Archive for May 18th, 2009

SambutanNggakJadi

Tanggal 9 Mei 2009 yang lalu sedianya gue diminta Rindi buat ngasih sambutan di acara Sekolah Madya BEM KMFT UGM. Acara ini merupakan salah satu training buat anak2 BEM khususnya yang angkatan 2008 dalam rangka persiapan menghadapi adek2 angkatan 2009 yang bakalan segera brojol.

Aslinya sih sambutan2 kayak gini kan jatahnya si Miftah selaku Ketua BEM. Tapi karena beliau harus pergi ke Kota Jancuk, jadi harus diwakilin. Pun demikian dengan si Bejo Suro alias Fauzi Cabul selaku Menko Internal yang sedianya mengantikan Miftah, ternyata dia juga berhalangan akibat lagi datang bulan. Jadilah gue yang ditunjuk untuk ngasih sambutan.

Gue udah mantep pengen ngasih sambutan, soalnya udah lama banget gue nggak ngomong di depan podium kaya gini. Terakhir kali gue ngasih sambutan adalah ketika gue ditunjuk jadi ketua panitia acara BKST (Bedah Kasus Sosial Teknik) nya Kastrat di bulan November 2007, yang merupakan pertama kalinya gue ngasih sambutan, dan juga terakhir kalinya. The one and only.

Jadilah gue mempersiapkan diri nyari bahan apa yang mau diomongin nanti.

Tapi ternyata takdir berkata lain. Pada tanggal tersebut, gue ditakdirkan untuk berada di kota Depok untuk bertemu kembali dengan keluarga tercinta sekaligus ngeliat rumah yang baru selesai di renovasi. Jadinya kemaren gue nggak jadi ngasih sambutan deh.

Tapi, sejatinya gue udah ada gambaran kira2 hal2 apa aja yang bakal gue omongin. Dan daripada gambaran ini menguap gitu aja, mendingan gue abadikan dalam bentuk tulisan. Jadi inilah dia, gambaran dari materi sambutan yang sedianya bakal gue omongin di waktu itu. Silahkan dinikmati…

Sambutan dari C-Kink selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM pada acara Sekolah Kaderisasi, KPTU Fakultas Teknik UGM, 9 Mei 2009

Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dalam kehidupan yang indah ini. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad saw.

Sebelumnya saya minta maaf dulu, mungkin teman2 disini kecewa karena bukan sosok Miftah yang berdiri di podium ini, melainkan seekor makhluk yang katanya mirip dengan Nicholas Saputra. Hari ini Miftah berhalangan hadir karena beliau harus menjalani kegiatan asrama di Surabaya sana, jadi saya yang ketiban sial menggantikan perannya untuk memberi sambutan disini. Mohon teman2 disini untuk tidak kecewa dan tidak bersedih hati, karena kapan lagi bisa melihat Nicholas Saputra memberi sambutan di depan umum?

Plus, juga sudah lama sekali sejak terakhir kali saya berdiri seperti ini untuk memberi sambutan. Yaitu pada acara BKST nya Kastrat di bulan November 2007 dimana saya dizhalimi dengan ditunjuk sebagai ketua panitianya. Jadi disini teman2, jika nanti sudah setengah jam tapi saya masih belom berhenti bicara memberi sambutan, saya persilahkan kepada teman2 untuk memanggil satpam dan menyeret saya untuk turun dari podium ini.

Iya, tanpa terasa hari ini kita sudah memasuki bulan Mei, yang artinya beberapa bulan lagi kita akan segera kedatangan adek2 baru kita. Mungkin teman2 masih ingat kenangan 1 tahun lalu ketika bagaimana teman2 menjalani hari2 baru sebagai anak Teknik, bagaimana teman2 mendaftar ke BEM, bagaimana teman2 menjalani proses wawancara, sekolah ke-BEM-an, dan sebagainya. Tapi kali ini posisi teman2 sudah berubah, dan mereka yang angkatan 2009 nanti lah yang akan merasakannya.

Dalam rangka persiapan menyambut adek2 kita itulah, kita selaku kakak disini punya sebuah kewajiban untuk membimbing adek2 kita nantinya. Meskipun mungkin dari segi kualitas dan kapasitas, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Namun dengan status kita sebagai kakak, ada satu nilai lebih yang kita miliki disini, yaitu sesuatu yang bernama pengalaman. Karena kita menjalani kehidupan di Teknik ini satu tahun lebih awal dari mereka, sehingga sedikit banyak kita telah memiliki pengalaman dalam menjalani hari2 selaku mahasiswa Fakultas Teknik UGM pada umumnya dan BEM KMFT UGM pada khususnya.

Demikian juga dengan keadaan di BEM itu sendiri. Kita akan segera kedatangan adek2 baru. Lalu budaya dan imej seperti apa yang akan kita bawa kepada mereka?

Budaya dan imej itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh keseharian kita selaku anak2 BEM. Tentunya kita tidak ingin memberikan kesan negatif kepada adek2 kita. Karena itulah, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk mencoba membangun suatu budaya positif di BEM ini. Dan Sekolah Madya ini adalah salah satu langkah menuju kesana.

Akhir2 ini BEM telah kehilangan produktivitasnya. Kita dapat melihat bagaimana ruang BEM sehari2 yang meskipun selalu ramai, tapi diisi dengan kegiatan yang kurang produktif seperti nge-net, facebook-an, nge-game, dan lain sebagainya. Budaya2 positif seperti diskusi, membaca, menulis atau belajar, kini terasa sudah kehilangan gregetnya. Hal ini membuat BEM tidak ada bedanya dengan yang lainnya.

Begitupun juga mungkin dengan kepribadian kita sendiri. Ketika kita kedatangan adek baru nanti, apakah kita telah siap untuk menjadi seorang kakak? Apakah kita memang pantas untuk dipanggil dengan sebutan kakak?

Hal itulah yang coba kita bangun disini, yaitu bagaimana kita menciptakan suatu budaya yang positif di BEM itu sendiri. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa suatu hari nanti kita akan segera meninggalkan BEM, dan mereka lah yang akan meneruskannya. Saya, Miftah dan Fauzi tidak akan selamanya berada di BEM ini. Begitupun dengan para PH. Suatu hari nanti, kalian lah yang akan meneruskannya bersama adek2 kita nanti.

Jadi, sudah seharusnya bagi kita di masa bakti kita yang singkat ini, kita memberikan dan meninggalkan suatu budaya postif bagi BEM itu sendiri. Karena meskipun mungkin nanti kita telah tiada, BEM KMFT UGM akan tetap berdiri.

Sebagaimana bunyi hadist yang kita ketahui, bahwa ketika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya melainkan 3 perkara, yaitu:  ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan anak yang soleh yang selalu mendoakan.

Anak yang soleh, jelas mungkin hari ini kita belum punya anak, kecuali teman2 yang memang udah menikah atau sudah menjanda. Tapi meskipun kita tidak punya anak, jangan lupa bahwa kita punya adek2. Adek2 kita itulah yang nantinya akan menjadi penerus kita, dan merekalah yang akan kita bimbing untuk menjadi adek2 yang soleh.

Sedekah jariyah, mungkin tidak selamanya harus dengan materi. Kalau teman2 punya rezeki lebih, silahkan bersedekah. Atau kalaupun tidak, ya bersedekahlah semampu kita, sekecil apapun, sekalipun sedekah yang bisa kita berikan hanyalah sebatas memberikan senyuman kepada teman kita atau memungut sampah dan membuang pada tempatnya.

Dan ilmu yang bermanfaat, tebarkanlah ilmu kebaikan dan budaya positif yang bisa kita berikan kepada teman2 di sekitar kita. Tunjukkanlah kebenaran dan ingatkanlah akan keburukan. Karena barangsiapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka ia mendapat bagian pahala atas kebaikan yang dilakukannya.

Mungkin cukup sekian sambutan dari saya ini. Jangan pernah lupa bahwa suatu hari nanti kita pasti akan pergi. Tinggal bagaimana kita bisa memberikan suatu kebaikan pada apa yang akan kita tinggalkan itu.

Terima kasih banyak atas perhatian teman2 semua disini untuk menyimak secuil sambutan dari sesosok Nicholas Saputra yang berdiri di podium ini. Terima kasih juga buat rekan2 panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Serta terima kasih untuk teman2 atas kesediannya telah memutuskan untuk meluangkan waktu dalam mengikuti Sekolah Madya ini, karena kedepannya nanti disini teman2 akan mendapatkan hal2 baru yang mungkin nggak akan teman2 dapatkan selain disini, dimana hal itu nantinya tanpa disadari akan meningkatkan kompetensi diri dari teman2 sendiri.

Akhir kata, sekian saja sambutan saya kali ini. Terima kasih banyak atas perhatiannya, dan jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan, karena TEKNIK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5 comments May 18, 2009

PeribahasaJayus

Otreh, di tulisan kali ini kita akan sedikit bermain kata untuk sedikit mengutak-atik sedikit peribahasa yang telah sedikit kita kenal di dalam kehidupan kita yang sedikit waktunya ini.

Ada 2 peribahasa yang akan kita utak-atik. Tanpa banyak omong lagi, silahkan langsung masuk ke materinya aja yaaaa…

  1. Sambil Menyelam Minum Air

Udah pada tau kan peribahasa ini? Secara tersirat menggambarkan tentang kegiatan yang dilakukan sekaligus, atau melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Kalo ada yang punya definisi sendiri ya silahkan terjemahkan peribahasa tersebut menurut bahasa kalian masing2.

Tapi sekarang coba kita utak-atik sedikit kalimat tersebut. Kalo kita sadari, menyelam biasa dilakukan di laut, soalnya kalo di kolam renang mah jadinya bukan menyelam tapi tenggelam. Di lautan itu, isinya bermacem2. Nggak cuma ada air doang, tapi juga ada banyak ikan, ada terumbu karang, ada tanaman laut, ada mutiara, dan kalo beruntung mungkin bisa ketemu putri duyung. Mengingat banyaknya potensi yang ada di sektor kelautan tersebut, maka mungkin nggak ada salahnya kalo peribahasa di atas sedikit kita ubah konteksnya menjadi,

“Sambil menyelam sekalian nangkep ikan, ngambil mutirara, mungutin rumput laut dan alga serta kenalan sama putri duyung”.

Apa arti dari peribahasa tersebut? Silahkan kembangkan otak kanan kalian untuk mencari tau jawabannya sesuai persepsi kalian sendiri!

  1. Sekali Mendayung, Dua-Tiga Pulau Terlampaui

Yang ini juga udah pada kenal kan? Maknanya secara tersirat nggak jauh beda dengan peribahasa yang sebelomnya, yaitu melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Konteksnya masih sama. Mendayung yang melampaui pulau itu biasa dilakukan di lautan, soalnya kalo cuma mendayung di sungai, yang dilampaui bukanlah pulau melainkan tinja alias kotoran manusia yang mengapung mengikuti aliran air. Nah karena mendayungnya di lautan, mari kita ingat bahwa setiap harinya banyak kapal2 yang berlayar di lautan. Entah itu kapal tanker, kapal pesiar, kapal induk, kapal ferry maupun kapal-an kudisan panuan, bahkan kapal api sekalipun (kok kayak merek kopi ya?).

Nah, sekarang mari kita edit peribahasa tersebut menjadi,

“Sekali mendayung, dua-tiga kapal kita rampok”

Untuk gambaran, mungkin perlu dijelasin sedikit definisi tentang peribahasa barusan yang agak berbau2 One Piece dengan bajak lautnya. Kalo 2-3 pulau terlampaui, itu kan lebih berorientasi kepada kecepatan kerja. Sedangkan kalo 2-3 kapal kita rampok, ini nggak cuma sebatas kecepatan kerja tapi juga kualitas dan kekuatan serta hasil pekerjaan. Kok bisa? Ya bisa doooonk…

Kualitas dan kekuatan: hanya dengan bermodalkan kapal dayung, kita bisa merampok kapal2 lainnya. Mungkin bisa kapal tanker yang membawa minyak sekian kilo liter senilai milyaran rupiah atau kapal pesiar yang mewah yang dihuni oleh penumpang2 tajir, berduit dan borjuis. Lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal induk yang lengkap dengan sistem radar teknologi tinggi serta persenjataan mutakhir. Dan sangat lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal selam!

Hasil pekerjaan: dengan keberhasilan merampok kapal tanker dan kapal pesiar, coba bayangkan berapa total nilai keuntungan yang bakalan kita peroleh? Wuuaaaah… Cring cring…

Ya, begitulah kiranya pembahasan kita kali ini. Sebagaimana judulnya, tulisan ini hanyalah sebuah kejayusan belaka yang kiranya mampu membuat otak kanan kita terlatih untuk berkreasi dan berkembang lebih jauh lagi. Semoga dinas pendidikan dan kebudayaan atau dinas tata bahasa atau dinas apalah namanya yang mengurusi masalah kebahasaan tidak memperkarakan tulisan ini ke pengadilan. Hohohoho…

Add comment May 18, 2009

Ahahahahaha

Minggu 17 Mei 2009, sore hari di salah satu sudut KPTU sayap Selatan Fakultas Teknik UGM . Gue lagi rapat sama anak2 KKN. Sebenernya istilah rapat juga kurang cocok sih, soalnya kita cuma nongkrong2 doank mempererat kekeluargaan. Ngobrol ngalor-ngidul nggak jelas. Yang penting hari ini semuanya bisa saling ketemu dan bertatap muka.

Ketika lagi ngobrol2 nggak jelas, topik pembicaraan mengarah ke kegiatan abis rapat 2 minggu lalu. Waktu itu abis rapat di GSP kita makan2 di Pondok Cabe terus karaokean di Happy Puppy (baca tulisan gue yang judulnya “3Mei2009”). Si Bram waktu itu nggak ikut karaokean gara2 pengen nonton AC Milan tanding. Dia membuka pertanyaan,

“Eh gimana waktu itu karaokeannya, rame nggak?”

Beberapa orang menimpali pertanyaan tersebut. Sementara gue tertawa lebar mengingat gimana waktu itu si Hasan betah banget ndangdutan ditemenin Nana yang hobi ngebor. Lalu spontan Bram nanya ke gue yang terkenal cool, kalem, tenang, tentram dan damai kalo lagi rapat, eh lagi nongkrong,

“Kamu gimana kemaren Kink, ikut nyanyi juga nggak?”

Ditanya gitu gue pun tersenyum dan membalas,

“Weiits, jelaaaas…! Ikutan nyanyi juga donk…!”

Dan si Bram setengah nggak percaya berujar,

“Ah masa?”

Tapi tiba2 salah seekor makhluk disitu yang bernama Putri ikutan ngasih komentar untuk memperkuat jawaban gue,

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Kriiiiik…

Kriiiiik…

Kita replay sekali lagi ucapan Putri barusan:

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Replay sekali lagi,

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Sekaliiiii lagi,

“Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus loh…!”

Sekarang kita teliti lebih jauh lagi, khususnya pada kalimat “C-Kink SUARANYA BAGUS loh”…

HAAAAAAAAAAAH??? C-KINK SUARANYA BAGUS???

Di dalam hidup gue yang udah menyentuh usia 20 tahun ini, mungkin inilah pertama kalinya ada orang yang bilang di depan gue langsung bahwa “suara gue bagus”. Huiks huiks… Srooooot…

Nggak bisa dipungkiri, gue emang nggak punya bakat nyanyi. Lidah gue cadel dan artikulasi kata2 yang keluar dari mulut gue juga nggak jelas. Plus, rentang jangkauan nada suara gue lain dengan orang2 kebanyakan, yaitu beberapa nada lebih rendah dari umumnya. Hal ini ngebuat suara gue nggak nyampe buat nyayiin lagu2 pada umumnya, karena nada suara gue kerendahan. Pun demikian, hal ini juga yang ngebuat gue nggak bisa teriak2. Kalo pun ada nada2 tinggi, itu semua gue akalin dengan suara falchetto. Tapi jadinya malah lebih mirip suara kambing nahan mencret. Bener2 rezeki gue emang bukan di bidang tarik suara, sekalipun gue hobi bermusik dan bisa nyiptain lagu.

Tapi sore itu, akhirnya ada juga orang yang secara spontan berujar bahwa “C-Kink suaranya bagus loh…!”. Nggak tau juga sih, mungkin selama ini ada yang salah dengan pendengarannya si Putri. Huehehehehe…

Ya nggak masalah kok. Intinya, gue mengucapkan terima kasih banyak buat Putri yang lidahnya telah kepleset untuk memuji suara gue yang nggak ada enak2nya ini. Hohohohoho… Apa yang diucapkan Putri itu semoga nggak sia2 dan bisa memotivasi gue untuk mempelajari dunia tarik suara dengan lebih semangat lagi. Serta karena gue punya banyak kekurangan dalam hal ini, tinggal bagaimana gue mengakalinya, soalnya nggak ada yang namanya kekurangan jika kita bisa mengubahnya menjadi suatu kekuatan.

Dan sejak sore itu, semoga gue diberi pintu rezeki untuk memudahkan jalan gue di dunia tarik suara. Sehingga suatu hari nanti ketika gue bernyanyi, maka suara gue akan mampu membuat anak kecil menjadi menangis, membuat pasangan yang bertengkar menjadi bunuh2an, membuat orang stress menjadi semakin stress, membuat pengunjung restoran jadi nggak napsu makan, membuat ibu hamil langsung keguguran dan membuat tokek2 kabur ketakutan. Semoga…

Add comment May 18, 2009

DhaniaChairunnisa #3

(Sekali lagi, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1” sama “DhaniaChairunnisa #2”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)

Entah sudah berapa kali matahari terbit dari arah Timur. Dan entah sudah berapa kali burung2 pulang ke sarangnya. 8 tahun telah berlalu sejak C merasakan bagaimana bahagianya ia yang seorang pecundang menjalani ujian caturwulan satu meja bersama D yang istimewa. Kini C dan D sedang menjalani tahun ketiga perkuliahannya di kampus masing2, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Paramadina.

Bulan ini, tepatnya tanggal 15 Mei, D berulang tahun. Bukan C namanya jika ia tidak tau tanggal ulang tahun D. Dan sekali lagi, bukan C namanya jika ia berani untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada D secara terang2an, meskipun hati kecilnya sangat menginginkannya, sekalipun hanya 1 kali dalam seumur hidupnya.

Ratusan bahkan ribuan orang mungkin telah mengucapkan ucapan selamat ulang tahun pada D. Dan mungkin ia tidak begitu peduli jika ada salah seekor penghuni kota Yogyakarta yang turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun padanya. Apalah artinya seonggok pecundang seperti C dibandingkan seorang ratu seperti D.

Beberapa waktu sebelumnya, C yang merupakan seorang pemusik yang diberikan rezeki berupa kemampuan untuk menciptakan lagu, telah mampu membuat sebuah lagu yang ia tujukan untuk D. Lagu itu terinspirasi dari sosok D yang pernah hadir dalam kehidupan C. Meskipun mungkin lirik dan nada nya sangat jauh dari nilai2 estetika dan keindahan, tapi memang hanya itulah yang mampu dilakukan untuk C dalam menanggapi perasaannya terhadap D.

Lagu itu selama berbulan2 hanya menjadi konsumsi pribadi C seorang diri. Karena kepecundangannya, C tidak berani untuk mempopulerkan lagi tersebut. Setiap ada waktu, C memetik gitarnya dan memainkan lagu itu seorang diri. Hanya seorang diri. Jadilah mungkin tidak banyak yang tau akan lagu tersebut, apalagi si D, yang merupakan sumberi inspirasi C di dalam menulis lagu itu. Meskipun sejatinya, C berharap suatu hari nanti D akan mendengarkan lagu ciptaannya tersebut.

Dan kini, di hari ulang tahun D, sekali lagi tetap tidak ada yang mampu C lakukan. Kecuali sekedar me-launching lagu yang pernah ia ciptakan itu. Lagu yang terinspirasi dari keindahan seorang D. Lagu yang setia menemani C di malam sepinya. Sebuah lagu yang berjudul “Dhania (Selalu Selamanya)”.

Juni 2008

Dhania (Selalu Selamanya)

C-Kink

Kubuka lembaran masa lalu

Kubaca cerita dalam hidupku

Dan ku teringat tentang dirimu

Yang pernah temaniku

#

Ku teringat semua tentang kita

Ku teringat semua cerita kita

Cerita saat kita bersama

Nikmati suka dan duka

*

Meski kini kita tak lagi bersama

Namun rasa ini akan selalu ada

Membayang menyelimuti diri

Walau dirimu kini telah pergi

(Dan tak akan pernah terobati)

Reff:

Dhania kau kan selalu ada di hatiku

Walaupun dirimu t’lah jauh dariku

Dhania kau s’lalu ada di mimpiku

Karena cintaku untukmu

Selalu s’lamanya

Meski kini ku tak tau

Dimanakah dirimu oh berada

Namun rasaku ini

Takkan pernah berakhir

Selalu untukmu selamanya

(CATATAN:

Bagi yang ingin mendapatkan lagu tersebut, silahkan kirim email ke alamat c_kink_noa_zoro@yahoo.com dengan subject: “minta kirim lagu”. Insya Allah nanti bakalan dikirim email balesan plus lagu tersebut dan liriknya. Jangan lupa juga untuk mencantumkan identitas diri, soalnya lagu ini masih sangat belum populer dan ada kemungkinan dibajak serta dikomersilkan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab.)

Itulah sebuah lagu yang C ciptakan dengan si D sebagai sumber inspirasinya. Dan itulah kiranya sekelumit cerita yang pernah C alami. Cerita tentang cinta pertama C.

Butuh keberanian tersendiri bagi C untuk menceritakan kisahnya yang bodoh ini. Namun C sadar, bahwa cepat atau lambat, suatu hari nanti ia pasti akan segera pergi meninggalkan dunia ini. Meninggalkan dunia dengan segala isinya, dengan segala kehidupannya, dengan segala lika-likunya, dan dengan segala cerita cintanya.

Dan C hanya tak ingin jika tiba waktunya ia pergi nanti, semua ceritanya akan terbawa ke dalam tanah kuburan bersamanya. Kini adalah saatnya bagi C untuk membuat dunia tau tentang cerita2 yang pernah terjadi di dalam kehidupannya. Sehingga meskipun jika suatu hari nanti C telah pergi, semoga semangat C akan tetap selalu menyala di muka bumi ini.

Tidak ada harapan C terhadap D atas apapun yang ia ceritakan disini. C hanya ingin, jika suatu hari nanti C diberi rezeki untuk bertemu dengan D lagi, D masih ingat dan akan selalu ingat tentang hari2 ujian caturwulan yang pernah dilalui bersama. C hanya ingin D ingat bahwa di dunia ini, pernah hidup seorang pecundang yang bernama C itu sendiri. C hanya ingin bahwa D ingat bahwa mereka berdua pernah saling mengenal. Dan kalaupun ternyata D lupa akan itu semua, maka sesungguhnya C akan selalu mengingat D di dalam hatinya. Insya Allah…

Yogyakarta, 16 Mei 2009

Tamat

Add comment May 18, 2009

DhaniaChairunnisa #2

(Oiya, sebelom baca tulisan ini, baca dulu tulisan yang sebelomnya ya, “DhaniaChairunnisa #1”, biar lu2 semua pada ngerti. Ngerti kagak?)

Hari telah berganti. Kini C telah duduk di salah satu sekolah menengah atas negeri di kota tersebut. Sementara D berada di sekolah yang berbeda dengannya. Namun perasaan itu akan selalu sama, meskipun kini sangat kecil kemungkinan C akan mampu melihat sosok D lagi.

Tapi selalu ada kesempatan di setiap kesempitan. Meskipun mereka sekolah di tempat yang berbeda, seringkali selama beberapa waktu C masih diberikan kesempatan untuk melihat keindahan seorang D. Beberapa teman D bersekolah di tempat C berada. Dan kadang2 setelah pulang sekolah, C sering meilhat D berada tak jauh di depan pintu gerbang sekolah, menunggu kepulangan temannya. C melirik ke arah D, dan D pun melirik ke arah C. Mereka berdua saling lirik2an layaknya film India. Bo le cu ri yaaa… Bo le ja ne pyaaaa…

Kali ini, tak ada lagi nama C yang disebut dari bibir D. Demikian juga dengan C. Meskipun kini usianya telah bertambah, namun kedewasaan C masih sangat kekanak2an, lebih kanak2 daripada anak bayi sekalipun. C sangat ingin sekedar menyapa D, tapi apa daya nyali tak sampai. Dasar cemen lu C!

Dan itu terjadi tidak hanya sekali. Mereka seringkali diberikan kesempatan untuk saling bertatap muka. Tapi karena emang si C ini idiotnya udah stadium tingkat tinggi yang mungkin tidak bisa disembuhkan lagi, ia masih tetep tidak berani sekedar menggerakkan bibirnya untuk memanggil nama si D. Begitupun dengan kesempatan lainnya, seperti ketika D yang sedang naik becak hendak pulang ke rumahnya. Becak yang ditumpangi D seringkali berjalan melintasi C yang kebetulan lewat. Meskipun mereka berdua saling tau sama tau, tapi mari sama2 kita gebukin si C, karena si C masih belom berani untuk menyapa D!

Selang beberapa waktu mereka tidak bertemu lagi. Hingga suatu hari, C yang merupakan seekor anak band mendapatkan kesempatan untuk manggung dalam acara pentas seni yang diadakan oleh sekolahnya D. Berlima, C lolos audisi dan berhak untuk naik panggung.

Akhrnya tibalah hari yang dinantikan. C naik ke atas panggung dengan 4 orang temen bandnya. Dan dari atas panggung ia melihat sosok D sedang menonton di salah satu sudut. C tidak tau apakah D sadar akan kehadiran C di atas panggung, namun C hanya bisa berusaha untuk memberikan performance yang terbaik yang ia bisa, sembari hati kecilnya berharap semoga D menyaksikan aksi panggungnya itu.

Tahun telah berganti, kini D telah melanjutkan ke pintu gerbang perkuliahan. Ia melanjutkan studinya di kampus STEKPI, Jakarta Selatan. Sementara C masih sibuk berkutat dengan tahun terakhirnya menjalani kehidupan sekolah. Dan sejak saat itu, C pun tidak pernah melihat keindahan sosok D lagi.

Dan kini, waktu telah semakin berlalu. Hari ini C sedang sibuk menyelesaikan studinya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan D yang awalnya kuliah di STEKPI, setelah 1 tahun ia memutuskan untuk berpindah studi. Jadilah kini D berada di Universitas Paramadina, Jakarta, yang diketuai oleh rektor bernama Anies Baswedan.

Namun, dimanapun mereka berada, C akan selalu berharap akan kehadiran seorang D, meskipun mereka berada dalam ruang dan waktu yang berbeda. Sementara layar komputer hanya diam membisu menyaksikan mereka berdua.

Bersambung…

Add comment May 18, 2009

DhaniaChairunnisa #1

(Sebelomnya gue mau nanya dulu ah. Ini kenapa judul tulisannya kok kaya nama perempuan ya?)

Alkisah pada jaman dahulu kala ketika penduduk bumi sedang menikmati euforia milenium, tersebutlah 2 ekor anak manusia yang masih imut2 plus amit yang berada di sekolah yang sama. Kita sebut saja si “C”, pemuda cacingan berumur 13 tahun dan kakak kelasnya yang bernama si “D”, gadis anggun yang 1 tahun lebih tua dari si C.

C, seorang lelaki yang sangat tidak populer di sekolahnya dan tidak memiliki seekor temanpun, yang bahkan untuk berbicara dengan orang lain pun ia sangat2 malu dan nggak berani melakukannya. Sementara D, seorang perempuan laksana ratu sekolah, yang kemanapun ia melangkah mata semua orang akan tertuju padanya dan mencoba menyapanya. Kehidupan mereka berdua sangat bertolak belakang, laksana tukang siomay dan tukang copet. Tukang siomay kalo dipanggil akan segera mendekat, sementara tukang copet kalo dipanggil akan segera berlari menjauh. Wuuuuuush…

Pada suatu hari, ketika sekolah tersebut mengadakan ujian caturwulan (dulu kan masih pake nama caturwulan/cawu, bukan semester kaya sekarang), anak2 kelas dimana C berada akan dipasangkan dengan anak2 dari kelas dimana D berada. Semua anak kelas C berlomba2 mencari tau siapa pasangan duduknya, dengan harapan bisa numpang nanya2 jawaban atau sekedar menjadi pelindung kalo mau nyontek atau ngebet.

Disaat orang2 mencari tau pasangan duduknya, nggak demikian dengan C. Dia tetap menjalani hari2nya seperti biasa, merenung seorang diri di pojokan kelas berteman bayangannya sendiri.

Sampai akhirnya, tiba2 kelas tersebut didatangi oleh beberapa ekor perempuan kakak kelas. Salah seorang diantara mereka bertanya, “Eh yang namanya C orangnya yang mana?”. Lalu salah seorang anak kelas tersebut menunjuk sosok C yang sedang berbicara dengan tembok di pojokan kelas. C yang merasa ditunjuk2, segera menoleh sekilas. Tapi dia tau, tidak akan pernah ada orang yang mau membagi perhatian dengannya. Ia menyangka bahwa bukan dirinyalah yang sedang ditunjuk, melainkan tembok yang ada di hadapannya. Akhirnya C kembali kepada kesibukannya semula, berbicara dengan tembok. Sementara beberapa perempuan kakak kelas tadi tersenyum cekikikan seakan2 baru melihat Vidi Aldiano keselek jam tangan.

Akhirnya tibalah hari ujian. Dengan langkah tanpa semangat, C masuk ke kelas dan mencari tempat duduk sesuai nomornya. Ia duduk manis disana, menatap meja kayu dihadapannya. Dan tiba2 seorang perempuan datang dan duduk di sebelahnya. Mata C sekilas melirik ke arah perempuan tersebut dan… C hampir tidak mempercayai penglihatannya…

Perempuan itu bukan kakak kelasnya.

Perempuan itu bukan manusia.

Perempuan itu bukan perempuan.

Karena perempuan itu adalah BIDADARI!!!

Dag dig dug… Jantung C yang lemah dan cacingan berdetak. Ia berpikir dalam hati, kenapa ada bidadari di sekolah ini? Bukankah tempatnya bidadari seharusnya adalah di khayangan sana?

Bidadari eh perempuan itu tersenyum manis menyapa C. Sementara C tidak siap menerima senyuman semanis itu. Ia benar2 gugup, sampai2 ia merasakan ada cairan yang menetes dari balik celananya. Ih ngompol… Dan C hanya mampu membalas senyuman itu dengan senyuman ala kadarnya, yang kalo diperhatikan baik2 lebih mirip seorang anak kecil nahan mencret. Crett… Crettt… Ih bau!

C mencoba mencari tau siapa nama bidadari eh perempuan itu. Dan diperolehlah bahwa perempuan itu bernama D. D juga termasuk salah seorang perempuan yang ketika itu main2 ke kelas C dan bertanya yang manakah orang yang bernama C.

Akhirnya, hari2 ujian caturwulan C berikutnya dihabiskan dengan 1 meja bersama D. Ternyata D tidak hanya menarik, tetapi juga ramah. Seringkali D mencoba mengajak berbicara C dengan hal2 yang kecil. Tapi dasar C orangnya blo’on dan idiot serta goblok plus tolol. Dengan kemampuan komunikasi yang jauuuuuuuuh dibawah manusia normal pada umumnya, C bingung harus berkata apa setiap kali D mengajaknya bicara. Jadilah C terlihat sebagai sosok yang diam dan kaku, sangat bertentangan dengan kata hatinya yang ingin berbicara dengan D.

Seminggu lamanya C melangsungkan ujian disisi D. Seminggu lamanya D mencoba menyapa C. Dan seminggu lamanya pula C bingung tidak tau harus berkata apa. Dasar goblok lu C, mati aja sono!

Akhirnya hari Sabtu pun tiba, yang artinya ujian caturwulan akan berakhir hari ini. Artinya juga, setelah ini C akan kehilangan kesempatan untuk bertemu D. Karena mereka akan kembali ke kelasnya masing pada tahun ajaran baru. Tidak ada yang dapat C lakukan selain merenung seorang diri, berterima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bidadari seperti D.

Dan, cinta pertama C pun terkubur bersamaan dengan dimulainya libur tahun ajaran. Huiks huiks… Srrooooott…

***

Tahun ajaran telah berganti. Ini tahun terakhir D bersekolah di tempat ini, kalo dia lulus nanti. C masih berharap suatu hari nanti ia dapat bertemu kembali dengan D. Tapi emang dasar si C ini blo’onnya udah kebangetan, dia pun nggak tau apa yang harus dilakukan kalo emang beneran ketemu sama si D.

Dan karena masih berada di satu sekolah yang sama, probabilitas bertemunya mereka berdua masih cukup tinggi. Dan tibalah pada suatu hari dimana dalam beberapa kesempatan, D dan teman2nya berjalan berpapasan dengan C. Dengan penuh keramahan dan kehangatan, D selalu menyapa C setiap kali mereka berpapasan. Dan bodohnya, C tidak pernah membalas sapaan tersebut. Hanya senyum yang mampu ia berikan, entah apakah D akan melihat senyuman itu atau tidak.

Betapa ini adalah suatu kehormatan besar bagi seorang C yang setiap harinya menghabiskan waktu bersama bayangannya sendiri tanpa seorang pun teman. Seumur hidupnya, baru kali ini ada orang yang mau menyapanya ketika sedang berpapasan. C memang sangat2 pecundang dan cacingan, yang membuatnya tidak punya banyak teman. Ketika di jalan ada yang ingat dengan sosok C, itu sudah sangat bagus untuknya. Apalagi sampai ada orang yang mau menyapa C, ini benar2 suatu kebahagiaan baginya. Betapa C terharu melihat inilah pertama kalinya ada orang yang mau menyapa dia. Saking terharunya, sampe jadi pengen nangis. Nangis dulu yuk… Huhuhuhuhu… Huiks huiks…

D selalu menyapa C disetiap papasan, dan C, sekali lagi, dengan idiotnya nggak pernah mampu membalas sapaan tersebut, meskipun sebenernya hati C sangat menginginkannya. Sampai selang beberapa waktu, mungkin D lelah dengan C yang tidak pernah membalas sapaannya. Dan akhirnya D tidak pernah lagi menyapa C di setiap papasan. Sementara C sangat merindukan namanya disebut oleh bibir D yang manis itu.

Hari berganti hari, tak ada lagi sapaan dari D untuk C. Dan C pun tidak pernah berani untuk mulai menyapa D duluan. Dasar C emang goblok banget dah ah… Dan akhirnya hari kelulusan pun tiba. D dinyatakan lulus dan diterima di salah satu sekolah swasta di kota itu. D pun beranjak pergi meninggalkan masa mudanya. Sementara C hanya bisa menyesali kebodohannya yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik terhadap orang2 di sekitarnya.

Dan ikan lou-han itu pun tersenyum… Menertawakan kegoblokan C dan cinta pertamanya itu…

Bersambung…

Add comment May 18, 2009

IPkelimaku

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Ya ayyuhan naas…

Aduh… Nggak terasa sekarang udah bulan Mei 2009, udah menjelang UAS semester 6. Padahal gue belom mem-publish pogress IP gue di semester 5 kemaren. Udah jadi kewajiban buat gue untuk mem-publish IP yang gue peroleh di tiap semesternya. Hal itu bisa lu liat di blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com. Jadi silahkan aja kalo lu mau tau IP gue dari sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jogja ini sampe sekarang.

Dan karena sekarang pun semester 6 udah mau berakhir tapi gue belom sempet mem-publish IP gue semester 5 kemaren. Tanpa banyak omong lagi, ini dah IP gue di semester 5 gue kasih liat. Jangan diketawai yaaaa…

Semester 5

Mata Kuliah SKS Nilai Nilai Bobot
Kerja Praktek/Studi Mandiri 2 A 4 8
Kontrol Otomatis 2 B+ 3.5 7
Praktikum Elektronika Nuklir 1 B 3 3
Proteksi Radiasi 3 B 3 9
Material Nuklir 2 C 2 4
Analisis Reaktor Nuklir 2 D 1 2
Operasi Unit 2 A 4 8
Kimia Radiasi 2 B+ 3.5 7
Teknologi Uji Tak Merusak 2 C 2 4
Metode Monte Carlo 2 B 3 6
Regulasi Nuklir dan SSAC 2 B 3 6

Jumlah bobot = 64

IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 64 /22 = 2.91

Begitulah… Jangan diketawain lho, diledekin aja… Huehehehe…

Dari hari ke hari, rasanya IP gue makin rusak aja. Dan hari ini pun nggak tau kenapa rasanya susah banget buat IP gue untuk menyentuh angka 3. Mungkin gue perlu mengunci diri dari dunia luar dan ber-uzlah dulu untuk mengembalikan kapasitas otak gue yang dulu sempet memberikan hasil positif berupa IP sebesar 3.5. Tapi sekarang? Membaca saja sulit…

Ya pokoknya itulah intinya. Gue berterima kasih kalo setelah ngebaca tulisan ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gue gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar sana yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, tararengkyu banget ya karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca tulisan gue ini.

Oiya… Sekali lagi, kita masih punya pantun dari Olga.

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUCI…

CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KACI…”

Yuk yah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Add comment May 18, 2009

FilmYouMustSee

Selama seminggu kemaren, gue melarikan diri dari kota Jogja untuk pulang kampung ke Depok, dengan alasan mau cuti hamil. Dih, masa iya sih bo akika hamil? Bukan, bukan gue yang hamil. Terus siapa dong yang hamil? Nggak tau ya, mungkin si ikan di kolam gue, mungkin si keluarga cicak, atau mungkin si tikus yang suka ngendap2 di dapur tiap malem. Jadilah akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, gue sempet2in untuk pulang ke Depok ditengah kesibukan gue yang gue isi dengan tidur, tidur dan tidur.

Mumpung lagi di Depok, gue nyempetin diri untuk nonton film. Udah lama sejak terakhir kali nangkring di bioskop. Dan Alhamdulillah, kedua biji film yang gue tonton itu bisa dikatakan nggak mengecewakan untuk ukurannya. Jadilah uang yang gue keluarin buat beli tiket bioskop yang kapitalis itu sebanding dengan kepuasan terhadap film yang ditonton. Eh nggak puas juga sih, tiketnya kemahalan bo…

Emangnya film apa aja sih yang gue tonton? Mau tau jawabannya? Tekan tutsnya dan mainkan!

Janda Kembang

Janda Kembang, disingkat “Jambang” (idih bikin singkatan kok seenaknya) adalah film lokal karya sutradara Hanung Bramantyo. Waktu lagi mau nonton di Margo City, pilihannya ada Bukan Cinta Biasa, Jambang, film action-Asia yang gue lupa judulnya, sama Knowing. Akhirnya gue tertarik untuk menjatuhkan pilihan pada film Jambang, soalnya dari referensi yang gue baca, disini Luna Maya menyumbangkan suaranya untuk menyayikan beberapa lagu pop lokal. Titi Kamal sama Nirina kan udah pernah, sekarang gilirannya Luna Maya. Terus gilirannya Asmirandah kapan? Kalo si Cincyah Laurah mah udah pernah juga…  I don’t wanna lose you… Yes I wanna hold you… I dont wanna make you… Make you sad and make you cry… Oh baby baby baby…

Dan kemudian gue duduk manis di bioskop nonton film ini. Bla bla bla bla bla bla bla bla… Satu setengah jam kemudian filmnya kelar dan gue pun keluar dari bioskop dengan menarik napas panjang. Fiuuuuuh…

Terus kenapa tulisan ini dikasih judul “FilmYouMustSee”? Soalnya, film ini beda sama film2 Indonesia kebanyakan yang umumnya cuma punya 2 genre: komedi mesum atau horor. Yah mentok2 film drama romantis, meskipun romantismenya terkesan murahan.

Basic dari film Jambang ini emang kesannya komedi, tapi semakin filmnya berjalan, semakin kita sadar kalo film ini nggak cuma bermodalkan kocokan perut doang. Ada bagian ketika kita dibuat tertawa, ada bagian ketika kita dibuat berpikir dan tersenyum satir, ada bagian ketika kita dibuat naik darah, ada bagian ketika kita dibuat terharu dan ada bagian ketika kita dibuat tidur. Zzzzz…. Grrooook… Zzzzzz… Heh jangan ngorok!

Bagian yang paling keren adalah ketika Sarah Sechan yang berperan sebagai Yuli selaku suami dari Dodi yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, saling beradu mulut. Disini, dalam satu scene yang lumayan panjang (tanpa pemotongan), Yuli dan Dodi gontok2an dengan gaya khasnya masing2 yang sangat menarik. Apresiasi khusus buat Sarah Sechan yang sepanjang scene mampu berteriak marah2 tanpa jeda dengan logat Sunda yang khas.

Gue nggak tau sih si Sarah Sechan ini aslinya orang mana, emang asli orang Sunda apa bukan. Sekalipun berbicara ceplas-ceplos udah identik dengan keseharian dia, tapi tetep aja gue takjub ngeliat dia bengak-bengok dengan logat Sundanya. Maknyus banget dah ah…

Nggak cuma itu doang, banyak adegan2 lainnya yang juga kiranya patut untuk diberi acungan jempol kaki. Tapi kalo mau tau adegannya kaya gimana, ya mendingan lu nonton aja dah sono. Nggak seru dong kalo semuanya gue ceritain disini. Hohohohoho.

Dan, dari referensi yang gue baca, inti film ini adalah ingin menyampaikan sebuah pesan yang udah sering kita denger tapi jarang kita aplikasikan. Sebuah pesan yang berbunyi, “Fitnah itu lebih kejam daripada tidak memfitnah”! Eh salah, maksudnya “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Gitu intinya. Atau kalo mengutip ucapan salah satu tokoh politik nasional, bunyinya “Fitnah adalah perbuatan…”

Wolverine: The Origins

Cerita2 dengan alur feedback emang selalu menarik buat disimak. Di film Star Wars, gimana ceritanya si tokoh jagoan di 3 film awal bisa jadi penjahat di 3 film terakhir. Di komik One Piece, gimana Chopper bisa jadi dokter hebat kaya sekarang. Pun demikian dengan film X-Men yang satu ini, yang menceritakan tentang awal mula munculnya mutan2 ajaib dan kenapa si Gabe Logan minta dipanggil dengan nama Wolverine.

Khas film Barat, film2 superhero yang mengadopsi dari komik emang selalu menarik buat ditonton. Batman, Spiderman, Fantastic Four, Iron Man, siapa yang nggak kenal? X-Men ini juga sama, kira2 nggak jauh beda lah isinya, ada drama, aksi baku hantam, tembak2an, dll.

Terus, kenapa film ini juga gue sebut sebagai “FilmYouMustSee”? Jawabannya simpel aja kok. Simpel dan sedikit narsis, soalnya ini terkait dengan status gue sebagai mahasiswa Teknik Nuklir.

Ceritanya gini. Di film itu, ada sebuah markas penelitian tempat para mutan disimpen buat diteliti gennya. Si Logan alias Wolverine penasaran dimana markas penelitian tersebut berada, soalnya dia pengen ketemu face to face sama si jenderal yang punya proyek penelitian tersebut. Kemudian diperoleh info dari temennya Will.I.Am Black Eyed Peas bahwa markas tersebut berada di sebuah pulau entah dimana.

Denger kata2 “sebuah pulau entah dimana”, gue langsung terbayang sebuah pulau di Afrika sana, yang emang identik dengan hal2 kaya gini. Atau mungkin pulau2 di kepulauan Karibia, kaya di film Pirates of Caribbean nya Johny Depp. Bahkan bisa juga pulau2 di Asia Tenggara termasuk Indonesia, mengacu pada film KingKong.

Akhirnya si Wolverine dipertemukan dengan Gambit yang jago main kartu. Lalu si Gambit yang tau letak pulau tersebut bersedia nganterin Wolverine kesana. Dan dengan menggunakan helikopter, mereka berdua segera tancap gas dan melaju.

Gue penasaran, pulau kaya gimana yang bakalan muncul? Gue kira mereka bakalan terbang ke hutan2 atau ke laut, eh ternyata nggak. Mereka malah terbang ke daerah perkotaan dengan gedung2 betingkat. Kemudian tibalah mereka di pulau tersebut, pulau yang bikin gue nyengi2 sendiri.

Pulau apakah itu?

Pulau itu bernama…

…THREE MILES ISLAND!!!

Kriiiiik… Kriiiiik…

Emang ada apa dengan Three Mile Island? Buat lu yang awam emang pasti nganggep ini biasa aja. Tapi buat gue yang anak Teknik Nuklir, pulau ini punya kenangan tersendiri. Ah so sweet…

Three Miles Island adalah sebuah tempat reaktor nuklir PLTN di Amerika sana. Dia berada di sebuah pulau kecil di tengah sungai, berada di wilayah perkotaan. Dulu Three Miles Island sempet populer gara2 pernah terjadi kebocoran di dalemnya. Tapi kebocoran itu bisa teratasi, nggak sampe menimbulkan korban jiwa dan nggak sampe mengakibatkan ledakan kaya reaktor Chernobyl di UniSovyet.

Three Miles Island adalah salah satu bukti keberhasilan sistem safety pada PLTN. Tapi nggak tau kenapa, info kesuksesan safety Three Miles Island ini nggak pernah tersebar luas di kalangan masyarakat umum. Orang2 cuma taunya tentang Chernobyl doang, dan ini dijadikan salah satu senjata bagi mereka yang anti PLTN. Padahal selain Chernobyl kan masih ada Three Miles Island yang sistem keamanannya berfungsi baik dalam situasi kebocoran kaya gini. Huh, ada penyesatan opini disini!

Kita balik lagi ke Wolverine. Ternyata markas penelitian mutan itu bersembunyi dibalik kemegahan reaktor Three Miles Island itu. Mungkin karena mutan identik dengan mutasi gen dan mutasi gen identik dengan paparan radioaktif, jadilah pulau Three Miles Island yang dipilih jadi markasnya.

Dan di penghujung film, digambarin adegan baku hantam yang dilakukan di atas salah satu Cooling Tower. Ini juga maknyus, kapan lagi bisa liat Cooling Tower dengan pemandangan kaya gini? Tapi disini Cooling Towernya lagi nggak beroperasi, terlihat dari nggak adanya uap yang nongol. Dan pada akhirnya, Cooling Tower tersebut runtuh dan hancur kena lasernya si musuh yang ilmunya ngambil dari gennya si Scott alias Cyclops.

Akhirnya selesai lah sudah film tersebut dan gue diberikan pemandangan tentang Three Miles Island lengkap dengan Cooling Towernya. Kalo lebih diteliti lagi secara keilmuan, ada beberapa kejanggalan di film ini. Tapi itu nggak masalah, toh film ini lebih menitikberatkan pada drama dan baku hantamnya, bukan pada unsur2 keilmuannya.

Udah deh… Segini dulu aja yaaaa…!!!

2 comments May 18, 2009

AngkringanTonight #3

Another side story of angkringan!

Malem ini gue ujian lisan bahasa Jepang. Ujian lisan yang dimulai dengan watashi wa C-Kink desu, Depok kara kimashita, Karangwuni ni sundaimasu, hatachi desu, Gadjah Mada daigaku no gakusei desu, dozo yoroshiku onegashimasu dan diakhiri dengan owarimashoo ja mata itsuka. Plus, dipenghujung acara kita ditunjukin nilai hasil ujian tulis kemaren, dimana gue dapet nilai perfect: 100! Sssssttt nggak usah pada tepok tangan gitu dong, biasa aja kaleee! Sementara si Wangi Wan-Wan* dapet nilai 94 dan AndhiBaka* San dapet nilai 95.

Sepulang dari tempat les, gue ngeliat angkringan di depan kosan gue lagi sepi, cuma ada seonggok gerobak yang dijaga oleh Mr X (sebut saja demikian) selaku pedagang angrkingan. Karena gue nggak tega ngeliat Mr X mejeng sendirian disana, akhirnya gue memutuskan untuk makan malem di angkringan ini sambil mesra2an berdua sama Mr X. “Mas ngamar yuk Mas, 2 ribu bolak-balik!”

Menu gue di angkringan ini selalu sama: mi rebus telor dobel! Cuma minumnya aja yang ganti2, sesuai kebutuhan. Kadang es jeruk, kadang coffeemix anget, kadang es teh, kadang darah gadis muda di kosan sebelah, kadang kuah mi rebus, dll. Malem ini gue putuskan untuk minum segelas es jeruk nggak pake kulitnya.

Seperti biasa, jiwa ke-Kastrat-an gue sering muncul di saat2 berkhalwat kaya gini. Nggak tau kenapa malem ini gue penasaran, sebenernya berapa penghasilan makhluk di depan gue ini dari berdagang angkringan per harinya? Kalo kata orang2, pedagang burjo itu sehari bisa dapet sampe 700ribuan. Nah kalo pedagang angkringan?

Sembari menunggu mi rebus telor dobel gue mateng, iseng2 gue nanya sama si Mr X ini,

“Mmmm… Mas, dari angkringan ini seharinya dapet untung berapa Mas?”

“Ya Alhamdulillah lumayan banyak lah…”

Lumayan banyak? Alhamdulillah… Mendengar kata “lumayan banyak”, yang terbayang di otak gue adalah nominal uang dengan besaran antara 200ribu sampe 300ribu per harinya.

“Emang rata2 sehari dapet berapa Mas?”

“Biasanya sih dapet 50ribu”

50ribu per hari? Untuk bekerja dari jam 2 siang sampe jam 12 malem, dapetnya 50ribu per hari? Alhamdulillah…

Gue pun berpikir, betapa makhluk di hadapan gue ini dengan sabarnya bekerja hampir 10 jam perhari demi selembar uang 50ribuan. Padahal di saat yang bersamaan, mungkin nominal segitu biasa kita hambur2kan dalam waktu singkat. Padahal tadi sore, gue baru aja membelanjakan angka sebesar itu untuk beli pulsa Im3.

“Biasanya paling banyak sehari dapet berapa Mas?”

“Kemaren saya pernah dapet sampe 70ribu seharinya…”

“Kalo paling dikit Mas?”

“Yaaaa sekitar 20 ribu waktu itu pernah”

Begitulah neraca keuangan hariannya Mr X ini. Rata2nya 50 ribu per hari. Kalo kita kaliin perbulan, jadi 50000 x 30 = 1500000, alias satu juta lima ratus ribu rupiah. Alhamdulillah… Masih lebih tinggi dari bates UMR kota Jogja. Tapi itu pun kalo Mr X bedagang setiap hari dengan penghasilan rerata 50ribu. Kalo lagi nggak jualan? Kalo lagi nggak begitu laku?

Mr X melanjutkan curhatnya,

“Biasanya saya paling sepi itu hari Sabtu!”

“Oh iya Mas, pada malem mingguan semua ya?”

Ya wajar lah, malem Minggu kan pada ngeluyur semua. Mending kalo malem minggu buka gerobaknya jangan di sini Mas, tapi di Ambarukmo Plaza aja! Atau di Hugo’s, Boshe, Empire dll. Tapi kalo malem Jumat gantian buka gerobaknya di Al-Ittihaad, Mardiyah, Baiturrahman, dll.

“Ini makanannya titipan kan Mas? Yang modal dari Mas sendiri apa aja?”

“Ya ini, gula, teh, coffeemix…”

“Gerobaknya punya Mas kan?”

“Iya, punya saya sendiri”

“Kalo piring sama sendoknya ini Mas?”

“Ini juga punya saya semua. Cuma makanannya aja yang titipan”

Sebagaimana yang udah gue ceritain di “AngkringanTonight #1”, makanan2 ini diambil oleh Mr X dari istilahnya “Majikan”. Abis nggak abis, makanannya bakal dibalikin lagi ke “Majikan” itu.

“Ini kalo nggak abis dibalikin ke juragannya kan Mas?”

“Iya”

“Juragannya itu nitipin makanannya cuma kesini doang apa ke tempat lain juga?”

“Seinget saya, kalo nggak salah dia punya 6 gerobak”

Wah, 6 gerobak? Kayanya asik juga tuh bisnis kaya gini. Ayo, ada yang mau jadi juragan angkringan?

Selepas itu, mi rebus telor dobel gue udah mateng dan gue sibuk dengan mangkok di hadapan gue yang menunggu untuk disantap. Mi nya lho yang disantap, bukan mangkoknya! Srupuuut… Srupuuut… Aaaaahh…

Yogyakarta, 5 Mei 2009

Add comment May 18, 2009


TanggalanAdaDiSIni

May 2009
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

ckinknoazoro on IdoHaveApromise
ckinknoazoro on 2-2DariBalikKacamataku
shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise
andre on 2-2DariBalikKacamataku
Hikaru Yumeno on CV
ckinknoazoro on TentangC-Kink
ckinknoazoro on CV
ckinknoazoro on SecuilSMS #2
ckinknoazoro on NousNousSouvenons

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds