CerpenRamadhan – Hari 26 – Ada Yang Salah

cr26

 

Ada yang salah dengan bangsa ini.

Ketika peneliti yang sedang mencoba menciptakan mobil sendiri, untuk mengharumkan nama negeri, penelitiannya gagal malah dibui.

Sementara mereka yang wira-wiri di layar kaca, untuk merusak moral anak bangsa, malah dipuja dimana-mana.

 

Ada yang salah dengan bangsa ini.

Ketika keteladanan datang dari rakyat jelata, yang gajinya tidak seberapa, namun ketika menemukan uang senilai ratusan juta, dengan tulus ia mengembalikannya.

Sementara para pejabat yang mengaku wakil rakyat, biarpun gajinya jauh dari kata melarat, namun melihat proyek becek segera disikat.

 

Read the full post »

CerpenRamadhan – Hari 25 – Kapan Nikah?

cr25

 

Aku bingung, mengapa banyak orang yang takut hanya untuk sekedar menjawab pertanyaan “Kapan nikah?”. Ada yang menjawabnya dengan tersenyum. Ada yang menjawabnya dengan cengar-cengir. Ada yang memasang muka masam. Ada yang melarikan diri. Dan sebagainya. Yang jelas, mereka semua menjadikan pertanyaan itu sebagai sesuatu yang menakutkan, bukan sebagai suatu tantangan yang perlu ditaklukkan.

 

Aku tidak tahu, seberapa cupu mereka sehingga untuk menjawab pertanyaan seperti itu saja tidak bisa. Menjawab pertanyaan tersebut dengan waktu yang spesifik bukanlah soal takabur, ujub, sombong atau sebagainya, melainkan soal ikhitar, usaha, dan mimpi. Ya, berani untuk bermimpi: berani memutuskan untuk menentukan target sendiri.

 

Simak salah seorang rekanku, sebut saja namanya Arya. Ketika itu tahun 2012, Arya hanyalah seorang jomblo yang sudah 2 tahun menyendiri dan selama 2 tahun itu, ia sudah 3 kali ditolak secara langsung dan ribuan kali ditolak secara tidak langsung. Banyak perempuan yang meremehkannya, meskipun aku sebenarnya mengakui bahwa Arya tidaklah seburuk yang mereka kira.

 

Read the full post »

CerpenRamadhan – Hari 24 – Larasati Zahra Khumaira

cr24

 

Dari tadi aku merasa ada yang memegang-megang kepalaku. Aku tidak tau itu siapa, tapi hal ini cukup untuk membuatku terbangun dari tidur panjangku.

 

Tangan itu datang lagi. Tapi kali ini ia bisa menyentuh kepalaku lebih jauh. Dan kalau sebelumnya aku hanya merasakan ada 1 jari yang menyentuhku, sepertinya kali ini jumlahnya bertambah menjadi 2 jari.

 

Mungkin tangan itu hendak memanggilku. Aku tahu, biarpun aku merasa nyaman tinggal di tempatku sekarang, tapi aku sadar bahwa tempatku bukan disini. Tempat ini hanyalah persinggahanku sementara, pikirku dalam hati.

 

Read the full post »

CerpenRamadhan – Hari 23 – Tidak Ada

cr23

 

Tidak ada rasa sakit yang lebih menyakitkan selain perasaan yang dialami para ibu ketika proses melahirkan.

 

Dan tidak ada rasa bahagia yang lebih membahagiakan selain perasaan yang dialami para ibu ketika melihat, menyentuh dan memeluk bayi yang baru saja dilahirkannya.

 

Depok, 28 Juni 2016, 23:48

CerpenRamadhan – Hari 22 – Maybe Never

cr22

 

Wasit meniup peluit panjang. Pertandingan 2 x 45 menit telah berakhir setengah jam yang lalu, sementara peluit tadi menandakan bahwa babak perpanjangan selama 2 x 15 menit juga telah berakhir. Artinya, pertandingan harus diselesaikan dengan adu penalti untuk mencari siapa pemenangnya.

 

Aku menghampiri pelatih untuk berdiskusi mengenai siapa yang akan menjadi penendang, dan bagaimana urutannya. Pelatih memintaku untuk menjadi penendang kelima: berarti aku akan menjadi penendang terakhir di adu penalti kali ini.

 

Sejenak aku berpikir: tahun lalu, adu penalti sudah berakhir di penendang ke-4 karena dua orang penendang dari team ku gagal menceploskan bola, sementara ke-4 penendang lawan berhasil semuanya. Penendang ke-5, yang harusnya menjadi penentu, malah tidak berkesempatan untuk menendang.

 

Read the full post »

CerpenRamadhan – Hari 21 – Di Ujung Trotoar #3

cr21

 

Malam ini malam yang menyenangkan. Aku baru saja bertemu dengan teman-temanku dari salah satu Komunitas Pendidikan untuk menikmati temu kangen dan makan malam bersama. Setelah sekian lama tak jumpa, sejuta cerita diiringi gelak tawa bercampur aduk dengan perasaan bahagia.

 

Ditambah lagi, kini aku sedang duduk manis di mobil yang disetiri oleh Wardhana, lelaki yang diam-diam kukagumi. Aku tak tahu apakah dia merasakan apa yang aku rasa, tapi fakta bahwa saat ini dia ada di sini bersamaku, bukan dengan orang lain, seakan menjadi jawaban bahwa sesungguhnya dia pun merasakan apa yang aku rasa.

 

Read the full post »

CerpenRamadhan – Hari 20 – Parenting

cr20

 

Aku baru saja pulang dari acara Seminar Parenting yang diadakan oleh salah satu lembaga yang kesehariannya bergerak di ranah kepemimpinan. Sebagai seorang ayah dengan bayi berusia 17 bulan, ditambah istri yang sedang mengandung 38 minggu, aku rasa tidak pernah ada kata terlambat bagiku untuk menyempatkan diri hadir di dalam majelis ilmu.

 

Banyak hal yang disampaikan disini, tapi sekali lagi, hanya akan aku tuliskan satu cerita saja kali ini.

 

Tumbuh kembang seorang anak manusia, ternyata tidak dimulai ketika dia terlahir ke dunia ini, melainkan sudah sejak awal ketika dia masih berada di dalam kandungan. Dimana dalam hal ini, seorang ibu memiliki perang yang penting. Sangat amat penting, bahkan.

 

Read the full post »

CerpenRamadhan – Hari 19 – Otak

cr19

 

Membaca buku bergambar ini memberiku banyak wawasan baru. Biarpun semuanya mungkin sudah kupelajari sekitar 10 tahun lalu ketika aku masih mengenakan seragam putih abu-abu, hari ini aku menyegarkan kembali pikiranku. Dan dari semua cerita yang ada di situ, akan aku ceritakan salah satu diantaranya kepadamu.

 

Di dalam otak, ada sebuah “peta”. Otak telah menetapkan tempat yang bertanggung jawab akan semua panca indra seperti wajah, mata, hidung, bibir, jari tangan, dan lain-lain. Panca indra yang diatur masing-masing bagian otak telah ditandai dengan cermat.

 

Read the full post »

CerpenRamadhan – Hari 18 – Di Ujung Trotoar #2

cr18

 

Aku berjalan kaki seorang diri menyusuri trotoar. Bukan seorang diri lebih tepatnya, melainkan berdua bersama tongkat kayu penyangga yang telah menemaniku sejak lahir; tongkat kayu yang juga menjad senjataku dalam mencari nafkah.

 

Setiap malam, kami para pemuda jalanan -begitu kami menamakan diri- selalu berkumpul di sekitar pintu masuk Gelora Bung Karno. Beratapkan langit beralaskan tanah, kami saling berbagi keceriaan dan berbagi cerita, tanpa peduli berapa banyak uang yang bisa kami kantongi hari ini. Bagi kami, kebersamaan ini jauh lebih mahal daripada apapun di dunia ini.

 

Tempat itulah yang akan aku tuju, ketika dalam perjalanku menuju ke sana aku melihat seorang perempuan berjalan menunduk dengan emosi yang tidak dapat kugambarkan. Entah dia marah, entah dia sedih, entah dia bingung, aku tidak tahu, Yang kutahu hanyalah ia terus berjalan menunduk tanpa mempedulikan keadaan di sekitarnya.

 

Read the full post »

CerpenRamadhan – Hari 17 – #cerpenramadhan

cr17

 

Di bulan Ramadhan kali ini aku mempunya hobi baru. Ya, selepas shalat tarawih berjamaah di masjid dekat rumah, aku selalu menyempatkan diri untuk menggenggam smartphone, membuka media sosial dan membaca lini masa yang terpampang di sana.

 

Memangnya, apa yang menarik?

 

Di bulan Ramadhan ini salah seorang temanku, sebut saja Arya, selalu memposting cerita setiap harinya. Cerpen Ramadhan, begitu dia memberi nama. Setiap hari selama bulan Ramadhan ini, Arya rutin menulis 1 hari 1 cerita.

 

Read the full post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,286 other followers