LaporanKKN

PEMBAHASAN 

 

            Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji syukur kami panjatkan kehadirat  Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga sampai hari ini kami diberikan kesempatan untuk menyelesaikan Program Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Tahun 2009 yang berlokasi di Desa Cucukan Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pendidikan Pemilih dan Pemantauan Pemilu (P4) UGM  tahap ketiga merupakan kelanjutan dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) P4 UGM  tahap pertama dan kedua  Ketika itu, tahap pertama menitikberatkan pada pemilu legislatif 2009, sementara tahap kedua meliputi sosialisasi, pemantauan pemilu dan rekapitulasi hasil. Sedangkan pada tahap ketiga kali ini kami diamanahkan untuk fokus pada sosialisasi pemilu dan pemantauan pemilu, serta kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengannya.

Program Kuliah Kerja Nyata ini secara umum memiliki tema yang berbeda dari tema KKN yang lain. Tema yang dipilih merupakan sebuah momentum besar bagi Negara Republik Indonesia yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, yaitu pendidikan pemilih dan pemantauan pemilu. Pentingnya tema KKN P4 tersebut tentulah bermanfaat bagi banyak pihak terutama KPUD Klaten dan Kecamatan Prambanan serta para PPS dan PPL yang bergerak di tingkat kelurahan. Selain itu, pelaksanaan KKN P4 diharapkan juga dapat berguna bagi Mahasiswa KKN yang sedang menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat sebagai suatu pengalaman kehidupan di masa mendatang, khususnya ketika menghadapi situasi yang tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami ketika menjalani KKN P4 ini.

Pendidikan Pemilih dan Pemantauan Pemilu memiliki tujuan untuk menyukseskan pemilu presiden 2009 yang memiliki teknis sedikit berbeda dengan pemilu presiden sebelumnya. Hasil yang ingin dicapai oleh kami adalah meminimalisasi adanya kekurangan yang mungkin terjadi pada pemilu presiden kali ini, khususnya yang diakibatkan oleh jumlah surat suara tidak sah atau keengganan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Selain itu, program KKN P4 ini juga memiliki tujuan terciptanya pemilu yang kondusif, rekapitulasi hasil penghitungan cepat selesai tepat waktu, serta meminimalisasir kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, tanpa bantuan dari banyak pihak, khususnya PPK, Panwascam, PPL, PPS, dan Kepala Desa serta seluruh masyarakat  setempat yang terlibat, tentulah kami tidak mungkin dapat menjalankan program yang kami rencanakan ini.

            Sementara itu, Kuliah Kerja Nyata UGM sendiri merupakan salah satu program dalam pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada, yang tidak lain dimaksudkan untuk mewujudkan bentuk nyata dari Tri Dharma yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Wujud peran serta mahasiswa dalam ikut melaksanakan pemberdayaan terhadap masyarakat. Pada libur tahun ajaran di tahun 2009 ini, kami selaku mahasiswa KKN dibantu masyarakat berusaha semaksimal mungkin untuk dapat berpartisipasi dalam memecahkan permasalahan kemasyarakatan yang ada, sebagai proses aplikatif  dari disiplin ilmu yang didapatkan selama menjalani perkuliahan di kampus. Selain itu, kami juga telah banyak belajar dari masyarakat tentang pengetahuan dan kearifan lokal yang berkembang didalamnya.

            Pelaksanaan program KKN P4 di Desa Cucukan Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten dilakukan selama 2 bulan, dimulai dari penerjunan pada tanggal 22 Juni 2009 dan diakhiri dengan penarikan pada tanggal 22 Agustus 2009. Pelaksanaan langsung diawali dengan program sosialisasi pemilu kepada masyarakat, mengingat waktu pelaksanaan pemilu presiden yang hanya kurang dari 3 minggu lagi. Kami memulainya dengan berkoordinasi dan bersilaturrahim serta mengurus perizinan dengan perangkat desa setempat dan perangkat pendukung pelaksanaan pemilu seperti PPS dan PPL. Tak lupa kami juga menyiapkan segala properti untuk pelaksanaan sosialisasi pemilu.

            Sembari melakukan sosialisasi pemilu, kami juga melakukan observasi terhadap keadaan dan situasi daerah tempat kami tinggal, yaitu Dusun Butuh, Desa Cucukan. Observasi dilakukan untuk mengetahui informasi mengenai keadaan daerah setempat yang akan kami jadikan sebagai dasar dalam penyusunan program KKN non tema, yang dilakukan setelah pelaksanaan pemilu.

Berdasarkan koordinasi dan observasi tersebut, kami mendapatkan masukan mengenai beberapa hal yang dapat kami angkat menjadi program kerja kami selama menjalani KKN ini.. Program-program yang kami rencanakan tersebut adalah:

  1. Sosialisasi pemilu presiden kepada bapak-bapak di Desa Geneng
  2. Sosialisasi pemilu presiden kepada manula di Desa Geneng
  3. Sosialisasi pemilu presiden kepada pemilih pemula di Desa Cucukan
  4. Sosialisasi pemilu di Kecamatan Prambanan dengan drama danmusik
  5. Penyebaran publikasi pemilu kepada ibu-ibu di Desa Geneng
  6. Pemantauan pemilih di TPS 4 dan 5 Desa Geneng
  7. Pengadaan jingle dan musik pada seminar refleksi pemilu
  8. Pembuatan papan penunjuk lokasi
  9. Pemasangan lampu penerangan jalan

10.  Diskusi dan pelatihan interaktif kepada pemuda dan remaja

11.  Penyuluhan tentang nuklir dan PLTN

12.  Diskusi dan pelatihan interaktif untuk meningkatkan minat membaca

13.  Diskusi dan pelatihan interaktif untuk meningkatkan minat menulis

 

Dari semua program yang dilaksanakan tersebut, tidak semua program bisa terlaksana. Ada beberapa program yang tidak dapat terlaksana karena diakibatkan oleh beberapa hal. Pembuatan papan penunjuk lokasi tidak jadi dilaksanakan karena beberapa teman di sub unit juga memiliki program tersebut, sehingga hanya dimasukkan ke dalam program bantu. Begitupun dengan pemasangan lampu penerangan jalan yang tidak jadi diadakan karena ternyata ketiadaan lampu di daerah tersebut, yang memang daerah sepi penduduk, merupakan kebijakan dari PLN setempat dalam rangka menghemat penggunaan energi. Sementara program diskusi dan pelatihan interaktif kepada pemuda dan remaja, diskusi dan pelatihan interaktif untuk meningkatkan minat membaca serta diskusi dan pelatihan interaktif untuk meningkatkan minat menulis, ketiga program tersebut batal dilaksanakan karena masyarakat setempat khususnya pemuda, kurang begitu peduli dengan urusan pendidikan akademis.

Karena ada beberapa program yang tidak terlaksana, maka dibuatlah program-program baru dalam pelaksanaan KKN ini, mengikuti kondisi dan keadaan di lingkungan masyarakat setempat. Sehingga pada akhirnya program-program yang dapat terlaksana adalah sebagai berikut:

  1. Sosialisasi pemilu presiden kepada bapak-bapak di Desa Geneng
  2. Sosialisasi pemilu presiden kepada manula di Desa Geneng
  3. Sosialisasi pemilu presiden kepada pemilih pemula di Desa Cucukan
  4. Pengadaan drama dan musik pada sosialisasi pemilu di Kecamatan Prambanan
  5. Penyebaran publikasi pemilu kepada ibu-ibu di Desa Geneng
  6. Pemantauan pemilih di TPS 4 dan 5 Desa Geneng
  7. Pengadaan jingle dan musik pada seminar refleksi pemilu
  8. Seminar sosialisai nuklir dan aplikasinya
  9. Lomba cerdas cermat SD Dusun Butuh

10.  Pelajaran tambahan bagi anak SD Dusun Butuh

11.  Pengenalan komputer bagi anak SD Dusun Butuh

12.  Pelatihan paduan suara bagi anak SMP Dusun Butuh

 

Berikut ini adalah laporan pelaksanaan kegiatan dari program-program tersebut.

 

  1. 1.      Sosialisasi Pemilu kepada bapak-bapak di Desa Geneng

Nomor sektor    : 13.1.3.01

Nomor kode       : SH-T

Sifat                    : Monodisipliner

 

Pada siang hari ketika kami berkunjung ke balai desa Geneng, kami bertemu dengan kepala Desa Geneng dan Ketua PPS Geneng. Informasi yang kami peroleh dari mereka berdua mengatakan bahwa Insya Allah malam ini akan diadakan rapat RW. Kami pun minta izin untuk ikut serta hadir dalam rapat tersebut untuk melakukan sosialisasi, dan  kami diizinkan untuk melakukan sosialisasi di sana.

Pada malam harinya kami semua berangkat menuju tempat yang dituju. Sebelumnya kami telah janjian dengan kepala dusun setempat untuk bertemu terlebih dahulu di suatu tempat yang kita sepakati bersama, untuk selanjutnya beliau mengantar kami menuju tempat rapat RW diadakan. Sampailah kami di tempat tujuan, dengan ramah warga mempersilahkan kami untuk masuk. Lalu rapat dibuka dan dilanjutkan dengan informasi mengenai perkembangan RW setempat.

Kemudian pimpinan rapat mempersilahkan kami untuk melakukan sosialisasi pemilu. Ketika diberi kesempatan untuk berbicara, tak lupa sebelumnya kami memperkenalkan diri terlebih dahulu. Siapa kami, untuk apa kami disini, apa tujuan kami dan berapa lama kami disini. Lalu dilanjutkan dengan materi inti yaitu sosialisasi pemilu.

Kami mencoba untuk menjelaskan sebaik-baiknya segala sesuatu mengenai pemilu, dan mengungkapkannya dalam bahasa yang singkat namun padat dan jelas. Kami juga membawa serta contoh surat suara yang akan digunakan pada pilpres nanti, karena hal inilah yang merupakan perbedaan paling mencolok antara pileg kemarin dengan pilpres. Tak lupa kami juga menjelaskan mengenai cara melipat kertas dan cara menyontreng.

Secara umum, warga setempat dapat dikatakan sudah cukup mengerti mengenai teknis pemilu seperti ini, mengingat pelaksanaanya mirip dengan pemilu legislatif yang lalu. Begitupun dengan teknis penyontrengannya, sebagian besar warga sudah mengerti. Berdasarkan absensi yang kami edarkan, ada sekitar 19 orang yang hadir padar rapat RW tersebut.

Setelah sosialisasi pemilu selesai, pimpinan rapat mempersilahan warga untuk menyantap hidangan yang tersedia. Sembari menyantap hidangan, kami melanjutkan diskusi kami tentang segala sesuatu mengenai pemilu.

 

  1. 2.      Sosialisasi Pemilu kepada pemilih manula di Desa Geneng

Nomor sektor    : 13.1.3.01

Nomor kode       : SH-T

Sifat                    : Monodisipliner

 

Setelah kami melakukan sosialisasi pada rapat RW di desa Geneng, kami diajak ketua PPS Geneng untuk melakukan sosialisasi pada rapat lainnya yang sebagian besar pesertanya merupakan para manula. Dengan diantar oleh ketua PPS Geneng, kami berangkat menuju tempat tujuan.

Di tempat diadakannya rapat, warga telah berkumpul. Rapat ini ternyata juga dihadiri oleh PPL Geneng dan ketua PPS Geneng juga turut serta menemani kami sepanjang rapat. Total ada sekitar 23 orang yang menghadiri raat ini.

Rapat dibuka oleh pimpinan rapat, lalu warga dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang tersedia. Tak lama kemudian, pimpinan rapat mempersilahkan kepada kami dan ketua PPS Geneng untuk melakukan sosialisasi pemilu. Lalu acara diserahkan kepada ketua PPS Geneng. Beliau memberkan sedikit pendahuluan terkait pemilu presiden dan selanjutnya beliau mempersilahkan kami untuk melakukan sosialisasi.

Sama seperti sebelumnya, tak lupa kami memperkenalkan diri dulu kepada seluruh warga yang ada. Warga terlihat sangat welcome akan kedatangan kami di desa ini. Kemudian kami melanjutkan mengenai sosialisasi pemilu. Warga pun terlihat antusias untuk menyimak.

Ketika kami membagikan contoh surat suara, banyak warga yang memberikan respon balik. Seperti, bagaimana cara melipatnya, cara penyontrengannya, dan komentar-komentar lainnya. Tak lupa kami juga menjelaskan bahwa pemilu presiden nanti tidak akan lebih sulit daripada pemilu legislatif yang lalu, karena selain surat suaranya hanya ada 1 lembar, ukurannya pun jauh lebih sederhana dibandingkan pada pemilu legislatif.

Selain itu kami juga menjelaskan hal-hal lainnya terkait tanggal-tanggal seputar pelaksanaan pemilu: hari tenang, pelaksanaan pemilu, pengumuman pemenang dan pelantikan presiden terpilih. Sesekali ketua PPS Geneng juga membantu kami menjelaskan hal-hal lain seputar pemilu yang mungkin kami lupa menyampaikannya.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan diskusi bebas. Ketika malam teah semakin larut, ketua PPS Geneng minta izin untuk pamit dan kami pun menyertai beliau. Segera kami minta izin pamit kepada warga dan kami pun beranjak pergi meninggalkan tempat itu.

 

 

  1. 3.      Sosialisasi Pemilu kepada pemilih pemula Desa Cucukan

Nomor sektor    : 13.1.3.01

Nomor kode       : SH-T

Sifat                    : Monodisipliner

 

Selama melaksanakan KKN, kami tinggal di rumah ibu kepala dusun (Kadus). Segala informasi mengenai dusun tempat kami tinggal seringkali kami peroleh dari ibu Kadus. Termasuk salah satunya adalah bahwa pada hari Jumat malam akan diadakan rapat, dimana sebagian besar pesertanya adalah para pemilih pemula yang baru memiliki kesempatan untuk mengguakan hak pilihnya pada pemilu tahun ini. Kami pun mengagendakan kegiatan tersebut dalam jadwal kami. Kebetulan juga suami dari ibu Kadus akan datang pada rapat tersebut. Jadilah kami berangkat menuju tempat rapat dengan berjalan kaki ditemani oleh beliau.

Kami pun tiba di tempat rapat diadakan, dengan jumlah warga yang hadir kira-kira 32 orang, termasuk Kepala Desa Cucukan juga ikut hadir. Acara dibuka oleh Kepala Desa selaku pimpinan rapat dan kami mendapatkan kesempatan untuk sosialisasi pemilu terlebih dahulu.

Seperti biasa, kami memulainya dengan memperkenalkan diri kami terlebih dahulu kepada seluruh peserta rapat. Terlebih, rapat ini diadakan di  Desa Cucukan yang merupakan tempat tinggal kami selama menjalani KKN. Kami menjelaskan siapa kami dan mengapa kami ada disini, serta berapa lama kami tinggal di desa ini.

Selanjutnya kami lanjutkan dengan sosialisasi pemilu. Kami jelaskan mengenai pelaksanaanya, teknis penyontrengannya, contoh surat suaranya, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pemilu. Antusiasme warga terlihat saat kami memberikan contoh surat suara, karena inilah perbedaan paling mencolok antara pemilu presiden dan pemilihan legislatif yang lalu.

Warga menanyakan tentang seperti apa saja teknis penyontrengan yang dianggap sah dan dengan rinci kami menjelaskan semua yang kami ketahui. Serta bagaimana cara melipat surat suara, yang teknisnya jauh lebih sederhana dibandingkan dengan pemilu legislatif.

Pada akhirnya sebagian besar warga merasa cukup mengerti dengan penjelasan yang kami berikan. Bahkan ada beberapa warga yang mengundang kami ke rumahnya langsung untuk melakukan sosialisasi kepada keluarganya. Kemudian sosialisasi diakhiri dan rapat kembali dilanjutkan. Setelah beberapa lama, kami pun pamitan untuk undur diri lebih dahlu dari rapat tersebut.

 

  1. 4.      Pengadaan drama dan musik pada sosialisasi pemilu di Kecamatan Prambanan

Nomor sektor    : 11.3.9.55

Nomor kode       : SH-T

Sifat                    : Monodisipliner

 

Acara ini merupakan acara besar yang digagas bersama oleh 2 unit tim KKN yang beroperasi di kecamatan Prambanan. Sejatinya, unit 183 tempat kami bernaung beroperasi di 8 desa yang sebagian besar terletak di sebelah Selatan jalan Solo, dan unit 176 memegang 8 desa sisanya yang berada di sebelah Utara jalan Solo. Namun untuk acara tingkat kecamatan seperti ini, kedua unit bersatu membentuk satu kepanitiaan bersama untuk menyelenggarakan acara dengan level kecamatan.

Persiapan dimulai sejak hari Minggu 28 Juni 2009 atau 1 minggu sebelum acara. Dari konsep yang telah dirumuskan, disepakati bahwa acara akan berupa panggung yang berlokasi di kantor kecamatan, dengan isi acara adalah materi dari KPU, drama parodi pemilu dan hiburan terkait pemilu. Serta pada saat yang bersamaan ada sosok badut yang mengenakan kostum Mr. Contreng yang akan bergerak di sekitar kantor kecamatan untuk membagi-bagikan brosur publikasi mengenai pemilu.

Selama 1 minggu panitia bekerja keras untuk mempersiapkan acara tersebut. Untuk tingkat sub unit, prioritas kerja dibagi menjadi 2 bagian: beberapa orang diamanahkan untuk berkonsentrasi dalam kepanitiaan acara, dan sisanya menghandle sosialisasi di desa-desa yang menjadi wilayah kerja masing-masing sub unit.

Target dari acara ini adalah seluruh masyarakat kecamatan Prambanan. Undangan secara khusus dan tertulis diberikan kepada perangkat kecamatan dan seluruh kepala desa beserta perangkat-perangkatnya, dan undangan secara terbuka disampaikan kepada seluruh masyarakat kecamatan Prambanan, khususnya warga tempat desa yang kami tinggali. Plus tak lupa menghubungi media untuk bersedia meliput acara ini.

Tibalah saatnya hari H. Panitia stand by di tempat sejak pagi, sementara anggota unit KKN lainnya yang tidak menjadi panitia diminta untuk tetap hadir di acara. Acara dimulai sekitar pukul 09.00. Setelah sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai sosialisasi pemilu yang diisi oleh KPU Kabupaten Klaten. Materi berkisar tentang segala sesuatu terkait pemilu, khususnya teknis penyotrengan.

Pada waktu yang bersamaan, badut Mr. Contreng juga melaksanakan tugasnya. Badut ini ditempatkan di pinggir jalan di depan kantor kecamatan, untuk membagi-bagikan brosur dan publikasi tentang sosialisasi pemilu. Tidak hanya di depan kantor kecamatan, untuk lebih menarik minat masyarakat maka badut juga bergerak menuju kantor pos, sembari membagi-bagkan brosur di sepanjang perjalanan menuju kantor pos.

Setelah materi dari KPU, acara dilanjutkan dengan drama parodi pemilu, yang juga merupakan inti dari acara ini. Drama ini terbagi menjadi 3 babak. Babak pertama berkisar tentang DPT, kisruh yang terjadi seputar DPT, dan penjelasan singkat megenai DPT. Babak kedua menceritakan tentang sosialisasi pemilu yang diadakan oleh mahasiswa KKN kepada masyarakat setempat, termasuk pembahasan mengenai teknis dan tata cara penyontrengan. Babak ketiga yang juga sebagai babak terakhir, menggambarkan tentang simulasi pemilu pada hari H. Disini diceritakan tentang hal-hal yang mungkin terjadi pada pelaksanaan pemilu, seperti masalah manula, pemilih yang curang, surat suara yang rusak, dan lain sebagainya.

Antusiasme masyarakat terhadap drama ini terlihat cukup tinggi. Terlihat dari ketertarikan mereka menyaksikan jalannya drama secara keseluruhan dan ekspresi mereka ketika melihat adegan demi adegan yang ditampilkan di panggung.

Terakhir adalah sesi hiburan. Sesi hiburan ini diisi oleh kami sendiri dengan menampilkan musik akustik. Dua lagu yang dibawakan masih terkait seputar pemilu presiden yang akan dihadapi beberapa hari lagi. Lagu pertama berjudul “Manusia Setengah Dewa” milik Iwan Fals yang bercerita tentang pesan dan aspirasi untuk presiden yang akan terpilih nanti.

Sementara lagu kedua merupakan lagu ciptaan kami sendiri, yang berjudul “Pemilihan Umum”. Lagu ini diciptakan khusus untuk menyambut momen pemilu yang hanya ada setiap 5 tahun sekali. Isi lagu ini secara umum berisi tentang sosialisasi pemilu dan ajakan kepada seluruh pendengar untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih pilihan yang terbaik untuk semua. Masyarakat juga cukup tertarik dengan lagu ini, terbukti dari minat KPU yang mengusulkan supaya lagu ini bisa dijadikan sebagai jingle pemilu.

Setelah sesi hiburan kemudian acara diakhiri dan ditutup oleh MC. Kiranya demikianlah sekilas cerita tentang acara sosialisasi pemilu tingkat kecamatan yang kami adakan di kantor kecamatan Prambanan ini.

 

  1. 5.      Penyebaran publikasi pemilu kepada ibu-ibu di Desa Geneng

Nomor sektor    : 13.3.9.55

Nomor kode       : SH-T

Sifat                    : Monodisipliner

 

Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari perangkat desa Geneng, diberitahukan bahwa pada hari Minggu akan diadakan pertemuan ibu-ibu PKK tingkat desa yang diselenggarakan di balai desa Geneng. Demikian juga dengan ajakan dari ketua PPS Geneng supaya kami hadir di acara tersebut. Kami pun menyanggupi dan mempersiapkan diri untuk menuju kesana.

Pada hari H kami menuju ke balai desa lebih awal. Ternyata acara masih belum dimulai dan tempat pun belum dipersiapkan. Jadilah kami turut serta membantu perangkat desa untuk menyiapkan tempat dan peralatan. Tak lama kemudian warga pun berdatangan, termasuk ketua PPS Geneng dan PPL Geneng. Total ada sekitar 34 warga yang hadir pada acara tersebut.

Acara dibuka oleh istri dari kepala Desa. Beliau memimpin acara setelah sebelumnya seluruh warga menanyikan lagu mars PKK secara bersama. Kemudian beliau mempersilahkan ketua PPS Geneng untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum masuk ke acara lainnya.

Seperti pertemuan di desa Geneng sebelumnya, ketua PPS Geneng memulainya dengan beberapa penjelasan mengenai pemilu. Karena peserta PKK ini seluruhnya adalah perempuan, maka tak lupa dijelaskan juga tentang posisi dan peran pemilih perempuan di dalam pemilu presiden nanti.

Selanjutnya ketua PPS Geneng mempersilahkan kami untuk melakukan sosialisasi. Kami pun menjelaskan kepada warga mengenai segala sesuatu terkait pemilu. Warga terlihat antusias dan mendengarkan penjelasan kami dengan seksama. Tak lupa kami juga membagi-bagikan stiker publikasi pemilu, contoh surat suara dan publikasi lainnya. Serta, penjelasan mendasar dan beberapa fakta mengenai pemilih perempuan.

Kemudian kami dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan, sembari tanya-jawab seputar pemilu. Dengan dibantu oleh ketua PPS Geneng, kami berusaha menjelaskan lebih lanjut lagi mengenai pertanyaan-pertanyaan warga.

Setelah dirasa tidak ada lagi pertanyaan, ketua PPS Geneng menutup acara sosialisasi dan selanjutnya acara diserahkan kembali kepada ibu kepala Desa. Ketua PPS Geneng dan PPL Geneng pun berpamitan dan kami turut serta menyertai beliau untuk pamit dari acara ini.

 

  1. 6.      Pemantauan pemilu di TPS 4 dan 5 Desa Geneng

Nomor sektor    : 17.2.4.01

Nomor kode       : SH-T

Sifat                    : Monodisipliner

 

H-2

Senin, 6 Juli 2009

 

Khusus untuk pemantauan pemilu, pertama-tama kami berkoordinasi dengan PPL setempat, mengingat sebelumnya pada saat sosialisasi pemilu kami lebih banyak berkoordinasi dengan PPS.  Jadi kami mengabari PPL desa Geneng bahwa pada pelaksanaan pemilu nanti kami bersedia untuk membantu ditempatkan di wilayah desa Geneng. PPL Geneng pun menyambut baik ajakan kami dan bersedia untuk menghubungi kami jika beliau membutuhkan bantuan.

H-2 sebelum pemilu, kami berinisiatif untuk melakukan survey terhadap lokasi TPS-TPS yang ada di desa Geneng. Kami mendatangi balai desa untuk mencari informasi terkait. Disana kami diberikan data tertulis berisi rumah-rumah warga yang dijadikan sebagai lokasi TPS. Total ada 5 TPS di desa Geneng ini. Tak lupa salah seorang perangkat desa juga memberikan peta desa Geneng dan kami diberikan spot-spot lokasi kelima TPS tersebut.

Ketika kami hendak beranjak meninggalkan balai desa untuk survey lokasi TPS, salah seorang perangkat desa bersedia untuk mengantar kami menuju lokasi-lokasi tersebut. Kami menyanggupinya dan akhirnya dengan ditemani oleh salah seorang perangkat desa, kami berputar-putar keliling desa untuk mencari lokasi TPS yang akan digunakan nanti.

 

 

 

H-1

Selasa, 7 Juli 2009

 

Pada pagi hari, PPL Geneng meminta kami untuk menemuinya di balai desa. Kami pun menemuinya dan disana kami di briefing terkait apa yang harus kami lakukan pada pelaksanaan pemilu besok.

Secara umum, PPL Geneng meminta kami membantu beliau terkait pemantauan dan pengawasan pemilu. PPL memiliki tugas untuk menuliskan berita acara tentang pelaksanaan pemilu, mulai dari rapat pembukaan, pengambilan sumpah, pelaksanaan pemilu, pemungutan suara dan penghitungan suara. Lembar berita acara tersebut berisi tentang hal-hal teknis yang mungkin terjadi selama pemilu dilaksanakan.

Dari 5 TPS yang ada di desa Geneng, beliau meminta kami untuk membuat berita acara dari 2 TPS, sementara 1 TPS akan dihandle sendiri oleh beliau. Mengenai teknisnya, pada saat rapat pembukaan, kami diharuskan untuk memantau dan standby di 1 TPS saja.  Selanjutnya setelah beberapa saat, kami dipersilahkan untuk bergerak berkeliling menuju TPS-TPS lainnya dan menuliskan berita acara di TPS tersebut.

Sementara seperti itulah job yang diberikan oleh PPL desa Geneng kepada kami. Kami diamanahi untuk memantau pelaksanaan pemilu di 4 dari 5 TPS yang ada. Serta menuliskan berita acara di 2 TPS tersebut, untuk selanjutnya berita acara akan diserahkan kembali kepada PPL.

Pada malam harinya, kami berinisiatif untuk bersilaturrahim ke balai desa Geneng untuk bertemu dengan perangkat setempat. Kemudian sekali lagi kami berkeliling untuk survey TPS, melihat persiapan di masing-masing TPS serta untuk menjaga dan memantau logistik di masing-masing TPS.

 

Hari H

Rabu, 8 Juli 2009

 

Kami sudah bergerak sejak pagi hari, untuk bertemu kembali dengan PPL Geneng di balai desa dan di briefing akhir sebelum diterjunkan ke TPS. Kemudian kami diamanahkan untuk mementau dan mengikuti rapat upacara di TPS 5. Beberapa menit sebelum jam 08.00 kami segera bergerak menuju pos, sementara PPL Geneng bergerak menuju TPS 1.

Rapat pembukaan pemungutan suara di TPS 5 dimulai sekitar pukul 08.00, dengan dihadiri oleh seluruh anggota KPPS (7 orang), linmas (4 orang) dan saksi (3 orang). Lalu diadakan pengambilan sumpah yang dipimpin oleh ketua KPPS setempat.

Selanjutnya, ketua KPPS mengambil kotak suara yang telah tersegel, membukanya dan mengeluarkan seluruh isinya. Hal ini disaksikan oleh seluruh masayarakat yang telah datang di TPS tersebut, juga oleh saksi, linmas dan pemantau. Kemudian KPPS melakukan pengecekan terhadap logistik yang terdapat di dalam kotak suara. Setelah semuanya sesuai dengan yang seharusnya, pemungutan suara siap untuk dimulai.

Seluruh anggota KPPS mulai menempati posnya masing-masing. Lalu TPS dibuka untuk umum, dan pemilih satu persatu mulai menuju meja registrasi sembari menunjukkan undangannya. Ketua KPPS memberikan surat suara kepada pemilih dan pemilih menuju bilik untuk menyontreng. Selanjutnya pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dan terakhir sebelum keluar ada anggota KPPS yang bertugas menjaga tinta dan mengawasi celupan jari setiap pemilih.

Semua prosedur di atas berjalan dengan lancar, dapat dikatakan pemilih telah mengerti tentang prosedur tersebut. Beberapa kasuistis sempat terjadi, seperti ketika pemilih yang lumpuh dan pemilih manula harus ditemani dalam melakukan proses pemilihan. Semua hal tersebut disaksikan oleh 3 orang saksi yang berada di TPS.

Sekitar 1 jam kemudian, kami melangkah dari TPS 5 untuk segera berkeliling menuju TPS 4. Di TPS tersebut, selama beberapa saat kami memantau jalannya pelaksanaan pemungutan suara. Serta kami juga melakukan sedikit wawancara terhadap masyarakat dan KPPS setempat terkait hal-hal yang terjadi selama pelaksanaan pemilu. Setelah kami mendapatkan cukup data untuk dituliskan di dalam berita acara dan bersilaturrahim kepada masyarakat setempat, kami beranjak pergi untuk melangkah ke TPS lainnya.

2 TPS yang menjadi tanggung jawab kami telah kami selesaikan. Kini kami menuju TPS 1 untuk memantau pelaksanaan pemilu disana. TPS 1 merupakan TPS yang diawasi sendiri oleh PPL Geneng, karena beliau juga menyontreng di tempat ini. Tidak hanya bertemu dengan PPL Geneng, tapi juga ada Ketua PPS Geneng disana. Lalu kami memantau pelaksanaan pemungutan suara di tempat tersebut dengan bantuan PPL Geneng.

Setelah semua TPS kami pantau dan berita acara pemungutan suara untuk setiap TPS telah kami isi, PPL Geneng mengajak kami untuk beristirahat sejenak di balai desa. Disana kami disuguhi makanan berat, dan kami dipersilahkan untuk menyantapnya. Selain kami, PPL Geneng dan Ketua PPS Geneng, di balai desa juga ada masyarakat, perangkat desa dan Panwascam Prambanan. Bersama-sama kami menikmati makanan tersebut sembari berdiskusi seputar pelaksanaan pemilu.

Sekitar jam 1 siang dan setelah beristirahat sejenak, kami bergerak kembali untuk memantau perhitungan suara di setiap TPS. Sama seperti sebelumnya, kami berputar berkeliling dari satu TPS ke TPS lainnya.

Secara umum, pelaksanaan penghitungan suara pada pemilihan presiden kali ini dapat dikatakan cukup cepat. Tidak seperti pemilu legislatif lalu yang memakan waktu berjam-jam, penghitungan suara pemilu presiden kali ini memakan waktu tidak sampai 1 jam di setiap TPS. Hal ini terjadi, selain karena suat suaranya hanya 1 lembar per orang, juga karena ukuran surat suara yang jauh lebih kecil dan lebih simpel dibanding pemilu legislatif. Sehingga belum sampai jam 2 siang, seluruh TPS di desa Geneng telah menyelesaian penghitungan suara.

Akhirnya kami berhasil mendapatkan seluruh data untuk diisi dalam berita acara dari setiap TPS, dengan cara memantau langsung ataupun melakukan wawancara dengan masyarakat setempat. Setelah itu kami berkumpul kembali di balai desa Geneng utuk menemu PPL Geneng. Kami menyerahkan salinan berita acara di TPS-TPS yang kami diamanahkan memantaunya kepada beliau. Beliau pun mengucapkan terima kasih kepada kami, dan kami juga melakukan hal yang sama atas pengalaman menyenangkan terkait pemilu yang kami alami selama beberapa hari terakhir di sini.

 

  1. 7.      Pengadaan jingle dan musik pada seminar refleksi pemilu

Nomor sektor    : 11.3.3.08

Nomor kode       : SH-T

Sifat                    : Monodisipliner

 

Menindaklanjuti pemilu presiden yang dilaksanakan pada hari Rabu Pahing 8 Juli 2009 yang lalu, sekali lagi 2 unit tim KKN yang beroperasi di kecamatan Prambanan diberikan amanah untuk melaksanakan seminar dengan tema “Refleksi Pilpres 2009 dan Makna Kemerdekaan”. Sama seperti sebelumnya, 2 unit ini kembali berkolaborasi untuk mempersiapkan acara tersebut, mengingat acara seminar ini dilaksanakan pada tingkat kecamatan.

Secara keseluruhan, konsep acara dari seminar ini tidak jauh berbeda dengan acara sosialisasi pemilu yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Inti acara ini adalah talkshow yang menghadirkan 3 orang pembicara: perwakilan KPU, perwakilan panwas dan akademisi dari UGM. Lalu disertai dengan hiburan-hiburan, seperti pemutaran video tentang sosialisasi dan refleksi pemilu, penampilan dari kaum difabel dan musisi lokal, serta re-launching jingle pilpres yang diciptakan oleh salah satu mahasiswa KKN UGM di kecamatan Prambanan.

Kami berhasil mendapatkan koneksi dengan musisi lokal dari kota Klaten. Di pertigaan menuju ringroad Klaten, persis di seberang rumah makan Bakso Nuklir, berkumpullah sekumpulan pemuda yang menamakan diri mereka L.A Country. Dikomandani oleh Mas Bowo, kami mengutarakan maksud dan tujuan kami menemui mereka dan mereka pun memahami apa yang kami rasakan. Kami sepakat untuk menampilkan mereka pada acara talkshow ini. Keinginan kami ternyata tidak bertepuk sebelah tangan, karena mereka juga bersedia menjadi pengisi acara.

Akhirnya 1 hari sebelum hari-H, kami melakukan latihan perdana untuk mencoba jingle pilpres yang kami ciptakan sendri. Bertempat di pendopo kantor kecamatan Prambanan, kami mulai mencoba memperkenalkan jingle tersebut kepada mereka.

Niat awal kami adalah mempersilahkan mereka dari L.A Country untuk membawakan jingle ini sendiri. Tapi mereka merasa sebaiknya jingle ini dibawakan secara kolaborasi antara mahasiswa dan mereka, karena jingle ini sebenarnya sudah jadi dan hanya tinggal dibawakan saja. Setelah berdiskusi singkat, kami pun menyepakatinya. Jadilah, jingle ini akan dinyanyikan oleh mahasiswa KKN dengan iringan musik dari L.A Country.

Latihan perdana ini berjalan cukup normal. Mengingat jingle tersebut tidak terlalu sulit dan kemampuan musikalitas para personel L.A Country yang tidak bisa disepelekan, dalam waktu singkat jingle pilpres ini telah dapat dipahami dan dipelajari. Sisanya tinggal melihat improvisasi masing-masing di keesokan hari ketika tampil nanti.

Kini tibalah kita pada hari-H. Pagi harinya, kami telah menyiapkan lirik jingle pilpres tersebut untuk dibagi-bagikan kepada peserta sebagai salah satu konten seminar kit. Tidak lupa kami juga merekam mentahan jingle tersebut dalam 5 keping CD. Dari 5 keping ini, 1 akan diberikan kepada musisi L.A Country dan 4 sisanya akan diberikan kepada perwakilan KPU, panwas atau kecamatan.

L.A Country datang beberapa saat sebelum memasuki sesi acara jingle. Sembari menunggu, kami semua berlatih kembali menyanyikan jingle tersebut secara bersama-sama. 3-4 kali latihan dirasa sudah cukup untuk memberikan pemahaman kepada masing-masing individu. Latihan pun dicukupkan sekian dan kini tinggal menunggu waktu untuk tampil.

Akhirnya setelah sesi talkshow selesai, kami mendapatkan giliran untuk menaik ke atas panggung. Setelah mendapatkan arahan dan pendahuluan dari pembawa acara, kami mulai memainkan jingle tersebut di hadapan peserta, dengan berkolaborasi antara mahasiswa dan L.A Country. Komposisinya adalah ke-5 orang personel L.A Country memainkan alat musik: gitar, gitar bass, benjo, cuk dan bonggo, ditambah kami yang ikut mengiringi memainkan gitar dan bernyanyi. Plus kehadiran rekan kami yang lain di atas panggung dengan mengenakan kostum badut Mr. Contreng.

1 lagu yaitu jingle tersebut telah selesai dibawakan dan kami pun turun dari panggung, menyisakan L.A Country yang masih tetap pada posisinya untuk mengisi sesi hiburan setelah ini. Semoga para peserta terpuaskan atas apa yang telah kami coba berikan.

Di akhir acara, setelah panitia mulai berkemas dan L.A Country beranjak pulang, tak lupa kami memberikan CD berisi jingle pemilu tersebut, lengkap dengan liriknya. Serta, kami dari seksi acara hiburan menuliskan dalam selembar kertas, testimoni dan segala pesan-kesan kami kepada rekan-rekan L.A Country, sebagai kenang-kenangan untuk mereka. Semoga silaturrahim diantara kita semua bisa tetap terjaga.

 

  1. 8.      Seminar sosialisasi nuklir dan aplikasinya

Nomor sektor    : 07.2.9.99

Nomor kode       : ST-01

Sifat                    : Monodisipliner

 

Selaku mahasiswa Teknik Nuklir, maka tidak salah rasanya jika kami mengadakan sebuah kegiatan yang memiliki kaitan dengan nuklir itu sendiri. Selain sebagai bentuk tanggung jawab, juga sebagai sebuah media untuk memperkenalkan nuklir kepada masyarakat umum, khususnya mengenai opini-opini negatif yang berkembang terkait segala sesuatu tentang nuklir. Karena itulah kami mengadakan program seminar penyuluhan tentang sosialisasi nuklir dan aplikasinya. Mengingat sebagian besar penduduk kecamatan Prambanan memiliki mata pencaharian sebagai petani, maka tema aplikasi nuklir dan radiasi di bidang pertanian menjadi salah satu materi yang kami sampaikan disini.

Acara ini dilangsungkan pada hari Kamis 13 Agustus 2009 bertempat di aula Balai Desa Sanggrahan yang mampu menampung lebih dari 60 orang. Kami menghadirkan 2 orang pembicara yang berasal dari kalangan akademis, yaitu dosen Jurusan Teknik Fisika UGM. Mereka adalah Ir. Anung Muharini M.T yang menyampaikan materi tentang aplikasi nuklir dan radiasi di bidang pertanian, serta Ir. Yudi Utomo Imardjoko M.Sc, Ph.D yang membawakan materi tentang pengaruh nuklir dan PLTN bagi kesejahteraan umat manusia. Sementara para peserta undangan adalah perwakilan dari 16 desa yang ada di kecamatan Prambanan dimana setiap desa mengirimkan 3 orang, yaitu perwakilan pemerintahan desa, perwakilan kelompok tani dan perwakilan karang taruna.

Acara yang dibuka pukul 09.00 dan berakhir pukul 12.00 ini cukup mendapatkan respon dari para tamu undangan. Terbukti dari aktifnya diskusi dan tanya jawab terkait materi yang disampaikan, khususnya tentang aplikasi nuklir dan radiasi di bidang pertanian.Ucapan terima kasih banyak kami sampaikan kepada kedua pembicara dan seluruh tamu undangan atas antusiasmenya untuk terlibat dalam acara ini.

 

  1. 9.      Lomba cerdas cermat SD di Dusun Butuh, Desa Cucukan

Nomor sektor    : 11.1.1.04

Nomor kode       : SH-01

Sifat                    : Monodisipliner

 

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-64, kami berinisiatif untuk mengadakan lomba bagi warga setempat. Selain lomba-lomba umum dan ketangkasan yang sudah dilangsungkan turun temurun, tahun ini kami mencoba mengusulkan untuk mengadakan lomba yang lebih bersifat akademis, yaitu lomba cerdas cermat. Para petinggi desa tidak keberatan dengan lomba ini, malah mereka sangat mendukung lomba ini untuk diadakan.

Kemudian kami segera menyusun konsep lomba, mempersiapkan perangkat lomba seperti tim juri, pembaca soal, soal-soal pertanyaan dan pembukaan pendaftaran. Akhirnya konsep telah tersusun dan peserta lomba yang mendaftar berjumlah sebanyak 12 orang yang ditujukan untuk kelas 3, 4, 5, 6 dan 7. 12 orang ini terbagi menjadi 3 kelompok dengan setiap kelompoknya terdiri dari 4 orang.

Lomba ini dilangsungkan pada hari Jumat 7 Agustus 2009, bertempat di TK Aisyah Busthanul Afthal. Lomba dimulai pukul 13.00 dengan melibatkan pemudi setempat sebagai pembaca soal dan Ibu Lurah serta Ibu RT 17 sebagai dewan juri. Konsep lombanya adalah lomba terbagi menjadi 3 babak: babak pertama setiap kelompok mendapatkan soal wajib, babak kedua setiap anggota kelompok mendapatkan soal pilihan, dan babak ketiga merupakan babak rebutan.

Akhirnya lomba dapat terselesaikan dengan lancar pada pukul 15.00 dan diperoleh kelompok juara pertama yang nilainya hanya selisih tipis dengan kelompok yang memperoleh juara kedua. Sementara Ibu Lurah dan Ibu RT 17 yang menjadi dewan juri terlihat sangat puas dengan diadakannya lomba-lomba seperti ini.

 

10.  Pelajaran tambahan bagi murid SD di Dusun Butuh, Desa Cucukan

Nomor sektor    : 11.1.1.01

Nomor kode       : SH-02

Sifat                    : Monodisipliner

 

Pendidikan dan pemberian pelajaran tambahan merupakan hal yang dirasa perlu, khususnya kepada murid-murid SD yang sedang dalam proses pembelajaran. Karena itulah kami mengadakan program pelajaran tambahan bagi anak-anak, khususnya pelajaran tambahan dan latihan mengerjakan soal.

Program ini tidak terjadwal secara resmi, melainkan bersifat spontanitas. Metode yang kami gunakan adalah, awalnya kami mencoba untuk mendekat warga, khususnya anak-anak di wilayah tempat kami tinggal. Lalu kami mengajak mereka untuk main-main ke pondokan, sembari membawa pekerjaan rumahnya atau buku pelajaran tertentu yang mereka inginkan.

Setelah itu, hampir setiap hari anak-anak datang bermain ke pondokan. Awalnya mereka hanya bermain-main biasa, tapi selanjutnya mereka mulai tertarik untuk membawa buku pelajarannya dan minta diajarkan mengenai hal-hal yang mereka belum mengerti. Antusiasme mereka terhadap pelajaran tambahan ini pun cukup tinggi, terlihat dari keaktifan mereka untuk minta diberikan soal-soal latihan dan tingginya semangat mereka untuk mengerjakan soal-soal latihan tersebut.

 

11.  Pengenalan komputer bagi murid SD di Dusun Butuh, Desa Cucukan

Nomor sektor    : 11.2.1.01

Nomor kode       : SH-03

Sifat                    : Monodisipliner

 

Anak-anak merupakan kelompok usia yang memiliki tingkat keingintahuan yang cukup tinggi. Khususnya jika mereka melihat hal-hal baru yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya. Dalam hal ini, kami mencoba untuk memperkenalkan penggunaan komputer bagi mereka, mengingat komputer dan teknologi adalah hal yang baru bagi anak-anak SD. Serta, tidak semua warga disini memiliki komputer, sehingga pengetahuan dan pengalaman anak-anak dalam mengoperasikan komputer tidak terlalu banyak.

Program ini tidak memiliki jadwal yang resmi, melainkan bersfat spontanitas, meski umumnya diadakan pada siang hari atau sore hari selepas anak-anak SD pulang dari sekolah. Secara umum, kami memperkenalkan pengoperasian komputer kepada mereka. Sementara salah satu program komputer yang kami ajarkan adalah Microsoft Office Word.

Antusiasme anak-anak dalam pengenalan komputer ini dapat dikatakan cukup tinggi. Mereka terlihat akftif untuk mencoba sendiri menggunakan komputer. Selain itu, mereka juga mencoba untuk membuat jadwal pelajaran di sekolah dengan Microsoft Office Word, yang mereka hias sendiri dengan tabel dan gambar-gambar. Selanjutnya jadwal pelajaran itu mereka print dan berencana untuk dipajang di meja belajar masing-masing.

 

12.  Pelatihan paduan suara bagi murid SMP di Dusun Butuh, Desa Cucukan

Nomor sektor    : 11.3.3.07

Nomor kode       : SH-04

Sifat                    : Monodisipliner

 

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-64, di Desa Cucukan rutin diadakan sebuah acara puncak yang bernama malam tirakatan, yaitu malam renungan plus pentas seni. Terkait acara ini, Kepala Desa Cucukan mengharapakan adanya penampilan paduan suara dari para pemuda-pemudi setempat, mengingat hal ini dirasa cukup penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan semangat cinta tanah air di dalam diri para pemuda.

Kemudian kami pun mencoba membuat program untuk menampilkan paduan suara dari pemuda-pemudi setempat. Kami disarankan untuk menggunakan anak-anak SMP, karena yang SMA dan pasca SMA akan disibukkan dengan persiapan-persiapan terkait malam tirakatan. Akhirnya kami pun mengumpulkan 12 orang anak SMP, terdiri dari 7 orang perempuan dan 5 orang laki-laki untuk kami bimbing menampilkan paduan suara pada malam tirakatan. Kami melaksanakan latihan selama 3 kali, dimana pada latihan yang terakhir mendapatkan bimbingan langsung dari Kepala Desa beserta istrinya.

Tibalah kini pada malam tirakatan. Paduan suara kami minta untuk mengenakan seragam putih-putih plus sepatu hitam. Mereka tampil sebagai pembuka acara, setelah sambutan-sambutan. Dengan membawakan 3 buah lagu, yaitu Indonesia Raya, Hari Merdeka dan Maju Tak Gentar, mereka semua tampil dengan penuh semangat dan percaya diri. Akhirnya 3 lagu pun selesai dibawakan dan mereka tampak puas dengan apa yang mereka tampilkan. Begitu juga dengan Kepala Desa dan seluruh warga setempat.

KESIMPULAN

 

Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2009 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang dilaksanakan di Desa Cucukan Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah telah selesai dilaksanakan. Secara umum, pelaksanaan program- program KKN yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Hal ini dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor pendukung, yaitu:

  1. Masyarakat yang secara positif mendukung pelaksanaan KKN.
  2. Dukungan penuh dari masyarakat terhadap tiap program yang diadakan.
  3. Kerjasama yang baik dan keakraban yang erat antara warga dan mahasiswa.
  4. Antusiasme masyarakat yang tinggi sehingga program dapat terlaksana dengan baik.
  5. Kekompakan tim KKN UGM dalam melaksanakan program-program KKN.
  6. Besarnya minat masyarakat mengikuti program Sosialisasi Pemilu Presiden.
  7. Keakraban dari warga dalam usaha sosialisasi beberapa program.
  8. Adanya bantuan dari beberapa warga dalam pengumpulan warga untuk melaksanakan  program dan sosialisasi.
  9. Budaya masyarakat yang kekeluargaan dan mengedepankan kegotongroyongan.

10.  Kerjasama dengan perangkat dusun, desa dan tingkat kecamatan yang terjalin sangat baik, sehingga memperlancar hubungan dengan masyarakat.

Terlepas dari itu semua, beberapa faktor penghambat di dalam pelaksanaan progam-program KKN ini diantaranya adalah:

  1. Kondisi masyarakat beragam, sehingga diperlukan kepekaan tim KKN untuk beradaptasi sesuai dengan kondisi masyarakat yang penuh dinamika.
  2. Dana yang tersedia terbatas.
  3. Waktu untuk mengadakan persiapan acara sosialisasi terlalu singkat jaraknya antara selang kedatangan mahasiswa dengan waktu sosialisasi pemilihan presiden 2009.
  4. Sulitnya menentukan waktu pelaksanaan program sehubungan dengan padatnya aktivitas sosial masyarakat.
  5. Kurangnya koordinasi waktu pelaksanaan program, baik antara mahasiswa maupun antara masyarakat.

 


SARAN

 

  1. Untuk pelaksanaan KKN mahasiswa UGM yang akan datang agar lebih terkoordinir dengan baik, agar ketika penerjunan ke lokasi KKN masyarakat sudah siap dan mengetahui bahwa akan ada KKN didaerah itu, sehingga lebih mudah untuk sosialisasinya.
  2. Perlu diperhatikan jumlah mahasiswa dalam 1 sub unit yang proporsional dengan program yang mungkin ada. Serta pembagian mahasiswa dari tiap-tiap fakultas hendaknya tersebar secara merata.
  3. Perlunya perencanaan yang terpadu dan persiapan dana yang cukup antara warga, pemerintah dan LPPM untuk KKN yang akan datang sehingga dalam pelaksanaanya bisa lebih baik dan terfokus untuk membangun wilayah tersebut.
  4. Untuk Pengelola KKN perlu lebih memperhatikan :
  • Jangka waktu pelaksanaan yang efesien sehingga biaya dan waktu menjadi efektif.
  • Materi pembekalan yang lebih spesifik sesuai kondisi dan sasaran untuk tiap lokasi.
  • Sebaiknya untuk pelaksanaan KKN reguler, pengumuman-pengumuman terkait anggota kelompok, penentuan DPL, penentuan lokasi, pembekalan materi dan lain sebagainya sudah diberitahukan sejak jauh-jauh hari, sehingga mahasiswa telah mempersiapkan diri terlebih dahulu.

One response to this post.

  1. wah…………. ikut dong

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: