Posts filed under 'Akademis njelimet'

IPkelimaku

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Ya ayyuhan naas…

Aduh… Nggak terasa sekarang udah bulan Mei 2009, udah menjelang UAS semester 6. Padahal gue belom mem-publish pogress IP gue di semester 5 kemaren. Udah jadi kewajiban buat gue untuk mem-publish IP yang gue peroleh di tiap semesternya. Hal itu bisa lu liat di blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com. Jadi silahkan aja kalo lu mau tau IP gue dari sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jogja ini sampe sekarang.

Dan karena sekarang pun semester 6 udah mau berakhir tapi gue belom sempet mem-publish IP gue semester 5 kemaren. Tanpa banyak omong lagi, ini dah IP gue di semester 5 gue kasih liat. Jangan diketawai yaaaa…

Semester 5

Mata Kuliah SKS Nilai Nilai Bobot
Kerja Praktek/Studi Mandiri 2 A 4 8
Kontrol Otomatis 2 B+ 3.5 7
Praktikum Elektronika Nuklir 1 B 3 3
Proteksi Radiasi 3 B 3 9
Material Nuklir 2 C 2 4
Analisis Reaktor Nuklir 2 D 1 2
Operasi Unit 2 A 4 8
Kimia Radiasi 2 B+ 3.5 7
Teknologi Uji Tak Merusak 2 C 2 4
Metode Monte Carlo 2 B 3 6
Regulasi Nuklir dan SSAC 2 B 3 6

Jumlah bobot = 64

IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 64 /22 = 2.91

Begitulah… Jangan diketawain lho, diledekin aja… Huehehehe…

Dari hari ke hari, rasanya IP gue makin rusak aja. Dan hari ini pun nggak tau kenapa rasanya susah banget buat IP gue untuk menyentuh angka 3. Mungkin gue perlu mengunci diri dari dunia luar dan ber-uzlah dulu untuk mengembalikan kapasitas otak gue yang dulu sempet memberikan hasil positif berupa IP sebesar 3.5. Tapi sekarang? Membaca saja sulit…

Ya pokoknya itulah intinya. Gue berterima kasih kalo setelah ngebaca tulisan ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gue gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar sana yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, tararengkyu banget ya karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca tulisan gue ini.

Oiya… Sekali lagi, kita masih punya pantun dari Olga.

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUCI…

CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KACI…”

Yuk yah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Add comment May 18, 2009

PenemuanRadioaktivitasAlami

Gue lagi iseng2 buka buku2 Fisika gue jaman SMA dulu. Dengan kompetensi gue saat ini sebagai mahasiswa Teknik Nuklir UGM semester 6, gue mau coba review dan flashbasck ke pelajaran2 Fisika di masa2 SMA. Kesannya dulu Fisika tuh pelajaran yang susah banget, padahal sekarang setiap harinya gue berkutat dengan segala sesuatu yang berbau2 Fisika. Teknik Nuklir sendiri merupakan program studi yang berada di bawah Jurusan Teknik Fisika. Fisika oh Fisika…

Sebenernya niat gue untuk buka buku2 Fisika jaman dulu ini juga terjadi karena suatu ketidaksengajaan. Loh, emang ada niat yang nggak sengaja? Jadi awalnya kan gara2 tugas penulisan laporan praktikum radiokimia, gue diharuskan untuk nyari dasar teori tentang kelarutan/solubility dan harga kali kelarutan (Ksp). Padahal materi ini sama sekali nggak gue dapetin semasa kuliah. Terakhir kali gue dapetnya waktu kelas 3 SMA dulu sama guru Kimia gue, Bu Desriningsih, yang punya anak perempuan manis yang namanya Monik (penting ya?).

Karena itulah, gue mesti bongkar2 buku Kimia gue jaman SMA dulu. Dan waktu lagi asik nginget2 masa lalu gue yang kimia-addict, gue jadi kepikiran buat sekalian buka buku2 Fisika SMA. Buat ngecek aja, jaman SMA dulu gue udah dapet pelajaran tentang ilmu2 nuklir sampe sejauh mana.

Dan setelah gue buka buku2 SMA itu, ternyata ada satu hal yang menyedihkan. Apa itu? Yaitu adalah bahwa ternyata sebagian besar pelajaran jaman SMA dulu adalah HAPALAN semua! Dengan status gue saat ini sebagai mahasiswa, gue cukup miris ngeliat buku2 SMA yang gue rasa isinya bener2 terlalu hapalan dan terlalu teoritis. Tapi lebih sedihnya lagi, kok dulu gue manut2 aja ya dapet materi kaya gitu? Sekarang barulah gue ngerasa kalo ada yang salah dengan kurikulum kita. Huiks huiks…

Eh tapi nggak gitu juga sih. Buat gue yang anak Teknik, mungkin materi2 kaya gitu terasa sangat kaku dan sangat nggak enjoyable. Tapi mungkin buat anak2 MIPA yang emang kesehariannya berkutat dengan hal2 kaya gitu, ya mungkin mereka bakalan fine2 aja. Nggak tau juga deh…

Oke cukup, bukan itu yang mau kita bahas disini. Udah jadi kebiasaan gue untuk melenceng dari judul yang udah ditetapkan, karena otak kanan gue terlalu hobi untuk berkreasi dan berinovasi serta berimajinasi suka hati. Mari kita kembali lagi ke jalan yang lurus, shirat-al-mustaqim.

Gue buka2 buku Fisika gue waktu kelas 2 semester 2 dulu. Di daftar isinya ada materi2 ini:

-          Optika Geometrik

-          Alat-Alat Optik

-          Sinar Katode

-          Struktur Atom Hidrogen

-          Struktur Inti dan Radioaktivitas

-          Reaksi Inti dan Teknologi Nuklir

Poin 1 dan 2 nggak gue pelajarin di kuliah. Kalo anak Fisika MIPA dan Fisika Teknik mungkin iya. Begitupun poin 3 dan 4, gue nggak terlalu diarahin kesana. Poin 4 gue pernah dapet, tapi cuma gambaran umumnya aja. Tapi untuk poin 5 dan 6, ranah itulah yang lagi gue pelajarin saat ini. Jadi poin 1 sampe 4 cuma gue baca2 sekilas aja. Sedangkan untuk poin 5 dan 6 juga sama, cuma gue liat2 sekilas. Loh?

Waktu lagi buka2 bab tentang Struktur Inti dan Radioaktivitas, gue nemuin sebuah tulisan menarik yang nyeritain tentang asal-usul penemuan radioaktivitas alami. Keren juga nih buku. Seinget gue selama gue kuliah di Teknik Nuklir, belom pernah gue diceritain tentang sejarah penemuan radioaktivitas alami. Tapi buku Fisika SMA ini punya ceritanya! Jadilah sekarang gue baru tau gimana asal-usulnya radioaktivitas itu ditemuin (aduuuuuh Mas… Emangnya dulu waktu SMA kemana aja???).

Rasanya rugi kalo sejarah penemuan radioaktifitas alami pertama kali ini cuma gue simpen sendiri aja. Selaku mahasiswa Teknik Nuklir yang setiap hari berkutat dengan radiasi, gue punya tanggung jawab untuk mencerdaskan lu semua tentang segala sesuatu mengenai kenukliran, dan sejarah penemuan ini merupakan salah satunya.

Jadilah sekarang kita masuk ke inti acara, alias inti tulisan ini yang udah gue cantumin sebagai judul tulisan ini: Penemuan Radioaktivitas Alami. Mau tau gimana ceritanyanya? Nanti aja yah, gue tulis di tulisan gue yang lain, biar lu semua pada penasaran. Hohohohoho… Baru mau masuk ke inti tulisan, eh tapi tulisan ini udah harus gue akhiri sampe disini. Jadi ceritanya di pending dulu yaaaa…

Add comment March 26, 2009

PLTNlagiDanLagi

Entah sudah berapa lama wacana tentang pendirian PLTN diutarakan. Dan entah sudah berapa lama juga wacana itu masih tetap bersifat wacana, bahkan sampai saat penulis menulis tulisan ini. Sebenarnya ada apa dengan PLTN? Kita tanya Galileo…

Sebelum membahas lebih lanjut, sebenarnya seberapa besar sih urgensi untuk membangun PLTN? Semua orang dan semua pihak memiliki kacamatanya sendiri untuk menjawab pertanyaan ini. Begitupun dengan perlunya didirikan PLTN di Indonesia. Banyak pihak yang menentang tapi juga tidak sedikit pihak yang mendukung, dan mungkin lebih banyak lagi pihak yang tidak mau mempermasalahkan, karena ada-tidaknya PLTN tidak membawa pengaruh apa-apa dalam hidup mereka. Gitu katanya.

Tak bisa dipungkiri kalau harga bahan bakar fossil semakin hari semakin mencekik. Naik, naik, naik, naik dan terus naik hingga membuat mata orang yang melihatnya menjadi mendelik. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya produksi pembangkit listrik, yang pada umumnya masih menggunakan bahan bakar fossil sebagai pemantik.

Terus apa hubungannya dengan PLTN? PLTN bisa menjadi salah satu solusi mengatasi tingginya harga bahan bakar fossil. Bukan hanya masalah harga, tapi juga efisiensi energi yang dihasilkan, gas buang yang tidak mengandung CO2, serta beberapa keuntungan lainnya yang dimiliki PLTN dibandingkan dengan pembangkit listrik sejenis. Beberapa sumber energi lain yang bisa dijadikan sebagai pembangkit listrk diantaranya adalah geothermal, matahari, angin, air dan sejenisnya, tapi secara umum PLTN memiliki kelebihan tersendiri. Beberapa dosen dari Jurusan Teknik Fisika UGM telah mengutak-atik perhitungan matematis untuk membandingkan PLTN dengan pembangkit listrik lainnya, dan memang secara umum PLTN bisa dijadikan sebagai salah satu solusi yang baik.

Di sini kita tidak akan membahas tentang perhitungan matematis itu, karena si penulis sendiri juga kurang menguasai. Kita akan coba melihat PLTN ini dari sisi lain yang tidak ada rumus dan hitungan-hitungannya yang mungkin hanya dimengerti oleh para ahli tingkat atas.

Apa sih yang ditakutkan dari PLTN? Salah satunya adalah adanya selentingan yang menyatakan bahwa nuklir itu berbahaya. Merujuk dari kasus PLTN Chernobyl di Ukraina dan bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang, terlihat bahwa nuklir mempunyai kekuatan yang luar biasa.

Kita tidak memungkiri kalau nuklir memiliki kekuatan yang benar-benar dahsyat. Tapi apakah nuklir hanya berfungsi seperti yang digambarkan pada kedua kasus diatas? Tentunya tidaklah Allah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Begitupun dengan nuklir, kekuatan yang dahsyat ini akan bermaslahat bagi umat manusia jika dimanfaatkan di jalan yang benar. Bom atom Hiroshima dan Nagasaki merupakan contoh penggunaan nuklir yang tidak seharusnya, dimanna nuklir digunakan sebagai alat untuk membunuh sesama manusia. Sedangkan PLTN Chernobyl bisa dikatakan sebagai “produk gagal” karena banyaknya kesalahan dalam desainnya. Perlu untuk diketahui, yang membuat Chernobyl meledak sebenarnya bukanlah dari nuklirnya itu sendiri, tapi dari reaksi yang terjadi antara grafit dan air yang digunakan bersamaan sebagai moderator. Seharusnya tidak semestinya suatu moderator menggunakan grafit dan air karena akan saling bereaksi dan bisa menimbulkan ledakan.

Selama ini kita hanya mengetahui tentang PLTN Chernobyl, yang memang banyak terjadi kesalahan di dalam desainnya dan sistem pengamanan yang tidak berfungsi dengan seharusnya. Tapi di seberang lautan tepatnya di Amerika Serikat juga pernah terjadi suatu kebocoran PLTN. PLTN Three Mile Island namanya. Tapi di PLTN Three Mile Island ini tidak mengakibatkan ledakan seperti di PLTN Chernobyl. Kenapa? Karena sistem pengamannya benar-benar bekerja dengan baik. Tidak ada ledakan dan tidak ada radiasi yang keluar ke lingkungan. Ini adalah salah satu bukti bahwa meskipun nuklir itu sekilas tampak berbahaya, tapi PLTN itu sendiri telah dilengkapi dengan safety system yang berguna untuk “memadamkan” bahaya yang mungkin terjadi.

Jangan lupa bahwa kasus PLTN Chernobyl merupakan kejadian yang terjadi pada tahun 1986. Sekarang teknologi sudah semakin berkembang dan tentunya sistem pengaman pada PLTN juga sudah semakin update. Dalam rentang waktu 1 tahun, produsen Handphone selalu memunculkan varian baru yang semakin banyak dan semakin lengkap fiturnya. Pun demikian dengan PLTN, para ilmuwan selalu berusaha untuk menciptakan teknologi terbaru pada PLTN yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Saat ini PLTN sudah berkembang memasuki generasi 4 yang tentunya memiliki safety sysetm dan efisiensi yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan adanya safety system seperti ini, tidak ada salahnya jika Indonesia mulai melirik kembali wacana pendirian PLTN. Namun hendaknya tidak hanya sebatas wacana, tapi juga diwujudkan dalam langkah konkit yang nyata berupa pembangunan PLTN secepatnya. PLTN memang sebuah proyek besar, dan buktikanlah bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa BESAR dengan memiliki proyek besar ini.

Mungkin masih banyak pertanyaan yang masih menggantung di dalam diri kita terkait masalah PLTN ini. Harapan penulis adalah supaya kita jangan pernah puas hanya dengan membaca tulisan ini saja. Marilah kita mencari referensi-referensi lain yang mungkin bisa menjawab segala tanda tanya yang ada di dalam pikiran kita. Teruslah bergerak untuk mencari dan memperdalam ilmu, supaya kita tahu kebenaran yang sebenarnya.

2 comments June 6, 2008

MadingBiofuel

Biofuel : Antara Perut Manusia dan Perut Mesin-Mesin Industri

Biofuel, sebuah alternatif energi yag kini sedang membooming dan menjadi perhatian para peneliti yang concern terhadap masalah energi alternatif. Apakah biofuel itu? Biofuel adalah setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan secara lanhsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik atau pertanian (id.wikipedia.org). Yang akan kita bahas disini adalah lebid dikhususkan kepada biofuel yang berasal dari tanaman.

Biofuel yang dihasilkan dari tanaman secara umum memiliki harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan harga minyak yang semakin hari semakin merangkak naik. Begitupun dari sisi efisiensi energi, biiofuel termasuk efisien meskipun ada variasi yang cukup lebar. Serta dari sisi kemampuan teknologi, Indonesia dirasa sudah mampu untuk memproduksinya.

Sepintas terlihat bahwa biofuel benar-benar menguntugkan. Tapi coba kita lirik kembali sebelumnya, yaitu bahwa biofuel dihasilkan dari tanaman yang dalam hal ini adalah tanaman pertanian seperti tebu, jagung, kelapa sawit, dan lainnya. Dengan demikian bila biofuel semakin digalakkan, maka produk pertanian akan berada di persimpangan jalan, yaitu apakah produk pertanian tersebut hendak diproses menjadi makanan (food) atau bahan bakar (fuel).

Dalam hal ini, sektor pertanian akan mengalami peningkatan. Tapi produksinya akan tersegmentasi. Hasil pertanian yang diubah menjadi makanan akan dikonsumsi oleh manusia, sedangkan hasil pertanian yang digunakan untuk biofuel akan menjadi konsumsi oleh mesin-mesin industri. Manakah yang harus lebih diutamakan? Bila hasil pertanian digunakan seluruhnya untuk biofuel, maka hampir dapat dipastikan bahwa situasi ini akan mengakibatkan krisis ketahanan pangan, karena hasil pertanian yang seharusnya dikonsumsi perut manusia akan beralih menjadi biofuel yang ditujukan untuk perut mesin-mesin industri.

Selain itu dampak negatif dari biofuel yang digalakkan adalah adanya percepatan degradasi lahan, dimana hutan-hutan akan dibuka untuk ditanami dengan produk-produk biofuel. Indonesia yang sudah cukup banyak mengalami kerusakan hutan, akan semakin bertambah jumlahnya.

Pada dasarnya biofuel itu diciptakan sebagai energi alternatif yang efisien. Namun bila segala sesuatunya dilakukan secara berlebih-lebihan, maka itupun akan memberikan dampak yang negatif. Begitupun dengan biofuel ini. Harapannya adalah semoga kita semua, khususnya pemerintah bisa menetapkan kebijakan yang benar-benar bijak terkait masalah biofuel ini. Sebenarnya biofuel itu sendiri tidak salah, yang salah adalah manusia-manusia yang mengekploitasi biofuel secara berlebih-lebihan seperti telah disebutkan sebelumnya. Keseimbangan, itulah kuncinya. Dan hendaknya gunakanlah ilmu di dalam setiap langkah kita, jangan hanya mengikuti napsu semata.

Add comment June 6, 2008

IPketigaku

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Ya ayyuhan naas…

Subhanallah Alhamdulillah Laa Ilaa Ha Illallah Allahu Akbar…. Setelah melalui masa-masa di semester 3 yang melelahkan, penuh darah keringat daki dan air mata, tibalah pada saat paling mendebarkan yang ditunggu-tunggu oleh segenap penjuru mahasiswa, yaitu pengumuman nilai atau dalam bahasa Jogjanya disebut Indeks Prestasi. Lalu mau taukah seperti apa IP gw di semester 3 ini? Tekan tutsnya dan mainkan…

Semester 3

Mata Kuliah

SKS

Nilai

Nilai

Bobot

Matematika Teknik 1

3

A

4

12

Termodinamika

3

B

3

9

Ilmu Bahan Teknik

2

B

3

6

Metode Numerik

3

C+

2.5

7.5

Pengantar Teknologi Nuklir

3

C

2

6

Mekanika Fluida

3

D

1

3

Deteksi & Pengukuran Radiasi

2

B+

3.5

7

Ekonomi Teknik

2

B

3

6

Falsafah IPTEK

2

B

3

6

Jumlah bobot = 62.5

IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 62.5 /23 = 2.71

Huiks… Huiks…. Uhuhuhuhuhuhuhuhu…. Sebelum mulai bercerita dan menjelaskan, izinkanlah diri gw yang hina dan rendahan serta pecundang ini untuk menangis terlebih dahulu. Huiks… Huiks… Huiks… Sroooott… Huiks… Huiks…. (Nangisnya imut ya, bunyinya “huiks-huiks”). Oke cukup. Kini mari kita luruskan niat dan kita kembali kepada bahasan awal kita. Mengapa semester 3 ini IP gw jadi turun sampai ke angka 2.7? Tanya kenapa? Jawabnya cukup singkat saja, yaitu karena gw MALES BELAJAR. Kenapa gw bisa males belajar? Kenapa ya? Bukannya mau ngeles nich, tapi mungkn ini karena gw terlalu eksis di BEM Fakultas Teknik. Loh kok? Iya, mulai semester 3 kemaren gw mulai mencoba belajar berorganisasi dengan bergabung bersama Departemen Kastrat (Kajian Strategis) Bem FT. Sebenernya sih gw lebih suka menyebutnya Korslet (Komando Resimen Strategis Fakultas Teknik) daripada Kastrat. Iya, kembali lagi, jadi harus gw katakan dengan jujur bahwa sebagian waktu gw di semester 3 kemaren lebih banyak gw gunakan untuk eksis di BEM daripada untuk belajar. Jadinya ya kaya gini deh.

Ini juga jadi pelajaran buat kita semua , bahwa kita harus bisa mengatur waktu antara organisasi dan akademik. Berorganisasi boleh, tapi jangan lupa untuk tetap memperhatikan kuliah dan akademis kita. Jangan terlalu asik di organisasi tapi kuliah terbengkalai. Setuju gak? Setuju

kan

? Setuju aja deh… Tapi biarpun IP gw turun, gw gak terlalu menyesal karena dengan berorgansasi di BEM, gw telah mendapatkan banyak pelajaran yang gak pernah dan gak akan bisa gw dapatkan di ruang kuliah.

Ya pokoknya itulah intinya. Gw berterima kasih kalo setelah ngebaca blog ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gw gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar

sana

yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, tararengkyu banget ya karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca blog gw ini.

Oiya… Sekali lagi, kita masih punya pantun dari Olga.

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUCI…

CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KACI…”

Yuk yah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Add comment June 6, 2008

BilaPLTNditolak

Eh sebenernya ini nulisnya udah lama, tapi baru sempet diposting sekarang. Maap banget yach…

Bila PLTN Ditolak

“Ass… Saudara C-Kink yang imut dan manis, sebagai calon ahli nuklir… Bagaimana tanggapan saudara dengan aksi penolakan PLTN Muria, Jepara, yang berlangsung kemarin? Hwe, jawab pertanyaan daku ya…”

Itu tadi sebait sms yang dikirim oleh seorang anak manusia (bila ia memang manusia) yang bernama Rischa, yang memiliki nama panjang Rischaaaaaaaaaaaaaaaaa……………. Eh, maksudnya Rischa Fleureta Hudoyono Pambudi (gak ada Pambudi-nya kali) pada tanggal 6 Juni 2007 pukul

06:39:11

. Tentunya yang gw tulis itu mengalami sedikit perubahan untuk diseuaikan dengan format blog ini, khususnya pada penambahan kata “…yang imut dan manis…” (dih, kalo yang ini sih emang narsis). Sms tersebut dikirim oleh Rischa setelah dia menonton berita di RCTI tentang penolakan PLTN Muria. Dan setelah gw ngebaca beritanya di koran Jawa Pos dan Republika di hari yang sama, maka tergeraklah hati gw untuk menuliskan artikel ini. (loh, nulis

kan

make tangan, bukan make hati).

Jadi, bagaimana tanggapan gw mengenai aksi penolakan tersebut? Tanggapan gw adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

Adalah….

….

….

….

….

Loh kok gini sih? Mau tau tanggapan gw kaya gimana? Kita tunggu di artikel selanjutnya. Hehehehehe….

(Bersambung…)

Kaya sinetron aja, bersambung.

Add comment June 3, 2008

GlobalisasiSucks

Kalo yang ini masih tugas Falsafah Iptek juga, tapi temanya tentang globalisasi.

Komentar :

Globalisasi, atau mungkin lebih dikenal dengan sebutan pasar bebas, adalah suatu hal yang kita hadapi saat ini, terutama di dalam dunia kerja. Globalisasi adalah proses untuk membuat dunia ini “melebur” atau “menyatu” kedalam suatu keadaan yang menyeluruh (mengglobal). Mungkin di dalam hal ini, globalisasi lebih merupakan sebuah “tipu daya” dari kaum kapitalis yang hendak menguasai dunia dengan menyebarluaskan paham-paham kapitalismenya. Jadi singkatnya, globalisasi adalah proses untuk meng-kapitalis-kan dunia ini.

Beberapa waktu lalu, saya telah dipertontonkan sebuah film (yang saya lupa judulnya) yang bertema tentang globalisasi di dunia pekerjaan. Dalam film itu diperlihatkan sisi negatif dari globalisasi yang selama ini diabaikan oleh banyak orang. Bukan hanya diabaikan, tapi seakan-akan ada usaha untuk menyembunyikan sisi negatif ini, supaya orang2 hanya mengetahui kebaikan-kebaikan globalisasi saja. Dan bukan suatu kebetulan juga bahwa seperti ditunjukkan di dalam film tersebut, yang terkena dampak negatif dari globalisasi ini adalah kaum buruh di negara-negara miskin (atau berkembang), dalam hal ini adalah Indonesia.

Di dalam film tersebut diceritakan tentang nasib para buruh yang dipaksa bekerja melebihi waktu kerja yang seharusnya untuk membuat suatu produk, namun segala keringat mereka hanya dihargai dengan sangat-sangat murah. Padahal produk yang ia buat memiliki nilai jual yang sangat tinggi di pasaran Sebagai contoh, seorang buruh pabrik sepatu yang bekerja lebih dari 16 jam perhari di ruangan yang tidak semestinya dan mampu memproduksi banyak sepatu setiap hari, hanya digaji sebesar ribuan rupiah perharinya. Padahal sepatu yang mereka produksi setelah dijual di pasaran memiliki harga sampai jutaan rupiah. Dari logika ini, bagaimana mungkin seorang buruh sepatu yang setiap harinya memproduksi puluhan sepatu, tidak mampu membeli sepasang sepatu, dimana sepatu tersebut adalah hasil buatan tangannya sendiri? Tanya kenapa? Dan para buruh tersebut tidak punya hak untuk bersuara dan memperjuangkan nasibnya. Mereka dipaka tutup mulut oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Kalau sampai mereka angkat bicara, pemecatan sudah menunggu di depan mata.

Semua ini tak lain adalah karena ulah para pemilik modal, atau kaum kapitalis. Merekalah yang berada di belakang semua ini (baca : globalisasi di dalam dunia kerja). Mereka hanya mementingkan bagaimana usaha mereka bisa sukses dalam berproduksi dan meraih keuntungan sebanyak-banyaknya, tanpa memperharikan nasib para buruh. Padahal sesungguhnya yang menjadi pelaku produksi utama adalah para buruh tersebut. Dan sekali lagi, inilah dampak negatif dari sistem kapitalisme, dimana sistem ini hanya menguntungkan para pemilik modal saja. Ibaratnya, yang kaya makin kaya, yang miskin tetap miskin dan semakin miskin. Para orang kaya disini bertujuan untuk memperbanyak dan melanggengkan kekayaannya, dengan menjadikan kaum miskin sebagai target mereka. Dan mereka melakukan ini semua dengan cara bersembunyi dibalik sesuatu yang bernama “kapitalisme” dan “globalisasi”.

Lalu bagaimana sikap kita menghadapi hal ini? Kita sendiri pun tidak dapat memungkiri bahwa globalisasi ini tidak dapat kita hindari. Globalisasi ini memang sudah terjadi, dan di kemudian hari akan semakin meluas. Hal ini tak lain adalah karena saat ini dunia dikuasai oleh kaum kapitalis yang hendak menyebarluaskan paham kapitalismenya secara terselubung dalam konsep globalisasi ini. Dan kalaupun kita memberontak, kita tak punya daya dan upaya untuk menghadapi kapitalisme dan globalisasi yang telah tersistem secara rapi dan busuk ini, karena bisa jadi justru kita yang akan tersingkir dan ikut menjadi korban. Jadi yang mungkin dapat kita lakukan adalah, kita harus mempersiapkan diri kita dan meningkatkan kualitas diri untuk menghadapi globalisasi, supaya kita tidak menjadi “korban” dari globalisasi ini. Tidak hanya sampai disitu, diharapkan setelah kita mampu bersaing untuk menghadapi globalisasi ini, kita pun melakukan suatu “counter attack” atau serangan balik terhadap mereka yang berada di belakang globalisasi ini, dalam hal ini adalah kaum kapitalis. Sistem kapitalisme telah terbukti tidak mampu membangun dunia ini secara adil dan menyeluruh. Begitupun dengan sistem sosialisme-komunisme yang telah mengorbankan jutaan nyawa dan hasil akhirnya tidak jauh berbeda dengan sistem kapitalisme. Lalu, pernahkah terbersit di dalam pikiran kita untuk menggunakan sistem kekhalifahan, dalam hal ini adalah khilafah Islamiyah?

Add comment June 3, 2008

GlobalWarming

Hei ini ada salinan tugas Falsafah Iptek gw untuk mengomentari tentang film An Inconvenient Truth karya Al-Gore yang ertema tentang global warming. Monggo dibaca ya.

Komentar :

Film Inconvenient Truth karya Al Gore yang saya lihat disini merupakan sebuah film dokumenter yang cukup menarik. Terlepas dari pendapat banyak kalangan yang masih meragukan keabsahan informasi di dalamnya, film ini mampu menambah wawasan saya tentang masalah Global Warming secara lebih mendalam. Memang harus diakui bahwa Global Warming adalah suatu hal yang menakutkan yang saat ini telah terlihat dengan jelas di muka bumi ini. Banyak kalangan yang meragukan apakah Global Warming itu benar-benar ada ataulah hanya isu belaka. Dan hal inilah yang melatarbelakangi Al Gore untuk membuat film ini, yaitu untuk menyadarkan kepada masyarakat umum bahwa Global Warming bukanlah sekedar isu belaka, melainkan sebuah realitas yang tidak dapat dihindari, yang harus kita hadapi dan akan terus berlanjut sampai ke anak cucu kita nantinya.

Al Gore yang peduli dan memilliki perhatian dengan masalah ini yang ditandai dengan risetnya selama bertahun-tahun, berusaha untuk berbuat sesuatu untuk menghadapi masalah Global Warning ini. Awalnya dia merasa bahwa masih sangat banyak masyarakat dunia pada umumnya yang masih apatis terhadap masalah ini. Ia berpikir bagaimana caranya untuk menyadarkan kepada seluruh penduduk dunia tentang masalah Global Warming. Salah satu tindakannya adalah dengan mengadakan riset-riset terkait dengan dampak dari Global Warming, dimana informasi-informasi yang dia dapatkan dari riset tersebut pada akhirnya dia publikasikan kepada masyarakat, supaya masyarakat tersadar bahwa inilah dampak dan akibat dari Global Warming yang selama ini tidak mereka pedulikan. Jika sampai saat ini kita masih tetap tidak peduli, maka efek dari Global Warming akan semakin bertambah parah dan anak cucu kita nanti yang akan merasakan akibatnya. Dan salah satu penyebab utama dari Global Warming itu sendiri adalah karena terlalu bernapsunya manusia untuk memenuhi kebutuhannya, dimana mereka berbuat apa saja sesuka mereka demi meuaskan kebutuhan mereka, tanpa memperhatikan tentang kelestarian lingkungan bumi ini.

Mengenai solusi, Al Gore mengusulkan bahwa diperlukan kekuatan politk atau political will untuk mengatasi masalah Global Warming ini. Menurut saya, political will memang penting, meskipun itu bukanlah satu-satunya cara. Global Warming adalah masalah yang sangat kompleks dan faktor penyebabnya sudah menjadi budaya di dalam kehidupan kita. Untuk itu diperlukan niat dan usaha yang sungguh-sungguh dari kita dan seluruh pihak, bukan hanya seluruh pihak tapi juga seluruh penghuni dunia, untuk berusaha lebih peduli terhadap masalah ini dan berusaha sekuat tenaga untuk meminimalisir hal-hal yang dapat membuat meningkatnya Global Warming. Dengan ucapan Bismillah, Insya Allah hal ini dapat kita atasi bersama, demi kelangsungan hidup anak cucu kita nantinya.

Add comment June 3, 2008

IPkeduaku

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Ya ayyuhan naas…

Heuheuheu….. Akhirnya IP gw di semester 2 kemaren keluar juga. Setelah sebelumnya lu ngeliat artikel blog gw tentang IP gw di semester 1, sekarang bakal gw kasih tau IP gw di semester 2 ini. Pada penasaran gak? Pada gak penasaran? Yauda deh kalo gak penasaran ya ga usah dibaca gitu loh.

Semester 2

Mata   Kuliah

SKS

Nilai

Nilai

Bobot

Praktikum   Fisika

1

B

3

3

Matematika   2

3

C

2

6

Fisika   Atom dan Inti

3

B

3

9

Mekanika   Teknik

2

B

3

6

Pemrograman   Komputer

2

B

3

6

Praktikum   Program Komputer

1

A

4

4

Rngkaian   Listrik

2

A

4

8

Teknik   Pengukuran

3

C

2

6

Pendidikan   Pancasila

2

A

4

8

Pendidikan   Kewarganegaraan

2

A

4

8

Pendidikan   Agama Islam

2

A

4

8

Jumlah bobot = 72

IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 72 /23 = 3.13

Nah itulah dia nilai gw di semester 2. Dan nilai gw ini menglami penurunan yang amat sangat jauh dibanding nilai gw di semester 1 kemarin. Huik… Huik… Kok bisa ya? Ya ga tau deh, mungkin di semester 2 ini gw kurang banyak berdoa kali ya? Padahal di semester 2 ini gw telah dibekali dengan sebuah mobil Toyota Solluna ber-plat B 8076 SP yang belinya second di pasar mobil Kemayoran dengan harga miring (penting ya?), yang seharusnya menjadi fasilitas gw untuk memudahkan proses perkuliahan. Wew ga ngaruh juga sich. Ga peduli mau mobil kita Honda Jazz, Toyota Yaris, Suzuki Swift, Toyota Vios, Honda City dll, kalo kitanya sendiri ga pernah belajar & berdoa ya sama aja bo’ong atuh. Jadi buat lu-lu semua para mahasiswa yang telah dibekali dengan mobil2 mewah, jangan kebanyakan gaya deh. Kuliah aja gak bener dah sok-sok-an nongkrong di tempat-tempat gaul. Lu tuh dikasih mobil supaya kuliah lu bisa lancar, bukan buat gaya-gayaan gak jelas. Loh kok gw jadi sensi gini sich? Heuheuheu… Ya pokoknya itulah intinya. Gw berterima kasih kalo setelah ngebaca blog ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gw gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar sana yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, tararengkyu banget ya karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca blog gw ini.

Oiya… Sekali lagi, kita masih punya pantun dari Olga.

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH SUCI…

CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KACI…”

Yuk yah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Add comment May 31, 2008

Nasionalisme

Halo hola helo leho hole.

Fiuhh… Kepada Anda semua selaku pembaca Blog C-Kink, kami mohon maaf karena dalam beberapa bulan terakhir blog ini tidak mendapat pembaharuan apapun. Padahal kabinet Indonesia Bersatu aja udah kena pembaharuan (reshuffle) beberapa menterinya. Karena itulah untuk mengisi kekosongan ini (kalau dalam pelajaran sejarah, istilahnya “vacuum cleaner”, eh maksudnya “vacuum power”), berikut ini akan gw publish kan tugas mata kuliah kewarganegaraan gw tentang kekuatan nasional Indonesia. Selamat menikmati. Slruup… Nyam nyam…

Kekuatan Nasional Indonesia

Kekuatan nasional merupakan salah satu unsur yang penting untuk mewujudkan suatu ketahanan nasional yang baik. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi spektrum ancaman, baik langsung maupun tidak langsung, baik itu dari dalam maupun dari luar, yang akan membahayakan integritas, identitas dan kelangsungan hidup suatu negara. Menurut Hans Morgenthau, ada 9 unsur yang merupakan unsur dari kekuatan nasional. Berikut ini akan dijelaskan apa saja unsur-unsur tersebut dan sejauh apakah unsur-unsur tersebut dimiliki oleh negara Indonesia, beserta ratingnya (dari skala 1 sampai 10).

1. Kondisi Posisi Geografis.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dari Sabang di ujung Barat hingga Merauke di ujung Timur, membentang ribuan pulau yang berada dibawah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia juga memiliki keadaan geografis yang bervariasi. Mulai dari barisan pegunungan di pulau Sumatera, lahan pertanian di pulau Jawa, hutan dan rawa-rawa di pulau Kalimantan, karang-karang laut di kepulauan Maluku hingga puncak gunung bersalju di pulau Papua. Keanekaragaman geografis ini adalah suatu anugrah yang sangat tidak ternilai harganya. Selain itu, Indonesia juga berada di posisi yang strategis, yaitu berada di antara 2 benua dan 2 samudera yang membuat Indonesia dilalui jalur pelayaran dunia. Untuk itu, tidak salah kalau saya memberi nilai 9 untuk kondisi posisi geografis Indonesia.

2. Sumber Daya Alam. (makanan, bahan baku & material)

Seperti telah kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Segala macam barang tambang ada disini, termasuk minyak bumi yang merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan, dan Indonesia masih memiliki cadangan minyak bumi yang sangat berlimpah. . Bukan haya barang tambang, tapi Indonesia juga kaya akan bahan makanan. Indonesia adalah negara agraris, yang berkembang di sektor pertanian dan perkebunan. Dengan keuntungannya yang berada di garis khatulistiwa yang membuatnya beriklim tropis, tidak sulit untuk megembangkan tanaman-tanaman pertanian dan perkebunan serta buah-buahan. Selain itu. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara maritim, yang membuat Indonesia berhak untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada di lautan yang seakan-akan tak penah berkurang jumlahnya. Saya memberikan nilai 9 untuk sumber daya alam Indonesia.

3. Kemampuan Industri.

Harus diakui bahwa Indonesia bukanlah negara yang besar di bidang industri. Untuk industri-industri besar yang membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan teknologi yang tinggi, Indonesia masih belum mampu membuatnya. Namun untuk Industri menengah yang tidak terlalu membutuhan teknologi tinggi, Indonesia boleh dikatakan cukup berhasil. Contohnya adalah industri kerajinan tangan seperti ukir-ukiran atau industri kain dan produknya yang telah mampu diekspor keluar negeri. Namun bagaimanapun juga, industri besar yang memerlukan teknologi tinggi merupakan suatu hal yang penting, daripada mengimpornya dari negara lain. Dan harus kita akui bahwa Indonesia masih kurang mampu dalam hal tersebut. Saya rasa nilai 6 cukup untuk kemampuan industri Indonesia.

4. Kesiapan Militer. (teknologi, kepemimpinan, kualitas, kuantitas)

Di bidang militer, Indonesia bukanlah suatu negara dengan militer yang besar dan kuat, dilihat dari teknologinya yang masih kurang mampu untuk bersaing dengan negara lain. Pengadaan alutista juga masih kurang mencukupi, dikarenakan Indonesia belum mampu membuatnya sendiri dan untuk mengimpor dari negara lain selalu terbentur pada masalah dana. Dan karena masalah dana jugalah yang membuat Indonesia belum mampu mengadakan wajib militer. Padahal dengan jumlah penduduk yang melebihi 200 juta, mereka akan menjadi kekuatan tersendiri sebagai tentara cadangan. Untuk kesiapan militer Indonesia saya memberikan nilai 6.

5. Populasi/Penduduk. (distribusi, tren)

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak, yaitu melebihi 200 juta. Namun sangat disayangkan bahwa jumlah penduduk sebanyak itu tidak tersebar secara merata. Dan sangat disayangkan juga bahwa dari jumlah penduduk sebanyak itu, sebagian besar hidup di bawah garis kemiskinan. Selain penyebaran penduduk yang tidak merata, penyebaran pendapatan juga sama tidak meratanya. Jika masalah ini dapat teratasi dan dan seluruh penduduk Indonesia dapat hidup dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi, maka jumlah penduduk sebanyak ini bisa menjadi suatu kekuatan nasional yang patut dibanggakan. Saya memberikan nilai 6 untuk hal ini.

6. Karakter nasional.

Yang dimaksud karakter nasional disini adalah jati diri suatu bangsa. Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku dan budaya yang berbeda, yang tidak dimiliki oleh negara lain. Namun mereka semua dapat disatukan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Iniliah yang merupakan keunikan dari bangsa Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memiliki Pancasila sebagai ideologi negara sekaligus dasar negara. Dengan adanya Pancasila, diharapkan negara Indonesia memiliki karakter dan pribadi sebagaimana yang disebut dalam sila-sila di dalam Pancasila tersebut. Untuk karakter nasional Indonesia, saya memberikan nilai 7.

7. Moral nasional.

Sekali lagi harus kita akui dan harus kita sadari bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk yang tidak bermoral, khususnya di kalangan mereka-mereka yang memiliki jabatan tinggi. Kita bisa melihat, betapa mudahnya majalah Playboy yang merupakan ikon pornografi dunia terbit dan beredar di Indonesia. Betapa seringnya menemukan cerita tentang pejabat yang korupsi. Betapa mudahnya mencari berita tentang perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan. Meskipun harus diakui juga bahwa Indonesia adalah negara dengan umat Islam terbesar di dunia, namun itu semua hanyalah sebuah gelar belaka. Selain itu, masuknya budaya Barat yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia juga perlahan tapi pasti telah mampu menggerus dan meruntuhkan moral bangsa Indonesia. Jadi saya memberikan nilai 2 untuk moral nasional bangsa Indonesia.

8. Kualitas Diplomasi.

Yang dimaksud dengan kualitas diplomasi adalah kemampuan suatu negara untuk melakukan diplomasi dan menekan lawannya dengan tujuan supaya hasil akhir diplomasi tedak merugikan dirinya. Untuk hal yang satu ini, Indonesia juga tidak sebaik yang kita harapkan. Di media massa, sering kali diutarakan bahwa Indonesia telah memiliki sikap dan akan berbuat yang terbaik. Namun di saat diplomasi, Indonesia lebih banyak diam dan memilih cari aman, yaitu dengan cara manut-manut saja terhadap keinginan-keinginan negara lain. Salah satu contoh terbaru adalah bagaimana Indonesia dengan santainya mendukung resolusi 1747 DK PBB yang ditujukan kepada Republik Islam Iran atas program nuklirnya. Saya rasa nilai 5 cukup untuk kualitas diplomasi Indonesia.

9. Kualitas Pemerintahan.

Salah satu unsure penting didalam membentuk kekuatan nasional adalah kualitas pemerintahan. Jika keadaan suatu negara buruk namun pemerintahannya diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas, maka bukan tidak mungkin negara tersebut mampu bangkit dan menjadi negara besar. Dan untuk hal ini, kita harus menyesal sedalam-dalamnya, karena kualitas pemerintahan di Indonesia adalah sangat-sangat buruk. Banyak janji-janji yang dikeluarkan pemerintah, namun entah kapan akan diwujudkan. Banyak kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang malah merugukan penduduknya. Banyak sistem birokrasi pemerintahan yang berbuat semaunya sendiri. Dari tahun ke tahun, tingkat kesejahteraan penduduk Indonesia tetap saja rendah. Untuk itu, saya memberikan nilai 3 untuk kualitas pemerintahan Indonesia.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan nasional Indonesia tidaklah bagus dan masih sangat rawan akan gangguan dari luar. Secara fisik, Indonesia memiliki keuntungan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Namun secara SDM, SDM Indonesia masih banyak yang harus dibenahi. Bukan tidak mungkin pihak luar akan memanfaatkan kebobrokan SDM bangsa Indonesia untuk mengambil kekayaan alam yang ada. Untuk itu, dperlukan usaha dan kesadaran bagi kita semua selaku bangsa Indonesia yang merasa masih mencintai negara ini untuk memperbaiki kualitas SDM di Indonesia demi terciptanya suatu kekuatan nasional yang baik dan meningkatkan ketahanan nasional Indonesia, sehingga suatu hari nanti Indonesia akan menjadi negara besar dan tidak lagi dengan mudahnya dipermainkan oleh negara lain.

Add comment May 31, 2008

IPpertamaku

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Ya ayyuhan naas…

Fiuuuhh… Setelah menunggu sekian lama, akhirnya gw berkesempatan lagi untuk mencorat-coret blog gw yang gak jelas ini. Kali ini gw akan membeberkan kepada lu2 semua tentang nilai IP gw di semester 1 di Teknik Nuklir UGM. Ini spesial lho, soalnya lu gak bakalan nemuin artikel tentang nilai IP gw di manapun, baik itu di majalah, di koran, di komik, di kertas tisu, di bungkusan tahu goreng, di kulit pisang, dll. Gw khusus membeberkan nilai IP gw ini cuma di blog gw doank. Tapi kalo mau tau lebih lengkapnya lagi ya mendingan lu dateng aja ke Bagian Pengajaran Jurusan Teknik Fisika UGM. Ya udahlah, sebelum tagihan warnet lu membengkak, silahkan nikmatin aja nih nilai IP gw. Maap lho, bukannya gw mau nyombong, tapi gw cuma pengen belagu dikit kok (sama aja ya????). Monggo….

Semester 1

Mata Kuliah

SKS

Nilai

Nilai

Bobot

Bahasa Inggris

2

B+

3.5

7

Matematika 1

3

B+

3.5

10.5

Statistika Teknik

2

A

4

8

Fisika Dasar

3

B+

3.5

10.5

Kimia Dasar

3

B

3

9

Gambar Teknik

2

B

3

6

Praktikum Kimia

1

B

3

3

Elektronika

3

A

4

12

Praktikum Gambar Teknik

1

A

4

4

Jumlah bobot =70

IP = Jumlah bobot / Jumlah SKS = 70 / 20 = 3.5

Itulah nilainya…. (ngomongnya sambil make gayanya Olga di Dia..na Dalam Berita).

Ada yang mau protes? Ya udah, protes aja sana ke Komnas HAM. Jangan kaget ya ngeliat IP gw. Biarpun gw orangnya cengengesan, rambut gw awut2an, badan gw kaya tulang berjalan & muka gw tampan (?????), tapi tetep aja otak gw kaya ilmuwan. Kuliah tuh yang bener, jangan buat gaya2an doank. Orang tua kita tuh dah ngebiayain kita kuliah supaya kita jadi anak yang pinter, bukan cuma buat petantang-petenteng make jaket almamater trus gaya2an mentang2 jauh dari orangtua. Buat apa gayanya 2 juta tapi otaknya cepek-an? Huh, kelaut aja tuh orang yang kaya begono… (loh kok gw jadi sensi gini ya?). Ya pokoknya itulah intinya. Gw berterima kasih kalo setelah ngebaca blog ini lu jadi tertantang untuk kuliah lebih serius lagi & berniat untuk jadi mahasiswa cum laude, dan gw gak berterima kasih sama mahasiswa2 di luar sana yang baru jadi mahasiswa aja tapi gayanya udah segambreng. Oce deh, skali lagi thank you karena lu telah menyisihkan sebagian umur dalam hidup lu hanya untuk membaca blog gw ini.

Oiya… Terakhir, kita punya pantun dari Olga.

“NGAMBIL CUCIAN DI RUMAH DESI…

CUKUP SEKIAN DAN TERIMA KASIH…”

Yo wis, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Add comment May 31, 2008


TanggalanAdaDiSIni

November 2009
S M T W T F S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

ckinknoazoro on IdoHaveApromise
ckinknoazoro on 2-2DariBalikKacamataku
shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise
andre on 2-2DariBalikKacamataku
Hikaru Yumeno on CV
ckinknoazoro on TentangC-Kink
ckinknoazoro on CV
ckinknoazoro on SecuilSMS #2
ckinknoazoro on NousNousSouvenons

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds