Archive for January, 2009

HoreeeeDiaBangkrut

Beberapa taun lalu yang gue lupa tepatnya taun berapa, pemerintah mengizinkan perusahaan2 asing untuk membuka SPBU alias Sistem Pembelajaran Berbasis Ulama, eh maksudnya Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum di bumi Indonesia ini. Sejak itu SPBU (yang lebih kita kenal dengan nama pom bensin) yang biasanya didominasi oleh Pertamina kini mulai mendapat saingan, terutama dari Petronas dan Shell.

Setelah itu di sebuah jalanan di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tepatnya di jalanan satu arah pinggir rel kereta yang dari arah Depok ke Jakarta berdirilah sebuah pom bensin dengan label Petronas di depannya. For your info aja, Petronas tuh adalah Pertamina-nya Malaysia. SPBU itu tampilannya kinclong, rapi dan elegan serta ada semacem mini marketnya gitu. Beda banget deh sama SPBU Pertamina yang pada umumnya fasilitasnya cuma asal jadi.

Padahal nggak jauh dari situ juga ada SPBU Pertamina. Malah lebih lucu lagi, soalnya mereka berdua tuh berada di jalan yang sengaja dicabangin. Pasti pada bingung deh maksudnya apa.

Jadi gini lho jeng. Buat lu2 semua orang Depok yang mau ke arah Pasar Minggu pasti ngelewatin jalan ini, pasti udah agak ngerti. Sedangkan buat yang belom, ini deh gue jelasin. Jalanan di situ tuh dibikin satu arah dan dipisahin oleh rel kereta di tengah2nya. Untuk arah Depok-Jakarta di sebelah barat rel kereta, sedangkan arah Jakarta-Depok di sebelah timur rel. Ini kita sekarang ngomongin yang arah Depok-Jakarta aja ya, soalnya itu SPBU letaknya di sebelah sana.

Deket sebelom stasiun Tanjung Barat, jalanannya bercabang dua, sebelah kanan sama kiri. Jalanan yang asli tuh yang sebelah kiri, tapi karena di situ ada persimpangan, jadi kadang2 suka macet di persimpangan itu. Untuk itulah dibuat satu jalan lagi, yang sebelah kanan. Gunanya untuk memecah kemacetan, soalnya jalanan yang sebelah kanan itu cuma lurus doank, gak nemu persimpangan.

Nah, di jalanan yang asli yang sebelah kiri ini, disitu sejak jaman dulu udah berdiri sebongkah SPBU Pertamina dengan sangat manisnya. Dan kadang2 gue juga sering mampir disana, ngisi amunisi buat Daihatsu Taruna gue.

Sementara, di jalanan yang baru dibikin yang disebelah kanan, sejak beberapa taun yang lalu juga ikut2an berdiri sebutir SPBU Petronas dengan sangat autisnya. Meskipun gue sering lewat sana, tapi Alhamdulillah nggak sekalipun gue pernah mampir di situ, apalagi ngisi bensin disana. Kalo sampe gue ngisi bensin di sana tanpa alasan yang syar’i, betapa itu adalah suatu pengkhianatan yang besar bagi bangsa Indonesia, dan Malaysia malah akan tertawa melihatnya… Huahahahaha… Ih apa sih lebay buanget deh…

Oke, jalan di sebelah kiri ada Pertamina, jalan di sebelah kanan ada Petronas. Dan persis di percabangannya itu ada tanda penunjuk Pertamina dan Petronas yang posisinya persis bersebelahan, face to face, man to man, udah kaya nantangin mau berantem aja. Kalo mau Pertamina, ambil cabang yang kiri. Kalo mau Petronas, ambil cabang yang kanan. Kalo nggak mau dua2nya gimana? Ya nggak masalah, tetep jalan lurus terus aja, insya Allah bakalan nabrak dan berakhir di rumah sakit deh. Yaaa mentok2 langsung ketemu sama Munkar dan Nankir lah.

Itu adalah SPBU non Pertamina pertama yang gue liat. Sampe detik ini gue masih nggak begitu ngerti kenapa pemerintah ngizinin perusahaan asing untuk buka SPBU di Indonesia. Emang sih kita semua ngerti kalo Pertamina sendiri nggak seindah yang kita bayangkan, jadi kita perlu semacem “saingan” untuk memantik Pertamina meningkatkan kompetensi dirinya. Dan karena Pertamina adalah satu2nya BUMN yang diamanahi untuk ngurusin minyak, tambang, dll, nggak mungkin saingan itu datengnya dari dalam negeri. Akhirnya didatangkanlah perusahaan asing untuk menjadi saingan bagi Pertamina dalam meningkatkan layanannya kepada masyarakat.

Tapi sebenernya keputusan untuk ngizinin perusahaan asing buka SPBU di Indonesia bisa berbahaya dan dangerous juga. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun juga, nggak bisa dipungkiri kalo masyarakat kita suka “silau”, “latah” dan “norak” dengan semua2 yang berbau asing. Sekalipun tas-tas buatan cah asli Mbantul memiliki kualitas yang mumpuni dan nomor wahid, tapi mereka lebih suka beli tas bermerk “Esprit” demi gengsi dan prestise. Padahal, tas merk Sprite itu dibikinnya di Bantul loh, cuma di ekspor ke luar negeri, dilabelin “Sprite”, terus dijual lagi ke Indonesia.

Loh kok tas merknya Sprite? Bukannya itu nama salah satu produk minuman berkarbonasi yang perusahaan produsennya turut serta menyumbang untuk biaya perang tentara Israel Laknatullah? Duh, emang siapa yang nulis Sprite, kita nulisnya Esprit kok. Coba ucapin kata Esprit berulang2 dengan cepet. “EspritEspritEspritEspritEspritEspritEsprit…”. Terus sekarang coba ucapin kata Sprit berulang2 dengan cepet juga. “SpriteSpriteSpriteSpriteSpriteSprite…”.

Nah apa beda dari dua pengucapan di atas?

Dari pada kita ribet2 mikirin perbedaan kedua pengucapan diatas, mending kita balik ke topik awal aja deh…

Iya, dengan adanya SPBU asing di Indonesia, ditakutkan masyarakat Indonesia lebih tertarik untuk beli disitu daripada di SPBU Pertamina. Uang masyarakat yang mestinya masuk ke kas Pertamina, malah bakalan masuk ke kasnya perusahaan asing dan dibawa lari ke luar negeri. Pun demikian Pertamina juga bakal kehilangan pelanggan dan ini akan berpengaruh kepada profitnya. Kalo bener masyarakat lebih suka ngisi di SPBU asing, lama2 Pertamina bisa bangkrut nih.

Sejatinya gue juga masih belom tau apa kelebihan SPBU asing dibanding SPBU Pertamina. Mungkin fasilitasnya, mungkin kualitasnya, mungkin harganya, mungkin pelayanannya, atau mungkin apanya. Gue pun nggak bisa membandingkan, soalnya Alhamdulillah gue belom pernah ngisi di SPBU asing manapun, entah itu Petronas, Shell, Bata, Converse, Swallow, Ardilles ata Neckerman. Loh itu kenapa ada merk alas kaki ikutan nyempil?

Tapi Alhamdulillah, mungkin sampe hari ini kekhawatiran gue itu belom terbukti, atau malah semoga nggak akan terbukti. Coba kita liat lagi paragraf awal2 tulisan ini, tentang SPBU Petronas yang di Lenteng Agung.

Awalnya gue ngerasa gimana gitu ngeliat tuh SPBU. Berani2nya SPBU asing menginjakkan kakinya di bumi Indonesia ini, lebih2 di Lenteng Agung yang posisinya nggak jauh dari Depok. Plus dengan letaknya yang seakan2 menantang SPBU Pertamina yang udah berdiri lebih dulu di deket situ juga. Rasaya pengen banget tuh SPBU asing gue tendang2in. Tapi otak Einsten gue menghalangi gue untuk melakukan tindakan demikian, soalnya kaki gue bisa ancur kalo gue nekat nendangin bangunan beton kaya gitu. Hohohoho… Autis banget dah ah.

Gue khawatir, eksistensi SPBU itu akan mampu menarik minat masyarakat untuk ngisi bensin di sana dan mengabaikan SPBU Pertamina di deketnya, sehingga Pertamina-ku-sayang bakalan bangkrut. Huiks huiks…

Sekitar pertengahan akhir taun 2008 kemaren, gue ngelewatin jalan itu lagi setelah sekian lama bersemedi di Jogja. Dan ketika waktu itu gue ngeliat SPBU sialan itu:

…Nggak ada seorang petugas yang ngejagain pompanya…

…Nggak ada kendaraan yang mampir ngisi disana…

…Nggak ada orang yang beraktifitas di sekitarnya…

…Dan ada seutas tali yang melintang di pom bensin itu…

Yang menandakan bahwa…

…SPBU ITU UDAH NGGAK BEROPERASI LAGI!!!

(HOREEE…!!! MERDEKA…!!! ALLAHU AKBAR…!!! HIDUP INDONESIA…!!! GO C-KINK GO C-KINK GO…!!!)

Huehehehehe… Mari kita tertawa dulu bersama2.

Iya, dari pemandangan yang terlihat di sana dan dari gosip2 yang gue denger di keluarga gue, emang katanya SPBU itu udah nggak beroperasi lagi. Mungkin karena kekurangan pelanggan dan akhirnya bangkrut deh. Hohohoho… Meskipun gitu, mini market yang ada di sebelahnya masih tetep eksis. Nggak tau juga sih mini market ini punya asing juga apa gimana.

Nggak tau kenapa, gue ngerasa bahagia aja begitu ngeliat SPBU penjajah itu akhirnya nggak beroperasi. Seakan-akan ada perasaan kita berhasil mengusir penjajah dari bumi Lenteng Agung ini. Huehehehe…

Mungkin perlu gue ucapin terima kasih banyak buat seluruh masyarakat yang terlibat dalam berhentinya kegiatan operasional di SPBU itu, entah itu mereka yang nggak mau ngisi di SPBU asing dan tetep setia dengan SPBU Pertamina, entah itu mereka yang nggak ada rezeki untuk ngisi di SPBU asing, entah itu mereka yang nggak punya kendaraan jadi nggak perlu ngisi BBM, atau siapapun juga. Siapapun itu, terima kasih karena kita telah berhasil merunrtuhkan suatu kekuatan baru yang mencoba mengancam eksistensi bangsa Indonesia. Hehehe… Berlebihan ya?

Hari ini, gue baru ngeliat 1 SPBU asing yang rontok, ya SPBU Petronas di Lenteng Agung itu. Ke depannya, semoga akan semakin banyak SPBU asing yang juga ikut rontok. Petronas, Shell atau apapun itu, enyahlah kalian dari bumi Indonesia! Kejatuhan kalian hanya tinggal menunggu waktu, dan Pertamina lah yang akan kembali berjaya! Huahahaha…

Tapi Pertaminanya juga jangan diem aja donk… Kompetensi dan kualitas Pertamina juga harus ditingkatin lagi, jangan cuma kebanyakan beralasan dan berapologi. Ke depannya, Pertamina harus jadi pelopor kemajuan Indonesia, sehigga akan ada SPBU Pertamina di New York, akan ada SPBU Pertamina di London, akan ada SPBU Pertamina di Tokyo dan di kota besar lainnya di seluruh dunia. Bisa kan, Pertamina? Jawablah: “Bisa! Insya Allah…”

9 comments January 28, 2009

AdaKonfirmasi

Beberapa waktu yang lalu kan gue pernah nulis tulisan yang judulnya “KosKosAn”. Masih pada inget kan? Nah ternyata ada salah seorang tokoh dalam cerita tersebut yang baca tulisan gue itu. Merasa namanya telah dicemari oleh gue yang serampangan ini, akhirnya dia ngirim sms ke gue buat mengkonfirmasikan dirinya atas apa yang telah gue saksikan dan apa yang gue prasangkakan.

Karena gue adalah orang yang bertanggung jawab telah menulis tulisan itu, maka kini gue jadi terpanggil untuk menyebarluaskan konfirmasi itu ke lu2 semua. Adalah sangat merugi kalo konfirmasi itu cuma gue doank yang tau, sementara para pembaca lain yang otaknya udah terracuni oleh tulisan gue sebelomnya nggak tau apa2 tentang kejadian yang sebenernya yang dia sampein lewat sms ini.

Jadilah, gue ngerasa perlu untuk menulis ulang isi sms tersebut (dengan format yang udah dirapiin) dan mempublikasikannya di sini, supaya lu2 semua juga pada bisa tau kejadian yang sebenernya. Kira2 gini ceritanya:

Waktu itu suatu siang di hari Senin yang cerah, terlihat bulan dan bintang berkilauan di atas sana. Loh masa siang2 ada bulan sama bintang sih? Ya iya donk, tetep ada lah. Kan siang di Indonesia, tapi malem di Amerika. Lha terus ini di Indonesia apa di Amerika? Ah, whatever…

Siang itu, seekor pemuda imut bernama C-Kink sedang mendengarkan curhatan dari seekor anak manusia bernama Muhammad Sultan Iskandarsyah, biasa dipanggil Nanda. Sepintas, nama itu terlihat sangat bagus dan menawan, “Muhammad Sultan Iskandarsyah”. Tapi kalo lu ngeliat sendiri orangnya kaya gimana, beuuuh… Ancur pisan! Huehehehe… Peace bro!

Iya, si Nanda ini dari beberapa hari yang lalu udah niat pengen ketemuan sama gue buat berbagi cerita. Tapi karena waktu itu kita lagi UAS (Ujian Agak Serius) dan kita juga sibuk dengan kegiatan masing2 (for your info, Nanda adalah ketua KMTF (Keluarga Mahasiswa Teknik Fisika), sementara gue adalah tukang molor nomor wahid) akhirnya baru sekarang kita bisa ketemuan. Lokasinya di depan ruang BEM KMFT UGM, tempat dimana dulu kita pernah menghabiskan masa muda bersama, Nanda di Departemen PO (Pengembangan Organisasi) sementara gue di Kastrat (Kajian Strategis).

Intinya sih Nanda cuma pengen cerita tentang prospek PPM (Partai Pemersatu Mahasiswa), soalnya dia juga konstituen di sana. Terus juga tentang kabar KMTF, kabar BEM, perkuliahan, dll.

Di tengah2 curhatan itu, handphone Nokia 6681 gue bergetar. Karena gue lagi asik ngegosip sama Nanda, jadi gue diemin dulu. Terus bergetar sekali lagi. Masih gue diemin juga. Nggak tau kenapa, gue selalu ngerasa adalah suatu hal yang sangat nggak sopan kalo kita sibuk dengan handphone kita sendiri sementara di depan kita ada orang yang lagi serius ngobrol sama kita.

Jadilah beberapa lama kemudian setelah ada jeda sebentar, gue sempetin buat ngeiat handphone. Ada 2 sms masuk, dari si Bambang, salah satu tokoh dalam tulisan gue yang berjudul “KosKosAn”. Tapi karena waktu itu masih asik ngegosip sama Nanda, akhirnya sms itu cuma gue liat sekilas (soalnya isinya panjang) dan gue lanjut ber-kasak-kusuk-ria bareng Nanda.

Lama kemudian, gosipan kita masih belom selesai, sementara handphone gue bergetar lagi. Tetep gue biarin, dan gue tetep lanjut ngegosip lagi.

Akhirnya sekitar jam 3-an menjelang Ashar, gosip2an gue dan Nanda harus diakhiri, soalnya dia juga masih ada urusan lain. Fiiuuuh… Ini kita mulai ngegosip dari sekitar jam setengah 1-an lho, jadi total udah sekitar 2 jam kita nongkrong di depan BEM ini. Lalu Nanda beranjak pergi dan gue pun masuk ke dalem BEM.

Di dalem BEM baru deh gue baca secara keseluruhan isi sms dari si Bambang itu. Total ada 3 sms, kira2 gini bunyinya, eh isinya:

Mau ngejelasin sesuatu. Kejadian si Bunga dan Bambang tuh gini. Daku lagi ngejar deadline ngumpulin tugas 1 jam lagi, padahal belom ngeprint (dan ngeprint A3 tuh langka dan lama banget dan ngantri dengaan temen2 *tuuuut* [nama jurusan, gue sensor] juga, jadi ku kirim bala bantuan untuk ngeprint. Kalo nggak daku bakal KO nggak dapet nilai. Secara tuh komputer yang di tempat dia tuh punyaku, jadi daku yang buka tuh komputer. Kan aku pernah bilang komputerku rusak, jadi kami tukeran komputer dll (punyaku di benerin sama dia). Masalah aku udah biasa ke tempat dia, karena kalo DIA LAGI NGGAK ADA di kos dia, aku biasa numpang make komputer dia (sebelom tukeran). Kami cuma transfer data kemaren, just itu. Toh aku juga langsung cabut”.

Date 19/01/2009

Time 12:57

“Itu juga alasan daku nggak bisa rajin2 di *tuuuut* [nama sebuah instansi, gue sensor juga], karena waktuku dipake buat mipil tugas [what is mipil??? Yang dikorek2 dari lobang idung ya? Eh itu mah upil]. Karena komputerku rusak, jadi numpang di komputer temen2 yang bisa dipake. Jangan berburuk sangka bro”.

Date 19/01/2009

Time 13:04

“Boleh *tuuuut* [nama aslinya si Bambang, harus gue sensor] tau? Apa *tuuuut* [nama asli gue, sengaja gue sensor] tuh adalah orang yang tidak berkata ‘terima kasih’ dan ‘maaf’? Hati2 *tuuuut* [nama asli gue lagi].. Jangan sering termakan prasangka. Hati2 *tuuuut* [lagi2 nama asli gue].. Lidah tidak bertulang..”

Date 19/01/2009

Time 14:20

Oh, ternyata itu konfirmasi dari si Bambang atas apa yang gue prasangkakan di tulisan gue itu. Buat lu2 semua para pembaca, tuh silahkan dibaca dan dipahami, supaya pada tau juga kejadian apa yang sebenernya terjadi.

Beberapa menit sebelom adzan Ashar berkumandang, barulah gue bales sms tersebut. Balesannya pun sangat2 singkat, soalnya gue nggak bermaksud membela diri dan gue menerima segala apa yang dia pikirin tentang tulisan gue itu.

“Asw. Iya thank you atas semua konfirmasinya. Aku minta maap kalo tulisanku udah bikin kamu jadi gimana2. Aku terima kalo kamu ada marah dan kesel sama aku”.

Date 19/01/2009

Time ??:?? (nggak ada waktunya. Maklum lah handphone bekas. Huehehehe…)

Lalu adzan berkumandang dan gue menegakkan ibadah Sholat Ashar di Mustek. Selesai Sholat, gue cek lagi handphone gue dan ada balesan lagi dari si Bambang.

“Iya. Terima kasih juga. Itu memacu *tuuuut* [nama aslinya si Bambang lagi] untuk lebih berhati2 dan baik dalam bersikap. Maaf kalo kata2 *tuuuut* [masih nama aslinya si Bambang] menyinggung atau tidak baik”.

Date 19/01/2009

Time 15:32

Tapi yang ini nggak gue bales, soalnya gue juga nggak tau mau ngomong apa lagi. Yang jelas sih intinya gue menerima kalo emang dia ngerasa gimana2 gitu sama gue.

Nah kira2 begitulah ceritanya. Para pembaca yang budiman dan budiwati, yang tentunya punya kapasitas dan kualitas otak yang jauh diatas otak seekor udang, harapannya bisa menafsirkan sendiri sms2 tersebut dan kaitannya dengan tulisan gue yang berjudul “KosKosAn” itu. Ayo silahkan ayo…

Sekali lagi, ini bukan kali pertama tulisan gue bermasalah. Dulu di bulan November, gue pernah bikin tulisan yang isinya mengkritik salah satu lembaga kemahasiswaan di kampus gue berada sekarang ini. Dan ternyata lembaga tersebut nggak terima dengan kritik yang gue berikan. Akhirnya di malam hari selama 1 setengah jam gue disidang oleh lembaga tersebut. Gue sendirian, sementara di depan gue ada 9 orang anggota lembaga tersebut yang semuanya melototin gue dengan sorotan mata antagonis kaya di sinetron2. Huehehehe…

Tapi nggak tau kenapa, gue malah ngerasa seneng disidang kaya gitu, gue jadi punya kesempatan untuk berbicara dan didengarkan oleh 9 orang di hadapan gue itu. Plus juga, adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi penulis jika ada feedback atas tulisannya. Feedbacknya pun nggak harus melulu yang bagus2 dan positif, tapi akan lebih menantang lagi kalo feedbacknya tuh yang kontra dan negatif. Hal ini nggak lain dan nggak bukan adalah untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas diri si penulis itu sendiri.

Khusus untuk kasus yang bulan November itu, sebenernya gue berniat untuk ngeposting tulisan gue itu ke blog ini. Tapi lembaga dengan anggota2nya yang arogan itu melarang gue buat mempublikasikan tulisan gue. Jadilah ntar gue berinisiatif nunggu 1 taun dulu, baru gue posting deh itu tulisan. Huahahahahaha.

Kembali lagi ke bahasan awal. Emang tadi kita lagi ngebahas apa? Wah nggak tau ya, gue juga lupa. Daripada bingung nggak jelas gini, mending tulisan ini kita akhiri aja deh.

3 comments January 25, 2009

OneManOneDollar

Auwououououououwoooo…!!!

Terkait dengan agresi Israel Laknatullah kepada Palestina kemaren, masyarakat Indonesia yang bersimpati dan concern terhadap masalah ini mencoba memberikan sumbangsih dan bantuannya dalam bentuk program-program pengumpulan sumbangan. Salah satu diantara program pengumpulan sumbangan ini ada yang bernama “One Man One Dollar”, bacanya: “Wan Men Wan Dolar”.

Tulisan ini hanya bermaksud untuk sedikit mengkritisi mengenai judul program itu, One Man One Dollar yang kalo diterjemahin artinya kira2 “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Eh salah ya? Ya whatever lah, udah pada tau kan artinya apa.

One Man One Dollar. Satu orang satu dollar. NIatnya adalah supaya 1 orang menyumbang 1 dollar untuk disumbangkan ke Palestina. Kalo misalnya ada 500ribu orang yang nyumbang, maka akan terkumpul 500ribu dolar alias 5 milyar rupiah kalo dikurs 1 dollar adalah 10ribu rupiah.

Tapi kalo ditilik judulnya, berkesan ada yang janggal dengan istilah One Man One Dollar itu sendiri. Apa yang salah? Kenapa? Karena penggunaan standar dollar dalam masalah ini. Apakah ada yang salah dengan ini? Nggak tau juga sih, mungkin nggak ada.

Coba kita teliti lebih jauh lagi. Israel Laknatullah adalah penjajah dzhalim yang segala tindak-tanduknya selalu mendapatkan pembelaan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Dan, mata uang Amerika Serikat adalah dollar Amerika. Dollar-dollar kapitalis yang dipaksakan untuk diakui sebagai standar mata uang dunia.

Sejatinya, mata uang haruslah disandarkan pada standar emas. Namun Amerika Serikat dengan kepongahannya dan masyarakat dunia dengan kebodohannya sepakat untuk menjadikan dollar sebagai patokan mata uang mereka. Dan, secara tidak langsung program One Man One Dollar menyiratkan dukungan kita terhadap penggunaan mata uang dollar itu sendiri.

Nggak bisa dipungkiri kalo Amerika Serikat dengan sangat bodohnya mau mendukung segala tindakan keji Israel Lanatullah. Dan, penggunaan mata uang dollar adalah salah satu cara bagi Amerika Serikat untuk menguasai perekonomian dunia, supaya negara2 dunia mau tunduk di bawah keinginannya.

Kenapa program ini dinamakan One Man One Dollar? Alasannya mungkin simpel aja, yaitu adalah karena 1 dollar itu nilainya sekitar 10ribu rupiah, sehingga memungkinkan tiap orang untuk menyumbang sebesar 10ribu rupiah saja.

Usul yang gue tawarkan disini adalah, marilah bersama2 kita hentikan penggunaan istilah One Man One Dollar itu, karena dikhawatirkan itu menjadi semacam legalitas dalam menyepakati penggunaan mata uang dollar. Ada baiknya kalo kita mengganti program itu dengan satuan mata uang yang nilainya masih mengacu pada standar nilai emas dan perak, dalam hal ini adalah Dinar dan Dirham. Jadi, nama program ini selanjutnya adalah “One Man One Dinar” atau “One Man One Dirham”.

Mungkin ada sedikit kendala disini, yaitu besarnya nominal yang akan dikeluarkan. Kalo tadi 1 orang cukup dengan 10ribu rupiah, maka program ini membutuhkan nominal yang lebih besar dari itu. 1 dinar nilainya mengacu pada 4.25 gram emas 22 karat,yang kalo dirupiahkan harganya kira2 sekitar 1 jutaan lebih. Sedangkan 1 dirham nilainya mengacu pada 3 gram perak murni, yang kalo dirupiahkan menjadi kira2 35ribu an rupiah. Jadi, tiap orang harus mengeluarkan lebih dari 1 juta rupiah untuk One Man One Dinar atau sekitar 35 ribu an rupiah untuk One Man One Dirham.

Sejatinya udah ada salah satu ormas Islam di negeri ini yang menerapkan program One Man One Dirham. Ormas itu bernama Hidayatullah, ormas Islam terbesar ketiga setelah Nahdlatul Ummah dan Muhammadiyah. Sebuah langkah yang patut ditiru, sebagai bentuk untuk menyosialisasikan kembali penggunaan mata uang dinar dan dirham yang penetapannya mengacu pada standar emas.

Tapi kita kembali lagi ke esensinya. Buat lu2 semua yang nggak terlalu mempermasalahkan arti sebuah nama, ya silahkan gunakan nama apa aja. Yang terpenting adalah esensi dari kegiatan itu sendiri, yaitu sebagai wadah perwujudan apresiasi masyarakat Indonesia untuk berkontribusi terhadap masalah2 kemanusiaan yang menimpa warga Palestina. Intinya, marilah kita sisihkan sebagian rezeki yang kita miliki untuk berbagi kepada saudara2 kita di Palestina. Berapapun nominalnya, yang terpenting adalah kesungguhan dan niat ikhlas dari hati kita untuk menolong saudara2 kita di sana. Insya Allah demikian.

4 comments January 23, 2009

TurunnyaHargaBBM

Faktor-faktor yang mempengaruhi turunnya harga BBM di Indonesia:

1. Harga minyak dunia

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan harga minyak dunia merupakan faktor utama yang cukup berperan dalam naik-turunnya harga BBM di dalam negeri. Harga minyak dunia yang disandarkan dalam satuan Dollar Amerika per Barrel, mengalami lonjakan yang cukup signifikan selama 1 tahun belakangan ini.

Awalnya, harga minyak dunia relatif stabil bergerak di kisaran 45 sampai 60 Dollar Amerika per Barrel. Namun di penghujung tahun 2007, harga minyak melonjak tinggi, bergerak naik sampai menembus angka 100 Dollar Amerika per Barrel. Dan puncaknya adalah pada pertengahan tahun 2008, sekitar bulan Juni-Juli dimana harga minyak ketika itu telah mencapai angka 147 Dollar Amerika per Barrel.

Hal inilah yang membuat pemerintah Indonesia, dalam hal ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono (selanjutnya disebut SBY) selaku presiden Indonesia dan Jusuf Kalla (selanjutnya disebut JK) selaku wakil presiden memutuskan untuk menetapkan kebijakan yang tidak populis, yaitu menaikkan harga BBM dalam negeri. Penaikan harga BBM ini terjadi pada bulan Mei 2008 ketika harga minyak dunia telah melebihi angka 110 Dollar Amerika per Barrel.

Namun, perkembangan harga minyak dunia akhir2 ini mulai mengalami penurunan yang cukup drastis. Sekalipun di pertengahan tahun harga minyak dunia menembus angka 140 Dollar Amerika per Barrel, ternyata setelah itu tren harga minyak mengalami penurunan. Harga minyak kembali turun di bawah 100 Dollar Amerika per Barrel dan terus turun, bahkan di akhir tahun sempat menyentuh angka 35 Dollar Amerika per Barrel yang merupakan harga terendah selama 5 tahun terakhir!

Turunnya harga minyak dunia itu bukannya tidak disadari oleh masyarakat. Sejak tren harga minyak mulai menurun, masyarakat menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM, sebagaimana dulu pemerintah menaikkan harga BBM karena kenaikan harga minyak dunia. Dan akhirnya pemerintah pun menurunkan harga BBM secara bertahap.

Sampai hari ini, pemerintah telah 3 kali mengkoreksi harga BBM di dalam negeri. Yang pertama adalah tanggal 1 Desember, yang kedua tanggal 15 Desember, dan yang terakhir tanggal 15 Januari. Untuk kedepannya, pemerintah berencana untuk mengkoreksi harga BBM dalam negeri setiap bulannya, untuk disesuaikan dengan harga minyak internasional.

2. Krisis ekonomi global

Di penghujung tahun 2008, dunia mendapat hadiah besar berupa kolapsnya perusahaan-perusahaan finansial besar di Amerika Serikat, yang pada akhirnya merambat menjadi krisis ekonomi global yang tidak hanya terjadi di Amerika Serikat saja tetapi juga melintasi batas benua dan batas negara.

Krisis ekonomi yang disebabkan oleh kredit macet dan maraknya peredaran uang sektor non-ril ini mengakibatkan kepanikan diantara perusahaan-perusahaan multinasional. Kebangkrutan juga menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Harga-harga saham mulai melemah, bahkan sampai anjlok. Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan peredaran sahamnya selama 1 hari akibat harga saham yang turun sangat drastis ketika itu.

Hal ini juga berimbas pada harga minyak dunia. Perusahaan sementara waktu menghentikan atau mengurangi kegiatan operasionalnya, dan masyarakat memilih untuk hidup hemat dan membatasi pengeluarannya. Akibatnya permintaan akan kebutuhan minyak dalam kaitannya sebagai sumber energi menjadi berkurang, sehingga berimbas pada turunnya harga minyak dunia.

3. Keadaan ekonomi nasional

Sampai hari ini, BBM merupakan salah satu sektor yang masih mendapatkan subsidi dari pemerintah. Subsidi ini bertujuan supaya masyarakat mampu untuk membeli BBM dengan harga terjangkau, sementara harga lebihnya ditanggung pemerintah.

Besar kecilnya subsidi ini bergantung pada perekonomian negara. Ketika harga minyak dunia melonjak hingga mencapai 147 Dollar Amerika per Barrel pada pertengahan tahun 2008 lalu, pemerintah merasa tidak sanggup untuk mensubsidi lebih banyak lagi, karena itulah harga BBM dalam negeri dinaikkan. Dan kini setelah harga minyak dunia turun, pemerintah mampu untuk memberikan subsidi dan harga BBM pun turun kembali.

Berdasarkan RAPBN 2009, anggaran untuk subsidi BBM ditentukan dengan asumsi bahwa harga minyak dunia di tahun 2009 adalah sebesar 80 Dollar Amerika per Barrel. Namun kenyataannya kini harga minyak dunia tidak sampai menembus angka 50 Dollar Amerika per Barrel. Sehingga dengan hal tersebut, pemerintah memiliki lebih banyak dana untuk dialokasikan sebagai subsidi BBM ini. Karena itulah akhirnya harga BBM diturunkan.

4. Kemampuan ekonomi nasional

Masih ada kaitannya dengan poin nomor 3 di atas, adalah bahwa kini perekonomian pemerintah bisa dikatakan berada dalam neraca yang positif. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan, dan ini merupakan suatu prestasi tersendiri bagi negara ini.

2 hal penting yang perlu digaris bawahi disini adalah bahwa Indonesia mampu bertahan dari badai krisis ekonomi global yang berpusat di Amerika Serikat yang telah mengakibatkan kolapsnya perusahaan-perusahaan multi nasional di dunia. Indonesia yang hari ini memiliki tim ekonomi yang tangguh, yang tidak serta merta tergoyahkan dengan krisis tersebut, bahkan mampu bertahan dan beroperasi kembali sebagaimana biasanya.

Serta satu lagi, adalah keberhasilan sekotr pertanian Indonesia dalam memproduksi beras. Tahun ini, produksi beras Indonesia meningkat drastis dan hasil produksinya telah mampu untuk mencukupi kebutuhan beras dalam negeri, atau dengan kata lain, Indonesia telah berhasil melakukan swasembada beras. Sudah 25 tahun berlalu sejak terakhir kali Indonesia mampu berswasembada beras.

2 hal diatas adalah pencapaian positif yang akan berdampak kepada kondisi perekonomian nasional, yang pada akhirnya mampu memberikan pemerintah sejumlah pemasukan untuk dialokasikan menjadi subsidi BBM.

5. Motif politik

Tahun 2009 ini dapat dikatakan sebagai tahun politik, karena di tahun ini akan dilangsungkan pemilu tingkat nasional untuk memilih calon anggota legislatif dan presiden beserta wakil presidennya. Dan akan banyak kejadian-kejadian yang bermuatan politis yang bertujuan untuk menarik simpati masyarakat pada pemilu nantinya.

Tidak bisa tidak, apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh SBY dan JK akhir-akhir ini, akan selalu dituduh dengan adanya motif politik yang bermain di dalamnya. Dalam kapasitasnya sebagai presiden dan wakil presiden, SBY dan JK memang punya wewenang untuk menentukan arah dan kebijakan yang akan diambil oleh negeri ini. Namun keduanya juga masih punya peluang untuk dicalonkan kembali dalam pemilu presiden mendatang, sehingga seperti dituduhkan akan banyak unsur-unsur politis yang bermain disini.

Keputusan SBY dan JK untuk menurunkan harga BBM ditengarai ada kaitannya dengan pencalonan mereka di dalam pemilu mendatang. Ketika dulu mereka mengeluarkan kebijakan yang tidak populis, yaitu dengan menaikkan harga BBM, masyarakat akan kecewa terhadap mereka, yang akan mengakibatkan masyarakat tidak lagi percaya bahwa mereka akan berpihak kepada rakyat dan masyarakat akan enggan untuk memilih mereka kembali jika dicalonkan lagi dalam pemilu presiden.

Namun dengan kebijakan untuk menurunkan harga BBM ini, SBY dan JK berharap untuk dapat menarik simpati rakyat, sebagai bukti perwujudan keberpihakan mereka kepada rakyat. Harapannya tingkat popularitas mereka di mata masyarakat akan tumbuh kembali sehingga akan memberikan dampak positif pada pemilu nantinya.

Yang diuntungkan dengan turunnya harga BBM:

1. Masyarakat

Turunnya harga BBM merupakan suatu hal yang tentunya sangat dikehendaki oleh masyarakat. Harga BBM merupakan salah satu elemen penting yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu bersinggungan dengan BBM, entah itu dalam bentuk bensin kendaraan bermotor ataupun minyak tanah untuk mengepulkan asap di dapur.

Harga BBM juga berimbas kepada harga-harga kebutuhan ekonomi lainnya, seperti harga bahan pokok makanan, tarif transportasi, ataupun barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Jadi diharapkan dengan turunnya harga BBM ini, maka akan berpengaruh dengan turunnya harga kebutuhan pokok lainnya.

Namun realitanya, seringkali turunnya harga BBM ini tidak diikuti oleh turunnya harga kebutuhan pokok lainnya. Tapi apapun itu, jelas masyarakat adalah pihak yang seharusnya paling diuntungkan dengan turunnya harga BBM ini, sekalipun harga BBM yang ada saat ini seharusnya masih bisa turun lebih rendah lagi.

2. Elemen-elemen politik terkait

Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya bahwa kebijakan ini sedikit banyak memiliki nuansa politis didalamnya. Penurunan harga BBM ditengarai memiliki tujuan sampingan, yaitu untuk menarik simpati rakyat. Dan elemen yang diuntungkan dalam hal ini adalah SBY dan JK selaku tokoh yang santer diberitakan akan dicalonkan pada pemilu presiden nanti, serta Partai Demokrat dan Partai Golkar selaku partai tempat berafiliasinya kedua tokoh tersebut.

Yang dirugikan dengan turunnya harga BBM:

1. Pengusaha distributor (agen) BBM

Sebagaimana telah disebutkan dalam motif ekonomi, untuk mendapatkan keuntungan maka harga jual harus lah lebih tinggi dari harga produksi. Begitupun dengan kasus pengusaha-pengusaha yang bergerak sebagai penyalur BBM di dalam negeri.

Ketika awal tahun 2008 tren harga minyak dunia merangkak naik, pengusaha penyalur minyak telah bermimpi akan mendapatkan laba yang sangat besar. Mengapa? Karena kecenderungan harga minyak yang terus naik akan membuat mereka mampu untuk menjual minyak dengan harga yang lebih tinggi di masa mendatang.

Sebagai contoh, katakanlah begini. Bulan Januari, pengusaha membeli minyak dengan harga 80 Dollar Amerika per Barrel, mengikuti harga minyak dunia pada saat itu. Lalu di bulan Maret harga minyak melonjak menjadi 100 Dollar Amerika per Barrel. Hal ini memungkinkan pengusaha untuk menjual minyaknya di bulan Maret itu dengan harga 100 Dollar Amerika per Barrel, mengacu pada harga minyak dunia. Sehingga dari sini pengusaha akan memperoleh margin keuntungan sebesar 20 Dollar Amerika per Barrel.

Namun begitu, ada unsur spekulatif di sini. Pengusaha tidak bisa memastikan tentang harga minyak dunia di saat-saat yang akan datang. Yang ada hanyalah tren dan kecenderungan harga minyak dunia saat itu. Sekalipun tadi telah dijelaskan tentang keuntungannya, namun hal yang sebaliknya akan terjadi jika ternyata harga minyak dunia mengalami penurunan.

Dan itulah yang terjadi saat ini. Banyak pengusaha yang membeli saat harga minyak dunia sedang berada di atas kisaran 100 Dollar Amerika per Barrel. Namun kini harga minyak dunia merosot hingga di bawah 50 Dollar Amerika per Barrel. Mau tak mau, pengusaha itu harus menjual minyaknya lebih rendah dari harga yang dulu dia beli, dan hal ini akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit baginya.

Solusi dalam mengatasi naik-turunnya harga BBM:

1. Berhenti menetapkan harga minyak dengan sandaran Dollar Amerika

Hari ini harag minyak dunia disandarkan pada Dollar Amerika. Setiap barelnya dihargai dengan sekian Dollar Amerika. Apakah ini salah? Jawabannya adalah: Ya! Jelas ini salah!

Penetapan standar mata uang dunia ke dalam Dollar Amerika adalah suatu bukti kelicikan Amerika Serikat terhadap dunia. Nilai mata uang dunia dan harga minyak berubah-ubah terhadap Dollar Amerika, sementara Dollar Amerika itu sendiri nilainya adalah tetap. Jadi dengan menetapkan standar mata uang dunia dengan Dollar Amerika hanya akan menguntungkan negara Amerika Serikat itu sendiri.

Plus, mata uang Dollar Amerika dalam percetakannya tidak ditetapkan kepada standar ketersediaan emas dan bebas dicetak dalam jumlah sebanyak-banyaknya. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya inflasi di berbagai negara.

Sejatinya, uang haruslah disandarkan pada ketersediaan emas. Uang adalah perwakilan dari emas yang nilainya haruslah sesuai dengan emas yang ada, bukan uang seperti sekarang ini yang sama sekali tidak ada nilainya akibat tidak disesuaikan dengan ketersediaan emas. Jumlah uang yang beredar harus sama dengan simpanan emas yang dimiliki. Selama ketersediaan emas belum bertambah, maka uang tidak boleh dicetak lebih banyak dari itu.

Pertanyaannya, adakah hari ini mata uang yang nilainya disandarkan pada emas? Tentu ada, yaitu uang Dinar dan Dirham. 1 Dinar disandarkan pada 4.25 gram emas 22 karat, sementara 1 Dirham disandarkan pada 3 gram perak murni.

Jadi solusinya, segeralah mengganti penetapan standar harga minyak dunia dari Dollar Amerika menadi Dinar atau Dirham. Karena terbukti, disaat tahun-tahun belakangan ini harga minyak dunia dengan standar Dollar Amerika adalah naik-turun dan bervariasi, maka harga minyak dunia dengan standar Dinar adalah relatif stabil dari tahun ke tahun, tidak pernah mengalami lonjakan secara drastis sebagaimana bila disandarkan pada Dollar Amerika. (sumber: majalah EraMuslim Diggest edisi koleksi 7)

2. Usir para penjajah minyak dari bumi pertiwi

Kita semua telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber minyaknya. Pemasukan terbesar Indonesia setiap tahunnya adalah dari sektor migas. Namun kenapa hari ini Indonesia masih mengimpor minyak dari negara lain?

Karena, minyak-minyak di Indonesia telah dikuasai oleh pihak asing! Dengan metode penjajahan model baru, pihak asing telah berhasil membodohi pemerintah Indonesia untuk menguras sumber-sumber minyak di Indonesia untuk dibawa lari ke negaranya sendiri. Chevron dan Exxon, adalah contoh perusahaan pencuri minyak di Indonesia ini.

Jadi sangat disarankan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang masih punya harga diri, khususnya mereka yang berada dalam birokrasi pemerintahan untuk segera MENGUSIR para pencuri minyak itu dan MENENDANG mereka jauh-jauh dari negeri ini. Menteri Pertanian telah berhasil melakukan swasembada beras untuk negara ini. Kini kita tunggu pemerintah, khususnya Presiden, Wakil Presiden dan Menteri ESDM untuk melakukan SWASEMBADA MINYAK di negeri ini.

4 comments January 23, 2009

AdaUsulanNich

Sebelomnya, perlu gue bilangin dulu bahwa sebagaimana judul diatas, tulisan ini bukanlah sebuah fiqih atau bersifat menghakimi atau memberikan hukum. Ini hanyalah sebuah usulan dari gue, sekor makhluk yang bingung dan nggak tau harus berbuat apalagi selain duduk manis di depan komputer dan menulis sebuah tulisan kaya gini.

Tanpa sadar, kita seringkali memberi gelar di belakang nama beberapa orang tertentu. Gelar yang dimaksud disini bukanlah gelar pendidikan kaya Sarjana Hukum, Magister Manajemen, Philosophy Doctor atau kaya gimana, tapi gelar yang diberikan karena jasa dan kemuliaan mereka kepada kita semua.

Kalo masih bingung, langsung ke contoh kasus aja deh. Mereka2 yang sering kita beri gelar yang menyertai namanya diantaranya adalah teladan kita semua sekaligus manusia terbaik sepanjang zaman, Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw. Sering kita menyebutnya dengan Muhammad saw atau Rasullah saw. Apapun namanya, embel2 “saw” yang merupakan kependekan dari shallallahu alaihi wassalam selalu kita sertakan sebagai bentuk shalawat kita atas beliau, dan memang beliau sendiri pun telah menyebutkan dalam hadistnya bahwa supaya bila kita mendengar nama beliau diucapkan, maka kita harus bershalawat kepadanya.

Terus, kita juga sering menyebut nama Rasul2 lainnya dengan embel2 a.s, yang merupakan kependekan dari alaihis salam. Contohnya, nabi Adam a.s, nabi Musa a.s, nabi Ibrahim a.s, dan seterusnya. Serta, kita juga sering menyebut nama sahabat Rasulullah saw dengan embel2 r.a, alias radiyallahu anh. Sampe sini ngerti kan maksudnya?

Itu adalah gelar2 yang udah lazim diucapkan, dan kita pun comfort dengannya. Disini gue mau coba ngasih usul tentang sebuah gelar yang mungkin ini juga sempet terpikirkan di benak lu semua.

Objek yang pengen gue kasih gelar disini adalah sesuatu yang bernama “Israel”. Tau Israel kan? Iya itu lho, penjajah dzhalim yang seenaknya aja ngerebut tanah bangsa Palestina, dan suka seenaknya memerangi serta membunuh warga Palestina yang innocent dan nggak berdosa.

Gelar apa yang bakal kita kasih buat Israel? Yang jelas bukan gelar2 mulia sebagaimana yang gue maksud dalam contoh2 sebelumnya, karena gelar itu terlalu tinggi dan terlalu mulia untuk disematkan kepada Israel. Jadi gelar yang kita bakal berikan disini adalah sebuah gelar yang kita namakan “Laknatullah”.

Laknatullah? Iya, artinya adalah “yang dilaknat Allah”. Dan pemberian gelar ini pun bukan tanpa alasan. Mungkin sebagian di antara lu semua udah pada ngerti alasan dibalik pemberian gelar ini dan bahkan mungkin punya pikiran yang sama kaya gue.

Israel Laknatullah, gitu jadinya. Jadi mari bersama2 kita coba, mulai hari ini, esok hari dan seterusnya, marilah kita memberikan gelar “Laknatullah” untuk disematkan di belakang kata Israel. Jadi, barangsiapa yang mendengar nama Israel disebut, maka segeralah menambahkan gelar Laknatullah dibelakangnya. Israel Laknatullah.

Sekali lagi, ini bukanlah fiqih dan ini nggk bermaksud untuk menghakimi serta mendahulukan hukum Allah atas manusia. Ini hanyalah sebuah hasil dari kebingungan seorang anak manusia yang nggak tau harus berbuat apa lagi untuk menghentikan kedzhaliman Israel Laknatullah di muka bumi dan untuk menolong bangsa Palestina dari tangan keji Israel Laknatullah.

Mungkin tulisan ini berpotensi untuk dibredel dan akan terjadi hal2 nggak menyenangkan lainnya yang menimpa kita yang memberi gelar Israel dengan sebutan Laknatullah, diakibatkan jaringan dan kekuatan Yahudi tersebar dimana2. Tapi gue nggak pernah berhenti untuk mengingatkan bahwa cukuplah Allah sebagai pelindung dan Dia adalah sebaik2 pelindung. Jangan takut dan jangan bersedih, karena Allah bersama kita. Dan bila Allah telah bersama kita, maka apa lagi yang perlu kita takutkan? Insya Allah demikian.

2 comments January 13, 2009

DariGarisDepan

Mungkin udah agak terlambat waktu buat gue mosting tulisan ini, tapi ya nggak apa2 lah, ini masih lebih baik daripada nggak gue posting sama sekali.

Pada hari Selasa 6 Januari 2009 M/9 Muharram 1430 H, ketika Israel Laknatullah masih berbuat dzhalim kepada saudara2 kita di Palestina, gue dapet sebuah sms yang isinya memberitakan tentang keberhasilan2 mujahidin Palestina memukul pasukan Israel. Sebuah sms yang Insya Allah sangat berharga, karena dalam berita di media massa manapun, yang diceritain selalu aja tentang keberhasilan2 Israel Laknatullah melumpuhkan pejuang Palestina. Ya nggak aneh sih, mengingat tangan2 Yahudi mencengkram dan berkuasa atas semua media massa yang ada di dunia ini, jadilah isi media massa selalu dibuat berdasarkan keinginan dan sudut pandang mereka.

Sebenernya sih pasti ada media massa yang menceritakan tentang penderitaan dan kerugian Israel di medan perang, tapi ya itu jumlahnya pasti segelintir. Ini juga nggak bisa dipungkiri gara2 Israel Laknatullah melarang jurnalis dan wartawan untuk mendekat ke medan peperangan. Hal ini dilakukan supaya jurnalis selaku pemburu berita dan seluruh penduduk dunia nggak tau keadaan yang sebenernya, dan biarlah opini publik terbentuk melalui sudut pandang Israel aja. Jangankan jurnalis, dokter2 dan relawan aja nggak diizinin untuk masuk dan nolongin warga sipil Palstina yang terluka kok. Emang bener sih, betapa laknatnya si Israel Laknatullah ini.

Penyesatan berita kaya gitu nggak lain berfungsi untuk membentuk opini dan mindset penduduk dunia secara keseluruhan, bahwa pasukan perang Israel Laknatullah adalah tentara yang superior dan nggak terkalahkan. Serta untuk memberikan beban psikologis buat mereka2 yang mau macem dan terlibat langsung menolong warga Palestina yang terdzhalimi.

Tapi sesungguhnya, ke-superior-an tentara Israel Laknatullah nggak seluruhnya muncul karena mereka emang superior, tapi karena kita lah yang dibodohi oleh segala opini yang mereka buat, yang me-mitos-kan bahwa tentara Israel adalah tentara paling hebat di muka bumi ini. Iya, kita aja yang udah dibodohi sama mereka, melalui media massa yang sejatinya emang mereka kuasai untuk mempengaruhi opini publik sesuai keinginan mereka. Buktinya, liat aja kemaren Israel bisa kita bilang NGGAK BERDAYA ketika harus menghadapi Hizbullah pimpinan Hasan Nasrallah. Padahal Hizbullah bukanlah sebuah negara.

Jadi, kita harus meyakinkan diri kita sendiri bahwa mungkin Israel Laknatullah memang hebat, tapi mereka nggak sehebat yang didengung2kan selama ini. Mereka sama kaya kita, cuma sekumpulan manusia yang tentunya nggak sempurna. Gue sendiri sejujurnya juga belom ngerti kenapa dulu Israel Laknatullah bisa menang menghadapi gempuran negara2 Timur Tengah waktu Perang 6 Hari di taun 1967 dulu. Tapi biarlah itu menjadi cerita masa lalu, karena gue percaya jika kita mau bersatu, dengan ucapan Bimillah dan dengan Izin Allah, maka suatu hari nanti Israel Laknatullah akan bisa kita kalahkan, Insya Allah.

Tanpa panjang lebar lagi, ini dia isi dari sms yang gue dapet itu. Semoga bermanfaat.

Info Palestina

(Selasa, 6 Januari 2009 M/9 Muharram 1430 H, 08:11 WIB)

@ M. Nazzal anggota maktab siyasi Hamas menyatakan bahwa pada perang darat ini Hamas memaksa Israel mengalami kerugian, rinciannya:

  1. 11 tentara Israel tewas.
  2. 48 Israel luka.
  3. 1 kolonel tewas di Az-Zaitun, dia waka satuan 52 pasukan Gholan, komandan perang Libanon 2006.

@ Koran Bulgaria hari ahad: pesawat Israel di Rafah jatuh, wartawan berhasil ambil gambar terjunnya pilot.

@ Kataib Izzudin Al-Qassam menjatuhkan helikopter Israel, ahad Shubuh.

@ Laporan televisi Al-Aqsha: 2 tentara Israel ditawan.

@ Sariyah Al-Quds hancurkan 1 tank Israel di Selatan Gaza.

@ Kataib Al-Aqsha dari Fatah menjatuhkan helikopter Israel.

@ 25 rudal ditembakkan Hamas hari ahad, mengenai markaz militer terbesar Israel di Selatan dan jatuh di kota Usdud.

(aljazeera.net dan palestine-info.info)

Di sms itu disertakan bahwa sumbernya dari aljazeera.net sama palestine-info.info. Mungkin kita bisa sekalian buka situ situ kalo mau tau lebih banyak lagi tentang kerugian2 Israel selama perang awal taun ini.

Plus 1 lagi, di koran yang gue baca hari Rabu tanggal 7 Januari 2009 M/10 Muharram 1430 H bertepatan dengan hari Asyu’ra atau harinya anak yatim, diberitakan bahwa sesama tentara Israel Laknatullah terjadi friendly fire. Buat lu2 semua yang sering main game perang2an pasti nggak asing dengan istilah friendly fire, yaitu menembak temen sendiri. Jadi bukannya nembakin Hamas yang emang nggak bersalah, mereka malah nembak rekannya sendiri sesama tentara Israel Laknatullah yang emang pantes banget buat ditembakin. Bahkan friendly fire ini terjadi 2 kali dalam 1 hari.

Gini kejadiannya. Di malem hari, serombongan infantri masuk ke dalem gedung buat menginspeksi gedung, siapa tau ada orang Hamas lagi ngumpet di dalemnya. Sementara itu nggak jauh di luar gedung ada serombongan infantri yang beda komando sama infantri yang masuk ke dalem gedung itu tadi. Infantri di luar gedung ini ngeliat lewat teropong malem alias nightvision google bahwa ada gerakan mencurigakan orang2 bersenjata di dalem gedung.

Tanpa ba bi bu lagi, infantri yang di luar gedung ini langsung nembak membabi buta ke gedung tersebut, menyangka bahwa orang2 mencurigakan yang di dalem gedung adalah pejuang Hamas. Dan ini emang udah jadi kebiasaan tentara Israel Laknatullah untuk menyerang secara membabi buta tanpa mau ngebedain dan tanpa mau peduli jika ternyata yang mereka curigai hanyalah warga sipil biasa. Jadilah infantri yang lagi menginspeksi di dalem gedung terkena berondongan peluru dari temennya sendiri yang ada di luar gedung. Dari friendly fire ini, hasilnya 3 prajurit tewas dan 24 lainnya luka parah. Alhamdulillah… Allahu Akbar!

Sementara kejadian friendly fire yang lainnya, sampe tulisan ini ditulis masih belom ada keterangan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut. Yang jelas cuma diberitain kaya gini, “…Di bagian lain Jalur Gaza, insiden friendly fire juga terjadi terhadap pasukan payung (para), juga dari Angkatan Darat Israel. Misil tank Israel yang, tampaknya, asal menembak menghantam seorang perwira yang sedang memimpin pertempuran sengit melawan para pejuang Hamas …” (IndoPos, Rabu 7 Januari 2009).

Ya begitulah. Kita doain aja, semoga di keesokan hari, Insya Allah makin banyak tank2 Merkava Israel yang rontok dihajar roket Hamas. Insya Allah Makin banyak pesawat dan helikopter Israel yang runtuh dihantam roket Hamas. Insya Allah Makin banyak infantri Israel yang tewas atau ditawan oleh pejuang Hamas. Dan Insya Allah, bangsa Palestina akan mampu menegakkan kedaulatannya dan merebut kembali tanah air mereka dari cengkraman Israel Laknatullah. ALLAHU AKBAR!

Add comment January 13, 2009

CukupSudah

Alkisah pada suatu hari tersebutlah seekor anak yang gendut, badannya besar, tamak, rakus, tajir, serakah, licik, culas, jahat, keji, kejam dan macem2 sifat bengis lainnya. Pokoknya antagonis banget dah ini anak. Artis2 sinetron juga masih kalah antagonisnya sama anak ini. Kita sebut aja anak ini dengan nama “Kampret”, bukan nama sebenarnya.

Selain itu, ada juga anak yang nggak gendut, biasa2 aja, bahkan cenderung kurus kering dan kelaparan. Kurus kaya gue gitu deh. Dia juga nggak kaya, dan sehari2nya menjalani hidup dengan bantuan sumbangan dari orang2 disekitarnya. Kita panggil aja anak ini dengan nama “Kurus” (bukan Ceking lho, itu mah gue), juga bukan nama sebenarnya.

Sebagaimana kaya di sinetron2 Indonesia yang nggak mutu, si Kampret yang gendut tajir dan kejam itu sering berbuat dzhalim kepada si Kurus. Si Kampret dengan seenak udelnya sendiri hobi banget ngerampas barang2 punya si Kurus. Sejatinya barang itu punya si Kurus, tapi dasar si Kampret yang emang bener2 kampret, si Kampret suka ngaku2 barang itu punya dia dan dia suka main paksa kalo si Kurus nggak mau ngasih.

Si Kurus jelas nolak barangnya diambil si Kampret, tapi si Kampret pun nggak mau kalah. Kalo udah gini, biasa si Kampret manfaatin posturnya yang gede dan hartanya yang banyak itu buat mendzhalimi si Kurus secara fisik sampe si Kurus mau ngasih barangnya. Dipukul, ditendang, ditampol, digebukin dan segala siksaan fisik lainnya udah pernah diberikan oleh si Kampret kepada si Kurus. Mentang2 Kampret badannya gede dan tajir, makanya dia bisa seenaknya sendiri mendzhalimi si Kurus.

Bukan berarti si Kurus diem aja digituin. Ia juga berkali2 berusaha membela diri dari segala perlakuan si Kampret. Tapi namanya juga kurus, balesan yang ia berikan nggak sebanding dengan perlakuan dzhalim si Kampret kepada dirinya.

Kadang2 ada orang yang coba melerai masalah ini. Mereka nggak pengen ngeliat si Kampret yang sering main kasar sama si Kurus.

Sebenernya jelas2 si Kampret adalah pihak yang mendzhalimi dan si Kurus adalah yang terdzhalimi. Tapi dengan kegendutan dan ketajirannya, si Kampret dengan entengnya mengatakan bahwa si Kurus lah yang memulai pertikaian ini duluan. Si Kampret membela diri bahwa apa yang dia lakukan hanyalah sekedar membalas perlakuan si Kurus.

Padahal si Kurus nggak pernah cari masalah sama si Kampret. Selama ini si Kurus fine2 aja dengan kehidupannya. Lalu tiba2 si Kampret dengan seenak bodongnya sendiri merampas barang2 kepunyaan si Kurus. Anak mana yang seneng kalo kepunyaanya di ambil orang lain? Bahkan kadang2 si Kampret juga suka main fisik demi memenuhi keinginannya merampas barang si Kurus itu. Si Kurus pun membela diri, meskipun pembelaan dirinya itu sangat nggak sebanding dengan perlakuan si Kampret kepadanya.

Dasar si Kampret emang bener2 kampret, meskipun banyak orang lain udah minta dia supaya berhenti mendzhalimi si Kurus, dia masih aja ngeyel dan keras kepala. Dengan segala alasan dia berdalih bahwa si Kurus lah sumber permasalahan. Padahal udah jelas, namanya juga kurus, apa daya si Kurus untuk menghadapi makhluk gendut tamak nan serakah macem si Kampret ini.

Jadilah, sampai detik ini si Kampret masih tetep aja berbuat serakah dan dzhalim dengan ngegebukin si Kurus tanpa ampun dan tanpa belas kasihan sedikit pun. Si Kurus yang emang udah kurus pun kini menjadi semakin kurus. Dan si Kampret yang udah bener2 kampret juga nggak ngizinin orang lain untuk nolongin si Kurus yang nggak berdaya ini. Dasar kampret!

***

Cukup sudah. Itu tadi sebuah cerita tentang si Kampret dan si Kurus. Kaya di sinetron banget yah…

Tapi tunggu dulu, jangan sangka bahwa cerita di atas merupakan cuplikan salah satu sinetron dari sekian banyak sinetron di Indonesia yang semuanya nggak punya mutu. Cerita tersebut merupakan cerita yang gue ambil dari kisah nyata, atau kalo bahasa kerennya: “based on true stories”. Loh kok bisa? Ya bisa lah, masa ya bisa donk… Emang ada? Ya ada lah, masa ya ada donk…

Sekarang mari kita ganti nama kedua tokoh dalam cerita tersebut. Tokoh “Kampret” kita ganti dengan nama “Israel Laknatullah”, sedangkan tokoh “Kurus” kita ganti dengan nama “Palestina”. Nah kalo gini udah mulai nyambung kan. Yah meskipun analogi dari cerita di atas nggak mirip2 banget sama kejadian yang sebenernya, tapi harapannya cerita itu bisa ngasih gambaran kepada lu2 semua yang belom begitu ngerti tentang masalah konflik Israel-Palestina ini.

Di awal taun 2009 Masehi sekaligus di awal taun 1430 Hijriah, bangsa Palestina khususnya yang tinggal di Jalur Gaza mendapatkan hadiah yang nggak menyenangkan dari si Kampret alias Israel Laknatullah, berupa hujan bom dan roket yang ditembakin secara ngasal dan nggak make otak. Sekaligus juga mengakhiri gencatan senjata mereka selama 6 bulan.

Lagi2, entah udah berapa kali Israel Laknatullah mengadakan serangan2 dzhalim kaya gini. Yang jadi target adalah Hamas (Harakah al-Muqawwammatu al-Islamiyah = Gerakan Perlawanan Islam), partai pemenang pemilu demokratis di Palestina taun 2006 lalu yang kemenanganya itu nggak mau diakui sama Israel Laknatullah dan Amerika Serikat Laknatullah.

Nggak tau apalagi motif di balik serangan Israel Laknatullah kali ini. Motif awalnya sih jelas, karena Israel Laknatullah emang makhluk dzhalim yang mau menguasai tanah bangsa Paletina dengan dalih untuk mencari haikal Sulaiman. Namun karena bangsa Palestina juga punya hak atas tanah itu (dan memang sudah seharusnya tanah itu adalah hak bangsa Palestina), mereka nggak mau ngasih dan ngalah gitu aja. Akhirnya terpaksa deh Israel Laknatullah mewujudkan jalan kekerasan untuk mewujudkan impiannya itu.

Ini bukannya yang pertama kali. Sejak Israel Laknatullah pada taun 1948 mendeklarasikan ke-autis-an-nya (bukan kemerdekaannya lho, karena sejatinya negara Israel itu nggak ada dan nggak pernah merdeka), mereka udah berkali2 menyerang bangsa Palestina dengan cara2 dzhalim kaya gini. Gempuran roket dan peluru kendali serta blokade udah jadi santapan sehari2 bangsa Palestina, gara2 si Kampret Israel Laknatullah ini. Bahkan sebenernya apa yang dilakukan Israel Laknatullah udah bisa dikatakan mengarah kepada genosida (genocide), yaitu pemusnahan atas suatu etnis tertentu, dalam hal ini bangsa Palestina.

Dan lagi2, meskipun ini bukan yang pertama kali, seluruh dunia hanya bisa duduk diam termangu menyaksikan keserakahan Israel Laknatullah ini tanpa mampu berbuat banyak. Usaha2 yang dilakukan hanyalah sebatas memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Palestina yang terluka. Itupun masih sangat terbatas karena blokade Israel nggak mengizinkan bantuan kemanusiaan untuk masuk menolong warga Palestina.

Selain itu negara2 dunia juga cuma sebatas mendesak PBB untuk membuat resolusi perdamaian antara Israel-Palestina ini. Suatu hal yang bisa dikatakan nggak mungkin, karena PBB dengan Dewan Keamanannya adalah sebuah organisasi SAMPAH tingkat internasional yang hanya dijadikan semacam legalitas bagi Amerika Serikat (dan Israel) untuk mewujudkan keinginannya. Hal ini terlihat jelas dari kedhzaliman Amerika Serikat yang selalu memveto segala resolusi yang dirasa merugikan mereka atau Israel.

Dimana negara2 dunia dalam menyikapi masalah ini? Indonesia pun hanya sebatas mendesak PBB untuk membuat resolusi, yang udah dikatakan di paragraf seblumnya bahwa hal itu nggak akan efektif. Terima kasih buat relawan2 Indonesia yang udah menerjunkan diri untuk menolong warga sipil Palestina yang terluka, meskipun mungkin langkah mereka disana bakalan dipersulit oleh blokade Israel. Dan terima kasih juga buat ormas2 yang udah meniatkan dan menyiapkan diri untuk membentuk semacam laskar prajurit yang siap untuk diterjunkan ke medan perang melawan Israel Laknatullah.

Sejatinya nggak cuma Indonesia aja yang punya peran disini. Dimanakah negara2 Timur Tengah lainnya, yang notabene merupakan tetangga sekaligus kerabat bangsa Palestina? Dimanakah Obama yang dulu selalu bangga dengan janji2nya melakukan perubahan? Dimanakah Amerika Serikat yang katanya ngaku2 sebagai polisi dunia? Dimana?

Sebuah langkah menarik muncul jauh di ujung sana, di belahan Selatan dunia ini. Yang pertama dateng kabar dari Venezuela, bahwa Hugo Chavez selaku presiden Venezuela memutuskan untuk “mengusir“ duta besar Israel di Venezuela sebagai bentuk kegeraman Hugo Chavez atas agresi Israel ini. Israel mengaku tidak terima dengan perlakuan tersebut dan berjanji akan membalas dengan cara yang serupa. (Republika, Kamis, 8 Januari 2009)

Kedua dari Selandia Baru. Disana sedang diadakan turnamen tenis internasional. Salah satu kelompok di sana bernama Peace and Justice Auckland yang memprotes agresi Israel, mendesak dan melarang petenis Israel yang bernama Shahar Peer untuk tampil di turnamen tersebut, sebagai bentuk boikot pada Israel. Tapi si Shahar Peer ini nggak peduli dan dia tetep lanjut bertanding di turnamen tenis ASB Classic itu.

Saya tak ada hubungannya dengan itu (agresi militer). Saya, Shahar Peer, ke sini untuk bermain tennis. Saya bangga menjadi orang Israel.” (IndoPos, Kamis, 8 Januari 2009)

Cerita ketiga dateng dari Turki, negeri sekuler yang sekarang Insya Allah sedang melangkah kembali menuju fitrahnya. Di Ataturk Sports Arena, berlangsung pertandingan basket Eurocup yang mempertadingkan antara tim Turk Telekom (Turki) melawan tim dari Israel, Bnei Hasharon. Pertandingan dihentikan karena tim tamu dari Israel itu nggak muncul lagi ke lapangan gara2 para penonton Turki meneriakkan protes2 anti agresi Israel.

Sebagian besar penonton yang warga Turki itu membawa bendera Palestina dan mengenakan kafiyeh. Mereka meneriakkan, “Israel pembunuh, enyahlah dari Palestina” (IndoPos, Kamis, 8 Januari 2009). Akibatnya, tim Bnei Hasharon nggak balik2 lagi ke lapangan dan pertandingan dihentikan.

Itu tadi sebagian kecil usaha2 yang telah dilakukan di seluruh penjuru dunia sebagai bentuk protes terhadap agresi Israel, selain demo besar2an yang terjadi di sejumlah negara2 di dunia, termasuk di Prancis dan Indonesia.

Usaha2 kaya gitu juga dateng dari dalem negeri, sekalipun kecil tapi semoga ini bermanfaat. Yaitu dari sms2 berantai yang terus menerus dijarkom dan diputer2. Gue termasuk orang yang kebagian dapet sms2 kaya gitu, dan langsung gue forward ke temen gue yang lain. Nggak lama, gue juga dapet sms yang sama tapi dari orang yang beda. Ini mah udah biasa terjadi di sms2 berantai kaya gini.

Isi sms nya pun macem2. Ada yang nyuruh kita tahajjud, doain warga Palestina, baca surat Al-Fath, sampe sms yang isinya tentang donasi sumbangan ke Palestina. Mungkin ada beberapa di antara lu2 semua yang juga dapet sms2 sebagaimana gue makud diatas.

Tapi ada 1 sms yang agak janggal, yaitu ketika isinya adalah bahwa Masjidil Aqsa diserang oleh pasukan Israel. Mungkin sepintas ini keliatan normal, mengingat Masjidil Aqsa emang udah jadi inceran Israel dari jaman dulu. Tapi kalo ditelisik lebih jauh lagi, ini agak janggal, diliat secara geografis. Soalnya agresi yang sekarang kan berlangsungnya di Jalur Gaza, sementara Masjidil Aqsa itu letaknya di Tepi Barat (West Bank) yang posisinya beda jauh sama Jalur Gaza. Jadi konteksnya agak2 beda gitu loh. Tapi nggak masalah, intinya tetep sama yaitu supaya kita bisa mendoakan bangsa Palestina.

Dan sampe tulisan ini gue tulis di bagian ini, agresi itu masih terus berlangsung dengan jumlah korban di pihak Palestina adalah 600-an orang tewas, sebagian besar diantaranya adalah warga sipil termasuk anak2 dan perempuan, serta 3000-an orang luka2. Sedangkan dari pihak Israel, belasan orang tewas serta 80-an orang luka2. Khusus untuk pihak Israel, angka2 ini pasti direkayasa untuk menutupi rasa malu mereka kepada dunia internasional. Angka2 di lapangan pastinya jauh lebih banyak dari yang mereka publikasikan ke khalayak.

Cukup sudah. Cukup sudah semua agresi Israel Laknatullah atas Palestina. Cukup sudah anak2, perempuan dan warga sipil Palestina menjadi korban agresi Israel. Cukup sudah bangunan sekolah, rumah sakit dan bangunan sosial lainnya hancur diterjang peluru2 Israel. Dan cukup sudah kita hanya berdiam diri menyaksikan itu semua. Waktunya bagi kita untuk bergerak secara nyata, membantu menolong saudara2 kita di Palestina.

Israel Laknatullah nggak akan ngerti dengan bahasa perdamaian. Yang mereka ngerti adalah bahasa senjata. Jadi kalo mau ngomong sama mereka, gunakanlah bahasa senjata supaya mereka ngerti. Mari kita siapkan diri untuk menyongsong peluru2 Israel itu. Dengan ucapan Bismillah dan dengan Izin Allah, kita akan mampu untuk mengembalikan bangsa Palestina kepada kedaulatannya. Dan marilah bersama2 kita wujudkan suatu visi bersama, “HAPUS ISRAEL DARI PETA DUNIA!”

Add comment January 13, 2009

UGMmembentukKarakterBangsa

Peran UGM dalam Membentuk Karakter Bangsa

Bangun pemudi pemuda Indonesia

Tangan bajumu singsingkan untuk negara

Masa yang akan datang kewajiban mu lah

Menjadi tanggungan mu terhadapn Nusa

Itu tadi sebuah bait dari lagu berjudul “Bangun Pemudi Pemuda”. Sebuah lagu yang syarat makna akan pentingnya peran generasi muda terutama mahasiswa terhadap masa depan sebuah negara.

Universitas Gadjah Mada (selanjutnya disebut UGM) sebagai salah satu universitas terbesar, tertua dan terbaik di Indonesia yang memiliki ribuan civitas akademika di dalamnya, hendaklah menjadi sebuah instansi yang mampu mengkader dan menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang unggul di bidangnya. Tidak cukup hanya dengan unggul di bidangnya, tapi juga harus disertai dengan jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air yang tinggi, dan itu diwujudkan dalam kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

Permasalahan bangsa Indonesia bukanlah tentang rendahnya ilmu yang dimiliki. Kita semua percaya bahwa bangsa Indonesia memiliki kepintaran dan kecerdasan yang tidak dapat diremehkan. Hal ini terlihat dengan banyaknya pemuda-pemudi Indonesia yang seringkali meraih medali dalam kejuaraan-kejuaraan bertaraf internasional di bidang ilmu pengetahuan. Demikian juga dengan cendekiawan-cendekiawan kita yang kecerdasannya diakui oleh dunia. Hanya kita saja yang tidak sadar akan hal tersebut. Entah tidak sadar, tidak mau sadar, atau memang tidak peduli.

Lalu dimana permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini? Yaitu ada pada pola pikir dan cara pandang hidup yang sudah semakin berubah. Meskipun hal ini adalah kasat mata, tapi premis-premis yang terjadi di lapangan menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia kini sudah tidak lagi cinta dengan tanah airnya. Bangsa Indonesia sudah tidak lagi rela berkorban demi negaranya. Mereka lebih senang memenuhi perutnya sendiri daripada harus berbagi dengan sesama saudara sebangsanya.

Yang cukup jelas terlihat dari penyimpangan pola pikir ini adalah kebobrokan akhlak dan moral. Ya, bukan berita yang asing lagi bahwa kasus korupsi, suap-menyuap, gila jabatan dan lain sebagainya sudah menjadi agenda rutin di negara ini. Mereka yang notabene adalah orang-orang pintar dan cerdas yang disegani di bidangnya masing-masing, ternyata tidak mampu menjaga integritasnya sebagai orang cerdas tersebut. Perut mereka lebih diprioritaskan daripada perut lapar bangsa Indonesia lainnya.

Bukan hanya merosotnya akhlak dan moral, tapi juga mulai bergesernya rasa cinta akan budaya nasional. Masyarakat lebih senang untuk mengkonsumsi budaya asing dan meninggalkan budaya lokal. Bahkan seringkali muncul pernyataan bahwa budaya lokal adalah sesuatu yang kuno dan ketinggalan jaman, yang tidak relevan lagi dengan kehidupan gobalisasi seperti sekarang ini. Padahal, budaya lokal dalah tonggak utama penyusun budaya nasional. Jika budaya lokal sudah mulai terabaikan, maka budaya nasional akan runtuh dengan sendirinya.

Ini semua terjadi akibat apa yang mereka sebut globalisasi, yang lahir akibat sebuah sistem yang bernama kapitalisme. Pola pikir kapitalis inilah yang kini mulai menggerogoti kepribadian masyarakat Indonesia. Segala sesuatu yang mereka lakukan, pastilah bermotif uang. Uang, uang dan uang. Hanya uang dan selalu uang. Tak peduli apakah yang mereka lakukan tersebut merugikan negara atau tidak. Hanya ada uang di otak mereka. Rasa cinta tanah air? Ah itu sudah cerita lalu, cerita ketika para pemuda mendeklarasikan Sumpah Pemuda atau cerita ketika Ir. Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Akibat dari itu semua, bangsa Indonesia kini menjadi bangsa yang manja. Bangsa yang selalu berlomba-lomba menumpuk uang dan berusaha untuk memperkaya diri. Bangsa yang terbiasa dengan budaya hidup mewah, merasa nyaman dengan kemewahannya dan tidak ada niat untuk membantu saudaranya. Otak mereka cerdas, tapi hati mereka kosong.

Untuk menjadi sebuah negara yang besar dan berdaulat, tidak seharusnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini diisi oleh orang-orang berpola pikir egois seperti itu. Negara ini butuh orang-orang yang peduli akan nasib bangsanya. Negara ini butuh orang-orang yang mau turun tangan membantu meringankan beban penderitaan saudaranya. Negara ini butuh orang-orang yang tidak hanya berotak cerdas tetapi juga berhati ikhlas. Intinya, negara ini butuh orang-orang dengan semangat nasionalis dan cinta tanah air yang tinggi.

Dimanakah gerangan orang-orang seperti itu? Sangatlah tidak etis jika kita hanya duduk diam dan menunggu datangnya orang-orang tersebut. Juga masih kurang etis jika kita hanya mencari-cari dimanakah mereka berada. Adalah suatu hal yang luar biasa jika kita sendirilah yang menciptakan orang-orang tersebut. Iya, menciptakan. Kita ciptakan, kita bentuk, kita cetak dan kita hasilkan individu-individu berkualitas yang suatu hari nanti akan membawa negara ini bangkit dari keterpurukan dan membawa Burung Garuda terbang mengangkasa menguasai dunia.

UGM yang merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia, semestinya menyadari akan pentingnya hal tersebut. Dengan nama besarnya, adalah suatu hal yang memalukan jika ternyata lulusan UGM tidak memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi dan malah mejadi budak kapitalis. UGM didirikan bukan sebagai pencetak tenaga kerja yang berorientasi materi semata, tetapi sebagai universitas yang akan menghasilkan para pemimpin bangsa.

Nama besar UGM sudah terkenal ke seluruh penjuru Indonesia. Bahkan tidak hanya di Indonesia, seluruh dunia pun mengakui eksistensi UGM sebagai salah satu universitas favorit. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran UGM setiap tahunnya di dalam daftar 500 besar universitas terbaik dunia. Demikian juga dengan lulusannya yang telah melanglang buana dan meraih kesuksesan di bidangnya.

Hal tersebut merupakan suatu nilai lebih yang dimiliki oleh UGM. UGM memiliki nilai historis yang tidak bisa dilupakan terkait jasa-jasanya mencetak para pemimpin bangsa. Ditambah dengan kultur khas Yogyakarta, sejatinya UGM telah memiliki syarat-syarat untuk menjadi garda terdepan pencetak bibit-bibit unggul yang akan menyuburkan dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Untuk itu, diperlukan adanya kurikulum yang berkualitas yang diajarkan di dalam perkuliahan UGM itu sendiri. Kurikulum sebagai suatu sistem yang akan mengarahkan bagaimana output dari para mahasiswa nantinya.

Patut untuk diperhatikan adalah mengenai sistem yang kita sebut dengan kurikulum tesebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa tahun-tahun belakangan ini, kapitalisme memang telah menguasai dunia. Globalisasi menjadi hal yang tak terpisahkan lagi. Hampir semua sendi kehidupan telah terjerat dengan pola pikir kapitalis. Sulur-sulur kapitalisme telah merayap, menjalar ke segala arah.

Pertanyaannya di sini adalah, apakah kurikulum merupakan bagian dari kapitalisme? Sebuah pertanyaan yang memang tidak bisa dijawab secara kasat mata. Seperti sudah dikemukakan sebelumnya bahwa kapitalisme telah mengangkangi dunia. Tentunya mereka, khususnya Amerika Serikat tidak ingin jika kapitalisme yang merupakan jubah mereka dijatuhkan hegemoninya. Untuk itu kapitalisme akan mencoba mempengaruhi semua unsur yang ada untuk menuruti keinginan mereka. Salah satunya adalah unsur pendidikan. Dan itu dilakukan dengan cara menyelipkan pola pikir kapitalisme di dalam kurikulum-kurikulum yang ada. Sehingga pada akhirnya institusi pendidikan akan mencetak individu-individu yang berpikir kapitalis, yang tidak lagi memiliki rasa cinta tanah air kepada negaranya sendiri dan tidak peduli terhadap nasib bangsanya.

Bagaimana dengan UGM? Apakah secara tidak disadari, kapitalisme pun telah masuk menyusup ke dalam sistem kurikulum UGM? Mungkin ini memang sebuah pertanyaan yang akan menimbulkan reaksi yang berbeda dari semua yang mencoba menjawabnya. Dan kalaupun kita telah mampu menjawabnya, akankah kita tetap diam saja dan membiarkan budaya kapitalisme merasuk ke dalam diri kita dan meracuni pikiran kita?

Salah satu hal yang diagung-agungkan para mahasiwa adalah, bagaimana caranya kita bisa lulus secepat mungkin. Normalnya adalah 4 tahun. Tapi realitanya tidak sedikit yang mampu menyelesaikan studinya dalam waktu kurang dari 4 tahun. Plus, dengan IPK yang tinggi.

Adakah yang salah dengan itu semua? Tentunya tidak. Adalah suatu hal yang baik jika mahasiswa bertekad untuk menyelesaikan studinya dan tidak berlama-lama. Namun yang mungkin perlu diperhatikan adalah, bagaimana dengan perkembangan diri dan pola pikir yang terjadi di dalamnya?

Umumnya, pola pikir seperti ini adalah bentukan dari perusahaan-perusahaan asing yang hendak mencari tenaga kerja yang murah meriah dari Indonesia. Perusahaan asing membutuhkan banyak tenaga untuk memperluas ekspansinya. Namun mereka kesulitan mencari tenaga kerja yang dimaksud. Akhirnya mereka mencoba untuk mencari tenaga kerja dari Indonesia yang berotak cemerlang tetapi berhati kosong.

Jadilah perusahaan-perusahaan mengincar para sarjana-sarjana kita yang lulus cepat, namun tidak menyadari akan budaya kapitalisme ini. Sarjana kita akan dicengkram oleh mereka. Diberikan gaji yang besar. Besar untuk ukuran kita, namun sesungguhnya setara dengan gaji seorang loper koran di negara asal mereka. Diberikan fasilitas yang mewah. Dimanja dengan segala kemudahan. Akhirnya tergadailah jiwa kebangsaan kita. Kecerdasan kita telah dibeli oleh mereka. Seorang sarjana terbaik telah pergi. Ia telah menjadi budak kapitalisme, bekerja demi mengenyangkan perutnya sendiri tanpa tersisa secuil pun rasa kepedulian terhadap nasib bangsanya.

Demikian juga dengan prasyarat absensi untuk mengikuti ujian. Baru-baru ini di salah satu fakultas diberitakan bahwa syarat untuk mengikuti ujian akhir adalah jika presensi kehadiran mahasiswa yang bersangkutan adalah sebesar 100%. Jika kurang dari itu, maka katakan selamat tinggal pada ujian dan bersiaplah berjumpa dengan adik kelas di tahun depan di mata kuliah yang sama.

Sekali lagi, adakah yang salah dengan itu semua? Dan jawabannya sekali lagi, tentunya tidak. Dosen adalah seorang tenaga pengajar yang sepatutnya dihormati. Dan salah satu bentuk penghormatan mahasiswa terhadap dosennya adalah dengan cara menghadiri kuliahnya.

Namun jika ditilik lebih jauh, hal ini dapat mematikan potensi mahasiswa untuk bergerak di luar bangku perkuliahan. Banyak hal yang bisa didapatkan oleh mahasiswa di luar gedung kampusnya, dimana hal-hal tersebut tidak akan ia dapatkan jika ia hanya duduk manis di bangku kelas.

Banyak mahasiswa yang selain menjalani studi di bangku kuliah, juga aktif mengikuti organisasi-organisasi baik yang intra kampus maupun ektra kampus. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang sudah mampu mencari penghasilan sendiri. Di sanalah sejatinya softskill mahasiswa akan terasah. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman-pengalaman untuk terjun langsung ke lapangan dan menghadapi berbagai realita yang ada. Bahkan, dari organisasi-organisasi inilah yang akan membentuk jiwa calon pemimpin bangsa dan rasa cinta tanah air di dalam diri mahasiswa. Itulah inti dari berorganisasi, membentuk karakter yang berintegritas tinggi, yang tidak hanya mengutamakan softskill tapi disertai dengan kesadaran akan perlunya niat dan tekad untuk membangun negara ini.

Tentunya kedua hal yang telah dipaparkan di atas juga memiliki resiko. Resiko yang sering terjadi adalah akan membuat mahasiswa menjadi terlalu santai di dalam perkuliahan dan akhirnya malah mengakibatkan kuliah terbengkalai. Lalu adakah solusi untuk mengatasinya? Dengan ucapan Basmallah dan dengan Izin Allah, maka jawabannya adalah: ada!

Mahasiswa bisa saja lulus cepat tanpa menggadaikan kecerdasannya untuk menjadi budak kapitalis. Mahasiswa pun bisa tetap berada di ruang kuliah tanpa harus kehilangan kesempatan mendapatkan ajaran-ajaran tentang pentingnya kecintaan tanah air. Dengan cara apa? Yaitu dengan cara memasukkan konten-konten tersebut ke dalam kurikulum dan mata kuliah yang ada.

Iya, seperti itulah. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk saat ini, mata kuliah yang bersifat pengembangan diri sangatlah termarjinalkan. Dari syarat kelulusan +- 140 sks, mahasiswa hanya memiliki 6 sks untuk mengembangkan diri, yaitu pada mata kuliah Agama, Pancasila, dan Kewarganegaraan. Plus kewajiban mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Itupun kalau mahasiswa yang bersangkutan melaksanakan KKN tersebut dengan tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukan hanya sebagai melepas kewajiban sks untuk memenuhi syarat kelulusan. Karena banyak mahasiswa yang tidak mau bersusah payah melaksanakan KKN ke desa-desa terpencil akibat budaya hidup mewah yang terpatri dalam pola pikir mereka.

Untuk memenuhi keinginan tersebut, maka nilai-nilai cinta tanah air haruslah dimasukkan ke dalam kurikulum yang ada. Kurikulum seharusnya tidak hanya mampu mencetak individu-individu yang ahli di bidangnya, tapi kurikulum juga harus mampu mencetak individu-individu yang memiliki pola pikir luar biasa. Yaitu pola pikir yang bertekad untuk tidak mau menjadi budak kapitalis, pola pikir yang bertekad untuk memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Telah dikatakan di awal bahwa Indonesia tidak hanya butuh orang-orang yang cerdas namum berpola pikir kapitalis dan berbudaya egois. Orang-orang seperti itu telah banyak beredar di negara ini. Dan hasilnya seperti yang dapat kita lihat adalah keadaan Indonesia pada saat ini, dimana korupsi merajalela, kemerosotan moral dan akhlak dimana-mana, serta lunturnya rasa cinta akan budaya nasional.

UGM disini haruslah berperan aktif untuk mencetak manusia-manusia berkualitas yang akan memimpin bangsa ini nantinya. Dan hal itu salah satunya diwujudkan dalam kurikulum yang diajarkan selama masa perkuliahan. Harus ada kurikulum yang mengajarkan tentang pentingnya nilai-nilai kebangsaan. Harus ada kurikulum yang menanamkan tentang rasa cinta tanah air. Tidak cukup hanya dengan ada, tapi juga harus memiliki porsi yang lebih.

Janganlah seperti saat ini dimana mata kuliah Agama yang merupakan fondasi dasar pola pikir kehidupan manusia hanya dijatah 2 sks saja. Tentunya UGM menyarankan mahasiswa untuk mendalami pengetahuan agama di luar perkuliahan. Tetapi apakah hal itu akan efektif jika mahasiswa dituntut untuk lulus cepat dengan presensi kehadiran 100%, yang membuat mahasiswa kekurangan waktu untuk mencari ilmu di luar perkuliahan?

Untuk mewujudkan kurikulum tersebut pun, jangan pernah melupakan peran dosen sebagai garda terdepan penyampai ilmu kepada mahasiswa. Dengan perannya tersebut, maka sudah sepatutnya bagi dosen untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada para mahasiswanya. Tidak hanya materi perkuliahan saja yang diajarkan dosen di kelas, tapi hendaknya dosen juga mampu untuk membentuk karakter mahasiswa yang peduli akan nasib bangsanya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa dosen pun mungkin juga memiliki pola pikir kapitalis. Tapi harapannya adalah, dengan sistem dan kurikulum yang ada, maka pola pikir kapitalis tersebut lama kelamaan akan meluruh dan pada akhirnya di dalam dada para dosen pun mulai muncul benih-benih seorang nasionalis yang tidak hanya mencerdaskan dirinya sendiri tapi juga mencerdaskan bangsa Indonesia pada umumnya.

Intinya, sudah saatnya bagi UGM untuk menciptakan sebuah kurikulum yang mampu membentuk dan mencetak serta menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang luar biasa. Mahasiswa yang berkarakter. Mahasiswa yang berintegritas tinggi. Mahasiswa yang tidak pernah lupa akan tanah airnya. Sehingga pada akhirnya UGM akan dikenang sebagai universitas yang tidak hanya mencetak para ilmuwan yang ahli di bidangnya, tapi juga memiliki kontribusi dan langkah nyata dalam membangun Indonesia.

UGM menuju kampus ideal, bukan lagi sebuah mimpi. Dengan dukungan segenap civitas akademika dan didukung oleh sistem yang digunakan di dalamnya, maka UGM berpotensi untuk menjadi universitas terbaik. Terbaik di Indonesia, terbaik di Asia Tenggara, terbaik di Asia dan terbaik di Dunia. Sehingga dengan terwujudnya UGM sebagai kampus ideal, maka kita akan melihat mahasiswa-mahasiswa asing berebut berbondong-bondong untuk melanjutkan studinya di sini. Para ilmuwan berlomba-lomba mengadakan penelitian dengan civitas akademika di sini.

Dan pada saat itulah, negara Indonesia akan berjaya di muka bumi ini. Insya Allah.

2 comments January 13, 2009

LagunyaLaguBola

Wuoy wuoy wuoy wuoy… Ngeliat judul di atas, apakah lu semua ngerasa familiar? “LagunyaLaguBola”, itu judul tulisan kita kali ini. Emang LagunyaLaguBola tuh apaan sih?

Ini adalah sebuah lagu dari masa lalu, tepatnya taun 1998 dulu. Buat lu2 semua yang masih inget, ada sebuah kejadian besar yang terjadi pada taun itu. Kejadian apa hwayo? Yup,lu nggak salah kalo jawab waktu itu terjadi krismon dan si Mbah Soeharto lengser keprabon dari kursi presiden yang telah ia jarah selama +-32 tahun. Tapi bukan itu yang mau kita bahas disini.

Ada satu gelaran lagi yang juga terjadi di taun yang sama, yaitu World Cup alias Piala Dunia 1998. Tau kan? Itu lho, turnamen sepakbola sejagat yang mempertandingkan negara2 di seluruh penjuru dunia. Kalo lu masih nggak tau juga apa itu World Cup, gue jadi ragu apakah selama ini lu tinggal di Bumi atau di planet Mars sono… Hohohoho…

Udah jadi kelaziman kalo di tiap World Cup pasti ada lagu yang dijadiin semacem theme song gitu, sekalian buat promosi World Cup nya itu sendiri. Kalo waktu World Cup 1994 yang jadi theme song kan lagunya Chumbawamba berjudul “Top of the World”, yang ngetop dengan bait “Ole ole ole ole…” nya, yang sekarang suka dinyanyiin suporter sepakbola Indonesia.

Sedangkan di World Cup 1998 yang dihelat di Prancis ini, penyanyi pria dari Amerika Latin yang bernama Ricky Martin yang punya tampang mirip gue itu di daulat buat nyanyiin theme songnya, dengan lagunya yang berjudul “La Copa de la Vida”. Masih pada inget kan? Yang ngetop dengan bait “Gol gol gol… Ale ale ale…”.

Buat lu2 semua yang cinta sepakbola khususnya sejak jaman dulu, pasti masih inget. Sedangkan buat lu yang baru suka sepakbola belakangan ini, ya nggak apa2, nih sekarang gue kasih tau.

Nah sekarang kita buang jauh2 si Ricky Martin, La Copa de la Vida dan World Cup 1998 itu, soalnya bukan itu yang mau kita bahas. Sekarang kita beralih ke dalam negeri.

Alkisah pada sekitar taun itu juga, di Indonesia sini tersebutlah sebuah grup lawak yang bernama P-Project. Ada yang udah lupa? Kalo sekarang yang tenar kan si Project Pop. Nah, P-Project ini tuh senior nya Project Pop. Karakteristiknya juga mirip2 gitu, bisa ngelawak, bisa nyanyi lagu2 komedi, dan bisa kencing sambil kayang juga. Eh nggak mungkin ya…

Lagu2 komedi yang dibawain P-Project yang terdiri dari Denny, Izur, Daan, Joe dan kawan2 biasanya merupakan saduran dari lagu2 pop nasional maupun internasional yang liriknya diubah sak enak’e udel’e dhewek. Dan telinga pada pendengar, salah satunya adalah gue, udah nggak asing lagi dengan yang kaya gini. Banyak kok lagu2 yang liriknya di-parodi-in, mulai dari Backstreet Boys, Arkarna, Andre Hehanusa, macem2 deh.

Pas di taun 1998 itu, P-Project ini ngeluarin album. Dan salah satu lagu di album itu adalah plesetan dari lagu La Copa de la Vida yang dibawain Ricky Martin itu tadi. Ya wajar sih, waktu itu kan emang lagi hot2nya Piala Dunia, jadi P-Project nggak mau ketinggalan manfaatin momen ini. Dan waktu itu pun gue termasuk maniak P-Project yang hobi ngoleksi lagu2nya.

Itu tadi masa lalu yang terjadi di taun 1998. Sekarang kita kembali ke masa kini di saat gue nulis tulisan ini, yaitu di penghujung taun 2008 sekaligus di awal taun 2009.

Di komputer rumah gue di Depok, di salah satu foldernya ada kumpulan lagu2 P-Project dari jaman semono. Ini kayanya kerjaan kakak gue yang juga sama2 hobi P-Project, yang nggak tau bisa dapet lagu2 ini dari mana, soalnya lagu2 lama kaya gini kan biasanya beredar dalam bentuk kaset. Jarang ada yang dalam bentuk CD atau MP3, kecuali lagu2 Evergreen.

Dari beberapa lagu P-Project di komputer gue itu, salah satunya ada lagu plesetan La Copa de la Vida itu tadi. Tapi kalo versi P-Project, judulnya diubah jadi “Lagunya Lagu Bola”. Liriknya juga udah diplesetin pake Bahasa Indonesia dibuat parodi2 gitu. Terus gue dengerin deh tuh lagu.

Dulu waktu di taun 1998, waktu gue baru berumur 10 taun dan masih ingusan, gue suka iseng teriak2 nyanyi lagu ini tanpa tau maknanya. Ya wajar lah, namanya juga anak kecil. Tapi sekarang 10 taun udah berlalu. Dan ketika gue denger lagu ini lagi, ternyata lagu ini adalah istimewa! Istimewa kenapa? Ya nggak tau deh, rasanya istimewa aja. Kalo nggak istimewa, nggak mungkin gue buang2 waktu cuma buat nulis tulisan ini. Hohoho… Iya nggak?

Supaya lu2 semua bisa tau lebih jelasnya, ini deh gue kasih liriknya. Silahkan kalo mau sambil dinyanyiin juga, nadanya sama persis kaya La Copa de la Vida nya Ricky Martin kok.

Semua menjerit… (yeah)

Semua menjerit… (yeah)

Semua menjerit… (yeah)

Gol gol gol (gol gol gol)

Ale ale ale (ale ale ale)

Gol (gol)

Gol (gol)

Gol (gol)

Gol (gol)

Bikin gol

Negeri Prancis negeri fashion

Tempat lahir Napoleon

Para turis borong karcis

Tuk menonton s’pakbola show

Ada Brazilia ada Italia

Ditambah Afrika dan dari Asia

Semua berpesta lewat sepakbola

Tuk jadi jawara piala dunia

Piala dunia…

Bikin gol (ale ale ale)

Gol gol gol (kaya Pele Pele)

Cari angka (tuk jadi duara)

Gol gol gol (aye aye aye)

Laris manis tanjung kimpul

Karcis habis Prancis makmur

Berprestasi dan berbisnis

Dua sisi sangat manis

Kita Indonesia gak ikut kesana

Jadi peserta piala dunia

Lebih menderita kar’na huru-hara

Liga Indonesia tidak berdaya

Tidak berdaya…

Bol bola (jadi bete bete)

Gol gol gol (jadi kage ade)

Atlet bola (jadi pada memble)

Pe Ha Ka (nganggur-nganggur aje)

Pemain menjert… (yeah)

Penonton kejepit… (yeah)

Wasit cepirit… (yeah)

Makan peluit…

Rencananya Indonesia

Kan menuju pentas dunia

Bagaimana itu bisa

Liga saja tidak ada

Apa sepakbola mirip bank swasta

Tak bermodal lagi dilikuidasi

Mending merger saja dengan binaraga

Agar atlet bola bisa perkasa

Bisa perkasa… Bisa perkasa…

Ronaldo (seperti Mas Pele)

Tapi pale (mirip onde-onde)

Del Piero (sang Italiano)

Kurniawan (memang Julianto)

Romario (ojo neko-neko)

Widodo (kamu ora ono)

Yo yo yo (nonton rame-rame)

Pala pusing (cepet tempet koyo)

Mungkin aje (mungkin aje)

Pemain kite (pemain kite)

Pergi kesane (pergi kesane)

Ke pentas dunie (ke pentas dunie)

Setidaknye (setidaknye)

Kite bise (kite bise)

Ngirim dute (ngirim dute)

Ketuanye aje (ketuanye aje)

(Yeah) Duh amit-amit…

Got it? Okeh, itu dia istimewanya. Bahwa lagu ini nggak cuma komedi dan parodi belaka, tapi juga ada kritik di dalemnya, dengan kata lain: satire! Itu lah yang membuat gue ikut tergugah untuk urun rembug menulis tulisan ini.

Bait2 awal emang standar, itu cuma buat parodi aja. Silahkan dibaca lagi kalo mau. Sekarang kita liat ke bait keduanya, abis reff pertama.

Kita Indonesia gak ikut kesana

Jadi peserta piala dunia

Lebih menderita kar’na huru-hara

Liga Indonesia tidak berdaya

Ini dia salah satu lirik yang satir sebagaimana gue maksud. Di negara kita tercinta ini, sepakbola merupakan olahraga favorit nomor satu. Hampir semua laki2 di negara ini pasti suka sepakbola. Suka main bola, itu pasti. Atau minimal suka nonton bola lah. Semua anak laki2 udah dididik untuk mencintai sepakbola. Sampe2 misalnya ada temen kita laki2 yang nggak suka, nggak bisa dan nggak hobi bola, seringkali kita meragukan aspek kelaki2an dan kejantanan temen kita itu. Betapa sepakbola udah begitu mendarah daging di negara ini.

Tapi coba liat liriknya P-Project itu tadi. Dalam tiap gelaran Piala Dunia, kita selalu cuma jadi penonton doang. Pernah sih sekali kita ikutan Piala Dunia, jaman dulu banget waktu taun 1938 di Prancis, waktu Soekarno, M. Hatta, M.Natsir, H.Agus Salim dan kawan2 lagi sibuk memperjuangkan nasib bangsa ini. Waktu itu kita masih dijajah Wong Londo, jadi bukan nama Indonesia yang tercantum tapi masih pake nama Hindia Belanda. Dan efeknya, Indonesia eh Hindia Belanda langsung dibantai sama Hungaria dengan skor 6-1! Lumayan lah, bisa ngegolin 1.

Sekarang, jangankan tampil di Piala Dunia. Lolos pra-kualifikasi aja udah susahnya minta ampun. Jangankan lolos pra-kualifikasi, Liga Indonesia sendiri aja banyak rusuhnya kok, hobinya bikin huru-hara, kaya kata P-Project. Kalo nonton Liga Indonesia, kita nggak cuma nonton pertandingan sepakbola, tapi kadang2 dapet bonus pertandingan tinju atau gulat atau perang kecil2an atau semacamnya lah.

Itulah yang bikin sepakbola Indonesia jadi ngebetein. Jarang ada gol, kebanyakan berantemnya. Dan atlet bola jadi pada memble semua. Plus ditambah dengan krismon 1998 yang mengakibatkan banyak PHK yang berimbas ke dunia sepakbola nasional, yaitu terhentinya Liga Indonesia secara mendadak di tengah jalan di taun 1998 itu.

Itu tadi kira2 tafsir dari bagian reff kedua dari lirik lagu diatas. Sekarang coba langsung kita lanjut ke bagian ketiga.

Rencananya Indonesia

Kan menuju pentas dunia

Bagaimana itu bisa

Liga saja tidak ada

Apa sepakbola mirip bank swasta

Tak bermodal lagi dilikuidasi

Mending merger saja dengan binaraga

Agar atlet bola bisa perkasa

Huahahaha… Mari kita ketawa dulu, ketawa penuh sindiran.

Para petinggi PSSI selalu menjanjikan bahwa kita bakalan tampil di Piala Dunia, suatu hari nanti. Tapi kapan? Selalu omongannya gitu, suatu hari nanti. Iya nggak apa2 sih, itu kan bagus untuk membangun mental positif bangsa. Tapi gimana itu bakalan terwujud kalo kenyataan dan perilaku di lapangan jauh banget dari apa yang diucapkan?

Orang yang berada di tampuk pimpinan PSSI, bolak-balik masuk penjara gara2 kena kasus. Udah tau gitu, kok pejabat tinggi PSSI lainya masih mau mempertahankan dia buat jadi ketua umum. Plus, pengaturan liga yang belepotan. Tiap taun peraturan selalu ganti2. Dari 3 wilayah, 2 wilayah, 1 wilayah, 2 wilayah lagi, dll. Ngatur jumlah kontestan juga belepotan, tiba2 nggak ada degradasi, tiba2 jumlah kontestan kebanyakan, dan sebagainya. Serta administrasi yang nggak beres, transfer pemain yang banyak bermasalah, dan yang paling fatal, nggak jadi tampilnya juara Liga Indonesia di Piala Champions Asia cuma gara2 telat daftar!

Gimana kita mau nampil di Piala Dunia kalo ngurusin liga tingkat nasional aja masih belepetan kaya gini? Terus juga, sebagian besar klub2 di Indonesia ini masih sangat2 mengandalkan APBD sebagai sumber dana mereka. Hampir sebagian besar APBD daerah terkuras habis cuma buat ngebiayain klub sepakbola yang nggak kunjung berprestasi ini. Beda sama luar negeri sana yang klub sepakbolanya udah bisa berdiri sendiri dengan ngandelin sponsor, hak siar televisi, merchandise dan transfer pemain.

Si P-Project ngusulin supaya sepakbola merger aja sama binaraga biar atletnya bisa perkasa. Nggak tau juga sih apa maksud perkasa di sini, mungkin supaya perkasa bisa ngelawan pemain2 Eropa dan Amerika Latin sana, atau supaya perkasa ketika suatu waktu terjadi kerusuhan dan huru-hara lagi di lapangan. Hohohoho…

Reff terakhir dari lagu tersebut sekali lagi emang cuma parodi, ngebahas si botak Ronaldo yang waktu itu 2 kali berturut2 jadi pemain terbaik dunia waktu masih di Barcelona (sekarang mah udah tua), Del Piero yang lagi jago2nya sama Juventus, dan atlet lokal Kurniawan Dwi Julianto yang waktu itu lagi ngetop2nya.

Sekarang coba kita liat lanjutannya,

Romario (ojo neko-neko)

Widodo (kamu ora ono)

Romario? Pasti pada kenal. Dia sebangsa sama Ronaldo, punggawa Brazil sekaligus rekan duet Bebeto yang dulu ngebawa Brazil juara Piala Dunia 1994. Selanjutnya adalah Widodo. Siapa itu Widodo?

Widodo di sini tentunya bukanlah Widodo Slamet alias Om Wid, yang merupakan anak kedua dari Siti Chalimah sekaligus merupakan kakak kandung bokap gue, Pak Astoto Slamet. Nggak, nggak ada hubungannya keluarga bokap gue dengan lagu P-Project dan dunia sepakbola ini.

Widodo yang dimaksud di lagu tersebut adalah Widodo Cahyono Putro, atlet sepakbola Indonesia yang berposisi sebagai stiker alias gambar tempel. Eh maksudnya striker, yaitu posisi penyerang.

Sama dengan Kurniawan Dwi Julianto, Widodo Cahyono Putro juga merupakan pemain nasional yang waktu itu lagi ngetop2nya. Cuma Widodo umurnya lebih tua dan lebih senior, jadi meskipun sekarang Kurniawan masih eksis, si Widodo udah mulai jarang terdengar lagi namanya akibat dimakan usia. Si Widodo ini dulu namanya pernah berkibar di tingkat Asia gara2 golnya waktu di Piala Asia 1996 di Timur Tengah yang dicetak dengan tendangan salto dinobatkan sebagai gol terbaik di taun itu.

Kembali ke lirik Lagunya Lagu Bola. Disitu dituliskan, “Widodo (kamu ora ono)”. Si Widodo yang kayanya emang orang Jawa ini (soalnya waktu itu dia main di klub Petrokimia Putra, Gresik) dikatain, “Kamu ora ono”. Itu merupakan kalimat dalam Bahasa Jawa yang artinya: “Kau cantik malam ini”. Eh salah, itu mah lagunya Lobow.

Kita tafsir kata demi kata. Kamu = kamu. Ora = tidak. Ono = ada. Jadi, frase “Kamu ora ono” artinya adalah “Kamu nggak ada”. Insya Allah demikian.

Iya sebenernya nggak perlu diterjemahin gitu kita semua juga udah pada ngerti kok. Tapi ya itu tadi, si Widodo ini emang nggak ada. Nggak ada dimana? Nggak ada di Prancis untuk ikut serta di Piala Dunia. Gitu maksudnya. Ya iyalah, Indonesia aja nggak lolos ke Piala Dunia kok.

Tentunya kita semua berharap, Widodo, Kurniawan, Hendro Kartiko, Aji Santoso, Robby Darwis, Rocky Putirai, Ronny Wabia, Uston Nawawi atau siapapun itu bisa tampil di Piala Dunia. Tapi orang2 yang gue sebut di atas adalah atlet2 jadul yang sekarang udah bangkotan dan nggak tau pada kemana. Meskipun Kurniawan masih eksis, tapi sekarang mah udah jamannya Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Jendri Pitoy, Boaz Salosa, Ponaryo Astaman, Ellie Aboy dan kawan2nya.

Kita semua berharap, suatu hari nanti akan ada nama tim sepakbola Indonesia bersanding dengan negara2 besar lainnya, seperti Italia, Brazil, Argentina, Prancis atau lainnya. Just for your info, dulu sekitar taun 1960 atau 1970-an, Indonesia pernah jadi macan Asia lho! Waktu itu kekuatan tim sepakbola kita lumayan disegani di tingkat Asia. Bahkan bisa mengimbangi tim sekelas Rusia (waktu itu masih UniSovyet) yang langganan peserta Piala Dunia, yang waktu itu masih diperkuat penjaga gawangnya yang mahsyur yang berjuluk “Black Spider”, Lev Yashin. Sekarang mah jangankan ngimbangin Rusia. Lawan anak2 SD dari Singapura juga mungkin kita bakalan kalah…

Ya sutralah… Kiranya sekian aja tulisan dari gue ini, seseorang yang suka musik, suka sepakbola, suka nulis dan suka ngejayus, yang berkeinginan untuk melihat nama Indonesia bisa terkenal di seluruh penjuru dunia.

Sebagai penutup, ini gue kasih bonus lirik lagu P-Project lainnya yang juga bertema sepakbola. Lagu berjudul “Kop dan Headen” ini merupakan plesetan dari (kalo nggak salah) lagunya Bee Gees yang judulnya “Close to Heaven”. Kalo lu denger lagunya langsung pasti familiar.

Lagu ini juga rada2 satir kaya “Lagunya Lagu Bola”. Tapi kalo gue ngebahas lagu ini juga, ntar tulisan ini bakalan jadi tambah panjang lagi. Jadi kapan2 aja yah gue bikin tafsir tentang lagu “Kop dan Headen” ini. Sekarang lu nikmati aja liriknya dulu. Silahkan…

Oiya, sebenernya sih gue pengen upload lagu “Lagunya Lagu Bola” sama “Kop dan Headen” ini ke blog gue, biar lu2 semua bisa pada dengerin juga Tapi sedihnya, gue nggak ngerti caranya! Huiks huiks… Somebody can help me please?

(Fair play… Uuwooo…)

Semenjak jamannya Maladi

Hingga ke jaman Rony Patinasarani

Mereka berjuang demi negeri

Untuk satu nama PSSI

Namun kini jamannya t’lah berganti

Pemain seringnya malah berkelahi

Permainan sudah tidak fair lagi

Hanya jadi ajang bela diri

Sadarilah… Bila…

Bermain bola lawan jangan cedera

Sadarilah… Bila…

Dia sengsara kita jadi bikin dosa

(Fair play… Uuwooo …)

Wasit ada di posisi yang rumit

Karena keputusannya yang sulit

Tak heran pemain banyak yang berkelit

Mengejar wasit terbirit-birit

Sadarilah… Bila…

Di sepakbola ingat aturannya

Sadarilah… Bila…

Di sepakbola wasit berkuasa

Ayo maju mencetak gol harus jitu

Nendang jangan ragu

Oper sana oper sini

Awas kena penalti

Penonton pun harus sadar diri

Berikanlah dukungan yang berarti

Dan junjunglah sportivitas yang tinggi

Menuju sepakbola prestasi

Sadarilah… Bila…

Penonton tertib kita pun gembira

Sadarilah… Bila…

Penonton tertib bukan cari gara-gara

Ruud Gullit, Van Basten dan Maradona

Contoh pemain k’las dunia yang telah ternama

Soetjipto, Soentoro, Anjasasmara

Nobon, Oyong, Lisa, Ronny Pasla semua pernah jaya

Kang Jajang, Kang Asep, Kang Tatang, Bu Yati

(Mereka bukan pemain sepakbola atuh…

Mereka itu adalah sodara saya semua…)

Paling top adalah Abdul Kadir

Mencetak gol dari pinggir kipernya pun terjungkir

Menahan tendangan bagaikan petir

Jala bergoyang penonton sorak kiper terkilir

(Mereka harus ditiru

Sepakbola harus fair play…)

Add comment January 13, 2009

KauCuriLagi…Uuuuu

Laporan pandangan mata dari balik kacamata seekor C-Kink. Waktu: Selasa malem, 30 Desember 2008 alias 3 Muharram 1430 H. Lokasi: Margo City Depok.

Malem ini katanya J-Rocks bakalan manggung di Margo. Dari pagi tadi, panggung dan alat2nya udah mulai disiapin. Katanya sih acara bakalan dimulai sekitar jam 7-an malem. Para Jrockstar alias fans2nya J-Rocks udah keliatan berceceran di sekitar Margo, bersiap2 mengepung panggung dari abis Maghrib.

Bla bla bla bla bla, dan akhirnya jam tangan di lengan kanan gue nunjukin angka 19.10. 4 orang naik ke atas panggung, stand by di alat musiknya masing dan mereka mulai nyanyiin beberapa biji lagu yang nggak ada satupun lagu yang gue kenal. Oh cuma band pembuka. Nama bandnya apa juga gue nggak tau, katanya sih “Bonus”.

Terus muncul 2 ekor MC, seorang perempuan dan seorang setengah laki2. Loh kok setengah laki2? Ya iya, maksudnya laki2 yang agak2 melambai gitu loh, yang feminim2 gitchu bo… Agak heran juga sih gue, kenapa tiap acara2 kaya gini, MC yang laki2nya kok selalu dipilih yang model2 melambai kaya gitu ya? Aduh, akika jadi kepikiran juga dech. Gimandang dong bow…

Iyah, si MC itu bercuap2 olala menghibur para penonton, bapak2, ibu2, semua yang ada disini… Sementara gue yang ngambil posisi di deket backstage nggak bisa jelas ngedengerin cuap2an kedua ekor MC tersebut, soalnya soundnya emang cuma diarahin ke bagian depan. Tapi dari sini gue ngeliat Rio Febrian di backstage lagi siap2. Kenal Rio Febrian kan? Yang nyanyi lagu “Belah Duren” itu loh, masa nggak kenal sih.

Gue nggak begitu tertarik dan nggak begitu napsu sama Rio Febrian. Ya iyalah, sama2 cowok gitu loh… Bukan, bukan itu masalahnya. Maksudnya gue nongkrong disini cuma pengen nonton J-Rocks doang. Karena J-Rocks belom keliatan nongol, akhirnya gue ke Musholla buat sholat Isya dulu bentar.

Balik ke panggung, ternyata Rio Febrian belom nampil. Yang lagi nampil adalah seekor perempuan yang kalo nggak salah namanya Anggi. Gue juga nggak kenal nih orang siapa. Abis Anggi turun, si MC nongol lagi dan ngasi game buat penonton. 3 ekor penonton disuruh maju, terus disuruh niruin gayanya Rio Febrian waktu lagi nyanyi lagu “Maaf”. Lagi2 karena gue nggak tertarik, gue balik ke backstage, satu2nya tempat di sekitar panggung yang agak lega.

Beberapa menit kemudian setelah si MC cuap2 sampe mulutnya berbusa, akhirnya tibalah giliran Rio Febrian buat nampil. Beliau pun naik ke atas panggung dan mulai beraksi. Namun sekali lagi karena gue nggak napsu sama Rio Febrian dan nggak apal lagu2nya, gue tetep npngkrong lesehan aja di deket backstage, nungguin J-Rocks.

4 lagu udah dibawain dan gue tetep nggak ada yang kenal lagunya. Sampe di lagu terakhir akhirnya ada juga lagu yang gue kenal, yaitu lagu yang judulnya “Jenuh”. Masih dari backstage, gue pun ikut2an nyanyi ngikutin alunan lagu.

“Ternyata hati tak bisa berdusta… Meski kucoba… Tetap tak bisa…

Dulu cintaku banyak padamu… Entah mengapa… Kini berkurang…

Maaf ku jenuh padamu… Lama sudah kupendam… Tertahan di bibirku

Mau ku tak menyakiti… Meski begitu indah ku masih tetap saja…

Jenuh…”

Wah maknyuss dah. Serasa kaya C-Kink Febrian aja gue. Mestinya gue tuh yang nampil di atas panggung, bukan Rio Febrian. Cuma sayang aja nggak ada satupun produser yang mau ngelirik bakat gue di bidang tarik suara ini. Ya kalo pun ada, pasti produser itu patut kita ragukan kesehatannya. Hohoho…

Balik lagi ke jalannya acara. Ternyata beberapa saat sebelum Rio Febrian turun dari panggung, para personil J-Rocks diem2 udah jalan ke backstage. Mereka turun dari lift tembus pandang yang posisinya persis di belakang panggung. Keluar dari lift langsung ke backstage yang posisinya persis bersebelahan. Saking diem2nya sampe gue sendiri nggak nyadar kalo Bang Wima alias bassisnya J-Rocks keluar dari lift dan jalan ke backstage. Yah nggak bisa salaman sama Wima donk…

Karena J-Rocks udah stand by di backstage, gue sama temen gue, seorang novelis yang bernama Djalu alias Mastur buru2 ke depan panggung buat nyari posisi yang strategis. Sementara 2 orang temen gue lainnya nggak ikut ke tengah, nonton dari pinggiran aja.

Ini ke-3 kalinya gue nonton J-Rock live, sekaligus yang pertama nonton J-Rocks di Depok. Soalnya yang sebelom2nya gue nontonnya di Jogja sono. Gue selalu berusaha berada paling depan, sedeket dan semepet mungkin dengan pager yang memisahkan antara panggung dengan penonton. Soalnya udah jadi kebiasaan kalo acara kaya gini pasti ada yang moshing. Biasanya orang2 yang ditengah yang pada moshing2 nggak jelas kaya anak autis. Dan barisan yang paling depan, yang mepet pager adalah barisan yang nggak bakalan moshing, soalnya mereka sibuk dengan handphone dan kameranya masing2 buat moto2. Plus, kalo barisan paling depan mau ikutan moshing juga, ya pastilah kepentok2 sama pager pembatas itu tadi. “Ctaang…” Kira2 gitu bunyinya kalo ada orang yang kejedot pager. Nggak percaya? Cobain aja sono gidah.

Awalnya gue dapet kira2 baris ke 2 dari pager, posisinya di depan agak pinggir panggung. Begitu si MC turun panggung, personil J-Rocks satu persatu naik ke panggung, sambil gaya2 dikit. Nggak dikit ding, tapi banyak gaya. Dimulai dari Sony, Anton terus Wima. Dan terakhir si Iman ikutan mejeng. Jrang jreng jrang jreng, lalu mulailah mereka mainin intro lagu “Aku Harus Bisa” yang nggak dilanjutin dengan nyanyian tapi cuma instrumental doang.

Jreeeeng… Opening yang cuma instrumen doang itu selesai. Para penonton yang sebagian besar adalah Jrockstar langsung tepuk tangan riuh dan teriak2. Padahal openingnya tadi biasa aja, menurut kacamata gue selaku makhluk autis. Malah ada yang teriak2 kaya gini,

“Wima… Kyaaa Wima…”

“Anton nengok sini Anton…”

“Iman… Imaaaaan…”

“Guk guk guk… Kaing kaing…”

“Auuuuuuuuuu…”

Yah nggak apa2 lah, biarlah mereka yang teriak2 itu menikmati masa muda mereka… Kan ntar nggak lucu kalo nanti udah peyot, keriput dan ubanan mereka masih teriak2 juga. Kaya gini dah ntar jadinya,

“Wima… Wim.. Uhuk uhuk…”

“Anton nengok sin… Uhuk uhuk..”

“Iman… Imaaaaaaa…”

“Tulilulilulilulilut…” (ceritanya ini bunyi ambulans yang di dalemnya ada nenek2 meninggal gara2 pita suaranya putus)

Balik lagi ke jalannya acara. Lalu J-Rocks segera menggebrak lagi dengan lagu “Cobalah Kau Mengerti”, lagu dari album ke-2 yang video klipnya dibintangi oleh seekor perempuan seumuran gue yang sekarang perempuan itu jadi pacarnya Wima. Gue ikutan jejingkrakan sambil mulut komat-kamit nyanyi lagu ini. Sekalian pelan2 gue juga mulai nyempil2 dan ndesel2 (ndesel2=bahasa Jawanya nyempil2, cuma lebih nyempil lagi, atau disebutnya: nyuuueeeempil. Yang orang Jawa Timur pasti ngerti) supaya bisa dapet posisi yang mepet pager. Di pertengahan lagu tangan gue udah bisa megang pager dan di akhir lagu akhirnya seluruh badan gue bisa nempel sama pager. Sementara di belakang sana orang2 lagi pada moshing dengan sangat autisnya.

Setelah lagu “Cobalah Kau Mengerti” abis langsung dilanjut sama lagu “Lepaskan Diriku”, single pertama di album pertama. Dari lagu ini gue pertama kali kenal J-Rocks dan langsung jatuh hati denger bassnya yang agak2 L’arc~en~ciel gimana gitu. Dan lagi2 di lagu ini gue ikutan jejingkrakan sambil nyanyi2.

Kini kuingin… Pergi darimu…

Tak kan ada yang bisa menahanku lagi…

Karena ku tau dirimu tak seperti dulu lagi…

Sudahlah sudah… Lepaskan diriku…”

Sementara di belakang sana orang2 maih asik bermoshing2 ria dengan sangat rusuhnya, sampe2 petugas security ngejagain pager supaya nggak runtuh dan berkali2 ngingetin supaya penonton nggak goyang secara berlebihan. Sebenernya sih menurut gue moshingnya nggak rusuh2 amat, cuma karena ini acaranya di dalem mall, jadi kondisinya beda sama konser outdoor.

Beberapa penonton nganggep security nya berlebihan. Saking keselnya sampe ada penonton perempuan jilbaban yang tiba2 ndesel2 lewat samping gue bawa botol Aqua (ups nyebut merek) kosong. Dia terus ndesel2 sampe depan banget. Setelah posisinya dirasa cukup strategis, langsung dia lempar botol kosong di tangannya ke arah beberapa security yang lagi jagain pager, diikuti tangannya yang mengacungkan jempol ke bawah, dan perempuan itu langsung ngeloyor pergi. Untung botolnya nggak kena siapa2. Tapi salah seorang security ada yang nyadar kalo botol itu ditujukan buat mereka. Lalu ia langsung menoleh ke arah perempuan berjilbab yang udah ngeloyor tadi, dengan ekspresi marah plus mata yang melotot dan mendelik kaya tokoh2 antagonis di sinetron2.

Itu tadi kisah si perempuan dan si security. Abis lagu “Lepaskan Diriku” kelar, Iman langsung ngelepas gitarnya dan dilanjutin sama lagu J-Rocks yang paling baru, “Falling in Love”. Biarpun lagunya agak slow, tapi tetep aja gue ikut goyang.

“Aku jatuh cinta… Telah jatuh cinta…

Cinta kepadamu… Ku jatuh cinta…

I am falling in love… Falling in love…

With you…”

Ini lagu liriknya ada Bahasa Inggrisnya gitu. Mau mirip2 si Cincyah Laurah kali ya?

Terus dilanjutin lagi sama lagu “Kau Curi Lagi”, lagu yang sedianya dinyanyiin J-Rocks duet bareng Prisa. Tapi karena kontraknya Prisa udah abis, jadi sekarang si Iman nggak punya temen duet bareng lagi. Agak stress juga dia kayaknya ditinggal perempuan manis macem Prisa. Saking stressnya, di tengah2 lagu dia sempet ngasi mic nya ke Wima selaku bassis, dan Wima menyambutnya dengan nyanyiin 1 baris dari lagu itu. Nggak ada Prisa, Wima pun jadi. Gitu kali pikir Iman. Huehehe…

Dulu waktu pertama kali nonton J-Rocks di Jogja, si Prisa masih terikat kontrak, jadi dia ikut nampil pas di lagu ini. Tapi nggak masalah nggak ada Prisa juga. Lagunya tetep enak buat jejingkrakan kok.

“Kau curi lagi… Uuuuuuu…

Kau genggam lagi… Uuuuuuu…

Kau tawan lagi hatiku yang telah terbiasa tanpa dirimu…

Kau jerat diriku…”

Jreeeng… Lagu “Kau Curi Lagi” selesai. Si Anton selaku drummer udah keliatan siap2 mau mainin intro lagu “Ceria”. Tapi tiba2 Wima, Iman dan Sony langsung turun dari panggung tanpa pamit. Disusul sama si Anton. Mereka melangkah ke backstage dan langsung hilang dari pandangan. Dan acaranya pun berakhir.

Kriiiik… Kriiiik…

Gue masih tetep berdiam diri di tempat.

Kriiiik… Kriiiik…

J-Rocks nggak balik lagi ke panggung. Berarti acaranya emang udah selesai. Ya nggak apa2 sih, cuma agak gantung aja endingnya. Menurut analisis gue dan Mastur yang sama2 tamatan SMA N 1 Depok, kayanya J-Rocks masih pengen mainin minimal 1 lagu lagi. Tapi ngeliat antusiasme penonton yang makin rusuh dan untuk menghindari kerusuhan lebih lanjut, maka diputuskan suoaya acara dihentikan sampe situ doang. Jadilah endingnya keliatan gantung dan tergesa2 gitu.

Lalu gue dan Mastur pun beranjak meninggalkan tempat itu dan balik ke backstage buat kumpul lagi sama 2 orang temen lainnya gue yang udah disana.

Sekian laporan konser J-Rocks malem ini yang berakhir mendadak, kira2 jam setengah 10-an.

Selesai.

Udah selesai?

Oh ternyata belom!

Kita baru mau masuk ke inti tulisan kali ini.

Oke, kita lanjut lagi.

Akhirnya berkumpullah gue berempat di deket backstage. Kita semua sama2 bingung dengan endingnya yang agak2 gantung ini. Sambil ngobrol2, gue rogoh saku kiri celana gue. Gue ambil handphone Nokia 3510 gue dan gue cek kiranya ada sms atau telpon masuk. Terus gue rogoh saku kanan celana gue. Gue ambil dompet gue. Terus gue masukin tangan gue ke saku kanan celana buat ngambil handphone Esia Huawei gue.

Tapi saku kanan celana gue rata.

Nggak ada sesuatu yang menonjol disana.

Gue cek sekali lagi, masih tetep aja rata dan nggak ada apa2 disana selain sebungkus permen Chox (aduh nyebut merek lagi).

Sekali lagi, nggak ada sesuatu yang nyembul dan menonjol disana. Kecuali kalo tangan gue gue geser ke tengah celana, jelas ada seuatu yang menonjol disana. Tonjolannya gede banget! Hohoho… Apa itu? Biarlah imajinasi dan fantasi lu aja yang menjawabnya. Astaghfirullah…

Gue cek ketiga kalinya, saku kanan celana gue maih tetep rata.

Dan ini berarti,

HANDPHONE ESIA HUAWEI GUE KECOPETAN!

Alhamdulillah… Inna lillahi wa inna illaihi rajiuun…

Akhirnya, kecopet juga handphone Esia Huawei gue yang satu ini, setelah 2 minggu sebelomnya, sodara si Esia Huawei ini yaitu si Nokia 6230 dan Nokia 6670 juga kemalingan waktu lagi di Jogja (baca tulisan gue yang judulnya “CeritaSuatuHari”).

Asumsi gue, Esia Huawei ini kecopetan waktu lagi nonton J-Rocks tadi. Yah namanya juga nonton konser yang penuh sesak, ditambah dengan anak2 autis yang pada mohing, emang sangat memungkinkan banget buat si copet ngehe’ bin brengsek bin bajingan bin ngepet itu beraksi. Ups Astaghfirullah…

Tapi ini ajaib. Bener2 ajaib. Soalnya di saku kanan celana gue ada handphone Esia Huawei dan dompet gue. Tapi yang kecopet cuma handphone doang, dompetnya nggak. Kok bisa? Ya nggak tau, mungkin copetnya masih punya perasaan. Eh nggak juga sih, kalo copetnya masih punya perasaan, tentunya dia nggak bakalan nyopet dong…

Kronologisnya gini. Awalnya di saku kiri celana gue ada Nokia 3510. Di saku kanan ada Esia Huawei. Di saku kanan belakang ada dompet. Sementara di saku kiri belakang ada sisir putih kecil pemberian Pak Astoto Slamet tercinta. Nah karena saku belakang ini rawan dan nggak terjangkau mata gue, jadi gue pindahin dompet gue dari saku kanan belakang ke saku kanan depan, barengan sama Esia Huawei. Posisinya pun Esia Huaweinya ada di bawah, terus gue timpa sama dompet gue di atasnya. Dan gue pake celana setan, eh celana jin, yang artinya kantong depannya tuh sangat2 sempit dan nge-pres.

Tapi selepas konser, ternyata Esia Huawei yang posisinya di paling bawah telah raib, sementara dompet yang posisinya lebih luar maih tetep utuh. Ini kenapa bisa gini? Apa yang nyopetnya adalah makhluk2 ghaib sebangsa Edy Tansil atau Osama bin Laden? Eh itu mah bukan makhluk ghaib, tapi orang yang nggak ketauan rimbanya.

Ya udahlah, tawakkal aja. Sesungguhnya kejadian ini emang udah tertulis di Lauh Mahfudz, dan Allah Yang Maha Mengetahui pasti punya rencana sendiri yang kita nggak ngerti apa2. Dalam rentang waktu 17 hari terakhir ini, gue udah kehilangan 3 biji handphone. Tapi sekali lagi, itu nggak apa2. Janganlah kita sibuk menangisi rezeki yang dicopet itu, tapi beryukurlah karena kita masih punya rezeki lainnya yang nggak kecopet. Bukan begitu?

Dan mengenai kaitannya dengan J-Rocks tadi, gue jadi terpikir untuk menyayikan sebuah lagu untuk si copet brengsek itu.

“Kau curi lagi… Uuuuuu…”

“Kau genggam lagi… Uuuuuu…”

Hohohohoho… Dasar maling, copet, pencuri atau apapun istilahnya. Kau curi lagi handphone yang dititipin ke gue itu. Dan kau genggam lagi handphone itu yang seharusnya berada di dalem genggaman gue.

Lagi2 gue kecurian. Lagi2 handphone gue raib. Dan lagi2 gue masih tetep imut (?????). Semoga dengan ini gue bisa menjadi lebih sabar dan lebih bersyukur lagi dalam menjalani hidup ini.

“Kau curi lagi… Uuuuuu…”

8 comments January 13, 2009


TanggalanAdaDiSIni

January 2009
S M T W T F S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise
andre on 2-2DariBalikKacamataku
Hikaru Yumeno on CV
ckinknoazoro on TentangC-Kink
ckinknoazoro on CV
ckinknoazoro on SecuilSMS #2
ckinknoazoro on NousNousSouvenons
ckinknoazoro on DinastyDariBalikKacamataku
ckinknoazoro on AdaUsulanNich

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds