Mungkin elu2 semua pada males yah ngebaca blog gw yang artikel nya panjang2 ini? Gak apa-apa kok, gak usah bingung. Artikel nya lu copy-paste aja ke Micosoft Word, terus lu save ke flashdisk, terus baru lu baca di rumah ntar. Atau langsung di save-as aja. Kan sayang kalo ke warnet cuma buat ngebaca blog doank, sayang duitnya. Bukan begitu? Jadi artikel gw ini lu save aja terus baru lu baca dirumah. Gitu lho…
Posts filed under 'Others'
TidakAdaYangAsli
Ternyata, hari ini semuanya palsu. Hampir tiada ada lagi yang masih asli. Semuanya penuh dengan rahasianya masing-masing. Bukan, bukan rahasia. Namun lebih dari sekedar rahasia yang sengaja ditutupi demi melindungi hati yang tinggi.
Terlihat sempurna di luar. Tampak istimewa dari tampilannya. Sepintas luar biasa. Sekilas tiada duanya. Tapi ada apa di dalamnya? Ada apa di balik itu semua? Ternyata lebih busuk dari yang terkira. Sangat tidak terduga. Sangat-sangat mengejutkan!
Apa arti senyuman itu? Tidak lebih dari sebuah senyum palsu. Apa arti jati diri itu? Hanya sekali kedip maka musnahlah segalanya. Apa arti lisan dan ucapan itu? Bicara tak kan ada artinya tanpa disertai langkah nyata. Dan apa arti semua yang terbayangkan pada hari ini? Tidak lebih dari sebuah identitas palsu. Palsu, palsu dan palsu. Sekali lagi, palsu…
Ribuan orang tertipu. Ribuan orang dibohongi. Ribuan orang terpana. Ribuan orang tidak menyadarinya.
Ternyata, hari ini semuanya sama. Hampir tiada lagi yang bertahan dalam integritas diri. Semuanya penuh dengan kemunafikannya masing-masing. Bukan, bukan munafik. Namun lebih dari sekedar munafik.
Dan tak ada yang bisa dilakukan. Hanya dapat membiarkan semuanya berjalan. Tanpa daya, tanpa upaya. Secuil harapan pun tampak sia-sia. Kini saatnya semua orang untuk berkata, “PERGI KAU KE UJUNG DUNIA!”
Add comment September 10, 2009
FilmYouMustSee
Selama seminggu kemaren, gue melarikan diri dari kota Jogja untuk pulang kampung ke Depok, dengan alasan mau cuti hamil. Dih, masa iya sih bo akika hamil? Bukan, bukan gue yang hamil. Terus siapa dong yang hamil? Nggak tau ya, mungkin si ikan di kolam gue, mungkin si keluarga cicak, atau mungkin si tikus yang suka ngendap2 di dapur tiap malem. Jadilah akhirnya dengan segala keterbatasan yang ada, gue sempet2in untuk pulang ke Depok ditengah kesibukan gue yang gue isi dengan tidur, tidur dan tidur.
Mumpung lagi di Depok, gue nyempetin diri untuk nonton film. Udah lama sejak terakhir kali nangkring di bioskop. Dan Alhamdulillah, kedua biji film yang gue tonton itu bisa dikatakan nggak mengecewakan untuk ukurannya. Jadilah uang yang gue keluarin buat beli tiket bioskop yang kapitalis itu sebanding dengan kepuasan terhadap film yang ditonton. Eh nggak puas juga sih, tiketnya kemahalan bo…
Emangnya film apa aja sih yang gue tonton? Mau tau jawabannya? Tekan tutsnya dan mainkan!
Janda Kembang
Janda Kembang, disingkat “Jambang” (idih bikin singkatan kok seenaknya) adalah film lokal karya sutradara Hanung Bramantyo. Waktu lagi mau nonton di Margo City, pilihannya ada Bukan Cinta Biasa, Jambang, film action-Asia yang gue lupa judulnya, sama Knowing. Akhirnya gue tertarik untuk menjatuhkan pilihan pada film Jambang, soalnya dari referensi yang gue baca, disini Luna Maya menyumbangkan suaranya untuk menyayikan beberapa lagu pop lokal. Titi Kamal sama Nirina kan udah pernah, sekarang gilirannya Luna Maya. Terus gilirannya Asmirandah kapan? Kalo si Cincyah Laurah mah udah pernah juga… I don’t wanna lose you… Yes I wanna hold you… I dont wanna make you… Make you sad and make you cry… Oh baby baby baby…
Dan kemudian gue duduk manis di bioskop nonton film ini. Bla bla bla bla bla bla bla bla… Satu setengah jam kemudian filmnya kelar dan gue pun keluar dari bioskop dengan menarik napas panjang. Fiuuuuuh…
Terus kenapa tulisan ini dikasih judul “FilmYouMustSee”? Soalnya, film ini beda sama film2 Indonesia kebanyakan yang umumnya cuma punya 2 genre: komedi mesum atau horor. Yah mentok2 film drama romantis, meskipun romantismenya terkesan murahan.
Basic dari film Jambang ini emang kesannya komedi, tapi semakin filmnya berjalan, semakin kita sadar kalo film ini nggak cuma bermodalkan kocokan perut doang. Ada bagian ketika kita dibuat tertawa, ada bagian ketika kita dibuat berpikir dan tersenyum satir, ada bagian ketika kita dibuat naik darah, ada bagian ketika kita dibuat terharu dan ada bagian ketika kita dibuat tidur. Zzzzz…. Grrooook… Zzzzzz… Heh jangan ngorok!
Bagian yang paling keren adalah ketika Sarah Sechan yang berperan sebagai Yuli selaku suami dari Dodi yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, saling beradu mulut. Disini, dalam satu scene yang lumayan panjang (tanpa pemotongan), Yuli dan Dodi gontok2an dengan gaya khasnya masing2 yang sangat menarik. Apresiasi khusus buat Sarah Sechan yang sepanjang scene mampu berteriak marah2 tanpa jeda dengan logat Sunda yang khas.
Gue nggak tau sih si Sarah Sechan ini aslinya orang mana, emang asli orang Sunda apa bukan. Sekalipun berbicara ceplas-ceplos udah identik dengan keseharian dia, tapi tetep aja gue takjub ngeliat dia bengak-bengok dengan logat Sundanya. Maknyus banget dah ah…
Nggak cuma itu doang, banyak adegan2 lainnya yang juga kiranya patut untuk diberi acungan jempol kaki. Tapi kalo mau tau adegannya kaya gimana, ya mendingan lu nonton aja dah sono. Nggak seru dong kalo semuanya gue ceritain disini. Hohohohoho.
Dan, dari referensi yang gue baca, inti film ini adalah ingin menyampaikan sebuah pesan yang udah sering kita denger tapi jarang kita aplikasikan. Sebuah pesan yang berbunyi, “Fitnah itu lebih kejam daripada tidak memfitnah”! Eh salah, maksudnya “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”. Gitu intinya. Atau kalo mengutip ucapan salah satu tokoh politik nasional, bunyinya “Fitnah adalah perbuatan…”
Wolverine: The Origins
Cerita2 dengan alur feedback emang selalu menarik buat disimak. Di film Star Wars, gimana ceritanya si tokoh jagoan di 3 film awal bisa jadi penjahat di 3 film terakhir. Di komik One Piece, gimana Chopper bisa jadi dokter hebat kaya sekarang. Pun demikian dengan film X-Men yang satu ini, yang menceritakan tentang awal mula munculnya mutan2 ajaib dan kenapa si Gabe Logan minta dipanggil dengan nama Wolverine.
Khas film Barat, film2 superhero yang mengadopsi dari komik emang selalu menarik buat ditonton. Batman, Spiderman, Fantastic Four, Iron Man, siapa yang nggak kenal? X-Men ini juga sama, kira2 nggak jauh beda lah isinya, ada drama, aksi baku hantam, tembak2an, dll.
Terus, kenapa film ini juga gue sebut sebagai “FilmYouMustSee”? Jawabannya simpel aja kok. Simpel dan sedikit narsis, soalnya ini terkait dengan status gue sebagai mahasiswa Teknik Nuklir.
Ceritanya gini. Di film itu, ada sebuah markas penelitian tempat para mutan disimpen buat diteliti gennya. Si Logan alias Wolverine penasaran dimana markas penelitian tersebut berada, soalnya dia pengen ketemu face to face sama si jenderal yang punya proyek penelitian tersebut. Kemudian diperoleh info dari temennya Will.I.Am Black Eyed Peas bahwa markas tersebut berada di sebuah pulau entah dimana.
Denger kata2 “sebuah pulau entah dimana”, gue langsung terbayang sebuah pulau di Afrika sana, yang emang identik dengan hal2 kaya gini. Atau mungkin pulau2 di kepulauan Karibia, kaya di film Pirates of Caribbean nya Johny Depp. Bahkan bisa juga pulau2 di Asia Tenggara termasuk Indonesia, mengacu pada film KingKong.
Akhirnya si Wolverine dipertemukan dengan Gambit yang jago main kartu. Lalu si Gambit yang tau letak pulau tersebut bersedia nganterin Wolverine kesana. Dan dengan menggunakan helikopter, mereka berdua segera tancap gas dan melaju.
Gue penasaran, pulau kaya gimana yang bakalan muncul? Gue kira mereka bakalan terbang ke hutan2 atau ke laut, eh ternyata nggak. Mereka malah terbang ke daerah perkotaan dengan gedung2 betingkat. Kemudian tibalah mereka di pulau tersebut, pulau yang bikin gue nyengi2 sendiri.
Pulau apakah itu?
Pulau itu bernama…
…THREE MILES ISLAND!!!
…
…
…
Kriiiiik… Kriiiiik…
…
…
Emang ada apa dengan Three Mile Island? Buat lu yang awam emang pasti nganggep ini biasa aja. Tapi buat gue yang anak Teknik Nuklir, pulau ini punya kenangan tersendiri. Ah so sweet…
Three Miles Island adalah sebuah tempat reaktor nuklir PLTN di Amerika sana. Dia berada di sebuah pulau kecil di tengah sungai, berada di wilayah perkotaan. Dulu Three Miles Island sempet populer gara2 pernah terjadi kebocoran di dalemnya. Tapi kebocoran itu bisa teratasi, nggak sampe menimbulkan korban jiwa dan nggak sampe mengakibatkan ledakan kaya reaktor Chernobyl di UniSovyet.
Three Miles Island adalah salah satu bukti keberhasilan sistem safety pada PLTN. Tapi nggak tau kenapa, info kesuksesan safety Three Miles Island ini nggak pernah tersebar luas di kalangan masyarakat umum. Orang2 cuma taunya tentang Chernobyl doang, dan ini dijadikan salah satu senjata bagi mereka yang anti PLTN. Padahal selain Chernobyl kan masih ada Three Miles Island yang sistem keamanannya berfungsi baik dalam situasi kebocoran kaya gini. Huh, ada penyesatan opini disini!
Kita balik lagi ke Wolverine. Ternyata markas penelitian mutan itu bersembunyi dibalik kemegahan reaktor Three Miles Island itu. Mungkin karena mutan identik dengan mutasi gen dan mutasi gen identik dengan paparan radioaktif, jadilah pulau Three Miles Island yang dipilih jadi markasnya.
Dan di penghujung film, digambarin adegan baku hantam yang dilakukan di atas salah satu Cooling Tower. Ini juga maknyus, kapan lagi bisa liat Cooling Tower dengan pemandangan kaya gini? Tapi disini Cooling Towernya lagi nggak beroperasi, terlihat dari nggak adanya uap yang nongol. Dan pada akhirnya, Cooling Tower tersebut runtuh dan hancur kena lasernya si musuh yang ilmunya ngambil dari gennya si Scott alias Cyclops.
Akhirnya selesai lah sudah film tersebut dan gue diberikan pemandangan tentang Three Miles Island lengkap dengan Cooling Towernya. Kalo lebih diteliti lagi secara keilmuan, ada beberapa kejanggalan di film ini. Tapi itu nggak masalah, toh film ini lebih menitikberatkan pada drama dan baku hantamnya, bukan pada unsur2 keilmuannya.
Udah deh… Segini dulu aja yaaaa…!!!
2 comments May 18, 2009
BaladaAnakKos
Sebuah balada antara Mr M dan Mrs F.
Based on true stories.
Siang Hari
Sebuah mobil datang masuk ke parkiran sebuah kos2an. Dari balik kemudi terlihat sosok seorang perempuan. Ini bukan kali pertama mobil itu datang ke kosan tersebut. Dan mobil itu pun memiliki ritual yang khas, sebagaimana yang juga terjadi pada siang ini.
Mobil yang dikendarai seorang perempuan, kita sebut saja Mrs F (F untuk Feminin), berhenti dan parkir di salah satu sudut yang sudah menjadi langganannya. Meskipun sedang berhenti, namun mesin mobil tetap dalam keadaan menyala. Beberapa lama kiranya mobil itu berdiam disana. Sampai tiba2 dari salah satu kamar di kosan tersebut muncul sosok seorang laki2, kita sebut saja Mr M (M untuk Masculin).
Mr M segera melangkah keluar dari kamarnya, dan menghampiri mobil tersebut. Ia membuka pintu sopir, dan segera masuk ke dalam, mengambil posisi sebagai pengemudi. Sementara Mrs F telah berada di kursi penumpang depan. Jadilah kini Mr M yang berada di balik kemudi, sementara Mrs F berada di kursi sebelahnya.
Lalu mobil itu segera beranjak pergi meninggalkan parkiran kos2an. Hanya menyisakan debu2 yang beterbangan…
Beberapa Lama Kemudian
Mobil itu datang kembali ke parkiran kos2an. Terlihat Mr M berada di balik kemudi. Seperti biasa, mobil itu berhenti di tempat favoritnya. Lalu dari pintu depan, masih dengan mesin mobil yang menyala, Mr M keluar dan turun dari balik kemudi mobil, menyerahkan kendali kepada Mrs F. Kini mobil dipegang oleh Mrs F, dan tanpa berlama2, Mrs F bersama mobilnya melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut. Sepeninggal mobil itu, Mr M beranjak kembali ke kamarnya dan menghabiskan hari2nya di dalam sana.
Malam Hari
Hari telah cukup larut. Mobil yang sama dengan mobil di siang hari tadi, datang kembali ke parkiran sebuah kos2an. Kali ini Mr M telah berada di dalamnya, dengan Mrs F berada di kursi penumpang depan. Sekali lagi, mobil itu berhenti dan parkir di tempat biasanya. Namun kali ini terlihat bahwa mesin mobil itu dimatikan. Kedua pintu depan terbuka hampir bersamaan, memunculkan sosok Mr M dari balik kemudi dan Mrs F dari kursi penumpang.
Setelah mengunci mobil, mereka berdua melangkah menuju kamar Mr M, dengan Mr M berjalan di depan disusul Mrs F dibelakangnya. Sampailah mereka di kamar Mr M. Ia segera mengeluarkan kunci dari kantongnya, membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. Sementara Mrs F menunggu di depan kamar.
Kemudian, Mr M keluar kembali dari kamarnya. Ia menutup pintu dan menguncinya dari luar, lalu bersama Mrs F melangkah kembali ke mobil yang terparkir manis di salah satu sudut parkiran. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan Mr M di balik kemudi, dan segera melangkah menjauh meninggalkan kos2an tersebut. Brrrrmmm… Brrrrmmm…
Nggak Lama Kemudian
Untuk kesekian kalinya, mobil itu kembali lagi ke kosan. Dan untuk kesekian kalinya juga, mobil itu parkir di tempat favoritnya. Sama seperti sebelumnya, mesin mobil tersebut kemudian dimatikan dan terlihat Mr M serta Mrs F turun dari mobil melalui 2 pintu yang berbeda. Dan lagi2, Mr M segera melangkah menuju kamarnya, diikuti Mrs F nggak jauh di belakangnya.
Sampailah mereka di depan pintu kamar Mr M. Ia buka pintu kamarnya yang terkunci, dinyalakan lampu kamarnya, dan ia segera masuk ke dalam kamar. Sementara, kali ini berbeda dengan sebelumnya. Mrs F yang sebelumnya hanya menunggu di luar, kali ini terlihat ikut serta menyertai Mr M masuk ke dalam kamar.
Dan setelah dipastikan bahwa Mrs F telah berada di dalam kabar, terdengar bunyi pintu ditutup. “Brak…!!!” Terlihat Mr M menutup pintu kamarnya. Kemudian terdengar bunyi pintu dikunci. “Click!”. Pintu kamar Mr M yang telah tertutup tersebut, kini telah terkunci dari dalam. Menyisakan Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 22.40 malam…
Lama Kemudian
Malam telah berganti. Jarum jam telah berganti melewati angka 12. Namun, mobil itu masih tetap setia berdiam diri di parkiran. Begitupun dengan kamar Mr M, masih tertutup seperti sedia kala. Hanya menampakkan secercah cahaya lampu melalui jendela kecil yang terletak di atas pintu.
Larut larut dan melarut. Malam telah jauh lebih larut. Dan kini telah berganti menjadi dini hari. Hanya suara jangkrik yang memecah keheningan malam. Serta suara televisi yang menyiarkan pertandingan sepakbola. Dan sekali lagi, mobil itu masih tetap pada posisinya. Entah sampai kapan.
Pagi-Pagi
Matahari telah bersinar dengan penuh percaya diri. Makhluk bumi telah beranjak pergi menjalani hari2nya. Namun, di salah satu sudut parkiran kosan, mobil yang sama persis dengan hari sebelomnya masih tetap belom beranjak dari tempatnya.
Semua orang membuka pintu dan jendela kamarnya lebar2. Membiarkan udara pagi masuk menanungi seluruh ruangan. Membiarkan cahaya matahari yang malu2 datang menyinari. Tapi tidak demikian dengan kamar Mr M. Pintu masih tertutup rapat. Pun demikian dengan jendelanya.
Siang-Siang
Kali ini matahari telah bersinar terik di atas kepala. Barulah terlihat Mr M keluar dari kamarnya. Seorang diri. Segera ia menuju mobil. Lalu melaju pergi entah kemana. Sementara kamarnya masih tertutup rapat seperti sedia kala.
Nggak lama kemudian, mobil itu telah kembali. Mr M turun dari mobil dengan membawa sebongkah bungkusan. Setelah mengunci mobil, ia pun beranjak kembali ke kamarnya. Sampai di pintu kamar, ia langsung mendorong pintu dan pintu itu pun terbuka. Menandakan bahwa ketika tadi ia pergi, Mr M tidak mengunci kamarnya. Menandakan bahwa masih ada seorang lagi di dalam sana.
Hampir Sore
Terlihat Mr M keluar dari kamar. Lalu ia melangkah menuju mobil. Dibukanya pintu mobil, dan ia segera memasukkan kunci mobil ada lobangnya. Namun Mr M nggak turut serta masuk ke dalem mobil itu. Dinyalakan mesinnya, sementara Mr M masih berdiri di depan pintu mobil.
Masih dalam keadaan mesin mobil yang menyala, Mr M kembali lagi ke kamarnya. Ia tinggalkan mobil itu dengan pintu depan terbuka dan mesin yang menyala. Beberapa saat kemudian, Mr M muncul lagi dari balik kamarnya dan menuju ke mobil itu, lalu ia segera masuk ke dalamnya. Di Mengikuti langkahnya, terlihat sosok Mrs F. Dengan berjalan anggun, ia menggerakkan langkahnya menuju mobil. Kemudian ia masuk ke dalam mobil, mengambil posisi di kursi penumpang depan, menemani Mr M yang telah menunggu dari balik kemudi.
Dan akhirnya, mobil itu pun pergi meninggalkan parkiran kos2an, membawa serta Mr M dan Mrs F di dalamnya. Sementara waktu telah menunjukkan pukul 14.10 siang…
(Kisah diatas berdasarkan kisah nyata lho… Nggak bermaksud apa2, cuma sekedar kegelisahan dan kebingungan hati seorang penulis yang begitu lemahnya dan nggak berdaya menghadapi realita yang ada… Yogyakarta, 2 Mei 2009)
Add comment May 5, 2009
AkhirnyaRusakJuga
Beberapa waktu yang lalu gue baru aja kena musibah. Musibah kecil sih, tapi tetep aja efeknya dahsyat. Salah satu efeknya adalah tertundanya peng-update-an blog gue ini. Udah lama sejak terakhir kali gue nge-posting tulisan. Dan itu semua salah satunya diakibatkan oleh musibah yang menimpa gue tersebut.
Emang musibah apa sih?
Hmmm… Kalo lu cerdas mestinya bisa nebak musibahnya apa. Ayo coba tebak…
Kekurangan berat badan dan nggak bisa gemuk? Aduh itu sih bukan musibah, itu emang udah takdir gue dari sononya.
Cacingan? Anoreksia? Ambeyen? Bedegelen? Cacingan gundul mu kui…
Impoten? Mandul? Ejakulasi dini? Astagfirullah… Lagi promosi On Clinic ya?
Jadi musibah apa donk?
Mengacu kepada judul tulisan ini, maka musibah yang menimpa gue berhubungan dengan kata “rusak”. Emangnya apa yang rusak?
Otak gue? Nggak juga tuh. Biarpun IP agak melorot tapi masih tetep cerdas di bidang lainnya.
Jantung gue? Wah jangan sampe deh. Akika kan nggak pernah ngerokok bow…
Tampang gue? Kalo ini mah dari dulu juga udah rusak. Saking rusaknya sampe gue jadi keliatan imut kaya gini.
Terus apa donk yang rusak?
Sebelom gue jawab, mari kita kaji dan analisis dulu mengacu pada paragrap pertama tulisan ini. Karena musibah yang berhubungan dengan kata rusak tersebut, akibatnya gue jadi nggak bisa meng-update blog gue. Syarat update-nya sebuah blog adalah ditandai dengan postingan2 terbaru. Namun sebelomnya, kita perlu menulis sebuah tulisan yang mau diposting. Dan untuk itu kita perlu sebuah properti yang berfungsi untuk mengetik tulisan tersebut.
Udah dapet maksudnya? Kini kita mulai mengarah ke properti yang berguna buat ngetik tersebut. Coba tebak apakah itu? Tebakan lu semua adalah BENAR kalo lu menebak bahwa musibah yang gue terima adalah LAPTOP GUE RUSAK, dan tebakan lu semua adalah SALAH kalo lu nyangka yang rusak adalah tampang gue. Masa muka imut kaya Nicholas Saputra gini dibilang rusak…
Iya, laptop HP Pavilion gue yang selama ini setia nemenin gue buat ngetik semua hal yang pengen gue ketik, akhirnya rusak juga. Iya, akhirnya rusak juga. Kenapa bisa rusak? Ya bisa lah, kan di dunia ini nggak ada sesuatu yang bersifat abadi, semuanya pasti bakalan musnah. Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhan mu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. Gitu kalo kata Al-Qur’an surat Ar-Rahmaan ayat 26-27.
Kalo dirunut secara spesifik lagi, laptop gue rusak gara2 kebanyakan virus di dalemnya. Perlu ditekankan sekali lagi, bahwa laptop gue rusak gara2 KEBANYAKAN virus di dalemnya. Iya, kata kebanyakan disini perlu digaris bawahi secara tegas. Eh tapi itu kok malah dikasih huruf kapital, bukan digaris bawahi? Ya sutralah…
Supaya nggak bingung gue certain aja deh kronologisnya. Waktu itu ketika gue lagi di Depok tercinta secara tiba2 laptop gue yang imut kaya pemiliknya ini mendadak nggak bisa nyala. Nyala sih bisa, tapi nggak bisa masuk ke windows nya. Jadi ketika dinyalain cuma muncul logo HP dan tulisan2 “press esc for bla bla bla, press F10 for bla bla bla, press F12 for bla bla bla”. Setelah itu layarnya mati, jadi gelap. Terus balik lagi ke logo HP yang di awal tadi. Terus mati lagi. Terus logo HP lagi. Terus mati lagi. Terus logo HP lagi. Terus mati lagi. Terus logo HP lagi. Terus mati lagi. Terus logo HP lagi. Terus mati lagi. Terus logo HP lagi. Terus mati lagi. Terus logo HP lagi. Gitu seterusnya sampe lama2 gue mulai naik darah, gara2 capek nulisnya.
Gue juga nggak ngerti kenapa bisa kaya gitu. Ya udah karena gue gaptek dan buta teknologi, akhirnya dibawalah laptop gue ini oleh bokap gue yang ngguanteng pisan yang bernama Astoto Slamet ke tempat servis komputer langganannya. Disana bokap gue curhat2an mengenai masalah laptop ini. Terus sama tukang servis disana (selanjutnya kata tukang servis kita sebut saja dengan kata “teknisi”, biar lebih high-tech dikit) di suruh instal ulang aja. Sebelom di instal ulang, semua data2 dan dokumen yang ada di laptop tersebut udah di back-up di harddisk eksternal gue oleh teknisi tersebut. Akhirnya laptop tersebut nginep di tempat servis, sementara data2nya ada di harddisk eksternal.
Beberapa hari kemudian bokap gue kesana lagi buat ngambil laptop tersebut. Laptopnya udah beres. Udah sehat. Udah sembuh. Udah bisa sekolah lagi. Udah bisa main bola lagi. Loh kok kaya iklan obat batuk aja? Wah promosi terselubung nih…
Terus bokap gue nanya kenapa laptopnya bisa rusak. Dan si teknisi itu dengan senang hati menjawabnya. Jadilah sekarang si teknisi curhat sama bokap gue. Ih udah tua kok masih aja curhat2an. Katanya, penyebab utama rusaknya laptop gue adalah bahwa laptop gue kena virus, dan virus itu menyerang sistem yang ada. Bukan cuma menyerang, tapi juga menghapus dan men-disfungsi-kan sistem tersebut. Wah ganas juga tuh virus. Untung dokternya hebat, lulusan Diploma Teknik Elektro. Eh bener nggak ya?
Tapi ternyata permasalahan nggak cuma disitu aja. Si teknisi ngelanjutin ceritanya. Ketika itu, laptop gue di scan di tempat servis tersebut sama si teknisi. Dan setelah scanning nya selesai, ternyata ada sekitar 1400-an virus yang mangkal di laptop gue. Coba baca sekali lagi. 1400 virus. Iya, 1400 virus. SERIBU EMPAT RATUS VIRUS! Wuaouw…Kaget juga gue waktu denger bahwa selama ini laptop gue telah sanggup mengayomi sebanyak 1400 virus di dalam dirinya. Bahkan, lanjut si teknisi itu lagi, komputer yang dia pake buat men-scan laptop gue sampe “goyang”, gara 2 nggak kuat. Gue juga kurang ngerti maksud kata “goyang” disini tuh apa. Hebat juga ya komputer bisa goyang. Kalah tuh Dewi Persik.
Tapi emang temen2 gue di BEM KMFT UGM sana udah banyak yang ngasi kritik dan advice sih. Katanya laptop gue mesti buru2 dibersihin soalnya udah banyak virus di dalemnya. Gue sih manut2 aja. Tapi gue belom ngerasa aware, soalnya tiap kali laptopnya gue scan, virus yang terdeteksi nggak banyak2 banget. Kalopun ada ya tinggal di delete atau di clean atau di move to vault atau mentok2nya di ignore. Secara gitu, gue kan gaptek. Jadi gue santai2 aja. Nggak tau gue kalo ternyata virus2 tersebut nggak terdeteksi soalnya antivirus AVG gue jarang banget gue update. Hohohoho… Bego lu dasar.
Gue fine2 aja sih, soalnya waktu itu laptop gue masih bisa buat dipake beraktivitas seperti biasanya. Bahkan gue sempet mendeklarasikan laptop gue sebagai peternak virus, soalnya melihara banyak virus dan mengembangbiakkannya. Anda butuh virus? Hubungi laptop gue segera! Soalnya kita nggak boleh keburu su’udzon dulu sama si virus. Bisa jadi ternyata ada virus2 baik hati yang memberi keuntungan buat kita. Sebuah statemen asal2an yang nggak punya dalil dan dasar hukum yang kuat.
Ya udah, pada akhirnya 1400 virus yang bersemayam di dalam laptop gue kini udah dimusnahkan. Plus gue dapet antivirus McAfee dari si teknisi yang komputernya goyang tersebut. Mulailah gue menjalani hari2 gue dengan si laptop seperti biasa.
Terus setelah denger ada 1400 virus di laptop gue itu, gue jadi inget kalo sebelomnya data2 di laptop pernah gue back-up di harddisk eksternal. Lalu gue pun kepikiran buat men-scan harddisk eksternal tersebut. Kan asumsi gue antvirusnya udah ganti jadi McAfee yang udah di update sama teknisinya, jadi virusnya bisa dimusnahkan juga. Ya udah deh gue scan tuh harddisk eksternal.
Prosesi scanning berlangsung lumayan lama. Sampe pada akhirnya beres, ada banyak banget virus yang terdeteksi. Sekali lagi, banyak banget, bukan cuma banyak aja apalagi banyak doank. Gue lupa pastinya berapa, kalo nggak salah sekitar 600-an atau 1000-an gitu. Terus gue cleaning semuanya. Tring. Beres deh.
Ternyata musibah masih sayang sama gue. Beliau masih belom mau pergi ninggalin gue sendiri disini. Aduh musibah, lu setia banget sih sama gue… Setelah semua prosesi scanning selesai, tiba2 laptop gue nge-hang. Iya, nge-HANG alias ngengantung. Hanger kan artinya gantungan, jadi hang artinya gantung. Is that right? Yeah, that’s right baby…
Laptop gue nge-hang, nggak bisa diapa2in. Di ctrl+alt+del juga nggak nongol apa2. Dipencet caps lock nya juga lampunya nggak nyala. Akhirnya gue matiin secara paksa deh, gue pencet tombol powernya. Tring. Dan matilah laptop tersebut.
Terus gue nyalain lagi. Sampe sini nggak ada masalah, abis gambar logo HP, terus cek harddisk, terus logo windows, terus masuk ke windows dan seterusnya. Alhamdulillah beres. Eh tapi tunggu dulu. Kok start menu sama desktop nya nggak muncul ya? Gue ber khusnudzon sama laptop gue. Kali aja masih loading. Kan loadingnya suka kadang2 lemot banget nih. Padahal sih pemiliknya nggak lemot gitu.
10 detik berlalu. 20 detik berlalu. 30 detik. 1 menit. 2 menit. 5 menit. Dan seterusnya. Ternyata start menu sama desktopnya emang nggak ada. Gue pencet caps lock, lampunya nyala kok. Gue pencet ctrl+alt+del juga keluar windows task managernya. Bahkan bisa juga dipake buat ngebuka explorer dan program2 lain, lewat perintah file->new task(run). Jadi, masalah utamanya cuma di start menu sama desktopnya aja yang nggak muncul.
Asumsi gue, itu gara2 sebelomnya dipake buat men-scan harddisk eksternal gue itu tadi. Kayanya kasusnya sama, yaitu ada kebanyakan virus dan laptop gue jadi “goyang” karenanya. Oh jadi maksudnya goyang tuh ini ya…
Niatnya sih mau dibawa ke tempat servis itu lagi. Tapi karena waktunya udah mendesak, yaitu gue mesti pulang ke Jogja lagi malem harinya, akhirnya bakalan gue servis di Jogja aja. Nah jadilah selama beberapa hari di Jogja ini laptop tersebut harus nginep selama beberapa malem di tempat tambal ban. Hah tambal ban? Ya nggak lah, jelas di tempat servis komputer gitu loh. Dan gara2 itulah, produktivitas gue dalam menulis blog sempet terbengkalai.
Tapi sekarang laptop gue udah lembali dengan instal-an ulangnya. Dan kini waktunya untuk kembali produktif menulis dan berkarya. Huahahahahaha…
Jadi pelajaran apa yang bisa kita ambil kali ini?
Pelajaran yang bisa kita ambil kali ini adalah bahwa jika suatu radiasi gamma (γ) ditembakkan dan berinteraksi dengan materi, maka akan menghasilkan ketiga hal berikut ini, yaitu:
1. Efek fotolistrik, untuk gamma (γ)dengan energi antara 100 hingga 200 keV.
2. Hamburan Compton, untuk gamma (γ)dengan energi antara 500 keV hingga 1 MeV.
3. Produksi pasangan, untuk gamma (γ)dengan energi lebih besar dari 2 MeV.
Terus apa hubungannya radiasi gamma tersebut dengan rusaknya laptop gue? Hmmmm… Tanyakanlah pada rumput yang bergoyang itu, belom tentu dia juga tau jawabannya…
1 comment October 22, 2008
Obituari:TriyasSukmawati
Setiap harinya, ada penduduk bumi yang dilahirkan dan ada yang meninggal. Dan pada hari Senin tanggal 23 Juni 2008, aku yakin seyakin-yakinnya bahwa pada tanggal tersebut ada seorang manusia lagi yang kembali ke pangkuan-Nya. Kenapa? Karena orang yang dimaksud tersebut adalah Triyas Sukmawati, seorang mahasiswi Universitas Padjajaran Bandung yang sedang menempuh studinya di Sastra Rusia.
Triyas Sukmawati adalah seorang gadis imut yang terlahir pada tanggal 11 Oktober 1988. Pertama kali aku kenal dengan beliau adalah ketika kami bersekolah di SLTP Negeri 2 Depok, ketika itu kami sekelas di kelas 3-1. Satu hal yang aku ingat dari awal perkenalan ku dengan beliau adalah ketika itu, Triyas adalah perempuan pertama (di luar keluarga) yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku, dimana saat itu aku berulang tahun yang ke-14.
Selanjutnya kami berempat (bersama dengan Krismansyah dan Prisman) mendirikan band kelas 3-1 untuk tampil di Pentas Seni SLTPN 2 Depok. Band ini pada awalnya bernama Todung Suryadi, dimana nama ini merupakan gabungan dari nama bapaknya Prisman dan bapaknya Triyas. Teringat jelas bahwa Triyas hanya cengar-cengir dan tersenyum mendengar hal tersebut. Selanjutnya oleh Krisman, nama itu diganti menjadi ARTIST yang merupakan singkatan dari (Astoto Rxxxxx Todung Iman Suryadi Triyas). Nama itu bisa dikatakan unik karena mengambil dari inisial nama depan bapak2 kami, dimana nama Astoto yang tampan itu adalah bapak ku, Todung adalah bapaknya Prisman dan Suryadi adalah bapaknya Triyas. Dan sekali lagi Triyas masih tetap dalam senyumnya mendengar nama ini.
Ketika masa-masa SMP dulu, aku sering mengiringi Triyas bernyanyi. Kala itu lagu yang sedang nge-trend adalah lagu2 dari Band Coklat, khususnya di album keduanya, dengan lagu2 semacam “Karma”, “Jauh”, “Luka Lama”, dan lain2. Masih terngiang tingkah laku beliau yang dengan pede-nya nyanyi2 gak jelas di kelas. Sekalipun banyak protes dari teman2 sekelas, beliau tetap tersenyum dan tersenyum. Beliau juga sering dijadikan sebagai bahan olok-olokan oleh teman2nya, namun sangat jarang aku melihat beliau marah, kesal, atau dendam kepada kita semua, separah apapun olok-olokan yang kita berikan kepada beliau.
Teman sebangku beliau ketika itu adalah Verina. Sekalipun Triyas adalah seorang perempuan yang cukup “populer” dan “terkenal” di sekolah, namun ia dengan rendah hatinya tetap setia untuk duduk sebangku, eh semeja bersama Verina, yang notabene merupakan perempuan yang “kurang populer” dan “kurang terkenal” di sekolah. Bahkan cenderung menjadi korban “bullying”. Tapi tetap saja Triyas dengan segala kesabarannya bersedia menemani Verina kapanpun dimanapun ia berada dalam setiap keadaan suka dan duka.
Selanjutnya kami dan Triyas terpisah sekolah. Aku melanjutkan sekolah ku di SMA Negeri 1 Depok, sedangkan beliau di Bandung. Akibatnya beliau pun harus menetap di rumah neneknya di Bandung. Sejak itu komunikasi antara kami mulai merenggang. Beliau pun juga jarang pulang kembali ke Depok. Namun, silaturrahim di antara kami berdua masih terus terjalin. Band kelas yang dulu pernah kami buat bersama yang kemudian berganti nama menjadi HISTERIS (Himpunan Seniman Terbaik Tiga Satu), mampu menjaga hubungan antara kami.
Saban seminggu sekali, HISTERIS selalu ngumpul2. Entah itu di Astoto’s Castle, Harun’s Secret Base, Gunadi’s Building, Todung’s Aquarium, Adis’ House, Cupi’s Mansion maupun Suryadi’s Place (nama-nama tersebut diambil dari novel yang pernah aku buat di binder C-Kink Special Editon). Seringkali aku meminta Triyas supaya beliau sering2 pulang ke Depok, ke rumahnya di Gang Buah, Pitara, Depok Jaya. Dan setiap kali beliau pulang ke Depok, maka kami berenam (ditambah dengan Ega, Ayu dan Adis) selalu mencoba menyempatkan diri untuk berkumpul. Saat2 itulah dimana kami semua memiliki waktu untuk berbagi dan bercerita tentang banyak hal, mulai dari yang jayus2 sampai ke hal2 yang serius.
Ketika itu kami sama2 mengagumi anime One Piece, dan kami mencoba iseng2 menyamakan kepribadian kami dengan tokoh2 yang ada di anime One Piece. Bila Ega mengaitkan aku dengan Roronoa Zoro, Krismansyah dengan Usop, dan Adis dengan Tony-Tony Choper, Ega mencoba untuk mengaitkan Triyas dengan Nico Robin. Aku lupa alasannya kenapa, yang jelas adalah karena Triyas dan Nico Robin sama2 misteriusnya. Aku menambahkan opini Ega, Nico Robin misterius karena masa lalunya dan kepribadiannya, sedangkan Triyas misterius karena kita masih meragukan apakah dia benar keturunan manusia atau bukan. Namun aku sendiri merasa Triyas lebih mirip dengan karakter Lady Alvida, hanya saja Alvida nya yang belum memakan buah setan Sube-Sube. Alasannya adalah karena mereka berdua sama2 mengaku cantik, padahal keadaan yang sebenarnya tidaklah demikian.
Masih terekam jelas ketika itu bagaimana kami semua tertawa bersama mengutarakan kejayusan2 yang kami miliki. Begitupun dengan canda tawa dan olok2an yang seringkali terlontar diantara kita. Dan kebetulan yang paling sering menjadi bahan olokan adalah Triyas sendiri. Namun tak pernah sekalipun beliau marah mendengar segala ejekan dari kami semua. Beliau selalu membalasnya dengan senyuman dan tawa yang penuh ceria. Triyas-lah badut (baca:penghibur) disaat kami semua sedang gundah gulana. Senyum dan tawa beliau selalu menggema menghiasi saat2 dimana kami semua bersama. Hal itu membuatku terinspirasi untuk membuat sebuah puisi tentang beliau :
Dia…
Sama seperti kita
Hanyalah manusia biasa
Yang memiliki hati dan jiwa
Dia…
Tetap berbahagia
Tiada kesedihan di wajahnya
Walau dia jauh dari kita
Tapi mengapa
Dia selalu dihina
Dengan ucapan yang tak bermakna
Walaupun dapat mengundang tawa
Di sana dia kesepian
Tapi di sini dia ditertawakan
Namun dia tidak marah
Dan tiada dendam di hatinya
Seperti itulah dia
Selalu riang gembira
Disaat suka dan suka
Karena dia…
Tetaplah dia…
Yang menjadi dirinya
Ya, dia adalah dia
Di sudut kamarku, Depok, 9 November 2003
Triyas memang tinggal dan menetap serta bersekolah di Bandung, namun beliau selalu menyempatkan diri untuk pulang ke Depok dan menemui kami semua. Dan beliau pun rela menjadikan rumahnya (Suryadi’s Place) sebagai tempat kami ngumpul2 dan menghabiskan waktu sampai malam sekalipun.
Selepas dari SMA-nya di Bandung, beliau melanjutkan studi beliau untuk kuliah di Universitas Padjajaran Bandung, jurusan Sastra Rusia. Ada kejadian unik terkait mengapa pada akhirnya beliau terdampar di jurusan Sastra Rusia. Ketika itu, sebenarnya beliau berkeinginan untuk masuk ke jurusan Satra Jerman. Namun ketika menulis nomor kode jurusan pada form pendaftaran, beliau salah memasukkan nomor kode. Akhirnya tertulislah jurusan Sastra Rusia sebagai pilihannya, dan beliau diterima di sana.
Di saat orang lain bingung setengah mati memilih jurusan apa saja yang hendak dituju dalam SPMB, UM UGM, USM ITB, SMUP dan lainnya, beliau dengan wajahnya yang tanpa dosa menceritakan tentang kejadian “salah nomor kode jurusan” itu kepada kami semua. Tak terlihat adanya penyesalan di wajahnya, beliau menceritakannya dengan senyum dan penuh tawa. Padahal mungkin bagi sebagian orang, kesalahan seperti itu bisa jadi merupakan suatu hal yang fatal yang berpengaruh terhadap kelanjutan studi kita di masa depan nantinya (meskipun ternyata umur beliau tidak sampai ke masa depan ini). Tapi hal itu tidak terjadi pada diri Triyas, beliau tetap menjalaninya dengan santai dan tanpa dosa. Betapa tegar dirinya. Alhamdulillah nyasarnya ke Sastra Rusia, bukan ke Sastra Jawa atau Sastra Kebun Binatang.
Semenjak kuliah, kami berdua terpisahkan oleh jarak, ruang dan waktu. Beliau berada di Bandung sedangkan aku di Jogja. Sampai menjelang 2 tahun perkuliahan, jumah pertemuan yang mempertemukan kami berdua dapat dihitung dengan jari.
Yang masih teringat dengan jelas adalah suatu waktu ketika HISTERIS berkumpul di rumah Triyas. Saat itu, beliau memperkenalkan sebuah permainan kartu yang bernama UNO kepada aku, Krisman, Ega, Prisman dan Adist. Satu pak kartu UNO dengan gambar Spiderman sebagai modelnya. Ketika itu hanya beliau saja satu2nya orang yang mengerti tentang kartu UNO ini. Lalu beliau dengan sabarnya mengajarkan kepada kita semua cara memainkan kartu tersebut. Sampai pada akhirnya kami ber-6 mulai mengerti, kemudian berlanjut ketagihan dan kami pun menghabiskan waktu berjam2 di rumah beliau untuk bermain kartu UNO tersebut.
Sampai pada suatu hari di bulan Mei, aku mendapat sms yang isinya memberitakan bahwa Triyas masuk rumah sakit. Diberitakan bahwa beliau harus mengalami rawat inap dirumah sakit. Aku sendiri lupa penyakitnya apa, tapi mungkin sudah sedemikian parahnya. Sedihnya, di bulan Mei itu aku sedang berada di Jogja menjalani masa2 perkuliahan, sehingga aku tidak mampu untuk menjenguknya. Jadilah beberapa hari kemudian ketika aku merasa bahwa beliau sudah agak baikan, aku menyempatkan diri untuk mengirim sms. Sebuah sms simpel yang disertai dengan bumbu2 jayus.
“Asw. Yas gimana kabarnya? Operasi plastiknya sukses? Sekarang udah jadi cantik belom?”
Mungkin redaksinya berbeda, tapi intinya aku sempat mencandai beliau dengan menyebut kata2 operasi plastik. Beliau menyempatkan diri untuk membalas sms ku, dan aku pun membalasnya lagi. Namun aku lupa apa isi sms lanjutan itu.
Di pertengahan bulan Juni setelah selesai UAS, aku pulang kembali ke Depok. Seperti biasa, waktu2 di Depok ini selalu dimanfaatkan anak2 HISTERIS untuk berkumpul bersama. Adist lah orang yang paling punya inisiatif untuk mengumpulkan orang2. Lalu kami berdua secara sepihak menentukan bahwa pada hari Kamis 19 Juni 2008, kita akan berkumpul di rumah Triyas jam 9 pagi. Namun sedihnya, beberapa waktu sebelum itu Triyas kembali harus masuk ke rumah sakit dan menjalani rawat inap. Jadilah HISTERIS tidak jadi berkumpul di rumah Triyas, dan leih memilih untuk menjenguk Triyas saja. Sampai pada akhirnya, kami semua sepakat bahwa pada hari Selasa 24 Juni 2008, anak2 HISTERIS akan berkumpul di rumah sakit tempat Triyas dirawat. Plus, sekalian menginap juga disana kalau diperbolehkan. Adist mengirim sms pemberitahuan tersebut pada hari Senin 23 Juni 2008 sekitar pukul 11 siang. Semua orang sepakat, dan aku pun sudah membayangkan bahwa rumah sakit yang identik dengan penyakit dan aura kesedihan itu akan menjadi ceria dengan kehadiran kami.
Tiba2 sekitar pukul 3 sore ketika aku sedang berjalan2 di sebuah pusat pertokoan, sebuah sms masuk ke handphone ku. Sebuah sms dari Adist, yang isinya :
“Inna lillahi wa inna illlaihi rajiuun, Triyas meninggal!”
Mungkin redaksinya beda, tapi itu intinya. Spontan saja aku langsung menelpon Adist dan menanyakan kebenaran kabar tersebut.
Ternyata kabar itu benar.
Ternyata Triyas sudah meninggal.
Triyas sudah pergi dari dunia yang fana ini, beberapa jam yang lalu.
Lalu aku bertanya tentang keadaan terakhirnya dan rencana prosesi pemakamannya kepada Adist, masih melalui telepon. Rencananya jenazah Triyas akan dibawa pulang ke rumahnya di Gang Buah, Pitara, Depok Jaya pada malam ini. Sementara jenazah akan dikebumikan keesokan paginya.
Ah Triyas, aku sudah sedikit lupa kapan terakhir kali kita bertemu dan seperti apa pertemuan terakhir itu. Niat kami untuk menemanimu menginap di rumah sakit ternyata tidak kesampaian. Bahkan niat kami hanya untuk sekedar menjengukmu pun tidak terkabulkan, hanya selisih beberapa jam saja dengan waktu penjemputan ajalmu.
Kini HISTERIS hanya tersisa 6 orang semenjak Triyas mendekam di dalam kuburannya. Tak akan ada lagi wajah manisnya yang menghiasi hari2 ini. Tak akan ada lagi banyolan2 konyol yang keluar dari lisannya. Tak akan ada lagi suaranya yang menemani kami bernyanyi-nyanyi. Yang ada kini hanya seonggok tanah kering beserta batu nisan yang bertuliskan namanya, “Triyas Sukmawati”.
Beberapa hari setelah Triyas dikebumikan, aku menulis sebuah lagu untuknya. Sebuah lagu yang mungkin hanya menjadi pelipur lara untuk mengobati rasa rindu yang muncul akan kenangan dirinya. Berikut ini adalah lirik lagu tersebut:
Hari ini ku melihat daun-daun jatuh berguguran
Tertiup terhembus sang angin jatuh menyentuh tanah dan terkubur
Hari ini ku melihat kepergian seorang sahabat
Yang pernah singgah di dalam hidupku menghabiskan waktu ku bersama
Tak akan kembali disisiku kini tiada lagi
Tak akan terulang semua kenangan yang pernah kita alami
S’lamat tinggal ku ucapkan untukmu oh sahabat
Telah tiba waktu kita tuk berpisah
S’lamat jalan ku ucapkan untukmu oh sahabat
Hadapilah ini dengan senyuman
Bila saja waktu dapat terulang kembali
Ingin ku buat dirimu bahagia
Namun kini dirimu telah tiada
Semoga kita dipertemukan kembali
Di sudut kamarku, Depok, 26 Juni 2008
Aku berkaul, bahwa jika di tempatku menetap ada sebuah gitar, maka aku akan menyanyikan lagu itu setiap tanggal 23 Juni, untuk mengenang kepergian salah satu personil HISTERIS tercinta. Mungkin Triyas memang tidak mendengarnya. Tapi aku percaya bahwa suatu hari nanti, kita berdua akan dipertemukan lagi di surga-Nya. Amin, Insya Allah…
Sekedar info tambahan, tulisan ini mulai dibuat beberapa hari setelah pemakaman Triyas. Namun tulisan ini sempat terbengkalai dan tertunda selama beberapa waktu. Hingga akhirnya, tulisan ini dapat terselesaikan pada tangga; 12 Oktober 2008, persis 1 hari setelah hari ulang tahun Triyas yang jatuh pada tanggal 11 Oktober. Sedianya hari itu beliau merayakan ulang tahunnya yang ke 20. Tapi apa daya Lauh Mahfudz telah mencatat bahwa umur beliau tidak akan menyentuh angka 20. Ya sudahlah, ikhlaskan saja. Selamat jalan sahabat. Berjanjilah bahwa kita akan mengenang kembali semua cerita lalu kita di jannah-Nya nanti, Insya Allah.
7 comments October 12, 2008
CumaPenjelasan
“Dor… Dor… Dor…”
“Dziiing… Dziiing…”
“Dor… Dor…”
“Ah…Akh…”
Ya, itu tadi sebuah cuplikan adegan tembak-menembak yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penulisan artikel blog ini.
Oke langsung aja kita masuk ke intinya. Setelah pembukaan yang selalu jayus seperti biasanya, di sini gue cuma mau ngasitau dikit aja, bahwa beberapa postingan sebelom ini merupakan kumpulan tulian gue yang dulu pernah gue tulis di binder gue waktu jaman SMA dulu. Kebetulan kemaren gue lagi pulang ke Depok tercinta dan ketika lagi iseng baca2 binder gue yang berjumlah 3 buah itu, terketuklah hati gue yang lembut ini untuk menuliskan kembali beberapa tulisan tersebut dan mempostingnya di blog ini, khusus buat lo2 semua.
Sebenernya sih binder gue ada 4 biji. Tapi biji yang satu lagi, yang tentang Histeris itu lagi dipinjem sama seekor anak autis bernama Ayu Ismiarti. Gue udah berkali-kali nagih ke dia, tapi kata dia binder itu keselip, soalnya dia baru aja pindah rumah. Dan entah binder gue itu keselip di kardus yang mana, mungkin di kardus yang isinya foto2 dia, atau mungkin di kardus yang isinya kancut dan beha punya dia. Wah bagus deh kalo gitu…
Tapi itu bukan masalah penting. Yang penting sekarang adalah gimana caranya gue membuat badan gue yang kurus kerempeng ini menjadi gemuk dan six pack. Eh nggak nyambung ya?
Oke, no problem. Sekarang akan gue jelasin tentang tulisan-tulisan tersebut, sebagai gambaran buat lo semua menyelami masa lalu gue.
1. Hanya Kumpulan Sampah.
Dari judulnya aja udah ketauan, pasti ini sesuatu tulisan yang menjijikkan. Iya bener banget, “Hanya Kumpulan Sampah” merupakan kelanjutan dari postingan gue sebelumnya yang berjudul “Hanya Sebuah Sampah”. Kalo sebelomya gue cerita tentang perasaan gue, maka disini gue tulisin puisi2 gue yang dulu terinspirasi dari kehadiran seonggok perempuan tersebut. Harapan gue, silahkan lo semua muntah2 ketika baca puisi2 itu. Jadi, siapkan ember atau kantong plastik segera dan secepatnya, mulai saat ini juga, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari diri sendiri. Ih apa sih kok nggak nyambung?
2. Antologi Puisi
Nah kalo yang ini adalah puisi-puisi yang pernah gue tulis di binder gue selama rentang tahun 2003-2004. Tapi nggak semuanya lho yang gue tulis, cuma beberapa aja yang gue rasa sreg buat diposting. Terhitung sejak setelah tahun 2004, gue udah mulai jarang bikin puisi lagi. Kenapa? Karena gue ngerasa bahwa puisi adalah sesuatu yang “menjijikkan” untuk seekor C-Kink. Jadilah gue lebih suka menulis artikel atau malah mungkin bikin lagu sebagai wadah pengapresiannya. Tapi setelah hari ini gue buka2 kembali puisi2 tersebut, gue jadi ketawa2 sendiri. Ah, ternyata puisi ini menjadi saksi bisu perjalanan hidup gue yang menyedihkan ini.
3. Tulisan di Kala Senggang.
Sebagaimana judulnya, “Tulisan di Kala Senggang” hanyalah sebuah tulisan yang gue tulis waktu gue lagi nggak ada kerjaan. Daripada nganggur, mendingan nulis deh. Tapi karena nggak ada tema menarik yang bias dibahas, akhirnya malah jadi tulisan2 kaya gitu. Ya udah muhun, sok atuh diliat tea, nya…
4. Fenomena Ikan Lou-Han
Tulisan ini gue buat waktu dulu gue dan anak2 Histeris lagi pada nongkrong di Adist’s House, alias rumahnya Adisty. Ketika itu lagi jaman2nya ikan Lou-Han, dan kebetulan di rumahnya Adist juga ada beberapa ikan Lou-Han yang ia pelihara di bak mandinya. Ya nggak lah, bukan di bak mandi tapi di akuarium yang ada di teras rumahnya. Jadi waktu itu, anak2 Histeris seperti biasa lagi pada ngejogrok sambil ngobrol ngalor-ngidul ngetan-ngulon nggak jelas. Terus gue tertarik dengan sebongkah akuarium di hadapan gue yang berisi beberapa ekor ikan Lou-Han. Jadilah gue mulai mengeluarkan pulpen dan selembar kertas binder dan mulai menulis tulisan ini.
5. DesaIgatulo
Apa tuh Igatulo? Igatulo yang merupakan kependekan dari Ipa tiGA giTU LOh…!! Adalah nama untuk kelas 3 IPA 3 SMA Negeri 1 Depok tahun 2005/2006 dulu, waktu gue masih eksis di sana. Nama itu murni pemberian dari gue sendiri, yang diamini oleh anak2 sekelas tanpa melalui birokrasi yang panjang dan berbelit2. Tulisan “DesaIgatulo” ini adalah tulisan yang gue buat atas suruhan panitia Buku Tahunan, dimana sedianya cerita ini bakalan dipake buat tema Buku Tahunan kelas gue. Jadilah dalan waktu singkat gue dipaksa memeras otak untuk bias bikin tulisan ini, dan Alhamdulillah respon orang2 pun cukup antusias. Lalu kita pun berfoto2 ria untuk menggambarkan keadaan real dari cerita ini, dimana prosesi pemotretan berlangsung di salah satu areal persawahan di Cibinong, Kabupaten Bogor.
Tapi sedihnya, di akhir2 deadline ternyata ada perubahan keputusan. Semua cerita gue dan semua foto2 yang udah kita laksanakan pada akhirnya DIREJECT alias DITOLAK. Jadilah pada akhirnya Buku Tahunan kelas gue nggak menggunakan tema teresebut, melainkan cuma sekedar foto2 biasa yang gitu2 aja. Huh… Ya udah daripada ngedekem sia2 di binder, mending gue posting aja disini.
Nah itu tadi penjelasan mengenai 5 buah posting yang gue ambil dari binder gue. Meskipun itu semua hanyalah masa lalu, tapi harapannya semoga tulisan2 itu bisa menjadi referensi untuk memperkaya khazanah penulisan kita, selain tentunya lo2 semua jadi kenal lebih deket lagi dengan masa lalu seekor C-Kink yang hina dan rendahan serta pemalu ini. Plus, semoga tulisan2 tersebut bisa member inspirasi positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik lagi. Go C-Kink Go!!!
Add comment October 12, 2008
FenomenaIkanLouHan
Fenomena Ikan Lou-Han
(Selebritis yang Kesepian)
Lou-Han, semua orang menyukainya. Tubuhnya cerah berwarna-warni. Geraknya anggun lemah gemulai. Sorot matanya menyiratkan kedamaian. Harganya mahal, lebih mahal dari sendal jepit. Makanannya elit, perawatannya sulit, membuat pemiliknya jadi sembelit. Bahkan, selebritis juga kalah ngetop. Gak percaya? Sama, gw juga gak percaya.
Tapi Lou-Han yang ada di hadapanku ini sepertinya sedang kesepian. Ya, bagaimana lagi? Dia hidup di sebuah akuarium yang disekat2 layaknya rumah kontrakan. Dia hidup dikelilingi kaca2 yang membuatnya tersiksa karena dia tak mampu melihat dunia di sekitarnya. Dia sendirian di ruangan yang hanya berisi air, tanpa perabotan lainnya.
Sebenarnya di dalam akuarium itu ada 3 ekor Lou-Han lainnya. Namun mereka hanya mampu saling memandang satu sama lain. Mereka tidak dapat berbincang2, karena emang ikan bisa ngomong? Eh maaf salah tulis. Mereka tidak dapat berbincang2 karena mereka dipisahkan oleh selembar kaca tebal. Walaupun dekat tapi terasa jauh.
Hai Lou-Han dihadapanku, sudah berjam2 aku mengamati dirimu dan selama itu pula, tidak ada yang kau lakukan selain berenang muter2 di rumahmu yang hanya berukuran 1 jengkal x 2 ¼ jengkal x 2 jengkal tanganku ini. Aku sama sekali tidak melihatmu menangis, karena di sekitarmu adalah air, jadi menangis atau tidak, tak ada seorang pun yang tahu. Dan aku tak pernah melihatmu tertidur, karena emang matamu bisa merem?
Menit demi menit telah berlalu, namun dirimu masih tetap sama, berenang muter2 gak jelas. Hai Lou-Han dihadapanku, aku ingin sekali2 mengajakmu berjalan2 ke danau, ke sungai, ke klam ataupun ke pantai, supaya kamu dapat melihat dunia ini lebih luas lagi dan supaya kamu bisa bertemu teman2mu yag lain, entah itu ikan mas, ikan lele, ikan salmon, ikan hiu, ikan paus ataupun Ikang Fawzi.
Hai Lou-Han dihadapanku, kau layaknya seorang bangsawan kesepian yang terkurung di istananya. Hai Lou-Han dihadapanku, kau layaknya seorang selebritis yang dikarantina. Hai Lou-Han dihadapanku, kau seperti terasing di tengah ramainya dunia. Hai Lou-Han dihadapanku, segini saja dulu komentarku tentangmu. Tangan langsingku ini sudah lelah, dan terima kash telah menjadi sumber inspirasiku. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
21 Rabiul Awal 1425 H
11 Mei 2004 M
Add comment October 12, 2008
TulisanDiKalaSenggang
Tulisan di Kala Senggang #1
Assalamualaikum wr wb
Hari ini, 22 April 2004. Jam menunjukkan pukul 18.21 (jam dinding Parma), pukul 21.15 (jam meja Parma), pukul 20.34 (jam meja yang bentuk gitar), pukul 20.43 (jam meja bentuk kotak) atau pukul 20.19 (jam HP). Mana yang benar? TV di hadapanku yang menyiarkan MTV (tentang fansnya Audi) yang tau jawabannya.
Di malam ini, gw gak ada kerjaan karena ada terlalu banyak pekerjaan untuk dikerjakan sehingga membuat gw mengerjakan pekerjaan yang gak ada kerjaannya. Karena gw lagi gak ada kerjaan, maka gw mengerjakan tulisan ini untuk menambah kerjaan. (konsentrasilah untuk membaca tulisan barusan!)
Gw lagi gak ada ide buat bikin cerita, gak ada ide buat bikin puisi, gak ada ide buat bikin lagu, gak ada minat buat bikin PR, gak ada minat buat main PS, gak ada minat buat main komputer, gak ada keinginan buat ngejailin orang dan gak ada keinginan buat main gitar. Akhirnya gw memutuskan untuk mengambil selembar pulpen dan sebatang kertas (maaf kalo kebalik) dan menuliskan tulisan2 gak jelas di kertas ini.
Sebelumnya, gw ingin mengucapkan terima kasih dulu. Yang pertama, terima kasih banyak kepada Allah swt Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Terima kasih banyak atas segala karunia-Nya dan kemurahan hati-Nya.
Selanjutnya, kalo terima kasih kepada orang2 deket rasanya udah biasa. Jadi kali ini akan gw buat lain dari yang lain. Terima kasih kepada kacamata yang membantu penglihatan mata gw, terima kasih kepada gitar yang setia menemani gw, terima kasih kepada binder yang rela gw coret2, terima kasih kepada kucing yang enak buat dielus, terima kasih kepada tas punggung yang ngebantuin gw bawa buku, terima kasih kepada jaket yang melindungi gw dari dingin, terima kasih kepada PS dan komputer yang merusak mata gw, dan terima kasih kepada lu yang baca, soalnya lu pasti lagi gak ada kerjaan.
After ai wrait dos henwraiting, ai ting ai fil aslip nao. So ai finis it hir en teng kyu for westing mai taim. (kalo bisa baca tulisan tersebut, tepuk tangan buat lu)
Tidak terasa 30 menit sudah berlalu sejak gw mulai menulis. Kini gw harus menutup buku dan mengemasi barang bawaan untuk ke sekolah besok. Tulisan ini hanya sampai disini aja. Gw udah ngantuk. Wassalamualaikum wr wb.
Eh iya, inti tulisan ini apaan?
Tulisan di Kala Senggang #2
Assalamualaikum wr wb
Saat ini, 10 Mei 2004. Malam sudah semakin larut. Buan dan bintang tidak terlihat menyapaku kali ini. Biarlah, mungkin mereka sedang mengadakan rapat umum untuk memilih capres dan cawapres di pemilu Juli mendatang.
Di hadapanku, TV merek Toshiba sedang menyiarkan Taufik Hidayat yang ngos2an lawan pemain tunggal China di Piala Thomas. Di telingaku, terdengar nada2 yang keras namun indah, yang dibawakan dengan semangat oleh sebuah band yang menamakan dirinya Sum41.
Menit demi menit telah berlalu, namun Taufik masih belum sanggup mengalahkan orang China yang belakangan diketahi bernama Bao Chun Lai. Tidak jauh di dekat TV itu, berdiri berjejer 3 buah kitab suci, yang entah mengapa, saat ini aku sedang tak ingin membacanya. Sebuah gitar yang tertidur di kamar, kubiarkan saja tetap tertidur. Aku sedang tak ingin memainkannya karena kuku di jari telunjukku sedang tidak karuan bentuknya. Akhirnya, sudah +- 10 lagu yang dinyanyikan SUM 41 untukku, dan mata ini sudah tak mau diajak kompromi. Ya apa boleh buat. Selamat malam dan wassalamualaikum wr wb.
Add comment October 12, 2008
MerekaJugaManusia
Assalamualaikum wr wb
Kepada seluruh manusia di seluruh penjuru dunia binatang…. Kepada seluruh umat manusia di manapun kalian berada… Dan kepada manusia-manusia yang kemanusiaannya itu dimanusiakan oleh kemanusiaan manusia yang memanusiakan manusia-manusia yang manusianya manusia itu bermanusiakan manusia yang manusia-manusianya manusia…
Seperti biasa, paragraf pertama selalu diawali dengan tulisan2 gak jelas. Kalo dalam bahasa Cinta Laura disebutnya, “gak meaning”. Tapi gak peduli apakah itu meaning atau gak meaning, mari kita simak dulu lagu berikut ini.
“Coba kau pikirkan… Coba kau renungkan…
Apa yang kau inginkan telah aku berikan…
Coba kau pikirkan… Coba kau renungkan…
Tanya bintang-bintang hanya kau lah yang kusayang…”
Nah… Pernahkah kalian denger tentang lirik lagu barusan? Tentunya udah gak asing lagi kan? Apalagi dengan grup band yang mempopulerkan lagu tersebut, semua makhluk mengetahuinya. Dari pengamen sampe musisi Java Jazz, dari sopir angkot sampe paspampres, dari tukang sayur sampe tukang ngibul, pasti kenal sama band fenomenal yang satu ini. Band apakah itu?
Sheila on Seven? Bukan…
Kerispatih? Bukan…
Ressa Herlambang? Ih ngaco…
Backstreet Boys? Buset dah…
Mulan Jamilah? Tambah ngaco aja lu…
Jadi band apaan donk?
Yup, tebakan kalian semua adalah BENAR jika di tulisan kali ini kita bakalan ngebahas tentang sebuah band asal Sumatera yang bernama “Kangen Band”. Kenal kan? Siapa sih yang gak kenal Kangen Band, apalagi dengan vokalisnya itu yang Insya Allah mirip banget sama Tom Cruise. Jangan ada yang protes lho.
Kangen Band, sebuah band fenomenal dan extra ordinary yang seringkali dijadikan bahan olok2an oleh kaum muda kebanyakan. Dari namanya aja udah sering jadi bahan ceng2an. Ada yang menyebutnya dengan sebutan “Kenjyen Band” (dari kata “Kangen” yang dibaca dengan ejaan bahasa British) atau “Miss Band” (bahasa Inggris untuk kata “Kangen”).
Band ini juga sering diolok2 karena lagu2nya yang bener2 Kenjyen banget, yaitu berirama cengeng dan melayu2 gitu. Dan ditambah lagi dengan vokalisnya yang bernama Glenn Fredly, eh maksudnya Andhika. Bukan Andhika Dwi Putra atau Andhika Pratama, apalagi Andhika Ratnasari (emang ada?). Iya si Andhika, seorang vokalis yang bener2 berkarakter dan berkharisma, sampe2 banyak orang yang sirik dengan beliau dan mengekspresikan rasa siriknya itu dengan mengolok2 beliau.
Plus, si frontman dari band ini yang bernama Dodhy yang tak lain dan tak bukan adalah gitarisnya. Sekali lagi, si Dodhy ini juga punya karakter dan kharisma yang luar biasa yang ngebuat orang2 ikut2an sirik sama beliau.
Itulah Kangen Band. Kita gak memungkiri kalo akhir2 ini mereka sering menghiasi layar akuarium di rumah kita. Eh maksudnya layar kaca, yaitu televisi. Bukan cuma di televisi aja (kalo di Sunda disebutnya “telepisi” dengan hurup “ep”, soalnya di Sunda kan gak ada abjad “pi”), tapi juga di radio2 dan dibantu lagi oleh para pengamen jalanan yang seringkali nampang di lampu merah atau di warteg2 kaki lima. Dengan itu, lagu2 mereka semakin hari semakin populer. Dan sedikit banyak orang2 mulai mengenal dan menghapal seperti apa tampang2 personelnya yang imut2 itu.
Tapi, semakin hari semakin banyak juga orang2 yang menghina, merendahkan, meremehkan dan menjelek2kan Kangen Band. Ada yang bilang lagu2nya sampah lah, ada yang bilang personelnya jelek lah, ada yang bilang alirannya cupu lah, dan segala caci-maki lainnya yang tidak seharusnya didengar oleh kakek2 di bawah umur. Bahkan, ada sebuah band rap yang entah dari mana asalnya yang bernama “Eight Ball” yang secara terang2an menzhalimi Kangen Band dalam salah satu lagu mereka, yang liriknya berisi kata2 yang tidak seharusnya diucapkan oleh orang2 yang berintelektual tinggi.
Apa yang salah dengan Kangen Band? Salahkah mereka jika mereka punya wajah yang imut2 seperti itu? Salahkah mereka jika mereka memainkan musik2 maknyuss seperti itu? Salahkah? Sakahlah? Kahlasah? Sahkalah? Kalahsah? Ih apa sih…
Tentunya, tidak ada kata SALAH atas apa yang telah mereka lakukan selama ini. Yang ada hanyalah OPINI masyarakat2 yang gak berperikemanusiaan yang dengan sombongnya menjelek2kan Andhika dan teman2nya.
Atas dasar apa kita menilai lagu mereka cupu? Atas dasar apa kita menilai tampang mereka rusak? Atas dasar apa kita menilai Kangen Band dengan sebutan sampah?
Tidak ada yang mendasari semua itu selain satu hal yang bernama KESOMBONGAN. Iya, manusia tidak pernah lepas dari sifat sombong. Bahkan banyak orang yang bangga dengan kesombongannya itu. Padahal, tidak akan masuk surga orang yang di hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar dzarrah pun.
Di dalam dunia musik Indonesia, ada PeterPan. Ada Nidji. Ada Kerispatih. Ada Dewa. Ada Aura Kasih. Ada ST12. Ada Agnes Monica.Ada T2. Ada Balawan. Dan Ada Band. Masudnya ada Ada Band, gitu loh. Mereka semua adalah pihak2 yang telah berjasa mewarnai dunia musik nasional. Dan salahkah jika Kangen Band masuk ke dalam salah satu dari mereka?
Sesungguhnya dengan kehadiran Kangen Band justru semakin memperkaya khazanah dunia musik Indonesia. Kangen Band tidak menebarkan benih2 permusuhan. Kangen Band juga tidak menyuarakan suara2 perpecahan. Lalu kenapa kita mesti mencela dan menghujat mereka?
Cukuplah sudah semua cacian yang diberikan kepada Kangen Band. Buanglah semua kesombongan yang selama ini membelenggu diri kita. Seperti apapun hujatan yang diberikan kepada Kangen Band, hal itu justru semakin membuat orang penasaran dan semakin meningkatkan popularitas mereka.
Namun itu semua dibuktikan sendiri oleh Kangen Band bahwa mereka bukan sekedar band yang numpang lewat. Mereka punya genre lagu yang lain dari yang lain. Bahkan front leader mereka yang bernama Dodhy, yang juga seringkali dijadikan bahan ejekan, ternyata memiliki kemampuan untuk menciptakan lagu2 bagus. Bisa dilihat dari banyaknya penyanyi atau band2 lain yang membawakan lagu2 yang diciptakan oleh si Dodhy, dan lagu2 itu pun laris di pasaran.
Maka alasan apa lagi yang akan kita gunakan untuk tetap menghujat Kangen Band? Sesungguhnya kita adalah manusia, dan Kangen Band pun juga merupakan manusia. Pantaskah manusia merasa lebih hebat dari manusia yang lain? Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kita atau fisik kita, tetapi Dia melihat ketakwaan kita. Dan apakah kamu suka memakan daging saudara mu sendiri?
Wassalamualaikum wr wb
Add comment September 20, 2008
RamalanJayabaya
Assalamualaikum wr wb
Hoi teman2, nih gw punya sesuatu untuk lu semua pertimbangkan. Disini akan gw berikan isi dari RAMALAN JAYABAYA yang termahsyur itu. Sebelumnya, perlu gw katakan dengan tegas bahwa file tentang isi ramalan Jayabaya ini gw peroleh dari bokap gw tercinta. Dan bokap gw dapet dari temen kantornya, entah siapa namanya. Dan temen kantornya gw gak tau dia dapet dari mana. Yang jelas, isi ramalan Jayabaya ini sampai ke tangan gw dari bokap gw, dan bokap gw dari temen kantornya. Jadi mohon maaf bila ternyata isi dari ramalan ini adalah palsu, karena isi ramalan ini diluar tanggung jawab gw. Gw cuma copy-paste aja untuk dimuat di blog ini supaya lu juga pada bisa ikutan baca.,
Selain itu, Jayabaya kayanya orang Jawa deh. Hal ini bisa dilihat dari isi ramalannya yang menggunakan bahasa Jawa (kayaknya bahasa Jawa jaman semono). Karena gak semua dari kita adalah orang Jawa, jadi disini dikasi translatenya juga, tapi dalam bahasa Inggris. Yang ngasi translate juga bukan gw lho, ini udah dari sononya waktu gw copy paste. Jadi disini selain kita bisa mengetahui apa itu isi dari ramalan Jayabaya, kita juga bisa sambil belajar bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Do you understand what I mean? Kowe ngarti ora? Yo wes, monggo iki diboco ae, ojo isin2…
Oiya, sebelumnya, kalo lu ngerasa tulisan ini kepanjangan dan lu males bacanya, ya lu copy aja ke flashdisk dulu terus bacanya ntar2 aja belakangan. Yuk yah…
RAMALAN JAYABAYA
JAYABAYA PREDICTION
Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
One day there will be a cart without a horse.
Tanah Jawa kalungan wesi.
The island of Java will be circled by an iron necklace.
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
There will be a boat flying in the sky.
Kali ilang kedhunge.
The river will loose its current.
Pasar ilang kumandhang.
There will be markets without crowds.
Iku tanda yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.
These are the signs that the Jayabaya era is coming.
Bumi saya suwe saya mengkeret.
The earth will shrink.
Sekilan bumi dipajeki.
Every inch of land will be taxed.
Jaran doyan mangan sambel.
Horses will devour chili sauce.
Wong wadon nganggo pakaian lanang.
Women will dress in men’s clothes.
Iku tandane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.
These are the signs that the people and their civilization have been turned upside down.
Akeh janji ora ditetepi.
Many promises unkept.
Akeh wong wani mlanggar sumpahe dhewe.
Many break their oath.
Manungsa pada seneng nyalah.
People will tend to blame on each other.
Ora ngindahake hukum Allah.
They will ignore God’s law.
Barang jahat diangkat-angkat.
Evil things will be lifted up.
Barang suci dibenci.
Holy things will be despised.
Akeh manungsa mung ngutamake duwit.
Many people will become fixated on money.
Lali kamanungsan.
Ignoring humanity.
Lali kabecikan.
Forgetting kindness.
Lali sanak lali kadang.
Abandoning their families.
Akeh Bapa lali anak.
Fathers will abandon their children.
Akeh anak wani nglawan ibu.
Children will be disrespectful to their mothers.
Nantang bapa.
And battle against their fathers.
Sedulur pada cidra.
Siblings will collide violently.
Kulawarga pada curiga.
Family members will become suspicious of each other.
Kanca dadi mungsuh.
Friends become enemies.
Akeh manungsa lali asale.
People will forget their roots.
Ukuman Ratu ora adil.
The queen’s judgements will be unjust.
Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
There will be many peculiar and evil leaders.
Akeh kelakuan sing ganjil.
Many will behave strangely.
Wong apik-apik pada kepencil.
Good people will be isolated.
Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin.
Many people will be too embarrassed to do the right things.
Luwih utama ngapusi.
Choosing falsehood instead.
Wegah nyambut gawe.
Many will be lazy to work.
Kepingin urip mewah.
Seduced by luxury.
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.
They will take the easy path of crime and deceit.
Wong bener thenger-thenger.
The honest will be confused.
Wong salah bungah.
The dishonest will be joyful.
Wong apik ditampik-tampik.
The good will be rejected.
Wong jahat munggah pangkat.
The evil ones will rise to the top.
Wong agung kesinggung.
Noble people will be wounded by unjust criticism.
Wong ala kepuja.
Evil doers will be worshipped.
Wong wadon ilang kawirangane.
Women will become shameless.
Wong lanang ilang kaprawirane.
Men will loose their courage.
Akeh wong lanang ora duwe bojo.
Men will choose not to get married.
Akeh wong wadon ora setya marang bojone.
Women will be unfaithful to their husbands.
Akeh ibu pada ngedol anake.
Mothers will sell their babies.
Akeh wong wadon ngedol awake.
Women will engage in prostitution.
Akeh wong ijol bebojo.
Couples will trade partners.
Wong wadon nunggang jaran.
Women will ride horses.
Wong lanang linggih plangki.
Men will be carried in a stretcher.
Randa seuang loro.
A divorcee will be valued at 17 cents.
Prawan seaga lima.
A virgin will be valued at 10 cents.
Duda pincang laku sembilan uang.
A crippled men will be valued at 75 cents.
Akeh wong ngedol ngelmu.
Many will earn their living by trading their knowledge.
Akeh wong ngaku-aku.
Many will claims other’s merits as their own.
Njabane putih njerone dadu.
It is only a cover for the dice.
Ngakune suci, nanging sucine palsu.
They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.
Akeh bujuk akeh lojo.
Many will use sly and dirty tricks.
Akeh udan salah mangsa.
Rains will fall in the wrong season.
Akeh prawan tuwa.
Many women will remain virgins into their old age.
Akeh randa nglairake anak.
Many divorcees will give birth.
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.
Newborns will search for their fathers.
Agama akeh sing nantang.
Religions will be attacked.
Perikamanungsan saya ilang.
Humanitarianism will no longer have importance.
Omah suci dibenci.
Holy temples will be hated.
Omah ala saya dipuja.
They will be more fond of praising evil places.
Wong wadon lacur ing ngendi-endi.
Prostitution will be everywhere.
Akeh laknat.
There will be many worthy of damnation.
Akeh pengkhianat.
There will be many betrayals.
Anak mangan bapak.
Children will be against father.
Sedulur mangan sedulur.
Siblings will be against siblings.
Kanca dadi mungsuh.
Friends will become enemies.
Guru disatru.
Students will show hostility toward teachers.
Tangga pada curiga.
Neighbours will become suspicious of each other.
Kana-kene saya angkara murka.
And ruthlessness will be everywhere.
Sing weruh kebubuhan.
The eyewitness has to take the responsibility.
Sing ora weruh ketutuh.
The ones who have nothing to do with the case will be prosecuted.
Besuk yen ana peperangan.
One day when there will armagedon.
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.
In the east, in the west, in the south, and in the north.
Akeh wong becik saya sengsara.
Good people will suffer more.
Wong jahat saya seneng.
Bad people will be happier.
Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul.
When this happens, a rice cooker will be said to be an egret.
Wong salah dianggep bener.
The wrong person will be assumed to be honest.
Pengkhianat nikmat.
Betrayers will live in the utmost of material comfort.
Durjono saya sempurna.
The deceitful will decline even further.
Wong jahat munggah pangkat.
The evil persons will rise to the top.
Wong lugu kebelenggu.
The modest will be trapped.
Wong mulyo dikunjoro.
The noble will be imprisoned.
Sing curang garang.
The fraudulent will be ferocious.
Sing jujur kojur.
The honest will unlucky.
Pedagang akeh sing keplarang.
Many merchants will fly in a mess.
Wong main akeh sing ndadi.
Gamblers will become more addicted to gambling.
Akeh barang haram.
Illegal things will be everywhere.
Akeh anak haram.
Many babies will be born outside of legal marriage.
Wong wadon nglamar wong lanang.
Women will propose marriage.
Wong lanang ngasorake drajate dhewe.
Men will lower their own status.
Akeh barang-barang mlebu luang.
The merchandise will be left unsold.
Akeh wong kaliren lan wuda.
Many people will suffer from starvation and inability to afford clothing.
Wong tuku nglenik sing dodol.
Buyers will become more sophisticated.
Sing dodol akal okol.
Sellers will have to use their brains and muscle to do business.
Wong golek pangan kaya gabah diinteri.
In the way they earn a living, people will be as rice paddies being swung around and blown up.
Sing kebat kliwat.
Some will go wild out of control.
Sing telah sambat.
Those who are not ambitious will complaint of being left behind.
Sing gede kesasar.
The ones on the top will get lost.
Sing cilik kepleset.
The ordinary people will slip.
Sing anggak ketunggak.
The arrogant ones will be impaled.
Sing wedi mati.
The fearful ones will not survive.
Sing nekat mbrekat.
The risk takers will be successful.
Sing jerih ketindhih.
The ones who are afraid of taking the risks will be crushed under foot.
Sing ngawur makmu.
The careless ones will be wealthy.
Sing ngati-ati ngrintih.
The careful ones will whine about their suffering.
Sing ngedan keduman.
The crazy ones will get their portion.
Sing waras nggagas.
The ones who are mentally and physically healthy will think wisely.
Wong tani ditaleni.
The farmers will be controlled.
Wong dora ura-ura.
Those who are corrupt will spend their fortune lavishly.
Ratu ora netepi janji, musna kekuasaane.
The queen who does not keep her promises will lose her power.
Bupati dadi rakyat.
The leaders will become ordinary persons.
Wong cilik dadi priyayi.
The ordinary people will become leaders.
Sing mendele dadi gede,
The dishonest persons will rise to the top.
Sing jujur kojur.
The honest ones will be unlucky.
Akeh omah ing nduwur jaran.
There will be many people own a house on horseback.
Wong mangan wong.
People will attack other people.
Anak lali bapak.
Children will ignore their fathers.
Wong tuwa lali tuwane.
Parents will not want to take their responsibility as parents.
Pedagang adol barang saya laris.
Merchants will sell out of their merchandise.
Bandane saya ludes.
Yet, they will lose money.
Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.
Many people will die from starvation in prosperous times.
Akeh wong nyekel banda nanging uripe sengsara.
Many people will have lots of money yet, be unhappy in their lives.
Sing edan bisa dandan.
The crazy one will be beautifully attired.
Sing bengkong bisa nggalang gedong.
The insane will be able to build a lavish estate.
Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.
The ones who are fair and sane will suffer in their lives and will be isolated.
Ana peperangan ing njero.
There will be internal wars.
Timbul amarga para pangkat akeh sing pada salah paham.
As a result of misunderstandings between those at the top.
Durjana saya ngambra-ambra.
The numbers of evil doers will increase sharply.
Penjahat saya tambah.
There will be more criminals.
Wong apik saya sengsara.
The good people will live in misery.
Akeh wong mati jalaran saka peperangan.
There will be many people die in a war.
Kebingungan lan kobongan.
Others will be disoriented, and their property burnt.
Wong bener saya tenger-tenger.
The honest will be confused.
Wong salah saya bungah-bungah.
The dishonest will be joyful.
Akeh banda musna ora karuan lungane.
There will be disappearance of great riches.
Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe.
There will be disappearance of great titles, and jobs.
Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.
There will be many illegal goods.
Bejane sing lali, bejane sing eling.
There will be many babies born without fathers.
Nanging sauntung-untunge sing lali.
Those people who forget God’s Will may be happy on earth.
Isih untung sing waspada.
But those who are remember God’s will are destined to be happier still.
Angkara murka saya ndadi.
Ruthlessness will become worse.
Kana-kene saya bingung.
Everywhere the situation will be chaotic.
Pedagang akeh alangane.
Doing business will be more difficult.
Akeh buruh nantang juragan.
Workers will challenge their employers.
Juragan dadi umpan.
The employers will become bait for their employees.
Sing suwarane seru oleh pengaruh.
Those who speak out will be more influential.
Wong pinter diingar-ingar.
The wise ones will be ridiculed.
Wong ala diuja.
The evil ones will be worshipped.
Wong ngerti mangan ati.
The knowledgeable ones will show no compassion.
Banda dadi memala.
The pursuit of material comfort will incite crime.
Pangkat dadi pemikat.
Job titles will become enticing.
Sing sawenang-wenang rumangsa menang.
Those who act arbitrarily will feel as if they are the winners.
Sing ngalah rumangsa kabeh salah.
Those who act wisely will feel as if everything is wrong.
Ana Bupati saka wong sing asor imane.
There will be leaders who are weak in their faith.
Patihe kepala judi.
Their vice regent will be selected from among the ranks of the gamblers.
Wong sing atine suci dibenci.
Those who have a holy heart will be rejected.
Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.
Those who are evil, and know how to flatter their boss,will be promoted.
Pemerasan saya ndadra.
Human exploitation will be worse.
Maling lungguh wetenge mblenduk.
The corpulent thieves will be able to sit back and relax.
Pitik angkrem saduwurane pikulan.
The hen will hacth eggs in a carrying pole.
Maling wani nantang sing duwe omah.
Thieves will not be afraid to challenge the target.
Begal pada ndugal.
Robbers will dissent into greater evil.
Rampok pada keplok-keplok.
Looters will be given applause.
Wong momong mitenah sing diemong.
People will slander their caregivers.
Wong jaga nyolong sing dijaga.
Guards will steel the very things they are to protect.
Wong njamin njaluk dijamin.
Guarantors will ask for collateral.
Akeh wong mendem donga.
Many will ask for blessings.
Kana-kene rebutan unggul.
Everybody will compete for personal victory.
Angkara murka ngombro-ombro.
Ruthlessness will be everywhere.
Agama ditantang.
Religions will be questioned.
Akeh wong angkara murka.
Many people will be greedy for power, wealth and position.
Nggedeake duraka.
Rebelliousness will increase.
Ukum agama dilanggar.
Religious law will be broken.
Perikamanungsan di-iles-iles.
Human rights will be violated.
Kasusilan ditinggal.
Ethics will left behind.
Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.
Many will be insane, cruel and immoral.
Wong cilik akeh sing kepencil.
Ordinary people will be segregated.
Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.
They will become the victims of evil and cruel persons.
Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.
Then there will come a queen who is influential.
Lan duwe prajurit
She will have her own armies.
Negarane ambane sapra-walon.
Her country will measured one-eighth the circumference of the world.
Tukang mangan suap saya ndadra.
The number of people who commit bribery will increase.
Wong jahat ditampa.
The evil ones will be accepted.
Wong suci dibenci.
The innocent ones will be rejected.
Timah dianggep perak.
Tin will be thought to be silver.
Emas diarani tembaga.
Gold will be thought to be copper.
Dandang dikandakake kuntul.
A rice cooker will be thought to be an egret.
Wong dosa sentosa.
The sinful ones will be safe and live in tranquility.
Wong cilik disalahake.
The poor will be blamed.
Wong nganggur kesungkur.
The unemployed will be rooted up.
Wong sregep krungkep.
The diligent ones will be forced down.
Wong nyengit kesengit.
The people will seek revenge against the fiercely violent ones.
Buruh mangluh.
Workers will suffer from overwork.
Wong sugih krasa wedi.
The rich will feel unsafe.
Wong wedi dadi priyayi.
People who belong to the upper class will feel insecure.
Senenge wong jahat.
Happiness will belong to evil persons.
Susahe wong cilik.
Trouble will belong to the poor.
Akeh wong dakwa dinakwa.
Many will sue each other.
Tindake menungsa saya kuciwa.
Human behaviour will fall short of moral enlightenment.
Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.
Leaders will discuss and choose which countries are their favourites and which ones are not.
Wong Jawa kari separo,
The Javanese will remain half.
Landa-Cina kari sejodo.
The Dutch and the Chinese each will remain a pair.
Akeh wong ijir, akeh wong cethil.
Many become stingy.
Sing eman ora keduman.
The stingy ones will not get their portion.
Sing keduman ora eman.
The ones who receive their portion will be generous.
Akeh wong mbambung.
Street beggars will be everywhere.
Akeh wong limbung.
Bewildered persons will be everywhere.
Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.
These are the signs that the people and their civilization have been turned upside down.
Nah, sampun mocone? Piye, ketokan’e apik to ramalan’e? Panjenengan mudeng ora? Duh kok jadi ikut2an bahasa Jawa gini sich. Ya pokoknya gitu deh, itulah tadi isi dari ramalan Jayabaya. Terserah apa komentar lu semua, silahkan aja. Yang jelas gw pribadi bersifat netral, karena ini semua hanyalah ramalan dan gw gak menganjurkan kalian semua untuk percaya pada ramalan. Tapi kok isi ramalannya kayanya sesuai dengan kenyataan ya? Wallahu alam aja dech, hanya Allah diatas segalanya dan Allah Maha Mengetahui.
Wassalamualaikum wr wb
Add comment June 6, 2008
DanauItuBernamaJakarta
Ass wr wb.
Sebelum kita mulai membahas tentang artikel yang satu ini, gw pengen nanya dulu sama lu semua. Judul artikel ini puitis banget ga sich??? (penting ya?)
Oke, baiklah, kalo gitu langsung kita mulai aja. Mari kita awali tulisan ini dengan menyanyikan sebait lagunya Benyamin yang berjudul “Kompor Mledug”, dimulai dengan nada dasar do. Mari kita mulai.
“Jakarta… Kebanjiran…”
Yak itulah dia sebait lagu dari Benyamin. Dan lagu itu pulalah yang mendasari gw untuk menulis tulisan ini. Ketika tulisan ini ditulis (pukul 18.08 menurut HP gw, tanggal 5 Februari 2007 (Betty One William ulang taun lho…), di kamar kos gw di Jogja), Jakarta, ibukota Indonesia, yang terkenal dengan kesibukan bisnisnya, kepadatan penduduknya, keramaian lalu-lintasnya, kepolusian udaranya, kemegahan gedungnya, kehidupan glamournya, kehidupan malamnya dan ke-an ke-an lainnya, ternyata hanya bisa bertekuk lutut saat menghadapi banjir kali ini. Meskipun banjir emang udah jadi musibah taunan, tapi banjir kali ini lebih besar dari sebelum2nya. Katanya sih ini siklus banjir 5 taunan. Ntar kita cek aja di taun 2012 nanti.
Jakarta baru saja dan masih mengalami musibah yang bernama banjir, yang dalam bahasa Jawa disebutnya “Flood”. Berita2 di Koran maupun di TV semuanya menampilkan tentang banjir ini. Bahkan infotainment2 juga ikut2an ngebahas tentang artis2 yang kebanjiran, baik itu yang kebanjiran rezeki maupun yang kebanjiran beneran. Alhamdulillah untungnya gw bukan artis dan kosan gw gak kebanjiran (?????).
Gw gak nyalahin siapa2 dalam musibah ini, soalnya kalo mau cari kambing hitam dalam masalah ini mungkin agak susah. Habis kambing hitamnya udah pada gak ada, dah pada disembelih semua waktu Idul Adha kemarin. Oh salah ya? Maksudnya, kalo kita mau cari kambing hitam dalam musibah banjir ini, maka semua orang adalah kambing hitamnya, termasuk kita, gw dan lu2 yang baca blog ini. Loh kok gitu sich? Emang apa hubungannya? Ya sama, gw juga gak tau hubungannya apaan, cuma lagi pengen nulis kaya gitu aja…
Kalo dipikir-pikir sih, ya emang wajar kalo Jakarta kebanjiran. Berdasarkan artikel yang gw baca di Koran Jawa Pos hari Senin tanggal 5 Februari 2007, 5 alasan mengapa Jakarta banjir adalah :
1. Curah hujan tinggi (ya iyalah, ini sih gak perlu diragukan lagi)
2. Pintu air yang seharusnya bisa mengatur limpahan air dan mengalirkannya ke laut tak bisa berfungsi semestinya (kenapa pintu air itu gak bisa berfungsi semestinya? Mungkin karena banyaknya sampah yang menggunung di pintu air tersebut)
3. Jakarta berlokasi di daerah dataran rendah. Bahkan sebagian wilayahnya lebih rendah dari permukaan laut (kalo yang ini gw ga bisa protes deh)
4. Jakarta dilewati 13 sungai yang semuanya bermuara ke teluk Jakarta. Daerah aliran sungai ini tersebar merata ke seluruh wilayah Jakarta (no comment ah)
5. Sering terjadi pelanggaran tata ruang sehingga mengurangi kawasan yang berfungsi sebagai resapan air (nah itu dia…)
Udah tau kan alasannya? Ya begitulah. Tapi kalo gw boleh nambahin, gw juga punya alasan lagi kenapa Jakarta bisa kebanjiran. Apa alasannya? Lu akan tau jawabannya di episode berikutnya… (hueekk… Sok keren lu…)
Bersambung…
To be Continued…
(Maap, bukannya gw pelit, tapi gw lagi rada2 pusing ne, kelamaan main komputer. Mungkin lu baca tulisan ini ga nyampe 1 menit. Tapi gw nulisnya sampe 1 jam lho. Soalnya kepotong buat sholat, main gitar, tidur2an, dll (?????). Jadi ntar sisanya gw lanjutin kapan2 aja ya, Insya Allah. Tapi gw ga janji lho… Thank you)
Add comment May 31, 2008