Posts filed under 'Dakwah donk'
SecuilSMS #2
“Ada yang bisa jawab nggak? Kenapa ada bayi yang dilahirkan di keluarga yang kaya dan miskin, padahal kan mereka itu masih sama-sama nggak berdosa, apa itu takdir?”
“1. Karena kehidupan itu nggak cuma di dunia, tapi juga di akhirat. Di dunia ini ada yang kaya, miskin, cantik, jelek, dll. Dan diantara itu semua, sebaik-baiknya mereka adalah mereka yang bertakwa.
2. Karena Allah Maha Mengetahui apa-apa yang nggak manusia ketahui.”
“Terus apa yang menjadi pilihan Allah untuk menakdirkan bayi itu akan dilahirkan di keluarga miskin atau kaya?”
“Rezeki Allah ada pada setiap mahkluknya. Dari sisi duniawi, sepintas terlihat bahwa kaya adalah suatu anugerah, sementara miskin adalah suatu musibah. Padahal sejatinya kaya ataupun miskin, dua-duanya adalah cobaan. Apakah kita mengaku bahwa kita telah beriman, sementara kita nggak diuji? Dan Allah nggak memberikan suatu cobaan kepada manusia, melainkan untuk mengangkat derajatnya. Supaya mereka mengetahui, siapakah mukmin sebenarnya, yaitu mereka yang bersabar jika diberi cobaan dan bersyukur jika diberi rezeki.”
“Mas aku nanya gini karena setiap aku berangkat-pulang kuliah selalu liat anak kecil yang mengemis di tunggu ibunya di perempatan MM, aku masih bingung apa itu takdir?”
“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada mereka, itu bukan takdir. Tapi mereka sendiri yang kurang berusaha untuk mengubah nasibnya. Allah nggak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri nggak berusaha untuk mengubahnya.”
“Tapi Mas kenapa anak balita itu dipilih untuk dilahirkan dari rahim ibu seperti itu? Apa yang menjadi pilihan Tuhan?”
“Karena Allah Maha Mengetahui apa-apa yang nggak manusia ketahui. Kalo anak itu bisa menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran, ikhlas dan tawakkal, Insya Allah di akhirat nanti mereka punya posisi yang lebih istimewa daripada kita-kita yang terlahir di keluarga kaya.”
“Makasih ya Mas buat jawabannya, Insya Allah bisa buat referensi ku ^^.”
“Insya Allah demikian. Yang bener datengnya dari Allah, yang salah itu dari aku sendiri.”
Yogyakarta, Minggu 25 Oktober 2009
2 comments November 2, 2009
DariSeorangSahabat
Alkisah di dalam kehidupan seekor anak kambing yang bernama C-Kink, tersebutlah seorang anak manusia berjenis kelamin laki-laki yang bernama, kita sebut saja “Mawar”, bukan nama sebenarnya. Mawar ini adalah seorang ustad plus takmir masjid yang punya kerjaan sampingan sebagai mahasiswa (nggak kebalik yah?). Beliau sangat senang menuntut ilmu dan berdakwah, sama senangnya dengan Chelsea Olivia main sinetron Melati untuk Marvell… Idih nggak nyambung!
Si Mawar ini dengan semangat jihadnya yang tetap terjaga, selalu istiqomah mengirimkan sms nasehat ke dalem inbox handphoneku. Kadang sehari bisa lebih dari sekali. Kadang sekali juga bisa lebih dari sehari.
Apa aja isi sms-sms itu? Yang jelas, bukan sms-sms menjijikkan sebagaimana tersebut dalam contoh berikut ini:
“C-Kink lagi apa, udah makan belom? Jangan lupa makan ya biar six pack…”
Atau yang seperti ini:
“C-Kink bobonya jangan kemaleman ya, nanti masuk angin loh!”
Juga bukan yang seperti ini:
“C-Kink kalo abis boker jangan lupa cebok dulu yaaaa…”
Buang jauh-jauh semua pikiran menjijikkan semacam itu. Kenapa, karena sms-sms nasehat yang dikirimkan oleh si Mawar ini bukan sekedar nasehat biasa, tapi nasehat yang efeknya Insya Allah bakal terasa di dunia akhirat.
Nah, karena sms itu punya makna duniawi dan ukhrowi, jadi rasanya sia-sia kalo sms tersebut cuma ngendon di dalem inboxnya si C-Kink aja. Karena itulah pada kesempatan kali ini C-Kink berkenan untuk membagi secara cuma-cuma sms-sms nasehat yang dikirimkan oleh si Mawar ke dalam inboxnya C-Kink. Nyoh, monggo dibaca… Semoga bermanfaat yuaaaa…!
Kriiiiik… Kriiiiik…
“Barangsiapa yang niatnya adalah menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Allah akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan AKAN TUNDUK PADANYA.
Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah menjadikannya tidak pernah merasa cukup, Allah pun akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.”
(HR. Tirmidzi no. 2456, shahih)
“Janganlah engkau berputus asa terhadap sesuatu yang luput darimu dan janganlah engkau berlagak sombong terhadap nikmat yang datang padamu, namun bersyukurlah pada Allah dengan nikmat itu.”
(Faedah dari Tafsir Al-Jalalai surat Al-Hadid)
“Doa agar mendapatkan kemudahan (hadits yang shahih riwayat Ibnu Hibban):
Allahumma laa sahlaa illa maa ja’altahu sahlaa. Wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.
Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau mudahkan. Dan jika Engkau kehendaki kesedihan/kesusahan dapat Engkau jadikan kemudahan.”
“Pelajaran dari Imam Asy-Syafi’i:
- Waktu itu bagaikan pedang. Jika engkau tidak memotongnya (tidak memanfaatkannya), maka dia malah yang akan memotongmu.
- Jika dirimu tidak sibuk dengan hal-hal yang baik, pasti engkau akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.”
(Al-Jawabul Kafi, 109)
“Barangsiapa yang memperdengarkan amalnya kepada orang lain, maka Allah akan memperdengarkan semua keburukannya di depan semua makhluk. Allah juga akan menghinakan dan merendahkannya. Itulah bahaya amalan yang tidak IKHLAS.”
(Shahih At-Targib wa At-Tarhib)
“Doa memohon kekuatan iman dan berbagai kebaikan:
Allahumma inni as’aluka iimanan layartadu, wana’iiman layanfadu, wamurofaqota muhammadin shallallahu ‘alaihi wasalama fii a’la jannatilkhuldi.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak akan habis, dan menyertai Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam di surga yang paling tinggi selama-lamanya.”
(HR. Ibnu Hibban no. 2436)
“Ketahuilah bahwa banyak hutang adalah sebab datangnya kerugian di dunia sedangkan banyak dosa adalah kerugian di akhirat. Oleh karena itu, Nabi biasa berdoa meminta perlindungan dari dua hal tadi:
Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal magrom.
Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari banyak dosa dan banyak hutang.”
(Faedah dari Al-Fawa’id, Ibnul Qayyim)
“Ibnul Qayyim mengatakan, ‘Keselamatan tidaklah sempura melainkan dengan menyelamatkan diri dari 5 hal:
- Syirik yang meniadakan tauhid.
- Amalan yang tidak ada tuntunan yang dapat mematikan ajaran Nabi.
- Syahwat yang menggelora.
- Lalai dari dzikir.
- Hawa nafsu yang dapat menghancurkan ikhlas.”
(Al-Jawabul Kafi, 142)
“Di antara bentuk keimanan yang paling tinggi adalah jika seseorang DENGKI pada orang lain, lalu dia berusaha menghilangkannya, bahkan dia malah berbuat baik dengan orang yang dia dengki, dia pun mendoakannya, menyebarkan kebaikan saudaranya itu dan dia merasa saudaranya itu lebih baik dari dirinya.”
(Jami’ul Ulum wal Hikam, hadits 35)
“Inilah di balik dosa memakan riba. Nabi bersabda: ‘Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari hasil riba sedangkan dia mengetahuinya, lebih besar dosanya daripada melakukan perzinahan sebanyak 36 kali’.”
(HR. Ahmad, shahih)
“Yang namanya kaya (ghina) ukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina adalah hati yang selalu merasa cukup.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
“An-Nawawi dalam Al-Adzkar membawakan bab ‘doa yang dibaca ketika merasa sulit dalam suatu hal’. Doanya adalah:
Allahumma laa sahlaa illa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.
Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau mudahkan. Dan Engkau menjadikan segala kesedihan (kesusahan) menjadi mudah jika Engkau kehendaki.”
(Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan bahwa sanadnya shahih, dikeluarkan oleh Ibnu Sunni dan Ibnu Hibban)
“Para ulama terdahulu mengatakan, ‘Balasan dari amalan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’
(Lihat tafsir Ibnu Katsir, surat Al-Lail)
Oleh karena itu, tanda amalan seseorang diterima adalah dia kontinu dalam melakukan amalan.”
“Jika seseorang keluar rumah, lalu mengucapkan: Bismillah tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illa billah (dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: engkau akan diberi petunjuk, diberi kecukupan dab senantiasa mendapat penjagaan Allah.”
(HR. Abu Daud, shahih)
“Ibnul Qoyyim al-Jauziyah menuliskan dalam kitabnya:
Allah menjadikan mata sebagai cermin hati. Jika seseorang menahan pandangan matanya, berarti dia menahan syahwat dan keinginan hati. Jika dia mengumbar pandangan matanya, berarti dia mengumbar syahwat hatinya.”
(Raudhah al-Muhibbin wa nuzhah al-Musytaqin. Hal 71, bab 6)
“Hak Allah atas hamba, adalah hendaklah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya. Tahukah engkau apakah hak hamba atas Allah jika mereka berbuat yang demikian itu? Yaitu Dia tidak mengadzab mereka dengan api neraka.”
(Diriwayatkan Asy-Syaikhany, Ahmad, At-Tirmidzy, Ibnu Majah dan Ibnu Hiban)
“Sebaik-baik amalan adalah yang dilakukan ketika kebanyakan manusia lalai. Sebabnya adalah karena amalan seperti ini akan memberatkan jiwa. Amalan yang memberatkan jiwa inilah amalan yang dicintai Allah. Oleh karena itu, sangat utama mengenakan jilbab yang sempurna di saat para wanita berpakaian tapi hakikatnya telanjang.”
(Lihat Lathoif Al-Ma’arif)
“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
“Kata emas dari Ibnul Qayyim:
Barangsiapa mengenal keadaan dirinya tentu dia akan sibuk memperbaikinya daripada terus memikirkan kejelekan orang lain”
(Fawaidul Fawa’id, 83)
“Rasulullah bersabda:
Bulan Sya’ban yaitu antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan di mana manusia mulai lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.
(HR. Ahmad dan An-Nasa-i, dihasankan Al-Albani)
“Imam Ahmad mengatakan:
Dalam amalan puasa sulit terdapat riya’ (ingin dipuji oleh orang lain di dalamnya).
Karena yang mengetahui seseorang tidak makan dan tidak minum adalah Allah. Jadi puasa adalah rahasia seorang hamba dengan Allah. Oleh karena itu, amalan puasa khusus untuk Allah.”
(Lihat Lathoif Ma’arif, 275)
“Para ulama merindukan sekali bertemu Ramadhan. Sampai-sampai mereka pun selama 6 bulan berdoa agar dapat bertemu Ramadhan lagi dan 6 bulan sisanya mereka berdoa agar amalannya diterima. Itulah, karena Ramadhan adalah bulan saat dibukakan pintu surga, ditutup pintu neraka dan terbelenggunya setan-setan.”
(Lathoif Ma’arif, 264)
Sebenernya masih banyak. Tapi seperti kata kalimat bijak, “Diplomasi itu bagaikan bermain kartu. Jangan perlihatkan semua kartu yang kita punya, tapi keluarkan satu-persatu”. Jadi sms-sms nya cukup sampe disini dulu aja yah… Loh tapi emang apa hubungannya diplomasi sama sms-sms ini? Nggak tau deh… Huehehehe.
Add comment October 8, 2009
KataMutiara
Selasa, 1 September 2009. Di tengah-tengah kuliah Penerapan Radiasi di Industri, dosen ku yang cool dan kalem yang bernama Ir. Anung Muharini MT. mengeluarkan sebuah kalimat bijak:
“Tidak ada kegagalan di dalam melakukan penelitian. Satu-satunya kegagalan adalah ketika kita memutuskan untuk mundur dari penelitian tersebut”
Luar biasa…!!! Bener-bener engineer sejati! I love you full dah pokoknya…
Terus, apa arti kalimat tersebut? Biarkan otak kanan kalian sendiri yang menjawabnya… Huohohohohohoho.
Add comment September 14, 2009
SambutanNggakJadi
Tanggal 9 Mei 2009 yang lalu sedianya gue diminta Rindi buat ngasih sambutan di acara Sekolah Madya BEM KMFT UGM. Acara ini merupakan salah satu training buat anak2 BEM khususnya yang angkatan 2008 dalam rangka persiapan menghadapi adek2 angkatan 2009 yang bakalan segera brojol.
Aslinya sih sambutan2 kayak gini kan jatahnya si Miftah selaku Ketua BEM. Tapi karena beliau harus pergi ke Kota Jancuk, jadi harus diwakilin. Pun demikian dengan si Bejo Suro alias Fauzi Cabul selaku Menko Internal yang sedianya mengantikan Miftah, ternyata dia juga berhalangan akibat lagi datang bulan. Jadilah gue yang ditunjuk untuk ngasih sambutan.
Gue udah mantep pengen ngasih sambutan, soalnya udah lama banget gue nggak ngomong di depan podium kaya gini. Terakhir kali gue ngasih sambutan adalah ketika gue ditunjuk jadi ketua panitia acara BKST (Bedah Kasus Sosial Teknik) nya Kastrat di bulan November 2007, yang merupakan pertama kalinya gue ngasih sambutan, dan juga terakhir kalinya. The one and only.
Jadilah gue mempersiapkan diri nyari bahan apa yang mau diomongin nanti.
Tapi ternyata takdir berkata lain. Pada tanggal tersebut, gue ditakdirkan untuk berada di kota Depok untuk bertemu kembali dengan keluarga tercinta sekaligus ngeliat rumah yang baru selesai di renovasi. Jadinya kemaren gue nggak jadi ngasih sambutan deh.
Tapi, sejatinya gue udah ada gambaran kira2 hal2 apa aja yang bakal gue omongin. Dan daripada gambaran ini menguap gitu aja, mendingan gue abadikan dalam bentuk tulisan. Jadi inilah dia, gambaran dari materi sambutan yang sedianya bakal gue omongin di waktu itu. Silahkan dinikmati…
Sambutan dari C-Kink selaku Menko Eksternal BEM KMFT UGM pada acara Sekolah Kaderisasi, KPTU Fakultas Teknik UGM, 9 Mei 2009
Bismillahirrahmanirrahiim…
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dalam kehidupan yang indah ini. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad saw.
Sebelumnya saya minta maaf dulu, mungkin teman2 disini kecewa karena bukan sosok Miftah yang berdiri di podium ini, melainkan seekor makhluk yang katanya mirip dengan Nicholas Saputra. Hari ini Miftah berhalangan hadir karena beliau harus menjalani kegiatan asrama di Surabaya sana, jadi saya yang ketiban sial menggantikan perannya untuk memberi sambutan disini. Mohon teman2 disini untuk tidak kecewa dan tidak bersedih hati, karena kapan lagi bisa melihat Nicholas Saputra memberi sambutan di depan umum?
Plus, juga sudah lama sekali sejak terakhir kali saya berdiri seperti ini untuk memberi sambutan. Yaitu pada acara BKST nya Kastrat di bulan November 2007 dimana saya dizhalimi dengan ditunjuk sebagai ketua panitianya. Jadi disini teman2, jika nanti sudah setengah jam tapi saya masih belom berhenti bicara memberi sambutan, saya persilahkan kepada teman2 untuk memanggil satpam dan menyeret saya untuk turun dari podium ini.
Iya, tanpa terasa hari ini kita sudah memasuki bulan Mei, yang artinya beberapa bulan lagi kita akan segera kedatangan adek2 baru kita. Mungkin teman2 masih ingat kenangan 1 tahun lalu ketika bagaimana teman2 menjalani hari2 baru sebagai anak Teknik, bagaimana teman2 mendaftar ke BEM, bagaimana teman2 menjalani proses wawancara, sekolah ke-BEM-an, dan sebagainya. Tapi kali ini posisi teman2 sudah berubah, dan mereka yang angkatan 2009 nanti lah yang akan merasakannya.
Dalam rangka persiapan menyambut adek2 kita itulah, kita selaku kakak disini punya sebuah kewajiban untuk membimbing adek2 kita nantinya. Meskipun mungkin dari segi kualitas dan kapasitas, belum tentu kita lebih baik dari mereka. Namun dengan status kita sebagai kakak, ada satu nilai lebih yang kita miliki disini, yaitu sesuatu yang bernama pengalaman. Karena kita menjalani kehidupan di Teknik ini satu tahun lebih awal dari mereka, sehingga sedikit banyak kita telah memiliki pengalaman dalam menjalani hari2 selaku mahasiswa Fakultas Teknik UGM pada umumnya dan BEM KMFT UGM pada khususnya.
Demikian juga dengan keadaan di BEM itu sendiri. Kita akan segera kedatangan adek2 baru. Lalu budaya dan imej seperti apa yang akan kita bawa kepada mereka?
Budaya dan imej itu sendiri akan sangat dipengaruhi oleh keseharian kita selaku anak2 BEM. Tentunya kita tidak ingin memberikan kesan negatif kepada adek2 kita. Karena itulah, sudah sepantasnya bagi kita semua untuk mencoba membangun suatu budaya positif di BEM ini. Dan Sekolah Madya ini adalah salah satu langkah menuju kesana.
Akhir2 ini BEM telah kehilangan produktivitasnya. Kita dapat melihat bagaimana ruang BEM sehari2 yang meskipun selalu ramai, tapi diisi dengan kegiatan yang kurang produktif seperti nge-net, facebook-an, nge-game, dan lain sebagainya. Budaya2 positif seperti diskusi, membaca, menulis atau belajar, kini terasa sudah kehilangan gregetnya. Hal ini membuat BEM tidak ada bedanya dengan yang lainnya.
Begitupun juga mungkin dengan kepribadian kita sendiri. Ketika kita kedatangan adek baru nanti, apakah kita telah siap untuk menjadi seorang kakak? Apakah kita memang pantas untuk dipanggil dengan sebutan kakak?
Hal itulah yang coba kita bangun disini, yaitu bagaimana kita menciptakan suatu budaya yang positif di BEM itu sendiri. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa suatu hari nanti kita akan segera meninggalkan BEM, dan mereka lah yang akan meneruskannya. Saya, Miftah dan Fauzi tidak akan selamanya berada di BEM ini. Begitupun dengan para PH. Suatu hari nanti, kalian lah yang akan meneruskannya bersama adek2 kita nanti.
Jadi, sudah seharusnya bagi kita di masa bakti kita yang singkat ini, kita memberikan dan meninggalkan suatu budaya postif bagi BEM itu sendiri. Karena meskipun mungkin nanti kita telah tiada, BEM KMFT UGM akan tetap berdiri.
Sebagaimana bunyi hadist yang kita ketahui, bahwa ketika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya melainkan 3 perkara, yaitu: ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah dan anak yang soleh yang selalu mendoakan.
Anak yang soleh, jelas mungkin hari ini kita belum punya anak, kecuali teman2 yang memang udah menikah atau sudah menjanda. Tapi meskipun kita tidak punya anak, jangan lupa bahwa kita punya adek2. Adek2 kita itulah yang nantinya akan menjadi penerus kita, dan merekalah yang akan kita bimbing untuk menjadi adek2 yang soleh.
Sedekah jariyah, mungkin tidak selamanya harus dengan materi. Kalau teman2 punya rezeki lebih, silahkan bersedekah. Atau kalaupun tidak, ya bersedekahlah semampu kita, sekecil apapun, sekalipun sedekah yang bisa kita berikan hanyalah sebatas memberikan senyuman kepada teman kita atau memungut sampah dan membuang pada tempatnya.
Dan ilmu yang bermanfaat, tebarkanlah ilmu kebaikan dan budaya positif yang bisa kita berikan kepada teman2 di sekitar kita. Tunjukkanlah kebenaran dan ingatkanlah akan keburukan. Karena barangsiapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka ia mendapat bagian pahala atas kebaikan yang dilakukannya.
Mungkin cukup sekian sambutan dari saya ini. Jangan pernah lupa bahwa suatu hari nanti kita pasti akan pergi. Tinggal bagaimana kita bisa memberikan suatu kebaikan pada apa yang akan kita tinggalkan itu.
Terima kasih banyak atas perhatian teman2 semua disini untuk menyimak secuil sambutan dari sesosok Nicholas Saputra yang berdiri di podium ini. Terima kasih juga buat rekan2 panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini. Serta terima kasih untuk teman2 atas kesediannya telah memutuskan untuk meluangkan waktu dalam mengikuti Sekolah Madya ini, karena kedepannya nanti disini teman2 akan mendapatkan hal2 baru yang mungkin nggak akan teman2 dapatkan selain disini, dimana hal itu nantinya tanpa disadari akan meningkatkan kompetensi diri dari teman2 sendiri.
Akhir kata, sekian saja sambutan saya kali ini. Terima kasih banyak atas perhatiannya, dan jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan, karena TEKNIK BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN!
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5 comments May 18, 2009
KajianValentine
Kajian Valentine, 11 Februari 2009
Pembicara: Demi kemaslahatan umat, nama kita rahasiakan
Tempat: Sekretariat BEM KM FT UGM
Waktu: Pukul 16.00 – 17.00
Asal mula valentine muncul adalah terlampau sederhana. Ada semacam keresahan sosial di kalangan Katolik Roma dalam perayaan hari Natal. Ketika perayaan hari besar setiap tahunnya hanyalah berupa hari raya Natal, Katolik Roma merasakan kekurangan ruh jika hari raya itu hanya 1 kali dalam 1 tahun. Karena itu mereka berusaha membuat tradisi baru bernama valentine. Valentine bermula dari sebuah tulisan Santo Valentine, seorang Uskup Agung di 3 daerah di sekitar Roma.
Dalam rangka mencapai misi gold gospel dan glory, maka Valentine ini menjadi momentum bagi umat Katolik untuk menambah pundi2 kekayaan. Mereka meng-create sedemikian rupa supaya seolah2 niai historis dari perayaan valentine ini menjadi bagian dari agama mereka.
Paa abad ke-15 an awal, dalam tarikh Yunani kuno pada bulan Januari hingga Februari terjadi pernikahan antara Dewa Zeus dengan Dewa Her. Lalu dikaitkan supaya terkesan historis dengan agama mereka, sehingga timbul istilah Leparcus (kesuburan). Januari-Februari adalah masa2 dimana dewi kesuburan mampu bereproduksi. Leparcus atau Dewi Kesuburan menjadi bagian momentum adanya valentine.
Tradisi yang kemudian dilakukan oleh umat Katolik Roma waktu itu adalah dengan mempersembahkan sebuah sesaji berupa kambing bagi Dewi Kesuburan. Dan setelah itu, mereka melakukan upaya yang sifatnya hura2 seperti minum anggur, dan keluar dari rumah2 mereka menuju jalanan untuk menyentuh siapapun yang mereka temui. Sebagai bentuk ekspresi menginginkan kesuburan, para wanita muda melakukan perzinaan pada momentum tersebut. Itu terjadi pada tanggal 15 Februari pada awal abad ke-15.
Ini berkesesuaian dengan misi2 Katolik, gold glory dan gospel. Momentum valentine ini dikembangkan sedemikian rupa sampai abad ke-19. Mereka ramai2 mengirimkan ucapan valentine. Diawali dari Inggris yang mencetak beribu2 kartu ucapan (greeting card). Pada batas tertentu telah mencapai 1.5 milyar cetakan di seluruh dunia.
Sejak itu valentine selalu di show up ke publik, karena adanya keuntungan material yang diperoleh disitu, tanpa peduli apakah itu sesuai dengan agama mereka atau tidak. Terlihat adanya upaya sebuah materialisasi terhadap momentum ini.
Ternyata budaya valentine seperti itu sudah mulai merasuk ke dalam jati diri bangsa Indonesia. Survey yang dilakukan LSM di kota2 besar di Indonesia, pada momen itu tingkat hunian di hotel2 kelas marjinal meningkat drastis. Namun ternyata waktu check-in dan check-out nya tidaklah 1 hari sebagaimana lazimnya, tapi hanya beberapa jam saja, antara 2 sampai 5 jam. Dan berdasarkan hasil survey di apotek2, banyak alat kontrasepsi yang dijual di apotek2 terjual habis.
Fatwa untuk tidak merayakan valentine datang dari Timur Tengah. Pada 1420 Hijriah, ulama besar Saudi Arabia berfatwa, “Ketika valentine itu dikatakan sebagai hari raya, Islam tidak mengakui hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha. Ketika valentine itu dikatakan sebagai hari kasih sayang, Islam tidak mengartikan kasih sayang hanya pada momentum tertentu saja, melainkan pada setiap saat dan kepada siapapun”.
Dalih apapun yang digunakan untuk merayakan valentine, itu tidak diperbolehkan. Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, ia termasuk kaum tersebut. Hendaklah manusia saling tolong-menolong dalam kebaikan dan jangan ah tolong-menolong dalam hal yang buruk. Jadi, tidak semsetinya kita mengikuti perayaan valentine, dan tidak boleh sekalipun mendukung perayaan valentine tersebut.
(Insya Allah demikian. Mohon maap kalo tulisannya berantakan, tulisan ini dibuat secara real time ketika si pembicara sedang menyampaikan materi, dengan sedikit merapikan disana-sini)
Add comment February 13, 2009
OneManOneDollar
Auwououououououwoooo…!!!
