini, kesalahan bukan pada sistemnya melainkan pada diri saya yang menjalankan sistem tersebut. Silahkan bunuh saja diri saya yang kurus kerempeng begeng hina dan rendahan serta pecundang ini bila hal itu adalah yang terbaik. (kayaknya Ade bakalan seneng banget nih kalo ngeliat saya mati. Dengan wafatnya saya, maka Ade boleh mengklaim dirinya sebagai mahkluk paling imut yang masih hidup sampai saat ini).

Kritik dan Saran serta Harapan juga Impian

Kritik bagaikan sebuah keripik, ada yang pedas dan ada yang manis. Secara keseluruhan mungkin acara seminar ini terlihat cukup sukses. Tapi tidak dapat kita pungkiri juga bahwa seminar ini memiliki banyak kekurangan, baik itu yang terlihat secara jelas maupun yang samar-samar. Berikut ini adalah beberapa kritik yang kiranya ingin saya sampaikan terhadap acara ini secara keseluruhan :

- Jumlah peserta yang overload, yang membuat susunan tempat duduk pada saat acara berlangsung menjadi SANGAT-SANGAT TIDAK NYAMAN. Sebenarnya kesalahan bukan pada pihak panitia, tapi pada pihak Dekanat yang memaksakan kehendaknya tanpa melihat realita yang ada. Betapa Dekanat dengan napsunya sangat menginginkan supaya seminar ini dihadiri oleh +- 300 orang, padahal kapasitas ruangan hanya efektif untuk peserta yang kurang dari 200 orang. Inilah jadinya kalau pemimpin terlalu jauh dengan rakyatnya, sehingga ia tidak mengetahui secara pasti situasi seperti apa yang sebenarnya sedang dihadapi oleh rakyatnya.

- Adanya campur tangan dari Dekanat terkait masalah konsumsi. Saya tidak tau apakah dengan ikut campurnya Dekanat dalam masalah ini akan memberi keuntungan atau malah kerugian bagi kita selaku panitia.

- Sudah menjadi suatu hal yang umum bahwa bila diadakan suatu seminar, maka panitianya adalah ORANG YANG PALING TIDAK MENGETAHUI ISI ACARA tersebut. Memang sih sebenarnya panitia dibentuk untuk melayani peserta. Tapi apa gunanya kalau panitia sendiri tidak mengetahui jalannya acara? Kecuali panitia yang stand by di dalam ruangan yang jumlahnya pun sangat sedikit, rekan-rekan panitia lain banyak yang terlihat mondar-mandir gak jelas. Sebenarnya ini bukan salah panitia, karena memang masih ada bayak hal yang harus mereka kerjakan. Namun sebaiknya tolong dipikirkan dengan lebih baik lagi bagaimana caranya supaya panitia juga bisa ikut serta mengikuti jalannya acara.

- Pengaturan tempat konsumsi masih belum jelas. Setelah peserta mengambil makanan, mereka bingung harus makan dimana mereka. Entah karena belum ada sosialisasi yang jelas atau memang karena pesertanya aja yang “tambeng”. Harapannya peserta diberi arahan dan diberi bantuan serta petunjuk dan bimbingan untuk kembali kepada jalan yang lurus supaya mereka tidak terjerumus pada kesesatan yang dapat mendekatkan mereka kepada azab neraka. (????????)

Seekor Kadept KASTRAT, eh KORSLET yang bernama Ayu Miftah Utami seringkali berkata demikian : “ambil yang baik, buang yang buruk, ciptakan yang baru”. Harapannya dari segala yang terhadi di kepanitiaan ini, bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjalani kepanitiaan lainnya di kemudian hari.

Yah kiranya hanya ini sajalah yang dapat saya sampaikan. Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang ada pada diri saya karena saya adalah seekor mahkluk hina dan rendahan yang tidak pantas untuk menjalani hidup ini. Terima kasih banyak atas segala perhatian dan bantuan yang telah diberikan oleh rekan-rekan panitia yang selalu senantiasa ceria di segala suasana baik dalam suka mapun duka dan dalam cinta maupun tawa hahahahahaha…..

Ucapan Terima Kasih

Kami atas nama seksi Humas dan Transportasi, dan saya atas nama C-Kink Sahid Syaifullah mengucapkan terima kasih kepada :

- Allah swt Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, karena atas berkat rahmat dan kuasa-Nya lah sampai saat ini saya masih diberikan kesempatan untuk menjalani hidup yang indah ini.

- Muhammad Rasulullah saw selaku junjungan dan panutan serta teladan bagi kita semua. Tiada manusia yang lebih indah selain dirimu yang mencintai umatnya layaknya matahari yang tak henti menyinari bumi.

- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet selaku ibu dan ayah saya yang telah merawat saya dari sejak zaman dahulu kala dan telah mewariskan gen yang berkualitas pada diri saya sehingga saya bisa imut-imut seperti ini.

- Toyota Solluna warna ijo tua B 8076 SP (yang seharusnya udah ganti STNK jadi B 1284 UW) yang selalu setia mengantarkan kemana diri ini hendak melangkah.

- Widya Adi Nugraha si tukang kawin yang telah memberikan amanah koordinator Humas dan Transportasi kepada diri saya. Perempuan mana lagi yang kau janjikan akan kau nikahi? (mengutip dialog dalam film Ayat-Ayat Cinta).

- Ida Ismawati, gadis mungil Magelang adeknya Mas W.A yang seringkali saya perbudak dan saya zhalimi selama menjalani tugas-tugas di seksi Humas dan Transportasi. Mana rambutannya?

- Yuliansyah Susanto, gadis yang ngaku-ngaku manis, padahal sih bau amis. Setelah sekian lama melhat dirimu sebagai bendahara akhirnya kali ini kamu dapet jabatan sebagai sekretaris. Tapi tetep aja pelitnya gak ilang-ilang. Kalo pelit ntar masuk film hidayah lho, dengan judul “Seekor gadis pelit mati dengan perut meledak”. Hiiiiii……

- Hasan, Dimas dan anak-anak seksi acara lainnya yang telah bekerja keras menyukseskan acara seminar ini.

- Nadia Siringoringo, anaknya Peterson Siringoringo atau calon istrinya ya?

- Eko dan Ade, 2 ekor makhluk paling autis di kepanitiaan ini. Silahkan kalian saling berlomba-lomba dalam keautisan.

- Doni Wisnu Nugroho, seekor buaya dari Sragen yang tidak henti-hentinya menggoda setiap betina yang melintas dihadapannya. Tak hujat kamu ntar…

- Meidwinna Vania Michianto Susilowati Pambudi Hudayanto, yang telah menggantikan uang kita semua. Tapi uang transportasi larinya kemana ya?

- Ridho, Bibah, Ninan dan anak-anak pubdek lainnya yang telah menghias ruangan dengan sangat hancur. Huohohohohoho….

- Andhika Pranayudha, Cahyo Ridho Pambudi dan rekan-rekan perkap yang bekerja tak kenal lelah dan tak kenal menyerah serta tak kenal siapa-siapa. (????????)

- Akhyar Iqbal Alzuhri yang mempercayakan diri saya untuk menggantikannya menjaga stand, dimana pada akhirnya saat itu ada +- 35 orang yang membeli tiket. Alhamdulillah….

- Kharis dan rekan-rekan tim desain yang telah mendesain segala desain dengan sedesain-desainnya sehingga mendesainkan desain-desain yang tidak terdesain sebelumnya oleh desainer yang mendesain desain-desain lainnya.

- Seluruh rekan-rekan panitia yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu, baik itu yang saya kenal ataupun yang gak saya kenal dan yang kenal saya maupun yang gak kenal saya. Semoga silaurrahim kita tetap terjaga.

- Para undangan yang telah menunjukkan itikad baiknya untuk menghadiri acara. Betapa bahagianya melihat kalian merespon undangan saya, karena dengan ini berarti kehadiran saya di dunia ini diakui oleh kalian semua. Huiks huiks…. Huiks…. Srooot… Huiks….

- Dan semua pihak serta semua makhluk yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu saya di dalam hidup saya yang singkat ini. Semoga kita semua bisa berkumpul lagi di akhirat nanti.

Ending Penutup

Alhamdulillah ternyata kita masih diberi umur oleh Allah Yang Maha Lembut untuk dapat membaca LPJ ini sampai selesai. Betapa indah karunia yang telah diberian-Nya kepada kita semua. Jadilah manusia-manusia terbaik yang selalu bersyukur bila diberi rezeki dan selalu bersabar bila diberi cobaan. Janganlah menyerah dan putus asa, karena Allah bersama kita. Bila Allah bersama kita maka apalagi yang kita takutkan, sedangkan bila Allah jauh dari kita maka apalagi yang bisa kita harapkan. Buktikan kepada dunia bahwa kita adalah seorang juara karena kita adalah individu-individu terbaik yang ditakdirkan untuk menjadi khilafah di muka bumi ini.

Terakhir, kita punya pantun dari Olga :

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUSI…

CUKUP SEKIAN DAN TERMIA KASIH…”

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Add comment June 6, 2008

IPketigaku

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Ya ayyuhan naas…

Subhanallah Alhamdulillah Laa Ilaa Ha Illallah Allahu Akbar…. Setelah melalui masa-masa di semester 3 yang melelahkan, penuh darah keringat daki dan air mata, tibalah pada saat paling mendebarkan yang ditunggu-tunggu oleh segenap penjuru mahasiswa, yaitu pengumuman nilai atau dalam bahasa Jogjanya disebut Indeks Prestasi. Lalu mau taukah seperti apa IP gw di semester 3 ini? Tekan tutsnya dan mainkan…

Semester 3

Mata Kuliah

SKS

Nilai

Nilai

Bobot

Matematika Teknik 1

3

A

4

12

Termodinamika

3

B

3

9

Ilmu Bahan Teknik

2

B

3

6

Metode Numerik

3

C+

2.5

7.5

Pengantar Teknologi Nuklir

3

C

2

6

Mekanika Fluida

3

D

1

3

Deteksi & Pengukuran Radiasi

2

B+

3.5

7

Ekonomi Teknik

2

B

3

6

Falsafah IPTEK

2

B

3

6

Jumlah bobot = 62.5

IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 62.5 /23 = 2.71

Huiks… Huiks…. Uhuhuhuhuhuhuhuhu…. Sebelum mulai bercerita dan menjelaskan, izinkanlah diri gw yang hina dan rendahan serta pecundang ini untuk menangis terlebih dahulu. Huiks… Huiks… Huiks… Sroooott… Huiks… Huiks…. (Nangisnya imut ya, bunyinya “huiks-huiks”). Oke cukup. Kini mari kita luruskan niat dan kita kembali kepada bahasan awal kita. Mengapa semester 3 ini IP gw jadi turun sampai ke angka 2.7? Tanya kenapa? Jawabnya cukup singkat saja, yaitu karena gw MALES BELAJAR. Kenapa gw bisa males belajar? Kenapa ya? Bukannya mau ngeles nich, tapi mungkn ini karena gw terlalu eksis di BEM Fakultas Teknik. Loh kok? Iya, mulai semester 3 kemaren gw mulai mencoba belajar berorganisasi dengan bergabung bersama Departemen Kastrat (Kajian Strategis) Bem FT. Sebenernya sih gw lebih suka menyebutnya Korslet (Komando Resimen Strategis Fakultas Teknik) daripada Kastrat. Iya, kembali lagi, jadi harus gw katakan dengan jujur bahwa sebagian waktu gw di semester 3 kemaren lebih banyak gw gunakan untuk eksis di BEM daripada untuk belajar. Jadinya ya kaya gini deh.

Ini juga jadi pelajaran buat kita semua , bahwa kita harus bisa mengatur waktu antara organisasi dan akademik. Berorganisasi boleh, tapi jangan lupa untuk tetap memperhatikan kuliah dan akademis kita. Jangan terlalu asik di organisasi tapi kuliah terbengkalai. Setuju gak? Setuju

kan

? Setuju aja deh… Tapi biarpun IP gw turun, gw gak terlalu menyesal karena dengan berorgansasi di BEM, gw telah mendapatkan banyak pelajaran yang gak pernah dan gak akan bisa gw dapatkan di ruang kuliah.

Ya pokoknya itulah intinya. Gw berterima kasih kalo setelah ngebaca blog ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gw gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar

sana

yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, tararengkyu banget ya karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca blog gw ini.

Oiya… Sekali lagi, kita masih punya pantun dari Olga.

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUCI…

CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KACI…”

Yuk yah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Add comment June 6, 2008

DakwahMenulis

Dakwah Kepenulisan

Menulis. Sebuah hal yang dirasa cukup menyenangkan bagi sebagian orang. Dengan menulis, segala keluh kesah bisa tercurahkan. Segala pola pikir bisa terapresiasikan. Segala usulan bisa tersampaikan. Dan segala pengetahuan bisa terajarkan. Dengan tulisan pula, kita bisa menambah wawasan tentang semua hal yang belum kita ketahui sebelumnya.

Banyak hasil tulisan dalam bentuk karya sasra yang mampu menghibur dan menghipnotis banyak orang. Banyak karya sastra yang mampu mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang. Banyak karysa sastra yang mampu menjadi inspirasi dan pelopor pergerakan. Tulisan memang tidak berbicara, namun ia mampu menyihir kita dengan untaian kata-kata indahnya.

Namun, belakangan ini mulai hadir karya sastra yang pada intinya menjerumuskan kepada kesesatan. Kini muncul novel-novel dan artikel-artikel yang tidak mencerahkan namun justru mendekatkan kepada kebinasaan. Sebagai contoh, maraknya novel-novel yang biasa disebut teenlit atau cheeklit yang pada umumnya mengajarkan tentang romantika semu dunia pacaran yang tidak membawa manfaat apa-apa selain melemahkan iman. Sering pula terjadinya perang antar pola pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Bahkan akhir-akhir ini muncul karya sastra yang oleh penyair Taufik Ismail disebutnya SMS (Sastra Mazhab Selangkangan) atau GSM (Gerakan Syahwat Merdeka), yaitu sekumpulan karya sastra yang mengumbar aurat sebagai nilai jualnya.

Melihat ini semua, apakah kita akan tetap mematung dan berdiam diri menyaksikan keburukan yang semakin lama semakin menjadi? Tentunya kita tidak ingin bila suatu hari nanti orang-orang terdekat kita terkena pengaruh karya sastra yang menyesatkan tersebut. Bukan hanya orang dekat kita saja, tapi juga mereka semua khususnya para pemuda yang suatu hari nanti akan menjadi generasi harapan penerus bangsa.

Apakah cukup dengan menasihati dan melindungi dari serangan karya sastra menyesatkan tersebut? Iya, mungkin hal itu memang perlu dilakukan dan itu pun merupakan suatu kebaikan. Tapi akan lebih baik lagi jika kita turut serta ke dalam peperangan dunia sastra tersebut dan kita serang balik mereka dengan menelurkan karya sastra yang mencerahkan, yang akan mendekatkan pembacanya kepada akidah Islam.

Selama ini karya sastra sering dijadikan peluru bagi mereka untuk melemahkan akidah umat Islam. Dan dengan didukung oleh pembentukan opini media

massa

, peluru-peluru tersebut menjadi semakin mudah mencapai sasarannya.

Kini sudah waktunya untuk berubah. Kita pun bisa memanfaatkan karya sastra sebagai media dakwah. Kita bisa memanfaatkan karya sastra untuk menyerang pola pikir mereka dan mengarahkan pola pikir masyarakat untuk kembali ke jalan kebenaran. Kita telurkan karya sastra yang bernilai Islami yang mampu mendekatkan kita kepada keselamatan, bukan karya sastra “sampah” yang dapat menjerumuskan dan melemahkan iman serta semakin mendekatkan pembacanya menuju jurang kehancuran.

Pertanyaannya, apakah kita akan mampu melakukannya, mengingat betapa saat ini dunia sastra seakan-akan sebagian besarnya begitu dikuasai oleh mereka dengan karya sastranya yang menyesatkan. Sekalipun ada sastra Islami, minat masyarakat kepadanya masih kurang terbukti. Jadi, mampukah kita? Jawabannya adalah : iya. Dengan izin Allah dan dengan ucapan Basmalah, Insya Allah kita akan mampu melakukannya. Selama kita berada di jalan kebenaran, maka semua kebatilan akan dapat kita kalahkan.

Menulis karya sastra Islami, mungkin bisa dijadikan sebagai salah satu media dakwah. Karya sastra yang jika orang membacanya, maka akan terpancarkan keindahan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Akan terkuak kebenaran yang dibawakan oleh Islam. Dan akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku serta akidah masyarakat untuk kembali kepada ajaran Islam.

Untuk itulah aku hadir disini, yaitu untuk menebarkan dakwah Islam melalui media tulisan. Tidak perlu ragu-ragu untuk melangkah maju. Insya Allah kita berada di jalan kebenaran, jadi tidak ada yang perlu kita risaukan. Jika Allah bersama kita, maka apa lagi yang perlu kita takutkan? Mungkin dalam perjalanan dakwah penulisan ini, akan banyak kerikil-kerikil yang merintang menghalangi. Tapi cukuplah Allah sebagai pelindung, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung. Kita semua percaya bahwa suatu hari nanti cahaya Islam akan kembali bersinar dan Islam akan kembali berjaya menguasai dunia. Dan saat ini, kita adalah orang-orang yang Insya Allah akan mewujudkan hal tersebut…

2 comments June 6, 2008

ThoseFuckingAzizon…Astagfirullah…

asw

kepada seluruh teman-temanku sebangsa dan setanah air, kepada seluruh saudaraku di bumi Indonesia tercinta, kepada seluruh rakyat Indonesia, silahkan kunjungi situs :

http://ihateindon.blogspot.com/

itu adalah sebuah blog yang dibuat oleh azizon bangsat (astagfirullah) yang isinya menjelek2kan Indonesia. silahkan kunjungi segera, harga diri kita sebagai bangsa Indonesia telah diinjak2 dan dipites2 oleh mereka.  Malaysia yang ngaku2nya negara Islam ternyata kelakuannya gak jauh beda sama musuh2 Islam. Mungkin di dunia ini kita telah sering kali dizhalimi oleh Malaysia, tapi semoga di akhirat nanti, di hadapan Allah Yang Maha Adil, mereka akan diberikan balasannya.

Setelah kita menjadikan Israel dan Amerika Serikat sebagai musuh kita, pantaskah bila kita menambahkan Malaysia ke daftar musuh kita?

wasw

*azizon adalah panggilan untuk orang malaysia, sebagaimana mereka memanggil kita dengan sebutan indon

Add comment June 6, 2008

RamalanJayabaya

Assalamualaikum wr wb

Hoi teman2, nih gw punya sesuatu untuk lu semua pertimbangkan. Disini akan gw berikan isi dari RAMALAN JAYABAYA yang termahsyur itu. Sebelumnya, perlu gw katakan dengan tegas bahwa file tentang isi ramalan Jayabaya ini gw peroleh dari bokap gw tercinta. Dan bokap gw dapet dari temen kantornya, entah siapa namanya. Dan temen kantornya gw gak tau dia dapet dari mana. Yang jelas, isi ramalan Jayabaya ini sampai ke tangan gw dari bokap gw, dan bokap gw dari temen kantornya. Jadi mohon maaf bila ternyata isi dari ramalan ini adalah palsu, karena isi ramalan ini diluar tanggung jawab gw. Gw cuma copy-paste aja untuk dimuat di blog ini supaya lu juga pada bisa ikutan baca.,

Selain itu, Jayabaya kayanya orang Jawa deh. Hal ini bisa dilihat dari isi ramalannya yang menggunakan bahasa Jawa (kayaknya bahasa Jawa jaman semono). Karena gak semua dari kita adalah orang Jawa, jadi disini dikasi translatenya juga, tapi dalam bahasa Inggris. Yang ngasi translate juga bukan gw lho, ini udah dari sononya waktu gw copy paste. Jadi disini selain kita bisa mengetahui apa itu isi dari ramalan Jayabaya, kita juga bisa sambil belajar bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Do you understand what I mean? Kowe ngarti ora? Yo wes, monggo iki diboco ae, ojo isin2…

Oiya, sebelumnya, kalo lu ngerasa tulisan ini kepanjangan dan lu males bacanya, ya lu copy aja ke flashdisk dulu terus bacanya ntar2 aja belakangan. Yuk yah…

RAMALAN JAYABAYA

JAYABAYA PREDICTION

Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.

One day there will be a cart without a horse.

Tanah Jawa kalungan wesi.

The island of Java will be circled by an iron necklace.

Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.

There will be a boat flying in the sky.

Kali ilang kedhunge.

The river will loose its current.

Pasar ilang kumandhang.

There will be markets without crowds.

Iku tanda yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.

These are the signs that the Jayabaya era is coming.

Bumi saya suwe saya mengkeret.

The earth will shrink.

Sekilan bumi dipajeki.

Every inch of land will be taxed.

Jaran doyan mangan sambel.

Horses will devour chili sauce.

Wong wadon nganggo pakaian lanang.

Women will dress in men’s clothes.

Iku tandane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.

These are the signs that the people and their civilization have been turned upside down.

Akeh janji ora ditetepi.

Many promises unkept.

Akeh wong wani mlanggar sumpahe dhewe.

Many break their oath.

Manungsa pada seneng nyalah.

People will tend to blame on each other.

Ora ngindahake hukum Allah.

They will ignore God’s law.

Barang jahat diangkat-angkat.

Evil things will be lifted up.

Barang suci dibenci.

Holy things will be despised.

Akeh manungsa mung ngutamake duwit.

Many people will become fixated on money.

Lali kamanungsan.

Ignoring humanity.

Lali kabecikan.

Forgetting kindness.

Lali sanak lali kadang.

Abandoning their families.

Akeh Bapa lali anak.

Fathers will abandon their children.

Akeh anak wani nglawan ibu.

Children will be disrespectful to their mothers.

Nantang bapa.

And battle against their fathers.

Sedulur pada cidra.

Siblings will collide violently.

Kulawarga pada curiga.

Family members will become suspicious of each other.

Kanca dadi mungsuh.

Friends become enemies.

Akeh manungsa lali asale.

People will forget their roots.

Ukuman Ratu ora adil.

The queen’s judgements will be unjust.

Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.

There will be many peculiar and evil leaders.

Akeh kelakuan sing ganjil.

Many will behave strangely.

Wong apik-apik pada kepencil.

Good people will be isolated.

Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin.

Many people will be too embarrassed to do the right things.

Luwih utama ngapusi.

Choosing falsehood instead.

Wegah nyambut gawe.

Many will be lazy to work.

Kepingin urip mewah.

Seduced by luxury.

Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.

They will take the easy path of crime and deceit.

Wong bener thenger-thenger.

The honest will be confused.

Wong salah bungah.

The dishonest will be joyful.

Wong apik ditampik-tampik.

The good will be rejected.

Wong jahat munggah pangkat.

The evil ones will rise to the top.

Wong agung kesinggung.

Noble people will be wounded by unjust criticism.

Wong ala kepuja.

Evil doers will be worshipped.

Wong wadon ilang kawirangane.

Women will become shameless.

Wong lanang ilang kaprawirane.

Men will loose their courage.

Akeh wong lanang ora duwe bojo.

Men will choose not to get married.

Akeh wong wadon ora setya marang bojone.

Women will be unfaithful to their husbands.

Akeh ibu pada ngedol anake.

Mothers will sell their babies.

Akeh wong wadon ngedol awake.

Women will engage in prostitution.

Akeh wong ijol bebojo.

Couples will trade partners.

Wong wadon nunggang jaran.

Women will ride horses.

Wong lanang linggih plangki.

Men will be carried in a stretcher.

Randa seuang loro.

A divorcee will be valued at 17 cents.

Prawan seaga lima.

A virgin will be valued at 10 cents.

Duda pincang laku sembilan uang.

A crippled men will be valued at 75 cents.

Akeh wong ngedol ngelmu.

Many will earn their living by trading their knowledge.

Akeh wong ngaku-aku.

Many will claims other’s merits as their own.

Njabane putih njerone dadu.

It is only a cover for the dice.

Ngakune suci, nanging sucine palsu.

They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.

Akeh bujuk akeh lojo.

Many will use sly and dirty tricks.

Akeh udan salah mangsa.

Rains will fall in the wrong season.

Akeh prawan tuwa.

Many women will remain virgins into their old age.

Akeh randa nglairake anak.

Many divorcees will give birth.

Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.

Newborns will search for their fathers.

Agama akeh sing nantang.

Religions will be attacked.

Perikamanungsan saya ilang.

Humanitarianism will no longer have importance.

Omah suci dibenci.

Holy temples will be hated.

Omah ala saya dipuja.

They will be more fond of praising evil places.

Wong wadon lacur ing ngendi-endi.

Prostitution will be everywhere.

Akeh laknat.

There will be many worthy of damnation.

Akeh pengkhianat.

There will be many betrayals.

Anak mangan bapak.

Children will be against father.

Sedulur mangan sedulur.

Siblings will be against siblings.

Kanca dadi mungsuh.

Friends will become enemies.

Guru disatru.

Students will show hostility toward teachers.

Tangga pada curiga.

Neighbours will become suspicious of each other.

Kana-kene saya angkara murka.

And ruthlessness will be everywhere.

Sing weruh kebubuhan.

The eyewitness has to take the responsibility.

Sing ora weruh ketutuh.

The ones who have nothing to do with the case will be prosecuted.

Besuk yen ana peperangan.

One day when there will armagedon.

Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.

In the east, in the west, in the south, and in the north.

Akeh wong becik saya sengsara.

Good people will suffer more.

Wong jahat saya seneng.

Bad people will be happier.

Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul.

When this happens, a rice cooker will be said to be an egret.

Wong salah dianggep bener.

The wrong person will be assumed to be honest.

Pengkhianat nikmat.

Betrayers will live in the utmost of material comfort.

Durjono saya sempurna.

The deceitful will decline even further.

Wong jahat munggah pangkat.

The evil persons will rise to the top.

Wong lugu kebelenggu.

The modest will be trapped.

Wong mulyo dikunjoro.

The noble will be imprisoned.

Sing curang garang.

The fraudulent will be ferocious.

Sing jujur kojur.

The honest will unlucky.

Pedagang akeh sing keplarang.

Many merchants will fly in a mess.

Wong main akeh sing ndadi.

Gamblers will become more addicted to gambling.

Akeh barang haram.

Illegal things will be everywhere.

Akeh anak haram.

Many babies will be born outside of legal marriage.

Wong wadon nglamar wong lanang.

Women will propose marriage.

Wong lanang ngasorake drajate dhewe.

Men will lower their own status.

Akeh barang-barang mlebu luang.

The merchandise will be left unsold.

Akeh wong kaliren lan wuda.

Many people will suffer from starvation and inability to afford clothing.

Wong tuku nglenik sing dodol.

Buyers will become more sophisticated.

Sing dodol akal okol.

Sellers will have to use their brains and muscle to do business.

Wong golek pangan kaya gabah diinteri.

In the way they earn a living, people will be as rice paddies being swung around and blown up.

Sing kebat kliwat.

Some will go wild out of control.

Sing telah sambat.

Those who are not ambitious will complaint of being left behind.

Sing gede kesasar.

The ones on the top will get lost.

Sing cilik kepleset.

The ordinary people will slip.

Sing anggak ketunggak.

The arrogant ones will be impaled.

Sing wedi mati.

The fearful ones will not survive.

Sing nekat mbrekat.

The risk takers will be successful.

Sing jerih ketindhih.

The ones who are afraid of taking the risks will be crushed under foot.

Sing ngawur makmu.

The careless ones will be wealthy.

Sing ngati-ati ngrintih.

The careful ones will whine about their suffering.

Sing ngedan keduman.

The crazy ones will get their portion.

Sing waras nggagas.

The ones who are mentally and physically healthy will think wisely.

Wong tani ditaleni.

The farmers will be controlled.

Wong dora ura-ura.

Those who are corrupt will spend their fortune lavishly.

Ratu ora netepi janji, musna kekuasaane.

The queen who does not keep her promises will lose her power.

Bupati dadi rakyat.

The leaders will become ordinary persons.

Wong cilik dadi priyayi.

The ordinary people will become leaders.

Sing mendele dadi gede,

The dishonest persons will rise to the top.

Sing jujur kojur.

The honest ones will be unlucky.

Akeh omah ing nduwur jaran.

There will be many people own a house on horseback.

Wong mangan wong.

People will attack other people.

Anak lali bapak.

Children will ignore their fathers.

Wong tuwa lali tuwane.

Parents will not want to take their responsibility as parents.

Pedagang adol barang saya laris.

Merchants will sell out of their merchandise.

Bandane saya ludes.

Yet, they will lose money.

Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.

Many people will die from starvation in prosperous times.

Akeh wong nyekel banda nanging uripe sengsara.

Many people will have lots of money yet, be unhappy in their lives.

Sing edan bisa dandan.

The crazy one will be beautifully attired.

Sing bengkong bisa nggalang gedong.

The insane will be able to build a lavish estate.

Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.

The ones who are fair and sane will suffer in their lives and will be isolated.

Ana peperangan ing njero.

There will be internal wars.

Timbul amarga para pangkat akeh sing pada salah paham.

As a result of misunderstandings between those at the top.

Durjana saya ngambra-ambra.

The numbers of evil doers will increase sharply.

Penjahat saya tambah.

There will be more criminals.

Wong apik saya sengsara.

The good people will live in misery.

Akeh wong mati jalaran saka peperangan.

There will be many people die in a war.

Kebingungan lan kobongan.

Others will be disoriented, and their property burnt.

Wong bener saya tenger-tenger.

The honest will be confused.

Wong salah saya bungah-bungah.

The dishonest will be joyful.

Akeh banda musna ora karuan lungane.

There will be disappearance of great riches.

Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe.

There will be disappearance of great titles, and jobs.

Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.

There will be many illegal goods.

Bejane sing lali, bejane sing eling.

There will be many babies born without fathers.

Nanging sauntung-untunge sing lali.

Those people who forget God’s Will may be happy on earth.

Isih untung sing waspada.

But those who are remember God’s will are destined to be happier still.

Angkara murka saya ndadi.

Ruthlessness will become worse.

Kana-kene saya bingung.

Everywhere the situation will be chaotic.

Pedagang akeh alangane.

Doing business will be more difficult.

Akeh buruh nantang juragan.

Workers will challenge their employers.

Juragan dadi umpan.

The employers will become bait for their employees.

Sing suwarane seru oleh pengaruh.

Those who speak out will be more influential.

Wong pinter diingar-ingar.

The wise ones will be ridiculed.

Wong ala diuja.

The evil ones will be worshipped.

Wong ngerti mangan ati.

The knowledgeable ones will show no compassion.

Banda dadi memala.

The pursuit of material comfort will incite crime.

Pangkat dadi pemikat.

Job titles will become enticing.

Sing sawenang-wenang rumangsa menang.

Those who act arbitrarily will feel as if they are the winners.

Sing ngalah rumangsa kabeh salah.

Those who act wisely will feel as if everything is wrong.

Ana Bupati saka wong sing asor imane.

There will be leaders who are weak in their faith.

Patihe kepala judi.

Their vice regent will be selected from among the ranks of the gamblers.

Wong sing atine suci dibenci.

Those who have a holy heart will be rejected.

Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.

Those who are evil, and know how to flatter their boss,will be promoted.

Pemerasan saya ndadra.

Human exploitation will be worse.

Maling lungguh wetenge mblenduk.

The corpulent thieves will be able to sit back and relax.

Pitik angkrem saduwurane pikulan.

The hen will hacth eggs in a carrying pole.

Maling wani nantang sing duwe omah.

Thieves will not be afraid to challenge the target.

Begal pada ndugal.

Robbers will dissent into greater evil.

Rampok pada keplok-keplok.

Looters will be given applause.

Wong momong mitenah sing diemong.

People will slander their caregivers.

Wong jaga nyolong sing dijaga.

Guards will steel the very things they are to protect.

Wong njamin njaluk dijamin.

Guarantors will ask for collateral.

Akeh wong mendem donga.

Many will ask for blessings.

Kana-kene rebutan unggul.

Everybody will compete for personal victory.

Angkara murka ngombro-ombro.

Ruthlessness will be everywhere.

Agama ditantang.

Religions will be questioned.

Akeh wong angkara murka.

Many people will be greedy for power, wealth and position.

Nggedeake duraka.

Rebelliousness will increase.

Ukum agama dilanggar.

Religious law will be broken.

Perikamanungsan di-iles-iles.

Human rights will be violated.

Kasusilan ditinggal.

Ethics will left behind.

Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.

Many will be insane, cruel and immoral.

Wong cilik akeh sing kepencil.

Ordinary people will be segregated.

Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.

They will become the victims of evil and cruel persons.

Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.

Then there will come a queen who is influential.

Lan duwe prajurit

She will have her own armies.

Negarane ambane sapra-walon.

Her country will measured one-eighth the circumference of the world.

Tukang mangan suap saya ndadra.

The number of people who commit bribery will increase.

Wong jahat ditampa.

The evil ones will be accepted.

Wong suci dibenci.

The innocent ones will be rejected.

Timah dianggep perak.

Tin will be thought to be silver.

Emas diarani tembaga.

Gold will be thought to be copper.

Dandang dikandakake kuntul.

A rice cooker will be thought to be an egret.

Wong dosa sentosa.

The sinful ones will be safe and live in tranquility.

Wong cilik disalahake.

The poor will be blamed.

Wong nganggur kesungkur.

The unemployed will be rooted up.

Wong sregep krungkep.

The diligent ones will be forced down.

Wong nyengit kesengit.

The people will seek revenge against the fiercely violent ones.

Buruh mangluh.

Workers will suffer from overwork.

Wong sugih krasa wedi.

The rich will feel unsafe.

Wong wedi dadi priyayi.

People who belong to the upper class will feel insecure.

Senenge wong jahat.

Happiness will belong to evil persons.

Susahe wong cilik.

Trouble will belong to the poor.

Akeh wong dakwa dinakwa.

Many will sue each other.

Tindake menungsa saya kuciwa.

Human behaviour will fall short of moral enlightenment.

Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.

Leaders will discuss and choose which countries are their favourites and which ones are not.

Wong Jawa kari separo,

The Javanese will remain half.

Landa-Cina kari sejodo.

The Dutch and the Chinese each will remain a pair.

Akeh wong ijir, akeh wong cethil.

Many become stingy.

Sing eman ora keduman.

The stingy ones will not get their portion.

Sing keduman ora eman.

The ones who receive their portion will be generous.

Akeh wong mbambung.

Street beggars will be everywhere.

Akeh wong limbung.

Bewildered persons will be everywhere.

Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.

These are the signs that the people and their civilization have been turned upside down.

Nah, sampun mocone? Piye, ketokan’e apik to ramalan’e? Panjenengan mudeng ora? Duh kok jadi ikut2an bahasa Jawa gini sich. Ya pokoknya gitu deh, itulah tadi isi dari ramalan Jayabaya. Terserah apa komentar lu semua, silahkan aja. Yang jelas gw pribadi bersifat netral, karena ini semua hanyalah ramalan dan gw gak menganjurkan kalian semua untuk percaya pada ramalan. Tapi kok isi ramalannya kayanya sesuai dengan kenyataan ya? Wallahu alam aja dech, hanya Allah diatas segalanya dan Allah Maha Mengetahui.

Wassalamualaikum wr wb

Add comment June 6, 2008

BiarGakRibet

Mungkin elu2 semua pada males yah ngebaca blog gw yang artikel nya panjang2 ini? Gak apa-apa kok, gak usah bingung. Artikel nya lu copy-paste aja ke Micosoft Word, terus lu save ke flashdisk, terus baru lu baca di rumah ntar. Atau langsung di save-as aja. Kan sayang kalo ke warnet cuma buat ngebaca blog doank, sayang duitnya. Bukan begitu? Jadi artikel gw ini lu save aja terus baru lu baca dirumah. Gitu lho…

2 comments June 3, 2008

BilaPLTNditolak

Eh sebenernya ini nulisnya udah lama, tapi baru sempet diposting sekarang. Maap banget yach…

Bila PLTN Ditolak

“Ass… Saudara C-Kink yang imut dan manis, sebagai calon ahli nuklir… Bagaimana tanggapan saudara dengan aksi penolakan PLTN Muria, Jepara, yang berlangsung kemarin? Hwe, jawab pertanyaan daku ya…”

Itu tadi sebait sms yang dikirim oleh seorang anak manusia (bila ia memang manusia) yang bernama Rischa, yang memiliki nama panjang Rischaaaaaaaaaaaaaaaaa……………. Eh, maksudnya Rischa Fleureta Hudoyono Pambudi (gak ada Pambudi-nya kali) pada tanggal 6 Juni 2007 pukul

06:39:11

. Tentunya yang gw tulis itu mengalami sedikit perubahan untuk diseuaikan dengan format blog ini, khususnya pada penambahan kata “…yang imut dan manis…” (dih, kalo yang ini sih emang narsis). Sms tersebut dikirim oleh Rischa setelah dia menonton berita di RCTI tentang penolakan PLTN Muria. Dan setelah gw ngebaca beritanya di koran Jawa Pos dan Republika di hari yang sama, maka tergeraklah hati gw untuk menuliskan artikel ini. (loh, nulis

kan

make tangan, bukan make hati).

Jadi, bagaimana tanggapan gw mengenai aksi penolakan tersebut? Tanggapan gw adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

….

….

….

….

Loh kok gini sih? Mau tau tanggapan gw kaya gimana? Kita tunggu di artikel selanjutnya. Hehehehehe….

(Bersambung…)

Kaya sinetron aja, bersambung.

Add comment June 3, 2008

GlobalisasiSucks

Kalo yang ini masih tugas Falsafah Iptek juga, tapi temanya tentang globalisasi.

Komentar :

Globalisasi, atau mungkin lebih dikenal dengan sebutan pasar bebas, adalah suatu hal yang kita hadapi saat ini, terutama di dalam dunia kerja. Globalisasi adalah proses untuk membuat dunia ini “melebur” atau “menyatu” kedalam suatu keadaan yang menyeluruh (mengglobal). Mungkin di dalam hal ini, globalisasi lebih merupakan sebuah “tipu daya” dari kaum kapitalis yang hendak menguasai dunia dengan menyebarluaskan paham-paham kapitalismenya. Jadi singkatnya, globalisasi adalah proses untuk meng-kapitalis-kan dunia ini.

Beberapa waktu lalu, saya telah dipertontonkan sebuah film (yang saya lupa judulnya) yang bertema tentang globalisasi di dunia pekerjaan. Dalam film itu diperlihatkan sisi negatif dari globalisasi yang selama ini diabaikan oleh banyak orang. Bukan hanya diabaikan, tapi seakan-akan ada usaha untuk menyembunyikan sisi negatif ini, supaya orang2 hanya mengetahui kebaikan-kebaikan globalisasi saja. Dan bukan suatu kebetulan juga bahwa seperti ditunjukkan di dalam film tersebut, yang terkena dampak negatif dari globalisasi ini adalah kaum buruh di negara-negara miskin (atau berkembang), dalam hal ini adalah Indonesia.

Di dalam film tersebut diceritakan tentang nasib para buruh yang dipaksa bekerja melebihi waktu kerja yang seharusnya untuk membuat suatu produk, namun segala keringat mereka hanya dihargai dengan sangat-sangat murah. Padahal produk yang ia buat memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasaran Sebagai contoh, seorang buruh pabrik sepatu yang bekerja lebih dari 16 jam perhari di ruangan yang tidak semestinya dan mampu memproduksi banyak sepatu setiap hari, hanya digaji sebesar ribuan rupiah perharinya. Padahal sepatu yang mereka produksi setelah dijual di pasaran memiliki harga sampai jutaan rupiah. Dari logika ini, bagaimana mungkin seorang buruh sepatu yang setiap harinya memproduksi puluhan sepatu, tidak mampu membeli sepasang sepatu, dimana sepatu tersebut adalah hasil buatan tangannya sendiri? Tanya kenapa? Dan para buruh tersebut tidak punya hak untuk bersuara dan memperjuangkan nasibnya. Mereka dipaka tutup mulut oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Kalau sampai mereka angkat bicara, pemecatan sudah menunggu di depan mata.

Semua ini tak lain adalah karena ulah para pemilik modal, atau kaum kapitalis. Merekalah yang berada di belakang semua ini (baca : globalisasi di dalam dunia kerja). Mereka hanya mementingkan bagaimana usaha mereka bisa sukses dalam berproduksi dan meraih keuntungan sebanyak-banyaknya, tanpa memperharikan nasib para buruh. Padahal sesungguhnya yang menjadi pelaku produksi utama adalah para buruh tersebut. Dan sekali lagi, inilah dampak negatif dari sistem kapitalisme, dimana sistem ini hanya menguntungkan para pemilik modal saja. Ibaratnya, yang kaya makin kaya, yang miskin tetap miskin dan semakin miskin. Para orang kaya disini bertujuan untuk memperbanyak dan melanggengkan kekayaannya, dengan menjadikan kaum miskin sebagai target mereka. Dan mereka melakukan ini semua dengan cara bersembunyi dibalik sesuatu yang bernama “kapitalisme” dan “globalisasi”.

Lalu bagaimana sikap kita menghadapi hal ini? Kita sendiri pun tidak dapat memungkiri bahwa globalisasi ini tidak dapat kita hindari. Globalisasi ini memang sudah terjadi, dan di kemudian hari akan semakin meluas. Hal ini tak lain adalah karena saat ini dunia dikuasai oleh kaum kapitalis yang hendak menyebarluaskan paham kapitalismenya secara terselubung dalam konsep globalisasi ini. Dan kalaupun kita memberontak, kita tak punya daya dan upaya untuk menghadapi kapitalisme dan globalisasi yang telah tersistem secara rapi dan busuk ini, karena bisa jadi justru kita yang akan tersingkir dan ikut menjadi korban. Jadi yang mungkin dapat kita lakukan adalah, kita harus mempersiapkan diri kita dan meningkatkan kualitas diri untuk menghadapi globalisasi, supaya kita tidak menjadi “korban” dari globalisasi ini. Tidak hanya sampai disitu, diharapkan setelah kita mampu bersaing untuk menghadapi globalisasi ini, kita pun melakukan suatu “counter attack” atau serangan balik terhadap mereka yang berada di belakang globalisasi ini, dalam hal ini adalah kaum kapitalis. Sistem kapitalisme telah terbukti tidak mampu membangun dunia ini secara adil dan menyeluruh. Begitupun dengan sistem sosialisme-komunisme yang telah mengorbankan jutaan nyawa dan hasil akhirnya tidak jauh berbeda dengan sistem kapitalisme. Lalu, pernahkah terbersit di dalam pikiran kita untuk menggunakan sistem kekhalifahan, dalam hal ini adalah khilafah Islamiyah?

Add comment June 3, 2008

GlobalWarming

Hei ini ada salinan tugas Falsafah Iptek gw untuk mengomentari tentang film An Inconvenient Truth karya Al-Gore yang ertema tentang global warming. Monggo dibaca ya.

Komentar :

Film Inconvenient Truth karya Al Gore yang saya lihat disini merupakan sebuah film dokumenter yang cukup menarik. Terlepas dari pendapat banyak kalangan yang masih meragukan keabsahan informasi di dalamnya, film ini mampu menambah wawasan saya tentang masalah Global Warming secara lebih mendalam. Memang harus diakui bahwa Global Warming adalah suatu hal yang menakutkan yang saat ini telah terlihat dengan jelas di muka bumi ini. Banyak kalangan yang meragukan apakah Global Warming itu benar-benar ada ataulah hanya isu belaka. Dan hal inilah yang melatarbelakangi Al Gore untuk membuat film ini, yaitu untuk menyadarkan kepada masyarakat umum bahwa Global Warming bukanlah sekedar isu belaka, melainkan sebuah realitas yang tidak dapat dihindari, yang harus kita hadapi dan akan terus berlanjut sampai ke anak cucu kita nantinya.

Al Gore yang peduli dan memilliki perhatian dengan masalah ini yang ditandai dengan risetnya selama bertahun-tahun, berusaha untuk berbuat sesuatu untuk menghadapi masalah Global Warning ini. Awalnya dia merasa bahwa masih sangat banyak masyarakat dunia pada umumnya yang masih apatis terhadap masalah ini. Ia berpikir bagaimana caranya untuk menyadarkan kepada seluruh penduduk dunia tentang masalah Global Warming. Salah satu tindakannya adalah dengan mengadakan riset-riset terkait dengan dampak dari Global Warming, dimana informasi-informasi yang dia dapatkan dari riset tersebut pada akhirnya dia publikasikan kepada masyarakat, supaya masyarakat tersadar bahwa inilah dampak dan akibat dari Global Warming yang selama ini tidak mereka pedulikan. Jika sampai saat ini kita masih tetap tidak peduli, maka efek dari Global Warming akan semakin bertambah parah dan anak cucu kita nanti yang akan merasakan akibatnya. Dan salah satu penyebab utama dari Global Warming itu sendiri adalah karena terlalu bernapsunya manusia untuk memenuhi kebutuhannya, dimana mereka berbuat apa saja sesuka mereka demi meuaskan kebutuhan mereka, tanpa memperhatikan tentang kelestarian lingkungan bumi ini.

Mengenai solusi, Al Gore mengusulkan bahwa diperlukan kekuatan politk atau political will untuk mengatasi masalah Global Warming ini. Menurut saya, political will memang penting, meskipun itu bukanlah satu-satunya cara. Global Warming adalah masalah yang sangat kompleks dan faktor penyebabnya sudah menjadi budaya di dalam kehidupan kita. Untuk itu diperlukan niat dan usaha yang sungguh-sungguh dari kita dan seluruh pihak, bukan hanya seluruh pihak tapi juga seluruh penghuni dunia, untuk berusaha lebih peduli terhadap masalah ini dan berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir hal-hal yang dapat membuat meningkatnya Global Warming. Dengan ucapan Bismillah, Insya Allah hal ini dapat kita atasi bersama, demi kelangsungan hidup anak cucu kita nantinya.

Add comment June 3, 2008

RuntuhnyaMoralBangsa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 20 Desember 2007 atau 10 Dzulhijjah 1428 H, adalah pertama kalinya gw melaksanakan Sholat Ied di Jogja. Sebelum-sebelumnya gw selalu Sholat Ied di desaku tercinta di Depok, ataupun kadang-kadang di kampong halaman gw di Bojonegoro atau di Lawang-Malang, Jawa Timur. Dan berikut ini sedikit laporan pandangan mata tentang Sholat Ied gw di Jogja yang pada akhirnya telah mampu memaksa diri gw dan jiwa mujahid gw untuk menjadi lebih peduli dan berpikir kritis.

Yang pertama kali harus dilakukam sebelum pelaksanaan Sholat Ied adalah mencari tau kapan dan dimana Sholat Ied akan diadakan, karena tidak semua Masjid yang biasa dipakai Sholat Jumat juga menggelar Sholat Ied, dan tidak semua tempat yang mengadakan Sholat Ied melaksanakannya pada hari itu, karena adanya perbedaan kepercayaan tentang kapankah jatuhnya tanggal 10 Dzulhijjah. Akhirnya setelah nanya-nanya kesana-kemari, gw memutuskan untuk melaksanakan Sholat Ied di Masjid milik Universitas Gadjah Mada-ku tercinta yang bernama Masjid Kampus yang biasa disingkat “Mampus”. Astagfirullah, maksudnya yang biasa disingkat “Makam”. Astagfirullah, yo wes lah sak karepmu dewe…

Jarak antara kosan gw dan MasKam (Alhamdulillah, ini baru bener, “MasKam” atawa Masjid Kampus) gak terlalu deket, kalo jalan kaki mungkin 40 menit baru nyampe. Tapi Alhamdulillah gw punya mobil jadi gak perlu jalan kaki. Kalo di desa gw di Depok, jarak antara rumah gw dengan lapangan tenis tempat diadakannya Sholat Ied tuh cuma sejengkal, jadi dengan ngintip dari rumah doank juga gw bisa tau sejauh apa persiapan pelaksanaan Sholat Ied-nya dan berapa banyak jamaah yang udah dateng. Tapi di Jogja ini gak kaya gitu, jadi gw harus mengira-ngira kapankah waktu yang tepat untuk berangkat supaya datengnya gak kepagian dan juga gak kesiangan. Lalu gw memutuskan untuk berangkat jam 05.50.

Sekedar pemberitahuan juga, ini adalah pertama kalinya gw Sholat Ied sendirian, tanpa keluarga, tanpa teman, tanpa istri serta tanpa anak (loh emangnya udah punya?). Sebenernya sih bisa kalo mau ngajak temen kosan, tapi basanya temen kos gw datengnya sengaja ditelat-telatin, dan kata “telat” bukanlah budaya gw, apalagi untuk urusan ibadah. Dan gw juga sebenernya bisa aja ngajak temen2 yang lagi nginep di BEM FT, tapi sekali lagi karena takut kelamaan nugguinnya, ntar bisa telat. Ya udah akhirnya gw berangkat sendiri aja. Eh gak sendirian juga sih, berdua sama Toyota Solluna wana ijo tua B 8076 SP, dan bertiga sama Allah Yang Maha Melihat.

Sepanjang perjalanan menuju MasKam gw melihat hal yang agak janggal, yaitu di pinggir jalan banyak pedagang kaki lima yang tumben-tumbenan udah buka dari pagi, khususnya pedagang makanan/warung kaki lima pinggir jalan. Setau gw, biasanyawarung kaki lima ini cuma ngegelar lapaknya di hari Minggu doank dalam sejenis pasar kaget yang bernama “Sunday Morning”. Idul Adha kali ini jauh di hari Kamis, jadi agak aneh aja ngeliat warung kaki lima kok pada buka.

Sejenak gw berpikir, di saat orang2 beranjak menuju Masjid untuk melaksanakan Sholat Ied, kok sempet-sempetnya mereka buka warung? Apakah nantinya mereka akan menyusul menuju Masjid ataukah mereka tetap menjaga warungnya dan melalaikan Sholat Ied ini? Gw gak tau mana pilihan yang mereka ambil, karena gw gak mengamati mereka sepanjang waktu dan gw belum sempet berbincang-bincang dengan salah satu dari mereka. Tapi kalaupun ternyata mereka memilih pilihan yang kedua, yaitu tetap menjaga warungnya dan meninggalkan Sholat Ied, betapa itu adalah suatu tanda akan runtuhnya moral bangsa ini pada umumnya dan umat Islam pada khususnya, karena mereka lebih memilih berbisnis dengan manusia daripada beribadah, yang notabene merupakan kegiatan bisnis dengan Allah, Tuhan Semesta Alam.

Ketika Sholat Jumat hendak dilaksanakan, kita semua diperintahkan untuk meninggalkan segala kegiatan, termasuk kegiatan jual-beli dan segera bergegas menuju Masjid untuk memenuhi panggilan Allah swt. Lalu, ini adalah Idul Adha, hari raya umat Islam, dimana seluruh umat Islam disunnahkan untuk datang dan berkumpul melaksanakan Sholat Ied, untuk menunjukkan eksistensi dan persatuan serta kekuatan umat Islam kepada seluruh penghuni dunia. Bahkan perempuan yang tidak sedang sholat pun dianjurkan untuk tetap hadir dan mendengarkan khotbah hari raya. Jadi, sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk meninggalkan dan melalaikan Sholat Ied ini, mengingat betapa penting makna, nilai dan esensi yang terkandung didalamnya.

Kembali ke jalan cerita, sampailah gw di MasKam. Alhamdulillah MasKam masih belum terlalu ramai sehingga gw bisa mengambil shaf paling depan, meskipun posisinya terlalu minggir dari posisi mimbar tempat khatib berkhutbah.

Singkat cerita, sholat telah dilaksanakan dan kutbah hari raya telah berakhir, sehingga tibalah waktunya untuk kembali pulang. Karena gw sendirian, jadi gw gak perlu buru-buru pulang. Gw masih tetap duduk di tempat ditemani sajadah-ku tersayang. Lalu gw segera beranjak dan duduk di emperan tangga di MasKam yang menghadap ke arah halaman MasKam, tempat orang berlalu-lalang. Gw perhatikan mereka yang hendak keluar Masjid. Ada yang kebingungan nyari sendalnya, ada yang ngutak-ngatik hp, ada yang ngobrol sama temennya, ada yang duduk-duduk di emperan juga kaya gw, dan ada yang bergerombol lalu foto-foto dengan “MasKam Environment” sebagai latar belakangnya. Karena gw sendirian dan gak punya temen ngobrol, jadi yang bisa gw lakukan saat itu hanyalah memandangi orang-orang yang berlalu lalang di lingkungan MasKam.

Selagi memandangi orang-orang, ternyata ada banyak pemandangan yang mengganjal di penglihatan dan perasaan gw. Suatu pemandangan yang, sekali lagi, menunjukkan tanda runtuhnya moral bangsa ini pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Apakah itu? Yaitu adalah adanya orang-orang yang berpakaian layaknya mau berangkat ke mall, khususnya kaum hawa. Loh emang apa yang salah? Ya jelas salah donk, ini tuh Masjid, bukan mall. Ini tempat ibadah, bukan pasar.

Jumlah mereka yang “berbusana gaul” memang tidak sebanding dengan jumlah seluruh jamaah, tapi tetap saja menganggu. Untuk kaum laki-laki, Alhamdulillah mereka banyak yang mengenakan celana kain dan baju koko, minimal kemeja. Sedangkan untuk yang perempuan, mentang-mentang mereka Sholat menggunakan mukena, lalu mereka berpikir bahwa mereka bebas menggunakan pakaian apapun dibalik mukena mereka, dalam hal ini adalah celana jeans ketat dan baju yang kekecilan yang memperlihatkan bentuk tubuh mereka. Subhanallah…. Eh, maksudnya Astagfirullah….

Mungkin elu bakalan bertanya lagi, emang apa yang salah dengan itu semua? Dan sekali lagi gw katakan bahwa jelas itu salah, karena ini adalah masjid. Tidak sepantasnya kita memamerkan aurat kita di lingkungan masjid. Dan yang kedua, karena ini adalah hari raya umat Islam, yang jatuh 2 kali dalam setahun. Jadi untuk memperingati hari raya ini, TIDAK BISAKAH KALIAN BERPAKAIAN SECARA SOPAN, WAHAI KAUM PEREMPUAN? Setidaknya di hari raya umat Islam yang kita muliakan ini, kita ber-Islam secara benar, salah satunya dalam hal berpakaian. Ini adalah hari raya yang hanya terjadi 2 kali dalam setahun, jadi KAMI MOHON UNTUK MENGHORMATI HARI RAYA ini, setidaknya dengan cara BERPAKAIAN SECARA SOPAN DAN MENUTUP AURAT. Apa susahnya sih menutup aurat? Dengan bacaan Bismillah Insya Allah bisa kok…

Bukan berarti gw mengajarkan supaya kita ber-Islam secara benar hanya di hari raya doank. Yang gw maksud adalah kita mengawali ber-Islam secara benar dari momen-momen mulia seperti hari raya ini. Contoh abstraknya adalah masalah pakaian tadi. Mungkin sehari-harinya kita mengenakan pakaian-pakaian “jahiliyah” yang meskipun kita nyaman memakainya, tapi malah akan semakin mendekatkan kita dengan neraka. Lalu khusus untuk memperingati hari raya umat Islam, kita mencoba untuk menghormati hari raya ini dengan cara berpakaian yang sopan dan menutup aurat sesuai tuntunan Islam. Selanjutnya setelah kita mengenakan pakaian yang sesuai aturan, ternyata kita merasa nyaman dan tidak terganggu. Akhirnya kita mencoba untuk berpakaian seperti itu lagi di kemudian hari, tidak hanya di hari raya saja. Lama-lama kita menjadi terbiasa dan akhirnya secara menyeluruh kita mula berpakaian secara benar dan meninggalkan pakaian-pakaian “jahiliyah” kita di masa lalu.

Setelah bosan mengamati orang-orang di MasKam dikarenakan orangnya udah pada pukang, lalu gw pun bergegas beranjak meninggalkan emperan dan menuju Toyota Solluna-ku tercinta untuk pulang kembali ke kosan. Dan sepanjang perjalanan gw pulang ke kosan, gw melihat warung-warung kaki lima yang tadi pagi baru buka kini sudah ramai dipadati para jamaah yang baru selesai Sholat IEd. Dan gw tetap melaju dan terus melaju…..

Add comment June 3, 2008

TanyaUntukSemua

Asw wr wb

Hoi pembaca setia blog C-Kink, gw punya satu pertanyaan yang agak jayus nich. Gak usah dijawab ya, kalo dijawab cuma bakalan menunjukkan kebodohan dirimu. Nich dia…

Pernah naik kereta api kan? Terserah mau kereta ekonomi Jabotabek, kereta ekspress, kereta ekonomi Prameks, kereta bisnis, kereta eksekutif, kereta barang, kereta pengangkut minyak ataupun kereta pengangkut mayat gadis muda (emang ada?), yang penting jenisnya kereta. Nah, di kereta itu pernah ke toiletnya kan? Di pintu depan toilet atau di dalam toilet itu sendiri pasti ada tulisan “Hanya digunakan ketika kereta sedang berjalan”, atau “Jangan digunakan saat kereta berhenti”, atau peringatan-peringatan lainnya yang intinya menyuruh kita untuk menggunakan toilet itu HANYA pada saat kereta sedang berjalan.

Apa tujuan dari dipasangnya peringatan tersebut? Seperti kita ketahui, kalo kita lihat kedalam kloset di kereta, kloset itu bolong tanpa ada dasarnya, langsung ke permukaan rel. Jadi ketika kita buang air kecil (yang dalam bahasa Prancis disebut “pipis”) atau buang air besar (yang dalam bahasa Spanyol disebut “boker”, atau bahasa Jepangnya “berak”), bisa dipastikan kalo “benda” yang kita buang di kloset toilet kereta tersebut bakalan langsung jatuh ke rel. Maka dari itulah kita hanya bisa menggunakan toilet di kereta saat kereta sedang berjalan, jadi “benda” buangan kita bakalan tercecer di rel dan tidak menumpuk. Ya kira-kira Insya Allah begitu. Cerdas juga ya yang bikin sistem toilet di kereta api. Mari kita beri applaus yang meriah untuk beliau yang menemukan inovasi tersebut. Plok plok plok plok plok……. Pitpiuw….. Susah suiiit……

Setelah melihat gambaran singkat tentang toilet kereta api, sekarang kita beralih ke pesawat terbang, yang dulunya diciptakan oleh dua bersaudara yaitu Ronald dan Frank de Boer. Eh salah ya? Ya maksud gw penciptanya adalah dua bersaudara yang bernama Noel dan Liam Gallagher. Aduh, masih salah lagi? Iya gw tau, Oliver dan Willbur Wright kan?

Kembali ke bahasan utama, yaitu tentang pesawat terbang. Nah pertanyaan yang ingin gw ajukan adalah, apakah sistem toilet di pesawat terbang menggunakan sistem yang sama dengan yang digunakan di kereta api? Pertanyaan ini gw ajukan tidak lain adalah karena gw jarang banget naik pesawat (kurang dari 5x), dan selama di dalam pesawat gw belum pernah nyobain ke toiletnya. Jadi silahkan bagi para pembaca untuk mendiskusikan pertanyaan ini. Kalaupun ternyata toilet di pesawat sama kaya di kereta, kan bakalan manteb tuh. Setiap ada orang yang boker, “benda” buangannya bakalan langsung terjun bebas dari ketinggian ribuan kaki dan tinggal menunggu waktu, siapakah orang yang beruntung yang bakalan kejatuhan “benda” tersebut. Congratulations, you are lucky number one!

Wasw wr wb

Add comment June 3, 2008


TanggalanAdaDiSIni

June 2008
S M T W T F S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise
andre on 2-2DariBalikKacamataku
Hikaru Yumeno on CV
ckinknoazoro on TentangC-Kink
ckinknoazoro on CV
ckinknoazoro on SecuilSMS #2
ckinknoazoro on NousNousSouvenons
ckinknoazoro on DinastyDariBalikKacamataku
ckinknoazoro on AdaUsulanNich

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds