Posts filed under 'My lovely country'

PemadamanBergilir,KapankahAkanBerakhir?

 

Akhir-akhir ini kita seringkali mendengar masalah pemadaman listrik di sejumlah daerah di Indonesia. Berulangkali berita tersebut menghiasi media massa meskipun masih kalah bersaing dengan berita mengenai kasus penegakan hukum di negara ini yang ternyata bermasalah.

Untuk wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan, pemadaman listrik adalah hal yang mungkin sudah menjadi santapan sehari-hari bagi mereka. Bagaimana setiap harinya, selama beberapa jam dalam sehari, mereka harus merasakan kehidupan kembali ke zaman purba akibat adanya pemadaman listrik yang bergilir, bahkan sudah terjadwal dan terencana setiap harinya. Adalah kelalaian pemerintah yang terlalu memusatkan pembangunan hanya di Pulau Jawa dan mengabaikan pemerataan untuk wilayah lainnya.

Tapi dalam hari-hari terakhir, beberapa wilayah di Pulau Jawa, khususnya Jabotabek ternyata juga mengalami hal serupa. Berawal dari kurangnya pasokan daya yang ada, ditambah lagi dengan permasalahan pada beberapa gardu dan perawatan rutin, beberapa daerah di Jabotabek juga harus mengalami pemadaman listrik secara bergilir.

Pemadamannya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai sekian jam per hari. Sekalipun PLN sebelumnya telah menginformasikan adanya pemadaman, namun realitanya pemadaman yang terjadi seringkali tidak sesuai, bahkan terkadang melebihi waktu yang telah dijadwalkan.

Siapa yang dirugikan dengan pemadaman seperti ini? Jelas, konsumen lah yang dirugikan, dalam hal ini adalah masyarakat umum. Bermacam protes mengalir, khususnya dari kalangan usaha dan industri, yang kesehariannya terganggu akibat pemadaman ini.

Industri tekstil, mereka terpaksa mengeluarkan anggaran lebih untuk biaya operasional genset. Industri palstik, pemadaman yang tiba-tiba membuat proses pembuatan plastik menjadi rusak dan tidak sempurna, serta tidak dapat digunakan lagi. Bahkan sampai jasa usaha laundry sekalipun, pemadaman listrik membuat mereka tidak dapat menyelesaikan cuciannya dengan tepat waktu. Tentunya hal ini berimbas pada kerugian materil dan tentu saja, kepercayaan pelanggan.

Namun apa daya, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain mengeluhkan pemadaman yang rencananya baru dapat diatasi oleh PLN pada pertengahan Desember, namun diralat dan kemudian dimajukan menjadi awal Deember. Sementara kompensasi yang dapat diberikan PLN hanyalah potongan 10% bagi mereka yang terkena imbas pemadaman ini. Nilai yang tidak sebanding dengan kerugian yang diterima.

Sebenarnya, apa inti permasalahan yang membuat PLN harus melakukan pemadaman bergilir? Terlepas dari kinerja dan operasional dari PLN itu sendiri, ada satu hal yang sangat mendesak, yaitu: kurangnya pasokan daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit yang ada.

Pasokan daya yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan daya yang diperlukan, sehingga perlu dilakukan pemadaman bergilir untuk menjamin semua konsumen sempat menikmati listrik (meskipun hanya seadanya). Ditambah lagi dengan perawatan rutin pada pembangkit yang membuat unit-unit pembangkit tersebut harus di-non aktif-kan, semakin mengurangi pasokan daya yang ada dan semakin sering terjadi pemadaman bergilir.

Lalu adakah solusi untuk mengatasi itu semua? Sampai detik ini, pemerintah sedang dalam proses pembangunan pembangkit 10.000 MW. Hal itu merupakan suatu tindakan yang patut diapresiasi. Namun sangat disayangkan, sebagian besar pembangkit yang dibangun masih berorientasi pada pembangkit berbahan bakar fosil, khususnya batu bara.

Kita semua tahu bahwa bahan bakar fosil dalam waktu yang tidak lama lagi jumlahnya akan segera habis. Lalu tidakkah terpikirkan di benak para pembuat kebijakan di negara ini, untuk beralih menggunakan pembangkit non fosil, dalam hal ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir?

Sebagian besar negara maju, secara perlahan telah mulai meninggalkan ketergantungannya terhadap bahan bakar fosil. Bahkan beberapa negara telah menggunakan PLTN sebagai pembangkit utama di negara tersebut. Kapankah kita akan segera menyusul langkah-langkah mereka?

Beberapa studi terkait pembanguan PLTN di Indonesia telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Bahkan para ahli di bidang nuklir juga telah dihasilkan sejak lama. Kini semuanya tergantung kepada mereka yang membuat kebijakan, kapankah negara ini akan mulai membangun PLTN pertamanya di bumi pertiwi. Sementara kita semua disini hanya bisa menunggu tanpa kepastian yang pasti.

 

 

1 comment November 13, 2009

KekayaanMereka

 

(Sebenernya niat untuk nulis tulisan ini tuh udah lama banget, di awal bulan Juni 2009. Tapi apa daya, waktu itu lagi sibuk dan moodnya baru muncul lagi hari ini, jadi baru sekarang deh sempet nulisnya, awal November 2009)

 

Di awal Juni 2009, ketika lagi hangat-hangatnya berita tentang Pemilu Presiden 2009, saat itu hal yang cukup menarik untuk diliput para kuli tinta adalah terkait kekayaan dari pasangan Capres-Cawapres. Tanpa banyak omong lagi, berikut ini aku tulis ulang data-data mengenai kekayaan masing-masing Capres dan Cawapres.

 

Kekayaan Capres dan Cawapres (update awal Juni 2009)

 

Jusuf Kalla                                        : Rp 314,53 miliar dan USD 25.668

Wiranto                                             : Rp 81.748 miliar dan USD 378.625

Megawati                                         : Rp 256,447 miliar

Prabowo                                           : Rp 1,579 triliun dan USD 7,57 juta

Susilo Bambang Yudhoyono`    : Rp 6,848 miliar dan USD 246.489

Boediono                                         :  Rp 22,067 miliar dan USD 15.000

 

Nah kira-kira begitu. Cukup jelas kan? Terlihat bahwa Prabowo adalah yang terkaya, sementara SBY adalah yang “termiskin”.

Lalu, apa yang akan jadi pembahasan kita hari ini?

Coba kita lihat, kekayaan seluruh orang diatas. Mereka semua memiliki kekayaan dengan orde miliaran rupiah. Bahkan sampai menyentuh angka triliun. Sementara yang paling “miskin”, masih memiliki kekayaan mendekati 10 miliyar. Yah wajar sih, kan mereka semua adalah petinggi-petinggi di negara ini, jadi wajar aja kalo kekayaan mereka mencapai angka sebagaimana tertera diatas.

Sekarang, buang jauh-jauh wajah-wajah mereka dari bayangan kita. Coba bersama-sama, kita pejamkan mata kita. Siap? Satu… Dua… Tiga… Semuanya merem!

Udah wuoy, meremnya jangan lama-lama. Kalo merem terus, ntar gimana caranya tulisan in bisa kebaca?

Setelah memejamkan mata barusan, sekarang mari kita lihat orang-orang disekeliling kita. Sekali lagi, ayo kita lihat. Tidakkah kita lihat, ada tukang becak disana? Ada pedagang cimol, ada tukang sapu jalanan, ada aa’ burjo, ada mas-mas angkringan, ada sopir kereta mini, ada kuli bangunan, ada pekerja kasar, ada tukang kredit, dan semua profesi lainnya yang bertebaran di sekitar kita.

Taukah kita, bahwa mas-mas angkringan di depan kosan ku, uang yang bisa dibawa pulang per-hari-nya berkisar antara 50ribu sampai 70ribu? Taukah kita, bahwa sopir kereta mini di Kecamatan Gantiwarno, Klaten, setiap harinya memperoleh uang sebesar 120ribu dimana 30ribunya harus disetor ke majikan? Taukah kita berapa penghasilan tukang sapu jalanan per bulannya? Taukah kita berapa upah kuli bangunan setiap harinya?

Di satu sisi, ada mereka yang kekayaannya berorde miliaran rupiah, dengan penghasilan per bulannya sekian puluh juta atau bahkan sekian ratus juta. Sementara di sisi lain, jauh lebih banyak mereka yang setiap detiknya bekerja membanting tulang hanya demi memperoleh beberapa ribu rupiah, untuk menyambung hidupnya, mengisi perutnya dan menafkahi anak-istrinya.

Mungkin, tulisan ini cukup aku akhiri disini aja. Silahkan simpulkan sendiri apa inti dari tulisan ini, dan biarkan akal dan hati nurani kita yang menjawabnya. Semoga secuil tulisan diatas mampu membuka kesadaran dan menggugah pola pikir kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Add comment November 13, 2009

AkibatLedakanItu

Tulisan ini masih ada kaitannya dengan ledakan yang terjadi pada hari Jumat pagi 17 Juli 2009 di Mega Kuningan, Jakarta, tepatnya di hotel JW Marriot dan hotel Ritz-Charlton. Tapi sebelom membaca tulisan ini, mari kita bersama-sama mengutuk para pelaku dan phak-pihak yang berada di balik bom tersebut.
Akibat ledakan itu, belasan bahkan puluhan orang terluka, dan beberapa diantaranya meninggal. Kematian memang pasti akan datang, kapanpun dimanapun dan pada siapapun. Namun harus disadari bahwa nyawa seseorang berada di tangan Allah, bukan di tangan sesama manusia. Lalu mengapa para pelaku peledakan itu membunuh sesama manusia? Pernahkah terbayangkan jika yang menjadi korban tersebut adalah keluarga mereka sendiri? Semoga akhirat akan mengungkapkan cerita yang sebenarnya dan menjadi saksi atas segala yang terjadi.
Akibat ledakan itu, bangunan fisik hancur. Tidak hanya fisik, tapi mungkin juga mental dan psikologis. Bayangkan bagaimana rasanya ketika kita sedang melakukan kegiatan sehari-hari, tiba-tiba ada ledakan terjadi di dekat kita. Bayangkan bagaimana rasanya ketika di pagi hari keluarga kita pamit untuk bekerja, namun ketika pulang yang kita dapati hanyalah tubuh yang telah dipenuhi darah. Bayangkan cacat-cacat lainnya yang mungkin terjadi akibat ledakan ini. Tidakkah para pelaku menyadarinya?
Akibat ledakan itu, citra Indonesia kembali tercoreng. Sudah kesekian kalinya terjadi ledakan bom di Indonesia. Dan entah apa maksud dan tujuan mereka untuk melakukan ini semua. Bukankah kita ingin melihat bangsa ini maju? Bukankah kita ingin melihat bendera merah putih berkibar tinggi mengangkasa? Bukankah kita ingin melihat sang Garuda terbang mewarnai langit dunia? Bangsa ini sudah terpuruk, tolong jangan dibuat semakin terpuruk! Lakukan sesuatu yang positif, jangan hanya menjadi sampah bagi negara ini!
Akibat ledakan itu, kesebelasan Manchester United tidak jadi tampil bertanding di Indonesia. Citra Indonesia sekali lagi telah tercoreng, dan tentunya MU tak akan mengorbankan keselamatan para pemainnya hanya demi mengejar bayaran semata. Dalam hal ini, Malaysia boleh bergembira karena kedatangan MU ke Malaysia sama sekali tidak terganggu dan mereka boleh berbangga menjadi sorotan dunia karena kedatangan tim sekelas MU. Sementara Indonesia hanya mampu menangis dan meratap akibat ulah bodoh para pelaku peledakan.
Akibat ledakan itu, ribuan bahkan mungkin jutaan penggemar MU kecewa. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka membeli tiket. Sudah sejak jauh-jauh hari mereka mempersiapkan segalanya untuk pertandingan ini. Namun sekali lagi, kebodohan para pelaku menghancurkan segalanya. Tidak hanya menghancurkan jiwa dan raga para korban serta fisik hotel tersebut, tapi juga menghancurkan mimpi dan harapan para penggemar MU untuk bertatap muka langsung dengan tim kesayangannya. Dan sedihnya, tidak ada yang dapat mereka lakukan selain mengutuk sekeras-kerasnya para pelaku peledakan ini.
Akibat ledakan itu, salah satu provider telepon seluler mengalami kerugian besar. Kita patut berterima kasih karena akhir-akhir ini media massa dan televisi telah diwarnai dengan wajah-wajah pemain MU yang menjadi bintang iklan provider tersebut. Setelah ledakan ini terjadi dan pertandingan itu dibatalkan, adalah hal yang wajar jika provider ini mengutuk mereka yang berada di balik ledakan tersebut.
Akibat ledakan itu, jajaran pemerintah Indonesia dibuat repot. Presiden, menteri, gubernur, TNI, kepolisian, badan intelijen, PSSI dan semuanya kini memiliki 1 beban tambahan lagi, melengkapi beban mereka yang sejatinya tidak sedikit. Perlu berapa kali kita katakan bahwa bangsa ini sudah memiliki sangat banyak permasalahan yang harus dihadapi. Lalu mengapa kita masih harus menambah 1 permasalahan lagi? Pelaku peledakan tidak pernah memikirkan bahwa yang mereka lakukan adalah sangat tidak solutif, dan hanya menambah beban baru bagi bangsa ini.
Akibat ledakan itu, semoga Allah Yang Maha Mengetahui memberikan petunjuk kepada kita semua yang akan menuntun kita kepada kebenaran. Kebenaran akan datang dan kejahatan akan musnah. Sungguh, kejahatan pasti akan musnah. Dan semoga Allah Yang Maha Adil memberikan keadilan bagi kehidupan di dunia ini dan di akhirat nanti.
Akibat ledakan itu, aku menjadi terpancing untuk menuliskan tulisan ini. Aku bermimpi, suatu hari nanti Indonesia akan menjadi negara yang aman, tentram, damai, adil dan sejahtera tanpa perlu ada rasa takut dan cemas di hati seluruh penduduknya. Lalu, kapankah mimpiku ini akan tercapai?

Cucukan 18 Juli 2009

Add comment September 10, 2009

LagiLagiAdaLedakan

Pagi ini, Jumat 17 Juli 2009, lagi-lagi ada ledakan terjadi di salah satu sudut kota Jakarta, tepatnya di kawasan Mega Kuningan. Tidak hanya 1 ledakan, tapi 2 ledakan. Ledakan pertama pada pukul 07.40an di hotel JW Marriot, persisnya di lobi sebelah kiri. Sementara ledakan kedua pada pukul 07.50an, terjadi di hotel Ritz-Charlton. Meskipun sampai detik ini (Jumat 17 Juli 2009 pkul 09.13) belom bisa dipastikan apakah ledakan tersebut berasal dari bom atau dari apa.
Lagi-lagi Indonesia meledak. Lagi-lagi Indonesia berdarah. Dan lagi-lagi Indonesia tidak aman. Siapa yang berani bertanggung jawab atas ini semua?
Entah, siapa pelaku peledakan ini. Teroris kah? Pihak asing kah? Agen intelijen kah? Orang iseng kah? Anak setan kah? Makhluk busuk kah? Kampret kah?
Juga, entah apa motif dibalik peledakan ini. Pemilu sudah dilangsungkan 8 Juli lalu, dengan pemenang yang sudah hampir pasti. PRJ pun berlangsung di daerah Kemayoran, jauh dari Kuningan. Dan, insya Allah pada hari Senin 20 Juli besok, kesebelasan Manchester United dari Inggris akan mengadakan pertandingan ekshibisi di Gelora Bung Karno. Inikah yang menjadi motif utama? Mengingat hotel Ritz-Charlton adalah hotel yang sedianya akan dijadikan sebagai tempat penginapan pemain-pemain MU.
Kalau memang hal itulah yang menjadi motif, jelas ada konspirasi besar dibalik ini semua. Konspirasi yang tentunya, mungkin dilatarbelakangi oleh motif bisnis dan ekonomi. Karena MU adalah sebuah tim besar dan bergelimang uang, setiap hal berkaitan dengannya tentu memiliki nilai komersial yang tinggi. Contohnya, kita bisa melihat bagaimana salah satu provider telepon seluler menggunakan pemain-pemain MU sebagai bintang iklannya.
“Ini Budi
Budi meracik bom”
Serta, bagaimana kehadiran MU di Indonesia mampu menyedot sejumlah besar fans MU yang tersebar di Indonesia dan Asia Tenggara, meskipun sebelum tanding di Indonesia, pada tanggal 18 Juli MU akan bertanding dahulu di Malaysia. Bisa jadi, hal ini juga menjadi salah satu motif utama.
Mungkin ada pihak yang tidak senang jika MU hadir dan tampil di Indonesia. Mungkin ada pihak yang tidak senang jika eksistensi MU di Indonesia diliput oleh media massa dunia. Mungkin ada pihak yang tidak senang melihat hajatan besar Indonesia. Mungkin ada yang tidak senang melihat Indonesia aman dan damai. Mungkin ada yang tidak senang melihat Indonesia maju.
Mungkin ada yang ingin menghancurkan Indonesia. Mungkin ada yang ingin menggerogoti Indonesia. Mungkin ada yang ingin memperburuk citra Indonesia di mata dunia. Mungkin ada yang ingin membawa Indonesia menuju kehancuran.
Dan memang mungkin, akan ada selalu ada orang-orang yang seperti itu. Adalah tanggung jawab kita semua untuk mencarinya sampai ke akar-akarnya. Dan bila sampai kita mengetahui siapa pelakunya, maka janganlah berikan kata maaf baginya. Serta cukuplah neraka menjadi saksi dan pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka lakukan.

Cucukan 17 Juli 2009

Add comment September 10, 2009

KekonyolanAkhirPeriode

Kekonyolan Akhir Periode: Cincin Emas DPR!

Konyol! Lagi-lagi konyol! 100% konyol! Sumpah konyol! Astagfirullah, konyol!

Seperti biasa, salah satu lembaga paling konyol di negara kita, sebut saja Dewan Perwakilan Rakyat alias DPR (memang nama sebenarnya), semakin hari bertindak semakin konyol dan lebih konyol lagi.

Menjelang akhir masa kepengurusan 5 tahunan mereka sejak tahun 2004 lalu, para anggota dewan yang terhormat mengusulkan untuk memberikan diri mereka sebuah cenderamata atas jerih payah mereka duduk di kursi DPR selama 5 tahun ini. Mereka menginginkan sebuah kenang-kenangan untuk itu. Dan, cenderamata yang mereka usulkan pun tidak tanggung-tanggung, yaitu cincin emas 24 karat sebesar 10 gram untuk setiap orang!

Diperkirakan, total anggaran yang akan dikeluarkan untuk cincin tersebut berjumlah Rp 1,9 miliar untuk ke-550 anggota DPR! Lalu dari mana anggaran tersebut berasal? Tentunya dari anggaran negara. Wuaouw, benar-benar pemborosan yang luar biasa!

Entah apa lagi yang ada di benak para anggota DPR saat ini, apakah mereka tidak pernah cukup dengan semua yang telah mereka terima selama 5 tahun menjabat sebagai wakil rakyat di DPR?  Dengan perkiraan alokasi dana sebesar itu, diperkirakan setiap orang akan mendapat cincin seharga Rp 3,45 juta rupiah.

Mungkin, bagi mereka yang sehari-hari berpergian dengan Mercedes-Benz, angka sebesar itu tidaklah begitu berarti. Tapi taukah mereka bahwa dengan dana sebesar itu bisa untuk membiayai kuliah 1 semester untuk +- 2 orang mahasiswa UGM? Dan dengan keseluruhan dana sebesar Rp 1,9 miliar, maka angka sebesar itu dapat digunakan untuk membiayai perkuliahan 1 semester +- 1100 orang mahasiswa UGM! Bayangkan, 1100 mahasiswa, 1100 calon pemimpin bangsa!

Tapi sekali lagi, entah angin apa yang merasuki pikiran para anggota DPR sehingga mereka tidak peduli dan tidak mau peduli tentang nasib sebagian besar rakyat yang kelaparan. Tentang nasib rakyat yang sekedar membeli kebutuhan sehari-hari pun kesulitan. Lalu, masihkah mereka pantas disebut sebagai wakil rakyat?

Alhamdulillah, di tengah kontroversi seputar pemberian cincin emas tersebut, masih ada berita positif yang kita dapatkan dari beberapa anggota DPR yang insya Allah masih terbuka mata hatinya. Ketua DPR, Agung Laksono menilai kebiasaan pemberian cenderamata di di setiap akhir jabatan masa anggota dewan sudah tidak tepat lagi (Republika, 10 Juni 2009). Begitupun dengan salah satu anggota DPR, Mahfudz Shiddiq, dengan tegas menolak rencana pemberian cincin emas tersebut dan akan mengusulkan kepada Badan Usaha Rumah Tangga (BURT) untuk mengganti cincin tersebut dengan sesuatu yang lebih sederhana dan jauh lebih murah, misalnya plakat atau piagam penghargaan (Republika, 10 Juni 2009).

Ya Allah, kami bingung… Usaha apa lagi yang harus kami lakukan untuk menyadari para pemimpin negeri ini bahwa mereka tidak hidup sendirian. Bahwa di sekitar mereka masih banyak manusia yang membutuhkan. Bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti…

Add comment June 13, 2009

SemangatKebangkitanNasional

Semangat Kebangkitan Nasional Menuju Indonesia Yang Lebih Baik
Semangat Kebangkitan Nasional, Semangat yang Kini Telah Terlupakan
C-Kink, Teknik Nuklir 2006, 085691013852

Mungkin tidak banyak yang tahu, tidak banyak yang menyadari, dan mungkin tidak banyak yang memperhatikan. Bahwa sesungguhnya pada tanggal 20 Mei kemarin, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini merayakan apa yang dinamakan “Hari Kebangkitan Nasional”, mengacu kepada sejarah panjang bangsa ini ketika Budi Utomo mempelopori berdirinya organisasi-organisasi pergerakan nasional untuk kemerdekaan negara ini.
Entah apakah kita lupa atau memang kita sengaja melupakannya. Dan entah apakah kita tidak tahu atau memang tidak mau tahu. Momentum hari kebangkitan nasional yang sejatinya bisa kita manfaatkan, kini telah berlalu begitu saja. Tanpa makna. Tanpa arti. Seakan-akan tiada bedanya dengan hari-hari lainnya, hari-hari dimana tidak pernah sedikitpun kita memikirkan nasib negara ini, walau hanya seujung genggaman.
Bila kita melihat kembali pada masa 101 tahun lalu, dimana saat itu negara ini sedang berada dalam genggaman penjajah Belanda, semangat kebangkitan nasional adalah sesuatu yang sangat tinggi nilainya. Bagaimana ketika itu organisasi-organisasi pergerakan nasional dengan gagah berani memproklamirkan tekadnya untuk memerdekakan negara ini dari cengkraman Belanda. Suatu hal yang ketika itu mungkin tidak semua orang mampu berpikir sedemikian besarnya.
Ketika sebagian rakyat bingung dan berputus asa bagaimana cara menghadapi kedzhaliman Belanda, dan ketika sebagian rakyat lainnya merasa nyaman menjadi sekutu dekat Belanda, para pejuang negara ini telah mampu berpikir besar. Berpikir untuk tidak lagi menjadi budak penjajah. Berpikir untuk tidak lagi bersembunyi di balik ketiak penjajah. Dan berpikir, bagaimana caranya supaya bangsa ini bisa merdeka, berdaulat, mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri!
Lalu mereka membulatkan tekad tersebut dalam suatu momentum yang hari ini kita kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Dan pada akhirnya, atas berkat izin Allah swt, negara ini mampu memperolkeh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Suatu anugerah yang sangat-sangat tidak ternilai harganya.
Semua itu berawal dari semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dipelopori oleh para pemuda dan pejuang yang berani berpikir besar untuk masa depan bangsa ini. Sekalipun pada akhirnya perlu waktu 37 tahun untuk mewujudkannya.
Dan sekarang, mari kita beralih ke hari ini. Hari dimana negara ini telah mendekati 64 tahun kemerdekaannya. Masih adakah semangat kebangkitan nasional itu di dalam dada kita? Masihkah itu tersisa, walaupun hanya sedikit?
Seandainya saja para pejuang kebangkitan nasional itu masih hidup dan melihat keadaan kita hari ini, mungkin mereka akan menangis. Menangisi keadaan negara ini yang semakin jauh dari nilai-nilai dan semangat kebangsaan. Menangisi negara ini yang meskipun secara fisik telah merdeka, tapi secara kasat mata negara ini masih belum merdeka dalam makna sebenarnya. Mungkin mereka pun juga ingin marah, tapi apa daya raga telah terlalu lemah.
Negara ini akan segera memperingati 64 tahun hari kemerdekaannya, kemerdekaan yang dipelopori oleh semangat kebangkitan nasional para pendahulu kita untuk berpikir global, meninggalkan baju-baju kedaerahan. Tapi, apa saja yang telah kita peroleh selama 64 tahun ini?
Sudahkah kita mampu berdiri sendiri? Sudahkah anak-anak sekolah mendapatkan pendidikan secara layak? Sudahkah para petani dan nelayan terjamin masa depannya? Sudahkah guru dan pendidik mendapat apresiasi atas niat tulusnya? Sudahkah kesejahteraan hidup tersebar secara merata? Sudahkah anak-anak negeri menikmati hasil kekayaan tanahnya sendiri? Sudahkah?
“Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” Sebuah pertanyaan yang sangat wajar untuk kita tanyakan hari ini. Mengapa? Karena jika kita sadari, keadaan kita hari ini tidak lebih baik dibanding apa yang terjadi 100 tahun lalu!
Siapa yang tidak kenal Freeport? Perusahaan multinasional yang sejak lama telah mengambil kekayaan alam negara ini, namun entah mengapa pemerintah tetap saja membiarkannya. Indosat, aset penting negara yang sahamnya kini telah jatuh ke tangan asing. Begitupun dengan BUMN-BUMN lain yang terancam diobral kepada para korporat-korporat asing. Jangan lupa juga dengan utang-utang negara yang entah mengapa seakan-akan tidak pernah ada habisnya.
Semua itu diperparah dengan tingkah laku para pemimpin negara ini. Para anggota legislatif yang seharusnya duduk di sana untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, lebih memilih untuk mengenyangkan perutnya sendiri daripada perut mereka yang memilihnya pada pemilu. Para korporat antek-antek kapitalisme yang dengan sadar membunuh bangsa ini secara perlahan. Serta media massa yang dengan bangganya menonjolkan budaya asing yang bisa merusak keutuhan negara kita.
Dengan melihat hal itu semua, maka sekali lagi rasanya sangatlah pantas jika pertanyaan ini ditujukan kepada kita semua, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?”
Ada yang hilang dari bangsa ini. Sesuatu yang kini telah dilupakan oleh banyak orang. Sesuatu yang dulu menjadi modal kita untuk merdeka, tapi kini telah terkubur bersama jasad para pahlawan. Sesuatu yang bernama: “Semangat!” Ya, semangat! Semangat kebangkitan nasional!
Bangsa ini telah kehilangan semangatnya. Lebih khususnya lagi, semangat kebangkitan nasional. Semangat yang dulu mampu menyatukan tekad seluruh pemuda untuk merumuskan harapan akan Indonesia yang bebas dari cengkraman penjajah. Semangat yang mampu menepiskan ego-ego pribadi dan kedaerahan demi satu tujan, Indonesia merdeka. Semangat yang setelah 37 tahun lamanya akhirnya mampu membawa negara ini meraih kemerdekaannya!
Itu semua adalah aplikasi dari semangat kebangkitan nasional di masa lalu. Lalu, apa relevansinya antara semangat kebangkitan nasional dengan hari ini?
Secara fisik, bangsa kita telah merdeka. Itu jelas, bahkan PBB pun mengakuinya. Tapi apakah kita telah merdeka dari aspek-aspek lainnya? Dari aspek kemandirian ekonomi? Dari aspek merdeka akan rasa takut? Dari aspek merdeka terhadap rasa cemas akan masa depan yang semakin tidak jelas?
Disinilah, salah satu peran penting bagi semangat kebangkitan nasional untuk membangun kembali bangsa ini. Sekalipun kita telah merdeka, tapi harapannya hal itu tidak sedikitpun mampu menyurutkan semangat kita untuk meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu. Justru dengan kemerdekaan yang telah kita raih ini, semestinya kita bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa kita lakukan ketika kita masih dalam cengkraman penjajah.
Zamrud khatulistiwa yang indah ini, dengan ribuan gunungnya, hamparan pantainya, biru lautnya dan segala kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya, adalah milik kita sendiri. Lalu mengapa dengan bodohnya kita rela melepaskan itu semua ke tangan korporat-korporat asing?
Pemerintah, dalam hal ini eksekutif dan legislatif serta komponen-komponen lainnya, adalah orang-orang terpilih yang mendapat amanah untuk meniptakan tatanan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh penduduknya. Serta, memberikan jaminan kepada rakyat terhadap kebebasan dari rasa takut dan rasa cemas akan masalah kesejahteraan dalam kehidupan. Tapi mengapa, pemerintah justru semakin membuat rakyat yang memang sudah susah menjadi semakin susah?
Kita perlu membangkitkan kembali sesuatu yang hilang itu. Ya, kita perlu untuk memunculkan kembali semangat kebangkitan nasional yang selama ini telah hilang dari diri kita. Semangat untuk maju. Semangat untuk bangkit. Semangat untuk berdiri di atas kaki sendiri. Semangat untuk memberikan yang terbaik yang kita punya, untuk Indonesia!
Nyalakan lagi api semangat itu! Terangi setiap jengkal tanah air Indonesia dengan semangat yang menyala! Bakar kembali rasa kebangkitan nasional di dalam dada kita! Sinarilah sanubari kita dengan perasaan bangga, bangga bahwa kita terlahir sebagai bangsa Indonesia!
Dan tidak ada salahnya untuk memanfaatkan momentum hari kebangkitan nasional ini untuk men-charging kembali semangat kita. Semangat yang dulu mampu membuat para pendahulu kita membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya. Dengan semangat ini, akan kita buktikan bahwa kita mampu. Akan kita buktikan bahwa Indonesia mampu. Mampu untuk berdiri di atas kaki sendiri. Mampu untuk berkata “tidak” kepada korporat-korporat kapitalis asing. Mampu untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh penduduknya. Dan mampu untuk membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia masih ada!
Hari ini, kita tahu seperti apa realita yang terjadi di negara ini. Tapi sekali lagi, tidak pernah ada kata terlambat. Mari bersama-sama, kita tumbuh suburkan kembali semangat kebangkitan nasional di dalam dada kita. Kita bawa semangat itu dalam setiap langkah dan setiap sendi denyut nadi kehidupan kita. Sehingga jika suatu hari nanti pertanyaan itu muncul lagi, “Apakah bangsa ini masih mempunyai masa depan?” maka dengan tegas kita akan menjawab, “MASIH ADA!” Insya Allah.

Add comment June 13, 2009

KoalisiPartaiIslam

Koalisi Partai Islam?

Headline harian Republika pada Selasa 18 Rabiul Akhir 1430 H yang lalu menceritakan tentang koalisi pasca pemilu legislatif yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh sejumlah partai politik. Bagaimana partai politik berlomba-lomba menggandeng mitra demi secuil kekuasaan yang tersedia. Dan dari koalisi-koalisi yang santer dibicarakan akhir-akhir ini, secara umum terdapat 2 kubu yang beseberangan yang telah siap untuk bertarung satu sama lain.

Kubu pertama dipimpin oleh Partai Demokrat dengan capres incumbentnya. Kubu yang sering dinamakan dengan Golden Bridge ini diperkirakan menguasai 42.32 % suara nasional, mengacu pada quick count sementara yang dilakukan oleh LSI. Prosentase suara tersebut diperoleh dari partai-partai yang tergabung di dalamnya, yaitu: Demokrat (20.34%), PKS (7.82%), PAN (6.07%), PKB (5.20%), PBB (1.65%), PKPI (0.99%), PDP (0.84%) dan Pelopor (0.40%).

Sementara kubu yang satu lagi santer diberitakan dengan nama Golden Triangle. Dipelopori oleh Partai Golkar dan PDIP, kubu ini diperkirakan mampu menguasai 41.90% suara nasional. Jumlah suara tersebut diperoleh dari Golkar (14.85%), PDIP (14.07%), PPP (5,29%), Gerindra (4.20%) dan Hanura (3.49%).

Jika pada akhirnya memang benar hanya ada dua kubu tersebut, maka dapat dipastikan bahwa capres yang akan maju pada pemilu presiden nanti adalah orang yang itu-itu lagi. Dari Golden Bridge tentunya akan mencalonkan capres incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan calon yang mungkin dicalonkan oleh Golden Triangle kalau bukan Megawati Soekarnoputri ya Jusuf Kalla.

Lalu, dimana peran partai Islam dalam ajang koalisi ini? Berdasarkan prosentase suara yang diperoleh, partai-partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam tidak begitu memiliki posisi tawar yang kuat dalam pembentukan koalisi-koalisi tersebut.

PKS yang selama ini digadang-gadang, ternyata perolehan suaranya tidak jauh berbeda dengan pemilu 5 tahun lalu. Demikian juga dengan PKB yang suaranya melorot drastis akibat konflik internal antara Muhaimin Iskandar dan Abdurrahman Wahid serta berdirinya partai baru yang bernama Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).

Kalau hal ini terus terjadi, maka kapankah negara ini akan memiliki pemimpin yang berakhlak dan berakidah serta berpola pikir Islami? Indonesia adalah negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Sejatinya rezeki ini bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi negara ini.

Melihat kembali ke jumlah suara yang diraih oleh partai Islam atau partai yang berbasis massa umat Islam, seharusnya disadari bahwa partai-partai Islam pun memiliki nilai tawar yang hendaknya tidak dijual murah begitu saja.

Sejumlah partai Islam memilih untuk bergabung dalam Golden Bridge, sementara PPP bersedia dirangkul oleh Golden Triangle. Namun pernahkah terpikirkan jika seluruh partai Islam atau partai berbasis massa umat Islam berkoalisi dalam 1 kubu saja? Sebuah kubu yang penulis namakan dengan istilah Golden Gate atau gerbang emas, sebuah jalan masuk menuju jaman keemasan Indonesia.

Jika partai-partai Islam tersebut mau bersatu, maka cukuplah bagi mereka untuk mencalonkan capresnya sendiri. Kalau koalisi Golden Gate ini diisi oleh partai-partai seperti PKS, PAN, PKB, PPP dan PBB, maka berdasarkan quick count sementara LSI koalisi ini akan mampu meraih 26.03% suara nasional.

Belum lagi kalau ditambah dengan partai Islam lainnya seperti PKNU (1.39%), PBR (0.96%), dan PMB (0.42%), maka jumlah suaranya akan mencapai 28.8%. Plus dengan kekuatan seperti ini, tidak menutup kemungkinan beberapa partai kecil lainnya akan tertarik bergabung. Dan jumlah sebesar ini sudah lebih cukup untuk mencalonkan capresnya sendiri.

Tidak hanya itu, koalisi Golden Gate ini akan mampu mereduksi suara Golden Bridge menjadi hanya 22.57%. Meskipun suara Golden Triangle hanya akan berkurang menjadi 36.61%, namun selisih suara sebesar 8% tersebut dapat teratasi dengan sosok capres alternatif yang dicalonkan dari Golden Gate sendiri.

Masih teringat jelas dalam pemilu 5 tahun lalu, bagaimana Partai Demokrat yang hanya meraih suara sekitar 7.5% ternyata mampu mengajukan capres yang pada ahirnya keluar sebagai pilihan mayoritas rakyat Indonesia, mengalahkan Golkar dengan Wiranto nya serta PDIP dengan Megawati nya. Pun demikian dengan koalisi Golden Gate ini. Tidak menutup kemungkinan capres yang dicalonkan dari koalisi Golden Gate mampu merebut simpati dari mereka yang telah jenuh dengan wajah lama.

Hal ini sejatinya menjadi pertimbangan tersendiri bagi para petinggi partai Islam di negara ini. Terlalu banyaknya jumlah partai Islam ternyata mampu memecah kesatuan suara umat Islam. Demikian juga dengan fenomena perpecahan internal di partai Islam itu sendiri, sebagaimana PAN dan PMB atau PKB dan PKNU. Kini sudah waktunya bagi partai-partai Islam untuk bersatu mengutamakan kesejahteraan umat daripada golongannya masing-masing.

Karena seluruh umat muslim Indonesia menantikan Islam bangkit kembali di seluruh penjuru dunia. Dan bukan tidak mungkin kebangkitan tersebut dimulai dari negara ini. Namun hari ini nampaknya itu semua akan sulit terwujud jika partai Islamnya saja lebih mengutamakan golongannya masing-masing daripada Islam itu sendiri. Dan kalau hal tersebut terus terjadi, maka kapankah Islam akan bangkit di negara ini?

Add comment April 15, 2009

PemilihanUmum

Maret 2009

Pemilihan Umum

C-Kink

 

Tahun ini bangsa kita berpesta

Setelah lima tahun kita tidak bersua

Untuk memilih para pemimpin bangsa

Marilah kita merayakannya

 

Pemilihan Umum itulah namanya

Pelaksanaannya sudah di depan mata

Ayolah gunakan hak pilih kita

Karena masa depan milik kita semua

 

#

Marilah kawan ke tempat pemilihan

Di surat suara banyak nama berceceran

Dan jangan lupa lakukan pencontrengan

Nyontrengnya jangan asal-asalan

 

Sudahkah kita mengenal mereka

Yang wajahnya bisa ditemui dimana-mana

Dari tiang listrik sampai angkutan kota

Bermodal senyum palsu mencoba menyapa kita

 

Sudahkah kita kenal partai politiknya

Beraneka gambar yang menjadi logonya

Juga bermacam warna yang menjadi latarnya

Bermodal janji palsu mencoba menyapa kita

 

*

Marilah kawan jangan mau ditipu

Jangan mudah dibuai dengan jani palsu

Dan jangan lupa gunakan akalmu

Maa depan bangsa di tanganmu

 

 

***

 

                Lirik diatas merupakan lirik salah satu lagu gue yang judulnya “Pemilihan Umum”, lagu yang gue buat dalam rangka menyambut pemilu 2009. Buat lu2 semua yang tertarik buat ngedengerin lagu diatas, gue bersedia ngasih kok. Silahkan lu kirim email apa aja ke alamat email gue di c_kink_noa_zoro@yahoo.com , Insya Allah ntar bakal gue kirimin rekaman lagunya. Tapi karena di rekaman itu gue sendiri yang nyanyi sambil maen gitar, jadi sebelomnya dimohon untuk nyiapin ember dan lap dulu, buat jaga2 kalo lu pada nggak kuat dengerin suara gue yang aduhai ini, mirip suaranya Ronan Keating keselek gerobak nasi kucing.

 

Add comment April 10, 2009

DebatKusir

Beberapa waktu lalu, gue pernah nulis tulisan yang judulya “KampanyeTerselubung”, berisi tentang sms yang isinya berupa sosialisasi pemilu 2009 yang ada unsur2 kampanye terselubung di dalemnya. Terus tulisan gue itu gue posting ke blog gue di www.ckinknoazoro.wordpress.com dan gue posting juga di notes facebook gue.

Ternyata, dari postigan gue di notes facebook itu ada banyak comment yang masuk. Awalnya cuma sekedar comment singkat belaka, tapi lama2 commentnya jadi lebih serius, temanya jadi ngebahas tentang pro-kontra demokrasi. Jadi kaya semacem debat lewat comment gitu. Pun para peserta debatnya adalah orang2 lintas disiplin ilmu. Ada dari Teknik Nuklir, Hukum, Hubungan Internasional, Fisipol dll.

Rasanya sayang kalo comment2 yang penuh perdebatan itu gue nikmatin sendiri. Jadi berikut ini bakal gue persembahkan comment2 tersebut hanya untuk lu semua. Silahkan dinikmati.

Oh iya sebelomnya supaya lu semua nggak pada bingung, mendingan baca dulu deh tulisan gue yang “KampanyeTerselubung” itu, biar connect.

Kalo udah baca tulisan itu, baru deh baca comment2nya berikut ini. Monggo Mas…

 

 Asrining Tyas at 1:12pm March 22

udaaaaaaaah! 3 kata terakhir!!!! :D

 

 Syukron Mamun at 7:49pm March 22

siapa sih yh sms itu ren??? kok gw ga dapet ya??

 

 Muhammad Anshori at 9:58am March 23

gw juga dapet,tapi gw santai aja,,maklum jiwa baru. bwat tyas, tebakan lu kayaknya salah deh… =>

 

 Asrining Tyas at 2:49pm March 23

Hah,gw salah?
Asrining tyas marsudi bs salah?
Tak mungkiiiiinnn….!
*lebay mode

 

 C-Kink Ardya at 7:03am March 24

hohohoho… masa sih koy?

ya gak apa2 lah, yang penting semoga kita punya pemimpin yang beramanat di tingkat nasional yang akan membawa kebangkitan bagi bangsa ini, yang memimpin dengan gerakan dan hati nurani demi matahari bangsa yang peduli karya perjuangan

loh kok jadi ikut2an kampanye?

 

 Kampret Gantenk at 9:17am March 24

hahahaha….kalian masih ngomongi partai yah, wealah di fsbuk masih ngomingin beginian..cape deh…yang penting tetep bersih, peduli dan profesional, bener gak koy?!!^_^

 

 Syukron Mamun at 4:58pm March 24

apa sih den??? ga boleh kampanye disini !!!

 

 Asrining Tyas at 7:28pm March 24

sudahlah, omongin yang uda berjasa nurunin harga BBM 2 x aja..
*tetep..

 

 Devita Purnamisari at 9:26pm March 24

mas…bukankah notes ini secara tidak langsung menandakan anda ikut berkampanye???

 

 C-Kink Ardya at 12:57am March 25

ya begitulah… tapi kita kan harus terus berkarya dan rapatkan barisan nasional, demi perjuangan dan persatuan pembangunan

tuh kan kampanye lagi…

 

 Kampret Gantenk at 10:08am March 25

harga bbm turun 3 X..ya iyalah wong udah seharusnya…malah sekarang pemerintah masih untung kok…ndak salah tuh digembor2in sebagai prestasi…emang udah hal yang sunatuloh…ealah…maaf p presiden…afwan bin sory

 

 Sultan Iskandarsyah at 11:18am March 25

Buat temen-temen yang masih peduli dengan Indonesia saya selaku manusia yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik, kita harus memBOIKOT PEMILU LEGISLATIF!
Indonesia tidak butuh DPR dan DEMOKRASI!!

Indonesia hanya butuh PEMIMPIN yang baik…

Front ANTI LEGISLATIF

 

 Asrining Tyas at 11:28am March 25

mas, klo pemimpin (baca: presidennya) doank yang kepilih secara bener, bisa di-impeach sama legislatif yg ga bener lho.. :)

 

 Sultan Iskandarsyah at 11:42am March 25

Makanya..klo udah tau bakal ada legislatif yang gak bener,kenapa harus dipertahankan?
Kan lebih baik bubarkan legislatif…

 

 Asrining Tyas at 11:48am March 25

mas sultan, cuma mau tanya..
bentuk kesadaran politik emg harus ekstrim ya?
mau ngajarin untuk milih orang2 yang bener emang harus ngebubarin ya?
kalo substansinya salah, knp hrs ngancurin seluruh konsepnya ya?
Kenapa ga proses seleksi n perekrutannya caleg2 itu aja yg dibenahi?

 

 Sultan Iskandarsyah at 11:57am March 25

Apa kamu pernah nanya sama para “Badut Demokrasi” itu, seandainya partai mereka berhasil menguasai 100% bangku DPR, apa yang mau mereka perbuat?
Pasti jawaban mereka semua sama. “MENJADIKAN INDONESIA JADI LEBIH BAIK!”(seperti jawaban anak SD)
Tapi ketika ditanya “seperti apa sih lebih baik itu?,trus langkah apa aja yang bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik?”, gak ada satupun yang bisa menjawab dengan TEGAS…
So..intinya, SEMUA PARTAI ITU SAMA…

 

 Asrining Tyas at 12:12pm March 25

mkanya kita yg muda ini harus menjadikan partai2 itu berbeda.. makanya kita harus belajar pakai otak, bukan duit seperti mereka.. makanya kita latihan janji pake hati, bukan pake lidah kayak mereka..

tapi, boikot pemilu legislatif, tetep bukan caranya lho..
emg klo ga legislatif keadaan akan tiba-tiba jd lebih baik? tiba2 semua orang jd jujur?
kan butuh proses mas.. proses ga bisa dilaksanain dgn menghancurkan yg uda dibangun sama2 selama ini,, Ga worth it lho.. :)

 

 Asrining Tyas at 12:13pm March 25

oia, komentar mas belum menjawab 4 pertanyaan pertama saya, dan,, 2 pertanyaan yang terakhir,, :)

 

 Sultan Iskandarsyah at 12:22pm March 25

Apa harus menunggu yang tua2 itu pensiun dulu?
TIDAK,yang muda harus berjuang dari skarang. dan Inilah bentuk perjuangan saya,menyadarkan Indonesia bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI!

Mungkin klo kamu nonton video rapat BPUPKI tentang Pemilihan sistem untuk Indonesia, kamu akan tersadar hal apa yang di PERJUANGKAN PAHLAWAN KEMERDEKAAN.
Apa mereka meneriakkan “HIDUP DEMOKRASI!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP KOMUNIS!” ?
Apa mereka meneriakkan “HIDUP LIBERAL!” ?

Yang mereka teriakkan adalah “ALLAHUAKBAR!”
Jadi apa kita ingin mengingkari amanah dari mereka?

 

 Asrining Tyas at 12:30pm March 25

nuwun sewu.. lagi2 belum dijawab mas pertanyaannya.. :) biar sederhana di-compile ya mas.. dr 6 ptanyaan blm terjawab jd cukup 2 saja: emang kalo kila boikot legislatif langsung jd baik? emang klo serta-merta dibubarin indonesia bisa tiba2 baik?

ah satu lagi deh..
emang klo ga ada legislatif, kita bs mewujudkan amanah penderitaan rakyat? lha wong rakyat ga jelas mau ngadu kemana.. bingung siapa yg mau bikin aturan.. nggak tau gimana cara check & balances klo presidennya nyeleweng.. ora ngerti klo APBN-nya ditilep.. ndak ada yg ngelarang klo kita mau nambah utang.. nggak ada yg mem-propose UU pornography.. dan lain lain yang panjaaaang ky choki2…..
mbok ya klo ada sebagian yg ga bener, yo ojo trus tau2 bubar, apa2 boikot..

 

 Asrining Tyas at 12:31pm March 25

oia, maaf ya kink, jd malah diskusi disini.. :)
yah, itung2 pembelajaran politik, ya tho?

 

 Sultan Iskandarsyah at 12:35pm March 25

1. Apapun bentuknya,ekstrim atau tidak ekstrim tergantung cara pandang tiap orang. Di Gaza,merakit Bom adalah hal biasa tapi di Indonesia itu adalah hal aneh.. Cara saya seperti ini mungkin bagi orang yang tidak biasa adalah hal ekstrim,tapi bila bergaul sesama teman yangmemiliki pandangan sama adalah hal biasa.

2. Bukan substansinya yang salah, tapi SISTEM/KONSEPnya sudah salah. Jadi,biar gak disebut REVOLUSI sebaiknya di ubah sedikit demi sedikit.

3. Dengan pembenahan calon tidak akan merubah SISTEM itu hanya akan menambal sulah kekeroposan bangsa…. 

4.Coba kamu pelajari seluruh sistem pemerintahan yang ada di dunia,menurut kamu mana yang paling baik??

Ada yang ketinggalan? Maaf klo pernyataan saya agak keras…

 

 Asrining Tyas at 12:44pm March 25

ada mas, ada yang ketinggalan:
1. emang klo kita boikot maka tau2 legislatif jadi brubah/hancur?
2. emang klo legislatifnya (atau sistem demokrasinya) hancur tau2 indonesia jadi lebih baik?

nah, dari yg saya tau dan saya yakini, yah klo sy ini agak berbeda.. menurut saya, ga peduli apapun sistemnya, asal sumber daya manusianya baik, bener, jujur, dan berkualitas, pasti berhasil.. :) … 

contoh ya:
1. jaman nabi muhammad jelaslah sumber daya manusianya baik : berhasil
2. di singapore, meski sistemnya otoriter, asal pemimpinnya baik : berhasil
3. negara skandinavia, biar liberal, tapi SDMnya cihuy punya: berhasil
4. dll..

klo indo skrg blm sukses, ya perlu proses mas, makanya sy belajar yg bener, biar punya kualitas, jadi dimasa depan sy bisa menggantikan bapak2/ibu2 itu.. :) ) skrg caleg2 orientasinya kebanyakan jabatan/pride/money sih, coba orientasinya bener, hehe..

 

 Sultan Iskandarsyah at 12:57pm March 25

1. Kalo gak salah aturan pemilu skarang bila suara tidak sah/tidak digunakan mencapai lbh dari 50% maka PEMILU dianggap tidak sah dan ini lah yang dinamakan kondisi chaos dan kemungkinan bisa terjadi masa transisi sistem pemerintahan yang bahkan dapat menyebabkan perubahan sistem.
2. dari yang 1 itu orang2 harus sadar sistem apa yang lebih baik digunakan untuk bangsa ini. Orang2 sekarang banyak yang tertipu bahwa demokrasi itu yang terbaik,sejak kecil kita diajarkan “Demokrasi Adalah Segalanya”, kita tidak diajarkan membuka mata ke dunia dan melihat fakta sejarah.

Baik, bener, jujur, dan berkualitas. kita sering terjebak kata2 itu tanpa bisa mendefinisikan. Menurut anda itu baik,tapi menurut say itu bukan yang terbaik. menurut saya bener,tapi belum tentu bener menurut anda. Brarti kita butuh landasan yang sama agar persepsi bisa disamakan.

Menurut saya landasan semua itu ada didalam Al-Quran dan Hadist. Anda setuju?

 

 Sultan Iskandarsyah at 1:03pm March 25

Bukan karena saya seorang muslim. Tapi saya pernah membaca kitab suci agama resmi di Indonesia..

 

 Asrining Tyas at 1:11pm March 25

tapi bgmn bisa keadaan chaos mlh bikin bener? itu yg drtd sy ga ngerti mas… menurut sy, cara itu mngorbankan terlalu banyak untuk mendapat sesuatu yg sangat sedikit dan tidak pasti..

yg dikorbankan: stabilitas keamanan, kondisi perekonomian, konflik horisontal di tingkat masyarakat yang rentan di budaya, suku, ato agama.. juga kemungkinan vacum of power yang bikin pemerintahan kita mudah dikooptasi oleh kekuatan eksternal atau oknum yang melihat ksempatan dalam kesempitan.. uda dipikir blum mas bahwa kekacauan 1998 terulang lagi, tapi lebih parah karena ga ada counter govt yg bisa nalangin?

yg didapatkan: KEMUNGKINAN pergantian. tapi ga necessarily pergantian sistem.. yg ada pemilu diulang, ngabisin tenaga, biaya, dan orang2 tetep gontok2an.. haduh, mikirnya aja ngeri mas….. 

haha, coba, yang menurut mas ga baik, ga bener, ga jujur dan ga berkualitas yg kayak gimana? parameter2 itu sbnrnya ada dan jelas.. cuma karena mas-nya aja me-reject jd relativitas itu jd justifikasi…

 

 Sultan Iskandarsyah at 1:25pm March 25

Sepanjang sejarah dunia,perubahan sistem selalu berkaitan dengan sebuah revolusi. Bagaimana cara mengurangi dampak dari chaos? Orang2 harus memahami dan setuju dengan sistem baru yang akan dibentuk. Kalo orang2 udah paham dijamin gak bakal ada kehancuran seperti yang diperkirakan banyak orang. Padahal yang bikin chaos kemungkinan hanya orang2 yang tidak setuju dengan aturan yang baru karena keuntungan mereka akan hilang dari sistem yang lama.

Saya yakin udah cukup banyak orang yang mengerti dan bisa menalangi pemerintahan sementara untuk sistem baru tersebut,namun mereka belum mendapatkan kesempatan bersuara. Dan kebetulan saya pernah terlibat dengan orang2 tersebut…

standar jujur, baik, bener dan berkualitas saya mencoba mengikuti Al-Quran dan Hadist,karena saya juga masih belajar…..
Kalo merurut anda seperti apa sih bener,baik,jujur dan berkualitas? Maaf ya ngerepotin..

Bwt c-king:Ren,kuliah jam3!! Dah ngerjain tugas blm?

 

 Asrining Tyas at 1:38pm March 25

wah, sy setuju kok bahwa standar jujur, baik dan berkualitas memang ada di al-Quran.. :) bahkan klo mau lebih pragmatis, standar itu ada di buku manajemen sumber daya manusia di toko buku manapun.. asal penerapannya bener, hehe..

sekali lagi, yg sy ga setuju adalah cara perjuangannya.. menurut saya yg salah adalah kualitas SDMnya, jd perbaikilah calon calon itu, bukannya menghancurkan sistemnya..
Ga ada yg salah dengan sistem demokrasi di indonesia (selain bahwa sistem ini kurang efisien), hanya di tataran praktis perlu dibenahi.. ketika anda bertindak ekstrim tanpa memikirkan jangka panjangnya, itu yg bs jd fatal..

klo emang ingin mempergunakan abstainitas (is it the word?) sbg alat politik, edukasi dulu masyarakatnya.. jgn sampai terkirim pesan: “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”, walah, salah kaprah ntar jadinya..

n.b. emang mas bener2 mau dan sedang mengkampanyekan pemboikotan pemilu ya? ck ck ck.. bener uda dipikir untung ruginya? :)

 

 Adji A J Bramantya at 3:04pm March 25

wah..si nanda abis dikomporin nehh kayaknya..heheheh

 

 Adji A J Bramantya at 3:19pm March 25

@asri: demokrasi produk kapitalisme, sistemnya translasi dari perekonomian yg mengutamakan pemegang modal terbesar. padahal, mayoritas blom tentu yang paling benar.
saya stuju sama mbak asri klo cara perjuangan dengan meneriakkan golput bisa menimbulkan ketidakstabilan,, karena, MASYARAKAT KITA BELUM SIAP.

@nanda: setidaknya, kita berusaha untuk ga dipimpin oleh yang terburuk dari yang buruk2 nan(itu klo kita asumsikan smua calon legislatif itu buruk). ga mau kan, dipimpin oleh partai2 yang paling banyak bo’ong waktu kampanye? gw sih ogahh..

mending liat diri kita sendiri, udah kaffah belom menerapkan islam dlm hidup sehari2? klo kitanya blom apa2 trus maju ke ranah politik praktis, nantinya kita cuman jadi tong kosong.

pendidikan sejak dini ttg konsep2 islam itulah yang mestinya digalakkan oleh kita, supaya MASYARAKAT KITA SIAP. klo masyarakat kita msih kyk gini, cape dehhh…

 

 Muhammad Anshori at 5:40pm March 25

Kalo menurut saya, kalo mau golput boleh2 aja, kan ada hak untuk memilih dan ada juga hak untuk tidak memilih.tapi kalo dah golput jangan protes ya kalo bbm naik, kalo bayaran sekolah atau kuliah naik dll. kan golput. terus kalo bbm turun ato ada beasiswa pemerintah, ato lokalisasi perjudian ditutup ga boleh komen (dan seharusnya sih g boleh dapat ngerasain bbm turun dst). kan golput. terus kalo mau ubah sistem, boleh2 aja, tapi harus punya konsep yang jelas dari sisi konsep maupun tataran praktis. ga cuma sekedar yang ideal2 aja. terus, sosialisasikan ke masyarakat jangan cuma mahasiswa aja, liat deh respon mereka. biar gak kayak menara gading, pintar diatas tapi ga manfaat buat rakyat di bawah. So, jadi mahasiswa tunjukin dong manfaat lu! =>

 

 Sultan Iskandarsyah at 3:02pm March 26

Yup,tengkyu buat saran2nya.. Mungkin maksud hati benar tapi apa daya cara yang salah.
@aji: gw stuju akan sangat ruginya bila kita di pimpin oleh orang2 yang gak bener,tapi apa gak buang2 waktu untuk menyadarkan 200juta rakyat indonesia sehingga mereka siap? Padahal Rasulullah aja hijrah ke Madina dan membentuk negara disana,trus terciptalah “The Beauty of Islam” sehingga banyak suku2 di Mekkah iri dan ingin bergabung dengan Rasul. Mungkin gak ya kita pake cara gitu?
@asri: Yap bener,salah banget klo kita ngomong “gloput aja ah, daripada repot” atau “golput aja, pasti negara jd bener”.. Makanya,akan berbeda cara saya berbicara dengan orang yang “kurang intelek”. Alhamdulillah di FB orangnya intelek,jadi bisa diajak diskusi :) Ada ide buat dakwah yang lebih baik n gak frontal kaya gini?

Mau golput atau gak, yang jelas saya ANTI DEMOKRASI…

 

 Kampret Gantenk at 5:41pm March 26

ealah…mas ini aneh loh…kalo gak ada legislatif sapa yang mo kontrol presiden…emang mo balik ke orde b*ru lagi….jaman kegelapan dan horor di endonesa….mang enak tuh rasanya…”janganlah anda menjadi orang yang berlebihan”…analoginya gini loh buar orang yang kaya mas itu..

suatu hari ada pertandingan bola…nah tim yang kita jagoin dibantai…tim kita sebenernya gak jauh2 beda kualitasnya….nah kita liat tim kita dibantai….apa yang mas akan lakukan:
1. mengomentari saja..dengan mencaci maki. tanpa adanya bentuk riil bantuan.
2. ikut berusaha membangun tim yang kuat…baik dengan cara memasukan pemain jago dari masyarakat kita…biar tim gak dibantai lagi…. 

pastilah jawabannya cara ke 2…karena kita paling benci sama orng yang omdo tanpa adanya bentuk riil….apalagi mencaci…kalo di alam demokrasi kaya gini gimana caranya masukun “pemaen bola yang jago dan baik hati”..ya dengan adanya pemilu legislatif yang akan membantu pemimpin kita “sang pelatih” menjadi tim yang ..

 

 Kampret Gantenk at 5:42pm March 26

menjadi tim yang handal…khan gak lucu…pemain sama pelatih gontok2an…enakan juga pelatih maenin caranya dia…dengan bantuan pemain2 yang sepaham dan jago2…tim ajb pasti tercipta…makasih

 

 C-Kink Ardya at 11:09pm March 26

auwououououououwoooo… awas yang punya dateng!
asik, notes gue bisa jadi ajang diskusi kaya gini. diskusi lintas jurusan dan lintas propinsi antara teknik nukli, hubungan internasional, fisipol dan hukum. teruskan perjuangan kalian, anak muda!

ikutan ngomong ah… gue sebagai C-Kink cute dengan ini mengatakan bahwa gue pribadi juga anti sama yang namanya demokrasi dan pemilu.
kelemahan terbesar pemilu dan demokrasi adalah karena mereka mengandalkan suara terbanyak untuk menentukan keputusan. sedangkan kecenderungan manusia adalah untuk MENURUTI HAWA NAFSUNYA. jadi nggak heran ketika disurvey, sebagian besar masyarakat mengaku bahwa mereka ru menentukan pilihannya saat kertas suara sudah berada di hadapan mereka, alias di dalem bilik suara…. 
emang sejatinya, kebijakan2 yang menyangkut orang banyak nggak semestinya dibuka secara publik, lebih2 ke semua penduduk. cukup kita mengamanahkannya kepada orang2 berkompetensi dunia-akhirat untuk merumuskannya, bukan orang yang…

 

 C-Kink Ardya at 11:11pm March 26

…senantiasa berkoar2 menuruti hawa nafsunya. namun sedihnya, hari ini bakalan susah nemuin orang2 kaya gitu. bisa jadi karena lingkungan, bisa jadi karena sistem itu sendiri emang nggak memungkinkan muncul orang2 kaya gitu.

kesimpulannya apa? kepanjanga kalo ditulis disini. mari kita berdiskusi secara lisan dan face to face, lintas jurusan dan lintas disiplin ilmu. pas banget nih, semua orang diatas masih berdomisili di jabotabek. mau? MAU?

 

 Kampret Gantenk at 1:11pm March 27

kagak mau!!

 

 Sultan Iskandarsyah at 12:38am March 29

Seandainya pemuda indonesia mau membuka diri untuk belajar seluruh sistem pemerintahan dunia dan melihat fakta sejarah bahwa DEMOKRASI BUKAN SOLUSI untuk memajukan bangsa pasti mereka akan meneriakkan perubahan untuk bangsa ini.
Kebanyakan dari kita sejak kecil sudah diajarkan menDEWAkan demokrasi yg nyatanya banyak mudharatnya.

bwt Kampret Gantenk: Saya cuma mau menyatakan bahwa DEMOKRASI adalah SISTEM YANG SALAH bila kita ingin memajukan Indonesia. Ada sistem lain yg lebih baik dari demokrasi. Apa itu? Pelajari sendiri sistem pemerintahan yang ada di dunia. Oiya,seinget saya jaman Orde Baru ada Legislatif kok. Kok bisa sih masih percaya padahal udah dirugikan berkali-kal??.. :)

 

 Kampret Gantenk at 9:15am March 29

mas sultan….saya tahu demokrasi itu bukanlah solusi terbaik untuk saat ini…tapi demokrasi adalah ssitem yang paling sedikit mempunyai mudharat dibangding dengan sistem lain yang ada…”menolak kemungkaran lebih baik daripada mendatangkan kebaikan”. Dan saya bukanlah pembela fanatik demokrasi, tapi bagi saya demokrasi adalah Hal yang PALING …  Read MoreMASUK AKAL dibandingkan sistem yang ingin ditegakan…seandainya anda menginginkan KHILAFAH tegak berdiri…tapi anda hanya berkata tanpa ada aksi nyata…itu adalah hal mustahil…kami para pejuang di dalam sistem demokrasi sekuler…ingin merubah secara perlahan demokrasi itu sendiri menjadi khilafah…melalui perebutan kekuasaan dari dalam, melallui jalur legislatif….tapi seandainya anda hanya berteriak “tegakan khilafah..tegakan khilafa” anda terlihat seperti anak kecil…kaern menginginkan segala sesuatunya instan padahal perjuangan NAbi tidaklah instan….butuh waktu 23 tahun…bahkan setelah naabi meninggalpun….orang arab 2/3 murtad…

 

 Kampret Gantenk at 9:19am March 29

kembali….butuh waktu hampir 10 tahun kemudian untuk benar2 meneguhkan kekuatan di tanh Arab….janganlah bersikap seperti anak kecil yang menginginkan mainan mobil2an secepatnya, menginginkan segalanya kembali secepatnya…menginginkan khilafah bukanlah seperti membalik telapak tangan…anda puya cara anda sendiri…kami juga punya cara kami sendiri…marilah kita berlomba dalam kebaikan…semoga Allah melihat perjuangan anda dan kami sebagai amal baik di akhirat nanti…sebagai jawaban atas tanggung jawab dalam da’wahnya…afwan kalo salah…

 

 Sultan Iskandarsyah at 11:14pm March 29

Alhamdulillah akhirnya ada yang berani menyatakan bahwa masuk kedalam sistem adalah salah satu strategi untuk merubah keadaan. Yap,saya setuju masing2 dari kita punya FINISH yang sama namun caranya saja yang berbeda. Tolong pesen buat temen2 yang pejuang di dalam legilatif jangan sampai terbawa DEMOKRASI seperti orang2 tua kita.

Kalian orang2 hebat yang berani mempertaruhkan iman dengan terjun dalam kotornya demokrasi. Hati2 jangan sampai saudara menjadi lawan kalian. Karena didalam demokrasi tidak mengenal kebenaran mutlak sehingga kalian mudah diadu domba. Islam harus bersatu, bukan terpecah-belah.

bwt Kampret Gantenk: Apa benar bila “para pejuang” menguasai 100% bangku DPR kalian berniat mengubah Indonesia menjadi lebih baik? Dengan cara apa? Mungkinkah dengan mengubah Demokrasi menjadi Khilafah?

 

 Kampret Gantenk at 11:06pm March 30

doakan kami saja saudaraku….dukung kami jika kami benar….ingatkan kami jika kami khilaf ataupun lupa…semoga saja niat mulia kami diberikan jalan yang indah olehNya…saudaraku sultan…munculnya khilafah adalah suatu keniscayaan…tapi hal itu memerlukan tenaga dan waktu yang tidak sedikit…seandainya pada giliran kami Allah belum mengabulkannya…maka kami berharap generasi anak dan cucu kami dapat merealisasikannya…setidaknya kami sudah dapat berbuat semampu dan sebaik yang kami dapat lakukan sekarang…setidaknya kami dapat memberikan jalan bagi tegaknya khalifah di negeri ini…semoga Indonesia adalah negeri yang dijanjikanoleh Nabi kita bahwasanya Islam akan bangkit dari timur,….bukan dari tanah Arab…bukan dari mana-mana…tapi dari sini…sesungguhnya kekuasaan dipergilirkan diantara bangsa-bangsa…dan semua bangsa yang memeluk Islam sudah pernah merasakan kemuliaan dan keindahannya…semoga kali ini giliran kita…ALLLAHU AKBAR !!!

 

Oke deh, begono kira2. Sebuah perdebatan tentang pro-kontra demokrasi, dan langkah2 apa yang kiranya perlu dilakukan untuk mengubah sistem demokrasi itu sendiri.

Apa kesimpulannya? Silahkan temen2 menyimpulkan sendiri, karena gue mengasumsikan otak temen2 kan udah pada cerdas semua, meskipun nggak lebih cerdas dari gue. Jangan pada protes ya, ini tulisan gue kok…

Tapi intinya, gue pribadi pun tergolong makhluk yang anti dengan demokrasi dan pemilu2an. Sekalipun begitu, apakah gue bakalan golput nantinya? Biarlah waktu yang menjawabnya… Ihihihihihihihi… (backsound: suara ketawa kuntilanak)

3 comments April 5, 2009

KampanyeTerselubung

Gue lagi buka inbox handphone Nokia 3510 gue yang umurnya udah 7 taun, yang gue isi nomor Simpati di dalemnya. Udah jadi kebiasaan gue untuk nge-refresh sms2 di inbox gue, supaya nggak kepenuhan. Sekaligus juga untuk nutupin jejak gue dari makhluk2 iseng yang hobinya buka2 inbox orang. Hohohoho…

Kalo kita kerja jadi agen (agen mata2 lho, bukan agen minyak tanah atau agen koran), secuil apapun barang bukti itu bisa menjadi senjata yang sangat berharga. Karena itulah kita harus memusnahkan segala barang bukti yang kita punya, sekecil apapun itu. Jadilah gue selalu ngapus2in sms di inbox gue beberapa menit setelah sms itu nyampe. Read it, understand it, remember it, then destroy it. So everybody won’t know what was happened.

Kalo gue lagi sibuk sampe nggak sempet ngapus sms, biasanya gue ngapusin nya malem2 sebelom tidur. Jadi inbox gue yang terakumulasi selama 1 hari itu gue musnahkan di malem harinya, supaya di keesokan hari muat untuk diisi sms2 lainnya. Tapi nggak semua sms gue apus2 sih. Sms2 yang bernilai, kaya sms informasi, sms motivasi atau sms jayus biasanya gue simpen dulu, buat arsip selama beberapa hari.

Kita balik lagi ke bahasan awal. Nah waktu gue lagi ngapus2in inbox gue itu, gue nemu salah satu sms kiriman salah seekor temen gue yang nggak perlu gue sebutin namanya disini, apalagi gue pajang fotonya. Temen gue ini ngingetin gue (dan semua orang yang dia sms-in) tentang pemilu legislatif yang akan berlangsung nggak nyampe 1 bulan lagi. Gini nih isi sms-nya, dengan penggunaan bahasa yang dah gue rapiin sesuai dengan EYD, Ejaan Yang Disempurnakan (kan gue patuh sama guru2 Bahasa Indonesia):

“Pemillu tinggal 25 hari lagi. Marilah kita berdoa semoga pemilu 2009 menjadi momen lahirnya pemimpin yang amanah dan semoga rakyat Indonesia terbuka hatinya untuk memilih wakil rakyat yang bersih, peduli dan profesional menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.”

Sender:

15-03-2009

12:37:08

Nah gitu isi sms-nya.

Apakah ada yang aneh dengan sms di atas?

Sepintas, keliatannya sms itu fine2 aja kok, berisi tentang sosialisasi pemilu dan harapan2 dari pemilu 2009 ini.

Tapi coba diliat sekali lagi. Adakah yang janggal dengan sms itu?

Kalo lu ngerasa nggak ada yang janggal, ya nggak apa2. Kalo pun ternyata lu ngerasa ada yang janggal, juga nggak apa2. Kalo lu nggak mau baca tulisan ini pun nggak apa2. Dan kalo lu bingung gue lagi nulis apa, ya nggak apa2 juga. Gue juga bingung kok gue ini lagi nulis apa…

Tapi yang jelas, kalo lu semua pada nyadar, sms di atas itu nggak cuma berisi tentang sosialisasi pemilu, tapi ada 1 hal lagi yang diberitakan secara tersirat di sana.

Apa itu?

Itu adalah 1 hal yang bernama…

…KAMPANYE!

Hohohoho… Iya, kampanye. Ada unsur kampanye di sms itu, kampanye yang tersirat dan terselubung. Ayo coba diliat sekali lagi, dimana unsur2 kampanyenya?

Gue nggak mau ngasih tau disini, mana unsur2 kampanye di dalem sms tersebut. Kalo iya, ya berarti sama aja gue ikutan kampanye donk. Jadi biarlah lu sendiri aja ya yang nyari, gampang kok.

Lalu, apakah sms kaya gitu adalah sesuatu yang salah? Nggak tau juga sih, tapi kita nggak bakalan ngebahas antara salah dan bener disini. Ini cuma salah satu metode kampanye yang nggak spesifik, tapi terselubung. Kalo kata elit politik: kampanye cerdas. Meskipun gue juga nggak ngerti kampanye cerdas tuh maksudnya apa…

Oke, jadi kita akhiri aja tulisan ini segera. Mari kita bersiap2 menghadapi pemilu 2009 dengan tetesan darah dan air mata, karena gue percaya, jika kita (baca: Indonesia) terus menerus bertahan dalam sistem demokrasi dan pemilu seperti sekarang ini, maka keinginan untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik hanyalah sebuah MIMPI BELAKA!

NB: ada yang udah berhasil nemuin unsur2 kampanye di dalem sms tersebut?

2 comments March 21, 2009

HanyaKhayalan

Bismillahirrahmanirrahim

Melalui tulisan ini, aku ingin menyampaikan secuil khayalan yang sempat terlintas di dalam pikiranku. Semoga khayalan ku ini tidaklah membuat diriku menjadi seseorang yang panjang angan2, melainkan semoga khayalan ini adalah suatu cita2 yang dengan izin Allah Al-Mujiib akan dapat terwujud di suatu hari nanti, insya Allah.

Katakalah suatu hari nanti aku telah menjadi salah seorang pemimpin di negara ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan katakanlah suatu hari nanti Obama2 masa depan atau Hillary2 masa depan selaku pemimpin negara laknatullah Amerika Serikat datang berkunjung mengunjungi negara penuh berkah yang kaya akan sumber daya alam ini.

Sebagimana lazimnya kunjungan kenegaraan, tentunya akan diisi dengan obrolan2 omong kosong yang berisi tentang pujian2 dan kesepakatan langkah2 kedua negara kedepannya. Dan tentunya, negara sekaliber Amerika Serikat akan memberikan pujian seperti ini bagi negara Indonesia:

“Kami bangga melihat Indonesia. Indonesia adalah negara yang hebat, karena mampu menerapkan sistem demokrasi di tengah keberagamannya. Tidak salah kalau Indonesia dinobatkan sebagai negara demokrasi terbesar ketiga* di dunia”

(*Setelah Amerika Serikat dan India, yang mana jumlah penduduknya melebihi Indonesia)

Lalu, bagaimana aku akan membalas ucapan tersebut? Semoga jawaban ini cukup untuk memuaskan kita semua:

“The great democracy country? I would like to say: fuck your democracy! Your fucking democracy gives me nothing but demolition!

Better than compliment my country with democracy, why don’t you take a look your own democracy?

Who is using democracy as its main reason to conquer other countries?

Who is using democracy to push poor countries?

Who is using democracy to take an advantage for itself?

Who is using democracy as its shield?

And still, do you proud with this fucking democracy, while democracy is a tool you made, use to conquer this whole world?”

Then, after they hear what I’ve said, I can’t imagine what will their face looks like. Confuse? Fury? Shame? High-tempered? Well, what the hell, whatever…

Itulah khayalanku. Khayalan seekor makhluk autis yang geram melihat segala kepongahan dan kedzhaliman yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Khayalan seekor anak manusia yang bingung memikirkan cara apa lagi yang harus dilakukan untuk menyadarkan para pemimpin negeri ini. Karena, pertemuan pemimpin2 negara selalu dihiasi dengan obrolan2 mulut manis. Sementara pada aksi nyata di lapangan, negara besar dengan kapitalismenya selalu saja berusaha untuk memperkaya diri sendiri dengan membodohi negara2 kecil di sekitarnya.

Jadi, sudah waktunya kita bangkit. Negara ini butuh pemimpin yang berani. Negara ini butuh pemimpin yang tegas. Negara ini butuh pemimpin yang tidak cinta dunia dan tidak takut mati. Ada yang bersedia?

3 comments March 15, 2009

HoreeeeDiaBangkrut

Beberapa taun lalu yang gue lupa tepatnya taun berapa, pemerintah mengizinkan perusahaan2 asing untuk membuka SPBU alias Sistem Pembelajaran Berbasis Ulama, eh maksudnya Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum di bumi Indonesia ini. Sejak itu SPBU (yang lebih kita kenal dengan nama pom bensin) yang biasanya didominasi oleh Pertamina kini mulai mendapat saingan, terutama dari Petronas dan Shell.

Setelah itu di sebuah jalanan di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tepatnya di jalanan satu arah pinggir rel kereta yang dari arah Depok ke Jakarta berdirilah sebuah pom bensin dengan label Petronas di depannya. For your info aja, Petronas tuh adalah Pertamina-nya Malaysia. SPBU itu tampilannya kinclong, rapi dan elegan serta ada semacem mini marketnya gitu. Beda banget deh sama SPBU Pertamina yang pada umumnya fasilitasnya cuma asal jadi.

Padahal nggak jauh dari situ juga ada SPBU Pertamina. Malah lebih lucu lagi, soalnya mereka berdua tuh berada di jalan yang sengaja dicabangin. Pasti pada bingung deh maksudnya apa.

Jadi gini lho jeng. Buat lu2 semua orang Depok yang mau ke arah Pasar Minggu pasti ngelewatin jalan ini, pasti udah agak ngerti. Sedangkan buat yang belom, ini deh gue jelasin. Jalanan di situ tuh dibikin satu arah dan dipisahin oleh rel kereta di tengah2nya. Untuk arah Depok-Jakarta di sebelah barat rel kereta, sedangkan arah Jakarta-Depok di sebelah timur rel. Ini kita sekarang ngomongin yang arah Depok-Jakarta aja ya, soalnya itu SPBU letaknya di sebelah sana.

Deket sebelom stasiun Tanjung Barat, jalanannya bercabang dua, sebelah kanan sama kiri. Jalanan yang asli tuh yang sebelah kiri, tapi karena di situ ada persimpangan, jadi kadang2 suka macet di persimpangan itu. Untuk itulah dibuat satu jalan lagi, yang sebelah kanan. Gunanya untuk memecah kemacetan, soalnya jalanan yang sebelah kanan itu cuma lurus doank, gak nemu persimpangan.

Nah, di jalanan yang asli yang sebelah kiri ini, disitu sejak jaman dulu udah berdiri sebongkah SPBU Pertamina dengan sangat manisnya. Dan kadang2 gue juga sering mampir disana, ngisi amunisi buat Daihatsu Taruna gue.

Sementara, di jalanan yang baru dibikin yang disebelah kanan, sejak beberapa taun yang lalu juga ikut2an berdiri sebutir SPBU Petronas dengan sangat autisnya. Meskipun gue sering lewat sana, tapi Alhamdulillah nggak sekalipun gue pernah mampir di situ, apalagi ngisi bensin disana. Kalo sampe gue ngisi bensin di sana tanpa alasan yang syar’i, betapa itu adalah suatu pengkhianatan yang besar bagi bangsa Indonesia, dan Malaysia malah akan tertawa melihatnya… Huahahahaha… Ih apa sih lebay buanget deh…

Oke, jalan di sebelah kiri ada Pertamina, jalan di sebelah kanan ada Petronas. Dan persis di percabangannya itu ada tanda penunjuk Pertamina dan Petronas yang posisinya persis bersebelahan, face to face, man to man, udah kaya nantangin mau berantem aja. Kalo mau Pertamina, ambil cabang yang kiri. Kalo mau Petronas, ambil cabang yang kanan. Kalo nggak mau dua2nya gimana? Ya nggak masalah, tetep jalan lurus terus aja, insya Allah bakalan nabrak dan berakhir di rumah sakit deh. Yaaa mentok2 langsung ketemu sama Munkar dan Nankir lah.

Itu adalah SPBU non Pertamina pertama yang gue liat. Sampe detik ini gue masih nggak begitu ngerti kenapa pemerintah ngizinin perusahaan asing untuk buka SPBU di Indonesia. Emang sih kita semua ngerti kalo Pertamina sendiri nggak seindah yang kita bayangkan, jadi kita perlu semacem “saingan” untuk memantik Pertamina meningkatkan kompetensi dirinya. Dan karena Pertamina adalah satu2nya BUMN yang diamanahi untuk ngurusin minyak, tambang, dll, nggak mungkin saingan itu datengnya dari dalam negeri. Akhirnya didatangkanlah perusahaan asing untuk menjadi saingan bagi Pertamina dalam meningkatkan layanannya kepada masyarakat.

Tapi sebenernya keputusan untuk ngizinin perusahaan asing buka SPBU di Indonesia bisa berbahaya dan dangerous juga. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada siapapun juga, nggak bisa dipungkiri kalo masyarakat kita suka “silau”, “latah” dan “norak” dengan semua2 yang berbau asing. Sekalipun tas-tas buatan cah asli Mbantul memiliki kualitas yang mumpuni dan nomor wahid, tapi mereka lebih suka beli tas bermerk “Esprit” demi gengsi dan prestise. Padahal, tas merk Sprite itu dibikinnya di Bantul loh, cuma di ekspor ke luar negeri, dilabelin “Sprite”, terus dijual lagi ke Indonesia.

Loh kok tas merknya Sprite? Bukannya itu nama salah satu produk minuman berkarbonasi yang perusahaan produsennya turut serta menyumbang untuk biaya perang tentara Israel Laknatullah? Duh, emang siapa yang nulis Sprite, kita nulisnya Esprit kok. Coba ucapin kata Esprit berulang2 dengan cepet. “EspritEspritEspritEspritEspritEspritEsprit…”. Terus sekarang coba ucapin kata Sprit berulang2 dengan cepet juga. “SpriteSpriteSpriteSpriteSpriteSprite…”.

Nah apa beda dari dua pengucapan di atas?

Dari pada kita ribet2 mikirin perbedaan kedua pengucapan diatas, mending kita balik ke topik awal aja deh…

Iya, dengan adanya SPBU asing di Indonesia, ditakutkan masyarakat Indonesia lebih tertarik untuk beli disitu daripada di SPBU Pertamina. Uang masyarakat yang mestinya masuk ke kas Pertamina, malah bakalan masuk ke kasnya perusahaan asing dan dibawa lari ke luar negeri. Pun demikian Pertamina juga bakal kehilangan pelanggan dan ini akan berpengaruh kepada profitnya. Kalo bener masyarakat lebih suka ngisi di SPBU asing, lama2 Pertamina bisa bangkrut nih.

Sejatinya gue juga masih belom tau apa kelebihan SPBU asing dibanding SPBU Pertamina. Mungkin fasilitasnya, mungkin kualitasnya, mungkin harganya, mungkin pelayanannya, atau mungkin apanya. Gue pun nggak bisa membandingkan, soalnya Alhamdulillah gue belom pernah ngisi di SPBU asing manapun, entah itu Petronas, Shell, Bata, Converse, Swallow, Ardilles ata Neckerman. Loh itu kenapa ada merk alas kaki ikutan nyempil?

Tapi Alhamdulillah, mungkin sampe hari ini kekhawatiran gue itu belom terbukti, atau malah semoga nggak akan terbukti. Coba kita liat lagi paragraf awal2 tulisan ini, tentang SPBU Petronas yang di Lenteng Agung.

Awalnya gue ngerasa gimana gitu ngeliat tuh SPBU. Berani2nya SPBU asing menginjakkan kakinya di bumi Indonesia ini, lebih2 di Lenteng Agung yang posisinya nggak jauh dari Depok. Plus dengan letaknya yang seakan2 menantang SPBU Pertamina yang udah berdiri lebih dulu di deket situ juga. Rasaya pengen banget tuh SPBU asing gue tendang2in. Tapi otak Einsten gue menghalangi gue untuk melakukan tindakan demikian, soalnya kaki gue bisa ancur kalo gue nekat nendangin bangunan beton kaya gitu. Hohohoho… Autis banget dah ah.

Gue khawatir, eksistensi SPBU itu akan mampu menarik minat masyarakat untuk ngisi bensin di sana dan mengabaikan SPBU Pertamina di deketnya, sehingga Pertamina-ku-sayang bakalan bangkrut. Huiks huiks…

Sekitar pertengahan akhir taun 2008 kemaren, gue ngelewatin jalan itu lagi setelah sekian lama bersemedi di Jogja. Dan ketika waktu itu gue ngeliat SPBU sialan itu:

…Nggak ada seorang petugas yang ngejagain pompanya…

…Nggak ada kendaraan yang mampir ngisi disana…

…Nggak ada orang yang beraktifitas di sekitarnya…

…Dan ada seutas tali yang melintang di pom bensin itu…

Yang menandakan bahwa…

…SPBU ITU UDAH NGGAK BEROPERASI LAGI!!!

(HOREEE…!!! MERDEKA…!!! ALLAHU AKBAR…!!! HIDUP INDONESIA…!!! GO C-KINK GO C-KINK GO…!!!)

Huehehehehe… Mari kita tertawa dulu bersama2.

Iya, dari pemandangan yang terlihat di sana dan dari gosip2 yang gue denger di keluarga gue, emang katanya SPBU itu udah nggak beroperasi lagi. Mungkin karena kekurangan pelanggan dan akhirnya bangkrut deh. Hohohoho… Meskipun gitu, mini market yang ada di sebelahnya masih tetep eksis. Nggak tau juga sih mini market ini punya asing juga apa gimana.

Nggak tau kenapa, gue ngerasa bahagia aja begitu ngeliat SPBU penjajah itu akhirnya nggak beroperasi. Seakan-akan ada perasaan kita berhasil mengusir penjajah dari bumi Lenteng Agung ini. Huehehehe…

Mungkin perlu gue ucapin terima kasih banyak buat seluruh masyarakat yang terlibat dalam berhentinya kegiatan operasional di SPBU itu, entah itu mereka yang nggak mau ngisi di SPBU asing dan tetep setia dengan SPBU Pertamina, entah itu mereka yang nggak ada rezeki untuk ngisi di SPBU asing, entah itu mereka yang nggak punya kendaraan jadi nggak perlu ngisi BBM, atau siapapun juga. Siapapun itu, terima kasih karena kita telah berhasil merunrtuhkan suatu kekuatan baru yang mencoba mengancam eksistensi bangsa Indonesia. Hehehe… Berlebihan ya?

Hari ini, gue baru ngeliat 1 SPBU asing yang rontok, ya SPBU Petronas di Lenteng Agung itu. Ke depannya, semoga akan semakin banyak SPBU asing yang juga ikut rontok. Petronas, Shell atau apapun itu, enyahlah kalian dari bumi Indonesia! Kejatuhan kalian hanya tinggal menunggu waktu, dan Pertamina lah yang akan kembali berjaya! Huahahaha…

Tapi Pertaminanya juga jangan diem aja donk… Kompetensi dan kualitas Pertamina juga harus ditingkatin lagi, jangan cuma kebanyakan beralasan dan berapologi. Ke depannya, Pertamina harus jadi pelopor kemajuan Indonesia, sehigga akan ada SPBU Pertamina di New York, akan ada SPBU Pertamina di London, akan ada SPBU Pertamina di Tokyo dan di kota besar lainnya di seluruh dunia. Bisa kan, Pertamina? Jawablah: “Bisa! Insya Allah…”

9 comments January 28, 2009

TurunnyaHargaBBM

Faktor-faktor yang mempengaruhi turunnya harga BBM di Indonesia:

1. Harga minyak dunia

Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan harga minyak dunia merupakan faktor utama yang cukup berperan dalam naik-turunnya harga BBM di dalam negeri. Harga minyak dunia yang disandarkan dalam satuan Dollar Amerika per Barrel, mengalami lonjakan yang cukup signifikan selama 1 tahun belakangan ini.

Awalnya, harga minyak dunia relatif stabil bergerak di kisaran 45 sampai 60 Dollar Amerika per Barrel. Namun di penghujung tahun 2007, harga minyak melonjak tinggi, bergerak naik sampai menembus angka 100 Dollar Amerika per Barrel. Dan puncaknya adalah pada pertengahan tahun 2008, sekitar bulan Juni-Juli dimana harga minyak ketika itu telah mencapai angka 147 Dollar Amerika per Barrel.

Hal inilah yang membuat pemerintah Indonesia, dalam hal ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono (selanjutnya disebut SBY) selaku presiden Indonesia dan Jusuf Kalla (selanjutnya disebut JK) selaku wakil presiden memutuskan untuk menetapkan kebijakan yang tidak populis, yaitu menaikkan harga BBM dalam negeri. Penaikan harga BBM ini terjadi pada bulan Mei 2008 ketika harga minyak dunia telah melebihi angka 110 Dollar Amerika per Barrel.

Namun, perkembangan harga minyak dunia akhir2 ini mulai mengalami penurunan yang cukup drastis. Sekalipun di pertengahan tahun harga minyak dunia menembus angka 140 Dollar Amerika per Barrel, ternyata setelah itu tren harga minyak mengalami penurunan. Harga minyak kembali turun di bawah 100 Dollar Amerika per Barrel dan terus turun, bahkan di akhir tahun sempat menyentuh angka 35 Dollar Amerika per Barrel yang merupakan harga terendah selama 5 tahun terakhir!

Turunnya harga minyak dunia itu bukannya tidak disadari oleh masyarakat. Sejak tren harga minyak mulai menurun, masyarakat menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM, sebagaimana dulu pemerintah menaikkan harga BBM karena kenaikan harga minyak dunia. Dan akhirnya pemerintah pun menurunkan harga BBM secara bertahap.

Sampai hari ini, pemerintah telah 3 kali mengkoreksi harga BBM di dalam negeri. Yang pertama adalah tanggal 1 Desember, yang kedua tanggal 15 Desember, dan yang terakhir tanggal 15 Januari. Untuk kedepannya, pemerintah berencana untuk mengkoreksi harga BBM dalam negeri setiap bulannya, untuk disesuaikan dengan harga minyak internasional.

2. Krisis ekonomi global

Di penghujung tahun 2008, dunia mendapat hadiah besar berupa kolapsnya perusahaan-perusahaan finansial besar di Amerika Serikat, yang pada akhirnya merambat menjadi krisis ekonomi global yang tidak hanya terjadi di Amerika Serikat saja tetapi juga melintasi batas benua dan batas negara.

Krisis ekonomi yang disebabkan oleh kredit macet dan maraknya peredaran uang sektor non-ril ini mengakibatkan kepanikan diantara perusahaan-perusahaan multinasional. Kebangkrutan juga menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Harga-harga saham mulai melemah, bahkan sampai anjlok. Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan peredaran sahamnya selama 1 hari akibat harga saham yang turun sangat drastis ketika itu.

Hal ini juga berimbas pada harga minyak dunia. Perusahaan sementara waktu menghentikan atau mengurangi kegiatan operasionalnya, dan masyarakat memilih untuk hidup hemat dan membatasi pengeluarannya. Akibatnya permintaan akan kebutuhan minyak dalam kaitannya sebagai sumber energi menjadi berkurang, sehingga berimbas pada turunnya harga minyak dunia.

3. Keadaan ekonomi nasional

Sampai hari ini, BBM merupakan salah satu sektor yang masih mendapatkan subsidi dari pemerintah. Subsidi ini bertujuan supaya masyarakat mampu untuk membeli BBM dengan harga terjangkau, sementara harga lebihnya ditanggung pemerintah.

Besar kecilnya subsidi ini bergantung pada perekonomian negara. Ketika harga minyak dunia melonjak hingga mencapai 147 Dollar Amerika per Barrel pada pertengahan tahun 2008 lalu, pemerintah merasa tidak sanggup untuk mensubsidi lebih banyak lagi, karena itulah harga BBM dalam negeri dinaikkan. Dan kini setelah harga minyak dunia turun, pemerintah mampu untuk memberikan subsidi dan harga BBM pun turun kembali.

Berdasarkan RAPBN 2009, anggaran untuk subsidi BBM ditentukan dengan asumsi bahwa harga minyak dunia di tahun 2009 adalah sebesar 80 Dollar Amerika per Barrel. Namun kenyataannya kini harga minyak dunia tidak sampai menembus angka 50 Dollar Amerika per Barrel. Sehingga dengan hal tersebut, pemerintah memiliki lebih banyak dana untuk dialokasikan sebagai subsidi BBM ini. Karena itulah akhirnya harga BBM diturunkan.

4. Kemampuan ekonomi nasional

Masih ada kaitannya dengan poin nomor 3 di atas, adalah bahwa kini perekonomian pemerintah bisa dikatakan berada dalam neraca yang positif. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan, dan ini merupakan suatu prestasi tersendiri bagi negara ini.

2 hal penting yang perlu digaris bawahi disini adalah bahwa Indonesia mampu bertahan dari badai krisis ekonomi global yang berpusat di Amerika Serikat yang telah mengakibatkan kolapsnya perusahaan-perusahaan multi nasional di dunia. Indonesia yang hari ini memiliki tim ekonomi yang tangguh, yang tidak serta merta tergoyahkan dengan krisis tersebut, bahkan mampu bertahan dan beroperasi kembali sebagaimana biasanya.

Serta satu lagi, adalah keberhasilan sekotr pertanian Indonesia dalam memproduksi beras. Tahun ini, produksi beras Indonesia meningkat drastis dan hasil produksinya telah mampu untuk mencukupi kebutuhan beras dalam negeri, atau dengan kata lain, Indonesia telah berhasil melakukan swasembada beras. Sudah 25 tahun berlalu sejak terakhir kali Indonesia mampu berswasembada beras.

2 hal diatas adalah pencapaian positif yang akan berdampak kepada kondisi perekonomian nasional, yang pada akhirnya mampu memberikan pemerintah sejumlah pemasukan untuk dialokasikan menjadi subsidi BBM.

5. Motif politik

Tahun 2009 ini dapat dikatakan sebagai tahun politik, karena di tahun ini akan dilangsungkan pemilu tingkat nasional untuk memilih calon anggota legislatif dan presiden beserta wakil presidennya. Dan akan banyak kejadian-kejadian yang bermuatan politis yang bertujuan untuk menarik simpati masyarakat pada pemilu nantinya.

Tidak bisa tidak, apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh SBY dan JK akhir-akhir ini, akan selalu dituduh dengan adanya motif politik yang bermain di dalamnya. Dalam kapasitasnya sebagai presiden dan wakil presiden, SBY dan JK memang punya wewenang untuk menentukan arah dan kebijakan yang akan diambil oleh negeri ini. Namun keduanya juga masih punya peluang untuk dicalonkan kembali dalam pemilu presiden mendatang, sehingga seperti dituduhkan akan banyak unsur-unsur politis yang bermain disini.

Keputusan SBY dan JK untuk menurunkan harga BBM ditengarai ada kaitannya dengan pencalonan mereka di dalam pemilu mendatang. Ketika dulu mereka mengeluarkan kebijakan yang tidak populis, yaitu dengan menaikkan harga BBM, masyarakat akan kecewa terhadap mereka, yang akan mengakibatkan masyarakat tidak lagi percaya bahwa mereka akan berpihak kepada rakyat dan masyarakat akan enggan untuk memilih mereka kembali jika dicalonkan lagi dalam pemilu presiden.

Namun dengan kebijakan untuk menurunkan harga BBM ini, SBY dan JK berharap untuk dapat menarik simpati rakyat, sebagai bukti perwujudan keberpihakan mereka kepada rakyat. Harapannya tingkat popularitas mereka di mata masyarakat akan tumbuh kembali sehingga akan memberikan dampak positif pada pemilu nantinya.

Yang diuntungkan dengan turunnya harga BBM:

1. Masyarakat

Turunnya harga BBM merupakan suatu hal yang tentunya sangat dikehendaki oleh masyarakat. Harga BBM merupakan salah satu elemen penting yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu bersinggungan dengan BBM, entah itu dalam bentuk bensin kendaraan bermotor ataupun minyak tanah untuk mengepulkan asap di dapur.

Harga BBM juga berimbas kepada harga-harga kebutuhan ekonomi lainnya, seperti harga bahan pokok makanan, tarif transportasi, ataupun barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Jadi diharapkan dengan turunnya harga BBM ini, maka akan berpengaruh dengan turunnya harga kebutuhan pokok lainnya.

Namun realitanya, seringkali turunnya harga BBM ini tidak diikuti oleh turunnya harga kebutuhan pokok lainnya. Tapi apapun itu, jelas masyarakat adalah pihak yang seharusnya paling diuntungkan dengan turunnya harga BBM ini, sekalipun harga BBM yang ada saat ini seharusnya masih bisa turun lebih rendah lagi.

2. Elemen-elemen politik terkait

Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya bahwa kebijakan ini sedikit banyak memiliki nuansa politis didalamnya. Penurunan harga BBM ditengarai memiliki tujuan sampingan, yaitu untuk menarik simpati rakyat. Dan elemen yang diuntungkan dalam hal ini adalah SBY dan JK selaku tokoh yang santer diberitakan akan dicalonkan pada pemilu presiden nanti, serta Partai Demokrat dan Partai Golkar selaku partai tempat berafiliasinya kedua tokoh tersebut.

Yang dirugikan dengan turunnya harga BBM:

1. Pengusaha distributor (agen) BBM

Sebagaimana telah disebutkan dalam motif ekonomi, untuk mendapatkan keuntungan maka harga jual harus lah lebih tinggi dari harga produksi. Begitupun dengan kasus pengusaha-pengusaha yang bergerak sebagai penyalur BBM di dalam negeri.

Ketika awal tahun 2008 tren harga minyak dunia merangkak naik, pengusaha penyalur minyak telah bermimpi akan mendapatkan laba yang sangat besar. Mengapa? Karena kecenderungan harga minyak yang terus naik akan membuat mereka mampu untuk menjual minyak dengan harga yang lebih tinggi di masa mendatang.

Sebagai contoh, katakanlah begini. Bulan Januari, pengusaha membeli minyak dengan harga 80 Dollar Amerika per Barrel, mengikuti harga minyak dunia pada saat itu. Lalu di bulan Maret harga minyak melonjak menjadi 100 Dollar Amerika per Barrel. Hal ini memungkinkan pengusaha untuk menjual minyaknya di bulan Maret itu dengan harga 100 Dollar Amerika per Barrel, mengacu pada harga minyak dunia. Sehingga dari sini pengusaha akan memperoleh margin keuntungan sebesar 20 Dollar Amerika per Barrel.

Namun begitu, ada unsur spekulatif di sini. Pengusaha tidak bisa memastikan tentang harga minyak dunia di saat-saat yang akan datang. Yang ada hanyalah tren dan kecenderungan harga minyak dunia saat itu. Sekalipun tadi telah dijelaskan tentang keuntungannya, namun hal yang sebaliknya akan terjadi jika ternyata harga minyak dunia mengalami penurunan.

Dan itulah yang terjadi saat ini. Banyak pengusaha yang membeli saat harga minyak dunia sedang berada di atas kisaran 100 Dollar Amerika per Barrel. Namun kini harga minyak dunia merosot hingga di bawah 50 Dollar Amerika per Barrel. Mau tak mau, pengusaha itu harus menjual minyaknya lebih rendah dari harga yang dulu dia beli, dan hal ini akan mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit baginya.

Solusi dalam mengatasi naik-turunnya harga BBM:

1. Berhenti menetapkan harga minyak dengan sandaran Dollar Amerika

Hari ini harag minyak dunia disandarkan pada Dollar Amerika. Setiap barelnya dihargai dengan sekian Dollar Amerika. Apakah ini salah? Jawabannya adalah: Ya! Jelas ini salah!

Penetapan standar mata uang dunia ke dalam Dollar Amerika adalah suatu bukti kelicikan Amerika Serikat terhadap dunia. Nilai mata uang dunia dan harga minyak berubah-ubah terhadap Dollar Amerika, sementara Dollar Amerika itu sendiri nilainya adalah tetap. Jadi dengan menetapkan standar mata uang dunia dengan Dollar Amerika hanya akan menguntungkan negara Amerika Serikat itu sendiri.

Plus, mata uang Dollar Amerika dalam percetakannya tidak ditetapkan kepada standar ketersediaan emas dan bebas dicetak dalam jumlah sebanyak-banyaknya. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya inflasi di berbagai negara.

Sejatinya, uang haruslah disandarkan pada ketersediaan emas. Uang adalah perwakilan dari emas yang nilainya haruslah sesuai dengan emas yang ada, bukan uang seperti sekarang ini yang sama sekali tidak ada nilainya akibat tidak disesuaikan dengan ketersediaan emas. Jumlah uang yang beredar harus sama dengan simpanan emas yang dimiliki. Selama ketersediaan emas belum bertambah, maka uang tidak boleh dicetak lebih banyak dari itu.

Pertanyaannya, adakah hari ini mata uang yang nilainya disandarkan pada emas? Tentu ada, yaitu uang Dinar dan Dirham. 1 Dinar disandarkan pada 4.25 gram emas 22 karat, sementara 1 Dirham disandarkan pada 3 gram perak murni.

Jadi solusinya, segeralah mengganti penetapan standar harga minyak dunia dari Dollar Amerika menadi Dinar atau Dirham. Karena terbukti, disaat tahun-tahun belakangan ini harga minyak dunia dengan standar Dollar Amerika adalah naik-turun dan bervariasi, maka harga minyak dunia dengan standar Dinar adalah relatif stabil dari tahun ke tahun, tidak pernah mengalami lonjakan secara drastis sebagaimana bila disandarkan pada Dollar Amerika. (sumber: majalah EraMuslim Diggest edisi koleksi 7)

2. Usir para penjajah minyak dari bumi pertiwi

Kita semua telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber minyaknya. Pemasukan terbesar Indonesia setiap tahunnya adalah dari sektor migas. Namun kenapa hari ini Indonesia masih mengimpor minyak dari negara lain?

Karena, minyak-minyak di Indonesia telah dikuasai oleh pihak asing! Dengan metode penjajahan model baru, pihak asing telah berhasil membodohi pemerintah Indonesia untuk menguras sumber-sumber minyak di Indonesia untuk dibawa lari ke negaranya sendiri. Chevron dan Exxon, adalah contoh perusahaan pencuri minyak di Indonesia ini.

Jadi sangat disarankan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang masih punya harga diri, khususnya mereka yang berada dalam birokrasi pemerintahan untuk segera MENGUSIR para pencuri minyak itu dan MENENDANG mereka jauh-jauh dari negeri ini. Menteri Pertanian telah berhasil melakukan swasembada beras untuk negara ini. Kini kita tunggu pemerintah, khususnya Presiden, Wakil Presiden dan Menteri ESDM untuk melakukan SWASEMBADA MINYAK di negeri ini.

4 comments January 23, 2009

UGMmembentukKarakterBangsa

Peran UGM dalam Membentuk Karakter Bangsa

Bangun pemudi pemuda Indonesia

Tangan bajumu singsingkan untuk negara

Masa yang akan datang kewajiban mu lah

Menjadi tanggungan mu terhadapn Nusa

Itu tadi sebuah bait dari lagu berjudul “Bangun Pemudi Pemuda”. Sebuah lagu yang syarat makna akan pentingnya peran generasi muda terutama mahasiswa terhadap masa depan sebuah negara.

Universitas Gadjah Mada (selanjutnya disebut UGM) sebagai salah satu universitas terbesar, tertua dan terbaik di Indonesia yang memiliki ribuan civitas akademika di dalamnya, hendaklah menjadi sebuah instansi yang mampu mengkader dan menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang unggul di bidangnya. Tidak cukup hanya dengan unggul di bidangnya, tapi juga harus disertai dengan jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air yang tinggi, dan itu diwujudkan dalam kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

Permasalahan bangsa Indonesia bukanlah tentang rendahnya ilmu yang dimiliki. Kita semua percaya bahwa bangsa Indonesia memiliki kepintaran dan kecerdasan yang tidak dapat diremehkan. Hal ini terlihat dengan banyaknya pemuda-pemudi Indonesia yang seringkali meraih medali dalam kejuaraan-kejuaraan bertaraf internasional di bidang ilmu pengetahuan. Demikian juga dengan cendekiawan-cendekiawan kita yang kecerdasannya diakui oleh dunia. Hanya kita saja yang tidak sadar akan hal tersebut. Entah tidak sadar, tidak mau sadar, atau memang tidak peduli.

Lalu dimana permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini? Yaitu ada pada pola pikir dan cara pandang hidup yang sudah semakin berubah. Meskipun hal ini adalah kasat mata, tapi premis-premis yang terjadi di lapangan menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia kini sudah tidak lagi cinta dengan tanah airnya. Bangsa Indonesia sudah tidak lagi rela berkorban demi negaranya. Mereka lebih senang memenuhi perutnya sendiri daripada harus berbagi dengan sesama saudara sebangsanya.

Yang cukup jelas terlihat dari penyimpangan pola pikir ini adalah kebobrokan akhlak dan moral. Ya, bukan berita yang asing lagi bahwa kasus korupsi, suap-menyuap, gila jabatan dan lain sebagainya sudah menjadi agenda rutin di negara ini. Mereka yang notabene adalah orang-orang pintar dan cerdas yang disegani di bidangnya masing-masing, ternyata tidak mampu menjaga integritasnya sebagai orang cerdas tersebut. Perut mereka lebih diprioritaskan daripada perut lapar bangsa Indonesia lainnya.

Bukan hanya merosotnya akhlak dan moral, tapi juga mulai bergesernya rasa cinta akan budaya nasional. Masyarakat lebih senang untuk mengkonsumsi budaya asing dan meninggalkan budaya lokal. Bahkan seringkali muncul pernyataan bahwa budaya lokal adalah sesuatu yang kuno dan ketinggalan jaman, yang tidak relevan lagi dengan kehidupan gobalisasi seperti sekarang ini. Padahal, budaya lokal dalah tonggak utama penyusun budaya nasional. Jika budaya lokal sudah mulai terabaikan, maka budaya nasional akan runtuh dengan sendirinya.

Ini semua terjadi akibat apa yang mereka sebut globalisasi, yang lahir akibat sebuah sistem yang bernama kapitalisme. Pola pikir kapitalis inilah yang kini mulai menggerogoti kepribadian masyarakat Indonesia. Segala sesuatu yang mereka lakukan, pastilah bermotif uang. Uang, uang dan uang. Hanya uang dan selalu uang. Tak peduli apakah yang mereka lakukan tersebut merugikan negara atau tidak. Hanya ada uang di otak mereka. Rasa cinta tanah air? Ah itu sudah cerita lalu, cerita ketika para pemuda mendeklarasikan Sumpah Pemuda atau cerita ketika Ir. Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Akibat dari itu semua, bangsa Indonesia kini menjadi bangsa yang manja. Bangsa yang selalu berlomba-lomba menumpuk uang dan berusaha untuk memperkaya diri. Bangsa yang terbiasa dengan budaya hidup mewah, merasa nyaman dengan kemewahannya dan tidak ada niat untuk membantu saudaranya. Otak mereka cerdas, tapi hati mereka kosong.

Untuk menjadi sebuah negara yang besar dan berdaulat, tidak seharusnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini diisi oleh orang-orang berpola pikir egois seperti itu. Negara ini butuh orang-orang yang peduli akan nasib bangsanya. Negara ini butuh orang-orang yang mau turun tangan membantu meringankan beban penderitaan saudaranya. Negara ini butuh orang-orang yang tidak hanya berotak cerdas tetapi juga berhati ikhlas. Intinya, negara ini butuh orang-orang dengan semangat nasionalis dan cinta tanah air yang tinggi.

Dimanakah gerangan orang-orang seperti itu? Sangatlah tidak etis jika kita hanya duduk diam dan menunggu datangnya orang-orang tersebut. Juga masih kurang etis jika kita hanya mencari-cari dimanakah mereka berada. Adalah suatu hal yang luar biasa jika kita sendirilah yang menciptakan orang-orang tersebut. Iya, menciptakan. Kita ciptakan, kita bentuk, kita cetak dan kita hasilkan individu-individu berkualitas yang suatu hari nanti akan membawa negara ini bangkit dari keterpurukan dan membawa Burung Garuda terbang mengangkasa menguasai dunia.

UGM yang merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia, semestinya menyadari akan pentingnya hal tersebut. Dengan nama besarnya, adalah suatu hal yang memalukan jika ternyata lulusan UGM tidak memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi dan malah mejadi budak kapitalis. UGM didirikan bukan sebagai pencetak tenaga kerja yang berorientasi materi semata, tetapi sebagai universitas yang akan menghasilkan para pemimpin bangsa.

Nama besar UGM sudah terkenal ke seluruh penjuru Indonesia. Bahkan tidak hanya di Indonesia, seluruh dunia pun mengakui eksistensi UGM sebagai salah satu universitas favorit. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran UGM setiap tahunnya di dalam daftar 500 besar universitas terbaik dunia. Demikian juga dengan lulusannya yang telah melanglang buana dan meraih kesuksesan di bidangnya.

Hal tersebut merupakan suatu nilai lebih yang dimiliki oleh UGM. UGM memiliki nilai historis yang tidak bisa dilupakan terkait jasa-jasanya mencetak para pemimpin bangsa. Ditambah dengan kultur khas Yogyakarta, sejatinya UGM telah memiliki syarat-syarat untuk menjadi garda terdepan pencetak bibit-bibit unggul yang akan menyuburkan dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Untuk itu, diperlukan adanya kurikulum yang berkualitas yang diajarkan di dalam perkuliahan UGM itu sendiri. Kurikulum sebagai suatu sistem yang akan mengarahkan bagaimana output dari para mahasiswa nantinya.

Patut untuk diperhatikan adalah mengenai sistem yang kita sebut dengan kurikulum tesebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa tahun-tahun belakangan ini, kapitalisme memang telah menguasai dunia. Globalisasi menjadi hal yang tak terpisahkan lagi. Hampir semua sendi kehidupan telah terjerat dengan pola pikir kapitalis. Sulur-sulur kapitalisme telah merayap, menjalar ke segala arah.

Pertanyaannya di sini adalah, apakah kurikulum merupakan bagian dari kapitalisme? Sebuah pertanyaan yang memang tidak bisa dijawab secara kasat mata. Seperti sudah dikemukakan sebelumnya bahwa kapitalisme telah mengangkangi dunia. Tentunya mereka, khususnya Amerika Serikat tidak ingin jika kapitalisme yang merupakan jubah mereka dijatuhkan hegemoninya. Untuk itu kapitalisme akan mencoba mempengaruhi semua unsur yang ada untuk menuruti keinginan mereka. Salah satunya adalah unsur pendidikan. Dan itu dilakukan dengan cara menyelipkan pola pikir kapitalisme di dalam kurikulum-kurikulum yang ada. Sehingga pada akhirnya institusi pendidikan akan mencetak individu-individu yang berpikir kapitalis, yang tidak lagi memiliki rasa cinta tanah air kepada negaranya sendiri dan tidak peduli terhadap nasib bangsanya.

Bagaimana dengan UGM? Apakah secara tidak disadari, kapitalisme pun telah masuk menyusup ke dalam sistem kurikulum UGM? Mungkin ini memang sebuah pertanyaan yang akan menimbulkan reaksi yang berbeda dari semua yang mencoba menjawabnya. Dan kalaupun kita telah mampu menjawabnya, akankah kita tetap diam saja dan membiarkan budaya kapitalisme merasuk ke dalam diri kita dan meracuni pikiran kita?

Salah satu hal yang diagung-agungkan para mahasiwa adalah, bagaimana caranya kita bisa lulus secepat mungkin. Normalnya adalah 4 tahun. Tapi realitanya tidak sedikit yang mampu menyelesaikan studinya dalam waktu kurang dari 4 tahun. Plus, dengan IPK yang tinggi.

Adakah yang salah dengan itu semua? Tentunya tidak. Adalah suatu hal yang baik jika mahasiswa bertekad untuk menyelesaikan studinya dan tidak berlama-lama. Namun yang mungkin perlu diperhatikan adalah, bagaimana dengan perkembangan diri dan pola pikir yang terjadi di dalamnya?

Umumnya, pola pikir seperti ini adalah bentukan dari perusahaan-perusahaan asing yang hendak mencari tenaga kerja yang murah meriah dari Indonesia. Perusahaan asing membutuhkan banyak tenaga untuk memperluas ekspansinya. Namun mereka kesulitan mencari tenaga kerja yang dimaksud. Akhirnya mereka mencoba untuk mencari tenaga kerja dari Indonesia yang berotak cemerlang tetapi berhati kosong.

Jadilah perusahaan-perusahaan mengincar para sarjana-sarjana kita yang lulus cepat, namun tidak menyadari akan budaya kapitalisme ini. Sarjana kita akan dicengkram oleh mereka. Diberikan gaji yang besar. Besar untuk ukuran kita, namun sesungguhnya setara dengan gaji seorang loper koran di negara asal mereka. Diberikan fasilitas yang mewah. Dimanja dengan segala kemudahan. Akhirnya tergadailah jiwa kebangsaan kita. Kecerdasan kita telah dibeli oleh mereka. Seorang sarjana terbaik telah pergi. Ia telah menjadi budak kapitalisme, bekerja demi mengenyangkan perutnya sendiri tanpa tersisa secuil pun rasa kepedulian terhadap nasib bangsanya.

Demikian juga dengan prasyarat absensi untuk mengikuti ujian. Baru-baru ini di salah satu fakultas diberitakan bahwa syarat untuk mengikuti ujian akhir adalah jika presensi kehadiran mahasiswa yang bersangkutan adalah sebesar 100%. Jika kurang dari itu, maka katakan selamat tinggal pada ujian dan bersiaplah berjumpa dengan adik kelas di tahun depan di mata kuliah yang sama.

Sekali lagi, adakah yang salah dengan itu semua? Dan jawabannya sekali lagi, tentunya tidak. Dosen adalah seorang tenaga pengajar yang sepatutnya dihormati. Dan salah satu bentuk penghormatan mahasiswa terhadap dosennya adalah dengan cara menghadiri kuliahnya.

Namun jika ditilik lebih jauh, hal ini dapat mematikan potensi mahasiswa untuk bergerak di luar bangku perkuliahan. Banyak hal yang bisa didapatkan oleh mahasiswa di luar gedung kampusnya, dimana hal-hal tersebut tidak akan ia dapatkan jika ia hanya duduk manis di bangku kelas.

Banyak mahasiswa yang selain menjalani studi di bangku kuliah, juga aktif mengikuti organisasi-organisasi baik yang intra kampus maupun ektra kampus. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang sudah mampu mencari penghasilan sendiri. Di sanalah sejatinya softskill mahasiswa akan terasah. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman-pengalaman untuk terjun langsung ke lapangan dan menghadapi berbagai realita yang ada. Bahkan, dari organisasi-organisasi inilah yang akan membentuk jiwa calon pemimpin bangsa dan rasa cinta tanah air di dalam diri mahasiswa. Itulah inti dari berorganisasi, membentuk karakter yang berintegritas tinggi, yang tidak hanya mengutamakan softskill tapi disertai dengan kesadaran akan perlunya niat dan tekad untuk membangun negara ini.

Tentunya kedua hal yang telah dipaparkan di atas juga memiliki resiko. Resiko yang sering terjadi adalah akan membuat mahasiswa menjadi terlalu santai di dalam perkuliahan dan akhirnya malah mengakibatkan kuliah terbengkalai. Lalu adakah solusi untuk mengatasinya? Dengan ucapan Basmallah dan dengan Izin Allah, maka jawabannya adalah: ada!

Mahasiswa bisa saja lulus cepat tanpa menggadaikan kecerdasannya untuk menjadi budak kapitalis. Mahasiswa pun bisa tetap berada di ruang kuliah tanpa harus kehilangan kesempatan mendapatkan ajaran-ajaran tentang pentingnya kecintaan tanah air. Dengan cara apa? Yaitu dengan cara memasukkan konten-konten tersebut ke dalam kurikulum dan mata kuliah yang ada.

Iya, seperti itulah. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk saat ini, mata kuliah yang bersifat pengembangan diri sangatlah termarjinalkan. Dari syarat kelulusan +- 140 sks, mahasiswa hanya memiliki 6 sks untuk mengembangkan diri, yaitu pada mata kuliah Agama, Pancasila, dan Kewarganegaraan. Plus kewajiban mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Itupun kalau mahasiswa yang bersangkutan melaksanakan KKN tersebut dengan tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukan hanya sebagai melepas kewajiban sks untuk memenuhi syarat kelulusan. Karena banyak mahasiswa yang tidak mau bersusah payah melaksanakan KKN ke desa-desa terpencil akibat budaya hidup mewah yang terpatri dalam pola pikir mereka.

Untuk memenuhi keinginan tersebut, maka nilai-nilai cinta tanah air haruslah dimasukkan ke dalam kurikulum yang ada. Kurikulum seharusnya tidak hanya mampu mencetak individu-individu yang ahli di bidangnya, tapi kurikulum juga harus mampu mencetak individu-individu yang memiliki pola pikir luar biasa. Yaitu pola pikir yang bertekad untuk tidak mau menjadi budak kapitalis, pola pikir yang bertekad untuk memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

Telah dikatakan di awal bahwa Indonesia tidak hanya butuh orang-orang yang cerdas namum berpola pikir kapitalis dan berbudaya egois. Orang-orang seperti itu telah banyak beredar di negara ini. Dan hasilnya seperti yang dapat kita lihat adalah keadaan Indonesia pada saat ini, dimana korupsi merajalela, kemerosotan moral dan akhlak dimana-mana, serta lunturnya rasa cinta akan budaya nasional.

UGM disini haruslah berperan aktif untuk mencetak manusia-manusia berkualitas yang akan memimpin bangsa ini nantinya. Dan hal itu salah satunya diwujudkan dalam kurikulum yang diajarkan selama masa perkuliahan. Harus ada kurikulum yang mengajarkan tentang pentingnya nilai-nilai kebangsaan. Harus ada kurikulum yang menanamkan tentang rasa cinta tanah air. Tidak cukup hanya dengan ada, tapi juga harus memiliki porsi yang lebih.

Janganlah seperti saat ini dimana mata kuliah Agama yang merupakan fondasi dasar pola pikir kehidupan manusia hanya dijatah 2 sks saja. Tentunya UGM menyarankan mahasiswa untuk mendalami pengetahuan agama di luar perkuliahan. Tetapi apakah hal itu akan efektif jika mahasiswa dituntut untuk lulus cepat dengan presensi kehadiran 100%, yang membuat mahasiswa kekurangan waktu untuk mencari ilmu di luar perkuliahan?

Untuk mewujudkan kurikulum tersebut pun, jangan pernah melupakan peran dosen sebagai garda terdepan penyampai ilmu kepada mahasiswa. Dengan perannya tersebut, maka sudah sepatutnya bagi dosen untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada para mahasiswanya. Tidak hanya materi perkuliahan saja yang diajarkan dosen di kelas, tapi hendaknya dosen juga mampu untuk membentuk karakter mahasiswa yang peduli akan nasib bangsanya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa dosen pun mungkin juga memiliki pola pikir kapitalis. Tapi harapannya adalah, dengan sistem dan kurikulum yang ada, maka pola pikir kapitalis tersebut lama kelamaan akan meluruh dan pada akhirnya di dalam dada para dosen pun mulai muncul benih-benih seorang nasionalis yang tidak hanya mencerdaskan dirinya sendiri tapi juga mencerdaskan bangsa Indonesia pada umumnya.

Intinya, sudah saatnya bagi UGM untuk menciptakan sebuah kurikulum yang mampu membentuk dan mencetak serta menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang luar biasa. Mahasiswa yang berkarakter. Mahasiswa yang berintegritas tinggi. Mahasiswa yang tidak pernah lupa akan tanah airnya. Sehingga pada akhirnya UGM akan dikenang sebagai universitas yang tidak hanya mencetak para ilmuwan yang ahli di bidangnya, tapi juga memiliki kontribusi dan langkah nyata dalam membangun Indonesia.

UGM menuju kampus ideal, bukan lagi sebuah mimpi. Dengan dukungan segenap civitas akademika dan didukung oleh sistem yang digunakan di dalamnya, maka UGM berpotensi untuk menjadi universitas terbaik. Terbaik di Indonesia, terbaik di Asia Tenggara, terbaik di Asia dan terbaik di Dunia. Sehingga dengan terwujudnya UGM sebagai kampus ideal, maka kita akan melihat mahasiswa-mahasiswa asing berebut berbondong-bondong untuk melanjutkan studinya di sini. Para ilmuwan berlomba-lomba mengadakan penelitian dengan civitas akademika di sini.

Dan pada saat itulah, negara Indonesia akan berjaya di muka bumi ini. Insya Allah.

2 comments January 13, 2009

LagunyaLaguBola

Wuoy wuoy wuoy wuoy… Ngeliat judul di atas, apakah lu semua ngerasa familiar? “LagunyaLaguBola”, itu judul tulisan kita kali ini. Emang LagunyaLaguBola tuh apaan sih?

Ini adalah sebuah lagu dari masa lalu, tepatnya taun 1998 dulu. Buat lu2 semua yang masih inget, ada sebuah kejadian besar yang terjadi pada taun itu. Kejadian apa hwayo? Yup,lu nggak salah kalo jawab waktu itu terjadi krismon dan si Mbah Soeharto lengser keprabon dari kursi presiden yang telah ia jarah selama +-32 tahun. Tapi bukan itu yang mau kita bahas disini.

Ada satu gelaran lagi yang juga terjadi di taun yang sama, yaitu World Cup alias Piala Dunia 1998. Tau kan? Itu lho, turnamen sepakbola sejagat yang mempertandingkan negara2 di seluruh penjuru dunia. Kalo lu masih nggak tau juga apa itu World Cup, gue jadi ragu apakah selama ini lu tinggal di Bumi atau di planet Mars sono… Hohohoho…

Udah jadi kelaziman kalo di tiap World Cup pasti ada lagu yang dijadiin semacem theme song gitu, sekalian buat promosi World Cup nya itu sendiri. Kalo waktu World Cup 1994 yang jadi theme song kan lagunya Chumbawamba berjudul “Top of the World”, yang ngetop dengan bait “Ole ole ole ole…” nya, yang sekarang suka dinyanyiin suporter sepakbola Indonesia.

Sedangkan di World Cup 1998 yang dihelat di Prancis ini, penyanyi pria dari Amerika Latin yang bernama Ricky Martin yang punya tampang mirip gue itu di daulat buat nyanyiin theme songnya, dengan lagunya yang berjudul “La Copa de la Vida”. Masih pada inget kan? Yang ngetop dengan bait “Gol gol gol… Ale ale ale…”.

Buat lu2 semua yang cinta sepakbola khususnya sejak jaman dulu, pasti masih inget. Sedangkan buat lu yang baru suka sepakbola belakangan ini, ya nggak apa2, nih sekarang gue kasih tau.

Nah sekarang kita buang jauh2 si Ricky Martin, La Copa de la Vida dan World Cup 1998 itu, soalnya bukan itu yang mau kita bahas. Sekarang kita beralih ke dalam negeri.

Alkisah pada sekitar taun itu juga, di Indonesia sini tersebutlah sebuah grup lawak yang bernama P-Project. Ada yang udah lupa? Kalo sekarang yang tenar kan si Project Pop. Nah, P-Project ini tuh senior nya Project Pop. Karakteristiknya juga mirip2 gitu, bisa ngelawak, bisa nyanyi lagu2 komedi, dan bisa kencing sambil kayang juga. Eh nggak mungkin ya…

Lagu2 komedi yang dibawain P-Project yang terdiri dari Denny, Izur, Daan, Joe dan kawan2 biasanya merupakan saduran dari lagu2 pop nasional maupun internasional yang liriknya diubah sak enak’e udel’e dhewek. Dan telinga pada pendengar, salah satunya adalah gue, udah nggak asing lagi dengan yang kaya gini. Banyak kok lagu2 yang liriknya di-parodi-in, mulai dari Backstreet Boys, Arkarna, Andre Hehanusa, macem2 deh.

Pas di taun 1998 itu, P-Project ini ngeluarin album. Dan salah satu lagu di album itu adalah plesetan dari lagu La Copa de la Vida yang dibawain Ricky Martin itu tadi. Ya wajar sih, waktu itu kan emang lagi hot2nya Piala Dunia, jadi P-Project nggak mau ketinggalan manfaatin momen ini. Dan waktu itu pun gue termasuk maniak P-Project yang hobi ngoleksi lagu2nya.

Itu tadi masa lalu yang terjadi di taun 1998. Sekarang kita kembali ke masa kini di saat gue nulis tulisan ini, yaitu di penghujung taun 2008 sekaligus di awal taun 2009.

Di komputer rumah gue di Depok, di salah satu foldernya ada kumpulan lagu2 P-Project dari jaman semono. Ini kayanya kerjaan kakak gue yang juga sama2 hobi P-Project, yang nggak tau bisa dapet lagu2 ini dari mana, soalnya lagu2 lama kaya gini kan biasanya beredar dalam bentuk kaset. Jarang ada yang dalam bentuk CD atau MP3, kecuali lagu2 Evergreen.

Dari beberapa lagu P-Project di komputer gue itu, salah satunya ada lagu plesetan La Copa de la Vida itu tadi. Tapi kalo versi P-Project, judulnya diubah jadi “Lagunya Lagu Bola”. Liriknya juga udah diplesetin pake Bahasa Indonesia dibuat parodi2 gitu. Terus gue dengerin deh tuh lagu.

Dulu waktu di taun 1998, waktu gue baru berumur 10 taun dan masih ingusan, gue suka iseng teriak2 nyanyi lagu ini tanpa tau maknanya. Ya wajar lah, namanya juga anak kecil. Tapi sekarang 10 taun udah berlalu. Dan ketika gue denger lagu ini lagi, ternyata lagu ini adalah istimewa! Istimewa kenapa? Ya nggak tau deh, rasanya istimewa aja. Kalo nggak istimewa, nggak mungkin gue buang2 waktu cuma buat nulis tulisan ini. Hohoho… Iya nggak?

Supaya lu2 semua bisa tau lebih jelasnya, ini deh gue kasih liriknya. Silahkan kalo mau sambil dinyanyiin juga, nadanya sama persis kaya La Copa de la Vida nya Ricky Martin kok.

Semua menjerit… (yeah)

Semua menjerit… (yeah)

Semua menjerit… (yeah)

Gol gol gol (gol gol gol)

Ale ale ale (ale ale ale)

Gol (gol)

Gol (gol)

Gol (gol)

Gol (gol)

Bikin gol

Negeri Prancis negeri fashion

Tempat lahir Napoleon

Para turis borong karcis

Tuk menonton s’pakbola show

Ada Brazilia ada Italia

Ditambah Afrika dan dari Asia

Semua berpesta lewat sepakbola

Tuk jadi jawara piala dunia

Piala dunia…

Bikin gol (ale ale ale)

Gol gol gol (kaya Pele Pele)

Cari angka (tuk jadi duara)

Gol gol gol (aye aye aye)

Laris manis tanjung kimpul

Karcis habis Prancis makmur

Berprestasi dan berbisnis

Dua sisi sangat manis

Kita Indonesia gak ikut kesana

Jadi peserta piala dunia

Lebih menderita kar’na huru-hara

Liga Indonesia tidak berdaya

Tidak berdaya…

Bol bola (jadi bete bete)

Gol gol gol (jadi kage ade)

Atlet bola (jadi pada memble)

Pe Ha Ka (nganggur-nganggur aje)

Pemain menjert… (yeah)

Penonton kejepit… (yeah)

Wasit cepirit… (yeah)

Makan peluit…

Rencananya Indonesia

Kan menuju pentas dunia

Bagaimana itu bisa

Liga saja tidak ada

Apa sepakbola mirip bank swasta

Tak bermodal lagi dilikuidasi

Mending merger saja dengan binaraga

Agar atlet bola bisa perkasa

Bisa perkasa… Bisa perkasa…

Ronaldo (seperti Mas Pele)

Tapi pale (mirip onde-onde)

Del Piero (sang Italiano)

Kurniawan (memang Julianto)

Romario (ojo neko-neko)

Widodo (kamu ora ono)

Yo yo yo (nonton rame-rame)

Pala pusing (cepet tempet koyo)

Mungkin aje (mungkin aje)

Pemain kite (pemain kite)

Pergi kesane (pergi kesane)

Ke pentas dunie (ke pentas dunie)

Setidaknye (setidaknye)

Kite bise (kite bise)

Ngirim dute (ngirim dute)

Ketuanye aje (ketuanye aje)

(Yeah) Duh amit-amit…

Got it? Okeh, itu dia istimewanya. Bahwa lagu ini nggak cuma komedi dan parodi belaka, tapi juga ada kritik di dalemnya, dengan kata lain: satire! Itu lah yang membuat gue ikut tergugah untuk urun rembug menulis tulisan ini.

Bait2 awal emang standar, itu cuma buat parodi aja. Silahkan dibaca lagi kalo mau. Sekarang kita liat ke bait keduanya, abis reff pertama.

Kita Indonesia gak ikut kesana

Jadi peserta piala dunia

Lebih menderita kar’na huru-hara

Liga Indonesia tidak berdaya

Ini dia salah satu lirik yang satir sebagaimana gue maksud. Di negara kita tercinta ini, sepakbola merupakan olahraga favorit nomor satu. Hampir semua laki2 di negara ini pasti suka sepakbola. Suka main bola, itu pasti. Atau minimal suka nonton bola lah. Semua anak laki2 udah dididik untuk mencintai sepakbola. Sampe2 misalnya ada temen kita laki2 yang nggak suka, nggak bisa dan nggak hobi bola, seringkali kita meragukan aspek kelaki2an dan kejantanan temen kita itu. Betapa sepakbola udah begitu mendarah daging di negara ini.

Tapi coba liat liriknya P-Project itu tadi. Dalam tiap gelaran Piala Dunia, kita selalu cuma jadi penonton doang. Pernah sih sekali kita ikutan Piala Dunia, jaman dulu banget waktu taun 1938 di Prancis, waktu Soekarno, M. Hatta, M.Natsir, H.Agus Salim dan kawan2 lagi sibuk memperjuangkan nasib bangsa ini. Waktu itu kita masih dijajah Wong Londo, jadi bukan nama Indonesia yang tercantum tapi masih pake nama Hindia Belanda. Dan efeknya, Indonesia eh Hindia Belanda langsung dibantai sama Hungaria dengan skor 6-1! Lumayan lah, bisa ngegolin 1.

Sekarang, jangankan tampil di Piala Dunia. Lolos pra-kualifikasi aja udah susahnya minta ampun. Jangankan lolos pra-kualifikasi, Liga Indonesia sendiri aja banyak rusuhnya kok, hobinya bikin huru-hara, kaya kata P-Project. Kalo nonton Liga Indonesia, kita nggak cuma nonton pertandingan sepakbola, tapi kadang2 dapet bonus pertandingan tinju atau gulat atau perang kecil2an atau semacamnya lah.

Itulah yang bikin sepakbola Indonesia jadi ngebetein. Jarang ada gol, kebanyakan berantemnya. Dan atlet bola jadi pada memble semua. Plus ditambah dengan krismon 1998 yang mengakibatkan banyak PHK yang berimbas ke dunia sepakbola nasional, yaitu terhentinya Liga Indonesia secara mendadak di tengah jalan di taun 1998 itu.

Itu tadi kira2 tafsir dari bagian reff kedua dari lirik lagu diatas. Sekarang coba langsung kita lanjut ke bagian ketiga.

Rencananya Indonesia

Kan menuju pentas dunia

Bagaimana itu bisa

Liga saja tidak ada

Apa sepakbola mirip bank swasta

Tak bermodal lagi dilikuidasi

Mending merger saja dengan binaraga

Agar atlet bola bisa perkasa

Huahahaha… Mari kita ketawa dulu, ketawa penuh sindiran.

Para petinggi PSSI selalu menjanjikan bahwa kita bakalan tampil di Piala Dunia, suatu hari nanti. Tapi kapan? Selalu omongannya gitu, suatu hari nanti. Iya nggak apa2 sih, itu kan bagus untuk membangun mental positif bangsa. Tapi gimana itu bakalan terwujud kalo kenyataan dan perilaku di lapangan jauh banget dari apa yang diucapkan?

Orang yang berada di tampuk pimpinan PSSI, bolak-balik masuk penjara gara2 kena kasus. Udah tau gitu, kok pejabat tinggi PSSI lainya masih mau mempertahankan dia buat jadi ketua umum. Plus, pengaturan liga yang belepotan. Tiap taun peraturan selalu ganti2. Dari 3 wilayah, 2 wilayah, 1 wilayah, 2 wilayah lagi, dll. Ngatur jumlah kontestan juga belepotan, tiba2 nggak ada degradasi, tiba2 jumlah kontestan kebanyakan, dan sebagainya. Serta administrasi yang nggak beres, transfer pemain yang banyak bermasalah, dan yang paling fatal, nggak jadi tampilnya juara Liga Indonesia di Piala Champions Asia cuma gara2 telat daftar!

Gimana kita mau nampil di Piala Dunia kalo ngurusin liga tingkat nasional aja masih belepetan kaya gini? Terus juga, sebagian besar klub2 di Indonesia ini masih sangat2 mengandalkan APBD sebagai sumber dana mereka. Hampir sebagian besar APBD daerah terkuras habis cuma buat ngebiayain klub sepakbola yang nggak kunjung berprestasi ini. Beda sama luar negeri sana yang klub sepakbolanya udah bisa berdiri sendiri dengan ngandelin sponsor, hak siar televisi, merchandise dan transfer pemain.

Si P-Project ngusulin supaya sepakbola merger aja sama binaraga biar atletnya bisa perkasa. Nggak tau juga sih apa maksud perkasa di sini, mungkin supaya perkasa bisa ngelawan pemain2 Eropa dan Amerika Latin sana, atau supaya perkasa ketika suatu waktu terjadi kerusuhan dan huru-hara lagi di lapangan. Hohohoho…

Reff terakhir dari lagu tersebut sekali lagi emang cuma parodi, ngebahas si botak Ronaldo yang waktu itu 2 kali berturut2 jadi pemain terbaik dunia waktu masih di Barcelona (sekarang mah udah tua), Del Piero yang lagi jago2nya sama Juventus, dan atlet lokal Kurniawan Dwi Julianto yang waktu itu lagi ngetop2nya.

Sekarang coba kita liat lanjutannya,

Romario (ojo neko-neko)

Widodo (kamu ora ono)

Romario? Pasti pada kenal. Dia sebangsa sama Ronaldo, punggawa Brazil sekaligus rekan duet Bebeto yang dulu ngebawa Brazil juara Piala Dunia 1994. Selanjutnya adalah Widodo. Siapa itu Widodo?

Widodo di sini tentunya bukanlah Widodo Slamet alias Om Wid, yang merupakan anak kedua dari Siti Chalimah sekaligus merupakan kakak kandung bokap gue, Pak Astoto Slamet. Nggak, nggak ada hubungannya keluarga bokap gue dengan lagu P-Project dan dunia sepakbola ini.

Widodo yang dimaksud di lagu tersebut adalah Widodo Cahyono Putro, atlet sepakbola Indonesia yang berposisi sebagai stiker alias gambar tempel. Eh maksudnya striker, yaitu posisi penyerang.

Sama dengan Kurniawan Dwi Julianto, Widodo Cahyono Putro juga merupakan pemain nasional yang waktu itu lagi ngetop2nya. Cuma Widodo umurnya lebih tua dan lebih senior, jadi meskipun sekarang Kurniawan masih eksis, si Widodo udah mulai jarang terdengar lagi namanya akibat dimakan usia. Si Widodo ini dulu namanya pernah berkibar di tingkat Asia gara2 golnya waktu di Piala Asia 1996 di Timur Tengah yang dicetak dengan tendangan salto dinobatkan sebagai gol terbaik di taun itu.

Kembali ke lirik Lagunya Lagu Bola. Disitu dituliskan, “Widodo (kamu ora ono)”. Si Widodo yang kayanya emang orang Jawa ini (soalnya waktu itu dia main di klub Petrokimia Putra, Gresik) dikatain, “Kamu ora ono”. Itu merupakan kalimat dalam Bahasa Jawa yang artinya: “Kau cantik malam ini”. Eh salah, itu mah lagunya Lobow.

Kita tafsir kata demi kata. Kamu = kamu. Ora = tidak. Ono = ada. Jadi, frase “Kamu ora ono” artinya adalah “Kamu nggak ada”. Insya Allah demikian.

Iya sebenernya nggak perlu diterjemahin gitu kita semua juga udah pada ngerti kok. Tapi ya itu tadi, si Widodo ini emang nggak ada. Nggak ada dimana? Nggak ada di Prancis untuk ikut serta di Piala Dunia. Gitu maksudnya. Ya iyalah, Indonesia aja nggak lolos ke Piala Dunia kok.

Tentunya kita semua berharap, Widodo, Kurniawan, Hendro Kartiko, Aji Santoso, Robby Darwis, Rocky Putirai, Ronny Wabia, Uston Nawawi atau siapapun itu bisa tampil di Piala Dunia. Tapi orang2 yang gue sebut di atas adalah atlet2 jadul yang sekarang udah bangkotan dan nggak tau pada kemana. Meskipun Kurniawan masih eksis, tapi sekarang mah udah jamannya Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Jendri Pitoy, Boaz Salosa, Ponaryo Astaman, Ellie Aboy dan kawan2nya.

Kita semua berharap, suatu hari nanti akan ada nama tim sepakbola Indonesia bersanding dengan negara2 besar lainnya, seperti Italia, Brazil, Argentina, Prancis atau lainnya. Just for your info, dulu sekitar taun 1960 atau 1970-an, Indonesia pernah jadi macan Asia lho! Waktu itu kekuatan tim sepakbola kita lumayan disegani di tingkat Asia. Bahkan bisa mengimbangi tim sekelas Rusia (waktu itu masih UniSovyet) yang langganan peserta Piala Dunia, yang waktu itu masih diperkuat penjaga gawangnya yang mahsyur yang berjuluk “Black Spider”, Lev Yashin. Sekarang mah jangankan ngimbangin Rusia. Lawan anak2 SD dari Singapura juga mungkin kita bakalan kalah…

Ya sutralah… Kiranya sekian aja tulisan dari gue ini, seseorang yang suka musik, suka sepakbola, suka nulis dan suka ngejayus, yang berkeinginan untuk melihat nama Indonesia bisa terkenal di seluruh penjuru dunia.

Sebagai penutup, ini gue kasih bonus lirik lagu P-Project lainnya yang juga bertema sepakbola. Lagu berjudul “Kop dan Headen” ini merupakan plesetan dari (kalo nggak salah) lagunya Bee Gees yang judulnya “Close to Heaven”. Kalo lu denger lagunya langsung pasti familiar.

Lagu ini juga rada2 satir kaya “Lagunya Lagu Bola”. Tapi kalo gue ngebahas lagu ini juga, ntar tulisan ini bakalan jadi tambah panjang lagi. Jadi kapan2 aja yah gue bikin tafsir tentang lagu “Kop dan Headen” ini. Sekarang lu nikmati aja liriknya dulu. Silahkan…

Oiya, sebenernya sih gue pengen upload lagu “Lagunya Lagu Bola” sama “Kop dan Headen” ini ke blog gue, biar lu2 semua bisa pada dengerin juga Tapi sedihnya, gue nggak ngerti caranya! Huiks huiks… Somebody can help me please?

(Fair play… Uuwooo…)

Semenjak jamannya Maladi

Hingga ke jaman Rony Patinasarani

Mereka berjuang demi negeri

Untuk satu nama PSSI

Namun kini jamannya t’lah berganti

Pemain seringnya malah berkelahi

Permainan sudah tidak fair lagi

Hanya jadi ajang bela diri

Sadarilah… Bila…

Bermain bola lawan jangan cedera

Sadarilah… Bila…

Dia sengsara kita jadi bikin dosa

(Fair play… Uuwooo …)

Wasit ada di posisi yang rumit

Karena keputusannya yang sulit

Tak heran pemain banyak yang berkelit

Mengejar wasit terbirit-birit

Sadarilah… Bila…

Di sepakbola ingat aturannya

Sadarilah… Bila…

Di sepakbola wasit berkuasa

Ayo maju mencetak gol harus jitu

Nendang jangan ragu

Oper sana oper sini

Awas kena penalti

Penonton pun harus sadar diri

Berikanlah dukungan yang berarti

Dan junjunglah sportivitas yang tinggi

Menuju sepakbola prestasi

Sadarilah… Bila…

Penonton tertib kita pun gembira

Sadarilah… Bila…

Penonton tertib bukan cari gara-gara

Ruud Gullit, Van Basten dan Maradona

Contoh pemain k’las dunia yang telah ternama

Soetjipto, Soentoro, Anjasasmara

Nobon, Oyong, Lisa, Ronny Pasla semua pernah jaya

Kang Jajang, Kang Asep, Kang Tatang, Bu Yati

(Mereka bukan pemain sepakbola atuh…

Mereka itu adalah sodara saya semua…)

Paling top adalah Abdul Kadir

Mencetak gol dari pinggir kipernya pun terjungkir

Menahan tendangan bagaikan petir

Jala bergoyang penonton sorak kiper terkilir

(Mereka harus ditiru

Sepakbola harus fair play…)

Add comment January 13, 2009

CommentCommentAn

Assalamualaikum wr wb

Masih inget sama tulisan gue yang judulnya “KenapaYa” nggak? Semoga masih pada inget semua ya. Kalo nggak inget, silahkan diinget2 dulu. Kalo masih belom inget, monggo dibaca lagi aja tulisannya, ada di blog ini juga kok.

Tulisan itu selain gue posting di blog ini juga gue posting di blognya Forum Kastrat se-UGM, sebuah forum yang merupakan perkumpulan dari Kastrat2 seluruh fakultas di UGM plus Kastratnya BEM KM UGM sendiri. Alamatnya di www.forumkastratugm.blogspot.com .

Ternyata di situ tulisan gue dapet respon. Mau tau responnya kaya gimana? Nih kira2 kaya begini. Eh tapi sebelom baca tulisan ini, mending lu baca dulu aja tulisan gue yang “KenapaYa”, biar nyambung.

OpenIDnadanakaneh berkata…

aku ikutan mas,
bilang aja,
kita harus ngapain?

2008 Oktober 6 18:07

Bloggerauliarizda berkata…

hm,,, coba saya jawab yah. bahasa inggris dijadiin bahasa internasional karena inggris pada waktu lampau adalah penjajah dengan wilayah jajahan terbesar di dunia, sehingga banyak kaum pribumi di belahan dunia lain bisa bahasa inggris (case in point: Indians, Native Americans)

terus, kenapa ya sebagian besar universitas-universitas maju adanya di barat? karena barat itu sejak zaman renaisans adalah ‘mutiara ilmu pengetahuan’, menggeser kemapanan dunia pengetahuan arab (yang jejaknya sempat hilang karena intimidasi dari Jenghis Khan dkk). Sorbonne University, misalnya, jadi tempat munculnya nobel laureates seperti Pierre-Marie Curie. Princeton jadi rumahnya John Nash. Ini semua karena etos kerja mereka yang pantang menyerah dan inovatif. lagian kan universitas-universitas semacam Oxford dan Ivy League berdirinya juga udah lama. Ilmu yang dipelajari juga universal (tidak hanya studi agama saja, misalnya). Pantes aja sekarang sudah besar dan mapan. Beda kan sama UGM yang umurnya belom seratus tahun.

err, terus, dunia perfilman yang komersil ‘kan emang dari hollywood. soalnya, produktivitas dan kualitas film yang biasanya baik itu dari sana. istilahnya, banyak yang gak rubbish, lah. tapi bukan cuma dari barat, kok. film-film jepang atau iran kan juga banyak dilirik festival film, seperti Cannes atau Sundance misalnya. terus kenapa indonesia belum bisa jadi kiblat perfilman dunia? karena kualitas film indonesia masih rendah. misalnya aja, kamu nggak mungkin menyamakan kualitas ‘Terowongan Casablanca’ (circa 2007, ya, keluarnya) dan ‘Casablanca’ (1940-an, film hollywood), baik dari segi sinematografi, akting pemain, penyutradaraan, naskah, sampai kostum.

kenapa ya dunia fashion berkiblatnya ke barat?
karena dari situlah Haute Couture berasal…Paris punya Coco Chanel, Inggris ada Topshop, New York punya Donna Karan….belum lagi Donnatella Versace, Nina Ricci, Miu Miu, dll dll…tapi, sekarang Jepang juga udah mulai dilirik jadi kiblat dunia fashion kok. Liat aja fenomena Harajuku :)

kenapa pemilihan presiden Amerika jadi headline diseluruh dunia? karena berita itu super penting (USA is a very, very, very, great and powerful nation!) dan akan ikut menentukan apa yang akan terjadi di dunia (misalnya, di Irak) di masa depan. Kasarnya, negara itu akan diperhatikan kalau powerful, kan? Case in point secara kasar: who the hell gives a damn about Burundi’s head of state anyway?

Barat itu jadi superb karena mereka telaten dan inovatif banget…dan in some cases, ruthless…egois…
kita bisa niru ketelatenan mereka dan kepantangmenyerahan mereka dalam mencapai tujuan mereka, saya sangat yakin kita bisa melakukan itu demi -secara kasar- mengalahkan hegemoni barat…

tapi inget lho, barat itu kan nggak semuanya jahat. misalnya, kita kan suka film ‘American Beauty’(Hollywood, 1999) memang karena itu bagus dan menyentuh, NGGAK BOLEH KITA TIBA TIBA JADI NGGAK SUKA CUMA GARA-GARA ITU KELUARAN BARAT. terus lagi, NGGAK BERARTI KALAU KITA SUKA SESUATU YANG ASALNYA DARI BARAT KITA BODOH..asal,kita punya kebanggaan sendiri menjadi seorang Indonesia dan kita punya inisiatif untuk membuat negara ini maju…:) that’s the whole point after all, kan?

2008 Oktober 23 23:19

OpenIDckinknoazoro berkata…

asw

eh maap baru nongol lagi. nih jawaban buat nadia :
1. minimal kamu udah ada niat, itu udah bagus
2. terus kamu sebarin niat kamu itu ke orang2, supaya kamu punya temen dan gak sendirian
3. terus-menerus memprovokasi lingkungan & masyarakat supaya mereka menjadi antipati dengan kapitalisme amerika
4. budayakan hidup yang bersih dari budaya kapitalisme amerika
5. cintai produk dalam negeri
6. jadilah orang besar dan orang kuat supaya kita punya tangan untuk melawan kapitalisme amerika
7. berdoa dan bertawakkal kepada Zat Yang Maha Berkehendak
8. dan hal-hal lainnya yang mungkin akan terpikir belakangan. hohohoho…
sekarang amerika lagi kena krisis ekonomi. tinggal tunggu aja kapan mereka bakalan runtuh. sepakat?

nah terus buat aulia. menarik banget nih, aku jadi dapet info berharga dari kamu. makasih banget yua. oiya, sebelumnya salam kenal dulu ah… lam kenal…

bismillahirahmanirrahim

hmmm… aku pun menyadari kalo sebenernya amerika punya spirit untuk jadi hebat seperti sekarang. tapi sedihnya, kehebatan mereka bisa dikatakan berbanding lurus dengan keegoisan mereka. iya mereka hebat. tapi egois. iya mereka luar basa. tapi sombong. amerika emang negara kaya. tapi mereka kaya karena mereka “ngerampok” negara2 lain di dunia ini, termasuk ngerampok indonesia juga.

apakah ini yang kita inginkan? sebuah egoisme pribadi di mana kekayaan adalah suatu hal yang sangat dilestarikan, meski itu dengan menempuh segala cara? keadaan saat ini hanya akan membuat orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin.

bukan kita menjauhi kekayaan. tapi sebaiknya kekayaan yang kita punya adalah kekayaan yang menyejahterakan. kekayaan yang bukan hanya kaya pribadi tapi juga kaya sosial. itulah yang gak dimiliki oleh amerika.

jadi tanpa disadari, dengan kita mendukung segala program2 amerika, sama artinya kita hanya akan membuat mereka semakin kaya.

sejujurnya banyak ilmuwan2 arab yang merupakan peletak dasar ilmu pengetahuan. tapi sedihnya, ilmu2 itu dicuri oleh orang barat dan diakui sebagai karya mereka. bukan karena orang timur tengah adalah lemah. tapi media saat itu lebih condong ke barat, sehingga mereka mendustakan dan menutupi segala sesuatu yang berasal dari timur tengah.

fashion macam apa yang kita inginkan? fashion minimalis yang memamerkan aurat dan memperlihatkan lekuk tubuh? fashion yang menjadikan pakaian sebagai kesombongan? itulah yang telah ditanamkan oleh barat kepada anak muda kita, fashion yang menjerumuskan. haruskah kita mengikutinya?

hmmm… holywood, sebuah korporasi besar dengan tangan2 yahudi yang bermain di belakangnya. hampir 80% orang yang terlibat dalam holywood adalah orang yahudi. semakin kita mendukungnya, maka cengkraman yahudi akan semakin merajalela.

termasuk dengan makanan2nya. ada korporasi yahudi disana. aku bakalan bilang kalo aku ini bodoh gara2 aku lebih milih mcdonald daripada nasi pecel. aku bakal bilang kalo aku ini bodoh lantaran lebih milih starbucks daripada susu. bodohnya aku, lebih memilih untuk mendukung program mereka daripada memberdayakan bangsaku.

plus, apa pengaruhnya obama dan mccain bagi kehidupan kita? masa depan kita ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan mereka. mau itu obama atau mccain, kehidupan dunia tetap akan berjalan timpang seperti sekarang ini. adalah hal yang aneh jika kita menggantungkan hidup dan masa depan kita pada seorang yang menjadi pemimpin sebuah negara yang kebetulan adalah negara besar.

nggak semua yang dari barat itu buruk, ada beberapa bagian kecil yang alhamdulillah itu murni dan tulus dari mereka. namun sedihnya, media internasional yang berada di bawah kaki yahudi telah sukses membisikkan kita dengan halus bahwa apa2 yang keluar dari barat adalah sesuatu yang dipandang baik.

apakah kita bisa membangun indonesia jika baju yang kita kenakan adalah hasil produk barat? apakah kita bisa membangun indonesia jika perut kita diisi dengan makanan hasil produk barat? apakah kita bisa membangun indonesia jika pola pikir, budaya dan gaya hidup kita mengadopsi budaya barat?

indonesia harus mandiri. indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. dan indonesia harus bisa menjadi negara besar yang menguasai dunia. tentunya bukan menguasai dunia dengan keegoisan dan kesombongan, tapi dengan rasa cinta dan kasih sayang kepada seluruh makhluk penghuni dunia ini.

dengan izin Alah dan dengan ucapan bismillah, insya Allah itu semua bukanlah sebatas impian belaka.

2008 Oktober 26 07:46

OpenIDckinknoazoro berkata…

eh iya ada yang kelupaan. thank q banget ya buat aulia atas segala informasinya. dari sini aku bisa dapet ilmu lebih banyak lagi. plus, wawasan ku juga jadi tambah luas. jangan bosen2 ngasi kritik yua, soalnya kritik macem ini lah yang akan meningkatkan kompetensi diri kita.

oh iya tulisan kamu ini boleh aku muat di blog ku juga ga? gara2 tulisan kamu, aku jadi terinspirasi buat bikin tulisan lagi. boleh ya… ya… ya…?

2008 Oktober 26 07:51

Bloggerauliarizda berkata…

hahaha, ga papa, komen aku dimuat aja.

iya, sayang banget nggak banyak yang tahu kalau dunia arab itu berkontribusi besar pada dunia renaisans eropa. saya juga mungkin nggak bakal tahu kalau dulu nggak sekolah dua tahun di pesantren (hahaha). tapi, by the way, tahu rafael santi? pelukis kenamaan italia itu dalam hidupnya pernah melukis Ibnu Rusyd di lukisan The School of Athens (itu lho! lukisan yang ada Socrates sama Platonya! pasti pernah ngeliat potongannya di buku PPKn) sebagai ungkapan kekaguman atas kontribusi beliau kepada ilmu pengetahuan dunia. itu artinya, paling enggak ada pengakuan dunia barat kepada dunia arab kan?

amerika itu memang egois. itu sudah wajar karena amerika adalah satu-satunya negara superpower di dunia, yang nggak punya musuh berarti karena semua negara maju toh juga pengen jadi sekutunya.
karena itu, diharapkan sekali amerika bisa mengubah prinsip politik luar negerinya menjadi good neighborhood policy, dan aktif menjaga perdamaian dunia, dan patuh kepada PBB. saya juga termasuk salah satu orang yang miris kok kenapa Amerika nggak sudi kalau Iran punya nuklir, padahal nuklirnya dimaksudkan untuk tujuan damai.

oleh karena itu, biar Amerika nggak sembarangan lagi ngacak-ngacak negara orang lain (misalnya: Irak), pemimpin Amerika haruslah orang yang berwawasan luas, nggak caper, nggak lemah mental, dan nggak sembarangan ngeluarin komando (secara presiden Amerika adalah Commander-In-Chief!).
Selain itu, karena saya orang yang liberalis dan bukan realis, saya mengusulkan agar PBB itu direformasi. Misalnya, kenapa sih bisa ada 5 negara yang punya hak veto? PBB harus menjadi kuat di hadapan Amerika nggak peduli apakah Amerika itu negara pendonor dana terbesar bagi PBB.

Oh ya, saya nggak pernah bilang kalau ‘kita menggantungkan hidup kita kepada seorang pemimpin yang kebetulan adalah pemimpin negara besar’,
tapi saya bilang bahwa ’situasi politik internasional membuat kita benar-benar berharap sebuah negara besar seperti Amerika punya pemimpin yang qualified’.

Kenapa?
1. karena kalau Amerika dipimpin oleh orang yang bodoh dan nggak pede kayak Bush, bisa-bisa Amerika juga nyerang Indonesia (misalnya, kalo Indonesia dinilai gagal mengungkap jaringan Jamaah Islamiyah. Pakistan aja diinvasi kan gara-gara dinilai gagal menangkap Taliban?)

2.karena kalau Amerika dipimpin oleh orang yang menganggap perang sebagai sesuatu yang wajar, perang irak dan afghanistan akan terus terjadi. Padahal, orang-orang di Irak dan Afghanistan kan saudara kita seagama (bagi yang muslim, yah). kita pasti sedih kalau saudara kita tercabik-cabik karena perang.
3. karena pemimpin yang bodoh akan membawa Amerika ke dalam masa krisis ekonomi gara-gara hal yang seharusnya bisa dicegah seperti kejatuhan Freddie Mac dan Fannie Mae. Kalau Amerika kolaps, Indonesia yang ekonominya masih lemah akan hancur. lha wong UE aja
ketar-ketir gara-gara krisis finansial Amerika.

suka nggak suka, pemimpin AS pasti akan mempengaruhi kehidupan kita, entah pengaruhnya itu kecil atau besar. Itulah yang dinamakan butterfly effect. Kalau misalnya kita nggak mau kena imbas negatif dari pemimpin itu, ya kita buat Indonesia jadi negara maju.

kalau saya sih ngeliat film dari manfaatnya, bukan dari apa agama produsernya (saya nggak akan se black-and-white itu dalam menghakimi Yahudi). Misalnya, saya tahu Steven Spielberg itu Yahudi. Tapi saya suka Forrest Gump dan Saving Private Ryan. Dan saya tahu bukan cuma saya yang suka karena anak BEM juga banyak yang suka.
Saya akan menolak suatu film kalau film itu mempropagandakan suatu kebohongan. Saya nggak akan menolak Schindler’s List yang membuat saya simpatik kepada kaum Yahudi dan mengutuk holocaust sekeras mungkin tapi saya akan menolak mentah-mentah film Fitna.

Kalau soal fashion, saya pribadi sih nggak akan ikut-ikutan beli suatu pakaian cuma gara-gara itu produk barat. Saya juga suka batik keris, kok, misalnya.

saya juga sepakat kalau kita nggak bakal bisa memajukan indonesia dengan keadaan menerima begitu saja hegemoni barat. makanya, mulai sekarang, mari kita cintai negeri kita dan mari kita buat kepentingan nasional kita terwujud… :)

auliarizdaforworldwithoutstrangers

2008 Oktober 29 02:41

Bloggerauliarizda berkata…

eh iya lupa! salam kenal juga! Aulia, anak baru advokasi BEM-KM :)

2008 Oktober 29 02:50

OpenIDckinknoazoro berkata…

asw

wuah senangnya jadi rame…

disadari atau nggak disadari, sejujurnya semua yang bakal jadi presiden amerika adalah orang yang “lemah” dan “bodoh”.

lemah kepada siapa? lemah kepada yahudi tentunya.

bodoh kenapa? bodoh karena mereka menjual harga diri mereka kepada yahudi demi segenggam jabatan dan kekuasaan.

soalnya, amerika sekarang ini bener2 berada di bawah kaki yahudi. mccain atau obama pasti bakal lebih mengupayakan untuk menarik minat dari para yahudi disana yang jumlahnya nggak nyampe 10% dari total penduduk amerika, tapi mereka menempati pos2 penting disana.

gimana kalo ternyata yang jadi presidennya adalah orang yang tegas terhadap yahudi? iya, itu mungkin bisa aja. tapi, umurnya pasti nggak akan lama. contohnya adalah presiden amerika jaman dulu, si J.F Kennedy yang mati dibunuh di tengah jabatannya. plus, beberapa pejabat2 tinggi amerika lainnya yang pernah bersuara tegas terhadap yahudi, pada akhirnya mereka semua diturunkan dari jabatannya akibat lobi2 dan konspirasi yahudi yang nggak seneng ada yang berani menentang eksistensi mereka.

disini aku nggak berniat untuk menjelek2kin yahudi. tapi mungkin ada baiknya kalo coba kita cari referensi lebih jauh lagi tentang yahudi. soalnya semua media yang ada di dunia sekarang ini bener2 udah dikuasai yahudi yang intinya mempropagandakan mereka secara positif.

hari ini amerika emang jadi polisi dunia. tapi kita beranggapan demikian karena mereka mempropagandakannya ke kita, dan kita pun manut2 aja. kita emang butuh polisi, tapi bukan polisi yang zhalim dan sombong kaya gitu. jadi mari kita propagandakan balik bahwa amerika bukanlah polisi dunia yang kita harapkan.

aku baru denger tuh butterfly effect. aku taunya efek domino, yang prinsip kerjanya sama kaya domino, yaitu jika yang satu jatuh maka yang lainnya bakalan ikutan jatuh. itu yang harus kita hindari. kalo suatu hari nanti amerika jatuh, maka kita harus tetep bisa berdiri. gimana caranya? ya jangan bergantungan pada amerika yang suatu hari nanti bakalan jatuh, dan aku yakin kalo amerika emang insya Allah pasti jatuh nantinya.

mengenai film2 barat, itu bakalan susah kita hindari soalnya film mereka emang bermutu dan kita pun perlu hiburan inspiratif kaya gitu. tapi kita pun harus punya basic dan pertahanan diri yang kuat supaya film2 mereka nggak merasuki pola pikir kita.

intinya, mari kita menarsiskan diri kita bahwa Indonesia nggak selemah yang selama ini kita kira. kalo kita mau, kita bisa buat Indonesia jadi negara superpower plus polisi dunia. dengan syarat, ke-superpower-an Indonesia harus dimanfaatkan sebesar2nya demi kepentingan dunia dan kelangsungan hidup bumi ini.

insya Allah demikian. wasw

2008 Oktober 30 09:27

Nah kira2 begono. Semoga ini semua bisa jadi inspirasi buat kita semua. Dan jangan pernah berhenti bergerak, karena diam berarti mati. Gitu kata aktivis2 jaman sekarang. Kalo kata salah satu tokoh politik nasional, “Diam adalah Perbuatan”. Huehehehehe…

Karena tulisan ini sendiri udah makan 8 halaman di Microsoft Word, jadi gue nggak usah banyak komentar lagi ya. Kita akhiri aja sampe disini. Dadaaaaah…

Wassalamualaikum wr wb

Add comment December 8, 2008

PidatoBungTomo

Hei hei hei hei… Pada kenal sama Bung Tomo kan? Itu lho, pedagang angkringan di depan kosan. Eh salah…! Bung Tomo tuh adalah tokoh pahlawan nasional yang berasal dari Surabaya. Tanpa bermaksud merendahkan intelejensia lu2 semua, pasti lu2 semua udah pada kenal Bung Tomo dan sedikit banyak udah tau tentang seluk beluk kepahlawanan beliau. Kalo masih lupa juga, coba buka lagi buku2 jaman sekolah dulu.

Bung Tomo terkenal akan keberaniannya untuk mempertahankan kota Surabaya dari serangan kolonial Inggris di waktu itu. Dengan spirit nasionalisme yang tinggi, beliau kobarkan semangat kebangsaan di dada masyarakat Surabya untuk tidak tuduk kepada kolonial Inggris dan untuk mempertahankan diri sampai titik darah penghabisan.

Mau tau isi pidato Bung Tomo yang berhasil membakar semangat masyarakat Surabaya waktu itu? Kebetulan gue punya isi pidatonya nih. Gue lupa dapet dari mana, kalo nggak dari internet ya dari milis. Tapi insya Allah ini terpecaya kok. Berikut kira2 isi pidato Bung Tomo pada Peristiwa 10 November 1945:

Bismillahirrahmanir rahim…                           
Merdeka!!!

Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah
menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada
kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan,
menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.

Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan
mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe
dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.

Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran- pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah
menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang
ada di Soerabaja ini,

didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan
pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di
mana-mana

Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja
ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah
koeat sekarang inilah keadaannja.

Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di
Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin
mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di
Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian

Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek
kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari
djepang oentoek diserahkan kepadamoe

Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan
mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan
jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang
dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!

Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.

Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer
daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.

Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

 

Subhanallah… Betapa jiwa patriotisme terpancar di sana… Adakah semangat sepert itu sekarang masih ada? Adakah keberanian seperti itu sekarang masih ada?

Kita mencari Bung Tomo-Bung Tomo selanjutnya, Bung Tomo generasi masa kini yang berani berkata tegas terhadap segala intimidasi dari pihak asing. Bung Tomo masa kini yang memilih untuk berjuang memperahankan negara daripada tunduk kepada keinginan pihak asing. Apakah sekarang ini semangat Bung Tomo seperti itu masih ada?

Terima kasih Bung Tomo. Terima kasih rakyat Surabaya. Kalian adalah pahlawan. Kalian adalah manusia2 luar biasa. Kalian adalah syuhada. Semoga rahmat Allah selalu menyertai kalian.

Kalian telah berikan apa yang kalian bisa. Kalian telah berikan apa yang kalian mampu. Kalian adalah guru bangsa. (loh kok kalimatnya mirip iklan PKS? Wah promosi nih… Hohoho…) Kalian adalah inspirator. Kalian adalah teladan bagi rakyat. Kini izinkanlah kami untuk meneruskan segala perjuangan kalian. Segala usaha kalian insya Allah tak kan sia2. Indonesia telah berdiri. Indonesia telah tegak. Dan kami disini akan selalu berusaha untuk menegakkan Indonesia lebih tegak lagi. Akan kami bawa bendera merah putih berkibar tegak menantang di langit biru. Insya Allah…

Dan semoga kita semua bisa berkumpul kembali nanti di jannah­-Nya. Wahai Bung Tomo. Wahai rakyat Surabaya. Rinduku padamu, wahai para pahlawanku…

Add comment December 6, 2008

EmbargoYourself

Auwououououououwooo… Jumpa lagi masih bersama C-Kink cute yang tetap cute dan insya Allah akan selalu cute sampai akhir zaman…

Beberapa waktu lalu di sebuah milis internet yang gue ikutin, gue dapet email yang isinya lumayan menarik dan mencerdaskan. Email yang gue rasa bakalan sayang banget kalo cuma gue sendiri yang baca dan selanjutnya cuma jadi hiasan di inbox gue. Karena itu gue ngerasa perlu untuk mempublikasikan email yang gue dapet itu kepada lu2 semua selaku penggemar C-Kink yang tergabung dalam C-Kink Fans Club.

Mau tau apa isi emailnya? Ini dia nih… Yuk dibaca.

 

Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

 

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

 

“Your country is so rich!”

 

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

 

“Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia”

 

“Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world”

 

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!”

 

“Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia. 500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat.”

 

“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing.”

 

“Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras”

 

“Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari
bersinar. Petani disana menjual Rp3.000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri”

 

“Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri.”

 

“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world..”

 

sumber : indonesia siesta

 

Wuaouw… Wuaouw… Sekali lagi wuaouw… Sekarang, masihkah kita ragu dengan segala kemampuan dan segala prasayarat yang dimiliki Indonesia untuk menjadi negara besar di dunia? Harapannya tulisan singkat di atas mampu menggugah dan menyadarkan serta mencerdaskan kita semua. Untuk kesimpulannya, silahkan disimpulkan sendiri. Gue percaya lu2 semua punya kesimpulan yang sama kaya apa yang gue pikirin.

Jadi, marilah kita tegakkan kembali semangat berdikari, BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI. Apa lagi yang perlu kita ragukan dari kekayaan bangsa ini?

Add comment December 6, 2008

KenapaYa

Kenapa ya kok bahasa Inggris dijadiin sebagai bahasa Internasional? Kenapa gak bahasa Arab atau bahasa Indonesia aja?

Kenapa ya kok mata uang Dolar dijadiin sebagai mata uang perdagangan Internasional? Kenapa gak Dinar, Dirham atau Rupiah aja?

Kenapa ya kok sebagian besar universitas2 terbaik di dunia adanya di Barat? Kenapa gak di Timur Tengah atau di Indonesia aja?

Kenapa ya kok dunia perfilman isinya orang Barat semua? Kenapa bukan orang Timur Tengah atau orang Indonesia?

Kenapa ya kok gampang banget penyanyi2 Barat mengorbitkan namanya hingga ke seluruh penjuru dunia? Kenapa penyanyi2 Indonesia gak bisa kaya gitu?

Kenapa ya dunia fashion kok berkiblatnya ke Barat? Kenapa gak berkiblat ke Timur Tengah atau ke Indonesia aja?

Kenapa ya orang2 kita kok banyak yang ngelanjutin kuliahnya di Barat? Kenapa gak di Timur Tengah atau di Indonesia sendiri aja?

Kenapa ya banyak orang2 kita yang merasa bangga bisa kerja di perusahaan2 asing? Kenapa gak di perusahaan2 nasional aja?

Kenapa ya kok teknologi2 maju berkembangnya dari Barat? Kenapa gak dari Indonesia aja?

Kenapa ya pemilihan presiden Amerika jadi headline di seluruh dunia? Kenapa ketika pemilu Indonesia beritanya gak mendapat tempat di media internasional?

Kenapa ya kok sampe hari ini kita masih BELOM JUGA SADAR kalo kita sedang DIBODOHI dengan ideologi KAPITALISME?

Kenapa ya kok kita merasa NYAMAN dengan KEBODOHAN kita ini?

Hmmm… Ada yang bisa menjawab pertanyaan2 di atas? Meskipun ada yang bisa menjawabnya, tapi bukan itu yang aku butuhkan. Aku butuh niat, kesungguhan, aksi dan langkah nyata dari kita semua untuk MENOLAK semua kebodohan di atas. BERANI?

2 comments September 26, 2008

IniRahasiaLho

Assalamualaikum wr wb

Eh eh eh eh eh, ini ada sesuatu yang gw rasa perlu untuk disebar luaskan. Tulisan ini gw dapet dari message di friendster, dari salah seorang teman yang sebaiknya gak kita kasi tau namanya. Tapi temen gw itu juga kayanya dapet tulisan ini dari temennya lagi. Dan temennya temen gw itu pun mungkin juga dapet dari temennya yang lain. Jadi gw juga masih gak ngerti tulisan ini sanadnya kaya gimana, apakah dha’if, marfu, hasan, shahih atau apalah.

Tapi gak peduli kaya gimana sanad dari tulisan ini ya harapannya kita bisa ngambil ibrah dari sini. Loh emang si ibrah kenapa kok perlu diambil segala? Pertanyaan jayus kaya gitu sebaiknya gak usah dijawab deh, mendingan langsung dibaca aja nih tulisannya. Oiya, tulisan ini isinya gak gw ubah sama sekali, cuma formatnya aja yang diutak-atik dikit biar keliatan rapi kaya yang punya blog ini.

>>>>

ini surat dari agen rahasia daku <_>

dengan translation

PIDATO BUSH

(dapet dari e mail temen)

Pidato presiden bush

Sifat : Rahasia

Waktu : Rahasia

Tempat : Rahasia

Ehm ehm…

Kepada yang terhormat Direktut CIA, FBI, Direktur Bank

Dunia, ADB, IMF, CEO Haliburton, Exxon Mobil,

freeport,

Bangkir2 Internasional, Dan semua yang telah membantu

kami membiayai perang irak, Afganistan, serta

menyebarluaskan kekuasaan Imperium global, Direktur

media dan televisi CNN, ABC, NBC, yang telah membantu

propaganda kita, kami ucapkan terima kasih

Hari ini adalah hari yang sangat penting karena pada

hari ini saya akan melaporkan keadaan indonesia, yang

dulu kita takuti itu, sekarang sama sekali tak berdaya

di hadapan kita.

Karena kini tak ada satupun yang perlu kita takutkan

dari negeri itu, laporan Intelejen mengatakan bahwa

tak ada satupun bahaya potensial yang akan mengganggu

kepentingan kita di negeri itu.

Kita tidak perlu takut kepada angkatan bersenjata

mereka,karena senjata yang mereka gunakan adalah

kiriman dari negeri kita, lihatlah ketika kita

jatuhkan embargo senjata, tentara-tentara mereka

seperti maung ompong ha ha ha ha (penonton tertawa),

yang lebih lucu lagi kemarin presidennya sendiri yang

memelas pada kita untuk menghentikan embargo itu ha

haha. (penonton tertawa)..

kasihan-kasihan.

Tak perlu takut pada generasi mudanya, rupanya faham

materialisme, budaya konsumtif, hedonisme,

individualisme,yang kita ajarkan itu lewat iklan-iklan

kita,tayangan-tanyangan televisi kita, film-film kita,

propaganda-propaganda kita, sudah tertanam pada hati

dan pikiran sebagian besar dari mereka, jangankan

memikirkan negeri atau umatnya lebih-lebih agamanya,

kini mereka hanya memikirkan kesenangan diri mereka

sendiri, bayangkan saja Negara semiskin itu

penduduknya menempati urutan tertinggi dalam urusan

berbelanja baju ke Singapura,mengalahkan jepang,

australia, dan cina sekalipun. ha ha ha (penonton

tertawa ).

Tak perlu takut tentang pelajar-pelajarnya, karena

mahasiswa-mahasiswa terbaiknya selalu kita rekrut dan

kita pekerjakan di perusahaan-perusahaan minyak atau

tambang kita, dan kita menyuap mereka dengan gaji yang

besarnya sama dengan loper koran di negeri kita ha ha

ha. (penonton tertawa ). Bayangkan orang-orang

terbaiknya hadirin.

Tak perlu takut kepada pemimpin politik dan

pejabatnya,

karena sebagian besar dari mereka adalah orang yang

gila jabatan dan sangat mudah untuk disuap, untuk uang

dan jabatan, mereka bisa kita minta untuk melakukan

apa saja sesuai keinginan kita. ha ha ha ha ( penonton

tertawa ).

Tunggu,tunggu, Ada kabar yang lebih menggembirakan

lagi,menurut laporan Intelejen yang saya terima, bahwa

di sana telah terkotak-kotak menjadi banyak kelompok

dan golongan.

Tiap-tiap kelompok menjatuhkan yang lain dan

mengganggap kelompoknya yang lebih baik dari yang

lain, ada bibit kebencian yang besar di antara mereka

yang dapat kita manfaatkan. sangat mudah bagi

Intelejen kita yang berpengalaman untuk mengadu domba

di antara mereka.

Hutang mereka sudah sangat besar dan hampir mustahil

bisa mereka bayar, 22% APBN mereka habis untuk

membayar hutang kepada kita, sehingga mengurangi

anggaran pendidikan mereka, kesehatan mereka, dan

pelayanan sosial mereka.Sehingga di negeri itu banyak

penduduknya yang kelaparan,miskin, sakit dan tak mampu

berobat, ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena

semakin lama jika kondisi tidak berubah, maka akan

tercipta generasi yang lemah dari negeri itu. Yang

tidak akan mampu melawan kita, seperti yang selama ini

kita harapkan.

Kekayaan negeri mereka hampir semuanya kita kuasai,

lebih dari 96 % ladang minyak mereka telah kita

miliki, tambang batu-bara, tembaga, emas, yang

beroperasi di negeri itu hampir semuanya adalah milik

kita. Lebih dari itu mimuman-minuman, makanan-makanan,

buku-buku, walau banyak yang ngopi, komputer-komputer,

software-soffware mereka, walau banyak yang ngebajak,

bahkan odol dan sabun yang mereka gunakan adalah

produksi perusahaan2 kita. ha ha ha (penonton

tertawa),

….Indonesia merupakan ladang dollar kita yang harus

tetap kita pertahankan bagaimanapun caranya, 200 juta

lebih penduduk negari itu merupakan konsumen bagi

produk-produk perusahaan kita.

Singkat kata Indonesia telah kalah dari kita baik dari

segi Ekonomi, militer, politik, budaya,Teknologi, dan

lain-lain dan lain-lain

Untuk menjaga agar kondisi ini tetap berlangsung, maka

saya sarankan agar lebih mengefektifkan promosi budaya

konsumtif dan hedonisme kepada mereka, kepada

agen-agen

CIA agar memecah belah umat islamnya, tebarkan

kecurigaan dan fitnah di antara mereka, biar mereka

terus berkelahi dan tidak punya waktu untuk melawan

Imperialisme kita,terus rekrut generasi muda

terbaiknya agar bekerja untuk perusahaan-perusahaan

kita, sehingga tidak akan banyak gerakan yang

menentang kita.

Sebelum mengakhiri pidato ini, saya ucapkan terima

kasih atas kerja sama yang luar biasa ini, kepada

seluruh pihak yang telah ikut serta membantu usaha

kita,perusahaan-perusahaan Multinasional, Televisi dan

Media masa, Bank Dunia, IMF, CGI, Negara-Negara

sekutu, Economic Hit Man, Mafia Berkeley, yang

terhormat pejabat korup indonesia. Dan lain-lain, dan

lain-lain.

Sekian dan terima kasih.

President USA

George W. Bush

NB; sifat sangat rahasia, boleh di buka kepada public

25 tahun yang akan datang.

Sumber : Rahasia juga…

>>>>

Nah itu dia. Kurang lebihnya begitu. Harapannya dari sini kita bisa koreksi diri. Kita bisa menilai, ternyata seperti inilah kenyataanya. Betapa kita, bangsa Indonesia yang telah dikaruniai kekayaan alam yang tiada habisnya ini hanya dianggap sebagai seekor pecundang oleh George Bush dan konco2nya.

Sadarkah kita bahwa selama ini kita telah dibodohi? Sadarkah kita bahwa selama ini kita telah dianggap rendah oleh mereka?

Kalau selama ini kita belom sadar, maka sekaranglah waktunya untuk sadar. BANGUNLAH WAHAI BANGSA INDONESIA!!! SADARLAH WAHAI MANUSIA!!! Sesungguhnya kita adalah bangsa yang BESAR! Kita telah dikaruniai berbagai kelebihan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain, tapi kenapa kita memilih untuk menyia2kan itu semua, bahkan kita malah menjual murah itu semua kepada mereka?

Sampai ketika tulisan ini ditulis, negara ini telah berumur 63 tahun. Akankah angka ini berhenti di angka 63? Akankah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini kembali dijajah oleh mereka?

Tentunya tidak ada seorangpun yang menginginkan hal tersebut terjadi. Kecuali jika orang tersebut adalah George Bush atau Ariel Sharon dan konco2nya. Hari ini kita hanya bisa melihat mereka tersenyum dan tertawa2.

Karena itulah, marilah bersama kita BANGKIT dan MEMBANGUN negara ini. Sudah cukup selama ini kita menjadi alas kaki bagi mereka. Marlah bersama2 kita berjuang dan berusaha untuk membuat negara Indonesia kembali kepada FITRAHNYA. Jangan ragu dan jangan takut, karena sesungguhnya Allah bersama kita…

Wassalamualaikum wr wb

6 comments September 11, 2008

CrazyNyaSimplePlan

Assalamualaikum wr wb

Test… Test…

Test satu dua tiga…

Test… Test…

“Oke, siap?”

“Camera rolling, action!”

“Jumpa lagi… Jumpa Maissy disini…”

Ya itu tadi sebuah pembukaan yang gw rasa gak penting. Jadi langsung aja kita mulai ya…

Wahai manusia, pernahkah kalian mendengar sebuah band dari Kanada sono yang bernama Simple Plan? Kalo udah pernah, ya gak apa2. Kalo belom pernah gimana? Ya gak apa2 juga. Ih aneh banget sih? Ya gak apa2….

Simple Plan adalah salah satu band favorit gw. Udah 2 kali gw bikin daftar “10 Band Terfavorit”, dan nama Simple Plan selalu masuk 10 besar, meskipun ga pernah bisa nembus 3 besar. Kenapa gw suka Simple Plan? Karena musiknya emang simpel kaya namanya, easy listening, dan enak buat loncat2an. Tapi loncat2an di sini tuh bukan loncat2anny anak IMO atau anak Metal & Underground lho, tapi loncat2an yang enjoy2 aja khas anak Melodic Punk.

(Mohon maap, mungkin banyak diantara lu2 semua yang gak ngerti apa itu istilah “IMO”, “Underground” dan “Melodic Punk”. Kalo lu emang beneran gak ngerti, berarti lo masih harus banyak belajar lagi. Dunia ini luas, anak muda… Carilah ilmu walau sampai ke negerinya Mao Zedong…)

Sampai saat tulisan ini ditulis, yaitu di akhir Sya’ban 1429 H / Agustus 2008, Simple Plan udah ngeluarin 3 album. Yang pertama judulnya “No Pads, No Helmets, Just Balls…”. Yang kedua “Still Not Getting Any…”. Yang ketiga, berkumpullah dengan orang soleh. Yang keempat, perbanyaklah berpuasa. Dan yang kelima dzikir malam perpanjanglah. Eh kok malah jadi nyanyiin Tombo Ati-nya si Opick? Ya begitulah… Album ketiganya (maksudnya album ketiga Simple Plan lho, bukan Opick) yang baru keluar di tahun 2008 ini gw lupa judulnya dan gw juga belom sepet beli.

Gw suka banget sama album pertama dan keduanya. Di album pertama dengan hits2nya semacam “I’m Just a Kid”, “Addicted”, “Perfect” ataupun “I’d Do Anything” bener2 masih Melodic Punk banget, enak buat jejingkrakan. Di album pertama ini gw paling suka sama lagu yang judulnya “My Alien”.

Di album kedua juga masih agak2 Melodic Punk, namun udah mulai masuk unsur2 Dark dan Gothic nya juga. Album kedua ini gak secerah album pertama, tapi masih tetep enjoy banget buat dinikmatin. Beberapa hits dari album kedua ini diantaranya “Welcome to My Life”, “Shut Up” dan Untitled”.

(Lagi2 mohon maap kalo ada diantara lu2 semua yang gak ngerti apa itu istilah “Dark” dan “Gothic”. Teruslah belajar, anak muda…)

Sedangkan album ketiga gw belom denger sama sekali. Hitsnya sih udah ada satu, tapi gw lupa judulnya. Dari penampilan mereka, kayanya di album ketiga ini mereka bakalan jadi lebih Dark dan lebih Gothic lagi dari sebelomnya. Gw juga gak tau, kenapa band2 yang awalnya beraliran Melodic Punk kok sekarang udah mulai kebawa2 jadi agak Gothic sama Dark gitu, seperti Green Day atau Sum41. Untung aja Bink 182, Westlife dan Boyzone udah bubar sebelom mereka keseret arus. Loh kok ada Westlife & Boyzone juga sih? “I lay my love on you… It’s all I wanna do… Everytime I breathe I feel brand new…”

Nah itu tadi openingnya. Buset dah, openingnya aja udah panjang banget, nyampe 8 paragraf. Sekarang baru kita mau masuk ke inti acara. Di tulisan gw kali ini, gw akan sedikit ngebahas tentang salah satu lagu Simple Plan di album kedua mereka yang berjudul “CRAZY”, atau kalo dalam bahasa Jawa disebutnya “BENTO”. Mungkin ada di antara lu2 semua yang belom tau lagu ini. Ya gak apa2, kalo gitu silahkan kenalan dulu dengan beliau.

“Kenalin, nama gw Crazy. Salam kenal!”

Apa istimewanya lagu ini? Ketika pertama kali denger, gw langsung bisa enjoy dan soulnya langsung dapet. Musiknya masih khas Melodic Punk, enak buat jejingkrakan dan teriak2. Namun buat lu2 semua yang baru denger ntu lagu sekarang2 ini, pasti bakalan ngerasa kalo lagu ini mirip banget sama lagunya Ungu yang judulnya “SEMUANYA TELAH BERAKHIR”. Melodinya mirip, kunci gitarnya juga mirip2. Salah siapa coba?

Mungkin lu semua bakalan beropini “Loh lagunya kok mirip sama lagunya Ungu?”. Dan opini itu pun gak salah. Yang salah adalah jika lu nyangka Simple Plan ngebajak lagunya Ungu, karena kenyataannya adalah (mungkin) justru Ungu yang ter-influence dari Simple Plan.

For your info, album Simple Plan yang ada lagu “Crazy”nya itu keluarnya jauh lebih dulu daripada album Ungu yang ada lagu “Semuanya Telah Berakhir”. Jadi ketika gw ngedenger lagu Ungu yang itu, gw langsung berkomentar, “Loh, kok mirip sama lagunya Simple Plan?”. Dan itu gak cuma satu ini aja. Di album Ungu yang pertama atau yang kedua, ada lagu yang mirip banget sama lagu di album pertama Simple Plan yang judulnya “I’ll Meet You There”. Gak tau deh, siapa yang meng-influence siapa.

Balik lagi ke topik awal, nilai plus dari lagu “Crazy” tersebut adalah LIRIKnya. Iya bener, liriknya. Dan lirik itulah yang akan kita bahas disini. Emang liriknya kaya gimana? Nih silahkan dinikmati. Lebih enak lagi kalo ditemani bersama secangkir kopi dan cemilan, serta ada wanita cantik di samping kita. (Astagfirullah…)

“Crazy”

Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look, I see
Young girls dying to be on TV
They won’t stop till they’ve reached their dreams

Diet pills, surgery
Photoshopped pictures in magazines
Telling them how they should be
It doesn’t make sense to me

Reff :
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

I guess things are not how they used to be
There’s no more normal families
Parents act like enemies
Making kids feel like it’s World War III

No one cares, no one’s there
I guess we’re all just too damn busy
And money’s our first priority
It doesn’t make sense to me

Reff :
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

Is everybody going crazy?
Is everybody going crazy?

Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look I see
Rich guys driving big SUVs
While kids are starving in the streets

No one cares
No one likes to share
I guess life’s unfair

Reff :
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something, something is wrong

Is everybody going crazy?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on?
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong

Nah, have you read it? Sampun mocone? Kimi wa kakita o yamimashita ka? Udah dibaca belom? Lagu “Crazy” ini bercerita tentang society yang semakin hari semakin crazy aja. Sekalipun Simple Plan berasal dari Kanada dan mungkin mereka berada di lingkungan Amerika, namun apa yang mereka tuliskan di lirik tersebut sedikit banyak juga telah terjadi di negara kita ini, INDONESIA. Jadi sesungguhnya, budaya negara kita yang semakin hari semakin aneh, rusak, tanpa akhlak dan tanpa moral ini secara tidak langsung merupakan akibat dari perilaku kita yang SOK KE-BARAT2-AN. Dan efeknya pun telah dijelaskan oleh Simple Plan.

Kita lihat dari bait pertama. Ada sesuatu yang salah dengan masyarakat ini. Kaum perempuan berlomba2 untuk bisa menjadi terkenal, menjadi famous, beauty, dan memiliki popularitas, salah satunya disimbolkan dengan tampil di TV. Untuk itu mereka rela melakukan segara cara, termasuk diet berlebihan dan operasi plastik. Semua ini diperparah dengan media dan produk2 yang seakan2 mengkampanyekan bahwa “Perempuan terbaik adalah perempuan yang berbody perfect, berkulit putih dan bersih”. Dan diakhir bait diakhiri dengan kalimat “It doesn’t make sense to me”, yang artinya kurang lebih “SEMUA INI GAK MASUK AKAL BUAT GW!!!!”

I do agree with you, Simple Plan. Iya bener, semua yang mereka lakukan bisa dikatakan GAK MASUK AKAL. Para perempuan berlomba2 untuk menjadi yang tercantik. Mereka berdandan, bersolek dan berlenggak-lenggok bagaikan punuk unta. Norma2 dan aturan serta budaya, ah itu omong kosong bagi mereka. SIAPAKAH YANG SERINGKALI MEMAMERKAN AURATNYA DI DEPAN UMUM? Mungkin mereka berdalih, “Kebebasan!”, “Demokrasi!”, “Emansipasi wanita!” atau kalimat “Biarin donk, badan gw ini!”. Semua komentar yang tidak lain dan tidak bukan hanyalah TAI KUCING belaka. Benarlah kata sebuah band asal Kota Kembang yang dalam salah satu liriknya mengatakan bahwa “Wanita racun dunia”, hanya saja kaum wanita tidak menyadari (dan memang tidak mau menyadari) bahwa merekalah seburuk2nya racun.

Dimanakah harga dirimu wahai kaum hawa? Dimanakah jiwa2 Khadijah dan Aisyah yang selama ini kita rindukan? Untuk apakah semua yang kau lakukan itu? Fame? Fortune? Popularity? Hentikanlah segala lenggak-lenggok mu itu karena semua itu akan sia2 saja. Sebaik2 manusia adalah mereka yang bertakwa, bukan mereka yang indah fisiknya. Dan keindahan fisik yang kita miliki saat ini, sesungguhnya semua itu hanyalah COBAAN. Apakah kita akan memanfaatkan kelebihan fisik ini untuk KESOMBONGAN ataukah akan kita gunakan di JALAN KEBENARAN.

Oiya, tulisan ini gak bermaksud buat mendiskreditkan kaum perempuan secara keseluruhan lho. Kita hanya membahas tentang perempuan2 yang gemar berdandan dan berlenggak-lenggok bagai punuk unta dan seringkali berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri di muka bumi ini.

Balik lagi ke lirik Simple Plan diatas. Utuk bagian reffnya kita lewatin dulu ya, itu dibahas belakangan aja. Sekarang di bait keduanya. Keluarga di zaman modern ini udah gak kaya dulu lagi, gak kaya keluarga normal yang terdiri dengan sepasang suami-istri serta anak2nya. Keluarga jaman sekarang isinya kebanyakan anak2 dengan pembantu2nya, entah itu baby sitter, tukang kebun, sopir, si Bibi atau si Mbok. Dimana para orangtuanya? Mereka lebih sibuk untuk kerja, kerja dan kerja. Yang ada di pikiran mereka cuma uang, uang, uang dan doank.

Mungkin lu2 semua ngerasa kalo keluarga kita normal2 aja. Dan puji syukur Alhamdulillah, kita boleh berbahagia diberikan keluarga yang normal seperti apa yang telah kita punya selama ini. Tapi disadari atau tidak, sebenarnya banyak keluarga2 yang telah kehilangan rasa kasih sayang di dalamnya. Tugas utama para orang tua yang seharusnya adalah merawat dan mendidik anak (jangan cuma mau bikinnya doank. Huehehehe….), tapi banyak diantara mereka yang mengalihkan tanggung jawab utama mereka itu kepada para baby sitter. Bahkan, mereka seringkali manggantikan peran ke-orang tua-annya dengan cara memanjakan si anak dengan bermacam2 materi sebagai pengganti kehadirannya. Sadarlah sobat, kasih sayang orang tua tidak bisa digantikan dengan apapun. Jadilah para anak kini besar dalam bimbingan para baby sitternya.

Ada pemandangan menarik dari cerita ini. Di laptop gw ada file gambar tentang lembar jawaban soal ujian seorang murid kelas 1 (tapi gak tau 1 SD apa SMP). Karena gw gak ngerti gimana acara upload foto ke blog, jadi gw ceritain aja ya. Kira2 beginilah gambarannya.

Di soal itu, ada gambar seorang perempuan dewasa dengan seorang anak perempuan di pangkuannya. Tangan si perempuan dewaa tersebut mengelus rambut si anak perempuan, dan si anak perempuannya sendiri memeluk si perempuan dewasa. Lalu di sampingnya ada pertanyaan demikian:

“Gambar disamping mewujudkan kasih sayang seorang …… “

Dengan pilihan2 jawaban :

a. Pembantu

b. Ibu

c. Bapak

Dan di file gambar gw itu, si murid kelas 1 ini mencontreng pilihan a, yang berarti bahwa gambar tersebut merupakan perwujudan kasih sayang seorang pembantu…

Nangkep maksudnya gak?

Intinya ya begitu. Karena besar dalam buaian baby sitter, dalam pikiran si murid tersebut terpatri bahwa kasih sayang seperti itu hanya dimiliki oleh seorang pembantu, bukan orang tuanya sendiri. How ironic….

Efek dari keluarga kaya gini pun bisa diliat juga. Si anak jadi manja karena mereka terbiasa hidup mewah dengan materi2 yang diberikan orang tuanya sebagai pengganti kehadiran mereka. Namun hati dan jiwa si anak sangat kosong dari kasih sayang orang tua yang sesungguhnya. Jadilah lingkungan dan pergaulan yang menjadi tempat pelarian si anak. Ya bagus kalo pelariannya ke Masjid atau minimal lingkungan yang bisa membantu si anak melewati Shirotol Mustaqim dengan lancar. Kalo ternyata pergaulannya malah semakin memudahkan dia tergelincir dari Shirotol Mustaqim gimana?

Dan berdasarkan pengamatan yang gw lakukan secara diem2 dan gak obyektif, sebagian dari remaja2 yang “rusak” akhlak, moral, pergaulan dan kepribadiannya, memiliki keluarga yang juga sama “rusak”nya. Sesungguhnya seseorang yang meninggal tidak akan membawa apa2 kecuali 3 hal, salah satunya adalah anak yang soleh. Jadi untuk para orang tua yang telah berlaku zhalim terhadap diri sendiri, rawat dan didiklah anak2 kalian dengan ilmu dan iman sebenar2nya. Semoga pada akhirnya mereka bisa menjadi anak yang berbakti yang selalu senantiasa mendoakan orang tuanya, kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Nah bait keduanya segini dulu aja ya. Baru 2 bait tapi tulisanna udah sepanjang gini. Gw emang kalo udah kena laptop dan mulai ngetik, langsung jadi lupa segalanya. Malahan gw gak sadar kalo hari ini baru makan 5 butir kurma doank, gw kirain tadi pagi gw udah sarapan Pizza…. (ih apa sih, jayus banget deh)

Sekarang kita lanjut ke bait ketiga. Sekali lagi, ada yang salah dengan society kita ini. Orang2 kaya dan berduit berlalu lalang di jalan raya mengendarai mobil mewah, sementara di pinggir jalan banyak anak2 yang kelaparan. Gak ada yang peduli dan gak ada yang mau berbagi dengan anak2 itu. Hal ini bisa kita lihat di persimpangan2 lampu merah. Mobil2 mewah berjejer antri, sementara di kiri kanannya banyak anak2 yang meminta kesedian para pemilik mobil untuk berbagi rezeki, baik itu dengan cara mengamen, tepuk tangan gak jelas, bawa2 lap, bermodalkan wajah melas sembari menengadahkan tangan maupun metode2 lainnya.

Lalu apa yang dilakukan oleh orang2 di dalam mobil mewah tersebut? Sebagian besar enggan membuka kacanya dan hanya melambaikan tangannya, sok2an berlagak artis atau pejabat. Kalopun ada yang mau ngasih, sebagian besar hanya membuka sedikit kacanya. Itupun memberinya tanpa disertai dengan senyuman yang tulus dan ikhlas. Sangat jarang ada yang mau membuka keseluruhan kacanya lalu tersenyum kepada si anak dan kemudian mengajak berbicara dari hati ke hati, heart to heart, face to face, man to man. Mereka beralasan, “Ah gw takut kalo ternyata dia perampok atau apalah…”. Kalo takut dirampok, makanya JANGAN SUKA MEMAMERKAN KEKAYAAN. Bersikaplah sederhana aja. Kalo udah cukup dengan naik Toyota Solluna, buat apa naik Camry atau Harrier atau Mercedes atau BMW atau Jaguar? (ini sih suara hati gw selaku pengemudi mobi Toyota Solluna keluaran tahun 2001. Huehehehehe….)

Bait ketiga itu diakhiri dengan kalimat “I guess life’s unfair”, yang kira2 artinya adalah “sepertinya hidup ini tidak adil”. Ya begitulah kiranya, dimana garis antara kekayaan dan kemiskinan hanya dibatasi oleh trotoar dan lampu merah. Kita semua mengakui dan menyadari bahwa hidup ini memang tidak adil. Kenapa? Karena isinya adalah manusia2 yang lebih senang untuk memperturutkan hawa nafsunya. Tapi janganlah putus asa, karena di hari akhir nanti, kita semua akan diadili dengan seadil2nya oleh sebaik2 hakim. Siapakah hakim itu? Dialah Allah Al ‘Adlu, Allah Yang Maha Adil. Dialah Allah Al Hakiim, Allah Yang Maha Bijaksana. Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu, Allah Yang Maha Agung.

Nah sekarang baru kta masuk ke bagian reffnya. Gak banyak sih yang mau gw bahas tentang bagian dari reff lagu ini. Ini cuma tentang kebingungan dan suara hati Simple Plan terhadap something wrong with society yang mereka maksudkan tadi, yang dinyanyikan dengan melodi lantang dan keras. Jika kita mau membuka mata kita, maka kita akan melihat dan mengerti bahwa ada yang salah dengan dunia ini. Itu intinya.

Fiuuuuuhhh…. Akhirnya selesai sudah kita memberikan tafsir terhadap lagu “Crazy”nya Simple Plan. Tafsir ini namanya Tafsir C-Kink, karena ditafsirkan secara serampangan oleh gw sendiri. Huehehehe… Jangan ditiru ya anak2….

Terus setelah tau lirik lagu tersebut dan mengerti maksudnya, masihkah kita tetap berdiam diri membiarkan semua ini terjadi? Marilah kita bergerak. Marilah kita kembali ke jalan kebenaran. Marilah kita LETAKKAN PARA PEREMPUAN KEMBALI KEPADA FITRAHNYA. Marilah kita CIPTAKAN KELUARGA NORMAL YANG PENUH DENGAN KASIH SAYANG DAN KEBAHAGIAAN. Dan marilah kita LUANGKAN WAKTU DAN TENAGA KITA UNTUK BERBAGI KEPADA MEREKA YANG TIDAK LEBIH BERUNTUNG DARI KITA. Bila semua hal diatas mau kita wujudkan, Insya Allah kehidupan dunia yang lebih baik akan tercipta.

Akhir kata, terima kasih buat kelima personel Simple Plan yang telah menciptakan dan mengaransemen lagu in idengan indahnya. Keep create the great spiritful song!

Wassalamualaikum wr wb

1 comment August 23, 2008

MasihAdaNasionalismeDiSana

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku

Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku bangsa dan tanah airku

Marilah kita berseru, “INDONESIA BERSATU!”

Hiduplah tanahku hiduplah negeriku

Bangsaku rakyatku SEMUANYA

Bangunlah jiwanya bangunlah badannya

Untuk INDONESIA RAYA

INDONESIA RAYA merdeka merdeka

Tanahku negeriku yang kucinta

INDONESIA RAYA merdeka merdeka

Hiduplah INDONESIA RAYA

Itulah tadi lagu kebangsaan negara kita yang saban Senin dinyanyikan oleh puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan pelajar untuk mengiringi tegak dan berkibarnya bendera Merah Putih di tiang lapangan upacara…

Baru-baru ini berlangsung sebuah hajatan olahraga besar yang diadakan di Istora Senayan, yatu Piala Thomas dan Uber. Sebuah momentum yang secara umum bisa menggambarkan bahwa ternyata masih ada NASIONALISME di dalam dada bangsa Indonesia. Nasionalisme itu muncul bukan dari gedung DPR/MPR, bukan dari Istana Negara, bukan dari gedung-gedung tinggi bertingkat, tapi dari sebuah gelanggang olahraga, dari peluh dan keringat para pejuang bangsa yang bersadu padu meneriakkan gema “INDONESIA”. Demi menyaksikan berkibarnya bendera merah putih di podium panggung kehormatan, para suporter rela melakukan yel-yel yang mungkin dianggap “unik” bagi mereka yang tak terbiasa. Tapi justru di situ mereka bisa menunjukkan seberapa besar kadar kecintaan mereka kepada Indonesia ini.

Apa korelasinya dengan lagu Indonesia Raya diatas?

Iya, dalam gelaran piala Thomas dan Uber kemarin, lagu Indonesia Raya tidak berhasil berkumandang dan mengangkasa membahana meramaikan Istora Senayan. Kita menghargai dan menghormati segala usaha para pejuang bulutangkis kita yang telah berusaha sebaik-baiknya, meskipun pada akhirnya langkah tim Thomas kita terhenti di semifinal oleh negara pemroduksi sinetron Full House dan tim Ubernya digagalkan oleh negeri tirai bambu di final.

Seperti yang sudah-sudah, jikalau lagu Indonesia Raya berkumandang di panggung kehormatan, maka dapat dipastikan akan ada air mata yang menetes membasahi gelanggang, baik itu dari mata si atlet maupun dari mata para suporter yang setia menyemangati sepanjang pertandingan. Benar-benar suatu kebanggaan yang luar biasa melihat segala peluh dan keringat yang keluar selama ini telah terbayarkan dengan berkibarnya bendera Merah Putih dan berkumandangnya lagu Indonesia Raya. Sebuah eksistensi untuk membuktikan kepada dunia bahwa sebuah negara yang bernama INDONESIA itu MASIH ADA.

Setelah itu, mari kita refleksi terhadap diri kita masing-masing. Apa pendapat kita tentang lagu Indonesia Raya? Seberapa sering kita mendengarkan atau menyayikan lagu Indonesia Raya? Apa yang kita bayangkan saat lagu Indonesia Raya berkumandang? Seberapa besar kepedulian kita terhadap lagu Indonesia Raya? Sekumpulan pertanyaan yang tidak perlu dijawab secara lisan, tapi buktikan itu semua dengan LANGKAH NYATA.

Ingatlah bahwa Indonesia adalah negara besar. Besar, karena ada KITA sebagai warga negaranya. Besar, karena KITA-lah yang akan membawanya. Besar, karena KITA-lah yang akan membesarkan Indonesia. Indonesia adalah negara besar jika kita mau mengakui bahwa Indonesia memang negara besar dan kita pun berkeinginan untuk mewujudkan baik secara lisan maupun dengan perbuatan untuk membawa Indonesia menjadi negara besar. Sudah seharusnya kita bangga terlahir sebagai bangsa Indonesia dan sudah seharusnya kita bangga mendengarkan lagu Indonesia Raya berkumandang di langit biru.

Sekarang mari kita teriakkan kalimat ini dengan lantang :

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

Maaf, tapi tolong ulangi sekali lagi. Aku tidak melihat adanya kebanggaan di dalam hatimu saat meneriakkan kalimt tersebut. Tolong ulangi :

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

Sudah cukup? Belum. Sekali lagi, kepalkan tanganmu dan teriakkan dengan sekeras yang kau mampu sampai seluruh penjuru dunia mendengar bahwa kau berkata :

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

“AKU BANGGA MENJADI BANGSA INDONESIA!!!”

Sekian dan terima kasih. Berjanjilah bahwa suatu hari nanti, dengan ucapan Bismillah dan dengan izin Allah, kita akan membawa INDONESIA MENGUASAI DUNIA.

Sebagai penutup, dibawah ini aku sertakan lirik lagu favoritku yang berjudul “Bangunlah Putra-Putri Pertiwi” milik Bang Iwan Fals yang mungkin dapat kita jadikan sebagai bahan perenungan.

Sorot matamu tajam namun ragu

Kokoh paruhmu semua tahu

Tegak tubuhmu takkan tergoyahkan

Kuat jarimu kala mencengkram

Pulau-pulau yang berpencar

Bersatu dalam cengkrammu

Angin genit mengelus merah putihmu

Yang berkibar sedikit malu-malu

Merah darahmu tertanam di dada

Putihmu suci penuh kharisma

Bermacam suku yang berbeda

Bersatu dalam kibarmu

TERBANGLAH GARUDAKU

Singkirkan kutu-kutu di sayapmu

BERKIBARLAH BENDERAKU

Singkirkan benalu di tiangmu

Hei jangan malu dan jangan ragu

TUNJUKKAN PADA DUNIA

Bahwa sebenarnya kita MAMPU

Mentari pagi mulai membumbung tinggi

Bangunlah putra putri ibu pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita BERJANJI

Hari ini esok pagi atau lusa nanti

GARUDA BUKAN BURUNG PERKUTUT

SANGSAKA BUKAN SANDANG PEMBALUT

Dan coba kau dengarkan

PANCASILA itu BUKANLAH RUMUS KODE BUNTUT

Yang hanya berisi harapan

Yang hanya berisi khayalan

Add comment June 6, 2008

Opiniku

Setelah sebelumnya kita membaca tentang ringkasan acara seminar bedah buku “Melawan Iblis Mephistopheles” maka kali ini izinkanlah diriku yang hina dan rendahan ini untuk menyampaikan argumentasi dan pendapatku terkait penyampaian ke-4 ekor pembicara serta 2 ekor pembicara tambahan lainnya yang nyusul belakangan.

Sebenernya di acara kemaren, aku pun juga punya banyak hal yang pingin aku sampaikan terkait “opini negatif” para pembicara yang mempermasalahkan PLTN. Namun karena moderator cuma memberikan kesempatan kepada 5 orang penanggap doank, jadinya aku gak mendapatkan lahan untuk menyampaikan aspirasiku. Dan untuk memfalisitasi aspirasi serta argumenku ini, izinkanlah aku menyampaikannya dalam bentuk tulisan.

Ada beberapa poin yang ingin aku sampaikan terkait opini mereka, diantaranya :

Mengapa Indonesia memilih PLTN sebagai sumber energi alternatif? Apakah ini cuma ikut2an tren dunia saja? Bukankah PLTN sudah ditinggalkan oleh negara2 maju?

Pembicara mengutarakan bahwa energi alternatif itu kan ada banyak, kenapa PLTN yang dipilih? PLTN kan udah banyak di dunia, apa ini cuma ikut2an tren aja? Kenapa gak mencoba mengembangkan energi alternatif lain, seperti SolarCell dan menjadi pelopor disana?

Bukan berarti menyepelekan energi alternatif lain, tapi gak salah kan kalo kita mengembangkan PLTN juga? Energi alternatif lain itu gak bisa menghasilkan daya sebesar PLTN, jadi secara umum PLTN adalah yang lebih efisien diantara yang lainnya. Untuk ngebandingin itung2an efisiensi PLTN dan energi alternatif lain, aku gak punya ilmunya. Tapi aku yakin Pak Andang dan dosen2 Teknik Fisika lainnya udah menguasai masalah ini sehingga mereka berkesimpulan kalo PLTN itu emang lebih efisien dibanding yang lainnya.

Begitupun dengan masalah SolarCell. Energi yang dihasilkannya gak sebanding dengan PLTN. Dan gak masalah kok kalo kita juga mau ngembangin SolarCell. Tapi jangan lupain PLTN, itu intinya.

Mengapa kita tidak menggunakan energi alternatif lainnya seperti panas bumi, matahari, angin dll yang merupakan anugerah Tuhan?

Pertanyaan “aneh” ini udah dijawab dengan memuaskan oleh Pak Fadhli dan mungkin hampir semua peserta menyetujuinya. Semua yang ada di dunia ini adalah anugerah Tuhan, termasuk nuklir dan uranium. Tidaklah Allah menciptakan semua ini dengan sia2. Jadi mau itu panas bumi, matahari, angin maupun nuklir sekalipun, semuanya adalah anugerah Allah dan sudah menjadi tugas kita untuk memanfaatkan potensi yang tersedia disana dengan penuh tanggung jawab dan sebaik2nya demi kemaslahatan orang banyak.

Api, bukanlah merupakan anugerah Tuhan? Allah menciptakan iblis dari api, namun manusia diberikan akal dan pikiran untuk menaklukkan api, bahkan memanfaatkannya untuk kepentingan orang banyak. Jadi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diberikan oleh Sang Pencipta, Insya Allah nuklir pun juga bisa kita taklukkan dan kita manfaatkan di jalan yang benar.

Sebenernya Indonesia tidak sedang mengalami krisis energi, hanya terjadi kesalahan pengelolaan saja terhadap energi.

Semua juga sepakat kalo hampir sebagian besar penduduk Indonesia, terutama yang berada di kursi kepemimpinan sedang mengalami krisis moral. Tapi aku rasa ini bukan jadi alasan untuk menoak berdirinya PLTN di Indonesia, karena masalahnya bukan di krisis energi tapi krisis di seluruh lapisan masyarakat yang gak akan cukup dibahas lewat tulisan ini.

Pemerintah, khususnya mereka yang mendukung PLTN bisa dikategorikan sebagai orang2 SINTING karena menggunakan logika yang salah.

Salah seorang pembicara mengatakan bahwa pemerintah, khususnya yang mendukung PLTN adalah orang2 yang “sinting”. Telah terjadi kesalahan pada logika mereka yang membuat mereka memutuskan untuk mendirikan PLTN di Indonesia, sehingga kita pantas untuk menyebut mereka sebagai orang2 yang “SINTING”.

Aku gak tau definisi sinting menurut dia tuh apa. Yang aku tau, istilah “sinting” adalah sesuatu yang bersifat relatif yang dipengaruhi oleh media, opini dan budaya setempat. Jadi sinting bagi seseorang, belom tentu sinting bagi orang lain. Itu menurutku.

Pada tahun 1960-an, presiden AS saat itu J.F Kennedy berujar bahwa pada akhir dasawarsa ini, ia akan menempatkan manusia di bulan. Saat itu ia dianggap “sinting” oleh masyarakat umum. Mana mungkin manusia bisa ke bulan? Itu cuma mimpi. Tapi coba liat sekarang, manusia pulang pergi ke bulan adalah hal biasa. Bahkan juga ada binatang yang pernah diterbangkan ke bulan. Ternyata ke”sinting”an J.F Kennedy membawa perubahan besar bagi dunia, dan membuat namanya masuk ke dalam daftar “100 tokoh paling berpengaruh di dunia” karya Michael H Hart.

Demikian dengan Tomas Alfa Edison, Alexander Graham Bell dan para penemu lainnya yang tetap bertahan dalam “kesintingannya” demi menciptakan suatu penemuan baru yang bermanfaat bagi khalayak umum. Bahkan bukankah junjungan kita nabi besar Muhammad Rasulullah saw juga pernah dianggap “sinting” oleh kaum Quraisy?

Ya mungkin saat ini kita masih bisa bebas ber-opini tentang “sinting2an”. Tapi liat aja nanti, biarlah waktu yang akan menjawabnya dan lihatlah perubahan besar yang akan dibawa PLTN pada kemajuan negara ini. Sehingga suatu hari nanti, kita bisa mengucapkan kalimat berikut ini dengan keras dan lantang, “SEBENERNYA YANG SINTING ITU SIAPA YA?”

Proyek pembangunan PLTN di Indonesia merupakan SAMPAH dari sisa2 produk Barat yang sebenernya sudah tak terpakai lagi di tempat asalnya.

Kalo ini sih jelas cuma letupan emosi dari si pembicara aja. Selama ini, apakah ada produk2 Indonesia yang bukan merupakan “sampah” dari negara lain? Tapi harapannya itu juga bukan jadi alasan untuk tidak mendirikan PLTN di Indonesia. Bukan bermaksud merendahkan negara Indonesia tercinta ini. Tapi kenyataannya emang kaya gitu. Dan aku rasa itu juga bukan masalah, karena boleh saja saat ini kita cuma bisa makan ”sampah2” negara lain, tapi kita adalah individu2 yang bertekad untuk maju. Kita bukan cuma makan sampah, tapi kita juga mempelajari sampah2 tersebut sehingga suatu hari nanti kita bisa menjadi produsen, bukan hanya konsumen. Bukankah proses alih transfer teknologi adalah hal yang biasa?

Banyak mahasiswa Teknik Fisika dan Teknik Nuklir yang menghadiri seminar ini karena menyangkut pekerjaan dan masa depan mereka.

Pendapat di atas muncul dari mulut seekor pembicara tambahan yang merupakan sarjana lulusan Teknik Fisika, tapi saat ini ia beralih ke bidang Ekonomi. Dia juga mengatakan supaya anak2 Teknik Nuklir gak perlu khawatir kalo PLTN gak didirikan di Indonesia, karena sebenernya mereka punya kompetensi lebih untuk bersaing di bidang lain, seperti di bidang ekonomi maupun politik. Sedangkan anak ekonomi dan politik belom tentu ngerti tentang nuklir. Jadi, anak2 nuklir adalah individu luar biasa yang bisa kerja di mana aja.

Itu pendapat si pembicara tersebut. Dan aku sendiri juga mengakui kalo anak2 nuklir emang punya kemampuan berlebih untuk berkembang di bidang lain, tapi orang2 dari bidang lain belom tentu bisa menguasai ilmu nuklir. Sebenernya ini bukan masalah pekerjaan, tapi lebih ke masalah TANGGUNG JAWAB. Telah dikatakan bahwa ilmu nuklir itu hanya dikuasai oleh anak2 nuklir saja, sedangkan orang2 dari bidang lain belom tentu menguasai. Jadi kalo anak2 nuklir beralih pekerjaan ke bidang lain, maka SIAPA LAGI ORANG2 YANG AKAN MENGEMBANGKAN ILMU NUKLIR DI INDONESIA? Sekali lagi, ini terkait masalah tanggung jawab. Dan selaku mahasiswa Teknik Nuklir, aku punya tanggung jawab untuk membuat Indonesia menjadi negara yang menguasai ilmu nuklir, dan salah satunya adalah dengan cara mendirikan PLTN di Indonesia.

Saat ini SDM Indonesia tidak mampu untuk mendirikan PLTN.

Membaca kalimat diatas, mungkin yang terlihat adalah sebuah pesimisme. Ya, salah satu alasan kenapa Indonesia gak maju2 adalah karena selalu berpikir pesimis, kurang memiliki motivasi. Menurut buku Total Motivation karya Sofian Hadi Lubis, beberapa hal penghambat motivasi diantaranya adalah :

- Kurangnya kepercayaan diri

- Cemas

- Opini negatif

Dimana ke-3 hal diatas-lah yang membuat SDM Indonesia kurang mampu berkembang an mengeksploitasi dirinya lebih jauh lagi. Jadi mungkin gak ada salahnya kalo kita berpikir optimis, kita yakinkan pada negeri ini bahwa anak bangsa juga mampu membuat teknologi sekelas PLTN. Tentu saja optimis di sini bukan semata optimisme buta, tapi optimisme yang juga disertai dengan ilmu dan usaha, salah satunya adalah dengan memotivasi SDM Indonesia bahwa mereka MAMPU mendirikan PLTN.

Selain itu, pembicara juga mengatakan “perbaiki dulu SDM Indonesia, baru kita bisa mampu membuat PLTN”. Usul yang bagus, dan tidak salah. Tapi masalahnya adalah, sampai kapan kita menunggu sampai SDM Indonesia benar2 baik? Gak ada parameter khusus yang menyatakan kesiapan suatu SDM, jadi sampai kapanpun, kita akan selalu mengatakan bahwa “kita belom siap, kita belom siap, kita belom siap” dan hal ini akan tertanam di dalam pikiran kita, sehingga pendirian PLTN pun akan terus-menerus mengalami kemunduran dan penundaan.

Untuk itu, usul yang aku tawarkan adalah kenapa gak dibangun dulu aja PLTNnya? Proses pembangunan dan pemeliharaan PLTN membutuhkan SDM yang benar2 mumpuni, sehingga hanya SDM unggul saja yang bisa terlibat disana. Dalam kasus ini, PLTN berperan sebagai suatu simbol atau inspirator atau pelopor untuk meningkatkan SDM di Indonesia. Dengan adanya PLTN, maka masyarakat akan termotivasi untung meningkatkan SDMnya. Jadi disini dengan didirikannya PLTN, maka SDM Indonesia pun akan meningkat seiring dan sejalan dengan berkembangnya PLTN di Indonesia ini.

Nuklir itu bahaya. Terbukti dari perlunya pekerja radiasi menggunakan baju pelindung dan peralatan khusus jika ingin berinteraksi dengan nuklir.

Orang yang mengatakan pendapat di atas masih sama dengan orang yang mengatakan pendapat sebelum ini. Itulah tanggapannya terkait pengalamannya yang dulu pernah terlibat dengan dunia nuklir. Dan sampai saat ini, aku masih belom bisa mengerti alasan apa yang mendasari dia berpendapat demikian. Bukanlah semua hal di dunia ini pada dasarnya adalah bahaya bila digunakan di jalan yang salah?

Bukan hanya pekerja nuklir aja yang make baju pelindung, tapi pekerja konstruksi bangunan juga perlu peralatan khusus seperti helm dan sepatu bot dalam pekerjaannya. Api juga berbahaya, sehingga pemadam kebakaran perlu peralatan khusus dalam melaksanakan tugasnya. Jadi, inilah yang disebut dengan KESELAMATAN KERJA, yang memang diperlukan untuk meningkatkan keselamatan para pekerja. Semua yang terjadi pasti memiliki dampak dan resiko, dan jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, pasti ada resiko yang besar juga dibaliknya. Seperti kata pepatah, “No Pain No Gain” atau mengutip ucapan kakeknya Spiderman, “with great power comes great responsibility”. Tinggal bagaimana KEBERANIAN kita untuk menghadapi resiko yang mungkin terjadi demi kekuatan besar yang tersembunyi dibelakangnya.

Bagaimana nasib limbah PLTN? Selama belum ada teknologi yang mampu mengolah limbah PLTN, maka PLTN jangan didirikan dulu.

Ini juga sebuah pernyataan yang “unik”. Kalo pernyataan ini kita turuti, bisa2 hidup kita bakalan stagnan dan diam di tempat. Suatu kalimat mengatakan, “sejarah selalu berulang”. Begitupun dengan yang terjadi saat ini adalah pengulangan dari kejadian2 yang pernah terjadi di masa lalu, hanya kasus dan konteksnya saja yang berbeda.

Coba kita lihat ke masa lalu, ketika mobil baru pertama kali dibuat. Untuk membuat mobil yang maksimal, diperlukan tenaga yang maksimal. Namun mengakibatkan produk buangan yang besar juga, melalui knalpot. Apakah dengan adanya produk buangan yang seperti itu, produsen mobil menghentikan produksinya? Jawabannya : TENTU TIDAK. Mereka justru tertantang untuk menciptakan mobil yang memiliki tenaga yang besar namun produk buangannya diminimalisir. Hasilnya pun bisa kita nikmati saat ini, dengan adanya mobil2 kualitas tinggi yang ramah lingkungan.

Pun demikian dengan PLTN. Apakah masalah limbah akan menghentikan langkah kita mengembangkan PLTN? Sekali lagi jawabannya : TENTU TIDAK. Justru seharusnya kita merasa tertantang untuk menciptakan proses pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Kalo kita gak punya PLTN, gimana kita bisa membuat teknologi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan? Sambil mengoperasikan PLTN, sambil kita mengembangkan PLTN yang limbahnya ramah lingkungan.

Kesimpulan

Dengan ini, aku mencoba untuk menyampaikan ke khalayak masyarakat umum bahwa pendirian PLTN di Indonesia sebaiknya didukung, karena efek yang diberikan PLTN baik secara langsung maupun tidak langsung Insya Allah mampu membangun dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Untuk menjadi negara yang besar, kita perlu SDM yang bersemangat, yang memiliki motivasi tinggi, yang tertantang untuk selalu belajar dan belajar serta belajar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Buanglah segala pikiran negatif dan rasa pesimisme kita. Jangan sampai kita terus terpuruk dalam keadaan seperti ini. Kita adalah bangsa besar, bangsa yang selalu bergerak maju dan akan terus bergerak maju. Terakhir, aku ingin menyampaikan sebuah kalimat yang mungkin agak provokatif dan mungkin dianggap “sinting”, tapi dengan jujur dan tegas aku berkata,

“Bismillaahirrahmaanirrahiim. Insya Allah dengan PLTN, akan kita bawa Indonesia MENJADI PEMIMPIN DUNIA”.

2 comments June 6, 2008

ThoseFuckingAzizon…Astagfirullah…

asw

kepada seluruh teman-temanku sebangsa dan setanah air, kepada seluruh saudaraku di bumi Indonesia tercinta, kepada seluruh rakyat Indonesia, silahkan kunjungi situs :

http://ihateindon.blogspot.com/

itu adalah sebuah blog yang dibuat oleh azizon bangsat (astagfirullah) yang isinya menjelek2kan Indonesia. silahkan kunjungi segera, harga diri kita sebagai bangsa Indonesia telah diinjak2 dan dipites2 oleh mereka.  Malaysia yang ngaku2nya negara Islam ternyata kelakuannya gak jauh beda sama musuh2 Islam. Mungkin di dunia ini kita telah sering kali dizhalimi oleh Malaysia, tapi semoga di akhirat nanti, di hadapan Allah Yang Maha Adil, mereka akan diberikan balasannya.

Setelah kita menjadikan Israel dan Amerika Serikat sebagai musuh kita, pantaskah bila kita menambahkan Malaysia ke daftar musuh kita?

wasw

*azizon adalah panggilan untuk orang malaysia, sebagaimana mereka memanggil kita dengan sebutan indon

Add comment June 6, 2008


TanggalanAdaDiSIni

November 2009
S M T W T F S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

ArsipArsipDariJamanSemono

TinggalinCommentDonk

ckinknoazoro on IdoHaveApromise
ckinknoazoro on 2-2DariBalikKacamataku
shinta on 2-2DariBalikKacamataku
karnanim on IdoHaveApromise
andre on 2-2DariBalikKacamataku
Hikaru Yumeno on CV
ckinknoazoro on TentangC-Kink
ckinknoazoro on CV
ckinknoazoro on SecuilSMS #2
ckinknoazoro on NousNousSouvenons

StatistikBlogNya

YangSeringDiKlik

YangSeringDiPosting

Halamannya

Categories

Blogroll

DepokMania

Others

UGMmania

Feeds