Archive for March 26th, 2009

PenemuanRadioaktivitasAlami

Gue lagi iseng2 buka buku2 Fisika gue jaman SMA dulu. Dengan kompetensi gue saat ini sebagai mahasiswa Teknik Nuklir UGM semester 6, gue mau coba review dan flashbasck ke pelajaran2 Fisika di masa2 SMA. Kesannya dulu Fisika tuh pelajaran yang susah banget, padahal sekarang setiap harinya gue berkutat dengan segala sesuatu yang berbau2 Fisika. Teknik Nuklir sendiri merupakan program studi yang berada di bawah Jurusan Teknik Fisika. Fisika oh Fisika…

Sebenernya niat gue untuk buka buku2 Fisika jaman dulu ini juga terjadi karena suatu ketidaksengajaan. Loh, emang ada niat yang nggak sengaja? Jadi awalnya kan gara2 tugas penulisan laporan praktikum radiokimia, gue diharuskan untuk nyari dasar teori tentang kelarutan/solubility dan harga kali kelarutan (Ksp). Padahal materi ini sama sekali nggak gue dapetin semasa kuliah. Terakhir kali gue dapetnya waktu kelas 3 SMA dulu sama guru Kimia gue, Bu Desriningsih, yang punya anak perempuan manis yang namanya Monik (penting ya?).

Karena itulah, gue mesti bongkar2 buku Kimia gue jaman SMA dulu. Dan waktu lagi asik nginget2 masa lalu gue yang kimia-addict, gue jadi kepikiran buat sekalian buka buku2 Fisika SMA. Buat ngecek aja, jaman SMA dulu gue udah dapet pelajaran tentang ilmu2 nuklir sampe sejauh mana.

Dan setelah gue buka buku2 SMA itu, ternyata ada satu hal yang menyedihkan. Apa itu? Yaitu adalah bahwa ternyata sebagian besar pelajaran jaman SMA dulu adalah HAPALAN semua! Dengan status gue saat ini sebagai mahasiswa, gue cukup miris ngeliat buku2 SMA yang gue rasa isinya bener2 terlalu hapalan dan terlalu teoritis. Tapi lebih sedihnya lagi, kok dulu gue manut2 aja ya dapet materi kaya gitu? Sekarang barulah gue ngerasa kalo ada yang salah dengan kurikulum kita. Huiks huiks…

Eh tapi nggak gitu juga sih. Buat gue yang anak Teknik, mungkin materi2 kaya gitu terasa sangat kaku dan sangat nggak enjoyable. Tapi mungkin buat anak2 MIPA yang emang kesehariannya berkutat dengan hal2 kaya gitu, ya mungkin mereka bakalan fine2 aja. Nggak tau juga deh…

Oke cukup, bukan itu yang mau kita bahas disini. Udah jadi kebiasaan gue untuk melenceng dari judul yang udah ditetapkan, karena otak kanan gue terlalu hobi untuk berkreasi dan berinovasi serta berimajinasi suka hati. Mari kita kembali lagi ke jalan yang lurus, shirat-al-mustaqim.

Gue buka2 buku Fisika gue waktu kelas 2 semester 2 dulu. Di daftar isinya ada materi2 ini:

-          Optika Geometrik

-          Alat-Alat Optik

-          Sinar Katode

-          Struktur Atom Hidrogen

-          Struktur Inti dan Radioaktivitas

-          Reaksi Inti dan Teknologi Nuklir

Poin 1 dan 2 nggak gue pelajarin di kuliah. Kalo anak Fisika MIPA dan Fisika Teknik mungkin iya. Begitupun poin 3 dan 4, gue nggak terlalu diarahin kesana. Poin 4 gue pernah dapet, tapi cuma gambaran umumnya aja. Tapi untuk poin 5 dan 6, ranah itulah yang lagi gue pelajarin saat ini. Jadi poin 1 sampe 4 cuma gue baca2 sekilas aja. Sedangkan untuk poin 5 dan 6 juga sama, cuma gue liat2 sekilas. Loh?

Waktu lagi buka2 bab tentang Struktur Inti dan Radioaktivitas, gue nemuin sebuah tulisan menarik yang nyeritain tentang asal-usul penemuan radioaktivitas alami. Keren juga nih buku. Seinget gue selama gue kuliah di Teknik Nuklir, belom pernah gue diceritain tentang sejarah penemuan radioaktivitas alami. Tapi buku Fisika SMA ini punya ceritanya! Jadilah sekarang gue baru tau gimana asal-usulnya radioaktivitas itu ditemuin (aduuuuuh Mas… Emangnya dulu waktu SMA kemana aja???).

Rasanya rugi kalo sejarah penemuan radioaktifitas alami pertama kali ini cuma gue simpen sendiri aja. Selaku mahasiswa Teknik Nuklir yang setiap hari berkutat dengan radiasi, gue punya tanggung jawab untuk mencerdaskan lu semua tentang segala sesuatu mengenai kenukliran, dan sejarah penemuan ini merupakan salah satunya.

Jadilah sekarang kita masuk ke inti acara, alias inti tulisan ini yang udah gue cantumin sebagai judul tulisan ini: Penemuan Radioaktivitas Alami. Mau tau gimana ceritanyanya? Nanti aja yah, gue tulis di tulisan gue yang lain, biar lu semua pada penasaran. Hohohohoho… Baru mau masuk ke inti tulisan, eh tapi tulisan ini udah harus gue akhiri sampe disini. Jadi ceritanya di pending dulu yaaaa…

Add comment March 26, 2009

PagiPagi

Hari ini adalah hari libur nasional, dalam rangka memperingati meninggalnya kucing milk tetangga sebelah yang mangkat gara2 kelindes sepeda roda tiga yang dikendarain oleh seorang balita. Loh kok?

Hari ini bertepatan dengan hari raya Nyepi, merupakan hari libur nasional. Kalo nggak percaya, coba aja liat kalender, pasti hari ini warnanya merah. Kecuali kalo kalender lu adalah kalender fotokopian, warnanya cuma item-putih doang.

Mumpung libur, dari kemaren gue udah ber-azzam kalo pagi ini gue mau ngenet di VidiNet, tempat ngenet cowok cerdas (eh itu mah slogannya Kompak ya). Kenapa harus pagi ini? Soalnya mumpung lagi libur. Kenapa harus pagi2? Soalnya kalo pagi masih murah, masih dapet diskon dari tengah malem. Kenapa harus di VidiNet? Soalnya yang deket kosan gue cuma itu doang, dan koneksinya juga bisa dibilang cepet. Kenapa harus cepet? Banyak tanya gue kepret juga lu!

Kenapa harus ngenet? Duh masih nanya2 juga… Ya nggak apa2 deh, kali ini gue jawab. Urgensi gue ngenet pagi ini adalah karena ada banyak kerjaan yang mau gue kerjain. Diantaranya adalah ngecek email. Kalo ini sih udah jadi kewajiban, dimana setiap kali kita ngenet, pasti kita langsung ngecek email dulu. Setelah ngecek email, situs apa yang kita buka selanjutnya? Yup, lu semua adalah benar kalo ngejawab: facebook! Ayo ngaku, lu juga suka gitu kaaaaan???

Tapi nggak cuma itu doang. Berkaitan dengan kuliah ke-nuklir-an, ue juga mesti nyari nilai tetapan kelarutan Iodium pada larutan PbI2 dan nyari besarnya waktu paruh I131. Hufff… Serta nggak lupa gue pengen nyari lirik lagunya Remioromen yang judunya Konayuki.

Akhirnya pagi ini gue mempersiapkan diri. Setelah Subuhan, sikat gigi, dandan dan segala macem, gue panasin MyLovelySolBro yang setia nangkring di depan kosan. Lalu gue lajukan MyLovelySolBro ke tempat VidiNet berada, setelah sebelomnya nggak lupa gue buka dulu gerbang pager kosan gue.

Nggak lama kemudian gue nyampe di VidiNet. Dari dalem mobil, gue liat VidiNet pagi ini bisa dibilang sepi, malahan sepi banget. Hal ini terlihat dari jumlah motor yang parkir di sana, cuma ada sekitar 2 butir, eh 2 buah. Jumlah motor yang parkir secara nggak langsung memiliki korelasi linearitas dengan jumlah pengunjung di dalemnya.

VidiNet di pagi hari kaya gini emang biasanya tergolong sepi. Biasanya kalo gue ke sini pagi2, motor yang parkir nggak nyampe 10-an. Di dalemnya pun banyak komputer yang kosong, cuma sebagian aja yang kepake. Padahal kalo malem parkirannya penuh banget. Di dalemnya pun kita masih mesti ngantri dulu, namanya ditulis di waiting list.

Tapi pagi ini lain dari pagi2 biasanya. Motor yang parkir cuma ada 2 biji. Ya nggak apa2 lah, yang penting mobil gue kan nggak ganggu eksistensi motor mereka gitu loh.

Lalu gue pun turun dari MyLovelySolBro dan melangkah menuju pintu masuk VidiNet. Prok prok prok… Kira2 gitu bunyi langkah kaki gue, sama kaya jalannya Pak Kapiten. Dan kita pun sama2 punya pedang panjang, walaupun dalam makna yang berbeda. Hohohoho…

Dan akhirnya setelah gue persis nyampe di depan pintu masuk VidiNet, barulah gue ngerti kenapa cuma ada 2 motor yang parkir disana. Kenapa? Soalnya persis di pintu masuk VidiNet itu ada tulisan kaa gini:

 

“TUTUP / CLOSED”

 

Buajigur… Pentesan aja motor yang parkir cuma dikit, VidiNet nya tutup kok! Dan di sebelahnya juga ada pemberitahuan bahwa karena hari ini hari raya Nyepi, jadinya mereka meliburkan diri. Wah, warnet yang buka 24 jam ternyata bisa libur juga ya. Kalo burjo 24 jam pada libur juga nggak ya?

Akhirnya dengan langkah gontai, gue balik lagi ke tempat MyLovelySolBro parkir. Dan gue pun melaju pulang, balik lagi ke kosan. Gue nggak minat ngenet di tempat lain soalnya gue nggak berani jamin koneksinya bisa secepet di VidiNet ini.

Jadilah niat gue untuk ngenet pagi ini batal, sehingga sekarang gue lagi terdampar nongkrong di kosan, buka2 laptop. Sembari ditemenin lagu Konayuki nya Remioromen dan lagu Only Human nya Susumu Ueda, gue ketik deh sebuah tulisan yang sekarang tulisan yang gue ketik itu lagi lu baca. Hohohohohoho…

4 comments March 26, 2009

IdoHaveApromise

I’ve got a task to finish my radiochemistry practical work report. Radiochemistry practical work is my second radioactive-lab-work at Nuclear Engineering research program in Physics Engineering, while the first radioactive-lab-work is called “radiation measurement and detection”.

The theme of my radiochemistry practical work is about solubility. The objective is to find the solubility of PbI2. Before I work with my report, I have to study about solubility first to understand about the theory of solubility itself. But my biggest problem is that I never had any solubility lesson in college. And the last time I had studied solubility, it was in my past high school! It means that it was about 3 years ago!

So I have to re-open my old high school book and search for the solubility lesson. Fortunately, my old chemistry books are inside my filing cabinet in my room at Jogja. Then I go search for it, and finally I find those solubility’s theory in my third grade high school book. Ah, so lovely…

When I open the book, the inside cover attract me. There is a Periodic Table draws there. It brings back memories. The memories of my past in those lovely high school. The memories of my past about the chemistry lesson that I always loved it. The memories of my past when I used to think that I wanted to continued my study in Nuclear Engineering because I loved chemistry so much. Now I know that Nuclear Engineering is not only about chemistry, but it has a lot of physics on it!

And once again, those Periodic Table reminds me of the promise that I have been made. What promise is it?

Before I answer that question, let’s see the Periodic Table first. If you don’t have one, then just imagine it on your mind. Periodic Table has a lot of box, and every box is filled with different atomic numbers and different elements. For example, the box in the most top-left is filled with the world “H”, which is means Hydrogen with atomic number is one. The most right boxes are filled with noble gas and popular with its magic atomic number, such as He for Helium, Ne for Neon, etc. Now, you should have remembered about Periodic Table, haven’t you?

If you do so, then let’s take a look at the most down boxes in the Periodic Table, especially some boxes in the right. In my chemistry book, the boxes are ended at the atomic number 112, with Uub for Ununbium element is on it. The Periodic Table has a box-space up until atomic number 118, but the last element is Uub with atomic number 112. But maybe the new one already has been updated up to 113 or 114 atomic number elements.

But it is still doesn’t touch the number 118 itself. Then, what does it means? It means that, there are still some elements that has not been found yet! And the elements are those who have atomic numbers 118, 117, 116, 115 and maybe 114 and 113.

That was my promise. When I was in third grade high school, I had a very genius seatmate called “Karnanim”. We both loved chemistry so much. We were the person who was always enthusiasm to answer any chemistry question. And because of our loves to chemistry, we also made a promise at that time.

What promise?

See Periodic Table once again. Do you see the blank space after the box with atomic number 112, Uub? And can you find the box with atomic number 118 on it? That is our promise!

We both made a promise that we will be the person who found them! We made a promise that we will find the elements that has not been find today! We will! Sure we will, Insya Allah!

We made an agreement that Karnanim will find the element with atomic number 117. Then I will complete the Periodic Table by find the element with atomic number 118. The names of those elements are referred to our name. Element with atomic number 117 is called “Karnanimium”, and the last element with atomic number 118 is called “C-Kinkium”. That was our promise!

Now, 3 years has passed. Karnanim is studying in Chemical Engineering at University of Indonesia, while I am still confused to study in Nuclear Engineering at Gadjah Mada University. Both of our concentrations are still related with our past promise, even though it is only a little bit off.

Both of us still have an endless journey. Both of us still have a lot of unrevealed future. Will we fulfill our promise? Just let the time answered it. And if you ask me, I would like to say: “YES WE WILL, INSYA ALLAH!”

2 comments March 26, 2009


TanggalanAdaDiSIni

March 2009
S M T W T F S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

ckinknoazoro on LPJmenkoEksternal
Gravekeeper on LPJmenkoEksternal
ckinknoazoro on CV
yadhinspire on CV
yadhinspire on 11Juni2009
Pasang Iklan on PemadamanBergilir,KapankahAkan…
ckinknoazoro on IdoHaveApromise
ckinknoazoro on 2-2DariBalikKacamataku
shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds