Archive for May, 2009

AkuDalamSepi

Aku Dalam Sepi

Malam kelam tanpa bintang

Indah pesona ratu kegelapan

Desir angin menerkam mencekam

Sembunyi di balik hitam bayangan

Dalam aku sendiri sepi

Membuka hati menjerit mati

Dalam aku diam bermimpi

Lepas belenggu jiwa nan suci

Apakah aku

Apakah malam menjadi teman

Dimanakah aku

Dimanakah ada cahaya keabadian

Siapakah aku

Siapakah pagi mengusik mimpi

Kemanakah aku

Kemanakah pergi bintang malam ini

Bukan jiwa kan terluka

Bukan hati kan menangis

Namun cinta kan bahagia

Namun diri kan bersuka

Dan aku

Masihkah ada bunga mekar mengangkasa

Dan aku

Masihkah ada langit biru bergelora

Dan aku

Masih bermimpi menyuci hati

Dan aku

Masih disini di dalam sepi

C-Kink

Yogyakarta,Mei 2009

Add comment May 24, 2009

1ooTruths

BASIC
001. Real name → C-Kink Ardya or C-Kink noa Zoro
002. Like it? → I hope Sahid Syaifullah is better
003. Nickname(s)→ C-Kink. But I do allow you to call me “Nicholas Saputra” :-D
004. Status → Une etudiant du Gadjah Mada Universitaire/ Gadjah Mada daigaku no gakusei desu/ student at Gadjah Mada University
005. Zodiac sign → Virgo, symbolic by a girl
006. Male or female → Male, Insya Allah…
007. Elementary→ SDN Beji VII Depok
008. Middle School → SLTPN 2 Depok
009. High School → SMUN 1 Depok
010. Hair color → Black. Will it be white or grey?
011. Long or short → Now is middle. I used to be bald, and used to be long-ioning hair.
012. Eye color → Black and white
013. Weight → 59 kg
014. Height → 183 cm
015. Righty or lefty → Righty
016. Loud or Quiet → Totemo shizuka desu/ very very quiet
017. Sweats or Jeans → Jeans
018. Phone or Camera → Phone
019. Health freak → No
020. Piercings?→ Never
021. Do you have a crush on someone? → Maybe, but I don’t mind
022. Eat or Drink → Like to eat and also like to drink
023. Purse or Backpack → Purse, but empty-handed is better
024. Tattoos → Never
025. Do You Like Yourself? → Oui, d’accord/ Hai, so desu/ Yes I do
026. Current worry? → Always feel free

THIS OR THAT:
027. Orange or Apple Juice? → Jus d’orange/ orenji juusu/ orange juice
028. Night or Day? → Soir/ yoru/ night
029. Sun or Moon? → Both of them are gift
030. TV or Internet? → Internet
031.PlayStation or XBox? → Playstation. I did never play an X-Box
032. Kiss or Hug? → Both of them aren’t problem. Would you give me some? Hohoho…
033. Iguana or Turtle? → I had ever raise a turtle once
034. Spider or Bee? → Bee, they were on Al’Qur’an
035. Fall or Spring? → I hope I had them
036. Limewire or iTunes? → Don’t know both of them
037. Soccer or Baseball? → Love soccer so much

FIRSTS:
038. First surgery → Circumcision, maybe?
039. First piercing → Never
040. First best friend → I hope I have one…
041. First Sport → Faire du randonee/ shanposuru/ Walk
042. First award → 1st rank on class, when I was on 4th grade elementary
043. First crush → I don’t mind
044. First pet → Bird and fish. They was there on my home
045. First big vacation → Bali at high school. First time I went out from Java Island!
046. First big birthday → My little was full of big birthday party. Thanks to my parents, the purpose is to give me a lot of my friend. But I’m sorry now I don’t have any.

CURRENTLY:
047. Eating → Roasted rice with roasted chicken, 2 hours ago with my jiheishoo-kuni friends
048. Drinking → Ice coffeemix
049. I’m about to → Writing this post
050. Listening to →Winamp who plays l’arc~en~ciel
051. Singing → Just in my heart
052. Typing → This post
053. Waiting for → My funeral

YOUR FUTURE:
054. Want kids → Yes, their name are Muhammad Sahid Syaifullah, Muhammad Sulaima Ibrahim, Siti Aisya Asmiranda or Siti Fatimah Khumaira
055. When → Later after married
056. Want to get married → ABSOLUTELY!!!
057. When → My first plan is when I’m on my 3rd year college. But my Mom doesn’t agree, so let the time answer it
058. Where Do You Want To Live → Indonesia, especially Depok or Jogja
059. Careers in mind → Writer, musician and also statesman
060. What Did You Want To Be When You Were Little → Train driver
061. Mellow Future Or Wild → Must get ready for both of them
062. Something You Would Never Try → Everything thing that is said forbidden on Al-Qur’an

WHICH IS BETTER WITH GIRL? (OR BOY IF YOU’RE A GIRL)
063. Lips or eyes → Both of them. The way she stares and the way she talks
064. Shorter or taller → Shorter, easy to hug
065. Romantic or spontaneous → Spontaneous, because romantic is DISGUISTING!!!
066. Nice stomach or nice arms → Both. Also nice personality and nice knowledge
067. Sensitive or loud → I don’t mind
068. Hook-up or relationship → Doesn’t matter, because I don’t understand
069. Trouble maker or hesitant → Problem solver and self-believer
070. Hugging or Kissing? → Give me each and I will answer. Huehehehe…
071. Tan Skinned or Light? → Not a matter, but not green please. That is an alien!!!
072. Dark or Light Hair? → Doesn’t matter, the most important thing is that she has a hair
073. Muscular or Normal? → Muscular? Wow, I will be the one who get knocked-out first!!!

HAVE YOU EVER:
074. Lost glasses/contacts → Never lost glasses, but always damaged it
075. Ran away from home → Never. J’aime mon famille/ Watashi no kazoku wa totemo omoshiroi desu/ My family is so lovely
076. Held a gun/knife for self defense?→ Never. But I hope I can use a sword well, like Roronoa Zoro
077. Killed somebody → Physically not, but maybe yes in their spirit
078. Broken someone’s heart → So many times! Ahahahaha…
079. Been arrested → Yes in a little case: Ride 3 persons on a motorcycle, drive on a wrong way and move through the red traffic light
080. Cried when someone died →Never. Their dead is their happiness
081. Kissed A Stranger? → Wow, is there anyone who will do this to me?
082. Climbed Up A Tree? → Yes but not that high
083. Liked A Friend As More Than A Friend? → Always!!! Hohohoho…

DO YOU BELIEVE IN:
084. Yourself → Sure. This is my body, my mind, my personality, my competence, that all are gift
085. Miracles → Yes. Impossible is possible, you know?
086. Love at first sight → No. That was just a passion, not a thing that we should called love
087. Heaven → Yes, absolutely sure. That is my homeland, Insya Allah…
088. Santa Claus → No, just a fairy tale
089. Kiss on the first date → Like someone would do this to me

ANSWER TRUTHFULLY:
090. Is there one person you want to be with right now → Yes. I’m sick of being alone
091. Do You Like Someone? → Yes, because I’m still normal
092. Are you seriously happy with where you are in life → Sure. Whatever will be happen, it was the best for us and we should pass it happily
093. Do you believe in God → ABSOLUTELY!!!

LASTS
094. Recieved/Sent Text Message → “Ah payah, silahkan cari sendiri artinya. Ya udah, met makan buat semua ya,”
095. Received Call → Gomiiko, my big sister
096. Call Made → Check my balance
097. Comment On MySpace → Je n’ai pas/ arimasen/ I don’t have any
098. Missed Call → Adji Ahmad Jaka Bramantya, since I was riving so I can’t answer his call
099. Person You Hung out With? → My jiheishoo-kuni friends, had dinner on Nasi Bakar
100. Post as 100 truths and tag people!

I tag all of you who read this article!

4 comments May 24, 2009

SambutanNggakJadi

Tanggal 9 Mei 2009 yang lalu sedianya gue diminta Rindi buat ngasih sambutan di acara Sekolah Madya BEM KMFT UGM. Acara ini merupakan salah satu training buat anak2 BEM khususnya yang angkatan 2008 dalam rangka persiapan menghadapi adek2 angkatan 2009 yang bakalan segera brojol.

Aslinya sih sambutan2 kayak gini kan jatahnya si Miftah selaku Ketua BEM. Tapi karena beliau harus pergi ke Kota Jancuk, jadi harus diwakilin. Pun demikian dengan si Bejo Suro alias Fauzi Cabul selaku Menko Internal yang sedianya mengantikan Miftah, ternyata dia juga berhalangan akibat lagi datang bulan. Jadilah gue yang ditunjuk untuk ngasih sambutan.

Gue udah mantep pengen ngasih sambutan, soalnya udah lama banget gue nggak ngomong di depan podium kaya gini. Terakhir kali gue ngasih sambutan adalah ketika gue ditunjuk jadi ketua panitia acara BKST (Bedah Kasus Sosial Teknik) nya Kastrat di bulan November 2007, yang merupakan pertama kalinya gue ngasih sambutan, dan juga terakhir kalinya. The one and only.

Jadilah gue mempersiapkan diri nyari bahan apa yang mau diomongin nanti.

Tapi ternyata takdir berkata lain. Pada tanggal tersebut, gue ditakdirkan untuk berada di kota Depok untuk bertemu kembali dengan keluarga tercinta sekaligus ngeliat rumah yang baru selesai di renovasi. Jadinya kemaren gue nggak jadi ngasih sambutan deh.

Tapi, sejatinya gue udah ada gambaran kira2 hal2 apa aja yang bakal gue omongin. Dan daripada gambaran ini menguap gitu aja, mendingan gue abadikan dalam bentuk tulisan. Jadi inilah dia, gambaran dari materi sambutan yang sedianya bakal gue omongin di waktu itu. Silahkan dinikmati…

Sambutan dari C-Kink selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM pada acara Sekolah Kaderisasi, KPTU Fakultas Teknik UGM, 9 Mei 2009

Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dalam kehidupan yang indah ini. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad saw.

Sebelumnya saya minta maaf dulu, mungkin teman2 disini kecewa karena bukan sosok Miftah yang berdiri di podium ini, melainkan seekor makhluk yang katanya mirip dengan Nicholas Saputra. Hari ini Miftah berhalangan hadir karena beliau harus menjalani kegiatan asrama di Surabaya sana, jadi saya yang ketiban sial menggantikan perannya untuk memberi sambutan disini. Mohon teman2 disini untuk tidak kecewa dan tidak bersedih hati, karena kapan lagi bisa melihat Nicholas Saputra memberi sambutan di depan umum?

Plus, juga sudah lama sekali sejak terakhir kali saya berdiri seperti ini untuk memberi sambutan. Yaitu pada acara BKST nya Kastrat di bulan November 2007 dimana saya dizhalimi dengan ditunjuk sebagai ketua panitianya. Jadi disini teman2, jika nanti sudah setengah jam tapi saya masih belom berhenti bicara memberi sambutan, saya persilahkan kepada teman2 untuk memanggil satpam dan menyeret saya untuk turun dari podium ini.

Iya, tanpa terasa hari ini kita sudah memasuki bulan Mei, yang artinya beberapa bulan lagi kita akan segera kedatangan adek2 baru kita. Mungkin teman2 masih ingat kenangan 1 tahun lalu ketika bagaimana teman2 menjalani hari2 baru sebagai anak Teknik, bagaimana teman2 mendaftar ke BEM, bagaimana teman2 menjalani proses wawancara, sekolah ke-BEM-an, dan sebagainya. Tapi kali ini posisi teman2 sudah berubah, dan mereka yang angkatan 2009 nanti lah yang akan merasakannya.

Dalam rangka persiapan menyambut adek2 kita itulah, kita selaku kakak disini punya sebuah kewajiban untuk membimbing adek2 kita nantinya. Meskipun mungkin dari segi kualitas dan kapasitas, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Namun dengan status kita sebagai kakak, ada satu nilai lebih yang kita miliki disini, yaitu sesuatu yang bernama pengalaman. Karena kita menjalani kehidupan di Teknik ini satu tahun lebih awal dari mereka, sehingga sedikit banyak kita telah memiliki pengalaman dalam menjalani hari2 selaku mahasiswa Fakultas Teknik UGM pada umumnya dan BEM KMFT UGM pada khususnya.

Demikian juga dengan keadaan di BEM itu sendiri. Kita akan segera kedatangan adek2 baru. Lalu budaya dan imej seperti apa yang akan kita bawa kepada mereka?

Budaya dan imej itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh keseharian kita selaku anak2 BEM. Tentunya kita tidak ingin memberikan kesan negatif kepada adek2 kita. Karena itulah, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk mencoba membangun suatu budaya positif di BEM ini. Dan Sekolah Madya ini adalah salah satu langkah menuju kesana.

Akhir2 ini BEM telah kehilangan produktivitasnya. Kita dapat melihat bagaimana ruang BEM sehari2 yang meskipun selalu ramai, tapi diisi dengan kegiatan yang kurang produktif seperti nge-net, facebook-an, nge-game, dan lain sebagainya. Budaya2 positif seperti diskusi, membaca, menulis atau belajar, kini terasa sudah kehilangan gregetnya. Hal ini membuat BEM tidak ada bedanya dengan yang lainnya.

Begitupun juga mungkin dengan kepribadian kita sendiri. Ketika kita kedatangan adek baru nanti, apakah kita telah siap untuk menjadi seorang kakak? Apakah kita memang pantas untuk dipanggil dengan sebutan kakak?

Hal itulah yang coba kita bangun disini, yaitu bagaimana kita menciptakan suatu budaya yang positif di BEM itu sendiri. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa suatu hari nanti kita akan segera meninggalkan BEM, dan mereka lah yang akan meneruskannya. Saya, Miftah dan Fauzi tidak akan selamanya berada di BEM ini. Begitupun dengan para PH. Suatu hari nanti, kalian lah yang akan meneruskannya bersama adek2 kita nanti.

Jadi, sudah seharusnya bagi kita di masa bakti kita yang singkat ini, kita memberikan dan meninggalkan suatu budaya postif bagi BEM itu sendiri. Karena meskipun mungkin nanti kita telah tiada, BEM KMFT UGM akan tetap berdiri.

Sebagaimana bunyi hadist yang kita ketahui, bahwa ketika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya melainkan 3 perkara, yaitu:  ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan anak yang soleh yang selalu mendoakan.

Anak yang soleh, jelas mungkin hari ini kita belum punya anak, kecuali teman2 yang memang udah menikah atau sudah menjanda. Tapi meskipun kita tidak punya anak, jangan lupa bahwa kita punya adek2. Adek2 kita itulah yang nantinya akan menjadi penerus kita, dan merekalah yang akan kita bimbing untuk menjadi adek2 yang soleh.

Sedekah jariyah, mungkin tidak selamanya harus dengan materi. Kalau teman2 punya rezeki lebih, silahkan bersedekah. Atau kalaupun tidak, ya bersedekahlah semampu kita, sekecil apapun, sekalipun sedekah yang bisa kita berikan hanyalah sebatas memberikan senyuman kepada teman kita atau memungut sampah dan membuang pada tempatnya.

Dan ilmu yang bermanfaat, tebarkanlah ilmu kebaikan dan budaya positif yang bisa kita berikan kepada teman2 di sekitar kita. Tunjukkanlah kebenaran dan ingatkanlah akan keburukan. Karena barangsiapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka ia mendapat bagian pahala atas kebaikan yang dilakukannya.

Mungkin cukup sekian sambutan dari saya ini. Jangan pernah lupa bahwa suatu hari nanti kita pasti akan pergi. Tinggal bagaimana kita bisa memberikan suatu kebaikan pada apa yang akan kita tinggalkan itu.

Terima kasih banyak atas perhatian teman2 semua disini untuk menyimak secuil sambutan dari sesosok Nicholas Saputra yang berdiri di podium ini. Terima kasih juga buat rekan2 panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Serta terima kasih untuk teman2 atas kesediannya telah memutuskan untuk meluangkan waktu dalam mengikuti Sekolah Madya ini, karena kedepannya nanti disini teman2 akan mendapatkan hal2 baru yang mungkin nggak akan teman2 dapatkan selain disini, dimana hal itu nantinya tanpa disadari akan meningkatkan kompetensi diri dari teman2 sendiri.

Akhir kata, sekian saja sambutan saya kali ini. Terima kasih banyak atas perhatiannya, dan jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan, karena TEKNIK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5 comments May 18, 2009

PeribahasaJayus

Otreh, di tulisan kali ini kita akan sedikit bermain kata untuk sedikit mengutak-atik sedikit peribahasa yang telah sedikit kita kenal di dalam kehidupan kita yang sedikit waktunya ini.

Ada 2 peribahasa yang akan kita utak-atik. Tanpa banyak omong lagi, silahkan langsung masuk ke materinya aja yaaaa…

  1. Sambil Menyelam Minum Air

Udah pada tau kan peribahasa ini? Secara tersirat menggambarkan tentang kegiatan yang dilakukan sekaligus, atau melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Kalo ada yang punya definisi sendiri ya silahkan terjemahkan peribahasa tersebut menurut bahasa kalian masing2.

Tapi sekarang coba kita utak-atik sedikit kalimat tersebut. Kalo kita sadari, menyelam biasa dilakukan di laut, soalnya kalo di kolam renang mah jadinya bukan menyelam tapi tenggelam. Di lautan itu, isinya bermacem2. Nggak cuma ada air doang, tapi juga ada banyak ikan, ada terumbu karang, ada tanaman laut, ada mutiara, dan kalo beruntung mungkin bisa ketemu putri duyung. Mengingat banyaknya potensi yang ada di sektor kelautan tersebut, maka mungkin nggak ada salahnya kalo peribahasa di atas sedikit kita ubah konteksnya menjadi,

“Sambil menyelam sekalian nangkep ikan, ngambil mutirara, mungutin rumput laut dan alga serta kenalan sama putri duyung”.

Apa arti dari peribahasa tersebut? Silahkan kembangkan otak kanan kalian untuk mencari tau jawabannya sesuai persepsi kalian sendiri!

  1. Sekali Mendayung, Dua-Tiga Pulau Terlampaui

Yang ini juga udah pada kenal kan? Maknanya secara tersirat nggak jauh beda dengan peribahasa yang sebelomnya, yaitu melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Konteksnya masih sama. Mendayung yang melampaui pulau itu biasa dilakukan di lautan, soalnya kalo cuma mendayung di sungai, yang dilampaui bukanlah pulau melainkan tinja alias kotoran manusia yang mengapung mengikuti aliran air. Nah karena mendayungnya di lautan, mari kita ingat bahwa setiap harinya banyak kapal2 yang berlayar di lautan. Entah itu kapal tanker, kapal pesiar, kapal induk, kapal ferry maupun kapal-an kudisan panuan, bahkan kapal api sekalipun (kok kayak merek kopi ya?).

Nah, sekarang mari kita edit peribahasa tersebut menjadi,

“Sekali mendayung, dua-tiga kapal kita rampok”

Untuk gambaran, mungkin perlu dijelasin sedikit definisi tentang peribahasa barusan yang agak berbau2 One Piece dengan bajak lautnya. Kalo 2-3 pulau terlampaui, itu kan lebih berorientasi kepada kecepatan kerja. Sedangkan kalo 2-3 kapal kita rampok, ini nggak cuma sebatas kecepatan kerja tapi juga kualitas dan kekuatan serta hasil pekerjaan. Kok bisa? Ya bisa doooonk…

Kualitas dan kekuatan: hanya dengan bermodalkan kapal dayung, kita bisa merampok kapal2 lainnya. Mungkin bisa kapal tanker yang membawa minyak sekian kilo liter senilai milyaran rupiah atau kapal pesiar yang mewah yang dihuni oleh penumpang2 tajir, berduit dan borjuis. Lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal induk yang lengkap dengan sistem radar teknologi tinggi serta persenjataan mutakhir. Dan sangat lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal selam!

Hasil pekerjaan: dengan keberhasilan merampok kapal tanker dan kapal pesiar, coba bayangkan berapa total nilai keuntungan yang bakalan kita peroleh? Wuuaaaah… Cring cring…

Ya, begitulah kiranya pembahasan kita kali ini. Sebagaimana judulnya, tulisan ini hanyalah sebuah kejayusan belaka yang kiranya mampu membuat otak kanan kita terlatih untuk berkreasi dan berkembang lebih jauh lagi. Semoga dinas pendidikan dan kebudayaan atau dinas tata bahasa atau dinas apalah namanya yang mengurusi masalah kebahasaan tidak memperkarakan tulisan ini ke pengadilan. Hohohoho…

Add comment May 18, 2009

Ahahahahaha

Minggu 17 Mei 2009, sore hari di salah satu sudut KPTU sayap Selatan Fakultas Teknik UGM . Gue lagi rapat sama anak2 KKN. Sebenernya istilah rapat juga kurang cocok sih, soalnya kita cuma nongkrong2 doank mempererat kekeluargaan. Ngobrol ngalor-ngidul nggak jelas. Yang penting hari ini semuanya bisa saling ketemu dan bertatap muka.

Ketika lagi ngobrol2 nggak jelas, topik pembicaraan mengarah ke kegiatan abis rapat 2 minggu lalu. Waktu itu abis rapat di GSP kita makan2 di Pondok Cabe terus karaokean di Happy Puppy (baca tulisan gue yang judulnya “3Mei2009”). Si Bram waktu itu nggak ikut karaokean gara2 pengen nonton AC Milan tanding. Dia membuka pertanyaan,

“Eh gimana waktu itu karaokeannya, rame nggak?”

Beberapa orang menimpali pertanyaan tersebut. Sementara gue tertawa lebar mengingat gimana waktu itu si Hasan betah banget ndangdutan ditemenin Nana yang hobi ngebor. Lalu spontan Bram nanya ke gue yang terkenal cool, kalem, tenang, tentram dan damai kalo lagi rapat, eh lagi nongkrong,

“Kamu gimana kemaren Kink, ikut nyanyi juga nggak?”

Ditanya gitu gue pun tersenyum dan membalas,

“Weiits, jelaaaas…! Ikutan nyanyi juga donk…!”

Dan si Bram setengah nggak percaya berujar,

“Ah masa?”

Tapi tiba2 salah seekor makhluk disitu yang bernama Putri ikutan ngasih komentar untuk memperkuat jawaban gue,

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Kriiiiik…

Kriiiiik…

Kita replay sekali lagi ucapan Putri barusan:

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Replay sekali lagi,

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Sekaliiiii lagi,

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Sekarang kita teliti lebih jauh lagi, khususnya pada kalimat “C-Kink SUARANYA BAGUS loh”…

HAAAAAAAAAAAH??? C-KINK SUARANYA BAGUS???

Di dalam hidup gue yang udah menyentuh usia 20 tahun ini, mungkin inilah pertama kalinya ada orang yang bilang di depan gue langsung bahwa “suara gue bagus”. Huiks huiks… Srooooot…

Nggak bisa dipungkiri, gue emang nggak punya bakat nyanyi. Lidah gue cadel dan artikulasi kata2 yang keluar dari mulut gue juga nggak jelas. Plus, rentang jangkauan nada suara gue lain dengan orang2 kebanyakan, yaitu beberapa nada lebih rendah dari umumnya. Hal ini ngebuat suara gue nggak nyampe buat nyayiin lagu2 pada umumnya, karena nada suara gue kerendahan. Pun demikian, hal ini juga yang ngebuat gue nggak bisa teriak2. Kalo pun ada nada2 tinggi, itu semua gue akalin dengan suara falchetto. Tapi jadinya malah lebih mirip suara kambing nahan mencret. Bener2 rezeki gue emang bukan di bidang tarik suara, sekalipun gue hobi bermusik dan bisa nyiptain lagu.

Tapi sore itu, akhirnya ada juga orang yang secara spontan berujar bahwa “C-Kink suaranya bagus loh…!”. Nggak tau juga sih, mungkin selama ini ada yang salah dengan pendengarannya si Putri. Huehehehehe…

Ya nggak masalah kok. Intinya, gue mengucapkan terima kasih banyak buat Putri yang lidahnya telah kepleset untuk memuji suara gue yang nggak ada enak2nya ini. Hohohohoho… Apa yang diucapkan Putri itu semoga nggak sia2 dan bisa memotivasi gue untuk mempelajari dunia tarik suara dengan lebih semangat lagi. Serta karena gue punya banyak kekurangan dalam hal ini, tinggal bagaimana gue mengakalinya, soalnya nggak ada yang namanya kekurangan jika kita bisa mengubahnya menjadi suatu kekuatan.

Dan sejak sore itu, semoga gue diberi pintu rezeki untuk memudahkan jalan gue di dunia tarik suara. Sehingga suatu hari nanti ketika gue bernyanyi, maka suara gue akan mampu membuat anak kecil menjadi menangis, membuat pasangan yang bertengkar menjadi bunuh2an, membuat orang stress menjadi semakin stress, membuat pengunjung restoran jadi nggak napsu makan, membuat ibu hamil langsung keguguran dan membuat tokek2 kabur ketakutan. Semoga…

Add comment May 18, 2009

DhaniaChairunnisa #3

(Sekali lagi, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1” sama “DhaniaChairunnisa #2”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)

Entah sudah berapa kali matahari terbit dari arah Timur. Dan entah sudah berapa kali burung2 pulang ke sarangnya. 8 tahun telah berlalu sejak C merasakan bagaimana bahagianya ia yang seorang pecundang menjalani ujian caturwulan satu meja bersama D yang istimewa. Kini C dan D sedang menjalani tahun ketiga perkuliahannya di kampus masing2, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Paramadina.

Bulan ini, tepatnya tanggal 15 Mei, D berulang tahun. Bukan C namanya jika ia tidak tau tanggal ulang tahun D. Dan sekali lagi, bukan C namanya jika ia berani untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada D secara terang2an, meskipun hati kecilnya sangat menginginkannya, sekalipun hanya 1 kali dalam seumur hidupnya.

Ratusan bahkan ribuan orang mungkin telah mengucapkan ucapan selamat ulang tahun pada D. Dan mungkin ia tidak begitu peduli jika ada salah seekor penghuni kota Yogyakarta yang turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun padanya. Apalah artinya seonggok pecundang seperti C dibandingkan seorang ratu seperti D.

Beberapa waktu sebelumnya, C yang merupakan seorang pemusik yang diberikan rezeki berupa kemampuan untuk menciptakan lagu, telah mampu membuat sebuah lagu yang ia tujukan untuk D. Lagu itu terinspirasi dari sosok D yang pernah hadir dalam kehidupan C. Meskipun mungkin lirik dan nada nya sangat jauh dari nilai2 estetika dan keindahan, tapi memang hanya itulah yang mampu dilakukan untuk C dalam menanggapi perasaannya terhadap D.

Lagu itu selama berbulan2 hanya menjadi konsumsi pribadi C seorang diri. Karena kepecundangannya, C tidak berani untuk mempopulerkan lagi tersebut. Setiap ada waktu, C memetik gitarnya dan memainkan lagu itu seorang diri. Hanya seorang diri. Jadilah mungkin tidak banyak yang tau akan lagu tersebut, apalagi si D, yang merupakan sumberi inspirasi C di dalam menulis lagu itu. Meskipun sejatinya, C berharap suatu hari nanti D akan mendengarkan lagu ciptaannya tersebut.

Dan kini, di hari ulang tahun D, sekali lagi tetap tidak ada yang mampu C lakukan. Kecuali sekedar me-launching lagu yang pernah ia ciptakan itu. Lagu yang terinspirasi dari keindahan seorang D. Lagu yang setia menemani C di malam sepinya. Sebuah lagu yang berjudul “Dhania (Selalu Selamanya)”.

Juni 2008

Dhania (Selalu Selamanya)

C-Kink

Kubuka lembaran masa lalu

Kubaca cerita dalam hidupku

Dan ku teringat tentang dirimu

Yang pernah temaniku

#

Ku teringat semua tentang kita

Ku teringat semua cerita kita

Cerita saat kita bersama

Nikmati suka dan duka

*

Meski kini kita tak lagi bersama

Namun rasa ini akan selalu ada

Membayang menyelimuti diri

Walau dirimu kini telah pergi

(Dan tak akan pernah terobati)

Reff:

Dhania kau kan selalu ada di hatiku

Walaupun dirimu t’lah jauh dariku

Dhania kau s’lalu ada di mimpiku

Karena cintaku untukmu

Selalu s’lamanya

Meski kini ku tak tau

Dimanakah dirimu oh berada

Namun rasaku ini

Takkan pernah berakhir

Selalu untukmu selamanya

(CATATAN:

Bagi yang ingin mendapatkan lagu tersebut, silahkan kirim email ke alamat c_kink_noa_zoro@yahoo.com dengan subject: “minta kirim lagu”. Insya Allah nanti bakalan dikirim email balesan plus lagu tersebut dan liriknya. Jangan lupa juga untuk mencantumkan identitas diri, soalnya lagu ini masih sangat belum populer dan ada kemungkinan dibajak serta dikomersilkan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab.)

Itulah sebuah lagu yang C ciptakan dengan si D sebagai sumber inspirasinya. Dan itulah kiranya sekelumit cerita yang pernah C alami. Cerita tentang cinta pertama C.

Butuh keberanian tersendiri bagi C untuk menceritakan kisahnya yang bodoh ini. Namun C sadar, bahwa cepat atau lambat, suatu hari nanti ia pasti akan segera pergi meninggalkan dunia ini. Meninggalkan dunia dengan segala isinya, dengan segala kehidupannya, dengan segala lika-likunya, dan dengan segala cerita cintanya.

Dan C hanya tak ingin jika tiba waktunya ia pergi nanti, semua ceritanya akan terbawa ke dalam tanah kuburan bersamanya. Kini adalah saatnya bagi C untuk membuat dunia tau tentang cerita2 yang pernah terjadi di dalam kehidupannya. Sehingga meskipun jika suatu hari nanti C telah pergi, semoga semangat C akan tetap selalu menyala di muka bumi ini.

Tidak ada harapan C terhadap D atas apapun yang ia ceritakan disini. C hanya ingin, jika suatu hari nanti C diberi rezeki untuk bertemu dengan D lagi, D masih ingat dan akan selalu ingat tentang hari2 ujian caturwulan yang pernah dilalui bersama. C hanya ingin D ingat bahwa di dunia ini, pernah hidup seorang pecundang yang bernama C itu sendiri. C hanya ingin bahwa D ingat bahwa mereka berdua pernah saling mengenal. Dan kalaupun ternyata D lupa akan itu semua, maka sesungguhnya C akan selalu mengingat D di dalam hatinya. Insya Allah…

Yogyakarta, 16 Mei 2009

Tamat

Add comment May 18, 2009

DhaniaChairunnisa #2

(Oiya, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)

Hari telah berganti. Kini C telah duduk di salah satu sekolah menengah atas negeri di kota tersebut. Sementara D berada di sekolah yang berbeda dengannya. Namun perasaan itu akan selalu sama, meskipun kini sangat kecil kemungkinan C akan mampu melihat sosok D lagi.

Tapi selalu ada kesempatan di setiap kesempitan. Meskipun mereka sekolah di tempat yang berbeda, seringkali selama beberapa waktu C masih diberikan kesempatan untuk melihat keindahan seorang D. Beberapa teman D bersekolah di tempat C berada. Dan kadang2 setelah pulang sekolah, C sering meilhat D berada tak jauh di depan pintu gerbang sekolah, menunggu kepulangan temannya. C melirik ke arah D, dan D pun melirik ke arah C. Mereka berdua saling lirik2an layaknya film India. Bo le cu ri yaaa… Bo le ja ne pyaaaa…

Kali ini, tak ada lagi nama C yang disebut dari bibir D. Demikian juga dengan C. Meskipun kini usianya telah bertambah, namun kedewasaan C masih sangat kekanak2an, lebih kanak2 daripada anak bayi sekalipun. C sangat ingin sekedar menyapa D, tapi apa daya nyali tak sampai. Dasar cemen lu C!

Dan itu terjadi tidak hanya sekali. Mereka seringkali diberikan kesempatan untuk saling bertatap muka. Tapi karena emang si C ini idiotnya udah stadium tingkat tinggi yang mungkin tidak bisa disembuhkan lagi, ia masih tetep tidak berani sekedar menggerakkan bibirnya untuk memanggil nama si D. Begitupun dengan kesempatan lainnya, seperti ketika D yang sedang naik becak hendak pulang ke rumahnya. Becak yang ditumpangi D seringkali berjalan melintasi C yang kebetulan lewat. Meskipun mereka berdua saling tau sama tau, tapi mari sama2 kita gebukin si C, karena si C masih belom berani untuk menyapa D!

Selang beberapa waktu mereka tidak bertemu lagi. Hingga suatu hari, C yang merupakan seekor anak band mendapatkan kesempatan untuk manggung dalam acara pentas seni yang diadakan oleh sekolahnya D. Berlima, C lolos audisi dan berhak untuk naik panggung.

Akhrnya tibalah hari yang dinantikan. C naik ke atas panggung dengan 4 orang temen bandnya. Dan dari atas panggung ia melihat sosok D sedang menonton di salah satu sudut. C tidak tau apakah D sadar akan kehadiran C di atas panggung, namun C hanya bisa berusaha untuk memberikan performance yang terbaik yang ia bisa, sembari hati kecilnya berharap semoga D menyaksikan aksi panggungnya itu.

Tahun telah berganti, kini D telah melanjutkan ke pintu gerbang perkuliahan. Ia melanjutkan studinya di kampus STEKPI, Jakarta Selatan. Sementara C masih sibuk berkutat dengan tahun terakhirnya menjalani kehidupan sekolah. Dan sejak saat itu, C pun tidak pernah melihat keindahan sosok D lagi.

Dan kini, waktu telah semakin berlalu. Hari ini C sedang sibuk menyelesaikan studinya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan D yang awalnya kuliah di STEKPI, setelah 1 tahun ia memutuskan untuk berpindah studi. Jadilah kini D berada di Universitas Paramadina, Jakarta, yang diketuai oleh rektor bernama Anies Baswedan.

Namun, dimanapun mereka berada, C akan selalu berharap akan kehadiran seorang D, meskipun mereka berada dalam ruang dan waktu yang berbeda. Sementara layar komputer hanya diam membisu menyaksikan mereka berdua.

Bersambung…

Add comment May 18, 2009

DhaniaChairunnisa #1

(Sebelomnya gue mau nanya dulu ah. Ini kenapa judul tulisannya kok kaya nama perempuan ya?)

Alkisah pada jaman dahulu kala ketika penduduk bumi sedang menikmati euforia milenium, tersebutlah 2 ekor anak manusia yang masih imut2 plus amit yang berada di sekolah yang sama. Kita sebut saja si “C”, pemuda cacingan berumur 13 tahun dan kakak kelasnya yang bernama si “D”, gadis anggun yang 1 tahun lebih tua dari si C.

C, seorang lelaki yang sangat tidak populer di sekolahnya dan tidak memiliki seekor temanpun, yang bahkan untuk berbicara dengan orang lain pun ia sangat2 malu dan nggak berani melakukannya. Sementara D, seorang perempuan laksana ratu sekolah, yang kemanapun ia melangkah mata semua orang akan tertuju padanya dan mencoba menyapanya. Kehidupan mereka berdua sangat bertolak belakang, laksana tukang siomay dan tukang copet. Tukang siomay kalo dipanggil akan segera mendekat, sementara tukang copet kalo dipanggil akan segera berlari menjauh. Wuuuuuush…

Pada suatu hari, ketika sekolah tersebut mengadakan ujian caturwulan (dulu kan masih pake nama caturwulan/cawu, bukan semester kaya sekarang), anak2 kelas dimana C berada akan dipasangkan dengan anak2 dari kelas dimana D berada. Semua anak kelas C berlomba2 mencari tau siapa pasangan duduknya, dengan harapan bisa numpang nanya2 jawaban atau sekedar menjadi pelindung kalo mau nyontek atau ngebet.

Disaat orang2 mencari tau pasangan duduknya, nggak demikian dengan C. Dia tetap menjalani hari2nya seperti biasa, merenung seorang diri di pojokan kelas berteman bayangannya sendiri.

Sampai akhirnya, tiba2 kelas tersebut didatangi oleh beberapa ekor perempuan kakak kelas. Salah seorang diantara mereka bertanya, “Eh yang namanya C orangnya yang mana?”. Lalu salah seorang anak kelas tersebut menunjuk sosok C yang sedang berbicara dengan tembok di pojokan kelas. C yang merasa ditunjuk2, segera menoleh sekilas. Tapi dia tau, tidak akan pernah ada orang yang mau membagi perhatian dengannya. Ia menyangka bahwa bukan dirinyalah yang sedang ditunjuk, melainkan tembok yang ada di hadapannya. Akhirnya C kembali kepada kesibukannya semula, berbicara dengan tembok. Sementara beberapa perempuan kakak kelas tadi tersenyum cekikikan seakan2 baru melihat Vidi Aldiano keselek jam tangan.

Akhirnya tibalah hari ujian. Dengan langkah tanpa semangat, C masuk ke kelas dan mencari tempat duduk sesuai nomornya. Ia duduk manis disana, menatap meja kayu dihadapannya. Dan tiba2 seorang perempuan datang dan duduk di sebelahnya. Mata C sekilas melirik ke arah perempuan tersebut dan… C hampir tidak mempercayai penglihatannya…

Perempuan itu bukan kakak kelasnya.

Perempuan itu bukan manusia.

Perempuan itu bukan perempuan.

Karena perempuan itu adalah BIDADARI!!!

Dag dig dug… Jantung C yang lemah dan cacingan berdetak. Ia berpikir dalam hati, kenapa ada bidadari di sekolah ini? Bukankah tempatnya bidadari seharusnya adalah di khayangan sana?

Bidadari eh perempuan itu tersenyum manis menyapa C. Sementara C tidak siap menerima senyuman semanis itu. Ia benar2 gugup, sampai2 ia merasakan ada cairan yang menetes dari balik celananya. Ih ngompol… Dan C hanya mampu membalas senyuman itu dengan senyuman ala kadarnya, yang kalo diperhatikan baik2 lebih mirip seorang anak kecil nahan mencret. Crett… Crettt… Ih bau!

C mencoba mencari tau siapa nama bidadari eh perempuan itu. Dan diperolehlah bahwa perempuan itu bernama D. D juga termasuk salah seorang perempuan yang ketika itu main2 ke kelas C dan bertanya yang manakah orang yang bernama C.

Akhirnya, hari2 ujian caturwulan C berikutnya dihabiskan dengan 1 meja bersama D. Ternyata D tidak hanya menarik, tetapi juga ramah. Seringkali D mencoba mengajak berbicara C dengan hal2 yang kecil. Tapi dasar C orangnya blo’on dan idiot serta goblok plus tolol. Dengan kemampuan komunikasi yang jauuuuuuuuh dibawah manusia normal pada umumnya, C bingung harus berkata apa setiap kali D mengajaknya bicara. Jadilah C terlihat sebagai sosok yang diam dan kaku, sangat bertentangan dengan kata hatinya yang ingin berbicara dengan D.

Seminggu lamanya C melangsungkan ujian disisi D. Seminggu lamanya D mencoba menyapa C. Dan seminggu lamanya pula C bingung tidak tau harus berkata apa. Dasar goblok lu C, mati aja sono!

Akhirnya hari Sabtu pun tiba, yang artinya ujian caturwulan akan berakhir hari ini. Artinya juga, setelah ini C akan kehilangan kesempatan untuk bertemu D. Karena mereka akan kembali ke kelasnya masing pada tahun ajaran baru. Tidak ada yang dapat C lakukan selain merenung seorang diri, berterima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bidadari seperti D.

Dan, cinta pertama C pun terkubur bersamaan dengan dimulainya libur tahun ajaran. Huiks huiks… Srrooooott…

***

Tahun ajaran telah berganti. Ini tahun terakhir D bersekolah di tempat ini, kalo dia lulus nanti. C masih berharap suatu hari nanti ia dapat bertemu kembali dengan D. Tapi emang dasar si C ini blo’onnya udah kebangetan, dia pun nggak tau apa yang harus dilakukan kalo emang beneran ketemu sama si D.

Dan karena masih berada di satu sekolah yang sama, probabilitas bertemunya mereka berdua masih cukup tinggi. Dan tibalah pada suatu hari dimana dalam beberapa kesempatan, D dan teman2nya berjalan berpapasan dengan C. Dengan penuh keramahan dan kehangatan, D selalu menyapa C setiap kali mereka berpapasan. Dan bodohnya, C tidak pernah membalas sapaan tersebut. Hanya senyum yang mampu ia berikan, entah apakah D akan melihat senyuman itu atau tidak.

Betapa ini adalah suatu kehormatan besar bagi seorang C yang setiap harinya menghabiskan waktu bersama bayangannya sendiri tanpa seorang pun teman. Seumur hidupnya, baru kali ini ada orang yang mau menyapanya ketika sedang berpapasan. C memang sangat2 pecundang dan cacingan, yang membuatnya tidak punya banyak teman. Ketika di jalan ada yang ingat dengan sosok C, itu sudah sangat bagus untuknya. Apalagi sampai ada orang yang mau menyapa C, ini benar2 suatu kebahagiaan baginya. Betapa C terharu melihat inilah pertama kalinya ada orang yang mau menyapa dia. Saking terharunya, sampe jadi pengen nangis. Nangis dulu yuk… Huhuhuhuhu… Huiks huiks…

D selalu menyapa C disetiap papasan, dan C, sekali lagi, dengan idiotnya nggak pernah mampu membalas sapaan tersebut, meskipun sebenernya hati C sangat menginginkannya. Sampai selang beberapa waktu, mungkin D lelah dengan C yang tidak pernah membalas sapaannya. Dan akhirnya D tidak pernah lagi menyapa C di setiap papasan. Sementara C sangat merindukan namanya disebut oleh bibir D yang manis itu.

Hari berganti hari, tak ada lagi sapaan dari D untuk C. Dan C pun tidak pernah berani untuk mulai menyapa D duluan. Dasar C emang goblok banget dah ah… Dan akhirnya hari kelulusan pun tiba. D dinyatakan lulus dan diterima di salah satu sekolah swasta di kota itu. D pun beranjak pergi meninggalkan masa mudanya. Sementara C hanya bisa menyesali kebodohannya yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik terhadap orang2 di sekitarnya.

Dan ikan lou-han itu pun tersenyum… Menertawakan kegoblokan C dan cinta pertamanya itu…

Bersambung…

Add comment May 18, 2009

IPkelimaku

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Ya ayyuhan naas…

Aduh… Nggak terasa sekarang udah bulan Mei 2009, udah menjelang UAS semester 6. Padahal gue belom mem-publish pogress IP gue di semester 5 kemaren. Udah jadi kewajiban buat gue untuk mem-publish IP yang gue peroleh di tiap semesternya. Hal itu bisa lu liat di blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com. Jadi silahkan aja kalo lu mau tau IP gue dari sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jogja ini sampe sekarang.

Dan karena sekarang pun semester 6 udah mau berakhir tapi gue belom sempet mem-publish IP gue semester 5 kemaren. Tanpa banyak omong lagi, ini dah IP gue di semester 5 gue kasih liat. Jangan diketawai yaaaa…

Semester 5

Mata Kuliah SKS Nilai Nilai Bobot
Kerja Praktek/Studi Mandiri 2 A 4 8
Kontrol Otomatis 2 B+ 3.5 7
Praktikum Elektronika Nuklir 1 B 3 3
Proteksi Radiasi 3 B 3 9
Material Nuklir 2 C 2 4
Analisis Reaktor Nuklir 2 D 1 2
Operasi Unit 2 A 4 8
Kimia Radiasi 2 B+ 3.5 7
Teknologi Uji Tak Merusak 2 C 2 4
Metode Monte Carlo 2 B 3 6
Regulasi Nuklir dan SSAC 2 B 3 6

Jumlah bobot = 64

IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 64 /22 = 2.91

Begitulah… Jangan diketawain lho, diledekin aja… Huehehehe…

Dari hari ke hari, rasanya IP gue makin rusak aja. Dan hari ini pun nggak tau kenapa rasanya susah banget buat IP gue untuk menyentuh angka 3. Mungkin gue perlu mengunci diri dari dunia luar dan ber-uzlah dulu untuk mengembalikan kapasitas otak gue yang dulu sempet memberikan hasil positif berupa IP sebesar 3.5. Tapi sekarang? Membaca saja sulit…

Ya pokoknya itulah intinya. Gue berterima kasih kalo setelah ngebaca tulisan ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gue gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar sana yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, tararengkyu banget ya karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca tulisan gue ini.

Oiya… Sekali lagi, kita masih punya pantun dari Olga.

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUCI…

CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KACI…”

Yuk yah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Add comment May 18, 2009

FilmYouMustSee

Selama seminggu kemaren, gue melarikan diri dari kota Jogja untuk pulang kampung ke Depok, dengan alasan mau cuti hamil. Dih, masa iya sih bo akika hamil? Bukan, bukan gue yang hamil. Terus siapa dong yang hamil? Nggak tau ya, mungkin si ikan di kolam gue, mungkin si keluarga cicak, atau mungkin si tikus yang suka ngendap2 di dapur tiap malem. Jadilah akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, gue sempet2in untuk pulang ke Depok ditengah kesibukan gue yang gue isi dengan tidur, tidur dan tidur.

Mumpung lagi di Depok, gue nyempetin diri untuk nonton film. Udah lama sejak terakhir kali nangkring di bioskop. Dan Alhamdulillah, kedua biji film yang gue tonton itu bisa dikatakan nggak mengecewakan untuk ukurannya. Jadilah uang yang gue keluarin buat beli tiket bioskop yang kapitalis itu sebanding dengan kepuasan terhadap film yang ditonton. Eh nggak puas juga sih, tiketnya kemahalan bo…

Emangnya film apa aja sih yang gue tonton? Mau tau jawabannya? Tekan tutsnya dan mainkan!

Janda Kembang

Janda Kembang, disingkat “Jambang” (idih bikin singkatan kok seenaknya) adalah film lokal karya sutradara Hanung Bramantyo. Waktu lagi mau nonton di Margo City, pilihannya ada Bukan Cinta Biasa, Jambang, film action-Asia yang gue lupa judulnya, sama Knowing. Akhirnya gue tertarik untuk menjatuhkan pilihan pada film Jambang, soalnya dari referensi yang gue baca, disini Luna Maya menyumbangkan suaranya untuk menyayikan beberapa lagu pop lokal. Titi Kamal sama Nirina kan udah pernah, sekarang gilirannya Luna Maya. Terus gilirannya Asmirandah kapan? Kalo si Cincyah Laurah mah udah pernah juga…  I don’t wanna lose you… Yes I wanna hold you… I dont wanna make you… Make you sad and make you cry… Oh baby baby baby…

Dan kemudian gue duduk manis di bioskop nonton film ini. Bla bla bla bla bla bla bla bla… Satu setengah jam kemudian filmnya kelar dan gue pun keluar dari bioskop dengan menarik napas panjang. Fiuuuuuh…

Terus kenapa tulisan ini dikasih judul “FilmYouMustSee”? Soalnya, film ini beda sama film2 Indonesia kebanyakan yang umumnya cuma punya 2 genre: komedi mesum atau horor. Yah mentok2 film drama romantis, meskipun romantismenya terkesan murahan.

Basic dari film Jambang ini emang kesannya komedi, tapi semakin filmnya berjalan, semakin kita sadar kalo film ini nggak cuma bermodalkan kocokan perut doang. Ada bagian ketika kita dibuat tertawa, ada bagian ketika kita dibuat berpikir dan tersenyum satir, ada bagian ketika kita dibuat naik darah, ada bagian ketika kita dibuat terharu dan ada bagian ketika kita dibuat tidur. Zzzzz…. Grrooook… Zzzzzz… Heh jangan ngorok!

Bagian yang paling keren adalah ketika Sarah Sechan yang berperan sebagai Yuli selaku suami dari Dodi yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, saling beradu mulut. Disini, dalam satu scene yang lumayan panjang (tanpa pemotongan), Yuli dan Dodi gontok2an dengan gaya khasnya masing2 yang sangat menarik. Apresiasi khusus buat Sarah Sechan yang sepanjang scene mampu berteriak marah2 tanpa jeda dengan logat Sunda yang khas.

Gue nggak tau sih si Sarah Sechan ini aslinya orang mana, emang asli orang Sunda apa bukan. Sekalipun berbicara ceplas-ceplos udah identik dengan keseharian dia, tapi tetep aja gue takjub ngeliat dia bengak-bengok dengan logat Sundanya. Maknyus banget dah ah…

Nggak cuma itu doang, banyak adegan2 lainnya yang juga kiranya patut untuk diberi acungan jempol kaki. Tapi kalo mau tau adegannya kaya gimana, ya mendingan lu nonton aja dah sono. Nggak seru dong kalo semuanya gue ceritain disini. Hohohohoho.

Dan, dari referensi yang gue baca, inti film ini adalah ingin menyampaikan sebuah pesan yang udah sering kita denger tapi jarang kita aplikasikan. Sebuah pesan yang berbunyi, “Fitnah itu lebih kejam daripada tidak memfitnah”! Eh salah, maksudnya “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Gitu intinya. Atau kalo mengutip ucapan salah satu tokoh politik nasional, bunyinya “Fitnah adalah perbuatan…”

Wolverine: The Origins

Cerita2 dengan alur feedback emang selalu menarik buat disimak. Di film Star Wars, gimana ceritanya si tokoh jagoan di 3 film awal bisa jadi penjahat di 3 film terakhir. Di komik One Piece, gimana Chopper bisa jadi dokter hebat kaya sekarang. Pun demikian dengan film X-Men yang satu ini, yang menceritakan tentang awal mula munculnya mutan2 ajaib dan kenapa si Gabe Logan minta dipanggil dengan nama Wolverine.

Khas film Barat, film2 superhero yang mengadopsi dari komik emang selalu menarik buat ditonton. Batman, Spiderman, Fantastic Four, Iron Man, siapa yang nggak kenal? X-Men ini juga sama, kira2 nggak jauh beda lah isinya, ada drama, aksi baku hantam, tembak2an, dll.

Terus, kenapa film ini juga gue sebut sebagai “FilmYouMustSee”? Jawabannya simpel aja kok. Simpel dan sedikit narsis, soalnya ini terkait dengan status gue sebagai mahasiswa Teknik Nuklir.

Ceritanya gini. Di film itu, ada sebuah markas penelitian tempat para mutan disimpen buat diteliti gennya. Si Logan alias Wolverine penasaran dimana markas penelitian tersebut berada, soalnya dia pengen ketemu face to face sama si jenderal yang punya proyek penelitian tersebut. Kemudian diperoleh info dari temennya Will.I.Am Black Eyed Peas bahwa markas tersebut berada di sebuah pulau entah dimana.

Denger kata2 “sebuah pulau entah dimana”, gue langsung terbayang sebuah pulau di Afrika sana, yang emang identik dengan hal2 kaya gini. Atau mungkin pulau2 di kepulauan Karibia, kaya di film Pirates of Caribbean nya Johny Depp. Bahkan bisa juga pulau2 di Asia Tenggara termasuk Indonesia, mengacu pada film KingKong.

Akhirnya si Wolverine dipertemukan dengan Gambit yang jago main kartu. Lalu si Gambit yang tau letak pulau tersebut bersedia nganterin Wolverine kesana. Dan dengan menggunakan helikopter, mereka berdua segera tancap gas dan melaju.

Gue penasaran, pulau kaya gimana yang bakalan muncul? Gue kira mereka bakalan terbang ke hutan2 atau ke laut, eh ternyata nggak. Mereka malah terbang ke daerah perkotaan dengan gedung2 betingkat. Kemudian tibalah mereka di pulau tersebut, pulau yang bikin gue nyengi2 sendiri.

Pulau apakah itu?

Pulau itu bernama…

…THREE MILES ISLAND!!!

Kriiiiik… Kriiiiik…

Emang ada apa dengan Three Mile Island? Buat lu yang awam emang pasti nganggep ini biasa aja. Tapi buat gue yang anak Teknik Nuklir, pulau ini punya kenangan tersendiri. Ah so sweet…

Three Miles Island adalah sebuah tempat reaktor nuklir PLTN di Amerika sana. Dia berada di sebuah pulau kecil di tengah sungai, berada di wilayah perkotaan. Dulu Three Miles Island sempet populer gara2 pernah terjadi kebocoran di dalemnya. Tapi kebocoran itu bisa teratasi, nggak sampe menimbulkan korban jiwa dan nggak sampe mengakibatkan ledakan kaya reaktor Chernobyl di UniSovyet.

Three Miles Island adalah salah satu bukti keberhasilan sistem safety pada PLTN. Tapi nggak tau kenapa, info kesuksesan safety Three Miles Island ini nggak pernah tersebar luas di kalangan masyarakat umum. Orang2 cuma taunya tentang Chernobyl doang, dan ini dijadikan salah satu senjata bagi mereka yang anti PLTN. Padahal selain Chernobyl kan masih ada Three Miles Island yang sistem keamanannya berfungsi baik dalam situasi kebocoran kaya gini. Huh, ada penyesatan opini disini!

Kita balik lagi ke Wolverine. Ternyata markas penelitian mutan itu bersembunyi dibalik kemegahan reaktor Three Miles Island itu. Mungkin karena mutan identik dengan mutasi gen dan mutasi gen identik dengan paparan radioaktif, jadilah pulau Three Miles Island yang dipilih jadi markasnya.

Dan di penghujung film, digambarin adegan baku hantam yang dilakukan di atas salah satu Cooling Tower. Ini juga maknyus, kapan lagi bisa liat Cooling Tower dengan pemandangan kaya gini? Tapi disini Cooling Towernya lagi nggak beroperasi, terlihat dari nggak adanya uap yang nongol. Dan pada akhirnya, Cooling Tower tersebut runtuh dan hancur kena lasernya si musuh yang ilmunya ngambil dari gennya si Scott alias Cyclops.

Akhirnya selesai lah sudah film tersebut dan gue diberikan pemandangan tentang Three Miles Island lengkap dengan Cooling Towernya. Kalo lebih diteliti lagi secara keilmuan, ada beberapa kejanggalan di film ini. Tapi itu nggak masalah, toh film ini lebih menitikberatkan pada drama dan baku hantamnya, bukan pada unsur2 keilmuannya.

Udah deh… Segini dulu aja yaaaa…!!!

2 comments May 18, 2009

AngkringanTonight #3

Another side story of angkringan!

Malem ini gue ujian lisan bahasa Jepang. Ujian lisan yang dimulai dengan watashi wa C-Kink desu, Depok kara kimashita, Karangwuni ni sundaimasu, hatachi desu, Gadjah Mada daigaku no gakusei desu, dozo yoroshiku onegashimasu dan diakhiri dengan owarimashoo ja mata itsuka. Plus, dipenghujung acara kita ditunjukin nilai hasil ujian tulis kemaren, dimana gue dapet nilai perfect: 100! Sssssttt nggak usah pada tepok tangan gitu dong, biasa aja kaleee! Sementara si Wangi Wan-Wan* dapet nilai 94 dan AndhiBaka* San dapet nilai 95.

Sepulang dari tempat les, gue ngeliat angkringan di depan kosan gue lagi sepi, cuma ada seonggok gerobak yang dijaga oleh Mr X (sebut saja demikian) selaku pedagang angrkingan. Karena gue nggak tega ngeliat Mr X mejeng sendirian disana, akhirnya gue memutuskan untuk makan malem di angkringan ini sambil mesra2an berdua sama Mr X. “Mas ngamar yuk Mas, 2 ribu bolak-balik!”

Menu gue di angkringan ini selalu sama: mi rebus telor dobel! Cuma minumnya aja yang ganti2, sesuai kebutuhan. Kadang es jeruk, kadang coffeemix anget, kadang es teh, kadang darah gadis muda di kosan sebelah, kadang kuah mi rebus, dll. Malem ini gue putuskan untuk minum segelas es jeruk nggak pake kulitnya.

Seperti biasa, jiwa ke-Kastrat-an gue sering muncul di saat2 berkhalwat kaya gini. Nggak tau kenapa malem ini gue penasaran, sebenernya berapa penghasilan makhluk di depan gue ini dari berdagang angkringan per harinya? Kalo kata orang2, pedagang burjo itu sehari bisa dapet sampe 700ribuan. Nah kalo pedagang angkringan?

Sembari menunggu mi rebus telor dobel gue mateng, iseng2 gue nanya sama si Mr X ini,

“Mmmm… Mas, dari angkringan ini seharinya dapet untung berapa Mas?”

“Ya Alhamdulillah lumayan banyak lah…”

Lumayan banyak? Alhamdulillah… Mendengar kata “lumayan banyak”, yang terbayang di otak gue adalah nominal uang dengan besaran antara 200ribu sampe 300ribu per harinya.

“Emang rata2 sehari dapet berapa Mas?”

“Biasanya sih dapet 50ribu”

50ribu per hari? Untuk bekerja dari jam 2 siang sampe jam 12 malem, dapetnya 50ribu per hari? Alhamdulillah…

Gue pun berpikir, betapa makhluk di hadapan gue ini dengan sabarnya bekerja hampir 10 jam perhari demi selembar uang 50ribuan. Padahal di saat yang bersamaan, mungkin nominal segitu biasa kita hambur2kan dalam waktu singkat. Padahal tadi sore, gue baru aja membelanjakan angka sebesar itu untuk beli pulsa Im3.

“Biasanya paling banyak sehari dapet berapa Mas?”

“Kemaren saya pernah dapet sampe 70ribu seharinya…”

“Kalo paling dikit Mas?”

“Yaaaa sekitar 20 ribu waktu itu pernah”

Begitulah neraca keuangan hariannya Mr X ini. Rata2nya 50 ribu per hari. Kalo kita kaliin perbulan, jadi 50000 x 30 = 1500000, alias satu juta lima ratus ribu rupiah. Alhamdulillah… Masih lebih tinggi dari bates UMR kota Jogja. Tapi itu pun kalo Mr X bedagang setiap hari dengan penghasilan rerata 50ribu. Kalo lagi nggak jualan? Kalo lagi nggak begitu laku?

Mr X melanjutkan curhatnya,

“Biasanya saya paling sepi itu hari Sabtu!”

“Oh iya Mas, pada malem mingguan semua ya?”

Ya wajar lah, malem Minggu kan pada ngeluyur semua. Mending kalo malem minggu buka gerobaknya jangan di sini Mas, tapi di Ambarukmo Plaza aja! Atau di Hugo’s, Boshe, Empire dll. Tapi kalo malem Jumat gantian buka gerobaknya di Al-Ittihaad, Mardiyah, Baiturrahman, dll.

“Ini makanannya titipan kan Mas? Yang modal dari Mas sendiri apa aja?”

“Ya ini, gula, teh, coffeemix…”

“Gerobaknya punya Mas kan?”

“Iya, punya saya sendiri”

“Kalo piring sama sendoknya ini Mas?”

“Ini juga punya saya semua. Cuma makanannya aja yang titipan”

Sebagaimana yang udah gue ceritain di “AngkringanTonight #1”, makanan2 ini diambil oleh Mr X dari istilahnya “Majikan”. Abis nggak abis, makanannya bakal dibalikin lagi ke “Majikan” itu.

“Ini kalo nggak abis dibalikin ke juragannya kan Mas?”

“Iya”

“Juragannya itu nitipin makanannya cuma kesini doang apa ke tempat lain juga?”

“Seinget saya, kalo nggak salah dia punya 6 gerobak”

Wah, 6 gerobak? Kayanya asik juga tuh bisnis kaya gini. Ayo, ada yang mau jadi juragan angkringan?

Selepas itu, mi rebus telor dobel gue udah mateng dan gue sibuk dengan mangkok di hadapan gue yang menunggu untuk disantap. Mi nya lho yang disantap, bukan mangkoknya! Srupuuut… Srupuuut… Aaaaahh…

Yogyakarta, 5 Mei 2009

Add comment May 18, 2009

3Mei2009

00.01– 00.35

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Gitaran

Malem ini, eh pagi ini gue lagi ngikut makrab sekaligus pembubaran panita HPTT 63 bareng anak2 Teknik. Yang namanya makrab, setiap detiknya itu harus dimanfaatin, termasuk tengah malem kaya gini.

Sebelomnya sampe jam 11 malem, kita nongkrong di pantai Parangkusumo sambil nyalain api unggun dan bakar jagung. Plus, kita juga main “truth or truth”, plesetannya “truth or dare”. Nggak semua orang kebagian jatah truth or truth ini, cuma mereka yang namanya keluar dari undian aja yang dapet giliran. Dan sedihnya, gue yang berangkatnya nyusul justru kebagian giliran persis setelah gue dateng. Jadilah gue yang baru menginjakkan kaki di pantai, leyeh2 bentar, eh tiba2 nama gue keluar dari undian dan gue kebagian giliran jadi korban truth or truth ini. Duh, ini pasti konspirasi Yahudi!

Ada 5 pertanyaan yang harus gue jawab secara jujur dan apa adanya. Cinthya Laura selaku MC mempersilahkan semua orang untuk ngasih pertanyaan2 yang menusuk dan mengulik macem2 hal. Tapi dibatesin, pertanyaannya nggak boleh menghasilkan jawaban yang berupa nama orang. Dan pertanyaan yang gue dapet adalah sebagai berikut, plus jawabannya:

  1. Pernah suka sama temen 1 jurusan nggak?

Jawab: PERNAH!

Gue jawab aja jujur apa adanya. Ohohohoho…

  1. Kapan sukanya?

(maksudnya, kapan suka sama temen 1 jurusan itu?)

Jawab: SEMESTER 5!

Sebelom ngejawab, sebenernya gue bingung sama maksud pertanyaan ini. Tadinya mau gue jawab aja, “SAMPE SEKARANG!”. Tapi melihat suasana yang kayaknya bakal semakin ancur kalo gue jawab  gitu, akhirnya gue nggak jadi jawab gitu deh. Yah ini mah nggak truth lagi.

  1. Apakah kamu berencana menikahi orang yang kamu suka itu?

Jawab: NGGAK!

Ya iyalah, cuma sebatas suka doang gitu loh… Kalo pertanyaannya diganti, “Apakah kamu berencana menikahi Asmirandah”, maka dengan lantang gue ngejawab, “HARAPAN ITU MASIH ADA, INSYA ALLAH!”

(emang Asmirandahnya mau?)

  1. Di BEM ini betah nggak sama kepemimpinannya Miftah?

Jawab: BETAH!

Kan sebelomnya gue udah pernah ngerasain yang kaya gini di Kastrat, jadi biasa aja tuh.

  1. Pernah suka sama sesama anak BEM nggak?

Jawab: PERNAH!

Sama kaya nomor 2, sebenernya bukan kata “pernah” yang pengen gue ucapkan. Awalnya gue bakalan jawab, “SERING!”. Tapi sekali lagi, kayanya gue bakalan jadi bulan2an kalo jawab gitu.

Untung cuma dibatesin 5 pertanyaan doang. Kalo lebih, bisa tambah ancur aja dah…

Kita balik lagi ke jam 00.01 di tanggal 3 Mei. Kita semua udah pada ngumpul lagi di balai dukuh, udah pulang dari pantai. Beberapa orang memilih untuk tidur dan istirahat, sementara gue memilih untuk genjrang-genjreng klentang-klenting bareng Nalar, Reza dan Abdul menyayikan lagu2nya Bang Iwan Fals.

“Untukmu yang duduk sambil diskusi

Untukmu yang biasa bersafari

Di sana… Di gedung DPR”

00.35 – 01.25

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Main UNO

Ini dia hobi favorit gue kalo lagi makrab, MAIN UNO! Uno itu semacem permainan kartu gitu loh. Permainan kartu yang menyenangkan yang bisa dimainkan oleh sekian banyak orang sekaligus, dan kalo stock kartunya udah abis, permainan tetep berlanjut dengan cara mengocok ulang kartu2 yang nggak kepake. Segala strategi dipake disini, mulai dari intrik, kolusi, koalisi, bahkan sampe politik uang sekalipun…

Plus, kartu Uno ini juga punya nilai historis buat gue. Dulu, gue pertama kali kenal Uno gara2 diajakin sama Triyas Sukmawati, temen SMP gue. Waktu lagi liburan kuliah, waktu semua pada pulang ke Depok, gue barengan sama Mastur, Adis, Prisman dan Ega rame2 main Uno di rumah Triyas. Triyas juga yang ngajarin cara main Uno dan segala macem kejahatan di dalemnya, termasuk bahwa kita mesti ngomong “Uno” kalo kartu kita tinggal 1.

Terus kenapa kartu Uno ini punya nilai historis? Jawabannya simpel aja, karena terhitung sejak tanggal 23 Juni 2008, sosok bernama Triyas Sukmawati udah nggak ada lagi di dunia ini. Beliau telah pergi lebih dulu, dikarenakan penyakit apa gitu gue lupa, tapi intinya ada semacem cairan di otaknya. Jadilah kini guru yang mengajarkan gue main Uno telah tiada. Dan Uno itu adalah salah satu warisan yang Triyas tinggalin buat gue. Semoga gue bisa mengamalkannya dan memberikan sedekah jariyah ini untuk beliau.

Kalo di kartun One Piece, waktu kecil Roronoa Zoro selalu kalah adu pedang lawan Kuina. Dan selamanya Zoro nggak akan pernah ngalahin Kuina, gara2 Kuina udah meninggal akibat jatoh dari tangga. Lalu Zoro bertekad untuk menjadi pendekar pedang terbaik di dunia, sebagaimana janjinya pada Kuina. Sedangkan gue, karena ilmu ke-Uno-an gue ini gue dapet dari Triyas, maka gue pun bertekad untuk memberikan yang terbaik dan mengerahkan segenap kemampuan yang gue punya kalo lagi main Uno…

Dan, yang memperkenalkan kartu Uno ini di BEM adalah si kembar-cacingan Gilang dan Rara-Galuh. Pertanyaannya, apakah mereka berdua, yang ngenalin Uno ke gue di BEM, juga bakalan menyusul jejak Triyas untuk meninggalkan dunia ini lebih dulu? Biarlah waktu yang akan menjawabnya. Ihihihi…

01.25 – 02.00

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Leyeh-leyeh menjelang bobo

Game Uno kita udah selesai. Tyaz, Anton, Ari, Rara-Galuh, Takur dan Biebah selaku peserta Uno memutuskan untuk mengakhiri permainan ini dan beranjak tidur. Pun demikian dengan Wangi, yang nggak ikutan main Uno soalnya kebagian job buat ngeberesin kartu2 yang berantakan sekaligus ngocok kartu2nya. Kocok kocok kocok… Crott crott crott ah ah… Astagfirullah, apaan tuh?

Gue yang sejatinya masih pengen maen, akhirnya ikutan udahan juga. Niat gue mau langsung tidur, tapi karena efek 2 gelas good day yang gue minum hari ini, akhirnya gue baru bisa tidur sekitar jam 01.40–an.

02.00 – 04.00

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Tidur

Zzzzz… Zzzzz… Grooook… Zzzzz…

Sssssttt, jangan berisik! Gue lagi tidur nich! Zzzzz… Zzzzz… Grooook… Zzzzz…

04.00 – 05.00

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Ibadah pagi

Tau lah ya, jam segini tuh jam2nya apa. Ho oh bener banget, yaitu jamnya para dugemers pulang kembali ke kosan akibat kepanasan denger adzan Subuh berkumandang.

05.00 – 05.30

Lokasi: Balai dukuh di Parangtritis

Aktivitas: Muhasabah

Sejatinya abis subuh ini gue pengen langsung pulang, soalnya jam 8 nanti ada pembekalan KKN. Tapi ternyata rencana berubah, dikarenakan pagi ini akan ada muhasabah yang istimewa. Apa istimewanya? Istimewa karena yang didaulat untuk menjadi pemantik pada muhasabah ini adalah gue sendiri! WUAAAAA…!!!

Ini pertama kalinya gue ngisi muhasabah. Dan gue pun nggak bisa menolak soalnya disini gue termasuk orang yang di-tua-kan, meskipun padahal aslinya masih muda. Thanks buat Abdul dan Tifa yang telah melobi gue buat jadi pemantik. Dan lidah gue pun komat-kamit mengucapkan kata2 yang kiranya bisa bermanfaat buat muhasabah ini.

Setelah sekitar setengah jam gue komat-kamit, akhirnya muhasabah ini selesai juga. Dan sepanjang acara muhasabah, sepintas2 gue liatin wajah2 para pesertanya. Dan Alhamdulillah, sepertinya muhasabah gue ini cukup sukses. Terlihat dari banyaknya peserta yang tertidur daripada yang menangis! Horeeee!!!

Lalu gue pun pamitan sama orang2 dan pulang ke Jogja naik mobil titipan yang disetirin Miftah.

05.30 – 06.30

Lokasi: Mobil Avanza plat B yang melaju dari Jalan Parangtritis sampe kosan

Aktivitas: Tidur

Waktu berangkat, mobil beranggotakan 7 ekor makhluk ini rame oleh celoteh makhluk2 di dalamnya. Mereka adalah Miftah, Ade, Izzat, Franky, Riva, Reza dan gue sendiri. Banyak tema yang kita bahas, mulai dari strategi dakwah Mas Maulana, keunikan sepeda panjang dan permasalahannya di lampu merah, posko registrasi UM UGM, sampe pantai Parangkusumo yang kalo malem banyak ayamnya. “Mas ngamar yuk Mas, dua ribu bolak-balik!”.

Tapi di perjalanan pulang, cuma ada bunyi mesin mobil dan radio yang terdengar. Penumpangnya pada tidur semua, kecuali Miftah yang kebagian job jadi supir. Termasuk gue yang juga ikutan tidur, soalnya jam 8 nanti mau ada pembekalan KKN dan gue nggak mau ketiduran di tengah2 acara. Jadilah sekarang gue nyicil tidur di mobil dan baru bangun beberapa saat sebelom mobil itu nyampe ke kosan paling keren abad ini, Karangwuni C-19.

06.30 – 08.00

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19

Aktivitas: Get prepared

Demi mengejar pembekalan KKN jam 8, sampe kosan gue langsung mandi dan prepare buat berangkat nanti. Semua persiapan beres jam 07.15-an. Gue dan Nanda udah janjian berangkat bareng, dia bakal jemput gue di kosan jam setengah 8. Karena masih ada beberapa menit sebelom Nanda jemput gue, akhirnya gue memutuskan untuk tidur lagi, itung2 menghemat energi. Kan sekarang dunia ini lagi krisis energi!

Waktu menunjukkan pukul 07.30. Beberapa menit kemudian akhirnya dateng juga. Bukan Nanda yang dateng, tapi smsnya Nanda. Isinya mengatakan bahwa dia baru aja bangun tidur. Gubrak…!!! Ya udah, sambil nungguin Nanda prepare, gue tidur lagi dengan dandanan yang udah siap untuk berangkat. Sampe akhirnya jam 8 gue dibangunkan oleh bunyi motornya Nanda yang mejeng di depan kosan gue.

08.00 – 08.15

Lokasi: Antara kosan dan Fakutas Filsafat

Aktivitas: Cuci mata

Pembekalan KKN ini bakal diadain di Fakultas Filsafat UGM. Motor Nanda melaju kesana, melintasi pasar Sunday Morning yang akrab diebut “sanmor”. Dan sanmor adalah salah satu tempat yang efektif untuk cuci mata, dimana disini kita bisa ngeliat paha, betis, lengan dan bentuk tubuh perempuan2 punuk unta lainnya yang dijual gratisan di pinggir jalan. Astagfirullah… Kalo gini terus bisa2 apalan surat An-Naas sama Al-Falaq gue bakalan ilang nih…

08.15 – 12.00

Lokasi: Fakutas Filsafat

Aktivitas: Pembekalan KKN

Seperti udah diduga, gue dateng telat. Sebagai konsekuensi, gue sama Nanda dan beberapa orang yang telat lainnya nggak kebagian kursi di ruangan. Sampe pada akhirnya panitia ngebawain kursi dan kita pun bisa duduk di pojok ruangan paling belakang.

Ada 4 materi yang dikasih di pembekalan KKN ini, plus 1 General Test di penghujung acara.

  1. GMC, asuransi, dan bla bla bla tentang kesehatan.

Materi ini dibawain oleh ibu2 berjilbab panjang yang gayanya cool. Meskipun cool, tapi omongan2nya sangat unik bin ajaib yang seringkali bisa bikin kita tersenyum. Plus banyak info2 seputar dunia kesehatan yang beliau berikan disini. Tapi nggak sampe ngebahas tentang kesehatan reproduksi lho, belom cukup umur.

  1. Latar belakang dan filosofi KKN PPM UGM.

Materi yang kedua ini diawali dengan menyanyikan Hymne UGM. Baru kali ini gue denger Hymne UGM Setelah 3 taun kuliah disini. Dan untuk materi ini, gue nggak ngerasa lagi berada di ruang kuliah mendengarkan dosen ngasih materi, tapi rasanya lebih mirip nonton pertunjukan Srimulat! Si pemateri yang ibu2 ini emang 100% mbanyol, khas orang Jawa. Mbanyolannya pun Srimulat banget. Udah Bu ntar kalo pensiun jadi dosen, bikin grup lawak aja!

  1. Prosedur pelaporan.

Materi ini diisi oleh seorang bapak yang sukses ngebuat gue tertidur selama beberapa detik.

  1. Etika mahasiswa.

Materi terakhir ini mengingatkan gue akan pelajaran PPKn jaman dulu. Tapi yang ini lebih aplikatif dan real, dimana si ibu pemateri menceritakan pengalaman2 konyol yang pernah terjadi di tim2 KKN yang lalu yang terkait dengan persoalan etika.

  1. General test.

Ujian, pilihan ganda, 45 soal. Mau nyontek silahkan, mau ngebet buka buku juga silahkan. Tapi gue nggak melakukan keduanya, cukup membiarkan tangan ini mau nyoret jawaban yang mana. Sisanya, tawakkal ajah…

12.00 – 13.30

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19 dan burjo

Aktivitas: Makan sambil istirahat

Pulang dari pembekalan KKN dan selepas Dzuhur, gue nyempetin diri buat mampir ke burjo terdekat. 1 piring nasi telor, 2 biji tahu goreng dan 1 gelas good day moccacino es jadi temen santap gue untuk sarapan siang ini. Duh parah juga nih, masa sarapan jam 12 siang?

Sebelom pulang, nggak lupa gue minta 1 moccacino es lagi buat dibungkus. Gara2 banyak kerjaan, akhir2 ini good day jadi akrab banget sama gue buat membantu menghilangkan rasa kantuk. Yang ada bukannya ngantuk gue ilang, tapi dompet gue makin tipis gara2 keluar biaya ekstra.

Sejatinya gue ada janji sama Mega, Ryo dan Leo untuk ngerjain tugas Komputasi Nuklir jam 1 di KPTU. Tapi karena mata gue terasa berat banget plus perut yang penuh nasi telor, akhirnya gue leyeh2 dulu di kosan sambil baca koran. Dan beberapa menit kemudian, gue udah sukses terlelap dengan berselimutkan koran Republika yang lagi gue baca. Zzzzzz…

Belom sampe 10 menit gue ngorok, gue dibangunkan oleh sebuah sms dari Mega. Isinya,

“Dimana?”

Dan gue bales aja,

“Di KPTU. Tapi aku masih di kosan.”

Lalu gue segera bangkit dari alam mimpi, segera cuci muka, ganti baju plus dandan dan dengan kecepatan tinggi segera gue geber MyLovelySolBro menuju KPTU.

13.30 – 15.30

Lokasi: KPTU Sayap Utara

Aktivitas: Ngerjain tugas kelompok

Sesampainya di KPTU, udah ada Mega, Ryo dan Leo plus Mas Arstyo selaku asisten dosen untuk mata kuliah Komputasi Nuklir. Selama sekitar 1 setengah jam, dengan tabah nya beliau mengajarkan kita2 yang tambeng dan blo’on ini tentang pemrograman Delphi. Integer, variable, radio button click, begin, syntac error dll jadi santap siang kita di KPTU.

Sekitar jam 3-an kerja kelompok ini harus diakhiri karena Mas Arstyo mesti meninggalkan kita untuk pergi ke alam sana. Dan sambil nungguin Mega yang ada janji mau ngedate sama Irwan, kita pada nongkrong dulu di KPTU, curhat2an. Curhatnya Ryo selaku asisten praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi, curhatnya Leo yang hobi keramas setiap pagi dan malem, serta curhatnya Mega yang bulu keteknya nggak pernah dicukur. Lama kemudian datenglah Irwan dan kita pun beranjak meninggalkan tempat itu.

15.30 – 16.50

Lokasi: Sekretariat BEM KMFT UGM

Aktivitas: Istirahat sore

Setelah Ashar, sedianya gue mau berangkat ke GSP untuk rapat KKN. Tapi sekali lagi, badan yang kurus kering begeng kerempeng cacingan dan six pack ini terasa sangat lelah dan letih untuk diajak bekerja. Akhirnya daripada memaksakan diri dan berujung di rumah sakit Sarjito atau kuburan Pogung, gue memutuskan untuk nangkring di BEM dulu. Segera gue rebahkan badan, dan nggak perlu nunggu waktu lama untuk mata gue ini bisa terpejam.

Di sebelah gue juga ada si Ade, yang semalem ikut ke Parangtritis dan tadi pagi ikut pembekalan KKN serta siangnya juga terlihat lagi kerja kelompok di KPTU. Sama kaya gue, Ade juga menjadikan BEM ini sebagai tempat peristirahatannya. Jadilah sore ini kita berdua lomba ngorok2an di BEM. Gue jadi vokalis utama, si Ade jadi backing vokalnya.

Jam setengah 5-an akhirnya gue bangun. Karena nyawa gue masih belom terkumpul seluruhnya, gue nggak langsung berangkat ke GSP. Iseng2 gue baca Buku Pesan jaman dulu yang kegeletak nggak jauh disana. Buku Pesan yang menjadi saksi kegagalan gue menapaki karir sebagai Kadep Kastrat. Buku Pesan yang menjadi saksi perpisahan gue kepada orang2 BEM di penghujung 2008. Buku Pesan yang gue pake untuk pamitan kepada kabinet BEM 2009. Tapi nggak tau kenapa, kok ternyata periode sekarang gue masih eksis di BEM ya?

Setelah nyawa gue komplit, barulah gue berangkat menuju GSP. Tarik Maaaang…!!!

16.50 – 18.20

Lokasi: GSP Sayap Timur

Aktivitas: Rapat KKN

Sampe GSP anak2 udah pada ngumpul. Ada Bram, Putri, Hasan, Nanda, Fita, Vela, Nana, Jafar, Didi, Dani dan Naga. Ternyata, rapatnya belom dimulai. Rapat baru dimulai persis beberapa detik sebelom gue dateng. Tapi tetep aja gue mesti bayar denda. 3000 rupiah gara2 telat, plus 5000 rupiah gara2 minggu lalu nggak dateng pake izin, soalnya gue lagi di Pantai Depok lagi main air bareng anak2 PSDM. Di tengah acara, nongol Fariz, Nicky dan Ponti. Sementara Naga harus pergi gara2 ada rapat diklat pepala.

Sebenernya rapat ini nggak bisa dibilang rapat sih. Ini cuma forum rutin mingguan yang kita adain untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri lebih lanjut, mengingat kedepannya Insya Allah kita bakalan ditempa selama 2 bulan full di sebuah desa di Lombok sana. Jadilah kita ngobrol2 aja sampe Magrib, plus Magrib berjamaah di GSP.

Biasanya, abis rapat kita langsung pulang dan sibuk dengan urusan masing2. Tapi sore ini kita sepakat untuk makan malem bersama. Setelah negoisasi sana-sini, akhirnya kita sepakat restoran Pondok Cabe lah yang akan menjadi tempat kita mengisi perut malem ini.

18.20 – 20.20

Lokasi: Restoran Pondok Cabe

Aktivitas: Makan malem

Ini pertama kalinya gue makan di Pondok Cabe. Dari namanya, ketauan bahwa menu utama dari restoran ini adalah sambel2nya yang hot dan sexy itu. Tapi sedihnya, gue adalah orang yang nggak kuat makan makanan pedes. Setiap makan pasti gue nggak pernah pake cabe atau sambel. Jadilah di lidah gue, mau itu Pondok Cabe, Spesial Sambal atau Extra Hot, semuanya sama aja kayak restoran2 lainnya yang nggak menspesialkan menu sambel2an.

Semua orang yang tadi dateng rapat pada ngikut makan disini, kecuali Naga sama Ponti. Sepiring nasi goreng udah cukup untuk menu gue malem ini. Dari namanya, Pondok Cabe, pasti nasi goreng ini pun bakalan pedes juga. Jadilah gue berinisiatif untuk nyingkirin dulu potongan2 cabe yang ngumpet di balik nasi supaya nggak ikut kebawa masuk ke mulut gue.

Selepas makan, Fita yang paling muda sendiri ngerasa mupeng ngeliat home band yang dari tadi menghibur para pengunjung Pondok Cabe dengan lagu2 yang mereka bawain. Dia pengen ikutan nyanyi disana. Tapi malu gara2 nggak ada temennya. Lalu si Fariz yang punya wajah mirip bintang bokep papan atas segera memberanikan diri untuk ngomong sama mas2 home band tersebut, bahwa si Fita pengen ikutan nyanyi.

Sempet malu2 kucing selama beberapa saat, akhirnya setelah dipaksa oleh kita semua, Fita memberanikan diri untuk maju ke depan, ikutan nyanyi bareng home band. Dan di salah satu lagu dia duet bareng Fariz. Duet Fita-Fariz ini mengingatkan gue akan sebuah film jaman dulu yang berjudul “Beauty and The Beast”. Hohohohoho…

Sementara si Hasan, paling nggak bisa diem kalo denger musik2 kaya gini. Bawaannya pengen goyang terus. Apalagi kalo ngeliat ada tiang nganggur, wah udah deh semakin menjadi2. Keinginannya untuk bergoyang sambil gesek2 di tiang udah nggak tertahankan lagi. Jadilah gue dan Nanda harus bekerja keras untuk menahan hasrat Hasan tersebut. “Jangan disini San, kamu lagi nggak bawa shampoo kan?”

Selesai nyanyiin 3 lagu, Fita balik lagi ke meja. Dia mengaku kalo sebenernya dia belom puas dan masih pengen nyanyi lagi. Tapi kalo dia nyanyi disitu terus, bisa2 Pondok Cabe bakalan kehilangan pengunjungnya. Akhirnya Nana dkk pun ngajakin untuk karaokean aja. Ajakan yang nggak bertepuk sebelah tangan. Lebih maknyusnya lagi, Fariz yang udah punya penghasilan sendiri dari aksi2 kriminalnya, bersedia untuk ngebayarin kita karaokean! Di ruangan yang gede, 2 jam! Jadilah Heppy Puppy menjadi destinasi kita setelah Pondok Cabe ini.

Tapi ternyata nggak semuanya ikutan. Bram dan Jafar pengen pulang gara2 pengen nonton Milan vs Catania, yang berujung dengan skor 2-0 untuk Milan. Pun demikian dengan Dani. Dengan segenap makhluk tersisa, kita segera melangkah menuju Heppy Puppy.

20.20 – 22.40

Lokasi: Heppy Puppy

Aktivitas: Karaokean

Wuaaaaah… Udah lama gue nggak karaokean! Terakhir karaokean adalah waktu Tam-Tam ngadain farewell party akan kelulusannya dari S1 Fakultas Hukum UGM yang diadain di tempat yang sama dan ruangan yang sama dengan malem ini, bareng anak kos2an. Kini setelah 2 bulan berlalu, akhirnya gue bisa menyalurkan bakat terpendam gue ini, yang saking terpendamnya sampe gue sendiri nggak tau gimana cara ngeluarinnya!

Bintang di malem ini jelas si Fita, yang emang hobi nyanyi. Plus Nanda, yang juga merupakan vokalis di band Teknik Nuklir yang ada gue sebagai bassisnya. Juga Didi, yang kalo nyanyi hobinya teriak2 persis kaya vokalisnya Aerosmith keselek jagung bakar! Jangan lupa Nana, yang paling semangat buat goyang, lagu genre apapun bisa dibuat untuk goyang. Serta Hasan, yang tadi udah gue bilang paling nggak tahan untuk goyang. Apalagi kalo denger lagu dangdutan, wuaaaah jangan tanya… Untung aja di ruangan ini nggak ada tiang. Kalo pun ada pasti Hasan bertiga sama Fariz dan Nanda udah langsung beratraksi. Huehehehe…

2 jam telah berlalu dan sesuai janjinya, Fariz lah yang ngebayarin semuanya. Sekitar 207ribu rupiah harus keluar dari kocek Fariz. Nggak lupa, kita sempetin diri untuk foto2 dulu di Heppy Puppy, minta tolong mbak2 resepsionis buat motoin. Dan setelah semua selesai, akhirnya kita pulang kembali ke kandang masing2.

22.40 – 23.50

Lokasi: Kosan Karangwuni C-19

Aktivitas: Capek deeeeh…

Jam 11 kurang akhirnya gue kembali ke kosan gue tercinta, setelah sebelomnya nganterin Hasan pulang dulu. Sejatinya badan gue yang berotot dan six pack ini udah capek banget, tapi mengingat masih banyak kerjaan untuk esok hari, jadi gue nggak bisa langsung tidur.

Sampe di kosan, gue ngerasa lantai kosan gue penuh dengan debu2 yang entah darimana datangnya. Karena gue cinta kebersihan dan si kebersihan pun juga cinta sama gue, akhirnya gue ambil sapu dan gue bersihin kosan gue. Dimana2 orang mah nyapu pagi2 atau sore2, ini malah malem2. Sambil nyapu juga sekalian gue beresin kamar gue yang sedikit berantakan. Biarpun kesannya berantakan, tapi untuk ukuran laki2, kamar gue termasuk bersih dan rapi lho! Nggak percaya kan? Ya sama, gue juga nggak percaya…

Abis beres2, tugas lain masih menanti. Gue belom bikin draft praktikum buat besok. Jadilah gue kerjain draft parktikum itu. Karena belom ada kepastian besok dapet praktikum yang mana, sekalian aja gue bikin draft buat 2 praktikum, biar besok nggak ribet. Sementara laporan praktikum yang sedianya mau gue kerjain hari ini, masih tetap tergeletak dan terbengkalai seperti sedia kala.

Selesai bikin draft, gue beres2 tas dan ngisi tas gue dengan properti yang bakal gue bawa kuliah besok pagi, supaya besok pagi gue nggak perlu repot preparasi lagi tapi tinggal ambil tas dan langsung berangkat. Setelah tas gue beres, barulah gue rebahan di karpet. Gue kalo tidur emang nggak pernah di kasur, lebih milih untuk tidur di karpet. Kasurnya gue berdiriin dan gue senderin ke tembok. Emang apa enaknya tidur di karpet? Ya nggak tau sih, sama aja kok. Tapi mau itu karpet atau kasur, bakal lebih enak lagi kalo ada seorang istri yang nemenin tidur gue malem ini. Wuuuuaaaaaaah…!!! Istrinya siapa hwayooo???

Koran Republika hari ini belom selesai gue baca semua. Sambil rebahan di karpet, sambil gue baca tuh koran. Dan sekali lagi, nggak perlu waktu lama buat gue sukses terlelap berselimutkan koran tersebut. Zzzzz… Grooook… Zzzzz…

SELESAI

Ending:

Subhanallah Alhamdulillah, benar2 hari yang membahagiakan, bertemu banyak orang, melakukan banyak kegiatan, terus bergerak selama 24 jam, dll. Sangat kontras dengan keseharian gue yang biasa gue habiskan seorang diri berteman laptop dengan microsoft wordnya, atau dengan buku2 yang setia menemani hari2 gue. Seandainya setiap hari adalah penuh warna seperti ini…

Tapi kalo setiap hari kaya hari ini,

TERUS GUE BELAJARNYA KAPAN?

Tugas kuliah yang terbengkalai…

Laporan praktikum yang tergeletak…

Makalah yang menunggu ditulis…

Tugas presentasi yang terlupakan…

Nuklir oh Nuklir…

3 comments May 5, 2009

MenkoEksternal #4

Another month has passed. That was April, the month when we had something called UTS, known as “Ujian Tidak Serius” (while UAS is known as “Ujian Agak Serius”). Those UAS were held for 2 weeks, and Bem’s activities are stopped for a while during the UAS.

Now, lets go review what I had done on April. Check this one out!

1st April

There is another university who comes visit our college. In January, that was Widyagama University, Malang. In February, Skin-Tehcnology Academy was the one. There were no university came to Engineering Faculty on March. And on April, there was a university who came here. The biggest university in Banten Province. It was Untirta, Sultan Ageng Tirtayasa University.

We were welcoming them on KPTU. About 60 Untirta’s students were come. It was so lovely to saw our friends from far away. Because, university students are the persons who will be this country next leader, so it was an important thing to make a relationship with those next leaders.

1st April

Another event also held on this day. An installation for all BEM newcomers (note: installation here means “pelantikan”, not “instalasi” like what we use on computer program). But sadly, not all newcomers were came.

1st – 6th April

I was pointed to be a coordinator for a little committee called Palelu. Palelu is a committee built to socialization about Pemilu, also known as general elections. The Pemilu itself will be held on 9th April. Due to the low-respect from engineering student, as a BEM we had a duty to socialize it to them. While Palelu is a simple-call for “Pasukan Peduli Pemilu”.

There were 3 divisions on Palelu. First is media, second is stand, and the last is simulation. They were work about a week. Even though the target person wasn’t that much, but I did appreciated to they who had been participated on Palelu. Salute!

4th April

There was a little conflict on internal BEM’s situation. It started because a single memo wrote on BEM’s Message Book. And together with Fauzi, both we were initiative to hold a little family forum called Forga, Forum Keluarga. About 13 persons were come. I don’t really know are they felt free and satisfied about the summary of this Forga. But I hope it can make our relationship getting better dan more even better.

19th April

I had invited by Ganendra, the vice president of BEM KM UGM. He wanted to invite all of BEM-Faculty’s vice president and organized a forum called “vice president’s forum”. Because our BEM doesn’t has a vice president, so I was the one whose been selected to be a representative from Engineering Faculty, due to my position as a Menko Eksternal.

26th April

This was the last week on April. And I had 2 events were held on this day. First is Sambatan, Sambil Kerja Bakti Pererat Persahabatan. It was KRT’s program, a monthly event with purpose to clean-out BEM’s office. And then, I was invited by PSDM to participate on their Forga at Depok beach, Bantul. It was so lovely to having my body burn by sunshine, all day long in Depok beach, together with its soft sand and blue sea. Also, we didn’t forget to eat seafood there. I choose squid with oyster sauce for my breakfast-lunch. Mmmm… Yummy…

That is our review on April. There aren’t so many events, because people were busy with UAS, and so many committees were built and start to work this month. It means that the events will be happen more on May. So, let’s go welcoming May!

Add comment May 5, 2009

BingungNgasihJudul

“Kuesioner.

Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?

Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”

Mungkin ada beberapa diantara lu semua yang ngerasa familiar dengan susunan kalimat diatas. Familiar karena kalimat tersebut pernah nangkring selama beberapa waktu di inbox lu. Bukan begitu? Bukaaaaan… Meskipun mungkin nggak semuanya yang me-reply kalimat tersebut. Uhehehe..

Mirip dengan kasus pemilu 9 April kemaren, baru2 ini gue buka kuesioner terbuka kepada temen2 gue. Kali ini temanya bukan tentang pemilu lagi, tapi tentang sifat/kepribadian C-Kink yang nggak disukai oleh makhluk2 di sekitarnya.

Kuesioner ini disebar melalui handphone dengan menggunakan operator yang memberikan 100 sms gratisan di pagi hari. Jadilah sms2 itu gue sebar selalu sebelom jam 12 siang. Plus, karena cuma bisa maksimal 100 sms per hari, jadi waktu penyebarannya pun gue bagi jadi 3 hari, yaitu selama Selasa sampe Kamis 28 – 30 April 2009.

Yang menjadi responden, sekali lagi adalah orang2 yang namanya terdaftar di phone book gue. Selama 3 hari itu ada kira2 159 sms yang disebar. Dan sampe tulisan ini ditulis, cuma ada sekitar 58 orang yang ngasih balesan. Jauh lebih sedikit dibanding kuesioner pemilu kemaren yang jumlah responden yang nge-reply nya mendekati angka 100 ekor.

Tapi karena jawaban yang diberikan disini sifatnya abstrak, dalam arti nggak ada pilihan2 yang gue tawarkan untuk dipilih, jadi gue nggak bisa buat diagram/tabel tentang sifat/kepribadian apa yang ada di diri gue yang dominan nggak disukai oleh sebagian besar makhluk. Jawabannya pun bervariasi, mulai dari yang kritis, yang galak, yang malu2, yang cari aman, yang jawabnya ngaco, dan yang nggak mau jawab.

“Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya.”

Kenapa harus sejahat2nya dan sekejam2nya? Karena sadarlah wahai manusia, betapa manusia itu diciptakan dengan sifat kikir lagi berkeluh kesah. Dan kecenderungan manusia adalah menuruti hawa nafsunya. Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan terhadap harta, jabatan, wanita dan pujian. PUJIAN! Itu kata kuncinya. Bukan Pudji Indrawati lho, itu mah nama nyokap gue…

Manusia adalah makhluk yang haus akan pujian. Seringkali manusia tidak bisa lepas dari kehidupan tanpa mengharapkan pujian. Seringkali muncul riya2 kecil akibat terlalu berorientasi pada pujian.

Namun tak selamanya pujian itu menyenangkan. Sesungguhnya, ketika kita menerima pujian, maka diibaratkan kita sedang menusukkan sebilah pisau ke leher kita, karena pujian itu ada kalanya bisa lebih tajam dari mata pisau itu sendiri. Mampu menusuk dan membunuh dari dalam tanpa kita sadari.

Pujian seringkali membuat kita lupa diri.Pujian membuat kita terlena dan terbuai karenanya. Pujian membuat kita terbang ke langit2. Semakin banyak pujian, semakin tinggi kita terbang. Tapi karena kita terbangnya di dalem rumah, jadilah kita kepentok atap loteng. PLETOK…!!! Aduh sakit…

Intinya, pujian adalah salah satu sarana untuk mendekatkan diri kita kepada sesuatu yang bernama KESOMBONGAN!

(Kalo nggak sepakat ya nggak apa2, nggak maksa kok yeeeee… Intinya adalah bahwa timbangan itu harus selalu berada dalam posisi yang setimbang, jangan terlalu berat dan juga jangan terlalu ringan)

Jadilah, perlu ada semacam evaluasi untuk menghindari terjadinya hal2 sebagaimana tersebut dalam paragaf di atas. Dalam hidup ini kita berinteraksi dengan banyak makhluk, dan mungkin ada kalanya beberapa mahkluk tersebut merasa nggak nyaman dengan segala polah dan tingkah laku kita selama ini. Tapi sekali lagi, karena sebelomnya kita telah terlalu terbuai dengan segala puja-puji, jadilah kita terlena dan lupa bahwa sejatinya masih banyak makhluk2 yang tidak nyaman dengan sifat/kepribadian kita.

Atas dasar itulah gue membuat kuesioner kaya gini, kuesioner terbuka yang mempersilahkan seluruh responden untuk mengkritisi eksistensi dari seekor C-Kink selama hidup di dunia ini. Ini bukan masalah krisis identitias sebagaimana pertanyaan salah satu responden, tapi ini adalah masalah bagaimana menganalisis segala SWOT yang ada di diri kita untuk kehidupan bermasyarakat yang lebih baik lagi nantinya. Karena, harapan itu masih ada, Insya Allah. Mari kita dukung terus. LANJUTKAAAAAN!!!

Oh iya, melalui tulisan ini, gue juga mau ngucapin terima kasih banyak buat lu semua yang udah ikhlas untuk me-reply sms gue (kalo lu emang pada ikhlas). Segala masukan dari kalian amatlah berharga dan akan selalu gue simpan di tempat sampah. Ups… Maksudnya tersimpan selalu di dalam hati. Hatinya siapa, gue nggak tau deh… Hohohoho…

Mohon maaf juga kalo mungkin kuesionernya cuma 1 arah. Maksudnya, gue ngasi pertanyaan ke elu, lu jawab sms gue, tapi gue terus nggak ngasih feedback atas jawaban lu. Ya harap dimaklumi, karena persediaan pulsa adalah terbatas, jadi nggak semua jawaban bisa dikasih feedback balik. Huh, lagi2 terkendala di masalah dana. Dasar pemerintah kapitalis, nggak mau mengalokasikan dana lebih untuk kegiatan riset2 ilmiah! Jangan kita dukung terus. JANGAN LANJUTKAAAAAN!!!

Jadi sekalian aja deh disini mungkin bisa gue kasi feedback dikit2. Sebenernya sih bukan feedback, tapi komentar gue atas kritik-saran yang masuk. Itu pun dikemas dengan bahasa yang jauh dari kata serius. Huehe…

Mau tau beberapa jawaban mereka atas pertanyaan gue? Nih, silahkan dibaca. Sekali lagi, nama2 responden gue rahasiain. Dan komentar dari gue ditulis dalam kurung serta ditulis miring. Kalo tulisannya nggak miring, kepala lu sendiri aja yang dimiringin…

Monggo…

Pertanyaan:

“Kuesioner.

Menurut kamu, apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu nggak suka?

Silahkan jawab dengan sejahat2nya dan sekejam2nya. Thank q.”

Jawaban:

Mahasiswi, 22, Depok

“Sok keren, kalo bercanda suka bablas, jadi nyakitin.”

(Maklum lah hobi nonton F1 yang pembalapnya keren2 dan suka bablas sana-bablas sini. Kalo sakit periksa ke dokter aja)

Mahasiswi, 19, Depok

Jahat… Gue di katain terus! Pelit!! Semena2 kalo sama gue.”

(Wuaaah… Maapkan aku wahai saudariku…Ayo sini gue traktir di burjo. Air putih sama cabe rawit ya)

Mahasiswi, 21, Parung

“Songong.”

(Kenapa mesti nyolot2an… Nyenyenyenyenye… Biasa aja kaleee… Nggak usah pake otot…)

Mahasiswi, 20, Solo

Nggilani.”

(Buajigur…)

Mahasiswi, 21, Jogja

“Pelit, pukil, pethakil. Hahaha.”

(Bahasa mana nih?)

Mahasiswa, 22, Depok

“Suka ngupil sembarangan.”

(Nggak sembarangan kalee. Gue mah kalo ngupil selalu di idung gue sendiri, nggak pernah di idung orang lain)

Mahasiswi, 21, Depok

  1. “Nggak mikir kalo ngomong sampe pernah bikin orang nangis. Huahaha.
  2. Gombal ah.
  3. Kaku
  4. Ceking.
  5. Sok imut.”

(Kalo nangis air matanya di lap donk pake gombal, tuh gombalnya ada kan? Laki2 kalo nggak kaku, ntar istrinya bakalan nggak bahagia donk… Ups ini ngomongin apaan sih?)

Karyawati, 24, Bekasi

“Cuek, nggak peka, nyebelin, nggak pernah kasih kabar sama temen2nya. Kadang2 dudul.”

(Dudul Depok apa dudul Garut? Eh itu mah dodol ya. Dasar dodol! Eh salah, dasar dudul! Dudul dasar…)

Mahasiswi, 21, Bogor

“Kenape lo? Sableng lo kambuh lagi? Aneh… Ada orang minta dihina-dina. Berhubung gue baik, gue nggak mau ikutan menghina lo. Hoho…”

(Ini sebenernya yang sableng siapa ya?)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Matre.”

(€… £… ¥… $… Rp… Cring… Cring…)

Mahsiswa, 20, Jogja

“Sombong dan baik hati, tidak suka menabung, tidak punya peri… … Minta maaf atas kelancangan saya. :-D

(Seseorang bisa tolong panggil penerjemah?)

Mahasiswa, 21, Depok

“Sifat yang nggak disukai (mohon maaf kalo nggak sesuai dan ada kata2 yang nggak berkenan).

Suka terlalu cuek sama keadaan sekitar…

Kadang2 suka let everything flow naturally… Gitu aja kayaknya.”

(Sepakat!!! Jangankan keadaan sekitar, sama berat badan sendiri juga cuek kok…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Hahaha… Nyolot dah… Sama cupu.”

(Cupu? Cupu dida cupu didada… Cubida cubida cupu didada… Loh kok malah jadi Nikita Willy?)

Mahasiwi, 21, Jogja

C-Kink itu:

  1. Aneh (nggak jelas).
  2. Kadang pergi+dateng sesuka kentut (hahaha :-P )
  3. Keliatan sombong (nggak tau bener apa nggak)

(Sekalian aja dateng nggak dijemput pulang nggak dianter. Terus gue muncul dari sumur, jalan mendekat, dan bisa nongol keluar dari tivi. Hiiii…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Lo tanya sama gue apa yang paling nyebelin dari diri lo?

Lo tu sekarang nyebelin, sombong banget…

Lupa ya sama temen sendiri?

Oiya jadi orang jangan terlalu pendiem, ntar disangka bisu lho… Hahaha.”

(… … … … … … … … … … … … … … … (ceritanya bisu. Huehe))

Mahasiswi, 21, Jogja

“Aslm, aku nggak tau sifat jeleknya Mas C-Kink, yang aku tau Mas C-Kink baik2 aja^^, aku kan belom terlalu kenal pribadi Mas C-Kink gimana^^.Hehe…”

(Ya makanya ayo kita saling mengenal pribadi kita lebih deket lagi. Istilahnya ta’aruf gitu… Hohohoho…)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Mas C-Kink itu keras kepala. Kalo punya pendapat pasti kekeuh mempertahankan pendapat tapi kurang menerima pendapat orang… Itu kalo kata ku lho… Jangan marah ya Mas… Ampun. He…”

(Hei hei hei nanti kamu pulang lewat mana? Ntar aku cegat loh! Bakalan aku ajak traktir makan di Iga Bakar! Hehe…)

Mahasiswa, 21, Bogor

“Pendiem… Tapi cool kok… :)

(Kriiik… Kriiiik…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Sifat apa ya Kink? Suka nakut2in. Hehe… Kalo nggak, lebay dan sok lucu.”

(Please deh… Jangan lebay… Jangan paksa aku ‘tuk begitu-begini… Kyaaaaa Tika-Tiwi!!!)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Kadang2 meremehkan diri sendiri tapi bisa disaat yang lain, membunuh orang lain. Yang paling aku nggak suka, Mas unpredictable.”

(Hah masa? Udah berapa orang yang aku bunuh? Waaaa… Berapa banyak darah lagi yang harus tertumpah?)

Mahasiswi, 21, Depok

“Suka aneh… Hehe…”

(Biarin aja aneh, yang penting nggak jelas yeee…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Eh gila, buat apaan sih nanya2 begituan… Penting?”

(Nggak kok, buat lu mah nggak penting)

“Ya jangan nangis donk… Yang gue nggak suka, lu tuh belom jadi pejuang sejati seperti apa yang lu gembar-gemborkan selama ini. Lu pikir aja sendiri…”

(Pejuang, adalah PErempuan berbaJU panjANG… Wah gue mesti beli jilbab nih…)

Mahasiswi, 21, Depok

“C-Kink itu pendiem… That’s it… Kadang gue suka gemes aja sama lo. Kayaknya susah banget dah buat ngomong. Hahaha…”

(Kalo gemes dicubit aja sini… *cubit* Auw sakit! Masa gue dicubit pake tang?)

Karyawan, 21, Jakarta

“Kepribadian jeleknya C-Kink:

Jadi orang dibalik layar melulu alias ngumpet a.k.a jarang tampil…

Cuek banget, tapi Alhamdulillah nggak sampe apatis.

Kalo bisa lebih optimis dan agresif lagi…

Udah ah gitu aja… Mudah2an bermanfaat dan bisa jadi lebih baik… Piss bro… ;-) .

Btw gantian ah giliran lu sekarang.”

(Kalo kata pepatah,”Dibalik layar masih ada layar…” Hohoho…)

Mahasiswi, 21, Bogor

“Kemisteriusan lo. Autis. Aneh aja lo mah. Dari luar tampak dingin dan pendiem sangaaaat. Taunya aslinya jauh dari kata pendiem… Hahaha.

Tapi nggak apa2. Jadikan kemisteriusan lo itu sebagai keunggulan komparatif lo yak.”

(Misterius? Aduh, gue harus tetep bertahan menyembunyikan jati diri gue sebagai sosok seorang vampir di film Twilight!)

Karyawati, 21, Depok

“Semuanya yang ada di C-Kink aku ngga suka… Hihi… :-P :-P

(Ah masa sih… Belom liat kan senjata rahasia gue… Huehehe…)

Mahasiswa, 19, Jogja

“Kalo menurutku sifatnya nggak ada yang ku suka, baik kok orangnya…”

(Sekali lagi, tolong panggil penerjemah!)

Mahasiswi, 21, Bandung

C-Kink itu sok cool.”

(Sepakat, cool & calm! Gue malah nggak bisa ngebayangin kalo gue berubah jadi pribadi yang hot & sexy!)

Mahasiswa, 20, Jogja

“Nggak mau ngajarin aku klentingan gitar sampe bisa :-P

(Sini aku ajarin. Setengah jamnya 20ribu rupiah. Mau mau mau?)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Aneh…

Kayak anak kecil…

Nggak nyambungan…

Ke-PD-an…

Hahaha, nah lho… PUAS?? Pisss ^^v”

(Kaya anak kecil? Asiiik berarti gue imut donk!!! (Nggak nyambung))

Mahasiswi, 20, Jogja

“Terlalu kalem, kurang tegas, kurang supel, kurang berkarakter, bercandaannya kadang garing. Mmmm… Apalagi ya? Terlalu kurus po ya? Haha, pizz… ;-)

(Segini terlalu kurus ya? Oke deh ntar aku coba minum WRP Slim Shape biar jadi lebih langsing… Hihihi)

Siswi SMA, 17, Depok

“Menurut saya PRIA itu dewasa, beda dengan COWOK yang masih mencari jati diri.”

(Lah terus gue yang mana? Pasti jawabannya nggak ada diatas, kan akika betina bo…)

Mahasiswi, 21, Depok

“Sifat C-Kink yang nggak pernah bales sms gue… Itu bisa dikategorikan sebagai sifat sombong tau… Padahal isi smsnya baik2… Itu aja… Sekian dan terima kasih.”

(Mungkin para operator seluler juga berkata yang sama… “Raih 88 Suzuki Swit setiap harinya selama 85 hari! Ketik KEJAR kirim ke bla bla bla bla bla…”)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Terlalu kritis, sampe kalo liat inget RS… Hehehehe… -kidding-“

(Berikanlah daging mu padaku… Uwoooo…)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Mas C-Kink sukanya bawa2 kembaran… Padahal aku kan ngak kembar… T.T”

(Huiks… Ini gara2 si Nicholas Saputra sering dibilang kembaran sama aku…)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Karena aku merasa belom tau kepribadian Mas C-Kink yang sesungguhnya, rasanya aneh kalo berkomentar tentang sifat jelek Mas C-Kink… Jadi aku bilang aja yang aku tau, menurut persepiku Mas C-Kink itu seperti apa…

Seseorang dengan gaya bicara teratur, bisa menahan emosi, banyak ide = kreatif, lebih banyak diem, bicara hanya bila diperlukan, lebih suka mengeluarkan aspirasi lewat tulisan… Tapi di sisi lain, ada kegilaan2 yang nggak terduga, yang bertolak belakang dari sikap lebih suka diemnya itu… Oh ya, ada lagi… Narsis… He…

Itu aja sepertinya…”

(Hmmm… Teruskan perjuangan mu, anak muda! Narsis is the music of my country!)

Mahasiswi, 21, Depok

“Aslm. Maaf sebelumnya… ^,^. Agak feminim dalam bertutur kata, cukup nyeleneh, nggak jelas. Makasih atas kesempatannya… Semoga bermanfaat ;)

(Aiiih masa sih bo, emangnya akika terlalu feminim ya? Aduwh gimandang dong bow…)

Mahasiwi, 20, Jogja

“Kacrut, kupret, ketek.”

(Lagi2, tolong panggilin penerjemah khusus bahasa kucing ya!)

Mahasiswa, 19, Jogja

“Aku belom menemukan kepribadian Mas yang aku nggak suka.”

(Ah, kamu terlalu jujur anak muda… Setelah baca tulisan ini, pasti langsung nemu banyak kan?)

Mahasiswa, 20, Jogja

“Cuek, naif sama kurus. Lagi identity crisis ya?”

(Bukan kok, cuma lagi penelitian buat tugas akhir)

“Tai, emangnya lu anak psikologi! Udah ngambil TA lu ya? Lulusnya jangan buru2, bareng2 aja…”

(Iya, psikologi kenukliran insya Allah. Mau lulus lama kok ngajak2… Hohoho)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Bermuka judes. Eh itu sifat bukan ya… Piss…”

(Judes kaya lagunya The Beatles: Hey Judes… Don’t make it bad… Take a sad song… And make it better…)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Dingin, tak berperasaan, non ekspresi, keliatannya introvert dan tertutup. Hehe.”

(C-Kink: Dingin dingin… Empuk!)

Mahasiswi, 19, Jogja

“Bingung, males mikir, hehe.”

(Kalo gitu pertanyaannya diganti deh: Parameter konstanta Taylor pada material air untuk energi neutron 1 MeV diketahui A=19.601, -α1=0.09037, – α2=-0.02522 dan μ=0.07066. Tentukan besarnya Faktor Build Up! Ayo dipikir!)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Mas C-Kink tidak pernah mentraktirku… Hahahaha. Piss.”

(Aduh, ini secara tersirat ngajakin supaya kita dinner berdua ya? Huehehe)

Mahasiswi, 21, Bandung

“Sifat dan kepribadian C-Kink yang nggak disuka: suka makan rumput, berjenggot dan bertanduk.”

(Tambahin: kalo digodain suka nyeruduk. Dan kalo diajak ngomong cuma bisa jawab “Mbeeeeek…!!!”. Kurang ajar emang gue gajah! Eh salah ya?)

Mahasiswi, 22, Jogja

“Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan, itu yang menjadikan seseorang itu unik… Jadi, buat kuesioner ini jawabannya nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini).”

(Terus besok2 aku nanya ke kamu: apa sifat/kepribadian C-Kink yang kamu suka? Jawabannya juga sama “Nggak ada (pasti seneng dijawab kaya gini)”)

“Suka maksa”

(Lagi donk, yang banyak)

“Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Suka maksa,

Iseng.

Udah cukup?”

(Cape dueh…)

Mahasiswa, 21, Jogja

“Suka ngupil.”

(Terus habis itu upilnya disentil ke sembarang arah. Tuuiiiing…)

Mahasiswa, 23, Jogja

“Apa ya, waduh kalo itu sulit. Ana akan merasa salut sama antum jika antum bisa mencari sendiri kejelekan antum. Kalo udah bisa kasih tau ana ya! :-)

(Kalo nyari dari sudut pandang sendiri sih udah. Sekarang waktunya nyari dari sudut pandang orang lain)

“Biasanya mencari kejelekan sendiri itu lebih sulit daripada mencari kesalahan orang lain. Belum tentu pendapat orang lain itu bener, akan lebih akurat jika itu berasal dari diri sendiri.

Kalo dari ana sendiri, ana kurang begitu tau kepribadian antum yang tersembunyi, afwan ya ana nggak bisa bantu.”

(Kalo kata pepatah: “Bagaikan gajah di pelupuk mata, bagai membeli semut dalam karung di seberang lautan”)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Yang nggak aku suka? Nggak tau, Mas kepinteran kali yaa… Wkwkwkwkwk…”

(Ho oh. Pinter cari alasan…)

Mahasiswa, 21, Jogja

“Nggak tau bos, kamu jarang keliatan di jurusan… Mungkin itu sifat jelekmu…”

(Terus sifat baiknya apa? “Kamu sering banget keliatan di BEM”. Gubrak…!!!)

Mahasiswa, 19, Jogja

“Kalo si xxxxx kan hobinya berburu bidadari, Mas kebalikannya: Mas yang diburu bidadari!”

(Sumpe loh! Dan semoga bidadari itu bernama Asmirandah…)

Mahasiswa, 21, Jogja

“Mungkin ya Kink, terlalu frontal langsung nanya… Tanpa kamu ngebuka diri dulu. Basa-basi kadang emang dibutuhin…”

(Misi Mas… Ayo mari masuk dulu! Ini tehnya silahkan diminum… Gimana kabar nenek, sehat? Masih suka salto di tengah jalan? (Basa-basi…))

Mahasiswa, 21, Jogja

“Afwan baru bales. Menyendiri, tapi di sisi lain juga bisa team work kok. Maap bila salah.”

(Ini pake majas apa ya namanya? Sendiri tapi bisa teamwork?)

Mahasiswi, 20, Jogja

“Mukanya sok innocent dan terlalu baik hati dan nggak sombong, tapi itu juga yang bikin Mas C-Kink menarik. Hehehe. So potensi plus masalah.”

(Gyaaa… Kamu terlalu jujur, anak muda! Ayo abis ini aku traktir di Hartz Chicken! Huehehe)

Yah begitulah kira2 gambaran dari jawaban yang masuk ke dalem inbox gue. Sekali lagi, gue ucapin terima kasih sebesar2nya atas segala bentuk perhatian yang telah diberikan, karena sejatinya perhatian itu nggak melulu dalam bentuk pujian tapi juga bisa dalam bentuk kritikan sebagaimana yang gue tulis di atas.

Dan yang mesti diinget, Insya Allah semua kritik dan saran tersebut nggak akan sia2, akan selalu terkenang di dalam hati. Meskipun keliatannya di atas tadi gue ngasih komennya terkesan asal2an, tapi aslinya nggak gitu kok. Aslinya jauh lebih ngasal lagi daripada yang gue tulis di sini. Hohoho…

Salah seorang responden ada yang ngirim tulisan kaya gini ke gue:

“Mas, jangan tanya tentang kepribadian pada orang yang belom begitu dekat dengan mu. Aku tadi asal jawab… First sight… Di dunia maya maksudnya. Akan sangat subjektif… Aku nggak tau kamu seperti apa… Kita aja baru kenal.

Maap yo jika tadi kata2nya aneh…

Pagi ini aku belom makan orang, jadi maklum aja… Hehe.”

Dan komentar gue adalah, ya nggak masalah! Kalo ternyata kritikan itu dateng dari orang2 yang emang udah lumayan deket sama gue, itu kan wajar, secara gitu mereka tau keseharian gue. Tapi kalo kritikan itu dateng dari orang2 yang ngak begitu deket atau yang baru kenal sekalipun, itu artinya adalah bahwa mereka mengomentari gue berdasarkan kesan2 awal yang mereka liat.

Jadi intinya, itu adalah kesan pertama yang diliat oleh orang lain ketika mereka ketemu sama kita. Emang sih mungkin nggak bakal lebih objektif daripada yang udah deket dan udah lama kenal, tapi seenggaknya itu bisa jadi feedback buat kita sendiri bahwa ternyata seperti itulah first impression kita di mata mereka. Gitu lho jeng…

Dan tanpa banyak basa-basi lagi, marilah kita akhiri tulisan ini segera, karena gue juga udah capek nulisnya. Yuk yah! Yuuuuuuuk…


Add comment May 5, 2009

BaladaAnakKos

Sebuah balada antara Mr M dan Mrs F.

Based on true stories.

Siang Hari

Sebuah mobil datang masuk ke parkiran sebuah kos2an. Dari balik kemudi terlihat sosok seorang perempuan. Ini bukan kali pertama mobil itu datang ke kosan tersebut. Dan mobil itu pun memiliki ritual yang khas, sebagaimana yang juga terjadi pada siang ini.

Mobil yang dikendarai seorang perempuan, kita sebut saja Mrs F (F untuk Feminin), berhenti dan parkir di salah satu sudut yang sudah menjadi langganannya. Meskipun sedang berhenti, namun mesin mobil tetap dalam keadaan menyala. Beberapa lama kiranya mobil itu berdiam disana. Sampai tiba2 dari salah satu kamar di kosan tersebut muncul sosok seorang laki2, kita sebut saja Mr M (M untuk Masculin).

Mr M segera melangkah keluar dari kamarnya, dan menghampiri mobil tersebut. Ia membuka pintu sopir, dan segera masuk ke dalam, mengambil posisi sebagai pengemudi. Sementara Mrs F telah berada di kursi penumpang depan. Jadilah kini Mr M yang berada di balik kemudi, sementara Mrs F berada di kursi sebelahnya.

Lalu mobil itu segera beranjak pergi meninggalkan parkiran kos2an. Hanya menyisakan debu2 yang beterbangan…

Beberapa Lama Kemudian

Mobil itu datang kembali ke parkiran kos2an. Terlihat Mr M berada di balik kemudi. Seperti biasa, mobil itu berhenti di tempat favoritnya. Lalu dari pintu depan, masih dengan mesin mobil yang menyala, Mr M keluar dan turun dari balik kemudi mobil, menyerahkan kendali kepada Mrs F. Kini mobil dipegang oleh Mrs F, dan tanpa berlama2, Mrs F bersama mobilnya melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut. Sepeninggal mobil itu, Mr M beranjak kembali ke kamarnya dan menghabiskan hari2nya di dalam sana.

Malam Hari

Hari telah cukup larut. Mobil yang sama dengan mobil di siang hari tadi, datang kembali ke parkiran sebuah kos2an. Kali ini Mr M telah berada di dalamnya, dengan Mrs F berada di kursi penumpang depan. Sekali lagi, mobil itu berhenti dan parkir di tempat biasanya. Namun kali ini terlihat bahwa mesin mobil itu dimatikan. Kedua pintu depan terbuka hampir bersamaan, memunculkan sosok Mr M dari balik kemudi dan Mrs F dari kursi penumpang.

Setelah mengunci mobil, mereka berdua melangkah menuju kamar Mr M, dengan Mr M berjalan di depan disusul Mrs F dibelakangnya. Sampailah mereka di kamar Mr M. Ia segera mengeluarkan kunci dari kantongnya, membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. Sementara Mrs F menunggu di depan kamar.

Kemudian, Mr M keluar kembali dari kamarnya. Ia menutup pintu dan menguncinya dari luar, lalu bersama Mrs F melangkah kembali ke mobil yang terparkir manis di salah satu sudut parkiran. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan Mr M di balik kemudi, dan segera melangkah menjauh meninggalkan kos2an tersebut. Brrrrmmm… Brrrrmmm…

Nggak Lama Kemudian

Untuk kesekian kalinya, mobil itu kembali lagi ke kosan. Dan untuk kesekian kalinya juga, mobil itu parkir di tempat favoritnya. Sama seperti sebelumnya, mesin mobil tersebut kemudian dimatikan dan terlihat Mr M serta Mrs F turun dari mobil melalui 2 pintu yang berbeda. Dan lagi2, Mr M segera melangkah menuju kamarnya, diikuti Mrs F nggak jauh di belakangnya.

Sampailah mereka di depan pintu kamar Mr M. Ia buka pintu kamarnya yang terkunci, dinyalakan lampu kamarnya, dan ia segera masuk ke dalam kamar. Sementara, kali ini berbeda dengan sebelumnya. Mrs F yang sebelumnya hanya menunggu di luar, kali ini terlihat ikut serta menyertai Mr M masuk ke dalam kamar.

Dan setelah dipastikan bahwa Mrs F telah berada di dalam kabar, terdengar bunyi pintu ditutup. “Brak…!!!” Terlihat Mr M menutup pintu kamarnya. Kemudian terdengar bunyi pintu dikunci. “Click!”. Pintu kamar Mr M yang telah tertutup tersebut, kini telah terkunci dari dalam. Menyisakan Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 22.40 malam…

Lama Kemudian

Malam telah berganti. Jarum jam telah berganti melewati angka 12. Namun, mobil itu masih tetap setia berdiam diri di parkiran. Begitupun dengan kamar Mr M, masih tertutup seperti sedia kala. Hanya menampakkan secercah cahaya lampu melalui jendela kecil yang terletak di atas pintu.

Larut larut dan melarut. Malam telah jauh lebih larut. Dan kini telah berganti menjadi dini hari. Hanya suara jangkrik yang memecah keheningan malam. Serta suara televisi yang menyiarkan pertandingan sepakbola. Dan sekali lagi, mobil itu masih tetap pada posisinya. Entah sampai kapan.

Pagi-Pagi

Matahari telah bersinar dengan penuh percaya diri. Makhluk bumi telah beranjak pergi menjalani hari2nya. Namun, di salah satu sudut parkiran kosan, mobil yang sama persis dengan hari sebelomnya masih tetap belom beranjak dari tempatnya.

Semua orang membuka pintu dan jendela kamarnya lebar2. Membiarkan udara pagi masuk menanungi seluruh ruangan. Membiarkan cahaya matahari yang malu2 datang menyinari. Tapi tidak demikian dengan kamar Mr M. Pintu masih tertutup rapat. Pun demikian dengan jendelanya.

Siang-Siang

Kali ini matahari telah bersinar terik di atas kepala. Barulah terlihat Mr M keluar dari kamarnya. Seorang diri. Segera ia menuju mobil. Lalu melaju pergi entah kemana. Sementara kamarnya masih tertutup rapat seperti sedia kala.

Nggak lama kemudian, mobil itu telah kembali. Mr M turun dari mobil dengan membawa sebongkah bungkusan. Setelah mengunci mobil, ia pun beranjak kembali ke kamarnya. Sampai di pintu kamar, ia langsung mendorong pintu dan pintu itu pun terbuka. Menandakan bahwa ketika tadi ia pergi, Mr M tidak mengunci kamarnya. Menandakan bahwa masih ada seorang lagi di dalam sana.

Hampir Sore

Terlihat Mr M keluar dari kamar. Lalu ia melangkah menuju mobil. Dibukanya pintu mobil, dan ia segera memasukkan kunci mobil ada lobangnya. Namun Mr M nggak turut serta masuk ke dalem mobil itu. Dinyalakan mesinnya, sementara Mr M masih berdiri di depan pintu mobil.

Masih dalam keadaan mesin mobil yang menyala, Mr M kembali lagi ke kamarnya. Ia tinggalkan mobil itu dengan pintu depan terbuka dan mesin yang menyala. Beberapa saat kemudian, Mr M muncul lagi dari balik kamarnya dan menuju ke mobil itu, lalu ia segera masuk ke dalamnya. Di Mengikuti langkahnya, terlihat sosok Mrs F. Dengan berjalan anggun, ia menggerakkan langkahnya menuju mobil. Kemudian ia masuk ke dalam mobil, mengambil  posisi di kursi penumpang depan, menemani Mr M yang telah menunggu dari balik kemudi.

Dan akhirnya, mobil itu pun pergi meninggalkan parkiran kos2an, membawa serta Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 14.10 siang…

(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Nggak bermaksud apa2, cuma sekedar kegelisahan dan kebingungan hati seorang penulis yang begitu lemahnya dan nggak berdaya menghadapi realita yang ada… Yogyakarta, 2 Mei 2009)

Add comment May 5, 2009

WalkingALone

Walking Alone

You know it’s been so long

Since the last time I’m walking alone

I’m walking alone through this city

Just by myself with nobody

With my feet and my foot

I never feel this good

The night was so lovely

Doesn’t care that I’m lonely

Many cars moving anywhere

And the bikes are here and there

See so many people everywhere

But I am here going nowhere

Then I look at the sky

Its beauty makes me want to fly

Because the star shines so brightly

While the moon moves so slowly

But I realized and remember

That I will never fly like a flier

I always point me a finger

Then admit myself a loser

I’m still walking alone

And I’m still keep moving on

Is there any brilliant light

Who will guide me through this fight?

Hour by hour has gone

Day by day also has gone

So does my past, they had gone

And then, I will be the one who’s gone

C-Kink

Yogyakarta, 2 Mei 2009

Add comment May 5, 2009

TulisanNggakJelas

Ketika gue lagi khusyuk melamun sehabis Maghrib, sebuah sms masuk ke handphone gue. Sebuah sms dari nomor asing, yang isinya:

“Dikarenakan sesuatu dan lain hal, maka nomor saya yang sebelumnya:

085248xxxxxx

untuk sementara waktu berganti menjadi nomor ini, jika AS tidak aktif, maka Im3 yang aktif, harap maklum.

Suro Sujancuk”

Sender: +6285719xxxxxx

(Keterangan: Suro Sujancuk bukan nama sebenernya. Tapi demi menjaga kerahasiaan klien, kita sebut aja makhluk itu dengan nama Suro Sujancuk, dipanggilnya “Bambang”).

Si Bambang alias Suro Sujancuk adalah salah seekor temen gue yang dulu make kartu AS. Sekarang, dari angka 0857 di depannya, ketauan lah bahwa beliau kini telah berganti nomor jadi pake kartu Im3.

Gue juga pake Im3. Dan gue juga seneng Im3 soalnya iklannya dibintangin sama Asmirandah-quwh. Asmirandah oh Asmirandah…

Lalu mengingat adanya kaitan antara Im3 dan Asmirandah, spontan jari2 gue yang kekar dan berotot ini segera ngebales sms tersebut.

“0857 kan nomor Im3. Artinya pengguna Im3 bertambah 1 ekor lagi. Artinya iklan Im3 bakalan lebih banyak beredar. Artinya Asmirandah bakal dapet banyak orderan. Asiiiiiik…!!!”

Dan nggak perlu menunggu waktu lama untuk dapet balasan dari si Suro Sujancuk alias Joko itu.

“Semoga Im3 bosen sama mukanya Amirandah. Amin!”

Dan Suro Sujancuk alias Mince juga nggak perlu nunggu waktu lama untuk dapet balasan dari gue.

“Tapi aku belom bosen kok. Semoga nanti kalo aku bikin video klip, yang jadi modelnya si Asmirandah. Amin!”

Dan nggak perlu nunggu waktu lama buat ngeliat lu semua muntah2 setelah ngebaca tulisan ini!

Di iklannya Im3, Asmirandah berperan sebagai putri. Tapi gue lupa putri apaan, putri kerajaan neraka kali ya? Tapi nggak masalah mau itu putri ketek, putri buajigur atau putri guaplek’i sekalipun, Asmirandah tetaplah Asmirandah yang akan selalu menjadi Asmirandah. Asmirandah oh Asmirandah…

2 comments May 5, 2009


TanggalanAdaDiSIni

May 2009
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

ckinknoazoro on IdoHaveApromise
ckinknoazoro on 2-2DariBalikKacamataku
shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise
andre on 2-2DariBalikKacamataku
Hikaru Yumeno on CV
ckinknoazoro on TentangC-Kink
ckinknoazoro on CV
ckinknoazoro on SecuilSMS #2
ckinknoazoro on NousNousSouvenons

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds