Archive for June, 2009
SuratCuti
PT C-KINK LOSER PRODUCTION
Jalan Kaliurang Km 5.2 Karangwuni C-19 Sleman-Yogyakarta
081317135161/085691013852/02749118631
www.ckinknoazoro.wordpress.com
===========================================================================
20 Jumadil Akhir 1429 H / 13 Juni 2009
Kepada,
Ketua Umum BEM KMFT UGM
yth Dede Miftahul Anwar
di manapun dirimu berada
Assalamualaikum wr wb
Berdasarkan pelajaran yang pernah saya dapatkan selama masa-masa sekolah dulu, sebuah surat yang baik pada setiap paragrafnya haruslah terdiri dari :
- Pendahuluan, yang biasanya berisi kata sapaan.
- Isi, yang menjadi poin penting dari sebuah surat.
- Penutup, yang biasanya diakhiri dengan harapan semoga surat ini dibalas.
Karena Insya Allah saya adalah seekor murid yang baik dan taat pada guru serta tentu saja IMUT, jadi ada baiknya kalau kita awali surat ini dengan pendahuluan sepeti tersebut di atas.
Halo Miftah sayang (hueeeek… cuiiih…), apa kabar? Wah udah lama kita gak ketemu nih, atau kalo dalam bahasa Tasik-nya “Long time no see”. Masih idup kah dirimu disana? Aduh kok masih idup aja sih… Gimana kabarnya? Insya Allah baik-baik aja kan? Akika disini juga baik-baik aja kok bo… Kutunggu jandamu…
Melalui surat ini, saya atas nama C-Kink noa Zoro Syahid Syaifullah bin Astoto Slamet bin Siti Cholimah binti Said Hidayat bin Sastro bin bapaknya Sastro bin kakeknya Sastro, berkeinginan untuk mengajukan cuti kerja sebagai Menteri Koordinator Lini Eksternal BEM KMFT UGM. Terhitung mulai tanggal 22 Juni 2009 sampai 1 September 2009, dikarenakan pada tanggal tersebut saya harus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Klaten.
Demikianlah surat pengajuan cuti kerja ini saya buat dengan sebaik-baiknya, dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya ketik di laptop saya sembari mendengarkan lagu-lagu Gita Gutawa semacam “Parasit” atau “Aku Jatuh Cinta”.
Kembali ke paragraf awal dari surat ini, sebuah surat yang baik haruslah diakhiri dengan penutup. Kiranya demikianlah surat ini saya buat. Terima kasih atas segala perhatiannya, besar harapan kami supaya Miftah dan para Pengurus Harian BEM KMFT UGM bersedia untuk merespon surat pengunduran diri saya ini. Dan seperti biasa, kita punya pantun klasik yang selalu jayus setiap saat.
Empat kali empat
Sama dengan enam belas
Sempat tidak sempat
Tidak sama dengan enam belas
Ya mungkin seperti itulah kiranya pantun yang entah dari mana asalnya. Tapi tak peduli seperti apapun bunyi pantun itu, cukuplah kau balas surat ini dengan hatimu, karena dimana ada hatimu disana ada hatiku. Hatimu adalah hatiku, hatiku ya hatiku. Akan selalu ada hati-hati lain yang menyertai hati kita. Dan hati-hati di jalan ya….
Wassalamualaikum wr wb.
Di kamar kosku,
(Bukan) Nicholas Saputra,
tapi C-Kink
3 comments June 13, 2009
11Juni2009
00.01– 04.30
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Tidur
Zzzzzz… Groooook… Zzzzzz… Mmmmm malam ini aku mimpiin siapa ya? Mimpi Asmirandah? Mimpi Cincyah Laurah? Nia Ramadhani? Apa mimpiin Dude Herlino? Ah whatever, yang jelas paginya aku nggak harus keramas loh… Ups, Astagfirullah.
04.30 – 06.45
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Get prepared!
Je me reveille et je me leve. Apres prier, je me prepare pour mes activites d’aujourd hui. Je me lave, puis je m’habiller. Ce matin, je prends mon petit dejeuner. Parceque il y a une chocolat dans ma maison, alors je mange une chocolat pour mon petit dejeuner. Juste une chocolat. Puis, je prepare ma voiture et je vais au BEM. Bonjour et bon voyage!
06.45 – 07.50
Lokasi: Sekretariat BEM KMFT UGM
Aktivitas: Rendez-vous
Aku bukan PH pertama yang dateng di BEM buat menghadiri forga PH BEM pagi ini. Si Fauzi alias Bejo Suro dan si Ikhsan udah eksis duluan. Dan sampe beberapa menit setelah jam 7, PH yang udah dateng baru ada kita ber-3 tambah pak Bos Miftah. Akhirnya jam 07.30 setelah makhluk2 lainnya dateng, barulah forum ini dibuka, yang intinya menyatakan bahwa acara kita yang sedianya berangkat dari sini jam 07.00, harus diundur jadi setelah jam 10.00 karena jam 09.00 kita mau ketemuan dulu sama pihak Dekanat.
Karena masih ada beberapa puluh menit sebelom acara bareng Dekanat, akhirnya kita mejeng dulu di Kansera, tempat makan paling “…” di Pogung Kidul. Paling apa ya? Silahkan isi sendiri aja deh…
07.50 – 08.40
Lokasi: Warung makan Kansera
Aktivitas: Ya makan lah, masa dugem?
Setelah tadi pagi di kosan cuma sempet sarapan dengan sebatang coklat Silver Queen Chunky Bar, akhirnya pagi ini aku sempet sarapan dalam makna sebenernya. Sepiring nasi plus sayur dan telor dadar serta 2 buah tempe, semoga cukup untuk mengganjal perutku yang six pack di pagi ini.
08.40 – 10.20
Lokasi: Ruang sidang 2.2 KPTU FT UGM
Aktivitas: Forum bareng Dekanat
Jam 09.00 kita semua pada naik ke ruang sidang 2.2 buat ketemuan sama Dekanat. Disini dipertemukan antara perwakilan elemen mahasiswa dari BEM dan KM/HM, sementara Dekanat menghadirkan orang2nya terkait ranah kemahasiswaa, yaitu Pak Jamasri selaku Wadek Kemahasiswaan, Riset dan Kerja Sama, Pak Indra selaku Kepala Seksi Kemahasiswaan yang baru, menggantikan Ibu Eny yang dimutasi ke Fakultas Hukum 2 minggu lalu dan Pak Wawan selaku asisten Pak Jamasri untuk urusan kemahasiswaan.
Acara yang diselenggarakan oleh pihak Dekanat emang beda dengan acara mahasiswa. Forum ini yang aku rasa mestinya bisa cukup simpel, dilangsungkan di ruangan yang paling bagus di KPTU sini. Plus, nggak lupa Dekanat juga menyediakan snack buat kita2. Padahal nggak ada snack pun nggak apa2 kok, itu kan belinya pake dana Fakultas. Tapi ujung2nya snack itu nggak aku makan, aku kasih ke Lia dan Eva serta rekan2 Departemen Advokasi lainnya yang lagi sibuk ngurusin wawancara BOP.
10.20 – 11.30
Lokasi: Bulaksumur – Seturan – Maguwoharjo
Aktivitas: Looking for place for fishing
Akhirnya, keberangkatan acara forga PH yang sedianya pengen dimulai jam 7, baru bisa terlaksana jam setengah 11 gara2 mesti ketemuan dulu sama Dekanat. Rencananya kita pada mau mancing, terus hasil pancingannya dimakan rame2. Jadilah kita bergerak ke arah Seturan untuk mencari dimana gerangan tempat pemancingan. Sesampainya di Seturan, ternyata empang yang ada nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya kita berangkat lagi ke arah Maguwoharjo atas instruksi Nalar Sujancuk yang tau tempat pemancingan disana. Dan setelah menempuh perjalanan selama +- 1 jam, kita pun sampe deh di tempat pemancingan.
11.30 – 15.00
Lokasi: Tempat pemancingan di Maguwoharjo
Aktivitas: Mancing. Mancing ikan apa mancing emosi?
Setibanya di tempat pemancingan dan setelah Dzuhur, kita langsung segera sewa pancingan, pasang umpan, dan let’s go fishing! Inilah pertama kalinya aku mancing from the whole life! Pertama kali ngerasain gimana megang dan motong cacing, pertama kali ngerasain gimana menusuk cacing itu ke kail pancingan kita, pertama kali ngerasain ngelempar pancingan ke empang, dan pertama kali ngerasain gimana geregetannya kalo tau cacing kita udah dimakan ikan tapi ikannya nggak nyangkut di kail!
Iya, di acara mancing ini, aku dapet gelar sebagai “makhluk paling blo’on”. Coba silahkan bayangin aja, dari 17 kali aku ngelempar umpan, belom satu ekor ikan pun aku dapet! Cacingnya sih udah kemakan, tapi ikannya itu lho nggak mau nyangkut. Betapa susahnya membuat ikan itu tersangkut di kail kita.
Sebenernya sih waktu si ikan makan cacing kita, itu terasa banget, pancingan kita terasa ketarik gimana gitu. Dan ketika terasa gitu, aku langsung segera menarik pancinganku ke atas. Tapi sesampainya di atas, terlihat bahwa cacing yang ditaro di ujung kail udah tiada, sementara ikannya nggak ikut kesangkut. Dan ini terjadi sampe 17 kali! Duh masa iya sih aku digoblokin sama ikan? Ini sih sama aja aku bersedekah cacing buat ikan2 itu…
Tapi Allah Maha Tau bisikan hati hambanya. Akhirnya di umpan yang ke-18, pancinganku terasa ditarik dan aku segera balas menariknya. Ketika kail itu terangkat, voila! Ada seekor ikan tersangkut disana! Tapi sedihnya, ikan itu adalah sekecil2nya ikan di empang ini, bukan ikan yang layak untuk dikonsumsi. Akhirnya setelah aku pamerin ikan ku itu ke orang2, dengan berat hati aku lepasin lagi ikan itu ke empang. Dadah ikan…
Apakah aku puas dengan ikan sekecil itu? Jelas nggak! Segera aku ambil cacing lagi, aku sangkutin dan aku mulai mancing lagi. Tapi ternyata keberuntungan nggak datang 2 kali. Mulai dari umpan ke-19 sampe umpan ke-25-an, sampe cacingnya udah abis, aku nggak berhasil ngedapetin seekor ikan pun. Ya udahlah, emang nasibnya gini… Padahal si Rindi cuma perlu 13 umpan untuk mendapatkan ikan pertamanya. Dan setelah itu dia berhasil mendapatkan ikannya yang kedua dan ketiga dan seterusnya. Sementara orang yang paling banyak dapet ikan hari ini adalah si Fauzi alias Bejo Suro, yang dulu emang lahirnya di kolam ikan, makanya dia jago banget mancing.
Setelah umpannya habis semua, akhirnya kita minta ikan hasil tangkepan kita buat dimasakin, plus beli 2 ekor ikan lagi. Dan kita pun makan siang dengan 2 piring penuh berisi ikan. Ditambah tuker2an kado di akhir acara, yang pada akhirnya aku mendapatkan sebuah organizer dari Rindi.
15.00 – 15.30
Lokasi: On the way we’re back
Aktivitas: Balik ke kampus Teknik
Sedianya kita masih pengen nongkrong di tempat pemancingan lebih lama lagi. Tapi karena jam 4 aku udah janjian mau nonton perdana film KCB, Ketika C-Kink Bertasbih, bareng sama anak2 Nuklir, maka jam 3 kita buru2 cabut dari tempat, setelah sebelomnya nggak lupa bayar dulu. 135 ribu rupiah untuk 10 orang.
Akhirnya dengan segenap ilmu Formula 1 warisan Giancarlo Fisichella yang aku punya, aku geber mobilku dari Maguwoharjo balik ke kampus Teknik sekuat tenaga. Jam setengah 4-an aku nyampe di Teknik lagi, melintasin Ayu dan Hayu yang lagi mejeng di Tugu Teknik buat nungguin taksi. Dan sedihnya, taksi yang mereka tunggu adalah mobil Toyota Soluna ku!
Setelah Ashar, aku langsung tancap ke Tugu Teknik buat memingit 2 ekor anak manusia itu. Lalu mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, menyisakan aku sendirian di kursi depan. Asli mirip banget kaya sopir taksi. Setelah argo disetel ke nominal awal, taksi pun melaju menuju Amplas. Tarik Mang!
15.30 – 16.00
Lokasi: Perjalanan menuju Amplas
Aktivitas: Doing what taxi driver does
Aku bertiga sama Ayu dan Hayu di dalem mobil yang menuju Amplas. Sempet takut juga sih, mengingat mereka berdua adalah perempuan dan aku adalah satu2nya setengah laki2 yang ada di mobil. Rasanya ngeri2 gimana gitu… Ntar kalo tiba2 di tengah jalan, Ayu mengeluarkan sebilah pisau dari tasnya dan diarahin ke leherku gimana? Atau tiba2 Hayu memukulku dari belakang dengan sepatu, dan aku pingsan, lalu aku dibuang di tengah jalan dengan keadaan tanpa busana, gimana? Atau Ayu dan Hayu bersekongkol menculik aku dan Toyota Soluna ku untuk dimintain tebusan, gimana? Atau mereka berdua minta supaya mobilnya dibawa ke tempat sepi, terus ngajakin main “mobil goyang”, gimana? Ah kalo itu sih nggak apa2, aku ladenin kok… Ups, Astagfirullah…
16.00 – 18.20
Lokasi: Amplaz
Aktivitas: Nonton Ketika C-Kink Bertasbih
Persis jam 4, aku nyampe di depan 21 Amplaz, dengan menenteng Ayu sama Hayu dibelakang. Seakan2 aku adalah Fahri di film Ayat-Ayat C-Kink. Lalu apakah Ayu dan Hayu berperan sebagai Maria dan Aisya? Ya nggak lah, biarpun aku jadi Fahri, mereka cuma jadi pemeran pembantu aja kok. Pemeran pembantu sebagai pembantu. Pembantu dalam arti sebenarnya. Gitu lho…
Dan akhirnya aku berhasil duduk manis di dalam bioskop beberapa detik sebelom filmnya dimulai. Di sebelah kiri ku ada Asep Budi Lestiyono, calon Bupati Karanganyar yang dari dulu ngebet banget pengen cepet2 nikah. Sementara di sebelah kanan ku adalah koridor. Di seberang koridor, ada Ayu dan Hayu lagi mojok berduaan. Di sebelah kirinya Ayu ada 1 kursi kosong, tempatnya si Apriadi.
Melihat ada kursi kosong, aku sempet nawarin gini ke Ayu, “Yu, nggak usah aku temenin kan?” ujar ku sambil menunjuk ke kursi kosong disebelahnya. Dan Ayu hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman. Nggak tau senyum malu2, senyum mupeng, senyum girang apa senyum pengen muntah. Tapi kayanya opsi terakhir yang lebih mendekati deh. Gyaaaaa….
Kemudian selama 2 jam aku nonton film Ketika C-Kink Bertasbih sambil sesekali bermesraan sama Asep kalo lagi ada adegan2 yang bisa bikin mupeng. Tapi mohon maap, disini aku nggak mau nyeritain filmnya ya…
2 jam telah berlalu dengan penuh rasa puas akibat melihat banyak wajah cantik bertebaran di film tersebut. Pengen rasanya buru2 keramas, tapi nggak lah, aku masih punya harga diri donk… Lalu kita pun segera Magrhib. Sejatinya aku masih pengen di Amplaz sini, nongkrong rame2 sama anak2 Nuklir. Tapi karena setelah ini aku ada farewell party sama anak2 tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, akhirnya aku buru2 cabut dari Amplaz, meninggalkan yang lainnya yang pada pengen makan bareng. Nggak lupa, 2 ekor piaraanku yang bernama Ayu dan Hayu juga aku bawa pulang. Padalah si Hayu ngajakin mampir dulu ke Caesar, mau dugem. Besok2 aja Yu ya…
18.20 – 19.10
Lokasi: Amplaz – Pogung – Karangwuni – Pizza Hut
Aktivitas: Our taxi is moving
Sebenernya temen2 tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” awalnya janjian jam 5 sore di KPTU. Tapi aku udah izin bakalan dateng telat gara2 mau nonton Ketika C-Kink Bertasbih dulu. Dan karena sekarang udah lewat Maghrib sementara aku masih di Amplaz, segera aku sms Bram dan Mega untuk nanyain posisi mereka dimana. Ternyata mereka pada mau jalan ke Pizza Hut, mau makan2 ditraktir sama Dhani.
Dengan seluruh energi yang tersisa aku geber Toyota Soluna ku secepatnya utuk mulangin Ayu dan Hayu ke kandang mereka masing2. Kemudian aku pulang dulu ke kosan buat Isya, karena tadi udah adzan waktu lagi di jalan. Dan setelah Isya plus dandan plus get prepared, aku segera tancap gas ke Pizza Hut. American Favourite, Vegetable Lovers, Garlic Bread, I’m coming!
19.10 – 21.30
Lokasi: Pizza Hut tugu
Aktivitas: Farewell party tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”
Jam 7 aku nyampe di Pizza Hut. Cuma ada 12 orang disana: Bram, Hasan, Nana, Didi, Karin, Vella, Nanda, Mega, Ponti, Fariz, Dhani, Apri. Plus Putri yang dateng belakangan. Segera saja kita pesen makanan, beberapa loyang pizza ukuran large, beberapa spaghetti, garlic bread dan teman2nya, plus beberapa gelas minuman dan beberapa pitcher coca cola. Duh kenapa mesti coca cola ya, kan coca cola termasuk salah satu perusahaan yang ikut menyumbang untuk Israel?
Namanya juga farewell party, mungkin ini terakhir kalinya kita bisa ngumpul bareng2 lagi. Ke-20 ekor makhluk yang sedianya tergabung dalam tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, kini harus berpisah dan melaksanakan KKN dengan timnya masing2, terpisah satu sama lain. Jadilah kita puas2in acara makan2 ini. Dipuas2in nya bukan karena ini acara farewell party, tapi karena ini makannya dibayarin! Ohohohoho… Dan terhitung malam ini aku udah makan 4 slice pizza, 6 slice garlic bread dan sekian gelas coca cola.
Di penghujung acara, akhirnya Dhani buka suara kenapa dia mau bayarin kita semua ini. Ini karena pada tanggal 8 Juni kemaren, dia baru aja jadian sama Fariz si anak onta. Wuaouw… Ini dia salah satu manfaat tim KKN. Selain untuk nambah temen, ngejar sks dan nyari nilai, juga bisa buat cari jodoh! Felicitation!
Jam 9-an semua makanan udah abis disantap. Dan kita juga udah berkali2 dipelototin orang2 gara sepanjang makan mulutnya nggak berhenti bersuara, ditambah lagi ketawanya Ponti yang bisa bikin anak kecil nangis. Dengan sangat tau diri, kita pun izin pamitan sama pegawai2 Pizza Hut. Nggak lupa kita foto2 dulu rame2 di depan Pizza Hut. Foto2 yang mungkin bakalan jadi foto terakhir kita. Uhuuhuhuhu… Huiks huiks…
Niatnya, abis makan kita pada pengen karaokean. Apri, Mega sama Nanda udah pada setuju. Apalagi Nana, yang paling semangat goyang kalo lagi karaoekean. Plus Hasan, dengan bermodalkan sebuah tiang, maka Hasan udah persis banget kaya penari striptease profesional! Tapi karena yang lain udah pada kecapekan, dan Fariz selaku donatur utama juga nggak berkenan, akhirnya kita nggak jadi karaokean deh.
Dan seiring dengan malam yang semakin larut, kita pun pulang kerumah masing2. Hasan sama Nanda nebeng di mobil ku. Sementara meja dan kursi Pizza Hut itu menjadi saksi bisu farewell party kita malam ini, karena di esok hari belom tentu kita semua bisa berkumpul kaya gini lagi.
21.30 – 21.50
Lokasi: Pizza Hut tugu – Pogung Kidul – Karangwuni
Aktivitas: Pulang
Hoaaaahmm… Ngantuk… Selepas dari Pizza Hut, aku mulangin Nanda dan Hasan ke kosan masing2. Dan kemudian aku beranjak pulang ke kosan ku sendiri, berteman radiotape mobil yang lagi nyetel lagu J-Rocks dari kaset. “Kini ku ingin… Pergi darimu… Tak kan ada yang bisa menahanku lagi…”
21.50 – 00.00
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Istirahat? Belom waktunya!
Biarpun raga ini telah letih, biarpun mata ini telah ngantuk, biarpun kaki ini telah lelah, biarpun badan ini telah kurus dan biarpun otak ini telah cacingan, tapi malem ini aku nggak boleh langsung tidur. Sejujurnya malam ini aku merasa bahagia karena telah dipertemukan dengan ke-20 ekor anak manusia di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)”, sekalipun ujungnya harus berpisah juga. Dan perasaan bahagia itulah yang membuat aku masih terjaga sampai detik ini.
Tapi bukan itu yang bikin aku nggak boleh tidur, melainkan karena aku belom ngerjain laporan paktikum radiokimia! Batas akhir pengumpulan laporan masih 15 jam lagi, dan sampai detik ini aku masih belom selesai ngerjain.
Dari tadi seharian Rio sms aku, nanya kapan aku bakalan ngerjain laporannya, soalnya dia mau minjem yang itung2annya. Dengan jujur aku jawab bahwa aku baru bisa ngerjain ntar malem banget, soalnya hari ini aku banyak kegiatan. Dan memenuhi janji ku pada Rio, akhirnya aku emang baru bisa ngerjain laporan itu malem ini, disaat semua orang mungkin udah pada mimpi indah dalam kasurnya masing2. Malemnya mimpi, besok paginya keramas deh. Ups, Astagfirullah…
Bermodal pulpen, aku segera mengerjakan laporan itu. Ngerjainnya bener atau salah itu nggak penting, yang penting laporannya selesai!
Di tengah2 ngerjain laporan, perasaan bahagia campur sedih gara2 mesti berpisah sama tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” masih tetep ada. Akhirnya sejenak aku istirahat dari ngerjain laporan, aku ambil handphone Nokia 6680 ku dan segera mengetik sebuah sms,
“Temen2 tim KKN Lombok almarhum, terima kasih banyak atas segala kebersamaan kita selama ini. C-Kink Cute mohon maaf sebesar2nya kalo pernah berbuat salah. Jika selama ini ada kekurangan mohon dimaafkan dan jika ada kelebihan mohon dikembalikan. Semoga suatu hari nanti kira semua bisa dipertemukan kembali di resepsi pernikahannya Fariz dan Dhani. Insya Allah”
Lalu aku kirim ke temen2 KKN ku. Dan aku kembali berkutat dengan laporan praktikum radiokimia. Nggak berapa lama handphone ku kembali berdering, dapet balesan dari temen2 atas sms barusan. Tapi karena aku udah nggak punya banyak energi lagi (baca: pulsa) jadi aku hanya bisa membacanya dan kembali sibuk mengutak-atik angka2 dalam laporan praktikum.
00.00 – 00.50
Lokasi: Kosan Karangwuni C-19
Aktivitas: Hooooaaaaaahmm… J’ai sommeil! Je veux dormir maintenant!
Lepas tengah malem, laporan masih belom beres juga. Padahal besok pagi, eh nanti pagi mau dipinjem sama Rio. Malem ini baru itung2annya doang yang udah selesai. Akhirnya daripada besok eh nanti aku kesiangan, akhirnya aku memutuskan untuk tidur dulu sejenak dan ngerjainnya dilanjutin lagi abis Subuh nanti.
Segera aku kemasin berkas2 laporan ku dan beranjak tidur. Sebelomnya aku ngeliat buku les bahasa Prancis ku yang tergeletak, dan aku ingat bahwa nanti malem aku ujian les Prancis level 2, sementara aku belom belajar sedikitpun! Yah nggak apa2 lah, Allah tau apa yang terbaik bagi hamba2Nya. Aku tinggalkan laporan praktikum ku dengan azzam bakalan ngerjain besok pagi, serta aku tinggalkan buku les bahasa Prancis ku dengan niat bakalan belajar entah kapan, kalo masih ada umur.
Dan sejurus kemudian aku pun terlelap. Zzzzzz…. Groooook… Zzzzzz…
2 comments June 13, 2009
Aku Tau
Aku tau aku ini blo’on
Lebih blo’on dari yang mereka bayangkan
Lebih blo’on dari yang terblo’on
Aku tau aku ini lembek
Lebih lembek dari yang mereka lihat
Lebih lembek dari apa yang ada di telapak kakimu
Aku tau aku ini pecundang
Yang sudah sangat pecundang
Bahkan lebih pecundang daripada pecundang itu sendiri
Dan aku juga tau
Bahwa aku tak pantas untuk hidup lebih lama lagi
Segeralah bawa aku pergi
Meninggalkan dunia ini
Secepatnya
C-Kink
Yogyakarta, Juni 2009
Add comment June 13, 2009
FarewellLombok
Minggu sore, 7 Juni 2009, seperti biasa 20 ekor anak manusia yang tergabung dalam tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” mengadakan rapat rutin di pelataran KPTU. Sekalipun nggak semua 20 ekor yang hadir di rapat ini. Rapat yang mungkin, menjadi rapat untuk terakhir kalinya. Kalo pun bukan yang terakhir, ya berarti jadi rapat yang kedua sebelom terakhir. Kalo pun bukan juga, berarti rapat ketiga sebelom terakhir. Atau keempat sebelom terakhir. Atau kelima sebelom terakhir. Dan seterusnya dan seterusnya…
Kenapa rapat terakhir? Karena ke-20 ekor makhluk cacingan yang tergabung dalam tim tersebut, hampir 99.99% dipastikan harus bercerai dari bahtera rumah tangga yang telah dijalaninya selama ini. Uhuhuhuhu… Huiks huiks…Sroooot…
Pada akhirnya, semua harapan dan impian kita untuk menjalani liburan bermutu selama 2 bulan di Lombok harus dibatalkan. Bukan cuma dibatalkan, tapi ke-20 ekor makhluk yang namanya telah terdaftar di sini juga harus dipecah dan disebar ke tim2 KKN lainnya. Artinya, udah kita nggak jadi berangkat ke Lombok, kita pun harus menjalani KKN sendiri2 dengan tim yang terpisah. Buajigur tenan…
Perkembangan terakhir dari Bramantya Utami Rahmasari selaku “Ketua Unit KKN PBA Lombok (Insya Allah)” menyatakan bahwa sampai detik ini, 1 bulan sebelom keberangkatan, belom ada izin dari Pemda Lombok bahwa kita boleh melaksanakan KKN PBA di sana. Nggak tau kenapa bisa gitu. Ya emang beginilah birokrasi di Indonesia, lebih ribet dan lebih kusut serta lebih keriting daripada rambutnya Budi Anduk sekalipun.
Terus, dulu waktu kita registrasi KKN, tema “KKN PBA Lombok” belom masuk ke LPPM. Jadi waktu disuruh masukin tema, kita milihnya “belum menentukan tema”. Dan Bu Wiwin, dosen FIB yang juga orang dari Komisi Pemberantasan Buta Aksara, menjajikan bahwa setelah tema itu terdaftar, beliau bakal segera memasukkan nama kita ke tema tersebut.
Tapi sampai hari ini, tema itu masih belom terdaftar juga. Dan LPPM telah terlanjur memplotting orang2 yang “belem menentukan tema” secara acak ke tema2 lain yang masih kekurangan orang. Jadi pada rilis daftar terbaru dari LPPM, ke-20 orang di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” telah diplotting secara acak di tim2 KKN lain. Sebagai contoh, aku atas nama C-Kink Cute barengan sama M. Sultan Iskandarsyah alias Nanda si Anak Setan, terdaftar di KKN Pemilu, daerah Klaten 3. Bram selaku Ketua Unit tim ini, terdaftar di tim KKN di Pekalongan. Dan Fariz si Anak Onta, terdaftar di tim dengan tema “Sosialisasi Peningkatan Kualitas Susu Sapi Perah” di Boyolali. Masa iya onta minum susu sapi? Baru liat kaaan, susu kaya gini…
Beberapa orang di antara kita malah udah pernah dihubungin sama timnya masing2. Nana udah berkali2 di sms sama tim KKN Gunung Kidulnya, dan sebagai orang baru yang udah terima jadi dan nggak ikut kerja dari awal (survey tempat, bikin proposal, nyari dana dll), seakan2 ada resistansi dari orang2 di tim KKN tersebut terhadap Nana selaku orang baru. Hal ini membuat Nana 100% nggak betah sehingga ingin rasanya dia segera mengakhiri hidup ini dengan menenggak sebotol Baygon sampe habis. Jangan lupa Baygonnya dikasih gula, biar rasanya manis!
Dan yang paling menyedihkan adalah, Bu Wiwin yang awalnya “menjajikan” bahwa nama2 kita akan ditarik dari plottingan LPPM untuk dimasukkan ke dalam tim tersendiri, ternyata hari ini dia “tidak berkuasa” untuk “menarik” nama kita dari daftar yang udah dibuat oleh LPPM. Dalam artian, ke-20 ekor makhluk di tim “KKN PBA Lombok (Insya Allah)” telah tertutup kemungkinannya untuk melaksanakan KKN bareng2. Bu Wiwin tak punya daya dan upaya untuk melakukannya. Membuat kita sakit hati dibuatnya, mengingat beberapa bulan lalu beliaulah yang mengatakan bahwa “Silahkan kalian daftar dulu, tanpa tema. Nanti kalo kalian udah diplotting ke tema tertentu, biar saya yang narik nama2 kalian untuk dimasukkin ke KKN PBA!”
Tapi apapun yang terjadi, nasi telah menjadi bubur. Sementara bubur ayam depan gang harganya 4000 rupiah semangkok. Terus apa hubungannya?
Ya intinya, impian kita semua untuk melaksanakan program Pemberantasan Buta Aksara di Lombok akhirnya pupus sudah. Plus, kini kita pun harus menjalani hari2 kita dengan tim KKN kita masing2. Nggak akan ada lagi tampang sangar Fariz. Nggak akan ada lagi tawa nyablak Ponti. Nggak akan ada lagi jempol cantengan Bram. Nggak akan ada lagi denda2an Putri. Nggak akan ada lagi senyum manis Didi (Hueeeek…). Nggak akan ada lagi wajah imut C-Kink. Nggak akan ada lagi rapat di KPTU. Dan nggak akan ada lagi…
Kini kita semua harus mempersiapkan diri menjalani 2 bulan kedepan dengan orang2 baru. Orang2 yang mungkin belom kita kenal sama sekali. Orang2 yang mungkin akan bersikap sinis terhadap kita selaku pendatang, yang udah tinggal terima jadi. Orang2 yang mungkin nggak lebih imut dari C-Kink dan nggak lebih melas daripada Hasan, serta nggak lebih lebar daripada Ponti. Ups…
Dan sebelom tim “KKN PBA Lombok Insya Allah” resmi dibubarkan, maka izinkanlah aku atas nama C-Kink Cute yang hina dina kurus begeng kerempeng serta cacingan ini untuk mengucapkan kata2 terakhir kepada kalian semua…
- Nicky, ajarkan aku ilmu2 untuk mempersiapkan diri menghadapi pegunungan yang terjal itu, saudara!
- Jafar, jangan lupa tentang semua harapan dan impian kita untuk makan siang bareng di Bu Siti! Gyaaaaa…
- Didi, suaranya kalo nyanyi serak2 basah gitu loh, mirip suaranya Rhoma Irama keselek sendal jepit! Hihihihihihi.
- Bram, pak Ketua yang jempol kakinya cantengan… Selaku anak buah, maafkan kami semua yang susah diatur ini. Dan mohon maaf juga jika selama ini kami ada salah dan lupa. Semoga amal ibadah jempol kakimu diterima di sisi-Nya…
- Dani, acara Djarum yang sering kamu ikutin itu apa ya? Aku juga mau ikutan duonks… Dan kita tunggu undangan resepsi pernikahannya ya! Fariz oh Fariz…
- Ponti, walaupun mungkin tim kita nggak lagi bersama, tapi jagalah Fariz selalu di dalam hatimu… Eh tapi Fariz mah udah diambil Dani sekarang.
- Naga, selaku anak Geodesi tolong siapin pemetaan tanah kuburan yang cocok buat aku. 2 x 3 meter aja juga udah cukup kok.
- Nana, kalo goyang hot juga loh! Ayo kapan mau ngebor lagi? “Datanglaaaah… Aku menunggumu disini…”
- Vella, apa kabar Vella? Baik2 aja kah?
- Karin, minta senyumnya dooooonk… Huehehehe.
- Daru, biarpun kita nggak lagi berada di tim KKN yang sama, tapi kosan kita tetep di Karangwuni C-19 kan? Ya iya lah, masa ya iya donk…
- Dedi, kemana aja nih kok jarang keliatan ya?
- Vita, nyok karaokean nyoooook! Kalo kamu sempet baca CV-ku, itu aku punya +- 40 lagu ciptaan, silahkan kalo mau kamu nyanyiin. Siapa tau ada produser yang ngelirik. Ngelirik aku lho, bukan ngelirik kamu. Ohohohoho.
- Putri, terima kasih atas segala ketulusannya untuk berujar “Eh jangan salah, C-Kink suaranya bagus lho!” +- 20 tahun aku hidup akhirnya ada juga yang memuji suaraku. Gyaaaaaa…
- C-Kink, loh C-Kink kan aku sendiri? Ya nggak apa2, tetep imut selalu ya!
- Hasan, Mega, Nanda, Fariz, Apri, nggak usah comment apa2 ya, udah bosen setiap hari ketemu melulu di jurusan.
- Ibu Wiwin, semoga jangan sampe anak perempuan saya nanti kelakuannya mirip sama Ibu. Astagfirullah…
Terima kasih atas segala kebersamaan kita selama ini. Semoga suatu hari nanti, kita bisa dipertemukan kembali, entah dimana. Dan jika suatu hari nanti kita telah menjadi orang besar, ingatlah bahwa dulu kita pernah saling mengenal, pernah berada dalam satu hati yang sama. Dan kalaupun ternyata kalian telah lupa, maka sesungguhnya aku akan selalu mengingatnya, Insya Allah.
Yogyakarta, Juni 2009
Karangwuni C-19, kosan yang sama kaya kosannya Daru, cuma beda kamar
2 comments June 13, 2009
KekonyolanAkhirPeriode
Kekonyolan Akhir Periode: Cincin Emas DPR!
Konyol! Lagi-lagi konyol! 100% konyol! Sumpah konyol! Astagfirullah, konyol!
Seperti biasa, salah satu lembaga paling konyol di negara kita, sebut saja Dewan Perwakilan Rakyat alias DPR (memang nama sebenarnya), semakin hari bertindak semakin konyol dan lebih konyol lagi.
Menjelang akhir masa kepengurusan 5 tahunan mereka sejak tahun 2004 lalu, para anggota dewan yang terhormat mengusulkan untuk memberikan diri mereka sebuah cenderamata atas jerih payah mereka duduk di kursi DPR selama 5 tahun ini. Mereka menginginkan sebuah kenang-kenangan untuk itu. Dan, cenderamata yang mereka usulkan pun tidak tanggung-tanggung, yaitu cincin emas 24 karat sebesar 10 gram untuk setiap orang!
Diperkirakan, total anggaran yang akan dikeluarkan untuk cincin tersebut berjumlah Rp 1,9 miliar untuk ke-550 anggota DPR! Lalu dari mana anggaran tersebut berasal? Tentunya dari anggaran negara. Wuaouw, benar-benar pemborosan yang luar biasa!
Entah apa lagi yang ada di benak para anggota DPR saat ini, apakah mereka tidak pernah cukup dengan semua yang telah mereka terima selama 5 tahun menjabat sebagai wakil rakyat di DPR? Dengan perkiraan alokasi dana sebesar itu, diperkirakan setiap orang akan mendapat cincin seharga Rp 3,45 juta rupiah.
Mungkin, bagi mereka yang sehari-hari berpergian dengan Mercedes-Benz, angka sebesar itu tidaklah begitu berarti. Tapi taukah mereka bahwa dengan dana sebesar itu bisa untuk membiayai kuliah 1 semester untuk +- 2 orang mahasiswa UGM? Dan dengan keseluruhan dana sebesar Rp 1,9 miliar, maka angka sebesar itu dapat digunakan untuk membiayai perkuliahan 1 semester +- 1100 orang mahasiswa UGM! Bayangkan, 1100 mahasiswa, 1100 calon pemimpin bangsa!
Tapi sekali lagi, entah angin apa yang merasuki pikiran para anggota DPR sehingga mereka tidak peduli dan tidak mau peduli tentang nasib sebagian besar rakyat yang kelaparan. Tentang nasib rakyat yang sekedar membeli kebutuhan sehari-hari pun kesulitan. Lalu, masihkah mereka pantas disebut sebagai wakil rakyat?
Alhamdulillah, di tengah kontroversi seputar pemberian cincin emas tersebut, masih ada berita positif yang kita dapatkan dari beberapa anggota DPR yang insya Allah masih terbuka mata hatinya. Ketua DPR, Agung Laksono menilai kebiasaan pemberian cenderamata di di setiap akhir jabatan masa anggota dewan sudah tidak tepat lagi (Republika, 10 Juni 2009). Begitupun dengan salah satu anggota DPR, Mahfudz Shiddiq, dengan tegas menolak rencana pemberian cincin emas tersebut dan akan mengusulkan kepada Badan Usaha Rumah Tangga (BURT) untuk mengganti cincin tersebut dengan sesuatu yang lebih sederhana dan jauh lebih murah, misalnya plakat atau piagam penghargaan (Republika, 10 Juni 2009).
Ya Allah, kami bingung… Usaha apa lagi yang harus kami lakukan untuk menyadari para pemimpin negeri ini bahwa mereka tidak hidup sendirian. Bahwa di sekitar mereka masih banyak manusia yang membutuhkan. Bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti…
Add comment June 13, 2009
AnakNuklir
1 minggu sebelom makrab nuklir 2006 yang bertempat di villa Green Apple, Kaliurang, 29-30 Mei 2009, sebuah sms dari seekor makhluk nuklir 2006 masuk ke inbox handphone ku.
“Kink bikin mars nuklir 2006 dunk…
Hweheheh
-Mega-”
12:43
20 Mei 2009
Mega Sucipto Santoso, salah satu dari 3 ekor “bunga bangkai” yang tumbuh di Teknik Nuklir 2006, meminta aku yang imut dan six pack ini untuk membuat sebuah lagu tentang nuklir 2006. Ternyata kartu nama ku akhirnya membawa manfaat juga, dimana di kartu nama itu aku menuliskan skill “Loser, Writer, Bassis & Song writer” sebagai kemampuan yang aku punya. Dan kata2 “Song writer” itu akhirnya kini harus dibuktikan untuk memuaskan keinginan syahwat si Mega. Ups, Astagfirullah…
Tapi karena aku bukan cowo gratisan, aku nanya balik ke Mega, berapa dia berani bayar untuk lagu mars nuklir 2006 ini. Dan dia pun menjawab,
“Mega bayar pake senyuman dey!
Kyahahahahahahaha…
-Mega-“
Senyuman? Emang kalo dirupiahin, senyuman Mega harganya berapa? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, perutku bisa kenyang? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, aku bisa membeli kebutuhan hidup sehari2? Apakah hanya dengan modal senyuman Mega, anak-istriku bisa makan? Lebay mode: on!
“Gyahahaha…
Makrab uda jadi yah…
Dinyanyiin disana gituh…
Oke2!
Seep!
-Mega-“
Waduh, dasar manusia jaman sekarang udah berjiwa kapitalis semua, antek2 dari neoliberalisme. Maunya menuntut banyak, tapi nggak mau memberi. Mau menerima, tapi enggan bersedekah. Apa kata dunia? (Kalimat tersebut seharusnya diucapin buat Mega apa buat aku sendiri yah?)
Tapi profesionalisme harus tetap dijaga. Apalah arti sebuah materi duniawi dibandingkan surga dan ridha Allah yang tiada bandingannya. Akhirnya dengan segenap keikhlasan serta ketulusan hati yang tersisa, aku pun langsung mengkonsep dan merumuskan lagu untuk nuklir 2006 beberapa menit setelah sms Mega tersebut, mengingat kebetulan siang itu jam 1 aku juga lagi nggak ada kerjaan.
Aku ambil gitar, kertas, pulpen dan aku mulai bersenandung. Tes tes tes… Satu dua tiga… Pap cuap pap pap cuap… Pap cuap pap pap cuap… Jreeeng… Jreeeeng…
2 jam kemudian…
Lagu yang diminta Mega itu akhirnya jadi juga. Setelah mengalami perombakan nada serta perapihan lirik disana-sini, lagu itu bisa tercipta dengan sukses sekitar jam 3-an. Dan selaku komposer yang profesional, aku langsung menghubungi si pe-request lagu dan memberikan laporan bahwa lagu yang dia minta sudah jadi. Mendengar laporan tersebut, Mega selaku pe-request lagu memberikan respon,
“Kyaaaa
Cepat banget bikinnya,
-Mega-“
15:57
20 Mei 2009
Iya, terima kasih atas apresiasinya. Tapi kembali lagi ke bahasan awal, berani bayar berapa untuk lagu ini? Kalo si DewiQ kan 1 lagu ciptaannya bisa berharga sampe 1 milyar rupiah. Nah kalo aku, silahkan perkirakan sendiri berapa harga yang pantas untuk lagu ciptaan seekor C-Kink. Hohohohoho…
Dan seperti tujuan semula, akhirnya lagu ini bisa dibawakan dengan sangat tidak sukses pada acara makrab nuklir 2006 di villa Green Apple, Kaliurang. Karena waktu itu lagu ini belom sempet aku rekam dan aku publish kepada khalayak umum, jadilah di acara makrab itu aku harus perform sendirian, dalam artian aku sendiri yang main gitar dan aku juga yang nyanyi. Dan hasilnya, akibat mendengar suaraku yang mirip banget sama suaranya Jason Mraz keselek gerobak angkringan, sebagian peserta makrab harus menderita gangguan lambung dan pencernaan, plus muntah!
Ya udah, itulah kira2 sejarah tentang terciptanya sebuah lagu tentang nuklir 2006, yang aku kasih judul “Anak Nuklir”. Mau tau liriknya kaya gimana? Ini ada kok dibawah. Silahkan dibaca…
Mei 2009
Anak Nuklir
C-Kink
Kawan semua cobalah kau dengarkan
Sebuah nyanyian yang tak terlupakan
Tentang sekumpulan anak manusia
Anak Teknik Nuklir itu adalah kita
Teknik Nuklir adalah ilmu kita
Reaksi fisi neutron biasa untuk kita
Dan uranium jadi santapan kita
Serta Geiger-Muller dia teman kita
Walaupun banyak yang ketakutan
Katanya anak nuklir harus nikah duluan
Ayolah hiraukan dan berpegangan
Nuklir bersatu tak terkalahkan
Reff:
Kita adalah anak Teknik Nuklir
Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada
Walau kita dihina walau kita dicerca
Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya
Bidang ilmu kita ada banyak macamnya
Mulai gambar teknik dan kalkulus dua
Serta komputasi dan radiokimia
Material nuklir juga mekanika fluida
Walaupun bayak yang tidak percaya
PLTN kan ada di Indonesia
Ayolah kawan kita bersama
Membuat PLTN menjadi nyata
Reff:
Kita adalah anak Teknik Nuklir
Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada
Walau kita dihina walau kita dicerca
Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya
Jangan pernah lupa
Nuklir adalah anugrah Yang Kuasa
Marilah bersama
Menguasainya
Memanfaatkannya
Nuklir untuk Indonesia
Reff:
Kita adalah anak Teknik Nuklir
Yang akan menghadapi semua tantangan yang ada
Walau kita dihina walau kita dicerca
Namun kita yakin bahwa nuklir akan selalu berjaya
***
Oiya, buat kamu2 semua yang mau dapetin lagu diatas, silahkan kirim email ke c_kink_noa_zoro@yahoo.com dengan judul “minta lagu anak nuklir”. Nanti Insya Allah bakalan dapet reply dari aku plus lagu “Anak Nuklir” di dalemnya. Tapi lagu ini jangan dibajak dan jangan dikomersialkan lho ya…
Ya udah deh segini aja. Terus apa inti dari tulisan ini? Nggak lain dan nggak bukan adalah untuk numpang promosi lagu. Ohohohoho… Nggak cuma promosi aja, tapi juga sekalian jual diri, bahwa aku punya rezeki lebih untuk bikin lagu. Jadi silahkan aja kalo ada yang mau minta dibikinin lagu, ntar Insya Allah bakalan dibuatin deh! Mau mau mau?
Add comment June 13, 2009
MenkoEksternal#5
Udah jadi tanggung jawab gue buat nulis tulisan tentang Menko Eksternal tiap bulannya. Dan hari ini, sambil dengerin lagu2nya Depapepe, inilah yang bisa gue ceritain tentang bulan ke-5 dimana gue menjalani hari2 selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM.
Dari sisi perkuliahan dan akademik, bulan Mei ini gue disibukkin dengan laporan yang kejar tayang, kaya sinetron2. Di penghujung semester pekuliahan, seperti biasa banyak tugas2 yang dikashi para dosen untuk kejar setoran. Serta tugas2 berbentuk presentasi yang juga nggak boleh dilupakan. Jadi dengan segala kesibukan itu semua, eksistensi gue di acara2 BEM agak berkurang di bulan Mei ini. Plus, selama 1 minggu di awal Mei gue juga menyempatkan diri untuk pulang kampung ke Depok tercinta, bertemu sanak saudara dan handai taulan. Soalnya kalo nggak pulang sekarang, mungkin besok2 gue nggak bakalan sempet pulang lagi. Kan akika mau KKN boo…
Oke, sekarang mari kita beralih apa aja yang terjadi di bulan Mei. Diawali dari tanggal 2 dan 3 Mei. Makrab, makrab dan makrab. Lagi2 makrab. Kali ini yang makrab adalah Departemen Medpro yang digabung sama Biro Humas, mengingat sedikitnya sumber daya manusia yang mereka punya. Sekalian juga makrab ini digabung sama acara pembubaran panitia HPTT 63. Seperti biasa, diadain di Pantai Parangkusumo. Dan meskipun gue sering banget makrab di pantai, tapi nggak pernah sekalipun gue ngeliat ada temen2 gue yang pake bikini! Kenapa ya? Astagfirullah…
Kemudian gue menyempatkan diri untuk pulang kampung ke Depok selama 1 minggu, untuk mencicipi masakan2 buatan Pudji Indrawati alias nyokap gue yang enakna tak tertandingi. Setelah gue balik dari Depok, gue langsung disambut dengan acara BEM Athlon yang diampu oleh Bejo Suro selaku Menko Internal. BEM Athlon ini adalah serangkaian acara yang mempertandingkan Departemen2 di BEM. Ada lomba masak, voli, futsal dan cerdas cermat.
Yang pertama adalah lomba masak. Gue, Miftah dan Bejo Suro kebagian jatah buat jadi juri. Sementara pesertanya adalah Departemen2 yang berlomba2 menyajikan masakan paling enak yang mereka bisa untuk dinilai oleh para juri. Gue sempet khawatir juga jadi juri lomba masak, yang harus menilai masakan peserta dengan cara mencicipinya. Gue takut, setelah mencicipi masakan peserta, hidup gue harus berakhir di rumah sakit akibat keracunan makanan!
Tapi ternyata itu nggak terjadi. Nggak terjadi atau belom terjadi ya? Alhamdulillah racun dari para peserta nggak mempan di tubuh gue. Dan pada akhirnya Technopreneurship Department meraih juara di lomba masak ini. Gara2 ada si Ana Yunita Masura selaku kokinya.
Besok paginya, masih dalam rangkaian acara BEM Athlon, adalah pertandingan futsal antara PH (Pengurus Harian) lawan Departemen Kastrat. Disini gue tergabung selaku tim PH, ngelawan mantan rekan2 gue di Kastrat. Sekalipun gue masih punya ikatan emosional dengan Kastrat, tapi profesionalitas harus tetep dijunjung tinggi. Dan pada akhirnya, pertandingan dimenangkan oleh tim PH dengan skor 5-4, dimana gue selaku striker yang duet dengan Nalar Sujancuk mencetak 2 gol dan sisanya diborong oleh Nalar sendiri.
Setelah itu, udah nggak ada lagi acara yang gue ikutin, kecuali Teleskop. Itu pun gue cuma nyampah doang, cuma numpang minta sarapan gratisan. Dan di minggu2 terakhir bulan Mei, gue bertiga bareng Miftah dan Bejo Suro kebagian jatah buat ngewawancarain anak2 BEM dalam rangkaian agenda kaderisasi.
Ya udah deh, kira2 cuma itu kegiatan gue selaku Menko Eksternal di bulan Mei ini. Ke depannya masih ada bulan Juni yang mungkin bakalan jadi bulan terakhir gue memangku jabatan sebagai Menko Eksternal BEM KMFT UGM. Kenapa? Soalnya Insya Allah bulan Juli dan Agustus nanti, gue harus melaksanakan KKN di Klaten (KKN nya nggak jadi di Lombok loh! Uhuhuhuhu… Huiks huiks…).
Jadi, selama 2 bulan gue bakalan vakum dari sega macem kegiatan BEM2an. Dan setelah 2 bulan itu, apakah di bulan September ketika gue kembali nanti, nama gue masih akan tercantum di struktur organisasi BEM KMFT UGM? Biarlah waktu yang akan menjawabnya…
Add comment June 13, 2009
SemangatKebangkitanNasional
Semangat Kebangkitan Nasional Menuju Indonesia Yang Lebih Baik
Semangat Kebangkitan Nasional, Semangat yang Kini Telah Terlupakan
C-Kink, Teknik Nuklir 2006, 085691013852
Mungkin tidak banyak yang tahu, tidak banyak yang menyadari, dan mungkin tidak banyak yang memperhatikan. Bahwa sesungguhnya pada tanggal 20 Mei kemarin, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini merayakan apa yang dinamakan “Hari Kebangkitan Nasional”, mengacu kepada sejarah panjang bangsa ini ketika Budi Utomo mempelopori berdirinya organisasi-organisasi pergerakan nasional untuk kemerdekaan negara ini.
Entah apakah kita lupa atau memang kita sengaja melupakannya. Dan entah apakah kita tidak tahu atau memang tidak mau tahu. Momentum hari kebangkitan nasional yang sejatinya bisa kita manfaatkan, kini telah berlalu begitu saja. Tanpa makna. Tanpa arti. Seakan-akan tiada bedanya dengan hari-hari lainnya, hari-hari dimana tidak pernah sedikitpun kita memikirkan nasib negara ini, walau hanya seujung genggaman.
Bila kita melihat kembali pada masa 101 tahun lalu, dimana saat itu negara ini sedang berada dalam genggaman penjajah Belanda, semangat kebangkitan nasional adalah sesuatu yang sangat tinggi nilainya. Bagaimana ketika itu organisasi-organisasi pergerakan nasional dengan gagah berani memproklamirkan tekadnya untuk memerdekakan negara ini dari cengkraman Belanda. Suatu hal yang ketika itu mungkin tidak semua orang mampu berpikir sedemikian besarnya.
Ketika sebagian rakyat bingung dan berputus asa bagaimana cara menghadapi kedzhaliman Belanda, dan ketika sebagian rakyat lainnya merasa nyaman menjadi sekutu dekat Belanda, para pejuang negara ini telah mampu berpikir besar. Berpikir untuk tidak lagi menjadi budak penjajah. Berpikir untuk tidak lagi bersembunyi di balik ketiak penjajah. Dan berpikir, bagaimana caranya supaya bangsa ini bisa merdeka, berdaulat, mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri!
Lalu mereka membulatkan tekad tersebut dalam suatu momentum yang hari ini kita kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Dan pada akhirnya, atas berkat izin Allah swt, negara ini mampu memperolkeh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Suatu anugerah yang sangat-sangat tidak ternilai harganya.
Semua itu berawal dari semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dipelopori oleh para pemuda dan pejuang yang berani berpikir besar untuk masa depan bangsa ini. Sekalipun pada akhirnya perlu waktu 37 tahun untuk mewujudkannya.
Dan sekarang, mari kita beralih ke hari ini. Hari dimana negara ini telah mendekati 64 tahun kemerdekaannya. Masih adakah semangat kebangkitan nasional itu di dalam dada kita? Masihkah itu tersisa, walaupun hanya sedikit?
Seandainya saja para pejuang kebangkitan nasional itu masih hidup dan melihat keadaan kita hari ini, mungkin mereka akan menangis. Menangisi keadaan negara ini yang semakin jauh dari nilai-nilai dan semangat kebangsaan. Menangisi negara ini yang meskipun secara fisik telah merdeka, tapi secara kasat mata negara ini masih belum merdeka dalam makna sebenarnya. Mungkin mereka pun juga ingin marah, tapi apa daya raga telah terlalu lemah.
Negara ini akan segera memperingati 64 tahun hari kemerdekaannya, kemerdekaan yang dipelopori oleh semangat kebangkitan nasional para pendahulu kita untuk berpikir global, meninggalkan baju-baju kedaerahan. Tapi, apa saja yang telah kita peroleh selama 64 tahun ini?
Sudahkah kita mampu berdiri sendiri? Sudahkah anak-anak sekolah mendapatkan pendidikan secara layak? Sudahkah para petani dan nelayan terjamin masa depannya? Sudahkah guru dan pendidik mendapat apresiasi atas niat tulusnya? Sudahkah kesejahteraan hidup tersebar secara merata? Sudahkah anak-anak negeri menikmati hasil kekayaan tanahnya sendiri? Sudahkah?
“Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” Sebuah pertanyaan yang sangat wajar untuk kita tanyakan hari ini. Mengapa? Karena jika kita sadari, keadaan kita hari ini tidak lebih baik dibanding apa yang terjadi 100 tahun lalu!
Siapa yang tidak kenal Freeport? Perusahaan multinasional yang sejak lama telah mengambil kekayaan alam negara ini, namun entah mengapa pemerintah tetap saja membiarkannya. Indosat, aset penting negara yang sahamnya kini telah jatuh ke tangan asing. Begitupun dengan BUMN-BUMN lain yang terancam diobral kepada para korporat-korporat asing. Jangan lupa juga dengan utang-utang negara yang entah mengapa seakan-akan tidak pernah ada habisnya.
Semua itu diperparah dengan tingkah laku para pemimpin negara ini. Para anggota legislatif yang seharusnya duduk di sana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, lebih memilih untuk mengenyangkan perutnya sendiri daripada perut mereka yang memilihnya pada pemilu. Para korporat antek-antek kapitalisme yang dengan sadar membunuh bangsa ini secara perlahan. Serta media massa yang dengan bangganya menonjolkan budaya asing yang bisa merusak keutuhan negara kita.
Dengan melihat hal itu semua, maka sekali lagi rasanya sangatlah pantas jika pertanyaan ini ditujukan kepada kita semua, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?”
Ada yang hilang dari bangsa ini. Sesuatu yang kini telah dilupakan oleh banyak orang. Sesuatu yang dulu menjadi modal kita untuk merdeka, tapi kini telah terkubur bersama jasad para pahlawan. Sesuatu yang bernama: “Semangat!” Ya, semangat! Semangat kebangkitan nasional!
Bangsa ini telah kehilangan semangatnya. Lebih khususnya lagi, semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dulu mampu menyatukan tekad seluruh pemuda untuk merumuskan harapan akan Indonesia yang bebas dari cengkraman penjajah. Semangat yang mampu menepiskan ego-ego pribadi dan kedaerahan demi satu tujan, Indonesia merdeka. Semangat yang setelah 37 tahun lamanya akhirnya mampu membawa negara ini meraih kemerdekaannya!
Itu semua adalah aplikasi dari semangat kebangkitan nasional di masa lalu. Lalu, apa relevansinya antara semangat kebangkitan nasional dengan hari ini?
Secara fisik, bangsa kita telah merdeka. Itu jelas, bahkan PBB pun mengakuinya. Tapi apakah kita telah merdeka dari aspek-aspek lainnya? Dari aspek kemandirian ekonomi? Dari aspek merdeka akan rasa takut? Dari aspek merdeka terhadap rasa cemas akan masa depan yang semakin tidak jelas?
Disinilah, salah satu peran penting bagi semangat kebangkitan nasional untuk membangun kembali bangsa ini. Sekalipun kita telah merdeka, tapi harapannya hal itu tidak sedikitpun mampu menyurutkan semangat kita untuk meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu. Justru dengan kemerdekaan yang telah kita raih ini, semestinya kita bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa kita lakukan ketika kita masih dalam cengkraman penjajah.
Zamrud khatulistiwa yang indah ini, dengan ribuan gunungnya, hamparan pantainya, biru lautnya dan segala kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya, adalah milik kita sendiri. Lalu mengapa dengan bodohnya kita rela melepaskan itu semua ke tangan korporat-korporat asing?
Pemerintah, dalam hal ini eksekutif dan legislatif serta komponen-komponen lainnya, adalah orang-orang terpilih yang mendapat amanah untuk meniptakan tatanan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh penduduknya. Serta, memberikan jaminan kepada rakyat terhadap kebebasan dari rasa takut dan rasa cemas akan masalah kesejahteraan dalam kehidupan. Tapi mengapa, pemerintah justru semakin membuat rakyat yang memang sudah susah menjadi semakin susah?
Kita perlu membangkitkan kembali sesuatu yang hilang itu. Ya, kita perlu untuk memunculkan kembali semangat kebangkitan nasional yang selama ini telah hilang dari diri kita. Semangat untuk maju. Semangat untuk bangkit. Semangat untuk berdiri di atas kaki sendiri. Semangat untuk memberikan yang terbaik yang kita punya, untuk Indonesia!
Nyalakan lagi api semangat itu! Terangi setiap jengkal tanah air Indonesia dengan semangat yang menyala! Bakar kembali rasa kebangkitan nasional di dalam dada kita! Sinarilah sanubari kita dengan perasaan bangga, bangga bahwa kita terlahir sebagai bangsa Indonesia!
Dan tidak ada salahnya untuk memanfaatkan momentum hari kebangkitan nasional ini untuk men-charging kembali semangat kita. Semangat yang dulu mampu membuat para pendahulu kita membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Dengan semangat ini, akan kita buktikan bahwa kita mampu. Akan kita buktikan bahwa Indonesia mampu. Mampu untuk berdiri di atas kaki sendiri. Mampu untuk berkata “tidak” kepada korporat-korporat kapitalis asing. Mampu untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh penduduknya. Dan mampu untuk membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia masih ada!
Hari ini, kita tahu seperti apa realita yang terjadi di negara ini. Tapi sekali lagi, tidak pernah ada kata terlambat. Mari bersama-sama, kita tumbuh suburkan kembali semangat kebangkitan nasional di dalam dada kita. Kita bawa semangat itu dalam setiap langkah dan setiap sendi denyut nadi kehidupan kita. Sehingga jika suatu hari nanti pertanyaan itu muncul lagi, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” maka dengan tegas kita akan menjawab, “MASIH ADA!” Insya Allah.
Add comment June 13, 2009