Archive for the ‘Just a jayus’ Category

TipeLakiLakiDariCaraKencingDiUrinoir

Tau yang namanya urinoir? Itu lho, tempat kencing yang biasa ada di toilet umum laki-laki, yang dipasang di dinding. Urinoir udah jadi semacem kewajiban di toilet umum laki-laki, karena selain efisien bagi si pengelola toilet untuk urusan tempat, juga efisien bagi para pengguna yang sebagian besar laki-laki (ya iyalah buat laki-laki, masa iya ada perempuan ngangkang di urinoir?) karena mereka cuma perlu buka retsleting doang untuk menongolkan pistolnya dan menembakkannya ke urinoir tersebut.

Ini nih yang namanya urinoir

Ini nih yang namanya urinoir

Nah ternyata eh ternyata, tipe dan karakteristik seorang laki-laki dapat dilihat dari bagaimana cara dia kencing di urinoir, khususnya dilihat dari ke arah mana dia ngeliat. Kalo dari cara kencingnya hampir semuanya sih sama ya, tinggal berdiri mepet menghadap ke urinoir, kemudian buka retsleting atau melorotin celananya dikit (kalo celananya nggak ada retsletingnya) sampe pistolnya nongol, kemudian ditembakkin deh tuh isi pistolnya ke urinoir. Sejauh ini yang gue liat sih gitu, nggak tau dah kalo lu pernah ngeliat orang kencing di urinoir dengan cara yang berbeda, misal kencingnya sambil kayang, atau kencing sambil sikap lilin, atau lain sebagainya.

Kalo dari cara kencing kan emang gitu ya, tapi sadar nggak sadar, kepala dan mata mereka umumnya ngeliat ke arah yang nggak selalu sama. Ada yang ngeliat lurus ke depan, ada yang nunduk ke bawah, ada yang ndongak ke atas, dan lain sebagainya. Nah disini kita bisa tau tipe-tipe seorang laki-laki dari arah mana yang dia liat. Masa sih demikian? Ya kalo nggak percaya, silahkan ini langsung dibaca aja.

Laki-Laki yang Kencing Sambil Melihat Lurus ke Depan

Laki-laki yang kencing sambil melihat lurus ke depan umumnya adalah tipe laki-laki pada umumnya. Nggak ada karakteristik khusus mengenai laki-laki seperti ini. Kecuali kalo di depannya (atau di atas urinoir) itu adalah kaca cermin, maka hampir dapat dipastikan bahwa laki-laki yang kencing sambil melihat lurus ke depan adalah tipe laki-laki narsis. Ya, dia sambil kencing sambil juga ngaca. Bahkan mungkin ngacanya pun agak-agak mengambil posisi dengan ekspresi wajah yang dikeren-kerenin seakan-akan dia lagi mau foto selfie.

Laki-Laki yang Kencing Sambil Melihat ke Bawah

Laki-laki yang kencing sambil melihat ke bawah biasanya adalah tipe laki-laki pemalu. Dia malu berpapasan mata dengan orang lain, sehingga dia lebih memilih untuk melihat ke bawah aja, ke arah punyanya sendiri. Bahkan jika didepannya adalah tembok pun, dia malu melihat ke tembok. Apalagi kalo di depannya adalah kaca, dia malu ngeliat mukanya sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa laki-laki seperti ini merupakan tipe laki-laki yang pemalu.

Tapi jangan salah, selain pemalu ternyata laki-laki yang kencing sambil melihat ke bawah juga merupakan tipe laki-laki yang fokus dan memiliki konsentrasi yang tinggi. Hal ini dibuktikan karena ketika melihat ke bawah, dia pun sebenernya juga sedang mengatur posisi pistolnya supaya tembakannya tepat sasaran dan nggak melenceng alias belepetan dan kececeran kemana-mana.

Laki-Laki yang Kencing Sambil Melihat ke Atas

Laki-laki yang kencing sambil melihat ke atas umumnya adalah tipe laki-laki yang penuh percaya diri dengan kecenderungan agak sombong dan arogan. Dia dengan sengaja mendongakkan kepalanya karena percaya bahwa pistolnya tanpa dilihat pun udah bakal nembak tepat sasaran dan nggak perlu diarahin lagi.

Selain itu, laki-laki yang kencing sambil melihat ke atas juga merupakan tipe laki-laki yang memiliki imajinasi dan fantasi yang tinggi. Apalagi kalo melihat ke atasnya disertai dengan mata yang merem-melek dan mulut yang mangap-mangap. Entah apa yang ada di dalam pikirannya ketika dia sedang mendongak ke atas, yang jelas ada sesuatu yang sedang dia imajinasikan di saat itu.

Laki-Laki yang Kencing Sambil Melihat ke Sebelah

Laki-laki yang kencing sambil melihat ke sebelah, nggak bisa dipungkiri, adalah tipe laki-laki yang homo alias maho alias pecinta sejenis. Ya iyalah, secara dia udah punya pistol sendiri, terus ngapain juga dia ngeliat-liat ke sebelah, khususnya kalo di sebelahnya lagi ada yang kencing juga. Laki-laki kaya gini biasanya kalo ngeliat ke sebelah ngeliatnya dari bawah dulu ngintipin pistol tetangganya, terus di screening naik ke atas, terus diakhiri dengan mata yang berkedip-kedip dan lidah yang melet-melet. Kalo lu ketemu tipe laki-laki kaya gini di toilet umum, gue saranin lu segera kabur aja dah mendingan. Kecuali kalo lu pun termasuk tipe laki-laki yang kalo kencing emang ngeliatnya ke sebelah, ya udah kalian cucok deh boooowww…

Jakarta, 24 Desember 2013, 11:58

Kencing berjamaah. Jamaaahhh~~~ Oyyy jamaaahhh~~~

Kencing berjamaah. Jamaaahhh~~~ Oyyy jamaaahhh~~~

MasKawin

Alkisah di suatu hari yang nggak diketahui harinya dan di suatu waktu yang nggak diketahui waktunya, gue iseng-iseng nanya seputar mas kawin ke beberapa ekor sohib perempuan gue yang udah cukup matang (matang bodinya, bukan kedewasaannya. Ups…) untuk menikah tapi masih belum diberi rezeki untuk menikah. Gue bertanya ke mereka untuk menjawab secara spontan pertanyaan berikut ini:

“Kalo nanti lu mau nikah, lu pengennya dapet mas kawin apaan?”

Dan dari hasil iseng-iseng nanya kaya gitu maka diperolehlah jawaban-jawaban seperi ini:

“Sajadah, mukena sama tumbler Starbucks”
-Asisten produksi di perusahaan media, 24 tahun-

“Emas 24 karat, berlian. Dalam bentuk batangan, kalung, gelang atau cincin. Dan ada berlian warna safirnya.”
-Human resources di perusahaan minyak dan gas, 25 tahun-

“Yang jelas bukan seperangkat alat sholat. Yang pasti sih perhiasan atau emas batangan. Sama uang yang nilainya ‘berarti’, misal tanggal lamaran, tanggal nikah, atau tanggal jadian.”
-Bank relation officer di perusahaan logistik, 25 tahun-

“Mobil. Hahahahaha…”
Mobil-mobilan kan ya?
“Hahahahaha mobil beneran”
-Sekretaris di perusahaan minyak, 21 tahun-

“Hahahahaha berlian. Lebay nggak sih jawabannya? Gue nggak tauuuu… Aaaaaa… Sumpah pertanyaannya bikin heboh”
-Voice over talent di perusahaan media, 23 tahun-

“Gue mah yang simpel aja. Seperangkat alat sholat sama cincin kawin. Udah.”
Cincin kawinnya ada requirement khusus nggak?
“Gue sih nggak. Simpel aja. Emas ada 1 diamond, atau polos juga no problem. Itu kan simbolis aja kalo gue sih.”
-Human resources di perusahaan minyak, 25 tahun-

“Belom kepikiran cyiiinnn…”
Jawab spontan aja cyiiinnn, kepikirannya apaan
“Sumpah nggak kepikiran apa-apa cyiiinnn.”
-Marketing di perusahaan advertising, 25 tahun-

“Dinar. Emas arab.”
-Model, 23 tahun-

“Rumah beserta isinya. Hahahaha…”
-Account executive di perusahaan perbankan, 24 tahun-

“Nggak tau…. Pilihannya apa?”
Nggak ada pilihan apa-apa. Pengennya apa?
“Ya cincin nikah lah. Ada diamond dan emas putih.”
-Human resources di perusahaan otomotif, 22 tahun-

“Emas. Mobil accord. Rumah”
-Mahasiswi, 21 tahun-

Yow begitulah kiranya jawaban dari beberapa ekor narasumber yang gue tanya secara spontan mengenai mas kawin apa yang mereka inginkan ketika mereka menikah nanti. Dan berdasarkan jawaban-jawaban tersebut, maka gue akhirnya berkeinginan bahwa kelak ketika gue menikah nanti, maka usulan mas kawin yang bakal gue berikan ke perempuan paling beruntung di muka bumi ini a.k.a calon istri gue nanti adalah…

…adalah…

…adalah…

…adalah…

…udah lah, liat aja nanti pas gue nikah ntar mas kawinnya apaan. Hohohohoho…

Cilegon, 19 Desember 2013, 19:59

Mas kawiin? Bukan, ini mas batangan

Mas kawiin? Bukan, ini mas batangan

MarioRapuh

Salam Zuperrr…!!!

 

Hampir semua orang di Indonesia yang punya tivi pasti familiar dengan kata-kata tersebut. Ya, sebuah ucapan yang sering didengungkan oleh Om Mario Teguh sembari mengacungkan telunjukknya dengan badan agak membungkuk ke arah depan. Mario Teguh, semua pasti kenal. Tapi kalau Mario Rapuh?

Ya, ada sebuah akun lucu-lucuan di twitter yang menamakan dirinya Mario Rapuh. Berkebalikan dengan Mario Teguh, si Mario Rapuh ini sering mengeluarkan kalimat-kalimat yang menurunkan motivasi kita-kita semua, atau beliau menyebutnya The Dark Ways (kalo Mario Teguh kan The Golden Ways). Awalnya sih gue liat biasa aja, tapi setelah dipikir-pikir ternyata unik juga nih, beliau bisa menggunakan bahasa yang seakan-akan memotivasi kita padahal niatnya sih justru malah mau men-demotivasi. Akhirnya gue follow lah ini akun, buat nambah-nambah wawasan dan kosakata.

 

Bergabunglah bersama The Dark Ways

 

 Terlalu sering membaca twitnya Om Mario Rapuh ini ternyata cukup menginspirasi gue untuk menuliskan kalimat-kalimat demotivasi yang serupa. Jadilah kadang kalau lagi iseng gue pun ikutan ngetwit The Dark Ways yang seringkali gue mention ke beliau dan beliau pun nge-retweet twit gue itu. Ini contoh beberapa twit gue tersebut;

 

“Jika kamu masih jomblo, jangan bersedih. Sesungguhnya banyak yg mau sama kamu. Tapi ya, yg ga mau sama kamu jauh lebih banyak.”

 

“Janganlah kamu membalas budi atas perbuatan seseorang. Karena belum tentu budi yg melakukannya.”

 

”Bila anda gagal hari ini, jangan pernah menyerah. Ulangi terus kegagalan anda sampai boss anda menyerah.”

 

“Belajarlah dari bulu ketek: Walau dalam keadaan terjepit, kamu harus tetap tumbuh. Biarpun agak bau kecut.”

 

”Tolonglah temanmu dikala mereka sedang kesulitan. Maka mereka akan mengingatmu ketika mereka terkena kesulitan kembali.”

 

“Sesungguhnya gagal ginjal adalah kesuksesan ginjal yang tertunda.”

 

“Ingin bangun siang tapi takut rezeki dipatok ayam? Cukup potong & masak ayam itu, supaya kamu bisa memakan rezeki kamu kembali.”

 

“Dibalik lelaki sukses ada mantan2 yg menyesal. Oh saya lupa: kamu belum sukses, dan kamu ga punya mantan. Pfffttt…”

 

“Orang yg senang menunda2 pekerjaan adalah orang yg visioner, karena dia selalu memiliki apa yg harus dikerjakan di esok hari.”

 

“Kesuksesan itu bagaikan masturbasi: kamu hanya dapat meraihnya dengan tanganmu sendiri. #astgfirullahaladzim #twitmacamapaini”

 

“Manusia hanya bisa berencana, tetapi manusia juga lah yang menggagalkan rencana yang mereka buat sendiri.”

 

“Dibelakang lelaki sukses selalu ada perempuan hebat. Semakin banyak jumlah perempuan hebatnya, semakin sukses lelaki tersebut.”

 

“Tetaplah semangat untuk mengejar harapan, karena dengan harapan lah kamu tetap bertahan sampai saat ini. Apalagi harapan palsu.”

 

“Sesungguhnya bersabar atas segala musibah akan membawa kepada kebahagiaan. Dan kapan kebahagiaan itu akan dating? Ya sabar aja.”

 

Saking seringnya gue ngetweet kalimat-kalimat The Dark Ways, sampe ada suatu waktu ketika si Om Mario ini ngefollow gue, dan beliau pun ngetweet supaya para followersnya pun ngefollow gue juga. Akhirnya jadilah kita follow-followan di twitter, biarpun gue sendiri juga ga tau siapa sosok dibalik akun ini.

 

Mario Rapuh - FF

 Akhir kata, udah, cuma ini doang kok yang pengen gue tulis. Kaga jelas? Ya emang, namanya juga The Dark Ways. Salam Cetarrr…!!!

 

Depok, 6 Oktober 2013, 13:12

TipeTipeJomblo


Alkisah di suatu pagi ketika gue sedang termenung sembari duduk manis, ummm maksud gue jongkok manis di kamar mandi (you know what I did there…), entah mengapa gue terpikirkan untuk mengklasifikasikan kaum jomblo, termasuk gue sendiri, ke dalam beberapa tipe berdasarkan karakteristik tertentu. Bahwa di dunia ini kaum jomblo itu, termasuk gue sendiri, ada banyak jumlahnya, adalah benar adanya. Namun  dari sekian banyak kaum jomblo itu, termasuk gue sendiri, ternyata bisa digolongkan menjadi beberapa tipe. Tapi sebelumnya gue mau protes dulu karena dari tadi gue nge-mention diri gue sendiri sebanyak tiga kali, seakan-akan memberikan penekanan bahwa gue adalah makhluk jomblo. Cuih…

Kita kembali lagi ke laptop. Jadi, berdasarkan pengamatan sepintas terhadap jomblo-jomblo di sekitar gue, termasuk gue sendiri, dan tanpa dilandasi oleh penelitian yang tepat akurat tajam aktual dan terpercaya, berikut ini gue mengklasifikasikan beberapa tipe jomblo sesuai karakteristik mereka masing-masing:

1.       Jomblo Susah Move On

Jomblo tipe pertama ini adalah jomblo yang masih menyimpan rasa dengan mantannya yang terakhir, atau yang kedua sebelum terakhir, atau yang ketiga sebelum terakhir, atau entah yang ke berapa lah. Tapi umumnya sih sama yang terakhir. Jadi, mereka-mereka yang masih ada rasa sama si mantan (padahal mungkin si mantan sendiri udah punya gandengan baru), dan rasa itu membuat mereka terjebak dalam kejombloannya, adalah definisi dari Jomblo Susah Move On. Ya, mereka susah untuk move on dari yang lama, sehingga pintu hati mereka tertutup untuk mencari yang baru.

Bagaimana cara untuk lepas dari status Jomblo Susah Move On ini? Kalo kata Om Mario Teguh, obat dari putus cinta adalah dengan cara jatuh cinta lagi.  Jadi kalo situ susah move on, gih sana cari pelampiasan supaya bisa beralih dari yang lama. Asal, pelampiasannya jangan sama sabun ya, apalagi sama timun…

*astagfirullahaladzim…*

2.       Jomblo Terjebak Masa Lalu

Kita berlanjut ke tipe kedua, yaitu Jomblo Terjebak Masa Lalu. Hah, apaan nih? Secara umum, Jomblo Terjebak Masa Lalu hampir mirip dengan Jomblo Susah Move On. Jomblo Terjebak Masa Lalu adalah mereka-mereka yang sering melamun dan mengenang hal-hal indah yang pernah mereka alami di masa lalu, entah itu dengan mantan ataupun non-mantan tapi merupakan orang-orang yang pernah mendapat tempat spesial di hatinya. Mereka selalu mengenang bahwa dulu pernah begini, pernah begitu, atau pernah romantis-romantisan dengan si ini, si itu, atau si nganu. Akhirnya kenangan masa lalu itu menghalangi mereka untuk menerima apa yang ada di masa kini, karena ekspektasi mereka yang terlalu tinggi membuat mereka mudah kecewa jika apa yang mereka hadapi di masa kini tidaklah se-romantis apa yang pernah mereka rasakan dulu.

Lalu, bagaimana caranya untuk melepas status Jomblo Terjebak Masa Lalu? Yah, realistislah, wahai anak muda. Kalau kata dosen-dosen strategi di kampus gue, Indonesia ini lemah karena semuanya terjebak dengan istilah “kejayaan masa lalu”, yaitu ketika Sriwijaya dan Majapahit menguasai Asia Tenggara. Padahal dari sisi strategi, mereka yang sukses bukanlah mereka yang mengenang masa lalu, melainkan mereka yang mampu memprediksi masa depan dan selanjutnya MENCIPTAKAN masa depan mereka sendiri. Jadi, jangan terjebak dengan kejayaan masa lalu, segeralah beralih untuk menciptakan kejayaan di masa kini dan masa depan. Super sekali!

3.       Jomblo Ngenes

Ummm sebelumnya gue tegaskan dulu bahwa tipe jomblo yang ketiga ini bukanlah sedang membicarakan gue sendiri. Sekali lagi, ini bukan lagi ngomongin gue. Bukan kok, ini bukan gue. Tenang aja, bukan ngomongin gue. BUKAN GUE WUOY, BUKAN…!!!

#kemudianstroke

*inhale, exhale*

Jadi, tipe jomblo yang ketiga ini kita sebut dengan Jomblo Ngenes. Sebenernya gue males juga sih nulisnya, karena gue tau pasti lu semua bakal langsung membayangkan bahwa gue adalah sosok yang tepat untuk menjadi model jomblo tipe ini. Tapi… …Ah, sudahlah…

Jomblo ngenes adalah mereka-mereka yang menjadi jomblo karena -mohon maaf- selalu ditolak setiap kali menyatakan perasaannya. Atau dengan kata lain: nggak laku (backsound: JLEB!). Ya, mereka ditolak karena berbagai penyebab. Apa saja sebab-sebab itu? Sepertinya terlalu frontal jika gue tulis disini, tapi intinya adalah bahwa para jomblo ngenes ini adalah mereka yang menjomblo karena ditolak melulu.

Adakah cara untuk melepaskan diri dari status jomblo ngenes? Seharusnya sih ada, dan kalaupun ada, seharusnya gue udah bisa terlepas dari status ini. Eh, maksudnya ada kok, ada cara untuk lepas dari status ini… *panik*. Gimana caranya?

Kalo dari teori ekonomi, kan ada supply dan demand alias penawaran dan permintaan. Selain itu ada juga istilah consumer surplus, producer surplus, serta willingness to pay. Nah, gue nggak mau menjelaskan apa arti dari istilah-istilah tersebut, karena gue juga nggak tau apakah istilah-istilah itu ada hubungannya sama cara untuk lepas dari status jomblo ngenes. Tapi intinya, percayalah bahwa se-ngenes-ngenes-nya suatu makhluk, pasti mereka memiliki pasangannya masing-masing. Mereka hanya perlu memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang pantas bagi pasangannya itu. Jadi kalau selama ini ditolak terus, itu karena dua alasan: bisa jadi karena dia belum pantas bagi yang menolaknya, atau justru yang menolak lah yang memang tidak pantas untuk dia. Semoga alasan yang kedua adalah yang mendekati kebenaran… #ngeles

  1. Jomblo Sombong

Wow, keren juga nih ada istilah Jomblo Sombong. Siapakah mereka? Jomblo Sombong, secara definisi, adalah jomblo-jomblo yang sombong. Udah, titik. Gitu aja.

*kriiiiikkk.. kriiiiiikkk…*

“Jomblo itu nasib, single itu prinsip.” Pernah denger tagline semacam itu? Ya, itulah salah satu tipikal dari Jomblo Sombong. Secara de facto mereka adalah jomblo. Tapi mereka enggan mengakui ke-jomblo-annya dengan beralibi menggunakan tagline sebagaimana tersebut di atas. Jomblo itu nasib, single itu prinsip. Mau jomblo ataupun single, intinya kan sama: sama-sama nggak punya pasangan!

“Saya tidak single, karena sesungguhnya saya telah terikat relationship dengan seseorang di masa depan.” Nah, kalau tagline yang ini juga udah pernah denger? Ini juga salah satu tipikal dari Jomblo Sombong. Secara logika otak gue yang beranjak lemot ini, gimana ceritanya ada orang yang terikat relationship dengan seseorang di masa depan? Kecuali menggunakan alatnya Doraemon, rasanya tidak mungkin. Karena jika anggaplah kita punya pasangan di masa depan, maka ketika kita telah tiba di masa depan tersebut, sesungguhnya si pasangan di masa depan itu telah berada di masa depan yang lebih depan lagi. Sehingga sampai kapanpun kita tidak akan pernah bertemu dengan si pasangan masa depan itu. Bukan begitu? CMIIW!

Intinya adalah, Jomblo Sombong adalah mereka-mereka yang enggan mengakui ke-jomblo-annya, baik secara langsung atau tidak langsung. Bagaimana cara lepas dari status Jomblo Sombong ini? Mirip dengan Jomblo Ngenes, yaitu bahwa setiap orang memiliki pasangannya masing-masing. Orang sombong pun, insya Allah juga memiliki pasangannya sendiri. Hanya saja, ya mohon jangan bersedih jika ternyata pasangannya pun sama sombongnya.

  1. Jomblo Prinsipil

Dan tipe terakhir, adalah Jomblo Prinsipil. Gue nggak tau apakah ada istilah “Jomblo Prinsipil”, terutama pada kata “Prinsipil” yang memiliki kata dasar “Prinsip”. Tapi kalaupun nggak ada istilah seperti itu, ya udahlah kita ada-adain aja, gapapa kan ya?

Apakah Jomblo Prinsipil itu? Jomblo Prinsipil adalah mereka-mereka yang memutuskan untuk menjadi jomblo dan tetap menjadi jomblo dikarenakan sebuah prinsip. Prinsip yang tentunya hanya mereka sendiri yang memahaminya. Prinsip yang sejauh apapun kita memaksanya, mereka tetap akan terus menjomblo. Hanya satu alasan yang membuat mereka memutuskan untuk melepas satus jomblonya, dan alasan itu bernama: PERNIKAHAN!

Lalu, apa bedanya Jomblo Prinsipil dengan Jomblo Sombong? Ouw, jelas beda jauh, sobat. Jomblo Sombong, sebagaimana disebut diatas, enggan mengakui ke-jomblo-annya. Padahal dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak lepas dari seputar percintaan dan asmara, termasuk galau-galaunya juga. Sementara, Jomblo Prinsipil TIDAK PERNAH dan TIDAK TERTARIK membahas dan mempermasalahkan hal-hal seperti itu. Bagi mereka, romansa dan asmara hanyalah bagi pasangan sah mereka, setelah mereka mendaftar ke KUA. Jadi, Jomblo Prinsipil tidak pernah mempermasalahkan status orang lain, apalagi status dirinya sendiri, dan tidak tertarik dengan dunia per-galau-an sebagaimana banyak dialami oleh pemuda-pemudi jaman sekarang.

Bagaimana cara untuk melepaskan diri dari status Jomblo Prinsipil? Sebagaimana telah disebut sebelumnya, hanya ada satu cara, yaitu pernikahan. Jadi, wahai para anak muda, tinggalkanlah sabun dan timun, kemudian datangi KUA segera. Huahahahaha…

***

Iyes, itu tadi adalah tipe-tipe jomblo yang berhasil gue definisikan ketika gue sedang ngejongkrok di kamar mandi rumah. Tanpa bermaksud menusuk dan menyindir, bagi kita semua yang jomblo, kita termasuk jomblo tipe yang mana? Apakah kita adalah jomblo yang susah move on? Apakah kita adalah jomblo yang sombong? Atau apakah kita adalah jomblo ngenes? Kalau gue sih udah jelas jawabannya: Iya, gue jomblo ngenes!

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak tipe-tipe jomblo yang bisa jadi belum terdefinisikan disini. Gue hanya memberi contoh lima aja, mungkin sisanya bisa lu tambahin sendiri. Misal, ada Jomblo Playboy, yaitu jomblo-jomblo yang tidak niat berkomitmen karena hanya ingin have fun doang. Atau mungkin, Jomblo Alay. Udah jomblo, alay lagi. Kasian banget dah…

Pada akhirnya hanya ini yang bisa gue berikan untuk kalian semua. Semoga ada manfaat dan pelajaran yang bisa kita ambil dari sini. Dan terakhir, gue ingin mengutip sebuah kalimat bijak dari seorang sohib yang juga pernah gue posting di twitter gue.

“Karena sesungguhnya cinta itu tidak hanya memberi, tetapi juga harus menerima. Menerima kenyataan bahwa kamu ditolak berkali-kali.”

Salam Jomblo Ngenes!

Depok, 25 April 2012, 01:09

*lagi nungguin Chelsea tanding di semifinal Liga Champions lawan Barcelona-

KepribadianSepakbola

Oke, selamat datang dunia. Kita berjumpa lagi di tulisan-tulisan gue yang makin hari makin nggak jelas aja.

Catenaccio. Total Football. Kick and Rush. Jogo Bonito. Itu semua istilah-istilah di dunia persepakbolaan yang menggambarkan tentang strategi yang digunakan oleh suatu tim. Gue mendadak kepikiran tentang hal-hal tersebut waktu baca koran Indo Pos bagian Sport, yang beberapa hari terakhir mengulas tentang pertandingan persahabatan, misalnya Italia yang kalah 1-2 dari Pantai Gading atau Spanyol yang ditahan Meksiko 1-1 lewat gol si Chicarito.

Di satu sisi, pada saat yang hampir bersamaan gue sedang mengalami pergulatan melawan sebuah konspirasi. Penuh debat. Penuh diskusi. Penuh diplomasi. Penuh intrik. Penuh pembelaan. Penuh permainan.

Nah nggak tau dapet bisikan setan darimana, tiba-tiba gue kepikiran untuk mengkaitkan antara kepribadian seseorang dalam berdebat dengan strategi sepakbola. Dalam perdebatan, khususnya saat diserang (dicerca, dikritik, ditanya, dll), setiap orang memiliki berbagai karakter dalam menyikapi serangan tersebut. Sementara dalam dunia sepakbola, setiap tim memiliki strateginya masing-masing.

Jadi disini gue mau mengkaitkan antara kepribadian seseorang saat diserang dalam perdebatan, dengan strategi sepakbola. Makanya judul tulisan ini adalah “KepribadianSepakbola”, sebuah frase yang (semoga) menyalahi susunan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Tanpa banyak omong lagi, silahkan nikmati jenis-jenis kepribadian seseorang berdasarkan strategi sepakbola berikut ini.

  1. Kepribadian Catenaccio.

Orang yang memiliki kepribadian Catenaccio, biasanya setiap kali diserang dia akan memilih untuk bertahan habis-habisan. Ya, dia akan tutup mulut dan diam seribu bahasa. Atau sekadar memberi jawaban yang sangat singkat dan seperlunya aja. Setiap serangan yang ditujukan padanya, nggak membuatnya goyah, dia tetap memilih untuk bersikap defensif. Ini persis dengan strategi Catenaccio yang diperkenalkan kesebelasan Italia, yaitu strategi pertahanan grendel.

  1. Kepribadian Total Football.

Berkebalikan dengan kepribadian Catenaccio, orang yang memiliki kepribadian Total Football akan selalu menyerang balik setiap kali diserang. Serangannya pun nggak tanggung-tanggung, habis-habisan. Kalo dia didesak, dia justru balik mendesak si penanya. Jadi dia akan selalu berbalik menanya setiap kali ditanya. Pertahanan terbaik adalah menyerang, begitu prinsipnya. Mirip dengan gaya Total Football yang dipopulerkan timnas Belanda di tahun 1970-an.

  1. Kepribadian Kick and Rush.

Kepribadian Kick dan Rush diadaptasi dari gaya bermain kesebelasan Inggris, yaitu pemain belakang menendang bola sejauh-jauhnya ke kotak  penalti lawan. Selanjutnya akan terjadi kemelut di kotak penalti antara pemain penyerang dengan pertahanan tim lawan, dan berharap gol akan terjadi di tengah-tengah kemelut ini.

Orang dengan kepribadian Kick and Rush merupakan tipe orang yang suka lempar tangan dan melepas tanggung jawab. Sama seperti pemain belakang, yaitu setiap kali diserang, mereka akan mengelak dan menyalahkan orang lain atas permasalahan tersebut. Dia lepas tangan dan menuduh orang lain, sehingga akan timbul konflik dan kemelut baru pada orang yang dituduhnya itu. Sementara dia yang telah melemparkan masalah, duduk manis di daerahnya sendiri sembari berharap kemelut tersebut menghasilkan gol. Kalau ternyata bola direbut lawan dan kembali ke daerahnya sendiri, ya gampang, tinggal tendang lagi bola ke kotak penalti lawan dan biarkan kemelut terjadi lagi.

  1. Kepribadian Jogo Bonito

Orang dengan kepribadian Jogo Bonito umumnya terlahir dengan lidah yang memiliki kemampuan untuk berkata-kata indah. Dia mampu merangkai kata-kata. Sehingga ketika dia diserang, dia nggak menjawab tapi juga nggak menyerang balik, melainkan menggunakan permainan kata-kata untuk memberikan jawaban yang ambigu dan berputar-putar. Ini persis dengan Jogo Bonito, yaitu sepakbola indah yang identik dengan timnas Brazil.

  1. Kepribadian PSSI

Wow, luar biasa. Kenapa nama PSSI bisa bersanding dengan nama-nama kesebelasan top dunia diatas? Santai dulu. Orang dengan kepribadian PSSI memiliki karakter yang khas. Ketika diserang, mereka nggak langsung menjawab. Tapi mereka juga nggak menyerang balik, atau mengelak. Yang mereka lakukan hanyalah mengangkat tangan dan melayangkan bogem mentah kepada si penanya. Ya dengan kata lain, orang dengan kepribadian PSSI lebih suka untuk menyelesaikan masalah secara fisik, dengan cara baku hantam. Sama persis dengan kondisi persepakbolaan Indonesia yang dipenuhi dengan tawuran, baik itu dari pemainnya, ofisial, maupun suporternya.

Fiiiuuuuhhh… Itu tadi secuil opini gue mengenai korelasi antara kepribadian seseorang dengan sepakbola. Tulisan ini dibuat tanpa referensi dan daftar pustaka yang ilmiah, jadi tolong jangan langsung 100% percaya dengan teori-teori yang gue paparkan diatas. Terlebih lagi gue basicnya Teknik Nuklir, nggak ada hubungan apa-apa sama Psikologi (selain temen nuklir gue si Fariz yang nikah sama anak psikologi, si Dhani).

Mungkin ini aja yang bisa gue sampaikan dari tulisan gue yang makin hari makin nggak jelas ini. Nggak menutup kemungkinan kalo lu punya kepribadian-kepribadian lainnya yang belom gue paparkan disini, semisal kepribadian ginseng yang mengacu kepada semangat timnas Korea Selatan, atau kepribadian pansernya Jerman, dan lain-lain.

Akhir kata, jaya terus sepakbola Indonesia!

Hidup PSSI!

Nggak hidup Nurdin Halid!

C-Kink

Depok, 11 Agustus 2010

…..

How many times I have to say love?

How long I have to wait for you?

In the end of this restless, now I

Do not never remember you

But you always be like that

Ignoring me, don’t wanna know about me

Pain, all the pain that I feel

Repeatedly, you give it all to me

My love, the one that you never responses

But I replied with a beautiful smile

I’m holding out with this one love

I’m holding out with this one love

Have you ever thinking about me, even for a moment?

Have you ever remember, even just like a wind blows?

Every night, now I

Do not never remember you

But you always be like that

Ignoring me, don’t wanna know about me

I’m holding out with this one love

I’m holding out with this one love

======================================

*

This poetry was not made by me.

It was made by D’BAGINDAZ

“Bertahan satu ciiiiinta…

Bertahan satu C.I.N.T.A…”

Uhehehehehe…

Tolong setelah ini jangan paksa gue untuk membuat versi Inggris dari lagu “KEONG RACUN”!

VideoDepapepeKimidoriCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=LYqg09lNDeg

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,301 other followers