Archive for August, 2008

BirokrasiToilet

Beberapa waktu yang lalu yang gw lupa kapan tanggal pastinya, gw berdua bersama seekor anak manusia yang bernama Hasan Al Mufarrid Drihim sedang berada di gedung pusat Universitas Gadjah Mada. Tujuan kedatangan kami disini adalah untuk minjem duit ke LPPM (gw lupa kepanjangannya apa, kalo gak salah Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) sebagai modal buat memulai usahanya Hasan. Hah emang si Hasan mau usaha apaan? Panti pijet plus2? Juragan becak? Apa usaha penyewaan tuyul? Weits gak gitu juga sih. Kita cari tau jawabannya di paragraf setelah ini.

Hasan yang akrab dipanggil dengan panggilan “Wati”, eh maksudnya “Ochan” punya sebuah company atau perusahaan yang bernama MnG Group. MnG disini merupakan kependekan dari kata Man-Gatsu, yang diambil dari bahasa Jepang yang artinya Bulan Purnama. Tapi kalo dipelesetin ke dalam bahasa Indonesia, MnG disini berarti kependekan dari MbangunNegoro, yang merupakan pelesetan dari slogan perusahaan ini yang berbunyi “Bangun Indonesia!”. Sampe hari ini masih belom jelas MnG ini perusahaan yang bergerak di bidang apa, apa di bidang perdagangan, event organizer, konveksi atau penyalur TKI.

Untuk MnG dibahas kapan2 lagi ya, karena itu bukan point dari cerita kali ini. Nah sekarang kita balik lagi ke 2 ekor makhluk IMUT yang sedang berada di gedung pusat UGM. Eh maap salah, bukan 2 makhluk imut, tapi seekor makhluk IMUT (yang bernama C-Kink) dan seekor warga Situbondo. Di gedung pusat ini gw ketemu sama pegawai LPPM yang bernama Mbak Linda.

Sebenernya nama asli beliau tuh bukan Linda lho, tapi Rika. Terus kenapa dipanggil Linda? Soalnya, dimana2 kalo kita minjem duit pasti balikinnya gak pernah sama persis dengan jumlah nominal yang kita pinjem, melainkan lebih banyak atau sedikit lebih banyak (intinya lebih banyak lah). Kata si Mbak Linda, eh Mbak Rika, duit lebihnya itu dipake buat biaya administrasi dan segala macem. Kita minjem duitnya sekitar 3 jutaan. Balikinnya bisa secara berkala tiap bulan. Tapi, tiap ngebalikinnya ini mesti nambah bayar rp 17.000,00, katanya sih buat biaya2 administrasi. Adanya biaya sebesar 17.000 perak itu menurut si Hasan berbau riba, atau bisa juga disebut dengan istilah “lintah darat” bagi para pelakunya. Maka dari itulah kita manggil Mbak Rika dengan sebutan “Linda”, yang merupakan kependekan dari “LINtah DArat”. Maap ya Mbak Linda, eh Mbak Rika… Huehehehehe…

Tapi gak peduli apakah dia Rika atau Linda, yang jelas perempuan muda berjilbab akhwat lulusan Psikologi UGM ini punya tampang yang cute dan good looking serta manis dan imut2 kaya gw lho! Udah punya suami belom ya? Yohohohohohoho… Kutunggu jandamu.

Udah ah, kita balik lagi ke topik awal. Sampe dimana kita tadi? Iya, sampe di LPPM.

Cerita tentang pertemuan kesekian kalinya dengan Mbak Linda ini kita singkat aja. Yang jelas, kita anggap aja kalo gw dan Hasan udah selesai berbisnis dengan Mbak Linda. Kemudian kita melangkah keluar dari tempat kerjanya Mbak Linda di lantai paling atas gedung pusat UGM sayap Selatan. Gw dan Hasan pun berjalan menyusuri pilar demi pilar.

Tiba2 di tengah jalan, gw merasakan adanya keinginan untuk mengekpresikan bakat seni gw dalam bentuk mengeluarkan air seni urine, yang dalam bahasa Spanyol disebutnya “pipis” atau “kencing” dalam bahasa Jermannya. Lalu bergegaslah gw untuk melangkah ke toilet terdekat, yang ada di pojokan lantai 3. Tapi ternyata toilet cowoknya terkunci. Hah kok dikunci? Tumben2an nih ada toilet dikunci. Emang ada apaan di dalemnya, ada Mr. Gepeng kah? Idih hari gini masih jaman aja Mr. Gepeng, sekarang mah jamannya Julia Perez tau…

Lalu gw melangkah ke toilet cewek yang ada di belakangnya. Ternyata toilet cewek ini gak dikunci. Loh kok gak dikunci, padahal yang cowok kan dikunci? Wuaduh gak adil nih, ini namanya DISTILASI! Eh kok distilasi sih, distilasi kan proses penyulingan? Maksudnya DISORIENTASI gitu loh! Eh bukan juga, disorientasi kan kesalahan tidak pada tempatnya. Jadi apa dunk? DISKRIMINASI wuoy, masa mau ngetik gitu aja kok salah melulu… Ngisin2i wae cah…

Apakah dengan terbukanya toilet perempuan mengakibatkan gw akan numpang buang air di tempat tersebut? Jawabannya jelas “YA NGGAKLAH!”. Harga diri gw sebagai laki2 mau dibawa kemana? Kurang ajar deh yey, emang akika cowo apaan bow…

Sedikit intermezzo sekaligus sebuah pertanyaan. Kalo di toilet cowok kan ada urinary nya, yaitu toilet yang buat laki2 kencing berdiri itu lho. Nah pertanyaannya, kalo di toilet cewek ada kaya gitunya juga gak?

Mari kita kembali fokus ke jalannya cerita yang dari tadi kepotong melulu. Jadilah pada akhirnya gw meninggalkan lantai itu dan berpindah ke lantai dibawahnya. Segera gw cari toilet terdekat di lantai tersebut. Nah itu dia, akhirnya ketemu juga toilet cowok. Langkah kaki gw mendekat mendekat mendekat dan semakin mendekat. Dan setelah benar2 deket sampe gw bisa meraih gagang pintunya, ternyata lagi2 toilet itu DIKUNCI! Aduh ini apa2an sih, masa toilet umum dikunci? Emang disitu ada harta karunnya ya? Kalo harta karun berupa emas perak atau uang sih gak mungkin ada, tapi kalo harta karun berupa benda lembek2 kenyel berwana kuning peninggalan manusia pasti ada…

Mengetahui bahwa toilet cowok dikunci, gw coba untuk mengecek ke toilet wanitanya. Dan lagi2, ternyata toilet wanitanya GAK DIKUNCI! Aduh aduh aduh, sekali lagi, ini mah disipasi, eh dislokasi, eh DISKRIMINASI. Nah itu baru bener.

Tanpa ba bi bu lagi, gw melangkah ke lantai dasar. Harapan gw, lantai ini kan paling rame jadi pasti toiletnya kebuka donk. Segera gw beranjak ke toilet cowok yang posisinya masih tetep gak berubah di pojokan. Sesampainya disana, ternyata lagi2 toilet itu DIKUNCI. Dan seperti biasa, gw coba ngecek toilet ceweknya, dan sedihnya, toilet cewek itu gak dikunci sebagaimana layaknya toilet cowok. Huh duasar…

Tapi gw masih gak putus asa, karena gw percaya masih ada setitik harapan di ujung sana. Di ujung mana? Di ujung situ lho, di kantor pusat UGM sayap Utara. Disana masih ada toilet yang belom dikunjungi, toilet yang biasanya selalu rame soalnya di kantor pusat UGM sayap Utara ini ada semacam hall / aula terbuka yang selalu rame oleh mahasiswa2 yang lagi duduk2, entah itu duduk2 untuk rapat, duduk2 sembari ngobrol ngalor-ngidul, duduk2 nungguin temen, atau duduk2 sambil lari2an dan main petak umpet (?????).

Kaki gw melangkah ke toilet cowok yang ada disana. Langkah kaki ini semakin mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat dan mendekat… Banyak banget mendekatnya?

Akhir kata, setelah 1 paragraf mubazir diatas, sampailah gw di toilet cowok itu. Dan ternyata, lagi2 toilet itu DIKUNCI! Aduh capek deh, kenapa semua toilet cowok di gedung ini dalam keadaan terkunci? Kemudian gw cek toilet ceweknya dan toilet ini TERBUKA seperti toilet cewek yang udah2. What’s wrong with the world, Mama?

Toilet cowok yang gw kunjungi berada dalam keadaan terkunci semua. Tapi gw juga gak yakin kalo gw masih bisa menahan gejolak ini sampe di kosan ataupun di BEM nanti. Ya udah deh, demi memenuhi tuntutan agenda bangsa yang semakin mendesak ini, gw sama Hasan memberanikan diri untuk bertanya ke salah seorang pegawai yang bekerja di gedung pusat itu. Tapi ternyata gak terlihat seekor batang hidung pun yang melintas di sana. Akhirnya gw dan Hasan memutuskan untuk masuk ke salah satu ruangan terdekat yang ada di situ.

Jreeeeng… Pintu dibuka. Di ruangan yang luas itu ada banyak pegawai yang sedang berkutat di balik meja kerjanya. Tapi gak jauh dari pintu ada seorang bapak dan 2 ekor anak perempuan berbaju sekolah, kayanya sih anak STM lagi magang. Eh kok STM sih, maksudnya SMK. Kami bertanya kepada si bapak yang posisinya paling deket dengan kami saat itu.

“Pak, kalo mau ke toilet laki2 gimana ya Pak? Kok dikunci semua?”

Si bapak itu kayanya udah familiar dengan pertanyaan beginian. Dia menjawab, “Oh itu Mas, ambil kuncinya di sebelah sana!” sembari tangannya menunjuk ke arah yang dimaksud. Lalu gw dan Hasan beranjak ke arah yang dia maksud. Kami celingak-celinguk, tengak-tengok kesana kemari mencari dimanakah gerangan kiranya si kunci berada, dengan tampang yang senyum2 cengengesan.

Melihat ada 2 ekor anak manusia sedang kebingungan, salah seorang ibu2 yang lokasinya paling deket sama gw berujar, “Mau nyari kunci toilet ya Mas? Itu digantung disitu!”. Tangan si ibu itu menunjuk ke arah gantungan yang dimaksud, yang terletak di dinding yang ada lemarinya. Oh itu dia, akhirnya ketemu juga. Kunci itu digantung pada paku yang menempel di dinding, persis di atas lemari yang ada vas bunganya. Dengan tampang yang masih cengengesan, kami melangkah mendekat ke lemari yang di atasnya ada kunci itu.

Tangan Hasan bergerak hendak mengambil kunci. Jari jemarinya mulai meraih kunci itu. Tapi tiba2, kunci itu terlepas dari tangannya dan “Pluuuung…”, jatuhlah si kunci. Jatuhnya bukan ke atas lemari, tapi NYELIP DI BELAKANG LEMARI.

Wuaduh…!!! Gawat nih, kuncinya jatoh di belakang lemari!!! Kami berdua kaget dan terkejut, tapi masih dengan tampang cengengesan. Rasa panik sih ada, namun coba kami tutupi dengan muka cengengesan plus blo’on tersebut. Kejadian barusan dilihat oleh si ibu2 tadi dan dia juga cuma senyum2 aja melihat tingkah laku 2 ekor mahasiswa UGM yang makin hari makin aneh aja.

Lalu gw dan Hasan sepakat untuk menggeser lemari itu. Agak ngeri juga sih, soalnya di atas lemari itu ada vas bunganya. Dan di dalam lemari itu juga ada beberapa barang pecah belah, keliatan dari pintu lemari yang terbuat dari kaca. Aduh, mesti hati2 nih ngegesernya. Salah2 dikit bisa pecah tuh barang. Akhirnya dengan hati2 kami menggeser lemari tersebut sedikit demi sedikit, lama2 menjadi bukit. Ennggghhh… Berat juga…

Lemari bergeser sedikit. Kemudian Hasan menjulurkan tangannya yang hitam dan gak mulus serta berbulu lebat itu buat mengambil si kunci yang terselip di belakang lemari. Alhamdulillah akhirnya kunci itu keambil juga. Tapi perjuangan masih belom selesai. Kita masih harus menggeser lemari itu kembali ke tempatnya. Satu dua tiga, Ennggghhhh… Dan lemari itu kembali kepada keadaan asalnya.

Si ibu2 tadi masih aja senyum2 ngeliatin kita. Bahkan bukan hanya si ibu, tapi kejadian tadi juga telah mampu menarik minat para pegawai2 lain yang berada di ruangan itu. Si bapak dan 2 ekor anak perempuan SMK tadi juga ternyata udah berada di deket gw, di meja si ibu2 yang ngasi petunjuk tadi. Mereka senyum2 semua, seakan2 baru ngeliat adegan Tukul lagi ngelawak sama Komeng.

Wajah kami menghijau karena malu (menghijau? Memerah kali…). Tapi sebagai calon leader dan entrepreneur, kami bersikap profesional seolah2 gak terjadi apa2. Ketika kami membalikkan badan pun, kami masih tetep cengengesan kaya biasa. Cengengesan penghilang malu. Cengengesan untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Karena kunci sudah ditangan dan lemari telah kembali seperti semula serta ada belasan pasang mata yang melihat kejadian barusan, gw sama Hasan pamit kepada si ibu dan rekan2nya.

“Makasih ya Bu! Mari Pak!” ujar gw dan Hasan masih dengan muka cengengesan. Dan kita pun melangkah pergi meninggalkan ruangan itu. Pintu keluar kita beda sama pintu kita yang masuk tadi, letaknya berseberangan. Kalo tadi masuknya dari Utara, sekarang keluarnya dari Selatan. Kenapa? Soalnya toilet cowok yang ingin gw tuju letaknya lebih deket dengan pintu Selatan ini.

Di depan pintu, gw masukkan kunci itu pada tempatnya dan “Ckrieeek…”, kebuka juga (emang bunyinya ckrieeek?). Akhirnya, setelah berpeluh darah keringat dan air mata, gw bisa menunaikan hajat gw juga. Byuuuur… Ah lega…

Kini hajat sudah ditunaikan, waktunya untuk mengembalikan si kunci pada tempatnya semula. Kami melangkah menuju ruangan tadi. Sesampainya di depan ruangan, gw bingung campur kaget sembari bertanya, “Loh ini pintunya yang mana?”. Kenapa pertanyaan gitu keluar dari mulut gw, soalnya di gedung pusat UGM ini model pintu dan jendelanya SAMA SEMUA. Jendelanya bukan jendela yang tingginya setengah dinding keatas doang, tapi jendelanya sama tinggi dengan si pintu, dan modelnya pun sama.

Bingung juga nih. Apalagi gw kan dari luar, bingung ngebedain mana pintu mana jendela. Si Hasan juga sama aja. Gw lupa tadi waktu keluar, pintunya yang sebelah mana, setelah jendela keberapa. Udah gitu juga gak ada gagang pintunya.

Gw sempet mondar-mandir di situ selama beberapa saat. Gw mendekati ke satu titik yang gw rasa itu pintunya. Tapi gw ragu, terus gw mundur lagi dan mencari2 dimanakah gerangan si pintu bersembunyi. Tapi masih ragu, terus gw maju lagi. Ragu, mundur lagi. Ragu, maju lagi. Begitu seterusnya, soalnya gw bener2 bingung ngebedain mana pintu mana jendela.

Sampai akhirnya tiba2 dari jendela sebelah kanan gw muncullah seekor ibu2 sambil berujar, “Mau ke mana Mas? Disini lho…”. Itu si ibu2 yang tadi nunjukkin letak kuncinya. Dia memanggil gw, seakan2 mengerti kalo gw lagi bingung nyari yang mana pintunya. Dan si ibu itu pun menjawabnya dengan memunculkan dirinya dari pintu yang gw sangka jendela itu.

Ya udah, gw masuk aja ke dalem. Gw gantungin si kunci itu ke tempat awalnya. Gw sempet ngeliat ke sekeliling ruangan dan ternyata, lagi2 semua mata disitu pada ngeliatin gw sambil senyum2. Ada apa gerangan? Gw ngeliat ke arah luar dan, OH MY GOD! Ternyata kaca di jendela2 tadi tuh tembus pandang dan viewable dari dalem! Maksudnya gimana, yaitu orang yang di luar gak bisa ngeliat ke dalem tapi orang dari dalem bisa ngeliat ke luar. Lah terus apa yang salah?

Tadi kan gw udah bilang, sebelom si ibu itu muncul dari kandangnya, gw sempet mondar-mandir di luar mencari dimanakah letak pintunya. Dan ternyata, adegan mondar-mandirnya gw itu bisa dilihat dengan jelas sejelas2nya dari dalem ruangan. Panteslah kenapa kok si ibu tadi bisa tiba2 memunculkan dirinya dari balik pintu sembari manggil2 gw, dan orang2 seruangan pada senyum2 ngeliatin gw. Huh dasar dunia…

Ya udah, lagi2 dengan gaya profesionalisme yang diajarin oleh para trainer2, gw cengengesan aja di ruangan itu. Lalu gw pun pamit kepada semua yang ada di ruangan. “Mari Pak! Mari Bu!”. Dan gw bergegas keluar ruangan itu dan melangkah pulang bareng Hasan. Lumayanlah hari ini udah beramal. Beramal apa? Yaitu dengan cara memberikan sebuah hiburan pada para pegawai yang berada di ruangan tersebut. Hohohohohoho….

Wahai para bapak2 dan ibu2 serta 2 ekor anak SMK yang ada di ruangan tersebut, nantikanlah kedatangan kami kembali ke ruangan itu. Namun bukan sebagai mahasiswa, melainkan sebagai PEMIMPIN BANGSA. Insya Allah…

6 comments August 29, 2008

SuratPengunduranDiri

PT C-KINK LOSER PRODUCTION

Jalan Kaliurang Km 5.2 Karangwuni C-19 Sleman-Yogyakarta

081317135161/085691013852/Nomor Esia tapi gonta-ganti

www.ckinknoazoro.wordpress.com

===========================================================================

Sya’ban 1429 H

Kepada,

CEO MnG Group

yth Hasan Al Mufarrid Drihim

di manapun dirimu berada

Assalamualaikum wr wb

Berdasarkan pelajaran yang pernah saya dapatkan selama masa-masa sekolah dulu, sebuah surat yang baik pada setiap paragrafnya haruslah terdiri dari :

1. Pendahuluan, yang biasanya berisi kata sapaan.

2. Isi, yang menjadi poin penting dari sebuah surat.

3. Penutup, yang biasanya diakhiri dengan harapan semoga surat ini dibalas.

Karena Insya Allah saya adalah seekor murid yang baik dan taat pada guru serta tentu saja IMUT, jadi ada baiknya kalau kita awali surat ini dengan pendahuluan sepeti tersebut di atas.

Halo Hasan sayang (hueeeek… cuiiih…), apa kabar? Wah udah lama kita gak ketemu nih, atau kalo dalam bahasa Situbondo nya “Long time no see”. Masih idup kah dirimu disana? Aduh kok masih idup aja sih… Gimana kabarnya? Insya Allah baik-baik aja kan? Akika disini juga baik-baik aja kok bo… Kutunggu jandamu…

Melalui surat ini, saya atas nama C-Kink noa Zoro Syahid Syaifullah bin Astoto Slamet bin Siti Cholimah binti Said Hidayat bin Sastro, berkeinginan untuk mengundurkan diri sebagai pegawai MnG Group. Telah lama kita membangun perusahaan ini bersama, telah lama kita berjuang bersama dan telah sering kali kita nungging-nungging bersama (Astagfirullah…), kini tibalah waktunya bagi kita untuk berpisah. Dengan ini, saya katakan sekali lagi bahwa saya atas nama C-Kink mengundurkan diri dari kepengurusan MnG Group.

Demikianlah surat pengunduran diri ini saya buat dengan sebaik-baiknya, dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya ketik di laptop saya sembari mendengarkan lagu-lagu campursari sebangsa “Perahu Layar” ataupun “Stasiun Balapan”.

Kembali ke paragraf awal dari surat ini, sebuah surat yang baik haruslah diakhiri dengan penutup. Kiranya demikianlah surat ini saya buat. Terima kasih atas segala perhatiannya, besar harapan kami supaya Hasan dan nakamers MnG Group bersedia untuk merespon surat pengunduran diri saya ini. Dan seperti biasa, kita punya pantun klasik yang selalu jayus setiap saat.

Empat kali empat

Sama dengan enam belas

Sempat tidak sempat

Tidak sama dengan enam belas

Ya mungkin seperti itulah kiranya pantun yang entah dari mana asalnya. Tapi tak peduli seperti apapun bunyi pantun itu, cukuplah kau balas surat ini dengan hatimu, karena dimana ada hatimu disana ada hatiku. Hatimu adalah hatiku, hatiku ya hatiku. Akan selalu ada hati-hati lain yang menyertai hati kita. Dan hati-hati di jalan ya….

Wassalamualaikum wr wb.

Di kamar kosku,

C-Kink

Add comment August 29, 2008

MyLovelySolBro

Assalamualaikum wr wb

Ketika tadi ngeliat judul di atas ini, apakah yang terbayang dalam pikiran lu2 semua? Apakah lu ngebayangin sepiring nasi dengan lauk cumi goreng tepung serta Teh Botol Sosro? Apakah terbayang tentang foto2 Tiara Lestari dengan posenya yang menantang, yaitu menantang berantem? Ataukah malah ngebayangin seekor ayam sedang main petak umpet dengan seekor kelinci? Bila memang demikian, maka bayangkanlah adalah salah satu judul lagunya Padi….. Udah ah, jayus deh.

Pernahkah kalian mendengar tentang istilah “MyLovelySolBro” sebelomnya? Mungkin sebagian besar orang akan menjawab “belom pernah”. Kalo si Cinta Laura jawabnya “not yet” atau “no I have not”. Atau si Tukul bakalan jawab “durung”. Tapi apapun jawabannya, minumnya tetap Teh Botol Sosro…

Nah setelah 2 paragraf di atas isinya cuma suatu kejayusan belaka, kita balik lagi ke topik awwal. Wuoy yang namanya Topik, dimana lu? Sini donk, akika mau ngomongin yey nih bo….

Itu tadi tambahan 1 paragraf yang masih tetep jayus. Udah wuoy, bosen nih jayus2an melulu. Gak peduli kaya gimana pun jayusnya, minumnya tetap Teh Botol Sostro… (aduh masih aja…)

Oke deh, apa itu istilah “MyLovelySolBro”? Buat lu2 semua yang hobi ngebaca blog C-Kink ini, pastilah sudah sering denger istilah barusan. Bahkan kalo lu2 semua gak cuma ngebaca doank tapi juga meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan, pasti lu udah tau dengan jelasnya apa sih MyLovelySolBro itu.

MyLovelySolBro adalah kependekan dari My Lovely Soluna Brothers, yang kalo diterjemahin artinya adalah Brother Soluna yang Kucintai. Siapakah beliau? Emang gw punya sodara laki2 yang namanya Soluna? Nama lengkapnya siapa, Soluna Widyaatmaja apa Suratman Solunawati? Kita simpan jawabannya untuk paragraf berikut ini.

MyLovelySolBro merupakan panggilan gw buat mobil kesayangan gw. Di Jogja ini, gw “dititipkan” sebuah mobil Toyota Soluna keluaran tahun 2001 dengan transmisi manual. Dia lah MyLolvelySolBro yang gw maksud. Kenal mobil Soluna kan? Itu lho, yang sering dipake buat taksi. Kalo Soluna gw keluaran tahun 2001, yang dibelakangnya ada mata kucingnya. Karena Soluna banyak dipake buat taksi, maka kadang2 gw suka dipuji sebagai sopir taksi dengan MyLovelySolBro sebagai taksinya. Tarik Mang…!!!

Kenapa gw manggil dia dengan nama MyLovelySolBro? Ya karena gw sayang dan cinta banget sama mobil ini. Tapi masih dalam taraf normal lho, gak sampe berlebihan dan bunuh2an apalagi mutilasi kaya Ferry Idham Heryansyah yang lebih akrab akrab dipanggil dengan nama “Sinta”. Eh kok gak nyambung? Maksudnya Ryan, si pelaku pembunuhan dan mutilasi plus kelainan orientasi seksual.

Iya, gw dan si Soluna ini udah layaknya sodara, makanya gw menambahkan kata Brothers buat dia. Setiap hari kita berkhalwat bersama2. Kemanapun kaki ini melangkah, MyLovelySolBro selalu setia nungguin gw di parkiran. Tidur kita pun hanya dipisahkan oleh seuntai tembok kamar. Gw tidur di kosan, dia ngorok di parkiran.

Sebelom ngebahas lebih jauh, kita flashback dulu ke sejarah antara gw dan si Soluna ini. Mari kita saksikan dan silahkan menjadi saksi sejarah atas cerita yang akan gw tayangkan ini. Tapi setelah yang mau lewat berikut ini dulu ya….

(Ini bukan iklan)

“Gluk… Baru liat susu kaya gini. Baru liat juga kan, susu kaya gini?”

(Coba tebak iklan apa?

Dulu ketika pertama kali gw menjalani masa2 kuliah di Program Studi Teknik Nuklir Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, gw membutuhkan pengorbanan untuk berangkat ke kampus. Kenapa? Ini dia alasannya :

1. Jarak antara kosan gw dengan kampus lumayan deket, kira2 sekitar 2.7 km. Dan gw sama sekali gak punya kendaraan. Buat orang yang punya kendaraan, jarak 2.7 km bisa ditempuh dalam waktu singkat, kecuali kalo kendaraan itu adalah gerobak dorongnya tukang nasi goreng.

2. Jadilah tiap hari gw menempuh jarak sedeket itu dengan berjalan kaki. Mendaki gunung, lewati lembah, dan sungai yang mengalir indah ke samudera adalah suatu pemandangan biasa buat gw. Ih emangnya Ninja Hattori? Jarak 2.7 km itu normalnya gw tempuh dalam waktu 25 menit. Kalo perut gw lagi kosong, bisa dalam 20 menit. Tapi kalo abis makan terus kekenyangan, bisa nyampe 30 menitan.

3. Cuaca di Jogja ini luar biasa lho, luar biasa panasnya. Kalo dapet kuliah pagi, gak masalah gw jalan kaki ke kampus. Malah enak, bisa bikin badan. jadi sehat. Tapi kalo kuliahnya jam 1? Wuaow jangan tanya, sampe kampus gw langsung bermandikan keringet. Begitupun kalo kuliahnya jam setengah 4. Di Jogja sini karena deket gunung jadi gak ada awan. Sinar mataharinya langsung menusuk menghujam ke bumi. Jadilah gw berpanas2an menjalani 2.7 km menuju kampus.

4. Karena hal2 diatas, gw butuh waktu ekstra buat pulang pergi ke kampus. Misalnya, kuliahnya tuh cuma 2 jam, dari jam 9 sampe jam 11. Tapi buat gw, kuliahnya gak cuma 2 jam itu doank. Gw harus udah siap dari jam 8.15 supaya bisa berangkat jam 8.30. Terus nyampe kampus jam 9. Kuliah sampe jam 11, terus langsung pulang. Nyampe kosan jam 11.30. Nah di kosan badan gw itu bakalan keringetan dan kecapekan, biasanya gw langsung tidur dan normalnya tidur selama 2 jam. Jadilah gw baru bangun jam 1.30-an dan baru bisa beraktivitas kembali. Lebay juga ya, kuliah cuma 2 jam tapi kok makan waktunya 5 jam?

5. Lebih nyesek lagi kalo udah dateng kuliah tapi gak ada dosennya. Wuidiiiiih….

Nah kira2 kaya begitu. Mungkin lu pada nanya, kenapa gak naik bis aja? Kalo gw pribadi, gw itu gak hobi naik kendaraan ke tempat yang “nanggung”. Nanggung gimana? Maksudnya nanggung jaraknya. 2.7 km tuh tergolong deket, jadi rasanya nanggung aja kalo mesti naik bis yang bayarnya 2000 perak. Enakan jalan kaki aja, murah meriah menyehatkan melelahkan. Kadang2 gw biasanya nebeng temen gw yang punya motor. Tapi itu juga tergolong jarang.

Jadilah gw menghabiskan semester pertama gw di Jogja ini dengan jalan kaki eveywhere everytime. Tapi outputnya bagus kok, IP gw waktu itu tertinggi seangkatan, 3.5. Huehehehehe….

Melihat penderitaan anak laki2nya yang IMUT dan MANIS ini, orang tua gw berkeinginan untuk membelikan anaknya sebuah kendaraan. Mau beli motor, gw gak bisa naik motor. Mau beli kuda, susah ngerawatnya. Mau beli pesawat, gak ada landasannya. Mau beli baling2 bambu, gak ada yang jual. Mau beli kompor, tapi kompor kan buat masak, bukan buat transportasi. Akhirnya dibelikanlah gw sebuah mobil.

Awalnya gw mau dibeliin Daihatsu Feroza. Tapi katanya itu boros banget, bensin 1 liter cuma bisa buat jarak tempuh 3 km. Terus kepikiran mau beli Toyota Starlet, kebetulan tetangga gw ada yang punya. Waktu gw nyoba duduk di depan setir, ternyata badan gw yang kurus tinggi dan seksi ini kepentok2. Lutut gw mentok di setir dan pala gw mentok di atas. Akhirnya gak jadi deh. Sempet ada yang nawarin Honda Jazz, tapi gw dan orang tua gw nolak. Alasannya adalah : MAHAL. Iya, 124 juta itu terlalu mahal untuk harga sebuah mobil. Udah gitu, Honda Jazz juga identik dengan anak gaul, suatu hal yang sangat gw benci di dunia ini.

Setelah survey kesana kemari dan konsultasi pada ahlinya, bokap gw memutuskan untuk beli Toyota Solluna aja. Alasannya adalah karena konsumsi bensinnya lumayan irit dan mesinnya bandel. Untuk 1 liternya bisa dipake buat 10 km untuk dalam kota dan 15 km untuk luar kota. Belinya juga bukan brand new, soalnya Toyota udah gak produksi lagi. Belinya yang bekas2 aja. Biar bekas yang penting masih kenceng dan tarikannya kuat. Mesinnya lho yang kenceng, jangan mikir yang aneh2….

Bergegaslah bokap gw ditemani istrinya tercinta dan kakak sulung bokap yang ahli dalam dunia otomotif untuk berburu mobil. Sempet ada niat buat beli mobil di Bojonegoro aja biar nganternya gampang. Tapi ternyata harga mobil disana lebih mahal sekitar 5 jutaan daripada di Jakarta. Jadinya nyari di Jakarta aja deh, di tempat jualan mobil2 second. Wilayah Kelapa Gading dan Kemayoran yang jadi tempat tujuannya. Sementara mereka sedang berburu, gw lagi memutar otak di Jogja menjalani UAS semester pertama.

Ketika liburan semester pertama, gw pulang ke Depok naik kereta Taksaka, turun di stasium Gambir. Di sana gw dijemput sama keluarga. Dan gw lihat di parkiran, mereka ngejemput gw bukan dengan Daihatsu Taruna yang biasa mangkal di garasi rumah, tapi dengan sebuah mobil sedan saloon Toyota Solluna warna ijo tua dengan pelat nomor B 8074 SP. Wuaouw…

Soluna ini belinya di pasar mobil Kemayoran. Pemilik sebelomnya adalah sebuah perusahaan yang gw lupa namanya apa. Harganya sekitar 70 jutaan, jauh di bawah Honda Jazz yang 130 jutaan apalagi Honda Odyssey yang 400 jutaan atau Jaguar yang 1 milyar. Mahal amat 1 milyar, itu bayarnya pake duit semua ya? Dicicil pake es cendol bisa gak?

Itulah ceritanya pertama kali gw ketemu dengan MyLovelySolBro. Ketika gw coba nyetir, gw langsung terasa comfort dan chemistry nya dapet. Selama ini seumur2 gw cuma pernah nyetir mobil Daihatsu Taruna doank, jadi gw gak tau gimana rasanya bawa mobil lain. Dan ketika nyetir Soluna, feelnya bener2 beda dibanding naik Taruna. Muter setirnya gampang. Pedal gas, rem dan koplingnya enteng. Tarikannya (dalam bahasa Cinta Laura : acceleration) juga enak. Dan duduknya pun rendah, kakinya bisa lebih nyelonjor. Pokoknya enjoy banget dah ah.

Singkat cerita, akhirnya ketika semester 2 dimulai, MyLovelySolBro udah nangkring dengan manis di parkiran kosan gw. Mulailah sejak saat itu dia selalu setia menemani gw ke kampus. Perjalanan ke kampus yang biasanya memakan waktu sekitar 25 menitan, dengan adanya MyLovelySolBro bisa terpotong habis jadi sekitar 7 menitan doank. Plus, gw gak perlu capek2 lagi setelah pulang kuliah. Kuliah yang 2 jam ya cuma 2 jam, ga makan waktu sampe 5 jam kaya dulu.

Seringkali gw keluyuran kemana2 sendirian, cuma ditemenin sama MyLovelySolBro. Eh gak juga sih, tapi bertiga sama Allah Yang Maha Melihat. Jalan2 d kota Jogjakarta gw lintasi dengan Soluna ini. So sweet…

Begitupun dengan kelangsungan hidup MyLovelySolBro. Selaku sopirnya, gw punya tanggung jawab buat merawat dan mendidik dia dengan sebaik2nya. Kalo bodinya kotor, pagi2 gw bersihin pake kanebo. Kalo dalemnya juga kotor, baru gw bawa ke tempat cucian mobil. Saban tiap menempuh 5.000 km mesti dibawa ke bengkel resmi Toyota buat general check up. Kalo perutnya kosong mesti diisi bensin. Kalo bannya kurang angin juga mesti diisi angin. Tapi jangan banyak2, ntar masuk angin. Mesti dikerokin deh.

Terkait bensin, dulunya gw ngasi makan MyLovelySolBro dengan pertamax. Tapi itu dulu banget, waktu pertamax masih seharga 5.400 perak. Sejak harga pertamax naik, gw beralih ke premium biasa yang waktu itu harganya masih rp 4.500,00. Sekarang harga pertamax udah 10.000-an dan harga premium juga naik jadi rp 6.000,00. Tar lama2 kalo naik terus, ini Soluna gw kasi makan nasi telor tempe juga deh. Itupun kalo harga beras dan harga telor serta harga keledai, eh kedelai juga gak ikutan naik.

Dan terkait bannya, dulu gw ngisi anginnya pake Nitrogen. Nitrogen emang lebih awet dan lebih berkualitas daripada angin biasa, tapi jelas lebih mahal. Sekalinya nambah Nitrogen buat 4 ban, harganya sekitar 20.000-an. Bandingkan dengan angin biasa yang cuma 2.000-an. Tapi gara2 kejadian waktu gw kerja praktek di suatu desa terpencil di Kamojang, Garut, gw sekarang ngisi bannya pake angin biasa, bukan Nitrogen lagi. Waktu itu ban gw kurang angin, sedangkan di tempat itu gak ada tempat tambal ban yang bisa buat isi Nitrogen. Jangangkan itu, sinyal Im3 dan Esia aja gak nyampe. Akhirnya disana Nitrogennya dikeluarin terus diisi angin biasa deh.Goodbye Nitrogen ku…

MyLovelySolBro gw juga udah gw lengkapin dengan sarung jok. Waktu beli seken dulu, joknya masih belom disarungin. Terus di Jogja sini gw pakein sarung deh biar dia gak masuk angin dan biar lebih safety (sarung apaan tuh safety? Yang ada rasa duren atau strobery itu ya? Astagfirullah…). Tapi budget gw cuma mampu buat beli sarung yang paling murah, yang harganya sekitar 600.000-an. Maafkan aku wahai Soluna, jika suatu hari nanti ada rezeki, akan kusarungi diri mu dengan sarung yang lebih berkualitas lagi, entah itu sarung cap Gajah Duduk atau sarung tinju.

Selain sarung, kacanya juga udah gw kasih kaca film. Tapi lagi2, due to the low budget, gw cuma bisa beli kaca film yang murahan. Kalo kata mas2 montirnya, yang paling bagus itu merknya V-Kool yang 100%, seharga 5 juta-an. Sedangkan budget gw sangat jauuuuuh dari segitu. Ya udah deh gw cari yang murah meriah aja, dapetnya Solar Gard yang 60%.

Selama 1 tahun 8 bulan nemenin gw, MyLovelySolBro ini udah melintasi banyak petualangan yang penuh luka duka tawa canda dan air mata serta air tuba. Berikut ini diantaranya rute2 yang pernah kita lalui bersama :

1. Juni 2007, gw hijrah dari Jogja ke Depok selama 2 bulan buat liburan semester bersama MyLovelySolBro melintasi jalur Selatan Pulau Jawa, rame2 sama temen kosan gw. Ini pertama kalinya gw lewat jalur Selatan, lewat Gombong, lewat Nagreg, dll.

2. Agustus 2007, gw balikin si Soluna ini ke Jogja sama keluarga. Ini juga lewat jalur Selatan lagi, tapi ini dari arah Barat.

3. Oktober 2007, gw jalan2 ke Kaliurang sama rekan2 Kastrat BEM KMFT UGM buat makrab. Pulangnya mampir dulu buat buka puasa di UII.

4. November 2007, gw dan rekan2 Kastrat nyusul anak2 BEM yang lain yang lagi pada LMT (Leadership Management Training) di Ketep, Magelang. Ketep tuh adanya di gunung lho, belakangnya gunung Merapi. Jalannya lurus doank tapi nanjak. Pas pulangnya, tinggal masukin ke gigi 3 terus biarin aja ndelosor sendiri, gak usah di gas.

5. Desember 2008, gw jalan2 ke Pantai Parangkusumo buat ikut acara makrabnya anak2 TD (Technopreneurship Departement) BEM KMFT UGM. Parangkusumo tuh di sebelahnya Parangtritis.

6. Februari 2008, gw dan (lagi2) rekan2 Kastrat jalan2 ke Kiai Langgeng, Magelang buat makrab.

7. April 2008, gw sama anak2 panitia seminar HPTT (Hari Perguruan Tinggi Teknik) jalan2 ke Pantai Sundak. Pantai ini berada di sebelah tenggara kota Yogyakarta, beautiful lho…

8. Mei 2008, gw ikutan bakti sosialnya anak2 Sosmas BEM KMFT UGM di desa Samigaluh. Ini desa tempatnya terpencil di pegunungan. MyLovelySolBro gak bisa nyampe persis di desa ini, soalnya jalanannya naik tinggi banget, udah gitu masih dari batu2, belom diaspal. Jadilah gw parkir si Soluna ini di pinggir jalan sebelom jalanan tanjakan tersebut.

9. Juli 2008, gw kerja praktek di PT Indonesia Power, Kamojang, Garut, bertiga sama temen gw. Gw naik MyLovelySolBro dari Jogja lewat jalur selatan ke Garut, terus ke Kamojang. Kamojan ini juga desa terpencil, di tengah gunung. Letaknya +-25 km dari Garut. Mengenai cerita gw 1 bulan di Kamojang mungkin bakal gw ceritain lain kali ya…

10. Agustus 2008, gw mulangin MyLovelySolBro ke Jogja lagi, sama keluarga.

Entah sudah berapa ribu kilo meter yang gw lalui bersama MyLovelySolBro. Hari2 gw di Jogja gw lalui bersama dia. Ke manapun gw jalan2, dia selalu mengintili. Dia lah yang menjadi saksi perjalanan gw di Jogja ini. Kadang2 kita bernyanyi bareng, nyanyiin lagu2 dari kaset yang diputer di radio tape yang ada di dashboardnya. Seringnya sih lagu2 Laruku, Campur Sari, Top 40 ataupun Murottalnya si Sudais.

Seringkali gw ketemu mobil2 Soluna lain di jalan. Kalo udah gitu, maka gw ngerasa kalo kita sesungguhnya adalah sodara. Gak peduli mobil Soluna itu adalah taksi ataupun mobil pribadi biasa, gw merasa seakan2 ada sebuah feeling yang mengatakan gw bahwa sesungguhnya kita adalah “Soluna Brotherhood”, Persaudaraan Soluna. Soluna gw, Solunanya sopir taksi, Soluna yang suka parkir di Pogung, Soluna yang melintas di jalan raya ataupun Soluna yang jualan bakso (?????), semuanya diproduksi di pabrik yang sama, pabrik Toyota di Jepang sana. Meskipun pemiliknya mungkin beda2, ada yang mahasiswa kaya gw, ada yang sopir taksi, ada yang PNS, ada yang pejabat atau apalah. Gak peduli siapapun pemiliknya, minumnya tetap Teh Botol Sostro… Ih promosi lagi.

Terkait Soluna Brotherhood ini, gw punya kejadian menarik. Yang pertama, waktu pertengahan bulan Juli 2007 yang lalu. Waktu itu Soluna gw pelat nomornya masih B 8074 SP. Gw lagi jalan2 muterin Jakarta. Waktu itu gw di Tol Jagorawi, tapi dari arah Selatan, mau ke arah Utara (Tanjung Priok). Waktu itu lagi di simpang susun Cawang, atau bahasa kerennya Cawang Interchange. Eh bener gak ya? Ah whatever…. Kan gw lurus ke arah Tanjung Priok. Di sebelah kiri tuh lagi macet, macet mobil2 yang pada mau masuk ke tol dalem kota Jakarta. Nah diantara kerumunan mobil itu gw nangkep ada sebuah mobil Soluna yang warnanya sama persis kaya mobil gw.

Mata gw emang gampang nangkep mobil2 Soluna yang keleleran di jalanan, soalnya bagian belakang Soluna tuh berkarakter banget. Apalagi yang keluaran 2001 yang ada mata kucingnya. Ya udah deh, gw pelototin tuh mobil, soalnya jiwa Soluna Brotherhood gw mulai keluar. Dan ketika gw liat pelat nomornya, you know what? Pelat nomor mobil itu adalah B 8072 SP, yang berarti cuma beda tipis sama pelat gw yang B 8074 SP! Wah ternyata kita gak cuma Soluna Brotherhood doank, tapi lebih dari itu. Iya, kan tadi gw udah bilang kalo MyLovelySolBro yang gw beli second ini dulunya punya perusahaan apa gitu. Dan perusahaan2 kaya gitu tuh biasanya punya mobil dinas yang pelat nomornya mirip2.

Jadi kesimpulannya, Soluna gw dan Soluna itu pernah berada di dalam satu garasi yang sama di perusahaan yang sama. Kalo bahasa manusianya, “Mereka pernah satu sekolah” atau “Mereka pernah satu kos bareng”. Gitu lho… Cuma sayangnya Soluna yang B 8074 SP udah gw ambil alih, sedangkan yang B 8072 SP itu gak tau apakah masih punya perusahaan tadi atau udah di akusisi juga. Intinya, MyLoveySolBro ketemu dengan saudara tuanya.

Yang kedua waktu gw pulang dari Kamojang, Garut mau ke Depok. Jarak sejauh itu gw tempuh sendirian dalam waktu +- 4 jam-an. Waktu itu gw lagi di tol Cikampek, dari Timur mau ke arah Jakarta. Gw kan termasuk pribadi yang gak bisa duduk diam dan menunggu mobil di depan gw berjalan lambat tanpa alasan yang syar’i. Kalo di jalan tol, begitu ngeliat mobil di depan gw berjalan lebih lambat dari gw, gw langsung lirik kanan-lirik kiri dan nyari kesempatan buat ngebalap. Kecuali kalo semua lajur yang ada emang lagi padet, ya udah gw tungguin aja.

MyLovelySolBro yang gw sopirin ini suka meliuk-liuk bergonta-ganti lajur buat ngebalap mobil2 yang berjalan lambat tanpa alasan yang syar’i. Bahkan kadang2 bahu jalan juga gw embat. Tapi gw nyetirnya di sini tuh gak serampangan dan asal2an lho, masih pake ilmu juga.

Nah ketika lagi jalan kaya gitu, jauh di depan sana gw ngeliat ada sesendok, eh sekeping, eh seekor, eh sebutir, eh maksudnya sebuah mobil Soluna keluaran 2001 yang warnanya juga sama persis kaya punya gw. Wah Soluna Brotherhood nih. Segera gw meliuk2 ngelewatin mobil2 di depan gw untuk mengejarnya. Dan setelah deket, ternyata emang sama persis, Soluna 2001 warna ijo tua. Bedanya cuma satu, dia transmisinya udah otomatis sedangkan gw masih manual. Hal ini bisa diliat dari tulisan timbul yang ada di belakang mobil. Kalo tulisan di mobil gw cuma LGX, dia ada embel2 automatic nya.

Ya udah deh jadinya gw ngintil aja di belakang tuh mobil. Kebetulan mobil itu juga lumayan ngebut dan hobi meliuk2 buat nyari jalur yang kosong. Karena dia udah ngebuka jalur ya udah gw ikutin aja. Kita buntut2an lumayan lama juga tuh. Mungkin mobil2 lain yang ngeliat pada mikir, “Ini Soluna kok pada akrab banget sih?”

Sampe pada akhirnya kita terjebak di jalur yang padat. Chance buat ngebalap gak banyak. Tapi gw ngeliat ada celah yang bisa dilalui. Gw ambil celah tersebut, gw balap Soluna automatic di depan gw dan gw mulai meliuk2 memecah kepadatan. Gak disangka, ternyata si Soluna automatic ini juga ngikutin gw dari belakang. Jadi deh sekarang kita buntut2an lagi, cuma bedanya sekarang gw yang buka jalan. Kita begitu terus sampe masuk Jakarta, tepatnya sampe di Cikunir Interchange. Dari situ gw harus belok kiri ke arah Depok, sedangkan si Soluna automatic awalnya juga belok kiri terus hilang entah kemana.

Nah begitulah. Cape juga gw nulisnya. Ada yang mau mijetin gw? Tapi pijetnya gak pake plus2 lho…

Hari ini saat tulisan ini ditulis, MyLovelySolBro sedang terparkir dengan manis di kosan gw, persis di depan kamar. Moncong dia face to face sama pintu kamar gw. Dan gw nulis tulisan ini pun di pinggir jendela yang menghadap ke arah luar, face to face sama si Soluna. Dari sini keliatan di bawah bemper grill depan MyLovelySolBro tergeletak sebuah keset bekas yang entah udah ada di situ dari kapan. Di atas keset itu ada seekor kucing lagi tidur sekaligus numpang ngadem di bawah mobil dari panasnya sengatan matahari.

MyLovelySolBro telah menjadi saksi petualangan gw berkeliaran di Jogja dan sebagian Pulau Jawa ini. Bagi lu2 semua mungkin dia hanyalah benda mati, tapi buat gw, dia seakan punya nyawa. Dengan sabarnya dia nongkrong di parkiran kosan, nungguin gw untuk berangkat ke kampus. Dengan sabarnya dia nungguin gw pulang dari kampus. Sampai saat in dia gak pernah mengeluh, gak pernah berkeluh kesah. Dia setia dengan majikannya. Dengan sabarnya dia anterin gw kemanapun gw mau pergi.

Usianya udah sekitar 7 tahunan, namun baru 1 tahun 8 bulanan ia nemenin gw. Odometernya udah menyentuh angka 60.000-an. Sampai kapankah dirimu sanggup berjalan? Sampai kapankah dirimu sanggup menemani ku dalam setiap petualangan yang akan kuhadapi? Masihkah dirimu tegar menghadapi kerasnya arus lalu lintas jalan raya?

Saat ini gw masih menggunakan MyLovelySolBro sebagai sohib karib gw kemanapun gw pergi. Tapi entah esok hari, tak ada seorangpun yang tau. Entah apa yang tertulis di Lauh Mahfudz, kita gak bisa menebaknya. Namun semoga, meski mungkin Insya Allah suatu hari nanti gw telah memiliki Toyota Alphard atau Honda Odyssey atau Honda Accord ataupun Mazda RX-7 sekalipun, MyLovelySolBro tetap setia menemani diri ini kemanapun gw melangkah pergi. Setidaknya, dia tidak mengeluh dan tetap setia meski hanya sebagai penghias garasi rumah.

Dan terakhir gw minta maaf karena gw serigkali menzhalimi MyLovelySolBro. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya lecet2, beret2, penyok2 dan goresan2 lainnya yang menghiasi bodi mobil Soluna gw ini. Hohohohohoho…

Wassalamualaikum wr wb.

3 comments August 25, 2008

NamaWongJowo

Eh eh eh eh eh, nih gw ada tulisan lucu tentang asal-usul nama2 orang Jawa. Tulisan ini gw dapet dari file yang ada di laptop gw, dimana file itu sebelomnya gw dapet dari bokap gw, sedangkan bokap gw dapet dari temen kantornya. Tulisan ini lumayan lucu, jayus dan menyegarkan, sesegar Teh Botol Sostro (ih promosi…). Ini langsung gw copy paste lho, ga ada penambahan kata apapun. Cuma settingnya diutak-atik dikit biar keliatan rapi, kaya gw gitu rapi. Eh gak dink, gw mah gak rapi, tapi IMUT. Udah lah tanpa banyak bacot lagi, silahkan baca tulisan ini segera… Sok atuh….

Dibalik nama-nama pria Jawa sesungguhnya ada harapan tertentu dari orang tuanya, agar anaknya kelak bisa sesuai yg diharapkan:

Agar pandai menanam bunga, diberi nama Rosman
Agar pandai membaiki mobil, diberi nama Karman
Agar pandai main golf, Parman
Agar pandai dalam korespondensi, Suratman
Semoga menjadi lelaki gagah perkasa, Suparman
Semoga kuat dlm berjalan, Wakiman
Agar berani bertanya, Asman
Semoga ahli membuat kue, Paiman
Semoga pandai berdagang, Saliman
Semoga pandai melukis, Saniman
Semoga jadi orang kaya, Sugiman
Agar besar nanti pandai cari muka, Yasman
Biar kalau ujian ndak usah mengulang …. Herman
Biar jadi orang yang berwibawa …. Jaiman
Biar awet muda …… Boiman
Biar jadi tentara …. Warman
Biar jadi orang Bali …. Nyoman
Biar jadi orang Sunda …. Maman
Biar lincah seperti monyet …. Hanoman
Biar jadi orang Belanda …. Koeman
Biar tetep tinggal di Jogja …. Sleman
Biar jadi tukang sepatu handal …. Soleman
Biar tetep bisa jalan walau ndak pake mesin …. Delman

Tapi, kadang-kadang juga cerminan dari “hobi” atau “core competence” ortunya:

Suka begituan, Pakman
Suka makan toge goreng, Tugiman
Selalu ketagihan, Tuman
Suka telanjang, Nudiman
Selalu sibuk terus, Bisiman
Pinter main game …. Giman
Juara cuti …. Sutiman
Juragan sate …. Satiman
Juragan trasi …. Tarsiman
Pinter memecahkan problem …. Sukarman
Pinter bikin jus …. Yusman
Pemain musik …. Basman

Suka ke bar ….Barman

Suka asinan….Asiman

Nah kira2 begitulah adanya. Sekarang marilah kita tertawa bersama. Gak usah mau2, marilah tertawa sobat, sebelum tertawa itu dilarang dan diatur dalam undang2.

“Huahahahahahaha…..”

“Heuheuheuheuheuheuheuheu….”

“Xixixixixixixixixi….”

“Hags hags hags hags….”

“Oh yes… Oh no… Ah… Ahhh…”

(Astagfirullah, itu lagi ketawa apa lagi main gulat?)

Huehehehe… Jayus kan? Maksudnya bukan gw yang jayus, tapi asal-usul nama orang Jawa itu tadi. Apakah ada diantara lu2 semua yang namanya tersebut dalam tulisan diatas? Kalo gak ada, mungkin nama bokap lu, om, kakek, pakde, tetangga, temen, temennya temen, temennya tetangga, tetangganya temen, atau siapalah. Kalo pun ada, mohon maaf ya… Tulisan ini dibuat bukan untuk mendiskreditkan pihak2 tertentu, cuma sekedar banyolan aja. You know banyolan? Itu lho, yang dipake buat makan, buat nyuap nasi ke mulut. Yeeee, itu mah sendok! Gak nyambung banget sih lu.

Ya udah deh, tulisan kali ini cuma segini dulu aja ya. Ini juga cuma sekedar refreshing doank kok, biar lu gak pada stress ngebaca tulisan2 gw yang banyak mikirnya. Padahal gw sendiri gak yakin apakah kapasitas otak lu berada pada level yang sama dengan tulisan gw… Idih, angkuh….

Eh tapi rugi donk kalo lu menghabiskan sebagian umur dalam hidup lu cuma buat hiburan semu doank. Ini gw kasi tugas juga deh yang agak2 mikir dikit. Berikut ini gw berikan macam2 variabel ketawa yang memungkinkan.

“Yohohohohohohohoho….”

“Fufufufufufu….”

“Kishishishishishishi….”

“Gyagyagyagyagyagya….”

“Fosfosfosfosfosfosfos….”

“Syahahahahahahaha….”

“Babababababababa….”

“Horohorohorohorohoro….”

“Dereshishishishishi….”

Nah terus tugasnya apa? Buat lu2 semua penggemar komik One Piece karya Eichiro Oda (bukan bikini One Piece atau Two Piece, apakagi Pamela Anderson. Astagfirullah…), pasti kenal donk dengan suara ketawa tersebut. Tugasnya adalah, coba tebak siapa sajakah pemilik tawa kaya gitu? Ditunggu jawabannya segera ya. Yang bisa jawab semuanya dengan bener dan tepat bakalan dapet uang jajan dari orangtua masing2. Dadaaaaah…

Add comment August 23, 2008

CrazyNyaSimplePlan

Assalamualaikum wr wb

Test… Test…

Test satu dua tiga…

Test… Test…

“Oke, siap?”

“Camera rolling, action!”

“Jumpa lagi… Jumpa Maissy disini…”

Ya itu tadi sebuah pembukaan yang gw rasa gak penting. Jadi langsung aja kita mulai ya…

Wahai manusia, pernahkah kalian mendengar sebuah band dari Kanada sono yang bernama Simple Plan? Kalo udah pernah, ya gak apa2. Kalo belom pernah gimana? Ya gak apa2 juga. Ih aneh banget sih? Ya gak apa2….

Simple Plan adalah salah satu band favorit gw. Udah 2 kali gw bikin daftar “10 Band Terfavorit”, dan nama Simple Plan selalu masuk 10 besar, meskipun ga pernah bisa nembus 3 besar. Kenapa gw suka Simple Plan? Karena musiknya emang simpel kaya namanya, easy listening, dan enak buat loncat2an. Tapi loncat2an di sini tuh bukan loncat2anny anak IMO atau anak Metal & Underground lho, tapi loncat2an yang enjoy2 aja khas anak Melodic Punk.

(Mohon maap, mungkin banyak diantara lu2 semua yang gak ngerti apa itu istilah “IMO”, “Underground” dan “Melodic Punk”. Kalo lu emang beneran gak ngerti, berarti lo masih harus banyak belajar lagi. Dunia ini luas, anak muda… Carilah ilmu walau sampai ke negerinya Mao Zedong…)

Sampai saat tulisan ini ditulis, yaitu di akhir Sya’ban 1429 H / Agustus 2008, Simple Plan udah ngeluarin 3 album. Yang pertama judulnya “No Pads, No Helmets, Just Balls…”. Yang kedua “Still Not Getting Any…”. Yang ketiga, berkumpullah dengan orang soleh. Yang keempat, perbanyaklah berpuasa. Dan yang kelima dzikir malam perpanjanglah. Eh kok malah jadi nyanyiin Tombo Ati-nya si Opick? Ya begitulah… Album ketiganya (maksudnya album ketiga Simple Plan lho, bukan Opick) yang baru keluar di tahun 2008 ini gw lupa judulnya dan gw juga belom sepet beli.

Gw suka banget sama album pertama dan keduanya. Di album pertama dengan hits2nya semacam “I’m Just a Kid”, “Addicted”, “Perfect” ataupun “I’d Do Anything” bener2 masih Melodic Punk banget, enak buat jejingkrakan. Di album pertama ini gw paling suka sama lagu yang judulnya “My Alien”.

Di album kedua juga masih agak2 Melodic Punk, namun udah mulai masuk unsur2 Dark dan Gothic nya juga. Album kedua ini gak secerah album pertama, tapi masih tetep enjoy banget buat dinikmatin. Beberapa hits dari album kedua ini diantaranya “Welcome to My Life”, “Shut Up” dan Untitled”.

(Lagi2 mohon maap kalo ada diantara lu2 semua yang gak ngerti apa itu istilah “Dark” dan “Gothic”. Teruslah belajar, anak muda…)

Sedangkan album ketiga gw belom denger sama sekali. Hitsnya sih udah ada satu, tapi gw lupa judulnya. Dari penampilan mereka, kayanya di album ketiga ini mereka bakalan jadi lebih Dark dan lebih Gothic lagi dari sebelomnya. Gw juga gak tau, kenapa band2 yang awalnya beraliran Melodic Punk kok sekarang udah mulai kebawa2 jadi agak Gothic sama Dark gitu, seperti Green Day atau Sum41. Untung aja Bink 182, Westlife dan Boyzone udah bubar sebelom mereka keseret arus. Loh kok ada Westlife & Boyzone juga sih? “I lay my love on you… It’s all I wanna do… Everytime I breathe I feel brand new…”

Nah itu tadi openingnya. Buset dah, openingnya aja udah panjang banget, nyampe 8 paragraf. Sekarang baru kita mau masuk ke inti acara. Di tulisan gw kali ini, gw akan sedikit ngebahas tentang salah satu lagu Simple Plan di album kedua mereka yang berjudul “CRAZY”, atau kalo dalam bahasa Jawa disebutnya “BENTO”. Mungkin ada di antara lu2 semua yang belom tau lagu ini. Ya gak apa2, kalo gitu silahkan kenalan dulu dengan beliau.

“Kenalin, nama gw Crazy. Salam kenal!”

Apa istimewanya lagu ini? Ketika pertama kali denger, gw langsung bisa enjoy dan soulnya langsung dapet. Musiknya masih khas Melodic Punk, enak buat jejingkrakan dan teriak2. Namun buat lu2 semua yang baru denger ntu lagu sekarang2 ini, pasti bakalan ngerasa kalo lagu ini mirip banget sama lagunya Ungu yang judulnya “SEMUANYA TELAH BERAKHIR”. Melodinya mirip, kunci gitarnya juga mirip2. Salah siapa coba?

Mungkin lu semua bakalan beropini “Loh lagunya kok mirip sama lagunya Ungu?”. Dan opini itu pun gak salah. Yang salah adalah jika lu nyangka Simple Plan ngebajak lagunya Ungu, karena kenyataannya adalah (mungkin) justru Ungu yang ter-influence dari Simple Plan.

For your info, album Simple Plan yang ada lagu “Crazy”nya itu keluarnya jauh lebih dulu daripada album Ungu yang ada lagu “Semuanya Telah Berakhir”. Jadi ketika gw ngedenger lagu Ungu yang itu, gw langsung berkomentar, “Loh, kok mirip sama lagunya Simple Plan?”. Dan itu gak cuma satu ini aja. Di album Ungu yang pertama atau yang kedua, ada lagu yang mirip banget sama lagu di album pertama Simple Plan yang judulnya “I’ll Meet You There”. Gak tau deh, siapa yang meng-influence siapa.

Balik lagi ke topik awal, nilai plus dari lagu “Crazy” tersebut adalah LIRIKnya. Iya bener, liriknya. Dan lirik itulah yang akan kita bahas disini. Emang liriknya kaya gimana? Nih silahkan dinikmati. Lebih enak lagi kalo ditemani bersama secangkir kopi dan cemilan, serta ada wanita cantik di samping kita. (Astagfirullah…)

“Crazy”

Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look, I see
Young girls dying to be on TV
They won’t stop till they’ve reached their dreams

Diet pills, surgery
Photoshopped pictures in magazines
Telling them how they should be
It doesn’t make sense to me

Reff :
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

I guess things are not how they used to be
There’s no more normal families
Parents act like enemies
Making kids feel like it’s World War III

No one cares, no one’s there
I guess we’re all just too damn busy
And money’s our first priority
It doesn’t make sense to me

Reff :
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

Is everybody going crazy?
Is everybody going crazy?

Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look I see
Rich guys driving big SUVs
While kids are starving in the streets

No one cares
No one likes to share
I guess life’s unfair

Reff :
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something, something is wrong

Is everybody going crazy?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

Nah, have you read it? Sampun mocone? Kimi wa kakita o yamimashita ka? Udah dibaca belom? Lagu “Crazy” ini bercerita tentang society yang semakin hari semakin crazy aja. Sekalipun Simple Plan berasal dari Kanada dan mungkin mereka berada di lingkungan Amerika, namun apa yang mereka tuliskan di lirik tersebut sedikit banyak juga telah terjadi di negara kita ini, INDONESIA. Jadi sesungguhnya, budaya negara kita yang semakin hari semakin aneh, rusak, tanpa akhlak dan tanpa moral ini secara tidak langsung merupakan akibat dari perilaku kita yang SOK KE-BARAT2-AN. Dan efeknya pun telah dijelaskan oleh Simple Plan.

Kita lihat dari bait pertama. Ada sesuatu yang salah dengan masyarakat ini. Kaum perempuan berlomba2 untuk bisa menjadi terkenal, menjadi famous, beauty, dan memiliki popularitas, salah satunya disimbolkan dengan tampil di TV. Untuk itu mereka rela melakukan segara cara, termasuk diet berlebihan dan operasi plastik. Semua ini diperparah dengan media dan produk2 yang seakan2 mengkampanyekan bahwa “Perempuan terbaik adalah perempuan yang berbody perfect, berkulit putih dan bersih”. Dan diakhir bait diakhiri dengan kalimat “It doesn’t make sense to me”, yang artinya kurang lebih “SEMUA INI GAK MASUK AKAL BUAT GW!!!!”

I do agree with you, Simple Plan. Iya bener, semua yang mereka lakukan bisa dikatakan GAK MASUK AKAL. Para perempuan berlomba2 untuk menjadi yang tercantik. Mereka berdandan, bersolek dan berlenggak-lenggok bagaikan punuk unta. Norma2 dan aturan serta budaya, ah itu omong kosong bagi mereka. SIAPAKAH YANG SERINGKALI MEMAMERKAN AURATNYA DI DEPAN UMUM? Mungkin mereka berdalih, “Kebebasan!”, “Demokrasi!”, “Emansipasi wanita!” atau kalimat “Biarin donk, badan gw ini!”. Semua komentar yang tidak lain dan tidak bukan hanyalah TAI KUCING belaka. Benarlah kata sebuah band asal Kota Kembang yang dalam salah satu liriknya mengatakan bahwa “Wanita racun dunia”, hanya saja kaum wanita tidak menyadari (dan memang tidak mau menyadari) bahwa merekalah seburuk2nya racun.

Dimanakah harga dirimu wahai kaum hawa? Dimanakah jiwa2 Khadijah dan Aisyah yang selama ini kita rindukan? Untuk apakah semua yang kau lakukan itu? Fame? Fortune? Popularity? Hentikanlah segala lenggak-lenggok mu itu karena semua itu akan sia2 saja. Sebaik2 manusia adalah mereka yang bertakwa, bukan mereka yang indah fisiknya. Dan keindahan fisik yang kita miliki saat ini, sesungguhnya semua itu hanyalah COBAAN. Apakah kita akan memanfaatkan kelebihan fisik ini untuk KESOMBONGAN ataukah akan kita gunakan di JALAN KEBENARAN.

Oiya, tulisan ini gak bermaksud buat mendiskreditkan kaum perempuan secara keseluruhan lho. Kita hanya membahas tentang perempuan2 yang gemar berdandan dan berlenggak-lenggok bagai punuk unta dan seringkali berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri di muka bumi ini.

Balik lagi ke lirik Simple Plan diatas. Utuk bagian reffnya kita lewatin dulu ya, itu dibahas belakangan aja. Sekarang di bait keduanya. Keluarga di zaman modern ini udah gak kaya dulu lagi, gak kaya keluarga normal yang terdiri dengan sepasang suami-istri serta anak2nya. Keluarga jaman sekarang isinya kebanyakan anak2 dengan pembantu2nya, entah itu baby sitter, tukang kebun, sopir, si Bibi atau si Mbok. Dimana para orangtuanya? Mereka lebih sibuk untuk kerja, kerja dan kerja. Yang ada di pikiran mereka cuma uang, uang, uang dan doank.

Mungkin lu2 semua ngerasa kalo keluarga kita normal2 aja. Dan puji syukur Alhamdulillah, kita boleh berbahagia diberikan keluarga yang normal seperti apa yang telah kita punya selama ini. Tapi disadari atau tidak, sebenarnya banyak keluarga2 yang telah kehilangan rasa kasih sayang di dalamnya. Tugas utama para orang tua yang seharusnya adalah merawat dan mendidik anak (jangan cuma mau bikinnya doank. Huehehehe….), tapi banyak diantara mereka yang mengalihkan tanggung jawab utama mereka itu kepada para baby sitter. Bahkan, mereka seringkali manggantikan peran ke-orang tua-annya dengan cara memanjakan si anak dengan bermacam2 materi sebagai pengganti kehadirannya. Sadarlah sobat, kasih sayang orang tua tidak bisa digantikan dengan apapun. Jadilah para anak kini besar dalam bimbingan para baby sitternya.

Ada pemandangan menarik dari cerita ini. Di laptop gw ada file gambar tentang lembar jawaban soal ujian seorang murid kelas 1 (tapi gak tau 1 SD apa SMP). Karena gw gak ngerti gimana acara upload foto ke blog, jadi gw ceritain aja ya. Kira2 beginilah gambarannya.

Di soal itu, ada gambar seorang perempuan dewasa dengan seorang anak perempuan di pangkuannya. Tangan si perempuan dewaa tersebut mengelus rambut si anak perempuan, dan si anak perempuannya sendiri memeluk si perempuan dewasa. Lalu di sampingnya ada pertanyaan demikian:

“Gambar disamping mewujudkan kasih sayang seorang …… “

Dengan pilihan2 jawaban :

a. Pembantu

b. Ibu

c. Bapak

Dan di file gambar gw itu, si murid kelas 1 ini mencontreng pilihan a, yang berarti bahwa gambar tersebut merupakan perwujudan kasih sayang seorang pembantu…

Nangkep maksudnya gak?

Intinya ya begitu. Karena besar dalam buaian baby sitter, dalam pikiran si murid tersebut terpatri bahwa kasih sayang seperti itu hanya dimiliki oleh seorang pembantu, bukan orang tuanya sendiri. How ironic….

Efek dari keluarga kaya gini pun bisa diliat juga. Si anak jadi manja karena mereka terbiasa hidup mewah dengan materi2 yang diberikan orang tuanya sebagai pengganti kehadiran mereka. Namun hati dan jiwa si anak sangat kosong dari kasih sayang orang tua yang sesungguhnya. Jadilah lingkungan dan pergaulan yang menjadi tempat pelarian si anak. Ya bagus kalo pelariannya ke Masjid atau minimal lingkungan yang bisa membantu si anak melewati Shirotol Mustaqim dengan lancar. Kalo ternyata pergaulannya malah semakin memudahkan dia tergelincir dari Shirotol Mustaqim gimana?

Dan berdasarkan pengamatan yang gw lakukan secara diem2 dan gak obyektif, sebagian dari remaja2 yang “rusak” akhlak, moral, pergaulan dan kepribadiannya, memiliki keluarga yang juga sama “rusak”nya. Sesungguhnya seseorang yang meninggal tidak akan membawa apa2 kecuali 3 hal, salah satunya adalah anak yang soleh. Jadi untuk para orang tua yang telah berlaku zhalim terhadap diri sendiri, rawat dan didiklah anak2 kalian dengan ilmu dan iman sebenar2nya. Semoga pada akhirnya mereka bisa menjadi anak yang berbakti yang selalu senantiasa mendoakan orang tuanya, kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Nah bait keduanya segini dulu aja ya. Baru 2 bait tapi tulisanna udah sepanjang gini. Gw emang kalo udah kena laptop dan mulai ngetik, langsung jadi lupa segalanya. Malahan gw gak sadar kalo hari ini baru makan 5 butir kurma doank, gw kirain tadi pagi gw udah sarapan Pizza…. (ih apa sih, jayus banget deh)

Sekarang kita lanjut ke bait ketiga. Sekali lagi, ada yang salah dengan society kita ini. Orang2 kaya dan berduit berlalu lalang di jalan raya mengendarai mobil mewah, sementara di pinggir jalan banyak anak2 yang kelaparan. Gak ada yang peduli dan gak ada yang mau berbagi dengan anak2 itu. Hal ini bisa kita lihat di persimpangan2 lampu merah. Mobil2 mewah berjejer antri, sementara di kiri kanannya banyak anak2 yang meminta kesedian para pemilik mobil untuk berbagi rezeki, baik itu dengan cara mengamen, tepuk tangan gak jelas, bawa2 lap, bermodalkan wajah melas sembari menengadahkan tangan maupun metode2 lainnya.

Lalu apa yang dilakukan oleh orang2 di dalam mobil mewah tersebut? Sebagian besar enggan membuka kacanya dan hanya melambaikan tangannya, sok2an berlagak artis atau pejabat. Kalopun ada yang mau ngasih, sebagian besar hanya membuka sedikit kacanya. Itupun memberinya tanpa disertai dengan senyuman yang tulus dan ikhlas. Sangat jarang ada yang mau membuka keseluruhan kacanya lalu tersenyum kepada si anak dan kemudian mengajak berbicara dari hati ke hati, heart to heart, face to face, man to man. Mereka beralasan, “Ah gw takut kalo ternyata dia perampok atau apalah…”. Kalo takut dirampok, makanya JANGAN SUKA MEMAMERKAN KEKAYAAN. Bersikaplah sederhana aja. Kalo udah cukup dengan naik Toyota Solluna, buat apa naik Camry atau Harrier atau Mercedes atau BMW atau Jaguar? (ini sih suara hati gw selaku pengemudi mobi Toyota Solluna keluaran tahun 2001. Huehehehehe….)

Bait ketiga itu diakhiri dengan kalimat “I guess life’s unfair”, yang kira2 artinya adalah “sepertinya hidup ini tidak adil”. Ya begitulah kiranya, dimana garis antara kekayaan dan kemiskinan hanya dibatasi oleh trotoar dan lampu merah. Kita semua mengakui dan menyadari bahwa hidup ini memang tidak adil. Kenapa? Karena isinya adalah manusia2 yang lebih senang untuk memperturutkan hawa nafsunya. Tapi janganlah putus asa, karena di hari akhir nanti, kita semua akan diadili dengan seadil2nya oleh sebaik2 hakim. Siapakah hakim itu? Dialah Allah Al ‘Adlu, Allah Yang Maha Adil. Dialah Allah Al Hakiim, Allah Yang Maha Bijaksana. Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu, Allah Yang Maha Agung.

Nah sekarang baru kta masuk ke bagian reffnya. Gak banyak sih yang mau gw bahas tentang bagian dari reff lagu ini. Ini cuma tentang kebingungan dan suara hati Simple Plan terhadap something wrong with society yang mereka maksudkan tadi, yang dinyanyikan dengan melodi lantang dan keras. Jika kita mau membuka mata kita, maka kita akan melihat dan mengerti bahwa ada yang salah dengan dunia ini. Itu intinya.

Fiuuuuuhhh…. Akhirnya selesai sudah kita memberikan tafsir terhadap lagu “Crazy”nya Simple Plan. Tafsir ini namanya Tafsir C-Kink, karena ditafsirkan secara serampangan oleh gw sendiri. Huehehehe… Jangan ditiru ya anak2….

Terus setelah tau lirik lagu tersebut dan mengerti maksudnya, masihkah kita tetap berdiam diri membiarkan semua ini terjadi? Marilah kita bergerak. Marilah kita kembali ke jalan kebenaran. Marilah kita LETAKKAN PARA PEREMPUAN KEMBALI KEPADA FITRAHNYA. Marilah kita CIPTAKAN KELUARGA NORMAL YANG PENUH DENGAN KASIH SAYANG DAN KEBAHAGIAAN. Dan marilah kita LUANGKAN WAKTU DAN TENAGA KITA UNTUK BERBAGI KEPADA MEREKA YANG TIDAK LEBIH BERUNTUNG DARI KITA. Bila semua hal diatas mau kita wujudkan, Insya Allah kehidupan dunia yang lebih baik akan tercipta.

Akhir kata, terima kasih buat kelima personel Simple Plan yang telah menciptakan dan mengaransemen lagu in idengan indahnya. Keep create the great spiritful song!

Wassalamualaikum wr wb

1 comment August 23, 2008

HanyaSebuahSampah

Hmmm… Hmmm… Hmmm… Setelah sebelomnya blog ini penuh dengan tulisan2 jayus, maka kali ini kita akan sedikit serius ya. Disini kita akan flashback ke jaman semono, suatu jaman di mana gw masih mengenakan seragam putih-abu2.

Oiya, tulisan ini juga bisa dikatakan sebagai “Blog C-Kink : Special Edition” lho. Kenapa? Karena jarang2 gw cerita masalah yang kaya beginian. Bahkan kalo pun gak ada paksaan dari pihak manapun, Insya Allah gw juga gak bakalan nulis tulisan ini.

Duh kok sampe segitunya? Emang ada apaan sich? Mending sekarang lu2 semua duduk yang manis dan nikmati tulisan gw ini, gak usah banyak tanya.

Kali ini kita akan membahas tentang masa lalu gw terhadap seekor makhluk yang berjenis kelamin perempuan, temen gw semasa SMA di SMA Negeri 1 Depok dulu. Untuk menjaga kerahasiaan identitas dirinya, selanjutnya kita akan menyebut perempuan ini dengan nama samaran “Bambang”. Loh, masa perempuan namanya Bambang? Ya udah deh kalo gitu kita ganti aja jadi “Joko”. Eh masih salah juga ya? Kalo gitu perempuan ini kita sebut saja dengan nama “Bunga” (bukan nama sebenarnya). Kaya di koran2 aja yah…

Tapi gak guna juga sih, mungkin setelah baca tulisan ini lu bakalan ngerti siapakah si Bunga yang dimaksud itu.

Sebenernya tulisan ini dibuat untuk merespon tulisan dia sih. Alhamdulillah dia telah berbaik hati untuk menceritakan apa pendapatnya tentang gw, jadi sekarang gw juga mau ber-imut hati untuk menceritakan apa pendapat gw tentang Pancasila dan Undang2 Dasar 1945. Loh kok?

Sebelom melangkah lebih jauh lagi, mari kita saksikan yang mau lewat dulu berikut ini…

(Ceritanya ini iklan)

“Berapa lapis?”

“Ratusan…”

“Lebih…!!!”

(Hayo coba tebak iklan apa?)

Nah sekarang kita kembali lagi ke acara utama. Perlu dijelaskan sebelomnya kalo gw di jaman SMA dulu adalah sesuatu yang JAUH BERBEDA dengan gw di masa kuliah ini. Apa sebabnya? Ya gw juga gak tau. Mungkin karena sekarang gw udah ngekos, tinggal jauh dari orang tua dan harus struggle sendirian menghadapi kerasnya kehidupan dan pergaulan di Jogja ini. Atau mungkin bener kata dia, karena dia udah mematikan potensi gw selama SMA dulu. Eh kalo itu sih kata2 gw sendiri ya? Ya intinya, buat lu2 semua yang baru kenal gw semasa gw kuliah, bahkan semasa gw masuk BEM, jangan pernah menyamakan C-Kink yang lu liat saat ini dengan C-Kink yang hidup di masa2 SMA.

Gw mengakui dengan sebesar2nya bahwa di SMA dulu gw termasuk golongan makhluk yang cenderung kaku, tertutup, pemalu dan pendiem. Eh tapi mungkin lebih tepatnya lagi kalo gw itu adalah seekor PECUNDANG. Kenapa bisa demikian? Tanyakanlah pada lampu merah di pinggir jalan…

Dengan kepribadian gw yang kaya gitu, maka kehadiran seekor TEMAN adalah sesuatu yang sangat berarti, meskipun terkadang hati kecil gw selalu berkata bahwa “Gw gak butuh temen, karena pada akhirnya temen kita sendiri lah yang akan meninggalkan kita”. Suara hati yang sedikit banyak pengaruhnya masih terasa sampai sekarang.

Dan hari2 gw semasa kelas 1 SMA dulu pernah terasa berwarna karena gw punya seekor kambing piaraan, eh maksudnya seekor temen. Si Bunga inilah temen yang gw maksud. Gw lupa (atau sengaja ngelupain?) gimana ceritanya gw pertama kali kenal sama dia, tapi yang jelas dia itu selalu ramah & baik banget sama gw.

Sebenernya sih dia ramah gitu gak cuma ke gw aja, tapi juga ke semua orang. Tapi itu gak penting. Buat gw yang berjiwa PECUNDANG ini, yang setiap hari hanya duduk melamun di pojokan memandang dengan tatapan kosong keluar jendela berharap datangnya Sailor Moon (?????), apa yang dia lakukan terhadap gw udah bisa memberi warna baru dalam hidup gw.

Gw juga udah agak lupa dulu tuh ngapain aja, tapi kalo gak salah kita sering telpon2an ngebahas PR Matematika, terus apa lagi gitu, gw lupa. (Atau sengaja ngelupain?)

Yang jelas, dulu kita sempet akrab untuk beberapa waktu. Gw pun seneng dengan keakraban ini. Nilai lebihnya lagi, dia itu perempuan. Lah terus kenapa? Ya sekali lagi gw tegaskan bahwa gw yang PECUNDANG ini sangat sangat sangat sangat sangat susah untuk berinteraksi dengan lawan jenis, apalagi ngebangun relationship. Meskipun di tulisannya dia bilang kalo gw punya banyak fans (dan gw pun mengakui. Hohohohoho….), tapi sebenernya gw gak pernah bisa dapet chemistry kalo lagi ngobrol sama perempuan. Dan hal ini masih kebawa sampe sekarang. Untungnya gw gak sampe ter-influence jadi homo. Ntar bakalan ada Ryan episode 2 deh….

Balik lagi, intinya gw seneng bisa deket sama dia. Gw berterima kasih karena dia mau temenan sama gw yang PECUNDANG ini, meskipun sebenernya dia emang gampang temenan sama siapa aja, termasuk sama makhluk halus kalo dia mau. Hiiiiii….

Tapi keakraban ini berlangsung cuma sebentar banget. Gak tau sejak kapan tiba2 gw ada rasa lebih sama dia. Sebuah rasa yang benar2 BODOH dan MENJIJIKKAN yang membuat hubungan ini menjadi rusak.

Iya dia udah bilang sendiri di tulisannya, kaya gimana rasa gw ke dia (dan gw pun gak mengingkari, malah meyakini dan beriman dengan sebenar2nya).

Seperti udah gw bilang sebelomnya, jangan samakan C-Kink yang sekarang dengan C-Kink yang ada di masa lalu. Dulu itu gw bener2 buruk dalam masalah komunikasi verbal (sebenernya sampe sekarang sih masih). Gw juga gak punya tempat buat berbagi cerita. Kenapa? Kan tadi gw udah bilang kalo gw itu orangnya tertutup gitu loh…. Jadilah gw mengekspresikan segala yang gw rasain saat itu dalam media tulisan, salah satunya adalah puisi.

Jaman2 gw kelas 1 SMA dulu, gw emang lagi hobi2nya bikin puisi, karena ya itu tadi, gw gak punya tempat buat menyuarakan kegelisahan hati ini. Dan gw juga gak mengingkari kalo apa yang terjadi saat itu telah mampu mengilhami gw untuk membuat puisi-puisi SAMPAH tentang dirinya. Kumpulan puisi yang dulu gw puja2 namun kini gw hanya akan muntah2 bila membacanya kembali.

Sebenernya gw pengen ngeposting puisi2 gw itu di blog ini. Tapi puisi2 gw itu gw tulis di binder gw, sedangkan binder gw ada di rumah gw di Depok dan gw saat ini lagi di Jogja. Jadi ntar kapan2 aja ya Insya Allah.

Eh tapi tunggu dulu. Diantara sekian banyak puisi gw buat dia, ada 1 puisi yang gw jadiin lagu. Dan kebetulan lirik2 lagu gw selalu gw bawa kemana2 di binder gw yang ada di Jogja ini. Jadi khusus buat lu semua pembaca setia blog C-Kink, nih gw bersedia untuk menuliskan lirik dari lagu tersebut. JANGAN DIBAJAK ya….

Mungkin

(C-Kink, Juni 2004)

Mungkin kini diriku tak lagi ada di hatimu

Mungkin kini diriku tak lagi ada di pikiranmu

Mungkin kini diriku tak lagi hadir di lamunanmu

Mungkin kini diriku tak lagi hadir menghias mimpimu

Reff:

Tapi kau tetap ada di hatiku

Dirimu kan selalu ada di hatiku

Karena kau telah mencuri hatiku

Mungkin kini tak ada lagi namaku di buku harianmu

Mungkin kini tak ada lagi cintamu untuk diriku

Nah kira2 kaya gitu. JIJIK BANGET GAK SIH? Huehehehe… Sekarang aja gw nganggep ini jijik, padahal dulu sih, jangan ditanya… Mari kita semua siapkan ember dan kita muntah bersama2. Huuueeeeek…. Hueeekk… Cuuuiiiiihh…

Puisi di atas gw tulis waktu dia udah mulai jutek sama gw. Gw sendiri udah lupa (atau sengaja ngelupain?) kapan & gimana ceritanya kok tiba2 dia mulai jutek melulu sama gw. Yang jelas, di saat gw mulai ada rasa sama dia dan rasa ini semakin bertambah, saat itulah dia mulai jutek sama gw dan juteknnya pun juga semakin bertambah pula.

Sebenernya apa sih tujuan dari rasa gw ke dia? Kalo ditanya gitu, gw juga gak bisa jawab secara konkrit.

Buat jadi pacar? Mohon maap, lingkungan gw telah menanamkan keyakinan pada diri ini bahwa pacaran itu HARAM hukumnya.

Buat jadi istri? Jauh2 amat, anak kelas 1 SMA udah mikirin kawin.

Buat jadi pembantu? Lah kok pembantu?

Buat jadi kain pel? Ih ini apaan sih kok gak nyambung banget….

Kalo gitu buat jadi apa donk? Ya gw juga gak tau. Yang jelas, gw pernah ngerasa nyaman kalo ada di deketnya, dan gw gak pengen rasa nyaman yang jarang2 gw rasakan itu hilang berlalu begitu saja. Dan pada saat itu, kebetulan hanya dia yang bisa ngebuat gw nyaman (kalo sekarang sih, NOTHING!).

Mungkin jelasnya gini, dulu tuh kita pernah akrab. Dan gw termasuk individu yang susah banget bergaul sama orang lain. Jadi, gw pengen supaya kita bisa tetep akrab selama2nya sampai akhir jaman, sampai tanah kuburan menenggelamkan gw dan pisau sembelihan menggorok leher dia….

Namun sayangnya keakraban itu gw rusak oleh rasa yang dateng dengan sendirinya, tanpa diundang, dah gitu gak ada yang jemput juga. Gw juga gak punya penangkal buat nahan rasa itu. Dan rasa itu semakin membuncah dan membesar yang diiringi dengan rasa penasaran, karena dia malah jadi jutek sama gw. Mungkin seandainya dia tetep mau mengakrabkan dirinya sama gw, rasa penasaran itu akan hilang dan rasa ini pun akan normal kembali dengan berjalannya waktu. Tapi ternyata kenyataannya gak demikian tuh….

Dan ada satu kejadian menarik tentang hal ini. Waktu itu gw memberanikan diri buat nelpon dia. Padahal waktu dulu masih akrab sih kita udah biasa aja telpon2an. Tapi sekarang kan udah lain ceritanya, dimana yang satu berharap untuk mendekat sementara yang lain berharap untuk menjauh.

Gw pernah nelpon dia beberapa kali, tapi gw lupa kita sempet ngobrol lagi di telepon atau udah gak pernah. Kalo pun ada yang udah, isi pembicaraannya pasti dia ngejutekin gw dan ujung2nya dia bete kalo gw yang nelpon.

Utuk yang satu ini, gw lupa kapan persisnya kejadian ini terjadi, tapi kira2 ceritanya kaya gini :

Gw puter nomor dia di telepon. Di ujung sana ada yang mengangkat,

“Halo,”

Ternyata suara anak kecil. Mungkin itu adik laki2nya.

“Halo. Bunga nya ada?” ujar gw di telepon.

“Sebentar yah.”

Si adik itu meletakkan gagang teleponnya, membuat gw menunggu. Lalu dari ujung sana terdengar percakapan antara adik dan kakak, kira2 begini.

“Kak ada telepon,” teriak si adik.

“Tanyain dari siapa!” seru si kakak yang tidak lain adalah si Bunga itu sendiri.

Lalu si adik kembali mengangkat gagang telponnya dan bertanya ke gw,

“Ini dari siapa ya?”

“Dari Ferry.” Gw sengaja make nama samaran, soalnya gw udah bisa nebak kaya gimana ekspresinya kalo telpon itu dari gw.

Si adik kembali berteriak kepada si kakak,

“Dari Ferry Kak!”

“Hah, Ferry?” Hening sejenak. Mungkin si Bunga sedang berpikir dan berasumsi bahwa yang menelpon bukanlah Ferry yang sebenernya, cuma minjem nama doank. Dan sedihnya, asumsi dia itu 100% benar. Lalu dia berteriak lagi kepada adiknya,

“Udah, bilang aja gw gak ada!”

Si adik pun sami’na wa atho’na kepada si kakak dan dia berujar ke gw di telpon,

“Bunganya gak ada.”

Gw yang mendengar dengan jelas dialog 2 ekor kakak beradik ini pun menjawab,

“Oh ya udah.” Lalu telepon gw tutup dan gw kembali termenung melamun di tempat tidur memikirkan kePECUNDANGAN diri gw ini.

Do you got the point from the story above?

Singkat cerita, pada akhirnya gw bener2 telah berhasil MEMBUANG semua rasa gw terhadap dirinya di pertengahan bulan Juli 2004, beberapa hari setelah gw bikin lagu di atas. Mengenai kronologisnya mungkin bisa gw ceritakan lain kali di tulisan tersendiri, soalnya kejadian itu bener2 mampu MENGUBAH kehidupan gw. Kehidupan yang seperti apa? Ya tunggu aja deh Insya Allah kapan2 gw tulis kok tentang kejadian itu.

Intinya, terhitung sejak bulan Agustus 2004, gw SAMA SEKALI udah GAK ADA RASA sama dia, dan akhirnya gw bisa menjalani hari2 gw seperti biasa. Tapi sedihnya, ternyata kita sekelas lagi di kelas 2 ini. Ya udah gw sih biasa aja ke dia. Dia-dia, gw-gw. Sempet ada beberapa ekor temen yang menggoda dan mencoba mengungkit kembali rasa yang udah 100% hilang ini. Tapi pepatah mengatakan : biarlah kafilah menggonggong, anjing tetap berlalu. Wuaduh, berarti gw anjingnya donk? Kurang ajar….

Di kelas 2 ini teknologi udah semakin berkembang seiring dengan majunya zaman. Begitu pun yang terjadi dengan si Bunga ini. Sekarang dia udah punya handphone lho… (penting ya?) Dan untuk mencoba meretas kembali hubungan gw dan dia yang udah rusak, gw memberanikan diri buat ngirim sms ke dia. Seperti yang udah dia bilang di tulisannya, sms2 gw itu gokil2 dan jayus2, dan gw pun mengakuinya. Kadang2 malah gw juga suka ketawa2 sendiri kalo ngeliat sms2 gw. Ih autis banget sich….

Tapi tetep aja, juteknya sama gw gak berubah. Biasa kalo kita lagi ngumpul sama anak2, dia bakalan langsung jadi jutek & bad mood kalo gw dateng. Padahal gw dateng mau ngasi dia duit 100ribu lho, tapi gara2 dia jutek akhirnya gak jadi gw kasih deh. Huehehehehe…. Kalo yang ini mah bid’ah, ga ada dalam cerita sebenernya.

1 tahun berlalu dengan segala kejutekan dia sama gw yang ngebuat gw gak bisa bebas ngambil tempat duduk. Selama kelas 2, duduk gw selalu di pojokan di sebelah depan, entah itu pojok kanan depan, kedua dari pojok kanan depan, atau pojok kiri depan, face to face sama meja guru.

Akhirnya kelas 2 telah berakhir. Ah lega juga bisa pisah sama kecoak yang satu ini. Perasaan lega ini semakin berlipat setelah gw denger kalo dia milih jurusan IPS, sedangkan gw udah mantep di IPA.

Tapi sekali lagi, apa yang tertulis di Lauh Mahfudz tidak seperti yang ada di pikiran manusia. Kelas 3 telah dimulai dimana gw berada di kelas 3 IPA 3. Dan tiba2, jreeeeeng…. Lumba2 ini sekelas lagi sama gw! Huiks huiks…. Dosa apa yang telah aku perbuat Ya Allah hingga aku harus selalu sekelas dengan mahkluk ini selama 3 tahun di SMA. Tapi Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Ya udah deh, enjoy aja. Toh udah sejak 1 tahun yang lalu gw udah sukses membuang segala rasa yang gw punya buat dia. Kalo dia mau ngejutekin gw, itu urusan dia. Yang jadi urusan gw adalah gimana cara gw bikin badan gw ini jadi gemuk. Eh gak nyambung ya?

Begitulah kiranya akhir kisah ini. Selama kelas 2 dan kelas 3, gw emang udah gak berharap apa2 lagi sama dia. Tapi gw juga gak ngerti kenapa dia masih aja always jutek selalu sama gw, padahal sama orang lain mah gak gitu.

Emangnya salah ya kalo gw pernah punya rasa sama dia? Sejujurnya gw juga gak mau tersiksa dalam perasaan yang kaya gini. Rasa itu hadir gitu aja, gw gak minta didatengin kok. Dan setelah rasa itu ilang, kenapa juteknya juga gak ilang? Sebesar itukah kebencian dia terhadap gw yang emang hina dan rendahan ini?

Gw emang gak bisa untuk membuat semua makhluk di dunia ini seneng dengan kepribadian gw. Tapi, kalo pun emang bener2 ada orang yang mau benci sama gw, maka gw berharap bahwa orang2 itu adalah George Bush, atau Ariel Sharon, atau Geert Wilders, atau begundal2 lainnya yang gemar berbuat zhalim di muka bumi ini. Bukan si Bunga, yang notabene gw dan dia Insya Allah menyembah Tuhan yang sama, membaca Al-Qur’an yang sama, meneladani Rasulullah yang sama, serta lahir dan hidup di tanah air yang sama.

Alhamdulillah sekarang gw mendarat di UGM dan dia kuliah di IPB, sesuai dengan bakatnya yang mengenal dengan baik tentang seluk-beluk binatang yang bernama kambing. Gak tau kenapa, mungkin karena mukanya emang mirip kambing, mungkin karena ia lahirnya di kandang kambing, atau mungkin karena dia emang sebenernya siluman kambing? Kalo gitu jagain lilinnya supaya dia gak balik ke wujud asalnya. Huehehe…. (mohon maap, tulisan diatas hanyalah sebuah kejayusan belaka). Demen banget sih sama kambing, padahal keluarga gw pada gak suka makan kambing lho. Katanya kolesterol atau apalah gitu…

Dan gw, atas nama C-Kink noa Zoro Syahid Syaifullah bin Astoto Slamet bin Siti Cholimah binti Said Hidayat bin Sastro bin bapaknya Sastro bin bapaknya bapaknya Sastro, dengan ini menerima dan mengakui semua tulisan yang dimuat di dalam blog si Bunga tersebut. Gw gak protes dan gak menyangkal atas tulisan dia mengenai pendapat dia tentang gw, karena apa yang dia tulis di situ emang BENER ADANYA. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenar2nya dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, diketik di laptop gw di kamar kosan sembari ngedengerin lagu-lagu dari band L`Arc~en~ciel.

Gw menerima segala permintaan maap dari dia. Sebenernya ini udah agak terlambat, soalnya gw selalu berusaha untuk memaapkan segala kesalahan orang lain sebelom orang itu sendiri minta maap ke gw. Dan gw udah memaapkan segala kesalahan dia sejak bulan Agustus 2004 lalu. Sekalipun saat itu dia masih tetep jutek sama gw, saat itu juga gw mencoba untuk menerima dan sesungguhnya Insya Allah hari ini dia gak punya salah sama gw kok. Tapi gak tau besok gimana….

Gw atas nama pribadi juga meminta maap yang sebesar2nya karena sebenernya yang menjadi sumber permasalahan ini adalah gw sendiri. Maapkanlah diriku yang hina dan bodoh serta tak tau diri ini, wahai Bunga….

Serta, gw telah berterima kasih sama dia karena sejak lulus SMA, dia telah menjauh dari hidup gw sehingga gw mampu mengembangkan potensi gw yang selama ini gw sadari. Kesempatan yang udah dia berikan ini Insya Allah gak akan gw sia2in. Biarlah waktu yang akan menjawabnya.

Hari ini pun dia telah menjadi bagian dari keluarga besar IPB. Dia udah punya nama, dia punya banyak temen, punya jabatan, seringkali dipercaya memegang amanah yang gak semua orang bisa, dan intinya, sekarang dia udah jadi manusia HEBAT dan LUAR BIASA. Silahkan teruskan apa yang udah dia raih selama ini. Dan gw gak akan kaget kalo suatu hari nanti gw bisa liat nama dia tercantum di buku sejarah yang akan dibaca oleh anak cucu kita di generasi mendatang.

“Sesungguhnya hari esok dimulai dari hari ini, dan hari ini merupakan kelanjutan dari hari kemarin. Dan sesungguhnya, SEJARAH TIDAK PERNAH SALAH. Hanya bagaimana kita menghadapi hari esok dengan masa lalu yang tak akan kembali. Serta bagiamana kita merajut kembali dan membangun semua yang pernah rusak di masa yang lalu.” (C-Kink, Sya’ban 1429 H / Agustus 2008)

Oiya, buat lu2 semua yang masih gak nyambung sama tulisan di atas, silahkan coba kunjungin blognya si Bunga. Blog dia udah gw link kok sama blog gw, jadi silahkan dicari aja sendiri.

9 comments August 21, 2008

BukuSudahBaca

Assalamualaikum Wr Wb

Haluuuuuu…. Tanpa banyak cing-cong lagi, berikut ini ada daftar buku-buku yang udah gw baca, terhitung mulai sejak bulan Agustus 2005 sampai saat tulisan ini ditulis, yaitu bulan Juli 2008. Dalam rentang waktu 36 bulan, masa cuma ada 87 buku lho yang gw baca. Duuuiiiikit banget… Hiks hiks hiks… Sebenernya sebelom bulan Agustus 2005, gw juga udah banyak baca buku, tapi gw baru terpikir untuk membuatkan daftarnya baru sejak bulan itu. Selain itu, buku-buku yang gak gw baca full (keseluruhan 1 buku) dan buku-buku E-Book gak gw sertakan di daftar ini, biar gak ribet. Novel-novel juga gak gw tulisin di sini.

Yo wes monggo iki di delok wae…

No

Judul Buku

Pengarang

Penerbit

1

Asyiknya Mencintai Cinta

Alia Yumadiawati

Media Insani

2

Alangkah Buruknya Dosa

Dr. Khalid Abu Syadi

Gema Insani Press

3

Karena Itu Aku Mencintai Tuhanku

Dr. Khalid Abu Syadi

Gema Insani Press

4

Sederhana Penuh Berkah

Al-Harits Al-Muhasibi

Serambi

5

50 Perisai Mukmin

Abdurrahman Al-Mukaffi

Darul Falah

6

Agar Harta Tidak Menjadi Fitnah

Ahmad Abdul Ghaffar

Gema Insani Press

7

Akhlak Rasulullah

H. Abdullah Faqih

PT Raudatul Ilmi

8

40 Amalan Ringan Berpahala Besar

Dr. Iyadah bin Ayyub Al-Kubaisi

Gema Insani Press

9

Nikmatnya Qiyamul Lail

Bassam Athiyabi MA

An-Nadwah

10

Amr Ma’ruf Nahi Munkar

Al-Ghazali

Karisma

11

Akidah Tanpa Bid’ah

Al-Ghazali

Pustaka Hidayah

12

Wanita dan Laki-Laki yang Dilaknat

Majdi Assayid Ibrahim

Gema Insani Press

13

Kudung Gaul

Abu Al-Ghifari

Mujahid Press

14

Senyum dan Tangis Rasulullah

Ahmad Musthafa Qasim Ath-Thatthawy

Pustaka Al-Kautsar

15

Rasulullah saw Berkisah Tentang Surga dan Neraka

Wahid bin Abdussalam Bali

Pustaka At-Tazkia

16

60 Bahaya Lisan

Uwes Al-Qarni

PT Remaja Rosdakarya

17

Indahnya Bersyukur

Dr. Khalid Abu Syadi

Gema Insani Press

18

Mensyukuri Nikmat Allah, Bagaimana Caranya?

Royyad Al-Haqil

Gema Insani Press

19

Tamu Terakhir

Dr. Khalid Abu Syadi

Gema Insani Press

20

Rasulullah yang Kurindu

Dr. Khalid Abu Syadi

Gema Insani Press

21

Jalan Mendapat Hidayah

Sa’id Musfar Al-Qaththani

Gema Insani Press

22

1001 Butir Pencerah Jiwa

Syamsul Rijal Hamid

Cahaya Silam

23

Palestina : Sejarah, Perkembangan

Dr. H. Muhammad Muhsin

Gema Insani Press

24

Perjalanan Menuju Mati Syahid

M. Lili Nur Aulia

Sinergi

25

Mengenali Trik-Trik Setan

Saiful Huda El-Sutha

Erlangga

26

Membangun Karakter Positif Melalui Asmaul Husna

Soejitno Irmin dan Abdul Rochim

Seyma Media

27

Jangan Dekati Zina

Mushthofa bin Al-Adawi

Al-Qawam

28

Cara Rasulullah Mengobarkan Semangat Jihad

Dr. Sayyid Muhammad Nuh

Media Insani

29

Urgensi Jihad Teknologi

Dr. Mulyanto, M.Eng

Pustaka Tarbiatun

30

Menyingkap Diri Manusia

Allamah Sayyid Abdullah bin Husain

Pustaka Hidayah

31

Riya

Salim Al-Hilaly

Darul Falah

32

Jalan Menuju Sehat Jasmani an Rohani

Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan

Yayasan Al-Iman

33

Berbakti Kepada Ibu-Bapak

Al-Ustaz Ahmad Isa Asyar

Gema Insani Press

34

Bahaya Penyakit Hati

Al-Ghazali

Penerbit Tiga Dua Surabaya

35

Shalahuddin Al-Ayyubi

Muhammad Ash-Shayim

Gema Insani Press

36

Ya Allah Aku Fakir Kepadamu

Dr. Khalid Abu Syadi

Gema Insani Press

37

Membersihkan Hati dari Akhlak yang Tercela

Al-Ghazali

Pustaka Amani

38

Wanita dan Tipu Daya Musuh

Dr. Abdullah bin Wakil Asy-Syaikh

Pustaka Hidayah

39

Adab Buang Air dan Mandi

Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qaththani

Irsyad Baitus Salam

40

Mengenal Islam

Ziauddin Sardar dan Zafar Abbas Malik

Mizan for Beginners

41

Belajar EQ dan SQ dari Sunah Nabi

Dr. M. Utsman Najati

Hikmah

42

Pengaruh Dosa dan Maksiat Terhadap Manusia

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Pustaka Arafah

43

Sifat Shalat Rasulullah

Lembaga Dakwah Taruna Al-Qur’an

Lembaga Dakwah Taruna Al-Qur’an

44

109 Kebiasaan yang Keliru

Fathul Mubin Hamid

Mutiara Pustaka

45

Liberisasi Islam di Indonesia : Fakta dan Data

Adian Husaini

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia

46

Penawar Lelah Pengemban Dakwah

Dr. Abdullah Azzam

Uswah (Pro-U Media)

47

Visualisasi Kepribadian Muhammad

Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni

Irsyad Baitus Salam

48

Mengatasi Minder

Abdullah Gymnastiar

Daarut Tauhid Press

49

Cara Nabi saw Menegur dan Meluruskan Kesalahan

Salih Al-Munsyid

Rabbani Press

50

10 Musuh Cita-Cita Menuju Indonesia Baru Berlandaskan Islam

Irfan S. Awwas

Wihdah Press Yogyakarta

51

100 Kejadian yang Mengubah Sejarah Dunia

Bill Yenne

Delaprasta Publishing

52

Wasiat Rasulullah saw

Fitriani GS.

Pustaka Indonesia Jakarta

53

Kisah-Kisah Dalam Ihya Ulumuddin

Muhammad Alaydrus

Taman Ilmu

54

Kisah-Kisah Dalam Al-Qur’an

Dr. Hamid Ahmad Ath-Thahir

Irsyad Baitus Salam

55

Menaklukkan Setan

Deni Sholehudin

Media Qalbu

56

Melalui Hati Menjumpai Illahi

Al-Ghazali

Hikmah

57

Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa

Syeikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

Darul Haq

58

22 Kiat Islami Mengatasi Stress

Syeikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

Pustaka Nawaitu

59

Rahasia Dibalik Senyuman

Drs. H. Makmun Thoha, LC

Al-Mawardi Prima

60

Larangan Berpakaian Isbal

Walid bin Muhammad Nabih

Pustaka At-Tibyan

61

Total Motivation

Satria Hadi Lubis

Pro-U Media

62

Perusahaan Rokok Untung Besar

Eko Prasetyo & Terra Bajraghosa

Resist Book

63

Pribadi dan Budi Pekerti Rasulullah

At-Tirmidzi

C.V Diponegoro

64

Sukses Menjalani Wawancara Kerja

Dina Astuti

Kawan Pustaka

65

Putriku, Kembalilah ke Jalan Tuhanmu

Syeikh Ath-Thantawi

Yayasan Al-Sofwan

66

Saudariku, Apa yan Menghalangimu untuk Berhijab?

Syeikh Abdul Hamid Al-Bilaly

Yayasan Al-Sofwan

67

Jati Diri Rasulullah

Maulana Habibi

Lintas Media Jombang

68

Ringkasan Riyadush Shalihin

Imam Nawawi

Irsyad Baitus Salam

69

Fiqih Darurat

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

Inas Media

70

Metode Merusak Akhlak dari Barat

Prof. Abdurrahman H. Habanakah

Gema Insani Press

71

Pemuda dan Canda

Adil bin Muhammad Al-Abdul Ali

Gema Insani Press

72

Penyimpangan Terhadap Al-Qur’an

Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz

Darul Haq

73

Tanda-Tanda Orang Akan Mati

Imam Qurthubi

Penerbit Jabal

74

Ajaran Islam tentang Fenomena Seksual

Utsman Ath-Thawil

Srigunting, PT Raja Grafindo Pustaka

75

20 Perilaku Riya

Syeikh Salman

Hikmah Populer

76

Panduan Seks Islami

Dr. Hussan Hathout

Zahra Publishing House

77

Jenggot Yes, Isbal No

Abdullah bin Abdul Hamid, dkk

Media Hidayah

78

Nu, Persis atau Muhammadiyah yang Ahli Bid’ah?

Haris Firdaus

Mujahid Press

79

7 Sifat Negatif Manusia

Haris Firdaus

Mujahid Press

80

3 Kisah Cinta Legenda

Hakim Nizami dan Abdurrahman Jami

Penerbit Al-Furqan

81

Rahasia Kekayaan Yahudi

Faisal M. Sakri

Bale Siasat

82

Andai Kau Tahu Betapa Aku Mencintaimu

Muna Shalah

Irsyad Baitus Salam

83

Kepada Anakku Dekati Tuhanmu

Al-Ghazali

Gema Insani Press

84

40 Kesalahan Dalam Berbicara

Wahid bin Abdussalam Bali

Pustaka Azzam

85

The Best of Chinese Strategies

Leman

Gramedia Pustaka Utama

86

Aa’ Gym Apa Adanya

Abdullah Gymnastiar

MQ Publishing

87

Permainan Berpikir (Thinkertoys)

Michael Michalko

Penerbit Kaifa

Sebuah ungkapan yang entah dariman asalnya berujar, “Jika kamu ingin melihat seperti apa seseorang dalam 5 tahun yang akan datang, maka lihatlah buku-buku apa saja yang ia baca saat ini”. Mungkin redaksinya beda, tapi intinya buku-buku yang kita baca saat ini akan menentukan pola pikir kita di masa-masa mendatang. Kalo kita banyak baca buku-buku berkualitas, Insya Alah di masa mendatang pun kita akan menjadi orang yang berkualitas.

Sebaliknya, kalo kita keseringan baca novel-novel SAMPAH seperti cheeklit dan teenlit yang kebanyakan isinya berkisar tentang romantisme yang semu, omong kosong dan tai kucing, maka mungkin di masa mendatang kita pun akan menjadi individu-individu yang sama SAMPAHnya dengan apa yang kita baca. Dan kalo kita hobi ngebaca majalah-majalah stensilan atau buku-buku perusak moral dan akhlak yang isinya banyak mengandung SMS (Seputar Mazhab Selangkangan) yang tergabung dalam GSM (Gerakan Syahwat Merdeka), maka silahkan tebak sendiri akan jadi apa kita nantinya. Semoga Allah melindungi kita dari hal-hal sedemikian

Sekarang kita liat buku2 yang udah gw baca sejak bulan Agustus 2005. Sebagian besar buku berkisar tentang agama. Apakah ini berarti di masa mendatang gw akan menjadi seorang ahli agama? Biarlah waktu yang akan menjawabnya…

Tapi coba kita liat kepribadian gw di hari ini. Kok gak ada cerminan bahwa gw adalah orang yang suka baca buku-buku agama ya? Padahal kan buku yang gw baca kebanyakan buku tentang keagamaan? Dan bukankah buku-buku yang dibaca mencerminkan poa pikir seseorang? Hohohohoho… Gak salah kok kalo lu2 semua pada mikir kaya gitu. Namun sebelomnya coba kita lat kembali paragraf paling awal dari tulisan ini. Disitu disebutin kalo gak semua buku yang udah gw baca ditulis di daftar ini. Ada buku yang gak kebaca semuanya, buku E-Book, dan novel.

Coba pikir lagi, ada 1 jenis buku yang belom tercantum di situ. Buku apa itu? Yup, lu bener kalo lu ngejawab : BUKU KOMIK! Hohohohoho… Gak bisa dipungkiri kalo komik emang bacaan semua orang dan komik pun sedikit banyak juga mampu mempengaruhi pola pikir seseorang. Gw juga hobi banget baca komik, bisa dibuktikan dari tulisan “10 Komik Terfavorit” yang dulu pernah gw tulis.

Dan kenapa kepribaian gw saat ini bisa kaya gini, tidak lain adalah karena gw juga merupakan bagian dari generasi komik, dimana komik favorit gw yang pertama adalah ONE PIECE dan yang kedua adalah KUNG FU KOMANG. Hohohohohohoho…..

Balik lagi ke masalah awal. Sebelom menutup tulisan ini, gw menantang lu2 semua yang kebetulan saat ini lagi baca tulisan gw buat rajin2lah membaca buku-buku berkualitas. Jangan hanya baca buku-buku dan novel-novel SAMPAH yang proses percetakannya hanyalah sebuah ke-mubazir-an dan cuma mempercepat habisnya pohon2 di dunia ini, yang merupakan bahan baku kertas.

Bacalah buku-buku bermutu. Buku adalah sumber ilmu. Buku adalah guru yang paling sabar. Sejarah bisa terekam sampai saat ini karena mereka terekam dalam tulisan di dalam buku. Nama-nama seperti Al-Ghazali bisa tetap abadi sampai saat ini karena ia menuangkan pikirannya di dalam buku.

“JADILAH GENERASI PECINTA BUKU-BUKU BERMUTU!”

“CIPTAKAN BUKU-BUKU BERMUTU DAN ABADIKAN DIRIMU DAN PIKIRANMU DI DALAM BUKU!”

Mungkin segini dulu aja ya. Kalo masih ada umur, Insya Allah bakal gw tulis lagi perkembangan dari buku2 yang udah gw baca. Thank q.

Wassalamualaikum wr wb

Add comment August 21, 2008


TanggalanAdaDiSIni

August 2008
S M T W T F S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

ckinknoazoro on IdoHaveApromise
ckinknoazoro on 2-2DariBalikKacamataku
shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise
andre on 2-2DariBalikKacamataku
Hikaru Yumeno on CV
ckinknoazoro on TentangC-Kink
ckinknoazoro on CV
ckinknoazoro on SecuilSMS #2
ckinknoazoro on NousNousSouvenons

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds