Archive for the ‘Just a jayus’ Category

TipeLakiLakiDariCaraKencingDiUrinoir

Tau yang namanya urinoir? Itu lho, tempat kencing yang biasa ada di toilet umum laki-laki, yang dipasang di dinding. Urinoir udah jadi semacem kewajiban di toilet umum laki-laki, karena selain efisien bagi si pengelola toilet untuk urusan tempat, juga efisien bagi para pengguna yang sebagian besar laki-laki (ya iyalah buat laki-laki, masa iya ada perempuan ngangkang di urinoir?) karena mereka cuma perlu buka retsleting doang untuk menongolkan pistolnya dan menembakkannya ke urinoir tersebut.

Ini nih yang namanya urinoir

Ini nih yang namanya urinoir

Nah ternyata eh ternyata, tipe dan karakteristik seorang laki-laki dapat dilihat dari bagaimana cara dia kencing di urinoir, khususnya dilihat dari ke arah mana dia ngeliat. Kalo dari cara kencingnya hampir semuanya sih sama ya, tinggal berdiri mepet menghadap ke urinoir, kemudian buka retsleting atau melorotin celananya dikit (kalo celananya nggak ada retsletingnya) sampe pistolnya nongol, kemudian ditembakkin deh tuh isi pistolnya ke urinoir. Sejauh ini yang gue liat sih gitu, nggak tau dah kalo lu pernah ngeliat orang kencing di urinoir dengan cara yang berbeda, misal kencingnya sambil kayang, atau kencing sambil sikap lilin, atau lain sebagainya.

Kalo dari cara kencing kan emang gitu ya, tapi sadar nggak sadar, kepala dan mata mereka umumnya ngeliat ke arah yang nggak selalu sama. Ada yang ngeliat lurus ke depan, ada yang nunduk ke bawah, ada yang ndongak ke atas, dan lain sebagainya. Nah disini kita bisa tau tipe-tipe seorang laki-laki dari arah mana yang dia liat. Masa sih demikian? Ya kalo nggak percaya, silahkan ini langsung dibaca aja.

Laki-Laki yang Kencing Sambil Melihat Lurus ke Depan

Laki-laki yang kencing sambil melihat lurus ke depan umumnya adalah tipe laki-laki pada umumnya. Nggak ada karakteristik khusus mengenai laki-laki seperti ini. Kecuali kalo di depannya (atau di atas urinoir) itu adalah kaca cermin, maka hampir dapat dipastikan bahwa laki-laki yang kencing sambil melihat lurus ke depan adalah tipe laki-laki narsis. Ya, dia sambil kencing sambil juga ngaca. Bahkan mungkin ngacanya pun agak-agak mengambil posisi dengan ekspresi wajah yang dikeren-kerenin seakan-akan dia lagi mau foto selfie.

Laki-Laki yang Kencing Sambil Melihat ke Bawah

Laki-laki yang kencing sambil melihat ke bawah biasanya adalah tipe laki-laki pemalu. Dia malu berpapasan mata dengan orang lain, sehingga dia lebih memilih untuk melihat ke bawah aja, ke arah punyanya sendiri. Bahkan jika didepannya adalah tembok pun, dia malu melihat ke tembok. Apalagi kalo di depannya adalah kaca, dia malu ngeliat mukanya sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa laki-laki seperti ini merupakan tipe laki-laki yang pemalu.

Tapi jangan salah, selain pemalu ternyata laki-laki yang kencing sambil melihat ke bawah juga merupakan tipe laki-laki yang fokus dan memiliki konsentrasi yang tinggi. Hal ini dibuktikan karena ketika melihat ke bawah, dia pun sebenernya juga sedang mengatur posisi pistolnya supaya tembakannya tepat sasaran dan nggak melenceng alias belepetan dan kececeran kemana-mana.

Laki-Laki yang Kencing Sambil Melihat ke Atas

Laki-laki yang kencing sambil melihat ke atas umumnya adalah tipe laki-laki yang penuh percaya diri dengan kecenderungan agak sombong dan arogan. Dia dengan sengaja mendongakkan kepalanya karena percaya bahwa pistolnya tanpa dilihat pun udah bakal nembak tepat sasaran dan nggak perlu diarahin lagi.

Selain itu, laki-laki yang kencing sambil melihat ke atas juga merupakan tipe laki-laki yang memiliki imajinasi dan fantasi yang tinggi. Apalagi kalo melihat ke atasnya disertai dengan mata yang merem-melek dan mulut yang mangap-mangap. Entah apa yang ada di dalam pikirannya ketika dia sedang mendongak ke atas, yang jelas ada sesuatu yang sedang dia imajinasikan di saat itu.

Laki-Laki yang Kencing Sambil Melihat ke Sebelah

Laki-laki yang kencing sambil melihat ke sebelah, nggak bisa dipungkiri, adalah tipe laki-laki yang homo alias maho alias pecinta sejenis. Ya iyalah, secara dia udah punya pistol sendiri, terus ngapain juga dia ngeliat-liat ke sebelah, khususnya kalo di sebelahnya lagi ada yang kencing juga. Laki-laki kaya gini biasanya kalo ngeliat ke sebelah ngeliatnya dari bawah dulu ngintipin pistol tetangganya, terus di screening naik ke atas, terus diakhiri dengan mata yang berkedip-kedip dan lidah yang melet-melet. Kalo lu ketemu tipe laki-laki kaya gini di toilet umum, gue saranin lu segera kabur aja dah mendingan. Kecuali kalo lu pun termasuk tipe laki-laki yang kalo kencing emang ngeliatnya ke sebelah, ya udah kalian cucok deh boooowww…

Jakarta, 24 Desember 2013, 11:58

Kencing berjamaah. Jamaaahhh~~~ Oyyy jamaaahhh~~~

Kencing berjamaah. Jamaaahhh~~~ Oyyy jamaaahhh~~~

MasKawin

Alkisah di suatu hari yang nggak diketahui harinya dan di suatu waktu yang nggak diketahui waktunya, gue iseng-iseng nanya seputar mas kawin ke beberapa ekor sohib perempuan gue yang udah cukup matang (matang bodinya, bukan kedewasaannya. Ups…) untuk menikah tapi masih belum diberi rezeki untuk menikah. Gue bertanya ke mereka untuk menjawab secara spontan pertanyaan berikut ini:

“Kalo nanti lu mau nikah, lu pengennya dapet mas kawin apaan?”

Dan dari hasil iseng-iseng nanya kaya gitu maka diperolehlah jawaban-jawaban seperi ini:

“Sajadah, mukena sama tumbler Starbucks”
-Asisten produksi di perusahaan media, 24 tahun-

“Emas 24 karat, berlian. Dalam bentuk batangan, kalung, gelang atau cincin. Dan ada berlian warna safirnya.”
-Human resources di perusahaan minyak dan gas, 25 tahun-

“Yang jelas bukan seperangkat alat sholat. Yang pasti sih perhiasan atau emas batangan. Sama uang yang nilainya ‘berarti’, misal tanggal lamaran, tanggal nikah, atau tanggal jadian.”
-Bank relation officer di perusahaan logistik, 25 tahun-

“Mobil. Hahahahaha…”
Mobil-mobilan kan ya?
“Hahahahaha mobil beneran”
-Sekretaris di perusahaan minyak, 21 tahun-

“Hahahahaha berlian. Lebay nggak sih jawabannya? Gue nggak tauuuu… Aaaaaa… Sumpah pertanyaannya bikin heboh”
-Voice over talent di perusahaan media, 23 tahun-

“Gue mah yang simpel aja. Seperangkat alat sholat sama cincin kawin. Udah.”
Cincin kawinnya ada requirement khusus nggak?
“Gue sih nggak. Simpel aja. Emas ada 1 diamond, atau polos juga no problem. Itu kan simbolis aja kalo gue sih.”
-Human resources di perusahaan minyak, 25 tahun-

“Belom kepikiran cyiiinnn…”
Jawab spontan aja cyiiinnn, kepikirannya apaan
“Sumpah nggak kepikiran apa-apa cyiiinnn.”
-Marketing di perusahaan advertising, 25 tahun-

“Dinar. Emas arab.”
-Model, 23 tahun-

“Rumah beserta isinya. Hahahaha…”
-Account executive di perusahaan perbankan, 24 tahun-

“Nggak tau…. Pilihannya apa?”
Nggak ada pilihan apa-apa. Pengennya apa?
“Ya cincin nikah lah. Ada diamond dan emas putih.”
-Human resources di perusahaan otomotif, 22 tahun-

“Emas. Mobil accord. Rumah”
-Mahasiswi, 21 tahun-

Yow begitulah kiranya jawaban dari beberapa ekor narasumber yang gue tanya secara spontan mengenai mas kawin apa yang mereka inginkan ketika mereka menikah nanti. Dan berdasarkan jawaban-jawaban tersebut, maka gue akhirnya berkeinginan bahwa kelak ketika gue menikah nanti, maka usulan mas kawin yang bakal gue berikan ke perempuan paling beruntung di muka bumi ini a.k.a calon istri gue nanti adalah…

…adalah…

…adalah…

…adalah…

…udah lah, liat aja nanti pas gue nikah ntar mas kawinnya apaan. Hohohohoho…

Cilegon, 19 Desember 2013, 19:59

Mas kawiin? Bukan, ini mas batangan

Mas kawiin? Bukan, ini mas batangan

MarioRapuh

Salam Zuperrr…!!!

 

Hampir semua orang di Indonesia yang punya tivi pasti familiar dengan kata-kata tersebut. Ya, sebuah ucapan yang sering didengungkan oleh Om Mario Teguh sembari mengacungkan telunjukknya dengan badan agak membungkuk ke arah depan. Mario Teguh, semua pasti kenal. Tapi kalau Mario Rapuh?

Ya, ada sebuah akun lucu-lucuan di twitter yang menamakan dirinya Mario Rapuh. Berkebalikan dengan Mario Teguh, si Mario Rapuh ini sering mengeluarkan kalimat-kalimat yang menurunkan motivasi kita-kita semua, atau beliau menyebutnya The Dark Ways (kalo Mario Teguh kan The Golden Ways). Awalnya sih gue liat biasa aja, tapi setelah dipikir-pikir ternyata unik juga nih, beliau bisa menggunakan bahasa yang seakan-akan memotivasi kita padahal niatnya sih justru malah mau men-demotivasi. Akhirnya gue follow lah ini akun, buat nambah-nambah wawasan dan kosakata.

 

Bergabunglah bersama The Dark Ways

 

 Terlalu sering membaca twitnya Om Mario Rapuh ini ternyata cukup menginspirasi gue untuk menuliskan kalimat-kalimat demotivasi yang serupa. Jadilah kadang kalau lagi iseng gue pun ikutan ngetwit The Dark Ways yang seringkali gue mention ke beliau dan beliau pun nge-retweet twit gue itu. Ini contoh beberapa twit gue tersebut;

 

“Jika kamu masih jomblo, jangan bersedih. Sesungguhnya banyak yg mau sama kamu. Tapi ya, yg ga mau sama kamu jauh lebih banyak.”

 

“Janganlah kamu membalas budi atas perbuatan seseorang. Karena belum tentu budi yg melakukannya.”

 

”Bila anda gagal hari ini, jangan pernah menyerah. Ulangi terus kegagalan anda sampai boss anda menyerah.”

 

“Belajarlah dari bulu ketek: Walau dalam keadaan terjepit, kamu harus tetap tumbuh. Biarpun agak bau kecut.”

 

”Tolonglah temanmu dikala mereka sedang kesulitan. Maka mereka akan mengingatmu ketika mereka terkena kesulitan kembali.”

 

“Sesungguhnya gagal ginjal adalah kesuksesan ginjal yang tertunda.”

 

“Ingin bangun siang tapi takut rezeki dipatok ayam? Cukup potong & masak ayam itu, supaya kamu bisa memakan rezeki kamu kembali.”

 

“Dibalik lelaki sukses ada mantan2 yg menyesal. Oh saya lupa: kamu belum sukses, dan kamu ga punya mantan. Pfffttt…”

 

“Orang yg senang menunda2 pekerjaan adalah orang yg visioner, karena dia selalu memiliki apa yg harus dikerjakan di esok hari.”

 

“Kesuksesan itu bagaikan masturbasi: kamu hanya dapat meraihnya dengan tanganmu sendiri. #astgfirullahaladzim #twitmacamapaini”

 

“Manusia hanya bisa berencana, tetapi manusia juga lah yang menggagalkan rencana yang mereka buat sendiri.”

 

“Dibelakang lelaki sukses selalu ada perempuan hebat. Semakin banyak jumlah perempuan hebatnya, semakin sukses lelaki tersebut.”

 

“Tetaplah semangat untuk mengejar harapan, karena dengan harapan lah kamu tetap bertahan sampai saat ini. Apalagi harapan palsu.”

 

“Sesungguhnya bersabar atas segala musibah akan membawa kepada kebahagiaan. Dan kapan kebahagiaan itu akan dating? Ya sabar aja.”

 

Saking seringnya gue ngetweet kalimat-kalimat The Dark Ways, sampe ada suatu waktu ketika si Om Mario ini ngefollow gue, dan beliau pun ngetweet supaya para followersnya pun ngefollow gue juga. Akhirnya jadilah kita follow-followan di twitter, biarpun gue sendiri juga ga tau siapa sosok dibalik akun ini.

 

Mario Rapuh - FF

 Akhir kata, udah, cuma ini doang kok yang pengen gue tulis. Kaga jelas? Ya emang, namanya juga The Dark Ways. Salam Cetarrr…!!!

 

Depok, 6 Oktober 2013, 13:12

TipeTipeJomblo


Alkisah di suatu pagi ketika gue sedang termenung sembari duduk manis, ummm maksud gue jongkok manis di kamar mandi (you know what I did there…), entah mengapa gue terpikirkan untuk mengklasifikasikan kaum jomblo, termasuk gue sendiri, ke dalam beberapa tipe berdasarkan karakteristik tertentu. Bahwa di dunia ini kaum jomblo itu, termasuk gue sendiri, ada banyak jumlahnya, adalah benar adanya. Namun  dari sekian banyak kaum jomblo itu, termasuk gue sendiri, ternyata bisa digolongkan menjadi beberapa tipe. Tapi sebelumnya gue mau protes dulu karena dari tadi gue nge-mention diri gue sendiri sebanyak tiga kali, seakan-akan memberikan penekanan bahwa gue adalah makhluk jomblo. Cuih…

Kita kembali lagi ke laptop. Jadi, berdasarkan pengamatan sepintas terhadap jomblo-jomblo di sekitar gue, termasuk gue sendiri, dan tanpa dilandasi oleh penelitian yang tepat akurat tajam aktual dan terpercaya, berikut ini gue mengklasifikasikan beberapa tipe jomblo sesuai karakteristik mereka masing-masing:

1.       Jomblo Susah Move On

Jomblo tipe pertama ini adalah jomblo yang masih menyimpan rasa dengan mantannya yang terakhir, atau yang kedua sebelum terakhir, atau yang ketiga sebelum terakhir, atau entah yang ke berapa lah. Tapi umumnya sih sama yang terakhir. Jadi, mereka-mereka yang masih ada rasa sama si mantan (padahal mungkin si mantan sendiri udah punya gandengan baru), dan rasa itu membuat mereka terjebak dalam kejombloannya, adalah definisi dari Jomblo Susah Move On. Ya, mereka susah untuk move on dari yang lama, sehingga pintu hati mereka tertutup untuk mencari yang baru.

Bagaimana cara untuk lepas dari status Jomblo Susah Move On ini? Kalo kata Om Mario Teguh, obat dari putus cinta adalah dengan cara jatuh cinta lagi.  Jadi kalo situ susah move on, gih sana cari pelampiasan supaya bisa beralih dari yang lama. Asal, pelampiasannya jangan sama sabun ya, apalagi sama timun…

*astagfirullahaladzim…*

2.       Jomblo Terjebak Masa Lalu

Kita berlanjut ke tipe kedua, yaitu Jomblo Terjebak Masa Lalu. Hah, apaan nih? Secara umum, Jomblo Terjebak Masa Lalu hampir mirip dengan Jomblo Susah Move On. Jomblo Terjebak Masa Lalu adalah mereka-mereka yang sering melamun dan mengenang hal-hal indah yang pernah mereka alami di masa lalu, entah itu dengan mantan ataupun non-mantan tapi merupakan orang-orang yang pernah mendapat tempat spesial di hatinya. Mereka selalu mengenang bahwa dulu pernah begini, pernah begitu, atau pernah romantis-romantisan dengan si ini, si itu, atau si nganu. Akhirnya kenangan masa lalu itu menghalangi mereka untuk menerima apa yang ada di masa kini, karena ekspektasi mereka yang terlalu tinggi membuat mereka mudah kecewa jika apa yang mereka hadapi di masa kini tidaklah se-romantis apa yang pernah mereka rasakan dulu.

Lalu, bagaimana caranya untuk melepas status Jomblo Terjebak Masa Lalu? Yah, realistislah, wahai anak muda. Kalau kata dosen-dosen strategi di kampus gue, Indonesia ini lemah karena semuanya terjebak dengan istilah “kejayaan masa lalu”, yaitu ketika Sriwijaya dan Majapahit menguasai Asia Tenggara. Padahal dari sisi strategi, mereka yang sukses bukanlah mereka yang mengenang masa lalu, melainkan mereka yang mampu memprediksi masa depan dan selanjutnya MENCIPTAKAN masa depan mereka sendiri. Jadi, jangan terjebak dengan kejayaan masa lalu, segeralah beralih untuk menciptakan kejayaan di masa kini dan masa depan. Super sekali!

3.       Jomblo Ngenes

Ummm sebelumnya gue tegaskan dulu bahwa tipe jomblo yang ketiga ini bukanlah sedang membicarakan gue sendiri. Sekali lagi, ini bukan lagi ngomongin gue. Bukan kok, ini bukan gue. Tenang aja, bukan ngomongin gue. BUKAN GUE WUOY, BUKAN…!!!

#kemudianstroke

*inhale, exhale*

Jadi, tipe jomblo yang ketiga ini kita sebut dengan Jomblo Ngenes. Sebenernya gue males juga sih nulisnya, karena gue tau pasti lu semua bakal langsung membayangkan bahwa gue adalah sosok yang tepat untuk menjadi model jomblo tipe ini. Tapi… …Ah, sudahlah…

Jomblo ngenes adalah mereka-mereka yang menjadi jomblo karena -mohon maaf- selalu ditolak setiap kali menyatakan perasaannya. Atau dengan kata lain: nggak laku (backsound: JLEB!). Ya, mereka ditolak karena berbagai penyebab. Apa saja sebab-sebab itu? Sepertinya terlalu frontal jika gue tulis disini, tapi intinya adalah bahwa para jomblo ngenes ini adalah mereka yang menjomblo karena ditolak melulu.

Adakah cara untuk melepaskan diri dari status jomblo ngenes? Seharusnya sih ada, dan kalaupun ada, seharusnya gue udah bisa terlepas dari status ini. Eh, maksudnya ada kok, ada cara untuk lepas dari status ini… *panik*. Gimana caranya?

Kalo dari teori ekonomi, kan ada supply dan demand alias penawaran dan permintaan. Selain itu ada juga istilah consumer surplus, producer surplus, serta willingness to pay. Nah, gue nggak mau menjelaskan apa arti dari istilah-istilah tersebut, karena gue juga nggak tau apakah istilah-istilah itu ada hubungannya sama cara untuk lepas dari status jomblo ngenes. Tapi intinya, percayalah bahwa se-ngenes-ngenes-nya suatu makhluk, pasti mereka memiliki pasangannya masing-masing. Mereka hanya perlu memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang pantas bagi pasangannya itu. Jadi kalau selama ini ditolak terus, itu karena dua alasan: bisa jadi karena dia belum pantas bagi yang menolaknya, atau justru yang menolak lah yang memang tidak pantas untuk dia. Semoga alasan yang kedua adalah yang mendekati kebenaran… #ngeles

  1. Jomblo Sombong

Wow, keren juga nih ada istilah Jomblo Sombong. Siapakah mereka? Jomblo Sombong, secara definisi, adalah jomblo-jomblo yang sombong. Udah, titik. Gitu aja.

*kriiiiikkk.. kriiiiiikkk…*

“Jomblo itu nasib, single itu prinsip.” Pernah denger tagline semacam itu? Ya, itulah salah satu tipikal dari Jomblo Sombong. Secara de facto mereka adalah jomblo. Tapi mereka enggan mengakui ke-jomblo-annya dengan beralibi menggunakan tagline sebagaimana tersebut di atas. Jomblo itu nasib, single itu prinsip. Mau jomblo ataupun single, intinya kan sama: sama-sama nggak punya pasangan!

“Saya tidak single, karena sesungguhnya saya telah terikat relationship dengan seseorang di masa depan.” Nah, kalau tagline yang ini juga udah pernah denger? Ini juga salah satu tipikal dari Jomblo Sombong. Secara logika otak gue yang beranjak lemot ini, gimana ceritanya ada orang yang terikat relationship dengan seseorang di masa depan? Kecuali menggunakan alatnya Doraemon, rasanya tidak mungkin. Karena jika anggaplah kita punya pasangan di masa depan, maka ketika kita telah tiba di masa depan tersebut, sesungguhnya si pasangan di masa depan itu telah berada di masa depan yang lebih depan lagi. Sehingga sampai kapanpun kita tidak akan pernah bertemu dengan si pasangan masa depan itu. Bukan begitu? CMIIW!

Intinya adalah, Jomblo Sombong adalah mereka-mereka yang enggan mengakui ke-jomblo-annya, baik secara langsung atau tidak langsung. Bagaimana cara lepas dari status Jomblo Sombong ini? Mirip dengan Jomblo Ngenes, yaitu bahwa setiap orang memiliki pasangannya masing-masing. Orang sombong pun, insya Allah juga memiliki pasangannya sendiri. Hanya saja, ya mohon jangan bersedih jika ternyata pasangannya pun sama sombongnya.

  1. Jomblo Prinsipil

Dan tipe terakhir, adalah Jomblo Prinsipil. Gue nggak tau apakah ada istilah “Jomblo Prinsipil”, terutama pada kata “Prinsipil” yang memiliki kata dasar “Prinsip”. Tapi kalaupun nggak ada istilah seperti itu, ya udahlah kita ada-adain aja, gapapa kan ya?

Apakah Jomblo Prinsipil itu? Jomblo Prinsipil adalah mereka-mereka yang memutuskan untuk menjadi jomblo dan tetap menjadi jomblo dikarenakan sebuah prinsip. Prinsip yang tentunya hanya mereka sendiri yang memahaminya. Prinsip yang sejauh apapun kita memaksanya, mereka tetap akan terus menjomblo. Hanya satu alasan yang membuat mereka memutuskan untuk melepas satus jomblonya, dan alasan itu bernama: PERNIKAHAN!

Lalu, apa bedanya Jomblo Prinsipil dengan Jomblo Sombong? Ouw, jelas beda jauh, sobat. Jomblo Sombong, sebagaimana disebut diatas, enggan mengakui ke-jomblo-annya. Padahal dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak lepas dari seputar percintaan dan asmara, termasuk galau-galaunya juga. Sementara, Jomblo Prinsipil TIDAK PERNAH dan TIDAK TERTARIK membahas dan mempermasalahkan hal-hal seperti itu. Bagi mereka, romansa dan asmara hanyalah bagi pasangan sah mereka, setelah mereka mendaftar ke KUA. Jadi, Jomblo Prinsipil tidak pernah mempermasalahkan status orang lain, apalagi status dirinya sendiri, dan tidak tertarik dengan dunia per-galau-an sebagaimana banyak dialami oleh pemuda-pemudi jaman sekarang.

Bagaimana cara untuk melepaskan diri dari status Jomblo Prinsipil? Sebagaimana telah disebut sebelumnya, hanya ada satu cara, yaitu pernikahan. Jadi, wahai para anak muda, tinggalkanlah sabun dan timun, kemudian datangi KUA segera. Huahahahaha…

***

Iyes, itu tadi adalah tipe-tipe jomblo yang berhasil gue definisikan ketika gue sedang ngejongkrok di kamar mandi rumah. Tanpa bermaksud menusuk dan menyindir, bagi kita semua yang jomblo, kita termasuk jomblo tipe yang mana? Apakah kita adalah jomblo yang susah move on? Apakah kita adalah jomblo yang sombong? Atau apakah kita adalah jomblo ngenes? Kalau gue sih udah jelas jawabannya: Iya, gue jomblo ngenes!

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak tipe-tipe jomblo yang bisa jadi belum terdefinisikan disini. Gue hanya memberi contoh lima aja, mungkin sisanya bisa lu tambahin sendiri. Misal, ada Jomblo Playboy, yaitu jomblo-jomblo yang tidak niat berkomitmen karena hanya ingin have fun doang. Atau mungkin, Jomblo Alay. Udah jomblo, alay lagi. Kasian banget dah…

Pada akhirnya hanya ini yang bisa gue berikan untuk kalian semua. Semoga ada manfaat dan pelajaran yang bisa kita ambil dari sini. Dan terakhir, gue ingin mengutip sebuah kalimat bijak dari seorang sohib yang juga pernah gue posting di twitter gue.

“Karena sesungguhnya cinta itu tidak hanya memberi, tetapi juga harus menerima. Menerima kenyataan bahwa kamu ditolak berkali-kali.”

Salam Jomblo Ngenes!

Depok, 25 April 2012, 01:09

*lagi nungguin Chelsea tanding di semifinal Liga Champions lawan Barcelona-

KepribadianSepakbola

Oke, selamat datang dunia. Kita berjumpa lagi di tulisan-tulisan gue yang makin hari makin nggak jelas aja.

Catenaccio. Total Football. Kick and Rush. Jogo Bonito. Itu semua istilah-istilah di dunia persepakbolaan yang menggambarkan tentang strategi yang digunakan oleh suatu tim. Gue mendadak kepikiran tentang hal-hal tersebut waktu baca koran Indo Pos bagian Sport, yang beberapa hari terakhir mengulas tentang pertandingan persahabatan, misalnya Italia yang kalah 1-2 dari Pantai Gading atau Spanyol yang ditahan Meksiko 1-1 lewat gol si Chicarito.

Di satu sisi, pada saat yang hampir bersamaan gue sedang mengalami pergulatan melawan sebuah konspirasi. Penuh debat. Penuh diskusi. Penuh diplomasi. Penuh intrik. Penuh pembelaan. Penuh permainan.

Nah nggak tau dapet bisikan setan darimana, tiba-tiba gue kepikiran untuk mengkaitkan antara kepribadian seseorang dalam berdebat dengan strategi sepakbola. Dalam perdebatan, khususnya saat diserang (dicerca, dikritik, ditanya, dll), setiap orang memiliki berbagai karakter dalam menyikapi serangan tersebut. Sementara dalam dunia sepakbola, setiap tim memiliki strateginya masing-masing.

Jadi disini gue mau mengkaitkan antara kepribadian seseorang saat diserang dalam perdebatan, dengan strategi sepakbola. Makanya judul tulisan ini adalah “KepribadianSepakbola”, sebuah frase yang (semoga) menyalahi susunan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Tanpa banyak omong lagi, silahkan nikmati jenis-jenis kepribadian seseorang berdasarkan strategi sepakbola berikut ini.

  1. Kepribadian Catenaccio.

Orang yang memiliki kepribadian Catenaccio, biasanya setiap kali diserang dia akan memilih untuk bertahan habis-habisan. Ya, dia akan tutup mulut dan diam seribu bahasa. Atau sekadar memberi jawaban yang sangat singkat dan seperlunya aja. Setiap serangan yang ditujukan padanya, nggak membuatnya goyah, dia tetap memilih untuk bersikap defensif. Ini persis dengan strategi Catenaccio yang diperkenalkan kesebelasan Italia, yaitu strategi pertahanan grendel.

  1. Kepribadian Total Football.

Berkebalikan dengan kepribadian Catenaccio, orang yang memiliki kepribadian Total Football akan selalu menyerang balik setiap kali diserang. Serangannya pun nggak tanggung-tanggung, habis-habisan. Kalo dia didesak, dia justru balik mendesak si penanya. Jadi dia akan selalu berbalik menanya setiap kali ditanya. Pertahanan terbaik adalah menyerang, begitu prinsipnya. Mirip dengan gaya Total Football yang dipopulerkan timnas Belanda di tahun 1970-an.

  1. Kepribadian Kick and Rush.

Kepribadian Kick dan Rush diadaptasi dari gaya bermain kesebelasan Inggris, yaitu pemain belakang menendang bola sejauh-jauhnya ke kotak  penalti lawan. Selanjutnya akan terjadi kemelut di kotak penalti antara pemain penyerang dengan pertahanan tim lawan, dan berharap gol akan terjadi di tengah-tengah kemelut ini.

Orang dengan kepribadian Kick and Rush merupakan tipe orang yang suka lempar tangan dan melepas tanggung jawab. Sama seperti pemain belakang, yaitu setiap kali diserang, mereka akan mengelak dan menyalahkan orang lain atas permasalahan tersebut. Dia lepas tangan dan menuduh orang lain, sehingga akan timbul konflik dan kemelut baru pada orang yang dituduhnya itu. Sementara dia yang telah melemparkan masalah, duduk manis di daerahnya sendiri sembari berharap kemelut tersebut menghasilkan gol. Kalau ternyata bola direbut lawan dan kembali ke daerahnya sendiri, ya gampang, tinggal tendang lagi bola ke kotak penalti lawan dan biarkan kemelut terjadi lagi.

  1. Kepribadian Jogo Bonito

Orang dengan kepribadian Jogo Bonito umumnya terlahir dengan lidah yang memiliki kemampuan untuk berkata-kata indah. Dia mampu merangkai kata-kata. Sehingga ketika dia diserang, dia nggak menjawab tapi juga nggak menyerang balik, melainkan menggunakan permainan kata-kata untuk memberikan jawaban yang ambigu dan berputar-putar. Ini persis dengan Jogo Bonito, yaitu sepakbola indah yang identik dengan timnas Brazil.

  1. Kepribadian PSSI

Wow, luar biasa. Kenapa nama PSSI bisa bersanding dengan nama-nama kesebelasan top dunia diatas? Santai dulu. Orang dengan kepribadian PSSI memiliki karakter yang khas. Ketika diserang, mereka nggak langsung menjawab. Tapi mereka juga nggak menyerang balik, atau mengelak. Yang mereka lakukan hanyalah mengangkat tangan dan melayangkan bogem mentah kepada si penanya. Ya dengan kata lain, orang dengan kepribadian PSSI lebih suka untuk menyelesaikan masalah secara fisik, dengan cara baku hantam. Sama persis dengan kondisi persepakbolaan Indonesia yang dipenuhi dengan tawuran, baik itu dari pemainnya, ofisial, maupun suporternya.

Fiiiuuuuhhh… Itu tadi secuil opini gue mengenai korelasi antara kepribadian seseorang dengan sepakbola. Tulisan ini dibuat tanpa referensi dan daftar pustaka yang ilmiah, jadi tolong jangan langsung 100% percaya dengan teori-teori yang gue paparkan diatas. Terlebih lagi gue basicnya Teknik Nuklir, nggak ada hubungan apa-apa sama Psikologi (selain temen nuklir gue si Fariz yang nikah sama anak psikologi, si Dhani).

Mungkin ini aja yang bisa gue sampaikan dari tulisan gue yang makin hari makin nggak jelas ini. Nggak menutup kemungkinan kalo lu punya kepribadian-kepribadian lainnya yang belom gue paparkan disini, semisal kepribadian ginseng yang mengacu kepada semangat timnas Korea Selatan, atau kepribadian pansernya Jerman, dan lain-lain.

Akhir kata, jaya terus sepakbola Indonesia!

Hidup PSSI!

Nggak hidup Nurdin Halid!

C-Kink

Depok, 11 Agustus 2010

…..

How many times I have to say love?

How long I have to wait for you?

In the end of this restless, now I

Do not never remember you

But you always be like that

Ignoring me, don’t wanna know about me

Pain, all the pain that I feel

Repeatedly, you give it all to me

My love, the one that you never responses

But I replied with a beautiful smile

I’m holding out with this one love

I’m holding out with this one love

Have you ever thinking about me, even for a moment?

Have you ever remember, even just like a wind blows?

Every night, now I

Do not never remember you

But you always be like that

Ignoring me, don’t wanna know about me

I’m holding out with this one love

I’m holding out with this one love

======================================

*

This poetry was not made by me.

It was made by D’BAGINDAZ

“Bertahan satu ciiiiinta…

Bertahan satu C.I.N.T.A…”

Uhehehehehe…

Tolong setelah ini jangan paksa gue untuk membuat versi Inggris dari lagu “KEONG RACUN”!

VideoDepapepeKimidoriCover

Langsung di cek ke TKP aja yah:

http://www.youtube.com/watch?v=LYqg09lNDeg

NabrakBencong

Jakal, malem 21 April 2010

Bank Mandiri Sekip. Gue baru aja nransfer sejumlah uang untuk deposit pulsa. Beres dengan itu semua, gue kembali ke MyLovelySolBro. Setelah ngirim sms konfirmasi ke upline operator pulsa gue, mesin mobil pun gue nyalain dan gue melaju meninggalkan tempat ini.

Jakal GSP malem ini rame seperti biasanya. Gue melajukan kecepatan mobil gue pada kecepatan normal. Sampe ketika dihadapan gue ada mobil Avanza putih yang jalannya sumpah lambat banget. Dan dengan nggak tau dirinya, di ngambil posisi di bagian tengah jalan, bukannya di pinggir.

Selama beberapa waktu lamanya gue ngekor di belakang Avanza ini. Asumsi awal gue, di depan Avanza ini emang lagi rame, makanya si Avanza ini jalannya lelet banget. Tapi di kiri-kanan gue, motor-motor pada ngebalap dengan gampangnya dan segera menghilang dari pandangan, yang artinya di depan Avanza ini kosong nggak ada apa-apa.

Karena mobil gue sedan, kan dudukan sopirnya rendah. Sementara Avanza kan semi-kijang. Jadi gue nggak bisa ngeliat apakah ada sesuatu di depan Avanza ini yang membuatnya berjalan sedemikian lambat. Lalu ketika jalur kanan dari arah berlawanan agak kosong, gue ngambil agak ke kanan dan ngintip ada apa di depan Avanza ini. Dan ternyata emang bener-bener kosong plong plong.

Salah satu hal yang paling gue benci dalam berkendara adalah kalo ada kendaraan yang berjalan lambat di tengah jalan tanpa ada alasan yang syar’i. Alasan syar’i maksudnya, silahkan kalo mau jalan pelan-pelan, mungkin lagi nyari alamat, lagi mau nyari belokan ke kanan, di depannya ada kendaraan besar yang ngalangin jalan, atau gimana. Tapi Avanza ini udah depannya kosong banget, jalanan juga agak luas, eh tanpa alasan yang syar’i dia jalan lelet banget di tengah jalan. Padahal depannya nggak ada apa-apa.

Akhirnya bagai buaya menunggu mangsa, gue nyari timing yang pas buat ngebalap si annoying Avanza ini. Lalu ketika gue ngeliat jalur kanan dari arah berlawanan bener-bener kosong, segera gue ambil kanan dan pedal gas gue injek lebih dalem lagi. Bruuuummm…

Moncong MyLovelySolBro udah sejajar sama ban belakang annoying Avanza ini. Dan ketika kira-kira moncng gue sejajar sama pintu depannya, tiba-tiba Avanza itu mendadak melambat. Dan nggak jauh di depan dia, kira-kira 5 meter, terlihat ada 2 orang bencong lagi nyebrang! Dan dia udah nggak nengok ke kanan lagi (ke arah gue), tapi lagi nengok ke sebelah kiri! Alamakjan!

Jadi saat itu posisinya adalah, annoying Avanza berada di jalur yang bener, cuma jalannya sumpah-lelet-banget dan dalam posisi mengurangi kecepatan. 5 meter di depannya ada 2 orang bencong lagi nyebrang. Di sebelah kanan Avanza itu, alias di jalur yang berlawanan arah, ada MyLovelySolBro yang sedang dalam akselerasi tinggi karena mau ngebalap si annoying Avanza ini.

Si bencong bergerak dari Barat ke Timur. Gue bergerak dari Selatan ke Utara.

Otak Fisichella gue mulai beraksi cepat. Ada 3 kemungkinan yang terjadi disini:

  1. Gue segera mengerem pol dan mengalah membiarkan si bencong itu lewat. Dan gue kembali ke jalur kiri persis di belakang Avanza.
  2. Gue tetep berjalan seperti biasa, jadi momennya bakalan pas, yaitu pas si bencong lewat depan gue, pas moncong mobil gue nabrak mereka berdua.
  3. Gue segera menekan pedal gas lebih dalem lagi, sehingga gue bisa ngelewatin si bencong itu lebih dulu daripada dia nyebrang di jalur gue.

Kemungkinan pertama, agak susah. Secara gitu posisi mobil gue lagi akselerasi tinggi, kaki kanan gue lagi bergerak nginjek pedal gas pol. Ada waktu sepersekian detik untuk memindahkan kaki kanan gue ke pedal rem, dan butuh waktu sekian detik lagi untuk memperlambat laju mobil gue yang udah nggak tertahankan ini.

Kemungkinan kedua, jelas bukan opsi yang pas. Apa kata dunia kalo besok gue muncul di koran Merapi dengan headline “seorang mahasiswa babak belur dikeroyok bencong karena ‘mencolek’ pantat bencong dengan moncong mobilnya”.

Kemungkinan ketiga, cuma ini yang gue pikir yang terbaik menurut ijtihad sepersekian detik gue. Akhirnya begitu sudut mata gue ngeliat bencong itu masih terus berjalan tanpa tau gue juga lagi mengarah kepadanya, gue tekan pedal gas gue lebih dalem lagi sambil banting setir lebih ke kanan, untuk menghindari kedua bencong itu. Brrrrrmmmm… MyLovelySolBro melaju kencang.

Bencong yang pertama, yang posisinya lebih deket sama gue, cepet tanggap dan dia segera berhenti mendadak. Selamatlah dia dari kemungkinan bertemu malaikat Munkar dan Nakir. Tapi bencong yang kedua, dia tetep menoleh ke kiri, nggak sadar kalo ada gue mau lewat. Akhirnya, terjadilah bunyi yang sudah nggak asing lagi…

“GUBRAAAAAAAKKK….!!!”

Astagfirullahaladzim…

Alhamdulillahirabblialamin…

MOBIL GUE DITABRAK SI BENCONG YANG KEDUA!!!

Dalam waktu sepersekian detik itu, moncong mobil gue berhasil melaju lebih cepat dari laju si bencong itu tadi. Tapi si bencong tetep nggak sadar. Jadi pas 1/8 badan mobil gue udah ngelewatin dia, dia tetep aja jalan. Jadilah dia nabrak bagian samping kiri mobil gue, tepatnya di pintu depan. Dan terdengarlah bunyi gubrak yang keras itu.

Dag dig dug… Bunyi gubrak itu bukan bunyi yang bisa disepelein. Dan makhluk yang gue tabrak, eh maksudnya yang nabrak gue, juga bukan sembarang makhluk. Dengan dipenuhi perasaan berdosa dan rasa tanggung jawab, mobil gue yang tadinya berada pada akselerasi tinggi di jalur kanan, segera gue belokin ke jalur kiri dan langsung gue cari posisi yang pas buat berhenti. Akhirnya gue parkikr mobil gue kira-kira 20 meter dari lokasi penyebrangan bencong.

Gue segera membuka pintu dan memberanikan diri untuk turun. Di dalam benak gue udah terbayang segala hal. Mobil gue nabrak, eh ditabrak bencong. Dan kita semua tau bencong itu tipikalnya kaya gimana. Apa yang bakal terjadi kemudian? Apakah si bencong akan menghisap gue sampe gue sekarat?

Gue pun turun dari mobil dan dengan langkah cepat, tegap, pasti dan penuh percaya diri segera mendekat menuju lokasi kejadian untuk meminta maaf kepada si bencong tersebut. Gue berjalan cepat sembari mata gue memandang lokasi kejadian. Beberapa orang di warung kaki lima juga terlihat keluar dari warungnya dan mengecek darimanakah bunyi gubrak tadi berasal.

Lalu gue pun melihat bahwa kedua bencong yang tadi nyebrang kini udah berada dengan selamat di sisi jalan. Bahkan mereka terus berjalan memunggungi lokasi kejadian, menyusuri warung kaki lima yang ada di sisi jalan, seakan barusan nggak terjadi apa-apa. Orang-orang yang dari warung juga memberikan dukungan moral buat gue dengan berujar, “Oh nggak kok Mas, nggak apa-apa!”

Akhirnya gue pun bisa menghela napas lega. Tapi gue masih ngeliatin kedua bencong tadi. Setelah gue bener-bener yakin bahwa mereka tetep melangkah menjauh dan nggak menganggap kejadian tadi adalah kejadian yang luar biasa, gue pun tersenyum kepada si orang dari warung. Gue membales supportnya dengan berkata, “Oh iya, makasih banyak Mas!” dengan tangan kanan gue mengacungkan jempol ke arahnya.

Setelah dirasa semuanya beres, kemudian gue kembali ke MyLovelySolBro yang gue parkir serampangan di sebelah kiri jalan. Mesin mulai gue nyalain, dan gue kembali berjalan menyusuri Jalan Kaliurang untuk pulang ke kosan.

Alhamdulillah…

Melalui tulisan ini juga, gue ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada kedua bencong tadi, terutama bencong yang kedua yang nabrak mobil gue. Kalo ada diantara lu yang baca tulisan ini ada yang kenal sama mereka, tokong sampein permintaan maaf gue yah. Atau jangan-jangan, lu adalah bencong yang gue maksud?

OraMutu

• Orang – orang berkata kalo gw….
IMUT!!! *awas lu jangan pada protes!

• Kalo dapet 1 milyar gw pasti…
2.5 % buat sedekah, sisanya buat diputer di masyarakat. Sebaik-baiknya uang adalah uang yang beredar di masyarakat, bukan begitu?

• Klo kejebak macet gw…
Nyanyi-nyanyi di dalem mobil. “Semua oraaangg… Pasti suka belah dureeeen…”

• Indonesia adalah negara yang…
Akan gue bawa menuju kejayaan, Insya Allah

• Mantan gw…
Nggak punya mantan kaleee! *malu gara-gara ditinggal kawin sama Nia Ramadhani

• Klo berada di depan kuburan M.J…
Jalan aja terus. Apa bedanya M.J sama Mas Yunanto, pedagang angkringan depan kosan gue.

• Hidup ini penuh dengan…
Foto-foto narsis gue.

• Tak ada tempat yang indah selain…
Pangkuan dan pelukan dari emak gue. So cute…

• Ke mana pun gw pergi, pasti bawa…
Kacamata dan (minimal) celana dalem.

• Kalo divonis kanker…
Minjem uang ke temen atau nagihin orang-orang yang masih punya utang. Kanker kantong kering kan?

• Pagi-pagi enaknya makan…
Makanan yang bergizi tinggi, kaya chiki, lidi, chocolatos, dll.

• Pekerjaan yang paling membosankan di dunia adalah…
Dukun. Bosen banget kerjanya sama asep di tempat yang gelap-gelap.

• Hal yang paling mengerikan di dunia adalah…
Kalo Soeharto atau Idi Amin atau Mussolini atau Hitler hidup lagi. Astagfirullahaladzim…

• Bencana alam itu…
Bencana yang terjadi di alam. Kalo bencana yang terjadi pada hilangnya dompet, namanya kemalingan!

• Waktu SMA gw dikenal sebagai…
Pecundang.

• Saat yang paling tenang, saat…
Mandiin MyLovelySolBro.

• Paling males kalo ngelihat…
Perempuan yang pada pamer paha terus keluyuran. Males soalnya cuma bisa ngeliat doank, nggak bisa dieksekusi. Astagfirullah…

• Kalo orang ciuman di depan gw…
“Mbak, kalo udah gantian sama saya yah!”

• Gw pengen banget…
Elu yang baca tulisan ini bersedia berbagi rezekinya dengan gue… *baca: ngasih uang

• Hape gw bagus, tapi alangkah bagusnya lagi klo gw bisa beli…
Kesejahteraan untuk rakyat Indonesia. Belinya dimana yah?

• Wanita2 cantik dan seksi di dpan gw sambil ketawa2 keras2, dalem pikiran gw…
Ini perempuan tapi kok ada sisa kumis sama brewok yah? Loh kok kakinya berbulu? Jangan-jangan…

• Pria dengan jeans robek”, baju hitam gambar tengkorak, ngerokok, nongkrong depan circle-K, dalem pkiran gw…
Tersanjung, soalnya dia make gambar muka gue di bajunya!

• Orang yang sok imut dan sok childish…
Sok imut itu sih gue. Kalo sok childish?

• Lagi jalan, ada yang lewat pake motor bilang “fuck you”…
Oh yes, fuck me please… Ah ah ah… *Astagfirullahaladzim…

• Mama papa bilang “kapan nikah?”
Bentar lagi yah, Asmirandah nya masih sibuk syuting

• Afgan datang ke rumah…
Maap Mas, kalo mau minta sumbangan lapor ke Pak Lurah dulu yah!

• Kalo tengah malem ditelepon pacar…
Nggak punya pacar. Kalo yang nelponnya tengah malem mah biasanya bukan pacar, tapi… Tapi… Tapi… Hiiiiii…

• Kalo besok kiamat dateng…
Berarti lu nggak punya kesempatan buat mengcopy-paste tulisan ini dan lu isi sesuai jawaban lu sendiri!

SecuilSMS #3

Senin 9 Februari 2009

C-Kink, 08:01

“Hadoh Asmirandah… Ms gw br aja abis mimpiin elu… Hohoho”

Asmirandah, 08:07

“Hah sampe segitunya! Emg mimpi apa lw? Jgn yg jelek2 y..”

C-Kink, 08:11

“Critain ga yaaa?Rahasia ah… Huehehe.

Ms kn qta ktmuan, trus mau jln naik mbl gw. Trs lu gw tggl bntr di mbl, eh balik2 mbl’a ud ga ada, lu bw kbur. Pdhl kunci’a gw yg megang.

Ntar kl qta ktmuan beneran, mbl gw jgn diembat jg y.”

Asmirandah, 08:15

“Astagfirullah, parah banget dah! Enak aja gw dmimpiin yg jelek2.. Makanya ayo ktmuan beneran, ms ud di Depok tp ga ktemu gw c”

C-Kink, 08:19

“Yah liat aja ntar, kl mbl gw ilang berarti lu yg msti tggung jwb y. Hohoho… Lg jg dr pd ngembat mbl’a mnding lu embat aja nich sopir’a.”

Asmirandah, 08:22

“Haduh.. Kalo gw embat supirnyah rugi gak yah,?? Emang laku di jual yah?? Hehe.. Ngawur lu ah!! Mangkan nya bgn jgn siang2..”

C-Kink, 08:24

“Wuah jelas laku duonk, makhluk langka tuh. Td pagi c ud bngun tp trus tdur lg. Eh ga tau’a mlh dpt mimpi yg ky gni. Ntar gw mau tdr lg & mimpi lg. Di mimpi gw yang kdua nanti mbl gw tlg dibalikin y.”

Asmirandah, 08:47

“Ogah ktemu d mimpi lw lg ah! Abis d mimpiin yg jelek2..

Dasar lw tkng tdr ya!? Okeh d.. Puas2in d tdr. Smoga mbl lw ktemu yah..”

2 jam kemudian…

C-Kink, 10:47

“Mn qo mobil gw ga dibalikin? Hadoh dasar maling dah ah…”

Asmirandah, 11:01

“Kurang ajar lw!!! Yee cari ajah sana sndiri..”

KataMotivasi

“Ketika kita punya 1 alasan untuk bersedih, maka kita masih punya 1000 alasan untuk tetap tertawa!”

Yogyakarta, 10 April 2010

Sebait kalimat diatas adalah status facebook gue yang gue tulis pada hari yang sama. Bukan apa-apa sih, hanya sekedar kata motivasi. Retoris. Cuma sekedar untuk membangkitkan semangat. Tapi, kita belom tentu bisa mengaplikasikannya.

Kenapa? Karena seringkali realita di lapangan berbeda dengan apa yang kita pelajari secara teoritis. Banyak faktor dan variabel lain yang perlu diperhatikan, beda dengan teoritis yang fokus pada objek tertentu, mengabaikan beberapa faktor dan menggunakan asumsi-asumsi.

Sekarang, disini gue nggak bermaksud mencampur-adukkan antara teori dan praktikum itu tadi. Gue cuma ingin kita, gue dan elu semua yang baca tulisan, ini bersama-sama memberikan penjelasan lebih detail mengenai kalimat di pembuka tulisan ini tadi.

Oke, mungkin ada suatu saat dimana kita mengalami down syndrom. Eh, maksudnya mood kita lagi down.  Ya, 1 atau 2 hal bisa menjadi penyebabnya. Bagaimana caranya supaya mood kita bisa naik lagi? Ya seperti itu tadi, jangan sampai 1 atau 2 hal penyebab kesedihan itu mendominasi diri kita. Buka mata lebar-lebar, buka telinga, buka mulut dan buka celana kita. Maka kita akan menyadari bahwa ada ratusan bahkan ribuan hal lainnya yang patut kita syukuri, yang mungkin selama ini sering kita abaikan.

Nah, jadi bersama-sama, ayo kita tulis disini, “1000 alasan” apa aja yangmampu membuat kita untuk tetap tertawa. Silahkan berekspresi dan tulis sebanyak-banyaknya!

Ketika kita punya 1 alasan untuk bersedih, maka kita masih punya 1000 alasan untuk tetap tertawa! Dan alasan-alasan itu adalah:

  1. Kita tertawa, menertawakan kesedihan kita
  1. Kita tertawa, menertawakan diri kita yang sedang menertawakan kesedihan kita
  1. Kita tertawa, menertawakan kesedihan yang sedang kita tertawakan
  1. Kita tertawa, melihat kata “bersedih” disandingkan dengan “tertawa”. Padahal kan seharusnya “tersenyum”
  1. Kita tertawa, melihat C-Kink yang mengoreksi sendiri kesalahannya
  1. Kita tertawa, membaca uraian poin-poin di atas
  1. Kita tertawa, melihat  C-Kink yang nggak ada kerjaan nulis kaya ginian
  1. Kita tertawa, melihat kalian yang juga nggak ada kerjaan jadinya ngebaca ginian
  1. ….
  1. ….

Sisanya silahkan dilanjutin sendiri ya. Tarik maaang!!!


C-Kink

1BulanTanpaLaptop #1

 

Ketika tulisan ini ditulis, mungkin udah lebih dari 1 bulan semenjak laptop gue satu-satunya, HP Pavilion bla bla bla, harus mengakhiri masa baktinya dan kini berstatus purnawirawan. Sehingga tulisan ini gue tulis bukan dengan laptop gue itu tadi, melainkan di sebuah komputer desktop milik salah seekor temen kosan gue, kita sebut saja Bayu Sakti Wibowo atau biasa dipanggil “Ratna”.

 

Laptop gue terkena penyakit komplikasi kronis dan stadium Santiago Bernabeu. Eh, maksudnya stadium tinggi, kalo kata dunia kedokteran mungkin udah sampe level 4, tinggal nunggu 1 level lagi buat ngelawan raja terakhir. Lu kira main game?

 

Pertama, laptop gue jadi lemot. Startingnya lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget, lebih lama dari kecepatan jari kelingking lu kalo lagi ngupil (tapi nggak tau deh kalo lu ngupilnya pake jempol kaki). Jadi setelah di turn on, muncul windows loading, terus masuk ke tampilan desktop. Tapi perlu nunggu lamaaaaaa sampe menu desktop icon dan google desktop nya muncul, dan masih nunggu lagi supaya pointer mousenya bisa berfungsi.

 

Kedua, kalo kita cek CPU performance nya pake del+alt+ctrl, kita bisa saksikan bersama-sama, dengan mata telanjang, dengan mata kepala sendiri (bukan dengan mata kepala orang lain), bahwa CPU usage nya bergerak statis di angka 100%. Padahal itu lagi nggak buka program apapun. Bener-bener ajaib, sodara-sodara!

 

Ketiga, Persatuan Indonesia.

 

Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan luhur dalam… Eh stop, stop! Kok malah jadi ngomongin Pancasila?  Mari kita kembali lagi ke jalan yang benar.

 

Ketiga, slot USB nya nggak berfungsi. Kalo dicolokin flashdisk atau sejenisnya, nggak ngerespon apa-apa. Malah kalo lagi beruntung, kadang-kadang laptop gue langsung ngehang begitu ada flashdisk nyolok ke slot USB. Demikian juga yang terjadi sama koneksi Bluetooth & wifi nya.

 

Keempat, kalo lagi di turn off, suka ada dialog box yang namipilin tulisan “this program is not responding. End now”. Padahal mata gue yang minus 3.5 kanan-kiri ini udah yakin banget kalo sebelom di turn off, semua program udah di close. Jadi, ada program ghaib yang belom di close. Hiiiiii…

 

Kelima, kadang kalo lagi nyetel winamp, suaranya suka nggak keluar terus muncul dialog box “system sound error, bla bla bla bla…”

 

Jadilah dengan semua hal tersebut, yang bisa gue lakukan dengan laptop gue hanyalah ngetik pake word atau excel, sekedar nulis tulisan atau nulis pembukuan C2C. Atau buka powerpoint sama pdf buat belajar. Cieeeeee belajar nih yeeee…!!!

 

Dan karena slot USB nya nggak respon, kalo mau mindahin data mesti pake memory card. Hadoooooh… Tapi Alhamdulillah tempat CD nya masih bisa berfungsi.

 

Bukan berarti gue diem aja ngeliat ada yang berubah pada kondisi kesehatan laptop gue. Pada suatu ketika, gue iseng ngebawa laptop gue ke salah satu toko komputer terkenal di wilayah Jogja. Untuk menghindari promosi gratisan, jadi gue nggak boleh bilang-bilang kalo toko komputer itu namanya Megatech.

 

Komputer gue nginep disana, dengan segala keluhannya udah gue tulis di selembar kertas yang gue selipin di dalem laptop gue. Besoknya si mas-mas teknisi nelpon gue.

 

Teknisi  : Selamat siang, dengan Mas C-Kink?

C-Kink   : Iya, tapi saya lebih dikenal dengan nama Nicholas Saputra. Ada apa Mas?

Teknisi  : Mmmm… Mas C-Kink, eh Mas Nicholas malem minggu besok kosong nggak?

C-Kink   : Malem minggu? Hmmmm… Iya kok, masih kosong. Ada apa Mas?

Teknisi  : Saya… Ummmm… Saya mau… Emmmm… Mau ngajak Mas C-Kink ke… Ke…?

C-Kink   : Mau ngajak kemana?

Teknisi  : Ke itu tuh… Ke situ loh… Ke…

 

STOP!

 

Hentikan semua dialog menjijikkan diatas! Mari kita kembali lagi ke jalan yang lurus!

 

Intinya, secara tersirat teknisi itu bilang kalo dia bingung apa yang harus dilakukan dengan laptop gue yang udah sepuh itu. Dan dia menawarkan, “Mas, gimana kalo ini laptopnya saya coba install ulang aja ya Mas?” Karena gue sami’na wa atha’na, ya udah gue mempersilahkan dia buat nge install ulang laptop gue.

 

Besoknya, laptop gue bisa diambil. Setelah gue ambil dan berpamitan dengan mbak-mbaknya yang nggak cantik tapi enak diliat (bodinya yang enak diliat, bukan tampangnya. Ups, Astagfirullahaladzim…), dengan perasaan dag dig dug der Daiaaa gue coba laptop gue di kosan. Ting tong!

 

Turn on. Windows loading. Windows desktop. Dan jreeeenggg… Ternyata nggak ada yang berubah, selain tampilan desktopnya aja yang balik ke original! Lemotnya, CPU usage nya, slot USB nya, dan semuanya masih sama. Kecuali program-programnya yang udah pada ilang, termasuk program ensiklopedi Encarta yang telah menolong gue menjawab keingintauan gue tentang dunia dan isinya. Huiks huiks…

 

Akhirnya gue bawalah laptop gue ini ke ahlinya. Ya, siapa lagi kalo bukan Mbah Maridjan, ahli dalam masalah pergunung merapian!

 

Ya jelas nggaklah, bukan ke Mbah Maridjan tapi ke Mak Erot, ahlinya membuat celana menjadi sempit. Ups, masih salah ya?

 

Maksudnya, gue bawa ke HP Center Jogja. Serahkan pada ahlinya, kalo kata Fauzi Bowo. Kalo kata Fauzi Muharam mah “Serahkan pada Bantul!”. Laptop gue kan merknya HP, jadi HP selaku pemroduksinya pasti lebih tau dengan apa yang terjadi pada produknya.

 

Singkat cerita, akhirnya laptop gue nginep di HP Center itu, melalui perantara mbak-mbak front office yang mukanya agak manis tapi berkarakter judes. Laptop udah gue serahkan dan tinggal menunggu kabar dari teknisinya.

 

Besoknya gue ditelpon sama HP Center. Dengan penuh keringat dan air mata, gue angkat henpon gue. Eh bukan diangkat, tapi mencet tombol ijo yang ada di hamper setiap henpon.

 

Suara di ujung sana menyapa gue, “Halo selamat siang…”

 

 

… Bersambung …

… To be tukinyut … Eh, continued …

Wisuda

Kamis 18 Februari 2010, gue nulis kaya gini di status Facebook gue:

“Ngeliat orang-orang keluyuran pake toga. Dikelilingi keluarganya. Penuh canda tawa. Sambil foto-foto bersama. Pertanyaannya: KAPAN GILIRAN GUA?”

Apa yang melatarbelakangi gue nulis status kaya gitu? Oke, itu yang jadi tujuan penulisan kita kali ini.

Nggak tau kenapa, sejak puluhan abad lalu, bahkan sebelom gue dilahirkan, gue udah ngidam banget sama yang namanya wisuda. Jelas, kalimat gue barusan 100% ngibul. Lebih tepatnya sejak beberapa bulan lalu, ketika gue memutuskan bahwa kuliah Penerapan Radioisotop tanggal 18 Desember 2009, adalah kuliah terakhir gue di Teknik Nuklir. Dan bahwa ujian Penerapan Radiasi di Industri tanggal 12 Januari 2010 adalah ujian terakhir gue di Teknik Nuklir.

Setelah itu, gue mulai mengidam-idamkan foto gue terpampang di setiap dinding di kantor pemerintah, berada di sebelah kanan Burung Garuda. Eits, salah… Maksudnya, gue mengidamkan body gue yang seksi dan six pack ini dibungkus oleh toga. Tanaman obat keluarga.

Dan entah kenapa, kalo kita pake prinsip Mestakung (semesta mendukung) nya Yohannes Surya, hari ini alam semesta seakan-akan mendukung gue untuk segera di wisuda. Uhuhuhuhuy.

Mau tau kenapa? Kita Tanya Galileo!

Jam setengah 6 pagi. Temen kosan gue, kita sebut saja “Anus” (bukan nama sebenarnya), bersiap-siap… Stop stop stop. Penggunaan kata Anus sepertinya kurang tepat kalo didenger oleh kakek-kakek di bawah umur, jadi kita sebut saja si Anus ini dengan sebutan “Unas”. Oke, lanjut…

Unas bersiap-siap untuk menghadiri wisudanya. Naik mobil, dia udah dandan rapi jali, ditemenin sama keluarganya. Wisuda emang momen yang penting, yang mengharuskan orang tua mahasiswa turut serta dateng menyaksikan tali toga anaknya digeser dari kanan ke kiri (bener nggak?). Sepagi ini, Unas telah berangkat menuju GSP, kepanjangan dari Sasana Budaya Ganesha. Eh salah itu mah punya ITB. Maksudnya Graha Sabha Pramana.

Mungkin dia sengaja dateng pagi-pagi supaya gampang nyari parkiran, karena kalo lagi wisuda biasanya GSP emang selalu rame. Atau mungkin dia mau dandan dulu, bisa jadi. Atau mungkin dia mau bantu-bantu ngepel dan nyapu-nyapu GSP, ya silahkan.

Kini Unas telah berangkat menyambut wisudanya. Jam setengah 9 gue ke kampus, janjian sama 2 orang temen gue, sebut saja “Asap” dan “Lea” (dua-duanya Insya Allah laki-laki, dua-duanya hampir bukan nama sebenarnya). Kita janjian mau ketemuan sama seorang dosen, sebut saja “Sagu Udib” untuk curhat mengenai masalah skripsi dan tugas akhir.

Singkat cerita, akhirnya kita bisa ketemu face to face, eye to eye, mouth to mouth dan body to body dengan Pak Sagu Udib. Gue langsung menembak beliau:

“DOR!”

Dan beliau terkapar:

“Akkhhhh… Tidaaakkkk…!!!”

Kriiik… Kriiik…

Maaf, salah konteks…

Gue langsung menembak beliau. Bukan dengan pistol tapi dengan pernyataan plus pertanyaan.

“Gini Pak. Kami tertarik untuk mengambil skripsi dengan tema tentang AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, red). Nah mungkin Bapak bisa memberi kami saran, terkait tema kami ini. Atau mungkin Bapak ada proyek atau penelitian terkait AMDAL yang kami bisa bantu mengerjakannya Pak?”

Singkat padat jelas. Efisien ekonomis ergonomis eksotis erotis.

Pak Sagu Udib tersenyum sekilas. Diam sejenak. Lalu ia membuka suara,

“Oh, iya, ada!”

Ada, maksudnya ada penelitian beliau yang kami bisa bantu mengerjakannya! Ting-tong!

Beliau melanjutkan,

“Iya jadi gini. Saya punya… … … … … *tuuuuuuuuuuuuuuuuuuut* (SENSOR)”

Oke, cukup sampai disini. Obrolan gue Asap dan Lea dengan Pak Sagu Udib sepertinya belom layak untuk dipublish di depan umum, jadi atas permintaan narasumber, konten diskusi tidak akan kami tampilkan.

Singkat kata, akhirnya gue dapet tema dan arahan mengenai skripsi gue terkait AMDAL. Jadi setelah luntang-lantung selama seminggu, dimana gue udah nulis “Skripsi” di KRS gue tapi belom dapet judul, dosen pembimbing dll, akhirnya pada hari ini dan jam ini, semuanya menjadi jelas dan cahaya menuju toga di kepala semakin terbuka lebar. Alhamdulillah…

Setelah itu, gue balik ke kosan karena bareng temen kosan gue yang lain yang namanya, kita sebut saja “Bayi” (mmmm… Nama sebenarnya apa bukan yaaaa???), kita mau ke Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) untuk daftar kursus nari balet. What? Nari balet? Ya jelas nggak mungkin lah… Maksudnya, kita mau daftar kelas persiapan TOEFL.

Pas mau berangkat, temen kosan gue yang lain lagi ternyata mau ikutan nebeng ke FEB. Dia adalah, kita sebut saja “Syekh Pujo” (jelas bukan nama sebenarnya, tapi nama bapaknya). Sedikit cerita, Syekh Pujo siang ini jam 1 mau sidang pendadaran, alias sidang skripsi. Jadilah dia bareng gue dan Bayi berangkat ke FEB. Syekh Pujo make kemeja putih panjang, dasi item, celana kain item dan sepatu pantovel. Kostum kaya gini emang merupakan syarat untuk mengikuti sidang di FEB.

Sesampainya di FEB yang sebelahan sama GSP, ternyata disana lagi rame-ramenya orang-orang wisuda. Parkirannya penuh dengan mobil-mobil keluarga wisudawan dan wisudawati. Jalanan rame dengan wisudawan yang bercipika-cipiki dengan temen-temennya, yang udah pada lulus duluan atau yang lulusnya entah kapan. Beberapa diantara mereka juga terlihat sedang berfoto-foto ria, entah dengan sesama koleganya atau dengan symbol-simbol ke-UGM-an yang ada disana. Kenang-kenangan untuk anak cucu mereka nanti, bahwa mereka pernah numpang buang air kecil di toilet UGM!

Diantara mereka yang wisuda hari ini, mungkin ada 2 orang yang cukup gue kenal. Yang pertama adalah si Unas tadi. Yang kedua adalah temennya Bayi yang bernama, kita sebut saja “Aprijalcuy”. Aprijalcuy ini seangkatan juga sama gue dan Bayi, tapi dia telah mendahului kita-kita untuk lulus duluan. Ya nggak apa-apa sih, semoga ntar kalo dipanggil malaikat maut juga dia yang duluan. Ups, Astagfirullah…

Masalah wisuda di GSP beres, gue dan Bayi pun telah kembali ke kosan setelah muter-muter keliling Bank Mandiri dan Raminten. Fiuuuuhhh…

Sorenya, temen kosan gue yang lain lagi yang bernama, sebut saja “Rayo”, ngajak makan di angkringan. Gue pun mengiyakan dan jadilah kita nongkrong di angkringan Mas Yunanto (kalo yang ini asli, beneran nama sebenarnya).

Lagi asik-asik nyomot gorengan dan ngomongin skripsi, tiba-tiba Syekh Pujo dating kucluk-kucluk jalan kaki. Kemejanya basah keringetan, dasinya pun udah dicopot. Dengan ekspresi senyum-senyum puas, gue Rayo dan Mas Yunanto segera menodongnya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar sidang yang baru aja dia jalanin.

Syekh Pujo pun menceritakan pengalamannya, 45 menit dihadapan dosen-dosen penguji. 45 menit yang bikin gue iri, karena katanya kalo di jurusan gue sidang itu full 2 jam dan harus 2 jam. Pun demikian dengan pertanyaan-pertanyaan dari para dosen yang sebatas minta penjelasan lebih lanjut, bukan berupa bantahan atau sanggahan terhadap skripsi Syekh Pujo ini.

Pada akhirnya, Syekh Pujo dinyatakan lulus. Kini dia tinggal menunggu waktu untuk diwisuda. Sementara gue Bayi dan Rayo juga menunggu waktu untuk ditraktir dia, ditraktir Aprijalcuy dan ditraktir Unas.

Dan hari ini, pertanyaan gue masih sama. Setelah melihat orang-orang di sekitar gue sukses mengerjakan skripsinya, sukses menghadapi sidangnya, dan bersiap menunggu hari wisuda, gue masih tetep bertanya-tanya:

“KAPAN GILIRAN GUE?”

SMSmimpi

Senin 9 Februari 2009

C-Kink, 08:01

“Hadoh Asmirandah… Ms gw br aja abis mimpiin elu… Hohoho”

Asmirandah, 08:07

“Hah sampe segitunya! Emg mimpi apa lw? Jgn yg jelek2 y..”

C-Kink, 08:11

“Critain ga yaaa?Rahasia ah… Huehehe.

Ms kn qta ktmuan, trus mau jln naik mbl gw. Trs lu gw tggl bntr di mbl, eh balik2 mbl’a ud ga ada, lu bw kbur. Pdhl kunci’a gw yg megang.

Ntar kl qta ktmuan beneran, mbl gw jgn diembat jg y.”

Asmirandah, 08:15

“Astagfirullah, parah banget dah! Enak aja gw dmimpiin yg jelek2.. Makanya ayo ktmuan beneran, ms ud di Depok tp ga ktemu gw c”

C-Kink, 08:19

“Yah liat aja ntar, kl mbl gw ilang berarti lu yg msti tggung jwb y. Hohoho… Lg jg dr pd ngembat mbl’a mnding lu embat aja nich sopir’a.”

Asmirandah, 08:22

“Haduh.. Kalo gw embat supirnyah rugi gak yah,?? Emang laku di jual yah?? Hehe.. Ngawur lu ah!! Mangkan nya bgn jgn siang2..”

C-Kink, 08:24

“Wuah jelas laku duonk, makhluk langka tuh. Td pagi c ud bngun tp trus tdur lg. Eh ga tau’a mlh dpt mimpi yg ky gni. Ntar gw mau tdr lg & mimpi lg. Di mimpi gw yang kdua nanti mbl gw tlg dibalikin y.”

Asmirandah, 08:47

“Ogah ktemu d mimpi lw lg ah! Abis d mimpiin yg jelek2..

Dasar lw tkng tdr ya!? Okeh d.. Puas2in d tdr. Smoga mbl lw ktemu yah..”

2 jam kemudian…

C-Kink, 10:47

“Mn qo mobil gw ga dibalikin? Hadoh dasar maling dah ah…”

Asmirandah, 11:01

“Kurang ajar lw!!! Yee cari ajah sana sndiri..”

SecuilChatting

1 Februari 2009

Galih    : lok kok ngilang?

Ratna : td batrenya abis

Ratna : mw bli d pasar…pasarnya uda tutup

Galih    : ini sekarang pake apa?

Ratna : YM

Galih    : pake hp?

Ratna : g pke laptop

Ratna : apa ni??

Galih    : aku juga gag ngerti

Galih    : itu apaan yah?

Ratna : doodle

Ratna : jd komunikasi lewat gambar

Galih    : kishishishishishishi….

Galih    : ih kaya balik lagi ke jaman tk

Galih    : besok ke stasiunnya naek apah?

Ratna : kak..aq dari kecil g bs gambar tau…

Ratna : mw ngejek y

Ratna : taxi

Galih    : ya sama2, aku juga gag bisa

Galih    : mau taksi yang sopirnya imut gag? tapi bayarannya agak mahal

Ratna : mang ada??? ngaruh gitu muka ma tarif??

Galih    : ada duonks…

Galih    : taksinya soluna, plat nya b 1283 uw

Ratna : itu mobil kk

Galih    : iya. sopirnya imut khan?

Ratna : kagak da sopirnya

Galih    : ada, yang kurus begeng kerempeng autis cacingan & kacamataab

Galih    : kacamataan

Ratna : autis bisa nyetir??? nyawa taruhannya

Ratna : ogah ah

Galih    : hohohohoho

Ratna : bsok pulanggggggggg

Galih    : iyaaaaaaaaaaaa

Galih    : jangan lupa oleh2

Ratna : jiah???

Ratna : mw apa??

Ratna : rumput UI mw?

Galih    : ah itu mah udah bosen, kakak ku juga kuliah di ui

Ratna : ce atw co??

Ratna : jur apa?

Ratna : namanya sapa??

Ratna : dah punya pacar??

Ratna : hehe

Galih    : wadoooooh….

Galih    : perempuan, ekstensi administrasi niaga

Ratna : ah g jd

Galih    : gag jadi apah?

Ratna : hahahaha

Ratna : aq g bs berhenti ketawa ni

Galih    : waaaah awas pegangan

Ratna : menang

Galih    : kagak sah. melanggar konstitusi

Ratna : wooooooooooooooo

Ratna : kita kyk nak autis d

Galih    : kita? kamu aja kaleeeee….

Galih    : hihihihihihihi

Ratna : aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhrese

Galih    : ngasemik…

Galih    : ini dari tadi aku cengengesan sendirian di warnet, diliatin orang2

Ratna : ngasemik itu apa??

Galih    : ada dueh… hohohohoho

Ratna : sama

Galih    : eh suka ngeblog gax?

Ratna : aq tw blog kk

Ratna : kadang2 jg ngeblog c

Galih    : tau dari manah?

Galih    : punya kamu alamatnya dimana?

Ratna : ada dech

Ratna : tdk d publish kan

Galih    : alamtnya dimana? kasih tau duoonks….

Ratna : g ah…

Galih    : kasi tau….

Ratna : g mau

Galih    : kasi taaaaaaaauuuuuu

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Ratna : :-q

Galih    : wah ntar masuk film hidayah lhoooo

Galih    : perempuan meninggal dalam tabrakan kereta dengan perut membuncit akibat nggak mau ngasitau alamat blognya

Galih    : hihihihihihihihi

Ratna : (smileys)

Galih    : waduh kok malah guling2an

Galih    : awas pegangan

Ratna : (smileys)

Galih    : (smileys)

Galih    :  B-) <- “cool banget gak sih gaya gue?”

Ratna : (smileys)

Galih    : loh kok chat fbnya juga eksis

Ratna : iya dunk kan aq pke axis

Ratna : baik kan?

Galih    : gag juga

Galih    : gag juga

Galih    : gag juga

Galih    : mau?

Galih    : mau?

Galih    : mau?

Ratna : enggak

Ratna : enggak

Ratna : enggak

Galih    : sekali aja udah cukup kale…

Galih    : sekali aja udah cukup kale…

Galih    : sekali aja udah cukup kale…

Ratna : ok ok

Ratna : (smileys)

Galih    : hihihihi

Ratna : knp kk g d UI aja??

Ratna : (smileys)

Galih    : apanya yang di UI?

Ratna : kuliahnya

Galih    : (smileys)

Galih    : ya gag lah

Ratna : (smileys)

Ratna : knp?? alasannya??

Galih    : ntar kalo kuliah di Ui, kita belom tentu bisa kenal

Galih    : kalo kamu kenapa gag di Universitas cendrawasih aja?

Ratna : (smileys)

Ratna : masa k UGM gara2aq??

Ratna : cendrawasih dmn??

Galih    : cendrawasih irian jaya. huehehehehe…

Galih    : gag kok, di ui kan ga ada teknik nuklir, adanya cuma di ugm doanks

Ratna : (smileys)

Galih    : aduh aku dicakar

Galih    : (smileys)

Galih    : kamu kenapa gag ke UI aja, kan deket

Ratna : kan wktu itu dah ku ksh alasannya

Ratna : (smileys)

Galih    : *….lupa….*

Galih    : (smileys)

Ratna : krn dah k terima d ugm dluan

Galih    : mah, sekarang baru inget

Galih    : kalo misalnya dulu keterimanya di universitas cendrawasih duluan gimana?

Ratna : (smileys)

Ratna : ga mungkin

Ratna : org g daftar kok

Galih    : kan dapet pmdk dari sana

Galih    : ntar kamu bakalan kinclong sendiri di sana

Ratna : (smileys)

Ratna : aha…

Ratna : kasian mama ku

Ratna : (smileys)

Galih    : mama kamu perempuan bukan?

Ratna : ya sama gtu d kyk mama nya kk

Ratna : kucing2nya lucu

Ratna : zoro noa zoro

Ratna : yg d pilm one piece kan??

Galih    : iyah lucu2. kaya aku gitu, lucu….

Galih    : iyah tuh tau one piece. roronoa zoro. suka juga?

Ratna : (smileys)

Galih    : dih kok manyun

Ratna : suka…dulu wktu masih libur film itu g pernah kelewatan

Galih    : sekarang?

Ratna : mang masih ada??

Galih    : gag tau….

Ratna : dah g da

Galih    : kalo aku punya vcd nya, buanyak

Ratna : dah dganti ma kartun g jelas

Galih    : komiknya juga komplit dari awal

Ratna : wahhhhhhh

Ratna : vcdnya bahasa apa??

Galih    : bahasa jawa-cilacap, jadi ngapak2 gitu

Ratna : apaan tuh ngapak2??

Ratna : (smileys)

Galih    : panjenengan iki pripun to je, ngapak2 wae mboten ngartos

Galih    : hohohoho.. ya udah tar coba tanya mama atu papa gitu, ngapak2 tuh kaya gimana

Ratna : alhamdulilah sehat…gmn pak anaknya peyempun apa laki2??

Galih    : wah anak nya laki2 tuh… tapi kok kumisan ya? loh kok kakinya empat? waduh kok ada ekornya? ooooh  ini mah anak kucing…

Ratna : (smileys)

Galih    : loh kok nangis?

Galih    : cup cup cup cup cup cup…

Galih    : ini papa beliin balon dueh… tapi balonnya yang udah meletus aja ya

Ratna : (smileys)

Galih    : wah udah tidur… kalo lagi tidur keliatan manis ya… mirip anak lumba2…

Ratna : (smileys)

Ratna : gpp d aq suka lumba2 kok

Ratna : (smileys)

Galih    : hihihihihi

Galih    : eh kosan kamu yang di gang jeruk bukan?

Ratna : iya

Galih    : yang gangnya buntu ya

Ratna : iya knp??

Galih    : gapapa. kemaren abis dari jogja chicken aku nyasar masuk situ

Ratna : oalah…

Ratna : ngapain nyasar??

Ratna : knp d jogchik

Ratna : knp g d amazy

Ratna : lbh bersih dan lbh enak

Galih    : nyasar mau ke arah pogung baru tapi salah jalan

Galih    : amazy dimana tuh?

Galih    : mau donk nyoba disana, tapi bayarin yah

Ratna : dkt toko merah

Ratna : (smileys)

Galih    : di sebelah mana nya?

Galih    : yang baru buka itu ya

Ratna : iya…depan bengkel honda

Galih    : gag tau…

Galih    : yuk bayarin aku makan disana ya

Ratna : (smileys)

Ratna : kabuuuuuuuuuuurrrrrrrr

Galih    : aaaaaaah peeliiiiit

Galih    : huiks huiks… udah 3 hari belom makan nih…

Ratna : katanya kmrn bis makan d jogcik

Galih    : maksudnya udah 3 hari belom makan di iga bakar…

Ratna : saya aja blm pernah makan disitu

Ratna : utk k2 xnya

Ratna : rumah kk d mananya??

Galih    : ya udah yuk besok kita makan bareng disana

Galih    : rumah yang manaa?

Ratna : bsok kan aq pulang

Ratna : rumah d jkt

Galih    : di depok nya

Galih    : ntar kalo kamu ke depok bilang2 aja

Ratna : nama jlnnya?

Ratna : aq blgnya kmn??

Galih    : di perumahan

Galih    : bilang ke aku

Ratna : caranya??

Galih    : telpon aja ke nomor 0856*****40

Ratna : itu kan no ku….

Ratna : taw dari mana???

Galih    : hihihihi… tau doooonk… dari mana yaaaaa?

Ratna : dari bem

Galih    : bukan

Galih    : search di google sama nyari di wikipedia

Ratna : iya kk tw dari situ

Ratna : brarti aq terkenal dunk

Ratna : serasa artis ni

Galih    : wuuuaaaah… iya kok, artis discovery channel ya

Galih    : apa artis uka2?

Ratna : MTV x

Galih    : mtv ethiopia

Galih    : loh kok ga bisa di miscol, malah dialihkan

Ratna : org lg g aktiv

Ratna : pan HP nya rusak

Galih    : aduuuuuh kok dirusakin

Ratna : kk c banting2 HP ku

Ratna : ganti rugi

Galih    : iya. habisnya di hp kamu banyak foto2 kamu, aku jadi kasian sama hpnya…

Receiving IMVironment from Ratna…

Ratna : ah kk mah..

Ratna : kan itu kk yg votoin

Galih    : nah makanya… gag ada fotoku disana

Ratna : aduuuuuuuuhhhhhhh makin rusak d hape ku

Ratna : ni no ku

Ratna : tp jgn d sebar lg y

Galih    : gag donk, justru foto ku bakal jadi anti virusnya

Ratna : 0838*****1 atw 0812*****01

Ratna : antivir HP c iya tp itu jg jd virus flu burung

Galih    : iyah. ntar nomornya aku tulis di facebook ya

Ratna : iyah…promosiin y

Ratna : ce cantik lugu soleh sayang mama papa dan rajin nabung

Galih    : gag ah…

Ratna : (smileys)

Galih    : nanti tagnya: “anda kesepian? mau curhat? butuh teman ngobrol? telpon sekarang juga ke nomor 0838*****1!”

Galih    : sama: “sedot wc, badut sirkus, bor sumur, servis ac, hubungi 0812*****01″

Ratna : emangnya aq apaan??

Galih    : emang apa hwayo?

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Galih    : huahahahaha

Ratna : (smileys)

Galih    : jualan pulsa yah?

Ratna : iyahh

Ratna : tapi g pake ngutang

Galih    : aduh baru mau diutangin

Ratna : klo utang bunganya 50%

Galih    : “… orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti orang gila…”

Galih    : hwayo lhoooo….

Galih    : mau ngutang donk…

Ratna : nanti hasil bunga nya aq sedekahin

Galih    : sedekahinnya ke kaum kurus kering kelaparan kaya aku aja ya

Ratna : ogah

Ratna : salah sasaran

Ratna : masih banyak yg lbh susah dari kk

Galih    : tapi yang lebih kurus?

Ratna : atw aku kasih k org yatim piatu

Ratna : seperti papa dan mama ku

Galih    : bapak ku yatim, soalnya kakekku udah meninggal

Ratna : heheheheh

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Galih    : duh anak industri pelit yah… hehehe

Ratna : bukan pelid

Ratna : tapi cerdik

Ratna : (smileys)

Galih    : bukan cerdik

Galih    : tapi cacingan

Galih    : (smileys)

Ratna : itu nuklir

Galih    : itu sma 87

Galih    : (smileys)

Galih    : poto apah?

Galih    : ????

Ratna : g tw org kk cancel

Galih    : itu maksudnya apa?

Ratna : kirim2 poto d kyknya

Ratna : ada potonya g d samping??

Galih    : ada, tapi jadi lemot

Galih    : foto kamu baru bangun tidur kan?

Ratna : yg lemot yg megang komp nya

Ratna : ah..terlalu besar kapasitasnya

Galih    : tes tes tes

Galih    : ada foto artis tuch

Ratna : nge tes alat duank y??

Galih    : kagak, itu lagi bawain lagu belah duren

Ratna : hah??

Ratna : mang gmn laguny??

Galih    : huehehehe… gag ko, itu kan kemaren waktu techfest

Ratna : bang durenya tolong d belah dunk

Galih    : nah itu tau

Galih    : kemaren techfest nonton ?

Ratna : nonton kok

Ratna : knp??

Ratna : tp yg malem duank

Galih    : yang industri nampil ya

Galih    : bawain lagunya kerispatih

Ratna : iya

Ratna : iya

Ratna : bagus kan

Galih    : gag ah, bagusan teknik nuklir tuh… apalagi bassisnya

Ratna : kk nonton??

Galih    : wuah narsis

Galih    : iya aku juga nonton mpe malem

Ratna : kk kenal MC nya g??

Ratna : yg co namanya agung bkn??

Galih    : oh iya agung teknik mesin

Ratna : MC malem

Galih    : kenapa tuh? cieee cieeee…

Ratna : trus yg ce nya tw g??

Galih    : sapa ya? aduh lupa…

Ratna : oh lupa y…

Ratna : yawda d gpp

Galih    : yang orangnya kaya gimana? mestinya sih kenal

Ratna : pasangan nya agung d

Galih    : *……lupa…..*

Ratna : wktu jd MC techfest

Ratna : menurut kk bgs g nge MC nya??

Ratna : kata ku g loh

Ratna : jayus MCnya

Ratna : garing

Ratna : g profesional

Galih    : hmmmm…???

Galih    : terkesan dadakan ya

Galih    : duh tapi aku lupa yang mana

Ratna : yeee

Ratna : kita kan lg bicarain aksi mereka

Ratna : biarin aja d orgnya

Galih    : iya… tapi lupa… hohohoho

Galih    : aku juga lupa mereka ngapain aja

Ratna : intinya bagus atw jelek??

Galih    : intinya: gak bagus

Ratna : owgh..

Galih    : kemaren aku gak interest sama mc-nya, lebih interest sama bassisnya teknik nuklir

Ratna : makasih y ka

Galih    : apah?

Ratna : makasih atas pendapatnya

Galih    : pendapat ku gak gratis loh

Galih    : kamu hobi ngemsi juga ya

Ratna : g terlalu

Ratna : yg kurang dr mrk apa y kak??

Galih    : kurang bisa  menarik simpati

Galih    : bahasa kerenya: kurang karismatik

Galih    : kalo menurut kamu apa

Ratna : trus apa lg kak??

Ratna : menurutku c ngomongnya krg becus

Galih    : becus gmana

Ratna : krg bawel,,ya g c??

Galih    : kurang dapet chemistry?

Ratna : maybe

Galih    : kurang good looking?

Ratna : maksudnya jelek??

Galih    : bukan aku yang ngomong lho

Ratna : tp maksud kk gtu kan

Ratna : ktnya g merhatiin MC kok bs kasih pendapat??

Galih    : gag tau dah…

Galih    : soalnya yang taun lalu mc-nya dewi sama diffy, lebih interest

Galih    : taun ini kamu jadi mc-nya ya

Ratna : hah??

Ratna : bukan..

Galih    : iya, kamu aja

Ratna : enggak ah

Galih    : iya ah

Ratna : kan kt kk saya not good looking,kurang chemist dan kurang karismatik, terkesan dadakan

Ratna : jd i hope that is d last

Galih    : horeeeeeeee….

Ratna : apa yg d rayakan?

Galih    : aku jadi malu

Galih    : bentar ya, aku mau nangis dulu

Ratna : (smileys)

Ratna : santai ja kak

Ratna : itu pelajaran buat aq

Galih    : gag bisa… aku mau nangis dulu ah

Ratna : cup cup cup

Ratna : knp kk yg nangis??

Ratna : kan harusnya aq

Ratna : (smileys)

Ratna : kak…

Galih    : huiks huiks…

Galih    : duh aku malu jadi orang blo’on

Ratna : knp gtu??

Galih    : gapapah, malu aja

Ratna : malu knp??

Galih    : aku malu aja jadi orang blo’on

Ratna : masa blo’on ip nya3,9 c??

Ratna : blo’on dmn nya dah??

Galih    : aku malu udah ngomong kasar sama mc nya techfest kemaren

Ratna : kpn??

Galih    : kalo nanti ketemu mc nya, bilang aku minta maaf yaaa

Ratna : mang MC nya sapa??

Galih    : siapapun itu ya gak masalah

Ratna : kk ja d yg blg mav sendiri

Ratna : kan aq ikut2an ngatain mrk

Galih    : gag berani, malu

Galih    : sakin malunya mpe mau nangis

Ratna : knp c kak nangis??

Ratna : byasa aja x..

Ratna : kan MC nya g tw ini

Galih    : tapi kan ntar di akhirat bakalan diliatin

Galih    : terus ntar aku juga mesti tanggung jawab

Galih    : huaaaaaaaaaaaaaaaaa…

Ratna : ktnya uda d maapin ma MC nya

Galih    : iyah

Ratna : (smileys)

Galih    : (smileys)

Ratna : (smileys)

Ratna : (smileys)

Galih    : hah apa tuh

Ratna : apanya??

Galih    : gag apa-apah

Galih    : udah buka email belom?

Ratna : blum

Ratna : mang ada apa??

Galih    : rahasiaaa…

Galih    : buka ajah

Ratna : email??

Galih    : iya

Galih    : yang ******_********** bukan *****_******_****

Ratna : ******_***********

Ratna : g da papa kok

Galih    : waduh? jangan2 aku salah kirim

Ratna : knp g d FB aja?

Galih    : emang bisa?

Ratna : kk mw kirim apa??

Ratna : gambar??

Galih    : ada file word

Ratna : atw tulisan?

Galih    : udah 3 hari yang lalu kok

Ratna : kirain kirim duit

Ratna : g da kak

Galih    : duitnya juga udah, tapi nyasar ke jakal km 5 karangwuni

Ratna : email kk apa??

Galih    : alamatnya ******_**********@yahoo.com kan?

Ratna : iya

Galih    : aku c_kink_noa_zoro bla bla bka

Galih    : bentar coba aku kirim lagi

Galih    : udah coba diliat

Ratna : udah

Ratna : maksih y kak

Galih    : nyampe?

Ratna : nyampe kok

Ratna : dgn selamat

(Bukan)DongengGreenSeries#2

Masih di tepian Pantai Sambamba. Antonio melihat sebuah kerang teronggok tak jauh dari tempatnya. Ia mendekati kerang tersebut yang tampak berbeda dibanding kerang-kerang yang pernah ia temui saat ini. Kerang itu bercahaya, menarik perhatian setiap orang yang melihatnya.

Antonio melangkah semakin dekat. Hingga akhirnya ujung jemarinya mampu untuk menyentuh kerang itu. Ia angkat kerang tersebut dan diamatinya dengan seksama dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Kerang yang unik!” gumam Antonio.

Ia masih memperhatikan kerang itu. Tangannya mengetuk-ngetuk kerang tersebut. Tuk tuk tuk… Perlahan-lahan, kerang itu mulai membuka. Kedua katupnya mulai bergerak menjauh, mengeluarkan cahaya silau dari dalamnya. Perlahan demi perlahan, masih di dalam genggaman tangan Antonio.

Samar-samar terdengar alunan musik merdu nan syahdu. Suaranya semakin bertambah keras seiring dengan semakin lebarnya kerang itu membuka. Hingga akhirnya kerang tersebut terbuka seutuhnya, Antonio dapat mendengar dengan jelas lantunan syair yang ternyata berasal dari dalam kerang.

“Wo de ku ai li…

Qing xi fe de yi…

Wo ce lau sin pai…

Gong xi fa cai…”

Entah apa arti dari lirik barusan, Antonio pun tidak mengerti. Yang jelas, ia tau bahwa syair tersebut bukanlah syair cap Banyumasan yang khas dengan ngapak-ngapaknya. (Lha kaya kiyek? Iki wes jam woluk, aja kelalen!)

Karena tidak mengerti apa maksud syair tersebut, Antonio menutup kembali kerang di hadapannya. Seiring dengan menutupnya kerang, lantunan musik juga mulai menghilang perlahan. Kini kerang di genggamannya telah menutup dan suara musik juga telah hilang sama sekali.

Masih dengan kerang di tangan, Antonio kembali melangkah. Ia hendak mencari botol yang bisa digunakan untuk menitipkan surat wasiatnya. Tapi belum sedetik ia bergerak, langkahnya terhenti. Ia melihat ada sesosok makhluk ajaib di depannya. Kalo kata buku-buku biologi jaman sekolah dulu, makhluk itu bernama “perempuan”.

Antonio mengamati sesosok perempuan di hadapannya yang entah datang dari mana, kapan dan sama siapa. Datang tak dijemput, pulang tak diantar. Perempuan itu berkulit kuning bangsat, matanya hanya segaris, lengannya kendor dan perutnya yang berlapis-lapis. Berapa lapis? Ratusan! Lebih!

Perempuan itu tersenyum, kemudian ia berucap pelan, “Haiya, telima kasih, Antonio!”

Antonio bingung. Darimana ia tau namanya? Perempuan ini benar-benar misterius, batin Antonio.

“D… D… Darimana kau tau nama ku?” tanya Antonio tergagap, memberanikan diri untuk bertanya.

“Bukan owe namanya, kalo owe tidak tau lu punya nama!” jawab perempuan itu penuh misteri, dengan logat yang khas.

Antonio bergidik ngeri. Bulu kuduknya merinding. Bulu matanya juga ikutan merinding. Bulu kakinya apalagi, ikut-ikutan merinding. Bulu keteknya pun tidak mau kalah. Kalau bulu itunya, ikutan merinding juga nggak? Mmmmm kasi tau nggak yaaaa…???

“Karena lu telah membebaskan owe dari kelang itu, maka owe akan membeli lu kenang-kenangan sebagai hadiah” Perempuan itu berbicara kepada Antonio.

“Hadiah, hadiah apa?” tanya Antonio. Ia berpikir, melihat tampilan perempuan misterius itu, kenang-kenangan yang diberikannya mungkin berkisar antara peniti, alat tulis, jarum, buku, benang atau apapun yang diimpor grosiran dari China. Mentok-mentok, motor Jia Ling atau makanan. Itu pun makanannya berkisar antara kwetiaw, fu yung hai, atau bebek peking.

“Haiya, terlmalah ini, sebagai tanda telima kasih owe untuk lu olang!”

Perempuan itu memberikan sebuah bungkusan kepada Antonio.

“Owe halus jaga baik-baik ya!” sambung perempuan itu lagi.

Antonio menerima bungkusan tersebut. Belum sempat ia mengucapkan terima kasih, perempuan di hadapannya tiba-tiba telah menghilang lagi entah kemana. Hanya desiran pasir pantai yang kini ada di hadapannya. Di tangannya, tergenggam bungkusan dari perempuan itu. Sementara kerang yang tadi digenggamnya, kini juga menghilang entah kemana.

Antonio mulai membuka bungkusan tersebut, yang dihiasi dengan pita berwarna merah muda. Ia buka bungkusan itu dengan hati-hati sembari berpikir apa isi di dalamnya. Fu yung hai? Jarum pentul? Pensil? Atau malah foto-foto Mao Zedong?

Akhrirnya bungkusan tersebut terbuka seluruhnya. Antonio mengangkat benda berbentuk kotak tips panjang yang ada di dalamnya. Ia angat keudara, dan dengan penuh terima kasih ia berteriak, “Handphone Beyond!”

Teryata perkiraan Antonio tidak meleset jauh. Ia mendapatkan kenang-kenangan berupa handphone murah meriah tapi multifungsi, made in China. Kualitas mungkin tidak kalah dengan buatan Eropa, tapi harganya jelas, China juaranya!

Kini di tangan Antonio tergenggam handphone Beyond pemberian perempuan misterius tersebut. Ia masukkan handphone itu ke saku celananya dan ia kembali kepada tujuannya semula: mencari botol!

Antonio-si-pencari-botol kembali berjalan menyusuri tepi Pantai Sambamba. Ia terus berjalan, berjalan dan berjalan. Langkahnya tertata rapi, kaki kanan lalu kaki kiri, lalu kaki kanan lagi, lalu kaki kiri lagi. Pantatnya bergerak goyang-goyang mengikuti alunan langkah kakinya. Buat lu, buat gue… Buat lu, buat gue… Buat lu, buat gue… Astagfirullah…

Dan langkahnya terhenti, setelah ia menyadari bahwa ada yang aneh dengan hamparan pasir di hadapannya…

Bersambung

(Bukan)DongengGreenSeries#1

Ujung pasir tepi Pantai Sambamba. Angin malam berhembus kencang, mengantar para nelayan melaut mencari buruan. Langit malam cerah tak berawan, dihiasi dengan bulan purnama. Jutaan bintang bersinar berkilauan di atas sana, menemani Antonio yang berbaring seorang diri di tepi pantai.

Antonio termenung. Matanya menatap kosong ke angkasa, menerawang menembus ribuan galaksi di atas sana. Sekalipun jutaan bintang bersedia hadir menemaninya, namun tak mampu mengobati rasa sepi yang ia rasakan malam ini.

“Hmpppppphhh…” Antonio menghirup nafas panjang. “ Fiiiiuuuuuuhhh…” Ia hembuskan di antara bibirnya. “Duuuuutttt… Preettt preeettttt…” Angin juga keluar dari bawah punggungnya, memancarkan semerbak wangi bunga melati yang sudah 5 tahun tidak disiram.

“Uh, bau!” Antonio menutup hidungnya dengan tangan kirinya.

Setelah wangi tersebut menghilang, Antonio kembali pada renungan malamnya. Ia merenungi hari-harinya belakangan ini yang membuatnya seolah-seolah tidak lagi menjadi dirinya sendiri, melainkan menjadi seorang Iron Man. Iron = setrika; Man = manusia. Iron Man = tukang setrika panggilan (Kamus Besar Anak Cacingan, Penerbit: C2C, 2012 SM)

Beberapa hari belakangan ini konsentrasinya terganggu oleh sesosok makhluk yang senantiasa hadir di mimpinya. Antonio merasa gundah dan gelisah. Gundah, gundul tapi indah. Gelisah, geli-geli basah. Ia tak tau apa lagi yang harus dilakukan. Hingga akhirnya malam ini ia memutuskan untuk merenung di tempat ini, Pantai Sambamba.

Jutaan bintang di langit, tetap tak mampu mengobati kegelisahan hatinya. Demikian juga dengan milyaran butiran pasir yang berbisik halus di telinganya, atau dengan bulir air laut dengan kandungan garamnya.

Antonio bangkit dan terduduk. Ia melihat ke sekeliling, menikmati pemandangan Pantai Sambamba malam ini. Di ujung sana, terlihat mercusuar dengan lampu sorotnya. Lampu sorot itu tidak menyorot ke tengah laut, melainkan ke salah satu sudut parkiran mobil, menyorot mobil Nissan SX4 Crossover pelat AD yang sedang bergoyang-goyang. Apa yang terjadi di sana? Ban serep itu yang tau jawabannya.

Di sisi lain, matanya menangkap seorang perempuan berusia 30-an sedang duduk manis diatas tikar rotan. Di sebelahnya, terlihat seorang lelaki bertubuh tinggi besar yang mengenakan kemeja, celana setan, eh celana jin dan sepatu bot. Ia sedang bermain dengan seorang anak berusia kira-kira 8 tahunan. Sebuah keluarga yang bahagia, batin Antonio dalam hati.

“Kapan ya aku bisa kaya gitu?” Antonio berujar lemah sembari menatap mupeng ke arah mereka, dengan mata melotot, mulut menganga dan air liur yang menetes. Tes tes tes…

Antonio berdiri dari duduknya. Ingin rasanya ia pergi dari segala permasalahannya di dunia ini, menghilang bersama gelapnya langit malam, ditiup hembusan angin, atau hanyut bersama butiran air laut. Toh tak akan ada lagi yang memperdulikanku, kecuali tetangga sebelah rumah yang sendoknya belum aku kembalikan, gumam Antonio.

Tekad Antonio sudah bulat. Malam ini, ia memutuskan untuk melangkah menuju dalamnya laut biru. Melintasi Samudera Hihihaha yang membentang di hadapannya. Tak peduli apa yang akan terjadi di dalam sana, apakah tubuhnya mampu bertahan atau tidak. Yang ia inginkan hanya satu: pergi dari daratan tempat ia hinggap saat ini dan menuju ke daratan di ujung sana, Benua Ortisal. Benua dimana Kyle Minogue berasal, dan Nicole Kidman pernah bermain film tentangnya.

Antonio mengambil secarik kertas dari saku kemeja safarinya yang mirip dengan yang sering digunakan oleh mantan-calon-wakil-presiden-RI.  Ia hendak menulis surat wasiat untuk siapapun yang ada di Pantai Sambamba ini. Tapi bodohnya, ia lupa membawa alat tulis.

Namun ia teringat akan jerawat yang setia menempel di wajahnya. Akhirnya ia pencet jerawat itu dengan kedua jarinya secara perlahan dan, “Croooottt…!!!”. Darah segar muncrat keluar dari jerawat tersebut. Ia basahi telunjuknya dengan darah itu dan ia mulai menulis:

“Kepada siapapun kamu yang membaca tulisan ini. Saat kamu membaca tulisan ini, ketahuilah bahwa aku telah…”

Darah di telunjuknya mengering, padahal ia belum selesai menulis. Ia pencet kembali jerawatnya, dan darah segar kembali mengalir. Ia melanjutkan menulis.

“…aku telah pergi dari tempat ku berada saat ini. Tak usah pedulikan dimana aku berada, karena…”

Lagi-lagi, darahnya telah mengering. Dan Antonio kembali memencet jerawatnya. Tapi kali ini tak ada darah yang keluar dari sana, sekalipun ia telah memencetnya berkali-kali.

Antonio tidak kehabisan akal. Segera ia mengepalkan tangan kanannya. Diangkatnya ke udara kosong, dan dengan sekuat tenaga ia hantamkan tangan kanannya itu ke jerawatnya.

“DUUUUAAAAAAGGG….!!!”

Antonio memukul jerawatnya sendiri. Usahanya tidak sia-sia, jerawatnya kini kembali mengucurkan darah. Bahkan bukan hanya jerawatnya, melainkan dari mulutnya pun juga keluar darah segar!

Antonio tersenyum, kini ia merasa sedikit lega karena telah memiliki stok tinta (baca: darah) yang mencukupi. Dengan meringis menahan sakit, ia kembali menulis.

“…karena aku tak akan kembali lagi. Aku ingin melupakan semua masa lalu ku di tempat ini. Selamat tinggal semuanya.

Tertanda, Antonio.

PS: Untuk tetangga sebelah rumahku, sendokmu aku letakkan di atas wajan. Mohon maaf karena belum sempat aku cuci, silahkan kamu cuci sendiri.”

Fiiiuuuuuhhh… Antonio menghela nafas panjang. Ia baca tulisan itu sekali lagi. Ia masih belum puas. Dua kali lagi. Masih belum cukup. Tiga kali lagi. Dan ia berkesimpulan, tulisannya sempurna! Mirip sama lagunya Andra & The Backbone!

Kini ia tinggal mencari botol untuk mengamankan surat wasiat tersebut. Matanya mencari-cari ke hamparan pasir di sekitarnya. Kakinya melangkah dan bergerak mengoyak-ngoyak pasir Pantai Sambamba. Sampai akhirnya ia melihat ada sebuah botol tergeletak di hadapannya.

Botol itu masih utuh. Tutupnya masih berada pada tempatnya. Dilihat dari label di sisinya, diketahui bahwa botol tersebut adalah bekas botol kecap. Antonio segera menggulung surat wasiatnya. Ia ambil botol itu, kemudian ia buka tutupnya.

Bersamaan dengan dibukanya tutup botol tersebut, tiba-tiba keluar asap putih pekat dari dalam botol. Antonio tersentak. Spontan ia buang botol yang masih mengeluarkan asap itu ke hamparan pasir. Kepulan asap itu semakin pekat dan menggumpal, seakan hendak membentuk sesuatu. Antonio mundur perlahan, dengan gulungan surat masih di tangannya. Ia menyaksikan asap-asap itu semakin mennunjukkan bentuk aslinya.

Akhirnya, asap itu menggumpal dan mendadak muncul seorang perempuan, entah dari mana. Sepertinya jelmaan dari asap itu tadi. Antonio bertahan pada posisinya untuk mengetahui yang terjadi selanjutnya.

“HUAHAHAHAHAHAHAHAHA…”

Perempuan-dari-asap itu tertawa keras sekali. Tinggi perempuannya tidak terpaut jauh dari Antonio, sementara lebar badannya, wah jangan ditanya… Mengenakan baju bertuliskan “Aku nggak gendut kok, cuma kurang tinggi!”, perempuan itu kembali tertawa.

“HUAHAHAHAHAHA…”

Antonio tidak beranjak. Ia penasaran dengan sesosok perempuan-botol-kecap di hadapannya. Perempuan itu mulai bersuara kembali.

“Huahahahahaha… Horas! Aku adalah jin dari Timur Tengah, Bah!”

Dziiiiiiingg… Antonio merasakan ada suatu kejanggalan dari ucapan perempuan-nggak-gendut-cuma-kurang-tinggi barusan. Ia memberanikan diri untuk maju selangkah demi selangkah mendekati perempuan itu, yang kembali bersuara.

“Horas! Aku adalah jin dari Timur Tengah, Bah!”

Kini ia mulai menyadari apa yang salah. Antonio segera mengambil sendal dari kaki kananya, ia angkat dan ia lemparkan tepat ke kepala perempuan-botol-kecap itu, yang memiliki model rambut mirip tokoh kartun perempuan yang suka berpetualang.

“BLETAAAAAK…!!!”

Lemparan Antonio tepat mengenai sasaran. Perempuan-nggak-gendut itu meringis kesakitan sembari memegangi kepalanya. Merasa berada di atas angin Antonio berujar, “Hei, nggak ada jin dari Timur Tengah yang bicara dengan logat Sumatera Utara!”

Perempuan-logat-Sumatera-Utara itu pun menyadari kekeliruannya. Ia tersenyum tersipu malu-malu, mirip Luna Maya keselek gerobak angkringan. Tiba-tiba asap putih kembali muncul dan dalam waktu singkat, perempuan-Timur-Tengah-palsu itu menghilang dari pandangan Antonio, menyisakan kepulan asap yang bergerak masuk menuju botol kecap.

Antonio segera mengambil botol-kecap-ajaib tersebut, menutupnya kembali, dan melemparnya ke laut sejauh yang ia mampu. Dalam waktu sekejap pandangan mata, botol kecap tersebut pun hanyut ditelan ombak.

Merasa tertipu oleh botol kecap barusan, Antonio kembali berjalan menyusuri tepian Pantai Sambamba. Ia masih mencari botol yang akan digunakan untuk menyimpan surat wasiatnya. Ia masih terus mencari dan mencari.

Tiba-tiba, ia melihat ada sebuah kerang tak jauh dari tempatnya. Ia mendekati kerang tersebut yang tampak berbeda dibanding kerang-kerang yang pernah ia temui saat ini. Kerang itu bercahaya, menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Kerang itu…

Bersambung

ReuniDinasty

Rabu, 30 Desember 2009. Suatu malam di Solaria, Margo City Depok, terlihat 2 ekor makhluk manis sedang berbincang-bincang. Yang pertama, pemuda hitam manis bau amis, diketahui bernama Maryo. Yang kedua, pemuda imut nan semrawut, diketahui bernama C-Kink. Mereka terlibat diskusi seru mengenai hobi dan pengalaman mereka nungging-nungging bareng cowo-cowo bule yang kekar nan perkasa… Kyaaaaaa… Ups, Astagfirullah…

Sampai kemudian Maryo berujar, “Eh Kink, coba liat orang yang disana deh!” ujarnya sembari tangannya menunjuk ke arah orang yang dimaksud.

“Yang mana, yang pake jaket item itu?” C-Kink menoleh.

“Iya yang itu. Mirip banget ya sama Gesa!” Kata Maryo lagi.

“Eh iya mirip banget! Cuma orang ini lebih gendutan!” C-Kink menimpali.

Lama mereka berdua menatapi orang yang mirip Gesa dengan ukuran tubuh lebih jumbo. C-Kink segera mengalihkan pandangan untuk fokus kembali ke obrolannya dengan Maryo, namun Maryo masih terus menatapi si Gesa-wannabe itu.

Tiba-tiba, Gesa-wannabe menoleh ke arah Maryo. Ia tersenyum. Maryo yang ketangkap basah lagi ngeliatin si Gesa-wannabe, mau nggak mau juga harus tersenyum. Kemudian si Gesa-wannabe itu pun berteriak keras, “WUOY MARYO!”

Maryo pun tersadar. Ternyata orang gemuk yang mirip Gesa itu bukan Gesa-wannabe, melainkan Gesa beneran! Maryo pun membalas sapaannya, “WUOY GESA!”

Lalu Gesa menghampiri meja tempat Maryo dan C-Kink berada. Mereka saling melepas kerinduan, saling cipika-cipiki-cibibir. Gesa mengambil kursi dan mereka bertiga segera terlibat obrolan seru mengenang masa lalu dan apa pengalaman mereka setelah mereka berpisah dari SMA.

Gesa dengan bangga menceritakan pengalamannya diboking tante-tante. Sementara Maryo tidak mau kalah, membanggakan kesehariannya yang sering dihabiskan bersama om-om. Sementara C-Kink hanya bisa bersedih karena kalah pengalaman, karena selama ini C-Kink hanya bermain dengan sesama mahasiswi… (Heh heh heh, ini ngomongin apa sih!!!)

Obrolan beralih tentang Dinasty, sebuah kelas dimana mereka bertiga dulu pernah menghabiskan waktu bersama.

“Eh itu bocah-bocah pada ngajakin reuni! Setiap gue ketemu, selalu ditagihin buat reunian melulu!” Gesa membuka suara.

“Iya? Emang siapa aja Ges?” Maryo menimpali.

“Tuh si… Si… Siapa ya, gue lupa namanya?” Jawab Gesa.

“Siapa Ges? Si Fitri Tropica ya?” C-Kink mencoba membantu Gesa mengingat.

“Nah iya bener banget, si Eliana! Sama si Heppi juga!” Akhirnya Gesa bisa mengingat mereka.

Obrolan pun mulai mengalir mengenai masalah reuni. Bahwa betapa banyaknya orang yang menginginkan reuni, tapi tidak pernah sekalipun terlaksana. Bahwa betapa banyaknya orang yang menagih reuni, tapi tidak seorangpun yang mau mengkordinirnya.

“Ya udah Ges, kita reuni aja yuk!” Ajak C-Kink.

“Iya Ges! Gue kangen nich udah lama nggak ngeliat Ratna!” Maryo mendukung ajakan C-Kink sembari curhat colongan.

“Boleh boleh… Tapi Tria kan udah mau nikah, kira-kira dia bakal dateng nggak ya?” Tanya Gesa, nggak mau kalah sekalian curhat juga.

“Insya Allah dateng kok. Ayo kita reuni nyok, gue pengen nagih utangnya Badak nich!” C-Kink kembali mengompori.

Akhirnya 3 ekor mahluk cacingan tersebut memutuskan secara sepihak bahwa mau nggak mau, reuni ini harus diadakan. Lalu mereka pun berembuk untuk merumuskan acara reuni ini dan akhirnya diperoleh lah kesepakatan secara sepihak bahwa:

REUNI DINASTY

Kepada seluruh makhluk penghuni kebun binatang Dinasty, diumumkan bahwa kita-kita selaku Dinasty Mania akan mengadakan reuni yang insya Allah diadakan pada:

Hari               : Jumat, Sabtu, Minggu

Tanggal        : 22, 23, 24 Januari 2010

Tempat         : Villa Cisarua Bogor (sama kaya yang dulu loh, tempat dimana Ahmad dan Iwan  nungging bareng-bareng)

HTM              : rp 100.000,00 (kan udah bukan anak sekolah lagi…)

Jadi kepada kalian yang merasa pernah melihat Gesa diomelin sama Ibu Tri Maryatun karena salah jadwal, atau kalian yang pernah melihat Iwan pedekate sama Royto, atau kalian yang pernah melihar original version dari Asrining Tyas, ayo kosongkan jadwal kalian di tanggal segitu. Dan jangan lupa nabung dari sekarang! Oke oke oke!

Oiya, secara sepihak disepakati juga bahwa yang akan menjadi panitia dalam reuni ini adalah:

Ketua                       : Poppy Dea Bertha

Dana Usaha           : Rindiantika Arsanty

Publikasi       : C-Kink Cute

Acara                      : Asrining Tyas, Martha Delika

Konsumsi      : Marchianne Sofrin, Elsha Surya Respita

Transportasi : Rizky Haryadi, Ferryanto Cahyo

Buat kamu-kamu yang namanya tersebut diatas, tolong segera di eksekusi ya! Kalo kurang jelas, bisa tanya:

C-Kink di 085691013852 / 081317135161 / c_kink_noa_zoro@yahoo.com / www.ckinknoazoro.wordpress.com / www.twitter.com/Ckinknoazoro (idih malah promosi!)

atau Gesa di 085691604748 / 08996022058 / gesafalugongesa@yahoo.com

atau Maryo di rumahnya di Sawangan. Eh, maksudnya Maryo di 085697834661 / 02193225040.

Sekian info dari kami. Dimohon kerjasamanya yaaaa…

ATTENTION PLEASE!

Untuk memudahkan dan memperbarui database, buat kamu yang udah baca tulisan ini, tolong segera kirim sms ke C-Kink 085691013852 dengan format REG<spasi>NAMA<spasi>NOMOR HP<spasi>ALAMAT EMAIL/FACEBOOK<spasi>ADUH C-KINK KAMU IMUT BANGET SICH!

Contoh:

REG DAJJAL 085608130818 DAJJAL_BUKAN_IBLIS@YAHOO.COM ADUH C-KINK KAMU IMUT BANGET SICH!

Kamu juga bisa daftarin temen kita yang lain. Misalnya, Chiponk mau daftarin peliharaannya yang bernama Elsha, bisa juga kok. Jadi, tolong segera dikrim ya, untuk mempermudah database. Tenang aja, sms balasan yang kamu dapet, langsung dari hape aku loh!

LPJmenkoEksternal

(BUKAN)

Laporan Pertanggung Jawaban

Menteri Koordinator lini eksternal

BEM KMFT UGM

Audzubillaahiminassyaithonnirrajiim…

Bismillahirrahmaanirrahiim…

“Ehem ehem… Tes tes… Uhuk uhuk…”

“Oke, semua siap? Audio siap? Pencahayaan siap?”

“Siiiaaaaaaappp…!!!”

“Kita mulai sekarang. Tiga… Dua… Satu… Kamera rolling, action!”

            “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Introduction alias Mukaddimah alias Pendahuluan

Alhamdulillahirabbilalamiin… Wahai seluruh manusia dimanapun kalian berada, entah itu di depan komputer, di atas kasur, di balik bantal, di atas toilet ataupun di pojokan tempat sampah, segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam, hari ini aku atas nama C-Kink Cute masih diberikan kesempatan dan rezeki untuk menulis Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita semua, Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi.

Semua manusia tau bahwa bula terakhir dalam 1 tahun adalah bulan Desember, kecuali mereka yang tidak tau. Semua orang juga mengerti bahwa di bulan Desember LPJ harus dikumpulkan, kecuali mereka yang tidak mengerti.  Dan semua anak juga tau kalo C-Kink itu imutnya Subhanallah, kecuali yang tidak mau ngaku.

Jadi disini, di akhir kepengurusan kabinet BEM KMFT UGM periode 2009, izinkanlah aku yang imut manis lucu kurus kering begeng kerempeng serta cacingan ini untuk menuliskan sebuah LPJ terkait kepengurusanku selama 1 tahun menjabat sebagai Menteri Koordinator Lini Eksternal (Menko Eksternal) BEM KMFT UGM.

Idealita

Kepengurusan BEM KMFT UGM periode ini tidak menyertakan posisi “Sekretaris Jenderal” dalam kabinetnya, melainkan diisi oleh 2 pos yang bernama “Menko Internal” dan “Menko Eksternal”. Menko Internal diamanahi oleh Fauzi Muharram alias Fauzi Cabul, Calon Bupati Bantul. Membawahi 4 Departemen yaitu TD, Advokasi, OASE dan Medpro. Sementara Menko Eksternal membawahi 3 Departemen yaitu Kastrat, Sosmas dan Humas. Menko Internal dapat diibaratkan sebagai tangan kanannya Ketua BEM, sedangkan Menko Eksternal bukan sebagai tangan kirinya, melainkan sebagai ujung-kuku-jempol-kaki-kirinya Ketua BEM.

Sekarang, mari kita bahas dengan lebih detail lagi, apa saja tugas dan fungsi Menko Eksternal yag imut ini.

  1. 1.      Baca = satu

 

Secara umum, Menko berfungsi sebagai perpanjangan tangan, eh, perpanjangan kuku jempol kaki Ketua BEM di dalam melaksanakan visi misinya. Ada 6 misi dari Ketua BEM periode ini yang diamanahi oleh Dede Miftahul Anwar, mahasiswa asal kota Tasikmalaya yang tidak bisa mengucakan huruf “f”.

“Eeeeeh, kata siapa orang Tasik nggak bisa ngomong hurup ‘f’? Pitnah itu mah… Pitnah!”

 

Kita kembali lagi ke studio. Jadi, pisi misi, eh visi misi Ketua BEM periode ini adalah”

VISI

 

Mewujudkan fakultas teknik yang INTEGRAL,bergerak bersama secara sinergi agar mampu berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia

MISI

 

  1. Membuat sistem kaderisasi yang optimal melahirkan pemimpin bangsa.
  2. Menciptakan kultur disiplin, produktif, ilmiyah (“membaca,riset,diskusi,menulis,aksi”), dan tangguh agar mampu berkontribusi secara nyata bagi perbaikan bangsa indonesia.
  3. Penerapan organisasi yang efisien, tatalaksana yang efektif dan terpadu dengan prinsip kepemerintahan yang baik (good govermance), yang didukung oleh penelitian, pengembangan dan pengelolaan informasi yang efektif.
  4. Pengokohan jaringan dan keterlibatan seluruh masyarakat teknik dalam setiap program maupun kebijakan agar terwujudnya sinergitas kerja menuju ternik yang INTEGRAL.
  5. Mandiri dalam finansial, tepat dalam alokasi, profesional dalam pengelolaan.
  6. Memimpin dengan melayani dan memaksimalkan advokasi.

 

Dari 6 misi tersebut, poin 2 dan 4 diampu oleh Menko Eksternal untuk selanjutnya akan dieksekusi di lapangan oleh Departemen-Departemen yang berada di Lini Eksternal, yaitu Kastrat, Sosmas dan Humas.

  1. 2.      Baca = dua

 

Menko memiliki fungsi sebagai perwakilan Ketua BEM jika beliau sedang berhalangan (baca: datang bulan). Serta sebagai asisten dan tempat curhat Ketua BEM jika beliau ingin mengeluarkan suatu kebijakan atau menghadapi situasi-situasi tertentu.

  1. 3.      Baca = tiga

 

Sejatinya, fungsi pokok dari Menko adalah seperti tersebut dalam 2 poin di atas. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan seiring dengan memutihnya rambut, dalam pelaksanaannya muncul amanah-amanah baru lainnya yang muncul belakangan. Hal ini terjadi karena pada situasi tertentu, Menko perlu turun tangan langsung untuk menghandle hal-hal yang mungkin belum sempat terampu di Departemen. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

  1. Koordinator PaLeLu (Pasukan Peduli Pemilu)

 

Bagi bangsa Indonesia, tahun 2009 ini dapat dikatakan tahun yang istimewa. Bukan karena Jenson Button menjadi juara dunia F1. Bukan karena film KCB, Ketika C-Kink Bertasbih meledak di pasaran. Melainkan karena pada tahun ini dihelat pesta demokrasi nasional yang hanya diadakan setiap 5 tahun sekali. Apa itu? Iya, apalagi kalau bukan Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut: Pemilihan Umum!

Untuk mendukung suksesnya pemilu, khususnya dari kesadaran para pemilih, maka BEM KMFT UGM memiliki fungsi untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat Teknik terkait pemilu itu sendiri. Atas dasar itulah, Menko Eksterna diamanahi job untuk membentuk sebuah tim yang bertugas mensosialisasikan pemilu. Tim yang pada akhirnya diberi nama “PaLeLu” (Pasukan Peduli Pemilu) ini memiliki posko sebagai tempat bertanya, media2 publikasi sebagai sarana sosialisasi dan contoh surat suara sebagai sarana simulasi.

  1. Koordinator Tim Filantropi

 

Setiap saat, bencana bisa datang kapan saja dan dimana saja kepada siapa saja. Seringkali, banyaknya korban dalam suatu bencana bukan karena dampak langsung dari bencana tersebut, melainkan akibat terlambatnya pertolongan yang diberikan. Karena itulah, sekali lagi Menko Eksternal bersama dengan Menko Internal diberi amanah untuk membentuk Tim Publikasi-Filantropi serta membentuk sistem yang lebih efektif dan efisien.

Tim ini awalnya terdiri dari angkatan 2008 saja. Namun setelah beberapa waktu, kemudian dibentuk juga tim publikasi 2 yang terdiri dari angkatan 2009. Secara umum fungsi tim ini adalah bergerak sampai ke level kelas-kelas di setiap Jurusan dan masing-masing angkatan, untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan BEM atau selalu siap sedia melakukan pengumpulan dana filantropi untuk bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

  1. 4.      Baca = empat

 

Selain fungsi dan tugas diatas, secara pribadi Menko Eksternal juga diamanahi untuk menjadi pembicara atau pemberi materi dalam acara-acara tertentu.

Kira-kira seperti itulah gambaran kasar dari apa siapa mengapa dan bagaimana Menko Eksternal itu. Setelah kita membaca idealita, mari kini saatnya kita masuk ke bagian realita… Mari siapkan fisik dan mental kita semua…

Tarik nafas dalam-dalam…

(hhhhmmmmmppppphhhh…)

 

Lalu buang anginnya dari belakang…’

(Duuuuuuuuutttt… Prettt… Prettt…)

 

Astagfirullah… Bauuuu!!!

Realita

Realita, terdiri dari 2 unsur kata, yaitu Rea dan Lita. Rea dan Lita adalah sepasang sahabat baik. Mereka berteman sejak kecil. Hari ini, mereka berdua… Stop stop stop!!! Kok nggak nyambung?

Kita kembali lagi ke jalan yang lurus. Kalau kata Mbahh Encarta, makna dari kata Realita adalah sebagai berikut ini:

1. real existence: actual being or existence, as opposed to an imaginary, idealized, or false nature
2. all that exists or happens: everything that actually does or could exist or happen in real life
3. something that exists or happens: something that has real existence and must be dealt with in real life

  • a vision that ignores the realities of the business world
4. type of existence: an existence or universe, either connected with or independent from other kinds

  • fantastic notions of alternative realities

Microsoft® Encarta® 2007. © 1993-2006 Microsoft Corporation. All rights reserved.

 

 

Nah lho kok pake Bahasa Inggris? Ayo silahkan diterjemahin sendiri yaaa…

Tanpa banyak cing-cong lagi, berikut ini kira-kira realita dari apa yang terjadi selama 1 tahun kepengurusan.

  1. 1.      Baca = satu

 

Fungsi sebagai perpanjangan tangan dari Ketua BEM, silahkan kalian sendiri yang menilainya, apakah hal tersebut berjalan dengan baik ataukah sebaliknya. Namun bila dilihat di akhir periode secara keseluruhan, dapat dikatakan misi-misi yang diampu oleh Lini Eksternal, telah cukup terlaksana, meskipun sejatinya masih banyak hal-hal yang bisa dioptimalkan lebih jauh lagi dari apa yang sudah ada hari ini.

Kastrat telah menjalankan fungsinya untuk mencerdaskan masyarakat Teknik, terlihat dari intensitas diskusi dan kajian yang rutin hampir seminggu sekali. Serta terbitnya buletin Kastrat dan beberapa acara besar yang diadakan oleh Kastrat.

Begitupun dengan Sosmas dan Humas. Sosmas yang memang lebih difokuskan untuk pemberdayaan di luar lingkungan Fakultas Teknik, rutin melanjutkan pengajaran dan pendidikan di panti asuhan serta telah membuka satu desa binaan baru di dusun Ngampon, Bantul.

Sementara Humas yang baru mengawali karirnya di periode ini, merupaka garda terdepan BEM KMFT dalam menjalin dan membina silaturrahim dengan instansi atau individu di luar lingkungan BEM KMFT. Plus telah membuka jalan bagi masyarakat Teknik untuk melanjutkan studi di luar negeri, khususnya Jepang dan Inggris melalui acara bincang-bincang beasiswa.

Namun secara umum, hal tersebut dapat dikatakan terlaksana bukan karena arahan dari Menko Eksternal sendiri, melainkan karena setiap Departemen telah sadar akan fungsi dan tugasnya masing-masing, serta memiliki improvisasi dan inovasi tinggi dalam pelaksanaannya di lapangan.

  1. 2.      Baca = dua

 

Fungsi ini terlihat lebih menonjol di banding fungsi yang pertama. Ketua BEM seringkali berdiskusi terlebih dahulu dengan kedua Menteri Imutnya terkait suatu masalah tertentu. Begitupun dari Departemen, khususnya PSDM, seringkali meminta saran dari para Menko mengenai hal-hal yang berkaitan denga BEM itu sendiri.

Sementara untuk perwakilan Ketua BEM di lingkungan luar Teknik mungkin kurang dapat terampu, kecuali kegiatan-kegiatan yang memang mengundang atas nama Sekjen atau perwakilannya. Hal ini terjadi karena undangan memang hanya ditujukan untuk Ketua BEM itu sendiri.

  1. 3.      Baca = tiga

 

PaLeLu (Pasukan Peduli Pemilu)

PaLeLu merupakan sebuah kepanitiaan dadakan yang dibentuk hanya 2 minggu sebelum pemilu dilaksanakan, serta bertabrakan dengan UTS (Ujian Tidak Serius) semester genap. Dalam pelaksanaannya, media-media publikasi pemilu memang telah tersebar secara merata, baik itu yang diperoleh dari KPU maupun yang dibuat sendiri. Begitupun dengan posko yang standby di KPTU. Namun sendainya parameter keberhasilan ditentukan dari persentase jumlah pemilih, maka hal itu sulit diukur karena sebagian besar mahasiswa Teknik harus pulang ke kampung halamannya, dan sebagian yang lain gagal memilih karena dipersulit oleh birokrasi surat mutasi.

Tim Filantropi

Tim Publikasi-Filantropi mulai dibentuk pada awal Oktober 2009, untuk menindaklanjuti keterlambatan tim filantropi Sosmas yang kurang cepat bergerak dalam menanggapi gempa Tasikmalaya, serta menindaklanjuti kekurangan tenaga Medpro dalam mempublikasikan kegiatan-kegiatan BEM.

Secara umum, tim publikasi sampai detik ini cukup baik dalam menjalankan tugasnya. Yang mereka lakukan adalah mengambil media publikasi (poster, leaflet, brosur dll) yang sudah disiapkan di loker Menko untuk selanjutnya diputar dan disebar di kelas-kelas. Sedangkan tim filantropi yang orang-orangnya sama dengan tim publikasi, sejak awal dibentuknya Alhamdulillah baru bekerja 1 kali, yaitu ketika terjadi gempa di Sumatera Barat dan dapat dikatakan cukup berhasil menggalang dana dari masyarakat Teknik.

  1. 4.      Baca = empat

 

Fungsi yang keempat ini, yaitu sebagai pengisi materi atau pembicara dalam diskusi, merupakan salah satu konsekuensi yang harus ditanggung dan sebaiknya tidak ditolak. Hal ini karena kedua Menko merupakan sesepuh yang di-tua-kan dalam BEM periode kali ini.

Dengan pengalaman Fauzi 2.5 tahun di BEM dimana 1.5 tahunnya dihabiskan sebagai Kadep TD dan pengalamanku selama 1.5 tahun di EM dengan 0.5 tahun sebagai Kadep Kastrat, kami berdua dianggap “lebih berpengalaman” untuk berbagi ilmu dengan rekan-rekan 2007, 2008 dan 2009. Sehingga kapanpun anak-anak BEM meminta kesempatan untuk diskusi, kami harus siap sedia mengapresiasikannya.

Beberapa acara yang aku diminta untuk mengisi, diantaranya adalah:

-          Diskusi Sekolah Kaderisasi Limited Edition

-          Sekolah Kaderisasi Limited Edition: Life Planning

-          Kunjungan Akademi Teknologi Kulit: Struktur Organisasi

-          Sekolah Kaderisasi 2009: Moderator Diskusi

-          Sekolah Kaderisasi 2009: Etika Organisasi

-          Diskusi Sekolah Kaderisasi 2009

-          Kunjungan Universiti Teknologi Malaysia

-          Dll

Naaaaaah itu dia… Udah ya, bacanya jangan lama-lama. Langsung lanjut aja ke bagian selanjutnya.

Evaluasi

Secara umum, tidak ada yang salah dengan posisi Menko. Mengapa? Karena pada kenyataannya, sehebat dan seeksis apapun seorang Ketua BEM, beliau tetaplah sama-sama terlahir dari rahim seorang ibu (kecuali yang nggak lahir melainkan hadiah dari Chiki Balls) yang tentunya butuh bantuan dari sesamanya. Seorang Presiden Indonesia pun memerlukan juru bicara, menteri-menteri dan staf khusus dalam pelaksanaan kesehariannya.

Begitupun dengan fungsi Menko itu sendiri. Menko tidak hanya sebagai perpanjangan tangan dari Ketua BEM semata, tetapi lebih dari itu. Beberapa fungsi Menko lainnya diantaranya adalah:

  1. Sebagai juru bicara Ketua BEM

 

Karena pengangkatan Menko adalah hak Ketua BEM, maka Menko memiliki fungsi untuk mengadopsi visi misi Ketua BEM terpilih untuk selanjutnya menjelaskan kepada masyarakat Teknik tentang visi misi dan langkah kerja BEM pada periode tersebut.

  1. Sebagai perwakilan Ketua BEM

 

Ketua BEM seringkali diminta untuk hadir di suatu acara, entah sebagai undangan atau untuk membuka suatu acara. Disini Menko memiliki fungsi untuk mewakili Ketua BEM jika ternyata beliau sedang berhalangan (baca: datang bulan), entah itu karena sedang tidak ada di tempat atau karena pada saat yag bersamaan juga harus hadir di acara lain.

  1. Sebagai tempat diskusi Ketua BEM

 

Seorang pemimpin dituntut untuk mengeluarkan kebijakan yang efektif efisien dan tepat guna. Terlebih dalam kehidupan hari ini yang menjunjung demokrasi. Untuk itu dalam menghadapi kasus-kasus tertentu, Menko memiliki fungsi sebagai tempat diskusi Ketua BEM sebelum mengeluarkan kebijakan atau dalam menghadapi situasi-situasi tertentu.

  1. Sebagai tempat bertanya anak-anak BEM

 

Karena Menko hari ini termasuk golongan orang-orang yang “dituakan”, maka Menko juga memiliki fungsi untuk berbagi pengalaman dan ilmunya kepada anak-anak BEM yang ingin mengeksploitasi ilmu-ilmu para Menko lebih dalam lagi.

  1. Sebagai tempat membeli pulsa dan makanan ringan. Ups…

 

Hmmmm… Kalau yang ini sih fungsi pribadi. Jadi, dimanapun kalian berada, kapanpun kalian butuh pulsa, tinggal hubungi C-Kink Cute Cell segera! Dan jangan lupa untuk selalu mewarnai lidah kalian dengan makanan-makanan dari warung C-Kink Cute Cookies! Betul betul betul?

Ucapan Matur Nuwun

“Pernah ada… Rasa cinta…

Antara kita… Kini tinggal kenangan…”

Itu tadi sebait lagu dari Gaby berjudul “Tinggal Kenangan” yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan LPJ ini. Tapi karena nanggung, nyanyinya kita lanjutin lagi deh, reffnya aja…

“Jauh kau pergi meninggalkan diriku… Disini aku merindukan dirimu…

Ingin kucoba mencari penggantimu… Namun tak lagi yang seperti dirimu oh kekasih…”

Oke, cukup. Kita kembali lagi ke laptop.

Setelah menjalani 1 tahun sebagai Menko Eksternal, kini izinkanlah aku yang imutnya Subhanallah ini untuk menuliskan ucapan terima kasih kepada semua makhluk yang telah menemaniku menjalani kehidupan di BEM KMFT UGM. Dengan ini, C-Kink Cute mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt. Yang Maha Pengasih, Maha Memberi, Maha Menguasai Segala Kerajaan dan Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan. Tiada Tuhan selain Engkau Ya Allah, yang atas kehendak-Mu lah aku telah dipertemukan dengan semua ciptaan-Mu dalam hari-hari kudi  BEM KMFT UGM ini.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Semoga aku dapat berjumpa denganmu suatu hari nanti.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang telah membimbing dan merawat anak laki-lakinya hingga menjadi besar seperti ini dan telah menurunkan gen yang berkualitas, Insya Allah.

-          MyLovelySolBro, Toyota Soluna B 1283 UW, teman seperjuangan yang tidak pernah mengeluh menemani setiap langkahku di bumi Ngayogyakarta Hadiningrat.

-          Laptop Hewlett Packard entah seri berapa yang hari ini sempet koma selama beberapa minggu. Terima kasih telah bersedia dieksploitasi selama 3.5 tahun terakhir.

-          Buku Pesan BEM KMFT UGM yang hari ini telah menghilang entah kemana! Ayo ngaku, siapa yang ngumpetin?

-          Dede Miftahul Anwar selaku Ketua Badan Eksekutip (pake “p”) Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Pakultas (pake “p”) Teknik periode 2009 yang telah mengajakku bersama-sama membangun lembaga ini sampai ke titik darah penghabisan. Nikmat sampai tetes terakhir…

-          Fauzi Muharram alias Fauzi Cabul alias Fauzi Ingah-Ingih, calon Bupati Bantul dunia-akhirat selaku rekan duet yang saling tik-tok untuk mengisi kekosongan masing-masing. Sampai kapanpun Insya Allah Depok dan Bojonegoro akan selalu lebih berjaya dibandingkan Bantul, serta Persikad dan Persibo akan menjadi juara ligina mengalahkan Persiba. Huohohoho…

-          Martyas Listyaningrum selaku vokalis gratisan yang setia menemani aku dan gitarku naik ke atas panggung. Insya Allah suaramu akan bermanfaat di bidang industri, khususnya untuk mengusir serangga dan hama penggangu tanaman atau membersihkan dapur dari tikus, kecoak dan sejenis Tyaz-Tyaz lainnya.

-          Rindi Fidriantika yang tanpa ragu seringkali meminta saran masukan dan nasihat dari sesepuhnya yang sudah tua dan bau tanah ini. Mohon maaf sebesar-besarnya jika lahan penjualan pulsa kini telah ikut aku geluti. Uhehehehe…

-          Gunawan Saputro, Pakdhe dari ujung Sragen yang jago nyinden dan bersahaja. Walaupun setelah ini aku telah tiada, tapi warung C2C akan selalu berjaya, Insya Allah.

-          Dwi Ulfa Nur Izzati selau Sekretaris Eksekutif yang sebenar-benarnya, yang seringkali dieksploitasi oleh Tyaz dalam menjalankan tugasnya.

-          Penalar Arif Budiman, arek paling juuuaaaaan*tiiiiiiiiiit*cuk sak Indonesia. Tampang mirip Afgan, tapi perut mirip buntelan. Jangan lupa untuk sering2 beli pulsa di C2C aja. Tapi juga jangan lupa bayarnya yaaaaa.

-          Dimas Agil Marendra yang seringkali kehabisan staff karena sering diminta untuk menjadi kepanitiaan dadakan.

-          Ikhsanuddin yang telah meneruskan lembar sejarah perjuangan Departemen Kajian Strategis. Selera boleh beda, tapi Kastrat juaranya!

-          Fajri Adhi Nugroho yang hari ini udah terlihat lebih sering mandi dibandingkan sebelum-sebelumnya. Alhamdulillah…

-          Djunianto Dwi Setiawan yang telah mengizinkan aku untuk mengambil alih warung makanan di BEM. Mulut kekeringan? Dateng aja ke warung C2C!

-          Iqbal Muharram Ruhiyanto selaku tukang cukur pribadi kementrian. Dunia dan kehidupan seorang C-Kink boleh terus berubah, tapi Insya Allah tukang cukurnya akan tetap sama.

-          Anindita Wikansari yang telah menghibur masyarakat Teknik dengan Techfestnya. Tapi sedihnya, tahun ini aku nggak bisa ikut ambil bagian untuk menunjukkan atraksi bassku yang nggak kalah sama Cristiano Ronaldo (????). Huiks huiks…

Fiiuuuh, itu baru PH-nya aja. Istirahat dulu ah…

Kriiiik… Kriiiik…

Oke, kita lanjut lagi.

-          Ahmad Nasikun, salah seorang kader BEM yang hari ini melanglang buana di negeri gingseng. Kalau pulang nanti, jangan lupa bawakan oleh-oleh berupa satu perempuan asli Korea!

Nasikun says, “Kalo nenek-nenek mau Mas?”

-          Rekan-rekan Teknik Nuklir 2008 yang makin hari makin eksis di BEM: Dion Bagus Nugraha, Deni Aminuddin, Eko Galih Pradikta, Fitratun Aliyah, Nur Khanan Mas’ud, Gun Nanda Tian Purnama, Ahmad Pramudi, Aziz Saputra, Ryan Satriawan, dll. Serta rekan-rekan Teknik Nuklir 2009 yang mulai eksis di BEM: Destiana Tunggal Pramesti, Daniel Sahat M. Pardede, Dwi Berlianti Siwi, Anisza Okselia, Ahmad Azam Hisaballah, Dian Novianti, Dwi Sukma Pratiwi, dll. Teruskanlah menghiasi BEM dengan radiasi-radiasi yang kita miliki, dan jangan lupa untuk selalu mensosialisasikan nuklir dan PLTN dimanapun kita berada.

-          Rekan-rekan Jiheishoo kuni: Andhika Pranayudha, Wangi Pandan Sari, Rara Galuh Acinthya, Dendy Catur Setiawan dan R. Gilang Aditya Permana yang telah bersedia untuk diracuni, dan bersedia lagi untuk meracuni sensei kita yang setiap 3 hari seminggu selalu mengurut dada menyesali nasibnya.

-          Rekan-rekan tim publikasi-filantropi 2008: Ahmad Baihaqqi, Muhammad Kurniawan Subitz, Ratih Monika, Nur Latifah Fajri Ramdhani, Wari Mutantri, Hatta Effendi, Arfen Tri Yuniarto, Nadya Octaviani, Vallery, Ahmad Yusuf Kurniawan, Taufik Hidayat dll. Serta rekan-rekan tim publikasi-filantropi 2009: Alfredo, Zahro, Wisnu, Sartino, Damar, Intan, Fanny Purwati, Tantia, Fianny, Ria, Zeindha, Emmy, Dian, Rayna, Riva, Masbudi, Habib dll. Walaupun seekor C-Kink telah pergi, tapi silaturrahim kita tidak akan berhenti sampai disini.

-          Rekan-rekan Technovaganza: Septyan Bayu Anggara, Ahmad Tohani, Mountasudli Febri Alam, Abdul Harits Mahmudin, Taufik Hidayat, Tegar Christianty, Dwi Novitasari dll, yang telah menguras tenaga, keringat, waktu, KANTONG, emosi dan air mata. Hari ini kita telah membawa nama Teknik ke panggung Indonesia. Insya Allah tahun selanjutya nama Teknik akan membahana di seluruh penjuru dunia! (dunia ghaib apa dunia binatang?)

-           Anak-anak PSDM: Teruslah memperdayakan anak-anak BEM KMFT untuk menjadi penerus bangsa.

-          Anak-anak Kastrat: Jangan pernah ragu untuk mengisi nutrisi bagi pola pikir kita dan sebarkanlah nutrisi tersebut ke seluruh penjuru dunia.

-          Anak-anak Sosmas: Ayo berbakti kepada masyrakat, karena pendidikan adalah dasar dari kehidupan.

-          Anak-anak Humas: Jalin terus silaturrahim dengan berbagai pihak, entah itu instansi, aktivis, penulis, pedagang, bahkan pencopet sekalipun!

-          Anak-anak TD: Negara ini kekurangan entrepreneur. Bersedia untuk menambah jumlahnya?

-          Anak-anak Medpro: Menulis, menulis dan menulis, karena dengan menulislah gagasan kita akan terkenang dan abadi sepanjang masa.

-          Anak-anak Advokasi: Hukum dan keadilan milik seluruh masyarakat. Berjuang dalam kebenaran, menegakkan kebatilan, demi masa depan Indonesia yang berjaya!!

-          Anak-anak OASE: Asah terus otak kanan kita. Dengan kreatifitas, berkarya demi kemajuan bangsa.

-          Para pelanggan C2C (C-Kink Cute Cell): Dewa, Febrina, Melisa, Deo, Gita, Prille dan semuanya. Jangan lupa ajak temen-temen kalian yang lain untuk selalu ngisi pulsa di C2C aja!

-          Para penikmat C2C (C-Kink Cute Cookies). Jangan lupa, opsinya hanya ada dua: mau bayar di dunia atau di akhirat?

-          Dan seluruh makhluk lainnya yang aku kenal maupun yang nggak aku kenal, dan yang kenal aku maupun nggak kenal aku. Terima kasih banyak atas kebersamaannya selama ini. Kalau ada rezeki, Insya Allah kita semua akan dipertemukan di Padang Mahsyar nanti.

Ending alias Penutup

Alhamdulillahirabbilalamiin… Akhirnya sampai juga kita di penghujung acara. Tanpa banyak bacot lagi, marilah segera kita akhiri LPJ ini dengan membaca doa penutup majelis.

“Subhanaka Allahumma Wabihamdika Asyhadu alla ilaa ha illa anta Astaghfiruka wa atubu Ilaih”

 

Otreh, sekarang mari kita akhiri bersama-sama. C-Kink dan seluruh kerabat kerja yang bertugas mengucapkan terima kasih banyak atas perhatiannya, dan…

… Wasssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

TOMAT, eh, TAMAT

 

(LPJ ini dibuat dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, kecuali oleh Martyaz Listyaningrum yang menyuruh ku untuk segera menyelesaikan LPJ ini sebelum tanggal 15 Desember 2009)

Yogyakarta,

15 Desember 2009

Atas nama aku sendiri,

C-Kink Sahid Syaifullah

NousNousSouvenons

 

Juste pour le plaisir!

 

#1

 

Vous aimez chercher quelqu’e chose? Vous aimez decouvrir nouvelles places? Vous voulez partir et voyager? Quand vous les aimez, je les aime aussi!

Je suis Indonessien et j’ai 21 ans. J’adore faire de l’aventure pour chercher de nouvelles choses. J’ai envie ma vie est plus colore.

Je suis dynamique, simple et chaleureux.

Je vous cherche et je vous invite pour faire de l’aventure ensemble. Nous pouvons aller dans tout les places. Nous pouvons trouver tous les choses. Alors, notre vie sera plus colore!

 

#2

 

C-Kink                   : Qu’est la personne adulte la plus importante dans votre enfate?

Zalvika                  : Mon frere.

C-Kink                   : Comment il s’appelle?

Zalvika                  : Il s’appelle Toni.

C-Kink                   : Pourquoi?

Zalvika                  : Parceque il pouvait me donner de bon example. Il etait independant. Il aimait la famille. Il pouvait avoir bourse d’etudes de sont entreprise. J’adorais mon frere.

C-Kink                   : Oui, c’est magnifique!

Zalvika                  : Et toi?

C-Kink                   : Il est mon oncle.

Zalvika                  : Comment il s’appelle?

C-Kink                   : Il s’appelle Edi.

Zalvika                  : Pourquoi?

C-Kink                   : Parceque j’aime faire un voyage et il m’invitait pour faire un voyage et traverser l’est de Java.

Zalvika                  : C’est interressant. Demain, tu dois m’inviter!

C-Kink                   : Oui, s’il te plait. Mais, ce n’est pas gratuit!

Zalvika                  : C’est jancuk…

 

#3

 

Bonjour Jalu

Je vous remercie pour ton invitation. Ton mariage, c’est magnifique! Mais je regrette. Je suis desolee, je ne peux pas venir a ton mariage. Parceque je vais fair un mariage aussi!

Ma femme, elle est Asmirandah. Tu est surprise, toi? Je suis surprise aussi…

Je les felicite pour ton mariage et mon mariage. J’esper qu’on va se voir bientot, avec ta femme et ma femme. Alors nous allons nous promener ensemble.

 

#4

 

Rohali                    : Bonjour Juminten!

Jumi                       : Bonjour Rohali!

Rohali                    : J’ai une surprise pour toi!

Jumi                       : Tu es sure?

Rohali                    : Totalement!

Jumi                       : Qu’est-ce que c’est?

Rohali                    : Voila! Une cadeau pour ton anniversaire!

Jumi                       : Oui, merci! Cup cup mmmmuuuuuaaaaachhh… Smoooooochhhh…

Rohali                    : Cup cup mmmuuuuaacchh… Un moment! Il y a une autres cadeau!

Jumi                       : Oui, c’est super!

Rohali                    : Ici, c’est pour la naissance de ton chien qui s’appelle Ido!

Jumi                       : Wuaouw, je l’adore!

Rohali                    : Alors, je peux prendre une photo. Fromaaaageeee…!!!

Jumi                       : =)

Rohali                    : (Ckriiiik…!!!)

 

#5

 

C-Kink                   : Regardez! J’ai trouve une photo!

Dyah                      : Voyons!

Xenia                     : Ah, c’est a moi!

C-Kink                   : Comment ca?

Xenia                     : Oui, il y a moi la bas sur cette photo.

C-Kink                   : Qui est il, a ta gauche?

Dyah                      : Oui, qui est il? Il est beau!

Xenia                     : Il est mon chauffeur.

Dyah                      : C’est impossible! Il est tres beau pour ton etre chauffeur!

Xenia                     : Mais, je ne ments pas!

C-Kink                   : Comment il s’appelle?

Xenia                     : Il s’appelle Nicholas.

C-Kink                   : Le peauvre! Il est beau mais il est chauffeur…

 

#6

 

J’ai eu ma premiere voiture a dix-huit ans quand j’habitais a Jogja. C’etait une vieille Toyota Soluna 2001 verte. Je me promene souvent dans la ville de Jogja avec elle. Elle avait 50000 km. J’avais traverser l’ile de Java avec elle. Les filles ne l’adoraient pas!

 

#7

 

C-Kink                   : Excuse me monsieur!

Rudy                      : Oui, je peux vous aider?

C-Kink                   : Vous ne pouvez pas entrer. C’est interdit.

Rudy                      : Pourquoi?

C-Kink                   : Vous voyez ici?

Rudy                      : Qu’est-ce que c’est?

C-Kink                   : Ici il y a une panneau. Lisez, s’il vous plait!

Rudy                      : Oui. “Le mercredi, cette piscine est juste pour les femmes et les enfants sous sept-ans.”

C-Kink                   : Vous comprenez? Il y a beaucoup de fammes dans la piscine.

Rudy                      : Oui, bien sur. Mais je doit entrer a la piscine!

C-Kink                   : Puorquoi?

Rudy                      : Parceque, je doit laver la piscine!

C-Kink                   : Oui, vous pouvez entrer. Mais, je doit vous accompagner.

Rudy                      : Pourquoi?

C-Kink                   : Parceque, je doit vous garde!

Rudy                      : D’accord! Allons-y.

C-Kink                   : Oui! Gardons notre vu.

 

#8

 

Zalvika                  : Bonjour monsieur. Je voudrais sortir.

C-Kink                   : A quel nom?

Zalvika                  : Au nom de Zalvika.

C-Kink                   : Vous avez dit Zalvika? Z-A-L-V-I-K-A?

Zalvika                  : C’est ca.

C-Kink                   : A quelle chambre?

Zalvika                  : Chambre 13 – 666.

C-Kink                   : Oui, attendez s’il vous plait. Pour deux jeurs?

Zalvika                  : Oui. Combien ca coute?

C-Kink                   : 600 euro.

Zalvika                  : Mais, je n’ai pas 600 euro…

C-Kink                   : Ah… Bon! Alors, vous pouvez paier 400 euro.

Zalvika                  : Excuse-moi? Pourquoi?

C-Kink                   : Parceque j’adore votre fille. Elle est tres belle.

Zalvika                  : Merci beaucoup. Mais elle a un petit amie.

C-Kink                   : Ah… Quel dommage…

Zalvika                  : Ne sois pas stresse!

C-Kink                   : Oui, bien sur.

Zalvika                  : Alors, voici ma carte bancaire.

C-Kink                   : Oui, merci. Tenez.

Zalvika                  : Merci et au revoir!

C-Kink                   : Je vous en prie et au revoir. Passe un bonjour pour votre fille!

 

 

LPJjinglePemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara Re-Launching Jingle Pilpres

Refleksi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah swt, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Refleksi Pilpres 2009” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Kamis  30 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara re-launching jingle pilpres, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional serta rasa cinta tanah air yang tinggi, maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Silahkan dinikmati. Lebih nikmat lagi jika ditemani dengan secangkir teh manis hangat plus gorengan.

 

Menindaklanjuti pemilu presiden yang dilaksanakan pada hari Rabu Pahing 8 Juli 2009 yang lalu, sekali lagi 2 unit tim KKN yang beroperasi di kecamatan Prambanan diberikan amanah untuk melaksanakan seminar dengan tema “Refleksi Pilpres 2009 dan Makna Kemerdekaan”. Sama seperti sebelumnya, 2 unit ini kembali berkolaborasi untuk mempersiapkan acara tersebut, mengingat acara seminar ini dilaksanakan pada tingkat kecamatan.

Secara keseluruhan, konsep acara dari seminar ini tidak jauh berbeda dengan acara sosialisasi pemilu yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Inti acara ini adalah talkshow yang menghadirkan 3 orang pembicara: perwakilan KPU, perwakilan panwas dan akademisi dari UGM. Lalu disertai dengan hiburan-hiburan, seperti pemutaran video tentang sosialisasi dan refleksi pemilu, penampilan dari kaum difabel dan musisi lokal, serta re-launching jingle pilpres yang diciptakan oleh salah satu mahasiswa KKN UGM di kecamatan Prambanan ini.

Namun tidak seperti acara sebelumnya yang hanya melibatkan beberapa orang perwakilan dari setiap unit untuk terlibat dalam kepanitiaan, acara talkshow kali ini mengikutsertakan seluruh individu yang tergabung dalam 2 unit tim KKN menjadi 1 kepanitiaan besar. Karena itu kepanitiaan ini terbagi menjadi banyak seksi untuk mengakomodir jumlah panitia yang terdiri dari +- 51 orang. Dan salah satu seksi itu bernama “seksi acara re-launching jingle pilpres”, yang LPJ-nya telah tersedia di hadapan kita semua.

 

Idealita

 

Dari konsep acara, khususnya sesi re-launching jingle pilpres, panitia menginginkan kehadiran para musisi lokal sebagai pengisi acara untuk membawakan jingle tersebut. Musisi lokal ini diutamakan adalah musisi dari kecamatan Prambanan. Lebih diutamakan lagi adalah kaum difabel yang memiliki kemampuan dalam bermusik. Hal ini didasari pada tema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang diharapkan muncul pada setiap kegiatan Kuliah Kerja Nyata.

Selain itu juga, pada acara sosialisasi pemilu tanggal 4 Juli yang lalu, seluruh pengisi acara hiburan adalah kami sendiri, dari rekan-rekan tim KKN UGM. Untuk acara hiburan pada talkshow kali ini, panitia mengharapkan supaya bukan kami lagi yang menjadi pengisi acaranya, melainan mereka-mereka kaum difabel ataupun musisi lokal. Selain sebagai pemberdayaan masyarakat, juga sebagai ajang pemberian kesempatan kepada mereka untuk menampilkan kemampuan yang mereka punya kepada khalayak umum.

Jadi, disini perlu ditekankan bahwa re-launching jingle pilpres ini akan dibawakan oleh musisi lokal atau kaum difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi nilai lebih bagi acara talkshow ini secara keseluruhan. Tapi, bagaimana realita yang terjadi? Mari kita lanjutkan setelah pesan-pesan berikut ini.

 

Realita

 

Niat awal kami semua adalah ingin mengikutsertakan para musisi lokal untuk terlibat secara langsung dalam sesi re-launching jingle pilpres ini. Kembali kepada tema KKN PPM yang menitikberatkan pada Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, disini kami ingin menampilkan para musisi lokal untuk membawakan jingle pilpres di hadapan para tamu undangan talkshow.

Untuk menindaklanjutinya, kemudian kami mulai berkelana dari Timur ke Barat dan Selatan ke Utara untuk mencari dimanakah kiranya gerangan musisi lokal itu berada. Timur ke Barat, Selatan ke Utara, tak juga aku temukan, tak juga aku dapatkan, oh Tuhan inikah cobaan..

Dimulai dari salah satu SLB di daerah Klaten. Disana kami berhasil menemukan difabel dengan keahlian di bidang pantomim, yang selanjutnya menjadi salah satu pengisi acara. Selain itu kami juga menemukan difabel yang memiliki kemampuan di bidang musik, khususnya band. Bahkan mereka juga telah mengantongi rekor MURI.

Namun keinginan kami untuk mengajak mereka menjadi pengisi acara talkshow tidak dapat terlaksana. Pertama, karena mereka hanya bisa tampil dengan alat musik full band dan tidak bisa secara akustik. Karena mereka tidak memiliki alat sendiri, jadi otomatis kami harus menyediakan anggaran dana lebih untuk menyewa alat musik yang akan mereka gunakan nantinya. Kedua adalah karena pada tanggal dan jam yang sama, mereka harus mengisi acara di tempat lain. Jadilah kami batalkan niat mulia kami untuk menampilkan mereka.

Pencarian tetap dilanjutkan untuk mencari musisi lokal kecamatan Prambanan. Sepanjang jalan Solo di wilayah kecamatan Prambanan telah kami telusuri, tapi ternyata sangat jarang bahkan tidak ada musisi lokal yang dapat kami temukan. Demikian juga dengan kawasan candi Prambanan, hampir tidak ada musisi lokal yang beroperasi.

Kami hanya bisa menemukan seorang ketua asosiasi pedagang asongan di kawasan parkiran candi Prambanan yang bernama Pak Sunarwan. Dari obrolan kami dengan beliau, ternyata musisi lokal di wilayah kecamatan Prambanan memang dapat dikatakan tidak ada. Yang mungkin ada hanyalah kesenian jatilan. Tapi kami memutuskan untuk tidak menampilkan jatilan mengingat ukuran indoor pendopo kantor kecamatan Prambanan yang tidak memungkinkan.

Sampai pada akhirnya, kami berhasil mendapatkan koneksi dengan musisi lokal dari kota Klaten. Di pertigaan menuju ringroad Klaten, persis di seberang rumah makan Bakso Nuklir, berkumpullah sekumpulan pemuda yang menamakan diri mereka L.A Country. Dikomandani oleh Mas Bowo, kami ber-say hello untuk mengutarakan maksud dan tujuan kami menemui mereka. Bla bla bla bla bla… dan mereka pun memahami apa yang kami rasakan. Kami pun sepakat untuk menampilkan mereka pada acara talkshow ini. Keinginan kami ternyata tidak bertepuk sebelah kaki, karena mereka juga bersedia menjadi pengisi acara.

Akhirnya 1 hari sebelum hari-H, kami melakukan latihan perdana untuk mencoba jingle pilpres yang diciptakan oleh mahasiswa paling imut di tim KKN UGM kecamatan Prambanan, C-Kink. Bertempat di pendopo kantor kecamatan Prambanan, kami mulai mencoba memperkenalkan jingle tersebut. Jreng jreng jreng… “Tahun ini bangsa kita berpesta… Setelah lima tahun kita tidak bersua…”

Niat awal kami adalah mempersilahkan mereka dari L.A Country untuk membawakan jingle ini sendiri. Tapi mereka merasa sebaiknya jingle ini dibawakan secara kolaborasi antara mahasiswa dan mereka, karena jingle ini sebenarnya sudah jadi dan hanya tinggal dibawakan saja. Setelah berdiskusi singkat, kami pun menyepakatinya. Jadilah, jingle ini akan dinyanyikan oleh mahasiswa KKN dengan iringan musik dari L.A Country.

Latihan perdana ini berjalan cukup normal. Mengingat jingle tersebut tidak terlalu sulit dan kemampuan musikalitas para personel L.A Country yang tidak bisa disepelekan, dalam waktu singkat jingle pilpres ini telah dapat dipahami dan dipelajari. Sisanya tinggal melihat improvisasi masing-masing di keesokan hari ketika tampil nanti.

Kini tibalah kita pada hari-H. Pagi harinya, kami telah menyiapkan lirik jingle pilpres tersebut untuk dibagi-bagikan kepada peserta sebagai salah satu konten seminar kit. Tidak lupa kami juga merekam mentahan jingle tersebut dalam 5 keping CD. Dari 5 keping ini, 1 akan diberikan kepada musisi L.A Country dan 4 sisanya akan diberikan kepada perwakilan KPU, panwas atau kecamatan.

L.A Country datang beberapa saat sebelum memasuki sesi acara jingle. Sembari menunggu, kami semua berlatih kembali menyanyikan jingle tersebut secara bersama-sama. 3-4 kali latihan dirasa sudah cukup untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing individu. Latihan pun dicukupkan sekian dan kini tinggal menunggu waktu untuk tampil.

Akhirnya setelah sesi talkshow selesai, kami mendapatkan giliran untuk menaik ke atas panggung. Setelah mendapatkan arahan dan pendahuluan dari pembawa acara, kami mulai memainkan jingle tersebut di hadapan peserta, dengan berkolaborasi antara mahasiswa dan L.A Country. Komposisinya adalah ke-5 orang personel L.A Country memainkan alat musik: gitar, gitar bass, benjo, cuk dan bonggo, ditambah C-Kink yang memegang gitar, sementara sisanya yaitu Arya, Nura, Lies, Poy, Catur dan Eka menjadi vokalis. Plus kehadiran Wisnu di atas panggung yang mengenakan kostum badut Mr. Contreng.

1 lagu yaitu jingle tersebut telah selesai dibawakan dan kami pun turun dari panggung, menyisakan L.A Country yang masih tetap pada posisinya untuk mengisi sesi hiburan setelah ini. Semoga para peserta terpuaskan atas apa yang telah kami coba berikan.

Di akhir acara, setelah panitia mulai berkemas dan L.A Country beranjak pulang, tak lupa kami memberikan CD berisi jingle pemilu tersebut, lengkap dengan liriknya. Serta, kami dari seksi acara hiburan menuliskan dalam selembar kertas, testimoni dan segala pesan-kesan kami kepada rekan-rekan L.A Country, sebagai kenang-kenangan untuk mereka. Semoga silaturrahim diantara kita semua bisa tetap terjaga.

 

Evaluasi

 

Dari seksi acara re-launching jingle pemilu, secara umum tidak ada evaluasi secara mendalam dan mendetail yang perlu dilakukan. Keseluruhan anggota seksi telah bekerja dengan penuh semangat dan sebaik-baiknya. Ketika ada satu hambatan yang merintangi, hal itu tidak menyurutkan langkah kami. Justru kami mencoba melintasinya dengan sekuat tenaga dan kebersamaan yang kami miliki. Bahkan kebersamaan ini juga secara tidak langsung tertularkan kepada rekan-rekan dari L.A Country selaku pengisi acara sekaligus teman berkolaborasi.

 

Kritik dan Saran

 

Kepanitiaan acara refleksi pemilu ini telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman bagi kita semua. Meskipun begitu tetap ada beberapa hal yang kiranya perlu dikritisi terkait pelaksanaan acara ini. Plus beberapa saran yang harapannya bisa menjadi masukan bagi kita bersama dalam menjalani hari-hari dalam setiap detik kehidupan ini nantinya.

  1. Telah ditegaskan berulang kali bahwa komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.
  5. Kepanitiaan besar seperti ini tidak dapat dipungkiri akan mengakibatkan adanya beberapa individu yang tidak bekerja secara penuh, khususnya dalam beberapa hal. Ada beberapa individu yang bekerja lebih berat sementara ada individu lainnya yang mungkin kurang terberdayakan. Solusinya adalah dengan mengatur pembagian jumlah anggota, khususnya untuk seksi yang memang memerlukan banyak tenaga.
  6. Kepanitiaan besar juga memberikan pemandangan yang kurang enak dilihat pada saat pelaksanaan acara, terutama bagi panitia yang tidak terbedayakan ketika acara berlangsung. Hal ini dapat disiasai dengan memberikan ruangan khusus panitia dan mengumpulkan panitia yang tidak terberdayakan di dalam ruangan tersebut.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt Al-Malik Al-Mu’min Al-Aziz Al-Khaliq. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami kembali di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah terlahir di muka bumi. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat serta memelihara anak laki-lakinya yang imut idan six pack ini.

-          Ainur Rokhim, siluman kambing cap Mbantul yang makin hari makin ajaib aja. Sepertinya orang tuamu telah salah memberi nama untuk anak perempuannya… Hihihihihi.

-          Catur, Eka, Wisnu, Arya, Fentra, Ilham, Poy dan Lies selaku keluarga seksi acara hiburan atas kerjasamanya mencari jejak musisi jalanan dan menemani mereka sepanjang acara.

-          Mas Bowo, Mas Bayu, Pak Supri dan seluruh rekan-rekan L.A Country yang bersedia untuk berkolaborasi dan telah memberikan pelatihan singkat cara memainkan benjo dan cuk. Semoga silaturahim kita tetap terjaga.

-          Pak Sunarwan selaku ketua asosiasi pedagan asongan parkiran candi Prambanan yang telah banyak memberikan informasi berharga. Semoga dimudahkan rezekinya dan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup ini.

-          Nurfina Amini yang akrab dipanggil Bambang atas pinjaman laptop, printer dan nero nya.

-          Nanda dan Kiki selaku MC yang hobi bercuap-cuap olala.

-          Reza dan Yudis yang masih betah membimbing para anak asuhnya masing-masing.

-          Rekan-rekan sekretaris atas kesediaannya menuliskan apa-apa yang perlu dtulis.

-          Rekan-rekan bendahara atas keikhlasannya dipusingkan dengan nota-nota dan sebagainya.

-          Rekan-rekan seksi acara seminar yang baik-baik saja.

-          Rekan-rekan seksi pembuatan film dokumentasi yang ada apa-apanya.

-          Rekan-rekan seksi dekorasi atas pembuatan backdrop dan spanduknya.

-          Rekan-rekan seksi perlengkapan yang jumlah anggotanya paling sedikit.

-          Rekan-rekan seksi humas yang rajin berkelana melintasi kecamatan Prambanan hanya untuk mengantarkan undangan.

-          Rekan-rekan seksi konsumsi atas kesediaannya membagi makanan kepada kami semua.

-          Rekan-rekan seksi publikasi yang telah mempublikasikan acara ini sekuat tenaga.

-          Rekan-rekan seksi dokumentasi atas hasil jepretan-jepretn narsisnya.

-          Rekan-rekan seksi penerima tamu yang setia duduk manis di meja registrasi.

-          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan luar biasa. Super sekali!

-          Pak Heru dan Bu Martini yang dengan ikhlas telah hadir di acara ini  mewakili warga Desa Cucukan lainnya.

-          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

-          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

-          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 1 Agustus 2009

 

Lampiran

Maret 2009

Pemilihan Umum

Versi Pilpres

C-Kink

Tahun ini bangsa kita berpesta

Setelah lima tahun kita tidak bersua

Untuk memilih calon pemimpin bangsa

Marilah kita merayakannya

 

Pemilihan Umum itulah namanya

Pelaksanaannya sudah di depan mata

Ayolah gunakan hak pilih kita

Karena masa depan milik kita semua

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Sudahkah kita mengenal mereka

Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana

Dari tiang listrik sampai angkutan kota

Bermodal senyum manis mencoba menyapa kita

 

Sudahkah kita kenal visi misinya

Beraneka program menjadi jualannya

Juga bermacam jargon yang menjadi slogannya

Bermodal janji-janji mencoba menyapa kita

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara ada wajah yang terpampang

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan janji palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Masa depan bangsa di tanganmu

 

***

LPJacaraPemilu

Laporan Pertanggung Jawaban

Seksi Acara

Sosialisasi Pemilu

 

Pendahuluan

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kami panjatkan seutuhnya kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Atas izin-Nya lah hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk menulis LPJ ini sebagai tindak lanjut dari acara “Sosialisasi Pemilu” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Prambanan pada hari Sabtu 4 Juli 2009 yang lalu.

Kami dari seksi acara, melalui LPJ ini mencoba untuk memberikan sebuah pertanggung jawaban atas apa yang telah kami lakukan di dalam menjalankan kepanitiaan. Sekalipun dengan jumlah panitia yang tidak diketahui jumlahnya, namun dengan menjunjung tinggi semangat kebangsaan dan persatuan nasional maka kami berusaha untuk melakukan apa yang terbaik yang kami bisa.

Dan semua yang terbaik yang bisa kami lakukan, telah kami tuliskan dalam lembar LPJ ini. Monggo dikecake!

 

Awalnya pada hari Minggu, 28 Juni 2009, 2 unit tim KKN UGM yang ditugaskan di kecamatan Prambanan berkonsolidasi untuk mengadakan sebuah acara bersama dengan level kecamatan. Akhirnya setelah melalui berbagai negoisasi dan koordinasi yang tidak panjang dan tidak alot, diperolehlah kesepakatan untuk mengadakan acara “sosialisasi pemilu” di tingkat kecamatan, dengan kepanitiaan bersama dipegang oleh kedua unit.

Acara sosialisasi pemilu ini direncanakan akan diselenggarakan pada hari Minggu 5 Juli 2009, bertempat di kantor kecamatan prambanan. Isinya berkisar tentang segala sesuatu mengenai pemilu dan sosialisasinya. Dalam jangka waktu yang hanya 1 minggu, maka seluruh panitia dituntut untuk bekerja ekstra keras demi kesuksesan jalannya acara ini.

Event sosialisasi pemilu tersebut menitikberatkan pada acara drama parodi pemilu, sebagai salah satu metode yang dirasa menarik untuk melakukan sosialisasi dengan cara yang berbeda. Karena itulah kemudian dibentuk “tim skenario” untuk membahas segala sesuatu mengenai konsep drama tersebut.

Lalu berkumpullah tim skenario untuk menyusun naskah drama. Dengan berjuang sekuat tenaga dan dengan disertai gontok sana gontok sini, akhirnya naskah drama dapat terselesaikan dengan sehat wal afiat pada hari Selasa 30 Juni 2009. Plotting dan lobi-lobi pemeran drama dilakukan pada keesokan harinya, Rabu 1 Juli 2009. Dan naskah drama diterima oleh para pemeran pada hari Kamis 2 Juli 2009, sekaligus juga latihan perdana.

Masih di hari Selasa. Setelah naskah drama itu selesai, kami dari tim skenario mencoba untuk berpikir lebih ke depan terkait kepanitiaan ini. Pada saat itu, seksi-seksi yang ada dalam kepanitiaan adalah seksi skenario, seksi perlengkapan, seksi konsumsi dan seksi humas. Dari sini ditemukan sebuah kejanggalan yang tidak biasa. Kejanggalan apa itu? Yaitu tidak adanya satu seksi yang bernama “seksi acara!”. Padahal fungsi seksi acara adalah sangat penting dalam sebuah kepanitiaan, seperti untuk merumuskan rundown acara, memanggil pembicara, menunjuk pembawa acara, menyiapkan jalannya keseluruhan acara, dan sebagainya. Akhirnya dengan penuh inisiatif tinggi, tim skenario mencoba untuk mengusulkan sebuah rundown acara kepada keseluruhan panitia.

Semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena tim skenario berinisiatif mengusulkan rundown acara tersebut, akhirnya tim skenario diberikan amanah baru yang sudah diduga sebelumnya. Panitia sepakat mengetuk palu dan mengubah nama “tim skenario” menjadi “seksi acara”, yang artinya kini kami tidak lagi hanya membahas masalah drama, tapi juga keseluruhan acara dan hal-hal teknis dibelakangnya. Huiks huiks…

 

Idealita

 

Yang paling mendasar, sebagaimana telah tersebut dalam paragraf sebelum ini, idealita kami hanyalah sebagai sebuah tim skenario biasa. Tapi ternyata kondisi lingkungan memaksa kami untuk berubah fungsi menjadi seksi acara. Ya tidak apa-apa lah, kami percayakan semuanya kepada takdir. Tawakkal aja…

Kesepakatan awal panitia, acara akan dilaksanakan pada hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi setelah bernegoisasi dengan para perangkat kecamatan, mereka memberi saran bahwa jika acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, dikhawatirkan pengunjungnya tidak sebanyak yang diharapkan. Hal ini terjadi karena pada hari Minggu umumnya masyarakat disibukkan dengan acara-acara pernikahan atau agenda masyarakat lainnya. Perangkat kecamatan mengusulkan supaya acara ini diadakan keesokan harinya, Senin 6 Juli 2009, dan seluruh panitia pun menyepakati.

Lalu dari konsep acara secara keseluruhan, idealitanya acara akan dibuka oleh ketua panitia beserta wakil ketua untuk mewakili tim KKN unit Prambanan Utara dan Selatan, dan sambutan oleh Camat Prambanan. Lalu dilanjutkan oleh sosialisasi pemilu dari KPU, drama dan hiburan. Diluar itu semua, sepanjang acara akan ada seekor badut berkostum Mr. Contreng yang akan beroperasi di sekitar kecamatan, di pinggir jalan, dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat dan untuk membagi-bagikan brosur tentang sosialisasi pemilu.

Materi mengenai sosialisasi pemilu akan diisi oleh KPU sendiri. Kemudian drama yang menjadi inti acara, akan dimainkan oleh rekan-rekan KKN, dengan tema parodi mengenai pemilu. Terakhir, acara hiburan direncanakan akan diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan.

Kira-kira begitulah idealita yang kami punya terkait acara sosialisasi pemilu ini. Kini saatnya kita bersama-sama memasuki bagian realita.

 

Realita

 

Sebelumnya, mari kita siapkan fisik dan mental kita sebelum kita membaca bagian ini. Tarik nafas dalam-dalam, lalu buang. Hmmmmphhh… Fiiiiuuuuuh…

Pertama, dari tanggal pelaksanaan acara. Niat awal kami adalah hari Minggu 5 Juli 2009. Tapi berdasarkan wejangan dari perangkat kecamatan, lalu diundur menjadi hari Senin 6 Juli 2009. Apakah pelaksanaannya seperti itu? Kita baca paragraf berikut ini!

Hari Kamis 2 Juli 2009, seluruh pemeran drama sedang berkumpul di Kastil Sengonisme untuk bersiap-siap melaksanakan latihan drama pertama kalinya. Semua pemeran telah memegang naskah. Dan beberapa detik sebelum latihan dilaksanakan, datanglah sebuah berita yang membuat kami semua terkejut dan terpana.

Fathi (bacanya bukan Fat-hi atau Fa-ti atau Ef-Ati, tapi Fath-‘i) selaku koordinator humas yang bertanggung jawab menghubungi semua pihak di luar panitia, memberi kabar terbaru hasil pertemuannya dengan KPU Klaten. Diriwayatkan dari Fathi bahwa KPU Klaten berkata bahwa: “Masa kampanye berlangsung hingga tanggal 4 Juli 2009. Kemudian selama tanggal 5 Juli hingga 7 Juli adalah masa tenang. Dan KPU tidak mau bertanggung jawab atas segala kegiatan terkait sosialisasi pemilu yang dilaksanakan pada masa tenang”.

Apa artinya? Secara tersirat, KPU mengatakan bahwa mereka enggan mengisi acara kita jika diadakan pada hari Senin 6 Juli. Batas terakhir pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan semacam itu adalah pada tanggal 4 Juli, dan jika diadakan pada tanggal tersebut, KPU bersedia untuk turut serta di dalamnya.

Melihat kenyataan tersebut, maka panitia mencoba untuk berembug menentukan nasib dan masa depan acara sosialisasi pemilu ini. Akhirnya, dengan diwarnai lisan yang beradu argumen dan otot plus urat yang tidak ditampakkan, panitia sepakat untuk menuruti keinginan KPU, yaitu memajukan acara menjadi hari Sabtu 4 Juli 2009. Tok tok tok… Palu telah diketuk, dan 4 Juli adalah 2 hari lagi!

Dua hari lagi acara dilaksanakan. Kurang dari 48 jam. Para pelakon drama baru memegang naskahnya pada saat itu, dan belum sekalipun latihan. Musisi jalanan belum dilobi untuk mengisi acara. Kostum Mr. Contreng juga belum dibuat. Lalu, apakah semua kendala tersebut akan menyurutkan langkah kita dalam menjalankan kepanitiaan ini?

Jangan sebut kami mahasiswa Universitas Gadjah Mada jika kami langsung berputus asa hanya karena hal-hal seperti ini. Apakah kami menyerah? Jawabannya jelas: TIDAK! Justru hal tersebut semakin memicu semangat kami dan membuat kami lebih terpacu untuk menjalankan acara ini.

Para pemain drama yang baru mendapatkan naskahnya pada hari Kamis siang, dengan semangat segera berlatih dan memanfaatkan setiap detik yang ada. Untuk masalah kostum, dengan penuh percaya diri kostum mulai dibuat pada hari Jumat pukul 1 siang, dan akhirnya bisa diselesaikan dengan sukses pada hari Sabtu 4 Juli 2009 pukul 08.00, atau 1 jam sebelum acara dimulai! Sementara untuk acara hiburan, rasanya tidak mungkin kami memanggil dan melobi musisi jalanan dalam waktu 1 hari. Akhirnya dengan inisiatif tinggi, kami dari tim acara sepakat untuk menghandle sendiri acara tersebut.

Kini sampailah kita pada hari yang ditunggu-tunggu, Sabtu 4 Juli 2009. Bertempat di halaman kantor kecamatan Prambanan, acara dimulai tidak terlalu jauh dari waktu yang diagendakan. Namun Camat Prambanan tidak bisa menghadiri acara ini karena pada waktu bersamaan juga ada agenda di tempat lain, sehingga sambutan diberikan oleh salah seorang staf kecamatan.

Acara dilanjutkan oleh materi tentang sosialisasi pemilu yang diisi oleh KPU Kabupaten Klaten. Terima kasih kami ucapkan kepada tim humas atas usahanya untuk melobi KPU sehingga mereka bersedia untuk mengisi materi pada acara ini.

Pada waktu yang bersamaan, badut Mr. Contreng juga melaksanakan tugasnya. Badut ini ditempatkan di pinggir jalan di depan kantor kecamatan, untuk membagi-bagikan brosur dan publikasi tentang sosialisasi pemilu. Tidak hanya di depan kantor kecamatan, untuk lebih menarik minat masyarakat maka badut juga bergerak menuju kantor pos, sembari membagi-bagkan brosur di sepanjang perjalanan menuju kantor pos.

Setelah materi dari KPU, acara masuk kepada intinya, yaitu drama parodi pemilu. Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari 48 jam dan latihan kurang dari 6 kali, acungan jempol patut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam drama ini, khususnya para pemainnya yang telah dengan senang hati membawakan perannya masing-masing.

Drama ini terbagi menjadi 3 babak. Babak pertama berkisar tentang DPT, kisruh yang terjadi seputar DPT, dan penjelasan singkat megenai DPT. Babak kedua menceritakan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN kepada masyarakat setempat, termasuk pembahasan mengenai teknis dan tata cara penyontrengan. Babak ketiga yang juga sebagai babak terakhir, menggambarkan tentang simulasi pemilu pada hari H. Disini diceritakan tentang hal-hal yang mungkin terjadi pada pelaksanaan pemilu, seperti masalah manula, pemilih yang curang, surat suara yang rusak, dan lain sebagainya.

Secara umum dapat dikatakan bahwa drama ini adalah bagian paling menarik dari keseluruhan acara. Mengingat singkatnya waktu yang ada untuk persiapan, namun ternyata hasil yang ditampilkan adalah sangat-sangat luar biasa. Demikian juga dengan masyarakat yang tampaknya juga cukup tertarik tehadap drama ini, terlihat dari antusiasme dan ekpresi mereka ketika menyaksikan adegan demi adegan dalam drama ini. Sekali lagi, angkat topi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang telah terlibat disini!

Drama ditutup dengan ajakan kepada masyarakat supaya jangan lupa menyontreng sekali saja pada Pilpres 8 Juli 2009. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi hiburan. Sesi hiburan ini awalnya ingin diisi oleh rekan-rekan musisi jalanan. Namun karena adanya perubahan jadwal secara mendadak yang tidak memungkinkan untuk melobi musisi jalanan, tim acara berinisiatif untuk mengisinya sendiri.

Akhirnya tim acara pun menghandle sendiri sesi hiburan ini. Membawakan 2 buah lagu dengan tema terkait pemilu presiden. Yang pertama adalah lagu berjudul “Manusia Setengah Dewa” milik Iwan Fals, sementara lagu yang kedua bisa dikatakan cukup spesial. Kenapa? Karena lagu tersebut adalah lagu ciptaan sendiri!

Terkait dengan pemilu, salah seorang peserta KKN kecamatan Prambanan bernama C-Kink (Teknik Nuklir 2006) pernah menciptakan sebuah lagu bertema pemilu dengan judul “Pemilihan Umum”. Lagu inilah yang dibawakan sebagai lagu kedua pada acara tersebut. Isi lagu ini secara umum berisi tentang sosialisasi pemilu dan ajakan kepada seluruh pendengar untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih pilihan yang terbaik untuk semua. Respon masyarakat, khususnya undangan dari KPU, tampaknya cukup tertarik kepada lagu ini. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti lagu ini akan diminta oleh KPU untuk menjadi jingle pada pemilu-pemilu selanjutnya.

Dua lagu telah selesai dibawakan dan kini tibalah kita di penghujung acara. MC pun segera masuk dan menutup acara ini. Tidak lupa ucapan terima kasih disampaikan oleh MC mewakili panitia kepada seluruh undangan dan masyarakat yang hadir, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan acara ini. Semangaaaaaaatttt!!!

 

Evaluasi

 

Secara keseluruhan, apa yang terjadi pada hari Sabtu di kantor kecamatan tersebut adalah luar biasa. Mengapa kami berani mengatakan luar biasa, adalah karena dalam persiapan yang sangat-sangat singkat, ternyata hasil yang diberikan dapat dikatakan istimewa, tidak dipengaruhi oleh singkatnya waktu yang ada. Kerja keras dan semangat seluruh panitia, khususnya seksi acara dan para pemeran drama patut diberikan apresiasi tinggi. Demikian juga dengan inisiatif, improvisasi dan spontanitas-spontanitas lainnya yang terjadi selama jalannya acara.

Jadi mungkin secara umum tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara dan jalannya acara secara keseluruhan. Justru ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kami sampaikan khususnya kepada seluruh kepala yang terlibat di dalam acara ini. Ayo mari kita tepuk tangan untuk kita semua. Plok plok plok plok plok…

 

Kritik dan Saran

 

Sekalipun tidak ada evaluasi secara mendetail terkait seksi acara, namun kritik dan saran harus tetap diberikan, demi me-review apa yang telah kita lakukan selama ini adan supaya kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi di hari kemarin tidak kita ulangi lagi di keesokan hari.

  1. Sekalipun sangat mendasar, namun komunikasi dan koordinasi antara setiap panitia adalah hal yang sangat penting. Segala informasi dan gagasan yang ada di pikiran kita tidak akan pernah diketahui oleh orang lain jika kita tidak pernah mengkomunikasikannya. Begitupun dengan kesepakatan yang membutuhkan persetujuan beberapa pihak, perlu ada koordinasi mendalam disana.
  2. Kemampuan dan skill setiap orang tidaklah sama. Dalam artian, ada orang yang telah banyak mengerti akan satu hal, dan ada orang yang kurang paham terhadap hal tersebut. Sehingga perlu ada bimbingan dan arahan antara satu sama lain, serta untuk saling melengkapi kealpaan yang mungkin terjadi.
  3. Rencana yang kita inginkan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu kita perlu menyiapkan rencana-rencana cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Semangat dan optimisme setiap panitia harus selalu dijaga. Kendala apapun yang terjadi, harapannya tidak akan menyurutkan gerak langkah kita ke depannya. Sesuai prinsip “the power of kepepet”, kadangkala justru dalam situasi mendesak, kita akan mengeluarkan kemampuan besar yang tersembunyi yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan Alhamdulillah, hal itu terjadi pada kepatiaan ini.

 

Kiranya demikianlah kritik dan saran yang dapat kami berikan. Semoga kritik dan saran ini dapat membuat kita berkembang menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. 

 

Ucapan Terima Kasih

 

Penulis atas nama C-Kink, mewakili Ainur Rokhim selaku koordinator seksi acara yang sesungguhnya, dengan ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt Ar-Rahmaan Ar-Rahiim Ar-Razaaq As-Salaam. Segala puji sebesar-besarnya hanya untuk-Mu Ya Allah karena telah mempertemukan kami semua di bumi Prambanan-Mu dalam satu kepanitiaan bersama. Semoga kebersamaan kami tidak hanya berlangsung di KKN ini, tapi juga bertahan sampai di surga-Mu nanti.

-          Muhammad Rasulullah saw, sebaik-baik manusia yang pernah ada. Semoga suatu saat nanti Insya Allah kami semua dapat berjumpa denganmu ya Rasul.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet yang dengan ikhlas dan penuh kasih sayang telah mendidik dan merawat anak laki-laki satu-satunya ini sehingga bisa menjadi seperti ini.

-          Ainur Rokhimin yang akrab dipanggi Imin, eh Nura alias Cinta Flora, selaku rekan kerja di tim acara selama 1 minggu full. Koordinator acara dan otak dibalik suksesnya drama yang kami tampilkan. Pertahankan semangatmu anak muda, dan tetaplah tersenyum menghadapi semua rintangan yang ada. Semangaaaaat!!!

-          Nike Octavianti Prasakti yang telah bergadang semalaman hanya untuk membuat kostum Mr. Contreng yang penulis kenakan pada saat acara berlangsung. Kostum itu menjadi saksi bisu kegigihanmu menjalankan hari-harimu.

-          Yudithstiro Narendrasmoro dan Reza Putra Perdana atas kesediaannya membimbing seluruh anggota unit masing-masing.

-          Lies yang dengan ikhlas bersedia untuk menjadi vokalis dalam sesi hiburan, dan bersedia untuk mempelajari lagu “Pemilihan Umum” dalam waktu kurang dari 1 hari.

-          Seluruh pihak yang terlibat dalam pementasan drama: Wisnu, Tika, Arya, Fentra, Nanda, Ilham, Poy, Ucup, Wahyu, Muhaimin, Ichsan, Nawang, Mega, Juita. Kalian semua adalah manusia luar biasa.

-          Kiki dan Catur yang cuap-cuap di memandu jalannya acara.

-          Wurya, Dian, Hanif dan seluruh rekan-rekan seksi perlengkapan yang mampu bergerak dengan cepat dan tepat.

-          Fathi atas usahanya bergerak kesana-kemari melobi instansi-instansi terkait.

-          Riris, Rani, Oki dan Arul yang setia menunggu di meja registrasi.

-          Fafa dan Dyah atas suguhan konsumsinya.

-          Didi yang dengan semangat menemani Mr Contreng bergerak menelusuri jalan Solo untuk membagi-bagikan brosur.

-          Danil, Banu, Nunu, Irfan dan seluruh tim dokumentasi yang telah mengabadikan momen-momen bahagia sepanjang jalannya acara.

-          Seluruh rekan KKN kecamatan Prambanan unit Utara dan unit Selatan yang namanya tidak mungkin disebut satu persatu disini, atas dorongan dan semangatnya untuk membuat acara ini tetap berjalan dengan sebaik-baiknya.

-          Seluruh undangan dan masyarakat setempat atas perhatiannya kepada acara ini.

-          Seluruh perangkat kecamatan dan perangkat desa yang dengan ramah telah menerima eksistensi kami di bumi Prambanan.

-          Serta seluruh pihak lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan namanya satu persatu. Sekecil apapun jasa kalian, itu sangat berarti bagi kami semua.

 

Demikianlah LPJ ini dibuat dengan sebaik-baiknya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dengan harapan supaya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kehidupan hari ini, esok hari dan di masa yang akan datang nanti. Semoga persaudaraan kita semua tidak hanya berakhir sampai disini. Sekalipun hari ini kita semua pernah berkumpul bersama di tempat ini, namun berjanjilah bahwa suatu hari nanti kita semua akan berkumpul seperti ini lagi di surga-Nya yang abadi. Insya Allah.

 

 

Cucukan, 9 Juli 2009

IniDiaPelakunya

15 Rabiul Awal 1425

5 Mei 2004

Kisah Fiktif

Ini Dia Pelakunya!

Kertas-kertas tadi sudah hilang entah kemana. Lalu, Hepi segera menghubungi detektif terkenal di kelas, yang kejeniusannya sudah diakui oleh seluruh dunia binatang. Bahkan mampu melebihi kemampuannya Conan Edogawa, Hajime Kindaichi maupun Sherlock Holmes. Ya, detektif itu siapa lagi kalau bukan: C-Kink!

Hepi menceritakan kejadian itu kepada C-Kink. Kemudian C-Kink segera mengasingkan diri ke pinggir jendela untuk berpikir sejenak. Setelah berpikir sejenak, beliau mulai beraksi. Dengan indra penglihatannya yang buruk dan dengan indra penciumannya yang pas-pasan, beliau segera mencari tau siapa pelakunya.

C-Kink bertanya kepada para pelaku tadi. Ternyata alibi mereka semua sangat kuat. Tapi beliau sedikit curiga dengan alibi Susi’s Son. Dia berkata bahwa dia memberikan kertas itu kepada Rachel, padahal saat itu Susi’s Son dan Rachel duduk berjauhan.

C-Kink juga sedikit janggal dengan pernyataan Argo, karena sudah 3 hari Argo tidak masuk sekolah. Jadi bagaimana mungkin kertas itu ada di Argo? Selain itu, C-Kink juga sedikit curiga dengan seekor lebah. Kenapa? Karena lebah itu mondar-mandir melulu di dalem kelas. Tapi kecurigaan itu segera ditepis oleh beliau, karena lebah hanyalah seekor makhluk ciptaan Allah swt yang kecil kemungkinan berbuat maksiat.

Sedikit pusing, C-Kink beristirahat sebentar. Beliau keluar kelas dan melihat ada seekor kucing. Lalu beliau berbincang-bincang dengan kucing itu. Setelah perbincangan selesai, beliau kembali ke kelas dengan wajah sangat meyakinkan layaknya karyawan baru gajian.

C-Kink menghampiri meja Susi’s Son. Beliau memeriksa tasnya Susi’s Son dan mengambil buku PPKn terbitan Grafindo dari tas tersebut. Sret sret sret… Beliau membuka buku itu halaman per halaman. Dan, “jreeeeeng…!!!”, kertas-kertas yang tadi dicari Hepi terselip di dalam buku itu (Horeeee…!!! Plok plok plok plok plok plok…!!! Tepuk tangan buat C-Kink!).

C-Kink segera mendatango Hepi dan menyerahkan kertas itu. Belum sempat Hepi berterima kasih, C-Kink sudah pergi menghilang di balik awan mendung dan derasnya hujan serta petir yang menyambar-nyambar (Huueeek… Cuiiih… Sok keren banget dah ah!). Sedangkan kini Susi’s Son dijebloskan ke penjara oleh Mr. Culix akibat tindal pidana mencuri dan memfitnah. Padahal, ibunya Susi’s Son kan guru PPKn. Masa anaknya dipenjara? Makanya, kalo ibu lu lagi nerangin, jangan tidur melulu di kelas. Huahahahahahahaha…

Kasus Ditutup

C-Kink

Pertanyaan:

Apa yang dibicarakan C-Kink dan si kucing di luar kelas?

SiapaPelakunya

14 Rabiul Awal 1425

4 Mei 2004

Kisah Nyata

Siapa Pelakunya?

Pada suatu pagi yang mendung, seorang gadis terpelajar bernama Hepi datang ke sekolah dengan terburu-buru. Di kelas, hanya ada seorang pria bernama Badax yang tangan kanannya sedang sibuk mengorek-ngorek hidung sementara tangan kirinya sibuk menggaruk-garuk pantat. Karena sang waktu sudah tak mau menunggu, Hepi menitipkan berlembar-lembar kertas kepada Badax. Dengan sedikit penjelasan, Badax mengerti dan Hepi segera berlari untuk mengikuti pelajaran Biologi.

Selanjutnya datang seorang pemuda bernama Sebastian (baca: Malvin). Badax menitipkan kertas-kertas tadi kepada Sebastian. Sebastian yang tidak mengerti apa-apa, pasrah saja menerima kertas-kertas itu dari Badax.

Waktu terus berlalu. Siswa-siswi kelas 1-3 makin banyak yang berdatangan termasuk diantaranya adalah seorang pria tampan dan imut bernama C-Kink. Seperti biasa, C-Kink langsung mengambil tempat duduk favoritnya, yaitu di belakang Badax persis di sebelah jendela.

Singkat cerita, Sebastian hendak menyerahkan kertas-kertas tadi kepada salah seorang di kelompoknya Hepi. Kata saksi mata yang bernama Badax, Sebastian hendak memberikan kerta itu kepada Ine. Namun karena Sebastian dan Ine duduknya berjauhan, kertas itu dioper-oper secara estafet.

Kata Sebastian, dia sudah memberikan kertas itu kepada Bertha. Dan kata Bertha, dia juga sudah mengoper kertas itu kepada Susi’s Son (anaknya Ibu Susi). Sedangkan kata Susi’s Son, dia sudah menyerahkan kertas itu kepada seseorang, cuma dia lupa. Kalo nggak salah, dia udah ngasih ke Rachel (baca: Eliana. Kenapa dikasih nama Rachel? Soalnya dalam film Eliana-Eliana, tokoh Eliana diperankan oleh Rachel Maryam. Maksa deh lu!).

Ketika adzan Dzuhur telah berkumandang, Hepi datang kembali dari perantauannya. Dia bertanya kepada Badax tentang kertas-kertas tadi dan Badax menunjuk Sebastian. Hepi bertanya kepada Sebastian dan Sebastian mengacungkan jarinya ke arah Bertha. Hepi bertanya pada Bertha dan Bertha menjawab bahwa kertas itu ada di Susi’ Son. Hepi bertanya kepada Susi’s Son dan Susi’s Son menuduh Rachel sebagai pemegang kertas. Hepi dengan ngos-ngosan bertanya kepada Rachel, namun Rachel tidak tahu-tempe dengan kertas itu. Kata Rachel, dia belum menerima kertas itu.

Loh, masa kertasnya ilang? Kok bisa? Siapa pelakunya? Papan tulis di depan kelas yang tau jawabannya.

Siapa pelakunya?

-          Badax, karena dia yang pertama dititipkan:

-          Sebastian, karena dia yang megang kedua:

-          Bertha, karena dia yang megang ketiga:

-          Susi’s Son, karena dia yang terakhir megang:

-          Rachel, karena dia yang dimaksud oleh Susi’s Son:

-          Hepi, karena dia yang bawa:

-          C-Kink, karena dia terlalu ganteng:

-          Argo, karena dia nggak masuk sekolah:

SecuilGoresan #2

Wawancara antara Deden dan Ferry

Deden                                  : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Ferry                     : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Ada yang bisa saya bantu?”

Ferry                     : “Iya, gantian. Anda dapat bertanya ke saya sekarang. Tanyakanlah tentang Dinasty (Dimensi Anak Satu Tiga, SMAN 1 Depok 2003/2004)!”

Deden                  : “Oh iya. Baiklah. Menurut Anda, siapa lelaki paling favorit di Dinasty?”

Ferry                     : “Berdasarkan survey yang telah saya lakukan di kebun binatang, lelaki paling favorit di Dinasty tak lain dan tak bukan adalah Iwan. Dia mempunyai semua syarat untuk menjadi idola. Sekedar informasi, dia juga mempunya banyak fans di Gotun.”

Deden                  : “Lalu, siapa lelaki paling ganteng di DInasty?”

Ferry                     : “Apa ada pertanyaan lain?”

Deden                  : “Jawab dulu yang ini!”

Ferry                     : “Yah, sebenarnya kalau Anda bertanya begitu kepada semua orang, pasti semuanya akan menjawab bahwa C-Kink lah orang paling ganteng di Dinasty. Hal ini tidak perlu diragukan lagi. Untuk membuktikannya, Anda bisa melihatnya di TPI setiap Kamis malam pukul 21.00.”

Deden                  : “Baik, baik. Saya percaya. Selanjutnya, siapa guru favorit Anda?”

Ferry                     : “Hmmmm… Guru favorit? Itu pertanyaan sederhana. Semua orang tau jawabannya. Ya siapa lagi kalau bukan Ibu Susilowati, guru PPKn terbaik abad ini!”

Deden                  : “Alasannya?”

Ferry                     : “Karena Bu Susi adalah seorang ibu yang awet muda, berjiwa besar, bertenggang rasa, percaya diri, sabar, pemaaf, berjiwa nasionalisme, bertanggung jawab dan tentu saja berkharisma!”

Deden                  : “Apa Anda tidak berlebihan?”

Ferry                     : “Kenapa? Anda nggak suka?”

Deden                  : “Iya! Anda kan harus bersikap netral!”

Ferry                     : “Jadi mau Anda apa?”

Deden                  : “Anda sendiri maunya apa?”

Ferry                     : “Eh malah ngelawan! Makan nih!”

(PLAK!!!)

Deden                  : “Kurang ajar!”

(BLETAK!!!)

Ferry                     : “Sialan!”

(DUAG!!!)

(TAK!!! DUG!!! JEDERRR!!! PRAANG!!! BLEDUG!!! CEPROT!!!)

(Tulilulilulilulilulilulilulilulilut…) *sirene ambulan

Wawancara selesai

19 Mei 2004

C-Kink

=========

SecuilGoresan

Wawancara antara Ferry dan Deden

Ferry                                     : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Ferry                     : “Langsung saja kita ke pertanyaan pertama. Anda sudah siap?”

Deden                  : “Ya, tentu saja.”

Ferry                     : “Baiklah. Sekarang pertanyaan kedua. Menurut Anda, bagaimana peluang para calon presiden pada pemiu 2004 ini?”

Deden                  : “Yah menurut saya, Iwan Fals bisa saja menjadi presiden bila ia mencalonkan diri. Namun saya menjagokan Amien Rais, karena dia adalah orang yang ber-amanat seperti nama partainya.”

Ferry                     : “Tapi bagaimana dengan gosip yang menimpa C-Kink dengan Dian Sastro?”

Deden                  : “ Saya rasa, gosip itu benar adanya. Dian Sastro adalah seorang gadis manis dan dia sangat beruntung karena ia digosipkan dengan C-Kink. Setau saya, C-Kink adalah pemuda tampan lagi imut. Mereka berdua benar-benar beruntung!”

Ferry                     : “Lalu, bagaimana dengan konser AFI minggu kemarin? (Sabtu, 1 Mei 2004)”

Deden                  : “Apa boleh buat. Rindu sudah berusaha semaksimal mungkin, namun dia kalah suara, sehingga dia harus tereliminasi.  Tapi saya rasa, Djalu akan berbahagia, karena dengan tereliminasinya Rindu, maka dia akan dapat menghabiskan waktu bersama Rindu seperti dulu lagi.”

Ferry                     : “Loh, bukankah Parma berpeluang meraih scudetto?”

Deden                  : “Ya, itu benar sekali. Parma saat ini adalah kandidat kuat peraih scudetto. Juventus, AC Milan, Inter Milan, Lazio maupun AS Roma semuanya masih nggal ada apa-apanya dibandingkan Parma.”

Ferry                     : “Tapi, Fisichella kan saat ini sedang berjaya?”

Deden                  : “Tepat sekali! Fisichella adalah pembalap F1 terbaik abad ini. Semua orang mengakuinya. Bahkan, Schumacher juga sanggup dikalahkannya!”

Ferry                     : “Oh, terima kasih banyak. Saya rasa pertanyaan saya cukup segini saja. Terima kasih banyak ya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Deden                  : “Ya ya ya. Waalaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Wawancara selesai

4 Mei 2004

C-Kink

=========

Wawancara belum selesai

Ferry                     : “Ehm, permisi… Recordernya ketinggalan.”

Deden                  : “Oh iya. Ini silahkan!”

Ferry                     : “Terima kasih.”

Deden                  : “Sama-sama.”

Wawancara selesai

CerpenAjaib

CerpenAjaib

Introduction – Pendahuluan

Cerpen ini dutujukan untuk semua orang, namun lebih khususnya kepada anak-anak yang berusia 10 tahun ke bawah. Sebaiknya Anda tidak membaca cerpen ini jika:

-          Bulu kaki Anda sudah panjang dan lebat.

-          Rambut Anda sudah banyak beruban.

-          Wajah Anda sudah penuh dengan keriput.

Sebaliknya, sebaiknya Anda membacca cerpen ini jika:

-          Anda masih berjiwa muda.

-          Rambut Anda belum beruban.

-          Tampang Anda masih imut-imut.

-          Anda adalah fans beratnya C-Kink.

-          Anda sedang tidak ada kerjaan.

Ya, terima kasih atas perhatiannya. Mari kita bersama-sama membaca cerpen in dengan bacaan basmalah. Bismillahirrahmanirrahim.

Nanang dan Uang-Uang

Hari ini, di rumah Nanang lagi rame. Bukan rame karena bunyi kereta, tapi rame karena sodara-sodaranya Nanang (sejenisnya monyet, gorilla, lutung dll) sedang berkumpul di rumah Nanang. Sodara-sodaranya Nanang berangkat naik kereta. Mereka mencarter kereta dari Solo sampai ke stasiun Pondok Cina.

Nanang sangat senang bila ada sodaranya yang datang berkunjung, karena sebelum pulang, sodara-sodaranya selalu memberikan uang jajan untuk Nanang.

Malam hari, setelah sodara-sodaranya sudah pulang, Nanang menghitung uang yang diperolehnya layaknya sopir angkot megnhitung uang setoran. Selembar, dua lembar, tiga lembar, …, …, wah, lumayan, dapet banyak. Sebagaimana layaknya manusia yang ingin pamer, Nanang langsung mengangkat gagang telpon dan menekan tombol 085691012852.

Nanang             : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang             : “Eh Nyet! Gue dapet rp 500.000,00 dong dari sodara gue!”

C-Kink                                : “Apaan Njing? Gue hari ini dapet rp 650.000,00 dari ngamen di Pondok Indah!”

Nanang             : “Sialan! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Hohohoho. Rupanya uang Nanang masih belum seberapa. Tapi dia sudah cukup senang. Malam semakin larut. Nanang menghitung uangnya lagi dan akhirnya dia tertidur dengan uang itu sebagai bantalnya. Zzzzz….. Zzzzzz….. Zzzzzz…..

Keesokan harinya, Nanang bingung, uang sebanyak itu mau diapakan. Ada banyak keinginannya, diantaranya: pengen mentraktir Marshanda, pengen beli mobil-mobilan remote control, pengen beli PS one dan pengen beli permen sekarung. Lalu dia bertanya kepada ayahnya.

Nanang             : “Pak uang Nanang kemaren mendingan dipake buat apa?”

Sihono               : “Mendingan uang itu kamu tabung. Kan lumayan”

Kemudian Nanang bertanya kepada Nining, kakaknya.

Nanang             : “Kak, uang yang kemaren gue dapet mendingan gue apain?”

Nining                  : “Mendingan lu kasih ke gue. Gue lagi bangkrut nih! Padahal gue kan mau  nonton konsernya C-Kink di Tanah Kusir!”

BLETAK!!! Sebuah pulpen mendarat dengan mulus di wajah Nining. Nanag segera berlari meninggalkan Nining. Dia bertanya lagi kepada ibunya yang bernama Sihini.

Nanang             : “Ibu, uang yang kemaren Nanang dapet mendingan diapain?”

Sihini                 : “Oh mendingan kamu tabung di bank. Atau kamu tabung aja di celengan”

Nanang             : “Celengan, emang kita punya?”

Sihini                 : “Ada kok. Kamu ambil aja ayam-ayaman di gudang”

Dengan langkah meyakinkan, Nanang beranjak menuju gudang. Namun dia tidak menemukan ayam-ayamannya. Dia malah menemukan ayam betulan yang lagi jalan-jalan cari angin. Nanag bertanya kepada si ayam, “Eh ayam! Ayam-ayaman gue lu kemanain Yam?”

Si ayam yang terusik oleh pertanyaan itu, langsung melompat dan mematok Nanag. Petok! Spontan saja Nanang kesakitan. DIa mendengus, “Huh ayam sialan! Gue kepret jadi ayam lu!”

Seteah mencari-cari, akhirnya ayam-ayaman itu berhasil ditemukan. Rupanya ayam-ayaman itu ada di bak mandi, lagi berenang, Nanang segera membersihkan dan menjemurnya. Sambil menunggu ayam-ayaman itu kering, Nanang jalan-jalan dulu ke stasiun. Siapa tau bakalan enmu uang logam yang jatoh di peron-peron stasiun. Bukannya uang logam, dia malah nemuin fotonya C-Kink yang berserakan.

Akhirnya ayam-ayamannya kering. Lalu Nanang memasukkan uangnya ke celengan ayam itu, sambil dihitungin uangnya satu-satu. Tapi kok jumlahnya berkurang? Oh iya, tadi kan udah dipake buat beli koran Lampu Merah sama majalah FHM di stasiun.

Keesokan harinya, Nanang menelpon C-Kink lagi untuk pamer.

Nanang             : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang             : “Oi Kunyuk! Gue udah nabung di celengan dong!”

C-Kink                                : “Apaan Kuya? Kuno lu! Gue sih nabungnya udah di bank!”

Nanang             : “Brengsek lu! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang dongkol kaya ikan tongkol nelen jengkol. Kemudian Nanang mengambil celengannya. DIa keluarkan semua uang yang ada di celengannya itu Lalu dia menghampiri ibunya, dan meminta untuk membuka tabungan di bank. Ibunya manggut-manggut saja.

Siang harinya, Nanang udah rapi jali dan cakep layaknya Jojon. DIa dan Sihono pergi ke Bank Syariah Mandiri di jalan Margonda. Di sana, Nanang membuka tabungan baru atas namanya sendiri, Monang Nanang Bonang Unang bin Sihono. Setelah proses registrasi dan penyetoran selesai, Nanang pulang kembali ke rumahnya. DI perjalanan dia bertanya kepada ayahnya.

Nanang             : “Pak, kenapa sih nabungnya mesti di bank syariah?”

Sihono               : “Hahahahaha. Kamu masih terlalu muda 15 tahun untuk mengetahui hal itu”

15 tahun kemudian…

Nanang             : “Pak kenapa nabungnya mesti di bank syariah?”

Sihono                 : “Loh, udah 15 tahun lewat ya? Padahal baru longkap 3 baris! Penulisnya goblok nih! Waktunya kecepetan! Yah soalnya kalo nabungnya di bank konvensional, bunganya haram karena tergolong riba”

Nanang             : “Cuma itu doang?”

Sihono               : “Iya, kenapa?”

Nanang             : “Nanang udah capek nunggu 15 tahun, tapi jawabannya cuma gitu doang…”

Ya, sekarang Nanang sudah berumur 30 tahun. Dia sudah beristri. Istrinya, siapa lagi kalau bukan Marshanda. Mereka berdua hidup berbahagia di Pondok Cina. Saat ini, Marshanda sedang mengandung 7 bulan. Untuk membeli perlengkapan bayi, Nanang mengambil uangnya yang selama ini dia tabung di Bank Syariah Mandiri.

Nanang mengambil uangnya dan ternyata jumlahnya sudah menjadi jauh lebih besar. Dengan uang itu, dia bisa membeli peralatan untuk bayinya dan membeli perabotan rumah tangga lainnya.

Nanang langsung menelpon C-Kink, teman lamanya yang kini entah dimana.

Nanang             : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

C-Kink                                : “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang                : “Hahahaha. Sekarang gue udah kawin, punya rumah bagus, dan pengen punya anak. Hahahahahahaha”

C-Kink                                : “Sialan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nanang             : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

TAMAT

Ending – Penutup

Cerpen ini hanyalah fiktif belaka. Terima kasih atas kesediaan Anda untuk membacanya. Kita jumpa lagi kapan-kapan. Hahahahahahahahahahaha.

Ucapan Terima Kasih

Atas selesainya cerpen ajaib ini, C-Kink bersedia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

-          Allah swt, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah.

-          Muhammad Rasulullah saw, manusia yang tiada tandingannya.

-          Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, pasangan paling berbahagia di muka bumi.

-          Yanuar Galih Nugroho alias Nanang beserta keluara yang menjadi tokoh utama dalam tulisan yang nggak jelas ini.

-          Marshanda dan Bank Syariah Mandiri yang menjadi figuran di cerita ini.

-          Bank Mandiri yang memproduksi buku tulis bertema “Aku Anak Mandiri” yang menjadi inspirasi dalam menulis cerpen ajaib ini.

-          Dan kamu-kamu semua yang udah rela membuang-buang waktu cuma untuk baca coretan aneh ini.

MyFirstRomanNovel

Pendahuluan untuk Mendahulukan yang Perlu Didahulukan oleh Si Pendahulu

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Inilah dia, novel yang pertama kali aku bikin, yang penuh dengan ke-jayus-an. Novel ini bercerita tentang Rizky, seorang pemuda yang masih polos dan lugu, dan Nirina, seorang gadis yang orangnya begini dan begitu. Sebenernya, novel ini aku buat di akhir bulan April tahun 2004 di bindernya Dicky “Baba” Firmansyah bin Bambang Vespa. Namun karena membludaknya permintaan pembaca, novel ini aku cetak ulang di bulan Agustus 2004, tentunya dengan beberapa perubahan. Dan hari ini di bulan September 2009 pun aku mencetak ulang kembali novel ini untuk dimuat dalam blog. Kalo udah penasaran, silahkan baca aja nih novel. Kalo pengen liat versi aslinya, baca aja yang di bindernya Dicky.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rizky dan Nirina

“Ada cerita tentang aku dan dia

Saat kita bersama saat dulu kala”

Itulah tadi sebait potongan lagu “Semua Tentang Kita” yang diciptakan oleh Peter Pan. Ya, saat ini Rizky sedang gundah gulana gegap gempita, karena dia merasa begitu jauh dengan Nirina, meskipun mereka berua tinggal di satu kota.

Lalu Rizky mengenang masa lalunya yang dihabiskan bersama Nirina di SMP 2 dulu. Terkadang ia tertawa, merenung, bersedih, menangis dan berteriak-teriak bagaikan orang gila saat mengenang masa lalunya. Dia mengenang saat-saat mereka berdua bermesraan di bawah pohon toge di depan kelas. Saat SMP dulu, Rizky dan Nirina memang selalu berdua bersama, tidak pernah bertiga, karena memang hanya ada mereka berdua. Di saat-saat berdua seperti itu, Rizky merasa sangat bahagia, seakan-akan dunia ini hanya milik mereka berdua, orang lain hanya numpang ngontrak, udah gitu bayarannya suka nunggak.

Rizky mengenang kembali saat-saat indah itu. Layaknya orang pacaran, mereka berdua lirik-lirikan, cubit-cubitan, tonjok-tonjokan, tampol-tampolan dan tendang-tendangan (pacaran apa berantem?). Di kejauhan, orang-orang hanya mampu memandang dengan iri kedua sejoli yang sedang dimabuk alkohol, eh maksudnya dimabuk cinta ini.

Tapi itu dulu. Sekarang, Nirina sudah tidak dapat berada di sisi Rizky lagi. Ya, apa boleh buat. Itu semua terjadi karena otak Rizky tidak sebanding dengan otak Nirina, sehingga Rizky sekolah di SMAN 1 Depok, sedangkan Nirina sekolah di sekolahnya di sana entah dimana.

Bosan dengan lagu “Semua Tentang Kita”, Rizky lalu mengganti kasetnya. Kini dia mendengarkan lagu “Tak Bisa Memiliki” ciptaan Dygta.

“Aku tak bisa memiliki menjaga cintamu

Walau sesungguhnya hatiku mencintaimu memilikimu”

Rizky menghayati lagu itu sepenuh hati. Uh, betapa menyedihkan kisah cintanya. Kemudian HP Rizky berdering. Di situ tertulis nama “Lovely Nirina”. Wah, panjang umur nih orang. Baru diomongin kok langsung nelpon. Tanpa menunggu dering HP lebih lama lagi, Rizky segera mengangkatnya, dan suara di ujung sana adalah suara Nirina.

Nirina : “Richard!”

Rizky : “Buset dah keren amat! Nama gue Rizky, bukan Richard”

Nirina : “Eh, Rizky!”

Rizky : “Weits, salam dulu dong! Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Nirina : “Oh iya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Rizky : “Ada apa, Nirina?”

Nirina : “Huhuhu….. Huhuhu…. Huhuhu….. (nangis)”

Rizky : “Loh Nirina, jangan nangis!”

Nirina : “Hahaha….. Hahaha….. Hahaha….. (ketawa)”

Rizky : “Eh, kok malah ketawa?”

Nirina : “Huhu….. Huek….. Huek….. Cuih….. (muntah)”

Rizky : “Oi, yang bener dong!”

Nirina : “Rizky, kita ketemuan sekarang! Penting!”

Rizky : “Dimana? Di hotel?”

Nirina : “Kurang ajar! Di tempat mangkal, Cafe Mawar!”

Rizky : “ Sip! Kapan?”

Nirina : “Sekarang. Udah ya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Rizky : “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”

Suara di sana terputus. Walaupun mereka berdua cukup dekat, tapi mereka sangat hemat dalam bertelepon. Mereka hanya bicara seperlunya saja, sedangkan yang tidak perlu ya tidak mereka bicarakan.

Kini hati Rizky menjadi berbunga-bunga sampai tumbuh jadi buah. Akhirnya, ia dapat melampiaskan rasa rindunya. Segera saja ia berganti baju. Ia mengenakan celana setan (temennya celana jin) ukuran triple XL dan atasannya adalah baju sepakbola klub Juventus dengan nama punggungnya “Rizky”.

Lalu ia menuju cermin, menyisir rambutnya dan menyemprotnya dengan hair spray. Tapi dia salah ambil. Dia malah menyemprotkan Baygon ke rambutnya. Untung Baygon itu rasa strawberry, jadi rambutnya malah menjadi wangi dan kutu-kutu di rambutnya jadi mati semua.

Setelah semuanya siap, tanpa basa-basi lagi karena emang udah basi, dia segera pergi menuju Cafe Mawar naik angkot D04. Di perjalanan, dia melihat C-Kink yang sedang dikerubuti fansnya. Ya, C-Kink adalah seorang pria tampan temannya Rizky di SMAN 1 Depok.

Setelah perjalanan di dalam angkot yang terasa sangat lama, akhirnya Rizky sampai di Cafe Mawar. Di cafe itu, Nirina belum datang. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky memesan sebotol Teh Botol Sosro untuk melepas dahaga. Rizky memang punya pendapat, yaitu: “Siapapun ceweknya, minumnya tetap Teh Botol Sosro!”. Tak lupa, dia juga meminta struk pembeliannya. Siapa tau bisa dapet hadiah (promosi banget deh!).

20 menit telah berlalu, tapi Nirina masih belum memperlihatkan batang hidungnya yang nggak mancung. Rizky menjadi gelisah geli-geli basah. Berkali-kali ia melirik jam tangannya yang harganya selangit. Keringatnya bercururan deras, sampai-sampai membanjiri kota Jakarta. Tapi Rizky tetap sabar dan setia menunggu kedatangan Nirina. Karena Rizky tau, Nirina tidak berbohong.

Tiba-tiba, sepasang kaki melangkah ke meja Rizky. Rizky menjadi tersentak. Namun setelah melihat bahwa sepasasang kaki itu sangat dekil dan tidak ada mulus-mulusnya, Rizky menjadi santai lagi. Dia menyapa orang itu, “Hai. Iwan!”

Iwan, yang memiliki sepasang kaki butut itu, membalas sapaan Rizky dengan senyumannya yang cool abis. Lalu dia duduk di sebelah Rizky sambil mengangkat kakinya ke atas meja layaknya seorang bos.

Rizky tidak keberatan Iwan duduk di sebelahnya. Sambil menunggu kedatangan Nirina, Rizky berbincang-bincang dengan Iwan. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:

- Peluang kesebelasan AC Parma meraih scudetto,

- Giancarlo Fisichella si juara dunia F1, dan

- Cinta segitiga antara C-Kink, Asmirandah dan Nia Ramadhani.

Mereka berdua terlibat perbincangan yang cukup alot. Sudah 20 menitan mereka berbincang-bincang, tapi Nirina masih belum nongol juga. Dan mereka melanjutkan perbincangan itu.

Tak lama kemudian, Iwan hendak pamitan. Dia masih harus pergi ke tempat lain karena dia adalah tipe orang yang sangat sibuk yang punya banyak kerjaan. Sebelum pergi, Iwan minta mau minjem duit ke Rizky.

“Rizky, gue minjem duit dong. Nggak usah banyak-banyak, goceng aja buat ongkos!”

“Kagak ah, gue juga lagi bangkrut nih!”

“Yah, pelit lu! Cuma goceng doang!”

“Ogah amat! Minta aja sama Bapak lu!”

Rizky dengan tegas menolaknya. Tapi Iwan tetap saja meminta dan merayu-rayu Rizky dengan bermacam-macam fitnahan, seperti: Rizky ganteng, Rizky langsing, Rizky pinter dan lain-lainnya. Tapi Rizky tetap menolak permintaan Iwan.

Lalu Iwan mulai meluncurkan jurus tangan. Tangannya meraba-raba, memeluk-meluk dan memegang-megang tubuh Rizky sambi merayunya. Pokoknya, udah mirip banget sama orang lagi homoan. Namun Rizky tetap pada pendiriannya. Dia menolak permintaan Iwan dengan tegas.

Tiba-tiba Nirina datang. Dia langsung menuju ke mejanya Rizky. DIa sangat terkejut melihat Rizky sedang berdua-duaan dengan seorang lelaki, udah gitu pake peluk-pelukan segala. Dia kira Rizky itu… … … … … . Nirina berteriak, “Rizky! Ternyata selama ini aku telah salah menilaimu!”. Lalu Nirina berlari keluar meninggalkan Cafe Mawar.

Rizky yang melihat Nirina, langsung salah tingkah. Rizky beranjak dari kursinya, meninggalkan Iwan. Dia keluar cafe mengejar Nirina untuk memberikan penjelasan. Setelah mencari kesana-kemari, akhirnya dia menemukan Nirina sedang menangis tersedu-sedu di sebelah tong sampah. Rizky menghampirinya.

“Nirina… Dengar dulu penjelasanku”

“Uhuhuhu… Tak usah, aku benci padamu!”

“Itu salah paham Nirina. Dengar dulu… “

Tiba-tiba Iwan datang. Rupanya Iwan juga mengejar Rizky. Dia berkata, “Rizky, lu jadi minjemin gue duit nggak?”

Mendengar perkataan Iwan barusan, Nirina mulai mengerti. Otak Nirina memang nggak kalah sama otaknya Om Einstein. Baru denger satu kalimat aja, dia langsung mengerti bahwa Iwan sedang berusaha untuk meminjam duit Rizky. Tangis Nirina mulai mereda. Dia tersenyum dan segera memeluk tubuh Rizky. Pluk… Aaaaaah…

Rizky yang tidak menyangka akan dipeluk Nirina, langsung bersemangat. Jakunnya naik turun. Tegangannya naik mencapai 200 kilovolt. Celananya menjadi sempit (?????). Lalu dibelai dan diusap-usapnya rambut Nirina yang kalo keramas pake Clear anti ketombe.

“Nirina, kamu mengerti kan?”

“Ya, maafkan aku…”

Mereka berdua bermesra-mesraan kembali seperti saat SMP dulu. Iwan yang merasa dicuekin, langsung berjalan gontai meninggalkan kedua sejoli itu. Kemudian mereka berjalan-jalan di jalan Mawar, jalan kenangan mereka saat SMP dulu. Mereka bernyanyi-nyanyi:

“Sepanjang jalan kenangan kita s’lalu bergandeng tangan

Sepanjang jalan kenangan kau peluk diriku mesra”

Mereka berdua berpelukan, persis kaya di film-film India. Gerimis mulai turun namun mereka telah larut dalam kebahagiaannya.

“Hujan yang rintik-rintik di awal bulan itu

Menambah nikmatnya malam syahdu”

Kedua sejoli ini semakin bertambah mesra. Dinginnya hujan tidak terasa, telah tertutupi oleh kehangatan yang mereka rasakan, yang hangatnya lebih hangat daripada kompor gas maupun knalpot mobil. Bahkan, David Beckham dan Victoria Adams juga masih kalah mesranya (tapi RIzky masih kalah gantengnya).

Tiba-tiba agak jauh di depan mereka, berdiri seorang lelaki yang gagah dan tampan yang bermana Baja. Baja adalah teman SMP-nya Rizky dan Nirina. Dia sudah lama tidak bertemu dengan Rizky, sehinga dia merasa kangen. Kal ini mereka bertemu lagi dan Baja berlari menghampiri Rizky sambil berteriak, “SEEETAAAAAAAAANN…!!!”

Eh salah, maksudnya berteriak, “RIZKYYYYYYYYYY…!!!”

Rizky yang juga sudah lama tidak bertemu Baja, membalas perbuatannya. Dia merentangkan tangannya dan berteriak, “BAJAAAAAAAAAAAA…!!!”

Baja berlari menghampiri Rizky. Dan mereka berpelukan layaknya dua orang pejuang yang bertemu kembali setelah bertempur di medan perang. Mereka bertiga berbincang-bincang tentang masa SMP dulu. Banyak hal yang mereka perbincangkan, seperti:

- Kesebelasan Chelsea yang tak terkalahkan di Eropa,

- Band J-Rock yang meraih MTV Music Award, dan

- C-Kink yang pernah menolak Nikita Willy, Revalina dan Gita Gutawa dalam satu waktu (bukan menolak cintanya, tapi menolak untuk dijadikan pembantu oleh mereka).

Lama kemudian, akhirnya Baja melanjutkan kembali perjalanannya. DIa meninggalkan Rizky dan Nirina. Dan, Rizky dan Nirina melanjutkan kembali perjalanan cinta mereka.

(hampir) TAMAT

Catatan:

Sebenernya novel ini masih ada lanjutannya. Tapi karena naskah aslinya ada di bindernya Dicky dan aku nggak tau dimana sekarang beliau (baca: naskahnya, bukan Dicky) berada, jadi hanya sejauh ini-lah arsip yang aku punya. Mohon maaf atas segala ketidaknyamanannya. Ayo rame-rame kita cari dimana beliau (baca: Dicky, bukan naskahnya) berada untuk kita palakin naskah aslinya!

Ucapan Terima Kasih

Atas (hampir) selesainya novel roman pertama ini, C-Kink bersedia untuk mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:

- Allah swt, tiada Tuhan selain Engkau ya Allah.

- Muhammad Rasulullah saw, manusia yang tiada tandingannya.

- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet, pasangan paling berbahagia di muka bumi.

- Rizky Haryadi dan Konita Sabrina selaku sumber inspirasi dalam membuat cerita yang nggak jelas ini.

- Iwan Argosusilo dan Raja Tomala yang menjadi figuran di cerita ini.

- Dicky FIrmansyah yang bindernya rela dicoret-coret tulisan aneh kaya gini.

- Seluruh anak-anak Dinasty SMAN 1 Depok angkatan 2003/2004 atas jasanya mendukung dan menyukseskan serta mempopulerkan cerita ini.

- Dan kamu-kamu semua yang udah rela membuang-buang waktu cuma untuk baca coretan ajaib ini.

DinastyDariBalikKacamataku

PuisiDinasty

Waktu aku lagi iseng-iseng buka binder-binder ku jaman SMA dulu, ini aku nemuin secuil puisi tentang kelas 1-3 SMA Negeri 1 Depok angkatan 2003/2004, tempat dimana dulu aku menimba ilmu disana. Rasanya sayang kalo puisi ini cuma jadi konsumsi pribadi aku dan binder ku sendiri. Jadi demi kemaslahatan seluruh umat manusia, berikut ini aku tulis ulang puisi tersebut dan mari kita baca bersama-sama.

Dinasty Dari Balik Kacamataku

Abdurrahman Hafidz alias Apit

Satu-satunya pria 1-3 yang ikut OSIS

Ilmu agamanya, jangan ditanya

Bacaan Al-Qur’annya, apalagi

Hafidz gitu loh!

Soal pelajaran juga rajin dikerjakan

Tapi yang disayangkan

Dimanakah akan dia temukan sang gadis idaman?

Ahmad Syah

Pendiri ringtone fans club di 1-3

Yang hobinya dengerin ringtone HP orang-orang

Yang sukanya main ceng-cengan

Tapi nggak kalah kalo kebut-kebutan di jalanan’

Arni Novita

Seorang akhwat yang senantiasa menutup aurat

Dan jauh dari maksiat

Walaupun kita nggak kenal dekat

Tapi tetaplah semangat

Asrining Tyas

Gadis yang mendekati sempurna

Yang juga adalah aktivis di OSIS

Yang setiap ada kegiatan selalu saja mengemis

Walau matanya sudah menurun keakuratannya

Tapi isi otaknya nggak perlu ditanya

Ada Biologi Akuntansi Sejarah Matematika Fisika sampai Kimia

Rumahnya? Wah itu sih istana!

Mari kita bersama nyanyikan lagu untuknya

“Jagalah Ferry jangan kau nodai

Jagalah Ferry anaknya Ibu Susi

Jagalah Ferry jangan kau sakit

Jagalah Ferry simpanlah dalam hati”

Bahri Kurniawan alias Bahar

Gayanya, mempesona

Senyumnya, menawan

Tampangnya, nggak nahan

Daerah kekuasaannya, jelas di Kukusan

Banyak gadis mengharapkan cintanya

Tapi entah mengapa dia tetap santai-santai saja

Betty One William

Gadis yang mendapat pencerahan di 1-3

Yang suka ngingetin orang untuk piket

Yang rajin ngerjain tugas-tugas sekolah

Yang bertanggung jawab menyampaikan amanah

Yang selalu berjuang dan tak kenal lelah

Cherlinda Els Cassandra alias Che-Che

Suaranya melas

Jalannya lemas

Tapi dia ahli taekwondo tingkat atas

Kalo tenaga lu terkuras

Pake salon pas! (?????)

Deasy … (sory, gue lupa nama lu)

Gadis yang rada-rada pendiam

Tapi dapat diandalkan saat diperlukan

Kodok-kodok yang sering digambarnya

Semoga bisa menemani saat-saat sepinya

Deden Fachruddin

Pria imut yang kecil mungil

Yang suka minta maaf 3 kali sehari kaya minum obat

Yang suka mengeluh tentang segala kesusahannya

Santai aja, Den!

Percayalah pada diri sendiri

Dan bersemangatlah

Anggap saja hidup ini ibadah

Dendri Umbiyar

Anaknya guru PPKN yang nggak banyak omong

Yang suka memberi informasi yang berguna

Meskipun kita jarang berbicara

Ya udahlah, santai aja

Dicky Firmansyah alias Baba

Prek tek tek tek tek… Rrrruuuung… Rrrrruuung… (sound effect)

Setiap pagi, sebuah Vespa setia mengantarnya

Dari jalan Palakali sampai pintu gerbang SMANSA

Orangnya nggak banyak gaya

Menulis adalah hal yang disenanginya

Tapi, keras juga hidup lu, Ba!

Eliana Eka Kurniawati

Salam akademia!

Gadis gila yang ikut-ikutan trend AFI

Yang suka nari-nari nggak jelas

Yang katanya punya kemiripan sama Missy Elliot (apanya tuh?)

Yang katanya punya penyakit kebotakan

Pokoknya, Cing Cay Lah!

Elsha Surya Respita alias Embicks

Mbeeeek… Mbeeeeek…

Gadis yang masih diragukan wujud aslinya

Yang perlu penerjemah ketika bicara

Yang suka ngaku-ngaku imut meskipun sebenrnya amit-amit

Yang selalu bersemangat setiap saat

Yang mulutnya tak pernah berhenti bersuara

Yang terkadang suka malu-malu kambing

Tak usah dengarkan orang lain bicara

Kalo perut laper, rumput di depan kelas dimakan aja

Cadas juga!

(emang cadas apaan?

Itu tuh, temennya curap dan cutu air)

Ferryanto Cahyo Nugroho

Anaknya Ibu Susilowati si guru PPKn

Yang nggak banyak bicara

Yang enak buat diajak kemana-mana

Yang HP-nya itu tiada duanya

Janganlah jadi anak durhaka

Dan jangan tidur kalo lagi pelajaran PPKn

Gesa Falugon alias Culix

Si ketua kelas yang memimpin kelas

Yang marah-marah kalo tempat duduknya direbut

Jadilah pemimpin jangan jadi penguasa

Pemimpin adalah yang memimpin, membimbing dan memandu menuju kebenaran

Sedangkan penguasa adalah yang menguasai dan mengatur seenaknya sendiri

Pemimpin hidup untuk rakyatnya

Penguasa hidup untuk diri sendiri

Pemimpin mau mengalah

Sedangkan penguasa nggak mau kalah

Jadi, mau jadi pemimpin apa penguasa?

Irine Kristiana

Gadis yang banyak bicara

Yang ikutan ekskul paduan suara

Karena suaranya memang tiada duanya

Tapi jangan lupakan kewajiban sebagai pelajar

Inilah dia yang ditunggu-tunggu

Yang menjadi maskot di 1-3

Berikan sambitan yang meriah untuk…

(Jreng jreng jreng pak dung dung pak dung cess…)

IWAN ARGOSUSILO

Pria imut yang tiada duanya

Yang benar-benar berkharisma

Yang senyumannya sungguh mempesona

Yang gayanya membuat orang tertawa

Yang lawakannya mampu mendamaikan dunia

Yang ringtone HP-nya ada banyak jumlahnya

Yang motornya termasuk barang langka

Yang jelas, lu emang lain dari yang lain

Karena emang nggak ada yang bisa nyamain

Tapi, Royto mau lu kemanain?

Kurnia … (sory, gue lupa nama lu) alias Uni

Gadis manis yang murah senyum

Yang taat menjalankan perintah agama

Yang rada-rada pendiam

Tapi kalo dah mulai bicara

Sifat gokilnya keluar juga

Laire Siwi Mentari alias Iye

Si sekretaris yang hitam manis

Yang juga adalah seorang novelis

Yang suka bergaya di depan kamera

Yang suka cerita-cerita

Kalo lu dah jadi penulis terkenal

Tolong ajarin gue gimana cara bikin novel

Lisydah Naim

Seorang akhwat yang berjilbab

Yang kalo lagi ceramah penyakitnya suka kumat

Ilmu agamanya jangan ditanya

Dari tajwd sampai hadis dia hapal semua

Teria kasih banyak gue ucapkan untuk lu

Karena selalu ngingetin gue kali gue ana Rohis

Tapi guenya aja yang masih tambeng juga

Malvin Sebastian Halomoan Napitupulu

Panjang banget sih nama lu?

Pria yang sederhana

Yang rumahnya sangat istimewa

Playstation, ada

Komputer, ada

Makanan, tersedia

Dan tentu saja billiard pasti ada

Tapi hati-hati, ada anjingnya

Marchianne Sofrin Fauziah alias Chiponk

Gadis yang rada-rada manja

Yang suka merajuk dimana-mana

Cobalah untuk membuka mata

Bahwa lelaki itu bukan hanya Kak Bintang

Tapi juga ada Maryo (?????)

Martha Safitri alias Hepi

Gadis yang bercita-cita tinggi

Yang ingin jadi orang pintar

Yang ingin jadi orang terpelajar

Dan tentu saja jadi istrinya Kak Radon

Waduh, kasian juga Kak Radon

Tak usah dengarkan orang bicara

Jalani saja hidup apa adanya

Maryo alias Eric

Si hitam dari Sawangan

Yang punya banyak kemampuan

Yang selalu mencari gadis idaman

Kalo udah nggak ada lagi harapan

Inget aja Fortune Enam Delapan

Muhammad Helmi Farid Rahman alias Imleh

Pria tampan yang senyumnya menawan

Yang akhlaknya bertetangan dengan namanya

Yang motornya merah warnanya

Yang jago main tenis meja

Tapi jangn bawa-bawa sabun ke sekolah

Niko Adyo Kusumo alias Ayam

Anak orang yang nyasar ke SMANSA

Yang juga suka bawa sabun ke sekolah

Yang jelas, santai aja lah!

Okky Kurniawan Arief

Pria pintar yang juga terpelajar

Yang otaknya cemerlang

Yang suka make semprot-semprotan

Yang tai lalatnya bikin nggak nahan

Tetap teruskanlahg perjuangan

Poppy Dea Bertha

Gadis yang serba bisa

Yang suka bikin tulisan-tulisan

Yang suka mukul-mukulin gendang

Yang poninya nggak nahan

Yang ide-idenya sangat cemerlang

Kok berani tinggal di deket kuburan?

Rani … (sory gue lupa nama lu)

Anak baru yang nggak baru-baru banget

Yang sekolahnya negeri tapi seragamnya swasta

Yang juga hobi ngaca

Ingatlah kalo lu sekarang sekolah di SMANSA

Ratna Hapsari alias Nana

Bendahara yang hitam tapi nggak manis

Yang rada-rada kolokan

Yang terlalu perhatian

Yang hobi nagih uang bayaran

Sebagai orang kepercayaan

Mestinya lu yang bayarin uangnya teman-teman

R***** A**** alias C-Kink

Pria aneh yang rada-rada pendiam

Eh salah, bukan pendiam tapi pecundang

Yang hobinya melamun dan berdiam diro

Eh salah, bukan berdam diri tapi mempecundangi diri

Yang hidupnya nggak punya tujuan

Yang hidupnya selalu kesepian

Kok masih idup sih lu sampe sekarang?

Rika Agustiana alias Teu-Teu

Satu-satunya almunus Gotun yang serba bisa

Yang bisa ngapain aja

Yang punya kemampuan untuk jadi orang besar

Yang rajin mengerjakan segala pekerjaan

Buktikanlah kepada semua orang

Bahwa Gotun bukanlah sekolah murahan

Rindiantika Arsanti alias Dee-Dee

Gadis gila yang emang gila

Yang suka berbuat gila

Yang gayanya juga gila

Yang bikin kucing-kucing ikutan gila

Yang seragamnya juga… Ih, gila

Pokoknya, sekali gila tetep gila!

Rizky Haryadi Saputro alias Badax

Anak caleg yang banyak duit

Yang sorot matanya tajam layaknya pencopet

Yang gampang buat diajak jalan-jalan

Yang hobi baca buku hiburan

Yang punya 1001 alasan untuk menghindari musholla

Yang ilmu taekwondo-nya tak terkalahkan

Sangat disayangkan, kisah cintanya selalu berantakan

Rohmat Agus Alim

Pria aneh dari Sukoharjo

Yang gerak-geriknya juga aneh

Yang suka mencium buku orang-orang

Emangnya buku gue bau?

Ya udah, santai aja Gus

Royto Andriyani

Gadis yang lain dari yang lain

Yang selalu menjadi bahan tertawaan

Yang selalu menjadi bahan ejekan

Tenanglah dan jangan takut

Karena Iwan akan selalu menjaga lu

Satriawan Wiguna alias Iyan

Pemusik yang ahli bermusik

Yang ilmu musiknya udah taraf internasional

Yang juga rada-rada emosional

Sayang, cintanya bertepuk sebelah kaki

Theresia

Pendek amat nama lu?

Gadis yang suaranya nyaring

Yang ketawanya juga nyaring

Untunglah otaknya nggak miring

Tria Novita

Gadis yang mendapat pencerahan di 1-3

Yang rendah hati dan bersahaja

Yang rajin bekerja

Yang juga tekun berusaha

Yang ideal untuk menjadi ibu rumah tanga

Ibu Siti Sun Aisyah

Wali kelas yang sangat baik

Yang sangat ramah

Yang sangat rendah hati

Yang tidak pernah memperlihatkan wajah marah

Yang dengan ikhlas membagi ilmunya

Yang dengan rajin memberi nasihatnya

Hanya surga-lah tempat yang pantas untuknya

Itulah Dinasty

Maafin gue kalo gue punya salah

Maafin gue kalo gue punya dosa

Maafin gue kalo gue orangnya ngenekin

Dan terima kasih banyak

Karena telah menemani gue selama 1 tahun

Akhirnya, hanya doa yang bisa gue persembahkan untuk lu semua

Wassalamualaikum wr wb

Salam OI!

C-Kink

10 Juli 2004

==========

2-2DariBalikKacamataku

Puisi2-2

Waktu aku lagi iseng-iseng buka binder-binder ku jaman SMA dulu, ini aku nemuin secuil puisi tentang kelas 2-2 SMA Negeri 1 Depok angkatan 2004/2005, tempat dimana dulu aku menimba ilmu disana. Rasanya sayang kalo puisi ini cuma jadi konsumsi pribadi aku dan binder ku sendiri. Jadi demi kemaslahatan seluruh umat manusia, berikut ini aku tulis ulang puisi tersebut dan mari kita baca bersama-sama.

2-2 Dari Balik Kacamataku

Ambaryana Nahdi

Gadis kecil yang sederhana

Yang suka ketuker sama kembarannya

Yang ikut ekskul krida kirana

Tetaplah budayakan tarian Indonesia

Andhika Trisna Putra alias Cepot

Seorang kakek yang luar biasa

Yang dituakan karena kebijaksanaannya

Yang isi otaknya tiada duanya

Yang lawakannya mendamaikan dunia

Yang gerak-gerikna dapat membuat tertawa

Yang juga suka ngelawak kalo maen bola

Jangan mati dulu ya!

Anindya Adhi Wardhana alias Emon

Pemuda imut yang sederhana

Yang kepintarannya jangan ditanya

Yang gaya berjalannya mempesona

Yang suka main kartu dimana-mana

Jagalah kamping peliharaan lu sebaik-baiknya

Annisa Asfa alias Cassey

Gadis yang imut dan agak manis

Yang suka jawab kalo ada kuis

Yang suka bicara dengan logat British

Yang kadang-kadang suka narsis

Yang juga suka bergaya selebritis

Jangan lupa untuk sealu mencukur kumis (?????)

Arriyadhul Qolbi

Seorang ikhwan yang luar biasa

Yang menjabat sebagai ketua MPK

Yang kalo ditanya suka balik nanya

Yang suka dizhalimi temen sebangkunya

Yang punya rompi anti peluru di bajunya

Kalo nanti lu jadi ke Amerika

Gue nitip oleh-olehnya ya!

Arum Hapsari

Anak baru yang rendah hati

Yang suka nyanyi-nyanyi

Yang juga hobi nari

Yang pernah berperan sebagai Syamsul Bakeri

Bersyukurlah  bisa masuk SMA terbaik di Depok ini

Asrining Tyas

Gadis yang menjabat sebagai ketua kelas

Yang betah ikut organisasi kelas atas

Yang suka negur anak yang malas

Yang menjalani hidupnya dengan keras

Yang isi otaknya sudah melebihi kapasitas

Yang udah ada jaminan kuliah di universitas

Sesibuk apapun, jangan lupa untuk bernapas (?????)

Damar Aji Irawan

Pemuda yang bisa-bisa aja

Yang rumahnya banyak yang suka

Yang keliatannya alim tapi sebenarnya …

Ya udahlah, santai aja ya

Dendri Umbiyar

Gadis pendiam yang lugu

Yang otaknya berilmu

Yang agak pemalu

Tolong dong bilang sama ibu lu

Kalo ngajar tuh harus inget waktu

Elsha Surya Respita alias Mbicks

Mbeeeeek… Mbeeeeek…’Seorang gadis yang masih diragukan wujud aslinya

Yang suka banyak bicara

Yang suka nyerocos seenaknya

Yang urat malunya sepertinya sudah tak punya

Yang suka aneh sendiri sambil ketawa-ketawa

Yang udah sadar untuk menutup auratnya

Ingatlah bahwa Emon akan selalu setia

Frizda Prima Brian alias Slank

Seorang perempuan yang berwibawa

Yang isi otaknya jangan ditanya

Yang gayanya nggak mirip wanita

Yang hobinya menghina dan berbuat gila

Kalo dah gede nanti jangan jadi preman ya!

Giffar Izzany

Pemuda yang aneh tapi nyata

Yang jenggotnya tiada duanya

Yang suka aneh gerak-geriknya

Yang suka sotoy kalo bicara

Ingatlah bahwa Shinta masih setia menunggu di sana

Harry Muttaqin

Seorang pemuda yang baik dan bijak

Yang biasa dipanggil Bapak

Yang suaranya besar dan serak’

Yang rambutnya cepak

Untung aja kepala lu nggak pitak

Hendy Kusumo Nugroho

Laki-laki yang serba bisa

Yang motornya berwibawa

Yang lawakannya menyegarkan mata

Yang jago ngomong bahasa Jawa

Yang suka kangen kalo jauh dari keluarga

Tetep semangat ya!

Hendro Priyo Dwi Utomo

Seorang pemuda yang aneh dan langka

Yang jago main bola

Yang lesnya di Sigma

Yang hobi menghina dan dihina

Ingatlah bahwa Alonso masih kalah dari Fisichella

Irine Krsitiana

Gadis yang sederhana

Yang suka banyak gaya

Yang jadi ketua paduan suara

Yang udah malang melintang di dunia tarik suara

Hati-hati sama Hendro ya!

Iswahyuni

Seorang perempun yang jantan (?????)

Yang suaranya menawan

Yang rumahnya jauh di ujung jalan

Yang berat badannya nggak nahan

Ingatlah bahwa kita adalah seksi kebersihan

Kartika Puspa Ningrum

Gadis yang lugu layaknya gadis desa

Yang pelan dan lembut bicaranya

Yang kepintarannya jangan ditanya

Pokokny, santai aja ya!

Laire Siwi Mentari

Gadis hitam manis yang senang bergaya

Yang suka bikin cerita-cerita

Yang suka gonta-ganti gaya rambutnya

Yang bercita-cita jadi sutradara

Kalo mau launching novel lagi, ajak-ajak gue ya!

Marchianne Sofrin Fauziah alias Chiponk

Gadis kecil yang imut dan amit-amit

Yang pipinya enak buat dicubit

Yang kadang-kadang suka pelit

Tunggulah suatu hari nanti Kak Bintang akan jatuh dari langit

Maryo

Seorang laki-laki yang tak tau diri

Yang otaknya sangat berisi

Yang handphonenya sering mati

Yang suka garuk-garuk punyanya sendiri

Simpanlah Tyas selalu di dalam hati

Merlyn Priwayuningsih

Si hitam manis dari bambu kuning

Yang seneng banget sama kucing

Yang kalo teriak suaranya nyaring

Yang ibunya ngajar bimbingan konseling

Kalo lagi marah, bangku-bangku jangan dibanting

Muhammad Anshori

Seorang pemuda yang ancur dan gila

Yang jenggotnya sangat langka

Yang gerak-geriknya bikin tertawa

Yang lawakannya aneh tapi nyata

Jangan takut sama Giffar ya!

Muhammad Sidik Edi Wicaksono

Pemuda gokil yang nggak punya malu

Yang tiap pagi hobi ke toilet melulu

Yang gayanya selalu ngikutin model terbaru

Tetaplah mendukung Dendri selalu

Mulia Idznillah alias Cinet

Gadis kecil yang sederhana

Yang tingginya tak seberapa

Yang suka sotoy dan rada manja

Yang lemotnya tidak terkira

Yang kerjanya di Medisina

Yang mau sekolah di Rusia

Jangan marah ya kalo dihina

Nisa Falastina

Seorang akhwat yang diimpor dari Palestina

Yang hidupnya sederhana

Yang manis banget senyumannya

Yang cemerlang otaknya

Marilah kita bersama-sama

Membantu saudara-saudara kita di Palestina

Nurtrianti Novianti Surono

Gadis yang selalu terutup auratnya

Yang nggak banyak bicara

Yang hidupnya sederhana

Tetaplah jalani hidupmu yang ceria

Putri Sidratul Muntaha

Gadis manis yang nggak ada pait-paitnya

Yang kurus badannya

Yang nyaring suaranya

Yang panjang dan berkilau rambutnya

Sabar aja ya kalo ada yang menghina

Rani Andhika Lestari

Seorang perempuan yang aneh tapi nyata

Yang seragamnya mirip sekolah swasta

Yang suka dandan dan juga ngaca

Ya udah, santai aja ya

R***** A**** alias C-Kink

Seorang pemuda yang aneh

Yang gayanya aneh

Yang otaknya aneh

Yang gerak-geriknya aneh

Yang hobinya juga aneh

Pokoknya sekali aneh tetep aneh

Riana Anom Sari

Gadis yang lugu dan rendah hati

Yang suka mengulang ucapannya 3 kali

Yang kadang-kadang suka lemot sendiri

Yang pantes buat jadi istrinya Bajuri

Ingatlah bahwa Fisichella tuh lebih baik daripada Kimi

Riandy Laksono alias Bajuri

… … … …

… … … … (ceritanya lagi karibe)

Si bos yang aneh dan langka

Yang suka menghina dan dihina

Yang suka berdebat dimana-mana

Yang nyengirnya kaya kuda

Ingatlah selalu kenangan indah bersama Sintia

Risca Fleureta Yudhoyono

Seorang perempuan yang sopan

Yang suaranya menawan

Yang wajahnya menyilaukan

Yang rambutnya nggak nahan

Jangan lupa untuk selalu nagihin uang bayaran

Rizki Lestari Amelia

Gadis yang suka ngaku-ngaku imut

Yang nggak mau dibilang gendut

Yang kalo dihina langsung cemberut

Bilang-bilang dong kalo lu yang ngentut (?????)

Senna Gumilar

Pemuda yang aneh tapi nyata

Yang kumisnya juga aneh tapi nyata

Yang motornya juga aneh tapi nyata

Yang gerak-geriknya juga aneh tapi nyata

Ih anak yang aneh… … … tapi nyata (?????)

Shinta Astrio

Gadis yang sederhana

Yang duduknya bareng Frizda

Yang ketawanya nggak biasa

Masih adakah Giffar di hatinya?

Sintia Ade Pertiwi

Si hitam manis dari ujung Sumatera

Yang rendah hati dan bersahaja

Yang aktingnya luar biasa

Yang pendiem tapi banyak bicara

Tetaplah menjadi sekretaris yang suka menolong sesama

Sri Yantih

Seorang gadis yang sedikit misteri

Yang otaknya pintar namun tidak diakui

Yang jago akting namun tidak diketahui

Yang mau ke Amerika namun tidak disadari

Apapan kata orang, tetaplah menjadi diri sendiri

Syukron Ma’mun

Ketua Rohis yang aneh dan langka

Yang isi otaknya jangan ditanya

Yang suka menghina dan berbuat gila

Yang suka diam dan bersahaja

Yang suka menzhalimi temen sebangkunya

Marilah bersama-sama kita selamatkan Palestina

Witta Kartika Restu

Gadis yang riang dan berkacamata

Yang selalu menyebut nama saat berbicara

Yang isi otaknya luar biasa

Yang suka nyengir kalo dihina

Tunggulah saat dimana Fisichella menjadi juara dunia

Yul Kautsar Hakim

Pemuda hitam yang baik namun keras

Yang suka ngelawak nggak jelas

Yang ototnya cadas-cadas

Yang suka menghina dengan pedas

Yang suka ngelucu di kelas

Belajar yang rajin ya, jangan malas

Ibu Theresia Sitepu

Guru Fisika yang bersahaja

Yang menjabat sebagai wali kelas 2-2

Yang ilmu Fisikaya luar biasa

Yang suka menghina Riandy dan Senna

Yang suka membuat anak-anak tertawa

Engkaulah pahlawan bagi umat manusia

Itulah 2-2

Sebuah kelas di SMANSA

Angkatan 2004/2005

Setelah setahun kita bersama

Marilah kita akhiri semuanya

Maafkan bila ada salah dan dosa

Sampai jumpa

Wassalamualaikum wr wb

C-Kink

17 Juli 2005

==========

BirokrasiGantiPerban

28 April 2009

Beberapa waktu lalu, salah seekor temen kosan gue yang bernama Aryo (anggap aja nama sebenarnya) minta tolong ditemenin buat ganti pembalut, gara2 darahnya nggak berhenti ngalir. Oh kok ganti pembalut, maksudnya ganti perban!
Kenapa mesti ganti perban? Jadi begini ceritanya anak2. Beberapa hari sebelomnya, jempol tangan kiri si Aryo sobek dan berdarah2 gara kegores dan kemasukan kaca. Waktu itu dia lagi naik motor. Terus dia ngerasa posisi spion kirinya nggak beres, jadilah dia ngebetulin posisi kaca spion kiri itu dengan tangan kirinya. Tapi pas spionnya dibenerin, kayanya si Aryo megangnya kekencengan sehingga kaca spionnya pecah hancur dan berantakan. Salah satu pecahannya itu kena ke jempolnya Aryo.
Jempol kiri Aryo sobek dan berdarah. Kirain cume berdarah biasa, tapi ternyata darahnya nggak berhenti2, persis kaya mbak2 yang lagi dateng bulan (sok tau deh, emang pernah ngerasain?). Lalu untuk tindakan preventif, Aryo segera periksa ke dokter hewan terdekat, dan diputuskan untuk menjahit serta mem-perban jempol kirinya itu.
3 hari telah berlalu sejak jempol kiri Aryo dijahit, yang mengakibatkan Aryo nggak leluasa ngetik sms dan ngupil pake jempolnya itu. Kini tiba waktunya untuk mengganti perban tersebut. Dan Aryo minta tolong gue buat nemenin dia ganti perban.
Jam 7.20 pagi kita berangkat dari kosan menuju sebuah rumah sakit negeri di kota Jogja. Mohon maap, demi menjaga nama baik, maka disini gue nggak mau ngasih tau nama rumah sakit tersebut. Kita sebut saja rumah sakit ini dengan nama “RS X”. Yang jelas, rumah sakit itu berada di Jalan RS Dr Sardjito, nggak jauh dari kosan gue (duh ini mah sama aja bo’ong, tuh ketauan deh nama rumah sakitnya…).
Dulu si Aryo juga ngejahit jempolnya di RS X ini, dan prosedurnya lumayan cepet. Melihat pertimbangan tersebut, kali ini Aryo juga memutuskan untuk mengganti perbannya di sana. Sekalipun mungkin rumah sakit swasta lebih terjamin, tapi kalo di RS X ini Aryo nggak perlu bayar soalnya dapet ganti dari PT Telkom.
Sesampai di RS X, kita langsung menuju ke poliklinik bedah, yang kiranya ranah kerja mereka sesuai dengan permasalahan yang dihadapi Aryo. Kucluk kucluk kucluk… Langkah kaki kita menuju kesana. Sampe di meja administrasinya, nggak ada siapa2 selain seorang bapak2 yang posisinya memunggungi kita berdua. Ditunggu beberapa saat, bapak ini nggak respon terhadap eksistensi kita di sana. Lalu Aryo langsung curhat ke bapak itu,
“Misi Pak, mau ganti perban!”
Dan si Bapak itu menjawab dengan ketus tanpa menoleh,
“SURAT PENDAFTARANNYA MANA!”
(backsound: bunyi petir menggelegar. DUUUAAAAR….!!!)
Aryo yang terlindungi oleh sesosok malaikat bernama C-Kink disisinya (hueek… puiiih…) balas menyahut,
“Surat pendaftaran? Oh ini Pak!”
Lalu si Bapak menghampiri kami.
“Mana?”
Aryo menunjukkan kartu pasien RS X nya. Bapak itu kembali buka suara.
“Bukan ini! Tapi surat pendaftaran!”
“Oh bukan ini Pak? Ngambilnya dimana?”
“Udah sekarang kamu ke depan dulu, ke gedung yang di sebelah sana! Kamu ngambil surat pendaftarannya dulu disana!”
“Yang di sebelah mana Pak?”
“YANG DISANA ITU LHO!”
“???”
“Gedung yang di depan, diantara 2 gedung yang bertingkat, gedung yang ini sama yang sebelah sana!”
“Siap Pak! *tapi ludahnya nggak usah muncrat gitu dong Pak!*”
Lalu gue dan Aryo segera meninggalkan bapak-muka-jahat itu. Kita segera melangkah ke lokasi yang dimaksud. Loket pendaftaran dan poliklinik bedah itu posisinya lumayan jauh, kira2 sejauh jarak bumi dan matahari. Dari poliklinik, kita ke luar gedung dulu, terus jalan ngelewatin 1 gedung, baru deh nyampe ke gedung yang ada loket pendaftarannya. Ngos ngos ngos… Napas kita tersengal2 kaya suami-istri abis begituan. Abis joging bareng maksudnya…
Sampe di gedung itu, kita buka pintunya dan kita masuk ke dalem. Wuuuuushhhh… Semerbak angin AC menghembus menyejukkan. Tapi begitu ngeliat ke dalem, alamak!!! Loket nya udah penuh dengan orang2 yang lagi duduk di ruang tunggu. Nunggu giliran antrian. Padahal loket ini buka jam 07.30 pagi, dan kita dateng belom jam 8. Tapi ruang tunggunya udah sepenuh ini. Ya nggak apa2 lah, tawakkal ajah…

Bersambung…

(Mohon maap, karena udah males ngelanjutin ceritanya, jadi dibikin bersambung aja yaaaaa… Jangan pada marah loh!)

MataItu

Mata itu,

Mata yang bercahaya,

Dan penuh kasih sayang

Huek hueeeeeek…

Cuiiiihh…

Huehehehehehehe…

IklanPositif

Akhir-akhir ini mataku yang minus 3,5 kanan-kiri disibukkan oleh secuil iklan yang menghiasi layar kaca. Iklan sebuah produk minuman, tepatnya produk teh hijau. Nggak perlu disebut merknya ya, kita sebut saja produknya dengan nama produk “X” (bukan nama sebenarnya). Kenapa mataku yang beautiful ini disibukkan dengan iklan tersebut? Kita cari jawabannya pada paragraf seelah ini.
Dari sekian ribu atau mungkin jutaan iklan produk komersial yang ada, entah mengapa sebagian besar itu lebih menitikberatkan pada unsur “menarik” dan “komersil”, sehingga secara umum mengabaikan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya. Nggak peduli gimanapun caranya dan apapun kemasannya, yang penting produknya laris terjual. Bukan begitu, wahai Bapak-Bapak kapitalisme? Ups…
Hal itulah yang tidak aku temukan pada iklan produk X ini. Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak-Bapak tim kreatif produk X yang masih memiliki ide positif dalam iklan tersebut. Kalo cuma 1 iklan mungkin masih wajar dan nggak perlu dibahas. Tapi ini udah ada 2 iklan yang membawa nilai positif, jadi niat baik dan konsistensi itu udah mulai terllihat. Emang iklannya kaya gimana? Yuk kita bahas yuk…

Iklan pertama. Mau tau tentang iklan pertama ini? Tekan tutsnya dan mainkan!

Iklan pertama, ceritanya begini. Settingannya adalah ruang kelas. Ada seorang murid (atau mahasiswa) yang hendak melakukan ujian. Layaknya anak Indonesia pada umumnya, bukan hal yang aneh jika persiapan sebelum ujian bukanlah belajar atau latihan mengerjakan soal, melainkan menyiapkan segala properti yang dapat digunakan untuk nge-bet (bahasa Jawanya: ngerpek, atau menyiapkan contekan). Bener gitu kan? Hayooooo ngaku! Hal itu juga terjadi pada si tokoh di iklan ini.
Sebelum ujian dimulai, dia meminum sebotol minuman produk X ini. Setelah minum, dia pun langsung bertindak di luar kewajaran anak Indonesia pada umumnya. Apa itu? Secara spontan, dia langsung mengeluarkan segala properti contekan yang dia punya! Bahkan digambarkan ada juga tuyul yang ngumpet samibil membawa laptop!
Iklan berakhir disitu. Menceritakan tentang seorang murid yang awalnya berniat nge-bet pada waktu ujian, lalu dia minum minuman X itu, dan kemudian dia mendapat “ilham” untuk berlaku jujur dalam ujian, dengan cara mengeluarkan semua ke-bet-an yang telah dia siapkan untuk ujian tersebut.
Secara tidak langsung, produsen minuman X ini ingin menggambarkan bahwa dengan meminum produk X tersebut, maka otak dan hati kita akan segera bersih dari hal-hal yang kotor. Sesuai dengan slogannya, “Bersihkan Hati dan Pikiranmu!”

Dapatkah kita menangkap maksud dan pesan positif dari iklan tersebut? Kalo masih belum, kita lanjut ke iklan yang kedua. Tarik Maaaang!!!

Iklan kedua. Setting suasana di pedestrian. Seorang pemuda sedang duduk di bangku taman seorang diri. Lalu dari kejauhan datang seorang perempuan yang digambarkan sebagai perempuan yang cantik dan seksi, terlihat dari tampilannya, baju putih ketatnya dan rok pendek seatas lutut yang berwarna pink. Dia berdiri di pinggir jalan menunggu kendaraan. Mata laki-laki mana yang nggak menoleh melihat rezeki kaya begitu, termasuk mata si pemuda yang lagi duduk di bangku taman ini.
Kemudian masih dengan mata terpaku pada perempuan tersebut, si pemuda meminum produk X ini. Saat meminumnya, si pemuda melihat ke arah perempuan tadi dan tiba-tiba rok pendek perempuan tersebut berubah menjadi panjang hingga menutupi betisnya!
Si pemuda menghentikan minumnya, dan rok perempuan itu kembali pendek seperti sedia kala. Lalu dia minum produk X miliknya, dan sekali lagi, rok si perempuan menjadi panjang kembali. Super sekali! Si pemuda tersenyum melihat apa yang dialaminya.
Itu kira-kira gambaran mengenai iklan yang kedua. Sekali lagi, secara tersirat ingin mengatakan bahwa dengan meminum produk X ini, maka otak dan pikiran kita yang terbiasa dengan hal-hal yang kotor akan dimurnikan dan menjadi bersih kembali. “Bersihkan Hati dan Pikiranmu!”

Setelah membaca 2 contoh iklan diatas, mungkin banyak yang sudah bisa menerka kira-kira produk apakah yang dimaksud. Tapi disini aku nggak mau menyebut merknya, ntar itu sama aja jadi promosi gratisan. Enak aja gratisan, emangnya akika cowo gratisan bo? Gag banget deh yey…
Cuma sekedar intermezzo aja, Alhamdulillah di tengah kehidupan yang semakin komersial dan kapitalis ini, masih ada produk komersial yang memberikan nilai positif di dalamnya. Saat iklan produk minuman lainnya berlomba-lomba meng-imej-kan dirinya sebagai minuman yang menyegarkan atau untuk mengembalikan kondisi tubuh, produk X ini telah mampu berpikir lebih maju dengan cara: tidak hanya menyegarkan dan mengembalikan kondisi tubuh, tapi juga membersihkan hati dan pikiran. “Bersihkan Hati dan Pikiranmu!”
Intinya, atas nama pribadi aku ingin mengucapkan terima kasih kepada tim kreatif produk X ini yang telah membuat iklan bernuansa positif. Semoga iklan kaya gini bisa memicu penjualan produknya. Dan semoga ke depannya produk-produk lain bakalan ikutan membuat iklan positif, sehingga dunia televisi yang hari-hari ini lebih banyak diisi dengan SAMPAH, secara perlahan tapi pasti mulai beranjak menuju kotak ajaib dengan konten yang penuh manfaat. Semoga…
Satu lagi, aku merasa iklan positif kaya gitu udah mulai punya efek bagi para konsumennya. Apa buktinya? Buktinya adalah, kalo besok aku kehausan dan mampir ke warung atau toko kelontong, mungkin produk itulah yang bakalan aku beli! Huohohohoho…

SuratCuti

PT C-KINK LOSER PRODUCTION

Jalan Kaliurang Km 5.2 Karangwuni C-19 Sleman-Yogyakarta

081317135161/085691013852/02749118631

www.ckinknoazoro.wordpress.com

===========================================================================

20 Jumadil Akhir 1429 H / 13 Juni 2009

Kepada,

Ketua Umum BEM KMFT UGM

yth Dede Miftahul Anwar

di manapun dirimu berada

Assalamualaikum wr wb

Berdasarkan pelajaran yang pernah saya dapatkan selama masa-masa sekolah dulu, sebuah surat yang baik pada setiap paragrafnya haruslah terdiri dari :

  1. Pendahuluan, yang biasanya berisi kata sapaan.
  2. Isi, yang menjadi poin penting dari sebuah surat.
  3. Penutup, yang biasanya diakhiri dengan harapan semoga surat ini dibalas.

Karena Insya Allah saya adalah seekor murid yang baik dan taat pada guru serta tentu saja IMUT, jadi ada baiknya kalau kita awali surat ini dengan pendahuluan sepeti tersebut di atas.

Halo Miftah sayang (hueeeek… cuiiih…), apa kabar? Wah udah lama kita gak ketemu nih, atau kalo dalam bahasa Tasik-nya “Long time no see”. Masih idup kah dirimu disana? Aduh kok masih idup aja sih… Gimana kabarnya? Insya Allah baik-baik aja kan? Akika disini juga baik-baik aja kok bo… Kutunggu jandamu…

Melalui surat ini, saya atas nama C-Kink noa Zoro Syahid Syaifullah bin Astoto Slamet bin Siti Cholimah binti Said Hidayat bin Sastro bin bapaknya Sastro bin kakeknya Sastro, berkeinginan untuk mengajukan cuti kerja sebagai Menteri Koordinator Lini Eksternal BEM KMFT UGM. Terhitung mulai tanggal 22 Juni 2009 sampai 1 September 2009, dikarenakan pada tanggal tersebut saya harus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Klaten.

Demikianlah surat pengajuan cuti kerja ini saya buat dengan sebaik-baiknya, dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya ketik di laptop saya sembari mendengarkan lagu-lagu Gita Gutawa semacam “Parasit” atau “Aku Jatuh Cinta”.

Kembali ke paragraf awal dari surat ini, sebuah surat yang baik haruslah diakhiri dengan penutup. Kiranya demikianlah surat ini saya buat. Terima kasih atas segala perhatiannya, besar harapan kami supaya Miftah dan para Pengurus Harian BEM KMFT UGM bersedia untuk merespon surat pengunduran diri saya ini. Dan seperti biasa, kita punya pantun klasik yang selalu jayus setiap saat.

Empat kali empat

Sama dengan enam belas

Sempat tidak sempat

Tidak sama dengan enam belas

Ya mungkin seperti itulah kiranya pantun yang entah dari mana asalnya. Tapi tak peduli seperti apapun bunyi pantun itu, cukuplah kau balas surat ini dengan hatimu, karena dimana ada hatimu disana ada hatiku. Hatimu adalah hatiku, hatiku ya hatiku. Akan selalu ada hati-hati lain yang menyertai hati kita. Dan hati-hati di jalan ya….

Wassalamualaikum wr wb.

Di kamar kosku,

(Bukan) Nicholas Saputra,

tapi C-Kink

PeribahasaJayus

Otreh, di tulisan kali ini kita akan sedikit bermain kata untuk sedikit mengutak-atik sedikit peribahasa yang telah sedikit kita kenal di dalam kehidupan kita yang sedikit waktunya ini.

Ada 2 peribahasa yang akan kita utak-atik. Tanpa banyak omong lagi, silahkan langsung masuk ke materinya aja yaaaa…

  1. Sambil Menyelam Minum Air

Udah pada tau kan peribahasa ini? Secara tersirat menggambarkan tentang kegiatan yang dilakukan sekaligus, atau melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Kalo ada yang punya definisi sendiri ya silahkan terjemahkan peribahasa tersebut menurut bahasa kalian masing2.

Tapi sekarang coba kita utak-atik sedikit kalimat tersebut. Kalo kita sadari, menyelam biasa dilakukan di laut, soalnya kalo di kolam renang mah jadinya bukan menyelam tapi tenggelam. Di lautan itu, isinya bermacem2. Nggak cuma ada air doang, tapi juga ada banyak ikan, ada terumbu karang, ada tanaman laut, ada mutiara, dan kalo beruntung mungkin bisa ketemu putri duyung. Mengingat banyaknya potensi yang ada di sektor kelautan tersebut, maka mungkin nggak ada salahnya kalo peribahasa di atas sedikit kita ubah konteksnya menjadi,

“Sambil menyelam sekalian nangkep ikan, ngambil mutirara, mungutin rumput laut dan alga serta kenalan sama putri duyung”.

Apa arti dari peribahasa tersebut? Silahkan kembangkan otak kanan kalian untuk mencari tau jawabannya sesuai persepsi kalian sendiri!

  1. Sekali Mendayung, Dua-Tiga Pulau Terlampaui

Yang ini juga udah pada kenal kan? Maknanya secara tersirat nggak jauh beda dengan peribahasa yang sebelomnya, yaitu melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu.

Konteksnya masih sama. Mendayung yang melampaui pulau itu biasa dilakukan di lautan, soalnya kalo cuma mendayung di sungai, yang dilampaui bukanlah pulau melainkan tinja alias kotoran manusia yang mengapung mengikuti aliran air. Nah karena mendayungnya di lautan, mari kita ingat bahwa setiap harinya banyak kapal2 yang berlayar di lautan. Entah itu kapal tanker, kapal pesiar, kapal induk, kapal ferry maupun kapal-an kudisan panuan, bahkan kapal api sekalipun (kok kayak merek kopi ya?).

Nah, sekarang mari kita edit peribahasa tersebut menjadi,

“Sekali mendayung, dua-tiga kapal kita rampok”

Untuk gambaran, mungkin perlu dijelasin sedikit definisi tentang peribahasa barusan yang agak berbau2 One Piece dengan bajak lautnya. Kalo 2-3 pulau terlampaui, itu kan lebih berorientasi kepada kecepatan kerja. Sedangkan kalo 2-3 kapal kita rampok, ini nggak cuma sebatas kecepatan kerja tapi juga kualitas dan kekuatan serta hasil pekerjaan. Kok bisa? Ya bisa doooonk…

Kualitas dan kekuatan: hanya dengan bermodalkan kapal dayung, kita bisa merampok kapal2 lainnya. Mungkin bisa kapal tanker yang membawa minyak sekian kilo liter senilai milyaran rupiah atau kapal pesiar yang mewah yang dihuni oleh penumpang2 tajir, berduit dan borjuis. Lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal induk yang lengkap dengan sistem radar teknologi tinggi serta persenjataan mutakhir. Dan sangat lebih hebat lagi kalo kita bisa merampok kapal selam!

Hasil pekerjaan: dengan keberhasilan merampok kapal tanker dan kapal pesiar, coba bayangkan berapa total nilai keuntungan yang bakalan kita peroleh? Wuuaaaah… Cring cring…

Ya, begitulah kiranya pembahasan kita kali ini. Sebagaimana judulnya, tulisan ini hanyalah sebuah kejayusan belaka yang kiranya mampu membuat otak kanan kita terlatih untuk berkreasi dan berkembang lebih jauh lagi. Semoga dinas pendidikan dan kebudayaan atau dinas tata bahasa atau dinas apalah namanya yang mengurusi masalah kebahasaan tidak memperkarakan tulisan ini ke pengadilan. Hohohoho…

TulisanNggakJelas

Ketika gue lagi khusyuk melamun sehabis Maghrib, sebuah sms masuk ke handphone gue. Sebuah sms dari nomor asing, yang isinya:

“Dikarenakan sesuatu dan lain hal, maka nomor saya yang sebelumnya:

085248xxxxxx

untuk sementara waktu berganti menjadi nomor ini, jika AS tidak aktif, maka Im3 yang aktif, harap maklum.

Suro Sujancuk”

Sender: +6285719xxxxxx

(Keterangan: Suro Sujancuk bukan nama sebenernya. Tapi demi menjaga kerahasiaan klien, kita sebut aja makhluk itu dengan nama Suro Sujancuk, dipanggilnya “Bambang”).

Si Bambang alias Suro Sujancuk adalah salah seekor temen gue yang dulu make kartu AS. Sekarang, dari angka 0857 di depannya, ketauan lah bahwa beliau kini telah berganti nomor jadi pake kartu Im3.

Gue juga pake Im3. Dan gue juga seneng Im3 soalnya iklannya dibintangin sama Asmirandah-quwh. Asmirandah oh Asmirandah…

Lalu mengingat adanya kaitan antara Im3 dan Asmirandah, spontan jari2 gue yang kekar dan berotot ini segera ngebales sms tersebut.

“0857 kan nomor Im3. Artinya pengguna Im3 bertambah 1 ekor lagi. Artinya iklan Im3 bakalan lebih banyak beredar. Artinya Asmirandah bakal dapet banyak orderan. Asiiiiiik…!!!”

Dan nggak perlu menunggu waktu lama untuk dapet balasan dari si Suro Sujancuk alias Joko itu.

“Semoga Im3 bosen sama mukanya Amirandah. Amin!”

Dan Suro Sujancuk alias Mince juga nggak perlu nunggu waktu lama untuk dapet balasan dari gue.

“Tapi aku belom bosen kok. Semoga nanti kalo aku bikin video klip, yang jadi modelnya si Asmirandah. Amin!”

Dan nggak perlu nunggu waktu lama buat ngeliat lu semua muntah2 setelah ngebaca tulisan ini!

Di iklannya Im3, Asmirandah berperan sebagai putri. Tapi gue lupa putri apaan, putri kerajaan neraka kali ya? Tapi nggak masalah mau itu putri ketek, putri buajigur atau putri guaplek’i sekalipun, Asmirandah tetaplah Asmirandah yang akan selalu menjadi Asmirandah. Asmirandah oh Asmirandah…

JanganBangunkanAku

Jangan Bangunkan Aku

Jangan bangunkan aku

Dari mimpiku malam ini

Jangan bangunkan aku

Dari mimpi yang indah ini

Jangan bangunkan aku

Karena aku masih ingin menikmati

Mimpi-mimpiku di malam ini

Aku tau

Mimpiku ini hanyalah sebuah mimpi

Tapi aku begitu menikmatinya

Aku tak ingin

Terbangunkan dari mimpi indah ini

Karena aku tau

Kenyataan dalam hidupku

Tak seindah mimpi ini

Aku hanya ingin

Melakukan hal-hal yang aku inginkan

Yang aku tau itu akan sulit dilakukan

Jika aku dihadapkan pada kenyataan

Aku ingin

Selamanya tetap seperti ini

Bergerak lincah kesana-kemari

Tanpa ada rasa ragu di dalam hati

Bagaikan di alam mimpi

Oh iya… Ini kan memang hanya mimpi…

Tapi aku

Masih ingin menikmatinya

Masih ingin merasakannya

Masih ingin berbahagia di alam ini

Jangan bangunkan aku

Dari mimpi ini

Ku tak ingin segera terbangun

Ku masih ingin ada di sini

Jangan bangunkan aku

Jangan bangunkan aku

Jangan bangunkan aku

Izinkanlah aku

Menikmati perasaan ini

Yang hanya dapat kunikmati

Dalam dunia mimpi

Jadi sekali lagi, kumohon

Jangan bangunkan aku

Dari mimpiku malam ini

Karena

Malam ini aku bermimpi

Bahwa aku…

…BISA NAIK SEPEDA!!!

HUAAAAAAAA…!!!

C-Kink

Yogyakarta, 25 April 2009

BaladaIsiPulsa

Sebuah balada antara Mr X dan Mrs Y.

Based on true stories.

Alkisah, di suatu hari entah kapan, di suatu tempat entah dimana, di suatu malam entah jam berapa, tersebutlah seekor anak manusia bernama Mrs Y (anggap aja bukan nama sebenernya). Di malam itu, Mrs Y yang lagi nggak ada kerjaan iseng memencet tombol *388# pada handphonenya. Dan ternyata, angka2 yang ditampilkan di layar handphonenya itu nggak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya malam itu Mrs Y memutuskan untuk membeli pulsa di toko material terdekat (?????).

Berangkatlah Mrs Y menuju tukang jual pulsa. Sesampainya disana, ia disambut oleh seekor mas-mas yang berjiwa entrepreneur tinggi. Apa buktinya? Buktinya adalah bahwa mas-mas itu telah membuka usaha untuk berjualan pulsa. Bener2 luar biasa! Bangsa ini butuh jiwa2 entrepreneur seperti itu…

Lalu Mrs Y segera membeli pulsa elektronik di tempat itu.

“Mas pulsa *tiiiiiit* (merek operator) nya yang 10ribu ya! Nomornya xxxxxxxxxxxx”

“Siap Mbak! Your wish is my command! Apa sih yang nggak buat Mbak. Jangankan 10ribu, 1juta pun saya kasih! Asal ada duitnya ya…”

Si mas-mas pengusaha itu segera memencet tombol2 di handphonenya yang jumlahnya lebih dari 1, tapi levelnya low-end semua (khas tukang2 penjual pulsa). Ctik ctik ctik… Anggap aja bunyinya kaya gitu.

Nggak lama kemudian, sebuah sms masuk ke handphone Mrs Y. Mrs Y segera membukanya dan terlihat tulisan disana.

“M-KIOS

Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)”

Mrs Y meneliti jumlah angka 0 pada nominal pulsa disitu. Satu dua tiga empat lima… Ada lima angka 0. Berarti pulsa yang masuk adalah 100ribu rupiah. Loh, padahal kan tadi dia mintanya yang 10ribu? Lalu Mrs Y komplain ke mas-mas entrepreneur dihadapannya.

“Loh Mas kok 100ribu? Aku kan bilang 10ribu!”

“Hah masa Mbak? Tadi saya masukinnya 10ribu kok!”

“Masa sih Mas? Ini coba liat sendiri nih!” (sambil menyodorkan sms tersebut persis di moncongnya mas-mas entrepreneur itu)

“Loh tapi tadi saya nulisnya 10ribu Mbak! Beneran, nggak bo’ong! Sumpah deh!”

“Aduh, tapi ini gimana Mas?”

“Yah saya juga nggak tau Mbak…”

“…”

“…”

Lalu mata mereka berdua saling pandang dan bertatapan lamaaaaa sekali. Terdiam, termangu… Seakan malam ini hanya milik mereka berdua… So sweet…

Kriiiiiiik… Kriiiiik…

***

Pada waktu yang bersamaan dengan balada Mrs Y diatas, tersebutlah seekor makhluk yang bernama Mr X (semoga ini emang nama sebenernya) yang sedang bersemedi di suatu tempat entah dimana. Kalo si Mrs Y memencet tombol *388# di handphonenya, maka malam ini Mr X menekan tombol *389# (aduh, mereka berdua pasti pake operator yang sama deh, yang bintang iklannya si Asmirandah itu loh…). Di layar handphone Mr X muncul sebuah tulisan, “Sisa SMS 0.1 : xx SMS jam 00-12 & yy SMS jam 12-24. Raih Swift/hari ketik Kejar ke 885”. Melihat konstanta variabel yy SMS disitu masih ada nilainya, maka Mr X pun berniat menghabiskan bonus sms sejumlah yy satuan itu.

Segera Mr X membuka inboxnya untuk mencari sms2 jayus yang kiranya bisa digunakan untuk menghabiskan jatah bonus sms nya. Sampailah ia pada seonggok sms yang berbunyi,

“M-KIOS

Nomor Anda telah di isi Voucher Rp 100000 dengan serial number (910000024669542)

.

.

.

.

Tapi karena Anda kaget dan senyum duluan, maka pulsa kami batalkan. Terima kasih. :-P”

Segera ia gunakan sms itu dan ia forward. Ketika hendak memasukkan contact untuk dikirimin sms, listnya berhenti pada nama “Mrs Y”. Segeralah tangannya menekan tombol send, dan terkirimlah sms jayus itu kepada Mrs Y.

***

Beberapa menit kemudian, handphone Mr X berdering. Ada sebuah sms masuk disana. Ia buka sms tersebut, ternyata pengrimnya adalah Mrs Y. Isinya adalah sebagai berikut:

“Ahahaha sialan. Tau nggak, pas banget pas lo kirim sms pas gue lagi beli pulsa di tukang pulsa, dan dengan bodohnya gue membaca sms lo dan nanya yang jual “loh Mas kok 100ribu, aku kan bilang 10ribu”. Ahahahaha. Terus mas nya makin bingung… Jadi sms dari M-Tronik masuknya barengan sama sms lo… Ya ya Anda berhasil menjebak saya.”

Dan setelah membaca sms dari Mrs Y tersebut, Mr X senyam-senyum cekikikan sendirian dalam semedinya. Ihihiihihii…

TAMAT

(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Jika ada kesamaan kejadian dan lainnya, maka itu adalah suatu kesengajaan yang emang disengaja. Hohohoho…”

LinkMbanyol

Tes…Tes…Dor…!

Ini ada link, mbanyol juga nih link. Tapi konyol. Tapi autis. Tapi jayus. Tapi seru. Tapi buajigur. Tapi asik. Tapi yaaaa gitu deeeh…

Penasaran? Ya udah buka aja sono…

http://www.gemintang.com/lovemeter/?o=1689650

TipeMahasiswaApakahKamu

Kemaren gue dapet pengalaman menarik. Dalam rangka sekolah kaderisasi BEM KMFT UGM yang merupakan rangkaian acara open recruitment limited edition, tiap anggota baru yang terbagi dalam kelompok2 diwajibkan untuk nampilin sebuah drama. Dan gue yang kebetulan adalah satu2nya angkatan 2006 yang nongol di acara itu, akhirnya didapuk oleh panitia untuk jadi juri di pementasan drama ini, ber-4 bareng 3 orang temen gue lainnya yang semuanya angkatan 2007. Gue doang yang tua sendiri. Tapi gue doang yang paling imut sendiri…

Di salah satu pementasan drama itu ada yang menarik, yaitu tentang debat antar bermacam tipe2 mahasiswa. Jadi, masing2 mahasiswa dengan karakteristiknya masing2 memperdebatkan keyakinannya bahwa tipe mahasiswa seperti mereka lah yang terbaik.

Ada 4 tipe mahasiswa yang diutarakan disitu, yaitu:

1. Mahasiswa Kupu2

Kalo yang ini paling udah pada tau kan ya. Mahasiswa Kupu2 alias mahasiswa yang kerjaannya cuma KUliah-PUlang KUliah-PUlang, makanya dinamain Kupu2. Sekalipun kadang2 suka gue plesetin, Kupu2 disini kepanjangannya adalah KUliah-PUsing KUliah-PUsing.

2. Mahasiswa Kura2

Nah yang ini agak baru nih. Kura2, apaan tuh? Mahasiswa Kura2 adalah mahasiswa yang hobinya rapat dan berorganisasi, sehngga dinamain Kura2, KUliah-RApat KUliah-RApat. Pilih kuliah apa rapat hwayoo?

3. Mahasiswa Kunang2

Mahasiswa Kunang2 bukanlah tipe mahasiswa yang kalo pagi kepalanya selalu berkunang2 gara2 begadang ngerjain soal, tapi adalah tipe mahasiswa yang selalu berkunang2 gara2 semaleman nggak tidur dan kelayapan kemana2. Nongkrong di mall, dugem, hang out, dll, Kunang2, artinya adalah mahasiswa yang KUliah sambil seNANG2, meskipun keliatannya lebih banyak porsi senang2nya.

4. Mahasiswa Kuda

Hah, kuda? Hieeeeeeek… Ini mahasiswa apa kuda? Jangan salah sangka dulu, definisi mahasiswa Kuda disini adalah KUliah sambil DAgang, alias mahasiswa yang punya jiwa entrepreneur yang tinggi. Sambil kuliah, sambil dagang. Apa yang diperdagangkan? Ya macem2, bisa makanan, aksesoris, alat tulis, bahkan contekan master laporan praktikum sekalipun. Jasa titip absen juga bisa diperdagangkan lho!

Itu tadi 4 tipe mahasiswa yang disebutin di salah satu pementasan drama di sekolah kaderisasi. Lumayan mbanyol juga sih, gimana kita disuguhi 4 tipe mahasiswa yang kesemuanya pada narsis dengan karakteristiknya masing2.

Pada akhirnya, gue selaku dewan juri diminta untuk ngasih komentar buat penampilan tim drama ini. Dari 4 tipe mahasiswa itu tadi, ternyata gue jadi terinspirasi untuk menambahkan tipe2 mahasiswa yang ada. Jadilah di sela2 komentar gue itu, gue sempilin tipe2 mahasiswa tambahan yang belom sempet disebut di pementasan tadi. Mereka adalah:

1. Mahasiswa Kuat

Definisi mahasiswa Kuat disini bukanlah mahasiswa yang bodinya berotot dan perutnya six pack kaya gue gini, tapi mahasiswa Kuat adalah mahasiswa yang KUliah tapi kepribadian dan kelakuannya kaya anak AuTis, suka petakilan nggak jelas. Kuat = KUliah-AuTis. Dan sedihnya, sebagian besar kader BEM KMFT UGM merupakan penganut aliran mahasiswa Kuat. Huiks huiks…

2. Mahasiswa Kultum

Mahasiswa Kultum. Apa kepanjangan dari Kultum? Kultum adalah KULiah Terserah antUM. Mau kuliah atau nggak kuliah, terserah antum. Jadi, hari ini mau masuk kuliah apa bolos aja nih? Ya terserah antum…

3. Mahasiswa Kuman

Mahasiswa Kuman, meskipun kedengerennya aneh, tapi harus diakui pasti ada tipe mahasiswa Kuman di sekitar kita. Emang kaya gimana sih tipe mahasiswa Kuman? Mahasiswa Kuman adalah mahasiswa yang dateng KUliah tapi belom MANdi. Jadi secara nggak langsung dia telah mendzhalimi temen2 sekelasnya dengan bau harum yang memancar semerbak dari tubuhnya itu.

4. Mahasiswa Kupret

Apa kepanjangan dari kata Kupret? Nggak ada kepanjangannya, kupret ya kupret. Jadi mahasiswa Kupret adalah mahasiswa yang Kupret. Kupret dasar!

Nah itu tambahan dari gue tentang tipe2 mahasiswa yang ada di sekitar kita. Pun setelah acara drama itu selesai dan ketika gue nulis tulisan ini, gue jadi kepikiran juga buat nambahin tipe2 mahasiswa lainnya.

1. Mahasiswa Kusen

Disadari atau nggak, mungkin ada banyak tipe mahasiswa Kusen disekitar kita. Mahasiswa Kusen adalah mahasiswa yang KUliahnya titip abSEN. Sebenernya mahasiswa kaya gini bisa dibilng makhluk ghaib, soalnya orangnya nggak nongol di kelas, tapi kok di absensi ada tanda tangannya ya?

2. Mahasiswa Kudis

Kudis, KUliah-DISiplin. Waouw, keliatannya keren juga nih tipe mahasiswa Kudis, mahasiswa yang kuliah dengan penuh kedisiplinan tinggi. Emangnya disiplin dalam hal apa? Ya nggak tau juga sih, mungkin disiplin nyontek tugas, disiplin nyalin laporan, atau disiplin titip absen. Bener2 disiplin!

3. Mahasiswa Kurus

Mau tau mahasiswa Kurus itu kaya gimana? Ya untuk tau contoh konkritnya, liat aja gue sendiri. Gue adalah tipe mahasiswa Kurus yang udah nggak perlu diragukan lagi. Emang mahasiswa Kurus maksudnya apa? Mahasiswa Kurus adalah mahasiswa yang memiliki berat badan dibawah garis kemiskinan, alias mahasiswa kurus kerempeng begeng jarang makan dan cacingan. Duh, melasnya nasibmu Nak…

Wokeh, itu tadi ada beberapa tipe mahasiswa yang gue tawarin disini. Kalo lu punya tipe mahasiswa versi lu sendiri ya silahkan ditambahin.

Mungkin ada tipe mahasiswa Kuburan, KUliah sambil liBURAN (kaya Nasikun di Korea). Mungkin ada tipe mahasiswa Kuntilanak, Kulah tapi udah punya anak. Mungkin ada tipe mahasiswa Kutu, KUliah dengan IP satU. Dan sebagainya.

Ayo sekarang kita coba bandingin, termasuk tipe mahasiswa yang manakah kita?

PidatoCabup

Pidato Calon Bupati Bantul 2030

Assalamualaikum wr wb

Kalo untuk TD (Technopreneurship Department) sendiri sejak awal taun ditargetkan ada 4 poin yang dicapai di akhir kepengurusan:
1. Menjadi sumber dana bagi BEM
2. Tidak bergantung kepada dana dari dekanat
3. Menanamkan jiwa wirausaha di Teknik
4. Enterpereneurshipnya bergerak ke arah technopreneur

Tiap taun kita bisa begitu sukses, sementara untuk sumber dana alternatif bagi BEM bisa terlaksana. Dari acara TOBAT (Try Out Bareng Teknik) kita dapet untung 10 juta lebih. Dan kemaren ketika ospek juga sempet menyediakan kantong gandum juga, ada keuntungan yang diperoleh disitu.

TD sebagai departemen yang tidak bergantung dari dana dekanat yang tiap taun ada raker yang gontok2an, tiap taun Departemen dan BSO (Badan Semi Otonom) rebutan, kita berusaha mengurangi poin disitu. Kita menguasahakan bagaimana ke arah mencari dana sendiri. Acara Scientech.com (Science and Technologi Competition) dapet dana dari Dikti 7.5 juta. Porsi dana dari dekanat kita cuma minta 750 ribu dan itu nggak sempet diambil

Evaluasi poin ketiga menanamkan jiwa wirausaha di Teknik. Semester pertama sempat mendirikan EEC (Engineering Entrepreneur Community), yaitu komunitas enterepenur di Teknik bareng sama KM/HM (Keluarga Mahasiswa/Himpunan Mahasiswa). Untuk semeseter selanjutnya, komunitas ini nggak jalan. Sempat mengadakan outbound bareng sama Fosma (Forum Silaturrahmi Mahasiswa Alumni ESQ) tapi terbentur sama SDM di TD sendiri, karena Desember kemaren terbentur sama acara Scientech dan TOBAT. Ke depannya nggak pengen TD terkesan kaya taun kemaren yaitu, ngejar proker

Sementara untuk TD sendiri feeling kewirausahan sudah mulai berkembang.

Paling susah dilaksanakan adalah menggeser entrepereneur ke technopreneur, ini kendala internal. Sejak awal taun staffnya minim. Dari angkatan 2007 sendiri cuma beberapa orang, dibantu angkatan 2006. Dengan sumber daya terbatas mencoba menggeser paradigma tersebut. Untuk taun ini adalah gimana mempersiapkan anak2 angkatan 2007 untuk taun kedepannya menjadi technopreneurship. Membimbing angkatan 2007 utnuk ikut PKM dan sebagainya. Alhamdulillah anak2 punya visi itu untuk kedepannya, dan untuk Kadept TD selanjutnya kita punya calon 4 orang ditentukan saat makrab besok.

Trouble nya mirip kaya Sosmas, ketika awal2 angkatan 2006 masih aktif tetapi begitu selesai ospek dan angkatan 2008 masuk, mereka mulai menghilang. Salahnya adalah ketika angkatan 2008 masuk, kita berpikir bagaimana membina angkatan 2008, tapi yang angkatan 2007 terlepas. Harapannya angkatan 2007 bisa mandiri dan membimbing angkatan 2008. Tapi ternyata angkatan 2007 merasakan adanya kecemburuan sosial, jadi mereka memilih untuk melepaskan diri. Angkatan 2007 sekarang tinggal sekitar 10 orangan. Sedangkan angkatan 2008 dari 64 orang yang mendaftar yang bertahan samapi sekarag ada sekitar 30 orang.

PR ke depannya bagi TD ya tinggal 2 itu, bagaimana kewirausahaan lebih berkembang di Teknik dan technopreneurship benar2 menjadi techno.

Mungkin itu, assalamualaikum wr wb

Catatan:
(Tulisan ini merupakan ucapan seorang Fauzi Muharram pada saat rapat PH terakhir BEM KMFT UGM periode Mas Ayi, pertengahan bulan Desember 2008. Tulisan ini gue ketik secara langsung secara real time ketika Fauzi selaku Ketua Departemen TD mendapatkan kesempatan bericara untuk mengevaluasi segala dinamika di dalam TD selama masa kepemimpinannya. Nggak lupa dengan sedikit editan disana-sini supaya keliatan lebih rapi dan enak dipangan mata, kaya gue gitu…
Tambahan juga, si Fauzi yang asli produk Bantul ini puya cita2 untuk jadi Bupati Bantul di taun 2030 nanti. Karena itulah tulisan ini berjudul demikian. Kalo pada nggak percaya, ya kita buktiin aja nanti di taun segitu.)

LPJkastrat

(BUKAN)

Laporan Pertanggung Jawaban

DEPARTEMEN KAJIAN STRATEGIS

BEM KMFT UGM

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaa ha illallaah wallahu akbar

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Loh kok nggak ada yang jawab?

Sekali lagi yaaa…

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Introduction alias Mukaddimah alias Pendahuluan

“You say aku… Seperti barbie…

You look so pretty… Menarik hati…

You say aku… Layaknya peri…

Tebarkan cinta… Di atas bumi…”

Itu tadi sebuah lagu berjudul You Say Aku” milik Cincyah Laurah yang SAMA SEKALI NGGAK ADA HUBUNGANNYA dengan LPJ ini… Tapi karena nanggung udah nulis bait awalnya, jadi nyanyinya kita lanjutin sampe abis dulu ya… GO LAURA BROTHERHOOD GO!

“Baby please… Please…

Don’t play on me…

Baby please… Please…

Love me… Love me…”

Udah ah, cukup. Sebelom kita muntah-muntah, mari kita kembali ke jalan yang benar.

Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam. Hari ini aku atas nama C-Kink Sahid Syaifullah (bukan Nicholas Saputra lho…) masih diberi kesempatan untuk menulis dan menyelesaikan LPJ ini. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita semua, nabi besar Muhammad Rasulullah saw selaku teladan bagi seluruh umat manusia di penjuru dunia sampai akhir zaman.

Tidak terasa sekarang kita telah memasuki bulan Desember 2008. Artinya apa? Artinya adalah bahwa bulan depan kita akan memasuki tahun 2009. Terus apa hubungannya dengan LPJ ini? Nggak tau yah… Coba tanyakan pada rumput yang bergoyang…

“Hai rumput, apa hubungannya antara tahun 2009 dengan LPJ Departemen Kastrat?” tanyaku.

“Waaah… Aku juga nggak tau tuh…” jawab si rumput. “Coba kamu tanya ke seekor makhluk yag bernama Farji’, eh Fajri Adhi Nugroho,” lanjut si rumput lagi.

“Hai Fajri, taukah kamu hubungan antara tahun 2009 dengan LPJ Departemen Kastrat?” tanyaku kepada makhluk yang dimaksud.

“Geeebleeek… Gue yang belom mandi gini mana sempet ngurusin pertanyaan kaya gitu,” jawab Fajri polos dan tanpa dosa.

Akhirnya daripada kita buang2 kertas cuma buat nulis dialog kaya gitu, mending langsung kita lanjut aja ya…

Intinya adalah bahwa periode kepengurusan Kabinet Teknik Bersatu pimpinan Ayi Wirawati di BEM KMFT UGM ini akan segera berakhir. Dan berarti setiap Ketua Departemen harus segera menuliskan LPJ sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap amanah yang diberikan selama menjabat sebagai Ketua Departemen.

Sejarah Singkat alias Short History

Pada zaman dahulu kala, dimana ketika itu seekor makhluk imut yang bernama, sebut saja C-Kink (anggap saja nama sebenarnya), yang tak lain dan tak bukan adalah aku sendiri, masih berambut gondrong-smoothing layaknya Hyde L’Arc~en~Ciel, dengan perutnya yang six pack dan face nya yang senantiasa imut, dihampiri oleh seekor makhluk asal Tasikmalaya yang bernama Miftah Vania Michianni. Miftah minta tolong aku untuk bantu-bantu dia membangun sebuah Departemen yang baru lahir di BEM. Bla bla bla bla… Dan akhirnya sejak bulan September 2007, selama periode kepengurusan Widya Adi Nugroho si tukang kawin, terdaftarlah aku sebagai anggota BEM KMFT UGM dengan status sebagai Ketua Divisi Pengembangan Organisasi di Departemen Kastrat, dimana Miftah menjabat sebagai Ketua Departemennya.

Begitu juga ketika tampuk kepemimpinan Ketua BEM berpindah ke kaki Ayi Wiraatmaja, beliau masih mempertahankan Miftah selaku KaDep Kastrat dan Miftah masih mempertahankan aku sebagai KaDiv PO.

Sampai suatu ketika di akhir bulan Juli 2008/awal bulan Agustus 2008 dimana aku baru aja pulang dari melaksanakan Kerja Praktek di PLTP Kamojang, Garut. Ketika sedang bersemedi di kamar di rumah ku tercinta di Depok sana, datanglah sebuah telepon plus sms dari Ketua BEM yang bernama Ayi Susanti. Sms plus telepon mengabarkan bahwa beliau mengadakan restrukturisasi dalam kabinetnya. Dari restrukturisasi itu, Miftah menempati pos baru selaku Koordinator Lini Eksternal. Sehingga posisi KaDep Kastrat menjadi lowong.

Lalu beliau melobi aku supaya bersedia menempati pos yang ditinggalkan oleh Miftah, supaya aku bersedia menjadi KaDep Kastrat.

Hah jadi KaDep?

Astagfirullah…

Pertama-tama jelas aku menolak. Akan jadi apa Kastrat nantinya jika makhluk kurus begeng kerempeng blo’on idiot autis dan cacingan seperti aku menjadi KaDepnya? Aku pun mengusulkan nama Ashif supaya menempati posisi tersebut.

Tapi ternyata si Ayi Novitasari memiliki sejuta alasan mengapa aku yang ditunjuk sebagai KaDep, bukan Ashif. Ya udah karena aku sami’na wa’atho’na kepada atasan, akhirnya aku pun manut2 aja diangkat jadi KaDep.

Betapa aku telah terdzhalimi dengan penunjukanku sebagai KaDep Kastrat… Huiks huiks…

AKhirnya mulai bulan Agustus 2008, aku telah menjabat sebagai Ketua Departemen Kastrat. Jadi sejak bulan Agustus 2008 itu pula Kastrat sedang melangkah mendekat menuju jurang kehancuran. Hohohoho…

Let the Game Begin…

Apa visi-misi ku selaku KaDep Kastrat? Sejujurnya, visi ku adalah bahwa aku tidak mempunyai misi, dan misi ku adalah bahwa aku tidak mempunyai visi. Kastrat, yang biasa aku sebut dengan nama Korslet (Komando Resimen Strategis Fakultas Teknik) sejujurnya sedang menuju masa depan yang suram di tangan ku. Hiiii…

Tantangan pertama adalah ketika ternyata banyak Kastraters yang memilih untuk keluar dan tidak melanjutkan eksistensinya sebagai Kastraters. Alasannya beragam, tapi sebagian besar mengatakan bahwa mereka sudah merasa cukup ditempa selama 1 tahun di Kastrat, dan kini waktunya untuk bergerak di bidang lain. Mereka diantaranya adalah Eka Vikrustiandini, I Made Dipta, Endri Irwansyah dan Yoannes Putra. Selamat tinggal wahai Kastraters mania. Walaupun kalian telah pergi tapi semangat kalian akan selalu ada. Dan semoga arwah kalian diterima di sisi-Nya. Amiin…

Sehingga tinggal menyisakan 7 ekor Kastraters doang, yaitu Ashif Aminullah, Alviana Hanivatun Nisa, Ikhsanuddin, Nadia Aghnia Fadhillah, Rindi Fidriantika, Aji Nasirrahman Pakha dan Ida Ismawati. Itu pun dengan catatan bahwa beberapa di antaranya udah mulai nggak eksis lagi sebagai Kastraters. Nggak tau kenapa, mungkin karena mereka takut dipimpin oleh KaDep seimut aku ini. Yaaa, aku mohon maaf deh kalo ternyata akucseimut ini.

Lalu tantangan kedua adalah ketika open recruitment BEM KMFT UGM. Ternyata dari sekitar 400 orang-an yang daftar, hanya ada 17 orang yang memilih Kastrat sebagai masa depan mereka. Plus nambah 1 orang di tengah jalan. Tapi yang berguguran malah ada 5 orang. Jadilah kini Kastraters generasi baru hanya terdiri dari 13 ekor anak manusia. Itupun kalo ternyata mereka semua adalah manusia. Kalo ternyata ada yang siluman gimana? Hiiii…

Idealita

Ketika baru dilantik menjadi KaDep, aku sama sekali nggak ada gambaran Kastrat mau dibawa kemana. Dan setelah aku menjalani hari-hari ku sebagai KaDep, aku juga masih nggak ada gambaran Kastrat mau dibawa kemana. Aduh betapa sedihnya dirimu wahai Kastrat, memiliki seekor KaDep yang autis seperti ini…

Begitupun dengan proker. Aku juga nggak tau proker kita tuh ngapain aja. Sempet terpkir untuk membuat sebuah proker yang radikal, yaitu: BUBARKAN KASTRAT. Tapi apa iya proker ini akan terlaksana?

Akhirnya aku pun manut-manut aja dengan transferan dari si mantan KaDep, Miftah Nur Muslimah yang ketika tulisan ini dibaca oleh kalian semua, mungkin beliau telah menjabat selaku Ketua BEM KMFT UGM periode 2009.

Dari transferan itu kami memutuskan untuk mengadakan sebuah acara besar yang bernama Research Week: Research for Nation, bekerja sama dengan LPKTA. Acaranya berupa Seminar Riset, Training Riset dan Lomba Riset. Niatnya sih kaya gitu, tapi karena bla bla bla bla bla akhirnya acaranya cukup Seminar Riset sama Training Riset aja.

Plus ada satu lagi proker tambahan dari Ketua BEM, Ayi Fidriantika bahwa Kastrat diamanahi untk membuat sebuah buku yang bernama Buku Biru. Apa itu Buku Biru? Jangan hubungkan antara Buku Biru dengan Film Biru. Meskipun keduanya sama-sama berakhiran Biru, tapi Biru disini memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Film Biru adalah sejenis film perusak moral dan akhlak yang biasa ditonton oleh Andhika Pranayudha, Rizki Febrianto dan kawan-kawannya. Sedangkan Buku Biru adalah buku yang berisi tentang segala saran dan solusi kreatif dari seluruh elemen Fakultas Teknik UGM terkait permasalahan negara di bidang energi. Dimana nantinya buku itu akan diberikan kepada pemerintah pusat untuk dijadikan sebagai salah satu bahan referensi dalam menentukan kebijakan negara nantinya.

Dengan kondisi Kastrat yang hanya terdiri dari beberapa ekor anak manusia, 2 proker itu dirasa cukup untuk semester ini. Tapi gimana kenyataannya? Kita liat nanti di sesi Realita.

Lalu setelah bla bla bla bla bla, aku memutuskan untuk merestrukturisasi struktur organisasi di dalam Departemen Kastrat itu sendiri. Kastrat yang dulunya terdiri dari Divisi Internal, Divisi Eksternal dan Divisi PO (Pengembang Organisasi) atau PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia), aku utak-atik dikit. Jadinya sekarang ada Divisi Riset, Divisi Kajian, Divisi KPH (Kastrat Publishing House) dan divisi PO.

Kemudian dari situ terpikir untuk membuat proker baru yang sifatnya kecil-kecilan, yaitu :

1. Diskusi dan kajian rutin mingguan, yaitu diskusi yang diadakan rutin setiap minggu yang temanya disesuaikan dengan hal-hal menarik yang terjadi pada saat itu.

2. DiSpoSu yang merupakan kependekan dari Diskusi Spontan dan Suka-suka, yaitu kegiatan diskusi yang sifatnya spontanitas. Kapanpun dimanapun dan dengan siapapun, ketika kita lagi pengen diskusi tentang sesuatu, yang udah langsung didiskusiin aja. Temanya juga terserah. Kan sesuai namanya, spontan dan suka-suka.

3. Jurnal Kastrat, yaitu semacam tulisan yang dibuat dalam bentuk mading. Tulisan ini pun sifatnya bebas, boleh ngambil artikel yang udah ada ataupun hasil tulisan sendiri.

Lalu ada 1 proker tambahan lagi, yaitu :

1. Social Week

Proker yang terakhir ini merupakan proker dadakan. Aslinya ini adalah prokernya SosMas. Tapi karena Kastrat dan SosMas adalah sama-sama divisi Eksternal, jadi kita di divisi Eksternal sepakat utuk mengadalan sebuah proker bareng atas nama divisi Eksternal. Jadilah Social Week ini yang diadakan. Kegiatannya merupakan 1 rangkaian, ada donor darah, bincang-bncang dan talkshow. Tapi Kastrat cuma megang di talkshownya aja, sedangkan yang lainnya udah di handle SosMas.

Plus satu kegiatan lagi, yaitu makrab (malam keakraban) Kastrat. Eh tapi makrab kan malem-malem, sedangkan rencananya makrab ini diadakan siang-siang. Jadi namanya sikrab (siang keakraban).

Selain proker-proker tersebut diatas, selaku KaDep aku juga harus memperhatikan kualitas SDM dari para Kastraters. Jadi aku pun mengaharapkan Kastraters nggak hanya menghasilkan pemikiran-pemikiran yang intelek dan kritis, tetapi juga memiliki kompetensi diri yang tinggi dan pola pikir yang berkualitas. Harapan ku dari output para Kastraters kedepannya adalah:

- Memiliki kesadaran akan Kebesaran dan Keagungan serta Kekuasaan Allah swt.

- Memiliki rasa cinta dan kasih sayang kepada orangtua.

- Memiliki rasa dan nilai-nilai cinta tanah air yang tinggi.

- Memiliki niat dan cita-cita untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

- Memiliki keinginan untuk selalu meningkatkan kompetensi diri.

- Memiliki jiwa inisiatif dan pelopor dalam langkah-langkah menuju kebaikan.

- Memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap kaum-kaum yang selama ini terabaikan.

- Memiliki kekritisan terhadap kesombongan dan kedzhaliman, serta bertekad untuk memperbaikinya.

- Memiliki keberanian dalam berbicara dan menyampaikan pendapat, serta berlaku adil dan benar dalam bertindak.

- Memiliki jiwa rendah hati, mau mendengar, mau menolong dan mau melayani, serta menjaga tali silaturrahim dengan semua pihak.

- Menjadi individu yang berkualitas, berkompetensi, berakhlak dan bermoral, yang kehadirannya di dunia ini bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Kira-kira seperi itulah idealita dari proker Kastrat di semester ini. Sekarang mari kita berlanjut melihat kenyataan yang ada dalam segmen realita. Sebelom baca lebih lanjut, siapkan dulu ember dan tisu untuk menghapus air mata yang akan keluar dari mata kalian nantinya, karena realita selalu nggak pernah seindah idealita. Realita oh realita…

Realita

Naaaah.. Akhirnya sampai juga kita di bagian realita, bagian paling menyedihkan dari LPJ ini. Setelah membaca idealita yang bagus-bagus di atas sekarang mari kita membaca realita yang jelek-jelek berikut ini. Siapkan fisik dan mental kalian semua.

Sudah siap?

Siaaaap…!!!

Let’s get started ready steady go!

1. Research Week: Research for Nation

Dari sekian kegiatan yang telah tersebut di atas, mungkin hanya acara inilah yang bisa berjalan dengan lancar dan insya Allah sukses, meskipun aku sendiri nggak begitu terpuaskan dengan jalannya acara ini secara keseluruhan. Kendala-kendalanya ada banyak banget, tapi yang paling menonjol adalah bahwa kami sangat-sangat kekurangan SDM, alias kurang orang. Meskipun acara ini merupakan kerja sama antara Kastrat dan LPKTA, tapi tetep aja yang eksis di kepanitiaannya hanya segelintir orang. Salah siapa? Tanyakanlah pada rumput yang bergoyang. Rumput itu pun pasti akan kembali menyuruh kita untuk bertanya kepada Fajri, dan Fajri yang belom mandi pun pasti nggak jawab apa-apa.

2. Buku Biru

Horeee…!!! Buku Biru yang merupakan proker besar Kastrat, ternyata mengalami kemoloran di dalam pelaksanaannya. Mulai dari SC yang susah ngumpul, panitia dan OC yang juga susah ngumpul, dan bla bla bla bla bla. Idealita awalnya, Buku Biru ini bakalan dilaunching bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda atau Hari Pahlawan. Tapi terus molor, dan diundur sampai pertengahan bulan Desember. Tapi lagi-lagi molor dan diundur lagi ke momen HPTT. Dan itu pun kayanya bakalan mundru lagi. Ya nggak apa-apa lah, tawakkal aja…

3. Diskusi Rutin Mingguan

Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lumayan. Lumayan ancur maksudnya. Hohohoho… Acara ini sukses berjalan selama beberapa minggu. Tapi jangan pernah tanya berapa jumlah orang yang hadir di acara ini. Secara keseluruhan proker ini berjalan selama 4 kali dengan rincian tema adalah sebagai berikut:

- “Krisis Ekonomi Global”. Pemantik: Syarif Hidayatullah (Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM), peserta banyak banget.

- “Eksekusi Amrozi: Siapa Teroris Sebenarnya?” Pemantik: Rito (Fakultas Hukum UGM), peserta segelintir.

- “Barrack Obama dalam Estafet Menggenggam Dunia” Pemantik: Wibisono (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM), peserta cukup 5 orang aja. 4 orang adalah anak Kastraters dan 1 orang lagi adalah Wibisono sendiri selaku pemantiknya.

- “Peran Pers dalam Mengubah Opini Publik” Pemantik: Achmad Chaeruddin (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM), peserta segelintir.

4. DiSpoSu

Acara ini seperti kata pepatah, “hangat-hangat tai Reza”. Eh maksudnya “hangat-hangat tai ayam”. Maksudnya apa? Ya aku juga nggak tau, itu cuma asal sebut doank kok…

Intinya, DiSpoSu sukses berjalan di awal-awal semester aja. Di akhir semester kita udah mulai seibuk dengan kegiatan masing-masing sehingga jarang lagi berkumpul untuk melakukan DiSpoSu ini. Beberapa tema DiSpoSu yang pernah kita angkat diantaranya:

- “Politik dan Informasi”

- “Konspirasi Yahudi”

- “Pro Kontra Kuliah ke-BEM-an”

- “Teknologi Terbaru”

5. Jurnal Kastrat

Niat awalnya dari proker ini adalah untuk mempublikasikan hasil dari diskusi-diskusi Kastrat. Supaya diskusi tersebut sifatnya lebih abadi, maka perlu diabadikan dalam bentuk tulisan. Itulah tujuan dari proker Jurnal Kastrat ini, supaya hasil diskusi Kastrat nggak cuma dinikmati sama anak Kastrat aja tapi juga sama seluruh masyarakat Fakultas Teknik lainnya.

Tapi sedihnya, proker ini juga adem ayem aja. Idealitanya adalah Jurnal ini bakalan keluar setiap minggu, atau minimal mentok-mentok sebulan 2 kali. Tapi realitanya, Jurnal ini hanya keluar 2 kali dalam 1 semester. Yang pertama temanya tentang “Politik dan Informasi” sedangkan yang kedua tentang “Pemilu dan Demokrasi”.

Tapi ya nggak apa-apa lah. Proker yang dibawahi divisi KPH ini emang masih seumur jengkol (bukan seumur jagung lho). Jadi untuk langkah awal, kemunculan Jurnal ini yang hanya 2 kali dalam 1 semester udah termasuk lumayan lah… Lumayan jelek maksudnya… Hohoho…

6. Social Week

Sampe ketika LPJ ini ditulis, acara Social Week khususnya yag talkshow masih belom berjalan. Jadi yang ini sebaiknya nggak aku komentarin dulu ya. Cup cup cup jangan sedih donk cuma gara-gara nggak aku kasi komentar.

Itu tadi kiranya realita proker-proker Kastrat di semester ini. Sangat menyedihkan… Jadi mari kita nangis dulu bersama-sama.

Huiks huiks…

Uhuhuhuhuhu…

Mamaaaa…

Huiks huiks…

Udah ah, lebay banget sih!

Lalu bagaimana dengan SDM-SDM nya? Secara keseluruhan, SDM di Kastrat udah lumayan memiliki kompetensi dan pola pikir sebagaimana yang aku harapkan. Cuma tinggal perlu di poles dikit aja. Kastraters adalah orang-orang hebat. Dan Insya Allah akan menjadi hebat lagi nantinya. Jadi Insya Allah, seluruh Kastraters adalah individu-individu luar biasa yang suatu hari nanti akan MENGGUNCANGKAN DUNIA. Nggak percaya kan? Ya sama, aku juga nggak percaya…

Tapi, selalu ada kendala dan akan tetap ada kendala sampai akhir jaman, karena sudah digariskan bahwa syaithon (baca: Fauzi Muharram) akan selalu menggoda manusia dan menuntunnya ke jalan kesesatan. Bukan begitu, Fauzi?

Kendala terbesar dari SDM Kastrat yang berkualitas ini adalah bahwa, saking hebatnya anak-anak Kastrat, sampai mereka nggak punya waktu untuk Kastratnya sendiri. Banyak kesibukan-kesibukan lain di luar sana yang membuat mereka nggak bisa selalu setia setiap saat bersama Kastrat. Rapat Kastrat selalu dihadiri dengan jumlah orang yang bisa dihitung dengan jari. Jari tangan, atau ditambah jari kaki. Kalo masih kurang, pinjem jarinya orang lain juga nggak apa-apa. Kalo masih kurang lagi ya pake jari-jarinya roda motor aja.

Tapi semua itu nggak bisa 100% disalahkan ke mereka semua. Mulai periode ini, BEM mengadakan sesuatu yang bernama “Sistem Kaderisasi” yang dilengkapi dengan “Kuliah Ke-BEM-an”. Selain itu, anak-anak angkatan 2008 juga masih punya tanggung jawab untuk mengikuti ospek dan sistem kaderisasi di jurusannya masing-masing.

Plus, beberapa Kastraters lainnya yang lebih suka nongkrong di jurusan daripada nongkrong di BEM. Jargon yang dulu selalu didengung-dengungkan, “Jangan sampai kuliah mengganggu organisasi”, kini hanya tinggal omongan belaka.

TAPI…

Tapi apa?

Ya nggak kenapa-napa sih, cuma pengen nulis tapi aja.

GUBRAK… Jatoh dulu ah…

Oke, cukup.

Jadi mungkin salah satu alasan kenapa proker Kastrat banyak yang nggak berjalan sesuai rencana adalah karena Kastraters nya sendiri jarang mengeksiskan diri di dalam kegiatan-kegiatan Kastrat. Udah KaDepnya busuk, orang-orangnya dikit, udah gitu jarang dateng juga. Kastrat oh Kastrat… Mari hancurkan Kastrat bersama-sama!

Salah satu contohnya adalah Makrab, eh Sikrab Kastrat. Idealitanya Sikrab ini diadakan di weekend, kalo nggak hari Saturday ya hari Sunday. But because of orang-orangnya pada jarang coming, jadi the Sikrab is always tertunda-tunda. Duh ini apa-apaan sih kok pake bahasanya Cincyah Laurah?

Niat awalnya sikrab di bulan Oktober. Tapi orang-orangnya pada nggak bisa. Terus kita undur. Eh masih banyak juga yang nggak bisa. Mau di bulan November, ada kuliah ke-BEM-an, LMT dan seminar Riset. Sekalinya ketemu hari kosong, lagi-lagi orangnya pada nggak bisa. Bulan Desember pun nasibnya sama, kita nggak bisa nemu jadwal yang pas buat Sikrab.

Sikrab oh Sikrab… Kenapa engkau begitu jauh berada di ujung sana?

Evaluasi

Hoooaaaahhmmm… Setelah kita melihat idealita yang bagus-bagus, lalu melihat realita yang sangat jauh dari kata bagus, sekarang mari kita liat evaluasi, saran dan masukan terkait dengan kegagalan Kastrat menjalankan idealitanya. Meskipun sejatinya seekor makhluk hina dan rendahan serta kurus kering macem aku rasanya nggak pantes untuk memberikan kritik dan saran seperti ini.

Jadi tanpa banyak omong lagi, silahkan baca paragraf-paragraf di bawah ini. Yuk monggo…

1. Antara “kompetensi” dan “eksistensi”

Poin yang pertama ini terkait dengan SDM Kastrat yang kocar-kacir kesana kemari. Aku sendiri mengakui kalo Kastraters adalah orang-orang hebat, orang-orang dengan kompetensi tinggi. Namun, segala kehebatan dan segala kompetensi itu nggak akan ada artinya jika nggak disertai dengan apa yang aku namakan EKSISTENSI. Apa itu eksistensi?

Eksistensi berasal dari kata eksis dan tensi. Eksis, diambil dari kata exist, artinya adalah “ada”, atau kehadiran. Sedangkan tensi adalah istilah yang sering kita dengar di bidang kedokteran, yang artinya adalah tekanan darah.

Jadi apa itu eksistensi? Eksis = ada, tensi = tekanan darah. Sehingga arti dari kata “Eksistensi” adalah “adanya tekanan darah di dalam diri seseorang”. Bukan begitu? Ya bukan lah, masa ya bukan donk! Kalo pusing kan sakit kepalah, bukan sakit kepadonk…

Oke, mari kita kembali ke jalan yang benar. Maksud eksistensi disini adalah kehadiran. Iya kehadiran. Definisi organisasi secara singkat adalah “sekumpulan orang-orang yang bla bla bla”.

So, bagaimana mungkin organisasi bisa berjalan kalo nggak ada orang di dalemnya?

Intinya gitu aja. Terima kasih.

Nulisnya panjang-panjang, tapi intinya cuma 1 kalimat doank. Piye iki cah…

2. Jangan salah pilih

Kalo poin yang kedua ini, waduh agak malu juga nih ngomongnya, eh nulisnya. Tanpa mengurangi rasa hormat kami dan tanpa bermaksud su’udzon kepada siapapun, keputusan Ayi Aghnia Fadhillah selaku Ketua BEM untuk memilih seekor makhluk autis bernama C-Kink Sahid Syaifullah menjadi KaDep Kastrat adalah keputusan yang (semoga) salah. Huehehehe…

Kenapa? Karena C-Kink nggak akan membawa apa-apa melainkan kepada kehancuran.

Jadi, kedepannya berhati-hatilah dalam memilih.

Plus, hati-hati juga dalam memilih staf dan penempatannya pada pos-pos penting.

INGAT, KEJAHATAN TERJADI BUKAN HANYA KARENA ADA NIAT, TAPI JUGA KARENA ADA KESEMPATAN!

WASPADALAH…!!!

WASPADALAH…!!!

Loh, terus apa hubungannya kejahatan dengan salah pilih?

Nggak ada tuh…

Ya nggak apa-apa lah, it’s not a big matter. Tapi terkait pilhan ini, ya nggak bisa disesali dan nggak bisa disalahin juga sih. Tentunya tidaklah Allah menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Maha Suci Engkau Ya Allah, peliharalah kami dari siksa neraka.

Mungkin hanya ini aja yang bisa aku ungkapkan. Nggak semestinya makhluk rendahan macam aku mencoba menasihati apa-apa tanpa aku sendiri melakukannya. Apakah kita akan mengatakan apa-apa yang tidak kita perbuat? Kiranya demikian evaluasi atas segala kekurangan di dalam keseharianku selama menjalani kehidupan selaku KaDep Kastrat. Mohon maaf atas segala kesalahan dan keanehan yang aku buat. Bila ada yang benar, itu semua datangnya dari Allah semata. Dan bila ada yang aneh serta ajaib, Insya Allah itu datangnya dari aku sendiri. Semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan semoga arwah kita diterima di sisi-Nya. Amiin…

Go Kastrat Go!

Ucapan Matur Nuwun

Setelah lelah menjalani hari-hari selaku KaDep Kastrat (meskipun aku sendiri lebih banyak bengong daripada kerja), sudah sepatutnya bagi seekor C-Kink yang Cute ini untuk mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah membantu dan menemani ku menjalani hari-hari di BEM ini. Maka izinkanlah aku untuk mengucapkan ucapan terima kasih, thank you, arigato, matur nuwun, syukron atau apalah di bagian ini.

So, C-Kink would like to say thanks to:

- Allah swt. Yang Maha Besar, Maha Agung, Maha Adil, Maha Bijaksana. Segala puji hanya untuk-Mu ya Allah yang telah memberiku nikmat Islam dan nikmat untuk bertemu dengan saudara-saudara ku di BEM KMFT UGM ini.

- Nabi besar Muhammad Rasulullah saw, tokoh teladan dan panutan seluruh umat manusia sampai akhir zaman. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada mu. Semoga Insya Allah suatu hari nanti kita bisa bertatap muka, ya Rasul.

- Pudji Indrawati dan Astoto Slamet selaku orang tua ku. Betapa besar cinta kalian berdua untuk anak mu ini. Suatu hari nanti, Insya Allah kalian akan melihat anak laki-laki kalian ini menjadi seorang pemimpin besar yang akan membawa Islam kembali kepada masa kejayaan. Insya Allah. Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhumma kama rabbayanii saghiiraa.

- MyLovelySolBro, yang berupa sebuah mobil Toyota Soluna warna ijo tua dengan nomor polisi B 1283 UW yang telah dititipkan padaku, yang senantiasa menemani hari-hariku mengitari bumi Ngayogyakata Hadiningrat ini.

- Laptop Hewleet Packard seri berapa tau, yang menjadi media ku dalam mengembangkan bakat imut ku di bidang tulis menulis, termasuk dalam menulis LPJ ini.

- Buku Pesan BEM KMFT UGM yang telah 3 kali ganti selama aku disini. Kalian lah yang menjadi saksi segala keautisan ku selama menjalani hari-hariku disini.

- Ayi Wirawan, Ketua BEM KMFT sekaligus ketua Laura Brotherhood yang telah mendzhalimi ku dengan mengangkat ku sebagai KaDep Kastrat. Dan aku pun telah mendzhaliminya karena aku gagal menjalanlkan amanah ku dengan sebaik-baiknya. Maafkanlah adik kelasmu yang imut dan tak berdaya ini…

- Dede Miftahul Anwar, Ketua BEM KMFT selanjutnya (Insya Allah) sekaligus mantan KaDep Kastrat, yang telah berhasil menarik dan memaksa ku untuk meninggalkan dunia perkuliahan dan beralih menjadi makhluk yang lebih sering nongkrong di BEM daripada nongkrong di kelas. Seharusnya kamu adalah orang yang paling bertanggung jawab atas turunnya IP dan nilai-nilai ku. Hohohoho…

- Reza Nurrahman si makhluk k**yut dari Cimahi yang selalu telat kalo dateng kuliah. Jangan lupa kalo aktivis juga harus punya otak, biar lebih punya TASTE.

- Fauzi Muharram, calon kuat yang akan menempati posisi KRT taun depan sekaligus juga calon Bupati Bantul entah taun kapan. Tetaplah semangat dan istiqamah untuk membersihkan dan merapikan BEM dari kotoran-kotoran jahil. Insya Allah semangat mu itu akan mengantarmu menjadi Bupati Bantul. Ya mentok-mentok jadi petugas Dinas Kebersihan Kabupaten Bantul lah. Mentoknya lagi, jadi tukang sapu jalanan juga boleh.

- Fajri Adhi Nugraha si bocah geblek dari antah berantah. Bulan ini udah mandi belom? Kalopun udah mandi, mandinya sabunan nggak? Terus habis mandi sisiran nggak? Kebersihan itu sebagian dari iman, saudaraku…

- Isa Falaq Albashar, arek Nggresik sing mambu Semen Nggresik. Nasi Krawune ndi rek? Senangnya hidup di SosMas, banyak pemandangan yang menyegarkan. Huehehehe… Astagfirullah…

- Ahmad Nasikun, the busiest & greatest man ever. Kapan mau nginep di BEM lagi? Udah lama kita nggak nungging-nungging bareng… So sweet… Astagfirullah. Tapi no matter what, percayalah bahwa suatu hari nanti Insya Allah PPM akan menguasai dunia… Loh kok malah jadi kampanye gini?

- Slamet Parmanto, si makhluk autis dari tenggara Jogja. Aku kehabisan kata-kata untuk menuliskan segala keautisan makhluk yang autis ini…

- Baskoro Abriansa. Kenapa dipanggilnya Brian ya, kenapa nggak Baskoro aja, biar lebih Njawa. Hohoho… Kalo ada anak OASE yang kinclong-kinclong tolong diperkenalkan ke Kastrat donk… Betapa kami kekeringan akan sesuatu yang menyegarkan disini… (Astagfirullah… Astagfirullah… Astagfirullah…)

- Yuli Susanti si mata duitan. Kok sejak aku jadi PH kamu jadi jarang nongol lagi di BEM? Apakah ada sesuatu yang menakutkan dari diriku? Iya aku tau kalo aku imut, tapi jangan minder donk degan ke-imut-an ku. Huehehehe…

- Dian Novitasari, bocah ngapak-ngapak. Aja kaya ngana… Lha kaya kiyek… Terima kasih karena telah bersedia diutangin pulsa. Dan jangan pernah bosan untuk selalu ngutangin pulsa. EM EN JI? BANGUN INDONESIA…!!!

Buset dah… Baru nulis nama PH aja udah makan 1 halaman kaya gini. Tapi the show must go on. BEM bukan cuma terdiri dari PH doang. Jadi mari kita lanjut ke makhluk-makhluk BEM lainnya.

Tarik napas dalam-dalam…

Buang…

Hoooaaahhhmmm…

- Rindi Fidriantika, selaku nyawa dan spirit dari Kastrat. Kalo nggak ada Rindi, administrasi dan keuangan Kastrat bakalan berantakan, gara-gara KaDepnya yang blo’on kaya aku.

- Nadia Aghnia Fadhillah si anak aneh plus autis dari Semarang. Jangan kebanyakan ngupil ya… Hohohoho… Kedepannya nggak bakal ada lagi mobil Toyota Soluna ijo tua B 1283 UW yang mejeng di parkiran Arsi.

- Ikhsanuddin, bapak dosen dari Teknik Kimia yang diam-diam menghanyutkan, seperti kata pepatah, “ada gula ada semut”. Eh nggak nyambung ya?

- Seluruh Kastraters yang telah setia menemani KaDep mu yang imut ini, baik itu anak lama, anak baru, maupun anak kucing dan anak kambing (???). Maafkan hamba bila selama ini hamba bersalah atau lupa. Teruskan perjuangan Kastrat dan buatlah nama Kastrat melambung tinggi menghiasi langit dunia. KASTRAT UNTUK INDONESIA!

- Andhika Pranayudha yang hobi banget main sabun dan dilanjutkan dengan keramas. Astagfirullah… Bertobatlah hai anak muda. Dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslim.

- Martyas Listyaningrum, makhluk spesies baru yang sampai detik ini belom terdeteksi spesiesnya. Nyok mari kita bergenjrang-genjreng lagi bersama. “Teknik kan selalu berjaya…”

- Eko Nugraha, Ade Nugraha, Doni Wisnu Nugroho, Widya Adi Nugraha, Herlambang Bagus Nugraha Sigit Nugroho dan seluruh Nugroho-Nugraha lainnya yang telah menodai BEM ini dengan nama Nugroho-Nugraha kalian.

- Septiyadhi Wirawan, jangan pelit-pelit membagi isi daging di tubuh mu untuk diriku.

- M. Iqbal Muharram selaku the next Johny Andrean. Walaupun dunia ini telah berubah, namun orang yang mencukur rambutku akan selalu sama, Insya Allah. Hohohoho…

- Rizky Febrianto, makhluk paling autis dari Bekasi. Kenapa orang Bekasi semuanya autis ya? Beda dengan orang Depok yang memiliki integritas tinggi.

- Meidwinna Vania Michiani, yang tulisannya di Buku Pesan paling silau sendiri. Tapi masih lebih silau wajah ku donk, Insya Allah.

- Rr. Sheila bla bla bla sama Dita bla bla bla selaku perwakilan dari OASE. Dapatkan segera album kaset dan cd C-Kink di toko material terdekat!

- Hatta Effendi sama R. Parikesir Abdi Negara, terima kasih karena telah bersedia menjadi anak PPM. Bersama PPM, kita BANGUN INDONESIA! Nah kan kampanye lagi…

- Dendy Catur Setiawan, Herdion Bagus Nugraha, Eko Galih Pradikta, dan anak-anak 2008 lainnya yang telah merasakan nikmatnya tidur seatap dengan makhluk sepertiku.

- Cynthia Ferbe sama Wangi Pandan Sari, betapa bosannya diriku meliat kalian berdua selalu nongol dimana-mana. Coba tebak kosanku dimana?

- Geng Nero yang hobi banget ngegosipin aku. Aku tau, itu hak kamu untuk tanya-tanya. Tapi tolong, jaga privasi saya… Huehehehe…

- Anak-anak PO yang kalo ketawa nggak pernah dikasi peredam.

- Anak TD yang matre-matre. Apalagi KaDepnya.

- Anak Advro yang sangar-sangar.

- Anak-anak Infotek yang harus menjalani derita di bawah pimpinan Fajri.

- Anak-anak SosMas yang kebanyakan jumlahnya.

- Anak-anak OASE yang mirip anak OASE (maksudnya apa?)

- Semua anak Teknik Nuklir yang pada bau radiasi dan semua pecinta nuklir yang percaya bahwa suatu hari nanti PLTN akan dibangun di Indonesia, dan BEM adalah instansi pertama yang akan kita sosialisasikan tentang PLTN dan nuklir itu sendiri.

- Semua anak semi anggota BEM yang Insya Allah akan menjadi penerus kelangsungan hidup BEM KMFT UGM ini. Teriakkan selalu semangat untuk membangun Indonesia dan membawa Indonesia menjadi negara besar dan berjaya. Dan di tangan kita, Insya Allah itu semua akan terwujudkan.

- Dan semua makhluk serta semua pihak yang terlalu banyak namanya untuk ditulis disini. Ini aja udah makan 3 halaman. Gimana kalo ditambahin lagi? Capek nih ngetiknya…

Sepanjang sejarah manusia, mungkin hanya LPJ ini yang menghabiskan 3 halaman hanya untuk ucapan terima kasih. Ya nggak apa-apa lah, tawakkal aja… Penulisnya makhluk ajaib kok…

Ending alias Penutup

Jreng jreng jreng jreng… Setelah aku menghabiskan banyak cing-cong selama 10 halaman di atas, akhirnya sampailah kita di penghujung acara. Tapi nggak di ujung-ujung banget sih, soalnya setelah ini masih ada lampiran-lampiran lainnya yang nggak kalah menarik untuk dibaca.

Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaa ha illallaah wallahu akbar.

Dan Alhamdulillahirabbilalamin, ternyata kita masih diberi umur oleh Allah Yang Maha Lembut untuk dapat membaca LPJ ini sampai selesai. Betapa indah karunia yang telah diberian-Nya kepada kita semua. Jadilah manusia-manusia terbaik yang selalu bersyukur bila diberi rezeki dan selalu bersabar bila diberi cobaan. Janganlah menyerah dan putus asa, karena Allah bersama kita. Bila Allah bersama kita maka apalagi yang kita takutkan, sedangkan bila Allah jauh dari kita maka apalagi yang bisa kita harapkan. Buktikan kepada dunia bahwa kita adalah seorang juara karena kita adalah individu-individu terbaik yang ditakdirkan untuk menjadi khilafah di muka bumi ini.

Sekian dan terima kasih. Dan terakhir, kita punya sebuah pantun jayus yang entah darimana asalnya.

Empat kali empat…

Sama dengan enam belas…

Sempat tidak sempat…

Tidak sama dengan enam belas…”

Wassaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(LPJ ini dibuat dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, kecuali oleh Ayi Ismawati yang menyuruh ku untuk segera menyelesaikan LPJ ini)

Yogyakarta,

12 Desember 2008 M/15 Dzulhijjah 1429 H

Atas nama aku sendiri,

C-Kink Sahid Syaifullah


Lampiran 1

Daftar Nama Kastraters

Ini dia nih list nama para Kastraters. Kita mulai dari yang masih hidup dulu ya.

Anak lama yang masih hidup

1. C-Kink Sahid Syaifullah (Teknik Nuklir 2006)

2. Dede Miftahul Anwar (Fisika Teknik 2006)

3. Ashif Aminullah Fathan (Teknik Elektro 2006)

4. Alviana Hanivatun Nisa (Teknik Arsitektur 2006)

5. Nadia Aghnia Fadhillah (Teknik Arsitektur 2007)

6. Rindi Fidriantika (Teknik Arsitektur 2007)

7. Ikhsanuddin (Teknik Kimia 2007)

8. Aji Nasirrahman Pakha (Fisika Teknik 2007)

9. Ida Ismawati (Perencanaan Wilayah dan Kota 2007)

Anak baru yang masih pengen hidup

1. Dian Pratomo (Teknik Sipil 2007)

2. Barlian (Teknik Nuklir 2008)

3. R. Gilang Adithya Pramana (Teknik Kimia 2008)

4. Gias Maheysa Amrullah (Teknik Kimia 2008)

5. Bobby Primatama (Teknik Sipil 2008)

6. R. Parikesit Abdi Negara (Fisika Teknik 2008)

7. Taufik Hidayat (Diploma Teknik Mesin 2008)

8. Dwiyanthi Kusumawardhani (Teknik Geodesi 2008)

9. Ferdinand (Diploma Teknk Sipil 2007)

10. Fauzi Ahmad (Perencanaan Wilayah dan Kota 2007)

11. M. Triyogo Adiwibowo (Teknik Kimia 2008)

12. M. Rivan (Teknik Sipil 2008)

Plus satu ekor Kastraters yang pindah dari SosMas

1. Septyan Bayu Anggara ((Perencanaan Wilayah dan Kota 2008)

Jadi total Kastraters yang terdaftar selama periode ini adalah 22 ekor, meskipun yang bisa dkatakan selalu eksis adalah nggak mencapai 70% diantaranya.

Sekarang kita beralih ke yang udah nggak hidup lagi. Sekalipun mereka telah tiada, tapi kita tetap berusaha memberikan penghargaan bagi mereka.

Anak lama yang udah pingsan dan tepar

1. Eka Vikrustiandini (Fisika Teknik 2007)

2. Yoannes Putra (Teknik Elektro 2007)

3. I Made Dipta (Teknik Geodesi 2007)

4. Endri Irwansyah (Diploma Teknik Elektro 2007)

Anak baru yang modar di tengah jalan

1. Ahmad Zaenuri (Perencanaan Wilayah dan Kota 2007)

2. Adryan (Fisika Teknik 2008)

3. Tri Heri Teguh Prakoso (Diplma Teknik Elektro 2008)

4. Hermawan Febriansyah (Fisika Teknik 2008)

5. I Ketut Catur Megaranta (Teknik Sipil 2008)

6. C-Kink Sahid Syaifullah (Kedokteran Umum 2008)

Nah Insya Allah demikian. Eh tapi itu kenapa ada nama C-Kink nyempil disana? Huehehehe…

Plus, ada lagi tambahan anak baru yang dari Advro yang Insya Allah periode mendatang dia bakalan gabung di Kastrat.

1. Eko Galih Pradikta (Teknik Nuklir 2008)

Itu dia kiranya Kastraters periode ini. Untuk periode mendatang, aku masih menunggu adanya anak-anak dari Departemen lain yang mengikhlaskan dirinya untuk pindah ke Kastrat. Lebih diutamakan lagi bagi mereka yang perempuan dan memiliki penampilan yang “menyegarkan” (Astagfirullaj…). Karena betapa kami merasakan sangat sangat kekeringan disini…


Lampiran 2

Laporan Keuangan

Dinamika keuangan Kastrat semester ini (dalam Indonesia rupiah)

Keterangan

+

-

Saldo

Uang yang dipegang Eka

24500

Uang yang dipegang Rindi

350000

Sisa uang riset yang nggak ditabung

231200

Sisa uang riset yang di tabung di Bank Syariah Mandiri

1000000

Jumlah

1605700

1605700

> Bayar utang ke Yuli matre

314000

> Uang riset yang belom diganti

221500

> Jumlah

535500

1070200

> Mading DiSpoSu

7500

7500

Saldo Kastrat

1062700

Keterangan:

Saldo cair yang dipegang: Rp 62.700,00

Saldo yang ditabung di Bank Syariah Mandiri: Rp 1.000.000,00

*Saldo di Bank Syariah Mandiri (runtuhkan kapitalisme, tegakkan syariah) adalah saldu bulan November 2008 (belom kena potongan administrasi dan belom dapet mudhorobah)

*Uang riset masih ada beberapa yang belom diganti

*Pengeluaran untuk social week belom dimasukin dalam data diatas


Lampiran 3

Laporan Dana Kegiatan

Laporan penggunaan dana Research Week: Research for Nation

(hanya untuk dana dari Dekanat doank)

PEMASUKAN

Dana Dekanat = Rp 1.000.000,00

JUMLAH PEMASUKAN Rp 1.000.000,00

PENGELUARAN

Dana Dari Dekanat

  1. Publikasi

Poster dan tiket = Rp 450.000,00

  1. Perlengkapan

Transportasi = Rp 10.000,00

Seminar kit = Rp 297.000,00

Cd seminar & training 66 x Rp 3000,00 = Rp 198.000,00

3. Kesekretariatan

Print proposal = Rp 13.000,00

Fotokopi proposal tahap 1 = Rp 14.000,00

Fotokopi proposal tahap 2 = Rp 3.300,00

Fotokopi materi tahap 1 = Rp 3.000,00

Fotokopi materi tahap 2 = Rp 9.000,00

Fotokopi LPJ 3 x 8 lembar x Rp 100,00 = Rp 2400,00

JUMLAH PENGELUARAN DARI DANA DEKANAT Rp 999.700,00

Keterangan:

*Uang yang diperoleh dari Dekanat baru 90% nya, yaitu sebesar Rp 900.000,00. Sisanya yang 10% belom turun karena nunggu LPJnya beres dulu.


Lampiran 4

Kaleidoskop

September 2008

Ahad

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

3 September: Disposu “Politik dan Informasi”

10 September: Disposu “Konspirasi Yahudi”

15 September: Jurnal Kastrat “Politik dan Informasi”

17 September: DiSpoSu “Pro Kontra Kuliah ke-BEM-an”

22 September: DiSpoSu “Teknologi Terbaru”

Oktober 2008

Ahad

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

15 Oktober: Diskusi “Krisis Ekonomi Global”

November 2008

Ahad

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

1 November: Kuliah Ke-Kastrat-an

12 November: Diskusi “Eksekusi Amrozi: Siapa Teroris Sebenarnya”

18 November: Diskusi “Barrack Obama dalam Estafet Menggenggam Dunia”

22 November: Seminar Riset “Research Week: Research for Nation”

23 November: Training Riset “Research Week: Research for Nation”

26 November: Diskusi “Peran Pers dalam Mengubah Opini Publik”

Desember 2008

Ahad

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

9 Desember: Jurnal Kastrat “Pemilu dan Demokrasi”

18 Desember: Talkshow “Social Week”


Lampiran 5

Teknik Bersatu

Kamu-kamu semua pasti udah pada tau kan kalo aku pernah nyiptain sebuah lagu yang aku tujukan buat seluruh elemen masyarakat Fakultas Teknik. Sebuah lagu yang berjudul “Teknik Bersatu”, yang Alhamdulillah pernah 2 kali aku bawain di muka umum, yaitu di kuliah ke-Kastrat-an sama di LMT.

Dua-duanya aku bawain duet bareng seekor makhluk autis bernama Martyas Listyaningrum, dimana dia sebagai vokalisnya dan aku yang main gitar. Soalnya aku nyadar sesadar-sadarnya kalo suaraku ini sangat nggak enak untuk didengar, meskipun wajahku ini sangat mengenakkan untuk diliat, Insya Allah…

Nah, sekarang mau tau liriknya kaya gimana? Nih silahkan diliat. Tapi jangan dibajak lho…

Dan kalo kamu mau tau lagunya kaya gimana, ya minta tolong si penciptanya aja buat nyanyiin langsung di depan kamu, pasti dia bakalan nolak.

Teknik Bersatu


Kita adalah mahasiswa teknik

Terlahir tuk jadi yang terbaik

Kita adalah mahasiswa teknik

Kan hadapi semua yang menghalangi

Bridge:

Marilah kita semua bersatu

Buanglah semua apatismu

Marilah genggam erat berpegangan

Teknik bersatu tak bisa dikalahkan

Reff:

Bersatulah mahasiswa teknik

Bersatu dalam suka dan duka

Buktikan kepada dunia

Bahwa kita adalah juara

Bersatulah mahasiswa teknik

Bersatu membangun Indonesia

Dengan cinta dan air mata

Teknik kan selalu berjaya

Kita adalah mahasiswa teknik

Yang akan membangun Indonesia

Kita adalah mahasiswa teknik

Yang akan menguasai dunia

#:

Walaupun diri ini berbeda

Tapi itu tidaklah mengapa

Bila kita bersatu bersatu untuk maju

Semua rintangan akan terlewati

Ending:

Membangun Indonesia tercinta

Buatlah ibu pertiwi bahagia

Teknik kan selalu berjaya


C-Kink

April 2008


Lampiran 6

Bukan Apa-Apa

Lampiran yang ke-6 ini nggak ada isinya kok. Apakah kalian masih ingin membaca lampiran-lampiran lainnya lagi? Apakah 5 lampiran sebelomnya masih belom cukup? Betapa manusia itu diciptakan kikir lagi berkeluh kesah. Dan betapa manusia adalah makhluk yang ingkar dan tidak pernah bersyukur…

Sejatinya 5 buah lampiran di atas udah cukup untuk menjelaskan semuanya. Bersyukurlah dengan lampiran yang sudah ada, wahai manusia…

Intermezzo

Otreh, tulisan kali ini nggak akan panjang2 sepanjang tulisan2 sebelomnya. Di sini kita cuma bakalan ngebahas sedikit aja. Nggak apa2 kan yua…

Buat lo2 semua yang hobi baca blog gue, pasti tau kan kalo selama di Jogja ini gue udah 2 kali beli sendal? Yang pertama adalah ketika sendal gue nyemplung di got deket Jogja Chicken. Baca tulisan gue yang judulnya “SandalDanPemiliknya” biar lebih jelas. Gara2 sendal gue nyemplung itulah, gue beli sendal Quiksilver seharga rp 16.000-an di Mas Gading.

Terus yang kedua adalah ketika sendal gue ilang waktu lagi sholat Isya di Mustek. Gue beli sendal Bilabong sebagai penggantinya, lagi2 juga di Mas Gading. Harganya rp 16.800,00.

Nah dari 2 hal di atas, dapat dilihat bahwa Mas Gading menyediakan sendal2 pelesetan merk terkenal dengan harga miring. Bukan cuma harganya yang miring, yang beli pun otaknya juga bisa dikatakan miring. Sendal abal2 kok dibeli. Tapi masih lebih miring lagi yang baca tulisan ini… Eh tapi miringan mana sama yang nulis?

Singkat cerita, seekor anak BEM yang namanya Fajri berniat untuk beli sepasang sendal baru gara2 sendalnya yang lama udah rusak. Dia minta tolong gue buat nemenin beli sendal. Karena udah 2 kali gue beli sendal dan dua2nya gue beli di Mas Gading, ya akhirnya gue ngajak Fajri ke Mas Gading buat browsing sekaligus shopping sendal baru.

Bla bla bla bla, akhirnya sampailah gue dan Fajri di Mas Gading. Kita langsung ke lantai 2, ke tempat sendal. Dan si Fajri mulai menyeleksi varian sendal2 yang ada. Akhirnya setelah ngoprek2 kesana kemari, Fajri memutuskan untuk membeli sebuah sendal selop bertuliskan “Ripcurll”.

Ripcurll?

Ripcurll?

Ripcurll?

Adakah yang aneh dengan tulisan di atas? Buat lo2 yang belom tau dan emang nggak tau, pasti ngerasa fine2 aja dengan tulisan tersebut. Tapi buat lo2 semua yang berwawasan luas kaya gue, berotak cerdas kaya gue dan ber-IQ tinggi kaya gue, pasti nyadar kalo ada yang aneh. Apanya hwayo yang aneh?

Ripcurll emang merupakan nama brand dan sebuah merk fashion. Bisa dicari di mall2 atau di department store kalo mau nyari. Tapi, itu adalah RIPCURL, bukan RIPCURLL.

Apa bedanya? Coba liat huruf “L” nya. Ada berapa?

Iya, yang asli itu huruf “L” nya cuma 1, jadinya Ripcurl. Sedangkan yang di Mas Gading itu namanya Ripcurll dengan 2 huruf “L”.

Wuaduh… Lagi2 sendal abal2. Dulu gue beli Quiksilver di sini juga, padahal yang aslinya kan Quicksilver. Terus gue beli Bilabong juga di tempat yang sama, padahal yang aslinya kan Billabong. Dan sekarang si Fajri beli Ripcurll di sini, padahal yang aslinya kan Ripcurl.

Hohohoho… Ternyata kita bisa mendapatkan sendal plesetan merk terkenal di sini. Dengan harga +- rp 16.800,00, sendal2 merk ternama bisa kita peroleh. Kecuali kalo orang lain nyadar akan “kecacatan” pada penulisannya.

Tapi nggak apa2 kok. Quicksilver, Billabong ataupun Ripcurl itu kan fashion dari luar negeri sana. Mari kita cintai produk dalam negeri, sekalipun produk itu adalah plesetan produk2 terkenal luar negeri. Huehehehehehe…

LaguCintaLaura#2

Auwououououououo… Nguk nguk nguk nguk…

Huaaahh… Senangnya hari ini kita bisa bertemu kembali. Otreh, sebagaimana judulnya, kali ini kita bakalan membahas lagi tentang lagunya Cinta Laura. Tulisan ini masih kelanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul “Lagu Cinta Laura”, yang menceritakan tentang lagu Oh Baby.

Sedikit intermezzo, kan di tulisan gue yang waktu itu gue bilang kalo gue denger lagu Oh Baby nya cuma lewat komputer doank. Nah baru2 ini akhirnya gue baru liat video klipnya. Huehehehe… Norak banget yuah. Waktu itu waktu gue lagi di Depok, dari kamar kakak gue yang lagi nonton tivi kok tiba2 ada suara2 Cincyah Laura yang lagi nyanyi lagu Oh Baby. Kaget gue. Terus gue buru2 ngeliat, eh ternyata bener itu video klipnya Cincyah Laura. Wuaaah…

Oh iya, untuk selanjutnya nama Cinta Laura kita sebut aja dengan Cincyah Laurah ya, mengikuti logat yang keluar dari bibir beliau sendiri.

Video klipnya Cincyah Laurah yang pertama kali gue liat itu merupakan cuplikan dari film nya yang berjudul sama, Oh Baby. Plus, ada adegan2 dimana si Cincyah ngedance dan joget2 gitu. Mana jogetnya petakilan banget, kaya orang cacingan. Hohohohoho… Ah whatever, yang penting Cincyah Laurah tetaplah Cincyah Laurah.

Gue lumayan sering ngeliat video klip tersebut, tapi nggak pernah full dari awal. Biasanya gue nonton pas udah nyampe tengah2, pas udah mau masuk reff kedua. Tapi pada akhirnya gue bisa ngeliat tuh video klip secara full, gara2 salah seekor temen gue di BEM yang bernama Sigit Laura iseng2 nge-download video klip tersebut. Eh bukan iseng2, tapi kayaknya emang dia udah niat banget pengen donwload. Huehehehe… Dan pada akhirnya, gue pun ikut2an minta file nya dan jadilah video klip Oh Baby tersebut juga tersimpan dengan manis di laptop gue sekarang ini. Yah ketauan deh…

Nah itu tadi sedikit pendahuluan tetntang nasib lagu Oh Baby nya Cincyah Laurah yang beberapa waktu lalu sempet mengusik perhatian gue yang imut serta lucu dan menggemaskan ini. Kata beberapa ekor makhluk yang gue temuin, sebenernya lagunya Cincyah Laurah bukan cuma ini doank, tapi ada 1 lagi yang juga lumayan ngetop, yang judulnya “You Say Aku”.

Sebenernya gue juga punya itu lagu. Sama 1 lagu lainnya yang judulnya “We Can do It”. Tapi yang lagu “You Say Aku” punya gue itu nggak penuh dari awal sampe akhir, cuma cuplikannya doank. Jadi nggak puas deh, nggak bisa denger full 1 lagu.

Hingga pada akhirnya, lagi2 seekor makhluk bernama Sigit Laura yang udah pernah kita kenal di beberapa paragraf sebelum ini, lagi2 nge-download video klip Cincyah Laurah yang You Say Aku ini. Dan dia dapet video klipnya full, dari awal sampe akhir. Malah dapet yang ada teksnya juga, jadi kaya di karaoke2 gitu. Ya udah deh tanpa sungkan2 langsung gue copy file nya dan kini di laptop gue ada video klipnya Cincyah Laurah yang Oh Baby sama You Say Aku. Huahahahahaha…

Oke, setelah gue dengerin lagu tersebut, maka kini tibalah saatnya untuk mengkaji dan menganalisis sebuah lagu berjudul “You Say Aku” yang dari judulnya aja udah terlihat jelas menyalahi kaidah dan pola struktur bahasa yang berlaku. Gitu kata guru2 Bahasa Indonesia jaman gue sekolah dulu. Tanpa banyak cing-cong lagi, let’s check it out!

Duk tak duk duk tak

duk duk tak duk duk tak

Seperti biasa, kita anggap aja itu bunyi dentuman drum yang udah langsung membahana begitu lagu ini dimulai. Plus selanjutnya ada bunyi2an bass dan efek string elektronik sebagai openingnya. Ketukan drumnya lumayan enak, seakan mengajak kita2 yang denger untuk bergerak, berdendang dan bergoyang. Auranya agak2 mirip sama lagunya Avril Lavigne yang Girlfriend atau yang Best Damn Thing. Selagi drum dan bassnya mengajak kita untuk goyang, suara Cincyah yang six pack, eh yang seksi itu mulai mengalun.

You say aku seperti barbie

You look so pretty menarik hati

Di bait pertama ini, nuansa bahagia langsung terasa. Kord nya juga bernuansa mayor yang standar, konvensional dan umum digunakan di lagu2 pop manapun. Contoh, lagunya Gaby yang “Tinggal Kenangan”. Tapi seperti biasa, nggak tau kenapa kok ini si Cincyah suka banget ya pake lirik yang berbau2 British. Istilahnya, gado2 antara British-Indonesia. Ya nggak apa2 lah, emang dia punya karakter lebih si situ kok.

Oh iya, waktu denger si Cincyah ngucapkin kata “seperti barbie”, kedengerannya kaya “seperti babi”. Kaget juga nih, masa si Cincyah memuji dirinya sampe setinggi itu. Ya masih mending gitu, daripada ntar malah jadi “seperti babu”.

You say aku layaknya peri

Tebarkan cinta di atas bumi

Kalo ini nadanya dan auranya masih sama kaya yang bait pertama. Waktu ngucapin kata “seperti peri“ untung bisa kedengeran dengan jelas kalo dia ngomong kata “peri”, bukan peci. Ntar jadinya malah “you say aku seperti peci”. Loh emang apa hubungannya peci sama lagu ini?

Baby please please

Don’t play on me

Baby please please

Love me love me

Ini udah masuk ke bagian bridge. Sekali lagi, lirik British masih tetep dominan di lagu ini. Don’t play on me tuh artinya apa ya? Jangan main2 dengan ku bukan? Ah whatever, let’s move to the reff section of this song.

Baby baby my baby

You drive me crazy

Baby baby my baby

My heart is beating honey

Baby baby my baby

Please say you love me

Baby baby my baby

Baby mmuuuaaacch…

Naaaah… Seperti biasa, lagu2 Cincyah Laurah selalu “nampol” di bagian reffnya. Beneran deh, maknyuss banget. Dengerin bagian reff lagu ini serasa makan cumi goreng tepung di toko material. Loh emangnya ada?

Kalo kita dengerin, reff lagu ini still use British’ as its main languange. The Indonesia’s only showing in the little part of the opening section. Wuaduh apaan nih, kok gue jadi ikut2an ber-British ria? Yah, sebagaimana lagu Cincyah sebelumnya yang berjudul Oh Baby, bagian reff di kedua lagu ini sama2 make bahasanya orang Bule sana. Bahkan bukan cuma di 2 lagu ini, tapi di lagu yang satu lagi yang We Can Do It juga bagian reffnya sama2 make bahasa Inggris. Aduh, dimana Nasionalisme mu, Cincyah?

Yah sebagai seekor Indo, emang lebih enak sih kalo ngomongnya pake bahasa British juga. Tapi untuk selanjutnya, usahain supaya lebih sering menggunakan bahasa Indonesia ya, kan kita ini adalah Bangsa Indonesia. Untuk 3 lagu ini, nggak apa2 kalo lebih dominan menggunakan bahasa British, gue maapin kok. Tapi besok2 jangan diulangin lagi ya… Idih emang gue siapa, seenaknya maksa2. Huehehehe…

Dan bait reff dari lagu tersebut ditutup dengan sebuah kecupan dari si Cincyah. Baby, mmuuuuaaaaach… Uuuaaaaah senangnya… Mmmuuuuaaach juga buat kamu Cincyah. Hueeeeek…

Duk tak duk duk tak

duk duk tak duk duk tak

Abis reff, musiknya balik lagi ke bagian awal. Dan kalo kita perhatiin, ketukan drumnya dari awal sampe akhir nggak berubah lho, gitu2 doank. Tapi nggak masalah, yang penting enak buat goyang dan jejingkrakan.

You say aku seperti putri

Yang kau cari selama ini

Ini nadanya sama kaya di bagian awal tadi. Cuma ada sedikit improvisasi aja biar nggak kedengeran monoton. Terus lanjut ke bagian bridge dan masuk ke reff lagi. Dan seperti biasa, ketika udah masuk reff yang kedua, bibir gue ini juga mulai ikut2an mendendangkan liriknya. Langsung enjoy gue. Bahkan kalo nggak malu, gue bakalan langsung goyang dan joget2 ngikutin gaya si Cincyah saat itu juga. Untung waktu itu lagi banyak orang, jadi gue membatalkan niat gue buat ngedance deh.

Baby baby my baby

You drive me crazy

Baby baby my baby

My heart is beating honey

Baby baby my baby

Please say you love me

Baby baby my baby

Baby mmuuuaaacch…

Huahahahahaha… Puas gue nyanyi2 ini lagu. Enak buat dinyanyiin, enak buat goyang, dan enak buat dimasak pake bumbu kecap. Akhir kata, mari kita tunggu lagu2 Cincyah Laurah berikutnya. Dan ingat selalu, jangan pernah beli bajakan! Dapatkan kaset dan cd-nya di tukang sayur terdekat! Huek gaya banget gue ngingetin kaya gini, padahal di laptop gue lagu2nya juga bajakan kok. Video klipnya juga cuma modal download gratisan. Udah gitu yang download juga bukan gue tapi temen gue. Gue cuma ngopi file nya aja. Huh dasar anak muda Indonesia jaman sekarang…

Dan pertanyaan penutup kita masih selalu sama. Lagu ini diciptain sama siapa ya?

DesaIgatulo

DESA IPA 3

(Desaku, Desamu, Desa Kita Semua)

Alkisah pada zaman dahulu kala dimana pada zaman itu harga BBM sedang membumbung tinggi, korupsi merajalela dan kasus formalin menjadi berita utama, tersebutlah sebuah desa yang bernama Desa IGATULO (Ipa tiGA giTU Looooch…). Desa yang memiliki slogan “Kita Bisa Karena Doa Ibu” ini adalah sebuah desa yang sejahtera. Desa ini tidak kenal dengan kata “kemiskinan”, karena mereka memang belum berkenalan. Kesejahteraan di desa ini tidak lepas dari peran 2 orang sesepuh desa, yaitu Eyang Supy dan Mbah Lisydah yang menanggung kebutuhan hidup seluruh penduduk desa. Mereka memiliki uang untuk menghidupi penduduk desa dari hasil mengekspor jamur Igatulo yang ditanam di kebun mereka. Jamur Igatulo adalah jamur legendaris yang harga jualnya setara dengan gaji mingguan seorang David Beckham. Konon, barangsiapa yang memakan jamur ini akan membuatnya menjadi awet muda, karena jamur ini dapat membuat yang memakannya menjadi suka tertawa2 sendiri.

Sampai suatu hari, kedua sesepuh desa ini menyadari bahwa perbuatan mereka hanya akan membuat penduduk desa menjadi manja. Akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan desa ini sementara waktu. Kepada penduduk desa, mereka berkata bahwa mereka akan pergi untuk menunaikan ibadah haji di Las Vegas (naik haji apa main judi?) dan sekalian menjenguk cucu-cucu mereka, Ariyadhul Qolbi dan Sri Yantih disana. Selama kepergiannya, diharapkan penduduk desa mampu berusaha untuk hidup mandiri, sebagai persiapan untuk menghadapi globalisasi dan perdagangan bebas di masa mendatang.

Sepeninggal sesepuh desa, pengurus desa yang terdiri dari Rizqi MM selaku Kepala Desa, Emak Tyas selaku Sekretaris Desa dan Teteh Merlyn selaku Bendahara Desa, serta pengurus KUD yang terdiri dari Andi Rusmia selaku Kepala KUD, Marchi Chiponk selaku Bendahara KUD dan Yulian Lis selaku Sekretaris KUD mengadakan sidang istimewa. Menurut mereka, untuk memulai usaha dibutuhkan modal. Akhirnya mereka sepakat untuk meminjam modal ke rentenir.

Berangkatlah mereka menghadap Mami Deasy, seorang rentenir yang sudah malang-melintang di dunia lintah darat. Dengan dikawal 2 orang bodyguardnya yang bernama C-Kink dan Karnanim, Mami Deasy bersedia untuk memberikan pinjaman dengan bunga bangkai, eh maksudnya denga bunga yang sangat tinggi.

Kemudian pengurus desa dan pengurus KUD memberikan modal itu kepada 7 orang petani desa yang bernama Dalih DW, Anin Emon, Noi, Ditha, Cihuy, Yulita, Yulianti Ma’e dan Silmina Upay untuk bertani. Sisanya diberikan kepada 2 orang ahli ternak di desa tersebut, yaitu Dicky Baba, seorang Sarjana Ilmu Domba Garut dan Mevieta, alumnus IPB jurusan Ternak Lou-Han untuk beternak.

6 bulan telah berlalu, namun mereka belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Para perani mengalami gagal panen karena tanaman padi mereka terkena penyakit HIV AIDS yang belum ada obatnya. Begitu juga dengan para peternak. Ilmu mereka tidak banyak terpakai karena di desa ini mereka beternak kambing, bukan domba Garut ataupun ikan Lou-Han.

Tiba2, Mami Deasy dan 2 orang bodyguardnya datang ke desa tersebut. Mereka menghampiri Kepala Desa dan menagih utangnya. Namun Kepala Desa tidak mampu membayarnya saat ini. Beliau meminta supaya waktu pelunasannya ditangguhkan lagi. Mami Deasy marah mendengar hal ini. Lalu dia mengancam akan mengacaukan Desa Igatulo jika Kepala Desa tidak segera melunasi utangnya.

Keesokan harinya, datang 3 orang preman utusan Mami Deasy. Mereka adalah Tsoekoy, preman dari Taman Lawang, Gesa Culix, preman dari Jeruk Purut dan Aryo, pentolan SD Anyelir Tanpa ba-bi-bi, mereka langsung menghajar penduduk desa yang mereka temui sampai babak belur. Setelah puas, mereka pun pergi dengan santai seakan tidak punya dosa.

Penduduk desa yang terluka segera mendatangi puskesmas desa. Puskesmas ini memiliki 4 orang dokter yang terdiri dari 2 dokter umum, yatu Dr. Fikri Afis dan Dr. Nisa Falas, serta 2 doktor spesialis yaitu Dr. Hendry Tandow sebagai Dokter Spesialis Kandungan Perawan dan Dr. Cinet Idznillah sebagai Dokter Spesialis Pertumbuhan Tulang dan Gigi. Mereka merawa penduduk desa dengan Jujur dan Tulus seperti lagunya Radja, tak peduli apakah penduduk desa mampu membayar atau tidak, karena motto puskesmas ini adalah “Sembuh Duluan Bayar Belakangan”. Dalam tempo dan waktu yang sesingkat2nya, penduduk desa pun sembuh dan siap bekerja kembali.

Suatu hari, desa ini kedatangan 2 orang ilmuwan. Mereka adalah Anton, peraih nobel bidang Biokimia dan Elsha, seorang Sarjana Ilmu Kambing. Anton adalah orang yang berhasil menemukan bibit padi unggul, yaitu bibit padi yang anti hama, anti serangga, anti ketombe, anti lecek, anti virus, anti suap dan anti korupsi. Sedangkan Elsha adalah ilmuwan yang sangat menguasai dunia perkambingan. Hal ini tidak aneh untuknya, karena kalau kita lihat KTP-nya, kita akan mengerti mengapa dia mampu menguasai ilmu kambing karena dia memang dilahirkan di kandang kambing.

Dengan kehadiran mereka berdua, pertanian dan peternakan Desa Igatulo berkembang dengan cepat. Dalam waktu singkat, Desa Igatulo telah menjadi sebuah desa yang maju. Hal ini menarik minat TNI untuk mengadakan program TNI Masuk Desa. Maka dikirimlah pasukan TNI dari Batalyon Celepuk di bawah pimpinan Kolonel Thoyib. Dibantu kelima anak buahnya yang bernama Fikri Cham2, Angga Tepe, Lia Kampleng, Maya dan Zeni, mereka bertugas mengamankan desa dari serangan luar. Meskipun mereka adalah pasukan TNI, tetapi mereka semua punya satu cita2 yaitu “MERDEKA PALESTINA”.

Di antara anak buah Kolonel Thoyib ada seorang yang merupakan pengantin baru, yaitu Zeni. Sebagaimana pengantin baru lainnya yang tak mau jauh2 dari pasangannya, Zeni pun membawa suaminya yang bernama Atthar untuk ikut menetap di desa ini. Sebagai seorang suami, adalah hal yang memalukan jka seorang suami tidak mempunyai pekerjaan. Karena itulah Atthar mendirikan home industy ukir2an kayu yang bernama “Atthar’s Wood Graffity”. Lalu ia merekrut 2 orang petani yaitu Silmina Upay dan Anin Emon sebagai asistennya.

Dengan semakin berkembangnya sektor pertanian dan peternakan serta masuknya TNI dan adanya pengrajin ukir2an kayu, kini desa Igatulo telah benar2 maju. Roda perekonomian KUD berjalan dengan lancar. Pengurus desa senang melihat semua ini.

Berita tentang kemajuan Desa Igatulo terdengar sampai telinga Mami Deasy. Bersama 2 orang bodyguardnya dan 3 orang preman utusannya, mereka datang kembali untuk menagih utang yang dulu. Kepala Desa pun melunasi utangnya sebesar yag pernah dipinjam dulu. Namun Mami Deasy menolak. Ia marah karena Kepala Desa tidak membayar bunga dari utangnya. Dan Mami Deasy menjadi lebih marah lagi karena Kepala Desa membayar bunganya dengan bunga mawar, padahal Mami Deasy kan lebih suka bunga melati. Lalu Mami Deasy menyuruh 3 orang preman utusannya untuk menghajar penduduk desa.

Melihat hal tersebut, pasukan TNI dari Batalyon Celepuk tidak tinggal diam. Di bawah pimpinan Kolonel Thoyib, mereka membalas serangan preman tersebut. Terjadilah pertempuran sengit antara pihak preman dengan pihak TNI. Dalam pertempuran yang berlangsung selama 7 hari ini, diperkrakan sedkitnya 40.000 pasukan blok sekutu tewas dan 35.000 pasukan blok sentral juga tewas serta 65.000 orang lainnya luka2 (bo’ong banget). Saking dahsyatnya pertempuran ini sampai2 merusak kebun jamur milik sesepuh desa.

Tiba2, dari kejauhan terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an surat Al-Hujuraat ayat 10 yang artinya : “Sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih…” Mendengar itu, mereka yang sedang berkelah imenjadi terdiam, menghayati kata demi kata firman Allah swt tersebut. Ternyata, ayat itu dilantunkan oleh Ustadz Diaz SP S.Ag, yang namanya tercantum dalam Guiness World of Record karena mampu tawaf (mengitari Ka’bah) 70 putaran non stop. Ia datang bersama 4 orang istrinya yaitu Rani, Wieke, Nurul dan Betty. Mereka berlima adalah pengurus Pondok Pesantren Keong Puyeng.

Lalu, mereka mendamaikan kedua belah pihak yang berseteru. Tak lupa, Ustadz Diaz SP S.Ag juga mengingatkan Mami Deasy untuk meninggalkan profesinya sebagai rentenir, karena rentenir itu pemakan riba dan riba itu haram. Dalilnya adalah Al-Qur’an surat Al-Bawarah ayat 275 yang artinya : “…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” Mendengar itu, Mami Deasy pun bertobat dan meninggalkan profesinya sebagai lintah darat untuk beralih profesi sebagai buaya darat.

Kemudian mereka semua bersalam2an, bermaaf2an dan berpeluk2an seperti di film India. Tak ada lagi rasa permusuhan diantara mereka. Semua telah berakhir. Saatnya untuk membangun desa ini menjadi lebih baik lagi, seperti kata Pak SBY “Bersama Kita Bisa!” Akhirnya, cerita ini berakhir dengan happy ending. Uuuuh… Senangnya…

TAMAT

Tiba2 dari kejauhan datang 2 orang yang sepertinya sudah tidak asing lagi. Mata mereka menyiratkan kemarahan yang amat sangat. Siapa mereka? Ya benar, kedua orang tersebut adalah “kau-tahu-siapa” dan “dia yang namanya tak boleh disebut”, yaitu Eyang Supi dan Mbah Lisydah. Mereka berdua sangat marah karena kebun jamur mereka telah porak-poranda. Tanpa ampun lagi, mereka menghukum seluruh penduduk desa dengan hukman yang setimpal, yaitu “Dimasak dalam Panci Mendidih”. Iiiiih… Syereeeeem…

copyright

2006

product registered

AdaApaDenganKucing

KCB #1

(Bukan “Ketika Cinta Bertasbih” tapi “Kucing Cuilik Berkalung”)

Rabu, 17 Ramadhan 1429 H / 17 September 2008 M

Sore hari di suatu tempat di Kota Jogjakarta, khususnya di ruang BEM KMFT UGM, aku sama Ketua BEM Teknik yang bernama, sebut saja “Mas Ayi” (memang nama sebenarnya), baru pulang dari membeli ta’jil buat buka puasa hari ini. Mas Ayi memarkir motornya di parkiran sebelah Timur BEM.

Di parkiran itu terlihat ada 2 ekor kucing yang lagi nongkrong di sela2 motor yang teparkir. Yang satu kucingnya udah agak gede. Yang satu lagi kucingnya masih kecil, plus ada kalung & lonceng nya. Si kucing kecil berkalung itu mendekat ke kaki ku. “Krincing krincing…” kira2 gitu bunyinya. Jangan protes lho…

Aku melangkah masuk ke ruang BEM. Kucing kuwi isih ngintili awak ku sing kuru iki (hwayo artinya apa…?). Di dalam BEM ada beberapa ekor makhluk, tapi aku agak lupa siapa aja, salah satunya adalah seekor manusia yang bernama, sebut saja Andhika (juga nama sebenarnya). Sampai pada akhirnya beberapa ekor makhluk tersebut mulai beranjak pergi meninggalkan ruang BEM, menyisakan 5 ekor anak manusia, yaitu aku sendiri, Mas Ayi, Dwinna, kembarannya Dwinna yang aku lupa namanya (kata Nadia sih namanya Kiki) dan seekor laki2 yang aku gak tau namanya.

Aku mulai membuka bungkusan batagor yang tadi baru dibeli buat ta’jil. 2 bungkus batagor itu kita geletakin di lantai beralaskan bungkus plastiknya, supaya bisa kita santap rame2. Tiba2 si kucing berkalung yang tadi ngintili aku dari luar, secara perlahan mulai berjalan dengan keempat kakinya dan keenam kumisnya mendekati batagor yang tergeletak. Hidungnya mengendus2 naik turun. “Ndus ndus…” kita anggap aja bunyinya kaya gitu. Jangan pada protes lagi lho…

Melihat hartanya terancam, Mas Ayi mencoba melindungi batagor itu dengan cara mencegah si kucing mendekat lebih dekat lagi ke batagornya. Si kucing kecil yang lemah dan tak berdaya itu gak bisa berkutik menghadapi tangan Mas Ayi yang kotor, panuan, kudisan dan banyak bulunya itu. Kucing itu pun mencoba mendekati bungkusan bubur ayam yang masih terbungkus rapi. Tapi kucing itu kayanya gak suka bubur ayam. Terbukti bubur ayam itu ditinggalkannya begitu saja. Mungkin dia sukanya sama bubur tikus kali ya…

Lalu kucing itu mencoba lagi mendekati batagor yang tergeletak. Dan lagi2, tangan Mas Ayi menghadangnya. Bahkan Mas Ayi gak segan untuk menggendong kucing itu keluar ruang BEM. Kami pun kembali menikmati batagor tersebut. Eh tapi si kucing gak mau kalah. Ia masuk lagi ke ruang BEM dan melangkah mendekati batagornya. Dan sekali lagi, Mas Ayi mulai menghalau kucing itu ke luar ruang BEM. Kucing itu masuk lagi. Digendong keluar lagi oleh Mas Ayi. Masuk lagi, dikeluarin lagi. Masuk lagi, dikeluarin lagi. Masuk lagi, dikeluarin lagi. Masuk lagi, dikeluarin lagi. Begitu seterusya sampe aku bosen nulisnya…

Singkat cerita setelah batagornya habis dan setelah melaksanakan Sholat Maghrib, ronde kedua dimulai, yaitu bubur ayam. Kucing tadi masih iseng masuk2 ke ruang BEM. Pun ketika aku dan Mas Ayi makan bubur ayam di ruang BEM, kucing itu mencoba untuk mengendus2nya. Lalu aku keluarkan sebutir kerupuk dan aku sodorkan ke moncong kucing itu. Kucing itu mendekatinya dan perlahan mulai memakannya. “Kraus kraus…” kurang lebih bunyinya kaya gitu.

Kerupuk itu dimakannya. Setelah abis, Mas Ayi mencoba membagi kerupuknya dengan si kucing. Tapi Alhamdulillah, si kucing tidak mau memakan kerupuknya Mas Ayi, malah membiarkannya tergeletak begitu saja. Wah kucing ini hebat juga ya, bisa ngebedain mana orang baik dan mana orang jahat. Huahahahahaha…

Jadilah aku dan Mas Ayi berbagi kerupuk buat si kucing, sementara bubur ayam nya masuk ke perut kami masing2. Setelah semua beres, aku meninggalkan ruang BEM untuk pulang ke kosan, meninggalkan Mas Ayi, seekor anak manusia yang aku lupa namanya dan kucing itu di ruang BEM.

Kamis, 18 Ramadhan 1429 H / 18 September 2008 M

Sekitar jam 11 siang, aku mau ke ruang BEM untuk sekedar nongkrong sembari berleha2. Baru nyampe di depannya, aku ketemu seekor anak manusia yang sebelomnya udah kita ketahui bernama Andhika. Andhika dengan tampangnya yang memelas dan penuh rasa iba serta bela sungkawa dan duka cita, berujar kepada ku,

“Mas, kucing yang kemaren udah pergi…”

Aku yang baru dateng dan gak ngerti apa2, mencoba untuk mempercepat sambungan koneksi ku dengan ucapan Andhika.

“Hah? Kucing yang mana, yang kemaren sore?”

“Iya Mas…”

“Emang kucingnya pergi ke mana?”

“Kucingnya pergi bukan untuk sementara, tapi untuk selamanya…”

Aku sedikit mikir. Pergi untuk selamanya? Pergi selamanya berarti ke mana ya? Ke Las Vegas? Gak mungkin. Ke planet Mars? Juga gak mungkin. Ke medan perang Afghanistan? Lebih gak mungkin. Masuk lagi ke dalem rahim ibunya? Tambah gak mungkin. Berarti kemungkinan terburuk adalah…

“Hah? Mati?”

“Iya Mas…”

Inna lillahi wa inna illaihi rajiuun… Telah berpulang ke rahmatullah, seekor kucing bin bapaknya kucing pada malam hari Rabu 17 September 2008.

Kata Andhika, menurut penuturan saksi mata bernama Fauzi dan Doni, mayat kucing itu ditemukan tergeletak tak berdaya dan bersimbah darah di lantai depan ruang BEM. Dari kondisinya, tim forensik berasumsi bahwa kucing itu meninggal akibat tertabrak, eh terlindas motor. Iya, di belakang ruang BEM emang ada parkiran motor. Dan mungkin salah satu dari motor yang melintas malam itu telah tanpa sengaja MEMBUNUH si kucing imut dan lucu tersebut. Dan Doni berinisiatif menguburkan kucing itu di tanah kosong di bawah pohon di belakang ruang BEM.

Ya apa mau dikata, kucing itu telah kembali ke pangkuan-Nya. Gak ada lagi kucing kecil imut yang akan mengendus2 makanan ku. Gak ada lagi kucing kecil imut yang bisa dielus2. Dan aku sangat menyesal karena di beberapa jam sebelum kematiannya, aku tidak berbagi bubur ayam ataupun batagor ku dengannya, hanya beberapa butir kerupuk saja, yang notabene kerupuk itu gak akan mengenyangkan perut melainkan hanya memperbanyak kentut… Duuuut… Ih bau…

KCB #2

(Bukan “Ketika Cinta Bertasbih” tapi “Kucing Cuilik Bulukan”)

Ini masih lanjutan dari cerita diatas. Masih di hari dan tanggal yang sama, sekitar jam 1-an aku meninggalkan ruang BEM dan kembali ke kosan dengan aura dan perasaan hati yang galau akibat ditinggal mati si kucing. Huiks huiks…

Sesampainya di kosan, setelah memarkir MyLovelySolBro, aku beranjak ke kamar. Persis di depan kamarku, tepatnya di kesetnya, ada seekor kucing kecil bulukan sedang tidur. Wah ada apa ini? Dari mana kucing ini berasal? Apakah kucing ini adalah reinkarnasi dari kucing yang baru aja mati tadi?

Tanpa berniat mengganggu kucing yang sedang bermimpi indah itu, aku membuka pintu secara perlahan. Lalu aku masuk ke dalem. Ternyata kucing itu terbangun. Kucing itu tampak kebingungan. Kepalanya menoleh kesana-kemari, seakan mencari2 sesuatu. Eh tiba2 kucing itu ikutan masuk ke dalem. Dia juga celingukan di dalem kamarku. Aku biarin aja tuh kucing menjelajahi kamar kos ku yang berukuran 5×3 meter ini.

Lama kuperhatikan, ternyata si kucing masih aja mondar-mandir gak jelas. Aku bingung apa yang dia cari. Terus aku inget kalo di depan kosan ku ada bekas makanan sisa sahur tadi pagi. Aku kan sahurnya pake catering, kaya di rantang2an gitu. Dan siang ini rantangnya belom diambil sama si pemilik cateringnya, masih tergeletak di depan kosan. Aku gendong kucing itu ke depan kosan dan aku sodorkan kucing itu ke rantang tadi. Kucing itu terlihat mengendus2 dan kemudian ia mencomot cabe ijo yang tersisa. Aduh, kok ngambilnya cabe sih…

Lalu aku masuk lagi ke dalem dan selanjutnya aku tidur2an di kamar sambil membaca koran. Eh si kucing juga ikutan masuk ke dalem, ditinggalkannya makanan yang masih tergeletak di depan. Kucing itu masih tetep mondar-mandir gak jelas mengitari kamar kos ku. Karena gemes, akhirnya aku gak tega ngebiarin kucing itu sendirian. Aku gendong kucing itu dan aku taro di dada ku, samentara posisi ku sendiri masih tiduran sambil baca koran “Republika”.

Si kucing sekarang lagi celingukan di dada ku. Mungkin dalam hati ia mikir, ini badan orang apa mayat busuk, kok bau banget. Aku elus2 kucing itu. Puss puss meooong…

Dalam posisi sedeket ini, aku perhatiin kalo teryata mata kiri kucing itu gak pernah kedip. Gak tau kenapa, tapi cuma mata kanannya aja yang suka kedip, mata kirinya gak pernah. Muka nya juga penuh dengan dempul dan tambalan, kaya abis dari bengkel. Eh maksudnya banyak koreng dan bekas luka gitu. Intinya gak mulus lah, gak kaya model2 iklan Ponds atau Biore yang kulitnya pada PuBer putih bersih itu.

Kucing itu bergerak perlahan. Dia berjalan perlahan mendekat ke arah kepala ku. Sampai pada akhirnya kepala si kucing itu menyentuh dagu ku yang penuh dengan jenggot. Ya udah iseng2 aku gerak2in aja kepala ku, aku elus2 si kucing dengan jenggot ku. Eh si kucingnya malah kesenengan.Dia langsung rebahan dan mulai tidur di deket jenggot ku. Waduh ini kucing menjajah tempatnya malaikat yang senantiasa gelantungan di jenggot ku nih.

Selesai baca koran, aku beranjak ke toilet buat cuci muka melepas panas di siang bulan Ramadhan ini, setelah sebelomnya aku angkat dan aku gendong kucing itu yang tadi tidur di dada ku. Setelah aku masuk ke dalem toilet dengan pintu yang kubiarkan terbuka, lagi2 kucing itu ikutan mengintili aku ke dalem toilet. Kucing itu, sekali lagi, mondar-mandir gak jelas di dalem toilet. Mau nyari apa Pus, mau nyari tinja?

Dari gosip2 yang aku denger dari ibu2 tukang gosip, katanya kucing tuh gak suka air. Iseng2 aku cipratin air dikit2 ke badan kucing itu. Kucing itu fine2 aja kok, cuma ngegeleng2 dikit sekedar membersihkan air dari badannya. Ah terbukti gosip tetaplah gosip selama ia masih menjadi gosip dan akan tetap menjadi gosip…

Supaya gak ngenganggu, aku gendong kucing itu keluar. Persis di depan pintu toilet, kucing itu mulai merunduk mengendus2 seperti biasa. Dan tiba2 kucing itu mulai meminum air yang masih tergenang di kamar mandi ku. Gluk gluk gluk gluk… Anggap aja bunyinya kaya gitu.

Aku turut prihatin dan berduka cita atas keadaan si kucing ini. Niat ku sih mau ngasi kucing ini air beneran, bahkan susu kalo perlu. Tapi sedihnya, pada saat itu air galon ku udah abis. Ya udah deh, aku biarin kucing itu minum air genangan dengan sendirinya. Untuk memudahkan, aku ambil air dari ember pake gayung terus aku sodorin ke kucing itu. Akhirnya kucing itu pun minum air dari gayung tersebut. Betapa sedihnya nasibmu wahai kucing kecil…

Selepas dari toilet aku balik lagi tidur2an di kamar untuk sekedar melepas lelah. Kucing itu masih tetep ngikutin aku. Dia tinggalin segayung air yang tadi aku kasih. Ya udah deh sambil tiduran, aku gendong kucing itu dan aku taro lagi di dada ku. Aku pun mencoba memejamkan mata seupaya tidur, dengan seekor kucing kecil yang juga lagi tiduran di dada ku. Wah pokoknya kita udah kaya anak kembar deh.

Lagi enak2 tiduran, tiba2 di depan kamar kos ku terdengar suara beberapa orang anak kecil. Mereka ngomong2 apa gitu, gak jelas. Terus salah seorang dari mereka berteriak2 memanggil,

“Mas… Mas…”

Kata2 “Mas” diatas tuh diucapkan dengan teriak lho, bukan dengan bisikan lembut kaya ayam2 yang suka nongkrong malem2 di pinggir jalan. Hwayo ayam apa tuh?

Aku yang kepedean dan merasa bahwa panggilan “Mas” itu ditujukan buat ku, segera bangkit dari tidur ku. Lalu aku keluar kamar menemui mereka, yang ternyata ada 3 ekor anak kecil.

“Mas liat kucing kecil gak?” ujar salah seorang dari mereka dengan logat khas Jogjakarta.

“Oh kucing kecil? Sebentar ya…,” jawabku. Lalu aku melangkah ke dalam kamar dan menggendong kucing yang tadi tiduran di dada ku. Mungkin kucing ini yang mereka maksud. Aku gendong kucing itu dan aku bawa tunjukin ke mereka.

“Kucing ini Dek?”

“Iya Mas…”

Aku menyodorkan kucing itu ke mereka. Salah seorang dari mereka mengambilnya dan langsung mengelus2nya. Untuk menyejajarkan badanku yang 2 kali lebih tinggi dari mereka, aku duduk lesehan di depan kamar kos ku.

“Ini kucing kamu Dek?” tanyaku yang merasa paling tua sendiri di antara mereka. Ya iyalah…

“Bukan Mas, tadi nemu.”

“Oh ya udah kamu ambil aja.”

“Gak usah Mas, dititipin di sini aja.”

Hah nitip? Lalu kami berempat mulai duduk bersama dengan posisi mereka bertiga di hadapan ku. Ih jadi kaya orang mentoring aja.

Aku mulai bertanya2 tentang asal-usul kucing ini kepada mereka. Aku juga bercerita gimana awalnya kucing ini bisa ada di kamarku. Mereka yang belakangan diketahui masing2 kelas 2 SD, 3 SD dan 4 SD pun menjawabnya dengan penuh antusias. Ternyata mereka nemu kucing itu di jalan, deket rumah mereka. Niatnya mau mereka pelihara, tapi mereka udah gak boleh melihara kucing lagi sama keluarganya. Sampe pada akhirnya kucing yang mereka kasi nama “Pussy” ini terdampar di depan kamarku, yang membuat mereka mengejarnya sampe kesini.

Tapi obrolan kami gak cuma itu doank. Mereka juga cerita banyak tentang kucing2 lainnya yang pernah singgah di hati mereka. Ada kucing lucu yang warnanya kuning, ada kucing yang diusir dari rumah salah seorang dari mereka, dan ada kucing yang mereka beri nama “Ben”. Hah, Ben? Kucing kok namanya Ben? Yah gak apa2 namanya juga anak kecil… Sekalian aja ntar kucingnya dikasi nama Charlie, Freddy, Bambang atau Fernando Jose.

Ada kiranya 1 jam aku ngobrol sama anak2 itu, mulai dari masalah kucing sampe hal2 lainnya. Sampe pada akhirnya adzan Ashar berkumandang dan aku terpaksa mengusir mereka untuk pulang ke rumah masing2. Lalu mereka pun pulang, sedangkan si kucing ditinggal dan dititipkan di kosan ku.

Selepas mereka pulang dan aku sholat Ashar, aku berniat untuk melanjutkan tidur siang ku yang tadi sempet terganggu. Aku pun merebahkan diri ku untuk tiduran, menyusul si kucing kecil yang udah tidur duluan di atas karpet kamar ku.

+- 20 menit kemudian aku terbangun. Kucing itu masih tertidur di deket pinggang ku. Tanpa berniat mengganggu tidurnya, aku bangun secara perlahan dan bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan berdandan. Waktu lagi cuci muka dan sikat gigi, tiba2 kucing itu ikutan masuk ke kamar mandi dan melintas di bawah kaki ku. Aduh pussy, kenapa diri mu selalu mengintili kemana pun aku melangkah?

Akhirnya aku gendong kucing itu ke luar kamar mandi dan aku berikan segayung air keran buat dia melepas dahaga. Selesai cuci muka plus dandan, aku bergegas untuk berangkat ke kampus, mau ada meeting sama anak2 BEM. Tapi aku bingung juga, ketika aku pergi nanti ini kucing mau diapain. Diapain ya enaknya? Dibawa ke BEM? Ditinggal di dalem kamar sendirian? Di lempar ke penggorengannya abang2 burjo? Atau mau disembelih di angkringan buat dijadiin nasi kucing? Selama ini kan cuma sebutannya aja yang nasi kucing, padahal lauknya mah cuma tempe sama teri gak ada kucing2nya pisan. Gimana kalo dibikin nasi kucing dalam makna sebenarnya, yaitu nasi dengan kucing goreng sebagai lauknya? Hiiiii…..

Balik lagi ke bahasan awal. Lalu aku putuskan untuk meninggalkan kucing itu di depan kosan ku aja. Aku gendong kucing itu keluar kamar dan aku taro di deket rantang bekas saur tadi pagi. Aku sodorin rantangnya ke kucing itu. Dan kucing itu pun mencomot sisa perkedel yang ada di sana. Nah gitu donk makannya perkedel, jangan cabe…

Selagi kucing itu makan, aku bergegas masuk ke dalem mobil. Ketika pintu mobil aku tutup, kucing itu sedikit tersentak. Lalu dia menghentikan makannya dan ganti menoleh ke arah ku yang udah duduk manis di balik setir. Kucing itu menatap ku kosong, seakan ada sesuatu yang ia pikirkan. Seakan2 kucing itu gak mau berpisah dengan ku, pengen selalu bersama2 dengan ku kapanpun dimanapun di setiap suka maupun duka. Co cwiit…

Aku juga gak tega ngeliatnya. Kucing itu menatap penuh harap ke arahku, Aku balas menatap ke arahnya. Aduh gimana nih… Kapan lagi aku bisa bercengkrama sepuas2nya dengan seekor kucing, mengingat di rumahku di Depok aku gak diperbolehkan melihara kucing. Akhirnya kaki ku bergerak menekan pedal gas dan aku meninggalkan kucing itu sendirian di depan kamar kos ku dengan mata yang masih menatap ke arah mobilku. Goodbye kucing ku sayang. Ku pasrahkan nasib kita kepada Zat Yang Maha Berkehendak. Jika masih ada umur, tentu Dia akan mempertemukan kita kembali suatu hari nanti. Dan mobilku pun melaju meninggalkan kosan ku.

Singkat cerita, malamnya aku baru pulang ke kosan. Aku berharap kucing itu sedang tertidur di keset depan kamar ku sebagaimana keadaan di siang tadi. Tapi harapan ku ternyata hanya tinggal harapan. Tak ada siapapun yang lagi ngorok di atas keset tersebut. Aku menengok ke sekeliling, mencari2 kiranya si kucing masih berada di sekitar sini. Tapi hasilnya nihil, kucing itu gak ada di sekitar sini. Hanya ada hembusan angin malam yang semilir menusuk kalbu, yang menjadi saksi kemana perginya kucing itu…

LaguCintaLaura

Wahai segenap manusia di seluruh penjuru dunia di manapun kalian berada, pernahkah kalian mengenal seekor makhluk yang bernama Cinta Laura? Pernahkah? Kenalkah? Pernah kenal kah? Kalo gak kenal ya gak apa2, gitu aja kok repot…

Baru2 ini gw denger2 Cinta Laura banting bibir jadi seekor penyanyi. Lagunya udah sering diputer dimana2 dan udah masuk chart juga katanya. Tapi gw belom pernah denger, itu lagu kaya gimana sih kok sampe bisa masuk chart segala. Maklum lah, gw sebagai seekor aktivis gak punya waktu buat nonton tivi2 kaya gitu yang sebagian besar acaranya berisi SAMPAH semua.

Sampe pada akhirnya pada suatu kebetulan yang sudah ditakdirkan di dalam Lauh Mahfudz, akhirnya rasa penasaran gw terobati juga. Waktu itu kebetulan gw lagi minjem flashdisk nya salah seekor anak Teknik Nuklir yang bernama Satria Prahara buat ngopi surat perijinan penambahan SKS. Terus waktu iseng2 gw buka flashdisknya, ternyata di dalemnya ada lagu2 Indonesia terbaru, salah satunya adalah lagunya Cinta Laura yang berjudul “Oh Baby”. Ya udah tanpa menunggu kiamat dateng, langsung gw copy dan langsung gw dengarin dengan saksama dan dalam tempo dan waktu yang sesingkat2nya.

Secara pribadi gw penasaran dengan lagunya Cinta Laura ini. Si Cinta Laura yang punya bibir ajaib yang awalnya terkenal sebagai pemain sinetron, kini mulai merambah ke dunia tarik suara. Emangnya dia bisa nyanyi? Ya makanya gw penasaran. Tapi sebelomnya gw udah pernah denger salah satu lagunya Cinta Laura. Yang judulnya “Becyek” itu lho, yang liriknya cuma tediri dari kata2 Ujyan, Macyet, Becyek, dan Oujyek doank. Itu juga paling cuma ulah usil seseorang yang iseng me-remix kata2 tesebut.

Nah di kesempatan ini setelah gw berhasil mengcopy lagu tersebut dengan sukses dan mendengarkannya dengan seksama, maka terketuklah hati gw yang lemah lembut ini untuk sedikit berkomentar tentang lagu “Oh Baby” nya Cinta Laura. Mau tau seperti apa? Let’s get it on..

Duk tak duk… Tak duk duk tak duk…

Tonet tonet…

Duk tak duk… Tak duk duk tak duk…

Tonet tonet…

Ih bunyi apaan tuh? Anggap aja mewakili bunyi2an instrumen musik. Jangan protes ya.

Lagu ini dibuka dengan dentuman drum dan sedikit betotan bass dan gitar yang beraroma minor. Wah ini lagu pasti nuansanya RnB banget. Itu komentar gw waktu pertama kali denger lagu ini. Lalu suara ajaib Cinta Laura dari bibirnya yang juga gak kalah ajaibnya itu mulai membahana.

Kau bikin pusing tujuh keliling

Buat aku mabuk kepayang

Gayamu cool dan seksi

Bla bla bla bla bla bla

Itu tadi lirik dari bait pertama lagu ini, masih dengan nada2 minor dan nuansa RnB. Lumayan juga, suaranya lembut2 tipis gitu. Terbayang lah jenis suara kaya gitu bisa keluar dari bibir seekor Cinta Laura. Tapi lirik tersebut ada yang gw tulis bla bla bla bla bla. Kenapa demikian? Soalnya gw masih gak jelas, waktu di bagian itu si Cinta Laura ngomong apaan. Dengan bibirnya yang berkarakter itu, gw gak tau kalimat apa yang dia ucapkan di situ, apakah bahasa Indonesia, apakah bahasa British atau mungkin emang sebenernya dia lagi kumur2. Kalo ada yang tau, tolong kasitau gw ya…

Kau sihir aku yang sedang kosong

Disaat aku butuh cinta

Mantra-mantra dahsyatmu

Menarik aku yang sendiri

Memang lagi putus cinta

Itu bait keduanya. Auranya masih sama kaya bait pertama, cuma liriknya udah lumayan bisa gw tangkep meskipun gw harus bekerja keras untuk mendapatkan kata2 apa yang keluar dari bibir ajaib Cinta Laura.

Katakan katakan kau sungguh-sungguh

Hanyalah aku di dalam hatimu

Katakan katakan kau cinta aku

Untuk selamanya kau jadi milikku

Kalo yang ini udah bagian bridge nya, satu bagian sebelom reff. Disini nadanya udah mulai bernuansa mayor dan agak2 ngepop, gak minor lagi kaya di bagian awal. Pas nyampe sini gw langsung enjoy. Wah ini lagu ternyata enak juga ya. Ditambah lagi dengan suaranya si Cinta Laura yang lembut2 tipis gak jelas, yang membuat bulu kuduk gw semakin merinding. Hah merinding? Emangnya kuntilanak?

I don’t wanna lose you

Yes I wanna hold you

I don’t wanna make you

Make you sad and make you cry

Oke, kita sampe di bagian reffnya. Dan you know what? Gw INTEREST banget sama reff dari lagu ini! Interest disini maksudnya “tertarik” lho, bukan “bunga bank”, soalnya bunga bank itu kan riba dan riba itu haram. Terus apa hubungannya bunga bank dengan lagu ini? Ya gak ada lah…

Iya, secara jujur gw kaget begitu denger bagian reff dari lagu ini, bener2 maknyuss banget. Musiknya mengalun santai, dengan nada2 mayornya yang seakan mampu menutupi nada2 minor di awal lagu ini. Aura RnB yang disajikan di awal lagu telah hilang dan tergantikan dengan nuansa pop yang ada di bagian reff ini. Ditambah dengan lirik lagu yang menggunakan bahasa British yang sesuai dengan karakter dan bentuk serta spesifikasi bibir seekor Cinta Laura, membuatnya semakin enak didenger. Apalagi suaranya Cinta Laura juga gak terlalu jelek kok, mengingat beliau dikaruniai bibir yang unik seperti itu.

Plus, gw agak bingung dengan nuansa yang disuguhi di bagian reff ini. Musiknya cuma terdiri dari ketukan bunyi drum, betotan bass serta semacam sound efek yang kayanya berasal dari keyboard ditambah sedikit melodi. Musiknya bener2 minimalis. Kalo kata orang2 arsitek, “Modern Minimalis”, meskpun gw sendiri juga gak tau artinya apaan. Ya intinya di bagian reff ini musiknya minimalis tapi punya suatu nuansa yang berbeda yang gak bisa diungkapkan denga suara kentut.

Oh baby baby baby

Setelah reff, lagu ini kembali kaya bagian awalnya, balik lagi ke nada2 minor dengan sedikit genjrengan gitar. Sementara Cinta Laura nya sendiri mengucapkan lirik Oh baby baby ditambah dengan suara latarnya yang mencoba berimprovisasi, mengingatkan gw dengan Britney Spears, Christina Aguilera atau Laela Sari saat di masa jayanya dulu. Ih kenapa ada Laela Sari segala?

Selanjutnya lagu ini ngulang lagi dari awal. Gw mulai bisa menikmati lagu ini secara holistik dan menyeluruh. Taapi bakalan lebih terasa lagi kalo Cinta Laura nya nyanyiin lagu ini secara langsung di depan mata kepala gw sendiri. Wuaouw… Dan ketika sampe bagian reff untuk kedua kalinya, bibir gw yang gak se-seksi bibir Cinta Laura ini pun inkut bersenandung pelan.

I don’t wanna lose you

Yes I wanna hold you

I don’t wanna make you

Make you sad and make you cry

Yuk yah. Secara keseluruhan, gw ucapkan SELAMAT atas keberhasilan Cinta Laura dan rekan2nya yang terlibat dalam lagu ini yang telah mampu membuat gw menyisihkan sebagian umur di dalam hidup gw hanya untuk menulis secuil komentar tentang lagu “Oh Baby” ini. Go Cinta Laura, Go! Biarlah kafilah berlalu, anjing tetap menggonggong. Eh kebalik ya? Whatever lah. Yang penting, intinya gw suka lagu ini. Hohohohoho….

Oh iya. Ada yang tau gak, yang nyiptain lagu ini tuh siapa ya? Ahmad Dhani bukan?

BirokrasiToilet

Beberapa waktu yang lalu yang gw lupa kapan tanggal pastinya, gw berdua bersama seekor anak manusia yang bernama Hasan Al Mufarrid Drihim sedang berada di gedung pusat Universitas Gadjah Mada. Tujuan kedatangan kami disini adalah untuk minjem duit ke LPPM (gw lupa kepanjangannya apa, kalo gak salah Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) sebagai modal buat memulai usahanya Hasan. Hah emang si Hasan mau usaha apaan? Panti pijet plus2? Juragan becak? Apa usaha penyewaan tuyul? Weits gak gitu juga sih. Kita cari tau jawabannya di paragraf setelah ini.

Hasan yang akrab dipanggil dengan panggilan “Wati”, eh maksudnya “Ochan” punya sebuah company atau perusahaan yang bernama MnG Group. MnG disini merupakan kependekan dari kata Man-Gatsu, yang diambil dari bahasa Jepang yang artinya Bulan Purnama. Tapi kalo dipelesetin ke dalam bahasa Indonesia, MnG disini berarti kependekan dari MbangunNegoro, yang merupakan pelesetan dari slogan perusahaan ini yang berbunyi “Bangun Indonesia!”. Sampe hari ini masih belom jelas MnG ini perusahaan yang bergerak di bidang apa, apa di bidang perdagangan, event organizer, konveksi atau penyalur TKI.

Untuk MnG dibahas kapan2 lagi ya, karena itu bukan point dari cerita kali ini. Nah sekarang kita balik lagi ke 2 ekor makhluk IMUT yang sedang berada di gedung pusat UGM. Eh maap salah, bukan 2 makhluk imut, tapi seekor makhluk IMUT (yang bernama C-Kink) dan seekor warga Situbondo. Di gedung pusat ini gw ketemu sama pegawai LPPM yang bernama Mbak Linda.

Sebenernya nama asli beliau tuh bukan Linda lho, tapi Rika. Terus kenapa dipanggil Linda? Soalnya, dimana2 kalo kita minjem duit pasti balikinnya gak pernah sama persis dengan jumlah nominal yang kita pinjem, melainkan lebih banyak atau sedikit lebih banyak (intinya lebih banyak lah). Kata si Mbak Linda, eh Mbak Rika, duit lebihnya itu dipake buat biaya administrasi dan segala macem. Kita minjem duitnya sekitar 3 jutaan. Balikinnya bisa secara berkala tiap bulan. Tapi, tiap ngebalikinnya ini mesti nambah bayar rp 17.000,00, katanya sih buat biaya2 administrasi. Adanya biaya sebesar 17.000 perak itu menurut si Hasan berbau riba, atau bisa juga disebut dengan istilah “lintah darat” bagi para pelakunya. Maka dari itulah kita manggil Mbak Rika dengan sebutan “Linda”, yang merupakan kependekan dari “LINtah DArat”. Maap ya Mbak Linda, eh Mbak Rika… Huehehehehe…

Tapi gak peduli apakah dia Rika atau Linda, yang jelas perempuan muda berjilbab akhwat lulusan Psikologi UGM ini punya tampang yang cute dan good looking serta manis dan imut2 kaya gw lho! Udah punya suami belom ya? Yohohohohohoho… Kutunggu jandamu.

Udah ah, kita balik lagi ke topik awal. Sampe dimana kita tadi? Iya, sampe di LPPM.

Cerita tentang pertemuan kesekian kalinya dengan Mbak Linda ini kita singkat aja. Yang jelas, kita anggap aja kalo gw dan Hasan udah selesai berbisnis dengan Mbak Linda. Kemudian kita melangkah keluar dari tempat kerjanya Mbak Linda di lantai paling atas gedung pusat UGM sayap Selatan. Gw dan Hasan pun berjalan menyusuri pilar demi pilar.

Tiba2 di tengah jalan, gw merasakan adanya keinginan untuk mengekpresikan bakat seni gw dalam bentuk mengeluarkan air seni urine, yang dalam bahasa Spanyol disebutnya “pipis” atau “kencing” dalam bahasa Jermannya. Lalu bergegaslah gw untuk melangkah ke toilet terdekat, yang ada di pojokan lantai 3. Tapi ternyata toilet cowoknya terkunci. Hah kok dikunci? Tumben2an nih ada toilet dikunci. Emang ada apaan di dalemnya, ada Mr. Gepeng kah? Idih hari gini masih jaman aja Mr. Gepeng, sekarang mah jamannya Julia Perez tau…

Lalu gw melangkah ke toilet cewek yang ada di belakangnya. Ternyata toilet cewek ini gak dikunci. Loh kok gak dikunci, padahal yang cowok kan dikunci? Wuaduh gak adil nih, ini namanya DISTILASI! Eh kok distilasi sih, distilasi kan proses penyulingan? Maksudnya DISORIENTASI gitu loh! Eh bukan juga, disorientasi kan kesalahan tidak pada tempatnya. Jadi apa dunk? DISKRIMINASI wuoy, masa mau ngetik gitu aja kok salah melulu… Ngisin2i wae cah…

Apakah dengan terbukanya toilet perempuan mengakibatkan gw akan numpang buang air di tempat tersebut? Jawabannya jelas “YA NGGAKLAH!”. Harga diri gw sebagai laki2 mau dibawa kemana? Kurang ajar deh yey, emang akika cowo apaan bow…

Sedikit intermezzo sekaligus sebuah pertanyaan. Kalo di toilet cowok kan ada urinary nya, yaitu toilet yang buat laki2 kencing berdiri itu lho. Nah pertanyaannya, kalo di toilet cewek ada kaya gitunya juga gak?

Mari kita kembali fokus ke jalannya cerita yang dari tadi kepotong melulu. Jadilah pada akhirnya gw meninggalkan lantai itu dan berpindah ke lantai dibawahnya. Segera gw cari toilet terdekat di lantai tersebut. Nah itu dia, akhirnya ketemu juga toilet cowok. Langkah kaki gw mendekat mendekat mendekat dan semakin mendekat. Dan setelah benar2 deket sampe gw bisa meraih gagang pintunya, ternyata lagi2 toilet itu DIKUNCI! Aduh ini apa2an sih, masa toilet umum dikunci? Emang disitu ada harta karunnya ya? Kalo harta karun berupa emas perak atau uang sih gak mungkin ada, tapi kalo harta karun berupa benda lembek2 kenyel berwana kuning peninggalan manusia pasti ada…

Mengetahui bahwa toilet cowok dikunci, gw coba untuk mengecek ke toilet wanitanya. Dan lagi2, ternyata toilet wanitanya GAK DIKUNCI! Aduh aduh aduh, sekali lagi, ini mah disipasi, eh dislokasi, eh DISKRIMINASI. Nah itu baru bener.

Tanpa ba bi bu lagi, gw melangkah ke lantai dasar. Harapan gw, lantai ini kan paling rame jadi pasti toiletnya kebuka donk. Segera gw beranjak ke toilet cowok yang posisinya masih tetep gak berubah di pojokan. Sesampainya disana, ternyata lagi2 toilet itu DIKUNCI. Dan seperti biasa, gw coba ngecek toilet ceweknya, dan sedihnya, toilet cewek itu gak dikunci sebagaimana layaknya toilet cowok. Huh duasar…

Tapi gw masih gak putus asa, karena gw percaya masih ada setitik harapan di ujung sana. Di ujung mana? Di ujung situ lho, di kantor pusat UGM sayap Utara. Disana masih ada toilet yang belom dikunjungi, toilet yang biasanya selalu rame soalnya di kantor pusat UGM sayap Utara ini ada semacam hall / aula terbuka yang selalu rame oleh mahasiswa2 yang lagi duduk2, entah itu duduk2 untuk rapat, duduk2 sembari ngobrol ngalor-ngidul, duduk2 nungguin temen, atau duduk2 sambil lari2an dan main petak umpet (?????).

Kaki gw melangkah ke toilet cowok yang ada disana. Langkah kaki ini semakin mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat, mendekat dan mendekat… Banyak banget mendekatnya?

Akhir kata, setelah 1 paragraf mubazir diatas, sampailah gw di toilet cowok itu. Dan ternyata, lagi2 toilet itu DIKUNCI! Aduh capek deh, kenapa semua toilet cowok di gedung ini dalam keadaan terkunci? Kemudian gw cek toilet ceweknya dan toilet ini TERBUKA seperti toilet cewek yang udah2. What’s wrong with the world, Mama?

Toilet cowok yang gw kunjungi berada dalam keadaan terkunci semua. Tapi gw juga gak yakin kalo gw masih bisa menahan gejolak ini sampe di kosan ataupun di BEM nanti. Ya udah deh, demi memenuhi tuntutan agenda bangsa yang semakin mendesak ini, gw sama Hasan memberanikan diri untuk bertanya ke salah seorang pegawai yang bekerja di gedung pusat itu. Tapi ternyata gak terlihat seekor batang hidung pun yang melintas di sana. Akhirnya gw dan Hasan memutuskan untuk masuk ke salah satu ruangan terdekat yang ada di situ.

Jreeeeng… Pintu dibuka. Di ruangan yang luas itu ada banyak pegawai yang sedang berkutat di balik meja kerjanya. Tapi gak jauh dari pintu ada seorang bapak dan 2 ekor anak perempuan berbaju sekolah, kayanya sih anak STM lagi magang. Eh kok STM sih, maksudnya SMK. Kami bertanya kepada si bapak yang posisinya paling deket dengan kami saat itu.

“Pak, kalo mau ke toilet laki2 gimana ya Pak? Kok dikunci semua?”

Si bapak itu kayanya udah familiar dengan pertanyaan beginian. Dia menjawab, “Oh itu Mas, ambil kuncinya di sebelah sana!” sembari tangannya menunjuk ke arah yang dimaksud. Lalu gw dan Hasan beranjak ke arah yang dia maksud. Kami celingak-celinguk, tengak-tengok kesana kemari mencari dimanakah gerangan kiranya si kunci berada, dengan tampang yang senyum2 cengengesan.

Melihat ada 2 ekor anak manusia sedang kebingungan, salah seorang ibu2 yang lokasinya paling deket sama gw berujar, “Mau nyari kunci toilet ya Mas? Itu digantung disitu!”. Tangan si ibu itu menunjuk ke arah gantungan yang dimaksud, yang terletak di dinding yang ada lemarinya. Oh itu dia, akhirnya ketemu juga. Kunci itu digantung pada paku yang menempel di dinding, persis di atas lemari yang ada vas bunganya. Dengan tampang yang masih cengengesan, kami melangkah mendekat ke lemari yang di atasnya ada kunci itu.

Tangan Hasan bergerak hendak mengambil kunci. Jari jemarinya mulai meraih kunci itu. Tapi tiba2, kunci itu terlepas dari tangannya dan “Pluuuung…”, jatuhlah si kunci. Jatuhnya bukan ke atas lemari, tapi NYELIP DI BELAKANG LEMARI.

Wuaduh…!!! Gawat nih, kuncinya jatoh di belakang lemari!!! Kami berdua kaget dan terkejut, tapi masih dengan tampang cengengesan. Rasa panik sih ada, namun coba kami tutupi dengan muka cengengesan plus blo’on tersebut. Kejadian barusan dilihat oleh si ibu2 tadi dan dia juga cuma senyum2 aja melihat tingkah laku 2 ekor mahasiswa UGM yang makin hari makin aneh aja.

Lalu gw dan Hasan sepakat untuk menggeser lemari itu. Agak ngeri juga sih, soalnya di atas lemari itu ada vas bunganya. Dan di dalam lemari itu juga ada beberapa barang pecah belah, keliatan dari pintu lemari yang terbuat dari kaca. Aduh, mesti hati2 nih ngegesernya. Salah2 dikit bisa pecah tuh barang. Akhirnya dengan hati2 kami menggeser lemari tersebut sedikit demi sedikit, lama2 menjadi bukit. Ennggghhh… Berat juga…

Lemari bergeser sedikit. Kemudian Hasan menjulurkan tangannya yang hitam dan gak mulus serta berbulu lebat itu buat mengambil si kunci yang terselip di belakang lemari. Alhamdulillah akhirnya kunci itu keambil juga. Tapi perjuangan masih belom selesai. Kita masih harus menggeser lemari itu kembali ke tempatnya. Satu dua tiga, Ennggghhhh… Dan lemari itu kembali kepada keadaan asalnya.

Si ibu2 tadi masih aja senyum2 ngeliatin kita. Bahkan bukan hanya si ibu, tapi kejadian tadi juga telah mampu menarik minat para pegawai2 lain yang berada di ruangan itu. Si bapak dan 2 ekor anak perempuan SMK tadi juga ternyata udah berada di deket gw, di meja si ibu2 yang ngasi petunjuk tadi. Mereka senyum2 semua, seakan2 baru ngeliat adegan Tukul lagi ngelawak sama Komeng.

Wajah kami menghijau karena malu (menghijau? Memerah kali…). Tapi sebagai calon leader dan entrepreneur, kami bersikap profesional seolah2 gak terjadi apa2. Ketika kami membalikkan badan pun, kami masih tetep cengengesan kaya biasa. Cengengesan penghilang malu. Cengengesan untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Karena kunci sudah ditangan dan lemari telah kembali seperti semula serta ada belasan pasang mata yang melihat kejadian barusan, gw sama Hasan pamit kepada si ibu dan rekan2nya.

“Makasih ya Bu! Mari Pak!” ujar gw dan Hasan masih dengan muka cengengesan. Dan kita pun melangkah pergi meninggalkan ruangan itu. Pintu keluar kita beda sama pintu kita yang masuk tadi, letaknya berseberangan. Kalo tadi masuknya dari Utara, sekarang keluarnya dari Selatan. Kenapa? Soalnya toilet cowok yang ingin gw tuju letaknya lebih deket dengan pintu Selatan ini.

Di depan pintu, gw masukkan kunci itu pada tempatnya dan “Ckrieeek…”, kebuka juga (emang bunyinya ckrieeek?). Akhirnya, setelah berpeluh darah keringat dan air mata, gw bisa menunaikan hajat gw juga. Byuuuur… Ah lega…

Kini hajat sudah ditunaikan, waktunya untuk mengembalikan si kunci pada tempatnya semula. Kami melangkah menuju ruangan tadi. Sesampainya di depan ruangan, gw bingung campur kaget sembari bertanya, “Loh ini pintunya yang mana?”. Kenapa pertanyaan gitu keluar dari mulut gw, soalnya di gedung pusat UGM ini model pintu dan jendelanya SAMA SEMUA. Jendelanya bukan jendela yang tingginya setengah dinding keatas doang, tapi jendelanya sama tinggi dengan si pintu, dan modelnya pun sama.

Bingung juga nih. Apalagi gw kan dari luar, bingung ngebedain mana pintu mana jendela. Si Hasan juga sama aja. Gw lupa tadi waktu keluar, pintunya yang sebelah mana, setelah jendela keberapa. Udah gitu juga gak ada gagang pintunya.

Gw sempet mondar-mandir di situ selama beberapa saat. Gw mendekati ke satu titik yang gw rasa itu pintunya. Tapi gw ragu, terus gw mundur lagi dan mencari2 dimanakah gerangan si pintu bersembunyi. Tapi masih ragu, terus gw maju lagi. Ragu, mundur lagi. Ragu, maju lagi. Begitu seterusnya, soalnya gw bener2 bingung ngebedain mana pintu mana jendela.

Sampai akhirnya tiba2 dari jendela sebelah kanan gw muncullah seekor ibu2 sambil berujar, “Mau ke mana Mas? Disini lho…”. Itu si ibu2 yang tadi nunjukkin letak kuncinya. Dia memanggil gw, seakan2 mengerti kalo gw lagi bingung nyari yang mana pintunya. Dan si ibu itu pun menjawabnya dengan memunculkan dirinya dari pintu yang gw sangka jendela itu.

Ya udah, gw masuk aja ke dalem. Gw gantungin si kunci itu ke tempat awalnya. Gw sempet ngeliat ke sekeliling ruangan dan ternyata, lagi2 semua mata disitu pada ngeliatin gw sambil senyum2. Ada apa gerangan? Gw ngeliat ke arah luar dan, OH MY GOD! Ternyata kaca di jendela2 tadi tuh tembus pandang dan viewable dari dalem! Maksudnya gimana, yaitu orang yang di luar gak bisa ngeliat ke dalem tapi orang dari dalem bisa ngeliat ke luar. Lah terus apa yang salah?

Tadi kan gw udah bilang, sebelom si ibu itu muncul dari kandangnya, gw sempet mondar-mandir di luar mencari dimanakah letak pintunya. Dan ternyata, adegan mondar-mandirnya gw itu bisa dilihat dengan jelas sejelas2nya dari dalem ruangan. Panteslah kenapa kok si ibu tadi bisa tiba2 memunculkan dirinya dari balik pintu sembari manggil2 gw, dan orang2 seruangan pada senyum2 ngeliatin gw. Huh dasar dunia…

Ya udah, lagi2 dengan gaya profesionalisme yang diajarin oleh para trainer2, gw cengengesan aja di ruangan itu. Lalu gw pun pamit kepada semua yang ada di ruangan. “Mari Pak! Mari Bu!”. Dan gw bergegas keluar ruangan itu dan melangkah pulang bareng Hasan. Lumayanlah hari ini udah beramal. Beramal apa? Yaitu dengan cara memberikan sebuah hiburan pada para pegawai yang berada di ruangan tersebut. Hohohohohoho….

Wahai para bapak2 dan ibu2 serta 2 ekor anak SMK yang ada di ruangan tersebut, nantikanlah kedatangan kami kembali ke ruangan itu. Namun bukan sebagai mahasiswa, melainkan sebagai PEMIMPIN BANGSA. Insya Allah…

SuratPengunduranDiri

PT C-KINK LOSER PRODUCTION

Jalan Kaliurang Km 5.2 Karangwuni C-19 Sleman-Yogyakarta

081317135161/085691013852/Nomor Esia tapi gonta-ganti

www.ckinknoazoro.wordpress.com

===========================================================================

Sya’ban 1429 H

Kepada,

CEO MnG Group

yth Hasan Al Mufarrid Drihim

di manapun dirimu berada

Assalamualaikum wr wb

Berdasarkan pelajaran yang pernah saya dapatkan selama masa-masa sekolah dulu, sebuah surat yang baik pada setiap paragrafnya haruslah terdiri dari :

1. Pendahuluan, yang biasanya berisi kata sapaan.

2. Isi, yang menjadi poin penting dari sebuah surat.

3. Penutup, yang biasanya diakhiri dengan harapan semoga surat ini dibalas.

Karena Insya Allah saya adalah seekor murid yang baik dan taat pada guru serta tentu saja IMUT, jadi ada baiknya kalau kita awali surat ini dengan pendahuluan sepeti tersebut di atas.

Halo Hasan sayang (hueeeek… cuiiih…), apa kabar? Wah udah lama kita gak ketemu nih, atau kalo dalam bahasa Situbondo nya “Long time no see”. Masih idup kah dirimu disana? Aduh kok masih idup aja sih… Gimana kabarnya? Insya Allah baik-baik aja kan? Akika disini juga baik-baik aja kok bo… Kutunggu jandamu…

Melalui surat ini, saya atas nama C-Kink noa Zoro Syahid Syaifullah bin Astoto Slamet bin Siti Cholimah binti Said Hidayat bin Sastro, berkeinginan untuk mengundurkan diri sebagai pegawai MnG Group. Telah lama kita membangun perusahaan ini bersama, telah lama kita berjuang bersama dan telah sering kali kita nungging-nungging bersama (Astagfirullah…), kini tibalah waktunya bagi kita untuk berpisah. Dengan ini, saya katakan sekali lagi bahwa saya atas nama C-Kink mengundurkan diri dari kepengurusan MnG Group.

Demikianlah surat pengunduran diri ini saya buat dengan sebaik-baiknya, dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya ketik di laptop saya sembari mendengarkan lagu-lagu campursari sebangsa “Perahu Layar” ataupun “Stasiun Balapan”.

Kembali ke paragraf awal dari surat ini, sebuah surat yang baik haruslah diakhiri dengan penutup. Kiranya demikianlah surat ini saya buat. Terima kasih atas segala perhatiannya, besar harapan kami supaya Hasan dan nakamers MnG Group bersedia untuk merespon surat pengunduran diri saya ini. Dan seperti biasa, kita punya pantun klasik yang selalu jayus setiap saat.

Empat kali empat

Sama dengan enam belas

Sempat tidak sempat

Tidak sama dengan enam belas

Ya mungkin seperti itulah kiranya pantun yang entah dari mana asalnya. Tapi tak peduli seperti apapun bunyi pantun itu, cukuplah kau balas surat ini dengan hatimu, karena dimana ada hatimu disana ada hatiku. Hatimu adalah hatiku, hatiku ya hatiku. Akan selalu ada hati-hati lain yang menyertai hati kita. Dan hati-hati di jalan ya….

Wassalamualaikum wr wb.

Di kamar kosku,

C-Kink

NamaWongJowo

Eh eh eh eh eh, nih gw ada tulisan lucu tentang asal-usul nama2 orang Jawa. Tulisan ini gw dapet dari file yang ada di laptop gw, dimana file itu sebelomnya gw dapet dari bokap gw, sedangkan bokap gw dapet dari temen kantornya. Tulisan ini lumayan lucu, jayus dan menyegarkan, sesegar Teh Botol Sostro (ih promosi…). Ini langsung gw copy paste lho, ga ada penambahan kata apapun. Cuma settingnya diutak-atik dikit biar keliatan rapi, kaya gw gitu rapi. Eh gak dink, gw mah gak rapi, tapi IMUT. Udah lah tanpa banyak bacot lagi, silahkan baca tulisan ini segera… Sok atuh….

Dibalik nama-nama pria Jawa sesungguhnya ada harapan tertentu dari orang tuanya, agar anaknya kelak bisa sesuai yg diharapkan:

Agar pandai menanam bunga, diberi nama Rosman
Agar pandai membaiki mobil, diberi nama Karman
Agar pandai main golf, Parman
Agar pandai dalam korespondensi, Suratman
Semoga menjadi lelaki gagah perkasa, Suparman
Semoga kuat dlm berjalan, Wakiman
Agar berani bertanya, Asman
Semoga ahli membuat kue, Paiman
Semoga pandai berdagang, Saliman
Semoga pandai melukis, Saniman
Semoga jadi orang kaya, Sugiman
Agar besar nanti pandai cari muka, Yasman
Biar kalau ujian ndak usah mengulang …. Herman
Biar jadi orang yang berwibawa …. Jaiman
Biar awet muda …… Boiman
Biar jadi tentara …. Warman
Biar jadi orang Bali …. Nyoman
Biar jadi orang Sunda …. Maman
Biar lincah seperti monyet …. Hanoman
Biar jadi orang Belanda …. Koeman
Biar tetep tinggal di Jogja …. Sleman
Biar jadi tukang sepatu handal …. Soleman
Biar tetep bisa jalan walau ndak pake mesin …. Delman

Tapi, kadang-kadang juga cerminan dari “hobi” atau “core competence” ortunya:

Suka begituan, Pakman
Suka makan toge goreng, Tugiman
Selalu ketagihan, Tuman
Suka telanjang, Nudiman
Selalu sibuk terus, Bisiman
Pinter main game …. Giman
Juara cuti …. Sutiman
Juragan sate …. Satiman
Juragan trasi …. Tarsiman
Pinter memecahkan problem …. Sukarman
Pinter bikin jus …. Yusman
Pemain musik …. Basman

Suka ke bar ….Barman

Suka asinan….Asiman

Nah kira2 begitulah adanya. Sekarang marilah kita tertawa bersama. Gak usah mau2, marilah tertawa sobat, sebelum tertawa itu dilarang dan diatur dalam undang2.

“Huahahahahahaha…..”

“Heuheuheuheuheuheuheuheu….”

“Xixixixixixixixixi….”

“Hags hags hags hags….”

“Oh yes… Oh no… Ah… Ahhh…”

(Astagfirullah, itu lagi ketawa apa lagi main gulat?)

Huehehehe… Jayus kan? Maksudnya bukan gw yang jayus, tapi asal-usul nama orang Jawa itu tadi. Apakah ada diantara lu2 semua yang namanya tersebut dalam tulisan diatas? Kalo gak ada, mungkin nama bokap lu, om, kakek, pakde, tetangga, temen, temennya temen, temennya tetangga, tetangganya temen, atau siapalah. Kalo pun ada, mohon maaf ya… Tulisan ini dibuat bukan untuk mendiskreditkan pihak2 tertentu, cuma sekedar banyolan aja. You know banyolan? Itu lho, yang dipake buat makan, buat nyuap nasi ke mulut. Yeeee, itu mah sendok! Gak nyambung banget sih lu.

Ya udah deh, tulisan kali ini cuma segini dulu aja ya. Ini juga cuma sekedar refreshing doank kok, biar lu gak pada stress ngebaca tulisan2 gw yang banyak mikirnya. Padahal gw sendiri gak yakin apakah kapasitas otak lu berada pada level yang sama dengan tulisan gw… Idih, angkuh….

Eh tapi rugi donk kalo lu menghabiskan sebagian umur dalam hidup lu cuma buat hiburan semu doank. Ini gw kasi tugas juga deh yang agak2 mikir dikit. Berikut ini gw berikan macam2 variabel ketawa yang memungkinkan.

“Yohohohohohohohoho….”

“Fufufufufufu….”

“Kishishishishishishi….”

“Gyagyagyagyagyagya….”

“Fosfosfosfosfosfosfos….”

“Syahahahahahahaha….”

“Babababababababa….”

“Horohorohorohorohoro….”

“Dereshishishishishi….”

Nah terus tugasnya apa? Buat lu2 semua penggemar komik One Piece karya Eichiro Oda (bukan bikini One Piece atau Two Piece, apakagi Pamela Anderson. Astagfirullah…), pasti kenal donk dengan suara ketawa tersebut. Tugasnya adalah, coba tebak siapa sajakah pemilik tawa kaya gitu? Ditunggu jawabannya segera ya. Yang bisa jawab semuanya dengan bener dan tepat bakalan dapet uang jajan dari orangtua masing2. Dadaaaaah…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.