Archive for October, 2009

NaskahDramaPemilu

PEMENTASAN DRAMA KKN PPM UGM

BABAK I
LOKASI : WARGA YANG SEDANG BERKUMPUL
PAPAN DPT DI KELURAHAN
BAPAK-BAPAK MAIN CATUR SAMA SIMBAH KAKUNG. SIMBAH PUTRI DULANG SIMBAH KAKUNG. PEMUDA MAIN GITAR. IBU-IBU BERDUA DAN PEMUDI NGOBROL TENTANG MANOHARA..

Pada suatu ketika, di sebuah pedesaan yang nyaman dan asri di negeri antah berantah, berkumpul ibu-ibu, para remaja dan bapak-bapak yang sedang asyik berbincang. Bapak-bapak berbincang masalah pertanian, masalah keuangan yang morat-marit, sambil bersenda gurau bermain catur. Sayup-sayup terdengar ibu-ibu dan para pemudi berbincang membahas berita infotainment terpanas tentang Manohara.
Tampak samar dari kejauhan seorang gadis Jawa melenggang sambil membawa tas dan belanjaan yang bejibun. Yah, maklum saja gadis itu adalah anak dari seorang pengusaha jamu yang sukses.

Pemuda : “Jamune yu!! Hahahaha.” (dengan genit menggoda si gadis, warga yang berkumpul turut menoleh dan tersenyum sembari menyapa gadis itu. Gadis itu menoleh, kemudian menghampiri warga yang sedang berkumpul tersebut).
Gadis : “ Duh Gustiiii… Ono opo to iki??? Ada apa, whats going on je? Kok kumpul-kumpul gini?”
Ibu-ibu: “Ngegosip donk jenk… Biar mung masak ke suami, tapi berita Manohara tetep kenceng dong!”
Gadis: “ Ealah budhe…budhe… Eh,mbakyu-mbakyu, budhe, pakhe… Hari gini mboten jaman ngegosip. Tahu nggak, berita paling sip sekarang ini tentang pemilu presiden!”
Bapak-bapak: “ Lha nek iku aku juga ngerti! Besok tanggal 8 Juli kita nyoblos presiden to?!”
Pemuda: “ Aduh pakne..Pakne,..nyoblos wae. Nyontreng pak! Nyentang gambar yo! Gambarnya yang dicentang, bukan presidennya dicoblos!”( spontan semua tertawa)
Simbah: “Lha nek kaya aku iki iso milih ora ngger??”
Pemudi: “Saget mbah,..asal sudah lebih dari tujuh belas tahun, dan terdaftar di DPT”
Simbah: “Ealah ngger.. DPT ki pabrik opo to???” (seloroh simbah membuat semua warga yang berkumpul tertawa.
Gadis: ”Gini lho mbah.. DPT iku daftar pemilih tetap. Semua warga yang berhak memilih pada pemilu presiden besok, nama-namanipun sampun terdaftar wonten DPT . Lha,..simbah iki sampun ningali DPT dereng? (menoleh ke warga yang lainnya) Aduh, aduuh…. Jangan-jangan mbakyu kangmas pakdhe budhe juga belum ngecek DPT ya?”

(Riuh rendah terdengar warga berbicara menandakan belum mengecek nama mereka pada DPT…)

Pemuda: “ Lha sampeyan udah po jenk?” (tanyanya kepada si gadis)
(Si gadis malu-malu seraya menjawab perlahan-lahan..)
Gadis: “Heheheeee…belum..” (spontan warga berteriak, wuuuu)
(Dengan kelabakan si gadis berusaha menahan malu sambil menenangkan warga)
Gadis: “ Lho..lho ..lho.. Lha gimana kalo kita rame-rame ke kelurahan saja, secara..kulo niki kan apikan.. Jadinya ngajakin sederek-sederek… hehehhee. “
Riuh rendah : “Yok..
Mari..
Monggo..

(Warga mengiyakan, dan bersama-sama mereka beranjak ke kelurahan untuk mengecek nama mereka di DPT. Sesampai di DPT, terlihat beberapa warga yang juga sedang mengecek nama-nama mereka. Seketika, warga yang datang menambah keramaian di DPT. Mereka menelusuri satu persatu nama-nama yang tertera pada papan DPT.)

Gadis : (gusar) “Duh Gustiiiii….masa nama ku nggak ada.. Padahal kan aku terkenal kembang desa…huhuhu.. Piye iki ????”
Simbah : “Walah..iyo to ngger?? Lha jenengku ono ki, jarene pak Karyo.”
Fernando : “Aku sik wong cilik, buruh tani we yo ono ne kene.lho..dibaca : Fernando Ngadimin! Whahahha”
Bapak: “Jenengku yo ono, tapi tanggal lahire kok salah yo..” (terdiam sebentar…) “ Mbah-mbah!!! Lha asmanipun jenengan malah ketulis dobel…niki loh mangpersani”
Pemuda: “Wah..ra jelas iki!! Harus digenahke iki!!! Piye iki lek?!!”
Pemudi: “Kita nemuin Pak Kades aja kalau gitu..mumpung masih di kelurahan. Setuju?”..(bareng2: setuju…ho’o!!)

Tanpa dinyana-nyana pak Lurah keluar menemui warga karena mendengar rebut-ribut warga di luar kantor desa. Sebagian warga yang melihat kedatangan Pak Lurah berbisik kepada warga lainnya “Pak Lurah, pak lurah rawuh!”

Pak Lurah: “Wonten nopo njih, sederek-sederek?”
(Si gadis langsung nyelonong maju dan memberondong)
Gadis : “Duh pak..masa namaku nggak ada di DPT. Aku kan jadi gimana gitu Pak.. Padahal itu namane Mbah Soma malah ditulis dobel.. Aku kan juga warga sini yang punya hak.. Aku pengin ikut serta pemilu dong Pak…”
Pemuda: “Iya Pak,..malah ada yang namanya salah,..ada yang tanggal lahirnya salah.. lha nek ngenteniku cobi pak??!!”

(Warga bertambah ribut..”Injih,,…injih..Pripun niku??bla..bla..bla..)

Pak Lurah: “Tenang..tenang sedoyo. Dados ngenten.. Kesalahan dalam DPT masih bisa diperbaiki. Mboten sah khawatir.” (warga terdiam, pelan-pelan tenang)
Pemuda: “Caranipun pripun pak?”
Kemudian dijelaskan tentang cara-cara untuk melakukan pembenaran dan daftar bagi yang namanya belum tercantum pada DPT.
Pak Lurah : “Caranya dalah… “

SEMUA MEMATUNG.MODERATOR KELUAR DAN MENJELASKAN CARANYA.

BABAK II :

BAPAK-BAPAK SEDANG MENGOBROL DITEMANI GORENGAN DAN GELAS KOPI. SIMBAH YANG SATU SEDANG MENYAPU DAN SIMBAH YANG LAIN SEDANG MEMBERI MAKAN AYAM. PEMUDANYA SEDANG MENGOTAK-ATIK HP…

Moderator:
Keseharian di desa. Di salah satu sudut desa, terlihat beberapa warga sedang berkumpul mengisi hari-hari mereka. Ada:
1. Bapak-bapak sedang main catur
2. Manula/mbah-mbah sedang ngobrol-ngobrol
3. Pemuda/murid SMA sedang berkumpul
Lalu ada seorang ibu-ibu datang memperingatkan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa
(Si ibu lewat depan kerumunan dan disapa oleh bapak-bapak)

Bapak 1: “Bade tindak pundi?”
Ibu: “Niki pak, bade dateng sosialisasi”
Bapak 2: “Sosialisasi napa jeng?”
Ibu: “Sosialisasi pemilu,itu loh yang diadain sama mahasiswa2 KKN”
Pemuda 1: “Oh iya aku inget, kemarin aku liat pengumumannya”
Bapak 1: “Emang acaranya kapan jeng?”
Ibu: “Ya sekarang ini Pak, di pendopo desa”
Bapak 2: “Saiki?lah..nek ngono aku melu”
Bapak 1: “Sik,sik…sedilut……aku melu…!”
Ibu: “Yo hayoo…”

(Si ibu meninggalkan panggung. Bapak-bapak segera bergegegas mengemasi caturnya dan beranjak mengikuti si ibu meninggalkan panggung)

Pemuda 1: (nanya ke temennya) “Eh elu arep melu ora bro?”
Pemuda 2: “Melu sosialisasi kae?”
Pemuda 1: “Yoh..meluk yoh..sapa ngerti akeh panganane..”
Pemuda 2: “Ho’oo..ho’oo sapa ngerti mahasiswane sing ayu nyantol karo aku..hehehe…. ”
Pemuda 1: “Sing liyane di sms yo!Oke broow!!”
Pemuda 2: “Haio siap!!” (sambil mengutak-atik handphonenya)
Pemuda 1: (berbicara kepada mbah-mbah) “Mbah, nggak ikutan Mbah?”
Mbah 1: “Melu nendi le!?”
Pemuda 1: “Itu Mbah, sosialisasi pemilu! Di pendopo desa Mbah, sekarang!”
Mbah 2: “Ooo..sing nyontreng-nyontreng kae?Piye to kuwi, aku yo bingung! ”
Pemuda 1: “Ya makane teko wae mbah..Mengkeh diterangke cah mahasiswa kok. Nom-noman mbah.. ”
Mbah 2: “Iyo to?!? Mangkat saiki wae nek ngono!”
Mbah 1: “Aku yo melu!” (wos wes wos wos wes wos0
Pemuda 1: “Ayo Mbah, berangkat!”
Mbah 2: “Ayo ayo ayo!”

(kedua pemuda dan kedua manula beranjak pergi meninggalkan panggung. Lalu setting segera berganti menjadi setting rapat kecil-kecilan)

Moderator:
Akhirnya seluruh warga desa berkumpul di pendopo desa untuk menghadiri acara sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN. Ada bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda dan manula. Lalu mahasiswa mulai menjelaskan tentang sosialisasi pemilu.

Semua: “Was wes wos was wes wos… …”
Mahasiswa: “Assalamualaikum wr wb. Terima kasih kepada Bapak-Bapak Ibu-Ibu … … … …”

(selanjutnya pemeran mahasiswa silahkan berimprovisasi dan berkreasi menjelaskan segala sesuatu tentang pemilu kepada forum (yang singkat-singkat aja). Terakhir, dibuka kesempatan untuk tanya jawab kepada peserta forum. Untuk peserta forum silahkan berimprovisasi juga, khususnya pada saat kesempatan tanya jawab.
Jadi pada forum sosialisasi ini, lakukanlah apa yang biasa kita lakukan di event-event sosialisasi yang telah kita jalani)

Babak III
Setting: Lokasi TPS. Ada KPPS dan mahasiswa sebagai petugas dan seluruh warga di tempat tunggu.
Pagi hari di tempat pemungutan suara, warga berkumpul untuk melaksanakan pemilu presiden Negara antah berantah. Tepat jam delapan, Ketua KPPS membuka rapat pemungutan suara. Setelah dilakukan sumpah KPPS, dilakukan pengecekan kotak suara.

KPPS : “Ini masih di segel loh..ibu-ibu…bapak-bapak…sah…sah….
Mari kita buka segelnya…

KPPS MEMBUKA SEGEL (di lucu-lucuin adegannya). SATU PERSATU MEMBUKA ISI KOTAK SUARA. TERDAPAT SURAT SUARA YANG MASIH DI SEGEL, FORMULIR YANG MASIH DISEGEL….Kemudian KPPS memperlihatkan kepada para warga.

KPPS : “ Pemungutan suara dimulai”
Warga : “Horeee”
KPPS : “Nomor satu! Fernando Ngadimin!”

(Pemuda itu berdiri dan menerima surat suara,maju ke bilik suara, nyontreng,keluar dari bilik surat suaranya disakuin dan hendak meninggalkan TPS. Warga dan panitia pemilu spontan menegur)
(Fernando balik dan memasukkan surat suara ke kotak suara)

KPPS : “Soma Pawiro Dimejo.”
(Kakek-kakek berjalan tertatih dan dipapah oleh cucunya. Sampai dibilik suara, dihentikan oleh panitia)
Panitia : “Maaf mbah.. Mboten angsal dikancani..”
Cucu : “Aku cucunya kok. Saya sudah membuat surat kuasa di kelurahan. Ini Pak..”
(surat suara diambil oleh panitia PPS)
Panitia : “Monggo-monggo mbah..) mempersilahkan kakek dan cucunya untuk masuk ke bilik.dst. (ga perlu nunggu orang selesai, langsung dipanggil)
KPPS : “Cinta Flora..”
Gadis : “Saya Pak…” (adegan dst..sampai di bilik gadis tersebut menjerit tertahan, dan keluar melapor kepada panitia PPS karena surat suaranya salah)
Panitia : “Ada apa mbak..ada apa?”
Gadis : ”Aduh aduh aduhh,….surat suaranya nggak beres niki Pak…” “ Kok, nggak ada foto saya ya Pak…ehh..eh..maksud saya ini rusak..fotonya sobek.. Gitu lho Pak…”
Panitia : ”Ini..ini saya tuker..” (sambil menerima kertas yang rusak, mendata, dan mengganti dengan surat suara yang baru.
Gadis: “Ini ada foto saya ya Pak?! Apa nanti saya pasang sendiri, terus..terus..nanti kulo tulis nama saya ya Pak…”
Warga : “Wuu…” (Panitia menenangkan. Dan langsung menegur .
Panitia : “Jangan.. Jangan dek..Nanti tidak sah..”
Gadis : “iya deh Pakkkk..” sambil melenggang. Dst.
Tiba-tiba datang seorang pejabat yang menyelonong minta untuk didahulukan. Dengan grusa-grusu dan memegang hp banyak, seolah sedang sibuk, dia menuju meja KPPS.

Pejabat : “Pak..saya duluan ya pak..ada meeting nih! Anda kan tahu saya orang sibuk..”
Warga : “Wos wes wos..wos wes wos..”
Panitia : “Nggak bisa Pak..sesuai prosedur. Harus antri. Jika bapak berkenan, nanti kami tunggu bapak kembali lagi kesini sampai jam satu. Atau bapak sudi antri sesuai urutan.”
(Pejabat berpikir sebentar..)

Pejabat : “ Demi masa depan bangsa, dan menghormati pejuang yang telah tiada.. Saya rela untuk meninggalkan kepentingan pribadi saya. Saya putuskan untuk antri saja.”

(mengumpulkan undangan ke panitia, dan duduk. Lalu KPPS melanjutkan proses pemilihan suara).

KPPS: “Luna Maya!”
Ibu-Ibu : “Saya”

(dst, berjalan seperti biasa)

KPPS: “Antonio Sugiono..”
Pemuda: “Inggih Pak, kulo!”

(pemuda itu berjalan dst dst dst. Tapi jalannya pelan2, dan berhenti agak lama di bilik suara)

KPPS: “Sugimin bin Sugiwati”
Pejabat: “Iya iya, saya!” (dengan langkah tergesa-tergesa)
(pejabat berjalan seperti biasa. Sampai di bilik suara…)

Pemuda: (berbicara kepada si pejabat) “Ssttt sttt Pak, Pak!”
Pejabat: “Opo le?”
Pemuda: “Contreng yang ini ya Pak, yang ini bagus Pak! Orangnya gini gini gini (memprovokasi)”
KPPS: “Priiiiiiiit…!!! Mas Mas nggak boleh provokasi Mas! Melanggar undang-undang pasal sekian ayat sekian!”
Pemuda: “Oh iya, iya, maaf Pak”
Panitia: “Jangan diulangi lagi ya!”

(Semua peserta sudah selesai. Tiba-tiba ada yang datang maju dan mengacungkan jari. Pemuda itu adalah pencoblos pertama)

Fernando : “Pak! Saya belum mencontreng pak!” (sambil maju ke depan. Warga yang lain melihat sebentar kemudian ada yang berteriak…
Warga: “Pak..pak..dia sudah pak..”
Fernando: “Belum..belum..”
Warga: “Lihat tangannya aja Pak…”

(Panitia menghampiri Fernando dan mengecek tangannya. Fernando ngeles “ga ada kan..gag ada..”. warga menghampiri.ternyata diplester jarinya. Dibuka, dan terlihat tanda tinta di kelingking.)

Panitia : “Ini apa ini…?!!”
Fernando: “Ini luka kena pisau pak.. Darahnya mongering..’
Panitia: “Darah kok biru…!”
Fernando: “Saya kan keturunan bangsawan. Jadi darahnya biru pak..”
Warga : ”Woo..lha iki… Mau curang ya..wos wes wos wos wes wos..”
Warga : ”Gebuki wae yo…“ (Serentak warga terlihat menghampiri ingin mengeroyok sang Fernando.)
(Warga (minus KPPS) berputar2 mengelilingi panggung mengejar2 Fernando dengan adegan slow motion. Setelah lama berputar2, lalu ada Rhoma Irama datang menghentikan adegan yang sedang berlangsung)

Rhoma: “Stop!”
(Semua berhenti dan menoleh ke sumber suara)

Rhoma: “Saudara2, jangan anarkis! Kita bangsa Indonesia harus bersatu! Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, tapi istri boleh dua!”
Kaum lelaki: “Sepakat!!!!!”
Kaum perempuan: “Wuoooooooooooo!!!!”
Rhoma: “Jadi, warga sekalian, kesatuan dan persatuan bangsa ini harus dijaga. Bla bla bla bla bla bla “ (Rhoma menjelaskan tentang persatuan, pemilu damai, dll kepada warga)

(setelah Rhoma menyelesaikan kalimatnya, lalu KPPS maju ke depan dan mengambil peran)

KPPS: “Iya, demikianlah pemilu pilpres kita hari ini. Mari kita sukseskan pemilu bla bla bla bla bla” (KPPS menghimbau dan mengajak untuk menyukseskan pemilu kali ini)

(seluruh peserta pemilu naik ke atas panggung, berbaris berjejer sambil menunjukkan jarinya yang telah tercelup tinta. Berbaris rapi, mengucapkan salam dan rame2 berteriak:

“Sukseskan pemilu 2009. Satu suara kita menentukan masa depan bangsa. Jadi, nyontreng yooook….!!!!!” (sambil bergaya sesuka hati)

(lalu tiba2 ada setan2an naik ke atas panggung)

Setan: “Wuoooooy… saya juga boleh ikutan nyontreng nggak..???”
Semua: (menjerit) “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” (lalu semua lari meninggalkan panggung)
Setan: “Loh kok pada kabur, saya kan juga pengen nyontreng…”

(moderator masuk dan menutup drama. Selesai. Horeeeeeeeeeee!!!!!!)

Created by:
C-Kink, Poy, Nura, Nike and all creative team from KKN-PPM UGM Prambanan

Add comment October 18, 2009

LPJjinglePemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara Re-Launching Jingle Pilpres

Refleksi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Refleksi Pilpres 2009” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Kamis  30 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara re-launching jingle pilpres, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional serta rasa cinta tanah air yang tinggi, maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Silahkan dinikmati. Lebih nikmat lagi jika ditemani dengan secangkir teh manis hangat plus gorengan.

 

Menindaklanjuti pemilu presiden yang dilaksanakan pada hari Rabu Pahing 8 Juli 2009 yang lalu, sekali lagi 2 unit tim KKN yang beroperasi di kecamatan Prambanan diberikan amanah untuk melaksanakan seminar dengan tema “Refleksi Pilpres 2009 dan Makna Kemerdekaan”. Sama seperti sebelumnya, 2 unit ini kembali berkolaborasi untuk mempersiapkan acara tersebut, mengingat acara seminar ini dilaksanakan pada tingkat kecamatan.

Secara keseluruhan, konsep acara dari seminar ini tidak jauh berbeda dengan acara sosialisasi pemilu yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Inti acara ini adalah talkshow yang menghadirkan 3 orang pembicara: perwakilan KPU, perwakilan panwas dan akademisi dari UGM. Lalu disertai dengan hiburan-hiburan, seperti pemutaran video tentang sosialisasi dan refleksi pemilu, penampilan dari kaum difabel dan musisi lokal, serta re-launching jingle pilpres yang diciptakan oleh salah satu mahasiswa KKN UGM di kecamatan Prambanan ini.

Namun tidak seperti acara sebelumnya yang hanya melibatkan beberapa orang perwakilan dari setiap unit untuk terlibat dalam kepanitiaan, acara talkshow kali ini mengikutsertakan seluruh individu yang tergabung dalam 2 unit tim KKN menjadi 1 kepanitiaan besar. Karena itu kepanitiaan ini terbagi menjadi banyak seksi untuk mengakomodir jumlah panitia yang terdiri dari +- 51 orang. Dan salah satu seksi itu bernama “seksi acara re-launching jingle pilpres”, yang LPJ-nya telah tersedia di hadapan kita semua.

 

Idealita

 

Dari konsep acara, khususnya sesi re-launching jingle pilpres, panitia menginginkan kehadiran para musisi lokal sebagai pengisi acara untuk membawakan jingle tersebut. Musisi lokal ini diutamakan adalah musisi dari kecamatan Prambanan. Lebih diutamakan lagi adalah kaum difabel yang memiliki kemampuan dalam bermusik. Hal ini didasari pada tema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang diharapkan muncul pada setiap kegiatan Kuliah Kerja Nyata.

Selain itu juga, pada acara sosialisasi pemilu tanggal 4 Juli yang lalu, seluruh pengisi acara hiburan adalah kami sendiri, dari rekan-rekan tim KKN UGM. Untuk acara hiburan pada talkshow kali ini, panitia mengharapkan supaya bukan kami lagi yang menjadi pengisi acaranya, melainan mereka-mereka kaum difabel ataupun musisi lokal. Selain sebagai pemberdayaan masyarakat, juga sebagai ajang pemberian kesempatan kepada mereka untuk menampilkan kemampuan yang mereka punya kepada khalayak umum.

Jadi, disini perlu ditekankan bahwa re-launching jingle pilpres ini akan dibawakan oleh musisi lokal atau kaum difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi nilai lebih bagi acara talkshow ini secara keseluruhan. Tapi, bagaimana realita yang terjadi? Mari kita lanjutkan setelah pesan-pesan berikut ini.

 

Realita

 

Niat awal kami semua adalah ingin mengikutsertakan para musisi lokal untuk terlibat secara langsung dalam sesi re-launching jingle pilpres ini. Kembali kepada tema KKN PPM yang menitikberatkan pada Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, disini kami ingin menampilkan para musisi lokal untuk membawakan jingle pilpres di hadapan para tamu undangan talkshow.

Untuk menindaklanjutinya, kemudian kami mulai berkelana dari Timur ke Barat dan Selatan ke Utara untuk mencari dimanakah kiranya gerangan musisi lokal itu berada. Timur ke Barat, Selatan ke Utara, tak juga aku temukan, tak juga aku dapatkan, oh Tuhan inikah cobaan..

Dimulai dari salah satu SLB di daerah Klaten. Disana kami berhasil menemukan difabel dengan keahlian di bidang pantomim, yang selanjutnya menjadi salah satu pengisi acara. Selain itu kami juga menemukan difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik, khususnya band. Bahkan mereka juga telah mengantongi rekor MURI.

Namun keinginan kami untuk mengajak mereka menjadi pengisi acara talkshow tidak dapat terlaksana. Pertama, karena mereka hanya bisa tampil dengan alat musik full band dan tidak bisa secara akustik. Karena mereka tidak memiliki alat sendiri, jadi otomatis kami harus menyediakan anggaran dana lebih untuk menyewa alat musik yang akan mereka gunakan nantinya. Kedua adalah karena pada tanggal dan jam yang sama, mereka harus mengisi acara di tempat lain. Jadilah kami batalkan niat mulia kami untuk menampilkan mereka.

Pencarian tetap dilanjutkan untuk mencari musisi lokal kecamatan Prambanan. Sepanjang jalan Solo di wilayah kecamatan Prambanan telah kami telusuri, tapi ternyata sangat jarang bahkan tidak ada musisi lokal yang dapat kami temukan. Demikian juga dengan kawasan candi Prambanan, hampir tidak ada musisi lokal yang beroperasi.

Kami hanya bisa menemukan seorang ketua asosiasi pedagang asongan di kawasan parkiran candi Prambanan yang bernama Pak Sunarwan. Dari obrolan kami dengan beliau, ternyata musisi lokal di wilayah kecamatan Prambanan memang dapat dikatakan tidak ada. Yang mungkin ada hanyalah kesenian jatilan. Tapi kami memutuskan untuk tidak menampilkan jatilan mengingat ukuran indoor pendopo kantor kecamatan Prambanan yang tidak memungkinkan.

Sampai pada akhirnya, kami berhasil mendapatkan koneksi dengan musisi lokal dari kota Klaten. Di pertigaan menuju ringroad Klaten, persis di seberang rumah makan Bakso Nuklir, berkumpullah sekumpulan pemuda yang menamakan diri mereka L.A Country. Dikomandani oleh Mas Bowo, kami ber-say hello untuk mengutarakan maksud dan tujuan kami menemui mereka. Bla bla bla bla bla… dan mereka pun memahami apa yang kami rasakan. Kami pun sepakat untuk menampilkan mereka pada acara talkshow ini. Keinginan kami ternyata tidak bertepuk sebelah kaki, karena mereka juga bersedia menjadi pengisi acara.

Akhirnya 1 hari sebelum hari-H, kami melakukan latihan perdana untuk mencoba jingle pilpres yang diciptakan oleh mahasiswa paling imut di tim KKN UGM kecamatan Prambanan, C-Kink. Bertempat di pendopo kantor kecamatan Prambanan, kami mulai mencoba memperkenalkan jingle tersebut. Jreng jreng jreng… “Tahun ini bangsa kita berpesta… Setelah lima tahun kita tidak bersua…”

Niat awal kami adalah mempersilahkan mereka dari L.A Country untuk membawakan jingle ini sendiri. Tapi mereka merasa sebaiknya jingle ini dibawakan secara kolaborasi antara mahasiswa dan mereka, karena jingle ini sebenarnya sudah jadi dan hanya tinggal dibawakan saja. Setelah berdiskusi singkat, kami pun menyepakatinya. Jadilah, jingle ini akan dinyanyikan oleh mahasiswa KKN dengan iringan musik dari L.A Country.

Latihan perdana ini berjalan cukup normal. Mengingat jingle tersebut tidak terlalu sulit dan kemampuan musikalitas para personel L.A Country yang tidak bisa disepelekan, dalam waktu singkat jingle pilpres ini telah dapat dipahami dan dipelajari. Sisanya tinggal melihat improvisasi masing-masing di keesokan hari ketika tampil nanti.

Kini tibalah kita pada hari-H. Pagi harinya, kami telah menyiapkan lirik jingle pilpres tersebut untuk dibagi-bagikan kepada peserta sebagai salah satu konten seminar kit. Tidak lupa kami juga merekam mentahan jingle tersebut dalam 5 keping CD. Dari 5 keping ini, 1 akan diberikan kepada musisi L.A Country dan 4 sisanya akan diberikan kepada perwakilan KPU, panwas atau kecamatan.

L.A Country datang beberapa saat sebelum memasuki sesi acara jingle. Sembari menunggu, kami semua berlatih kembali menyanyikan jingle tersebut secara bersama-sama. 3-4 kali latihan dirasa sudah cukup untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing individu. Latihan pun dicukupkan sekian dan kini tinggal menunggu waktu untuk tampil.

Akhirnya setelah sesi talkshow selesai, kami mendapatkan giliran untuk menaik ke atas panggung. Setelah mendapatkan arahan dan pendahuluan dari pembawa acara, kami mulai memainkan jingle tersebut di hadapan peserta, dengan berkolaborasi antara mahasiswa dan L.A Country. Komposisinya adalah ke-5 orang personel L.A Country memainkan alat musik: gitar, gitar bass, benjo, cuk dan bonggo, ditambah C-Kink yang memegang gitar, sementara sisanya yaitu Arya, Nura, Lies, Poy, Catur dan Eka menjadi vokalis. Plus kehadiran Wisnu di atas panggung yang mengenakan kostum badut Mr. Contreng.

1 lagu yaitu jingle tersebut telah selesai dibawakan dan kami pun turun dari panggung, menyisakan L.A Country yang masih tetap pada posisinya untuk mengisi sesi hiburan setelah ini. Semoga para peserta terpuaskan atas apa yang telah kami coba berikan.

Di akhir acara, setelah panitia mulai berkemas dan L.A Country beranjak pulang, tak lupa kami memberikan CD berisi jingle pemilu tersebut, lengkap dengan liriknya. Serta, kami dari seksi acara hiburan menuliskan dalam selembar kertas, testimoni dan segala pesan-kesan kami kepada rekan-rekan L.A Country, sebagai kenang-kenangan untuk mereka. Semoga silaturrahim diantara kita semua bisa tetap terjaga.

 

Evaluasi

 

Dari seksi acara re-launching jingle pemilu, secara umum tidak ada evaluasi secara mendalam dan mendetail yang perlu dilakukan. Keseluruhan anggota seksi telah bekerja dengan penuh semangat dan sebaik-baiknya. Ketika ada satu hambatan yang merintangi, hal itu tidak menyurutkan langkah kami. Justru kami mencoba melintasinya dengan sekuat tenaga dan kebersamaan yang kami miliki. Bahkan kebersamaan ini juga secara tidak langsung tertularkan kepada rekan-rekan dari L.A Country selaku pengisi acara sekaligus teman berkolaborasi.

 

Kritik dan Saran

 

Kepanitiaan acara refleksi pemilu ini telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman bagi kita semua. Meskipun begitu tetap ada beberapa hal yang kiranya perlu dikritisi terkait pelaksanaan acara ini. Plus beberapa saran yang harapannya bisa menjadi masukan bagi kita bersama dalam menjalani hari-hari dalam setiap detik kehidupan ini nantinya.

  1. Telah ditegaskan berulang kali bahwa komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.
  5. Kepanitiaan besar seperti ini tidak dapat dipungkiri akan mengakibatkan adanya beberapa individu yang tidak bekerja secara penuh, khususnya dalam beberapa hal. Ada beberapa individu yang bekerja lebih berat sementara ada individu lainnya yang mungkin kurang terberdayakan. Solusinya adalah dengan mengatur pembagian jumlah anggota, khususnya untuk seksi yang memang memerlukan banyak tenaga.
  6. Kepanitiaan besar juga memberikan pemandangan yang kurang enak dilihat pada saat pelaksanaan acara, terutama bagi panitia yang tidak terbedayakan ketika acara berlangsung. Hal ini dapat disiasai dengan memberikan ruangan khusus panitia dan mengumpulkan panitia yang tidak terberdayakan di dalam ruangan tersebut.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt Al-Malik Al-Mu’min Al-Aziz Al-Khaliq. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami kembali di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat serta memelihara anak laki-lakinya yang imut idan six pack ini.

-          Ainur Rokhim, siluman kambing cap Mbantul yang makin hari makin ajaib aja. Sepertinya orang tuamu telah salah memberi nama untuk anak perempuannya… Hihihihihi.

-          Catur, Eka, Wisnu, Arya, Fentra, Ilham, Poy dan Lies selaku keluarga seksi acara hiburan atas kerjasamanya mencari jejak musisi jalanan dan menemani mereka sepanjang acara.

-          Mas Bowo, Mas Bayu, Pak Supri dan seluruh rekan-rekan L.A Country yang bersedia untuk berkolaborasi dan telah memberikan pelatihan singkat cara memainkan benjo dan cuk. Semoga silaturahim kita tetap terjaga.

-          Pak Sunarwan selaku ketua asosiasi pedagan asongan parkiran candi Prambanan yang telah banyak memberikan informasi berharga. Semoga dimudahkan rezekinya dan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup ini.

-          Nurfina Amini yang akrab dipanggil Bambang atas pinjaman laptop, printer dan nero nya.

-          Nanda dan Kiki selaku MC yang hobi bercuap-cuap olala.

-          Reza dan Yudis yang masih betah membimbing para anak asuhnya masing-masing.

-          Rekan-rekan sekretaris atas kesediaannya menuliskan apa-apa yang perlu dtulis.

-          Rekan-rekan bendahara atas keikhlasannya dipusingkan dengan nota-nota dan sebagainya.

-          Rekan-rekan seksi acara seminar yang baik-baik saja.

-          Rekan-rekan seksi pembuatan film dokumentasi yang ada apa-apanya.

-          Rekan-rekan seksi dekorasi atas pembuatan backdrop dan spanduknya.

-          Rekan-rekan seksi perlengkapan yang jumlah anggotanya paling sedikit.

-          Rekan-rekan seksi humas yang rajin berkelana melintasi kecamatan Prambanan hanya untuk mengantarkan undangan.

-          Rekan-rekan seksi konsumsi atas kesediaannya membagi makanan kepada kami semua.

-          Rekan-rekan seksi publikasi yang telah mempublikasikan acara ini sekuat tenaga.

-          Rekan-rekan seksi dokumentasi atas hasil jepretan-jepretn narsisnya.

-          Rekan-rekan seksi penerima tamu yang setia duduk manis di meja registrasi.

-          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan luar biasa. Super sekali!

-          Pak Heru dan Bu Martini yang dengan ikhlas telah hadir di acara ini  mewakili warga Desa Cucukan lainnya.

-          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

-          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

-          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 1 Agustus 2009

 

Lampiran

Maret 2009

Pemilihan Umum

Versi Pilpres

C-Kink

Tahun ini bangsa kita berpesta

Setelah lima tahun kita tidak bersua

Untuk memilih calon pemimpin bangsa

Marilah kita merayakannya

 

Pemilihan Umum itulah namanya

Pelaksanaannya sudah di depan mata

Ayolah gunakan hak pilih kita

Karena masa depan milik kita semua

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Sudahkah kita mengenal mereka

Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana

Dari tiang listrik sampai angkutan kota

Bermodal senyum manis mencoba menyapa kita

 

Sudahkah kita kenal visi misinya

Beraneka program menjadi jualannya

Juga bermacam jargon yang menjadi slogannya

Bermodal janji-janji mencoba menyapa kita

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

***

Add comment October 18, 2009

LPJacaraPemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara

Sosialisasi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Sosialisasi Pemilu” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Sabtu 4 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Dan semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Monggo dikecake!

 

Awalnya pada hari Minggu, 28 Juni 2009, 2 unit tim KKN UGM yang ditugaskan di kecamatan Prambanan berkonsolidasi untuk mengadakan sebuah acara bersama dengan level kecamatan. Akhirnya setelah melalui berbagai negoisasi dan koordinasi yang tidak panjang dan tidak alot, diperolehlah kesepakatan untuk mengadakan acara “sosialisasi pemilu” di tingkat kecamatan, dengan kepanitiaan bersama dipegang oleh kedua unit.

Acara sosialisasi pemilu ini direncanakan akan diselenggarakan pada hari Minggu 5 Juli 2009, bertempat di kantor kecamatan prambanan. Isinya berkisar tentang segala sesuatu mengenai pemilu dan sosialisasinya. Dalam jangka waktu yang hanya 1 minggu, maka seluruh panitia dituntut untuk bekerja ekstra keras demi kesuksesan jalannya acara ini.

Event sosialisasi pemilu tersebut menitikberatkan pada acara drama parodi pemilu, sebagai salah satu metode yang dirasa menarik untuk melakukan sosialisasi dengan cara yang berbeda. Karena itulah kemudian dibentuk “tim skenario” untuk membahas segala sesuatu mengenai konsep drama tersebut.

Lalu berkumpullah tim skenario untuk menyusun naskah drama. Dengan berjuang sekuat tenaga dan dengan disertai gontok sana gontok sini, akhirnya naskah drama dapat terselesaikan dengan sehat wal afiat pada hari Selasa 30 Juni 2009. Plotting dan lobi-lobi pemeran drama dilakukan pada keesokan harinya, Rabu 1 Juli 2009. Dan naskah drama diterima oleh para pemeran pada hari Kamis 2 Juli 2009, sekaligus juga latihan perdana.

Masih di hari Selasa. Setelah naskah drama itu selesai, kami dari tim skenario mencoba untuk berpikir lebih ke depan terkait kepanitiaan ini. Pada saat itu, seksi-seksi yang ada dalam kepanitiaan adalah seksi skenario, seksi perlengkapan, seksi konsumsi dan seksi humas. Dari sini ditemukan sebuah kejanggalan yang tidak biasa. Kejanggalan apa itu? Yaitu tidak adanya satu seksi yang bernama “seksi acara!”. Padahal fungsi seksi acara adalah sangat penting dalam sebuah kepanitiaan, seperti untuk merumuskan rundown acara, memanggil pembicara, menunjuk pembawa acara, menyiapkan jalannya keseluruhan acara, dan sebagainya. Akhirnya dengan penuh inisiatif tinggi, tim skenario mencoba untuk mengusulkan sebuah rundown acara kepada keseluruhan panitia.

Semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena tim skenario berinisiatif mengusulkan rundown acara tersebut, akhirnya tim skenario diberikan amanah baru yang sudah diduga sebelumnya. Panitia sepakat mengetuk palu dan mengubah nama “tim skenario” menjadi “seksi acara”, yang artinya kini kami tidak lagi hanya membahas masalah drama, tapi juga keseluruhan acara dan hal-hal teknis dibelakangnya. Huiks huiks…

 

Idealita

 

Yang paling mendasar, sebagaimana telah tersebut dalam paragraf sebelum ini, idealita kami hanyalah sebagai sebuah tim skenario biasa. Tapi ternyata kondisi lingkungan memaksa kami untuk berubah fungsi menjadi seksi acara. Ya tidak apa-apa lah, kami percayakan semuanya kepada takdir. Tawakkal aja…

Kesepakatan awal panitia, acara akan dilaksanakan pada hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi setelah bernegoisasi dengan para perangkat kecamatan, mereka memberi saran bahwa jika acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, dikhawatirkan pengunjungnya tidak sebanyak yang diharapkan. Hal ini terjadi karena pada hari Minggu umumnya masyarakat disibukkan dengan acara-acara pernikahan atau agenda masyarakat lainnya. Perangkat kecamatan mengusulkan supaya acara ini diadakan keesokan harinya, Senin 6 Juli 2009, dan seluruh panitia pun menyepakati.

Lalu dari konsep acara secara keseluruhan, idealitanya acara akan dibuka oleh ketua panitia beserta wakil ketua untuk mewakili tim KKN unit Prambanan Utara dan Selatan, dan sambutan oleh Camat Prambanan. Lalu dilanjutkan oleh sosialisasi pemilu dari KPU, drama dan hiburan. Diluar itu semua, sepanjang acara akan ada seekor badut berkostum Mr. Contreng yang akan beroperasi di sekitar kecamatan, di pinggir jalan, dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat dan untuk membagi-bagikan brosur tentang sosialisasi pemilu.

Materi mengenai sosialisasi pemilu akan diisi oleh KPU sendiri. Kemudian drama yang menjadi inti acara, akan dimainkan oleh rekan-rekan KKN, dengan tema parodi mengenai pemilu. Terakhir, acara hiburan direncanakan akan diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan.

Kira-kira begitulah idealita yang kami punya terkait acara sosialisasi pemilu ini. Kini saatnya kita bersama-sama memasuki bagian realita.

 

Realita

 

Sebelumnya, mari kita siapkan fisik dan mental kita sebelum kita membaca bagian ini. Tarik nafas dalam-dalam, lalu buang. Hmmmmphhh… Fiiiiuuuuuh…

Pertama, dari tanggal pelaksanaan acara. Niat awal kami adalah hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi berdasarkan wejangan dari perangkat kecamatan, lalu diundur menjadi hari Senin 6 Juli 2009. Apakah pelaksanaannya seperti itu? Kita baca paragraf berikut ini!

Hari Kamis 2 Juli 2009, seluruh pemeran drama sedang berkumpul di Kastil Sengonisme untuk bersiap-siap melaksanakan latihan drama pertama kalinya. Semua pemeran telah memegang naskah. Dan beberapa detik sebelum latihan dilaksanakan, datanglah sebuah berita yang membuat kami semua terkejut dan terpana.

Fathi (bacanya bukan Fat-hi atau Fa-ti atau Ef-Ati, tapi Fath-‘i) selaku koordinator humas yang bertanggung jawab menghubungi semua pihak di luar panitia, memberi kabar terbaru hasil pertemuannya dengan KPU Klaten. Diriwayatkan dari Fathi bahwa KPU Klaten berkata bahwa: “Masa kampanye berlangsung hingga tanggal 4 Juli 2009. Kemudian selama tanggal 5 Juli hingga 7 Juli adalah masa tenang. Dan KPU tidak mau bertanggung jawab atas segala kegiatan terkait sosialisasi pemilu yang dilaksanakan pada masa tenang”.

Apa artinya? Secara tersirat, KPU mengatakan bahwa mereka enggan mengisi acara kita jika diadakan pada hari Senin 6 Juli. Batas terakhir pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan semacam itu adalah pada tanggal 4 Juli, dan jika diadakan pada tanggal tersebut, KPU bersedia untuk turut serta di dalamnya.

Melihat kenyataan tersebut, maka panitia mencoba untuk berembug menentukan nasib dan masa depan acara sosialisasi pemilu ini. Akhirnya, dengan diwarnai lisan yang beradu argumen dan otot plus urat yang tidak ditampakkan, panitia sepakat untuk menuruti keinginan KPU, yaitu memajukan acara menjadi hari Sabtu 4 Juli 2009. Tok tok tok… Palu telah diketuk, dan 4 Juli adalah 2 hari lagi!

Dua hari lagi acara dilaksanakan. Kurang dari 48 jam. Para pelakon drama baru memegang naskahnya pada saat itu, dan belum sekalipun latihan. Musisi jalanan belum dilobi untuk mengisi acara. Kostum Mr. Contreng juga belum dibuat. Lalu, apakah semua kendala tersebut akan menyurutkan langkah kita dalam menjalankan kepanitiaan ini?

Jangan sebut kami mahasiswa Universitas Gadjah Mada jika kami langsung berputus asa hanya karena hal-hal seperti ini. Apakah kami menyerah? Jawabannya jelas: TIDAK! Justru hal tersebut semakin memicu semangat kami dan membuat kami lebih terpacu untuk menjalankan acara ini.

Para pemain drama yang baru mendapatkan naskahnya pada hari Kamis siang, dengan semangat segera berlatih dan memanfaatkan setiap detik yang ada. Untuk masalah kostum, dengan penuh percaya diri kostum mulai dibuat pada hari Jumat pukul 1 siang, dan akhirnya bisa diselesaikan dengan sukses pada hari Sabtu 4 Juli 2009 pukul 08.00, atau 1 jam sebelum acara dimulai! Sementara untuk acara hiburan, rasanya tidak mungkin kami memanggil dan melobi musisi jalanan dalam waktu 1 hari. Akhirnya dengan inisiatif tinggi, kami dari tim acara sepakat untuk menghandle sendiri acara tersebut.

Kini sampailah kita pada hari yang ditunggu-tunggu, Sabtu 4 Juli 2009. Bertempat di halaman kantor kecamatan Prambanan, acara dimulai tidak terlalu jauh dari waktu yang diagendakan. Namun Camat Prambanan tidak bisa menghadiri acara ini karena pada waktu bersamaan juga ada agenda di tempat lain, sehingga sambutan diberikan oleh salah seorang staf kecamatan.

Acara dilanjutkan oleh materi tentang sosialisasi pemilu yang diisi oleh KPU Kabupaten Klaten. Terima kasih kami ucapkan kepada tim humas atas usahanya untuk melobi KPU sehingga mereka bersedia untuk mengisi materi pada acara ini.

Pada waktu yang bersamaan, badut Mr. Contreng juga melaksanakan tugasnya. Badut ini ditempatkan di pinggir jalan di depan kantor kecamatan, untuk membagi-bagikan brosur dan publikasi tentang sosialisasi pemilu. Tidak hanya di depan kantor kecamatan, untuk lebih menarik minat masyarakat maka badut juga bergerak menuju kantor pos, sembari membagi-bagkan brosur di sepanjang perjalanan menuju kantor pos.

Setelah materi dari KPU, acara masuk kepada intinya, yaitu drama parodi pemilu. Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari 48 jam dan latihan kurang dari 6 kali, acungan jempol patut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam drama ini, khususnya para pemainnya yang telah dengan senang hati membawakan perannya masing-masing.

Drama ini terbagi menjadi 3 babak. Babak pertama berkisar tentang DPT, kisruh yang terjadi seputar DPT, dan penjelasan singkat megenai DPT. Babak kedua menceritakan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN kepada masyarakat setempat, termasuk pembahasan mengenai teknis dan tata cara penyontrengan. Babak ketiga yang juga sebagai babak terakhir, menggambarkan tentang simulasi pemilu pada hari H. Disini diceritakan tentang hal-hal yang mungkin terjadi pada pelaksanaan pemilu, seperti masalah manula, pemilih yang curang, surat suara yang rusak, dan lain sebagainya.

Secara umum dapat dikatakan bahwa drama ini adalah bagian paling menarik dari keseluruhan acara. Mengingat singkatnya waktu yang ada untuk persiapan, namun ternyata hasil yang ditampilkan adalah sangat-sangat luar biasa. Demikian juga dengan masyarakat yang tampaknya juga cukup tertarik tehadap drama ini, terlihat dari antusiasme dan ekpresi mereka ketika menyaksikan adegan demi adegan dalam drama ini. Sekali lagi, angkat topi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang telah terlibat disini!

Drama ditutup dengan ajakan kepada masyarakat supaya jangan lupa menyontreng sekali saja pada Pilpres 8 Juli 2009. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi hiburan. Sesi hiburan ini awalnya ingin diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan. Namun karena adanya perubahan jadwal secara mendadak yang tidak memungkinkan untuk melobi musisi jalanan, tim acara berinisiatif untuk mengisinya sendiri.

Akhirnya tim acara pun menghandle sendiri sesi hiburan ini. Membawakan 2 buah lagu dengan tema terkait pemilu presiden. Yang pertama adalah lagu berjudul “Manusia Setengah Dewa” milik Iwan Fals, sementara lagu yang kedua bisa dikatakan cukup spesial. Kenapa? Karena lagu tersebut adalah lagu ciptaan sendiri!

Terkait dengan pemilu, salah seorang peserta KKN kecamatan Prambanan bernama C-Kink (Teknik Nuklir 2006) pernah menciptakan sebuah lagu bertema pemilu dengan judul “Pemilihan Umum”. Lagu inilah yang dibawakan sebagai lagu kedua pada acara tersebut. Isi lagu ini secara umum berisi tentang sosialisasi pemilu dan ajakan kepada seluruh pendengar untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih pilihan yang terbaik untuk semua. Respon masyarakat, khususnya undangan dari KPU, tampaknya cukup tertarik kepada lagu ini. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti lagu ini akan diminta oleh KPU untuk menjadi jingle pada pemilu-pemilu selanjutnya.

Dua lagu telah selesai dibawakan dan kini tibalah kita di penghujung acara. MC pun segera masuk dan menutup acara ini. Tidak lupa ucapan terima kasih disampaikan oleh MC mewakili panitia kepada seluruh undangan dan masyarakat yang hadir, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan acara ini. Semangaaaaaaatttt!!!

 

Evaluasi

 

Secara keseluruhan, apa yang terjadi pada hari Sabtu di kantor kecamatan tersebut adalah luar biasa. Mengapa kami berani mengatakan luar biasa, adalah karena dalam persiapan yang sangat-sangat singkat, ternyata hasil yang diberikan dapat dikatakan istimewa, tidak dipengaruhi oleh singkatnya waktu yang ada. Kerja keras dan semangat seluruh panitia, khususnya seksi acara dan para pemeran drama patut diberikan apresiasi tinggi. Demikian juga dengan inisiatif, improvisasi dan spontanitas-spontanitas lainnya yang terjadi selama jalannya acara.

Jadi mungkin secara umum tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara dan jalannya acara secara keseluruhan. Justru ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kami sampaikan khususnya kepada seluruh kepala yang terlibat di dalam acara ini. Ayo mari kita tepuk tangan untuk kita semua. Plok plok plok plok plok…

 

Kritik dan Saran

 

Sekalipun tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara, namun kritik dan saran harus tetap diberikan, demi me-review apa yang telah kita lakukan selama ini adan supaya kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi di hari kemarin tidak kita ulangi lagi di keesokan hari.

  1. Sekalipun sangat mendasar, namun komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan Alhamdulillah, hal itu terjadi pada kepatiaan ini.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink, mewakili Ainur Rokhim selaku koordinator seksi acara yang sesungguhnya, dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt Ar-Rahmaan Ar-Rahiim Ar-Razaaq As-Salaam. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami semua di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah ada. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat anak laki-laki satu-satunya ini sehingga bisa menjadi seperti ini.

-          Ainur Rokhimin yang akrab dipanggi Imin, eh Nura alias Cinta Flora, selaku rekan kerja di tim acara selama 1 minggu full. Koordinator acara dan otak dibalik suksesnya drama yang kami tampilkan. Pertahankan semangatmu anak muda, dan tetaplah tersenyum menghadapi semua rintangan yang ada. Semangaaaaat!!!

-          Nike Octavianti Prasakti yang telah bergadang semalaman hanya untuk membuat kostum Mr. Contreng yang penulis kenakan pada saat acara berlangsung. Kostum itu menjadi saksi bisu kegigihanmu menjalankan hari-harimu.

-          Yudithstiro Narendrasmoro dan Reza Putra Perdana atas kesediaannya membimbing seluruh anggota unit masing-masing.

-          Lies yang dengan ikhlas bersedia untuk menjadi vokalis dalam sesi hiburan, dan bersedia untuk mempelajari lagu “Pemilihan Umum” dalam waktu kurang dari 1 hari.

-          Seluruh pihak yang terlibat dalam pementasan drama: Wisnu, Tika, Arya, Fentra, Nanda, Ilham, Poy, Ucup, Wahyu, Muhaimin, Ichsan, Nawang, Mega, Juita. Kalian semua adalah manusia luar biasa.

-          Kiki dan Catur yang cuap-cuap di memandu jalannya acara.

-          Wurya, Dian, Hanif dan seluruh rekan-rekan seksi perlengkapan yang mampu bergerak dengan cepat dan tepat.

-          Fathi atas usahanya bergerak kesana-kemari melobi instansi-instansi terkait.

-          Riris, Rani, Oki dan Arul yang setia menunggu di meja registrasi.

-          Fafa dan Dyah atas suguhan konsumsinya.

-          Didi yang dengan semangat menemani Mr Contreng bergerak menelusuri jalan Solo untuk membagi-bagikan brosur.

-          Danil, Banu, Nunu, Irfan dan seluruh tim dokumentasi yang telah mengabadikan momen-momen bahagia sepanjang jalannya acara.

-          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.

-          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

-          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

-          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 9 Juli 2009

Add comment October 18, 2009

100Truths #2

100 Truths
WHAT WAS YOUR:
1. Last beverage = Mineral water / Eau de mineral / Mizu desu.
2. Last phone call = Numpang misscall pake nomor Fren gue yang baru beli
3. Last text message = Oh gitu, emh… Day activity kamu menurut kamu penting semua nggak, kalo misal dari 5 kegiatan kamu 2 nggak gitu penting mendingan kamu pake buat istirahat minimal tidur 2 jam, tapi kalo bisa setengah jam sebelumnya kamu makan dulu, temenku ada yang sukses gemuk pas nyoba cara ini, tapi kalo penting semua, weekend kamu pake buat istirahat TOTAL kalo bisa sambil olahraga 15-30 menit cukup kok! Minum vitamin, juga terus night activitinya jangan gitu, kalo nggak penting-penting banget mending dikurangin jamnya, jadi tidur nggak diatas jam 12 (jangan bilang kamu ngopi malem-malem?) sangat nggak disarankan. Justru saranku ganti pake susu :-) Gitu deh. (buset dah, panjang banget?)
4. Last song you listened to = Flower – L’arc~en~ciel
5. Last time you cried = Has just forget / J’oublie / Wasuremasu
HAVE YOU EVER:
6. Dated someone twice = Siapa juga yang mau ngedate sama gue? Secara gitu gue makhluk hina dan rendahan
7. Been cheated on = Pernah
8. Kissed someone & regretted it = Mau lu gue cium?
9. Lost someone special = Mbah Surip? Soeharto? WS Rendra?
10. Been depressed = Sometimes but very very rare / Combien de temps, mais ce tres rare
11. Been drunk and threw up = Never lah yaw…
FIRST THREE FAVORITE COLOURS:
12. White
13. Black
14. Green
THIS YEAR HAVE YOU: (2009)
15. Made a new friend = A lot of. Jiheisho-Kuni no tomodachi et mes amies du lip and friends from BEM KMFT UGM
16. Fallen out of love = Sudah lupa tuh… Keseringan sih!
17. Laughed until you cried = Gue kalo ketawa mah cool kalee
18. Met someone who changed you = Ho oh. Lurah, Kadus dan seluruh warga Desa Cucukan
19. Found out who your true friends were = I don’t have any single true friends / Je n’ai pas un bon amie / Tomodachi ga imasen
20. Found out someone was talking about you = Bien sure! Gue gitu loch…
21. Kissed anyone on your friend’s list = Buset dah… Emang lu mau gue cium? Sini sini… Cup cup mmmuuuuaaaachhh… Hueeeek pait!
22. How many people on your friends list do you know in real life = Hope I have one / Je prie, j’ai un amie
23. How many kids do you want to have = Cukup 4 anak. Kebanyakan ya?
24. Do you have any pets = Ada. Cacing dan kelabang yang suka ngintipin gue di kamar mandi kosan
25. Do you want to change your name = Peut-etre. C-Kink? Syahid Syaifullah? Nicholas Saputra? Mawar (bukan nama sebenarnya)?
26. What did you do for your last birthday = Nongkrong di angkringan, bersilaturrahim sama sesama pelanggan angkringan, ngobrolon bermacam-macam hal dari jam 9 malem sampe jam 1 pagi, sampe angkringannya tutup!
27. What time did you wake up today = 09.13, soalnya gue baru tidur jam 04.39 abis Subuh
28. What were you doing at midnight last night = Ngenet di VidiNet, ngupload video di youtube sama ngupload blog
29. Name something you CANNOT wait for = Die / Shinai / Mon mort
30. Last time you saw your Mother = 29 September 2009. Mama how are you today?
31. What is one thing you wish you could change about your life? = Nothing. I love my live with what my live today / Je suis heureux avec ma vie maintenant
32. What are you listening to right now = Start – Depapepe
33. Have you ever talked to a person named Tom = Tom? Where are you, Tom?
34. What’s getting on your nerves right now = Apa ya? Besok gue jadi moderator diskusi sekolah kaderisasi. Tapi insya Allah nggak nervous kok
35. Most visited webpage = Yahoo et WordPress et Youtube et Facebook et Detiksport
36. Whats your real name = R***** A**** P*******
37. Nicknames = C-Kink
38. Relationship Status = Single dengan 0 anak / Celibataire sans enfant
39. Zodiac sign = Virgo
40. Male or female? = (Fe)Male
41. Elementary? = SD Negeri Beji VII Depok. Sekarang gimana kabarnya ya?
42i. Middle School = SMP Negeri 2 Depok. Masih berdiri kah bangunannya?
43. High School/College = SMA Negeri 1 Depok / Teknik Nuklir UGM
44. Hair colour = Green. Whoaaaaaa, alien! Black absolutely
45. Long or short = Tergantung musim
46. Height = 183 cm
47. Do you have a crush on someone? Nggak ngerti maksud pertanyaannya / Je ne comprends pas
48: What do you like about yourself? Everything. Je m’aime! I love myself full! Idih narsis…
49. Piercings= Ogah…
50. Tattoos = Mbahmu kui…
51. Righty or lefty = Bang stop kanan Bang, kanan!
FIRSTS :
52. First surgery = Nggak banget deh
53. First piercing = Ogaaaaaaah!
54. First best friend = Would you be the first?
55. First sport you joined = Walking / Me promene / Shanposuru
56. First vacation = Rumah tetangga. Gyaaaaaa…
58. First pair of trainers = Nggak ngerti…
RIGHT NOW
59. Eating = Nggak. Tadi sih makan nasi goreng sapi sama anak2 LIP. Gue mesen porsi 1 ½. Terus punya Ido nggak abis, gue makan. Chacha juga nggak abis, gue abisin. Wooaaah…
60. Drinking = Nggak juga
61. I’m about to = Sleep / Dormir / Nemasu
62. Listening to = Nature sound of Jangkrik, Kodok, Angin malam dan… Kuntilanak?
63. Waiting for = My funeral / mon mourir
YOUR FUTURE :
64. Want kids= 4. Kurang banyak apa kebanyakan?
65. Get Married= 13 – 13 – 2013. Tanggalnya keren khaaaaaan…
66. Career = Entrepreneur!
WHICH IS BETTER :
67. Lips or eyes? = Dua-duanya boleh
68. Hugs or kisses? = Pertama kita pelukan dulu, terus cipika-cipiki-cibibir dikit-dikit, terus… Terus… Terus… Ahhhhhhhh…
69. Shorter or taller? = Nggak masalah. Lebih kecil kayanya enak deh…
70. Older or Younger? = Yang muda yang memimpin! Yang tua yang berkarya! Yang mana aja yang banyak duitnya!
71. Romantic or spontaneous ? = Spontan aja deh, jijik gue sama yang romantis-romantis
72. Nice stomach or nice arms? = Both of them, also added with nice knowledge and nice personaliti
73. Sensitive or loud ? = Dua-duanya siap. Tarik maaaaang!!!
74. Hook-up or relationship? = Nggak ngerti deh
75. Trouble maker or hesitant? = Trouble solver and self-confidence
HAVE YOU EVER :
76. Kissed a stranger? = Siapa? Will you be the first?
77. Drank hard liquor? = Je n’ai jamais. Nggak banget dah
78. Lost glasses/contacts? = Bukan ngilangin, tapi ngerusakin…
79. Sex on first date? = Kali gitu ada yang mau sama gue yang kurus kerempeng begeng cacingan gini… Huehehehe
80. Broken someone’s heart? = Nah buat lu yang baca, pernah nggak gue bikin lu patah hati? Pasti sering banget deh. Iya khan? Akika gitchu loh bow…
81. Had your own heart broken? = Cukup 3 kali aja, di jaman gue muda dulu
82. Been arrested? = Pernah. Dasar polisi j***uk!
83. Turned someone down? = Nggak ngerti coy!
84. Cried when someone died? = Nggak lah. Kematiannya adalah kebahagiaannya karena dia akan segera bertemu Tuhannya
85. Lied to your bestfriend? = Bestfriend? Do i have?
DO YOU BELIEVE IN
86. Yourself? = Bien sure! Ya iyalah
87. Miracles? = Impossible is possible!
88. Love at first sight? = Itu bukan cinta, itu mah napsu. Kalo gitu sih sering, tiap ngeliat perempuan-perempuan bertanktop dan celana pendek di jalan-jalan. Hihihihi… Astagfirullah…
89. Heaven? = Jelas!
90. Santa Claus? = Ah cuma dongeng
91. Kiss on the first date? = Siapa sih yang mau gue cium dan mau nyium gue? Cape deh pertanyaannya gini melulu.
92. Angels? = Yup. Ada Jibril, Mikail, Malik, Izrail, Israfil, Munkar, Nakir, Ridwan, Rokib sama Atid, yang wajib diketahui
ANSWER TRUTHFULLY:
94. Had more than 1 girlfriend/boyfriend at a time? = 1 aja nggak pernah punya! Gile aje lu!
95. Did you sing today = Absolutely, in my bathroom. “Apa sih yang kau tunggu… Apa sih yang kau mau… Langsung saja…”
96. Ever cheated on somebody? = Lupa…
97. If you could go back in time, how far would you go? = Nggak mau. Apa yang terjadi, terjadilah. Masa lalu biarlah berlalu
98. If you could pick a day from last year and relive it, what would it be? = Ogaaaaaah… Yang telah terjadi adalah yang terbaik untuk kita semua
99. Are you afraid of falling in love? = Nggak. Justru gue takut kalo ada orang yang naksir sama gue. Susah nolaknya!
100. Posting this as 100 truths? = Hmmmm???

4 comments October 18, 2009

DiSuatuSore

Di suatu sore di awal bulan Oktober, gue lagi asik makan-makan di FoodFest dalam rangka ulang tahunnya Nanda yang ke-758. Udah sepuh banget dah ini orang. Kita makan-makan sepuasnya, gratis! All you can eat, all you can drink, all you can see, all you can order, dan all Nanda can pay.

Berdua sama Hasan yang sama-sama nggak tahan denger kata gratisan, kita mesen banyak menu. Ini dia nih menunya:

-          Double beef steak

-          Nasi kebuli kambing porsi extra

-          Soto Konro

-          Ayam goreng kremes 2 porsi

-          Vanilla coffee 3 gelas

-          B-smash 1 gelas

Yang kalo di total semua, haranya Rp 143.000,00. Wuaooouww…!!! Kapitalis…

Lagi asik suap-suapan sama Hasan, hp Nokia 6681 gue bergetar. Ada sms (pura-pura) nyasar isinya kaya gini, dengan bahasa yang udah disesuaikan :

Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia, yang ada dia kali… Tapi kadang jadi eneg sendiri, tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia… Beuh, ogah lah ya… Hmmmm. Dah mentok aku, ilang kesabaran”

Dilanjutkan dengan sms singkat :

“Maaf, salah kirim Mas…”

Dari beberapa pendahuluan dan pengalaman sebelumnya yang kepanjangan kalo ditulis disini, ketauan banget kalo si pengirim sms itu, sebut saja “Juminten” (bukan nama sebenarnya) lagi curhat-curhatan sama “Rohali” (juga bukan nama sebenarnya). Mereka berdua temen gue. Si Juminten ini, kayanya lagi ngomongin tentang gue ke Rohali. Dan lazimnya sms-an yang isinya ngomongin orang, tanpa sadar kita suka salah milih send contact, bukan ngirim ke temen curhat kita tapi malah ke orang yang lagi kita omongin. Bukan gitu?

Itu pendahuluannya. Yang dimaksud “Dia” dalam sms si Juminten tersebut, nggak lain dan nggak bukan adalah gue sendiri, makhluk paling hina abad ini. Ayo kita baca sekali lagi sms tersebut :

Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia, yang ada dia kali… Tapi kadang jadi eneg sendiri, tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia… Beuh, ogah lah ya… Hmmmm. Dah mentok aku, ilang kesabaran”

Sekarang, kita tafsirkan kalimat per kalimat :

Istilahnya, aku nggak ada sama sekali usaha buat pedekate sama dia

yang ada dia kali…

Tapi kadang jadi eneg sendiri

tiap kali dia ngomong, seolah-olah dia nyudutin kaya aku yang ngedeketin dia…

Beuh, ogah lah ya…

Udah dibaca? Oke, kita lanjut lagi. Jadi gini, mungkin, si Rohali lagi mancing-mancing Juminten tentang gue. Dan, itulah jawaban dari Juminten, bahwa di nggak pengen pedekate ke gue, malah gue yang pedekate ke dia, tapi dia eneg gara-gara gue malah nuduh dia yang pedekate ke gue.

Emang iya?

Beneran?

Masa sih?

MASA SIH GUE PEDEKATE SAMA ELO???

Buset dah… Pedekate? Huahahahaha… Mari kita tertawa bersama-sama

Huahahahahaha…

Kurang keras!

Huahahahahahahahahahaha…

Masih kurang keras!

HUAHAHAHAHAHAHAHA…!!!

Mantab gaaaaan!

Sebagaimana isi sms si Juminten tadi, dia nyangkanya gue lagi pedekate sama dia. Dan dia eneg dengan semua “pedekate” gue ke dia.

Idih, please deh? Emang elo siapa, sampe gue perlu bela-belain pedekate sama elo?

Iya, gue nggak bo’ong kalo gue emang lumayan “akrab” sama dia. Sengaja pake tanda kutip, soalnya mungkin maksud keakraban disini berbeda antara gue dan dia. Gue juga lumayan dapet “chemistry” sama dia. Tapi apa cuma dengan gitu doang, semua itu dianggap sebagai usaha gue buat pedekate ke dia?

Ya mohon maap. Beberapa anak muda jaman sekarang yang pola pikirnya udah teracuni, emang banyak yang menganggap bahwa hubungan antara pemuda dan pemudi haruslah dalam suatu ikatan yang mereka namakan “pacaran”. Keakraban yang terjadi di dalamnya, seringkali dikaitkan sebagai tahapan untuk menuju proses “pacaran” tersebut.

Tapi sekali lagi mohon maap, ogah banget kalo gue disangka sebagai bagian dari kaum-kaum tersebut. Ogah banget kalo kedekatan kita selama ini, dianggap sebagai sebuah proses pedekate. Tampar pipi gue kalo gue sampe mau pacaran sama elo! Bismillah, hal itu nggak akan terjadi, insya Allah.

Apakah semua hubungan antara pemuda dan pemudi selalu dikaitkan dengan pedekate? Apakah harus diakhiri dengan “pacaran”? Tidak bisakah kita berpikiran positif, tanpa perlu menggembar-gemborkan istilah “pedekate”, melainkan merupakan salah satu bentuk SILATURRAHIM? Dan kalau istilah tersebut terlalu berat, tidak bisakah kita menyebutnya sebagai sebuah RELATIONSHIP?

Sorry banget yah, gue sama sekali nggak ada niat buat pedekate sama elo. Apalagi buat mengangkat elo sebagai “pacar” gue. Maap, kewajiban kita jauh lebih banyak daripada sekedar ngurusin “pacar” ataupun pedekate, dan gue pun juga nggak berminat sama yang namanya pacaran.

Mungkin elo bisa ngedapetin sms dari gue. Mungkin elo bisa ngedapetin lirikan mata gue. Mungkin elo bisa ngedapetin ucapan lisan gue. Tapi yang jelas, JANGAN HARAP ELO BISA NGEDAPETIN HATI GUE. Kalo pun tenyata elo nggak mau menerimanya, justru itu lebih bagus, soalnya GUE JUGA OGAH NGASIH HATI GUE BUAT ELO.

Tapi sekalipun di sore itu gue dapet sms kaya gitu, tampilan luar gue tetep biasa aja seakan nggak terjadi apa-apa. Gue tetep berlaku seperti biasa, malah cengar-cengir cengengesan sama Hasan gara-gara di depan kita udah numpuk 6 buah piring dan 4 buah gelas.

Cuma dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, jari-jemari tangan kiri gue segera bergerak menggenggam hp nokia 6681 gue. Gue buka phonebook nya, jari gue mengarahkan ke contact name nya si Juminten. Lalu dengan penuh percaya diri dan dengan ucapan Bismillah, gue pilih tulisan DELETE.  Aaaaaaaah… Legaaaa…

Astagfirullahaladzim… Sore ini, satu contact name telah terhapus dari phonebook gue. Satu silaturrahim telah terputus. Satu jaringan bisnis telah terputus. Dan satu pintu gerbang untuk membawa gue memasuki dunia baru dengan segudang wawasan dan pengalaman baru, juga telah tertutup. Ampuni aku ya Rabbi… Ternyata, mencari teman itu nggak gampang ya…

C-Kink

Di kamar kosku

5 Oktober 2009

00.12

Add comment October 8, 2009

IniDiaPelakunya

15 Rabiul Awal 1425

5 Mei 2004

Kisah Fiktif

Ini Dia Pelakunya!

Kertas-kertas tadi sudah hilang entah kemana. Lalu, Hepi segera menghubungi detektif terkenal di kelas, yang kejeniusannya sudah diakui oleh seluruh dunia binatang. Bahkan mampu melebihi kemampuannya Conan Edogawa, Hajime Kindaichi maupun Sherlock Holmes. Ya, detektif itu siapa lagi kalau bukan: C-Kink!

Hepi menceritakan kejadian itu kepada C-Kink. Kemudian C-Kink segera mengasingkan diri ke pinggir jendela untuk berpikir sejenak. Setelah berpikir sejenak, beliau mulai beraksi. Dengan indra penglihatannya yang buruk dan dengan indra penciumannya yang pas-pasan, beliau segera mencari tau siapa pelakunya.

C-Kink bertanya kepada para pelaku tadi. Ternyata alibi mereka semua sangat kuat. Tapi beliau sedikit curiga dengan alibi Susi’s Son. Dia berkata bahwa dia memberikan kertas itu kepada Rachel, padahal saat itu Susi’s Son dan Rachel duduk berjauhan.

C-Kink juga sedikit janggal dengan pernyataan Argo, karena sudah 3 hari Argo tidak masuk sekolah. Jadi bagaimana mungkin kertas itu ada di Argo? Selain itu, C-Kink juga sedikit curiga dengan seekor lebah. Kenapa? Karena lebah itu mondar-mandir melulu di dalem kelas. Tapi kecurigaan itu segera ditepis oleh beliau, karena lebah hanyalah seekor makhluk ciptaan Allah swt yang kecil kemungkinan berbuat maksiat.

Sedikit pusing, C-Kink beristirahat sebentar. Beliau keluar kelas dan melihat ada seekor kucing. Lalu beliau berbincang-bincang dengan kucing itu. Setelah perbincangan selesai, beliau kembali ke kelas dengan wajah sangat meyakinkan layaknya karyawan baru gajian.

C-Kink menghampiri meja Susi’s Son. Beliau memeriksa tasnya Susi’s Son dan mengambil buku PPKn terbitan Grafindo dari tas tersebut. Sret sret sret… Beliau membuka buku itu halaman per halaman. Dan, “jreeeeeng…!!!”, kertas-kertas yang tadi dicari Hepi terselip di dalam buku itu (Horeeee…!!! Plok plok plok plok plok plok…!!! Tepuk tangan buat C-Kink!).

C-Kink segera mendatango Hepi dan menyerahkan kertas itu. Belum sempat Hepi berterima kasih, C-Kink sudah pergi menghilang di balik awan mendung dan derasnya hujan serta petir yang menyambar-nyambar (Huueeek… Cuiiih… Sok keren banget dah ah!). Sedangkan kini Susi’s Son dijebloskan ke penjara oleh Mr. Culix akibat tindal pidana mencuri dan memfitnah. Padahal, ibunya Susi’s Son kan guru PPKn. Masa anaknya dipenjara? Makanya, kalo ibu lu lagi nerangin, jangan tidur melulu di kelas. Huahahahahahahaha…

Kasus Ditutup

C-Kink

Pertanyaan:

Apa yang dibicarakan C-Kink dan si kucing di luar kelas?

Add comment October 8, 2009

SiapaPelakunya

14 Rabiul Awal 1425

4 Mei 2004

Kisah Nyata

Siapa Pelakunya?

Pada suatu pagi yang mendung, seorang gadis terpelajar bernama Hepi datang ke sekolah dengan terburu-buru. Di kelas, hanya ada seorang pria bernama Badax yang tangan kanannya sedang sibuk mengorek-ngorek hidung sementara tangan kirinya sibuk menggaruk-garuk pantat. Karena sang waktu sudah tak mau menunggu, Hepi menitipkan berlembar-lembar kertas kepada Badax. Dengan sedikit penjelasan, Badax mengerti dan Hepi segera berlari untuk mengikuti pelajaran Biologi.

Selanjutnya datang seorang pemuda bernama Sebastian (baca: Malvin). Badax menitipkan kertas-kertas tadi kepada Sebastian. Sebastian yang tidak mengerti apa-apa, pasrah saja menerima kertas-kertas itu dari Badax.

Waktu terus berlalu. Siswa-siswi kelas 1-3 makin banyak yang berdatangan termasuk diantaranya adalah seorang pria tampan dan imut bernama C-Kink. Seperti biasa, C-Kink langsung mengambil tempat duduk favoritnya, yaitu di belakang Badax persis di sebelah jendela.

Singkat cerita, Sebastian hendak menyerahkan kertas-kertas tadi kepada salah seorang di kelompoknya Hepi. Kata saksi mata yang bernama Badax, Sebastian hendak memberikan kerta itu kepada Ine. Namun karena Sebastian dan Ine duduknya berjauhan, kertas itu dioper-oper secara estafet.

Kata Sebastian, dia sudah memberikan kertas itu kepada Bertha. Dan kata Bertha, dia juga sudah mengoper kertas itu kepada Susi’s Son (anaknya Ibu Susi). Sedangkan kata Susi’s Son, dia sudah menyerahkan kertas itu kepada seseorang, cuma dia lupa. Kalo nggak salah, dia udah ngasih ke Rachel (baca: Eliana. Kenapa dikasih nama Rachel? Soalnya dalam film Eliana-Eliana, tokoh Eliana diperankan oleh Rachel Maryam. Maksa deh lu!).

Ketika adzan Dzuhur telah berkumandang, Hepi datang kembali dari perantauannya. Dia bertanya kepada Badax tentang kertas-kertas tadi dan Badax menunjuk Sebastian. Hepi bertanya kepada Sebastian dan Sebastian mengacungkan jarinya ke arah Bertha. Hepi bertanya pada Bertha dan Bertha menjawab bahwa kertas itu ada di Susi’ Son. Hepi bertanya kepada Susi’s Son dan Susi’s Son menuduh Rachel sebagai pemegang kertas. Hepi dengan ngos-ngosan bertanya kepada Rachel, namun Rachel tidak tahu-tempe dengan kertas itu. Kata Rachel, dia belum menerima kertas itu.

Loh, masa kertasnya ilang? Kok bisa? Siapa pelakunya? Papan tulis di depan kelas yang tau jawabannya.

Siapa pelakunya?

-          Badax, karena dia yang pertama dititipkan:

-          Sebastian, karena dia yang megang kedua:

-          Bertha, karena dia yang megang ketiga:

-          Susi’s Son, karena dia yang terakhir megang:

-          Rachel, karena dia yang dimaksud oleh Susi’s Son:

-          Hepi, karena dia yang bawa:

-          C-Kink, karena dia terlalu ganteng:

-          Argo, karena dia nggak masuk sekolah:

Add comment October 8, 2009

SecuilGoresan #2

Wawancara antara Deden dan Ferry

Deden                                  : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Ferry                     : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Ada yang bisa saya bantu?”

Ferry                     : “Iya, gantian. Anda dapat bertanya ke saya sekarang. Tanyakanlah tentang Dinasty (Dimensi Anak Satu Tiga, SMAN 1 Depok 2003/2004)!”

Deden                  : “Oh iya. Baiklah. Menurut Anda, siapa lelaki paling favorit di Dinasty?”

Ferry                     : “Berdasarkan survey yang telah saya lakukan di kebun binatang, lelaki paling favorit di Dinasty tak lain dan tak bukan adalah Iwan. Dia mempunyai semua syarat untuk menjadi idola. Sekedar informasi, dia juga mempunya banyak fans di Gotun.”

Deden                  : “Lalu, siapa lelaki paling ganteng di DInasty?”

Ferry                     : “Apa ada pertanyaan lain?”

Deden                  : “Jawab dulu yang ini!”

Ferry                     : “Yah, sebenarnya kalau Anda bertanya begitu kepada semua orang, pasti semuanya akan menjawab bahwa C-Kink lah orang paling ganteng di Dinasty. Hal ini tidak perlu diragukan lagi. Untuk membuktikannya, Anda bisa melihatnya di TPI setiap Kamis malam pukul 21.00.”

Deden                  : “Baik, baik. Saya percaya. Selanjutnya, siapa guru favorit Anda?”

Ferry                     : “Hmmmm… Guru favorit? Itu pertanyaan sederhana. Semua orang tau jawabannya. Ya siapa lagi kalau bukan Ibu Susilowati, guru PPKn terbaik abad ini!”

Deden                  : “Alasannya?”

Ferry                     : “Karena Bu Susi adalah seorang ibu yang awet muda, berjiwa besar, bertenggang rasa, percaya diri, sabar, pemaaf, berjiwa nasionalisme, bertanggung jawab dan tentu saja berkharisma!”

Deden                  : “Apa Anda tidak berlebihan?”

Ferry                     : “Kenapa? Anda nggak suka?”

Deden                  : “Iya! Anda kan harus bersikap netral!”

Ferry                     : “Jadi mau Anda apa?”

Deden                  : “Anda sendiri maunya apa?”

Ferry                     : “Eh malah ngelawan! Makan nih!”

(PLAK!!!)

Deden                  : “Kurang ajar!”

(BLETAK!!!)

Ferry                     : “Sialan!”

(DUAG!!!)

(TAK!!! DUG!!! JEDERRR!!! PRAANG!!! BLEDUG!!! CEPROT!!!)

(Tulilulilulilulilulilulilulilulilut…) *sirene ambulan

Wawancara selesai

19 Mei 2004

C-Kink

=========

Add comment October 8, 2009

SecuilGoresan

Wawancara antara Ferry dan Deden

Ferry                                     : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Ferry                     : “Langsung saja kita ke pertanyaan pertama. Anda sudah siap?”

Deden                  : “Ya, tentu saja.”

Ferry                     : “Baiklah. Sekarang pertanyaan kedua. Menurut Anda, bagaimana peluang para calon presiden pada pemiu 2004 ini?”

Deden                  : “Yah menurut saya, Iwan Fals bisa saja menjadi presiden bila ia mencalonkan diri. Namun saya menjagokan Amien Rais, karena dia adalah orang yang ber-amanat seperti nama partainya.”

Ferry                     : “Tapi bagaimana dengan gosip yang menimpa C-Kink dengan Dian Sastro?”

Deden                  : “ Saya rasa, gosip itu benar adanya. Dian Sastro adalah seorang gadis manis dan dia sangat beruntung karena ia digosipkan dengan C-Kink. Setau saya, C-Kink adalah pemuda tampan lagi imut. Mereka berdua benar-benar beruntung!”

Ferry                     : “Lalu, bagaimana dengan konser AFI minggu kemarin? (Sabtu, 1 Mei 2004)”

Deden                  : “Apa boleh buat. Rindu sudah berusaha semaksimal mungkin, namun dia kalah suara, sehingga dia harus tereliminasi.  Tapi saya rasa, Djalu akan berbahagia, karena dengan tereliminasinya Rindu, maka dia akan dapat menghabiskan waktu bersama Rindu seperti dulu lagi.”

Ferry                     : “Loh, bukankah Parma berpeluang meraih scudetto?”

Deden                  : “Ya, itu benar sekali. Parma saat ini adalah kandidat kuat peraih scudetto. Juventus, AC Milan, Inter Milan, Lazio maupun AS Roma semuanya masih nggal ada apa-apanya dibandingkan Parma.”

Ferry                     : “Tapi, Fisichella kan saat ini sedang berjaya?”

Deden                  : “Tepat sekali! Fisichella adalah pembalap F1 terbaik abad ini. Semua orang mengakuinya. Bahkan, Schumacher juga sanggup dikalahkannya!”

Ferry                     : “Oh, terima kasih banyak. Saya rasa pertanyaan saya cukup segini saja. Terima kasih banyak ya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Ya ya ya. Waalaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Wawancara selesai

4 Mei 2004

C-Kink

=========

Wawancara belum selesai

Ferry                     : “Ehm, permisi… Recordernya ketinggalan.”

Deden                  : “Oh iya. Ini silahkan!”

Ferry                     : “Terima kasih.”

Deden                  : “Sama-sama.”

Wawancara selesai

2 comments October 8, 2009

CerpenAjaib

CerpenAjaib

Introduction – Pendahuluan

Cerpen ini dutujukan untuk semua orang, namun lebih khususnya kepada anak-anak yang berusia 10 tahun ke bawah. Sebaiknya Anda tidak membaca cerpen ini jika:

-          Bulu kaki Anda sudah panjang dan lebat.

-          Rambut Anda sudah banyak beruban.

-          Wajah Anda sudah penuh dengan keriput.

Sebaliknya, sebaiknya Anda membacca cerpen ini jika:

-          Anda masih berjiwa muda.

-          Rambut Anda belum beruban.

-          Tampang Anda masih imut-imut.

-          Anda adalah fans beratnya C-Kink.

-          Anda sedang tidak ada kerjaan.

Ya, terima kasih atas perhatiannya. Mari kita bersama-sama membaca cerpen in dengan bacaan basmalah. Bismillahirrahmanirrahim.

Nanang dan Uang-Uang

Hari ini, di rumah Nanang lagi rame. Bukan rame karena bunyi kereta, tapi rame karena sodara-sodaranya Nanang (sejenisnya monyet, gorilla, lutung dll) sedang berkumpul di rumah Nanang. Sodara-sodaranya Nanang berangkat naik kereta. Mereka mencarter kereta dari Solo sampai ke stasiun Pondok Cina.

Nanang sangat senang bila ada sodaranya yang datang berkunjung, karena sebelum pulang, sodara-sodaranya selalu memberikan uang jajan untuk Nanang.

Malam hari, setelah sodara-sodaranya sudah pulang, Nanang menghitung uang yang diperolehnya layaknya sopir angkot megnhitung uang setoran. Selembar, dua lembar, tiga lembar, …, …, wah, lumayan, dapet banyak. Sebagaimana layaknya manusia yang ingin pamer, Nanang langsung mengangkat gagang telpon dan menekan tombol 085691012852.

Nanang             : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang             : “Eh Nyet! Gue dapet rp 500.000,00 dong dari sodara gue!”

C-Kink                                : “Apaan Njing? Gue hari ini dapet rp 650.000,00 dari ngamen di Pondok Indah!”

Nanang             : “Sialan! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Hohohoho. Rupanya uang Nanang masih belum seberapa. Tapi dia sudah cukup senang. Malam semakin larut. Nanang menghitung uangnya lagi dan akhirnya dia tertidur dengan uang itu sebagai bantalnya. Zzzzz….. Zzzzzz….. Zzzzzz…..

Keesokan harinya, Nanang bingung, uang sebanyak itu mau diapakan. Ada banyak keinginannya, diantaranya: pengen mentraktir Marshanda, pengen beli mobil-mobilan remote control, pengen beli PS one dan pengen beli permen sekarung. Lalu dia bertanya kepada ayahnya.

Nanang             : “Pak uang Nanang kemaren mendingan dipake buat apa?”

Sihono               : “Mendingan uang itu kamu tabung. Kan lumayan”

Kemudian Nanang bertanya kepada Nining, kakaknya.

Nanang             : “Kak, uang yang kemaren gue dapet mendingan gue apain?”

Nining                  : “Mendingan lu kasih ke gue. Gue lagi bangkrut nih! Padahal gue kan mau  nonton konsernya C-Kink di Tanah Kusir!”

BLETAK!!! Sebuah pulpen mendarat dengan mulus di wajah Nining. Nanag segera berlari meninggalkan Nining. Dia bertanya lagi kepada ibunya yang bernama Sihini.

Nanang             : “Ibu, uang yang kemaren Nanang dapet mendingan diapain?”

Sihini                 : “Oh mendingan kamu tabung di bank. Atau kamu tabung aja di celengan”

Nanang             : “Celengan, emang kita punya?”

Sihini                 : “Ada kok. Kamu ambil aja ayam-ayaman di gudang”

Dengan langkah meyakinkan, Nanang beranjak menuju gudang. Namun dia tidak menemukan ayam-ayamannya. Dia malah menemukan ayam betulan yang lagi jalan-jalan cari angin. Nanag bertanya kepada si ayam, “Eh ayam! Ayam-ayaman gue lu kemanain Yam?”

Si ayam yang terusik oleh pertanyaan itu, langsung melompat dan mematok Nanag. Petok! Spontan saja Nanang kesakitan. DIa mendengus, “Huh ayam sialan! Gue kepret jadi ayam lu!”

Seteah mencari-cari, akhirnya ayam-ayaman itu berhasil ditemukan. Rupanya ayam-ayaman itu ada di bak mandi, lagi berenang, Nanang segera membersihkan dan menjemurnya. Sambil menunggu ayam-ayaman itu kering, Nanang jalan-jalan dulu ke stasiun. Siapa tau bakalan enmu uang logam yang jatoh di peron-peron stasiun. Bukannya uang logam, dia malah nemuin fotonya C-Kink yang berserakan.

Akhirnya ayam-ayamannya kering. Lalu Nanang memasukkan uangnya ke celengan ayam itu, sambil dihitungin uangnya satu-satu. Tapi kok jumlahnya berkurang? Oh iya, tadi kan udah dipake buat beli koran Lampu Merah sama majalah FHM di stasiun.

Keesokan harinya, Nanang menelpon C-Kink lagi untuk pamer.

Nanang             : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang             : “Oi Kunyuk! Gue udah nabung di celengan dong!”

C-Kink                                : “Apaan Kuya? Kuno lu! Gue sih nabungnya udah di bank!”

Nanang             : “Brengsek lu! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang dongkol kaya ikan tongkol nelen jengkol. Kemudian Nanang mengambil celengannya. DIa keluarkan semua uang yang ada di celengannya itu Lalu dia menghampiri ibunya, dan meminta untuk membuka tabungan di bank. Ibunya manggut-manggut saja.

Siang harinya, Nanang udah rapi jali dan cakep layaknya Jojon. DIa dan Sihono pergi ke Bank Syariah Mandiri di jalan Margonda. Di sana, Nanang membuka tabungan baru atas namanya sendiri, Monang Nanang Bonang Unang bin Sihono. Setelah proses registrasi dan penyetoran selesai, Nanang pulang kembali ke rumahnya. DI perjalanan dia bertanya kepada ayahnya.

Nanang             : “Pak, kenapa sih nabungnya mesti di bank syariah?”

Sihono               : “Hahahahaha. Kamu masih terlalu muda 15 tahun untuk mengetahui hal itu”

15 tahun kemudian…

Nanang             : “Pak kenapa nabungnya mesti di bank syariah?”

Sihono                 : “Loh, udah 15 tahun lewat ya? Padahal baru longkap 3 baris! Penulisnya goblok nih! Waktunya kecepetan! Yah soalnya kalo nabungnya di bank konvensional, bunganya haram karena tergolong riba”

Nanang             : “Cuma itu doang?”

Sihono               : “Iya, kenapa?”

Nanang             : “Nanang udah capek nunggu 15 tahun, tapi jawabannya cuma gitu doang…”

Ya, sekarang Nanang sudah berumur 30 tahun. Dia sudah beristri. Istrinya, siapa lagi kalau bukan Marshanda. Mereka berdua hidup berbahagia di Pondok Cina. Saat ini, Marshanda sedang mengandung 7 bulan. Untuk membeli perlengkapan bayi, Nanang mengambil uangnya yang selama ini dia tabung di Bank Syariah Mandiri.

Nanang mengambil uangnya dan ternyata jumlahnya sudah menjadi jauh lebih besar. Dengan uang itu, dia bisa membeli peralatan untuk bayinya dan membeli perabotan rumah tangga lainnya.

Nanang langsung menelpon C-Kink, teman lamanya yang kini entah dimana.

Nanang             : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang                : “Hahahaha. Sekarang gue udah kawin, punya rumah bagus, dan pengen punya anak. Hahahahahahaha”

C-Kink                                : “Sialan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang             : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

TAMAT

Ending – Penutup

Cerpen ini hanyalah fiktif belaka. Terima kasih atas kesediaan Anda untuk membacanya. Kita jumpa lagi kapan-kapan. Hahahahahahahahahahaha.

Ucapan Terima Kasih

Atas selesainya cerpen ajaib ini, C-Kink bersedia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah.

-          Muhammad Rasulullah saw, manusia yang tiada tandingannya.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, pasangan paling berbahagia di muka bumi.

-          Yanuar Galih Nugroho alias Nanang beserta keluara yang menjadi tokoh utama dalam tulisan yang nggak jelas ini.

-          Marshanda dan Bank Syariah Mandiri yang menjadi figuran di cerita ini.

-          Bank Mandiri yang memproduksi buku tulis bertema “Aku Anak Mandiri” yang menjadi inspirasi dalam menulis cerpen ajaib ini.

-          Dan kamu-kamu semua yang udah rela membuang-buang waktu cuma untuk baca coretan aneh ini.

Add comment October 8, 2009

MyFirstRomanNovel

Pendahuluan untuk Mendahulukan yang Perlu Didahulukan oleh Si Pendahulu

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Inilah dia, novel yang pertama kali aku bikin, yang penuh dengan ke-jayus-an. Novel ini bercerita tentang Rizky, seorang pemuda yang masih polos dan lugu, dan Nirina, seorang gadis yang orangnya begini dan begitu. Sebenernya, novel ini aku buat di akhir bulan April tahun 2004 di bindernya Dicky “Baba” Firmansyah bin Bambang Vespa. Namun karena membludaknya permintaan pembaca, novel ini aku cetak ulang di bulan Agustus 2004, tentunya dengan beberapa perubahan. Dan hari ini di bulan September 2009 pun aku mencetak ulang kembali novel ini untuk dimuat dalam blog. Kalo udah penasaran, silahkan baca aja nih novel. Kalo pengen liat versi aslinya, baca aja yang di bindernya Dicky.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rizky dan Nirina

“Ada cerita tentang aku dan dia

Saat kita bersama saat dulu kala”

Itulah tadi sebait potongan lagu “Semua Tentang Kita” yang diciptakan oleh Peter Pan. Ya, saat ini Rizky sedang gundah gulana gegap gempita, karena dia merasa begitu jauh dengan Nirina, meskipun mereka berua tinggal di satu kota.

Lalu Rizky mengenang masa lalunya yang dihabiskan bersama Nirina di SMP 2 dulu. Terkadang ia tertawa, merenung, bersedih, menangis dan berteriak-teriak bagaikan orang gila saat mengenang masa lalunya. Dia mengenang saat-saat mereka berdua bermesraan di bawah pohon toge di depan kelas. Saat SMP dulu, Rizky dan Nirina memang selalu berdua bersama, tidak pernah bertiga, karena memang hanya ada mereka berdua. Di saat-saat berdua seperti itu, Rizky merasa sangat bahagia, seakan-akan dunia ini hanya milik mereka berdua, orang lain hanya numpang ngontrak, udah gitu bayarannya suka nunggak.

Rizky mengenang kembali saat-saat indah itu. Layaknya orang pacaran, mereka berdua lirik-lirikan, cubit-cubitan, tonjok-tonjokan, tampol-tampolan dan tendang-tendangan (pacaran apa berantem?). Di kejauhan, orang-orang hanya mampu memandang dengan iri kedua sejoli yang sedang dimabuk alkohol, eh maksudnya dimabuk cinta ini.

Tapi itu dulu. Sekarang, Nirina sudah tidak dapat berada di sisi Rizky lagi. Ya, apa boleh buat. Itu semua terjadi karena otak Rizky tidak sebanding dengan otak Nirina, sehingga Rizky sekolah di SMAN 1 Depok, sedangkan Nirina sekolah di sekolahnya di sana entah dimana.

Bosan dengan lagu “Semua Tentang Kita”, Rizky lalu mengganti kasetnya. Kini dia mendengarkan lagu “Tak Bisa Memiliki” ciptaan Dygta.

“Aku tak bisa memiliki menjaga cintamu

Walau sesungguhnya hatiku mencintaimu memilikimu”

Rizky menghayati lagu itu sepenuh hati. Uh, betapa menyedihkan kisah cintanya. Kemudian HP Rizky berdering. Di situ tertulis nama “Lovely Nirina”. Wah, panjang umur nih orang. Baru diomongin kok langsung nelpon. Tanpa menunggu dering HP lebih lama lagi, Rizky segera mengangkatnya, dan suara di ujung sana adalah suara Nirina.

Nirina : “Richard!”

Rizky : “Buset dah keren amat! Nama gue Rizky, bukan Richard”

Nirina : “Eh, Rizky!”

Rizky : “Weits, salam dulu dong! Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nirina : “Oh iya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Rizky : “Ada apa, Nirina?”

Nirina : “Huhuhu….. Huhuhu…. Huhuhu….. (nangis)”

Rizky : “Loh Nirina, jangan nangis!”

Nirina : “Hahaha….. Hahaha….. Hahaha….. (ketawa)”

Rizky : “Eh, kok malah ketawa?”

Nirina : “Huhu….. Huek….. Huek….. Cuih….. (muntah)”

Rizky : “Oi, yang bener dong!”

Nirina : “Rizky, kita ketemuan sekarang! Penting!”

Rizky : “Dimana? Di hotel?”

Nirina : “Kurang ajar! Di tempat mangkal, Cafe Mawar!”

Rizky : “ Sip! Kapan?”

Nirina : “Sekarang. Udah ya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Rizky : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Suara di sana terputus. Walaupun mereka berdua cukup dekat, tapi mereka sangat hemat dalam bertelepon. Mereka hanya bicara seperlunya saja, sedangkan yang tidak perlu ya tidak mereka bicarakan.

Kini hati Rizky menjadi berbunga-bunga sampai tumbuh jadi buah. Akhirnya, ia dapat melampiaskan rasa rindunya. Segera saja ia berganti baju. Ia mengenakan celana setan (temennya celana jin) ukuran triple XL dan atasannya adalah baju sepakbola klub Juventus dengan nama punggungnya “Rizky”.

Lalu ia menuju cermin, menyisir rambutnya dan menyemprotnya dengan hair spray. Tapi dia salah ambil. Dia malah menyemprotkan Baygon ke rambutnya. Untung Baygon itu rasa strawberry, jadi rambutnya malah menjadi wangi dan kutu-kutu di rambutnya jadi mati semua.

Setelah semuanya siap, tanpa basa-basi lagi karena emang udah basi, dia segera pergi menuju Cafe Mawar naik angkot D04. Di perjalanan, dia melihat C-Kink yang sedang dikerubuti fansnya. Ya, C-Kink adalah seorang pria tampan temannya Rizky di SMAN 1 Depok.

Setelah perjalanan di dalam angkot yang terasa sangat lama, akhirnya Rizky sampai di Cafe Mawar. Di cafe itu, Nirina belum datang. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky memesan sebotol Teh Botol Sosro untuk melepas dahaga. Rizky memang punya pendapat, yaitu: “Siapapun ceweknya, minumnya tetap Teh Botol Sosro!”. Tak lupa, dia juga meminta struk pembeliannya. Siapa tau bisa dapet hadiah (promosi banget deh!).

20 menit telah berlalu, tapi Nirina masih belum memperlihatkan batang hidungnya yang nggak mancung. Rizky menjadi gelisah geli-geli basah. Berkali-kali ia melirik jam tangannya yang harganya selangit. Keringatnya bercururan deras, sampai-sampai membanjiri kota Jakarta. Tapi Rizky tetap sabar dan setia menunggu kedatangan Nirina. Karena Rizky tau, Nirina tidak berbohong.

Tiba-tiba, sepasang kaki melangkah ke meja Rizky. Rizky menjadi tersentak. Namun setelah melihat bahwa sepasasang kaki itu sangat dekil dan tidak ada mulus-mulusnya, Rizky menjadi santai lagi. Dia menyapa orang itu, “Hai. Iwan!”

Iwan, yang memiliki sepasang kaki butut itu, membalas sapaan Rizky dengan senyumannya yang cool abis. Lalu dia duduk di sebelah Rizky sambil mengangkat kakinya ke atas meja layaknya seorang bos.

Rizky tidak keberatan Iwan duduk di sebelahnya. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky berbincang-bincang dengan Iwan. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:

- Peluang kesebelasan AC Parma meraih scudetto,

- Giancarlo Fisichella si juara dunia F1, dan

- Cinta segitiga antara C-Kink, Asmirandah dan Nia Ramadhani.

Mereka berdua terlibat perbincangan yang cukup alot. Sudah 20 menitan mereka berbincang-bincang, tapi Nirina masih belum nongol juga. Dan mereka melanjutkan perbincangan itu.

Tak lama kemudian, Iwan hendak pamitan. Dia masih harus pergi ke tempat lain karena dia adalah tipe orang yang sangat sibuk yang punya banyak kerjaan. Sebelum pergi, Iwan minta mau minjem duit ke Rizky.

“Rizky, gue minjem duit dong. Nggak usah banyak-banyak, goceng aja buat ongkos!”

“Kagak ah, gue juga lagi bangkrut nih!”

“Yah, pelit lu! Cuma goceng doang!”

“Ogah amat! Minta aja sama Bapak lu!”

Rizky dengan tegas menolaknya. Tapi Iwan tetap saja meminta dan merayu-rayu Rizky dengan bermacam-macam fitnahan, seperti: Rizky ganteng, Rizky langsing, Rizky pinter dan lain-lainnya. Tapi Rizky tetap menolak permintaan Iwan.

Lalu Iwan mulai meluncurkan jurus tangan. Tangannya meraba-raba, memeluk-meluk dan memegang-megang tubuh Rizky sambi merayunya. Pokoknya, udah mirip banget sama orang lagi homoan. Namun Rizky tetap pada pendiriannya. Dia menolak permintaan Iwan dengan tegas.

Tiba-tiba Nirina datang. Dia langsung menuju ke mejanya Rizky. DIa sangat terkejut melihat Rizky sedang berdua-duaan dengan seorang lelaki, udah gitu pake peluk-pelukan segala. Dia kira Rizky itu… … … … … . Nirina berteriak, “Rizky! Ternyata selama ini aku telah salah menilaimu!”. Lalu Nirina berlari keluar meninggalkan Cafe Mawar.

Rizky yang melihat Nirina, langsung salah tingkah. Rizky beranjak dari kursinya, meninggalkan Iwan. Dia keluar cafe mengejar Nirina untuk memberikan penjelasan. Setelah mencari kesana-kemari, akhirnya dia menemukan Nirina sedang menangis tersedu-sedu di sebelah tong sampah. Rizky menghampirinya.

“Nirina… Dengar dulu penjelasanku”

“Uhuhuhu… Tak usah, aku benci padamu!”

“Itu salah paham Nirina. Dengar dulu… “

Tiba-tiba Iwan datang. Rupanya Iwan juga mengejar Rizky. Dia berkata, “Rizky, lu jadi minjemin gue duit nggak?”

Mendengar perkataan Iwan barusan, Nirina mulai mengerti. Otak Nirina memang nggak kalah sama otaknya Om Einstein. Baru denger satu kalimat aja, dia langsung mengerti bahwa Iwan sedang berusaha untuk meminjam duit Rizky. Tangis Nirina mulai mereda. Dia tersenyum dan segera memeluk tubuh Rizky. Pluk… Aaaaaah…

Rizky yang tidak menyangka akan dipeluk Nirina, langsung bersemangat. Jakunnya naik turun. Tegangannya naik mencapai 200 kilovolt. Celananya menjadi sempit (?????). Lalu dibelai dan diusap-usapnya rambut Nirina yang kalo keramas pake Clear anti ketombe.

“Nirina, kamu mengerti kan?”

“Ya, maafkan aku…”

Mereka berdua bermesra-mesraan kembali seperti saat SMP dulu. Iwan yang merasa dicuekin, langsung berjalan gontai meninggalkan kedua sejoli itu. Kemudian mereka berjalan-jalan di jalan Mawar, jalan kenangan mereka saat SMP dulu. Mereka bernyanyi-nyanyi:

“Sepanjang jalan kenangan kita s’lalu bergandeng tangan

Sepanjang jalan kenangan kau peluk diriku mesra”

Mereka berdua berpelukan, persis kaya di film-film India. Gerimis mulai turun namun mereka telah larut dalam kebahagiaannya.

“Hujan yang rintik-rintik di awal bulan itu

Menambah nikmatnya malam syahdu”

Kedua sejoli ini semakin bertambah mesra. Dinginnya hujan tidak terasa, telah tertutupi oleh kehangatan yang mereka rasakan, yang hangatnya lebih hangat daripada kompor gas maupun knalpot mobil. Bahkan, David Beckham dan Victoria Adams juga masih kalah mesranya (tapi RIzky masih kalah gantengnya).

Tiba-tiba agak jauh di depan mereka, berdiri seorang lelaki yang gagah dan tampan yang bermana Baja. Baja adalah teman SMP-nya Rizky dan Nirina. Dia sudah lama tidak bertemu dengan Rizky, sehinga dia merasa kangen. Kal ini mereka bertemu lagi dan Baja berlari menghampiri Rizky sambil berteriak, “SEEETAAAAAAAAANN…!!!”

Eh salah, maksudnya berteriak, “RIZKYYYYYYYYYY…!!!”

Rizky yang juga sudah lama tidak bertemu Baja, membalas perbuatannya. Dia merentangkan tangannya dan berteriak, “BAJAAAAAAAAAAAA…!!!”

Baja berlari menghampiri Rizky. Dan mereka berpelukan layaknya dua orang pejuang yang bertemu kembali setelah bertempur di medan perang. Mereka bertiga berbincang-bincang tentang masa SMP dulu. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:

- Kesebelasan Chelsea yang tak terkalahkan di Eropa,

- Band J-Rock yang meraih MTV Music Award, dan

- C-Kink yang pernah menolak Nikita Willy, Revalina dan Gita Gutawa dalam satu waktu (bukan menolak cintanya, tapi menolak untuk dijadikan pembantu oleh mereka).

Lama kemudian, akhirnya Baja melanjutkan kembali perjalanannya. DIa meninggalkan Rizky dan Nirina. Dan, Rizky dan Nirina melanjutkan kembali perjalanan cinta mereka.

(hampir) TAMAT

Catatan:

Sebenernya novel ini masih ada lanjutannya. Tapi karena naskah aslinya ada di bindernya Dicky dan aku nggak tau dimana sekarang beliau (baca: naskahnya, bukan Dicky) berada, jadi hanya sejauh ini-lah arsip yang aku punya. Mohon maaf atas segala ketidaknyamanannya. Ayo rame-rame kita cari dimana beliau (baca: Dicky, bukan naskahnya) berada untuk kita palakin naskah aslinya!

Ucapan Terima Kasih

Atas (hampir) selesainya novel roman pertama ini, C-Kink bersedia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

- Allah swt, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah.

- Muhammad Rasulullah saw, manusia yang tiada tandingannya.

- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, pasangan paling berbahagia di muka bumi.

- Rizky Haryadi dan Konita Sabrina selaku sumber inspirasi dalam membuat cerita yang nggak jelas ini.

- Iwan Argosusilo dan Raja Tomala yang menjadi figuran di cerita ini.

- Dicky FIrmansyah yang bindernya rela dicoret-coret tulisan aneh kaya gini.

- Seluruh anak-anak Dinasty SMAN 1 Depok angkatan 2003/2004 atas jasanya mendukung dan menyukseskan serta mempopulerkan cerita ini.

- Dan kamu-kamu semua yang udah rela membuang-buang waktu cuma untuk baca coretan ajaib ini.

Add comment October 8, 2009

DinastyDariBalikKacamataku

PuisiDinasty

Waktu aku lagi iseng-iseng buka binder-binder ku jaman SMA dulu, ini aku nemuin secuil puisi tentang kelas 1-3 SMA Negeri 1 Depok angkatan 2003/2004, tempat dimana dulu aku menimba ilmu disana. Rasanya sayang kalo puisi ini cuma jadi konsumsi pribadi aku dan binder ku sendiri. Jadi demi kemaslahatan seluruh umat manusia, berikut ini aku tulis ulang puisi tersebut dan mari kita baca bersama-sama.

Dinasty Dari Balik Kacamataku

Abdurrahman Hafidz alias Apit

Satu-satunya pria 1-3 yang ikut OSIS

Ilmu agamanya, jangan ditanya

Bacaan Al-Qur’annya, apalagi

Hafidz gitu loh!

Soal pelajaran juga rajin dikerjakan

Tapi yang disayangkan

Dimanakah akan dia temukan sang gadis idaman?

Ahmad Syah

Pendiri ringtone fans club di 1-3

Yang hobinya dengerin ringtone HP orang-orang

Yang sukanya main ceng-cengan

Tapi nggak kalah kalo kebut-kebutan di jalanan’

Arni Novita

Seorang akhwat yang senantiasa menutup aurat

Dan jauh dari maksiat

Walaupun kita nggak kenal dekat

Tapi tetaplah semangat

Asrining Tyas

Gadis yang mendekati sempurna

Yang juga adalah aktivis di OSIS

Yang setiap ada kegiatan selalu saja mengemis

Walau matanya sudah menurun keakuratannya

Tapi isi otaknya nggak perlu ditanya

Ada Biologi Akuntansi Sejarah Matematika Fisika sampai Kimia

Rumahnya? Wah itu sih istana!

Mari kita bersama nyanyikan lagu untuknya

“Jagalah Ferry jangan kau nodai

Jagalah Ferry anaknya Ibu Susi

Jagalah Ferry jangan kau sakit

Jagalah Ferry simpanlah dalam hati”

Bahri Kurniawan alias Bahar

Gayanya, mempesona

Senyumnya, menawan

Tampangnya, nggak nahan

Daerah kekuasaannya, jelas di Kukusan

Banyak gadis mengharapkan cintanya

Tapi entah mengapa dia tetap santai-santai saja

Betty One William

Gadis yang mendapat pencerahan di 1-3

Yang suka ngingetin orang untuk piket

Yang rajin ngerjain tugas-tugas sekolah

Yang bertanggung jawab menyampaikan amanah

Yang selalu berjuang dan tak kenal lelah

Cherlinda Els Cassandra alias Che-Che

Suaranya melas

Jalannya lemas

Tapi dia ahli taekwondo tingkat atas

Kalo tenaga lu terkuras

Pake salon pas! (?????)

Deasy … (sory, gue lupa nama lu)

Gadis yang rada-rada pendiam

Tapi dapat diandalkan saat diperlukan

Kodok-kodok yang sering digambarnya

Semoga bisa menemani saat-saat sepinya

Deden Fachruddin

Pria imut yang kecil mungil

Yang suka minta maaf 3 kali sehari kaya minum obat

Yang suka mengeluh tentang segala kesusahannya

Santai aja, Den!

Percayalah pada diri sendiri

Dan bersemangatlah

Anggap saja hidup ini ibadah

Dendri Umbiyar

Anaknya guru PPKN yang nggak banyak omong

Yang suka memberi informasi yang berguna

Meskipun kita jarang berbicara

Ya udahlah, santai aja

Dicky Firmansyah alias Baba

Prek tek tek tek tek… Rrrruuuung… Rrrrruuung… (sound effect)

Setiap pagi, sebuah Vespa setia mengantarnya

Dari jalan Palakali sampai pintu gerbang SMANSA

Orangnya nggak banyak gaya

Menulis adalah hal yang disenanginya

Tapi, keras juga hidup lu, Ba!

Eliana Eka Kurniawati

Salam akademia!

Gadis gila yang ikut-ikutan trend AFI

Yang suka nari-nari nggak jelas

Yang katanya punya kemiripan sama Missy Elliot (apanya tuh?)

Yang katanya punya penyakit kebotakan

Pokoknya, Cing Cay Lah!

Elsha Surya Respita alias Embicks

Mbeeeek… Mbeeeeek…

Gadis yang masih diragukan wujud aslinya

Yang perlu penerjemah ketika bicara

Yang suka ngaku-ngaku imut meskipun sebenrnya amit-amit

Yang selalu bersemangat setiap saat

Yang mulutnya tak pernah berhenti bersuara

Yang terkadang suka malu-malu kambing

Tak usah dengarkan orang lain bicara

Kalo perut laper, rumput di depan kelas dimakan aja

Cadas juga!

(emang cadas apaan?

Itu tuh, temennya curap dan cutu air)

Ferryanto Cahyo Nugroho

Anaknya Ibu Susilowati si guru PPKn

Yang nggak banyak bicara

Yang enak buat diajak kemana-mana

Yang HP-nya itu tiada duanya

Janganlah jadi anak durhaka

Dan jangan tidur kalo lagi pelajaran PPKn

Gesa Falugon alias Culix

Si ketua kelas yang memimpin kelas

Yang marah-marah kalo tempat duduknya direbut

Jadilah pemimpin jangan jadi penguasa

Pemimpin adalah yang memimpin, membimbing dan memandu menuju kebenaran

Sedangkan penguasa adalah yang menguasai dan mengatur seenaknya sendiri

Pemimpin hidup untuk rakyatnya

Penguasa hidup untuk diri sendiri

Pemimpin mau mengalah

Sedangkan penguasa nggak mau kalah

Jadi, mau jadi pemimpin apa penguasa?

Irine Kristiana

Gadis yang banyak bicara

Yang ikutan ekskul paduan suara

Karena suaranya memang tiada duanya

Tapi jangan lupakan kewajiban sebagai pelajar

Inilah dia yang ditunggu-tunggu

Yang menjadi maskot di 1-3

Berikan sambitan yang meriah untuk…

(Jreng jreng jreng pak dung dung pak dung cess…)

IWAN ARGOSUSILO

Pria imut yang tiada duanya

Yang benar-benar berkharisma

Yang senyumannya sungguh mempesona

Yang gayanya membuat orang tertawa

Yang lawakannya mampu mendamaikan dunia

Yang ringtone HP-nya ada banyak jumlahnya

Yang motornya termasuk barang langka

Yang jelas, lu emang lain dari yang lain

Karena emang nggak ada yang bisa nyamain

Tapi, Royto mau lu kemanain?

Kurnia … (sory, gue lupa nama lu) alias Uni

Gadis manis yang murah senyum

Yang taat menjalankan perintah agama

Yang rada-rada pendiam

Tapi kalo dah mulai bicara

Sifat gokilnya keluar juga

Laire Siwi Mentari alias Iye

Si sekretaris yang hitam manis

Yang juga adalah seorang novelis

Yang suka bergaya di depan kamera

Yang suka cerita-cerita

Kalo lu dah jadi penulis terkenal

Tolong ajarin gue gimana cara bikin novel

Lisydah Naim

Seorang akhwat yang berjilbab

Yang kalo lagi ceramah penyakitnya suka kumat

Ilmu agamanya jangan ditanya

Dari tajwd sampai hadis dia hapal semua

Teria kasih banyak gue ucapkan untuk lu

Karena selalu ngingetin gue kali gue ana Rohis

Tapi guenya aja yang masih tambeng juga

Malvin Sebastian Halomoan Napitupulu

Panjang banget sih nama lu?

Pria yang sederhana

Yang rumahnya sangat istimewa

Playstation, ada

Komputer, ada

Makanan, tersedia

Dan tentu saja billiard pasti ada

Tapi hati-hati, ada anjingnya

Marchianne Sofrin Fauziah alias Chiponk

Gadis yang rada-rada manja

Yang suka merajuk dimana-mana

Cobalah untuk membuka mata

Bahwa lelaki itu bukan hanya Kak Bintang

Tapi juga ada Maryo (?????)

Martha Safitri alias Hepi

Gadis yang bercita-cita tinggi

Yang ingin jadi orang pintar

Yang ingin jadi orang terpelajar

Dan tentu saja jadi istrinya Kak Radon

Waduh, kasian juga Kak Radon

Tak usah dengarkan orang bicara

Jalani saja hidup apa adanya

Maryo alias Eric

Si hitam dari Sawangan

Yang punya banyak kemampuan

Yang selalu mencari gadis idaman

Kalo udah nggak ada lagi harapan

Inget aja Fortune Enam Delapan

Muhammad Helmi Farid Rahman alias Imleh

Pria tampan yang senyumnya menawan

Yang akhlaknya bertetangan dengan namanya

Yang motornya merah warnanya

Yang jago main tenis meja

Tapi jangn bawa-bawa sabun ke sekolah

Niko Adyo Kusumo alias Ayam

Anak orang yang nyasar ke SMANSA

Yang juga suka bawa sabun ke sekolah

Yang jelas, santai aja lah!

Okky Kurniawan Arief

Pria pintar yang juga terpelajar

Yang otaknya cemerlang

Yang suka make semprot-semprotan

Yang tai lalatnya bikin nggak nahan

Tetap teruskanlahg perjuangan

Poppy Dea Bertha

Gadis yang serba bisa

Yang suka bikin tulisan-tulisan

Yang suka mukul-mukulin gendang

Yang poninya nggak nahan

Yang ide-idenya sangat cemerlang

Kok berani tinggal di deket kuburan?

Rani … (sory gue lupa nama lu)

Anak baru yang nggak baru-baru banget

Yang sekolahnya negeri tapi seragamnya swasta

Yang juga hobi ngaca

Ingatlah kalo lu sekarang sekolah di SMANSA

Ratna Hapsari alias Nana

Bendahara yang hitam tapi nggak manis

Yang rada-rada kolokan

Yang terlalu perhatian

Yang hobi nagih uang bayaran

Sebagai orang kepercayaan

Mestinya lu yang bayarin uangnya teman-teman

R***** A**** alias C-Kink

Pria aneh yang rada-rada pendiam

Eh salah, bukan pendiam tapi pecundang

Yang hobinya melamun dan berdiam diro

Eh salah, bukan berdam diri tapi mempecundangi diri

Yang hidupnya nggak punya tujuan

Yang hidupnya selalu kesepian

Kok masih idup sih lu sampe sekarang?

Rika Agustiana alias Teu-Teu

Satu-satunya almunus Gotun yang serba bisa

Yang bisa ngapain aja

Yang punya kemampuan untuk jadi orang besar

Yang rajin mengerjakan segala pekerjaan

Buktikanlah kepada semua orang

Bahwa Gotun bukanlah sekolah murahan

Rindiantika Arsanti alias Dee-Dee

Gadis gila yang emang gila

Yang suka berbuat gila

Yang gayanya juga gila

Yang bikin kucing-kucing ikutan gila

Yang seragamnya juga… Ih, gila

Pokoknya, sekali gila tetep gila!

Rizky Haryadi Saputro alias Badax

Anak caleg yang banyak duit

Yang sorot matanya tajam layaknya pencopet

Yang gampang buat diajak jalan-jalan

Yang hobi baca buku hiburan

Yang punya 1001 alasan untuk menghindari musholla

Yang ilmu taekwondo-nya tak terkalahkan

Sangat disayangkan, kisah cintanya selalu berantakan

Rohmat Agus Alim

Pria aneh dari Sukoharjo

Yang gerak-geriknya juga aneh

Yang suka mencium buku orang-orang

Emangnya buku gue bau?

Ya udah, santai aja Gus

Royto Andriyani

Gadis yang lain dari yang lain

Yang selalu menjadi bahan tertawaan

Yang selalu menjadi bahan ejekan

Tenanglah dan jangan takut

Karena Iwan akan selalu menjaga lu

Satriawan Wiguna alias Iyan

Pemusik yang ahli bermusik

Yang ilmu musiknya udah taraf internasional

Yang juga rada-rada emosional

Sayang, cintanya bertepuk sebelah kaki

Theresia

Pendek amat nama lu?

Gadis yang suaranya nyaring

Yang ketawanya juga nyaring

Untunglah otaknya nggak miring

Tria Novita

Gadis yang mendapat pencerahan di 1-3

Yang rendah hati dan bersahaja

Yang rajin bekerja

Yang juga tekun berusaha

Yang ideal untuk menjadi ibu rumah tanga

Ibu Siti Sun Aisyah

Wali kelas yang sangat baik

Yang sangat ramah

Yang sangat rendah hati

Yang tidak pernah memperlihatkan wajah marah

Yang dengan ikhlas membagi ilmunya

Yang dengan rajin memberi nasihatnya

Hanya surga-lah tempat yang pantas untuknya

Itulah Dinasty

Maafin gue kalo gue punya salah

Maafin gue kalo gue punya dosa

Maafin gue kalo gue orangnya ngenekin

Dan terima kasih banyak

Karena telah menemani gue selama 1 tahun

Akhirnya, hanya doa yang bisa gue persembahkan untuk lu semua

Wassalamualaikum wr wb

Salam OI!

C-Kink

10 Juli 2004

==========

2 comments October 8, 2009

2-2DariBalikKacamataku

Puisi2-2

Waktu aku lagi iseng-iseng buka binder-binder ku jaman SMA dulu, ini aku nemuin secuil puisi tentang kelas 2-2 SMA Negeri 1 Depok angkatan 2004/2005, tempat dimana dulu aku menimba ilmu disana. Rasanya sayang kalo puisi ini cuma jadi konsumsi pribadi aku dan binder ku sendiri. Jadi demi kemaslahatan seluruh umat manusia, berikut ini aku tulis ulang puisi tersebut dan mari kita baca bersama-sama.

2-2 Dari Balik Kacamataku

Ambaryana Nahdi

Gadis kecil yang sederhana

Yang suka ketuker sama kembarannya

Yang ikut ekskul krida kirana

Tetaplah budayakan tarian Indonesia

Andhika Trisna Putra alias Cepot

Seorang kakek yang luar biasa

Yang dituakan karena kebijaksanaannya

Yang isi otaknya tiada duanya

Yang lawakannya mendamaikan dunia

Yang gerak-gerikna dapat membuat tertawa

Yang juga suka ngelawak kalo maen bola

Jangan mati dulu ya!

Anindya Adhi Wardhana alias Emon

Pemuda imut yang sederhana

Yang kepintarannya jangan ditanya

Yang gaya berjalannya mempesona

Yang suka main kartu dimana-mana

Jagalah kamping peliharaan lu sebaik-baiknya

Annisa Asfa alias Cassey

Gadis yang imut dan agak manis

Yang suka jawab kalo ada kuis

Yang suka bicara dengan logat British

Yang kadang-kadang suka narsis

Yang juga suka bergaya selebritis

Jangan lupa untuk sealu mencukur kumis (?????)

Arriyadhul Qolbi

Seorang ikhwan yang luar biasa

Yang menjabat sebagai ketua MPK

Yang kalo ditanya suka balik nanya

Yang suka dizhalimi temen sebangkunya

Yang punya rompi anti peluru di bajunya

Kalo nanti lu jadi ke Amerika

Gue nitip oleh-olehnya ya!

Arum Hapsari

Anak baru yang rendah hati

Yang suka nyanyi-nyanyi

Yang juga hobi nari

Yang pernah berperan sebagai Syamsul Bakeri

Bersyukurlah  bisa masuk SMA terbaik di Depok ini

Asrining Tyas

Gadis yang menjabat sebagai ketua kelas

Yang betah ikut organisasi kelas atas

Yang suka negur anak yang malas

Yang menjalani hidupnya dengan keras

Yang isi otaknya sudah melebihi kapasitas

Yang udah ada jaminan kuliah di universitas

Sesibuk apapun, jangan lupa untuk bernapas (?????)

Damar Aji Irawan

Pemuda yang bisa-bisa aja

Yang rumahnya banyak yang suka

Yang keliatannya alim tapi sebenarnya …

Ya udahlah, santai aja ya

Dendri Umbiyar

Gadis pendiam yang lugu

Yang otaknya berilmu

Yang agak pemalu

Tolong dong bilang sama ibu lu

Kalo ngajar tuh harus inget waktu

Elsha Surya Respita alias Mbicks

Mbeeeeek… Mbeeeeek…’Seorang gadis yang masih diragukan wujud aslinya

Yang suka banyak bicara

Yang suka nyerocos seenaknya

Yang urat malunya sepertinya sudah tak punya

Yang suka aneh sendiri sambil ketawa-ketawa

Yang udah sadar untuk menutup auratnya

Ingatlah bahwa Emon akan selalu setia

Frizda Prima Brian alias Slank

Seorang perempuan yang berwibawa

Yang isi otaknya jangan ditanya

Yang gayanya nggak mirip wanita

Yang hobinya menghina dan berbuat gila

Kalo dah gede nanti jangan jadi preman ya!

Giffar Izzany

Pemuda yang aneh tapi nyata

Yang jenggotnya tiada duanya

Yang suka aneh gerak-geriknya

Yang suka sotoy kalo bicara

Ingatlah bahwa Shinta masih setia menunggu di sana

Harry Muttaqin

Seorang pemuda yang baik dan bijak

Yang biasa dipanggil Bapak

Yang suaranya besar dan serak’

Yang rambutnya cepak

Untung aja kepala lu nggak pitak

Hendy Kusumo Nugroho

Laki-laki yang serba bisa

Yang motornya berwibawa

Yang lawakannya menyegarkan mata

Yang jago ngomong bahasa Jawa

Yang suka kangen kalo jauh dari keluarga

Tetep semangat ya!

Hendro Priyo Dwi Utomo

Seorang pemuda yang aneh dan langka

Yang jago main bola

Yang lesnya di Sigma

Yang hobi menghina dan dihina

Ingatlah bahwa Alonso masih kalah dari Fisichella

Irine Krsitiana

Gadis yang sederhana

Yang suka banyak gaya

Yang jadi ketua paduan suara

Yang udah malang melintang di dunia tarik suara

Hati-hati sama Hendro ya!

Iswahyuni

Seorang perempun yang jantan (?????)

Yang suaranya menawan

Yang rumahnya jauh di ujung jalan

Yang berat badannya nggak nahan

Ingatlah bahwa kita adalah seksi kebersihan

Kartika Puspa Ningrum

Gadis yang lugu layaknya gadis desa

Yang pelan dan lembut bicaranya

Yang kepintarannya jangan ditanya

Pokokny, santai aja ya!

Laire Siwi Mentari

Gadis hitam manis yang senang bergaya

Yang suka bikin cerita-cerita

Yang suka gonta-ganti gaya rambutnya

Yang bercita-cita jadi sutradara

Kalo mau launching novel lagi, ajak-ajak gue ya!

Marchianne Sofrin Fauziah alias Chiponk

Gadis kecil yang imut dan amit-amit

Yang pipinya enak buat dicubit

Yang kadang-kadang suka pelit

Tunggulah suatu hari nanti Kak Bintang akan jatuh dari langit

Maryo

Seorang laki-laki yang tak tau diri

Yang otaknya sangat berisi

Yang handphonenya sering mati

Yang suka garuk-garuk punyanya sendiri

Simpanlah Tyas selalu di dalam hati

Merlyn Priwayuningsih

Si hitam manis dari bambu kuning

Yang seneng banget sama kucing

Yang kalo teriak suaranya nyaring

Yang ibunya ngajar bimbingan konseling

Kalo lagi marah, bangku-bangku jangan dibanting

Muhammad Anshori

Seorang pemuda yang ancur dan gila

Yang jenggotnya sangat langka

Yang gerak-geriknya bikin tertawa

Yang lawakannya aneh tapi nyata

Jangan takut sama Giffar ya!

Muhammad Sidik Edi Wicaksono

Pemuda gokil yang nggak punya malu

Yang tiap pagi hobi ke toilet melulu

Yang gayanya selalu ngikutin model terbaru

Tetaplah mendukung Dendri selalu

Mulia Idznillah alias Cinet

Gadis kecil yang sederhana

Yang tingginya tak seberapa

Yang suka sotoy dan rada manja

Yang lemotnya tidak terkira

Yang kerjanya di Medisina

Yang mau sekolah di Rusia

Jangan marah ya kalo dihina

Nisa Falastina

Seorang akhwat yang diimpor dari Palestina

Yang hidupnya sederhana

Yang manis banget senyumannya

Yang cemerlang otaknya

Marilah kita bersama-sama

Membantu saudara-saudara kita di Palestina

Nurtrianti Novianti Surono

Gadis yang selalu terutup auratnya

Yang nggak banyak bicara

Yang hidupnya sederhana

Tetaplah jalani hidupmu yang ceria

Putri Sidratul Muntaha

Gadis manis yang nggak ada pait-paitnya

Yang kurus badannya

Yang nyaring suaranya

Yang panjang dan berkilau rambutnya

Sabar aja ya kalo ada yang menghina

Rani Andhika Lestari

Seorang perempuan yang aneh tapi nyata

Yang seragamnya mirip sekolah swasta

Yang suka dandan dan juga ngaca

Ya udah, santai aja ya

R***** A**** alias C-Kink

Seorang pemuda yang aneh

Yang gayanya aneh

Yang otaknya aneh

Yang gerak-geriknya aneh

Yang hobinya juga aneh

Pokoknya sekali aneh tetep aneh

Riana Anom Sari

Gadis yang lugu dan rendah hati

Yang suka mengulang ucapannya 3 kali

Yang kadang-kadang suka lemot sendiri

Yang pantes buat jadi istrinya Bajuri

Ingatlah bahwa Fisichella tuh lebih baik daripada Kimi

Riandy Laksono alias Bajuri

… … … …

… … … … (ceritanya lagi karibe)

Si bos yang aneh dan langka

Yang suka menghina dan dihina

Yang suka berdebat dimana-mana

Yang nyengirnya kaya kuda

Ingatlah selalu kenangan indah bersama Sintia

Risca Fleureta Yudhoyono

Seorang perempuan yang sopan

Yang suaranya menawan

Yang wajahnya menyilaukan

Yang rambutnya nggak nahan

Jangan lupa untuk selalu nagihin uang bayaran

Rizki Lestari Amelia

Gadis yang suka ngaku-ngaku imut

Yang nggak mau dibilang gendut

Yang kalo dihina langsung cemberut

Bilang-bilang dong kalo lu yang ngentut (?????)

Senna Gumilar

Pemuda yang aneh tapi nyata

Yang kumisnya juga aneh tapi nyata

Yang motornya juga aneh tapi nyata

Yang gerak-geriknya juga aneh tapi nyata

Ih anak yang aneh… … … tapi nyata (?????)

Shinta Astrio

Gadis yang sederhana

Yang duduknya bareng Frizda

Yang ketawanya nggak biasa

Masih adakah Giffar di hatinya?

Sintia Ade Pertiwi

Si hitam manis dari ujung Sumatera

Yang rendah hati dan bersahaja

Yang aktingnya luar biasa

Yang pendiem tapi banyak bicara

Tetaplah menjadi sekretaris yang suka menolong sesama

Sri Yantih

Seorang gadis yang sedikit misteri

Yang otaknya pintar namun tidak diakui

Yang jago akting namun tidak diketahui

Yang mau ke Amerika namun tidak disadari

Apapan kata orang, tetaplah menjadi diri sendiri

Syukron Ma’mun

Ketua Rohis yang aneh dan langka

Yang isi otaknya jangan ditanya

Yang suka menghina dan berbuat gila

Yang suka diam dan bersahaja

Yang suka menzhalimi temen sebangkunya

Marilah bersama-sama kita selamatkan Palestina

Witta Kartika Restu

Gadis yang riang dan berkacamata

Yang selalu menyebut nama saat berbicara

Yang isi otaknya luar biasa

Yang suka nyengir kalo dihina

Tunggulah saat dimana Fisichella menjadi juara dunia

Yul Kautsar Hakim

Pemuda hitam yang baik namun keras

Yang suka ngelawak nggak jelas

Yang ototnya cadas-cadas

Yang suka menghina dengan pedas

Yang suka ngelucu di kelas

Belajar yang rajin ya, jangan malas

Ibu Theresia Sitepu

Guru Fisika yang bersahaja

Yang menjabat sebagai wali kelas 2-2

Yang ilmu Fisikaya luar biasa

Yang suka menghina Riandy dan Senna

Yang suka membuat anak-anak tertawa

Engkaulah pahlawan bagi umat manusia

Itulah 2-2

Sebuah kelas di SMANSA

Angkatan 2004/2005

Setelah setahun kita bersama

Marilah kita akhiri semuanya

Maafkan bila ada salah dan dosa

Sampai jumpa

Wassalamualaikum wr wb

C-Kink

17 Juli 2005

==========

3 comments October 8, 2009

Motivation

“Cep cep cep… Iya iya aku ngerti… *berusaha ngerti soalnya aku nggak tau masalahnya apa* Btw secara keseluruhan anak KKN atau yang 1 rumah sama kamu? Ya udah kamu tularin aja yang positif-positif di diri kamu ke mereka biar yang negatif-negatif bisa berkurang gitu… Mungkin kalo kamu kurang suka sama perilaku atau apa lah aku nggak tau… Ya dibilang langsung aja… Diberaniin… Atau adain sharing apa gitu kek… Kamu kan koordinator tim kamu kan? Oiya kalo Nanda nggak kan? Konsultasi aja sama dia enaknya gimana… Atau kamu curhat gitu kek sama ketuanya. Daripada stress gitu kan nanti sia-sia juga dah lama-lama KKN tinggal di tempat yang sama, ngerjain apa-apa kemaren bareng-bareng bukannya makin akrab malah jadi gini… Inget lho kalo kamu liat/ngerasa ada sesuatu yang negatif ya sebisa mungkin wajib dihentikan… Pake cara alus dulu… Baru kalo lama-lama nggak berubah-berubah ya ditegasin. Anggap aja mereka semua itu sodara kamu yang mesti kamu jaga…”

“Emangnya kamu lagi mainan apa kok lawan-lawanan?  Heee… Yaaa… Ibaratnya kamu orang baik di lingkungan yang kurang baik… Aku sih percaya banget kamu nggak bakal terpengaruh mereka, ya kan? Ya kan? Kamu pasti bisa… Malah seharusnya kamu itu bersyukur karena dikasih situasi kaya gini yang bisa bikin kamu makin tambah sabar, tambah dewasa dll… Udah ya nggak usah terlalu dipikirin masah ini… Kasian kamu nanti makin tambah sakit kalo kebanyakan pikiran.”

Add comment October 8, 2009

DariSeorangSahabat

Alkisah di dalam kehidupan seekor anak kambing yang bernama C-Kink, tersebutlah seorang anak manusia berjenis kelamin laki-laki yang bernama, kita sebut saja “Mawar”, bukan nama sebenarnya. Mawar ini adalah seorang ustad plus takmir masjid yang punya kerjaan sampingan sebagai mahasiswa (nggak kebalik yah?). Beliau sangat senang menuntut ilmu dan berdakwah, sama senangnya dengan Chelsea Olivia main sinetron Melati untuk Marvell… Idih nggak nyambung!

Si Mawar ini dengan semangat jihadnya yang tetap terjaga, selalu istiqomah mengirimkan sms nasehat ke dalem inbox handphoneku. Kadang sehari bisa lebih dari sekali. Kadang sekali juga bisa lebih dari sehari.

Apa aja isi sms-sms itu? Yang jelas, bukan sms-sms menjijikkan sebagaimana tersebut dalam contoh berikut ini:

“C-Kink lagi apa, udah makan belom? Jangan lupa makan ya biar six pack…”

Atau yang seperti ini:

“C-Kink bobonya jangan kemaleman ya, nanti masuk angin loh!”

Juga bukan yang seperti ini:

“C-Kink kalo abis boker jangan lupa cebok dulu yaaaa…”

Buang jauh-jauh semua pikiran menjijikkan semacam itu. Kenapa, karena sms-sms nasehat yang dikirimkan oleh si Mawar ini bukan sekedar nasehat biasa, tapi nasehat yang efeknya Insya Allah bakal terasa di dunia akhirat.

Nah, karena sms itu punya makna duniawi dan ukhrowi, jadi rasanya sia-sia kalo sms tersebut cuma ngendon di dalem inboxnya si C-Kink aja. Karena itulah pada kesempatan kali ini C-Kink berkenan untuk membagi secara cuma-cuma sms-sms nasehat yang dikirimkan oleh si Mawar ke dalam inboxnya C-Kink. Nyoh, monggo dibaca… Semoga bermanfaat yuaaaa…!

Kriiiiik… Kriiiiik…

“Barangsiapa yang niatnya adalah menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Allah akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan AKAN TUNDUK PADANYA.

Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah menjadikannya tidak pernah merasa cukup, Allah pun akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.”

(HR. Tirmidzi no. 2456, shahih)

“Janganlah engkau berputus asa terhadap sesuatu yang luput darimu dan janganlah engkau berlagak sombong terhadap nikmat yang datang padamu, namun bersyukurlah pada Allah dengan nikmat itu.”

(Faedah dari Tafsir Al-Jalalai surat Al-Hadid)

“Doa agar mendapatkan kemudahan (hadits yang shahih riwayat Ibnu Hibban):

Allahumma laa sahlaa illa maa ja’altahu sahlaa. Wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau mudahkan. Dan jika Engkau kehendaki kesedihan/kesusahan dapat Engkau jadikan kemudahan.”

“Pelajaran dari Imam Asy-Syafi’i:

  1. Waktu itu bagaikan pedang. Jika engkau tidak memotongnya (tidak memanfaatkannya), maka dia malah yang akan memotongmu.
  2. Jika dirimu tidak sibuk dengan hal-hal yang baik, pasti engkau akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.”

(Al-Jawabul Kafi, 109)

“Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya kepada orang lain, maka Allah akan memperdengarkan semua keburukannya di depan semua makhluk. Allah juga akan menghinakan dan merendahkannya. Itulah bahaya amalan yang tidak IKHLAS.”

(Shahih At-Targib wa At-Tarhib)

“Doa memohon kekuatan iman dan berbagai kebaikan:

Allahumma inni as’aluka iimanan layartadu, wana’iiman layanfadu, wamurofaqota muhammadin shallallahu ‘alaihi wasalama fii a’la jannatilkhuldi.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak akan habis, dan menyertai Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam di surga yang paling tinggi selama-lamanya.”

(HR. Ibnu Hibban no. 2436)

“Ketahuilah bahwa banyak hutang adalah sebab datangnya kerugian di dunia sedangkan banyak dosa adalah kerugian di akhirat. Oleh karena itu, Nabi biasa berdoa meminta perlindungan dari dua hal tadi:

Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal magrom.

Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari banyak dosa dan banyak hutang.”

(Faedah dari Al-Fawa’id, Ibnul Qayyim)

“Ibnul Qayyim mengatakan, ‘Keselamatan tidaklah sempura melainkan dengan menyelamatkan diri dari 5 hal:

  1. Syirik yang meniadakan tauhid.
  2. Amalan yang tidak ada tuntunan yang dapat mematikan ajaran Nabi.
  3. Syahwat yang menggelora.
  4. Lalai dari dzikir.
  5. Hawa nafsu yang dapat menghancurkan ikhlas.”

(Al-Jawabul Kafi, 142)

“Di antara bentuk keimanan yang paling tinggi adalah jika seseorang DENGKI pada orang lain, lalu dia berusaha menghilangkannya, bahkan dia malah berbuat baik dengan orang yang dia dengki, dia pun mendoakannya, menyebarkan kebaikan saudaranya itu dan dia merasa saudaranya itu lebih baik dari dirinya.”

(Jami’ul Ulum wal Hikam, hadits 35)

“Inilah di balik dosa memakan riba. Nabi bersabda: ‘Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari hasil riba sedangkan dia mengetahuinya, lebih besar dosanya daripada melakukan perzinahan sebanyak 36 kali’.”

(HR. Ahmad, shahih)

“Yang namanya kaya (ghina) ukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina adalah hati yang selalu merasa cukup.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

“An-Nawawi dalam Al-Adzkar membawakan bab ‘doa yang dibaca ketika merasa sulit dalam suatu hal’. Doanya adalah:

Allahumma laa sahlaa illa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau mudahkan. Dan Engkau menjadikan segala kesedihan (kesusahan) menjadi mudah jika Engkau kehendaki.”

(Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan bahwa sanadnya shahih, dikeluarkan oleh Ibnu Sunni dan Ibnu Hibban)

“Para ulama terdahulu mengatakan, ‘Balasan dari amalan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’

(Lihat tafsir Ibnu Katsir, surat Al-Lail)

Oleh karena itu, tanda amalan seseorang diterima adalah dia kontinu dalam melakukan amalan.”

“Jika seseorang keluar rumah, lalu mengucapkan: Bismillah tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illa billah (dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: engkau akan diberi petunjuk, diberi kecukupan dab senantiasa mendapat penjagaan Allah.”

(HR. Abu Daud, shahih)

“Ibnul Qoyyim al-Jauziyah menuliskan dalam kitabnya:

Allah menjadikan mata sebagai cermin hati. Jika seseorang menahan pandangan matanya, berarti dia menahan syahwat dan keinginan hati. Jika dia mengumbar pandangan matanya, berarti dia mengumbar syahwat hatinya.”

(Raudhah al-Muhibbin wa nuzhah al-Musytaqin. Hal 71, bab 6)

“Hak Allah atas hamba, adalah hendaklah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya. Tahukah engkau apakah hak hamba atas Allah jika mereka berbuat yang demikian itu? Yaitu Dia tidak mengadzab mereka dengan api neraka.”

(Diriwayatkan Asy-Syaikhany, Ahmad, At-Tirmidzy, Ibnu Majah dan Ibnu Hiban)

“Sebaik-baik amalan adalah yang dilakukan ketika kebanyakan manusia lalai. Sebabnya adalah karena amalan seperti ini akan memberatkan jiwa. Amalan yang memberatkan jiwa inilah amalan yang dicintai Allah. Oleh karena itu, sangat utama mengenakan jilbab yang sempurna di saat para wanita berpakaian tapi hakikatnya telanjang.”

(Lihat Lathoif Al-Ma’arif)

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

“Kata emas dari Ibnul Qayyim:

Barangsiapa mengenal keadaan dirinya tentu dia akan sibuk memperbaikinya daripada terus memikirkan kejelekan orang lain”

(Fawaidul Fawa’id, 83)

“Rasulullah bersabda:

Bulan Sya’ban yaitu antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan di mana manusia mulai lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.

(HR. Ahmad dan An-Nasa-i, dihasankan Al-Albani)

“Imam Ahmad mengatakan:

Dalam amalan puasa sulit terdapat riya’ (ingin dipuji oleh orang lain di dalamnya).

Karena yang mengetahui seseorang tidak makan dan tidak minum adalah Allah. Jadi puasa adalah rahasia seorang hamba dengan Allah. Oleh karena itu, amalan puasa khusus untuk Allah.”

(Lihat Lathoif Ma’arif, 275)

“Para ulama merindukan sekali bertemu Ramadhan. Sampai-sampai mereka pun selama 6 bulan berdoa agar dapat bertemu Ramadhan lagi dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalannya diterima. Itulah, karena Ramadhan adalah bulan saat dibukakan pintu surga, ditutup pintu neraka dan terbelenggunya setan-setan.”

(Lathoif Ma’arif, 264)

Sebenernya masih banyak. Tapi seperti kata kalimat bijak, “Diplomasi itu bagaikan bermain kartu. Jangan perlihatkan semua kartu yang kita punya, tapi keluarkan satu-persatu”. Jadi sms-sms nya cukup sampe disini dulu aja yah… Loh tapi emang apa hubungannya diplomasi sama sms-sms ini? Nggak tau deh… Huehehehe.

Add comment October 8, 2009

SecuilSMS

“Salah nggak kalo gue minta temenin cowo gue pas gue sakit? Lebih penting mana nemenin cewe lo sakit walaupun lewat telpon atau kumpul bareng temen-temen buat main kartu?”

“Main kartu di tempat cewe yang lagi sakit. Cup cup cup…”

“Kalo lo jauh sama cewe lo?”

“Mending main kartu. Kalo gue lagi sakit, gue pengennya istirahat aja. Kadang-kadang kalo ada yang nelpon malah ngeganggu istirahat gue. Huohohoho.”

“Terus kalo cewe lo sakitnya udah sampe muntah darah atau apa kek parah dan minta lo buat nemenin dia walaupun cuma by phone saat lo main kartu gimana?”

“Ya udah berarti emang bukan rezekinya kita. Berarti waktu tadi atau kemaren atau dulu kita telpon-telponan, itu jadi telpon-telponan kita yang terakhir. Banyak-banyak istirahat aja biar cepet sembuh terus bisa ketemuan lagi.”

“Salah orang…”

“Bener banget. Soalnya kalo kita lagi sakit parah, ada baiknya kita lebih sibuk mikirin tentang batu nisan yang ada tulisannya nama kita. Apa yang ada disana, gimana rasanya dan siapa yang bakal kita temuin disana. Karena sebaik apapun cowo/cewe kita, sedikitpun dia nggak bakal bisa ngebantuin kita ngelewatin sempitnya tanah kuburan. Maap yah kalo nggak nyambung”

Depok, Sabtu 19 September 2009, 00:22

Add comment October 8, 2009

TigaKata

Di tengah hening malam waktu lagi asik ngelaptop, handphone Nokia 6681 ku yang berisi nomor Im3 berdering. Ada sms masuk didalamnya. Pengirimnya adalah seorang perempuan, salah seorang temen ku. Dia mengirimi aku sebuah puisi lewat sms tersebut. Begini bunyinya:

“Tiga kata

Terus bermain-main di otakku

Tak pernah hengkang barang sedetik

Tiga kata itu membentuk rupa

Yang jua tak lekas pergi

Tiga kata itu

R***** A**** P******”

(note: tiga kata R***** A**** P****** adalah inisial nama lengkap ku. Tapi aku sengaja nggak nulis nama asli ku disini, karena nggak ada R***** di dunia maya, yang ada hanyalah C-Kink!)

Hmmm… Bingung juga nih kok tiba-tiba dapet puisi kaya gini. Karena bingung mau ngebales gimana, akhirnya aku cuma bisa nulis:

“Iya thank q. Tapi Alhamdulillah, aku nggak pernah melakukan hal yang sama untuk 3 kata yang bernama **** ********** ********”

(note: 3 kata yang dibintang-bintang tersebut adalah nama lengkap si pengirim sms. Nggak etis kalo aku publish disini, jadi silahkan terka sendiri)

Dan aku hanya bisa minta tolong kepada kalian semua yang membaca tulisan ini. Seandainya kalian mendapatkan puisi sebagaimana yang aku dapatkan, maka balasan/jawaban apa yang akan kalian berikan kepada si penulis puisi tersebut? Ditunggu jawabannya yaaaa…

Add comment October 8, 2009

KataMutiara #2

Di lobi lantai 2 Jurusan Teknik Fisika UGM, disaat baru selesai kuliah dan menunggu kuliah selanjutnya, sekumpulan anak-anak nuklir lagi asik kongkow-kongkow menunggu dosen masuk. Di sebelah kiri ku ada seekor anak manusia bernama Muhammad Sultan Iskandarsyah yang akrab dipanggil “Richard”. Idih nggak mungkin banget… Maksudnya, “Nanda”.

Beliau lagi asik nerima telepon dari salah seorang kerabat perempuan yang bernama Roberta Purnamasari, akrab dipanggil “Robert”. Loh perempuan kok namanya Robert, supaya lebih feminim, selanjutnya kita panggil “Riris” aja yah…

Kedua ekor makhluk ini asik berbagi kejayusan yang penuh dengan hinaan, ledekan dan cacian lewat telepon. Bla bla bla bla, saling ngeles, saling ngeledek, saling ngebales, dll. Sampe tiba-tiba waktu lagi ngeles dari serangannya Riris, mulut Nanda berucap:

“… Mobilitas seseorang menentukan kualitas hidupnya…”

Tuing tuing… Kita puter sekali lagi:

“… Mobilitas seseorang menentukan kualitas hidupnya…”

Yaaaa begitulah. Aku tertegun mendengar ucapan Nanda. Nggak tau apakah dia ngomongny serius, atau cuma becanda karena lagi ngeles dari ledekannya Riris. Tapi hidayah itu bisa dateng kapan aja. Nasihat itu bisa dateng dari siapa aja. Pelajaran itu bisa dateng dari mana aja. Dan hari ini, Insya Allah aku telah mendapatkan itu semua.

Selama 24 jam dalam sehari, dimana aja kita berada? Apakah cuma di kasur, beranjak ke depan tivi, lalu ke kamar mandi, keluar bentar cari makan, dan kembali ke kasur lagi? Dengan keseharian yang seperti itu, maka pengalaman apa aja yang kita dapet selain berita-berita infotainment nggak penting yang ditayangkan di layar kaca?

Mari sekarang kita pertanyakan kembali kepada diri kita sendiri. Seberapa banyak tempat yang kita kunjungi. Seberapa banyak orang yang kita temui. Seberapa banyak langkah yang kita lalui. Dan seberapa banyak pengalaman yang kita alami. Lalu, masihkah kita tetap tertinggal, duduk terdiam dan termangu seperti saat ini?

Add comment October 8, 2009

AkuSenang

AkuSenang

(note: tulisan ini adalah kejadian beberapa jam sebelum tulisan ku yang judulnya “DiaMasihBerlari”)

Minggu, 30 Agustus 2009, Yogyakarta

Sekitar jam 12 siang, setelah aku pulang dari rumah Pak Baha’udin selaku DPL KKN Unit 183 untuk minta tanda tangan, aku bergegas menuju kantor Tiki yang berada di jalan veteran. Nunu yang udah mangkat ke Jakarta mengirimkan LPK-nya lewat Tiki, dan aku harus segera mengambilnya langsung disana.

Sebelomnya jam 10-an aku ditelpon sama orang Tiki Jogja yang mengatakan bahwa kiriman untuk saudara C-Kink sudah sampai. Tapi karena di kiriman itu nggak ada alamat konkrit kosanku dan juga nggak ada tenaga pengantar yang masuk (karena pas hari libur), akhirnya aku disuruh supaya dateng sendiri kesana buat ngambil kirimannya. Di telepon pun kita sempet gontok-gontokan ngebahas dimana itu Umbulharjo, Jalan Taman Siswa dan Jalan Veteran. Ya maklum lah Mas, akika kan orang perantauan bow…

Sampe Tiki, akhirnya semua beres. LPK Nunu udah di tangan. Sementara di kosan udah menunggu LPK-LPK anak Cucukan lainnya, yang pengumpulannya molor jauh dari tanggal yang udah aku tetapkan. Huh dasar bangsa Indonesia sukanya telatan dan mepet-mepet deadline. Dan betapa peranku sebagai Kormasit sangat-sangat tidak dihargai… Huiks huiks… Udah ah, kok malah jadi curhat colongan?

Finally aku pulang ke kosan dengan selamat. Segera aku kumpulkan semua LPK yang berserakan kemudian menyusunnya menjadi 1 bundel. Jadinya lumayan tebel juga nich. Kalo dipake buat nimpuk maling kayanya enak deh…

Sekitar jam 1-an, aku segera berangkat lagi membawa bundelan LPK itu untuk dijilid. Aku memacu MyLovelySolBro menuju pusat fotokopi Prima yang letaknya berseberangan dengan Mirota. Sampai disana, ternyata Prima tutup! Ya maklum lah, namanya juga hari Minggu. Untung tadi aku sempet ngeliat fotokopian yang di sebelah utaranya Gading Mas buka. Aku lupa nama tempat fotokopian itu apa, jadi sementara kita sebut aja fotokopian itu dengan nama “Mawar” (bukan nama sebenarnya). Aku pun memutar arah MyLovelySolBro menuju fotokopi Mawar.

Sampailah di tempat fotokopi Mawar. Segera aku tenteng bundelan LPK dan aku serahkan kepada pegawai disana. Beginilah percakapan antara makhluk imut tersebut dengan pegawai fotokopi Mawar. C untuk C-Kink dan B untuk Bunga (juga bukan nama sebenarnya).

C          :“Mas, ini tolong difotokopi 3 kali. Terus semuanya djilid ya!”

B          :“Oh iya Mas, siap! Yang asli juga dijilid?”

C          :“Iya Mas”

B          :“Oke!”

C          :“Jilidnya pake warna biru muda ya Mas, kaya warna ini (menunjuk ke sampel warna yang ada di tempat fotokopian tersebut)”

B          :“Siap Mas!”

C          :“Kalo nanti malem diambil bisa nggak Mas?”

B          :“Nanti malem jam berapa Mas?”

C          :“Jam 7 ya Mas. Bisa kan?”

B          : “Bisa donk Mas. Apa sih yang nggak bisa buat Mas yang ganteng ini… (sambil berkedip *triiing)”

C          : “Aaaaaah, Mas bisa aja deeeech… (sambil menjawil dagu si Mas Bunga)”

B          : “Aduh geli Mas… Mau lagi dong dijawil-jawil… (sambil menggesek-gesekan tangan ke lehernya sendiri)”

C          : “Yuuuk sini yuuuuk… (sambil menjulurkan lidahnya melet-melet keluar-masuk. Slruuuup…)”

STOP!!!!

Kita kembali lagi ke bahasan awal. Lupakan semua dialog menjijikkan di atas!

Akhirnya disepakati bahwa bundel tersebut bisa aku ambil jam 7 malem nanti. Sementara sekarang masih sekitar jam setengah 2 siang. Akhirnya aku pun pamit pulang sama si Mas Bunga tersebut. Dadaaaaah…

5 jam kemudian…

Jarum jam di kamar kosanku yang berukuran 5 x 3 meter menunjukkan angka 18.30. Sementara layar televisi yang aku putar ke chanel Global TV masih menampilkan 2 orang komentator sedang beradu mulut membahas preview balapan di GP Belgia, Spa-Franchorchamps malam ini. Aku pun segera bergegas dan berkemas dan masuk ke dalam MyLovelySolBro untuk menuju fotokopi Mawar, mengambil LPK yang aku jilid tadi siang.

Sampai disana, ternyata penjilidan masih belom selesai seutuhnya. Aku pun nongkrong disana sembari menunggu prosesi penjilidan berakhir. Sambil nongkrong, aku memperhatikan kertas-kertas yang sedang digarap oleh para pegawai fotokopi mawar lainnya. Dan you know what, hampir semua kertas yang ada disana merupakan LPK! Sama seperti tujuan aku ada disini malam ini!

Disana bertebaran LPK-LPK entah milik unit dan subunit mana aja. Demikian juga dengan konsumen yang datang, sebagian besar dari mereka datang untuk memfotokopi LPK, menjilidnya, atau bahkan mengambil LPK yang sudah dijilid. Plus ada beberapa yang memfotokopi RPK yang ukurannya segede gaban, kira-kira seukuran kertas A2.

Tiba-tiba ada sebuah mobil Daihatsu Taruna datang dan parkir disana. Kucluk kucluk, aku memperhatikan Taruna itu dengan saksama, mengingat Taruna adalah mobil milik keluargaku di Depok dan Taruna juga adalah mobil yang pertama kali aku coba mengendarainya.

Dari dalam mobil turun 2  ekor perempuan, yang satu berjilbab dan yang satu lagi hitam tapi manis, dengan rambut bekas rebonding salon, kaos hijau ketat dan celana pensil. Mereka membawa kantong plastik putih bertuliskan “KKN PPM UGM”, sebagai bukti bahwa malam ini dia datang kesini dengan tujuan yang nggak jauh beda dengan tujuan ku.

Dengan harap-harap cemas, aku berharap supaya dia melangkah kesini dan berhenti di dekatku untuk bertansaksi dengan pegawai fotokopi Mawar. Tapi ternyata hal itu nggak terjadi, malah mereka ngambil posisi yang jauh dari aku. Huh payah banget dah ah…

Padahal kalo mereka posisinya deketan, kan aku jadi bisa punya temen ngobrol buat nungguin LPK ku selesai dijilid.

“Halo Mbak…! Malem ini Mbak pake celana dalem warna apa?”

BLETAAAAK…!!! Dan sebuah sendal jepit mendarat mulus di jidatku.

Oke, buang semua imajinasi nggak jelas tersebut. Akhirnya aku hanya bisa menuggu LPK ku sambil menatap mbak-mbak itu dari kejauhan, tanpa sanggup bertegur sapa. Huiks huiks… Sroootttt…

Finally jam 7 lewat belasan menit, LPK ku selesai juga. 4 bundel LPK semuanya sudah terjilid rapi dengan cover warna biru muda.

C          : “Berapa Mas?”

P          : “Ini semuanya… (ngitung)

Mmmmm… (masih ngitung)

… (tetep ngitung)

Kriiiik… Kriiik…

Oh iya, bentar ya Mas!”

C          : “??????”

Dan si Mas Putri (bukan nama sebenarnya) itu pun ngeloyor pergi meninggalkan aku sendiri. Dia menemui salah seorang pegawai lainnya di belakang. Mengeluarkan kertas, menulis sesuatu, lalu datang kembali ke hadapanku.

P          : “Semuanya 12 ribu Mas!”

C          : “Oke. Ini Mas!”

P          : “Iya, terima kasih Mas!”

(untuk mempersingkat waktu, jangan harap ada adegan homoisme di dialog yang kedua ini!)

Aku ambil 4 jilid bundelan LPK ku yang ditaro di dalem kantong plastik item plus kertas kuitansi di dalemnya. Kok banyak banget sampe 4 bundel? Ya iya duonks, 1 buat dikumpul ke LPPM, 1 buat DPL, 1 buat Kecamatan dan 1 lagi buat arsip ku sendiri. Tanpa perlu berlama-lama, aku segera melangkah pergi dan bersama MyLovelySolBro bergerak menuju Sate Padang Chaniago untuk membeli 2 porsi sate padang dibungkus dibawa pulang.

Di sepanjang perjalanan, otak ku yang ber-IQ 128 ini bertanya-tanya, perasaan tadi aku fotokopi LPK 3 kali dan ngejilid 4 LPK, tapi kok biayanya murah banget ya, cuma 12 ribu? Padahal 1 bundel LPK aja udah tebel banget sampe 300 halaman lebih. Jadi fotokopi 1 bundel minimal kenanya 300 x 100 = 30 ribu rupiah, tapi kok aku cuma bayar 12 ribu?

Akhirnya aku cek kembali kuitansi yang udah aku geletakin gitu aja di dalem kantong plastik item. Mataku yang minus 3.5 kanan-kiri mencoba memperhatikan angka demi angka dan huruf demi huruf dengan saksama. Tik… Tik… Tik… Tik… Nah ini dia!

Aku menemukan adanya kejanggalan dalam kuitansi tersebut. Dari pengamatan ku, ternyata biaya 12 ribu yang aku bayar tadi hanya untuk biaya jilid 4 kali! Artinya apa? Artinya, biaya fotokopi bundelan LPK sebanyak 3 kali nggak ikut kehitung! Whoaaaaaa…!!!

Padahal, mestinya biaya fotokopi 3 x 300 halaman itu lebih mahal daripada sekedar 4 kali jilid. Ini nggak bisa dibiarkan, aku harus segera bertindak untuk menumpas kedzhaliman ini! Akhirnya selepas membungkus 2 porsi Sate Padang Chaniago, aku melangkah kembali ke tempat fotokopi Mawar.

Sesampainya disana, aku memarkir MyLovelySolBro. Turun dari mobil, tukang parkir yang hari ini kayanya udah sering banget ngeliat tampangku yang imut ini segera menyapa ramah,

“Dateng lagi Mas? Ada yang ketinggalan?”

Dan spontan aku pun menjawab,

“Iya Pak, kunci mobil saya ketinggalan!”

(lah terus barusan naik mobil pake apa?)

Aku segera standby di meja penerimaan dan menunggu ada salah seorang pegawai yang datang menghampiri ku. Lumayan lama aku menunggu. Meskipun banyak pegawai yang terlihat lagi nggak sibuk, tapi nggak ada seorangpun yang sadar akan keberadaan ku. Mungkin sebenernya mereka sadar, tapi karena wajahku beberapa menit yang lalu udah muncul disini dan takut aku komplain macem-macem, jadinya nggak ada yang berani nyamperin aku. Sampai akhirnya si Mas Putri yang tadi dengan penuh leadership dan softskill yang tinggi datang menuju ke arahku.

P          : “Iya, ada apa Mas?”

C          : “Ini Mas. Tadi kan saya fotokopi ini semua 3 kali, terus empat-empatnya dijilid. Tapi kok biayanya cuma 12 ribu ya Mas? (sambil menunjukkan kuitansi)?”

P          : “Mana Mas? (sambil melihat kuitansi)”

C          : “Tuh Mas coba diliat”

P          : “Liat… Liat… Liat…”

C          : “Kayanya biaya fotokopi nya belom keitung ya Mas?”

P          : “Mmmm… (berpikir sebentar) Wah iya, bener banget Mas!”

C          : “Nah khaaaan…”

P          : “Tunggu sebentar ya Mas!”

Sama seperti sebelomnya, Mas Putri beranjak ke belakang, diskusi sama temennya, nyoret-nyoret kertas, lalu balik lagi menghampiri aku.

P          : “Ini Mas, jadi semuanya 112 ribu Mas”

C          : “Tadi kan saya udah bayar 12 ribu, berarti ini saya tinggal nambahin 100 ribu lagi kan?

P          : “Bener banget, Mas pinter deh!”

C          : “Ya iyalah, C-Kink Cute geeetoo looooch…!!! Ini Mas uangnya!”

P          : “Oke. Makasih banyak ya Mas!”

C          : “Iya nggak apa-apa kok, sama-sama ya Mas”

Transaksi selesai dan aku masuk kembali ke dalam MyLovelySolBro. Tak lupa, sebelumnya aku serahkan dulu uang 1000 rupiah ke tukang parkirnya, tukang parkir yang sama dengan beberapa menit yang lalu dan tadi siang. Wah Pak, hari ini emang rejekinya Bapak, bisa dapet 3 ribu rupiah dari tangan 1 orang!

Di perjalanan pulang, aku merasa bahagia. Aku senang, hari ini telah berbuat jujur. Aku senang, LPK yang bikin naik darah ini akhirnya beres juga. Sepanjang perjalanan, aku menyetel musik J-Rocks keras-keras sembari mulutku komat-kamit ikut menyanyikan syairnya. Dan jika aku tau apa yang telah menantiku di kosan nanti, mungkin kebahagiaan ku hari ini bakalan lebih bertambah lagi. Huahahahaha…

Tamat

(note: idih, berbuat baik kok pamer sih! Udah ditulis di blog terus dipublikasiin ke khalayak umum lagi. Dasar manusia jaman sekarang, susah nyari orang-orang yang hatinya ikhlas!)

Add comment October 8, 2009


TanggalanAdaDiSIni

October 2009
S M T W T F S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

ckinknoazoro on LPJmenkoEksternal
Gravekeeper on LPJmenkoEksternal
ckinknoazoro on CV
yadhinspire on CV
yadhinspire on 11Juni2009
Pasang Iklan on PemadamanBergilir,KapankahAkan…
ckinknoazoro on IdoHaveApromise
ckinknoazoro on 2-2DariBalikKacamataku
shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds