Archive for April, 2009
JanganBangunkanAku
Jangan Bangunkan Aku
Jangan bangunkan aku
Dari mimpiku malam ini
Jangan bangunkan aku
Dari mimpi yang indah ini
Jangan bangunkan aku
Karena aku masih ingin menikmati
Mimpi-mimpiku di malam ini
Aku tau
Mimpiku ini hanyalah sebuah mimpi
Tapi aku begitu menikmatinya
Aku tak ingin
Terbangunkan dari mimpi indah ini
Karena aku tau
Kenyataan dalam hidupku
Tak seindah mimpi ini
Aku hanya ingin
Melakukan hal-hal yang aku inginkan
Yang aku tau itu akan sulit dilakukan
Jika aku dihadapkan pada kenyataan
Aku ingin
Selamanya tetap seperti ini
Bergerak lincah kesana-kemari
Tanpa ada rasa ragu di dalam hati
Bagaikan di alam mimpi
Oh iya… Ini kan memang hanya mimpi…
Tapi aku
Masih ingin menikmatinya
Masih ingin merasakannya
Masih ingin berbahagia di alam ini
Jangan bangunkan aku
Dari mimpi ini
Ku tak ingin segera terbangun
Ku masih ingin ada di sini
Jangan bangunkan aku
Jangan bangunkan aku
Jangan bangunkan aku
Izinkanlah aku
Menikmati perasaan ini
Yang hanya dapat kunikmati
Dalam dunia mimpi
Jadi sekali lagi, kumohon
Jangan bangunkan aku
Dari mimpiku malam ini
Karena
Malam ini aku bermimpi
Bahwa aku…
…BISA NAIK SEPEDA!!!
HUAAAAAAAA…!!!
C-Kink
Yogyakarta, 25 April 2009
7 comments April 26, 2009
BaladaIsiPulsa
Sebuah balada antara Mr X dan Mrs Y.
Based on true stories.
Alkisah, di suatu hari entah kapan, di suatu tempat entah dimana, di suatu malam entah jam berapa, tersebutlah seekor anak manusia bernama Mrs Y (anggap aja bukan nama sebenernya). Di malam itu, Mrs Y yang lagi nggak ada kerjaan iseng memencet tombol *388# pada handphonenya. Dan ternyata, angka2 yang ditampilkan di layar handphonenya itu nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya malam itu Mrs Y memutuskan untuk membeli pulsa di toko material terdekat (?????).
Berangkatlah Mrs Y menuju tukang jual pulsa. Sesampainya disana, ia disambut oleh seekor mas-mas yang berjiwa entrepreneur tinggi. Apa buktinya? Buktinya adalah bahwa mas-mas itu telah membuka usaha untuk berjualan pulsa. Bener2 luar biasa! Bangsa ini butuh jiwa2 entrepreneur seperti itu…
Lalu Mrs Y segera membeli pulsa elektronik di tempat itu.
“Mas pulsa *tiiiiiit* (merek operator) nya yang 10ribu ya! Nomornya xxxxxxxxxxxx”
“Siap Mbak! Your wish is my command! Apa sih yang nggak buat Mbak. Jangankan 10ribu, 1juta pun saya kasih! Asal ada duitnya ya…”
Si mas-mas pengusaha itu segera memencet tombol2 di handphonenya yang jumlahnya lebih dari 1, tapi levelnya low-end semua (khas tukang2 penjual pulsa). Ctik ctik ctik… Anggap aja bunyinya kaya gitu.
Nggak lama kemudian, sebuah sms masuk ke handphone Mrs Y. Mrs Y segera membukanya dan terlihat tulisan disana.
“M-KIOS
Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)”
Mrs Y meneliti jumlah angka 0 pada nominal pulsa disitu. Satu dua tiga empat lima… Ada lima angka 0. Berarti pulsa yang masuk adalah 100ribu rupiah. Loh, padahal kan tadi dia mintanya yang 10ribu? Lalu Mrs Y komplain ke mas-mas entrepreneur dihadapannya.
“Loh Mas kok 100ribu? Aku kan bilang 10ribu!”
“Hah masa Mbak? Tadi saya masukinnya 10ribu kok!”
“Masa sih Mas? Ini coba liat sendiri nih!” (sambil menyodorkan sms tersebut persis di moncongnya mas-mas entrepreneur itu)
“Loh tapi tadi saya nulisnya 10ribu Mbak! Beneran, nggak bo’ong! Sumpah deh!”
“Aduh, tapi ini gimana Mas?”
“Yah saya juga nggak tau Mbak…”
“…”
“…”
Lalu mata mereka berdua saling pandang dan bertatapan lamaaaaa sekali. Terdiam, termangu… Seakan malam ini hanya milik mereka berdua… So sweet…
…
…
…
Kriiiiiiik… Kriiiiik…
***
Pada waktu yang bersamaan dengan balada Mrs Y diatas, tersebutlah seekor makhluk yang bernama Mr X (semoga ini emang nama sebenernya) yang sedang bersemedi di suatu tempat entah dimana. Kalo si Mrs Y memencet tombol *388# di handphonenya, maka malam ini Mr X menekan tombol *389# (aduh, mereka berdua pasti pake operator yang sama deh, yang bintang iklannya si Asmirandah itu loh…). Di layar handphone Mr X muncul sebuah tulisan, “Sisa SMS 0.1 : xx SMS jam 00-12 & yy SMS jam 12-24. Raih Swift/hari ketik Kejar ke 885”. Melihat konstanta variabel yy SMS disitu masih ada nilainya, maka Mr X pun berniat menghabiskan bonus sms sejumlah yy satuan itu.
Segera Mr X membuka inboxnya untuk mencari sms2 jayus yang kiranya bisa digunakan untuk menghabiskan jatah bonus sms nya. Sampailah ia pada seonggok sms yang berbunyi,
““M-KIOS
Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)
.
.
.
.
Tapi karena Anda kaget dan senyum duluan, maka pulsa kami batalkan. Terima kasih.
”
Segera ia gunakan sms itu dan ia forward. Ketika hendak memasukkan contact untuk dikirimin sms, listnya berhenti pada nama “Mrs Y”. Segeralah tangannya menekan tombol send, dan terkirimlah sms jayus itu kepada Mrs Y.
***
Beberapa menit kemudian, handphone Mr X berdering. Ada sebuah sms masuk disana. Ia buka sms tersebut, ternyata pengrimnya adalah Mrs Y. Isinya adalah sebagai berikut:
“Ahahaha sialan. Tau nggak, pas banget pas lo kirim sms pas gue lagi beli pulsa di tukang pulsa, dan dengan bodohnya gue membaca sms lo dan nanya yang jual “loh Mas kok 100ribu, aku kan bilang 10ribu”. Ahahahaha. Terus mas nya makin bingung… Jadi sms dari M-Tronik masuknya barengan sama sms lo… Ya ya Anda berhasil menjebak saya.”
Dan setelah membaca sms dari Mrs Y tersebut, Mr X senyam-senyum cekikikan sendirian dalam semedinya. Ihihiihihii…
TAMAT
(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Jika ada kesamaan kejadian dan lainnya, maka itu adalah suatu kesengajaan yang emang disengaja. Hohohoho…”
4 comments April 26, 2009
MalamIni
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Di bawah langit malam hari
Tanpa sinar rembulan menemani
Tanpa cahaya bintang menerangi
Hanya awan mendung yang menaungi
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Melangkahkan kaki
Mengitari Pogung malam hari
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Rully
Untuk mengembalikan
Buku berjudul “Confession of an Economic Hit Man”
Karya John Perkins dari seberang lautan
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Rully
Ternyata lampu kamarnya mati
Kuketuk pintunya
Tak ada jawaban disana
Berarti Rully sedang tidak ada
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Hasan
Yang letaknya berdekatan
Untuk menitipkan
Buku yang hendak ku kembalikan
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Hasan
Lampu kamarnya menyala berkilauan
Tapi tidak ada sendal Hasan di pintu depan
Kuketuk pintunya
Tak seorang pun membalasnya
Berarti Hasan juga tidak ada
Dan buku itu harus tetap ku jaga
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju kosan Reza
Untuk meminjam buku
Yang sudah lama kutunggu
“Melawan Iblis Mepisthopeles
Bunga Rampai Tinjauan Kritis
Anti PLTN Fisi”
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Reza
Ku menuju ke lantai dua
Dan kuhampiri kamarnya
Setelah mengetuk sekian lama
Ternyata Reza tidak berada di kamarnya
Sekali lagi, buku itu harus tertunda ku baca
Malam ini
Aku bingung mau kemana lagi
Jadi aku melangkahkan kaki
Menuju burjo untuk menambah energi
Malam ini
Aku telah sampai di burjo itu
Ku pesan nastel, tempe dan tahu
Serta minum milo disertai es batu
Enam ribu
Uang yang harus kukeluarkan dari kantongku
Malam ini
Aku baru menyadari
Bahwa aku harus ke kosan Andhika
Untuk menyerahkan
PR bahasa Jepang yang harus diselesaikan
Pada hari Senin depan
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menuju ke kosan Andhika
Yang letaknya terpencil di ujung sana
Terjepit antara dua rumah warga
Malam ini
Aku melewati kosan Sazar
Tempat aku biasa membeli pulsa
Serta meng-copy file kuliah dari komputernya
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Andhika
Ku telusuri gang menuju kamarnya
Ternyata lampu kamarnya tidak menyala
Kuketuk pintunya
Tak ada jawaban di sana
Malam ini
Aku tau persis kebiasaan Andhika
Dimana ia tidak pernah mengunci pintu kamarnya
Jadi ku dorong saja pintunya
Dan ternyata…
Terbuka!
Kuletakkan PR bahasa Jepang itu di mejanya
Semoga ia melihatnya
Malam ini
Aku tidak tau harus kemana lagi
Jadi kuputuskan untuk kembali
Balik ke BEM lagi
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Melintasi Selokan Mataram
Yang airnya bersinar temaram
Memantulkan keindahan cahaya malam
Malam ini
Aku melewati warung Bu Minah
Tempat dulu kita biasa tertawa bersama
Menikmati nasi goreng dengan pedasnya
Diiringi lelucon jayus tanpa makna
Dan obrolan yang membuka segala rahasia
Malam ini
Aku melewati warung Herlambang
Dengan tulisan Ejo yang terpampang
Warung ini butuh banyak kasih sayang
Tapi ingat, ini bukan warung remang-remang
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Menikmati Pogung di malam hari
Yang penuh dengan warna-warni
Warna-warni dari para penghuni
Malam ini
Aku berjalan sendiri
Dan ketika kulihat ke atas sana
Bintang bulan masih enggan untuk menyapa
Hanya rintik hujan yang telah mereda
Membasahi bumi dengan cintanya
Malam ini
Aku melintasi jurusan Teknik Sipil
Jurusan yang lebih besar dari seonggok upil
Tempat Primas, Dede, Friski dan Teguh menghabiskan waktu
Demi menuntut ilmu
Untuk mencampur semen, pasir dan batu
Malam ini
Aku telah kembali ke BEM lagi
Dan segera ku buka lemari
Tempat ku meletakkan tas dan kunci
Kunci mobil ku yang setia menanti
Di parkiran Arsi
Malam ini
Aku berkendara seorang diri
Di temani sebuah mobil Toyota Soluna
Yang setia mengantarku kemana-mana
Tanpa pernah lelah apa lagi curiga
Malam ini
Aku telah sampai di kosan Karangwuni
Segera kubuka laptop Eight-Pi
Lalu kupaksa jari-jari ini
Untuk mengetik sebuah puisi
Dan puisi itu, saat ini,
Baru saja kalian nikmati
C-Kink
Yogyakarta, 19 April 2009
2 comments April 20, 2009
Evaluasi3Bulan
Hari itu, di awal bulan Februari, Hayu Miftah Utami selaku Ketua Umum BEM KMFT mewajibkan seluruh PH alias Pizza Hut, eh maksudnya Pengurus Harian untuk nulis harapan, impian, keinginan, target, rencana atau apapun yang ingin dicapai selama 3 bulan ke depan. 3 bulan dalam arti bulan Februari, Maret dan April. Kita semua nulis keinginan kita masing2 di selembar kertas. Terus kertasnya dikumpulin jadi satu, dan dimasukkin ke dalem botol.
Tadinya botol tersebut mau dikubur di dalem tanah biar kesannya lebih nampol. Tapi karena takut nanti lupa nguburnya dimana dan nggak bisa diambil lagi, jadilah botol tersebut dipegang sama Miftah sendiri. Dan botol itu baru boleh dibuka lagi 3 bulan kemudian. Botol yang berisi harapan2 kita semua selama 3 bulan kedepan.
3 bulan kemudian…
(kaya di film2)
3 bulan telah berlalu sejak hari itu. 3 bulan yang sangat singkat, nggak sampe 1 paragraf…
Akhirnya tibalah hari di mana kita bakalan ngebuka botol keramat itu. Di penghujung rapat PH, Miftah Nur Muslimah mengeluarkan botol itu untuk kita buka rame2. Karena botolnya disegel, jadi botol itu kita potong tengahnya pake cutter. Tau cutter kan? Itu loh yang biasa dipake perempuan buat warnain kuku…
Sreek sreeek… Cutter tesebut membelah bagian tengah botol. Dan setelah botolnya kebelah semua, tiba2, wuuuuuuuussssssh….!!! Muncul seonggok jin dari dalem botol tersebut!
Hah, masa iya ada jin nya? Ya nggak lah… Kalau pun ada ya nggak bakal keliatan, kan jin makhluk ghaib gitu loch.
Lanjut lagi. Botol itu dibuka dan kertas2 di dalemnya dikeluarin. Sampe pada gilirannya gue dapet kertas punya gue sendiri. Berisi harapan2 yang gue tulis di bulan Februari lalu Mau tau apa tulisan gue waktu itu? Ini dia…
Idealita
Individu:
- Harus ikut les bahasa Jepang atau Prancis
- Harus ada kejelasan mengenai nasib personal literatur yang udah dikirim ke penerbit
- Harus baca 10 buku dalam 3 bulan ini
- Harus ngeposting 20 tulisan dalam 3 bulan ini
- Harus nyiptain 3 lagu dalam 3 bulan ini
BEM KMFT UGM
- Udah punya koneksi face to face dengan 15 instansi internal UGM
- Udah punya koneksi face to face dengan 5 instansi eksternal UGM
- BEM KMFT UGM harus eksis dan aktif di tingkat eksternal, minimal universitas
- BEM KMFT UGM punya nama dan disegani di tingkat universitas
(catatan: tulisan idealita itu nggak ada di kertas lho, cuma gue tambahin di sini aja)
Kira2 itu hal2 yang gue tulis di kertas itu. Target2 yang ingin gue capai selama 3 bulan. Target nya pun dibagi 2, ada target untuk individu dan ada target untuk BEM dengan porsi gue selaku Menteri Koordinator Lini Eksternal.
Lalu, gimana kenyataan selama 3 bulan ini? Apakah target2 tersebut terpenuhi? Yuk mari kita saksikan realita yang terjadi…
Realita
Individu:
1. Harus ikut les bahasa Jepang atau Prancis
Realita: Sukses!
Nggak cuma les bahasa Jepang atau Prancis, tapi les bahasa Jepang dan Prancis. Les Prancis level 1 udah selesai, dengan status excellent dan nilai tertinggi sekelas. Sekarang lagi coba lanjut ke level 2.
2. Harus ada kejelasan mengenai nasib personal literatur yang udah dikirim ke penerbit
Realita: Gagal!
Terakhir kali ngirim email ke penebit, penerbit Resist Book nggak ngasih respon balik. Sementara Gradien Mediatama belom bisa ngasih jawaban pasti soalnya baru dinilai oleh 2 orang dari seharusnya 5 orang.
3. Harus baca 10 buku dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Baca 11 buku dalam bulan ini:
+ Jangan Berlebihan (Manshur bin Muhammad Al-Muqrim)
+ Perilaku-Perilaku Setan (Muswadi Ahmad, LC)
+ Hidup Setelah Mati (Jasim Muhammad Al-Muthawwi)
+ Metode Menjemput Kematian (Al-Ghazali)
+ Fatwa-Fatwa Rasulullah (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
+ Penyesatan Opini (Adian Husaini)
+ Confession of an Economic Hit Man (John Perkins)
+ Capita Selekta Aliran Sempalan di Indonesia (M. Amin Djamaluddin)
+ Indonesia Butuh Nuklir (Agus Mustofa)
+ Mossad Behind Every Conspiracy (Herry Nurdi)
+ Hypnotic Writing (Joe Vitale)
4. Harus ngeposting 20 tulisan dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Posting 21 tulisan di blog. Plus ngirimin 1 tulisan ke 5 media massa, tapi Alhamdulillah nggak ada 1 media massa pun yang mau nampilin tulisan itu.
5. Harus nyiptain 3 buah lagu dalam 3 bulan ini
Realita: Sukses!
Dalam rentang waktu 3 bulan ini berhasil nyiptain 6 buah lagu:
+ Kembalilah
+ Sendiri
+ Hidup Ini Indah
+ Lelah (lirik oleh Cinthya)
+ Pemilhan Umum
+ Di Ujung Lelah (lirik oleh Fina)
BEM KMFT UGM
1. Udah punya koneksi face to face dengan 15 instansi internal UGM
Realita: Belom tau?
Fungsi ini dipegang sama Humas. Tapi belom sempet dapet update-an terbaru dari Humas. Nggak cuma Humas yang punya forum Humas se-UGM, ternyata Advo juga punya forum Advokasi se-UGM. Dan Departemen2 lain juga punya, cuma belom terdata.
2. Udah punya koneksi face to face dengan 5 instansi eksternal UGM
Realita: Belom tau?
Fungsi ini utamanya juga dipegang Humas. Tapi yang udah konkrit dan dipegang langsung oleh Menko Eksternal adalah Universitas Widyagama Malang, Akademi Teknologi Kulit Bantul dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.
3. BEM KMFT UGM harus eksis dan aktif di tingkat eksternal, minimal universitas
Realita: Anggap aja sukses!
BEM KMFT UGM udah pernah dapet kunjungan dari UWM, ATK dan Untirta. Kita juga diminta ATK untuk jadi pembicara di acara LDK mereka. Untuk tingkat universitas, Humas sempet jadi tuan rumah forum Humas se-UGM. Advokasi juga sempet ngadain training Advokasi rumpun BGST. Sosmas ngasih pembelajaran intensif ke anak2 panti asuhan Aisyah dalam rangka menghadapi UAN. Kastrat ngadain workshop pemilu dengan pembicaranya antara lain adalah orang KPUD Jogja dan anggota DPR RI, serta pesertanya ada warga asing yang tertarik mempelajari sistem demokrasi di Indonesia.
4. BEM KMFT UGM punya nama dan disegani di tingkat universitas
Realita: Anggap aja sukses!
Fakultas Teknik gitu loh, siapa sih yang berani macem2 sama anak Teknik?
Nooooooh, kira2 begono evaluasi gue selama 3 bulan ini. Ayo buat yang lain, tertarik untuk bikin lembar perencanaan dan lembar evaluasi juga? Karena gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Dan lebih baik bersimbah keringat di saat latihan daripada bersimbah darah di medan perang. Serta sesungguhnya Allah adalah seperti prasangka hamba2-Nya, dan Allah lebih dekat kepada manusia daripada urat nadi manusia itu sendiri. Harapan itu masih ada, Insya Allah, LANJUTKAAAAN!!!!
Add comment April 17, 2009
MenkoEksternal#3
Once again, another month of my existence as Menko Eksternal BEM KMFT UGM has passed. That was the third. And now i’m facing my next month.
There are no many events were held in March. March was “Makrab Month”. Makrab, known as Malam Keakraban or Solidarity Night was an event held by ministry or BEM itself in purpose to strengthen the relationship between the persons on it. If it is held at night, we call it Makrab. But if it is day, we rename it Sikrab, as known as Siang Keakraban. The difference is only at its time, one is held with stay overnight and the other is held all day long.
There are about 3 Makrab were held in March. The first is Daily Board Makrab. But that wasn’t true Makrab, that was just a Sikrab and we call it Forga, known as Forum Keluarga or Family Forum. All Daily Board were came except Dita from OASE, because she hasn’t felt better since her last accident that cause her to stay overnight at hospital. And so did Sheila who has been pointed to replace Dita’s place, she didn’t came either.
That Forga was held in Prambanan, one of the most popular temple. We came there at about 9 o’clock and left there at 5. But even though we were there all day, we didn’t even touch the Prambanan Temple itself! All we did was just an heart to heart talk, games, exchange gift and absolutely photo sessions. We didn’t have any time to touch the temple. What we did is just took the picture of the temple. How sad…
Then one day after Forga, The Ministry of Sosmas also held a Makrab. It was held ini Parangkusumo Beach, Bantul, South Jogja. We did stay overnight at somewhat inn. We spent the night by playing a card game called “Uno”, the one whom I like to win. And in the next morning, we play at the beach. Playing beach football, play in the sea, had our clothes wet, and also photo sessions, the one that I won’t forget! Every old man here was thrown to the sea, including me. And it was fun that you felt the soft sea water flow through your body.
Next week, The Ministry of PSDM won’t be defeated. They also held a Makrab. If Sosmas did it in beach, then PSDM did it oppositely: the mountain! That was took place in Cangkringan, some place near Merapi. We didn’t stay overnight at inn, but we used citizen’s house for our base camp. But the men should not sleep there. We were sleep at the mosque near there. But I didn’t follow all of event. I came at late night and then left at early morning. Didn’t know what was happened after I left it.
In the middle of the month, there was a talk show that organized by Humas. It was a talk show whom talks anything about how to get the chance to continuing our study in Japan. The speaker were they who had been in Japan.
Talking about Japan, there was a member of BEM that had a chance to study exchange in South Korea. He was Ahmad Nasikun, former leader of The Ministry of PSDM. He was departed at 21st this month. At 20th, we did a little goodbye anniversary for him. Because he will left Indonesia for about 9 months until January 2010. And we did accompany him to Tugu rail station. He will left to Jakarta using a train, and then use an air plane to move to South Korea.
Recruitment limited edition also held this month. There were about 30 new members who registered. They had any task to be done to complete their status as new members of BEM KMFT UGM. One of their tasks is to discuss with one of 3 top boards: Miftah, Fauzi or me. With this, I had a duty to prepare my material of discussion that I was going to discuss with them. That was Motivational Organization, Time Management and Between Ideality and Reality.
Not only that. Another tasks is to stay overnight at BEM and then made a discussion in the morning. Once again, I had a duty to become a speaker at that time. So I had to stay overnight at BEM too and then gave a discussion in the next morning. I was talked about Integrity and Preparing for the Dead.
And then, the final task of limited edition recruitment is somewhat called “Sekolah Kaderisasi”. It was held 2 days full day, start since 8 o’clock morning and ended at about 5 o’clock. And in this event, at the first day I had a duty to give material about Life Planning for them. I spoke in front of the class with a power point slide to tell them anything about life planning. And in the last day, I was pointed to be a judge for the drama presentation.
That was happened in March. There wasn’t a lot of big event, only a little event to strengthen our relationship in BEM itself. And then, my first quarter as Menko Eksternal had passed. What will be happen next?
2 comments April 17, 2009
KoalisiPartaiIslam
Koalisi Partai Islam?
Headline harian Republika pada Selasa 18 Rabiul Akhir 1430 H yang lalu menceritakan tentang koalisi pasca pemilu legislatif yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh sejumlah partai politik. Bagaimana partai politik berlomba-lomba menggandeng mitra demi secuil kekuasaan yang tersedia. Dan dari koalisi-koalisi yang santer dibicarakan akhir-akhir ini, secara umum terdapat 2 kubu yang beseberangan yang telah siap untuk bertarung satu sama lain.
Kubu pertama dipimpin oleh Partai Demokrat dengan capres incumbentnya. Kubu yang sering dinamakan dengan Golden Bridge ini diperkirakan menguasai 42.32 % suara nasional, mengacu pada quick count sementara yang dilakukan oleh LSI. Prosentase suara tersebut diperoleh dari partai-partai yang tergabung di dalamnya, yaitu: Demokrat (20.34%), PKS (7.82%), PAN (6.07%), PKB (5.20%), PBB (1.65%), PKPI (0.99%), PDP (0.84%) dan Pelopor (0.40%).
Sementara kubu yang satu lagi santer diberitakan dengan nama Golden Triangle. Dipelopori oleh Partai Golkar dan PDIP, kubu ini diperkirakan mampu menguasai 41.90% suara nasional. Jumlah suara tersebut diperoleh dari Golkar (14.85%), PDIP (14.07%), PPP (5,29%), Gerindra (4.20%) dan Hanura (3.49%).
Jika pada akhirnya memang benar hanya ada dua kubu tersebut, maka dapat dipastikan bahwa capres yang akan maju pada pemilu presiden nanti adalah orang yang itu-itu lagi. Dari Golden Bridge tentunya akan mencalonkan capres incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan calon yang mungkin dicalonkan oleh Golden Triangle kalau bukan Megawati Soekarnoputri ya Jusuf Kalla.
Lalu, dimana peran partai Islam dalam ajang koalisi ini? Berdasarkan prosentase suara yang diperoleh, partai-partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam tidak begitu memiliki posisi tawar yang kuat dalam pembentukan koalisi-koalisi tersebut.
PKS yang selama ini digadang-gadang, ternyata perolehan suaranya tidak jauh berbeda dengan pemilu 5 tahun lalu. Demikian juga dengan PKB yang suaranya melorot drastis akibat konflik internal antara Muhaimin Iskandar dan Abdurrahman Wahid serta berdirinya partai baru yang bernama Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Kalau hal ini terus terjadi, maka kapankah negara ini akan memiliki pemimpin yang berakhlak dan berakidah serta berpola pikir Islami? Indonesia adalah negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Sejatinya rezeki ini bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi negara ini.
Melihat kembali ke jumlah suara yang diraih oleh partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam, seharusnya disadari bahwa partai-partai Islam pun memiliki nilai tawar yang hendaknya tidak dijual murah begitu saja.
Sejumlah partai Islam memilih untuk bergabung dalam Golden Bridge, sementara PPP bersedia dirangkul oleh Golden Triangle. Namun pernahkah terpikirkan jika seluruh partai Islam atau partai berbasis massa umat Islam berkoalisi dalam 1 kubu saja? Sebuah kubu yang penulis namakan dengan istilah Golden Gate atau gerbang emas, sebuah jalan masuk menuju jaman keemasan Indonesia.
Jika partai-partai Islam tersebut mau bersatu, maka cukuplah bagi mereka untuk mencalonkan capresnya sendiri. Kalau koalisi Golden Gate ini diisi oleh partai-partai seperti PKS, PAN, PKB, PPP dan PBB, maka berdasarkan quick count sementara LSI koalisi ini akan mampu meraih 26.03% suara nasional.
Belum lagi kalau ditambah dengan partai Islam lainnya seperti PKNU (1.39%), PBR (0.96%), dan PMB (0.42%), maka jumlah suaranya akan mencapai 28.8%. Plus dengan kekuatan seperti ini, tidak menutup kemungkinan beberapa partai kecil lainnya akan tertarik bergabung. Dan jumlah sebesar ini sudah lebih cukup untuk mencalonkan capresnya sendiri.
Tidak hanya itu, koalisi Golden Gate ini akan mampu mereduksi suara Golden Bridge menjadi hanya 22.57%. Meskipun suara Golden Triangle hanya akan berkurang menjadi 36.61%, namun selisih suara sebesar 8% tersebut dapat teratasi dengan sosok capres alternatif yang dicalonkan dari Golden Gate sendiri.
Masih teringat jelas dalam pemilu 5 tahun lalu, bagaimana Partai Demokrat yang hanya meraih suara sekitar 7.5% ternyata mampu mengajukan capres yang pada ahirnya keluar sebagai pilihan mayoritas rakyat Indonesia, mengalahkan Golkar dengan Wiranto nya serta PDIP dengan Megawati nya. Pun demikian dengan koalisi Golden Gate ini. Tidak menutup kemungkinan capres yang dicalonkan dari koalisi Golden Gate mampu merebut simpati dari mereka yang telah jenuh dengan wajah lama.
Hal ini sejatinya menjadi pertimbangan tersendiri bagi para petinggi partai Islam di negara ini. Terlalu banyaknya jumlah partai Islam ternyata mampu memecah kesatuan suara umat Islam. Demikian juga dengan fenomena perpecahan internal di partai Islam itu sendiri, sebagaimana PAN dan PMB atau PKB dan PKNU. Kini sudah waktunya bagi partai-partai Islam untuk bersatu mengutamakan kesejahteraan umat daripada golongannya masing-masing.
Karena seluruh umat muslim Indonesia menantikan Islam bangkit kembali di seluruh penjuru dunia. Dan bukan tidak mungkin kebangkitan tersebut dimulai dari negara ini. Namun hari ini nampaknya itu semua akan sulit terwujud jika partai Islamnya saja lebih mengutamakan golongannya masing-masing daripada Islam itu sendiri. Dan kalau hal tersebut terus terjadi, maka kapankah Islam akan bangkit di negara ini?
Add comment April 15, 2009
PemiluPertama
Pagi2 jam 9-an, gue udah mejeng di BEM. Gue janjian sama Iqbal dan Ratih Monika alias Ramon untuk nyoblos ke TPS bareng. Eh bukan nyoblos, tapi nyontreng. Kita bertiga selaku pemilih yang kena mutasi genetik kebagian jatah nyontreng di TPS 36, dusun Nandan, Sleman Yogyakarta. Dan karena kita bertiga sama2 nggak tau tempatnya, ya udah kita janjian berangkat bareng aja. Biar kalo kesasar malunya bareng2.
Pagi itu gue pake baju warna merah, biar disangka fansnya PDIP. Bawahannya pake celana jins biru, biar disangka konstituennya PAN. Terus atasannya gue dobel lagi pake jumper warna abu2. Partai apa ya yang warnanya abu2? Kalo yang warna biru muda dengan bintang warna putih di tengahnya sih ada, Partai Pemersatu Mahasiswa. Hohohoho…
Jam setengah 10-an si Iqbal dateng. Iqbal, pemuda asal Ciamis yang bau amis, usia 20 tahun, Ketua Departemen Advokasi BEM KMFT UGM, bertanding 23 kali dengan rekor 21 kali menang, 8 kali kalah dan 31 kali seri. Loh kalo ditotal berarti lebih dari 23 kali dong? Ah whatever.
Dan nggak lama kemudian si Ramon alias Ratu Monyet (ups… hihihihi) nongol. Ratih Monika, 20 tahun, gadis asal Tanjung Priok Jakarta Utara, hadiah pelabuhan dari kapal kargo yang baru dateng dari Mozambik. Huehehe…
Lalu setelah ngaca serta dandan biar lebih ganteng, kita bertiga berangkat menuju lokasi kejadian. Sebelomnya kita sama sekali nggak tau TPS 36 dusun Nandan itu lokasinya dimana. Kemaren2 kita nggak sempet survey. Gue dan Iqbal cuma sempet nanya ke beberapa ekor warga asli Jogja, dan jawabannya mengarah ke tempat yang sama.
Responden pertama gue, Heni Oktaviani, bilang kalo dusun Nandan itu letaknya di deket2 Jalan Monjali (MONumen Jogja bALIk maning). Responden kedua, Sigit Nugroho, nggak bales sms gue. (Terus kenapa disini gue tulis sebagai responden ya?) Responden ketiga, Dyah Anindita Wikansari Yudianto Pambudi yang akrab dipanggil dengan panggilan “Bambang”, ngasih info bahwa dusun Nandan di sebelah selatannya ringroad Utara antara Jakal dan Monjali. Responden keempat, Tyaz Busuk, nggak tau tempatnya. Malah dia balik nanya:
“Wah dusun Nandan aku nggak tau Mas. Ancer2nya dimana?”
Pertanyaan gue kok dibales dengan pertanyaan ya? Ya udah gue kasih aja ancer2nya:
“Ancer2nya, dari Jakarta ambil arah Timur, lurus aja terus. Sampe Semarang belok ke Selatan. Terus ngelewatin Magelang, terus sampe ke Jogja. Nah abis dari situ nggak tau lagi kemana.”
Dan Tyaz nggak ngebales sms gue. Mungkin dia lagi menangis dan bersedih, kenapa punya temen se-imut gue…
Ya udah, bermodal data yang kita peroleh, kita bertiga naik 2 motor berangkat menuju tempat kejadian perkara. Ancer2nya adalah perempatan Jalan Monjali. Iqbal selaku pengemudi motor, memimpin perjalanan ini. Sementara gue nebeng aja bareng Iqbal. Kalo gue yang bawa motornya, bisa dipastiin kalo kita nggak bakal sampe ke TPS tapi malah nyasar ke RS Sardjito atau Panti Rapih, mentok2 ke kuburan Pogung lah.
Ngelewatin lampu merah Monjali dari arah Selatan, kita belok Timur ke ringroad dan masuk ke jalan kecil ke arah Utara. Tapi di jalan kecil ini nggak ada tanda2 kehidupan, kecuali kehidupan makhluk halus dan sebangsanya. Lalu kita pun menepi dan nanya ke seekor makhluk yang kebetulan lagi ada disana. Nggak tau deh makhluk ini manusia apa bukan, yang penting tanya aja. Kan ada pepatah yang mengatakan: Bagai pungguk rindukan bulan. Eh nggak nyambung ya?
Karena gue adalah orang paling tua di rombongan ini, jadinya gue harus punya tanggung jawab lebih untuk memastikan keamanan dan keselamatan 2 orang lainnya yang masih muda dan ranum ini. Ya udah, gue pun turun dari motor dan nanya ke makhluk tersebut.
“Misi Mas, mau nanya. TPS 35 dusun Nandan itu disebelah mana ya Mas?”
Gitu kira2 pertanyaan yang gue ajuin ke makhluk tersebut. Spesial buat lu semua, berikut ini gue terjemahin pertanyaan gue ke bahasa2 asing yang mungkin lu ngerti. Mohon maaf kalo ada yang salah.
“Misi Mas, kulo arep takon. TPS 36 dusun Nandan kae ngendi to Mas?”
“Excuse me my Bro, I have a question to ask. Where does the 36th TPS in Nandan village takes place?”
“Excuse-moi Monseour, je suis interroger. Ou est le TPS trente-six a Nandan village?”
“Sumimasen aniki-san. Anoo… San juu roku no TePeSu de Nandan wa dochira desu ka?”
“Guk guk auuuuu… Kaing kaing guk guk kaing?”
“Uka uka wala wala ule ule holala wala uka uka?”
*Bahasa2 tersebut secara berurutan: bahasa Jawa, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Jepang, bahasa lu semua dan bahasanya siapa tau dah…
Dan si makhluk yang gue tanya ngejawab,
“Wah kalo dusun Nandan di sebelah sana Mas, bukan disini.”
Si makhluk itu ngejawab sambil tangannya nunjuk ke arah yang berlawanan dengan arah yang gue tuju. Selaku makhluk cerdas yang hapal peta di luar kepala dengan wawasan geografi yang luas, gue ngerti maksud si makhluk itu. Lalu kita pun pamitan dan gue bertiga melenggang menuju arah yang dimaksud.
Waktu berangkat dari BEM tadi, di pinggir jalan Monjali (sebenernya sih namanya jalan A.M Sangaji, tapi nggak tau kenapa orang2 lebih suka nyebutnya Monjali. Padahal si A.M Sangaji ini kan pahlawan terkenal loh… Hwayoo pada kenal nggak?) gue sempet ngeliat ada TPS. Lalu gue nyuruh Iqbal melajukan motornya kesana buat nanya2.
Nggak lama kemudian kita sampe di TPS pinggir jalan A.M Sangaji tersebut. Ternyata itu TPS 35. Berarti udah deket sama TPS 36. Gue turun lagi buat nanya ke ibu satpam yang mejeng disana. Dan si ibu itu pun menjawab,
“Oh TPS 36 itu di gedung serba guna Mas. Ini lurus terus aja, ntar ada gapura, belok kiri!”
Gedung serba guna? Emang serba guna bisa buat apa aja? Bisa buat nongkrong, bisa buat olahraga, bisa buat buang jin, bisa buat mesum, bisa buat nginep, dan bisa buat kita gila. Bener2 serba guna…
Kita kembali melaju meninggalkan TPS 35 dan ibu satpam itu untuk menuju arah yang dimaksud. Nggak jauh berjalan, di sebelah kiri jalan ada gang kecil dengan gapura di kedua sisinya. Kita pun coba masuk ke sana. Tapi setelah agak jauh, ini kok malah masuk ke perkampungan gitu. Nggak ada tanda2 TPS. Di pertigaan, kita memutuskan untuk nanya ke warung disana.
Gue turun dari motor dan menghampiri warung tersebut. Gue ngelongok ke dalem, keliatannya nggak ada orang. Lalu gue mulai bersuara untuk memanggil si penjaga warung yang meninggalkan warungnya tanpa pengawalan,
“Permisi…”
Dan terdengar jawaban,
“Iya Mas?”
Ada suara perempuan yang ngejawab. Gue ngeliat sekeliling. Sejauh penglihatan gue, nggak ada orang di dalem warung tersebut. Pun demikian di belakang, kanan, kiri, atas atau bawah gue juga nggak ada orang selain Iqbal sama Ramon yang lagi sibuk muterin motornya. Berarti suara perempuan itu punya siapa? Wah hebat juga nih warung, udah punya mesin penjawab suara otomatis!
Rasanya nggak sopan kalo suara perempuan-penuh-misteri itu nggak gue jawab. Sambil tetep mencari dimana gerangan si pemilik suara, gue ngomong lagi.
“Misi Bu, mau nanya…”
“Iya?”
Gue masih nggak bisa nemuin dimana orangnya. Tapi gue tetep nanya,
“TPS 36 itu disebelah mana ya Bu?
“Oh itu di sebelah Selatan, di gedung serba guna.”
Berarti tadi gue salah belok. Mestinya masih lurus lagi aja.
Tanpa tau siapa gerangan si Ibu itu, gue pun pamit.
“Oh iya makasih ya Bu!”
Dan akhirnya gue pun meninggalkan warung tersebut tanpa pernah tau siapa pemilik suara itu sebenernya. Hiiiii…
Kemudian sampailah kita pada posisi yang dimaksud. Kita nggak nemu gedung serba gunanya dimana. Lalu kita pun nanya lagi ke salah satu warung yang ada di deket sana. Tapi warung ini ada penghuninya secara nyata, bukan warung fiktif sebagaimana warung sebelomnya. Mereka adalah ibu2 penjaga warung dan kakek2 yang lagi mejeng depan warung. Gue nggak sempet ngeliat kaki si ibu ini nyentuh tanah apa nggak, dan gue juga nggak tau si kakek ini punggungnya bolong apa nggak… Ih kok horor gini sih?
Biarpun horor, tapi mereka berdua langsung ngasih jawaban konkrit: Itu di sebelah sana ada TPS, coba kesana aja. Kita pun bergegas menuju TPS yang dimaksud dan: voila! Akhirnya nyampe juga kita di TPS 36! Alhamdulillah… Lalu kita segera masuk ke gedung serba guna tersebut dan disambut dengan senyuman manis oleh pak satpam yang lagi nahan pipis.
Untuk proses penyontrengan ini, kita nggak bisa asal2an. Ada prosedur2 yang harus dilakukan oleh para pemilih dalam proses penyontrengan di TPS. Dan sedikit banyak gue udah tau tentang prosedur ini. Soalnya di Fakultas gue dapet amanah jadi koordinator Palelu (Pasukan Peduli Pemilu) sebuah kepanitiaan yang dibentuk untuk mensosialisasikan pemilu 2009 ke temen2 di Fakultas. Gue juga punya video teknis pemungutan suara yang dapet dari KPUD Jogja.
Buat lebih jelasnya, berikut ini gue tulisin prosedur dalam proses penyontrengan tersebut:
1. Pemilih masuk ke TPS dan mendaftar.
2. Setelah mengisi catatan kehadiran, pemilih menunggu giliran untuk mendapatkan kertas suara.
3. Mengambil kertas suara di meja ketua KPPS dan anggotanya.
4. Memilih di tempat/bilik pemberian suara.
5. Memasukkan kertas suara yang telah dicontreng.
6. Mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda sudah memilih.
7. Pemilih meninggalkan TPS.
(Sumber: Harian Republika, Kamis 9 April 2009)
Karena gue adalah mahasiswa yang patuh pada peraturan, gue ngikutin prosedur tersebut. Begitu masuk TPS, gue langsung nyari dimana meja registrasinya. Si satpam pun dengan ramah nganterin gue bertiga kesana. Di meja registrasi itu ada bapak2 jenggotan yang lagi megang kertas apaan tau. Kita bertiga mejeng di depan meja si bapak itu, nunggu dapet pengarahan selanjutnya.
Tapi kok si bapak in cuek aja sama kehadiran kita bertiga, nggak kaya si satpam yang ramah dan langsung jemput bola. Plus lagi, gue kan pemilih mutasi, bukan warga sini. Jadi tanpa menunggu kiamat dateng, gue inisiatif buka suara untuk curhat ke bapak itu bahwa kita bertiga adalah pemilih mutasi yang mau registrasi. Mungkin prosedurnya beda atau gimana, jadi gue mau nanya.
“Misi Pak, kami…”
Belom sempet gue nyelesaiin kalimat gue, si bapak itu mulai buka suara dengan nada membentak,
“TUNGGU SEBENTAR! DUDUK DULU SANA!”
Buset deh Pak, Belanda masih jauh! Nadanya yang ngebentak itu mungkin ngebuat semua orang di TPS ngeliat ke arah gue. Tapi untung TPSnya lagi sepi. Dan dari pertemuan pertama ini, gue pribadi sepakat untuk menamai bapak ini dengan nama Mr. J, alias Mister JUTEK.
Lalu gue duduk di tempat yang ada tulisannya ”ruang tunggu”, diikutin sama Iqbal dan Ramon. Belom nyampe 1 menit kita duduk, salah seorang bapak di meja Ketua KPPS buka suara,
“Ada pemilih yang dari luar daerah?”
Pemilih dari luar daerah kan kita bertiga, alias pemilih yang kena mutasi genetik. Lalu kita bertiga melangkah ke meja bapak tersebut. Karena posisinya Ramon paling deket, dia yang dilayanin duluan.
“Ini dari luar daerah ya? Berapa orang? Tiga orang ya? Bukti mutasinya mana? Oh ini… Asalnya dari mana? Oh dari Jakarta… Karena mutasi berarti surat suaranya cuma 1 ya, yang untuk pusat aja”
*”Pusat” maksudnya surat suara DPR-RI. Jadi kita nggak kebagian milih DPD, DPRD tingkat 1 dan DPRD tingkat 2.
Si bapak ini ternyata friendly, nggak kaya Mr. J di meja registrasi. Akhirnya gue namain bapak ini dengan nama Mr. I, Mister IDOLA.
Kemudian Mr. I nanya ke Mr. J,
“Pak itu terakhir nomor berapa?”
“Nomor 133.”
Mr. I langsung nulis angka 134 di form mutasinya Ramon. Lalu dia memerintahkan Ramon untuk ngambil nomor urut 134 di meja registrasi yang ada Mr. J nya. Ramon pun mengambil nomor urut 134 dari tumpukan, dan dia bawa nomor itu ke Mr. I lagi. Mr. I segera menyerahkan surat suara DPR-RI yang ada warna kuningnya dan mempersilahkan Ramon untuk menuju bilik suara buat nyontreng.
Selesai Ramon, Mr. I ganti ngelayanin gue. Dia nulis angka 135 di form mutasi gue dan mempersilahkan gue ngambil nomor urut 135 di meja registrasi. Gue langsung melangkah menuju meja registrasi dan tangan gue menjulur untuk ngambil nomor 135 dari tumpukan. Belom sempet nomor tersebut gue pegang, lagi2 si Mr. J ngomong ke gue dengan suara kasar,
“SEBENTAR! TUNGGU DULU!”
Dan tangan gue segera menjauh dari nomor itu, sambil dalam hati gue mikir dosa apa yang telah gue perbuat sama si Mr. J sehingga dia jadi jutek banget sama gue. Ya mungkin dosa gue ke dia adalah karena dia gue namain Mr. J. Eh tapi gue ngasi namanya kan baru sekarang, bukan pas disana?
Lalu gue berdiri mematung di depan meja Mr. J, mematuhi perintahnya untuk tunggu dulu. Nggak tau mesti nunggu sampe kapan. Belom sampe 5 detik, si Mr. I yang ngeliat gue diem aja segera mempersilahkan gue dengan ramah untuk ngambil nomornya,
“Itu silahkan Mas nomornya diambil.”
Tangan gue menjulur sekali lagi dan gue ambil nomor itu. Sementara si Mr. J diem aja nggak bersuara. Dasar Je, Je…
Abis ngambil nomor, nomornya gue balikin ke Mr. I dan gue dikasih surat suara. Lalu gue menuju ke bilik setelah diperintahkan langsung oleh Mr. I lagi. Gue pun melangkah ke bilik suara. Dan gue nggak ngedenger ada teriakan yang sama yang diberikan oleh Mr. J kepada Iqbal yang dapet nomor 136. Mau lu apa sih Je?
Sampe di bilik suara, segera gue buka surat suaranya. Sejatinya gue udah nggak asing dengan surat suara yang segede gaban ini, soalnya di Palelu kita udah sering ngeliat ginian. Pas surat suaranya gue buka keseluruhan, ternyata bilik sekecil itu nggak cukup untuk menampung lebar kertas. Jadi ada sebagian kertas yang menonjol keluar bilik. Duh kalo gini apa gunanya bilik suara? Dasar KPU dan pemerintah sukanya aneh2 aja… Makanya, ngapain sih kita make sistem demokrasi dan pemilu segala?
Sebelom memastikan contrengan dengan bolpen merah yang tersedia, gue agak bingung milih pilihan diantara 2 partai yang selama ini selalu bersemayam di benak gue. Awalnya sih ada 3 partai, tapi 1 partai udah nggak lolos seleksi tahap awal dan menyisakan 2 ini. Akhirnya dengan bacaan basmalah dan inna lillahi, gue contreng salah satu dari kedua partai tersebut. Contreng… Soalnya kalo gue nyontreng dua2nya ya suara gue bakalan dianggap nggak sah donk…
Selesai nyontreng dan ngelipet surat suara sebagaimana sedia kala, gue melangkah ke kotak pengumpulan suara. Surat suara warna kuning untuk DPR-RI dimasukin ke kotak warna kuning. Hati2 loh, jangan sampe salah masukinnya. Soalnya Rasulullah kan melarang kita berhubungan lewat jalur belakang. Waaaaah ini ngomongin apa sih?
Lalu kita bertiga melangkah ke meja akhir untuk dikasih tinta. Gue memilih jari kelingking kiri gue buat dicelupin ke tinta, soalnya jari kelingking gue yang sebelah kanan biasa gue pake buat ngupil. Ih jorok…
Dan akhirnya kita melangkah keluar TPS lewat pintu keluar, dipandu oleh pak satpam yang jaga di pintu keluar. Nggak lupa kita juga dapet bonus senyuman manis dari satpam yang satu ini. Makasih pak, sama2…
Kemudian kita bertiga pun kembali ke parkiran untuk mengambil motor. Dan tanpa banyak buang waktu, gue Iqbal dan Ramon beranjak meninggalkan gedung serba guna yang di alih fungsikan sebagai TPS 36 itu. Selamat tinggal surat suara… Selamat tinggal TPS… Selamat tinggal bilik suara… Selamat tinggal bolpen merah… Selamat tinggal Mister Jutek… Kelaut aja lu sana!
TAMAT
Apakah cerita ini udah tamat? Oh ternyata belom sodara2! Begini lanjutannya:
Sekitar jam 12-an si Ramon sms gue. Dia bilang bahwa dia baru aja dapet sms dari Ketua Garda Pemilu BEM KM yang nggak lain adalah temen SMA nya. Temennya bilang bahwa mestinya tadi kita dapet 4 surat suara, nggak cuma 1 doang. Dengan kata lain, kita juga punya hak untuk milih DPD, DPRD tingkat 1 dan DPRD tingkat 2 untuk regional Sleman ini.
Setau gue, TPS udah tutup jam 12. Dan gue males kesana lagi. Gue nanya balik ke Ramon, dia maunya gimana. Kata temennya lagi, khusus untuk orang2 yang tadi nggak dapet ke-4 surat suara kaya gue, masih ada perpanjangan sampe jam 1. Udah disepakatin sama KPPS semuanya. Tapi gue udah terlanjur males. Jadilah gue nggak kesana lagi. Begitupun dengan Ramon, karena dia nggak tau tempatnya jadi dia juga nggak kesana lagi. Dia mau jalan kalo gue juga mau jalan, sebagai penuntun arah ke TPS 36 itu. Udahlah, daripada balik ke TPS, mending kita jalan aja nonton ke Amplaz atau karaokean di Happy Puppy gitu. Huehehehehe…
Lalu gue segera sms Iqbal terkait berita ini. Dan ternyata beliau udah tau, malahan udah balik lagi ke TPS dan udah nyontreng 3 surat suara sisanya. Wah hebat sekali kau anak muda, dapet info dari mana? Tadinya dia sempet nelpon ke simpati gue, tapi nggak nyambung2. Dan gue mengakui bahwa tadi emang sempet ada yang nelpon ke simpati gue yang gue taro di handphone Nokia 3510. Tapi di tengah jalan tiba2 telpon itu berhenti. Bukan karena Iqbal cuma miskol doank, tapi karena Nokia 3510 gue emang lowbat stadium 4 dan sering mati sendiri. Maklum lah handphone jadul, umurnya lebih tua dari masa jabatan SBY selaku presiden RI.
Dan akhirnya, siang itu gue memutuskan untuk nggak menyontreng 3 surat suara sisanya.
Udah deh, sekarang barulah cerita ini:
TOMAT
Eh maap salah tulis… Maksudnya yang bener adalah:
TAMAT
2 comments April 10, 2009
PemilihanUmum
Maret 2009
Pemilihan Umum
C-Kink
Tahun ini bangsa kita berpesta
Setelah lima tahun kita tidak bersua
Untuk memilih para pemimpin bangsa
Marilah kita merayakannya
Pemilihan Umum itulah namanya
Pelaksanaannya sudah di depan mata
Ayolah gunakan hak pilih kita
Karena masa depan milik kita semua
#
Marilah kawan ke tempat pemilihan
Di surat suara banyak nama berceceran
Dan jangan lupa lakukan pencontrengan
Nyontrengnya jangan asal-asalan
Sudahkah kita mengenal mereka
Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana
Dari tiang listrik sampai angkutan kota
Bermodal senyum palsu mencoba menyapa kita
Sudahkah kita kenal partai politiknya
Beraneka gambar yang menjadi logonya
Juga bermacam warna yang menjadi latarnya
Bermodal janji palsu mencoba menyapa kita
*
Marilah kawan jangan mau ditipu
Jangan mudah dibuai dengan jani palsu
Dan jangan lupa gunakan akalmu
Maa depan bangsa di tanganmu
***
Lirik diatas merupakan lirik salah satu lagu gue yang judulnya “Pemilihan Umum”, lagu yang gue buat dalam rangka menyambut pemilu 2009. Buat lu2 semua yang tertarik buat ngedengerin lagu diatas, gue bersedia ngasih kok. Silahkan lu kirim email apa aja ke alamat email gue di c_kink_noa_zoro@yahoo.com , Insya Allah ntar bakal gue kirimin rekaman lagunya. Tapi karena di rekaman itu gue sendiri yang nyanyi sambil maen gitar, jadi sebelomnya dimohon untuk nyiapin ember dan lap dulu, buat jaga2 kalo lu pada nggak kuat dengerin suara gue yang aduhai ini, mirip suaranya Ronan Keating keselek gerobak nasi kucing.
Add comment April 10, 2009
DLG
Di pagi hari ini, gue ngeliat kalender di handphone Nokia 6681 gue. Hari ini, tanggal 10 April, ada catetan yang gue tulis di kalender itu. Dan pas gue buka, ada gambar kado dengan tulisan “DLG” di sebelahnya. Yang artinya, pada tanggal ini DLG sedang merayakan anniversary-nya.
Apa itu DLG? DLG adalah sebuah kelompok ajaib yang aneh tapi nyata yang dibentuk pada taun 2008 tanpa dasar hukum yang jelas dan dibubarkan pada taun 2008 juga tanpa dalil yang menguatkan. DLG merupakan singkatan dari Dialog Lintas Gender, sekelompok 5 ekor anak manusia yang nggak kenapa2.
Dan pada hari ini, DLG merayakan ulang taunnya yang pertama. Dengan lincah tangan imut gue segera mengetik sms anniversary dan gue kirim ke 4 orang personel DLG lainnya.
“Asw.
‘..HAPPY BIRTHDAY DLG..!!’
Tepat tanggal ini, 1 taun yang lalu, pertemuan pertama DLG kita.”
Nggak perlu nunggu lama, nggak sampe setengah jam kemudian ke-4 ekor alien tersebut telah membalas sms gue, dengan jawaban yang berbeda2 tapi udah gue perkirakan bahwa intinya bakalan sama.
Orang pertama:
“Epy biday. Wah, nggak nyangka udah setahun yang lalu.”
Orang kedua:
“Huahaha… Ya Kink… Happy birth day…”
Orang ketiga:
“Wa’alaikumussalam warahmatullah…
Subhanallah…
1 tahun ya?
Aku lupa lho tanggal pertama kali DLG..
Hepy b’day… ^_^
Btw, DLG bakal ngapain lagi nih? Ada ide?
“DLG bakalan dugem di Hugo’s.
Dug jdag jdug jdag jdug jdag jdug… Hihihihihi…
Astagfirullah…”
“:D”
Orang keempat:
“Wa’alaikumussalam…
Hwaaa, aku nggak inget e Kink (C-Kink atau Dhita ni? Hehe) kalo kamu nggak ngasih tau, hehe…”
Gitulah intinya. Dan gue sendiri juga sebenernya nggak bakalan inget kapan pertemuan pertama DLG dilangsungkan, kalo gue ngga baca tulisan2 gue yang lama. Lebih tepatnya tulisan gue yang judulnya “KarenaSetiapHariAdalahBERARTI”. Kalo penasaran tulisannya kaya gimana, silahkan buka blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com dan dicari aja. Silahkan, nggak usah malu2…
Dan terakhir, tulisan singkat ini harus segera diakhiri sampe sini. Adakah yang tau, apa inti dari tulisan ini? Hanya bilik suara dan bolpen merah itu yang tau jawabannya. Dih emangnya pemilu…
Add comment April 10, 2009
PartaiApaYa
“Kuesioner.
Insya Allah pemilu akan diadakan tanggal 9 April besok. Kira2 partai manakah yang cocok dengan karakter dan kepribadian seekor C-Kink?
Ditunggu jawabannya ya.
(mau jawab golput juga boleh)”
Sebait tulisan di atas bukanlah sebuah kalimat bijak, bukan nyanyian lirik lagu, bukan pidato Pak RT, juga bukan tangisan anak kecil. Tulisan di atas adalah sebuah sms yang gue kirimin ke temen2 gue beberapa hari menjelang pemilu legislatif 2009.
Pemilu kali ini adalah pemilu nasional pertama yang gue ikutin. Kalo pemilu kecil2an mah udah sering, di UGM sini kan tiap taunnya ada pemilu: Pemilihan Raya BEM KM UGM, Pemilu Fakultas Teknik dan Pemilu Keluarga Mahasiswa Jurusan Teknik Fisika. Tapi kalo untuk tingkat nasional yang terdaftar secara resmi di administrasi negara, belom pernah tuh.
Dulu waktu pemilu 2004, umur gue baru 15 taun, jadi gue belom punya hak suara. Waktu Nurmahmudi Ismail bersaing ngelawan Badrul Kamal buat jadi walikota Depok, umur gue juga cuma kurang beberapa bulan untuk terdaftar sebagai pemilih. Umur gue udah cukup waktu Fauzi Bowo saingan sama Adang Daradjatun buat jadi Gubernur DKI, tapi karena gue bukan orang Jakarta, ya gue nggak ikutan milih. Dan terakhir waktu PilGub Jawa Barat yang dimenangin Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, gue juga nggak ikutan milih soalnya gue berdomisili di luar Jawa Barat. Jadilah pemilu legslatif 2009 ini adalah yang pertama kalinya.
Di pemilu ini kita bakal dihadapin dengan puluhan partai. Beraneka gambar yang jadi logonya, bermacam warna yang jadi latarnya. Tiap partai punya karakteristiknya masing2, meskipun ada beberapa diantaranya yang sama aja dan nggak jauh beda dengan partai2 lainnya.
Menjelang pemilu, gue jadi kepikiran buat ngeliat tanggapan orang2. Menurut mereka, kira2 kepribadian dan karakteristik gue ini identik dengan partai apa ya? Jadilah H-2 sebelom pemilu gue ngetik sms yang isinya sebagaimana tertulis di awal tulisan ini. Dan sms itu gue kirimin ke hampir semua nama yang ada di phone book HP Nokia 6681 gue, yang make nomor Im3 di dalemnya.
Gue sengaja make yang Im3 ini, soalnya kalo pagi Im3 kan gratis 100 sms ke semua operator setelah kirim 10 sms. Kalo malem juga, gratis 10 sms setelah kirim 10 sms. Makanya ayo kita pake Im3, kan bintang iklannya Asmirandah gitu loh… (penting ya???)
Selama 2 hari itu, sebelom jam 12 siang gue ngirim sms tersebut ke hampir semua phone book gue. Phone book gue itu total isinya ada +-320 nama. Jadi kita anggap aja sms itu gue kirim ke lebih dari 250 orang responden. +-70 orang yang nggak gue kirimin sms adalah mereka2 yang gue rasa nggak begitu kenal sama gue, tapi nomornya ada di phone book gue. Contoh: Bapak2 Dosen, temen2 dari Universitas/Fakultas lain yang pernah main2 ke BEM KMFT, tukang kredit, para penagih utang, dll.
Akhirnya gue kirimlah sms dengan redaksi seperti tertulis di atas. Nggak lama kemudian, sms2 balesan dari para responden mulai berdatangan. Criiiing… Criiiiing… New message… New message…
Selama 2 hari tersebut, HP gue baterenya suka cepet abis, gara2 dipake buat ngirim puluhan sms dalam satu waktu dan juga buat nerima puluhan sms balesannya. Semua sms yang masuk langsung gue salin ulang di laptop, buat jadi arsip di masa depan nanti.
Kemudian setelah 2 hari yang melelahkan, sms2 balesan tersebut mulai berhenti. Setelah gue rekap dan gue utak-atik, ternyata total ada sekitar 89 orang yang bales sms gue. Diawali dari salah seorang mahasiswa Teknik Nuklir 2006 dan diakhiri oleh mahasiswa Teknik Nuklir 2005. Meskipun ada 89 orang responden, tapi ada beberapa responden yang ngasih jawaban lebih dari satu. Karena gue nggak tau harus mengeliminir jawaban yang mana, ya jawaban mereka yang lebih dari satu itu tetep gue masukin semua. Jadilah total ada sekitar 100 jawaban yang masuk.
Meskipun demikian, nggak semuanya ngasih jawaban. Dari 100 tersebut, ada beberapa yang dengan konkrit nyebut nama partai, ada beberapa yang nggak ngasih jawaban konkrit dengan nggak nyebut nama partai. Malah ada beberapa juga yang ceramah. Gue jadi dapet sms2 Tausiyah gitu. Ketik REG(spasi)TAUSIYAH kirim ke 9090. Sms yang kamu dapet langsung dari operatornya lho…!
Oke deh, tanpa banyak omong lagi, mungkin lu semua pada penasaran gimana hasil dari kuesioner tersebut. Jadi sebelom badan gue makin kurus, berikut ini gue sajikan hasil dari kuesioner tersebut. Monggo Mas…
Dari 100 tersebut, data responden yang ngasih jawaban dan nggak ngasih jawaban konkrit adalah:
|
Ngasih jawaban |
79 |
79.00% |
|
Nggak ngasih jawaban |
21 |
21.00% |
|
Total |
100 |
100.00% |
(Sebenernya sih gue pengen nampilin diagramnya juga biar keren kaya di koran2. Tapi karena gue nggak tau gimana cara nampilinnya di sini, jadi nggak usah aja ya… Aduh malu gue ketauan gapteknya…)
Dari 79 yang ngasih jawaban, data responden yang menjawab dengan nama partai dan yang menjawab dengan pilihan golput adalah:
|
Milih partai |
68 |
86.08% |
|
Golput |
11 |
13.92% |
|
Total |
79 |
100.00% |
Lalu dari 68 yang tersisa, berikut ini adalah hasil kuesioner mengenai partai2 yang dimaksud:
|
Partai Buruh |
1 |
1.47% |
|
PPM |
6 |
8.82% |
|
Gerindra |
3 |
4.41% |
|
PKS |
29 |
42.65% |
|
Demokrat |
4 |
5.88% |
|
PDIP |
2 |
2.94% |
|
Golkar |
5 |
7.35% |
|
PAN |
3 |
4.41% |
|
Hanura |
2 |
2.94% |
|
PPD |
1 |
1.47% |
|
PDS |
3 |
4.41% |
|
Partai Ngasal |
9 |
13.24% |
|
Total |
68 |
100.00% |
Dan kalo data diatas kita urutin dari yang terbesar, hasilnya adalah:
|
1 |
PKS (Partai Keadilan Sejahtera) |
29 |
42.65% |
|
2 |
PPM (Partai Pemersatu Mahasiswa) |
6 |
8.82% |
|
3 |
Golkar (Golongan Karya) |
5 |
7.35% |
|
4 |
Demokrat |
4 |
5.88% |
|
5 |
Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) |
3 |
4.41% |
|
6 |
PAN (Partai Amanat Nasional) |
3 |
4.41% |
|
7 |
PDS (Partai Damai Sejahtera) |
3 |
4.41% |
|
8 |
PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) |
2 |
2.94% |
|
9 |
Hanura (Hati Nurani Rakyat) |
2 |
2.94% |
|
10 |
Partai Buruh |
1 |
1.47% |
|
11 |
PPD (Partai Persatuan Daerah) |
1 |
1.47% |
|
12 |
Partai Ngasal |
9 |
13.24% |
|
|
Total |
68 |
100.00% |
Hohohohoho… Akhirnya ketauan deh… Gitu kira2 pendapat para responden tentang kepribadian dan karakteristik gue ini yang kiranya cocok dengan partai mana. Gue nggak membenarkan hasil tersebut dan juga nggak menyalahkannya, soalnya ini semua kan bebas nilai.
Terus berdasarkan hasil diatas, apakah artinya gue bakal memilih untuk nyoblos eh nyontreng Partai Kebanyakan Singkatan tersebut di pemilu nanti? Nggak tau yaaaaa, jangan ge-er dulu donk… Hanya bilik suara dan bolpen merah itu yang tau jawabannya. Ihihihihi…
Kalo diliat, posisi kedua ditempati oleh PPM alias Partai Pemersatu Mahasiswa. Mungkin banyak lu2 semua yang bingung, PPM itu di surat suara dapet nomor urut berapa?. Ya wajar lah kalo pada bingung, mau dicari sampe sudut mana pun juga nggak bakalan ketemu. Soalnya PPM bukanlah partai tingkat nasional, tapi cuma partai lokal. Loh berarti partai lokal yang ikut pemilu di Aceh? Nggak juga, lingkupnya masih terlalu luas. PPM hanyalah sebuah partai lokal di lingkup Fakultas Teknik UGM, sebuah partai dengan lambang segi lima warna biru muda serta ada bintang warna putih di tengahnya. Sebuah partai yang gue bikin di taun 2008 dan gue sendiri yang jadi Ketua Umumnya. Hohohohoho…
Terus juga, ada jawaban “Partai Ngasal” di pilihan di atas. Maksudnya Partai Ngasal adalah partai2 yang dijawab secara asal2an, alias partai yang sampe jaman Firaun main facebook pun nggak bakal ditemuin keberadaanya, kecuali kalo mereka2 sendiri emang pengen ngebikin partai tersebut.
Berikut ini adalah jawaban untuk partai2 ngasal:
|
Partai Sayang Akhwat |
1 |
11.11% |
|
Partai Menantu Idaman |
1 |
11.11% |
|
Partai MnG |
1 |
11.11% |
|
Partai Dendam Asmara |
1 |
11.11% |
|
Kalkulus |
1 |
11.11% |
|
Partai Gembel Tai |
2 |
22.22% |
|
Partai Saya Cantik |
1 |
11.11% |
|
P2GAB |
1 |
11.11% |
|
Total |
9 |
1 |
(*Partai Gembel Tai = Partai Gerakan Pembela Tanah Air Indonesia
*P2GAB = Partai Peduli Gizi Anak Bangsa
*Kalkulus = Nama mata kuliah)
Yah, begitulah kira2 hasil dari kuesioner selama 2 hari ini. Nggak ada kebenaran dan kesalahan disini, soalnya ini kan sifatnya bebas nilai. Semoga kuesioner ini bisa menginspirasi kita untuk membuat tulisan2 yang lebih kreatif dan inovatif lagi ke depannya. Amiiiin…
Sebagai bonus berikut ini gue sertakan juga jawaban beberapa dari para responden gue, yang kiranya cukup menarik untuk ditulis disini. Tapi mohon maap, namanya gue rahasiain, soalnya kerahasiaan klien adalah amanah yang harus dijaga. Cieh gaya gue kaya konsutan pipa ledeng aja… (eh nggak nyambung ya?)
Plus, gue tulisin juga komentar gue terhadap jawaban mereka, gue tulis di dalem kurung dan dimiringin, alias di-italic.
Here they are! Voila! Hon no kimochi!
Pertanyaan:
“Kuesioner.
Insya Allah pemilu akan diadakan tanggal 9 April besok. Kira2 partai manakah yang cocok dengan karakter dan kepribadian seekor C-Kink?
Ditunggu jawabannya ya.
(mau jawab golput juga boleh)”
Jawaban:
Mahasiswi, 23, Depok
“Geerrrrindraa (baca dengan nada suara yang misterius dan mistik)”
(Buajigur… mentang2 gue cadel…)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Pasti Kamu Suka Partai Kebal Sogokan ya kan?”
(Wah, korban iklan)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Fitrahnya laki2 itu suka PKS (Perempuan Kerudungan dan Sholehah). Perempuan suka PKS (Pria Kuat dan Soleh). Udah nikah harapannya PKS (Pastikan Keluarga Sakinah). Punya anak harapannya PKS (Pintar Kreatif dan Soleh). Udah tua inginnya PKS (Punya Keturunan Sukses). Di akhirat harapannya PKS (Pertemuan Kembali di Surga).
Tapi semuanya kembali ke C-Kink aja, partai mana yang kira2 bisa mewakili visi C-Kink. Yang mana orang yang visinya bukan sekedar cari uang, tapi untuk mengabdi… Allahu a’lam”
(Dasar Partai Kebanyakan Singkatan!)
Siswi SMA, 17, Depok
“Partai Dendam Asmara”
(Lu kali yang dendam gara2 asmara lu gue tolak mulu? Hohohoho…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Pemimpin yang memperjuangkan sistem Islam. Ingat saudaraku bahwa kau akan berakad wakalah perkara ushul (akidah), membuat hukum. Kita yakin bahwa setiap perbuatan ada hisabnya.
”
(Ketauan deh ini orang berafiliasi nya sama mahdzab apa… Tapi setiap kewajiban yang nggak kita perbuat juga ada hisabnya kan?
)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Waduh… Sayang sekarang udah hari tenang tuh, nggak boleh saling mempengaruhi
Kalo pernah denger Mas punya cita2 menyatukan negara2 Islam di dunia, berarti partai Islam. Terus partai Islam yang kaya gimana? Yang selama ini santun berpolitik, belom pernah denger ada anggota legislatifnya di DPR yang kena korupsi (insya Allah), yang nggak kampanye tolol pake goyang erotis, yang nggak didominasi muka2 lama dan orang2 sepuh yang harusnya udah gendong cucu di rumah, yang nggak asal comot jadiin caleg (ada kaderisasi yang rapi), kalopun yang kusebut di atas nggak ada, paling nggak ya mendekati lah… Walaupun menurutku ada, tapi lagi2 karena udah hari tenang nggak boleh sebut merk… =) (boleh nggak setuju)”
(Iya iya, kami tau maksud Anda)
Perawat, 24, Bekasi
“Begini ney kalo caleg stress… Hwahaha…”
(Lebih stress lagi kalo punya temen kaya elu…)
Mahasiswi, 20, Depok
“Aagghh… Berhubung C-Kink itu busung lapar… Dan yang mau memperjuangkan pangan buat C-Kink itu partai GOLKAR… Hahahaha…”
(Gue bukan busung lapar, gue cuma cacingan. Adakah partai yang misinya memberantas cacingan di bumi nusantara?)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Mungkin 8, tapi kayaknya 9, bisa juga 23, 31 juga cocok, 5 mungkin tepat, 1 kira2”
(Orang kaya gini ini yang bikin bangsa kita nggak maju2… Hohoho…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“31, LANJUTKAN!!!”
(Weits awas Mas, jigongnya muncrat!)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Partai Keren Sekali, Pojok Kanan ataS, Partai Kita Semua, Partai Keadilan, Sejahtera, bersih, peduli dan profesional. Jangan lupa! Contreng sekali aja!”
(Ih malah kampanye…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Kink mari kita buat DPR bersih… Pilih yang sesuai hati nuranimu demi terciptanya keadilan sejahtera untuk wonk cilik… Ingat ini salah satu amanat nasional… Kalo aku sih pilih pojok kanan atas yang warna putih polos tanpa warna lain gitu deh”
(Maksudnya apa nih?)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalkulus”
(Tabahkan hatimu Nak… UTS Kalkulus memang menyulitkan, tapi nggak perlu sampe berhalusinasi gitu donk, emang ada partai kalkulus?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“PPM Mas! Hidup PPM. Hehehehe”
(Ini baru kader PPM yang setia… Hihihi…)
Mahasiswi, 21, Bogor
“Partai yang cocok sama kepribadian lu itu PDIP, selain mirip sama simbolnya, lu juga sepertinya fans berat Megawati
”
(Muke gile… Gue fansnya Asmirandah bo…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Partai Persatuan Daerah namanya mirip Partai Persatuan Mahasiswa… ^^”
(Partai Pemersatu Mahasiswa kaleee…)
Mahasiswi, 21, Jogja
“Golkar (Golongan nggak karuan…) Hahahahahaha atau mungkin cari aja yang ketuanya mirip Nicholas Saputra! Hehe”
(Partai yang ketuanya mirip Nicholas Saputra berarti PPM donk, kan aku ketuanya? Heuheu…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Aku sendiri aja nggak tau 38 partai tuh apa aja… Terus kaya apa… Jadi… Hmm… Pilih sesuai feeling Mas aja… He…”
(Aduh Anak muda, betapa sia2 usaha Depkominfo dan KPU untuk menyoliasisasikan pemilu selama 1 taun ini… Padahal aku juga nggak apal semuanya. Hehehe)
Karyawati, 21, Depok
“Egp…”
(Ini pasti partainya Maia Ratu ya… Emang gue pikirin…)
Mahasiswi, 19, Depok
“Udah lu golput aja… Dodolipet lu… Telpon Esia gue donk cinta… Kangen nie”
(Eh buset, kok malah minta ditelpon? Astagfirullah…)
Mahasiswa, 19, Jogja
“Kalo aku mending golput, males milih nggak ada yang tepat. He…”
(Kalo disuruh milih calon istri mau nggak?)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Menurut Hati Nurani Mahasiswa yang ingin mewujudkan Indonesia Raya demi masyarakat Adil dan Sejahtera maka jangan pilih partai yang jelas2 sudah gagal membangun negeri ini”
(Dasar mahasiswa jaman sekarang, kebanyakan retorika)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Berhubung aku nggak nyontreng karena nggak masuk DPT, jadi maap aku nggak bisa kasih sugesti…”
(Aku nggak butuh sugesti, aku cuma butuh kasih sayang. Hueeeek hueeeeek cuiiiih…)
Mahasiswa, 21, Jogja
“Sorry baru bales… Ah pake minta saran segala, nggak usah gue saranin lu paling milih yang “itu” kan… Mau lu gue saranin suruh pilih PDS… Hahahaha…”
(Ini mah maling teriak maling… Ayo ngaku! Hehehe…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“PPM Kink, lo banget. Kalo Nasikun gue nggak yakin kayanya sih PAN kali ya? Kalo gue apa?”
(Kamu pantesnya Partai Rujak aja, kalo diterjemahin ke bahasa Inggris: Rujak Party!)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Golput, tapi nggak terlalu radikal. Hoho… B-)”
(Berarti golput yang lemah lembut dan kemayu kaya putri Solo ya?)
Mahasiswa, 22, Jogja
“Menurutku kalo kamu masih nggak masalah sama namanya demokrasi Islam atau Islam Pancasila, pilihan buat partai yang pake embel2 Islam juga sama aja kok… Itu menurutku lho”
(Jadi intinya apa?)
Mahasiswi, 20, Jogja
“Maaf Mas baru bales soalnya baru isi pulsa setelah satu hari nggak terisi. Aku tebak ya Mas pilih partai apa? Kalo partai PKS bener nggak Mas? ^^”
(Jadi secara nggak langsung kamu pengen bilang: “Mas isiin aku pulsa donk…” Hohoho…)
Mahasiswa, 20, Jogja
“Jawaban kuesioner C-Kink: Aku nggak tau karakter dan kepribadianmu. Karena kamu punya kepribadian ganda (mungkin lebih). Jadi aku nggak tau partai mana yang cocok. Tapi kalo golput, nggak cocok buat setangkai C-Kink. ^_^v Piss…”
(Iya, nggak ada Partai Ganda Campuran sih ya…)
Mahasiswa, 21, Depok
“Eh tau nggak? SBY itu PKS: Presiden Keren Sekali. Megawati juga PKS lho: Putri Keluarga Soekarno. Gus Dur juga PKS: Priyayi Kalangan Santri. Jusuf Kalla juga PKS: Putra Kelahiran Sulawesi. Dan yang paling mengejutkan, Rasulullah juga PKS lho: Panutan Kita Semua… Kamu PKS juga kan?”
(Aduh, bener2 dah ini orang kadernya Partai Kebanyakan Singkatan ya? Hati2 jangan jajan sembarangan ntar kena PKS, Penyakit Kemaluan Sipilis)
Mahasiswa, 20, Depok
“PKS, secara kita sama2 di liqoin sama mereka. Secara mereka juga paling bersih diantara partai2 gajebo.”
(Whoooaaa… Ketauan deh… Hohoho… Eh tapi kenapa juga ini gue publikasiin ke umum ya?)
Karyawan, 20, Depok
“Wah Kink, gue aja nggak tau ada partai apa aja… Ada berapa partai pun nggak tau… Jadi menurut lu, mending gue ngapain pas pemilu? Hehehe…”
(Pemilu kan libur tuh, mending lu ke kosan gue aja sini, nyuciin mobil sama nguras bak mandi. Heuheu…)
Mahasiswi, 21, Depok
“Partai Peduli Gizi Anak Bangsa (P2GAB)”
(Gue maunya Partai Peduli Anak Cacingan…)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Maaf Mas baru bales. Esiaku tadi mati…Wah… Jangan golput Mas… Hehe… Kalo Mas bisa milih ya pilih aja, kalo bingung mending wakilin suaraku… Pilih PAN aja Mas… Hahaha…”
(Siap…! Hidup adalah perbuatan…)
Mahasiswa, 20, Jogja
Alangkah baiknya hal itu dikembalikan ke HAti NURAni Mas sendiri, seberapa tingkat ketahuan Mas dengan para partai. Kalo boleh saran pilihlah partai yang mampu bergerak tanpa harus adanya perintah dari pusat, mengedepankan nasionalisme dan mempunyai agenda yang real bagi negara ini, maka jangan tanggung2 dan bingung2, contreng partai HANURA nomor 1. Suara Anda sangat berarti bagi kelangsungan negara ini!
(Waaaaaah kampanye…!)
Mahasiswi, 19, Jogja
“Ini nomernya C-Kink ya… Hee, nggak tau… Buat aku sendiri aja masih bingung milih apa… *tidak membantu*. Hehew…”
(Oh bukan Mbak, Anda salah sambung. Ini nomornya Nicholas Saputra)
Mahasiswi, 21, Jogja
“Tulis nama kamu di tempat yang tersedia, terus contreng deh…”
(Ini yang ngaco gue apa dia ya?)
Mahasiswa, 22, Jogja
“Hanya 2 yang tau apa isi hati… Dia sendiri dan Rabbnya yang lebih tau makhluk dari pada makhluk itu sendiri”
(Amiiiiin… Jadinya pilih partai apa?)
*Tambahan:
Sebagian besar orang bilang kalo gue identik dengan Pemuda Kurus dan Seksi itu. Ketika gue tanya, kenapa kok bisa mengidentikkan gue dengan pantai ParangKuSumo, salah satu responden ngejawab:
“Mas C-Kink kan seorang ikhwan, sepertinya identik sama PKS^^. Maaf lho Mas sama tebakan ku ini^^.”
Iya iya, dimaafin kok… Hehehehe…
2 comments April 9, 2009
DebatKusir
Beberapa waktu lalu, gue pernah nulis tulisan yang judulya “KampanyeTerselubung”, berisi tentang sms yang isinya berupa sosialisasi pemilu 2009 yang ada unsur2 kampanye terselubung di dalemnya. Terus tulisan gue itu gue posting ke blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com dan gue posting juga di notes facebook gue.
Ternyata, dari postigan gue di notes facebook itu ada banyak comment yang masuk. Awalnya cuma sekedar comment singkat belaka, tapi lama2 commentnya jadi lebih serius, temanya jadi ngebahas tentang pro-kontra demokrasi. Jadi kaya semacem debat lewat comment gitu. Pun para peserta debatnya adalah orang2 lintas disiplin ilmu. Ada dari Teknik Nuklir, Hukum, Hubungan Internasional, Fisipol dll.
Rasanya sayang kalo comment2 yang penuh perdebatan itu gue nikmatin sendiri. Jadi berikut ini bakal gue persembahkan comment2 tersebut hanya untuk lu semua. Silahkan dinikmati.
Oh iya sebelomnya supaya lu semua nggak pada bingung, mendingan baca dulu deh tulisan gue yang “KampanyeTerselubung” itu, biar connect.
Kalo udah baca tulisan itu, baru deh baca comment2nya berikut ini. Monggo Mas…
Asrining Tyas at 1:12pm March 22
udaaaaaaaah! 3 kata terakhir!!!!
Syukron Mamun at 7:49pm March 22
siapa sih yh sms itu ren??? kok gw ga dapet ya??
Muhammad Anshori at 9:58am March 23
gw juga dapet,tapi gw santai aja,,maklum jiwa baru. bwat tyas, tebakan lu kayaknya salah deh… =>
Asrining Tyas at 2:49pm March 23
Hah,gw salah?
Asrining tyas marsudi bs salah?
Tak mungkiiiiinnn….!
*lebay mode
C-Kink Ardya at 7:03am March 24
hohohoho… masa sih koy?
ya gak apa2 lah, yang penting semoga kita punya pemimpin yang beramanat di tingkat nasional yang akan membawa kebangkitan bagi bangsa ini, yang memimpin dengan gerakan dan hati nurani demi matahari bangsa yang peduli karya perjuangan
loh kok jadi ikut2an kampanye?
Kampret Gantenk at 9:17am March 24
hahahaha….kalian masih ngomongi partai yah, wealah di fsbuk masih ngomingin beginian..cape deh…yang penting tetep bersih, peduli dan profesional, bener gak koy?!!^_^
Syukron Mamun at 4:58pm March 24
apa sih den??? ga boleh kampanye disini !!!
Asrining Tyas at 7:28pm March 24
sudahlah, omongin yang uda berjasa nurunin harga BBM 2 x aja..
*tetep..
Devita Purnamisari at 9:26pm March 24
mas…bukankah notes ini secara tidak langsung menandakan anda ikut berkampanye???
C-Kink Ardya at 12:57am March 25
ya begitulah… tapi kita kan harus terus berkarya dan rapatkan barisan nasional, demi perjuangan dan persatuan pembangunan
tuh kan kampanye lagi…
Kampret Gantenk at 10:08am March 25
harga bbm turun 3 X..ya iyalah wong udah seharusnya…malah sekarang pemerintah masih untung kok…ndak salah tuh digembor2in sebagai prestasi…emang udah hal yang sunatuloh…ealah…maaf p presiden…afwan bin sory
Sultan Iskandarsyah at 11:18am March 25
Buat temen-temen yang masih peduli dengan Indonesia saya selaku manusia yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik, kita harus memBOIKOT PEMILU LEGISLATIF!
Indonesia tidak butuh DPR dan DEMOKRASI!!
Indonesia hanya butuh PEMIMPIN yang baik…
Front ANTI LEGISLATIF
Asrining Tyas at 11:28am March 25
mas, klo pemimpin (baca: presidennya) doank yang kepilih secara bener, bisa di-impeach sama legislatif yg ga bener lho..
Sultan Iskandarsyah at 11:42am March 25
Makanya..klo udah tau bakal ada legislatif yang gak bener,kenapa harus dipertahankan?
Kan lebih baik bubarkan legislatif…
Asrining Tyas at 11:48am March 25
mas sultan, cuma mau tanya..
bentuk kesadaran politik emg harus ekstrim ya?
mau ngajarin untuk milih orang2 yang bener emang harus ngebubarin ya?
kalo substansinya salah, knp hrs ngancurin seluruh konsepnya ya?
Kenapa ga proses seleksi n perekrutannya caleg2 itu aja yg dibenahi?
Sultan Iskandarsyah at 11:57am March 25
Apa kamu pernah nanya sama para “Badut Demokrasi” itu, seandainya partai mereka berhasil menguasai 100% bangku DPR, apa yang mau mereka perbuat?
Pasti jawaban mereka semua sama. “MENJADIKAN INDONESIA JADI LEBIH BAIK!”(seperti jawaban anak SD)
Tapi ketika ditanya “seperti apa sih lebih baik itu?,trus langkah apa aja yang bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik?”, gak ada satupun yang bisa menjawab dengan TEGAS…
So..intinya, SEMUA PARTAI ITU SAMA…
Asrining Tyas at 12:12pm March 25
mkanya kita yg muda ini harus menjadikan partai2 itu berbeda.. makanya kita harus belajar pakai otak, bukan duit seperti mereka.. makanya kita latihan janji pake hati, bukan pake lidah kayak mereka..
tapi, boikot pemilu legislatif, tetep bukan caranya lho..
emg klo ga legislatif keadaan akan tiba-tiba jd lebih baik? tiba2 semua orang jd jujur?
kan butuh proses mas.. proses ga bisa dilaksanain dgn menghancurkan yg uda dibangun sama2 selama ini,, Ga worth it lho..
Asrining Tyas at 12:13pm March 25
oia, komentar mas belum menjawab 4 pertanyaan pertama saya, dan,, 2 pertanyaan yang terakhir,,
Sultan Iskandarsyah at 12:22pm March 25
Apa harus menunggu yang tua2 itu pensiun dulu?
TIDAK,yang muda harus berjuang dari skarang. dan Inilah bentuk perjuangan saya,menyadarkan Indonesia bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI!
Mungkin klo kamu nonton video rapat BPUPKI tentang Pemilihan sistem untuk Indonesia, kamu akan tersadar hal apa yang di PERJUANGKAN PAHLAWAN KEMERDEKAAN.
Apa mereka meneriakkan “HIDUP DEMOKRASI!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP KOMUNIS!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP LIBERAL!” ?
Yang mereka teriakkan adalah “ALLAHUAKBAR!”
Jadi apa kita ingin mengingkari amanah dari mereka?
Asrining Tyas at 12:30pm March 25
nuwun sewu.. lagi2 belum dijawab mas pertanyaannya..
biar sederhana di-compile ya mas.. dr 6 ptanyaan blm terjawab jd cukup 2 saja: emang kalo kila boikot legislatif langsung jd baik? emang klo serta-merta dibubarin indonesia bisa tiba2 baik?
ah satu lagi deh..
emang klo ga ada legislatif, kita bs mewujudkan amanah penderitaan rakyat? lha wong rakyat ga jelas mau ngadu kemana.. bingung siapa yg mau bikin aturan.. nggak tau gimana cara check & balances klo presidennya nyeleweng.. ora ngerti klo APBN-nya ditilep.. ndak ada yg ngelarang klo kita mau nambah utang.. nggak ada yg mem-propose UU pornography.. dan lain lain yang panjaaaang ky choki2…..
mbok ya klo ada sebagian yg ga bener, yo ojo trus tau2 bubar, apa2 boikot..
Asrining Tyas at 12:31pm March 25
oia, maaf ya kink, jd malah diskusi disini.. ![]()
yah, itung2 pembelajaran politik, ya tho?
Sultan Iskandarsyah at 12:35pm March 25
1. Apapun bentuknya,ekstrim atau tidak ekstrim tergantung cara pandang tiap orang. Di Gaza,merakit Bom adalah hal biasa tapi di Indonesia itu adalah hal aneh.. Cara saya seperti ini mungkin bagi orang yang tidak biasa adalah hal ekstrim,tapi bila bergaul sesama teman yangmemiliki pandangan sama adalah hal biasa.
2. Bukan substansinya yang salah, tapi SISTEM/KONSEPnya sudah salah. Jadi,biar gak disebut REVOLUSI sebaiknya di ubah sedikit demi sedikit.
3. Dengan pembenahan calon tidak akan merubah SISTEM itu hanya akan menambal sulah kekeroposan bangsa….
4.Coba kamu pelajari seluruh sistem pemerintahan yang ada di dunia,menurut kamu mana yang paling baik??
Ada yang ketinggalan? Maaf klo pernyataan saya agak keras…
Asrining Tyas at 12:44pm March 25
ada mas, ada yang ketinggalan:
1. emang klo kita boikot maka tau2 legislatif jadi brubah/hancur?
2. emang klo legislatifnya (atau sistem demokrasinya) hancur tau2 indonesia jadi lebih baik?
nah, dari yg saya tau dan saya yakini, yah klo sy ini agak berbeda.. menurut saya, ga peduli apapun sistemnya, asal sumber daya manusianya baik, bener, jujur, dan berkualitas, pasti berhasil..
…
contoh ya:
1. jaman nabi muhammad jelaslah sumber daya manusianya baik : berhasil
2. di singapore, meski sistemnya otoriter, asal pemimpinnya baik : berhasil
3. negara skandinavia, biar liberal, tapi SDMnya cihuy punya: berhasil
4. dll..
klo indo skrg blm sukses, ya perlu proses mas, makanya sy belajar yg bener, biar punya kualitas, jadi dimasa depan sy bisa menggantikan bapak2/ibu2 itu..
) skrg caleg2 orientasinya kebanyakan jabatan/pride/money sih, coba orientasinya bener, hehe..
Sultan Iskandarsyah at 12:57pm March 25
1. Kalo gak salah aturan pemilu skarang bila suara tidak sah/tidak digunakan mencapai lbh dari 50% maka PEMILU dianggap tidak sah dan ini lah yang dinamakan kondisi chaos dan kemungkinan bisa terjadi masa transisi sistem pemerintahan yang bahkan dapat menyebabkan perubahan sistem.
2. dari yang 1 itu orang2 harus sadar sistem apa yang lebih baik digunakan untuk bangsa ini. Orang2 sekarang banyak yang tertipu bahwa demokrasi itu yang terbaik,sejak kecil kita diajarkan “Demokrasi Adalah Segalanya”, kita tidak diajarkan membuka mata ke dunia dan melihat fakta sejarah.
Baik, bener, jujur, dan berkualitas. kita sering terjebak kata2 itu tanpa bisa mendefinisikan. Menurut anda itu baik,tapi menurut say itu bukan yang terbaik. menurut saya bener,tapi belum tentu bener menurut anda. Brarti kita butuh landasan yang sama agar persepsi bisa disamakan.
Menurut saya landasan semua itu ada didalam Al-Quran dan Hadist. Anda setuju?
Sultan Iskandarsyah at 1:03pm March 25
Bukan karena saya seorang muslim. Tapi saya pernah membaca kitab suci agama resmi di Indonesia..
Asrining Tyas at 1:11pm March 25
tapi bgmn bisa keadaan chaos mlh bikin bener? itu yg drtd sy ga ngerti mas… menurut sy, cara itu mngorbankan terlalu banyak untuk mendapat sesuatu yg sangat sedikit dan tidak pasti..
yg dikorbankan: stabilitas keamanan, kondisi perekonomian, konflik horisontal di tingkat masyarakat yang rentan di budaya, suku, ato agama.. juga kemungkinan vacum of power yang bikin pemerintahan kita mudah dikooptasi oleh kekuatan eksternal atau oknum yang melihat ksempatan dalam kesempitan.. uda dipikir blum mas bahwa kekacauan 1998 terulang lagi, tapi lebih parah karena ga ada counter govt yg bisa nalangin?
yg didapatkan: KEMUNGKINAN pergantian. tapi ga necessarily pergantian sistem.. yg ada pemilu diulang, ngabisin tenaga, biaya, dan orang2 tetep gontok2an.. haduh, mikirnya aja ngeri mas…..
haha, coba, yang menurut mas ga baik, ga bener, ga jujur dan ga berkualitas yg kayak gimana? parameter2 itu sbnrnya ada dan jelas.. cuma karena mas-nya aja me-reject jd relativitas itu jd justifikasi…
Sultan Iskandarsyah at 1:25pm March 25
Sepanjang sejarah dunia,perubahan sistem selalu berkaitan dengan sebuah revolusi. Bagaimana cara mengurangi dampak dari chaos? Orang2 harus memahami dan setuju dengan sistem baru yang akan dibentuk. Kalo orang2 udah paham dijamin gak bakal ada kehancuran seperti yang diperkirakan banyak orang. Padahal yang bikin chaos kemungkinan hanya orang2 yang tidak setuju dengan aturan yang baru karena keuntungan mereka akan hilang dari sistem yang lama.
Saya yakin udah cukup banyak orang yang mengerti dan bisa menalangi pemerintahan sementara untuk sistem baru tersebut,namun mereka belum mendapatkan kesempatan bersuara. Dan kebetulan saya pernah terlibat dengan orang2 tersebut…
standar jujur, baik, bener dan berkualitas saya mencoba mengikuti Al-Quran dan Hadist,karena saya juga masih belajar…..
Kalo merurut anda seperti apa sih bener,baik,jujur dan berkualitas? Maaf ya ngerepotin..
Bwt c-king:Ren,kuliah jam3!! Dah ngerjain tugas blm?
Asrining Tyas at 1:38pm March 25
wah, sy setuju kok bahwa standar jujur, baik dan berkualitas memang ada di al-Quran..
bahkan klo mau lebih pragmatis, standar itu ada di buku manajemen sumber daya manusia di toko buku manapun.. asal penerapannya bener, hehe..
sekali lagi, yg sy ga setuju adalah cara perjuangannya.. menurut saya yg salah adalah kualitas SDMnya, jd perbaikilah calon calon itu, bukannya menghancurkan sistemnya..
Ga ada yg salah dengan sistem demokrasi di indonesia (selain bahwa sistem ini kurang efisien), hanya di tataran praktis perlu dibenahi.. ketika anda bertindak ekstrim tanpa memikirkan jangka panjangnya, itu yg bs jd fatal..
klo emang ingin mempergunakan abstainitas (is it the word?) sbg alat politik, edukasi dulu masyarakatnya.. jgn sampai terkirim pesan: “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”, walah, salah kaprah ntar jadinya..
n.b. emang mas bener2 mau dan sedang mengkampanyekan pemboikotan pemilu ya? ck ck ck.. bener uda dipikir untung ruginya?
Adji A J Bramantya at 3:04pm March 25
wah..si nanda abis dikomporin nehh kayaknya..heheheh
Adji A J Bramantya at 3:19pm March 25
@asri: demokrasi produk kapitalisme, sistemnya translasi dari perekonomian yg mengutamakan pemegang modal terbesar. padahal, mayoritas blom tentu yang paling benar.
saya stuju sama mbak asri klo cara perjuangan dengan meneriakkan golput bisa menimbulkan ketidakstabilan,, karena, MASYARAKAT KITA BELUM SIAP.
@nanda: setidaknya, kita berusaha untuk ga dipimpin oleh yang terburuk dari yang buruk2 nan(itu klo kita asumsikan smua calon legislatif itu buruk). ga mau kan, dipimpin oleh partai2 yang paling banyak bo’ong waktu kampanye? gw sih ogahh..
mending liat diri kita sendiri, udah kaffah belom menerapkan islam dlm hidup sehari2? klo kitanya blom apa2 trus maju ke ranah politik praktis, nantinya kita cuman jadi tong kosong.
pendidikan sejak dini ttg konsep2 islam itulah yang mestinya digalakkan oleh kita, supaya MASYARAKAT KITA SIAP. klo masyarakat kita msih kyk gini, cape dehhh…
Muhammad Anshori at 5:40pm March 25
Kalo menurut saya, kalo mau golput boleh2 aja, kan ada hak untuk memilih dan ada juga hak untuk tidak memilih.tapi kalo dah golput jangan protes ya kalo bbm naik, kalo bayaran sekolah atau kuliah naik dll. kan golput. terus kalo bbm turun ato ada beasiswa pemerintah, ato lokalisasi perjudian ditutup ga boleh komen (dan seharusnya sih g boleh dapat ngerasain bbm turun dst). kan golput. terus kalo mau ubah sistem, boleh2 aja, tapi harus punya konsep yang jelas dari sisi konsep maupun tataran praktis. ga cuma sekedar yang ideal2 aja. terus, sosialisasikan ke masyarakat jangan cuma mahasiswa aja, liat deh respon mereka. biar gak kayak menara gading, pintar diatas tapi ga manfaat buat rakyat di bawah. So, jadi mahasiswa tunjukin dong manfaat lu! =>
Sultan Iskandarsyah at 3:02pm March 26
Yup,tengkyu buat saran2nya.. Mungkin maksud hati benar tapi apa daya cara yang salah.
@aji: gw stuju akan sangat ruginya bila kita di pimpin oleh orang2 yang gak bener,tapi apa gak buang2 waktu untuk menyadarkan 200juta rakyat indonesia sehingga mereka siap? Padahal Rasulullah aja hijrah ke Madina dan membentuk negara disana,trus terciptalah “The Beauty of Islam” sehingga banyak suku2 di Mekkah iri dan ingin bergabung dengan Rasul. Mungkin gak ya kita pake cara gitu?
@asri: Yap bener,salah banget klo kita ngomong “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”.. Makanya,akan berbeda cara saya berbicara dengan orang yang “kurang intelek”. Alhamdulillah di FB orangnya intelek,jadi bisa diajak diskusi
Ada ide buat dakwah yang lebih baik n gak frontal kaya gini?
Mau golput atau gak, yang jelas saya ANTI DEMOKRASI…
Kampret Gantenk at 5:41pm March 26
ealah…mas ini aneh loh…kalo gak ada legislatif sapa yang mo kontrol presiden…emang mo balik ke orde b*ru lagi….jaman kegelapan dan horor di endonesa….mang enak tuh rasanya…”janganlah anda menjadi orang yang berlebihan”…analoginya gini loh buar orang yang kaya mas itu..
suatu hari ada pertandingan bola…nah tim yang kita jagoin dibantai…tim kita sebenernya gak jauh2 beda kualitasnya….nah kita liat tim kita dibantai….apa yang mas akan lakukan:
1. mengomentari saja..dengan mencaci maki. tanpa adanya bentuk riil bantuan.
2. ikut berusaha membangun tim yang kuat…baik dengan cara memasukan pemain jago dari masyarakat kita…biar tim gak dibantai lagi….
pastilah jawabannya cara ke 2…karena kita paling benci sama orng yang omdo tanpa adanya bentuk riil….apalagi mencaci…kalo di alam demokrasi kaya gini gimana caranya masukun “pemaen bola yang jago dan baik hati”..ya dengan adanya pemilu legislatif yang akan membantu pemimpin kita “sang pelatih” menjadi tim yang ..
Kampret Gantenk at 5:42pm March 26
menjadi tim yang handal…khan gak lucu…pemain sama pelatih gontok2an…enakan juga pelatih maenin caranya dia…dengan bantuan pemain2 yang sepaham dan jago2…tim ajb pasti tercipta…makasih
C-Kink Ardya at 11:09pm March 26
auwououououououwoooo… awas yang punya dateng!
asik, notes gue bisa jadi ajang diskusi kaya gini. diskusi lintas jurusan dan lintas propinsi antara teknik nukli, hubungan internasional, fisipol dan hukum. teruskan perjuangan kalian, anak muda!
ikutan ngomong ah… gue sebagai C-Kink cute dengan ini mengatakan bahwa gue pribadi juga anti sama yang namanya demokrasi dan pemilu.
kelemahan terbesar pemilu dan demokrasi adalah karena mereka mengandalkan suara terbanyak untuk menentukan keputusan. sedangkan kecenderungan manusia adalah untuk MENURUTI HAWA NAFSUNYA. jadi nggak heran ketika disurvey, sebagian besar masyarakat mengaku bahwa mereka ru menentukan pilihannya saat kertas suara sudah berada di hadapan mereka, alias di dalem bilik suara….
emang sejatinya, kebijakan2 yang menyangkut orang banyak nggak semestinya dibuka secara publik, lebih2 ke semua penduduk. cukup kita mengamanahkannya kepada orang2 berkompetensi dunia-akhirat untuk merumuskannya, bukan orang yang…
C-Kink Ardya at 11:11pm March 26
…senantiasa berkoar2 menuruti hawa nafsunya. namun sedihnya, hari ini bakalan susah nemuin orang2 kaya gitu. bisa jadi karena lingkungan, bisa jadi karena sistem itu sendiri emang nggak memungkinkan muncul orang2 kaya gitu.
kesimpulannya apa? kepanjanga kalo ditulis disini. mari kita berdiskusi secara lisan dan face to face, lintas jurusan dan lintas disiplin ilmu. pas banget nih, semua orang diatas masih berdomisili di jabotabek. mau? MAU?
Kampret Gantenk at 1:11pm March 27
kagak mau!!
Sultan Iskandarsyah at 12:38am March 29
Seandainya pemuda indonesia mau membuka diri untuk belajar seluruh sistem pemerintahan dunia dan melihat fakta sejarah bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI untuk memajukan bangsa pasti mereka akan meneriakkan perubahan untuk bangsa ini.
Kebanyakan dari kita sejak kecil sudah diajarkan menDEWAkan demokrasi yg nyatanya banyak mudharatnya.
bwt Kampret Gantenk: Saya cuma mau menyatakan bahwa DEMOKRASI adalah SISTEM YANG SALAH bila kita ingin memajukan Indonesia. Ada sistem lain yg lebih baik dari demokrasi. Apa itu? Pelajari sendiri sistem pemerintahan yang ada di dunia. Oiya,seinget saya jaman Orde Baru ada Legislatif kok. Kok bisa sih masih percaya padahal udah dirugikan berkali-kal??..
Kampret Gantenk at 9:15am March 29
mas sultan….saya tahu demokrasi itu bukanlah solusi terbaik untuk saat ini…tapi demokrasi adalah ssitem yang paling sedikit mempunyai mudharat dibangding dengan sistem lain yang ada…”menolak kemungkaran lebih baik daripada mendatangkan kebaikan”. Dan saya bukanlah pembela fanatik demokrasi, tapi bagi saya demokrasi adalah Hal yang PALING … Read MoreMASUK AKAL dibandingkan sistem yang ingin ditegakan…seandainya anda menginginkan KHILAFAH tegak berdiri…tapi anda hanya berkata tanpa ada aksi nyata…itu adalah hal mustahil…kami para pejuang di dalam sistem demokrasi sekuler…ingin merubah secara perlahan demokrasi itu sendiri menjadi khilafah…melalui perebutan kekuasaan dari dalam, melallui jalur legislatif….tapi seandainya anda hanya berteriak “tegakan khilafah..tegakan khilafa” anda terlihat seperti anak kecil…kaern menginginkan segala sesuatunya instan padahal perjuangan NAbi tidaklah instan….butuh waktu 23 tahun…bahkan setelah naabi meninggalpun….orang arab 2/3 murtad…
Kampret Gantenk at 9:19am March 29
kembali….butuh waktu hampir 10 tahun kemudian untuk benar2 meneguhkan kekuatan di tanh Arab….janganlah bersikap seperti anak kecil yang menginginkan mainan mobil2an secepatnya, menginginkan segalanya kembali secepatnya…menginginkan khilafah bukanlah seperti membalik telapak tangan…anda puya cara anda sendiri…kami juga punya cara kami sendiri…marilah kita berlomba dalam kebaikan…semoga Allah melihat perjuangan anda dan kami sebagai amal baik di akhirat nanti…sebagai jawaban atas tanggung jawab dalam da’wahnya…afwan kalo salah…
Sultan Iskandarsyah at 11:14pm March 29
Alhamdulillah akhirnya ada yang berani menyatakan bahwa masuk kedalam sistem adalah salah satu strategi untuk merubah keadaan. Yap,saya setuju masing2 dari kita punya FINISH yang sama namun caranya saja yang berbeda. Tolong pesen buat temen2 yang pejuang di dalam legilatif jangan sampai terbawa DEMOKRASI seperti orang2 tua kita.
Kalian orang2 hebat yang berani mempertaruhkan iman dengan terjun dalam kotornya demokrasi. Hati2 jangan sampai saudara menjadi lawan kalian. Karena didalam demokrasi tidak mengenal kebenaran mutlak sehingga kalian mudah diadu domba. Islam harus bersatu, bukan terpecah-belah.
bwt Kampret Gantenk: Apa benar bila “para pejuang” menguasai 100% bangku DPR kalian berniat mengubah Indonesia menjadi lebih baik? Dengan cara apa? Mungkinkah dengan mengubah Demokrasi menjadi Khilafah?
Kampret Gantenk at 11:06pm March 30
doakan kami saja saudaraku….dukung kami jika kami benar….ingatkan kami jika kami khilaf ataupun lupa…semoga saja niat mulia kami diberikan jalan yang indah olehNya…saudaraku sultan…munculnya khilafah adalah suatu keniscayaan…tapi hal itu memerlukan tenaga dan waktu yang tidak sedikit…seandainya pada giliran kami Allah belum mengabulkannya…maka kami berharap generasi anak dan cucu kami dapat merealisasikannya…setidaknya kami sudah dapat berbuat semampu dan sebaik yang kami dapat lakukan sekarang…setidaknya kami dapat memberikan jalan bagi tegaknya khalifah di negeri ini…semoga Indonesia adalah negeri yang dijanjikanoleh Nabi kita bahwasanya Islam akan bangkit dari timur,….bukan dari tanah Arab…bukan dari mana-mana…tapi dari sini…sesungguhnya kekuasaan dipergilirkan diantara bangsa-bangsa…dan semua bangsa yang memeluk Islam sudah pernah merasakan kemuliaan dan keindahannya…semoga kali ini giliran kita…ALLLAHU AKBAR !!!
Oke deh, begono kira2. Sebuah perdebatan tentang pro-kontra demokrasi, dan langkah2 apa yang kiranya perlu dilakukan untuk mengubah sistem demokrasi itu sendiri.
Apa kesimpulannya? Silahkan temen2 menyimpulkan sendiri, karena gue mengasumsikan otak temen2 kan udah pada cerdas semua, meskipun nggak lebih cerdas dari gue. Jangan pada protes ya, ini tulisan gue kok…
Tapi intinya, gue pribadi pun tergolong makhluk yang anti dengan demokrasi dan pemilu2an. Sekalipun begitu, apakah gue bakalan golput nantinya? Biarlah waktu yang menjawabnya… Ihihihihihihihi… (backsound: suara ketawa kuntilanak)
3 comments April 5, 2009