Terkait dengan agresi Israel Laknatullah kepada Palestina kemaren, masyarakat Indonesia yang bersimpati dan concern terhadap masalah ini mencoba memberikan sumbangsih dan bantuannya dalam bentuk program-program pengumpulan sumbangan. Salah satu diantara program pengumpulan sumbangan ini ada yang bernama “One Man One Dollar”, bacanya: “Wan Men Wan Dolar”.
Tulisan ini hanya bermaksud untuk sedikit mengkritisi mengenai judul program itu, One Man One Dollar yang kalo diterjemahin artinya kira2 “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Eh salah ya? Ya whatever lah, udah pada tau kan artinya apa.
One Man One Dollar. Satu orang satu dollar. NIatnya adalah supaya 1 orang menyumbang 1 dollar untuk disumbangkan ke Palestina. Kalo misalnya ada 500ribu orang yang nyumbang, maka akan terkumpul 500ribu dolar alias 5 milyar rupiah kalo dikurs 1 dollar adalah 10ribu rupiah.
Tapi kalo ditilik judulnya, berkesan ada yang janggal dengan istilah One Man One Dollar itu sendiri. Apa yang salah? Kenapa? Karena penggunaan standar dollar dalam masalah ini. Apakah ada yang salah dengan ini? Nggak tau juga sih, mungkin nggak ada.
Coba kita teliti lebih jauh lagi. Israel Laknatullah adalah penjajah dzhalim yang segala tindak-tanduknya selalu mendapatkan pembelaan dan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Dan, mata uang Amerika Serikat adalah dollar Amerika. Dollar-dollar kapitalis yang dipaksakan untuk diakui sebagai standar mata uang dunia.
Sejatinya, mata uang haruslah disandarkan pada standar emas. Namun Amerika Serikat dengan kepongahannya dan masyarakat dunia dengan kebodohannya sepakat untuk menjadikan dollar sebagai patokan mata uang mereka. Dan, secara tidak langsung program One Man One Dollar menyiratkan dukungan kita terhadap penggunaan mata uang dollar itu sendiri.
Nggak bisa dipungkiri kalo Amerika Serikat dengan sangat bodohnya mau mendukung segala tindakan keji Israel Lanatullah. Dan, penggunaan mata uang dollar adalah salah satu cara bagi Amerika Serikat untuk menguasai perekonomian dunia, supaya negara2 dunia mau tunduk di bawah keinginannya.
Kenapa program ini dinamakan One Man One Dollar? Alasannya mungkin simpel aja, yaitu adalah karena 1 dollar itu nilainya sekitar 10ribu rupiah, sehingga memungkinkan tiap orang untuk menyumbang sebesar 10ribu rupiah saja.
Usul yang gue tawarkan disini adalah, marilah bersama2 kita hentikan penggunaan istilah One Man One Dollar itu, karena dikhawatirkan itu menjadi semacam legalitas dalam menyepakati penggunaan mata uang dollar. Ada baiknya kalo kita mengganti program itu dengan satuan mata uang yang nilainya masih mengacu pada standar nilai emas dan perak, dalam hal ini adalah Dinar dan Dirham. Jadi, nama program ini selanjutnya adalah “One Man One Dinar” atau “One Man One Dirham”.
Mungkin ada sedikit kendala disini, yaitu besarnya nominal yang akan dikeluarkan. Kalo tadi 1 orang cukup dengan 10ribu rupiah, maka program ini membutuhkan nominal yang lebih besar dari itu. 1 dinar nilainya mengacu pada 4.25 gram emas 22 karat,yang kalo dirupiahkan harganya kira2 sekitar 1 jutaan lebih. Sedangkan 1 dirham nilainya mengacu pada 3 gram perak murni, yang kalo dirupiahkan menjadi kira2 35ribu an rupiah. Jadi, tiap orang harus mengeluarkan lebih dari 1 juta rupiah untuk One Man One Dinar atau sekitar 35 ribu an rupiah untuk One Man One Dirham.
Sejatinya udah ada salah satu ormas Islam di negeri ini yang menerapkan program One Man One Dirham. Ormas itu bernama Hidayatullah, ormas Islam terbesar ketiga setelah Nahdlatul Ummah dan Muhammadiyah. Sebuah langkah yang patut ditiru, sebagai bentuk untuk menyosialisasikan kembali penggunaan mata uang dinar dan dirham yang penetapannya mengacu pada standar emas.
Tapi kita kembali lagi ke esensinya. Buat lu2 semua yang nggak terlalu mempermasalahkan arti sebuah nama, ya silahkan gunakan nama apa aja. Yang terpenting adalah esensi dari kegiatan itu sendiri, yaitu sebagai wadah perwujudan apresiasi masyarakat Indonesia untuk berkontribusi terhadap masalah2 kemanusiaan yang menimpa warga Palestina. Intinya, marilah kita sisihkan sebagian rezeki yang kita miliki untuk berbagi kepada saudara2 kita di Palestina. Berapapun nominalnya, yang terpenting adalah kesungguhan dan niat ikhlas dari hati kita untuk menolong saudara2 kita di sana. Insya Allah demikian.
4 comments January 23, 2009
AdaUsulanNich
Sebelomnya, perlu gue bilangin dulu bahwa sebagaimana judul diatas, tulisan ini bukanlah sebuah fiqih atau bersifat menghakimi atau memberikan hukum. Ini hanyalah sebuah usulan dari gue, sekor makhluk yang bingung dan nggak tau harus berbuat apalagi selain duduk manis di depan komputer dan menulis sebuah tulisan kaya gini.
Tanpa sadar, kita seringkali memberi gelar di belakang nama beberapa orang tertentu. Gelar yang dimaksud disini bukanlah gelar pendidikan kaya Sarjana Hukum, Magister Manajemen, Philosophy Doctor atau kaya gimana, tapi gelar yang diberikan karena jasa dan kemuliaan mereka kepada kita semua.
Kalo masih bingung, langsung ke contoh kasus aja deh. Mereka2 yang sering kita beri gelar yang menyertai namanya diantaranya adalah teladan kita semua sekaligus manusia terbaik sepanjang zaman, Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw. Sering kita menyebutnya dengan Muhammad saw atau Rasullah saw. Apapun namanya, embel2 “saw” yang merupakan kependekan dari shallallahu alaihi wassalam selalu kita sertakan sebagai bentuk shalawat kita atas beliau, dan memang beliau sendiri pun telah menyebutkan dalam hadistnya bahwa supaya bila kita mendengar nama beliau diucapkan, maka kita harus bershalawat kepadanya.
Terus, kita juga sering menyebut nama Rasul2 lainnya dengan embel2 a.s, yang merupakan kependekan dari alaihis salam. Contohnya, nabi Adam a.s, nabi Musa a.s, nabi Ibrahim a.s, dan seterusnya. Serta, kita juga sering menyebut nama sahabat Rasulullah saw dengan embel2 r.a, alias radiyallahu anh. Sampe sini ngerti kan maksudnya?
Itu adalah gelar2 yang udah lazim diucapkan, dan kita pun comfort dengannya. Disini gue mau coba ngasih usul tentang sebuah gelar yang mungkin ini juga sempet terpikirkan di benak lu semua.
Objek yang pengen gue kasih gelar disini adalah sesuatu yang bernama “Israel”. Tau Israel kan? Iya itu lho, penjajah dzhalim yang seenaknya aja ngerebut tanah bangsa Palestina, dan suka seenaknya memerangi serta membunuh warga Palestina yang innocent dan nggak berdosa.
Gelar apa yang bakal kita kasih buat Israel? Yang jelas bukan gelar2 mulia sebagaimana yang gue maksud dalam contoh2 sebelumnya, karena gelar itu terlalu tinggi dan terlalu mulia untuk disematkan kepada Israel. Jadi gelar yang kita bakal berikan disini adalah sebuah gelar yang kita namakan “Laknatullah”.
Laknatullah? Iya, artinya adalah “yang dilaknat Allah”. Dan pemberian gelar ini pun bukan tanpa alasan. Mungkin sebagian di antara lu semua udah pada ngerti alasan dibalik pemberian gelar ini dan bahkan mungkin punya pikiran yang sama kaya gue.
Israel Laknatullah, gitu jadinya. Jadi mari bersama2 kita coba, mulai hari ini, esok hari dan seterusnya, marilah kita memberikan gelar “Laknatullah” untuk disematkan di belakang kata Israel. Jadi, barangsiapa yang mendengar nama Israel disebut, maka segeralah menambahkan gelar Laknatullah dibelakangnya. Israel Laknatullah.
Sekali lagi, ini bukanlah fiqih dan ini nggk bermaksud untuk menghakimi serta mendahulukan hukum Allah atas manusia. Ini hanyalah sebuah hasil dari kebingungan seorang anak manusia yang nggak tau harus berbuat apa lagi untuk menghentikan kedzhaliman Israel Laknatullah di muka bumi dan untuk menolong bangsa Palestina dari tangan keji Israel Laknatullah.
Mungkin tulisan ini berpotensi untuk dibredel dan akan terjadi hal2 nggak menyenangkan lainnya yang menimpa kita yang memberi gelar Israel dengan sebutan Laknatullah, diakibatkan jaringan dan kekuatan Yahudi tersebar dimana2. Tapi gue nggak pernah berhenti untuk mengingatkan bahwa cukuplah Allah sebagai pelindung dan Dia adalah sebaik2 pelindung. Jangan takut dan jangan bersedih, karena Allah bersama kita. Dan bila Allah telah bersama kita, maka apa lagi yang perlu kita takutkan? Insya Allah demikian.
2 comments January 13, 2009
DariGarisDepan
Mungkin udah agak terlambat waktu buat gue mosting tulisan ini, tapi ya nggak apa2 lah, ini masih lebih baik daripada nggak gue posting sama sekali.
Pada hari Selasa 6 Januari 2009 M/9 Muharram 1430 H, ketika Israel Laknatullah masih berbuat dzhalim kepada saudara2 kita di Palestina, gue dapet sebuah sms yang isinya memberitakan tentang keberhasilan2 mujahidin Palestina memukul pasukan Israel. Sebuah sms yang Insya Allah sangat berharga, karena dalam berita di media massa manapun, yang diceritain selalu aja tentang keberhasilan2 Israel Laknatullah melumpuhkan pejuang Palestina. Ya nggak aneh sih, mengingat tangan2 Yahudi mencengkram dan berkuasa atas semua media massa yang ada di dunia ini, jadilah isi media massa selalu dibuat berdasarkan keinginan dan sudut pandang mereka.
Sebenernya sih pasti ada media massa yang menceritakan tentang penderitaan dan kerugian Israel di medan perang, tapi ya itu jumlahnya pasti segelintir. Ini juga nggak bisa dipungkiri gara2 Israel Laknatullah melarang jurnalis dan wartawan untuk mendekat ke medan peperangan. Hal ini dilakukan supaya jurnalis selaku pemburu berita dan seluruh penduduk dunia nggak tau keadaan yang sebenernya, dan biarlah opini publik terbentuk melalui sudut pandang Israel aja. Jangankan jurnalis, dokter2 dan relawan aja nggak diizinin untuk masuk dan nolongin warga sipil Palstina yang terluka kok. Emang bener sih, betapa laknatnya si Israel Laknatullah ini.
Penyesatan berita kaya gitu nggak lain berfungsi untuk membentuk opini dan mindset penduduk dunia secara keseluruhan, bahwa pasukan perang Israel Laknatullah adalah tentara yang superior dan nggak terkalahkan. Serta untuk memberikan beban psikologis buat mereka2 yang mau macem dan terlibat langsung menolong warga Palestina yang terdzhalimi.
Tapi sesungguhnya, ke-superior-an tentara Israel Laknatullah nggak seluruhnya muncul karena mereka emang superior, tapi karena kita lah yang dibodohi oleh segala opini yang mereka buat, yang me-mitos-kan bahwa tentara Israel adalah tentara paling hebat di muka bumi ini. Iya, kita aja yang udah dibodohi sama mereka, melalui media massa yang sejatinya emang mereka kuasai untuk mempengaruhi opini publik sesuai keinginan mereka. Buktinya, liat aja kemaren Israel bisa kita bilang NGGAK BERDAYA ketika harus menghadapi Hizbullah pimpinan Hasan Nasrallah. Padahal Hizbullah bukanlah sebuah negara.
Jadi, kita harus meyakinkan diri kita sendiri bahwa mungkin Israel Laknatullah memang hebat, tapi mereka nggak sehebat yang didengung2kan selama ini. Mereka sama kaya kita, cuma sekumpulan manusia yang tentunya nggak sempurna. Gue sendiri sejujurnya juga belom ngerti kenapa dulu Israel Laknatullah bisa menang menghadapi gempuran negara2 Timur Tengah waktu Perang 6 Hari di taun 1967 dulu. Tapi biarlah itu menjadi cerita masa lalu, karena gue percaya jika kita mau bersatu, dengan ucapan Bimillah dan dengan Izin Allah, maka suatu hari nanti Israel Laknatullah akan bisa kita kalahkan, Insya Allah.
Tanpa panjang lebar lagi, ini dia isi dari sms yang gue dapet itu. Semoga bermanfaat.
Info Palestina
(Selasa, 6 Januari 2009 M/9 Muharram 1430 H, 08:11 WIB)
@ M. Nazzal anggota maktab siyasi Hamas menyatakan bahwa pada perang darat ini Hamas memaksa Israel mengalami kerugian, rinciannya:
- 11 tentara Israel tewas.
- 48 Israel luka.
- 1 kolonel tewas di Az-Zaitun, dia waka satuan 52 pasukan Gholan, komandan perang Libanon 2006.
@ Koran Bulgaria hari ahad: pesawat Israel di Rafah jatuh, wartawan berhasil ambil gambar terjunnya pilot.
@ Kataib Izzudin Al-Qassam menjatuhkan helikopter Israel, ahad Shubuh.
@ Laporan televisi Al-Aqsha: 2 tentara Israel ditawan.
@ Sariyah Al-Quds hancurkan 1 tank Israel di Selatan Gaza.
@ Kataib Al-Aqsha dari Fatah menjatuhkan helikopter Israel.
@ 25 rudal ditembakkan Hamas hari ahad, mengenai markaz militer terbesar Israel di Selatan dan jatuh di kota Usdud.
(aljazeera.net dan palestine-info.info)
Di sms itu disertakan bahwa sumbernya dari aljazeera.net sama palestine-info.info. Mungkin kita bisa sekalian buka situ situ kalo mau tau lebih banyak lagi tentang kerugian2 Israel selama perang awal taun ini.
Plus 1 lagi, di koran yang gue baca hari Rabu tanggal 7 Januari 2009 M/10 Muharram 1430 H bertepatan dengan hari Asyu’ra atau harinya anak yatim, diberitakan bahwa sesama tentara Israel Laknatullah terjadi friendly fire. Buat lu2 semua yang sering main game perang2an pasti nggak asing dengan istilah friendly fire, yaitu menembak temen sendiri. Jadi bukannya nembakin Hamas yang emang nggak bersalah, mereka malah nembak rekannya sendiri sesama tentara Israel Laknatullah yang emang pantes banget buat ditembakin. Bahkan friendly fire ini terjadi 2 kali dalam 1 hari.
Gini kejadiannya. Di malem hari, serombongan infantri masuk ke dalem gedung buat menginspeksi gedung, siapa tau ada orang Hamas lagi ngumpet di dalemnya. Sementara itu nggak jauh di luar gedung ada serombongan infantri yang beda komando sama infantri yang masuk ke dalem gedung itu tadi. Infantri di luar gedung ini ngeliat lewat teropong malem alias nightvision google bahwa ada gerakan mencurigakan orang2 bersenjata di dalem gedung.
Tanpa ba bi bu lagi, infantri yang di luar gedung ini langsung nembak membabi buta ke gedung tersebut, menyangka bahwa orang2 mencurigakan yang di dalem gedung adalah pejuang Hamas. Dan ini emang udah jadi kebiasaan tentara Israel Laknatullah untuk menyerang secara membabi buta tanpa mau ngebedain dan tanpa mau peduli jika ternyata yang mereka curigai hanyalah warga sipil biasa. Jadilah infantri yang lagi menginspeksi di dalem gedung terkena berondongan peluru dari temennya sendiri yang ada di luar gedung. Dari friendly fire ini, hasilnya 3 prajurit tewas dan 24 lainnya luka parah. Alhamdulillah… Allahu Akbar!
Sementara kejadian friendly fire yang lainnya, sampe tulisan ini ditulis masih belom ada keterangan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut. Yang jelas cuma diberitain kaya gini, “…Di bagian lain Jalur Gaza, insiden friendly fire juga terjadi terhadap pasukan payung (para), juga dari Angkatan Darat Israel. Misil tank Israel yang, tampaknya, asal menembak menghantam seorang perwira yang sedang memimpin pertempuran sengit melawan para pejuang Hamas …” (IndoPos, Rabu 7 Januari 2009).
Ya begitulah. Kita doain aja, semoga di keesokan hari, Insya Allah makin banyak tank2 Merkava Israel yang rontok dihajar roket Hamas. Insya Allah Makin banyak pesawat dan helikopter Israel yang runtuh dihantam roket Hamas. Insya Allah Makin banyak infantri Israel yang tewas atau ditawan oleh pejuang Hamas. Dan Insya Allah, bangsa Palestina akan mampu menegakkan kedaulatannya dan merebut kembali tanah air mereka dari cengkraman Israel Laknatullah. ALLAHU AKBAR!
Add comment January 13, 2009
CukupSudah
Alkisah pada suatu hari tersebutlah seekor anak yang gendut, badannya besar, tamak, rakus, tajir, serakah, licik, culas, jahat, keji, kejam dan macem2 sifat bengis lainnya. Pokoknya antagonis banget dah ini anak. Artis2 sinetron juga masih kalah antagonisnya sama anak ini. Kita sebut aja anak ini dengan nama “Kampret”, bukan nama sebenarnya.
Selain itu, ada juga anak yang nggak gendut, biasa2 aja, bahkan cenderung kurus kering dan kelaparan. Kurus kaya gue gitu deh. Dia juga nggak kaya, dan sehari2nya menjalani hidup dengan bantuan sumbangan dari orang2 disekitarnya. Kita panggil aja anak ini dengan nama “Kurus” (bukan Ceking lho, itu mah gue), juga bukan nama sebenarnya.
Sebagaimana kaya di sinetron2 Indonesia yang nggak mutu, si Kampret yang gendut tajir dan kejam itu sering berbuat dzhalim kepada si Kurus. Si Kampret dengan seenak udelnya sendiri hobi banget ngerampas barang2 punya si Kurus. Sejatinya barang itu punya si Kurus, tapi dasar si Kampret yang emang bener2 kampret, si Kampret suka ngaku2 barang itu punya dia dan dia suka main paksa kalo si Kurus nggak mau ngasih.
Si Kurus jelas nolak barangnya diambil si Kampret, tapi si Kampret pun nggak mau kalah. Kalo udah gini, biasa si Kampret manfaatin posturnya yang gede dan hartanya yang banyak itu buat mendzhalimi si Kurus secara fisik sampe si Kurus mau ngasih barangnya. Dipukul, ditendang, ditampol, digebukin dan segala siksaan fisik lainnya udah pernah diberikan oleh si Kampret kepada si Kurus. Mentang2 Kampret badannya gede dan tajir, makanya dia bisa seenaknya sendiri mendzhalimi si Kurus.
Bukan berarti si Kurus diem aja digituin. Ia juga berkali2 berusaha membela diri dari segala perlakuan si Kampret. Tapi namanya juga kurus, balesan yang ia berikan nggak sebanding dengan perlakuan dzhalim si Kampret kepada dirinya.
Kadang2 ada orang yang coba melerai masalah ini. Mereka nggak pengen ngeliat si Kampret yang sering main kasar sama si Kurus.
Sebenernya jelas2 si Kampret adalah pihak yang mendzhalimi dan si Kurus adalah yang terdzhalimi. Tapi dengan kegendutan dan ketajirannya, si Kampret dengan entengnya mengatakan bahwa si Kurus lah yang memulai pertikaian ini duluan. Si Kampret membela diri bahwa apa yang dia lakukan hanyalah sekedar membalas perlakuan si Kurus.
Padahal si Kurus nggak pernah cari masalah sama si Kampret. Selama ini si Kurus fine2 aja dengan kehidupannya. Lalu tiba2 si Kampret dengan seenak bodongnya sendiri merampas barang2 kepunyaan si Kurus. Anak mana yang seneng kalo kepunyaanya di ambil orang lain? Bahkan kadang2 si Kampret juga suka main fisik demi memenuhi keinginannya merampas barang si Kurus itu. Si Kurus pun membela diri, meskipun pembelaan dirinya itu sangat nggak sebanding dengan perlakuan si Kampret kepadanya.
Dasar si Kampret emang bener2 kampret, meskipun banyak orang lain udah minta dia supaya berhenti mendzhalimi si Kurus, dia masih aja ngeyel dan keras kepala. Dengan segala alasan dia berdalih bahwa si Kurus lah sumber permasalahan. Padahal udah jelas, namanya juga kurus, apa daya si Kurus untuk menghadapi makhluk gendut tamak nan serakah macem si Kampret ini.
Jadilah, sampai detik ini si Kampret masih tetep aja berbuat serakah dan dzhalim dengan ngegebukin si Kurus tanpa ampun dan tanpa belas kasihan sedikit pun. Si Kurus yang emang udah kurus pun kini menjadi semakin kurus. Dan si Kampret yang udah bener2 kampret juga nggak ngizinin orang lain untuk nolongin si Kurus yang nggak berdaya ini. Dasar kampret!
***
Cukup sudah. Itu tadi sebuah cerita tentang si Kampret dan si Kurus. Kaya di sinetron banget yah…
Tapi tunggu dulu, jangan sangka bahwa cerita di atas merupakan cuplikan salah satu sinetron dari sekian banyak sinetron di Indonesia yang semuanya nggak punya mutu. Cerita tersebut merupakan cerita yang gue ambil dari kisah nyata, atau kalo bahasa kerennya: “based on true stories”. Loh kok bisa? Ya bisa lah, masa ya bisa donk… Emang ada? Ya ada lah, masa ya ada donk…
Sekarang mari kita ganti nama kedua tokoh dalam cerita tersebut. Tokoh “Kampret” kita ganti dengan nama “Israel Laknatullah”, sedangkan tokoh “Kurus” kita ganti dengan nama “Palestina”. Nah kalo gini udah mulai nyambung kan. Yah meskipun analogi dari cerita di atas nggak mirip2 banget sama kejadian yang sebenernya, tapi harapannya cerita itu bisa ngasih gambaran kepada lu2 semua yang belom begitu ngerti tentang masalah konflik Israel-Palestina ini.
Di awal taun 2009 Masehi sekaligus di awal taun 1430 Hijriah, bangsa Palestina khususnya yang tinggal di Jalur Gaza mendapatkan hadiah yang nggak menyenangkan dari si Kampret alias Israel Laknatullah, berupa hujan bom dan roket yang ditembakin secara ngasal dan nggak make otak. Sekaligus juga mengakhiri gencatan senjata mereka selama 6 bulan.
Lagi2, entah udah berapa kali Israel Laknatullah mengadakan serangan2 dzhalim kaya gini. Yang jadi target adalah Hamas (Harakah al-Muqawwammatu al-Islamiyah = Gerakan Perlawanan Islam), partai pemenang pemilu demokratis di Palestina taun 2006 lalu yang kemenanganya itu nggak mau diakui sama Israel Laknatullah dan Amerika Serikat Laknatullah.
Nggak tau apalagi motif di balik serangan Israel Laknatullah kali ini. Motif awalnya sih jelas, karena Israel Laknatullah emang makhluk dzhalim yang mau menguasai tanah bangsa Paletina dengan dalih untuk mencari haikal Sulaiman. Namun karena bangsa Palestina juga punya hak atas tanah itu (dan memang sudah seharusnya tanah itu adalah hak bangsa Palestina), mereka nggak mau ngasih dan ngalah gitu aja. Akhirnya terpaksa deh Israel Laknatullah mewujudkan jalan kekerasan untuk mewujudkan impiannya itu.
Ini bukannya yang pertama kali. Sejak Israel Laknatullah pada taun 1948 mendeklarasikan ke-autis-an-nya (bukan kemerdekaannya lho, karena sejatinya negara Israel itu nggak ada dan nggak pernah merdeka), mereka udah berkali2 menyerang bangsa Palestina dengan cara2 dzhalim kaya gini. Gempuran roket dan peluru kendali serta blokade udah jadi santapan sehari2 bangsa Palestina, gara2 si Kampret Israel Laknatullah ini. Bahkan sebenernya apa yang dilakukan Israel Laknatullah udah bisa dikatakan mengarah kepada genosida (genocide), yaitu pemusnahan atas suatu etnis tertentu, dalam hal ini bangsa Palestina.
Dan lagi2, meskipun ini bukan yang pertama kali, seluruh dunia hanya bisa duduk diam termangu menyaksikan keserakahan Israel Laknatullah ini tanpa mampu berbuat banyak. Usaha2 yang dilakukan hanyalah sebatas memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Palestina yang terluka. Itupun masih sangat terbatas karena blokade Israel nggak mengizinkan bantuan kemanusiaan untuk masuk menolong warga Palestina.
Selain itu negara2 dunia juga cuma sebatas mendesak PBB untuk membuat resolusi perdamaian antara Israel-Palestina ini. Suatu hal yang bisa dikatakan nggak mungkin, karena PBB dengan Dewan Keamanannya adalah sebuah organisasi SAMPAH tingkat internasional yang hanya dijadikan semacam legalitas bagi Amerika Serikat (dan Israel) untuk mewujudkan keinginannya. Hal ini terlihat jelas dari kedhzaliman Amerika Serikat yang selalu memveto segala resolusi yang dirasa merugikan mereka atau Israel.
Dimana negara2 dunia dalam menyikapi masalah ini? Indonesia pun hanya sebatas mendesak PBB untuk membuat resolusi, yang udah dikatakan di paragraf seblumnya bahwa hal itu nggak akan efektif. Terima kasih buat relawan2 Indonesia yang udah menerjunkan diri untuk menolong warga sipil Palestina yang terluka, meskipun mungkin langkah mereka disana bakalan dipersulit oleh blokade Israel. Dan terima kasih juga buat ormas2 yang udah meniatkan dan menyiapkan diri untuk membentuk semacam laskar prajurit yang siap untuk diterjunkan ke medan perang melawan Israel Laknatullah.
Sejatinya nggak cuma Indonesia aja yang punya peran disini. Dimanakah negara2 Timur Tengah lainnya, yang notabene merupakan tetangga sekaligus kerabat bangsa Palestina? Dimanakah Obama yang dulu selalu bangga dengan janji2nya melakukan perubahan? Dimanakah Amerika Serikat yang katanya ngaku2 sebagai polisi dunia? Dimana?
Sebuah langkah menarik muncul jauh di ujung sana, di belahan Selatan dunia ini. Yang pertama dateng kabar dari Venezuela, bahwa Hugo Chavez selaku presiden Venezuela memutuskan untuk “mengusir“ duta besar Israel di Venezuela sebagai bentuk kegeraman Hugo Chavez atas agresi Israel ini. Israel mengaku tidak terima dengan perlakuan tersebut dan berjanji akan membalas dengan cara yang serupa. (Republika, Kamis, 8 Januari 2009)
Kedua dari Selandia Baru. Disana sedang diadakan turnamen tenis internasional. Salah satu kelompok di sana bernama Peace and Justice Auckland yang memprotes agresi Israel, mendesak dan melarang petenis Israel yang bernama Shahar Peer untuk tampil di turnamen tersebut, sebagai bentuk boikot pada Israel. Tapi si Shahar Peer ini nggak peduli dan dia tetep lanjut bertanding di turnamen tenis ASB Classic itu.
“Saya tak ada hubungannya dengan itu (agresi militer). Saya, Shahar Peer, ke sini untuk bermain tennis. Saya bangga menjadi orang Israel.” (IndoPos, Kamis, 8 Januari 2009)
Cerita ketiga dateng dari Turki, negeri sekuler yang sekarang Insya Allah sedang melangkah kembali menuju fitrahnya. Di Ataturk Sports Arena, berlangsung pertandingan basket Eurocup yang mempertadingkan antara tim Turk Telekom (Turki) melawan tim dari Israel, Bnei Hasharon. Pertandingan dihentikan karena tim tamu dari Israel itu nggak muncul lagi ke lapangan gara2 para penonton Turki meneriakkan protes2 anti agresi Israel.
Sebagian besar penonton yang warga Turki itu membawa bendera Palestina dan mengenakan kafiyeh. Mereka meneriakkan, “Israel pembunuh, enyahlah dari Palestina” (IndoPos, Kamis, 8 Januari 2009). Akibatnya, tim Bnei Hasharon nggak balik2 lagi ke lapangan dan pertandingan dihentikan.
Itu tadi sebagian kecil usaha2 yang telah dilakukan di seluruh penjuru dunia sebagai bentuk protes terhadap agresi Israel, selain demo besar2an yang terjadi di sejumlah negara2 di dunia, termasuk di Prancis dan Indonesia.
Usaha2 kaya gitu juga dateng dari dalem negeri, sekalipun kecil tapi semoga ini bermanfaat. Yaitu dari sms2 berantai yang terus menerus dijarkom dan diputer2. Gue termasuk orang yang kebagian dapet sms2 kaya gitu, dan langsung gue forward ke temen gue yang lain. Nggak lama, gue juga dapet sms yang sama tapi dari orang yang beda. Ini mah udah biasa terjadi di sms2 berantai kaya gini.
Isi sms nya pun macem2. Ada yang nyuruh kita tahajjud, doain warga Palestina, baca surat Al-Fath, sampe sms yang isinya tentang donasi sumbangan ke Palestina. Mungkin ada beberapa di antara lu2 semua yang juga dapet sms2 sebagaimana gue makud diatas.
Tapi ada 1 sms yang agak janggal, yaitu ketika isinya adalah bahwa Masjidil Aqsa diserang oleh pasukan Israel. Mungkin sepintas ini keliatan normal, mengingat Masjidil Aqsa emang udah jadi inceran Israel dari jaman dulu. Tapi kalo ditelisik lebih jauh lagi, ini agak janggal, diliat secara geografis. Soalnya agresi yang sekarang kan berlangsungnya di Jalur Gaza, sementara Masjidil Aqsa itu letaknya di Tepi Barat (West Bank) yang posisinya beda jauh sama Jalur Gaza. Jadi konteksnya agak2 beda gitu loh. Tapi nggak masalah, intinya tetep sama yaitu supaya kita bisa mendoakan bangsa Palestina.
Dan sampe tulisan ini gue tulis di bagian ini, agresi itu masih terus berlangsung dengan jumlah korban di pihak Palestina adalah 600-an orang tewas, sebagian besar diantaranya adalah warga sipil termasuk anak2 dan perempuan, serta 3000-an orang luka2. Sedangkan dari pihak Israel, belasan orang tewas serta 80-an orang luka2. Khusus untuk pihak Israel, angka2 ini pasti direkayasa untuk menutupi rasa malu mereka kepada dunia internasional. Angka2 di lapangan pastinya jauh lebih banyak dari yang mereka publikasikan ke khalayak.
Cukup sudah. Cukup sudah semua agresi Israel Laknatullah atas Palestina. Cukup sudah anak2, perempuan dan warga sipil Palestina menjadi korban agresi Israel. Cukup sudah bangunan sekolah, rumah sakit dan bangunan sosial lainnya hancur diterjang peluru2 Israel. Dan cukup sudah kita hanya berdiam diri menyaksikan itu semua. Waktunya bagi kita untuk bergerak secara nyata, membantu menolong saudara2 kita di Palestina.
Israel Laknatullah nggak akan ngerti dengan bahasa perdamaian. Yang mereka ngerti adalah bahasa senjata. Jadi kalo mau ngomong sama mereka, gunakanlah bahasa senjata supaya mereka ngerti. Mari kita siapkan diri untuk menyongsong peluru2 Israel itu. Dengan ucapan Bismillah dan dengan Izin Allah, kita akan mampu untuk mengembalikan bangsa Palestina kepada kedaulatannya. Dan marilah bersama2 kita wujudkan suatu visi bersama, “HAPUS ISRAEL DARI PETA DUNIA!”
Add comment January 13, 2009
KosKosAn
Audzubillahiminasysyhaitonirrajiim…
Aku berlindung pada-Mu Ya Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Aku berlindung pada-Mu Ya Allah dari siksa neraka dan adzab kubur.
Aku berlindung pada-Mu Ya Allah dari fitnah Dajjal.
Dan aku berlindung pada-Mu Ya Allah dari segala hal yang dapat menjauhkan ku dari cahaya-Mu.
Bismillahirrahmaanirrahiim…
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Wuaduh, baru bagian intro nya aja tapi udah keliatan serem kaya gini. Santai dulu aja bos. Emang kita mau ngebahas tentang apa sih?
Kali ini kita bakal ngebahas tentang tempat kos alias kos2an, yaitu tempat tinggalnya mahasiswa rantau yang nggak punya kerabat di deket situ. Beruntunglah wahai kalian yang pernah merasakan jadi anak kos, dan merugilah kalian yang seumur2 hanya berkesempatan untuk tinggal di rumah orang tua kalian. Hohohoho…
Oke pendahuluannya segitu aja ya. Kita langsung masuk ke bagian isinya. Gue pengen berbagi cerita nih. Ada 3 cerita yang pengen gue ceritain di sini. Tapi demi keamanan umat manusia, semua hal dan semua tokoh yang ada di cerita ini nama2nya sengaja gue samarkan, kecuali nama gue sendiri. Yo wes lah monggo dibaca.
#1 alias Cerita Pertama
Tadi siang, gue selaku mahasiswa Teknik Nuklir UGM yang imut ini menyempatkan diri buat main ke kosan temen gue.
Eh tunggu dulu, tadi katanya nama2 bakal disamarkan, tapi kok ini ada nama UGM dan Teknik Nuklir? Ah itu mah emang rahasia umum, semua orang juga tau. Udah ah lanjut lagi, ngenganggu cerita gue aja lu!
Iya, gue main ke kosan temen gue. Dia laki2, sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya). Loh laki2 kok namanya Bunga? Ya nggak masalah, daripada perempuan namanya Bambang.
Cukup! Mau itu Bunga, Bambang, James, Joko atau siapapun, itu nggak masalah. Kita lanjut lagi ke jalan cerita. Dari tadi ganggu mulu nih!
Gue ke kosan si Bunga itu buat berdiskusi tentang suatu hal. Lalu kita pun mulai diskusi bareng. Bla bla bla bla bla bla, kira2 gitu isi diskusinya.
Lagi asik2 diskusi, tiba2 handphone si Bunga berdering. Ada yang nelpon. Lalu dia angkat telpon itu, dan dari ucapan si Bunga, terdeteksi bahwa orang yang nelpon itu mau numpang ngeprint di kosannya. Si Bunga pun ngobrol dengan orang itu, keliatannya Bunga mengizinkan printernya dipake. Dan gue sempet juga sempet denger kalimat demikian, “Tapi lagi ada C-Kink disini”. Terus lanjutannya gimana, gue nggak nyimak dan nggak tertarik untuk tau lebih lanjut. Tapi ya intinya kira2 kaya gitu.
Terus gue lanjutin lagi diskusi gue dengan Bunga. Bla bla bla bla bla bla bla, kira2 gitu isi diskusinya.
Dan sekali lagi, lagi asik2 diskusi, tiba2 dateng seseorang yang mau numpang ngeprint itu tadi. Yang bikin gue agak kaget adalah bahwa orang itu adalah perempuan. Dan kebetulan, gue juga kenal sama perempuan itu. Perempuan berjilbab itu selanjutnya kita sebut saja dengan nama Bambang (juga bukan nama sebenarnya).
Awalnya sih nggak aneh kalo si Bambang mau numpang ngeprint di tempatnya Bunga. Masalah eksploitasi printer emang udah biasa di kalangan mahasiswa, soalnya gue juga sering minjem printernya Fajri (kalo yang ini emang asli nama sebenarnya) buat gue pake untuk kepentingan pribadi. Setelah ber say hello dengan gue, gue kira dia bakal nunggu di luar dan menyerahkan materi yang mau di printer ke si Bunga. Tapi ternyata nggak demikian, saudaraku…
Si Bambang itu langsung masuk ke kosan Bunga dan dengan entengnya langsung menuju komputer Bunga untuk ngeprint! Subhanallah…
Loh emangnya ada yang salah? Nggak tau deh… Gue nggak tau ini salah apa nggak, tapi gue kok ngerasa aneh aja ya?
Pertama, Bambang adalah perempuan dan Bunga adalah laki2. Kok bisa2nya si Bambang dengan entengnya masuk ke dalem kosan Bunga? Nggak malu gitu?
Kedua, si Bambang keliatannya “udah biasa” dan “udah sering” masuk ke kosan Bunga. Hal ini terdeteksi dari “ketidakcanggungannya” dengan posisi komputer dan keadaan di kosan Bunga. Kok bisa?
Akhirnya jadilah di kosan Bunga itu ada Bunga, gue sendiri dan Bambang yang mau ngeprint. Terus malah gue yang jadi salting. Ini maksudnya apaan, kok Bambang berani masuk ke dalem kos Bunga? Dan kok Bunga mengizinkan Bambang untuk masuk ke kosannya? Secara pribadi gue tau hubungan kekerabatan di antara mereka berdua, akhirnya gue jadi salting, jadi malu sendiri dan jadi grogi serta serba salah. Begitu juga si Bunga yang kayanya jadi ikutan salting, bukan karena ada si Bambang, melainkan karena ada gue di antara mereka berdua.
Ya udah, akhirnya gue membuat sebuah keputusan bodoh, bahkan cenderung menyesatkan. Gue segera mengakhiri diskusi gue dan gue pun pamit sama si Bunga. Si Bunga manut2 aja, meskipun kita masih sempet becanda dikit. Akhirnya dengan segala ke-salting-an dan kebodohan serta kesesatan gue, pergilah gue dari situ meninggalkan Bunga dan Bambang berdua di dalem kosan. Astaghfirullah…
Astaghfirullahalazdim… Ampunilah hamba-Mu ini Ya Allah…
Selanjutnya gue nggak tau apa lagi yang terjadi di situ, meskipun hati gue Insya Allah yakin seyakin2nya bahwa si Bunga dan si Bambang bukanlah makhluk bodoh yang akan menjerumuskan diri pada kesesatan. Dan emang bukan itu poin yang mau gue angkat di sini, melainkan tentang masalah adanya perempuan yang masuk ke dalem kosan laki2.
Jika ada sepasang laki2 dan perempuan yang bukan muhrim sedang berduaan, maka yang ketiganya adalah setan. Dalam hal ini, apakah si Bunga dan si Bambang adalah pasangan yang dimaksud, dan gue adalah setannya? Sejatinya gue harus bisa menjadi malaikat untuk menggenapi supaya mereka nggak cuma berdua doank. Tapi sedihnya, ternyata ke-salting-an gue membuat gue melepaskan posisi gue itu. Sekali lagi, Astaghfirullah…
Saat itu gue bener2 nggak bisa berpikir cerdas, gara2 gue udah terlanjur shock ngeliat ada perempuan berjilbab dengan entengnya masuk ke dalem kosan laki2 seakan itu udah hal yang biasa. Bener, sumpah gue langsung shock. Sekali lagi, Astaghfirullah… Maafkanlah hamba-Mu ini Ya Allah yang tidak bisa menyelamatkan kedua saudaraku…
Huiks… Huiks…
Kita kembali lagi. Itu tadi salah satu contoh penyimpangan yang sering terjadi di dalam dunia kos2an. Dan sejujurnya itu sempet buat gue shock berat. Kok bisa ya, perempuan berjilbab tanpa rasa canggung masuk ke dalem kosan laki2?
#2 alias Cerita Kedua
Nah sekarang kita beralih ke cerita yang lain. Nggak usah jauh2 kita ke kosan gue aja.
Di tempat kos gue penghuninya adalah laki2 semua, kecuali bapak2 yang udah berkeluarga dan bawa istri serta anaknya untuk ngekos disini. Diantara itu semua ada salah seorang tetangga kos gue yang kadang2 suka gue liat bawa perempuan. Tetangga kos gue ini, sebut saja Mawar (bukan nama sebenernya. Lagi2, kenapa laki2 kok dikasi nama Mawar?) keliatannya emang anak gaul dan suka dugem.
Gue seringkali ngeliat ada mobil asing yang dateng dan parkir di kosan gue. Dari balik kemudinya turun seorang perempuan. Kali ini nggak berjilbab dan keliatannya juga anak gaul dan suka dugem. Keliatan dari pakaiannya, yang kadang2 suka bikin gue berniat untuk keramas (Astagfirullah…). Nah abis turun dari mobil, si perempuan ini langsung melangkah ke kamar si Mawar dan masuk ke dalemnya. Setelah masuk ke dalem, pintunya langsung ditutup rapet2 dan gue nggak tau apa yang terjadi setelah itu…
Itu kalo pas waktu dia dateng, pas gue lagi di kosan. Kadang2 ketika gue pulang dari kampus dan baru dateng ke kosan, gue juga sering liat di depan pintu kamar si Mawar ini ada sepasang sendal perempuan. Tapi, pintunya ketutup rapet. Ada apa gerangan yang terjadi di dalem?
Yang lebih ajaib lagi, selain ada sendal perempuan dengan pintu yang ketutup rapet, dari dalem kamar juga sama sekali nggak kedengeran suara apapun dan nggak terdeteksi ada kegiatan apapun. Kalo ngerjain tugas, kan pintunya mendingan dibuka. Kalo nonton tivi atau film, kan ada suaranya atau aura2 tivi nyala. Tapi ini nggak terdeteksi ada apa2. Bukan mau su’udzon, tapi mungkin mereka mainnya dengan cara dan style yang halus serta dengan mode silence. Hohohoho… (Astagirullah..)
Yah kira2 begitulah. Dan kadang2 ketika terdengar pintu kamarnya terbuka, gue sempet2in ngintip. Dan keluarlah si Mawar dengan perempuan itu dari kamar dan langsung bergegas menuju mobil. Entah apa yang terjadi di dalem, hanya Allah yang tau.
Sampe suatu ketika, kayanya si Mawar ini pernah ditegor sama Bapak Kos yang ramah, murah senyum, baik hati dan bijaksana. Sejak itu gue nggak pernah ngeliat kamarnya si Mawar ketutup rapet lagi kalo ada sendal perempuan di luarnya. Nggak kebuka penuh juga sih, kira2 cuma kebuka 1/3 atau ¼ nya aja.
Dan waktu temen perempuannya itu dateng dan pintunya cuma ketutup ¾ nya doank, gue penah iseng2 lewat depan kamarnya untuk ngintip apa yang terjadi di dalem kamar. Tapi anehnya, sejauh pandangan yang gue intip, nggak terlihat kehadiran mereka berdua. Mungkin mereka ngambil posisi sedemikian strategis sehingga nggak bisa diliat dari luar. Cerdas juga nih orang. Dan sekali lagi, juga nggak terdeteksi adanya kegiatan atau suara apapun dari sana.
Jadi intinya, buat si Mawar yang juga temen kosan gue sendiri, kalo bawa perempuan ya mbok tolong dikenalin donk. Selama ini kan gue cuma bisa mupeng ngeliatin perempuan2 yang sering main ke kosan lu. Sama temen ya tolong bagi2 lah… Huehehehe… Astagfirullah…
#3 alias Cerita Ketiga
Masih di tempat yang sama, yaitu di kosan gue sendiri.
Waktu gue baru banget masuk UGM dan nempatin kosan ini, ada salah seorang tetangga gue yang merupakan pasangan suami istri. Si suami kita sebut saja Bakwan (masih bukan nama sebenarnya) dan si istri kita sebut saja Bakso (lagi2 bukan nama sebenarnya). Si Bakwan dan si Bakso ini kayanya adalah mahasiswa S2. Nggak tau udah kerja apa belom, dan nggak tau dimana kerjanya. Tapi kayanya keduanya adalah pasangan muda dan gaul, keliatan dari pakaiannya dan kendaraannya. Umurnya juga kayanya belom nyampe 30.
Gue fine2 aja menjalani hari2 bersama mereka. Di awal2, gue emang nggak terlalu akrab sama anak2 S2. Biasa gue nongkrongnya sama yang S1 aja, soalnya antara S1 dan S2 kan orientasinya udah beda. Sempet selama beberapa bulan mereka tinggal di kosan gue, sebelom akhirnya mereka memutuskan untuk pindah kosan. Tapi pindahannya nggak barengan. Si Bakso pergi duluan, disusul oleh si Bakwan. Waktu itu kita sempet bantu2 si Bakwan ngangkutin barang2nya. Akhirnya pergilah mereka dari kosan ini.
Sampe akhirnya setelah mereka pergi, gue denger gosip dari sesama penghuni kosan gue yang lain, yang masih S1. Namanya juga anak S1, hobinya kan nongkrong dan ngegosip. Dari obrolan2 itu, ada 1 hal yang buat gue kaget. Yaitu adalah bahwa si Bakwan dan si Bakso ini ternyata bukanlah pasangan suami istri!
Iya, ternyata mereka berdua belom menikah! Dan selama beberapa bulan itu, mereka telah membodohi gue dan mungkin temen2 gue bahwa mereka terlihat seperti pengantin baru yang emang udah nikah. Padahal belom. Jadi, selama beberapa bulan itu mereka pernah tinggal bersama, di bawah atap yang sama, di atas kasur yang sama. Astaghfirullah…
Ketentuan di kosan gue emang ngebolehin pasangan suami istri untuk ngekos disini. Dan selain mereka emang banyak kok pasangan suami istri S2 atau S3 yang ngekos disini. Kadang2 anaknya juga dibawa. Tapi untuk kasus si Bakwan dan si Bakso ini, kayanya Bapak dan Ibu Kos telah kecolongan. Ya nggak apa2 lah, tawakkal aja. Allah lebih mengetahui apa2 yang nggak kita ketahui.
Buat tambahan, salah seorang temen kosan gue yang dulu kamarnya persis di sebelah kamar si Bakwan dan si Bakso itu cerita, kadang2 dia suka denger suara2 hardcore dari kamar sebelah. Bunyi gubrak-gabruk, grasak-grusuk, dsb sering dia denger. Nggak tau deh itu maksdunya apa, silahkan gunakan imajinasi kita untuk menjawabnya… Setelah mereka pindah dari kosan gue, gue nggak tau lagi gimana nasib si Bakwan dan si Bakso itu.
Akhir Cerita
Sampailah kita di penghujung acara. Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kita dari hal2 demikian.
Salah seorang temen gue yang sangat alim pernah nanya gini ke gue,
“Kan katanya 90% mahasiswi di Jogja udah nggak perawan. Menurut kamu itu gimana?”
Dan dengan wajah sok bijak serta sok autis, gue coba ngejawab,
“Iya itu bener, dan Insya Allah bener. Tapi Alhamdulillah, lingkungan sekitar kita bukanlah lingkungan yang kaya gitu. Buat kita, itu emang keliatannya aneh dan janggal. Tapi mungkin itu udah biasa buat mereka. Jadi sekali lagi, kita bersyukur karena kita nggak ditempatin di lingkungan yang kaya gitu, sehingga kita bisa menganggap bahwa hal itu adalah hal yang aneh.”
Maksudnya, temen gue itu nggak percaya kalo 90% mahasiswi di Jogja udah nggak perawan. Hal itu wajar, soalnya temen gue ini anak yang Insya Allah alim dan nggak kenal dengan dunia bawah tanah Jogja Under Cover. Dan sekali lagi, Alhamdulillah, sepatutnya kita bersyukur kalo kita telah dilindungi dari hal2 demikian.
Terkait dengan itu semua, sampe detik ini Insya Allah kamar gue pun masih bisa dikatakan suci. Selama gue tempatin, sangat2 jarang ada perempuan yang masuk ke dalem kamar selain dari keluarga gue. Nggak cuma itu doank, bahkan mungkin temen2 perempuan gue juga nggak ada yang tau kosan gue dimana. Alhamdulillah, karena gue telah dikaruniai sifat introvert dan pemalu, gue diberi temen perempuan yang jumlahnya sedikit. Itu pun sebagian besar berasal dari kalangan baik2. Jangankan masuk ke kamar, tau kosan gue aja juga nggak. Sekali lagi, Alhamdulillah.
Begitu juga dengan perempuan2 lainnya yang pernah berinteraksi dengan gue, mereka semua nggak pernah masuk kamar. Umumnya mereka cuma ngetok2 pintu dari luar, terus mengutarakan niat kedatangannya, dan nunggu persis di depan pintu kamar. Mbak2 laundry, ibu2 catering, ibu kos, pesuruh ibu kos dan semuanya selalu nunggu di luar kamar.
Tapi pernah sekali kejebolan. Waktu itu ada mbak2 sales parfum dateng menjajakan parfumnya. Terus dia nyelonong masuk ke dalem kamar dan mulai menunjukkan dagangannya. Jangan samakan sales parfum ini dengan mbak2 sales rokok yang cantik2 dan good looking. Si mbak2 sales parfum ini adalah golongan old generation dan old fashion. Coba kalo mbak2nya good looking kaya sales2 rokok. Bukan cuma gue suruh masuk, tapi juga gue suruh yang lain2nya. Ya apalah, silahkan tebak sendiri. Hohoho… Astaghfirullah…
Kita kembali lagi ke jalan cerita. Kira2 seperti itulah kehidupan seputar kos2an. Tapi yang patut diingat, ini hanyalah sebuah contoh kecil dari realita dan dinamika penyalahgunaan di dalam kehidupan kos2an. Jangan menggeneralisir semua kos2an dengan hal2 diatas, meskipun hal2 diatas dikhawatirkan akan menggeneral nantinya. Masih banyak kos2an yang penuh dengan kehidupan yang bersih dan suci dari hal2 demikian. Tulisan ini nggak bermaksud untuk memojokkan pihak tertentu atau apapun, hanya sekedar mengulas sebuah hal yang sempet mengusik pikiran dan perasaan gue yang kiranya sayang kalo dibiarkan menguap gitu aja, melainkan harus diabadikan dalam bentuk tulisan.
Dan untuk para tokoh2 diatas, kita berdoa saja semoga mereka segera dibukakan pintu hatinya. Insya Allah demikian…
2 comments December 24, 2008
ProtokolZionis
“Upacara bendera hari Senin segera dimulai!”
“Masing-masing pemimpin pasukan mempersiapkan pasukannya!”
“Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara!”
Pernah denger ucapan2 barusan? Buat lu2 semua yang pernah menjalani bangku sekolah, tentunya udah nggak asing lagi dengan kalimat2 tersebut. Kecuali kalo lu adalah orang yang suka cabut dan bolos-an di hari Senin, jadi nggak ikut upacara penaikan bendera. Duh dasar, masih sekolah kok udah suka bolos sih? Mau jadi apa bangsa ini nantinya…
Kita kembali ke jalurnya. Di setiap upacara penaikan bendera hari Senin, ucapan2 di atas selalu keluar dari bibir seseorang atau 2 orang yang bertugas membawakan acara, atau bahasa kerennya: Protokoler. Sekali lagi, protokoler. Udah nggak asing kan dengan istilah protokoler?
Nah sekarang coba liat ke judul tulisan ini, “Protokol Zionis”. Kali ini kita bakalan ngebahas tentang Protokol Zionis. Loh, terus apa hubungannya dengan protokoler? Di 2 paragraf sebelom ini kan kita ngomongin tentang protokoler, emang apa hubungannya prokoler sama Protokol Zionis? Sejujurnya sih nggak ada. Kecuali adalah bahwa kata “protokoler” memiliki unsur kata “protokol” yang diberi imbuhan “-er”. Udah itu aja, selebihnya nggak ada sama sekali.
Oke, mari kita buang jauh2 segala pemikiran kita tentang protokoler di dalam pembahasan ini, karena kita nggak akan ngebahas protokoler, melainkan tentang Protokol Zionis. Sekali lagi, Protokol Zionis. Dua kali lagi, Protokol Zionis Protokol Zionis. Tiga kali lagi, Protokol Zionis Protokol Zionis Protokol Zionis. Dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya…
Apa itu Protokol Zionis? Secara definitif, gue juga kurang ngerti arti definitifnya. Tapi sesuai namanya, Protokol Zionis adalah semacam kesepakatan yang dibuat oleh orang2 Yahudi Zionis, yang intinya bertujuan untuk membentuk sebuah tatanan dunia baru (new world order) yang sesuai dengan keinginan mereka. Jadi kalo hari ini kita seringkali ngeliat konspirasi2 Yahudi dan kedzhaliman2nya, nggak menutup kemungkinan kalo itu terjadi karena mereka menjadikan Protokol Zionis ini sebagai rujukannya.
Daripada berlama2, mendingan sekarang langsung aja nih diliat pasal2 apa aja yang terdapat di dalam Protokol Zionis. Yuk mari…
1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.
2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.
3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.
4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.
5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.
6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.
7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.
8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.
9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.
10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.
11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.
12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.
13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.
14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.
15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.
16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.
17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.
18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.
19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.
20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.
21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.
22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.
23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.
25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya.
Hooooaaaahhhmmm… Itu dia isi dari Protokol Zionis. SIlahkan dibaca baik2. Perhatikan baik2. Cermati baik2. Pahami baik2. Dan pelajari baik2.
Nggak bisa dipungkiri kalo kejadian2 yang terjadi di dunia ini baik itu skala kecil maupun skala global, merupakan bagian dari agenda konspirasi Yahudi sebagaimana yang tersirat dalam Protokol Zionis. Protokol Zionis itu udah ada dari sejak sekitar 100 taun yang lalu. Dan sedikit banyak, mereka telah berhasil melaksanakan agenda2 sebagaimana yang tercantum dalam Protokol Zionis tersebut.
Kenapa Yahudi bisa sukses menjalankan Protokol Zionis dan berhasil menguasai dunia? Orang2 Yahudi emang dikauniai otak yang cemerlang. Tapi mestinya itu bukan jadi alasan bahwa Yahudi dengan liciknya berhasil menguasai dunia akibat kecemerlangan otak mereka. Alasan lain kenapa Yahudi dengan Protokol Zionisnya bisa menguasai dunia adalah karena kita sendiri. Iya, karena kita sendiri, karena KITA MAU DIBODOHI OLEH MEREKA.
Kita selaku manusia, dengan BODOHNYA menerima dan membuka tangan terhadap segala upaya2 Yahudi untuk menghancurkan kita. Kita dengan BODOHNYA bersedia menjadi budak2 Yahudi hanya demi imbalan materi duniawi semata. Dan kita dengan BODOHNYA menjual harga diri kita kepada Yahudi untuk mereka kuasai.
Silahkan baca kembali Protokol Zionis diatas. Perhatikan poin demi poin yang ada di dalamnya. Kalo udah baca dan udah sadar, sekarang MASIHKAH KITA MAU DIBODOHI OLEH MEREKA? Banyak usaha2 yang dilakukan oleh konspirasi Yahudi untuk menguasai kita. Dan sekarang setelah kita membaca beberapa usaha mereka yang tercantum dalam Protokol Zionis, MASIHKAH KITA DIAM SAJA DAN MEMBIARKAN YAHUDI MEMBODOHI DIRI KITA?
Jadi, segeralah kita bangun! Sadarlah! Bergeraklah dan lakukan sesuatu untuk menyelamatkan diri kita, keluarga kita, saudara kita, lingkungan kita, negara kita dan dien kita dari pembodohan Yahudi! Mungkin tulisan gue ini bertendensi untuk dipantau oleh Yahudi dan diblokir, bahkan mungkin juga dibredel. Tapi sekali lagi yang bisa gue katakan adalah, cukuplah Allah sebagai pelindung, dan Dia adalah sebaik2 pelindung. Jangan takut dan jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Barangsiapa menolong agama Allah, maka pertolongan Allah akan datang. Insya Allah demikian…
Add comment December 6, 2008
IniSumbernya
Ayat-Ayat Indoktrinasi Talmud
Ya ayyuhannaas…
Pernah denger istilah “Talmud”? Belom pernah denger ya? Ya gak apa2, gak salah kok. Talmud adalah sebuah kitab yang dianggap “suci” oleh Israel Laknatullah. Kitab ini mereka jadikan sebagai pedoman hidup. Sebgaian besar pola pikir mereka didoktrin oleh isi kitab ini.
Mungkin kita heran, kenapa tetara2 Israel bisa dengan bengisnya memperlakukan warga Palestina dengan seenak udel mereka sendiri. Itu semua gak lain adalah karena pengaruh doktrin dari kitab Talmud ini. Berikut ini adalah segelintir ayat-ayat Talmud yang dijadikan doktrin oleh Israel, khususnya para tentara perang mereka.
- “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta menipu Ghoyim (non-Yahudi)” (Baba Kamma 113a)
- “Semua anak keturunan Ghoyim sama dengan binatang” (Yebamoth 98a)
- “Seorang Ghoyim yang berbaik pada Yahudi harus dibunuh” (Soferim 15, Kaidah 10)
- “Barangsiapa yang memukul dan menyakiti orang Israel, maka ia berarti telah menghinakan Tuhan” (Chulin, 19b)
- “Orang Yahudi adalah orang2 yang shalih dan baik di mana pun mereka berada. Sekali pun mereka juga melakukan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka” (Sanhedrin, 58b)
- “Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapa pun dan oleh apa pun di muka bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang berwujud manusia, yakni Ghoyim” (Chagigah 15b)
- “Haram hukumnya berbuat baik kepada Ghoyim (non-Yahudi)” (Zhohar 25b)
Sumber : Eramuslim Digest, Edisi Koleksi 1, “Israeli Nuke : Kekuatan Gelap Nuklir Dunia” halaman 109
Nah itu tadi kiranya sebagian dari isi Talmud. Sekarang udah ngerti kan? Dan setelah mengerti, masihkah kita sepakat dengan penindasan Israel terhadap Palestina? Masihkah kita tunduk pada kesombongan Israel yang semakin merajalela? Masihkah ada alasan bagi kita untuk hanya termenung dan berdiam diri disaat saudara2 kita di Palestina dizhalimi oleh Israel Laknatullah? Warga Palestina butuh bantuan kita. Dan dengan ucapan Bismillah dan dengan Izin Allah, bersama kita bisa membebaskan Palestina dari belenggu penjajahan Israel dan meruntuhkan kesombongan Israel di muka bumi ini.
Berjanjilah bahwa suatu hari nanti, kita lah orang2 yang akan membebaskan Palestina. Kita lah orang2 yang akan menumbangkan Israel dan Amerika. Dan kita lah orang2 yang akan membawa Islam menguasai dunia, Insya Allah…
Add comment June 6, 2008
BukanSekedarMimpi
Akan jadi apa aku di masa mendatang nanti?
Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Insya Allah inilah yang akan terjadi pada diriku ini di masa-masa yang akan datang…
- Insya Allah aku akan jadi seorang ilmuwan ahli nuklir yang ilmu nuklir ku disegani di seluruh penjuru dunia
- Insya Allah aku akan jadi penulis ternama yang tulisan2ku mampu menginspirasikan orang banyak dan mampu mengubah dunia
- Insya Allah aku akan menjadi tokoh yang berpengaruh di dunia ini yang setiap ucapanku akan memotivasi seluruh penduduk dunia
- Insya Allah aku lah orang yang akan meruntuhkan hegemoni Amerika Serikat dan dunia Barat
- Insya Allah aku lah orang yang akan menghancurkan kesombongan Israel sehancur-hancurnya
- Insya Allah aku akan membawa Palestina kembali kepada kemerdekaanya
- Insya Allah akan aku buat Indonesia menjadi negara besar yang disegani di dunia
- Insya Allah aku adalah bagian dari orang2 yang akan membawa Islam kembali kepada masa kejayaan
- Insya Allah nama ku akan tercantum di dalam buku sejarah dan masuk dalam daftar “100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia”
- Insya Allah aku akan menikah dengan seorang istri yang berjilbab, berakhlak, bertauhid dan berbudi perkerti yang taat pada suaminya
- Insya Allah aku akan memiliki banyak anak yang akan meneruskan perjuangan ayahnya dalam membawa Islam kembali ke masa kejayaan
- Insya Allah aku akan memberi nama anak laki2ku Muhammad Syahid Syaifullah dan selanjutnya Muhammad Sulaiman Ibrahim, serta menamai anak perempuanku Siti Aisya Asmiranda dan selanjutnya Siti Fatima Khumaira
- Insya Allah aku akan menjadi orang yang kaya, tidak hanya kaya materi tapi juga kaya hati dan kaya ilmu serta kaya pengalaman dan kaya pergaulan
- Insya Allah aku akan mendermakan sebagian besar hartaku kepada mereka yang lebih berhak untuk menerimanya
- Insya Allah aku akan membagi perhatianku kepada sebanyak mungkin anak yatim yang kutemui
- Insya Allah akan aku utamakan kehidupan kaum fakir dan miskin serta mereka yang tidak lebih beruntung daripada aku
- Insya Allah akan kujaga lingkungan dan dunia titipan Allah ini dengan sebaik2nya demi kelangsungan hidup anak-cucuku nanti
- Insya Allah, semua yang aku tuliskan di atas akan menjadi KENYATAAN
Add comment June 6, 2008
DakwahMenulis
Dakwah Kepenulisan
Menulis. Sebuah hal yang dirasa cukup menyenangkan bagi sebagian orang. Dengan menulis, segala keluh kesah bisa tercurahkan. Segala pola pikir bisa terapresiasikan. Segala usulan bisa tersampaikan. Dan segala pengetahuan bisa terajarkan. Dengan tulisan pula, kita bisa menambah wawasan tentang semua hal yang belum kita ketahui sebelumnya.
Banyak hasil tulisan dalam bentuk karya sasra yang mampu menghibur dan menghipnotis banyak orang. Banyak karya sastra yang mampu mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang. Banyak karysa sastra yang mampu menjadi inspirasi dan pelopor pergerakan. Tulisan memang tidak berbicara, namun ia mampu menyihir kita dengan untaian kata-kata indahnya.
Namun, belakangan ini mulai hadir karya sastra yang pada intinya menjerumuskan kepada kesesatan. Kini muncul novel-novel dan artikel-artikel yang tidak mencerahkan namun justru mendekatkan kepada kebinasaan. Sebagai contoh, maraknya novel-novel yang biasa disebut teenlit atau cheeklit yang pada umumnya mengajarkan tentang romantika semu dunia pacaran yang tidak membawa manfaat apa-apa selain melemahkan iman. Sering pula terjadinya perang antar pola pemikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Bahkan akhir-akhir ini muncul karya sastra yang oleh penyair Taufik Ismail disebutnya SMS (Sastra Mazhab Selangkangan) atau GSM (Gerakan Syahwat Merdeka), yaitu sekumpulan karya sastra yang mengumbar aurat sebagai nilai jualnya.
Melihat ini semua, apakah kita akan tetap mematung dan berdiam diri menyaksikan keburukan yang semakin lama semakin menjadi? Tentunya kita tidak ingin bila suatu hari nanti orang-orang terdekat kita terkena pengaruh karya sastra yang menyesatkan tersebut. Bukan hanya orang dekat kita saja, tapi juga mereka semua khususnya para pemuda yang suatu hari nanti akan menjadi generasi harapan penerus bangsa.
Apakah cukup dengan menasihati dan melindungi dari serangan karya sastra menyesatkan tersebut? Iya, mungkin hal itu memang perlu dilakukan dan itu pun merupakan suatu kebaikan. Tapi akan lebih baik lagi jika kita turut serta ke dalam peperangan dunia sastra tersebut dan kita serang balik mereka dengan menelurkan karya sastra yang mencerahkan, yang akan mendekatkan pembacanya kepada akidah Islam.
Selama ini karya sastra sering dijadikan peluru bagi mereka untuk melemahkan akidah umat Islam. Dan dengan didukung oleh pembentukan opini media
massa
, peluru-peluru tersebut menjadi semakin mudah mencapai sasarannya.
Kini sudah waktunya untuk berubah. Kita pun bisa memanfaatkan karya sastra sebagai media dakwah. Kita bisa memanfaatkan karya sastra untuk menyerang pola pikir mereka dan mengarahkan pola pikir masyarakat untuk kembali ke jalan kebenaran. Kita telurkan karya sastra yang bernilai Islami yang mampu mendekatkan kita kepada keselamatan, bukan karya sastra “sampah” yang dapat menjerumuskan dan melemahkan iman serta semakin mendekatkan pembacanya menuju jurang kehancuran.
Pertanyaannya, apakah kita akan mampu melakukannya, mengingat betapa saat ini dunia sastra seakan-akan sebagian besarnya begitu dikuasai oleh mereka dengan karya sastranya yang menyesatkan. Sekalipun ada sastra Islami, minat masyarakat kepadanya masih kurang terbukti. Jadi, mampukah kita? Jawabannya adalah : iya. Dengan izin Allah dan dengan ucapan Basmalah, Insya Allah kita akan mampu melakukannya. Selama kita berada di jalan kebenaran, maka semua kebatilan akan dapat kita kalahkan.
Menulis karya sastra Islami, mungkin bisa dijadikan sebagai salah satu media dakwah. Karya sastra yang jika orang membacanya, maka akan terpancarkan keindahan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Akan terkuak kebenaran yang dibawakan oleh Islam. Dan akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku serta akidah masyarakat untuk kembali kepada ajaran Islam.
Untuk itulah aku hadir disini, yaitu untuk menebarkan dakwah Islam melalui media tulisan. Tidak perlu ragu-ragu untuk melangkah maju. Insya Allah kita berada di jalan kebenaran, jadi tidak ada yang perlu kita risaukan. Jika Allah bersama kita, maka apa lagi yang perlu kita takutkan? Mungkin dalam perjalanan dakwah penulisan ini, akan banyak kerikil-kerikil yang merintang menghalangi. Tapi cukuplah Allah sebagai pelindung, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung. Kita semua percaya bahwa suatu hari nanti cahaya Islam akan kembali bersinar dan Islam akan kembali berjaya menguasai dunia. Dan saat ini, kita adalah orang-orang yang Insya Allah akan mewujudkan hal tersebut…
2 comments June 6, 2008
RuntuhnyaMoralBangsa
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 20 Desember 2007 atau 10 Dzulhijjah 1428 H, adalah pertama kalinya gw melaksanakan Sholat Ied di Jogja. Sebelum-sebelumnya gw selalu Sholat Ied di desaku tercinta di Depok, ataupun kadang-kadang di kampong halaman gw di Bojonegoro atau di Lawang-Malang, Jawa Timur. Dan berikut ini sedikit laporan pandangan mata tentang Sholat Ied gw di Jogja yang pada akhirnya telah mampu memaksa diri gw dan jiwa mujahid gw untuk menjadi lebih peduli dan berpikir kritis.
Yang pertama kali harus dilakukam sebelum pelaksanaan Sholat Ied adalah mencari tau kapan dan dimana Sholat Ied akan diadakan, karena tidak semua Masjid yang biasa dipakai Sholat Jumat juga menggelar Sholat Ied, dan tidak semua tempat yang mengadakan Sholat Ied melaksanakannya pada hari itu, karena adanya perbedaan kepercayaan tentang kapankah jatuhnya tanggal 10 Dzulhijjah. Akhirnya setelah nanya-nanya kesana-kemari, gw memutuskan untuk melaksanakan Sholat Ied di Masjid milik Universitas Gadjah Mada-ku tercinta yang bernama Masjid Kampus yang biasa disingkat “Mampus”. Astagfirullah, maksudnya yang biasa disingkat “Makam”. Astagfirullah, yo wes lah sak karepmu dewe…
Jarak antara kosan gw dan MasKam (Alhamdulillah, ini baru bener, “MasKam” atawa Masjid Kampus) gak terlalu deket, kalo jalan kaki mungkin 40 menit baru nyampe. Tapi Alhamdulillah gw punya mobil jadi gak perlu jalan kaki. Kalo di desa gw di Depok, jarak antara rumah gw dengan lapangan tenis tempat diadakannya Sholat Ied tuh cuma sejengkal, jadi dengan ngintip dari rumah doank juga gw bisa tau sejauh apa persiapan pelaksanaan Sholat Ied-nya dan berapa banyak jamaah yang udah dateng. Tapi di Jogja ini gak kaya gitu, jadi gw harus mengira-ngira kapankah waktu yang tepat untuk berangkat supaya datengnya gak kepagian dan juga gak kesiangan. Lalu gw memutuskan untuk berangkat jam 05.50.
Sekedar pemberitahuan juga, ini adalah pertama kalinya gw Sholat Ied sendirian, tanpa keluarga, tanpa teman, tanpa istri serta tanpa anak (loh emangnya udah punya?). Sebenernya sih bisa kalo mau ngajak temen kosan, tapi basanya temen kos gw datengnya sengaja ditelat-telatin, dan kata “telat” bukanlah budaya gw, apalagi untuk urusan ibadah. Dan gw juga sebenernya bisa aja ngajak temen2 yang lagi nginep di BEM FT, tapi sekali lagi karena takut kelamaan nugguinnya, ntar bisa telat. Ya udah akhirnya gw berangkat sendiri aja. Eh gak sendirian juga sih, berdua sama Toyota Solluna wana ijo tua B 8076 SP, dan bertiga sama Allah Yang Maha Melihat.
Sepanjang perjalanan menuju MasKam gw melihat hal yang agak janggal, yaitu di pinggir jalan banyak pedagang kaki lima yang tumben-tumbenan udah buka dari pagi, khususnya pedagang makanan/warung kaki lima pinggir jalan. Setau gw, biasanyawarung kaki lima ini cuma ngegelar lapaknya di hari Minggu doank dalam sejenis pasar kaget yang bernama “Sunday Morning”. Idul Adha kali ini jauh di hari Kamis, jadi agak aneh aja ngeliat warung kaki lima kok pada buka.
Sejenak gw berpikir, di saat orang2 beranjak menuju Masjid untuk melaksanakan Sholat Ied, kok sempet-sempetnya mereka buka warung? Apakah nantinya mereka akan menyusul menuju Masjid ataukah mereka tetap menjaga warungnya dan melalaikan Sholat Ied ini? Gw gak tau mana pilihan yang mereka ambil, karena gw gak mengamati mereka sepanjang waktu dan gw belum sempet berbincang-bincang dengan salah satu dari mereka. Tapi kalaupun ternyata mereka memilih pilihan yang kedua, yaitu tetap menjaga warungnya dan meninggalkan Sholat Ied, betapa itu adalah suatu tanda akan runtuhnya moral bangsa ini pada umumnya dan umat Islam pada khususnya, karena mereka lebih memilih berbisnis dengan manusia daripada beribadah, yang notabene merupakan kegiatan bisnis dengan Allah, Tuhan Semesta Alam.
Ketika Sholat Jumat hendak dilaksanakan, kita semua diperintahkan untuk meninggalkan segala kegiatan, termasuk kegiatan jual-beli dan segera bergegas menuju Masjid untuk memenuhi panggilan Allah swt. Lalu, ini adalah Idul Adha, hari raya umat Islam, dimana seluruh umat Islam disunnahkan untuk datang dan berkumpul melaksanakan Sholat Ied, untuk menunjukkan eksistensi dan persatuan serta kekuatan umat Islam kepada seluruh penghuni dunia. Bahkan perempuan yang tidak sedang sholat pun dianjurkan untuk tetap hadir dan mendengarkan khotbah hari raya. Jadi, sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk meninggalkan dan melalaikan Sholat Ied ini, mengingat betapa penting makna, nilai dan esensi yang terkandung didalamnya.
Kembali ke jalan cerita, sampailah gw di MasKam. Alhamdulillah MasKam masih belum terlalu ramai sehingga gw bisa mengambil shaf paling depan, meskipun posisinya terlalu minggir dari posisi mimbar tempat khatib berkhutbah.
Singkat cerita, sholat telah dilaksanakan dan kutbah hari raya telah berakhir, sehingga tibalah waktunya untuk kembali pulang. Karena gw sendirian, jadi gw gak perlu buru-buru pulang. Gw masih tetap duduk di tempat ditemani sajadah-ku tersayang. Lalu gw segera beranjak dan duduk di emperan tangga di MasKam yang menghadap ke arah halaman MasKam, tempat orang berlalu-lalang. Gw perhatikan mereka yang hendak keluar Masjid. Ada yang kebingungan nyari sendalnya, ada yang ngutak-ngatik hp, ada yang ngobrol sama temennya, ada yang duduk-duduk di emperan juga kaya gw, dan ada yang bergerombol lalu foto-foto dengan “MasKam Environment” sebagai latar belakangnya. Karena gw sendirian dan gak punya temen ngobrol, jadi yang bisa gw lakukan saat itu hanyalah memandangi orang-orang yang berlalu lalang di lingkungan MasKam.
Selagi memandangi orang-orang, ternyata ada banyak pemandangan yang mengganjal di penglihatan dan perasaan gw. Suatu pemandangan yang, sekali lagi, menunjukkan tanda runtuhnya moral bangsa ini pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Apakah itu? Yaitu adalah adanya orang-orang yang berpakaian layaknya mau berangkat ke mall, khususnya kaum hawa. Loh emang apa yang salah? Ya jelas salah donk, ini tuh Masjid, bukan mall. Ini tempat ibadah, bukan pasar.
Jumlah mereka yang “berbusana gaul” memang tidak sebanding dengan jumlah seluruh jamaah, tapi tetap saja menganggu. Untuk kaum laki-laki, Alhamdulillah mereka banyak yang mengenakan celana kain dan baju koko, minimal kemeja. Sedangkan untuk yang perempuan, mentang-mentang mereka Sholat menggunakan mukena, lalu mereka berpikir bahwa mereka bebas menggunakan pakaian apapun dibalik mukena mereka, dalam hal ini adalah celana jeans ketat dan baju yang kekecilan yang memperlihatkan bentuk tubuh mereka. Subhanallah…. Eh, maksudnya Astagfirullah….
Mungkin elu bakalan bertanya lagi, emang apa yang salah dengan itu semua? Dan sekali lagi gw katakan bahwa jelas itu salah, karena ini adalah masjid. Tidak sepantasnya kita memamerkan aurat kita di lingkungan masjid. Dan yang kedua, karena ini adalah hari raya umat Islam, yang jatuh 2 kali dalam setahun. Jadi untuk memperingati hari raya ini, TIDAK BISAKAH KALIAN BERPAKAIAN SECARA SOPAN, WAHAI KAUM PEREMPUAN? Setidaknya di hari raya umat Islam yang kita muliakan ini, kita ber-Islam secara benar, salah satunya dalam hal berpakaian. Ini adalah hari raya yang hanya terjadi 2 kali dalam setahun, jadi KAMI MOHON UNTUK MENGHORMATI HARI RAYA ini, setidaknya dengan cara BERPAKAIAN SECARA SOPAN DAN MENUTUP AURAT. Apa susahnya sih menutup aurat? Dengan bacaan Bismillah Insya Allah bisa kok…
Bukan berarti gw mengajarkan supaya kita ber-Islam secara benar hanya di hari raya doank. Yang gw maksud adalah kita mengawali ber-Islam secara benar dari momen-momen mulia seperti hari raya ini. Contoh abstraknya adalah masalah pakaian tadi. Mungkin sehari-harinya kita mengenakan pakaian-pakaian “jahiliyah” yang meskipun kita nyaman memakainya, tapi malah akan semakin mendekatkan kita dengan neraka. Lalu khusus untuk memperingati hari raya umat Islam, kita mencoba untuk menghormati hari raya ini dengan cara berpakaian yang sopan dan menutup aurat sesuai tuntunan Islam. Selanjutnya setelah kita mengenakan pakaian yang sesuai aturan, ternyata kita merasa nyaman dan tidak terganggu. Akhirnya kita mencoba untuk berpakaian seperti itu lagi di kemudian hari, tidak hanya di hari raya saja. Lama-lama kita menjadi terbiasa dan akhirnya secara menyeluruh kita mula berpakaian secara benar dan meninggalkan pakaian-pakaian “jahiliyah” kita di masa lalu.
Setelah bosan mengamati orang-orang di MasKam dikarenakan orangnya udah pada pukang, lalu gw pun bergegas beranjak meninggalkan emperan dan menuju Toyota Solluna-ku tercinta untuk pulang kembali ke kosan. Dan sepanjang perjalanan gw pulang ke kosan, gw melihat warung-warung kaki lima yang tadi pagi baru buka kini sudah ramai dipadati para jamaah yang baru selesai Sholat IEd. Dan gw tetap melaju dan terus melaju…..

Add comment June 3, 2008