Archive for September, 2009

C-KinkCuteContainer

Publikasi C2C Container

Add comment September 14, 2009

C-KinkCuteCell

Publikasi C2C Cell

Add comment September 14, 2009

Berwarna

“Seharusnya hidup ini penuh dengan warna-warni. Kalaupun ternyata dia tidak berwarna, maka akulah yang akan mewarnainya!”

Kalimat tersebut aku jadikan status di facebook ku pada hari Sabtu 29 Agustus dini hari yang lalu. Dan sampai detik ini, Senin 31 Agustus 2009, sudah ada 8 orang yang menyukai kalimat tersebut dan 7 comment yang masuk, yang sebagian besar lebih banyak becandanya.

Ya, seharusnya hidup ini penuh dengan warna-warni. Apa jadinya jika layar televisi hanya menampilkan warna hitam dan putih? Apa jadinya jika menu makanan hanya nasi dan air putih? Apa jadinya jika pelangi tidak memiliki 7 warna?

Aku ingin melakukan banyak hal baru.

Aku ingin pergi ke tempat-tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya.

Aku ingin melakukan hal-hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.

Aku ingin memainkan apa yang belum pernah aku mainkan sebelumnya.

Aku ingin mempelajari semua yang belum pernah aku pelajari sebelumnya.

Aku ingin mendapatkan sesuatu yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya.

Aku ingin menikmati apa yang belum pernah aku nikmati sebelumnya.

Aku ingin menemukan apa yang belum pernah aku temukan sebelumnya.

Karena aku hanya ingin hidupku ini penuh dengan warna. Dan aku sendirilah yang akan memberinya warna!

Warnailah aku dengan celupan cahaya-Mu, Ya Rabbul Alamin…

5 comments September 14, 2009

KataMutiara

Selasa, 1 September 2009. Di tengah-tengah kuliah Penerapan Radiasi di Industri, dosen ku yang cool dan kalem yang bernama Ir. Anung Muharini MT. mengeluarkan sebuah kalimat bijak:

“Tidak ada kegagalan di dalam melakukan penelitian. Satu-satunya kegagalan adalah ketika kita memutuskan untuk mundur dari penelitian tersebut”

Luar biasa…!!! Bener-bener engineer sejati! I love you full dah pokoknya…

Terus, apa arti kalimat tersebut? Biarkan otak kanan kalian sendiri yang menjawabnya… Huohohohohohoho.

Add comment September 14, 2009

BirokrasiGantiPerban

28 April 2009

Beberapa waktu lalu, salah seekor temen kosan gue yang bernama Aryo (anggap aja nama sebenarnya) minta tolong ditemenin buat ganti pembalut, gara2 darahnya nggak berhenti ngalir. Oh kok ganti pembalut, maksudnya ganti perban!
Kenapa mesti ganti perban? Jadi begini ceritanya anak2. Beberapa hari sebelomnya, jempol tangan kiri si Aryo sobek dan berdarah2 gara kegores dan kemasukan kaca. Waktu itu dia lagi naik motor. Terus dia ngerasa posisi spion kirinya nggak beres, jadilah dia ngebetulin posisi kaca spion kiri itu dengan tangan kirinya. Tapi pas spionnya dibenerin, kayanya si Aryo megangnya kekencengan sehingga kaca spionnya pecah hancur dan berantakan. Salah satu pecahannya itu kena ke jempolnya Aryo.
Jempol kiri Aryo sobek dan berdarah. Kirain cume berdarah biasa, tapi ternyata darahnya nggak berhenti2, persis kaya mbak2 yang lagi dateng bulan (sok tau deh, emang pernah ngerasain?). Lalu untuk tindakan preventif, Aryo segera periksa ke dokter hewan terdekat, dan diputuskan untuk menjahit serta mem-perban jempol kirinya itu.
3 hari telah berlalu sejak jempol kiri Aryo dijahit, yang mengakibatkan Aryo nggak leluasa ngetik sms dan ngupil pake jempolnya itu. Kini tiba waktunya untuk mengganti perban tersebut. Dan Aryo minta tolong gue buat nemenin dia ganti perban.
Jam 7.20 pagi kita berangkat dari kosan menuju sebuah rumah sakit negeri di kota Jogja. Mohon maap, demi menjaga nama baik, maka disini gue nggak mau ngasih tau nama rumah sakit tersebut. Kita sebut saja rumah sakit ini dengan nama “RS X”. Yang jelas, rumah sakit itu berada di Jalan RS Dr Sardjito, nggak jauh dari kosan gue (duh ini mah sama aja bo’ong, tuh ketauan deh nama rumah sakitnya…).
Dulu si Aryo juga ngejahit jempolnya di RS X ini, dan prosedurnya lumayan cepet. Melihat pertimbangan tersebut, kali ini Aryo juga memutuskan untuk mengganti perbannya di sana. Sekalipun mungkin rumah sakit swasta lebih terjamin, tapi kalo di RS X ini Aryo nggak perlu bayar soalnya dapet ganti dari PT Telkom.
Sesampai di RS X, kita langsung menuju ke poliklinik bedah, yang kiranya ranah kerja mereka sesuai dengan permasalahan yang dihadapi Aryo. Kucluk kucluk kucluk… Langkah kaki kita menuju kesana. Sampe di meja administrasinya, nggak ada siapa2 selain seorang bapak2 yang posisinya memunggungi kita berdua. Ditunggu beberapa saat, bapak ini nggak respon terhadap eksistensi kita di sana. Lalu Aryo langsung curhat ke bapak itu,
“Misi Pak, mau ganti perban!”
Dan si Bapak itu menjawab dengan ketus tanpa menoleh,
“SURAT PENDAFTARANNYA MANA!”
(backsound: bunyi petir menggelegar. DUUUAAAAR….!!!)
Aryo yang terlindungi oleh sesosok malaikat bernama C-Kink disisinya (hueek… puiiih…) balas menyahut,
“Surat pendaftaran? Oh ini Pak!”
Lalu si Bapak menghampiri kami.
“Mana?”
Aryo menunjukkan kartu pasien RS X nya. Bapak itu kembali buka suara.
“Bukan ini! Tapi surat pendaftaran!”
“Oh bukan ini Pak? Ngambilnya dimana?”
“Udah sekarang kamu ke depan dulu, ke gedung yang di sebelah sana! Kamu ngambil surat pendaftarannya dulu disana!”
“Yang di sebelah mana Pak?”
“YANG DISANA ITU LHO!”
“???”
“Gedung yang di depan, diantara 2 gedung yang bertingkat, gedung yang ini sama yang sebelah sana!”
“Siap Pak! *tapi ludahnya nggak usah muncrat gitu dong Pak!*”
Lalu gue dan Aryo segera meninggalkan bapak-muka-jahat itu. Kita segera melangkah ke lokasi yang dimaksud. Loket pendaftaran dan poliklinik bedah itu posisinya lumayan jauh, kira2 sejauh jarak bumi dan matahari. Dari poliklinik, kita ke luar gedung dulu, terus jalan ngelewatin 1 gedung, baru deh nyampe ke gedung yang ada loket pendaftarannya. Ngos ngos ngos… Napas kita tersengal2 kaya suami-istri abis begituan. Abis joging bareng maksudnya…
Sampe di gedung itu, kita buka pintunya dan kita masuk ke dalem. Wuuuuushhhh… Semerbak angin AC menghembus menyejukkan. Tapi begitu ngeliat ke dalem, alamak!!! Loket nya udah penuh dengan orang2 yang lagi duduk di ruang tunggu. Nunggu giliran antrian. Padahal loket ini buka jam 07.30 pagi, dan kita dateng belom jam 8. Tapi ruang tunggunya udah sepenuh ini. Ya nggak apa2 lah, tawakkal ajah…

Bersambung…

(Mohon maap, karena udah males ngelanjutin ceritanya, jadi dibikin bersambung aja yaaaaa… Jangan pada marah loh!)

2 comments September 14, 2009

NaikDarah

Graaaaawwllll…Gyaaaaaaaa…Grrrrrr…Auuuuuum…!!!

Sebelomnya gue mau intermezzo dulu. Sebagaimana judul tulisan ini, ini merupakan salah satu momen langka di dalam hidup gue yang menyedihkan ini. Momen apa itu? Sebuah momen yang bernama: NAIK DARAH!

Sejujurnya gue sendiri udah lupa kapan terakhir kali gue naik darah. Mungkin waktu dulu, waktu gue nulis tulisan yang judulnya “NyolotLagi”. Itupun udah sekitar beberapa bulan yang lalu. Kalo selama ini muka imut gue ini sering dicap jutek, itu mah emang udah rezekinya dari sono, dari pabrik udah kaya gitu. Itu juga cuma tampilan luarnya doang, dalemnya nggak gitu.

Kenapa? Karena selama ini gue selalu berusaha mencoba memposisikan diri gue sebagai makhluk hina yang sabar dan ikhlas dalam menjalani dinamika kehidupan ini. Bukan cuma sabar dan ikhlas, bahkan sangat sangat sangat sangat penyabar. Saking penyabarnya, sampe-sampe bukan sifat penyabar lagi yang gue punya, tapi: GOBLOK!

Dan entah kenapa, hari ini ke-goblok-an gue ini telah mampu membuat gue berada dalam situasi naik darah yang langka ini. Nggak ada asap kalo nggak ada api, nggak ada semut kalo nggak ada gula. Nggak ada Anang kalo ngak ada Krisdayanti, dan nggak ada Adly Fairuz kalo nggak ada Shireen Sungkar. Idih nggak nyambung!

Sedihnya, yang menjadi api, gula, Krisdayanti ataupun Shireen Sungkar dalam kasus ini adalah makhluk-makhluk yang seharusnya gue anggap sebagai keluarga kecil gue sendiri, yaitu mereka-mereka yang tergabung di dalam tim KKN.

Cobaan terberat gue tahun ini mungkin adalah ketika gue ditunjuk sebagai kormasit. Seharusnya kormasit dan KKN adalah dua hal yang menyenangkan. Seharusnya kormasit dan KKN adalah dua hal yang bisa memberikan sejuta kenangan. Dan semua itu bisa terjadi jika semua komponen di dalamnya saling mendukung, saling membantu, dan saling toleransi antara satu sama lain. Namun sangat disayangkan, komponen-komponen yang gue punya ternyata nggak punya pemahaman yang sama. Jadilah kini terjadi apa yang kita namakan dengan istilah: NAIK DARAH.

Rasanya nggak etis kalo gue menceritakan kepada khalayak umum secara terbuka tentang hal-hal apa aja yang bikin gue jadi naik darah malem ini. Sebelom emosi semakin membuncah dan sebelom ada darah yang tertumpah, mendingan tulisan ini diakhiri sampe disini aja yah. Dadaaaaaahhh…!!!

Jumat 28 Agustus 2009 malem

Kosan tercinta, Karangwuni C-19

2 comments September 13, 2009

RenunganPojokKPTU

Hari ini aku duduk seorang diri di Plaza KPTU. Meninggalkan kuliah Penerapan Radiasi di Industri yang hari ini dibatalkan karena hanya dihadiri oleh 3 dari 15 mahasiswa, dimana 12 orang sisanya masih menjalani KKN di lokasinya masing-masing. Berteman laptop dihadapanku yang dari tadi nggak selesai-selesai donwload update-an AVG. Dan handphone nokia 6681 yang sengaja kugeletakkan di sebelahnya, berharap ia akan berdering dengan memunculkan tulisan “1 new message” di layarnya.

Aku melihat sekeliling. Di hari terakhir bulan Agustus ini, mahasiswa baru sedang menjalani minggu-minggu pertama perkuliahannya. Eksistensi mereka di kampus teknik ini dapat terlihat dengan sangat jelas. Bukan karena rambutnya yang sebagian besar masih cepak sisa Ospek kemarin, tapi lebih karena mereka yang selalu bergerak secara BERGEROMBOL dalam rombongan-rombongan tertentu. Grombol… Grombol… Grombol…

Adalah hal yang wajar bagi para mahasiswa baru untuk bergerak dalam rombongan, khususnya rombongan teman-teman dari 1 jurusan. Kenapa? Karena dengan umur mereka yang baru seumur jagung di kampus Teknik ini, jumlah teman yang mereka miliki baru segelintir aja. Kalo bukan temen Jurusan, temen Ospek, ya temen kosan atau temen SMA yang sama-sama kuliah disini. Demikian juga dengan kampus Teknik ini yang merupakan lingkungan baru bagi mereka. Jadi kemanapun mereka melangkah, sangat jarang mereka bergerak sendiri-sendiri. Kecuali kalo mau ke toilet.

Dulu, aku pun demikian. Bersama anak-anak nuklir 2006, kita selalu bergerak secara bersama-sama. Mau ke bagian pengajaran, bergerak bareng-bareng. Mau daftar praktikum di MIPA, jalan kesana bareng-bareng. Mau daftar kuliah umum di Fakultas, naik ke atas bareng-bareng. Mau makan di burjo juga bareng-bareng. Cuma sayang aja kita nggak diizinin untuk nemenin Ayu Hayu dan Mega ke kamar mandi bareng-bareng…

Betapa di masa-masa awal perkuliahan dulu, kebersamaan dan kekeluargaan antar temen-temen seangkatan masih terasa sedemikian besarnya. Tak pernah kaki kita melangkah sendiri, pasti ada saudara kita yang menemani. So sweet banget dah ah…

Kini aku telah memasuki tahun ke-4 perkuliahanku. Sudah 3 kali aku melihat mahasiswa-mahasiswa baru datang ke kampus ini. Aku sudah tidak muda lagi. Umurku telah menua, dan kini aku telah memasuki tahun-tahun terakhir perkuliahanku. Bagaimana anak-anak angkatan 2009 melihatku saat ini, adalah sama dengan bagaimana aku melihat kakak-kakak angkatan 2003 di waktu dulu.

Dan apa yang terjadi dengan anak-anak nuklir 2006? Sebagaimana manusia pada umumnya, setelah menjalani tahun-tahun yang penuh pengalaman, kini kita telah menemukan dunia kita masing-masing dan telah bergerak dengan caranya masing-masing. Sudah jarang lagi kita bergerombol bersama-sama, kecuali beberapa perkuliahan di kampus atau untuk momen-momen tertentu yang memang kita rencanakan sebelumnya.

C-Kink yang di semester 1 dulu meraih IP paling tinggi seangkatan (woooooo pamer!), kini telah disibukkan dengan BEM dan dunia tulis-menulisnya.

Hasan yang dulu kosannya dijadikan basecamp, kini telah disibukkan dengan usaha bisnisnya dan niatnya memperdalam ilmu agama.

Herlambang si ketua angkatan, kini telah menikah dan berkeluarga dengan 1 orang anak perempuan yang baru brojol bulan Agustus lalu.

Aji Kurniadi yang hanya menjalani 1 tahun di Teknik Nuklir, kini telah berbahagia menjalan kuliah di Fisipol yang dipenuhi dengan pemandangan-pemandangan penyejukk mata.

Nanda yang dulu hobi keramas (sampe sekarang pun masih hobi), kini disibukkan dengan bisnis konveksi dan permainan sahamnya.

Ayu Hayu dan Mega yang dari dulu sibuk ngecengin C-Kink, sampe sekarang masih tetap sibuk dan nggak kenal menyerah untuk selalu ngecengin C-Kink…

Ichsan yang dulu paling eksis sendiri di kampus, kini kita semua nggak ada yang tau dia lagi sibuk ngapain.

Fariz yang dulu giat menjadi seorang ahli nuklir, kini telah menjalani kehidupannya yang baru sebagai seorang Disc Jockey dengan penghasilan jutaan rupiah per manggung.

Prima yang dari dulu sibuk belajar, sampe sekarang juga masih tetep sibuk belajar (sekali-kali main wuoy, jangan belajar melulu).

Begitupun juga dengan anak-anak nuklir 2006 sisanya, Rully, Aji, Hanung, Leo, Mariano, Taufik, Sekar (loh?), Widi, Ari, Sazar, Saga dll. Yang namanya nggak kesebut jangan marah ya…

Kini, telah lebih dari 3 tahun aku menjalani perkuliahan di Teknik Nuklir ini. Apa kabar mereka semua? Masihkah kita memiliki semangat untuk menyukseskan nuklir di Indonesia, sebagaimana semangat kita sewaktu kita masuk Teknik Nuklir dulu? Masihkah kita berikrar untuk menegakkan kedaulatan PLTN di bumi Ibu Pertiwi?

Dan sebelom semua itu terjadi, mari kita selesaikan perkuliahan kita di Teknik Nuklir ini untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik, bersama-sama!

Add comment September 13, 2009

DiaMasihBerlari

Jogjakarta, Minggu 30 Agustus 2009

Malem-malem, pulang dari ngurusin Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) KKN Sub Unit Cuk-Cuk-an yang bener-bener juuuaancuk, serta setelah mampir di Sate Padang Chaniago buat ngebungkus 2 porsi sate padang, akhirnya aku tiba di kos-kosan paling kueeerrrreeeen sak dunyo-akhirat, Karangwuni C-19, dengan selamat sehat wal-afiat. Plus dipenuhi aura-aura bahagia karena LPK itu akhirnya selesai juga.

Aku lihat jam dinding, waktu menunjukkan pukul 19.30 lebih sekian menit. Tanganku yang kekar dan berotot ini dengan tangkas langung menyalakan televisi di kosan dan memindahkan channelnya ke Global TV yang sedang menyiarkan olahraga paling makjrot abad ini: Balap mobil Grand Prix Formula 1!

Brrruuuummm… Brrrruuuummm… Ngueeeeengggg… Deru mesin F1 berpacu membahana dan menggema di kamar kosku. Di layar, mobil-mobil F1 yang terlihat seperti mainan tampak saling berlomba beradu cepat. Sayang aja Global TV ku warnanya item putih, jadi mobil-mobil di layar warnanya kelihatan sama semua, nggak ketauan mana yang Ferrari, mana yang Mclaren, Brawn GP, Renault, dll. Sementara aku segera membuka porsi pertama sate padangku untuk aku nikmati dengan sebungkus keripik pedes. Sruuupuut… Nyam nyam…

Selang beberapa saat, layar televisi menampikan urutan posisi sementara pada balapan yang berlangsung di Spa-Franchorchamps, Belgia ini. Posisi pertama dipegang si iceman dari Finlandia, Kimi Raikkonen. Ah itu mah udah biasa, secara gitu dia naik Ferrari, walaupun tahun ini sinarnya agak-agak redup gara-gara ketutupan sama cahaya dari Brawn GP dan Red-Bull.

Pas baca siapa yang di posisi kedua, aku sedikit terkejut. Kenapa? Karena ada nama Giancarlo Fisichella disana! Wuaouw, surprise!

Kenapa bisa kaget? Ya wajar aja lah, sejak pindah ke tim debutan Force-India dari tahun 2008 kemaren, Fisichella dan Force-India nya kan langganan papan bawah. Tahun lalu di tahun pertamanya mengikuti F1, Force-India mengakhiri musim dengan 0 poin. Begitupun dengan tahun ini, telor itu masih belom pecah. Jadi ketika melihat ada nama Fisichella di belakang Raikkonen, benar-benar suatu karunia yang luar biasa! Meskipun aku nggak ngerti tadinya Fisichella start dari posisi berapa dan gimana ceritanya kok dia bisa nyasar di posisi 2. Harusnya kan di posisi 1 ya! Huohohohoho…

(catatan: 1 hari setelah tulisan ini selesai ditulis, akhirnya aku baru tau kalo ternyata Fisichella dapet pole position di balapan ini! Luar biasa!)

Balapan masih menyisakan 22 lap lagi dari total 44 lap. Jarak antara Fisichella dan Raikkonen pun sangat deket, nggak sampe 1.1 detik. Dan jarak antara Fisichella dengan Fernando Alonso di posisi ke-3 ada sekitar 2.7 detik. Artinya masih ada peluang buat Fisichella naik podium di balapan kali ini. Aku sendiri pun sudah berharap besar supaya itu terjadi, mengingat terakhir kali Fisichella naik podium adalah di tahun 2006 kemaren waktu masih di Renault.

Bapalan terus berlangsung. Lap demi lap telah terlampaui dan Fisichella serta Raikkonen masih saling kuntit-menguntit dengan jarak nggak pernah lebih dari 1.4 detik. Sementara di belakangnya Alonso udah mesti out gara-gara bannya bermasalah, dan kini ada Sebastian Vettel di posisi ke-3 dengan terpisah jarak sekitar 5 detik.

Sampai pada akhirnya balapan tinggal menyisakan beberapa lap lagi. Fisichella masih terus menguntit Raikkonen. 4 lap lagi. Posisi masih sama. 3 lap lagi. Posisi masih tetep sama. Sementara jauh di belakang, mesin mobil Rubens Barichello terlihat mengeluarkan asap, pertanda mesin akan jebol dan terjadi kebocoran oli. Tapi Barichello masih bisa melanjutkan balapan dengan kecepatan yang agak dikurangi. Aku pun khawatir dengan keadaan Fisichella, jangan sampe terjadi sesuatu yang bisa menggagalkan podium pertamanya bersama Force-India ini.

2 lap lagi. Posisi masih juga sama. Final lap. Nggak ada perubahan posisi. Mobil Fisichella pun baik-baik saja. Dan akhirnya, bendera finis dikibarkan, dengan Raikkonen yang pertama kali melintasinya. Di belakangnya, Fisichella mengikuti dengan penuh percaya diri. Yes…!!! Finish…!!! Fisichella juara 2! Alhamdulillah… Allahu akbar…

Dengan penuh kebahagiaan, aku teriak-teriak sendirian di kamar. Nggak lupa juga ditambah dengan loncat-loncatan di kasur sembari mengepalkan tangan ke udara. Dan diakhiri dengan bersujud syukur di lantai kamarku yang hari ini belom disapu. Alhamdulillah, malam ini Fisichella dapet juara 2…

Sekalipun hanya juara ke-2, tapi itu sudah sangat membahagiakan. Ini adalah suatu penantian yang panjang, bukan hanya bagi aku sendiri, tapi juga bagi Fisichella dan bagi Force-India. Mengingat sejak pertama terjun ke balapan F1, Force-India belom pernah sekalipun memperoleh poin. Dan hari ini, akhirnya telor itu terpecahkan oleh tangan Fisichella di balapannya yang ke-224. Bukan hanya memperoleh poin, tapi juga podium pertama. Sekaligus juga ini menjadi podium pertama bagi Fisichella sejak tahun 2006 lalu ketika dia masih berjaya bersama Renault dan Alonso.

Ini adalah sebuah bukti, bahwa meskipun Fisichella berada di tim kecil, namun semangatnya untuk tetap berlari masih tetap ada. Bahwa meskipun Fisichella sudah termasuk pembalap senior, namun kemampuannya untuk terus berlari masih tetap mumpuni. Dan Fisichella, dengan segala pengalaman yang dimilikinya, tetaplah salah satu pembalap hebat yang pernah ada di muka bumi ini. Wooooo narsis!

Aku jadi teringat bahwa dulu aku pernah menciptakan sebuah lagu untuk Fisichella. Ketika itu di awal musim balap 2005, ketika Fisichella baru pindah dari Jordan menjalani balapan perdananya bersama Renault. Di seri pembuka musim 2005 di GP Australia, Fisichella berhasil meraih kemenangan kedua dalam karirnya dengan sangat meyakinkan. Hal ini membuatku terinspirasi untuk membuat sebuah lagu untuk Fisichella. Sebuah lagu berjudul: “Ketika Dia Mulai Berlari”

Maret 2005

Ketika Dia Mulai Berlari

C-Kink

Reff:

Teruslah kau berlari raih semua mimpimu

Tak usah peduli apa yang kan terjadi

Tetaplah kau berlari lanjutkan langkahmu

Bahaga telah menantimu disana

Kulihat dirimu meraih inginmu

Kulihat dirimu mengejar mimpimu

Kulihat dirimu menggapai cintamu

Tak perlu kau ragu-ragu

Ku kan s’lalu mendukungmu

Balik ke reff

Kulihat dirimu mulai berdiri

Kulihat dirimu mencoba berlari

Kulihat dirimu menyatukan hati

Kau tak kan pernah sendiri

Ku kan s’lalu menemani

Mereka tak mengerti

Dan tak mau mengerti

Semua tentang dirimu

Andai mereka tahu

Yang ada di hatimu

Semua tak kan menyangka

Balik ke reff

Aku disini kan s’lali menanti

Suatu saat nanti kau akan menjadi

Yang terbaik bagiku terbaik baginya

Yang terbaik bagi mereka

Terbaik bagi kita semua

***

Teruslah berlari, Fisichella. Berlari untuk hari ini. Berlari untuk esok hari. Berlari untuk lusa nanti. Berlari untuk 1000 tahun lagi…

GO FISICHELLA GO!!!

Add comment September 13, 2009

MataItu

Mata itu,

Mata yang bercahaya,

Dan penuh kasih sayang

Huek hueeeeeek…

Cuiiiihh…

Huehehehehehehe…

Add comment September 10, 2009

DiTengahHeningMalam #2

Sedikit cerita. Masih bertempat di Dusun Butuh, Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Waktu di layar handphone Nokia 6681 menunjukkan pukul 00.07, hari Selasa, 4 Agustus 2009. Masih dengan handphone yang sama, salah satu inboxnya berbunyi sedemikian:

Juminten:

“Kink, maaf ya, tapi sebaiknya kamu pulang. Diantara temen-temen, cuma kamu yang akhir-akhir ini jarang ikut andil dalam program subunit. Jadi tolong, kamu evaluasi diri sendiri, sebelum temen-temen mengevaluasi kamu.”

C-Kink Cute:

“Iya thank q. Sebenernya aku juga punya hak buat ngomong yang sama, tapi selama ini aku lebih milih buat tutup mulut.”

Juminten:

“Terserah kamu, Kink. Aku bisa bicara seperti ini, pasti ada alasannya, bukan cuma dari pendapat pribadiku. Ya udah, yang penting aku dah bilangin kamu, gimanapun aku yang paling tua disini.”

C-Kink Cute:

“Iya nggak apa-apa, thank q. Aku minta maaf kalo terlalu lalai. Keunggulan kamu ber-6 adalah kamu bisa saling cerita 1 sama lain dan kelemahanku terbesar adalah aku selalu lebih memilih untuk tutup mulut. Jangan lupa bahwa aku paling muda disini, jadi mohon bimbingannya.”

Dan tulisan ini aku akhiri pada pukul 00.21 tanpa penjelasanlebih lanjut lagi. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya…

1 comment September 10, 2009

DiTengahHeningMalam

Sedikit intermezzo. Tulisan ini mulai diketik pada hari Jumat 17 Juli 2009 di sebuah rumah di Dusun Butuh, Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada pukul 01:30 dini hari. Tanpa maksud dan tanpa tujuan, hanya sekedar intermezzo menikmati dinamika KKN yang terjadi. Ditemani oleh bunyi jangkrik yang saling bersahut-sahutan dan bunyi ngorok orang-orang. Groooook… Zzzzzz… Groooook…

Inbox di handphone ku malam tadi kemasukan sms yang bunyinya kaya gini:

“Pak, kami makan tempat lain aja. Habis itu langsung pulang Cucukan. Kalian tadi nentuin tempat makan lama. Belom lagi waktu kami di basement kalian juga lama. Tolong dimengerti 2 hal. Satu, aku lagi sakit batuk, parah lagi. Tapi untuk pergi-pergi 1 unit aku selalu usahain, seperti kemarin malam dan malam ini. Dua, besok pagi aku nyetir motor 4 jam, aku juga harus jaga badanku sendiri.”

Dan aku balas dengan seperti ini:

“Iya aku atas nama pribadi mohon maap sebesar-besarnya. Terima kasih banget atas segala pengertiannya. Maap kalo hari ini udah bikin nggak enak. Hati-hati di jalan.”

Betapa bahagianya menjadi orang yang emosional. Kapanpun kita merasakan sesuatu, maka dengan mudahnya kita bisa menyampaikan apa yang kita rasakan kepada orang lain pada saat itu juga. Apapun yang kita rasakan, dengan mudahnya bisa kita tunjukkan ke orang lain

Sejatinya aku pun ingin seperti itu. Dengan gamblang mampu menunjukkan kepada orang lain, apa yang kita rasakan pada saat ini. Tapi aku menyadari bahwa kepalaku di desain dengan 2 telinga dan hanya 1 mulut. Telingaku di desain untuk pasrah mendengar keluhan-keluhan orang lain. Mulutku di desain untuk menyembunyikan apa-apa yang sedang aku rasakan. Hanya jariku yang didesain untuk lebih banyak bergerak di atas tuts keyboard.

Semua orang punya hak untuk berbicara. Semua orang punya hak untuk menyampaikan pendapatnya. Semua orang punya hak untuk mengutarakan perasaannya. Semua orang juga punya hak untuk mengeluh, meskipun sebaiknya hal ini dihindari. Karena manusia itu diciptakan dengan desain banyak berkeluh kesah dan juga kikir.

Dan karena aku melarang lisanku untuk mengeluh, maka biarlah jari-jemari ini yang mewakilinya.

  1. Satu unit tim KKN tidak hanya terdiri dari 1 atau 2 orang, atau 3 orang. Tapi jauh lebih banyak dari itu. Dalam kelompok besar seperti ini, maka kesendirian adalah hal yang sebaiknya dihindari, jika tidak ada urgensi di dalamnya. Dan janganlah kita bercerai-berai, berpeganglah!
  2. Berdasarkan perhitungan kalender, aku mulai batuk-batuk pada tanggal 16 Juni 2009, yaitu ketika menghadapi UAS. Sampai detik ini, 17 Juli 2009, batuk ini belum juga ilang. Padahal udah 3 kali gonta-ganti obat, mulai dari Nelco Spesial, Vicks 44 sampai Activet (ups nyebut merk!).

Lalu, pernahkah ada yang mendengar aku mengeluh akan batukku ini? Apakah batuk ini menghambat gerak-gerik kehidupan ku? Dan aku mencoba untuk tetap tersenyum, meskipun batuk ini secara perlahan mulai menggerogoti tubuhku dari dalam. Plus ditambah dengan radang tenggorokan, demam, pilek dan bersin-bersin sejak 2 hari terakhir yang Alhamdulillah bisa dilalui dengan F.G Troches dan Enervon-C, serta kadang-kadang Neozep atau Decolgen (wah nyebut merk lagi!).

Tapi itu nggak penting. Ketika orang lain sakit, adalah tugas kita untuk merawatnya dan menjaganya. Namun ketika aku sendiri yang sakit, maka sebisa mungkin jangan sampe orang lain tau bahwa aku lagi sakit. Cukuplah Allah dan diri ini menjadi saksi atas kesakitan yang aku alami. Karena aku nggak mau menjadi sampah hanya karena sakit seperti ini.

Apakah definisi dari sakit? Silahkan menjawab sesuai persepsi masing-masing.

Namun bagiku, sakit adalah salah satu media ujian yang digunakan Allah untuk mengangkat derajat keimanan seorang hamba-Nya. Apakah kita mengaku bahwa kita telah beriman, namun kita tidak diuji?

Serta sakit adalah salah satu media yang digunakan Allah untuk membersihkan dosa-dosa hamba-Nya. Tidakkah Allah menurunkan suatu penyakit pada seseorang, melainkan hal tersebut akan menghapus dosa-dosa kecil pada dirinya. Sekalipun penyakit tersebut hanyalah berupa demam.

  1. Manajemen diri, manajemen pribadi, manajemen waktu, manajemen fisik. Janganlah memaksakan melakukan sesuatu yang emang itu nggak memungkinkan dan justru akan membahayakan. Dan, 1 hari ada 24 jam. Coba kita review kembali, apa aja yang telah kita lakukan selama 24 jam itu? Dapatkah kita membagi porsi dan prioritas, kapan kita harus bekerja, kapan kita harus refreshing, kapan kita harus beristirahat dan kapan kita harus bertindak?
  2. Sekumpulan mahasiswa mengeluh dan mendemo Rektorat, dengan satu tuntutan yaitu “turunkan harga BBM”. Apakah nyambung, antara wewenang Rektorat dengan naik-turunnya harga BBM? Padahal mungkin Rektorat juga sedang dipusingkan oleh harga BBM yang melambung tinggi. Tapi anak didiknya nggak mau mengerti, malah ikut-ikutan menuntut dirinya yang sebenernya juga pengen ikutan nuntut.
  3. Sekali lagi, betapa bahagianya menjadi orang yang emosional. Yang dengan gampangnya bisa menyampaikan kepada orang lain tentang apa yang ia rasakan. Dan betapa sedihnya menjadi orang yang pendiam. Yang hanya bisa diam melihat sesuatu berjalan tidak sesuai keinginannya. Serta hanya bisa diam dan minta maaf mendengar segala keluhan yang dialamatkan kepadanya.

Karena pendiam selalu berada pada posisi lemah. Karena pendiam selalu berada pada posisi kalah.

Udah selesai? Eits jangan salah. Nih masih ada sms lagi.

“Pak, plan b. Kami pulang nunggu kalian. Ngatiyem (bukan nama sebenarnya) nggak mau pulang tanpa kalian. Sebelomnya maaf, Ngatiyem selalu sms ke Watijo (juga bukan nama sebenarnya) karena nggak mau sms kamu sendiri karena alasan pribadi.”

Ah, sedihnya aku. Pendiem, blo’on, lemah, kalah dan cacingan. Betapa hinanya aku ini, bahkan orang lain sekedar mengirim sms ke aku yang hina ini pun enggan.

Setelah itu, tak ada dialog. Tak ada tatapan mata. Dan tak ada suara. Yang ada hanyalah hati yang menangis. Mata yang merintih. Lisan yang membisu. Tenggorokan yang batuk-batuk dan bengek-bengek. Serta hidung yang meler dan penuh ingus. Srooott… Sroott… Dan, laptop ini menjadi saksi atas itu semua.

Di tengah hening malam, Cucukan, 17 Juli 2009, 02:23.

1 comment September 10, 2009

TidakAdaYangAsli

Ternyata, hari ini semuanya palsu. Hampir tiada ada lagi yang masih asli. Semuanya penuh dengan rahasianya masing-masing. Bukan, bukan rahasia. Namun lebih dari sekedar rahasia yang sengaja ditutupi demi melindungi hati yang tinggi.

Terlihat sempurna di luar. Tampak istimewa dari tampilannya. Sepintas luar biasa. Sekilas tiada duanya. Tapi ada apa di dalamnya? Ada apa di balik itu semua? Ternyata lebih busuk dari yang terkira. Sangat tidak terduga. Sangat-sangat mengejutkan!

Apa arti senyuman itu? Tidak lebih dari sebuah senyum palsu. Apa arti jati diri itu? Hanya sekali kedip maka musnahlah segalanya. Apa arti lisan dan ucapan itu? Bicara tak kan ada artinya tanpa disertai langkah nyata. Dan apa arti semua yang terbayangkan pada hari ini? Tidak lebih dari sebuah identitas palsu. Palsu, palsu dan palsu. Sekali lagi, palsu…

Ribuan orang tertipu. Ribuan orang dibohongi. Ribuan orang terpana. Ribuan orang tidak menyadarinya.

Ternyata, hari ini semuanya sama. Hampir tiada lagi yang bertahan dalam integritas diri. Semuanya penuh dengan kemunafikannya masing-masing. Bukan, bukan munafik. Namun lebih dari sekedar munafik.

Dan tak ada yang bisa dilakukan. Hanya dapat membiarkan semuanya berjalan. Tanpa daya, tanpa upaya. Secuil harapan pun tampak sia-sia. Kini saatnya semua orang untuk berkata, “PERGI KAU KE UJUNG DUNIA!”

Add comment September 10, 2009

MasihTentangPBA

Cerita ini masih ada hubungannya sama KKN PBA, alias Pemberantasan Buta Aksara yang dicancel tempo hari, yang membuat hari ini aku menulis tulisan ini di salah satu sudut rumah di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Kalo masih belom pada ngerti tentang PBA, silahkan baca tulisan ku yang dulu-dulu yang judulnya “Farewell Lombok” atau “11 Juni 2009”.

Ini cerita pasca itu semua. Sekalipun kejadiannya udah lama banget, tapi aku masih berniat untuk menuliskan sebagian diantaranya di tulisan ini. Supaya cerita-cerita tentang PBA itu nggak hangus dan menguap seiring dengan berjalannya waktu.

***

Hari Minggu sore, biasanya anak-anak PBA selalu rutin rapat di pelataran KPTU Fakultas Teknik. Tapi, nggak demikian dengan hari ini, 14 Juni 2009. Karena pada tanggal 11 Juni yang lalu tim “KKN Lombok almarhum” telah resmi dibubarkan, maka sejatinya hari ini nggak ada rapat rutin kaya dulu lagi. Bukan cuma hari ini, tapi hari-hari selanjutnya pun insya Allah juga nggak bakalan ada lagi.

Pasti akan terasa aneh, jika ada sesuatu yang selama ini rutin kita lakukan, lalu tiba-tiba rutinitas itu tidak kita lakukan lagi. Begitupun dengan hal ini. Beberapa orang terlihat belom bisa menerima kenyataan yang ada. Dan sudah pasti, salah satu orang tersebut adalah aku sendiri! Hohohohoho… Hal ini dibuktikan dengan sms yang aku kirim pagi-pagi ke beberapa koordinator KKN PBA Lombok almarhum.

“PBA’s info:

Aku atas nama C-Kink Cute izin nanti sore agak telat dateng rapat, atau mungkin malah nggak dateng sama sekali.

Eh tapi ntar sore kan emang udah nggak ada rapat lagi ya? Huehehehe… Huiks huiks…”

Sumpah, bener-bener cacingan deh orang yang ngirim sms kaya diatas…

Soreya, aku berniat mejeng di KPTU untuk mengecek, adakah kiranya anak-anak lainnya yang bakal tetep dateng ke KPTU meskipun nggak ada rapat. Kan kalo kaya di film-film, biasanya si tokoh-tokoh dalam film tersebut kalo lagi kangen pada momen-momen tertentu, pasti akan mendatangi tempat kenangan yang bisa membawanya kembali ke memori tentang momen tersebut. Jadi sore ini aku pun udah nongkrong duduk manis di KPTU seperti minggu-minggu sebelomnya, seakan nggak pernah terjadi apa-apa tentang pembatalan KKN PBA Lombok ini.

Hasilnya, berapa orang yang tetep dateng ke KPTU? Alhamdulillah, hanya ada 2 orang! Siapa aja? Yang pertama jelas aku sendiri. Dan orang kedua yang beruntung di sore hari ini adalah seekor gadis eh janda perawan asal kota Oslo, eh Solo, yang bernama Mega Agustina. Horeeee…!!!

Weits jangan pada seneng dulu. Apakah Mega dateng ke KPTU karena dia juga merasakan apa yang aku rasakan? Bisa dibilang jawabannya adalah: NGGAK! Soalnya kita berdua mejeng di KPTU karena lagi ngerjain tugas-tugas buat UAS besok, bareng-bareng sama anak nuklir yang lain Hohohohoho…

Sepintas aku mencoba berharap akan muncul wajah-wajah lain selain wajahnya Mega yang busuk bopeng dan korengan itu. Tapi ternyata tetep nggak muncul wakjah-wajah lainnya. Hanya ada sebuah sms stress dari salah satu rekan KKN PBA Lombok yang masuk ke inbox ku pada sekitar pukul 16:50-an.

“Kink, kamu kok belom dateng? Ayo cepetan ikut nggak? Nek iya cepetan kesini ya… Anak-anak dah pada mau cabut lho… Sore ini kan kita mau survey ke Lombok… Huiks… :’-( “

Iyaaaaa, ini aku udah di KPTU dari tadi. Kamu yang dimana? Ayo kita jalan-jalan ke Lombok yo! Huiks huiks… Uhuhuhuhu…

Sampe Maghrib, nggak ada lagi yang dateng. Akhirnya aku pun pulang ke kosan tercinta. Ya nggak apa-apa lah, mungkin yang lain lagi pada belajar menghadapi UAS besok. Eh nggak juga sih, padahal UAS kan masih 1 minggu lagi.

Apakah udah selesai? Masih belom. Di malem harinya ketika aku lagi asik leyeh-leyeh di kosan, dateng lagi sms stress yang lain:

“Hadirilah launching Maskapai Penerbangan KKN Airlines… Dengan rute khusus, satu-satunya di dunia: Jogja-Gorontalo-Lombok-Purworejo-Prambanan…”

Hoooaaaaah… Alhamdulillah, rupanya bukan aku doank yang stress! Huehehehe… Terima kasih banyak atas kesediaan 2 orang di atas menemaniku menjadi makhluk stress. Emang anak psikologi bener-bener ngerti kondisi psikis orang lain dah ah!

Rutenya Jogja-Gorontalo-Lombok-Purworejo-Prambanan. Jogja adalah starting point tempat kita semua berasal. Gorontalo adalah destinasi awal kita, KKN PBA di Gorontalo. Lalu di cancel, dan dipindah ke Lombok yang menjadi harapan kita semua. Yang di Lombok ini pun di cancel, dan si pengirim sms diatas oleh LPPM diplotting untuk masuk di tim KKN di Purworejo. Dan karena nggak punya temen di sana, akhirnya dia pindah tim ke tim KKN di Prambanan bareng temennya.

Kalo misalnya aku disuruh menulis rute kaya gitu, mungkin hasilnya bakalan jadi kaya gini:

Jogja-Bantul(*1) – Gunung Kidul(*2) – Gorontalo – Lombok – Laut Jawa(*3) – Rumah sakit(4) – Kuburan(5) – Alam barzah(6)

*Keterangan:

(1)    Dulu aku pernah ditawarin Sarah buat gabung di tim KKNnya, bareng Sazar sama Leo. Kita pun udah survey tempat ke daerah Bantul, dan sempet makan-makan bareng. Tapi karena ternyata jumlah anggotanya overload, akhirnya aku, Sazar dan Leo ditendang dari tim KKN ini. Huiks huiks…

(2)    Setelah ditendang, akhirnya Sarah ngoper aku ke temennya anak elektro yang mau KKN di Gunung Kidul. Tapi sekali lagi, karena anggotanya overload, aku berinisiatif memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim tersebut. Lebih baik mengundurkan diri sekarang, daripada nanti aku ditendang lagi.

(3)    Pesawat yang aku tumpangin yang berangkat dari Lombok mengalami gangguan, terus kecelakaan dan jatoh di Laut Jawa. Plung!

(4)    Setelah jatoh di Laut Jawa, tim Sar berhasil mencari tubuhku yang terapung-apung tanpa busana. Waw, tanpa busana? Six packnya keliatan donks…??? Dan setelah itu aku dibawa ke rumah sakit untuk memenuhi keinginan para suster yang ingin melihatku yang six pack ini dalam keadaan tanpa busana.

(5)    Karena akibat kecelakaan pesawat tersebut ternyata nyawaku udah nggak bisa diselamatkan lagi, akhirnya jasadku harus berakhir di kuburan deh.

(6)    Dan nyawaku dibangkitkan untuk menghadapi hari penghitungan. Allahu Akbar!

Hiiii… Serem banget sih rutenya? Nggak serem kok, asal kita mau siap-siap menghadapi itu semua.

Kita balik lagi ke bahasan awal. Ya kira-kira begitulah secuil cerita tentang perilaku anak-anak KKN PBA Lombok amarhum pasca pembubaran. Ternyata yang stress nggak aku sendirian. Dan selain beberapa contoh di atas, mungkin ada banyak perilaku-perilaku stress lainnya yang nggak terekspos oleh mata ku yang minus 3.5 ini.

Ceritanya udah selesai? Belom donk, lanjut lagi yah! Lanjutkan! Lebih cepat lebih baik!

In the end, aku terdampar di tim KKN Unit 183 dengan tema reguler “Pendidikan Pemilih dan Pemantauan Pemilu (P4)” yang ditempatkan di Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Dan aku ditunjuk paksa untuk menjadi Kormasit yang bertugas mengepalai 1 sub unit. Kormasit, biasa dipelesetkan menjadi Korma-SHIT!

Ada 2 hal yang membuat tim KKN ini memiliki kaitan dengan tim KKN PBA Lombok almarhum. Pertama, karena aku 1 unit sama anak nuklir bernama Muhammad Sultan Iskandarsyah, yang akrab dipanggil Ngadimin. Eh maksudnya Nanda, yang perilakunya sehari-hari sangat jauh berbeda dengan nama lengkapnya. Di tim KKN PBA Lombok almarhum aku juga barengan sama dia, dan setelah tim itu dibubarkan, Alhamdulillah aku sama Nanda di plotting di tim yang sama oleh LPPM.

Kedua, adalah kehadiran Pak Baha’udin sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) untuk unit KKN ini. Terus kenapa? For your info, Pak Baha atau Pak Udin ini juga merupakan DPL tim KKN PBA Lombok almarhum! Jadi sekalipun aku sama Nanda udah dipindah dari tim yang lama, tapi DPL nya tetep sama. Dan untuk mengadvokasi semua keluhan rekan-rekan tim KKN PBA Lombok almarhum lainnya, aku sama Nanda berinisiatif untuk usil meneror Pak Udin dengan terus menerus membisikkan kata “Lombok” pada telinga beliau.

“Pak Lombok Pak… Lombok… Loooombooooook… Lombooook Paaaak… Paaaaak Loooomboooook Paaaaak… Loooomboooook… Hihihihihihihi…”

Dengan harapan, semoga Pak Udin menjadi nggak tenang setiap kali denger kata Lombok. Lalu beliau menjadi nggak tenang, resah dan gelisah, hingga hari-harinya selalu dibayang-bayangi oleh kegagalan memberangkatkan 20 ekor makhluk imut untuk KKN di Lombok. Hihihihi…

Tapi Alhamdulillah, semua inisiatif yang kita usulkan itu sampe hari ini belom pernah terlaksana. Ya iya lah, masa ya iya dong! Cristiano Ronaldo kan pemain sepak bolah, bukan pemain sepak bodong!

Sampe pada akhirnya, ketika Pak Udin sedang berkunjung kesini untuk rapat unit, setelah selesai rapat aku dan Nanda diberi kesempatan untuk sedikit ber-say hello sama Pak Udin. Kita ngobrol ngalor-ngidul ngetan-ngulon. Dengan segala usaha dan jerih payah, akhirnya kita berhasil mengarahkan bahan obrolan untuk membahas tentang PBA! Huahahaha…

Pak Udin bercerita tentang PBA, dimana dia termasuk salah satu anggota disana. Tentang PBA tahun ini, PBA-PBA tahun sebelomnya, dan segala sesuatu terkait PBA. Lalu tema semakin mengerucut hingga membahas tentang PBA Lombok. Kriiiik… Kriiiik…

Setelah Pak Udin memberikan gambaran umum tentang PBA Lombok tahun ini yang nggak jadi diadakan, aku dan Nanda pun membuka kedok kami berdua yang sebenernya kepada Pak Udin.

Ternyata…

Kami berdua…

Selama ini…

Adalah…

WONDER WOMAN!

Kriiiik… Kriiiik…

Idih nggak nyambung!

Karena ceritanya udah mulai nggak nyambung dan penulisnya juga mulai ikutan nggak nyambung, jadi tulisan ini sampe disini dulu aja yah… Jangan protes loh, yang nulis kan aku! Kalo mau protes, protes aja sana ke toko material terdekat. Eh kurang ajar, emangnya aku adukan semen!

Bersambung…

Add comment September 10, 2009

MariMenanamKacang

Cucukan, Sabtu sore, 18 Juli 2009.

Sore-sore menjelang Ashar, aku lagi mejeng di teras depan pondokan KKN. Sendirian menatap langit biru dan awan putih diangkasa, dengan jari kelingking kanan menggaruk-garuk hidung serta jari jempol kiri mengorek-ngorek kuping. Persis kaya orang cacingan.

Nggak gitu juga sih, tapi sore itu aku lagi asik nerima telpon, dengerin orang curhat. Karena di dalem rumah nggak ada sinyal, ya udah aku nongkrong aja di teras sambil cengar-cengir setiap ada warga desa yang melintas di depan rumah.

Sampe tiba-tiba aku melihat wajah yang aku kenal. Wajah itu punya Supri, salah satu pemuda desa yang aku kenal dari pertemuan Karang Taruna. Supri, laki-laki, 17 tahun, SMAN 1 Prambanan kelas 2 jurusan IPS, dengan rekor 22 kali bertanding, 19 kali menang dan 7 kali kalah serta 4 kali seri. Panjang umur juga ini orang, baru tadi siang aku sms dia supaya minta ditemenin ke rumah Pak RT, eh sore ini dia nongol. Masih dengan handphone di telinga, aku ber-say hello sama Supri.

“Mau kemana?”

“Mau nanem kacang. Mau ikut?”

Ikut nanem kacang? Wah tawaran menarik nih.

“Dimana?”

“Di sana, di sawah”

(Ya iyalah di sawah, masa di bioskop?)

Supri mengakhiri kalimatnya dengan tangan dan telunjuk menunjuk ke arah sawah yang dimaksud. Tanpa perlu berpikir 5 kali apalagi 10 kali, aku segera menyanggupi ajakannya.

“Wah boleh, boleh. Tunggu sebentar ya!”

Segera aku tancap gas, menutup telpon secara sepihak dengan alasan mau main-main di sawah bareng warga setempat. Meninggalkan orang diujung telpon yang misuh-misuh gara-gara curhatanya dipotong mendadak. Lalu aku mengambil sendal dan segera melangkah keluar. Prok prok prok… Kira-kira gitu bunyi langkah sendalku, mirip gaya berjalannya Pak Kapiten.

Dengan segenap semangat yang ada, aku berjalan menemani Supri menuju ke sawah. Meskipun Supri mau nyawah, tapi jangan samakan baju yang dipake Supri pada hari ini dengan baju-baju petani yang biasa kita lihat di buku-buku jaman sekolah dulu. Nggak ada kaos oblong putih, celana kain digulung selutut dan caping di atas kepala. Yang ada hanya celana jins selutut sama kaos warna biru. Anak muda banget dah pokoknya.

Sawahnya sendiri terletak nggak jauh dari pondokan tempat aku tinggal. Persis di sebelah selatan pondokan itu udah area persawahan. Tinggal jalan dikit, melewati pematang, melintasi parit, mendaki gunung, lewati lembah dan sungai mengalir indah ke samudra, akhirnya sampailah kita di petakan sawah yang masih kosong yang siap untuk ditanemin kacang.

Ternyata aku dan Supri bukan yang pertama nyampe disana. Udah ada pemuda-pemudi desa lainnya yang udah eksis duluan di sawah tersebut. Mereka bersiaga dengan propertinya masing-masing. Ada cangkul, bajak, serta kayu panjang yang ujungnya dibuat lancip, buat ngelobangin tanah. Sedangkan yang perempuan membawa kacang tanah untuk ditaburin. Dan aku sendiri nggak bawa apa-apa, cuma bawa niat dan semangat. Semangaaaaattt…!!!

Dengan kucluk-kucluk, aku pun ikutan mejeng disana. Jreeeeng… Semua orang mulai sibuk dengan kerjaannya masing-masing meninggalkan aku yang mati gaya ngejongkrok di pematang. Mereka mulai ngebajak dan nyangkulin tanah, dilanjutin dengan ngelobangin tanah pake kayu yang ujungnya lancip. Lobangnya pun dibuat teratur dengan jarak tertentu. Kemudian yang perempuannya naburin kacang ke lobang-lobang tadi. Setelah itu lobang yang udah terisi kacang tadi ditutup lagi pake tanah.

Supaya nggak mati gaya, aku pun memperhatikan perempuan yang lagi menabur kacang dan membuka pembicaraan yang agak provokatif, supaya aku diajak juga.

“Ini cara nanem kacangnya gimana Mbak?”

Dari semua perempuan disini nggak ada seorangpun yang langsung jawab. Mungkin mereka malu membuka dialog dengan orang asing sepertiku, atau mungkin mereka begitu terpesona dan terpana dengan kehadiranku sampe-sampe bingung mau jawab apa. Gyaaaaaa…!!!

Untungnya salah seorang pemuda di ujung sana yang punya inisiatif tinggi langsung mengajak aku ikut serta terlibat dalam proses penanaman kacang.

“Ayo Mas, sini ikut nutupin lobangnya aja”

Aku pun berdiri dari posisi jongkokku dan segera menghampiri dia.

“Oh nutupin lobang ini ya?”

Seperti udah disebut di beberapa paragraf sebelom ini, lobang yang udah ditaburin kacang mesti ditutup lagi pake tanah. Si pemuda yang ngajak aku ikut nutup lobang pun memberi contoh cara penutupan lobang yang baik dan benar serta sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan dan disertifikasi ISO. Aku pun mengikutinya dan menutup lobang-lobang lainnya yang udah ditaburin kacang.

Kosrek… Kosrek… Akhirnya aku nggak jadi mati gaya, malah asik berkutat dengan tanah untuk menutup lobang-lobang berisi kacang. Selama hampir 1 jam aku nutupin lobang di petak sawah seluas kira-kira sekian kali sekian meter. Ya anggaplah 5×20 meter, mungkin segitu. Tapi karena kita ngerjainnya rame-rame, jadi nggak terasa capek. Malah kerasanya asik, seru dan menyenangkan. Maknyus dah.

Tanpa terasa, 1 petak udah selesai ditanemin. Masih ada 1 petak lagi yang perlu digarap. Petak yang kedua ini ukurannya lebih besar, kira-kira 2 kalinya petak yang pertama atau bahkan lebih. Kita masih harus melakukan hal yang sama, mulai dari membajak dan nyangkul sampe nutupin lobang. Tapi karena tadi adzan Ashar udah berkumandang, aku memutuskan untuk pamit dulu bentar, mau numpang sholat.

Selesai sholat, niatnya mau langsung ke sawah lagi. Mengabaikan makan siang yang udah disiapin sejak tadi aku baru berangkat. Tapi handphoneku berdering dan sekali lagi aku mesti dengerin orang curhat dulu. Setelah itu baru deh aku bisa balik nyawah lagi.

Sama seperti sebelumnya, di petak yang kedua ini aku kebagian jatah nutupin lobang. Satu demi satu lobang aku tutupin pake tanah yang aku tendang-tendangin. 1/6 bagian petak yang kedua ini kira-kira telah terselesaikan, dan semua orang memutuskan untuk istirahat dulu. Akhirnya kita pun ngaso bentar di pematang sawah.

Bekal yang udah disiapin sama Supri dkk pun dibuka. Rame-rame kita ngejongkrok sambil minum teh anget. Nggak lupa ngemil makanan-makanan yang udah disedian Sruput sruput… Nyam nyam… Maknyus banget dah ah, nongkrong di tengah sawah ditemenin teh anget dan cemilan, plus kebersamaan antar sesama warga. Serta, pemandangan sawah yang luar biasa ditambah latar belakang perbukitan Gunung Kidul yang menjulang tinggi. Subhanallah… Super sekali…

Segelas teh udaah aku teguk habis. Setelah bersantai, lalu kita semua pun kembali nyawah lagi. Masih ada sisa petak sawah yang belom kita garap. Dengan energi penuh yang baru kita charge, kita lanjutkan lagi prosesi penanaman kacang di sawah ini. Lebih cepat lebih baik.

Kita mulai ngebaja dan nyangkulin tanah. Terus si Supri dan temennya mulai ngelobangin tanah yang udah dicangkul pake kayu yang ujungnya dibuat lancip. Yang perempuan masukin 2-3 butir kacang ke tanah yang udah dilobangin. Dan terakhir aku menutupi lobang-lobang itu dengan tanah.

Untuk mempersingkat cerita, nggak terasa petak yang kedua ini udah selesai juga. Persis bertepatan dengan berakhirnya adzan Maghrib. Hooaaaahh… Cuma ngegarap 2 petak ini aja kita makan waktu mulai dari menjelang Ashar sampe persis Magrhib. Biarpun badan agak sedikit pegel, tapi capeknya nggak terasa. Soalnya disini kita ngerjainnya rame-rame, sekian banyak orang ngegarap 1 sawah sekaligus. Bener-bener luar biasa! Ajiiiiib…

Setelah lobang terakhir aku tutup, kita pun mulai bergegas meninggalkan sawah. Hari juga udah mulai gelap, serangga-serangga mulai keliaran, dan para ayam mulai keluar mencari mangsa. Ups, ini maksudnya apa?

Akhirnya kita pun berpamitan dan melangkah pulang ke kediaman masing-masing dengan penuh rasa senang dan bahagia karena telah selesai menanam kacang di 2 petak sawah. Terbenamnya matahari sore ini nggak menyurutkan kebersamaan di antara kita, karena insya Allah di keesokan hari pun matahari akan terbit kembali dari arah Timur. Dan aku pun menawarkan diri, kalo besok-besok mau ke sawah lagi, jangan ragu untuk mengajak aku ya. Mau mau mau?

Add comment September 10, 2009

AkibatLedakanItu

Tulisan ini masih ada kaitannya dengan ledakan yang terjadi pada hari Jumat pagi 17 Juli 2009 di Mega Kuningan, Jakarta, tepatnya di hotel JW Marriot dan hotel Ritz-Charlton. Tapi sebelom membaca tulisan ini, mari kita bersama-sama mengutuk para pelaku dan phak-pihak yang berada di balik bom tersebut.
Akibat ledakan itu, belasan bahkan puluhan orang terluka, dan beberapa diantaranya meninggal. Kematian memang pasti akan datang, kapanpun dimanapun dan pada siapapun. Namun harus disadari bahwa nyawa seseorang berada di tangan Allah, bukan di tangan sesama manusia. Lalu mengapa para pelaku peledakan itu membunuh sesama manusia? Pernahkah terbayangkan jika yang menjadi korban tersebut adalah keluarga mereka sendiri? Semoga akhirat akan mengungkapkan cerita yang sebenarnya dan menjadi saksi atas segala yang terjadi.
Akibat ledakan itu, bangunan fisik hancur. Tidak hanya fisik, tapi mungkin juga mental dan psikologis. Bayangkan bagaimana rasanya ketika kita sedang melakukan kegiatan sehari-hari, tiba-tiba ada ledakan terjadi di dekat kita. Bayangkan bagaimana rasanya ketika di pagi hari keluarga kita pamit untuk bekerja, namun ketika pulang yang kita dapati hanyalah tubuh yang telah dipenuhi darah. Bayangkan cacat-cacat lainnya yang mungkin terjadi akibat ledakan ini. Tidakkah para pelaku menyadarinya?
Akibat ledakan itu, citra Indonesia kembali tercoreng. Sudah kesekian kalinya terjadi ledakan bom di Indonesia. Dan entah apa maksud dan tujuan mereka untuk melakukan ini semua. Bukankah kita ingin melihat bangsa ini maju? Bukankah kita ingin melihat bendera merah putih berkibar tinggi mengangkasa? Bukankah kita ingin melihat sang Garuda terbang mewarnai langit dunia? Bangsa ini sudah terpuruk, tolong jangan dibuat semakin terpuruk! Lakukan sesuatu yang positif, jangan hanya menjadi sampah bagi negara ini!
Akibat ledakan itu, kesebelasan Manchester United tidak jadi tampil bertanding di Indonesia. Citra Indonesia sekali lagi telah tercoreng, dan tentunya MU tak akan mengorbankan keselamatan para pemainnya hanya demi mengejar bayaran semata. Dalam hal ini, Malaysia boleh bergembira karena kedatangan MU ke Malaysia sama sekali tidak terganggu dan mereka boleh berbangga menjadi sorotan dunia karena kedatangan tim sekelas MU. Sementara Indonesia hanya mampu menangis dan meratap akibat ulah bodoh para pelaku peledakan.
Akibat ledakan itu, ribuan bahkan mungkin jutaan penggemar MU kecewa. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka membeli tiket. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka mempersiapkan segalanya untuk pertandingan ini. Namun sekali lagi, kebodohan para pelaku menghancurkan segalanya. Tidak hanya menghancurkan jiwa dan raga para korban serta fisik hotel tersebut, tapi juga menghancurkan mimpi dan harapan para penggemar MU untuk bertatap muka langsung dengan tim kesayangannya. Dan sedihnya, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain mengutuk sekeras-kerasnya para pelaku peledakan ini.
Akibat ledakan itu, salah satu provider telepon seluler mengalami kerugian besar. Kita patut berterima kasih karena akhir-akhir ini media massa dan televisi telah diwarnai dengan wajah-wajah pemain MU yang menjadi bintang iklan provider tersebut. Setelah ledakan ini terjadi dan pertandingan itu dibatalkan, adalah hal yang wajar jika provider ini mengutuk mereka yang berada di balik ledakan tersebut.
Akibat ledakan itu, jajaran pemerintah Indonesia dibuat repot. Presiden, menteri, gubernur, TNI, kepolisian, badan intelijen, PSSI dan semuanya kini memiliki 1 beban tambahan lagi, melengkapi beban mereka yang sejatinya tidak sedikit. Perlu berapa kali kita katakan bahwa bangsa ini sudah memiliki sangat banyak permasalahan yang harus dihadapi. Lalu mengapa kita masih harus menambah 1 permasalahan lagi? Pelaku peledakan tidak pernah memikirkan bahwa yang mereka lakukan adalah sangat tidak solutif, dan hanya menambah beban baru bagi bangsa ini.
Akibat ledakan itu, semoga Allah Yang Maha Mengetahui memberikan petunjuk kepada kita semua yang akan menuntun kita kepada kebenaran. Kebenaran akan datang dan kejahatan akan musnah. Sungguh, kejahatan pasti akan musnah. Dan semoga Allah Yang Maha Adil memberikan keadilan bagi kehidupan di dunia ini dan di akhirat nanti.
Akibat ledakan itu, aku menjadi terpancing untuk menuliskan tulisan ini. Aku bermimpi, suatu hari nanti Indonesia akan menjadi negara yang aman, tentram, damai, adil dan sejahtera tanpa perlu ada rasa takut dan cemas di hati seluruh penduduknya. Lalu, kapankah mimpiku ini akan tercapai?

Cucukan 18 Juli 2009

Add comment September 10, 2009

LagiLagiAdaLedakan

Pagi ini, Jumat 17 Juli 2009, lagi-lagi ada ledakan terjadi di salah satu sudut kota Jakarta, tepatnya di kawasan Mega Kuningan. Tidak hanya 1 ledakan, tapi 2 ledakan. Ledakan pertama pada pukul 07.40an di hotel JW Marriot, persisnya di lobi sebelah kiri. Sementara ledakan kedua pada pukul 07.50an, terjadi di hotel Ritz-Charlton. Meskipun sampai detik ini (Jumat 17 Juli 2009 pkul 09.13) belom bisa dipastikan apakah ledakan tersebut berasal dari bom atau dari apa.
Lagi-lagi Indonesia meledak. Lagi-lagi Indonesia berdarah. Dan lagi-lagi Indonesia tidak aman. Siapa yang berani bertanggung jawab atas ini semua?
Entah, siapa pelaku peledakan ini. Teroris kah? Pihak asing kah? Agen intelijen kah? Orang iseng kah? Anak setan kah? Makhluk busuk kah? Kampret kah?
Juga, entah apa motif dibalik peledakan ini. Pemilu sudah dilangsungkan 8 Juli lalu, dengan pemenang yang sudah hampir pasti. PRJ pun berlangsung di daerah Kemayoran, jauh dari Kuningan. Dan, insya Allah pada hari Senin 20 Juli besok, kesebelasan Manchester United dari Inggris akan mengadakan pertandingan ekshibisi di Gelora Bung Karno. Inikah yang menjadi motif utama? Mengingat hotel Ritz-Charlton adalah hotel yang sedianya akan dijadikan sebagai tempat penginapan pemain-pemain MU.
Kalau memang hal itulah yang menjadi motif, jelas ada konspirasi besar dibalik ini semua. Konspirasi yang tentunya, mungkin dilatarbelakangi oleh motif bisnis dan ekonomi. Karena MU adalah sebuah tim besar dan bergelimang uang, setiap hal berkaitan dengannya tentu memiliki nilai komersial yang tinggi. Contohnya, kita bisa melihat bagaimana salah satu provider telepon seluler menggunakan pemain-pemain MU sebagai bintang iklannya.
“Ini Budi
Budi meracik bom”
Serta, bagaimana kehadiran MU di Indonesia mampu menyedot sejumlah besar fans MU yang tersebar di Indonesia dan Asia Tenggara, meskipun sebelum tanding di Indonesia, pada tanggal 18 Juli MU akan bertanding dahulu di Malaysia. Bisa jadi, hal ini juga menjadi salah satu motif utama.
Mungkin ada pihak yang tidak senang jika MU hadir dan tampil di Indonesia. Mungkin ada pihak yang tidak senang jika eksistensi MU di Indonesia diliput oleh media massa dunia. Mungkin ada pihak yang tidak senang melihat hajatan besar Indonesia. Mungkin ada yang tidak senang melihat Indonesia aman dan damai. Mungkin ada yang tidak senang melihat Indonesia maju.
Mungkin ada yang ingin menghancurkan Indonesia. Mungkin ada yang ingin menggerogoti Indonesia. Mungkin ada yang ingin memperburuk citra Indonesia di mata dunia. Mungkin ada yang ingin membawa Indonesia menuju kehancuran.
Dan memang mungkin, akan ada selalu ada orang-orang yang seperti itu. Adalah tanggung jawab kita semua untuk mencarinya sampai ke akar-akarnya. Dan bila sampai kita mengetahui siapa pelakunya, maka janganlah berikan kata maaf baginya. Serta cukuplah neraka menjadi saksi dan pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan.

Cucukan 17 Juli 2009

Add comment September 10, 2009

AkuIniBodoh

Pagi-pagi, disaat orang-orang telah sibuk dengan kesibukannya masing-masing, 7 ekor makhluk KKN desa Cucukan masih terlelap dengan angan-angannya sendiri. 2 orang masih ngorok, 2 orang lagi berkutat di dapur bikin sarapan, 2 orang baru pulang belanja dan langsung ikut sibuk di dapur, sementara 1 orang sisanya dari tadi pagi jam 6 sedang asik nyampah nggak jelas sambil ngelaptop, nulis sebuah tulisan yang hasil tulisannya itu bisa kita baca saat ini. Huehehehe…
Sarapan udah hampir siap. Tapi tiba-tiba salah seekor makhluk terlihat mengenakan jaket dan membawa tas, segera melangkah keluar dan berpamitan padaku.

“Nicholas Saputra, aku pulang ke Jogja dulu ya!”

*Catatan: Nicholas Saputra??? Fakta atau fiksi, hayoooo???
Aku yang lagi ngetik nggak jelas sejenak tersentak. Dalam waktu sepersekian juta detik, sel-sel di otakku yang lemot ini segera berpikir,
Hei, kan itu orang-orang lagi pada masak buat sarapan kita. Bentar lagi juga selesai kok. Kamu pulangnya nanti aja, ayo kita sarapan dulu bareng-bareng. Pulangnya ntar aja abis makan.
Sejatinya otak ini telah merespon seperti itu. Tapi apa daya, lisan ini terlalu lemah untuk bersuara. Akhirnya aku hanya bisa menjawab,

“Pulang sekarang? Nggak sarapan dulu aja?”

Jeder! Lisanku ini nggak mampu mengeluarkan kalimat yang sesuai dengan apa yang aku inginkan. Dan makhluk itu pun menolak permintaan yang aku berikan. Akhirnya aku hanya bisa berkata,

“Hati-hati di jalan ya!”

…. … … Kriiik… Kriiiiik… … Dziiiiiing…
Kadang kala aku sering merasa sedih sendiri. Karena kebodohanku, aku tak mampu melarang apa-apa permintaan orang lain. Dan aku juga tak mampu untuk mengutarakan permintaan ku yang sesungguhnya. Padahal bisa aja kalimat dialog tadi aku ubah jadi kaya gini:

“Nicholas Saputra, aku pulang ke Jogja dulu ya!”
“Pulang sekarang? Kalo aku nggak ngasih izin gimana?”
“Nggak ngasih izin kenapa?”
“Kamu sarapan dulu disini, abis itu baru kamu boleh pulang.”

Contoh dialog kedua ini mungkin lebih tepat sasaran daripada dialog yang pertama. Tapi ya udah lah, nasi udah menjadi bubur. Tinggal ditambahin ayam, usus, telor, kecap sama kerupuk aja biar jadi bubur ayam. Pun demikian, setiap orang punya kesibukan dan hak nya masing-masing yang tidak sepatutnya kita interupsi. Bukan begitu?

Add comment September 10, 2009


TanggalanAdaDiSIni

September 2009
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

ckinknoazoro on IdoHaveApromise
ckinknoazoro on 2-2DariBalikKacamataku
shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise
andre on 2-2DariBalikKacamataku
Hikaru Yumeno on CV
ckinknoazoro on TentangC-Kink
ckinknoazoro on CV
ckinknoazoro on SecuilSMS #2
ckinknoazoro on NousNousSouvenons

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds